EPS 191 - 200^^^ TABIR KEPALSUAN ( Finish )

Cerbung 1 : Eps 191 

◆ TABIR KEPALSUAN

°�♧° TK 191
♧°°� TIKET K 157194 BONUS 7 BY REZKY
•�♧• Till Thou Hast Paid
= Sampai Kau Sudah Membayarnya

          �••♧ CERPEN KE-24 : KARMA ITU ADA
            Hujan mengguyur deras sore itu,mendung tebal nampak bergayut meniriskan air dari langit.Seorang pria berjaket hitam kulit nampak asyik melamun di ruang tunggu sebuah UGD RS.Seorang wanita mendekatinya,"Kenapa diluar mas?Mb Ginah kondisinya drop lagi.Butuh dibantu lagi dengan alat.Mas Sakti masuk yuk!Mb Ginah butuh Mas."
           Pria itu mengikuti kerabatnya itu masuk kembali ke ruang UGD.Terbaring di sana isterinya.Seorang wanita desa yang dengan setia mendampinginya melewati suka dan duka kehidupan.Seorang wanita yang gemi setiti alias selalu menyisihkan penghasilan suaminya buat kalau ada butuh mendadak.Seorang isteri yang ga pernah merendahkan pekerjaan suaminya yang cuma kuli bangunan.Seorang isteri yang pekerja keras juga.Ikut membantu keuangan keluarga dengan bekerja sebagai pekerja di sebuah home industry makanan.Usai bekerja tak lupa mengurusi keperluan suaminya dengan baik.Sungguh wanita yang baik namun tak sempurna di mata Sakti.Sakti mendamba keturunan.Banyak cara telah mereka tempuh demi mendapat anak.Kata dokter yang bermasalah yang wanita.Vonis itu menghancurkan hati Ginah.Namun pihak keluarga terus menyemangatinya hingga mereka mengangkat seorang anak.Anak pancingan maksudnya.Namun begitu besar ketahuan anak itu berkebutuhan khusus.Sakti malu sekali.Ia ga peduli lagi dengan perkembangan anak itu.Dibiarkannya saja.Kasihan anak itu.Ga mendapat pendidikan sehingga hidup asal hidup.Ginahlah yang memperhatikan kesehariannya dan merawatnya bak ibu pada darah dagingnya sendiri.Hingga suatu hari Ginah mengetahui kalau suaminya selingkuh.Kala itu Sakti merantau ke Bali.Alasannya mau cari uang banyak buat bangun rumah.Namun malah selingkuh,Ginahpun mengejar ke Bali ditemani anaknya yang dianggap idiot oleh suaminya.Sakti bisa dibujuk dan kembali ke rumah.Namun ga berapa lama Ginah mendapati suaminya selingkuh lagi.Merekapun bertengkar.Perkataan Sakti mengguncang jiwa Ginah,"Kamu itu perempuan mandul tahu!Sudah berapa lama kita nikah tapi mana hasilnya?Aku itu ga mungkin mandul,dokter aja bilang masalahnya di kamu.Ya aku cari yang lain."
            Kala Sakti pergi,Ginah depresi dan akhirnya memilih menenggak obat2an sampai overdosis.Anaknya yang idiot yang bernama Nurdin yang menemukan ibunya tergeletak di lantai dengan mulutnya berbusa,"Emak!Emaaak!"
Itulah awal mula kenapa kini Ginah di UGD.Sakti sebenarnya bisa memindahkan isterinya ke RS yang lebih baik penanganannya namun ia eman makai uang tabungannya.Uang yang disisihkan isterinya setiap minggu.Sudah terkumpul sekitar 30 juta.Keluarga Ginah sangat benci pada Sakti yang dianggap lalai menjaga isterinya.Kala Sakti masuk mendekati isterinya,perut isterinya membesar dan tiba2 Ginah muntah2 mengeluarkan cairan berwarna kehijauan.Lalu menghembuskan nafas terakhirnya.Ginah pergi untuk selamanya.Membawa nelangsa hatinya pada Tuhan langsung.Sakti memilih pergi dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah mertuanya.Nurdin lalu dikembalikan ke kerabat kandungnya.Nangis pamannya Nurdin lihat kondisi Nurdin,"Dikembalikan kok ga bisa apa2 anaknya...ga disekolahin ga diajari nulis dan baca...cuma tahu bersepeda dan uang.Elahe le..le.."
            Sakti rupanya dah punya selingkuhan.Banyak malah.Ada pemilik warteg bernama Siti.Janda dengan dua anak.Satunya seorang wanita yang ngakunya S2.Namanya Tutik.Sakti mensurvei dulu rumah keduanya.Wah ia terpesona mengetahui Tutik tinggal di kawasan elit.Masih single lagi.Terbayang olehnya ia akan mewarisi rumah itu karena Tutik cuma punya satu saudara perempuan yang sudah nikah juga.Udah punya rumah sendiri lagi.Dengan modal uang hasil tabungan mendiang isteri pertamanya,Sakti melamar Tutik.Tutik jelas kesengsem lha dia pikir Sakti itu orang berduit.Ngakunya aja kontraktor.Manjain dia dengan beliin sepatu,baju dan tas harga ratusan ribu tiap minggu.5 juta melayang demi hobby shopping dan koleksi Tutik.Ayah Tutik sebenarnya ga setuju karena beda agama.Akhirnya Sakti yang ngalah sampai pindah agama tiga kali.Gila!Susahnya ngurus persyaratan pernikahan sebenarnya sudah menjadi tanda bahwa pernikahan mereka takkan seindah harapan.Apalagi Tutik maunya nikahnya mewah lagi.Di gedung ternama.Habislah uang tabungan Sakti.Tutik bahkan sampai menjual mobil keluarganya.Hujan mengguyur deras kala resepsi dilangsungkan.Tamunya sedikit lagi yang datang jauh dari jumlah undangan yang disebar.Usai menikah Sakti tinggal di rumah isterinya bersama ayah mertuanya yang biasa ia panggil "Papi".Namun akhirnya ia tahu kalau Tutik cuma tamatan D1.Tutik juga kecewa karena ternyata Sakti cuma mandor proyek bukan kontraktor.Pembohong dapat pembohong nih.Penipu ketipu.Si papi ikutan bikin runyam rumah tangga Sakti.Hidup Sakti dengan isteri keduanya tak seindah impiannya.Tak ada isteri yang melayani dia dengan baik.Yang ada malah ia kayak pembantu di rumah elite itu.Mengepel,menyapu,mencuci baju aja masing2.Makan aja catering.Itupun buat bertiga.Ngambil banyak diomelin.Hidupnya nelangsa.Minta teh aja sampai ga berani dia.Tiap minggu isterinya pasti minta uang buat shopping,"Aku dah berusaha terima Mas apa adanya tapi Mas harus kasih aku uang minim 350ribu seminggu buat aku shopping.Kalau ga bisa aku akan anggap Mas hutang sama aku.Titik!"
          Wah Sakti mati2an kerja sampai sakit aja tetep nekad kerja.Badannya sampai kurus.Belum antar jemput isterinya.Isterinya kerja ngakunya manager ternyata kerja di level multimarketing product suplemen kesehatan.Kerjaannya nipu orang.Pantas tega sama suaminya.Sakti kian kecewa kala Tutik tak jua hamil.Baru telat datang bulan aja dah pasang status di fb,"Telat nih ..."
Eh tahunya ga hamil juga.Sakti lalu ke dokter kandungan langganan kakaknya Tutik.Dokternya bilang yang bermasalah prianya.Weleh!Sakti ga percaya,"Ga mungkin!Dulu aku pernah periksa kok.Pasti dokter salah nih!"
          Tutik merasa menang lha dokternya dah dia sogok.Kakak Tutik juga belum dikasih anak sama Yang Kuasa.Dari situ aja dah kelihatan kalau yang bermasalah pada wanitanya.Tutik lalu bawa Sakti menemui dukun.Wah Sakti kian heran,"Mas ini punya ajian Macan Putih.Makanya susah punya anak."
         What??Sakti termangu.Kakeknya emang nurunkan ilmu itu ke dia.Tapi kakeknya anaknya banyak tuh.Sakti malah mikir gini,"Apa ini karma ya?Dulu aku menghamili anak orang tapi aku ga mau tanggung jawab habis itu aku disumpahi sama ayahnya tuh cewek.Katanya aku ga akan pernah bisa punya anak kalau ga mau tanggung jawab.'
Sakti merenung lagi,'Sebaiknya aku ke makam ayah dan ibu.Minta maaf karena aku dulu suka bantah mereka sampai berani sama Bapak.Pernah masuk penjara pula.'
           Sakti memang nakal waktu mudanya.Suka berkelahi,mabuk dan ngelayap ga jelas.Ia pernah dipenjara karena mukul kepala orang dengan gagang besi.Pernah mencuri juga padahal saat itu ia kerja di instansi yang sama dengan ayahnya.Niatnya mau dijadiin pegawai negeri eh malah kabur nyuri barang2 peralatan kantor.Ginah dulu tergiur status pegawai negerinya Sakti.Maka ia ngaku hamil waktu itu biar dinikahi Sakti.Eh malah mandul.Kini Sakti dinyatakan susah punya anak.Ia bingung.Akhirnya Sakti malah kangen sama isteri pertamanya.Ia mimpi Ginah datang dan berkata,"Mas aku minta uangnya...aku minta uangnya..."
Sakti mengunjungi makam isterinya itu,bawa uang gitu walau kecil nilainya lalu dia taruh uang itu di makam isterinya,"Maafkan aku ya Nah...aku ga makai uang itu buat kamu.Aku malah makai itu buat nikah ga lama setelah kamu tiada.Aku kini hidup susah Nah.Isteriku yang sekarang lebih kayak mandor bagi aku.Wajahnya malah cantikkan kamu Nah.Dia juga ga sebaik kamu.Dia ga ngurus aku.Makan aja aku kayak gelandangan Nah nunggu sisa2 dari mertuaku.Sekarang kakiku sakit kata dokter aku disuruh radioterapi 14x.Aku ga bisa kerja.Tapi tetep aja isteriku ga peduli.Malah ayah mertuaku nyuruh aku alih profesi.Aku malah disuruh cari pinjaman uang.Sekarang aja aku kalau makan datang ke rumah adik aku.Disuguhi teh dan dikasih makan aku di sana.Kalau di rumah aku malah disuruh ngosek kamar mandi.Padahal kakiku lagi sakit.Isteriku tega sama suaminya sendiri lha kerjaane aja tega nipu orang.Tahu gini aku nikahnya sam si pemilik warteg aja.Dia jelas bakal sayang sama aku.Kalau ga bisa jadi kuli aku bisa bantu dia di warungnya.Aku nyesel Nah...mbok kamu jemput aku Nah...aku malas hidup lagi.Tapi katanya aku bakal susah matinya soalnya aku punya ajian dari kakek.Kamu inget kan aku pernah kecelakaan sampai ringsek motorku tapi aku gpp.Aneh kan...itulah Nah...aku sekarang nelangsa hidupnya...tiap hari aku kerja kayak rodi kamu tahu...isteriku malu kalau aku pakai baju kuli jadi dia ga bolehin aku masuk rumah kalau bajuku ga rapi.Dia malu punya suami kuli...aku ga kerja dia ngomel minta uang.Aku dah hutang adik aku jutaan Nah...baru kali ini aku sampai minjem uang...Padahal sama kamu aku bisa nabung puluhan juta.Buat uang bensin aja aku ga dikasih Nah sama isteriku malah diejek via status fb dia katanya "Emang enak ga punya duit".Nah..Nah...dia malah tega ngejek suaminya sendiri via medsos.Perempuan kurang ajar pantas dia mrongos.Lha mulutnya ga tatanan.Lebih cantikkan kamu Nah...Kupikir aku dapat putri orang kaya tahunya aku dapat kere tersamar...masak kemarin aku baru tahubkalau ternyata sertifikat rumah dan kendaraan ayah mertuaku dah disekolahkan di bank...ternyata hutangnya banyak banget Nah...aku baru kali ini punya hutang sebanyak ini...Aku ga semangat hidup Nah...aku tunggu kamu jemput aku ya Nah...dimataku kaulah isteri terbaik Nah.."
Arwah Ginah tersenyum di alam kuburnya,"Akhirnya kau memujiku Mas...tenang saja sebentar lagi kita kan bersama lagi."
***The End***
        
♧••� GALERY LUKIS MILIK DANANG...
          Meski dengan kaki palsu,Danang tampak tak terganggu menata lukisan2.Ayu datang membawa minuman segar,"Ini kak Danang es degan dari depotnya kak Adi.Seger lho!"
Danang tersenyum lalu duduk dia,"Punya kamu mana?Kok cuma satu?"
Ayu tersipu,"Kak Adi kehabisan stock kelapa muda.Baru mau dikirim lagi dari pemasoknya.Ayu mah ga begitu haus.Kakak aja.Kasihan sejak tadi sibuk terus ngatur lukisan."
Danang malah ngambil sedotan lagi,"Kita berdua aja minumnya...nih sedotan kamu yang warna ungu.Aku yang warna hijau."
Ayu ragu2,"Ga usah kak...buat kakak aja..."
Danang ngotot,"Udah ayo diminum...cuacanya panas banget lho.Ayo duduk sini!"
Ayu terkesima dengan sikap Danang,'Aduh...jantungku kok makin berdebar2 ya...deket gini sama kak Danang.Aku jadi keringat dingin nih...'
Danang malah asyik nyeruput es degannya,'Ayu perhatian banget ya sama aku...rasanya hidup ini indah kalau ada dia di dekat aku...'
Wah yang lagi asyik minum es degan berdua...Kita ke Irvi aja yuk!Yukk!

○♧�○ KANTOR IRWAN...
Evi membuka matanya kala merasakan ada yang mengusap pipinya dan mencium keningnya dengan lembut,"Irwan...kamu sudah selesai meeting?"
Irwan malah ikutan berbaring disebelah isterinya,"Sudah sejak tadi.Sekarang sudah jam makan siang.Kamu pulas banget tidurnya.Diciumi sejak tadi ga bangun2 juga..."
Evi merona wajahnya,dia segera menyembunyikan wajahnya di dada suaminya,"Sejak tadi?"
Irwan mengecup kepala isterinya itu,"Iya Evan aja sampai dah bangun."
Evi baru sadar kalau Evan tak disisinya,"Ups!Evan mana Wan?"
Ia hendak bangun dari tidurnya tapi ditahan sama Irwan,"Jangan bergerak secepat itu...kamu kan lagi hamil muda.Evan sama kak Aty lagi maem dia."
Evi lega dan bersandar lagi di pelukan suaminya,"Maaf ya sayang aku malah ga jagain Evan dengan baik..."
Irwan malah membelai perut isterinya,"Sssh...gpp...kamu kan lagi mengandung anak kita ...aku ngerti kamu pasti capek.Aku yang minta maaf harusnya aku nunggu sampai Evan agak besar baru kita punya anak lagi."
Evi menaruh tangannya di atas tangan Irwan yang membelai perutnya,"Gpp...aku juga senang kok mengandung anak kamu.Bahagia malah...he..he.."
Irwan tersenyum,"Makasih ya..udah mau jadi ibu anak2 aku.Kayaknya bakal banyak nih Irwan2 kecil dan Evi2 kecil di masa depan he..he..siap2 ya Bu Presdir?He..he.."
            Evi mengangguk malu dalam dekapan suaminya.Irwan melihat jam,"Udah jam segini yuk kita makan.Kamu harus banyak makan sekarang.Ingat kamu sekarang kasih makan dua orang lho..."
Irwan membantu isterinya bangun dari ranjang,mereka lalu menuju ruang makan di sudut ruangan.Dari sana bisa terlihat Aty sedang menyuapi Evan disaksikan para karyawan yang gemes lihat Evan yang tembem pipinya,"Gemesin banget sih putra Pak Presdir...wah makanannya disembur2 tuh...eh ketawa dia...ihhh lucunya gemesin!!"
           Evi malah disuapi sama Irwan weleh...
Albi sampai ga berani menganggu,'Aduh so sweetnya...ntar aja deh laporan dari perusahaan cabang...'
Eh Evi malah besar2 matanya kala melihat pohon kelapa di dekat kantor Irwan,"Wan...aku mau kelapa muda...aku mau es degan ...."
Weleh...Irwan segera memanggil Albi,"Albi ke ruangan saya ya.."
Albi masuk segera,"Ya Pak?"
Irwan menunjuk ke arah kelapa muda yang tumbuh di dekat ruangannya,"Tolong minta bagian GA buat ngambilin kelapa muda itu ya.Terus kasih ke kak Aty buat dibikin es.Cepet ya!"
Albi segera bergerak,"Siap Pak!"
Evi tersenyum sambil menyuapi Irwan,"Kamu perhatian sekali sama aku sayang...makasih ya...maaf ngrepoti terus ya...sekarang makan...aaaa...ehm.."
Irwan malah menatap mesra Evi,"Apapun deh buat kamu sayang...kamu juga makan dong.Ini yang masak kak Aty lho."
            Wah malah kayak di rumah aja.Padahal di kantor tuh.Aty nyerahin Evan ke Albi kala diminta bikinke es kelapa muda.Albi grogi juga megang Evan.Mana Evan mainin kaca mata dia lagi,"Hhuawa...ti..hua.."
Kaca matanya dipatahin gagangnya,"Klek!"
Weleh...Albi panik dan bawa Evan ke Irwan,"Pak tolong saya Pak..."
Irwan ketawa,"Aduh...anak papa kok malah matahin kaca mata Om Albi gimana ini?Kuat banget sih lengannya..."
Irwan segera nyuruh Albi ke optik,"Ke optik aja Bi.Sekalian kamu cek kerjaan team konstruksi di area pembuatan pabrik baru.Aku ga mungkin ke sana.Ntar notanya klaim aja ke perusahaan.Bilang sama bagian klaim masuk rekening aku."
Albi malah jawab,"Ini di alteco masih bisa kok Pak.Ga usah beli baru."
Irwan kekeh,"Jangan kamu beli lagi aja...lumayan buat serep.Siapa tahu aja pangeran saya ini julit lagi he..he.."
Evan malah ngekek,"He..he.."
Aty datang bawa es degan,"Pesanan datang..."
Wah Evi seneng banget,"Makasih kak Aty..."
Aty mengambil Evan dari papanya,"Evan ayo ikut Tante Aty lagi...yuk kita lihat akurium di sana yuk!"
Evan ga mau kalau dah nemplok papanya ga mau lepas dia,"Na...na..na.."
Irwan ngerti,"Kak Aty makan aja.Sudah siang lho.Biar Evan sama saya...Lagian Evi sudah selesai makan kok."
            Aty lalu permisi,ia terharu Irwan perhatian banget sama dia padahal dia sibuk nian.Aty lalu makan di pantry di sana disediakan meja dan kursi buat makan karyawan.
Wah kelapa muda lagi ya di scene Irvi.Kalau Benka?Ke Cheko nih?Yoi choi!!

