TABIR KEPALSUAN^^^ EPS 29-39 ^^^

CERBUNG "TABIR KEPALSUAN"
{eps 29 - 39 }
EPS ' BENANG MERAH CINTA'
DIMANA CINTA HADIR DI TENGAH INTRIK KEPALSUAN....

Eps 29 ♡ Tabir Kepalsuan ( Save already )
*****       Pasti banyak yang menebak itu adalah sepasang mata milik Danang ya?Kalian salah.Itu sepasang mata wanita.Seorang wanita yang penuh iri,benci,cemburu dan amarah melihat bagaimana Evi telah merebut perhatian pria yang sangat diinginkannya."Ingin rasanya aku melenyapkan wanita kampung itu.Apa sih istimewanya dia.Masih apalah apalah gue.Lagian nemu di mana sih Irwan perempuan udik kayak gitu.Cara makan aja ga bisa.Makan kayak orang barbar saja.Sepertinya ini kesempatanku untuk menyingkirkannya jauh2 dari Pangeran gue.Mumpung lagi ga ada yang mengawal dia."pikir wanita misterius itu sambil mengendap- endap menuju toilet.Namun sebuah suara menghentikan langkahnya,"Nona Rita Rivers apa yang kaulakukan di lantai ini?"
       Ya wanita itu adalah Rita,wanita yg ribut dengan Evi di restoran.Rita tentu saja kaget dan melihat Danang bersandar di sebuah pilar." Oh Si Kakak Tiri rupanya,...bikin kaget saja.Apa aku tak boleh ke toilet?"kelit Rita.Danang tertawa sinis,"Kau tak bisa membodohiku.Aku tahu kelicikanmu.Tapi kurasa kau lupa bahwa lantai ini terlarang untukmu.Ayahmu sendiri yang telah membuat peraturan itu untukmu karena sikapmu yang selalu mengganggu Irwan ke mana saja sampai2 sebuah tender besar hampir saja lepas.Ayahmu sangat malu dengan ulahmu itu dan berjanji bila sampai kau ketahuan menginjak lantai teratas gedung ini maka kau akan dikirim ke luar negeri.Kau masih ingat tentunya perjanjian itu bukan?Atau kutelpon saja Ayahmu biar dia bersiap2 mengirimmu ke luar negeri."
       "Kumohon jangan sampai ayahku tahu kalau aku melanggar perintahnya.Baiklah aku akan pergi tapi jangan bilang padaku kau juga tertarik dengan wanita kampung itu.Aku heran dengan kalian para pria kelas atas tapi selera kok rendahan."kata Rita sebelum melangkah pergi.
Danang menunggu sampai Rita benar2 pergi,baru ia mendekati toilet tempat Evi berada.Sementara itu,Evi sedang asyik membelai pipinya yang tadi dicium Irwan.Apalagi saat melihat cincin berlian di jari manisnya,hatinya bagai melayang."Perkenalkan saya adalah Nyonya Irwan Sutedja...isteri dari Irwan Sutedja."
          Evi senyum2 sendiri di depan cermin.Namun senyumnya langsung hilang dan berubah ketakutan saat ia melihat bayangan Danang di cermin.Evi segera menuju pintu tapi Danang berdiri di depan pintu."Mau apa kau ?!"tanya Evi.
"Aku tak mengira ternyata kau itu sangat menarik.Aku sepertinya telah melakukan kesalahan dengan melepasmu ke tangan adikku.Ini tidak benar!Harusnya aku yang memberikan cincin itu dan bukan Irwan."Kata Danang.
"Kumohon hentikan semua ini!Berhentilah menyakiti orang apalagi adikmu sendiri.Bicaralah padanya tentang keinginanmu,ia pasti mengerti.Irwan...."melihat Evi membela Irwan,Danang makin kesal.
"Kau yang harus berhenti!Berhenti menyebut nama itu ....apalagi di hadapanku..!Aku tidak suka.Atau jangan2 kau sudah jatuh cinta padanya?Benar begitu?"
       Evi bingung harus menjawab apa,ia takut jawabannya makin membuat Danang membenci Irwan dan keselamatan Irwan dipertaruhkan di sini."Aku ini hanyalah korban dari ambisimu.Aku hanya alat bagimu.Aku sadar siapa diriku,tak mungkin aku berani melakukan itu.Hentikanlah semua ini,biarkan aku dan keluargaku hidup tenang.Meski kami orang miskin,hidup serba pas2an,tapi kami bahagia."jawab Evi berkaca2.
"Bagus kau tahu diri.Kau dan Irwan itu dunia yg berbeda.Sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Ibarat langit dan bumi,api dan air,utara dan selatan,atas dan bawah....(jangan bilang 'atas' deh...kenapa?....kita kan tidak boleh menghina siapapun....iya.kau benar.Tuhan saja tidak pernah memandang hina apapun....lihat aja binatang2 yg hidup di dasar laut mereka ngeri2 lho bentuknya tapi Tuhan tetap memperhatikan mereka....wah kamu kebanyakan nonton 'Finding Nemo' nih...habis ceritanya menyentuh walau dikemas lucu....kamu sayang sama Evi ya?....iyalah,dia itu
tulus.susah lho cari orang yang tulus dan....dan apa?.....dan penyayang....apalagi kalo sama Irwan....ujung2nya ke situ juga...dah lanjutin ceritanya ngantuk nih...eh bukannya kamu itu baru bangun tidur?...o.iya ya.....gubrakkkkk)....aku tak akan biarkan Irwan mengambilmu dariku.Kau adalah milikku.Akulah yang menemukanmu dengan susah payah."kata Danang.
        "Kau yang membawaku dalam kemelut ini.Kau membuat aku tidak tahu siapa dan yang mana ...(yess!...kau ini kenapa lagi?....itu kata2 Evi barusan.Itu lirik di lagu Tabir Kepalsuan....ooo....bunder)yang harus kuikuti."kata Evi.
Tiba-tiba pintu diketuk,"Evi!Kamu masih di dalam?"
      "Itu suara Irwan...."Evi gembira dan beranjak menuju pintu.
Danang menahan tangan Evi,"Aku akan cari jalan kau pergi dari Jakarta.Tunggu info dariku."
"Evi!...Kau baik2 saja?"tanya Irwan.
Evi segera melepaskan tangannya dan membuka pintu.Danang bersembunyi.Irwan lega melihat Evi keluar,"Aku mencemaskanmu.Hey kau berkaca2...ada apa?"
Sebenarnya Evi lega melihat Irwan dan lepas dari teror Danang."Ga cuma terharu kok kamu perhatian sekali sama aku..terima kasih banyak".
Irwan merengkuh Evi dan Evipun bersandar di bahu Irwan,"Sudah wajar seorang suami sayang dan perhatian pada isterinya.Kau ini melankolis sekali."kata Irwan.
"Melankolis?Apa itu?" tanya Evi sambil memandang wajah suaminya yang rupawan.
            Merekapun berjalan sambil bercakap2 tentang karakter orang.(Kamu tahu ga soal itu?4 karakter utama...itu to melankolis,plegmatis,sanguin ama kolerik...wah kamu pinter...dulu kan kita dapat mata kuliah manajemen psikologi....oooo......bulet).
       Irwan tadi denger ga ya pembicaraan Evi dengan Danang di toilet?Menurutmu?...menurutku kita kupas di eps mendatang saja ya.Keriting tangannya....salah sendiri ga pakai laptop...ga ah itu kan punya kakak...aku lebih suka pakai hp bisa diajak tidur haha...dasar..oke see you next eps.Good morning everybody.

Eps 30 // Tabir Kepalsuan ( Dingin banget hari ini )


       Rapat Pemegang Saham diperkirakan akan berlangsung cukup lama.Irwan tak ingin membuat Evi menunggu maka ia minta Benigno mengantar Evi pulang.Danang sendiri juga ikut rapat karena ia juga memiliki saham.Irwan dengan berat hati melepas Evi untuk diantar pulang.
"Hari ini aku sangat senang sekali....kau tahu kenapa?"tanya Irwan sambil membelai rambut Evi.Evi menggeleng malu,ia tak mampu menatap mata pria di hadapannya itu.
"Karena kau ada disampingku...kau membuat hidupku begitu penuh warna."
      Danang kesal melihat kemesraan sejoli itu,ia lalu pamit pergi duluan ke ruang rapat.Irwan melambaikan tangan padanya.Evi lega Danang sudah pergi."Pak,semua sudah siap di ruang rapat."beritahu Albi.
Irwan mencium kening Evi," Aku mungkin agak lama jadi jangan menungguku.Tidur saja lebih dulu.Juga jangan menangis lagi...aku ingin kau tersenyum. Aku ingin kau selalu bahagia....^seperti liriknya lagu vertical band ya....iya yang 'tersenyumlah'...^Ingat kau punya aku,suamimu.Kau tidak sendirian lagi.Kau sekarang adalah isteri seorang pria bernama Irwan Sutedja.Mengerti kan?"Evi mengangguk terharu.
        Betapa berbedanya Irwan dan Danang.Danang selalu membuatnya takut sedang Irwan selalu menentramkan hatinya.Danang begitu kasar penuh intimidasi tapi Irwan begitu lembut penuh kasih sayang.Danang selalu menebar ancaman tapi Irwan memberi perlindungan.Danang penuh ambisi sedang Irwan bertindak dengan hati.
"Andai saja semua itu sungguh terjadi.Bahwa pernikahan kita sungguh terjadi.Bukan dibalut kepalsuan seperti ini.Alangkah bahagianya aku ini"batin Evi.
"Aku sudah ditunggu.Om,titip Evi ya.Bila sudah sampai hubungi Irwan ya Om."pesan Irwan.
       "Tenang saja.Om tahu kamu ga bisa jauh dari mutiara Masambamu ini kan?Dasar pengantin baru.Bawaannya kangen melulu."goda Benigno.
Evi dan Irwan tersipu2.Mereka lalu berpisah,Irwan dan Albi menuju ruang rapat sedang Evi dan Benigno menuju lantai dasar.
Saat menuju ruang rapat Hp Irwan berbunyi,"Ya Ma.Irwan masih di kantor..Ada.Kak Danang datang kok,sudah di dalam...Apa?Kejutannya suka?Iya kak Igun yg make over....Cincin itu?Ya itu cincin yg dari Mama dulu....Iya.Cincin itu sudah menemukan pemiliknya sekarang....Mama juga setuju kan dengan pilihan Irwan?...Terimakasih Mama...Menantu Mama sudah pulang diantar Om Ben.Paling sebentar lagi juga sampai...Iya Irwan akan segera pulang.Love you Mam."
            Sepanjang rapat pikiran Irwan dan Danang melayang ke satu orang.
       Mereka itu mikirin Evi tahu?Sang kakak mikirin gimana bawa Evi jauh dari kehidupan adiknya sedang sang adik mikirin gimana biar Evi selalu ada didekatnya.
Sejak tadi Irwan melirik Hpnya,"Kenapa Om Ben belum kasih kabar?Apa
terjadi sesuatu di jalan?Ga aku ga boleh berpikiran buruk.Evi baik2 saja."pikiran Irwan tidak konsentrasi.

     Albi mengerti kalo Bossnya itu sedang kasmaran maka ia membantu dengan beberapa presentasi.Wajah Irwan berubah ceria saat Benigno memberi kabar bahwa mereka sudah sampai.Bahwa Evi kini tengah bersama Mamanya.Irwan tersenyum lega begitupun Albi,"Wah lega gue,Pak Presdir dah kembali seperti biasanya.Serius dan fokus dalam bekerja.Ternyata cinta itu benar2 dahsyat ya.Seorang yg seperti Pak Presdir aja sampai ngeblenk dibuatnya.Bener2 deh".
       "Oke...sampai dimana pembahasan kita tadi?..Oh neraca laba rugi ya...break event pointnya bagaimana.?..."Irwan benar2 jadi semangat bekerja.
Danang memperhatikan perubahan sikap Irwan dengan sinis,"Sepertinya Irwan berubah sejak ada Evi.Lebih ceria dan sering senyum2 sendiri.Kurasa aku harus bergerak cepat sebelum mereka benar2 saling jatuh cinta.Sial!!Tahu begini tidak kubawa Evi ke Jakarta.Kenapa sih Irwan selalu mendapat semua yang kuinginkan?Kasih sayang Mama,harta warisan,bisnis dan sekarang Evi!Ini tidak adil!!"
        Mari kita tinggalkan 2 pria pemeran utama kita ini,kita terbang ke Kediaman Sutedja.
      Evi disambut gembira oleh Inul dan keluarganya bahkan Aty ikut senang melihat penampilan Evi yang makin cantik."Cantiknya,Nyonya Muda.....seperti artis di tv2.Aty juga mau dong dimake over biar cantik gitu."
Inul tertawa mendengar omongan Aty,"Aty...Aty memang kamu mau menarik perhatian siapa?"
      "Ya tentunya yang masih jomblo dong Nyonya Ratu,masak saya mau menarik perhatian Boss Muda Irwan...wah bisa dipecat saya nanti sama Nyonya muda Evi...lagian ga mungkin juga ....hati Boss Muda kan hanya untuk Nyonya Muda...eh Nyonya Ratu ga lihat sih tadi pagi ada yang mesra2an di ruang kerja Boss muda."
"O ya?siapa?ceritain dong!"Inul pingin tahu.Evi langsung merah mukanya.
"Iya,kak!Aku juga lihat lho."tambah Benigno.
Inul makin penasaran.Evi mengejar Aty yang mau cerita ke Mamanya Irwan."Aty,awas ya jangan bikin gosip.Jangan dengerin dia Mama!"kata Evi sambil mengejar Aty.
Inul akhirnya mendekati Benigno dan Benignopun menceritakan semuanya.Inul jadi senyum2 mendengarnya.Melihat itu sadarlah Evi kalo rahasianya sudah terbongkar.
Iapun berlari merajuk pada ayahnya,"Ayah,Evi malu....tolong Evi"
      Ayah Hamdan tahu bahwa putrinya tengah jatuh cinta dan iapun menyukai pria yang dipilih putrinya,"Evi pantas untuk bahagia,banyak kesusahan hidup yang dialaminya.Kematian ibunya,putus sekolah,bekerja keras demi membiayai adiknya sekolah dan rela menikah dengan orang asing demi melunasi hutang2ku pada rentenir.Putriku pantas untuk bahagia.Dan nak Irwan yang ini juga orang yang baik.Aku percaya padanya."
       "Tak perlu malu Evi!Kan kamu bermesraan sama suamimu sendiri.Mama harap sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan suara tangis bayi.Cucu Mama.Benarkan Rizky?"tanya Inul.
"Benar.Kak Evi itu yang merawat Rizky dari kecil jadi sudah ga diragukan lagi kemampuannya untuk menjadi seorang ibu.Hi.hi"jawab Rizky.
"Kalian semua meledekku.Aku mau ke kamar saja."Evi merajuk lalu mohon diri untuk berganti pakaian.
"Cie...cie....malu2 tapi mau nih ye!"ledek Benigno.Evipun jadi makin tersipu2.Akankah itu akan menjadi kenyataan?*****Tunggu aja di eps selanjutnya.Good night everybody.*****

Eps 31 ☆☆ Tabir Kepalsuan : The greatest is love.

Kembali ke Kantor Irwan...
       Rapat sudah selesai,semua tampak puas dengan hasil rapat.Bahkan dewan direksi ingin mengadakan jamuan makan malam untuk perayaan kembalinya Irwan sekaligus ucapan syukur karena Irwan selamat dari kecelakaan pesawat.Irwan menyetujui proposal tersebut.Semua peserta rapat sudah meninggalkan ruangan tinggal Irwan dan Albi.
Irwan : " Albi,terima kasih ya buat covering kamu tadi.Untung kamu smart,jadi mereka tidak tahu kalo saya lagi ga konsent tadi.Saya tidak salah pilih kamu jadi sekretaris saya."
Albi : "Bapak bisa saja.Saya kan juga pernah jatuh cinta Bapak.Jadi saya ngerti...Beruntung sekali Bu Presdir mendapatkan Bapak."
Irwan:"Kamu salah.Justru saya yang beruntung karena mendapatkan Evi sebagai isteri saya."
       Albi mengernyitkan dahinya,bingung juga ia dengan pernyataan Bossnya.Setahu dia banyak banget yang mengejar2 Bossnya itu.Mulai dari anak pejabat,artis sampai putri dari rekan2 bisnisnya.Apalagi yang namanya Rita.Bener2 bikin Irwan sampai hampir memutuskan relasi kerja dengan Tuan Rivers.
Irwan:"Kamu bingung ya dengan omongan saya barusan?Wajar sih karena kamu tidak mengalami apa yang saya alami.Bila kamu di posisi saya,kamu akan tahu bagaimana rasanya."
       Tak terbayangkan oleh Albi bila ia menjadi Irwan.Albi mulai membayangkannya.
Albi:"Wah...sepertinya dunia milik saya kalau saya jadi Bapak.Sukses,kaya raya,tampan,pintar,tenar,diidolakan wanita,jadi trending topik,masuk tv,jadi headline di surat kabar,jadi cover majalah bisnis terkemuka,kemana2 diliput media,perusahaan dimana2,....wow!Apalah2 banget itu!!"
      Irwan tersenyum melihat sekretarisnya.Irwan teringat perkataan mendiang ayahnya bahwa yang terbesar lebih dari semuanya adalah kasih sayang. sayang.Bisnis,uang,ketenaran,dan yg lainnya memang penting tapi semua itu akan sia2 bila tidak ada cinta.
Irwan:"Waktu saya bertemu dengan isteri saya di Masamba.Saya bukan siapa2.Evi tidak tahu siapa saya,pakaian saya tidak bermerk,malah cuma kaos oblong seingat saya,saya tidak datang dengan gemerlap harta bahkan saya tidak sepenuhnya ingat dengan masa lalu saya.Waktu itu saya sudah menuju dunia kematian,saya melihat ayah saya di alam bawah sadar saya.Beliau tersenyum pada saya tapi tidak memanggil saya,justru saya mendengar suara Mama di kejauhan memanggil2 nama saya,meminta saya kembali dan jangan mengikuti ayah saya tapi saya tidak melihat Mama jadi saya terus menuju pada ayah saya."
         Albi berhenti membenahi dokumen,ia merinding mendengar cerita Bossnya.
Albi:"Wah kalau Bapak terus menuju Mendiang Boss Besar pasti Bapak sudah....."
Irwan:"Kau tahu siapa yang menghentikan saya?"
Albi:"Apa Bu Presdir?"
Irwan : "Kau benar.Tiba2 ada yang memegang tangan saya dan menarik saya dari alam bawah sadar.Saat saya sadar,Evilah yang memegang tangan saya sambil menangis...Saya bagai melihat Mama didalam dirinya.Saya ingat betapa bahagianya ia melihat saya waktu itu....Orang yang tidak saya kenal,orang yang tidak tahu siapa saya,bisa begitu bahagianya melihat saya.Saya tak akan pernah melupakan moment itu."
Albi : "Romantis banget sih Bapak....Saya jadi terharu."
Irwan : "Sudah,ayo kita pulang.Saya sudah lapar nih.Sudah hampir jam 8 malam."
Albi : "Lapar apa kangen ,Pak?"
Irwan menepuk pundak sekretarisnya itu.
Irwan:"Sudah mulai berani meledek Presdir ya kamu?"
Albi : " Tidak berani saya Pak.Maaf maaf."
Irwan : "Ga ....saya cuma bercanda.Saya tunggu notulen rapatnya besok di meja saya ya.Ayo pulang!"
        Irwan sangat rindu dengan Evi.Ia ingin segera pulang dan melihat Evi.Irwan segera menekan tombol lift men uju lantai dasar.Kita tinggalkan Irwan yang dalam perjalanan pulang.Kita tengok sedang apa Evi sekarang.
**Kediaman Sutedja**
Evi bicara 4 mata dengan ayahnya perihal rencananya untuk mengatakan semua kebenarannya pada Irwan.
Ayah Hamdan:"Ayah setuju denganmu,lebih baik kita katakan semuanya sebelum semuanya semakin tak terkendali.Tapi putriku apa kau siap dengan reaksi nak Irwan nanti?Kau siap kehilangan perhatiannya?"
        Evi tertunduk sedih.Benar kata ayahnya,bila ia mengaku semuanya pada Irwan maka Irwan pasti tidak akan memperlakukannya sebagaimana seorang suami pada isterinya.Irwan adalah publik figur,ia akan menjunjung tinggi norma dan etika.Bahkan mungkin ia akan mengadakan konferensi pers lagi untuk mengklarifikasi semuanya.Apakah ia siap dengan semua itu?
Evi : "Tapi bila Evi tidak melakukannya lalu ingatan Irwan pulih dan ia menyadari bahwa kita membohonginya,bukankah itu akan lebih buruk lagi Ayah?Ia akan membenciku Ayah,aku tak mau ia membenciku Ayah.Evi tidak mau...."
       Evi menangis di pelukan Ayahnya.Andai saja,cinta tidak tumbuh di antara putrinya dan Irwan mungkin semuanya akan lebih mudah.Tapi tak seorangpun bisa memaksakan cinta.Oh.....oh..
Ayah Hamdan:"Kapan kau akan bicara pada nak Irwan,putriku?"
Evi : "Lebih cepat lebih baik Ayah sebelum Danang membawa kita pergi dari sini."
Ayah Hamdan terkejut dengan perkataan Evi tersebut.
Ayah Hamdan:"Danang bicara begitu padamu?"
Evipun menceritakan kejadian di toilet kantor Irwan sore tadi pada ayahnya.Bahkan ia juga menceritakan bahwa dalang dari sabotase pesawat Irwan adalah Danang.
Ayah Hamdan:"Ayah tak mengira kita bakal terseret dalam rencana kejahatan Danang.Pria itu benar2 berbahaya."
Evi : " Dia itu pembunuh berdarah dingin Ayah.Ia tega mencelakai adiknya sendiri hanya demi ambisinya.Aku tidak takut bila ia menyakitiku tapi aku takut ia menyakiti Irwan,Ayah.Ia pernah melakukannya hingga Irwan meregang nyawa.Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Irwan,Ayah.Evi tidak mau kehilangan dia...Evi tidak bisa hidup tanpa dia,Ayah...tidak bisa...."
       Tangis Evi makin menjadi.Hingga mereka tidak mendengar ketukan di pintu.Ayah Hamdan yang menghadap ke arah pintu tersenyum saat tahu siapa yang datang.
Ayah Hamdan:"Lihat suamimu sudah pulang,Evi."
Evi segera membalikkan badannya dan melihat pria yang ia tangisi,pria yang ia cintai,berdiri di hadapannya masih lengkap dengan setelan bisnisnya.
Irwan :"Benar kata Rizky,kau ada di sini.Maaf jika saya mengganggu pembicaraan ayah dan anak."
Ayah Hamdan : "Sama sekali tidak,nak Irwan.Kami sudah selesai.Evi ,ayo sambut suamimu.Ia pasti lelah habis bekerja."
Irwan : "Benar kata Ayah,Evi.Aku buru2 pulang lho masak tidak disambut?Setidaknya dapat satu pelukan gitu...Iya ga Yah?"
       Evi malu2 melangkah ke arah Irwan.Irwanlah yang meraih Evi dalam dekapannya.Betapa ia merindukan isterinya itu.Evi tersenyum saat perut Irwan berbunyi.
Evi : " Kamu pasti lapar ya?Ayo kita makan,aku juga belum makan."
Irwan : "Kau belum makan?Bukannya jam makan malam sudah lewat?Bagaimana kalau kau sakit maag?"
Ayah Hamdan :"Dia menunggumu Nak Irwan.Katanya dia baru mau makan kalo kau juga makan."
Evi malu rahasianya dibongkar ayahnya.Ia memang tidak ikut makan malam karena ia tak enak makan bila Irwan belum makan juga.
Irwan : "Benarkah?How sweet....Kalo begitu kami mau makan dulu Ayah.Selamat malam Ayah!"
        Evi dan Irwan berpamitan.Ayah Hamdan memandang mereka melangkah menuju ruang makan.Evi tampak bahagia disamping Irwan.
Ayah Hamdan : "Ayah doakan cinta kalian mengatasi semua kemelut ini."
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?*****see you next eps*****

