DASI DAN GINCU ^^^EPS 12

Eps 12 DASI DAN GINCU : Keluar Dari Sana
 ~`~ DENGAN IRWAN...
          Pelan membuka mata,awalnya masih kabur dan tak jelas namun kemudian ia melihat warna putih dimana2.
"Dimana ini?"gumamnya sembari mencoba bangun.Namun rasa nyeri segera terasa dari belakang kepalanya.
 "Auww..."rintihnya dan secara reflek tangannya meraba bagian yang sakit.
Sebuah suara mengejutkannya,"Anak muda...aku senang kau sudah sadar.Kau pingsan saat dibawa kemari."
Irwan melihat seorang pria tua memakai jas lab mendekatinya dan memeriksa luka di kepalanya,"Anda siapa?Dimana saya?"
Pria itu tersenyum,"Aku dokter di Puskesmas ini.Kau ada di desa Rote.Seorang nelayan membawamu kemari.Apa yang sebenarnya terjadi padamu,anak muda?Siapa namamu?"
Irwan menjawab,"Nama saya Irwan.Saya mengalami kecelakaan kapal dan terdampar di sebuah pulau.Lalu saya tinggal di sana.Apakah Dokter tahu dimana pulau itu?Disana para penduduknya masih sangat sederhana dalam peradaban.Saya harus kembali ke sana."
           Irwan rupanya telah ingat siapa dirinya kembali.Pukulan di kepalanya justru mengembalikan memorinya.Ia ingat soal kapal ekspedisinya yang membuatnya terkatung2 di laut.Ia juga ingat tentang seraut wajah gadis pedalaman yang biasa ia panggil dengan nama Den Rara.Malam itu ia ke pantai hendak menemui Den Rara tapi tiba2 sebuah benda tumpul mendarat di belakang kepalanya.Membuatnya tak sadarkan diri.Segera ia melepas infus di tangannya dan mencoba turun,"Aku harus menemui Den Rara...bagaimana jika terjadi sesuatu di sana...aku harus segera ke sana..."
           Namun baru kakinya menjejak lantai,pandangannya nanar.Ia terhuyung dan dokter segera membantunya kembali berbaring,"Nak Irwan kau jangan banyak bergerak.Kondisimu lemah.Tekanan darahmu rendah.Sebaiknya tunggu sampai kondisimu pulih dulu."
 Tiba2 terdengar suara yang sangat dikenal Irwan,"Irwan sayang!!"
          Irwan dan dokter menoleh ke arah pintu.Siapa yang datang ya? Maaf jika pendek soalnya saya harus pergi.Kapan2 dilanjut lagi.***see you next eps***

