HARUSKAH BERAKHIR ^^^SEASON 2 *SPRING* MUSIM SEMI ( EPS 13 - 24 )

Eps 13 B 9 CERBUNG V :
HARUSKAH BERAKHIR
--- HARUSKAH BERAKHIR ---CERBUNG V --- EPS 13 B 9 Nigh Unto Death = Mendekati Kematian
--- About The Song --- ' ' ' If you ever leave me,baby (Jika kau ingin meninggalkanku,kasih) ' ' '{ IRWAN POV }
Mengetahui bahwa alamat yang kami tuju tak berpenghuni,aku coba bertanya pada tetangganya.Namun tak seorangpun yang mengerti bahasa Inggris.Aku sampai memakai
bahasa Tarzan untuk membuat mereka mengerti.Mereka hanya menggelengkan
kepala dan mengangkat bahu.Namun akhirnya ada juga yang bisa mengerti bahasaku.Ia bilang bahwa ibunya Reza baru saja pergi hendak menuju bandara.Jika kami bisa mengejarnya maka pasti bisa bertemu dengannya.Bandara.Kami harus secepatnya tiba di bandara.Dari Evilah aku malah tahu kalau ia sempat menabrak seorang wanita yang membawa tiket pesawat.Aku memandangnya,"Itu pasti ibu dari pria yang kaucintai,Vi.Baguslah kau bisa mengenali dia nanti di bandara.Sekarang kita harus ke bandara secepatnya.Jangan sampai usaha kita sia2.Ayo Vi!"
Aku menggenggam jemari Evi dan melangkah cepat menuju halte bus.Namun busnya sudah berangkat.Terlambat.
` ` ` To realize what we used to have / Sadari apa yang dulu kita miliki ` ` `[Evi pov] Aku melihat Irwan kecewa karena busnya sudah berangkat.Dan bus berikutnya baru akan datang lagi 45 menit kemudian.Irwan kok malah kecewa ya?Bukannya dia harusnya senang karena usaha kami gagal?Itulah hebatnya suamiku.Ia menganggap kebahagiaanku adalah kebahagiaannya.Kulihat ia menyetop jeep.Didalamnya ada sepasang muda
mudi Turki.Irwan minta ijin menumpang,ia mau mengejar bus.Mereka berpandangan.
Perasaanku aneh tapi aku cuma menurut saja saat Irwan mengajakku naik ke jeep tersebut.Kulihat sang pria Turki itu memperhatikanku dari kaca spion.Ia melihat kalung yang kupakai.Aku makin merasa aneh.Irwan di sebelahku.Itu yang membuat aku tenang.
' ' ' We don't have it anymore / Kini tak ada lagi ' ' ' Jeep melaju begitu kencang malah terkesan ugal2an,aku takut.Aku berpegangan pada Irwan,Irwan meminta mereka lebih hati2,"Please be careful,my wife scared!" Namun mereka tak menggubris malah tiba2 mengambil jalan yang berbeda dari jalur bus.Lalu ditengah padang ilalang mereka tiba2 berhenti dan menyuruh kami turun
dari jeep.Mereka menodongkan senjata pistol pada kami.Irwan segera menyuruhku
berdiri di belakangnya.Aku takut,sungguh takut.Aku takut mereka akan mencelakai Irwan.Aku tak mau kehilangan dia.
``` So keep in mind all the sacrifices I'm making - Maka ingatlah selalu pengorbananku ```{ IRWAN POV }
Tak kusangka kami bertemu perampok.Mereka meminta kami menyerahkan uang,perhiasan,jam tangan bahkan cincin pernikahan kami.Evi berbisik padaku,"Turuti saja Wan."
Aku sudah memberikan dompetku namun aku tak rela saat mereka meminta cincin pernikahanku.Aku berat melepaskannya.Didalamnya penuh kenangan.Sang wanita menodongkan pistol sementara yang pria mendekatiku karena melihatku lama
melepas cincinku.Ia rupanya mengincar kalung yang dipakai Evi,"Give me that
necklace too!" Evi menggeleng,pria itu hendak mengambil paksa,aku segera menghalanginya.
Takkan kubiarkan siapapun menyakiti Evi.Aku berkelahi dengannya.
Evi berteriak cemas,"Irwan hati2!"
Namun kemudian terdengar letusan pistol ditembakkan,"Dor!" Sebenarnya sasarannya aku tapi... ^^^ Will keep you by my side / Kan ( Ku ) pertahankan dirimu tetap disisiku ^^^ Aku tertegun mendengar bunyi letusan pistol.Lalu aku mendengar suara di belakangku,"Brukk!" Aku segera menengok ke arah Evi,"Tidakkkk!" Evi bersimbah darah lehernya,"Evi!!Jangan tinggalkan aku Vi!!"
Perampoknya kabur meninggalkan kami begitu saja.Aku segera menggendong Evi,aku harus segera membawanya ke RS.
Aku tak boleh kehilangan dia.Evi memandangku,"Irwan..." Aku berjalan menuju jalan raya,berharap ada mobil lewat sehingga aku bisa minta
tolong membawa Evi ke RS. Aku membaringkan Evi di tepi jalan di tempat yang aman,"Bertahan Vi!Kau harus bertahan.Ingat kau akan bertemu Reza.Aku akan mencari bantuan.Kau disini dulu." Evi meraba wajahku,"Wan...aku..aku...mencintai..." Aku melihat sebuah mobil,aku segera meninggalkan Evi dan berdiri di tengah jalan menyetop mobil itu,"Help us!!"
Aku bersyukur sekali mobil itu mau berhenti bahkan mau membantuku membawa
Evi ke RS.Terima kasih Tuhan.Di dalam mobil Evi membelai wajahku dan menatapku,ia seperti hendak mengatakan sesuatu.Aku melarangnya banyak bicara,"Jangan banyak bicara Vi,darahnya akan makin banyak yang keluar.Tenang Vi aku disampingmu.Aku disini."
Ia tersenyum lalu terkulai di pelukanku.Evi pingsan.Aku yakin ia cuma pingsan.
Karena aku terus memeriksa nadinya.Ia masih hidup.Akhirnya kami sampai di RS. " " " Will keep you from walking out the door/Kan (ku)tahan agar kau tak lewati
pintu itu " " " [ Evi Pov ] Aku takut sekali melihat Irwan berkelahi dengan pria asing itu.Apalagi sang wanita
menodongkan pistol ke arah Irwan.Ia siap membidik Irwan kapan saja.Ia hanya mencari timing agar tak mengenai temannya.Aku mencemaskan Irwan.Ia telah berkorban banyak hal demi aku.Akankah kini ia harus kehilangan nyawa juga?Tidak!Aku tak mau ia mengorbankan diri lagi.Aku berdoa kepada Tuhan,'Tuhan,jika ada yang harus terluka agar kami bebas maka jangan Irwan ya Tuhan.Biar aku saja.'
Dan doaku dikabulkan,pistol meletus dan melewati Irwan.Irwanku selamat.
Walaupun pelurunya menyerempet leherku.Aku ambruk ke tanah.
``` Just like the clouds my eyes will do the same / seperti halnya mendung,
mataku kan sama dengannya```[ REZA POV ]
Paris tiba2 mendung.Angin menerbangkan kertasku yang berisi lagu buat Evi.Ya aku suka menulis lagu buat Evi.Dia adalah inspirasiku.Aku coba meraihnya namun aku malah menumpahkan air minumku.Gelasnya jatuh ke lantai,untung lantainya berkarpet.Gelasnya tak pecah.Untunglah.
''" If you walk away,every day it will rain,rain/Jika kau pergi tiap hari kan turun hujan,hujan,hujan... Perasaanku tidak enak.Sesuatu pasti telah menimpa Eviku.Apapun itu kuharap ia
baik2 saja.Kuharap malaikat yang kuminta dari Tuhan itu selalu ada bersamanya.
Hujan turun rintik2.Menambah suasana mencekam di hatiku.Evi,ada apa denganmu?
↓↓↓ I'll never be your mother's favorite /Aku takkan pernah jadi kesayangan ibumu```
( IRWAN POV ) Aku berterima kasih pada pemilik mobil atas bantuannya sehingga Evi bisa segera dibawa ke RS terdekat.
Aku segera meminta pertolongan pada tenaga medis di sana,"Save my wife!!"
Mereka segera membawa Evi ke ruang periksa dan aku melihat tanganku,darah Evi melumurinya.Disitulah aku menyadari bahwa aku telah gagal menjaga wanita yang kucintai.Aku gagal. ``` Your daddy can't even look me in the eye/Ayahmu bahkan tak mau menatap
mataku ``` Apa yang akan kukatakan pada ayahmu Evi?Ayah,putrimu terluka saat bersamaku.
Ia pasti akan heran mengapa kami bisa ada di Turki.Aku tersungkur di lantai RS,betapa aku telah membahayakan nyawa Evi dengan membawanya ke Turki tanpa sepengetahuan mereka.Aku takkan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu pada Evi.Apa kata Bunda Rita jika tahu Evi tertembak?Aku rela ditampar olehnya.Aku rela dipukul.Aku bahkan rela menukar nyawaku demi Evi.Aku sungguh merasa menyesal.
``` Ooh,if I was in their shoes/Ooh jika aku jadi mereka;I'd be doing the same thing/ Kan kulakukan hal yang sama ```
Belum bila aku bertemu Reza apa yang akan aku katakan padanya?Katanya aku ikhlas mengantarkan Evi meraih kebahagiaannya tapi malah mengantarkannya pada
bahaya.Rasa bersalah kian menggunung di hatiku.Sungguh tak ada niat begitu di hatiku.Aku tulus ingin melihat Evi bahagia.Apakah aku salah?
Apakah membahagiakan seseorang itu salah?
``` Saying there goes my little girl/Berucap itu gadis kecilku.Walking with that troublesome guy / Bersanding dengan lelaki bermasalah itu' ' '
Aku memang tak pantas bersanding dengan Evi.Aku ini hanya membuatnya sedih.Aku juga bukan pria yang ia cintai.Ia tak bahagia bersamaku dan kini ia celaka karena kecerobohanku.Maafkan aku Evi.Aku ini memang orang yang tak layak dicintai.Aku semakin kuat untuk menyerahkan Evi pada Reza.Memang dialah yang pantas bersanding denganmu Vi.Lagipula kalian saling mencintai.Aku janji Vi,aku akan membuatmu meraih kebahagiaanmu.Aku benar2 ikhlas Vi.Kejadian ini membuatku makin sadar dan tahu diri.
Memang Evi bukan untukku.
¤¤¤ But they're just afraid of something they can't understand / Namun mereka
hanya takut dengan sesuatu yang tak mereka mengerti ¤¤¤ ( EVI POV )
Aku memang tertembak tapi aku bahagia karena pria yang kucintai tak terluka.Ia bahkan menggendongku dengan penuh cemas.Betapa aku melihat rasa takutnya yang besar.
Betapa aku merasa begitu berharga.Irwan,aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.
Selagi masih ada nafasku.Selagi nyawaku belum melayang.Irwan,kumohon jangan panik suamiku.Irwan meletakkanku di tepi jalan.Tangannya menyentuh leherku yang terluka.Aku memandangnya,memohon ia mendengarkanku namun ia tak mengerti maksud hatiku.Kepanikan menguasainya.
~~~ Ooh well,little darling,watch me change their minds / Ooh gadis kecil,lihatlah
kan kuubah pikiran mereka~~~ ( Rita Sugiarto Pov ) Aku mimpi buruk semalam.Aku melihat Evi memakai baju pengantin.Apakah ini
pertanda buruk ya Tuhan?Gadis kecilku,maafkan ibumu ini.Sejak ibu menamparmu dulu,tak pernah lagi ibu mengunjungimu.Bagaimana kabarmu sekarang?Apakah kau sudah berubah pikiran putriku?Ibu harap kau mencobanya.Mencoba untuk membuka hatimu.Cobalah menerima keadaan ini putriku.Irwan adalah pria yang baik.Bukalah hatimu untuknya dan ibu yakin kau takkan menyesalinya.
¥¥¥ Yeah,for you I'll try,I'll try / Yeah,demi engkau kan kucoba,kan kucoba,kan
kucoba ¥¥¥■■■ I'll pick up these broken pieces till I'm bleeding / Kan kupunguti kepingan2 hancur ini hingga ku terluka ■■■SAIFUL JAMIL POV
Mendengar suara parau Irwan,aku tahu pasti ada masalah,"Ayah..."
Aku mendengarkan ia menceritakan semua yang terjadi,"Evi terluka Ayah,apa yang harus kulakukan Ayah?"
Aku sebenarnya ingin marah pada menantuku itu,namun aku hanya akan menyakiti putraku.Ia terlalu mencintainya. Aku mencoba memberi solusi,"Ayah akan kirim uang ke Turki.Tapi butuh waktu
untuk itu.Apakah kau bisa bertahan selama menunggu kiriman itu tiba?" Irwan menyanggupi,"Irwan rasa bisa Ayah.Terus bagaimana dengan orang tua Evi
Ayah?Mereka berhak tahu kondisi Evi Ayah." Aku mengenal sahabatku Hamdan,ia akan marah besar jika tahu semua ini.
Aku malah balik bertanya,"Jika kondisi Evi kritis kita harus memberitahukannya
tapi jika Evi bisa melewati semua ini maka biarlah masalah ini hanya cukup kita yang tahu,putraku." Irwan menuruti saranku,"Baik Ayah.Dokter sudah keluar Ayah.Irwan akan bicara padanya.Nanti Irwan akan kabari lagi.Terima kasih Ayah." Irwan,kasihan kau Nak.Andai Evi bisa membalas cintamu. ■■■ If that'll make you mine / Jika itu kan membuatmu jadi milikku ■■■
□□□ Ooh,don't you say goodbye /Ooh,jangan bilang selamat tinggal.Don't just say,goodbye / Jangan bilang,selamat tinggal □□□ IRWAN POV
Aku segera mendekati dokternya,"How is my wife,Doc?"
Ia tersenyum,ia seorang wanita yang ramah.Ia menerangkan bahwa Evi tidak terancam nyawanya,ia bilang bahwa untuk sementara Evi tak bisa berbicara dulu.Luka di lehernya perlu waktu untuk sembuh.Apalagi diketahui bahwa Evi juga terkena amandel jadi sementara puasa bicara dulu.Ia menyerahkan kalung mutiara Evi kepadaku,"This is hers."
Aku menerimanya dan menyimpannya,"Thank you.Yes it is hers.Forever hers." ☆☆ I'll pick up these broken pieces.Till I'm bleeding if that'll make it right./
Hingga aku terluka jika itu kan membuat semua ini baik2 saja.☆☆ Aku segera sujud syukur begitu tahu Evi baik2 saja.Nyawanya tidak terancam.Aku diperbolehkan menemui Evi.Aku senang sekali.Mataku berkaca2 melihatnya.Walau ia belum sadar tapi aku lega karena ia selamat.Aku duduk di kursi dan membelai jemari Evi.Betapa aku tak ingin kehilangannya.Namun jika bersama Reza adalah hal yang
terbaik untuknya maka aku rela.Ya aku rela.Irwan kian mengikhlaskan Evi untuk Reza.Akankah Irwan akan tahu perasaan Evi kini?***see you next eps***
Eps 14 B 10 Cerbung V HARUSKAH BERAKHIR
€♥€ ....HARUSKAH BERAKHIR .....€♥€CERBUNG V ....♥€ ♥....Eps 14 B 10 €€€ .... Understood Not = Tak Mengerti ....€♡€ .....About B - 10 .....
××× I don't know,but I believe Aku tak tahu,namun aku percaya. ××× That some things are meant to be Bahwa beberapa hal sudah ditakdirkan ××× EVI POV Terakhir yang kuingat aku didalam mobil bersama Irwan yang nampak panik memelukku.Kasihan suamiku itu,belum pernah aku melihat ia secemas itu.Tangannya sampai gemetar.Aku ingin mengatakan padanya bahwa aku ingin minta maaf karena selalu menyusahkannya.Namun aku hanya bisa membelai wajahnya.Jika memang aku harus pergi dari dunia ini setidaknya aku meninggal dalam pelukan pria yang kini mengisi hatiku.
Pria yang bahkan tak tahu bahwa aku mulai mencintainya.Irwan,mungkin memang ini
hukuman buatku karena menyia2kanmu selama ini.
Tidak menganggapmu.Merendahkanmu dan tidak melakukan kewajibanku sebagai
seorang isteri yang baik.Hukuman atas setiap sumpah yang kulanggar.Tuhan,ampuni aku yang tak tahu menghargai ini,yang tak tahu bersyukur atas segala karunia dan maksud baik-Mu dalam hidupku.Aku bahkan dengan sombongnya pernah mencoba bunuh diri.Seakan aku ini pemilik kehidupan.
Ampuni aku ya Tuhan karena aku tak memahami bahwa sebenarnya Kau sudah menjawab setiap seru doaku.Setiap permohonanku.Aku pernah meminta agar Kau menyatukanku dengan cinta sejatiku.Kau mengabulkannya dengan menyatukan aku dan Irwan dalam ikatan yang sakral,ikatan pernikahan.Namun aku tak mengerti perbuatan-Mu.Aku tak mampu menyelami setiap pekerjaan-Mu.Aku bahkan memandang hina arti sebuah janji suci pernikahan.
Maafkanlah aku ya Tuhan.Betapa aku ini wanita yang tak punya hati.Betapa degilnya hatiku ini.Aku membuang permata yang sudah kupegang demi apa?Demi pria yang katanya mencintaiku tapi memilih meninggalkanku.Pria yang memperkenalkan padaku betapa indahnya cinta.Namun ia tak memperjuangkan cinta itu sendiri.Ia meninggalkanku menghadapi semuanya sendiri.Tidak.Aku tak mau menyalahkan siapapun lagi.
Aku ini wanita dewasa.Aku harus tahu bahwa semua tindakan yang kupilih punya konsekuensi.
Akulah yang salah karena berjalan berdasarkan pengertianku sendiri.Aku melupakan Engkau dalam perencanaan.Seharusnya aku bertanya pada-Mu jalan mana yang harus kupilih.Kau pasti akan menunjukkannya.Kau juga pasti akan membantuku menjalaninya.
Bukankah kau Tuhan yang baik?Ampuni aku yang tidak mempercayai-Mu.
Aku berprasangka buruk pada-Mu.Menganggap-Mu jahat karena membiarkan
orang tuaku menikahkanku dengan Irwan.Kini disaat aku menyadari segala kebaikan-Mu,takdir tiba bagiku.Waktuku sudah habis.Kau pasti menyesal merancangkan semua yang baik ini kepadaku.Kau lelah melihat aku tak menghargainya.Kini aku harus berpisah dengan pria yang sebenarnya adalah takdirku.Irwan,jika saja waktuku masih panjang,aku ingin membuatmu bahagia.Aku ingin memberikan semua yang menjadi hakmu.Aku ingin kau selalu bersamaku.Aku ingin mengatakan bahwa aku menerimamu sebagai suamiku karena karena Tuhan dan karena cinta.Semua lalu gelap....
××× And that you'll make a better me Dan bahwa kau akan membuatku menjadi lebih baik....××× Every day I love you Tiap hari aku mencintaimu....
Aku melihat kegelapan dimana2.Dimana ini?Dimana Irwan?Irwan....Irwan...!
Kau dimana?Jangan tinggalkan aku!Aku takut!Irwaaan!Aku lalu mendengar sebuah suara,"Evi...mengapa kau ada di sini?"
Itu kan suara kak Cici?Bukankah kak Cici sudah tiada?Berarti aku ada di dunia
orang mati?Tidak!Aku tidak mau mati.Aku masih ingin hidup.Aku ingin bersama Irwan.Irwaaan!!Waaan!!Kamu dimana?
Aku kembali mendengar suara itu,"Adikku,tenanglah.Kau belum mati.Tuhan memberimu kesempatan kedua.Kau sungguh beruntung adikku.Kau begitu dicintai.Lihatlah disana ada sebuah cahaya.Ikutilah cahaya itu!Kembalilah ke dunia orang hidup.Dan katakan pada
sekitarmu bahwa selama manusia itu menghargai hidup maka harapan itu selalu ada.Jangan menyia2kan hidup sepertiku.Jangan mengambil jalan yang pernah
kuambil.Kembalilah adikku.Lihatlah betapa indahnya rencana Tuhan buat dirimu.Ia sudah memberikan semua yang terbaik untukmu.Kembalilah dan berbahagialah."
