{eps 29 - 39 }
DIMANA CINTA HADIR DI TENGAH INTRIK KEPALSUAN....
Eps 29 ♡ Tabir Kepalsuan ( Save already )
***** Pasti banyak yang menebak itu adalah sepasang mata milik Danang ya?Kalian salah.Itu sepasang mata wanita.Seorang wanita yang penuh iri,benci,cemburu dan amarah melihat bagaimana Evi telah merebut perhatian pria yang sangat diinginkannya."Ingin rasanya aku melenyapkan wanita kampung itu.Apa sih istimewanya dia.Masih apalah apalah gue.Lagian nemu di mana sih Irwan perempuan udik kayak gitu.Cara makan aja ga bisa.Makan kayak orang barbar saja.Sepertinya ini kesempatanku untuk menyingkirkannya jauh2 dari Pangeran gue.Mumpung lagi ga ada yang mengawal dia."pikir wanita misterius itu sambil mengendap- endap menuju toilet.Namun sebuah suara menghentikan langkahnya,"Nona Rita Rivers apa yang kaulakukan di lantai ini?"
Ya wanita itu adalah Rita,wanita yg ribut dengan Evi di restoran.Rita tentu saja kaget dan melihat Danang bersandar di sebuah pilar." Oh Si Kakak Tiri rupanya,...bikin kaget saja.Apa aku tak boleh ke toilet?"kelit Rita.Danang tertawa sinis,"Kau tak bisa membodohiku.Aku tahu kelicikanmu.Tapi kurasa kau lupa bahwa lantai ini terlarang untukmu.Ayahmu sendiri yang telah membuat peraturan itu untukmu karena sikapmu yang selalu mengganggu Irwan ke mana saja sampai2 sebuah tender besar hampir saja lepas.Ayahmu sangat malu dengan ulahmu itu dan berjanji bila sampai kau ketahuan menginjak lantai teratas gedung ini maka kau akan dikirim ke luar negeri.Kau masih ingat tentunya perjanjian itu bukan?Atau kutelpon saja Ayahmu biar dia bersiap2 mengirimmu ke luar negeri."
"Kumohon jangan sampai ayahku tahu kalau aku melanggar perintahnya.Baiklah aku akan pergi tapi jangan bilang padaku kau juga tertarik dengan wanita kampung itu.Aku heran dengan kalian para pria kelas atas tapi selera kok rendahan."kata Rita sebelum melangkah pergi.
Danang menunggu sampai Rita benar2 pergi,baru ia mendekati toilet tempat Evi berada.Sementara itu,Evi sedang asyik membelai pipinya yang tadi dicium Irwan.Apalagi saat melihat cincin berlian di jari manisnya,hatinya bagai melayang."Perkenalkan saya adalah Nyonya Irwan Sutedja...isteri dari Irwan Sutedja."
Evi senyum2 sendiri di depan cermin.Namun senyumnya langsung hilang dan berubah ketakutan saat ia melihat bayangan Danang di cermin.Evi segera menuju pintu tapi Danang berdiri di depan pintu."Mau apa kau ?!"tanya Evi.
"Aku tak mengira ternyata kau itu sangat menarik.Aku sepertinya telah melakukan kesalahan dengan melepasmu ke tangan adikku.Ini tidak benar!Harusnya aku yang memberikan cincin itu dan bukan Irwan."Kata Danang.
"Kumohon hentikan semua ini!Berhentilah menyakiti orang apalagi adikmu sendiri.Bicaralah padanya tentang keinginanmu,ia pasti mengerti.Irwan...."melihat Evi membela Irwan,Danang makin kesal.
"Kau yang harus berhenti!Berhenti menyebut nama itu ....apalagi di hadapanku..!Aku tidak suka.Atau jangan2 kau sudah jatuh cinta padanya?Benar begitu?"
Danang menunggu sampai Rita benar2 pergi,baru ia mendekati toilet tempat Evi berada.Sementara itu,Evi sedang asyik membelai pipinya yang tadi dicium Irwan.Apalagi saat melihat cincin berlian di jari manisnya,hatinya bagai melayang."Perkenalkan saya adalah Nyonya Irwan Sutedja...isteri dari Irwan Sutedja."
Evi senyum2 sendiri di depan cermin.Namun senyumnya langsung hilang dan berubah ketakutan saat ia melihat bayangan Danang di cermin.Evi segera menuju pintu tapi Danang berdiri di depan pintu."Mau apa kau ?!"tanya Evi.
"Aku tak mengira ternyata kau itu sangat menarik.Aku sepertinya telah melakukan kesalahan dengan melepasmu ke tangan adikku.Ini tidak benar!Harusnya aku yang memberikan cincin itu dan bukan Irwan."Kata Danang.
"Kumohon hentikan semua ini!Berhentilah menyakiti orang apalagi adikmu sendiri.Bicaralah padanya tentang keinginanmu,ia pasti mengerti.Irwan...."melihat Evi membela Irwan,Danang makin kesal.
"Kau yang harus berhenti!Berhenti menyebut nama itu ....apalagi di hadapanku..!Aku tidak suka.Atau jangan2 kau sudah jatuh cinta padanya?Benar begitu?"
Evi bingung harus menjawab apa,ia takut jawabannya makin membuat Danang membenci Irwan dan keselamatan Irwan dipertaruhkan di sini."Aku ini hanyalah korban dari ambisimu.Aku hanya alat bagimu.Aku sadar siapa diriku,tak mungkin aku berani melakukan itu.Hentikanlah semua ini,biarkan aku dan keluargaku hidup tenang.Meski kami orang miskin,hidup serba pas2an,tapi kami bahagia."jawab Evi berkaca2.
"Bagus kau tahu diri.Kau dan Irwan itu dunia yg berbeda.Sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Ibarat langit dan bumi,api dan air,utara dan selatan,atas dan bawah....(jangan bilang 'atas' deh...kenapa?....kita kan tidak boleh menghina siapapun....iya.kau benar.Tuhan saja tidak pernah memandang hina apapun....lihat aja binatang2 yg hidup di dasar laut mereka ngeri2 lho bentuknya tapi Tuhan tetap memperhatikan mereka....wah kamu kebanyakan nonton 'Finding Nemo' nih...habis ceritanya menyentuh walau dikemas lucu....kamu sayang sama Evi ya?....iyalah,dia itu
"Bagus kau tahu diri.Kau dan Irwan itu dunia yg berbeda.Sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Ibarat langit dan bumi,api dan air,utara dan selatan,atas dan bawah....(jangan bilang 'atas' deh...kenapa?....kita kan tidak boleh menghina siapapun....iya.kau benar.Tuhan saja tidak pernah memandang hina apapun....lihat aja binatang2 yg hidup di dasar laut mereka ngeri2 lho bentuknya tapi Tuhan tetap memperhatikan mereka....wah kamu kebanyakan nonton 'Finding Nemo' nih...habis ceritanya menyentuh walau dikemas lucu....kamu sayang sama Evi ya?....iyalah,dia itu
tulus.susah lho cari orang yang tulus dan....dan apa?.....dan penyayang....apalagi kalo sama Irwan....ujung2nya ke situ juga...dah lanjutin ceritanya ngantuk nih...eh bukannya kamu itu baru bangun tidur?...o.iya ya.....gubrakkkkk)....aku tak akan biarkan Irwan mengambilmu dariku.Kau adalah milikku.Akulah yang menemukanmu dengan susah payah."kata Danang.
"Kau yang membawaku dalam kemelut ini.Kau membuat aku tidak tahu siapa dan yang mana ...(yess!...kau ini kenapa lagi?....itu kata2 Evi barusan.Itu lirik di lagu Tabir Kepalsuan....ooo....bunder)yang harus kuikuti."kata Evi.
Tiba-tiba pintu diketuk,"Evi!Kamu masih di dalam?"
Tiba-tiba pintu diketuk,"Evi!Kamu masih di dalam?"
"Itu suara Irwan...."Evi gembira dan beranjak menuju pintu.
Danang menahan tangan Evi,"Aku akan cari jalan kau pergi dari Jakarta.Tunggu info dariku."
Danang menahan tangan Evi,"Aku akan cari jalan kau pergi dari Jakarta.Tunggu info dariku."
"Evi!...Kau baik2 saja?"tanya Irwan.
Evi segera melepaskan tangannya dan membuka pintu.Danang bersembunyi.Irwan lega melihat Evi keluar,"Aku mencemaskanmu.Hey kau berkaca2...ada apa?"
Evi segera melepaskan tangannya dan membuka pintu.Danang bersembunyi.Irwan lega melihat Evi keluar,"Aku mencemaskanmu.Hey kau berkaca2...ada apa?"
Sebenarnya Evi lega melihat Irwan dan lepas dari teror Danang."Ga cuma terharu kok kamu perhatian sekali sama aku..terima kasih banyak".
Irwan merengkuh Evi dan Evipun bersandar di bahu Irwan,"Sudah wajar seorang suami sayang dan perhatian pada isterinya.Kau ini melankolis sekali."kata Irwan.
"Melankolis?Apa itu?" tanya Evi sambil memandang wajah suaminya yang rupawan.
Merekapun berjalan sambil bercakap2 tentang karakter orang.(Kamu tahu ga soal itu?4 karakter utama...itu to melankolis,plegmatis,sanguin ama kolerik...wah kamu pinter...dulu kan kita dapat mata kuliah manajemen psikologi....oooo......bulet).
Irwan merengkuh Evi dan Evipun bersandar di bahu Irwan,"Sudah wajar seorang suami sayang dan perhatian pada isterinya.Kau ini melankolis sekali."kata Irwan.
"Melankolis?Apa itu?" tanya Evi sambil memandang wajah suaminya yang rupawan.
Merekapun berjalan sambil bercakap2 tentang karakter orang.(Kamu tahu ga soal itu?4 karakter utama...itu to melankolis,plegmatis,sanguin ama kolerik...wah kamu pinter...dulu kan kita dapat mata kuliah manajemen psikologi....oooo......bulet).
Irwan tadi denger ga ya pembicaraan Evi dengan Danang di toilet?Menurutmu?...menurutku kita kupas di eps mendatang saja ya.Keriting tangannya....salah sendiri ga pakai laptop...ga ah itu kan punya kakak...aku lebih suka pakai hp bisa diajak tidur haha...dasar..oke see you next eps.Good morning everybody.
Eps 30 // Tabir Kepalsuan ( Dingin banget hari ini )
Rapat Pemegang Saham diperkirakan akan berlangsung cukup lama.Irwan tak ingin membuat Evi menunggu maka ia minta Benigno mengantar Evi pulang.Danang sendiri juga ikut rapat karena ia juga memiliki saham.Irwan dengan berat hati melepas Evi untuk diantar pulang.
"Hari ini aku sangat senang sekali....kau tahu kenapa?"tanya Irwan sambil membelai rambut Evi.Evi menggeleng malu,ia tak mampu menatap mata pria di hadapannya itu.
"Karena kau ada disampingku...kau membuat hidupku begitu penuh warna."
Danang kesal melihat kemesraan sejoli itu,ia lalu pamit pergi duluan ke ruang rapat.Irwan melambaikan tangan padanya.Evi lega Danang sudah pergi."Pak,semua sudah siap di ruang rapat."beritahu Albi.
Irwan mencium kening Evi," Aku mungkin agak lama jadi jangan menungguku.Tidur saja lebih dulu.Juga jangan menangis lagi...aku ingin kau tersenyum. Aku ingin kau selalu bahagia....^seperti liriknya lagu vertical band ya....iya yang 'tersenyumlah'...^Ingat kau punya aku,suamimu.Kau tidak sendirian lagi.Kau sekarang adalah isteri seorang pria bernama Irwan Sutedja.Mengerti kan?"Evi mengangguk terharu.
Betapa berbedanya Irwan dan Danang.Danang selalu membuatnya takut sedang Irwan selalu menentramkan hatinya.Danang begitu kasar penuh intimidasi tapi Irwan begitu lembut penuh kasih sayang.Danang selalu menebar ancaman tapi Irwan memberi perlindungan.Danang penuh ambisi sedang Irwan bertindak dengan hati.
"Andai saja semua itu sungguh terjadi.Bahwa pernikahan kita sungguh terjadi.Bukan dibalut kepalsuan seperti ini.Alangkah bahagianya aku ini"batin Evi.
"Aku sudah ditunggu.Om,titip Evi ya.Bila sudah sampai hubungi Irwan ya Om."pesan Irwan.
"Tenang saja.Om tahu kamu ga bisa jauh dari mutiara Masambamu ini kan?Dasar pengantin baru.Bawaannya kangen melulu."goda Benigno.
Evi dan Irwan tersipu2.Mereka lalu berpisah,Irwan dan Albi menuju ruang rapat sedang Evi dan Benigno menuju lantai dasar.
Saat menuju ruang rapat Hp Irwan berbunyi,"Ya Ma.Irwan masih di kantor..Ada.Kak Danang datang kok,sudah di dalam...Apa?Kejutannya suka?Iya kak Igun yg make over....Cincin itu?Ya itu cincin yg dari Mama dulu....Iya.Cincin itu sudah menemukan pemiliknya sekarang....Mama juga setuju kan dengan pilihan Irwan?...Terimakasih Mama...Menantu Mama sudah pulang diantar Om Ben.Paling sebentar lagi juga sampai...Iya Irwan akan segera pulang.Love you Mam."
Sepanjang rapat pikiran Irwan dan Danang melayang ke satu orang.
Mereka itu mikirin Evi tahu?Sang kakak mikirin gimana bawa Evi jauh dari kehidupan adiknya sedang sang adik mikirin gimana biar Evi selalu ada didekatnya.
Sejak tadi Irwan melirik Hpnya,"Kenapa Om Ben belum kasih kabar?Apa
terjadi sesuatu di jalan?Ga aku ga boleh berpikiran buruk.Evi baik2 saja."pikiran Irwan tidak konsentrasi.
Albi mengerti kalo Bossnya itu sedang kasmaran maka ia membantu dengan beberapa presentasi.Wajah Irwan berubah ceria saat Benigno memberi kabar bahwa mereka sudah sampai.Bahwa Evi kini tengah bersama Mamanya.Irwan tersenyum lega begitupun Albi,"Wah lega gue,Pak Presdir dah kembali seperti biasanya.Serius dan fokus dalam bekerja.Ternyata cinta itu benar2 dahsyat ya.Seorang yg seperti Pak Presdir aja sampai ngeblenk dibuatnya.Bener2 deh".
"Oke...sampai dimana pembahasan kita tadi?..Oh neraca laba rugi ya...break event pointnya bagaimana.?..."Irwan benar2 jadi semangat bekerja.
Danang memperhatikan perubahan sikap Irwan dengan sinis,"Sepertinya Irwan berubah sejak ada Evi.Lebih ceria dan sering senyum2 sendiri.Kurasa aku harus bergerak cepat sebelum mereka benar2 saling jatuh cinta.Sial!!Tahu begini tidak kubawa Evi ke Jakarta.Kenapa sih Irwan selalu mendapat semua yang kuinginkan?Kasih sayang Mama,harta warisan,bisnis dan sekarang Evi!Ini tidak adil!!"
Mari kita tinggalkan 2 pria pemeran utama kita ini,kita terbang ke Kediaman Sutedja.
Evi disambut gembira oleh Inul dan keluarganya bahkan Aty ikut senang melihat penampilan Evi yang makin cantik."Cantiknya,Nyonya Muda.....seperti artis di tv2.Aty juga mau dong dimake over biar cantik gitu."
