||¤¤|| BENANG BIRU EPS 13
||¤¤|| BONUS 1 Tiket X
||¤¤|| I Long To See You = Lama Kuingin Melihatmu
CERPEN KE- 18 : XUAN YEH LOVE STORY part 2
Flash back dikit ya.Huai Yi belum tahu siapa dirinya sebenarnya.Ia rela mengikuti keinginan Ibu Suri demi keselamatan keluarganya.Walau berat baginya meninggalkan pria yang ia cintai,Kaisar Xuan Yeh.Sampai di tempat pengasingan,ia terkejut kala dipaksa untuk menjadi biksuni.Ia meronta namun apa daya ia cuma bersama pelayan setianya.Untunglah saat prosesi pemotongan rambut akan dilakukan,Xuan Yeh datang,"Hentikan!!Ini perintah Kaisar!!" Jelas semua suruhan Ibu Suri keder lihat Kaisar sendiri yang datang,semua segera sujud memberi hormat.Kaisar marah sekali pada Ibu Suri,"Mengapa Ibu melakukan ini pada Huai Yi?Apa salah dia?"
Kala mereka bersitegang,pemberontak Ming datang menyerang.Niat mereka jelas ingin menyelamatkan Putri Huai Yi,satu2nya sisa keturunan bangsawan kerajaan Ming.Namun kala melihat Kaisar Qing yaitu Xuan Yeh di sana,mereka berniat menghabisi sang kaisar sekaligus.Kaisar jelas anak berbakti,meski marah pada Ibu Suri tetap saja ia meminta pengawal melindungi ibunya.Ia sendiri malah diserang dari berbagai arah.Huai Yi juga dikepung namun tidak dilukai oleh pemberontak Ming.Mengira bahwa wanita yang ia cintai dalam bahaya,Xuan Yeh bergerak mendekati Huai Yi,"Kasim Thu selamatkan Putri Huai Yi!!"
Namun salah satu pemberontak berhasil menusuk kaisar dengan golok,"Jlep!!"
Disitulah untuk pertama kalinya Huai Yi menyebut nama asli Kaisar dalam jeritan,"Wan Xuan Yeh!!Tidakkk!!!"
Berhasil melukai kaisar,para pemberontak Ming kabur karena pengawal berdatangan seiring kedatangan Kasim Thu.Memang Xuan Yeh datang sendirian berkuda tanpa pengawal ke situ.Huai Yi segera berlari mendekati kaisar yang terluka parah.Ibu Suri bahkan miris kala melihat Huai Yi menarik golok yang menghunjam dada kaisar,"Aacck!"
Darah terus mengalir dari luka kaisar namun ditengah kondisi sekaratpun kaisar malah lebih memperhatikan Huai Yi,"Kau...tak...apa2...ahh..ahh?"
Huai Yi merengkuh pria yang ia cintai itu,air matanya tak henti mengalir,"Aku tidak apa2...tapi ...kau..."
Xuan meraih jemari putri Ming itu,"Aku senang ...karena kau ...memanggil namaku...tadi.."
Huai Yi hanya bisa tersenyum getir,ia memang sudah jatuh hati pada kaisar hanya saja ia tak mau mengungkapkannya.Kaisar kian sempoyongan namun kala melihat Ibu Suri mendekat,ia berkata,"Ibu...berjanjilah padaku...jangan bunuh Huai Yi...aku mencintainya...membunuhnya berarti Ibu membunuhku...janji padaku Ibu...aku mohon..."
Anggukan Ibu Suri melegakan kaisar yang kemudian tak sadarkan diri dalam pelukan Huai Yi,"Kaisaaar!!"
Kaisar segera dibawa ke kembali ke istana.Huai Yi memang tak dibunuh namun oleh Ibu Suri dijebloskan dalam penjara.Bahkan oleh putri yang hendak dijodohkan dengan kaisar,Huai Yi disiksa,"Kalau kau ingin menemui kaisar kau harus dicambuk dulu.Bagaimana?"
Demi bisa melihat kaisar,Huai Yi rela.Ia hanya ingin berada di dekat pria yang ia cintai itu apalagi kaisar terus menolak minum obat jika Huai Yi tidak disisinya.Kondisi Kaisar kian memburuk,tiap kali sadar dari pingsannya selalu saja ia mencari Huai Yi.Namun Ibu Suri tetap tak mengijinkan Huai Yi menemui kaisar.Dengan tubuh pucat pasi kaisar malah menggelar sidang melawan Ibu Suri,"Jika Ibu menganggap Huai Yi bersalah menentang perintah Ibu.Maka aku juga bersalah!Ibu juga harus menghukum aku!!"
Wah para petinggi kerajaan keder kala kaisar berkata demikian,"Wah gawat ini...kaisar marah besar...Kita harus patuh pada siapa?Ibu Suri atau Kaisar?"
Sidang ditunda karena Kaisar kembali pingsan.Semua tabib istana tak berdaya karena kaisar kekeh tak mau minum obatnya kalau Huai Yi tidak didekatnya.Disitulah anak perdana menteri,sang kakak 1 melihat betapa kaisar sangat mencintai Huai Yi.Demikian juga Huai Yi.Ia bersama adik perempuan kaisar membujuk ibu suri agar membiarkan Huai Yi menemui kaisar.Ibu Suri akhirnya menurut,dijemputnya Huai Yi dari penjara.Namun saat hendak menuju peraduan kaisar,terdengar bunyi ratapan dimana2.Kaisar sudah tiada.Kaisar muntah darah lalu menyebut nama Huai Yi kemudian menghembuskan nafas terakhir.Ibu Suri dan semua penghuni istana segera berlutut ke tanah tanda berkabung.Namun Huai Yi tidak.Ia lari ke kamar Kaisar,"Tidakkk!Kaisar tak boleh meninggalkanku!!Tidakkk!"
Diluar peraduan kaisar nampak Kasim Thu menangis sambil berlutut,"Putri!Kaisar terus memanggil nama Putri....bahkan hingga nafas penghabisan..."
Huai Yi juga melihat para tabib bersujud semua tanda berkabung.Ia lalu menerobos masuk menuju pembaringan kaisar.Nampak di sana pria yang ia cintai sudah menutup mata dan terbujur tanpa nyawa,"Tidak!Kau tak boleh pergi!Kisah kita masih panjang...Aku tak akan biarkan kau pergi..."
Dengan tangan gemetar ia meraih ramuan obat yang disiapkan para tabib lalu pelan2 diminumkannya pada kaisar,"Minum Xuan Yeh...kau harus hidup..."
Ajaib!Kaisar kembali bernafas,"Uhuk!..Uhuk!"
Semua takjub dan istana kembali ceria.Walau kaisar masih belum sadar namun semua lega karena tak kehilangan kaisar mereka.Memang Xuan Yeh sangat dicintai oleh rakyat karena adil dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.Ibu Suri tak lagi melarang Huai Yi berada dekat Kaisar.Karena memang Huai Yilah obat bagi kaisar.Ia ijinkan Huai Yi merawat kaisar.Siang malam Huai Yi berada di sisi kaisar.Merawat pria yang ia cintai dengan segala kelembutan dan perhatian.Tengah malam kala Huai Yi tertidur di sisi pembaringan kaisar,Xuan Yeh sadar.Ia senang sekali kala melihat Huai Yi di dekatnya.Huai Yi terbangun,"Kaisar...kau sudah sadar?Aku akan segera panggil tabib!"
Namun kaisar sampai jatuh dari tempat tidur mencegah Huai Yi,"Jangan!Aacck....!Bruk!"
Wah Huai Yi panik dan ga jadi keluar memanggil tabib,"Yang Mulia tidak apa2?"
Kaisar menggeleng,"Aku tidak apa2 asal kau di dekatku...kaulah yang kubutuhkan bukan tabib...jangan tinggalkan aku...tetaplah disisiku...aku mencintaimu.."
Malam itu mereka malah menyatu.Dua pewaris tahta dinasti yang bermusuhan malah bersatu dalam cinta.Huai Yi kemudian menjadi isteri kaisar.Walau banyak dilema dan intrik istana namun cinta kaisar hanya padanya.Dua insan itu terkenal saling mencintai.Anak perdana menteri akhirnya menikahi adik kaisar.Namun pemberontak Ming terus melakukan gerakan ingin menggulingkan dinasti Qing.Mereka berhasil menemui Huai Yi yang saat itu berada di luar istana.Huai Yi jelas kaget kala diberitahu bahwa ia adalah putri dari dinasti Ming,"Tidak mungkin!Aku adalah isteri kaisar Qing.Aku isteri kaisar bangsa Manchuria.Bukan Han."
Huai Yi malah pingsan.Rupanya ia sedang hamil anak kaisar Qing,anak dari Xuan Yeh.Pemberontak Ming tak suka dengan kehamilan itu,"Bayi itu harus digugurkan!Darah Ming tak boleh bercampur dengan darah dinasti Qing!Putri harus minum ramuan ini!" Huai Yi jelas tak mau menggugurkan kandungannya,"Tidak!Anak ini adalah buah cinta ku dengan Xuan Yeh.Aku takkan membunuhnya.Tidakk!!"
Huai Yi kabur dan Xuan Yeh datang menyelamatkannya.Tentu saja dengan menyamar.Meski menyamar tetap saja para pemberontak Ming tahu dan mereka menyerangnya.Huai Yi mendorong kaisar agar tak terbunuh tapi malah dia yang kena serangan.Huai Yi pingsan.Kaisar cemas,"Huai Yi..Segera kembali ke istana!"
Huai Yi diperiksa tabib istana,"Yang Mulia,kondisi Putri Huai Yi tidak berbahaya.Bahkan sangat menggembirakan."
Kaisar heran,"Menggembirakan?Kalian bicara apa?Isteriku terluka tapi kalian bilang ini kabar gembira?"
Tabib memberitahu kaisar,"Putri Huai Yi sedang hamil Paduka.Selamat!Kaisar akan memiliki penerus tahta."
Wah Xuan Yeh senang sekali.Ia sangat bahagia.Ia akan menjadi seorang ayah.Namun Huai Yi sadar bahwa ia adalah putri Ming dan kelak hal itu pasti akan menjadi masalah dalam istana.Iapun kabur dari istana.Jelas Kaisar panik.Ia pikir Huai Yi marah padanya.Dikejarnya Huai Yi yang ternyata sedang menemui para pemberontak Ming,"Lepaskanlah Kaisar.Ia adalah kaisar yang baik.Ia tidak semena2 pada bangsa kita.Aku mohon kalian berhenti berusaha membunuhnya." Kaisar kaget mengetahui semuanya,"Kau adalah putri dinasti Ming?"
Kaisar disekap oleh para pemberontak Ming namun kemudian dibebaskan oleh Huai Yi,"Kita tak mungkin bersatu Yang Mulia.Leluhur kita bermusuhan."
Kaisar dengan berat hati menerima keputusan Huai Yi untuk pergi meninggalkannya.Namun kala akan berpisah Huai Yi sadar ia tak bisa hidup tanpa Xuan Yeh,'Aku memang putri Ming.Namun aku mencintai Kaisar Dinasti Qing dan kini aku tengah mengandung anaknya.Tegakah aku memisahkan ayah dan anak?Demi apa?Demi dendam dan tahta?Sia2kah perjalanan cinta selama ini?Tidak!Aku tak bisa...'
Huai Yi yang sudah melangkah meninggalkan Kaisar akhirnya berbalik.Tampak Xuan Yeh juga masih belum pergi,malah kaisar Qing itu memanggil namanya,"Huai Yi....jangan pergi." Berlarilah keduanya dan mereka tak jadi berpisah,"Aku tak bisa jauh dari mu.. Xuan Yeh.Aku akan hadapi apapun demi cinta kita.Aku takkan pisahkan anakku dari ayahnya."
Xuan Yeh sangat bahagia,"Mari kita membuka lembaran baru dimana tak ada lagi bangsa Han atau Man.Kita adalah satu.Biarlah permusuhan dinasti berakhir dalam cinta kita."
-The End-
¤♡¤ CINTAMU ADALAH ANUGERAH DI HATIKU... ( BENIGNO POV )
Aku melangkah tergesa hingga menabrak seorang sinoman,"Wah masnya gimana sih tumpah nih supnya."
Aku segera minta maaf dan membantu membereskan pecahan mangkuk di lantai.Kenapa juga pakai acara nabrak orang sih?Niat di hatiku mau mendekati Ika jadi batal deh.
¤¿¤ NAMUN TAK PERNAH KAU BISA RASAKAN ITU...( CICI POV )
Kenapa aku ingin turun ya?Aku merasakan putraku ada di sekitar sini.Aku merasa jarak kami sudah dekat.Namun Ramzi melarangku turun,"Yang Mulia...berbahaya berada diluar.Tempat ini tempat asing."
Aku nekad walau ga jauh dari mobil,kuedarkan pandanganku.Berharap melihat sosok putraku.
¤||¤ KU TAKUT SUATU SAAT NANTI KAU BERUBAH...( RAMZI POV )
Permaisuri nampak keluar dari mobil namun aku segera memintanya masuk kembali,"Permaisuri sebaiknya Yang Mulia tetap di dalam saja.Ini tempat asing.Berbahaya."
Bukan aku sok ngatur tapi asli aku takut banget jika sampai ada apa2 dengan Permaisuri.Baginda Sultan bisa murka besar sama aku.Udah putranya hilang eh masak permaisurinya juga.Wah danger!
¤$¤ KUHARAP SEMOGA ITU TAKKAN TERJADI... ( SOIMAH POV )
Aku seneng acara kondangan begini.Bisa pakai kebaya dan sanggul.Aku emang mania pakai kebaya.Aku sengaja datang rada telat biar semua para tamu bisa lihat gimana gayaku.Namun aku malah terperangah kala kulihat sebuah mobil berhenti di depan lokasi resepsi.Aku seperti pernah melihat wanita yang turun dari mobil itu.Wanita itu kan...
¤♥¤ TAK PERNAH KAU TAHU BETAPA CINTAMU MENUSUK DI DADAKU...
Dadaku langsung berdegup kencang kala melihat wanita itu.Aku segera ngumpet dibalik pohon.Astaga! Kenapa wanita itu bisa ada disini?Apalagi dia bicara dengan Ika.Jantungku kian deg2 sir.Apakah mereka saling kenal ya?Wah gawat kalau sampai Ika tahu bahwa wanita itu adalah ibu kandungnya.Ya wanita itu adalah wanita Malaysia yang anaknya kuculik dulu.Astaga!!Bagaimana dia bisa tahu aku ada disini ya?
¤||¤ TAK PERNAH KAU TAHU BETAPA CINTAMU MERASUK DI JIWAKU...( IDAYU POV ) Melihat gadis itu jiwaku serasa bergetar.Dia putih dan wajahnya juga mirip aku saat aku masih muda.Dia itu siapa?Kenapa hatiku bergetar begini ya?Kutanya siapa namanya,"Namamu siapa Nak?" Dia menjawab,"Ika Ibu..."
Kala dia memanggil 'Ibu' padaku,hatiku bagai disiram air,cless gitu.Rasanya itu memang tepat dia ucapkan padaku.Ataukah dia adalah Sinar-ku?
¤¡¤ JANGAN KAU TINGGALKAN AKU DI SAAT KU MENGHARAPKANMU....( TITIK POV ) Mana sih Mas ganteng?Main pergi aja deh.Ninggalin aku sama anaknya Budhe Soimah.Intan emang manis dan berlesung pipit.Namun aku lebih pengalaman soal pria dong.Aku kan dah punya anak.Oh iya mana Rehan ya?Aku sampai ga gagas dia saking asyik nyari perhatian ke Mas Ganteng.Mending aku cari mereka berdua.
¤♡¤ HATIKU PILU,HATIKU PILU....( IKA POV )
Dengan penuh sayang wanita itu membelai wajahku dan menanyakan namaku.Siapa dia ya?Melihat dari penampilannya kayaknya dia kalangan jetset deh.Dia bahkan melepas kaca mata hitamnya.Dan hatiku berdesir melihat matanya,ada rindu dan kesedihan disana.Ada kepiluan di sana.Matanya berkaca2 melihatku dan aku tak bisa tidak memandang juga padanya.Mungkin jika ibuku masih ada,seperti dia kali lembutnya.Siapa dia?
¤♥¤ JANGAN KAU PUTUSKAN AKU DI HADAPAN TEMAN2KU....
Namun teriakan Rehan mengejutkanku,"Ibu!"
Kulihat mb Titik mendekat,"Kamu kemana aja sih anak nakal!!"
Kasihan Rehan malah dimarahi karena kubelikan sesuatu,"Siapa yang beliin ini?"
Rehan menangis kala disuruh mengembalikan apa yang telah kubelikan untuknya,"Sudah gpp mb.Saya yang beliin.Dia tadi nangis katanya pingin itu."
Eh malah dijewer Rehannya,"Dasar anak nakal!!Kalau minta jajan bilang sama Ibu bukan sama orang lain.Ibu kamu ini anak kadus jadi bukan orang ga punya!Berapa harganya?Biar kuganti!"
Aku ga mau terima uangnya,"Ga usah mb.Lagian kemarin kan keluarga mb juga kasih banyak oleh2 buat kakek saya.Anggap aja sebagai ucapan terima kasih.Saling menunjukkan kebaikan kan ga salah mb.Rehan jangan dimarahi ya mb.Dia masih kecil.Wajar kalau ingin mainan."
¤♡¤ AKUPUN MALU,AKU PUN MALU...( IDAYU POV )
Seorang wanita datang dan memarahi anak kecil yang hampir saja tertabrak tadi,"Kamu bikin Ibu malu tahu!Ayo ikut Ibu!Awas kalau bikin malu lagi!Ibu balikin kamu ke ayah kamu!"
Itu perempuan kasar banget sama anak sendiri?Heran deh.Belum tahu rasanya kehilangan anak kali ya?Coba dia mengalami kayak aku.Jangankan cuma mainan,apapun kan kuberikan asal putriku kembali.Ramzi mengajakku masuk kembali ke mobil,"Mari Nyonya!"
Aku memberikan kartu namaku pada gadis itu,"Ini kartu nama Ibu.Terimalah.Jika ada apa2 kau bisa hubungi Ibu.Ibu harus pergi."
Berat banget ninggalin gadis itu.Kenapa ya? Gimana kisah mereka selanjutnya?***see you next eps***
||¤¤|| BONUS 1 Tiket X
||¤¤|| I Long To See You = Lama Kuingin Melihatmu
CERPEN KE- 18 : XUAN YEH LOVE STORY part 2
Flash back dikit ya.Huai Yi belum tahu siapa dirinya sebenarnya.Ia rela mengikuti keinginan Ibu Suri demi keselamatan keluarganya.Walau berat baginya meninggalkan pria yang ia cintai,Kaisar Xuan Yeh.Sampai di tempat pengasingan,ia terkejut kala dipaksa untuk menjadi biksuni.Ia meronta namun apa daya ia cuma bersama pelayan setianya.Untunglah saat prosesi pemotongan rambut akan dilakukan,Xuan Yeh datang,"Hentikan!!Ini perintah Kaisar!!" Jelas semua suruhan Ibu Suri keder lihat Kaisar sendiri yang datang,semua segera sujud memberi hormat.Kaisar marah sekali pada Ibu Suri,"Mengapa Ibu melakukan ini pada Huai Yi?Apa salah dia?"
Kala mereka bersitegang,pemberontak Ming datang menyerang.Niat mereka jelas ingin menyelamatkan Putri Huai Yi,satu2nya sisa keturunan bangsawan kerajaan Ming.Namun kala melihat Kaisar Qing yaitu Xuan Yeh di sana,mereka berniat menghabisi sang kaisar sekaligus.Kaisar jelas anak berbakti,meski marah pada Ibu Suri tetap saja ia meminta pengawal melindungi ibunya.Ia sendiri malah diserang dari berbagai arah.Huai Yi juga dikepung namun tidak dilukai oleh pemberontak Ming.Mengira bahwa wanita yang ia cintai dalam bahaya,Xuan Yeh bergerak mendekati Huai Yi,"Kasim Thu selamatkan Putri Huai Yi!!"
Namun salah satu pemberontak berhasil menusuk kaisar dengan golok,"Jlep!!"
Disitulah untuk pertama kalinya Huai Yi menyebut nama asli Kaisar dalam jeritan,"Wan Xuan Yeh!!Tidakkk!!!"
Berhasil melukai kaisar,para pemberontak Ming kabur karena pengawal berdatangan seiring kedatangan Kasim Thu.Memang Xuan Yeh datang sendirian berkuda tanpa pengawal ke situ.Huai Yi segera berlari mendekati kaisar yang terluka parah.Ibu Suri bahkan miris kala melihat Huai Yi menarik golok yang menghunjam dada kaisar,"Aacck!"
Darah terus mengalir dari luka kaisar namun ditengah kondisi sekaratpun kaisar malah lebih memperhatikan Huai Yi,"Kau...tak...apa2...ahh..ahh?"
Huai Yi merengkuh pria yang ia cintai itu,air matanya tak henti mengalir,"Aku tidak apa2...tapi ...kau..."
Xuan meraih jemari putri Ming itu,"Aku senang ...karena kau ...memanggil namaku...tadi.."
Huai Yi hanya bisa tersenyum getir,ia memang sudah jatuh hati pada kaisar hanya saja ia tak mau mengungkapkannya.Kaisar kian sempoyongan namun kala melihat Ibu Suri mendekat,ia berkata,"Ibu...berjanjilah padaku...jangan bunuh Huai Yi...aku mencintainya...membunuhnya berarti Ibu membunuhku...janji padaku Ibu...aku mohon..."
Anggukan Ibu Suri melegakan kaisar yang kemudian tak sadarkan diri dalam pelukan Huai Yi,"Kaisaaar!!"
Kaisar segera dibawa ke kembali ke istana.Huai Yi memang tak dibunuh namun oleh Ibu Suri dijebloskan dalam penjara.Bahkan oleh putri yang hendak dijodohkan dengan kaisar,Huai Yi disiksa,"Kalau kau ingin menemui kaisar kau harus dicambuk dulu.Bagaimana?"
Demi bisa melihat kaisar,Huai Yi rela.Ia hanya ingin berada di dekat pria yang ia cintai itu apalagi kaisar terus menolak minum obat jika Huai Yi tidak disisinya.Kondisi Kaisar kian memburuk,tiap kali sadar dari pingsannya selalu saja ia mencari Huai Yi.Namun Ibu Suri tetap tak mengijinkan Huai Yi menemui kaisar.Dengan tubuh pucat pasi kaisar malah menggelar sidang melawan Ibu Suri,"Jika Ibu menganggap Huai Yi bersalah menentang perintah Ibu.Maka aku juga bersalah!Ibu juga harus menghukum aku!!"
Wah para petinggi kerajaan keder kala kaisar berkata demikian,"Wah gawat ini...kaisar marah besar...Kita harus patuh pada siapa?Ibu Suri atau Kaisar?"
Sidang ditunda karena Kaisar kembali pingsan.Semua tabib istana tak berdaya karena kaisar kekeh tak mau minum obatnya kalau Huai Yi tidak didekatnya.Disitulah anak perdana menteri,sang kakak 1 melihat betapa kaisar sangat mencintai Huai Yi.Demikian juga Huai Yi.Ia bersama adik perempuan kaisar membujuk ibu suri agar membiarkan Huai Yi menemui kaisar.Ibu Suri akhirnya menurut,dijemputnya Huai Yi dari penjara.Namun saat hendak menuju peraduan kaisar,terdengar bunyi ratapan dimana2.Kaisar sudah tiada.Kaisar muntah darah lalu menyebut nama Huai Yi kemudian menghembuskan nafas terakhir.Ibu Suri dan semua penghuni istana segera berlutut ke tanah tanda berkabung.Namun Huai Yi tidak.Ia lari ke kamar Kaisar,"Tidakkk!Kaisar tak boleh meninggalkanku!!Tidakkk!"
Diluar peraduan kaisar nampak Kasim Thu menangis sambil berlutut,"Putri!Kaisar terus memanggil nama Putri....bahkan hingga nafas penghabisan..."
Huai Yi juga melihat para tabib bersujud semua tanda berkabung.Ia lalu menerobos masuk menuju pembaringan kaisar.Nampak di sana pria yang ia cintai sudah menutup mata dan terbujur tanpa nyawa,"Tidak!Kau tak boleh pergi!Kisah kita masih panjang...Aku tak akan biarkan kau pergi..."
Dengan tangan gemetar ia meraih ramuan obat yang disiapkan para tabib lalu pelan2 diminumkannya pada kaisar,"Minum Xuan Yeh...kau harus hidup..."
Ajaib!Kaisar kembali bernafas,"Uhuk!..Uhuk!"
Semua takjub dan istana kembali ceria.Walau kaisar masih belum sadar namun semua lega karena tak kehilangan kaisar mereka.Memang Xuan Yeh sangat dicintai oleh rakyat karena adil dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahan.Ibu Suri tak lagi melarang Huai Yi berada dekat Kaisar.Karena memang Huai Yilah obat bagi kaisar.Ia ijinkan Huai Yi merawat kaisar.Siang malam Huai Yi berada di sisi kaisar.Merawat pria yang ia cintai dengan segala kelembutan dan perhatian.Tengah malam kala Huai Yi tertidur di sisi pembaringan kaisar,Xuan Yeh sadar.Ia senang sekali kala melihat Huai Yi di dekatnya.Huai Yi terbangun,"Kaisar...kau sudah sadar?Aku akan segera panggil tabib!"
Namun kaisar sampai jatuh dari tempat tidur mencegah Huai Yi,"Jangan!Aacck....!Bruk!"
Wah Huai Yi panik dan ga jadi keluar memanggil tabib,"Yang Mulia tidak apa2?"
Kaisar menggeleng,"Aku tidak apa2 asal kau di dekatku...kaulah yang kubutuhkan bukan tabib...jangan tinggalkan aku...tetaplah disisiku...aku mencintaimu.."
Malam itu mereka malah menyatu.Dua pewaris tahta dinasti yang bermusuhan malah bersatu dalam cinta.Huai Yi kemudian menjadi isteri kaisar.Walau banyak dilema dan intrik istana namun cinta kaisar hanya padanya.Dua insan itu terkenal saling mencintai.Anak perdana menteri akhirnya menikahi adik kaisar.Namun pemberontak Ming terus melakukan gerakan ingin menggulingkan dinasti Qing.Mereka berhasil menemui Huai Yi yang saat itu berada di luar istana.Huai Yi jelas kaget kala diberitahu bahwa ia adalah putri dari dinasti Ming,"Tidak mungkin!Aku adalah isteri kaisar Qing.Aku isteri kaisar bangsa Manchuria.Bukan Han."
Huai Yi malah pingsan.Rupanya ia sedang hamil anak kaisar Qing,anak dari Xuan Yeh.Pemberontak Ming tak suka dengan kehamilan itu,"Bayi itu harus digugurkan!Darah Ming tak boleh bercampur dengan darah dinasti Qing!Putri harus minum ramuan ini!" Huai Yi jelas tak mau menggugurkan kandungannya,"Tidak!Anak ini adalah buah cinta ku dengan Xuan Yeh.Aku takkan membunuhnya.Tidakk!!"
Huai Yi kabur dan Xuan Yeh datang menyelamatkannya.Tentu saja dengan menyamar.Meski menyamar tetap saja para pemberontak Ming tahu dan mereka menyerangnya.Huai Yi mendorong kaisar agar tak terbunuh tapi malah dia yang kena serangan.Huai Yi pingsan.Kaisar cemas,"Huai Yi..Segera kembali ke istana!"
Huai Yi diperiksa tabib istana,"Yang Mulia,kondisi Putri Huai Yi tidak berbahaya.Bahkan sangat menggembirakan."
Kaisar heran,"Menggembirakan?Kalian bicara apa?Isteriku terluka tapi kalian bilang ini kabar gembira?"
Tabib memberitahu kaisar,"Putri Huai Yi sedang hamil Paduka.Selamat!Kaisar akan memiliki penerus tahta."
Wah Xuan Yeh senang sekali.Ia sangat bahagia.Ia akan menjadi seorang ayah.Namun Huai Yi sadar bahwa ia adalah putri Ming dan kelak hal itu pasti akan menjadi masalah dalam istana.Iapun kabur dari istana.Jelas Kaisar panik.Ia pikir Huai Yi marah padanya.Dikejarnya Huai Yi yang ternyata sedang menemui para pemberontak Ming,"Lepaskanlah Kaisar.Ia adalah kaisar yang baik.Ia tidak semena2 pada bangsa kita.Aku mohon kalian berhenti berusaha membunuhnya." Kaisar kaget mengetahui semuanya,"Kau adalah putri dinasti Ming?"
Kaisar disekap oleh para pemberontak Ming namun kemudian dibebaskan oleh Huai Yi,"Kita tak mungkin bersatu Yang Mulia.Leluhur kita bermusuhan."
Kaisar dengan berat hati menerima keputusan Huai Yi untuk pergi meninggalkannya.Namun kala akan berpisah Huai Yi sadar ia tak bisa hidup tanpa Xuan Yeh,'Aku memang putri Ming.Namun aku mencintai Kaisar Dinasti Qing dan kini aku tengah mengandung anaknya.Tegakah aku memisahkan ayah dan anak?Demi apa?Demi dendam dan tahta?Sia2kah perjalanan cinta selama ini?Tidak!Aku tak bisa...'
Huai Yi yang sudah melangkah meninggalkan Kaisar akhirnya berbalik.Tampak Xuan Yeh juga masih belum pergi,malah kaisar Qing itu memanggil namanya,"Huai Yi....jangan pergi." Berlarilah keduanya dan mereka tak jadi berpisah,"Aku tak bisa jauh dari mu.. Xuan Yeh.Aku akan hadapi apapun demi cinta kita.Aku takkan pisahkan anakku dari ayahnya."
Xuan Yeh sangat bahagia,"Mari kita membuka lembaran baru dimana tak ada lagi bangsa Han atau Man.Kita adalah satu.Biarlah permusuhan dinasti berakhir dalam cinta kita."
-The End-
¤♡¤ CINTAMU ADALAH ANUGERAH DI HATIKU... ( BENIGNO POV )
Aku melangkah tergesa hingga menabrak seorang sinoman,"Wah masnya gimana sih tumpah nih supnya."
Aku segera minta maaf dan membantu membereskan pecahan mangkuk di lantai.Kenapa juga pakai acara nabrak orang sih?Niat di hatiku mau mendekati Ika jadi batal deh.
¤¿¤ NAMUN TAK PERNAH KAU BISA RASAKAN ITU...( CICI POV )
Kenapa aku ingin turun ya?Aku merasakan putraku ada di sekitar sini.Aku merasa jarak kami sudah dekat.Namun Ramzi melarangku turun,"Yang Mulia...berbahaya berada diluar.Tempat ini tempat asing."
Aku nekad walau ga jauh dari mobil,kuedarkan pandanganku.Berharap melihat sosok putraku.
¤||¤ KU TAKUT SUATU SAAT NANTI KAU BERUBAH...( RAMZI POV )
Permaisuri nampak keluar dari mobil namun aku segera memintanya masuk kembali,"Permaisuri sebaiknya Yang Mulia tetap di dalam saja.Ini tempat asing.Berbahaya."
Bukan aku sok ngatur tapi asli aku takut banget jika sampai ada apa2 dengan Permaisuri.Baginda Sultan bisa murka besar sama aku.Udah putranya hilang eh masak permaisurinya juga.Wah danger!
¤$¤ KUHARAP SEMOGA ITU TAKKAN TERJADI... ( SOIMAH POV )
Aku seneng acara kondangan begini.Bisa pakai kebaya dan sanggul.Aku emang mania pakai kebaya.Aku sengaja datang rada telat biar semua para tamu bisa lihat gimana gayaku.Namun aku malah terperangah kala kulihat sebuah mobil berhenti di depan lokasi resepsi.Aku seperti pernah melihat wanita yang turun dari mobil itu.Wanita itu kan...
¤♥¤ TAK PERNAH KAU TAHU BETAPA CINTAMU MENUSUK DI DADAKU...
Dadaku langsung berdegup kencang kala melihat wanita itu.Aku segera ngumpet dibalik pohon.Astaga! Kenapa wanita itu bisa ada disini?Apalagi dia bicara dengan Ika.Jantungku kian deg2 sir.Apakah mereka saling kenal ya?Wah gawat kalau sampai Ika tahu bahwa wanita itu adalah ibu kandungnya.Ya wanita itu adalah wanita Malaysia yang anaknya kuculik dulu.Astaga!!Bagaimana dia bisa tahu aku ada disini ya?
¤||¤ TAK PERNAH KAU TAHU BETAPA CINTAMU MERASUK DI JIWAKU...( IDAYU POV ) Melihat gadis itu jiwaku serasa bergetar.Dia putih dan wajahnya juga mirip aku saat aku masih muda.Dia itu siapa?Kenapa hatiku bergetar begini ya?Kutanya siapa namanya,"Namamu siapa Nak?" Dia menjawab,"Ika Ibu..."
Kala dia memanggil 'Ibu' padaku,hatiku bagai disiram air,cless gitu.Rasanya itu memang tepat dia ucapkan padaku.Ataukah dia adalah Sinar-ku?
¤¡¤ JANGAN KAU TINGGALKAN AKU DI SAAT KU MENGHARAPKANMU....( TITIK POV ) Mana sih Mas ganteng?Main pergi aja deh.Ninggalin aku sama anaknya Budhe Soimah.Intan emang manis dan berlesung pipit.Namun aku lebih pengalaman soal pria dong.Aku kan dah punya anak.Oh iya mana Rehan ya?Aku sampai ga gagas dia saking asyik nyari perhatian ke Mas Ganteng.Mending aku cari mereka berdua.
¤♡¤ HATIKU PILU,HATIKU PILU....( IKA POV )
Dengan penuh sayang wanita itu membelai wajahku dan menanyakan namaku.Siapa dia ya?Melihat dari penampilannya kayaknya dia kalangan jetset deh.Dia bahkan melepas kaca mata hitamnya.Dan hatiku berdesir melihat matanya,ada rindu dan kesedihan disana.Ada kepiluan di sana.Matanya berkaca2 melihatku dan aku tak bisa tidak memandang juga padanya.Mungkin jika ibuku masih ada,seperti dia kali lembutnya.Siapa dia?
¤♥¤ JANGAN KAU PUTUSKAN AKU DI HADAPAN TEMAN2KU....
Namun teriakan Rehan mengejutkanku,"Ibu!"
Kulihat mb Titik mendekat,"Kamu kemana aja sih anak nakal!!"
Kasihan Rehan malah dimarahi karena kubelikan sesuatu,"Siapa yang beliin ini?"
Rehan menangis kala disuruh mengembalikan apa yang telah kubelikan untuknya,"Sudah gpp mb.Saya yang beliin.Dia tadi nangis katanya pingin itu."
Eh malah dijewer Rehannya,"Dasar anak nakal!!Kalau minta jajan bilang sama Ibu bukan sama orang lain.Ibu kamu ini anak kadus jadi bukan orang ga punya!Berapa harganya?Biar kuganti!"
Aku ga mau terima uangnya,"Ga usah mb.Lagian kemarin kan keluarga mb juga kasih banyak oleh2 buat kakek saya.Anggap aja sebagai ucapan terima kasih.Saling menunjukkan kebaikan kan ga salah mb.Rehan jangan dimarahi ya mb.Dia masih kecil.Wajar kalau ingin mainan."
¤♡¤ AKUPUN MALU,AKU PUN MALU...( IDAYU POV )
Seorang wanita datang dan memarahi anak kecil yang hampir saja tertabrak tadi,"Kamu bikin Ibu malu tahu!Ayo ikut Ibu!Awas kalau bikin malu lagi!Ibu balikin kamu ke ayah kamu!"
Itu perempuan kasar banget sama anak sendiri?Heran deh.Belum tahu rasanya kehilangan anak kali ya?Coba dia mengalami kayak aku.Jangankan cuma mainan,apapun kan kuberikan asal putriku kembali.Ramzi mengajakku masuk kembali ke mobil,"Mari Nyonya!"
Aku memberikan kartu namaku pada gadis itu,"Ini kartu nama Ibu.Terimalah.Jika ada apa2 kau bisa hubungi Ibu.Ibu harus pergi."
Berat banget ninggalin gadis itu.Kenapa ya? Gimana kisah mereka selanjutnya?***see you next eps***
Eps 14 CERBUNG KE SEMBILAN : BENANG BIRU
++++> BENANG BIRU EPS 14
!!!!!!!!!)
BONUS KE -2 TIKET X @@@) Declared To Be / Diumumkan
/////)CERPEN KE -19 : XCEL-LENT SON ( PUTRA HEBAT )
Ini adalah kisahku.Kisah seorang anak manusia yang menjalani kehidupan.Namaku Indah.Seindah namaku demikian pula parasku.Aku paling cantik dari sekian putri ibuku.Paling putih juga.Semua itu membuatku sombong.Aku bangga banget disebut kembang kelas.Kembang kampung dan masih banyak lagi.Namun keuangan keluargaku tak bisa memberiku kemewahan hidup yang kuimpikan.Aku ingin bisa ke salon tiap minggu,pingin facial merawat wajah juga spa dan menicure pedicure tekukur gitu.Aku kecewa dengan kondisi perekonomian keluarga yang minus ditambah adikku banyak.Semua masih sekolah butuh biaya dan banyak kebutuhan hidup.
Aku bosan setiap hari melihat kondisi memprihatinkan di rumahku.Mending aku dolan main kemana kek.Akhirnya aku malah sering ga di rumah.Asyik pacaran.Namun pacarku hanya mempermainkan aku.Aku kecewa sekali.Setelah kuserahkan segalanya eh dia malah pergi entah kemana.Akhirnya aku putuskan kerja saja mpung ayah punya koneksi bisa masukin aku jadi PNS.Ketrima.Wah aku bangga banget.Namun aku ga mau gajiku jadi penopang kehidupan keluargaku.Enak aja.Kan emang tugas orang tua besarin anak2nya?Salah sendiri punya anak banyak.Kala seorang pria mendekatiku langsung aku terima lamarannya.Namanya Darmadi.Ia segera memboyongku ke rumah orang tuanya.Malah kemudian aku berhasil memasukkannya sebagai karyawan di universitas dimana aku kerja.Aku merasa bebas dari keluargaku yang melas.Tiap kali ayah datang minta bantuan keuangan kuberi alasan macam2,"Ayah kan tahu aku dah nikah sekarang.Kebutuhanku banyak.Buat anak buat makan buat kendaraan juga kami ingin punya rumah sendiri.Masak masih harus nopang adik2 aku juga sih??!"
Aku tahu ayah kecewa dengan sikapku,ia pulang dengan bahu luruh dan tangan hampa.Akhirnya ayahku sering sakit2an sejak itu.Aku ga gagas biar diurus adik2 aku.Tak lama ayah meninggal dunia.Sekarang ibu yang ngrecoki aku,minta bantuan uanglah buat biaya sekolah adik aku.Aku kasih syarat dia kalau minta uang harus jadi pembantuku dulu.Ngerjain semua kerjaan rumah kayak cuci baju,cuci piring dan lain sebagainya.Setelah kelar baru kukasih uang.Suamiku kusuruh pergi badminton kalau ibu datang biar ga tahu apa yang kulakukan pada ibuku.Ibu akhirnya menjual rumah dan pindah ke rumah yang lebih jelek.Aku malah bangun rumah saat itu terjadi.Gaji pegawai negeri kan kian bagus.Suamiku juga naik golongan.Wah aku bangga banget tiap kali disebut dan dipuji2 sebagai anak paling berhasil dalam keluargaku.Aku ga mau ada yang menyaingi prestasiku ini maka saat ada salah satu adikku mau kuliah kutentang dia.Aku takut2i dia dengan biaya kuliah yang mahal.Padahal aku tahu bahwa kuliah di universitas negeri lebih murah.Ada beasiswa juga.Kupikir usahaku berhasil eh ternyata adikku itu diam2 daftar UMPTN.Ketrima lagi.Heran aku kok bisa sih dia lolos?
Emang sih adikku itu terkenal pinter sejak kecil.Tapi aku ga akan bantu biaya kuliah dia.No way!Walaupun aku kerap banggain dia soalnya bisa ketrima di kampus tempat aku kerja,"Hebat lho adik saya ini.Bisa kuliah.Satu2nya lho yang bisa kuliah di keluarga.Lewat jalur UMPTN lagi.Siapa dulu dong kakaknya!He..he.."
Kembali ibu datang minta bantuan supaya memasukkan adik aku jadi PNS.Enak amat!Emang sih aku punya jatah dua.Tapi mau kukasih ke anak2ku dong.Aku bohongi adikku itu.Kujadikan dia pembantu di rumahku.Namun kayaknya dia tahu deh siasat aku,akhirnya dia milih merantau ke Jakarta.Aku punya anak laki2 namanya Ekwan.Lewat dialah Tuhan membalas perbuatanku.Anak yang kubesarkan dalam gelimang harta tumbuh menjadi anak yang suka mencuri,suka berdusta,suka ngelayap ga jelas.Makin parah lagi dia ga bisa memenuhi impianku agar bisa jadi PNS.Sekolah aja tersendat2.Kebanyakan pacaran dan gaul ga jelas.Karmaku.Dan yang paling memedihkan hatiku adalah dia menjalin hubungan dengan janda beranak satu.Astaga!!
Malunya aku punya menantu udah bekasnya orang.Perempuan itu namanya Selvi.Dia pinter banget ngambil hati anakku.Akhirnya aku angkat tangan,mereka menikah.Kembali aku kemakan omonganku sendiri bahwa orang tua itu harus nyukupi kebutuhan anak.Itu udah tugasnya.Demi Ekwan dan perempuan itu bisa hidup layak ga jadi gunjingan orang aku milih beli tanah dan bangun rumah lagi.Masih dekat sih tapi beda gang.Rumahku yang lama dipakai Ekwan.Gitu aja menantuku itu masih manja dan mereti aku,"Ibu..di rumah ga ada makanan Selvi lapar.Selvi ga bisa masak.Gimana nih Bu?"
Amit2!Kok bisa2nya dia merengek padaku tanpa malu.Namun bayangin anakku kelaparan ga dikasih makan sama tuh perempuan membuat aku ga tega.Akhirnya aku ke sana masak buat dia.Saat itulah aku teringat kala jadiin ibuku pembantu di rumahku dulu.Juga adikku yang kubohongi.Inikah karma dari-Mu Tuhan?Aku jadi pembantu menantuku sendiri.Keadaan kian parah kala gaji anakku kerja di sebuah hotel ga cukup buat kehidupan mereka.Kembali aku jadi penopang keuangan.Malah dengan santainya menantuku cerita sama adik2ku,"Gaji Mas Ekwan mana cukup buat sebulan.Paling habis buat belanja ke mall.Jadi ibulah yang nopang keuangan kami.Kalau ga mana bisa kami makan." Ya ampun ga tahu malu bener ya menantuku itu.Coba dia ga lagi hamil dah kuomelin dia.Hal begituan kok dibanggakan.Mana pas cara peringatan kematian Ibuku lagi.Betapa aku dihukum oleh Tuhan atas perlakuanku pada ayah dan ibu dulu.Mendapat menantu kayak begini.Hukuman Tuhan ga berhenti sampai disitu,aku divonis kena gula.Tubuhku kian hari kian kurus.Suamiku juga selingkuh.Aku datang meminta ampun di makam orang tuaku,"Ampuni Indah Ayah,Ibu!Indah memang anak yang hebat dimata dunia tapi sebenarnya anak durhaka dimata kalian.Maafkan Indah ya..."
Banyak uangku habis demi menopang hidup anak pertamaku juga buat kesehatanku.Hingga penghiburan Tuhan datang lewat anak keduaku.Namanya Xcel.Dia beda dengan kakaknya.Beda banget.Dia ga manja,ga suka pacaran.Dia bahkan kuliah dengan hasil dari dia ngeband.Dia group band gitu sama temen2nya.Suka dipanggil di acara2 gitu.Dari situ dia biayai kuliahnya.Padahal aku masih mampu bayari lho.Tapi dia punya prinsip,"Ga!Xcel ga mau kayak kakak!Nyusahin ortu aja kerjaannya!Xcel ga mau pacaran dulu.Xcel mau sukses dulu di dunia broadcasting.Ga mau terlibat soal perempuan!Ntar kayak kakak!Ga!"
Dia sungguh penghiburan bagiku.Ditengah hukuman yang kujalani ditengah kesehatanku yang kian digerogoti,dia menjadi anak penghiburan.Dia ga pernah nakal.Aktivitas dia paling ya ngeband,kuliah dan ga pernah nyusahin aku dengan soal uang.Dia punya penghasilan sendiri.Tuhan terima kasih setidaknya aku menemukan oase ditengah padang gurun kehidupanku.***The End*** Kependekan ga?Moga ga ya.Sekarang kita langsung ke story yuk.Saya seneng banget kalau nulis BB soale ceritanya itu beda endingnya dengan versi aslinya.Tapi BB mah baru ending kalau Ddj dah kelar.Jadi masih lama.Yang pusing saya nih harus cari lagu2nya he..he..Gpp.Lagunya Setia band kan banyak.Salah satunya ini nih!
^^^^) MALAM INI KULIHAT BULAN TAK TERJATUH LALU TERURAI....( BENIGNO POV ) Usai ngurusi mangkuk2 yang pecah akibat jatuh,aku segera menuju depan.Waduh aku lihat Titik di sana.Sembunyi dulu ah!Males aku ketemu dia.Genit banget.Tapi kulihat Ika melambai pada seseorang di dalam mobil.Seorang wanita kayaknya aku pernah lihat deh.Tapi lagi asyik mikir tiba2...Intan ngagetin aku,"Mas Ganteng kok ngumpet dibalik pilar sih?Emang ada apaan Mas?" &&&) KU NGGAK NGERTI APA YANG HARUS KULAKUKAN....
Aduh gimana nih?Menghindari Titik malah ketemu penggoda satunya.Aduh!Derita orang ganteng....Untung aja Intan dipanggil sama Ibunya,"Intan!Kamu itu ngapain disini?Ayo ikut Ibu!Mau ibu kenalin sama anaknya Pak Camat.Habis pulang dari pelayaran lho.Ayo!!Kamu itu bakal hidup mewah kalau dapat anaknya Pak Camat!Jangan sama orang ga jelas kayak gini.Udah hayo!!"
Wah aku disebut orang ga jelas?Biarin deh...gpp.Lagian aku juga males pamer kekayaan.Brunei mah dah kesohor kaya raya.Aku mau menikmati indahnya hidup jadi rakyat jelata.Asyik Intan sudah pergi.Titik juga dah pergi ngurus anaknya dia.Cari Ika ah...aha itu dia.Aku tahu apa yang harus kulakukan.Aku mau ngagetin Ika ah....
÷÷÷÷> HARI INI AKU PUTUSKAN UNTUK JAUH KULANGKAHKAN KAKI....( RAZI POV ) Di istana aku merasa kesepian.Semua yang kusayang pergi.Putraku Daffa nampak sibuk telponan sama ibundanya,"Jadi kakak belum juga ditemukan Bunda?Ibunda ingin bicara dengan ayah?Iya beliau ada.Sebentar..."
Kuterima telponnya,"Iya Isteriku ...aduh...kamu jangan nangis dulu sayang...aku jadi makin cemas nih..iya...iya....baiklah mungkin sudah saatnya kita umumkan masalah ini ke media.Kita pakai bantuan media saja.Iya...iya...udah jangan nangis terus sayang...."
Akhirnya aku putuskan untuk memakai bantuan media perihal hilangnya putraku.Walau aku minta semua badan intelejen tetap mencari dengan jeli. Akhirnya diputuskan bahwa sementara hanya berita soal kunjungan putraku yang diekpos dulu.Lalu dicantumkan sebuah kuis berhadiah dengan cara lomba mirip pangeran Benigno.Hadiahnya besar jelaslah!Setidaknya hal itu pasti akan menunjukkan ke pemirsa yang mungkin saja melihat putraku.Siapa sih yang ga ingin uang ya nggak.Pasti dengan cara demikian akan membuat banyak info masuk.Siapa yang bisa nunjukin orang yang mirip pangeran akan dapat hadiah.Cukup telpon saja ke no yang tertera.Nanti akan dihubungi dan didatangi langsung.Wah aku ga peduli berapa biaya buat acara itu terselenggara yang penting putraku kembali!
====> UNTUK PERGI DARI DIRIMU...
Aku ingin pergi langsung ke Indonesia tapi badan intelejen melarang.Berbahaya katanya.Terpaksa deh aku tetep di istana.Kuharap acara itu berhasil.Kuminta diiklankan dengan jam tayang yang banyak.Berulang2.Semoga cara ini bisa membawa putraku kembali.
(((() BIARKANLAH KAN KUBAWA SEJUTA HARAPAN YANG INDAH....( IDAYU POV ) Sejak melihat gadis bernama Ika itu,harapan untuk menemukan putriku kembali merekah.Aku merasa ada sesuatu pada gadis itu.Aku harus menemuinya kembali.Kuhafalkan dan kufoto semua jalan yang kulalui.Sinar,Ibu datang Nak.Ibu akan menemukanmu.Hati Ibu yakin kau ada di tempat ini.
<<<<> YANG PERNAH KITA LALUI SAAT BERSAMA...
Sampai di hotel aku melihat tunangan Pangeran Ben tengah bersama asisten ayahnya.Kulihat sahabatku Cici menyenggol lenganku dan berbisik,"Lihat mereka.Tatapannya sepertinya dalam gitu.Aku rasa ada apa2 diantara mereka."
Aku coba menepis kecurigaannya,"Jangan berprasangka buruk dulu.Coba selidiki dulu.Tapi kurasa untuk saat ini masalah ini kita kesampingkan saja dulu.Menemukan putra-putri kita jauh lebih penting sekarang."
Cici mengangguk walau masih saja memandang gimana gitu ke arah gadis bernama Syuhada itu.Andai saja Sinar kutemukan pastilah dia yang akan menikah dengan Pangeran Ben.Bukan gadis itu.
>>>>< KUHARAP KAU BISA MENGERTI CINTA KITA TAK DIRESTUI....( ZUL POV ) Kukasih kode ke Syuhada kala mobil Paman Ramzi mendekat,"Sst!Mereka datang."
Syuhada segera menyambut dengan wajah innocentnya,"Bagaimana?Apa ada perkembangan?" Kulihat Permaisuri nampak lesu dan segera dikawal Ramzi menuju kamar beliau sedang sahabat Permaisuri menjawab pertanyaan Syuhada dengan lembut,"Belum.Tapi kami akan menyisir lagi daerah terakhir yang kami lalui tadi.Sepertinya ada sesuatu di sana.Apa kau mau ikut besok?Daripada hanya diam di hotel?"
Syuhada senang sekali bakal diajak besok.Nyonya itu memang lembut orangnya.Benar2 keibuan.Andai saja ibu Syuhada selembut itu.Sayangnya ibunya sungguh wanita yang sulit dihadapi.Itu pula kenapa aku dan Syuhada memilih bicara langsung dengan Pangeran Ben daripada dengan orang tua Syuhada.Mereka sangat kolot dan keras.Lihat saja putra2nya apalagi yang Pangeran Emil,seriusnya....
{{{{{} MALAM INI HARUS RELA KU PERGI....( EMIL POV )
Kepalaku sakit sekali.Pening dan berat.Apalagi kalau dipakai buat menunduk.Aduh...tapi aku ga mungkin diam saja.Aku harus segera pergi.Kucoba turun dari pembaringan,aku ingin berterima kasih pada orang yang telah menolong dan merawatku.Pelan2 sambil menahan nyeri di kepalaku aku mulai beringsut turun.Seorang gadis manis mendekatiku,"Mas...jangan banyak gerak dulu.Mas kan belum pulih?"
Ia membantuku tapi aku sungguh merasa sudah mendingan,"Tak apa...saya sudah baikan kok...saya sungguh berterima kasih sudah ditolong dan dirawat di rumah ini.Tapi saya tak punya apa2 lagi untuk membalas kebaikan kalian.Bisakah antar saya ke kedubes Brunei?Saya mohon...nanti akan saya ganti semua biaya yang telah kalian keluarkan buat saya...aaakkh"
Kepalaku kembali terasa sakit,aku terhuyung untung gadis itu menahanku dari jatuh.Kami malah berpandangan.Dia manis sekali.Jantungku berdebar.Baru kali ini aku berada sedekat ini dengan seorang gadis.
)))))( MAAFKANLAH KEKASIH KUHARUS TINGGALKANMU....
Aku segera minta maaf pada gadis itu,"Maaf..."
Dia malah menyebutkan namanya,"Nama saya Rindu Mas.Mas namanya siapa?"
Aku dipapah kembali ke pembaringan,"Saya Emil.Saya dari Brunei."
Dia membantuku duduk di pembaringan,"Mas dirampok ya?Disini memang lagi marak Mas.Mas jauh2 dari Brunei.Apa kerja di sini?"
Aku merasa nyaman dengan keberadaannya,"Saya mencari kakak saya.Tapi sepertinya dia sekarang sudah meninggalkan kota ini."
Gadis itu membantuku kembali berbaring,"Pulihkan dulu diri Mas.Baru lanjutin lagi nyari kakaknya.Pasti saya akan bantu sebisa saya."
Dia baik sekali,"Terima kasih ya."
}}}}}{ MESKI KUTAHU INI MENJADI KAU SAKIT HATI....( IKA POV )
Baru mau melangkah kembali ke dalam ruang resepsi eh tiba2 ada yang menutup mataku dengan tangannya,"Hayo tahu ga siapa ini?"
Dasar Ben...emang aku ga tahu kalau itu dia?Suaranya aja dah beda aksennya.Aku berkata padanya,"Ben lepasin ...malu tahu ...."
Dia melepaskan tangannya sambil tersenyum lebar,"Ketahuan deh..."
[[[[[[] RELAKAN KEKASIH TUTUP AIR MATAMU....
Aku memandang wajah tampannya,"Siapa kasih ide usil gini nutup mataku segala?Kakek ya?"
Ia nampak berpikir,"Kasihan kakek disalahin...kakek kan baik.Aku ikutan anak2 kecil di sana itu!" Aku melihat ke arah yang ditunjuk dia,"Ben...Ben...mereka itu kan sedang main...kok malah ditiru sih?"
Ia nampak manyun,"Habis aku ga pernah main di rumahku sana..."
]]]]][ SEMUA INI AKU LAKUKAN UNTUK KEBAIKANMU....
Aku ga tega mau marahi dia,"Udah jangan ditekuk gitu wajahnya.Aku ga marah kok.Yuk ke dalam lagi.Kamu udah makan belum?"
Ia senang sekali kuperhatikan,"Belum..aku laper...tadi cuma makan apa itu pahit2 gitu....apa ya tadi itu namanya?..."
Ia garuk2 kepala,lucu juga wajahnya kalau gitu.Aku tahu yang dimaksud dia,"Emping ya?Bentar itu makanan yang besar sudah diedarkan.Yuk duduk di sana.Kuberitahu nanti gimana cara makannya.Ayo!"
Kugandeng dia tanpa aku sadari banyak pasang mata melihat kami.Tangannya hangat dalam genggamanku.Entah kenapa aku ingin memperhatikan dia.Memperhatikan makannya,kebutuhannya dan semuanya.Aku ingin dia selalu dalam keadaan baik dan sehat.
€€€€£ DENGARKANLAH KEKASIH....( KAKEK HENDRO )
Dari jauh kulihat Nak Ben dan Ika gandengan menuju ke sebuah sudut yang masih kosong kursinya.Mereka serasi sekali ya.Aku bisa lihat dengan jelas Nak Ben punya rasa sama Ika.Tuhan,diakah jodoh bagi Ika-ku?Jika ya satukan mereka ya Tuhan.Dengarkanlah permohonanku ini. Adakah Ika dan Ben akan tahu kalau mereka sebenarnya malah dijodohkan?***see you next eps***
BONUS KE -2 TIKET X @@@) Declared To Be / Diumumkan
/////)CERPEN KE -19 : XCEL-LENT SON ( PUTRA HEBAT )
Ini adalah kisahku.Kisah seorang anak manusia yang menjalani kehidupan.Namaku Indah.Seindah namaku demikian pula parasku.Aku paling cantik dari sekian putri ibuku.Paling putih juga.Semua itu membuatku sombong.Aku bangga banget disebut kembang kelas.Kembang kampung dan masih banyak lagi.Namun keuangan keluargaku tak bisa memberiku kemewahan hidup yang kuimpikan.Aku ingin bisa ke salon tiap minggu,pingin facial merawat wajah juga spa dan menicure pedicure tekukur gitu.Aku kecewa dengan kondisi perekonomian keluarga yang minus ditambah adikku banyak.Semua masih sekolah butuh biaya dan banyak kebutuhan hidup.
Aku bosan setiap hari melihat kondisi memprihatinkan di rumahku.Mending aku dolan main kemana kek.Akhirnya aku malah sering ga di rumah.Asyik pacaran.Namun pacarku hanya mempermainkan aku.Aku kecewa sekali.Setelah kuserahkan segalanya eh dia malah pergi entah kemana.Akhirnya aku putuskan kerja saja mpung ayah punya koneksi bisa masukin aku jadi PNS.Ketrima.Wah aku bangga banget.Namun aku ga mau gajiku jadi penopang kehidupan keluargaku.Enak aja.Kan emang tugas orang tua besarin anak2nya?Salah sendiri punya anak banyak.Kala seorang pria mendekatiku langsung aku terima lamarannya.Namanya Darmadi.Ia segera memboyongku ke rumah orang tuanya.Malah kemudian aku berhasil memasukkannya sebagai karyawan di universitas dimana aku kerja.Aku merasa bebas dari keluargaku yang melas.Tiap kali ayah datang minta bantuan keuangan kuberi alasan macam2,"Ayah kan tahu aku dah nikah sekarang.Kebutuhanku banyak.Buat anak buat makan buat kendaraan juga kami ingin punya rumah sendiri.Masak masih harus nopang adik2 aku juga sih??!"
Aku tahu ayah kecewa dengan sikapku,ia pulang dengan bahu luruh dan tangan hampa.Akhirnya ayahku sering sakit2an sejak itu.Aku ga gagas biar diurus adik2 aku.Tak lama ayah meninggal dunia.Sekarang ibu yang ngrecoki aku,minta bantuan uanglah buat biaya sekolah adik aku.Aku kasih syarat dia kalau minta uang harus jadi pembantuku dulu.Ngerjain semua kerjaan rumah kayak cuci baju,cuci piring dan lain sebagainya.Setelah kelar baru kukasih uang.Suamiku kusuruh pergi badminton kalau ibu datang biar ga tahu apa yang kulakukan pada ibuku.Ibu akhirnya menjual rumah dan pindah ke rumah yang lebih jelek.Aku malah bangun rumah saat itu terjadi.Gaji pegawai negeri kan kian bagus.Suamiku juga naik golongan.Wah aku bangga banget tiap kali disebut dan dipuji2 sebagai anak paling berhasil dalam keluargaku.Aku ga mau ada yang menyaingi prestasiku ini maka saat ada salah satu adikku mau kuliah kutentang dia.Aku takut2i dia dengan biaya kuliah yang mahal.Padahal aku tahu bahwa kuliah di universitas negeri lebih murah.Ada beasiswa juga.Kupikir usahaku berhasil eh ternyata adikku itu diam2 daftar UMPTN.Ketrima lagi.Heran aku kok bisa sih dia lolos?
Emang sih adikku itu terkenal pinter sejak kecil.Tapi aku ga akan bantu biaya kuliah dia.No way!Walaupun aku kerap banggain dia soalnya bisa ketrima di kampus tempat aku kerja,"Hebat lho adik saya ini.Bisa kuliah.Satu2nya lho yang bisa kuliah di keluarga.Lewat jalur UMPTN lagi.Siapa dulu dong kakaknya!He..he.."
Kembali ibu datang minta bantuan supaya memasukkan adik aku jadi PNS.Enak amat!Emang sih aku punya jatah dua.Tapi mau kukasih ke anak2ku dong.Aku bohongi adikku itu.Kujadikan dia pembantu di rumahku.Namun kayaknya dia tahu deh siasat aku,akhirnya dia milih merantau ke Jakarta.Aku punya anak laki2 namanya Ekwan.Lewat dialah Tuhan membalas perbuatanku.Anak yang kubesarkan dalam gelimang harta tumbuh menjadi anak yang suka mencuri,suka berdusta,suka ngelayap ga jelas.Makin parah lagi dia ga bisa memenuhi impianku agar bisa jadi PNS.Sekolah aja tersendat2.Kebanyakan pacaran dan gaul ga jelas.Karmaku.Dan yang paling memedihkan hatiku adalah dia menjalin hubungan dengan janda beranak satu.Astaga!!
Malunya aku punya menantu udah bekasnya orang.Perempuan itu namanya Selvi.Dia pinter banget ngambil hati anakku.Akhirnya aku angkat tangan,mereka menikah.Kembali aku kemakan omonganku sendiri bahwa orang tua itu harus nyukupi kebutuhan anak.Itu udah tugasnya.Demi Ekwan dan perempuan itu bisa hidup layak ga jadi gunjingan orang aku milih beli tanah dan bangun rumah lagi.Masih dekat sih tapi beda gang.Rumahku yang lama dipakai Ekwan.Gitu aja menantuku itu masih manja dan mereti aku,"Ibu..di rumah ga ada makanan Selvi lapar.Selvi ga bisa masak.Gimana nih Bu?"
Amit2!Kok bisa2nya dia merengek padaku tanpa malu.Namun bayangin anakku kelaparan ga dikasih makan sama tuh perempuan membuat aku ga tega.Akhirnya aku ke sana masak buat dia.Saat itulah aku teringat kala jadiin ibuku pembantu di rumahku dulu.Juga adikku yang kubohongi.Inikah karma dari-Mu Tuhan?Aku jadi pembantu menantuku sendiri.Keadaan kian parah kala gaji anakku kerja di sebuah hotel ga cukup buat kehidupan mereka.Kembali aku jadi penopang keuangan.Malah dengan santainya menantuku cerita sama adik2ku,"Gaji Mas Ekwan mana cukup buat sebulan.Paling habis buat belanja ke mall.Jadi ibulah yang nopang keuangan kami.Kalau ga mana bisa kami makan." Ya ampun ga tahu malu bener ya menantuku itu.Coba dia ga lagi hamil dah kuomelin dia.Hal begituan kok dibanggakan.Mana pas cara peringatan kematian Ibuku lagi.Betapa aku dihukum oleh Tuhan atas perlakuanku pada ayah dan ibu dulu.Mendapat menantu kayak begini.Hukuman Tuhan ga berhenti sampai disitu,aku divonis kena gula.Tubuhku kian hari kian kurus.Suamiku juga selingkuh.Aku datang meminta ampun di makam orang tuaku,"Ampuni Indah Ayah,Ibu!Indah memang anak yang hebat dimata dunia tapi sebenarnya anak durhaka dimata kalian.Maafkan Indah ya..."
Banyak uangku habis demi menopang hidup anak pertamaku juga buat kesehatanku.Hingga penghiburan Tuhan datang lewat anak keduaku.Namanya Xcel.Dia beda dengan kakaknya.Beda banget.Dia ga manja,ga suka pacaran.Dia bahkan kuliah dengan hasil dari dia ngeband.Dia group band gitu sama temen2nya.Suka dipanggil di acara2 gitu.Dari situ dia biayai kuliahnya.Padahal aku masih mampu bayari lho.Tapi dia punya prinsip,"Ga!Xcel ga mau kayak kakak!Nyusahin ortu aja kerjaannya!Xcel ga mau pacaran dulu.Xcel mau sukses dulu di dunia broadcasting.Ga mau terlibat soal perempuan!Ntar kayak kakak!Ga!"
Dia sungguh penghiburan bagiku.Ditengah hukuman yang kujalani ditengah kesehatanku yang kian digerogoti,dia menjadi anak penghiburan.Dia ga pernah nakal.Aktivitas dia paling ya ngeband,kuliah dan ga pernah nyusahin aku dengan soal uang.Dia punya penghasilan sendiri.Tuhan terima kasih setidaknya aku menemukan oase ditengah padang gurun kehidupanku.***The End*** Kependekan ga?Moga ga ya.Sekarang kita langsung ke story yuk.Saya seneng banget kalau nulis BB soale ceritanya itu beda endingnya dengan versi aslinya.Tapi BB mah baru ending kalau Ddj dah kelar.Jadi masih lama.Yang pusing saya nih harus cari lagu2nya he..he..Gpp.Lagunya Setia band kan banyak.Salah satunya ini nih!
^^^^) MALAM INI KULIHAT BULAN TAK TERJATUH LALU TERURAI....( BENIGNO POV ) Usai ngurusi mangkuk2 yang pecah akibat jatuh,aku segera menuju depan.Waduh aku lihat Titik di sana.Sembunyi dulu ah!Males aku ketemu dia.Genit banget.Tapi kulihat Ika melambai pada seseorang di dalam mobil.Seorang wanita kayaknya aku pernah lihat deh.Tapi lagi asyik mikir tiba2...Intan ngagetin aku,"Mas Ganteng kok ngumpet dibalik pilar sih?Emang ada apaan Mas?" &&&) KU NGGAK NGERTI APA YANG HARUS KULAKUKAN....
Aduh gimana nih?Menghindari Titik malah ketemu penggoda satunya.Aduh!Derita orang ganteng....Untung aja Intan dipanggil sama Ibunya,"Intan!Kamu itu ngapain disini?Ayo ikut Ibu!Mau ibu kenalin sama anaknya Pak Camat.Habis pulang dari pelayaran lho.Ayo!!Kamu itu bakal hidup mewah kalau dapat anaknya Pak Camat!Jangan sama orang ga jelas kayak gini.Udah hayo!!"
Wah aku disebut orang ga jelas?Biarin deh...gpp.Lagian aku juga males pamer kekayaan.Brunei mah dah kesohor kaya raya.Aku mau menikmati indahnya hidup jadi rakyat jelata.Asyik Intan sudah pergi.Titik juga dah pergi ngurus anaknya dia.Cari Ika ah...aha itu dia.Aku tahu apa yang harus kulakukan.Aku mau ngagetin Ika ah....
÷÷÷÷> HARI INI AKU PUTUSKAN UNTUK JAUH KULANGKAHKAN KAKI....( RAZI POV ) Di istana aku merasa kesepian.Semua yang kusayang pergi.Putraku Daffa nampak sibuk telponan sama ibundanya,"Jadi kakak belum juga ditemukan Bunda?Ibunda ingin bicara dengan ayah?Iya beliau ada.Sebentar..."
Kuterima telponnya,"Iya Isteriku ...aduh...kamu jangan nangis dulu sayang...aku jadi makin cemas nih..iya...iya....baiklah mungkin sudah saatnya kita umumkan masalah ini ke media.Kita pakai bantuan media saja.Iya...iya...udah jangan nangis terus sayang...."
Akhirnya aku putuskan untuk memakai bantuan media perihal hilangnya putraku.Walau aku minta semua badan intelejen tetap mencari dengan jeli. Akhirnya diputuskan bahwa sementara hanya berita soal kunjungan putraku yang diekpos dulu.Lalu dicantumkan sebuah kuis berhadiah dengan cara lomba mirip pangeran Benigno.Hadiahnya besar jelaslah!Setidaknya hal itu pasti akan menunjukkan ke pemirsa yang mungkin saja melihat putraku.Siapa sih yang ga ingin uang ya nggak.Pasti dengan cara demikian akan membuat banyak info masuk.Siapa yang bisa nunjukin orang yang mirip pangeran akan dapat hadiah.Cukup telpon saja ke no yang tertera.Nanti akan dihubungi dan didatangi langsung.Wah aku ga peduli berapa biaya buat acara itu terselenggara yang penting putraku kembali!
====> UNTUK PERGI DARI DIRIMU...
Aku ingin pergi langsung ke Indonesia tapi badan intelejen melarang.Berbahaya katanya.Terpaksa deh aku tetep di istana.Kuharap acara itu berhasil.Kuminta diiklankan dengan jam tayang yang banyak.Berulang2.Semoga cara ini bisa membawa putraku kembali.
(((() BIARKANLAH KAN KUBAWA SEJUTA HARAPAN YANG INDAH....( IDAYU POV ) Sejak melihat gadis bernama Ika itu,harapan untuk menemukan putriku kembali merekah.Aku merasa ada sesuatu pada gadis itu.Aku harus menemuinya kembali.Kuhafalkan dan kufoto semua jalan yang kulalui.Sinar,Ibu datang Nak.Ibu akan menemukanmu.Hati Ibu yakin kau ada di tempat ini.
<<<<> YANG PERNAH KITA LALUI SAAT BERSAMA...
Sampai di hotel aku melihat tunangan Pangeran Ben tengah bersama asisten ayahnya.Kulihat sahabatku Cici menyenggol lenganku dan berbisik,"Lihat mereka.Tatapannya sepertinya dalam gitu.Aku rasa ada apa2 diantara mereka."
Aku coba menepis kecurigaannya,"Jangan berprasangka buruk dulu.Coba selidiki dulu.Tapi kurasa untuk saat ini masalah ini kita kesampingkan saja dulu.Menemukan putra-putri kita jauh lebih penting sekarang."
Cici mengangguk walau masih saja memandang gimana gitu ke arah gadis bernama Syuhada itu.Andai saja Sinar kutemukan pastilah dia yang akan menikah dengan Pangeran Ben.Bukan gadis itu.
>>>>< KUHARAP KAU BISA MENGERTI CINTA KITA TAK DIRESTUI....( ZUL POV ) Kukasih kode ke Syuhada kala mobil Paman Ramzi mendekat,"Sst!Mereka datang."
Syuhada segera menyambut dengan wajah innocentnya,"Bagaimana?Apa ada perkembangan?" Kulihat Permaisuri nampak lesu dan segera dikawal Ramzi menuju kamar beliau sedang sahabat Permaisuri menjawab pertanyaan Syuhada dengan lembut,"Belum.Tapi kami akan menyisir lagi daerah terakhir yang kami lalui tadi.Sepertinya ada sesuatu di sana.Apa kau mau ikut besok?Daripada hanya diam di hotel?"
Syuhada senang sekali bakal diajak besok.Nyonya itu memang lembut orangnya.Benar2 keibuan.Andai saja ibu Syuhada selembut itu.Sayangnya ibunya sungguh wanita yang sulit dihadapi.Itu pula kenapa aku dan Syuhada memilih bicara langsung dengan Pangeran Ben daripada dengan orang tua Syuhada.Mereka sangat kolot dan keras.Lihat saja putra2nya apalagi yang Pangeran Emil,seriusnya....
{{{{{} MALAM INI HARUS RELA KU PERGI....( EMIL POV )
Kepalaku sakit sekali.Pening dan berat.Apalagi kalau dipakai buat menunduk.Aduh...tapi aku ga mungkin diam saja.Aku harus segera pergi.Kucoba turun dari pembaringan,aku ingin berterima kasih pada orang yang telah menolong dan merawatku.Pelan2 sambil menahan nyeri di kepalaku aku mulai beringsut turun.Seorang gadis manis mendekatiku,"Mas...jangan banyak gerak dulu.Mas kan belum pulih?"
Ia membantuku tapi aku sungguh merasa sudah mendingan,"Tak apa...saya sudah baikan kok...saya sungguh berterima kasih sudah ditolong dan dirawat di rumah ini.Tapi saya tak punya apa2 lagi untuk membalas kebaikan kalian.Bisakah antar saya ke kedubes Brunei?Saya mohon...nanti akan saya ganti semua biaya yang telah kalian keluarkan buat saya...aaakkh"
Kepalaku kembali terasa sakit,aku terhuyung untung gadis itu menahanku dari jatuh.Kami malah berpandangan.Dia manis sekali.Jantungku berdebar.Baru kali ini aku berada sedekat ini dengan seorang gadis.
)))))( MAAFKANLAH KEKASIH KUHARUS TINGGALKANMU....
Aku segera minta maaf pada gadis itu,"Maaf..."
Dia malah menyebutkan namanya,"Nama saya Rindu Mas.Mas namanya siapa?"
Aku dipapah kembali ke pembaringan,"Saya Emil.Saya dari Brunei."
Dia membantuku duduk di pembaringan,"Mas dirampok ya?Disini memang lagi marak Mas.Mas jauh2 dari Brunei.Apa kerja di sini?"
Aku merasa nyaman dengan keberadaannya,"Saya mencari kakak saya.Tapi sepertinya dia sekarang sudah meninggalkan kota ini."
Gadis itu membantuku kembali berbaring,"Pulihkan dulu diri Mas.Baru lanjutin lagi nyari kakaknya.Pasti saya akan bantu sebisa saya."
Dia baik sekali,"Terima kasih ya."
}}}}}{ MESKI KUTAHU INI MENJADI KAU SAKIT HATI....( IKA POV )
Baru mau melangkah kembali ke dalam ruang resepsi eh tiba2 ada yang menutup mataku dengan tangannya,"Hayo tahu ga siapa ini?"
Dasar Ben...emang aku ga tahu kalau itu dia?Suaranya aja dah beda aksennya.Aku berkata padanya,"Ben lepasin ...malu tahu ...."
Dia melepaskan tangannya sambil tersenyum lebar,"Ketahuan deh..."
[[[[[[] RELAKAN KEKASIH TUTUP AIR MATAMU....
Aku memandang wajah tampannya,"Siapa kasih ide usil gini nutup mataku segala?Kakek ya?"
Ia nampak berpikir,"Kasihan kakek disalahin...kakek kan baik.Aku ikutan anak2 kecil di sana itu!" Aku melihat ke arah yang ditunjuk dia,"Ben...Ben...mereka itu kan sedang main...kok malah ditiru sih?"
Ia nampak manyun,"Habis aku ga pernah main di rumahku sana..."
]]]]][ SEMUA INI AKU LAKUKAN UNTUK KEBAIKANMU....
Aku ga tega mau marahi dia,"Udah jangan ditekuk gitu wajahnya.Aku ga marah kok.Yuk ke dalam lagi.Kamu udah makan belum?"
Ia senang sekali kuperhatikan,"Belum..aku laper...tadi cuma makan apa itu pahit2 gitu....apa ya tadi itu namanya?..."
Ia garuk2 kepala,lucu juga wajahnya kalau gitu.Aku tahu yang dimaksud dia,"Emping ya?Bentar itu makanan yang besar sudah diedarkan.Yuk duduk di sana.Kuberitahu nanti gimana cara makannya.Ayo!"
Kugandeng dia tanpa aku sadari banyak pasang mata melihat kami.Tangannya hangat dalam genggamanku.Entah kenapa aku ingin memperhatikan dia.Memperhatikan makannya,kebutuhannya dan semuanya.Aku ingin dia selalu dalam keadaan baik dan sehat.
€€€€£ DENGARKANLAH KEKASIH....( KAKEK HENDRO )
Dari jauh kulihat Nak Ben dan Ika gandengan menuju ke sebuah sudut yang masih kosong kursinya.Mereka serasi sekali ya.Aku bisa lihat dengan jelas Nak Ben punya rasa sama Ika.Tuhan,diakah jodoh bagi Ika-ku?Jika ya satukan mereka ya Tuhan.Dengarkanlah permohonanku ini. Adakah Ika dan Ben akan tahu kalau mereka sebenarnya malah dijodohkan?***see you next eps***
Eps 15 CERBUNG KESEMBILAN》BENANG BIRU
\\\\| BENANG BIRU EPS 15
||||||》TIKET A 359XXX
》》 Casting A Net = Menebar Jala
《《° CERPEN KE-22 : AKHIRNYA KUMENEMUKANMU
Banyak yang bilang aku ini cute.Cowok tapi cute.Awal mula aku ga pernah ngimpi bakal jadi artis tenar.Aku itu agak bungkuk orangnya jadi ga kebayang bakal dilirik jadi artis papan atas.Justru kakak aku yang ngebet pingin jadi selebriti.Ia minta aku temeni waktu itu ikut audisi gitu.Kasihan juga jadi aku temeni.Aku nunggu gitu di sebuah pojokan.Eh lha kok malah aku yang dilirik sama yang casting.Weleh...aku inget waktu itu ditanya,"Kamu ngapain malah duduk di sini?Ayo masuk!" Aku dah bilang kalau aku ini cuma ngantar doang ga niat mau ikut casting eh malah katanya gayaku yang culun dan pemalu menarik perhatian mereka.Malah ditanya macam2 aku,"Nama kamu siapa?Tinggi badan?Kerja apa masih kuliah?"
Waduh aku grogi jawabnya,"Nama ...saya...Yudhistira ...tinggi 178 cm ...baru lulus SMU..."
Itulah awal karir aku jadi artis.Ga nyana malah aku yang kepilih audisi.Memang peran pertama cuma peran2 kecil tapi kemampuanku kian terasah ditambah katanya aku ini punya daya tarik khusus katanya.Namaku juga diubah jadi Yudha Perdana.Nama artis.Kakakku malah bilang gini,"Wah rejekimu dik!Malah kamu yang ngetop sekarang.Kalau bisa ajak kakak main dong di film kamu." Aku emang ga lupain kakak aku,kuajak dia main film juga walau hanya peran pembantu tapi kakak dah seneng banget.Penghasilanku sebagai artis membuatku mampu melanjutkan pendidikanku.Tapi ya gitu di kampus aku dikejar fans,"Yudha!!Minta tanda tangan dong!!Minta foto bareng dong...Yudhaaa!!"
Wah2 aku sampai harus nyamar lho mau kemana aja.Pakai maskerlah,topilah dan kadang kaca mata riben.Walau punya banyak fans wanita tapi kehidupan cintaku tak mudah.Sulit menemukan wanita yang tulus sayangnya sama aku.Kebanyakan mereka mengincar hartaku atau terpukau pada wajah gantengku.Atau pingin nebeng tenar aja.Hingga aku main sebuah serial drama yang booming banget.Judulnya Pandawa Lima.Disitu aku berkolaborasi dengan 4 aktor ternama.Wah aku jadi Arjuna di situ padahal namaku aslinya Yudhistira.Kakak Arjuna di pewayangan.Di situ aku jatuh cinta sama pemeran Drupadinya.Namanya Alena.Ia cantik banget.Aktris papan atas dia.Aku sungguh jatuh hati sama dia.Rambutnya panjang,wajahnya kayak barbie gitu.Cantik banget pokoknya.Memang dia ga tinggi malah cuma sebahu aku aja tapi aku sungguh terpukau padanya.Main bersama dalam jangka waktu lama membuat kami dekat.Bahkan fans juga dukung hubungan kami.Kamipun jadian.Wah fans seneng banget.Berita itu jadi trending topic di media sosial.Tiga tahun aku menjalani hubungan dengan Alena.Kupikir dia adalah belahan jiwaku namun dia ternyata membuatku patah hati.Dia meninggalkanku katanya,"Kamu ga seperti pria idamanku Yud,aku itu ga bisa kalau ga hidup glamour.Aku suka shopping.Kamu selalu saja ga bisa nurutin mau aku.Kamu terlalu mementingkan keluarga kamu.Invest uang buat bikinin mereka usaha.Aku lelah hidup model kamu gitu.Kita putus aja!"