DEBU2 JALANAN ^^^EPS 93-97


Eps 93 `` DEBU-DEBU JALANAN : 
Untuk Membawamu Keluar
 ••• DIRIMU BAGAIKAN REMBULAN DI MALAM YANG SEPI....( Rumah Shiha )
          Para pelayat sudah banyak yang pulang.Para kerabat saja yang masih tinggal.Itupun cuma diam.Sesekali saling berbisik membicarakan tragisnya kematian anggota keluarga besar mereka,Shiha.
"Makanya punya anak perempuan itu harus lebih ketat penjagaannya.Jangan asal kenal pria luar terus berubah jadi liberal tak tahu lagi norma dan budaya negeri sendiri",bisik salah satu dari para handai taulan itu. Tak ada yang berani mendekati mamanya Shiha selain suaminya.Air mata dan tatapan kosong di wajah sang isteri sudah membuat kehampaan di hatinya atas kehilangan Shiha kian terasa.Dia hanya mampu membelai kepala isterinya sambil berkata,"Yang tabah ya Ma...Mama ga sendirian lewati semua ini.Papa juga sedih,rasanya dunia ini terasa begitu sepi."
○○ PURNAMA BERSINAR MENERANGI HATI...
           Mamanya Shiha hanya bisa meneteskan air mata mendengar perkataan suaminya.Mau menyalahkan juga tak bisa.Membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama suami isteri.Yang membuatnya tak bisa berhenti menangis adalah kondisi Shiha yang mengenaskan di akhir hidupnya.Itulah yang paling menyayat hatinya.
■■ AKU DAMBA ENGKAU BERSEMAYAM DI HATI WALAU DALAM MIMPI....
           Shiha sudah disemayamkan siang tadi.Semua baru bisa dilakukan setelah melewati prosedur kepolisian.Bagaimanapun Shiha melakukan tindakan kejahatan dengan berencana menculik mempelai wanita salah satu milyarder di Jakarta.
◇◇ TETAPI MUNGKINKAH REMBULAN MALAM ....
          Mulai kini malam2nya akan sepi tanpa tawa ceria Shiha terdengar di rumah.Mamanya Shiha meraih tangan suaminya,"Pa,kita tinggal di luar negeri aja ya?Mama keinget Shiha terus kalau disini.Ya Pa ya...kita tinggal di mana gitu?Di Singapore kita punya rumah kan Pa?"
Sang suami mengangguk,"Iya Papa akan bereskan semuanya di sini lalu kita pindah ke Singapore.Bisnis papa disini juga kurang lancar.Papa punya kenalan di Singapore,moga saja ia mau membantu papa.Mama jangan sedih terus ya?Apapun yang bikin Mama bahagia akan papa lakukan.Papa janji."
 Kematian Shiha yang tragis membuat kedua orang tuanya menyadari bahwa harta bukanlah segalanya.
••BERPIJAK DI BUMI BERDEBU...
           Hanya tinggal isterinya yang kini berada di sisinya.Ia sadar selama ini banyak kecurangan bisnis ia lakukan.Kini semua sia2 karena Shiha sudah tak ada lagi bersama mereka.Debu kembali kepada debu.Shiha telah berpulang.Bagiannya kini hanyalah menumbuhkan kembali semangat hidup isterinya.Ia tak mau kehilangan lagi.

 ♡♡ SUNGGUH DIRIKU TAK KUASA MENAHAN GEJOLAK DI HATIKU....( Batam )
Evi terpukau melihat gaun warna pink diberikan Irwan untuk makan malam mereka hari ini,"Wan,ini indah sekali.Apakah malam ini begitu spesial?"
Irwan malah tersenyum,"Bukan hanya malam ini tapi malam2 selanjutnya juga akan spesial.You know why?"
Evi mematut diri di depan cermin,"Kau selalu membuatku penasaran.Cepat katakan karena aku sungguh ingin tahu."
 ¥¥ YANG SEMAKIN LAMA SEMAKIN MENJADI....
           Irwan melihat betapa cantiknya isterinya apalagi dengan rambut masih setengah basah.Dipeluknya sang isteri dari belakang,"Aku rasa kau ini seperti magnet.Selalu saja membuatku tertarik ke arahmu,Nyonya Sayang."
 Evi melihat ke kaca,"Kau belum menjawab pertanyaanku Pak CEO sayang..."
Irwan mengecup leher isterinya,"Aku jadi ragu jadi ga ya mengajakmu keluar dinner malam ini..." ☆☆ BEGITU INGIN KUSAMPAIKAN RASA CINTA INI YANG MENDALAM...
Evi menoleh,"Kenapa bisa berubah pikiran begitu?Lalu sia2 dong gaun ini diberikan?"
Irwan menghadapkan Evi padanya,"Kau sungguh membuatku kecanduan.Aku kecanduan kamu.Kau tahu kau membuat hari2ku yang biasanya monoton menjadi penuh warna." Wajah Irwan mendekat hendak mencium isterinya namun Evi segera kabur,"Gawat!Sebaiknya aku segera ganti baju saja....Aku lapar..."
 Irwan tersenyum,"Sekarang kau bisa lolos dariku Nyonya Sayang tapi nanti malam jangan harap..."