♧○○� REP.CHEKO...
          Republik Cheko tampaknya memang kurang begitu familiar apabila bicara tentang pariwisatanya jika dibandingkan dengan negara2 lain yang ada di Eropa.Oh Cheko itu di Eropa to?
Benigno membawa isterinya menyambangi jembatan Charles.Wah kok kayak nama pangeran Inggris ya?
Ika melihat ke arah sungai di bawah jembatan,"Bersih ya?Jernih airnya.Padahal letaknya di pusat kota Praha ya...wah beda ya sama di negara kita.Disini lingkungan benar2 dijaga keasriannya."
Ben malah asyik memfoto isterinya,"Bening ya aku foto ini sayang..."
Ika jadi malu,"Dasar Bensay..."
Ika menunjuk lagi ke arah sungai,"Ini sungai apa namanya Sayang?"
Ben segera buka hpnya,"Ini namanya sungai Vitava.Ada dua objek wisata terkenal yang dihubungkan oleh jembatan ini."
Ika memeluk pinggang Ben,"Apa ?"
Ben nunjukkin hpnya,"Tadi yang udah kita kunjungi.Kastil Praha dan Old Town Square.Kamu pernah lihat filmnya belum?"
Ika membenarkan syal di leher Ben,"Film apa?"
Ben bercerita,"Itu film sepasang kekasih yang janjian mau ketemu pas tahun baru di Old Town Square.Romantis lho."
Ika malah memeluk Ben,"Aku dah ketemu belahan jiwa aku.Romantisan dia kali...."
Ben tersenyum dan mengecup pipi isterinya,"Jelas dong!He..he.."
Ika menunjuk ke arah patung2 yang berjajar disepanjang jembatan,"Lihat!Kita dilihatin mereka...hi..hi..Jumlah mereka banyak ya?"
Ben membelai wajah cantik isterinya,"Biarin aja dilihatin.Lihat tuh di sana!Mereka malah lebih mesra lagi sama pasangannya.Yuk kita jalan hitung berapa jumlah patungnya.Setuju?"
Ika setuju,"Ayo!"
            Wah mereka malah ngitung patung tuh.Berapa coba jumlah patungnya?Jika ada yang bener nebaknya saya kasih hak veto deh.***see you next eps***

Eps 192 Gerbong Satu ¤¤¤ TABIR KEPALSUAN


 ■=■ TABIR KEPALSUAN EPS 192 ¤=¤ Tiket K by Rezky □=□ Come To Me / Datang Padaku 

¤¤=¤¤ LEONARDO DA VINCI
            Kenal nama itu ga?Banyak yang menggeleng ya?Kalau lukisan terkenal Monalisa tahu ga?Itu lukisan seorang wanita yang senyumnya itu kayak live gitu.Like a real one.Nah kalau ini banyak yang tahu deh.Lukisan asal Italy itu dilukis oleh Leonardo Da Vinci.Sejak itu dia jadi terkenal.Leonardo Da Vinci selain seorang pelukis ternyata dia juga seorang arsitek,pembuat patung,dan banyak lagi.Nama besarnya sudah tak diragukan lagi.Namun kala usianya makin tinggi ia mulai sedikit berkarya.Dia meninggal di usia 67 th.Masih terbilang muda ya.Zaman dulu lho.Apa yang terjadi padanya?Apa yang bikin dia ga tajam lagi karyanya.Ga bikin magnificient masterpiece lagi?Dia alami kekecewaan.
           Begini ceritanya.Kala itu dia diminta membuat sketsa atau gambar tentang sebuah kastil megah yang akan didirikan oleh orang2 penting di negerinya.Iapun ga heran karena memang dia terkenal the best di bidang itu.Namun ternyata ada pelukis muda juga yang diminta membuat gambar itu namanya Michael Angelo.Kayak nama kura2 ninja deh...Hush! Nah ceritanya itu kedua karya itu akan dibandingkan mana yang lebih bagus.Wah kala lukisan Da Vinci jadi semua kagum dan bilang bagus.Namun kala lukisan Michael Angelo diperlihatkan semua antusias melihatnya dan memuji2.Banyak yang koment karena kini Da Vinci dah tua maka ga bisa buat sesuatu yang spektakuler lagi.Da Vinci sakit hati dan ia hidup dalam kekecewaan berkepanjangan.Andai saja ia mengatasi kekecewaannya maka sebenarnya ia masih bisa terus berkarya.
           �=¤ DEPOT MINUM SAHABAT...
             Lokasi jelas strategis.Ditepi jalan besar dan areanya lumayan luas.Irwan gitu loh masak ga nyarike yang terbaik buat sahabatnya.Konsep depotnya dibuat ala island gitu.Banyak tanaman pasti,atapnya juga dari rumbai2 gitu.Ada area buat lesehan dengan tikar pandan.Tapi jika mau yang karpet juga ada.Karpetnya gambar binatang gitu.Kesannya kayak di pulau gitu kalau masuk sana.Pengunjung bisa milih sendiri mau pilih gaya gimana spotnya.Mau pakai kursi juga ada.Kursinyapun dari kayu.Ada juga yang dari bambu.Serba natural pokoknya.Mau di bale2 bambu juga ada.Mau di batu juga ada.Wah nuansanya eksotis gitu deh.Memang konsepnya yang bikin Adi sama Irwan.Dibuat kesan kayak moment mereka pas terdampar di pulau.Menu2nya juga dibuat island gitu namanya.Es Pulau Kelapa,Es Rayuan Kelapa,macem2 gitu deh.Namun kenapa awal buka bisa rame ya?Sampai kehabisan stock.Karena disitu dikasih wifi gratis.Selain bisa melepas penat pengunjung bisa internetan pakai wifi.Wah jelas diserbu dong.Adi sampai dibantu Tio dan Ayah Hamdan lho.Rizky juga bantu.Bantu bikin heboh he..he..Rizky bantu dekorasi lokasi ding.Dia yang bikin tuh suasana depot seperti harapan Adi dan Irwan.Ucapan syukur pada Tuhan atas pulau yang dulu mereka temukan.Entah itu pulau eksis apa ga...Pulau ajaib.Adi menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil,"Ga sangka hari pertama buka aja dah rame kayak gini.Ini aja belum dibantu iklan sama Boss bro.Aku sampau kehabisan stock kelapanya.Weleh...weleh..."
Pengunjung kian ramai saja,Tio datang bawa pesanan lagi,"Es Rayuan Kelapanya dua lagi!Gulanya putih ya..."
Ayah Hamdan juga datang,"Meja tiga pesan Es Kelapa Susu satu es pulau kelapa 2.Mereka nanya apa ga ada makanan besar gitu.Kalau ada katanya bakal jadi langganan lho soale kata mereka tempatnya asyik."
Adi seneng banget dengernya,"Wah coba Aty di sini ya mungkin bisa kita wujudin ide itu.Pesanan siap!"
             Eh baru aja diomong tiba2 sebuah mobil mewah memasuki halaman depot.Ayah Hamdan nampak tersenyum riang melihat siapa yang datang,"Nak Irwan!!"
Wah Ady jelas hepi lihat Aty juga ikut,"Boss bro!Nyonya Cantik sama Boss kecil ikut juga nih...Wah Adinda aku juga ...yess!Emang umur panjang kamu itu Aty!"
Irwan mencium tangan mertuanya,"Ayah...Ayah disini juga?Waduh Adi kamu bikin Ayah sampai keringatan gini.Sudah ayah rehat aja sama Evi dan anak2.Biar Irwan yang gantiin Ayah..."
Wah Tio yang takjub mendengarnya,'Anak muda yang luar biasa.Padahal dia konglomerat tapi mau kerja kasar.Pasti nuruni dari ayah kandungnya.Pantas Inul jatuh hati sama konglomerat Sutedja.Lihat anaknya aja dah kebayang gimana mempesonanya ayahnya.'
 Evi malah pesen sama Irwan,"Sayang aku mau dibikinkan es kelapanya...Tapi hati2 ya kerjanya...jangan sampai luka..."
Irwan segera melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya,"Adi,celemeknya mana?Aku mau bikin pesanan ibu hamil yang cantik ini lho..."
Evi tersipu dan segera mencium pipi suaminya,"Aku tunggu di sana ya...ingat hanya buatin buat aku aja.Ga boleh buat yang lain."
Aty geleng kepala melihatnya,"Nyonya Muda posesif nih..."
Adi yang gumun,"Posesif itu apa sih?"
 Aty menerangkan sambil mengeluarkan makanan buat Adi,"Posesif itu merasa memiliki.Cemburuan gitu...oh ya kamu pasti belum makan ya.Nih dibeliin nasi padang sama Boss Muda.Ada banyak nih.Ayo Tuan Tio ambil juga.Ini buat Ayahnya Nyonya Muda.Ini mau aku antar buat Tuan Danang sama Non Ayu."
Rizky datang ngagetin Aty,"Buat aku mana kak Aty??Laper nih!"
Aty kaget,"Den Rizky nih bikin sport jantung tahu!Ini buat Den Rizky...sekalian ya bawain juga yang buat Ayahnya aden..."
 Rizky segera kabur,"Asyik makan!!Kak Evi!Ayah!Wah Evan dimpuk juga ada nih yuhu!!Makan2..."             Rizky duduk bersama keluarganya,ga sangka ya dulu hidup susah sekarang mereka semua hidup berkelimpahan.Evi tersenyum melihat adik dan ayahnya makan dengan lahap,"Irwan yang beliin nasi padangnya...bener dia kalian kelaparan...hi..hi..."
Rizky makan sambil godain Evan yang ipel2 coba merangkak ke sana kemari diatas karpet,"Evan!Sini!Iih...kamu kok gemesin banget sih jadi bayi!"
Evi membelai perutnya,"Nanti adiknya juga akan gemesin kayak kakaknya...he..he.."
Irwan datang bawa pesanan Evi,"Jelas dong sayang..siapa dulu dong papanya...he..he.."
Ayah Hamdan kagum sama menantunya itu,"Nak Irwan ini orangnya merakyat dan perhatian ya...makasih lho nasi padangnya..."
Irwan duduk dekat Evi,"Justru harusnya Irwan yang bilang gitu sama Ayah...dah mau bantu opening depot.Terima kasih ya Ayah..maaf ngrepotin.Ntar saya akan bicara sama Adi soal merekrut karyawan.Kayaknya laris nih depotnya.Pengunjungnya banyak gini."
Evi bersandar di lengan Irwan,"Kan apapun yang kamu kerjakan selalu berhasil sayang..."
Rizky nyeletuk,"Iya makanya kakak hamil lagi...he..he..ups!!"
Semua ketawa deh.Evan juga,"Hiii..hi..."
Ga lama datang Danang,"Wah rame nih kayaknya..."
 Irwan segera menyambutnya,"Kakak!Irwan mau ke sana malah udah ke sini..."
Danang dibantu Irwan untuk duduk,"Iya kak Aty kasih tahu kamu datang.Makanya aku ke sini.Sekalian makan disini.Makan bareng kan asyik."
Evi nanya,"Ayu mana?Ga diajak gabung sekalian?"
Danang nunjuk ke tempat Adi tadi,"Itu lagi bantuin Adi.Gantiin ayah.Ayah ganti jaga galery.Sekalian makan dan rehat."
Wah Danang seneng lihat Evan,"Evan sama Om yuk!Iih gemesin pipinya..."
Ayu datang bawa es kelapa muda buat semuanya,"Selamat dinikmati..."
          Semua tampak riang bercengkerama.Irwan juga mengunjungi galerynya Danang.Ia juga membeli bebrapa lukisan buat dia pajang di kantor.Wah Danang senang lukisan2nya bakal dipajang di kantor Irwan,"Makasih ya Wan...kamu emang selalu support aku...makasih."
Evi terharu melihat kedua kakak adik itu berpelukan demikian juga Ayu,'Kak Irwan baik banget ya orangnya...penuh wibawa...pantas jadi boss...'
          Lha Inul kemana nih?Inul di luar negeri ngurus bisnis Irwan di luar negeri.Inul juga ngebel kedua putranya,"Kalian yang rukun ya...jangan lupa makan.Mana Evi dan Ayu?Mama mau bicara sama mereka."
Irwan dengerin saat Evi ngobrol sama Mamanya,"Jaga cucu2 Mama ya...jaga Irwan juga...kamu juga makan yang banyak ya...ingat semua pesan2 Mama ya?"
 Irwan yang nyahut,"Tenang Ma...cucu2 Mama aman semua.Kan ada Irwan di sini..."
Eh lha denger gitu pas Evi mandang lukisan pulau dan dua orang pria di situ lambang Adi dan Irwan di pulau dulu,nangis dia,"Huu..hu...kamu ingetin aku lagi...hu..hu..".
 Wah langsung deh Irwan meluk isterinya itu,"Sayang...udah udah...itu ga akan terulang lagi...cup..cup..oh sayang..."
           Ayu dan Danang saling lempar senyum melihat keduanya.Danang malah menghela nafas,'Kapan aku bisa kayak gitu ya?' Ayu malah terima telpon dari Inul,"Kak Evi gpp kok Tante...Iya Ayu akan jaga Kak Danang buat Tante...iya..."
Wah Evan lihat mamanya nangis ikut nangis dia,"Hwaaa...hwaaa!!"
Danang yang pusing nenangin,"Aduh kok ikutan nangis sih Evan..."
Danang jadi merasa bersalah,"Evan jangan nangis ya...maafin Om ya...Om ga akan misahin Papa mama Evan lagi kok...janji!"
Evan akhirnya mau diem dan malah bobok di bahu Danang,"Zzz...hiiks..zzz..."
 Ayu terharu melihatnya,'Punya sisi kebapakan juga ya kak Danang...'
 Wah family moment nih.Kayaknya ada yang kurang deh...oh ya Benka...yuk ke Cheko!
 ¤¤♧�◇◆◆ PULAU KAMPA...
            Pulau yang bentuknya memanjang ini berada di sisi pinggir sungai Vitava.Tapi uniknya pulau ini dihiasi dengan banyak bangunan dengan arsitektur semi klasik modern yang berwarna warni di sana sini.Namun yang lebih memikat adalah atmosfernya.Ben dan Ika asyik duduk menikmati nuansa kanal dan tepi sungai.Ika suka banget lihat air sungai,"Indah ya Bensay denger gemericik air mengalir...?"
Ben yang tiduran gitu dengan kepala di pangkuan isterinya menjawab,"Kalau aku suka saat kamu manggil Bensay gitu ke aku...hi..hi..."
Ika mengelus kepala suaminya,"Tempat ini indah ya...tempatnya asri banget.Aku seneng kamu milih tempat ini buat bulan madu...aku suka...makasih ya Bensayku...love you deh..."
Ben malah menatap langit,"Aku bersyukur Tuhan masih memberiku kebahagiaan ini...mendapatkan dirimu..."
            Kedua pengantin baru itu juga jalan2 di taman,duduk2 dan foto2 gitu di bangku taman.Habis itu mereka mengunjungi istana Wallanstein.Komplek Istana ini ada di Lesser Town.Disana ada juga sekolah menunggang kuda,kandang kuda,taman yang luas belum bangunan utamanya.Bangunan utama istana dipakai untuk kantor senat Rep.Cheko.Wah seru ya negara itu. Udah pagi ini hujan lagi di Solo.Apakah Ben dan Ika akan segera pulang?***see you next eps***

Eps 193 Gerbong 1 ( TABIR KEPALSUAN )