Aku kaget ia mencampakkanku.Apa salah aku merhatiin keluargaku?Kubuatkan mereka usaha biar ga dihina terus.Makhlum aku lahir dari kalangan menengah ke bawah.Hidup pas2an dan hemat.Aku tak mau keluargaku,kakak2 aku hidup kekurangan.Apa aku salah?Kala Alena mutusin aku,asli aku depresi tingkat dewa.Aku sampai mengubah gaya hidupku.Aku jadi glamour hidupnya.Aku mau tunjukin ke Alena bahwa aku bisa hidup glamour juga.Penghasilanku kubelikan mobil2 sport.Mulai dari Lamborghini,Audi Martin,macem2.Aku kegilaan beli mobil mewah.Tapi Alena malah menikah dengan pengusaha kaya asal Singapore.Aku sadar sejak itu bahwa ga mungkin aku mengharapkan dia lagi.Sudah saatnya aku melupakannya.Keluargaku prihatin melihatku.Atas dorongan mereka akhirnya aku bangkit dari keterpurukanku karena patah hati serius.Aku main film lagi.Kali ini aku main film laga gitu.Jadi intelejen gitu.Di situlah aku main bareng sama aktris yang dah lama sebenarnya berkarir tapi tak terlalu cemerlang karirnya.Sama seperti aku ia terpuruk karena masalah pribadi.Ia lebih parah sudah sampai menikah malah.Sudah punya anak pula.Walau ia sudah bercerai dengan suaminya namun trauma dia membina hubungan lagi dengan pria.Ia kini hidup demi anaknya.Seorang anak laki2 yang masih balita.Aku sayang sama anaknya,"Wisnu ikut Om Yudha yuk...beli es cream.Mau ya?"
Wisnu dengan mata besar2 segera nemplok aku,"Mau!!Yeah!!Asyik!!"
Entah kenapa aku senang memanjakannya.Dia memgingatkanku pada masa kecilku yang kurang kasih sayang ayah.Kasihan..bagaimana susahnya ibuku membesarkan anak2nya.Ayah malah kabur sama wanita lain.Begitu aku tenar dia datang minta uang.Namun tak lama akhirnya ayah tiada juga kena liver.Kubayangkan betapa kasihan Wisnu hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.Saking dekatnya sama Wisnu sampai2 ia kerap manggil aku dengan sebutan Papa Yudha.Ibunya yang negur dia,"Wisnu...Ga boleh begitu manggilnya sayang..."
Tapi dasar Wisnu malah menatap aku dengan wajah imutnya,"Wisnu mau Om Yudha jadi papa Wisnu...Mama..."
Kutersenyum pada Mamanya Wisnu.Namanya Olive.Dia hampir sama tingginya kayak Alena.Cuma dia ga glamour hidupnya.Dia hidup apa adanya.Jarang banget ke salon.Ga kayak Alena yang habis ratusan juta demi menjaga penampilan dan kecantikannya.Olive tampil bersahaja.Aku mulai merasakan sesuatu di hatiku.Olive mendengarkan dan menghiburku kala aku down dengan hidupku.Aku menemukan kenyamanan setiap bersamanya.Akhirnya aku berhasil membujuknya untuk menerimaku,"Kumohon buka hatimu buat aku.Aku memang bukan pria sempurna.Tapi aku ingin membuatmu bahagia.Kau dan Wisnu.Kalian sangat berarti bagiku.Mau ya jadi kekasihku?" Olive awalnya berkelit,"Aku ini janda Yud...aku ga pantas buat kamu.Kamu itu aktor top.Kamu bisa dapet yang jauh lebih baik dari aku.Apa kata fans kamu nanti kalau kita jadian?Bagaimana jika itu mengefek ke karir kamu?"
Aku mengelus kepala Wisnu yang terlelap di pangkuanku,"Aku dah kenyang berkarir.Jika memang sudah ga tenar ya udah...mau apa lagi.Aku bisa kerja yang lain.Aku punya bisnis restoran,kafe juga yang lain.Yang aku ga punya adalah cinta.Kamu mau kan mencintaiku?"
Olive memandang putranya,"Kamu serius Yud?"
Aku tertawa melihat keraguannya,"Emang aku kelihatan bercanda?"
Olive nampak berkaca2 memandangku,"Jangan lelah ya mencintaiku?"
Wah aku langsung tersenyum mendengar jawabannya,"Kamu juga jangan lelah ya mencintaiku...My Olive..."
Kami semula merahasiakan hubungan kami.Tapi akhirnya fans tahu juga.Mereka mulai kepoin siapa Olive.Syukurlah mereka dukung.Lagian mereka ga mau lihat aku drop lagi kayak dulu.4 tahun aku menjalin hubungan dengan Olive.Ia banyak mengubah gaya hidupku.Dari suka beli mobil2 sport kini aku lebih mengalokasikan keuanganku ke investasi real estate.Aku beli apartemen.Aku juga selalu mendapat support moril dari dia.Apapun masalah yang kuhadapi,gosip apapun yang menerpaku,ia tak bergeming dari sisiku.Hingga suatu malam saat tahun baru.Kami sedang makan bersama kala itu.Aku melamar dia,"Kita menikah yuk!"
Weleh ga romantis babar blas,ga kayak di film2 aku yang terkenal sebagai prince charming.Melamar kok kayak begono sih Yud... Tapi Olive tersenyum padaku,"Ayo!"
Wah diterima!!Aku seneng banget.Langsung deh malam itu kuberikan cincin berlian padanya,"Kamu adalah belahan jiwaku...akhirnya aku menemukanmu.."
Olive memakai cincin itu di jari telunjuknya.Manis sekali.Langsung deh kita upload ke medsos kalau kita bakal nikah.Wah fans langsung heboh.Pesta pernikahan kami diselenggarkan dua kali.Satu di tempat aku dengan adat Jawa.Satunya di tempat Olive dengan gaya internasional.Memang impian Olive pingin pakai gaun putih gaya barat gitu.Aku pakai tuxedo hitam.Wisnu pakai tuxedo putih.Gemesin banget dia.Wah pesta itu jadi hot news gitu.Banyak yang kasih ucapan selamat.Bahkan para personil Pandawa Lima juga datang.Mereka sampai pangling lihat aku,"Wah kamu kok makin ganteng sih Yud?Aku aja udah kayak bapak2 gini lho..."
Aku terkekeh,"Bisa aja Bro..Kan cinta bikin awet muda he..he.."
Olive tersenyum dalam rengkuhanku.Alena juga kasih ucapan selamat sama aku via medsos,"Selamat ya semoga cepat dikaruniai anak."
Aku cuma tersenyum aja membacanya.Buat apa digubris toh aku dah punya Wisnu.Ga buru2 juga punya anak.Aku mau menikmati pernikahanku dengan Olive.Kami bulan madu ke sebuah pulau.Aku inget saat itu pas Valentine day.Olive mengunggah foto kebersamaan kami ke fans supaya mereka ga merasa terabaikan.Olive lalu tinggal denganku di apartemen mewah aku.Aku bahagia sekali hidup sama dia.Dia itu ga heboh sama penampilan.Malah dia ga masalah pakai kaos yang pernah aku pakai.Fans bahkan menyebutnya sebagai kemesraan dan dalamnya hubungan kami.Weleh...Kebahagiaanku bertambah kala baru lima bulan nikah eh Olive dah hamil.Waktu itu aku ga tahu soale badan dia kan kecil jadi ga begitu kelihatan tahu2 dia merasa kok lebih gendutan.Lha ternyata dah isi 3 bulan.Langsung deh dia off dari semua aktivitas di dunia entertain.Aku bilang sama dia kalau aku mau dia fokus pada buah hatiku yang ada di kandungan dia.Akhirnya aku jadi ayah juga.Makin hari perut isteriku makin besar dan wajahnya jadi chubby.Lucu dia.Lahirlah seorang putri bagiku.Aku jadi kian betah di rumah.Putriku itu manis kayak Mamanya maka kuberi nama Olivia Yudhana.***The End***
Sekarang kita ke lagu ya.Pastinya dari ST 12.Dengan Terlanjur Cinta feat.Sembilan Band. °°°°♣ JANGAN PERNAH KAU BERPIKIR BAHWA KU TAK ADA...( BRUNEI )
Ayah Syuhada heran kenapa tak jua ada kabar dari putra ketiganya,'Kemana Emil?Kok ga kasih kabar ya?'
Malah Syuhada nelpon ayahnya,"Ayah,Emil ada ga ?Syuhada hubungi hpnya kok ga aktif ya?" Wah sang menteri langsung panik,'Apa terjadi sesuatu pada Emilku ya?'
Ia segera kirim team khusus ke Indonesia mencari keberadaan putranya,"Kalian cari putraku!Cari sampai ketemu!!"
♣♣♣• SEDETIKPUN HANYA BAYANGMU YANG DI HATIKU...( HOTEL NATOUR GARUDA YOGYA )
Idayu tak bisa berhenti memikirkan Ika,'Gadis itu siapa dia?Kenapa bayang wajahnya selalu terkenang di hatiku?Besok aku harus temui dia lagi.Aku ingin tahu dia itu seperti apa kesehariannya.'
••••♧ KUBERJANJI AKAN SELALU SETIA KEPADAMU...( BENIGNO POV )
Pagi ini aku mau diajak Ika nyari ikan di sungai.Wah bareng sama anak2 kecil gitu.Mereka dah bawa berbagai perlengkapannya.Ada yang bawa cacing,bawa kail bahkan ada juga yang bawa jala gitu.Ika keluar dengan wajah jelitanya,"Yuk kita berangkat!Ben jadi ikut tidak?"
Jelas ikut dong tuan putri he..he... Aku akan ikut kemana saja Ika pergi.Mau ke bantaran sungai,ke sawah atau ke ladang pasti aku turut deh.Gadis ini sungguh mempesona hatiku.Aku makin ga ingin kembali ke Brunei.Biarin aja dulu aku mau enjoy duniaku saat ini.
♧♧♧○ DEMI TUHAN KU RELA MATI DEMI DIRIMU...
Sampai di sungai aku lihat anak2 segera nyebar.Ada yang malah nyebur terus nyari apa gitu diantara bebatuan sungai.Ada yang mancing juga di tempat yang lebih tenang.Ada yang malah main air juga.Aku dan Ika ikut kena cipratannya,"Hey!Basah dong kalau gini!"
Aku gembira sekali di sana.Apalagi saat berhasil nolong salah satu anak yang hampir terbawa arus sungai.Awalnya Ika yang mau nolong tapi aku segera cegah dia,"Biar aku saja!"
Aku berhasil selamatkan anak itu dan kulihat Ika begitu terharu atas tindakan heroikku.Wah aku dipandang dengan senyuman tersungging di bibirnya.Amboi...aku makin yakin bahwa aku sudah jatuh cinta sama dia.
○○○◆KU TERLANJUR....( IKA POV )
Melihat Ben menyelamatkan anak yang hampir saja terseret arus sungai itu sungguh membuat aku terpesona.Arus sungai tiba2 deras sekali sepertinya ada tanggul yang dibuka.Kami kaget dan salah satu anak kebawa arus.Untung Ben sigap dan segera terjun ke sungai memyelamatkan anak itu.Dia seperti tentara saja gesit dan cepat gerakannya.Aku merasa bukan berhadapan dengan pria biasa tapi seorang militan.Siapa dia?Tak mungkin cuma orang biasa.Aku tanya sama dia,"Kau hebat Ben...sepertinya kau sangat terlatih..."
Wajah Ben nampak kaget mendengar pernyataanku dan berujarlah ia,"Biasa ayahku kan pernah masuk tentara dulu jadi aku suka diajari gitu he..he.."
Oh gitu...mmm...pantes cekatan sekali gerakannya.Akhirnya kami pulang membawa hasil tangkapan.Lumayan dapat beberapa ekor ikan.Sebagian aku bagi ke anak2 yang ikut biar buat oleh2 orang rumah.Ben nampak riang berjalan dibawah terik matahari di sampingku.Gantengnya dia...Sepanjang jalan banyak yang melirik dia dan bahkan komentar,"Mas wajahmu mirip lho sama yang ada di tv.Ikut lomba itu aja Mas.Dapat hadiah lho gede lagi.Plus liburan ke istana Brunei pula." Aku lihat wajah Ben langsung berubah galau denger kata istana Brunei,aneh ada apa ya? Iseng aku nanya,"Lomba apa sih?"
Salah seorang ibu2 jawab,"Itu lomba mirip Pangeran Brunei.Lihat aja iklannya tayang terus kok di tv."
Ben nampak gugup dan ngajak pulang,"Kita pulang aja yuk.Lengket nih badanku."
Aku akhirnya nurut juga.Tapi penasaran juga denger soal kemiripan Ben dengan pangeran Brunei.Tv di rumah dah lama rusak.Ben pasti bisa benerin.Moga saja...
◆◆◆● KU TERLANJUR SAYANG KEPADAMU... ( CICI POV )
Wajah ganteng putraku mulai tayang di tv.Kuharap respon pemirsa akan bagus.Beberapa info mulai masuk.Namun belum ada yang bisa menunjukkan keberadaan putraku.Ramzi nampak sibuk menanggapi laporan yang masuk dibantu intelejen kiriman suamiku.Suamiku memang brilian punya ide hebat seperti ini.Aku yakin sebentar lagi pangeranku akan ditemukan.Kamu dimana sayang?Ibunda kangen sama kamu.Mencemaskanmu.Sementara Idayu menyusur kembali lokasi kemarin sepertinya ia ingin menemukan gadis itu lagi.Ia bahkan memerintahkan detektifnya untuk menyelidiki soal gadis itu,"Cari tahu siapa dia.Apa kerjaannya?Dimana dia tinggal.Asal usulnya.Semuanya!"
Kuharap sahabatku itu menemukan putrinya.Jujur makin kenal Syuhada aku makin yakin dia punya rasa sama asisten ayahnya.Kulihat mereka kerap kepergok bertatapan mesra.Tidak!Aku ga sudi putraku dapat bekas orang!Putraku seorang pewaris tahta.Ia harus mendapat yang terbaik.Aku telpon suamiku,"Kanda...aku tak suka putri menteri yang dijodohkan dengan putra kita.Aku tak suka dia Kanda..."
Suamiku mendengar penjelasanku dan berjanji akan menindaklanjuti masalah itu usai putra kami ditemukan.
●●●■ KU TERLANJUR CINTA KEPADAMU... ( BENIGNO POV )
Ditanya soal gerakanku yang seperti tentara jelas aku salting.Aku memang pernah mengenyam pendidikan militer.Itu kan memang bekal khusus buat penerus tahta.Kan nanti aku juga akan memegang kendali pertahanan dan keamanan kerajaan.Namun gugupku kian terlihat kala ada yang memberitahu soal acara lomba di tv.Aku yakin pasti Ayahanda penggagas acara tersebut.Gawat!Ayah sudah tahu kalau aku ngilang.Pasti Paman Ramzi diamuk nih sama Ayahanda Sultan.Ups....tapi aku udah terlanjur cinta sama Ika.Aku mau disisi dia.Saat Ika minta aku benerin tv dia di rumah,aku sengaja ga kelar2 ngerjainnya.Aku ga mau dia tahu siapa aku terus dia nyuruh aku pulang ke istana.No!No!
■■■□ WAHAI KEKASIHKU....
Aku bilang sama Ika soal tvnya,"Hmm...tabungnya kena mesinnya juga harus ganti nih...bagaimana?" Ika nampak sedih gitu,"Yeah mahal dong.Harus ngumpulin uang dulu dong."
Aku sungguh kasihan sama dia,di istana saja tv itu sampai kayak layar bioskop aja ada.Disini mau lihat tv dengan layar kecil aja susah bukan main.Ika...mending kamu ikut aku ke istana.Udah deh mau tv model apa deh aku kasih.Mau kemewahan model gimana juga aku kasih.Asal kamu kasih aku hati kamu.Kamu mau jadi kekasih hatiku lalu jadi permaisuriku nanti.He..he..weleh aku kok malah menari di atas penderitaan Ika.Dasar Ben... Namun kegembiraanku ga lama soalnya Intan datang sama Titik gitu mereka rebutan mau bawa aku ke acara tv itu biar dapat hadiah,"Mas ganteng!!Sama aku ya ke acara tv itu biar nanti kita bisa piknik ke istana Brunei berdua.Ya mas ganteng ya...?"
Aduh ...Intan malah nambahi,"Ika kamu apa ga tahu sih kalau mas Ben itu mirip banget lho sama Pangeran Brunei?"
Ika menggeleng lalu dia diajak ke rumah Intan lihat di tv milik Intan.Aduh!Aku berusaha mencegah Ika,"Ika katanya mau masak ikannya...aku laper..."
Ika memilih memperhatikan rajukanku,"Oh iya...bentar ya...sorry Intan aku mau masak dulu."
Titik sama Intan malah ribut gitu memperebutkan aku.Untung Budhe Soimah datang marahi mereka,"Dasar kalian perempuan2 ande2 lumut!Ayo pulang!Bikin malu aja rebutan pria!Pulang!!Tuh anak kamu Rehan nangis tuh!Jatuh dari sepeda!Wooo...lha ibunya malah sibuk sendiri!Intan juga pulang!!"
Lega aku mereka dah pada pergi.Aku segera bantu Ika di dapur.Mending aku membantu bidadariku masak.Dia cantik nian kalau lagi masak gitu.Makin cinta aku sama dia....Kekasihku...pujaan hatiku.I love you. Wah sampai kapan Ben bisa menutupi identitas dia ya?***see you next eps***
■ BENANG BIRU EPS 16
■□ TIKET K ...X47 : A Great Way
■□■ Sebuah Jalan Yang Menakjubkan
Sekarang ke lagu aja.Lagu dari ST 12.Aku Masih Sayang.Siap dengerin liriknya?Nih dia!
□■□■□ KAU RINDUKU,JIWAKU INDAH MEMANGGIL DIRIMU....( Emil POV )
Karena kondisiku yang belum pulih akhirnya aku malah numpang di rumah Rindu.Lucu juga gadis manis berambut sebatas pundak itu namanya Rindu.Dia berbeda dengan gadis2 yang pernah kutemui.Dia ga tahu siapa aku juga latar belakang keluargaku.Dia memperlakukanku berdasarkan rasa kemanusiaan.Keluarganya juga baik padaku.Mereka ramah dan hangat orangnya.Membuatku melihat sisi lain sebuah keluarga.Selama ini aku besar dalam lingkungan nan mewah.Semua serba ada.Ayahku pejabat pentinh di kerajaan di Brunei sana.Ibuku juga kaum bangsawan.Tak pernah kutahu bahwa di dunia lain orang hidup dengan susah payah.Hidup membanting tulang dan penuh dengan derita juga kesedihan.Sungguh sisi dunia yang memprihatinkan.
■□■□ MATAKU TERBANGUN UNTUK MENANTI MENANTIMU...
Setiap hari aku bangun dan mendapati setiap anggota keluarga Rindu sibuk bekerja.Ibunya menjadi tenaga medis.Ayahnya selain jadi RT juga punya usaha sewa dekorasi.Aku kerap merasa tak enak hati hanya bisa melihat mereka sibuk mencari uang agar bisa menghidupi keluarga.Kakak Rindu,kak Ihsan punya usaha warung makan.Warteg istilah mereka.Rindu bantuin kakaknya.Semuanya ga ada yang berpangku tangan.Semua bergerak dan menghasilkan.Beda banget dengan kehidupanku di Brunei sana.Walau aku juga sibuk mengurus bisnis Ayah namun tak pernah aku melakukannya dengan segigih itu.Aku jadi malu.Aku paling datang terus mengecek laporan sambil menanti perkembangan bursa saham.Ga berkeringat dan susah payah gini.
■□■□ JANGAN PERNAH KAU RAGUKAN CINTA YANG SESUNGGUHNYA...
Tanpa ragu aku menawarkan diri membantu,"Bolehkah saya ikut membantu di warung kalian?"
Rindu dan kakaknya memandangku dengan ragu,"Kau mau kerja kasar?Cuci piring,melayani pembeli,dan angkut2 barang?"
Aku mengangguk mantap,"Kenapa ga?Saya sudah lebih sehat.Lihat nih saya juga berotot!"
Rindu malah tersipu melihat aku pamer otot bisep dan trisepku.Kenapa aku juga merona ya lihat dia tersipu?Aduh kena panah asmara nih kayaknya aku.
□■□■ ITU BISA MENGHANCURKAN SEMUA BUKAN BEGITU...
Aku berharap dengan membantu mereka bekerja aku bisa mendapat jalan untuk menghubungi keluargaku.Lagian aku merasa ga enak hanya diam saja.Masak aku makan minum dan numpang tidur gratis?Ga lah aku ini pria.Pria itu punya harga diri dong.Punya kekuatan untuk menghasilkan dan berkarya.Walau aku sudah dipinjemi hp buat hubungi keluarga aku tapi hanya satu nomor yang kuingat itupun punya Ayah.Aku ga mau buat beliau cemas.Jadi aku hanya bilang kalau aku baik2 saja.Aku hanya memberitahu kalau aku butuh uang karena semua barang aku dah hilang.Wah Ayah panik,"Apa??Kamu beneran gpp Putraku?!Kamu ada dimana?Ayah jemput ya?"
Aku bilang ga usah,"Tak usah Ayah...Emil mau kasih tahu aja kak Syuhada di Jogja.Emil ga bisa ke sana tapi akan Emil usahakan.Ayah bisa kirim uang saja.Emil ingin membalas budi orang2 di sini yang udah bantu Emil."
Ayah malah kekeh mau kirim bodyguard buat jemput aku,"Ga!Ayah ga mau kamu hilang kayak...putra Mahkota Benigno...Ayah akan kirim orang dan kebutuhan kamu disana.Kamu kirim aja alamatnya dan tunggu orang ayah ya?"
Nurut deh.Kalau ga dituruti malah bisa diceramahi nanti.Selama menunggu aku membantu Rindu di warung sotonya.Wah aku mendapat banyak pengalaman bersamanya.
◇◆◇◆ AKU SUNGGUH MASIH SAYANG PADAMU...( Benigno pov )
Aku sungguh dibikin susah bergerak dengan adanya kompetisi mirip aku itu.Dasar Ayah dapat ide aneh ini dari siapa sih?Untunglah Ika belum lihat tayangannya.Tapi Intan dan Titik bisa saja kembali meributkan hal itu.Hingga Ika dapat ide mau lihat dari hp dia waduh....
Aku sungguh kebakaran jenggot denger idenya.
◆◇◆◇JANGAN SAMPAI KAU MENINGGALKAN AKU...
Aku berharap moga ga ada sinyal,"Ga usahlah Ka.Mana ada sinyal juga di desa gini."
Ika melihat hpnya,"Iya ga ada.Mana habis lagi kuotanya.Besok aku mau beli kuota ah...kamu mau ikut ga sekalian kita lihat bazaar yuk!"
Wah jelas aku ikut dong,"Mau!Mau!"
Aku takkan lepasin kesempatan bersama Ika,sebelum waktuku habis dan aku meninggalkan dia.Aku tahu saat itu kan tiba.Aku tahu.
◇◆◇◆ BEGITU SANGAT BERHARGA DIRIMU BAGIKU...
Di bazaar aku melihat seseorang,'Aku kayak kenal Nyonya itu deh...itu kan...astaga ga mungkin...itu kan Tante Idayu ...'
Wah aku langsung nyungsep di antara orang jualan topi dan segera main copot pakai aja,"Mas ini berapa?"
Lalu aku sembunyi gitu,Ika kebingungan nyari aku,"Mas Ben...dimana sih?"
Jantungku kian dag dig dug kala Ika malah disapa sama Tante Idayu,"Nak Ika kan?Wah senengnya kita bisa bertemu lagi...emang jodoh ya kita...saya yakin bakal nemuin Nak Ika di sini.Feeling saya bener!"
Weleh mereka kok malah kelihatan akrab sih.Aduh...mending aku kabur aja deh...
○●○● DAN KUPASTIKAN SAJA DI HATIMU...( IDAYU POV )
Aku dan Syuhada juga Zul pergi menelusuri lagi area dimana aku bertemu Ika.Namun aku bingung dan nyasar jalan.Akhirnya ketemu jalannya tapi hari udah sore.Akhirnya kami malah mampir bazaar sekalian cari sesuatu buat dimakan atau melepas dahaga.Siapa tahu juga aku ketemu Ika di sini.Feelingku berkata begitu.Feelingku bener kayaknya soalnya aku lihat gadis mirip Ika berdiri di antara penjual pakaian dan aksesories gitu.Kupastiin ah...kupegang bahunya,"Nak Ika?"
○●○● KAN KUKORBANKAN SEMUANYA UNTUKMU...( IKA POV )
Aku ga sangka ketemu Nyonya itu lagi pas jalan2 di bazaar sama Mas Ben.Sekarang aku manggil dia gitu soalnya kakek yang suruh he..he..Katanya aku ga boleh manggil seenaknya lagian aku juga merasa harus menghormati dia.Rasanya tuh dia itu punya wibawa gitu.
◇◆◇◆ SUNGGUH KUBERHARAP KAUPUN BEGITU PADAKU...
Memang dulu aku punya impian dapat orang luar negeri.Aku suka mempelajari hal yang baru.Terutama budaya Malaysia dan Brunei.Entah kenapa.Seakan hatiku berkata bahwa suatu saat nanti aku akan ke sana saja.Dua negara itu terus terngiang di benakku.Seperti ada yang terus membisikkan dua nama negara itu ke telingaku.
■□■□ COBA KAU RASAKAN CINTA YANG BEGITU KAN MENGESANKAN...
Kini aku merasakan getar2 cinta pada pria asal Brunei.Apa karena aku emang ditakdirkan dengan nama Brunei dan segala sesuatu berbau Brunei ya?Ngomongin Brunei mana Mas Ben ya?Aku celingukan nyari dia sampai Nyonya yang menyapaku heran,"Nak Ika nyari siapa?Pacar ya?Atau suami?"
Wah aku malah jadi salting,"Ehm...saya nyari teman saya Ibu..."
Dia nampak terharu dan berkaca2 gitu aku nyebut dia dengan panggilan *Ibu*,"Boleh ibu peluk kamu Nak?Sebentar saja..."
Aku hanya bisa mengiyakan,ada rasa iba di hatiku pada Nyonya itu.Apalagi kala ia memelukku rasanya aku jadi pingin nangis entah kenapa.
¤=¤= YAKIN PASTI DAPATKAN KEMESRAAN YANG PENUH BINTANG...( Syuhada pov )
Aku yakin melihat sosok pangeran Ben diantara kerumunan orang tadi.Tapi mana ya kok ngilang ya?Ku berbisik pada Zul,"Kayaknya aku lihat pangeran deh.."
Zul juga berkata sama,"Iya aku juga...ah itu dia!Ayo pastiin aja.Kita beda arah saja kamu dari sana aku dari sini.Nah dia ga akan bisa kabur.Yuk!"
Wah benarkah yang dilihat mereka itu Ben?***see you next eps***
《《° CERPEN KE-22 : AKHIRNYA KUMENEMUKANMU
Banyak yang bilang aku ini cute.Cowok tapi cute.Awal mula aku ga pernah ngimpi bakal jadi artis tenar.Aku itu agak bungkuk orangnya jadi ga kebayang bakal dilirik jadi artis papan atas.Justru kakak aku yang ngebet pingin jadi selebriti.Ia minta aku temeni waktu itu ikut audisi gitu.Kasihan juga jadi aku temeni.Aku nunggu gitu di sebuah pojokan.Eh lha kok malah aku yang dilirik sama yang casting.Weleh...aku inget waktu itu ditanya,"Kamu ngapain malah duduk di sini?Ayo masuk!" Aku dah bilang kalau aku ini cuma ngantar doang ga niat mau ikut casting eh malah katanya gayaku yang culun dan pemalu menarik perhatian mereka.Malah ditanya macam2 aku,"Nama kamu siapa?Tinggi badan?Kerja apa masih kuliah?"
Waduh aku grogi jawabnya,"Nama ...saya...Yudhistira ...tinggi 178 cm ...baru lulus SMU..."
Itulah awal karir aku jadi artis.Ga nyana malah aku yang kepilih audisi.Memang peran pertama cuma peran2 kecil tapi kemampuanku kian terasah ditambah katanya aku ini punya daya tarik khusus katanya.Namaku juga diubah jadi Yudha Perdana.Nama artis.Kakakku malah bilang gini,"Wah rejekimu dik!Malah kamu yang ngetop sekarang.Kalau bisa ajak kakak main dong di film kamu." Aku emang ga lupain kakak aku,kuajak dia main film juga walau hanya peran pembantu tapi kakak dah seneng banget.Penghasilanku sebagai artis membuatku mampu melanjutkan pendidikanku.Tapi ya gitu di kampus aku dikejar fans,"Yudha!!Minta tanda tangan dong!!Minta foto bareng dong...Yudhaaa!!"
Wah2 aku sampai harus nyamar lho mau kemana aja.Pakai maskerlah,topilah dan kadang kaca mata riben.Walau punya banyak fans wanita tapi kehidupan cintaku tak mudah.Sulit menemukan wanita yang tulus sayangnya sama aku.Kebanyakan mereka mengincar hartaku atau terpukau pada wajah gantengku.Atau pingin nebeng tenar aja.Hingga aku main sebuah serial drama yang booming banget.Judulnya Pandawa Lima.Disitu aku berkolaborasi dengan 4 aktor ternama.Wah aku jadi Arjuna di situ padahal namaku aslinya Yudhistira.Kakak Arjuna di pewayangan.Di situ aku jatuh cinta sama pemeran Drupadinya.Namanya Alena.Ia cantik banget.Aktris papan atas dia.Aku sungguh jatuh hati sama dia.Rambutnya panjang,wajahnya kayak barbie gitu.Cantik banget pokoknya.Memang dia ga tinggi malah cuma sebahu aku aja tapi aku sungguh terpukau padanya.Main bersama dalam jangka waktu lama membuat kami dekat.Bahkan fans juga dukung hubungan kami.Kamipun jadian.Wah fans seneng banget.Berita itu jadi trending topic di media sosial.Tiga tahun aku menjalani hubungan dengan Alena.Kupikir dia adalah belahan jiwaku namun dia ternyata membuatku patah hati.Dia meninggalkanku katanya,"Kamu ga seperti pria idamanku Yud,aku itu ga bisa kalau ga hidup glamour.Aku suka shopping.Kamu selalu saja ga bisa nurutin mau aku.Kamu terlalu mementingkan keluarga kamu.Invest uang buat bikinin mereka usaha.Aku lelah hidup model kamu gitu.Kita putus aja!"
Aku kaget ia mencampakkanku.Apa salah aku merhatiin keluargaku?Kubuatkan mereka usaha biar ga dihina terus.Makhlum aku lahir dari kalangan menengah ke bawah.Hidup pas2an dan hemat.Aku tak mau keluargaku,kakak2 aku hidup kekurangan.Apa aku salah?Kala Alena mutusin aku,asli aku depresi tingkat dewa.Aku sampai mengubah gaya hidupku.Aku jadi glamour hidupnya.Aku mau tunjukin ke Alena bahwa aku bisa hidup glamour juga.Penghasilanku kubelikan mobil2 sport.Mulai dari Lamborghini,Audi Martin,macem2.Aku kegilaan beli mobil mewah.Tapi Alena malah menikah dengan pengusaha kaya asal Singapore.Aku sadar sejak itu bahwa ga mungkin aku mengharapkan dia lagi.Sudah saatnya aku melupakannya.Keluargaku prihatin melihatku.Atas dorongan mereka akhirnya aku bangkit dari keterpurukanku karena patah hati serius.Aku main film lagi.Kali ini aku main film laga gitu.Jadi intelejen gitu.Di situlah aku main bareng sama aktris yang dah lama sebenarnya berkarir tapi tak terlalu cemerlang karirnya.Sama seperti aku ia terpuruk karena masalah pribadi.Ia lebih parah sudah sampai menikah malah.Sudah punya anak pula.Walau ia sudah bercerai dengan suaminya namun trauma dia membina hubungan lagi dengan pria.Ia kini hidup demi anaknya.Seorang anak laki2 yang masih balita.Aku sayang sama anaknya,"Wisnu ikut Om Yudha yuk...beli es cream.Mau ya?"
Wisnu dengan mata besar2 segera nemplok aku,"Mau!!Yeah!!Asyik!!"
Entah kenapa aku senang memanjakannya.Dia memgingatkanku pada masa kecilku yang kurang kasih sayang ayah.Kasihan..bagaimana susahnya ibuku membesarkan anak2nya.Ayah malah kabur sama wanita lain.Begitu aku tenar dia datang minta uang.Namun tak lama akhirnya ayah tiada juga kena liver.Kubayangkan betapa kasihan Wisnu hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.Saking dekatnya sama Wisnu sampai2 ia kerap manggil aku dengan sebutan Papa Yudha.Ibunya yang negur dia,"Wisnu...Ga boleh begitu manggilnya sayang..."
Tapi dasar Wisnu malah menatap aku dengan wajah imutnya,"Wisnu mau Om Yudha jadi papa Wisnu...Mama..."
Kutersenyum pada Mamanya Wisnu.Namanya Olive.Dia hampir sama tingginya kayak Alena.Cuma dia ga glamour hidupnya.Dia hidup apa adanya.Jarang banget ke salon.Ga kayak Alena yang habis ratusan juta demi menjaga penampilan dan kecantikannya.Olive tampil bersahaja.Aku mulai merasakan sesuatu di hatiku.Olive mendengarkan dan menghiburku kala aku down dengan hidupku.Aku menemukan kenyamanan setiap bersamanya.Akhirnya aku berhasil membujuknya untuk menerimaku,"Kumohon buka hatimu buat aku.Aku memang bukan pria sempurna.Tapi aku ingin membuatmu bahagia.Kau dan Wisnu.Kalian sangat berarti bagiku.Mau ya jadi kekasihku?" Olive awalnya berkelit,"Aku ini janda Yud...aku ga pantas buat kamu.Kamu itu aktor top.Kamu bisa dapet yang jauh lebih baik dari aku.Apa kata fans kamu nanti kalau kita jadian?Bagaimana jika itu mengefek ke karir kamu?"
Aku mengelus kepala Wisnu yang terlelap di pangkuanku,"Aku dah kenyang berkarir.Jika memang sudah ga tenar ya udah...mau apa lagi.Aku bisa kerja yang lain.Aku punya bisnis restoran,kafe juga yang lain.Yang aku ga punya adalah cinta.Kamu mau kan mencintaiku?"
Olive memandang putranya,"Kamu serius Yud?"
Aku tertawa melihat keraguannya,"Emang aku kelihatan bercanda?"
Olive nampak berkaca2 memandangku,"Jangan lelah ya mencintaiku?"
Wah aku langsung tersenyum mendengar jawabannya,"Kamu juga jangan lelah ya mencintaiku...My Olive..."
Kami semula merahasiakan hubungan kami.Tapi akhirnya fans tahu juga.Mereka mulai kepoin siapa Olive.Syukurlah mereka dukung.Lagian mereka ga mau lihat aku drop lagi kayak dulu.4 tahun aku menjalin hubungan dengan Olive.Ia banyak mengubah gaya hidupku.Dari suka beli mobil2 sport kini aku lebih mengalokasikan keuanganku ke investasi real estate.Aku beli apartemen.Aku juga selalu mendapat support moril dari dia.Apapun masalah yang kuhadapi,gosip apapun yang menerpaku,ia tak bergeming dari sisiku.Hingga suatu malam saat tahun baru.Kami sedang makan bersama kala itu.Aku melamar dia,"Kita menikah yuk!"
Weleh ga romantis babar blas,ga kayak di film2 aku yang terkenal sebagai prince charming.Melamar kok kayak begono sih Yud... Tapi Olive tersenyum padaku,"Ayo!"
Wah diterima!!Aku seneng banget.Langsung deh malam itu kuberikan cincin berlian padanya,"Kamu adalah belahan jiwaku...akhirnya aku menemukanmu.."
Olive memakai cincin itu di jari telunjuknya.Manis sekali.Langsung deh kita upload ke medsos kalau kita bakal nikah.Wah fans langsung heboh.Pesta pernikahan kami diselenggarkan dua kali.Satu di tempat aku dengan adat Jawa.Satunya di tempat Olive dengan gaya internasional.Memang impian Olive pingin pakai gaun putih gaya barat gitu.Aku pakai tuxedo hitam.Wisnu pakai tuxedo putih.Gemesin banget dia.Wah pesta itu jadi hot news gitu.Banyak yang kasih ucapan selamat.Bahkan para personil Pandawa Lima juga datang.Mereka sampai pangling lihat aku,"Wah kamu kok makin ganteng sih Yud?Aku aja udah kayak bapak2 gini lho..."
Aku terkekeh,"Bisa aja Bro..Kan cinta bikin awet muda he..he.."
Olive tersenyum dalam rengkuhanku.Alena juga kasih ucapan selamat sama aku via medsos,"Selamat ya semoga cepat dikaruniai anak."
Aku cuma tersenyum aja membacanya.Buat apa digubris toh aku dah punya Wisnu.Ga buru2 juga punya anak.Aku mau menikmati pernikahanku dengan Olive.Kami bulan madu ke sebuah pulau.Aku inget saat itu pas Valentine day.Olive mengunggah foto kebersamaan kami ke fans supaya mereka ga merasa terabaikan.Olive lalu tinggal denganku di apartemen mewah aku.Aku bahagia sekali hidup sama dia.Dia itu ga heboh sama penampilan.Malah dia ga masalah pakai kaos yang pernah aku pakai.Fans bahkan menyebutnya sebagai kemesraan dan dalamnya hubungan kami.Weleh...Kebahagiaanku bertambah kala baru lima bulan nikah eh Olive dah hamil.Waktu itu aku ga tahu soale badan dia kan kecil jadi ga begitu kelihatan tahu2 dia merasa kok lebih gendutan.Lha ternyata dah isi 3 bulan.Langsung deh dia off dari semua aktivitas di dunia entertain.Aku bilang sama dia kalau aku mau dia fokus pada buah hatiku yang ada di kandungan dia.Akhirnya aku jadi ayah juga.Makin hari perut isteriku makin besar dan wajahnya jadi chubby.Lucu dia.Lahirlah seorang putri bagiku.Aku jadi kian betah di rumah.Putriku itu manis kayak Mamanya maka kuberi nama Olivia Yudhana.***The End***
Sekarang kita ke lagu ya.Pastinya dari ST 12.Dengan Terlanjur Cinta feat.Sembilan Band. °°°°♣ JANGAN PERNAH KAU BERPIKIR BAHWA KU TAK ADA...( BRUNEI )
Ayah Syuhada heran kenapa tak jua ada kabar dari putra ketiganya,'Kemana Emil?Kok ga kasih kabar ya?'
Malah Syuhada nelpon ayahnya,"Ayah,Emil ada ga ?Syuhada hubungi hpnya kok ga aktif ya?" Wah sang menteri langsung panik,'Apa terjadi sesuatu pada Emilku ya?'
Ia segera kirim team khusus ke Indonesia mencari keberadaan putranya,"Kalian cari putraku!Cari sampai ketemu!!"
♣♣♣• SEDETIKPUN HANYA BAYANGMU YANG DI HATIKU...( HOTEL NATOUR GARUDA YOGYA )
Idayu tak bisa berhenti memikirkan Ika,'Gadis itu siapa dia?Kenapa bayang wajahnya selalu terkenang di hatiku?Besok aku harus temui dia lagi.Aku ingin tahu dia itu seperti apa kesehariannya.'
••••♧ KUBERJANJI AKAN SELALU SETIA KEPADAMU...( BENIGNO POV )
Pagi ini aku mau diajak Ika nyari ikan di sungai.Wah bareng sama anak2 kecil gitu.Mereka dah bawa berbagai perlengkapannya.Ada yang bawa cacing,bawa kail bahkan ada juga yang bawa jala gitu.Ika keluar dengan wajah jelitanya,"Yuk kita berangkat!Ben jadi ikut tidak?"
Jelas ikut dong tuan putri he..he... Aku akan ikut kemana saja Ika pergi.Mau ke bantaran sungai,ke sawah atau ke ladang pasti aku turut deh.Gadis ini sungguh mempesona hatiku.Aku makin ga ingin kembali ke Brunei.Biarin aja dulu aku mau enjoy duniaku saat ini.
♧♧♧○ DEMI TUHAN KU RELA MATI DEMI DIRIMU...
Sampai di sungai aku lihat anak2 segera nyebar.Ada yang malah nyebur terus nyari apa gitu diantara bebatuan sungai.Ada yang mancing juga di tempat yang lebih tenang.Ada yang malah main air juga.Aku dan Ika ikut kena cipratannya,"Hey!Basah dong kalau gini!"
Aku gembira sekali di sana.Apalagi saat berhasil nolong salah satu anak yang hampir terbawa arus sungai.Awalnya Ika yang mau nolong tapi aku segera cegah dia,"Biar aku saja!"
Aku berhasil selamatkan anak itu dan kulihat Ika begitu terharu atas tindakan heroikku.Wah aku dipandang dengan senyuman tersungging di bibirnya.Amboi...aku makin yakin bahwa aku sudah jatuh cinta sama dia.
○○○◆KU TERLANJUR....( IKA POV )
Melihat Ben menyelamatkan anak yang hampir saja terseret arus sungai itu sungguh membuat aku terpesona.Arus sungai tiba2 deras sekali sepertinya ada tanggul yang dibuka.Kami kaget dan salah satu anak kebawa arus.Untung Ben sigap dan segera terjun ke sungai memyelamatkan anak itu.Dia seperti tentara saja gesit dan cepat gerakannya.Aku merasa bukan berhadapan dengan pria biasa tapi seorang militan.Siapa dia?Tak mungkin cuma orang biasa.Aku tanya sama dia,"Kau hebat Ben...sepertinya kau sangat terlatih..."
Wajah Ben nampak kaget mendengar pernyataanku dan berujarlah ia,"Biasa ayahku kan pernah masuk tentara dulu jadi aku suka diajari gitu he..he.."
Oh gitu...mmm...pantes cekatan sekali gerakannya.Akhirnya kami pulang membawa hasil tangkapan.Lumayan dapat beberapa ekor ikan.Sebagian aku bagi ke anak2 yang ikut biar buat oleh2 orang rumah.Ben nampak riang berjalan dibawah terik matahari di sampingku.Gantengnya dia...Sepanjang jalan banyak yang melirik dia dan bahkan komentar,"Mas wajahmu mirip lho sama yang ada di tv.Ikut lomba itu aja Mas.Dapat hadiah lho gede lagi.Plus liburan ke istana Brunei pula." Aku lihat wajah Ben langsung berubah galau denger kata istana Brunei,aneh ada apa ya? Iseng aku nanya,"Lomba apa sih?"
Salah seorang ibu2 jawab,"Itu lomba mirip Pangeran Brunei.Lihat aja iklannya tayang terus kok di tv."
Ben nampak gugup dan ngajak pulang,"Kita pulang aja yuk.Lengket nih badanku."
Aku akhirnya nurut juga.Tapi penasaran juga denger soal kemiripan Ben dengan pangeran Brunei.Tv di rumah dah lama rusak.Ben pasti bisa benerin.Moga saja...
◆◆◆● KU TERLANJUR SAYANG KEPADAMU... ( CICI POV )
Wajah ganteng putraku mulai tayang di tv.Kuharap respon pemirsa akan bagus.Beberapa info mulai masuk.Namun belum ada yang bisa menunjukkan keberadaan putraku.Ramzi nampak sibuk menanggapi laporan yang masuk dibantu intelejen kiriman suamiku.Suamiku memang brilian punya ide hebat seperti ini.Aku yakin sebentar lagi pangeranku akan ditemukan.Kamu dimana sayang?Ibunda kangen sama kamu.Mencemaskanmu.Sementara Idayu menyusur kembali lokasi kemarin sepertinya ia ingin menemukan gadis itu lagi.Ia bahkan memerintahkan detektifnya untuk menyelidiki soal gadis itu,"Cari tahu siapa dia.Apa kerjaannya?Dimana dia tinggal.Asal usulnya.Semuanya!"
Kuharap sahabatku itu menemukan putrinya.Jujur makin kenal Syuhada aku makin yakin dia punya rasa sama asisten ayahnya.Kulihat mereka kerap kepergok bertatapan mesra.Tidak!Aku ga sudi putraku dapat bekas orang!Putraku seorang pewaris tahta.Ia harus mendapat yang terbaik.Aku telpon suamiku,"Kanda...aku tak suka putri menteri yang dijodohkan dengan putra kita.Aku tak suka dia Kanda..."
Suamiku mendengar penjelasanku dan berjanji akan menindaklanjuti masalah itu usai putra kami ditemukan.
●●●■ KU TERLANJUR CINTA KEPADAMU... ( BENIGNO POV )
Ditanya soal gerakanku yang seperti tentara jelas aku salting.Aku memang pernah mengenyam pendidikan militer.Itu kan memang bekal khusus buat penerus tahta.Kan nanti aku juga akan memegang kendali pertahanan dan keamanan kerajaan.Namun gugupku kian terlihat kala ada yang memberitahu soal acara lomba di tv.Aku yakin pasti Ayahanda penggagas acara tersebut.Gawat!Ayah sudah tahu kalau aku ngilang.Pasti Paman Ramzi diamuk nih sama Ayahanda Sultan.Ups....tapi aku udah terlanjur cinta sama Ika.Aku mau disisi dia.Saat Ika minta aku benerin tv dia di rumah,aku sengaja ga kelar2 ngerjainnya.Aku ga mau dia tahu siapa aku terus dia nyuruh aku pulang ke istana.No!No!
■■■□ WAHAI KEKASIHKU....
Aku bilang sama Ika soal tvnya,"Hmm...tabungnya kena mesinnya juga harus ganti nih...bagaimana?" Ika nampak sedih gitu,"Yeah mahal dong.Harus ngumpulin uang dulu dong."
Aku sungguh kasihan sama dia,di istana saja tv itu sampai kayak layar bioskop aja ada.Disini mau lihat tv dengan layar kecil aja susah bukan main.Ika...mending kamu ikut aku ke istana.Udah deh mau tv model apa deh aku kasih.Mau kemewahan model gimana juga aku kasih.Asal kamu kasih aku hati kamu.Kamu mau jadi kekasih hatiku lalu jadi permaisuriku nanti.He..he..weleh aku kok malah menari di atas penderitaan Ika.Dasar Ben... Namun kegembiraanku ga lama soalnya Intan datang sama Titik gitu mereka rebutan mau bawa aku ke acara tv itu biar dapat hadiah,"Mas ganteng!!Sama aku ya ke acara tv itu biar nanti kita bisa piknik ke istana Brunei berdua.Ya mas ganteng ya...?"
Aduh ...Intan malah nambahi,"Ika kamu apa ga tahu sih kalau mas Ben itu mirip banget lho sama Pangeran Brunei?"
Ika menggeleng lalu dia diajak ke rumah Intan lihat di tv milik Intan.Aduh!Aku berusaha mencegah Ika,"Ika katanya mau masak ikannya...aku laper..."
Ika memilih memperhatikan rajukanku,"Oh iya...bentar ya...sorry Intan aku mau masak dulu."
Titik sama Intan malah ribut gitu memperebutkan aku.Untung Budhe Soimah datang marahi mereka,"Dasar kalian perempuan2 ande2 lumut!Ayo pulang!Bikin malu aja rebutan pria!Pulang!!Tuh anak kamu Rehan nangis tuh!Jatuh dari sepeda!Wooo...lha ibunya malah sibuk sendiri!Intan juga pulang!!"
Lega aku mereka dah pada pergi.Aku segera bantu Ika di dapur.Mending aku membantu bidadariku masak.Dia cantik nian kalau lagi masak gitu.Makin cinta aku sama dia....Kekasihku...pujaan hatiku.I love you. Wah sampai kapan Ben bisa menutupi identitas dia ya?***see you next eps***
EPS 16 GERBONG SEMBILAN ■□■ BENANG BIRU
■□ TIKET K ...X47 : A Great Way
■□■ Sebuah Jalan Yang Menakjubkan
Sekarang ke lagu aja.Lagu dari ST 12.Aku Masih Sayang.Siap dengerin liriknya?Nih dia!
□■□■□ KAU RINDUKU,JIWAKU INDAH MEMANGGIL DIRIMU....( Emil POV )
Karena kondisiku yang belum pulih akhirnya aku malah numpang di rumah Rindu.Lucu juga gadis manis berambut sebatas pundak itu namanya Rindu.Dia berbeda dengan gadis2 yang pernah kutemui.Dia ga tahu siapa aku juga latar belakang keluargaku.Dia memperlakukanku berdasarkan rasa kemanusiaan.Keluarganya juga baik padaku.Mereka ramah dan hangat orangnya.Membuatku melihat sisi lain sebuah keluarga.Selama ini aku besar dalam lingkungan nan mewah.Semua serba ada.Ayahku pejabat pentinh di kerajaan di Brunei sana.Ibuku juga kaum bangsawan.Tak pernah kutahu bahwa di dunia lain orang hidup dengan susah payah.Hidup membanting tulang dan penuh dengan derita juga kesedihan.Sungguh sisi dunia yang memprihatinkan.
■□■□ MATAKU TERBANGUN UNTUK MENANTI MENANTIMU...
Setiap hari aku bangun dan mendapati setiap anggota keluarga Rindu sibuk bekerja.Ibunya menjadi tenaga medis.Ayahnya selain jadi RT juga punya usaha sewa dekorasi.Aku kerap merasa tak enak hati hanya bisa melihat mereka sibuk mencari uang agar bisa menghidupi keluarga.Kakak Rindu,kak Ihsan punya usaha warung makan.Warteg istilah mereka.Rindu bantuin kakaknya.Semuanya ga ada yang berpangku tangan.Semua bergerak dan menghasilkan.Beda banget dengan kehidupanku di Brunei sana.Walau aku juga sibuk mengurus bisnis Ayah namun tak pernah aku melakukannya dengan segigih itu.Aku jadi malu.Aku paling datang terus mengecek laporan sambil menanti perkembangan bursa saham.Ga berkeringat dan susah payah gini.
■□■□ JANGAN PERNAH KAU RAGUKAN CINTA YANG SESUNGGUHNYA...
Tanpa ragu aku menawarkan diri membantu,"Bolehkah saya ikut membantu di warung kalian?"
Rindu dan kakaknya memandangku dengan ragu,"Kau mau kerja kasar?Cuci piring,melayani pembeli,dan angkut2 barang?"
Aku mengangguk mantap,"Kenapa ga?Saya sudah lebih sehat.Lihat nih saya juga berotot!"
Rindu malah tersipu melihat aku pamer otot bisep dan trisepku.Kenapa aku juga merona ya lihat dia tersipu?Aduh kena panah asmara nih kayaknya aku.
□■□■ ITU BISA MENGHANCURKAN SEMUA BUKAN BEGITU...
Aku berharap dengan membantu mereka bekerja aku bisa mendapat jalan untuk menghubungi keluargaku.Lagian aku merasa ga enak hanya diam saja.Masak aku makan minum dan numpang tidur gratis?Ga lah aku ini pria.Pria itu punya harga diri dong.Punya kekuatan untuk menghasilkan dan berkarya.Walau aku sudah dipinjemi hp buat hubungi keluarga aku tapi hanya satu nomor yang kuingat itupun punya Ayah.Aku ga mau buat beliau cemas.Jadi aku hanya bilang kalau aku baik2 saja.Aku hanya memberitahu kalau aku butuh uang karena semua barang aku dah hilang.Wah Ayah panik,"Apa??Kamu beneran gpp Putraku?!Kamu ada dimana?Ayah jemput ya?"
Aku bilang ga usah,"Tak usah Ayah...Emil mau kasih tahu aja kak Syuhada di Jogja.Emil ga bisa ke sana tapi akan Emil usahakan.Ayah bisa kirim uang saja.Emil ingin membalas budi orang2 di sini yang udah bantu Emil."
Ayah malah kekeh mau kirim bodyguard buat jemput aku,"Ga!Ayah ga mau kamu hilang kayak...putra Mahkota Benigno...Ayah akan kirim orang dan kebutuhan kamu disana.Kamu kirim aja alamatnya dan tunggu orang ayah ya?"
Nurut deh.Kalau ga dituruti malah bisa diceramahi nanti.Selama menunggu aku membantu Rindu di warung sotonya.Wah aku mendapat banyak pengalaman bersamanya.
◇◆◇◆ AKU SUNGGUH MASIH SAYANG PADAMU...( Benigno pov )
Aku sungguh dibikin susah bergerak dengan adanya kompetisi mirip aku itu.Dasar Ayah dapat ide aneh ini dari siapa sih?Untunglah Ika belum lihat tayangannya.Tapi Intan dan Titik bisa saja kembali meributkan hal itu.Hingga Ika dapat ide mau lihat dari hp dia waduh....
Aku sungguh kebakaran jenggot denger idenya.
◆◇◆◇JANGAN SAMPAI KAU MENINGGALKAN AKU...
Aku berharap moga ga ada sinyal,"Ga usahlah Ka.Mana ada sinyal juga di desa gini."
Ika melihat hpnya,"Iya ga ada.Mana habis lagi kuotanya.Besok aku mau beli kuota ah...kamu mau ikut ga sekalian kita lihat bazaar yuk!"
Wah jelas aku ikut dong,"Mau!Mau!"
Aku takkan lepasin kesempatan bersama Ika,sebelum waktuku habis dan aku meninggalkan dia.Aku tahu saat itu kan tiba.Aku tahu.
◇◆◇◆ BEGITU SANGAT BERHARGA DIRIMU BAGIKU...
Di bazaar aku melihat seseorang,'Aku kayak kenal Nyonya itu deh...itu kan...astaga ga mungkin...itu kan Tante Idayu ...'
Wah aku langsung nyungsep di antara orang jualan topi dan segera main copot pakai aja,"Mas ini berapa?"
Lalu aku sembunyi gitu,Ika kebingungan nyari aku,"Mas Ben...dimana sih?"
Jantungku kian dag dig dug kala Ika malah disapa sama Tante Idayu,"Nak Ika kan?Wah senengnya kita bisa bertemu lagi...emang jodoh ya kita...saya yakin bakal nemuin Nak Ika di sini.Feeling saya bener!"
Weleh mereka kok malah kelihatan akrab sih.Aduh...mending aku kabur aja deh...
○●○● DAN KUPASTIKAN SAJA DI HATIMU...( IDAYU POV )
Aku dan Syuhada juga Zul pergi menelusuri lagi area dimana aku bertemu Ika.Namun aku bingung dan nyasar jalan.Akhirnya ketemu jalannya tapi hari udah sore.Akhirnya kami malah mampir bazaar sekalian cari sesuatu buat dimakan atau melepas dahaga.Siapa tahu juga aku ketemu Ika di sini.Feelingku berkata begitu.Feelingku bener kayaknya soalnya aku lihat gadis mirip Ika berdiri di antara penjual pakaian dan aksesories gitu.Kupastiin ah...kupegang bahunya,"Nak Ika?"
○●○● KAN KUKORBANKAN SEMUANYA UNTUKMU...( IKA POV )
Aku ga sangka ketemu Nyonya itu lagi pas jalan2 di bazaar sama Mas Ben.Sekarang aku manggil dia gitu soalnya kakek yang suruh he..he..Katanya aku ga boleh manggil seenaknya lagian aku juga merasa harus menghormati dia.Rasanya tuh dia itu punya wibawa gitu.
◇◆◇◆ SUNGGUH KUBERHARAP KAUPUN BEGITU PADAKU...
Memang dulu aku punya impian dapat orang luar negeri.Aku suka mempelajari hal yang baru.Terutama budaya Malaysia dan Brunei.Entah kenapa.Seakan hatiku berkata bahwa suatu saat nanti aku akan ke sana saja.Dua negara itu terus terngiang di benakku.Seperti ada yang terus membisikkan dua nama negara itu ke telingaku.
■□■□ COBA KAU RASAKAN CINTA YANG BEGITU KAN MENGESANKAN...
Kini aku merasakan getar2 cinta pada pria asal Brunei.Apa karena aku emang ditakdirkan dengan nama Brunei dan segala sesuatu berbau Brunei ya?Ngomongin Brunei mana Mas Ben ya?Aku celingukan nyari dia sampai Nyonya yang menyapaku heran,"Nak Ika nyari siapa?Pacar ya?Atau suami?"
Wah aku malah jadi salting,"Ehm...saya nyari teman saya Ibu..."
Dia nampak terharu dan berkaca2 gitu aku nyebut dia dengan panggilan *Ibu*,"Boleh ibu peluk kamu Nak?Sebentar saja..."
Aku hanya bisa mengiyakan,ada rasa iba di hatiku pada Nyonya itu.Apalagi kala ia memelukku rasanya aku jadi pingin nangis entah kenapa.
¤=¤= YAKIN PASTI DAPATKAN KEMESRAAN YANG PENUH BINTANG...( Syuhada pov )
Aku yakin melihat sosok pangeran Ben diantara kerumunan orang tadi.Tapi mana ya kok ngilang ya?Ku berbisik pada Zul,"Kayaknya aku lihat pangeran deh.."
Zul juga berkata sama,"Iya aku juga...ah itu dia!Ayo pastiin aja.Kita beda arah saja kamu dari sana aku dari sini.Nah dia ga akan bisa kabur.Yuk!"
Wah benarkah yang dilihat mereka itu Ben?***see you next eps***
Eps 17 BENANG BIRU : Downcast Spirit
÷�÷ CERPEN KE-34 : NAMA YANG TAK DIANGGAP
Seorang gadis kecil nan cantik,rambut sebahu berkulit putih dengan mata nan besar indah bersinar nampak berjalan mengikuti ibunya.Sang ibu bernama Sherly itu nampak menarik tangan gadis kecil itu agar berjalan lebih cepat,"Ayo Abel!Cepetan!Ibu ga mau terlambat ketemu dengan calon ayah barumu."
Abel demikian nama si gadis kecil itu hanya menatap heran pada ibunya,'Ayah baru?Ayah kandung Abel memang kemana sih kok ga pernah datang nengok Abel?'
Ditengah pemahaman anak yang masih belia,Abel hanya menurut.Sherly memang sudah pisah dari ayahnya Abel.Sherly ogah hidup miskin sedangkan ayahnya Abel kerja saja juga ga jelas.Kadang kerja kadang ga.Akhirnya mereka pisah juga.Sherly lalu bertemu dengan Darma yang masih single dan mau nerima dia yang sudah janda.Darma anak sulung dalam keluarganya.Anak kesayangan ibunya.Kedua orang tuanya PNS dan terkenal kaya.Sherly kemecer membayangkan kemewahan hidup bakal didapatnya bila menikah dengan Darma.Namun jalan ke pelaminan ga mudah dicapai,orang tua Darma menentang habis anaknya dapat janda beranak satu,"Apa ga ada perempuan lain di dunia hingga kamu milih janda Darma!!Kamu ga peduli apa dengan martabat keluarga.Mau ditaruh dimana muka orang tuamu kalau semua tetangga tahu kamu dapat janda.Amit2!!"
Darma kekeh mempertahankan hubungannya dengan Sherly.Cinta yang dimulai dari pertemuan di mall itu akhirnya kian membentang kala ditentang.Sherly yang kesehariannya kerja di mall itu akhirnya malah hamil dengan Darma.Mau tak mau orang tua Darma akhirnya menikahkan keduanya daripada aib itu kian tersebar.Sherly akhirnya keluar dari kerjaannya.Tinggal bersama mertuanya di rumah yang jelas lebih bagus dari rumahnya yang berada di kawasan preman.Merasa menang karena sedang hamil,Sherly manja banget sama ibu mertuanya,"Ibu...dirumah ga ada makanan.Sherly lapar belum makan sejak pagi...Mas Darma kerja.Beliin makanan Bu..."
Ibu mertuanya yang sedang kerja di sebuah instansi pendidikan itu akhirnya ngalahi pulang cepat.Memang ia sangat mendamba punya cucu.Makanya ia sayang banget dengan bayi dalam kandungan menantu yang sebenarnya tidak ia sukai itu.Namun kepada Abel,ia memandang sebelah mata.Baginya Abel itu noda dalam keluarganya yang terhormat.Diperlakukannya Abel dengan buruk.Apalagi saat cucunya lahir.Seorang bayi perempuan dengan rambut keriting.Mirip sekali dengan Darma.Iyalah ayahnya.Diberi nama Gaby.Jelas sekali bagaimana Gaby begitu disayang dan Abel begitu diabaikan.Tahun demi tahun,Gaby sudah menjadi balita.Abel mulai sekolah.Bila ada teman kerja yang main,ibu mertua Sherly akan menyuruh Abel pergi bermain,"Sana main ke lapangan sana!Jangan dirumah dulu!Terserah mau main sampai sore juga gpp.Sana!"
Abel pergi sambil menahan tangis.Hanya ayah tirinya yang sayang sama dia di rumah.Namun ayahnya kerja.Sore kadang malam baru pulang.Sore tiba Abelpun kembali ke rumah dengan harapan akan bertemu dengan ayah tirinya,namun kala masuk rumah ternyata tamu Neneknya belum pulang.Mereka heran melihatnya,"Itu siapa jeng?"
Ibu mertua Sherly segera menjawab,"Oh itu anak tetangga kok.Suka main ke sini.Biasa orang ga punya jadinya suka nonton tv di sini."
Abel lalu disuruh keluar,"Kamu udah dibilangin jangan dirumah dulu.Malah pulang.Sana main diluar rumah saja!"
Abel merajuk,"Tapi Abel lapar Eyang...Abel ingin makan."
Sang nenek malah menutup pagar,"Sudah sana!Makannya nanti aja!Tunggu tamunya pulang." Abelpun menanti di luar rumah,ibunya juga ga berani membantah mertuanya.Hingga Darma pulang,Abel senang sekali melihatnya,"Ayah!!Ayah!!"
Darma meraih Abel dalam pelukannya,"Kok diluar sayang?Kan sudah mau malam?Kenapa ga masuk rumah?Banyak nyamuk lho."
Abel tak bisa bohong,"Eyang bilang Abel ga boleh masuk dulu.Ada tamu.Ayah bawa makanan tidak?Abel lapar."
Darma mengusap kepala putri tirinya itu,"Abel kan putri Ayah juga.Ayo masuk!Nih ada burger buat Abel dan Gaby.Yuk masuk!"
Bila ada Darma,Abel baru diperlakukan dengan baik oleh Neneknya.Itulah kenapa Abel sayang banget sama ayah tirinya.Darma akhirnya memilih punya rumah sendiri.Semua demi kebaikan Abel juga.Ia ga mau ibunya terlalu turut campur dalam keluarganya.Kasihan Abel.Meski bukan anak kandungnya namun baginya Abel sudah seperti anaknya sendiri.Tahun demi tahun berlalu.Abel tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.Lebih cantik dari Gaby.Gaby juga sudah punya adik laki2.Gemesin banget.Abel yang diajari menyayangi oleh Darma juga sayang dengan Gaby dan adik barunya.Namun tetap saja di mata neneknya,ia anak yang tak dianggap.Gaby terus yang dipuja puji,"Lihat nih Gaby cantik banget kan rambutnya dibuat spiral gini.Mahal lho keriting model gini.Jutaan."
Abel hanya bisa diam dan menjauh jika neneknya datang.Ia lebih memilih belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah daripada nimbrung dekat Neneknya. Hatinya riang bila ayahnya pulang kerja,"Ini Abel buatkan minum Yah...Ayah pasti capek kan?Abel pijitin ya?"
Darma tersenyum dan menanyakan perihal sekolahnya,"Gimana di sekolah?Ada yang nakali Abel ga?"
Abel lalu cerita ini itu dan baru masuk kamar jika melihat ayahnya perlu istirahat juga atau berkumpul dengan adik2nya.Abel dan Gaby hidup rukun.Malah Gaby sayang banget sama kakak tirinya itu.Baginya Abel itu trendcenter.Panutan gitu. Waktu terus berlalu Abel sudah lulus SMU tapi ga diijinkan kuliah sama Neneknya,"Ngapain habisin uang buat anak orang lain.Mending uangnya buat jatah kuliah Gaby aja.Kuliah sekarang kan mahal.Ibu ga mau ya nopang keuangan kamu terus. Enak aja.Mending nikahin aja Abel biar cepet pergi dari rumah ini."
Abel yang hendak menyajikan minuman tak sengaja mendengarnya,'Segitunya Eyang putri benci sama aku...apa salahku?'
Darma malah ribut sama ibunya karena masalah itu,"Ibu berhenti memperlakukan Abel seperti ini.Dia juga anak Darma Bu.Mohon ibu mengerti."
Abel akhirnya yang menengahi,"Tidak apa2 Ayah.Abel gapapa ga kuliah kok.Abel akan menurut juga jika memang Eyang ingin Abel segera menikah."
Sang Nenek merasa diatas angin,"Tuh dia aja ga masalah kok.Udah kamu cari aja jodoh buat dia.Ibu mau tahu beres aja."
Darma menghela nafas,"Baiklah Darma akan menuruti keinginan Ibu.Tapi Darma yakin saat nanti Abel pergi dari rumah ini,Ibulah yang akan merasa paling sedih."
Sang ibu cuma ngekek. Darma ga sembarangan mencarikan jodoh buat Abel.Ia ga mau Abel menikah dengan pria ga jelas.Hingga suatu hari ia bertemu teman lama,wah ngobrol kesana kemari hingga kemudian temannya itu main ke rumah dan melihat Abel,"Wow...putrimu cantik sekali Darma.Itu yang namanya Gaby ya?"
Darma lalu cerita,"Bukan dia putri pertamaku namanya Abel.Kamu punya kenalan ga yang punya anak yang baik gitu buat putriku itu."
Lewat teman lamanya itu Abel diperkenalkan dengan sebuah keluarga.Keluarga itu sangat baik.Mereka memiliki dua anak laki2.Anak pertama sudah berkeluarga.Anak yang bungsu yang belum.Namanya Allan.Orangnya sangat sibuk kerja.Sampai ga sempat mikir soal cewek.Memang keluarga Allan keluarga kaya raya.Perusahaan mereka skala nasional.Akhirnya agar bisa menarik perhatian Allan,Abel dijadikan sekretarisnya.Abel jelas jadi sering berinteraksi dengan Allan.Apalagi yang meminta secara khusus adalah ayahnya,"Allan,kamu harus melatih Abel agar menjadi sekretaris yang kompeten.Abel itu anak temen Ayah.Kamu harus perlakukan dia dengan baik.Ingat itu."
Allan ga tahu kalau Abel akan dijodohkan dengan dia.Dia nuruti saja mau ayahnya.Diajarinya Abel di kerjaan,"Ini format template budget yang harus kamu kerjakan.Fontnya Myriad pro dengan besar huruf 12.Ingat diprintnya landscape ya."
Abel juga merasa nyaman dekat Allan,"Pak,Myriad pro tidak ada di daftar hurufnya.Bagaimana Pak?"
Allan mendekat lagi,"Nanti saya akan kirim fontnya.Ntar kamu copy all terus buka C dan paste di window folder font.Ok?"
Abel sempat bingung tapi kemudian Allan membantunya,malah pegangan tangan deh mereka.Keduanya saling pandang dan tersenyum.Allan yang sedang flu itu segera kembali ke mejanya,"Tolong kamu pesan makan siang ya.Seperti biasa."
Abel segera menelpon,"Tolong kirim ke lantai 4 ya ....lunch seperti biasa buat Pak Allan tapi jangan pakai es ya kali ini.Ok...makasih."
Allan memandang heran,"Kenapa ga pakai es Abel?"
Abel tersenyum sembari meletakkan tempat tissue di meja bossnya itu,"Bapak kan sedang flu.Puasa es dulu ya..."
Allan kian terpesona pada Abel yang perhatian dan selalu di dekat dia.Cintapun tumbuh di hatinya.Iapun menceritakan soal Abel pada kakak iparnya,"Dia itu baik kak.Dia luar biasa.Jujur,telaten,perhatian dan sangat cantik.He..he.."
Wah jelas saja sang kakak ipar segera memberitahu ayah mertuanya dan sukacita segera memenuhi rumah Allan.Allan lalu dikerjai,ayahnya memaksanya menikah dengan pilihannya,"Ayah sudah punya calon buat kamu.Kamu harus nurut sama ayah.Ayah ga suka dibantah."
Allan sedih gitu tapi nurut juga.Namun alangkah terkejutnya ia kala tahu siapa yang dijodohkan dengan dia,"Abel?Kamu...gadis yang dijodohkan dengan aku?!!"
Abel menunduk malu,"Iya Pak..."
Wah Allan senang bukan kepalang,"Ayah ini ga bohong kan?Iya kan kakak ?Kakak ipar juga tahu soal ini?"
Semua mengangguk dan tertawa melihat rona bahagia di wajah Allan. Abel juga sangat bahagia akan dinikahkan dengan Allan.Gaby saja bisa nebak,"Kak Abel sayang ya sama kak Allan?Hayo ngaku aja!Wajahnya berseri2 gitu."
Mereka malah kejar2an dan tampak riang.Darma senang melihatnya.Tapi yang marah malah ibunya Darma,"Kamu itu milihin jodoh buat Abel ga perlu selektif.Asal aja.Lha kok malah milihin anak orang kaya.Gimana sih kamu?Aturan kan Nak Allan kan buat Gaby aja.Gimana sih kamu ini?!" Darma hanya menjawab,"Aku akan perlakukan mereka sama Bu.Itu kewajiban aku sebagai ayah mereka.Aku ga mau berdebat sama ibu.Yang pasti dalam waktu dekat Abel akan menjadi isteri Allan."
Menjelang hari pernikahan musibah terjadi.Waktu itu menjelang tahun baru,lagi musim petasan dan kembang api.Eh malah kembang apinya masuk rumah sehingga terjadi kebakaran.Abel terkejut dan segera membantu ibunya keluar rumah.Namun Gaby masih didalam rupanya.Neneknya histeris memanggil2 Gaby,"Cucuku!!Cucuku!!Selamatkan Gabyku!!"
Makhlum cucu kesayangan.Abel segera lari ke dalam rumah mencari Gaby,"Gaby!!Gaby kamu dimana?"
Berhasil ia temukan tapi malang Abel malah jadi terjebak dalam api.Darma yang datang berusaha menyelamatkan tapi malah jatuh dari tangga.Untunglah Allan pas datang,ia segera menerobos api dan menyelamatkan pujaan hatinya,"Abel!!Aku akan menyelamatkanmu."
Abel sudah pingsan dan segera dilarikan ke RS.Disitulah hati sang nenek disadarkan betapa ia sangat berhutang budi pada Abel,'Aku pasti akan kehilangan Gaby jika Abel tidak menyelamatkannya.Betapa aku telah jahat pada dia selama ini.Ampuni aku Tuhan...ampuni aku.' Abel opname di RS tapi untunglah ayah Allan orang kaya raya,didatangkannya dokter2 ahli yang handal dan mumpuni untuk menangani Abel.Abelpun sembuh.Meski sempat tertunda,pernikahan Abel dan Allan akhirnya dilangsungkan dengan meriah.Tentu saja rumah Darma direnovasi dulu karena pestanya dilangsungkan di sana.Seperti permintaan Abel.Rumah itu malah kian bagus karena Ayah Allan membantu renovasinya.Memberikan tenaga2 ahli dan pastinya dana.Namanya juga orang behave.Semua kagum dan berterima kasih tapi apa jawab Ayah Allan pada mereka,"Semua demi menantu kesayanganku.Abel.Bagiku dia adalah harta dimana hati putraku berada." Saat melepas Abel pergi karena ia akan ikut suaminya tinggal di rumah mertuanya yang sangat besar,sang nenek menangis sedih,"Maafkan Eyang ya Abel...cucuku..."
Abel terharu sekali mendengarnya,"Eyang panggil Abel apa?"
Sang nenek malah menangis,"Kau adalah cucu Eyang juga...cucu yang sangat baik..."
Keduanya berpelukan haru.Allan mengerti dan mengusap pundak isterinya itu,"Ayo kita ke rumah kita.Ayah sudah menunggu."
Abel lalu memeluk ayah tirinya,"Terima kasih ya Ayah,walau aku bukan darah daging ayah tapi ayah melebihi ayah kandungku.Aku sayang ayah.Jika ayah butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama Abel ya...Abel juga akan sering mengunjungi ayah.Boleh kan?"
Darma mengusap wajah Abel,"Tentu saja.Kau kan putri ayah.Putri yang sangat baik."
Pada Gaby,Abel berpesan,"Jaga Ayah juga ibu,juga adik kita.Jaga Eyang juga.Semuanya kini kuserahkan padamu.Kau anak tertua kini.Tapi kau tetap bisa datang pada kakak kapan saja.Jangan lupa Ayah suka minum air putih tiap pagi.Ingat itu ya..."
Semua melepas Abel dengan haru.Anak yang dulu tak dianggap kini menjadi anak kesayangan.Allan lalu membawa isterinya masuk ke mobil mewahnya.Dan orang yang paling terakhir masuk rumah usai rombongan Abel pergi adalah neneknya.***The End*** Wah panjang juga ternyata.Saya dah kehabisan energi nih...cerbungnya nanti ya.Lagu penuntunnya aja belum milih.Weleh...ok ***see you later***
Seorang gadis kecil nan cantik,rambut sebahu berkulit putih dengan mata nan besar indah bersinar nampak berjalan mengikuti ibunya.Sang ibu bernama Sherly itu nampak menarik tangan gadis kecil itu agar berjalan lebih cepat,"Ayo Abel!Cepetan!Ibu ga mau terlambat ketemu dengan calon ayah barumu."
Abel demikian nama si gadis kecil itu hanya menatap heran pada ibunya,'Ayah baru?Ayah kandung Abel memang kemana sih kok ga pernah datang nengok Abel?'
Ditengah pemahaman anak yang masih belia,Abel hanya menurut.Sherly memang sudah pisah dari ayahnya Abel.Sherly ogah hidup miskin sedangkan ayahnya Abel kerja saja juga ga jelas.Kadang kerja kadang ga.Akhirnya mereka pisah juga.Sherly lalu bertemu dengan Darma yang masih single dan mau nerima dia yang sudah janda.Darma anak sulung dalam keluarganya.Anak kesayangan ibunya.Kedua orang tuanya PNS dan terkenal kaya.Sherly kemecer membayangkan kemewahan hidup bakal didapatnya bila menikah dengan Darma.Namun jalan ke pelaminan ga mudah dicapai,orang tua Darma menentang habis anaknya dapat janda beranak satu,"Apa ga ada perempuan lain di dunia hingga kamu milih janda Darma!!Kamu ga peduli apa dengan martabat keluarga.Mau ditaruh dimana muka orang tuamu kalau semua tetangga tahu kamu dapat janda.Amit2!!"
Darma kekeh mempertahankan hubungannya dengan Sherly.Cinta yang dimulai dari pertemuan di mall itu akhirnya kian membentang kala ditentang.Sherly yang kesehariannya kerja di mall itu akhirnya malah hamil dengan Darma.Mau tak mau orang tua Darma akhirnya menikahkan keduanya daripada aib itu kian tersebar.Sherly akhirnya keluar dari kerjaannya.Tinggal bersama mertuanya di rumah yang jelas lebih bagus dari rumahnya yang berada di kawasan preman.Merasa menang karena sedang hamil,Sherly manja banget sama ibu mertuanya,"Ibu...dirumah ga ada makanan.Sherly lapar belum makan sejak pagi...Mas Darma kerja.Beliin makanan Bu..."
Ibu mertuanya yang sedang kerja di sebuah instansi pendidikan itu akhirnya ngalahi pulang cepat.Memang ia sangat mendamba punya cucu.Makanya ia sayang banget dengan bayi dalam kandungan menantu yang sebenarnya tidak ia sukai itu.Namun kepada Abel,ia memandang sebelah mata.Baginya Abel itu noda dalam keluarganya yang terhormat.Diperlakukannya Abel dengan buruk.Apalagi saat cucunya lahir.Seorang bayi perempuan dengan rambut keriting.Mirip sekali dengan Darma.Iyalah ayahnya.Diberi nama Gaby.Jelas sekali bagaimana Gaby begitu disayang dan Abel begitu diabaikan.Tahun demi tahun,Gaby sudah menjadi balita.Abel mulai sekolah.Bila ada teman kerja yang main,ibu mertua Sherly akan menyuruh Abel pergi bermain,"Sana main ke lapangan sana!Jangan dirumah dulu!Terserah mau main sampai sore juga gpp.Sana!"
Abel pergi sambil menahan tangis.Hanya ayah tirinya yang sayang sama dia di rumah.Namun ayahnya kerja.Sore kadang malam baru pulang.Sore tiba Abelpun kembali ke rumah dengan harapan akan bertemu dengan ayah tirinya,namun kala masuk rumah ternyata tamu Neneknya belum pulang.Mereka heran melihatnya,"Itu siapa jeng?"
Ibu mertua Sherly segera menjawab,"Oh itu anak tetangga kok.Suka main ke sini.Biasa orang ga punya jadinya suka nonton tv di sini."
Abel lalu disuruh keluar,"Kamu udah dibilangin jangan dirumah dulu.Malah pulang.Sana main diluar rumah saja!"
Abel merajuk,"Tapi Abel lapar Eyang...Abel ingin makan."
Sang nenek malah menutup pagar,"Sudah sana!Makannya nanti aja!Tunggu tamunya pulang." Abelpun menanti di luar rumah,ibunya juga ga berani membantah mertuanya.Hingga Darma pulang,Abel senang sekali melihatnya,"Ayah!!Ayah!!"