Eps 32 ★★ Tabir Kepalsuan : Love rejoiceth in the truth

Dinner time....
       Evi mengambilkan makanan untuk Irwan.Irwan melepas jasnya dan merekapun mulai makan bersama sambil berbincang2.
Irwan : " Kalau makan berdua begini jadi ingat saat di Masamba ya?Kau memasak di dapur,asap mengepul dan kadang wajahmu jadi kotor terkena arang.Apalagi kalau Rizky lagi usil ,dapur langsung berubah seperti pasar.Rame banget.Aku menikmati sekali masa2 itu."
Evi memandang Irwan penuh kekaguman.Meski memiliki segalanya,tetap saja Irwan menghargai hal2 yang sederhana bahkan jauh dari kata mewah.
Evi : " Maaf ya waktu itu kami membuatmu melakukan hal2 yang tak seharusnya kau lakukan.Kau sampai mencari kayu bakar,menimba air,membantu di ladang dan kami hanya bisa memberimu makanan yang ala kadarnya.Tidak seperti di sini,semua lengkap,ada buah,ada ikan,daging,bahkan puding."
Irwan : "Justru aku malah ingin berterima kasih karena kalian telah menerima aku tinggal di rumah kalian.Bagiku itu adalah pengalaman yg sangat berharga.Jadi kau tak perlu minta maaf,ok.Aku menerima keluargamu apa adanya."
        Evi merasa inilah saat yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya pada Irwan.
Evi : "Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?Sesuatu yang sudah lama ingin kuungkapkan padamu mengenai hubungan kita.Aku ingin jujur padamu."
Irwan meletakkan alat makan dan siap untuk mendengarkan perkataan Evi.
Irwan : "Apa yang ingin kau katakan?Sepertinya serius sekali.Aku jadi penasaran."
Irwan meraih jemari Evi dan memandangnya dengan penuh rasa ingin tahu.Evi menarik nafas dalam2.
Evi : " Sebenarnya kita ....maksudku aku dan kau tidak..."
Tiba2 seseorang muncul dan menghentikan pengakuan Evi.
Danang : " Wah wah!Kalian makan enak..ga ajak2 ya."
       Bagai mendengar petir,Evi sontak terkejut dan tumpahlah minumannya membasahi meja yang terbuat dari marmer putih itu.
Evi : " Maaf,aku tidak sengaja..."
Irwan : " Tidak apa2 biar Aty yang membersihkannya.Kak Danang sih bikin kaget saja."
Danang menatap tajam pada Evi,ia tahu Evi mau berkata apa tadi.Untung ia segera bertindak.
Danang : " Wah minumannya warnanya merah seperti darah..Jadi ingat masa kecil kita dulu ya Wan?Aku pernah memukul hidungmu sampai berdarah.Aku ingat Mama marah sekali waktu itu."
        Evi ngeri mendengarnya.Danang sepertinya tahu ia mau berterus terang pada Irwan.
Irwan : "Itu kan sudah lama sekali,Kak..Irwan sudah melupakannya."
Evi tidak tahan berada dekat dengan Danang.Pria itu benar2 membuatnya ketakutan.Kata2nya selalu mengandung ancaman.Evi mendekati Irwan.
Evi : " Sudah malam.Kau pasti sangat lelah.Mungkin sebaiknya kita segera tidur."
Irwan : "Tapi kau belum mengatakan apa yg ingin kaukatakan tadi."
Evi : " Aku malah jadi lupa dengan apa yg ingin kukatakan tadi."
        Evi sebenarnya tidak ingin membohongi Irwan tetapi kehadiran Danang benar2 mengintimidasi dirinya.Mereka lalu berpamitan pada Danang.Danang memandang dengan tajam kepergian dua insan itu.
Danang : " Aty!!!Sini cepat!"
Aty datang dengan tergopoh2,"Ada apa Tuan ?"
Danang menunjuk pada meja makan,"Kamu beresin tuh !Aku ngantuk.Cepat sana kerjakan!"
Danang pergi dengan kesal.Hari ini banyak hal yg membuat ia kesal.Dan semuanya berkisar di satu nama: Irwan Sutedja.
Aty geleng2 kepala melihat majikannya itu,"Sehari ga bete gitu kenapa sih Tuan Danang itu?Apa perlu saya nyanyikan: bete2....ah...".Kita tinggalkan Aty yg sedang goyang morena.Kita menuju kamar sejoli kita.Irwan dan Evi.
        Usai mandi,Irwan meminum obat dari dokter.Evi yang menyiapkan semuanya.
Irwan : " O ya besok perusahaanku mengadakan jamuan makan untuk perayaan sekaligus ucapan syukur,jadi kau ikut denganku.Kau kan Nyonya Irwan Sutedja sekarang."
Evi cuma mengangguk,"Semoga aku tidak akan membuatmu malu di pesta itu"pikir Evi.Seperti biasa sebelum tidur,Irwan selalu minta Evi bernyanyi.
Irwan : "Kali ini aku mau lagunya Rhoma Irama yang judulnya *Dasi dan Gincu*itu lagu favorit mendiang ayah aku.Om Ben juga suka banget lagu itu.Kau tahu kan?"
Evi : "Iya di toko tempat aku bekerja,Yang Punya toko selalu muter lagu2 dangdut.Katanya sih untuk menarik pembeli.Jadi karena tiap hari denger lama2 aku jadi hafal.Jadi suka nyanyi juga.Tapi paling sering jadi penyanyi kamar mandi.he he"
         Irwan berbaring sambil menghadap ke arah Evi.Seperti biasa guling dan bantal jadi batas di antara mereka.
Irwan : "Pantas kalau kamu di kamar mandi,Rizky pasti bilang ^mulai deh konsernya^,rupanya ini maksudnya.Kenapa kalau di kamar mandi di sini kamu ga nyanyi kayak di Masamba?"
Evi:"Malu ah ntar dikira aku ngapain lagi...nanti kalo Mama denger gimana?"
Irwan : "Kenapa harus malu?Suaramu itu bagus lho.Coba deh Mama denger pasti kamu bakal dikenalin sama temen2 Mama,mereka orang2 berkompeten di bidang nyanyi.Siapa tahu kamu bakal jadi penyanyi dangdut terkenal nanti.Janji sama aku ya kalo bener kamu jadi tenar nanti kamu buat konser spesial buat aku.Jadi lagunya semuanya kesukaan aku.Janji?"
Evi : "Ihh...apaan sih siapa juga yang mau denger suara aku?Paling cuma kamu,Ayah sama Rizky...yang tenar itu malah kamu,lihat aja ga perlu nyanyi namamu sudah dikenal orang,dipuja2 para wanita apalagi si Rita itu!"
         Irwan senang lihat Evi manyun,ia malah tertawa.
Evi : "Tuh kan seneng punya banyak penggemar cewek...dasar!"
Irwan : "Eh bukan gitu,aku tuh ketawa karena aku seneng banget lihat kamu ga sengaja nglempar daging steak ke arah bajunya Rita.Baru kali ini lho ada yg berani nantang dia.Hebat!Hebat!"
Evi seneng juga lihat Irwan tertawa lepas.Saking lepasnya sampai batuk2.
Evi segera memberinya minum.
Evi : "Sudah ...jadi dinyanyiin ga?"
Irwan : "Jadi dong.Nyanyi nyanyi..."
Evipun bernyanyi...."tetapi cinta di atas segalanya...etc"
          Irwan yang memang kelelahan dan dalam pengaruh obat dokter akhirnya tertidur.Evi menyelimutinya sambil berbisik,"Mimpi yang indah,Pangeran hatiku.Semoga Tuhan selalu menjagamu dari mara bahaya."
Evi lalu tidur di sisi yang lain.Cinta atau kejahatankah yang menang nanti?*****Tunggu eps selanjutnya.*****

Eps 33 ☆☆Tabir Kepalsuan : while ye have light,believe in the light


    Malam semakin larut.Berkali-kali Evi mencoba tidur tapi hanya sebentar lalu bangun lagi.Akhirnya ia memilih untuk terjaga.Dilihatnya Irwan masih pulas tertidur.
" Tidurnya pulas sekali.Pose tidur saja wajahnya enak dilihat.Mau dilihat dari sudut manapun tetap saja ganteng.Mamanya saja secantik itu apalagi putranya.Tapi yang paling mempesona darinya adalah kepribadiannya.Penuh kehangatan dan berkharisma.Lemah lembut tapi berwibawa.Kasihan,dari kecil ternyata kau sudah disakiti oleh Danang.Aku tak bisa bayangkan kondisimu saat pesawatmu jatuh.Melihatmu dulu pingsan dengan kepala berdarah saja aku sudah tidak tega apalagi melihatmu hampir saja kehilangan nyawa.Orang yg menolongmu benar2 malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjagamu.Aku berdoa semoga ke depan nanti kau akan terus dilindungi oleh-Nya."batin Evi seraya memandangi Irwan.
        Tiba2 Irwan tampak gelisah dalam tidurnya.Seperti ada yang mengganggu tidurnya.Bahkan ia mulai mengigau,"Tidak...saya tidak mau....".
Evi cemas melihat Irwan.Ia segera menyingkirkan guling dan bantal yang membatasi mereka,lalu mendekati Irwan.
Evi : "Sepertinya ia mimpi buruk.Aku bangunkan saja..Wan,..Irwan..bangun Wan!Irwan,ayo bangun.."
        Irwanpun terjaga dari mimpi buruknya.Nafasnya terengah2 seperti habis dikejar sesuatu.Hal pertama yang ia lakukan adalah langsung memeluk Evi.
Evi : "Kau mimpi buruk ya?Tenanglah aku ada di sini ...tidak akan kubiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu."
Irwan : "Aku tidak tahu itu mimpi atau bukan..tapi itu seperti nyata...seperti benar2 terjadi..."
        Evi mengelus2 punggung Irwan supaya pria itu lebih tenang.Setelah tenang,Evi mengambilkan Irwan minum.
Evi : " Apa yang kaulihat dalam mimpimu?"
Irwan : "Aku melihat diriku di dalam sebuah pesawat...Di atas sebuah sungai,tiba2 pesawat itu bergetar hebat dan pilotnya menyuruhku loncat ke dalam sungai tapi aku tidak mau...Sampai kemudian kepalaku terbentur dinding pesawat dan akupun jatuh ke dalam sungai....tapi tapi...."
Evi : "Tapi apa?"
Irwan : " Pilot yang mengorbankan dirinya untuk aku itu meledak bersama pesawat .....aku...aku benar2 ngeri melihatnya....Mengapa aku bermimpi seperti ini?"
Evi : " Mungkin itu bukan mimpi....tapi itu adalah sebagian dari ingatanmu..Ingatanmu mulai pulih."
Irwan : " Mungkin kau benar...besok aku akan melihat berkas kecelakaan pesawatku...aku berhutang nyawa pada pilot itu".
Evi : "Jika aku jadi pilot itu aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu."
Irwan meraih jemari Evi.
Irwan : "Kau ini bicara apa.Jangan bicara sembarangan lagi.Nyawa itu sangat berharga."
         Evi memandang Irwan sambil berkata dalam hatinya,"Bagiku kau lebih berharga dari nyawaku sendiri,Irwan.Kau adalah nyawa hidupku."
Sedikit demi sedikit cahaya terang mulai menyinari kegelapan di Jakarta.Demikian pula di dalam ingatan Irwan.Ingatannya sedikit demi sedikit mulai kembali.Akankah Irwan ingat bahwa ia tak pernah menikah dengan Evi di catatan sipil di Masamba?Akankah ia berhenti mencintai Evi atau malah membencinya?Banyak amat pertanyaannya,segini dulu yach,dah pagi nih....****see you next eps****

Eps 34 □□ Tabir Kepalsuan : Let not your heart be troubled

       Pagi2 Irwan sudah di ruang kerjanya bicara di telpon dengan Benigno.Pikirannya terus melayang pada mimpinya semalam.
Irwan : "Om,tolong semua berkas mengenai kecelakaan pesawatku dikumpulkan dan taruh di meja aku di kantor.Selesai meeting Tinjauan Management Irwan mau melihatnya.Ada beberapa hal yang mau Irwan bahas juga dengan Om.Mohon tunggu di kantor Irwan kalau Irwan belum selesai meetingnya,ya Om?"
Benigno : "Siap 86 Pangeranku!O ya data yang Irwan minta waktu itu juga sudah Om siapin.Itu daftar karyawan perusahaan kita yang melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada yang aneh di sana.Nanti saja Om beritahu."
Irwan : "Maaf ya Om merepotkan terus.Konsep jamuan nanti malam bagaimana Om?"
Benigno : "Biasa standing party cuma saran Om kau harus lebih memperhatikan Evi karena Rita cs pasti juga hadir di sana.Pasti ia akan mencari cara untuk balas dendam pada isterimu."
Irwan : " Om benar.Irwan akan mendengarkan saran Om.Terima kasih ya Om.Sampai ketemu di kantor."
        Begitu Irwan menutup telpon,terdengar ketukan di pintu.
Irwan : " Ya masuk saja!"
Ternyata Evi yang datang.Ia masuk diikuti Aty yg membawa satu nampan berisi sarapan 2 porsi.
Irwan : " Wah ada apa ini?"
Evi : "Mama yang suruh.Kata Beliau kalau sudah masuk ruang kerja kamu suka lupa waktu dan lupa makan.Jadi kubawa saja sarapannya ke sini."
Aty : "Saya permisi.Selamat menikmati sarapan berdua."
Evi : "Terima kasih kak Aty".
Begitu Aty pergi,Irwan mendekati Evi.
Irwan : "Beneran Mama yg suruh?Bukan ide kamu sendiri?"
         Evi jadi malu ditanya begitu.Itu adalah idenya tapi Mama Irwan juga mendukung dan setuju.
Irwan :"Kok malah diem?Bener kan itu ide kamu sendiri?Kamu hanya mau makan kalau aku juga makan kan?Ngaku aja kalau ga ...aku ga mau makan ah!"
Irwan berlagak buang muka dan melipat tangan di depan dada.Evi jadi sedih melihat Irwan malah ga mau makan.
Evi : "Iye..iye..memang ide aku.Tapi Mama ngijinin kok.Aku hanya ga mau kau sakit.Apalagi habis ini kau masih kerja.Jadi mau makan ya?"
Irwan senang sekali dengan perhatian isterinya itu.Tapi ia juga senang menggoda Evi.
Irwan : "Ga ah....."
Evi : "Kok ga mau sih?Ini enak lho,lihat....aku coba ya?mmmmh..enak maknyus...cobain deh,nih!"
Evipun menyuapi Irwan.Irwan tersenyum2.Memang ia ingin disuapi oleh Evi.
Irwan : "Kau juga harus makan.Nih biar kusuapi juga."
       Evi jadi malu disuapi Irwan.Apalagi Irwan memandangnya begitu rupa.Tak sanggup ia menatap balik.
Evi : "Kamu ngerjain aku ya?Dasar....julit.!"
Irwan : "Kamu tuh yang julit...pakai bawa2 nama Mama segala...padahal kamu maunya berduaan dengan aku kan?Tuh...mukanya merah tuh!"
Evi : "Aku pergi aja deh....daripada dikerjain terus sama Pangeran Julit!"
Evi melangkah hendak menuju pintu.Tapi Irwan meraih tangannya.
Irwan : " Eiit!Tidak boleh pergi!Mengerjakan segala sesuatu harus sampai selesai dong....sarapannya kan belum habis.Janji deh ga julit lagi.Temani aku makan ya."
        Evi pura2 ngambek.Padahal dalam hatinya ia senang sekali tangannya dipegang Irwan.
Irwan : " Ayolah Nyonya Irwan Sutedja...jangan manyun gitu dong!Apa kamu mau suamimu ini perutnya keroncongan kayak kemarin.Habis ini aku masih rapat tinjauan management lho.Kalo aku pingsan gimana?Kamu mau aku sakit?"
Evi : "Ga ...aku ga mau..."
Irwan : "Kok ga mau??"
Evi lalu berbalik dan menyuruh Irwan duduk.
Evi : "Aku ga mau kamu sakit,Tuan Irwan Sutedja.Ayo sekarang sarapannya dihabisin."
Irwan tersenyum.Merekapun makan berdua.
       Sementara itu di ruang makan tampak Danang baru saja tiba.Ia menarik kursi dan duduk untuk sarapan.
Dilihatnya kursi utama kosong.Kursi yang biasa diduduki Irwan.
Danang : "Kok sepi Ma?Yang lain mana?Kayaknya aku ga kesiangan deh.Masih pagi."
Inul : "Maksud kamu Irwan?"
Danang : "Iyalah Ma.Tuh anak kan paling rajin kalo sarapan.Tumben ga ada.Atau gantian bangun kesiangan.Mentang2 sudah punya isteri ya."
Aty kesal melihat Danang menjelek2kan Irwan.
Aty : " Tuan Danang salah.Boss Muda pagi2 sudah bangun.Malah sekarang sedang sarapan sama Nyonya muda.So sweet gitu deh..."
Danang : "Sarapan berdua?Di mana?"
Aty :"Di ruang kerja Boss muda.Pasti romantis banget..."
      Mendengar itu selera makan Danang langsung hilang.Ia pun minum dan beranjak pergi dengan wajah kesal.
Inul : " Lho kok ga dihabisin sarapannya ,Sayang?"
Danang : "Lagi males Ma.Danang berangkat dulu Ma!"
Aty heran melihat sikap Danang yang langsung berubah begitu dengar Irwan sarapan berdua dengan Evi.
Aty : "Kok kelihatannya Tuan Danang kesal gitu ya Nyonya?Apa masakan Aty ga enak ya?"
Inul : "Masakanmu enak seperti biasanya kok.Mungkin Danang lagi ga selera makan aja.Lagian biasanya malah jarang sarapan kan?Masih mending sudah makan beberapa suap tadi.Setidaknya perutnya ga kosong.Kamu sudah sarapan belum?"
Aty : "Habis ini Nyonya.Nyonya perhatian sekali seperti Boss muda."
Inul : " Aku ini kan Mamanya.Gimana sih kamu?"
Aty : "O iya ....kok Aty bisa lupa ya?Ups."
       Danang sengaja melewati ruang kerja Irwan.Ia ingin tahu benarkah Evi bersama Irwan.Ia melihat Evi mengusap sesuatu di bibir Irwan dengan tissue.Irwan sendiri tak lepas pandangannya dari wajah Evi.
Danang makin kesal melihatnya,"Sebel!!!Sebel!!Makin hari bukannya makin jauh malah makin lengket aja kayak perangko.Pakai acara sarapan berdua lagi.Bener2 gue nyesel banget bawa Evi ke Jakarta.Ujung2nya Irwan juga yang dapat.Sial!Bikin bete aja!"
Danang makin bertekad memisahkan Evi dari Irwan.
Danang: "Pokoknya apapun yang membuat Irwan bahagia akan aku renggut.Termasuk Evi.Tak akan kubiarkan Irwan bahagia.Akan kubuat ia kehilangan semuanya.Termasuk kehilangan cintanya.Lihat saja nanti!"
       See you*****