Inul tertawa mendengar omongan Aty,"Aty...Aty memang kamu mau menarik perhatian siapa?"
Inul tertawa mendengar omongan Aty,"Aty...Aty memang kamu mau menarik perhatian siapa?"
"Ya tentunya yang masih jomblo dong Nyonya Ratu,masak saya mau menarik perhatian Boss Muda Irwan...wah bisa dipecat saya nanti sama Nyonya muda Evi...lagian ga mungkin juga ....hati Boss Muda kan hanya untuk Nyonya Muda...eh Nyonya Ratu ga lihat sih tadi pagi ada yang mesra2an di ruang kerja Boss muda."
"O ya?siapa?ceritain dong!"Inul pingin tahu.Evi langsung merah mukanya.
"Iya,kak!Aku juga lihat lho."tambah Benigno.
Inul makin penasaran.Evi mengejar Aty yang mau cerita ke Mamanya Irwan."Aty,awas ya jangan bikin gosip.Jangan dengerin dia Mama!"kata Evi sambil mengejar Aty.
Inul akhirnya mendekati Benigno dan Benignopun menceritakan semuanya.Inul jadi senyum2 mendengarnya.Melihat itu sadarlah Evi kalo rahasianya sudah terbongkar.
Iapun berlari merajuk pada ayahnya,"Ayah,Evi malu....tolong Evi"
Inul makin penasaran.Evi mengejar Aty yang mau cerita ke Mamanya Irwan."Aty,awas ya jangan bikin gosip.Jangan dengerin dia Mama!"kata Evi sambil mengejar Aty.
Inul akhirnya mendekati Benigno dan Benignopun menceritakan semuanya.Inul jadi senyum2 mendengarnya.Melihat itu sadarlah Evi kalo rahasianya sudah terbongkar.
Iapun berlari merajuk pada ayahnya,"Ayah,Evi malu....tolong Evi"
Ayah Hamdan tahu bahwa putrinya tengah jatuh cinta dan iapun menyukai pria yang dipilih putrinya,"Evi pantas untuk bahagia,banyak kesusahan hidup yang dialaminya.Kematian ibunya,putus sekolah,bekerja keras demi membiayai adiknya sekolah dan rela menikah dengan orang asing demi melunasi hutang2ku pada rentenir.Putriku pantas untuk bahagia.Dan nak Irwan yang ini juga orang yang baik.Aku percaya padanya."
"Tak perlu malu Evi!Kan kamu bermesraan sama suamimu sendiri.Mama harap sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan suara tangis bayi.Cucu Mama.Benarkan Rizky?"tanya Inul.
"Benar.Kak Evi itu yang merawat Rizky dari kecil jadi sudah ga diragukan lagi kemampuannya untuk menjadi seorang ibu.Hi.hi"jawab Rizky.
"Kalian semua meledekku.Aku mau ke kamar saja."Evi merajuk lalu mohon diri untuk berganti pakaian.
"Cie...cie....malu2 tapi mau nih ye!"ledek Benigno.Evipun jadi makin tersipu2.Akankah itu akan menjadi kenyataan?*****Tunggu aja di eps selanjutnya.Good night everybody.*****
Eps 31 ☆☆ Tabir Kepalsuan : The greatest is love.
Kembali ke Kantor Irwan...
Rapat sudah selesai,semua tampak puas dengan hasil rapat.Bahkan dewan direksi ingin mengadakan jamuan makan malam untuk perayaan kembalinya Irwan sekaligus ucapan syukur karena Irwan selamat dari kecelakaan pesawat.Irwan menyetujui proposal tersebut.Semua peserta rapat sudah meninggalkan ruangan tinggal Irwan dan Albi.Irwan : " Albi,terima kasih ya buat covering kamu tadi.Untung kamu smart,jadi mereka tidak tahu kalo saya lagi ga konsent tadi.Saya tidak salah pilih kamu jadi sekretaris saya."
Albi : "Bapak bisa saja.Saya kan juga pernah jatuh cinta Bapak.Jadi saya ngerti...Beruntung sekali Bu Presdir mendapatkan Bapak."
Irwan:"Kamu salah.Justru saya yang beruntung karena mendapatkan Evi sebagai isteri saya."
Albi mengernyitkan dahinya,bingung juga ia dengan pernyataan Bossnya.Setahu dia banyak banget yang mengejar2 Bossnya itu.Mulai dari anak pejabat,artis sampai putri dari rekan2 bisnisnya.Apalagi yang namanya Rita.Bener2 bikin Irwan sampai hampir memutuskan relasi kerja dengan Tuan Rivers.
Tak terbayangkan oleh Albi bila ia menjadi Irwan.Albi mulai membayangkannya.
Albi:"Wah...sepertinya dunia milik saya kalau saya jadi Bapak.Sukses,kaya raya,tampan,pintar,tenar,diidolakan wanita,jadi trending topik,masuk tv,jadi headline di surat kabar,jadi cover majalah bisnis terkemuka,kemana2 diliput media,perusahaan dimana2,....wow!Apalah2 banget itu!!"
Irwan tersenyum melihat sekretarisnya.Irwan teringat perkataan mendiang ayahnya bahwa yang terbesar lebih dari semuanya adalah kasih sayang. sayang.Bisnis,uang,ketenaran,dan yg lainnya memang penting tapi semua itu akan sia2 bila tidak ada cinta.
Irwan:"Waktu saya bertemu dengan isteri saya di Masamba.Saya bukan siapa2.Evi tidak tahu siapa saya,pakaian saya tidak bermerk,malah cuma kaos oblong seingat saya,saya tidak datang dengan gemerlap harta bahkan saya tidak sepenuhnya ingat dengan masa lalu saya.Waktu itu saya sudah menuju dunia kematian,saya melihat ayah saya di alam bawah sadar saya.Beliau tersenyum pada saya tapi tidak memanggil saya,justru saya mendengar suara Mama di kejauhan memanggil2 nama saya,meminta saya kembali dan jangan mengikuti ayah saya tapi saya tidak melihat Mama jadi saya terus menuju pada ayah saya."
Albi berhenti membenahi dokumen,ia merinding mendengar cerita Bossnya.
Albi:"Wah kalau Bapak terus menuju Mendiang Boss Besar pasti Bapak sudah....."
Irwan:"Kau tahu siapa yang menghentikan saya?"
Albi:"Apa Bu Presdir?"
Irwan : "Kau benar.Tiba2 ada yang memegang tangan saya dan menarik saya dari alam bawah sadar.Saat saya sadar,Evilah yang memegang tangan saya sambil menangis...Saya bagai melihat Mama didalam dirinya.Saya ingat betapa bahagianya ia melihat saya waktu itu....Orang yang tidak saya kenal,orang yang tidak tahu siapa saya,bisa begitu bahagianya melihat saya.Saya tak akan pernah melupakan moment itu."
Albi : "Romantis banget sih Bapak....Saya jadi terharu."
Irwan : "Sudah,ayo kita pulang.Saya sudah lapar nih.Sudah hampir jam 8 malam."
Albi : "Lapar apa kangen ,Pak?"
Irwan menepuk pundak sekretarisnya itu.
Irwan:"Sudah mulai berani meledek Presdir ya kamu?"
Albi : " Tidak berani saya Pak.Maaf maaf."
Irwan : "Ga ....saya cuma bercanda.Saya tunggu notulen rapatnya besok di meja saya ya.Ayo pulang!"
Irwan sangat rindu dengan Evi.Ia ingin segera pulang dan melihat Evi.Irwan segera menekan tombol lift men uju lantai dasar.Kita tinggalkan Irwan yang dalam perjalanan pulang.Kita tengok sedang apa Evi sekarang.
**Kediaman Sutedja**
Evi bicara 4 mata dengan ayahnya perihal rencananya untuk mengatakan semua kebenarannya pada Irwan.
Evi tertunduk sedih.Benar kata ayahnya,bila ia mengaku semuanya pada Irwan maka Irwan pasti tidak akan memperlakukannya sebagaimana seorang suami pada isterinya.Irwan adalah publik figur,ia akan menjunjung tinggi norma dan etika.Bahkan mungkin ia akan mengadakan konferensi pers lagi untuk mengklarifikasi semuanya.Apakah ia siap dengan semua itu?
Evi : "Tapi bila Evi tidak melakukannya lalu ingatan Irwan pulih dan ia menyadari bahwa kita membohonginya,bukankah itu akan lebih buruk lagi Ayah?Ia akan membenciku Ayah,aku tak mau ia membenciku Ayah.Evi tidak mau...."
Evi menangis di pelukan Ayahnya.Andai saja,cinta tidak tumbuh di antara putrinya dan Irwan mungkin semuanya akan lebih mudah.Tapi tak seorangpun bisa memaksakan cinta.Oh.....oh..
Ayah Hamdan:"Kapan kau akan bicara pada nak Irwan,putriku?"
Evi : "Lebih cepat lebih baik Ayah sebelum Danang membawa kita pergi dari sini."
Ayah Hamdan terkejut dengan perkataan Evi tersebut.
Ayah Hamdan:"Danang bicara begitu padamu?"
Evipun menceritakan kejadian di toilet kantor Irwan sore tadi pada ayahnya.Bahkan ia juga menceritakan bahwa dalang dari sabotase pesawat Irwan adalah Danang.
Ayah Hamdan:"Ayah tak mengira kita bakal terseret dalam rencana kejahatan Danang.Pria itu benar2 berbahaya."
Tangis Evi makin menjadi.Hingga mereka tidak mendengar ketukan di pintu.Ayah Hamdan yang menghadap ke arah pintu tersenyum saat tahu siapa yang datang.
Ayah Hamdan:"Lihat suamimu sudah pulang,Evi."
Evi segera membalikkan badannya dan melihat pria yang ia tangisi,pria yang ia cintai,berdiri di hadapannya masih lengkap dengan setelan bisnisnya.
Irwan :"Benar kata Rizky,kau ada di sini.Maaf jika saya mengganggu pembicaraan ayah dan anak."
Ayah Hamdan : "Sama sekali tidak,nak Irwan.Kami sudah selesai.Evi ,ayo sambut suamimu.Ia pasti lelah habis bekerja."
Irwan : "Benar kata Ayah,Evi.Aku buru2 pulang lho masak tidak disambut?Setidaknya dapat satu pelukan gitu...Iya ga Yah?"
Evi malu2 melangkah ke arah Irwan.Irwanlah yang meraih Evi dalam dekapannya.Betapa ia merindukan isterinya itu.Evi tersenyum saat perut Irwan berbunyi.
Evi : " Kamu pasti lapar ya?Ayo kita makan,aku juga belum makan."
Irwan : "Kau belum makan?Bukannya jam makan malam sudah lewat?Bagaimana kalau kau sakit maag?"
Ayah Hamdan :"Dia menunggumu Nak Irwan.Katanya dia baru mau makan kalo kau juga makan."
Evi malu rahasianya dibongkar ayahnya.Ia memang tidak ikut makan malam karena ia tak enak makan bila Irwan belum makan juga.
Irwan : "Benarkah?How sweet....Kalo begitu kami mau makan dulu Ayah.Selamat malam Ayah!"
Evi dan Irwan berpamitan.Ayah Hamdan memandang mereka melangkah menuju ruang makan.Evi tampak bahagia disamping Irwan.
Ayah Hamdan : "Ayah doakan cinta kalian mengatasi semua kemelut ini."
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?*****see you next eps*****
Eps 32 ★★ Tabir Kepalsuan : Love rejoiceth in the truth
Dinner time....
Evi mengambilkan makanan untuk Irwan.Irwan melepas jasnya dan merekapun mulai makan bersama sambil berbincang2.Irwan : " Kalau makan berdua begini jadi ingat saat di Masamba ya?Kau memasak di dapur,asap mengepul dan kadang wajahmu jadi kotor terkena arang.Apalagi kalau Rizky lagi usil ,dapur langsung berubah seperti pasar.Rame banget.Aku menikmati sekali masa2 itu."
Evi memandang Irwan penuh kekaguman.Meski memiliki segalanya,tetap saja Irwan menghargai hal2 yang sederhana bahkan jauh dari kata mewah.
Evi : " Maaf ya waktu itu kami membuatmu melakukan hal2 yang tak seharusnya kau lakukan.Kau sampai mencari kayu bakar,menimba air,membantu di ladang dan kami hanya bisa memberimu makanan yang ala kadarnya.Tidak seperti di sini,semua lengkap,ada buah,ada ikan,daging,bahkan puding."
Evi merasa inilah saat yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya pada Irwan.
Evi : "Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?Sesuatu yang sudah lama ingin kuungkapkan padamu mengenai hubungan kita.Aku ingin jujur padamu."
Irwan meletakkan alat makan dan siap untuk mendengarkan perkataan Evi.
Irwan : "Apa yang ingin kau katakan?Sepertinya serius sekali.Aku jadi penasaran."
Irwan meraih jemari Evi dan memandangnya dengan penuh rasa ingin tahu.Evi menarik nafas dalam2.
Evi : " Sebenarnya kita ....maksudku aku dan kau tidak..."
Tiba2 seseorang muncul dan menghentikan pengakuan Evi.
Danang : " Wah wah!Kalian makan enak..ga ajak2 ya."
Bagai mendengar petir,Evi sontak terkejut dan tumpahlah minumannya membasahi meja yang terbuat dari marmer putih itu.
Evi : " Maaf,aku tidak sengaja..."
Irwan : " Tidak apa2 biar Aty yang membersihkannya.Kak Danang sih bikin kaget saja."
Danang menatap tajam pada Evi,ia tahu Evi mau berkata apa tadi.Untung ia segera bertindak.
Danang : " Wah minumannya warnanya merah seperti darah..Jadi ingat masa kecil kita dulu ya Wan?Aku pernah memukul hidungmu sampai berdarah.Aku ingat Mama marah sekali waktu itu."
Evi ngeri mendengarnya.Danang sepertinya tahu ia mau berterus terang pada Irwan.
Irwan : "Itu kan sudah lama sekali,Kak..Irwan sudah melupakannya."
Evi tidak tahan berada dekat dengan Danang.Pria itu benar2 membuatnya ketakutan.Kata2nya selalu mengandung ancaman.Evi mendekati Irwan.
Evi : " Sudah malam.Kau pasti sangat lelah.Mungkin sebaiknya kita segera tidur."
Evi : " Aku malah jadi lupa dengan apa yg ingin kukatakan tadi."
Evi sebenarnya tidak ingin membohongi Irwan tetapi kehadiran Danang benar2 mengintimidasi dirinya.Mereka lalu berpamitan pada Danang.Danang memandang dengan tajam kepergian dua insan itu.
Danang : " Aty!!!Sini cepat!"
Aty datang dengan tergopoh2,"Ada apa Tuan ?"
Danang menunjuk pada meja makan,"Kamu beresin tuh !Aku ngantuk.Cepat sana kerjakan!"
Danang pergi dengan kesal.Hari ini banyak hal yg membuat ia kesal.Dan semuanya berkisar di satu nama: Irwan Sutedja.
Aty geleng2 kepala melihat majikannya itu,"Sehari ga bete gitu kenapa sih Tuan Danang itu?Apa perlu saya nyanyikan: bete2....ah...".Kita tinggalkan Aty yg sedang goyang morena.Kita menuju kamar sejoli kita.Irwan dan Evi.
Usai mandi,Irwan meminum obat dari dokter.Evi yang menyiapkan semuanya.