Aku melangkah ke arah cahaya sambil berharap bahwa disana ada Irwan yang menungguku.Aku terus melangkah menyibak kabut kegelapan.Aku harus kembali.Aku ingin hidup!Aku ingin bahagia!Aku ingin membuat Irwan bahagia.Aku harus hidup!
××× I never thought that dreams came true Tak pernah kukira bahwa mimpi akan terwujud.
But you showed me that they do.Namun kau tunjukkan padaku bahwa semuanya mungkin.××× Aku melihat sebuah jalan.Kulihat juga sebuah bayangan putih berjalan agak jauh didepanku.Itu kak Cici.Pakaiannya ada bercak darah.Aku mendengar ia berkata,
"Ayo ikuti aku Evi.Jangan hiraukan kiri kananmu.Tetap ikuti aku!" Aku bergidik melihat kiri kananku,tampak bayangan2 hitam bermunculan menggangguku.Mencoba mengambil alih perhatianku.Aku teguhkan hati melawan ketakutanku dan terus mengikuti kakakku.Akhirnya aku sampai ke sebuah persimpangan dan kudengar kak Cici berkata,"Aku hanya bisa sampai disini mengantarmu.Pilihlah yang kanan.Disana akan ada yang akan menuntunmu pulang.Ikuti saja dia.Maafkan kakak adikku,aku tak memberimu contoh yang baik.Aku terlalu putus asa sehingga tak
melihat bahwa masih ada harapan untuk masa depanku.Pergilah Vi,jangan menyesal sepertiku.Jangan sia2kan lagi apa yang sudah kau miliki.Semoga kau menemukan kebahagiaanmu."
Aku terpana melihat kak Cici kembali ke dalam kegelapan.Namun aku ingat pesannya dan segera melangkah mengambil persimpangan yang kanan.Disana aku melihat banyak beberapa orang tengah memandang ke hamparan tebing.Ya ada jurang pemisah yang luas sekali dan dalam di depanku.Seseorang mendekatiku,ia berpakaian putih bersih dan tinggi.Ia juga bersayap.Apakah dia yang dimaksud oleh kak Cici?Orang itu menyilaukan dan
menunjuk ke sebuah arah,"Lihatlah!Terang Tuhan terbit atasmu,kau diberi kesempatan kedua.Aku akan menuntunmu kembali.Pegang tanganku kita akan terbang menuju dunia di seberang sana.Bersiaplah!"
Aku melihat sesuatu yang terang tiba2 muncul dan orang2 yang ada di situ segera bangkit menyambut cahaya itu.Sepertinya mereka juga orang2 yang diberi kesempatan kedua seperti diriku.Entahlah aku tak tahu.Aku memegang tangan orang yang menyilaukan itu dan kamipun masuk dalam terang itu dan melewati jurang seakan aku punya sayap saja.Melayang di udara menyusuri tebing2 nan terjal.Tapi aku tersenyum karena aku akan segera bertemu dengan suamiku,dengan Irwan.Itu saja yang ada di pikiranku.
××× You know that I learn something new.Kau tahu bahwa aku belajar sesuatu yang baru.Every day I love you ××× Aku membuka mataku.Dimana2 terang dan cahaya lampu.Aku berhasil ke cahaya
itu.Tapi aku merasa asing dengan tempat ini.Bukankah aku memang di negeri asing?
Aku di Turki bersama Irwan.Irwan.Aku ingin memanggil namanya tapi yang keluar
suaraku sangat lemah dan bahkan hampir ga ada suaranya,"Ir....wan.." Ternyata Irwan ada di samping pembaringanku,ia tertidur sambil memegang tanganku.Suamiku.Ia tidak meninggalkanku.Aku lega sekali.Betapa hari demi hari
aku kian jatuh hati padanya.

♡♡♡ 'Cause I believe that destiny~Karena aku percaya bahwa takdir.
Is out of our control~Diluar kendali kita.
(Don't you know that I do )~Tak tahukah kau bahwa aku percaya♡♡♡
♡♡♡ = IRWAN POV Karena lelah aku tertidur di kursi di samping pembaringan Evi.Aku memegang tangannya supaya bila ia sadar aku segera tahu.Menjelang dini hari aku merasakan tangan itu bergerak.Dan ada suara serak dan lemah memanggil namaku,"Ir...wan...".
Evi sadar!Aku gembira sekali sampai tanpa sadar segera memeluknya,"Terima kasih
Tuhan telah mengembalikan dia padaku." Sungguh kejadian ini membuatku sadar bahwa manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan semuanya.Niatku untuk segera ke bandara menyusul ibunya Reza berbuah petaka.Aku sungguh menyesal dan memandang Evi penuh sesal,"Maafkan aku....maafkan aku.."
Evi membelai pipiku seraya menggeleng dan berkaca2.Aku tahu ia ingin bicara padaku namun suaranya hilang.Aku mencium tangannya,"Semua salahku.Aku tidak
berhati2.Aku tergesa2 sehingga aku tak melihat adanya bahaya.Syukurlah kau baik2 saja.Dokter bilang sementara ini suaramu akan hilang karena kau terkena amandel.Mungkin kau kaget dengan perubahan cuaca di Turki.Maafkan aku sudah gagal menjagamu.Memang aku bukan orang yang tepat untuk menjagamu.Bahkan takdirpun berusaha mengatakannya padaku.Aku janji kau akan segera berada di tangan orang yang tepat untuk menjagamu.Aku sadar bahwa pria Turki yang kaucintai itu memang yang terbaik untukmu."
♡♡And you'll never live until you love~Dan kau takkan pernah hidup hingga kau mencinta.With all your heart and soul~Sepenuh hati dan jiwamu ♡♡
Evi kembali menggeleng bahkan ia mencoba bangun.Aku segera membantunya duduk di ranjangnya,"Jangan banyak bergerak Vi.Lehermu masih belum pulih.Tembakan itu mengenai lehermu.Untung hanya nyerempet."
Evi meraba lehernya dan tiba2 ia panik.
Ia memegang tanganku seakan ingin menanyakan sesuatu,"Ada apa Vi?Ada yang sakit?Sebentar kupanggilkan dokter ya?"
Aku bersiap hendak melangkah tapi Evi menahan tanganku dan menggeleng.Ia menunjuk ke lehernya.Apa maksudnya?Aku lalu ingat soal kalung mutiara yang diberikan dokter padaku.Aku segera mengambilnya dari sakuku,"Kau mencari ini?"
Wajah Evi langsung berbinar.Ia pasti sangat menyukai kalung itu.Aku tersenyum padanya.

××× It's a touch when I feel bad (Sentuhanmu saat aku tak tenang)
It's a smile when I get mad(Senyumanmu saat ku tak tentram)×××××× = EVI POV Begitu meraba leherku yang dibalut.Aku langsung kaget.Bukan karena luka tembaknya.Bukan karena sakit yang kurasakan tapi karena kalung mutiara yang biasa melingkar di leherku tidak ada.Tidak!Aku tak mau kehilangan kalung itu.Itu tanda cinta dari Irwan untukku.Kalung itu sangat berarti bagiku.Dimana kalung itu?Irwan tersenyum mengerti maksud hatiku.Ia menyerahkan kalung itu padaku,"Kau mencari ini?Dokter melepasnya dan memberikannya kepadaku.Sementara jangan dipakai dulu yach?Lehermu masih sakit."
Aku hanya bisa mengangguk.Aku memandangi kalung itu.Setiap butir mutiaranya
adalah simbol waktu.Aku menciumi butir2 mutiara itu. ××× All the little things I am ~ Hal2 kecil pada diriku.
Everyday I love you~Tiap hari aku mencintaimu ×××
Betapa berharganya tiap butirnya.Tiap waktu bersama Irwan.Aku bersyukur masih diberi waktu bersama Irwan.Mulai kini aku akan menghargai setiap detik,setiap menit,
setiap jam,setiap hari bersamanya.Takkan kusia2kan lagi.Takkan kubuang lagi.Irwan membelai kepalaku dengan sayang,"Kalung itu selamanya milikmu.Bahkan saat aku kembali ke Indonesia nanti,kalung itu takkan kuminta kembali.Anggaplah itu kenangan dariku.Jika kau mau,kau boleh menjualnya atau memberikannya pada siapa saja.Itu hakmu.Kau pemiliknya."
Aku sedih mendengarnya seakan Irwan hendak mengucapkan perpisahan saja.
Padahal kalung ini kusimpan dan kurawat karena kau yang memberikannya Wan.
Karena itu tanda cinta seorang suami pada isterinya.Tanda cintamu padaku Irwan.Mengapa kau berkata begitu?
××× Everyday I love you more~Tiap hari aku lebih mencintaimu.Everyday I love you ×××
Apakah kau tak melihat tatapan mataku yang penuh cinta kepadamu,Irwan?
Apakah kau tak melihat bahwa tiap kau didekatku aku mulai tersipu.Makin hari
aku makin mencintaimu.Semakin hari aku semakin mengenalmu dan aku makin terpesona.Hari demi hari hatiku terpikat makin lekat padamu.Kau mengajariku bagaimana cara mencintai seseorang.Bagaimana berkorban,bagaimana cinta itu memberi.Kau mengajarkan semua itu.Kau membuatku jatuh cinta.Membuat aku lupa pada tujuan semula hingga kita bisa berada di Turki.Hatiku kini berdebar hanya untukmu Irwan.Jantungku ini mengalirkan darah hanya untuk hidup bersamamu Irwan.Aku terkesima padamu.
Aku tak ingin merana lagi.Tuhan telah mempertemukan kita.Tuhan bahkan telah menyatukan kita.Lihatlah cincin pernikahan kita.Bukti nyata bahwa aku sudah sah
menjadi isterimu.Aku aneh ya?Jatuh cinta pada suamiku sendiri.Evi...Evi...

♡♡♡If I asked would you say yes?Jika kuminta akankah kau berkata iya? ♡♡♡ = IRWAN POV Pagi itu dokter menemui kami,ia berkata pada Evi,"Your husband is really loves
you.He always taking care of you.Every hour and every day.How lucky you are."
Dia bilang bahwa katanya Evi beruntung menjadi isteriku karena aku sungguh2 mencintainya.Selalu memperhatikannya.Setiap saat.Evi memandangku penuh haru.Dokter membuat aku malu saja.
Dokter lalu memintaku bicara berdua,"I want to speak with you privately Mr Irwan." Kami bicara agak menjauh dari Evi.Evi nampak resah dan ikut mendengarkan
pembicaraan kami.Dokter mengatakan bahwa perawatan Evi akan dihentikan jika
aku tak melunasi administrasi.Aku tak punya uang lagi.Dompetku dibawa kabur oleh perampok.Kiriman uang dari ayah juga butuh waktu untuk sampai di Turki.Hanya tinggal cincin di jariku.Cincin pernikahanku.Aku memandang Evi.
Tak mungkin aku meminta kalung mutiaranya.Itu pasti membuat ia sedih lagipula
jika dua cincin pernikahan dijual sudah cukup buat menutup biaya RS.
Aku meminta waktu bicara dengan Evi,"I want to speak with my wife first.Give a minute please."
Dokter mengangguk.Aku mendekati Evi,"Maaf kurasa kita harus merelakan cincin
pernikahan kita untuk membayar biaya RS.Uang kiriman ayah belum sampai.Apakah kau mau memberikan cincinmu?Lagipula sebentar lagi itu juga akan kau lepas bukan.Sebentar lagi akan ada cincin lain yang akan menghiasi jarimu.Dilepas sekarang juga sama saja bukan?Toh tak ada artinya lagi.Nanti kita juga akan melepaskannya."
Evi nampak muram wajahnya,namun ia malah menawarkan kalungnya padaku.Aku mengembalikannya,"Tidak!Ini selamanya adalah milikmu.Cincinnya saja.Itu sudah cukup."
Dengan berat hati Evi melepas cincin pernikahan kami.Hatikupun rasanya seperti
dikoyak sembilu.Namun cepat atau lambat kami juga akan berpisah.
♡♡ Together we're the very best/Bersama kita jadi yang terbaik.
××× I know that I am truly blessed~ Aku tahu bahwa aku benar2 diberkati.
Everyday I love you.××× EVI POV Betapa aku tak rela melepas cincin pernikahanku.Bukti bahwa aku sudah menikah dengan Irwan kini harus kulepaskan demi biaya pengobatan.Betapa aku baru menyadari bahwa cincin itu sangat berharga.Dengan berat hati aku melepaskannya.Lalu memberikannya pada suamiku.
××× And I'll give you my best~ Dan kan kuberikan padamu yang terbaik dariku. Meski cincin itu tak lagi melingkar di jariku.Namun namamu kan selalu di hatiku,Irwan.Lagipula aku masih memiliki kalung mutiara darimu.Tiap hari aku mencintaimu. ××× Everyday I love you.
Wah yang lagi jatuh cinta sama suaminya sendiri,sayang Irwan ga tahu ya.Sampai kapan Irwan tak tahu isi hati Evi?***see you next eps ***
Eps 15 B 11 CERBUNG V ♧ HARUSKAH BERAKHIR
♧ HARUSKAH BERAKHIR ♧CERBUNG V ♧ Eps 15 B 11 ♧ Not To Know It ♧Tidak Mengetahuinya
♧ About The Song.... ♧◆♧ Kaulah yang pertama Menjadi cinta .... [ IRWAN POV ] Aku memandang sepasang cincin di tanganku.Cincin pernikahanku dengan Evi.Terbayang olehku saat dengan begitu berbunga2nya aku memesan khusus cincin
itu.Aku punya teman yang punya bisnis emas.Dia punya toko emas banyak sekali cabangnya.Aku memesan khusus dari dia,"Aku pesen yang sederhana saja tapi manis dipakai.Jangan yang ngejreng ya.Simple aja."
Sobatku itu tertawa,"Akhirnya Wan,kamu bisa jatuh cinta juga.Seneng lihat kamu
ceria begini.Cinta memang ajaib ya?" Aku tersenyum tersipu sampai dekik pipiku saat itu.Aku hanya bisa tersenyum datar
kini mengenang semua itu.Cinta pertamaku kandas di negeri orang.Pernikahankupun harus berakhir di usianya yang bahkan kurang dari umur jagung siap panen.Aku pamitan
pada Evi,"Aku tinggal dulu ya?Aku mau jual cincinnya.Semoga dapat harga bagus.
Kamu di sini saja.Disini ada perawat,mereka akan menjagamu." Evi memandangku dengan tatapan sedih,mungkin ia takut karena kutinggal sendirian di RS.Tiba2 salah seorang pasien yang satu ruangan dengan Evi,seorang wanita lebih tua dikit dari Evi berkata padaku,"Don't worry about your wife,I will accompany her
and help her if she need anything." Aku berterima kasih atas kesediaannya mau menemani Evi dan membantu jika
Evi butuh apapun.Aku membelai kepala Evi sebentar menenangkannya,"Aku usahakan segera kembali secepatnya.Aku pergi dulu."
Aku juga mengangguk pada pasien sebelah yang baik tadi,"Please taking care of my
wife while I am not here ." Pasien wanita itu mengangguk membuatku merasa sedikit tenang meninggalkan Evi. .....Tinggallah kenangan Berakhir lewat bunga Seluruh cintaku untuknya.♧◆♧ Pihak RS memberitahuku bahwa ada toko perhiasan di dekat RS kira 2 bloklah.
Akupun menyusuri jalanan sambil menghafalkan jalan biar nanti bisa pulang lagi
alias ga nyasar.Aku bertanya pada seorang penjual bunga dan ia menunjukkan
arahnya.Aku berterima kasih padanya.Nanti kalau sudah ada uang aku akan beli bunganya.Selain sebagai ucapan terima kasih juga buat Evi.Aku ingin minta maaf
padanya karena kecerobohanku ia jadi terluka.Aku melihat tokonya.Akupun masuk
dan bertemu dengan pemiliknya.
Seorang pria tua namun fasih bahasa Inggrisnya.Aku menunjukkan cincinnya,
"I want to sell this rings." Ia melihatnya,"A wedding rings.It's yours?" Aku mengangguk sendu,"Yes,my wedding rings.My wife got injured and need money to pay her medical treatment in the hospital." Ia malah bertanya padaku mengapa aku ingin menjual benda seberharga cincin pernikahan.Akupun menceritakan bagaimana aku dirampok dan Evi harus dirawat di RS.Ia mendengarkan dengan iba.Malah ia bercerita padaku bagaimana ia mengerti perasaanku.Ia bahkan bercerita tentang kisah hidupnya.Bagaimana ia dulu pemabuk dan hidup ga jelas.Isterinya begitu setia menemaninya bahkan demi membebaskan dia dari penjara isterinya menjual cincin pernikahan mereka.Satu hal yang pernah ia berikan selama ia hidup.
Sejak itu ia berubah dan mulai menata hidupnya.Sayang sang isteri jatuh sakit karena selama ini bekerja terlalu keras demi kebutuhan keluarga mereka selama ia masih hidup seenaknya.Menjelang kematiannya sang isteri cuma minta ia menebus kembali cincin pernikahan mereka dan memakaikannya di jarinya.Baru ia akan pergi dengan tenang.Aku terharu mendengar kisahnya.Pria tua itu lalu berkata padaku bahwa ia akan membayar cincinku sejumlah yang kubutuhkan dan ia akan menyimpan cincin itu untukku.
Ia berharap aku menebusnya suatu saat nanti.Aku memang berniat begitu.
Walau aku takkan mengatakan pada Evi rencanaku itu.Nanti bila Evi sudah kupertemukan dengan Reza di Perancis,aku akan mampir ke Turki untuk menebus cincinnya.Akan kubawa
kembali ke Indonesia sebagai kenangan.Kenangan bahwa aku pernah menikah dengan wanita yang kucintai.
♧◇♧ Bunga terakhir Kupersembahkan kepadanya yang terindah Sebagai satu tanda cinta untuknya..... Aku berterima kasih pada pria tua itu yang sudi merawat cincin pernikahanku.Aku menerima uangnya dan keluar dari tokonya.Aku mampir ke penjual bunga.Aku suka
bunga putih dan kuning.Indah sekali bila melihat bunga dengan warna tersebut.Aku membelinya.Putih dan kuning.Entah bunga apa namanya,camomile apa crissant ya
entahlah.Aku hanya ingin lewat bunga putih Evi melihat ketulusan hatiku.
Bahwa aku tulus ingin melihat dia bahagia.Walau tak denganku.Lewat bunga kuning aku ingin mengucapkan perpisahan padanya,bahwa aku siap melepasnya menuju kebahagiaannya.Sebuah lambang keikhlasan.Seikhlas matahari memancarkan sinarnya setiap hari.Aku mencium bunga itu.Secantik dan seharum Eviku.
♧■♧Bunga terakhir Menjadi satu kenangan yang tersimpan Takkan pernah hilang tuk selamanya Oh ho.... Aku sering melihat di film2 para pria mengungkapkan hati pada wanitanya dengan bunga.Semoga Evi ga salah paham dengan bunga pemberianku ini.Aku hanya ingin meminta maaf.Aku takkan ceroboh lagi.Aku akan lebih mengutamakan keselamatan
Evi dalam setiap situasi.Tergesa2 hanya berdampak kesalahan besar.Bahkan aku
hampir kehilangan Evi.Jika kami dalam situasi yang berbahaya tanpa bisa dicegah
maka aku siap melakukan apa saja untukmu Vi.Berkorban nyawa bila perlu.
Lebih baik aku kehilangan nyawa dipelukanmu daripada melihatmu terluka dan tak bahagia.Aku sampai di RS.Kulihat tampak serombongan orang keluar sambil
menangis histeris.Pasti ada anggota keluarga mereka yang meninggal.Aku jadi miris.Kupercepat langkahku menyusuri koridor RS,aku hanya ingin segera melihat Evi memastikan dia baik2 saja.Tuhan jaga Eviku.

♣◆♣Betapa cinta ini Sungguh berarti Tetaplah terjaga....{ EVI POV } Aku hanya bisa menatap punggung Irwan dengan pilu.Kasihan suamiku.Menjadi
repot karena aku.Uangnya hilang karena dirampok dalam perjalanan mencari kebahagiaanku.Namun aku kini sadar bahwa kebahagiaanku ada bersamanya.
Melihat ia pergi,air mataku menetes tanpa kusadari.Kapan aku akan melihat
punggung itu tidak luruh tapi tegap seperti kala kami menikah dulu.Aku melihat kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya kala itu.
Aku bahkan menatap sinis waktu itu.Apa juga yang membuat dia tertarik padaku dan memutuskan melamarku?Kini aku yang malah bertanya,apa yang telah membutakan mataku saat itu sehingga tak bisa melihat betapa agungnya moment itu kini bagiku.