Eps 35 || Tabir Kepalsuan : Make me walk upon mine high places

        Evi melepas kepergian Irwan ke kantor dengan lambaian tangan.Inul yang mendapat mandat dari putra bungsunya untuk menemani Evi, mengajak Evi berlatih berjalan dengan sepatu hak tinggi.Ayah Hamdan sampai tertawa geli melihat putrinya berlatih.Rizky apalagi setiap kali Evi jatuh ngakaknya paling kenceng.
Rizky : " Kak Evi kayak Robocop.Lucu,ha ha ha".
Inul geleng2 kepala.Untunglah bala bantuan datang.
Aty datang membawa tamu agung.O..o siapa dia?
Inul : " Ivan!!!"
Ya, tamunya designer kondang kita : Mak Igun.
Ivan : " Mb Inul,gimana kabarnya?Wah makin kece parah kayaknya.Makin blink2 aja!Udah lihat head line surat kabar belum?"
Inul : " Memang ada berita apa lagi?"
Ivan : "Pastinya Pangeran Muda kita dong.Lihat nih aku bawa beberapa!"
       Evi ikut juga melihat sebenarnya mrk itu bicarain apa kok heboh banget.Wajah Evi langsung tersipu2 saat melihat foto dirinya dan Irwan menghiasi halaman utama berbagai surat kabar.
Ivan : "Lihat nih judulnya: Berakhirnya Pencarian Irwan Sutedja,Cinderella dari Masamba,Irwan Sutedja is back,Kisah Cinta dibalik Hilangnya Sang Milyarder,...wow !!!"
Tiba2 Hp Inul berbunyi,Inul segera menerimanya.
Irwan :"Apakah Kak Igun sudah sampai di rumah kita Mama?Aku sengaja memintanya datang agar bisa membantu Mama mempersiapkan dirinya untuk jamuan nanti malam."
Inul : "Iya sudah sampai.Kok kamu tahu sih Sayang kalo Mama butuh bantuan nyiapin menantu Mama buat nanti malam?"
        Irwan yang baru selesai rapat berjalan menuju ruangannya,tersenyum mendengar pertanyaan Mamanya di Hp.
Irwan : " Menantu Mama itu seperti mutiara,harus melewati berbagai proses supaya bisa menjadi perhiasan yang mempesona bahkan sangat mahal.Bicara soal Evi....Irwan jadi kangen.Boleh kasih telponnya ke Evi Mama?"
Inul : " Sudah Mama duga,ujung2nya tetep Evi kan?Pagi sarapan berdua,siang kangen2an,wah ...bener2 nih."
         Inul memberikan Hpnya pada Evi.Hatinya berbunga2 mendengar suara yang sangat dirindukannya.
Sementara itu Inul berbicara dengan Ivan Gunawan memperkenalkan keluarga Evi padanya.
Irwan : "Bagaimana kabar Nyonya Irwan Sutedja siang ini?Apakah sudah makan siang?"
Evi : "Belum.Kamu sendiri sudah belum?Kapan pulangnya?"
Irwan : " Ciee....kangen ya ama aku?Aku dah pesan makan siang.Aku mau makan siang di kantor sama Om Ben.Kamu harus makan juga ya.Jangan nunggu aku soalnya paling cepet sore aku baru pulang.Banyak pekerjaan numpuk selama aku tidak ada."
Evi : "Bagus deh ada Om Ben disana nemeni kamu.Aku jadi tenang.Di sini ada kak Igun.Heboh gitu.Tuh rame kan?"
Irwan : " Emang kak Igun ke situ aku yg minta.Dia akan bantu kamu tampil confidence di acara nanti malam."
Evi : "Kalo nanti aku bikin kamu malu gimana?Aku ga mau kamu dipermalukan...."
Irwan : " Mulai deh...tenang saja.Nanti Mama juga ikut kok.Jadi kamu bisa lebih nyaman di sana.Oh ..itu Om Ben sudah datang,aku tutup dulu telponnya ya."
Evi mengembalikan lagi Hpnya pada Inul.
       Evi semangat berlatih begitu Irwan ngebel.Kita tinggalkan dulu Evi yang lagi latihan menjadi peragawati.Kini kita meluncur ke kantor Irwan.
Tampak di lantai paling atas,Irwan dan Benigno sedang asyik makan siang sambil berbincang2.
Irwan :"Wah sudah lama ya Om kita ga makan bareng kayak gini?O ya tadi pagi Om bilang ada yang aneh pada daftar karyawan yg melakukan perjalanan dinas ke Masamba.Ada apa Om?"
Benigno:"Nama kakakmu ada di daftar itu.Ia pergi 2 minggu sebelum kecelakaan pesawatmu di Mamasa.Alasannya melakukan survey lokasi untuk proyekmu di sana."
Irwan : Proyek di sana? Tak pernah sepertinya Irwan menyerahkan proyek luar pulau ke kak Danang soalnya mengurusi perusahaannya saja yg di Jawa,Kakak masih belum bisa mandiri.Masih diback up oleh Kantor Pusat."
        Irwan teringat dengan mimpinya.
Irwan : " Benarkah pilot yang menerbangkan pesawatku meninggal dalam kecelakaan itu Om?Apakah perusahaan sudah memberikan kompensasi kepada keluarga almarhum?"
Benigno : " Iya,pilotnya meledak bersama pesawatnya.Soal kompensasi dan jaminan hidup untuk keluarganya sudah Om urus.Om heran bagaimana kau bisa punya ide terjun ke sungai?"
Irwan merasa berhutang budi kepada pilot tersebut.
Irwan : " Bukan Irwan yang punya ide itu Om.Itu ide pilotnya.Irwan berhutang budi pada dia Om."
Irwan lalu menceritakan mimpinya pada Benigno.Benigno terharu mendengarnya.
Benigno : "Benar kata orang bahwa untuk orang yang baik orang lain rela memberikan nyawanya.Om bangga memiliki keponakan sebaik dirimu,Irwan."
Irwan : "Tolong berikan jaminan kepada keluarganya bahwa mereka dan keturunan mereka akan selalu diterima bekerja di Perusahaan kita,Om."
Benigno : "Bagaimana dengan kakakmu?Sepertinya akhir2 ini sikapnya agak aneh.Apalagi bila ada Evi atau keluarganya.Apa kamu juga merasa begitu?"
        Irwan merenung,memang ia merasa aneh juga tapi lebih ke Evi yang selalu ketakutan tiap ada kakaknya.Ada misteri apa sebenarnya.Apa masih ada yang belum ia tahu?
Irwan : "Coba Om lihat bukti2 yang dilampirkan dalam laporan nominal entertainment perjalanan dinas kak Danang.Kemana saja ia di Masamba?Bila perlu Om cek ke Masamba langsung keaslian bukti2 tersebut."
Benigno : "Om selalu siap untuk setiap tugas dari kamu.Nanti bila ada perkembangan pasti Om kabari."
Irwan :"Tapi Irwan minta masalah ini jangan sampai diketahui Mama.Irwan ga mau Mama jadi kepikiran."
Benigno : "Tentu saja.Ini akan menjadi sebuah misi rahasia."
         Irwan dan Benigno lalu membahas masalah bisnis.Tentang Closing,action plan,implementasi dan lain sebagainya.Pokoknya apalah2 ruwet bin mumet.
Di tempat lain,di ball room hotel tempat akan diselenggarakannya jamuan malam,tampak seorang wanita tengah melihat2 persiapan yang sedang dilakukan oleh panitia.Kebetulan ayahnya adalah ketua panitia acara tersebut.Salah satu petugas Hotel mendekatinya,"Bagaimana Nona Rivers apa masih ada yg perlu kami siapkan?"
Ya,wanita itu adalah Rita.
Rita : "Sudah todak ada lagi.Kau boleh pergi."
Rita berencana untuk memakai jamuan malam itu sebagai ajang balas dendam pada Evi.
Rita :"Ini acara yang dihadiri oleh orang2 berkelas.Di sinilah akan kutunjukkan bahwa orang dari kelas bawah ga pantes bersanding dengan pria kelas atas apalagi selevel Irwan Sutedja.Aku akan mempermalukanmu di depan semua orang bahkan sampai Irwanpun akan malu menjadi suamimu Evi.Tunggu saja balas dendamku nanti!Jangan kau mengira karena kau adalah isteri Irwan maka aku akan diam saja,kau tidak tahu berhadapan dengan siapa.Rita Rivers kok dilawan."
        Wah mau bikin ulah apa nih si Rita?Benarkah Irwan akan bereaksi seperti perkiraan Rita?Hari semakin mendekati senja..****semoga eps ini ga ngecewain,see you next eps****


Eps 36 ♡♡ Tabir Kepalsuan : Cast not away therefore your confidence

        Semua orang bersiap menghadiri jamuan malam.Tak terasa senja turut menghantar semua bersiap2.Ada yang bersiap untuk kebaikan tapi ada juga yang bersiap untuk sebuah pembalasan.Jadi geregetan..
Sebuah mobil mewah memasuki kediaman Sutedja.Keluar dari dalamnya Pangeran kita,siapa lagi kalo bukan Irwan ...Sumenep...
         Wajah rupawan mempesona siapa saja yang memandang...cie .....
Penampilan menawan membuat tak bosan memandang...cie.
Tutur kata sopan membuat hati terbayang-bayang....cie...
Suaranya wibawanya senyumnya membuat hati melayang....
        Dengan langkah riang,Irwan turun dari mobil.Hp menempel di telinga,wah gaya bisnisman gitu deh.
Irwan : "Iya Om.Ini juga baru sampai.Pastikan semuanya under control ya Om.Bukan Irwan tidak percaya sama Pak Rivers,Irwan hanya ingin pastikan semuanya berjalan dengan baik.Okay Om sampai ketemu di hotel."
Hati Irwan sudah sangat rindu ingin bertemu Evi.Sehari tak bertemu rasanya seperti setahun.Sudah terbayang di matanya Evi menyambutnya dengan pelukan hangat seperti sebelumnya.Wajah Irwan berbinar2,"Akhirnya aku sampai di rumah juga.Hati ini rasanya sudah tak sanggup lagi menahan rindu.Mutiaraku,dimana dirimu?Aku ingin segera bertemu."
        Melihat Boss kesayangannya datang,Aty segera menyambut dengan antusias.
Aty : "Selamat datang Boss Muda!Bahagia sekali kelihatannya.Makin cakep deh Boss kalo lagi heppi gini"
Irwan celingukan mencari bayangan yang ia rindu2kan.
Aty : " Boss muda saya di sini!Masak segede ini ga kelihatan sih Boss?"
Irwan : "Saya tahu kamu disini Aty..tapi yang saya cari itu isteri saya.Rumah kok sepi pada kemana?Tumben?Biasanya kalo sore gitu pada kumpul di sini."
Aty : "Iya ya Boss muda.Saya juga baru menyadari.Pada kemana semua ya?Perasaan tadi rame gitu di sini.Kenapa pada ngilang ya Boss?Kok mereka ga ajak2 sih?Jadi sedih...Boss muda,Aty ditinggalin.Mereka pergi kemana Boss Muda?"
        Irwan geleng2 kepala dan melepas jasnya.Bukannya memberinya jawaban,Aty malah membuatnya makin penasaran.
Irwan : "Aku yang harusnya tanya seperti itu Aty.Kok malah jadi kamu?Sudah...kamu cari ke dapur saja siapa tahu mereka di sana.Aku akan cari di kamar.Aty..Aty ada-ada saja..."
Irwan bergegas menuju kamarnya,siapa tahu Evi kecapaian menunggunya jadi ketiduran deh.
Irwan : " Evi..?"Irwan tidak melihat siapapun dikamar.Kerinduannya kini berubah menjadi kecemasan.Dimana Evi?Jangan2 sesuatu terjadi padanya?Irwan melempar jasnya ke atas tempat tidur dan segera keluar menuju kamar Mamanya.
         Irwan mengetuk2 pintu kamar Mamanya.
Irwan : "Ma!Mama!Mama di dalam?"
Irwan sudah memegang handle pintu ketika tiba2 Inul keluar dan membawa Irwan menjauh dari pintu.
Inul:"Oh Irwan sayang!Kamu sudah pulang.Tumben sayang biasanya malam2 baru pulang.Pasti ada yang dikangenin ya di rumah?"
Irwan heran karena Mamanya seakan melarangnya mendekati pintu kamar.
Irwan : "Ma,katakan pada Irwan dimana Evi?"
Inul : " Evi...Dia....dia...."
        Irwan memegang pundak Mamanya.Wajahnya benar2 panik sekarang.
Irwan : " Ma,jangan bikin Irwan cemas begini.Evi kenapa Ma?Evi baik2 saja kan?Ma....say something..where is she?Tell me please.."
Inul menunjuk ke arah kamarnya.Irwan bergegas menuju kamar tersebut tapi kali ini Ivan Gunawan yang menghalangi di depan pintu.
Irwan : "Evi!Evi!..Kamu di dalam?."
Ivan : "Stop!Jangan sekarang!Evi belum selesai,ga boleh diganggu dulu.Ntar make upnya rusak lagi."
        Evi bukannya tak mendengar suara Irwan.Ia bahkan sudah berdiri di belakang pintu saat Irwan mengetuk tadi tapi Inul melarangnya membuka pintu.Dengan wajah sedih ia kembali ke meja rias.
Irwan berusaha menggapai tangan Evi tapi dilarang oleh Ivan.Irwan mulai kesal.Kenapa semua orang seakan menghalanginya bertemu dengan isterinya sendiri.
Irwan : "Kak Igun!Ada apa ini?"
Ivan G : "Sudah mending kamu menyiapkan diri kamu untuk acara nanti,janji deh kamu selesai kita juga selesai.Bagaimana?Kamu percaya kan ama Mak?"
        Dengan berat hati Irwan dibawa pergi oleh Inul.
Irwan tampak sangat kecewa tidak bisa bertemu dengan Evi.Iapun lalu mandi dan bersiap.Dipakainya pakaian yang telah dipersiapkan Mamanya.Setelah selesai,ia duduk dengan lesu di atas tempat tidur.Dipejamkannya matanya.Saat itulah pintu dibuka dan Evi masuk dengan pakaian yang anggun.Berjalan ke arah Irwan duduk dan berdiri di hadapannya.Irwan membuka matanya dan berkaca2 melihat isterinya ada di hadapannya,tersenyum sambil mengusap pipinya.
Evi :"Kau tidak apa2?"
       Irwanpun berdiri dengan takjub melihat betapa cantiknya Evi.Lalu dipeluknya Evi penuh kerinduan.
Irwan : " Aku lebih memilih kau apa adanya asal bisa selalu melihatmu.Aku tak ingin apa yang kuberikan padamu justru malah menjauhkanmu dariku."
Evi : "Aku sudah memiliki apa yang semua wanita impikan dan aku tak perlu apa2 lagi."
Ivan dan Inul melihat adegan itu dari jauh.Mereka ikut terharu.
Ivan : "Rasanya seperti melihat telenovela ya?So sweet banget.Jadi ikut mewek gue."
Inul : " Baru kali Irwan sampai hampir marah.Putraku benar2 sedang jatuh cinta."
Irwan melihat ada yang kurang,diambilnya sesuatu dari kantongnya.Evi menerimanya dengan penuh tanya.Begitu dibuka ternyata kalung berlian.
Irwan : "Biar aku pakaikan."
        Disibakkannya rambut Evi lalu dipakaikannya di leher Evi.Benar2 cantik.Irwan lalu memberikan lengannya untuk digandeng Evi.Evipun menggandeng Irwan.Merekapun berjalan beriringan menuju mobil.
Ivan dan Inul satu mobil.Sedang Irwan bersama Evi naik limosin.Sopir membuka pintu untuk mempersilahkan mereka masuk.
       Didalam mobil Evi menyandarkan kepalanya dibahu Irwan.Mobilpun melaju menuju lokasi pesta.
Sebuah karpet merah menyambut setiap tamu yang datang.Media massa berkerumun sibuk mengabadikannya.Tampak Rita sejak tadi sibuk melihat gaun yang ia pakai.Melenggok ke kiri ke kanan.
Rita : "Ini adalah gaun rancangan designer luar negeri papan atas.Pasti semua mata akan melihatku.Akan kubuat para wartawan,awak media,kamera,reporter whatever....semuanya hanya akan meliput diriku.Lagipula aku adalah gadis model pastinya langkahku lebih cantik dibanding si upik abu dari Masamba itu.Sengaja kubikin ada session red carpet segala biar si upik abu itu sadar kelasnya.Kurasa sudah saatnya aku muncul bak diva dari Hollywood.Pastinya semua kamera akan terarah pada kecantikanku sehingga saat Si Upik abu itu tiba,media akan mengabaikannya.Lagian apa yang bisa membuat mata orang tertuju padanya?Wajah standar,asal usul juga rakyat jelata,huh...masih apalah2 gue.Now is the show time.!!!"
        Rita turun dari mobil mewahnya bersama sang ayah.Wartawan segera mengerumuni mereka.Tuan Saiful Rivers masuk lebih dulu karena putrinya malah sibuk
dengan perhatian media massa.Rita dengan bangga memamerkan bajunya,sepatunya,tasnya,semua yang ia pakai.Hingga sebuah mobil limosin berhenti dan keluarlah Irwan dengan sang cinderella kita.Evi masamba.Dari mobilnya saja para awak media tahu siapa yang datang.IRWAN SUTEDJA.
       Wartawan makin tertarik meliput karena Irwan menggandeng mesra Evi.Apalagi saat Evi diminta berjalan catwalk benar2 memukau.Tampak confidence karena saat di mobil tadi Irwan memberinya tips agar tetap confidence,"Pandang orang yang paling berarti di hatimu,maka keberanian pasti muncul."
       Dan Evipun memandang Irwan.Pria yang telah mencuri hatinya.Inilah namanya jatuh cinta pada suami sendiri.He he.
Rita kesal ditinggal oleh para wartawan.Mereka lebih memilih meliput Pasangan fenomenal kita.Iyalah Irwan kan bintang acara,lagipula lagi jadi trending topic dan headline.Apalagi salah satu wartawan ada yang berkata,"Lihat kalung berlian yang dipakai isteri Irwan Sutedja itu!Wow itukan kalung yang sangat mahal."
        Rita kesal dan makin kesal lagi saat dengar pernyataan Irwan,"Kalung itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan betapa berartinya Evi bagi saya".
Para awak media terus mengikuti gerak gerik Irwan dan Evi.Kasihan Rita....biarin...Tapi jangan salah tuh cewek punya banyak rencana cadangan.Plan A gagal masih ada plan B.Kira2 mau ngapain lagi ya dia?*****Tenang tidak sekarang,but in next eps.*****