•↓• TABIR KEPALSUAN EPS 193
↓●↓ Tiket C xxx0....
●↑● Follow Him = Ikuti Dia

          ↑■↑ CERPEN KE -26  : CRIME IN WORK ( KEJAHATAN DI DUNIA KERJA )
            Dini hari sudah menjelang.Waktu dimana lagi nikmat2nya orang tidur sebenarnya.Namun tidak bagi seorang pria yang bekerja di sebuah restoran fast food.Restoran 4 lantai itu memang menyediakan menu ayam kriuk sebagai menu utama.Selain itu lantai 3 ada kafe.Lantai 4 bisa disewa buat pameran.Lantai 2 nya biasanya buat acara Nobar alias Nonton Bareng bagi para fans klub sepakbola atau bila ada live siaran yang menarik di tv.Disanalah Jona bekerja sudah 5 tahunan sekarang.
            Dulu Jona pernah kerja selama 15 tahun di sebuah restoran fast food terkenal di Jakarta.Namun Bossnya kesandung masalah,colapse kerjaannya.Uang pesangon dibawa kabur sama dia.Buat bersenang2 sama artis ternama katanya.Jona seorang pekerja keras,dia rajin dan mau kerja apa aja.Ia sadar usianya sudah kepala 4 jadi mau cari kerja ga mudah.Kebanyakan batas umur karyawan yang diterima kerja kan 35 tahun.Jadi ia berusaha agar ga mengecewakan atasannya.Biar bisa menghidupi keluarganya.Ia ga mau isterinya kerja.Itu sudah jadi prinsipnya,pria itu memberi nafkah.Dulu saat ketemu isterinya sebelum nikah,isterinya itu kerja jadi kasir di sebuah tempat hiburan ternama.Kalangan artis yang biasa mampir sana.Gaji isterinya seminggu aja sama dengan gajinya selama sebulan.Namun ia tetap berprinsip,"Rin,kalau kamu mau kita nikah kamu harus nurut sama aku.Kamu harus keluar dari kerjaanmu.Biar aku yang kerja banting tulang.Aku ini pria.Itu sudah tugasku menafkahi keluarga.Aku ingin kamu di rumah saja merawat anak2 kita kelak."
            Ririn,nama isterinya akhirnya setuju lagian dia juga hampir kepala 3.Mereka menikah dan kini sudah dikaruniai dua orang jagoan nan gemesin.Jona sayang banget sama kedua buah hatinya.Itulah yang makin bikin dia semangat kerja.Tak jarang ia kerja sampai melebihi standar jam kerja pada umumnya yang 8 jam kerja.Ia bisa kerja sampai 12 hingga 15 jam kerja dengan ga ada hitungan lembur.
            Semua ia lakukan demi tetap dipakai sebagai karyawan di sana.Ia pernah protes sebenarnya kenapa ga ada hitungan lembur namun malah diancam sama pimpinannya,"Kalau ga mau kerja selama itu ya jangan kerja!Lihat itu Pak Lasno juga kerja selama itu."
Jona akhirnya ga pernah protes lagi.Padahal secara posisi Pak Lasno dan dia beda jauh.Pak Lasno kan Kepala Bagian ya jelas gajinya beda sama dia.Kok jam kerjanya disamain?Apa karena dia udah tua ya?
             Anehnya lagi tiap dia libur pasti diadakan meeting.Diapun harus datang ke kerjaan.Mending kalau 1 atau 2 jam aja lamanya eh hampir setengah hari lho meetingnya.Lelah dan ngantuk banget rasanya.Heran dia siapa juga yang bikin jam meeting begitu.Kalau di tempat kerja lamanya dulu kayak gitu ga boleh.Pasti ada uang khusus buat karyawan yang disuruh masuk pas hari liburnya.
Saat meeting kalau ga fokus,pimpinannya,yang namanya Bu Annissa akan melempar dia dengan kertas yang udah digulung2 jadi bola.Dilempar ke arah dia depan semua leader lainnya,"Jona!!Kamu kok ga fokus sih??!!"
            Gimana mau fokus,dia kelelahan tingkat dewa.Udah dapat shift malam eh waktunya tidur disuruh meeting.Ya ngantuk.Semua menertawakannya.Dia tahu mereka pada seneng kalau dia dipermalukan.Semua sikap teman2nya berubah sejak mereka tahu kalau ibu mertuanya beda keyakinan sama dia.Saat ibu mertuanya meninggal,teman2nya datang melayat dan kaget lihat ternyata beda agama ya.Emang dia dan isterinya beda keyakinan.Atasannya langsung,seorang janda namanya Bu Ria langsung jadi berubah sikap sama dia di kerjaan.Tiap ada masalah di kerjaan yang berhubungan sama dia pasti nama isterinya disebut,"Kamu itu kenapa sih pingin cepet pulang?Selesain dulu dong kerjaannya!Pasti isterimu nelpon lagi ya?Suruh dia mandiri dong,belajar naik motor biar bisa ngantar anaknya sekolah.Dasar!"
             Isteri Jona emang ga bisa naik motor namun semua kakak2nya juga sama.Mereka pada ga berani bawa motor di jalan raya.Padahal kalau secara ekonomi mampu beli motor tapi tetep aja pada ga berani bawa di jalanan.Jona cuma batin,'Padahal aku dah 12 jam lebih kerja masak ijjn bentar buat nganter anak sekolah aja ga diijinin sih?Paling cuma setengah jam juga.Kasihan isteriku kan dia masih ngurus anak keduaku.Masih kecil si bungsuku.Ga tega aku.Ririn emang dah biasa mandiri sejak kecil,dia mah ga mau ganggu kerjaan aku.Dia bisa ngantar naik bus atau jalan kaki.Dah biasa dia,akunya yang ga tega.Masak kerja begini lama sih sampai ga punya waktu buat keluarga?Sedih bener...'
            Malah pernah mereka berkomplot dengan bagian crew yaitu Tri dan Hana untuk menjebak dia.Jona emang kecapekan sehingga dia kadang lupa naruh barang.Salah satunya kunci gudang.Tri nemuin kunci itu dan disembunyikannya.Lalu dia memberitahu Ria agar ngadain meeting.Saat itu Jona jelas panik kehilangan kunci tersebut mana dibutuhin lagi barang2nya.Heboh gitu sampai Bu Annisa marah dan akhirnya Jona downgrade jadi crew.
            Gembira sekali mereka melihat isteri Jona sedih memgetahui gaji Jona dipotong ga gaji supervisor lagi.Tri dengan gembira memainkan kunci di tangannya,"Syukurin!Biar nangis darah tuh isterinya!Masak alasan kok anak melulu.Amit2!"
Hana juga ikutan ngekek,"Iya ngeselin sih enak bener dia ga kerja kayak kita ya.Dirumah ngurus anak2.Aku heran ngurus anak aja kok ribet gitu ya?"
            Tri dan Hana emang baru aja nikah tapi belum punya anak juga.Tri akhirnya punya anak dan sejak punya anak dia kerap ga masuk.Anaknya rewel dan suka sakit2an,sampai dia mikir,'Kenapa ya anakku sakit terus?Apa aku kena karma ya dulu aku marahin Mas Jona karena ngurus anaknya.Kini aku tahu betapa repotnya ngurus anak.Anakku opname terus.Pusing aku.'
             Ketika anak Tri sudah sembuh,iapun mengajak komplotannya yaitu Ria,Lasno dan Hana untuk piknik.Makan2 merayakan kesembuhan anaknya.Namun malang menimpa kala mereka asyik bicarain Jona yang kini jadi crew tiba2 ada sepeda motor nyelonong.Langsung Lasno banting stir,namun malang ia ga lihat kalau mereka memasuki area dekat jembatan dimana dibawah ada area jalan lagi yang lebih rendah.Jeep mereka jatuh ke bawah dan matilah tiga teman Tri seketika.Tinggal Tri yang selamat itupun hanya sebentar,usai minta maaf pada Jona yang datang menjenguk di RS,ia menghembuskan nafas terakhirnya,"Maafkan aku ya Mas Jona.Aku dan teman2 kerap berbuat jahat sama Mas.Kita suka mainin jam kerja dan shift Mas.Juga jebak Mas sampai kasus terus.Aku pamit ya Mas...maafkan kami..."
              Jona terpana mendengarnya demikian juga Bu Annisa.Jabatan Jona akhirnya dikembalikan ke posisi semula sebagai spv.Terlebih kini ia tahu semua cerita aslinya.Itulah bila kejahatan ditutupi akhirnya Tuhan turun tangan sendiri.***The End***
            ■←■ Dua Minggu Kemudian...
             Ben dan Ika akhirnya pulang juga dari bulan madu mereka.Tentunya bawa oleh2 buat keluarga mereka termasuk keluarga Sutedja.Ben kembali masuk kerja seperti biasa,semua memberi ucapan selamat datang padanya.Termasuk Irwan,"Selamat bekerja kembali Om!Saya benar2 lega Om sudah kembali."
             Ika tetep jadi sekretaris Ben malah seneng dia karena Evi juga ada di kantor.Rukun gitu mereka.Inul juga dah ga ngurusi masalah luar negeri lagi karena Ben sudah kembali.Ben kembali take over semua job overseas.Sementara itu Aty akhirnya bantu Adi di depot minumnya.Inul malah milih jagain Evi aja.Sekaligus bisa momong Evan nan ipel2.Tentunya tetap dibantu baby sitter juga.Itupun dicari yang dah pengalaman dan udah agak tua juga orangnya soalnya Evi cemburuan banget sejak hamil anak keduanya.
             Danang dan Ayu kian akrab dan mulai terbiasa bersama.Kondisi Tiolah yang kian menurun kesehatannya.Ayu heran lihat ayahnya kok jadi beda,'Kenapa kuku ayah kekuningan ya?Matanya juga.Aneh deh...'
Ia memberitahu ke Danang,"Kita bawa ayah ke dokter yuk Kak.Aku cemas dengan kondisinya.Kayaknya Ayah bermasalah dengan kesehatannya.Tapi ayah selalu menutupinya.Ayu takut kak..."
            Danang lalu membawa ayahnya periksa ke dokter dan ternyata kena liver.Tiopun opname.Tentunya diruangan yang VIP gitu.Keluarga Sutedja gitu loh.Namun kondisi Tio sudah parah,Tio sadar ini adalah karena kebiasaannya suka minum minuman keras sejak muda.
Inul juga datang menjenguk ke RS bahkan dia sudah memaafkan Tio sejak lama,"Jangan banyak pikiran Mas.Kamu itu kini dah kumpul lagi sama Danang.Dia seneng banget hidup bersama lagi dengan ayahnya.Kamu harus semangat hidup.Ayu juga anak yang baik.Jaga dan merawat kamu dengan telaten kayak anak kandung saja.Soal biaya dan lainnya udah itu dah ga usah dipikirin.Semua dah dihandle Danang.Lagian ada Irwan juga.Kamu tenang aja fokus sama kesembuhan kamu."
Tiga bulan berlalu,kondisi Tio tak jua membaik.Ia merasa kasihan pada Ayu yang terus merawatnya,"Kamu ke galery saja Ayu.Bantu Danang di sana.Ayah ada perawat di sini."
Ayu ga bergeming,"Tidak Ayah.Ayu mau disini saja menjaga ayah.Ayu senang bisa merawat ayah."
Tio terharu dan malah berpikir,'Aku yakin umurku ga lama lagi,lalu Ayu gimana ya?Aku ga cemas soal Danang karena dia masih punya ibunya.Tapi Ayu dia ga punya siapa2 selain aku.'
Menjelang detik2 terakhirnya Tio bicara empat mata sama Danang,"Nak,ayah minta satu hal saja ke kamu sebelum ayah pergi.Ayah titip Ayu ya?Ayah minta kamu jaga dia.Ayah berharap kamu bisa mencintainya sebagai seorang wanita.Namun jika tidak perlakukanlah dia sebagai adik kamu sendiri.Janji ya sama ayah kamu akan jaga Ayu buat ayah.Janji ya Nak...Ayah ga mau mengulang sejarah menelantarkan anak ayah lagi.Walau Ayu bukan anak kandung Ayah namun bagi ayah dia sudah seperti putri ayah.Janji sama ayah ya Nak?"
Danang berjanji,"Pasti Ayah.Danang akan jaa Ayu.Danang janji.Ayah jangan khawatir.Ayu akan Danang jaga dengan hidup Danang.Danang janji!"
Usai mendengar itu,Tio tersenyum dan meminta Ayu masuk ke ruangan lalu disatukannya tangan Ayu dan Danang,"Ayah sayang kalian....Danang,Ayah titip Ayu ya Nak....Ayah pamit....."
               Tio meninggal tak lama setelah itu.Meninggal dalam pelukan Danang.Ayu menangis di pojokan,"Ayahhh...hu...hu..."
Gimana nasib Ayu nanti ya?***see you next eps***

TABIR KEPALSUAN EPS 194 : Mercy In Action

¤~¤ NOTE GERBONG 1 : Wujud Nyata Kemurahan
                         Bicara soal berendam ada satu kisah nyata tentang seorang yang terlahir cacat yang sempat mencoba bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di bak mandi.Namanya Nick.Dia ga punya tangan sempurna malah cuma sedikit saja bagian lengannya yang dia punya.Juga kakinya hanya sebatas lutut saja.Ia tumbuh dalam kesedihan karena berbeda dengan orang di sekitarnya.Banyak yang menghakimi orang tuanya karena memiliki anak cacat seperti dia.Ia minder banget.Lalu ia mencoba bunuh diri saking putus asa dengan masa depannya.Ia menenggelamkan dirinya di bak kamar mandi di rumahnya.Biasa orang luar kan kalau mandi di bathtube.Saat itulah ia mendapat penglihatan dari Tuhan.Ia melihat bagaimana orang tuanya menangis saat dia dikuburkan.Ia lalu bangkit ga jadi bunuh diri.Ia berkata pada dirinya dan mengubah mentalitas dia,"Seperti apapun kondisiku aku adalah ciptaan Tuhan.Dia berhak berbuat apa saja terhadapku.Aku ga berhak mengakhiri hidupku karena aku ga bisa menciptakan diriku sendiri.Dia pasti punya tujuan atas semua ciptaan-Nya.Aku meletakkan beban dan kecemasan akan masa depanku pada-Nya.Dia akan memberikan aku kekuatan untuk menghadapi hari depan."
            Mentalitas itu menjadikan dia menjadi orang yang berguna dan bahkan bisa melakukan apa yang kita sebagai orang normal belum tentu bisa melakukannya.Ia bisa berenang dan melakukan banyak hal lainnya.Kehidupannya menginspirasi banyak orang dan membangkitkan harapan mereka yang merasa kehidupannya terpuruk.Kisahnya sudah diceritakan di berbagai negara.Kini ia sudah menikah dan punya anak.Ga sangka ya,masa depannya ternyata indah.Ia menjadi motivator bagi banyak orang.Never say never! Apa Anda merasa Tuhan tak adil padamu?Hidupmu beda dengan yang lain?Kau merasa ketinggalan atau tak berguna?Kehilangan harapan akan melihat kebaikan?Datanglah pada Tuhan,Dia kan memberimu dan menuntun langkahmu.Menjaga damai di hatimu.Jadi ingat motogp award deh.Marques tadi bicara bahwa ia bisa menjadi juara dunia tahun ini karena ia mengubah mentalitasnya.Dari statementnya saat dapat penghargaan di panggung ia berkata,"Saya mengubah mentalitas saya dari yang tahunya pushing2 alias main dorong aja menjadi lebih dewasa,mau dengerin team,mau relax,calm,ga maksain diri harus menang.Semua itu yang membuat saya ada di panggung ini sekarang."
             ★ APARTEMEN DANANG...
            Seminggu sudah berlalu sejak Tio tiada.Suasana duka masih menyelimuti keluarga Sutedja.Terutama Danang dan Ayu.Inul sampai minta pada Danang agar Ayu tinggal saja di kediaman Sutedja namun Ayu menolak karena ia ga mau merepotkan.Malah Ayu berniat mau kembali ke Cirebon saja,'Buat apa aku di sini hanya jadi beban kak Danang saja.Aku hanya anak angkat mendiang ayah Tio.Aku bukan putri kandung beliau.Aku sungguh ga tahu diri kalau masih tinggal di apartemen ini.Sebaiknya aku pergi saja.Tapi kemana ya?Apa ke Cirebon lagi yach?Rumah di sana kan kosong.Aku bisa kerja di pabrik jadi buruh di sana.Tapi rumah itu kan haknya kak Danang.Aku mending pergi cari kost aja di sekitar Jakarta.Cari kerja apa kek.Yang penting ga ngrepotin keluarga Kak Danang.'
             Dengan tekad itu Ayu mengemasi barang2nya.Sengaja ia mau pergi diam2.Kala Danang lengah,menyelinaplah Ayu keluar rumah.Kabur dia.Hanya sepucuk surat yang ia tinggalkan di meja kamarnya untuk Danang. Danang heran kala pulang ke apartemennya nemuin kamar Ayu dah kosong,"Ayu?Ayu?Kamu dimana?Ayu!!Aku bawa makanan nih!" Di dapur ga ada,di kamar mandi juga.Danang lalu surat di meja,"Apa ini?"
Dibacanya,"Buat Kak Danang...Maaf jika Kakak pulang dan mendapati Ayu sudah tidak ada.Ayu ga mau jadi beban kakak.Lagian Ayu bukan adik kandung kakak.Ayu bukan siapa2 kakak.Ayu sangat berterima kasih pada kebaikan keluarga kakak apalagi kebaikan kakak.Semua tak bisa Ayu balas.Makasih ya kak dah mau menerima Ayu selama ini.Ucapkan terima kasih juga pada semua keluarga Sutedja.Buat Tante Inul,buat Kak Irwan dan isterinya,buat Kak Adi dan Kak Aty dan yang lainnya.Ayu sungguh bersyukur mendapat kesempatan mengenal keluarga hebat seperti keluarga kakak.Ayu pamit ya kak...semoga kakak selalu bahagia.Ayu."
Danang lemas membacanya,"Tak mungkin...ini ga mungkin...kemana Ayu pergi?Mama...aku harus telpon Mama!Aku harus beritahu Mama kalau Ayu pergi..."
Dengan tangan gemetar,ia mengambil hpnya.
---Oh Tuhan kucinta dia...kusayang dia...hanya padanya...untuk dia...hanya padanya....untuk dia....---Anji song.
☆ KEDIAMAN SUTEDJA...
Inul kaget mendengar suara parau dan panik putra sulungnya itu di telepon,"Iya sayang...kamu kenapa?...Apa??Ayu pergi??!Kamu ga tahu kemana dia kira2?Ya sudah Mama ke sana ya!"
Irwan yang baru tiba dari kantor dengan Evi heran lihat Mamanya tergopoh2 menuju teras,"Mama mau kemana?Tumben keburu2 gitu?"
Inul segera menjawab,"Mama mau ke apartemen kakakmu.Ayu menghilang."
Evi yang perutnya kini sudah makin terlihat itu kaget mendengar perkataan ibu mertuanya,"Ayu menghilang Ma?Memang ada apa Ma?"
           Evan ikut heran juga lihat Omanya panik,malah minta gendong dia.Inul mengecup pipi cucu pertamanya itu,"Oma pergi dulu ya Evan sayang...kamu sama Mama Papa kamu dulu ya.Dah honey..."
 Mobil Inul sudah siap,Inul segera masuk.Inul membuka kaca mobil,"Ntar Mama kabari ...Kalau Adi datang segera suruh nyusul ke sana ya?"
Irwan mengangguk sambil mencoba menenangkan Evan,"Iya Ma...Kalau ada apa2 kabari Irwan ya Ma..."
Irwan melambaikan tangannya sembari menggendong putra sulungnya yang nangis,"Uwaaaa....uhwaaaa...."
Irwan menepuk2 punggung Evan dan dielus2nya biar berhenti menangis,"Cup...cup sayang...putra Papa jangan nangis dong...Oma kan hanya pergi sebentar...ntar juga balik kok..."
           Evan akhirnya diem sambil meletakkan kepalanya di bahu papanya. Evi malah menduga2 soal Ayu,"Apa Ayu kembali ke Cirebon ya ?Aku ngerti perasaan dia..."
Irwan malah memikirkan Danang,"Kasihan Kakak..."
           Evi malah berkaca2 saat sampai di kamar,ia melihat Irwan menidurkan Evan di box.Dipeganginya lengan suaminya,"Kamu jangan kayak Ayu lho...jangan ninggalin aku lagi....hu...hu..."
 Weleh...Irwan jelas kaget,"Aduh sayang...aku tuh ga kemana2 ya...aku ada di sini sama kamu sama anak2 kita.Jangan nangis dong...."
 Evi kembeng2 gitu matanya,Irwan segera meraih isterinya yang sedang hamil itu,'Pasti bawaan bayi deh...jadi sensitif gini...'
Evi baru tenang kala dipeluk Irwan,"Pokoknya kemanapun kamu pergi aku harus ikut.Aku harus ikut!"
Irwan hanya manut,"Iya Sayang...iya...jangan nangis terus ya...kasihan dedeknya ntar mukanya sendu lagi..."
            --- Waktu berjalan kita lalui bersama...dicintai oleh dia...kumerasa sempurna...oh Tuhan kucinta dia...---
 ★☆ BENIGNO'S HOUSE...
            Ben lagi bantu isterinya masak buat dinner di dapur rumah mereka.Jadi inget moment pertemuan Irwan dan Evi sekembalinya dari pulau dulu.Eps berapa ya itu?Hmm... Ben nampak semangat mengupas kentang,"Nyonya Ben...eh Chef ding...apa lagi nih yang bisa dibantu usai kupas kentang?"
Ika nampak asyik buat bumbu,"Mmh...wortel aja.Potong panjang2 tapi agak besar ya..."
Ben nampak bahagia sekali melihat Ika di dapur dah kayak ibu2 gitu,"Kamu makin cantik lho sayang rambutnya diikat gitu..."
 Ika tersipu,"Siapa dulu dong yang punya he..he.."
Ben malah meraih pinggang isterinya itu,"Ntar habis makan kita dekem dikamar aja ya?"
Ika jadi ga bisa leluasa masak,"Iya...tapi aku masak dulu.Bisa gosong nih dagingnya..."
Ben malah mengecup leher isterinya,"Walau gosong tetap akan kumakan kok...kan buatan isteri tercinta..."
Wah malah mesra di dapur sampai pembantu Ben ngacir lihat mereka,'Waduh...dapat adegan mesra lagi...ga di kamar didapur di taman...wah mending setrika aja.Daripada ganggu...'
          Kenapa Inul ga hubungi Ben ya?Biasanya kalau ada apa2 pasti kontak adiknya itu.Inul sengaja ga mau ganggu adiknya yang lagi hepi membina rumah tangga lagi.Makanya ia minta Adi yang nyusul ke apartemen Danang.
 ♡♡ APARTEMEN DANANG...
           Adi datang ga lama setelah Inul dengerin curhat putranya.Melihat betapa cemasnya putranya tahulah Inul bahwa Ayu sangat berarti buat Danang.Inul melihat Danang mengambil jaketnya,"Kamu mau kemana nyari Ayu sayang?"
Danang menjawab,"Danang mau ke Cirebon Ma..."
Adi menawarkan diri ikut,"Biar saya temani ke sana ..."
Inul memandang Adi,"Kamu jaga putraku ya...Jangan ngebut bawa mobilnya."
Adi manggut2,"Siap Nyonya Ratu!!"
Danang pamitan sama Mamanya,"Danang pergi ya Ma...doain Ayu bisa Danang temukan...Danang ga mau kehilangan dia Ma..."
Inul membelai pipi putranya itu,"Iya Mama juga akan minta Irwan buat mengerahkan bodyguardnya dia buat nyari Ayu...Kamu jangan cemas ya...kita pasti nemuin Ayu...ok?"
---When I looking to your eyes...I can see love ....Everybody need sometimes all alone...The broken heart....---November Rain Akan ketemukah Danang dengan Ayu?Saya mau makan soto dulu ya...***See you next eps***