 •○ TETAPI TAK MAMPU BIBIRKU BERKATA...( Kamar Hotel )
            Evi sudah memakai gaunnya,warna pink membuatnya tampak seperti putri dongeng saja.Apalagi Irwan juga memakai jas warna putih kian menambah ketampanannya.Evi mencari sepatunya,"Kau lihat sepatuku tidak?Tadi aku taruh di sini...Kok ga ada?"
Irwan mendekat dengan kotak kaca berisi sepatu baru,"Seorang putri dongeng tidak lengkap tanpa sepatu kaca.Bukan begitu, Nyonya sayang?"
Evi melihat dengan takjub sekaligus haru,"Wan,kau benar2 membelikan aku sepatu kaca?"
Irwan memakaikan sepatu kaca itu,"Ini design khusus limited edition.Tapi tak sebanding dengan indahnya dirimu."
 ¤~¤ MENGHARAP KASIH YANG TAK SAMPAI...
Rasanya bagai mimpi melihat seorang CEO muda sekelas Irwan bersimpuh memakaikan sepatu buat seorang mantan pelayan resto.Evi mau tertawa dan menangis jadi satu,"Wan,kau sungguh membuatku merasa sangat berharga...terima kasih."
Irwan mengecup tangan isterinya,"Bisa kita pergi sekarang?Aku mendengar nyanyian di perutmu he..he.."
 Evi tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Irwan,"Kau membuatku kehabisan energi.Makanya perutku protes...."
           Keduanya melangkah menuju resto hotel.Sebuah meja istimewa sudah siap menanti.Gimana dinner mereka?***see you next eps***

Eps 94 DEBU2 JALANAN : Vanity ( Kesia2an )

>>>HIDUP HANYALAH SEBENTAR SAJA...( Batam )
          Toto berdiri di depan kamar Bossnya,menanti sang CEO membawa Evi keluar dinner malam itu.Ia telah melakukan semua yang diperintahkan Irwan.Meja terbaik dengan view terindah,menu jelas sudah melewati sensor medis,bahkan gaun dan sepatu juga yang branded rekomendasi designer kondang Ivan Gunawan.Irwan juga memintanya untuk menyiapkan hadiah istimewa yang nilainya jelas fantastis.Kata Irwan waktu itu,"Aku ini tidak tahu sampai kapan Tuhan memberiku nafas kehidupan,satu yang pasti selagi aku masih kuat,aku ingin membahagiakan mereka yang ada di sekitarku.Terutama orang yang kucintai.Bukankah hidup manusia itu seperti uap sebentar kelihatan lalu lenyap?Lalu untuk apa hartaku yang banyak itu?Pokoknya siapkan semua yang terbaik malam ini.Kamu mengerti kan To?"
 >>> UMUR HANYALAH TINGGAL HITUNGAN...
           Sambil menahan haru dan sesak di dada,Toto menegakkan badan dan mengangguk pada sang CEO muda. "Boss tenang saja,saya dan team sudah menyiapkan semuanya."
Irwan menepuk bahu bodyguard andalannya itu,"Kau memang bisa diandalkan,Toto."
 >>> SENANG SEDIH HANYA UNGKAPAN...
           Melangkah didampingi Evi dalam balutan gaun pink dan sepatu kaca jelas memukau siapa saja yang melihat mereka.Decak kagum dan tak sedikit yang iri menjadi nuansa tersendiri bagi Evi yang merasa bukan dari kalangan jetzet,digandengnya lengan Irwan dengan erat. Irwan tersenyum padanya,"Kau kenapa?Belum terbiasa pakai high heels ya?"
Evi melirik sang CEO,"Ya iyalah...kamu kan tahu aku ini cuma pelayan resto dulunya.Mana pernah pakai sepatu setinggi ini?Bening tembus pandang gini lagi.Kalau aku jatuh terus pecah sepatunya gimana?"
Irwan malah mesem,"Itu bukan kaca sembarangan.Sudah dipadu dengan bahan lain sehingga sulit pecah.Jadi kamu tenang saja okay?Aku akan pegangi kamu."
Evi mendengar seorang pelayan resto komentar,"Alangkah senangnya jika aku di posisi dia.Punya suami ganteng,sayang dan tajir pula.Aduh...kenapa sih dewi fortuna jahat nian sama aku?"
>>> SEMUA BERLALU TAK PERNAH MENENTU...
            Suasana romantis juga disiapkan oleh pihak hotel atas permintaan Irwan.Beberapa tangkai bunga mawar diberikan kepada Evi secara langsung oleh Irwan,"For my queen..."
Evi tersipu,"Ya ampun Wan,mawar kan berduri...tangan kamu..."
Saat hendak mengambil bunganya ternyata Evi malah menemukan gelang emas berhiaskan taburan permata disematkan di sana,"Ini..."
Irwan memakaikannya di pergelangan tangan isterinya,"Ini untukmu terima kasihku padamu yang sudah memasak buatku dengan tangan ini,memberiku sentuhan kehidupan.Sebanyak taburan permata di gelang ini,entah jumlahnya berapa,demikianlah kuharapkan bisa selalu menikmati masakanmu,Nyonyaku sayang."
Evi berkaca2 bukan karena nilai mahal gelangnya tapi karena ada make a wish Irwan lewat gelang itu,"Aku akan selalu disisimu Wan....aku juga ingin selalu bersamamu...terima kasih buat gelangnya..."
            Irwan mengecup jemari isterinya dan menuntunnya ke dekat meja.Ada kejutan lain lagi menanti di sana.Kejutan apa ya? Maaf ya guys ini akan jadi part A.Part selanjutnya soon I will make.***see you next part***

