▼▲ KEDIAMAN HAMDAN...
Matahari masih belum tinggi.Sinarnya menerangi ruangan dimana Reza berada.Sepucuk kertas dipegangnya dengan agak gemetar.Setelah sekian lama hidup tanpa sosok seorang ayah,ia merasa seperti orang kehilangan arah.Beranjak dewasa ia hanya mengikuti arus dan kemauan mamanya.Kenangan dengan sang papa juga tak banyak.Ia tahu papanya sebenarnya enggan mengirimnya ke kota namun mamanya terus saja memaksa.Pendidikan di desa katanya ga bagus.Ketinggalan dan ndeso.Seperti biasa papanya hanya bisa mengalah dan memilih untuk menjauhi perbantahan.Lagipula ia tahu mamanya memang wanita besi.Keras dan habisin energi kalau dilawan.Namun ia takkan lupa pelukan hangat papanya tiap kali menjenguknya di kota.Hanya satu yang masih ia ingat kata2 papanya terakhir kali datang ke kota melihatnya,"Apapun yang kau dengar nanti atau apapun yang terjadi kelak ingatlah bahwa papa sayang padamu.Tak ada yang bisa memisahkanmu dari kasih sayang Papa."
Reza melihat tulisan papanya,'Baru saja papa bilang begitu lalu kudengar papa jatuh sakit dan kemudian papa meninggalkanku untuk selamanya.Katakan pada Reza Pa...Mengapa papa ingkar janji?Katanya takkan ada yang akan bisa memisahkanku dari kasih sayang Papa?'
Reza mulai membaca. "Untuk : Reza,Putra Sulungku Maaf,papa ga bisa bicara langsung padamu.Waktu papa tidak banyak.Namun kau tetap ada dalam hati papa.Papa tahu sebagai seorang ayah,papamu ini bukanlah ayah terbaik di dunia.Namun percayalah semua kerja keras papa demi kebaikanmu kelak.Ada satu hal yang perlu kau tahu Nak,dan ini tidaklah mudah untuk mengungkapkannya.Mungkin mamamu akan menceritakannya dengan versi yang berbeda namun jangan pernah ragukan kasih sayang papa padamu.Kehadiranmu dalam hidup papa adalah pemberian yang indah dari Tuhan.Ibarat musafir di padang gurun,kau adalah oase bagi papa.Tetaplah jadi oase bagi semua orang.Meski kau bukan satu2nya putra papa.Tetaplah jadi kebanggaan papa.Papa tahu papa ga akan ada untukmu saat kau beranjak dewasa.Namun papa tahu bahwa kekayaan yang papa miliki akan memiliki dua sisi baik dan buruk bagimu.Demi kebaikanmu makanya papa memberikan syarat bagimu.Janganlah hatimu terpaut pada harta dan kedudukan,tetaplah miliki kebaikan dan kemurahan hati.Itulah yang akan membuatmu bahagia.Papa punya seorang sahabat yang hidup bahagia meski tak punya harta sebanyak papa.Dia mendidik putrinya dengan sangat baik.Kelak papa ingin kau didampingi oleh putrinya itu.Dialah yang akan memberikan keseimbangan dalam hidupmu.Membuatmu melihat sisi lain dari hidup ini.Itulah syarat dari papa,syarat ini bukan untuk mengekang kebebasanmu tapi untuk menjagamu.Jika kau bertemu dengan adikmu,papa mohon jangan membencinya.Memang dia tidak lahir dari rahim yang sama denganmu tapi dia adalah keluargamu.Bantu papa menjaganya.Berikan kasih sayang yang tak bisa papa berikan kepadanya.Papa sayang kalian berdua.Anak2 papa.Lebih detilnya kau bisa menanyakan pada Notaris Samuel.Papa tahu kau mungkin akan kecewa bahkan membenci papa tapi jangan pernah melampiaskannya pada adikmu.Namanya Irwan.Dia tidak bersalah dilahirkan sebagai anak papa.Jangan membencinya.Hiduplah dalam damai dengannya.Harta papa begitu banyak,cukup untuk kalian berdua di masa depan.Namun harta papa yang sesungguhnya adalah kalian berdua.Terimalah dia sebagai saudara dan bagian dari papamu ini.Hanya itu keinginan papa yang terakhir. Dari Papamu, Hamdan."
Reza menahan tangis membacanya.Ia bahkan tak mampu berdiri lagi dan terhuyung,untunglah Irwan segera mendekat,"Kakak tidak apa2?"