Irwan : " O ya besok perusahaanku mengadakan jamuan makan untuk perayaan sekaligus ucapan syukur,jadi kau ikut denganku.Kau kan Nyonya Irwan Sutedja sekarang."
Evi cuma mengangguk,"Semoga aku tidak akan membuatmu malu di pesta itu"pikir Evi.Seperti biasa sebelum tidur,Irwan selalu minta Evi bernyanyi.
Evi : "Iya di toko tempat aku bekerja,Yang Punya toko selalu muter lagu2 dangdut.Katanya sih untuk menarik pembeli.Jadi karena tiap hari denger lama2 aku jadi hafal.Jadi suka nyanyi juga.Tapi paling sering jadi penyanyi kamar mandi.he he"
Irwan berbaring sambil menghadap ke arah Evi.Seperti biasa guling dan bantal jadi batas di antara mereka.
Irwan : "Pantas kalau kamu di kamar mandi,Rizky pasti bilang ^mulai deh konsernya^,rupanya ini maksudnya.Kenapa kalau di kamar mandi di sini kamu ga nyanyi kayak di Masamba?"
Evi:"Malu ah ntar dikira aku ngapain lagi...nanti kalo Mama denger gimana?"
Irwan : "Kenapa harus malu?Suaramu itu bagus lho.Coba deh Mama denger pasti kamu bakal dikenalin sama temen2 Mama,mereka orang2 berkompeten di bidang nyanyi.Siapa tahu kamu bakal jadi penyanyi dangdut terkenal nanti.Janji sama aku ya kalo bener kamu jadi tenar nanti kamu buat konser spesial buat aku.Jadi lagunya semuanya kesukaan aku.Janji?"
Evi : "Ihh...apaan sih siapa juga yang mau denger suara aku?Paling cuma kamu,Ayah sama Rizky...yang tenar itu malah kamu,lihat aja ga perlu nyanyi namamu sudah dikenal orang,dipuja2 para wanita apalagi si Rita itu!"
Evi : "Tuh kan seneng punya banyak penggemar cewek...dasar!"
Irwan : "Eh bukan gitu,aku tuh ketawa karena aku seneng banget lihat kamu ga sengaja nglempar daging steak ke arah bajunya Rita.Baru kali ini lho ada yg berani nantang dia.Hebat!Hebat!"
Evi seneng juga lihat Irwan tertawa lepas.Saking lepasnya sampai batuk2.
Evi segera memberinya minum.
Evi : "Sudah ...jadi dinyanyiin ga?"
Irwan : "Jadi dong.Nyanyi nyanyi..."
Evipun bernyanyi...."tetapi cinta di atas segalanya...etc"
Irwan yang memang kelelahan dan dalam pengaruh obat dokter akhirnya tertidur.Evi menyelimutinya sambil berbisik,"Mimpi yang indah,Pangeran hatiku.Semoga Tuhan selalu menjagamu dari mara bahaya."
Evi lalu tidur di sisi yang lain.Cinta atau kejahatankah yang menang nanti?*****Tunggu eps selanjutnya.*****
Eps 33 ☆☆Tabir Kepalsuan : while ye have light,believe in the light
Malam semakin larut.Berkali-kali Evi mencoba tidur tapi hanya sebentar lalu bangun lagi.Akhirnya ia memilih untuk terjaga.Dilihatnya Irwan masih pulas tertidur.
" Tidurnya pulas sekali.Pose tidur saja wajahnya enak dilihat.Mau dilihat dari sudut manapun tetap saja ganteng.Mamanya saja secantik itu apalagi putranya.Tapi yang paling mempesona darinya adalah kepribadiannya.Penuh kehangatan dan berkharisma.Lemah lembut tapi berwibawa.Kasihan,dari kecil ternyata kau sudah disakiti oleh Danang.Aku tak bisa bayangkan kondisimu saat pesawatmu jatuh.Melihatmu dulu pingsan dengan kepala berdarah saja aku sudah tidak tega apalagi melihatmu hampir saja kehilangan nyawa.Orang yg menolongmu benar2 malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjagamu.Aku berdoa semoga ke depan nanti kau akan terus dilindungi oleh-Nya."batin Evi seraya memandangi Irwan.
Tiba2 Irwan tampak gelisah dalam tidurnya.Seperti ada yang mengganggu tidurnya.Bahkan ia mulai mengigau,"Tidak...saya tidak mau....".
Evi cemas melihat Irwan.Ia segera menyingkirkan guling dan bantal yang membatasi mereka,lalu mendekati Irwan.
Evi : "Sepertinya ia mimpi buruk.Aku bangunkan saja..Wan,..Irwan..bangun Wan!Irwan,ayo bangun.."
Irwanpun terjaga dari mimpi buruknya.Nafasnya terengah2 seperti habis dikejar sesuatu.Hal pertama yang ia lakukan adalah langsung memeluk Evi.
Evi : "Kau mimpi buruk ya?Tenanglah aku ada di sini ...tidak akan kubiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu."
Irwan : "Aku tidak tahu itu mimpi atau bukan..tapi itu seperti nyata...seperti benar2 terjadi..."
Evi mengelus2 punggung Irwan supaya pria itu lebih tenang.Setelah tenang,Evi mengambilkan Irwan minum.
Evi : " Apa yang kaulihat dalam mimpimu?"
Irwan : "Aku melihat diriku di dalam sebuah pesawat...Di atas sebuah sungai,tiba2 pesawat itu bergetar hebat dan pilotnya menyuruhku loncat ke dalam sungai tapi aku tidak mau...Sampai kemudian kepalaku terbentur dinding pesawat dan akupun jatuh ke dalam sungai....tapi tapi...."
Evi : "Tapi apa?"
Irwan : " Pilot yang mengorbankan dirinya untuk aku itu meledak bersama pesawat .....aku...aku benar2 ngeri melihatnya....Mengapa aku bermimpi seperti ini?"
Evi : " Mungkin itu bukan mimpi....tapi itu adalah sebagian dari ingatanmu..Ingatanmu mulai pulih."
Irwan : " Mungkin kau benar...besok aku akan melihat berkas kecelakaan pesawatku...aku berhutang nyawa pada pilot itu".
Evi : "Jika aku jadi pilot itu aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu."
Irwan meraih jemari Evi.
Irwan : "Kau ini bicara apa.Jangan bicara sembarangan lagi.Nyawa itu sangat berharga."
Evi memandang Irwan sambil berkata dalam hatinya,"Bagiku kau lebih berharga dari nyawaku sendiri,Irwan.Kau adalah nyawa hidupku."
Sedikit demi sedikit cahaya terang mulai menyinari kegelapan di Jakarta.Demikian pula di dalam ingatan Irwan.Ingatannya sedikit demi sedikit mulai kembali.Akankah Irwan ingat bahwa ia tak pernah menikah dengan Evi di catatan sipil di Masamba?Akankah ia berhenti mencintai Evi atau malah membencinya?Banyak amat pertanyaannya,segini dulu yach,dah pagi nih....****see you next eps****
" Tidurnya pulas sekali.Pose tidur saja wajahnya enak dilihat.Mau dilihat dari sudut manapun tetap saja ganteng.Mamanya saja secantik itu apalagi putranya.Tapi yang paling mempesona darinya adalah kepribadiannya.Penuh kehangatan dan berkharisma.Lemah lembut tapi berwibawa.Kasihan,dari kecil ternyata kau sudah disakiti oleh Danang.Aku tak bisa bayangkan kondisimu saat pesawatmu jatuh.Melihatmu dulu pingsan dengan kepala berdarah saja aku sudah tidak tega apalagi melihatmu hampir saja kehilangan nyawa.Orang yg menolongmu benar2 malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjagamu.Aku berdoa semoga ke depan nanti kau akan terus dilindungi oleh-Nya."batin Evi seraya memandangi Irwan.
Evi cemas melihat Irwan.Ia segera menyingkirkan guling dan bantal yang membatasi mereka,lalu mendekati Irwan.
Evi : "Sepertinya ia mimpi buruk.Aku bangunkan saja..Wan,..Irwan..bangun Wan!Irwan,ayo bangun.."
Irwanpun terjaga dari mimpi buruknya.Nafasnya terengah2 seperti habis dikejar sesuatu.Hal pertama yang ia lakukan adalah langsung memeluk Evi.
Evi : "Kau mimpi buruk ya?Tenanglah aku ada di sini ...tidak akan kubiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu."
Irwan : "Aku tidak tahu itu mimpi atau bukan..tapi itu seperti nyata...seperti benar2 terjadi..."
Evi mengelus2 punggung Irwan supaya pria itu lebih tenang.Setelah tenang,Evi mengambilkan Irwan minum.
Evi : " Apa yang kaulihat dalam mimpimu?"
Irwan : "Aku melihat diriku di dalam sebuah pesawat...Di atas sebuah sungai,tiba2 pesawat itu bergetar hebat dan pilotnya menyuruhku loncat ke dalam sungai tapi aku tidak mau...Sampai kemudian kepalaku terbentur dinding pesawat dan akupun jatuh ke dalam sungai....tapi tapi...."
Evi : "Tapi apa?"
Irwan : " Pilot yang mengorbankan dirinya untuk aku itu meledak bersama pesawat .....aku...aku benar2 ngeri melihatnya....Mengapa aku bermimpi seperti ini?"
Evi : " Mungkin itu bukan mimpi....tapi itu adalah sebagian dari ingatanmu..Ingatanmu mulai pulih."
Irwan : " Mungkin kau benar...besok aku akan melihat berkas kecelakaan pesawatku...aku berhutang nyawa pada pilot itu".
Evi : "Jika aku jadi pilot itu aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu."
Irwan meraih jemari Evi.
Irwan : "Kau ini bicara apa.Jangan bicara sembarangan lagi.Nyawa itu sangat berharga."
Evi memandang Irwan sambil berkata dalam hatinya,"Bagiku kau lebih berharga dari nyawaku sendiri,Irwan.Kau adalah nyawa hidupku."
Sedikit demi sedikit cahaya terang mulai menyinari kegelapan di Jakarta.Demikian pula di dalam ingatan Irwan.Ingatannya sedikit demi sedikit mulai kembali.Akankah Irwan ingat bahwa ia tak pernah menikah dengan Evi di catatan sipil di Masamba?Akankah ia berhenti mencintai Evi atau malah membencinya?Banyak amat pertanyaannya,segini dulu yach,dah pagi nih....****see you next eps****
Eps 34 □□ Tabir Kepalsuan : Let not your heart be troubled
Pagi2 Irwan sudah di ruang kerjanya bicara di telpon dengan Benigno.Pikirannya terus melayang pada mimpinya semalam.
Irwan : "Om,tolong semua berkas mengenai kecelakaan pesawatku dikumpulkan dan taruh di meja aku di kantor.Selesai meeting Tinjauan Management Irwan mau melihatnya.Ada beberapa hal yang mau Irwan bahas juga dengan Om.Mohon tunggu di kantor Irwan kalau Irwan belum selesai meetingnya,ya Om?"
Benigno : "Siap 86 Pangeranku!O ya data yang Irwan minta waktu itu juga sudah Om siapin.Itu daftar karyawan perusahaan kita yang melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada yang aneh di sana.Nanti saja Om beritahu."
Irwan : "Maaf ya Om merepotkan terus.Konsep jamuan nanti malam bagaimana Om?"
Benigno : "Biasa standing party cuma saran Om kau harus lebih memperhatikan Evi karena Rita cs pasti juga hadir di sana.Pasti ia akan mencari cara untuk balas dendam pada isterimu."
Irwan : " Om benar.Irwan akan mendengarkan saran Om.Terima kasih ya Om.Sampai ketemu di kantor."
Begitu Irwan menutup telpon,terdengar ketukan di pintu.
Irwan : " Ya masuk saja!"
Ternyata Evi yang datang.Ia masuk diikuti Aty yg membawa satu nampan berisi sarapan 2 porsi.
Irwan : " Wah ada apa ini?"
Evi : "Mama yang suruh.Kata Beliau kalau sudah masuk ruang kerja kamu suka lupa waktu dan lupa makan.Jadi kubawa saja sarapannya ke sini."
Aty : "Saya permisi.Selamat menikmati sarapan berdua."
Evi : "Terima kasih kak Aty".
Begitu Aty pergi,Irwan mendekati Evi.
Irwan : "Beneran Mama yg suruh?Bukan ide kamu sendiri?"
Evi jadi malu ditanya begitu.Itu adalah idenya tapi Mama Irwan juga mendukung dan setuju.
Irwan :"Kok malah diem?Bener kan itu ide kamu sendiri?Kamu hanya mau makan kalau aku juga makan kan?Ngaku aja kalau ga ...aku ga mau makan ah!"
Irwan berlagak buang muka dan melipat tangan di depan dada.Evi jadi sedih melihat Irwan malah ga mau makan.
Evi : "Iye..iye..memang ide aku.Tapi Mama ngijinin kok.Aku hanya ga mau kau sakit.Apalagi habis ini kau masih kerja.Jadi mau makan ya?"
Irwan senang sekali dengan perhatian isterinya itu.Tapi ia juga senang menggoda Evi.
Irwan : "Ga ah....."
Evi : "Kok ga mau sih?Ini enak lho,lihat....aku coba ya?mmmmh..enak maknyus...cobain deh,nih!"
Evipun menyuapi Irwan.Irwan tersenyum2.Memang ia ingin disuapi oleh Evi.
Irwan : "Kau juga harus makan.Nih biar kusuapi juga."
Evi jadi malu disuapi Irwan.Apalagi Irwan memandangnya begitu rupa.Tak sanggup ia menatap balik.
Evi : "Kamu ngerjain aku ya?Dasar....julit.!"
Irwan : "Kamu tuh yang julit...pakai bawa2 nama Mama segala...padahal kamu maunya berduaan dengan aku kan?Tuh...mukanya merah tuh!"
Evi : "Aku pergi aja deh....daripada dikerjain terus sama Pangeran Julit!"
Evi melangkah hendak menuju pintu.Tapi Irwan meraih tangannya.
Irwan : " Eiit!Tidak boleh pergi!Mengerjakan segala sesuatu harus sampai selesai dong....sarapannya kan belum habis.Janji deh ga julit lagi.Temani aku makan ya."
Evi pura2 ngambek.Padahal dalam hatinya ia senang sekali tangannya dipegang Irwan.
Irwan : " Ayolah Nyonya Irwan Sutedja...jangan manyun gitu dong!Apa kamu mau suamimu ini perutnya keroncongan kayak kemarin.Habis ini aku masih rapat tinjauan management lho.Kalo aku pingsan gimana?Kamu mau aku sakit?"
Evi : "Ga ...aku ga mau..."
Irwan : "Kok ga mau??"
Evi lalu berbalik dan menyuruh Irwan duduk.
Evi : "Aku ga mau kamu sakit,Tuan Irwan Sutedja.Ayo sekarang sarapannya dihabisin."
Irwan tersenyum.Merekapun makan berdua.
Sementara itu di ruang makan tampak Danang baru saja tiba.Ia menarik kursi dan duduk untuk sarapan.
Dilihatnya kursi utama kosong.Kursi yang biasa diduduki Irwan.
Danang : "Kok sepi Ma?Yang lain mana?Kayaknya aku ga kesiangan deh.Masih pagi."
Inul : "Maksud kamu Irwan?"
Danang : "Iyalah Ma.Tuh anak kan paling rajin kalo sarapan.Tumben ga ada.Atau gantian bangun kesiangan.Mentang2 sudah punya isteri ya."