Part B Eps 94 DEBU-DEBU JALANAN : Vanity
☆☆ TELINGA MENANGIS TIADA MENDENGAR....( JAKARTA )
 Idayu nampak masih di kantornya,Adi mendekatinya sembari membawa kopi. "Tante,mau kopi?White coffe kok.Ga bikin mulas di perut.Dijamin."
Idayu menatapnya,"Kau ini tahu aja Tante haus.Thanks ya.Tapi kok kamu masih di sini?Udah malam lho."
 Adi malah duduk,"Harusnya Adi yang nanya gitu sama Tante.Malah keduluan.Tante ga pulang?Irwan aja kalau jam segini biasanya juga dah cabut kok.Apalagi sejak ada Evi..."
Idayu malah berdiri,"Kalau tante pulang,tante jadi sedih...rasanya makin kangen sama Irwan.Kalau disini rasanya dia ada di dekat Tante.Kamu tahu ga gimana maniak kerjanya dia.Lihat aja banyak baju2 dia di sini.Bahkan ruangan ini saja didesign sedemikian rupa biar dia bisa nyaman di sini.Ada bednya,pantrynya,kamar mandi dalam,semuanya dia banget.Tante kangen sama dia,Di.Tante ga tahu gimana nanti jika dia benar2 ninggalin Tante...hiks..hiks.."
 Adi segera menyodorkan tissue ke mamanya Irwan,"Jangan bilang gitu Tan...saya ga sanggup bayanginnya...rasanya jadi pingin nangis ...kalau bahas itu..."
 ☆☆ HATI TERKUNCI DALAM JERUJI KEGELAPAN....
Idayu menyeka air matanya,"Mengapa ya manusia itu kalau yang jahat umurnya malah panjang ..." Adi tersenyum,"Itu karena Tuhan Maha Penyabar...selalu kasih kesempatan buat yang jahat jadi baik." Idayu meminum kopinya,"Kopinya enak Di.Bikin tenang.Makasih ya Di.Kamu udah bantu Tante jagain Irwan selama ini.Andai saja waktu bisa diputar kembali,Tante ingin masa2 gelap di hidup Irwan dihapus.Masa kelam itu membuat dia terpukul.Efeknya sekarang ini."
           Sorry guys lanjut kapan2 lagi ya part c nya.***see you next part ***