Suara pasien sebelah menyadarkanku dari lamunanku,"Evi?It's your name right?" Aku mengangguk,ia mengerti bahwa aku tak bisa bicara saat ini.Ia lalu menawarkan makanan yang ia punya,"You want this?It's delicious." Aku ga enak hati menolaknya maka kuterima,ia tersenyum gembira aku tak menolak
pemberiannya.Namun aku tak memakannya,aku menunggu Irwan.Aku hanya akan makan kalau ia juga makan bersamaku.Aku ingin memastikan ia juga makan dengan teratur.Aku ingin memperhatikannya.Kasihan,selama ini dialah yang memperhatikanku.Aku takkan menyia2kan kesempatan kedua yang Tuhan beri padaku.
.....Selamat tinggal kasih Kau telah pergi selamanya ♣◇♣ Irwan kok ga balik2 sih?Detik demi detik menyiksaku tanpa kehadirannya.Menit demi menit hampa tanpa sosoknya disisiku.Perawat datang membawakan makan siang.Aku menerimanya.Tapi tak kusentuh.Aku ingin makan bersama Irwan.Kuharap ia kembali membawa makanan buat dirinya juga.Tadi pagi ia sudah makan sisa makananku.Aku sengaja ga menghabiskan semuanya agar ia juga makan.
Bila nanti kembali ke Indonesia aku akan masak buat dia setiap hari.Akan kubuatkan semua masakan yang ia suka.Akan kutanya Mami Idayu soal itu.Juga Lesti.Ia pasti kenal betul kakaknya.Aku terus melihat ke arah jam,lama sekali sih Irwan perginya?Melihat aku resah,pasien sebelah tersenyum,"You miss your husband right?You really love him don't you?"
Aku hanya bisa mengangguk malu menjawabnya.Untuk pertama kalinya aku mengakui bahwa aku mencintai Irwan didepan orang lain.Orang asing pula.Ia lalu bercerita tentang suaminya yang telah tiada setahun yang lalu karena tugas militer.Betapa ia mengerti perasaanku.Ia bahkan mengatakan betapa beruntungnya aku karena suamiku masih hidup dan sangat baik orangnya.Irwan memang baik.Aku jadi bersyukur karena Irwan bukan tentara seperti suami wanita itu.Tak bisa kubayangkan jika melihat Irwan tertembak atau terbunuh di medan perang dalam misi bela negara.Aku ngeri membayangkannya.Kisahnya malah membuatku makin merindukan Irwan.Wan,kamu kok lama banget sih?
♣◇♣Bunga terakhir Kupersembahkan kepadanya yang terindah 
Sebagai satu tanda cinta untuknya.... Tiba2 terdengar jerit tangis dari ruangan seberang.Ada yang meninggal.Aku kaget dan miris.Rasa takut menyelimutiku.Wan,aku takut....Aku tak berani mendekat hanya
melihat dari jauh saja.Kasihan sekali sepertinya.Aku jadi teringat pengalamanku
bersama kak Cici di dunia kematian.Serem banget.Tanganku dingin mencemaskan Irwan.Mana sih dia?Belum sejam dia pergi tapi aku sudah merasa seperti berjam2 saja.Aku terus menanti cintaku kembali. ♧■♧Bunga terakhir Menjadi satu kenangan yang tersimpan Takkan pernah hilang tuk selamanya....
Aku melihat ke jendela,berharap melihat kelebatan Irwan diantara ramainya
orang lalu lalang.Tak bisa kubayangkan jika hidupku tanpa sosoknya.Tuhan,jagalah suamiku di luar sana.Jagailah dari kecelakaan,dari tindak kejahatan ataupun kemalangan.
Aku ingin mulai kini hidupku sepenuhnya buat dia.Aku lega kala mendengar langkah
kaki mendekat dan sebuah suara yang sangat kukenal memanggiku,"Evi!!"
♣□♣Kaulah yang pertama Menjadi cinta..... Hal pertama yang kulakukan adalah merentangkan tanganku tanda aku ingin memeluknya.Aku masih diinfus jadi ga leluasa bergerak.Irwan membawa seikat
bunga namun aku lebih tertarik dengan kelegaan yang terpancar di wajahnya kala melihatku. Irwan memelukku,kami saling berpelukan melepas kecemasan yang terpendam.Juga rindu yang menggunung. Irwan membelai punggungku,"Aku lega kau baik2 saja.Terima kasih sudah
menjaganya Tuhan.Terima kasih." Aku juga ingin berkata hal yang sama.Namun tak bisa.Irwan melepas pelukannya,
"Lihat apa kubawa untukmu." ....Berakhir lewat bunga Seluruh cintaku untuknya ♣□♣ Irwan memberikan bunga yang ia bawa untukku,"Aku ingin minta maaf karena
kecerobohanku kau sampai opname.Maafkanlah aku.Selagi aku masih bersamamu,sekali saja aku ingin seperti orang2 barat memberi bunga pada orang yang sangat berarti bagi mereka.Terimalah."
Aku malah tercekat mendengar kata2nya. ♣°♣Bunga terakhir Kupersembahkan kepadanya yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya... Selagi?Irwan bilang selagi?Apakah ini bunga tanda perpisahan?Kulihat ada yang
berwarna kuning juga.Sepertinya iya.Aku gemetar memegangnya.Wan,kok kamu
ngomong gitu sih?Kayak mau ninggalin aku saja.Aku jadi sedih. ♣♡♣Bunga terakhir Menjadi satu kenangan yang tersimpan.... Irwan melihat makan siangku dan segera mencuci tangannya.Tak lupa ia berterima
kasih pada pasien sebelah karena telah menjagaku.Irwan lalu bersiap menyuapiku.
Aku menggeleng tak mau makan.Irwan heran,"Kok ga mau Vi?Katanya pingin cepat sembuh?Kita masih harus ke Perancis kan?Ayo dong makan ya?" Aku tetap tak mau,hatiku sedih.Irwan tak mengerti perasaanku.Irwan terus
membujukku,aku jadi kasihan padanya.Pasien sebelah yang memberitahu Irwan,"She want you have lunch too with her."
Irwan memandangku,"Kau ingin aku juga makan?Baiklah...ah aku makan roti ini saja.Ini cukup mengenyangkan kok."
Aku mengambil roti yang hendak ia makan,aku membuka mulutku.Irwan mengira aku minta disuapi tapi aku menggeleng,aku mengambil rotinya sepotong,kudekatkan ke
mulut Irwan. Irwan baru ngeh,"Oh kamu mau kita suap2an.Boleh...kayak waktu nikah aja.
Ada2 aja kamu Vi." Aku baru tersenyum kala ia membuka mulutnya dan memakan roti dari tanganku. Aku ingin kau makan dari tanganku Wan,untuk selamanya.Selamanya.
Kamipun saling menyuapi. ....Takkan pernah hilang tuk selamanya.Oh...ho ♣♧♣ Ada yang suap2an nih ye?Bikin laper deh....Benarkah itu bunga terakhir dari Irwan
buat Evi ?***see you next eps***
HARUSKAH BERAKHIR
EPS 16 B 12
CERBUNG V ○HARUSKAH BERAKHIR ○EPS 16 B 12 ○ My Vows = Sumpahku ○
○ About The Song....
●●● Betapa hatiku takkan pilu....( EVI POV )
Walau aku masih belum bisa bersuara namun keadaanku sudah jauh lebih baik.Leherku tak sesakit sebelumnya.Sayang saat aku hendak memakai kalung mutiara pemberian Irwan,suamiku itu mencegahku,"Jangan dipakai dulu Vi.Lukamu belum pulih benar.Tunggulah sampai lehermu sudah benar2 sembuh."
Wajahku langsung manyun,sedih apalagi kala melihat jari manisku.Tak ada lagi
melingkar di sana cincin pernikahanku.Hatiku makin pilu.
Irwan coba menghiburku,"Jangan sedih gitu dong.Kan kita mau ke Paris.Aku mau pesan tiket pesawat.Uang dari Ayah sudah tiba.Kata dokter kau juga tak masalah melakukan perjalanan udara.Jadi ceria dong kan mau ketemu kekasih hati." Wah aku tambah pilu mendengar kata2 Irwan,air mataku malah sudah menggenang
di pelupuk mata.Irwan melihatnya,"Hey kau kenapa?Kau ini akan menemukan kebahagiaanmu.Aku sudah minta kolega Ayah untuk mencarikan nama Reza di kafe2 di Perancis.Kau tahu ada berita bagus.Dia,Reza setiap malam bernyanyi di Le Carillon bar,distrik 10 kota Paris.
Di Paris sedang diadakan konser rock dan juga pertandingan sepakbola antara Perancis dan Jerman.Wah pasti seru makanya aku harus pesen tiket secepatnya.Keburu habis.Kamu jangan sedih justru harusnya senang mendengarnya.Ini berita bagus."
Aku benar2 heran dengan Irwan,kok ya ada ya pria seperti dia.Jelas dia juga menahan kepedihan yang luar biasa saat mengatakan semua itu.Tapi ia malah menyuruhku
jangan sedih.Wanita mana yang tidak luluh hatinya bila berada di posisiku sekarang.
Irwan mengusap kepalaku dan berkata,"Akhirnya aku akan memenuhi sumpahku kepadamu.Membuatmu bahagia.Aku akan melepasmu pada kebahagiaanmu." Ia meraihku dalam pelukannya,air mataku membasahi dadanya.Aku bisa mendengar
detak jantungnya.Betapa aku ingin selalu mendengarnya di hari2 yang akan datang,
di tahun2 yang di depan, selamanya.Tuhan,aku mencintainya.Bantu aku mengatakan isi hatiku kepadanya.Kudengar Paris adalah kota cinta.Biarlah aku mendapatkan cintaku di sana.Aku akan jujur pada Reza bahwa kini aku sudah menikah dan aku tak bisa bersamanya.Aku tak bisa meninggalkan suamiku.Tak bisa dan tak ingin.
Andai waktu bisa berhenti sekarang.Namun waktu adalah netral.Aku ingat perkataan ayahku,"Putriku,jika kau ingin hidup bahagia maka mulailah dengan baik dan akhirilah dengan baik pula segala sesuatu yang kaulakukan.Jika kau datang bertamu datanglah dengan baik2 dan pergilah dengan dihantar damai juga.Maka saat kau akan memulai hal yang baru selesaikan dulu yang lama.Jika tidak,maka suatu saat nanti itu akan mencuat lagi dan mengusik ketenangan hatimu."
Aku ingin memulai awal yang baru dengan menjadi isteri Irwan yang sesungguhnya.
Jadi aku harus mengakhiri kisahku dengan Reza terlebih dahulu.Aku akan bicara dengan Reza,tidak baik aku menggantung hubungan ini.
Ayah juga pernah bilang,"Orang yang mendua hati tidak akan tenang hidupnya.
Jika ya katakan ya jika tidak katakan tidak.Hiduplah dalam ketulusan maka
bahagiamu akan penuh."
Ada dua pria dalam hidupku.Yang pertama Reza,cinta pertamaku.Dia di Paris saat ini.Lalu yang kedua Irwan,suamiku.Cinta terakhirku.Bersamanyalah aku ingin menikmati sisa hidupku.Dialah kebahagiaanku.Aku berada dalam pelukannya saat ini.Aku tak mau menyakiti hatinya lagi.Aku ingin membalutnya bukankah demikian yang dilakukan Tuhan pada umat-Nya.Ia menghajar dan membebat juga.Aku akan menyelesaikan semuanya di Paris.Bicara terus terang pada Reza dan mengatakan cintaku pada Irwan.Ya itu tekadku.Irwan melepaskan pelukannya.Aku tahu ia juga berkaca2.Aku tahu ia sangat mencintaiku.Aku tahu ia sekuat tenaga menutupinya.Aku tahu.Kami berpandangan dan ia tersenyum padaku,"Kau setuju kan kita berangkat secepatnya ke Paris?"
Aku membelai pipinya dan mengangguk.Tentu Wan,makin cepat makin baik.
Supaya aku segera bisa bersamamu dengan utuh.Irwan lalu pamit akan pergi memesan tiket.Aku melepasnya dengan senyuman.Aku jadi ingat sebuah melodrama Korea yang pernah kulihat berjudul 'Love in Paris'.Bagaimana seorang pengusaha bertemu seorang fotografer di Paris dan saling jatuh hati.Namun ternyata keponakannya sudah jatuh hati lebih dulu pada wanita itu.Perempuan itu dalam dilema karena adanya ikatan keluarga diantara dua pria itu.Walaupun hatinya mencintai sang paman namun ia juga tak ingin menyakiti sang keponakan.Akhirnya ia pergi lagi ke Paris.Minta waktu menenangkan hati.
Disanalah ia sadar bahwa ia mencintai sang pengusaha.Paris membawa pencerahan.
Pantas disebut kota cinta.Aku juga akan meraih cintaku di sana.Love in Paris.

°°°°° Telah gugur pahlawanku....( IRWAN POV ) Musim gugur sudah tiba bagiku.Gugurnya cintaku.Episode akhir kisah cintaku dengan Evi.Bukan kisah cinta tapi mahligai rumah tanggaku.Cinta itu dua arah.Namun meski bunga cintaku gugur setidaknya bunga cinta Evi tidak layu.Setidaknya masih ada yang bahagia di sini.Walaupun itu bukan aku.
Namun aku turut bahagia jika Evi bahagia.Bukankah itu sumpahku padanya?Memberi dia kebahagiaan?Aku dan Evi sampai di bandara Turki.Sebenarnya uang dari Ayah lebih dari cukup untuk menebus cincin pernikahan kami tapi menemukan Reza jauh lebih penting daripada menebus cincin itu.Nanti saja usai menyerahkan Evi pada Reza,aku akan kembali ke sini untuk menebusnya.
Kami sempat bingung sampai di bandara Turki karena tidak ada keterangan gatenya.Namun akhirnya kami menemukan juga gate Turkish Airline yang ke Paris.
Disini paspor dan visa kami dicek dengan teliti.Untungnya saat perampokan itu,benda2 itu kutinggal di hotel.Ketat sekali pengamanannya.Perasaanku aneh gitu.Ada apa ya?Aku lihat Evi juga heran,aku memegang tangannya menenangkannya dan mengatakan dengan bahasa sentuhan bahwa aku ada bersamanya.Aku akan menjaganya.Tidak akan meninggalkannya sebelum aku yakin ia sudah ditangan yang aman.
Akhirnya kami bisa masuk ke pesawat.Babak akhir cintaku dimulai.Ibarat dalam sepakbola kini babak sistem gugur.Dimana hanya mereka yang menang yang akan lolos ke tahap selanjutnya.I am falling in love.

◆◆◆ Betapa hatiku takkan sedih....( REZA POV )
Aku diberitahu temanku di kafe tempat aku biasa nyanyi bahwa ada yang menanyakan namaku.Dari Indonesia.Wah aku langsung berpikir semoga Evi.Ia bilang orang itu akan datang nanti jam 9 malam di kafe bersama Evi.
Aku kaget dan langsung bersorak gembira,"Yess!!"
Akhirnya Evi mencariku.Menyeberangi samudra dan melintasi benua.Romantis sekali.Aku segera memberitahu Mamaku soal kedatangan Evi.Mamaku bahagiaku sekali,wah malah bicara soal pingin segera punya cucu.Sebenarnya aku ingin off hari ini karena aku ingin melihat konser rock di Le Bataclan.Tapi ga masalah ga lihat Konser yang penting bisa ketemu Evi.Aku senang sekali.Akhirnya hari bahagiaku tiba.Selamat tinggal kesedihan!!

◆◆◆Hamba ditinggal sendiri...( EVI POV ) Irwan nampak terus melihat ke jalanan Paris didepan kafe.Hari ini hari Jumat.Jam menunjukkan pukul 9 malam.PM istilah mereka.Past Meridian.Perasaanku tidak enak entahlah.Aku ingat saat di hotel tadi,aku hendak memakai kalung mutiaraku tapi karena takut Irwan melihatku aku malah tak sengaja menjatuhkannya hingga bertebaran butir2 mutiaranya.Tali pengikatnya putus.Melihat itu hatiku berdesir,sebuah firasat buruk berbisik di hatiku.
Segera kupunguti tiap butir mutiara itu sambil berdoa,'Tuhan,kuserahkan
malam ini ke dalam tangan-Mu.Entah kenapa aku merasa akan ada yang terjadi.Bahkan kalung pemberian Irwan ini sampai putus talinya.Tuhan,tiap butir mutiara ini
melambangkan tahun yang akan kami lewati bersama.Kumohon jangan putuskan
ikatan diantara kami.Aku ingin hidup bersamanya.Aku ingin kami melewati tahun demi tahun bersama.Jangan pisahkan kami.Aku mohon.Seperti kurangkai kembali tiap butirnya yang berserakan demikianlah aku ingin menata kembali kehidupan rumah tanggaku.Berikanlah umur panjang ya Tuhan bagi pernikahan kami.'
Sambil gemetar aku mengumpulkan kembali butir demi butir mutiara2 itu.
Irwan melihat aku jongkok heran,"Kamu kenapa Vi?"
Aku menunjukkan mutiara2 di tanganku,ia tersenyum dan mengajakku duduk,"Sini aku rangkaikan kembali.Aku duduk di sebelah Irwan.Melihat dia mengikat kembali butir demi butirnya.Tuhan,kembalikanlah suaraku sehingga aku bisa mengungkapkan rasa
cintaku padanya. ◇◇◇ Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira....
Tak lama setelah tiba di Paris dan check in di sebuah hotel,Irwan memberitahuku
bahwa ia sudah meninggalkan pesan kepada teman Reza bahwa ia akan datang ke
kafe bersamaku.Kini kami sudah di kafe yang dimaksud,tapi aku tak melihat Reza.
Bahkan Irwan dan aku sampai sudah makan pula. Kulihat Irwan tiba2 berdiri,"Aku ingin keluar sebentar.Aku seperti kenal orang itu.
Kamu didalam saja ya." Aku mengangguk namun aku heran juga siapa yang dia maksud.Mataku mengikuti
langkah Irwan,dia nampak menyapa seseorang di luar kafe.Aku hanya bisa melihat punggung orang itu.Kok aku kayaknya kenal ya? ¤¤¤ Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati....
Astaga!!Itukan Reza??Kok Irwan kayak akrab gitu?Aku melihat Irwan mengajak Reza masuk.Aku segera berdiri,Reza kaget melihatku,"Evi???"
Irwan lebih kaget lagi,"Kalian saling kenal?" Dari tatapanku yang kikuk,Irwan tahu ,"Dia orangnya?"
Aku mengangguk.Irwan memandang Reza,"Namamu Reza?"
Reza menyalami Irwan,"Benar.Akulah Reza."
Irwan bingung mau berkata apa,"Eh...kurasa kalian perlu bicara secara pribadi.Aku akan meninggalkan kalian berdua.Reza titip Evi ya?"
Aku ingin menahan langkah Irwan namun Reza malah memegang tanganku,"Vi aku
ga sangka kamu ada di hadapanku Vi.Aku senang sekali.Oh iya siapa pria tadi?" Aku tak bisa menjawab,mataku melihat ke arah Irwan yang siap meninggalkan meja,"Evi sedang sakit jadi tak bisa bicara untuk sementara.Ajukan saja pertanyaan yang bisa ia jawab dengan anggukan atau gelengan kepala.Namaku Irwan.Aku adalah temannya.Tolong jaga dia ya.Selamat tinggal Evi."
Reza melepas tanganku dan menahan langkah Irwan,"Aku belum berterima
kasih padamu sobat.Terima kasih sudah mengantarkan Evi ke sisiku lagi.Kau sungguh2 teman yang baik.Kuharap kita juga bisa berteman.Duduk saja disini bersama kami.Iya kan Vi?"
Aku mengangguk namun aku melihat senyum getir di wajah Irwan,"Aku tidak
ingin mengganggu kalian.Lagipula aku ingin melihat2 kota Paris yang terkenal indah."
Ketika mereka sedang asyik bicara tiba2 aku mendengar keributan diluar. Aku mendengar bunyi tembakan dari arah luar.Seketika aku panik demikianpun
Irwan.Ia segera menyuruhku berlindung dibalik meja kafe,"Evi!!Cepat berlindung!"
Reza mencoba mengetahui apa yang terjadi namun Irwan menahannya,"Kau tetap disini.Jaga Evi."
Bunyi tembakan kembali terdengar.Ngeri sekali.Reza punya ide,"Aku tahu jalan keluar lewat pintu belakang."