Aty kesal melihat Danang menjelek2kan Irwan.
Aty : " Tuan Danang salah.Boss Muda pagi2 sudah bangun.Malah sekarang sedang sarapan sama Nyonya muda.So sweet gitu deh..."
Danang : "Sarapan berdua?Di mana?"
Aty :"Di ruang kerja Boss muda.Pasti romantis banget..."
Mendengar itu selera makan Danang langsung hilang.Ia pun minum dan beranjak pergi dengan wajah kesal.
Inul : " Lho kok ga dihabisin sarapannya ,Sayang?"
Danang : "Lagi males Ma.Danang berangkat dulu Ma!"
Aty heran melihat sikap Danang yang langsung berubah begitu dengar Irwan sarapan berdua dengan Evi.
Aty : "Kok kelihatannya Tuan Danang kesal gitu ya Nyonya?Apa masakan Aty ga enak ya?"
Inul : "Masakanmu enak seperti biasanya kok.Mungkin Danang lagi ga selera makan aja.Lagian biasanya malah jarang sarapan kan?Masih mending sudah makan beberapa suap tadi.Setidaknya perutnya ga kosong.Kamu sudah sarapan belum?"
Aty : "Habis ini Nyonya.Nyonya perhatian sekali seperti Boss muda."
Inul : " Aku ini kan Mamanya.Gimana sih kamu?"
Aty : "O iya ....kok Aty bisa lupa ya?Ups."
Danang sengaja melewati ruang kerja Irwan.Ia ingin tahu benarkah Evi bersama Irwan.Ia melihat Evi mengusap sesuatu di bibir Irwan dengan tissue.Irwan sendiri tak lepas pandangannya dari wajah Evi.
Danang makin kesal melihatnya,"Sebel!!!Sebel!!Makin hari bukannya makin jauh malah makin lengket aja kayak perangko.Pakai acara sarapan berdua lagi.Bener2 gue nyesel banget bawa Evi ke Jakarta.Ujung2nya Irwan juga yang dapat.Sial!Bikin bete aja!"
Danang makin bertekad memisahkan Evi dari Irwan.
Danang: "Pokoknya apapun yang membuat Irwan bahagia akan aku renggut.Termasuk Evi.Tak akan kubiarkan Irwan bahagia.Akan kubuat ia kehilangan semuanya.Termasuk kehilangan cintanya.Lihat saja nanti!"
See you*****
Irwan : "Om,tolong semua berkas mengenai kecelakaan pesawatku dikumpulkan dan taruh di meja aku di kantor.Selesai meeting Tinjauan Management Irwan mau melihatnya.Ada beberapa hal yang mau Irwan bahas juga dengan Om.Mohon tunggu di kantor Irwan kalau Irwan belum selesai meetingnya,ya Om?"
Benigno : "Siap 86 Pangeranku!O ya data yang Irwan minta waktu itu juga sudah Om siapin.Itu daftar karyawan perusahaan kita yang melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada yang aneh di sana.Nanti saja Om beritahu."
Irwan : "Maaf ya Om merepotkan terus.Konsep jamuan nanti malam bagaimana Om?"
Benigno : "Biasa standing party cuma saran Om kau harus lebih memperhatikan Evi karena Rita cs pasti juga hadir di sana.Pasti ia akan mencari cara untuk balas dendam pada isterimu."
Begitu Irwan menutup telpon,terdengar ketukan di pintu.
Irwan : " Ya masuk saja!"
Ternyata Evi yang datang.Ia masuk diikuti Aty yg membawa satu nampan berisi sarapan 2 porsi.
Irwan : " Wah ada apa ini?"
Evi : "Mama yang suruh.Kata Beliau kalau sudah masuk ruang kerja kamu suka lupa waktu dan lupa makan.Jadi kubawa saja sarapannya ke sini."
Aty : "Saya permisi.Selamat menikmati sarapan berdua."
Evi : "Terima kasih kak Aty".
Begitu Aty pergi,Irwan mendekati Evi.
Irwan : "Beneran Mama yg suruh?Bukan ide kamu sendiri?"
Evi jadi malu ditanya begitu.Itu adalah idenya tapi Mama Irwan juga mendukung dan setuju.
Irwan :"Kok malah diem?Bener kan itu ide kamu sendiri?Kamu hanya mau makan kalau aku juga makan kan?Ngaku aja kalau ga ...aku ga mau makan ah!"
Irwan berlagak buang muka dan melipat tangan di depan dada.Evi jadi sedih melihat Irwan malah ga mau makan.
Evi : "Iye..iye..memang ide aku.Tapi Mama ngijinin kok.Aku hanya ga mau kau sakit.Apalagi habis ini kau masih kerja.Jadi mau makan ya?"
Irwan senang sekali dengan perhatian isterinya itu.Tapi ia juga senang menggoda Evi.
Irwan : "Ga ah....."
Evi : "Kok ga mau sih?Ini enak lho,lihat....aku coba ya?mmmmh..enak maknyus...cobain deh,nih!"
Irwan : "Kau juga harus makan.Nih biar kusuapi juga."
Evi jadi malu disuapi Irwan.Apalagi Irwan memandangnya begitu rupa.Tak sanggup ia menatap balik.
Evi : "Kamu ngerjain aku ya?Dasar....julit.!"
Irwan : "Kamu tuh yang julit...pakai bawa2 nama Mama segala...padahal kamu maunya berduaan dengan aku kan?Tuh...mukanya merah tuh!"
Evi : "Aku pergi aja deh....daripada dikerjain terus sama Pangeran Julit!"
Evi melangkah hendak menuju pintu.Tapi Irwan meraih tangannya.
Irwan : " Eiit!Tidak boleh pergi!Mengerjakan segala sesuatu harus sampai selesai dong....sarapannya kan belum habis.Janji deh ga julit lagi.Temani aku makan ya."
Evi pura2 ngambek.Padahal dalam hatinya ia senang sekali tangannya dipegang Irwan.
Irwan : " Ayolah Nyonya Irwan Sutedja...jangan manyun gitu dong!Apa kamu mau suamimu ini perutnya keroncongan kayak kemarin.Habis ini aku masih rapat tinjauan management lho.Kalo aku pingsan gimana?Kamu mau aku sakit?"
Evi : "Ga ...aku ga mau..."
Irwan : "Kok ga mau??"
Evi lalu berbalik dan menyuruh Irwan duduk.
Evi : "Aku ga mau kamu sakit,Tuan Irwan Sutedja.Ayo sekarang sarapannya dihabisin."
Irwan tersenyum.Merekapun makan berdua.
Sementara itu di ruang makan tampak Danang baru saja tiba.Ia menarik kursi dan duduk untuk sarapan.
Danang : "Kok sepi Ma?Yang lain mana?Kayaknya aku ga kesiangan deh.Masih pagi."
Inul : "Maksud kamu Irwan?"
Danang : "Iyalah Ma.Tuh anak kan paling rajin kalo sarapan.Tumben ga ada.Atau gantian bangun kesiangan.Mentang2 sudah punya isteri ya."
Aty kesal melihat Danang menjelek2kan Irwan.
Aty : " Tuan Danang salah.Boss Muda pagi2 sudah bangun.Malah sekarang sedang sarapan sama Nyonya muda.So sweet gitu deh..."
Danang : "Sarapan berdua?Di mana?"
Aty :"Di ruang kerja Boss muda.Pasti romantis banget..."
Mendengar itu selera makan Danang langsung hilang.Ia pun minum dan beranjak pergi dengan wajah kesal.
Inul : " Lho kok ga dihabisin sarapannya ,Sayang?"
Danang : "Lagi males Ma.Danang berangkat dulu Ma!"
Aty heran melihat sikap Danang yang langsung berubah begitu dengar Irwan sarapan berdua dengan Evi.
Aty : "Kok kelihatannya Tuan Danang kesal gitu ya Nyonya?Apa masakan Aty ga enak ya?"
Inul : "Masakanmu enak seperti biasanya kok.Mungkin Danang lagi ga selera makan aja.Lagian biasanya malah jarang sarapan kan?Masih mending sudah makan beberapa suap tadi.Setidaknya perutnya ga kosong.Kamu sudah sarapan belum?"
Aty : "Habis ini Nyonya.Nyonya perhatian sekali seperti Boss muda."
Inul : " Aku ini kan Mamanya.Gimana sih kamu?"
Aty : "O iya ....kok Aty bisa lupa ya?Ups."
Danang makin kesal melihatnya,"Sebel!!!Sebel!!Makin hari bukannya makin jauh malah makin lengket aja kayak perangko.Pakai acara sarapan berdua lagi.Bener2 gue nyesel banget bawa Evi ke Jakarta.Ujung2nya Irwan juga yang dapat.Sial!Bikin bete aja!"
Danang makin bertekad memisahkan Evi dari Irwan.
Danang: "Pokoknya apapun yang membuat Irwan bahagia akan aku renggut.Termasuk Evi.Tak akan kubiarkan Irwan bahagia.Akan kubuat ia kehilangan semuanya.Termasuk kehilangan cintanya.Lihat saja nanti!"
See you*****
Eps 35 || Tabir Kepalsuan : Make me walk upon mine high places
Evi melepas kepergian Irwan ke kantor dengan lambaian tangan.Inul yang mendapat mandat dari putra bungsunya untuk menemani Evi, mengajak Evi berlatih berjalan dengan sepatu hak tinggi.Ayah Hamdan sampai tertawa geli melihat putrinya berlatih.Rizky apalagi setiap kali Evi jatuh ngakaknya paling kenceng.
Rizky : " Kak Evi kayak Robocop.Lucu,ha ha ha".
Inul geleng2 kepala.Untunglah bala bantuan datang.
Aty datang membawa tamu agung.O..o siapa dia?
Inul : " Ivan!!!"
Ya, tamunya designer kondang kita : Mak Igun.
Ivan : " Mb Inul,gimana kabarnya?Wah makin kece parah kayaknya.Makin blink2 aja!Udah lihat head line surat kabar belum?"
Inul : " Memang ada berita apa lagi?"
Ivan : "Pastinya Pangeran Muda kita dong.Lihat nih aku bawa beberapa!"
Evi ikut juga melihat sebenarnya mrk itu bicarain apa kok heboh banget.Wajah Evi langsung tersipu2 saat melihat foto dirinya dan Irwan menghiasi halaman utama berbagai surat kabar.
Ivan : "Lihat nih judulnya: Berakhirnya Pencarian Irwan Sutedja,Cinderella dari Masamba,Irwan Sutedja is back,Kisah Cinta dibalik Hilangnya Sang Milyarder,...wow !!!"
Tiba2 Hp Inul berbunyi,Inul segera menerimanya.
Irwan :"Apakah Kak Igun sudah sampai di rumah kita Mama?Aku sengaja memintanya datang agar bisa membantu Mama mempersiapkan dirinya untuk jamuan nanti malam."
Inul : "Iya sudah sampai.Kok kamu tahu sih Sayang kalo Mama butuh bantuan nyiapin menantu Mama buat nanti malam?"
Irwan yang baru selesai rapat berjalan menuju ruangannya,tersenyum mendengar pertanyaan Mamanya di Hp.
Irwan : " Menantu Mama itu seperti mutiara,harus melewati berbagai proses supaya bisa menjadi perhiasan yang mempesona bahkan sangat mahal.Bicara soal Evi....Irwan jadi kangen.Boleh kasih telponnya ke Evi Mama?"
Inul : " Sudah Mama duga,ujung2nya tetep Evi kan?Pagi sarapan berdua,siang kangen2an,wah ...bener2 nih."
Inul memberikan Hpnya pada Evi.Hatinya berbunga2 mendengar suara yang sangat dirindukannya.
Sementara itu Inul berbicara dengan Ivan Gunawan memperkenalkan keluarga Evi padanya.
Irwan : "Bagaimana kabar Nyonya Irwan Sutedja siang ini?Apakah sudah makan siang?"
Evi : "Belum.Kamu sendiri sudah belum?Kapan pulangnya?"
Irwan : " Ciee....kangen ya ama aku?Aku dah pesan makan siang.Aku mau makan siang di kantor sama Om Ben.Kamu harus makan juga ya.Jangan nunggu aku soalnya paling cepet sore aku baru pulang.Banyak pekerjaan numpuk selama aku tidak ada."
Evi : "Bagus deh ada Om Ben disana nemeni kamu.Aku jadi tenang.Di sini ada kak Igun.Heboh gitu.Tuh rame kan?"
Irwan : " Emang kak Igun ke situ aku yg minta.Dia akan bantu kamu tampil confidence di acara nanti malam."
Evi : "Kalo nanti aku bikin kamu malu gimana?Aku ga mau kamu dipermalukan...."
Irwan : " Mulai deh...tenang saja.Nanti Mama juga ikut kok.Jadi kamu bisa lebih nyaman di sana.Oh ..itu Om Ben sudah datang,aku tutup dulu telponnya ya."
Evi mengembalikan lagi Hpnya pada Inul.
Evi semangat berlatih begitu Irwan ngebel.Kita tinggalkan dulu Evi yang lagi latihan menjadi peragawati.Kini kita meluncur ke kantor Irwan.
Tampak di lantai paling atas,Irwan dan Benigno sedang asyik makan siang sambil berbincang2.
Irwan :"Wah sudah lama ya Om kita ga makan bareng kayak gini?O ya tadi pagi Om bilang ada yang aneh pada daftar karyawan yg melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada apa Om?"
Benigno:"Nama kakakmu ada di daftar itu.Ia pergi 2 minggu sebelum kecelakaan pesawatmu di Mamasa.Alasannya melakukan survey lokasi untuk proyekmu di sana."
Irwan : Proyek di sana? Tak pernah sepertinya Irwan menyerahkan proyek luar pulau ke kak Danang soalnya mengurusi perusahaannya saja yg di Jawa,Kakak masih belum bisa mandiri.Masih diback up oleh Kantor Pusat."
Irwan teringat dengan mimpinya.
Irwan : " Benarkah pilot yang menerbangkan pesawatku meninggal dalam kecelakaan itu Om?Apakah perusahaan sudah memberikan kompensasi kepada keluarga almarhum?"
Benigno : " Iya,pilotnya meledak bersama pesawatnya.Soal kompensasi dan jaminan hidup untuk keluarganya sudah Om urus.Om heran bagaimana kau bisa punya ide terjun ke sungai?"
Irwan merasa berhutang budi kepada pilot tersebut.
Irwan : " Bukan Irwan yang punya ide itu Om.Itu ide pilotnya.Irwan berhutang budi pada dia Om."
Irwan lalu menceritakan mimpinya pada Benigno.Benigno terharu mendengarnya.
Benigno : "Benar kata orang bahwa untuk orang yang baik orang lain rela memberikan nyawanya.Om bangga memiliki keponakan sebaik dirimu,Irwan."
Irwan : "Tolong berikan jaminan kepada keluarganya bahwa mereka dan keturunan mereka akan selalu diterima bekerja di Perusahaan kita,Om."
Benigno : "Bagaimana dengan kakakmu?Sepertinya akhir2 ini sikapnya agak aneh.Apalagi bila ada Evi atau keluarganya.Apa kamu juga merasa begitu?"
Irwan merenung,memang ia merasa aneh juga tapi lebih ke Evi yang selalu ketakutan tiap ada kakaknya.Ada misteri apa sebenarnya.Apa masih ada yang belum ia tahu?