Bagai mendengar petir di siang hari,Reza terpana mendengar seseorang memanggilnya dengan sebutan 'kakak'.Dilihatnya sepasang lengan membantunya,"Kau kan yang sering bersama Evi?Kau memanggilku kakak?Tunggu sebentar...kita pernah berkenalan.Namamu...Irwan kan?"
Irwan mengangguk.Reza yang kemudian tertegun,'Irwan...bukankah nama adikku juga Irwan?Mungkinkah dia...'
Reza menatap lekat2 sosok di hadapannya,"Kau memanggilku apa tadi?"
Irwan mengeluarkan juga sebuah surat,"Ayah juga memberiku sebuah surat kak.Aku Irwan,adik kakak."
Reza melihat suratnya,sama ditulis oleh papanya.Keduanya saling pandang dalam haru. Sementara itu Isda merasa resah,seperti sesuatu sedang terjadi diluar kendalinya.Ada rasa takut menyergap tiba2.Ia berdiri,"Reza lama amat baca surat selembar aja?Aku mau cek dia."
Intan mencegahnya,"Ga usah Ibu Mertua.Biar Intan yang panggil.Intan kan menantu yang baik." Samuel lega Isda ga jadi menyusul Reza,'Bahaya kalau sampai dia mengetahui bahwa Irwan ada di sini.'
Intan dengan kemayunya berjalan melewati Evi,"Makanya kalau jadi perempuan itu dandan biar dapat suami kinclong...ga cuma dapat orang jalanan.Tapi emang jodoh itu biasanya ga jauh2 sih...kalau emas ya dapatnya emas juga...kalau arang ya terima nasib aja..."
Evi hanya terdiam,'Sabar...sabar...semua ini demi Irwan.Aku harus tahan...'
▼▼ DENGAN REZA DAN IRWAN...
Reza melihat garis2 kemiripan antara Irwan dan papanya,"Kalian memang mirip.Lihatlah bahkan caramu memakai baju mirip dengan papa...Kerahnya selalu saja lupa ia rapikan."
Irwan terpaku ditempatnya,ingin ia memeluk Reza namun ada ketakutan juga akan penolakan.Bagaimanapun kedua ibu mereka tidaklah bisa dibilang akur.Reza mendekat membetulkan krah baju Irwan,"Adik...selamat datang di rumah papa..."
Irwan tergugu dan segera memeluk Reza dalam haru,"Kakak..."
Keduanya menangis sambil berpelukan.Reza bertanya,"Kenapa tidak ke dalam?Kau juga bagian dari keluarga."
Irwan menjawab,"Aku ingin minta ijin kakak dulu."
Saat itulah Intan datang.Terkejut dia melihat Irwan,"Ngapain kamu kemari?!"
Reza segera menyeka air matanya,"Intan,kau tidak lihat aku ada disini?!"
Intan malah mengejek Irwan,"Paling mau minjem uang ya buat modal nikah.Dasar ga tahu malu!Pakai acara mewek lagi.Air mata buaya.Buaya buntung."
Reza malah menarik tangan Irwan,"Sudah jangan dengerin!Ayo masuk!"
Intan malah heran,"Ngapain dia dibawa ke dalam?Oh...aku tahu mau jemput kakakku ya?Mau kelilingan nitipin gorengan ya?Aduh kasihan...mana cukup uang hasil jualan gorengan buat modal nikah."
Reza berhenti melangkah dan menoleh ke arah Intan,"Kalau kau tak bisa diam sebaiknya kau jangan masuk!"
Intan mendengus kesal dan segera melangkah lebih dulu,'Terserah saja.Lagian bagus juga Irwan disini.Biar kaget dia lihat betapa kayanya suami aku.Mana bisa dia kayak Mas Reza.Kerja seabad juga ga akan bisa.'
Evi kaget kala melihat Irwan masuk ke dalam ruang keluarga bareng Reza pula,'Lho,kok bisa Irwan bersama Kak Reza?Aduh bagaimana ini?'
Isda juga kaget,'Perasaan pintu depan dah aku kunci dari dalam deh.Kok bisa ada orang masuk sih?Gembel itu lagi.Dia kan cowok yang kerap kulihat bersama si Evi.Aneh gimana dia bisa masuk ya?' Intan segera duduk.Isda nampak kesal,"Intan,kamu aku suruh manggil Reza.Malah ngajak orang asing ke mari!Kalau dia mau nemuin kakakmu suruh tunggu diluar saja!"
Intan hendak bicara tapi kedahuluan Reza,"Siapa bilang dia orang asing Mama?Justru dia berhak ada di sini."