Darma meraih Abel dalam pelukannya,"Kok diluar sayang?Kan sudah mau malam?Kenapa ga masuk rumah?Banyak nyamuk lho."
Abel tak bisa bohong,"Eyang bilang Abel ga boleh masuk dulu.Ada tamu.Ayah bawa makanan tidak?Abel lapar."
Darma mengusap kepala putri tirinya itu,"Abel kan putri Ayah juga.Ayo masuk!Nih ada burger buat Abel dan Gaby.Yuk masuk!"
Bila ada Darma,Abel baru diperlakukan dengan baik oleh Neneknya.Itulah kenapa Abel sayang banget sama ayah tirinya.Darma akhirnya memilih punya rumah sendiri.Semua demi kebaikan Abel juga.Ia ga mau ibunya terlalu turut campur dalam keluarganya.Kasihan Abel.Meski bukan anak kandungnya namun baginya Abel sudah seperti anaknya sendiri.Tahun demi tahun berlalu.Abel tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.Lebih cantik dari Gaby.Gaby juga sudah punya adik laki2.Gemesin banget.Abel yang diajari menyayangi oleh Darma juga sayang dengan Gaby dan adik barunya.Namun tetap saja di mata neneknya,ia anak yang tak dianggap.Gaby terus yang dipuja puji,"Lihat nih Gaby cantik banget kan rambutnya dibuat spiral gini.Mahal lho keriting model gini.Jutaan."
Abel hanya bisa diam dan menjauh jika neneknya datang.Ia lebih memilih belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah daripada nimbrung dekat Neneknya. Hatinya riang bila ayahnya pulang kerja,"Ini Abel buatkan minum Yah...Ayah pasti capek kan?Abel pijitin ya?"
Darma tersenyum dan menanyakan perihal sekolahnya,"Gimana di sekolah?Ada yang nakali Abel ga?"
Abel lalu cerita ini itu dan baru masuk kamar jika melihat ayahnya perlu istirahat juga atau berkumpul dengan adik2nya.Abel dan Gaby hidup rukun.Malah Gaby sayang banget sama kakak tirinya itu.Baginya Abel itu trendcenter.Panutan gitu. Waktu terus berlalu Abel sudah lulus SMU tapi ga diijinkan kuliah sama Neneknya,"Ngapain habisin uang buat anak orang lain.Mending uangnya buat jatah kuliah Gaby aja.Kuliah sekarang kan mahal.Ibu ga mau ya nopang keuangan kamu terus. Enak aja.Mending nikahin aja Abel biar cepet pergi dari rumah ini."
Abel yang hendak menyajikan minuman tak sengaja mendengarnya,'Segitunya Eyang putri benci sama aku...apa salahku?'
Darma malah ribut sama ibunya karena masalah itu,"Ibu berhenti memperlakukan Abel seperti ini.Dia juga anak Darma Bu.Mohon ibu mengerti."
Abel akhirnya yang menengahi,"Tidak apa2 Ayah.Abel gapapa ga kuliah kok.Abel akan menurut juga jika memang Eyang ingin Abel segera menikah."
Sang Nenek merasa diatas angin,"Tuh dia aja ga masalah kok.Udah kamu cari aja jodoh buat dia.Ibu mau tahu beres aja."
Darma menghela nafas,"Baiklah Darma akan menuruti keinginan Ibu.Tapi Darma yakin saat nanti Abel pergi dari rumah ini,Ibulah yang akan merasa paling sedih."
Sang ibu cuma ngekek. Darma ga sembarangan mencarikan jodoh buat Abel.Ia ga mau Abel menikah dengan pria ga jelas.Hingga suatu hari ia bertemu teman lama,wah ngobrol kesana kemari hingga kemudian temannya itu main ke rumah dan melihat Abel,"Wow...putrimu cantik sekali Darma.Itu yang namanya Gaby ya?"
Darma lalu cerita,"Bukan dia putri pertamaku namanya Abel.Kamu punya kenalan ga yang punya anak yang baik gitu buat putriku itu."
Lewat teman lamanya itu Abel diperkenalkan dengan sebuah keluarga.Keluarga itu sangat baik.Mereka memiliki dua anak laki2.Anak pertama sudah berkeluarga.Anak yang bungsu yang belum.Namanya Allan.Orangnya sangat sibuk kerja.Sampai ga sempat mikir soal cewek.Memang keluarga Allan keluarga kaya raya.Perusahaan mereka skala nasional.Akhirnya agar bisa menarik perhatian Allan,Abel dijadikan sekretarisnya.Abel jelas jadi sering berinteraksi dengan Allan.Apalagi yang meminta secara khusus adalah ayahnya,"Allan,kamu harus melatih Abel agar menjadi sekretaris yang kompeten.Abel itu anak temen Ayah.Kamu harus perlakukan dia dengan baik.Ingat itu."
Allan ga tahu kalau Abel akan dijodohkan dengan dia.Dia nuruti saja mau ayahnya.Diajarinya Abel di kerjaan,"Ini format template budget yang harus kamu kerjakan.Fontnya Myriad pro dengan besar huruf 12.Ingat diprintnya landscape ya."
Abel juga merasa nyaman dekat Allan,"Pak,Myriad pro tidak ada di daftar hurufnya.Bagaimana Pak?"
Allan mendekat lagi,"Nanti saya akan kirim fontnya.Ntar kamu copy all terus buka C dan paste di window folder font.Ok?"
Abel sempat bingung tapi kemudian Allan membantunya,malah pegangan tangan deh mereka.Keduanya saling pandang dan tersenyum.Allan yang sedang flu itu segera kembali ke mejanya,"Tolong kamu pesan makan siang ya.Seperti biasa."
Abel segera menelpon,"Tolong kirim ke lantai 4 ya ....lunch seperti biasa buat Pak Allan tapi jangan pakai es ya kali ini.Ok...makasih."
Allan memandang heran,"Kenapa ga pakai es Abel?"
Abel tersenyum sembari meletakkan tempat tissue di meja bossnya itu,"Bapak kan sedang flu.Puasa es dulu ya..."
Allan kian terpesona pada Abel yang perhatian dan selalu di dekat dia.Cintapun tumbuh di hatinya.Iapun menceritakan soal Abel pada kakak iparnya,"Dia itu baik kak.Dia luar biasa.Jujur,telaten,perhatian dan sangat cantik.He..he.."
Wah jelas saja sang kakak ipar segera memberitahu ayah mertuanya dan sukacita segera memenuhi rumah Allan.Allan lalu dikerjai,ayahnya memaksanya menikah dengan pilihannya,"Ayah sudah punya calon buat kamu.Kamu harus nurut sama ayah.Ayah ga suka dibantah."
Allan sedih gitu tapi nurut juga.Namun alangkah terkejutnya ia kala tahu siapa yang dijodohkan dengan dia,"Abel?Kamu...gadis yang dijodohkan dengan aku?!!"
Abel menunduk malu,"Iya Pak..."
Wah Allan senang bukan kepalang,"Ayah ini ga bohong kan?Iya kan kakak ?Kakak ipar juga tahu soal ini?"
Semua mengangguk dan tertawa melihat rona bahagia di wajah Allan. Abel juga sangat bahagia akan dinikahkan dengan Allan.Gaby saja bisa nebak,"Kak Abel sayang ya sama kak Allan?Hayo ngaku aja!Wajahnya berseri2 gitu."
Mereka malah kejar2an dan tampak riang.Darma senang melihatnya.Tapi yang marah malah ibunya Darma,"Kamu itu milihin jodoh buat Abel ga perlu selektif.Asal aja.Lha kok malah milihin anak orang kaya.Gimana sih kamu?Aturan kan Nak Allan kan buat Gaby aja.Gimana sih kamu ini?!" Darma hanya menjawab,"Aku akan perlakukan mereka sama Bu.Itu kewajiban aku sebagai ayah mereka.Aku ga mau berdebat sama ibu.Yang pasti dalam waktu dekat Abel akan menjadi isteri Allan."
Menjelang hari pernikahan musibah terjadi.Waktu itu menjelang tahun baru,lagi musim petasan dan kembang api.Eh malah kembang apinya masuk rumah sehingga terjadi kebakaran.Abel terkejut dan segera membantu ibunya keluar rumah.Namun Gaby masih didalam rupanya.Neneknya histeris memanggil2 Gaby,"Cucuku!!Cucuku!!Selamatkan Gabyku!!"
Makhlum cucu kesayangan.Abel segera lari ke dalam rumah mencari Gaby,"Gaby!!Gaby kamu dimana?"
Berhasil ia temukan tapi malang Abel malah jadi terjebak dalam api.Darma yang datang berusaha menyelamatkan tapi malah jatuh dari tangga.Untunglah Allan pas datang,ia segera menerobos api dan menyelamatkan pujaan hatinya,"Abel!!Aku akan menyelamatkanmu."
Abel sudah pingsan dan segera dilarikan ke RS.Disitulah hati sang nenek disadarkan betapa ia sangat berhutang budi pada Abel,'Aku pasti akan kehilangan Gaby jika Abel tidak menyelamatkannya.Betapa aku telah jahat pada dia selama ini.Ampuni aku Tuhan...ampuni aku.' Abel opname di RS tapi untunglah ayah Allan orang kaya raya,didatangkannya dokter2 ahli yang handal dan mumpuni untuk menangani Abel.Abelpun sembuh.Meski sempat tertunda,pernikahan Abel dan Allan akhirnya dilangsungkan dengan meriah.Tentu saja rumah Darma direnovasi dulu karena pestanya dilangsungkan di sana.Seperti permintaan Abel.Rumah itu malah kian bagus karena Ayah Allan membantu renovasinya.Memberikan tenaga2 ahli dan pastinya dana.Namanya juga orang behave.Semua kagum dan berterima kasih tapi apa jawab Ayah Allan pada mereka,"Semua demi menantu kesayanganku.Abel.Bagiku dia adalah harta dimana hati putraku berada." Saat melepas Abel pergi karena ia akan ikut suaminya tinggal di rumah mertuanya yang sangat besar,sang nenek menangis sedih,"Maafkan Eyang ya Abel...cucuku..."
Abel terharu sekali mendengarnya,"Eyang panggil Abel apa?"
Sang nenek malah menangis,"Kau adalah cucu Eyang juga...cucu yang sangat baik..."
Keduanya berpelukan haru.Allan mengerti dan mengusap pundak isterinya itu,"Ayo kita ke rumah kita.Ayah sudah menunggu."
Abel lalu memeluk ayah tirinya,"Terima kasih ya Ayah,walau aku bukan darah daging ayah tapi ayah melebihi ayah kandungku.Aku sayang ayah.Jika ayah butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama Abel ya...Abel juga akan sering mengunjungi ayah.Boleh kan?"
Darma mengusap wajah Abel,"Tentu saja.Kau kan putri ayah.Putri yang sangat baik."
Pada Gaby,Abel berpesan,"Jaga Ayah juga ibu,juga adik kita.Jaga Eyang juga.Semuanya kini kuserahkan padamu.Kau anak tertua kini.Tapi kau tetap bisa datang pada kakak kapan saja.Jangan lupa Ayah suka minum air putih tiap pagi.Ingat itu ya..."
Semua melepas Abel dengan haru.Anak yang dulu tak dianggap kini menjadi anak kesayangan.Allan lalu membawa isterinya masuk ke mobil mewahnya.Dan orang yang paling terakhir masuk rumah usai rombongan Abel pergi adalah neneknya.***The End*** Wah panjang juga ternyata.Saya dah kehabisan energi nih...cerbungnya nanti ya.Lagu penuntunnya aja belum milih.Weleh...ok ***see you later***
Part 2 Eps 17 BENANG BIRU : Semangat Yang Patah
_÷_÷ TIADA LAGI RASA YANG PALING INDAH....( BENIGNO POV )
Kupikir jalan2 bersama Ika akan menjadi moment yang indah bagiku namun ternyata aku salah.Di bazaar inilah aku melihat orang2 yang mengenalku sebagai Pangeran Brunei.Ika malah sudah bertemu dengan Tante Idayu.Jika Tante Idayu ada di sini maka pasti Ibundaku juga ada di sini.Tante Idayu kan sahabat karib Ibunda.Dan jika Ibunda di sini pasti Paman Ramzi dan para pengawalnya juga ada di sini.Aduh....Aku dah merasa sedih membayangkan bakal berpisah dengan Ika.
÷_÷_ SELAIN MENCINTAIMU....
Aku menyadari perasaanku pada Ika bukan sekedar rasa suka atau kagum saja tapi sudah menjadi cinta.Ya,aku mencintainya...aku telah jatuh cinta pada kepribadiannya yang sederhana,apa adanya,perhatian,lembut dan penyayang.Andai saja aku tidak dijodohkan pasti aku sudah memboyong dia ke Brunei.Lagi melamun dalam gegana eh seseorang menepuk bahuku,"Pangeran..."
÷\÷\ TAK ADA LAGI YANG BISA KUHARAPKAN... ( ZUL POV )
Harapanku untuk menemukan Putra Mahkota akhirnya menjadi kenyataan.Diantara kerumunan pengunjung bazaar,aku melihat sosoknya.Aku hafal postur tubuhnya yang gagah dan tegap.Meski ditutupi dengan topi dan jaket tetap saja dia beda karena kulitnya lebih putih dan wajahnya jelas memancarkan cahaya kewibawaan.Kulihat ia tampak luruh bahunya.Kupegang pundaknya,"Pangeran..." Ia tampak terkejut,apalagi kala melihat Syuhada bersamaku,"Kalian di sini?"
÷\÷\ SELAIN MENYAYANGIMU....
Syuhada segera memberi hormat namun dicegah oleh Pangeran,"Jangan lakukan apapun yang menarik perhatian,kita bicara di tempat lain saja."
Kamipun mengikutinya.Jujur aku merasa ga level bersaing cinta dengannya.Ia begitu gagah dan penuh wibawa.Tatapannya saja meneduhkan hati.Kenapa ya Syuhada ga memilih dia?Kenapa malah memilih menyayangiku yang cuma asisten ayahnya?Cinta memang ga bisa dipaksa.
÷|÷| OH SUNGGUH TERLALU INDAH...( IDAYU POV )
Sungguh hatiku senang tak terkira berjumpa lagi dengan Ika.Rasanya aku seperti menemukan putriku yang hilang.Andai saja benar Ika adalah Sinar.Aku pasti sangat bahagia.Aku lihat ia nampak celingukan,"Kamu mencari seseorang?"
Ika menjawab,"Iya Ibu.Saya tadi datang bersama seorang teman.Tapi kok malah kepisah...dimana ya Ben?"
Aku heran dengar dia menyebut nama itu,"Ben?Dia pacar kamu ya?Ayo dong kenalin ke Ibu." Kulihat Ika tersipu gitu,kayaknya bener deh dia ada hati sama yang namanya Ben itu.Andai saja itu adalah Pangeran Benigno,putra sahabatku.Semua pasti akan sangat indah jika menjadi kenyataan.
÷《÷《 RUSAKNYA KENANGAN INDAH... ( Syuhada Pov )
Pangeran akhirnya berhasil kami temukan tapi sepertinya dia ga suka identitasnya diketahui.Setidaknya aku lega dia baik2 saja.Walau aku tak mencintainya namun aku yakin dia akan menjadi Raja Brunei yang baik.Ia malah menanyakan banyak hal pada kami,"Siapa saja yang kemari dan tahu aku ada di sini?"
Zul menjawab,"Permaisuri Cici ada di hotel sekarang.Coba beliau ikut pasti akan sangat bahagia bertemu Yang Mulia Pangeran."
Aku menambahi,"Iya Putra Mahkota,Permaisuri menangis terus.Tapi pasti nanti bila melihat Putra Mahkota sudah ditemukan akan sangat bahagia.Aku akan hubungi beliau sekarang..."
Namun Pangeran Ben malah mencegahku,"Jangan!Kalian jangan beritahukan keberadaanku dulu." Kupandang Pangeran dengan keheranan,wajahnya galau gitu.Aku memandang Zul meminta pendapatnya namun ia juga sama bingungnya denganku.Sepertinya ada yang dipikirkan Pangeran deh.Kurasa aku malah menemukan ide,"Begini saja.Kami tak akan beritahu kalau kami sudah bertemu Pangeran.Tapi Pangeran pasti kembali kan dengan kami?"
Ia nampak lega mendengarnya,"Aku tahu dimana tempatku berasal.Aku pasti kembali.Tapi biarkan aku menyelesaikan sesuatu hal dulu.Nanti kalian aku kabari."
Kamipun diberi alamat dimana dia tinggal.Wah aku senang sekali bisa melakukan sesuatu untuknya.Pangeran juga sangat berterima kasih,"Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian ini.Katakan pada ibundaku kalau beliau jangan menangis terus.Tolong hibur dan jaga beliau untukku."
Kamipun berjanji.Saat itulah kami melihat Ramzi,"Sebaiknya Pangeran sembunyi.Paman Ramzi di sana.Cepat sembunyi.Kami akan bawa dia menjauh dari sini."
÷》÷》SEMUA TELAH BERUBAH... ( IKA POV )
Kemana ya Ben kok ngilang sih?Jangan2 dia nyasar lagi.Aduh...bersama Ibu Idayu aku mencari dia.Ibu Idayu malah mengira Ben adalah pacarku.Waduh...aku jadi blingsatan.Hingga ia cerita soal anak sahabatnya,"Namanya kok mirip sama nama putra sahabat Ibu.Sahabat Ibu asalnya dari Brunei.Kasihan dia."
Aku tercekat mendengar kata Brunei,"Ben juga dari Brunei.Maksud saya dia turis Brunei yang numpang di rumah saya untuk sementara."
Mendengar penuturanku Ibu Idayu nampak kaget lalu menunjuk ke sebuah layar tv yang kebetulan menayangkan soal lomba mirip Pangeran Brunei yang selama ini dihebohkan Intan,"Apa wajahnya mirip seperti Pangeran Brunei itu?"
Aku terpana melihat ke layar tv,'Ya Tuhan.Itukan...itukan Ben?Kok ada di tv sih?
' ÷》÷》 KITA HARUS BERPISAH....
Aku kian terperangah melihat sosok Ben nampak berdiri dekat layar itu celingukan gitu,"Ya Tuhan....jadi dia adalah...dia adalah Pangeran Brunei?Dia..."
Ibu Idayu heran mendengar ucapanku dan ke arah mataku memandang,"Pangeran Ben?...Apa aku tidak salah lihat?"
Kudekati Ben dengan berkaca2,"Katakan padaku siapa kau sebenarnya Ben?Katakan!"
Ben memandangku dengan gugup,"Apa maksudmu Ka?Aku ..."
Perkataan Ben terhenti kala Ibu Idayu mendekatinya,"Pangeran Ben?Kau tidak kenal Tante?Ini Tante Idayu sahabat Ibundamu...Cici pasti senang jika tahu kau sudah kutemukan..."
Aku menggeleng2kan kepalaku,"Kau benar Ben yang di tv itu kan?Kau Pangeran Brunei?Kenapa kau tidak jujur padaku?"
Aku berlari pulang.Hatiku sedih sekali entah kenapa.Kebenaran ini seperti petir menyambar di siang hari bagiku.Perasaan sayang yang kurasakan pada Ben sepertinya harus kandas.Kami tak mungkin bersatu.Dia bangsawan di Negeri Brunei sana.Tak mungkin bagiku bersanding dengannya.Lagipula belum tentu Ben juga suka sama aku.Sebelum semakin dalam aku terbawa rasa ini sebaiknya kuakhiri.Toh kami akan berpisah.Ben ...maksudku Pangeran Ben pasti akan kembali ke negerinya.Dia punya tanggung jawab di sana.
÷¡÷¡ SUNGGUH TERLALU INDAH KENANGANMU DAN CINTAKU...( Emil pov )
Orang2 suruhan Ayahanda datang menjemputku.Jelas bikin heboh gimana ga Ayah ga tanggung2 kirim begitu banyak orang hanya untuk jemput aku.Sebuah amplop diberikan padaku,"Dari Yang Mulia Menteri."
Rindu dan keluarganya keheranan melihat jajaran mobil dekat rumah mereka,"Emil siapa mereka?" Aku ga sangka secepat ini mereka akan datang menjemputku,"Mereka suruhan ayahku.Mereka menjemputku."
Wajah Rindu nampak gimana gitu,sama aku juga entah kenapa merasa sedih harus meninggalkan rumahnya.Penuh kenangan rumah ini juga warung sotonya.Makin heran lagi Rindu kala mendengar orang suruhan ayah menyebutku,"Pangeran,semua kebutuhan Pangeran sudah kami siapkan di dalam mobil.Pangeran tinggal bilang saja akan kami ambilkan."
Kakaknya Rindu melongo,"Pangeran?...Emil kamu itu Pangeran?"
÷¿÷¿ HARUS RELA BERPISAH MESKI HARUS TERLUKA...
Aku mendekati kak Ikhsan,"Siapapun aku Kak.Aku juga manusia biasa.Aku sangat berhutang budi pada kalian.Ini ada yang ingin kuberikan pada kalian.Kumohon terimalah.Juga ini kartu namaku.Jika kalian butuh sesuatu kalian bisa menghubungiku.Aku akan dengan senang hati membantu."
Kepada orang tua Rindu kuberikan amplop yang kupegang.Ucapan terima kasih dari ayahku.Awalnya mereka tak mau terima tapi aku memaksa,"Kumohon jangan ditolak.Ini masih belum sebanding dengan apa yang kalian lakukan padaku."
Yang paling berat bagiku adalah berpamitan pada Rindu,"Terima kasih ya Rindu.Kamu sudah merawat luka2 aku juga sudah menerimaku dengan baik di rumahmu juga mengajariku banyak hal di warung soto.Itu pengalaman yang tak akan kulupakan."
Rindu berkaca2 memandangku.
÷°÷° TIADA LAGI...( RINDU POV )
Tak kusangka pria yang kutolong waktu itu,Emil,dia pergi hari ini.Serombongan orang menjemputnya.Para tetangga sampai heboh lihat jajaran mobil mewah di sekitar rumahku.Ga sangka rupanya Emil adalah putra bangsawan di Brunei sana.Kutangkupkan tangan di bibirku.Pria yang tadi di warung kuajari menyapu,cuci piring,mengelap meja juga melayani pembeli ternyata seorang bangsawan.Ya ampun apa yang telah kulakukan?Aku memandangnya penuh rasa tak percaya.Bahkan kaos yang dia pakai itu milik kakakku.Lusuh lagi.Astaga!Aku pasti akan sangat merindukannya.Aku hanya bisa melambaikan tangan kala ia masuk ke mobil yang paling tengah,"Selamat tinggal Rindu.Kak Ikhsan..Paman Bibi.Terima kasih untuk semuanya."
Aku baru masuk kamar dimana dia biasa tidur begitu mobilnya sudah tak terlihat lagi.Kamar yang pernah dia huni penuh kenangan bagiku.Tak terasa air mataku menetes.Kak Ikhsan datang dengan wajah gembira,"Rindu!Emil memberikan uang yang sangat banyak.Wah kita bisa buka beberapa warung dengan uang ini.Wow...lihat kartu namanya.Dia bangsawan di Brunei sana.Wow!!...Ini rejeki nomplok....hey...kamu kok malah nangis sih?"
Aku usap air mataku,"Gpp kak.Rindu mau ke kamar dulu."
Aku menuju kamar dan menangis di sana.Emil sudah pergi.Dia tidak ada lagi di rumah ini.Tiada lagi.Dan hatiku dibawanya pergi.... Wah dua pangeran Brunei mau come back ke Brunei semua nih.Gimana kisah cinta mereka selanjutnya?***see you next year***
Kupikir jalan2 bersama Ika akan menjadi moment yang indah bagiku namun ternyata aku salah.Di bazaar inilah aku melihat orang2 yang mengenalku sebagai Pangeran Brunei.Ika malah sudah bertemu dengan Tante Idayu.Jika Tante Idayu ada di sini maka pasti Ibundaku juga ada di sini.Tante Idayu kan sahabat karib Ibunda.Dan jika Ibunda di sini pasti Paman Ramzi dan para pengawalnya juga ada di sini.Aduh....Aku dah merasa sedih membayangkan bakal berpisah dengan Ika.
÷_÷_ SELAIN MENCINTAIMU....
Aku menyadari perasaanku pada Ika bukan sekedar rasa suka atau kagum saja tapi sudah menjadi cinta.Ya,aku mencintainya...aku telah jatuh cinta pada kepribadiannya yang sederhana,apa adanya,perhatian,lembut dan penyayang.Andai saja aku tidak dijodohkan pasti aku sudah memboyong dia ke Brunei.Lagi melamun dalam gegana eh seseorang menepuk bahuku,"Pangeran..."
÷\÷\ TAK ADA LAGI YANG BISA KUHARAPKAN... ( ZUL POV )
Harapanku untuk menemukan Putra Mahkota akhirnya menjadi kenyataan.Diantara kerumunan pengunjung bazaar,aku melihat sosoknya.Aku hafal postur tubuhnya yang gagah dan tegap.Meski ditutupi dengan topi dan jaket tetap saja dia beda karena kulitnya lebih putih dan wajahnya jelas memancarkan cahaya kewibawaan.Kulihat ia tampak luruh bahunya.Kupegang pundaknya,"Pangeran..." Ia tampak terkejut,apalagi kala melihat Syuhada bersamaku,"Kalian di sini?"
÷\÷\ SELAIN MENYAYANGIMU....
Syuhada segera memberi hormat namun dicegah oleh Pangeran,"Jangan lakukan apapun yang menarik perhatian,kita bicara di tempat lain saja."
Kamipun mengikutinya.Jujur aku merasa ga level bersaing cinta dengannya.Ia begitu gagah dan penuh wibawa.Tatapannya saja meneduhkan hati.Kenapa ya Syuhada ga memilih dia?Kenapa malah memilih menyayangiku yang cuma asisten ayahnya?Cinta memang ga bisa dipaksa.
÷|÷| OH SUNGGUH TERLALU INDAH...( IDAYU POV )
Sungguh hatiku senang tak terkira berjumpa lagi dengan Ika.Rasanya aku seperti menemukan putriku yang hilang.Andai saja benar Ika adalah Sinar.Aku pasti sangat bahagia.Aku lihat ia nampak celingukan,"Kamu mencari seseorang?"
Ika menjawab,"Iya Ibu.Saya tadi datang bersama seorang teman.Tapi kok malah kepisah...dimana ya Ben?"
Aku heran dengar dia menyebut nama itu,"Ben?Dia pacar kamu ya?Ayo dong kenalin ke Ibu." Kulihat Ika tersipu gitu,kayaknya bener deh dia ada hati sama yang namanya Ben itu.Andai saja itu adalah Pangeran Benigno,putra sahabatku.Semua pasti akan sangat indah jika menjadi kenyataan.
÷《÷《 RUSAKNYA KENANGAN INDAH... ( Syuhada Pov )
Pangeran akhirnya berhasil kami temukan tapi sepertinya dia ga suka identitasnya diketahui.Setidaknya aku lega dia baik2 saja.Walau aku tak mencintainya namun aku yakin dia akan menjadi Raja Brunei yang baik.Ia malah menanyakan banyak hal pada kami,"Siapa saja yang kemari dan tahu aku ada di sini?"
Zul menjawab,"Permaisuri Cici ada di hotel sekarang.Coba beliau ikut pasti akan sangat bahagia bertemu Yang Mulia Pangeran."
Aku menambahi,"Iya Putra Mahkota,Permaisuri menangis terus.Tapi pasti nanti bila melihat Putra Mahkota sudah ditemukan akan sangat bahagia.Aku akan hubungi beliau sekarang..."
Namun Pangeran Ben malah mencegahku,"Jangan!Kalian jangan beritahukan keberadaanku dulu." Kupandang Pangeran dengan keheranan,wajahnya galau gitu.Aku memandang Zul meminta pendapatnya namun ia juga sama bingungnya denganku.Sepertinya ada yang dipikirkan Pangeran deh.Kurasa aku malah menemukan ide,"Begini saja.Kami tak akan beritahu kalau kami sudah bertemu Pangeran.Tapi Pangeran pasti kembali kan dengan kami?"
Ia nampak lega mendengarnya,"Aku tahu dimana tempatku berasal.Aku pasti kembali.Tapi biarkan aku menyelesaikan sesuatu hal dulu.Nanti kalian aku kabari."
Kamipun diberi alamat dimana dia tinggal.Wah aku senang sekali bisa melakukan sesuatu untuknya.Pangeran juga sangat berterima kasih,"Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian ini.Katakan pada ibundaku kalau beliau jangan menangis terus.Tolong hibur dan jaga beliau untukku."
Kamipun berjanji.Saat itulah kami melihat Ramzi,"Sebaiknya Pangeran sembunyi.Paman Ramzi di sana.Cepat sembunyi.Kami akan bawa dia menjauh dari sini."
÷》÷》SEMUA TELAH BERUBAH... ( IKA POV )
Kemana ya Ben kok ngilang sih?Jangan2 dia nyasar lagi.Aduh...bersama Ibu Idayu aku mencari dia.Ibu Idayu malah mengira Ben adalah pacarku.Waduh...aku jadi blingsatan.Hingga ia cerita soal anak sahabatnya,"Namanya kok mirip sama nama putra sahabat Ibu.Sahabat Ibu asalnya dari Brunei.Kasihan dia."
Aku tercekat mendengar kata Brunei,"Ben juga dari Brunei.Maksud saya dia turis Brunei yang numpang di rumah saya untuk sementara."
Mendengar penuturanku Ibu Idayu nampak kaget lalu menunjuk ke sebuah layar tv yang kebetulan menayangkan soal lomba mirip Pangeran Brunei yang selama ini dihebohkan Intan,"Apa wajahnya mirip seperti Pangeran Brunei itu?"
Aku terpana melihat ke layar tv,'Ya Tuhan.Itukan...itukan Ben?Kok ada di tv sih?
' ÷》÷》 KITA HARUS BERPISAH....
Aku kian terperangah melihat sosok Ben nampak berdiri dekat layar itu celingukan gitu,"Ya Tuhan....jadi dia adalah...dia adalah Pangeran Brunei?Dia..."
Ibu Idayu heran mendengar ucapanku dan ke arah mataku memandang,"Pangeran Ben?...Apa aku tidak salah lihat?"
Kudekati Ben dengan berkaca2,"Katakan padaku siapa kau sebenarnya Ben?Katakan!"
Ben memandangku dengan gugup,"Apa maksudmu Ka?Aku ..."
Perkataan Ben terhenti kala Ibu Idayu mendekatinya,"Pangeran Ben?Kau tidak kenal Tante?Ini Tante Idayu sahabat Ibundamu...Cici pasti senang jika tahu kau sudah kutemukan..."
Aku menggeleng2kan kepalaku,"Kau benar Ben yang di tv itu kan?Kau Pangeran Brunei?Kenapa kau tidak jujur padaku?"
Aku berlari pulang.Hatiku sedih sekali entah kenapa.Kebenaran ini seperti petir menyambar di siang hari bagiku.Perasaan sayang yang kurasakan pada Ben sepertinya harus kandas.Kami tak mungkin bersatu.Dia bangsawan di Negeri Brunei sana.Tak mungkin bagiku bersanding dengannya.Lagipula belum tentu Ben juga suka sama aku.Sebelum semakin dalam aku terbawa rasa ini sebaiknya kuakhiri.Toh kami akan berpisah.Ben ...maksudku Pangeran Ben pasti akan kembali ke negerinya.Dia punya tanggung jawab di sana.
÷¡÷¡ SUNGGUH TERLALU INDAH KENANGANMU DAN CINTAKU...( Emil pov )
Orang2 suruhan Ayahanda datang menjemputku.Jelas bikin heboh gimana ga Ayah ga tanggung2 kirim begitu banyak orang hanya untuk jemput aku.Sebuah amplop diberikan padaku,"Dari Yang Mulia Menteri."
Rindu dan keluarganya keheranan melihat jajaran mobil dekat rumah mereka,"Emil siapa mereka?" Aku ga sangka secepat ini mereka akan datang menjemputku,"Mereka suruhan ayahku.Mereka menjemputku."
Wajah Rindu nampak gimana gitu,sama aku juga entah kenapa merasa sedih harus meninggalkan rumahnya.Penuh kenangan rumah ini juga warung sotonya.Makin heran lagi Rindu kala mendengar orang suruhan ayah menyebutku,"Pangeran,semua kebutuhan Pangeran sudah kami siapkan di dalam mobil.Pangeran tinggal bilang saja akan kami ambilkan."
Kakaknya Rindu melongo,"Pangeran?...Emil kamu itu Pangeran?"
÷¿÷¿ HARUS RELA BERPISAH MESKI HARUS TERLUKA...
Aku mendekati kak Ikhsan,"Siapapun aku Kak.Aku juga manusia biasa.Aku sangat berhutang budi pada kalian.Ini ada yang ingin kuberikan pada kalian.Kumohon terimalah.Juga ini kartu namaku.Jika kalian butuh sesuatu kalian bisa menghubungiku.Aku akan dengan senang hati membantu."
Kepada orang tua Rindu kuberikan amplop yang kupegang.Ucapan terima kasih dari ayahku.Awalnya mereka tak mau terima tapi aku memaksa,"Kumohon jangan ditolak.Ini masih belum sebanding dengan apa yang kalian lakukan padaku."
Yang paling berat bagiku adalah berpamitan pada Rindu,"Terima kasih ya Rindu.Kamu sudah merawat luka2 aku juga sudah menerimaku dengan baik di rumahmu juga mengajariku banyak hal di warung soto.Itu pengalaman yang tak akan kulupakan."
Rindu berkaca2 memandangku.
÷°÷° TIADA LAGI...( RINDU POV )
Tak kusangka pria yang kutolong waktu itu,Emil,dia pergi hari ini.Serombongan orang menjemputnya.Para tetangga sampai heboh lihat jajaran mobil mewah di sekitar rumahku.Ga sangka rupanya Emil adalah putra bangsawan di Brunei sana.Kutangkupkan tangan di bibirku.Pria yang tadi di warung kuajari menyapu,cuci piring,mengelap meja juga melayani pembeli ternyata seorang bangsawan.Ya ampun apa yang telah kulakukan?Aku memandangnya penuh rasa tak percaya.Bahkan kaos yang dia pakai itu milik kakakku.Lusuh lagi.Astaga!Aku pasti akan sangat merindukannya.Aku hanya bisa melambaikan tangan kala ia masuk ke mobil yang paling tengah,"Selamat tinggal Rindu.Kak Ikhsan..Paman Bibi.Terima kasih untuk semuanya."
Aku baru masuk kamar dimana dia biasa tidur begitu mobilnya sudah tak terlihat lagi.Kamar yang pernah dia huni penuh kenangan bagiku.Tak terasa air mataku menetes.Kak Ikhsan datang dengan wajah gembira,"Rindu!Emil memberikan uang yang sangat banyak.Wah kita bisa buka beberapa warung dengan uang ini.Wow...lihat kartu namanya.Dia bangsawan di Brunei sana.Wow!!...Ini rejeki nomplok....hey...kamu kok malah nangis sih?"
Aku usap air mataku,"Gpp kak.Rindu mau ke kamar dulu."
Aku menuju kamar dan menangis di sana.Emil sudah pergi.Dia tidak ada lagi di rumah ini.Tiada lagi.Dan hatiku dibawanya pergi.... Wah dua pangeran Brunei mau come back ke Brunei semua nih.Gimana kisah cinta mereka selanjutnya?***see you next year***
Eps 18 BENANG BIRU : Thy Mother
NOTE WINDOW CERPEN : Ibumu
CERPEN KE-37 : ANAKKU KORBAN MEDSOS
Hujan turun membasahi RS dimana anakku,Ade dirawat.Udara dingin seketika terasa sedingin hatiku saat ini.Aku sedih karena anakku yang masih belum ada setahun itu,tiba2 sakit parah.Ingin rasanya aku marah pada isteriku,Lindri.Masih sempat2nya dia upload ke medsos segala sesuatu dalam kesehariannya.Aku lihat ia tengah memegang hpnya saat ini,sibuk dengan teman2 medsosnya.Teman Face book,Instagram,belum BBM dan WA.Aku pernah cek hpnya.Astaga,dalam sehari dia bisa upload dan ubah status hingga sembilan kali.Entah gambar lagi ngapa,lagi jalan2,shoppinglah,inilah itulah.Bahkan foto2 pernikahan kami diupload semua ke medsos dengan bangganya.Ternyata aku menikahi ratu medsos.Dia bahagia sekali jika bisa pamer ke teman2 medsosnya seputar kehidupannya.Pantas dulu dia ngancam aku kalau nikahnya ga dibesarkan dia milih nikah sama pilihan ortunya aja.Aku pandangi putraku yang nampak pucat,'Kasihan kamu Sayang....cepet sembuh ya...Ayah sedih kalau Ade sakit...'
Ibuku mendekat,"Aldi,kamu belum makan apapun sejak tadi.Makan gih...ini ada roti kalau ga mau makan nasi..."
Aku menerimanya,"Untung ada ibu kalau ga Aldi pasti sudah emosi sama Lindri..."
Aku memang hampir saja membanting hp isteriku kala dia malah sibuk dengan teman2 medsosnya daripada ngurusi anak kami.Anak sampai sakit parah gini,eh dia masih asyik upload foto dan balas inboxan.Aku benar2 geram...Aku ingat dulu ayah ibuku menentang aku dapat Lindri.Mereka melihat Lindri itu wanita yang suka menuntut.Sawah sampai dijual demi membesarkan pernikahan aku.Aku merasa sangat bodoh kala itu,saking cinta butanya sama Lindri.Apapun kulakukan demi Lindri.Awal mula kami bertemu adalah di kerjaan.Dia crew dan aku supervisor.Aku kost saat itu.Masa pacaran sebenarnya sudah kuperhatikan sifat Lindri yang suka upload apa aja ke medsos.Foto2 dia berapa saja di rumah dia upload.Tapi tak kusangka setelah berumah tangga,dia makin menjadi2.Karena peraturan perusahaan tak boleh satu kerjaan maka dia keluar dari kerjaan.Aku kerja sampai 12 jam dia protes,akhirnya akupun keluar juga dari kerjaan.Lindri suka sekali kehidupan mewah.Aku kepayahan mengikuti maunya.Sudah sampai jadi sales juga,kerja dobel dan buka counter hp.Aku makin kesal kala dia uring2an bila ribut sama teman medsosnya.Sampai maki2 gitu di status.Aku lelah ngasih tahu dia,"Lin,mending kamu berdoa atau main sama Ade daripada ngurusi medsos melulu.Ade sudah makan belum tuh..."
Aku sampai deg2an kalau pulang kerja,Ade pasti kucek pertama kali.Kasihan anakku apa dia kelelahan ya kemarin kita main ke rumahku,sebenarnya aku dah kasih tahu kalau lagi banjir tapi isteriku kekeh mau pamer anaknya ke mertua katanya.Padahal aku yakin dia dah terlanjur pamer mau jalan2 ke sana di medsos.Dia mau unggah foto di sana.Aku mau cari udara segar. Aku ga bisa menyalahkan semuanya pada Lindri,aku kepala keluarga harusnya aku bisa membimbing dia.Jauh di lubuk hatiku ada sesal kurasa.Aku lelah sekali ya Tuhan...hidup bersama wanita ini.Orangtuaku sampai merelakan tanahnya dijual demi aku bisa menyenangkan Lindri.Aku ini suami macam apa?Aku ini anak macam apa?Menikahi wanita yang hanya membawa duka di hati orang tuanya.Kulihat Lindri mendekat,"Mas, Ade gawat Mas!!!"
Aku segera ke dalam,tadi kayake baik2 saja.Aku tinggal bentar kok langsung kritis.Ade dibawa ke ruang intensif care.Dalam kondisi seperti itu masih saja Lindri megangi hpnya terus.Posting kesedihan dan kecemasan dia ke medsos,"Lagi sedih nih...anakku opname...doain ya teman2..."
Ibuku hanya bisa menatap sedih padaku,"Yang sabar Di,yang sabar..."
Aku lelah luar biasa,jiwa dan raga.Aku hanya bisa bersimpuh di kaki ibuku,"Ampuni Aldi Bu...selama ini sudah bikin hati ibu dan bapak sedih...Ampuni Aldi..."
Ibu mengusap kepalaku,"Tidak apa2,sudah jangan dipikir lagi...kita berdoa saja buat Ade..."
Aku cemas sekali,tanganku gemetaran.Perasaanku hampa entah kenapa.Aku hanya bisa menanti dengan cemas.Dan ternyata itu malam terakhir bagi anakku.Dia pergi malam itu.Aku histeris,"Tidak!!!Ini ga mungkin!!Beberapa hari lalu dia baik2 saja ,ini ga mungkin!!Tidakkk!!!Ade!!!"
Aku kehilangan anakku.Disaat dia sedang lucu2nya.Bagaimana bisa ya Tuhan,hanya karena diare bisa sampai Kau ambil dia dariku?Bagaimana bisa?Aku tergugu di pusara anakku.Aku ga peduli walau hujan masih turun.Aku ga peduli!Lindri tak berani mendekatiku.Saking takutnya padaku,hp nya sampai jatuh dan retak.Teman2 kerjaku dulu datang.Mereka menghiburku,"Sabar Di...Tuhan yang memberi Tuhan pula yang mengambil...Ikhlaskan semuanya..."
Sejak detik itu aku merasakan kehidupan rumah tanggaku hampa.Lindri masih upload dan eksis di medsos.Tapi aku sudah lelah ....aku akhirnya memilih bercerai.Aku ingin wanita yang sederhana saja,bukan Ratu Medsos.Aku pulang ke rumah orang tuaku,berbaur dengan suasana desa.Menenangkan hati dan pikiran.Lindri ga masalah kami cerai,ia malah sudah pamer ke medsos kalau ia dah punya gandengan.Seorang pria kaya.Walau lebih tua darinya.Tapi ia bangga sekali pajang foto mereka sedang berpose depan mobil gitu.Aku males banget ikuti dia jadi aku tekan 'Berhenti mengikuti'.Aku mau menentramkan hati saja.Setahun berlalu aku sudah menata hidupku lagi.Aku kerja keras dan berhasil menyenangkan hati orang tuaku.Hingga aku melihat seorang anak kecil seusia Ade dulu menangis di mini marketku,"Hwaaa!!Hwaaa!"
Aku dekati dia bersamaan dengan seorang wanita juga mendekatinya,"Sayang..."
Aku terpana karena dia mengenalku,"Mas Aldi?..."
Aku ingat dia teman SMU ku dulu,"Riri..?Ini anakmu?"
Ia mengangguk,"Iya Mas...Dede ayo salim sama Om..."
Anak kecil itu sungguh mengingatkanku akan Ade,anakku yang telah tiada.Kugendong dia,"Dede mau mainan ya?Sini sama Om...pilih saja mau yang mana..."
Dia seneng banget,ga nangis lagi.Aku tanya sama Riri,"Ayahnya mana?Apa kerja ?"
Riri terdiam sejenak,"Sudah tiada Mas...Setahun yang lalu karena liver.Saat itu aku sedang hamil tua.Kasihan Dede ga pernah kenal ayahnya."
Aku peluk Dede penuh sayang,bak melihat Ade hidup kembali.Aku sayang dia dan aku juga jadi sayang sama ibunya,Riri.Dia beda banget dari Lindri.Dia gaptek soal hp.Dia hidup dari berjualan rujak dan lotis.Akhirnya aku minta restu ibu dan bapak untuk menikah lagi,"Aldi ketemu teman lama Bu...namanya Riri,dia janda Bu...anaknya satu...Aldi sayang mereka Bu...apa ibu setuju jika aku serius dengan mereka?"
Ibu minta aku ajak mereka ke rumah,ibu menyukai Riri.Bapak juga setuju apalagi Riri ga neko2 ga nuntut macam2...aku juga bagai menemukan anakku yang telah tiada dalam diri Dede.Hatiku terharu kala dia memanggilku,"Ayah!Ayah!"
Air mata langsung menetes di pipiku,"Anakku sayang...ini Ayah!Sini!"
Ibuku juga berkaca2 melihat Dede langsung nemplok ke pelukanku.Riri juga sama berkaca2 memandang anaknya merasa nyaman denganku.Akhirnya aku menikah dengan Riri.Walau aku punya anak dengan Riri tapi Dede tetap kusayangi seperti aku menyayangi Ade.Tuhan memukul tapi juga membebat.***The End***
Walau endingnya saya dramatisasi tapi intinya saya ambil dari kehidupan nyata.Semoga kisah ini memberi faedah bagi pembaca.Cerbungnya ntar ya,penulise rehat dulu.¤¤¤See you in part 2¤¤¤
CERPEN KE-37 : ANAKKU KORBAN MEDSOS
Hujan turun membasahi RS dimana anakku,Ade dirawat.Udara dingin seketika terasa sedingin hatiku saat ini.Aku sedih karena anakku yang masih belum ada setahun itu,tiba2 sakit parah.Ingin rasanya aku marah pada isteriku,Lindri.Masih sempat2nya dia upload ke medsos segala sesuatu dalam kesehariannya.Aku lihat ia tengah memegang hpnya saat ini,sibuk dengan teman2 medsosnya.Teman Face book,Instagram,belum BBM dan WA.Aku pernah cek hpnya.Astaga,dalam sehari dia bisa upload dan ubah status hingga sembilan kali.Entah gambar lagi ngapa,lagi jalan2,shoppinglah,inilah itulah.Bahkan foto2 pernikahan kami diupload semua ke medsos dengan bangganya.Ternyata aku menikahi ratu medsos.Dia bahagia sekali jika bisa pamer ke teman2 medsosnya seputar kehidupannya.Pantas dulu dia ngancam aku kalau nikahnya ga dibesarkan dia milih nikah sama pilihan ortunya aja.Aku pandangi putraku yang nampak pucat,'Kasihan kamu Sayang....cepet sembuh ya...Ayah sedih kalau Ade sakit...'
Ibuku mendekat,"Aldi,kamu belum makan apapun sejak tadi.Makan gih...ini ada roti kalau ga mau makan nasi..."
Aku menerimanya,"Untung ada ibu kalau ga Aldi pasti sudah emosi sama Lindri..."
Aku memang hampir saja membanting hp isteriku kala dia malah sibuk dengan teman2 medsosnya daripada ngurusi anak kami.Anak sampai sakit parah gini,eh dia masih asyik upload foto dan balas inboxan.Aku benar2 geram...Aku ingat dulu ayah ibuku menentang aku dapat Lindri.Mereka melihat Lindri itu wanita yang suka menuntut.Sawah sampai dijual demi membesarkan pernikahan aku.Aku merasa sangat bodoh kala itu,saking cinta butanya sama Lindri.Apapun kulakukan demi Lindri.Awal mula kami bertemu adalah di kerjaan.Dia crew dan aku supervisor.Aku kost saat itu.Masa pacaran sebenarnya sudah kuperhatikan sifat Lindri yang suka upload apa aja ke medsos.Foto2 dia berapa saja di rumah dia upload.Tapi tak kusangka setelah berumah tangga,dia makin menjadi2.Karena peraturan perusahaan tak boleh satu kerjaan maka dia keluar dari kerjaan.Aku kerja sampai 12 jam dia protes,akhirnya akupun keluar juga dari kerjaan.Lindri suka sekali kehidupan mewah.Aku kepayahan mengikuti maunya.Sudah sampai jadi sales juga,kerja dobel dan buka counter hp.Aku makin kesal kala dia uring2an bila ribut sama teman medsosnya.Sampai maki2 gitu di status.Aku lelah ngasih tahu dia,"Lin,mending kamu berdoa atau main sama Ade daripada ngurusi medsos melulu.Ade sudah makan belum tuh..."
Aku sampai deg2an kalau pulang kerja,Ade pasti kucek pertama kali.Kasihan anakku apa dia kelelahan ya kemarin kita main ke rumahku,sebenarnya aku dah kasih tahu kalau lagi banjir tapi isteriku kekeh mau pamer anaknya ke mertua katanya.Padahal aku yakin dia dah terlanjur pamer mau jalan2 ke sana di medsos.Dia mau unggah foto di sana.Aku mau cari udara segar. Aku ga bisa menyalahkan semuanya pada Lindri,aku kepala keluarga harusnya aku bisa membimbing dia.Jauh di lubuk hatiku ada sesal kurasa.Aku lelah sekali ya Tuhan...hidup bersama wanita ini.Orangtuaku sampai merelakan tanahnya dijual demi aku bisa menyenangkan Lindri.Aku ini suami macam apa?Aku ini anak macam apa?Menikahi wanita yang hanya membawa duka di hati orang tuanya.Kulihat Lindri mendekat,"Mas, Ade gawat Mas!!!"
Aku segera ke dalam,tadi kayake baik2 saja.Aku tinggal bentar kok langsung kritis.Ade dibawa ke ruang intensif care.Dalam kondisi seperti itu masih saja Lindri megangi hpnya terus.Posting kesedihan dan kecemasan dia ke medsos,"Lagi sedih nih...anakku opname...doain ya teman2..."
Ibuku hanya bisa menatap sedih padaku,"Yang sabar Di,yang sabar..."
Aku lelah luar biasa,jiwa dan raga.Aku hanya bisa bersimpuh di kaki ibuku,"Ampuni Aldi Bu...selama ini sudah bikin hati ibu dan bapak sedih...Ampuni Aldi..."
Ibu mengusap kepalaku,"Tidak apa2,sudah jangan dipikir lagi...kita berdoa saja buat Ade..."
Aku cemas sekali,tanganku gemetaran.Perasaanku hampa entah kenapa.Aku hanya bisa menanti dengan cemas.Dan ternyata itu malam terakhir bagi anakku.Dia pergi malam itu.Aku histeris,"Tidak!!!Ini ga mungkin!!Beberapa hari lalu dia baik2 saja ,ini ga mungkin!!Tidakkk!!!Ade!!!"
Aku kehilangan anakku.Disaat dia sedang lucu2nya.Bagaimana bisa ya Tuhan,hanya karena diare bisa sampai Kau ambil dia dariku?Bagaimana bisa?Aku tergugu di pusara anakku.Aku ga peduli walau hujan masih turun.Aku ga peduli!Lindri tak berani mendekatiku.Saking takutnya padaku,hp nya sampai jatuh dan retak.Teman2 kerjaku dulu datang.Mereka menghiburku,"Sabar Di...Tuhan yang memberi Tuhan pula yang mengambil...Ikhlaskan semuanya..."
Sejak detik itu aku merasakan kehidupan rumah tanggaku hampa.Lindri masih upload dan eksis di medsos.Tapi aku sudah lelah ....aku akhirnya memilih bercerai.Aku ingin wanita yang sederhana saja,bukan Ratu Medsos.Aku pulang ke rumah orang tuaku,berbaur dengan suasana desa.Menenangkan hati dan pikiran.Lindri ga masalah kami cerai,ia malah sudah pamer ke medsos kalau ia dah punya gandengan.Seorang pria kaya.Walau lebih tua darinya.Tapi ia bangga sekali pajang foto mereka sedang berpose depan mobil gitu.Aku males banget ikuti dia jadi aku tekan 'Berhenti mengikuti'.Aku mau menentramkan hati saja.Setahun berlalu aku sudah menata hidupku lagi.Aku kerja keras dan berhasil menyenangkan hati orang tuaku.Hingga aku melihat seorang anak kecil seusia Ade dulu menangis di mini marketku,"Hwaaa!!Hwaaa!"
Aku dekati dia bersamaan dengan seorang wanita juga mendekatinya,"Sayang..."
Aku terpana karena dia mengenalku,"Mas Aldi?..."
Aku ingat dia teman SMU ku dulu,"Riri..?Ini anakmu?"
Ia mengangguk,"Iya Mas...Dede ayo salim sama Om..."
Anak kecil itu sungguh mengingatkanku akan Ade,anakku yang telah tiada.Kugendong dia,"Dede mau mainan ya?Sini sama Om...pilih saja mau yang mana..."
Dia seneng banget,ga nangis lagi.Aku tanya sama Riri,"Ayahnya mana?Apa kerja ?"
Riri terdiam sejenak,"Sudah tiada Mas...Setahun yang lalu karena liver.Saat itu aku sedang hamil tua.Kasihan Dede ga pernah kenal ayahnya."
Aku peluk Dede penuh sayang,bak melihat Ade hidup kembali.Aku sayang dia dan aku juga jadi sayang sama ibunya,Riri.Dia beda banget dari Lindri.Dia gaptek soal hp.Dia hidup dari berjualan rujak dan lotis.Akhirnya aku minta restu ibu dan bapak untuk menikah lagi,"Aldi ketemu teman lama Bu...namanya Riri,dia janda Bu...anaknya satu...Aldi sayang mereka Bu...apa ibu setuju jika aku serius dengan mereka?"
Ibu minta aku ajak mereka ke rumah,ibu menyukai Riri.Bapak juga setuju apalagi Riri ga neko2 ga nuntut macam2...aku juga bagai menemukan anakku yang telah tiada dalam diri Dede.Hatiku terharu kala dia memanggilku,"Ayah!Ayah!"
Air mata langsung menetes di pipiku,"Anakku sayang...ini Ayah!Sini!"
Ibuku juga berkaca2 melihat Dede langsung nemplok ke pelukanku.Riri juga sama berkaca2 memandang anaknya merasa nyaman denganku.Akhirnya aku menikah dengan Riri.Walau aku punya anak dengan Riri tapi Dede tetap kusayangi seperti aku menyayangi Ade.Tuhan memukul tapi juga membebat.***The End***
Walau endingnya saya dramatisasi tapi intinya saya ambil dari kehidupan nyata.Semoga kisah ini memberi faedah bagi pembaca.Cerbungnya ntar ya,penulise rehat dulu.¤¤¤See you in part 2¤¤¤
Eps 18 BENANG BIRU : PART 2
^!^!^ SAYANG AKU RINDU KENANGAN MASA YANG LALU....( Emil pov )
Aku merasa berat meninggalkan rumah Rindu.Rumah sederhana itu memberiku banyak kenangan.Dan yang paling berat lagi adalah berpisah dari Rindu.Aku itu terkenal sebagai anak Ayah yang paling serius.Tapi menjalani hari2 bersama Rindu dan keluarganya sungguh mengesankan bagiku.
^/^/^ MASA DI SAAT DIRIMU DI SISIKU....
Aku melambaikan tangan pada semuanya.Pada Rindu terutama perhatianku tertuju.Gadis itu memakai rok panjang nampak sendu menatapku.Aku pakai kaca mataku agar tak terlihat betapa aku berkaca2,"Kita pergi."
Sepanjang jalan aku hanya diam,aku teringat kala di warung soto membantu Rindu cuci mangkuk dan mengiris jeruk nipis.Bagaimana Rindu mengajariku banyak hal,"Melayani pembeli itu harus ramah Emil.Senyum...jangan muka serius gitu...coba senyum!Nah...makin cakep kok kamu senyum..."
Aku tersenyum pilu mengenangnya,"Rindu..."
^(^(^ SAYANG DENGARKANKU,SAKITKU DITINGGAL KAMU....
Eh pengawal yang pegang kemudi mendengar ucapanku,"Pangeran mengatakan sesuatu?"
Aku segera berkata,"Oh...tidak apa2...aku ingin bicara dengan Ayahku,mana hp untukku?"
Segera pengawal satunya memberikan padaku,"Ini Pangeran."
Aku menerimanya,"Terima kasih.Aku rindu dengan Ayahku..."
Aku segera menghubungi Ayah.Menanyakan soal kak Syuhada juga.Kata ayah aku akan dikawal menemui kak Syuhada di Yogya.Dari sana kami akan kembali ke Brunei bersama rombongan Permaisuri.Wah Permaisuri Cici ada di Indonesia?Ada apa gerangan?
^)^)^ BARU KINI KUSADARI BERATNYA HIDUP INI TANPA DIRIMU....
( Permaisuri Cici pov )
Lama sekali Ramzi pergi dengan Idayu.Aku kurang enak badan jadi mereka melarangku ikut.Aku sedih makanya aku jadi sakit.Kalau cuaca buruk aku masih ga gampang sakit tapi kalau hati sedih fisikku jadi rentan.Putraku,ada dimana kamu Sayangku...Bunda kangen sama kamu.Kuusap foto Ben sambil menangis,alangkah malangnya aku jika kehilangan putra sebaik dia.Alangkah nestapanya hidupku membesarkan dengan penuh perjuangan dan kasih sayang tapi harus kehilangan.Tidak!Aku ingin Ben kembali.Aku ingin dia ada dalam hidupku lagi...
^[^[^AKU MELAMUNKAN DIRIMU....( Benigno pov )
Aku memandang Tante Idayu,"Ibunda sehat kan Tante?"
Tante Idayu berkaca2,"Dia terus menangis.Melamunkanmu sepanjang hari.Dia tak bisa tidur.Dia selalu gelisah.Kembalilah Pangeran ..."
Aku miris mendengarnya,"Pasti saya akan kembali Tante.Tapi..."
Aku melihat Paman Ramzi di kejauhan,"Tante saya harus pergi dulu...jangan bilang Paman Ramzi kalau Tante bertemu dengan saya.Oke?Oh ya salam buat Ibunda saya."
^]^]^ KUHARAP KAU KAN KEMBALI PADAKU...
Tante mengangguk,"Pergilah.Rahasiamu aman.Oh ya ...salam buat Nak Ika ya..."
Aku segera pergi menyelinap menghindari Paman Ramzi.Aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Ika dulu baru aku akhiri petualanganku.Kembali ke Brunei.
^%^%^ AKU PUN TAKUT CINTAMU KINI DIAMBIL ORANG....( Ramzi pov )
Pada kemana sih orang2?Putri Syuhada ngilang lagi.Tadi aku lihat orang mirip Putra Mahkota.Sayang aku malah diajak pergi sama Asisten Zul ke arah lain.Berada di kerumunan orang banyak gini bikin kepalaku pusing.Mana Pangeran belum ketemu lagi.Aduh alamat bakal kena penaltu nih dari Yang Mulia Sultan.Aku sih ga takut hukuman tapi keluargaku gimana?Pangeran juga sih pakai acara kabur segala.Aku lihat teman Permaisuri,"Nyonya ...apa mendapat petunjuk?"
Beliau menggeleng tapi raut wajahnya nampak cerah,"Kita pulang saja.Syuhada mana?"
Putri Syuhada mendekat bersama Asisten Zul,"Kita kembali ke hotel?"
Kami lalu kembali ke hotel.Wajah mereka juga nampak ceria.Aneh.Ada apa ya?
^\^\^ CINTAKU TULUS,SETULUS HATIMU... ( Benigno pov )
Aku bergegas mengejar Ika,ia ada di kamarnya.Aku mengetuk pintunya,"Ka!Aku mohon dengerin penjelasanku.Let me explain ok?Please..."
Kakek Hendro heran melihatku,"Ada apa dengan kalian?Ika datang langsung masuk kamar.Kalian bertengkar?"
Aku hendak menjawab kala pintu kamar Ika terbuka,"Tidak apa2 Kakek.Ika hanya badmood biasa sindrom wanita he..he.."
Kakek manggut2,"Ya wis...kalau ga ada apa2..."
Aku mengikuti Ika ke arah dapur,"Ka,aku minta maaf menyembunyikan siapa aku ke kamu...tapi aku hanya ingin merasakan jadi orang awam itu saja...aku ga ada niat untuk menyakiti siapapun...apalagi kamu Ka."
Ika memandangku lekat2,mencari ketulusan di mataku.Bidadariku kumohon jangan marah padaku,aku sedih jadinya.
^|^|^ TERLALU SAKIT KURASA CINTAKU TANPAMU...( IKA POV )
Kenapa rasanya sakit begini hatiku ya?Kebenaran soal siapa Ben seakan merenggut kegembiraanku jalan2 di bazaar.Aku mulai menginterogasi dia,"Benar kau bangsawan Brunei ?" ^¡^¡^ TERLALU SEDIH KURASA SAYANGKU TANPAMU...
Iapun mulai cerita,"Nama asliku Benigno Razi.Aku anak sulung di keluargaku."
Razi?Itukan nama Sultan Brunei?Aku mengatupkan tanganku di mulutku,"Kau Putra Pertama Sultan Razi di Brunei?"
Ben mengangguk,"Ya...kau benar.Sekarang kau bisa bayangkan bagaimana aku menjalani hari2ku...penuh protokol,pengamanan,dan semua sudah diatur dalam hidupku...semua sudah teragendakan."
Kudengar nada sedih di ucapannya,ia duduk dengan wajah tertunduk.Aku jadi heran,dia lahir dengan segala kemewahan hidup.Sebuah gelar kebangsawanan dia sandang tapi aku tak melihat bahagia di sana.Bukankah harusnya ia bahagia dengan segala keberuntungan itu?Kenapa malah sedih? Akankah Ben akan mengutarakan isi hatinya pada Ika?***see you next eps***
Aku merasa berat meninggalkan rumah Rindu.Rumah sederhana itu memberiku banyak kenangan.Dan yang paling berat lagi adalah berpisah dari Rindu.Aku itu terkenal sebagai anak Ayah yang paling serius.Tapi menjalani hari2 bersama Rindu dan keluarganya sungguh mengesankan bagiku.
^/^/^ MASA DI SAAT DIRIMU DI SISIKU....
Aku melambaikan tangan pada semuanya.Pada Rindu terutama perhatianku tertuju.Gadis itu memakai rok panjang nampak sendu menatapku.Aku pakai kaca mataku agar tak terlihat betapa aku berkaca2,"Kita pergi."
Sepanjang jalan aku hanya diam,aku teringat kala di warung soto membantu Rindu cuci mangkuk dan mengiris jeruk nipis.Bagaimana Rindu mengajariku banyak hal,"Melayani pembeli itu harus ramah Emil.Senyum...jangan muka serius gitu...coba senyum!Nah...makin cakep kok kamu senyum..."
Aku tersenyum pilu mengenangnya,"Rindu..."
^(^(^ SAYANG DENGARKANKU,SAKITKU DITINGGAL KAMU....
Eh pengawal yang pegang kemudi mendengar ucapanku,"Pangeran mengatakan sesuatu?"
Aku segera berkata,"Oh...tidak apa2...aku ingin bicara dengan Ayahku,mana hp untukku?"
Segera pengawal satunya memberikan padaku,"Ini Pangeran."
Aku menerimanya,"Terima kasih.Aku rindu dengan Ayahku..."
Aku segera menghubungi Ayah.Menanyakan soal kak Syuhada juga.Kata ayah aku akan dikawal menemui kak Syuhada di Yogya.Dari sana kami akan kembali ke Brunei bersama rombongan Permaisuri.Wah Permaisuri Cici ada di Indonesia?Ada apa gerangan?
^)^)^ BARU KINI KUSADARI BERATNYA HIDUP INI TANPA DIRIMU....
( Permaisuri Cici pov )
Lama sekali Ramzi pergi dengan Idayu.Aku kurang enak badan jadi mereka melarangku ikut.Aku sedih makanya aku jadi sakit.Kalau cuaca buruk aku masih ga gampang sakit tapi kalau hati sedih fisikku jadi rentan.Putraku,ada dimana kamu Sayangku...Bunda kangen sama kamu.Kuusap foto Ben sambil menangis,alangkah malangnya aku jika kehilangan putra sebaik dia.Alangkah nestapanya hidupku membesarkan dengan penuh perjuangan dan kasih sayang tapi harus kehilangan.Tidak!Aku ingin Ben kembali.Aku ingin dia ada dalam hidupku lagi...
^[^[^AKU MELAMUNKAN DIRIMU....( Benigno pov )
Aku memandang Tante Idayu,"Ibunda sehat kan Tante?"
Tante Idayu berkaca2,"Dia terus menangis.Melamunkanmu sepanjang hari.Dia tak bisa tidur.Dia selalu gelisah.Kembalilah Pangeran ..."
Aku miris mendengarnya,"Pasti saya akan kembali Tante.Tapi..."
Aku melihat Paman Ramzi di kejauhan,"Tante saya harus pergi dulu...jangan bilang Paman Ramzi kalau Tante bertemu dengan saya.Oke?Oh ya salam buat Ibunda saya."
^]^]^ KUHARAP KAU KAN KEMBALI PADAKU...
Tante mengangguk,"Pergilah.Rahasiamu aman.Oh ya ...salam buat Nak Ika ya..."
Aku segera pergi menyelinap menghindari Paman Ramzi.Aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Ika dulu baru aku akhiri petualanganku.Kembali ke Brunei.
^%^%^ AKU PUN TAKUT CINTAMU KINI DIAMBIL ORANG....( Ramzi pov )
Pada kemana sih orang2?Putri Syuhada ngilang lagi.Tadi aku lihat orang mirip Putra Mahkota.Sayang aku malah diajak pergi sama Asisten Zul ke arah lain.Berada di kerumunan orang banyak gini bikin kepalaku pusing.Mana Pangeran belum ketemu lagi.Aduh alamat bakal kena penaltu nih dari Yang Mulia Sultan.Aku sih ga takut hukuman tapi keluargaku gimana?Pangeran juga sih pakai acara kabur segala.Aku lihat teman Permaisuri,"Nyonya ...apa mendapat petunjuk?"
Beliau menggeleng tapi raut wajahnya nampak cerah,"Kita pulang saja.Syuhada mana?"
Putri Syuhada mendekat bersama Asisten Zul,"Kita kembali ke hotel?"
Kami lalu kembali ke hotel.Wajah mereka juga nampak ceria.Aneh.Ada apa ya?
^\^\^ CINTAKU TULUS,SETULUS HATIMU... ( Benigno pov )
Aku bergegas mengejar Ika,ia ada di kamarnya.Aku mengetuk pintunya,"Ka!Aku mohon dengerin penjelasanku.Let me explain ok?Please..."
Kakek Hendro heran melihatku,"Ada apa dengan kalian?Ika datang langsung masuk kamar.Kalian bertengkar?"
Aku hendak menjawab kala pintu kamar Ika terbuka,"Tidak apa2 Kakek.Ika hanya badmood biasa sindrom wanita he..he.."
Kakek manggut2,"Ya wis...kalau ga ada apa2..."
Aku mengikuti Ika ke arah dapur,"Ka,aku minta maaf menyembunyikan siapa aku ke kamu...tapi aku hanya ingin merasakan jadi orang awam itu saja...aku ga ada niat untuk menyakiti siapapun...apalagi kamu Ka."
Ika memandangku lekat2,mencari ketulusan di mataku.Bidadariku kumohon jangan marah padaku,aku sedih jadinya.
^|^|^ TERLALU SAKIT KURASA CINTAKU TANPAMU...( IKA POV )
Kenapa rasanya sakit begini hatiku ya?Kebenaran soal siapa Ben seakan merenggut kegembiraanku jalan2 di bazaar.Aku mulai menginterogasi dia,"Benar kau bangsawan Brunei ?" ^¡^¡^ TERLALU SEDIH KURASA SAYANGKU TANPAMU...
Iapun mulai cerita,"Nama asliku Benigno Razi.Aku anak sulung di keluargaku."
Razi?Itukan nama Sultan Brunei?Aku mengatupkan tanganku di mulutku,"Kau Putra Pertama Sultan Razi di Brunei?"
Ben mengangguk,"Ya...kau benar.Sekarang kau bisa bayangkan bagaimana aku menjalani hari2ku...penuh protokol,pengamanan,dan semua sudah diatur dalam hidupku...semua sudah teragendakan."
Kudengar nada sedih di ucapannya,ia duduk dengan wajah tertunduk.Aku jadi heran,dia lahir dengan segala kemewahan hidup.Sebuah gelar kebangsawanan dia sandang tapi aku tak melihat bahagia di sana.Bukankah harusnya ia bahagia dengan segala keberuntungan itu?Kenapa malah sedih? Akankah Ben akan mengutarakan isi hatinya pada Ika?***see you next eps***
Eps 19 BENANG BIRU : Bold ( part 1 )
↓•↓• CERPEN KE-39 : ALIT PRIHATINO
Badanku memang kecil,ga gagah.Kurus lagi.Seperti orang kekurangan makan.Memprihatinkan.Pas memang aku dinamai Alit Prihatino.Alit itu artinya kecil.Kata ibuku waktu aku lahir badanku kecil banget.Berat cuma 2,4 kg.Udah gitu kondisi pas aku lahir sangat memprihatinkan alias penuh kesusahan.Ayahku diphk,kemalangan silih berganti datang.Ibu sampai sedih banget kata nenekku.Akhirnya aku diberi nama belakang Prihatino.Alias diharapkan aku tabah kelak.Alamat punya nasib jelek nih,kata teman2ku.Aku sering diledekin di sekolah,"Cungkring!!Kurus kering!Manusia melas!"
Bahkan kalau ada acara dana sosial gitu aku pasti jadi bahan ledekan,"Prihatino sekalian tuh disumbang biar ga prihatin terus hidupnya ha..ha..."
Aku hanya bisa diam,emang kondisi keluargaku ga punya alias miskin terus gimana?Protes sama Yang Diatas?Aku sering minder karena namaku.Jika namaku disebut pasti seisi kelas ketawa,"Prihatin terus sampai tua ha..ha..!!"
Aku sampai malas dolan,hari2ku kuhabiskan buat menggembalakan kambing punya tetangga aku.Aku anak terakhir tapi anak paling ga dibanggakan.Kakakku2 semua gagah2 badannya.Aku punya 7 kakak laki2.Ada yang jadi kuli bangunan,buruh tani,tapi kebanyakan merantau ke Jakarta.Kasihan ayah dan ibu,ditinggal begitu saja tanpa dikirimi apa2.Kasih kabar saja ga mereka.Mereka lelah hidup miskin.Kebanyakan mereka menyalahkan ayah dan ibu karena punya anak banyak.Apalagi setelah aku lahir,aku sering sakit2an dan menghabiskan uang saja kata mereka.Anak ngrepoti gitu aku dimata mereka.Mereka sebel kalau disuruh jaga aku.Kebanyakan milih dolan sama temannya daripada main sama aku.Aku bahkan pernah dengar beberapa kakakku bilang malu punya adik kayak aku.Biang sakit,jelek lagi dan katanya bawa apes.Aku menahan pedih hatiku dengan menyingkir menggembalakan kambing domba milik tetanggaku.Aku betah sendirian bersama binatang2 itu di tegalan atau di dekat lapangan.Aku sering menengadah ke langit,'Tuhan,apa aku ini produk gagal-Mu?Apa aku ini memang ditakdirkan hidup susah,prihatin dan selamanya jadi wong kecil.Wong alit?'
Aku tak mendapat jawaban.Apa aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang ya?Weleh...emang Ebiet.Aku diam saja saat temen2ku lewat dan meledekku,"Dijaga tuh kambing dombanya Alit!!Jangan sampai kurus kayak kamu ha..ha..!!"
Aku pandangi kambing domba yang cuma tiga ekor itu,"Mereka gemuk kok!Kan aku carikan tempat yang banyak rumputnya!"
Mereka pergi dengan tawa menghias wajah mereka.Aku sedih sekali.Akhirnya aku malah jadi suka bikin lagu.Siapa tahu aja ada yang mau nyanyiin laguku he..he..Melas nian!Aku juga belajar gitar selama jaga kambing domba.Kian lama kambing dombanya jadi banyak.Mereka terawat dengan baik.Karena ga ada biaya buat kuliah aku pilih masuk STM.Siapa tahu bisa buka usaha sendiri.Julukanku berubah kala masuk sekolah menengah itu,aku jadi 'Cah anggon'.Aku kesal sekali dijadikan bahan sindiran,akhirnya aku teriak2 di lapangan pas hujan turun dengan derasnya,"Tuhan!!Kalau Engkau memang menggariskan aku bernasib jelek kirim saja petirmu biar aku disambar!Aku lelah Tuhan hidup jadi bahan hinaan!Aku lelah!!"
Eh petir dan hujan seketika berhenti.Matahari tiba2 bersinar dengan cerahnya padahal tadi mendungnya gelap banget.Aku heran,"Kok malah panas kayak gini?"
Akupun pulang dengan basah kuyup,nenek sampai heran,"Kamu kehujanan ya Lit?Kamu itu jangan hujan2an nanti bisa sakit.Kasihan ayah ibumu yang merawat kamu.Nenek juga sedih kalau kamu sakit.Ayo mandi dulu.Habis itu makan."
Aku terharu mendengar ucapan nenek,"Nenek ga malu punya cucu kayak Alit?"
Nenek mengambilkan aku handuk,"Kenapa Nenek harus malu.Tuhan saja menciptakan kamu di dunia.Itu artinya kamu punya tujuan di dunia ini.Tuhan itu selalu merancang yang baik ga pernah yang buruk bagi kita.Jadi kamu jangan berpikiran yang buruk pada Dia.Jika kamu belum melihat rencana-Nya buat kamu,kamu harus percaya akan kebaikan-Nya dan terus melakukan kebaikan.Nanti yang baik akan datang mengejarmu."
Aku manggut2 dan sejak itu aku berubah.Dulu tiap bangun tidur aku benci lihat cermin,wajahku biasa saja pesek lagi hidungnya.Tapi kini aku berkata pada cermin itu,"Halo Alit yang disayang Tuhan...senyum dulu dong!Ingat kamu punya masa depan yang baik!Ingat itu!" Akupun ga mengaminkan setiap hal negatif tentang diriku.Bila ada yang menghina aku ga mengasihani diri sendiri,"Biar kurus gini tapi absenku bagus lho.Jarang sakit.Masuk terus!Iya nggak ?"
Aku menjadi orang yang percaya diri alias ga minderan lagi.Kusapa semua orang dengan ramah,"Pagi Pak Rt!Ada job anggon ga buat saya he..he..?"
Semua orang mulai menyukaiku bukan karena penampilanku yang keren tapi karena aku belajar selalu menabur kebaikan.Memberi bantuan tenaga atau apa saja bagi yang butuh bantuan.Tuhan memang baik,aku bisa lulus STM dan kerja di sebuah bengkel.Uang hasil kerja kuberikan pada ibu buat beli beras dan keperluan sehari2.Kasihan ibu,ayah kan sudah semakin tua.Mana kakak2ku dah ngurus rumah tangganya masing2.Cuma aku yang belum nikah.Lagian siapa juga yang mau sama aku he..he...Aku cuma berpikir,'Jika memang aku ditakdirkan menikah nanti bakal ketemu juga sama jodohku.Entah gimana caranya.Yang pasti aku percaya Tuhan akan memberi yang terbaik.'
Aku mau fokus merawat ayah dan ibu juga nenek.Namun aku kembali goyah kala nenek meninggal.Aku sedih banget.Ditambah bengkel tempat aku kerja mengalami kebakaran.Aku merasa sangat apes.Seakan kemalangan mengejarku.Aku kembali jadi gembala kambing.Saat sedang bawa kambing2 itu mencari rumput,ada temen sekolahku dulu lewat dan pamer kalau dia udah sukses.Bawa mobil,pakaian rapi dan bisa gandeng penyanyi di kampungku jadi pacar dia.Aku malah diejek sama dia,"Lha namamu Prihatin makanya ya susah terus hidupmu Li!Emang dah nasib kamu jadi wong cilik terus ha..ha..!!"
Aku menghela nafas dengan sedih,ngalamun malah.Sampai ga merhatike kalau ada motor lewat.Motornya bingung mau menghindari aku,aku bingung mau nyelametin kambing gembalaanku.Akhirnya malah babak semua.Apa emang nasibku apes tenan ya? Anehnya orang yang di boncengan malah berterima kasih sama aku,dia mendekatiku dan malah minta tolong sama aku,"Mas !Tolong saya orang yang bonceng saya itu kayaknya orang jahat.Dia bilang mau bantu saya nyari bengkel malah bawa saya ke sini.Kenceng lagi bawa motornya.Mobil saya di sana."
Aku lihat yang bawa motor itu langsung kabur lihat wanita yang dia bonceng minta tolong sama aku,"Tolongin saya Mas dari dia!!"
Aku segera menuju mobil wanita itu,dia cantik nian.Untung dia gpp.Aku malah yang agak terseok2 karena disempret tadi.Kambing2 kukembalikan dulu ke tetanggaku.Untung kambingnya gpp.Bayaran kalau kenapa2.Dengan pengalaman pernah kerja di bengkel aku berhasil memperbaiki mobil wanita itu.Dia mengeluarkan dompetnya,"Ini buat Mas."
Aku menolak,"Ga usah Neng.Makasih.Neng emang mau kemana sampai lewat sini?"
Dia jawab,"Saya mau ke Peternakan Bina Karya.Disini sinyalnya ga ada.Mas tahu arah ke sana ga?Masih jauh ga ya dari sini?"
Aku jelas tahu itu peternakan terkenal,tetanggaku kan kerja di sana.Makanya dia bisa punya kambing domba juga.Katanya Bossnya baik.Aku segera ikut dia nunjukin jalan.Dia yang pegang setir.Aku bisa sih nyetir tapi ga mobil sebagus ini.Kamipun kenalan,"Nama saya Alit.Neng lurus saja ikuti jalan ini.Nanti ada perempatan ambil kanan.Terus nanti lewati jembatan kecil sampai 5 kali terus ada pertigaan ambil kiri dah situ deh."
Dia pusing denger petunjukku,"Nama saya Dewi.Untung ada Mas,kalau nggak udah ga tahu saya gimana tadi.Makasih ya Mas."
Dia ayu kayak namanya Dewi.Seperti dewi turun dari kahyangan.Akhirnya kami sampai di peternakan,kulihat seorang pria setengah baya menyambutnya,"Syukurlah kamu gpp sayang..."
Aku dengar Dewi memanggil pria itu dengan sebutan ayah.Aku segera mohon diri,"Permisi ya Neng.Pak..."
Aku lihat tetanggaku muncul,kaget dia lihat aku,"Alit?Kamu kok disini?Kakimu kenapa?"
Aku mesem,"Gpp Pakdhe.Cuma keseleo dikit.Diurut juga baikan."
Eh malah tetanggaku itu disuruh ngantar aku pulang sama Ayahnya Dewi,"Kamu pulang saja Jo,sekalian antar anak muda itu pulang.Kalian kenal ya?"
Padhe Tarjo,tetanggaku itu jawab,"Iya Gan.Dia ini tetangga saya."
Aku akhirnya pulang sama tetanggaku,nebeng motor dia.Dewi kembali berterima kasih padaku sebelum aku pergi,"Makasih ya Mas..."