Irwan : "Coba Om lihat bukti2 yang dilampirkan dalam laporan nominal entertainment perjalanan dinas kak Danang.Kemana saja ia di Masamba?Bila perlu Om cek ke Masamba langsung keaslian bukti2 tersebut."
Benigno : "Om selalu siap untuk setiap tugas dari kamu.Nanti bila ada perkembangan pasti Om kabari."
Irwan :"Tapi Irwan minta masalah ini jangan sampai diketahui Mama.Irwan ga mau Mama jadi kepikiran."
Benigno : "Tentu saja.Ini akan menjadi sebuah misi rahasia."
Irwan dan Benigno lalu membahas masalah bisnis.Tentang Closing,action plan,implementasi dan lain sebagainya.Pokoknya apalah2 ruwet bin mumet.
Di tempat lain,di ball room hotel tempat akan diselenggarakannya jamuan malam,tampak seorang wanita tengah melihat2 persiapan yang sedang dilakukan oleh panitia.Kebetulan ayahnya adalah ketua panitia acara tersebut.Salah satu petugas Hotel mendekatinya,"Bagaimana Nona Rivers apa masih ada yg perlu kami siapkan?"
Ya,wanita itu adalah Rita.
Rita : "Sudah todak ada lagi.Kau boleh pergi."
Rita berencana untuk memakai jamuan malam itu sebagai ajang balas dendam pada Evi.
Rita :"Ini acara yang dihadiri oleh orang2 berkelas.Di sinilah akan kutunjukkan bahwa orang dari kelas bawah ga pantes bersanding dengan pria kelas atas apalagi selevel Irwan Sutedja.Aku akan mempermalukanmu di depan semua orang bahkan sampai Irwanpun akan malu menjadi suamimu Evi.Tunggu saja balas dendamku nanti!Jangan kau mengira karena kau adalah isteri Irwan maka aku akan diam saja,kau tidak tahu berhadapan dengan siapa.Rita Rivers kok dilawan."
Wah mau bikin ulah apa nih si Rita?Benarkah Irwan akan bereaksi seperti perkiraan Rita?Hari semakin mendekati senja..****semoga eps ini ga ngecewain,see you next eps****
Rizky : " Kak Evi kayak Robocop.Lucu,ha ha ha".
Inul geleng2 kepala.Untunglah bala bantuan datang.
Aty datang membawa tamu agung.O..o siapa dia?
Inul : " Ivan!!!"
Ya, tamunya designer kondang kita : Mak Igun.
Ivan : " Mb Inul,gimana kabarnya?Wah makin kece parah kayaknya.Makin blink2 aja!Udah lihat head line surat kabar belum?"
Inul : " Memang ada berita apa lagi?"
Evi ikut juga melihat sebenarnya mrk itu bicarain apa kok heboh banget.Wajah Evi langsung tersipu2 saat melihat foto dirinya dan Irwan menghiasi halaman utama berbagai surat kabar.
Ivan : "Lihat nih judulnya: Berakhirnya Pencarian Irwan Sutedja,Cinderella dari Masamba,Irwan Sutedja is back,Kisah Cinta dibalik Hilangnya Sang Milyarder,...wow !!!"
Tiba2 Hp Inul berbunyi,Inul segera menerimanya.
Irwan :"Apakah Kak Igun sudah sampai di rumah kita Mama?Aku sengaja memintanya datang agar bisa membantu Mama mempersiapkan dirinya untuk jamuan nanti malam."
Inul : "Iya sudah sampai.Kok kamu tahu sih Sayang kalo Mama butuh bantuan nyiapin menantu Mama buat nanti malam?"
Irwan yang baru selesai rapat berjalan menuju ruangannya,tersenyum mendengar pertanyaan Mamanya di Hp.
Irwan : " Menantu Mama itu seperti mutiara,harus melewati berbagai proses supaya bisa menjadi perhiasan yang mempesona bahkan sangat mahal.Bicara soal Evi....Irwan jadi kangen.Boleh kasih telponnya ke Evi Mama?"
Inul : " Sudah Mama duga,ujung2nya tetep Evi kan?Pagi sarapan berdua,siang kangen2an,wah ...bener2 nih."
Sementara itu Inul berbicara dengan Ivan Gunawan memperkenalkan keluarga Evi padanya.
Irwan : "Bagaimana kabar Nyonya Irwan Sutedja siang ini?Apakah sudah makan siang?"
Evi : "Belum.Kamu sendiri sudah belum?Kapan pulangnya?"
Irwan : " Ciee....kangen ya ama aku?Aku dah pesan makan siang.Aku mau makan siang di kantor sama Om Ben.Kamu harus makan juga ya.Jangan nunggu aku soalnya paling cepet sore aku baru pulang.Banyak pekerjaan numpuk selama aku tidak ada."
Evi : "Bagus deh ada Om Ben disana nemeni kamu.Aku jadi tenang.Di sini ada kak Igun.Heboh gitu.Tuh rame kan?"
Irwan : " Emang kak Igun ke situ aku yg minta.Dia akan bantu kamu tampil confidence di acara nanti malam."
Evi : "Kalo nanti aku bikin kamu malu gimana?Aku ga mau kamu dipermalukan...."
Irwan : " Mulai deh...tenang saja.Nanti Mama juga ikut kok.Jadi kamu bisa lebih nyaman di sana.Oh ..itu Om Ben sudah datang,aku tutup dulu telponnya ya."
Evi mengembalikan lagi Hpnya pada Inul.
Evi semangat berlatih begitu Irwan ngebel.Kita tinggalkan dulu Evi yang lagi latihan menjadi peragawati.Kini kita meluncur ke kantor Irwan.
Tampak di lantai paling atas,Irwan dan Benigno sedang asyik makan siang sambil berbincang2.
Irwan :"Wah sudah lama ya Om kita ga makan bareng kayak gini?O ya tadi pagi Om bilang ada yang aneh pada daftar karyawan yg melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada apa Om?"
Benigno:"Nama kakakmu ada di daftar itu.Ia pergi 2 minggu sebelum kecelakaan pesawatmu di Mamasa.Alasannya melakukan survey lokasi untuk proyekmu di sana."
Irwan : Proyek di sana? Tak pernah sepertinya Irwan menyerahkan proyek luar pulau ke kak Danang soalnya mengurusi perusahaannya saja yg di Jawa,Kakak masih belum bisa mandiri.Masih diback up oleh Kantor Pusat."
Irwan teringat dengan mimpinya.
Benigno : " Iya,pilotnya meledak bersama pesawatnya.Soal kompensasi dan jaminan hidup untuk keluarganya sudah Om urus.Om heran bagaimana kau bisa punya ide terjun ke sungai?"
Irwan merasa berhutang budi kepada pilot tersebut.
Irwan : " Bukan Irwan yang punya ide itu Om.Itu ide pilotnya.Irwan berhutang budi pada dia Om."
Irwan lalu menceritakan mimpinya pada Benigno.Benigno terharu mendengarnya.
Benigno : "Benar kata orang bahwa untuk orang yang baik orang lain rela memberikan nyawanya.Om bangga memiliki keponakan sebaik dirimu,Irwan."
Irwan : "Tolong berikan jaminan kepada keluarganya bahwa mereka dan keturunan mereka akan selalu diterima bekerja di Perusahaan kita,Om."
Benigno : "Bagaimana dengan kakakmu?Sepertinya akhir2 ini sikapnya agak aneh.Apalagi bila ada Evi atau keluarganya.Apa kamu juga merasa begitu?"
Irwan merenung,memang ia merasa aneh juga tapi lebih ke Evi yang selalu ketakutan tiap ada kakaknya.Ada misteri apa sebenarnya.Apa masih ada yang belum ia tahu?
Irwan : "Coba Om lihat bukti2 yang dilampirkan dalam laporan nominal entertainment perjalanan dinas kak Danang.Kemana saja ia di Masamba?Bila perlu Om cek ke Masamba langsung keaslian bukti2 tersebut."
Benigno : "Om selalu siap untuk setiap tugas dari kamu.Nanti bila ada perkembangan pasti Om kabari."
Benigno : "Tentu saja.Ini akan menjadi sebuah misi rahasia."
Irwan dan Benigno lalu membahas masalah bisnis.Tentang Closing,action plan,implementasi dan lain sebagainya.Pokoknya apalah2 ruwet bin mumet.
Di tempat lain,di ball room hotel tempat akan diselenggarakannya jamuan malam,tampak seorang wanita tengah melihat2 persiapan yang sedang dilakukan oleh panitia.Kebetulan ayahnya adalah ketua panitia acara tersebut.Salah satu petugas Hotel mendekatinya,"Bagaimana Nona Rivers apa masih ada yg perlu kami siapkan?"
Ya,wanita itu adalah Rita.
Rita : "Sudah todak ada lagi.Kau boleh pergi."
Rita berencana untuk memakai jamuan malam itu sebagai ajang balas dendam pada Evi.
Rita :"Ini acara yang dihadiri oleh orang2 berkelas.Di sinilah akan kutunjukkan bahwa orang dari kelas bawah ga pantes bersanding dengan pria kelas atas apalagi selevel Irwan Sutedja.Aku akan mempermalukanmu di depan semua orang bahkan sampai Irwanpun akan malu menjadi suamimu Evi.Tunggu saja balas dendamku nanti!Jangan kau mengira karena kau adalah isteri Irwan maka aku akan diam saja,kau tidak tahu berhadapan dengan siapa.Rita Rivers kok dilawan."
Wah mau bikin ulah apa nih si Rita?Benarkah Irwan akan bereaksi seperti perkiraan Rita?Hari semakin mendekati senja..****semoga eps ini ga ngecewain,see you next eps****
Eps 36 ♡♡ Tabir Kepalsuan : Cast not away therefore your confidence
Semua orang bersiap menghadiri jamuan malam.Tak terasa senja turut menghantar semua bersiap2.Ada yang bersiap untuk kebaikan tapi ada juga yang bersiap untuk sebuah pembalasan.Jadi geregetan..
Sebuah mobil mewah memasuki kediaman Sutedja.Keluar dari dalamnya Pangeran kita,siapa lagi kalo bukan Irwan ...Sumenep...
Wajah rupawan mempesona siapa saja yang memandang...cie .....
Penampilan menawan membuat tak bosan memandang...cie.
Tutur kata sopan membuat hati terbayang-bayang....cie...
Suaranya wibawanya senyumnya membuat hati melayang....
Dengan langkah riang,Irwan turun dari mobil.Hp menempel di telinga,wah gaya bisnisman gitu deh.
Irwan : "Iya Om.Ini juga baru sampai.Pastikan semuanya under control ya Om.Bukan Irwan tidak percaya sama Pak Rivers,Irwan hanya ingin pastikan semuanya berjalan dengan baik.Okay Om sampai ketemu di hotel."
Hati Irwan sudah sangat rindu ingin bertemu Evi.Sehari tak bertemu rasanya seperti setahun.Sudah terbayang di matanya Evi menyambutnya dengan pelukan hangat seperti sebelumnya.Wajah Irwan berbinar2,"Akhirnya aku sampai di rumah juga.Hati ini rasanya sudah tak sanggup lagi menahan rindu.Mutiaraku,dimana dirimu?Aku ingin segera bertemu."
Melihat Boss kesayangannya datang,Aty segera menyambut dengan antusias.
Aty : "Selamat datang Boss Muda!Bahagia sekali kelihatannya.Makin cakep deh Boss kalo lagi heppi gini"
Irwan celingukan mencari bayangan yang ia rindu2kan.
Aty : " Boss muda saya di sini!Masak segede ini ga kelihatan sih Boss?"
Irwan : "Saya tahu kamu disini Aty..tapi yang saya cari itu isteri saya.Rumah kok sepi pada kemana?Tumben?Biasanya kalo sore gitu pada kumpul di sini."
Aty : "Iya ya Boss muda.Saya juga baru menyadari.Pada kemana semua ya?Perasaan tadi rame gitu di sini.Kenapa pada ngilang ya Boss?Kok mereka ga ajak2 sih?Jadi sedih...Boss muda,Aty ditinggalin.Mereka pergi kemana Boss Muda?"
Irwan geleng2 kepala dan melepas jasnya.Bukannya memberinya jawaban,Aty malah membuatnya makin penasaran.
Irwan : "Aku yang harusnya tanya seperti itu Aty.Kok malah jadi kamu?Sudah...kamu cari ke dapur saja siapa tahu mereka di sana.Aku akan cari di kamar.Aty..Aty ada-ada saja..."
Irwan bergegas menuju kamarnya,siapa tahu Evi kecapaian menunggunya jadi ketiduran deh.
Irwan : " Evi..?"Irwan tidak melihat siapapun dikamar.Kerinduannya kini berubah menjadi kecemasan.Dimana Evi?Jangan2 sesuatu terjadi padanya?Irwan melempar jasnya ke atas tempat tidur dan segera keluar menuju kamar Mamanya.
Irwan mengetuk2 pintu kamar Mamanya.
Irwan : "Ma!Mama!Mama di dalam?"
Irwan sudah memegang handle pintu ketika tiba2 Inul keluar dan membawa Irwan menjauh dari pintu.
Inul:"Oh Irwan sayang!Kamu sudah pulang.Tumben sayang biasanya malam2 baru pulang.Pasti ada yang dikangenin ya di rumah?"
Irwan heran karena Mamanya seakan melarangnya mendekati pintu kamar.
Irwan : "Ma,katakan pada Irwan dimana Evi?"
Inul : " Evi...Dia....dia...."
Irwan memegang pundak Mamanya.Wajahnya benar2 panik sekarang.
Irwan : " Ma,jangan bikin Irwan cemas begini.Evi kenapa Ma?Evi baik2 saja kan?Ma....say something..where is she?Tell me please.."
Inul menunjuk ke arah kamarnya.Irwan bergegas menuju kamar tersebut tapi kali ini Ivan Gunawan yang menghalangi di depan pintu.
Irwan : "Evi!Evi!..Kamu di dalam?."
Ivan : "Stop!Jangan sekarang!Evi belum selesai,ga boleh diganggu dulu.Ntar make upnya rusak lagi."
Evi bukannya tak mendengar suara Irwan.Ia bahkan sudah berdiri di belakang pintu saat Irwan mengetuk tadi tapi Inul melarangnya membuka pintu.Dengan wajah sedih ia kembali ke meja rias.
Irwan berusaha menggapai tangan Evi tapi dilarang oleh Ivan.Irwan mulai kesal.Kenapa semua orang seakan menghalanginya bertemu dengan isterinya sendiri.
Irwan : "Kak Igun!Ada apa ini?"
Ivan G : "Sudah mending kamu menyiapkan diri kamu untuk acara nanti,janji deh kamu selesai kita juga selesai.Bagaimana?Kamu percaya kan ama Mak?"
Dengan berat hati Irwan dibawa pergi oleh Inul.
Irwan tampak sangat kecewa tidak bisa bertemu dengan Evi.Iapun lalu mandi dan bersiap.Dipakainya pakaian yang telah dipersiapkan Mamanya.Setelah selesai,ia duduk dengan lesu di atas tempat tidur.Dipejamkannya matanya.Saat itulah pintu dibuka dan Evi masuk dengan pakaian yang anggun.Berjalan ke arah Irwan duduk dan berdiri di hadapannya.Irwan membuka matanya dan berkaca2 melihat isterinya ada di hadapannya,tersenyum sambil mengusap pipinya.
Evi :"Kau tidak apa2?"