Irwan melihat ke arah luar,"Gawat!!Sepertinya orang itu teroris.Ia membawa senapan.Kemungkinan ia akan masuk ke sini.Ia berteriak2 menyebut2 Suriah dan Irak.
Kau dan Evi duluan aku akan melindungi kalian.Cepat!!" Dugaan Irwan benar,teroris itu hendak masuk ke dalam kafe,ia mengarahkan senapannya ke arah kami.Irwan segera mendorong tubuh Reza agar tak tertembak namun malang....Irwan tertembak,aku segera berteriak,"Irwaaan!!!" Irwan malah memelukku agar tak tertembak.Untunglah pelakunya berhenti dan
mencoba memicu senjatanya,namun macet.Entah karena tersendat atau pelurunya habis.Ketika menyadari senapannya tak berfungsi,si teroris berbalik dan berlari ke
luar ke sebuah mobil.Polisi segera mengejarnya dan sebagian mengevakuasi korban. ○○○ Telah gugur pahlawanku tunai sudah janji bakti.... Irwan lega melihat pelakunya pergi,"Hhh...hhh...kalian tidak apa2?" Sempat2nya ia menanyakan keadaan kami,dialah yang terluka.Pelurunya mengenai
punggungnya.Darah mengalir keluar dari lukanya.Aku menangis memeluknya,
"Kau harus bertahan...Jangan tinggalkan aku.Kau harus hidup!"
Reza melihat ke arahku dengan nanar,"Aku akan mencari bantuan!"
Irwan makin lemas dan aku membaringkan kepalanya di pangkuanku.Ia tersenyum padaku,"Jangan menangis....uh...uhh.....aku lega....hh...hhh...kau sudah bertemu ....dia....hh...hhh..."
Aku menggeleng sedih,"Jangan tinggalkan aku...Irwan!!" Irwan menengadahkan tangannya,"Kalungnya....hhh..." Aku memberikannya,kulihat ia mencoba bangun tapi tak bisa,"Mendekatlah..." Aku memeluknya betapa aku takut kehilangan dia.Ia memakaikan kalung itu ke leherku,"Janjiku sudah kupenuhi....hhh...hh..." Aku melihat nafasnya kian berat,"Wan...Irwan!!Aku mencintaimu!!" Irwan terkulai di pelukanku,"Aku mencintaimu...." Aku terus mengulangi kata2 itu ditelinganya,"Aku mencintaimu...Hanya dirimu...."

¤¤¤ Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti...( REZA POV ) Aku nanar melihat pria yang bersama Evi menyelamatkan aku dari tembakan teroris.
Ia mengorbankan dirinya demi aku.Peluru bersarang di tubuhnya.Melihat kepanikan
Evi hatiku merasakan aneh.Sejak pertama melihat Evi,matanya tak seperti dulu.Tatapannya ke arahku kosong.Namun kala pria bernama Irwan itu tertembak,seketika kulihat mata itu tidak kosong lagi.Akhirnya aku melihat cinta disana.Namun....
°°°° Gugur bungaku di taman hati Diharibaan pertiwi.... Cinta di matanya bukan untukku lagi.Cinta itu terpancar untuk pria itu.Aku masih penasaran benarkah dia hanya teman?Aku makin terpana kala mendengar Evi
memanggil histeris nama pria itu seakan sangat takut kehilangan dia.Dimana Eviku?
Kenapa ia kini lebih mempedulikan pria itu daripada aku?Pria itu juga aneh mengapa ia mau mempertaruhkan nyawa demi aku?Aku mengenalnya saat di bandara Turki dulu.Kami sempat bertabrakan kala itu.Aku ingat dia bilang sedang menunggu isterinya.Dia bilang isteri,aku masih ingat dengan jelas hal itu.
◇◇◇ Harum semerbak menambahkan sari Tanah air jaya sakti....
Aku mencari bantuan agar Irwan segera bisa dibawa ke RS.Ambulance sudah datang.Aku kembali ke tempat Evi kutinggalkan bersama pria itu.Alangkah terkejutnya
aku,saat kembali ke sana. Aku mendengar Evi mengatakan bahwa ia mencintai pria itu,"Aku mencintaimu Irwan...hanya dirimu...." Ia menangis pilu sementara pria itu terkulai di pelukannya.Entah masih hidup atau
sudah tiada.Yang membuatku aku shock adalah kata2 Evi tadi.Evi bahkan tidak
menyadari kedatanganku.Ia terus mengulang kata2 itu sambil menangis,"Aku mencintaimu....Irwan aku mencintaimu...kembali Irwan!!Jangan pergi!!....Irwaaaann...."
Aku mendekatinya,"Vi ambulance sudah datang...kita harus bawa dia ke RS." Team medis segera membawa Irwan ke mobil.Evi tak mau jauh2 dari Irwan.
Hatiku tertegun melihatnya.Cintaku gugur sudah.... ◆◆◆Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti.... Irwan telah memenuhi janjinya,sumpahnya pada saat pernikahan.Apakah Irwan
sudah tiada?***see you next eps***
Eps 17 CERBUNG V HARUSKAH BERAKHIR
__/ \_ _ HARUSKAH BERAKHIR CERBUNG V _ _/\ ___________ ___EPS 17 ____/ \_SELA ___/| _Heard of It __/\ ___ _____|\ ____ __/\__Mendengarnya __ _/\_________________________________ __________About The Song......

_/\__ _KALAU SUDAH TIADA BARU TERASA.....( IRWAN POV )
Menjejakkan kaki di bandara Paris aku merasakan ketakutan yang luar biasa.Semua ketegaran hatiku raib entah kemana.Aku memandang sebelahku,lega rasanya Evi masih disana.Masih?Entah kenapa aku merasa seperti aku akan pergi jauh.Mungkin karena aku akan melepasnya kali ini.Benar2 melepasnya pada orang lain,pada pria yang begitu ia cintai.Aku menarik nafas,sesak sekali rasanya menghirup udara Perancis.Seperti ada atmosfir kesedihan.Atmosfir yang berat.Evi memandangku yang nampak ragu melangkah menuju pintu exit bandara.Aku tersenyum padanya,"Aku tidak apa2,hanya kagum saja betapa indahnya Paris ya?"
Evi menggenggam jemariku,baru sadar aku kalau sejak tadi aku menggandeng dia.Astaga!Begitu ketakutannya aku sampai aku main gandeng saja.Betapa kau
sangat berharga bagiku Vi.Sangat. __ __ BAHWA KEHADIRANNYA SUNGGUH BERHARGA___/|____ ___/\__ _________ ___ Sampai di hotel aku melihat ke arah kota Paris dari jendela kamar.Menara Eiffel nan
terkenal itu nampak mempesona di sana.Megah dan tinggi.Sungguh mempesona.Andai saja kedatangan kami kemari dengan alasan bulan madu mungkin kota ini akan menjadi kota cinta bagiku.Namun kota ini akan menjadi kota perpisahan.Perpisahanku dengan Evi.Kembali perasaan mencekam menerpaku.Mendung di hatiku.
Kenapa aku tidak rela begini ya?Mana Irwan yang tegar,yang ikhlas,yang berhati memberi,mana?Aku merasakan usapan di lenganku,Evi mendekatiku dan bersandar di lenganku,"Paris indah ya Vi?Sebentar lagi malam tiba.Pasti akan lebih indah lagi menara itu.Akan kukenang nanti moment ini.Bagaimana kita melihat menara itu bersama."
Evi menyandarkan kepalanya di lenganku,aku mengusap lengannya.Evi... jangan membuatku makin berat melepasmu.Berat sudah langkahku menyusuri hidupku yang penuh tanda tanya.Puitis kaya lagu... /\_____SUNGGUH BERAT AKU RASA KEHILANGAN DIA....
Disaat Evi sedang bersiap mau bertemu Reza,aku menghubungi kafe tempat Reza biasa nyanyi,"Please telling him that Evi looking after him.Evi from Indonesia.What time is he ussually come to work?"(Tolong sampaikan padanya bahwa Evi mencarinya.Evi dari Indonesia.Jam berapa biasanya dia datang?")
Pihak kafe memberitahu bahwa Reza biasa masuk malam,"If so,I will come with her at 9 pm.(Kalau begitu saya akan datang bersama Evi jam 9 malam saja.)"
Wah aku segera menemui Evi hendak memberitahu kabar baik itu.Namun kehadiranku sepertinya mengejutkan Evi,"Evi!!Ada berita bagus!"
Kulihat ia malah tidak menyimak apa yang kusampaikan,ia malah jongkok seperti mengambil sesuatu di lantai,"Vi...kamu sedang apa?" Ia menunjukkan butiran2 mutiara di tangannya,hatiku tercekat melihatnya. Mutiara2 itu telah putus tali pengikatnya.Kembali perasaan buruk menghantuiku.
Kalung itu tiap butirnya melambangkan tahun kebersamaan kami.Tali pengikatnya
putus seakan pertanda memang disinilah akhir kisah kami sebagai suami isteri.
Takkan ada lagi tahun2 bersama Evi di masa yang akan datang.Melihat Evi sedih
karena kalung kesukaannya rusak akupun mengajaknya duduk,"Jangan sedih begitu wajahnya.Aku bisa memperbaikinya.Kemarilah!"
Sambil merangkai kembali mutiara2 itu,aku berdoa dalam hati,'Tuhan,mungkin malam ini adalah malam terakhirku bersama Evi.Namun jangan menjadi malam terakhir bagi Evi ya Tuhan.Berikanlah dia umur panjang sehingga ia bisa berbahagia dengan orang yang ia cintai.Lindungilah ia ya Tuhan.Lindungi dari mara bahaya,dari kemalangan,dari orang2 jahat,dari kecelakaan,dari semua hal buruk.Mulai malam ini aku takkan lagi disisinya untuk menjaganya.Aku cemas ya Tuhan.Aku mengkhawatirkannya.Aku terbiasa melihat ia disisiku dan kini aku akan kehilangan hak istimewa itu.'
__/I___/\__SUNGGUH BERAT AKU RASA HIDUP TANPA DIA.... Usai membetulkan kalungnya aku memberikannya pada Evi.Sebenarnya leher Evi
sudah sembuh dan tak masalah diberi kalung.Namun aku melarangnya memakai
kalung itu karena aku tak sanggup ia menemui pria lain penuh dengan tatapan cinta sedang di lehernya melingkar tanda cintaku.Walaupun ingin sekali aku melihat dia memakai kalung itu,hatiku senang sekali bila ia memakainya.Seakan ia mengakui bahwa ia
juga mencintaiku.Sebenarnya aku ingin meminta satu permintaan padanya.Aku ingin
foto bersama dia sekali saja untuk yang terakhir kali.Foto berdua dan ia memakai
kalung itu dilehernya.Asyik melamun aku sampai kaget kala hendak memakai jas
putihku sepasang tangan mencegahku.Memegang pundakku.Aku menoleh,'Evi?' Ia sudah dibelakangku dan membantuku memakai jasku.Layaknya seorang isteri saja.Aku sungguh terharu.Terima kasih ya Vi.Walau hanya hal sepele mungkin di matamu
namun bagiku ini sungguh menyentuh hati.Kami lalu menuju bawah hendak menyetop taxi.Hatiku gundah apalagi kala melihat Evi dengan gaun merah nan indah nampak sangat cantik mempesona.Ia pasti sedang bahagia.Berkali2 aku gagal menyetop taxi.Tak satu taxi berhenti oleh lambaian tanganku.Bila di Turki seluruh sarana transportasi seakan tahu bahwa aku mencintai Evi maka disini sepertinya juga sama.Aku tak rela melepasnya pergi pada pria lain.Hatiku sedih.Evi mendekatiku dan melambaikan tangannya.
Ajaib sebuah taxi langsung berhenti.Aku yang iasanya duduk di belakang dengan Evi kini aku memilih duduk depan samping sopir.Evi yang mengira aku bakal duduk di samping dia nampak kecewa.Bukan kecewa.Heran lebih tepat.Aku tersenyum galau kepadanya.Didalam taxi kami malah saling mencuri pandang.Aku terus menengok ke arah Evi memastikan dia ada di sana.Tuhan,begini mungkin rasanya orang mau berpisah.
__/|/\____KALAU SUDAH TIADA BARU TERASA bahwa kehadirannya sungguh berharga ... Akhirnya kami sampai di kafe.Sengaja aku datang lebih awal sebab aku ingin makan
malam terakhir dengan Evi.Aku ingin menikmati menit2 terakhir bersamanya.Sambil makan tak henti2nya aku melihat dia.Dia sungguh anggun.Beruntungnya pria yang mendapatkan dia.Kami saling melempar senyum kala makan.Usai makan kami
menanti kedatangan Reza.Aku melihat jalanan depan Kafe.Penasaran aku seperti
apa sih Reza itu?Pasti lebih tampan dariku.Pasti lebih gentle dariku.Pasti dia sangat baik.Saat itulah aku melihat seseorang yang pernah kutemui di bandara Turki.Ya pria yang pernah kutabrak dulu.
Aku segera menghampirinya,"Anda kan yang dulu itu kan?"
Pria itu juga ingat padaku,"Anda yang pernah menabrak saya dekat toilet itu kan?"
Wah kami langsung akrab.Aku senang bertemu orang yang bisa bahasa Indonesia.Kubawa dia masuk ke dalam kafe.Niatku mau memperkenalkannya pada Evi.
Namun kala kulihat ekspresi wajah Evi saat melihat pria itu tahulah aku bahwa
pria itu adalah Reza.Jadi sejak awal sebenarnya aku sudah ketemu dia,hanya tak tahu kalau ternyata itu dia.Mereka serasi sekali.Mirip malah.Mungkin benar kata orang kalau
jodoh itu mirip.Aku tak mau mengganggu mereka.Aku juga tak tahan melihat mereka.Hatiku sudah berdarah2 melihat pria itu memegang tangan Evi.Namun tiba2 terdengar tembakan.Ya tembakan.Spontan aku menyuruh Evi berlindung.Reza coba mencari tahu tapi aku mencegahnya.Jangan sampai ia celaka,Evi pasti sedih kalau ia celaka.Aku menyuruhnya tetap didekat Evi.Aku yakin pria itu mencintai Evi,aku bisa melihat cinta dimatanya buat Evi.Evi akan aman bersamanya. ____/\/|____KUTAHU RUMUS DUNIA SEMUA HARUS BERPISAH....
Aku melongok keluar mencoba mengetahui apa yang terjadi.Kulihat seorang memegang senapan menembak ke arah kafe dan restoran sambil berteriak2 menyebut soal
negara2 Timur Tengah.Apakah ini serangan teroris?Wah hal yang pertama dipikiranku
adalah keselamatan Evi juga Reza.Mereka harus selamat.Reza adalah kebahagiaan Evi.Aku melihat teroris itu mau menembak ke arah Reza.Reza memang bertubuh tinggi jadi susah untuk menyembunyikan diri.Aku takkan biarkan Reza terluka.Aku mendorongnya.
Namun aku merasakan peluru menembus punggungku,"Aaaackkk!" Reza selamat tapi aku mendengar suara yang sangat kukenal memanggil namaku,"Irwaaaan!!" Aku terhuyung namun aku tahu Evi bergerak ke arahku.Jangan Vi!!Berbahaya!!
Aku peluk dia supaya jangan kena tembakan.Untunglah seperti keajaiban terjadi senapan teroris itu macet atau kehabisan peluru.Ia malah pergi keluar.Aku lega Eviku tidak apa2.Reza juga tidak tertembak.Kalau aku ga masalah aku terluka,tak ada yang akan merasa kehilangan juga.Paling orang rumah.Aku tak kuat lagi berdiri,darah terus mengalir
dari punggungku.Jas putihku pasti sudah berubah warna sekarang.Namun aku
bahagia sekali mendengar Evi memanggil namaku tadi.Bahagia sekali. ___|\__/\|\__TETAPI KUMOHON TANGGUHKAN,TANGGUHKANLAH... Evi meletakkan kepalaku dipangkuannya.Alangkah senangnya aku karena mengakhiri dengan baik misiku.Berhasil membawa Evi pada kebahagiaannya.Tunai sudah janjiku.Sumpahku.Dapat bonus pula,mengakhiri hidup dipelukan Evi.Evi menangis.
Aku tak suka ia menangis.Namun aku tak bisa banyak bicara.Nafas saja berat.
Apalagi bergerak.Aku meminta kalung mutiara Evi.Ia meletakkannya ditanganku.
Aku berdoa dalam hati,'Tuhan,tangguhkanlah sebentar saja.Aku hanya ingin melihat ia
memakai kalung ini di detik2 akhir hidupku.Aku ingin memakaikannya.Selama ini aku tak
pernah memakaikannya.Berilah aku kesempatan untuk melakukannya.Setelah itu jemputlah aku.Ambillah aku.Aku rela.' Aku meminta Evi mendekatkan lehernya namun ia malah memelukku.Dengan susah payah aku berhasil memakaikannya.Selamat tinggal isteriku...Eviku...Selamat menempuh hidup baru.Aku memandang terakhir kalinya wajah wanita yang kucintai.Ia menangis dan terus menangis.Tubuhku terasa kian lemah seperti melayang rasanya.Sayup aku mendengar sebuah kalimat yang sangat ingin kudengar dari mulut Evi sebelum
kegelapan mengambil alih diriku,"Aku mencintaimu...Irwan..."

>♡< BUKAN AKU MENGINGKARI APA YANG HARUS TERJADI....(EVI POV)
Aku terus disisi Irwan.Jas putihnya kini kotor oleh darah.Aku memegang tangannya.Memeriksa nadinya.Walau lemah tapi ada.Air mata tak hentinya mengalir dari mataku.Aku jadi ingat sebuah film animasi,Tangled.Bagaimana Rapunzel menangisi kematian Eugene.Eugene lebih memilih mati daripada melihat Rapunzel menderita.Sama seperti Irwan lebih memilih mengorbankan diri demi kebahagiaanku.Tuhan,jika benar keajaiban itu ada.Selamatkanlah Irwanku.
Jika benar mukjizat itu ada jangan ambil Irwan dariku.Aku mencintainya.Untuk apa aku hidup jika ia tak disisiku?Aku menciumi jemari Irwan.Jangan pergi Wan...jangan tinggalkan aku.Aku bahkan belum membuatmu bahagia.Kak Cici tolong suruh Irwan kembali padaku.Kak Cici!!Tanganku gemetar dan sangat dingin,ketakutan luar biasa menyelimutiku.
Aku bahkan tak sadar bahwa Reza bersamaku.Aku merasakan kehampaan.
Ambulance tiba di RS.Team medis segera menyambut kami.Sepertinya serangan teror itu terjadi di berbagai titik.Aku segera berkata,"Please save my husband!Save him please!!"(Tolong selamatkan suami saya!Tolong selamatkan dia!)

¤♡¤ TETAPI KUMOHON KUATKAN,KUATKANLAH...(REZA POV) Alangkah terkejutnya aku kala tiba di RS,Evi menyebut Irwan dengan kata
'Suamiku'.Suami?Mereka suami isteri?Jadi Evi sudah menikah kini?Lalu kenapa ia
mencariku?Diantar suaminya pula.Aku heran.Namun satu yang pasti,Evi kini
sudah berbeda.Tak ada lagi tatapan cinta dimatanya untukku.Mata itu kini menatap penuh cemas penuh pilu penuh cinta pada pria yang ia sebut suaminya.Dimana cinta yang biasa kulihat dimatanya untukku?Dimana?Evi bahkan tidak lari ke pelukanku kala kepanikan
terjadi.Ia juga tidak berteriak memanggil namaku kala teroris itu menyerang.
Namun nama yang ia sebut adalah nama Irwan.Tuhan,kuatkan hatiku mengetahui kenyataan ini. Wah semua fakta mulai terungkap.Namun akankah Irwan selamat?Relakan Reza melepas Evi pada Irwan?***see you next eps**
Eps 18 CERBUNG V ↓↑ HARUSKAH BERAKHIR
↑ HARUSKAH BERAKHIR↑↓ EPS 18 OF CERBUNG V ↓↑ Turn Ye Unto Me↑↓ Kembalilah Kepadaku
←←About The Song →→ ↓↓↓ DI MALAM YANG SESUNYI INI...(EVI POV)
Rumah Sakit dimana aku kini berada penuh dengan kepanikan dimana2.Evakuasi korban penembakan terus dilakukan.Ternyata bukan cuma Irwan saja menjadi korban.