Eps 195 TABIR KEPALSUAN : Home To Me

¤¤¤ NOTE GERBONG 1 : Rumah Bagiku
          →CIREBON...
           Cirebon lagi tenar nih di tv.Bukan karena hal baik sayangnya tapi karena masalah teroris.Danang kian cemas dengan santernya berita teror.Adi yang menemaninya berusaha menenangkan kakak Irwan itu,"Kakak Boss jangan panik dong.Ayu itu bukan gadis lemah,ia sudah pernah hidup di jalanan.Jadi ia bisa melindungi dirinya."
 Danang terus memandang ke sepanjang jalan,"Tapi dia itu wanita Di,sendiri lagi.Apa jawab aku sama mendiang ayah...aku memang bukan anak yang berbakti.Melaksanakan amanat terakhir ayah saja ga bisa!!"
 Adi menarik nafas,"Jangan meremehkan wanita Kakak Boss.Sekarang ini para wanita itu malah jadi eksekutor bom lho.Malah saya denger China itu punya hacker top dan mereka itu wanita lho.Masih muda2 pula."
 Hp Danang bunyi,"Dari Irwan...ya Wan?"
Irwan saat itu sedang bersama Evi yang sudah pulas,"Kakak dimana sekarang?"
Danang terharu dengan perhatian adik tirinya itu,"Otw Cirebon Wan...sebentar lagi sampai di rumah lama ayahku."
 Irwan pelan2 turun dari ranjang,"Semoga benar Ayu ke sana.Kakak jaga diri ya lagi marak aksi teror nih.Aku juga siap membantu apa saja.Kakak jangan sungkan bilang padaku.Team bodyguard siap dalam komando."
Danang menjawab,"Makasih ya Wan.Aku mau lihat dulu benar tidak Ayu kembali le rumah lama.Kalau tidak aku akan terima tawaran kamu."
Irwan melangkah ke teras kamarnya,"Ya sudah.Setidaknya Adi bersama Kakak.Aku tenang jadinya.Salam buat Adi ya."
 Danang menutup hpnya,"Dapat salam dari Irwan Di.."
Adi mesem,"Boss Bro emang perhatian banget ya orangnya.Coba saya punya saudara sebaik itu.Hmm..."
            Danang terdiam,terkenang dia akan masa lalu kala ia jahat banget sama Irwan.Akhirnya sampai juga mereka di depan rumah lama.Tapi tak ada siapa2 di sana.Danang kian cemas apalagi hari mulai malam,"Bagaimana Di?Apa kita tunggu di sini dulu?Siapa tahu aja Ayu akan kemari besok atau nanti?"
Adi malah duduk di sebuah kursi,"Kalau lihat gelagatnya sih kayaknya adik kakak boss itu ga ingin nyusahin kehidupan Kakak Boss deh.Ia ga bisa dihubungi.Ga kemari juga.Coba saya tanya orang sekitar aja siapa tahu ada yang lihat."
            Hp Danang bunyi lagi,kali ini dari Inul.Danang segera menerimanya,"Gimana ini Ma?Ayu ga ada di rumah Cirebon.Danang takut Ma.."
Inul kasihan sama putra sulungnya itu,"Kamu harus tenang ok?Kita cari sama2...Kamu ga sendiri sayang.Kita semua akan bantu kamu.Ayu pasti ditemukan.Kamu coba hubungi hp dia terus ya?Disini hujan sayang...kamu jaga kondisi ya.Mama akan bicara dengan adikmu soal ini.Kamu akan disana sampai besok kan?"
Danang nampak cemas,"Sepertinya iya Ma.Jika besok tak jua ada tanda2 Ayu kembali ke sini maka Danang akan kembali ke Jakarta.Kirim bodyguard buat jaga rumah lama ini ya Ma.Siapa tahu aja Ayu kembali ke sini."
           Inul mengiyakan dan mengakhiri pembicaraan.Adi kembali dengan tangan hampa,"Nihil Kakak Boss!Kayaknya emang ga ke sini deh."
Danang akhirnya memutuskan berada di Cirebon dulu malam itu,"Aku mau nginap dulu di sini Di.Depot minummu gimana?"
Adi malah ngekek,"Tenang aja kan ada Aty.Saya ini mengabdikan diri buat keluarga Sutedja.Termasuk kakaknya Boss bro he..he.."
Danang memberikan uang pada Adi,"Makasih ya Di.Ini pakai buat beli makanan.Kamu pasti lapar.Kata Mamaku kita harus jaga kondisi."
Adi sumringah Danang nyebut soal makanan,"Wah pass nih lagi keroncongan perutnya...tadi ga sempat makan langsung ke apartemen Kakak Boss.Saya beli makanan dulu ya Kakak Boss!!"             Sepeninggal Adi,Danang coba menghubungi hp Ayu tapi ga bisa.Tidak aktif.Ia mondar-mandir resah bin gelisah,"Kamu kemana sih Yu?Ngapain juga pakai acara kabur...aku tuh sayang sama kamu.Aku juga sih ga gerak cepat.. Harusnya aku menyatakan perasaanku sesegera mungkin.Tapi aku juga minder...apa Ayu mau sama pria cacat kayak aku?Tuhan,tolong jaga Ayu dimanapun dia berada.Bawa dia kembali padaku...aku mohon..."
 Kita check sound dulu kediaman Sutedja.

 ¤[]¤ KEDIAMAN SUTEDJA...
 Evi bangun dengan pembaringan kosong di sebelahnya,"Wan...?Irwan...?Ya ampun jangan2 dia menghilang lagi kayak waktu itu..."
Panik gitu Evi segera turun dari ranjang,Evan juga ga ada di boxnya,"Evan juga ga ada...gawat!Dimana mereka?"
Evi bergegas keluar kamar,mata sudah berkaca2 gitu deh,"Irwan!Irwan!Evan!Evan!Kalian dimana?"             Saat sampai di ruang tengah ia melihat sosok yang ia cari.Irwan tengah bicara dengan Renegade dkk.Inul juga ada disana sedang gendong Evan dimpuk.Renegade melihat isteri bossnya datang ngasih kode ke Irwan yang membelakangi Evi.Irwan akhirnya mengerti,"Kalian laksanakan semua yang saya perintahkan tadi.Sekian dulu.Kalian bisa kembali ke station masing2."
          Semua segera tahu diri dan pergi.Tentunya ga mau mengganggu moment pribadi Boss mereka dengan keluarganya.Irwan segera mendekati Evi yang menangis tanpa suara,"Sayang...kamu kenapa?Mimpi buruk ya?"
 Evi malah menghambur ke pelukan sang milyarder muda itu,"Aku pikir kamu ngilang lagi ...aku takut...hu...hu..."
Inul mesem dan membawa Evan agak menjauh,'Jadi ingat sama papanya Irwan..'
Irwan menenangkan isterinya yang lagi hamil itu,"Aku ga kemana2...aku hanya mengkoordinir team bodyguard saja.Lagian aku pikir kamu masih lama tidurnya,kecapekan kayaknya pules banget tidurnya.Maafkan aku ya sayang..."
Evi melihat ke arah Evan yang digendong ibu mertuanya,"Lain kali harus bangunin aku dulu...jangan main pergi aja...aku sedih..."
Irwan hanya bisa mengiyakan,"Iya...udah jangan sedih terus...kasihan dedeknya...didalam sini..."                     Dielusnya perut Evi yang mulai buncit.Eh malah ada yang mengambil foto mereka,"Jepret!" Inul yang geleng2 kepala,"Rizky...."
 Evi dan Irwan emang dah biasa sama ulah Rizky yang suka memfoto apa aja,Rizky malah menggoda kakaknya,"Cie...mesranya...makin lama kayaknya malah makin mesra deh....cuit cuit!"
Evan yang malah tepuk tangan dengan riang,"Hi...hi...pok..pok...!"
Evi dan Irwan memandang ke arah putra mereka dan bersamaan bilang,"Evan..."
Inul dan Rizky ganti yang ngekek,"He..he..nular deh kayaknya usilnya sang Om ke ponakannya...he..he.."
             Walau dalam masalah keluarga memang tetap tempat paling nyaman buat setiap anggotanya.Seharusnya.Jadi ingat sebuah lagu..
.// Harta yang paling berharga adalah keluarga...istana yang paling indah adalah...keluarga //
Terus yang ga punya keluarga kayak Ayu gimana?Lihat Ayu aja yuk.Ada dimana dia?

 ¤¤¤ TERMINAL DI JAKARTA...
          Seorang gadis memakai topi dan jaket nampak mencoba terlihat layaknya pria.Ia masih bingung mau pergi kemana.Niatnya mau ke Cirebon ia urungkan karena ia yakin pasti Danang ke sana.Akhirnya ia memilih nyari kost2an aja.Ia menyusuri jalan2 perkampungan ga jelas mau kemana.Kemana saja kakinya melangkah ia ikuti.Hingga ia sampai di sebuah perumahan dengan tulisan "Menerima Kost".
          Ia menuju ke sana dan bertanya apa masih ada kamar kosong.Pemiliknya menjawab,"Ada Neng!Mari!Tapi tarifnya segini mau ga?Juga harus lapor Rt dulu Neng.Biasa lagi marak aksi teror.Semua tamu harus lapor."
 Ayu masih ada uang buat kost sebulan,"Ini uangnya Pak.Ini ktp saya."
          Akhirnya Ayu kost di sana.Untuk sementara tapi Ayu mulai akan cari kerja besok,'Uangku hanya cukup buat hidup beberapa minggu saja.Aku harus cari kerja.Semoga ada yang mau terima aku kerja.'
           Keesokkan harinya Ayu coba cari kerja.Tapi apalah daya ia ga punya pendidikan.Ia dulu kabur dari panti asuhan dan hidup di jalanan.Sampai akhirnya ia dikasih tahu sama teman kostnya bahwa ada kerjaan di sebuah hotel,"Kamu mau ga?Lumayan lho gajinya.Soal lulusan ga usah mikir.Kan lewat aku.Percaya aja.Sekarang itu yang penting punya koneksi."
Ayu jelas tergiur,"Beneran mb?Saya mau dong."
Wanita itu malah mesem aneh,'Bagus!Aku akan dapat uang banyak nih bisa setor satu mangsa lagi ke boss aku.He..he..'
Wah akan masuk ke dunia apakah Ayu nanti?***see you next eps***

Eps 196 TABIR KEPALSUAN : Double Portion
◆�◆ NOTE GERBONG I → Porsi Ganda
          .Begini kisahnya. Ada seorang milyarder yang meninggal dunia.Ia memiliki beberapa orang anak.Namun dalam wasiatnya,mereka hanya diberi warisan dengan jumlah yang sedikit karena ia menganggap mereka tidak cakap dalam mengelola bisnisnya.Nah pada salah satu cucunya,ia memberikan wasiat bersyarat.Wasiat bertahap ceritanya.Wasiat 1 akan diberikan jika cucunya itu mengubah dirinya menjadi seperti keinginan kakeknya.Cucunya itu terkenal malas orangnya,tidak jujur,egois,ga care dengan sekitar dll.Sang cucupun mulai mengubah dirinya.Dia jadi rajin,jujur,peduli pada sesama dan sekitar.Perubahan itu disupervisi oleh team khusus suruhan mendiang kakeknya.Tespun dilakukan dan sang cucu lulus test.Ia pun mendapat uang sebesar 1 juta US dollar.Kira2 kalau dirupiahkan menjadi sekitar 13 Milyar rupiah kali ya.Tapi uang itu malah ia gunakan untuk membangun sebuah RS karena ada temannya yang sedang sakit dan ia tergerak karenanya.Melihat kebaikan hatinya,maka warisan keduapun diberikan kepadanya.Berapa coba uang yang diwariskan kepadanya?2 Milyar US dollar!!Gila!Bayangkan berapa Triliun itu?Namun kala ditanya gimana perasaannya mendapat uang sebanyak itu dari kakeknya.Ia malah menjawab begini,"Warisan terbesar kakek adalah saat beliau mengajukan syarat pada saya.Itu membuat saya berubah.Dan bagi saya itu lebih besar nilainya daripada 2 Milyar US dollar."
            Kejujuran,ketulusan,kebaikan hati,empati,kepedulian,juga karakter baik lainnya adalah perhiasan kita dalam hidup.Itulah permata2 yang mahal yang tidak kasat mata yang sebenarnya kita kenakan.Tuhan melihat hati bukan status kita,bukan asal kita,bukan agama kita,bukan ras kita,bukan warna kulit kita.Tuhan melihat apa yang didalam bukan yang tampak di luar.Semakin hati kita dibentuk semakin lembut kita.Jadi ingat acara debat kandidat kemarin saat Rosi bertanya pada Pak Djarot soal perubahan pada Pak Ahok.Rosi berkata,"Sekarang jadi lembut ya..."
            Dulu saya ga begitu suka Ahok,karena beliau itu kalau bicara cepet dan kadang tidak terdengar jelas.Tapi acara itu membuat saya tahu seperti apa beliau.Walau tersandung masalah hukum namun tetap hadir dengan mengesankan.Wow!Andai saya orang Jakarta.He..he... Bicara soal Jakarta,yuk lihat gimana paniknya Danang kehilangan Ayu.

