EPS ' OPEN YOUR HEART '
Eps 40:Tabir Kepalsuan 》₩@£|< |& ♥
Update score:Evi vs Rita =3:0
Kemesraan Irwam dan Evi terganggu oleh kedatangan....Ivan Gunawan.Ivan langsung ngecek make up Evi.
Ivan :"Untung make upnya ga tebal jadi ga begitu masalah kalo pakai acara hujan air mata kayak tadi."
Evi :"Makasih lho kak Igun,jika bukan karena kakak pasti penampilan Evi ga sebagus ini."
Ivan :"Kalo km nyanyinya kayak tadi,walau kamu nyanyi pakai handuk ,orang juga ga akan lihat kostumnya,mereka akan lihat kualitas kamu.Tadi itu penjiwaan kamu dapet banget.Luar biasa pokoknya."
[Itu kan komentar Ivan Gunawan buat Irwan pas dia nyanyi Gembala cinta...Iya.Gimana reaksi Irwan ya?.....Yuk kita cari tahu!]
Irwan begitu mendengar komentar Mak Igun langsung senyum2 sendiri.Melihat itu,Evi menyenggol lengan Ivan Gunawan.
Evi:"Tuh kan gara2 komentar kak Igun,Irwan jadi ngebayangin yang ga2."
Ivan melihat ke arah Irwan.
Ivan :"Lagi mikirin yang ga2 ya Pak Presdir ?Senyumnya gitu amat.?Pasti pikirannya ngeres deh"
Irwan :"Maksudnya pikiran ngeres?"
Rizky:"Ngaku aja deh kak,Kakak pasti ngebayangin kak Evi nyanyi pakai handuk handuk kan?Ga perlu ngeles kak,aku yg masih kecil aja tahu!"
Evi yang jadi topik pembicaraan,malu juga mendengarnya.Irwan melihat wajah isterinya yang jadi tersipu2,kambuh deh julitnya.
Irwan :"Emang punya hak apa kalian kalo aku ngebayangin isteri aku?"
Semua jadi diem deh.Mati kutu.Irwan memandangi mereka satu per satu.
Rizky :"..Sepertinya ini urusan orang dewasa deh..mending Rizky cari camilan aja deh.Ayah!!Rizky ikut!"
Satu orang sudah ngacir.Ivan ingat tadi sore ia hampir bikin Irwan marah dan sekarang sepertinya sama deh.
Ivan :"Lama2 ngeri juga berada disini.Gue mending gabung ama mb Inul aja deh.Mau curcol nih".
Satu lagi juga kabur.Tinggal Evi seorang diri dengan Irwan.Evi tidak berani mengangkat wajahnya.Tiba2 ia dapat ide.
Evi :"Maaf aku harus ke toilet nih.Biasa panggilan alam.Aku tinggal dulu yach?"
Evi dengan mimik lucu akhirnya pergi juga melarikan diri dari Irwan.
Irwan tertawa dalam hati.Andai saja mereka tahu apa yang ia bayangkan sehingga senyum2 sendiri tadi.
Irwan :'Aku tuh bayangin bahwa nanti malam,usai acara,aku mau minta Evi nyanyiin aku lagu penghantar tidur tapi kali ini yang liriknya mesra gitu deh.Pingin tahu gimana penjiwaannya.he he..Tapi mereka ngira aku ngebayangin Evi nyanyi pakai handuk.Kalo nyanyinya di panggung gini ga deh ga akan pernah aku ijinin!Tapi kalo nyanyinya cuma buat aku boleh2 aja sih.Wah aku kok malah bayangin sekarang?Waduh,beneran ngeres nih!'
Kita tinggalkan Pangeran kita yang lagi ngeres pikirannya he hee julit!Kita lihat kubu yang kalah.
Rita menghentak2kan kakinya dengan kesal.Sekali lagi ia harus menuai hasil buruk.
Rita :"Kenapa sih gatot lagi?Bukannya bikin wanita itu malu malah bikin ia jadi bintang baru.Bakal dibikinin lagu lagi dari Nurbayan.Aku aja ga pernah ditawari kayak gitu.Apes banget sih gue malam ini!!!"(kayaknya ini kata2 seseorang deh....aku tuh ga ingin nyakitin siapapun.Aku cuma jujur ama dia....kayaknya dia marah deh....mungkin bener kata kakak...apa?...aku tuh ga gaul.he he...)
Danang :"Gatot?Itu makanan yang alot itu kan?"(Ini Danang lagi humoris apa lagi laper ya?...Iya.Tumben komentnya kok lucu...Jangan2 ia ngefans ama Gatotkaca?...Lho itu kan nama toko baju langganan kakakmu?...Gatotkaca kan anaknya Werkudara?...Werkudara kan kisah Mahabarata?....kok sampai Antv.Gubrakkk)
Rita:"Gatot tuh Gagal Total!!!Malah nambah kesel aja sih punya sekutu kamu."
Danang :"Yang harusnya nyesel tuh aku.Katanya jenius tahunya ga becus.Blunder melulu strateginya."
Danang melihat Evi pergi ninggalin Irwan.Ini kesempatan emas.Ia pun segera cabut dari deket Rita.Rita pun melihat hal yang sama.Evi dan Irwan terpisah.Tiba2 ia dapat ide baru.Wah bahaya nih!!
Evi baru saja selesai dari toilet.Tiba2 ada pelayan yang memberi dia secarik kertas.
Pelayan :"Nyonya,Tuan yang ada di sana mengirim ini untuk Anda.Saya permisi."
Evipun melihat ke arah yang ditunjuk pelayan tersebut.Hatinya langsung berdesir.Danang berdiri di sana sambil memainkan pisau.
Evi segera membaca pesan di kertas tersebut.
Danang menulis,"Cepat menuju pintu keluar!Malam ini kau akan pergi dari Jakarta dengan kapal.Ayah dan adikmu biar aku yang urus.Diluar sudah ada yang akan menunggumu.Kalau kau tidak mau menurutiku,maka kau akan melihat apa yang bisa kulakukan pada suamimu dengan pisauku ini.Apalagi ditengah keramaian seperti ini."
Evi berada dalam dilema.Sebenarnya ia tak ingin jauh dari Irwan tapi bila tidak pergi Danang akan mencelakai pria yang dicintainya itu.Apa yang harus ia lakukan?Dua2nya tidak ingin ia pilih.Dilihatnya Benigno berdiri tidak jauh dari Ayah dan adiknya.Sedang Irwan tengah berbicara dengan para bisnisman.Ia harus mengirim pesan pada Benigno untuk menjaga ayah dan adiknya.Ia tak mau Danang memperalat mereka terus.Biarlah ia saja yang jadi korban.Mengenai Irwan,begitu ia pergi pasti Danang tak akan menyakitinya.Saat itulah Evi melihat Ika keluar dari toilet.Inilah kesempatan,batin Evi.
Disapanya Ika dan berbisiklah ia pada gadis itu,"Tolong sampaikan pada Om Benigno,bilang padanya:Evi titip ayah dan adiknya.Evi mau menyelesaikan sesuatu dulu."
Disapanya Ika dan berbisiklah ia pada gadis itu,"Tolong sampaikan pada Om Benigno,bilang padanya:Evi titip ayah dan adiknya.Evi mau menyelesaikan sesuatu dulu."
Ika:"Ok!Pasti aku sampaikan secepatnya."
Evi :"Cepat ya.Terima kasih banyak."
Sementara itu undian terus diambil dan kali ini yang dapat giliran adalah....
Mc:"Wah ini pasti ditunggu2 oleh semua hadirin dan para pemirsa di rumah.Mohon perhatian semuanya!Giliran berikutnya adalah Presdir kita,Bp Irwan Sutedja untuk menyanyikan sebuah lagu.Tepuk tangan semuanya!!"
Evi sibuk bicara dengan Ika tadi sehingga tidak tahu bahwa Irwan kena undi.Ia melangkah menuju pintu keluar,matanya mencari2 dimana Irwan.
Hatinya menangis harus berpisah dari pria itu.Bukan hartanya yang ia tangisi,bukan nama besarnya yang berat ia lepaskan tapi cintalah yang mengikat mereka dengan benang merah.Air matanya menetes,sehingga ia tak melihat bahwa seseorang menjulurkan kakinya menjegal kakinya.Evi terhuyung jatuh.Sepatunya lepas satu dan tergeletak agak jauh darinya.Rita terkekeh senang melihatnya.Dialah yang membuat Evi jatuh.Semua mata memandang ke arah Evi.Evipun bangkit berdiri.Tiba2 terdengar musik dan suara Irwan melantunkan lagu 'Terkesima'.
...Berdebar hati berdebar...deras darahku mengalir....Kerumunan orangpun tersibak.Irwan menyanyi sambil berjalan ke arah Evi berada.(ooh...so sweet!!)
...Bergetar tubuh bergetar menahan gejolak hati.Sungguh aku malu...malu....malu..malu..
Sepatu Evipun dipungutnya dan kembali ia menuju ke arah Evi.Evi lega karena kamera mengarah ke arah Irwan jadi Danang takkan berani macam2.Evi juga lega karena Benigno tampaknya sudah menerima pesannya.Benigno ada bersama ayah dan adiknya.Mereka aman....Irwan terus bernyanyi dan sampai di hadapan Evi.Ia lalu memakaikan sepatu Evi.Semua hadirin langsung bilang...ooohh
Sepatu Evipun dipungutnya dan kembali ia menuju ke arah Evi.Evi lega karena kamera mengarah ke arah Irwan jadi Danang takkan berani macam2.Evi juga lega karena Benigno tampaknya sudah menerima pesannya.Benigno ada bersama ayah dan adiknya.Mereka aman....Irwan terus bernyanyi dan sampai di hadapan Evi.Ia lalu memakaikan sepatu Evi.Semua hadirin langsung bilang...ooohh
..Jangankan tuk merayu apalagi bercumbu.Memandang matamu saja aku tak mampu.Terkesima diriku memandang pesonamu.Gugup kelu dan kaku memandang wibawamu...
Melihat Evi tak berani menatap wajahnya.Tahulah Irwan bahwa ada yang disembunyikan oleh isterinya itu.Evi bisa jatuh di area dekat pintu keluar.Apakah Evi mau meninggalkan pesta tanpa dirinya?Tanpa bilang apapun padanya?Irwan gundah dan berbalik hendak kembali ke panggung tapi Evi meraih jemarinya dan membalas keraguannya dengan nyanyian.
Melihat Evi tak berani menatap wajahnya.Tahulah Irwan bahwa ada yang disembunyikan oleh isterinya itu.Evi bisa jatuh di area dekat pintu keluar.Apakah Evi mau meninggalkan pesta tanpa dirinya?Tanpa bilang apapun padanya?Irwan gundah dan berbalik hendak kembali ke panggung tapi Evi meraih jemarinya dan membalas keraguannya dengan nyanyian.
....Berdebar hati berdebar.Deras darahku mengalir....Evi tak sanggup melihat Irwan berpaling darinya.Ia tak mampu menahan hatinya lagi.Merekapun saling berpegangan tangan menuju panggung.Bahkan di akhir lagu Irwan berlutut mencium tangan isterinya.Evi berkaca2.Irwanpun segera memeluknya dengan erat sambil berbisik,"Ingat janjimu padaku bahwa kau takkan pernah lari dariku.Jangan pernah tinggalkan aku.Janji padaku."
Evi malah semakin menangis di bahu Irwan mendengar kata2 tersebut.Danang kesal melihat rencananya berantakan gara2 ulah Rita.Ini namanya melawan racun dengan racun.Kayak serial mandarin Yoko.he he.Update skornya next eps ya.
Eps 41-Tabir Kepalsuan:Get you out of the way
15 Juli 2015 pukul 18:04
Kemarin aku janji update skor ya?I will keep my promise.
Score menjadi Evi vs Rita = 4 : 1
kok bisa?
Evi menang di :
1.Red carpet
2.Kereta dorong
3.Sing a song
4.Saved by shoes
Lalu Rita?
1 and only from make Evi get fall to the floor.Ini hanya apresiasi karena ucapan terima kasih dah gagalin rencana Danang yang ngeri....(kata seseorang lho...he he).
Jadi penasaran nih gimana dengan score Irwan vs Danang?Kan udah puluhan eps nih masak ga ada penilaian?[Iya juga ya kok bisa sampai banyak gini eps nya ya?Kamu pasti penyebabnya!!....Kok aku yg disalahin?Justru dengan adanya aku tulisanmu bisa sampai ke pembaca....Kau mirip Irwan deh pas jadi bang Ipul...Lho meski Hp,aku tuh fans berat Irwan lho.Ga percaya?....Ga!Buktinya apa?....Buka galeri hitung berapa jumlah folder fotonya Irwan!....Banyak banget.Ada folder:Irwan lagi ganteng,pake kaca mata,maem,konser,Sleep, fans,sama crew,sama Evi cie...cie folder ini banyak amat isinya belum Irwan pulkam,duet,etc.....satu folder hitung berapa fotonya!...Kayak iklan tango:ratusan..ck..ck...ck.Ngalahin jumlah fotomu sendiri lho.....Masih nyalahin?....Ga ga berani deh.]
Kalo Irwan menang di challenge:
1.Airplane crash(harusnya mati ga mati cuma amnesia)
2.Erase Danny's Pain(Membuat Danny menemukan sosok adiknya)
3.Save Rizky's Life(Kalo Irwan ga di Masamba pasti Evi dah kehilangan adiknya)
4.Fake Marriage(Meski palsu tapi malah seru he he)
5.Evi's heart(Meski Danang yang jumpa pertama tapi Irwan yang jadi pelabuhan hati Evi...so sweet)
Kalo Danang?Danang kan punya peran besar nyatuin pasangan kita nih masak ga ada apresiasi?...Ya wis.Ngalah deh daripada ra bar2.
Danang menang di challenge:
1.Fake signature/pemalsuan tanda tangan Irwan di catatan sipil
Kok malah itu?Lha gimana ga menang,Irwan aja mengakui dan ga nuntut balik
2.Wedding organizer
Weleh??Lho iya hebat lho dalam 2 minggu alias waktu singkat bisa bikin pernikahan yang menghebohkan media
3.Best intimidator
Apa maning???Ahli dalam membuat orang jadi paranoid alias keweden.Evi tuh sampai gemeteran kalo ada dia.
4.Best actor of antagonis
Malah dapat award?Lho katanya minta dihargai.Masak best actor?Jelas itu milik Irwanlah he he
5.Ika's heart
Cie.cie...masih aja ada baiknya juga ya Danang sampai2 Ika jatuh hati ama dia.
Sudah puas?Aku mulai ceritane ya?..Sik!!sik!!Berarti seri ya?...Ya.for now...Kamu kok jadi ngefans Danang sih?katanya ngefans Irwan?kamu penggemar musiman ya?....Aku tuh cuma belajar menghargai orang.Tapi di hati tetep Cross si hitam manis....gubrakkkk
Back to story...
Melihat rencananya berantakan lagi Danang jadi kesal banget sama Rita.Dilabraknya Rita.
Danang :"Kamu tuh ga tahu diuntung ya!!Bikin blunder melulu!Aku kesel banget hari ini!!Sial!!!!"
Rita:"Lu kali yang buaya buntung!Buktinya Evi milih Irwan daripada lu.Kalo broken heart jangan salahin gue dong!Emang gue ngapain?!!"
Danang :"Dasar loading lemot!!Kamu tuh dah gagalin my big plan you know?!Gue itu sudah habisin banyak uang buat rencana ini.Tapi kamu malah menghancurkannya hanya dengan hal sepele.Aksi jegal menjegal kayak sepakbola aja.!!Cewek kok hobby bola!"[Wah nih harus dilurusin nih...iye gue walau cewek hobby liat bola lho...Masak?Coba sebutin nama2 klub di liga Inggris!...Arsenal,MU,man city,$underland,chelsea,Wba,...Wis!wis!Percaya deh...cewek boleh liat bola ga masalah]
Aneh nih penulise jadi emosi gara2 koment Danang.Rita juga bete dan milih cabut dari pesta.Akhirnya cobaan berakhir juga...
Jangan salah teman,cobaan bisa datang kapan saja.Waspadalah...jagalah hati...he he.Mending kita lihat pasangan kita yuk...kangen mereka.
back to Evi n Irwan...on the way home...
Irwan coba bicara dengan Evi ada apa sebenarnya.Tentu saja gaya Irwan beda dengan gaya Danang.Irwan pendekatannya secara lembut,tenang,tapi menghanyutkan he he.
Irwan :"Kamu tidak luka kan karena jatuh tadi?"
Evi menggeleng sambil tetap menyandarkan kepalanya di dada Irwan.Ia merasa tenang sekali mendengar detak jantung pria yang telah mengisi hatinya itu.
Irwan menyandarkan badannya ke kursi mobil sambil menarik nafas lega.
Irwan :"Syukurlah kamu gpp.Aku tadi nyari kamu.Dari atas panggung kulihat kau tampak bingung menuju pintu keluar.Kau mau ke mana sebenarnya?"
Evi malah diam saja.Irwan merasa heran.
Irwan memanggil lagi:"Kok diam?Evi?...ooo lha orangnya malah sleeping beauty."
Evi malah tidur.[Mungkin detak jantung Irwan kayak musik disko kali ya....jep ajep2x...iiih.romantis amat].
Irwan meletakkan kepala Evi di pangkuannya.Kebetulan di mobil selalu ada bantal kecil buat alas kepala.Dinikmatinya perjalanan sambil membelai rambut Evi.
Irwan,'Kamu pasti sangat lelah hari ini.Sampai ketiduran di mobil.Tidurlah mutiaraku.Aku kan menjagamu,Sayangku...Eviku.'[ Jadi inget pas 5 besar di inbox sctv....Kenape?...Waktu itu Evi ditanya ama host apa nama fanbasenya....terus?...Evi jawab :Eviku!Hostnya heran:kok sama dengan Irwanqu?kamu tahu ga reaksi Evi apa?...apa?...Dia salting terus dorong dadanya Irwan gitu...so sweet.Hostnya lalu bilang gini:Evi salting sendiri...du du du]
Di dalam tidurnya Evi bermimpi....
Ia melihat Irwan sedang di sebuah jamuan bisnis.Banyak orang di sana.Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah kehadiran Danang.Pria itu membawa pisau dan menuju ke arah Irwan yang tengah sibuk bertransaksi bisnis.Evi segera berlari berusaha menghentikan Danang tapi ia terjatuh dihadang Rita.Ia segera bangkit lagi tapi terlambat...Danang telah menusukkan pisau yang dibawanya ke dada Irwan.Darah mengucur dari dada Irwan.
Irwan :"Kakak...apa salahku?...aakkh..aku... tak pernah ....aakhh..berbuat jahat padamu.."