Part C EPS 94 DEBU2 JALANAN : VANITY
            Kemarin sudah lihat Batam juga kantor Irwan sekarang lihat kondisi Hazman yuk!
■■ KEMANAKAH LANGKAH TANPA PENGHARAPAN...( Penjara )
 Keluarga Hazman datang ke Jakarta buat mengurus kasus putra mereka yang terlibat dalam kasus penculikan.Idayu jelas ga akan memberitahu ke Irwan soal permintaan keluarga Hazman untuk pencabutan kasus dan solusi damai.Idayu jelas ga akan biarkan orang yang berniat jahat pada putranya bebas dari hukuman.Hazman meradang di dalam bui,'Aku yang harusnya ga terima.Aku kehilangan wanita yang kucintai.Mengenaskan lagi.Aku ga akan biarkan Irwan hidup tenang.Aku akan balas dendam.Tunggu saja.Aku pasti akan keluar dari sini.'
          Hazman malah terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dengan denda minim 60 juta rupiah.Bila Idayu memakai pengacara bonafid maka bisa lebih parah lagi hukumannya.Bisa 12 tahun penjara.Hazman kesal,'Di penjara ini aku bisa membusuk.Aku harus minta papa buat nyariin pengacara handal.Mahal ga masalah.Yang penting aku bisa keluar dari sini.'
■■ KEMBALILAH DALAM RINTIH TANGIS SUCI....
Pengacaranya mengatakan,"Semua masih dalam proses.Lagipula Pak Irwan sendiri masih diluar kota dalam rangka bulan madu.Kasus ini masih akan lama selesainya."
 Hazman bertanya,"Kemana bulan madunya Si Irwan itu,bapak bisa cari tahu?"
 Pengacaranya menjawab,"Saya akan coba cari informasi soal itu.Anda tenang saja.Your wish is my command."
Hazman tersenyum licik,'Aku akan puas saat melihatmu kembali dalam peti jenazah,Wan.Ha..ha..'
★★ TENGGELAM DALAM TELAGA KEBISUAN...( Back to Batam )
Evi mendekati meja yang disiapkan,"Wow...viewnya bagus sekali.Bisa lihat kerlip2 lampu.Indah Wan..."
Irwan menarik kursi buat sang isteri,"Have a seat my lady..."
 Evipun duduk,hidangan segera disajikan.Evi mengawasi setiap menunya,"Tunggu Wan,semua akan kucoba dulu.Okay Pak CEO?"
Irwan tersenyum,"Do as you please...Lagian Toto udah sensor semua kok."
Toto mendekat,"Benar Nyonya Boss ...dijamin deh semua sudah aman."
 Evi tetep aja nyobain semua,"Udah semua.Semua memang aman.Sini biar kuambilkan ..."
Irwan menyodorkan piringnya,"Suapi sekalian juga boleh nih..."
 Evi mendelik,"Manjanya kambuh deh..."
           Mereka tenggelam dalam kebahagiaan.Toto ikut bahagia melihatnya,'Semoga Boss muda selalu begini dan berumur panjang.' Bahaya mengancam hidup Irwan baik dari penyakit maupun dari musuhnya.Gimana nanti hidup Irwan?***see you next eps***

Eps 95 DEBU2 JALANAN : Voice of Trembling 
( Suara Kegentaran )