 ××× KEDIAMAN SUTEDJA....
            Danang sudah kembali ke Jakarta.Ia juga telah meminta kepada Irwan untuk membantunya dalam pencarian Ayu.Tentu saja Irwan segera membagi para bodyguardnya.Ada yang berjaga di rumah lama Cirebon,apartemen Danang juga ada yang bertugas menyisir Jakarta.Bahkan lewat media juga.Semua cara dipakai.Bahkan polisi juga dilibatkan. Inul melihat putra sulungnya nampak kucel bin lusuh,"Sayang,kamu jangan sedih terus.Ayo makan dulu.Jaga kondisi.Sudah seharian kan kamu keliling Jakarta.Aduh...anak mama sampai gini wajahnya.Melas banget sih..."
Irwan juga jadi sedih melihat kakaknya,"Iya kak...Ayu pasti akan kita temukan.Kita juga pakai media.Jadi pasti akan ada laporan."
Danang nampak lesu,"Aku males makan Ma...kalau Ayu belum ketemu.."
Aty bahkan sampai masak spesial buat Danang agar mau makan,"Tuan Danang makan ya...hargai Aty dah susah2 masak nih...makan walau dikit gpp...yang penting perutnya isi."
Evi malah makan terus,"Iya kayak adik iparmu ini lho...makan ga kelar2 he..he.."
           Irwan tersenyum melihat isterinya kini nampak gemukan.Diusapnya perut sang isteri dengan sayang,"Iya kak Danang...seperti adiknya Evan ini yang akan lahir bila waktunya tiba.Demikianpun Ayu kak...akan tiba waktunya kita akan menemukannya.Jadi kakak harus sabar."
           Evan juga ingin menghibur Oomnya,minta gendong dia sama Danang.Menjulurkan tangannya ke arah Danang,"Uh...uh..."
Danang tersenyum melihat Evan yang gemesin itu,digendongnya dan hatinya lebih tenang.Iapun mau makan.Semua lega.Rizky nyeletuk,"Ternyata yang bisa bujuk malah Evan dimpuk.Gemesin banget sih jadi bayi...bikin pingin nyubit pipinya yang tembem ini deh!"
 Irwan dan Evi serentak berkata,"Rizky..."
Ups....Evan malah megangi pipinya Rizky,"Hi..hi..."
Evan menjadi hiburan tersendiri bagi Danang.

 ¤¤¤ KOST2AN AYU...
           Foto Ayu mulai diberitakan di media massa juga koran. Wah jadi bahan pembicaraan pastinya.Coba Ayu punya tv pasti dah tahu kalau dia dicari oleh Danang.Sayang Ayu malah mau kerja di hotel sama teman kostnya.Teman kostnya memintanya supaya dandan,"Pakai alat riasku nih.Kerja di hotel itu harus modis dan good looking juga.Nih kupinjami baju aku."
Ayu milih baju yang ga begitu open minded,"Yang ini aja.Makasih ya mb.Mb baik banget sama aku padahal kita baru kenal.Ga sangka di Jakarta masih ada orang sebaik Mb."
Melihat Ayu dandan wanita itu berkata,"Kau cantik juga ya?Tubuhmu juga bagus."
Ayu heran mendengarnya,"Maksudnya?"
Wanita itu segera meralat,"Enggak aku hanya iri aja sama body kamu.Masih kenceng semua gitu...ga kayak aku..."
Ayu merasa aneh dan menyelipkan silet di tasnya,'Aku harus tetap waspada.Makin ramah seseorang makin mencurigakan dan biasanya ada maksud ga baik di ujungnya.Aku harus waspada.'
Mereka ketemu sama pemilik kost,"Wah pada mau kemana nih?"
Ayu menjawab,"Saya mau melamar kerja Pak....doain ya Pak..."
 Sang pemilik kost yang biasanya lihat Ayu pakai topi dan terlihat tomboy kini melihat Ayu dengan wajah feminin,'Kok kayaknya aku pernah lihat ya...dimana ya?'
Melihat Pemilik kost malah bengong,Ayu lalu pamitan pergi,"Mari Pak."
Pemilik kost akhirnya ingat,'Oh ya dikoran!Aku lihat di koran!Mana ya korannya?Kayaknya menawarkan hadiah bagi yang bisa memberikan informasi akurat.'
           Ayo Pak cepat hubungi no yang tertera...cepet2!!Weleh... Akhirnya ketemu juga halaman yang membuat foto Ayu,"Nah ini dia!Lumayan kalau dapat uang!Bisa buat aku nambah dana renovasi kost2an aku ini.Hubungi ah no nya..."

 ☆☆☆KANTOR IRWAN....
            Seperti biasa Evi ikut ngantor bawa pasukannya he..he..ngekor Irwan kemanapun.Malah sama Irwan diajari banyak hal.Sudah ga heran jika lihat Evi mendesain interior kantornya.Kantor yang biasanya elegan maskulin kini jadi wangi bunga,dihiasi bunga2 dimana2.Weleh...
            Meeting disana serasa meeting di taman berbunga.Astaga... Albi sampai geleng2 kepala melihatnya,'Presdir emang romantis banget.Semua mau Bu Presdir dituruti dengan senyuman.Kemarin bunga mawar merah.Sekarang warna putih...wah2...Rasanya kayak kerja di taman aja.'
            Irwan malah sibuk sama Evan yang nyebarin kelopak bunganya kemana2...malah nambahi...he..he.. Evi seneng banget bila bisa bikin suasana kantor Irwan beda,'Besok mawar kuning ah...pasti bagus tuh...hmm...'
Saat itulah hp Irwan bunyi,Renegade kasih laporan soal Ayu.Irwan sumringaj,"Ada informasi yang akurat?Dimana?Segera ke sana dan selidiki semuanya.Segera kabari hasilnya ok?Sipp!"
 Evi mendekat,"Apa ada berita soal Ayu?"
 Irwan tersenyum dan meraih isterinya itu,"Benar sayang...ada pemilik kost melaporkan bahwa penghuni kostnya yang baru mirip dengan Ayu.Kak Danang pasti seneng kalau tahu.Tapi aku akan beritahu nanti saja kalau sudah diselidiki oleh Renegade."
Evi bersandar di dada Irwan,"Kau sayang ya sama kakakmu itu?"
Irwan mengecup kening isterinya,"Tentu saja kami kan saudara?Tapi kalau soal cinta,cintaku hanya padamu saja..."
 Evan yang mendengarnya langsung nangis,"Hwaaaaa!!"
Irwan langsung mengambil putranya itu dari tangan pengasuhnya,"Aduh anak papa kok nangis sih?Papa juga cinta kok sama Evan...."
 Evi sedakep gitu,"Kalau sama dedeknya Evan?"
Wah Irwan segera meralat lagi,"Iya sama dedek juga yang didalam sana."
Evi tersenyum.Pengasuh Evan juga,'Mesranya mereka...'
// Juga dukaku belum sirna semua... Jangan memilih aku jika kau tak sanggup setia...tak mau pisah darimu//Syahrini dan Anang.
Kita lihat Renegade aja yuk!

 $$$ KOST2AN AYU...
            Renegade melihat fotokopi ktp yang ditunjukkan Pemilik kost.Ia segera memberitahu Irwan,"Boss muda,kartu identitasnya benar."
Irwan senang sekali dan segera memberitahu Danang,"Kak ada titik terang!..."
           Danang segera meluncur ke lokasi.TKP!....Lokasi!....Karepmu... Team bodyguard yang lain juga merapat ke area.Medan!....Area!.....Weleh... Renegade menanyai pemilik kost,"Lalu gadis itu dimana sekarang Pak?"
Pemilik kost lalu cerita kalau Ayu pergi dengan teman kost,"Katanya sih mau melamar kerja gitu...kalau yang satunya kerja di hotel sana itu lho..."
Danang datang,"Mana Ayu?"

 ¤¤¤ HOTEL...
Ayu diajak teman kostnya ke hotel dimana dia kerja,"Lewat sini!Jangan lewat depan.Ikut aku aja." Ayu agak heran,"Bukannya kalau melamar kerja menemui bagian personalia?Kok lewat lorong2 gini?"
Temannya berkata,"Udah jangan banyak tanya.Tahu beres aja.Kamu mau kerja ga?"
           Ayu akhirnya diam dan nurut.Keanehan kembali ia rasakan kala ia dibawa masuk ke sebuah kamar,"Kok ke kamar sih?"
 Temannya jawab,"Namanya juga Boss besar.Kantornya bisa dimana saja."
            Awalnya memang ga mencurigakan di kamar itu ada meja dan kursi kayak tempat wawancara gitu.Berkas2 lamaran juga ditanya.Seorang pria yang mewawancarai,"Kamu belum nikah ya?Masih gadis berarti...mmmh.."
Teman Ayu senyum2,"Saya tinggal kerja dulu ya Boss..."
Sebelum pergi ia berbisik pada Ayu,"Kamu nurut aja sama dia.Boss baik kok..."
Begitu wanita itu pergi,laki2 yang disebut Boss itu meminta Ayu berdiri,"Sekarang saya mau kamu lepas baju kamu."
Ayu kaget,"Buat apa?"
Ia berdalih,"Saya mau lihat kamu punya tato apa ga...ga usah panik...kamu tahu kan ini hotel bintang 5 jadi ga sembarangan terima karyawan."
Ayu ga mau,"Ga sudi!Saya mending cari kerja tempat lain saja!Permisi!!"
Namun sebuah pistol diarahkan padanya,"Sepertinya kamu harus dijinakkan dulu.Pengawal!!"
Dua orang pria muncul dan segera menyergap Ayu,"Kamu mau lari kemana cantik???"
Apakah yang akan terjadi dengan Ayu?***see you next eps***

Eps 197 TABIR KEPALSUAN : Shew Him Kindness
÷%÷% NOTE GERBONG I : Menunjukkan Padanya Kebaikan
               ÷~÷~ HOTEL...
           Ayu ga bisa berkutik dibawah todongan pistol.Iapun dibawa oleh dua orang pria pengawal itu menuju ke sebuah ruangan lain.Disana ada wanita2 lain yang juga disekap.Malah ada yang dipukuli sampai berdarah2,"Ini akibatnya kalau mencoba kabur!!"
Ayu bergidik melihatnya,'Aku harus bisa pergi dari sini.Aku akan tunggu sampai pengawalan mereka melemah.Baru aku akan bergerak.'
         Sementara itu dihalaman hotel,Danang dan Renegade telah sampai.Danang bertanya pada bagian recruitment,"Apa Anda menerima lamaran pekerjaan dari wanita ini?"
Bagian recruitment menggeleng,"Kami tidak memiliki data pelamar baru atas nama wanita ini." Renegade berkata,"Bagaimana dengan wanita yang ini?Apa benar wanita ini bekerja di sini?"           Renegade memang meminta juga data teman kost Ayu dari pemilik kost.Petugas hotelpun memeriksa,"Benar.Dia karyawan kami."
Danang melihat titik terang,"Bisa kami bertemu dengannya?Ini sangat penting bagi kami."
Wanita yang dimaksud segera dipanggil,"Kalian siapa?"
Renegade berkata,"Apa kau mengenal wanita bernama Ayu?Ini fotonya."
Bagian kantor Hotel berkata pada wanita itu,"Mereka kehilangan anggota keluarga mereka.Jika kau tahu sesuatu sebaiknya segera katakan supaya anggota keluarga mereka bisa segera ditemukan." Wanita itu malah bilang,"Memang tadi dia mau ke sini melamar pekerjaan tapi kemudian dia bilang ga jadi terus aku ga tahu lagi dia kemana."
Renegade melihat kamera cctv dimana2,ia lalu keluar menelpon Irwan,"Boss saya butuh bantuan Boss nih..."
Irwan mengerti,"Oh...begitu...baiklah aku akan segera menelpon pemiliknya kebetulan kami memang pernah menjadi rekan bisnis.Tunggu ya..."
         Rupanya Renegade butuh ijin khusus untuk bisa mengakses cctv.Irwan segera menelpon pemilik hotelnya,"Hello Mr.George..."
Akhirnya pemilik hotelnya menelpon jajaran dibawahnya agar memberikan akses cctv atau bantuan lain pada Renegade cs,"Kalian bantu mereka.Mereka itu orang2nya konglomerat Sutedja.Jangan sampai mereka merasa kita tidak mau diajak bekerjasama."
         Dari kamera cctv terlihat bahwa Ayu masuk ke dalam hotel.Jelaslah bahwa wanita yang satu kost dengan Ayu telah berbohong.Renegade segera menggerakkan anak buahnya untuk menuju kamar yang dimasuki Ayu.Danang jelas menuju kamar itu juga,'Ayu aku akan menemukanmu...akhirnya aku menemukanmu!'
Sementara itu Ayu mencoba kabur,ia memakai silet yang ia selipkan untuk melawan penjaganya yang kebetulan cuma sendiri,"Minggir!Jangan coba mendekat!"
Penjaga itu menyeringai,"Berikan silet itu padaku!!Atau kau mau dipukuli kayak dia!!"
Ayu memakai moment itu untuk membuka pintu tapi dikunci,"Berikan kuncinya!!Berikan!!"
Saat itulah penjaga itu dapat telpon dari bossnya,"Gawat!Cepat bawa mereka ke penampungan.Cepat!"
           Ayu kaget kala pintu dibuka dari luar,rupanya team security hotel dan pastinya Danang dan para bodyguardnya.Begitu melihat Danang,Ayu senang sekali,"Kak Danang!!Tolong Ayu!!"
Danang segera memeluk Ayu,"Kau tidak apa2?Apa mereka menyakitimu?"
Ayu menggeleng,"Ayu gpp Kak.Untung kakak segera datang.Ayu takut."
Renegade malah menginterogasi wanita teman kost Ayu,"Katakan semuanya!Kalian ini sindikat prostitusi kan?Katakan!"
Wanita itu akhirnya mengaku,"Mereka akan memberi aku uang banyak jika bisa membawa 1 orang saja."
           Sindikat itu akhirnya dibekuk dan Ayu kembali ke sisi Danang.Danang sangat berterima kasih pada Irwan,"Makasih ya Wan...jika tanpa bantuanmu mungkin wanita yang kucintai takkan bisa tertolong.Aku sungguh berterima kasih."
Irwan juga lega Ayu sudah ditemukan,"Sama2 Kak.Kita kan saudara.Sudah wajar jika saling bantu.Tapi apa aku ga salah dengar nih?Kakak bilang cinta lho barusan...he..he..sepertinya bakal ada pernikahan lagi deh di keluarga kita."
Evi yang denger soal kata pernikahan jadi manyun,"Wan..kamu kan janji aku satu2nya wanita di hati kamu...kamu kok malah mau nikah lagi sih?"
Weleh...Irwan malah heran,"Ya udah kak..kayaknya aku ada masalah nih...kakak jaga Ayu ya.Jangan sampai kabur lagi."
Irwan malah sibuk nerangin ke Evi yang jadi ngambek,"Sayang...aku tadi bicara sama kak Danang.Ayu sudah ketemu."
Evi masih manyun,"Terus soal nikah tadi??"
 Irwan sampai berlutut membujuk isterinya yang duduk di sebuah kursi,"Ya ampun sayang...ya pasti Kak Danang dan Ayu lah yang akan nikah....bukan aku...aku sudah punya kamu dan anak2.Aku ga akan mencari yang lain.Hanya kamu seorang isteri aku.Please jangan ngambek ya?Ingat kamu sedang hamil sayang..."
Evi malah manja,"Aku ingin pulang..."
Irwan menurut,"Baiklah kita pulang tapi senyum dulu dong...nah gitu kan makin cantik kalau senyum..."
 Evi malah manja lagi,"Aku mau digendong..."
Walah2...Irwan nuruti sampai jadi tontonan di kantornya,"Wah Pak Presdir romantis banget tuh...sweet2..."
 Albi hanya bisa tersenyum,'Untung aja kantor Pak Irwan dah pindah ke lantai 1 kalau masih di top floor wah bisa boyoken tuh...'
          Kita tinggalin Pak Presdir yang lagi latihan angkat besi eh angkat isteri ding...kita menuju ke kantor Benigno.Ada apa di sana?