Danang:"Tidak pernah katamu?!!Kau merebut semua yang harusnya menjadi milikku....Kasih sayang Mama,posisi Presdir dan terutama Evi! !Dia itu aku yang menemukannya pertama kali tapi kau ...kau membuatnya jatuh cinta kepadamu.Jika aku tidak bisa memilikinya kaupun juga tidak.Jadi matilah kau,Irwan Sutedja!Ha ha ha!!!!"
Evi:"Tidaaakkk!!Tidak!!"
back to real time....
Evi gelisah dalam tidurnya.Ia bahkan mengigau,"Tidak!Irwan tidak boleh mati!Aku tidak akan biarkan!..Tidak!...Tidak!!"
Irwanpun membangunkannya,"Evi bangun!Kamu mimpi buruk ya?"
Evi bangun dari tidurnya dengan terengah2.Ia kaget melihat Irwan masih hidup di hadapannya.
Evi :"Irwan ..ini benar kau?Kau masih hidup?!Syukurlah!Aku takut sekali kehilanganmu.."
Evi segera memeluk Irwan dengan erat sambil berkaca2.Irwan malah yang keheranan.
Irwan :"Apa maksudmu aku masih hidup?Kau mimpi apa?"
Evi malah menggeleng2,'Untung cuma mimpi.Tak bisa kubayangkan jika benar terjadi.Aku tak mau kehilanganmu Irwan.Tidak mau!Lebih baik aku kehilangan nyawaku daripada kau.'
Irwan terus menenangkan Evi.Namun tiba2 mobil berhenti di jalanan sepi.
Irwan:"Ada apa Pak?Kok berhenti?"
Sopir:"Ada mobil polisi menyuruh kita menepi Boss muda.Aneh padahal saya ga merasa melanggar rambu2 tuh."
Evi merasakan firasat buruk.Dipegangnya tangan Irwan erat2.Sopir keluar tapi malah dipukul hingga pingsan oleh salah seorang polisi.Polisi gadungan rupanya.Mereka berteriak2 menyuruh Irwan keluar.
Irwan:"Ada yang tidak beres.Aku harus keluar.Kamu diam di sini saja..ya.Diluar bahaya!"
Evi:"Tidak! Aku mau ikut kamu.Apapun bahayanya aku akan bersamamu."
Merekapun keluar.Mereka menginginkan Evi ikut dengan mereka.Tapi Irwan tak mau menuruti mereka.Adegan perkelahianpun terjadi.Irwan rupanya bisa karate.Ayahnya tahu bahwa kelak banyak yang akan mengancam keselamatan putranya itu maka sejak muda Irwan diikutkan karate.Mereka kewalahan menghadapi Irwan.Tapi tugas mereka adalah membawa Evi dan bukan habisin tenaga dengan bertarung.Salah seorang mengambil pisau dan bermaksud menusuk Irwan dari belakang tapi Evi yang melihat niat jahat orang itu mendorong Irwan dari tertusuk pisau.Namun malang...
Evilah yang kena.Darah mengalir dari perut Evi.Evi segera direngkuh oleh Irwan.Untunglah mobil Benigno lewat dan berhenti.Para polisi gadungan itu begitu melihat Evi yang terluka langsung kabur semua.
Irwan :"Biarkan mereka kabur Om!Yang penting kita harus bawa Evi ke RS!!Evi kau harus bertahan!!Evi kau harus hidup!!"
Irwan menggendong Evi ke mobil.Benigno mengurus sopir yang pingsan.Inul yang juga tiba segera menyuruh Ivan bawa mobilnya,Ia sendiri yang menyetir mobil Irwan,"Biar Mama yang setir.Kau sedang kalut.Kau urus Evi saja.Dia lebih butuh kamu."
Irwan melepas jas armaninya untuk menghentikan pendarahan di perut Evi.Evi sendiri malah tersenyum melihat Irwan panik.
Evi:"Aku bahagia...karena kau selamat....melihatmu masih hidup ...rasanya sangat bahagia....benar-benar bahagia...."
Evi pingsan di pelukan Irwan.
Irwan :"Evi?Evi!!!Ma lebih cepat Ma!Evi pingsan!Irwan ga mau kehilangan Evi Ma!!"
Mobilpun melaju kencang menuju RS terdekat.Di belakang Benigno dan keluarga Evi menyusul juga Ivan Gunawan.
Apakah yang akan terjadi dengan Evi?Siapakah dalang penyerangan tersebut?***see you next eps***
Eps 42 °°°Tabir Kepalsuan:₩@lk€th In D@rkn€$$
Flash back←
Evi melihat Irwan dikeroyok para polisi gadungan.Irwan ternyata bisa bela diri.Evi makin kagum pada suaminya itu.
Evi :'Pantas badannya bagus rupanya bisa ilmu bela diri.Wah benar2 paket komplit.Pantas banyak yang ngefans.'
Meski sendirian Irwan mampu memberi perlawanan yang merepotkan para penjahat itu.Para penjahat itu tak ingin misi mereka gagal.Boss mereka hanya memberi satu target yaitu menculik Evi apapun dan bagaimanapun caranya.Siapapun yang menghalangi lenyapkan saja.Tak ingin buang waktu,salah satu dari mereka menghunus pisau dan mencari celah dimana Irwan lengah.Kebetulan Irwan membelakanginya,inilah kesempatan pikirnya.Namun Evi yang terus terkenang akan mimpi buruknya merasa bahwa ia diperingatkan lewat mimpi untuk menjaga keselamatan jiwa suaminya.Evi melihat Irwan dalam bahaya,ia segera berlari mendorong Irwan.
Evi :"Irwan awas!!!"
Jep...Aaackk!...uh...darah...."
Irwan terhindar dari maut tapi.....
Irwan :"Eviiii!!....Evi!!...kau melindungiku tanpa pedulikan nyawamu sendiri...Kalian berani mencelakai isteriku???!!!"
Para penjahat itu tak mengira target mereka malah terluka.Padahal Boss mereka jelas2 berpesan bahwa tak boleh wanita itu sampai terluka.Keadaan diperparah dengan kedatangan Benigno dan yang lainnya.Tak ingin meninggalkan barang bukti para penjahat itu kabur dengan membawa pisau yang berlumuran darah Evi.Misi uncompleted!Tapi maut punya target baru....Evi Masamba.
End flasback→
Mobil Irwan sampai juga di RUMAH SAKIT.
Irwan dengan kemeja berlumuran darah menaruh tubuh Evi yang tak sadarkan diri di bed dorong.Para perawat segera membawa Evi ke ruang UGD.
Irwan :"Cepat selamatkan nyawa isteri saya!!Lakukan apapun,semua yang terbaik untuk isteri saya!Jangan sampai saya kehilangan dia!!"
Perawat :"Kami akan lakukan yang kami bisa,Anda tunggu diluar saja!"
Irwan tampak sangat cemas.Inul meraih putranya itu dalam pelukannya.Irwan menangis di sana.
Irwan :"Evi..Mama...Harusnya Irwan yang kena pisau itu tapi....Evi...dia melindungi Irwan Ma..."
Inul:"Ya..Mama ngerti sayang....Evi sangat mencintaimu...jika tidak tak mungkin ia mengorbankan dirinya demi kamu...."
Irwan :"Tapi...darahnya banyak banget Ma....Irwan takut Ma...takut Evi pergi ninggalin Irwan..Irwan ga mau Ma!!Irwan mau Evi hidup Ma!"
Inul:"Hush...jangan bicara begitu...Menantu Mama itu wanita yang kuat.Kau harus yakin padanya.Jika kau percaya bahwa ia pun ingin bersamamu maka ia tidak akan meninggalkanmu.Kegelapanpun takkan mampu menahannya.Sebaiknya kita berdoa saja.Kau harus kuat!Putra Mama adalah pria yang pernah diincar maut tapi menang maka demikian pula isterinya.Percaya sama Mama."
Irwan agak tenang mendengar perkataan Mamanya.Benigno dan keluarga Evi juga tiba.
Ayah Hamdan:"Bagaimana Evi,nak Irwan?"
Irwan:"Evi sedang ditangani dokter.Maafkan Irwan ,Ayah.Evi terluka karena melindungi Irwan.Maafkan Irwan!"
Irwan bersimpuh di hadapan Ayah Hamdan.Ayah Hamdan segera menyuruhnya berdiri.Dipeluknya menantunya itu.Kini ia tahu betapa Evi sangat mencintai Irwan.Cinta yang begitu dalam hingga mautpun tak ia hiraukan.
Ayah Hamdan:"Ayah tidak menyalahkanmu.Ayah tahu Evi selalu melakukan kata hatinya.Hatinya memilihmu lebih berharga dari nyawanya sendiri.Ayah hargai keputusannya."
Inul :"Sayang,Mama akan pulang dulu.Mama akan segera kembali ke sini.Sekalian Mama akan bawa baju ganti buat kamu dan Evi.Lihat pakaianmu penuh bercak darah.Ben,jaga putraku ya?Bila ada apa2 hubungi aku."
Benigno:"Siap kak!"
Usai mencium kening putranya,Inulpun pergi.Dalam hati ia bertanya2 dimana putra sulungnya.Dimana Danang?Mengapa setiap terjadi peristiwa besar dalam keluarga,putra sulungnya itu sering menghilang dengan berbagai alasan.Yuk kita bantuin cari Danang....
Di sebuah apartemen mewah di Jakarta,tampak Danang tengah marah2.[Memang ada apa to?Mbuh.Aku ya lagi teka....kirain tahu....emang aku cenayang?....lho teman2mu di kerjaan sering bilang gitu kan?....hush!menenga!!]
Danang menggebrak meja dengan mata berapi2 memandangi orang2 suruhannya.
Danang :"Bodoh semuanya!Konyol!!Nyulik wanita aja ga becus!!"
Danang makin marah kala melihat pisau berlumuran darah di letakkan di meja oleh salah satu dari mereka.
Danang :"Apa lagi ini?Jangan bilang padaku kalian melukai wanita itu!!Benar kalian melukainya?!!"
Anak buah Danang:"Maaf Boss.Kami tidak tahu kalo pria kaya itu bisa bela diri Boss.Maksud kami mau habisi dia Boss tapi wanita itu mengorbankan dirinya demi pria kaya itu Boss.Romantis deh Boss..."
Danang:"Romantis mbahmu!!Sekarang kalian pergi saja dari hadapanku.Cepat pergi!!!"
Dengan ketakutan mereka pun pergi.Danang memandang pisau di meja dengan penuh rasa sesal.
Danang:'Maafkan aku Evi...aku hanya ingin menjauhkanmu dari Irwan...Aku tak ingin melukaimu...Semua ini karena Irwan.Aku benci kau Irwaaann!!!Semua yang kuinginkan semuanya ada padamu bahkan wanita yang kucintaipun mengorbankan dirinya hanya demi kau!!Aku benci ini!!!'
Jagat dewa batara!..Jebule Danang to dalang penyerangan itu.Itu mah gampang ditebak.Yang jadi teka teki sekarang adalah Evi.Iya kasihan Evi...jadi kangen Evi.Yuk kita balik RS aja.Serem deh kalo deket2 Danang.Iya yuk cap cus.
IN HOSPITAL....
Dokter belum keluar juga sejak tadi.Irwan tampak resah.Ia berjalan ke sana ke mari,bolak balik sambil terus berdoa.
Irwan :'Tuhan,selama ini aku jarang meminta pada-Mu karena kau sudah memberiku berlebih.Tapi kini aku memohon pada-Mu kabulkanlah permintaanku ini.Selamatkan Eviku.Aku tak bisa hidup tanpa dia.Dia adalah mutiara hatiku.Biarkanlah kami bahagia.Kau yang mempertemukan kami maka jangan permainkan kami dengan memisahkan kami.Sungguh kumohon tangguhkan...tangguhkanlah...'
Dokter keluar dan Irwan segera mendekat.
Irwan :"Bagaimana isteri saya, Dokter?"
Dokter:"Pasien harus segera dioperasi.Mohon segera urus berkas2nya.Jika tidak kondisinya akan semakin kritis karena pasien banyak kehilangan darah.Semoga stock darah masih cukup jika tidak bersiaplah untuk mencari donor darah yang cocok dengan golongan darah isteri Anda".
Irwan :"Ambil saja darah saya,golongan darah kami sama.Mengenai berkas operasi segera saya urus.Berikan semua fasilitas yang terbaik.Yang penting isteri saya selamat."
Irwan segera menandatangani persetujuan operasi.Evipun dibawa ke ruang Operasi.Sebuah ruangan yang begitu terang.Namun di alam bawah sadar,Evi tengah berjalan dalam kegelapan.Sangat mencekam.
Evi :'Tempat apa ini?Gelap sekali.Tempat ini sangat menakutkan.'
Ibu Evi :"Evi..Evi...kenapa kau ada di sini putriku.?"
Evi :"Ibu...ibu!Ibu di mana?...Biarkan Evi bersama Ibu!Evi ingin selalu berada dekat ibu.Bawa Evi bersama Ibu!Evi tidak mau di sini,di sini sangat menakutkan."
Ibu Evi :"Belum saatnya Putriku.Jalanmu masih panjang.Kembalilah Putriku!Lihatlah mereka yang mengharapkan kau kembali!Dengarlah suara mereka memanggilmu!Kembalilah Putriku..."
Evi :"Tapi aku tidak melihat apapun Ibu.Aku juga tidak mendengar suara apapun selain suara Ibu."
Ibu Evi :"Lihatlah dengan hatimu.Kau akan melihat cahaya.Dengarlah dengan hatimu...maka kau akan mendengar mereka memanggilmu.Ikutilah kemana hatimu menuntunmu!"
Evi menutup matanya dan benar ada suara memanggilnya.Suara yang sangat ia kenal.Suara itu adalah suara .....
Wah diluar ramai banget.Met Lebaran semua pembaca cerbung saya.Mohon maaf bila saya banyak salah tulis,salah kata,salah ketik dan salah tanda baca.Maafkan juga bila eps ini kurang berkenan...saya mau lihat Senandung Takbir dulu.Ada Evi dan Irwan.Moga mengobati kangen saya.****see you next eps****
Eps 43 ¤¤Tabir Kepalsuan:Lift up now thine eyes
16 Juli 2015 pukul 22:49
Night at hospital....
Eps 49××》Tabir Kepalsuan :Remember My Word
Dingin mencekam.Malam di rumah sakit memang bukan pengalaman yang indah.Wajah2 lelah dan cemas tampak menghias para penunggu pasien di sepanjang koridor.Perawat jaga mondar mandir melakukan piketnya.Terkadang malah terdengar lolongan tangis menandai ada pasien yang meninggal.Menyayat hati mendengarnya.
Benar saja Irwan tampak menunggui Evi di ruang khusus pasca operasi.Ia duduk di sebuah kursi sambil memegang tangan isterinya.Air mata terus menetes,ungkapan kecemasan tiada tara.Evi mungkin telah selesai operasi tapi dokter bilang malam ini adalah malam kritis karena tubuh pasien kadang menolak tindakan medis.Itulah kenapa ia minta orang terdekat untuk menemani pasien.Diharapkan kedekatan batin akan membantu pasien cepat sadar karena semangat hidupnya kembali.Berarti ini malam penentuan ya?Iya....sstt jangan ribut!...Lihat Irwan ngomong apa itu ke Evi?Orang tidur kok diajak ngomong...Hush!Itu benarMemang harus diajak ngomong.Katanya orang kalo koma,rohnya berkeliaran bingung mau pulang ke mana.Harus dipanggil....Oh.Gitu?
Irwan tergugu di pinggir ranjang Evi.Hatinya benar2 takut....Ia takut kehilangan Evi.
Irwan :"Sayang...bangun ya...Buka matamu...Lihat aku menantimu di sini...Evi jangan tinggalin aku....Aku tak bisa hidup tanpamu sayang...Evi...Ingat janjimu padaku bahwa kau takkan pergi dariku...Mana buktinya?...Kau selalu lari dariku...Apakah aku tak berarti bagimu,sayangku.....Kembali Evi.Ku mohon kembalilah....Buka matamu.Jalan kita masih panjang.Kita bahkan belum punya penerus.Aku hanya mau dirimu yang menjadi ibu bagi anak2ku nanti...Aku tidak mau yang lain....Bangun Evi..Open your eyes honey...."
Di luar Inul dan Benigno berdiri melihat Irwan dari balik kaca.Inul sedih melihat putranya bungsunya kehilangan semangat hidup.Benigno juga sama,hatinya iba melihat cobaan silih berganti datang dalam hidup Pangeran Kecilnya.
Inul :"Ben,kau tahu dimana Danang?Ponselnya tak bisa dihubungi.Bukankah tadi dia juga ada di pesta?"
Benigno:"Iya aku lihat dia di pesta bersama Rita.Sejak kapan mereka jadi akrab begitu?"
Inul:"Anak itu benar2 bikin aku pusing.Saat dibutuhkan pasti ga ada.Ngelayaplah,dugemlah,hang out sama temenlah,bisnis luar pulaulah...apalah apalah.Kasihan Irwan,sering harus memikul beban dan tanggung jawab perusahaan sendirian.Bukannya bantuin,Danang malah lebih sering nambahin masalah.Heran aku kok bisa seperti langit dan bumi gitu ya kedua anakku itu?Menurutmu apa yang salah?"
Benigno :"Faktor genetika kali kak."
Inul :"Maksudmu faktor keturunan?Bisa juga sih.Mereka kan beda ayah.Ayahnya Danang itu memang beda sekali dengan Mas Sutedja,Papanya Irwan.Masuk akal juga...Coba Mas Sutedja masih hidup.Aku kangen sama dia.Tiap lihat Irwan aku seperti melihat dia.Gaya bicaranya,cara jalannya bahkan cara melihatpun sama.Andai saja penyakit jantung tidak mengambilmu Mas.Pasti kau akan bangga dengan Irwan sekarang."
Evi mendengar suara seperti orang menangis sambil memanggil namanya.Itu suara Irwan.Ia kenal betul suara Irwan....[Iyalah suaranya merdu klasik mendayu...Irwan gitu lho]
Evi mengikuti suara itu.Hatinya ingin bertemu sang pemilik suara.
/Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan.....Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan...../
Pelan Evi membuka matanya.Dilihatnya Irwan duduk tertidur di pinggir ranjang.Diusapnya kepala Irwan dengan sayang.Merasakan ada yang mengusap kepalanya,Irwanpun bangun dan.....
Irwan :" Evi...sayang...kau sadar?...Terima kasih Tuhan."
Irwan langsung memeluk Evi penuh bahagia.Evi pun sangat terharu...../
Sakit karena perpisahan kini telah terobati.Kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi...../
Irwan hendak memanggil dokter tapi Evi menahan tangannya.Irwanpun mengerti isterinya tak mau ia pergi.Irwanpun kembali ke sisi Evi.