Aku ga sangka kalau Dewi itu putrinya pemilik peternakan.Tetanggaku heran aku bisa kenal putri majikannya,"Aku ketemu di jalan Pakdhe waktu anggon kambingnya Pakdhe."
Aku dipijiti sama ibu sesampainya dirumah,"Baru gemukan dikit aja udah babak gini kamu Lit...lain kali hati2 di jalan..."
Aku meringis-ringis gitu,"Iya Bu..."
Keesokan harinya aku kaget kala tetanggaku datang bersama Dewi,bawa barang2 gitu,ucapan terima kasih gitu.Bahkan aku ditawari kerja di peternakan Bina Karya.Ya jelas aku mau.Daripada nganggur.Akupun kerja di sana.Ngurus sapi dan kambing di sana.Kalau istirahat aku gitaran nyanyi.Dewi rupanya bantu ngurus bisnis ayahnya.Aku malah jadi akrab sama dia.Walau begitu aku ga berani punya harapan tinggi,who am I?Kalau gundah gulana mikirin dia aku buat lagu.Aku buat band gitu di kampung he..he..walau vokalisnya bukan aku tapi aku seneng laguku dipakai.Aku pegang gitar.Pede aja lagi lagian aku ga melakukan hal yang buruk.Berkarya seni kan baik,lagu2ku juga berisi nilai2 kehidupan yang baik.Karena anggota bandnya badannya kurus2 semua akhirnya dinamai Querus Band.Ga sangka ayahnya Dewi mau mendanai band kami.Kata Dewi,paman dia produser rekaman.Bandku mulai merambah dunia radio.Seneng juga masyarakat suka.Banyak yang request.Aku malah jadi fokus manggung.Kalau ga ada job,aku ke peternakan ngurus kambing dan sapi gitu.Aku ga malu.Malah punya alasan deket sama Dewi.Hingga aku pernah ditanya pas diwawancara di sebuah tv lokal soal lagu ciptaanku yang booming.Aku jawab inspirasinya dari kisah nyata aku,bahwa memang ada yang kusuka cuma aku ga pede bilang perasaanku gitu.Makanya kutuang dalam lagu.Eh malah booming.Padahal dapat syairnya sambil ngurus binatang2 di peternakan.Wah aku diledekin sama temen2 bandku,"Aku tahu siapa itu he..he.."
Aku jadi sukses meski wajah ga seganteng artis tapi laguku melejit di pasaran.Hingga Dewi bertanya padaku,"Lagu itu buat siapa sih Mas?Beruntung banget cewek yang Mas buatin lagu."
Aku kaget denger dia ngomong gitu,"Beruntung?"
Dia langsung salting,"Iya mas kan orangnya baik.Sayang sama orang tua.Suka menolong.Apa adanya juga.Siapa sih gadis yang mas maksud lewat lagu itu?"
Aku memberanikan diri mengungkapkan perasaanku,'Kalau ditolak aku akan legowo.Lagian aku sadar aku ini wajah pas2an,ntar aku akan bikin lagu broken heart kalau emang aku ditolak.Dah ga kaget lagi ditolak orang...sejak kecil dah biasa dihina...'
Kuraih jemari Dewi dan kunyanyikan reff lagu itu,"....jadilah pengantinku...aku takut kehilanganmu...karena aku takut kehilanganmu..."
Dewi tersenyum padaku,dan memelukku,"Aku sudah lama nunggu mas...bilang kayak gini..." What???Dia nunggu aku.Orang kayak aku.Ayahnya muncul demikian juga pamannya.Juga teman2 bandku dan tetanggaku.Wah kami disoraki dan diberi ucapan selamat.Ayahnya restu dapat aku.Wow!!Aku ga sangka dapat bidadari.Ibu dan ayahku sampai heran kala kukenalkan Dewi ke mereka,"Ya ampun Lit...calonmu cantik tenan.Byuh..byuh..."
Kakak2ku aja heran apalagi pernikahanku megah,ayah dan ibu bangga gitu punya besan orang kaya.Weleh...aku mah dah mapan.Semua karena aku menolak nasib jelek yang disandang di namaku.Ketika anak pertamaku lahir aku beri dia nama yang baik,Agung Sentosa.Harapanku dia akan menjadi orang besar dan hidup sentosa.Nama boleh ga oke tapi nasib tetap oke dong!
***The End***
Badanku memang kecil,ga gagah.Kurus lagi.Seperti orang kekurangan makan.Memprihatinkan.Pas memang aku dinamai Alit Prihatino.Alit itu artinya kecil.Kata ibuku waktu aku lahir badanku kecil banget.Berat cuma 2,4 kg.Udah gitu kondisi pas aku lahir sangat memprihatinkan alias penuh kesusahan.Ayahku diphk,kemalangan silih berganti datang.Ibu sampai sedih banget kata nenekku.Akhirnya aku diberi nama belakang Prihatino.Alias diharapkan aku tabah kelak.Alamat punya nasib jelek nih,kata teman2ku.Aku sering diledekin di sekolah,"Cungkring!!Kurus kering!Manusia melas!"
Bahkan kalau ada acara dana sosial gitu aku pasti jadi bahan ledekan,"Prihatino sekalian tuh disumbang biar ga prihatin terus hidupnya ha..ha..."
Aku hanya bisa diam,emang kondisi keluargaku ga punya alias miskin terus gimana?Protes sama Yang Diatas?Aku sering minder karena namaku.Jika namaku disebut pasti seisi kelas ketawa,"Prihatin terus sampai tua ha..ha..!!"
Aku sampai malas dolan,hari2ku kuhabiskan buat menggembalakan kambing punya tetangga aku.Aku anak terakhir tapi anak paling ga dibanggakan.Kakakku2 semua gagah2 badannya.Aku punya 7 kakak laki2.Ada yang jadi kuli bangunan,buruh tani,tapi kebanyakan merantau ke Jakarta.Kasihan ayah dan ibu,ditinggal begitu saja tanpa dikirimi apa2.Kasih kabar saja ga mereka.Mereka lelah hidup miskin.Kebanyakan mereka menyalahkan ayah dan ibu karena punya anak banyak.Apalagi setelah aku lahir,aku sering sakit2an dan menghabiskan uang saja kata mereka.Anak ngrepoti gitu aku dimata mereka.Mereka sebel kalau disuruh jaga aku.Kebanyakan milih dolan sama temannya daripada main sama aku.Aku bahkan pernah dengar beberapa kakakku bilang malu punya adik kayak aku.Biang sakit,jelek lagi dan katanya bawa apes.Aku menahan pedih hatiku dengan menyingkir menggembalakan kambing domba milik tetanggaku.Aku betah sendirian bersama binatang2 itu di tegalan atau di dekat lapangan.Aku sering menengadah ke langit,'Tuhan,apa aku ini produk gagal-Mu?Apa aku ini memang ditakdirkan hidup susah,prihatin dan selamanya jadi wong kecil.Wong alit?'
Aku tak mendapat jawaban.Apa aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang ya?Weleh...emang Ebiet.Aku diam saja saat temen2ku lewat dan meledekku,"Dijaga tuh kambing dombanya Alit!!Jangan sampai kurus kayak kamu ha..ha..!!"
Aku pandangi kambing domba yang cuma tiga ekor itu,"Mereka gemuk kok!Kan aku carikan tempat yang banyak rumputnya!"
Mereka pergi dengan tawa menghias wajah mereka.Aku sedih sekali.Akhirnya aku malah jadi suka bikin lagu.Siapa tahu aja ada yang mau nyanyiin laguku he..he..Melas nian!Aku juga belajar gitar selama jaga kambing domba.Kian lama kambing dombanya jadi banyak.Mereka terawat dengan baik.Karena ga ada biaya buat kuliah aku pilih masuk STM.Siapa tahu bisa buka usaha sendiri.Julukanku berubah kala masuk sekolah menengah itu,aku jadi 'Cah anggon'.Aku kesal sekali dijadikan bahan sindiran,akhirnya aku teriak2 di lapangan pas hujan turun dengan derasnya,"Tuhan!!Kalau Engkau memang menggariskan aku bernasib jelek kirim saja petirmu biar aku disambar!Aku lelah Tuhan hidup jadi bahan hinaan!Aku lelah!!"
Eh petir dan hujan seketika berhenti.Matahari tiba2 bersinar dengan cerahnya padahal tadi mendungnya gelap banget.Aku heran,"Kok malah panas kayak gini?"
Akupun pulang dengan basah kuyup,nenek sampai heran,"Kamu kehujanan ya Lit?Kamu itu jangan hujan2an nanti bisa sakit.Kasihan ayah ibumu yang merawat kamu.Nenek juga sedih kalau kamu sakit.Ayo mandi dulu.Habis itu makan."
Aku terharu mendengar ucapan nenek,"Nenek ga malu punya cucu kayak Alit?"
Nenek mengambilkan aku handuk,"Kenapa Nenek harus malu.Tuhan saja menciptakan kamu di dunia.Itu artinya kamu punya tujuan di dunia ini.Tuhan itu selalu merancang yang baik ga pernah yang buruk bagi kita.Jadi kamu jangan berpikiran yang buruk pada Dia.Jika kamu belum melihat rencana-Nya buat kamu,kamu harus percaya akan kebaikan-Nya dan terus melakukan kebaikan.Nanti yang baik akan datang mengejarmu."
Aku manggut2 dan sejak itu aku berubah.Dulu tiap bangun tidur aku benci lihat cermin,wajahku biasa saja pesek lagi hidungnya.Tapi kini aku berkata pada cermin itu,"Halo Alit yang disayang Tuhan...senyum dulu dong!Ingat kamu punya masa depan yang baik!Ingat itu!" Akupun ga mengaminkan setiap hal negatif tentang diriku.Bila ada yang menghina aku ga mengasihani diri sendiri,"Biar kurus gini tapi absenku bagus lho.Jarang sakit.Masuk terus!Iya nggak ?"
Aku menjadi orang yang percaya diri alias ga minderan lagi.Kusapa semua orang dengan ramah,"Pagi Pak Rt!Ada job anggon ga buat saya he..he..?"
Semua orang mulai menyukaiku bukan karena penampilanku yang keren tapi karena aku belajar selalu menabur kebaikan.Memberi bantuan tenaga atau apa saja bagi yang butuh bantuan.Tuhan memang baik,aku bisa lulus STM dan kerja di sebuah bengkel.Uang hasil kerja kuberikan pada ibu buat beli beras dan keperluan sehari2.Kasihan ibu,ayah kan sudah semakin tua.Mana kakak2ku dah ngurus rumah tangganya masing2.Cuma aku yang belum nikah.Lagian siapa juga yang mau sama aku he..he...Aku cuma berpikir,'Jika memang aku ditakdirkan menikah nanti bakal ketemu juga sama jodohku.Entah gimana caranya.Yang pasti aku percaya Tuhan akan memberi yang terbaik.'
Aku mau fokus merawat ayah dan ibu juga nenek.Namun aku kembali goyah kala nenek meninggal.Aku sedih banget.Ditambah bengkel tempat aku kerja mengalami kebakaran.Aku merasa sangat apes.Seakan kemalangan mengejarku.Aku kembali jadi gembala kambing.Saat sedang bawa kambing2 itu mencari rumput,ada temen sekolahku dulu lewat dan pamer kalau dia udah sukses.Bawa mobil,pakaian rapi dan bisa gandeng penyanyi di kampungku jadi pacar dia.Aku malah diejek sama dia,"Lha namamu Prihatin makanya ya susah terus hidupmu Li!Emang dah nasib kamu jadi wong cilik terus ha..ha..!!"
Aku menghela nafas dengan sedih,ngalamun malah.Sampai ga merhatike kalau ada motor lewat.Motornya bingung mau menghindari aku,aku bingung mau nyelametin kambing gembalaanku.Akhirnya malah babak semua.Apa emang nasibku apes tenan ya? Anehnya orang yang di boncengan malah berterima kasih sama aku,dia mendekatiku dan malah minta tolong sama aku,"Mas !Tolong saya orang yang bonceng saya itu kayaknya orang jahat.Dia bilang mau bantu saya nyari bengkel malah bawa saya ke sini.Kenceng lagi bawa motornya.Mobil saya di sana."
Aku lihat yang bawa motor itu langsung kabur lihat wanita yang dia bonceng minta tolong sama aku,"Tolongin saya Mas dari dia!!"
Aku segera menuju mobil wanita itu,dia cantik nian.Untung dia gpp.Aku malah yang agak terseok2 karena disempret tadi.Kambing2 kukembalikan dulu ke tetanggaku.Untung kambingnya gpp.Bayaran kalau kenapa2.Dengan pengalaman pernah kerja di bengkel aku berhasil memperbaiki mobil wanita itu.Dia mengeluarkan dompetnya,"Ini buat Mas."
Aku menolak,"Ga usah Neng.Makasih.Neng emang mau kemana sampai lewat sini?"
Dia jawab,"Saya mau ke Peternakan Bina Karya.Disini sinyalnya ga ada.Mas tahu arah ke sana ga?Masih jauh ga ya dari sini?"
Aku jelas tahu itu peternakan terkenal,tetanggaku kan kerja di sana.Makanya dia bisa punya kambing domba juga.Katanya Bossnya baik.Aku segera ikut dia nunjukin jalan.Dia yang pegang setir.Aku bisa sih nyetir tapi ga mobil sebagus ini.Kamipun kenalan,"Nama saya Alit.Neng lurus saja ikuti jalan ini.Nanti ada perempatan ambil kanan.Terus nanti lewati jembatan kecil sampai 5 kali terus ada pertigaan ambil kiri dah situ deh."
Dia pusing denger petunjukku,"Nama saya Dewi.Untung ada Mas,kalau nggak udah ga tahu saya gimana tadi.Makasih ya Mas."
Dia ayu kayak namanya Dewi.Seperti dewi turun dari kahyangan.Akhirnya kami sampai di peternakan,kulihat seorang pria setengah baya menyambutnya,"Syukurlah kamu gpp sayang..."
Aku dengar Dewi memanggil pria itu dengan sebutan ayah.Aku segera mohon diri,"Permisi ya Neng.Pak..."
Aku lihat tetanggaku muncul,kaget dia lihat aku,"Alit?Kamu kok disini?Kakimu kenapa?"
Aku mesem,"Gpp Pakdhe.Cuma keseleo dikit.Diurut juga baikan."
Eh malah tetanggaku itu disuruh ngantar aku pulang sama Ayahnya Dewi,"Kamu pulang saja Jo,sekalian antar anak muda itu pulang.Kalian kenal ya?"
Padhe Tarjo,tetanggaku itu jawab,"Iya Gan.Dia ini tetangga saya."
Aku akhirnya pulang sama tetanggaku,nebeng motor dia.Dewi kembali berterima kasih padaku sebelum aku pergi,"Makasih ya Mas..."
Aku ga sangka kalau Dewi itu putrinya pemilik peternakan.Tetanggaku heran aku bisa kenal putri majikannya,"Aku ketemu di jalan Pakdhe waktu anggon kambingnya Pakdhe."
Aku dipijiti sama ibu sesampainya dirumah,"Baru gemukan dikit aja udah babak gini kamu Lit...lain kali hati2 di jalan..."
Aku meringis-ringis gitu,"Iya Bu..."
Keesokan harinya aku kaget kala tetanggaku datang bersama Dewi,bawa barang2 gitu,ucapan terima kasih gitu.Bahkan aku ditawari kerja di peternakan Bina Karya.Ya jelas aku mau.Daripada nganggur.Akupun kerja di sana.Ngurus sapi dan kambing di sana.Kalau istirahat aku gitaran nyanyi.Dewi rupanya bantu ngurus bisnis ayahnya.Aku malah jadi akrab sama dia.Walau begitu aku ga berani punya harapan tinggi,who am I?Kalau gundah gulana mikirin dia aku buat lagu.Aku buat band gitu di kampung he..he..walau vokalisnya bukan aku tapi aku seneng laguku dipakai.Aku pegang gitar.Pede aja lagi lagian aku ga melakukan hal yang buruk.Berkarya seni kan baik,lagu2ku juga berisi nilai2 kehidupan yang baik.Karena anggota bandnya badannya kurus2 semua akhirnya dinamai Querus Band.Ga sangka ayahnya Dewi mau mendanai band kami.Kata Dewi,paman dia produser rekaman.Bandku mulai merambah dunia radio.Seneng juga masyarakat suka.Banyak yang request.Aku malah jadi fokus manggung.Kalau ga ada job,aku ke peternakan ngurus kambing dan sapi gitu.Aku ga malu.Malah punya alasan deket sama Dewi.Hingga aku pernah ditanya pas diwawancara di sebuah tv lokal soal lagu ciptaanku yang booming.Aku jawab inspirasinya dari kisah nyata aku,bahwa memang ada yang kusuka cuma aku ga pede bilang perasaanku gitu.Makanya kutuang dalam lagu.Eh malah booming.Padahal dapat syairnya sambil ngurus binatang2 di peternakan.Wah aku diledekin sama temen2 bandku,"Aku tahu siapa itu he..he.."
Aku jadi sukses meski wajah ga seganteng artis tapi laguku melejit di pasaran.Hingga Dewi bertanya padaku,"Lagu itu buat siapa sih Mas?Beruntung banget cewek yang Mas buatin lagu."
Aku kaget denger dia ngomong gitu,"Beruntung?"
Dia langsung salting,"Iya mas kan orangnya baik.Sayang sama orang tua.Suka menolong.Apa adanya juga.Siapa sih gadis yang mas maksud lewat lagu itu?"
Aku memberanikan diri mengungkapkan perasaanku,'Kalau ditolak aku akan legowo.Lagian aku sadar aku ini wajah pas2an,ntar aku akan bikin lagu broken heart kalau emang aku ditolak.Dah ga kaget lagi ditolak orang...sejak kecil dah biasa dihina...'
Kuraih jemari Dewi dan kunyanyikan reff lagu itu,"....jadilah pengantinku...aku takut kehilanganmu...karena aku takut kehilanganmu..."
Dewi tersenyum padaku,dan memelukku,"Aku sudah lama nunggu mas...bilang kayak gini..." What???Dia nunggu aku.Orang kayak aku.Ayahnya muncul demikian juga pamannya.Juga teman2 bandku dan tetanggaku.Wah kami disoraki dan diberi ucapan selamat.Ayahnya restu dapat aku.Wow!!Aku ga sangka dapat bidadari.Ibu dan ayahku sampai heran kala kukenalkan Dewi ke mereka,"Ya ampun Lit...calonmu cantik tenan.Byuh..byuh..."
Kakak2ku aja heran apalagi pernikahanku megah,ayah dan ibu bangga gitu punya besan orang kaya.Weleh...aku mah dah mapan.Semua karena aku menolak nasib jelek yang disandang di namaku.Ketika anak pertamaku lahir aku beri dia nama yang baik,Agung Sentosa.Harapanku dia akan menjadi orang besar dan hidup sentosa.Nama boleh ga oke tapi nasib tetap oke dong!
***The End***
Eps 19 part 2 BENANG BIRU : Bold
♡+�BILA TAK ADA LAGI CINTAMU YANG INDAH UNTUKKU....( BENIGNO POV ) Akupun bercerita pada Ika bagaimana aku bosan dengan rutinitas hidupku di Kesultanan,"Memang semua serba ada tapi aku merasa seperti robot.Tanpa jiwa tanpa bisa punya kehendak bebas.Apakah menurutmu hidup seperti itu enak?"
Ika malah menerawang,"Kau masih punya ayah dan ibu.Pasti mereka bingung dan cemas mencarimu.Hidup tak selalu sesuai harapan kita tapi hidup bukan untuk disunguti tapi untuk disyukuri dan dijalani dengan sepenuh hati.Pasti Tuhan punya rencana yang indah sehingga kau ditempatkan di Brunei dan hidup dalam istana.Bukankah kita tak bisa memilih orang tua kita?"
Aku terdiam,dia bijaksana sekali.Aku jadi malu.Aku yang pernah mengenyam pendidikan di universitas terbaik di Asia kalah dalam hikmat dengan seorang wanita yang bahkan usianya lebih muda dariku.
♡×� HARUSNYA KAU TAHU BETAPA HIDUPKU SEPI TAK SEMPURNA...
Ika malah mendorongku untuk pulang,"Kau adalah calon raja,seharusnya lebih melihat keluar mengutamakan rakyatmu.Bayangkan jika rakyatmu tahu kau kabur dari istana karena kau ingin menikmati kebebasan walau cuma sesaat.Bayangkan reaksi media dan dampak bagi hubungan kedua negara.Pernah kau berpikir sejauh itu?"
Kembali aku terdiam.Dia benar,aku egosi sekali dan berpikiran sempit.Seperti anak kecil saja dan bukan seperti seorang pembesar.Ika mendekatiku,"Kasihan ayah ibumu.Apalagi ibumu.Beliau pasti sedih.Mengandungmu selama berbulan2 dan membesarkanmu selama bertahun2 lalu mendadak kau menghilang tanpa kabar.Bayangkan jika kau di posisi mereka.Apakah hatimu tidak akan hancur?"
Rasa sesal mulai menghinggapiku.
♡÷� BILA TAK ADA LAGI RASA SAYANGMU YANG TULUS UNTUKKU....
Aku merasa seperti anak yang tertangkap basah berbuat salah,"Sungguh tak ada niat untuk aku menghancurkan hati Ayahanda dan ibundaku.Aku tak pernah ingin mendukakan hati mereka.Aku hanya ingin sekali saja dalam hidupku aku merasakan benar2 hidup...hanya itu..."
Ika memandangku,"Hidupmu berharga Ben...kau itu punya tanggung jawab yang besar beda dengan orang kebanyakan.Ibarat ikan yang hidup di air,kau baru akan merasa hidup jika habitatmu benar.Tempatmu di istana.Kau seorang bangsawan dan seorang yang mendapat kepercayaan besar atas nasib sebuah bangsa.Kau harus kembali ke tempatmu.Pikirkan rakyatmu.Pikirkan negaramu.Tuhan sudah menyediakan semua yang Kaubutuhkan di sana.Kau tak perlu meragukan kebaikan-Nya.Jika Ia menempatkanmu di sebuah tempat maka Ia akan menyediakan segala sesuatu untuk kau bisa hidup di sana.Percaya itu!"
Aku memandang wajah jelita Ika dengan hati merana,"Aku ingin kau ada di sana Ka...di tempat dimana aku berada..."
♡=� HARUSNYA KAU TAHU BETAPA HIDUPKU SAKIT DAN KU TERLUKA....
Ika keheranan mendengar ucapanku,aku meraih jemarinya,"Aku sayang padamu Ka...aku merasa penuh merasa sempurna jika berada di dekatmu...jika bersamamu..."
Ika malah berdiri dan menjauhiku,"Kita berbeda Ben.Kita bagai bumi dan langit.Aku ini bukan bangsawan sepertimu..."
Aku meraih jemarinya lagi,"Tapi Ka...cinta tak memandang semua itu...aku tulus sayang padamu...hidupku hampa tanpa kau disampingku..."
�<♡ HINGGA AKU TERJATUH TERSIKSA BATINKU...( IKA POV )
Aku ga sangka Ben ternyata juga memiliki rasa terhadapku,hatiku bahagia walau aku sadar cinta kami mustahil.Ingin rasanya kukatakan hal yang sama padanya tapi aku tak mau menyiksa batinku dengan sebuah cinta tanpa masa depan.Aku pernah mempelajari seluk beluk kehidupan para bangsawan.Umumnya sama sangat protektif.Aku tak ingin menjadi beban apalagi batu sandungan bagi Ben untuk menjalankan kewajibannya,menjalankan tanggung jawabnya.Bukankah cinta itu rela berkorban?
♡>� SUDAH TAK SEMPURNA...
Sejak kecil hidupku sudah tak sempurna.Aku tak mengenal ayah ibuku.Kata kakek mereka sudah tiada semua.Beda dengan Ben...ayah ibunya masih ada semua.Ia punya rakyat juga.Sungguh aku akan merasa berdosa jika membuatnya melalaikan tanggung jawabnya.Dia harus kembali dan melupakanku.Rasa ini biarlah menjadi kenangan dan akan kusimpan dalam hatiku.Inilah yang terbaik.
♡{� RUSAKLAH HARAPANKU TERLALU KAU PERGI...
Aku lepaskan jemariku dari genggaman Ben,"Kau harus kembali...kau harus pergi...tempatmu bukan di sini Ben...maafkan aku bila ucapanku ini terkesan mengusirmu...tapi inilah yang terbaik...kembalilah sebelum keadaan tak bisa dikendalikan lagi...aku yakin sudah ada keluargamu yang menjemputmu bukan?"
Ben nampak kecewa,"Ibundaku menyusulku kemari...beliau menginap di hotel Natour Garuda..." Aku mengusap air mata di sudut mataku,"Besok kita ke sana.Kebetulan aku besok juga harus kerja.Ada rombongan turis yang butuh tour guide.Sudah malam sebaiknya kau tidur.Nikmatilah malam terakhirmu di sini.Selamat malam."
♡}� KINI TERBANG JAUH MENGHILANG...
Kutinggalkan Ben terpaku sendiri di dapur.Aku tahu ia ingin bicara banyak hal denganku tapi aku takut makin lama berada di dekatnya hatiku akan kian berat melepasnya.Aku harus membiarkan dia terbang.Dia adalah calon raja.Dia penerus tahta.Tugas besar dan mulia dibahunya.Besok semua akan kembali seperti semula.Ika yang seorang tour guide dan Ben yang seorang putra mahkota Brunei.Aku jatuh cinta dan patah hati sekaligus.Aku menemukan dan kehilangan cinta sekaligus. ♡[� ASMARA INI TELAH MENYAKITKANKU...
Aku mencari kakek,beliau tampak sudah pulas di bale2 kesayangannya.Kuselimuti,malam ini udara dingin.Suhu akhir2 ini dingin.Aku pandangi wajah kakek.Ika takkan meninggalkan kakek.Ika akan merawat kakek dengan baik.Ika janji.Ika sayang sama kakek.Sayang banget.Ika takkan mendukakan hati kakek.Ika tidak menyesal lahir di desa,hidup sederhana dan apa adanya.Bagi Ika itu semua adalah karunia dan nikmat luar biasa.Walau tak semua keinginan Ika terpenuhi namun Ika yakin semua yang ada di hidup Ika adalah yang terbaik.Kakek akan selalu bersama Ika bukan?Ika juga akan menjaga kakek.Ika akan tetap semangat menjalani hidup ini demi kakek.
♡€�CINTA MENUSUK JANTUNGKU DAN MERUSAK HIDUPKU...OOH...( Emil pov )
Aku lega sekali melihat kak Syuhada baik2 saja.Ia terpana gitu melihat aku datang,"Emil?It's you?"
Aku jelas ga bilang kalau aku disuruh ayah mengikuti dia,"Ayah ingin aku menemani kakak.Biasa kakak kan kesayangan ayah."
Kak Syuhada malah tertawa,"Kamu itu kesayangan ayah.Selalu dipuji2 ayah.Anak paling nurutlah,pinterlah...apalah2.."
Masak sih?Perasaan aku ga pernah dengar ayah memujiku.Tapi aku juga bukan tipe orang gila hormat.Gila hormat hanya merusak hidup saja.Melihat kak Syuhada melirik Asisten Zul jelas aku menangkap memang diantara mereka ada sesuatu.
♡£� ASMARA KURANG APA KU PADAMU...
Aku juga memberi salam pada Permaisuri Cici.Beliau nampak kurang sehat.Pasti sedih hatinya.Aku heran juga apa yang bikin beliau seperti itu.Aku lalu bermaksud mencari Paman Ramzi untuk menanyakan hal itu tapi malah mergoki kakak sama Asisten Zul pegangan tangan dengan mesranya,"Kakak!!"
Mereka kaget dan salah tingkah,"Emil??"
Aku dekati mereka dengan curiga,"Kalian sedang apa?Apa kakak lupa kalau kakak sudah dijodohkan dengan Pangeran Benigno Razi?"
Kakak lalu mengajak aku bicara di kamarnya,"Emil,aku mau jujur padamu...sebenarnya aku kemari ke Indonesia ingin membicarakan masalah perjodohan itu dengan Putra Mahkota.Aku ingin membatalkannya...karena aku mencintai Zul."
Aku terpana mendengarnya sekaligus keheranan juga,"Kakak gila?Apa yang kurang dari Pangeran Benigno?"
♡¥� SAMPAI KAU TAK KENAL AKU HINGGA KU TERLUKA...
Kakak malah memandang keluar jendela,"Kau belum tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.Aku tahu Pangeran Benigno sangat sempurna.Bukan hanya fisik tapi juga kepribadiannya tapi aku tidak mencintainya ...kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama.Dia begitu sibuk dengan urusan kesultanan.Aku tak ingin hidup seperti sebuah boneka pajangan.Tanpa rasa tanpa hatiku terlibat di sana.Aku ingin hidup bersama dengan pria yang kucintai.Hanya itu..."
Kakak salah jika mengira aku tak mengerti apa itu cinta.Aku mengerti kak.Rasa sakit bila jauh dari orang yang kita sayang.Aku tahu kak...karena aku telah jatuh cinta juga... Apakah Emil akan mendukung kakaknya ?Bagaimana dengan Ben?Akan kembalikah Ben ke Brunei?***see you next eps***
Ika malah menerawang,"Kau masih punya ayah dan ibu.Pasti mereka bingung dan cemas mencarimu.Hidup tak selalu sesuai harapan kita tapi hidup bukan untuk disunguti tapi untuk disyukuri dan dijalani dengan sepenuh hati.Pasti Tuhan punya rencana yang indah sehingga kau ditempatkan di Brunei dan hidup dalam istana.Bukankah kita tak bisa memilih orang tua kita?"
Aku terdiam,dia bijaksana sekali.Aku jadi malu.Aku yang pernah mengenyam pendidikan di universitas terbaik di Asia kalah dalam hikmat dengan seorang wanita yang bahkan usianya lebih muda dariku.
♡×� HARUSNYA KAU TAHU BETAPA HIDUPKU SEPI TAK SEMPURNA...
Ika malah mendorongku untuk pulang,"Kau adalah calon raja,seharusnya lebih melihat keluar mengutamakan rakyatmu.Bayangkan jika rakyatmu tahu kau kabur dari istana karena kau ingin menikmati kebebasan walau cuma sesaat.Bayangkan reaksi media dan dampak bagi hubungan kedua negara.Pernah kau berpikir sejauh itu?"
Kembali aku terdiam.Dia benar,aku egosi sekali dan berpikiran sempit.Seperti anak kecil saja dan bukan seperti seorang pembesar.Ika mendekatiku,"Kasihan ayah ibumu.Apalagi ibumu.Beliau pasti sedih.Mengandungmu selama berbulan2 dan membesarkanmu selama bertahun2 lalu mendadak kau menghilang tanpa kabar.Bayangkan jika kau di posisi mereka.Apakah hatimu tidak akan hancur?"
Rasa sesal mulai menghinggapiku.
♡÷� BILA TAK ADA LAGI RASA SAYANGMU YANG TULUS UNTUKKU....
Aku merasa seperti anak yang tertangkap basah berbuat salah,"Sungguh tak ada niat untuk aku menghancurkan hati Ayahanda dan ibundaku.Aku tak pernah ingin mendukakan hati mereka.Aku hanya ingin sekali saja dalam hidupku aku merasakan benar2 hidup...hanya itu..."
Ika memandangku,"Hidupmu berharga Ben...kau itu punya tanggung jawab yang besar beda dengan orang kebanyakan.Ibarat ikan yang hidup di air,kau baru akan merasa hidup jika habitatmu benar.Tempatmu di istana.Kau seorang bangsawan dan seorang yang mendapat kepercayaan besar atas nasib sebuah bangsa.Kau harus kembali ke tempatmu.Pikirkan rakyatmu.Pikirkan negaramu.Tuhan sudah menyediakan semua yang Kaubutuhkan di sana.Kau tak perlu meragukan kebaikan-Nya.Jika Ia menempatkanmu di sebuah tempat maka Ia akan menyediakan segala sesuatu untuk kau bisa hidup di sana.Percaya itu!"
Aku memandang wajah jelita Ika dengan hati merana,"Aku ingin kau ada di sana Ka...di tempat dimana aku berada..."
♡=� HARUSNYA KAU TAHU BETAPA HIDUPKU SAKIT DAN KU TERLUKA....
Ika keheranan mendengar ucapanku,aku meraih jemarinya,"Aku sayang padamu Ka...aku merasa penuh merasa sempurna jika berada di dekatmu...jika bersamamu..."
Ika malah berdiri dan menjauhiku,"Kita berbeda Ben.Kita bagai bumi dan langit.Aku ini bukan bangsawan sepertimu..."
Aku meraih jemarinya lagi,"Tapi Ka...cinta tak memandang semua itu...aku tulus sayang padamu...hidupku hampa tanpa kau disampingku..."
�<♡ HINGGA AKU TERJATUH TERSIKSA BATINKU...( IKA POV )
Aku ga sangka Ben ternyata juga memiliki rasa terhadapku,hatiku bahagia walau aku sadar cinta kami mustahil.Ingin rasanya kukatakan hal yang sama padanya tapi aku tak mau menyiksa batinku dengan sebuah cinta tanpa masa depan.Aku pernah mempelajari seluk beluk kehidupan para bangsawan.Umumnya sama sangat protektif.Aku tak ingin menjadi beban apalagi batu sandungan bagi Ben untuk menjalankan kewajibannya,menjalankan tanggung jawabnya.Bukankah cinta itu rela berkorban?
♡>� SUDAH TAK SEMPURNA...
Sejak kecil hidupku sudah tak sempurna.Aku tak mengenal ayah ibuku.Kata kakek mereka sudah tiada semua.Beda dengan Ben...ayah ibunya masih ada semua.Ia punya rakyat juga.Sungguh aku akan merasa berdosa jika membuatnya melalaikan tanggung jawabnya.Dia harus kembali dan melupakanku.Rasa ini biarlah menjadi kenangan dan akan kusimpan dalam hatiku.Inilah yang terbaik.
♡{� RUSAKLAH HARAPANKU TERLALU KAU PERGI...
Aku lepaskan jemariku dari genggaman Ben,"Kau harus kembali...kau harus pergi...tempatmu bukan di sini Ben...maafkan aku bila ucapanku ini terkesan mengusirmu...tapi inilah yang terbaik...kembalilah sebelum keadaan tak bisa dikendalikan lagi...aku yakin sudah ada keluargamu yang menjemputmu bukan?"
Ben nampak kecewa,"Ibundaku menyusulku kemari...beliau menginap di hotel Natour Garuda..." Aku mengusap air mata di sudut mataku,"Besok kita ke sana.Kebetulan aku besok juga harus kerja.Ada rombongan turis yang butuh tour guide.Sudah malam sebaiknya kau tidur.Nikmatilah malam terakhirmu di sini.Selamat malam."
♡}� KINI TERBANG JAUH MENGHILANG...
Kutinggalkan Ben terpaku sendiri di dapur.Aku tahu ia ingin bicara banyak hal denganku tapi aku takut makin lama berada di dekatnya hatiku akan kian berat melepasnya.Aku harus membiarkan dia terbang.Dia adalah calon raja.Dia penerus tahta.Tugas besar dan mulia dibahunya.Besok semua akan kembali seperti semula.Ika yang seorang tour guide dan Ben yang seorang putra mahkota Brunei.Aku jatuh cinta dan patah hati sekaligus.Aku menemukan dan kehilangan cinta sekaligus. ♡[� ASMARA INI TELAH MENYAKITKANKU...
Aku mencari kakek,beliau tampak sudah pulas di bale2 kesayangannya.Kuselimuti,malam ini udara dingin.Suhu akhir2 ini dingin.Aku pandangi wajah kakek.Ika takkan meninggalkan kakek.Ika akan merawat kakek dengan baik.Ika janji.Ika sayang sama kakek.Sayang banget.Ika takkan mendukakan hati kakek.Ika tidak menyesal lahir di desa,hidup sederhana dan apa adanya.Bagi Ika itu semua adalah karunia dan nikmat luar biasa.Walau tak semua keinginan Ika terpenuhi namun Ika yakin semua yang ada di hidup Ika adalah yang terbaik.Kakek akan selalu bersama Ika bukan?Ika juga akan menjaga kakek.Ika akan tetap semangat menjalani hidup ini demi kakek.
♡€�CINTA MENUSUK JANTUNGKU DAN MERUSAK HIDUPKU...OOH...( Emil pov )
Aku lega sekali melihat kak Syuhada baik2 saja.Ia terpana gitu melihat aku datang,"Emil?It's you?"
Aku jelas ga bilang kalau aku disuruh ayah mengikuti dia,"Ayah ingin aku menemani kakak.Biasa kakak kan kesayangan ayah."
Kak Syuhada malah tertawa,"Kamu itu kesayangan ayah.Selalu dipuji2 ayah.Anak paling nurutlah,pinterlah...apalah2.."
Masak sih?Perasaan aku ga pernah dengar ayah memujiku.Tapi aku juga bukan tipe orang gila hormat.Gila hormat hanya merusak hidup saja.Melihat kak Syuhada melirik Asisten Zul jelas aku menangkap memang diantara mereka ada sesuatu.
♡£� ASMARA KURANG APA KU PADAMU...
Aku juga memberi salam pada Permaisuri Cici.Beliau nampak kurang sehat.Pasti sedih hatinya.Aku heran juga apa yang bikin beliau seperti itu.Aku lalu bermaksud mencari Paman Ramzi untuk menanyakan hal itu tapi malah mergoki kakak sama Asisten Zul pegangan tangan dengan mesranya,"Kakak!!"
Mereka kaget dan salah tingkah,"Emil??"
Aku dekati mereka dengan curiga,"Kalian sedang apa?Apa kakak lupa kalau kakak sudah dijodohkan dengan Pangeran Benigno Razi?"
Kakak lalu mengajak aku bicara di kamarnya,"Emil,aku mau jujur padamu...sebenarnya aku kemari ke Indonesia ingin membicarakan masalah perjodohan itu dengan Putra Mahkota.Aku ingin membatalkannya...karena aku mencintai Zul."
Aku terpana mendengarnya sekaligus keheranan juga,"Kakak gila?Apa yang kurang dari Pangeran Benigno?"
♡¥� SAMPAI KAU TAK KENAL AKU HINGGA KU TERLUKA...
Kakak malah memandang keluar jendela,"Kau belum tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.Aku tahu Pangeran Benigno sangat sempurna.Bukan hanya fisik tapi juga kepribadiannya tapi aku tidak mencintainya ...kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama.Dia begitu sibuk dengan urusan kesultanan.Aku tak ingin hidup seperti sebuah boneka pajangan.Tanpa rasa tanpa hatiku terlibat di sana.Aku ingin hidup bersama dengan pria yang kucintai.Hanya itu..."
Kakak salah jika mengira aku tak mengerti apa itu cinta.Aku mengerti kak.Rasa sakit bila jauh dari orang yang kita sayang.Aku tahu kak...karena aku telah jatuh cinta juga... Apakah Emil akan mendukung kakaknya ?Bagaimana dengan Ben?Akan kembalikah Ben ke Brunei?***see you next eps***
Eps 20 BENANG BIRU : Great Conflict
↓←↓ Cerpen ke-40 : AMAT PERHITUNGAN
Hari ini hari Sabtu,hari membahagiakan karena aku gajian.Aku memang kerja di home industry.Di sebuah usaha perakitan tv.Mandorku memberikan gajiku,"Ini gajimu Mat.Perolehanmu paling banyak karena kamu kerjanya bagus.Masuk terus lagi.Juga ini uang penjualan tembaga.Sudah dibagi rata."
Aku menerima dengan senang.Temanku Midun menepuk bahuku,"Mat,aku nebeng motormu ya?" Aku mengiyakan,"Iya Dun.Tapi mampir dulu ya ke mall.Aku mau beli oleh2 buat anakku."
Dia setuju.Aku memang selalu membawakan oleh2 buat anakku di desa.Kemarin via telepon dia minta mainan truk dari kayu.Kasihan dia nangis terus karena ga dibelikan sama ibunya.Isteriku memang perhitungan orangnya.Sebenarnya memang baik sih semua dianggarkan tapi kalau menurutku dia itu sudah kelewatan.Lebih ke pelit. Aku susuri hypermart mencari makanan kecil buat anakku,Rian.Midun heran lihat aku beli aneka chiki dan snack lumayan banyak,"Mat,banyak amat?Kulakan ya buat warung di rumah ya?"
Aku mengambil satu bungkus permen kesukaan Rian,"Ga Dun.Ini buat anakku.Isteriku mah bisa kulakan sendiri.Dia nemu tempat kulakan yang murah disana.Pilih kulakan sendiri."
Midun heran,"Lha kenapa kamu beli segitu banyak?Kan anakmu bisa ambil dari warung ?"
Aku berjalan menuju kasir,"Kamu itu ga tahu isteriku Dun.Yeni itu orangnya perhitungan.Dah yuk kita ke lantai atas,aku mau cari mainan buat Rian."
Midun mengikutiku,"Perhitungan gimana?Masak sama anak sendiri hitungan juga sih?"
Aku ga bisa cerita banyak ke Midun.Bukan hanya karena aku ga mau menjelek2kan isteri sendiri tapi aku pingin nangis kalau cerita gimana pelitnya isteriku.Awalnya aku anggap dia punya bakat dagang gitu.Dengan modal 15 juta buka warung di rumah kami di desa.Uang itu hasil dia ngumpulin gajiku sebagai perakit tv.Dia patok aku harus bawa uang seperti standar dia tiap minggu kalau pulang,"Aku ga mau tahu pokoknya mas harus bawa uang sama kayak pas mas masih kerja di perakitan tv yang lama.Aku mau besarin warung kita mas.Biar bisa bersaing dengan warung sana itu.Aku mau bikin warung sana itu tutup.Maka aku akan semakin untung."
Untung2 terus yang dia pikir,zaman kan selalu berubah.Tempat kerjaku yang lama tutup.Tempat kerjaku yang sekarang jarang dapat orderan banyak.Masuk saja bisa dihitung.Mana jauh lagi dari rumah kakakku.Di kota aku tinggal dengan kakakku.Untung dia ga masalah nanggung makanku belum listrik yang aku pakai buat usaha reparasiku.Tapi aku tetep ngasih walau dikit.Kakak ngerti,"Seikhlas hati kamu aja Mat.Yang penting anak kamu.Sekarang dia makin kurus kelihatannya." Aku mengantar Midun ke rumahnya.Dia memang lumayan dekat denganku,namun aku masih menyimpan rahasia soal pelitnya isteriku dalam hatiku.Semua juga salahku,dulu aku menikahi Yeni bukan atas dasar cinta.Aku menikahinya sebagai pembuktian dan pelampiasan kekecewaanku pada mantanku,Ana.Dia ga mau membantah orang tuanya menikah dengan pilihan mereka.Katanya kami beda ras,dia Thionghoa.Ga bisa.Orang tuanya ga setuju.Aku patah hati dan bertemu dengan Yeni yang waktu itu kerja di counter hp.Melihat kulitnya yang putih bak orang Cina membuat aku ingat sama Ana.Ga lama setelah Ana menikah,aku juga menikahi Yeni.Biar draw.Aku tak mendengar lagi berita soal Ana.Hidupku kini hanya kerja cari uang dan uang.Semua biar isteriku senang.Aku pernah bawa uang sedikit,wajah isteriku langsung cemberut.Makan dan minum aja aku ga digubris.Rian juga dibiarkan ga terurus.Untung ada ibu mertuaku,dialah yang mengurus anakku setiap harinya.Yeni malah sibuk ngurusi tokonya sambil nonton tv.Pantas kakakku pernah nanya sama aku,"Isterimu itu apa di rumah kesehariannya juga cuma nonton tv to Mat?Masak dari pagi sampai sore di kamar terus?Keluar paling ke kamar mandi."
Waktu itu aku memang mengajak Yeni ke kota biasa lebaran.Aku juga dah negur Yeni,"Kamu ga bikinin aku makan Yen?Rian juga belum makan lho.Keluar gih bikin mie atau apa gitu?Masak sejak tadi nonton tv terus."
Yeni malah jawab,"Kan kakakmu masak tuh!Makan aja!Kalau ga suka keluar aja makan.Rian dah kenyang makan snack."
Iya snack pemberian kakakku,kakakku kalau beli snack buat anak2nya kan banyak sekalian.Aku ingat kala keluar kamar waktu itu lihat Rian makan snack pemberian kakakku dengan gembiranya malah minta lagi dan lagi.Kasihan kamu nak,padahal di kamar ada banyak snack tapi Yeni jatah ngasihnya.Makannya hanya boleh dikit2.Rian bahkan ga mau makan saking takutnya.Anakku badannya kurusan dibanding anak kakakku yang usianya hampir sama.Anak kakakku nampak sehat dan ceria.Iya ibunya ga pelit sih.Apalagi soal makan pasti dituruti.Mau kentang digorengin,mau bakso dibeliin,mau nasi goreng juga dibikinkan.Semua nampak terawat dan ceria.Beda dengan Rian.Aku pernah mergoki dia pas di desa.Dia ngelihatin snack yang dipajang di warung sambil menahan tangis.Ya ampun.Kutanya dia,"Rian mau snack itu?Ambil aja sayang."
Eh dia menggelengkan kepalanya,"Ga mau.Nanti dimarahi ibu.Itu buat dijual bukan buat Rian.Jatah Rian dah habis.Sehari hanya boleh ambil 2."
Kumarahi Yeni,"Kamu ini pelit amat sama anak sendiri sih Yen???!!Kasihan Rian!Cuma snack aja ga dikasih.Kebangetan!!"
Eh dia malah nyolot lebih galak,"Soal Rian di rumah itu urusanku Mas.Kamu itu cari duit aja.Jangan pusing soal Rian!Bawa duit aja cuma dikit kok anaknya dimanja!Kalau kamu ngasih banyak Rian juga kukasih banyak.Gitu!!"
Aku mengelus dada,apalagi kala lihat ibu mertuaku ambil minyak di warung milik isteriku,"Ibu ambil minyak ya?Bayar lho ya?Kalau ga Yeni hitung sebagai hutang!"
Ya ampun...sama ibunya sendiri aja hitungan gimana sama anaknya.Sejak itu aku kalau pulang pasti bawa snack buat Rian.Aku wanti2 sama Yeni,"Ini aku beliin buat Rian!Awas kalau kamu ambil buat kamu jual di warung.Ini buat Rian!Terserah mau dia habisin kapan aja."
Yeni malah mencibir,"Ga masalah asal uang yang dikasih ke aku sesuai standar yang kuminta."
Sejak itu aku jadi sering ribut sama Yeni.Rasanya berat sekali untuk pulang ke desa.Jika bukan karena Rian,ingin rasanya aku ga pulang.Aku nyaman di rumah kakak.Setiap hari kakak pasti merhatiin makanku.Pagi2 dah ada sarapan.Dikulkas selalu ada mie dan telor.Belum bahan2 lain.Dirumah di desa,makan aja nasinya ga boleh banyak2 harus gini gitu ngambilnya.Lauk kadang ga ada.Kata Yeni,"Ini namanya hemat Mas.Hemat pangkal kaya tahu ga?!"
Aku memacu motorku melewati hutan,untung ga hujan kalau hujan jalannya jelek berbahaya dilewati.Aku malah pernah hampir masuk jurang karena ngikutin seorang nenek.Kupikir dia itu pasti tahu jalan ternyata lelembut.Waduh...serem banget.Aku gembira karena bisa bawa mainan yang diminta Rian.Sampai rumah aku capek sekali.Berjam2 naik motor lewati hutan pula.Rian tumben ga kelihatan di depan?Biasanya kalau denger suara motorku dia akan keluar menyambutku dan berteriak kegirangan,"Bapak!!Bapak!!"
Yang keluar malah ibu mertuaku,"Nak Ahmat ...Rian panas.Gimana ini?"
Aku kaget kok Yeni ga ngebel aku anakku sakit?Aku segera menuju kamarku,Rian senang melihatku,"Bapak...Iyan...akit..."
Aku segera bersiap bawa ke dokter,"Yeni mana Bu?"
Ibu mertuaku bilang Yeni sejak tadi pergi kulakan.Aku segera bawa Rian ke dokter.Dokter menyarankan opname,"Kami harus melakukan test darah.Panasnya tinggi sekali.Saat ini sedang merebak Demam Berdarah.Tapi kami akan memastikan lebih lanjut dengan test darah."
Rian diinfus dan nangis terus.Aku hubungi Yeni,"Kamu dimana Yen?"
Yeni jawab,"Perjalanan ke rumah Mas.Habis kulakan.Mas dah sampai rumah ya?Bentar lagi aku sampai kok."
Aku marah2 ke Yeni,"Kenapa kamu ga bilang kalau Rian sakit ?Dia panas tinggi Yen!!Kamu lebih utamakan warung kamu itu daripada anak kita!!Keterlaluan kamu Yen!!"
Yeni malah jawab,"Cuma demam aja.Ntar juga turun habis minum obat.Tadi aku kulakan dulu baru mampir beli obat di apotik.Searah gitu lho mas.Ga usah emosi kenapa sih?Kan hemat bensin."
Aku heran dan marah plus cemas jadi satu.Kok ada ya ibu kandung model gini?Kasihan anakku.Akhirnya aku ga tahan lagi,"Denger ya Yen?!Rian sekarang di RS.Dokter bilang dia harus opname.Terserah kamu mau ke sini atau mau ngurus warung kesayanganmu itu aku dah ga peduli!!Aku cuma kasih tahu karena aku masih menghargai kamu sebagai ibu kandungnya!!"
Aku tutup hpku,aku marah sekali.Warung saja yang dipikirin sama Yeni.Aku berdoa pada Tuhan,"Jangan ambil putra hamba ya Tuhan.Aku mohon..."
Ibu mertuaku malah nangis,"Ibu sudah bilang sama Yeni kalau anaknya harus dibawa ke dokter...tapi dia bilang ga usah...katanya dokter terdekat mahal.Nunggu Nak Ahmat dulu katanya."
Aku hanya bisa diam.Hatiku sudah habis. Yang kupikirkan hanya Rian saja.Semoga ga kena DB.Rian masih belum TK.Masih senang bermain kasihan kalau dia sakit2an.
Akankah Rian selamat?◆◆◆bersambung◆◆◆ Maaf cerpennya nyambung.Soale dah pagi.Saya harus kerja.***see you in part 2***
Hari ini hari Sabtu,hari membahagiakan karena aku gajian.Aku memang kerja di home industry.Di sebuah usaha perakitan tv.Mandorku memberikan gajiku,"Ini gajimu Mat.Perolehanmu paling banyak karena kamu kerjanya bagus.Masuk terus lagi.Juga ini uang penjualan tembaga.Sudah dibagi rata."
Aku menerima dengan senang.Temanku Midun menepuk bahuku,"Mat,aku nebeng motormu ya?" Aku mengiyakan,"Iya Dun.Tapi mampir dulu ya ke mall.Aku mau beli oleh2 buat anakku."
Dia setuju.Aku memang selalu membawakan oleh2 buat anakku di desa.Kemarin via telepon dia minta mainan truk dari kayu.Kasihan dia nangis terus karena ga dibelikan sama ibunya.Isteriku memang perhitungan orangnya.Sebenarnya memang baik sih semua dianggarkan tapi kalau menurutku dia itu sudah kelewatan.Lebih ke pelit. Aku susuri hypermart mencari makanan kecil buat anakku,Rian.Midun heran lihat aku beli aneka chiki dan snack lumayan banyak,"Mat,banyak amat?Kulakan ya buat warung di rumah ya?"
Aku mengambil satu bungkus permen kesukaan Rian,"Ga Dun.Ini buat anakku.Isteriku mah bisa kulakan sendiri.Dia nemu tempat kulakan yang murah disana.Pilih kulakan sendiri."
Midun heran,"Lha kenapa kamu beli segitu banyak?Kan anakmu bisa ambil dari warung ?"
Aku berjalan menuju kasir,"Kamu itu ga tahu isteriku Dun.Yeni itu orangnya perhitungan.Dah yuk kita ke lantai atas,aku mau cari mainan buat Rian."
Midun mengikutiku,"Perhitungan gimana?Masak sama anak sendiri hitungan juga sih?"
Aku ga bisa cerita banyak ke Midun.Bukan hanya karena aku ga mau menjelek2kan isteri sendiri tapi aku pingin nangis kalau cerita gimana pelitnya isteriku.Awalnya aku anggap dia punya bakat dagang gitu.Dengan modal 15 juta buka warung di rumah kami di desa.Uang itu hasil dia ngumpulin gajiku sebagai perakit tv.Dia patok aku harus bawa uang seperti standar dia tiap minggu kalau pulang,"Aku ga mau tahu pokoknya mas harus bawa uang sama kayak pas mas masih kerja di perakitan tv yang lama.Aku mau besarin warung kita mas.Biar bisa bersaing dengan warung sana itu.Aku mau bikin warung sana itu tutup.Maka aku akan semakin untung."
Untung2 terus yang dia pikir,zaman kan selalu berubah.Tempat kerjaku yang lama tutup.Tempat kerjaku yang sekarang jarang dapat orderan banyak.Masuk saja bisa dihitung.Mana jauh lagi dari rumah kakakku.Di kota aku tinggal dengan kakakku.Untung dia ga masalah nanggung makanku belum listrik yang aku pakai buat usaha reparasiku.Tapi aku tetep ngasih walau dikit.Kakak ngerti,"Seikhlas hati kamu aja Mat.Yang penting anak kamu.Sekarang dia makin kurus kelihatannya." Aku mengantar Midun ke rumahnya.Dia memang lumayan dekat denganku,namun aku masih menyimpan rahasia soal pelitnya isteriku dalam hatiku.Semua juga salahku,dulu aku menikahi Yeni bukan atas dasar cinta.Aku menikahinya sebagai pembuktian dan pelampiasan kekecewaanku pada mantanku,Ana.Dia ga mau membantah orang tuanya menikah dengan pilihan mereka.Katanya kami beda ras,dia Thionghoa.Ga bisa.Orang tuanya ga setuju.Aku patah hati dan bertemu dengan Yeni yang waktu itu kerja di counter hp.Melihat kulitnya yang putih bak orang Cina membuat aku ingat sama Ana.Ga lama setelah Ana menikah,aku juga menikahi Yeni.Biar draw.Aku tak mendengar lagi berita soal Ana.Hidupku kini hanya kerja cari uang dan uang.Semua biar isteriku senang.Aku pernah bawa uang sedikit,wajah isteriku langsung cemberut.Makan dan minum aja aku ga digubris.Rian juga dibiarkan ga terurus.Untung ada ibu mertuaku,dialah yang mengurus anakku setiap harinya.Yeni malah sibuk ngurusi tokonya sambil nonton tv.Pantas kakakku pernah nanya sama aku,"Isterimu itu apa di rumah kesehariannya juga cuma nonton tv to Mat?Masak dari pagi sampai sore di kamar terus?Keluar paling ke kamar mandi."
Waktu itu aku memang mengajak Yeni ke kota biasa lebaran.Aku juga dah negur Yeni,"Kamu ga bikinin aku makan Yen?Rian juga belum makan lho.Keluar gih bikin mie atau apa gitu?Masak sejak tadi nonton tv terus."
Yeni malah jawab,"Kan kakakmu masak tuh!Makan aja!Kalau ga suka keluar aja makan.Rian dah kenyang makan snack."
Iya snack pemberian kakakku,kakakku kalau beli snack buat anak2nya kan banyak sekalian.Aku ingat kala keluar kamar waktu itu lihat Rian makan snack pemberian kakakku dengan gembiranya malah minta lagi dan lagi.Kasihan kamu nak,padahal di kamar ada banyak snack tapi Yeni jatah ngasihnya.Makannya hanya boleh dikit2.Rian bahkan ga mau makan saking takutnya.Anakku badannya kurusan dibanding anak kakakku yang usianya hampir sama.Anak kakakku nampak sehat dan ceria.Iya ibunya ga pelit sih.Apalagi soal makan pasti dituruti.Mau kentang digorengin,mau bakso dibeliin,mau nasi goreng juga dibikinkan.Semua nampak terawat dan ceria.Beda dengan Rian.Aku pernah mergoki dia pas di desa.Dia ngelihatin snack yang dipajang di warung sambil menahan tangis.Ya ampun.Kutanya dia,"Rian mau snack itu?Ambil aja sayang."
Eh dia menggelengkan kepalanya,"Ga mau.Nanti dimarahi ibu.Itu buat dijual bukan buat Rian.Jatah Rian dah habis.Sehari hanya boleh ambil 2."
Kumarahi Yeni,"Kamu ini pelit amat sama anak sendiri sih Yen???!!Kasihan Rian!Cuma snack aja ga dikasih.Kebangetan!!"
Eh dia malah nyolot lebih galak,"Soal Rian di rumah itu urusanku Mas.Kamu itu cari duit aja.Jangan pusing soal Rian!Bawa duit aja cuma dikit kok anaknya dimanja!Kalau kamu ngasih banyak Rian juga kukasih banyak.Gitu!!"
Aku mengelus dada,apalagi kala lihat ibu mertuaku ambil minyak di warung milik isteriku,"Ibu ambil minyak ya?Bayar lho ya?Kalau ga Yeni hitung sebagai hutang!"
Ya ampun...sama ibunya sendiri aja hitungan gimana sama anaknya.Sejak itu aku kalau pulang pasti bawa snack buat Rian.Aku wanti2 sama Yeni,"Ini aku beliin buat Rian!Awas kalau kamu ambil buat kamu jual di warung.Ini buat Rian!Terserah mau dia habisin kapan aja."
Yeni malah mencibir,"Ga masalah asal uang yang dikasih ke aku sesuai standar yang kuminta."
Sejak itu aku jadi sering ribut sama Yeni.Rasanya berat sekali untuk pulang ke desa.Jika bukan karena Rian,ingin rasanya aku ga pulang.Aku nyaman di rumah kakak.Setiap hari kakak pasti merhatiin makanku.Pagi2 dah ada sarapan.Dikulkas selalu ada mie dan telor.Belum bahan2 lain.Dirumah di desa,makan aja nasinya ga boleh banyak2 harus gini gitu ngambilnya.Lauk kadang ga ada.Kata Yeni,"Ini namanya hemat Mas.Hemat pangkal kaya tahu ga?!"
Aku memacu motorku melewati hutan,untung ga hujan kalau hujan jalannya jelek berbahaya dilewati.Aku malah pernah hampir masuk jurang karena ngikutin seorang nenek.Kupikir dia itu pasti tahu jalan ternyata lelembut.Waduh...serem banget.Aku gembira karena bisa bawa mainan yang diminta Rian.Sampai rumah aku capek sekali.Berjam2 naik motor lewati hutan pula.Rian tumben ga kelihatan di depan?Biasanya kalau denger suara motorku dia akan keluar menyambutku dan berteriak kegirangan,"Bapak!!Bapak!!"
Yang keluar malah ibu mertuaku,"Nak Ahmat ...Rian panas.Gimana ini?"
Aku kaget kok Yeni ga ngebel aku anakku sakit?Aku segera menuju kamarku,Rian senang melihatku,"Bapak...Iyan...akit..."
Aku segera bersiap bawa ke dokter,"Yeni mana Bu?"
Ibu mertuaku bilang Yeni sejak tadi pergi kulakan.Aku segera bawa Rian ke dokter.Dokter menyarankan opname,"Kami harus melakukan test darah.Panasnya tinggi sekali.Saat ini sedang merebak Demam Berdarah.Tapi kami akan memastikan lebih lanjut dengan test darah."
Rian diinfus dan nangis terus.Aku hubungi Yeni,"Kamu dimana Yen?"
Yeni jawab,"Perjalanan ke rumah Mas.Habis kulakan.Mas dah sampai rumah ya?Bentar lagi aku sampai kok."
Aku marah2 ke Yeni,"Kenapa kamu ga bilang kalau Rian sakit ?Dia panas tinggi Yen!!Kamu lebih utamakan warung kamu itu daripada anak kita!!Keterlaluan kamu Yen!!"
Yeni malah jawab,"Cuma demam aja.Ntar juga turun habis minum obat.Tadi aku kulakan dulu baru mampir beli obat di apotik.Searah gitu lho mas.Ga usah emosi kenapa sih?Kan hemat bensin."
Aku heran dan marah plus cemas jadi satu.Kok ada ya ibu kandung model gini?Kasihan anakku.Akhirnya aku ga tahan lagi,"Denger ya Yen?!Rian sekarang di RS.Dokter bilang dia harus opname.Terserah kamu mau ke sini atau mau ngurus warung kesayanganmu itu aku dah ga peduli!!Aku cuma kasih tahu karena aku masih menghargai kamu sebagai ibu kandungnya!!"
Aku tutup hpku,aku marah sekali.Warung saja yang dipikirin sama Yeni.Aku berdoa pada Tuhan,"Jangan ambil putra hamba ya Tuhan.Aku mohon..."
Ibu mertuaku malah nangis,"Ibu sudah bilang sama Yeni kalau anaknya harus dibawa ke dokter...tapi dia bilang ga usah...katanya dokter terdekat mahal.Nunggu Nak Ahmat dulu katanya."
Aku hanya bisa diam.Hatiku sudah habis. Yang kupikirkan hanya Rian saja.Semoga ga kena DB.Rian masih belum TK.Masih senang bermain kasihan kalau dia sakit2an.
Akankah Rian selamat?◆◆◆bersambung◆◆◆ Maaf cerpennya nyambung.Soale dah pagi.Saya harus kerja.***see you in part 2***
Eps 20 BENANG BIRU : PART 2
↓★↓ PART 2 CERPEN KE - 40 : AMAT PERHITUNGAN
Yeni datang ke RS beberapa jam kemudian.Katanya,"Tadi ada pembeli mas.Warungnya rame.Aku pikir gpplah aku layani rejeki kok ditolak.Lagian kan udah ada mas di sini.Rian gpp kan Mas?"
Aku males jawab dia,"Lihat saja ke dalam.Ada ibu disana."
Rian opname hampir dua minggu.Dan selama itu Yeni terus saja bermuka masam dan bersungut2,"Lama amat sih opnamenya.Kan bukan DB.Hanya typus aja.Warungku gimana dong mas?Mas juga ga kerja dong.Ga ada pemasukan dong..."
Aku ga peduli dengan keluhannya,yang kupedulikan Rian sudah membaik.Memang typus bikin kurus.Aku udah ijin sama bossku kalau anakku opname.Untung kerjaanku ga masalah.Malah bossku bilang aku masuk kapan aja gpp yang penting tetep kerja sana.Inilah yang kusuka di kerjaanku,bossnya pengertian.Aku bersyukur sekali.Beda dengan bossku yang lama masak anak sakit dia malah bilang gini,"Emang kalau kamu ke sana terus anakmu sembuh apa??"
Makanya usahanya gulung tikar karena habis itu orang tuanya meninggal dan dia ga bisa menunggui di saat terakhir mereka.Karma! Aku lega Rian sudah bisa dibawa pulang.Rian senang sekali main truk yang kubelikan.Aku juga perhatiin makan dia.Aku minta sama ibu mertuaku supaya lebih intensif jaga anakku.Soale aku dah ga percaya lagi sama isteriku.Ibu mertuaku malah curhat,"Mungkin ini salah ibu nak...Dulu waktu kecil Yeni kurang ibu perhatikan,ibu sibuk kerja.Akhirnya dia jadi kayak gini.Dia pikir uang itu segalanya.Lebih penting dari pada anak.Karena dulu ibu juga gitu ke dia.Maafkan anak ibu ya nak...?"
Aku hanya bisa tersenyum getir.Aku janji akan berusaha menerima dan membimbing Yeni.Walau sebenarnya aku sudah sangat lelah meneruskan pernikahanku.Isteriku lebih mencintai uang daripada aku apalagi anakku.Karmaku.Dulu aku marah2 ke mantanku,"Kamu itu ya nikah sama dia karena dia kaya bukan?Dia pengusaha.Aku ga sangka kamu wanita macam gitu."
Kenapa aku jadi malah teringat Ana ya?Sudah bertahun berlalu.Entah bagaimana kabar dia sekarang.Setelah yakin Rian sudah stabil kesehatannya,aku kembali ke kota.Cari uang lagi.Kakakku menyambutku,"Banyak yang nyari kamu Mat!Banyak orang nitip barang elektroniknya ke sini.Ruang tamu sampai kayak pameran tv.Rian gimana?Dah sembuh kan?Typus itu biasanya maag yang dah parah.Makannya ga teratur kali anakmu itu.Harus lebih diperhatiin lagi soal makannya."
Kakak memang benar,Rian kurang diperhatikan makannya sama Yeni.Kalau sudah ada pembeli.Dia lupa sama anaknya.Ibu mertuaku dah kuminta tolong juga agar lebih jaga Rian.Aku pernah coba cari kerja di dekat desa isteriku tapi hasilnya ga sebanyak di kota.Isteriku malah uring2an.Kalau marah pasti Rian dia jadikan senjata untuk mengancamku.Aku benci sikapnya itu. Mendekati Imlek,Bossku bagi2 kue ranjang dan memberi tahu kalau Imlek libur dulu,"Saya ada acara keluarga jadi kita off dulu.Nikmati hari libur bersama keluarga kalian."
Wah aku seneng banget karena bisa lihat Rian lagi.Aku mau bikin surprise ah.Aku akan pulang tanpa ngasih tahu Yeni.Balas dendam he..he...Dulu dia ga ngasih tahu kalau Rian sakit sekarang aku balas dong.Aku akan pulang mendadak.Pasti Rian seneng banget.Bawain apa ya buat Rian?He..he.. Namun kala sampai di desa,motorku rusak.Susah di selah.Akhirnya kutuntun saja sampai rumah.Aku ga lihat Rian,biasanya dia main truknya itu depan rumah.Rasa panik segera menghinggapiku,apalagi isteriku juga tumben nutup warungnya.Aneh.Ibu mertua juga ga kelihatan.Aneh...akupun bergegas masuk ke dalam rumah sambil manggil nama anakku,"Rian....Iyan...bapak.."
Alangkah terpananya aku kala masuk kamarku,tampak isteriku sedang bersama seorang pria.Yeni terkejut dan segera menutupi dirinya dengan selimut,"Mas Ahmat???!!"
Bawaanku langsung terlepas dari tanganku saking shocknya aku,"Astaga...."
Pria yang bersama isteriku segera kabur tunggang langgang sambil membawa pakaiannya,kukejar dia,"Hey!!"
Untunglah warga kampung membantuku menangkap pria itu,hampir saja dia dihajar massa.Aku tanyai dia,demikian juga kuinterogasi isteriku.Heboh banget.Ibu mertuaku tiba bersama Rian,"Ada apa ini rame sekali?"
Aku lalu meraih Rian dalam pelukanku,"Anak ibu selingkuh sama pria ini..saya lihat sendiri Bu..." Ibu mertuaku menampar pipi anaknya,"Rupanya kamu suruh ibu jalan2 sama Rian supaya kamu bisa bebas selingkuh sama pria lain?Ibu ga sangka ....pantas sekarang kamu suka dandan...beli baju baru.Biasanya kamu paling hitungan soal uang.Rupanya kelakuan kamu ga senonoh!"
Ayah mertuaku yang baru kembali dari sawah juga shock dan malu sekali sama penduduk setempat.Namun Yeni membela diri,"Lha mas cuekin aku.Sedang dia perhatian sama aku,ngasih uang banyak lagi.Dia juga beliin aku perhiasan,baju2 dan macem2."
Ayah mertuaku berang mendengarnya,"Kamu itu kayak pelacur!!Bikin malu bapak saja!!"
Kejadian itu membuatku mantap menceraikan Yeni.Aku sudah ga tahan lagi.Rian kubawa ke kota.Aku ga mau dia bersama mantan isteriku.Bisa ga keurus nanti.Aku cari pengasuh buat anakku.Teman kakak mau.Orangnya baik dan sudah berkeluarga juga.Aku tenang karena Rian juga nyaman dengan pengasuhnya.Rianpun mulai sekolah TK.Deket rumah ada TK.Rian juga senang di kota punya teman main di rumah.Ada keponakan2ku.Rian cerita kalau di sekolah bu gurunya sangat baik.Sayang sama dia.Aku tersenyum mendengarnya,"Oh ya?Pantas Rian semangat sekali sekolah." Hingga suatu hari mb Sri pengasuh Rian,ijin ada perlu.Akupun membolehkan dan mengantar sendiri Rian ke sekolah.Rian berlarian dengan riang di halaman sekolah dan memeluk gurunya,"Bu Guru!!Bu guru!" Aku terpana kala melihat siapa yang dipeluk anakku,"Ana??"
Ana sama terkejutnya denganku,"Mas Ahmat?Rian ini anak mas?"
Ana nampak cantik dengan pakaian guru,akhirnya kami malah ngobrol.Ana juga sudah cerai dari suaminya.Suaminya bilang Ana itu ga bisa kasih keturunan.Suaminya selingkuh sama rekan bisnisnya.Aku juga baru tahu kalau sebenarnya orang tua Ana punya hutang sama orang tua mantan suaminya makanya dia mau menikah dulu.Semua demi orang tuanya.Sejak itu aku yang antar Rian ke sekolah.Pulangnya sama pengasuhnya.Hatiku bahagia kala bertemu Ana.Apalagi melihat Rian juga nyaman dekat Ana.Namun saat Ana kulamar dia berkata,"Mas aku ini mungkin ga bisa ngasih keturunan.Apa kamu siap dengan itu?"
Aku menjawab,"Aku ga masalah kan aku sudah punya Rian.Tapi aku percaya bahwa segala sesuatu mungkin di dalam Tuhan."
Ana terharu apalagi Rian juga sayang sama Ana.Kamipun menikah.Aku beli rumah baru dan Ana mengabdikan hidupnya merawat Rian.Aku sangat bahagia wanita yang kucintai kini menjadi milikku.Ana juga bahagia aku ga nuntut anak darinya.Namun Tuhan baik,Ana bisa hamil.Anakku dari Ana perempuan.Cantik seperti ibunya.Rian juga sayang sama adiknya.Mengenai mantan isteriku kabarnya warungnya sekarang tutup.Penduduk ga mau beli di sana.Dia lalu kabur ikut pria yang dulu bersamanya.Entah ada dimana tak jelas lagi kabarnya.Cinta uang adalah akar segala kejahatan.¤¤¤THE END¤¤¤ ..***see you in part 3***
Yeni datang ke RS beberapa jam kemudian.Katanya,"Tadi ada pembeli mas.Warungnya rame.Aku pikir gpplah aku layani rejeki kok ditolak.Lagian kan udah ada mas di sini.Rian gpp kan Mas?"
Aku males jawab dia,"Lihat saja ke dalam.Ada ibu disana."
Rian opname hampir dua minggu.Dan selama itu Yeni terus saja bermuka masam dan bersungut2,"Lama amat sih opnamenya.Kan bukan DB.Hanya typus aja.Warungku gimana dong mas?Mas juga ga kerja dong.Ga ada pemasukan dong..."
Aku ga peduli dengan keluhannya,yang kupedulikan Rian sudah membaik.Memang typus bikin kurus.Aku udah ijin sama bossku kalau anakku opname.Untung kerjaanku ga masalah.Malah bossku bilang aku masuk kapan aja gpp yang penting tetep kerja sana.Inilah yang kusuka di kerjaanku,bossnya pengertian.Aku bersyukur sekali.Beda dengan bossku yang lama masak anak sakit dia malah bilang gini,"Emang kalau kamu ke sana terus anakmu sembuh apa??"
Makanya usahanya gulung tikar karena habis itu orang tuanya meninggal dan dia ga bisa menunggui di saat terakhir mereka.Karma! Aku lega Rian sudah bisa dibawa pulang.Rian senang sekali main truk yang kubelikan.Aku juga perhatiin makan dia.Aku minta sama ibu mertuaku supaya lebih intensif jaga anakku.Soale aku dah ga percaya lagi sama isteriku.Ibu mertuaku malah curhat,"Mungkin ini salah ibu nak...Dulu waktu kecil Yeni kurang ibu perhatikan,ibu sibuk kerja.Akhirnya dia jadi kayak gini.Dia pikir uang itu segalanya.Lebih penting dari pada anak.Karena dulu ibu juga gitu ke dia.Maafkan anak ibu ya nak...?"
Aku hanya bisa tersenyum getir.Aku janji akan berusaha menerima dan membimbing Yeni.Walau sebenarnya aku sudah sangat lelah meneruskan pernikahanku.Isteriku lebih mencintai uang daripada aku apalagi anakku.Karmaku.Dulu aku marah2 ke mantanku,"Kamu itu ya nikah sama dia karena dia kaya bukan?Dia pengusaha.Aku ga sangka kamu wanita macam gitu."
Kenapa aku jadi malah teringat Ana ya?Sudah bertahun berlalu.Entah bagaimana kabar dia sekarang.Setelah yakin Rian sudah stabil kesehatannya,aku kembali ke kota.Cari uang lagi.Kakakku menyambutku,"Banyak yang nyari kamu Mat!Banyak orang nitip barang elektroniknya ke sini.Ruang tamu sampai kayak pameran tv.Rian gimana?Dah sembuh kan?Typus itu biasanya maag yang dah parah.Makannya ga teratur kali anakmu itu.Harus lebih diperhatiin lagi soal makannya."
Kakak memang benar,Rian kurang diperhatikan makannya sama Yeni.Kalau sudah ada pembeli.Dia lupa sama anaknya.Ibu mertuaku dah kuminta tolong juga agar lebih jaga Rian.Aku pernah coba cari kerja di dekat desa isteriku tapi hasilnya ga sebanyak di kota.Isteriku malah uring2an.Kalau marah pasti Rian dia jadikan senjata untuk mengancamku.Aku benci sikapnya itu. Mendekati Imlek,Bossku bagi2 kue ranjang dan memberi tahu kalau Imlek libur dulu,"Saya ada acara keluarga jadi kita off dulu.Nikmati hari libur bersama keluarga kalian."
Wah aku seneng banget karena bisa lihat Rian lagi.Aku mau bikin surprise ah.Aku akan pulang tanpa ngasih tahu Yeni.Balas dendam he..he...Dulu dia ga ngasih tahu kalau Rian sakit sekarang aku balas dong.Aku akan pulang mendadak.Pasti Rian seneng banget.Bawain apa ya buat Rian?He..he.. Namun kala sampai di desa,motorku rusak.Susah di selah.Akhirnya kutuntun saja sampai rumah.Aku ga lihat Rian,biasanya dia main truknya itu depan rumah.Rasa panik segera menghinggapiku,apalagi isteriku juga tumben nutup warungnya.Aneh.Ibu mertua juga ga kelihatan.Aneh...akupun bergegas masuk ke dalam rumah sambil manggil nama anakku,"Rian....Iyan...bapak.."
Alangkah terpananya aku kala masuk kamarku,tampak isteriku sedang bersama seorang pria.Yeni terkejut dan segera menutupi dirinya dengan selimut,"Mas Ahmat???!!"
Bawaanku langsung terlepas dari tanganku saking shocknya aku,"Astaga...."
Pria yang bersama isteriku segera kabur tunggang langgang sambil membawa pakaiannya,kukejar dia,"Hey!!"
Untunglah warga kampung membantuku menangkap pria itu,hampir saja dia dihajar massa.Aku tanyai dia,demikian juga kuinterogasi isteriku.Heboh banget.Ibu mertuaku tiba bersama Rian,"Ada apa ini rame sekali?"
Aku lalu meraih Rian dalam pelukanku,"Anak ibu selingkuh sama pria ini..saya lihat sendiri Bu..." Ibu mertuaku menampar pipi anaknya,"Rupanya kamu suruh ibu jalan2 sama Rian supaya kamu bisa bebas selingkuh sama pria lain?Ibu ga sangka ....pantas sekarang kamu suka dandan...beli baju baru.Biasanya kamu paling hitungan soal uang.Rupanya kelakuan kamu ga senonoh!"
Ayah mertuaku yang baru kembali dari sawah juga shock dan malu sekali sama penduduk setempat.Namun Yeni membela diri,"Lha mas cuekin aku.Sedang dia perhatian sama aku,ngasih uang banyak lagi.Dia juga beliin aku perhiasan,baju2 dan macem2."
Ayah mertuaku berang mendengarnya,"Kamu itu kayak pelacur!!Bikin malu bapak saja!!"
Kejadian itu membuatku mantap menceraikan Yeni.Aku sudah ga tahan lagi.Rian kubawa ke kota.Aku ga mau dia bersama mantan isteriku.Bisa ga keurus nanti.Aku cari pengasuh buat anakku.Teman kakak mau.Orangnya baik dan sudah berkeluarga juga.Aku tenang karena Rian juga nyaman dengan pengasuhnya.Rianpun mulai sekolah TK.Deket rumah ada TK.Rian juga senang di kota punya teman main di rumah.Ada keponakan2ku.Rian cerita kalau di sekolah bu gurunya sangat baik.Sayang sama dia.Aku tersenyum mendengarnya,"Oh ya?Pantas Rian semangat sekali sekolah." Hingga suatu hari mb Sri pengasuh Rian,ijin ada perlu.Akupun membolehkan dan mengantar sendiri Rian ke sekolah.Rian berlarian dengan riang di halaman sekolah dan memeluk gurunya,"Bu Guru!!Bu guru!" Aku terpana kala melihat siapa yang dipeluk anakku,"Ana??"
Ana sama terkejutnya denganku,"Mas Ahmat?Rian ini anak mas?"
Ana nampak cantik dengan pakaian guru,akhirnya kami malah ngobrol.Ana juga sudah cerai dari suaminya.Suaminya bilang Ana itu ga bisa kasih keturunan.Suaminya selingkuh sama rekan bisnisnya.Aku juga baru tahu kalau sebenarnya orang tua Ana punya hutang sama orang tua mantan suaminya makanya dia mau menikah dulu.Semua demi orang tuanya.Sejak itu aku yang antar Rian ke sekolah.Pulangnya sama pengasuhnya.Hatiku bahagia kala bertemu Ana.Apalagi melihat Rian juga nyaman dekat Ana.Namun saat Ana kulamar dia berkata,"Mas aku ini mungkin ga bisa ngasih keturunan.Apa kamu siap dengan itu?"
Aku menjawab,"Aku ga masalah kan aku sudah punya Rian.Tapi aku percaya bahwa segala sesuatu mungkin di dalam Tuhan."