Masih banyak yang lain.Puluhan bahkan ratusan orang.Serangan teror itu terjadi di beberapa titik.Paris bahkan dinyatakan dalam kondisi darurat oleh pemerintah setempat.Walaupun penuh dengan orang lalu lalang dan petugas keamanan maupun medis yang sibuk melakukan tugasnya namun aku merasakan kesunyian yang mencekam.Aku merasa sendirian.Irwan tidak disampingku.Hatiku sunyi.Sepi sekali.Rasa sunyi seakan dunia ini berhenti berputar.
Air mataku terus menetes.Membasahi tanganku yang merah terkena darah Irwan.Darah...aku gemetar.Sungguh aku merasa nanar.Tak terpikir olehku akan mengalami hal seperti ini.Irwan terluka.Irwan tertembak.Irwan meregang nyawa.
Semua karena aku.Semua demi aku.Aku memandang ke arah ruang operasi.Aku ingin sekali masuk ke sana.Aku ingin berada disisi suamiku.Aku ingin memastikan dia baik2 saja.
Bahwa dia selamat.Dia hidup!Dia harus hidup!Harus!!Aku tak bisa hidup tanpa dia.
Aku tak bisa...Sungguh tak bisa... ↓↓↓ AKU SENDIRI TIADA YANG MENEMANI...
Aku lemas sekali.Aku sedih.Aku mencoba bersandar di dinding namun aku malah terduduk di lantai nan dingin.Reza mendekatiku,"Vi,cucilah tanganmu dulu.Disana ada toilet.Biar aku jaga disini.Bersihkan dirimu."
Reza membantuku berdiri.Aku memandangnya dan menatap ke arah pintu kamar operasi.Aku cemas.Jika aku pergi bagaimana bila Irwan mencariku.
Reza memegang bahuku,"Dia masih ditangani dokter.Operasi seperti itu biasanya lama.Aku akan disini.Pergilah.Jangan cemas." Aku mengangguk pilu dan pergi melangkah menuju toilet terdekat.Banyak isak tangis kudengar sepanjang koridor.Banyak korban yang tewas dan jerit kehilangan terdengar menyayat hatiku.Tuhan,jangan sampai aku kehilangan Irwan.Lebih baik aku mati jika itu terjadi.Aku makin miris melihat sekitarku.Kenapa orang bisa melakukan teror pada sesamanya?Apa juga tujuannya?Apa salah kami?Apa dosa kami?Berbagai tanya menghantui pikiranku.Tega sekali orang2 pelaku teror itu.Mereka menghancurkan hidup orang2 yang bahkan tak mengerti apa2.Kenal bahkan tidak.
Aku melangkah masuk ke dalam toilet.Kupandang wajahku di cermin.Terkenang aku saat kalung mutiaraku berserakan di lantai kamar hotel.Inikah artinya?Bahwa tahun2 kebersamaanku dengan sang pemberi kalung telah habis?Telah berakhir?Haruskah berakhir sampai disini mahligai cintaku ya Tuhan?
Aku pandang kalungku yang sempat dipasangkan oleh Irwan.Tidak!Kalung ini masih utuh kok.Walau tak sama seperti semula.Tapi utuh dan lengkap jumlah mutiaranya.Aku hendak memutar kran untuk mengalirkan air ke tanganku yang berlumuran darah Irwan.
Namun aku seketika teringat budaya India dimana tanda seorang wanita kalau sudah menikah adalah sindur di belahan rambutnya.Sindur adalah pewarna merah.Semerah darah Irwan di tanganku saat ini. ↓↓↓ AKHIRNYA KINI KUSADARI.... Aku terkenang bagaimana aku begitu tak bernyawa kala melakoni prosesi pernikahan dengan Irwan dulu.Aku anggap semua hanya prosedur saja.Hanya ritual tanpa makna.Ga penting dan ga peduli aku saat itu.Namun kini rasa sesal menggunung dihatiku.Betapa aku ingin mengulang kembali semua moment itu.Setiap sesinya,setiap sumpahnya semuanya.
Aku mengusapkan darah Irwan di belahan rambutku.Aku menyadari dan mengakui
dengan sepenuh hati dan jiwaku bahwa aku adalah isteri Irwan.Aku isterinya.
Aku hanya akan bersamanya.Hanya dia.

↓↓↓ DIA TELAH PERGI TINGGALKAN DIRIKU...(REZA POV) Melihat kondisi Evi bak melihat mayat hidup.Pandangan matanya kosong.Aku bahkan
sempat melihat bahwa ia gemetar.Ia ketakutan.Ketakutan yang luar biasa.Bahkan ia terus menatap tangannya yang berlumuran darah.Darah pria yang ia sebut sebagai suaminya.Aku sebenarnya ingin bertanya banyak hal padanya soal status mereka.Namun sepertinya semua sudah terjawab dengan gestur Evi.Pandangan matanya baru hidup bila ada yang masuk atau keluar dari kamar operasi.Ia bahkan tak memandang ke arahku.Seakan aku ini
tidak ada di dekatnya.Apakah aku tak berarti lagi dimatamu Vi?Kemana perginya cintamu padaku?Kemana Vi?Tidakkah kau ingat masa2 dulu Vi?
↑↑↑ ADAKAH SEMUA 'KAN TERULANG....
Aku rindu Evi yang dulu.Evi yang mencintaiku.Evi yang menatapku penuh cinta.Evi yang hanya memikirkanku.Evi yang manja padaku.Evi yang tersipu bila didekatku.Evi yang bahkan sempat mencoba bunuh diri demi aku.Dimana kini Evi yang itu?Dimana?Kemana cinta untukku di hatimu dulu Vi?
↑↑↑ KISAH CINTAKU YANG SEPERTI DULU.... Evi kusuruh pergi membersihkan dirinya.Untunglah warna gaun Evi sudah merah jadi tak terlalu terlihat kotor oleh bercak darah Irwan.Evi dengan gaun merah cantik sekali sebenarnya.Merah adalah warna favenya.Dulu saat dia ultah juga pakai gaun warna merah.Seperti mawar yang baru mekar saja.Mawar merah.Namun kini kulihat kesedihan terpancar di wajah cantiknya kala mengenakan gaun merah.Dimana ceria?Dimana tawamu Vi?Dimana senyum manismu yang menggetarkan hatiku?Semua itu hilang kala pria itu meregang nyawa dipangkuanmu.Hanya dia yang kaupikirkan.Hanya dia yang mampu mengembalikan semua itu padamu.Bukan aku.

←←HANYA DIRIMU YANG KUCINTA DAN KUKENANG DIDALAM HATIKU...
(EVI POV) Air mataku menetes kala melihat air membasahi tanganku.Warna merah membasahi wastafel yang berwarna putih.Kontras sekali.Seketika aku terkenang pada jas yang biasa dipakai Irwan.Jas putih.Entah kenapa suamiku itu suka sekali pakai jas putih.Mungkin karena ia berhati putih,berhati tulus nan suci.Mungkin saja.Aku memang sungguh beruntung mendapat suami sebaik dia.Perhatian,tidak egois,selalu mendahulukan kebahagiaanku baru kebahagiaannya.Kembali aku berkaca2 mengenang semua yang telah ia lakukan untukku.Bagaimana ia tetap peduli padaku meski aku bahkan tak menganggap dia ada.Bagaimana ia melindungiku kala bahaya mengancamku.Sementara aku bahkan tak peduli dengan diriku sendiri.
Bagaimana aku diberinya semua yang terbaik.Tempat tidur,tempat duduk di pesawat,di bus,di metro semuanya.Dimanapun ia selalu memberikan yang terbaik untukku.
Sedangkan dirinya hanya tidur di sofa,kedinginan,sendirian,mengurus semuanya sendiri.Aku kembali terisak.Aku bahkan menangis tersedu2 sampai seorang wanita
berkata padaku,"Are you all right?Please don't cry.Everything will be all right.
Don't be afraid."
Apakah aku baik2 saja?Aku memang baik tapi tidak Irwanku.Jangan menangis?Hanya air mata yang mampu mengungkapkan betapa sedihnya aku.Semua akan baik2 saja?Itu juga doaku.Berharap Irwan akan selamat.Kembali sehat sehingga aku bisa membuat dia bahagia.Bisa membalas cintanya yang begitu dalam.Jangan takut?Justru aku ketakutan
setengah mati.Tanganku sampai dingin dan gemetaran karenanya.Aku sungguh2 takut.Aku takut kehilangan Irwan.
↓↓↓ TAKKAN PERNAH HILANG BAYANGAN DIRIMU UNTUK SELAMANYA.... Tanganku sudah bersih kubasuh.Namun selamanya aku akan membungkus diriku
dengan merahnya selendang cinta Irwan.Aku teringat lagi budaya di India bagaimana seorang isteri akan berpuasa buat suaminya di hari2 tertentu.Karwacoth.Puasa demi kebaikan sang suami.Sebuah tekad muncul di hatiku,mulai malam ini aku akan memakhlumkan puasa buat keselamatan Irwan,suamiku yang kucintai.Aku akan merendahkan diri dihadapan Tuhan agar ia mengembalikan suamiku padaku dalam keadaan hidup.Aku mantap akan puasa.Aku akan berdiri buat suamiku.Bukankah
seorang isteri adalah pendoa bagi suaminya?Aku adalah isteri Irwan.Sampai
kapanpun aku adalah isterinya.Untuk selamanya.

→→MENGAPA TERJADI KEPADA DIRIKU...(MAS IDAYU ) Aku terbangun dalam ketakutan,aku mimpi buruk.Aku melihat Irwan memakai pakaian pengantin.Sebuah jas putih celana putih dan ia tersenyum bahagia.Melambaikan
tangan padaku.Aneh...Lalu dimana Evi?Kenapa aku tak melihatnya?Kulihat jam menunjukkan dini hari.Orang bilang mimpi di jam segitu suka jadi kenyataan.Temanku bilang bila mimpi menikah berarti bakal alami kematian.Benarkah?Rasa ketakutan melanda diriku.Aku segera bersujud dan berdoa pada Tuhan.Tuhan,pagarilah putraku dengan pagar tembok berapi.
Berikanlah roh kehidupan dan jangan biarkan sengat maut menyengatnya.Lepaskan kakinya dari jaring2 maut.Tuhan,dia putraku yang sangat baik.Tak sedikitpun mendukakan hatiku.Tuhan,kawallah perjalanannya dinegeri orang.Jagai saat ia masuk dan saat ia keluar.Kau adalah Tuhan Yang Empunya Kehidupan.Berilah kesempatan dan umur panjang untuk putraku Irwan.Aku percaya bahwa perlindunganmu kuat atasnya.Aku percaya.Amin.

↓↓↓ AKU TAK PERCAYA KAU TELAH TIADA...( EVI POV ) Saat kembali ke depan kamar operasi kulihat bed pasien lewat dan diatasnya terbaring seseorang namun selimut menutupi sekujur tubuhnya.
Hatiku berdesir,"Irwaaan...tidaaakkk!!"
Reza segera mendekatiku,"Vi tenang Vi!!Itu bukan Irwan!Itu orang lain.Saat akan dibawa ke dalamruang operasi sudah menghembuskan nafas terakhir.Petugasnya sedang mencarikan tempat.Kondisi darurat sehingga semua orang panik."
Aku tak percaya sebelum melihat sendiri kalau itu bukan Irwan,aku mendekati mayat itu.Tanganku gemetar kala hendak menyingkapkan penutup mukanya.Air mataku
menetes kala kulihat benar bukan Irwan.Aku dibawa Reza untuk duduk,"Duduklah Vi.Irwan pasti akan selamat.Dia orang baik.Pasti Tuhan akan melindunginya.Kau harus yakin akan hal itu.Irwan takkan meninggalkan kita.Ia takkan meninggalkanmu."

↓↓↓ HARUSKAH KUPERGI TINGGALKAN DUNIA....(IRWAN POV)
Dimana aku?Mengapa aku dikerumuni banyak orang berjas putih ?Apa yang
terjadi padaku?Aku mendengar seseorang berkata,"Scissor!" Untuk apa gunting?Apa aku terluka dan perlu dioperasi?Seseorang menyeka keringat
di wajah orang yang meminta gunting tadi.Rupanya ia dokter utama.Dokter senior.
Aku melihat diriku telungkup di meja operasi.Kenapa dengan punggungku?Kulihat di sebuah baskom kecil sebuah peluru berhasil dikeluarkan dari punggungku.Siapa yang menembakku?Apa salahku sehingga seseorang sampai tega berbuat itu padaku?
Dimana Evi?Mengapa aku hanya sendirian?Apakah dia sudah pergi dengan Reza?Aku sungguh tidak dipedulikan lagi.Aku sedih.Vi kamu dimana?Eviiii....!

↓↓↓ AGAR AKU DAPAT BERJUMPA DENGANMU...(ELVI POV) Berkali2 aku menghubungi no Reza tapi tak dijawab.Aku cemas apalagi kudengar Presiden Perancis menyatakan bahwa status negara dalam kondisi darurat.Putraku kamu dimana Nak?Ibu tak mau kehilangan kamu.Apalagi aku dengar kafe tempat Reza biasa bekerja juga menjadi lokasi kejadian perkara.Tidak!Aku tak mau kehilangan putraku.Cukup sudah aku kehilangan suamiku.Jangan ambil putraku ya Tuhan.Akhirnya terhubung juga
dengan Reza,"Za kamu baik2 kan sayang?" Lega aku mendengar ia tidak terluka.Rasa syukur segera memenuhi hatiku.Namun ia melarangku menemuinya,"Kamu dimana sayang?Kenapa tidak pulang segera?" Aku terkejut kala ia bilang kalau ia di RS,"Apa?Apa kau terluka?" Syukurlah rupanya putraku mengantar seorang korban ke sana,"Mama ke sana ya?
Mama ingin memastikan kamu baik2 saja.Hati Mama tidak tensng sebelum melihat
kamu dengan mata Mama sendiri!" Reza terus mencegahku,"Bahaya Ma!Kondisi sedang kacau.Besok saja kalau sudah kondusif.Reza baik kok Ma.Mama tenang saja." Aku tetap tidak tenang sebelum melihat langsung kondisi putraku.Namun aku tahu ia memikirkan keselamatanku.Semoga semuanya selamat.

Selamatkah Irwan?***see you next eps***
Eps 19
CERBUNG V ▪HARUSKAH BERAKHIR
▪-▪HARUSKAH BERAKHIR▪- CERBUNG V EPS 19 C 2 ▪ Waked Me / Membangunkanku
-▪- About The Song... -▪IN MY PLACE,IN MY PLACE ~ Ditempatku,di tempatku....
WERE LINES THAT I COULDN'T CHANGE~Ada garis yang tidak bisa kuubah... ( IRWAN POV ) Aku masih di dunia sepertinya.Aku masih bisa melihat tubuhku tampak terpejam tergolek di sana ditangani orang2 yang asing bagiku.Mereka memakai masker,bahasanya juga asing,dan kulit mereka putih.Mereka nampak bekerja dengan serius.Saking seriusnya sampai ada orang yang kulihat tugasnya mengelap keringat di dahi dokter senior.Wah sampai segitunya ya dunia medis itu.Aku jadi ingat Evi lagi.
Mengapa aku tak melihatnya?Apakah dia benar2 sudah pergi dengan Reza?
Aku sedih sekali tapi tiba2 kulihat seseorang dengan tubuh tembus sepertiku nampak melambaikan tangan padaku.Siapa dia kok bisa melihatku ya?Aku melangkah ke arahnya,seorang pria kulit putih.Ia mengajakku menembus dinding kamar operasi.
Aku mengikutinya saja.Wah keren bisa nembus dinding,pikirku.Dia menunjuk pada
sebuah bed pasien di dekat kamar operasi.Kondisi memang crowded,kepanikan dan
histeris dimana2.Aku lihat banyak orang panik dan lalu lalang.Paris under attack!Pria itu berkata padaku,"Yang terbaring di sana itu aku.Aku sedang nonton konser rock di Le Bataclan saat teroris itu tiba2 menembaki penonton.Aku menyesal karena isteriku berkali2
mencegahku agar jangan pergi nonton konser tapi aku tak mendengarkannya.Kasihan dia.Ia pasti sedih seperti wanita disana itu.Lihatlah!"
Aku memandang ke arah yang ia tunjuk,hatiku langsung bersorak gembira.Itukan Evi?Dia tidak meninggalkanku.Dia mencemaskanku.Tapi...
-I WAS LOST,OH YEAH ~ Aku tersesat,oh yeah....I WAS LOST,I WAS LOST.... Kulihat Evi nampak sedih sekali.Aku segera mendekatinya.Namun langkahku terhenti kala kulihat siapa yang kemudian datang mendekatinya.Pria Turki itu.Dia datang
membawa minuman untuk Evi,"Vi,minum dulu.Sejak tadi kamu ga isi apa2.Sudah
berjam2 Vi.Mungkin masih akan lama operasinya.Ini aku bawakan kopi dan roti.
Makan ya?" Aku tersenyum melihat perhatiannya pada Evi.Lega juga aku karena ada yang memperhatikan Eviku.Apalagi kondisiku sepertinya sudah berbeda alam dengan Evi.
Namun Evi menggeleng.Matanya nampak sayu.Kulihat di belahan rambutnya ada
noda merah.Seperti darah.Iya darah.Vi,kamu kenapa?Kamu baik2 saja kan?
Seingatku Evi ga terluka.Lalu kenapa ada bercak darah di sana?Agak panjang lagi kayak sindur saja.Aku ingin bertanya pada Evi tapi ia sudah bersama orang lain.Ada Reza disisinya.Ia sudah berada di tangan yang aman kini.Selamat berbahagia ya Vi.
Aku bisa pergi dengan tenang sekarang.Aku melihat pria yang tadi bersamaku.Ia berjalan menuju lorong lain.Aku mengikutinya,"Hey kamu mau kemana?Tunggu aku!"
Aku memandang sekali lagi pada Evi,tampak Reza membelai bahunya.Menghiburnya.Aku tersenyum melihat mereka.Akhirnya tunai sudah sumpahku.Aku sukses.Mission
completed! →▪→ CROSSED LINES I SHOULDN'T HAVE CROSSED ~ Melintasi garis yang
seharusnya tidak kulewati....I WAS LOST,OH YEAH...
Aku sudah tidak punya alasan lagi tetap disini,di dunia ini.Wanita yang kucintai sudah menemukan kebahagiaannya.Tugasku selesai.Walau sebagian dari diriku masih enggan pergi namun melihat Evi bersama pria itu membuatku tak tahan.Jodoh kami sudah usai.Memang dari awal kami ini tak berjodoh.Tak ada cinta dua arah dalam hubungan kami.Setidaknya hatiku puas karena bisa memenuhi tugasku sebagai seorang suami.Mantan suami sebentar lagi.
Aku tersenyum getir,setidaknya aku dan Evi tidak pernah bercerai secara hukum.
Mautlah yang memisahkan kami.Sebuah ending yang cukup buatku.Setidaknya sampai akhir hayatku statusku adalah suami Evi.Sebuah penghargaan bagiku.Aku pergi ya Vi.Terima kasih sudah hadir dalam hidupku.Membuatku mengerti apa itu cinta.Terima kasih sudah mau menjadi Nyonya Irwan Krisdiyanto walau ga lama.He..he..Suamimu ini pamit ya Vi.Berbahagialah dengan dia yang kaucintai.Aku ikhlas Vi.Sungguh rela.Aku yakin kehilangan diriku takkan membuatmu hancur karena ada Reza disisimu.Jangan sedih ya.Bahagiamu didepan mata.Lupakan semua masa lalu.Walau aku ingin setidaknya nanti kau mengenangku atau menaruh bunga di pusaraku.Setahun sekali aja.Gpp.Aku pergi ya...
Selamat tinggal cintaku....

===YEAH,HOW LONG MUST YOU WAIT FOR HIM?~Yeah,berapa lama kau harus menunggunya?....( REZA POV )
Lama sudah kami berada disini.Evi tak bicara apapun padaku.Minuman yang kubawa tidak diterimanya.Apalagi makanannya dilirikpun tidak.Ia hanya diam dan terus memandang ke arah pintu kamar operasi.Hatiku perih melihat betapa hatinya hanya untuk pria itu.Suaminya.Irwan namanya.Aku ingin menenangkannya.Merengkuhnya dalam pelukanku.Menyandarkan kepalanya di bahuku.Membiarkannya menangis mengeluarkan kesedihannya.Tapi aku bahkan tak berani memeluknya.Seperti ada batas suci di antara kami.Kami dekat secara fisik namun aku bisa melihat betapa panjang dan lebarnya dan dalamnya jurang pemisah di antara kami sekarang.Vi,kau sangat mencintai pria itu bukan?Tanpa kau jawabpun aku sudah tahu jawabannya ,Vi.Pandangan matamu hanya bersinar buat dia.Perhatianmu bahkan hanya buat dia.Aku merasa terabaikan.Tak berguna.