/Rindu yang selama ini sudah menggunung.Mencair bersama cinta dalam senandung...Cinta yang selama ini masih terpendam.Tercurah sudah penuh dengan kemesraan/
Evi :"Jangan pergi..Aku tak ingin sendirian...Aku takut"
Irwan :"Baiklah...Akupun tak ingin meninggalkanmu...Aku bahagia sekali saat ini..Sayangku sudah kembali."
/Tak ingin lagi berpisah..Cukup sekali berpisah....Tak ingin lagi merana....Cukup sekali merana....aa.aa.../
Mereka berpegangan tangan sambil saling pandang.Evi bahkan membelai wajah Irwan untuk meyakinkan dirinya bahwa Irwan benar2 ada di hadapannya.Irwan sendiri malah menciumi tangan Evi dengan mata berkaca2.Kebahagiaan yang ia rasakan saat ini melebihi memenangkan tender bernilai trilliunan rupiah.Melebihi mendapat penghargaan.Belum pernah ia sebahagia ini.
Di luar Ayah Hamdan dan Rizky melihat kemesraan Irwan dan Evi dari balik kaca.
Rizky :"Kak Evi sudah sadar,Ayah!Ayo kita masuk!"
Ayah Hamdan :"Biarkan mereka.Jangan ganggu mereka.Inilah obat yang diperlukan kakakmu.Biarkan mereka bicara."
Rizky :"Tapi mereka cuma saling pandang Ayah!"
Ayah Hamdan :"Hati mereka sedang bercakap-cakap nak.Kau masih terlalu kecil untuk mengerti hal itu.Kita tunggu saja sampai mereka selesai."
Rizky :"Tunggu sampai kapan Ayah?"
***sampai eps 44 keluar.he he see you next eps***
Eps 44 % Tabir Kepalsuan: Not Again
Hari kedua di Rumah Sakit...
Wajah Irwan ceria sejak Evi sadar dan lepas dari masa kritis.Hatinya penuh rasa syukur karena Tuhan memberinya kesempatan untuk berbahagia bersama wanita yang dicintainya,Evi Masamba.Tak mau diganggu dengan hal lain,Irwan memutuskan off dulu dari rutinitas kantor.Ia percayakan semua urusan kantor kepada Benigno.Tangan kanan gitu lho.
Irwan :"Om,maaf merepotkan lagi.Irwan mau fokus pada kesembuhan Evi dulu.Jadi urusan kantor,Om handle dulu yach?Hanya yang benar2 butuh keputusan Irwan, bawa aja berkasnya ke sini.Ntar Irwan lihat.Yang penting buat Irwan sekarang adalah Evi sembuh dulu.Mohon pengertiannya ya Om?"
Benigno :"Om ngerti banget kok.Kamu mencintai Evi kan?Akhirnya Om bisa melihat kamu jatuh cinta.Cuman..."
Irwan :"Cuman kenapa Om?Om ga setuju Irwan dengan Evi?Iya?"
Wajah Irwan tampak sedih.Benigno tertawa melihatnya.
Benigno :"Kamu tuh kalo lagi jatuh cinta culun banget sih.Om mau bilang....cuman kamu itu agak aneh jatuh cintanya."
Irwan :"Aneh gimana?"
Benigno:"Iya gimana ga aneh.Masak jatuh cinta sama isteri sendiri.Jatuh cintanya telat he he."
Irwan :"Iya ya ?Irwan juga bingung dengan pernikahan Irwan.Tahu2 dah nikah ama Evi.Ga ada memori apa2.Tapi yang penting Evi adalah cinta di hati Irwan.Cinta sejati Irwan."
Benigno menepuk bahu ponakannya itu.
Benigno :"Semoga kisah cintamu sesukses bisnismu.Om ke kantor dulu yach.Jaga dirimu.Jangan sampai ikutan sakit,ok?"
Irwan :"Amin.Terima kasih ya Om.Bye."
Irwan bicara dengan Benigno tuh diluar kamar Evi.Karena Evi ada yang nemeni yaitu Bunda Ratu ama Aty.Tak ketinggalan Ayah Hamdan dan Rizky.Kok banyak amat?Emang boleh banyak orang masuk ruangan pasca operasi?
O iya lupa kasih tahu.Semalam Evi boleh pindah ke ruang rawat inap biasa.Biasa?Maksudku ga gawat lagi.Bukan di instalasi gawat darurat lagi.....Kirain Irwan ambil bangsal kelas biasa...Yang ga mungkinlah.Buat Milyarder sekelas Irwan Sutedja jelas kamarnya yang VVIP.Very very important person.Apalagi buat isteri tercinta.cie..cie.Everything must be the best.
Saat masuk ke kamar,Irwan melihat Aty tengah menyuapi Evi.Meski Aty kadang bertingkah aneh tapi melihat betapa sayangnya Aty pada Evi membuat hati Irwan tenang bila pembantunya itu ada di dekat Evi.
Aty :"Tuh yang ditanyain terus sejak tadi sudah datang.Sekarang mau makan kan?"
Evi tersenyum begitu melihat Irwan datang.Hatinya merasa tenteram dengan kehadiran Irwan disisinya.
Irwan :"Sini biar aku yang suapi."
Atypun membiarkan Irwan yang menyuapi Evi.Ia senang melihat kemesraan mereka.
Irwan :"Ayo makan yang banyak dong Sayang.Biar cepet sembuh."
Aty :"Wah sekarang manggilnya pakai Sayang sayang ...mesranya".
Rizky :"Kak Aty ,itu belum apa2 dibanding dengan yang semalam."
Aty :"Semalam ? Ada apa?Mau tahu hot news mereka."
Rizky:"Mereka pegangan tangan,pandang2an...kak Evi pakai acara elus pipi kak Irwan gitu.Pokoknya super...super..spektakuler!!"
Evi dan Irwan jadi tersipu-sipu karenanya.
Evi:"Awas ya kalo ada kesempatan akan kakak balas kamu!"
Rizky langsung ngacir deh....
Di luar kamar Evi ada satu sosok tengah menanti kesempatan untuk melakukan sesuatu.Siapakah dia?Juara 2 kita.Danang....hm sungguh mengerikan.
Danang :"Sepertinya Evi sudah tidak apa2,aku lega.Aku bisa bawa dia pergi bila begitu.Ah aku ada ide!!"
Danang menyamar menjadi dokter.Ia memakai pakaian dokter dengan segala atributnya.Kebetulan Irwan diminta untuk mengurus adminitrasi.Ayah Hamdan pergi cari sarapan dengan Rizky dan Inul.Tinggallah Evi dengan Aty.
Begitu Irwan pergi,Danang masuk dan bilang kalo Evi harus diperiksa ke ruangan khusus.Aty hendak ikut tapi dilarang dengan alasan prosedur gitu deh.
Evipun tanpa curiga mengikuti dokter gadungan itu.Ia lalu duduk di kursi roda yang dibawa Danang.Ia baru curiga saat mereka terus melewati ruangan demi ruangan.Kamar Evi kebetulan di lantai paling atas jadi tidak gampang juga menuju lantai dasar.
Evi :"Ruangan periksanya masih jauh Dok?Katanya saya ga boleh banyak bergerak kok malah sejauh ini?Yang mau dicek apa lagi Dok?"
Bingung juga Danang menjawabnya.Ia malah balik arah karena ia melihat Irwan di kejauhan.Evi jadi makin curiga.Saat Danang kebingungan mau kemana,Evi keluar dari kursi roda.Dipandangnya pria yang dikiranya dokter itu.Mata itu....itu mata milik....Danang.
Evi :"Kau?!!"
Melihat Evi mengenalinya,Danang segera membekap mulut Evi.
Danang :"Kau mengenaliku rupanya?Sebaiknya kau menurut,aku akan bawa kau jauh dari Jakarta.Dan pastinya bawa kau jauh dari suamimu itu!"
Evi lalu menggigit tangan Danang.Danang meringis kesakitan lalu melepas bekapannya.Evi tak mau menyia2kan kesempatan segera lari menjauhi Danang.Danang segera mengejarnya.
Sampai di persimpangan koridor Evi berhenti karena perutnya terasa nyeri.Darah mulai keluar dari jahitan yang terbuka.
Saat itulah ia merasakan seseorang memegang pundaknya.
Evipun tercekat dan mengira semua sudah habis.Danang telah menangkapnya.Iapun membalikkan badan....
Irwan :"Kau mau ke mana?Sampai sejauh ini ?Dokter kan bilang jangan banyak bergerak dulu."
Evi :"Irwan?!"
Bagai menemukan mata air di tengah padang gurun,Evi merasa lega sekali melihat Irwan di hadapannya.Ia segera memeluk pria itu erat2 sambil menangis.
Irwan :"Hey...kau kenapa?Kau baik2 saja?"
Irwan tak sengaja meraba perut Evi dan tangannya langsung terkena bercak darah.
Evi :"Aku ketakutan....tapi sekarang sudah tidak apa2...karena ada kau di sisiku."
Irwan :"Tidak apa2?Lihat kau berdarah!..Jahitanmu pasti terbuka."
Evi pun merasa sempoyongan.Perutnya benar2 sakit.
Evi :"Perutku sakit...perih rasanya...aku...aku tak kuat lagi..."
Evi terkulai di pelukan Irwan.
Irwan :"Evi....Evi.....Evi!!!!"
Irwan menggendong Evi ke ruang dokter.
Sementara itu Danang melihat dengan kesal karena sekali lagi rencananya gagal.
Danang :"Not again!!"
Apa yang terjadi dengan Evi selanjutnya?Apakah kali ini Irwan akan benar2 kehilangan Evi?
****see you next eps****
Eps 45 ♡||♥Tabir Kepalsuan :Gro₩ing In L♥ve
Pasti pada penasaran ya kok bisa Irwan yang menemukan Evi?Sebenarnya ceritanya ga simple kayak di eps 44.Gini ceritanya....
Waktu Irwan ngurus administrasi itu prosesnya ga langsung selesai di satu lantai.Otomatis lumayan lama tuh,nah saat itulah Evi dibawa kabur Danang.Nah pas lihat Irwan dari jauh,Danang balik arah.Irwan harusnya dah pergi kan,nah pas itu Evi berhasil lari dari Danang.Irwan itu sudah mau pergi dari lantai itu tapi....
Ia melihat seorang nenek tua kebingungan mencari kamar pasien yang mau dibezuknya.Irwan kan orangnya baik tuh langsung menolong mencarikan kamar yang dimaksud.Jadi ia balik lagi kan.Nah Evi ternyata berhenti di dekat kamar itu berada.Irwan tentu saja lihat dong masak gestur orang yang dicintai ga hafal.Jadi sebenarnya saat Irwan menolong nenek tua itu,ia secara tidak langsung sedang diberitahu bahwa Evi dalam bahaya.Itulah benang merah cinta,kalau sudah mengikat mau dibikin gimana juga ketemu pada akhirnya.
Sudah ga penasaran lagi kan?Sekarang kita lihat gimana kondisi Evi ya.Semoga ga parah ya?Ga lah peran utama gitu loh.
Evi langsung ditangani dokter2 terbaik.Selama menanti,Irwan menanyai Aty bagaimana kronologinya sampai bisa Evi keluar kamar sendirian.
Aty :"Tadi itu ada dokter bawa kursi roda gitu Boss muda.Katanya Nyonya muda harus dicek ke ruang khusus ga bisa di kamar."
Irwan :"Lalu kenapa kau tidak ikut menemani?"
Aty :""Saya dah bilang mau ikut tapi dilarang, katanya prosedur gitu Boss muda."
Irwan lalu bertanya pada perawat jaga dokter mana yang meminta Evi dicek.Tetapi mereka bilang tidak ada jadwal kunjungan dokter ke kamar Evi pagi itu.Inul dan keluarga Evi kaget juga tahu kondisi Evi kembali memburuk.
Irwan :"Menurut Irwan sepertinya ada orang yang menyamar sebagai dokter dan ingin menculik Evi.Cuma Evi yang tahu siapa orangnya.Yang pasti tidak aman terus berada di sini.Bagaimana menurut Mama?"
Inul :"Tapi pastikan dulu kondisi Evi sudah stabil.Baru kita bawa pulang saja.Rumah lebih aman daripada di sini.Mama heran sebenarnya orang2 itu mau apa sih ?Punya salah apa sih Evi sama mereka?"
Irwan :"Mungkin sebenarnya target mereka adalah Irwan Ma.Tapi Evi yang kena imbasnya.Kasihan Eviku.."
Saat itulah dokter keluar dari ruang periksa.Irwan segera menghampirinya.
Irwan :"Bagaimana isteri saya Dok?"
Dokter :"Lukanya sudah dijahit kembali.Sementara harus bedrest dulu.Ia sudah sadar,Anda bisa menemuinya."
Irwan :"Syukurlah,saya lega sekali mengetahuinya.Kapan saya bisa membawanya pulang Dok?"
Dokter :"Tunggu sampai benar2 stabil dulu saja.Barang 1- 2 hari lagi."
Irwan segera menemui Evi. Hatinya benar2 lega.Evi lepas dari bahaya.Evi tersenyum saat melihatnya.
Irwan :"Akhirnya kau sadar juga,Sayangku."
Evi :"Irwan..."
/....sajana....sajana....suraj hua madam.../[wah itu lagu ost kabhie kushi kabhie gham kan...tuh di tv main....habis mirip ceritanya ama cerbungku...dimana miripnya?....orang miskin dapat orang kaya....jagat kupikir Irwan mirip Shah Rukh Khan...?????]
Kehadiran Irwan bagai surga buat Evi.Ketentraman dan damai selalu memenuhi hatinya bila Irwan bersamanya.Irwan ingin menanyai Evi banyak hal tapi ia tak mau raut bahagia isterinya berubah menjadi ketakutan.
/sajana....ye ladkhir ya Allah...hai hai Allah/
Irwan :"Teruslah tersenyum seperti ini padaku.Aku bersyukur....aku lolos dari kecelakaan pesawat...andai tidak aku pasti tidak akan pernah bertemu dirimu..."
Evi :"Kau ....berlinang air mata...hei...Tuan Irwan Sutedja...kau kenapa?"
Evi mengusap air mata di pipi suaminya.
/....na juda honge hum...kabhi khushi kabhie gham.../
Irwan kini yang malah menangis sembari memeluk isterinya.Kecemasan yang menderanya bertubi2 membuat hatinya tertegun dan ketakutan akan kehilangan wanita yang ia cintai membuatnya tak mampu berkata2.Hanya bahasa air mata yang mengungkapkan semuanya.
Inul,Aty dan keluarga Evi ikut terharu melihatnya.
Inul :"Hari ini aku tahu putra bungsuku benar - benar sudah dewasa."
Ayah Hamdan :"Hari ini aku tahu siapa menantuku yang sebenarnya."
Aty :"Hari ini aku tahu apa yang bisa buat Boss muda marah."
Rizky :"Bila ada yang berusaha memisahkannya dari kakakku."
Sejak percobaan penculikan itu Irwan lebih ketat menjaga Evi.Ia bahkan belum pulang sejak hari pertama.Semuanya dikirim oleh Inul dari rumah.Mulai dari pakaian ganti,peralatan mandi,makanan hingga dokumen perusahaan.Hari - hari di Rumah Sakit bagi Evi seperti masa - masa pacaran saja.
/bole chudiyan..tere bin jume..de lak tame demarjawa....lajja lajja...ho..ho/
Sering Evi bangun di malam hari dan melihat Irwan belum tidur tapi malah sedang memandanginya.
Evi :"Kau belum tidur?"
Irwan :"Selama ini hatiku sudah tertidur dan sekarang aku baru bangun ....melihatmu membuatku tak ingin tertidur."
Evi bangun dan bergeser lalu menepuk sisi ranjang yang kosong sambil memandang Irwan.
Evi :"Kemarilah!..Berbaringlah di sini.Aku akan membantumu agar bisa tidur."
Irwan terpana mendengarnya,ia lalu naik ke pembaringan dan berbaring di samping Evi.
Evi lalu menyanyikan sebuah lagu untuk Irwan.Tak lama kemudian keduanya tertidur.Tidur tanpa ada batas lagi diantara mereka.Cinta sedikit demi sedikit mulai menghilangkan jarak di antara mereka.
***Wah Ftv yg kunanti main...sampai sini dulu ya..see you next eps***
Eps 46 ¤|¤Tabir Kepalsuan :Revolution of Love
20 Juli 2015 pukul 6:09
Evi sama Irwan so sweet banget ya,pakai acara tidur bersama di ranjang pasien.Iya,bisa kubayangkan betapa romantisnya.Untung kamarnya yang VIP jadi masih bisalah tapi kalo kayak gitu di kelas biasa wah ga banget deh.Bagaimana soal lagu?Evi nyanyiin lagu apa buat Irwan?Evi nyanyi lagu India yang mendayu banget.Aku pernah lihat di videonya pas masih di asrama,dia bawa gitar nyanyi itu.Ada yang tahu film Mann?Aku sih ga suka filmnya tapi jujur lagu2nya bagus dan menyentuh banget.Apalagi yang Khushi aur Gham.Oh...berdarah darah deh dengernya.Pantesan Irwan langsung pulas begitu dinyanyiin.Lagunya mendayu banget bikin pingin nangis.
/khushi aur gham sehetihai...bhir phi re chupe ke hetihei....a...a...aftak kisi ne na jana zindagi kya kehetihei.../
Pagi telah menyapa Jakarta dan tentu saja pasangan fave kita.Irwan dan Evi.Mereka masih tidur....berpelukan lagi.[tingki wingky dipsi lala poh...berpelukan...itu kan lagunya Dim2]
Rizky :"Whoaah!Sudah pagi ya...Tumben kok sepi?"
Rizky yang menemani Irwan tidur di RS merentangkan tangannya sambil terus menguap.Ia pun bangun dan melihat sekitarnya.Sudah pagi tapi ada yang beda karena ia melihat pemandangan bagus pagi ini.
Rizky:'Wow...ini baru hot news!Kak Irwan tidur sambil meluk kak Evi.Kak Evi malah nyandar gitu kepalanya di dada kak Irwan.Wah harus diabadikan nih!Mana hp gue?Mumpung pada belum bangun nih hi hi'
Rizky lalu mengambil gambar pasangan tersebut.Jepret sana jepret sini.
Rizky :'Foto2 ini akan aku pakai sebagai senjata kalo Kak Evi mau macam2 sama aku.hi hi hi.Salah sendiri di RS malah mesra2an.Ups...Sepertinya kak Evi sudah bangun deh...aku pura2 tidur lagi aja deh...hi hi'
Evi membuka matanya tapi ia tak bisa bergerak.Ia makin tersipu2 saat tahu ia tidur dalam pelukan Irwan.Tak ingin membangunkan Irwan,Evi menunggu sampai Irwan bangun.Lucunya lagi,Irwan itu sebenarnya sudah bangun bahkan saat Rizky jepret2 tadi.Ia sengaja ga bangun biar lebih lama memeluk Evi.Akibatnya sampai perawat datang ga ada yang bangun.Perawat yang niatnya mau bersih2 jadi keki juga.Inul dan Ayah Hamdan yang datanglah yang akhirnya membangunkan semuanya.