Eps 37 ←→Tabir Kepalsuan : A place where two ways met

****        Perhelatanpun segera dimulai begitu sang bintang acara datang.Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan saat Irwan dan rombongan tiba di dalam.Sambutan demi sambutan diberikan.Sambutan dari ketua panitia pastinya membuka acara.Evi tampak merasa nyaman berada di dekat Irwan.Matanya berulangkali mencuri pandang ke arah sang suami tercinta.Cie....mesranya ai ai!Lengannya tak pernah lepas menggandeng lengan Irwan.Entah berapa kali para wartawan mengabadikan moment2 romantis itu.Evi sudah tak peduli lagi dengan kamera,dengan sambutan,dengan susunan acara,dengan wartawan bahkan dengan penampilannya.Semua perhatiannya tertuju pada satu fokus...Fokusnya adalah Irwan pastinya.Beginilah kalau sedang jatuh cinta,mata ngantuk jadi melotot.....
"Apa ini yang orang bilang sedang jatuh cinta ya?Rasanya di perutku seperti banyak kupu beterbangan gitu.Bawaannya pingin senyum2 sendiri.Apalagi kalo di deket pujaan hati wah rasanya seperti dialiri listrik.Rasanya seperti terbang ke awan.Mimpi apa sih aku bisa bersanding dengan seorang sekelas Irwan?Padahal dulu,jangankan naik pesawat lihat mobil lewat aja melongo.Tapi kini naik berbagai jenis mobil mewah.Irwan itu punya berapa mobil ya?Lamborgini,jaguar,mercy,lexus,alphard,sedan,ferari,...terus yg tadi apa itu limosin.Kayaknya masih banyak deh cuma ga tahu namanya.Tapi bukan yang bikin aku klepek2 adalah kepribadiannya Irwan.Apalagi kata2nya saat meluk aku di kamar tadi.Aku tersentuh sekali.Oh Irwanku.."Evi melamun.Irwan berbisik di telinganya,"Evi,kamu melamun?Lihat ,Mama mau memberi sambutan."
         Evi malu sekali ketahuan melamun.Diapun mengangguk malu.Dilihatnya Inul berjalan menuju panggung.Tepuk tangan riuh mengiringi langkah2nya.
Inul : " Terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada saya untuk memberikan sepatah dua patah kata.Sebagai seorang ibu saya mengalami efek yang paling dalam dengan berita hilangnya putra bungsu saya sekaligus pimpinan tertinggi Sutedja Bussiness Enterprise,Irwan Sutedja.Itulah sebabnya saya sangat mendukung diselenggarakannya jamuan kali ini.Saya ingin berterima kasih pada pihak2 yang telah membantu Irwan kembali ke Jakarta.Terutama kepada keluarga Hamdan Att yang telah merawat dan menjaga putra saya selama di Masamba.Terutama pada Evi,menantu saya,terima kasih sayang ,karena telah memberi cahaya kehidupan pada Irwan.Namun diatas semuanya saya bersyukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya sehingga putra saya selamat dari mara bahaya dan bisa kembali di hadapan kita semua.Saya ajak semuanya menikmati acara dengan penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.Buat Irwan:Welcome back ,Son!Demikian sambutan dari saya.Terima kasih."
         Irwan dan Evi terharu dengan sambutan Inul.Mereka segera memeluk Inul begitu ia turun dari panggung.
Irwan : "Mama hebat"
Evi : " Mama sangat baik sama Evi dan keluarga Evi.Terima kasih ya Ma.Rasanya Ibu Evi seperti hidup lagi."
Inul meraih Evi dalam pelukannya,"Kaulah yang membuat putraku seperti hidup kembali.Semoga cinta kalian abadi.Mama merestui kalian."
Irwan bahagia sekali melihat kedekatan Mamanya dengan isterinya.Ia semakin yakin bahwa ia tidak salah mencintai Evi.
         Namun di sudut lain ada sepasang mata menatap penuh kebencian dengan semua itu.Sejak tadi ia terus mencari celah untuk melakukan rencana balas dendamnya.
Tampak seorang gadis cantik dengan wajah yang agak mirip dengan Danang he he,berdiri didekat Rita.Ia terus memperhatikan apa saja yang terjadi di pesta.Namun matanya tiba2 tertuju pada sosok pria yang sepertinya baru saja datang.Pria itu melangkah ke arah keluarga Irwan Sutedja.Tampak Inul memeluknya dengan penuh sayang.
Rita : " Hey,Ika!Ika!!!Omg....Ika!Wake up!Lihat apa sih?"
        Ya,sudah tahu sekarang siapa tokoh baru kita?Apalah2 Ika Jakarta...woyo..woyo....woyo...woyo.
Ika terkejut juga dengar teriakan sahabatnya,"Ya ampun Rita.Bikin kaget aja deh!"
Rita : "Jangan bilang padaku kau juga mengincar Pangeranku,Irwan.Awas ya!"
Ika : "Rita2...aku ga seperti kamu...mengharap cinta yang jelas2 tak terbalas.Kurasa yang harus wake up tuh kamu deh bukan aku."
Rita marah mendengar perkataan sohibnya itu.
Rita : "Barusan kamu bilang apa?Cinta yang jelas2 tak terbalas?Hey kau itu teman apa musuh aku?"
Ika : "Justru karena aku teman dekat kamu maka aku harus ngasih tahu kamu.Bukankah seorang teman yang baik harus saling mengingatkan?Jika aku diam saja melihat kau berada di jalur yang salah berarti aku bukan teman baikmu."
Rita :"Tadi cinta yang jelas2 tak terbalas sekarang jalur yang salah...maksudmu apa?Yang jalurnya salah itu ya si perempuan udik dari Masamba itu!Masak orang kelas bawah bersanding dengan pria kelas atas.Tahu kamu."
         Ika :"Tenang dulu.Coba kamu perhatikan dengan seksama..Jika cintamu pada Irwan tidak bertepuk sebelah tangan pasti kaulah yang ada di posisi wanita Masamba itu sekarang.Lihatlah cara Irwan memegang tangannya!Pernahkah Irwan memegang tanganmu seperti itu?Ia tak pernah melepaskan pegangannya walau cuma sebentar.Belum pernah bukan?Lihat sekarang cara Irwan menatap wanita itu...siapa namanya?Evi ya...itu bukan tatapan sekilas lho itu tatapan yang dalam dari hati gitu deh.Pernah Irwan memandangmu sedalam itu?Nah sekarang lihat Mamanya Irwan.Betapa dekatnya mereka berdua.Kau tahu kan orang yang sangat dihargai pendapatnya oleh Irwan?Mamanya.Inul Daratista.Jika Mamanya sudah memberi lampu hijau kaupikir Irwan akan berubah haluan?Kau sudah kalah langkah.Wanita Masamba yang kau bilang udik itu malah sudah menang diatas kertas.Ia sudah menguasai bukan hanya hati Irwan tapi juga hati Mamanya.Sadar Rita!Biarkanlah mereka bahagia karena dalam cinta tidak ada kelas atas atau kelas bawah.Dalam cinta yang ada adalah ketulusan,pengorbanan,kesabaran,kesetiaan,tidak egois,dan kebaikan.Jika kau benar mencintai Irwan,lepaskanlah ia untuk meraih kebahagiaannya.Walaupun mungkin itu tidak bersamamu.Memang pedih tapi saat kau melakukan itu tahukah kau bahwa kepedihan itu membersihkan hati.Hatimu akan menjadi baru dan hidup akan memberimu hal yang baru pula.Harapan baru dan cinta yang baru dan pastinya masa depan yang baru.Itupun jika kau mau mendengarkanku tapi semua kembali pada keputusanmu."
        Rita malah jadi kesal diberitahu Ika.
Rita : "Sudah !Irwan adalah urusanku.Aku tidak butuh pendapatmu.Yuk ikut aku!"
Rita menarik Ika untuk mengikutinya.Ia mendekati area dimana Evi berada.Ia tahu habis ini Irwan akan memberi sambutan dan pasti Evi akan sendirian.Apalagi ada Danang juga.Ia akan buat skandal supaya Irwan jadi benci pada Evi.Yuk kita masuk ke kepala Rita untuk mengetahui mau apa sih dia sebenarnya.
         Rita tersenyum licik,"Ini namanya plan B.Aku ini selalu membalas mereka yang bersalah padaku.Target utamaku adalah si wanita Masamba karena ia telah menggoda Pangeranku.Aku akan memakai Ika sebagai kambing hitam.Habis dia ga bela aku malah nyeramahin aku.Dasar musuh dalam selimut.Dan goalnya adalah Danang.Dia dulu pernah menghentikanku tapi kali ini siapa yang bisa menghentikanku.Irwan habis ini ke stage jadi ga mungkin ia menolong si Evi itu.Aku akan dorong Ika ke arah Evi dan pastinya Danang yang paling deket akan menangkap tubuh Evi.Dan semua kamera akan mengabadikan moment itu dan menjadikannya sebagai headline:Skandal Rumah Tangga Irwan Sutedja!Ha haha.Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.Bagus!!show time baby!"
         Benar saja Irwan diminta naik ke panggung untuk memberi sambutan utama.Evi dengan berat hati melepas pegangan tangannya di lengan Irwan.Irwan melihat Evi lalu mengedarkan pandangannya sebentar.Semua tamu mulai riuh.Iapun mulai melangkah menuju panggung....
Saat itulah Rita mendorong Ika ke arah Evi.Maksudnya biar Evi terdorong ke arah Danang.Ika menjerit didorong Rita begitu kerasnya.Ia mengenai Evi ....lalu.....
Evi terpental dan limbung mau jatuh karena tersenggol Ika tapi....yang nangkap tubuhnya bukan Danang.Lalu Danang nangkap siapa?Nangkap tubuhnya Ika.Lho ?lalu yang nangkep tubuhnya Evi siapa dong?...
        Evi terhuyung jatuh.Semua yang hadir ikut menahan nafas.Terbayang oleh Evi semua akan menertawainya.Tapi seseorang menangkap tubuhnya dan menahannya jatuh.Matanya memandang ke arah penolongnya.Tangannya bergayut di leher penolongnya.Kata pertama yang ia ucapkan adalah.....nama penolongnya.
Evi : "Irwan????"
Irwan : " Iya ini aku....aku tak bisa memberi sambutan tanpa kau disisiku.Jadi aku balik lagi hendak mengajakmu naik ke panggung bersamaku tapi seseorang menabrakmu sehingga kau terdorong ke arahku.Kau baik2 saja?Tidak ada yang luka bukan?"
Rupanya begitu Irwan melangkah ke panggung,mata Evi terus ke arah dia.Dan kalian kan tahu Evi takut ama Danang jadi ia melangkah menjauhi Danang.Saat itulah Ika menabraknya.Jadi karena secara matematis mereka tidak dalam satu garis maka gaya yang....
        Semua yang hadir melihat dua pasang anak manusia tengah saling berpelukan mesra.Merekapun bersuit2.Kamera langsung sibuk mengambil gambar.Kok dua pasang?Iyalah di sudut pertama jelas our fave couple: Evi dan Irwan...sudut kedua ada pasangan baru:Danang dan Ika.Ika bahagia banget dipeluk Arjunanya,ksatria dari Banyuwangi.he he....cie...cie.
Tapi kayaknya ada yang manyun nih.
Rita:"Gagal maning!Gagal maning!Sial!!!!Kenapa sih gagal terus?Pakai jimat apa sih tuh cewek?Sebel!!Bukannya skandal malah gagal total!Kok Irwan pakai acara balik segala sih.?Tapi aku masih ada plan C.Tunggu saja."
       Ditengah riuhnya audience ada getar cinta di sana.Evi bahagia dalam pelukan suaminya.Irwan sendiri sudah feeling tadi saat melihat Rita mendekat ke arah Evi.Hatinya tak tenang meninggalkan Evi.Ia ingat kata2 Benigno.Itulah alasannya ia balik lagi.
Irwan lalu menggandeng Evi ke panggung.Suitan dan tepuk tangan riuh mengiringi langkah mereka.Danang dan Ika pun malah berkenalan.Ika terpesona pada ketampanan Danang.Akankah cinta Ika akan berbalas?
*****Wah sudah pagi.see you next eps******

Eps 38 ♡♥ Tabir Kepalsuan : Filled by Love
         Still in the ceremony....
       Sambutan Irwan jelas apalah apalah.Tapi intinya hampir sama dengan Mamanya.Say thanks to everybody but the different is...Irwan selalu berkata dengan kata 'kami'.Para tamu yang hadir melihat betapa hati Irwan penuh dengan cinta kepada isterinya.Ia tidak bangga sebagai seorang Presiden Direktur,ia juga tidak bangga sebagai seorang milyarder.Tapi ia bangga sebagai suami dari seorang Evi Masamba.Evi mungkin tidak berkata apapun tapi semua mata malah tertuju padanya.Ada yang menatap penuh keharuan melihat tulusnya cinta mereka.Tak sedikit pula yang menatap dengan kecemburuan.Wah pastinya cewek2 nih.Siapa sih yang tak ingin dapat suami kayak Irwan Sutedja?.       
       Acara santap malampun dimulai begitu Irwan selesai memberi sambutan.Evi yang tahu Irwan suka lupa makan segera mengambilkan makanan untuk Irwan.Di saat itulah Ika datang meminta maaf padanya.
Ika:"Aku mau minta maaf soal kejadian tadi. Aku yang menabrakmu tadi.Maaf aku tidak sengaja.Kenalkan namaku Ika.Kau mau memaafkan aku bukan?"
Evi tersenyum pada gadis cantik di hadapannya.
Evi : "Iya.Tidak apa2.Aku Evi aku...."
Ika : " isteri Irwan kan?Kau tak perlu katakan lagi semua yang ada di ruangan ini atau yang melihat tayangan livenya di tv pasti tahu betapa acara ini penuh dengan cinta karena melihat kau dan Irwan begitu mesranya."
        Evi malu juga mendengarnya.
Evi : " Apakah menurutmu kami cocok?"
Ika : "Cinta itu tidak bisa dipaksa.Ia akan menyatukan dua dunia yang berbeda sekalipun.Bahkan Cinta akan mendamaikan dua dunia yang berseteru.Cinta melakukan yang manusia pikir mustahil dilakukan.Cinta pula yang memampukan seseorang menghadapi setiap rintangan.Dan aku melihat cinta seperti itu ada pada kalian.O ya pecintamu datang,aku pergi dulu ya.Bye..."
        Evi kagum dengan ucapan Ika.Dalam sekali kata2nya.Irwan datang mendekati Evi.
Irwan :"Makanmu banyak sekali?"
Evi : " Ini bukan buat aku tapi buat kamu."
Irwan :"Wah kamu perhatian sekali sama aku.Terima kasih ya."Irwanpun mengecup pipi Evi.
Evi : " Kita diliatin banyak orang..."
Irwan makan dengan lahapnya,"Biarin saja.Aku kan mencium isteri aku sendiri."
        Usai makan,Irwan memperkenalkan Evi pada rekan2 bisnisnya.Danang memperhatikan semuanya dengan iri.Ia tadi terlambat karena ia menemui temannya yang punya bisnis persewaan kapal.Ia ingin membawa Evi pergi lewat jalan laut.Jalan udara ternyata tidak membuat rencananya sukses.Buktinya Irwan masih tetap hidup.Ia ingin memberitahu Evi tapi Irwan selalu saja berada disamping Evi.
Danang melihat ke arah lain dan tampak ada orang lain yang juga tidak suka dengan lengketnya pasangan tersebut.Ia pun mendekatinya.
Danang : "Sepertinya ada yang sedang dibakar api cemburu di sini..Benar tidak Nona Rivers?"
Rita :"Kau lagi.Kau lagi.Kenapa sih kau selalu menggangguku?Aku ini sedang tidak ingin diganggu,tahu!"
Danang :"Kau pasti kesal ya karena rencana bodohmu tadi tidak berjalan lancar bukan?Soal taktik dan siasat kau harus berguru padaku."
Rita : "Berguru padamu ?Jangan membuatku tertawa.Kau yang harus belajar padaku.Kau tahu julukan yang diberikan ayah padaku?Jenius ...JENIUS....you know what that mean right?"
Danang : "Jenius?Serius?Mana buktinya?"
Rita : "Sebentar lagi.Habis Mamimu kelar nyanyi.Akan ada pertunjukan menarik."
        Danang memperhatikan ke arah panggung.Mamanya tengah menghibur hadirin dengan suara emasnya.Mamanya memang punya suara bagus.Itu pula yang membuat Ayah Irwan terpesona pada Mamanya.
Danang : "Kau tadi memperalatku.Sekarang kau mau memperalat Mamaku?Berani sekali kau!"
Rita : " Eeeitt!Jangan emosi dulu.Aku cuma makai Mamamu buat ngambil undian."
Benar saja begitu Inul selesai bernyanyi,seorang MC sambil membawa undian naik ke panggung.
Mc :"Malam ini ada acara spesial dimana setiap nama Anda sekalian tanpa terkecuali Bp.Presdir kita.he he..Maaf ya Bp?Ini ide dari sie acara,dikumpulkan jadi satu dan akan diundi.Yang namanya disebut harus menyanyi ke depan.Bagaimana setuju semua?"
Semua yang hadir serentak menjawab : "Setuju!!"
Mc :"Ini ide bagus lho.Soalnya acara ini kan ditayangkan live di beberapa stasiun tv,siapa tahu aja diantara yang hadir ada yang punya bakat2 nyanyi terpendam gitu dan ada yang lihat dan ingin mengorbitkan Anda.Who knows right?Juga,ada hadiah handphone bagi yang nyanyinya dinilai bagus oleh dewan juri di sebelah sana.Siapa saja mereka?Ada Nurbayan..pencipta lagu Oplosan,Soimah......yo woyo woyo woyo,Iis Dahlia......apalah...apalah,Rita Sugiarto....sukses ya say, dan Cici Paramida...penyanyi kita yang cantik jelita.Ok,kesempatan pertama saya minta dengan hormat,Ibunda tercinta dari Presdir kita untuk mengambil satu nama.Silakan Ibu!"
Rita : "Yang pertama pasti Si wanita Masamba itu"
Danang : "Bagaimana kau bisa seyakin itu?"
Rita : "Aku sudah mengatur undian itu.Ada 2 undian yang satu asli yang satunya palsu.Yang dipegang oleh MC saat ini adalah yang palsu.Didalamnya hanya ada nama wanita udik itu.Pasti wanita itu akan membuat Irwan malu.Memang dia bisa nyanyi?Kalo gue jelas bisa,penghargaan gue banyak banget.Gue gitu lho!"
        Benar kata Rita,nama Evilah yang dipanggil.
MC :"Wah,hari ini romantis banget ya keluarga Sutedja.Sampai2 undianpun tetep aja nama menantu yang keluar.Wah memang benar2 jodoh sepertinya.Saya persilahkan mempelai wanita dari pasangan baru kita.Nyonya Irwan Sutedja untuk maju ke depan!"
Rita :"Show time for plan C!!"
Evi memandang Irwan.Irwan mengangguk memberi restunya.Hadirin jadi penasaran.Semua mata tertuju pada Evi.
       Kalian juga penasaran?Apakah yang akan terjadi nanti?****see you next eps****