Intan melongo,Samuel tersenyum sedang Isda nampak keheranan,"Apa maksudmu dia berhak di sini?Dia bukan siapa2!"
Reza mengejutkan semua orang dengan jawabannya,"Dia berhak di sini Mama karena dia juga anak papa.Dia adik Reza."
Wow!! Apa reaksi orang2 yang ada disitu mendengar ucapan Reza?Ke pantun aja:
Gerimis turun menyejukkan kotaku
Membuat udara dingin menusuk kulitku
Tentu saja semua terpaku mendengar ucapan Reza itu
Namun yang paling shock jelas si Intan yang belagu
Buah fave saya buah durian
Harum baunya dan bisa direbus bijinya
Tuntas sudah tiga eps kehilangan
Next eps tunggu tiket selanjutnya
***see you next eps***
↓↓↓ RUANG KELUARGA KEDIAMAN TUAN TANAH HAMDAN....
Pengakuan Reza terhadap jati diri Irwan yang sebenarnya jelas bak petir menggelegar bagi Isda,sang mama yang selama ini berusaha keras supaya putra haram suaminya ga hadir.Lha kok mak beduduk udah hadir cling dikenalin lagi sama Reza,"Kalian mungkin sudah tidak asing dengan Irwan,tapi bagi saya Irwan adalah saudara yang tidak saya kenal selama ini.Kami beda ibu tapi satu ayah.Irwan adalah darah daging papa saya.Dia adik saya.Kami satu darah."
Reaksi Isda jelas terbelalak campur marah,ia langsung berdiri dengan wajah tegang,mungkin dengan voltase 220 volt.Weleh... "Reza!Bisa jadi dia cuma ngaku2!Sekarang ini zaman banyak tukang tipu.Kau jangan asal percaya!!Kau ini terpelajar,mami sekolahin kamu sampai ke luar negeri lho!!"
Perkataan Isda dijawab oleh Samuel,"Jika tidak percaya kalian bisa lihat ini."
Samuel mengeluarkan surat2 lagi yang rupanya merupakan hasil tes DNA saat Irwan masih kecil dengan mendiang Tuan Hamdan,"Sahabat saya,Hamdan,tahu kelak identitas Irwan akan dimasalahkan.Jadi dia melakukan tes ini saat Irwan masih kecil dulu.Saat itu Irwan sakit dan harus dirawat di RS,saat itulah ia minta dokter melakukan tes DNA sekalian.Kalian bisa lihat bahwa Irwan memang darah daging sahabat saya.Saya tidak masalah jika pembacaan wasiat ditunda demi kejelasan semuanya."
Intan segera berdiri dan melihat dengan mata tak percaya,'Jadi...Irwan adalah anak orang kaya juga.Dia dan Reza adalah adik kakak.Dia juga berhak atas warisan keluarga Hamdan.'
Reza melihat tangan isterinya gemetaran memegang kertas hasil test,"Kau kenapa?Seperti melihat hantu saja.Aneh..."
Intan terduduk dengan lemas,ia merasa sangat bodoh,'Jadi selama ini aku buang2 energi dengan percuma karena sebenarnya Irwan juga anak orang kaya.Aku justru mencampakkannya.Aku sungguh bodoh!Membuang permata yang sudah di tangan.Bodoh!!Stupid!!24x'
Wah banyak amat?Disesuaikan dengan usia Irwan saat ini.Kan kemarin habis ultah.Cie... Evi yang duduk dekat Irwan malah jadi minder,'Setelah tahu soal ini kenapa aku malah jadi ga pede ya deket Irwan.Sejak dia memberitahuku waktu itu,aku masih antara percaya dan ga percaya.'
Rita juga kaget mengetahui jati diri calon menantunya,'Nak Irwan itu berarti putra kedua mendiang Tuan Hamdan.Byuh..byuh...Duh Gusti...kedua putriku dapat anak gedongan semua.'
Bagi Rita suatu kelegaan karena Evi ternyata juga dapat anak orang kaya.Jelas masa depan Evi akan terjamin nantinya.Irwan meraih jemari Evi dengan penuh sayang,Evi terkesiap karena sejak tadi pikirannya melayang.Melihat gestur mesra itu Intan meradang,'Seharusnya akulah yang mendapat Irwan.Aku sudah jadi pacarnya.Insting pertamaku dulu deketi Irwan sebenarnya sudah bener.Aku cuma kurang sabar saja.Kini mbak Evi yang dapat dia.Ngeselin!!!Ngeselin!!!22x'
Sekarang kok berkurang?Disesuaikan tanggal hari ini.He..he... Isda merobek hasil tes DNA yang ditunjukkan Notaris Samuel,"Apa ini?Saya ga percaya!!Irwan yang asli ada ada di hotel pinggiran desa ini.Wardiman sedang mengawasinya!!"