Inul :"Pagi semuanya!Mama....."
Inul langsung melongo melihat putra bungsunya masih tidur.Di ranjang Evi pula.
Inul :"Ya ampun Irwan!!
Ayah Hamdan :"Ya ampun Evi!!"
Tentu saja Evi dan Irwan jadi bangun deh apalagi ada yang nambahi komentar.
Rizky :"Omg....kalian berdua semalam...."
Evi+Irwan :"Rizky!!"
Rizky :"Iye..iye..Rizky mandi dulu aja ah.Lagian Rizky juga ga lihat apa2 kok semalam..."
Inul+Ayah Hamdan :"Rizky!!"
Rizky akhirnya ngacir ke kamar mandi.
Inul :"Mama tahu kalian masih pengantin baru tapi ini itu RS,tempat umum jadi Mama mohon jaga attitude."
Irwan :"Evi tuh Ma yang ngebet pingin deket Irwan terus...."
Irwan kambuh deh julitnya.
Evi :"Apa kamu bilang?Pingin deket kamu terus?Bukannya semalam kamu yg mandangi aku terus?"
Irwan :"Tapi yang ngajak tidur bareng kan kamu.Kamu bilang :kemarilah...sini...tidur di samping aku..."
Saat itulah dokter masuk.
Dokter :"Wah ramai sekali.Maaf saya mau periksa kondisi Nyonya Evi."
Irwan lalu turun dari pembaringan dan mempersilakan dokter melakukan tugasnya.Semua menanti hasil pemeriksaan dokter.Dokter menyatakan bahwa Evi boleh pulang.Semua gembira mendengarnya.Hari itu merekapun pulang.
Sampai di kediaman Sutedja mereka bertemu Danang.Evi langsung ketakutan dan memegang tangan Irwan.
Inul :"Ya ampun DÃ nang kamu tuh darimana saja?Kamu tuh selalu ngilang kalo Mama butuhin.Isteri adikmu diserang orang sampai harus diopname.Kamu kok ga nengok ke RS?"
Danang :"Maaf Ma,Danang habis dari pesta langsung cabut ke Madura.Perusahaan Danang di sana lagi ada masalah.Lagian sekarang sudah pulang,berarti sudah sehat kan?"
Irwan melihat Evi tak mau memandang Danang.Ada apa sebenarnya antara isterinya dan Danang?Tanpa sepengetahuan Evi,Irwan menyelidiki masalah dokter gadungan itu.Ia minta pada pihak RS rekaman cctv yang berkaitan dengan kejadian itu.Dan kembali kecurigaan Irwan mengacu pada satu orang,Danang.Ditambah lagi dengan penyelidikan Benigno dan sikap aneh Evi bila di dekat Danang.Irwanpun minta nasehat Benigno.
Di ruang kerja Irwan di rumah....
Irwan :"Semua bukti mengarah pada kak Danang.Mungkinkah dia dalang dibalik semua ini?Bagaimana dengan Evi?Apakah ia juga terlibat?Mengapa ia tidak mengatakannya padaku?Apa yang harus kulakukan Om?"
Benigno :"Bicaralah dengan Evi empat mata.Bawalah Evi bicara di luar.Habis itu baru kau bicara dengan Danang.Tapi hati2 kalo bicara dengan dia,Kau tahu sendiri wataknya."
Irwan :"Baiklah Om benar.Aku akan lakukan seperti nasehat Om.Besok aku akan ajak Evi keluar rumah."
Irwan lalu kembali ke kamar dan berbaring di samping Evi.
Evi merasa ada yang beda dengan suaminya.Tatapan matanya terasa lain.
Evi :"Ada apa?Ada masalah di kantor?"
Irwan :"Tidak.Aku hanya capek.Sudah malam,ayo kita tidur."
Evi menyingkirkan bantal dan guling yang biasanya ada di tengah mereka.Irwan lalu meraih isterinya itu dalam pelukannya.Malam semakin larut.Evi sudah pulas tidur di pelukan Irwan.Namun Irwan masih terjaga.Hatinya belum tenang sebelum ia tahu yang sebenarnya.Namun si sisi lain ia juga takut bila ternyata kebenaran itu akan memisahkannya dari Evi.Apakah yang akan terjadi besok?Terkuakkah tabir kepalsuan yang selama ini dibentangkan Danang?Akankah Irwan akan membenci Evi?
****see you next eps****
/khushi aur gham sehetihai...bhir phi re chupe ke hetihei....a...a...aftak kisi ne na jana zindagi kya kehetihei.../
Pagi telah menyapa Jakarta dan tentu saja pasangan fave kita.Irwan dan Evi.Mereka masih tidur....berpelukan lagi.[tingki wingky dipsi lala poh...berpelukan...itu kan lagunya Dim2]
Rizky :"Whoaah!Sudah pagi ya...Tumben kok sepi?"
Rizky yang menemani Irwan tidur di RS merentangkan tangannya sambil terus menguap.Ia pun bangun dan melihat sekitarnya.Sudah pagi tapi ada yang beda karena ia melihat pemandangan bagus pagi ini.
Rizky:'Wow...ini baru hot news!Kak Irwan tidur sambil meluk kak Evi.Kak Evi malah nyandar gitu kepalanya di dada kak Irwan.Wah harus diabadikan nih!Mana hp gue?Mumpung pada belum bangun nih hi hi'
Rizky lalu mengambil gambar pasangan tersebut.Jepret sana jepret sini.
Rizky :'Foto2 ini akan aku pakai sebagai senjata kalo Kak Evi mau macam2 sama aku.hi hi hi.Salah sendiri di RS malah mesra2an.Ups...Sepertinya kak Evi sudah bangun deh...aku pura2 tidur lagi aja deh...hi hi'
Evi membuka matanya tapi ia tak bisa bergerak.Ia makin tersipu2 saat tahu ia tidur dalam pelukan Irwan.Tak ingin membangunkan Irwan,Evi menunggu sampai Irwan bangun.Lucunya lagi,Irwan itu sebenarnya sudah bangun bahkan saat Rizky jepret2 tadi.Ia sengaja ga bangun biar lebih lama memeluk Evi.Akibatnya sampai perawat datang ga ada yang bangun.Perawat yang niatnya mau bersih2 jadi keki juga.Inul dan Ayah Hamdan yang datanglah yang akhirnya membangunkan semuanya.
Inul :"Pagi semuanya!Mama....."
Inul langsung melongo melihat putra bungsunya masih tidur.Di ranjang Evi pula.
Inul :"Ya ampun Irwan!!
Ayah Hamdan :"Ya ampun Evi!!"
Tentu saja Evi dan Irwan jadi bangun deh apalagi ada yang nambahi komentar.
Rizky :"Omg....kalian berdua semalam...."
Evi+Irwan :"Rizky!!"
Rizky :"Iye..iye..Rizky mandi dulu aja ah.Lagian Rizky juga ga lihat apa2 kok semalam..."
Inul+Ayah Hamdan :"Rizky!!"
Rizky akhirnya ngacir ke kamar mandi.
Inul :"Mama tahu kalian masih pengantin baru tapi ini itu RS,tempat umum jadi Mama mohon jaga attitude."
Irwan :"Evi tuh Ma yang ngebet pingin deket Irwan terus...."
Irwan kambuh deh julitnya.
Evi :"Apa kamu bilang?Pingin deket kamu terus?Bukannya semalam kamu yg mandangi aku terus?"
Irwan :"Tapi yang ngajak tidur bareng kan kamu.Kamu bilang :kemarilah...sini...tidur di samping aku..."
Saat itulah dokter masuk.
Dokter :"Wah ramai sekali.Maaf saya mau periksa kondisi Nyonya Evi."
Irwan lalu turun dari pembaringan dan mempersilakan dokter melakukan tugasnya.Semua menanti hasil pemeriksaan dokter.Dokter menyatakan bahwa Evi boleh pulang.Semua gembira mendengarnya.Hari itu merekapun pulang.
Sampai di kediaman Sutedja mereka bertemu Danang.Evi langsung ketakutan dan memegang tangan Irwan.
Inul :"Ya ampun DÃ nang kamu tuh darimana saja?Kamu tuh selalu ngilang kalo Mama butuhin.Isteri adikmu diserang orang sampai harus diopname.Kamu kok ga nengok ke RS?"
Danang :"Maaf Ma,Danang habis dari pesta langsung cabut ke Madura.Perusahaan Danang di sana lagi ada masalah.Lagian sekarang sudah pulang,berarti sudah sehat kan?"
Irwan melihat Evi tak mau memandang Danang.Ada apa sebenarnya antara isterinya dan Danang?Tanpa sepengetahuan Evi,Irwan menyelidiki masalah dokter gadungan itu.Ia minta pada pihak RS rekaman cctv yang berkaitan dengan kejadian itu.Dan kembali kecurigaan Irwan mengacu pada satu orang,Danang.Ditambah lagi dengan penyelidikan Benigno dan sikap aneh Evi bila di dekat Danang.Irwanpun minta nasehat Benigno.
Di ruang kerja Irwan di rumah....
Irwan :"Semua bukti mengarah pada kak Danang.Mungkinkah dia dalang dibalik semua ini?Bagaimana dengan Evi?Apakah ia juga terlibat?Mengapa ia tidak mengatakannya padaku?Apa yang harus kulakukan Om?"
Benigno :"Bicaralah dengan Evi empat mata.Bawalah Evi bicara di luar.Habis itu baru kau bicara dengan Danang.Tapi hati2 kalo bicara dengan dia,Kau tahu sendiri wataknya."
Irwan :"Baiklah Om benar.Aku akan lakukan seperti nasehat Om.Besok aku akan ajak Evi keluar rumah."
Irwan lalu kembali ke kamar dan berbaring di samping Evi.
Evi merasa ada yang beda dengan suaminya.Tatapan matanya terasa lain.
Evi :"Ada apa?Ada masalah di kantor?"
Irwan :"Tidak.Aku hanya capek.Sudah malam,ayo kita tidur."
Evi menyingkirkan bantal dan guling yang biasanya ada di tengah mereka.Irwan lalu meraih isterinya itu dalam pelukannya.Malam semakin larut.Evi sudah pulas tidur di pelukan Irwan.Namun Irwan masih terjaga.Hatinya belum tenang sebelum ia tahu yang sebenarnya.Namun si sisi lain ia juga takut bila ternyata kebenaran itu akan memisahkannya dari Evi.Apakah yang akan terjadi besok?Terkuakkah tabir kepalsuan yang selama ini dibentangkan Danang?Akankah Irwan akan membenci Evi?
****see you next eps****
Eps 47 ◇◇Tabir Kepalsuan : The Truth is Out There
Terakhir sampai mana ya?
Irwan gegana karena semua bukti mengarah ke Danang.
Irwan masih tidur.Semalaman ia terus merenungi satu kata:Why?[Mengapa aku begini...jangan kau mempertanyakan]
Evi tak tega membangunkan karena sepertinya Irwan begitu kelelahan.Ia malah duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Irwan tidur.
Evi:'Aku ingin mengatakan semua yang ada di hatiku padamu.Betapa aku ingin kau tahu bahwa aku sungguh mencintaimu,Irwan.Mungkin di catatan sipil bukan kau yang menikah denganku tapi di hatiku hanya kaulah yang kuanggap sebagai suamiku.Semakin hari semakin dalam cintaku padamu,Suamiku.Jangan pernah meragukan ketulusan cintaku karena bahkan nyawakupun tak kuhiraukan demi dirimu.Tuhan,lindungilah suamiku ini dari segala siasat jahat orang,berikanlah umur panjang dan satukanlah kami dalam mahligai rumah tangga yang sesungguhnya.Dan karuniakanlah kepada kami anak2 yang indah dan berkenan di hadapanMu.Amin'
Tak terasa air mata Evi menetes.Saat itulah Irwan membuka matanya.
Irwan :"Hey Sayang...ada apa?Apa ada yang sakit?"
Ia duduk di ranjang lalu mengusap air mata di wajah isterinya.Evi malah makin terharu.
Irwanpun meraih sang isteri dalam pelukannya.
Irwan :'Ada kepedihan di hatinya tapi ada yang menahannya untuk berterus terang padaku.Apa yang belum kuketahui?Apa?'
Setelah Evi tenang,Irwanpun mulai bersiap pergi ke kantor.Evi membantunya memakai jas dan dasi.
Irwan :"Nanti siang kita makan di luar yach?"
Evi :"Aku ingin masak untukmu hari ini.Bagaimana kalo makanannya aku siapin dari rumah lalu kita makannya di luar?"
Irwan :"Iya ya lagian aku kangen masakanmu.Masak kesukaan aku ya?Nanti sebelum makan siang aku akan pulang.Habis itu kita pergi piknik he he.Tapi..."
Evi :"Tapi apa?"
Irwan :"Cuma kita berdua lho...Aku ga mau ada pengganggu kecilmu itu."
Evi :"Rizky maksudmu...?"
Merekapun tertawa sambil mengingat kejadian di RS.
Sementara itu di meja makan,Rizky heboh menunjukkan foto koleksinya pada Aty.
Rizky :"Kak Aty,aku punya hot news deh!Tapi ada syaratnya kalo mau tahu.Aku mau kasih tahu kalo aku dibuatin makanan kesukaanku.Biasa burger."
Aty :"Wah beres den Rizky!Sekarang apa hot newsnya?Jadi kepo nih!!"
Rizky lalu menunjukkan foto2 mesra Evi dan Irwan waktu di RS.Mereka tidak menyadari bahwa Danang sedang berjalan ke arah mereka.
Danang :"Lihat apaan sih?Heboh amat!"
Rizky hendak menyembunyikan Hpnya tapi keburu diambil Danang.
Aty :"Romantis kan ya Tuan Danang?"
Danang kesal sekali melihat foto2 Evi dan Irwan tidur berpelukan.Nafsu makannya langsung lenyap.
Danang :"Romantis mbahmu....bikin nafsu makanku hilang saja.Foto2 kayak gini nih baiknya di delete aja..."
Untung Rizky segera merebut Hpnya sebelum Danang sempat menghapus foto2 tersebut.Danang lalu mengambil burger dan pergi ga jadi sarapan bareng.
Rizky :"Yeah...burgerku diambil.Dasar tukang ngrebut!"
Evi dan Irwan lalu tiba untuk sarapan.Rizky langsung ngasih kode pada Aty untuk diam.
Irwan :"Kalian kenapa?"
Evi :"Rizky jangan macam2 lho ya"
Rizky :"Ga kak!Rizky cuma mau minta burger lagi ama Kak Aty.Iya kan Kak Aty?"
Aty :"Iya kok Boss muda.Jangan marah lagi ama Aty ya...Boss muda kalo marah serem juga."
Irwan :"Maafin saya ya kak Aty.Waktu itu saya sedang panik.Mau ya maafin saya?"
Aty kaget mendengarnya.Malah jadi terharu ia kini melihat Boss muda yang begitu disegani mau minta maaf pada pembantu seperti dia.
Aty :"Boss muda baik amat sih jadi orang pantas banyak yang sayang...Aty jadi ngerasa bahagia banget kerja di sini."
Inul :"Sudah ayo sarapan ntar keburu dingin lho!"
Usai sarapan,Evi melepas Irwan pergi ke kantor.Danang yang menanti moment Evi sendirian segera mendekati Evi.Tentu saja Evi ketakutan.
Evi :"Kau mau apa ?Berhentilah mengganggu hidupku!"
Danang :"Aku mengganggu katamu?Bagaimana dengan semua yang kulakukan untukmu,untuk keluargamu?Kau jangan lupa,akulah yang membawamu dalam permainan ini!Dan aku tak suka kau mulai lupa dengan peranmu.Kau lupa bahwa kau ini isteri dalam kepalsuan.Jadi jangan pernah kau berpikir bahwa kau ini isteri yang sesungguhnya bagi Irwan!Apalagi sampai tidur dengannya!Kau itu milikku!Hanya aku yang berhak atas dirimu!Atau...."
Evi :"Cukup!Aku lelah kau ancam terus.Aku tidak pernah melanggar batasanku.Aku selalu menjaga kesucianku.Jangan sakiti Irwan lagi!Ia tidak pernah menyentuhku."
Danang :"Benarkah?Lalu kejadian di RS?"
Evi terus menjauhi Danang hingga ia sampai di balkon.Danang terus mendekatinya.
Evi :"Berhenti di situ!Jangan berani kau mendekatiku lagi!Atau aku akan loncat ke bawah!"
Danang :"Kau mau bunuh diri?Apa kau punya nyali?"
Evi :"Lebih baik aku mati daripada bersamamu menyakiti orang2 yang tidak berdosa.Aku tidak takut dengan kematian!Pergi!Jauhi aku!Atau..."
Danang melihat Evi tidak main2 dengan ancamannya.Ia lalu pergi.Evi masih terengah2 di balkon.Ia lega bisa lepas dari Danang.Ia melihat ke bawah dengan ketakutan.Hampir saja ia bunuh diri.
Tiba2 ada sepasang lengan memeluknya dari belakang.Evi kaget.Apakah Danang kembali lagi?
Irwan :"Kenapa kau berdiri di sini?Bagaimana kalau jatuh?"
Evi membalikkan badannya.Bukankah Irwan sudah pergi ke kantor?Benar saja,Irwan yang tadi memeluknya.Pria itu benar2 ada di hadapannya.Evi segera memeluknya dengan erat.
Evi :"Bukannya kau sudah pergi tadi?"
Irwan :"Ada yang ketinggalan.Jadi aku balik lagi."
Evi :"Apa yang ketinggalan?"
Irwan :"Hatiku..."
Evi:"Bisa aja...."
Irwan :"Entah kenapa,tiba2 aku ingin balik lagi.Aku hanya ingin pastikan kau baik2 saja.Jangan lagi suka berdiri di balkon seperti tadi,ok?"
Evi cuma mengangguk sambil terus memeluk Irwan.