>>> BERJALANLAH MENUJU RIMBA TAK BERSUARA....( Dinner time )
           Irwan berdansa dengan Evi diiringi lagu yang melow gitu.Evi nyandar gitu di bahu sang CEO,"Wan,makasih ya buat makan malamnya...gaunnya...juga perhiasannya...kamu ini bikin aku sangat bahagia..."
Irwan tersenyum,"Kau yang membuat aku bahagia...aku yang harusnya bilang makasih...makasih ya mau jadi isteri aku...padahal kamu tahu gimana kondisi aku...tapi..."
 Evi menyetop perkataan suaminya,"Stop.Anggap saja waktu berhenti saat ini.Jangan merusaknya...bagi aku umur seseorang itu ditangan Tuhan.Jika Tuhan mau kita hidup ya kita akan hidup.Aku percaya mukjizat masih ada..."
Irwan terharu,"Amin.Isteri aku optimis orangnya.Luar biasa."
Padahal dalam hati Evi ingin nangis jika ingat bahwa waktu Irwan tak banyak lagi.
>>> TERSENYUMLAH DI SAAT GELISAH...
Evi mendengarkan detak jantung suaminya,'Aku sebenarnya jauh lebih gelisah dan takut dari kamu Wan..Aku takut kehilangan kamu.Aku tak bisa tidur setiap kali memikirkannya...'
           Bagi Evi menikah dengan Irwan yang divonis kanker lambung jelas bukan keputusan main2.Ia tahu resiko bakal jadi janda dalam waktu singkat.Namun ia hanya memikirkan bahwa hidup itu harus jadi kebaikan bagi orang lain apalagi bagi orang yang disayangi dan yang baik sama kita.Kalau hidup cuma buat diri sendiri,buat pamer,buat nunjukin kita udah masuk sket orang layak hidup di dunia,pride dan ajang jumawa itu ga sukses namanya.Orang yang sukses itu orang yang bisa keluar dari tempurung egosentrisnya.
>>> MENANGISLAH DALAM TAWA....
           Evi ga peduli soal harta Irwan yang akan dia dapat bila Irwan sudah tiada nanti.Ia ga peduli semua itu.Ia hanya ingin mencintai Irwan,memberi kebahagiaan selagi dia masih ada.Terkadang manusia itu bicaranya gede tapi action nol besar.Bilang sayang pada orang tua tapi lihat mereka kesusahan malah dibiarkan atau diusir.Itulah kenapa Evi sadar ga usah mikir soal waktu.Itu rahasia Tuhan.Kita ga perlu mengetahui masa dan waktu.Itu bukan kapasitas kita.Ga perlu gentar dengan masa2 yang akan datang.Toh kekuatiran ga menambah panjang umur kita.Malah bikin pendek kali.So selagi masih ada jadilah pribadi yang bahagia.Bersyukur dengan apa adanya kita kalau bisa jadi pribadi yang berguna.Lebih besar lagi bahagianya.Nasehat itu diberikan Rita sebenarnya pada Evi sebelum dia menikah dengan Irwan.Evi senang punya ibu yang dukung dia dan selalu memberi dia nasehat.Evi janji buat Irwan bahagia.Memang Irwan sangat bahagia selama bulan madu.Toto aja sampai heran lihat cerahnya wajah Bossnya.Akankah Irwan akan mendapat keajaiban?***see you next eps***

Eps 96 DEBU-DEBU JALANAN : Come in to the house

》ANDAIKAN DULU KU BISA MEMBERIKAN SEDIKIT WAKTUKU UNTUKMU...
          Hazman sudah menyewa orang untuk mencelakai Irwan.Orang itu diberi tugas berat,"Saya ga mau tahu gimana cara kamu bikin orang di foto ini celaka.Ingat saya minta bukan sekedar celaka tapi sampai sekarat.Nyawanya lenyap!Soal bayaran jangan khawatir.Meski di dalam penjara,saya masih punya warisan.Orang tua saya pasti akan membebaskan saya.Tapi saya baru merasa puas jika melihat pria ini meregang nyawa."
Orang itu tersenyum,"Tenang saja Boss.Saya bukan pemain lama soal beginian.Saya ini sudah berpengalaman."
Hazman senang,'Bagus.Sedikit waktu lagi maka dendam Shiha akan terbalaskan.Aku akan menanti bagaimana hebohnya media karena kematian mengenaskan seorang CEO di saat bulan madunya.Pasti bakal trending topic deh.Shiha pasti akan puas di alam kuburnya.'