~||~ YEAH,HOW LONG MUST YOU PAY FOR HIM?-Yeah,berapa lama kau harus membayarnya?YEAH,HOW LONG MUST YOU WAIT FOR HIM?.... Inikah harga yang harus kubayar karena telah meninggalkanmu dulu?
Membiarkanmu sendirian menghadapi hidup?Jika tahu bahwa akan berakhir
begini,aku akan memilih tinggal di Indonesia memperjuangkan cinta kita.Rasa sesal menderaku.

\♡\ I WAS SCARED,I WAS SCARED/Aku takut,aku takut....( EVI POV )
Sudah berjam2 aku menunggu operasinya.Lama sekali.Hatimu kian cemas.Doa2 terus kunaikkan.Doa agar suamiku selamat.Doa agar kami tak terpisahkan.Tuhan,jangan ambil dia dariku.Dia kebahagiaanku.Dia segalanya bagiku.Dia hidupku.Kumohon berikanlah kehidupan,berikanlah umur panjang,berikanlah tahun2 panjang bagi pernikahan kami.Aku tak mau minum atau makan apapun.Walau aku tahu tubuhku lemah dan perlu nutrisi namun jiwaku enggan dihiburkan.Aku akan minum jika suamiku sadar.Aku akan makan jika Irwan hidup.Itu tekadku.Ketetapan hatiku.Rasa cintaku.
/// TIRED AND UNDERPREPARED /lelah dan tidak siap...BUT I WAIT FOR YOU/Tapi kutetap menunggumu....
Tiba2 pintu kamar operasi dibuka,seorang perawat nampak bergegas mendekatiku,"Your husband lost much blood.He need transfusion.Is your blood O too?"
Dia bilang Irwan kehilangan banyak darah.Butuh donor darah.Darahnya O.Aku sedih karena darahku bukan O.Reza malah berdiri dan segera menyahut,"Take mine."
Reza dibawa perawat itu untuk ditest darahnya.Reza memang darahnya O.Kenapa darahku bukan O?Aku sedih...sedih karena tak bisa menolong pria yang kucintai.Untung ada Reza.Semoga darah Reza bisa menolong Irwanku.Hatiku makin cemas.

¤~¤ IF YOU GO,IF YOU GO - Jika kau pergi,jika kau pergi...( REZA POV ) Kala team medis memberitahu bahwa Irwan butuh darah,aku segera menawarkan diri.Darah kami sama.Sama2 O.Kami juga sama2 mencintai seorang wanita.Yaitu Evi.Aku tahu Irwan mencintai Evi.Jika tidak ia takkan menemani Evi hingga ke negeri orang.
Saat di toilet bandara Turki dulu aku bahkan bisa melihat ia sangat mencemaskan Evi.Mereka adalah suami isteri.Mereka sudah dipersatukan Tuhan.Siapakah aku sehingga memisahkan apa yang sudah dipersatukan-Nya?Tuhan menyatukan mereka berarti Ia tahu bahwa Irwanlah yang terbaik buat Evi.Bukankah Tuhan Maha Tahu?Maha Melihat?Ia pasti sudah melihat bahwa di depan nanti Irwanlah yang bisa membahagiakan Evi jauh lebih baik daripada jika aku yang diposisi Irwan.Tuhan sudah merenda ikatan diantara mereka.Siapakah aku sehingga merusaknya?
//^ LEAVING ME DOWN HERE ON MY OWN /tinggal disini ku sendiri...
Darahku sama dan cocok buat Irwan.Kondisiku juga baik untuk mendonorkan
darah.Darahkupun diambil.Semua ini kulakukan demi Evi.Demi dia bahagia.Walau kini bukan bagianku hak untuk membuatnya bahagia.Tapi setidaknya aku memberikan dia kebahagiaan.Sesuatu yang tak kuperjuangkan selama ini.Darah ini tanda cintaku bagimu Vi.Dia yang kaucinta akan hidup dengan aliran darahku ditubuhnya.Bukankah itu sama artinya aku hidup didalamnya?
Bila dia hidup dan membuatmu bahagia maka rasanya akulah yang bahagia
bersamamu karena ditubuhnya mengalir darahku.Kami bersatu mencintaimu.Kami pria2 yang mencintaimu Vi.Kami sama.Sama2 mencintaimu.Tenanglah Vi,tunggu saja.Irwan akan tertolong.Takkan kubiarkan dia pergi.Akan kulakukan apa saja agar dia hidup.Seperti ia telah mengorbankan dirinya agar aku hidup.
Kami ternyata sama ya.Saling memberi.Pantas darah kami O.Kata orang darah O
itu punya sifat memberi.Dia bisa memberi kepada siapa saja.Tak sangka ya ngefek
sampai ke orangnya.Tunggu ya Vi.Tunggu bagaimana kami berdua akan membuatmu bahagia.
%~% WELL I WAIT FOR YOU/kukan menunggumu....€~€ PLEASE,PLEASE,PLEASE /
kumohon 3x COME ON AND SING TO ME ~ Ikut dan bernyanyi untukku...( IRWAN POV ) Teman yang kuikuti cepat sekali perginya.Aneh kenapa aku tak bisa secepat dia.
Kemana dia?Aku bingung.Aku sampai di sebuah jembatan.Jembatan?Aku ingat bahwa aku pernah bilang pada Evi kalau nanti dia sudah bersatu dengan Reza maka aku akan pergi ke sebuah jembatan dan memanggil nama Evi dari situ,"Eviiii!!Evi....!"
Aku melangkah terseok2 penuh kesedihan.Sedih hatiku karena seumur hidupku hanya bisa mengharap cinta Evi tanpa pernah mendapat balasan.Sedih banget.Aku melangkah menyusuri jembatan.Punggungku luruh.Aku sendirian selalu sendirian... Tiba2 aku melihat seorang wanita berdiri di ujung jembatan.Rambutnya panjang menutupi mukanya.Ia nampak sedih juga sepertiku.Tangannya disamping tubuhnya tampak lesu.Aura kesedihan sangat kurasakan.
Aku ragu dan takut juga mendekatinya.Aku hanya memandangnya.Ia berkata padaku,"Jangan teruskan langkahmu ke ujung sini.Kau harus kembali.Adikku membutuhkanmu.Ia tak bisa hidup tanpamu.Berhenti....kembalilah..."
Aku makin heran,'Adik?Siapa adiknya?' Ia mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah di belakangku,"Dia memanggil namamu..Kembalilah...Dengarkanlah suaranya...tidakkah kau dengar?" Aku menoleh ke belakangku,ada seseorang disana berlari mencoba menggapaiku.
Sepertinya aku kenal.Gaunnya merah.Ia berteriak memanggilku,"Irwaaan!Irwaaan tunggu!Irwaaan!" Aku tahu siapa itu.Itu Evi!.Kenapa dia disini?Aku malah jadi terpaku.

¤¤¤ TO ME,ME ~ Untukku...&&& COME ON AND SING IT OUT,OUT,OUT / ikutlah,dan nyanyikanlah....( EVI POV )
Akhirnya dokter selesai melakukan operasi,Irwan dibawa ke ruang pasca operasi.
Aku segera meraih jemarinya.Walau ia masih belum sadar.Namun aku tahu ia masih hidup.Walaupun kata2 dokter membuatku makin cemas,"He lost so much blood.We hope he can survive this night.We had done our best.You can stay beside him this night."
Kata dokter Irwan kehilangan banyak darah.Mereka berharap Irwan bisa melewati
masa kritisnya.Malam ini masa kritis baginya.Mereka juga telah melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan.Aku juga diperkenankan mendampingi Irwan malam ini.Aku senang sekali bisa disisi Irwan.Aku segera duduk didekat pembaringannya.Meraih jemarinya.Membelai wajahnya.Tuhan,ia pucat sekali.Suamiku sayang,bangunlah.Aku menunggumu disini.Bangun Irwan!Aku mohon!
》》》 COME ON AND SING IT NOW,NOW,NOW /Ikutlah dan nyanyikan sekarang,sekarang,sekarang... Aku mengusap pipi Irwan,matanya yang terpejam juga bibirnya yang terkatup
rapat.Wan,jangan pergi ya?Kalau kau pergi maka aku juga akan pergi.Bukankah kita sudah berjanji sehidup semati?Bahwa dimanapun kau berada aku akan berada di situ juga?Jadi kalau pergi dari dunia ini maka aku juga akan pergi kemana kau pergi.Jangan pergi ya Wan?Aku menciumi tangannya dan menyentuhkan jarinya di belahan rambutku yang kuberi darahnya.Kau lihat Wan,ini tanda bahwa aku adalah isterimu.Walaupun cincin
pernikahan kita sudah tidak ada tapi darahmu telah mengikatku sebagai isterimu untuk selamanya.Jadi kau harus hidup.Aku janji kalau kau hidup aku akan memberikan apa yang menjadi hakmu sebagai suamiku.Aku janji.Aku inginhidup bersamamu Wan.Melahirkan anak2 bagimu.Membuatmu bahagia.Wan,kembalilah!Jangan pergi!!
^^^ COME ON AND SING IT / ikut dan nyanyikanlah....
Tak sadar aku karena saking lelahnya aku tertidur disisi pembaringan Irwan.Aku genggam tangannya.Betapa aku ingin selalu bersamanya.Disitu aku bermimpi melihat dia di sebuah jembatan.Dia memang pernah bilang akan berdiri di jembatan sambil memanggil namaku.Aku ingat ia pernah bilang begitu saat mabuk dulu.Akupun segera berlari ke arah jembatan.Benar Irwan disana.Ia hendak sampai di ujung satunya.Aku memanggil namanya,"Irwaaan!!"
Ia menoleh.Punggungnya aku hafal betul.Jas putihnya apalagi.Tuhan, ia mau ke
mana?Disana gelap dan mencekam.
Aku terus berlari dan sampai di dekatnya,"Wan,bolehkah aku mengatakan sesuatu?" Wajahnya pucat sekali,ia juga memandangku dengan sayu dengan tatapan yang sama denganku.Tatapan kerinduan,ia mengangguk padaku. Aku memajukan tanganku ke arahnya,"Pilihlah dari salah satu tanganku ini!" Ia memandangku penuh heran dan memilih tangan kananku,aku tersenyum pada
pilihannya.Kubuka genggaman tanganku.
Didalamnya cincin pernikahan kami,"Apakah kau harus pergi?Apakah pernikahan kita harus berakhir?"
Ia menatapku,aku mengambil jemarinya dan memasangkan cincin pernikahan kami di jari manisnya,"Tidak Wan!Aku tak bisa hidup tanpamu.Aku tak ingin pernikahan kita berakhir.
Aku mencintaimu Wan..." Irwan menatapku tak percaya,ia memandang jemarinya,aku menyerahkan cincin
satunya kepadanya,kuberikan jemariku padanya.Ia memasukkan cincin satunya ke
jari manisku,"Aku juga tak bisa hidup tanpamu." Kami berpandangan dan berkaca2.Aku menghambur ke pelukannya.Aku akan membawanya kembali.Aku takkan melepaskan rohnya yang mengembaranya.Akan kutuntun ia pulang.Kami berpelukan penuh bahagia.Irwan sudah kutemukan dan
akan kubawa pulang.
£££ IN MY PLACE,IN MY PLACE,were lines that I couldn't change.I WAS LOST,OH YEAH oh yeah....( REZA POV ) Aku tiba di ruangan pasca operasi.Aku ingin tahu bagaimana kondisi pria itu.Suami Evi.Irwan.Namun pemandangan yang kulihat membuatku tertegun.Disana kulihat Evi tampak tertidur disisi pembaringan Irwan.Tangannya menggenggam jemari Irwan.
Mereka saling mencintai ya Tuhan.Dan aku makin takjub lagi kala kulihat mata Irwan pelan terbuka dan kala melihat Evi disisinya bibirnya tersenyum.Irwan sadar!Wah ada yang bangun tuh?Gimana reaksi Evi tahu Irwan sadar ya?
***see you next eps***
Eps 20 C 3 CERBUNG V
" HARUSKAH BERAKHIR "
♡ * HARUSKAH BERAKHIR ♥* CERBUNG V ♡ * EPS 20 C 3 ♥* What Seest Thou ?♡ * Apa Yang Kau Lihat ?
*♡ About The Song - C 3 `♥ JUJUR SAJA KU TAK MAMPU hilangkan wajahmu di hatiku....(REZA POV)
Aku sampai di ruang dimana Evi berada.Jujur aku sebenarnya lebih mencemaskan Evi daripada suaminya.Evi lebih menyerupai mayat hidup daripada pria itu.Wajahnya tak
ada cahaya kehidupan.Tatapannya seakan menembus ruang dan waktu.Hampa di sana.Di mata yang biasanya berbinar indah kini sendu dan sayu.Evi telah berubah.Bukan lagi Evi yang kukenal.Yang manja,yang ceria dan yang penuh semangat.Aku melangkah ke arah
dimana Evi duduk.Kasihan dia.Sendirian dan penuh kesedihan.Di negeri orang pula.
Lagi kondisi darurat pula.Kulihat ia tertidur,aneh dia tersenyum dalam tidurnya.
Sepertinya mimpi indah dia.Andai akulah yang ada dalam mimpinya.Alangkah bahagianya.Namun aku tahu bukan aku yang kini memenuhi pikirannya.
Apalagi dunia mimpinya.Semua itu jelas terlihat dari tangannya yang menggenggam
erat jemari pria yang bernama Irwan itu.Suaminya.Vi,tak adakah lagi tempat buat
diriku di hatimu?Pemandangan ini sungguh menggangguku. `♥ MESKI MALAM MENGGANGGU....
Malam ini aku menyadari bahwa aku telah kehilangan wanita yang kucintai.Kehilangan dia yang kurindui setiap hari.Kehilangan Evi.Aku menatap ke arah pria itu.Apa yang istimewa dari dia sampai Evi bisa berubah hatinya?Kulihat dia malah lebih hitam kulitnya daripada aku.Dia juga lebih pendek dariku.Wajahnya lebih bulat juga.Sepertinya dia seperti kebanyakan pria Indonesia.Sederhana dan ga begitu stylish.Terus apanya yang bikin Evi sampai begitu mencintainya?Kekayaankah?Evi kan bukan anak orang miskin.
Ayah Evi sangat kaya.Guru Besar Musik.Ibunya juga penyanyi legendaris.Semua bakat musik yang Evi miliki bisa membawa Evi menjadi penyanyi papan atas kalau dia mau.Mudah sekali baginya mendapatkan kemewahan hidup.Kurasa bukan harta alasannya.Kepribadiannyakah?Apakah dia jauh lebih dewasa daripada aku?Lebih gentleman?Apakah Evi sudah menjadi miliknya?Kurasa Evi bukan tipe wanita
gampang ditaklukkan.Ia punya pendirian dan stubborn.Keras kepala.
Namun semua itu seperti lenyap kala ia didekat pria itu.Evi yang keras kini bak kapas yang melayang di udara.Rapuh.Evi yang manja dan centil kini pendiam dan dingin.Aku seperti berada di samping patung es bila didekatnya.Dimana api yang menyala2 di dalam dirimu Vi?Dimana ceriamu?Rajuk manja dan wajah manyun khas dirimu dulu?Aku ingin memisahkan jemari mereka yang bertaut.
Walau sama2 di alam mimpi namun aku bisa melihat mereka saling terikat.Seakan ada benang merah menyelubungi mereka dan mengikat tangan mereka dengan begitu eratnya sampai tak tahu mana simpulnya.Aku merasakan atmosfir syahdu di ruangan ini karena mereka.Cinta mereka yang begitu dalam membuat hangat siapa saja yang mendekati mereka.Aku bagai berdiri di aliran air.Makin lama aku disana aku merasa makin tenggelam.
Aliran air cinta itu pertama sebatas mata kaki lalu naik ke lutut lalu ke pinggang
lalu ke atas dan akhirnya aku tenggelam di dalamnya.Melayang di dalam gelombang
cinta mereka.Sampai kemudian aku melihat mata Irwan pelan2 terbuka.Aku segera bergerak menjauh,mengintip dari balik dinding.Pria itu sadar! `♥HILANGKAN SENYUMMU DI MATAKU... Pria itu memandang sekitarnya dengan tatapan asing.Namun kala melihat Evi disisi pembaringan,aku melihat senyum di bibirnya.Ia bahagia.Akupun akan bahagia jika di
posisi dia.Tak kusangka aku melihat semua ini dengan mataku sendiri.Melihat pria lain menatap penuh cinta pada wanita yang kucintai dan kudamba sepenuh hati.
`♥KUSADARI AKU CINTA PADAMU.... Aku cemburu.Ada rasa sesak di dada melihat interaksi di antara mereka.
Hanya dengan tatapan saja bisa seperti ditusuk pedang rasanya.Pria itu mencoba bergerak namun sepertinya rasa sakit menerpa dirinya.Ia menyeringai kesakitan.Namun ia tampak bahagia kala merasakan genggaman tangan Evi di jemarinya.Jelas ia mencintai Evi.Aku pria dan aku tahu wajah pria yang sedang jatuh cinta.Hatiku bagai benda kaca dibanting ke lantai.Pecah berkeping2.Tinggal serpihan2.Aku kehilangan cintaku.

*♡ MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA DI HATIMU....(IRWAN POV) Aku terpaku melihat Evi berlari ke arahku.Gaun merahnya itu membuat aku makin merasa betapa aku sungguh tak bisa melupakannya.Menganggapnya tak ada,aku tak bisa.Menjauh darinya apalagi.Kenapa kau di sini Vi?Kenapa kau hanya sendirian
di tengah kegelapan ini.Tempat ini mencekam Vi.Kenapa kau kemari?Dimana Reza kenapa dia membiarkanmu kemari?Aku mau pergi jauh Vi.Ke tempat yang sangat jauh.
Ke tempat dimana aku akan sendirian selamanya.
Walau aku ingin kau bersamaku tapi aku tak mungkin mengajakmu.Kau harus bahagia Vi.Aku sudah membawamu pada kebahagiaanmu bukan?Seharusnya kau bersama Reza sekarang.Menikmati makan malam nan romantis sambil menikmati indahnya Paris.Paris yang memahitkan hatiku.Tempat yang indah namun menyedihkanku.Aku sedih....Aku melihatmu dengan sayu.Mungkin kau mau berpesan sesuatu atau mengucap terima kasih padaku.Itu saja yang terbersit di benakku.Betapa hampanya diriku.Meski sudah diambang kematian tetap saja aku merasa gamang.Kau memanggil namaku.
Begitu kencangnya sambil terengah2 karena berlari.Untuk apa juga sampai berlari Vi?Aku ini siapa sampai kau kejar begini?Apa ada barang yang masih kubawa ya?Jangan2 kalungnya Evi kebawa aku?
Namun begitu kau sampai di depanku dan aku melihat kalung mutiara itu
dilehermu aku tahu aku tak punya apapun yang bisa membuatmu mengejarku sampai kehabisan nafas begitu.Aku masih memandang dengan sendu.Pilu hatiku.Kian tak rela dan kian hancur rasanya sanubariku melihatmu berdiri di hadapanku.
Apalagi mendengar kau memanggil namaku,"Irwaaaan!...Irwaaaan!"
Seingatku harusnya aku yang memanggil namamu dari atas jembatan,kok malah
kebalik ya?Aku bahkan tak punya daya lagi untuk menyebut namamu.Hatiku pedih.Impianku untuk hidup bahagia denganmu berakhir sudah.Andai saja aku
adalah pria pertama yang kau jumpai.Andai saja akulah Reza.Pasti semua takkan berakhir begini.Sayangnya aku hadir kala sudah ada dia di hatimu.Aku terlambat.Terlambat sudah kudatang padamu....
*♡ TAPI CINTAKU TERBAIK UNTUKMU... Kau mengajukan kedua tanganmu dihadapanku.Kamu kok malah ngajak main
tebak tangan sih Vi?Apa ga ada yang lain masak orang mau pergi jauh kok malah
diajak main sih Vi?Kupikir kamu mau bicara apa.Kau menyuruhku memilih.
Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara....aa..Madu ditangan kananmu racun di tangan kirimu ...aku tak tahu mana yang kau berikan padaku...Kiri kanan ok.