Apa sebenarnya yang membuat Irwan balik lagi?Mau tahu?****see you next eps****
Eps 48 ~~Tabir Kepalsuan :I will confess
21 Juli 2015 pukul 10:19
Aku ga mengira bakal nulis tentang percobaan bunuh diri.Aku tuh ga setuju kalo bunuh diri dianggap sebagai solusi keputus asaan.Bunuh diri itu jalan tol ke neraka.Langsung lurus plung!!Jadi buat yang lagi desperate jangan nyerah karena jalan buntu kadang hanyalah sebuah tikungan.Ewako!!![Mentang2 diajari bahasa Makasar...Kodong Ace3....hi hi]
O ya aku janji ngasih tahu kenapa Irwan bisa balik lagi ya?....Irwan sudah masuk mobil tapi ia melihat sesuatu.[sesuatu...yang ada di hatiku...sesuatu...malah syahrinian ki piye....habis aku ga tahu lagunya jenita janet ...he he]Irwan melihat mobil kakaknya masih parkir di halaman rumah.Pertanda sang kakak masih ada di rumah.Padahal tadi di meja makan Mamanya bilang Danang pergi duluan.Tapi kok mobilnya masih di rumah?Hati Irwan bertanya2.Kecemasan tiba2 hadir.Ia minta sopir putar balik ke rumah.Dan benar ia melihat Evi di balkon seperti ketakutan.Ia segera menuju ke atas dan berpapasan dengan Danang di tangga.Irwan :"Kakak belum berangkat?"
Danang :"Ada yang kelupaan...biasa sudah tua.Kamu sendiri kok balik lagi?"Irwan :"Sama,ada yang ketinggalan juga."
Irwan dan Danang saling pandang penuh curiga.Lalu mereka meneruskan jalan mereka masing2.Danang ke kantor.Irwan menuju balkon.Dan selanjutnya sudah ada di eps 46.Irwan memastikan Danang sudah benar2 pergi baru ia berangkat ke kantor.Tapi ia berhenti di pos security.Irwan keluar dari mobil dan bicara dengan kepala securitynya.
Irwan :"Saya minta mulai dari sekarang tugas Bapak adalah mengawasi isteri saya.Siapapun yang bersamanya harus dilaporkan pada saya.Setiap Seperempat jam harus dilaporkan ke saya.Mengerti Bapak?"
Kepala satpam :"Siap Pak Irwan!!"
Irwan :"Laksanakan!"
Kepala satpam :"Siap laksanakan!!"
Begitulah Kepala satpam itu terus melaporkan setiap kegiatan Evi pada Irwan via hp.Irwan lebih tenang bekerja.
Menjelang makan siang mobil Irwan sudah memasuki halaman kediaman Sutedja.
Irwan melihat Evi sudah siap dengan segala barang yang mau dibawa untuk acara piknik mereka.Setelah berpamitan dengan orang rumah pergilah mereka.Kali ini Irwan tidak pakai sopir.Ia nyetir sendiri.Evi :"Kita mau ke mana?"
Irwan :"Ke pantai favorit aku.Aku suka lihat laut kalau lagi galau.Rasanya seperti laut itu memanggil2 aku.Waktu ayah tiada,seharian aku dipantai melihat ombak susul menyusul.Aku ingat saat pemakaman Ayah,Mama pikir aku tegar karena sama sekali tidak menangis.Tapi di pantai itu air mataku tak berhenti mengalir...."
Evi meraih jemari suaminya dan ikut terharu mendengar penuturannya.
Evi :"Ayahmu pasti bangga punya putra sebaik dirimu.Aku sungguh ingin berterima kasih pada beliau karena lewat beliaulah kau bisa ada di dunia ini.Di sini bersamaku.Kapan2 ajak aku ke makam Ayahmu ya?"
Irwan :"Benar?Biasanya wanita minta diajak ke mall,shopping gitu tapi kamu malah minta diajak ke makam.Kau benar2 berbeda."
Evi :"Di mana hatimu berada di situ pula hatiku berada.Dukamu juga adalah dukaku.Apa yang membuatmu bahagia juga akan membuat aku bahagia."
Irwan :"Terima kasih.Itu sangat berarti buatku.Lihat kita sudah sampai!"
Mereka keluar dari mobil.Tempat itu agak tersembunyi dan hanya mereka berdua yang ada di area itu.Irwan membentangkan alas untuk duduk.Evi menaruh makanan di atasnya.
Evi :"Tempat ini indah sekali.Terima kasih sudah mengajakku ke sini."
Irwan :"Wah...kau masak kesukaanku.Asyik!Ayo kita makan,perutku konser nih!"
Evi tersenyum dan mengambilkan makan untuk suaminya itu.Merekapun makan dengan gembira.Usai makan,mereka jalan-jalan menikmati pantai.Evi menyandarkan kepalanya di bahu Irwan sedang Irwan memeluk pinggangnya.Irwan mencari kesempatan bicara dari hati ke hati dengan Evi.Kesempatan itu akhirnya tiba juga.
Irwan :"Kalo aku sedih aku suka kemari.Kalo kau sedih,apa yang biasanya kau lakukan?" Evi :"Melihat pepohonan.Waktu ibu tiada,aku menangis di antara pepohonan dekat rumahku."
Irwan :"Kenapa begitu?"
Evi :"Ibu sering bilang manusia itu harus belajar dari pohon.Dimanapun ia ditempatkan selalu memberi kesejukan bagi yang melihatnya.Pohon juga selalu tumbuh ke atas.Selalu mencari Sang Pencipta.Pohon juga tidak banyak protes kan tidak bisa ngomong.Jadi Ibu juga ajar aku untuk tidak suka mengeluh walaupun keadaan begitu buruk sekalipun."
Irwan :"Ibumu wanita hebat.Aku yakin kelak kau akan menjadi ibu yang hebat pula untuk anak2 kita."
Evi tersipu mendengarnya.Irwan :"Keadaan yang buruk...menurut seperti apa itu?Aku kurang paham maksudmu."
Evi :"Keadaan dimana kita tak bisa berbuat apa2 walaupun kita sangat ingin melakukan yang benar.Seperti situasi sekarang ini...."
Evi tercekat,tak seharusnya ia bicara begitu.Semoga Irwan tidak dengar,pikirnya.Tapi ia salah karena Irwan malah berhenti dan memandangnya lekat2.Irwan :"Situasi sekarang ini?....Aku tidak mengerti maksudmu.Bisa kaujelaskan?"
Evi :"Emh...itu ....aku hanya asal ngomong saja...ga ada artinya..."
Irwan :"Kau menyembunyikan sesuatu dariku.Kau tahu sesuatu yang aku tak tahu.Jujurlah Sayang,aku tak mengapa.Biar semuanya jelas."
Evi coba menghindari tatapan Irwan tapi Irwan terus mengejarnya.
Evi :"Aku tidak mengerti maksudmu.Aku tidak menyembunyikan apapun darimu."
Irwan : "Kau berbohong.Kalau kau jujur pasti kau berani menatap mataku.Kau tahu siapa yang mencoba menculikmu dari RS kan?Kau tahu siapa dalang penyerangan waktu itu kan?Katakan saja Evi!Untuk apa kau melindungi dia?Apa kau punya hubungan dengan dia sehingga kau begitu melindunginya?Atau mungkin kau mencintai dia?"
Irwan diselimuti rasa cemburu.Wajahnya gegana gitu.Evi terkejut mendengar perkataan Irwan.Irwan bicara seakan sudah tahu siapa yang dibicarakannya.Evi :"Kau bilang apa barusan?Aku mencintainya?Tuhan tahu betapa aku mwmbencinya....ia yang membawaku dalam permainan jahatnya.Ia menjebak seisi keluargaku dalam dilema ini."
Irwan :"Jika kau begitu membencinya,mengapa kau membongkar kejahatannya?Mengapa kau malah bungkam?Dan yang paling menyakitiku adalah kau bahkan tidak mengatakannya padaku.Apa aku tidak berarti bagimu?Katakan padaku,mengapa kau mempermainkan hatiku seperti ini?Mengapa?"
Evi berkaca2 melihat Irwan salah paham padanya.Irwan :"Aku tahu siapa yang kaulindungi.Selama ini aku menyelidiki semuanya.Semua bukti hanya mengarah kepada dia.Kecelakaan pesawat,pernikahan,penyerangan bahkan penculikanmu juga dia pelakunya.Aku tak mengira...kalian berdua...orang yang dekat denganku...keluargaku sendiri...orang yang tinggal satu atap denganku...menusuk aku dari belakang.Kalian tega...benar2 tega..."
Evi :"Apa maksudmu kami berdua?"
Irwan :" Iya kau dan kak Danang!Kalian bersekongkol di belakangku,iya kan?!Jawab aku!!" Evi menggeleng2kan kepalanya.Air mata membasahi pipinya.Pria yang ia cintai,pria yang demi dia ia rela mempertaruhkan nyawa menuduhnya sekeji itu.Tak ada gunanya ia menjelaskan,hati Irwan sudah tertutup oleh tabir kepalsuan,oleh amarah dan kekecewaan.Semua cinta yang ada telah berubah menjadi benci.Semua kemesraan telah hilang diganti kecurigaan,kesalahpahaman,kepedihan dan kemurkaan.Evi melihat matahari mulai terbenam.Seperti kisah cintanya yang kelam.Evi tidak menjawab pertanyaan Irwan.Ia malah berlari ke arah laut.
Evi :'Sudah hancur semuanya.Sudah tak ada alasan untuk aku hidup.Cintaku tidak mempercayaiku.Aku terbenam dalam kepalsuan.Lebih baik aku mati saja.Mungkin semua akan lebih baik jika aku tidak ada.Ibu,jemput Evi,Ibu!'
Irwan heran melihat Evi terus berlari ke tengah laut.Ia tahu Evi tidak bisa berenang.Lalu kenapa ia ke tengah laut?Celaka!!Evi mencoba bunuh diri.Irwan:'Tidak!Aku tak mau kehilangan Evi.Aku sangat mencintainya.Aku takkan biarkan ia pergi dari hidupku!'
Evi berontak saat Irwan menariknya ke pantai.Evi :"Biarkan aku mati!!Lepaskan aku!Untuk apa aku terus hidup?Aku mau mati saja!!Biarkan aku mati!!Kematianku akan mengakhiri semua kepalsuan ini.Lebih baik aku mati!!"
Irwan lalu memeluk Evi erat2.Irwan :"Aku tak ingin kau mati.Aku mencintaimu.Aku tak bisa hidup tanpa dirimu!"
Evi terdiam mendengar pengakuan Irwan.
Irwan :"Maafkan aku yang dibutakan oleh api cemburu dan kekecewaan.Aku tak tahu lagi siapa yang benar2 tulus dan yang mana yang pura2.Maafkan aku,Evi!"
Ditengah deburan ombak dua insan itu mengakui cinta mereka.Evi :"Aku tak pernah sedikitpun ingin menyakitimu.Apalagi melihatmu celaka.Aku sangat mencintaimu melebihi nyawaku sendiri.Ketidakpercayaanmu padaku lebih melukaiku daripada yang lain.Aku tidak mengatakan apapun karena aku tak ingin Danang mencelakai orang2 yang kusayangi.Terutama kau,Irwan."
Irwan terkejut mendengarnya.Irwan :"Maksudmu kau diancam?Kak Danang mengancammu?"
Evi :"Hatimu benar2 baik.Meski tahu kejahatannya padamu,kau tetap memanggilnya kakak.Aku tak tahu hatimu itu terbuat dari apa.Itulah yang membuatku begitu mencintaimu.Aku mencintaimu Irwan dengan setulus hatiku,dengan segenap jiwa dan ragaku."
Irwan :"Aku juga mencintaimu Evi.Sangat mencintaimu.I love you so much."
Mereka saling pandang dan disitulah untuk pertama kalinya Irwan mencium Evi.Cie...cie...
###$ENSOR####
Evi lalu menceritakan semuanya pada Irwan.Bagaimana ia bertemu dengan Danang,menikah dengannya,semua ancaman2nya,apa yang terjadi di pesta,penyerangan,percobaan penculikan di RS hingga peristiwa di balkon.Irwan mendengarkan sambil berkaca2.Ternyata selama ini ia tak pernah dianggap saudara oleh Danang.Bagi Danang ia hanyalah penghalang,musuh dan saingan.Namun ia bahagia karena ia menemukan cintanya.Cintanya bersambut.Evi mencintainya.Apapun yang didepan nanti akan ia hadapi karena ia memiliki kekuatan cinta.Love Gassing...he he***Cinta yang selama ini masih terpendam...Tercurah sudah"see you next eps*
22 Juli 2015 pukul 8:44
¤¤¤¤First I want to apologize for all mistake I made in 48th eps.So many error there and all my reader still like those eps.So touching...Thank you.¤¤¤¤
Let's begin the story!
Perjalanan piknik ke pantai telah membuka babak baru rumah tangga Evi dan Irwan.Berawal dengan intrik kepalsuan berubah menjadi cinta sejati.Siapa sangka seorang putri daerah...(he he ada yang kesenggol nih)dari tanah Sulawesi nun jauh di sana,seorang gadis kampung yang putus sekolah dan sangat lugu,akan menjadi belahan jiwa seorang bisnisman sukses asal Jakarta.[Kalo aku mah ga terkejut tuh...iyalah kamu penulisnya.Kalo yang buat terkejut gimana yang baca?...terpingkal2 dong....karepmu]
Evi dan Irwan menikmati sunset sambil duduk bersandar di sebatang pohon.[enaknya pohon apa?....kelapalah.Pantai gitu loh!...Nanti ketiban kelapa ingatan Irwan hilang lagi dong?Evi kodong dong...Ya udah pohon kedondong aja.Buahnya kecil2 tuh.Ga akan sakit kalo ketimpa....Ihh.Ulatnya kan hitam2 jebuk gitu.Jalannya cepat lagi.Ga ah!Alergi ulat bulu.Tidaaak!!!....Pohon beringin aja.Rindang dan teduh....Jangan deh.Pohon beringin itu biasanya angker.Apalagi di Tanah Jawa.Biasanya diberi sesaji.Ada yang tunggu.Yang lain aja...Pohon Jati wae.Bakoh,kuat,pengkuh buat sandaran.Dijamin ga mentiung....Emang mau bangun rumah?Ngaco....Pohon duwet aja.Buahnya banyak dan biasanya pada jatuh di sekitar pohon.Asyik kan sambil curhat,pasangan fave kita ngemil buah duwet....Terus ntar bibirnya jadi kebiruan agak ungu gitu?Ntar dikira keracunan lagi....Lha terus wit apa?...Witing tresna jalaran saka kulino....Gubrakkk]
Irwan menyandarkan punggungnya di pohon sedang Evi bersandar di dada Irwan.Pantai yang biasanya sebagai tempat mencurahkan kesedihan kini bagi Irwan menjadi tempat pengakuan cinta.Irwan membelai rambut Evi yang terurai.Sedang Evi menyandarkan kepalanya di dada Irwan.
Irwan :"Kau tidak marah padaku bukan?"
Evi :"Marah kenapa?"
Irwan tidak langsung menjawab tapi malah menyandarkan dagunya di pundak Evi.Irwan :"Karena tadi aku membentakmu.Aku bicara dengan nada tinggi tadi.Maaf ya..."
Evi meraih jemari suaminya dan menciumnya.Evi:"Tidak ada yang perlu dimaafkan.Kau sedang emosi.Hatimu pasti sangat terluka karena Irwan Sutedja yang kukenal adalah pria dengan pengendalian diri yang tinggi.Akulah yang harus minta maaf karena sebagai seorang isteri harusnya aku bisa menjaga hatimu tapi aku malah melukainya.Aku...."
Irwan :"Hushh!Sudah cukup acara maaf2annya.
Irwan :"Mulai sekarang kita tak boleh ada rahasia lagi.Harus saling jujur.ok?"
Evi :"Apakah yang kaukatakan tadi jujur dari hatimu?"
Irwan :"Perkataan yang mana?"
Evi agak malu mengatakannya.
Evi:"Bahwa...kau...mencintaiku...Benarkah kau sedang tidak berpura2?"
Irwan menghadapkan Evi ke arahnya.Irwan :"Apa yang membuatmu ragu bahwa aku tulus mencintaimu?"
Evi menundukkan wajahnya.Evi:"Aku...tidak pantas untuk bersanding denganmu..Aku tidak secantik Mamamu,kuliku juga tidak seputih Rita,aku bukan dari keluarga kaya,aku bahkan tidak tahu cara jalan yang anggun,cara makan yang sopan,apalagi cara dandan.Aku dan kau seperti langit dan bumi."
Irwan :"Justru itulah keindahan ciptaan Tuhan.Jika semuanya adalah langit kita mau hidup di mana?Di surga?Jadi malaikat?Bila semuanya bumi.Betapa gelapnya dunia ini.Begitupun kita.Kita saling membutuhkan,saling terkait dan terikat oleh benang merah cinta.Sejauh apapun dirimu berada,benang itu akan menarikmu kepadaku.Dan sejauh apapun kita terpisah,percayalah benang cinta kita akan membawa kita kembali bersatu.Ingatlah itu selalu."
Mereka kembali berpelukan.Evi :"Jangan bicara tentang perpisahan.Aku tak ingin kita terpisah."
Irwan :"Kita akan selalu bersatu.Hatimu dan hatiku satu."Bener juga ya?!Irwan :"Sudah malam,ayo kita pulang.Ntar Mama khawatir lagi.Masak pamitnya makan siang pulangnya makan malam.Bisa diledekin Rizky nih"
Evi :"Kamu sayang ya sama Rizky?"
Irwan :"Iyalah.Kalau bukan karena dia,aku ga akan ketemu kamu.Dia itu secara tidak langsung adalah mak comblang kita."
Evi tersenyum bahagia.Berdua mereka membereskan alas duduk dan peralatan makan.Sesekali melempar senyum dan pandangan penuh cinta.Tak ada lagi ketakutan karena Irwan sudah tahu kebenarannya.Merekapun pulang bergandeng tangan membuka lembaran baru mahligai cinta.Kalo Irwan sudah tahu semuanya,bagaimana sikapnya terhadap Danang nanti?Itu pula yang dipikirkan Evi selama di mobil.Irwan melihat keresahan di wajah isterinya.Irwan :"Ada yang mengganggu pikiranmu?"
Evi :"Aku ingin tahu apa yang akan kaulakukan pada kakakmu setelah kau tahu bahwa ia berada dibelakang semua ini?Apa kau akan melaporkannya ke polisi?" Irwan menghentikan mobilnya menunggu gerbang dibuka.
Irwan :"Aku tidak akan bertindak gegabah.Aku ingin bicara baik2 dulu dengannya.Bagaimanapun juga ia kakakku.Walaupun beda ayah tapi kami satu kandungan.Aku juga tak ingin Mama sedih mengetahui kelakuan putra sulungnya.Kuharap kau mendukung keputusanku ini.Aku janji aku akan lebih memperketat keamanan terhadap keluargamu terutama terhadap dirimu."
Evi :"Tentu aku akan mendukungmu tapi bila keadaan menjadi gawat,kau harus juga bertindak tegas dengan melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib.Jangan sampai ada korban lagi."