Perkataan Isda justru membuat Reza sadar,"Jadi Mami dah tahu soal ini dan berupaya menghalangi Irwan datang kemari?How could you do this Mam?"
Isda kaget melihat reaksi anak kandungnya,"Mami lakuin ini buat kamu Reza!Mami ga mau harta papa kamu jatuh ke orang lain!!"
Reza menggeleng2kan kepala,"Mami,He is not a stranger!!He is my brother!"
Intan tahu arti ucapan Reza,'Mas Reza sudah menerima Irwan dalam hatinya.Kenapa sih Mas kamu ga marah tahu papamu punya anak dari perempuan lain?Aku ga ngerti jalan pikiran kamu Mas.'
Reza kecewa dengan Isda,"Reza ga terlalu peduli Ma sama harta.Reza cuma ingin kasih sayang dalam keluarga.Mami cemas amat soal harta.Harta papa begitu banyak Ma...dibagi dengan Irwanpun kita masih bisa hidup nyaman tujuh turunan."
Isda mengambil hpnya,"Baik!Mami ga akan mempermasalahkan soal pembagian harta warisan.Tapi Mami yakin dia itu cuma ngaku2!!Mami akan hubungkan kamu dengan Wardiman."
Isda menelpon Wardiman,"Kamu masih di hotel itu?Cepat kirim foto pemuda yang kamu kejar tadi.Cepetan!!"
Wardiman segera mengirimkan foto Norman,Isda menunjukkannya ke Reza,"Nih lihat!Ini Irwan yang asli."
Irwan berkata,"Itu Norman sahabat saya.Dia sengaja membantu saya mengecoh anak buah Nyonya supaya saya bisa menembus pengawalan di rumah ini."
Reza terpana,"Mami menjaga ketat rumah ini agar Irwan ga bisa masuk?Astaga Mami...Rumah ini juga rumah Irwan,Mami.Dia berhak masuk ke sini bahkan tinggal di sini.Reza yakin Irwan yang ini yang adik Reza."
Isda meradang,'Sial!!Rupanya anak buahku dikecoh sama berandalan ini.Aku harus lakukan apa?' Reza mendekati Samuel,"Lanjutkan Om pembacaan surat wasiatnya.Reza percaya bahwa Om pasti sudah tahu juga soal Irwan.Om pasti sudah selidiki semuanya.Iya kan Om?"
Samuel mengiyakan,"Benar Nak.Om ga akan sembarangan dalam hal sepenting ini apalagi papamu adalah sahabat Om.Semua bukti ada pada Om.Surat Kelahiran,akte,surat kematian ibunya Nak Irwan.Semuanya data2 Nak Irwan ada sama Om."
Reza lalu mendekati mamanya,"Mami,Reza tahu ini ga mudah buat Mami.Tapi Reza ingin melaksanakan amanat papa yang terakhir.Reza mohon Mami ikhlas.Toh harta ga akan kita bawa mati.Ayo kita duduk dan lanjutkan semuanya.Reza udah nurut semua permintaan Mami.Please sekali ini dengerin permintaan Reza.Please...Reza lelah dengan semua ribut2 harta,Reza janji akan serius mengelola harta Papa biar bisa berlipat lagi.Reza janji!"
Isda akhirnya mau duduk.Intan malah ngeliatin penuh iri ke arah Evi yang duduk di sebelah Irwan,'Kakak aku ini beruntung terus deh.Nyebelin!Aku akan buat dia menderita.Aku ga terima dia selalu dapat menyaingiku.Dia mendapatkan kasih sayang ibu.Sekarang dapat pria yang sebenarnya kucintai.Lihat saja nanti!'
Wah Intan mau jahatin kakaknya nih...Terus Irwan nanti bakal dapat apa aja ya?Ke pantun aja : Buah durian tajam durinya
Harum baunya lezat rasanya
Reza sudah menerima Irwan sebagai saudara
Harta yang banyak akan dibagi dua
Cuci baju ke pinggir kali
Pakai sabun busanya banyak sekali
Intan hanya bisa gigit jari
Irwan kini sudah pindah ke lain hati
Bakso bulat sedap rasanya
Mau beli tinggal panggil saja
Gimana hidup Irwan setelah kaya?
Akan sombong atau tidakkah dia?