 ÷`÷` BENIGNO'S OFFICE...
Ika nampak lesu gitu,'Aku kok merasa lemes gini yach?Pusing banget...apa aku salah makan ya?'
Ben malah mencemaskan isterinya,"Kamu gpp sayang?Wajahmu agak pucat lho...kita pulang aja ya?"        Ika hendak mengambil sebuah dokumen di rak paling atas tapi malah merasa berkunang2.Untung Ben segera menangkap tubuh isterinya,"Ya ampun Ika!Kamu kenapa?Kita pulang aja.Aku akan ijin sama Irwan.Kita ke dokter aja."
      Ben segera menggendong isterinya menuju parkiran.Wah lagi2 karyawan heboh lihatnya,"Wah Pak Ben juga sama kayak Pak Presdir tuh!Apa sifat romantis itu nurun ya?Beruntungnya bisa dapat pria2 Sutedja."
      Diparkiran Ben ketemu Irwan,sama2 lagi menggendong isteri masing2.Evan malah melunjak2 gembira melihatnya,"Ye...ye...pok..pok...hi..hi..!!"
Pengasuhnya sampai heran,'Kok bisa samaan sih Paman dan keponakannya?Apa hari ini hari gotong2 ya?Hmmm...mana Ndara kecil hepi lagi ...aduh...'
Ben segera menurunkan Ika,"Lho Wan?Evi kenapa?"
Irwan juga sama pelan2 menurunkan Evi,"Om sendiri kenapa dengan Ika?"
Evi malah deketi Ika,"Kamu kenapa Ka?Pucat gini?Jangan2..."
Ika jawab,"Ga tahu nih...badanku ga enak.Bensay main gendong aja tuh.Kan malu dilihatin karyawan.."
Ben berkata pada Irwan,"Wan,Om bawa Ika ke dokter dulu yach.Om ijin setengah hari dulu ya?" Irwan mengangguk,"Gpp Om.Irwan juga mau pulang lebih awal.Biasa ibunya anak2 pingin cepet pulang.Kalau ga dituruti bisa ngambek.He..he.."
      Keduanya akhirnya bersay goodbye.Ben dengan Ika dan Irwan dengan pasukannya.Hormat senjata!!Weleh maksude ki sama Evan ipel2 dan pengasuh.Albi hanya bisa melambai pada kedua bossnya itu,"Selamat jalan Pak !!Soal kantor jangan cemas.Akan saya email semua yang urgent." Mobil Irwan jelas menuju kediaman mewah Sutedja.Sedang mobil Ben menuju RS.Ada apa ya dengan Ika?***see you next eps***

Eps 198 TABIR KEPALSUAN : The Woman Conceived
          ÷!÷ KANTOR POLISI....
         Ayu dimintai keterangan oleh polisi seputar diringkusnya jaringan sindikat prostitusi yang hampir saja ia masuki.Danang jelas menemani.Ia ga mau meninggalkan Ayu barang sekejap.Ayu memakai jaket Danang dan bersandar dalam rengkuhan putra sulung Inul itu,"Maafkan Ayu ya Kak?Sudah bikin kakak dan keluarga Kakak jadi repot."
Danang mengusap kepala gadis yang menghuni relung hatinya,"Kenapa sih kamu memilih pergi dari aku?Apa karena aku jahat ya?"
Ayu menggeleng,"Bukan begitu Kak...Justru kakak sangat baik pada Ayu.Tapi Ayu sadar bahwa Ayu ini bukan siapa2 bagi kakak...maksud Ayu...Ayu ini tak ada hubungan darah dengan kakak.Jadi Ayu merasa ga enak kak...kalau Ayu jadi beban kakak terus..."
Danang meraih tangan Ayu,"Siapa bilang kamu bukan siapa2.Kamu itu belahan jiwaku.Aku...sebenarnya aku...ingin mengatakan perasaanku sejak lama tapi aku tak berani..."
Ayu heran,"Tak berani ...perasaan...maksud kakak?"
Danang mengajak Ayu ke tempat yang lebih sepi,"Aku ini cacat dan aku dulu juga sangat jahat orangnya...tapi aku ingin memulai hidup baru.Dan aku pikir hidupku sudah tak indah lagi hingga aku melihatmu dan ...setiap bersamamu aku merasa sangat berharga dan hidupku berarti.Ayu...aku sayang padamu..."
Ayu memandang pria di hadapannya,"Maksud kakak sayang sebagai adik kan?"
Danang menggeleng,"Awalnya juga kupikir begitu tapi kemudian aku sadar kala kau pergi dari apartemenku..bahwa apa yang kurasakan terhadapmu bukanlah perasaan sayang seorang kakak pada adiknya tapi perasaan sayang seorang pria pada kekasihnya.Aku mencintaimu Ayu..."
 Ayu terpana,"Kakak mencintaiku?Sungguhkah ini lahir dari hati kakak yang paling dalam?Bukan karena amanat Ayah?"
Danang memandang lekat2 mata Ayu,"Aku ini baru kali ini merasakan perasaan sayang yang begitu dalam...dulu saat aku mengejar Evi dan hendak merebut dia dari Irwan,kupikir aku mencintai dia.Tapi ternyata aku hanya iri pada adikku.Lalu saat dengan Ika kupikir aku juga tertarik padanya tapi ternyata aku hanya memanfaatkannya untuk meraih ambisiku saja.Tapi terhadapmu beda.Aku sudah tak punya ambisi apa2 lagi sekarang.Aku hanya ingin berada di dekatmu.Kumohon jangan salah sangka padaku.Perasaan ini sudah kurasakan bahkan sebelum mendiang ayahku memberikan amanatnya.Kumohon jangan pergi lagi dariku...aku mohon padamu...Kau tak menerima cintaku tidak apa...aku sadar kau pantas mendapat pria yang jauh lebih baik dari aku...pria yang normal dan tidak cacat seperti aku..."
Ayu membelai wajah Danang,"Aku tak pernah memandang kakak sebagai orang yang tak pantas dicintai..."
Danang terkesiap,"Maksudmu..."
Ayu tersenyum,"Ayu juga cinta sama kakak..."
        Wah Danang malah menangis mendengarnya,Ayu lalu memeluknya.Mereka malah menangis bersama.Di saksikan Renegade cs dan para polisi dari kejauhan.Wah2 menyatakan cinta model baru nih...dikantor polisi.Weleh... Renegade mengambil foto mereka,lalu mengirimkannya pada Irwan.Send! Mission completed.

 ÷@÷ MOBIL IRWAN....
         Irwan sedang otw kediaman Sutedja kala terima kiriman gambar dari Renegade.Dibukanya lalu ia tersenyum.Ditunjukkannya pada Evi,"Lihat ini sayang..."
Evi juga ikut tersenyum,"Akhirnya kakakmu mengerti apa itu cinta..."
Irwan lalu menelpon Renegade,"Kalian masih di kantor polisi?"
Renegade menjawab,"Ya Boss...Sindikat itu ternyata sudah beroperasi lama Boss...korban mereka ternyata sangat banyak.Ada rumah penampungannya juga.Sekarang kasusnya ditangani polisi Boss.Nona Ayu sudah bersama kakak Boss."
 Irwan lega,"Good job Renegade!Well done.Kau memang selalu bisa diandalkan.Aku akan kasih reward nanti.Kawal kakakku kembali ke rumah.Kita bicara lagi nanti."
 Renegade jelas seneng bakal dapat bonus,"Makasih Boss...siap 86 laksanakan perintah!"
Irwan menutup hpnya,"Lega rasanya semua kini baik2 saja.Ini kabar baik Mama pasti senang."
Evi ingat Ika,"Kayaknya masih akan ada kabar baik lagi deh..."
Irwan nggak ngeh,"Maksudnya kabar baik lagi?"
Evi malah bersandar di bahu suaminya sambil mengelus perutnya,"Nanti jika saatnya tiba kamu juga akan tahu he..he.."
Irwan manyun,"Hayo mulai main rahasia nih sama suami sendiri...lupa sama janjinya di pantai dulu?" Evi malah senyum2,"Aku akan bilang tapi ntar aja kalau udah sampai rumah.He..he.."
Irwan mencubit pipi isterinya,"Mulai julit nih...kayaknya ntar dedeknya julit deh...Mamanya julit gini..."
Evi malah asyik nyandar ke Irwan,"Biar aja kan Papanya juga julit,julukannya saja Pangeran Julit.Iya nggak Evan sayang?"
Evan malah wis bobok,zzzz...zz...No comment dia.Weleh....

 ÷$÷ RUMAH SAKIT...
         Ben membawa Ika ke RS.Ikapun diperiksa.Ditanya ini itu sama dokter.Ditest juga urinenya.Wah Ben cemas mondar mandir gitu dia.Udah kayak setrika gitu. Namun kala dokter memanggilnya,Ben heran karena dokter menjabat tangannya,"Selamat ya Pak Ben...isterinya positif hamil."
Wah Ben langsung sujud syukur,"Makasih Tuhan...aku Kau beri kepercayaan lagi menjadi ayah...terima kasih."
Ika ikut terharu,"Bensay..."
Ben segera memeluk Ika penuh sayang dan mengecup perutnya,"Terima kasih sayang...kau membuatku sangat bahagia."
            Dokter membiarkan mereka.Lalu ia memberitahu Ika dan Ben soal kontrol kandungan dan apa saja yang harus diperhatikan selama kehamilan awal. Ben janji akan menjaga Ika dengan baik,"Saya akan jaga isteri saya Dok.Saya juga akan perhatikan makannya...semuanya pokoknya..." Ika hanya bisa geleng2 kepala.Bahkan saat nyetir pulang aja Ben super hati2.Ben juga langsung ngebel kakaknya,"Kak!Ada kabar baik!Ika hamil!"
Wah langsung deh Inul gembira sekali,"Benarkah?Wah selamat adikku!Selamat!!Aku akan kabarkan ke Irwan dan yang lainnya."
        Mobil Irwan sampai di kediaman Sutedja bersamaan dengan mobil Danang.Danang keluar bersama Ayu,lrwan juga turun dari mobil dengan pasukannya.Keduanya lalu berpelukan,"Makasih ya Wan!Ayu sudah ketemu.Semua tak akan bisa tanpa bantuanmu."
Irwan menepuk bahu kakaknya itu,"Sama2 Kak.Ayu baik2 saja kan?"
Ayu juga mengucapkan terima kasih pada Irwan,"Terima kasih Kak Irwan..."
Inul menyambut mereka,"Akhirnya kalian semua kembali.Ayu welcome back sayang.Oh ya Mama punya kabar baik nih!"
Evi melirik ke arah Irwan,demikian juga Irwan.Danang malah nyahut,"Danang juga punya kabar baik Ma."
Wei...apa kabar baiknya?***see you next eps***