Eps 39 ; Tabir Kepalsuan ; In memoriam of my mother

       still in the party....
        Evi melangkah mennuju panggung.Semua menanti penampilannya.Lagu yang ia pilih adalah lagu sendu berjudul: Muara Kasih Bunda.
Evi :" Suami saya sangat menyukai lagu ini.Begitupun saya karena lagu ini mengingatkan saya akan mendiang ibu saya.Semoga Anda semua pun tersentuh dengan lagu ini."
Evi mulai melantunkan lagu tersebut.
'Bunda engkaulah muara kasih dan sayang,apapun pasti kaulakukan demi anakmu yang tersayang...'
( Evi ingat bagaimana perjuangan ibunya agar anak2nya dapat hidup dengan layak.Berjualan sayur,jualan keliling kampung,berjalan di panas teriknya matahari dan masih jadi tukang cuci di rumah orang)
'Bunda tak pernah kau berharap budi balasan atas apa yang kaulakukan untuk diriku yang kau sayang...'
(Bagi Evi ibunya adalah pribadi yang selalu memberi walau kadang hanya berupa senyuman dan telinga yang mau mendengar.)
.....'Saat kujauh dari jangkauan ,doamu kau sertakan..'
(Sering Evi mendengar ibunya mendoakannya sambil menangis di tengah malam,mendoakannya tanpa henti...)
'Maafkan diriku bunda kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka...'
( Ingin rasanya Evi memutar waktu dan menghapus semua moment dimana ia kerap membuat sang bunda menangis)
'Kuingin kau tahu bunda betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya...'
( Hati Evi menangis mengenang semuanya,Masa2 bolak balik RS,tidur hampir sebulan di RS,berangkat sekolah dari RS,malam2 mencekam di RS,doa puasa tiada henti dipanjatkan,tidak ada yang namanya nongkrong dengan teman2,jalan2 ke mall,semua waktu buat ibu...)
         Semua turut larut dalam suasana haru.Evi bahkan berkaca2 sambil menyanyi.Irwan tak tega melihatnya dan hendak beranjak menuju panggung tapi Inul menahan langkahnya.
,"Biar Mama yang dampingi Evi.Semua akan baik2 saja.Percaya sama Mama."
Inul melangkah menuju panggung dan ikut bernyanyi bersama menantunya.
'Saat diriku dekat dalam sentuhan ,peluk kasihmu nan sayang....'
       Inul meraih Evi dalam pelukannya.Mengusap air mata yang membasahi pipinya.Sungguh sangat mengharukan.Tak sedikit dari para tamu yang ikut berurai air mata.Ayah Hamdan terharu sambil memeluk Rizki.Irwan ikut berkaca-kaca melihat semuanya.Lagu diakhiri dengan tepuk tangan riuh para hadirin dan standing applause dari para juri.
MC ; " wow!Sungguh penampilan yang menyayat hati...dari isteri dan ibunda Presdir kita.Semua juri sampai standing applause,mari kita dengar penilaian mereka mulai dari...
Nurbayan :"Saya yakin Anda akan lebih tenar dari suami Anda.Saya akan ciptakan lagu buat Anda,saya janji!"
Isda : " Rasanya berdarah darah gitu deh...Apalah2 isteri Presdir kita ini!"
Rita Sugiarto :"Bagus bagus ...vokalnya benar2 bagus.Sukses ya Say?//
Soimah :"Kamu ga banyak gerak tapi kita ga bisa lepas mandang kamu lho...dapat woyo2 ga penonton?Dapat ya?Yo..woyo woyo woyo woyo Nyonya Irwan woyo woyo!!"
Cici Paramida :"Evi...kok kamu bisa sih bikin kami semua juri jadi terpesona?"
       Evi dapat hadiah yang dijanjikan panitia walaupun ia isteri Presdir hadiah itu tetap harus diterima.Evi mengucapkan terima kasih dan turun dari panggung.Hadiah selanjutnya pastilah pelukan mesra sang suami<Irwan Sutedja>.
Irwan : " Selamat sayang!Aku benar2 bangga padamu."
Evi :"Kau bilang apa?"
Irwan :"Sayang...kau tak suka?"
Evi:"Suka sekali."
Mereka berpelukan lagi.Tapi tiba2 ada yang datang mengganggu.Hayo tahu ga?
See you next eps****


TABIR KEPALSUAN^^^ EPS 16-28^^^

CERBUNGTABIR KEPALSUAN 
{EPS 16 - 28}EPS 
'   







Eps 16 ♥ Tabir Kepalsuan ♥

       Irwan tak menyangka bisa bertemu Benigno.Ia segera merangkul pamannya itu."Irwan pikir tidak akan melihat Om lagi.Ayah Hamdan kenalkan ini paman Irwan,namanya Om Benigno,dia adik Mama saya.Om Ben,Ayah Hamdan ini ayah dari Evi.Om,kenapa Evi pingsan Om?Apa yg terjadi?"
     Irwan mencoba menyadarkan Evi,"Vi,bangun Vi!Evi...."panggil Irwan.
Evipun sadar dan terlihat ingin menangis begitu melihat Irwan.berita kematian yg dibawa Benigno benar2 mengejutkannya,Ayah Hamdan segera mendekati putrinya dan Evipun menangis dipelukan ayahnya,"Irwan...Yah...Irwan meninggal dalam kecelakaan pesawat...Paman itu kerabatnya...".
Irwan tahu Evi bicara soal suaminya tapi yg tidak ia mengerti adalah hubungan Benigno dan suami Evi.Benigno makin bingung melihat Evi menangisi Irwan padahal jelas2 Irwan masih hidup dan ada bersama mereka.
       "Om,kenal dengan suami Evi?"tanya Irwan.Pertanyaan Irwan membuat Benigno makin bingung lagi.Tapi yg terpenting baginya adalah Irwan masih hidup dan ia ingin segera memberitahu kakaknya berita bahagia ini."Pak Hamdan,saya rasa sebaiknya Anda sekeluarga bersiap2 ikut saya ke Jakarta.Keluarga Irwan di sana sudah menunggu kedatangan kalian."kata Benigno.
     Evi dan Ayah Hamdanpun masuk ke dalam.Tapi Benigno berpesan supaya mereka tak perlu repot membawa banyak barang karena semua keperluan mereka akan disediakan di Jakarta.Begitu mrk masuk ke dalam,Irwan memeluk Benigno sambil berkaca2."Bagaimana Mama,Om?"tanya Irwan.
       "Berita pesawatmu jatuh sungguh mengguncang Mamamu."Benigno memandang Irwan seakan2 masih tak percaya bahwa Irwan masih hidup.
       "Pesawatku jatuh?"Benigno lalu menceritakan semuanya dari awal Irwan mau ke Masamba hingga niatnya mau jemput Evi.
"Kata Ayahnya Evi,sebelum tiba di sini,aku tinggal bersama seorang pencari ikan di Mamasa bernama Danny.Ia menemukanku tak sadarkan diri di tepi sungai saat sedang mencari ikan.Katanya aku tidak ingat apapun,bahkan namapun aku tidak ingat.Lalu ia membawaku ke Masamba untuk berobat tapi malah terluka lagi saat menolong adiknya Evi di jalan."cerita Irwan.
        "Nanti di Jakarta,kita lakukan medical check up buat Irwan.Terutama untuk kepala.Om akan panggil team dokter syaraf terbaik buat Irwan."Benigno sudah tak sabar ingin segera kembali ke Jakarta.Evi juga mengajak Rizky ke Jakarta.Setelah semuanya siap merekapun menuju bandara.Sebuah pesawat khusus telah disiapkan Benigno untuk membawa keluarga Evi ke Jakarta.Welcome back to Jakarta!Bagaimana reaksi Inul mengetahui Irwan masih hidup?Bagaimana pula reaksi Danang mengetahui rencananya gagal total?Dan yg paling seru adalah bagaimana reaksi Evi mengetahui siapa Irwan Sutedja yang sebenarnya.....

      Eps 17♡Tabir Kepalsuan       
     Perjalanan menuju bandara.Evi tampak diam,Irwan mengerti Evi masih shock.
Sesekali ia mencuri pandang ke arah Evi,"Melihatmu muram begini aku merasa perasaanku campur aduk.Antara sedih,cemburu , bingung dan bahagia jadi satu.Sedih karena Evi ga ceria seperti biasanya,cemburu karena Evi memikirkan pria lain,bingung karena banyak hal yg hal yg aneh,serta bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Jakarta.Aku rasa Om Ben juga merasakan kejanggalan atas semua kejadian ini.Siapa Irwan yg dinikahi Evi ?Kenapa dia memakai namaku?Aku akan selidiki masalah ini nanti."kata Irwan dalam hati.     
 "Kak Evi akhirnya Rizky bisa naik pesawat!.Horee!!!"Rizky senang sekali apalagi pesawatnya sangat nyaman.
"Wah,kak Irwan pasti orang kaya soalnya bisa punya pesawat seperti ini.Mobilnya tadi apa juga punya kak Irwan suami kak Evi,Paman?"tanya Rizky pada Benigno.      
"Tentu saja.Apa ia tidak pernah cerita tentang siapa dirinya?Apa saja yg ia miliki di Jakarta?Apa kalian tidak punya foto atau barang kenangan darinya ?"selidik Benigno.
"Nak Irwan cuma cerita kalo ia pengusaha meubel kecil2an di Jakarta.Ia membantu kami dalam masalah keuangan.Ia tidak pernah cerita soal keluarganya selain dari ibunya yg sakit.Dan itulah alasannya ia segera kembali ke Jakarta usai penandatanganan surat pernikahan."jawab Hamdan Att.           
     "Apa ini tanda tangan kalian?"tanya Benigno menyodorkan dokumen surat pernikahan kepada Ayah Evi.
Evipun ikut melihatnya,"Iya itu suratnya.Iya aku ingat ia tanda tangan dengan hati2 sekali waktu itu.Benar kan namanya Irwan Sutedja."tunjuk Evi.Irwan terkejut melihat tanda tangannya di samping nama san tanda tangan Evi di dokumen tersebut.       
  "Ini kan...."belum sempat Irwan melanjutkan perkataannya,Benigno memegang pundaknya dan berkata,"Yang menikah dengan Evi adalah Irwan Sutedja.Nanti kita bahas ini lebih lanjut.Pesawatnya mau take off.Om akan menemani Pak Hamdan dan putranya untuk mencari informasi lebih,sebaiknya temani Evi,lihat ia ketakutan."      
       Irwan mengangguk,pamannya itu adalah penasihat baginya dalam banyak hal.Irwan duduk di sebelah Evi,Evi yg ketakutan segera memegang tangan Irwan erat2,"Jangan takut aku ada di sini.Mulai sekarang akan kupastikan semuanya baik2 saja."
      Sepanjang tinggal landas Evi terus menggenggam erat tangan Irwan.Irwan membiarkannya dan malah tersenyum penuh sayang pada Evi.
Benigno memperhatikan ekspresi dan gestur tubuh keponakannya itu setiap kali didekat Evi,"Om tahu kau punya perasaan pada gadis itu,terlihat jelas dari perhatian dan senyummu padanya.Kau sangat bahagia bila bersamanya.Entah kau yang kehilangan memorimu soal pernikahan itu atau ada orang yg mengaku dirimu.Yang pasti Evi adalah isterimu sekarang.Tapi kalau kau tidak ingat pastinya mrk ingat dan mrk tidak mengenalmu sebagai Irwan Sutedja.Padahal di surat pernikahan tanda tanganmu jelas tertera di sana.Dan anehnya semua saksi lenyap tak bisa dihubungi keberadaannya.       
       Pihak catatan sipil yg bertugas waktu itu juga sudah pergi semua.Tidak jelas keberadaannya semua.Aku rasa orang dibalik ini semua benar2 telah memikirkan semuanya dengan seksama."pikir Benigno dalam hati sambil melihat Irwan yang menyandarkan kepala Evi di bahunya.Evi tertidur sepanjang penerbangan.         
"Tidurlah....Dan jangan takut aku akan bersamamu menghadapi semuanya.Walaupun secara fisik aku bukan pria yg menikah dgnmu saat itu tapi secara hukum aku adalah suamimu.Semuanya atas namaku dan data yg dipakai adalah dataku.Dan tanda tangan itu.....orang itu tahu betul tanda tanganku.Meski dibalut kepalsuan,kau adalah isteriku sekarang:Nyonya Irwan Sutedja.Bagaimanapun buruknya niat orang itu tapi jujur aku berterima kasih karena aku menemukan mutiara di Masamba.Kau adalah mutiara itu Evi."kata Irwan dalam hati.Pesawat akhirnya tiba di Jakarta.Sebuah mobil mewah telah menunggu mereka.Benigno meminta Irwan memakai topi dan kacamata supaya wartawan tidak mengenalinya juga jaket dan syal.        
 "Om,ini apa2an...!?masak Irwan kayak gini tampilannya."protes Irwan.     
    "Sudah nurut aja!Nanti kalo sampai rumah kamu akan tahu kenapa."sahut Benigno.Rizky senang sekali naik mobil mewah lagi.Evi sendiri malah makin bingung dan bertanya2 dalam hatinya,"Sebenarnya aku ini menikah dengan siapa ?Siapa sebenarnya Irwan Sutedja itu?"       Andai saja Evi tahu bahwa Irwan Sutedja yang asli berada di sebelahnya?Masih banyak hal yang akan membuat Evi takjub.****see you next episode****** 
   
 EPS 18       
     Di kediaman mewah Sutedja,tampak para wartawan berkerumun di depan gerbang.Mereka mendapat info kalau Isteri Irwan akan datang dari Masamba.Mereka penasaran seperti apa sih wanita yg berhasil menaklukan hati pebisnis sukses sekelas Irwan Sutedja apalagi selama ini Irwan terkenal begitu dingin terhadap wanita.Maka tak heran begitu melihat sebuah mobil mewah mendekati gerbang mereka spontan menyerbu dengan berbagai bombardir pertanyaan.Evi kaget melihat jepretan kamera di mana2.Dengan susah payah akhirnya mobil pun bisa memasuki halaman.Evi terpana melihat rumah kediaman Sutedja.      
    " Wow...ini rumah apa istana?Ada tamannya,ada kolam renangnya,bangunannya megah,....jauh sekali bedanya dgn rumah kami di kampung.Aku takut sekali....di sisi lain aku juga bingung ....sebenarnya aku ini menikah dengan siapa??"
      Inul sudah menanti di teras.Pertama yg turun adalah Benigno,keluarga Evi,lalu Evi dan terakhir adalah Irwan.Danang yg melihat dari balik pilar heran dengan sosok pria berjaket,berkaca mata hitam,memakai topi dan syal merah..ia seperti kenal...
"Setahuku Evi tidak punya kerabat lagi selain ayah dan adiknya,lalu siapa pria yg keluar paling akhir dari mobil itu?"        
    Perhatian Inul langsung mengarah pada Irwan,meski ditutupi berbagai atribut penyamaran tapi naluri keibuannya tahu.Apalagi saat ia mendengar pria itu menyebutnya dengan sebutan,"Mama...."sambil melepas topi,syal dan kacamata hitamnya.Dihampirinya pria itu sambil berkaca-kaca dan setengah tak percaya ia memandang penuh tanya pada Benigno.Benigno mengangguk berkaca2 juga.Lenyap sudah keraguan Inul,Ia tidak sedang berhalusinasi,yang berdiri di hadapannya adalah putra bungsunya...Irwan masih hidup.*****       
     "Ir....wan!!"pecahlah tangis Inul dalam pelukan Irwan.Harupun memenuhi semua yg ada di situ.Kecuali satu orang,Danang.Ia tak menyangka,Ia marah,kesal dan heran mengapa Irwan masih hidup."Sial!!!Kenapa Irwan masih hidup...jelas2 pesawatnya menabrak tebing dan meledak..punya berapa nyawa sih dia?Lalu Evi,apa dia tahu kalau aku bukan Irwan Sutedja?Aku harus tahu..."umpat Danang dalam hati.      
     "Terima kasih Tuhan,putraku masih hidup!Kau baik2 saja kan?"Inul memeriksa Irwan.
"Irwan tidak apa2 Ma,hanya saja sepertinya kepala Irwan cidera akibatnya ada beberapa memory Irwan yang hilang.Untunglah banyak orang yg menolong Irwan jadi Irwan bisa selamat dan kembali ke Jakarta."       
Inul lalu memandang Evi,"Ini pasti menantu Mama?Benar kan  Irwan?"
       Irwan tersenyum dan segera melingkarkan tangannya pada pinggang Evi dan memperkenalkannya pada Mamanya,"Iya ini isteri Irwan,namanya Evi."
Evi hendak menyanggah tapi keburu dipeluk Inul dgn sayang,"Selamat datang di keluarga Sutedja.Panggil saja aku dengan Mama.Terima kasih sudah menjaga Irwan.Kau membawa keberuntungan bagi Irwan.Kini Mama bukan hanya punya 2 putra tapi juga seorang putri.Selamat datang,Sayang."     
   "Sebenarnya saya...menikah dengan......"perkataan Evi terputus karena Irwan tiba2 memeluknya dari belakang sambil berbisik,"Kumohon jangan merusak kebahagiaan Mamaku dengan status pernikahan kita.Jujur aku sendiri juga bingung dengan semua kenyataan ini tapi aku minta biarkanlah Mamaku bahagia saat ini."
Evipun mengiyakan permohonan Irwan.Benigno lalu memperkenalkan keluarga Evi pada Inul."Anda tadi berkata punya 2 orang putra.Mana yang satunya?"tanya Ayah Hamdan.
" Oh....Danang namanya.Tadi ada kok.Mari masuk ke dalam dulu.!"ajak Inul.
        Mereka lalu menuju ruang tamu.Disanalah Inul mendengar cerita Irwan.
"Maaf saya ingin ke belakang.Kamar mandinya dimana ya?"tanya Evi.Inul memberi kode pada kepala pembantunya ( diperankan oleh Aty ) untuk mengantarkan Evi.
"Mari saya antar Nyonya Muda!"Evipun mengikuti Aty.
"Nyonya Muda,ini toiletnya."tunjuk Aty.    
     "Panggil saja saya Evi.Saya dari Sulawesi Selatan.Tepatnya dari Masamba."
Evi menyodorkan tangannya mengajak bersalaman.Aty senang dengan keramahan Evi.Iapun menyambutnya dengan menjabat tangan Evi,"Tepat benar pilihan Boss Muda.Ternyata kau baik sekali kodong...O ya kenalkan saya Aty,saya kepala pengurus rumah tangga di sini.Saya dari Selayar.Wah kita sama2 orang Sulawesi nih."   
"Saya panggil Kakak saja ya?..."Evi lalu masuk ke kamar mandi.
Tapi kemudian ia keluar lagi."Kakak Aty,...Kak Kodong...."panggil Evi.
       Aty saat itu sedang bicara dengan Danang.Tapi Danang segera bersembunyi dibalik pilar marmer agar Evi tidak melihatnya.Aty segera menghampiri Evi."Ada apa Nyonya muda.?Sudah selesai ke toiletnya?"    
    "Pangggil gitu lagi.Panggil saja Evi.....Kak,kok ga ada airnya di dalam?"tanya Evi polos.
Aty langsung ketawa,"Ternyata Nyonya muda nih sama dengan saya waktu pertama kali ke sini.Bingung airnya kok ga ada.Sini saya ajari!"
Aty lalu masuk ke dalam toilet memberitahu Evi fasilitas yg ada di situ.
Evi sangat berterima kasih."Nyonya muda,saya tadi disuruh ambil sesuatu sama Tuan Danang,saya tinggal dulu ya.Tahu jalan nya tadi kan?"
    "Iya gapapa.Terima kasih ya."jawab Evi.
Saat Aty sudah pergi,Evi mulai berjalan mengikuti arah yg ia ingat.              
   Saat itulah Danang muncul dan langsung mengancamnya,"Jika tidak ingin ayah dan adikmu celaka,sebaiknya kau pura2 tidak mengenalku.!!"
"Kau ?Irwan kau....?kau juga disini?!"Evi kaget melihat Irwan suaminya.
Sementara itu Irwan merasa cemas Evi belum kembali dari toilet,"Aku mau menyusul Evi Ma.Takut ia nyasar di rumah ini."kata Irwan pada Mamanya.
"Ciee....baru ditinggal ke toilet sudah kangen....cie cie!"ledek Benigno.
Dengan wajah tersipu2,Irwan pergi menyusul Evi.Apakah Irwan akan memergoki Danang yg sedang mengancam Evi?*****see you next eps****  

    EPS 19

    Kembali ke Evi dan Danang."Apa maksudmu akan mencelakai keluargaku?Siapa kau sebenarnya?"tanya Evi.Danang mengambil sebilah pisau dan memainkannya di depan Evi,"Rupanya kau belum mengerti maksudku ya....Aku ini bukan Irwan.Nama asliku adalah Danang.Aku adalah kakak tirinya Irwan.Dan aku tidak pernah main2 dengan ucapanku.Aku akan melakukan apa saja untuk mencapai apa yg kuinginkan."