Ana terharu apalagi Rian juga sayang sama Ana.Kamipun menikah.Aku beli rumah baru dan Ana mengabdikan hidupnya merawat Rian.Aku sangat bahagia wanita yang kucintai kini menjadi milikku.Ana juga bahagia aku ga nuntut anak darinya.Namun Tuhan baik,Ana bisa hamil.Anakku dari Ana perempuan.Cantik seperti ibunya.Rian juga sayang sama adiknya.Mengenai mantan isteriku kabarnya warungnya sekarang tutup.Penduduk ga mau beli di sana.Dia lalu kabur ikut pria yang dulu bersamanya.Entah ada dimana tak jelas lagi kabarnya.Cinta uang adalah akar segala kejahatan.¤¤¤THE END¤¤¤ ..***see you in part 3***
Eps 20 BENANG BIRU : PART 3
♡°•○●AKU LANGSUNG TLAH JATUH CINTA...( Emil pov )
Kak Syuhada rupanya ke Indonesia dengan niat mau batalin perjodohannya dengan Pangeran Benigno Razi.Mengapa kakak ga takut ya pada kemarahan ayahanda bila beliau tahu putri kesayangannya menentang keinginannya?Aku langsung teringat pada Rindu.Benarkah jatuh cinta itu bisa membuat seseorang berubah?Sekuat itukah cinta?
♡•○●□SAAT KITA BERTEMU HINGGA TERASA BEGITU....
Disisi lain aku merasa heran kenapa Pangeran Ben bisa sampai ke Yogya?Bukannya harusnya beliau di Jakarta?Apa ada hal yang tidak kuketahui ya?Aku juga belum bertemu dengan Yang Mulia Pangeran.Mungkin sebaiknya aku bicara dengan Paman Ramzi saja.
�○●□■ GILA AKU TERASA GILA...( RAMZI POV )
Aku kaget kala tiba2 Pangeran Ben menghubungiku,"Pangeran??Akhirnya Pangeran nonya aktif lagi...Pangeran ada dimana?Apa???Pangeran akan kembali?Benarkah?Sungguh?...Dimana?Perlu saya jemput?...oh begitu...saya senang sekali akhirnya Pangeran akan kembali!!Iya..ya..."
Aku jingkrak2 kayak orang gila saja,menari2 gitu.
�●□■◇ BILA KARENA KAMU GETARKAN ISI HATIKU...
Sampai Pangeran Emil datang mengagetkanku,"Paman ceria sekali?Ada apa?"
Aku kaget,"Oh...Pangeran Muda...ehm...ini soal pribadi saya kok he..he.."
Tapi aku ga bisa bohong depan Pangeran satu ini,dia putra Menteri andalan Sultan.Terkenal pintar seperti ayahandanya.Tapi aku yakin Pangeran Emil akan menjaga rahasia ini kecuali bila Tuan Menteri sendiri yang sudah memberitahu dia.Bukannya Baginda Sultan dekat dengan ayahanda Pangeran Emil?Akhirnya aku malah meminta bantuannya untuk membawa kembali Sang Putra Mahkota ke Brunei.
♡□■◇◆ SAYANG AKU TLAH JATUH CINTA...( Benigno pov )
Malam terakhir dirumah Ika,aku tak bisa tidur.Suara rintik hujan kian menambah sedih hatiku.Besok aku akan kembali menjadi Pangeran Brunei.Kenapa rasanya begitu berat ya?Mengapa tak kurasakan kembali indahnya hidup ini?Semua seperti dinaungi mendung tebal.Aku pasti akan merindukan dipan sederhana ini.Rumah ini...suasana pedesaan nan asri ...kakek Hendro...dan terutama Ika.Sayang dunia kami begitu berbeda dimata Ika.Dia memikirkan semua hal dengan begitu dalam.Aku baru tahu ternyata jatuh cinta itu rumit.Tapi aku kian jatuh hati pada Ika.Dia sosok wanita yang rela berkorban.Andai aku belum dijodohkan dengan Syuhada...mungkin aku bisa membawa Ika ke Brunei.
♡■◇◆ CINTA PANDANG PERTAMA...
Akhirnya aku keluar kamar.Kulihat Kakek Hendro bangun,"Nak Ben ga bisa tidur ya?Sini duduk sini sama kakek...ini ada singkong rebus.Enak lho...Sini!"
Aku duduk dekat beliau,"Iya enak ...singkong rebus ya namanya?Akan saya ingat2...he..he..."
Kakek malah cerita,"Kamu tahu ga Nak Ben...nanam singkong itu melatih kesabaran."
Aku heran juga mendengarnya,"Kok bisa Kakek?Memang butuh waktu lama ya untuk bisa mendapatkan hasilnya?"
Kakek menjelaskan,"Kakek nanam di sawah ,itu di galengan2.Untuk bisa menikmati panen pertama butuh hampir setahun malah tahunan kalau mau hasilnya mencapai 25 kg per batang."
♡◇◆▲▼ JUMPA DI STASIUN KERETA...
Wah aku baru tahu kalau singkong bisa menjadi singkong raksasa.Aku kagum mendengar penuturan kakek,"Saya belum pernah menjumpai singkong sebesar lengan saya kakek...apalagi sampai sebesar manusia.Wow...Indonesia kaya akan tanaman unik ya?"
Kakek malah memberi wejangan,"Begitu juga hidup di dunia ini.Semua harus dijalani dengan kesabaran.Baru kita akan menuai hasil yang luar biasa malah diluar dugaan."
Aku terdiam.
♡◆▲▼�APA RASAKU TLAH GELISAH,MERASUK KE JIWAKU...
Apa ini petunjuk ilahi?Bahwa aku harus sabar jika ingin mendapatkan Ika?Aku harus kembali dan menemui ayahanda Sultan.Aku akan membicarakan soal ini pada beliau.Kalau beliau marah karena aku telah kabur,akan kuterima segala hukumannya.Aku akan jujur pada Ayahanda.Bukankah pada orang yang jujur ada pertolongan?Bukankah tahun ini ada angka tujuhnya?Bukankah itu angka pertolongan?Aku pernah mempelajari tentang dunia psikologi.Cara membaca angka dan aura.Kurasa inilah jalan yang benar.Lagipula ada Ibunda di sini.Aku akan cerita semuanya pada Ibunda.Siapa tahu Ibunda mau membantuku membujuk ayahanda.Ayahanda kan sangat mencintai Ibunda.Sama seperti aku juga mencintai Ika.Cinta ini sudah merasuk begitu dalam pada jiwaku.Ika adalah belahan jiwaku.
�▲▼�HANYUT MEMIKIRKAN KAMU...( IKA POV )
Aku ga bisa tidur.Aku terus saja memikirkan Ben.Eh Pangeran Ben ding.Mending aku ngecek kakek ah.Siapa tahu aja obat nyamuknya mati.Kasihan kalau kakek digigiti nyamuk.Lagi musim DB lagi.
�*-'" HINGGA RASAKU TAKLUK PADAMU...
Aku lalu keluar kamar,tapi kok aku malah mendengar suara orang ngobrol.Hingga aku sampai ke bale2 fave kakek.Astaga ada Ben di sana.Sedang asyik makan singkong rebus dengan kakek.Mereka akrab sekali.Padahal besok Ben akan pergi.Pasti kakek merasa kehilangan.Tapi bagaimana lagi Ben memang harus kembali ke Brunei.
�°°°TAK PEDULIKAN WAKTU...
Aku mendekat,"Kalian belum tidur?Malah asyik ngobrol malam2.Gimana kalau Ika buatkan kopi,kakek mau?"
Kakek malah memandang pada Ben,"Nak Ben juga dibuatin dong Ka.Nak Ben harus coba kopi buatan Indonesia he..he..dijamin ga kalah sama buatan tempat asal Nak Ben...buatin dua ya Ka?"
Ben tersenyum ramah,"Nanti Ben akan kirim kopi buatan Brunei buat kakek...juga Ika..."
Aku segera ke dapur,aku tak tahan melihat dua pria itu.Mereka pria2 yang kusayangi.Dan aku akan membuat kopi terakhir buat Ben.Cintaku sehitam kopi yang kuaduk.Tiada masa depan bagi cintaku.
�••• INGIN LANGSUNG BILANG I LOVE YOU....( Kakek Hendro pov )
Begitu Ika ke dapur,kulihat Nak Ben seperti ingin mengatakan sesuatu padaku.Ia gelisah gitu,"Ehmm...kakek ...ini malam terakhir Ben di sini.Besok Ben akan kembali ke tempat asal Ben.Keluarga Ben sudah tiba di sini.Menjemput Ben...mohon maafkan Ben ya kakek jika selama disini Ben melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati kakek...Jujur Ben masih ingin tinggal di sini tapi Ben ...Ben..."
Aku menepuk bahu anak muda di sebelahku itu,"Nak Ben ini mau bilang pamitan aja susah bener he..he..kayak mau bilang cinta saja ha..ha.."
♡○○○ KUHARAP KAU PUN MAU TUK MENYAMBUT CINTAKU....( Rindu pov )
Malam ini langit tak berbintang.Semua tertutup awan gelap.Rumah terasa sepi.Biasanya ada suara petikan gitar Emil nyanyi bareng sama kak Ihsan.Mengapa aki merasa hampa ya?Padahal Emil kan bukan siapa2 aku?Ketemu juga barusan.Kenapa rasanya sebagian dari diriku seperti ikut terbang bersamanya.Pasti dia sudah di Brunei sekarang.Dikelilingi oleh keluarganya.Tuhan jagai dia dimanapun dia berada.Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi.
♡○○○ SAYANG KAU BEGITU INDAH...( Permaisuri Cici pov )
Alangkah senangnya aku kala Idayu memberitahuku kalau dia sudah bertemu dengan putraku.Katanya Ben akan segera kembali.Bahkan ia menitipkan salam buatku.Putraku akan kembali.Kesayanganku akan kembali! Duniaku kembali terasa indah.
�◇◇◇ JANGAN RAGU PADAKU,CINTAKU BUKAN NAFSU....
Awalnya aku sempat ragu,"Kamu yakin itu putraku?Jangan2 orang yang cuma mirip dengannya..." Idayu meyakinkanku,"Aku ini orangnya mudah mengingat wajah orang Cici...Bahkan wajah wanita yang menculik putriku aku masih ingat dengan jelas."
Sepertinya aku malah membangkitkan kesedihan di hati sahabatku.Kuraih Idayu dalam pelukanku,"Anak2 kita akan kembali pada kita...kita harus yakin...Tuhan pasti mendengar doa kita...Ingat iman itu bukan karena melihat tapi karena percaya."
♡●●● SAYANG KU BENAR2 CINTA...( Benigno pov )
Pagi tiba,udara dingin menusuk kulit.Ika sudah bangun dan sedang memasak di dapur.Rajin sekali dia.Aku langsung kebayang kalau dia kelak bisa kuboyong ke Brunei.Pasti istana akan sangat terasa berbeda.Ya Tuhan...aku benar2 mencintai wanita ini.
�¤¤¤ CINTA PANDANGAN PERTAMA...
Aku mendekatinya,"Jam berapa kau bangun Ka?Pagi2 sudah masak..."
Ika kaget sampai numpahin air ke perapian,asap langsung mengepul.Aku segera mencari kipas bambu dan duduk dekat perapian,"Tenang akan kuhidupkan kembali.Aku kan sudah belajar masak pakai kayu bakar...uhukk...uhukk..."
Asapnya malah bikin pedih di mata.Ika segera duduk di sebelahku benerin apinya,"Ditata dulu kayunya...nah hidup kan?"
Kami malah berpandangan.Aku belai wajahnya yang cantik,"Aku akan merindukanmu...meski wajahmu ada angusnya he..he.."
Ika tersenyum pilu,"Aku juga akan merindukanmu...Pangeran Brunei..."
Kemesraan kami buyar kala kakek masuk ke dapur,"Woaah!!Bau harum apa ini?Hmm...kakek jadi bangun menciumnya...masak balado telur ya...wah enak nih..."
Hampir saja aku mencium pipi Ika. Berhasilkah Ben nanti membujuk ayahnya untuk membatalkan perjodohan dengan Syuhada?Solo masih gerimis.Saatnya tidur...***see you next tiket***
Kak Syuhada rupanya ke Indonesia dengan niat mau batalin perjodohannya dengan Pangeran Benigno Razi.Mengapa kakak ga takut ya pada kemarahan ayahanda bila beliau tahu putri kesayangannya menentang keinginannya?Aku langsung teringat pada Rindu.Benarkah jatuh cinta itu bisa membuat seseorang berubah?Sekuat itukah cinta?
♡•○●□SAAT KITA BERTEMU HINGGA TERASA BEGITU....
Disisi lain aku merasa heran kenapa Pangeran Ben bisa sampai ke Yogya?Bukannya harusnya beliau di Jakarta?Apa ada hal yang tidak kuketahui ya?Aku juga belum bertemu dengan Yang Mulia Pangeran.Mungkin sebaiknya aku bicara dengan Paman Ramzi saja.
�○●□■ GILA AKU TERASA GILA...( RAMZI POV )
Aku kaget kala tiba2 Pangeran Ben menghubungiku,"Pangeran??Akhirnya Pangeran nonya aktif lagi...Pangeran ada dimana?Apa???Pangeran akan kembali?Benarkah?Sungguh?...Dimana?Perlu saya jemput?...oh begitu...saya senang sekali akhirnya Pangeran akan kembali!!Iya..ya..."
Aku jingkrak2 kayak orang gila saja,menari2 gitu.
�●□■◇ BILA KARENA KAMU GETARKAN ISI HATIKU...
Sampai Pangeran Emil datang mengagetkanku,"Paman ceria sekali?Ada apa?"
Aku kaget,"Oh...Pangeran Muda...ehm...ini soal pribadi saya kok he..he.."
Tapi aku ga bisa bohong depan Pangeran satu ini,dia putra Menteri andalan Sultan.Terkenal pintar seperti ayahandanya.Tapi aku yakin Pangeran Emil akan menjaga rahasia ini kecuali bila Tuan Menteri sendiri yang sudah memberitahu dia.Bukannya Baginda Sultan dekat dengan ayahanda Pangeran Emil?Akhirnya aku malah meminta bantuannya untuk membawa kembali Sang Putra Mahkota ke Brunei.
♡□■◇◆ SAYANG AKU TLAH JATUH CINTA...( Benigno pov )
Malam terakhir dirumah Ika,aku tak bisa tidur.Suara rintik hujan kian menambah sedih hatiku.Besok aku akan kembali menjadi Pangeran Brunei.Kenapa rasanya begitu berat ya?Mengapa tak kurasakan kembali indahnya hidup ini?Semua seperti dinaungi mendung tebal.Aku pasti akan merindukan dipan sederhana ini.Rumah ini...suasana pedesaan nan asri ...kakek Hendro...dan terutama Ika.Sayang dunia kami begitu berbeda dimata Ika.Dia memikirkan semua hal dengan begitu dalam.Aku baru tahu ternyata jatuh cinta itu rumit.Tapi aku kian jatuh hati pada Ika.Dia sosok wanita yang rela berkorban.Andai aku belum dijodohkan dengan Syuhada...mungkin aku bisa membawa Ika ke Brunei.
♡■◇◆ CINTA PANDANG PERTAMA...
Akhirnya aku keluar kamar.Kulihat Kakek Hendro bangun,"Nak Ben ga bisa tidur ya?Sini duduk sini sama kakek...ini ada singkong rebus.Enak lho...Sini!"
Aku duduk dekat beliau,"Iya enak ...singkong rebus ya namanya?Akan saya ingat2...he..he..."
Kakek malah cerita,"Kamu tahu ga Nak Ben...nanam singkong itu melatih kesabaran."
Aku heran juga mendengarnya,"Kok bisa Kakek?Memang butuh waktu lama ya untuk bisa mendapatkan hasilnya?"
Kakek menjelaskan,"Kakek nanam di sawah ,itu di galengan2.Untuk bisa menikmati panen pertama butuh hampir setahun malah tahunan kalau mau hasilnya mencapai 25 kg per batang."
♡◇◆▲▼ JUMPA DI STASIUN KERETA...
Wah aku baru tahu kalau singkong bisa menjadi singkong raksasa.Aku kagum mendengar penuturan kakek,"Saya belum pernah menjumpai singkong sebesar lengan saya kakek...apalagi sampai sebesar manusia.Wow...Indonesia kaya akan tanaman unik ya?"
Kakek malah memberi wejangan,"Begitu juga hidup di dunia ini.Semua harus dijalani dengan kesabaran.Baru kita akan menuai hasil yang luar biasa malah diluar dugaan."
Aku terdiam.
♡◆▲▼�APA RASAKU TLAH GELISAH,MERASUK KE JIWAKU...
Apa ini petunjuk ilahi?Bahwa aku harus sabar jika ingin mendapatkan Ika?Aku harus kembali dan menemui ayahanda Sultan.Aku akan membicarakan soal ini pada beliau.Kalau beliau marah karena aku telah kabur,akan kuterima segala hukumannya.Aku akan jujur pada Ayahanda.Bukankah pada orang yang jujur ada pertolongan?Bukankah tahun ini ada angka tujuhnya?Bukankah itu angka pertolongan?Aku pernah mempelajari tentang dunia psikologi.Cara membaca angka dan aura.Kurasa inilah jalan yang benar.Lagipula ada Ibunda di sini.Aku akan cerita semuanya pada Ibunda.Siapa tahu Ibunda mau membantuku membujuk ayahanda.Ayahanda kan sangat mencintai Ibunda.Sama seperti aku juga mencintai Ika.Cinta ini sudah merasuk begitu dalam pada jiwaku.Ika adalah belahan jiwaku.
�▲▼�HANYUT MEMIKIRKAN KAMU...( IKA POV )
Aku ga bisa tidur.Aku terus saja memikirkan Ben.Eh Pangeran Ben ding.Mending aku ngecek kakek ah.Siapa tahu aja obat nyamuknya mati.Kasihan kalau kakek digigiti nyamuk.Lagi musim DB lagi.
�*-'" HINGGA RASAKU TAKLUK PADAMU...
Aku lalu keluar kamar,tapi kok aku malah mendengar suara orang ngobrol.Hingga aku sampai ke bale2 fave kakek.Astaga ada Ben di sana.Sedang asyik makan singkong rebus dengan kakek.Mereka akrab sekali.Padahal besok Ben akan pergi.Pasti kakek merasa kehilangan.Tapi bagaimana lagi Ben memang harus kembali ke Brunei.
�°°°TAK PEDULIKAN WAKTU...
Aku mendekat,"Kalian belum tidur?Malah asyik ngobrol malam2.Gimana kalau Ika buatkan kopi,kakek mau?"
Kakek malah memandang pada Ben,"Nak Ben juga dibuatin dong Ka.Nak Ben harus coba kopi buatan Indonesia he..he..dijamin ga kalah sama buatan tempat asal Nak Ben...buatin dua ya Ka?"
Ben tersenyum ramah,"Nanti Ben akan kirim kopi buatan Brunei buat kakek...juga Ika..."
Aku segera ke dapur,aku tak tahan melihat dua pria itu.Mereka pria2 yang kusayangi.Dan aku akan membuat kopi terakhir buat Ben.Cintaku sehitam kopi yang kuaduk.Tiada masa depan bagi cintaku.
�••• INGIN LANGSUNG BILANG I LOVE YOU....( Kakek Hendro pov )
Begitu Ika ke dapur,kulihat Nak Ben seperti ingin mengatakan sesuatu padaku.Ia gelisah gitu,"Ehmm...kakek ...ini malam terakhir Ben di sini.Besok Ben akan kembali ke tempat asal Ben.Keluarga Ben sudah tiba di sini.Menjemput Ben...mohon maafkan Ben ya kakek jika selama disini Ben melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati kakek...Jujur Ben masih ingin tinggal di sini tapi Ben ...Ben..."
Aku menepuk bahu anak muda di sebelahku itu,"Nak Ben ini mau bilang pamitan aja susah bener he..he..kayak mau bilang cinta saja ha..ha.."
♡○○○ KUHARAP KAU PUN MAU TUK MENYAMBUT CINTAKU....( Rindu pov )
Malam ini langit tak berbintang.Semua tertutup awan gelap.Rumah terasa sepi.Biasanya ada suara petikan gitar Emil nyanyi bareng sama kak Ihsan.Mengapa aki merasa hampa ya?Padahal Emil kan bukan siapa2 aku?Ketemu juga barusan.Kenapa rasanya sebagian dari diriku seperti ikut terbang bersamanya.Pasti dia sudah di Brunei sekarang.Dikelilingi oleh keluarganya.Tuhan jagai dia dimanapun dia berada.Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi.
♡○○○ SAYANG KAU BEGITU INDAH...( Permaisuri Cici pov )
Alangkah senangnya aku kala Idayu memberitahuku kalau dia sudah bertemu dengan putraku.Katanya Ben akan segera kembali.Bahkan ia menitipkan salam buatku.Putraku akan kembali.Kesayanganku akan kembali! Duniaku kembali terasa indah.
�◇◇◇ JANGAN RAGU PADAKU,CINTAKU BUKAN NAFSU....
Awalnya aku sempat ragu,"Kamu yakin itu putraku?Jangan2 orang yang cuma mirip dengannya..." Idayu meyakinkanku,"Aku ini orangnya mudah mengingat wajah orang Cici...Bahkan wajah wanita yang menculik putriku aku masih ingat dengan jelas."
Sepertinya aku malah membangkitkan kesedihan di hati sahabatku.Kuraih Idayu dalam pelukanku,"Anak2 kita akan kembali pada kita...kita harus yakin...Tuhan pasti mendengar doa kita...Ingat iman itu bukan karena melihat tapi karena percaya."
♡●●● SAYANG KU BENAR2 CINTA...( Benigno pov )
Pagi tiba,udara dingin menusuk kulit.Ika sudah bangun dan sedang memasak di dapur.Rajin sekali dia.Aku langsung kebayang kalau dia kelak bisa kuboyong ke Brunei.Pasti istana akan sangat terasa berbeda.Ya Tuhan...aku benar2 mencintai wanita ini.
�¤¤¤ CINTA PANDANGAN PERTAMA...
Aku mendekatinya,"Jam berapa kau bangun Ka?Pagi2 sudah masak..."
Ika kaget sampai numpahin air ke perapian,asap langsung mengepul.Aku segera mencari kipas bambu dan duduk dekat perapian,"Tenang akan kuhidupkan kembali.Aku kan sudah belajar masak pakai kayu bakar...uhukk...uhukk..."
Asapnya malah bikin pedih di mata.Ika segera duduk di sebelahku benerin apinya,"Ditata dulu kayunya...nah hidup kan?"
Kami malah berpandangan.Aku belai wajahnya yang cantik,"Aku akan merindukanmu...meski wajahmu ada angusnya he..he.."
Ika tersenyum pilu,"Aku juga akan merindukanmu...Pangeran Brunei..."
Kemesraan kami buyar kala kakek masuk ke dapur,"Woaah!!Bau harum apa ini?Hmm...kakek jadi bangun menciumnya...masak balado telur ya...wah enak nih..."
Hampir saja aku mencium pipi Ika. Berhasilkah Ben nanti membujuk ayahnya untuk membatalkan perjodohan dengan Syuhada?Solo masih gerimis.Saatnya tidur...***see you next tiket***
Eps 21 BENANG BIRU : Mindsets About Money
↓^^^↓ CERPEN KE-41 : LAUNDRY MAUT
Di sebuah kampung didaerah perkotaan,ada sebuah gang nan sepi.Banyak orang menghindari untuk lewat gang tersebut padahal jalannya ga jelek lho.Mobil saja muat lewat situ.Ga ada polisi tidur pula.Dulu banyak anak2 kecil bermain di sepanjang jalan itu.Entah main bola,bulu tangkis,engklek,kelereng,sepedaan atau petak umpet.Namun sekarang gang itu sepi.Anak2 milih main di lapangan atau gang lain.Ada sebuah rumah bertingkat dekat mulut gang yang terasa singup kalau lewat di depannya.Bahkan ada yang memilih memutar jalan agar tak lewat di depan rumah itu.Padahal rumah itu tergolong masih baru lho.Maksudnya masih baru jadi atau direnovasi.Tak terlihat seperti bangunan kuno atau rumah tua.Didepan rumah itu ada papan iklan sebuah usaha laundry dengan nama "WW Laundry".Dimulut gang juga ada plang yang sama.Pantas saja dilantai atas tampak area jemuran pakaian.Rumah itu sudah ditulisi "DIJUAL Hubungi no berikut ".Namun setiap orang yang datang untuk membelinya begitu mendengar kisah mengapa rumah itu dijual urung membelinya malah langsung tancap gas pergi.Weleh... Padahal tuh rumah menarik lho tampilannya.Serba keramik dan dekat warung pula.Kiri kanan dan depannya juga kosong alias rumah2 tak berpenghuni.Jadi lingkungannya ga ramai alias tenang.Eh tetep aja ga ada yang berani nempati tuh rumah.Dari hasil investigasi kepada penduduk setempat,akhirnya diketahuilah kisah dibalik rumah itu.
Dulu ada seorang pria bernama Wijaya.Ia memiliki seorang isteri dan seorang anak perempuan.Ia bekerja serabutan.Apa saja dikerjakan demi mendapat uang.Seperti namanya yang jaya,ia bisa dibilang mapan.Hingga ia tergoda seorang wanita pelacur.Sebenarnya tuh wanita penggoda ga cantik2 amat,hitam malah kulitnya.Rambutnya keriting lagi.Matanya besar2 nampak rasa ingin tahunya sangat kuat.Plus super cerewet.Banyak yang bilang kalau bibir bawah kerap dipakai maka bibir atas juga sama pasti suka koar2.Alias liat gitu orangnya. Singkat cerita wanita penggoda tadi,namanya Gika,berhasil merebut Wijaya dari isterinya.Wijaya klepek2 dan nurut sama Gika.Malah Gika kemudian yang menempati rumah Wijaya.Waktu itu rumahnya masih kecil belum tingkat. Gika orangnya sangat pintar mengadu domba orang demi keuntungannya pribadi.Keluarganya sendiri saja ga suka dengan kelakuannya.Masak tanah milik saudara2nya dia jual.Salah satu kerabatnya sampai ga sudi mampir ke rumah dia,"Menyakitkan sekali.Dia bisa senang2 diatas penderitaan orang lain.Ga peduli mau keluarga atau kerabat,semua ga pwnting buat dia.Yang dia utamakan itu gimana caranya dapat uang."
Ga cuma tanah milik keluarganya,Gika juga ngompori suaminya untuk menyerobot tanah milik orang lain.Memang sejak menikah dengan Gika,Wijaya seret keuangannya.Rekan2 bisnisnya menjauh tahu dia tergoda perempuan ga bener.Wijaya lalu usaha rongsok.Namun selidik punya selidik,barang2 yang dia jual ternyata hasil mencuri dan menipu.Dia mendengarkan Gika dan menuruti semua cara2 licik Gika.Gayanya tuh bawa mobil pick up terus mendatangi rumah2 bergaya bertamu atau nyari alamat.Yang diincar tuh rumah kosong.Bel dipencet kalau ga ada sahutan atau reaksi dari penghuni rumah berarti tuh rumah kosong.Maka dia gasak barang2 di rumah itu.Kaca2 dipecahin terus kendaraan yang ada disikat.Motor parkir aja diangkut pakai pick up kok.Makanya hati2 kalau parkir di jalan.Sebaiknya kendaraan dibawa masuk rumah saja.Kalau perlu dikunci stang weleh...
Gika mencoba meraih simpati warga kampung dengan mengikuti berbagai aktivitas kampung seperti PKK,arisan dll.Modal pinter ngomong dan politik devide et impera membuatnya dijuluki Nyi Rempong.Dia sudah memecah belah beberapa keluarga.Ada yang dibikin bertengkar sampai berkelahi dan usir2an.Bahkan ada yang sampai ga tahan dan pindah rumah.Orang yang menganggur dia hina terus sampai stress,"Kamu itu pria kok cuma dirumah?Cari kerja sana!Apa kamu ga tahu to hidup itu butuh uang!Uang itu penting!"
Setiap hari tetangganya yang menganggur itu dia kata2i terus sampai akhirnya jadi gila.Disekap didalam kamar karena buang air besar sembarangan.Eh dia malah makai kesempatan itu buat mencuri.Saudara yang gila itu punya toko kelontong.Aneka kebutuhan sehari2 ada di sana.Pura2 nengok yang gila itu,dia ternyata mengambil uang warung dan beberapa bungkus rokok.Biasa buat suaminya.Pinter dia,habis nyuri dia dan suaminya pasti pergi dari rumah.Alasan ke rumah saudaralah atau ada bisnislah.Begitu yang punya toko menyadari dia kehilangan,Gika ga dirumah.Selain pintar bikin perang saudara,mencuri dan nyerobot milik orang,Gika juga pintar menipu.Ada orang titip uang arisan sama dia eh dia bilang terimanya ga sesuai jumlah yang diserahkan kepadanya.Kalau hutang juga ga bayar2 meski yang nagih sampai memohon2 kayak pengemis minta uangnya sendiri.Gika punya teman,sohib gitu.Sohibnya itu ia manfatin dan ia peralat buat kepentingannya.Uang di dompetnya dia curi,kalau mereka kerja maka dia nyari enaknya sendiri.Teman Gika itu namanya Widya.Dia dipercaya jaga rumah neneknya.Eh malah diajari sama Gika buat ga usah merhatiin tuh neneknya,dia malah bujuk buat diracuni saja biar cepet tiada jadi tanahnya bisa diambil alih.Rencana itu dipandang baik oleh Widya dan dilaksanakan.Sang nenek diberi racun tikus terus ditinggal pergi.Namun usaha menguasai tanahnya tak berhasil karena cucu2 neneknya yang lain heran dan curiga dengan kematian nenek mereka.Malah Widya kemudian digelandang ke polisi karena pembunuhan berencana.Tentu saja Gika bisa berkelit,dia keluar dari kerjaannya bersama Widya di sebuah laundry.Malah dia buka laundry sendiri.Langganan mantan juragannya diserobot.Hotel2 dan rumah2 kost.Dia bangga sekali bisa mendirikan laundry.Suaminya sampai ikut bantuin.Namun rupanya itulah awal malapetakanya.Usaha laundrynya ramai karena dia akan maki2 orang2 yang ga mau langganan sama dia.Atau dia akan cereweti orang itu sampai mau makai laundry dia.Berhubung Gika ga punya anak,maka dia fokus nyari uang dengan ngurus laundry dia.Mulai jarang kongko2 dia.Dia disibukkan dengan mencuci baju,menyetrika,menjemur pakaian dll.Sampai punya karyawan juga.Lalu dia bangun rumahnya.Anak suaminya ngrecoki minta bagian warisan maka dibagi dualah rumah itu.Gika minta rumahnya ditingkat dan ada tempat buat jemur.Dibuatlah lantai paling atas sebagai tempat untuk menjemur.Saat pengerjaan salah satu tukang ada yang jatuh hingga luka parah,dia ga mau tanggung jawab.Owel keluar uang.Disumpahi sama keluarga tukangnya,"Dasar perempuan ga bener!Kelak kamu akan merasakan apa yang kami rasakan.Lihat saja,Gusti ora sare!!Karmamu pasti datang!"
Gika malah ngekek2.Tak lama setelah kejadian itu,rumahnya selesai.Gika bangga sekali dengan usaha laundrynya dia bisa bangun rumah sampai tingkat pula.Tapi salah satu tetangga yang ga suka malah doain yang jelek,"Paling ga lama habis ini apes dia.Lihat saja orang bangun rumah itu kalau ga bener caranya pasti habis itu kalau ga stroke ya apes!Uang darimana itu yang dia pakai buat bangun kalau ga hasil dari kejahatan.Aku tahu siapa kamu Gika...Gika...kamu dan suamimu itu keduanya orang jahat.Cuma pinter omong doang.Modal mulut saja.Tapi aku yakin suatu hari Yang Diatas akan menghakimi dengan cara-Nya.Gusti ora sare!!"
Doa orang yang tertindas emang biasanya didengar.Suatu hari cuaca ekstrim,Gika banyak nian jemurannya.Sprei2 gitu.Dia ke lantai atas niatnya mau ngambili jemuran soalnya mendung.Anginnya kenceng pula.Saat itu suaminya sedang ngantar pakaian ke sebuah hotel.Gika terburu2 karena gerimis mulai turun,"Sial!Malah hujan!Mana sprei2 lagi aduh....karyawanku ga masuk lagi.Repot2!!"
Saat hendak mengambil salah satu sprei eh tuh sprei kabur kebawa angin,Gika mengejarnya malah kesrimpet dan jatuh dari lantai atas terjun ke jalan depan rumahnya.Tetangganya heboh,"Tolong!!Tolong!!"
Di tempat lain,suaminya sedang dijalan saat dihubungi kalau isterinya jatuh dari lantai atas,"Apa?!!Kok bisa??!!Ya ya aku segera ke sana!"
Wijaya ngebut padahal cuaca sedang ga baik.Angin ribut melanda dan sebuah pohon setinggi 10 meter roboh menimpanya.Wijaya meninggal di jalan.Gika tak tertolong di RS.Meninggal saat di ambulance.Gika tak meninggalkan seorang anakpun.Harta dan usahanya ditinggalkan dan diwarisi anak dari isteri pertama suaminya.Benar kata pepatah,orang fasik mengumpulkan harta tapi meninggalkannya untuk orang benar.Carilah harta di sorga bukan di bumi.***The End***
Kiranya cerpennya bisa menjadi pelajaran buat kita semua.Cerbungnya di part 2 ya.***see you in part 2***
Di sebuah kampung didaerah perkotaan,ada sebuah gang nan sepi.Banyak orang menghindari untuk lewat gang tersebut padahal jalannya ga jelek lho.Mobil saja muat lewat situ.Ga ada polisi tidur pula.Dulu banyak anak2 kecil bermain di sepanjang jalan itu.Entah main bola,bulu tangkis,engklek,kelereng,sepedaan atau petak umpet.Namun sekarang gang itu sepi.Anak2 milih main di lapangan atau gang lain.Ada sebuah rumah bertingkat dekat mulut gang yang terasa singup kalau lewat di depannya.Bahkan ada yang memilih memutar jalan agar tak lewat di depan rumah itu.Padahal rumah itu tergolong masih baru lho.Maksudnya masih baru jadi atau direnovasi.Tak terlihat seperti bangunan kuno atau rumah tua.Didepan rumah itu ada papan iklan sebuah usaha laundry dengan nama "WW Laundry".Dimulut gang juga ada plang yang sama.Pantas saja dilantai atas tampak area jemuran pakaian.Rumah itu sudah ditulisi "DIJUAL Hubungi no berikut ".Namun setiap orang yang datang untuk membelinya begitu mendengar kisah mengapa rumah itu dijual urung membelinya malah langsung tancap gas pergi.Weleh... Padahal tuh rumah menarik lho tampilannya.Serba keramik dan dekat warung pula.Kiri kanan dan depannya juga kosong alias rumah2 tak berpenghuni.Jadi lingkungannya ga ramai alias tenang.Eh tetep aja ga ada yang berani nempati tuh rumah.Dari hasil investigasi kepada penduduk setempat,akhirnya diketahuilah kisah dibalik rumah itu.
Dulu ada seorang pria bernama Wijaya.Ia memiliki seorang isteri dan seorang anak perempuan.Ia bekerja serabutan.Apa saja dikerjakan demi mendapat uang.Seperti namanya yang jaya,ia bisa dibilang mapan.Hingga ia tergoda seorang wanita pelacur.Sebenarnya tuh wanita penggoda ga cantik2 amat,hitam malah kulitnya.Rambutnya keriting lagi.Matanya besar2 nampak rasa ingin tahunya sangat kuat.Plus super cerewet.Banyak yang bilang kalau bibir bawah kerap dipakai maka bibir atas juga sama pasti suka koar2.Alias liat gitu orangnya. Singkat cerita wanita penggoda tadi,namanya Gika,berhasil merebut Wijaya dari isterinya.Wijaya klepek2 dan nurut sama Gika.Malah Gika kemudian yang menempati rumah Wijaya.Waktu itu rumahnya masih kecil belum tingkat. Gika orangnya sangat pintar mengadu domba orang demi keuntungannya pribadi.Keluarganya sendiri saja ga suka dengan kelakuannya.Masak tanah milik saudara2nya dia jual.Salah satu kerabatnya sampai ga sudi mampir ke rumah dia,"Menyakitkan sekali.Dia bisa senang2 diatas penderitaan orang lain.Ga peduli mau keluarga atau kerabat,semua ga pwnting buat dia.Yang dia utamakan itu gimana caranya dapat uang."
Ga cuma tanah milik keluarganya,Gika juga ngompori suaminya untuk menyerobot tanah milik orang lain.Memang sejak menikah dengan Gika,Wijaya seret keuangannya.Rekan2 bisnisnya menjauh tahu dia tergoda perempuan ga bener.Wijaya lalu usaha rongsok.Namun selidik punya selidik,barang2 yang dia jual ternyata hasil mencuri dan menipu.Dia mendengarkan Gika dan menuruti semua cara2 licik Gika.Gayanya tuh bawa mobil pick up terus mendatangi rumah2 bergaya bertamu atau nyari alamat.Yang diincar tuh rumah kosong.Bel dipencet kalau ga ada sahutan atau reaksi dari penghuni rumah berarti tuh rumah kosong.Maka dia gasak barang2 di rumah itu.Kaca2 dipecahin terus kendaraan yang ada disikat.Motor parkir aja diangkut pakai pick up kok.Makanya hati2 kalau parkir di jalan.Sebaiknya kendaraan dibawa masuk rumah saja.Kalau perlu dikunci stang weleh...
Gika mencoba meraih simpati warga kampung dengan mengikuti berbagai aktivitas kampung seperti PKK,arisan dll.Modal pinter ngomong dan politik devide et impera membuatnya dijuluki Nyi Rempong.Dia sudah memecah belah beberapa keluarga.Ada yang dibikin bertengkar sampai berkelahi dan usir2an.Bahkan ada yang sampai ga tahan dan pindah rumah.Orang yang menganggur dia hina terus sampai stress,"Kamu itu pria kok cuma dirumah?Cari kerja sana!Apa kamu ga tahu to hidup itu butuh uang!Uang itu penting!"
Setiap hari tetangganya yang menganggur itu dia kata2i terus sampai akhirnya jadi gila.Disekap didalam kamar karena buang air besar sembarangan.Eh dia malah makai kesempatan itu buat mencuri.Saudara yang gila itu punya toko kelontong.Aneka kebutuhan sehari2 ada di sana.Pura2 nengok yang gila itu,dia ternyata mengambil uang warung dan beberapa bungkus rokok.Biasa buat suaminya.Pinter dia,habis nyuri dia dan suaminya pasti pergi dari rumah.Alasan ke rumah saudaralah atau ada bisnislah.Begitu yang punya toko menyadari dia kehilangan,Gika ga dirumah.Selain pintar bikin perang saudara,mencuri dan nyerobot milik orang,Gika juga pintar menipu.Ada orang titip uang arisan sama dia eh dia bilang terimanya ga sesuai jumlah yang diserahkan kepadanya.Kalau hutang juga ga bayar2 meski yang nagih sampai memohon2 kayak pengemis minta uangnya sendiri.Gika punya teman,sohib gitu.Sohibnya itu ia manfatin dan ia peralat buat kepentingannya.Uang di dompetnya dia curi,kalau mereka kerja maka dia nyari enaknya sendiri.Teman Gika itu namanya Widya.Dia dipercaya jaga rumah neneknya.Eh malah diajari sama Gika buat ga usah merhatiin tuh neneknya,dia malah bujuk buat diracuni saja biar cepet tiada jadi tanahnya bisa diambil alih.Rencana itu dipandang baik oleh Widya dan dilaksanakan.Sang nenek diberi racun tikus terus ditinggal pergi.Namun usaha menguasai tanahnya tak berhasil karena cucu2 neneknya yang lain heran dan curiga dengan kematian nenek mereka.Malah Widya kemudian digelandang ke polisi karena pembunuhan berencana.Tentu saja Gika bisa berkelit,dia keluar dari kerjaannya bersama Widya di sebuah laundry.Malah dia buka laundry sendiri.Langganan mantan juragannya diserobot.Hotel2 dan rumah2 kost.Dia bangga sekali bisa mendirikan laundry.Suaminya sampai ikut bantuin.Namun rupanya itulah awal malapetakanya.Usaha laundrynya ramai karena dia akan maki2 orang2 yang ga mau langganan sama dia.Atau dia akan cereweti orang itu sampai mau makai laundry dia.Berhubung Gika ga punya anak,maka dia fokus nyari uang dengan ngurus laundry dia.Mulai jarang kongko2 dia.Dia disibukkan dengan mencuci baju,menyetrika,menjemur pakaian dll.Sampai punya karyawan juga.Lalu dia bangun rumahnya.Anak suaminya ngrecoki minta bagian warisan maka dibagi dualah rumah itu.Gika minta rumahnya ditingkat dan ada tempat buat jemur.Dibuatlah lantai paling atas sebagai tempat untuk menjemur.Saat pengerjaan salah satu tukang ada yang jatuh hingga luka parah,dia ga mau tanggung jawab.Owel keluar uang.Disumpahi sama keluarga tukangnya,"Dasar perempuan ga bener!Kelak kamu akan merasakan apa yang kami rasakan.Lihat saja,Gusti ora sare!!Karmamu pasti datang!"
Gika malah ngekek2.Tak lama setelah kejadian itu,rumahnya selesai.Gika bangga sekali dengan usaha laundrynya dia bisa bangun rumah sampai tingkat pula.Tapi salah satu tetangga yang ga suka malah doain yang jelek,"Paling ga lama habis ini apes dia.Lihat saja orang bangun rumah itu kalau ga bener caranya pasti habis itu kalau ga stroke ya apes!Uang darimana itu yang dia pakai buat bangun kalau ga hasil dari kejahatan.Aku tahu siapa kamu Gika...Gika...kamu dan suamimu itu keduanya orang jahat.Cuma pinter omong doang.Modal mulut saja.Tapi aku yakin suatu hari Yang Diatas akan menghakimi dengan cara-Nya.Gusti ora sare!!"
Doa orang yang tertindas emang biasanya didengar.Suatu hari cuaca ekstrim,Gika banyak nian jemurannya.Sprei2 gitu.Dia ke lantai atas niatnya mau ngambili jemuran soalnya mendung.Anginnya kenceng pula.Saat itu suaminya sedang ngantar pakaian ke sebuah hotel.Gika terburu2 karena gerimis mulai turun,"Sial!Malah hujan!Mana sprei2 lagi aduh....karyawanku ga masuk lagi.Repot2!!"
Saat hendak mengambil salah satu sprei eh tuh sprei kabur kebawa angin,Gika mengejarnya malah kesrimpet dan jatuh dari lantai atas terjun ke jalan depan rumahnya.Tetangganya heboh,"Tolong!!Tolong!!"
Di tempat lain,suaminya sedang dijalan saat dihubungi kalau isterinya jatuh dari lantai atas,"Apa?!!Kok bisa??!!Ya ya aku segera ke sana!"
Wijaya ngebut padahal cuaca sedang ga baik.Angin ribut melanda dan sebuah pohon setinggi 10 meter roboh menimpanya.Wijaya meninggal di jalan.Gika tak tertolong di RS.Meninggal saat di ambulance.Gika tak meninggalkan seorang anakpun.Harta dan usahanya ditinggalkan dan diwarisi anak dari isteri pertama suaminya.Benar kata pepatah,orang fasik mengumpulkan harta tapi meninggalkannya untuk orang benar.Carilah harta di sorga bukan di bumi.***The End***
Kiranya cerpennya bisa menjadi pelajaran buat kita semua.Cerbungnya di part 2 ya.***see you in part 2***
Eps 21 BENANG BIRU PART 2 : My Love
===♡KU TERINGAT KINI AKAN CINTAMU...
( Ika pov )
Aku bersiap di kamar mau mengantar Ben menemui keluarganya.Aku ga tahan melihat mata Ben.Mata itu seakan meminta aku agar menahan kepergiannya.Tapi aku takkan setega itu.Kuambil sebuah kotak di laci kamarku.Disana tersimpan sebuah gelang yang dibuat dengan benang warna biru.Entah kenapa aku ingin memakainya.Ben beruntung masih ditunggui ibunya hingga ia dewasa.Sedang aku.Wajah ibu seperti apa saja aku tak ingat.Yang aku ingat hanya kakek dan mendiang nenek.Kata kakek gelang benang biru ini peninggalan orang tuaku.Jika aku sedih aku suka memakainya.Seakan ibu ada di sini menghiburku.Ben beruntung sekali memiliki cinta seorang ibu.Ibunya pasti sangat merindukannya.Apalagi dia seorang pangeran.Sebuah negara menantinya.Rakyatnya pasti mengharapkan dia kembali.Memang ini membuatku sedih tapi ini yang terbaik.
♡<<<<YANG SELALU TULUS UNTUKKU KASIH....( IDAYU POV )
Ramzi nampak sibuk mempersiapkan anak buahnya.Ada apa ya?Aku jadi penasaran.Apa dia tahu kalau Pangeran Ben sudah kutemukan?Kudekati dia,"Ramzi,ada apa?Apa ada teror?"
Dia menjawab namun sambil berbisik,"Tadi Pangeran Ben menghubungi saya.Tapi jangan bilang pada Permaisuri dulu.Makanya saya perketat keamanan.Pangeran akan kembali."
Wow!Aku ga sangka Pangeran Ben akhirnya menepati perkataannya.Namun aku malah merasa sedih,jika Cici sudah mendapatkan putranya maka dia pasti akan kembali ke Brunei.Lalu bagaimana denganku?Hatiku berat meninggalkan Indonesia.Apalagi setelah bertemu dengan Ika.Entah kenapa aku merasa berat meninggalkannya.Andai saja benar dia adalah putriku yang hilang.Aku hubungi detektifku,"Bagaimana perkembangan penyelidikanmu?"
Kata detektifku memang ditemukan beberapa kejanggalan dalam riwayat hidup Ika.Namun dia akan mencari informasi lebih lagi untukku.Sepertinya tes DNA solusi tercepat deh.Saat ini aku ingin mengenal Ika lebih dekat dulu.
>>>>�BERATNYA HATIKU KEHILANGANMU...( Benigno pov )
Sarapan bersama Ika dan Kakek Hendro sungguh terasa lain.Biasanya aku sangat lahap kalau moment makan,apalagi masakan Ika.Aku sampai tungguin di dapur malah.Kakek Hendro memandangku,"Kenapa makannya ga kayak biasanya Nak Ben?Apa ga enak masakan Ika?"
Ika jelas jadi melihat ke arahku,"Apa keasinan ya?Kurang bumbu ya?"
Aku menggeleng,"Ga kok.Ini enak seperti biasanya.Mantap!Hanya aku ingin lebih lama di sini jadinya makannya pelan2..."
Kakek jadi tersenyum demikian juga Ika,"Kakek ini juga senang sama Nak Ben.Salam ya buat keluarganya.Apa saudara2 Nak Ben juga model2nya kayak Nak Ben gini?Tinggi tegap dan gagah?" Ika langsung batuk2 mendengarnya,"Uhuk!Uhuk!...Kakek mujinya kebanyakan itu..."
Aku senang melihat Ika tersenyum,"Adik2 saya juga ga kalah keren dari saya kakek he..he..tapi soal badan memang Ben yang paling berisi katanya lho ya...he..he.."
Suasana kembali cair.Walau jujur aku sangat berat meninggalkan mereka.Semoga kehilangan kali ini akan Tuhan gantikan dengan pertemuan lagi.
~~~�LULUH LANTAHKAN HATIKU DITINGGALKAN KAMU....( HENDRO SAKI POV ) Melihat gerak gerik Nak Ben dan Ika,aku menangkap sinyal2 asmara diantara mereka.Sepertinya Nak Ben suka sama Ika.Ikanya juga sama sepertinya.Aku itu ga pernah lihat Ika merona wajahnya kalau deket pria.Tapi kalau sama Nak Ben dia jelas ga bisa menutupinya.Akhirnya Ika sudah dewasa.Kelak akan menikah dan membangun keluarga.Suatu hari nanti mungkin ia akan meninggalkan aku.Ikut suaminya.Jika dapat Nak Ben aku juga setuju.Walau baru kenal sebentar tapi kalau sama Nak Ben aku itu bisa merasakan kalau dia itu tulus sayang sama Ika.Semoga mereka berjodoh.
````�SELAMAT JALAN DUHAI ENGKAU KEKASIHKU....( INTAN POV )
Pagi2 aku lihat mas ganteng sama Ika sudah rapi.Mau kemana mereka pagi2 ya?Aku harus tahu nih.Segera kucegat mereka,"Wah pagi2 mas ganteng dah rapi nih...mau kemana sih?Boleh ikut ga?"
Eh malah Ika yang jawab,"Kami mau ke kota Tan...mana mungkin ibumu mengijinkan kamu ikut kami."
Aku deketi mas ganteng,"Ngapain ke kota?Berduaan lagi sama Ika?"
Mas ganteng malah pandang2an sama Ika,"Ehm...aku mau ikut Ika kerja...kan aku bisa bahasa Inggris..."
Aku rasa ada yang mereka sembunyiin.Tapi belum sempat nanya lagi eh ibu datang,"Intan!!!Sini kamu!!"
Yeah mereka diselamatkan ibu.Sebel!!
♡¤¤¤ KEMANAKAH KINI AKAN KUCARI....( SOIMAH POV )
Kemana sih Intan?Disuruh jemur gabah malah kabur.Mumpung matahari bersinar cerah kok.Oh rupanya dia lagi ngobrol sama Ika dan tamu bulenya itu.Aku jadi ingat pas acara hajatan dulu itu.Ada seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan wanita kaya di Malaysia yang anaknya kuculik.Untung dia ga lihat aku.Jangan2 wanita itu turis,makanya dia bicara sama Ika.Bahaya kalau Intan deket2 Ika.Aku harus jauhin dia dari Ika.Bisa2 tuh Nyonya Malaysia ke sini lagi.Berbahaya!
♡°°°° TIADA LAGI CANDA TAWAMU KASIH....
Aku marahi Intan,"Kamu itu kerjaannya ngelayap terus!Ayo jemur gabahnya!!"
Aku lihat Ika pakai pakaian kerjanya,"Kamu mau kerja Ka?"
Dia jawab,"Iya Budhe.Ada rombongan turis yang butuh tour guide.Mari Budhe..."
Dia bawa si pria asing itu,moga aja Ika dibawa kabur sama tuh pria biar hilang dari kampung ini.Jadi hidupku bisa tenang. Aku bisa tertawa dengan lepas lagi.Ga cemas lagi.
�••• SEPINYA HATIKU HANYA BISA KUMENETESKAN AIR MATA....( CICI POV )
Walau badanku sebenarnya masih belum fit namun mendengar kabar dari Idayu kalau dia lihat orang mirip Ben,rasanya aku seperti mendapat suntikan tenaga.Kuusap foto putraku,"Tampan nian kamu Ben...Bunda kangen sama kamu...kembalilah...kembali pada Bunda..."
Suamiku menelpon,"Sayang,bagaimana kondisimu?Aku ke sana ya?Disini sepi tanpa dirimu...aku juga ingin mencari putra kita bersamamu."
○○○♡DOAKU UNTUKMU....
Kalau aku wanita biasa aku pasti akan sangat kecewa pada Fahrul karena tidak menemaniku mencari Ben.Tapi aku ini ibu negara,aku harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.Aku jawab dia,"Ingat kau ini kepala negara.Doakan saja aku bisa menemukan anak kita segera.Aku sudah baikan.Aku yakin hari ini hal baik akan terjadi.Perasaanku mengatakan begitu." Benarkah feeling Permaisuri Cici?***see you next eps***
■□ CERPEN KE-43 : QUIET GIRL
Disebuah desa yang sudah lama mengalami kekeringan dan wabah penyakit juga gagal panen nampak kepala desa sedang mengadakan pertemuan di halaman rumahnya.Ia merasa semua bencana yang terjadi disebabkan oleh adanya kutukan di desa,"Semua musibah di desa kita ini karena kita dikutuk.Kira2 apa yang membuat sampai kita dikutuk oleh langit?"
Semua diam merenung dan dari sebuah sudut seseorang mengutarakan pendapatnya,"Sejak dulu bila ada anak kembar pasti membawa bencana bila keduanya dibiarkan hidup.Lagipula kita sudah lama tidak memberi korban pada dewa hujan."
Penatua lain juga setuju,"Iya dewa pasti marah pada kita.Kita harus mengorbankan sesuatu pada dewa supaya keadaan kembali makmur."
Seorang wanita tua nampak sedih,'Aku punya dua orang putri kembar.Apa mereka hendak mengorbankan salah satu dari mereka?Tidak!Aku harus menyuruh mereka lari saja dari desa sebelum mereka membunuhnya.'
Kepala desa melihat wanita tua itu hendak pergi diam2 meninggalkan pertemuan,"Kaede,kau mau kemana?Kita belum selesai apalagi hanya kaulah yang punya anak kembar di desa ini."
Kaede segera bersujud,"Mohon jangan bunuh putri kembarku.Mereka adalah darah dagingku.Biarkan mereka pergi dari desa ini,asal jangan kaubunuh."
Kepala desa menyuruhnya berdiri,"Sudah menjadi tradisi bahwa kita hanya akan mengorbankan satu gadis yang masih perawan untuk dewa hujan.Kau tak perlu pergi dari desa asal salah satu anak gadismu ada yang rela dikorbankan pada dewa."
Lalu dipanggillah kedua anak gadis wanita tua itu,wajah mereka benar2 mirip.Yang lahir pertama adalah Kikyo.Dia berambut panjang hitam dan tatapan matanya dingin.Yang kedua bernama Kagome.Rambutnya agak bergelombang dan tatapan matanya hangat.Dia biasa membantu ibunya yang adalah tabib di desa itu.Mengetahui niat para penduduk hendak mencari korban,Kikyo lalu menunjuk adiknya,"Aku ini sudah memiliki seorang tunangan,jadi tak mungkin aku kalian korbankan.Adikku saja dia itu belum terikat dengan seorang pria.Dia jelas lebih pantas untuk dikorbankan."
Kaede terkejut mendengar ucapan putri sulungnya,"Kikyo,tega sekali kau mengajukan adikmu sendiri sebagai korban.Dia itu adikmu.Kalian itu kembar!"
Kagome sendiri malah merasa bahwa tak seharusnya penduduk melakukan ritual pengorbanan,"Ritual seperti ini tidak benar.Setiap orang berhak untuk hidup.Apa salah kami jika kami terlahir kembar?"
Namun penduduk sudah bertekad bulat akan mengadakan ritual itu dan kagome yang terpilih.Malam itu Kagome diikat dan diletakkan di sebuah altar untuk besok dikorbankan pada dewa dengan cara dilempar dari tebing.Kagome hanya bisa pasrah dengan nasibnya.Dipandanginya langit malam yang hanya berhiaskan bulan sabit,'Tuhan jika memang Kau ada,lakukanlah keajaiban padaku.'
Malam itu hanya bulan sabit yang menemani Kagome.Sementara itu disebuah kastil seorang pria tua nampak resah,"Pengawal panggil putra pertamaku untuk menghadapku!Aku ada tugas untuknya."
Sang pengawal segera melaksanakan perintah Rajanya,"Baik Yang Mulia!"
Dibangunan kastil sebelah barat,tampak seorang pria muda tengah berlatih pedang dengan panglimanya,"Pangeran terus menunjukkan peningkatan.Luar biasa Pangeran!"
Pria muda dengan rambut putih keperakan itu menghentikan gerakannya,"Cukup untuk hari ini.Ada yang datang kemari."
Panglimanya juga mendengar langkah kaki mendekat,"Pendengaran Pangeran memang luar biasa.Sehebat kemampuan pedangnya."
Pengawal utusan Raja mendekat dan memberi hormat pada pria muda yang didahinya ada tanda bulan sabitnya itu,"Pangeran Sesshomaru,Baginda memanggil Pangeran."
Sesshomaru mengangguk pada panglimanya lalu mengikuti pengawal itu menuju ruangan dimana ayahandanya berada.Rupanya Sesshomaru diminta ayahnya untuk mencari adiknya.Namanya Inuyasha.Sesshomaru memang beda ibu dengan Inuyasha namun ia tahu betapa sayangnya ayahnya pada adik tirinya itu.Sementara adiknya itu malah sibuk mengejar seorang wanita desa bernama Kikyo.Walau begitu,Sesshomaru tetap melaksanakan tugas itu.Iapun menuju ke desa dimana wanita idaman adiknya tinggal.Sesshomaru tiba di desa itu kala fajar menjelang,ia heran melihat desa itu sepi,'Kemana orang2 di desa ini?Ah itu ada wanita tua disana.Lebih baik kutanya padanya.'
Namun kala mendekat alangkah terkejutnya Sesshomaru karena wanita tua itu mencoba bunuh diri,"Apa yang kaulakukan ?"
Wanita itu ternyata Kaede yang meratapi putrinya Kagome yang akan dikorbankan pagi itu,"Tuan,biarkan aku mati.Untuk apa aku hidup lagi.Putriku yang baik hati sebentar lagi juga akan mati.Aku sangat menyayanginya namun aku tak berdaya menolongnya."
Sesshomaru heran mendengar ucapannya,"Hidup itu adalah anugerah dari langit.Kenapa kau malah tidak menghargainya?Apa diperbuat putrimu sehingga ia harus mati?"
Kaede lalu menceritakan semuanya,dan kala ia menyebut nama Kikyo tahulah Sesshomaru bahwa wanita itu adalah ibu dari wanita impian adiknya.Kebetulan sekali,"Apa kau melihat pria berpakaian merah disekitar sini?"
Kaede menatap pria dihadapannya,"Apa maksud Tuan adalah Pangeran Inuyasha?"
Sesshomaru tersenyum,"Benar dimana dia?"
Kaede menunjuk ke arah tepi desa,"Mungkin dia sedang bersama putriku menyaksikan ritual pengorbanan di tebing sana.Tuan,kumohon tolonglah putriku.Ia tidak bersalah apapun ia tak pantas dikorbankan.Jika dia mati aku juga akan mati saja."
Sesshomaru terdiam dan segera menuju ke arah tebing.Ia sebenarnya bukan tipe orang yang suka turut campur masalah orang namun jujur ia heran mengapa ritual seperti itu masih ada di desa itu.Sampai di dekat tebing ia melihat adik tirinya sedang bertarung dengan seorang pria memperebutkan Kikyo.Sesshomaru hanya bisa menggelengkan kepalanya,'Dari yang kudengar tentang Kikyo sepertinya ia tak pantas untuk diperebutkan,dasar pria2 aneh.Sebaiknya aku menuju tebing dulu.'
Kikyo nampak bahagia melihat adiknya siap dilemparkan ke jurang,'Rasain kamu!Kini gadis tercantik di desa ini adalah aku!Ha...ha.'
Kagome hanya bisa pasrah apalagi Kikyo dengan bangganya menjadi orang yang akan mendorongnya dari tebing.Kepala desa memberi aba2,"Wahai dewa hujan,kami bersalah padamu.Terimalah persembahan kami.Kikyo dorong dia!!"
Dengan semangatnya Kikyo mendorong Kagome jatuh dari tebing.Kagome hanya bisa teriak,"Kakak,titip ibu!!"
Kagome memejamkan mata,merasakan tubuhnya jatuh menuju ke bebatuan di dasar jurang.Namun ia tidak merasakan sakit membentur bebatuan justru ia merasakan sesuatu yang hangat melingkupinya.Dibukanya matanya,tampak disana sebuah bulan sabit,'Bukannya ini sudah pagi kenapa ada bulan sabit?'
Sepasang lengan menangkap tubuhnya dan melesat membawanya pergi dari bahaya maut.Siapakah yang menolong Kagome?**To be continue** Berhubung ada dua angka 9 di tiket ini maka cerpen ini akan saya bagi jadi dua part.Storynya ntar ya di part 2 juga.**See you in part two**
Aku bersiap di kamar mau mengantar Ben menemui keluarganya.Aku ga tahan melihat mata Ben.Mata itu seakan meminta aku agar menahan kepergiannya.Tapi aku takkan setega itu.Kuambil sebuah kotak di laci kamarku.Disana tersimpan sebuah gelang yang dibuat dengan benang warna biru.Entah kenapa aku ingin memakainya.Ben beruntung masih ditunggui ibunya hingga ia dewasa.Sedang aku.Wajah ibu seperti apa saja aku tak ingat.Yang aku ingat hanya kakek dan mendiang nenek.Kata kakek gelang benang biru ini peninggalan orang tuaku.Jika aku sedih aku suka memakainya.Seakan ibu ada di sini menghiburku.Ben beruntung sekali memiliki cinta seorang ibu.Ibunya pasti sangat merindukannya.Apalagi dia seorang pangeran.Sebuah negara menantinya.Rakyatnya pasti mengharapkan dia kembali.Memang ini membuatku sedih tapi ini yang terbaik.
♡<<<<YANG SELALU TULUS UNTUKKU KASIH....( IDAYU POV )
Ramzi nampak sibuk mempersiapkan anak buahnya.Ada apa ya?Aku jadi penasaran.Apa dia tahu kalau Pangeran Ben sudah kutemukan?Kudekati dia,"Ramzi,ada apa?Apa ada teror?"
Dia menjawab namun sambil berbisik,"Tadi Pangeran Ben menghubungi saya.Tapi jangan bilang pada Permaisuri dulu.Makanya saya perketat keamanan.Pangeran akan kembali."
Wow!Aku ga sangka Pangeran Ben akhirnya menepati perkataannya.Namun aku malah merasa sedih,jika Cici sudah mendapatkan putranya maka dia pasti akan kembali ke Brunei.Lalu bagaimana denganku?Hatiku berat meninggalkan Indonesia.Apalagi setelah bertemu dengan Ika.Entah kenapa aku merasa berat meninggalkannya.Andai saja benar dia adalah putriku yang hilang.Aku hubungi detektifku,"Bagaimana perkembangan penyelidikanmu?"
Kata detektifku memang ditemukan beberapa kejanggalan dalam riwayat hidup Ika.Namun dia akan mencari informasi lebih lagi untukku.Sepertinya tes DNA solusi tercepat deh.Saat ini aku ingin mengenal Ika lebih dekat dulu.
>>>>�BERATNYA HATIKU KEHILANGANMU...( Benigno pov )
Sarapan bersama Ika dan Kakek Hendro sungguh terasa lain.Biasanya aku sangat lahap kalau moment makan,apalagi masakan Ika.Aku sampai tungguin di dapur malah.Kakek Hendro memandangku,"Kenapa makannya ga kayak biasanya Nak Ben?Apa ga enak masakan Ika?"
Ika jelas jadi melihat ke arahku,"Apa keasinan ya?Kurang bumbu ya?"
Aku menggeleng,"Ga kok.Ini enak seperti biasanya.Mantap!Hanya aku ingin lebih lama di sini jadinya makannya pelan2..."
Kakek jadi tersenyum demikian juga Ika,"Kakek ini juga senang sama Nak Ben.Salam ya buat keluarganya.Apa saudara2 Nak Ben juga model2nya kayak Nak Ben gini?Tinggi tegap dan gagah?" Ika langsung batuk2 mendengarnya,"Uhuk!Uhuk!...Kakek mujinya kebanyakan itu..."
Aku senang melihat Ika tersenyum,"Adik2 saya juga ga kalah keren dari saya kakek he..he..tapi soal badan memang Ben yang paling berisi katanya lho ya...he..he.."
Suasana kembali cair.Walau jujur aku sangat berat meninggalkan mereka.Semoga kehilangan kali ini akan Tuhan gantikan dengan pertemuan lagi.
~~~�LULUH LANTAHKAN HATIKU DITINGGALKAN KAMU....( HENDRO SAKI POV ) Melihat gerak gerik Nak Ben dan Ika,aku menangkap sinyal2 asmara diantara mereka.Sepertinya Nak Ben suka sama Ika.Ikanya juga sama sepertinya.Aku itu ga pernah lihat Ika merona wajahnya kalau deket pria.Tapi kalau sama Nak Ben dia jelas ga bisa menutupinya.Akhirnya Ika sudah dewasa.Kelak akan menikah dan membangun keluarga.Suatu hari nanti mungkin ia akan meninggalkan aku.Ikut suaminya.Jika dapat Nak Ben aku juga setuju.Walau baru kenal sebentar tapi kalau sama Nak Ben aku itu bisa merasakan kalau dia itu tulus sayang sama Ika.Semoga mereka berjodoh.
````�SELAMAT JALAN DUHAI ENGKAU KEKASIHKU....( INTAN POV )
Pagi2 aku lihat mas ganteng sama Ika sudah rapi.Mau kemana mereka pagi2 ya?Aku harus tahu nih.Segera kucegat mereka,"Wah pagi2 mas ganteng dah rapi nih...mau kemana sih?Boleh ikut ga?"
Eh malah Ika yang jawab,"Kami mau ke kota Tan...mana mungkin ibumu mengijinkan kamu ikut kami."
Aku deketi mas ganteng,"Ngapain ke kota?Berduaan lagi sama Ika?"
Mas ganteng malah pandang2an sama Ika,"Ehm...aku mau ikut Ika kerja...kan aku bisa bahasa Inggris..."
Aku rasa ada yang mereka sembunyiin.Tapi belum sempat nanya lagi eh ibu datang,"Intan!!!Sini kamu!!"
Yeah mereka diselamatkan ibu.Sebel!!
♡¤¤¤ KEMANAKAH KINI AKAN KUCARI....( SOIMAH POV )
Kemana sih Intan?Disuruh jemur gabah malah kabur.Mumpung matahari bersinar cerah kok.Oh rupanya dia lagi ngobrol sama Ika dan tamu bulenya itu.Aku jadi ingat pas acara hajatan dulu itu.Ada seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan wanita kaya di Malaysia yang anaknya kuculik.Untung dia ga lihat aku.Jangan2 wanita itu turis,makanya dia bicara sama Ika.Bahaya kalau Intan deket2 Ika.Aku harus jauhin dia dari Ika.Bisa2 tuh Nyonya Malaysia ke sini lagi.Berbahaya!
♡°°°° TIADA LAGI CANDA TAWAMU KASIH....
Aku marahi Intan,"Kamu itu kerjaannya ngelayap terus!Ayo jemur gabahnya!!"
Aku lihat Ika pakai pakaian kerjanya,"Kamu mau kerja Ka?"
Dia jawab,"Iya Budhe.Ada rombongan turis yang butuh tour guide.Mari Budhe..."
Dia bawa si pria asing itu,moga aja Ika dibawa kabur sama tuh pria biar hilang dari kampung ini.Jadi hidupku bisa tenang. Aku bisa tertawa dengan lepas lagi.Ga cemas lagi.
�••• SEPINYA HATIKU HANYA BISA KUMENETESKAN AIR MATA....( CICI POV )
Walau badanku sebenarnya masih belum fit namun mendengar kabar dari Idayu kalau dia lihat orang mirip Ben,rasanya aku seperti mendapat suntikan tenaga.Kuusap foto putraku,"Tampan nian kamu Ben...Bunda kangen sama kamu...kembalilah...kembali pada Bunda..."
Suamiku menelpon,"Sayang,bagaimana kondisimu?Aku ke sana ya?Disini sepi tanpa dirimu...aku juga ingin mencari putra kita bersamamu."
○○○♡DOAKU UNTUKMU....
Kalau aku wanita biasa aku pasti akan sangat kecewa pada Fahrul karena tidak menemaniku mencari Ben.Tapi aku ini ibu negara,aku harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.Aku jawab dia,"Ingat kau ini kepala negara.Doakan saja aku bisa menemukan anak kita segera.Aku sudah baikan.Aku yakin hari ini hal baik akan terjadi.Perasaanku mengatakan begitu." Benarkah feeling Permaisuri Cici?***see you next eps***
Eps 22 BENANG BIRU : Vision
■□ CERPEN KE-43 : QUIET GIRL
Disebuah desa yang sudah lama mengalami kekeringan dan wabah penyakit juga gagal panen nampak kepala desa sedang mengadakan pertemuan di halaman rumahnya.Ia merasa semua bencana yang terjadi disebabkan oleh adanya kutukan di desa,"Semua musibah di desa kita ini karena kita dikutuk.Kira2 apa yang membuat sampai kita dikutuk oleh langit?"
Semua diam merenung dan dari sebuah sudut seseorang mengutarakan pendapatnya,"Sejak dulu bila ada anak kembar pasti membawa bencana bila keduanya dibiarkan hidup.Lagipula kita sudah lama tidak memberi korban pada dewa hujan."
Penatua lain juga setuju,"Iya dewa pasti marah pada kita.Kita harus mengorbankan sesuatu pada dewa supaya keadaan kembali makmur."
Seorang wanita tua nampak sedih,'Aku punya dua orang putri kembar.Apa mereka hendak mengorbankan salah satu dari mereka?Tidak!Aku harus menyuruh mereka lari saja dari desa sebelum mereka membunuhnya.'
Kepala desa melihat wanita tua itu hendak pergi diam2 meninggalkan pertemuan,"Kaede,kau mau kemana?Kita belum selesai apalagi hanya kaulah yang punya anak kembar di desa ini."
Kaede segera bersujud,"Mohon jangan bunuh putri kembarku.Mereka adalah darah dagingku.Biarkan mereka pergi dari desa ini,asal jangan kaubunuh."
Kepala desa menyuruhnya berdiri,"Sudah menjadi tradisi bahwa kita hanya akan mengorbankan satu gadis yang masih perawan untuk dewa hujan.Kau tak perlu pergi dari desa asal salah satu anak gadismu ada yang rela dikorbankan pada dewa."
Lalu dipanggillah kedua anak gadis wanita tua itu,wajah mereka benar2 mirip.Yang lahir pertama adalah Kikyo.Dia berambut panjang hitam dan tatapan matanya dingin.Yang kedua bernama Kagome.Rambutnya agak bergelombang dan tatapan matanya hangat.Dia biasa membantu ibunya yang adalah tabib di desa itu.Mengetahui niat para penduduk hendak mencari korban,Kikyo lalu menunjuk adiknya,"Aku ini sudah memiliki seorang tunangan,jadi tak mungkin aku kalian korbankan.Adikku saja dia itu belum terikat dengan seorang pria.Dia jelas lebih pantas untuk dikorbankan."
Kaede terkejut mendengar ucapan putri sulungnya,"Kikyo,tega sekali kau mengajukan adikmu sendiri sebagai korban.Dia itu adikmu.Kalian itu kembar!"
Kagome sendiri malah merasa bahwa tak seharusnya penduduk melakukan ritual pengorbanan,"Ritual seperti ini tidak benar.Setiap orang berhak untuk hidup.Apa salah kami jika kami terlahir kembar?"
Namun penduduk sudah bertekad bulat akan mengadakan ritual itu dan kagome yang terpilih.Malam itu Kagome diikat dan diletakkan di sebuah altar untuk besok dikorbankan pada dewa dengan cara dilempar dari tebing.Kagome hanya bisa pasrah dengan nasibnya.Dipandanginya langit malam yang hanya berhiaskan bulan sabit,'Tuhan jika memang Kau ada,lakukanlah keajaiban padaku.'
Malam itu hanya bulan sabit yang menemani Kagome.Sementara itu disebuah kastil seorang pria tua nampak resah,"Pengawal panggil putra pertamaku untuk menghadapku!Aku ada tugas untuknya."
Sang pengawal segera melaksanakan perintah Rajanya,"Baik Yang Mulia!"
Dibangunan kastil sebelah barat,tampak seorang pria muda tengah berlatih pedang dengan panglimanya,"Pangeran terus menunjukkan peningkatan.Luar biasa Pangeran!"
Pria muda dengan rambut putih keperakan itu menghentikan gerakannya,"Cukup untuk hari ini.Ada yang datang kemari."
Panglimanya juga mendengar langkah kaki mendekat,"Pendengaran Pangeran memang luar biasa.Sehebat kemampuan pedangnya."
Pengawal utusan Raja mendekat dan memberi hormat pada pria muda yang didahinya ada tanda bulan sabitnya itu,"Pangeran Sesshomaru,Baginda memanggil Pangeran."
Sesshomaru mengangguk pada panglimanya lalu mengikuti pengawal itu menuju ruangan dimana ayahandanya berada.Rupanya Sesshomaru diminta ayahnya untuk mencari adiknya.Namanya Inuyasha.Sesshomaru memang beda ibu dengan Inuyasha namun ia tahu betapa sayangnya ayahnya pada adik tirinya itu.Sementara adiknya itu malah sibuk mengejar seorang wanita desa bernama Kikyo.Walau begitu,Sesshomaru tetap melaksanakan tugas itu.Iapun menuju ke desa dimana wanita idaman adiknya tinggal.Sesshomaru tiba di desa itu kala fajar menjelang,ia heran melihat desa itu sepi,'Kemana orang2 di desa ini?Ah itu ada wanita tua disana.Lebih baik kutanya padanya.'
Namun kala mendekat alangkah terkejutnya Sesshomaru karena wanita tua itu mencoba bunuh diri,"Apa yang kaulakukan ?"
Wanita itu ternyata Kaede yang meratapi putrinya Kagome yang akan dikorbankan pagi itu,"Tuan,biarkan aku mati.Untuk apa aku hidup lagi.Putriku yang baik hati sebentar lagi juga akan mati.Aku sangat menyayanginya namun aku tak berdaya menolongnya."
Sesshomaru heran mendengar ucapannya,"Hidup itu adalah anugerah dari langit.Kenapa kau malah tidak menghargainya?Apa diperbuat putrimu sehingga ia harus mati?"
Kaede lalu menceritakan semuanya,dan kala ia menyebut nama Kikyo tahulah Sesshomaru bahwa wanita itu adalah ibu dari wanita impian adiknya.Kebetulan sekali,"Apa kau melihat pria berpakaian merah disekitar sini?"
Kaede menatap pria dihadapannya,"Apa maksud Tuan adalah Pangeran Inuyasha?"
Sesshomaru tersenyum,"Benar dimana dia?"
Kaede menunjuk ke arah tepi desa,"Mungkin dia sedang bersama putriku menyaksikan ritual pengorbanan di tebing sana.Tuan,kumohon tolonglah putriku.Ia tidak bersalah apapun ia tak pantas dikorbankan.Jika dia mati aku juga akan mati saja."
Sesshomaru terdiam dan segera menuju ke arah tebing.Ia sebenarnya bukan tipe orang yang suka turut campur masalah orang namun jujur ia heran mengapa ritual seperti itu masih ada di desa itu.Sampai di dekat tebing ia melihat adik tirinya sedang bertarung dengan seorang pria memperebutkan Kikyo.Sesshomaru hanya bisa menggelengkan kepalanya,'Dari yang kudengar tentang Kikyo sepertinya ia tak pantas untuk diperebutkan,dasar pria2 aneh.Sebaiknya aku menuju tebing dulu.'
Kikyo nampak bahagia melihat adiknya siap dilemparkan ke jurang,'Rasain kamu!Kini gadis tercantik di desa ini adalah aku!Ha...ha.'
Kagome hanya bisa pasrah apalagi Kikyo dengan bangganya menjadi orang yang akan mendorongnya dari tebing.Kepala desa memberi aba2,"Wahai dewa hujan,kami bersalah padamu.Terimalah persembahan kami.Kikyo dorong dia!!"
Dengan semangatnya Kikyo mendorong Kagome jatuh dari tebing.Kagome hanya bisa teriak,"Kakak,titip ibu!!"
Kagome memejamkan mata,merasakan tubuhnya jatuh menuju ke bebatuan di dasar jurang.Namun ia tidak merasakan sakit membentur bebatuan justru ia merasakan sesuatu yang hangat melingkupinya.Dibukanya matanya,tampak disana sebuah bulan sabit,'Bukannya ini sudah pagi kenapa ada bulan sabit?'
Sepasang lengan menangkap tubuhnya dan melesat membawanya pergi dari bahaya maut.Siapakah yang menolong Kagome?**To be continue** Berhubung ada dua angka 9 di tiket ini maka cerpen ini akan saya bagi jadi dua part.Storynya ntar ya di part 2 juga.**See you in part two**
Eps 22 BENANG BIRU : Part 2 CERPEN "Quiet Girl"
PART 2 CERPEN KE-43 : QUIET GIRL / Gadis Pendiam
<< FLASH BACK...
Kagome dikorbankan dengan cara dilempar ke dasar tebing oleh saudara kembarnya sendiri yaitu Kikyo.Namun bukannya kematian yang merenggut Kagome,justru seorang pria dengan tanda bulan sabit di dahinya yang merenggutnya dari kematian tragis.Siapa pria itu? Bagi Sesshomaru bukanlah kebiasaannya untuk merepotkan diri dengan urusan kelas awam seperti yang ia lakukan sekarang.Pewaris tahta kerajaan Western itu sebenarnya heran juga,'Aku ini kenapa ya?Peduli amat sama nasib gadis ini?Sampai bela2in melesat menyelamatkannya seperti saat ini?Kenapa aku malah jadi seperti Inuyasha,mempedulikan gadis dari kelas jelata?Entah apa yang merasuki sebenarnya?' Kagome yang berada dalam rengkuhan Sesshomaru juga ga kalah herannya,'Siapa dia?Tampan sekali.Apalagi di dahinya ada tanda bulan sabit warna ungu.Itu kan tanda kebangsawanan.Apakah dia dari istana?Apakah aku ini mimpi ya?Jangan2 aku sudah mati sekarang.Kucubit ah tanganku.' Kagome menjerit pelan kala lengannya ternyata sakit dicubitnya sendiri,"Auww!"
Sesshomaru segera mencari tempat aman dan memandang gadis di pelukannya,"Kau kenapa?Apa mereka menyakitimu?"
Kagome segera turun dari gendongan pria penolongnya dan segera memberi hormat,"Terima kasih Tuan.Anda telah menolong saya.Saya tidak apa2 mereka hanya mengikat saya semalaman." Sesshomaru menatap gadis itu,"Kalau begitu aku akan membawamu kepada ibumu.Ia mencemaskanmu.Aku tak suka melihat seorang ibu menangis."