Lagian mau kiri mau kanan aku juga akan menghilang.Aku suka kebenaran walau terkadang menyakitkan.Seperti hidupku.Kebenaran bahwa aku bukan pria yang dicintai Evi memang sungguh fakta yang memahitkan namun itu benar.Akupun memilih yang kanan.
Langkah yang kuambil sudah benar.Mengembalikan Evi pada kebahagiaannya.
Aku masih menatap sayu padamu.Vi,apa sih yang kau sembunyikan di dalam
genggaman tanganmu?Bikin kepo deh.Masak roh orang mau mati dibuat kepo?Mau ketawa wagu,mau diam lucu.Aduh....susah kalau begini.Kau membuka telapak tanganmu.Penuh dengan senyum.Mataku takjub kala melihat sepasang cincin di tanganmu.Itu kan..Itukan cincin pernikahan kita?Kok bisa ada di tanganmu sih Vi?Bukannya cincinnya di Turki?Aku makin pusing memikirkannya.Kepalaku kalau digambar dalam animasi kartun bintangnya berputar2 gitu di atas kepalaku.Bintang2....
*♡ MESKI KU BUKAN BINTANG DI LANGIT.... Aku ingin bertanya banyak hal namun aku kelu.Aku malah menatap tak mengerti padamu.Buat apa kau menunjukkan cincin pernikahan kita Vi?Ah aku tahu kamu
mau mengembalikannya ya?Baiklah akan kuterima Vi.Kau pasti tak mau memiliki
benda kenangan tentang aku ya Vi?Iya juga sih buat apa mengenang masa lalu.Namun kau malah meraih jariku dan memasukkan cincin itu ke jari manisku.Kau bilang kau tak mau pernikahan kita berakhir.Bahwa aku adalah....
*♡ TAPI CINTAMU YANG TERBAIK... Kau bilang,"Aku mencintaimu Wan...." Aku kaget mendengarnya.Apa Vi?Cinta?Kagak salah?Lalu Reza?Bukannya dia cinta dalam hidupmu?Kau malah menyerahkan cincin satunya padaku.Lalu kau memajukan jemarimu.Kau menunjukkan keinginanmu agar aku memakaikan cincinnya di jari manismu.
*♡ JUJUR SAJA KU TAK MAMPU.... Kau tak ingin pernikahan kita berakhir?Kau ingin bersamaku disisa hidupmu?
Aku terpana mendengarnya.Evi mencintaiku?Mimpikah diriku...melihat dirimu...mengatakan semua hal yang ingin kudengar?Walau sulit dipercaya namun
aku sungguh tak mampu menahan hatiku lagi.Hati yang selama ini terkoyak,
tercabik2 dan luka parah.Kini bergetar oleh pernyataan cintamu.Vi,aku juga tak bisa
hidup tanpamu.Aku memasukkan cincin satunya ke jari manismu dan kita saling pandang.Di sana di telaga matamu aku melihat diriku.Ada cinta buat pria kesepian ini.Buat suami hasil perjodohan ini.Buat pengacara yang gagal menangani kasus rumah
tangganya ini. *♡ TUK PERGI MENJAUH DARIMU....
Bahagianya aku Vi.Tak terasa aku berkaca2.Kau juga.Akhirnya cintaku terbalas.Vi,terima kasih.Aku makin takjub kala kau menghambur ke pelukanku.Dan begitu aku memelukmu seketika aku diliputi cahaya.Terang sekali menyilaukan mataku.Apa ini?
Aku tak peduli yang penting kau membalas cintaku Vi.Aku bahagia.
*♡ MESKI HATIKU RAGU.... Pelan kubuka mataku.Apakah cahaya menyilaukan itu masih ada?Aku melihat
pertama itu samar.Dimana aku?Namun yang penting adalah di mana Eviku?Aku mencoba bergerak.Tapi punggungku masih nyeri.Aku merasakan seseorang mengenggam tanganku.Aku menoleh ke sisi pembaringanku.Evi??
*♡ KAU TAK DISAMPINGKU SETIAP WAKTU.... Kulihat Evi di sana.Di samping pembaringanku.Ia menggenggam tanganku,eratnya.
Aku tersenyum.Vi,ternyata benar bahwa kau mencintaiku.Buktinya kau ada disini.
Lama sudah aku menanti semua ini.Menanti cintaku dibalas.Aku ingin memastikan semuanya.Memastikan benar adanya bahwa Evi mencintaiku.Bahwa apa yang kulihat di alam bawah sadarku benar adanya.

*♥~KUSADARI AKU CINTA PADAMU....(EVI POV )
Aku merasakan bahagia menyeruak kalbu kala menghambur ke pelukan Irwan.Jembatan menjadi saksi bisu bagaimana aku mengakui bahwa aku mencintai suamiku.Kusadari aku mencintai Irwan.Wan,aku cinta padamu.I love you.I love you.

°♥ MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA DI HATIMU tapi cintaku terbaik untukmu....(IRWAN POV)
Tenggorokanku kering suaraku sangat lemah kala memanggil isteriku,"Evi....."
*♡ MESKI KU BUKAN BINTANG DILANGIT tapi cintamu yang terbaik...(EVI POV)
Aku merasakan gerakan di jemariku.Jemari?Bukankah jemariku memegang
jemari Irwan?Aku juga mendengar sayup dan lemah namaku disebut.Aku langsung bangun dan ....

*♡ Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu TAPI CINTAKU TERBAIK UNTUKMU....(IRWAN POV )
Aku melihatmu bangun.Kau nampak berkaca2 kala melihatku sudah sadar,"Irwaan!!Kau sadar...Terima kasih Tuhan!!"
Kau segera memelukku,"Wan,aku mencintaimu!Sangat mencintaimu.Jangan pernah meninggalkanku."
Aku tak menyangka kalimat itu meluncur dari bibir Evi.Evi mencintaiku?Ia bilang ia mencintaiku?Apa aku mimpi atau berkhayal barang kali?Kupastikan kembali,kupandangi wajah Evi.Evi juga menatapku penuh haru.Kuusap pipinya yang basah oleh air mata,"Kau mencintaiku?"

*♥ Meski ku bukan bintang di langit TAPI CINTAMU YANG TERBAIK...(EVI POV)
Melihat ragu di matamu akan pernyataan cintaku,air mataku kian deras mengalir.
Semua adalah salahku yang selalu mengabaikanmu.Hingga kau merasa dirimu tak berarti bagiku.Kuraih jemarimu dan kuusapkan pada belahan rambutku,"Lihatlah ini adalah darahmu yang kupakai sebagai sindur di belahan rambutku.Kau tahu kan arti simbolisnya?"
Irwan mengusapnya,"Jadi kau tidak menyesal menikah denganku?" Aku melihat matamu berair,kasihan kau sayangku.Betapa kau pasti mengira aku menganggap pernikahan kita adalah sebauh kesalahan.Sesuatu yang kusesali.Kau pasti merasa sangat menderita selama ini.Suamiku sayang aku ini dengan bangga menyatakan aku beruntung menikah denganmu.Sungguh tiada satu menitpun terlewat tanpa ucapan syukur karena hal itu.Aku mengusap pipimu,"Suamiku,aku tidak pernah menyesali pernikahan kita.Aku justru ingin menjadi isterimu yang sesungguhnya mulai dari sekarang.Bisakah kudengar kau memanggilku dengan sebutan isteri ?"

*♡ OH MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA DIHATIMU tapi cintaku terbaik untukmu...
(IRWAN POV) Aku makin tak kuasa menahan air mataku kala Evi membantuku bangun dan bersandar,ia juga memberikan air untuk kuminum,tenggorokanku sangat kering.
Aku melihat perhatiannya yang besar padaku,ku usap wajah cantiknya.Aku menemukan ketulusan di sana,"Isteriku...Evi isteriku..."
Kami bertangisan di sana.Hanya mendengar panggilan sederhana saja sudah membuat kami berpelukan haru.Aku menciumi kepala Evi,"Aku tidak mimpi kan?Kau melakukan ini bukan karena kau kasihan padaku bukan?"

*♥ MESKI KU BUKAN BINTANG DI LANGIT tapi cintamu yang terbaik CINTAKU YANG TERBAIK....( EVI POV ) Kasihan?Aku menggeleng dan tersenyum pada pria yang masih pucat itu,"Wan,kau tahu kenapa aku sedih saat kau melarangku memakai kalung mutiara ini?"
Irwan meraba kalung di leherku,aku meraih tangannya dan kucium tangan itu penuh sayang,"Wan,kau bilang kalung ini adalah tanda cintamu untukku bukan?"
Irwan mengangguk,aku memegang tangannya,"Aku ingin hidup bersamamu hari ini.
Esok hari.Lusa.Minggu depan.Bulan depan.Tahun depan.Seratus tahun kemudian.
Seribu tahun kemudian.Selamanya.Aku ingin melahirkan anak2 untukmu.Aku ingin melewati setiap musim kehidupanku bersamamu.Aku ingin menikmati indahnya
bunga bermekaran bersamamu.Aku ingin memasak masakan untukmu.Memperhatikan makanmu.Menyiapkan pakaian kerjamu.Melangkah bersamamu.Melewati suka dan duka bersamamu.Menjadi ibu bagi anak2mu.Wan,aku ingin semua itu karena aku mencintaimu Irwan.Kau membuatku mengerti bahwa cinta itu memberi.Bahwa selama ini aku begitu dangkal mengerti soal cinta.Kau membuatku jatuh cinta Wan.Dan aku tak bisa hidup tanpamu Wan.Aku tak bisa."

¤♡ TAPI CINTAMU YANG TERBAIK cintaku yang terbaik...(IRWAN POV ) Aku terpana mendengar perkataan Evi,"Lalu dia?"
Aku melihat Reza mendekat,pria jangkung itu juga berkaca2 dan kulihat Evi nampak resah.Reza meraih tangan Evi dan tanganku.Disatukannya tangan kami sambil berkata,"Kalian suami isteri.Tuhan sudah mempersatukan kalian dengan ikatan yang suci.Aku sungguh beruntung mengenal Evi dan pernah menjadi seseorang di hatinya.
Namun aku tahu bahwa kau adalah pria yang terbaik untuk Evi.Aku belum mengenalmu tapi aku percaya Evi akan jauh lebih berbahagia bersamamu.Tuhan sudah merenda cinta kalian dengan begitu indahnya.Siapakah diriku sehingga merusaknya.Aku merestui kalian sebagai suami dan isteri.Irwan,aku titip mutiara hatiku.Ia kini tanggung jawabmu.
Kebahagiaannya ada padamu.Lihatlah cinta di tatapan matanya.Cinta kepadamu.Bahagiakan dia.Berjanjilah padaku bahwa kau akan membuat dia
bahagia.Dan kau Evi,aku tahu dihatimu hanya ada Irwan kini.Dia sudah selamat
kini.Jangan sedih lagi.Tersenyumlah.Berbahagialah.Maafkan aku tidak memperjuangkan
cinta kita sehingga kini aku kehilangan cinta itu.Kalian adalah sahabat bagiku sekarang.Aku turut berbahagia untuk kalian.Aku pamit ya.Mamaku mencemaskanku.Kasihan beliau.Aku rasa kalian secepatnya meninggalkan Paris.Kota ini berbahaya saat ini.Selamat menempuh hidup baru."
Aku dan Evi hanya bisa saling bertangisan mendengar perkataan Reza.
Hanya ucapan terima kasih yang bisa kuucapkan kala memeluk Reza,"Terima kasih.
Aku janji akan membuat Evi bahagia.Aku janji." Reza menjabat tanganku dengan erat,"Aku tahu dan aku yakin akan hal itu,Teman." Aku tersenyum padanya.Dia pria yang baik.Dia juga memeluk Evi untuk yang terakhir kali,tanda perpisahan dan keikhlasannya melepas Evi,"Kalau punya anak kasih nama dengan huruf depan R ya buat mengenangku.He..he..senyum dong.Kita teman sekarang.NYONYA IRWAN." Evi tersenyum kala Reza berkata begitu,wajahnya merona.Evi tersipu.Aku hanya bisa menatap haru.Betapa aku dan Reza sangat mencintai Evi.Terima kasih Za buat
kebesaran hatimu.

◆♡ TAPI CINTAMU YANG TERBAIK...(REZA POV )
Aku memberanikan diri dan menguatkan hati masuk ke dalam ruangan dua insan yang tengah kasmaran itu.Aku sadar kini apa yang harus kulakukan.Aku mengambil keputusan ini.Aku merestui mereka.Biarlah pengorbanan kini kutanggung demi kebahagiaan Evi.Aku lega saat kusatukan tangan mereka dan melepas restuku untuk hubungan mereka.Tuhan sudah memulai mengapakah aku yang cuma manusia biasa berani mengakhiri?Berbahagialah kalian.Pernikahan kalian tak boleh berakhir.
Goodbye my love.Irwan adalah pria terbaik untukmu.Irwan,aku memang mencintai
Evi,aku memang cinta pertama baginya tapi cintamu yang terbaik.
Reza melepaskan restunya.Bagaimana tanggapan Elvi atas keputusan putranya?
***see you next eps***

Eps 21 C 4 CERBUNG V %♡% HARUSKAH BERAKHIR
%+% HARUSKAH BERAKHIR %+% CERBUNG V %+% EPS 21 C 4 %+% The Number of Thousand %+% Bilangan Ribuan
%×% About The Song....The Last C/C4 %÷% HEARTS BEATS FAST~Jantungku berdebar kencang....(ELVI POV) Hatiku tidak tenang di hotel.Apalagi di tv menayangkan betapa darurat dan mencekamnya Paris saat ini.Aku berdoa dan terus menaikkan doa agar putraku selamat.Aku tak bisa membayangkan kehilangan dia.Tidak!Jangan ambil dia dariku ya Tuhan.Ambillah yang lain tapi jangan putraku jangan nyawa putraku.Ambillah karir dia atau apapun yang lain tapi jangan nyawa putraku.Itulah janji2ku pada Tuhan.
%=% COLORS AND PROMISSES-Warna -warni dan janji2.... Aku mondar-mandir ga jelas,tanganku dingin.Tuhan,mana putraku kok belum
kembali.Hp juga ga aktif pasti low bate nih.Aduh....hatiku makin tak tenang.Hingga kudengar ketukan pintu.Itu pasti Reza!Langkahku segera menuju pintu.Benar!Reza yang datang.Leganya hatiku,segera kupeluk sambil memandang ke atas pada Tuhan,"Thank you...Thank you..."
Kubawa Reza masuk.Kudekap erat putraku satu2nya.Harta bagiku.Ada gurat sedih disana,"Are you all right son?You're not hurt right?"

%<% HOW TO BE BRAVE /Bagaimana agar berani....( REZA POV )
Aku memberanikan diri menyusuri jalanan kota Paris.Walau harus melewati petugas2 keamanan yang berpatroli.Untung aku membawa semua identitas aku.Akhirnya aku sampai di hotel dimana Mama berada.Aku ingin segera memeluknya,menangis di bahunya.
Aku ingin mencurahkan betapa pedihnya hatiku.Aku kehilangan cintaku di Paris.
Rasanya aku ingin segera meninggalkan kota mode ini.Aku tak tahan lagi tinggal di sini.Ditambah dengan kondisi darurat seperti ini.Bahaya teroris dimana2.Suasana kota benar2 mencekam.Sekelam hatiku yang patah.
%>% HOW CAN I LOVE WHEN I'M AFRAID TO FALL?Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?... Jatuh cinta memang mudah tapi mencintai seseorang dan mempertahankannya itu membutuhkan pengorbanan.Itulah kata2 Mama usai mendengar kisahku dengan
Evi yang kandas oleh peluru cinta Irwan.Puitis amat...Mama meraihku dalam
dekapannya,pelukannya menenangkan hatiku.Menepis rasa tak berhargaku karena
Evi lebih memilih Irwan daripada aku.Aku masih punya Mama.Aku juga masih hidup.
Bukankah selama masih ada kehidupan masih ada pengharapan?Mama bilang,"Reza,please
don't be sad.There is still hope for your future dear.God always have a good plan for us.When He think you are ready for the responsibility of comitment,He will reveal the right person under the right time.Don't worry my son.Don't be worry."(Reza jangan bersedih.Masih ada harapan untuk masa depanmu.Rencana Tuhan selalu mendatangkan kebaikan bagi kita.Jika Ia menganggapmu sudah siap dengan tanggung jawab komitmen maka Ia akan memunculkan orang yang tepat bagimu pada waktu-Nya.Jangan khawatir.)
Don't worry huuu...yeah...Bob Marley...weleh...???

%{% BUT WATCHING YOU STAND ALONE~Namun melihatmu sendirian...( ELVI POV )
Kesedihan putraku kehilangan wanita yang ia cintai memang membuatku ikut sedih juga namun akan lebih sedih lagi bila pria bernama Irwan itu tak menyelamatkan putraku.Dalam hati aku ingin mengucapkan terima kasih padanya.Terima kasih seorang ibu yang tak jadi kehilangan putranya.
Aku memandang putraku,kubelai wajahnya yang tampan.Menantu masih bisa dicari.Tapi kau tak mungkin terganti,putraku.Kau darah dagingku.Taruhan nyawaku.Apa jadinya aku tanpa kau putraku?Andai aku bisa menemui pria bernama Irwan itu.Ingin rasanya aku juga menyebut dia sebagai putraku.Aku tidak kehilangan buah cintaku karena dia.Coba jika Reza tetap nonton konser rock di Le Bataclan.Kudengar korban tewas di sana jauh lebih banyak daripada di titik yang lain.Terima kasih Tuhan sudah mengirim seorang malaikat bernama Irwan untuk menyelamatkan Rezaku.

%}% ALL OF MY DOUBT SUDDENLY GOES AWAY SOMEHOW~Segala bimbangku mendadak hilang...(IDAYU POV)
Berita teror di Paris menghiasi layar media di Indonesia.Aku tahu Irwan di
Paris dari suamiku.Namun kami tak bisa menghubungi Irwan.Hatiku kian resah.
Aku bahkan berniat mau terbang ke Paris namun saat sedang mengurus visa dan
paspor ada telpon dari Irwan.Hatiku lega bukan kepalang.Apalagi kala kudengar
nada bahagia di suaranya,"Irwan baik Ma.Evi bersama Irwan disini.Vi,suapi lagi dong...he..he.."
Air mataku menetes mendengarnya,"Kamu sedang makan ya?Mami lega kamu gpp sayang....Syukurlah...Evi juga baik kan?" Irwan malah memberikan telponnya sama Evi,"Evi baik Mama.Ini lagi nyuapi Irwan nih.Anak Mama makannya lahap lho...he..he.." Baru kali ini aku bersyukur ada Evi disamping Irwan,ada dia yang merhatiin putraku,"Irwan memang doyan makan kok.Kirim foto dong biar Mama tenang..." Ga lama mereka kirim foto lagi di RS,hatiku makdeg,"Irwan kamu kok kayak di RS?
Kamu kenapa sayang?" Irwan malah ketawa,"Kena peluru nyasar Ma.Dua lagi Ma." Kudengar Evi heran,"Kok dua sih?Kata dokter pelurunya cuma satu?" Aku tersenyum kala Irwan jawab,"Kan satunya peluru cintamu sayang...he..he.."
Aku lega melihat foto2 selfi mereka,jelas kulihat cinta di mata Evi untuk putraku.
Irwanku bahagia akhirnya.Walau aku sempat tegang juga kala mereka cerita soal penembakan di kafe yang mereka kunjungi.Hatiku lega.Irwan juga melarang aku ke
sana,"Ga perlu ke sini Ma.Disini masih rawan.Kami juga mau pergi kok dari Paris.Tunggu dokter mengizinkan aja.Oh ya makasih buat kiriman uangnya.Habis ini kami mau ke Turki Ma.Mau bulan madu ya sayang?"
Evi menyahut manja,"Irwan ah...Malu sama Mama dong..." Aku hanya mampu mengirim restuku,"Baik2 ya di sana.Mami akan selalu doakan kalian.Salam juga dari Papimu.Buat Evi : titip anak Mami ya..." Evi menjawab penuh haru,"Iya Mama...Evi akan jaga Irwan...sepenuh hati Evi.Janji."

%[% ONE STEP CLOSER ~ selangkah lebih dekat....(EVI POV)
Hari2 di RS kian mendekatkan aku dengan Irwan.Meski di sekitar kami
banyak ancaman dan keresahan namun hatiku tenang karena Irwan bersamaku.Keinginanku untuk menjaga Irwan terkabul disini.Aku merawat dia.Membantunya ke kamar mandi.Membantunya memakai baju.Menyuapi.Menemani dia ngobrol.Aku bisa memeluk dia.Menyisir rambutnya.Menyediakan keperluannya.Semuanya.