Irwanpun setuju.Mereka sudah tiba di rumah.Tampak Inul sedang bersama dengan Danang.Melihat mobil adiknya tiba,Danang pura2 asyik membaca koran.Evi dan Irwan keluar dari mobil.Bergandengan tangan dengan mesranya.Dari sudut matanya,Danang memperhatikan semuanya.Irwan juga melihat kakaknya.Hatinya bergejolak.Danang dan Irwan berpandangan.Yang satu dengan tatapan masih tak percaya.Yang satu dengan tatapan curiga.Evi berada di antara kedua kakak beradik itu.Di antara benci dan cinta.Di antara api dan air.Di antara kepalsuan dan ketulusan.Di antara gelap dan terang.Kasihan Evi terjebak dalam polemik keluarga Sutedja.Kira2 gimana sikap Irwan pada Danang ya?Apakah Danang akan tahu bahwa Evi sudah membongkar semuanya pada Irwan?****sampai jumpa di episode selanjutnya****
Eps 50 ♣Tabir Kepalsuan:Sleeping Beauty
→→Sudah jangan diliatin yang lagi jingkrak2 kegirangan di belakang tuh!Kita terbang ke Jakarta aja lihat apa yang terjadi di kediaman Sutedja....Emang kita dimana sekarang?....Di planet Yupiter habis periksain kamu biar ga ngeres pikirannya!...Kenapa ga ke Saturnus aja.Punya cincin lho dia!I love ring!!....Soak lagi kayaknya???!!!
Jakarta city....Sutedja's Mansion....
Inul:"Akhirnya mempelai berdua ingat pulang juga.Hampir aja Mama nyuruh Danang nyari kalian.Mama khawatir.Ke mana aja sih kalian kok sampai malam baru pulang?"
Irwan :"Maafin kami ya Ma.Kita cuma ke pantai aja.Biasa pingin lihat sunset jadinya malam deh pulangnya.Iya kan Sayang?"
Evi kikuk juga Irwan manggil dia pakai 'sayang' didepan Danang pula.[Wah ni namanya membangunkan macan tidur.Strategi yang bagus!..Bagusmu!!Ini namanya bikin gunung berapi jadi meletus...Sudah meletus kok....Apa?....Gunung Raung....Gubrakkk]
Evi :"Iya Ma.Evi belum pernah lihat matahari terbenam sebagus tadi.Jadinya lupa kalo dah malam.Maaf ya Ma."
Danang :"Lihat matahari terbenam aja heboh banget ...gimana kalo lihat gerhana matahari?...."
Meski cuma bergumam,Irwan mendengar perkataan Danang itu.
Irwan:"Kakak bilang apa?"
Danang :"Ga!Ga koment apa2....Ini lho lagi baca soal gerhana matahari di bulan september nanti."
Irwan :"Oh kirain koment..Oya Kak,katanya Kakak ke Madura kan?Tapi kok belum masuk laporannya?Tolong segera kasih ke Albi laporannya ya Kak!Irwan mau cek semua cabang kita di Jawa Timur."
Danang :"Eh...itu,lupa kali sekretaris gue.Biar gue pecat aja deh!Ganti yang baru."
Irwan :"Ntar Irwan rekomendasikan beberapa karyawan yang cocok jadi sekretaris kakak.Yang kinerjanya bagus pastinya."
Danang cuma mengangguk.
Irwan :"Ya udah Ma,kami ke kamar dulu.Lengket nih rasanya.Basah pula bajunya.Mau mandi dulu.Ayo Sayang!"
Evipun mengikuti suaminya.Danang melirik sinis gitu ke arah mereka.
Danang :'Sayang...sayang...Norak!Aku perhatiin makin lama makin lengket aja tuh mereka.Jangan2 Evi dah cerita semuanya ke Irwan.Aku harus cari tahu...'
Inul :"Kamu segitunya lihat mereka?Iri ya?Makanya cepet kenalin ke Mama cewek kamu.Biar bisa kayak adik kamu tuh.Mama berharap sebentar lagi bakal punya cucu.Senangnya...."
Danang bete denger perkataan Mamanya.Ia lalu pergi.
Inul :"Lho kok malah ngilang lagi tuh anak??....Dasar Danang kenapa sih kamu ga jadi tukang sulap aja!Kerjaannya ngilang melulu."
Usai mandi,Evi asyik menyisir rambutnya yang basah.Irwan memperhatikannya.Malam itu isterinya tampak cantik banget.
Irwan :"Malam ini kamu cantik banget.Jadi pingin...."
Evi kaget saat Irwan memeluknya dari belakang.
Evi :"Eiit!Kamu mau apa?"
Irwan :"Kita ga usah ikut makan malam ya?Di kamar aja,bagaimana?"
Evi :"Hush!Ntar dikira kita ngapain lagi.Ga ah!Ayo makan,laper nih!"
Irwan agak kecewa juga.
Irwan:"Ya udah.Tapi lain kali mau ya?"
Evi :"Mau apaan?"
Irwan:"Ya ...mau ....itu..."
Evi :"Udah!Kita udah ditungguin Mama."
Irwan :"Tapi bener lho ya...lain kali mau ya?"
Evi :"Iya .....udah ayo ...!"
Irwan :"Janji lho ya?Aku ga mau makan kalo ga janji dulu!"
Evi memandang suaminya.Wajah Irwan culun gitu.Ia jadi ga tega.
Evi :"Iya !Aku janji!Puas?"
Irwan:"Asyik!!Ayo makan!"
Evi kasihan juga melihat Irwan memohon2 seperti itu.Andai saja situasinya berbeda tidak rumit seperti sekarang,mungkin ia dan Irwan sudah bahagia sekarang.
Malam harinya....
Irwan dan Evi sudah tidak memakai guling lagi sebagai batas pemisah.Tapi Evi masih tidak merespon keinginan Irwan.
Irwan :"Evi,kamu masih bangun kan?"
Evi :"Mmh...Kenapa?Ga bisa tidur?Mau dinyanyiin?"
Irwan :"Ga ....ga...Aku cuma mau tanya.Tapi jangan marah ya?"
Evi bersandar di lengan Irwan.
Evi :"Tanya apa?Whooahh..."
Irwan :"Waktu nikah ama kak Danang...sudah malam pertama belum?"
Evi :"Ga pernah.Dia keburu balik Jakarta.Kenapa?"
Irwan senang banget mendengarnya.Berarti Evi belum tersentuh.Ia lega sekali.
Irwan :"Kalo gitu...malam pertama kita kapan dong?"
Evi diam saja.Irwan heran kok ga ada jawaban.
Irwan :"Yeah!Putri tidurnya dah sleeping beauty...Ketunda lagi deh....apes apes!"
Irwan lalu membaringkan diri sambil memeluk Evi yang sepertinya sudah tidur.
Tak lama kemudian,Irwan sudah pulas tertidur.Evi yang pura2 tidur membetulkan selimut suaminya.
Evi :'Maafkan aku,suamiku.Aku bukannya tak mengerti maksud dan keinginanmu.Aku hanya takut jika karena aku kau akan disakiti oleh Danang.Kumohon bersabar ya...Setidaknya sampai aku betul2 yakin kau tidak dalam bahaya lagi.'
Evi lalu berbaring di samping Irwan.Dipeluknya pria itu dengan penuh sayang.Irwan tersenyum dalam tidurnya.Sepertinya mimpi indah tuh.
Kira2 kapan ya mereka bener2 jadi suami isteri?...Tuh kan ngeres maning!....Lho,aku ini mewakiki para pembaca....Macak cih?....Masak tuh ga disini.Tuh di dapur...Capek deh.Padahal rencananya mau tak kasih bocoran.Ga jadi ah!...lho??!!....****see you next eps****
Eps 51÷||÷Tabir Kepalsuan:@₩@k€ m¥ £♥v€
Kasihan ya Pangeran kita....maaf deh buat yang sayang ama Mr.Irwan Sutedja...nih aku kasih eps dimana dia julitin Mrs.Irwan Sutedja alias Evi Masamba.Penasaran?Let's check it out!
A few days later....
Irwan tampak lesu di kantornya,Head office Sutedja's Bussiness Enterprise on top floor.Banyak sekali dokumen di atas meja kerjanya tapi tak satupun yang ia lihat.Di mejanya tampak foto Evi bersamanya saat pers conference dulu.Irwan menarik nafas melihatnya,ia merasa justru di saat mereka sudah tahu kalau mereka saling mencintai tapi terasa ada jarak di antara mereka.Sepertinya Evi masih belum yakin pada cintanya.Melihat Bossnya mondar mandir tak bergairah bekerja,Albi tak mau mengganggu.Ia tak mau Irwan malah marah nantinya.Kasihan Irwan ya kalo gitu?Dah puyeng di kantor eh di rumah dijulitin ama Evi.Aku punya ide buat mereka jadi mesra lagi....Gimana2?....Pppsst!!...Wah betul itu!!Setuju!
Benigno tampak keluar dari lift hendak bertemu Irwan.Albi menyapanya dengan hormat.
Albi :"Pak Ben.Selamat pagi Pak!"
Benigno :"Bapak ada kan?"
Albi :"Bapak ada Pak,tapi sepertinya lagi galau deh Pak."
Benigno:"Pagi2 galau?Tumben.Ada apa?"
Albi :"Sepertinya bukan urusan kantor deh Pak.Mungkin masalah dengan Bu Presdir kali Pak...soalnya sejak datang yang diliatin foto Bu Presdir terus.Mungkin kalau sama Pak Ben,beliau akan cerita.Silakan masuk Pak!"
Benigno manggut2,iapun masuk ke kantor Irwan.
Albi :"Maaf Pak,ada Pak Ben,Pak..."
Irwan yang sedang melamun jadi kaget.
Irwan:"Oh...suruh masuk!O ya Albi,hari ini cancel semua agenda saya ya.Saya sedang tidak ingin diganggu.Hanya yang berkaitan dengan Proyek di Jawa Timur yang boleh kamu tunjukkan ke saya.Ok?"
Albi :"Siap Pak!"
Irwan :"Kamu boleh pergi."
Albi :"Saya permisi."
Benigno duduk di kursi yang disediakan untuk tamu yang datang.Irwan tampak gembira dengan kedatangan pamannya itu.
Irwan :"Kebetulan sekali Om ke sini.Irwan mau minta nasihat nih..."
Benigno memperhatikan keponakannya itu.Benar kata Albi,Irwan tak seperti biasanya.Irwan bukan tipe orang yang suka menunda pekerjaan,tapi ini pagi2 file dokumen di mejanya sudah numpuk.Pasti ada yang membuatnya tidak semangat kerja.Pasti urusan cinta.Irwan memang baru kali ini jatuh cinta itupun sama isteri sendiri.OMG.
Benigno :"Tumben kok loyo gitu?Ada masalah sama Evi?"
Irwan :"Kok Om tahu sih?"
Benigno tersenyum dan mendekati Irwan.
Benigno :"Kamu itu gampang ditebak kalo soal cinta.Kamu itu kalo lagi jatuh cinta culun habis.Gimana ga ketebak!"
Irwan memandang ke luar dengan lesu.
Irwan :"Tapi kok Evi ga ngerti isi hatiku ya?"
Benigno :"Mungkin ia belum yakin kalo kamu benar2 tulus padanya."
Irwan :"Aku dah bilang berkali2 kalo aku tuh bener sayang ama dia tapi kok dia seperti menjauh gitu ya Om?Aku jadi ga yakin Evi juga cinta sama aku.Jangan2 dia cuma kasihan ama Irwan.Merasa bersalah gitu aja."
Benigno :"Mudah kok mengetahui apa Evi cinta sama kamu atau ga."
Irwan :"Gimana?"
Benigno :"Buat dia cemburu.Kalo dia cemburu berarti dia cinta sama kamu.Gampang kan?"
Irwan :"Iya ya...Kenapa Irwan ga mikir ke situ ya?"
Benigno :"Irwan.Irwan..Kamu tuh sudah buta karena cinta.Jadinya kalut gitu."
Irwan :"Irwan jadi punya ide sekarang..o ya Om pagi2 dah ke sini.Ada apa Om?"
Benigno :"Soal penyerangan itu,perlu diproses hukum tidak?"
Irwan :"Buktinya kurang kuat Om.Mereka paling cuma suruhan.Lagian dalangnya paling juga kak Danang.Irwan belum ada kesempatan bicara dengan kak Danang."
Masalah Danang belum selesai sekarang tambah Evi bikin Irwan makin gelisah galau merana.Gegana!Kira2 apa yang akan dilakukan Irwan pada Evi?Berhasilkah atau malah blunder?****$ee you next eps****
Eps 52><Tabir Kepalsuan :My Heart Waketh
Kediaman Sutedja....
Hari masih pagi tapi Evi tampak tidak ceria.Pagi tadi Irwan tidak mencium keningnya seperti biasanya.Bahkan makannyapun sedikit sekali dan buru2 perginya.Hati Evi bertanya2.What's wrong?
Aty memperhatikan Evi yang tampak murung.
Aty :"Nyonya muda,saya lihat sejak tadi wajahnya cemberut terus.Ada masalah sama Boss muda ya?"
Evi :"Kok kak Aty tahu?"
Aty :"Masalahnya Boss muda wajahnya juga tadi pagi lesu gitu.Baru kali ini saya lihat Boss muda ga semangat berangkat kerja.Cerita dong Nyonya muda,siapa tahu Aty bisa bantu....memperkeruh suasana maksudnya..he he "
Evi :"Tapi kak Aty jangan cerita ke siapa2 ya?Cukup kita berdua aja yang tahu.Janji?"
Aty :"Janji Nyonya muda."
Mereka lalu saling mengkaitkan jari kelingking.Pertanda perjanjian.
Evi :"Tapi jangan di sini ceritanya.Takut ada yang denger.Di sini tempat yang aman mana kak?"
Aty :"Saya tahu.Ayo ikut Mbak!"
Aty membawa mereka ke sebuah kamar tamu.Kamar yang disediakan bagi tamu yang menginap.
Evi :"Wah kamar siapa nih besar juga.Banyak kamar ya di rumah ini?Ini kamar kakak?"
Aty :"Bukan.Ini kamar khusus tamu.Letaknya agak jauh memang dari kamar utama.Ayo cerita ama saya,Nyonya."
Evi :"Aku tuh lagi beda pendapat sama Bossmu.Dia mau ini tapi aku mau itu."
Aty :"Kenapa Nyonya tidak mengalah saja.Memang Boss muda minta apa sih kok Nyonya ga mau nuruti?Takutnya Boss muda berpaling ke wanita lain lho Nyonya muda,bahaya itu!"
Evi :"Masak sih?Evi jadi takut nih..."
Aty :"Ya udah,saya harus nyiapin makan siang nih..."
Evi :"Aku bantu ya Kak?Aku ga ada kerjaan nih.Lagian aku masak juga buat Irwan buat permintaan maaf.Mungkin kakak benar sebaiknya Evi mengalah aja."
Aty :"Bagus itu!!Ayo kita ke dapur.Kita buat masakan yang apalah apalah ...he he."
Saat Evi dan Aty asyik masak memasak di dapur.Tampak mobil Irwan memasuki halaman kediaman Sutedja.Tapi dibelakangnya masih ada mobil lagi.Wah ni dia aksi Pangeran Julit kita!!
Keluarlah Irwan dari mobilnya sedang Rita dan Ika keluar dari mobil satunya.
Rita :"Wah asyik akhirnya datang juga kesempatan emas buat gue deketi Pangeran gue lagi.Tumben2 Irwan ngajak makan siang di rumah mewahnya...wow pasti ia baru dapat pencerahan kalo ternyata gue itu satu2nya yang pantas dampingi dia...dan bukan si Masamba itu!!"
Ika :"Hush!Kamu keGR an deh.Yang mau diajak makan siang itu aku bukan kamu.Kamunya aja yang ngebet minta ikut.Fakta kok dibolak-balik.Tapi nih rumah apa hotel ya?Bagus amat!"
Rita :"Emang kenapa sih Pangeran Ganteng gue ngajak lu makan siang segala?Di rumahnya pula.Jadi curiga gue jangan2 lu beneran suka nih ama My Prince..."
Ika :"Mana aku tahu.Tadi kan kamu yang nyela pembicaraan kita di kantor.Belum sempat tahu alasannya eh kamu dah main tebar pesona aja.Tanya sendiri aja sana!"
Rita segera bergayut manja di lengan Irwan.Walaupun risih,Irwan menahan dirinya dan membiarkannya sambil berdoa,"Semoga misi khusus ini berhasil.Semoga saja....".
Inul menyambut mereka dengan ramah,ia sudah tak heran dengan tingkah Rita yang suka deketin Irwan.
Inul :"Tumben nih ajak temen ke rumah?Kebetulan jam makan siang pula.Ayo masuk2!Kita makan siang bareng!"
Irwan:"Iya Ma.Mama masih ingat mereka kan?Ini Ika,salah satu karyawan Irwan.Kalo ini...."
Rita :"Masak Tante lupa ama calon menantu idealnya?Tante pasti masih ingat Rita kan?"
Inul mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Rita.Irwan apalagi sampai batuk2.Ika langsung nyikut Rita gitu.
Inul :"Sudah ...ayo ke meja makan.Kebetulan hari ini Aty dan Evi masak spesial."
Irwan :"O ya?Memang ada acara apa Ma?"
Inul :"Tahu tuh mereka.Katanya misi rahasia gitu."
Di meja makan....
Evi menata makanan sambil berdendang.
/ke manapun ada bayanganmu ....dimanapun ada bayanganmu.../
Namun raut ceria Evi langsung sirna begitu melihat Irwan dan rombongan datang.Apalagi melihat Rita bergelayut manja gitu.Irwan juga tak menyapanya.Malah tampak mesra gitu sama Rita.
Aty :"Kenapa Nyonya muda?Kok manyun lagi mukanya?"
Evi :"Tuh!"
Aty melihat ke arah Irwan dan Rita.Pantas aja gimana ga manyun,suami mesra2an sama cewek lain di depan mata.Memang sih Rita yang agresif tapi Irwan tumben diam aja.Biasanya nolak tuh digituin ama Rita.
Aty :"Wah bener kan Nyonya muda apa kata saya?Nyonya muda kodong dong...."
Inul :"Evi ayo sini !Nih Irwan bawa teman2nya ke sini.Sambut dong!"
Evi menahan hatinya menyambut mereka.Ika tersenyum pada Evi.Tapi Rita malah makin menjadi2 tingkahnya.
Rita :"Irwan ganteng,sini biar kusuapi...udah lama kan kita ga kayak gini.."
Irwan membiarkan aja sambil melirik ke Evi.Ia mau lihat gimana reaksi isterinya.
Evi makin ditekuk wajahnya.Malah ia berhenti makan dan memilih pergi.
Evi :"Evi sudah kenyang Ma.Maaf Evi mau ke belakang dulu..."
Inul tahu pasti Evi cemburu melihat Irwan ama Rita.Justru ia merasa sepertinya Irwan sengaja bikin Evi cemburu.Ia kenal betul putra bungsunya itu.