Kagome segera mengikuti langkah pria tampan dihadapannya,"Tuan sudah bertemu ibu saya?Apakah ibu saya yang menyuruh Anda untuk menyelamatkan saya?Siapa nama Anda biar saya bisa membalas budi baik Anda nanti.Oh ya nama saya Kagome.Saya..."
Sesshomaru tiba2 menghentikan langkahnya sehingga Kagome menabrak punggungnya,"Hey gadis...apa kau terbiasa bertanya sebanyak itu?Lagipula aku ini bukan pesuruh siapapun,hanya ayahku yang punya wewenang memerintahku.Jadi sebaiknya kau diam..."
Kagome segera minta maaf,"Maafkan saya Tuan...saya tidak bermaksud..."
Sesshomaru menghela nafas,"Cukup!Dan berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan,kau bukan pelayanku jadi panggil saja namaku."
Kagome bergumam sendiri,"Sejak tadi tidak menyebutkan nama ya mana aku tahu...dasar pria aneh...ganteng2 tapi aneh.."
Sesshomaru melangkah lagi sambil berkata,"Namaku Sesshomaru...ayo kita temui Ibumu."
Kagome jadi malu karena rupanya pria yang bersamanya itu mendengar ucapannya barusan,'Sesshomaru...nama itu sepertinya aku pernah dengar deh...tapi dimana ya?'
Akhirnya mereka sampai pada Kaede,wanita tua itu terpana kala melihat putrinya bersama Sesshomaru,"Kagome?"
Kagome segera berlari memeluk ibunya,"Ibu!!"
Melihat ibu dan anak itu berpelukan,hati Sesshomaru jadi teringat mendiang ibunya,'Ibu...aku juga merindukanmu...'
Kaede memeriksa anaknya,"Kau baik2 saja?Ibu senang sekali melihat kau tidak apa2.Apa Pangeran Sesshomaru menyelamatkanmu?"
Kagome kaget mebdengar sebutan itu,"Pangeran?Jadi dia adalah..."
Kaede segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Terima kasih Pangeran...atas pertolongannya pada putri saya..."
Sesshomaru meminta tabib wanita itu berdiri,"Mulai sekarang jangan menangis lagi.Putrimu sudah bersamamu.Aku harus pergi...."
Sesshomaru hendak melangkah pergi namun Kaede segera bersimpuh di hadapannya,"Pangeran saya mohon bawalah putri saya bersama Anda,kalau dia disini maka para penduduk akan membunuh dia.Biarlah mereka mengira Kagomeku sudah mereka korbankan.Jadi saya mohon biarlah Kagome mengikuti Pangeran...saya mohon.."
Sesshomaru mendengar di kejauhan para penduduk mulai kembali dari tebing,'Ibu ini ada benarnya.lagipula aku juga butuh pelayan untuk mengurus keperluanku sehari2.'
Kagome juga ikut berlutut,"Benar Pangeran Sesshomaru,saya bersedia menjadi pelayan Anda...ibu benar kalau penduduk tahu saya masih hidup pasti akan sangat murka mereka..."
Sesshomaru menghembuskan nafas,'Kenapa aku malah jadi terikat begini pada gadis itu?Tapi aku juga tak mau membuat ibunya sedih...Sesshomaru2...kenapa kau lembut begini?'
Sesshomaru melangkah pergi tanpa mengucapkan apapun,Kagome nampak sedih namun kala kemudian Sesshomaru menoleh kepadanya tahulah ia bahwa pria itu ingin ia mengikutinya.Kagome segera bangkit,"Ibu,jaga diri ibu baik2 ya?Hiduplah dengan baik bersama kakak.Maafkan Kagome tak bisa merawat dan membantu ibu lagi.Tapi jika ibu ada masalah ibu tahu harus kemana mencari Kagome.Selamat tinggal ibu.Kagome sayang ibu..."
Mereka berpelukan dan Kaede melepas putrinya dengan isak tangis,"Ibu lebih rela melepasmu pergi dengan Pangeran Sesshomaru daripada melihatmu dikorbankan di tebing,Kagome.Patuhi Pangeran.Ibu yakin dia akan menjagamu dengan baik."
Sesshomaru mengangguk pada Kaede lalu pergilah ia diikuti Kagome mencari Inuyasha.Kagome tak banyak bicara karena ia tahu Sesshomaru tak suka ia banyak bicara.Ia berjanji akan patuh pada pria didepannya itu.Sampai di kereta miliknya,Sesshomaru mengambil mantelnya,"Pakai ini dan masuklah ke dalam kereta.Tunggu aku disana.Pengawalku akan menjagamu.Aku akan segera kembali.Ingat namamu sekarang adalah Miko.Jika ada yang bertanya apapun,katakan kau akan berbicara kalau aku ijinkan.Mengerti?" Kagome bertanya,"Siapa Miko itu?" Tampak kilatan kesedihan di mata indah Sesshomaru,melihat itu Kagome segera bersimpuh,"Ampuni hamba Pangeran,hamba takkan bertanya lagi..."
Sesshomaru melihat ke langit yang mendung,"Dia adalah adikku yang sudah tiada tak lama setelah ibuku meninggal usai melahirkannya.Hujan akan turun.Masuklah ke kereta."
Kagome jadi merasa bersalah,dan segera masuk ke dalam kereta namun ia berjanji akan menghapus kesedihan Sesshomaru dengan menjadi Miko yang menyukakan hatinya,'Aku akan menghapus kesedihanmu Pangeran seperti kau menghapus kesedihan ibuku dan kesedihanku...'
Sementara itu Sesshomaru menemui Inuyasha,adiknya di tepi hutan.Adiknya nampak kewalahan melawan seorang pria yang ia tahu adalah Pangeran dari kerajaan lain yang terkenal bengis dan kejam.Kikyo nampak ada juga disitu,"Ayo Inuyasha kalahkan Naraku jika kau ingin aku menjadi milikmu."
Memang Kikyo sudah bertunangan dengan Naraku namun Inuyasha tak peduli dan terus mendekatinya,namun mengalahkan Naraku bukan perkara mudah.Pria itu licik dan tak terduga orangnya.Kala Kikyo membuat Inuyasha tak fokus dengan pertarungan,ia melesatkan senjata rahasia ke arah Inuyasha namun anehnya Inuyasha tidak apa2 karena seseorang telah menangkis semua senjata rahasia itu dengan pedangnya.Inuyasha terpana melihat siapa yang datang,"Sesshomaru?" Kikyo malah terpesona melihat ketampanan Sesshomaru,'Wow!Siapa dia?Tampan sekali dan penuh wibawa.Dia juga hebat dalam pedang.Kenapa bukan dia yang kutemui lebih dulu?'
Naraku geram melihat usahanya gagal,"Pangeran Sesshomaru,bukan sikap ksatria ikut campur urusan orang lain!"
Kikyo kian terpana mendengar Naraku mengenali pria tampan yang menolong Inuyasha itu,'Pangeran Sesshomaru?Dia kan pewaris tahta Kerajaan Western?Kakak Inuyasha.Bodohnya aku kenapa aku menerima tunangan Naraku dulu.Bodoh..bodoh kau Kikyo.Ternyata masih ada pria yang jauh lebih hebat lagi di dunia ini.Untunglah Kagome sudah mati jadi aku akan leluasa mendapatkan siapa saja.'
Memang selama ini orang selalu membanding2kan dirinya dengan Kagome.Kagome begitu disukai karena sikap baiknya dan tak pernah terlibat dengan pria2 seperti dirinya.Namun ia tertawa kala ingat kejadian di tebing,'Buat apa menjadi orang baik toh akhirnya dia dikorbankan juga.Justru karena kebaikannya dan kesuciannya,penduduk melihat dia lebih pantas untuk dikorbankan pada dewa.Ha..ha...kasihan kau adikku ha..ha..'
Sesshomaru mencengkeram lengan adiknya,"Aku rasa kaulah yang tidak ksatria Naraku!Memakai senjata rahasia kala lawan lengah.Lagipula aku takkan membiarkan siapapun mengusik keluargaku.Inuyasha,kita pergi!!"
Inuyasha tak bisa protes karena Sesshomaru segera melesat membawanya pergi meninggalkan Kikyo dan Naraku.Naraku segera meraih tangan Kikyo,"Kita pulang ke kerajaanku!Aku akan segera mengadakan pernikahan untuk kita."
Kikyo malah menoleh ke arah Sesshomaru pergi,'Beruntungnya wanita yang mendapatkan pria bernama Sesshomaru itu.' Siapakah nanti yang akan mendapatkan hati Sesshomaru?Cerpen ini ternyata super panjang jadi akan saya lanjut ke part 3 di next eps BB.Sekarang kita lanjut ke BB dulu yach.Lagunya dari Setia Band pasti judulnya Cinta Sampai Mati.Oh ya buat yang beragama Budha selamat hari Waisak ya.Hari ini saya libur jadi mau fokus nulis.
☆☆KUTAKUTKAN LAGI KAU TINGGALKAN KU KASIH...( Benigno pov )
Kenapa aku ga rela begini ya meninggalkan desa ini?Walau hanya beberapa hari saja disini aku sudah merasa seperti dirumah sendiri.Apalagi disini ada wanita yang menawan hatiku.Kenapa aku tak bisa melakukan apapun dengan kekuasaan yang kumiliki?Kenapa semua itu malah membuatku terpisah dengan cintaku?Ika,apakah kau tak punya perasaan apapun padaku?Kenapa aku sesedih ini ya pergi dari sini?Ibunda...hati anakmu ini galau.
♡♡CINTA YANG TELAH AKU BERIKAN HILANG...( Ika pov )
Aku akan memakai gelang biru ini untuk menguatkan hatiku bahwa aku telah melakukan yang benar dengan melepas Ben pada keluarganya pada tanah airnya. Kini semua mimpi ini harus diakhiri.Mungkin sekarang aku kehilangan tapi rakyat di negerinya mendapatkan kembali Pangerannya.I surrender...Aku akan pulih dan akan menjalani kehidupanku dengan ketabahan karena pilihanku benar.Aku rela mengorbankan diriku demi suatu bangsa mendapat pemimpin yang benar. ¤¤ KUTAKUTKAN LAGI KAU TINGGALKANKU KASIH...( NORMAL POV )
Keduanya tak banyak bicara selama di perjalanan.Namun Ben terus mengenggam jemari Ika selama perjalanan,"Biarkan kugenggam supaya aku mendapat kekuatan untuk kembali ke negaraku...biar menjadi kenangan bagiku...kumohon jangan lepaskan."
Ika hanya bisa membiarkan,walau sebenarnya hatinya ingin menahan pria itu pergi darinya.Ia terus berkata pada dirinya,'Aku tak boleh egois...tak boleh selfish...Ibu kuatkan hatiku...'
�CINTA YANG TELAH AKU BERIKAN HILANG... ( HOTEL NATOUR GARUDA )
Ramzi yang melihat lebih dulu kedatangan Pangerannya,"Pangeran??!"
Segera dipeluknya Pangeran Benigno sambil mengucap syukur pada Tuhan,"Tuhan Maha Besar...Tuhan Maha Penyayang...kini hamba akan terbebas dari murka Baginda Sultan..."
Ramzi segera membawa Ben menemui Cici yang kebetulan sedang bersama Idayu.Cici terpana kala mendengar suara memanggilnya,"Ibunda..."
Ben melepaskan genggaman tangannya pada jemari Ika dan melangkah pada ibunya,pelukan haru sang permaisuri Brunei menjadi jawabannya,"Putraku...cahayaku sudah kembali..."
Ika hanya bisa terpaku melihatnya.Namun Idayu malah memperhatikan lengan Ika yang bergelang biru,'Itu kan ...itu kan...benang biru yang kuikatkan dilengan Sinar sebelum ia diculik???'
★★ KU TLAH BIASA...( IDAYU POV )
Aku tak mungkin salah lihat!Gelang di lengan gadis itu dilengan Ika itu adalah benang birunya Sinar.Aku harus pastikan.Aku semakin yakin,kata hatiku benar.Dia adalah putriku yang hilang.Dia Sinarku!Sinarku!Sekian lama aku kehilangan dia dan kini dia ada dihadapanku membawa bukti ditangannya.Aku harus tahu darimana Ika mendapat gelang itu.Aku harus tahu!
◆◆ BERSAMAMU AKU ADA...( IKA POV )
Kala Ben melepas genggaman tangannya kenapa hatiku terasa hancur ya?Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum aku tak bisa menahan kepedihan hatiku lagi.Tak kusangka sesakit ini mencintai seseorang. Namun kala Ika akan beranjak pergi,Idayu menahan langkahnya,"Tunggu Nak!"
Akankah identitas Ika akan terbongkar disana?**see you in next eps**
<< FLASH BACK...
Kagome dikorbankan dengan cara dilempar ke dasar tebing oleh saudara kembarnya sendiri yaitu Kikyo.Namun bukannya kematian yang merenggut Kagome,justru seorang pria dengan tanda bulan sabit di dahinya yang merenggutnya dari kematian tragis.Siapa pria itu? Bagi Sesshomaru bukanlah kebiasaannya untuk merepotkan diri dengan urusan kelas awam seperti yang ia lakukan sekarang.Pewaris tahta kerajaan Western itu sebenarnya heran juga,'Aku ini kenapa ya?Peduli amat sama nasib gadis ini?Sampai bela2in melesat menyelamatkannya seperti saat ini?Kenapa aku malah jadi seperti Inuyasha,mempedulikan gadis dari kelas jelata?Entah apa yang merasuki sebenarnya?' Kagome yang berada dalam rengkuhan Sesshomaru juga ga kalah herannya,'Siapa dia?Tampan sekali.Apalagi di dahinya ada tanda bulan sabit warna ungu.Itu kan tanda kebangsawanan.Apakah dia dari istana?Apakah aku ini mimpi ya?Jangan2 aku sudah mati sekarang.Kucubit ah tanganku.' Kagome menjerit pelan kala lengannya ternyata sakit dicubitnya sendiri,"Auww!"
Sesshomaru segera mencari tempat aman dan memandang gadis di pelukannya,"Kau kenapa?Apa mereka menyakitimu?"
Kagome segera turun dari gendongan pria penolongnya dan segera memberi hormat,"Terima kasih Tuan.Anda telah menolong saya.Saya tidak apa2 mereka hanya mengikat saya semalaman." Sesshomaru menatap gadis itu,"Kalau begitu aku akan membawamu kepada ibumu.Ia mencemaskanmu.Aku tak suka melihat seorang ibu menangis."
Kagome segera mengikuti langkah pria tampan dihadapannya,"Tuan sudah bertemu ibu saya?Apakah ibu saya yang menyuruh Anda untuk menyelamatkan saya?Siapa nama Anda biar saya bisa membalas budi baik Anda nanti.Oh ya nama saya Kagome.Saya..."
Sesshomaru tiba2 menghentikan langkahnya sehingga Kagome menabrak punggungnya,"Hey gadis...apa kau terbiasa bertanya sebanyak itu?Lagipula aku ini bukan pesuruh siapapun,hanya ayahku yang punya wewenang memerintahku.Jadi sebaiknya kau diam..."
Kagome segera minta maaf,"Maafkan saya Tuan...saya tidak bermaksud..."
Sesshomaru menghela nafas,"Cukup!Dan berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan,kau bukan pelayanku jadi panggil saja namaku."
Kagome bergumam sendiri,"Sejak tadi tidak menyebutkan nama ya mana aku tahu...dasar pria aneh...ganteng2 tapi aneh.."
Sesshomaru melangkah lagi sambil berkata,"Namaku Sesshomaru...ayo kita temui Ibumu."
Kagome jadi malu karena rupanya pria yang bersamanya itu mendengar ucapannya barusan,'Sesshomaru...nama itu sepertinya aku pernah dengar deh...tapi dimana ya?'
Akhirnya mereka sampai pada Kaede,wanita tua itu terpana kala melihat putrinya bersama Sesshomaru,"Kagome?"
Kagome segera berlari memeluk ibunya,"Ibu!!"
Melihat ibu dan anak itu berpelukan,hati Sesshomaru jadi teringat mendiang ibunya,'Ibu...aku juga merindukanmu...'
Kaede memeriksa anaknya,"Kau baik2 saja?Ibu senang sekali melihat kau tidak apa2.Apa Pangeran Sesshomaru menyelamatkanmu?"
Kagome kaget mebdengar sebutan itu,"Pangeran?Jadi dia adalah..."
Kaede segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Terima kasih Pangeran...atas pertolongannya pada putri saya..."
Sesshomaru meminta tabib wanita itu berdiri,"Mulai sekarang jangan menangis lagi.Putrimu sudah bersamamu.Aku harus pergi...."
Sesshomaru hendak melangkah pergi namun Kaede segera bersimpuh di hadapannya,"Pangeran saya mohon bawalah putri saya bersama Anda,kalau dia disini maka para penduduk akan membunuh dia.Biarlah mereka mengira Kagomeku sudah mereka korbankan.Jadi saya mohon biarlah Kagome mengikuti Pangeran...saya mohon.."
Sesshomaru mendengar di kejauhan para penduduk mulai kembali dari tebing,'Ibu ini ada benarnya.lagipula aku juga butuh pelayan untuk mengurus keperluanku sehari2.'
Kagome juga ikut berlutut,"Benar Pangeran Sesshomaru,saya bersedia menjadi pelayan Anda...ibu benar kalau penduduk tahu saya masih hidup pasti akan sangat murka mereka..."
Sesshomaru menghembuskan nafas,'Kenapa aku malah jadi terikat begini pada gadis itu?Tapi aku juga tak mau membuat ibunya sedih...Sesshomaru2...kenapa kau lembut begini?'
Sesshomaru melangkah pergi tanpa mengucapkan apapun,Kagome nampak sedih namun kala kemudian Sesshomaru menoleh kepadanya tahulah ia bahwa pria itu ingin ia mengikutinya.Kagome segera bangkit,"Ibu,jaga diri ibu baik2 ya?Hiduplah dengan baik bersama kakak.Maafkan Kagome tak bisa merawat dan membantu ibu lagi.Tapi jika ibu ada masalah ibu tahu harus kemana mencari Kagome.Selamat tinggal ibu.Kagome sayang ibu..."
Mereka berpelukan dan Kaede melepas putrinya dengan isak tangis,"Ibu lebih rela melepasmu pergi dengan Pangeran Sesshomaru daripada melihatmu dikorbankan di tebing,Kagome.Patuhi Pangeran.Ibu yakin dia akan menjagamu dengan baik."
Sesshomaru mengangguk pada Kaede lalu pergilah ia diikuti Kagome mencari Inuyasha.Kagome tak banyak bicara karena ia tahu Sesshomaru tak suka ia banyak bicara.Ia berjanji akan patuh pada pria didepannya itu.Sampai di kereta miliknya,Sesshomaru mengambil mantelnya,"Pakai ini dan masuklah ke dalam kereta.Tunggu aku disana.Pengawalku akan menjagamu.Aku akan segera kembali.Ingat namamu sekarang adalah Miko.Jika ada yang bertanya apapun,katakan kau akan berbicara kalau aku ijinkan.Mengerti?" Kagome bertanya,"Siapa Miko itu?" Tampak kilatan kesedihan di mata indah Sesshomaru,melihat itu Kagome segera bersimpuh,"Ampuni hamba Pangeran,hamba takkan bertanya lagi..."
Sesshomaru melihat ke langit yang mendung,"Dia adalah adikku yang sudah tiada tak lama setelah ibuku meninggal usai melahirkannya.Hujan akan turun.Masuklah ke kereta."
Kagome jadi merasa bersalah,dan segera masuk ke dalam kereta namun ia berjanji akan menghapus kesedihan Sesshomaru dengan menjadi Miko yang menyukakan hatinya,'Aku akan menghapus kesedihanmu Pangeran seperti kau menghapus kesedihan ibuku dan kesedihanku...'
Sementara itu Sesshomaru menemui Inuyasha,adiknya di tepi hutan.Adiknya nampak kewalahan melawan seorang pria yang ia tahu adalah Pangeran dari kerajaan lain yang terkenal bengis dan kejam.Kikyo nampak ada juga disitu,"Ayo Inuyasha kalahkan Naraku jika kau ingin aku menjadi milikmu."
Memang Kikyo sudah bertunangan dengan Naraku namun Inuyasha tak peduli dan terus mendekatinya,namun mengalahkan Naraku bukan perkara mudah.Pria itu licik dan tak terduga orangnya.Kala Kikyo membuat Inuyasha tak fokus dengan pertarungan,ia melesatkan senjata rahasia ke arah Inuyasha namun anehnya Inuyasha tidak apa2 karena seseorang telah menangkis semua senjata rahasia itu dengan pedangnya.Inuyasha terpana melihat siapa yang datang,"Sesshomaru?" Kikyo malah terpesona melihat ketampanan Sesshomaru,'Wow!Siapa dia?Tampan sekali dan penuh wibawa.Dia juga hebat dalam pedang.Kenapa bukan dia yang kutemui lebih dulu?'
Naraku geram melihat usahanya gagal,"Pangeran Sesshomaru,bukan sikap ksatria ikut campur urusan orang lain!"
Kikyo kian terpana mendengar Naraku mengenali pria tampan yang menolong Inuyasha itu,'Pangeran Sesshomaru?Dia kan pewaris tahta Kerajaan Western?Kakak Inuyasha.Bodohnya aku kenapa aku menerima tunangan Naraku dulu.Bodoh..bodoh kau Kikyo.Ternyata masih ada pria yang jauh lebih hebat lagi di dunia ini.Untunglah Kagome sudah mati jadi aku akan leluasa mendapatkan siapa saja.'
Memang selama ini orang selalu membanding2kan dirinya dengan Kagome.Kagome begitu disukai karena sikap baiknya dan tak pernah terlibat dengan pria2 seperti dirinya.Namun ia tertawa kala ingat kejadian di tebing,'Buat apa menjadi orang baik toh akhirnya dia dikorbankan juga.Justru karena kebaikannya dan kesuciannya,penduduk melihat dia lebih pantas untuk dikorbankan pada dewa.Ha..ha...kasihan kau adikku ha..ha..'
Sesshomaru mencengkeram lengan adiknya,"Aku rasa kaulah yang tidak ksatria Naraku!Memakai senjata rahasia kala lawan lengah.Lagipula aku takkan membiarkan siapapun mengusik keluargaku.Inuyasha,kita pergi!!"
Inuyasha tak bisa protes karena Sesshomaru segera melesat membawanya pergi meninggalkan Kikyo dan Naraku.Naraku segera meraih tangan Kikyo,"Kita pulang ke kerajaanku!Aku akan segera mengadakan pernikahan untuk kita."
Kikyo malah menoleh ke arah Sesshomaru pergi,'Beruntungnya wanita yang mendapatkan pria bernama Sesshomaru itu.' Siapakah nanti yang akan mendapatkan hati Sesshomaru?Cerpen ini ternyata super panjang jadi akan saya lanjut ke part 3 di next eps BB.Sekarang kita lanjut ke BB dulu yach.Lagunya dari Setia Band pasti judulnya Cinta Sampai Mati.Oh ya buat yang beragama Budha selamat hari Waisak ya.Hari ini saya libur jadi mau fokus nulis.
☆☆KUTAKUTKAN LAGI KAU TINGGALKAN KU KASIH...( Benigno pov )
Kenapa aku ga rela begini ya meninggalkan desa ini?Walau hanya beberapa hari saja disini aku sudah merasa seperti dirumah sendiri.Apalagi disini ada wanita yang menawan hatiku.Kenapa aku tak bisa melakukan apapun dengan kekuasaan yang kumiliki?Kenapa semua itu malah membuatku terpisah dengan cintaku?Ika,apakah kau tak punya perasaan apapun padaku?Kenapa aku sesedih ini ya pergi dari sini?Ibunda...hati anakmu ini galau.
♡♡CINTA YANG TELAH AKU BERIKAN HILANG...( Ika pov )
Aku akan memakai gelang biru ini untuk menguatkan hatiku bahwa aku telah melakukan yang benar dengan melepas Ben pada keluarganya pada tanah airnya. Kini semua mimpi ini harus diakhiri.Mungkin sekarang aku kehilangan tapi rakyat di negerinya mendapatkan kembali Pangerannya.I surrender...Aku akan pulih dan akan menjalani kehidupanku dengan ketabahan karena pilihanku benar.Aku rela mengorbankan diriku demi suatu bangsa mendapat pemimpin yang benar. ¤¤ KUTAKUTKAN LAGI KAU TINGGALKANKU KASIH...( NORMAL POV )
Keduanya tak banyak bicara selama di perjalanan.Namun Ben terus mengenggam jemari Ika selama perjalanan,"Biarkan kugenggam supaya aku mendapat kekuatan untuk kembali ke negaraku...biar menjadi kenangan bagiku...kumohon jangan lepaskan."
Ika hanya bisa membiarkan,walau sebenarnya hatinya ingin menahan pria itu pergi darinya.Ia terus berkata pada dirinya,'Aku tak boleh egois...tak boleh selfish...Ibu kuatkan hatiku...'
�CINTA YANG TELAH AKU BERIKAN HILANG... ( HOTEL NATOUR GARUDA )
Ramzi yang melihat lebih dulu kedatangan Pangerannya,"Pangeran??!"
Segera dipeluknya Pangeran Benigno sambil mengucap syukur pada Tuhan,"Tuhan Maha Besar...Tuhan Maha Penyayang...kini hamba akan terbebas dari murka Baginda Sultan..."
Ramzi segera membawa Ben menemui Cici yang kebetulan sedang bersama Idayu.Cici terpana kala mendengar suara memanggilnya,"Ibunda..."
Ben melepaskan genggaman tangannya pada jemari Ika dan melangkah pada ibunya,pelukan haru sang permaisuri Brunei menjadi jawabannya,"Putraku...cahayaku sudah kembali..."
Ika hanya bisa terpaku melihatnya.Namun Idayu malah memperhatikan lengan Ika yang bergelang biru,'Itu kan ...itu kan...benang biru yang kuikatkan dilengan Sinar sebelum ia diculik???'
★★ KU TLAH BIASA...( IDAYU POV )
Aku tak mungkin salah lihat!Gelang di lengan gadis itu dilengan Ika itu adalah benang birunya Sinar.Aku harus pastikan.Aku semakin yakin,kata hatiku benar.Dia adalah putriku yang hilang.Dia Sinarku!Sinarku!Sekian lama aku kehilangan dia dan kini dia ada dihadapanku membawa bukti ditangannya.Aku harus tahu darimana Ika mendapat gelang itu.Aku harus tahu!
◆◆ BERSAMAMU AKU ADA...( IKA POV )
Kala Ben melepas genggaman tangannya kenapa hatiku terasa hancur ya?Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum aku tak bisa menahan kepedihan hatiku lagi.Tak kusangka sesakit ini mencintai seseorang. Namun kala Ika akan beranjak pergi,Idayu menahan langkahnya,"Tunggu Nak!"
Akankah identitas Ika akan terbongkar disana?**see you in next eps**
Eps 23 ~ BENANG BIRU~ : Quiet Girl Part 3
◆◇◆ CERPEN KE 43 : Quiet Girl part 3
Flashback ~ Kagome meninggalkan Kaede karena jika tetap didesa itu ia akan dibunuh juga oleh penduduk desa.Sesshomaru menerimanya menjadi pelayannya.Kikyo menyesal menerima pinangan Naraku kala melihat ketampanan Sesshomaru.Sementara Inuyasha berhasil dibawa kembali oleh kakak tirinya dan kini keduanya bersiap kembali ke kastil Western. Kagome duduk di antara barang2 jadi tidak di kereta utama.Awalnya ia disuruh menunggu di kereta utama oleh Sesshomaru namun kepala pengawal Sesshomaru yang bernama Jaken heran melihatnya,dan menanyainya usai junjungannya pergi.Jaken yang berwajah buruk dan bertubuh pendek itu menatap tajam pada Kagome yang memakai mantel Sesshomaru,"Hey perempuan!Siapa yang mengijinkanmu berada di kereta utama?Pangeran Sesshomaru bilang kau ini pelayannya jadi sebaiknya kau duduk diantara barang2 sana!!Juga lepaskan mantel itu!Itu milik Pangeran,ia tak suka barang2nya disentuh orang lain!!Berikan padaku!!"
Kagome lalu ingat janjinya bahwa ia hanya akan berbicara jika diijinkan Sesshomaru,Kagome lalu keluar dari kereta utama dan menyerahkan mantel yang ia pakai.Udara dingin menusuk kulitnya seketika.Ia lalu masuk ke kereta barang dan menanti Sesshomaru kembali disana,'Dinginnya...semalam aku sudah dibiarkan dalam alam terbuka terikat pula sekarang sepertinya tubuhku mulai merasakan efeknya.Aku juga belum makan.Aku lapar.' Untunglah ga lama dua pangeran Western kembali,tentu saja Inuyasha protes pada kakaknya,"Kenapa sih kakak biarin Naraku ?Kakak bisa kalahkan dia!Aku yakin itu!"
Sesshomaru memandang langit yang kian gelap,"Ayah tak mau kau dijadikan umpan oleh Naraku untuk menyulut peperangan antar kastil.Kau tahu betapa liciknya dia.Lagipula kau ini membuat Ayah cemas selalu kelayapan tanpa pengawal pula.Sudah!Masuklah kita kembali ke Ayah!"
Inuyasha masuk ke dalam kereta tapi sebelum sempat masuk,Sesshomaru mencegahnya,"Tunggu dulu!"
Inuyasha menyilangkan tangannya di dada,"Feh!Apalagi sekarang?"
Sesshomaru heran tak melihat Kagome di dalam kereta,'Kemana gadis itu?Cuma ada mantelku di sini.Apa dia kabur?'
Sesshomaru mengambil mantelnya,"Sekarang kau boleh masuk Inuyasha.Aku mau bicara dulu dengan Jaken."
Sesshomaru memanggil,"Jaken!"
Namun belum sempat ia bertanya,ia mendengar suara Kagome bersin,"Hatshiuu...hatshiu..!"
Jaken datang dan berkata,"Pangeran,pengawalmu yang setia ini sudah menyelamatkan wibawa pangeran dengan ..."
Sesshomaru malah segera melangkah ke kereta barang,"Diam kau Jaken..."
Sesshomaru menengok ke dalam kereta barang tampak Kagome meringkuk disana.Entah mengapa ia lega melihat gadis itu tidak kabur seperti dugaannya,"Miko,rupanya kau disini.Kenapa kau tidak mematuhi perintahku?"
Kagome terkejut kala melihat Sesshomaru,"Pria pendek itu ...dia..."
Jaken yang mengikuti Sesshomaru segera menyela perkataan Kagome,"Pangeran dia ini kan cuma pelayan tak seharusnya berada di kereta utama,apalagi memakai mantel Pangeran.Pengawalmu sudah melakukan yang benar Pangeran."
Sesshomaru mendengar perut Kagome bunyi,"Jaken,gadis ini adalah pelayan pribadiku jadi hanya aku yang bisa memerintah dia.Kau mengerti?Apapun yang kulakukan padanya bukan urusanmu!Sekarang kau tunjukkan pada pelayanku ini dimana kau menyimpan makanan dan ajari dia menyajikannya dan bawa kemari!Miko kau ikut dengannya!"
Kagome segera mengikuti Jaken ke kereta lain,sementara Sesshomaru mengeluarkan beberapa barang yang ada dikereta barang dan membuat ruang yang nyaman untuk Kagome lalu dialasinya dengan matras kecil,'Dia adalah kembaran Kikyo jadi akan memancing masalah jika Inuyasha sampai tahu aku membawanya bersamaku.Lebih baik ia disini.'
Tak lama Kagome kembali membawa satu nampan makanan,"Makanan Anda Pangeran."
Sesshomaru memberi kode untuk Jaken pergi,pengawal itu segera pergi.Kagome nampak gemetar kala menaruh nampan itu diatas sebuah peti.Sesshomaru lalu menyuruhnya masuk,"Kau kedinginan dan kelaparan.Makanlah.Juga pakai mantel ini.Aku tak mau kau jatuh sakit."
Kagome tak bergerak,"Tapi pengawal tadi bilang...seorang pelayan tak boleh makan makanan yang disediakan untuk tuannya...saya tidak berani...makanan itu untuk Pangeran..."
Sesshomaru melirik keluar,"Tuanmu aku atau dia?!"
Kagome kaget dan segera mengambil makanannya,"Maafkan saya Pangeran...saya akan segera makan...terima kasih atas perhatian Pangeran..."
Melihat Kagome mematuhinya,Sesshomaru tersenyum namun ia segera keluar kereta agar Kagome tak melihat senyum itu,"Kereta akan segera berangkat.Kau istirahatlah selama perjalanan.Besok pagi kita baru akan sampai."
Kagome hanya bisa membungkuk memberi hormat melepas langkah Sesshomaru kembali ke kereta utama.Ia lalu melanjutkan makan lagi,'Pangeran Sesshomaru sungguh baik...perutku kini kenyang...enak sekali.Apalagi dia menata tempat ini jadi nyaman buat aku tidur.Mantelnya bahkan ditinggalkannya disini untukku.Ga sangka dibalik wajah dinginnya ada hati yang begitu hangat.' Melihat kakaknya kembali dengan senyum di wajahnya heranlah Inuyasha,"Wah apa yang terjadi diluar sehingga kau kembali dengan hati riang begini?Kau pasti menertawakanku bukan?Kau dan aku itu beda Sesshomaru.Kau belum pernah jatuh cinta sih!Gimana mau jatuh cinta,kau selalu di medan perang!Sibuk membantu ayah mengurus kastil.Kau ini telah menyia2kan hidupmu kau tahu!" Sesshomaru menatap tajam pada adiknya itu,"Sebaiknya kau diam Inuyasha.Kau ini hanya tahu bersenang2 dan membuat cemas orang.Jika kau sering membantu ayah kurasa Naraku bukan lawan berat bagimu."
Inuyasha terdiam.Memang dia paling malas latihan bela diri.Ia tak suka melihat orang berperang.Selanjutnya perjalanan dalam suasana hening.Masing2 pangeran Western itu tenggelam dengan pikiran mereka masing2.Inuyasha memikirkan kekasih hatinya,'Kikyo,kenapa kau memilih Naraku daripada aku?Bukannya kau berjanji akan menungguku?'
Sementara Sesshomaru memikirkan Kagome,'Sekarang dia pasti sudah tidur..selamat malam Kagome...'
Sementara yang dipikirkan Sesshomaru sudah pulas terbang ke alam mimpi. Mimpi melihat ibunya menangis dan lenyap entah kemana hanya suara ibunya terdengar,"Kebahagiaanmu ada di langit putriku...lihatlah ke langit!"
Ia melihat ke atas dan tampak malam dihiasi bulan sabit,"Bulan sabit?Apa maksud dengan bulan sabit Ibu?"
Kembali suara ibunya terdengar,"Ikutilah kemanapun bulan sabit itu pergi.Itulah tempatmu putriku...Jangan pikirkan ibu."
Apa arti mimpi Kagome?Jawabannya ada di part 4.Sorry jadi panjang.**see you next part**
Flashback ~ Kagome meninggalkan Kaede karena jika tetap didesa itu ia akan dibunuh juga oleh penduduk desa.Sesshomaru menerimanya menjadi pelayannya.Kikyo menyesal menerima pinangan Naraku kala melihat ketampanan Sesshomaru.Sementara Inuyasha berhasil dibawa kembali oleh kakak tirinya dan kini keduanya bersiap kembali ke kastil Western. Kagome duduk di antara barang2 jadi tidak di kereta utama.Awalnya ia disuruh menunggu di kereta utama oleh Sesshomaru namun kepala pengawal Sesshomaru yang bernama Jaken heran melihatnya,dan menanyainya usai junjungannya pergi.Jaken yang berwajah buruk dan bertubuh pendek itu menatap tajam pada Kagome yang memakai mantel Sesshomaru,"Hey perempuan!Siapa yang mengijinkanmu berada di kereta utama?Pangeran Sesshomaru bilang kau ini pelayannya jadi sebaiknya kau duduk diantara barang2 sana!!Juga lepaskan mantel itu!Itu milik Pangeran,ia tak suka barang2nya disentuh orang lain!!Berikan padaku!!"
Kagome lalu ingat janjinya bahwa ia hanya akan berbicara jika diijinkan Sesshomaru,Kagome lalu keluar dari kereta utama dan menyerahkan mantel yang ia pakai.Udara dingin menusuk kulitnya seketika.Ia lalu masuk ke kereta barang dan menanti Sesshomaru kembali disana,'Dinginnya...semalam aku sudah dibiarkan dalam alam terbuka terikat pula sekarang sepertinya tubuhku mulai merasakan efeknya.Aku juga belum makan.Aku lapar.' Untunglah ga lama dua pangeran Western kembali,tentu saja Inuyasha protes pada kakaknya,"Kenapa sih kakak biarin Naraku ?Kakak bisa kalahkan dia!Aku yakin itu!"
Sesshomaru memandang langit yang kian gelap,"Ayah tak mau kau dijadikan umpan oleh Naraku untuk menyulut peperangan antar kastil.Kau tahu betapa liciknya dia.Lagipula kau ini membuat Ayah cemas selalu kelayapan tanpa pengawal pula.Sudah!Masuklah kita kembali ke Ayah!"
Inuyasha masuk ke dalam kereta tapi sebelum sempat masuk,Sesshomaru mencegahnya,"Tunggu dulu!"
Inuyasha menyilangkan tangannya di dada,"Feh!Apalagi sekarang?"
Sesshomaru heran tak melihat Kagome di dalam kereta,'Kemana gadis itu?Cuma ada mantelku di sini.Apa dia kabur?'
Sesshomaru mengambil mantelnya,"Sekarang kau boleh masuk Inuyasha.Aku mau bicara dulu dengan Jaken."
Sesshomaru memanggil,"Jaken!"
Namun belum sempat ia bertanya,ia mendengar suara Kagome bersin,"Hatshiuu...hatshiu..!"
Jaken datang dan berkata,"Pangeran,pengawalmu yang setia ini sudah menyelamatkan wibawa pangeran dengan ..."
Sesshomaru malah segera melangkah ke kereta barang,"Diam kau Jaken..."
Sesshomaru menengok ke dalam kereta barang tampak Kagome meringkuk disana.Entah mengapa ia lega melihat gadis itu tidak kabur seperti dugaannya,"Miko,rupanya kau disini.Kenapa kau tidak mematuhi perintahku?"
Kagome terkejut kala melihat Sesshomaru,"Pria pendek itu ...dia..."
Jaken yang mengikuti Sesshomaru segera menyela perkataan Kagome,"Pangeran dia ini kan cuma pelayan tak seharusnya berada di kereta utama,apalagi memakai mantel Pangeran.Pengawalmu sudah melakukan yang benar Pangeran."
Sesshomaru mendengar perut Kagome bunyi,"Jaken,gadis ini adalah pelayan pribadiku jadi hanya aku yang bisa memerintah dia.Kau mengerti?Apapun yang kulakukan padanya bukan urusanmu!Sekarang kau tunjukkan pada pelayanku ini dimana kau menyimpan makanan dan ajari dia menyajikannya dan bawa kemari!Miko kau ikut dengannya!"
Kagome segera mengikuti Jaken ke kereta lain,sementara Sesshomaru mengeluarkan beberapa barang yang ada dikereta barang dan membuat ruang yang nyaman untuk Kagome lalu dialasinya dengan matras kecil,'Dia adalah kembaran Kikyo jadi akan memancing masalah jika Inuyasha sampai tahu aku membawanya bersamaku.Lebih baik ia disini.'
Tak lama Kagome kembali membawa satu nampan makanan,"Makanan Anda Pangeran."
Sesshomaru memberi kode untuk Jaken pergi,pengawal itu segera pergi.Kagome nampak gemetar kala menaruh nampan itu diatas sebuah peti.Sesshomaru lalu menyuruhnya masuk,"Kau kedinginan dan kelaparan.Makanlah.Juga pakai mantel ini.Aku tak mau kau jatuh sakit."
Kagome tak bergerak,"Tapi pengawal tadi bilang...seorang pelayan tak boleh makan makanan yang disediakan untuk tuannya...saya tidak berani...makanan itu untuk Pangeran..."
Sesshomaru melirik keluar,"Tuanmu aku atau dia?!"
Kagome kaget dan segera mengambil makanannya,"Maafkan saya Pangeran...saya akan segera makan...terima kasih atas perhatian Pangeran..."
Melihat Kagome mematuhinya,Sesshomaru tersenyum namun ia segera keluar kereta agar Kagome tak melihat senyum itu,"Kereta akan segera berangkat.Kau istirahatlah selama perjalanan.Besok pagi kita baru akan sampai."
Kagome hanya bisa membungkuk memberi hormat melepas langkah Sesshomaru kembali ke kereta utama.Ia lalu melanjutkan makan lagi,'Pangeran Sesshomaru sungguh baik...perutku kini kenyang...enak sekali.Apalagi dia menata tempat ini jadi nyaman buat aku tidur.Mantelnya bahkan ditinggalkannya disini untukku.Ga sangka dibalik wajah dinginnya ada hati yang begitu hangat.' Melihat kakaknya kembali dengan senyum di wajahnya heranlah Inuyasha,"Wah apa yang terjadi diluar sehingga kau kembali dengan hati riang begini?Kau pasti menertawakanku bukan?Kau dan aku itu beda Sesshomaru.Kau belum pernah jatuh cinta sih!Gimana mau jatuh cinta,kau selalu di medan perang!Sibuk membantu ayah mengurus kastil.Kau ini telah menyia2kan hidupmu kau tahu!" Sesshomaru menatap tajam pada adiknya itu,"Sebaiknya kau diam Inuyasha.Kau ini hanya tahu bersenang2 dan membuat cemas orang.Jika kau sering membantu ayah kurasa Naraku bukan lawan berat bagimu."
Inuyasha terdiam.Memang dia paling malas latihan bela diri.Ia tak suka melihat orang berperang.Selanjutnya perjalanan dalam suasana hening.Masing2 pangeran Western itu tenggelam dengan pikiran mereka masing2.Inuyasha memikirkan kekasih hatinya,'Kikyo,kenapa kau memilih Naraku daripada aku?Bukannya kau berjanji akan menungguku?'
Sementara Sesshomaru memikirkan Kagome,'Sekarang dia pasti sudah tidur..selamat malam Kagome...'
Sementara yang dipikirkan Sesshomaru sudah pulas terbang ke alam mimpi. Mimpi melihat ibunya menangis dan lenyap entah kemana hanya suara ibunya terdengar,"Kebahagiaanmu ada di langit putriku...lihatlah ke langit!"
Ia melihat ke atas dan tampak malam dihiasi bulan sabit,"Bulan sabit?Apa maksud dengan bulan sabit Ibu?"
Kembali suara ibunya terdengar,"Ikutilah kemanapun bulan sabit itu pergi.Itulah tempatmu putriku...Jangan pikirkan ibu."
Apa arti mimpi Kagome?Jawabannya ada di part 4.Sorry jadi panjang.**see you next part**
Eps 23 ☆ BENANG BIRU ☆ When He Goeth Abroad
☆HEI DUHAI KAMU JANGAN SEPERTI PACARKU...( Ika pov )
Aku sudah mempertemukan Ben dengan ibunya.Seorang wanita nan penuh wibawa walau jelas kulihat ia begitu merindukan putranya.Tangan Ben terlepas jua dariku.Memang sudah seharusnya... Akupun bersiap pergi merasa tak ada guna lagi aku disitu.Namun suara Ibu Idayu menghentikan langkahku,"Hei...tunggu dulu Nak!"
♡ HATINYA LARI2 MEMBURU PACAR YANG BARU...
Kulihat beliau berlari ke arahku,hatiku berdegup : ada apa ya?Kulihat ia meraih tanganku dan mengajakku untuk duduk bersama anggota keluarga kerajaan yang lain,"Kami ini diajari untuk membalas budi seseorang apalagi orang yang telah mengembalikan pangeran kami,ayo duduklah bersama kami.Kami ingin mendengar kisah kalian...ayo!"
Kalau aku tolak ntar aku dikira ga sopan lagi main pergi aja.Bukankah budaya Indonesia itu penuh keramahan dan sopan santun?Apalagi aku seorang tour guide.Jam kerjaku juga masih lama.Udah deh nurut aja.Ben juga memandangku penuh harap dan ia tersenyum kala aku mengikuti ajakan Ibu Idayu.Entah kenapa ibu Idayu itu setiap kata2nya seperti sebuah penuntun bagiku.Aku tak bisa membantah beliau.Dalam diriku ada hormat yang tak bisa kumengerti ada untuknya.
� HATINYA TERBANG2 MEMBURU PACAR YANG BARU... ( Idayu pov )
Aku takkan biarkan harapanku terbang.Kutahan Ika agar tinggal dulu.Jika dia putriku maka dia akan mendengarkanku.Dan dia benar mendengarkanku.Hatiku kian yakin dialah Sinarku.Kugengam tangannya dan kuajak dia duduk bersama dengan yang lain.Kulihat ia dan Putra Mahkota nampak saling memandang penuh arti,lalu ia tertunduk.Aku lihat putra sahabatku itu seperti juga berharap agar Ika tak pergi.Ika lalu disambut oleh Cici,"Inikah tour guide yang memberimu tumpangan putraku?"
Pangeran Ben mengangguk dan memperkenalkan Ika pada ibunya,"Benar Ibunda.Jika tak ada Ika entah apa yang akan terjadi pada Ben.Kita berhutang budi padanya juga kakeknya Bunda.Namanya kakek Hendro."
Ikapun bersalaman dan memberi hormat pada Cici namun aku terpana kala Cici malah mengusap wajah Ika penuh sayang,"Terima kasih Nak Ika...Sudahenjaga permata hatiku selagi aku jauh darinya...terima kasih..."
Putra Mahkota nampak bahagia melihat penerimaan hangat ibunya,kenapa aku merasa sepertinya ada getar2 cinta ya didalam tatapannya.Padahal kan calon dia disini.Tapi tatapannya ke Ika lebih dalam.
◆◆ PACAR BARU 4X....( Cici pov )
Melihat gadis penolong putraku membuatku seperti melihat Idayu saat muda.Aneh kenapa bisa mirip gitu ya?Apalagi mereka berdekatan gitu jelas kulihat kemiripan keduanya.Aku usap wajah gadis bernama Ika itu.Wajahnya ga ada polesan natural.Dan jelas kulihat ketulusan disana.Beda dengan wajah Putri Syuhada.Aku tak melihat cinta disana untuk putraku.Malah yang kulihat cinta untuk asisten ayahnya.Aku tak mau putraku tak dicintai dia Pangeran dia harus mendapat cinta bukan hanya dari rakyat tapi terutama dari pendampingnya.Bagaimana akan menjadi pemimpin yang baik jika dia sendiri tidak mendapatkan perhatian dari sekitarnya?Gawat!Aku baru menyadari betapa urusan pernikahan bukan main2.Sepertinya aku harus bicara dengan Kanda Sultan mengenai hal ini.Benar ini ga bisa dibiarkan! Putraku adalah pewaris tahta bukan anak muda kebanyakan yang bisa seenaknya gonta ganti pacar.Ben bahkan belum pernah pacaran.Boro2 mau pacaran,mau main saja ga bisa.Waktunya habis untuk pembekalan menjadi pewaris kerajaan.Kini apa aku tak bisa membuat dia bahagia,perlukah aku kehilangan dia lagi?Tidak!Semua akan berbeda sekarang.Aku akan pastikan itu.Era baru di kesultanan Brunei akan digelar.Putraku akan memerintah dengan bahagia dan cinta.Cinta akan membuat rakyat setia.Tanpa cinta pemerintahan takkan bertahan lama.Sepertinya aku harus menghubungi Kanda Sultan.
♡� JANGAN MAU2 HATI DISANGKA2...( BRUNEI )
Sultan Razi sedang menerima para menterinya di teras belakang istana kala ajudannya memberitahu,"Permaisuri Paduka..."
Tanpa perlu kalimat nan panjang,Razi segera menyudahi acara dan menyalami para menterinya.Ia lalu bergegas menuju ruang kerjanya,'Ada apa dengan Cici...?Semoga bukan hal buruk.'
Ajudan segera menyiapkan layar untuk video call,dan kala melihat layar yang menjadi perhatian Sultan Brunei itu adalah sosok di dekat permaisurinya,"Itu kan...Ben putraku!!Ajudan, putraku ketemu!!!"
Ajudan terkejut juga tiba2 dipeluk oleh Sultannya,"Oh...hamba ikut bahagia Paduka..."
Cici nampak melambai dan menunjuk ke arah Ben,"Kanda!!Lihat siapa disebelahku ini!!Putra kita sudah kembali,kanda!!Kembali!!"
Ben juga memberi salam pada Ayahandanya,"Maafkan Ananda Yang Mulia...Ananda...siap menerima hukuman dari Ayahanda..."
Razi malah sibuk mengusap air mata yang berlinang di pipinya,ajudannya segera menyodorkan tissue ,"Yang Mulia..."
Razi tak mampu membendung bahagia di hatinya yang lega melihat tahtanya kembali aman.Suksesornya sudah kembali.Hatinya lega bukan kepalang.
♡¤ KITA TAK SETIA,JUGA TAK PUNYA CINTA...( RAZI POV )
Putraku kupikir aku akan ditertawakan dunia bila kau tak kembali.Menjaga putranya saja ga bisa apalagi menjaga seluruh negeri.Apa yang dilihat oleh rakyat nanti?Keluarga sendiri saja bisa raib apalagi rakyat dan orang asing jelas akan merasa insecure bila berada di Brunei dengan topik istana kecolongan putra mahkota.Mau ditaruh dimana wibawa kerajaan?Aku segera menengadahkan tanganku ke atas mengucap terima kasih pada Yang Maha Kuasa atas perlindungan-Nya pada putraku.Aku ga peduli ajudanku melihatku menangis.Biar saja namanya juga aku kan manusia juga.Bisa sedih,kecewa,bahagia dan menangis juga.
♡× MATI CINTA 4X....( BENIGNO POV )
Tamat sudah kebahagiaanku.Aku akan kembali ke Brunei dan semua akan seperti sebelumnya.Penuh protokol dan monoton.Aku sudah kebayang kehidupan yang membosankan dan yang pasti akan hampa kurasa karena wanita yang kucintai ada di Indonesia.Sedihnya...aku jadi ga selera makan memikirkannya.Benarkah cinta sesedih ini? Akan sedih teruskah hati Ben?Benarkah harapannya akan kandas?Habis ini saya akan lanjut cerpen lagi.Lagi full passion nih he..he..
**see you in part 4 Quiet Girl**
Aku sudah mempertemukan Ben dengan ibunya.Seorang wanita nan penuh wibawa walau jelas kulihat ia begitu merindukan putranya.Tangan Ben terlepas jua dariku.Memang sudah seharusnya... Akupun bersiap pergi merasa tak ada guna lagi aku disitu.Namun suara Ibu Idayu menghentikan langkahku,"Hei...tunggu dulu Nak!"
♡ HATINYA LARI2 MEMBURU PACAR YANG BARU...
Kulihat beliau berlari ke arahku,hatiku berdegup : ada apa ya?Kulihat ia meraih tanganku dan mengajakku untuk duduk bersama anggota keluarga kerajaan yang lain,"Kami ini diajari untuk membalas budi seseorang apalagi orang yang telah mengembalikan pangeran kami,ayo duduklah bersama kami.Kami ingin mendengar kisah kalian...ayo!"
Kalau aku tolak ntar aku dikira ga sopan lagi main pergi aja.Bukankah budaya Indonesia itu penuh keramahan dan sopan santun?Apalagi aku seorang tour guide.Jam kerjaku juga masih lama.Udah deh nurut aja.Ben juga memandangku penuh harap dan ia tersenyum kala aku mengikuti ajakan Ibu Idayu.Entah kenapa ibu Idayu itu setiap kata2nya seperti sebuah penuntun bagiku.Aku tak bisa membantah beliau.Dalam diriku ada hormat yang tak bisa kumengerti ada untuknya.
� HATINYA TERBANG2 MEMBURU PACAR YANG BARU... ( Idayu pov )
Aku takkan biarkan harapanku terbang.Kutahan Ika agar tinggal dulu.Jika dia putriku maka dia akan mendengarkanku.Dan dia benar mendengarkanku.Hatiku kian yakin dialah Sinarku.Kugengam tangannya dan kuajak dia duduk bersama dengan yang lain.Kulihat ia dan Putra Mahkota nampak saling memandang penuh arti,lalu ia tertunduk.Aku lihat putra sahabatku itu seperti juga berharap agar Ika tak pergi.Ika lalu disambut oleh Cici,"Inikah tour guide yang memberimu tumpangan putraku?"
Pangeran Ben mengangguk dan memperkenalkan Ika pada ibunya,"Benar Ibunda.Jika tak ada Ika entah apa yang akan terjadi pada Ben.Kita berhutang budi padanya juga kakeknya Bunda.Namanya kakek Hendro."
Ikapun bersalaman dan memberi hormat pada Cici namun aku terpana kala Cici malah mengusap wajah Ika penuh sayang,"Terima kasih Nak Ika...Sudahenjaga permata hatiku selagi aku jauh darinya...terima kasih..."
Putra Mahkota nampak bahagia melihat penerimaan hangat ibunya,kenapa aku merasa sepertinya ada getar2 cinta ya didalam tatapannya.Padahal kan calon dia disini.Tapi tatapannya ke Ika lebih dalam.
◆◆ PACAR BARU 4X....( Cici pov )
Melihat gadis penolong putraku membuatku seperti melihat Idayu saat muda.Aneh kenapa bisa mirip gitu ya?Apalagi mereka berdekatan gitu jelas kulihat kemiripan keduanya.Aku usap wajah gadis bernama Ika itu.Wajahnya ga ada polesan natural.Dan jelas kulihat ketulusan disana.Beda dengan wajah Putri Syuhada.Aku tak melihat cinta disana untuk putraku.Malah yang kulihat cinta untuk asisten ayahnya.Aku tak mau putraku tak dicintai dia Pangeran dia harus mendapat cinta bukan hanya dari rakyat tapi terutama dari pendampingnya.Bagaimana akan menjadi pemimpin yang baik jika dia sendiri tidak mendapatkan perhatian dari sekitarnya?Gawat!Aku baru menyadari betapa urusan pernikahan bukan main2.Sepertinya aku harus bicara dengan Kanda Sultan mengenai hal ini.Benar ini ga bisa dibiarkan! Putraku adalah pewaris tahta bukan anak muda kebanyakan yang bisa seenaknya gonta ganti pacar.Ben bahkan belum pernah pacaran.Boro2 mau pacaran,mau main saja ga bisa.Waktunya habis untuk pembekalan menjadi pewaris kerajaan.Kini apa aku tak bisa membuat dia bahagia,perlukah aku kehilangan dia lagi?Tidak!Semua akan berbeda sekarang.Aku akan pastikan itu.Era baru di kesultanan Brunei akan digelar.Putraku akan memerintah dengan bahagia dan cinta.Cinta akan membuat rakyat setia.Tanpa cinta pemerintahan takkan bertahan lama.Sepertinya aku harus menghubungi Kanda Sultan.
♡� JANGAN MAU2 HATI DISANGKA2...( BRUNEI )
Sultan Razi sedang menerima para menterinya di teras belakang istana kala ajudannya memberitahu,"Permaisuri Paduka..."
Tanpa perlu kalimat nan panjang,Razi segera menyudahi acara dan menyalami para menterinya.Ia lalu bergegas menuju ruang kerjanya,'Ada apa dengan Cici...?Semoga bukan hal buruk.'
Ajudan segera menyiapkan layar untuk video call,dan kala melihat layar yang menjadi perhatian Sultan Brunei itu adalah sosok di dekat permaisurinya,"Itu kan...Ben putraku!!Ajudan, putraku ketemu!!!"
Ajudan terkejut juga tiba2 dipeluk oleh Sultannya,"Oh...hamba ikut bahagia Paduka..."
Cici nampak melambai dan menunjuk ke arah Ben,"Kanda!!Lihat siapa disebelahku ini!!Putra kita sudah kembali,kanda!!Kembali!!"
Ben juga memberi salam pada Ayahandanya,"Maafkan Ananda Yang Mulia...Ananda...siap menerima hukuman dari Ayahanda..."
Razi malah sibuk mengusap air mata yang berlinang di pipinya,ajudannya segera menyodorkan tissue ,"Yang Mulia..."
Razi tak mampu membendung bahagia di hatinya yang lega melihat tahtanya kembali aman.Suksesornya sudah kembali.Hatinya lega bukan kepalang.
♡¤ KITA TAK SETIA,JUGA TAK PUNYA CINTA...( RAZI POV )
Putraku kupikir aku akan ditertawakan dunia bila kau tak kembali.Menjaga putranya saja ga bisa apalagi menjaga seluruh negeri.Apa yang dilihat oleh rakyat nanti?Keluarga sendiri saja bisa raib apalagi rakyat dan orang asing jelas akan merasa insecure bila berada di Brunei dengan topik istana kecolongan putra mahkota.Mau ditaruh dimana wibawa kerajaan?Aku segera menengadahkan tanganku ke atas mengucap terima kasih pada Yang Maha Kuasa atas perlindungan-Nya pada putraku.Aku ga peduli ajudanku melihatku menangis.Biar saja namanya juga aku kan manusia juga.Bisa sedih,kecewa,bahagia dan menangis juga.
♡× MATI CINTA 4X....( BENIGNO POV )
Tamat sudah kebahagiaanku.Aku akan kembali ke Brunei dan semua akan seperti sebelumnya.Penuh protokol dan monoton.Aku sudah kebayang kehidupan yang membosankan dan yang pasti akan hampa kurasa karena wanita yang kucintai ada di Indonesia.Sedihnya...aku jadi ga selera makan memikirkannya.Benarkah cinta sesedih ini? Akan sedih teruskah hati Ben?Benarkah harapannya akan kandas?Habis ini saya akan lanjut cerpen lagi.Lagi full passion nih he..he..
**see you in part 4 Quiet Girl**
Part 4 QUIET GIRL : Learn of You
°° DINI HARI DI KERETA BARANG...
Kagome sudah bangun,mimpinya membuatnya tak bisa tidur lagi.Dilihatnya diluar masih berkabut.Dingin memang tapi ia merasa nyaman dalam mantel bergambar hexagon milik Sesshomaru,'Aku ada dimana sekarang?Pastinya jauh dari ibu.Semoga ibu baik2 saja di desa.Kini aku jauh dari ibu ga bisa bantu2 lagi.Satu2nya yang kukenal kini adalah Pangeran Sesshomaru.Aku tahu dia tampak dingin tapi kalau ada dia hatiku tenang.Aku akan menjadi pelayannya...kira2 gimana kehidupannya sehari2 ya?Aku harus mempelajari semua kebiasaannya dan melakukan semuanya dengan sebaik mungkin...semoga aku tidak membuat kesalahan...aku tak ingin dia marah padaku...' Sedang asyik melamun tiba2 kereta berhenti bergerak,'Kok berhenti?Apa sudah sampai ya?Kuintip ah...'
Kagome terpana melihat sebuah bangunan nan megah berdiri dihadapannya,lalu terdengar suara Jaken berteriak memukul pintu kereta barang,"Bangun!Kita sudah sampai!!Cepat keluar!!"
Kagome segera merapikan alas tidurnya dan keluar dari kereta barang,ia memakai mantel Sesshomaru hingga mukanya terlindungi,Sesshomaru juga sudah keluar dari keretanya dan kala penjaga gerbang melihat siapa yang datang segeralah gerbang dibuka,"Beritahukan pada Lord Touga bahwa Pangeran Sesshomaru sudah kembali!!Buka Gerbang!!"
Sesshomaru berkata pada Jaken,"Bawa pelayanku ke kamarku dan jangan teriak2 lagi padanya.Atau kau mau menjadi lawan tanding di latihan pedangku?"
Jaken segera bersimpuh,"Ampun Pangeran kasihanilah pengawalmu ini..."
Sesshomaru memang terkenal mahir dalam ilmu pedang,ga tanggung2 ia membawa dua pedang sekaligus dan siapapun di kastil tahu betapa hebatnya dia.Hanya Ayahnya yang berani menjadi lawan tanding kala ia latihan.Bila ayahnya berhalangan atau sibuk maka Sesshomaru akan berlatih dengan alam.Dedaunan yang beterbangan akan menjadi lawan tandingnya.Bagaimana ia akan meliuk2kan pedang mengikuti desir angin,indah sekali.Apalagi perawakan Sesshomaru yang seperti malaikat sungguh kian menambah decak kagum yang melihat latihannya.Jaken jelas tak mau kehilangan nyawa membangkitkan amarah Pangeran Pertama.Ia segera menuju ke kereta barang dan berbicara yang perlu saja dengan Kagome,"Pangeran minta kau ikuti aku.Akan kutunjukkan kamar Pangeran.Kau nanti akan bertugas disana."
Kagome memandang ke arah Sesshomaru dan baru mengikuti Jaken kala melihat Sesshomaru mengangguk,"Ikuti dia Miko!Tunggu aku di sana.Aku akan menemui Ayahku dulu..."
Saat itulah Inuyasha keluar dari kereta sambil merentangkan tangannya,"Whoooahhh!!Sudah sampai ya?Kenapa kau tak bangunkan aku Sesshomaru?!"
Sesshomaru malah melangkah menuju gerbang,"Aku bukan pelayanmu Inuyasha...Ayo kita temui Ayah..."
Inuyasha menggerutu,"Feh!Sekarang kau memerintahku bak pelayanmu saja!Pantas tak ada satupun pelayanmu yang betah he..he..kecuali Jaken tentunya..."
Sambil melirik ke arah Jaken,Inuyasha melangkah mengikuti kakaknya.Namun kemudian ia menengok lagi ke arah Jaken,'Hey!Siapa yang memakai mantel itu?Kayaknya seorang wanita deh...Wah jangan2 Sesshomaru diam2 punya wanita nih...cari tahu ah...'
Inuyasha melesat ke arah Jaken dan Kagome berada,"Hey Jaken!Kau bersama siapa itu?Kenapa tidak kaukenalkan padaku?Aku adalah pangeran juga di kastil ini kau tahu itu kan Jaken?"
Kagome menunduk menutupi mukanya dengan mantel Sesshomaru,'Gawat!Sepertinya aku pernah melihat pria ini...dia kan yang sering menemui Kikyo...kalau dia datang Kikyo selalu menyuruhku pergi...bagaimana ini ?'
Inuyasha mendekati Jaken dan Kagome,Jaken lalu memberitahu,"Pangeran kedua gadis ini adalah pelayan Pangeran Sesshomaru.Namanya Miko.Dia bukan tamu.."
Inuyasha mendekati Kagome,"Tidak sopan sekali dia tak menunjukkan wajahnya padaku...aku penasaran apa wajahmu sejelek wajah Jaken?Hmm..."
Karena tak jua mendapat respon dari Kagome,Inuyasha hendak menyentuh mantel penutup muka gadis itu namun sebuah pedang melayang menancap di dinding kastil tepat di lengan baju Inuyasha,"Sslasssh!"
Inuyasha kaget karenanya,namun kala melihat pedangnya tahulah ia siapa pelakunya,"Sesshomaru..." Sesshomaru seketika sudah didepannya,"Aku tak suka ada yang menyentuh milikku...kau tahu itu kan Inuyasha?...Miko adalah pelayanku dia ada dibawah perlindunganku jadi jauhkan tanganmu yang usil ini darinya!Atau lain kali pedangku tak akan meleset seperti ini!"
Kagome lega dan segera mengikuti Jaken,'Astaga!Aku deg2an...untung ada Pangeran Sesshomaru...' Saat kedua kakak adik itu saling menatap tajam datanglah Lord Touga,"Putra2ku akhirnya kalian kembali!"
Sesshomaru segera mengambil pedangnya,"Hormat Ayahanda...ananda sudah berhasil membawa Inuyasha kembali..."
Inuyasha memandang kesal pada kakaknya,"Ayah aku hanya jalan2 saja...kenapa harus menyuruh Kakak menjemputku segala.Aku bukan anak kecil lagi..."
Lord Touga meraih Inuyasha dalam rengkuhannya sedang pada Sesshomaru ia hanya menepuk pundaknya saja mengatakan bahwa Sesshomaru sudah melakukan semuanya dengan baik.Gestur berbeda itu sekilas biasa saja namun sebenarnya sudah melukai hati Sesshomaru,'Di mata ayah aku hanyalah anak penerus tahta.Tapi di hati ayah Inuyashalah anak yang paling dikasihi.Bahkan pada Rinpun ayah tak sesayang ini...'
Siapakah Rin?Kita ikuti Kagome saja untuk tahu hal itu.Kagome sudah sampai di kamar peraduan Sesshomaru.Kamar yang luas.Tempat tidurnya saja bisa muat empat orang.Belum kamar mandinya.Semua rapi dan bersih.Jaken memberitahu,"Ingat Pangeran Sesshomaru suka semuanya bersih dan rapi.Jika kau tak bisa mengikuti standar di sini mungkin kau takkan lama disini seperti nasib pelayan2 sebelumnya.Sudah beberapa bulan ini pangeran gonta ganti pelayan sampai akhirnya tak memakai pelayan pribadi lagi sampai kau muncul.Makanya aku heran juga kenapa Pangeran tiba2 mau punya pelayan pribadi lagi.Kuharap kau tak bikin malu di sini.Susah sekali mendapat kepercayaan Pangeran kau harus jaga itu!"
Kagome mengangguk dan berkata,"Terima kasih Pengawal Jaken...aku akan ingat pesanmu itu..." Jaken terhenyak,"Kau bisa bicara rupanya?Kupikir kau bisu..."
Kagome tersenyum dan melepas mantelnya,"Pangeran bilang aku harus mendengarkanmu juga...jadi Pangeran tak melarangku bicara denganmu..."
Jaken walau masih belum mengenal gadis dihadapannya namun ia melihat kepatuhan gadis itu memukaunya,'Dia sangat setia pada Pangeran.Kurasa dia akan membantuku menjaga Pangeran...Aku ini berwajah buruk tapi diterima oleh Pangeran Sesshomaru makanya aku setia padanya.Kurasa gadis ini pasti juga berharga di mata Pangeran sehingga ia membawanya kemari...aku juga harus baik padanya mulai sekarang.'
Kala Jaken menunjukkan kamar Sesshomaru termasuk taman di sekitarnya tampaklah seorang gadis kecil tengah asyik memetik bunga di sana,"Jaken!!Apa Kakak Pertama sudah pulang?Asyik!!" Kagome heran dan bertanya,"Siapa gadis kecil itu,Jaken?"
Jaken belum sempat menjawab karena Rin sudah berada di depannya juga memberondong dengan berbagai pertanyaan,"Mana kakak pertama Jaken?Siapa kakak ini?Apa kakak pertama menemui Ayah?Jaken kenapa kau diam saja!!??"
Jaken lalu menjawab,"Putri Rin maafkan saya.Pangeran Pertama dan kedua sedang bersama Yang Mulia sekarang..."
Rin memandang Kagome,"Lalu kakak cantik ini?Apa dia calon isteri kakak pertama?Yeah...akan ada pesta yeah..yeah..."
Kagome jadi blingsatan,apalagi Jaken,"Putri...dia ini hanya pelayan pribadi...namanya Miko..." Kagome memberi hormat pada gadis kecil itu,"Dayang Miko...kau cantik..."
Kagome tersipu,"Putri juga cantik..."
Rin segera pamitan pergi mencari kakak2nya.Jaken ditariknya serta,"Dayang Miko pengawal Jaken kupinjam dulu..."
Kagome tersenyum,"Silakan Putri..."
Kagome lalu memandang sekitarnya,'Tempat baru aku datang...'
Sementara itu berita bahwa Sesshomaru membawa seorang gadis untuk menjadi pelayan pribadinya segera menyebar di kalangan para dayang istana.Ada yang pro dan ada yang kontra.Seorang dayang yang sudah lama mengincar posisi itu nampak kesal,'Kupikir dengan membuat dayang2 lain kasus maka Pangeran akan melirikku menjadi pelayan pribadinya tapi malah mengambil gadis dari luar kastil.Beruntung sekali gadis itu.Menjadi dayang pribadi adalah sebuah kesempatan emas untuk bisa mengambil hati Pangeran.Apalagi Pangeran Sesshomaru adalah pewaris tahta jelas sebuah kesempatan emas jika bisa mengambil hatinya dan menjadi permaisuri yang akan datang...'
Namun pelayan lain justru menyambut gembira,'Aku akan menyambut ramah gadis itu.Akan kubantu dia supaya awet di kastil ini.Aku tak punya teman disini kuharap dia mau berteman denganku...' Sementara itu diruang kerja Lord Touga,tampak Sesshomaru dan Inuyasha dinasehati oleh ayah mereka,"Inuyasha...aku tahu kau sedang mengenal apa itu cinta dan wanita...tapi ayah harap kau juga harus memikirkan masa depan kerajaan kita ini...kau tahu Pangeran Naraku adalah pewaris kerajaan Eastern,jika mengganggu wanitanya kau sama saja mengibarkan bendera perang anakku..."
Inuyasha manyun,"Tapi aku mencintai Kikyo Ayah..."
Sesshomaru memandang adiknya,"Inuyasha wanita itu sudah menerima pinangan Naraku!Dia tak mencintaimu...Dia memilih orang lain.Kau harus menerima kenyataan Inuyasha...cinta itu tak bisa sepihak..."
Inuyasha balik memandang kakaknya,"Kau ini tahu apa soal cinta Tuan Ahli Pedang?Yang kau tahu hanyalah pedang dan perang...jangan menasehatiku mengenai sesuatu yang kau tak tahu!"
Kilatan tajam tampak di mata indah Sesshomaru,Lord Touga melihatnya,"Jangan diteruskan!Sesshomaru kau tentu lelah,kembalilah ke kamarmu dan beristirahatlah..."
Saat itulah Rin datang,"Kakak!!Aku kangen kalian!!"
Jika Lord Touga menyambut Inuyasha dengan rengkuhan hangat maka Rin menyambut Sesshomaru jauh lebih hangat daripada ke kakak kandungnya,Inuyasha. Rin memeluk Sesshomaru,"Aku kangen kakak pertama...lihat aku petik banyak bunga untuk kakak!!Bagus kan?" Melihat Jaken bersama Rin,Sesshomaru bertanya,"Jaken dimana Miko?"
Eh yang jawab Rin,"Oh dayang cantik itu?..Dia di kamar Kakak..."
Lord Touga malah jadi penasaran,"Dayang cantik?"
Inuyasha sedakep,"Itu pelayan pribadi Sesshomaru Ayah...Melihat wajahnya saja aku tak boleh...ga mungkin cantik...wanita cantik itu hanya Kikyo...paling selera Kakak ya mirip2 Jakenlah ha..ha.." Sesshomaru berdiri,"Jangan melihat hanya luarnya Inuyasha tak semua yang indah diluar juga indah didalam...Ayah ananda ke kamar dulu..."
Lord Touga mengangguk,"Pergilah putraku..."
Rin hendak ikut tapi ditahan oleh Ayahnya,"Rin biarkan kakak pertamamu...apa kau tidak kangen dengan kakak keduamu juga?Ayah juga kangen dengan putri ayah ini...kemarilah sayang..."
Rin lalu menyerahkan bunga yang ia pegang pada Sesshomaru,"Ini buat kakak...selamat istirahat..." Sesshomaru menerimanya dan pergi dengan Jaken.Begitu putra pertamanya pergi,Lord Touga bertanya pada Rin,"Ceritakan pada Ayah mengenai dayang cantik yang namanya siapa tadi...?" Inuyasha yang menjawab,"Miko...Aneh kenapa namanya aneh begitu?"
Lord Touga terdiam,'Miko adalah nama mendiang putriku dari isteri pertamaku,Ibunya Sesshomaru.Dia meninggal usai melahirkan Miko,yang tak lama kemudian juga meninggal.Apa kastilku dikutuk ya kenapa tiap melahirkan anak perempuan isteriku meninggal.Isteri keduaku,ibunya Inuyasha juga meninggal usai melahirkan Rin.Untunglah Rin selamat semua berkat Sesshomaru menjaganya dengan penuh waspada sejak kecil.Makanya dia lengket pada Sesshomaru.Sesshomaru pasti trauma kehilangan adik perempuannya maka ia tak mau kehilangan lagi.Tapi dayang bernama Miko ini dipilih Sesshomaru karena namanya sama dengan nama mendiang adik perempuannya atau dia yang sengaja memberi nama itu pada gadis itu ya?Jika dia yang memberikannya maka berarti dayang itu sungguh istimewa di mata putraku...berarti pintu hatinya sedikit demi sedikit mulai bisa menerima kehadiran cinta seorang wanita...aku jadi ingin tahu gadis macam apa yang bisa memukau hati putra sulungku?'
Wah benarkah kastil itu dikutuk?Apakah kutukan itu turun temurun?Kayaknya ga bisa kelar deh di part 4 so we will soon update this story.**see you in part 5**
Kagome sudah bangun,mimpinya membuatnya tak bisa tidur lagi.Dilihatnya diluar masih berkabut.Dingin memang tapi ia merasa nyaman dalam mantel bergambar hexagon milik Sesshomaru,'Aku ada dimana sekarang?Pastinya jauh dari ibu.Semoga ibu baik2 saja di desa.Kini aku jauh dari ibu ga bisa bantu2 lagi.Satu2nya yang kukenal kini adalah Pangeran Sesshomaru.Aku tahu dia tampak dingin tapi kalau ada dia hatiku tenang.Aku akan menjadi pelayannya...kira2 gimana kehidupannya sehari2 ya?Aku harus mempelajari semua kebiasaannya dan melakukan semuanya dengan sebaik mungkin...semoga aku tidak membuat kesalahan...aku tak ingin dia marah padaku...' Sedang asyik melamun tiba2 kereta berhenti bergerak,'Kok berhenti?Apa sudah sampai ya?Kuintip ah...'
Kagome terpana melihat sebuah bangunan nan megah berdiri dihadapannya,lalu terdengar suara Jaken berteriak memukul pintu kereta barang,"Bangun!Kita sudah sampai!!Cepat keluar!!"
Kagome segera merapikan alas tidurnya dan keluar dari kereta barang,ia memakai mantel Sesshomaru hingga mukanya terlindungi,Sesshomaru juga sudah keluar dari keretanya dan kala penjaga gerbang melihat siapa yang datang segeralah gerbang dibuka,"Beritahukan pada Lord Touga bahwa Pangeran Sesshomaru sudah kembali!!Buka Gerbang!!"
Sesshomaru berkata pada Jaken,"Bawa pelayanku ke kamarku dan jangan teriak2 lagi padanya.Atau kau mau menjadi lawan tanding di latihan pedangku?"
Jaken segera bersimpuh,"Ampun Pangeran kasihanilah pengawalmu ini..."
Sesshomaru memang terkenal mahir dalam ilmu pedang,ga tanggung2 ia membawa dua pedang sekaligus dan siapapun di kastil tahu betapa hebatnya dia.Hanya Ayahnya yang berani menjadi lawan tanding kala ia latihan.Bila ayahnya berhalangan atau sibuk maka Sesshomaru akan berlatih dengan alam.Dedaunan yang beterbangan akan menjadi lawan tandingnya.Bagaimana ia akan meliuk2kan pedang mengikuti desir angin,indah sekali.Apalagi perawakan Sesshomaru yang seperti malaikat sungguh kian menambah decak kagum yang melihat latihannya.Jaken jelas tak mau kehilangan nyawa membangkitkan amarah Pangeran Pertama.Ia segera menuju ke kereta barang dan berbicara yang perlu saja dengan Kagome,"Pangeran minta kau ikuti aku.Akan kutunjukkan kamar Pangeran.Kau nanti akan bertugas disana."
Kagome memandang ke arah Sesshomaru dan baru mengikuti Jaken kala melihat Sesshomaru mengangguk,"Ikuti dia Miko!Tunggu aku di sana.Aku akan menemui Ayahku dulu..."
Saat itulah Inuyasha keluar dari kereta sambil merentangkan tangannya,"Whoooahhh!!Sudah sampai ya?Kenapa kau tak bangunkan aku Sesshomaru?!"
Sesshomaru malah melangkah menuju gerbang,"Aku bukan pelayanmu Inuyasha...Ayo kita temui Ayah..."
Inuyasha menggerutu,"Feh!Sekarang kau memerintahku bak pelayanmu saja!Pantas tak ada satupun pelayanmu yang betah he..he..kecuali Jaken tentunya..."
Sambil melirik ke arah Jaken,Inuyasha melangkah mengikuti kakaknya.Namun kemudian ia menengok lagi ke arah Jaken,'Hey!Siapa yang memakai mantel itu?Kayaknya seorang wanita deh...Wah jangan2 Sesshomaru diam2 punya wanita nih...cari tahu ah...'
Inuyasha melesat ke arah Jaken dan Kagome berada,"Hey Jaken!Kau bersama siapa itu?Kenapa tidak kaukenalkan padaku?Aku adalah pangeran juga di kastil ini kau tahu itu kan Jaken?"
Kagome menunduk menutupi mukanya dengan mantel Sesshomaru,'Gawat!Sepertinya aku pernah melihat pria ini...dia kan yang sering menemui Kikyo...kalau dia datang Kikyo selalu menyuruhku pergi...bagaimana ini ?'
Inuyasha mendekati Jaken dan Kagome,Jaken lalu memberitahu,"Pangeran kedua gadis ini adalah pelayan Pangeran Sesshomaru.Namanya Miko.Dia bukan tamu.."
Inuyasha mendekati Kagome,"Tidak sopan sekali dia tak menunjukkan wajahnya padaku...aku penasaran apa wajahmu sejelek wajah Jaken?Hmm..."
Karena tak jua mendapat respon dari Kagome,Inuyasha hendak menyentuh mantel penutup muka gadis itu namun sebuah pedang melayang menancap di dinding kastil tepat di lengan baju Inuyasha,"Sslasssh!"
Inuyasha kaget karenanya,namun kala melihat pedangnya tahulah ia siapa pelakunya,"Sesshomaru..." Sesshomaru seketika sudah didepannya,"Aku tak suka ada yang menyentuh milikku...kau tahu itu kan Inuyasha?...Miko adalah pelayanku dia ada dibawah perlindunganku jadi jauhkan tanganmu yang usil ini darinya!Atau lain kali pedangku tak akan meleset seperti ini!"