Irwanpun berdiri dengan takjub melihat betapa cantiknya Evi.Lalu dipeluknya Evi penuh kerinduan.
Irwan : " Aku lebih memilih kau apa adanya asal bisa selalu melihatmu.Aku tak ingin apa yang kuberikan padamu justru malah menjauhkanmu dariku."
Evi : "Aku sudah memiliki apa yang semua wanita impikan dan aku tak perlu apa2 lagi."
Ivan dan Inul melihat adegan itu dari jauh.Mereka ikut terharu.
Ivan : "Rasanya seperti melihat telenovela ya?So sweet banget.Jadi ikut mewek gue."
Inul : " Baru kali Irwan sampai hampir marah.Putraku benar2 sedang jatuh cinta."
Irwan melihat ada yang kurang,diambilnya sesuatu dari kantongnya.Evi menerimanya dengan penuh tanya.Begitu dibuka ternyata kalung berlian.
Irwan : "Biar aku pakaikan."
Disibakkannya rambut Evi lalu dipakaikannya di leher Evi.Benar2 cantik.Irwan lalu memberikan lengannya untuk digandeng Evi.Evipun menggandeng Irwan.Merekapun berjalan beriringan menuju mobil.
Ivan dan Inul satu mobil.Sedang Irwan bersama Evi naik limosin.Sopir membuka pintu untuk mempersilahkan mereka masuk.
Didalam mobil Evi menyandarkan kepalanya dibahu Irwan.Mobilpun melaju menuju lokasi pesta.
Sebuah karpet merah menyambut setiap tamu yang datang.Media massa berkerumun sibuk mengabadikannya.Tampak Rita sejak tadi sibuk melihat gaun yang ia pakai.Melenggok ke kiri ke kanan.
Rita : "Ini adalah gaun rancangan designer luar negeri papan atas.Pasti semua mata akan melihatku.Akan kubuat para wartawan,awak media,kamera,reporter whatever....semuanya hanya akan meliput diriku.Lagipula aku adalah gadis model pastinya langkahku lebih cantik dibanding si upik abu dari Masamba itu.Sengaja kubikin ada session red carpet segala biar si upik abu itu sadar kelasnya.Kurasa sudah saatnya aku muncul bak diva dari Hollywood.Pastinya semua kamera akan terarah pada kecantikanku sehingga saat Si Upik abu itu tiba,media akan mengabaikannya.Lagian apa yang bisa membuat mata orang tertuju padanya?Wajah standar,asal usul juga rakyat jelata,huh...masih apalah2 gue.Now is the show time.!!!"
Rita turun dari mobil mewahnya bersama sang ayah.Wartawan segera mengerumuni mereka.Tuan Saiful Rivers masuk lebih dulu karena putrinya malah sibuk
dengan perhatian media massa.Rita dengan bangga memamerkan bajunya,sepatunya,tasnya,semua yang ia pakai.Hingga sebuah mobil limosin berhenti dan keluarlah Irwan dengan sang cinderella kita.Evi masamba.Dari mobilnya saja para awak media tahu siapa yang datang.IRWAN SUTEDJA.
Wartawan makin tertarik meliput karena Irwan menggandeng mesra Evi.Apalagi saat Evi diminta berjalan catwalk benar2 memukau.Tampak confidence karena saat di mobil tadi Irwan memberinya tips agar tetap confidence,"Pandang orang yang paling berarti di hatimu,maka keberanian pasti muncul."
Dan Evipun memandang Irwan.Pria yang telah mencuri hatinya.Inilah namanya jatuh cinta pada suami sendiri.He he.
Rita kesal ditinggal oleh para wartawan.Mereka lebih memilih meliput Pasangan fenomenal kita.Iyalah Irwan kan bintang acara,lagipula lagi jadi trending topic dan headline.Apalagi salah satu wartawan ada yang berkata,"Lihat kalung berlian yang dipakai isteri Irwan Sutedja itu!Wow itukan kalung yang sangat mahal."
Rita kesal dan makin kesal lagi saat dengar pernyataan Irwan,"Kalung itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan betapa berartinya Evi bagi saya".
Para awak media terus mengikuti gerak gerik Irwan dan Evi.Kasihan Rita....biarin...Tapi jangan salah tuh cewek punya banyak rencana cadangan.Plan A gagal masih ada plan B.Kira2 mau ngapain lagi ya dia?*****Tenang tidak sekarang,but in next eps.*****
Sebuah mobil mewah memasuki kediaman Sutedja.Keluar dari dalamnya Pangeran kita,siapa lagi kalo bukan Irwan ...Sumenep...
Penampilan menawan membuat tak bosan memandang...cie.
Tutur kata sopan membuat hati terbayang-bayang....cie...
Suaranya wibawanya senyumnya membuat hati melayang....
Dengan langkah riang,Irwan turun dari mobil.Hp menempel di telinga,wah gaya bisnisman gitu deh.
Irwan : "Iya Om.Ini juga baru sampai.Pastikan semuanya under control ya Om.Bukan Irwan tidak percaya sama Pak Rivers,Irwan hanya ingin pastikan semuanya berjalan dengan baik.Okay Om sampai ketemu di hotel."
Hati Irwan sudah sangat rindu ingin bertemu Evi.Sehari tak bertemu rasanya seperti setahun.Sudah terbayang di matanya Evi menyambutnya dengan pelukan hangat seperti sebelumnya.Wajah Irwan berbinar2,"Akhirnya aku sampai di rumah juga.Hati ini rasanya sudah tak sanggup lagi menahan rindu.Mutiaraku,dimana dirimu?Aku ingin segera bertemu."
Melihat Boss kesayangannya datang,Aty segera menyambut dengan antusias.
Aty : "Selamat datang Boss Muda!Bahagia sekali kelihatannya.Makin cakep deh Boss kalo lagi heppi gini"
Irwan celingukan mencari bayangan yang ia rindu2kan.
Aty : " Boss muda saya di sini!Masak segede ini ga kelihatan sih Boss?"
Irwan : "Saya tahu kamu disini Aty..tapi yang saya cari itu isteri saya.Rumah kok sepi pada kemana?Tumben?Biasanya kalo sore gitu pada kumpul di sini."
Aty : "Iya ya Boss muda.Saya juga baru menyadari.Pada kemana semua ya?Perasaan tadi rame gitu di sini.Kenapa pada ngilang ya Boss?Kok mereka ga ajak2 sih?Jadi sedih...Boss muda,Aty ditinggalin.Mereka pergi kemana Boss Muda?"
Irwan : "Aku yang harusnya tanya seperti itu Aty.Kok malah jadi kamu?Sudah...kamu cari ke dapur saja siapa tahu mereka di sana.Aku akan cari di kamar.Aty..Aty ada-ada saja..."
Irwan bergegas menuju kamarnya,siapa tahu Evi kecapaian menunggunya jadi ketiduran deh.
Irwan : " Evi..?"Irwan tidak melihat siapapun dikamar.Kerinduannya kini berubah menjadi kecemasan.Dimana Evi?Jangan2 sesuatu terjadi padanya?Irwan melempar jasnya ke atas tempat tidur dan segera keluar menuju kamar Mamanya.
Irwan mengetuk2 pintu kamar Mamanya.
Irwan : "Ma!Mama!Mama di dalam?"
Irwan sudah memegang handle pintu ketika tiba2 Inul keluar dan membawa Irwan menjauh dari pintu.
Inul:"Oh Irwan sayang!Kamu sudah pulang.Tumben sayang biasanya malam2 baru pulang.Pasti ada yang dikangenin ya di rumah?"
Irwan heran karena Mamanya seakan melarangnya mendekati pintu kamar.
Irwan : "Ma,katakan pada Irwan dimana Evi?"
Inul : " Evi...Dia....dia...."
Irwan memegang pundak Mamanya.Wajahnya benar2 panik sekarang.
Irwan : " Ma,jangan bikin Irwan cemas begini.Evi kenapa Ma?Evi baik2 saja kan?Ma....say something..where is she?Tell me please.."
Inul menunjuk ke arah kamarnya.Irwan bergegas menuju kamar tersebut tapi kali ini Ivan Gunawan yang menghalangi di depan pintu.
Irwan : "Evi!Evi!..Kamu di dalam?."
Ivan : "Stop!Jangan sekarang!Evi belum selesai,ga boleh diganggu dulu.Ntar make upnya rusak lagi."
Irwan berusaha menggapai tangan Evi tapi dilarang oleh Ivan.Irwan mulai kesal.Kenapa semua orang seakan menghalanginya bertemu dengan isterinya sendiri.
Irwan : "Kak Igun!Ada apa ini?"
Ivan G : "Sudah mending kamu menyiapkan diri kamu untuk acara nanti,janji deh kamu selesai kita juga selesai.Bagaimana?Kamu percaya kan ama Mak?"
Dengan berat hati Irwan dibawa pergi oleh Inul.
Irwan tampak sangat kecewa tidak bisa bertemu dengan Evi.Iapun lalu mandi dan bersiap.Dipakainya pakaian yang telah dipersiapkan Mamanya.Setelah selesai,ia duduk dengan lesu di atas tempat tidur.Dipejamkannya matanya.Saat itulah pintu dibuka dan Evi masuk dengan pakaian yang anggun.Berjalan ke arah Irwan duduk dan berdiri di hadapannya.Irwan membuka matanya dan berkaca2 melihat isterinya ada di hadapannya,tersenyum sambil mengusap pipinya.
Evi :"Kau tidak apa2?"
Irwanpun berdiri dengan takjub melihat betapa cantiknya Evi.Lalu dipeluknya Evi penuh kerinduan.
Irwan : " Aku lebih memilih kau apa adanya asal bisa selalu melihatmu.Aku tak ingin apa yang kuberikan padamu justru malah menjauhkanmu dariku."
Evi : "Aku sudah memiliki apa yang semua wanita impikan dan aku tak perlu apa2 lagi."
Ivan dan Inul melihat adegan itu dari jauh.Mereka ikut terharu.
Ivan : "Rasanya seperti melihat telenovela ya?So sweet banget.Jadi ikut mewek gue."
Irwan melihat ada yang kurang,diambilnya sesuatu dari kantongnya.Evi menerimanya dengan penuh tanya.Begitu dibuka ternyata kalung berlian.
Irwan : "Biar aku pakaikan."
Disibakkannya rambut Evi lalu dipakaikannya di leher Evi.Benar2 cantik.Irwan lalu memberikan lengannya untuk digandeng Evi.Evipun menggandeng Irwan.Merekapun berjalan beriringan menuju mobil.
Ivan dan Inul satu mobil.Sedang Irwan bersama Evi naik limosin.Sopir membuka pintu untuk mempersilahkan mereka masuk.
Didalam mobil Evi menyandarkan kepalanya dibahu Irwan.Mobilpun melaju menuju lokasi pesta.
Sebuah karpet merah menyambut setiap tamu yang datang.Media massa berkerumun sibuk mengabadikannya.Tampak Rita sejak tadi sibuk melihat gaun yang ia pakai.Melenggok ke kiri ke kanan.
Rita : "Ini adalah gaun rancangan designer luar negeri papan atas.Pasti semua mata akan melihatku.Akan kubuat para wartawan,awak media,kamera,reporter whatever....semuanya hanya akan meliput diriku.Lagipula aku adalah gadis model pastinya langkahku lebih cantik dibanding si upik abu dari Masamba itu.Sengaja kubikin ada session red carpet segala biar si upik abu itu sadar kelasnya.Kurasa sudah saatnya aku muncul bak diva dari Hollywood.Pastinya semua kamera akan terarah pada kecantikanku sehingga saat Si Upik abu itu tiba,media akan mengabaikannya.Lagian apa yang bisa membuat mata orang tertuju padanya?Wajah standar,asal usul juga rakyat jelata,huh...masih apalah2 gue.Now is the show time.!!!"
Rita turun dari mobil mewahnya bersama sang ayah.Wartawan segera mengerumuni mereka.Tuan Saiful Rivers masuk lebih dulu karena putrinya malah sibuk
Wartawan makin tertarik meliput karena Irwan menggandeng mesra Evi.Apalagi saat Evi diminta berjalan catwalk benar2 memukau.Tampak confidence karena saat di mobil tadi Irwan memberinya tips agar tetap confidence,"Pandang orang yang paling berarti di hatimu,maka keberanian pasti muncul."
Dan Evipun memandang Irwan.Pria yang telah mencuri hatinya.Inilah namanya jatuh cinta pada suami sendiri.He he.
Rita kesal ditinggal oleh para wartawan.Mereka lebih memilih meliput Pasangan fenomenal kita.Iyalah Irwan kan bintang acara,lagipula lagi jadi trending topic dan headline.Apalagi salah satu wartawan ada yang berkata,"Lihat kalung berlian yang dipakai isteri Irwan Sutedja itu!Wow itukan kalung yang sangat mahal."
Rita kesal dan makin kesal lagi saat dengar pernyataan Irwan,"Kalung itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan betapa berartinya Evi bagi saya".
Para awak media terus mengikuti gerak gerik Irwan dan Evi.Kasihan Rita....biarin...Tapi jangan salah tuh cewek punya banyak rencana cadangan.Plan A gagal masih ada plan B.Kira2 mau ngapain lagi ya dia?*****Tenang tidak sekarang,but in next eps.*****
Eps 37 ←→Tabir Kepalsuan : A place where two ways met
**** Perhelatanpun segera dimulai begitu sang bintang acara datang.Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan saat Irwan dan rombongan tiba di dalam.Sambutan demi sambutan diberikan.Sambutan dari ketua panitia pastinya membuka acara.Evi tampak merasa nyaman berada di dekat Irwan.Matanya berulangkali mencuri pandang ke arah sang suami tercinta.Cie....mesranya ai ai!Lengannya tak pernah lepas menggandeng lengan Irwan.Entah berapa kali para wartawan mengabadikan moment2 romantis itu.Evi sudah tak peduli lagi dengan kamera,dengan sambutan,dengan susunan acara,dengan wartawan bahkan dengan penampilannya.Semua perhatiannya tertuju pada satu fokus...Fokusnya adalah Irwan pastinya.Beginilah kalau sedang jatuh cinta,mata ngantuk jadi melotot.....
"Apa ini yang orang bilang sedang jatuh cinta ya?Rasanya di perutku seperti banyak kupu beterbangan gitu.Bawaannya pingin senyum2 sendiri.Apalagi kalo di deket pujaan hati wah rasanya seperti dialiri listrik.Rasanya seperti terbang ke awan.Mimpi apa sih aku bisa bersanding dengan seorang sekelas Irwan?Padahal dulu,jangankan naik pesawat lihat mobil lewat aja melongo.Tapi kini naik berbagai jenis mobil mewah.Irwan itu punya berapa mobil ya?Lamborgini,jaguar,mercy,lexus,alphard,sedan,ferari,...terus yg tadi apa itu limosin.Kayaknya masih banyak deh cuma ga tahu namanya.Tapi bukan yang bikin aku klepek2 adalah kepribadiannya Irwan.Apalagi kata2nya saat meluk aku di kamar tadi.Aku tersentuh sekali.Oh Irwanku.."Evi melamun.Irwan berbisik di telinganya,"Evi,kamu melamun?Lihat ,Mama mau memberi sambutan."
Evi malu sekali ketahuan melamun.Diapun mengangguk malu.Dilihatnya Inul berjalan menuju panggung.Tepuk tangan riuh mengiringi langkah2nya.