***see you next eps***
Matahari masih belum tinggi.Sinarnya menerangi ruangan dimana Reza berada.Sepucuk kertas dipegangnya dengan agak gemetar.Setelah sekian lama hidup tanpa sosok seorang ayah,ia merasa seperti orang kehilangan arah.Beranjak dewasa ia hanya mengikuti arus dan kemauan mamanya.Kenangan dengan sang papa juga tak banyak.Ia tahu papanya sebenarnya enggan mengirimnya ke kota namun mamanya terus saja memaksa.Pendidikan di desa katanya ga bagus.Ketinggalan dan ndeso.Seperti biasa papanya hanya bisa mengalah dan memilih untuk menjauhi perbantahan.Lagipula ia tahu mamanya memang wanita besi.Keras dan habisin energi kalau dilawan.Namun ia takkan lupa pelukan hangat papanya tiap kali menjenguknya di kota.Hanya satu yang masih ia ingat kata2 papanya terakhir kali datang ke kota melihatnya,"Apapun yang kau dengar nanti atau apapun yang terjadi kelak ingatlah bahwa papa sayang padamu.Tak ada yang bisa memisahkanmu dari kasih sayang Papa."
Reza melihat tulisan papanya,'Baru saja papa bilang begitu lalu kudengar papa jatuh sakit dan kemudian papa meninggalkanku untuk selamanya.Katakan pada Reza Pa...Mengapa papa ingkar janji?Katanya takkan ada yang akan bisa memisahkanku dari kasih sayang Papa?'
Reza mulai membaca. "Untuk : Reza,Putra Sulungku Maaf,papa ga bisa bicara langsung padamu.Waktu papa tidak banyak.Namun kau tetap ada dalam hati papa.Papa tahu sebagai seorang ayah,papamu ini bukanlah ayah terbaik di dunia.Namun percayalah semua kerja keras papa demi kebaikanmu kelak.Ada satu hal yang perlu kau tahu Nak,dan ini tidaklah mudah untuk mengungkapkannya.Mungkin mamamu akan menceritakannya dengan versi yang berbeda namun jangan pernah ragukan kasih sayang papa padamu.Kehadiranmu dalam hidup papa adalah pemberian yang indah dari Tuhan.Ibarat musafir di padang gurun,kau adalah oase bagi papa.Tetaplah jadi oase bagi semua orang.Meski kau bukan satu2nya putra papa.Tetaplah jadi kebanggaan papa.Papa tahu papa ga akan ada untukmu saat kau beranjak dewasa.Namun papa tahu bahwa kekayaan yang papa miliki akan memiliki dua sisi baik dan buruk bagimu.Demi kebaikanmu makanya papa memberikan syarat bagimu.Janganlah hatimu terpaut pada harta dan kedudukan,tetaplah miliki kebaikan dan kemurahan hati.Itulah yang akan membuatmu bahagia.Papa punya seorang sahabat yang hidup bahagia meski tak punya harta sebanyak papa.Dia mendidik putrinya dengan sangat baik.Kelak papa ingin kau didampingi oleh putrinya itu.Dialah yang akan memberikan keseimbangan dalam hidupmu.Membuatmu melihat sisi lain dari hidup ini.Itulah syarat dari papa,syarat ini bukan untuk mengekang kebebasanmu tapi untuk menjagamu.Jika kau bertemu dengan adikmu,papa mohon jangan membencinya.Memang dia tidak lahir dari rahim yang sama denganmu tapi dia adalah keluargamu.Bantu papa menjaganya.Berikan kasih sayang yang tak bisa papa berikan kepadanya.Papa sayang kalian berdua.Anak2 papa.Lebih detilnya kau bisa menanyakan pada Notaris Samuel.Papa tahu kau mungkin akan kecewa bahkan membenci papa tapi jangan pernah melampiaskannya pada adikmu.Namanya Irwan.Dia tidak bersalah dilahirkan sebagai anak papa.Jangan membencinya.Hiduplah dalam damai dengannya.Harta papa begitu banyak,cukup untuk kalian berdua di masa depan.Namun harta papa yang sesungguhnya adalah kalian berdua.Terimalah dia sebagai saudara dan bagian dari papamu ini.Hanya itu keinginan papa yang terakhir. Dari Papamu, Hamdan."
Reza menahan tangis membacanya.Ia bahkan tak mampu berdiri lagi dan terhuyung,untunglah Irwan segera mendekat,"Kakak tidak apa2?"