Kagome lega dan segera mengikuti Jaken,'Astaga!Aku deg2an...untung ada Pangeran Sesshomaru...' Saat kedua kakak adik itu saling menatap tajam datanglah Lord Touga,"Putra2ku akhirnya kalian kembali!"
Sesshomaru segera mengambil pedangnya,"Hormat Ayahanda...ananda sudah berhasil membawa Inuyasha kembali..."
Inuyasha memandang kesal pada kakaknya,"Ayah aku hanya jalan2 saja...kenapa harus menyuruh Kakak menjemputku segala.Aku bukan anak kecil lagi..."
Lord Touga meraih Inuyasha dalam rengkuhannya sedang pada Sesshomaru ia hanya menepuk pundaknya saja mengatakan bahwa Sesshomaru sudah melakukan semuanya dengan baik.Gestur berbeda itu sekilas biasa saja namun sebenarnya sudah melukai hati Sesshomaru,'Di mata ayah aku hanyalah anak penerus tahta.Tapi di hati ayah Inuyashalah anak yang paling dikasihi.Bahkan pada Rinpun ayah tak sesayang ini...'
Siapakah Rin?Kita ikuti Kagome saja untuk tahu hal itu.Kagome sudah sampai di kamar peraduan Sesshomaru.Kamar yang luas.Tempat tidurnya saja bisa muat empat orang.Belum kamar mandinya.Semua rapi dan bersih.Jaken memberitahu,"Ingat Pangeran Sesshomaru suka semuanya bersih dan rapi.Jika kau tak bisa mengikuti standar di sini mungkin kau takkan lama disini seperti nasib pelayan2 sebelumnya.Sudah beberapa bulan ini pangeran gonta ganti pelayan sampai akhirnya tak memakai pelayan pribadi lagi sampai kau muncul.Makanya aku heran juga kenapa Pangeran tiba2 mau punya pelayan pribadi lagi.Kuharap kau tak bikin malu di sini.Susah sekali mendapat kepercayaan Pangeran kau harus jaga itu!"
Kagome mengangguk dan berkata,"Terima kasih Pengawal Jaken...aku akan ingat pesanmu itu..." Jaken terhenyak,"Kau bisa bicara rupanya?Kupikir kau bisu..."
Kagome tersenyum dan melepas mantelnya,"Pangeran bilang aku harus mendengarkanmu juga...jadi Pangeran tak melarangku bicara denganmu..."
Jaken walau masih belum mengenal gadis dihadapannya namun ia melihat kepatuhan gadis itu memukaunya,'Dia sangat setia pada Pangeran.Kurasa dia akan membantuku menjaga Pangeran...Aku ini berwajah buruk tapi diterima oleh Pangeran Sesshomaru makanya aku setia padanya.Kurasa gadis ini pasti juga berharga di mata Pangeran sehingga ia membawanya kemari...aku juga harus baik padanya mulai sekarang.'
Kala Jaken menunjukkan kamar Sesshomaru termasuk taman di sekitarnya tampaklah seorang gadis kecil tengah asyik memetik bunga di sana,"Jaken!!Apa Kakak Pertama sudah pulang?Asyik!!" Kagome heran dan bertanya,"Siapa gadis kecil itu,Jaken?"
Jaken belum sempat menjawab karena Rin sudah berada di depannya juga memberondong dengan berbagai pertanyaan,"Mana kakak pertama Jaken?Siapa kakak ini?Apa kakak pertama menemui Ayah?Jaken kenapa kau diam saja!!??"
Jaken lalu menjawab,"Putri Rin maafkan saya.Pangeran Pertama dan kedua sedang bersama Yang Mulia sekarang..."
Rin memandang Kagome,"Lalu kakak cantik ini?Apa dia calon isteri kakak pertama?Yeah...akan ada pesta yeah..yeah..."
Kagome jadi blingsatan,apalagi Jaken,"Putri...dia ini hanya pelayan pribadi...namanya Miko..." Kagome memberi hormat pada gadis kecil itu,"Dayang Miko...kau cantik..."
Kagome tersipu,"Putri juga cantik..."
Rin segera pamitan pergi mencari kakak2nya.Jaken ditariknya serta,"Dayang Miko pengawal Jaken kupinjam dulu..."
Kagome tersenyum,"Silakan Putri..."
Kagome lalu memandang sekitarnya,'Tempat baru aku datang...'
Sementara itu berita bahwa Sesshomaru membawa seorang gadis untuk menjadi pelayan pribadinya segera menyebar di kalangan para dayang istana.Ada yang pro dan ada yang kontra.Seorang dayang yang sudah lama mengincar posisi itu nampak kesal,'Kupikir dengan membuat dayang2 lain kasus maka Pangeran akan melirikku menjadi pelayan pribadinya tapi malah mengambil gadis dari luar kastil.Beruntung sekali gadis itu.Menjadi dayang pribadi adalah sebuah kesempatan emas untuk bisa mengambil hati Pangeran.Apalagi Pangeran Sesshomaru adalah pewaris tahta jelas sebuah kesempatan emas jika bisa mengambil hatinya dan menjadi permaisuri yang akan datang...'
Namun pelayan lain justru menyambut gembira,'Aku akan menyambut ramah gadis itu.Akan kubantu dia supaya awet di kastil ini.Aku tak punya teman disini kuharap dia mau berteman denganku...' Sementara itu diruang kerja Lord Touga,tampak Sesshomaru dan Inuyasha dinasehati oleh ayah mereka,"Inuyasha...aku tahu kau sedang mengenal apa itu cinta dan wanita...tapi ayah harap kau juga harus memikirkan masa depan kerajaan kita ini...kau tahu Pangeran Naraku adalah pewaris kerajaan Eastern,jika mengganggu wanitanya kau sama saja mengibarkan bendera perang anakku..."
Inuyasha manyun,"Tapi aku mencintai Kikyo Ayah..."
Sesshomaru memandang adiknya,"Inuyasha wanita itu sudah menerima pinangan Naraku!Dia tak mencintaimu...Dia memilih orang lain.Kau harus menerima kenyataan Inuyasha...cinta itu tak bisa sepihak..."
Inuyasha balik memandang kakaknya,"Kau ini tahu apa soal cinta Tuan Ahli Pedang?Yang kau tahu hanyalah pedang dan perang...jangan menasehatiku mengenai sesuatu yang kau tak tahu!"
Kilatan tajam tampak di mata indah Sesshomaru,Lord Touga melihatnya,"Jangan diteruskan!Sesshomaru kau tentu lelah,kembalilah ke kamarmu dan beristirahatlah..."
Saat itulah Rin datang,"Kakak!!Aku kangen kalian!!"
Jika Lord Touga menyambut Inuyasha dengan rengkuhan hangat maka Rin menyambut Sesshomaru jauh lebih hangat daripada ke kakak kandungnya,Inuyasha. Rin memeluk Sesshomaru,"Aku kangen kakak pertama...lihat aku petik banyak bunga untuk kakak!!Bagus kan?" Melihat Jaken bersama Rin,Sesshomaru bertanya,"Jaken dimana Miko?"
Eh yang jawab Rin,"Oh dayang cantik itu?..Dia di kamar Kakak..."
Lord Touga malah jadi penasaran,"Dayang cantik?"
Inuyasha sedakep,"Itu pelayan pribadi Sesshomaru Ayah...Melihat wajahnya saja aku tak boleh...ga mungkin cantik...wanita cantik itu hanya Kikyo...paling selera Kakak ya mirip2 Jakenlah ha..ha.." Sesshomaru berdiri,"Jangan melihat hanya luarnya Inuyasha tak semua yang indah diluar juga indah didalam...Ayah ananda ke kamar dulu..."
Lord Touga mengangguk,"Pergilah putraku..."
Rin hendak ikut tapi ditahan oleh Ayahnya,"Rin biarkan kakak pertamamu...apa kau tidak kangen dengan kakak keduamu juga?Ayah juga kangen dengan putri ayah ini...kemarilah sayang..."
Rin lalu menyerahkan bunga yang ia pegang pada Sesshomaru,"Ini buat kakak...selamat istirahat..." Sesshomaru menerimanya dan pergi dengan Jaken.Begitu putra pertamanya pergi,Lord Touga bertanya pada Rin,"Ceritakan pada Ayah mengenai dayang cantik yang namanya siapa tadi...?" Inuyasha yang menjawab,"Miko...Aneh kenapa namanya aneh begitu?"
Lord Touga terdiam,'Miko adalah nama mendiang putriku dari isteri pertamaku,Ibunya Sesshomaru.Dia meninggal usai melahirkan Miko,yang tak lama kemudian juga meninggal.Apa kastilku dikutuk ya kenapa tiap melahirkan anak perempuan isteriku meninggal.Isteri keduaku,ibunya Inuyasha juga meninggal usai melahirkan Rin.Untunglah Rin selamat semua berkat Sesshomaru menjaganya dengan penuh waspada sejak kecil.Makanya dia lengket pada Sesshomaru.Sesshomaru pasti trauma kehilangan adik perempuannya maka ia tak mau kehilangan lagi.Tapi dayang bernama Miko ini dipilih Sesshomaru karena namanya sama dengan nama mendiang adik perempuannya atau dia yang sengaja memberi nama itu pada gadis itu ya?Jika dia yang memberikannya maka berarti dayang itu sungguh istimewa di mata putraku...berarti pintu hatinya sedikit demi sedikit mulai bisa menerima kehadiran cinta seorang wanita...aku jadi ingin tahu gadis macam apa yang bisa memukau hati putra sulungku?'
Wah benarkah kastil itu dikutuk?Apakah kutukan itu turun temurun?Kayaknya ga bisa kelar deh di part 4 so we will soon update this story.**see you in part 5**
Quiet Girl part 5 : Into Your Heart
>>> FLASH BACK
Kagome sudah tiba di kastil Western.Disana ia mulai memahami sosok penolongnya yang sangat mahir dengan pedang.Kemudian dia mulai menjadi buah bibir di kalangan dayang.Gimana situasi di sana selanjutnya?
>> KAMAR SESSHOMARU...
Dalam perjalanan menuju kamarnya,banyak dayang mencoba menarik perhatian Pewaris tahta Western itu.Apalagi melihat Pangeran Pertama Western itu membawa bunga ditangannya,wah pada heboh berharap diberi bunga itu langsung dari tangan sang pangeran.Rambut panjang Sesshomaru yang berwarna keperakan tampak terurai indah membuat siapa saja terpesona memandangnya,sudah seperti rambut wanita saja indahnya.Namun tak ada yang berani menyentuhnya kecuali mereka yang diijinkan oleh sang pangeran saja seperti Rin,Jaken atau mendiang ibunya.Sesshomaru tak sedikitpun mempedulikan para dayang yang menyapanya,ia hanya ingin segera sampai ke kamarnya dan merebahkan diri di peraduannya.Inuyasha sudah membuatnya kesal hari ini baik dengan sikapnya terhadap dayang barunya ataupun perkataannya dihadapan ayahnya.Sepanjang koridor istana pikiran Sesshomaru terus terngiang ucapan Inuyasha padanya,'Cinta...dia bilang aku tidak tahu apa2 soal cinta?Cinta itu membuat sedih saja.Karena begitu mencintai ayah,ibu ingin memberinya seorang anak perempuan namun semua itu membuat ia kehilangan nyawa.Dan ayah kembali berduka kala ibu Inuyasha juga tiada usai melahirkan anak perempuan.Aku tak mau jatuh cinta...aku tak mau isteriku nanti juga akan bernasib sama...tidak!'
Tanpa disadarinya,ia sudah sampai di kamarnya tampak Kagome sedang didepan pintu menantinya sambil tertunduk.Para dayang yang ingin menarik perhatian Sesshomaru diam2 mengikuti dan melihat dari jauh dan mereka terpana kala Sesshomaru menyodorkan bunga yang dibawanya pada Kagome,"Ini..."
Kagome jelas heran dan menatap Sesshomaru,"Ini untuk saya Pangeran?"
Sesshomaru tak menjawab dan malah melangkah masuk,"Aku ingin mandi siapkan keperluanku..." Kagome mencium bunga ditangannya,'Mmhh baru sekali ini aku dapat bunga dari seorang pria lagi...aduh...dalam rangka apa ya?'
Jaken geleng kepala melihat Kagome,"Hey Dayang Miko cepat siapkan semua keperluan mandi Pangeran!Pangeran tak suka menunggu..."
Kagome tersadar dan segera menaruh bunga yang dipegangnya di vas yang telah diisi dengan air,'Bunga kau disini dulu ya?Aku harus kerja sekarang...'
Kagome telah mempelajari isi kamar Sesshomaru selama ditinggal pergi.Ia segera menyiapkan handuk dan pakaian ganti.Walau masih sering bertanya juga pada tuannya,"Pangeran mau pakai pakaian yang mana?"
Sesshomaru melihat ke arah rambut Kagome yang berwarna hitam kontras sekali dengan warna rambutnya yang putih keperakan,"Yang hitam saja ...ya yang itu..."
Sesshomaru melepas pedangnya,lalu masuk ke kamar mandi.Kagome sendiri sibuk mencari tempat untuk menaruh vas bunganya,'Kutaruh dimana ya?Aha di ujung sini saja dekat jendela.'
Sementara itu para dayang yang mengikuti Sesshomaru kembali ke dapur sambil membicarakan Kagome,"Kenapa Pangeran memberikan bunga itu pada seorang dayang baru?Siapa dia?Darimana asalnya?Nanti kalau dia ke dapur kita interogasi dia!"
Yang lain setuju dengan ide itu,"Benar Kagura!Kaukan dayang senior di sini harusnya kaulah yang menempati posisi dayang pribadi pangeran pertama.Bukan pendatang baru seperti dia!Ya kan teman2?"
Semua mendukung dan dayang bernama Kagura itu kian mendidih darahnya bila ingat bagaimana Kagome berani menatap mata Sesshomaru,'Pangeran pertama biasanya paling benci ada pelayan yang berani padanya tapi gadis itu dia bisa memandang bertatap muka dengan Pangeran dan sedikitpun dia tak nampak marah...aneh sekali...apa istimewanya gadis itu?Apa???'
Usai mandi,Sesshomaru sebenarnya tidak lapar tapi ia mendengar bunyi perut dayangnya,"Miko...aku lapar...pergilah ke dapur dan ambilkan aku makanan.Bilang saja aku yang menyuruhmu mereka akan mengerti."
Kagome segera permisi dan bertanya pada Jaken yang berdiri di depan,"Dapur sebelah mana ya?" Sesshomaru mendengar bagaimana Jaken menerangkan jalurnya,"Kau tahu pintu masuk tadi nah di sebelah kanannya ada jalan menuju ke arah dapur jika terus kau ikuti ..."
Kagome coba mengingatnya,"Oh begitu baiklah...aku akan mencarinya..."
Kagome kembali mengenakan penutup mukanya agar aman bila tiba2 ketemu Inuyasha lagi,celingak-celinguk Kagome melihat seorang dayang tengah membawa nampan,"Maaf namaku Miko aku dayang baru disini,bisakah kau beritahu aku dimana dapurnya?"
Dayang itu tersenyum ramah padanya,"Rupanya kau dayang baru Pangeran Sesshomaru?Maaf aku tak bisa menjabat tanganmu...namaku Sango.Senang bertemu denganmu..Dapurnya disana lurus saja.Tapi saranku jangan buat masalah dengan dayang bernama Kagura.Dia berbahaya.Maaf aku sudah ditunggu Pangeran Inuyasha.Dia lapar kalau jam2 begini."
Kagome jadi ingat Sesshomaru,'Kakaknya juga lapar di waktu yang sama.Keturunan keluarga...' Kagome berterima kasih pada Sango,"Terima kasih Dayang Sango...semoga kau mau menjadi temanku..."
Kagome melangkah menuju dapur dan kala menginjakkan kaki di dapur semua mata segera tertuju padanya,"Akhirnya yang dinanti datang juga..." Kagome segera memberi salam dengan membungkukkan badan pada semuanya,"Perkenalkan saya dayang baru nama saya Miko mohon bimbingan teman2 semua..."
Baru hendak menuju koki dapur, badan Kagome dihempaskan ke dinding oleh seseorang,"Kau ini dayang baru jadi kau perlu tahu peraturan di sini...ada tradisi di sini dayang baru harus mencium kaki dayang senior...kau dayang baru bukan?"
Kagome ketakutan,"Tapi Pangeran tidak memberitahu soal tradisi itu...Lagipula aku sedang menjalankan perintah Pangeran.Aku tak mau membuatnya menunggu..."
Koki tak tega melihatnya,"Kagura lepaskan dia!Tidak ada tradisi seperti itu disini.Apa kau mau membuatnya kena marah Pangeran Pertama?Biarkan dia membawa makanan untuk Pangeran!" Kagura tak menggubris perkataan kokinya,"Kau jangan ikut campur urusanku!Siapkan saja keperluan Pangeran.Aku yang akan membawanya dan bukan gadis ini!"
Kagome dilemparnya ke lantai,"Sekarang kau cium kakiku cepat!!"
Semua dayang yang ada di dapur menahan nafas melihat Kagome mengaduh kesakitan karena Kagura membuka tudungnya dan menjambak rambutnya,"Cepat!!"
Saat Kagome terpojok,pintu dapur terbuka dan masuklah Jaken,"Ada apa ini?!!"
Kagura segera pura2 seakan tak terjadi apapun,"Pengawal Jaken tumben kau masuk ke dapur?Pasti Pangeran marah ya lama menanti hidangannya...dayang baru ini membuat kacau dia menghambat kerja koki..lihat jalan saja tak becus pakai jatuh segala...Sebaiknya aku yang membawa makanan ke kamar Pangeran.Bahaya jika dibawa dayang baru ini bisa tumpah nanti di jalan..."
Namun Jaken merebut makanan yang disiapkan untuk Sesshomaru dari tangan Kagura,"Tidak!Perintah khusus Pangeran aku tak berani melanggar.Biar Miko yang membawanya.Aku akan dihukum jika melanggarnya.Miko bangun dan cepat bawa makanan ini ke Pangeran!"
Kagome segera berdiri dan menerima nampannya,"Terima kasih Jaken..."
Jaken memandang Kagura dengan tajam sebelum pergi mengikuti Kagome,'Kini kutahu kenapa Pangeran memintaku menjemput Miko...'
Sesshomaru resah entah kenapa,'Kenapa aku terus memikirkan gadis itu?'
Saking resahnya Sesshomaru sampai berdiri di depan pintu kamarnya dan baru masuk kala mendengar suara Jaken di kejauhan,"Miko...kau harus hafal tempat ini...jangan sampai tersesat..." Sesshomaru tersenyum sambil memandang bunga di vas yang ditaruh Kagome di dekat jendela,'Kamar ini terasa beda sejak Miko datang...'
Kagome akhirnya tiba di kamar Sesshomaru,"Maafkan saya Pangeran...sudah membuat Pangeran menunggu..."
Sesshomaru memperhatikan tangan dayangnya,"Kenapa tanganmu?"
Kagome bingung mau menjawab apa,"Ini hanya luka gores tidak apa2..."
Sesshomaru memandang Jaken,"Jaken..."
Jaken lalu menceritakan apa yang ia lihat di dapur,Sesshomaru mendengarnya dan berkata,"Besok suruh dayang itu menghadapku...kau boleh pergi Jaken."
Kagome segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Saya mohon Pangeran jangan hukum dayang itu!Saya tak mau mereka makin membenci saya karenanya.Lagipula ini hanya luka kecil Pangeran...nanti juga akan sembuh..."
Kagome segera mengobati lukanya dan berdiri dekat Sesshomaru. Sesshomaru malah mengambil saputangannya dan mengikat tangan Kagome dengan saputangan itu,"Jika dibalut begini kau takkan merasa sakit...sekarang temani aku makan."
Kagome terpana,"Tapi...saya..."
Sesshomaru menyela,"Bunyi perutmu sangat menggangguku...Duduk dan makanlah!"
Kagome menurut dan duduk di depan Sesshomaru,walau terkesan dingin namun Kagome merasakan Sesshomaru sebenarnya sangat perhatian.Ia makan sambil menunduk.Entah kenapa ia tak kuasa menatap mata indah Sesshomaru.Usai makan Sesshomaru menunjuk sebuah bilik dekat kamarnya,"Itu kamarmu.Kau bisa tidur di sana.Bilik itu terhubung dengan kamarku jadi sewaktu2 aku bisa memanggilmu.Istirahatlah..."
Kagome membereskan semuanya lalu kembali ke dapur,kala ia tiba di dapur semua dayang tertuju perhatiannya pada kain yang membalut tangan Kagome,''Itu kan kain berlambang hexagon dan hanya Pangeran Sesshomaru yang memilikinya...Berani sekali gadis itu mengambilnya!"
Kagura kesal melihatnya dan segera mendekati Kagome yang tengah menaruh piring2 kotor di tempatnya,"Hey!!!Dari mana kau dapat kain ini??Apa kau mencurinya??!!Lancang sekali kau!!" Namun kala Kagura hendak melepas kain di tangan Kagome sebuah suara mengejutkannya,"Kau yang lancang!!"
Para dayang yang ada di dapur segera memberi hormat kala tahu siapa yang bicara,"Hormat kami Pangeran Sesshomaru..."
Kagura terkesiap kala melihat Sesshomaru sudah berdiri di depan pintu dapur,"Siapa kau berani membentak dayang pribadiku?Apakah ini kelakuan seorang dayang senior di belakangku?Aku jadi ingin tahu lebih tajam mana lidahmu dari pedangku?"
Kagura segera bersujud meminta ampun,"Ampuni hamba Pangeran.Hamba hanya ingin mengajari dayang baru ini supaya menghormati benda2 milik Pangeran..."
Sesshomaru memandang dengan dingin pada semuanya,"Aku tak perlu minta ijinmu untuk memberikan benda2 milikku pada siapa saja,bukan?Atau kau lebih tinggi dari ayahku kedududannya di kastil ini?"
Kagura gemetar dan segera sujud hingga mukanya menyentuh lantai dapur,"Maafkan hamba Pangeran...hamba tidak tahu kalau ..."
Sesshomaru berkata pada semuanya,"Jika bukan karena dayangku telah memohon padaku untuk mengampunimu maka aku takkan segan2 menghukummu...ini juga berlaku bagi yang lainnya!Miko kita pergi!"
Kagome segera mengikuti Sesshomaru keluar dari dapur.Sango yang juga ada di dapur saat itu melempar senyum pada Kagome,'Tak kusangka demi dayangnya Pangeran Sesshomaru turun tangan sendiri membela...hmm...sepertinya dayang bernama Miko ini bukan sekedar dayang saja..dimata Pangeran...'
Sementara itu Kagome mencium bau harum rambut Sesshomaru yang mengenai wajahnya,'Hmm..indahnya rambut Pangeran...seindah tatapan matanya...aku makin menyadari inilah arti mimpiku bahwa tempat teraman bagiku adalah didekat Pangeran Sesshomaru...ibu kini aku mengerti arti ucapanmu dalam mimpiku...'
Angin menyibakkan penutup muka Kagome dan saat itulah Inuyasha melihatnya dari balik pilar kastil,'Itu kan Kikyo?Kenapa dia bersama Sesshomaru?'
Wah apakah Kagome akan terbongkar asal usulnya?**see you in part 6**
Kagome sudah tiba di kastil Western.Disana ia mulai memahami sosok penolongnya yang sangat mahir dengan pedang.Kemudian dia mulai menjadi buah bibir di kalangan dayang.Gimana situasi di sana selanjutnya?
>> KAMAR SESSHOMARU...
Dalam perjalanan menuju kamarnya,banyak dayang mencoba menarik perhatian Pewaris tahta Western itu.Apalagi melihat Pangeran Pertama Western itu membawa bunga ditangannya,wah pada heboh berharap diberi bunga itu langsung dari tangan sang pangeran.Rambut panjang Sesshomaru yang berwarna keperakan tampak terurai indah membuat siapa saja terpesona memandangnya,sudah seperti rambut wanita saja indahnya.Namun tak ada yang berani menyentuhnya kecuali mereka yang diijinkan oleh sang pangeran saja seperti Rin,Jaken atau mendiang ibunya.Sesshomaru tak sedikitpun mempedulikan para dayang yang menyapanya,ia hanya ingin segera sampai ke kamarnya dan merebahkan diri di peraduannya.Inuyasha sudah membuatnya kesal hari ini baik dengan sikapnya terhadap dayang barunya ataupun perkataannya dihadapan ayahnya.Sepanjang koridor istana pikiran Sesshomaru terus terngiang ucapan Inuyasha padanya,'Cinta...dia bilang aku tidak tahu apa2 soal cinta?Cinta itu membuat sedih saja.Karena begitu mencintai ayah,ibu ingin memberinya seorang anak perempuan namun semua itu membuat ia kehilangan nyawa.Dan ayah kembali berduka kala ibu Inuyasha juga tiada usai melahirkan anak perempuan.Aku tak mau jatuh cinta...aku tak mau isteriku nanti juga akan bernasib sama...tidak!'
Tanpa disadarinya,ia sudah sampai di kamarnya tampak Kagome sedang didepan pintu menantinya sambil tertunduk.Para dayang yang ingin menarik perhatian Sesshomaru diam2 mengikuti dan melihat dari jauh dan mereka terpana kala Sesshomaru menyodorkan bunga yang dibawanya pada Kagome,"Ini..."
Kagome jelas heran dan menatap Sesshomaru,"Ini untuk saya Pangeran?"
Sesshomaru tak menjawab dan malah melangkah masuk,"Aku ingin mandi siapkan keperluanku..." Kagome mencium bunga ditangannya,'Mmhh baru sekali ini aku dapat bunga dari seorang pria lagi...aduh...dalam rangka apa ya?'
Jaken geleng kepala melihat Kagome,"Hey Dayang Miko cepat siapkan semua keperluan mandi Pangeran!Pangeran tak suka menunggu..."
Kagome tersadar dan segera menaruh bunga yang dipegangnya di vas yang telah diisi dengan air,'Bunga kau disini dulu ya?Aku harus kerja sekarang...'
Kagome telah mempelajari isi kamar Sesshomaru selama ditinggal pergi.Ia segera menyiapkan handuk dan pakaian ganti.Walau masih sering bertanya juga pada tuannya,"Pangeran mau pakai pakaian yang mana?"
Sesshomaru melihat ke arah rambut Kagome yang berwarna hitam kontras sekali dengan warna rambutnya yang putih keperakan,"Yang hitam saja ...ya yang itu..."
Sesshomaru melepas pedangnya,lalu masuk ke kamar mandi.Kagome sendiri sibuk mencari tempat untuk menaruh vas bunganya,'Kutaruh dimana ya?Aha di ujung sini saja dekat jendela.'
Sementara itu para dayang yang mengikuti Sesshomaru kembali ke dapur sambil membicarakan Kagome,"Kenapa Pangeran memberikan bunga itu pada seorang dayang baru?Siapa dia?Darimana asalnya?Nanti kalau dia ke dapur kita interogasi dia!"
Yang lain setuju dengan ide itu,"Benar Kagura!Kaukan dayang senior di sini harusnya kaulah yang menempati posisi dayang pribadi pangeran pertama.Bukan pendatang baru seperti dia!Ya kan teman2?"
Semua mendukung dan dayang bernama Kagura itu kian mendidih darahnya bila ingat bagaimana Kagome berani menatap mata Sesshomaru,'Pangeran pertama biasanya paling benci ada pelayan yang berani padanya tapi gadis itu dia bisa memandang bertatap muka dengan Pangeran dan sedikitpun dia tak nampak marah...aneh sekali...apa istimewanya gadis itu?Apa???'
Usai mandi,Sesshomaru sebenarnya tidak lapar tapi ia mendengar bunyi perut dayangnya,"Miko...aku lapar...pergilah ke dapur dan ambilkan aku makanan.Bilang saja aku yang menyuruhmu mereka akan mengerti."
Kagome segera permisi dan bertanya pada Jaken yang berdiri di depan,"Dapur sebelah mana ya?" Sesshomaru mendengar bagaimana Jaken menerangkan jalurnya,"Kau tahu pintu masuk tadi nah di sebelah kanannya ada jalan menuju ke arah dapur jika terus kau ikuti ..."
Kagome coba mengingatnya,"Oh begitu baiklah...aku akan mencarinya..."
Kagome kembali mengenakan penutup mukanya agar aman bila tiba2 ketemu Inuyasha lagi,celingak-celinguk Kagome melihat seorang dayang tengah membawa nampan,"Maaf namaku Miko aku dayang baru disini,bisakah kau beritahu aku dimana dapurnya?"
Dayang itu tersenyum ramah padanya,"Rupanya kau dayang baru Pangeran Sesshomaru?Maaf aku tak bisa menjabat tanganmu...namaku Sango.Senang bertemu denganmu..Dapurnya disana lurus saja.Tapi saranku jangan buat masalah dengan dayang bernama Kagura.Dia berbahaya.Maaf aku sudah ditunggu Pangeran Inuyasha.Dia lapar kalau jam2 begini."
Kagome jadi ingat Sesshomaru,'Kakaknya juga lapar di waktu yang sama.Keturunan keluarga...' Kagome berterima kasih pada Sango,"Terima kasih Dayang Sango...semoga kau mau menjadi temanku..."
Kagome melangkah menuju dapur dan kala menginjakkan kaki di dapur semua mata segera tertuju padanya,"Akhirnya yang dinanti datang juga..." Kagome segera memberi salam dengan membungkukkan badan pada semuanya,"Perkenalkan saya dayang baru nama saya Miko mohon bimbingan teman2 semua..."
Baru hendak menuju koki dapur, badan Kagome dihempaskan ke dinding oleh seseorang,"Kau ini dayang baru jadi kau perlu tahu peraturan di sini...ada tradisi di sini dayang baru harus mencium kaki dayang senior...kau dayang baru bukan?"
Kagome ketakutan,"Tapi Pangeran tidak memberitahu soal tradisi itu...Lagipula aku sedang menjalankan perintah Pangeran.Aku tak mau membuatnya menunggu..."
Koki tak tega melihatnya,"Kagura lepaskan dia!Tidak ada tradisi seperti itu disini.Apa kau mau membuatnya kena marah Pangeran Pertama?Biarkan dia membawa makanan untuk Pangeran!" Kagura tak menggubris perkataan kokinya,"Kau jangan ikut campur urusanku!Siapkan saja keperluan Pangeran.Aku yang akan membawanya dan bukan gadis ini!"
Kagome dilemparnya ke lantai,"Sekarang kau cium kakiku cepat!!"
Semua dayang yang ada di dapur menahan nafas melihat Kagome mengaduh kesakitan karena Kagura membuka tudungnya dan menjambak rambutnya,"Cepat!!"
Saat Kagome terpojok,pintu dapur terbuka dan masuklah Jaken,"Ada apa ini?!!"
Kagura segera pura2 seakan tak terjadi apapun,"Pengawal Jaken tumben kau masuk ke dapur?Pasti Pangeran marah ya lama menanti hidangannya...dayang baru ini membuat kacau dia menghambat kerja koki..lihat jalan saja tak becus pakai jatuh segala...Sebaiknya aku yang membawa makanan ke kamar Pangeran.Bahaya jika dibawa dayang baru ini bisa tumpah nanti di jalan..."
Namun Jaken merebut makanan yang disiapkan untuk Sesshomaru dari tangan Kagura,"Tidak!Perintah khusus Pangeran aku tak berani melanggar.Biar Miko yang membawanya.Aku akan dihukum jika melanggarnya.Miko bangun dan cepat bawa makanan ini ke Pangeran!"
Kagome segera berdiri dan menerima nampannya,"Terima kasih Jaken..."
Jaken memandang Kagura dengan tajam sebelum pergi mengikuti Kagome,'Kini kutahu kenapa Pangeran memintaku menjemput Miko...'
Sesshomaru resah entah kenapa,'Kenapa aku terus memikirkan gadis itu?'
Saking resahnya Sesshomaru sampai berdiri di depan pintu kamarnya dan baru masuk kala mendengar suara Jaken di kejauhan,"Miko...kau harus hafal tempat ini...jangan sampai tersesat..." Sesshomaru tersenyum sambil memandang bunga di vas yang ditaruh Kagome di dekat jendela,'Kamar ini terasa beda sejak Miko datang...'
Kagome akhirnya tiba di kamar Sesshomaru,"Maafkan saya Pangeran...sudah membuat Pangeran menunggu..."
Sesshomaru memperhatikan tangan dayangnya,"Kenapa tanganmu?"
Kagome bingung mau menjawab apa,"Ini hanya luka gores tidak apa2..."
Sesshomaru memandang Jaken,"Jaken..."
Jaken lalu menceritakan apa yang ia lihat di dapur,Sesshomaru mendengarnya dan berkata,"Besok suruh dayang itu menghadapku...kau boleh pergi Jaken."
Kagome segera bersimpuh di kaki Sesshomaru,"Saya mohon Pangeran jangan hukum dayang itu!Saya tak mau mereka makin membenci saya karenanya.Lagipula ini hanya luka kecil Pangeran...nanti juga akan sembuh..."
Kagome segera mengobati lukanya dan berdiri dekat Sesshomaru. Sesshomaru malah mengambil saputangannya dan mengikat tangan Kagome dengan saputangan itu,"Jika dibalut begini kau takkan merasa sakit...sekarang temani aku makan."
Kagome terpana,"Tapi...saya..."
Sesshomaru menyela,"Bunyi perutmu sangat menggangguku...Duduk dan makanlah!"
Kagome menurut dan duduk di depan Sesshomaru,walau terkesan dingin namun Kagome merasakan Sesshomaru sebenarnya sangat perhatian.Ia makan sambil menunduk.Entah kenapa ia tak kuasa menatap mata indah Sesshomaru.Usai makan Sesshomaru menunjuk sebuah bilik dekat kamarnya,"Itu kamarmu.Kau bisa tidur di sana.Bilik itu terhubung dengan kamarku jadi sewaktu2 aku bisa memanggilmu.Istirahatlah..."
Kagome membereskan semuanya lalu kembali ke dapur,kala ia tiba di dapur semua dayang tertuju perhatiannya pada kain yang membalut tangan Kagome,''Itu kan kain berlambang hexagon dan hanya Pangeran Sesshomaru yang memilikinya...Berani sekali gadis itu mengambilnya!"
Kagura kesal melihatnya dan segera mendekati Kagome yang tengah menaruh piring2 kotor di tempatnya,"Hey!!!Dari mana kau dapat kain ini??Apa kau mencurinya??!!Lancang sekali kau!!" Namun kala Kagura hendak melepas kain di tangan Kagome sebuah suara mengejutkannya,"Kau yang lancang!!"
Para dayang yang ada di dapur segera memberi hormat kala tahu siapa yang bicara,"Hormat kami Pangeran Sesshomaru..."
Kagura terkesiap kala melihat Sesshomaru sudah berdiri di depan pintu dapur,"Siapa kau berani membentak dayang pribadiku?Apakah ini kelakuan seorang dayang senior di belakangku?Aku jadi ingin tahu lebih tajam mana lidahmu dari pedangku?"
Kagura segera bersujud meminta ampun,"Ampuni hamba Pangeran.Hamba hanya ingin mengajari dayang baru ini supaya menghormati benda2 milik Pangeran..."
Sesshomaru memandang dengan dingin pada semuanya,"Aku tak perlu minta ijinmu untuk memberikan benda2 milikku pada siapa saja,bukan?Atau kau lebih tinggi dari ayahku kedududannya di kastil ini?"
Kagura gemetar dan segera sujud hingga mukanya menyentuh lantai dapur,"Maafkan hamba Pangeran...hamba tidak tahu kalau ..."
Sesshomaru berkata pada semuanya,"Jika bukan karena dayangku telah memohon padaku untuk mengampunimu maka aku takkan segan2 menghukummu...ini juga berlaku bagi yang lainnya!Miko kita pergi!"
Kagome segera mengikuti Sesshomaru keluar dari dapur.Sango yang juga ada di dapur saat itu melempar senyum pada Kagome,'Tak kusangka demi dayangnya Pangeran Sesshomaru turun tangan sendiri membela...hmm...sepertinya dayang bernama Miko ini bukan sekedar dayang saja..dimata Pangeran...'
Sementara itu Kagome mencium bau harum rambut Sesshomaru yang mengenai wajahnya,'Hmm..indahnya rambut Pangeran...seindah tatapan matanya...aku makin menyadari inilah arti mimpiku bahwa tempat teraman bagiku adalah didekat Pangeran Sesshomaru...ibu kini aku mengerti arti ucapanmu dalam mimpiku...'
Angin menyibakkan penutup muka Kagome dan saat itulah Inuyasha melihatnya dari balik pilar kastil,'Itu kan Kikyo?Kenapa dia bersama Sesshomaru?'
Wah apakah Kagome akan terbongkar asal usulnya?**see you in part 6**
QUIET GIRL part 6 : Seek Thy Servant
<< FLASH BACK
Pangeran Sesshomaru sangat protektif terhadap mereka yang berada dalam perlindungannya.Termasuk pada Kagome.Meski cuma dayang namun kehadiran Kagome menghebohkan istana belakang Western.Jelas sekali betapa sayangnya Sesshomaru pada dayang barunya itu.Namun Inuyasha memergoki Kagome tanpa pelindung muka kala berjalan didekat Sesshomaru.Apa yang akan dilakukan oleh pangeran kedua Western itu melihat kemiripan Kagome dan Kikyo?
>> ISTANA WESTERN...
Angin bertiup kencang siang itu di istana Western.Bila Kagome nampak terpesona dengan keindahan rambut tuannya maka yang empunya rambut malah sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Kenapa aku begitu memcemaskan Miko?Sejak ia melangkah kembali ke dapur,sebenarnya aku sudah hendak beristirahat tapi kemudian aku ingat bahwa ia baru saja terluka kala mengambil makanan untukku.Ada yang berani mengusik milikku!Pasti mereka akan kembali melakukannya dan ternyata dugaanku benar.Berani benar dayang senior itu!Dia berani menyakiti Miko!',wajah tampan nan rupawan Sesshomaru menegang tanpa ia sadari.
Sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya pada seorang dayang pula.Seorang yang hanya bertugas sebagai pembantu sebenarnya. Begitu terbenam dengan pikirannya tak membuat kewaspadaan pewaris tahta Western itu lenyap,"Miko,tetap dibelakangku!"
Kagome terhenyak mendengarnya dan menubruk punggung tuannya,rambut panjang Sesshomaru menutupi mukanya,"Ups...Maaf Pangeran..."
Kagome segera berdiri dibelakang Sesshomaru dan membetulkan penutup mukanya,'Ada apa ya?Hmm...Pangeran tubuhnya baunya segar sekali...seperti bau hutan yang segar usai diguyur hujan...aku jadi ingat,Pangeran kan mandinya kuberi tambahan beberapa ekstrak dedaunan supaya ia tidak kecapekan habis perjalanan jauh.Ia menyukainya...untung aku selalu membawa tanaman2 herbal itu bersamaku.Itu tanaman herbal terakhir yang kucari untuk ibu...ibu menyuruhku menyimpannya dan ternyata memang berguna.Hmm...'
Khayalan Kagome buyar oleh suara Sesshomaru,"Kau ada perlu denganku Inuyasha?Cepat katakan!" Kagome gugup mendengar nama itu disebut,'Nama itu lagi?Astaga tadi tudungku sempat lepas...ini gawat!Sebaiknya aku jangan jauh2 dari Pangeran Sesshomaru,hanya dia yang bisa melindungiku di sini.'
Melihat kakaknya mengetahui keberadaannya dibalik sebuah pilar,Inuyasha terkekeh,"Wow!!Bahkan kaupun bisa tahu aku ada di sini ...sungguh Ayah telah melatihmu dengan baik Sesshomaru!Aku terkesan...tapi aku lebih terkesan lagi dengan sosok dibelakangmu itu.Ternyata kau diam2 menculik wanita yang kucintai!!Kikyo,kenapa kau sembunyi dibelakang kakakku!Mengapa kau mengkhianatiku lagi?Kikyo!!"
Kagome ketakutan dan malah kian menempelkan dirinya di belakang Sesshomaru,Sesshomaru mengatur emosinya,"Kau ini ternyata memang harus dilatih lebih lagi Inuyasha!Kau bahkan tidak mengenal dengan baik wanita yang kaupuja2 itu.Dayangku ini bukan Kikyomu!!Dia Miko!!Dia itu ada dalam perlindunganku."
Inuyasha hendak mendekati Kagome tapi Sesshomaru menghadangnya,"Jangan membuatku lepas kendali Inuyasha!!Atau kau akan merasakan tajamnya pedangku!"
Inuyasha malah mengambil pedangnya,"Aku tahu kau ini memang iri padaku kan Sesshomaru?Kau diam2 menculik dan membawa Kikyoku kemari.Kau pura2 menjemputku tapi sebenarnya kau sendiri tertarik dengan Kikyo!!Mengakulah!"
Sesshomaru juga mengambil salah satu pedangnya,"Sudah kubilang dia bukan Kikyo!Dia Miko!Dan aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan itu Inuyasha!Jaga mulutmu!"
Pengawal yang melihat kejadian itu segera melapor pada Lord Touga,"Gawat Yang Mulia!Kedua pangeran..."
Lord Touga yang sedang bersama Rin heran melihat wajah panik pengawal yang datang,"Ada apa pengawal?Kenapa dengan kedua putraku?"
Rin jadi ikut memperhatikan,pengawal segera menjawab sambil membungkukkan badan,"Maafkan hamba Yang Mulia,hamba sedang berpatroli dan kemudian hamba melihat kedua pangeran bertengkar.Mereka sudah menghunus pedang masing2 Yang Mulia..."
Rin segera menarik lengan ayahnya,"Ayah!Ayo kita lihat Ayah!!"
Lord Touga segera mengikuti langkah pengawalnya diiringi Rin yang nampak cemas juga.Sepanjang koridor istana Lord Touga menanyai pengawalnya,"Apa yang sebenarnya membuat mereka bertengkar? Siapa saja yang ada disana?Apa yang kaulihat?"
Pengawal itu menjelaskan,"Hamba juga kurang tahu dengan pasti Yang Mulia karena kala hamba tiba keduanya sudah bersiap hendak saling menyerang.Selain kedua pangeran cuma ada seorang dayang,itu dayang Pangeran Sesshomaru yang baru karena cuma dayang Pangeran Pertamalah yang berpakaian beda memakai pelindung kepala."
Lord Touga mendengar bunyi pedang beradu,'Kakak beradik ribut sampai menghunus pedang...sepertinya Inuyasha telah membuat kakaknya marah...Apa lagi yang dilakukannya sehingga Sesshomaru sampai menghunus pedangnya?Gawat!Putra pertamaku biasanya hanya mengeluarkan pedangnya untuk perkara serius.Apa ini soal dayang baru itu?Aku semakin penasaran dengan dayang itu...Pasti ada yang istimewa padanya sehingga mampu membuat Putra pertamaku jadi emosi begini.Bukan kebiasaan Sesshomaru bersikap begitu protektif seperti ini.'
Inuyasha bukanlah lawan Sesshomaru apalagi soal pedang.Hanya dalam beberapa gerakan saja pedang Inuyasha sudah terpental dan pedang Sesshomaru siap mengarah ke sasaran namun Sesshomaru menahannya,sehingga tidak melukai Inuyasha,"Ini peringatanku yang kedua Inuyasha..." Lord Touga tiba di lokasi,"Sesshomaru...apa yang terjadi?"
Sesshomaru segera menyarungkan kembali pedangnya dan memberi hormat pada ayahnya,"Ayah...hormat ananda.."
Rin segera mendekati Kagome,"Dayang Miko apa yang terjadi?Kenapa kakak2ku bertengkar?" Kagome segera memberi salam hormat juga pada Lord Touga dan Rin,"Salam hormat Yang Mulia.Putri Rin."
Lord Touga memandang pada dayang baru Sesshomaru,"Kau rupanya dayang baru putra pertamaku...sepertinya Rin punya banyak pertanyaan untukmu.Rin,ajak dayang baru itu ke ruang kerja Ayah.Ayah ingin bicara dengannya setelah ayah bicara dengan kedua kakakmu ini tentunya." Kagome segera memandang ke arah Sesshomaru dan Sesshomaru mengangguk padanya,"Ikuti Rin,Miko..."
Kagome memberi hormat pada semuanya lalu mengikuti Rin.Lord Touga terus memperhatikan semuanya,'Sepertinya dayang itu sangat patuh pada Sesshomaru.Pandangannya hanya tertuju pada Sesshomaru...lalu kenapa dengan putra keduaku?Bukannya dia sudah punya dayang sendiri?'
Usai Kagome pergi dengan Rin,Lord Touga mendekati putra keduanya yang nampak kesal wajahnya,"Inuyasha...kenapa kau membuat kakakmu marah?Apa yang sebenarnya kalian ributkan?" Inuyasha mengambil pedangnya,"Kakak menculik dan menjadikan Kikyo dayangnya Ayah!!Aku tidak terima.Bahkan Kikyo tak ingat lagi padaku..."
Sesshomaru menyelanya,"Ayah,yang dikatakan adik tidak benar.Dayangku bernama Miko bukan Kikyo.Wajahnya memang mirip tapi dia bukan Kikyo.Dia adalah..."
Lord Touga memandang putra pertamanya dengan penuh selidik,"Dayang Miko...siapa dia sebenarnya Sesshomaru?Aku yakin nama Miko itu adalah pemberianmu.Benar bukan?"
Inuyasha melirik kakaknya,"Bahkan ayah juga curiga padamu Kakakku...kau tak bisa mangkir lagi sekarang.Dayang itu adalah Kikyoku!!"
Sesshomaru tak tahan lagi,"Miko bukan Kikyo!Aku sudah berulang kali mengatakan itu padamu Inuyasha!!Dia bukan Kikyo!"
Inuyasha mendekat dengan marah,"Lalu kenapa dia begitu mirip dengan Kikyoku?Apa kau pikir aku takkan bisa mengenalinya?Itukan sebabnya kau menyuruhnya memakai penutup wajah?!Kau tak mau aku mengenalinya!!Iya kan Sesshomaru???!"
Lord Touga melerai kedua putranya yang sepertinya siap untuk bertarung lagi,Sesshomaru sudah memegang gagang pedangnya,demikian juga Inuyasha,"Hentikan!!Kalian sungguh membuat aku malu!!Ribut karena persoalan wanita!Sesshomaru ceritakan tentang asal mula kau bertemu dayangmu itu.Ceritakan semua dan jangan ada yang ditutupi!Ayah akan tahu bila kau berbohong atau tidak.Dan kau Inuyasha tenangkan dirimu!Dan berhenti memikirkan Kikyo!Dengarkan dulu kakakmu bicara!" Kedua pangeran Western itu terdiam dimarahi ayah mereka.Akhirnya Sesshomaru menceritakan semuanya,"Miko memang mirip dengan Kikyo karena dia adalah kembarannya.Nama sebenarnya adalah Kagome.Waktu itu..."
Inuyasha terpana mendengarnya,'Kembarannya Kikyo?Jadi selama ini Kikyo punya kembaran?Kenapa aku ga tahu?Ternyata aku belum mengenal sepenuhnya Kikyo.Dulu aku pernah melihat dia di hutan sedang mengumpulkan tanaman namun kemudian dia lari begitu melihatku dan kemudian Kikyo muncul dengan penampilan yang beda dengan yang kulihat tadi.Jadi saat itu aku sebenarnya sudah sempat melihat kembarannya Kikyo.Lalu kenapa Kikyo menyembunyikan semua ini dariku?Seperti ia juga menyembunyikan hubungannya dengan Naraku.Apakah kakak benar bahwa Kikyo itu tidak sungguh mencintaiku?'
Sementara itu Kagome resah menanti di ruang kerja Lord Touga bersama Rin.Ia berharap ia tidak diusir dari kastil dan tetap bersama Sesshomaru.Rin melihat kecemasannya,"Dayang cantik kenapa sedih wajahnya?Ayahku tidak jahat kok."
Kagome menunduk,"Hamba hanya takut jika diusir dari sini Putri dan tidak diperkenankan lagi melayani Pangeran Sesshomaru..."
Rin menghiburnya,"Kakak pertama takkan diam saja jika itu terjadi.Rin yakin!Lagipula Rin ingin Dayang cantik menjadi kakak Rin juga..."
Kagome heran mendengarnya,"Menjadi kakak Putri?Maksud Tuan Putri?"
Rin malah senyum2 dan menunjukkan lukisannya,"Seperti ini..."
Kagome tersipu kala melihat lukisan Rin. Apa yang dilukis oleh Putri Rin?÷÷ See you in next part÷÷
Pangeran Sesshomaru sangat protektif terhadap mereka yang berada dalam perlindungannya.Termasuk pada Kagome.Meski cuma dayang namun kehadiran Kagome menghebohkan istana belakang Western.Jelas sekali betapa sayangnya Sesshomaru pada dayang barunya itu.Namun Inuyasha memergoki Kagome tanpa pelindung muka kala berjalan didekat Sesshomaru.Apa yang akan dilakukan oleh pangeran kedua Western itu melihat kemiripan Kagome dan Kikyo?
>> ISTANA WESTERN...
Angin bertiup kencang siang itu di istana Western.Bila Kagome nampak terpesona dengan keindahan rambut tuannya maka yang empunya rambut malah sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Kenapa aku begitu memcemaskan Miko?Sejak ia melangkah kembali ke dapur,sebenarnya aku sudah hendak beristirahat tapi kemudian aku ingat bahwa ia baru saja terluka kala mengambil makanan untukku.Ada yang berani mengusik milikku!Pasti mereka akan kembali melakukannya dan ternyata dugaanku benar.Berani benar dayang senior itu!Dia berani menyakiti Miko!',wajah tampan nan rupawan Sesshomaru menegang tanpa ia sadari.
Sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya pada seorang dayang pula.Seorang yang hanya bertugas sebagai pembantu sebenarnya. Begitu terbenam dengan pikirannya tak membuat kewaspadaan pewaris tahta Western itu lenyap,"Miko,tetap dibelakangku!"
Kagome terhenyak mendengarnya dan menubruk punggung tuannya,rambut panjang Sesshomaru menutupi mukanya,"Ups...Maaf Pangeran..."
Kagome segera berdiri dibelakang Sesshomaru dan membetulkan penutup mukanya,'Ada apa ya?Hmm...Pangeran tubuhnya baunya segar sekali...seperti bau hutan yang segar usai diguyur hujan...aku jadi ingat,Pangeran kan mandinya kuberi tambahan beberapa ekstrak dedaunan supaya ia tidak kecapekan habis perjalanan jauh.Ia menyukainya...untung aku selalu membawa tanaman2 herbal itu bersamaku.Itu tanaman herbal terakhir yang kucari untuk ibu...ibu menyuruhku menyimpannya dan ternyata memang berguna.Hmm...'
Khayalan Kagome buyar oleh suara Sesshomaru,"Kau ada perlu denganku Inuyasha?Cepat katakan!" Kagome gugup mendengar nama itu disebut,'Nama itu lagi?Astaga tadi tudungku sempat lepas...ini gawat!Sebaiknya aku jangan jauh2 dari Pangeran Sesshomaru,hanya dia yang bisa melindungiku di sini.'
Melihat kakaknya mengetahui keberadaannya dibalik sebuah pilar,Inuyasha terkekeh,"Wow!!Bahkan kaupun bisa tahu aku ada di sini ...sungguh Ayah telah melatihmu dengan baik Sesshomaru!Aku terkesan...tapi aku lebih terkesan lagi dengan sosok dibelakangmu itu.Ternyata kau diam2 menculik wanita yang kucintai!!Kikyo,kenapa kau sembunyi dibelakang kakakku!Mengapa kau mengkhianatiku lagi?Kikyo!!"
Kagome ketakutan dan malah kian menempelkan dirinya di belakang Sesshomaru,Sesshomaru mengatur emosinya,"Kau ini ternyata memang harus dilatih lebih lagi Inuyasha!Kau bahkan tidak mengenal dengan baik wanita yang kaupuja2 itu.Dayangku ini bukan Kikyomu!!Dia Miko!!Dia itu ada dalam perlindunganku."
Inuyasha hendak mendekati Kagome tapi Sesshomaru menghadangnya,"Jangan membuatku lepas kendali Inuyasha!!Atau kau akan merasakan tajamnya pedangku!"
Inuyasha malah mengambil pedangnya,"Aku tahu kau ini memang iri padaku kan Sesshomaru?Kau diam2 menculik dan membawa Kikyoku kemari.Kau pura2 menjemputku tapi sebenarnya kau sendiri tertarik dengan Kikyo!!Mengakulah!"
Sesshomaru juga mengambil salah satu pedangnya,"Sudah kubilang dia bukan Kikyo!Dia Miko!Dan aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan itu Inuyasha!Jaga mulutmu!"
Pengawal yang melihat kejadian itu segera melapor pada Lord Touga,"Gawat Yang Mulia!Kedua pangeran..."
Lord Touga yang sedang bersama Rin heran melihat wajah panik pengawal yang datang,"Ada apa pengawal?Kenapa dengan kedua putraku?"
Rin jadi ikut memperhatikan,pengawal segera menjawab sambil membungkukkan badan,"Maafkan hamba Yang Mulia,hamba sedang berpatroli dan kemudian hamba melihat kedua pangeran bertengkar.Mereka sudah menghunus pedang masing2 Yang Mulia..."
Rin segera menarik lengan ayahnya,"Ayah!Ayo kita lihat Ayah!!"
Lord Touga segera mengikuti langkah pengawalnya diiringi Rin yang nampak cemas juga.Sepanjang koridor istana Lord Touga menanyai pengawalnya,"Apa yang sebenarnya membuat mereka bertengkar? Siapa saja yang ada disana?Apa yang kaulihat?"
Pengawal itu menjelaskan,"Hamba juga kurang tahu dengan pasti Yang Mulia karena kala hamba tiba keduanya sudah bersiap hendak saling menyerang.Selain kedua pangeran cuma ada seorang dayang,itu dayang Pangeran Sesshomaru yang baru karena cuma dayang Pangeran Pertamalah yang berpakaian beda memakai pelindung kepala."
Lord Touga mendengar bunyi pedang beradu,'Kakak beradik ribut sampai menghunus pedang...sepertinya Inuyasha telah membuat kakaknya marah...Apa lagi yang dilakukannya sehingga Sesshomaru sampai menghunus pedangnya?Gawat!Putra pertamaku biasanya hanya mengeluarkan pedangnya untuk perkara serius.Apa ini soal dayang baru itu?Aku semakin penasaran dengan dayang itu...Pasti ada yang istimewa padanya sehingga mampu membuat Putra pertamaku jadi emosi begini.Bukan kebiasaan Sesshomaru bersikap begitu protektif seperti ini.'
Inuyasha bukanlah lawan Sesshomaru apalagi soal pedang.Hanya dalam beberapa gerakan saja pedang Inuyasha sudah terpental dan pedang Sesshomaru siap mengarah ke sasaran namun Sesshomaru menahannya,sehingga tidak melukai Inuyasha,"Ini peringatanku yang kedua Inuyasha..." Lord Touga tiba di lokasi,"Sesshomaru...apa yang terjadi?"
Sesshomaru segera menyarungkan kembali pedangnya dan memberi hormat pada ayahnya,"Ayah...hormat ananda.."
Rin segera mendekati Kagome,"Dayang Miko apa yang terjadi?Kenapa kakak2ku bertengkar?" Kagome segera memberi salam hormat juga pada Lord Touga dan Rin,"Salam hormat Yang Mulia.Putri Rin."
Lord Touga memandang pada dayang baru Sesshomaru,"Kau rupanya dayang baru putra pertamaku...sepertinya Rin punya banyak pertanyaan untukmu.Rin,ajak dayang baru itu ke ruang kerja Ayah.Ayah ingin bicara dengannya setelah ayah bicara dengan kedua kakakmu ini tentunya." Kagome segera memandang ke arah Sesshomaru dan Sesshomaru mengangguk padanya,"Ikuti Rin,Miko..."
Kagome memberi hormat pada semuanya lalu mengikuti Rin.Lord Touga terus memperhatikan semuanya,'Sepertinya dayang itu sangat patuh pada Sesshomaru.Pandangannya hanya tertuju pada Sesshomaru...lalu kenapa dengan putra keduaku?Bukannya dia sudah punya dayang sendiri?'
Usai Kagome pergi dengan Rin,Lord Touga mendekati putra keduanya yang nampak kesal wajahnya,"Inuyasha...kenapa kau membuat kakakmu marah?Apa yang sebenarnya kalian ributkan?" Inuyasha mengambil pedangnya,"Kakak menculik dan menjadikan Kikyo dayangnya Ayah!!Aku tidak terima.Bahkan Kikyo tak ingat lagi padaku..."
Sesshomaru menyelanya,"Ayah,yang dikatakan adik tidak benar.Dayangku bernama Miko bukan Kikyo.Wajahnya memang mirip tapi dia bukan Kikyo.Dia adalah..."
Lord Touga memandang putra pertamanya dengan penuh selidik,"Dayang Miko...siapa dia sebenarnya Sesshomaru?Aku yakin nama Miko itu adalah pemberianmu.Benar bukan?"
Inuyasha melirik kakaknya,"Bahkan ayah juga curiga padamu Kakakku...kau tak bisa mangkir lagi sekarang.Dayang itu adalah Kikyoku!!"
Sesshomaru tak tahan lagi,"Miko bukan Kikyo!Aku sudah berulang kali mengatakan itu padamu Inuyasha!!Dia bukan Kikyo!"
Inuyasha mendekat dengan marah,"Lalu kenapa dia begitu mirip dengan Kikyoku?Apa kau pikir aku takkan bisa mengenalinya?Itukan sebabnya kau menyuruhnya memakai penutup wajah?!Kau tak mau aku mengenalinya!!Iya kan Sesshomaru???!"
Lord Touga melerai kedua putranya yang sepertinya siap untuk bertarung lagi,Sesshomaru sudah memegang gagang pedangnya,demikian juga Inuyasha,"Hentikan!!Kalian sungguh membuat aku malu!!Ribut karena persoalan wanita!Sesshomaru ceritakan tentang asal mula kau bertemu dayangmu itu.Ceritakan semua dan jangan ada yang ditutupi!Ayah akan tahu bila kau berbohong atau tidak.Dan kau Inuyasha tenangkan dirimu!Dan berhenti memikirkan Kikyo!Dengarkan dulu kakakmu bicara!" Kedua pangeran Western itu terdiam dimarahi ayah mereka.Akhirnya Sesshomaru menceritakan semuanya,"Miko memang mirip dengan Kikyo karena dia adalah kembarannya.Nama sebenarnya adalah Kagome.Waktu itu..."
Inuyasha terpana mendengarnya,'Kembarannya Kikyo?Jadi selama ini Kikyo punya kembaran?Kenapa aku ga tahu?Ternyata aku belum mengenal sepenuhnya Kikyo.Dulu aku pernah melihat dia di hutan sedang mengumpulkan tanaman namun kemudian dia lari begitu melihatku dan kemudian Kikyo muncul dengan penampilan yang beda dengan yang kulihat tadi.Jadi saat itu aku sebenarnya sudah sempat melihat kembarannya Kikyo.Lalu kenapa Kikyo menyembunyikan semua ini dariku?Seperti ia juga menyembunyikan hubungannya dengan Naraku.Apakah kakak benar bahwa Kikyo itu tidak sungguh mencintaiku?'
Sementara itu Kagome resah menanti di ruang kerja Lord Touga bersama Rin.Ia berharap ia tidak diusir dari kastil dan tetap bersama Sesshomaru.Rin melihat kecemasannya,"Dayang cantik kenapa sedih wajahnya?Ayahku tidak jahat kok."
Kagome menunduk,"Hamba hanya takut jika diusir dari sini Putri dan tidak diperkenankan lagi melayani Pangeran Sesshomaru..."
Rin menghiburnya,"Kakak pertama takkan diam saja jika itu terjadi.Rin yakin!Lagipula Rin ingin Dayang cantik menjadi kakak Rin juga..."
Kagome heran mendengarnya,"Menjadi kakak Putri?Maksud Tuan Putri?"
Rin malah senyum2 dan menunjukkan lukisannya,"Seperti ini..."
Kagome tersipu kala melihat lukisan Rin. Apa yang dilukis oleh Putri Rin?÷÷ See you in next part÷÷
QUIET GIRL °• Part 7 : Burning Desire
•○ FLASH BACK
Identitas Kagome akhirnya diungkap juga oleh Sesshomaru akibat ulah Inuyasha.Lord Touga menyadari bahwa kedua putranya akan terus bertengkar jika ia tidak ikut campur.Rin sendiri lebih berharap Kagome bersama kakak pertamanya daripada dengan kakak keduanya yang justru kakak kandungnya.Kehidupan kastil yang kompleks kan?
○● RUANG KERJA LORD TOUGA...
Rupanya sejak awal Rin sedang melukis apa yang menjadi keinginannya.Kagome memandang hasil karya adik tiri Sesshomaru itu dengan wajah merona,bagaimana tidak di lukisan itu ada gambar Sesshomaru yang berambut keperakan tengah bergandengan tangan dengan seorang wanita berambut hitam di sebuah taman dan di antara bunga2 ada seorang anak kecil tengah memetik bunga ditemani seorang pengawal yang pendek tubuhnya.Kagome menunjuk ke arah gambar anak kecil itu,"Ini putri kan?"
Rin mengangguk gembira,"Iya.Ini Rin dan ini Jaken!Jaken selalu disuruh menjaga Rin bila tidak diberi tugas oleh Kakak pertama.Oh iya tahukah kau dayang Miko aku punya julukan buat kakak pertama dan kakak keduaku lho."
Kagome ingin tahu,"Bukannya Pangeran Sesshomaru sudah punya banyak sebutan di kastil ini?Hamba pernah dengar Pangeran Sesshomaru disebut juga Ahli Pedang kemudian Putra Mahkota.Lalu Pangeran Pertama.Apa masih ada lagi?"
Rin berbisik ke telinga Kagome,"Kepada kakak pertama aku menyebutnya Kakak Putih dan kepada kakak kedua aku menyebutnya Kakak Merah.Kau tahu kenapa dayang?"
Kagome berpikir,"Saya tahu Putri.Pasti karena pakaian yang sering mereka pakai kan?"
Rin bertepuk tangan,"Hebat!Dayang Miko memang cerdas."
Keceriaan Rin terhenti oleh langkah kaki Lord Touga,"Kalian sangat cocok rupanya."
Rin segera lari ke pelukan ayahnya,"Ayah!!"
Lord Touga lalu mengusap kepala Rin,"Rin,bisa ambilkan ayah sesuatu?Sini,ayah akan beri kau misi rahasia."
Rin dibisiki ayahnya lalu segera permisi dari ruangan itu,"Dayang Miko aku pergi menjalankan misi rahasia dulu ya!Aku akan segera kembali!"
Kagome segera berdiri memberi hormat pada penguasa Western.Lord Touga memang mirip dengan Sesshomaru hanya saja garis di pipinya hanya satu dan berwarna biru sedang Sesshomaru dua dan berwarna merah maroon.Serta memiliki tanda bulan sabit di dahinya.Sebuah tanda yang unik.Lord Touga memandang ke luar disana ditaman ia melihat Rin ditemani dua kakaknya asyik melaksanakan misi darinya.Ia lalu bertanya pada Kagome,"Namamu sebenarnya adalah Kagome bukan?Kau adalah kembaran Kikyo,wanita yang disukai oleh putra keduaku,Inuyasha.Benarkah itu?" Kagome menunduk,"Benar Yang Mulia."
Penguasa Western itu melanjutkan kembali,"Apakah kau tahu kalau Putra keduaku menjalin hubungan dengan kakakmu?"
Apa jawab Kagome?**see you next part**
Identitas Kagome akhirnya diungkap juga oleh Sesshomaru akibat ulah Inuyasha.Lord Touga menyadari bahwa kedua putranya akan terus bertengkar jika ia tidak ikut campur.Rin sendiri lebih berharap Kagome bersama kakak pertamanya daripada dengan kakak keduanya yang justru kakak kandungnya.Kehidupan kastil yang kompleks kan?
○● RUANG KERJA LORD TOUGA...
Rupanya sejak awal Rin sedang melukis apa yang menjadi keinginannya.Kagome memandang hasil karya adik tiri Sesshomaru itu dengan wajah merona,bagaimana tidak di lukisan itu ada gambar Sesshomaru yang berambut keperakan tengah bergandengan tangan dengan seorang wanita berambut hitam di sebuah taman dan di antara bunga2 ada seorang anak kecil tengah memetik bunga ditemani seorang pengawal yang pendek tubuhnya.Kagome menunjuk ke arah gambar anak kecil itu,"Ini putri kan?"
Rin mengangguk gembira,"Iya.Ini Rin dan ini Jaken!Jaken selalu disuruh menjaga Rin bila tidak diberi tugas oleh Kakak pertama.Oh iya tahukah kau dayang Miko aku punya julukan buat kakak pertama dan kakak keduaku lho."
Kagome ingin tahu,"Bukannya Pangeran Sesshomaru sudah punya banyak sebutan di kastil ini?Hamba pernah dengar Pangeran Sesshomaru disebut juga Ahli Pedang kemudian Putra Mahkota.Lalu Pangeran Pertama.Apa masih ada lagi?"
Rin berbisik ke telinga Kagome,"Kepada kakak pertama aku menyebutnya Kakak Putih dan kepada kakak kedua aku menyebutnya Kakak Merah.Kau tahu kenapa dayang?"
Kagome berpikir,"Saya tahu Putri.Pasti karena pakaian yang sering mereka pakai kan?"
Rin bertepuk tangan,"Hebat!Dayang Miko memang cerdas."
Keceriaan Rin terhenti oleh langkah kaki Lord Touga,"Kalian sangat cocok rupanya."
Rin segera lari ke pelukan ayahnya,"Ayah!!"
Lord Touga lalu mengusap kepala Rin,"Rin,bisa ambilkan ayah sesuatu?Sini,ayah akan beri kau misi rahasia."
Rin dibisiki ayahnya lalu segera permisi dari ruangan itu,"Dayang Miko aku pergi menjalankan misi rahasia dulu ya!Aku akan segera kembali!"
Kagome segera berdiri memberi hormat pada penguasa Western.Lord Touga memang mirip dengan Sesshomaru hanya saja garis di pipinya hanya satu dan berwarna biru sedang Sesshomaru dua dan berwarna merah maroon.Serta memiliki tanda bulan sabit di dahinya.Sebuah tanda yang unik.Lord Touga memandang ke luar disana ditaman ia melihat Rin ditemani dua kakaknya asyik melaksanakan misi darinya.Ia lalu bertanya pada Kagome,"Namamu sebenarnya adalah Kagome bukan?Kau adalah kembaran Kikyo,wanita yang disukai oleh putra keduaku,Inuyasha.Benarkah itu?" Kagome menunduk,"Benar Yang Mulia."
Penguasa Western itu melanjutkan kembali,"Apakah kau tahu kalau Putra keduaku menjalin hubungan dengan kakakmu?"
Apa jawab Kagome?**see you next part**
Part 8 QUIET GIRL : My Heart's Desire
♧� TAMAN ISTANA...
Melihat Rin keluar dari ruangan ayahnya,Sesshomaru dan Inuyasha segera mendekati adik mereka itu.Rin memandang keduanya dengan mata besarnya,"Kalian jangan bertengkar ya?Rin sedih kalau kalian berkelahi.Rin sayang kalian berdua."
Sesshomaru berjongkok,"Kami hanya berbeda pendapat Rin.Bukan berkelahi."
Inuyasha menyilangkan kedua tangannya,"Rin tidak bisa kau bodohi Sesshomaru!Dia tahu bahwa kita memang tak pernah akur.Semua karena kau selalu iri padaku!"
Sesshomaru menahan emosinya mendengar ucapan Inuyasha,"Aku tidak mau ribut lagi denganmu Inuyasha.Aku tak mau membuat ayah sedih.O ya Rin,kita cari bunga saja yuk."
Rin tersenyum,"Kebetulan sekali Rin disuruh ayah mencari dua jenis bunga.Ayo kak Inuyasha ikut juga.Kakak kan jarang menemani Rin bermain di taman.Ayo!!"
Inuyasha digandengan Rin disebelah kiri dan Sesshomaru di sebelah kanan.Ketiganya berjalan menuju area dimana banyak aneka jenis bunga tumbuh di sana.Sesshomaru sempat memandang ke arah ruangan ayahnya dimana dayangnya berada,'Miko...semoga ayah tak mengusirmu dari kastil ini.Kini semua tergantung keputusan ayahku.Apakah kau akan dikembalikan kepadaku atau kau akan menjadi dayang umum.Entah kenapa aku merasa sedih jika kau tak ada di dekatku lagi.Perasaan apa ini yang kurasakan?'
Rin memandang kakak pertamanya,"Kakak putih kenapa?Mencemaskan dayang Miko ya?Tenang saja kak,nanti kalau ayah marah,Rin akan bicara dengan ayah."
Sesshomaru tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu tapi kedahuluan oleh Inuyasha,"Seorang Putra Mahkota searogan dia,ga mungkin memikirkan seorang dayang,Rin...dia itu tidak selembut itu ha..ha.."
Inuyasha mendapat tatapan tajam bukan hanya dari Sesshomaru tapi juga dari Rin.Pangeran kedua Western yang suka memakai pakaian berwarna merah itu malah memanjat pohon dan duduk diatas sebuah dahan sambil tertawa,"Sesshomaru...mempedulikan seorang dayang ha.ha...lucu sekali...ha..ha..."
Rin menoleh ke kakak pertamanya,"Jangan hiraukan kakak merah,Kak!Dia memang senang membuat kakak marah.Yuk cari bunga saja.Ah itu dia bunga warna merah...!!"
Sesshomaru duduk di bawah pohon sakura sambil meredam gemuruh di hatinya.Sementara Rin berlari ke sana kemari mencari bunga yang disuruh ayahnya untuk dipetik.Gadis kecil itu mengedarkan pandangannya,'Kurang bunga warna putih.Bunga warna putih jarang sekali berbunga.Tapi ayah bilang aku harus mendapatkan dua jenis warna bunga yaitu merah dan putih.Merah sudah dapat,kurang yang putih.Pasti ada...aku harus lebih jeli lagi.'
Tak bisa melampiaskan kekesalannya pada Inuyasha,Sesshomaru melampiaskan emosinya pada bunga yang tumbuh di dekatnya.Dipetik dan dibelah2nya dengan menggunakan pedangnya.Hingga Rin mengejutkannya dengan berteriak,"Kakak pertama!Jangan!!"
Sesshomaru menghentikan gerakan pedangnya,disana diujung pedangnya sekuntum bunga berwarna putih siap dibelahnya menjadi kepingan2.Inuyasha ikut menoleh ke arahnya.Rin mendekat dan mengambil bunga putih itu dari ujung pedang Sesshomaru,"Untung masih utuh.Ayah menyuruhku mencari bunga warna merah dan putih Kak.Susah mencari bunga warna putih.Untung saja belum kakak hancurin.Sekarang Rin akan bawa bunga2 ini ke ayah."
Sesshomaru termangu,'Buat apa ayah menyuruh Rin mencari bunga merah dan bunga putih ya?Aneh...apa ada hubungannya dengan Miko?Aku tidak akan pergi dari sini sampai jelas bagaimana nasib Miko selanjutnya.'
Ia melihat dayang Inuyasha datang membawa makanan untuk adiknya itu,'Bagaimana jika ayah ternyata memberikan Miko pada Inuyasha?Miko kan mirip dengan Kikyo,dengan demikian Inuyasha takkan mencari Kikyo lagi.Tapi akulah yang membawa Miko ke kastil ini.Setidaknya ayah harus membicarakan itu denganku.Tapi Inuyasha kan kesayangan ayah...apa pendapatku penting buatnya?' Sesshomaru nampak resah,melihat itu Inuyasha menyuruh dayangnya memberikan juga makanan pada kakaknya itu,namun pemberian itu ditolak oleh Sesshomaru,"Katakan pada tuanmu,aku berterima kasih atas perhatiannya tapi aku sudah punya dayang sendiri yang mengurus segala keperluanku termasuk soal makanan."
Inuyasha terkekeh mendengarnya,"Sango,kalau kakakku ga mau kamu habiskan saja.Biarkan dia!" Sesshomaru memandang ke arah ruangan ayahnya,'Miko...'
¤¤ RUANGAN KERJA LORD TOUGA...
Sementara itu Kagome menjawab pertanyaan demi pertanyaan Lord Touga,"Hamba hanya tahu bahwa Pangeran Inuyasha sering bertemu dengan kakak hamba tapi setelah kakak hamba menerima pinangan Pangeran Naraku.Mereka bertemu di luar desa.Hamba suka mencari tanaman obat di tepi hutan jadi pernah Pangeran Inuyasha mengira hamba adalah kakak hamba,Tuanku."
Lord Touga melihat kejujuran di mata Kagome,'Jika demikian berarti wanita bernama Kikyo itu memang bukan perempuan baik2...dia bermain api.Memberi harapan pada putra keduaku sementara dia sendiri sudah menerima pinangan Naraku.'
Lord Touga berdiri dekat jendela.Dari sana ia bisa melihat kedua putranya,"Kata putra pertamaku,ia menyelamatkanmu dari sebuah ritual pengorbanan.Lalu atas permintaan ibumu,ia menerimamu menjadi dayangnya.Tahukah kau apa arti menjadi seorang dayang?"
Kagome hanya bisa menjawab sambil menunduk,"Menjadi dayang itu sama artinya menjadi pelayan,Yang Mulia."
Lord Touga mendengar langkah kaki,ia memandang ke arah pintu,Rin datang dengan wajah ceria membawa dua kuntum bunga seperti yang ia minta,"Ayah!!Rin sudah dapat bunganya.Lihatlah!" Lord Touga menunjuk ke arah meja,"Taruh di sana Rin.Lalu kembalilah bermain dengan kedua kakakmu.Jaga mereka supaya tak berkelahi lagi.Kamu mengerti?"
Rin menaruh bunganya di atas meja didepan Kagome,"Mengerti ayah.Dayang Miko titip bunganya ya..."
Kagome mengangguk sambil memandang dua jenis bunga di hadapannya,pandangannya tertuju pada bunga yang berwarna putih,'Pangeran Sesshomaru...kenapa kau tidak disini?Aku takut sendirian di sini...kau dimana?'
Lord Touga merasakan keresahan Kagome,"Dayang Miko atau sebaiknya kupanggil saja Dayang Kagome...kau tahu bahwa kedua putraku sampai ribut karena dirimu.Selama ini aku tahu,aku terlalu memanjakan Inuyasha selalu menuruti keinginannya.Hal itu membuatnya menjadi seperti sekarang ini.Kini aku mau bersikap adil.Biar kau yang menentukan siapa yang ingin kau layani.Didepanmu sudah ada dua jenis bunga.Satu merah dan yang satu putih.Merah itu lambang putra keduaku.Kau tahu sendiri ia suka sekali memakai baju berwarna merah.Sama seperti mendiang ibunya suka sekali warna merah.Sedang bunga satunya berwarna putih...itu lambang dari..."
Kagome telah mengambil bunga itu dan membelainya,"Pangeran Sesshomaru..."
Lord Touga tak meneruskan ucapannya karena bahkan tanpa perlu ia jelaskan lagi,ia sudah tahu siapa yang diinginkan oleh Kagome untuk menjadi tuannya.Lord Touga berkata padanya,"Kembalilah pada tuanmu dayang Kagome...ia menunggumu diluar sana.Aku tidak akan menghukummu karena kau memang tidak melakukan kesalahan.Kau adalah Kagome dan bukan Kikyo.Kau memiliki kehidupan sendiri.Aku tak bisa memaksamu untuk menjadi Kikyo.Itu tidak adil bagimu.Pergilah..."
Kagome segera memberi hormat dan keluar dari ruangan sambil mendekap bunga putih didadanya,"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia.Hamba permisi..."
Kagome mencari dengan segera dimana Sesshomaru berada,demikianpun juga dengan Sesshomaru,ia segera melesat ke arah dayangnya,"Miko..."
Inuyasha juga segera meloncat turun dari pohon yang dinaikinya,namun kala melihat bunga yang dipegang Kagome tahulah ia bahwa bukan dirinya yang dipilih oleh dayang bernama Miko itu,'Kata ayah,yang ia akan memberi penyelesaian atas masalah dayang yang mirip Kikyo itu.Rupanya dayang itu lebih memilih Sesshomaru sebagai tuannya dan bukan aku.Dia jelas bukan Kikyoku.Kalau dia Kikyoku dia akan memilihku dan bukan si arogan itu!'
Kagome segera mendekat ke arah Sesshomaru,"Pangeran!!"
Keduanya malah berpegangan tangan dan Rin jelas yang paling bahagia melihatnya,"Yeah!!Yippi2!!" Keduanya tersipu malu.Sesshomaru segera melepas pegangannya,"Miko,aku lapar.Ayo kita kembali!"
Kagome tersenyum dan segera mengikuti tuan yang dipilihnya.Lord Touga melihat semuanya dari balik jendela,'Sesshomaru akhirnya bisa tersenyum juga...tak sangka tugas yang kuberikan padanya mempertemukannya dengan kebahagiaannya.Sekarang tinggal Inuyasha,bagaimana supaya ia berhenti membuat masalah?Isayoi,apa yang harus kulakukan padanya?'
Isayoi adalah ibu Inuyasha dan Rin.Berita perkelahian dua pangeran dengan cepat menyebar di kalangan dayang.Kaguralah yang paling kesal mendengarnya.Apalagi hampir seisi kastil membicarakannya,"Kalian tahu tidak?Pangeran Inuyasha dan Pangeran Sesshomaru hampir saling bunuh karena seorang dayang.Keduanya sudah menghunus pedang masing2 dan semua itu karena seorang wanita..."
Dayang yang lain berkata,"Wah hebat sekali dayang itu bisa merebut perhatian dua pangeran sekaligus.Aku iri padanya...dia pasti begitu istimewa ya?"
Sango yang adalah dayang Inuyasha ikut menambahkan,"Bahkan Pangeran Sesshomaru hanya mau makan kalau dilayani oleh dayangnya itu."
Koki dapur jadi penasaran,"Lalu akhirnya bagaimana?Siapa yang kemudian mendapatkan dayang itu?"
Seorang pengawal yang menjawab pertanyaan itu,"Yang Mulia membebaskan dayang itu untuk memilih sendiri siapa Pangeran yang ingin dilayaninya.Dan kalian tahu siapa yang dipilih oleh dayang itu?"