    Evi melangkah mundur,ternyata pria yg menikah dgnnya dan mengaku sebagai Irwan Sutedja adalah Danang."Kenapa?Kau takut padaku?Bagus,asal kau tutup mulut maka kau tidak perlu takut aku mencelakai ayah dan adikmu tercinta itu.Kalo sampai kau buka mulut maka aku tak segan2 membunuh kalian seperti yg kulakukan pada adik tiriku."bisik Danang.

         Evi terkejut mendengar perkataan Danang,"Kau ?? Jadi kau yang ...merencanakan semua ini?Kau sengaja mengaku sebagai
Irwan Sutedja dan mendekati keluargaku hanya untuk menjeratku dalam pernikahan palsu.Untuk apa?Apa yg kau kejar hingga kau tega mengotori tanganmu dengan darah adikmu?" Danang terkekeh,"Apa kau tidak melihat semua ini?Semua kemewahan ini,...tidak2,ini belum apa2...kau tahu siapa pria yg kaunikahi secara hukum?Kau tahu siapa Irwan Sutedja?Adik tiriku yg harusnya sudah tinggal nama itu?Dia pewaris tunggal enterprise bisnis,....kau pasti tidak mengerti,aku memang sengaja memilih wanita tak berpendidikan sepertimu supaya mudah kukelabui...Jadi kau jangan macam2.!Kalau tidak.."
        "Rupanya kalian sudah bertemu.Kebetulan sekali aku ingin memperkenalkan kalian."kata Irwan mengagetkan Evi dan Danang.Evi segera menjauh dari Danang dan mendekati Irwan.Irwan segera menggenggam jemari Evi.Ia terkejut saat Evi balas menggenggam jemarinya dengan erat.
"Kau baik2 saja?Apa yg kalian bicarakan sepertinya kalian sudah tidak asing satu dengan yg lain?"selidik Irwan.Danang segera menyahut,"Isterimu ini tadi tersesat,aku memberitahunya jalan yg benar dan supaya ia mulai menghafal tiap area rumah ini.Itu saja."
"Sungguh kau tidak apa2?Kau seperti ketakutan?"tanya Irwan pada Evi."Tidak,aku cuma belum terbiasa saja dengan rumah sebesar ini.Aku lapar,bisakah kita makan?"tanya Evi mengalihkan perhatian."Karena kalian sudah berkenalan,ayo sekarang kita ke ruang makan.Aku juga sudah kangen dengan masakan rumah."Irwan melihat Aty lalu memanggilnya.
"Aty,makan malamnya sudah siap?Beritahu Mama dan yg lain menuju ruang makan ya."
"Siap Boss Muda."Atypun segera meluncur ke ruang tamu.
      "Aku senang sekali bisa pulang dan bertemu dgn kak Danang lagi.Kakak kemana saja tadi?Mama nyariin lho."kata Irwan sambil melangkah dan tetap menggandeng tangan Evi.
"Aku tertahan oleh para wartawan tadi.Kau tahu sendiri kan mereka seperti apa?"kilah Danang.
"Terima kasih lho Kak dah jagain Mama selama aku ga ada."kata Irwan lalu memeluk Danang.Evi melihat mereka berpelukan dengan wajah sedih,"Andai saja kau tahu siapa kakakmu itu Irwan.Mungkinkah kau akan memeluknya sesayang ini?"pikit Evi.
"Waduh senengnya lihat jagoan Mama serukun ini."ucap Inul mengejutkan Danang dan Irwan.Evi segera mendekati ayah dan adiknya sebelum mereka mengatakan sesuatu tentang
Danang."Ayah jangan bicara apapun soal Danang.Nanti aku ceritain."bisik Evi.Rizky yg melihat Danang hampir saja membuka mulutnya,"Itu kan...."
"Rizky ayo ikut Kakak!Katanya mau ke belakang tadi."Evi mengajak Rizky keluar ruangan."Tapi Rizky mau makan Kak...bukan mau ke mmmmhh"Evi menutup mulut Rizky dengan tangannya.Di luar Evi memberitahu Rizky supaya jangan bicara apapun soal Danang apalagi pada Irwan.
     "Kakak mohon lakukan saja perintah kakak ini.Ini juga demi kebaikan kita.Ingat kita di Jakarta bukan Masamba."pinta Evi.
"Baiklah.Tapi Rizky senang karena Kak Irwan yg asli orangnya sangat baik.Kakak juga berpikir demikian bukan?Hayo ngaku!"ledek Rizky.
"Kau ini sok tahu ah.Udah ayo kita masuk lagi!Katanya kamu lapar."Evi merengkuh adiknya itu.Evi tak mau hal buruk terjadi pada keluarganya.
Ancaman Danang terus saja terngiang dibenaknya.
"Jika pada adiknya sendiri,Danang bisa setega itu apalagi pada keluargaku yg jelas2 orang lain.Sebenarnya aku ingin berterus terang pada Irwan tapi saat ini kesehatannya saja belum pulih benar.Aku tak ingin menambahi bebannya.Kasihan ia."batin Evi sambil memperhatikan Irwan di sela2 makan malam.Usai makan malam,Irwan menyuruh Aty mengantar keluarga Evi ke kamar tamu.
Evi hendak mengikuti mereka tapi Mamanya Irwan menahan tangannya,"Kau mau ke mana?"
        "Mengikuti mereka.."jawab Evi."Kamarmu tidak sama dengan mereka.Kamarmu adalah bersama dengan Irwan,di ruang utama.Irwan, antarlah isterimu ke kamar,kalian pasti sudah lelah.Beristirahatlah."suruh Inul.Inul lalu mencium kening keduanya.Irwan lalu mengucapkan selamat malam pada yg lain dan mengantar Evi ke kamar mereka.
       Sepanjang koridor Evi tampak nervous.Irwan membuka pintu kamarnya mempersilahkan Evi masuk,"Ini kamar kita.Ayo masuklah!"
Evi ragu2,Irwan lalu punya ide,"Apa perlu kugendong ke dalam seperti pasangan pengantin baru?"Evi langsung blingsatan,"Tidak!Tidak!Aku bisa masuk sendiri."
      Irwanpun tersenyum geli sambil menutup pintu.Tanpa setahu mereka sepasang mata terus mengawasi mereka sejak tadi.Sepasang milik Danang."Sekarang aku akan terus mengawasi kalian.Aku harus mencari cara menyingkirkan Evi dari kehidupan Irwan.Wanita itu sangat berbahaya."Akankah Danang membunuh Evi?Bagaimana pula hubungan antara Evi dan Irwan selanjutnya?*******to be continued*********    
EPS 20


     Evi melihat sebuah kamar yang besar,berbagai perabot kayu yang berukir,berbagai alat elektronik yang mahal bahkan kamar mandipun ada juga di sana.Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah tempat tidurnya.Besar ( king size ) dan elegan pastinya tapi...cuma satu jumlahnya.
"Akhirnya bisa tidur lagi di sini...senangnya...."kata Irwan sambil merebahkan diri di ranjang.Evi melihat tasnya sudah ada di kamar tersebut,Aty memang disuruh menaruh barang2 Evi di kamar Irwan.
"Tempat tidurnya cuma satu ya?Kalau begitu aku tidur di sini saja deh...ini sudah lebih dari cukup kok." kata Evi lalu duduk di sofa.Mendengar itu Irwan segera bangun dan mendekati Evi dengan tatapan yg tajam.Tentu saja Evi ketakutan dan menjauh dari Irwan,"Kau mau apa?!"
Irwan bukannya menjauh malah mulai melepas kancing kemejanya.Evi makin panik apalagi langkahnya terhalang tempat tidur,"Irwan!Jangan macam2 denganku atau ...."
   Wajah Irwan makin mendekat dan Evi saking takutnya memejamkan mata dan memalingkan mukanya.Tubuh Evi makin gemetaran saat Irwan mendudukkannya di ranjang,"Tempatmu adalah di sini,biar aku yang di sofa."ucap Irwan lalu melangkah menuju lemari pakaian mengambil piyama.Saat Irwan di kamar mandi,Evi menghela nafas lega,"Dasar Irwan,bikin deg2an saja.Kupikir ia mau berbuat apa,jantungku rasanya mau copot.Tiba2 Evi mendengar Irwan muntah2 di kamar mandi.Ia segera mendekat dan mengetuk pintu kamar mandi dengan cemas,"Wan,kamu kenapa?Wan,buka pintunya.!"
       Irwan keluar dengan wajah agak pucat,"Tiba2 saja kepalaku seperti berputar dan rasanya ingin muntah."
"Sebaiknya kau berbaring"kata Evi sambil membantu Irwan menuju tempat tidur.
"Tidak.Aku di sofa saja."kata Irwan tapi Evi bersikeras membaringkannya di tempat tidur."Kau ini sedang sakit lagipula kamar ini adalah kamarmu,jadi kau lebih berhak atas tempat tidur ini.Ayo,berbaringlah."Irwan menurut saja.Evi mengambil air minum dan memberikannya pada Irwan,"Terima kasih."kata Irwan.
       Evi lalu menyelimuti Irwan dan bersiap hendak pergi,"Kau mau
ke mana?"tanya Irwan sambil menangkap tangan Evi."Memberitahu Mamamu bahwa kau harus segera diperiksa dokter."jawab Evi.
    "Tidak usah.Besok pagi Om Ben sudah menjadwalkan aku ke dokter untuk check up.Biarkan Mama istirahat,beliau pasti lelah,kurasa sudah berhari2 Mama kurang tidur.Kau juga tidurlah di sini ...tempat tidur ini cukup besar.Kau bisa tidur di sisi yang sana dan aku di sisi yang sini.Bantal dan guling ini biar jadi batas di tengah2."kata Irwan.Evi masih ragu,"Aku mau tidur di sini asal kau mau berjanji satu hal padaku."
     "Janji apa?Kau pasti ketakutan karena kugoda tadi ya?Tadi itu cuma bercanda,habis kamu tegang terus sejak ketemu kak Danang tadi.Maaf ya."bujuk Irwan.
"Ikuti kata2ku:Saya,Irwan Sutedja,mulai hari ini berjanji ...ayo ikuti!"suruh Evi.Irwanpun mengikuti kata2 Evi sambil mengangkat tangannya seperti dalam pengadilan.
     "Tidak akan melakukan hal2 yang tidak sopan kepada Evi Masamba kecuali atas seijin pemiliknya."lanjut Evi dengan bangga.
"Tidak akan melakukan hal2 yg tidak sopan kepada Evi
Masamba kecuali... kecuali..ha ha"Irwan tak kuat lagi menahan tawa.Evi jadi heran.
"Memang ada yg lucu?"Evi manyun.
      "Kata2mu tadi yg terakhir ...itu walau kuucapkan juga ga ngefek buat aku...ha ha"Irwan masih saja tertawa.Evi jadi sedih karena ditertawakan Irwan,"Terus saja tertawa,aku ini kan memang ga berpendidikan.Tidak seperti kamu."Irwan segera mendekati Evi dan minta maaf,"Maaf aku tidak bermaksud begitu,jangan cemberut gitu dong.Senyum dulu dong.Ayo senyum,please.."Evipun tersenyum juga melihat Irwan bermimik memelas.
       "Sekarang aku jelasin letak salahnya,kamu tadi bilang ...kecuali atas seijin pemiliknya.Padahal kamu itu secara hukum statusmu adalah.....?"tanya Irwan.
"Isterimu..."jawab Evi.
"Jadi yang berhak memilikimu adalah...?"tuntun Irwan.
"Suamiku..."jawab Evi.
"Dan suamimu adalah..."Irwan tersenyum.
"Irwan Sutedja yaitu kamu."sahut Evi mulai mengerti.
"Jadi aku perlu ijin ga?"tanya Irwan.Evipun menggeleng malu.
    "Sudah aku mengerti kok maksudmu.Sudah malam,ayo tidur."kata Irwan sambil merebahkan tubuhnya.Evi pun akhirnya merebahkan diri juga.Pikiran Irwan menerawang,"Dulu aku selalu tidur sendiri di kamar ini,tapi kini...aku tidak sendiri
lagi.Siapa mengira Irwan Sutedja kini sudah menikah.Benarkah aku menikah dgn Evi?ataukah semua ini hanya rekayasa seseorang.Tapi bagaimanapun juga aku bahagia,bisa bertemu dengan Evi.Apa yg terjadi dgnku?Kenapa aku tak ingin ia jauh dariku?Apa aku sudah jatuh cinta pada Evi ya?"
       Irwan tak bisa tidur,"Vi,kamu sudah tidur?"
"Belum,kenapa?"tanya Evi.
     "Aku coba memejamkan mata tapi ga bisa tidur2,nyanyi dong buat aku seperti yg kamu lakukan buat Rizky kalo ia susah tidur.Lagunya yg Muara Bunda ya?"pinta Irwan.
"Manja sekali kayak anak kecil.Pakai nina bobok segala."sungut Evi.
       "Ayolah,agendaku besok padat banget.Aku harus fit besok.Nyanyi ya please please"rajuk Irwan.
"Iye..iye..tapi jangan diketawain lagi lho ya.Awas kalo ketawa!"ancam Evi.Evi lalu melantunkan lagu tersebut.Tak lama kemudian Irwan sudah pulas tertidur.
Evi tersenyum melihatnya,"Pakai piyama warna hitam begini kamu terlihat sangat tampan,andai saja aku memiliki tempat di hatimu....ah itu tidak mungkin ....seorang Irwan Sutedja mana mungkin jatuh hati pada seorang gadis kampung macam aku ini...sebaiknya aku tidur saja.Ngantuk sekali."kata Evi sambil membetulkan selimut Irwan.Merekapun tidurlah.Evi dan Irwan,dua dunia yg berbeda kini berada dalam satu perahu kehidupan.Akankah gelombang kehidupan akan menyatukan mereka dalam cinta?****see you next eps****  

EPS 21

    Dini hari mulai menjelang di langit Jakarta.Aktivitaspun mulai tampak di beberapa sudut kota.Dikediaman Sutedja tampak mobil Danang memasuki halaman.
Dengan tergopoh2 Aty menyambutnya,"Baru pulang Tuan?"
         Danang memang habis dari diskotik,ia kesal dengan kembalinya Irwan.
"Tuan,Tuan..?!Panggil aku Boss! Boss Muda ya.....itu baru benar..."kata Danang sedikit sempoyongan.
"Tapi itu sebutan untuk Tuan Muda Irwan,saya tidak berani."Aty lalu membantu mengantar Danang ke kamarnya.
"Irwan...Irwan...Irwan..semuanya Irwan!Jangan sebut lagi nama itu dihadapanku!"teriak Danang.
"Sst!Jangan berisik Tuan.Ini dekat dengan kamarnya Boss Muda."bisik Aty.Danang malah mengarahkan kakinya ke kamar Irwan.
"Waduh,Tuan Danang ini bagaimana?Kok malah ke sini,kamar Tuan itu di sana.Bisa gawat nih kalo ketahuan Boss Muda bahwa Tuan habis ngelayap."kata Aty sambil susah payah menjauhkan Danang dari kamar Irwan.
"Tapi itu kamarku!Seharusnya aku yg ada di sana.Aku yg lebih tua.Aku yg harusnya punya semua ini....Bukan Irwan!"ucap Danang setengah mabuk.
         Mendengar ribut2,Inul keluar dari kamarnya.
"Ada apa ini?Ya ampun Danang kamu mabuk ya?Kamu ini sudah Mama bilangin berkali2 jangan mengikuti ayah kandungmu.Sudah,Aty km ke dapur aja.Siapin sarapan.Biar Danang sama aku saja."kata Inul.
        Atypun pergi.Inul membaringkan Danang di tempat tidurnya,melepas sepatunya dan menyelimutinya.
Diusap2nya kepala Danang dengan penuh sayang,"Tidurlah,putraku,ksatria Mama.Apa yg membuatmu kesal sampai jam segini baru pulang."gumam Inul.
   Sementara itu di kamar Irwan,Evi yg tidak terbiasa dengan AC,tak bisa tidur dengan nyenyak.Apalagi ada suara ribut2 diluar.
"Dingin banget sih....Apa seperti ini udara Jakarta ya?Suara ribut apa ya tadi...kok ga kedengaran lagi.Sebaiknya aku pakai jaket saja....ya ampun....hatsinhk.."Evi jadi bersin2.
        Irwanpun jadi terbangun,melihat Evi kedinginan,Irwan segera mematikan AC dan mengambilkan segelas air hangat untuk Evi,"Kamu tidak terbiasa dengan AC ya.?Nih minumlah biar tenggorokannya nyaman.Nanti kamu juga ikut aku ke dokter ya?Aku mau kenalkan kamu ke teman2 aku.Sekalian kamu juga diperiksa dokter.Pokoknya hari ini aku akan ajak kamu keliling Jakarta.Kamu mau kan?"
     Evi mengangguk.Baginya sekarang,berada dekat Irwan adalah tempat yg paling aman.Mereka lalu bersiap untuk sarapan.Irwan melihat betapa sederhananya pakaian Evi,ia ingin ajak Evi belanja pakaian juga hari ini."Ma,Kak Danang mana?Kok tidak ikut sarapan?"tanya Irwan.Inul gugup juga menjawabnya,"Mama lihat masih tidur,mungkin kecapekan.O ya habis sarapan,kalian mau pergi ya?"
     "Iya Ma.Hari ini itu Irwan tuh padat banget jadwalnya:ke dokter,ke kantor juga,juga masih ada rapat pemegang saham,konferensi pers.Pokoknya Evi harus temani aku seharian ini biar aku jadi semangat."jawab Irwan sambil menggengam tangan Evi.Evi jadi tersipu2.
"Kalau gitu Mama mau ajak ayah Evi dan Rizky belanja hari ini,kalian mau kan?"tanya Inul.
"Mau mau!Hore!"jawab Rizky.
"Memang cuma kak Evi yg bisa jalan2 hari ini??Malah perginya ama Mamanya Kak Irwan.Weeek"ejek Rizky pada Evi.
"Awas,jangan bikin malu lho.Jangan nakal.Ingat pesen kakak kemarin."kata Evi.
        Yang lain tertawa melihat keakraban mereka.Irwan menangkap nada aneh pada kata2 Evi,"Memang kamu pesen apa ke Rizky?"Evi bingung jawabnya.
"Eh itu untuk menjaga Ayah.Kan Evi mungkin ga selalu bersama kami"jawab Ayah Hamdan.
       Irwanpun manggut2.Usai sarapan Inul langsung pergi dengan keluarga Evi.Evi melambaikan tangan saat mobil mereka pergi.
"O ya ada beberapa berkas yg harus kubawa.Ke ruang kerjaku dulu yuk."ajak Irwan.
Di ruang kerja Irwan,Evi melihat foto2 Irwan terpajang di dinding.
"Ini kamu?"tanya Evi terpesona melihat foto Irwan dengan balutan jas mewah sedang melakukan transaksi bisnis.
"Iya,itu pas di Singapore.Kenapa?Aku tampan ya?Gantengan mana sama yg sekarang?"goda Irwan sambil mendekati Evi dengan wajah lucunya.
Evi menghindari tatapan Irwan,"Ga ah,ga mau jawab."Kelit Evi.
"Ayo pilih dari sekian foto aku di sini mana yang paling kamu suka?"kata Irwan.Evi mengedarkan pandangannya dan menunjuk foto saat Irwan masih kecil.
"Kok pas aku masih kecil sih?"Irwan cemberut.
    "Kamu itu kan masih kayak anak kecil,siapa kemarin yg minta nina bobo segala?"Ledek Evi.
"Ntar kalo aku ketemu Rizky aku akan ceritain ke dia,kalo kamu lebih parah dari dia."Evi lalu berlari ke arah pintu.
"Awas ya kalo berani cerita.!"kejar Irwan.Saat itulah pintu dibuka orang dari luar,Evi yg kaget hampir saja jatuh untung Irwan menangkap tubuhnya dari belakang.Siapakah yg datang ?Atykah?Om Ben?Atau malah Danang?*******see you next eps******

Eps 22♣Tabir Kepalsuan♣
Back to our lovely couple : Evi and Irwan.
    Irwan yang mengejar Evi melihat Evi mau jatuh segera menangkap tubuh Evi dari belakang.
"Aaahk..."teriak Evi sambil mwmbayangkan kepalanya akan terbentur lantai.Tapi kepalanya malah mendarat di dada Irwan,kedua tangan Irwan memeluk pinggangnya dengan erat.Dua insan itu saling pandang,waktu seakan berhenti demi mereka.Dua insan itu tak menyadari bahwa ada 2 pasang mata memperhatikan mereka di depan pintu.
"Mesranya..."gumam Aty sambil memeluk kemoceng yang ia bawa.
"Ups."ucap Benigno melihat Evi dalam pelukan Irwan.Evipun jadi tersipu2 nenyadari ada orang lain melihat mereka.
"Terima kasih.."ucap Evi sambil menunduk malu.
Irwan malah berbisik,"Makanya jangan lari dariku...".
Irwan lalu memandang ke arah pintu."Om Ben...Aty.....???"