Inul : " Terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada saya untuk memberikan sepatah dua patah kata.Sebagai seorang ibu saya mengalami efek yang paling dalam dengan berita hilangnya putra bungsu saya sekaligus pimpinan tertinggi Sutedja Bussiness Enterprise,Irwan Sutedja.Itulah sebabnya saya sangat mendukung diselenggarakannya jamuan kali ini.Saya ingin berterima kasih pada pihak2 yang telah membantu Irwan kembali ke Jakarta.Terutama kepada keluarga Hamdan Att yang telah merawat dan menjaga putra saya selama di Masamba.Terutama pada Evi,menantu saya,terima kasih sayang ,karena telah memberi cahaya kehidupan pada Irwan.Namun diatas semuanya saya bersyukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya sehingga putra saya selamat dari mara bahaya dan bisa kembali di hadapan kita semua.Saya ajak semuanya menikmati acara dengan penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.Buat Irwan:Welcome back ,Son!Demikian sambutan dari saya.Terima kasih."
Irwan dan Evi terharu dengan sambutan Inul.Mereka segera memeluk Inul begitu ia turun dari panggung.
Irwan : "Mama hebat"
Evi : " Mama sangat baik sama Evi dan keluarga Evi.Terima kasih ya Ma.Rasanya Ibu Evi seperti hidup lagi."
Inul meraih Evi dalam pelukannya,"Kaulah yang membuat putraku seperti hidup kembali.Semoga cinta kalian abadi.Mama merestui kalian."
Irwan bahagia sekali melihat kedekatan Mamanya dengan isterinya.Ia semakin yakin bahwa ia tidak salah mencintai Evi.
Namun di sudut lain ada sepasang mata menatap penuh kebencian dengan semua itu.Sejak tadi ia terus mencari celah untuk melakukan rencana balas dendamnya.
Tampak seorang gadis cantik dengan wajah yang agak mirip dengan Danang he he,berdiri didekat Rita.Ia terus memperhatikan apa saja yang terjadi di pesta.Namun matanya tiba2 tertuju pada sosok pria yang sepertinya baru saja datang.Pria itu melangkah ke arah keluarga Irwan Sutedja.Tampak Inul memeluknya dengan penuh sayang.
Rita : " Hey,Ika!Ika!!!Omg....Ika!Wake up!Lihat apa sih?"
Ya,sudah tahu sekarang siapa tokoh baru kita?Apalah2 Ika Jakarta...woyo..woyo....woyo...woyo.
Ika terkejut juga dengar teriakan sahabatnya,"Ya ampun Rita.Bikin kaget aja deh!"
Rita : "Jangan bilang padaku kau juga mengincar Pangeranku,Irwan.Awas ya!"
Ika : "Rita2...aku ga seperti kamu...mengharap cinta yang jelas2 tak terbalas.Kurasa yang harus wake up tuh kamu deh bukan aku."
Rita marah mendengar perkataan sohibnya itu.
Rita : "Barusan kamu bilang apa?Cinta yang jelas2 tak terbalas?Hey kau itu teman apa musuh aku?"
Ika : "Justru karena aku teman dekat kamu maka aku harus ngasih tahu kamu.Bukankah seorang teman yang baik harus saling mengingatkan?Jika aku diam saja melihat kau berada di jalur yang salah berarti aku bukan teman baikmu."
Rita :"Tadi cinta yang jelas2 tak terbalas sekarang jalur yang salah...maksudmu apa?Yang jalurnya salah itu ya si perempuan udik dari Masamba itu!Masak orang kelas bawah bersanding dengan pria kelas atas.Tahu kamu."
Ika :"Tenang dulu.Coba kamu perhatikan dengan seksama..Jika cintamu pada Irwan tidak bertepuk sebelah tangan pasti kaulah yang ada di posisi wanita Masamba itu sekarang.Lihatlah cara Irwan memegang tangannya!Pernahkah Irwan memegang tanganmu seperti itu?Ia tak pernah melepaskan pegangannya walau cuma sebentar.Belum pernah bukan?Lihat sekarang cara Irwan menatap wanita itu...siapa namanya?Evi ya...itu bukan tatapan sekilas lho itu tatapan yang dalam dari hati gitu deh.Pernah Irwan memandangmu sedalam itu?Nah sekarang lihat Mamanya Irwan.Betapa dekatnya mereka berdua.Kau tahu kan orang yang sangat dihargai pendapatnya oleh Irwan?Mamanya.Inul Daratista.Jika Mamanya sudah memberi lampu hijau kaupikir Irwan akan berubah haluan?Kau sudah kalah langkah.Wanita Masamba yang kau bilang udik itu malah sudah menang diatas kertas.Ia sudah menguasai bukan hanya hati Irwan tapi juga hati Mamanya.Sadar Rita!Biarkanlah mereka bahagia karena dalam cinta tidak ada kelas atas atau kelas bawah.Dalam cinta yang ada adalah ketulusan,pengorbanan,kesabaran,kesetiaan,tidak egois,dan kebaikan.Jika kau benar mencintai Irwan,lepaskanlah ia untuk meraih kebahagiaannya.Walaupun mungkin itu tidak bersamamu.Memang pedih tapi saat kau melakukan itu tahukah kau bahwa kepedihan itu membersihkan hati.Hatimu akan menjadi baru dan hidup akan memberimu hal yang baru pula.Harapan baru dan cinta yang baru dan pastinya masa depan yang baru.Itupun jika kau mau mendengarkanku tapi semua kembali pada keputusanmu."
Rita malah jadi kesal diberitahu Ika.
Rita : "Sudah !Irwan adalah urusanku.Aku tidak butuh pendapatmu.Yuk ikut aku!"
Rita menarik Ika untuk mengikutinya.Ia mendekati area dimana Evi berada.Ia tahu habis ini Irwan akan memberi sambutan dan pasti Evi akan sendirian.Apalagi ada Danang juga.Ia akan buat skandal supaya Irwan jadi benci pada Evi.Yuk kita masuk ke kepala Rita untuk mengetahui mau apa sih dia sebenarnya.
Rita tersenyum licik,"Ini namanya plan B.Aku ini selalu membalas mereka yang bersalah padaku.Target utamaku adalah si wanita Masamba karena ia telah menggoda Pangeranku.Aku akan memakai Ika sebagai kambing hitam.Habis dia ga bela aku malah nyeramahin aku.Dasar musuh dalam selimut.Dan goalnya adalah Danang.Dia dulu pernah menghentikanku tapi kali ini siapa yang bisa menghentikanku.Irwan habis ini ke stage jadi ga mungkin ia menolong si Evi itu.Aku akan dorong Ika ke arah Evi dan pastinya Danang yang paling deket akan menangkap tubuh Evi.Dan semua kamera akan mengabadikan moment itu dan menjadikannya sebagai headline:Skandal Rumah Tangga Irwan Sutedja!Ha haha.Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.Bagus!!show time baby!"
Benar saja Irwan diminta naik ke panggung untuk memberi sambutan utama.Evi dengan berat hati melepas pegangan tangannya di lengan Irwan.Irwan melihat Evi lalu mengedarkan pandangannya sebentar.Semua tamu mulai riuh.Iapun mulai melangkah menuju panggung....
Saat itulah Rita mendorong Ika ke arah Evi.Maksudnya biar Evi terdorong ke arah Danang.Ika menjerit didorong Rita begitu kerasnya.Ia mengenai Evi ....lalu.....
Evi terpental dan limbung mau jatuh karena tersenggol Ika tapi....yang nangkap tubuhnya bukan Danang.Lalu Danang nangkap siapa?Nangkap tubuhnya Ika.Lho ?lalu yang nangkep tubuhnya Evi siapa dong?...
Evi terhuyung jatuh.Semua yang hadir ikut menahan nafas.Terbayang oleh Evi semua akan menertawainya.Tapi seseorang menangkap tubuhnya dan menahannya jatuh.Matanya memandang ke arah penolongnya.Tangannya bergayut di leher penolongnya.Kata pertama yang ia ucapkan adalah.....nama penolongnya.
Evi : "Irwan????"
Irwan : " Iya ini aku....aku tak bisa memberi sambutan tanpa kau disisiku.Jadi aku balik lagi hendak mengajakmu naik ke panggung bersamaku tapi seseorang menabrakmu sehingga kau terdorong ke arahku.Kau baik2 saja?Tidak ada yang luka bukan?"
Rupanya begitu Irwan melangkah ke panggung,mata Evi terus ke arah dia.Dan kalian kan tahu Evi takut ama Danang jadi ia melangkah menjauhi Danang.Saat itulah Ika menabraknya.Jadi karena secara matematis mereka tidak dalam satu garis maka gaya yang....
Semua yang hadir melihat dua pasang anak manusia tengah saling berpelukan mesra.Merekapun bersuit2.Kamera langsung sibuk mengambil gambar.Kok dua pasang?Iyalah di sudut pertama jelas our fave couple: Evi dan Irwan...sudut kedua ada pasangan baru:Danang dan Ika.Ika bahagia banget dipeluk Arjunanya,ksatria dari Banyuwangi.he he....cie...cie.
Tapi kayaknya ada yang manyun nih.
Rita:"Gagal maning!Gagal maning!Sial!!!!Kenapa sih gagal terus?Pakai jimat apa sih tuh cewek?Sebel!!Bukannya skandal malah gagal total!Kok Irwan pakai acara balik segala sih.?Tapi aku masih ada plan C.Tunggu saja."
Ditengah riuhnya audience ada getar cinta di sana.Evi bahagia dalam pelukan suaminya.Irwan sendiri sudah feeling tadi saat melihat Rita mendekat ke arah Evi.Hatinya tak tenang meninggalkan Evi.Ia ingat kata2 Benigno.Itulah alasannya ia balik lagi.
Irwan lalu menggandeng Evi ke panggung.Suitan dan tepuk tangan riuh mengiringi langkah mereka.Danang dan Ika pun malah berkenalan.Ika terpesona pada ketampanan Danang.Akankah cinta Ika akan berbalas?
*****Wah sudah pagi.see you next eps******
"Apa ini yang orang bilang sedang jatuh cinta ya?Rasanya di perutku seperti banyak kupu beterbangan gitu.Bawaannya pingin senyum2 sendiri.Apalagi kalo di deket pujaan hati wah rasanya seperti dialiri listrik.Rasanya seperti terbang ke awan.Mimpi apa sih aku bisa bersanding dengan seorang sekelas Irwan?Padahal dulu,jangankan naik pesawat lihat mobil lewat aja melongo.Tapi kini naik berbagai jenis mobil mewah.Irwan itu punya berapa mobil ya?Lamborgini,jaguar,mercy,lexus,alphard,sedan,ferari,...terus yg tadi apa itu limosin.Kayaknya masih banyak deh cuma ga tahu namanya.Tapi bukan yang bikin aku klepek2 adalah kepribadiannya Irwan.Apalagi kata2nya saat meluk aku di kamar tadi.Aku tersentuh sekali.Oh Irwanku.."Evi melamun.Irwan berbisik di telinganya,"Evi,kamu melamun?Lihat ,Mama mau memberi sambutan."
Evi malu sekali ketahuan melamun.Diapun mengangguk malu.Dilihatnya Inul berjalan menuju panggung.Tepuk tangan riuh mengiringi langkah2nya.
Inul : " Terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada saya untuk memberikan sepatah dua patah kata.Sebagai seorang ibu saya mengalami efek yang paling dalam dengan berita hilangnya putra bungsu saya sekaligus pimpinan tertinggi Sutedja Bussiness Enterprise,Irwan Sutedja.Itulah sebabnya saya sangat mendukung diselenggarakannya jamuan kali ini.Saya ingin berterima kasih pada pihak2 yang telah membantu Irwan kembali ke Jakarta.Terutama kepada keluarga Hamdan Att yang telah merawat dan menjaga putra saya selama di Masamba.Terutama pada Evi,menantu saya,terima kasih sayang ,karena telah memberi cahaya kehidupan pada Irwan.Namun diatas semuanya saya bersyukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya sehingga putra saya selamat dari mara bahaya dan bisa kembali di hadapan kita semua.Saya ajak semuanya menikmati acara dengan penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.Buat Irwan:Welcome back ,Son!Demikian sambutan dari saya.Terima kasih."
Irwan : "Mama hebat"
Evi : " Mama sangat baik sama Evi dan keluarga Evi.Terima kasih ya Ma.Rasanya Ibu Evi seperti hidup lagi."
Inul meraih Evi dalam pelukannya,"Kaulah yang membuat putraku seperti hidup kembali.Semoga cinta kalian abadi.Mama merestui kalian."
Irwan bahagia sekali melihat kedekatan Mamanya dengan isterinya.Ia semakin yakin bahwa ia tidak salah mencintai Evi.
Namun di sudut lain ada sepasang mata menatap penuh kebencian dengan semua itu.Sejak tadi ia terus mencari celah untuk melakukan rencana balas dendamnya.
Tampak seorang gadis cantik dengan wajah yang agak mirip dengan Danang he he,berdiri didekat Rita.Ia terus memperhatikan apa saja yang terjadi di pesta.Namun matanya tiba2 tertuju pada sosok pria yang sepertinya baru saja datang.Pria itu melangkah ke arah keluarga Irwan Sutedja.Tampak Inul memeluknya dengan penuh sayang.
Rita : " Hey,Ika!Ika!!!Omg....Ika!Wake up!Lihat apa sih?"
Ya,sudah tahu sekarang siapa tokoh baru kita?Apalah2 Ika Jakarta...woyo..woyo....woyo...woyo.
Ika terkejut juga dengar teriakan sahabatnya,"Ya ampun Rita.Bikin kaget aja deh!"
Rita : "Jangan bilang padaku kau juga mengincar Pangeranku,Irwan.Awas ya!"
Ika : "Rita2...aku ga seperti kamu...mengharap cinta yang jelas2 tak terbalas.Kurasa yang harus wake up tuh kamu deh bukan aku."
Rita : "Barusan kamu bilang apa?Cinta yang jelas2 tak terbalas?Hey kau itu teman apa musuh aku?"
Ika : "Justru karena aku teman dekat kamu maka aku harus ngasih tahu kamu.Bukankah seorang teman yang baik harus saling mengingatkan?Jika aku diam saja melihat kau berada di jalur yang salah berarti aku bukan teman baikmu."
Rita :"Tadi cinta yang jelas2 tak terbalas sekarang jalur yang salah...maksudmu apa?Yang jalurnya salah itu ya si perempuan udik dari Masamba itu!Masak orang kelas bawah bersanding dengan pria kelas atas.Tahu kamu."