Evi melangkah pergi sambil berkaca2.Irwan tidak mengejarnya,tidak menatapnya,bahkan bersikap seolah2 dia tidak ada di sana.
Saat itulah Danang datang dan melihat Evi menangis.Dihentikannya Evi.
Danang:"Hey,kamu kenapa?"
Evi :" Gapapa kok cuma kelilipan aja.Makanya matanya berair."
Danang :"Coba kulihat..."
Irwan dan Ika melihat dua insan itu dengan hati bergejolak.Wajah Irwan langsung kesal.Ika juga jadi galau melihat Danang perhatian ama Evi.Irwan langsung berdiri dan mendekati keduanya.
Irwan :"Kak Danang...akhirnya datang juga!"
Evi jadi keki melihat Irwan mendekat.
Evi :"Ga usah.Aku gpp kok.Kamu makan aja....permisi."
Evipun pergi.Hatinya sakit sekali.Irwan memandangnya sambil menahan senyum kemenangan.
Danang :"Kamu minta aku pulang ada apa?"
Irwan :"Aku kan pernah janji bantu nyariin sekretaris buat Kakak.Ni orangnya!Ika namanya.Dia bagus lho kinerjanya."
Ika dan Danang bersalaman.Ika berbunga2 berada di dekat Danang.
Danang :"Boleh juga.Kebetulan hari ini banyak banget administrasi kantorku yang belum beres.Habis ini langsung uji coba gimana?"
Ika :"Saya terserah Pak Irwan saja.Soalnya status saya masih karyawan beliau."
Irwan :"Ide bagus itu.Aku setuju.Makin cepat kamu bekerja makin cepat beres pula laporan kak Danang.Kebetulan aku juga mau lihat gimana kondisi perusahaan cabang Jakarta yang dipegang kak Danang."
Rita :"Gue ikut ya?...Pokoknya gue mau ikut kemanapun My Prince pergi...."
Usai makan siang pergilah mereka ke kantor Danang.Irwan sempat berbisik pada Mamanya,"Ma titip mutiara hatiku ya...kayaknya ngambek deh.Irwan mau meninjau perusahaan kak Danang dulu.Sore Irwan pulang."
Inul manggut2 mengerti maksud putranya itu.
Sepeninggal Irwan dkk,Inul pergi ke kamar Irwan.Maksudnya hendak menemui Evi.Tapi Evi ga ada di kamar tersebut.Ia lalu bertemu dengan Ayah Hamdan dan Rizky tapi mereka juga tidak melihat Evi.
Inul :"Aneh!Kemana menantuku itu?Gawat nih!Aty!Aty!! Sini cepat!"
Aty tergopoh2 lari menghadap Nyonya Besarnya.
Aty:"Kenapa sih Nyonya ?Tumben panik bener?"
Inul:"Evi ga ada di kamarnya...dikamar mandi juga ga ada...cepat kamu cari menantuku!Kalo sampai dia kenapa2 Irwan bisa marah nih!Cepat cari ke segala penjuru!"
Mereka semua segera nyebar mencari Evi.Kemana sih Evi?Jangan2 nyemplung ke kolam renang?Ah ga mungkin,masak mau bunuh diri lagi?Atau terjun bebas dari lantai paling atas kali?Hush!!Lha terus ke mana dong?****Jawabannya di next eps****
Eps 53 ¤¤¤》Tabir Kepalsuan : My beloved is mine
Lucu juga ya pada nebak ke mana Evi,semuanya masuk akal jawabannya tapi ada 3 yang benar nebaknya.Congratulation for Susan,Putu and Irwanqu Egiers!
Kok Evi milih tempat itu ya?Begini ceritanya....
Habis dari ruang makan,Evi memang ga punya tujuan lain selain kamarnya.Namun saat akan membuka pintu di dalam hatinya terjadi pertentangan batin.
'Kamu siapa masuk kamar Irwan Sutedja?!
'Aku kan isterinya,memang salah?
'Isterinya?Beneran kamu sudah jadi isterinya?!
'Memang aku belum menjadi isteri yang sesungguhnya buat dia tapi kami sudah menikah secara hukum.
'Pernikahanmu itu palsu,Irwan juga tahu.
'Tapi Irwan cinta sama aku.Kami saling mencintai.Bahkan aku rela mengorbankan nyawaku buat dia.
'Kalo dia cinta kenapa dia mesra gitu sama Rita?Suap2an lagi.Itu yang namanya cinta?Kamu itu sadar diri dong Vi,tak mungkinlah seorang milyarder nan tampan seperti Irwan mau mencintai wanita kampung dengan wajah standar kayak kamu!Wake up Evi!
'Aku masih yakin Irwan tulus padaku.Dia sayang banget sama aku.
'Sayang kamu bilang?Kalo dia sayang ya Vi,dia akan jaga perasaan kamu,dia akan kejar kamu dan tidak diam saja seperti tadi!Kamu itu memang bodoh atau senang dibodohi?!
'Jadi dia ga pernah anggap aku penting buat dia?
'Jelas banget!Di mana dia sekarang?Cepat cari tahu sana!
Evipun pergi ke dekat teras dan melihat dari jauh Irwan pergi bersama Danang,Rita dan Ika.Irwan bahkan tidak pamit padanya.
Evi :'Benar aku bukan siapa2 buat Irwan.Ia tak pernah mencintaiku.Ia hanya ingin tahu siapa dalang semuanya.Aku ini hanya tamu di rumah ini.Tamu yang mengira dirinya adalah Nyonya rumah.Aku tak pantas tinggal di kamar utama apalagi di kamar Irwan yang begitu mewah.Aku telah dibutakan oleh cintaku pada Irwan sehingga aku tak melihat bahwa sebenarnya aku ini bukan siapa2,aku cuma tamu yang suatu saat pasti pergi.'
Evi benar2 sedih dan masuklah ia ke kamar tamu yang tadi ditunjukkan oleh Aty.
Evi :'Aku di sini saja.Inilah kamar yang pantas buatku.Lagian ga mungkin dia akan mencariku ke sini.Di hatinya kan tidak ada aku.Malam ini aku akan tidur di sini saja.'
Karena terus menangis Evipun tertidur di kamar tamu tersebut.Nah dah pada tahu kan sekarang dimana Evi?
Lalu siapa yang nemuin Evi ?
Inul menggerakkan semua satpam mencari Evi.Tak mungkin Evi keluar rumah karena pintu keluar satu2nya adalah lewat gerbang depan.Saat itulah Irwan menelepon.
Irwan :"Gimana kondisi Evi sekarang Ma?Apa masih ngambek?"
Inul :"Oh Evi ya...Evi .."
Aty :"Gimana ini Nyonya Besar?Nyonya muda ga ada dimanapun?!"
Irwan yang mendengar perkataan Aty langsung terkesiap.
Irwan :"Kok panik sekali di sana Ma? Apa ada masalah?Apa terjadi sesuatu dengan Evi?!"
Inul bingung harus bilang atau tidak soal raibnya Evi.
Irwan :"Ma!!Jawab Irwan,Ma!Ada apa di sana?Evi ga pa pa kan Ma?!"
Inul :"Sayang,maafin Mama ya ?Evi..Evi..dia..."
Irwan :"Evi kenapa Ma?!Jangan bikin Irwan makin panik Ma!Ada apa dengan Evi?!"
Inul :"Evi ga ditemukan di manapun!Mama dan yang lainnya sudah nyari ke mana2 tapi tetap ga ketemu."
Irwan :"Apa satpam depan lihat Evi pergi?"
Inul :"Ga sayang.Itulah anehnya.Mama jadi khawatir sama Evi"
Irwan :"Ya udah Irwan akan pulang sekarang juga!Sambil nunggu Irwan sampai, coba cek kamera cctv Ma,pasti ada kamera yang merekam dimana Evi berada.Mama koordinasi dengan satpam untuk lihat semua cctv lewat monitor."
Irwan langsung cabut dari kantor Danang.Ia ga peduli dengan rengekan Rita yang ga mau ia pergi.
Irwan :"Cukup sudah permainan hari ini!Aku harus pergi sekarang!Aku tak mau kehilangan Evi.Aku salah prediksi kali ini.Maaf aku tadi cuma memanfaatkanmu untuk membuat Evi cemburu tapi aku tak akan pernah memakai cara ini lagi.Aku hanya mencintai Evi sampai kapanpun."
Rita kesal sekali.Ia pun pergi sambil marah2 ga jelas.
Sementara itu Irwan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.Ia ingin segera sampai di rumah dan bertemu dengan Evi.
Irwan :'Tuhan,jaga Eviku.Aku tak bisa hidup tanpa dia.Aku rela menunggu sampai dia siap menjadi milikku.Aku tak akan memaksa dia lagi.Kumohon Tuhan jangan pisahkan aku dari Evi.Dia segalanya bagiku....'
Kita tinggalkan Irwan yang lagi balap mobil.Mari kita kembali ke kediaman Sutedja.
Lewat kamera Cctv akhirnya lokasi Evi diketahui.Kamera luar menangkap gambar Evi menuju kamar tamu dan masuk ke sana.Semua segera menuju ke kamar tamu tapi Evi mengunci pintunya.Ia tak mau keluar.Ia tak mau menemui siapapun.
Inul :"Evi sayang!Buka pintunya!Ini Mama sayang!Kamu kenapa mengurung diri begini sayang?"
Rizky :"Kakak!Kakak marah sama Rizky ya?Keluar dong Kak!"
Ayah Hamdanpun coba membujuk tapi sia2.
Evi :"Evi ga mau keluar!Evi ga mau menemui siapapun!Jangan hiraukan aku!"
Mobil Irwan tiba di halaman Sutedja.Ia segera bertanya pada satpam.
Irwan :"Bagaimana Pak?Apa isteri saya sudah ketemu?"
Satpam :"Sudah Pak!Nyonya muda ada di kamar tamu sekarang."
Irwan :"Syukurlah!Makasih ya Pak!"
Irwan segera berlari ke arah kamar tamu.Semua lega melihat Irwan datang.
Irwan :"Dimana Evi Ma?"
Inul :"Ada di dalam.Ia mengurung diri di dalam.Kami sudah coba membujuknya tapi sia2.Mungkin jika kamu yang membujuk dia,ia mau mendengarkan."
Irwan :"Evi Sayang buka pintunya dong.Aku mau bicara denganmu.Jangan begini dong Sayang!Aku sampai ngebut lho ke sini tadi.Evi!Please open this door ,Evi!"
Evi tercekat juga mendengar suara Irwan memohon2.Tapi hatinya terlanjur terluka.
Evi :"Untuk apa kau hiraukan aku?Pergi saja sana sama Rita!Jangan hiraukan aku!"
Irwan lalu meminta satpam mengambil kunci duplikat kamar tersebut.Ia minta semua pergi kembali ke kamar masing2 dan biar ia saja yang membujuk Evi.Semua percaya pada Irwan.Begitu semua pergi Irwan membuka pintu kamar tersebut dan melihat Evi tengah menangis telungkup di atas ranjang.
Irwan mendekati Evi pelan2.
Irwan :"Evi sayang ....jangan ngambek dong Sayang.Lihat aku sudah di sini,masak kau tidak menyambutku.Mana pelukan sayang tiap kali aku pulang kerja?"
Evi tak mau melihat ke arah Irwan.Wajahnya makin cemberut.
Irwan : "Kamu marah ya sama aku?"
Evi :"Kamu pasti senang kan habis jalan sama Rita?Aku sadar kok dia lebih cantik,lebih muda,dan lebih kaya daripada aku.Sudah sana!!Ngapain kamu di sini?Sudah keluar sana!!"
Evi mendorong Irwan agar keluar kamar tapi Irwan malah mengunci kamar itu.
Karena kesal Evi lalu duduk di ranjang sambil meremas2 bantal.Irwan pelan2 juga duduk di ranjang.
Irwan :"Aku minta maaf ya sudah buat kamu salah paham sama aku."
Evi :"Bodo"
Irwan :"Aku tidak akan pergi dari kamar ini sampai kamu maafin aku."
Evi :"Emang gue pikirin?"
Irwan lalu punya ide cemerlang.Ia pura2 kepalanya sakit dan seakan2 mau muntah.
Irwan :"Aduh!Kepalaku tiba2 jadi pusing ya?..huek..huekk!"
Tentu saja Evi jadi cemas melihat Irwan terhuyung2.Ia pun lupa kalo ia sedang ngambek.
Evi :"Kamu gpp?Irwan?!"
Irwan pura2 pingsan di ranjang.
Irwan :"Kepalaku sakit...pening sekali....aku..aku...."
Evi :"Irwan!!Bangun Irwan!Kumohon jangan membuatku cemas.Aku tidak mau kau sakit.Irwan bangun jangan tinggalkan aku!Aku sangat mencintaimu!"
Evi mengguncang2 tubuh Irwan sambil menangis.Irwanpun membuka matanya dan tersenyum melihat Evi mengakui cintanya.
Irwan :"Benar,kau mencintai aku?Serius?"
Melihat Irwan sadar Evi langsung memukulinya.
Evi :"Kamu mengerjaiku!Irwan julit!!Aku sebel!!"
Irwan :"Sebel apa sayang?"
Irwan menangkap tangan Evi yang memukuli dadanya.
Evi :"Kamu hanya membohongiku.Kau tidak mencintaiku.Kau hanya mempermainkanku.Iya kan?"
Irwan :"Kau yang tidak memberiku kesempatan untuk menunjukkan cintaku."
Evi :"Maksudmu?"
Irwan :"Beri aku kesempatan untuk menunjukan rasa cintaku padamu...menunjukkan bahwa aku hanya mencintaimu....kumohon beri aku kesempatan itu....kau mau kan?"
Evi tertunduk malu.Irwan makin mendekat padanya.Makin dekat...dan...dekat...dan.......♥♥♥SENSOR♥♥♥
Malam itu tak akan pernah Evi lupakan.Malam dimana ia menjadi Nyonya Irwan Sutedja yang sesungguhnya.Malam yang tak akan dilupakan juga oleh Irwan karena menemukan cinta ditengah intrik kepalsuan.Buat mempelai berdua selamat menikmati malam pengantin.
[Yuk pergi!...Kita ga nungguin mereka?...Hush!Mereka jangan diganggu!Cari makan yuk!Laper nih....Makan gudeg aja....Setuju!...Pamitan dulu ama pembaca....oya...berhubung penulisnya kelaperan sampai di sini dulu ya....****see you next eps****
Eps 54 <♥>Tabir Kepalsuan : I am His
Para pembaca senang kayake pasangan fave kita dah malam pengantin.Tapi ada yang nanyain Danang lho....penggemar Danang banyak juga ya....ok deh.Selagi pasangan kita sedang make love kita lihat Danang lagi ngapain.
Kantor Danang...
Ika :"Pak Danang,file2 penawaran ini tidak tersusun dengan rapi sehingga sulit dalam mencari.Saya akan urutkan berdasarkan abjad.Bagaimana Bapak?"
Danang :"Ide yang bagus.Kamu ternyata orangnya sangat rapi ya...Baru kali ini kantor saya serapi ini.Pantas Irwan merekomendasikanmu."
Ika tersipu malu dipuji Danang.
Ika :'Pak Danang makin dilihat makin ganteng saja.Kenapa gue jadi deg2an gitu ya kalo deket dia.Apa ini artinya gue sedang jatuh cinta?'
Ika:"Bp bisa aja.Sehebat apapun saya tetap saja masih kalah dengan sekretaris Pak Irwan yaitu Albi.Dia itu hebat banget deh Pak.Dia itu cekatan ,tanggap dan jeli."
Danang heran melihat Irwan tidak ada lagi
di kantornya.
Danang :"Lho adikku mana?Rita juga ga ada."
Ika :"Pak Irwan pulang Pak.Sepertinya ada hal penting di rumah.Kalau Rita juga pulang Pak.Kesal kalo dia Pak karena Pak Irwan malah pulang."
Danang :"Lho lha kamu pulange?Kan tadi sama Rita kok malah ditinggal?"
Ika :"Sudah biasa Pak saya digituin sama Rita.Sudah ga kaget.Saya bisa naik taxi Pak.Tapi saya mau selesaiin ini dulu Pak tanggung dah separo jalan.Bapak mau pulang ?"
Danang :"Belum masih banyak laporan yang diminta Irwan yang belum kuselesaikan."
Ika :"Hari sudah malam.Bapak pasti belum makan.Saya pesankan makan malam ya buat Bapak?"
Danang :"Wah kamu tahu juga saya lapar.Kamu perhatian ya?Pesen buat kamu juga.Kita makan bareng di sini."
Ika senang sekali mendengarnya.Ini kesempatan bisa berduaan bersama Danang,pria yang telah mencuri hatinya.
Ika :"Siap Pak!"
Danang :"Nanti pulangnya saya akan antar kamu.Tapi bantu saya menyelesaikan semua laporan ini ya?Malas saya urusan administrasi gini."
Ika :"Pasti saya akan bantu Bapak.Terima kasih lho Pak mau mengantar saya pulang nanti."
Danang tak memperhatikan bagaimana Ika sangat berseri2 wajahnya.
Jadi Danang lembur di kantor ya?Sama Ika lagi.Kok bisa samaan ya?...Maksudmu?...Iya di kamar tamu keluarga Sutedja Irwan dan Evi lagi berduaan ,nah di kantornya Danang dan Ika juga berduaan.Terus yang membawa Evi ke Irwan itu kan Danang lalu dibalas Irwan dengan membawa Ika ke Danang.Kok bisa sama gitu ya?....Kamu jeli juga lihat skenarioku.Hebat hebat!Eh daripada lihat orang lembur mending kita cek kondisi kedua mempelai lagi yuk....Dasar ngeres lu.!....Ayolah!Ngintip dikit aja he he....Aku cek dulu sudah aman belum?....Maksude aman?....Urusan orang dewasa.Kamu aku sikep dulu matane pakai sapu tangan merah.Sekalian merenung bantu aku cari ide buat cerbung keduaku ntar yang judulnya'Sapu Tangan Merah'....Malah disuruh semedi,merem sisan!...Ah sudah aman!Mereka lagi makan malam berdua di kamar tamu...Asyik!!Ayo lihat mereka!....Ayo!
Irwan tampak memandangi penuh cinta isterinya yang sedang makan dengan lahapnya.
Evi :"Malah liatin aku terus sih?Senyum2 lagi..Mukaku ada yang lucu ya?"
Irwan :"Aku bahagia banget malam ini.Kamu membuat aku sangat bahagia.Aku makin sayang sama kamu...."
Irwan malah melihat Evi sambil senyum2 ga jelas.Evi geleng2 kepala melihat suaminya malah tidak makan.
Evi :"Kok malah ga makan sih?Kamu ga laper apa?Aku suapin ya?"
Irwan melirik makanan di piringnya.Kayaknya punya pikiran julit nih Pangeran kita.
Irwan :"Satu suapan satu kecupan bagaimana?"