 ¤¤ MUNGKIN KAU DAN AKU BERSATU...
          Di kepulauan Riau,Irwan dan Evi menikmati indahnya pulau2 di sana.Ada pulau Galang,Pulau Abang Besar dan aneka pulau lain.Nuansa pantai kian menambah romantisme diantara mereka.Jalan2 di tepi pantai,main air laut,bikin istana pasir berdua.Bahkan sampai dinner di pantai pula.Bahagianya mereka.Toto terus standby di dekat mereka,'Boss muda bahagia sekali sepertinya.Makin hari mukanya makin cerah.Sejak menikah malah makin sehat kayaknya.Nyonya muda kayaknya bawa efek bagus ke kesehatan Boss.'
 Dokter yang memonitoring kondisi Irwan juga berpendapat sama,"Kesehatan Pak Irwan kian membaik.Memang hati yang gembira itu obat yang manjur.Ini ajaib sungguh dunia medispun tak pernah bisa menerangkan hal seperti ini."
¤¤ MENJALANI HARI ESOK KITA BERDUA...
Evi mengabarkan kondisi Irwan ke mama Idayu,"Mama,kata dokter Irwan kian membaik Ma.Biasanya tuh sehari aja pasti ada tuh mual dan muntah tapi sekarang Irwan ga ada tuh muntah atau rasa mual.Makan juga banyak Ma."
Idayu hepi dong,"Benarkah sayang?That a good news.Kalau gitu makin lama bulan madunya makin baik dong Irwan."
Irwan mendekat,main peluk aja dari belakang ke Evi,"Ngobrol apaan sih sayang sama Mama?Lama nian.Aku dicuekin nih..."
Idayu ketawa melihat Irwan muncul di video call,"Hai anak mama yang tampan.Gimana seneng di sana?"
Irwan senyum,"Ya hepi dong Ma.Mama dan Bunda juga sehat kan disana?Salam buat Rizki ya...mama handle perusahaan dulu ya?Irwan masih pingin di sini."
Evi malu dikecup pipinya sama Irwan,"Irwan apaan ih...ada mama tuh.Ntar aja kalau kita cuma berdua."
Idayu senyum2,"Tenang aja sayang...soal bisnis kamu aman di tangan Mami.Kamu mau lebih lama di sana gpp kok.Mama setuju.Just be happy there okay...bye dear.Love from us."

¤¤ TERLAMBAT BAGIKU MENYADARI SEMUA KESALAHANKU....
          Si pembunuh bayaran sudah tiba di kepulauan Riau.Dia cari info soal jadwal Irwan,'Aku rasa menyerang di tempat umum lebih aman.Lagian aku sudah membeli zat berbahaya.Ntar tinggal kukenai ke mukanya dihirup sama dia end deh dia dalam hitungan detik.Ini zat ampuh.Aha..dia kan rutin nih check up ke Singapore.Nah pas dia di bandara akan kuserang dia.'
Irwan memang selalu medical check up ke Singapore agar terpantau kondisi dia selama bulan madu.Akankah Irwan akan celaka di Singapore?***see you next eps***

DEBU-DEBU JALANAN EPS 97 : RAIN IN MY HEART

           Saya sangat ingin menyelesaikan cerbung ini sehingga saya bisa memenuhi janji saya tapi keinginan kuat saja ternyata ga cukup,saya butuh passion untuk menulis,hasrat untuk menulis.Saat kita menyukai apa yang kita kerjakan ga terasa berat menjalaninya.Oleh karena itu saya putuskan akan mengakhiri DDJ di eps 100.Mengambil dari lagu duet Fildan dan Lesti yang saya suka banget sekaligus ada kata kunci untuk menjadi lagu penuntun cerbung ini yaitu kata "jalan",ini dia kelanjutan kisahnya.

dimanapun kau berada.....
           Bahaya memang ada di mana saja.Berbagai ancaman baik dari orang dekat maupun orang asing bisa saja mengancam jiwa kita.Demikian juga yang terjadi pada Irwan,bahaya dari dalam yaitu penyakitnya yang parah sepertinya tak cukup sehingga ditambah si pembunuh bayaran kiriman dari Hazman.

kau selalu ku cinta walau tak bersama......
          Namun meski bahaya mengancam nyawa suaminya,Evi tak bergeming dari sisi Irwan.Mendampingi dengan setia selalu bersamanya.Bahkan jika suaminya nanti telah tiada lebih dulu,ia bertekad takkan menikah lagi,'Aku akan setia padamu meski kau tak bersamaku lagi.'

sepenuh hati padamu, ku cinta dengan jiwa.......
           Diam2 Evi telah memutuskan hal itu dalam hatinya,'Tak ada yang akan mengubah cintaku pada Irwan.Takkan ada yang akan menggantikan tempatnya selamanya.Itu janjiku.'
Begitulah bila jiwa sudah bertaut,bahkan mautpun tak melunturkan cinta keduanya.Benar kata orang bijak,cinta kuat seperti maut.