Bagai mendengar petir di siang hari,Reza terpana mendengar seseorang memanggilnya dengan sebutan 'kakak'.Dilihatnya sepasang lengan membantunya,"Kau kan yang sering bersama Evi?Kau memanggilku kakak?Tunggu sebentar...kita pernah berkenalan.Namamu...Irwan kan?"
Irwan mengangguk.Reza yang kemudian tertegun,'Irwan...bukankah nama adikku juga Irwan?Mungkinkah dia...'
Reza menatap lekat2 sosok di hadapannya,"Kau memanggilku apa tadi?"
Irwan mengeluarkan juga sebuah surat,"Ayah juga memberiku sebuah surat kak.Aku Irwan,adik kakak."
Reza melihat suratnya,sama ditulis oleh papanya.Keduanya saling pandang dalam haru. Sementara itu Isda merasa resah,seperti sesuatu sedang terjadi diluar kendalinya.Ada rasa takut menyergap tiba2.Ia berdiri,"Reza lama amat baca surat selembar aja?Aku mau cek dia."
Intan mencegahnya,"Ga usah Ibu Mertua.Biar Intan yang panggil.Intan kan menantu yang baik." Samuel lega Isda ga jadi menyusul Reza,'Bahaya kalau sampai dia mengetahui bahwa Irwan ada di sini.'
Intan dengan kemayunya berjalan melewati Evi,"Makanya kalau jadi perempuan itu dandan biar dapat suami kinclong...ga cuma dapat orang jalanan.Tapi emang jodoh itu biasanya ga jauh2 sih...kalau emas ya dapatnya emas juga...kalau arang ya terima nasib aja..."
Evi hanya terdiam,'Sabar...sabar...semua ini demi Irwan.Aku harus tahan...'
▼▼ DENGAN REZA DAN IRWAN...
Reza melihat garis2 kemiripan antara Irwan dan papanya,"Kalian memang mirip.Lihatlah bahkan caramu memakai baju mirip dengan papa...Kerahnya selalu saja lupa ia rapikan."
Irwan terpaku ditempatnya,ingin ia memeluk Reza namun ada ketakutan juga akan penolakan.Bagaimanapun kedua ibu mereka tidaklah bisa dibilang akur.Reza mendekat membetulkan krah baju Irwan,"Adik...selamat datang di rumah papa..."
Irwan tergugu dan segera memeluk Reza dalam haru,"Kakak..."
Keduanya menangis sambil berpelukan.Reza bertanya,"Kenapa tidak ke dalam?Kau juga bagian dari keluarga."
Irwan menjawab,"Aku ingin minta ijin kakak dulu."
Saat itulah Intan datang.Terkejut dia melihat Irwan,"Ngapain kamu kemari?!"
Reza segera menyeka air matanya,"Intan,kau tidak lihat aku ada disini?!"
Intan malah mengejek Irwan,"Paling mau minjem uang ya buat modal nikah.Dasar ga tahu malu!Pakai acara mewek lagi.Air mata buaya.Buaya buntung."
Reza malah menarik tangan Irwan,"Sudah jangan dengerin!Ayo masuk!"
Intan malah heran,"Ngapain dia dibawa ke dalam?Oh...aku tahu mau jemput kakakku ya?Mau kelilingan nitipin gorengan ya?Aduh kasihan...mana cukup uang hasil jualan gorengan buat modal nikah."
Reza berhenti melangkah dan menoleh ke arah Intan,"Kalau kau tak bisa diam sebaiknya kau jangan masuk!"
Intan mendengus kesal dan segera melangkah lebih dulu,'Terserah saja.Lagian bagus juga Irwan disini.Biar kaget dia lihat betapa kayanya suami aku.Mana bisa dia kayak Mas Reza.Kerja seabad juga ga akan bisa.'
Evi kaget kala melihat Irwan masuk ke dalam ruang keluarga bareng Reza pula,'Lho,kok bisa Irwan bersama Kak Reza?Aduh bagaimana ini?'
Isda juga kaget,'Perasaan pintu depan dah aku kunci dari dalam deh.Kok bisa ada orang masuk sih?Gembel itu lagi.Dia kan cowok yang kerap kulihat bersama si Evi.Aneh gimana dia bisa masuk ya?' Intan segera duduk.Isda nampak kesal,"Intan,kamu aku suruh manggil Reza.Malah ngajak orang asing ke mari!Kalau dia mau nemuin kakakmu suruh tunggu diluar saja!"
Intan hendak bicara tapi kedahuluan Reza,"Siapa bilang dia orang asing Mama?Justru dia berhak ada di sini."
Intan melongo,Samuel tersenyum sedang Isda nampak keheranan,"Apa maksudmu dia berhak di sini?Dia bukan siapa2!"