Kagura menjawab dengan sinis,"Pasti dia memilih Pangeranku...Putra mahkota Pangeran Sesshomaru...aku yakin itu..."
Pengawal tadi membenarkan,"Wah kau hebat Kagura!Kau bisa tahu tanpa melihat semuanya.Pantas kau disebut dayang senior di sini."
Bukannya senang dipuji eh Kagura malah pergi dengan kesal,'Dasar perempuan sial!Sejak kedatangannya kastil ini menjadi tidak nyaman lagi untukku.Aku harus lakukan sesuatu sebelum Pangeran idamanku makin jatuh dalam pesonanya.Tunggu saja aku pasti akan merebut Pangeran Sesshomaru darinya!'
Wah mau apa ya Kagura?**see you next part**
Melihat Rin keluar dari ruangan ayahnya,Sesshomaru dan Inuyasha segera mendekati adik mereka itu.Rin memandang keduanya dengan mata besarnya,"Kalian jangan bertengkar ya?Rin sedih kalau kalian berkelahi.Rin sayang kalian berdua."
Sesshomaru berjongkok,"Kami hanya berbeda pendapat Rin.Bukan berkelahi."
Inuyasha menyilangkan kedua tangannya,"Rin tidak bisa kau bodohi Sesshomaru!Dia tahu bahwa kita memang tak pernah akur.Semua karena kau selalu iri padaku!"
Sesshomaru menahan emosinya mendengar ucapan Inuyasha,"Aku tidak mau ribut lagi denganmu Inuyasha.Aku tak mau membuat ayah sedih.O ya Rin,kita cari bunga saja yuk."
Rin tersenyum,"Kebetulan sekali Rin disuruh ayah mencari dua jenis bunga.Ayo kak Inuyasha ikut juga.Kakak kan jarang menemani Rin bermain di taman.Ayo!!"
Inuyasha digandengan Rin disebelah kiri dan Sesshomaru di sebelah kanan.Ketiganya berjalan menuju area dimana banyak aneka jenis bunga tumbuh di sana.Sesshomaru sempat memandang ke arah ruangan ayahnya dimana dayangnya berada,'Miko...semoga ayah tak mengusirmu dari kastil ini.Kini semua tergantung keputusan ayahku.Apakah kau akan dikembalikan kepadaku atau kau akan menjadi dayang umum.Entah kenapa aku merasa sedih jika kau tak ada di dekatku lagi.Perasaan apa ini yang kurasakan?'
Rin memandang kakak pertamanya,"Kakak putih kenapa?Mencemaskan dayang Miko ya?Tenang saja kak,nanti kalau ayah marah,Rin akan bicara dengan ayah."
Sesshomaru tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu tapi kedahuluan oleh Inuyasha,"Seorang Putra Mahkota searogan dia,ga mungkin memikirkan seorang dayang,Rin...dia itu tidak selembut itu ha..ha.."
Inuyasha mendapat tatapan tajam bukan hanya dari Sesshomaru tapi juga dari Rin.Pangeran kedua Western yang suka memakai pakaian berwarna merah itu malah memanjat pohon dan duduk diatas sebuah dahan sambil tertawa,"Sesshomaru...mempedulikan seorang dayang ha.ha...lucu sekali...ha..ha..."
Rin menoleh ke kakak pertamanya,"Jangan hiraukan kakak merah,Kak!Dia memang senang membuat kakak marah.Yuk cari bunga saja.Ah itu dia bunga warna merah...!!"
Sesshomaru duduk di bawah pohon sakura sambil meredam gemuruh di hatinya.Sementara Rin berlari ke sana kemari mencari bunga yang disuruh ayahnya untuk dipetik.Gadis kecil itu mengedarkan pandangannya,'Kurang bunga warna putih.Bunga warna putih jarang sekali berbunga.Tapi ayah bilang aku harus mendapatkan dua jenis warna bunga yaitu merah dan putih.Merah sudah dapat,kurang yang putih.Pasti ada...aku harus lebih jeli lagi.'
Tak bisa melampiaskan kekesalannya pada Inuyasha,Sesshomaru melampiaskan emosinya pada bunga yang tumbuh di dekatnya.Dipetik dan dibelah2nya dengan menggunakan pedangnya.Hingga Rin mengejutkannya dengan berteriak,"Kakak pertama!Jangan!!"
Sesshomaru menghentikan gerakan pedangnya,disana diujung pedangnya sekuntum bunga berwarna putih siap dibelahnya menjadi kepingan2.Inuyasha ikut menoleh ke arahnya.Rin mendekat dan mengambil bunga putih itu dari ujung pedang Sesshomaru,"Untung masih utuh.Ayah menyuruhku mencari bunga warna merah dan putih Kak.Susah mencari bunga warna putih.Untung saja belum kakak hancurin.Sekarang Rin akan bawa bunga2 ini ke ayah."
Sesshomaru termangu,'Buat apa ayah menyuruh Rin mencari bunga merah dan bunga putih ya?Aneh...apa ada hubungannya dengan Miko?Aku tidak akan pergi dari sini sampai jelas bagaimana nasib Miko selanjutnya.'
Ia melihat dayang Inuyasha datang membawa makanan untuk adiknya itu,'Bagaimana jika ayah ternyata memberikan Miko pada Inuyasha?Miko kan mirip dengan Kikyo,dengan demikian Inuyasha takkan mencari Kikyo lagi.Tapi akulah yang membawa Miko ke kastil ini.Setidaknya ayah harus membicarakan itu denganku.Tapi Inuyasha kan kesayangan ayah...apa pendapatku penting buatnya?' Sesshomaru nampak resah,melihat itu Inuyasha menyuruh dayangnya memberikan juga makanan pada kakaknya itu,namun pemberian itu ditolak oleh Sesshomaru,"Katakan pada tuanmu,aku berterima kasih atas perhatiannya tapi aku sudah punya dayang sendiri yang mengurus segala keperluanku termasuk soal makanan."
Inuyasha terkekeh mendengarnya,"Sango,kalau kakakku ga mau kamu habiskan saja.Biarkan dia!" Sesshomaru memandang ke arah ruangan ayahnya,'Miko...'
¤¤ RUANGAN KERJA LORD TOUGA...
Sementara itu Kagome menjawab pertanyaan demi pertanyaan Lord Touga,"Hamba hanya tahu bahwa Pangeran Inuyasha sering bertemu dengan kakak hamba tapi setelah kakak hamba menerima pinangan Pangeran Naraku.Mereka bertemu di luar desa.Hamba suka mencari tanaman obat di tepi hutan jadi pernah Pangeran Inuyasha mengira hamba adalah kakak hamba,Tuanku."
Lord Touga melihat kejujuran di mata Kagome,'Jika demikian berarti wanita bernama Kikyo itu memang bukan perempuan baik2...dia bermain api.Memberi harapan pada putra keduaku sementara dia sendiri sudah menerima pinangan Naraku.'
Lord Touga berdiri dekat jendela.Dari sana ia bisa melihat kedua putranya,"Kata putra pertamaku,ia menyelamatkanmu dari sebuah ritual pengorbanan.Lalu atas permintaan ibumu,ia menerimamu menjadi dayangnya.Tahukah kau apa arti menjadi seorang dayang?"
Kagome hanya bisa menjawab sambil menunduk,"Menjadi dayang itu sama artinya menjadi pelayan,Yang Mulia."
Lord Touga mendengar langkah kaki,ia memandang ke arah pintu,Rin datang dengan wajah ceria membawa dua kuntum bunga seperti yang ia minta,"Ayah!!Rin sudah dapat bunganya.Lihatlah!" Lord Touga menunjuk ke arah meja,"Taruh di sana Rin.Lalu kembalilah bermain dengan kedua kakakmu.Jaga mereka supaya tak berkelahi lagi.Kamu mengerti?"
Rin menaruh bunganya di atas meja didepan Kagome,"Mengerti ayah.Dayang Miko titip bunganya ya..."
Kagome mengangguk sambil memandang dua jenis bunga di hadapannya,pandangannya tertuju pada bunga yang berwarna putih,'Pangeran Sesshomaru...kenapa kau tidak disini?Aku takut sendirian di sini...kau dimana?'
Lord Touga merasakan keresahan Kagome,"Dayang Miko atau sebaiknya kupanggil saja Dayang Kagome...kau tahu bahwa kedua putraku sampai ribut karena dirimu.Selama ini aku tahu,aku terlalu memanjakan Inuyasha selalu menuruti keinginannya.Hal itu membuatnya menjadi seperti sekarang ini.Kini aku mau bersikap adil.Biar kau yang menentukan siapa yang ingin kau layani.Didepanmu sudah ada dua jenis bunga.Satu merah dan yang satu putih.Merah itu lambang putra keduaku.Kau tahu sendiri ia suka sekali memakai baju berwarna merah.Sama seperti mendiang ibunya suka sekali warna merah.Sedang bunga satunya berwarna putih...itu lambang dari..."
Kagome telah mengambil bunga itu dan membelainya,"Pangeran Sesshomaru..."
Lord Touga tak meneruskan ucapannya karena bahkan tanpa perlu ia jelaskan lagi,ia sudah tahu siapa yang diinginkan oleh Kagome untuk menjadi tuannya.Lord Touga berkata padanya,"Kembalilah pada tuanmu dayang Kagome...ia menunggumu diluar sana.Aku tidak akan menghukummu karena kau memang tidak melakukan kesalahan.Kau adalah Kagome dan bukan Kikyo.Kau memiliki kehidupan sendiri.Aku tak bisa memaksamu untuk menjadi Kikyo.Itu tidak adil bagimu.Pergilah..."
Kagome segera memberi hormat dan keluar dari ruangan sambil mendekap bunga putih didadanya,"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia.Hamba permisi..."
Kagome mencari dengan segera dimana Sesshomaru berada,demikianpun juga dengan Sesshomaru,ia segera melesat ke arah dayangnya,"Miko..."
Inuyasha juga segera meloncat turun dari pohon yang dinaikinya,namun kala melihat bunga yang dipegang Kagome tahulah ia bahwa bukan dirinya yang dipilih oleh dayang bernama Miko itu,'Kata ayah,yang ia akan memberi penyelesaian atas masalah dayang yang mirip Kikyo itu.Rupanya dayang itu lebih memilih Sesshomaru sebagai tuannya dan bukan aku.Dia jelas bukan Kikyoku.Kalau dia Kikyoku dia akan memilihku dan bukan si arogan itu!'
Kagome segera mendekat ke arah Sesshomaru,"Pangeran!!"
Keduanya malah berpegangan tangan dan Rin jelas yang paling bahagia melihatnya,"Yeah!!Yippi2!!" Keduanya tersipu malu.Sesshomaru segera melepas pegangannya,"Miko,aku lapar.Ayo kita kembali!"
Kagome tersenyum dan segera mengikuti tuan yang dipilihnya.Lord Touga melihat semuanya dari balik jendela,'Sesshomaru akhirnya bisa tersenyum juga...tak sangka tugas yang kuberikan padanya mempertemukannya dengan kebahagiaannya.Sekarang tinggal Inuyasha,bagaimana supaya ia berhenti membuat masalah?Isayoi,apa yang harus kulakukan padanya?'
Isayoi adalah ibu Inuyasha dan Rin.Berita perkelahian dua pangeran dengan cepat menyebar di kalangan dayang.Kaguralah yang paling kesal mendengarnya.Apalagi hampir seisi kastil membicarakannya,"Kalian tahu tidak?Pangeran Inuyasha dan Pangeran Sesshomaru hampir saling bunuh karena seorang dayang.Keduanya sudah menghunus pedang masing2 dan semua itu karena seorang wanita..."
Dayang yang lain berkata,"Wah hebat sekali dayang itu bisa merebut perhatian dua pangeran sekaligus.Aku iri padanya...dia pasti begitu istimewa ya?"
Sango yang adalah dayang Inuyasha ikut menambahkan,"Bahkan Pangeran Sesshomaru hanya mau makan kalau dilayani oleh dayangnya itu."
Koki dapur jadi penasaran,"Lalu akhirnya bagaimana?Siapa yang kemudian mendapatkan dayang itu?"
Seorang pengawal yang menjawab pertanyaan itu,"Yang Mulia membebaskan dayang itu untuk memilih sendiri siapa Pangeran yang ingin dilayaninya.Dan kalian tahu siapa yang dipilih oleh dayang itu?"
Kagura menjawab dengan sinis,"Pasti dia memilih Pangeranku...Putra mahkota Pangeran Sesshomaru...aku yakin itu..."
Pengawal tadi membenarkan,"Wah kau hebat Kagura!Kau bisa tahu tanpa melihat semuanya.Pantas kau disebut dayang senior di sini."
Bukannya senang dipuji eh Kagura malah pergi dengan kesal,'Dasar perempuan sial!Sejak kedatangannya kastil ini menjadi tidak nyaman lagi untukku.Aku harus lakukan sesuatu sebelum Pangeran idamanku makin jatuh dalam pesonanya.Tunggu saja aku pasti akan merebut Pangeran Sesshomaru darinya!'
Wah mau apa ya Kagura?**see you next part**
Part 9 QUIET GIRL : My Sword
==> PEDANGKU
Sesshomaru memiliki dua pedang di pinggangnya.Satu namanya Tokijin dan satunya Tensaiga.Pedang pertama sangat ampuh melawan musuh dalam jumlah banyak.Namun pedang kedua tak pernah ia gunakan karena pedang itu kata ayahnya harus ia temukan sendiri dimana letak kekuatannya.Pedang itu pemberian kakeknya,ayah dari ibunya,Totosai.Seorang ahli pembuat pedang.Apa kekuatan pedang itu?
==>ISTANA SAYAP BARAT...
Disayap sebelah barat memang terletak kamar Sesshomaru.Kamar yang luas dan dikelilingi taman sekitarnya.Kagome telah makin hafal segala kebiasaan Sesshomaru,kapan dia bangun,kapan makan,kapan berlatih pedang dan membantu ayahnya membahas masalah kastil.Meski masih tak banyak bicara namun Kagome kian mendapat nama di kastil sebagai dayang kesayangan Putra Mahkota Western.Kagura memang dayang senior tapi tak lagi menjadi dayang yang diperbincangkan di istana belakang.Semua membicarakan Kagome,"Dayang Pangeran Pertama orangnya tak banyak bicara ya?Persis seperti Pangeran Pertama,pendiam tapi penuh wibawa.Aku yakin kelak dialah yang akan menjadi pendamping Pangeran Sesshomaru."
Sango juga berpikir demikian,'Kalau soal tahta Pangeran Sesshomaru memang lebih pantas mendapatkannya.Tapi kalau soal wanita,Pangeran Inuyasha lebih berpengalaman.Dia disukai banyak dayang karena dia lucu dan suka bercanda.Beda dengan Putra Mahkota,dia kaku dan tidak suka keramaian.Tapi,mungkin Dayang Miko itu akan membuatnya lebih ceria.Bisa saja...cinta bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik.Semoga benar...'
Kagome pergi menyiapkan makanan untuk Sesshomaru seperti biasa,namun kali ini ia ingin memasak sesuatu yang istimewa untuk pria itu.Ia dengar dari Rin bahwa hari ini adalah hari lahir Sesshomaru,dan ia ingin memberi hadiah berupa masakan yang lezat.Ia juga kian akrab dengan koki dapur,mereka dengan senang hati membantunya.Sesshomaru sendiri tengah sibuk dengan ayahnya melakukan patroli di daerah kekuasaan mereka,Western Land.Lord Touga sengaja tak merayakan hari lahir Sesshomaru karena Putra sulungnya itu memang tak menyukai suasana pesta.Biasanya akan diadakan makan malam bersama saja.Koki menceritakan itu pada Kagome,"Jadi Pangeran Sesshomaru memang tak suka pesta ya?Tapi tidak ada salahnya bukan jika kita menghias ruang makan utama dengan sedikit lebih meriah.Bagaimana?"
Sango yang ikut membantu Kagome memasak setuju dengan ide itu,"Benar itu!Selama ini kelahiran Pangeran Inuyasha saja dirayakan dengan begitu megah.Mengapa tidak dengan kelahiran Pangeran Sesshomaru?Apalagi bukankah dia yang akan menjadi penguasa Western nantinya?"
Kagome malah merenung sambil mengaduk masakannya,'Aku ingin melihat Sesshomaru bahagia,tertawa seperti lainnya.Dia pria yang baik.Walau dia dingin namun kepadaku dia menjadi pribadi yang hangat dan sangat pelindung.Aku ingin membalas semua kebaikannya.'
Rin ternyata juga setuju dengan usul Kagome,dia memetik bunga dan dirangkainya membentuk mahkota.Kagome menyiapkan hidangan dan menghias kamar Sesshomaru dengan lebih meriah.Walau ia berdebar juga takut bila ternyata Sesshomaru takkan menyukai semua itu.Inuyasha sendiri tengah kesal karena mendapat undangan pernikahan Naraku dan Kikyo,'Kenapa semua orang terlihat begitu bahagia?Naraku mendapatkan wanita yang kuinginkan sedangkan ayah melarangku keluar istana.Sesshomaru berulangtahun hari ini,sepertinya semua sibuk tak seperti biasanya.Kakak kan sedang pergi patroli dengan ayah.Pasti sore baru kembali.Aku akan mencari hadiah juga buat kakakku itu.Kira2 hadiah apa ya?'
Sango melihat Inuyasha mondar-mandir ga jelas,"Maaf Pangeran...Sepertinya Pangeran sedang resah.Apakah saya bisa membantu?"
Inuyasha menceritakan keinginannya,"Menurutmu apa yang mungkin disukai oleh kakakku itu?Kau ada ide?"
Sango berpikir sebentar,"Bagaimana jika sebuah pedang Pangeran?Bukankah Pangeran Pertama sangat menyukai pedang?"
Inuyasha setuju dan segera mengutus Sango untuk pergi ke rumah seorang pembuat pedang,"Pilih pedang yang paling bagus dan pastikan tak ada yang tahu soal ini.Aku ingin ini menjadi kejutan bagi kakakku.Aku ingin melihat ekspresinya kala tahu bahwa aku bisa memberikan dia sesuatu."
Sango segera berangkat dan Kagura ternyata mencuri dengar pembicaraan itu.Dan ia jadi punya ide karenanya. Kagura punya rencana ingin melenyapkan Kagome,'Aku pastikan kali ini takkan ada yang bisa menolongmu Dayang baru!Bahkan siapapun takkan bisa menyalahkanku nanti.' Rin seharian menemani Kagome menghias kamar Sesshomaru,ia sangat gembira.Saat menghias ruang makan utama,Kagura mendekatinya,"Putri Rin,apakah putri tahu bahwa tahun ini Pangeran Kakak Putri akan memberi hadiah juga bagi Putra Mahkota?"
Rin tak percaya,"Sungguhkah?Kau tahu dari mana dayang?"
Kagura berbisik padanya,"Tadi hamba mendengar sendiri Pangeran Inuyasha menyuruh dayang Sango untuk menaruh sebuah hadiah diam2 di kamar Putra mahkota.Putri jangan beritahu siapa2 ya?" Rin memandang Kagome yang sedang sibuk menata hidangan,"Kalau dayang Miko?"
Kagura tersenyum,"Kalau dia tak apa justru dia harus tahu Putri.Tapi jangan bilang kalau saya yang memberitahu semua ini ya?"
Rin mengangguk,Kagura tersenyum.Rencananya berjalan dengan mulus,'Putri Rin akan membuat Jaken pergi.Aku akan menyamar sebagai Sango dan menaruh hadiah itu.Dayang baru itu akan membawanya ke dalam.Dan ia tak tahu apa yang sudah menunggunya.Ha...ha..'
Rin senang mengetahui bahwa Inuyasha ingin berbaikan dengan Sesshomaru dengan memberi hadiah,'Pasti kakak merah malu kalau ketahuan bahwa hadiah itu darinya.Aku akan menyuruh dayang Miko merawat hadiah itu.'
Kagura lalu membuat rencana bersama Rin untuk mengelabui Jaken,rencanapun dilaksanakan.
☆♧ DI PERBATASAN WESTERN...
Sementara itu Sesshomaru dan ayahnya bertemu Sango di jalan,"Bukankah itu dayang Inuyasha,ayah?Kenapa dia keluar kastil?"
Sango segera memberi hormat,"Yang Mulia dan Putra Mahkota..."
Lord Touga bertanya,"Apakah putra keduaku melanggar perintahku dengan keluar istana?"
Sango yang tak mengira akan bertemu dengan Lord Touga dan Sesshomaru,bingung ditanya begitu,"Tidak Yang Mulia.Pangeran kedua masih didalam kastil."
Sesshomaru melihat Sango membawa sebuah kotak panjang,"Lalu mengapa kau ada di luar kastil?Apa kau mendapat tugas khusus dari adikku?Apa itu?"
Sango bingung mau jawab apa,wajahnya gugup.Pangeran Sesshomaru memandang penuh selidik pada dayang adiknya itu.Sango memang terkenal bisa bela diri diantara dayang lainnya.Itulah kenapa ia dijadikan dayangnya Inuyasha.Biar bisa mengimbangi Inuyasha yang suka bertingkah kabur dari istana. Akankah Sango akan mengatakan semuanya dan bagaimana pula dengan siasat Kagura?Siapakah yang akan celaka nantinya?**see you next part**
Sesshomaru memiliki dua pedang di pinggangnya.Satu namanya Tokijin dan satunya Tensaiga.Pedang pertama sangat ampuh melawan musuh dalam jumlah banyak.Namun pedang kedua tak pernah ia gunakan karena pedang itu kata ayahnya harus ia temukan sendiri dimana letak kekuatannya.Pedang itu pemberian kakeknya,ayah dari ibunya,Totosai.Seorang ahli pembuat pedang.Apa kekuatan pedang itu?
==>ISTANA SAYAP BARAT...
Disayap sebelah barat memang terletak kamar Sesshomaru.Kamar yang luas dan dikelilingi taman sekitarnya.Kagome telah makin hafal segala kebiasaan Sesshomaru,kapan dia bangun,kapan makan,kapan berlatih pedang dan membantu ayahnya membahas masalah kastil.Meski masih tak banyak bicara namun Kagome kian mendapat nama di kastil sebagai dayang kesayangan Putra Mahkota Western.Kagura memang dayang senior tapi tak lagi menjadi dayang yang diperbincangkan di istana belakang.Semua membicarakan Kagome,"Dayang Pangeran Pertama orangnya tak banyak bicara ya?Persis seperti Pangeran Pertama,pendiam tapi penuh wibawa.Aku yakin kelak dialah yang akan menjadi pendamping Pangeran Sesshomaru."
Sango juga berpikir demikian,'Kalau soal tahta Pangeran Sesshomaru memang lebih pantas mendapatkannya.Tapi kalau soal wanita,Pangeran Inuyasha lebih berpengalaman.Dia disukai banyak dayang karena dia lucu dan suka bercanda.Beda dengan Putra Mahkota,dia kaku dan tidak suka keramaian.Tapi,mungkin Dayang Miko itu akan membuatnya lebih ceria.Bisa saja...cinta bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik.Semoga benar...'
Kagome pergi menyiapkan makanan untuk Sesshomaru seperti biasa,namun kali ini ia ingin memasak sesuatu yang istimewa untuk pria itu.Ia dengar dari Rin bahwa hari ini adalah hari lahir Sesshomaru,dan ia ingin memberi hadiah berupa masakan yang lezat.Ia juga kian akrab dengan koki dapur,mereka dengan senang hati membantunya.Sesshomaru sendiri tengah sibuk dengan ayahnya melakukan patroli di daerah kekuasaan mereka,Western Land.Lord Touga sengaja tak merayakan hari lahir Sesshomaru karena Putra sulungnya itu memang tak menyukai suasana pesta.Biasanya akan diadakan makan malam bersama saja.Koki menceritakan itu pada Kagome,"Jadi Pangeran Sesshomaru memang tak suka pesta ya?Tapi tidak ada salahnya bukan jika kita menghias ruang makan utama dengan sedikit lebih meriah.Bagaimana?"
Sango yang ikut membantu Kagome memasak setuju dengan ide itu,"Benar itu!Selama ini kelahiran Pangeran Inuyasha saja dirayakan dengan begitu megah.Mengapa tidak dengan kelahiran Pangeran Sesshomaru?Apalagi bukankah dia yang akan menjadi penguasa Western nantinya?"
Kagome malah merenung sambil mengaduk masakannya,'Aku ingin melihat Sesshomaru bahagia,tertawa seperti lainnya.Dia pria yang baik.Walau dia dingin namun kepadaku dia menjadi pribadi yang hangat dan sangat pelindung.Aku ingin membalas semua kebaikannya.'
Rin ternyata juga setuju dengan usul Kagome,dia memetik bunga dan dirangkainya membentuk mahkota.Kagome menyiapkan hidangan dan menghias kamar Sesshomaru dengan lebih meriah.Walau ia berdebar juga takut bila ternyata Sesshomaru takkan menyukai semua itu.Inuyasha sendiri tengah kesal karena mendapat undangan pernikahan Naraku dan Kikyo,'Kenapa semua orang terlihat begitu bahagia?Naraku mendapatkan wanita yang kuinginkan sedangkan ayah melarangku keluar istana.Sesshomaru berulangtahun hari ini,sepertinya semua sibuk tak seperti biasanya.Kakak kan sedang pergi patroli dengan ayah.Pasti sore baru kembali.Aku akan mencari hadiah juga buat kakakku itu.Kira2 hadiah apa ya?'
Sango melihat Inuyasha mondar-mandir ga jelas,"Maaf Pangeran...Sepertinya Pangeran sedang resah.Apakah saya bisa membantu?"
Inuyasha menceritakan keinginannya,"Menurutmu apa yang mungkin disukai oleh kakakku itu?Kau ada ide?"
Sango berpikir sebentar,"Bagaimana jika sebuah pedang Pangeran?Bukankah Pangeran Pertama sangat menyukai pedang?"
Inuyasha setuju dan segera mengutus Sango untuk pergi ke rumah seorang pembuat pedang,"Pilih pedang yang paling bagus dan pastikan tak ada yang tahu soal ini.Aku ingin ini menjadi kejutan bagi kakakku.Aku ingin melihat ekspresinya kala tahu bahwa aku bisa memberikan dia sesuatu."
Sango segera berangkat dan Kagura ternyata mencuri dengar pembicaraan itu.Dan ia jadi punya ide karenanya. Kagura punya rencana ingin melenyapkan Kagome,'Aku pastikan kali ini takkan ada yang bisa menolongmu Dayang baru!Bahkan siapapun takkan bisa menyalahkanku nanti.' Rin seharian menemani Kagome menghias kamar Sesshomaru,ia sangat gembira.Saat menghias ruang makan utama,Kagura mendekatinya,"Putri Rin,apakah putri tahu bahwa tahun ini Pangeran Kakak Putri akan memberi hadiah juga bagi Putra Mahkota?"
Rin tak percaya,"Sungguhkah?Kau tahu dari mana dayang?"
Kagura berbisik padanya,"Tadi hamba mendengar sendiri Pangeran Inuyasha menyuruh dayang Sango untuk menaruh sebuah hadiah diam2 di kamar Putra mahkota.Putri jangan beritahu siapa2 ya?" Rin memandang Kagome yang sedang sibuk menata hidangan,"Kalau dayang Miko?"
Kagura tersenyum,"Kalau dia tak apa justru dia harus tahu Putri.Tapi jangan bilang kalau saya yang memberitahu semua ini ya?"
Rin mengangguk,Kagura tersenyum.Rencananya berjalan dengan mulus,'Putri Rin akan membuat Jaken pergi.Aku akan menyamar sebagai Sango dan menaruh hadiah itu.Dayang baru itu akan membawanya ke dalam.Dan ia tak tahu apa yang sudah menunggunya.Ha...ha..'
Rin senang mengetahui bahwa Inuyasha ingin berbaikan dengan Sesshomaru dengan memberi hadiah,'Pasti kakak merah malu kalau ketahuan bahwa hadiah itu darinya.Aku akan menyuruh dayang Miko merawat hadiah itu.'
Kagura lalu membuat rencana bersama Rin untuk mengelabui Jaken,rencanapun dilaksanakan.
☆♧ DI PERBATASAN WESTERN...
Sementara itu Sesshomaru dan ayahnya bertemu Sango di jalan,"Bukankah itu dayang Inuyasha,ayah?Kenapa dia keluar kastil?"
Sango segera memberi hormat,"Yang Mulia dan Putra Mahkota..."
Lord Touga bertanya,"Apakah putra keduaku melanggar perintahku dengan keluar istana?"
Sango yang tak mengira akan bertemu dengan Lord Touga dan Sesshomaru,bingung ditanya begitu,"Tidak Yang Mulia.Pangeran kedua masih didalam kastil."
Sesshomaru melihat Sango membawa sebuah kotak panjang,"Lalu mengapa kau ada di luar kastil?Apa kau mendapat tugas khusus dari adikku?Apa itu?"
Sango bingung mau jawab apa,wajahnya gugup.Pangeran Sesshomaru memandang penuh selidik pada dayang adiknya itu.Sango memang terkenal bisa bela diri diantara dayang lainnya.Itulah kenapa ia dijadikan dayangnya Inuyasha.Biar bisa mengimbangi Inuyasha yang suka bertingkah kabur dari istana. Akankah Sango akan mengatakan semuanya dan bagaimana pula dengan siasat Kagura?Siapakah yang akan celaka nantinya?**see you next part**
Part 10 QUIET GIRL : Life From The Dead
←← Flashback
Inuyasha ingin memberi hadiah pedang di ultah kakaknya itu dengan menyuruh Sango keluar istana.Kagura memakai moment itu untuk menyusun siasat jahat pada Kagome yang ditinggal Sesshomaru patroli bersama ayahnya.Namun Sango malah bertemu Lord Touga dan Sesshomaru di dekat perbatasan Western.Sementara di istana,Kagura mulai memasang perangkap.
★★ KAMAR SESSHOMARU...
Kagome melihat kelebatan orang meletakkan sesuatu di depan pintu utama kamar Putra Mahkota.Ia ingat pesan Putri Rin bahwa Sango akan datang dan menaruh sebuah hadiah untuk Sesshomaru dari Inuyasha.Ia tersenyum dan segera keluar kamar,'Pasti ini hadiahnya.Mengapa harus diam2 memberikannya?Aneh?Kenapa ga masuk saja toh Pangeran Sesshomaru ga ada juga.Jaken juga tumben ga ada di sini?Apa Pangeran Inuyasha malu jika ketahuan itu hadiah darinya ya?Ternyata sebenarnya kedua pangeran itu saling menyayangi.Sebaiknya kubawa masuk saja.Sebelum ada yang lihat.'
Kagome tanpa curiga membawa masuk kotak panjang didepan pintu utama itu,'Apa sebuah pedang ya?Tapi kok dibungkus kain juga ya?Kubuka saja kainnya lalu kutaruh kotaknya dimeja.'
Kagura tersenyum dari tempat persembunyiannya melihat Kagome membawa masuk kotak yang ia letakkan,'Bagus!Ayo bawa masuk ular berbisa itu dayang baru...begitu kainnya kau buka maka ular ganas itu akan keluar lewat lubang yang ada di kotak itu.Dan kau akan digigitnya sampai mati.Tak ada Jaken ataupun siapapun disini untuk menolongmu.Tidak juga Sango apalagi Pangeran Sesshomaru.Saat ia sampai di sini kau sudah tak bernyawa karena ular itu sangat berbisa.Sangat mematikan ha..ha..'
Kagura lalu bermain dengan Rin supaya alibinya kuat bahwa ia tak berada di lokasi.Sementara itu Kagome kembali asyik merias kamar Sesshomaru tanpa menyadari bahwa seekor ular berbisa keluar dari kotak pedang yang dibawanya masuk tadi.Hingga ia mendengar suara mendesis,'Aneh suara apa ya itu?'
Ular berbisa itu mematuk Kagome dan tergeletaklah Kagome meregang nyawa di lantai kamar Sesshomaru,"Tolong..."
Sementara itu perasaan Kaede tak enak,'Aku akan ke istana.Aku ingin melihat Kagome.Sekaligus aku ingin memberitahu dia bahwa kakaknya akan segera menikah.'
Kaede menanti di depan gerbang kastil Western,namun ia tak diperbolehkan masuk sampai Sesshomaru tiba,"Pangeran Sesshomaru tidak ada di istana.Tunggu saja disini.Tapi jangan banyak berharap,para putri raja saja dia tak mau menemui apalagi wanita tua sepertimu.Lagipula untuk apa kau ingin bertemu Putra Mahkota?"
Kaede hendak menjawabnya namun kemudian Sesshomaru tiba bersama ayahnya dan Sango,pengawal segera membuka gerbang,"Buka gerbang!!Raja dan Putra Mahkota sudah datang!!" Sesshomaru segera turun dari kudanya begitu melihat Kaede,"Ibu ingin bertemu Kagome?Mari silahkan masuk!"
Pengawal heran melihat Sesshomaru menyambut Kaede dengan baik,'Lho kok malah dengan wanita tua begitu Pangeran malah mau menemui?Aneh...sepertinya perempuan tua itu orang penting bagi Pangeran.Aku harus menjaga sikapku di depan perempuan tua itu.'
Kaede memberi hormat pada Lord Touga,"Salam hormat Yang Mulia."
Lord Touga mengangguk dan masuk ke dalam sementara itu Rin menyambut Sesshomaru dengan ceria,"Kakak!!Ayo ke ruang makan ada kejutan buat kakak.Dayang Miko sudah memasak menu spesial buat Kakak.Ayo!!"
Sesshomaru tak melihat Kagome,"Rin,dimana dayang Miko?"
Rin menjawab,"Pasti di kamar kakak,sejak tadi Rin disini asyik menghias ruangan ini bersama dayang Kagura..."
Rin juga mendekati Sango dan heran melihat Sango membawa sebuah kotak ,"Dayang Sango bukannya hadiahnya sudah kau berikan tadi lalu ini apa?"
Sango heran,"Ini hadiah untuk Pangeran Sesshomaru.Bagaimana mungkin saya sudah memberikannya?Saya baru saja tiba Putri."
Sesshomaru jadi resah,"Hadiah apa Rin?"
Sementara itu Jaken datang dengan tergopoh2,"Pangeran!!Ampuni saya Pangeran!!"
Sesshomaru heran,"Jaken ada apa?"
Jaken segera bersimpuh,"Dayang Miko...dia dia..."
Sesshomaru segera melesat ke kamarnya,yang lain segera mengikuti sedang Kagura diam2 melarikan diri,'Gawat!Sango rupanya datang bersama Pangeran Sesshomaru.Aku harus pergi dari sini sebelum semuanya terbongkar.'
Sesshomaru nampak cemas,'Ada yang tak beres.Kenapa pedangku Tensaiga bergetar begini.Biasanya dia tak pernah begini.'
Sesshomaru masuk ke kamarnya dan melihat seekor ular sudah mati di sana,'Ular?Lalu Miko?'
Ia mengedarkan pandangannya,"Miko?Aku sudah kembali!Miko..."
Sesshomaru melihat dayangnya tergeletak di lantai,"Miko!!Miko?Miko bangun!"
Kagome segera diangkatnya dan dibaringkannya di peraduannya,"Jaken!!Panggil tabib!!Cepat!!" Kaede segera mendekat,"Tuan Pengawal,saya tabib.Siapa yang sakit?"
Jaken segera memberitahu,"Dayang Putra Mahkota digigit ular berbisa.Aku berhasil membunuh ularnya tapi sepertinya dayang itu sudah digigit sejak tadi...ayo masuklah!"
Kaede masuk dan melihat Sesshomaru meratapi Kagome,"Miko...jangan tinggalkan aku Miko!..Ibu,selamatkan dia!Aku mohon..."
Kaede segera melihat gigitannya,"Kagome...kenapa nasibmu malang sekali putriku...?Kenapa kau pergi secepat ini anakku...hu..hu..."
Lord Touga yang mendengar berita itu segera datang ke kamar Sesshomaru bersama Inuyasha,'Baru kali ini aku melihat putra sulungku keluar emosinya.Dia menangis...dia mencintai dayang Kagome...' Sesshomaru merengkuh Kagome di pelukannya,"Miko!Kau harus hidup.Aku tak bisa hidup tanpamu...Miko bangun Miko..."
Tabib lain memeriksa tapi semua menggeleng dan menundukkan kepala,"Dayang itu sudah tiada Pangeran...Maafkan kami..."
Sesshomaru bangun dan menghunus pedangnya,"Jaken!!Katakan bagaimana seekor ular berbisa bisa masuk ke kamarku?!Mengapa kau tidak mematuhi perintahku untuk menjaga Miko??!!"
Lord Touga mendekati putranya,"Sesshomaru,ayah akan menyelidiki perkara ini.Kau tenangkan dirimu Putraku!Masih ada cara untuk menyelamatkan dayangmu..."
Sesshomaru memandang ayahnya,"Maksud ayah?"
Lord Touga menyuruh yang lain keluar dari kamar Sesshomaru,usai keluar semua ia menyuruh Sesshomaru mengambil Tensaiga,"Apakah kau merasakan sesuatu dengan Tensaiga?"
Sesshomaru merasakan pedang itu terus bergetar sejak ia memasuki area kamarnya,"Benar ayah.Pedang ini tak biasanya bergetar seperti ini.Apa artinya ini ayah?Apa hubungannya pedang ini dengan keselamatan Miko?Katakan ayah,aku ingin Miko bisa diselamatkan..."
Lord Touga lalu membuka sebuah rahasia,"Pedang itu dibuat khusus untukmu.Dia hanya akan mematuhimu.Dia akan bergetar kala hatimu memanggilnya.Ayunkan pedang itu ke arah dayangmu dan ia akan menunjukkan kekuatannya."
Sesshomaru segera mendekati Kagome dan mengayunkan Tensaiga ke arah tubuh Kagome yang telah tak bernyawa,"Tensaiga!!"
Sesshomaru mengayunkan sampai berkali2,namun tak terjadi apapun,"Ayah,mana kekuatan itu?Tidak terjadi apapun."
Sesshomaru memegang pedang itu dan meraih Kagome dalam pelukannya,"Miko...bangun Miko..Kagome....Bangun...Aku mencintaimu.."
Air mata Sesshomaru menetes di pipi Kagome dan saat itulah pedang Tensaiga bersinar dan sinar itu begitu menyilaukan.Ketika itu Kagura sudah siap dengan kudanya untuk kabur dari istana tapi tiba2 sebuah cahaya melesat menembus jantungnya lalu cahaya itu melesat lagi.Kagura mati seketika tergeletak di tanah.Penjaga yang menemukan mayatnya segera melaporkan kejadian itu.Sementara itu Sesshomaru memeluk erat tubuh Kagome kala cahaya melingkupi kamarnya.Kala ia membuka mata,ia melihat Kagome membuka matanya,"Pangeran...kau sudah kembali?" Sesshomaru menangis haru,"Miko...kau hidup??Kau sungguh hidup???"
Dipeluknya Kagome erat2,Lord Touga tersenyum dan meninggalkan keduanya,'Legenda itu benar.Pedang itu akan menghidupkan kembali orang yang telah mati asal tuannya menghendakinya.' Sampai di luar,pengawal melapor padanya,"Yang Mulia,dayang Kagura ditemukan tak bernyawa di dekat kandang kuda.Sepertinya ia bermaksud kabur Yang Mulia."
Lord Touga segera menyuruh Inuyasha menyelidiki perkara itu,"Inuyasha,semua masalah ini ada hubungannya denganmu.Jika kau tak mau mendapat amarah kakakmu,selidiki perkara ini sampai tuntas!"
Inuyasha melaksanakan perintah itu. Sementara itu Sesshomaru tengah bahagia karena wanita yang ia cintai kembali hidup,Kagome malah heran melihat putra mahkota Western itu menangis,"Pangeran kenapa?Kenapa menangis?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome,"Aku menangis karena bahagia.Kau tahu kau tadi sudah tak bernyawa dan aku ingin tahu bagaimana kejadiannya."
Kagome lalu menceritakan semuanya,"Itu yang hamba ingat Pangeran...hadiah itu..oh iya Pangeran berulang tahun hari ini.Ehm...apa pangeran suka hiasan yang saya pasang di kamar ini?"
Sesshomaru malah memandang Kagome lekat2,"Aku menyukainya tapi aku lebih menyukai yang menghiasnya...apa kau mau mengerti maksudku Miko?"
Kagome terpana mendengarnya,apalagi ketika Sesshomaru menciumnya.Ia tidak menolaknya dan makin terpana kala Sesshomaru mengungkapkan isi hatinya,"Aku mencintaimu Miko...apa kau juga mencintaiku?"
Kagome melingkarkan lengannya di leher Sesshomaru,"Tapi saya hanya seorang dayang...apa boleh saya mencintai Pangeran?"
Sesshomaru tersenyum,"Cinta itu tidak memandang kasta.Katakan bahwa kau juga mencintaiku Miko..."
Kagome tersipu dan menyandarkan kepalanya di dada Sesshomaru,"Saya mencintai Pangeran...aku mencintaimu Sesshou..."
Keduanya saling pandang dan hampir saja berciuman lagi kalau tidak diinterupsi oleh Rin,"Kakak,bagaimana...ups..."
Sesshoumaru dan Kagome tersipu,Kagome segera turun dari ranjang,dan memeluk Rin,"Kenapa Putri juga menangis?"
Rin menangis di pelukan Kagome,"Rin sedih katanya dayang Miko digigit ular berbisa...dan tak bisa diselamatkan...Hiks..hiks..."
Sesshomaru menyarungkan kembali Tensaiga ke tempatnya sambil melihat Kagome menenangkan adiknya,"Saya tidak apa2 Putri.Bukannya hari ini hari bahagia.Hari lahir kakak putri.Si putih he..he..ayo kita rayakan,saya sudah masak seharian di dapur,ayo kita nikmati!"
Sesshomaru menyelipkan kembali Tensaiga di pinggangnya,"Benarkah kalian sudah bersusah payah hari ini demi aku?Kalau begitu mari kita rayakan hari ini.Ayo kita makan.Aku lapar sekali seharian patroli."
Rin dengan gembira lari duluan sedangkan Sesshomaru menggandeng tangan Kagome,"Oh ya Miko,ibumu ada di sini.Kebetulan sekali."
Kagome memandang wajah tampan Sesshomaru,"Ibuku?Disini?Benarkah?Ini berita bagus Sesshou...ada dimana ibuku?"
Sesshomaru malah menggendong Kagome dan melesat ke ruang makan utama,"Begini akan lebih cepat sampainya."
Kagome jelas tersipu kala semua anggota keluarga kerajaan melihatnya dalam gendongan Sesshomaru,"Sesshou...ehm..Pangeran turunkan saya.."
Kaede jelas sangat gembira melihat putrinya masih hidup,"Gome!!Kau hidup Nak?"
Sesshomaru menurunkan kekasih hatinya dan membiarkan Kagome melepas rindu pada ibunya.Kaede heran,"Bagaimana ini bisa ?Ibu kira kau..."
Lord Touga mendekati ketiganya,"Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu putraku.Bukankah begitu?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome dan keduanya sujud didepan Lord Touga dan Kaede,"Ayah ibu restuilah kami...kami saling mencintai dan kami ingin selamanya bersama.Ijinkanlah kami menikah." Kaede terpana dan meminta mereka segera berdiri,"Pangeran...Saya terserah Kagome saja,saya hanya ingin kebahagiaannya."
Kagome angkat bicara,"Ibu,saya ingin selalu bersama Pangeran Sesshomaru...saya mencintainya Ibu...tapi saya tahu saya ini hanya seorang dayang..."
Lord Touga menyela,"Bagiku kau adalah kebahagiaan putraku,Kagome.Aku belum pernah melihat dia seemosional ini.Apalagi melihatnya sujud begini.Kau telah membuatnya berubah Kagome.Aku yakin kelak kau akan membawa keceriaan dalam hidupnya.Aku merestui kalian."
Semua ikut gembira melihatnya dan malam itu menjadi semarak karena bukan hanya merayakan hari kelahiran putra mahkota tapi juga bangkitnya Kagome dari kematian serta rencana pernikahan keduanya.Inuyasha juga sadar bahwa Kagome memang diciptakan untuk kakaknya,"Selamat ya kak.Maaf jika hadiah dariku diwarnai insiden ular berbisa.Semua telah diselidiki dan semua itu ulah dayang Kagura.Beberapa dayang mencurigai sikapnya yang aneh akhir2 ini sejak kedatangan dayang...maksudku calon kakak ipar...he..he.."
Sesshomaru memandang ke arah Kagome yang tersipu disebut begitu,"Kau membuat calon kakak iparmu merona,Inuyasha...tapi aku senang kau sudah membunuh dayang Kagura."
Lord Touga yang duduk di kursi utama berkata,"Bukan Inuyasha yang membunuh Dayang Kagura,Putraku.Dia mati secara aneh.Ayah rasa ini ada hubungannya dengan Tensaiga."
Sesshomaru meraba pedang Tensaiga di pinggangnya,'Ternyata pedang ini sangat dahsyat.Untung ada pedang ini.Terima kasih Tensaiga.Kini aku akan memandang lebih hormat padamu.'
Pernikahan Sesshomaru dengan Kagome dilaksanakan selang beberapa hari setelah pernikahan Naraku dengan Kikyo.Jelas tamu undangan lebih banyak yang hadir di pernikahan Putra Mahkota Western karena nama besar Western Land sebagai kerajaan paling kuat dari kerajaan lainnya.Bagaimana kehidupan kedua saudara kembar itu selanjutnya.Sekuelnya akan segera saya buat dengan judul " OLDEST PRINCE ".**see you next season**
Inuyasha ingin memberi hadiah pedang di ultah kakaknya itu dengan menyuruh Sango keluar istana.Kagura memakai moment itu untuk menyusun siasat jahat pada Kagome yang ditinggal Sesshomaru patroli bersama ayahnya.Namun Sango malah bertemu Lord Touga dan Sesshomaru di dekat perbatasan Western.Sementara di istana,Kagura mulai memasang perangkap.
★★ KAMAR SESSHOMARU...
Kagome melihat kelebatan orang meletakkan sesuatu di depan pintu utama kamar Putra Mahkota.Ia ingat pesan Putri Rin bahwa Sango akan datang dan menaruh sebuah hadiah untuk Sesshomaru dari Inuyasha.Ia tersenyum dan segera keluar kamar,'Pasti ini hadiahnya.Mengapa harus diam2 memberikannya?Aneh?Kenapa ga masuk saja toh Pangeran Sesshomaru ga ada juga.Jaken juga tumben ga ada di sini?Apa Pangeran Inuyasha malu jika ketahuan itu hadiah darinya ya?Ternyata sebenarnya kedua pangeran itu saling menyayangi.Sebaiknya kubawa masuk saja.Sebelum ada yang lihat.'
Kagome tanpa curiga membawa masuk kotak panjang didepan pintu utama itu,'Apa sebuah pedang ya?Tapi kok dibungkus kain juga ya?Kubuka saja kainnya lalu kutaruh kotaknya dimeja.'
Kagura tersenyum dari tempat persembunyiannya melihat Kagome membawa masuk kotak yang ia letakkan,'Bagus!Ayo bawa masuk ular berbisa itu dayang baru...begitu kainnya kau buka maka ular ganas itu akan keluar lewat lubang yang ada di kotak itu.Dan kau akan digigitnya sampai mati.Tak ada Jaken ataupun siapapun disini untuk menolongmu.Tidak juga Sango apalagi Pangeran Sesshomaru.Saat ia sampai di sini kau sudah tak bernyawa karena ular itu sangat berbisa.Sangat mematikan ha..ha..'
Kagura lalu bermain dengan Rin supaya alibinya kuat bahwa ia tak berada di lokasi.Sementara itu Kagome kembali asyik merias kamar Sesshomaru tanpa menyadari bahwa seekor ular berbisa keluar dari kotak pedang yang dibawanya masuk tadi.Hingga ia mendengar suara mendesis,'Aneh suara apa ya itu?'
Ular berbisa itu mematuk Kagome dan tergeletaklah Kagome meregang nyawa di lantai kamar Sesshomaru,"Tolong..."
Sementara itu perasaan Kaede tak enak,'Aku akan ke istana.Aku ingin melihat Kagome.Sekaligus aku ingin memberitahu dia bahwa kakaknya akan segera menikah.'
Kaede menanti di depan gerbang kastil Western,namun ia tak diperbolehkan masuk sampai Sesshomaru tiba,"Pangeran Sesshomaru tidak ada di istana.Tunggu saja disini.Tapi jangan banyak berharap,para putri raja saja dia tak mau menemui apalagi wanita tua sepertimu.Lagipula untuk apa kau ingin bertemu Putra Mahkota?"
Kaede hendak menjawabnya namun kemudian Sesshomaru tiba bersama ayahnya dan Sango,pengawal segera membuka gerbang,"Buka gerbang!!Raja dan Putra Mahkota sudah datang!!" Sesshomaru segera turun dari kudanya begitu melihat Kaede,"Ibu ingin bertemu Kagome?Mari silahkan masuk!"
Pengawal heran melihat Sesshomaru menyambut Kaede dengan baik,'Lho kok malah dengan wanita tua begitu Pangeran malah mau menemui?Aneh...sepertinya perempuan tua itu orang penting bagi Pangeran.Aku harus menjaga sikapku di depan perempuan tua itu.'
Kaede memberi hormat pada Lord Touga,"Salam hormat Yang Mulia."
Lord Touga mengangguk dan masuk ke dalam sementara itu Rin menyambut Sesshomaru dengan ceria,"Kakak!!Ayo ke ruang makan ada kejutan buat kakak.Dayang Miko sudah memasak menu spesial buat Kakak.Ayo!!"
Sesshomaru tak melihat Kagome,"Rin,dimana dayang Miko?"
Rin menjawab,"Pasti di kamar kakak,sejak tadi Rin disini asyik menghias ruangan ini bersama dayang Kagura..."
Rin juga mendekati Sango dan heran melihat Sango membawa sebuah kotak ,"Dayang Sango bukannya hadiahnya sudah kau berikan tadi lalu ini apa?"
Sango heran,"Ini hadiah untuk Pangeran Sesshomaru.Bagaimana mungkin saya sudah memberikannya?Saya baru saja tiba Putri."
Sesshomaru jadi resah,"Hadiah apa Rin?"
Sementara itu Jaken datang dengan tergopoh2,"Pangeran!!Ampuni saya Pangeran!!"
Sesshomaru heran,"Jaken ada apa?"
Jaken segera bersimpuh,"Dayang Miko...dia dia..."
Sesshomaru segera melesat ke kamarnya,yang lain segera mengikuti sedang Kagura diam2 melarikan diri,'Gawat!Sango rupanya datang bersama Pangeran Sesshomaru.Aku harus pergi dari sini sebelum semuanya terbongkar.'
Sesshomaru nampak cemas,'Ada yang tak beres.Kenapa pedangku Tensaiga bergetar begini.Biasanya dia tak pernah begini.'
Sesshomaru masuk ke kamarnya dan melihat seekor ular sudah mati di sana,'Ular?Lalu Miko?'
Ia mengedarkan pandangannya,"Miko?Aku sudah kembali!Miko..."
Sesshomaru melihat dayangnya tergeletak di lantai,"Miko!!Miko?Miko bangun!"
Kagome segera diangkatnya dan dibaringkannya di peraduannya,"Jaken!!Panggil tabib!!Cepat!!" Kaede segera mendekat,"Tuan Pengawal,saya tabib.Siapa yang sakit?"
Jaken segera memberitahu,"Dayang Putra Mahkota digigit ular berbisa.Aku berhasil membunuh ularnya tapi sepertinya dayang itu sudah digigit sejak tadi...ayo masuklah!"
Kaede masuk dan melihat Sesshomaru meratapi Kagome,"Miko...jangan tinggalkan aku Miko!..Ibu,selamatkan dia!Aku mohon..."
Kaede segera melihat gigitannya,"Kagome...kenapa nasibmu malang sekali putriku...?Kenapa kau pergi secepat ini anakku...hu..hu..."
Lord Touga yang mendengar berita itu segera datang ke kamar Sesshomaru bersama Inuyasha,'Baru kali ini aku melihat putra sulungku keluar emosinya.Dia menangis...dia mencintai dayang Kagome...' Sesshomaru merengkuh Kagome di pelukannya,"Miko!Kau harus hidup.Aku tak bisa hidup tanpamu...Miko bangun Miko..."
Tabib lain memeriksa tapi semua menggeleng dan menundukkan kepala,"Dayang itu sudah tiada Pangeran...Maafkan kami..."
Sesshomaru bangun dan menghunus pedangnya,"Jaken!!Katakan bagaimana seekor ular berbisa bisa masuk ke kamarku?!Mengapa kau tidak mematuhi perintahku untuk menjaga Miko??!!"
Lord Touga mendekati putranya,"Sesshomaru,ayah akan menyelidiki perkara ini.Kau tenangkan dirimu Putraku!Masih ada cara untuk menyelamatkan dayangmu..."
Sesshomaru memandang ayahnya,"Maksud ayah?"
Lord Touga menyuruh yang lain keluar dari kamar Sesshomaru,usai keluar semua ia menyuruh Sesshomaru mengambil Tensaiga,"Apakah kau merasakan sesuatu dengan Tensaiga?"
Sesshomaru merasakan pedang itu terus bergetar sejak ia memasuki area kamarnya,"Benar ayah.Pedang ini tak biasanya bergetar seperti ini.Apa artinya ini ayah?Apa hubungannya pedang ini dengan keselamatan Miko?Katakan ayah,aku ingin Miko bisa diselamatkan..."
Lord Touga lalu membuka sebuah rahasia,"Pedang itu dibuat khusus untukmu.Dia hanya akan mematuhimu.Dia akan bergetar kala hatimu memanggilnya.Ayunkan pedang itu ke arah dayangmu dan ia akan menunjukkan kekuatannya."
Sesshomaru segera mendekati Kagome dan mengayunkan Tensaiga ke arah tubuh Kagome yang telah tak bernyawa,"Tensaiga!!"
Sesshomaru mengayunkan sampai berkali2,namun tak terjadi apapun,"Ayah,mana kekuatan itu?Tidak terjadi apapun."
Sesshomaru memegang pedang itu dan meraih Kagome dalam pelukannya,"Miko...bangun Miko..Kagome....Bangun...Aku mencintaimu.."
Air mata Sesshomaru menetes di pipi Kagome dan saat itulah pedang Tensaiga bersinar dan sinar itu begitu menyilaukan.Ketika itu Kagura sudah siap dengan kudanya untuk kabur dari istana tapi tiba2 sebuah cahaya melesat menembus jantungnya lalu cahaya itu melesat lagi.Kagura mati seketika tergeletak di tanah.Penjaga yang menemukan mayatnya segera melaporkan kejadian itu.Sementara itu Sesshomaru memeluk erat tubuh Kagome kala cahaya melingkupi kamarnya.Kala ia membuka mata,ia melihat Kagome membuka matanya,"Pangeran...kau sudah kembali?" Sesshomaru menangis haru,"Miko...kau hidup??Kau sungguh hidup???"
Dipeluknya Kagome erat2,Lord Touga tersenyum dan meninggalkan keduanya,'Legenda itu benar.Pedang itu akan menghidupkan kembali orang yang telah mati asal tuannya menghendakinya.' Sampai di luar,pengawal melapor padanya,"Yang Mulia,dayang Kagura ditemukan tak bernyawa di dekat kandang kuda.Sepertinya ia bermaksud kabur Yang Mulia."
Lord Touga segera menyuruh Inuyasha menyelidiki perkara itu,"Inuyasha,semua masalah ini ada hubungannya denganmu.Jika kau tak mau mendapat amarah kakakmu,selidiki perkara ini sampai tuntas!"
Inuyasha melaksanakan perintah itu. Sementara itu Sesshomaru tengah bahagia karena wanita yang ia cintai kembali hidup,Kagome malah heran melihat putra mahkota Western itu menangis,"Pangeran kenapa?Kenapa menangis?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome,"Aku menangis karena bahagia.Kau tahu kau tadi sudah tak bernyawa dan aku ingin tahu bagaimana kejadiannya."
Kagome lalu menceritakan semuanya,"Itu yang hamba ingat Pangeran...hadiah itu..oh iya Pangeran berulang tahun hari ini.Ehm...apa pangeran suka hiasan yang saya pasang di kamar ini?"
Sesshomaru malah memandang Kagome lekat2,"Aku menyukainya tapi aku lebih menyukai yang menghiasnya...apa kau mau mengerti maksudku Miko?"
Kagome terpana mendengarnya,apalagi ketika Sesshomaru menciumnya.Ia tidak menolaknya dan makin terpana kala Sesshomaru mengungkapkan isi hatinya,"Aku mencintaimu Miko...apa kau juga mencintaiku?"
Kagome melingkarkan lengannya di leher Sesshomaru,"Tapi saya hanya seorang dayang...apa boleh saya mencintai Pangeran?"
Sesshomaru tersenyum,"Cinta itu tidak memandang kasta.Katakan bahwa kau juga mencintaiku Miko..."
Kagome tersipu dan menyandarkan kepalanya di dada Sesshomaru,"Saya mencintai Pangeran...aku mencintaimu Sesshou..."
Keduanya saling pandang dan hampir saja berciuman lagi kalau tidak diinterupsi oleh Rin,"Kakak,bagaimana...ups..."
Sesshoumaru dan Kagome tersipu,Kagome segera turun dari ranjang,dan memeluk Rin,"Kenapa Putri juga menangis?"
Rin menangis di pelukan Kagome,"Rin sedih katanya dayang Miko digigit ular berbisa...dan tak bisa diselamatkan...Hiks..hiks..."
Sesshomaru menyarungkan kembali Tensaiga ke tempatnya sambil melihat Kagome menenangkan adiknya,"Saya tidak apa2 Putri.Bukannya hari ini hari bahagia.Hari lahir kakak putri.Si putih he..he..ayo kita rayakan,saya sudah masak seharian di dapur,ayo kita nikmati!"
Sesshomaru menyelipkan kembali Tensaiga di pinggangnya,"Benarkah kalian sudah bersusah payah hari ini demi aku?Kalau begitu mari kita rayakan hari ini.Ayo kita makan.Aku lapar sekali seharian patroli."
Rin dengan gembira lari duluan sedangkan Sesshomaru menggandeng tangan Kagome,"Oh ya Miko,ibumu ada di sini.Kebetulan sekali."
Kagome memandang wajah tampan Sesshomaru,"Ibuku?Disini?Benarkah?Ini berita bagus Sesshou...ada dimana ibuku?"
Sesshomaru malah menggendong Kagome dan melesat ke ruang makan utama,"Begini akan lebih cepat sampainya."
Kagome jelas tersipu kala semua anggota keluarga kerajaan melihatnya dalam gendongan Sesshomaru,"Sesshou...ehm..Pangeran turunkan saya.."
Kaede jelas sangat gembira melihat putrinya masih hidup,"Gome!!Kau hidup Nak?"
Sesshomaru menurunkan kekasih hatinya dan membiarkan Kagome melepas rindu pada ibunya.Kaede heran,"Bagaimana ini bisa ?Ibu kira kau..."
Lord Touga mendekati ketiganya,"Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu putraku.Bukankah begitu?"
Sesshomaru meraih jemari Kagome dan keduanya sujud didepan Lord Touga dan Kaede,"Ayah ibu restuilah kami...kami saling mencintai dan kami ingin selamanya bersama.Ijinkanlah kami menikah." Kaede terpana dan meminta mereka segera berdiri,"Pangeran...Saya terserah Kagome saja,saya hanya ingin kebahagiaannya."
Kagome angkat bicara,"Ibu,saya ingin selalu bersama Pangeran Sesshomaru...saya mencintainya Ibu...tapi saya tahu saya ini hanya seorang dayang..."
Lord Touga menyela,"Bagiku kau adalah kebahagiaan putraku,Kagome.Aku belum pernah melihat dia seemosional ini.Apalagi melihatnya sujud begini.Kau telah membuatnya berubah Kagome.Aku yakin kelak kau akan membawa keceriaan dalam hidupnya.Aku merestui kalian."
Semua ikut gembira melihatnya dan malam itu menjadi semarak karena bukan hanya merayakan hari kelahiran putra mahkota tapi juga bangkitnya Kagome dari kematian serta rencana pernikahan keduanya.Inuyasha juga sadar bahwa Kagome memang diciptakan untuk kakaknya,"Selamat ya kak.Maaf jika hadiah dariku diwarnai insiden ular berbisa.Semua telah diselidiki dan semua itu ulah dayang Kagura.Beberapa dayang mencurigai sikapnya yang aneh akhir2 ini sejak kedatangan dayang...maksudku calon kakak ipar...he..he.."
Sesshomaru memandang ke arah Kagome yang tersipu disebut begitu,"Kau membuat calon kakak iparmu merona,Inuyasha...tapi aku senang kau sudah membunuh dayang Kagura."
Lord Touga yang duduk di kursi utama berkata,"Bukan Inuyasha yang membunuh Dayang Kagura,Putraku.Dia mati secara aneh.Ayah rasa ini ada hubungannya dengan Tensaiga."
Sesshomaru meraba pedang Tensaiga di pinggangnya,'Ternyata pedang ini sangat dahsyat.Untung ada pedang ini.Terima kasih Tensaiga.Kini aku akan memandang lebih hormat padamu.'
Pernikahan Sesshomaru dengan Kagome dilaksanakan selang beberapa hari setelah pernikahan Naraku dengan Kikyo.Jelas tamu undangan lebih banyak yang hadir di pernikahan Putra Mahkota Western karena nama besar Western Land sebagai kerajaan paling kuat dari kerajaan lainnya.Bagaimana kehidupan kedua saudara kembar itu selanjutnya.Sekuelnya akan segera saya buat dengan judul " OLDEST PRINCE ".**see you next season**
Eps 24 BENANG BIRU ~~ Old Men And Children
°☆ JANGAN TAKUT MENJADI INDONESIA!...( Normal pov )
Ika akhirnya pamitan pada semuanya termasuk pada Ben.Cici melihat bagaimana putranya begitu berat melepas gadis Indonesia itu,'Aku tak pernah melihat putraku sesedih itu sorot matanya.Padahal Syuhada ada di sini tapi putri itu juga tak bergerak sedikitpun untuk menghibur putraku.Belum menikah saja sudah ga connected gini apalagi nanti.Aku akan bicara dengan Ben nanti.Mengapa dia lari dari tugas dan tanggung jawabnya.Semua harus dijelaskan.Pasti ada yang begitu menyedihkan hatinya hingga ia melakukan semua ini.Aku tak mau kehilangan dia lagi.Aku ingin putraku bahagia dengan kehidupan istana.Karena disanalah destinynya,menjadi seorang raja.'
•☆ JANGAN TAKUT TUK MENJADI INDONESIA...
Ika memandang jemarinya yang terus dipegang Ben,"Sudah waktunya aku pergi Ben...ehm maksudku Yang Mulia...maaf..
aku tak biasa..."
Ben nampak sedih raut mukanya,"Bisakah kau jangan melihat aku seperti itu?Aku suka kau memandangku sebagai Ben sebagai turis asing yang tersesat."
Ika pelan2 melepas jemarinya,"Kita memang berbeda...sudah menjadi takdirmu terlahir sebagai seorang bangsawan dan mendapatkan hormat,aku tak mau menentang kehendak langit.Siapakah aku berani melakukan itu...tapi terima kasih buat semuanya,Yang Mulia jangan sampai tersesat lagi...jangan main samar menyamar lagi.Selamat tinggal Yang Mulia..."
○☆TUANGKAN SAJA SEGALA UPAYA...
Ben meraih tangan Ika,"Kumohon...tidak bisakah kau ikut bersamaku?"
Permaisuri Cici dan Idayu yang bersembunyi di tempat berbeda terpana mendengar ucapan Ben.Ben bingung dan nampak gundah,Ika menggeleng dan mencoba menahan air mata menetes dari matanya.Dilepaskannya tangannya,"Saya orang Indonesia.Dan Yang Mulia seorang bangsawan Brunei.Dan saya tahu betapa lebarnya jarak antara kita.Sebelum jarak itu menjadi sebuah pedang lebih baik saya berkorban...Melihat Yang Mulia menjadi seorang raja yang baik itu cukup buat saya...it's enough for me...Goodbye Prince Ben..."
Idayu dan Cici punya pikiran sama melihat kejadian itu,'Mereka saling mencintai...'
Ika akhirnya pergi diiringi pengawal kerajaan yang diminta Permaisuri Cici untuk mengantar Ika.Ben nampak space out di tempatnya berdiri,ia terus memandang ke arah luar hotel meski mobil yang membawa Ika sudah pergi sejak tadi.Cici mendekati putranya itu.
●☆ UNTUK MEMBELA NUSA DAN BANGSA KITA...
Ben tak menyadari kehadiran ibundanya,"Sayang,apa gadis itu begitu berarti bagimu?Mengapa wajahmu muram begitu,Putraku?"
Ben tersadar dari lamunannya,"Ibunda...ananda...tidak tahu ibunda ada di sini...Maaf..."
Cici tersenyum,"Katakan pada wanita yang telah mengandung dan melahirkanmu ini,that girl is more than friend right?I never see love in your eyes before until now...here in Indonesia...not in our own country.May be I had found you but You lost your heart here.May be your body is in here but not your mind and soul.I want my whole son back to me.Not part of you.I want all back to me.And I will get what I want.I promise that.(Gadis itu dia lebih dari seorang teman bukan?Aku tidak pernah melihat cinta di matamu sebelumnya hingga saat ini...disini di Indonesia...bukan di negeri kita sendiri..Mungkin ibu telah menemukanmu tapi kau kehilangan hatimu di sini...Mungkin ragamu di sini tapi tidak pikiran dan jiwamu...Ibu ingin putra ibu kembali dengan utuh bukan partial...Aku ingin semuanya kembali.Dan aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.Aku janjikan itu."
□☆UNTUK MENJAGA BUDAYA BANGSA KITA....
Cici tahu apa yang akan dilakukannya begitu tiba di Brunei nanti.Ia telah bertekad akan menimbang ulang rencana pernikahan putranya dengan Syuhada.Kehilangan Ben telah membuatnya menyadari bahwa kebahagiaan Ben adalah yang utama.Ben tak tahu jalan pikiran ibundanya,ia sadar bahwa ia dituntut untuk patuh pada tradisi kerajaan.Ia menatap pilu langkah ibunya yang meninggalkannya sembari berkata,"Kita akan segera kembali ke Brunei.Bersiaplah sayang..." Dipandangnya langit,"Berjanjilah padaku Tuhan,jaga Ika buatku...hanya Kau,penguasa langit dan bumi yang mampu menyatukan kami.Hanya pada-Mu aku berharap..."
■☆DARI SABANG SAMPAI MERAUKE BERJAJAR PULAU2...
Idayu menemui Cici di kamarnya,"Sahabatku,maaf aku tak bisa menemanimu kembali ke Brunei.Aku masih ada urusan di Indonesia.Kuharap kau mengerti..."
Cici tersenyum,"Aku sungguh berharap bahwa kau juga akan menemukan putrimu seperti aku menemukan putraku...walau belum sepenuhnya dari dirinya kembali padaku..."
Idayu memandang heran,"Apa maksud ucapanmu Cici?"
Cici duduk di sofa,"Orang tua mungkin lupa bahwa anak2 mereka juga pribadi bukan aset.Mereka memiliki keinginan dan impian masing2...tapi aku akan berubah dan kanda Sultan juga harus seirama denganku.. Aku akan pastikan itu..."
Idayu kian bingung,"Aku tak mengerti...tapi aku percaya bahwa mulai kini semua akan baik2 saja dan kau akan menjaga putramu itu dengan baik bukan hanya dengan pengawalan tapi juga dengan hatimu...Kau akan memenangkan hatinya.Aku yakin itu misimu kan?"
Cici tersenyum,"Kau memang sahabatku.Dari dulu sampai kini kau paling bisa membaca isi hatiku meski aku tak menceritakan semuanya secara detil padamu.Terima kasih ya sudah repot2 menemaniku ke Indonesia.Ben takkan kembali tanpa bantuanmu.Thank you so much."
Mereka berpelukan.
◇☆KAMI ANAK MELAYU ASLI INDONESIA...
Idayu melepas sahabatnya di bandara,lega rasanya melihat sahabatnya kembali ceria meski Putra Mahkota nampak lebih pendiam dari biasanya.Tak ada yang berani mengusik pewaris tahta Brunei itu.Emil juga diam di dalam pesawat,Syuhada heran melihat adiknya.Emil melihat dari ke bawah,'Selamat tinggal Rindu.Entah kapan aku bisa bertemu denganmu.'
Syuhada berbisik pada asisten ayahnya,"Apa kau tak nampak betapa adikku jadi berubah?Lihat dia,seperti Pangeran Ben nampak muram wajahnya meninggalkan Indonesia.Kau bicaralah dengannya.Kalian sama2 pria pasti saling mengerti."
Asistennya hanya bisa mencuri pandang ke arah kedua pangeran kerajaan Brunei itu,'Ternyata memiliki tahta dan gelar kebangsawanan tetap tak bisa memberi kebahagiaan.Aku jadi bersyukur setidaknya aku tahu Syuhada mencintaiku.Apapun halangan di depan nanti akan kami hadapi.'
◆☆INI LAGU PRAMUKA,MADE IN INDONESIA....
Razi dan para pembesar kerajaan menyambut kedatangan Ben dengan meriah.Ben mendapat pelukan hangat dan erat dari ayahandanya,"Kau kembali Nak!!Tuhan masih memberkatiku."
Emil juga mendapat pelukan ayahnya,"Putraku kau tidak apa2 kan?Bagaimana lukamu?Apa sudah sembuh?Pemerintah Indonesia sudah menangkap pelaku perampokan itu.Ayah pastikan mereka akan lama dipenjara."
Emil hanya bisa menjawab,"Emil baik ayah.Ayah tak perlu cemas...Kakak juga sudah kembali...Emil sudah melakukan perintah ayah..."
Semuanya kembali ke istana.Didalam mobil kerajaan,Cici berkata pada suaminya,"Ada yang ingin dinda bicarakan dengan kanda Sultan."
Razi memandang isterinya itu,"Wajahmu serius sekali Dinda.Masalah penting sepertinya.Mengenai Putra mahkota kah?"
Cici mengangguk,"Benar dan isterimu ini akan mendapat keinginannya..."
Razi memandang penuh tanya,"Kau selalu begitu bila punya keinginan...untunglah Putra mahkota tak menuruni sifatmu ini..."
Cici malah bersandar di lengan suaminya itu,"Justru karena itu makanya aku harus bicara denganmu karena aku yakin ia takkan berani bicara padamu...aku kenal putraku..."
Razi hanya bisa tersenyum bahagia,kini keluarganya lengkap kembali.Itu yang penting sekarang.Putranya sudah kembali. Akan berhasilkah Cici melunakkan hati Razi?
**see you next eps**
Ben meraih tangan Ika,"Kumohon...tidak bisakah kau ikut bersamaku?"
Permaisuri Cici dan Idayu yang bersembunyi di tempat berbeda terpana mendengar ucapan Ben.Ben bingung dan nampak gundah,Ika menggeleng dan mencoba menahan air mata menetes dari matanya.Dilepaskannya tangannya,"Saya orang Indonesia.Dan Yang Mulia seorang bangsawan Brunei.Dan saya tahu betapa lebarnya jarak antara kita.Sebelum jarak itu menjadi sebuah pedang lebih baik saya berkorban...Melihat Yang Mulia menjadi seorang raja yang baik itu cukup buat saya...it's enough for me...Goodbye Prince Ben..."
Idayu dan Cici punya pikiran sama melihat kejadian itu,'Mereka saling mencintai...'
Ika akhirnya pergi diiringi pengawal kerajaan yang diminta Permaisuri Cici untuk mengantar Ika.Ben nampak space out di tempatnya berdiri,ia terus memandang ke arah luar hotel meski mobil yang membawa Ika sudah pergi sejak tadi.Cici mendekati putranya itu.
●☆ UNTUK MEMBELA NUSA DAN BANGSA KITA...
Ben tak menyadari kehadiran ibundanya,"Sayang,apa gadis itu begitu berarti bagimu?Mengapa wajahmu muram begitu,Putraku?"
Ben tersadar dari lamunannya,"Ibunda...ananda...tidak tahu ibunda ada di sini...Maaf..."
Cici tersenyum,"Katakan pada wanita yang telah mengandung dan melahirkanmu ini,that girl is more than friend right?I never see love in your eyes before until now...here in Indonesia...not in our own country.May be I had found you but You lost your heart here.May be your body is in here but not your mind and soul.I want my whole son back to me.Not part of you.I want all back to me.And I will get what I want.I promise that.(Gadis itu dia lebih dari seorang teman bukan?Aku tidak pernah melihat cinta di matamu sebelumnya hingga saat ini...disini di Indonesia...bukan di negeri kita sendiri..Mungkin ibu telah menemukanmu tapi kau kehilangan hatimu di sini...Mungkin ragamu di sini tapi tidak pikiran dan jiwamu...Ibu ingin putra ibu kembali dengan utuh bukan partial...Aku ingin semuanya kembali.Dan aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.Aku janjikan itu."
□☆UNTUK MENJAGA BUDAYA BANGSA KITA....
Cici tahu apa yang akan dilakukannya begitu tiba di Brunei nanti.Ia telah bertekad akan menimbang ulang rencana pernikahan putranya dengan Syuhada.Kehilangan Ben telah membuatnya menyadari bahwa kebahagiaan Ben adalah yang utama.Ben tak tahu jalan pikiran ibundanya,ia sadar bahwa ia dituntut untuk patuh pada tradisi kerajaan.Ia menatap pilu langkah ibunya yang meninggalkannya sembari berkata,"Kita akan segera kembali ke Brunei.Bersiaplah sayang..." Dipandangnya langit,"Berjanjilah padaku Tuhan,jaga Ika buatku...hanya Kau,penguasa langit dan bumi yang mampu menyatukan kami.Hanya pada-Mu aku berharap..."
■☆DARI SABANG SAMPAI MERAUKE BERJAJAR PULAU2...
Idayu menemui Cici di kamarnya,"Sahabatku,maaf aku tak bisa menemanimu kembali ke Brunei.Aku masih ada urusan di Indonesia.Kuharap kau mengerti..."
Cici tersenyum,"Aku sungguh berharap bahwa kau juga akan menemukan putrimu seperti aku menemukan putraku...walau belum sepenuhnya dari dirinya kembali padaku..."
Idayu memandang heran,"Apa maksud ucapanmu Cici?"
Cici duduk di sofa,"Orang tua mungkin lupa bahwa anak2 mereka juga pribadi bukan aset.Mereka memiliki keinginan dan impian masing2...tapi aku akan berubah dan kanda Sultan juga harus seirama denganku.. Aku akan pastikan itu..."
Idayu kian bingung,"Aku tak mengerti...tapi aku percaya bahwa mulai kini semua akan baik2 saja dan kau akan menjaga putramu itu dengan baik bukan hanya dengan pengawalan tapi juga dengan hatimu...Kau akan memenangkan hatinya.Aku yakin itu misimu kan?"
Cici tersenyum,"Kau memang sahabatku.Dari dulu sampai kini kau paling bisa membaca isi hatiku meski aku tak menceritakan semuanya secara detil padamu.Terima kasih ya sudah repot2 menemaniku ke Indonesia.Ben takkan kembali tanpa bantuanmu.Thank you so much."
Mereka berpelukan.
◇☆KAMI ANAK MELAYU ASLI INDONESIA...
Idayu melepas sahabatnya di bandara,lega rasanya melihat sahabatnya kembali ceria meski Putra Mahkota nampak lebih pendiam dari biasanya.Tak ada yang berani mengusik pewaris tahta Brunei itu.Emil juga diam di dalam pesawat,Syuhada heran melihat adiknya.Emil melihat dari ke bawah,'Selamat tinggal Rindu.Entah kapan aku bisa bertemu denganmu.'
Syuhada berbisik pada asisten ayahnya,"Apa kau tak nampak betapa adikku jadi berubah?Lihat dia,seperti Pangeran Ben nampak muram wajahnya meninggalkan Indonesia.Kau bicaralah dengannya.Kalian sama2 pria pasti saling mengerti."
Asistennya hanya bisa mencuri pandang ke arah kedua pangeran kerajaan Brunei itu,'Ternyata memiliki tahta dan gelar kebangsawanan tetap tak bisa memberi kebahagiaan.Aku jadi bersyukur setidaknya aku tahu Syuhada mencintaiku.Apapun halangan di depan nanti akan kami hadapi.'
◆☆INI LAGU PRAMUKA,MADE IN INDONESIA....
Razi dan para pembesar kerajaan menyambut kedatangan Ben dengan meriah.Ben mendapat pelukan hangat dan erat dari ayahandanya,"Kau kembali Nak!!Tuhan masih memberkatiku."
Emil juga mendapat pelukan ayahnya,"Putraku kau tidak apa2 kan?Bagaimana lukamu?Apa sudah sembuh?Pemerintah Indonesia sudah menangkap pelaku perampokan itu.Ayah pastikan mereka akan lama dipenjara."
Emil hanya bisa menjawab,"Emil baik ayah.Ayah tak perlu cemas...Kakak juga sudah kembali...Emil sudah melakukan perintah ayah..."
Semuanya kembali ke istana.Didalam mobil kerajaan,Cici berkata pada suaminya,"Ada yang ingin dinda bicarakan dengan kanda Sultan."
Razi memandang isterinya itu,"Wajahmu serius sekali Dinda.Masalah penting sepertinya.Mengenai Putra mahkota kah?"
Cici mengangguk,"Benar dan isterimu ini akan mendapat keinginannya..."
Razi memandang penuh tanya,"Kau selalu begitu bila punya keinginan...untunglah Putra mahkota tak menuruni sifatmu ini..."
Cici malah bersandar di lengan suaminya itu,"Justru karena itu makanya aku harus bicara denganmu karena aku yakin ia takkan berani bicara padamu...aku kenal putraku..."
Razi hanya bisa tersenyum bahagia,kini keluarganya lengkap kembali.Itu yang penting sekarang.Putranya sudah kembali. Akan berhasilkah Cici melunakkan hati Razi?
**see you next eps**