tak ingin jauh darimu, rindu takkan terkira......
           Melangkah disamping Irwan menapaki gate di Chiangi Airport,Evi hanya ingin selalu menemani Irwan selagi suaminya itu ada.Tak jauh dari mereka sang pembunuh bayaran mendekati keduanya,siap melancarkan aksinya,'Cukup kuusap saja di wajahnya maka akan langsung berhenti detak jantungnya ga lama setelah itu dalam hitungan detik.'

gerimis melanda hati, terlalu mencintai.....
           Gerimis turun saat itu,membuat suasana di luar airport jadi sendu.Semalampun Evi ga bisa tidur,resah melanda hatinya seperti akan ada yang terjadi.Ia hanya terus berdoa dalam hati memohon Tuhan memberi umur panjang pada Irwan.

tak rela melepasmu pergi, tak rela bila harus terjadi.....
           Sedetikpun Evi tak pernah melepaskan perhatiannya dari Irwan.Team medis yang menemani saja sampai kagum dengan perhatian Evi,"Isteri Pak Irwan cocok jadi perawat tuh he..he...perhatian sekali.Bahkan hal-hal yang kecil saja diperhatiin."

jarak memisahkan kita, ku takut kau tak setia....
            Jarak Irwan dengan sang pembunuh kian dekat,sang pembunuhpun sudah bersiap2 dengan zat ditangannya,'Tinggal sedikit lagi aku akan sangat dekat dengannya dan saat kami berpapasan akan kuusapkan toksin mematikan ini ke dia,terhirup sama dia langsung jantungnya akan berhenti dalam waktu beberapa menit kemudian.Orang ga akan curiga karena aku akan langsung cabut dari sini seakan nothing happened.Mission completed.'

curiga menguras jiwa.....
             Sebuah rencana yang sangat matang namun manusia hanya bisa merencanakan yang menentukan adalah Tuhan.Saat mereka hendak berpapasan,perut Irwan tiba2 terasa nyeri sehingga ia terhuyung ke arah Evi,"Perutku sakit banget Vi....aaacck!"
             Evi dan Toto segera membawa Irwan ke pusat medis terdekat.
Nah belakang Irwan adalah seorang ahli bela diri yang dengan sigap menangkis tangan dari si pembunuh bayaran yang karena Irwan terhuyung jadi ga kena, tuh tangan menuju ke ahli bela diri itu,ditangkis sama dia,"Hyaat!!"

ku ingin selalu bersama dengan orang yang ku cinta....
            Evi dan Irwan tak mengetahui bahwa sebenarnya mereka diselamatkan dari bahaya maut lewat kambuhnya penyakit Irwan.Sementara sang pembunuh bayaran malah kena senjatanya sendiri,senjata makan tuan.Kejet2 dia ga lama kemudian,sesak nafas dan akhirnya malah berhenti berdetak jantungnya.Langsung geger deh bandara.Jadi headline di semua media sampai ke media Indonesia.

tak sanggup JAUH TERPISAH....
           Tak jauh dari bandara,Irwan dilarikan ke RS.Evi disisinya,mendoakannya tiada henti,"Kamu harus hidup Wan,buat aku...Tuhan aku minta roh kehidupan untuk suamiku.Aku tak mau berpisah darinya."

walaupun aku percaya jodoh takkan kemana.....
           Berita kematian yang tak wajar dengan zat berbahaya di Airport Chiangi sampai ke telinga Idayu,langsung dia hubungi Evi nanya kabar Irwan,"Sayang,putra mami gpp kan?Kalian dimana?'

bila Tuhan menakdirkan pasti diberi jalan.....
          Evi malah nangis,"Kami sudah di Singapore Ma.Irwan sedang diperiksa dokter ma,tadi dia merasa kesakitan saat di bandara.Evi takut Ma..."
Idayu menenangkannya,'Mama terbang ke Singapore segera.Kamu tenang ya.Irwan kan selama di Riau gpp,mungkin cuma kecapekan saja.mama segera ke sana."

          Apa yang akan terjadi pada Irwan?Lolos dari maut pertama akankah ia lolos dari penyakitnya?***see you next eps***