Ika :"Tenang dulu.Coba kamu perhatikan dengan seksama..Jika cintamu pada Irwan tidak bertepuk sebelah tangan pasti kaulah yang ada di posisi wanita Masamba itu sekarang.Lihatlah cara Irwan memegang tangannya!Pernahkah Irwan memegang tanganmu seperti itu?Ia tak pernah melepaskan pegangannya walau cuma sebentar.Belum pernah bukan?Lihat sekarang cara Irwan menatap wanita itu...siapa namanya?Evi ya...itu bukan tatapan sekilas lho itu tatapan yang dalam dari hati gitu deh.Pernah Irwan memandangmu sedalam itu?Nah sekarang lihat Mamanya Irwan.Betapa dekatnya mereka berdua.Kau tahu kan orang yang sangat dihargai pendapatnya oleh Irwan?Mamanya.Inul Daratista.Jika Mamanya sudah memberi lampu hijau kaupikir Irwan akan berubah haluan?Kau sudah kalah langkah.Wanita Masamba yang kau bilang udik itu malah sudah menang diatas kertas.Ia sudah menguasai bukan hanya hati Irwan tapi juga hati Mamanya.Sadar Rita!Biarkanlah mereka bahagia karena dalam cinta tidak ada kelas atas atau kelas bawah.Dalam cinta yang ada adalah ketulusan,pengorbanan,kesabaran,kesetiaan,tidak egois,dan kebaikan.Jika kau benar mencintai Irwan,lepaskanlah ia untuk meraih kebahagiaannya.Walaupun mungkin itu tidak bersamamu.Memang pedih tapi saat kau melakukan itu tahukah kau bahwa kepedihan itu membersihkan hati.Hatimu akan menjadi baru dan hidup akan memberimu hal yang baru pula.Harapan baru dan cinta yang baru dan pastinya masa depan yang baru.Itupun jika kau mau mendengarkanku tapi semua kembali pada keputusanmu."
Rita malah jadi kesal diberitahu Ika.
Rita : "Sudah !Irwan adalah urusanku.Aku tidak butuh pendapatmu.Yuk ikut aku!"
Rita menarik Ika untuk mengikutinya.Ia mendekati area dimana Evi berada.Ia tahu habis ini Irwan akan memberi sambutan dan pasti Evi akan sendirian.Apalagi ada Danang juga.Ia akan buat skandal supaya Irwan jadi benci pada Evi.Yuk kita masuk ke kepala Rita untuk mengetahui mau apa sih dia sebenarnya.
Benar saja Irwan diminta naik ke panggung untuk memberi sambutan utama.Evi dengan berat hati melepas pegangan tangannya di lengan Irwan.Irwan melihat Evi lalu mengedarkan pandangannya sebentar.Semua tamu mulai riuh.Iapun mulai melangkah menuju panggung....
Saat itulah Rita mendorong Ika ke arah Evi.Maksudnya biar Evi terdorong ke arah Danang.Ika menjerit didorong Rita begitu kerasnya.Ia mengenai Evi ....lalu.....
Evi terpental dan limbung mau jatuh karena tersenggol Ika tapi....yang nangkap tubuhnya bukan Danang.Lalu Danang nangkap siapa?Nangkap tubuhnya Ika.Lho ?lalu yang nangkep tubuhnya Evi siapa dong?...
Evi terhuyung jatuh.Semua yang hadir ikut menahan nafas.Terbayang oleh Evi semua akan menertawainya.Tapi seseorang menangkap tubuhnya dan menahannya jatuh.Matanya memandang ke arah penolongnya.Tangannya bergayut di leher penolongnya.Kata pertama yang ia ucapkan adalah.....nama penolongnya.
Evi : "Irwan????"
Rupanya begitu Irwan melangkah ke panggung,mata Evi terus ke arah dia.Dan kalian kan tahu Evi takut ama Danang jadi ia melangkah menjauhi Danang.Saat itulah Ika menabraknya.Jadi karena secara matematis mereka tidak dalam satu garis maka gaya yang....
Semua yang hadir melihat dua pasang anak manusia tengah saling berpelukan mesra.Merekapun bersuit2.Kamera langsung sibuk mengambil gambar.Kok dua pasang?Iyalah di sudut pertama jelas our fave couple: Evi dan Irwan...sudut kedua ada pasangan baru:Danang dan Ika.Ika bahagia banget dipeluk Arjunanya,ksatria dari Banyuwangi.he he....cie...cie.
Tapi kayaknya ada yang manyun nih.
Ditengah riuhnya audience ada getar cinta di sana.Evi bahagia dalam pelukan suaminya.Irwan sendiri sudah feeling tadi saat melihat Rita mendekat ke arah Evi.Hatinya tak tenang meninggalkan Evi.Ia ingat kata2 Benigno.Itulah alasannya ia balik lagi.
Irwan lalu menggandeng Evi ke panggung.Suitan dan tepuk tangan riuh mengiringi langkah mereka.Danang dan Ika pun malah berkenalan.Ika terpesona pada ketampanan Danang.Akankah cinta Ika akan berbalas?
*****Wah sudah pagi.see you next eps******
Eps 38 ♡♥ Tabir Kepalsuan : Filled by Love
Still in the ceremony....
Sambutan Irwan jelas apalah apalah.Tapi intinya hampir sama dengan Mamanya.Say thanks to everybody but the different is...Irwan selalu berkata dengan kata 'kami'.Para tamu yang hadir melihat betapa hati Irwan penuh dengan cinta kepada isterinya.Ia tidak bangga sebagai seorang Presiden Direktur,ia juga tidak bangga sebagai seorang milyarder.Tapi ia bangga sebagai suami dari seorang Evi Masamba.Evi mungkin tidak berkata apapun tapi semua mata malah tertuju padanya.Ada yang menatap penuh keharuan melihat tulusnya cinta mereka.Tak sedikit pula yang menatap dengan kecemburuan.Wah pastinya cewek2 nih.Siapa sih yang tak ingin dapat suami kayak Irwan Sutedja?.
Acara santap malampun dimulai begitu Irwan selesai memberi sambutan.Evi yang tahu Irwan suka lupa makan segera mengambilkan makanan untuk Irwan.Di saat itulah Ika datang meminta maaf padanya.
Ika:"Aku mau minta maaf soal kejadian tadi. Aku yang menabrakmu tadi.Maaf aku tidak sengaja.Kenalkan namaku Ika.Kau mau memaafkan aku bukan?"
Evi tersenyum pada gadis cantik di hadapannya.
Evi : "Iya.Tidak apa2.Aku Evi aku...."
Ika : " isteri Irwan kan?Kau tak perlu katakan lagi semua yang ada di ruangan ini atau yang melihat tayangan livenya di tv pasti tahu betapa acara ini penuh dengan cinta karena melihat kau dan Irwan begitu mesranya."
Evi malu juga mendengarnya.
Evi : " Apakah menurutmu kami cocok?"
Ika : "Cinta itu tidak bisa dipaksa.Ia akan menyatukan dua dunia yang berbeda sekalipun.Bahkan Cinta akan mendamaikan dua dunia yang berseteru.Cinta melakukan yang manusia pikir mustahil dilakukan.Cinta pula yang memampukan seseorang menghadapi setiap rintangan.Dan aku melihat cinta seperti itu ada pada kalian.O ya pecintamu datang,aku pergi dulu ya.Bye..."
Evi kagum dengan ucapan Ika.Dalam sekali kata2nya.Irwan datang mendekati Evi.
Irwan :"Makanmu banyak sekali?"
Evi : " Ini bukan buat aku tapi buat kamu."
Irwan :"Wah kamu perhatian sekali sama aku.Terima kasih ya."Irwanpun mengecup pipi Evi.
Evi : " Kita diliatin banyak orang..."
Irwan makan dengan lahapnya,"Biarin saja.Aku kan mencium isteri aku sendiri."
Usai makan,Irwan memperkenalkan Evi pada rekan2 bisnisnya.Danang memperhatikan semuanya dengan iri.Ia tadi terlambat karena ia menemui temannya yang punya bisnis persewaan kapal.Ia ingin membawa Evi pergi lewat jalan laut.Jalan udara ternyata tidak membuat rencananya sukses.Buktinya Irwan masih tetap hidup.Ia ingin memberitahu Evi tapi Irwan selalu saja berada disamping Evi.
Danang melihat ke arah lain dan tampak ada orang lain yang juga tidak suka dengan lengketnya pasangan tersebut.Ia pun mendekatinya.
Danang : "Sepertinya ada yang sedang dibakar api cemburu di sini..Benar tidak Nona Rivers?"
Rita :"Kau lagi.Kau lagi.Kenapa sih kau selalu menggangguku?Aku ini sedang tidak ingin diganggu,tahu!"
Danang :"Kau pasti kesal ya karena rencana bodohmu tadi tidak berjalan lancar bukan?Soal taktik dan siasat kau harus berguru padaku."
Rita : "Berguru padamu ?Jangan membuatku tertawa.Kau yang harus belajar padaku.Kau tahu julukan yang diberikan ayah padaku?Jenius ...JENIUS....you know what that mean right?"
Danang : "Jenius?Serius?Mana buktinya?"
Rita : "Sebentar lagi.Habis Mamimu kelar nyanyi.Akan ada pertunjukan menarik."
Danang memperhatikan ke arah panggung.Mamanya tengah menghibur hadirin dengan suara emasnya.Mamanya memang punya suara bagus.Itu pula yang membuat Ayah Irwan terpesona pada Mamanya.
Danang : "Kau tadi memperalatku.Sekarang kau mau memperalat Mamaku?Berani sekali kau!"
Rita : " Eeeitt!Jangan emosi dulu.Aku cuma makai Mamamu buat ngambil undian."
Benar saja begitu Inul selesai bernyanyi,seorang MC sambil membawa undian naik ke panggung.
Mc :"Malam ini ada acara spesial dimana setiap nama Anda sekalian tanpa terkecuali Bp.Presdir kita.he he..Maaf ya Bp?Ini ide dari sie acara,dikumpulkan jadi satu dan akan diundi.Yang namanya disebut harus menyanyi ke depan.Bagaimana setuju semua?"
Semua yang hadir serentak menjawab : "Setuju!!"
Mc :"Ini ide bagus lho.Soalnya acara ini kan ditayangkan live di beberapa stasiun tv,siapa tahu aja diantara yang hadir ada yang punya bakat2 nyanyi terpendam gitu dan ada yang lihat dan ingin mengorbitkan Anda.Who knows right?Juga,ada hadiah handphone bagi yang nyanyinya dinilai bagus oleh dewan juri di sebelah sana.Siapa saja mereka?Ada Nurbayan..pencipta lagu Oplosan,Soimah......yo woyo woyo woyo,Iis Dahlia......apalah...apalah,Rita Sugiarto....sukses ya say, dan Cici Paramida...penyanyi kita yang cantik jelita.Ok,kesempatan pertama saya minta dengan hormat,Ibunda tercinta dari Presdir kita untuk mengambil satu nama.Silakan Ibu!"
Rita : "Yang pertama pasti Si wanita Masamba itu"
Danang : "Bagaimana kau bisa seyakin itu?"
Rita : "Aku sudah mengatur undian itu.Ada 2 undian yang satu asli yang satunya palsu.Yang dipegang oleh MC saat ini adalah yang palsu.Didalamnya hanya ada nama wanita udik itu.Pasti wanita itu akan membuat Irwan malu.Memang dia bisa nyanyi?Kalo gue jelas bisa,penghargaan gue banyak banget.Gue gitu lho!"
Benar kata Rita,nama Evilah yang dipanggil.
MC :"Wah,hari ini romantis banget ya keluarga Sutedja.Sampai2 undianpun tetep aja nama menantu yang keluar.Wah memang benar2 jodoh sepertinya.Saya persilahkan mempelai wanita dari pasangan baru kita.Nyonya Irwan Sutedja untuk maju ke depan!"
Rita :"Show time for plan C!!"
Evi memandang Irwan.Irwan mengangguk memberi restunya.Hadirin jadi penasaran.Semua mata tertuju pada Evi.
Kalian juga penasaran?Apakah yang akan terjadi nanti?****see you next eps****
Eps 39 ; Tabir Kepalsuan ; In memoriam of my mother
still in the party....
Evi melangkah mennuju panggung.Semua menanti penampilannya.Lagu yang ia pilih adalah lagu sendu berjudul: Muara Kasih Bunda.
Evi :" Suami saya sangat menyukai lagu ini.Begitupun saya karena lagu ini mengingatkan saya akan mendiang ibu saya.Semoga Anda semua pun tersentuh dengan lagu ini."
Evi mulai melantunkan lagu tersebut.
'Bunda engkaulah muara kasih dan sayang,apapun pasti kaulakukan demi anakmu yang tersayang...'
( Evi ingat bagaimana perjuangan ibunya agar anak2nya dapat hidup dengan layak.Berjualan sayur,jualan keliling kampung,berjalan di panas teriknya matahari dan masih jadi tukang cuci di rumah orang)
'Bunda tak pernah kau berharap budi balasan atas apa yang kaulakukan untuk diriku yang kau sayang...'
(Bagi Evi ibunya adalah pribadi yang selalu memberi walau kadang hanya berupa senyuman dan telinga yang mau mendengar.)
.....'Saat kujauh dari jangkauan ,doamu kau sertakan..'
(Sering Evi mendengar ibunya mendoakannya sambil menangis di tengah malam,mendoakannya tanpa henti...)
'Maafkan diriku bunda kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka...'
( Ingin rasanya Evi memutar waktu dan menghapus semua moment dimana ia kerap membuat sang bunda menangis)
'Kuingin kau tahu bunda betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya...'
( Hati Evi menangis mengenang semuanya,Masa2 bolak balik RS,tidur hampir sebulan di RS,berangkat sekolah dari RS,malam2 mencekam di RS,doa puasa tiada henti dipanjatkan,tidak ada yang namanya nongkrong dengan teman2,jalan2 ke mall,semua waktu buat ibu...)
Semua turut larut dalam suasana haru.Evi bahkan berkaca2 sambil menyanyi.Irwan tak tega melihatnya dan hendak beranjak menuju panggung tapi Inul menahan langkahnya.
,"Biar Mama yang dampingi Evi.Semua akan baik2 saja.Percaya sama Mama."
Inul melangkah menuju panggung dan ikut bernyanyi bersama menantunya.
'Saat diriku dekat dalam sentuhan ,peluk kasihmu nan sayang....'
Inul meraih Evi dalam pelukannya.Mengusap air mata yang membasahi pipinya.Sungguh sangat mengharukan.Tak sedikit dari para tamu yang ikut berurai air mata.Ayah Hamdan terharu sambil memeluk Rizki.Irwan ikut berkaca-kaca melihat semuanya.Lagu diakhiri dengan tepuk tangan riuh para hadirin dan standing applause dari para juri.
MC ; " wow!Sungguh penampilan yang menyayat hati...dari isteri dan ibunda Presdir kita.Semua juri sampai standing applause,mari kita dengar penilaian mereka mulai dari...
Nurbayan :"Saya yakin Anda akan lebih tenar dari suami Anda.Saya akan ciptakan lagu buat Anda,saya janji!"
Isda : " Rasanya berdarah darah gitu deh...Apalah2 isteri Presdir kita ini!"
Rita Sugiarto :"Bagus bagus ...vokalnya benar2 bagus.Sukses ya Say?//
Soimah :"Kamu ga banyak gerak tapi kita ga bisa lepas mandang kamu lho...dapat woyo2 ga penonton?Dapat ya?Yo..woyo woyo woyo woyo Nyonya Irwan woyo woyo!!"
Cici Paramida :"Evi...kok kamu bisa sih bikin kami semua juri jadi terpesona?"
Evi dapat hadiah yang dijanjikan panitia walaupun ia isteri Presdir hadiah itu tetap harus diterima.Evi mengucapkan terima kasih dan turun dari panggung.Hadiah selanjutnya pastilah pelukan mesra sang suami<Irwan Sutedja>.
Irwan : " Selamat sayang!Aku benar2 bangga padamu."
Evi :"Kau bilang apa?"
Irwan :"Sayang...kau tak suka?"
Evi:"Suka sekali."
Mereka berpelukan lagi.Tapi tiba2 ada yang datang mengganggu.Hayo tahu ga?
See you next eps****