Eps 199 TABIR KEPALSUAN : Thy Children

■□■□ NOTE WINDOW OF DREAMS : Anak2mu
         ¤□¤□ CERPEN KE-38 : AIBKU DIANGKAT 
       Hari sudah sore,sudah tiba saatnya jualan pakaian di tepi jalan.Ditemani Nek Ijah,seorang perempuan tua yang terlantar yang kutemukan di tepi jalan.Kasihan Nek Ijah,dia kebingungan gitu.Tega amat keluarganya membiarkan dia di jalanan sendirian.Hampir saja ditabrak kendaraan kalau tak segera kutarik ke tepi.Ya ampun ternyata ga cuma aku orang yang merana di dunia ini.Kuambil jaket tebal juga selimut tebal dan kasur tipis buat alas tidur Nek Ijah nanti.Sebenarnya aku ga tega bawa Nek Ijah ikut jualan tapi Nek Ijah juga ga mau di rumah sendirian.Ia mau selalu didekatku.Akhirnya aku ngalah,"Baiklah Nenek ikut tapi nanti pakai jaket ya...udara di luar kan sangat dingin."
         Nenek Ijah seneng banget,ia segera membantuku menata dagangan yang mau kubawa.Kutaruh semua dalam gerobak,untunglah ga begitu jauh perjalanan ke sana,ke lokasi aku biasa magrok.Sebuah emperan toko di tepi jalan besar,jalan dimana aku dulu nemuin Nek Ijah.Jalan itu ramai dan biasa dilewati bus2 besar bahkan trailer.Banyak pedagang makanan di sekitar situ.Ga perlu susah2 cari makan.Nek Ijah segera membantuku menata dagangan begitu tiba di lokasi.Dekat palang kereta jadinya banyak orang yang suka mampir sambil nunggu kereta lewat.Lumayan hasilnya.Aku jual aneka baju sekolah,hem,kaos,celana hingga kaos kaki.Ada pedagang lain yang baik hati kasih tebengan lampu dan bantu aku nata meja gelaran dan tenda.Aku tetap membayar karena aku ga mau berhutang lagian dia juga keluar tenaga untuk itu.Beginilah susahnya bila tak punya laki2 dalam hidup.Aku ini janda.Tak punya anak lagi.Suamiku pingin banget punya anak dan aku juga dah periksa diriku ke dokter.Awalnya memang ada kistanya di ovariumku.Tapi sudah dioperasi.Rahimku normal.Aku dilarang dokter makan taoge dan kangkung selama kistanya masih ada katanya malah bikin kistanya berkembang.Habis 20 juta buat operasinya.Aku sampai keluar dari kerjaanku demi bisa punya anak.Istirahat pikiran.Aku juga selalu menyediakan waktu untuk puasa memohon kemurahan Tuhan agar membuka kandunganku.Namun malah suamiku selingkuh sama pembantu di rumah majikannya.Suamiku sopir truk di sebuah peternakan sapi.Kerjaannya antar sapi ke pesanan lalu balik ke kandang.Kadang nginep gitu di rumah juragannya.Ga sangka malah selingkuh dia.Bahkan dia membela diri atas perbuatannya,"Lha kamu ga bisa kasih aku anak.Makanya aku selingkuh.Harusnya kamu itu yang introspeksi diri jadi wanita kok mandul!Ga bisa bahagiain suami,ga dipercaya sama Tuhan itu namanya!!"
        Aku tertegun mendengar ucapan suamiku kala itu,sia2 aku menjaga hati selama bertahun2 pernikahan kami.Selalu saja aku yang disalahkan,dia sendiri ga mau periksa ke dokter.Katanya dia itu sehat selalu.Sudah pernah periksa.Ga masalah katanya.Malah katanya aku tuh ga bawa hoki bagi dia.Sejak menikah sama aku kehidupannya kian merosot.Aku usap air mataku,mengenang masa2 bagaimana aku bantu keuangan keluarga sampai jualan aneka makanan kecil dirumah.Dia malah hambur2kan uang buat judi.Aku dah nasehati malah uang hasil jualan dia ambil buat hobbynya itu.Kalau ga dikasih dia akan menceraikan aku,"Kamu tahu ga Mel,aku tuh mau nikah sama kamu karena kupikir kamu bakal dapat bagian sawah dari keluargamu.Eh ternyata cuma dapat sepetak doang!Kupikir aku bakal hidup senang dapat kamu.Malah kamu keluar dari kerjaan.Sial!!"
 Udara malam kian dingin,Nek Ijah menyentuh pundakku,"Mel,ada yang beli itu."
Aku segera mengusap air mata di ujung mataku,"Oh ya sampai ga gagas aku Nek.Nenek istirahat saja di dalam gerobak.Selimutnya dipakai ya?Biar Imel yang layani pembeli."
          Nek Ijah mengangguk dan segera memakai menuju ke sana.Gerobaknya jadi kayak kamar darurat gitu.Kututupi dengan terpal biar hangat.Kubawa bantal juga biar nyaman tidurnya.Kulayani pembelinya,"Cari apa mb?...oh seragam sekolah ya?SD ya ?Sebentar ...."
          Lumayan laku beberapa stel. Aku melihat penjual bakso lewat,"Bang,dua mangkuk ya!"
Aku segera menuju gerobak,"Nek!Ada bakso!Yuk makan dulu.Enak pasti lagian Imel juga bawa nasi kok.Apalagi udaranya kayak gini pasti enak makan yang panas2."
Wah Nek Ijah seneng,"Kamu perhatian ya ...Nenek seneng deket sama kamu."
         Kamipun makan bersama.Aku sayang sama Nek Ijah,mengingatkanku akan ayah ibuku yang telah tiada.Semua saudaraku sudah mikir keluarganya masing2.Sejak bercerai dari suamiku yang tukang judi,aku memilih hidup sendiri.Mantan suamiku jelas sama selingkuhannya.Sudah menikah mereka tapi belum punya anak juga.Aku melihat Nek Ijah makan dengan lahap,"Nenek suka bakso ya?"
Nek Ijah malah cerita,"Dulu aku punya anak angkat yang sangat baik.Dia selalu sayang sama aku.Selalu ngajak jajan bakso.Tapi dia kemudian kerja di luar kota,aku ikut anak2ku sendiri malah disia2.Aku kerap kelaparan,malah kemudian aku ditinggal di jalanan."
Aku heran kok ada yang tega gitu sama ibu kandungnya,"Nenek ikut Imel aja.Imel juga sendirian kok.Tapi ya gini hidupnya sederhana.Gpp ya?"
 Nek Ijah malah membelai wajahku,"Kamu itu kayak anak angkatku,baik orangnya.Nenek seneng ikut kamu,maaf ya ngrepoti dan bebani kamu."
Aku tersenyum padanya,"Gpp Nek.Imel malah seneng kok.Ada yang nemeni.Gpp ya nenek tinggal sama janda kayak Imel.Janda dicerai karena mandul lagi."
Nenek malah juga tersenyum,"Anak yang durhaka malah mendukakan hati,syukuri saja setiap keadaan kita.Tuhan itu selalu memberi rancangan yang baik buat kita.Nenek juga ga mau balik lagi ke anak2 kandung Nenek,makan hati.Semua cuma baik pas ada maunya.Mikir warisan aja.Begitu dah dibagi nenek malah jadi kayak bola dioper sana dioper sini.Andai saja anak angkat Nenek kembali.Biasanya tiap 3 bulan dia datang jenguk Nenek."
Ada pembeli lagi,aku segera ke depan,"Bentar ya Nek..ada yang beli."
        Pembelinya sepasang suami isteri,aku lihat mereka ribut gitu.Ribet nawar dan sangat kasar,"Udah segini aja harganya kalau ga mau ya udah!!Barang ginian aja kok mahal amat!"
Aku coba meredam suasana,"Memang sekarang apa2 naik mb,itu sudah harga pas.Kualitasnya bagus kok..."
 Eh malah yang pria nyeletuk,"Barang pinggir jalan mana ada yang bagus...ihh.."
            Astaga aku tuh rasanya pingin ngusir mereka,ga beli gpp tapi jangan menghina.Eh malah kaget aku kala Nek Ijah kenal sama tuh dua orang,"Kalian??"
Yang wanita kaget,"Ibu?Kok ada di sini bukannya ibu harusnya sama Mas Marno?"
Eh Nek Ijah malah nangis,"Kalian tega ya sama ibu kandungnya sendiri.Ini balasannya kasih sayang ibu selama ini?Setelah dapat warisan semua ga mau ngurus ibu.Ibu ga akan ganggu kalian lagi.Kalian tenang saja."
Bukannya minta maaf malah mereka segera cabut,"Nanti kami akan bilang sama Mas Marno Bu.Kami pergi dulu..."
           Wei...udah ga beli,ngeselin malah ninggalin ibunya tanpa tanya gimana kondisi ibunya.Dunia memang sudah kebalik2.Aku peluk Nek Ijah,"Sabar ya Nek.Udah Nenek sama Imel aja.Kita hidup sepenanggungan.Imel seneng kok ditemeni Nenek.Ayo masuk ke dalam aja.Dingin."
           Kereta lewat dan aku senang memperhatikannya.Jadi ingat mendiang ayah,"Mel,kamu itu kalau menjalani hidup belajar dari kereta.Mereka itu selalu ikuti trek.Ikuti relnya.Kamu jangan keluar dari jalurmu.Teteplah jadi orang yang baik,hidup dengan nilai2 yang baik dan tetep percaya pada kebaikan Tuhan.Niscaya kamu akan bahagia."
            Begitulah nasehat ayahku yang selalu kuingat.Meski hidup sering tak sesuai rencana aku tetap menjalani dengan tabah.Meski sampai kini aku dikenal sebagai perempuan ga bisa punya anak,janda lagi dan jadi gunjingan orang,aku akan tetap bersyukur masih bisa nolong orang,punya penghasilan,bekerja dengan tanganku dan melakukan kebaikan.Aku merawat Nek Ijah dengan riang,seakan menjaga ibu kandungku sendiri.Malah aku manggilnya ibu sekarang.Kalau pagi aku jualan kue leker depan rumah.Kebetulan rumahku deket sekolahan.Anak2 pada suka.Murah lagi.Ibu Ijah bantu bikin adonannya.Aku menikmati hari2ku dengan sukacita.Hingga suatu malam,sebulan setelah kejadian dengan anaknya Bu Ijah.Tiba2 sebuah mobil hitam berhenti didepan tempat aku jualan.Tumben orang kaya mau beli pikirku.Bu Ijah sedang makan di dalam,seorang pria berpakaian rapi,kemeja putih lengan panjang berkulit bersih dan wajahnya penuh wibawa gitu keluar dari mobil itu.Ia membawa hp dan mendekatiku,"Permisi.Mb pernah lihat ibu ini tidak?Kata saudara saya dia terakhir ketemu ibu saya ini di jalan ini."
         Dia menunjukkan hpnya ada foto seorang wanita di sana dan wanita di foto itu adalah Bu Ijah.Aku terpana,begitu juga dia karena kemudian Bu Ijah muncul,"Iswan!!"
Mereka berpelukan gitu,"Ibu!!"
Aku sampai terharu melihatnya,Bu Ijah mengenalkanku dengan pria itu,"Ini anak angkat ibu.Iswan namanya.Iswan ini Imel,dia yang nampung ibu selama ini.Dia itu sangat baik sama ibu."
 Kujabat tangan Mas Iswan,"Imel.Silakan duduk Mas...maaf adanya cuma tikar..."
           Jabatan tangannya hangat dan hatiku berdebar entah kenapa.Mereka lalu ngobrol.Malah sampai aku tutup warung.Mas Iswan juga bantuin aku,"Terima kasih ya sudah menjaga ibu saya.Saya sungguh sangat berhutang budi pada mb."
           Mas Iswan jadi sering main ke rumahku.Nengok ibunya.Rupanya ia dipindahtugaskan ke sini.Ia mengajak ibunya ke rumah dia.Aku sempat dengar pembicaraan mereka,"Ibu ikut Iswan ya?Iswan sengaja minta pindah ke kota ini demi bisa jaga ibu.Iswan dah dengar semua soal ibu yang disia2.Ibu ikut Iswan aja ya?Masak mau merepotkan Mb Imel terus...ya bu ya?"
Ibu Ijah malah nanya,"Nanti ada yang ga suka ibu di rumah kamu?"
Mas Iswan malah ngekek,"Iswan kan belum punya isteri Bu.Iswan pasti akan minta restu ibu kalau mau nikah.Iswan sangat menghargai ibu."
          Aku sedih juga ditinggal Ibu Ijah.Namun kemudian Ibu Ijah sering main ke tempatku malah kalau pagi dia diantar mas Iswan ke rumahku.Kalau malam dia datang sama anak angkatnya itu nemeni aku jualan.Katanya dia khawatir sama aku.Kangen sama aku.Aku malah jadi deket sama Mas Iswan.Hatiku berbunga2 kalau deket dia.Tapi aku sadar aku ga boleh berharap lebih karena aku ini terkenal sebagai perempuan mandul.Aku ga mau mengecewakan siapapun lagi.Berkali2 Mas Iswan mengutarakan isi hatinya padaku tapi aku selalu menolaknya,"Mas,aku ini ga pantas sama Mas...Mas ini layak dapat perempuan yang lebih baik,yang bisa kasih anak...bukan janda kayak aku...aku ga mau Mas nyesel nanti..."
Tapi dia kekeh,"Aku akan nunggu sampai kamu mau Mel...aku akan menunggu..."
          Aku heran sama dia,usiaku tuh mau kepala 4 dah mau lewat masa suburnya.Kekeh aja dia mau nikahi aku.Aku terus menolak dengan halus hingga kemudian aku dengar dia jatuh sakit.Kena DB.Ya ampun,aku panik sekali.Aku cemas bukan main.Nungguin dia di RS.Trombositnya malah turun terus.Aku sampai berdoa pada Tuhan,"Apapun akan kuberikan Tuhan,asal sembuhkan dia.Aku mohon...aku sayang dia.Aku mencintainya...walau aku sadar aku ga pantas mencintainya..."
Ibu Ijah berkata padaku,"Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan...Iswan itu biasanya ga mudah sakit,tapi kalau sedih dia langsung drop.Tanyalah sama dia apa yang bikin dia sedih..."
Aku menuruti kata Ibu Ijah,namun aku ga sangka Mas Iswan malah melamarku di rumah sakit,"Aku sedih Mel...kamu nolak aku terus.Aku mohon terima lamaranku ya?Please..."
Dokter dan perawat senyum2 ke arahku,"Rupanya trombositnya ga naik2 karena masalah cinta ya?Hmm..."
 Aku malu juga diliatin tapi kemudian aku terima lamaran itu,"Janji ya Mas akan semangat untuk sembuh...janji sama Imel ya?"
       Mas Iswan gembira sekali aku terima lamaran dia.Langsung kondisinya membaik dengan cepat,dokter sampai heran,"Wah ini toh kekuatan cinta...the power of love...he..he.."
Tak lama usai masa penyembuhan dan pemulihan kami menikah.Dan akupun diboyong ke rumah Mas Iswan.Semua tetangga pada heran aku dapat pria mapan,baik dan goodlooking lagi.Tapi aku lebih terpana lagi kala mas Iswan membawaku ke dokter beberapa minggu kemudian.Aku merasa ga enak badan,kupikir masuk angin aja lha kok malah dinyatakan positif hamil,"Ah dokter bercanda ya?"
Dokternya malah heran,"Lho ini bener Bu...saya sudah tes dengan urinenya juga...begini saja tunggu sampai janinnya tumbuh.Baru di USG...lihat apa saya bercanda atau tidak."
Mas Iswan malah hepi banget,"Aku jadi ayah yesss!!Makasih Tuhan!!"
        Aku masih ga percaya,masih deg2an dan keheranan.Aku pikir aku mandul.Lha kok baru beberapa minggu nikah sama Mas Iswan dah hamil.Kok dulu sama mantan suami pertamaku,aku ga hamil2 ya?Tetanggaku juga pada heboh denger aku hamil,"Paling itu kista dikira janin.Apa tumor gitu..."
Namun ibu mertuaku,Bu Ijah menyemangatiku,"Biasa orang itu ga suka lihat orang lain bahagia.Jangan terlalu dipikirkan.Semua adalah karunia Tuhan."
          Perutku kian besar dan diUSG bener ada janinnya.Aku lega.Rasa syukur tak putus kupanjatkan ke hadirat Tuhan atas pemberian-Nya.Walau gitu para tetanggaku masih saja menghembuskan berita miring,"Ada bayinya belum tentu bisa lahir kan dia udah mau kepala 4 itu,usia rawan buat melahirkan.Paling anaknya mongoloid kena down syndrome.Malah ngeri.."
Aku jadi cemas juga tapi Mas Iswan menghiburku,"Jangan banyak pikiran sayang...meskipun apapun kondisi yang terjadi nanti aku akan tetap mencintai kamu dan anak kita...Aku takkan tinggalkan kalian.Jangan cemas ya ibu muda...he..he..mikir itu yang bagus2 aja.Lihat nih foto2 aku.Mikir aja kalau anaknya bakal seganteng ayahnya he..he..kalau laki kalau cewek nih lihat foto kamu...cantik kan?Jangan masukin hal2 yang merusak ketenangan hatimu apalagi lagi hamil.Itu ga baik buat janin.Ok?"
        Aku lebih tenang mendengar ucapan Mas Iswan.Setiap hari aku lebih fokus berdoa dan memikirkan hal yang baik,yang mulia,yang manis dan yang sedap didengar.Aku malah makan terus.Ibu Ijah terus menjagaku.Dan anakku lahir dengan kondisi baik.Tidak down syndrome atau apapun itu.Ia sehat,laki lagi.Jagoan dan ganteng kayak ayahnya.Mas Iswan gembira sekali.Aibku diangkat oleh Tuhan.Aku bisa hamil dan melahirkan anak.Aku ketemu sama mantan suamiku pas di mall,dia kaget lihat perut aku besar dan Mas Iswan gendong anakku,Iswandi yang saat itu sudah 2 tahun usianya,"Imel?Ini beneran kamu?Kamu hamil ?Berapa bulan Mel?"
Aku jawab,"Iya Mas..aku hamil jalan 5 bulan.Anak kedua.Itu anak pertamaku!"
Kukenalkan dia pada Mas Iswan,mereka bersalaman.Aku lalu nanya,"Lha anak mas sudah berapa?Isteri mas mana?"
Eh dia malah menggeleng,"Belum Mel.Isteriku belum hamil sampai sekarang.Malah dia kena kanker serviks.Dia sedang opname sekarang.Aku kemari cari kebutuhan dia buat di RS sekalian belanja keperluan rumah.Maafkan aku ya Mel dulu aku nyebut kamu perempuan mandul.Ternyata akulah yang ga bisa punya anak."
           Aku kaget ya ampun,dia alami banyak hal.Dia lalu bergegas pergi dengan wajah yang jauh lebih pirus dari dulu saat masih menikah denganku.Aku melahirkan anak kedua juga dengan baik meski cesar.Tuhan mengangkat aibku ga tanggung2,aku bahkan dibuat takjub atas perbuatan-Nya.***The End*** Dah jam 4 nih saya sleep dulu ya...***see you in part 2***

Eps 199 TABIR KEPALSUAN : PART 2
        �°�KEDIAMAN SUTEDJA...
       Inul terdiam kala mendengar putra sulungnya bilang punya kabar baik.Sejak kehilangan Ayu,belum pernah wajah Danang segembira kali ini.Diajaknya semua ke ruang keluarga,"Ayo semua ke dalam.Kabar baiknya disampaikan di sana semua.Ayo Ayu!Evi!Mana cucu ipel2 Oma nih?Aduh...bobok ya?Gemesin banget sih...mmmh.."
          Evan diambil sama Inul,dikecup penuh sayang.Sempat bangun juga si dimpuk itu,menguap gitu dia,"Whooa...Whoaam..."
Tapi begitu tahu omanya yang gendong dia,eh mapan bobok lagi di bahu Omanya.Malah bikin gemes yang lihat,"Lihat pipinya tuh ...tembemnya...pingin nyubit deh..."
         Irwan menggandeng mesra sang isteri melangkah menuju family room.Danang komentar sambil membelai pipi ponakannya,Evan dengguk,"Ya ampun Wan...bener2 mirip kamu banget nih...gen papanya dominan nih...kalau anak kedua apa tetep dominan ya he..he.."
Evi malah tersenyum bahagia sembari mengelus perutnya,'Dedek sayang yang didalam sana...bantuin Mama jagain papa kamu ya?Biar ga ngilang lagi kayak Mama pas hamil kakak kamu dulu...'
      Melihat semua pada kumpul,Aty yang sudah come back dari depot minumnya segera menyediakan aneka suguhan berselera he..he..juga aneka minuman kesukaan masing2 majikannya. Semua sudah pada duduk dengan nyaman.Ayu sebelah Inul dan Danang.Irwan jelas bersama adinda tercinta.Evan dibaringkan di sofa dijagai sama Inul dan Ayu.Lha baby sitternya?Biasa rehat dulu.Biar makan dulu dan mandi dulu.Inul membuka pembicaraan,"Oh ya Mama kepo nih sama moment gimana Ayu bisa ketemu.Gimana ceritanya itu?"
          Danang lalu cerita dari A sampai Z.Wah Evan makin angler lha didongengin.Danang kembali berterima kasih pada Irwan atas semua bantuannya,"Jika Irwan ga bantu Ma...mungkin Danang ga akan bisa kasih kabar baiknya deh..."
Irwan nyeletuk,"Kakak bilang makasih terus...kita kan saudara,walau beda ayah tapi satu ibu...Ayo apa itu kabar baiknya he..he.."
Adi ikutan nimbrung,"Kayaknya bakal ada yang merit nih ...ai..ai..."
         Inul memandang pada Ayu yang tersipu,ia juga melihat bagaimana sorot penuh cinta terpancar di mata Danang untuk gadis itu.Danang mengajak Ayu bersimpuh di kaki Inul,"Ma...Danang mohon Mama merestui hubungan kami...Danang ingin menikah dengan Ayu Ma...boleh ya Ma?"
Ayah Hamdan datang bersama Rizky,"Wah rame sekali di sini.Ada acara sungkeman segala.Ada apa ya?"
Rizky malah ngambil handicam dan menyuting adegan itu,'Keluarga ini selalu penuh kehangatan.Jadi ingat waktu pertama kemari.Mamanya kak Irwan juga orang pertama yang menerima keluarga aku dengan ramah.Aku yakin Beliau akan menerima kak Ayu jadi bagian keluarga besarnya.Ga sangka ya kak Danang nasibnya sama kayak adiknya,dapat wanita yang beda kelas.'
Inul terharu melihat putra sulungnya begitu menghargai pendapatnya,"Mama restu sayang...Asal kamu bahagia...lagipula Ayu juga sudah Mama kenal dengan baik.Mama yakin dia akan membantu Mama menyayangimu...iya kan Ayu sayang?"
Ayu malah berkaca2 mendapat restu Inul,"Iya Tante...pasti..."
Evi mesem,"Kok Tante manggilnya?Ganti dong Ayu..."
Inul membelai wajah Ayu,"Panggil aku Mama oke?Kamu kini juga putriku...sama seperti Evi...kalian adalah malaikat2 penjaga putra2ku...Mama sayang kalian berdua..."
        Ayu memandang Danang,minta pendapat kekasih hatinya itu,Danang mengangguk.Ayu lalu memanggil Inul,"Terima kasih Mama..."
Semua langsung bertepuk riuh menyambut calon menantu baru di keluarga Sutedja,"Yeah!!!Plok2!!!" Ayu bahagia banget dipeluk sama Inul,'Ga sangka aku malah mendapat ibu di rumah mewah ini.Aku akan jaga Kak Danang dengan baik.Dengan sepenuh hati aku...'
Kabar baik selanjutnya juga disambut riuh dan gembira oleh semuanya,"Wah ga cuma kedatangan calon menantu tapi juga calon anggota baru nih..."
 Langsung Irwan menghubungi Benigno,"Selamat ya Om kesampaian akhirnya nyusul Irwan he..he.." •�• BENIGNO'S HOUSE...
          Rumah yang dulu sepi,kini akan semarak karena sang nyonya rumah tengah berbadan dua.Ya Ika demi bayi dalam kandungannya bahkan akhirnya memutuskan tidak bekerja.Tentunya semua setelah berdiskusi dengan sang suami tercinta.Ben setuju lagian mereka sudah punya segalanya,namun kurang satu hal dan itu kini sedang tumbuh dalam rahim Ika.Seorang anak.Ben perhatian sekali pada isterinya.Ia selalu memperhatikan segala keperluan Ika.Bahkan ia meminta pada pembantu di rumahnya agar mendahulukan segala keperluan isterinya itu.Ibu Ika bahkan sampai datang berkunjung.Memberi wejangan dan segala nasehat pada putrinya itu.Evi juga datang berkunjung tentu saja bawa pasukan gitu.Ika senang sekali menyambut kedatangan sahabatnya itu,"Evi!!!Aku senang kamu datang.Wah Evan juga ikut.Ya ampun cute nian..."
Evi memang datang bersama Irwan tapi pebisnis muda itu hanya sebentar karena harus menghadiri rapat nasional,"Sayang,baik2 ya di sini.Ada team pengawal jika kau butuh apa2.Aku akan rapat dari pagi sampai sore.Daripada kamu boring di kantor aku,kamu disini saja sama Ika."
 Evi menjawab,"Iya Pak Presdir.Tapi aku akan tetap ikut kamu ke luar negeri lho bulan depan.Aku ga akan biarin kamu ngilang lagi kayak dulu.Mau ke Taiwan kek,Hongkong kek,India kek aku akan tetap ikut."
Ika melihat reaksi mantan Presdirnya itu,'Evi protektif nian sama Pak Irwan.Pasti masih trauma dia.Aku juga ikut2 ah...aku mau protektif sama Bensay he..he..'
          Malah jadi menginspirasi.Weleh... Usai para suami mereka pergi kerja,Ika dan Evi asyik ngobrol sambil ngemil aneka makanan.Evan asyik latihan jalan ke sana ke mari sama pengasuhnya.Latihan di atas rerumputan taman di rumah Ben.Jelas dipantau oleh team keamanan.Bahkan Renegade ikut bertugas di sana.Weleh... Kita lihat Depotnya Adi yuk!Haus nih... ○�○ DEPOT MINUM SAHABAT...
        Terpantau ramai lancar.Astaga emang situasi jalan raya apa?He..he..Emang ramai kan depot minumnya?Lihat aja pating sliwer gitu.Ayah Hamdan aja sampai ikut terlibat di bisnis itu.Adi senang karena merasa memiliki ayah saja.Aty juga menambah menu masakan di depot itu.Ada masakan Jawa,Sunda bahkan Padang juga ada.Kian ramai pengunjungnya.Selain menu utama yaitu minuman kelapa muda yang enak dan seger masih ada stand pastry juga fast food bagi yang menghendaki makanan ringan.Ada croissant aneka isi.Ada brownies juga aneka bakery.Wah semua adalah ide2 ayah Hamdan.Pengunjung kian suka karena banyak pilihan menu.Rizky bahkan ikut bantuin juga usai pulang sekolah,"Meja 7 pesan nasi liwet 2,es kelapa kopyor 2,croissant isi keju 4 dan croissant isi pisang juga 4."
      Aty sampai mempekerjakan banyak karyawan juga demi semua pembeli ga kelamaan nunggu.Pengunjungnya juga bisa sambil lihat2 ke galery lukisan yang dikelola Danang dan Ayu,jika mau.Bahkan beberapa lukisan Danang dipajang di depot itu dan ada juga yang tertarik membelinya.Simbiosis mutualisma pokoknya.Bahkan rencananya pernikahan Danang dan Ayu akan memakai menu dari depot itu.Sekalian promo he..he.. Pernikahan Ayu dan Danang akan digelar usai kelahiran anak kedua Irwan supaya bisa persiapan lebih matang.Evi bahkan mengusulkan supaya pernikahan Adi dan Aty juga segera dilangsungkan.Dibicarakannya hal itu dengan sang suami kala mereka ada di luar negeri.Biasa perjalanan bisnis.Untunglah dokter mengijinkan Evi melakukan perjalanan ke luar negeri.Tapi Irwan tetap menyempatkan cek kandungan ke Singapore.Biar ga terjadi sesuatu pada anak keduanya juga pada isterinya dan Evan yang jelas ikut kemana saja.Inul saja sampai ikut serta weleh... Irwan setuju dengan usul isterinya,"Iya ya sayang,kita sampai lupa mengurus pernikahan Adi dan Kak Aty.Untung kamu ingatkan aku sayang...aku sibuk sekali akhir2 ini karena beberapa anak perusahaan mau masuk dunia ekspor."
          Evi tahu betapa besar tanggung jawab di pundak sang suami belum tanggung jawab dia terhadap keluarganya.Ia hanya tersenyum sambil membelai perutnya yang kian besar,"Bukankah isteri itu penolong suaminya?Makanya aku akan melengkapi dirimu.Tapi kita harus bicara dulu sama Adi dan kak Aty.Bagaimanapun juga pendapat mereka yang lebih utama di sini.Ini kan hanya niat baik kita saja."
Irwan juga meminta pendapat Mamanya,dan Inul setuju dengan Evi malah Inul berkata,"Bagaimana jika pernikahannya dibarengkan dengan pernikahan Danang dan Ayu?Kan asyik itu?Mereka dulu juga selalu bersama kan?"
Irwan manggut2,"Mama benar.Itu akan membuat mereka merasa sebagai anggota keluarga Sutedja."             Irwan berencana akan datang berkunjung ke depot minum Adi usai perjalanan bisnisnya ke Taiwan.Selama Irwan keluar negeri jelas Benigno yang take over company.Kira2 Adi dan Aty setuju ga ya mereka segera akan menikah?Bareng lagi sama Dayu?Udah jam segini nih penulise rest dulu ya?***see you in the last eps***