Evi :"Enak aja sudah minta disuapi minta kecup lagi.Apa untungnya buat aku?"
Irwan :"Lho dapat kecupan dari aku itu ga gampang lho apalagi kalo kecupan di bibir he he..."
Evi :"Iihhh..!!Ujung2nya juga ke situ.Ya udah kalo ga mau makan aku habisin aja aku laper banget nih."
Irwan :"Eeeit!Aku ada ide gantian nyuapi aja.Kita makan dari piring yang sama biar romantis kayak Jodha Akbar."
Evi :"Ga mau kayak Jodha Akbar."
Evi manyun gitu deh.
Irwan :"Lho kok ga mau jadi pasangan legendaris?Katanya kamu cinta sama aku?"
Evi :"Kamu tuh ya masih juga tanya gitu sama aku.Bukannya aku sudah jadi milikmu?Masih kurang buktinya?"
Irwan tersenyum mendengarnya.Tapi tetep aja julit.Dasar!
Irwan :"Itu masih kurang...aku masih mau lagi...."
Evi langsung nimpuk Irwan pakai bantal.Bukk!
Evi :"Dasar Irwan ngeresss!!Kayaknya perlu dibawa ke dokter nih buat dicek syarafnya...Aku ga mau kayak Jodha Akbar karena Jodha itu isteri ke 3 Jalaludin Akbar.Dan Jalal isterinya banyak.Walaupun kisah cinta mereka sangat romantis tapi aku ga mau kamu seperti Jalal.Aku mau kau hanya milikku dan aku hanya milikmu.Aku ga mau ada wanita lain di hatimu."
Irwan meraih Evi dalam dekapannya.
Irwan :"Aku hanya milikmu.Aku hanya mencintaimu.Belum pernah aku sebahagia ini sebelumnya.Terima kasih pada Tuhan karena menciptakanmu untukku.Aku mencintaimu Evi Masamba...eh salah Nyonya Irwan Sutedja."
Evi membelai pipi suaminya.
Evi :"Aku juga sangat berterima kasih pada Tuhan karena menciptakan pasangan hidup buatku yang luar biasa ganteng dan mulia hatinya seperti kamu.Aku juga hanya milikmu karena aku mencintaimu...Irwan Sutedja...eh Pangeran Juliiit!"
Irwanpun manyun dibilang Pangeran Julit.
Irwan :"Aku ga mau makan!Lagi ngambek nih!"
Evi :"Ihhh..Jangan ngambek dong Irwan julit...he he"
Irwan :"Makin ngambek lho nih!Emang kamu doang yang bisa ngambek?Huh!!"
Evi :"Ya udah aku minta maaf deh...Maafin aku ya Pangeran Juliit.Ha ...ha..."
Irwan :"Berani ya?!Mau aku gelitikin sampai nangis?"
Irwan pura2 bersiap gitu.
Evi :"Ga ga!!Aku nyerah deh...mending penawaran yang pertama deh."
Irwan :"Maksudnya?"
Evi :"Itu kita suap2an.Satu suapan satu..."
Irwan :"Kecupan....beneran?Ayo mulai!!"
Evi :"Eiit!!Dengerin dulu!Bukan satu kecupan tapi satu pertanyaan."
Irwan :"Kok pertanyaan?"
Evi :"Jadi tiap satu suapan kamu boleh tanya ke aku apa aja nanti aku jawab.Aku juga gitu ke kamu.Bagaimana?Biar kita ga salah paham lagi.Setuju ya?"
Irwan :"Ok deh aku setuju.Siapa duluan nih yang tanya?"
Evi :"Sebelum kusuapi kamu tanya dulu ke aku.Makin lama jawabnya makin banyak kamu harus makan.he he"
Irwan :"Kok gitu?"
Evi :"Lho ini kan piring kamu.Jadi khusus kamu peraturannya gitu.Mau ga kalo ga mau ya gpp."
Irwan :"Nyonya Irwan nih tampaknya sudah mulai pintar ya?"
Evi :"Ini namanya cerdik seperti ular tapi tulus seperti merpati.Habis kamu makannya dikit banget.Kebanyakan senyum2 ga jelas sih,bukannya makan tadi."
Irwan :"Nurut aja deh sama Bu Presdir daripada kena SP.Ntar ga dapat ronde ke 2 lagi..."
Evi :"Apa kamu bilang?!!"
Irwan :"Ga ga bilang apa2...Aku nanya ya?Dah lama aku pingin nanya ini ke kamu."
Evi :"Tanya apa?"
Irwan :"Kamu kan ketemu pertama tuh ama Kak Danang.Nikah di catatan sipil juga ama dia walaupun secara data atas namaku semua.Berarti kan kamu logisnya jatuh hati ke Kak Danang dong tapi kok malah cintanya ke aku padahal waktu kita ketemu tuh kamu ga tahu aku siapa ,malah aku pingsan ya waktu itu?"
Evi lalu menyuapi Irwan.Irwan memberinya pertanyaan terbuka.Bisa panjang dan lama nih jawabnya.
Evi :"Yang bikin aku cinta sama kamu tuh karena hatimu yang sangat baik.Kamu menyelamatkan adik aku padahal kamu ga kenal dia.Kamu juga ga menghina keluarga aku padahal kami ini ga level sama keluarga kamu.Kamu juga terima aku apa adanya padahal di sekitarmu banyak banget wanita yang jauh lebih segala2nya dari aku.Kamu juga memberi aku rasa nyaman,aman,dan berharga gitu kalo di deket kamu.Kalo sama kakakmu aku ga dapat semua itu.Aku malah selalu ketakutan dan terancam gitu kalo ada dia."
Gara2 pertanyaan itu Irwan habis banyak makanannya.Evi tersenyum kemenangan gitu deh.Tapi kok Irwan juga tersenyum ya?Jangan2 kambuh julitnya nih...
Irwan :"Sekarang giliran kamu yang tanya?"
Evi :"Kita kan sudah tahu kalo kita saling mencintai.Kita juga sudah....kau tahu kan maksudku..Terus ke depannya kita mau gimana?Aku ga mau hidup dicekam kecemasan terus.Aku ingin bahagia seperti pasangan lainnya."
Irwan menyuapi Evi.Sama nih pertanyaan terbuka juga.
Irwan :"Aku sudah memikirkannya.Aku ingin bicara ini denganmu tapi ternyata kau sudah tanya duluan.Kita sudah jadi suami isteri beneran,bukan hanya di atas kertas tapi juga di atas tempat tidur he he.."
Evi nimpuk Irwan lagi pakai bantal.Bukk bukk!
Irwan :"Auww!Udah!!...Aku jadi berpikir nih sejak kita...."
Bukk!Bukk!Bukk!
Irwan :"Stop!Stop!Wah kuat juga Nyonya Irwan Sutedja nih....Merah semua nih..."
Evi :"Habis julit sih!"
Irwan :"Serius nih sekarang...Aku ingin kamu merasa nyaman dan terlindungi.Apalagi bila nanti kita punya anak2.Aku mau punya banyak anak.he he..Nah aku mau anak2 kita nanti menjadi pewaris semua yang aku miliki.Jadi karena pernikahan kita yang pertama tuh ga jelas maka aku ingin kita nikah lagi.Aku ingin pernikahan yang benar2 kita yang melakukan ceremonynya.Aku mau resepsi yang disyuting media televisi,megah,dan dihadiri oleh orang2 yang sayang sama kita.Pakaian pengantinnya dirancang okeh kak Igun dan semuanya benar2 bagus gitu.Jadi ke depannya tak ada yang akan menggugat status pernikahan kita.Anak2 kita juga aman menjadi ahli warisku karena pernikahan kita sah.Bagaimana kau setuju?"
Evi :"Aku setuju sekali.Kau ternyata berpikir jauh ke depan.Aku bahagia sekali mendengarnya.Terima kasih sayang."
Evi mengecup pipi Irwan saking bahaginya.Irwan surprise gitu.
Irwan :"Wah dapat kecupan juga akhirnya."
Evi :"Itu bonus karena kamu manis banget malam ini."
Irwan :"Sekarang giliran aku tanya ya.Tapi ini pertanyaan tertutup.Jadi hanya perlu jawaban ya dan tidak.Siap?"
Evi lihat piring Irwan memang tinggal satu suapan makanan.
Irwan :"Kita udah makan nih.Udah kenyang.Udah punya energi baru.Jadi siap untuk ronde ke 2?"
Bukk!!Bukk!!Bukk!!Bukk!!
Evi :"Irwan juliiiiit!!"
Mereka berdua malah perang bantal terus kejar2an di dalam kamar.Ga tahu tuh gimana endingnya.
Lihat mereka makan,jadi laper nih....Kau lapar melulu dari kemarin...Katanya mau adegan action....Next eps aja lagian Danang masih lembur.Pasangan fave kita juga lembur kayaknya....***ya udah see you next eps ya***
Eps 55 ♣Tabir Kepalsuan : Moved by ♥
Pagi haripun tiba...
Sementara itu di kamar tamu....
Tampak mobil Danang memasuki halaman kediaman Sutedja.Semalam ia tidak pulang.Habis nganter Ika,ia pergi dugem.Bete habis lembur sampai malam.Cari hiburan gitu.Habis dugem ia tidur di apartemennya.Pagi2 baru ia balik ke rumah.Maksudnya biar ga ketemu Irwan pas berangkat kerja.Tapi apa yang terjadi kemudian?....
Danang keluar dari mobilnya.Ia pilih lewat kamar tamu aja biar ga kelihatan kalo dia ga tidur di rumah.
Danang :'Tumben kamar tamu nyala lampunya.Memang ada tamu ya?Kok ga ada yang bilang kalo mau ada yg nginep?Mungkin gue udah ga dianggap di rumah ini...'
Danang melihat Aty mengetuk pintu kamar tamu sambil membawa pakaian.Kayaknya sih pakaian Irwan tapi kok juga bawa pakaian wanita ya...Aneh!
Danang lalu bersembunyi di balik pilar untuk melihat siapa yang ada di dalam kamar tamu.
Aty :"Boss muda...Boss muda,saya bawakan pakaiannya."
Pintupun dibuka.Tampak Irwan berpakaian piyama mendorong keluar perkakas makan malam kemarin lalu menerima pakaian yang dibawa Aty.
Irwan :"Sst!Jangan ribut!Isteriku lagi tidur.Sarapan kami bawa ke kamarku aja ya nanti."
Atypun mengangguk.Irwan menutup pintu.
Danang kaget melihat ternyata Irwan yang didalam kamar tamu.Tumben?
Danang:"Aty!Apa itu?"
Aty :"Eh Tuan Danang.Ini sisa makan malamnya Boss muda ama Nyonya Evi."
Danang :"Kok dari arah kamar tamu ga dari kamar utama?"
Aty :"Panjang ceritanya Tuan.Tadi tuh sempet heboh Tuan soalnya Nyonya muda menghilang.Kita udah panik gitu Tuan.Ternyata dari kamera cctv ketahuan Nyonya muda di kamar tamu.Tapi...."
Danang :"Pantas Irwan cabut dari kantor gue...Ini sebabnya...Terus?"
Aty :"Nyonya muda ngambek.Ga mau pergi dari kamar itu.Boss muda akhirnya yang bujuk.Saya pikir Boss muda berhasil gitu bawa Nyonya muda kembali ke kamar utama eh tahunya malah ikut tidur di situ ama Nyonya muda.Malah...."
Danang :"Malah apa?Cerita kok banyak iklannya sih?"
Aty :"Mereka sampai sekarang ga keluar2.Makan malam aja sampai diantar ke sana,itupun dah malam gitu.Bahkan waktu nganter makan malam saya lihat Nyonya Muda lagi tidur gitu dipelukan Boss muda.Dan pakaian mereka ada di lantai..."
Danang :"Apa?!Jadi mereka berpelukan gitu di tempat tidur ga pakai baju?"
Aty :"Ga vulgar gitu amat Tuan nih.Mereka pakai selimut menutupi sampai leher."
Danang :"Ya udah kamu pergi sana."
Atypun meninggalkan Danang yang lagi dibakar cemburu campur kesal.
Danang :'Sepertinya aku telah dikhianati oleh Evi.Baru juga ditinggal semalam,ia malah tidur sama Irwan!Sial amat sih!!!Susah2 bawa ke sini malah Irwan yang heppi.Sebel!!!Aku harus lihat sendiri.Apa benar mereka sudah sampai ke tahap itu?Aku bener2 ga terima!'
Irwan lagi mandi.Evi memakai kemeja Irwan yang kemarin ,menyiapkan pakaian Irwan yang tadi dibawa Aty sambil berdendang bahagia.../kumenangis menangisku karena rindu...kubersedih sedihku karena rindu...dimanapun ada bayanganmu.../
Tok!Tok!!
Pintu kamar diketuk ...
Evi tanpa curiga membukanya dan....
Danang langsung menyeruak masuk dan melihat kondisi kamar tersebut.Sprei tempat tidur acak2an dan yang paling bikin dia kesal adalah melihat Evi memakai kemeja Irwan bak memakai piyama saja.Memang sih panjang sampai ke lutut tapi itu kemeja punya Irwan....berarti mereka sudah begitu dekat hingga Evi nampak nyaman aja pakai kemeja lengan panjang milik Irwan.Danang langsung mengobrak-abrik kamar tersebut.
Evi :"Kau?!Apa yang kaulakukan?Pergi kau dari sini!!Irwan,tolong!!"
Danang :"Dasar pengkhianat!!Kau sudah menyerahkan dirimu pada Irwan bukan?!Kau tidur dengannya!!Aku akan buat perhitungan dengan Irwan,ia sudah mengambil apa yang menjadi hakku!!Kenapa kau tidak melawan dia?!Kenapa kau biarkan Irwan menyentuhmu?!!"
Evi ketakutan melihat Danang melempar barang2 yang ada di situ.
Evi :"Hentikan!!Kumohon berhenti!!Aku menikah dengan pria bernama Irwan Sutedja.Kau sendiri yang sejak awal mengkhianatiku,menipuku demi ambisi gilamu.Aku adalah isteri Irwan Sutedja.Aku miliknya.Jadi kau tak berhak atas diriku.Aku selamanya milik Irwan!!"
Danang hendak menampar Evi tapi Irwan menahan tangan Danang.Rupanya Irwan mendengar ribut2 dan segera memakai piyamanya dan keluar dari kamar mandi.
Irwan :"Jangan coba2 mengusik isteriku Kak!!Apalagi sampai memukulnya.Aku tidak akan tinggal diam!!"
Danang :"Kau!!Aku benci kau!!"
Danang menyerang Irwan.Kedua kakak beradik itu berkelahi.Saling pukul,saling hajar.Evi yang ketakutan segera lari keluar mencari bantuan.Kebetulan Inul lewat.
Evi :"Ma!!Tolong Evi Ma!!"
Inul :"Ada apa kenapa kau ketakutan begini?Ada apa?Mana Irwan?"
Evi :"Irwan berkelahi Ma!!Cepet Ma,lerai mereka Ma!!Evi ga mau Irwan terluka Ma!!"
Inul :"Berkelahi dengan siapa?"
Evi :"Dengan Danang Ma!!Cepet Ma!!"
Inul diikuti Evi segera lari ke kamar tamu.
Irwan dan Danang masih berkelahi malah sambil berteriak2.
Irwan:"Aku tahu semuanya Kak!!Kakak yang menyabotase pesawatku kan?!Kakak juga yang membuat pernikahanku dengan Evi!Kakak juga yang menyerang kami saat pulang dari pesta.Kakak juga yang mau menculik Evi dari RS!!"
Danang terperangah mendengarnya.Ia menyeka darah yang keluar dari hidungnya.
Danang :"Apa katamu?!!Siapa yang meracunimu dengan bualan seperti itu?!Pasti Evi kan?Dia itu wanita murahan!!"
Irwan memukul Danang hingga mulutnya berdarah.
Irwan :"Jangan pernah hina isteriku.Dia masih suci saat menjadi milikku.Dia isteri aku!!Bukan wanita murahan!!Kalo dia murahan kenapa kakak marah2 di kamar ini?Kakak suka sama Evi kan?Kakak marah karena Evi mencintaiku.Iya kan?!!
Danang :"Aku yang bertemu dengan dia lebih dulu.Aku yang menikahinya di Masamba.Aku susah payah membawa dia ke sini bukan untuk ini!!Bukan untuk menjadi milikmu!!Karena dia adalah milikku!!Kau selalu merebut semuanya dariku!"
Irwan :"Evi itu milik aku!Namaku yang tertera di surat nikah itu.Secara hukum dia milik aku!!...."
Inul:"Apa2an ini?!!Berhenti kalian!!"
Danang dan Irwan berhenti berkelahi.Evi segera memeluk Irwan.
Evi :"Kau berdarah..."
Inul :"Apa yang kalian kakak beradik ributkan?Jawab Mama!!"
Bukannya menjawab Danang malah melirik ke arah Irwan yang sedang memeluk Evi.
Evi jelas mencintai Irwan.Perhatiannya hanya untuk Irwan.Danang kesal.Ia lalu pergi.
Inul heran dan mengejarnya.
Inul :"Danang,katakan pada Mama apa yang terjadi?Kenapa kau berkelahi dengan adikmu sendiri?Dia adikmu Danang,bukan musuhmu!Apa sih yang kalian ributkan?Apa karena Evi?"
Danang berhenti melangkah.
Danang :"Sudahlah Ma!Kami hanya beda pendapat itu saja!!Aku malas tinggal di sini.Aku mau tinggal di apartemen saja!!"
Inul :"Danang !!Biar Mama obati dulu lukamu!Danang!!"
Danang malah pergi naik mobilnya.
Di luar gerbang ia melihat Ika turun dari taksi.
Iapun berhenti.Diturunkannya kaca mobil.
Ika :"Pak Danang?Kebetulan Bp belum pergi.Ini laporan yang belum selesai semalam.Sudah saya selesaikan."
Danang :"Kamu mau ke kantor saya kan?"
Ika :"Iya tapi saya pikir Bp mungkin mau langsung menyerahkan laporan itu ke Pak Irwan jadi saya ke sini dulu..."
Danang membuka pintu mobilnya.
Danang:"Ayo naik!Saya juga mau ke kantor.Ayo naik!!"
Ika pun naik ke mobil Danang.Ia terkejut melihat Danang berdarah hidungnya.
Ika :"Bapak berdarah biar saya obati..."
Danang :"Nanti saja di kantor...Saya sedang kesal sekarang.."
Ikapun diam dan mobilpun melaju meninggalkan kediaman Sutedja.
Wah perang sudah dimulai.Danang sudah tahu kini kalo Irwan mengetahui bahwa dia dalang semuanya.Bagaimana kisah mereka selanjutnya?Bagaimana pula dengan bahtera cinta Evi dan Irwan?***Jawabannya di next eps***