       "Maaf Boss Muda,Aty cuma mau bersih2 ruangan kerja Boss Muda aje.."kata Aty.

"Kalo Om mau ngembaliin beberapa dokumenmu.Tak menyangka malah ganggu ya...?"goda Om Ben.
Evi jadi salting dan mendekati Aty."Kak Aty,Evi bantuin bersih2 yuk.Rumah sebegini besar mana selesai dalam sehari bersih2nya."
Yang lain jadi tertawa mendengarnya.
"Evi,Evi..Kamu ini memang lucu.Kamu ini kan janji mau nemeni aku?Malah mau bantu Aty.Udah ayo kita berangkat saja.!" ajak Irwan.
      Mobil Irwan sempat tertahan oleh para wartawan.Mereka heboh sekali mengetahui Irwan masih hidup.Usai menjanjikan akan mengadakan konferensi pers,mobil Irwan bisa pergi juga dari kediaman Sutedja.Pertama yang dituju adalah RS.Cukup lama juga mereka di sana,makhlum Irwan harus menjalani banyak pemeriksaan.Mulai dari test darah,rontgen,citiscan,dsb.
        Sambil menunggu,Benigno menanyai Evi seputar pernikahannya dengan Irwan.
"Ada satu hal yg mengganjal di benak Om.Mengapa kamu menangis saat Om mengabarkan pesawat Irwan jatuh padahal Irwan kan bersamamu dan baik2 saja?Apa kamu juga hilang ingatan kayak Irwan?Atau mungkin Irwan yg lain yg menikah denganmu?"
      Evi pucat pasi ditanyai seperti itu.Kepalsuan yang dibuat Danang benar2 menjeratnya dalam dilema.
"Evi juga bingung dengan semua ini.Tapi Evi dan keluarga Evi tidak pernah punya niat mencelakai Irwan.Evi bisa pastikan itu.Saat ini cuma itu yg bisa Evi sampaikan.Semoga saja ingatan Irwan segera pulih sehingga semuanya menjadi jelas."jawab Evi.
"Kalian bicara apa sepertinya serius sekali?"tanya Irwan yg baru saja selesai diperiksa.
     "Hanya ngobrol biasa saja."jawab Benigno.
"Bagaimana hasil pemeriksaannya?Apa kata dokter?Apa ingatanmu akan segera pulih?Bagaimana dengan anggota tubuh yang lain semua baik kan?"tanya Evi.
Irwan senang sekali melihat perhatian Evi padanya,"Aku senang kau mencemaskanku seperti ini.Kau seperti Mama."
    "Aku kan isterimu,wajar bila aku mencemaskanmu.Mana pantas aku dibandingkan sama Mamamu.Aku kan tidak cantik seperti Mamamu."Evi jadi tertunduk sedih.
Melihat itu Irwan segera meraih dagu Evi dan menatap dalam2 padanya,"Hey....Aku tidak mau kau bicara seperti itu lagi.Aku tak mau kau memandang rendah dirimu sendiri.Jangan melihat segala sesuatu hanya dari luarnya.Aku akan membuat dunia melihat kecantikanmu.Sekarang tersenyumlah."
        Evi berkaca2 mendengarnya.Ia lalu tersenyum dan memeluk Irwan.Benigno melihatnya dengan haru.
"Kalian menemukan cinta ditengah tabir kepalsuan yang belum terkuak ini.Siapa sebenarnya dalang dibalik ini semua?Siapa orang yg paling diuntungkan bilaIrwan benar2 tewas dalam kecelakaan pesawat itu?"batin Benigno bergejolak.
"Hasil testnya akan diketahui beberapa hari lagi.Mengenai ingatanku,kata dokter akan kembali bisa perlahan atau tak terduga karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji lab.Ayo kita makan siang dulu.Kalian pasti lapar kan?"ajak Irwan.
"Kamu sendiri tadi dokter bilang apa?"tanya Irwan pada Evi.
"Cuma flu dan belum biasa dengan AC."jawab Evi sambil bersandar di lengan Irwan.
      Merekapun menuju ke restoran.Evi kesulitan memakai peralatan makan,Irwan pun mengajarinya.Saat itulah seorang wanita cantik mendekat,"Irwan Sutedja???Ini benar kau?Benar rupanya rumor yg kudengar,kau masih hidup!Senangnya!Boleh aku bergabung di mejamu?"
       Irwan kaget juga apalagi wanita itu langsung duduk berseberangan dengan Evi.Siapakah wanita itu?Ada hubungan apa dengan Irwan?Bagaimana pula reaksi Evi?****$ee you next eps****

Eps 23 》》Tabir Kepalsuan.           
     Terakhir muncul tokoh baru ya?Siapa dia?
"Wah,kalian makan steak ya?Kebetulan aku suka steak..Sini Irwan biar kusuapi kamu!"kata wanita itu sambil mengiris daging steak di piring Irwan dengan pisau.
"Maaf,Rita, aku sudah kenyang.O ya Evi kenalkan ini Rita,putri dari teman ayahku.Rita,ini Evi,....."belum sempat Irwan memperkenalkan siapa Evi,Rita sudah berdiri dan melihat Evi dengan sinis.
     "Oh ini si wanita Cinderella dari Masamba itu,yang beritanya heboh itu ya?Ternyata cuma gadis kampung..ga salah pilih kamu Wan?Atau kamu kena guna2 kali.Masak seorang milyarder muda bersanding dengan upik abu seperti ini!..Ga level banget!!"Rita melirik Evi dengan bibir sinis.Evi yang kesal melihat sikap Rita
mengiris daging dengan geram sehingga malah terlempar ke arah gaun Rita yang kebetulan berwarna kuning cerah."Ups!Maaf,aku ga sengaja"ucap Evi sambil melirik ke arah Irwan.Rita marah2 melihat gaun mahalnya kotor,"Iiikh..Apa yg kaulakukan pada bajuku?Irwan,lihat apa yg dilakukan wanita kampung itu pada baju mahalku.!!Bilang saja kau iri karena tak punya gaun cantik seperti ini kan?!"teriak Rita.
   "Kau bilang apa?Aku iri?!"Evi bangkit dari duduknya.Irwan segera memegangi Evi,dan memberi kode pada Benigno untuk menangani Rita sebelum mereka jadi pusat perhatian.Benigno segera memegangi Rita yang ingin menyerang Evi,"Nona Rita,tolong kendalikan diri Anda!Ini tempat umum.Sebaiknya saya antar Anda ke toilet untuk membersihkannya.Mari,ikut saya."Rita terpaksa mengikuti Benigno."Jangan sentuh aku!" kata Evi kesal.Irwan yang sejak tadi memegangi tangan dan pinggang Evi segera melepas pegangannya dan begitu lepas Evi langsung melangkah pergi."Evi,kau mau ke mana?"
   "Jangan hiraukan aku!Urus saja kekasihmu itu!"sahut Evi sambil berkaca2 dan terus melangkah keluar restoran.Irwan menghubungi Benigno lewat Hp,"Om,tolong urus billnya,aku akan menenangkan Evi dulu.sampai ketemu di kantor untuk konferensi pers"kata Irwan.
       Sementara itu,Evi melangkah tak tentu arah,kata2 Rita telah memedihkan hatinya.
"Aku memang bodoh.Tak seharusnya aku ada di sini,tak seharusnya aku ada dalam lingkungan seperti penuh kemewahan dan keindahan.Sadar Evi!Sadar dan berhenti memimpikan hal yang mustahil.Rita benar,kau itu ga level dengan Irwan.Kamu itu gadis kampung,ga berpendidikan,ga modis pula!Sedang Irwan,pengusaha sukses,pendidikannya tinggi,ganteng lagi.Lagian ngapain sih hatimu sesakit ini ?Lagian pernikahan kalian kan rekayasa.Emang kaupikir Irwan peduli sama kamu?"gumam Evi sambil berkaca2.Irwan mengejar Evi.Dilihatnya Evi berjalan tanpa melihat sekelilingnya."Mungkin sebaiknya aku menghilang dari kehidupan Irwan."pikir Evi tanpa
menyadari sebuah mobil melaju ke arahnya.Evi baru sadar saat tiba2 sepasang tangan memeluk dan mendorongnya ke tempat aman terhindar dari tertabrayk mobil.Lebih shock lagi karena penyelamatnya itu memeluknya dengan erat seperti sangat ketakutan kehilangan dirinya.(soundtrack:kehilangan)."Berjanjilah padaku,..jangan lari lagi dariku.Aku tak mau kehilangan dirimu"..Sadarlah Evi siapa penolongnya."Irwan?Kau menangis?Kau terluka?Kau baik2 saja?"
     Bukannya menjawab,Irwan malah mempererat pelukannya.Evi bukannya tak senang dipeluk begitu,tapi ia malu karena orang2 mulai memperhatikan mereka.Mereka mulai berbisik2,"Itu Irwan Sutedja,si milyarder muda itu kan?Siapa yg dia peluk itu?Apa itu yg dikabarkan sebagai isterinya?Wah sepertinya benar2 sayang,lihat meluknya aja sampai kayak gitu."
Evi jadi salting,"Wan,banyak orang...malu tahu."
"Janji dulu bahwa kau takkan lari lagi seperti ini.Baru aku akan lepaskan pelukanku."bisik Irwan.
"Iye....iye aku janji."kata Evi.Irwan lalu mengusap air mata di pipi Evi."Kau juga menangis?Maafkan kata2 temanku tadi.Ia hanya iri padamu."kata Irwan."Teman?Hanya teman?"mata Evi mulai bersinar lagi." Dia memang sering bilang menyukaiku tapi aku tidak punya perasaan apapun padanya."kata Irwan.
        "Tapi dia lebih cantik,lebih putih kulitnya,dan lebih indah pakaiannya daripada aku."kata Evi sedih.Irwan tiba2 menggandeng tangan Evi,"Ayo ikut aku!"
"Mau kemana lagi?"tanya Evi."Ke tempat yang akan mengubah pandanganmu tentang dirimu sendiri."jawab Irwan."Memang ada tempat seperti itu di Jakarta?"Evi melihat mobil Irwan tapi tidak melihat Om Ben."Om Ben mana?"
"Pergi duluan menyiapkan konferensi pers.Nanti juga kita akan nyusul ke sana.Ayo naik,depan aja.Aku yg bawa mobilnya."kata Irwan.
Ada yang tahu mereka mau kemana?****jawabannya di eps 24*****

EPS 24

      Di sebuah rumah mode terkenal di Jakarta,tampak seorang pria tinggi besar tengah melihat2 anak buahnya bekerja.Sebagai perancang busana papan atas,namanya sudah tak asing lagi.Sering tampil di tv,jadi komentator di acara dgn rating bagus,belum fashin show yg selalu sukses.Ya...sudah bisa tahu semua kan?Please welcome: Ivan Gunawan.☆☆☆☆

"Kerjain yg bener ye...Ini pesenan para pejabat penting.Jangan sampai bikin nama besar I jadi tercemar,ngerti kalian?"
para karyawannya serentak menjawab,"Ya Mak Igun!"
     "Bagus!!I mau update news and gosip dulu.Trending topik hari ini apa ya?"kata Ivan Gunawan sambil membuka hpnya dan duduk di sofa.
      Sebuah tv layar datar berukuran besar tampak di hadapannya tengah menayangkan berita seputar kembalinya Irwan Sutedja dan tentang pernikahannya yg misterius dengan
Evi.
"Hei guys!Irwan masih hidup!Tuh ada yg berhasil dapat gambar saat dia keluar rumah pagi ini."teriak Ivan kegirangan.
"Mak,ini Irwan yang mana?Sekarang kan banyak yg namanya Irwan.Ada Irwan Hakim..."celetuk salah satu karyawannya.
      "Itu Irfan Hakim...presenter mahal itu...masak ga tahu sih!"sahut Ivan.
"Aku tahu Mak,pasti Irwan Sumenep ya..kan lagi hits lagu2nya...jika hanya untuk mengejar laki2 lain buat apa sih..benang biru kau sulam menjadi kelambu.."celetuk yang lain.
"Kalian nih dah pada kena virus dangdut...bukan Irwan Sumenep yang kumaksud tapi Irwan Sutedja.Pewaris Sutedja Bussiness Enterprise!Sang Pangeran Mahkota.Milyarder muda yg dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat itu.Dasar pada lemot loadingnya."Ivan menerangkan.
      "Mak,kelihatannya girang amat tahu tuh milyarder masih hidup?"tanya mereka lagi.
"I kasih tahu ye...kalo ga ada dia mana bisa I buka rumah mode ini.Dia itu yang dukung dan percaya I bakal jadi designer sukses.Bila ada acara2 di mega bisnisnya pasti deh kita dapat tender.Apalagi kalo sampai dia ke sini kalian harus jaga attitude,ngerti kalian!?wah ada telpon masuk nih.Oh my God!!!"pekik Ivan Gunawan.
      "Mimpi ape gue ditelpon sama Bisnisman kondang yg lagi jadi trending topik...Apa?Mau ke sini?Sekarang?..Ye ye Ada ...Kagak ada acara lain..Siap melayani dengan best service.Ok!"kata Ivan dengan seseorang yg menelponnya.
"Hey guys kalian tahu siapa yang barusan nelpon?..Irwan Sutedja!!!Dia mau ada konferensi pers jadi butuh kita untuk make over isterinya dia.Wow,kita dapat kehormatan ketemu sama isterinya yang dicari2 wartawan itu.Cap cus semuanya!Dia dan isterinya sudah mau sampai ke sini.Ingat kata2ku tadi:jaga attitude!Jangan bikin isterinya ga nyaman.Jangan sampai bikin I malu.Profesional semuanya!"
      Merekapun sibuk menyambut kedatangan Irwan.Tak lama mobil Irwan sampai di tempat Ivan Gunawan.Evi tampak ragu keluar dari mobil.Irwan lalu menggandeng tangan Evi.Ivan menyambut mereka dengan ramah.
     "Kak Igun kenalin nih isteri aku,panggil aja Evi.Evi,ini designer langganan aku,kak Ivan Gunawan.Aku biasa manggil dia,kak Igun."kata Irwan memperkenalkan.
Ivan dan Evi berjabat tangan.Evi terpukau melihat gaun2 indah terpajang di sana.Ivan lalu mwnyuruh anak buahnya untuk menemani Evi melihat2 koleksi rancangannya.Evi memandang pada Irwan meminta ijinnya.
Irwan tersenyum dan berkata,"Iya pergilah melihat2,pilih yang kausukai.Apa aja jangan ragu nanti aku yang bayar.Asal kamu suka ambil aja."
        Evi senang sekali,banyak sekali pakaian yang bagus bahkan lebih bagus dari yang dipakai Rita tadi.Makin takjub lagi ia mengetahui harga pakaian2 yang disukainya.Ia jadi ragu untuk mengambilnya.Sementara itu Irwan berbincang2 dengan Ivan Gunawan.Ia meminta Ivan mengubah penampilan Evi menjadi apalah2.
     "Evi itu dari Masamba.Masih polos jadinya.Ga tahu fashionlah.Aku sebenarnya tidak masalah dengan semua itu justru kesederhanaanya itu yang menjadi daya tarik Evi.Tapi aku juga ga mau orang menghinanya,notabene dia isteri seorang publik figur.Jadi aku butuh sentuhan keajaiban dari kak Igun untuk membuat Evi lebih confidence bila bersamaku menghadiri acara2 penting.Bagaimana?"kata Irwan.
    "Beres Boss.!Memang untuk masalah jalan dan pakai sepatu hak tinggi harus latihan ga bisa instant.Aku akan beri les privat untuk itu.Yang penting sekarang aku akan make over dia untuk acara konferensi pers kan?Tunggu beres aja.Saya tinggal dulu ya."kata Ivan Gunawan.
         Selama menunggu Evi dimake over,Irwan menelepon Benigno."Om di mana?...Para wartawan sudah pada datang?Dari luar negeri juga ada?Tolong emailkan semuanya yang harus saya sampaikan di sana...Nih lagi di tempatnya kak Igun.Iya...Aku tak mau kejadian seperti di restoran tadi terulang....Tadi itu hampir aku kehilangan Evi...Ga aku ga akan biarkan siapapun menyakiti mutiara hatiku lagi...Apa?Dalang semua ini?...Orang yang mencurigakan?Musuh dalam selimut maksud Om?Coba cek aja dari daftar orang yang mengunjungi Masamba dalam tiga bulan terakhir yang punya hubungan bisnis dengan kita,Om...Oke.Sebentar lagi Irwan meluncur ke sana."tutup Irwan.
Evi tak percaya saat melihat wajahnya di cermin,"Wow!Itu benar aku?"
       Ivan lalu memilihkan beberapa gaun untuk Evi.
"Ayo kita temui suamimu."ajak Ivan Gunawan pada Evi.
        Irwan sedang menelepon Inul saat Evi dihadirkan di hadapannya.Evi bak diva.Anggun mempesona dengan rambut yang ditata indah.Gaun yang dipakaipun sangat cantik di tubuh Evi.Irwan terkesima**terkesima diriku memandang pesonamu..gugup kelu dan kaku memandang wibawamu...ost.Terkesima**♥♥♥
   "Wan?....Irwan.....kamu masih disana?........."suara Mamanya di telepon tak mampu menyadarkan Irwan dari keterpanaannya melihat perubahan Evi.
Hpnya baru ia gubris saat hampir lepas dari genggamannya.
"Maaf Ma...Irwan cuma pesen Mama harus lihat konferensi persnya nanti di tv,ada kejutan dari menantu Mama."kata Irwan lalu menutup Hpnya.
"Bagaimana?"tanya Ivan pada Irwan.
Irwan memandang Evi penuh kekaguman,"Cantiknya....amazing....wow!"
Evi jadi malu dipandangi begitu.
"Terima kasih kak Igun."ucap Irwan lalu menggandeng Evi menuju mobil.Ivan melepas mereka dengan puas.Apa yang dimaksud kejutan oleh Irwan?****see you next eps***

EPS 25 

     Perjalanan menuju Konferensi Pers diwarnai dengan adegan lirik melirik antara Irwan dan Evi.Penampilan Evi yang mempesona membuat Irwan tak bosan2nya mencuri pandang ke arah Evi.
Bahkan sambil bersenandung Irwan memandang Evi bila tiba di lampu merah,"Tak bosan mataku takkan bosan...memandangmu wahai gadis pujaan...tak bosan mataku takkan bosan...(moga liriknya bener soalnya saya jujur ga hafal...waduh)".
Evi melihat lampu sudah berubah hijau tapi Irwan malah terus memandang ke arahnya,"Tuan Irwan Sutedja?Irwan?...Irwan!sudah hijau."
"Din!!!Din!!!" bunyi klaksonlah yg menyadarkan Sang milyarder kita.
"Ya ampun!"katanya sembari tancap gas.
          Evi tersenyum melihatnya."Kita mau ke mana sekarang?O ya aku juga mau berterima kasih untuk semua pakaian yang kaubelikan tadi dan untuk kak Igun.Dia baik sekali
mengajariku banyak hal.Cara dandan,cara jalan,cara memilih baju yg tepat dan banyak lagi.Tapi apa baju2 itu tidak terlalu mahal?Aku tak mau kau membuang uang hanya demi aku.Nanti kalo Mamamu tahu kau bisa dimarahi lho.Aku tak mau kau dimarahi apalagi gara2 aku..."
     Evi tertunduk sambil mempermainkan tangannya.Mendengar itu Irwan segera menepikan mobilnya.Evi jadi heran apalagi saat Irwan meraih jemarinya,"Kau tahu ?Justru Mama yang minta aku beliin kamu semua itu bahkan beliau pesen bukan hanya baju pesta tapi juga baju sehari2.Mungkin nanti kamu akan di ajak Mama sendiri belanja aneka aksesories wanita.Sepatu,tas,perhiasan,dan yg lainnya.Mama itu hobi belanja.Ini sih masih belum ada apa2nya.Jadi kamu tak perlu takut aku bakal dimarahi Mama.Walaupun aku sangat senang mendengarnya."
       "Kau senang ?Maksudmu kau senang kalo Mama marah?"Evi mengernyitkan dahinya.
Irwan mencium tangan Evi sambil tersenyum,"Bukan begitu.Sedetikpun aku tak ingin melihat Mama sedih apalagi sampai marah.Aku senang karena kau memikirkanku.Itu sangat berarti bagiku.Aku bahagia sekali hari ini."kata Irwan membuat Evi tersipu2.
"Nanti aku harus ngapain di mana...konferensi apa ..pers ya?Aku takut membuatmu malu kayak tadi."Evi masih kesal bila ingat kejadian di restoran tadi.Apalagi bila ingat sikap mesra Rita pada Irwan.
"Kamu cemburu ya?Hayo ngaku?"goda Irwan.
"Ga!Untuk apa aku cemburu aku kan bukan.."Evi terhenti
bicara karena ingat ancaman Danang."Bukan apa?Kenapa tidak dilanjutkan?"tanya Irwan ingin tahu.
"Aku bukan wanita secantik Rita.Aku ini kampungan,ga modis,ga level.Beda ama dia,dia lebih pantas untukmu."jawab Evi sambil menarik tangannya yg sejak tadi dipegang Irwan.
Tapi Irwan meraih tangannya lagi dan memandangnya lekat2,"Apa yg pantas buatku yang menentukan adalah aku dan mereka yg kuanggap pendapatnya penting bagiku.Dan kau tidak boleh berpikir seperti itu lagi.Kau adalah isteriku.Dalam hubungan suami isteri,kau tahu apa yg utama?Hal yang diatas segalanya?"tanya Irwan.