The Last Eps of TABIR KEPALSUAN : A Beloved Brother
Eps 200 : Seorang Saudara Laki2 Tercinta
          ↓           ↓•••••↓DEPOT MINUM SAHABAT....
           Sebuah mobil mewah memasuki area parkir depot.Melihat dari ketatnya pengawalan Adi tahu siapa yang datang,"Boss Muda tumben nih mampir ?Biasanya sibuk banget."
Aty dengan riang menyambut tamu agungnya,"Boss Muda selamat datang!Wah Nyonya Ratu juga datang ....Nyonya muda mana ?"
Inul menjawab,"Evi aku suruh istirahat dulu.Sudah mendekati hari persalinan jadi biar punya stamina nanti pas hari H he..he.."
 Adi malah heran,"Tumben Nyonya Ratu bisa barengan datang sama Boss Muda he..he..saya kok malah jadi deg2an he.he.."
Ayah Hamdan ketawa,"Harusnya kamu itu senang Nak Adi lha kok malah berdebar2..."
Rizky malah mempersilahkan dengan gaya service excellentnya,"Mari silakan masuk ...sebuah spot terbaik siap menanti ...mari saya antarkan..."
        Inul dan Irwan tersenyum melihat semangat kerja Rizky.Ayah Hamdan juga senang melihat putranya lebih memilih sibuk bekerja di depot minum daripada kelayapan ga jelas,'Putriku jadi penyanyi tenar dan isteri seorang bisnisman sukses.Kini anak laki2ku kian dewasa.Sepertinya bakal jadi fotografer dia.Setiap pengunjung baru akan difoto dan ditempel fotonya di sepanjang dinding.Benar2 sebuah kreativitas yang pantas diacungi jempol.'
          Danang dan Ayu juga merapat ke depot begitu tahu Inul datang bersama Irwan.Ayu memberi salam pada calon mertuanya itu,"Mama...kenapa ga bilang2 kalau mau datang?Kan kita bisa siap2..." Inul malah mengajak keduanya duduk,"Ayo sini semua.Adi dan Aty juga ke sini ya?Ada hal penting yang mau kami bicarakan."
       Adi dan Aty segera mendekat.Berpandangan bingung gitu mereka.Rupanya Inul dan Irwan membahas soal pernikahan Danang dan Ayu setelah kelahiran anak kedua Irwan nanti.Danang berkata,"Tunggu sampai bayinya lahir dulu Ma...baru kita akan tentukan dimana lokasi pernikahannya.Kalau Danang sih pinginnya di sini Ma.Tinggal dimake over aja dikit.Ga usah mewah2 deh....Yang penting kerabat dekat saja yang hadir.Ayu juga setuju begitu."
Inul manggut2,'Memang sejak kehadiran Ayu,putraku banyak berubah.Menyukai hal2 yang sederhana,ga jor2an lagi kayak dulu,lebih kalem dan lebih bahagia pastinya.Ayu memang gadis yang tepat buat Danang.'
 Irwan lalu memandang Adi,"Kalau kamu Di,kapan nih mau diresmikan sama kak Aty?"
           Aty merona malu tapi mau gitu,Adi malah bingung mau jawab apa.Weleh... Danang malah yang nyeletuk,"Bareng aja Di!Kan seru tuh bisa barengan nikah.Ya ga Sayang?"
Waduh Ayu ganti yang merona merah jambu cipuk2,"Iya bareng aja...malah rame."
Inul juga mendukung tapi Adi ga mau,"Saya nanti saja setelah Kakak Boss menikah.Saya masih mau fokus ke depot dulu.Lagi mania cari uang he .he..soalnya saya ingin bisa menikah dengan uang saya sendiri.Rasanya pasti bangga.Gpp ya Ty?"
Aty malah terharu,"Iya My Lovely...aku malah jadi kagum sama kamu ..."
           Irwan tahu betapa Adi ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik.Ia ga masalah dan malah bangga,"Hebat kamu Di.Aku bangga punya saudara kayak kamu..."
Danang malah cemburu lihat Irwan merangkul Adi,"Aku juga saudaramu lho Wan...he..he.."
Irwan jadi tersenyum dan merangkul keduanya,"Kalian adalah saudaraku.Aku bersyukur memiliki kalian..."
Ngomong2 soal saudara,kapan saudara Evan lahir ya?Nih dia!

 ↓○○○○○↓RUMAH SAKIT....
            Sudah lewat hpl tapi Evi belum juga merasa mulas.Akhirnya oleh saran dokter,Evi dibawa ke RS saja.Tentu saja Irwan mendampingi.Aty saja sampai off kerja demi Nyonya Mudanya itu.Pagi masuk malamnya baru Evi melahirkan.Bila dulu normal maka kali ini Irwan memutuskan lewat operasi cesar.Ia cemas karena sudah lewat hpl.Wah bayinya gemuk beratnya 3,6 kg.Dokter berkata,"Waktu di USG perempuan dan berat sekitar 2,9 kg.Tapi ternyata lahirnya laki2.Selamat keluarga Sutedja kembali mendapatkan penerus."
Evi membelai bayinya,"Sayangku Erfan ....ini Mama sayang..Wajahmu bulat dan putih.Kamu manis sekali.Persis Papamu."
          Irwan teringat akan surat Evi dulu yang menuliskan bahwa kalau anak kedua mereka laki2 maka namanya adalah Erfan.Maka Irwan menamai bayi keduanya itu,Erfan Putrawan Sutedja.Pangeran kedua penerus bisnis keluarga Sutedja.Usai dibersihkan Erfan dibawa keluar dalam kereta dorong,ia membuka matanya kala Papanya mendekat.Inul langsung berkata,"Lihat itu dia membuka matanya.Ya ampun dia manis banget.Bulat gitu mukanya.Benar2 mirip kamu sayang."                  Irwan bersyukur anaknya lahir dengan selamat demikian juga Evi dalam keadaan baik.Semua memberi selamat.Irwan mendekati isterinya,"Terima kasih sayang.Kau sudah melahirkan seorang pangeran lagi buat keluarga Sutedja.Kelak akan banyak yang membantuku menghandle bisnis.Kau tidak kecewa kan tidak melahirkan secara normal?"
Evi mengusap wajah bayinya,"Tidak.Yang penting Erfan sudah lahir dengan baik.Dia manis ya?Laki tapi manis.Ga sangka kita pikir perempuan eh malah laki." Evan juga melihat adiknya,"Dede...dede..."
        Erfan membuka matanya dipanggil kakaknya,matanya bagus besar2. Sebulan setelah Erfan lahir,Danang dan Ayu menikah.Seperti konsep semula pernikahan dilangsungkan di depot minum.Jelas menunya lengkap gitu.Ayu sangat bahagia,memang ia menginginkan pernikahan yang sederhana.Meski begitu tetap saja terlihat mewah.Inul meminta rancangan designer kondang buat baju pengantin Ayu dan Danang.Lalu kemana mereka berbulan madu ya?Danang membawanya ke Thailand. Irwan melihat Adi nampak sedih,"Kamu kenapa Di?"
Adi berkata,"Lihat pernikahan Kakak Boss saya jadi mikir.Masak saya nikah nanti ga ada walinya.Saya ga ada keluarga.Kasihan Aty.Menikah dengan pria tidak jelas asal usulnya."
Irwan menepuk bahunya,"Kan ada Mamaku.Pasti Mama bersedia menjadi wali mu.Kau jangan khawatir."
Adi berkaca2,"Makasih ya Boss..."
Irwan tersenyum padanya,"Kita saudara bukan...walau tidak sedarah.Tapi aku sudah menganggapmu seperti keluargaku."
Malamnya Irwan mendapat telepon dari seseorang,"Kak Danny apa kabar?Kakak mau ke Jakarta?Sopir Irwan akan menjemput kakak di bandara."
Danny menginap di kediaman Sutedja,"Wah sudah punya dua jagoan kamu dik.Ganteng2 semua.Wah...selamat ya!"
         Kedatangan Danny ke Jakarta rupanya ingin berkonsultasi soal perkembangan resortnya.Namun kala ia bertemu dengan Adi,ia terpana.Apalagi kala melihat tanda lahir di punggung Adi saat Adi ketakutan dengan air kala renang bersama keluarga Sutedja.Adi teriak2 sama Aty,"Aty jangan dorong2!Aku ga mau renang!Aku ga mau!"
         Irwan jadi ingat masa2 di pulau,Adi emang paling panik kalau sudah melihat air.Eh malah sama Aty didorong2 hingga nyebur ke kolam.Adi segera berenang ke tepi dan berlari ngejar Aty.Danny lalu bicara dengan Irwan,"Siapa sebenarnya Adi itu Dik?"
Irwan lalu menceritakan semuanya,"Kenapa kak...kakak sepertinya begitu tertarik dengan kisah hidup Adi."
Danny lalu menjawab,"Aku teringat pada adikku yang hanyut di sungai dulu.Tanda lahirnya sama persis.Adi juga tak tahu asal usulnya."
       Irwan lalu menyuruh Renegade menyelidiki asal usul Adi.Dicarilah panti asuhan tempat ia dirawat dulu.Dan ternyata Adi memang ditemukan oleh seorang nelayan.Untuk lebih meyakinkan Irwan mengadakan test DNA antara Danny dan Adi.Dan ternyata memang cocok.Mereka punya hubungan darah.Adi gembira sekali bertemu kakaknya.Mengetahui asal usulnya.Danny juga senang mengetahui adiknya masih hdiup.Adi menangis di pelukan Danny,"Aku ga sangka orang yang menyelamatkan Boss Muda adalah kakakku.Aku yang merusak pesawatnya hendak membunuhnya tapi kakakku menyelamatkannya.Tuhan Maha Besar.Jalan-Nya tak terselami oleh kita."
Danny juga berkaca2,"Adikku...Nama aslimu adalah Bima.Mulai kini aku akan memanggilmu Adi Bima.Adikku!!"
Irwan ikut terharu melihat semuanya,"Ternyata semua direnda begitu indah oleh Tuhan.Tak terselami oleh kita.Adi,sekarang kau punya wali untuk pernikahanmu."
Danny jelas senang sekali malah menawarkan resortnya sebagai tempat pernikahan,"Kau menikah di kampung halaman kita saja.Sekalian keluarga Sutedja bisa bertamasya ke sana.Bagaimana?"
         Adi malah melirik Irwan,tentu saja Irwan setuju.Adi menikah di Mamasa.Memboyong semua keluarga Sutedja ke sana.Termasuk Benigno dan Ika yang sudah dikaruniai anak laki2 juga.Namanya Norman Devona.

 ↓●●●●↓MAMASA...
      Keluarga Aty jelas datang semua.Akomodasi dan semuanya ditanggung oleh keluarga Sutedja.Hanya pernikahan yang Adi mau memakai uangnya sendiri.Tapi Danny jelas mau ikut andil.Malah ia yang memaksa membiayai semuanya.Semua keluarga Sutedja menikmati resort dan bahkan Irwan dan keluarga Evi menyempatkan diri berkunjung ke rumah lama Evi.Irwan berencana akan membantu memajukan kehidupan penduduk juga membuka banyak lapangan pekerjaan.Evi senang sekali.Warga menyambut riuh kedatangannya.Irwan malah berbisik pada Evi,"Aku lihat kau disambut bak pahlawan saja.Jadi pingin punya anak perempuan deh.Pasti kayak mamanya deh...jadi artis..."
Evi kaget,"Erfan kan masih kecil.Sabar ya Pak Presdir hi...hi..."
Irwan dengan cool menjawab,"Tentu aku akan sabar menanti...he..he.."
          Irwan dan Evi menikmati matahari tenggelam di resort bersama keluarga Sutedja lainnya.Evan dipangku Irwan dan Erfan jelas digendong Evi.Rizky asyik mengabadikan moment itu.Ayah Hamdan nampak asyik ngobrol dengan keluarga Aty.Inul sibuk dengan Ayu dan Danang.Ben jelas dengan Ika dan putra mereka.Ditemani orang tua Ika juga.Adi dan Aty asyik dengan Danny.Irwan juga mengajak Renegade dan keluarganya.Wah Jakarta ditinggal dong.Iya...seperti sekarang saatnya mengucap selamat tinggal pada Tabir Kepalsuan.
Berawal dari kepalsuan menjadi keindahan
Berawal dari kebencian menjadi kesayangan
Tak terasa sudah 200 eps direntangkan
 Kini berakhir sudah Tabir Kepalsuan
Terima kasih buat semua pembaca nan budiman
Setia membaca dan memberi masukan
Sehingga penulis akhirnya bisa menyelesaikan
 ¤¤¤ THE END ¤¤¤ ***see you in my first new rilis***
 >>>>♡ROMANSA ANGEL-KHAN�<<<<