Reza mengejutkan semua orang dengan jawabannya,"Dia berhak di sini Mama karena dia juga anak papa.Dia adik Reza."
Wow!! Apa reaksi orang2 yang ada disitu mendengar ucapan Reza?Ke pantun aja:
Gerimis turun menyejukkan kotaku
Membuat udara dingin menusuk kulitku
Tentu saja semua terpaku mendengar ucapan Reza itu
Namun yang paling shock jelas si Intan yang belagu
Buah fave saya buah durian
Harum baunya dan bisa direbus bijinya
Tuntas sudah tiga eps kehilangan
Next eps tunggu tiket selanjutnya
***see you next eps***
Eps 62 ↓↓↓ KEHILANGAN : Unto Him ( Untuk Dia )
↓↓↓ RUANG KELUARGA KEDIAMAN TUAN TANAH HAMDAN....
Pengakuan Reza terhadap jati diri Irwan yang sebenarnya jelas bak petir menggelegar bagi Isda,sang mama yang selama ini berusaha keras supaya putra haram suaminya ga hadir.Lha kok mak beduduk udah hadir cling dikenalin lagi sama Reza,"Kalian mungkin sudah tidak asing dengan Irwan,tapi bagi saya Irwan adalah saudara yang tidak saya kenal selama ini.Kami beda ibu tapi satu ayah.Irwan adalah darah daging papa saya.Dia adik saya.Kami satu darah."
Reaksi Isda jelas terbelalak campur marah,ia langsung berdiri dengan wajah tegang,mungkin dengan voltase 220 volt.Weleh... "Reza!Bisa jadi dia cuma ngaku2!Sekarang ini zaman banyak tukang tipu.Kau jangan asal percaya!!Kau ini terpelajar,mami sekolahin kamu sampai ke luar negeri lho!!"
Perkataan Isda dijawab oleh Samuel,"Jika tidak percaya kalian bisa lihat ini."
Samuel mengeluarkan surat2 lagi yang rupanya merupakan hasil tes DNA saat Irwan masih kecil dengan mendiang Tuan Hamdan,"Sahabat saya,Hamdan,tahu kelak identitas Irwan akan dimasalahkan.Jadi dia melakukan tes ini saat Irwan masih kecil dulu.Saat itu Irwan sakit dan harus dirawat di RS,saat itulah ia minta dokter melakukan tes DNA sekalian.Kalian bisa lihat bahwa Irwan memang darah daging sahabat saya.Saya tidak masalah jika pembacaan wasiat ditunda demi kejelasan semuanya."
Intan segera berdiri dan melihat dengan mata tak percaya,'Jadi...Irwan adalah anak orang kaya juga.Dia dan Reza adalah adik kakak.Dia juga berhak atas warisan keluarga Hamdan.'
Reza melihat tangan isterinya gemetaran memegang kertas hasil test,"Kau kenapa?Seperti melihat hantu saja.Aneh..."
Intan terduduk dengan lemas,ia merasa sangat bodoh,'Jadi selama ini aku buang2 energi dengan percuma karena sebenarnya Irwan juga anak orang kaya.Aku justru mencampakkannya.Aku sungguh bodoh!Membuang permata yang sudah di tangan.Bodoh!!Stupid!!24x'
Wah banyak amat?Disesuaikan dengan usia Irwan saat ini.Kan kemarin habis ultah.Cie... Evi yang duduk dekat Irwan malah jadi minder,'Setelah tahu soal ini kenapa aku malah jadi ga pede ya deket Irwan.Sejak dia memberitahuku waktu itu,aku masih antara percaya dan ga percaya.'
Rita juga kaget mengetahui jati diri calon menantunya,'Nak Irwan itu berarti putra kedua mendiang Tuan Hamdan.Byuh..byuh...Duh Gusti...kedua putriku dapat anak gedongan semua.'
Bagi Rita suatu kelegaan karena Evi ternyata juga dapat anak orang kaya.Jelas masa depan Evi akan terjamin nantinya.Irwan meraih jemari Evi dengan penuh sayang,Evi terkesiap karena sejak tadi pikirannya melayang.Melihat gestur mesra itu Intan meradang,'Seharusnya akulah yang mendapat Irwan.Aku sudah jadi pacarnya.Insting pertamaku dulu deketi Irwan sebenarnya sudah bener.Aku cuma kurang sabar saja.Kini mbak Evi yang dapat dia.Ngeselin!!!Ngeselin!!!22x'
Sekarang kok berkurang?Disesuaikan tanggal hari ini.He..he... Isda merobek hasil tes DNA yang ditunjukkan Notaris Samuel,"Apa ini?Saya ga percaya!!Irwan yang asli ada ada di hotel pinggiran desa ini.Wardiman sedang mengawasinya!!"