    Evi menggeleng tak tahu.Irwan lalu menempelkan tangan Evi di dadanya dimana hatinya berada,"Yang penting itu di sini.Apa yg hati kita rasakan.Apa yg hati kita katakan.Sekarang coba rasakan apa yg hatiku rasakan?"Irwan makin menempelkan telapak tangan Evi ke dadanya.Tentu saja Evi jadi berdebar2.
"Hatimu berdebar2 kencang sekali....***ost
     Evi menarik tangannya karena malu.Irwan tersenyum setidaknya Evi menunjukan getar2 yg sama dengannya."Tinggal dua belokan lagi kita sampai,kau nanti jangan gugup,santai aja.Aku akan memberi tanda bila kau harus berbicara atau menjawab pertanyaan mereka.Bila kau takut pegang saja tanganku dan ...."
"....jangan lari darimu....udah hafal sekarang."lanjut Evi.
   Keduanya tertawa.Merekapun melanjutkan perjalanannya.Kira2 gimana jalannya konferensi pers mereka ya?Lucukah?Malu2in?Atau romantis?...
  
EPS 26
          Sejenak kita tinggalkan sejoli kita,siapa lagi kalo bukan Irwan dan Evi.
        Mari kita melihat kondisi Danang,terakhir dia terlelap karena habis keluar malam pulang pagi.Kok kayak lagu ya?Hari sudah siang saat ksatria kita terbangun.Kepala terasa berat,pening,pusing gitu deh..Ia melihat jam,makan siangpun sudah lewat apalagi sarapan.
Diangkatnya airphone,"Aty!.ambilin gue makan,kopi ama obat pusing!Cepet ya!Ga pakai lama!Antar ke kamar aku".
     Danang menghidupkan tv sambil menunggu pesanannya datang."Wah ada apa nih?Kok hampir semua channel isinya sama.Lho itu kan gedung kantor Sutedja Enterprise?Memang ada acara apa ya?O iya konferensi persnya Irwan.Gawat Mami pasti marah nih tahu aku ga nongol di sana.Mendingan gue segera ke sana deh daripada kena marah Mami."
     Danang segera mandi.
      Di ruang keluarga kediaman Sutedja tampak Inul dan keluarga Evi sudah duduk manis di depan layar tv besar untuk melihat siaran langsung konferensi persnya Irwan.Tampak Rizky memakai baju baru begitu juga dengan Ayah Hamdan.Mereka sangat berterima kasih dibelikan begitu banyak pakaian dan barang2.Bahkan Rizky dibelikan Hp oleh Inul.Rizky senang sekali.
"Lihat itu mobilnya Irwan sudah tiba di depan gedung.Wah siapa wanita cantik yang digandeng Irwan itu ya?Omg..Itu kan Evi?!Cantik banget menantu Mama!!Kece parah!!"teriak Inul takjub melihat perubahan Evi.Ayah Hamdan saja sampai pangling,"Iya sampai hampir saya tidak kenal.Beda banget.Coba Rizky lihat sini itu kakakmu bukan?"
"Mana sih?Yang digandeng mesra sama kak Irwan itu?Iya itu kak Evi tapi kok beda ya.Kakak cantik banget kayak artis.Kalo kak Irwan mah memang dah ganteng.Kayak Pangeran."komentar Rizky.
    Inulpun mengerti inilah kejutan yang dimaksud Irwan di telepon tadi."Putra Mama memang benar,ini kejutan yang manis.Mama suka ini."kata Inul dalam hati.
Bukan hanya mereka yang takjub melihat perubahan Evi bahkan Danangpun sampai melongo melihatnya."Itu bener Evi????"
     Aty yang berdiri di dekatnya jadi heran mendengar cara Danang memanggil Evi,"Tuan manggil isteri Boss Muda kok gitu?Kayak sudah kenal lama gitu?Emang Tuan sudah kenal akrab sebelumnya ama Nyonya Muda Evi?"
"Kamu tuh ngomong apa?Masak aku manggil dia Nyonya Muda gitu kayak kamu?Memang aku pembantu kayak kamu?Suka2 aku mau manggil dia apa.Sudah sana!!Kepo banget sih jadi orang."omel Danang.Atypun permisi."Tunggu,Mama dimana?"cegah Danang.
"Di ruang keluarga,Tuan sama keluarganya Nyonya muda.Ada apa Tuan?"tanya Aty.
"Gpp.Aku mau lewat jalan samping aja.Beritahu Mami kalo aku ke kantor."jawab Danang.
       Atypun mengiyakan lalu keluar dari kamar Danang.Diluar air matanya menetes,"Boss muda aje yg pemilik semua kekayaan ini ga pernah nganggep saya pembantu.Ia selalu sopan dan santun dalam menyuruh.Beda banget ama Tuan Danang,kasar dan sok juragan banget.Padahal kalo dipikir dia kan cuma saudara tiri Boss muda.Sabar...sabar!"
          Sepanjang perjalanan menuju kantor,Danang terus berpikir tentang Evi,"Ternyata Evi bisa begitu cantik,aku benar2 bodoh melepasnya begitu saja pada Irwan.Aku harus mengambil kembali Evi dari tangan Irwan!Aku harus memisahkan mereka bagaimanapun caranya.Evi harus menjadi milikku.Aku harus menyusun rencana baru.Jangan sampai Evi benar2 jatuh cinta pada Irwan dan benar2 menjadi isterinya.Aku harus bergerak cepat.Ayo Danang berpikir.!!Think!!"
    Wah sepertinya ada yang menyesal nih melepas mutiara Masamba ke tangan Pangeran kita.Kira2 apa rencana Danang kali ini?Bagaimana pula benih2 cinta yang tengah tumbuh di hati sejoli kita?see you next eps.******zzzzzz..zz

EPS 27

     Pengamanan super ketat menyambut kedatangan Irwan dan Evi.Melihat begitu banyak orang,begitu banyak kamera,begitu banyak pertanyaan membuat Evi spontan memegangi lengan Irwan.
Benigno menyambut mereka,"Akhirnya kalian datang juga.Ayo lewat sini!"
    Memasuki ruangan konferensi pers,tepuk tangan riuh menyambut mereka.Rupanya perwakilan karyawan dari berbagai departemen sangat antusias dengan kembalinya pucuk pimpinan mereka,Presdir Irwan Sutedja.Bagi mereka kebijakan2 Irwan selalu
mengedepankan kesejahteraan mereka.Memang standar mutu kerja tetap dipegang teguh tapi keberadaan Irwan adalah perisai bagi kesejahteraan mereka.Hal itu menarik perhatian para jurnalis yg hadir di situ.Irwan melambaikan tangan pada mereka sambil tetap menggenggam tangan Evi.
         Beberapa karyawan bersuit2 sambil standing applaus.Irwan menggangguk dan mempersilahkan semua duduk.Evi duduk di sebelah Irwan mencoba beradaptasi dengan jepretan kamera yang tak henti2nya mengarah padanya dan Irwan.Irwan lalu menyampaikan sambutannya,"Terima kasih untuk kehadiran teman2 dari media massa,teman2 jurnalis,para wartawan baik dari dalam maupun dari luar negeri juga para team kerja saya di Sutedja Bussiness Enterprise.Berkat rahmat Tuhan dan doa kalianlah saya bisa hadir kembali di sini dan kembali menjalankan roda bisnis Sutedja Enterprise.Banyak rumor yang beredar seputar absennya saya beberapa waktu ini,oleh karena itu saya mengklarifikasi semua berita yang beredar dengan mengadakan konferensi pers ini.Di sini saya menyatakan bahwa saya masih hidup dan kembali memegang posisi sebagai pimpinan tertinggi di Sutedja Bussiness Enterprise.Dan pada kesempatan ini saya juga ingin memperkenalkan isteri saya,seorang wanita dari Masamba,namanya Evi.Kami telah menikah di Masamba.Memang sangat mengejutkan mungkin tapi kami telah menikah.Evi bukan dari keluarga kalangan bisnis jadi saya mohon pengertiannya bila mengajukan pertanyaan pada isteri saya.Sekian dari saya dan bagi yang ingin bertanya saya persilahkan.Terima kasih."
      Pertanyaan demi pertanyaan seputar bisnis mulai mengalir.Evi kagum melihat betapa fasisnya Irwan menjawab setiap pertanyaan tersebut.Sorot mata penuh kekaguman tak henti2nya ia tujukan ke arah Irwan," Makin aku mengenalmu makin aku terpesona padamu.Siapa mengira pria yang dulu pingsan saat dibawa ke rumahku ternyata seorang pengusaha sukses di Jakarta.Pria yang dulu berkeringat mencari kayu bakar itu ternyata seorang bisnisman terkenal.Tapi hatimu yang penuh dengan kebaikan dan kehangatan itulah yang menjadi daya tarikmu.Kau tidak pernah memandang bulu.Siapapun yang berada di dekatmu akan merasa begitu berharga bagimu.Setiap orang senang kau kembali.Walau aku bukan isterimu sesungguhnya tapi jauh di lubuk hatiku aku juga sangat bersyukur kau luput dari berbagai kemalangan yang menimpa dirimu.Mengapa ya Danang tega menyakitimu,bahkan hampir menghilangkan nyawa orang sebaik dirimu?Butakah mata hatinya?Padahal kupikir dia dulu orang yang sangat baik mau menolong keluargaku,mau mengenal wanita dari keluarga tidak punya sepertiku....tapi ternyata ia malah menjebakku dalam pernikahan palsu.Aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun.Bagaimana jika semua ini terbongkar?        Bagaimana jika ingatan Irwan pulih dan ia sadar tidak pernah menikah denganku sebelumnya?Apakah ia akan membenciku ?Apa aku berterus terang saja ya sebelum semuanya terlambat?Tapi ancaman Danang terhadap keluargaku?Kurasa Irwan bisa melindungi keluargaku.Tapi aku akan minta pendapat ayah dulu mengenai rencanaku ini."pikir Evi tanpa menyadari bahwa seorang jurnalis bertanya padanya.
      Irwan meremas jemari Evi memberi tanda padanya,"Kau melamun ya?Mereka bertanya padamu: Apa latar belakang keluargamu dan apa yang menurutmu membuat aku memilihmu menjadi isteriku..."bisik Irwan di telinga Evi.
Evi menjawab dengan gugup awalnya tapi genggaman tangan Irwan memberinya keberanian,"Saya hanya anak petani.Setiap hari saya harus bekerja buat keluarga saya....Kalau pertanyaan kedua saya sendiri juga tidak tahu apa jawabannya....Suami saya saja yang menjawabnya."
     Irwan tersenyum,"Pertama kali saya melihat Evi,saya melihat sosok Mama saya pada dirinya.Itulah yang saya cari selama ini.Sosok yang perhatian dan menyayangi saya bukan karena apa yang saya miliki tapi karena ketulusannya."
Irwan memandang Evi dengan dalam lalu mengambil sesuatu dari kantongnya,"Pada kesempatan ini saya ingin memberi sesuatu yang saya belum sempat berikan pada saat pernikahan."
        Irwan lalu membuka kotak yang ia bawa ternyata sebuah cincin berlian.Evi makin tersipu saat Irwan memakaikan cincin itu di jari manisnya.Para wartawan mengabadikan moment romantis itu.Mereka lalu berteriak2,"Cium cium.!".
        Evi tidak tahu harus bagaimana,Irwanlah yang bergerak mencium pipi Evi lebih dulu lalu memeluk pinggang Evi.Evi tak menduga dan makin merahlah wajahnya.Benigno mengambil moment itu untuk mengakhiri konferensi pers.Irwan dan Evi lalu menuju lantai paling atas dimana ruang kerja Irwan berada..*****see you next eps*****

Eps 28 ♥》Tabir Kepalsuan 

     Hati Evi berbunga2 mendapat cincin dan ciuman dari Irwan.Rasanya hatinya jadi klepek2....
     Wartawan masih saja mengejar mereka hingga Benigno menyuruh mereka duluan naik lift,"Kalian duluan,Om akan menyusul".
Irwanpun segera menekan angka dan pintu liftpun menutup.Evi kaget sekali dan segera memeluk Irwan saking takutnya.Makhlum baru pertama rekaman....eh kok rekaman....naik lift.
"Baru kali ini naik lift ya?"tanya Irwan.
"Lift?Oh ini namanya lift?.."jawab Evi tanpa melepas pelukannya.
      Ia malah menempelkan wajahnya di dada Irwan....Hati Irwan berdebar2 bahagia,bagaimana tidak mereka cuma berdua di lift.Walaupun sesekali lift berhenti,para karyawan yang mau masuk lift begitu tahu Irwan didalamnya,apalagi tengah memeluk seorang wanita,segan untuk masuk.Irwan melambai pada mereka.Evi tidak tahu karena ia sibuk mendengar detak jantung Irwan."Aku ingin selamanya bisa mendengar detak jantung ini terus,selamanya mengetahui bahwa Irwan hidup.Mengetahui bahwa ia baik2 saja."batin Evi.Irwan sendiri berharap gedung kantornya adalah gedung tertinggi di dunia supaya ia lebih lama memeluk Evi.
      "Wah kurasa aku harus sering mengajakmu naik lift."kata Irwan.
"Kenapa?"tanya Evi menyadari lift sudah tidak bergerak lagi.
"Biar terus dipeluk olehmu seperti ini"bisik Irwan.
Evi jadi malu dan segera melepaskan pelukannya,"Kok ga bilang kalau sudah sampai?".
Irwan tersenyum dan menggandeng tangan Evi keluar dari lift,"Emang sengaja ga bilang..he he".Evi diam2 juga tersenyum.Evi mengedarkan pandangannya.Ruang kantor yang rapi,ada
beberapa ruangan,ada yang bersekat kaca saja,tapi ada juga yang diberi tirai."
Ini tempat kerjaku.Ayo ,kukenalkan pada sekretarisku!"ajak Irwan.
Wajah Evi langsung masam mendengarnya.

      "Pasti cewek ngeselin lagi nih.Pasti lebih cantik dari aku.Jangan2 juga naksir Irwan kayak si Rita itu.Irwan sih terlalu ganteng."pikir Evi.

Seorang pria seusia Irwan menyambut mereka( diperankan oleh Albi)."Selamat datang kembali,Pak Presdir dan ...."kata Albi.
"Terima kasih Albi.Kenalkan ini Evi,isteriku"ucap Irwan.
       Evi menjabat tangan Albi."Selamat datang Ibu Presdir,saya Albi,sekretarisnya Bapak."kata Albi mengejutkan Evi.
"Kamu sekretarisnya?"Evi tak percaya campur lega.
Melihat perubahan wajah isterinya,Irwan tersenyum."Kamu pasti mengira sekretarisku cewek ya?"senggol Irwan saat Albi pergi mengambilkan minuman.
"Takut disaingi ya?"ledek Irwan lagi.
"Siapa takut?Seorang wanita Masamba itu ga pernah takut pada siapapun."jawab Evi.
"Yang bener....lalu yg takut naik lift barusan siapa yach?Apa perlu diperlihatkan rekaman cctvnya?"goda Irwan.
"Cctv?Apa itu?"tanya Evi.
"Cctv itu kamera cuma lebih kecil ukurannya.Biasanya sengaja dipasang di titik2 tertentu untuk memantau keamanan."papar Irwan.
"Jadi waktu di lift tadi ada rekamannya gitu?"Evi langsung blingsatan.
"Iya.Gimana masih ngelak?Ok deh mungkin suatu hari nanti aku akan pertimbangkan punya sekretaris wanita asal...."
"Asal apa?"tanya Evi dengan wajah kecewa.
"Asal orangnya kamu."jawab Irwan sambil meraih
      Evi agar duduk di sebelahnya.Evi tertunduk malu sambil memandangi cincin pemberian Irwan tadi.
Irwan meraih jemari Evi,"Kau suka?"
Evi mengangguk,"Baru kali ini aku punya perhiasan.Ini benar buatku?Kapan kau membelinya?Perasaan kau selalu bersamaku."
"Kau tahu cincin apa itu?Itu pemberian Mama,kata Mama kalo aku sudah menemukan wanita yg pantas menjadi isteriku maka aku harus menunjukkannya pada Mama dengan memberikan cincin itu.Sudah lama aku menyimpan cincin itu di ruang kerjaku di rumah.Pagi tadi aku mengambilnya.Kau sih terlalu keasyikan memperhatikan foto2ku jadi ga melihat saat aku mengambilnya."kata Irwan.
     Evi merasa tersanjung mendengar penuturan Irwan bahwa cincin itu ternyata punya makna simbolis yang dalam.Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan Benigno,"Akhirnya Om bisa nyusul kalian ke sini.Wartawan2 itu bener2 deh....".
Albi datang membawa minuman untuk mereka bertiga."Wah,Albi kau ini tahu betul kalo saya lagi haus?"ujar Benigno sambil mengambil minuman yg diletakkan Albi.
"Albi,apa agenda saya hari ini?"tanya Irwan sambil mengambilkan minuman Evi.
"Setengah jam lagi Rapat Pemegang Saham Pak.Saya sudah siapkan semua berkas yang Bapak perlukan."
     Irwan,Benigno dan Albi sibuk membahas perkembangan bisnis.Evi permisi mau ke toilet.Albi mengantarnya.Tak ingin merepotkan Evi memintanya kembali saja pada Irwan.Sementara itu sepasang mata memperhatikan Evi dari kejauhan.Mata yang penuh amarah.Bisa ditebak mata siapa itu?******see you next eps*****