Perkataan Isda justru membuat Reza sadar,"Jadi Mami dah tahu soal ini dan berupaya menghalangi Irwan datang kemari?How could you do this Mam?"
Isda kaget melihat reaksi anak kandungnya,"Mami lakuin ini buat kamu Reza!Mami ga mau harta papa kamu jatuh ke orang lain!!"
Reza menggeleng2kan kepala,"Mami,He is not a stranger!!He is my brother!"
Intan tahu arti ucapan Reza,'Mas Reza sudah menerima Irwan dalam hatinya.Kenapa sih Mas kamu ga marah tahu papamu punya anak dari perempuan lain?Aku ga ngerti jalan pikiran kamu Mas.'
Reza kecewa dengan Isda,"Reza ga terlalu peduli Ma sama harta.Reza cuma ingin kasih sayang dalam keluarga.Mami cemas amat soal harta.Harta papa begitu banyak Ma...dibagi dengan Irwanpun kita masih bisa hidup nyaman tujuh turunan."
Isda mengambil hpnya,"Baik!Mami ga akan mempermasalahkan soal pembagian harta warisan.Tapi Mami yakin dia itu cuma ngaku2!!Mami akan hubungkan kamu dengan Wardiman."
Isda menelpon Wardiman,"Kamu masih di hotel itu?Cepat kirim foto pemuda yang kamu kejar tadi.Cepetan!!"
Wardiman segera mengirimkan foto Norman,Isda menunjukkannya ke Reza,"Nih lihat!Ini Irwan yang asli."
Irwan berkata,"Itu Norman sahabat saya.Dia sengaja membantu saya mengecoh anak buah Nyonya supaya saya bisa menembus pengawalan di rumah ini."
Reza terpana,"Mami menjaga ketat rumah ini agar Irwan ga bisa masuk?Astaga Mami...Rumah ini juga rumah Irwan,Mami.Dia berhak masuk ke sini bahkan tinggal di sini.Reza yakin Irwan yang ini yang adik Reza."
Isda meradang,'Sial!!Rupanya anak buahku dikecoh sama berandalan ini.Aku harus lakukan apa?' Reza mendekati Samuel,"Lanjutkan Om pembacaan surat wasiatnya.Reza percaya bahwa Om pasti sudah tahu juga soal Irwan.Om pasti sudah selidiki semuanya.Iya kan Om?"
Samuel mengiyakan,"Benar Nak.Om ga akan sembarangan dalam hal sepenting ini apalagi papamu adalah sahabat Om.Semua bukti ada pada Om.Surat Kelahiran,akte,surat kematian ibunya Nak Irwan.Semuanya data2 Nak Irwan ada sama Om."
Reza lalu mendekati mamanya,"Mami,Reza tahu ini ga mudah buat Mami.Tapi Reza ingin melaksanakan amanat papa yang terakhir.Reza mohon Mami ikhlas.Toh harta ga akan kita bawa mati.Ayo kita duduk dan lanjutkan semuanya.Reza udah nurut semua permintaan Mami.Please sekali ini dengerin permintaan Reza.Please...Reza lelah dengan semua ribut2 harta,Reza janji akan serius mengelola harta Papa biar bisa berlipat lagi.Reza janji!"
Isda akhirnya mau duduk.Intan malah ngeliatin penuh iri ke arah Evi yang duduk di sebelah Irwan,'Kakak aku ini beruntung terus deh.Nyebelin!Aku akan buat dia menderita.Aku ga terima dia selalu dapat menyaingiku.Dia mendapatkan kasih sayang ibu.Sekarang dapat pria yang sebenarnya kucintai.Lihat saja nanti!'
Wah Intan mau jahatin kakaknya nih...Terus Irwan nanti bakal dapat apa aja ya?Ke pantun aja : Buah durian tajam durinya
Harum baunya lezat rasanya
Reza sudah menerima Irwan sebagai saudara
Harta yang banyak akan dibagi dua
Cuci baju ke pinggir kali
Pakai sabun busanya banyak sekali
Intan hanya bisa gigit jari
Irwan kini sudah pindah ke lain hati
Bakso bulat sedap rasanya
Mau beli tinggal panggil saja
Gimana hidup Irwan setelah kaya?
Akan sombong atau tidakkah dia?
***see you next eps***