Aku disisinya melebihi perawat pokoknya.Awalnya aku hendak memberitahu keluarga di Indonesia soal Irwan yang tertembak namun Irwan mencegah,"Tunggu sampai aku mendingan dulu Vi.Nanti aku akan telpon Mami.Aku ga mau mereka cemas.Lagian aku juga gpp.Malah sekarang aku sangat bahagia.Ada kamu disisi aku.Maaf ya bikin kamu repot."
Repot?Sama sekali ga,Wan.Justru aku sangat bahagia bisa melakukan tugasku
sebagai isterimu.Ini impianku.Aku mencium pipi suamiku,"Tak ada kata repot
buatmu suamiku.Ini semua kulakukan dengan gembira.Aku mencintaimu." Irwan terpana,"Kok ga di bibir Vi?" Aku jelas merona,"Ntar kalau kamu sembuh akan kupenuhi permintaanmu itu...he...he..makanya cepet sembuh Pak Pengacara..." Irwan malah senyum2,"Beneran lho ya...awas kalau bohong!"
Aku cuma tersenyum sambil menyelimutinya,"Sudah sekarang bobok dulu.Sudah malam." Aku hendak pergi mau tidur di sofa,eh Irwan menahan tanganku,"Cium kening dulu.Juga mata baru mau tidur."
Manjanya suamiku ini.Namun aku melakukan semua permintaannya dia.Mencium keningnya,"Matanya merem dong masak gede2 gitu?"
Irwan tersenyum lalu merem dia,betapa aku senang dia manja gini padaku,"Met
mimpi indah Irwan sayang...met tidur.Love you." Irwan lalu tidur.Pengaruh obat juga.Aku tidur di sofa dekat bednya.Memandang padanya sambil tersenyum.Untung kami sudah pindah ke kamar yang lebih bagus.Disini lebih tenang.Ga seheboh di kamar sebelumnya.Terima kasih Tuhan sudah memberi umur panjang bagi suamiku.

%]% I HAVE DIED EVERY DAY WAITING FOR YOU~tiap hari aku telah
mati karena menantimu...( IRWAN POV )
Aku suka haru bila melihat Evi dengan telaten merawatku.Menyiapkan semua keperluanku.Menungguiku di RS.Ia suka berkata padaku,"Waduh melamun lagi?Pak pengacara kok melamun terus sih?"
Aku tersenyum padanya,"Rasanya aku masih ga percaya kamu disini bersamaku Vi.
Dulu aku pikir hal ini mustahil terjadi.Namun.." Perkataanku terhenti karena Evi menempelkan jarinya di bibirku,"Ssst!Aku ini
tercipta untukmu.Aku ini tulang rusukmu yang hilang." Aku meledeknya,"Pantas aku harus ketembak dulu di punggung.Ternyata ada tulang rusukku yang hilang ya?He..he.." Evi malah jadi sedih dengar kata aku ketembak,"Jangan pergi lagi ya?Jangan bikin
aku jantungan lagi.Aku takut.Please jangan kenapa2 lagi ya?" Aku meraihnya dalam pelukanku,"Aku takkan kenapa2.Aku akan selalu disisimu.
Takkan pergi lagi." %€% DARLING DON'T BE AFRAID~Kasih jangan takut....
Kutenangkan hati isteriku yang ketakutan.Memang Paris masih mencekam.Namun berada di RS ini menyatukan kami lebih lagi.Bisa kurasakan betapa ikatan batin diantara
kami kian kuat.Aku bahkan pernah terbangun malam2 karena mendengar Evi mengigau dalam tidurnya,"Wan!Jangan tinggalkan aku!Irwaaan!"
Aku sudah tak diinfus jadi aku bisa leluasa bergerak sekarang.Dengan hati2 aku turun dari bed pasien dan mendekati isteriku.Kubangunkan dia,"Vi,Evi...Bangun sayang...Evi!" Evi membuka mata dengan nafas memburu,ia segera menghambur ke pelukanku,
"Aku takut Wan..." Aku usap punggungnya,"Jangan takut.Ada aku di sini.Secepatnya kita segera pergi
dari Paris.ok?" Evi mengangguk sambil terus memelukku.Jelas ia mimpi buruk.Pasti karena melihat
orang2 disekitar kami.Hampir tiap malam ada saja yang meninggal.Korban2 berjatuhan.Atmosfir yang mencekam.Aku kasihan sama Evi jika kami lama2 di Paris.

%£% I HAVE LOVED YOU FOR A THOUSAND YEARS~ Aku telah mencintaimu ribuan tahun....( EVI POV )
Setiap hari melihat para korban aksi teror membuatku ketakutan.Kadang sampai
mimpi buruk.Dan Irwan sampai terbangun karenanya.Kasihan dia,aku menganggu istirahatnya.Namun memang cuma pelukan Irwan yang mampu menenangkan hatiku.Mendengar detak jantungnya di telingaku membuatku tenang.Tuhan,semoga Irwan lekas sembuh sehingga kami bisa pergi dari Paris.Aku meraba kalung mutiaraku,aku bertekad akan mendampingi Irwan selamanya.Ribuan tahun kemudian kalau bisa.He..he..emang vampire.Bisa hidup lama gitu he..he...

%¥% I'LL LOVE YOU FOR A THOUSAND MORE~aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi...%₩% TIME STANDS STILL~Waktu berhenti berputar....( ELVI POV )
Akhirnya kesampaian juga niatku mengucapkan terima kasih pada penyelamat putraku.Aku dan Reza mengunjungi pria itu di RS sebelum keberangkatan kami ke Inggris.Ya,hal baik terus datang sejak Reza melepas Evi dari hidupnya.Ada tawaran konser bersama di Inggris.Kami akan prepare selama sebulan untuk itu.Ini adalah impian Reza bisa konser di gedung teater termegah di Inggris.
Wah luar biasa.Dulu semua pintu seakan tertutup bagi Reza.Namun kini semua pintu seakan dibuka bagi putraku.Karirnya melesat.Tawaran job dikafe2 juga berdatangan.Sampai bingung Reza menentukan pilihan.Mungkin inilah namanya
berilah maka kamu akan diberi.Saat kita memberikan apa yang menjadi hak orang
maka Tuhan memperhatikan hak kita.
Kubawa seikat bunga untuk pria itu.Ia memang orang yang baik dan tulus terpancar jelas semuanya dari wajahnya yang bersahaja.Aku melihat wanita yang disisinya.
Itukah Evi? %~% BEAUTY IN ALL SHE IS~segala tentangnya begitu indah.... Dia cantik dan eksotis.Sikapnya manis dan lembut.Apalagi bila menyangkut pria
bernama Irwan.Jelas sekali matanya penuh cinta pada pria yang sedang dalam masa penyembuhan itu.Dia mengenalku,"You are.. ...the lady..." Aku mengangguk dan menyerahkan bunga yang kupegang padanya,ia sungguh
wanita yang sangat mempesona.Pantas Reza sampai broken heart banget.Lha Evi-nya cantik begini.

%`% I WILL BE BRAVE ~ Aku akan berani....( REZA POV )
Menjelang keberangkatan kami ke Inggris aku menemani Mama mengunjungi Irwan
di RS.Mama ingin berterima kasih atas penyelamatan yang dilakukan Irwan.
Jujur aku sebenarnya tak ingin menemui Evi lagi.Hatiku masih sakit bila melihat ia menatap Irwan.Sakitnya tuh disini di dalam hatiku...sakitnya disini...weleh...
Mama memeluk Irwan seakan memeluk putranya sendiri sambil mengucap terima
kasih berkali2. Evi sampai terharu melihatnya,aku menahan derai hujan di hatiku kala Evi
bersandar pada Irwan.Aku harus kuat.Kataku berkali2 dalam hati tapi.Mama nampak akrab dengan Irwan.Memang Irwan itu menawan setiap wanita.He..he..walau aku tahu di hatinya hanya ada satu nama yaitu Evi.
Akhirnya kamipun pamitan,"Kami akan ke Inggris.Ada tawaran konser di sana.
Masih lama sih.Nunggu kondisi kondusif he .he..Titip Evi ya Wan.Yang rukun ya.
Bye..."

%¤% I WILL NOT LET ANYTHING TAKE AWAY~Takkan kubiarkan segalanya
berlalu begitu saja....%♡% WHAT'S STANDING IN FRONT OF ME~apa yang menghalangi di depanku..( IRWAN POV )
Kaget juga dikunjungi Reza dan Mamanya.Sempat hatiku berdesir bagaimana jika Reza memakai Mamanya untuk membujuk Evi agar ikut dengannya.Hatiku jadi gundah.
Namun Evi yang seperti tahu keresahanku segera menyandarkan dirinya padaku.Menunjukkan gestur kalau ia akan selalu bersamaku.Hatiku tenang kembali.
%♥% EVERY BREATH ~tiap tarikan nafas (EVI POV )
Mendengar cara Irwan menarik nafas dengan berat aku tahu dia sedang
gelisah.Ada yang meresahkan hatinya.Aku memang belum menjadi isterinya secara penuh namun jiwa kami sudah terikat begiti kuat.Aku ingin menentramkan hatinya.Akupun menyandarkan diriku padanya.Menunjukkan kalau aku menyerahkan diriku padanya.Hanya padanya.
%_% EVERY HOUR HAS COME TO THIS~ tiap jam telah sampai di sini... Kini aku adalah Nyonya Irwan Krisdiyanto.Isteri dari seorang pengacara.Takkan kubiarkan hati suamiku hancur lagi.Aku akan membalut hati itu dengan cintaku.Akan kujagai dengan doa dan kesetiaan.Hari2 bahagiaku akan segera tiba.Dokter memperbolehkan Irwan pulang.Kamipun kembali ke hotel.Tak sangka kami akhirnya bisa keluar dari RS.Dokter saja heran dengan kemajuan Irwan.Itulah kalau cinta sudah dilibatkan.
%\% ONE STEP CLOSER~Selangkah lebih dekat.... Malam itu aku tidur di samping Irwan.Walau kami hanya tidur satu ranjang aja.
Ga ngapa2in.Aku tak mau Irwan sakit.Jadi aku akan memberikan hak dia nanti saja.
Di Turki.Bisa berada dalam pelukannya saja aku sudah berbunga2.Merasakan hangat tubuhnya di sisiku.Apalah2...

%|% AND ALL ALONG I BELIEVED I WOULD FIND YOU~dan selama itu
aku yakin aku akan temukan dirimu...( IRWAN POV )
Aku bilang Mama kalau akan ke Turki.Tujuanku adalah menebus kembali cincin pernikahanku.Aku yakin cincinnya masih aman.Aku senang sekali malam ini
karena Evi memintaku tidur di ranjang bersamanya.Walau kami hanya bisa saling memeluk namun bagiku itu sudah luar biasa.
%¡% TIME HAS BROUGHT YOUR HEART TO ME~Waktu telah membawa hatimu padaku... Rasanya ingin menangis bila mengenang masa2 dulu,bagaimana Evi menikah
denganku dengan wajah tanpa ekspresi bahagia.Bagaimana ia mengabaikan kehadiranku.Dan yang paling menyakitkan saat ia menolak ku sentuh di malam
pertama kami.Semua masih teringat segar di ingatanku.Itu pula kenapa aku tak menyentuhnya malam ini.Aku ingin ia melakukan dengan hatinya.Dengan cintanya.
Sejak lama aku ingin sekali ke Dubai.Aku ingin melihat kota yang katanya sangat
megah itu.Aku sudah siapkan semua dana buat itu.Besok kami akan mengurus tiket ke Turki.Malam ini aku hanya ingin menikmati indahnya malam sambil memeluk Evi.
Selamat malam semuanya. %¿% I HAVE LOVED YOU FOR A THOUSAND YEARS I'll love you for a thousand more
Selangkah lebih dekat kini Irvi,Dubai akan menjadi saksi cinta mereka bersemi.Wah gimana bulan madu mereka nanti di Dubai?***see you next eps***
Eps 22 A3 CERBUNG V >>♥♡<< HARUSKAH BERAKHIR
>>♡ HARUSKAH BERAKHIR>>♥ CERBUNG V EPS 22 A3 >>♡ Will I Do It ?>>♥ Akankah Aku Melakukannya?
♡<< About The Song...A3 ♥<< DEMI CINTAKU PADAMU...( IRWAN POV )
Malam terakhir di hotel di Paris.Udara begitu dingin.Namun hatiku hangat karena Evi disisiku.Ia berbaring satu ranjang denganku.Awalnya aku mau tidur di sofa seperti
biasanya namun baru mau duduk di sofa,ia menahan lenganku dan menggeleng sayu.Aku heran juga,"Kenapa Vi ?"
Ia malah memelukku,aku makin bertanya2.Masak mau duduk aja dah bikin baper?
Wah wanita memang susah dinyana. Aku dengar ia malah tersedu2 di dadaku,"Maafkan aku ya Wan?Maafkan aku selalu menyusahkanmu selama ini..." Waduh kok malah hujan lokal?Aku membelai punggungnya dan menatap wajahnya,"Hey...maaf buat apa?Baru juga sampai di hotel belum ngapa2 juga.
Kok udah minta maaf sih?Kamu jadi lebih sensitif ya sekarang?Kenapa?Mmmh..
ada apa?" Evi malah melirik ke tempat tidurnya,"Aku mau cerita kalau di sana." Aku memandang ke arah ranjangnya,"Kamu capek ya?Baiklah." Aku mengikuti langkahnya.Gimana ga ikut lha tanganku digenggamnya dengan erat.Kayaknya agak maksa nih isteriku.Gpp.Ikuti aja.
♡<< KEMANAPUN KAU KAN KU BAWA WALAUPUN HARUS KUTELAN LAUTAN BARA...(EVI POV )
Aku merasa bersalah banget kala masuk ke kamar hotel dan suamiku langsung
menuju sofa tempat ia biasa tidur.Ga tahu kenapa tapi di hati nyesek banget rasanya.Kasihan dia selama ini kayak satpam aja didekatku.Tidur di sofa.
Pegal2 pastinya.Belum kedinginan dan ga nyaman.Apalagi dengan kondisinya
yang habis ketembak.Aduh...punggungnya pasti masih agak gimana gitu buat tidur di sofa.Aku cegah dia,kupegang lengannya.Namun tatapan penuh tanyanya tak bisa kujawab dengan kata2.
Tapi dengan pelukan.Aku ga tahan lagi.Betapa aku ingin menyayanginya.
Betapa aku ingin mencintainya.Memberikan semua yang terbaik baginya.
Pria yang hampir saja kehilangan nyawa karena aku ini,kupeluk dia dalam dekapku.Tuhan,aku mencintainya...sangat mencintainya.Berilah aku kesempatan memperbaiki semuanya.Berilah aku kesempatan memulai lagi dari awal.
Aku minta maaf pada suamiku.Pada Irwanku.Sambil mendengarkan degup
jantungnya aku ucapkan penyesalanku.Namun Irwan tetaplah pribadi yang mulia dan tidak pendendam.Ia malah keheranan dan kebingungan.Dasar Irwan culun amat sih jadi orang.Baik banget hatinya.Aku lalu merajuk dan bilang kalau aku hanya mau curhat
kalau di tempat tidur aku.eh..tempat tidur kami.Aku tarik tangan Irwan agar mengikutiku.Kalau ga gitu ga ngeh sih dia.Pasti ia masih trauma karena pernah
kutolak dulu.Karmaku.Namun aku bertekad akan menebus semuanya.Aku janji akan memberikan apa yang menjadi haknya.Dengan heran,Irwan mengikuti ke tempat tidur.Sampai di sana,kami berpandangan.Salting.Weleh...

<♡> DEMI CINTAKU PADAMU KE GURUN KU IKUT DENGANMU....( IRWAN POV )
Bingung juga aku begitu berdiri di sisi tempat tidur yang biasa dipakai Evi.
Mau bilang apa ya?Aku akhirnya hanya bisa tersenyum padanya.Pada Eviku.Pada isteriku.Ya isteriku.Jujur aku masih trauma dengan malam pertama kami dulu.Rasanya aku tuh jijiki banget deh.Padahal banyak yang bilang aku ini ganteng.Kulit juga bersih.Sering mandi juga.Muka juga ga jerawatan.Aneh deh tapi nyata aku didorong sama Evi waktu itu.
Aku padahal cuma mau membelai wajahnya.Gimana kalau mau mencium dia ya?
Apalagi kalau lebih dari itu?Wuihh...bisa2 aku ditendang sama dia.Aku malah bayangin film kungfu.Haiyaa....ciaaaat!!Weleh...
<♥>BIARPUN HARUS BERKORBAN JIWA DAN RAGA...
Aku melihat Evi malah naik ke ranjang.Ia malah duduk di sisi yang biasanya ga
ia pakai.Aku masih diam terpaku.
Ia meraih tanganku,"Ayo naik!Masak malah mematung begitu.Gimana mau nyaman cerita kalau kamu kayak Patung Pancoran begitu?"
Kayak patung pancoran?Aku?Ganteng2 gini kayak patung katanya?Wah kayaknya belum tahu dia.Belum tahu apa Wan?Ya...belum tahu betapa menawannya seorang Irwan.He..he..pede.
Aku memandangnya,"Kamu yakin gpp aku naik ke ranjang?" Julit banget aku pakai nanya.Jelas2 dia narik tangan aku.Masih gaya sok jual mahal.
Evi mengangguk.Mantap banget.Akupun duduk di tepi ranjang.Melepas sepatu dulu.
Tapi baru duduk hendak meraih sepatuku,tangan Evi menyentuh pundakku,"Biar aku."
Aku menoleh padanya,astaga ia berada dekat sekali denganku.Sedikit lagi bibirku menyentuh pipinya.Wah aku deg2an.Evi juga sempat merona wajahnya namun ia segera turun dan menuju kamar mandi,"Tunggu bentar ya!" Mau apa ya Evi?Kok malah ke kamar mandi?Ah nurut aja.Bukankah dibawah
perintah adalah jalan yang paling aman?

>♥< BULAN MADU DI AWAN BIRU...(EVI POV )
Aku merasakan nafas Irwan dipipiku saat ia spontan menoleh karena kusentuh pundaknya.Astaga hatiku berdebar ga karuan.Sedikit lagi bibirnya akan mendarat di pipiku.Aku merona dibuatnya.Namun aku ga mau ia lama menanti jadi aku segera menuju ke kamar mandi.Aku mencuci kakiku dan tanganku lalu mengambil baskom kuisi dengan air hangat.Ku ambil juga handuk kecil.
Aku mau melakukan pembasuhan kaki.Tanda bahwa aku mau memulai sesuatu dari awal.Tanda bahwa aku ingin melayani dia,merawat dia,tanda aku minta maaf juga.
Aku bawa baskom dan handuk ke dekat kakinya.Aku bersimpuh di kakinya,Irwan
duduk di tepi ranjang dengan keheranan. Ia menahan tanganku yang hendak melepas kaos kakinya,"Aku saja Vi.Kamu ga usah
duduk di bawah gitu." Namun aku malah pasang wajah manyun padanya,"Kamu ga mau aku sentuh ya?" Wah makdeg dia,langsung dia meraih wajahku,"Vi,aku ga pernah memandang hina siapapun apalagi kamu.Kamu itu sangat berharga di mata aku Vi.Terserah orang mau bilang apa tentang kamu.Mau memandang rendah kayak apapun itu mereka.Tapi aku ga Vi.Bagi aku kamu tetap wanita yang ..." Aku memandang Irwan penuh harap.Berharap ia mengatakan apa yang ingin kudengar.Bahwa ia ...mencintaiku.Mumpung ga ada orang lain.
>♡< TIADA YANG MENGGANGGU... ( IRWAN POV ) Evi menanti lanjutan kata2ku,"Yang apa?"
Aku memandang wajah cantiknya,mataku berkaca2 mengatakan isi hatiku
yang paling dalam,"Yang kucintai...sepenuh hatiku Vi...sudah lama aku memendam rasa ini.Aku mencintaimu Vi."
Evi membelai pipiku menatap kedua mataku penuh haru dan bahagia,"Aku juga sama.Aku sudah memendam rasa sejak lama.Sejak kau membuka mataku tentang apa itu cinta.Cinta itu memberi.Memberi perlindungan bagi nama baik pasangannya,memberi perhatian baik dengan kesabaran ataupun kesetiaan.Cinta itu mengutamakan kebahagiaan pasangannya lebih dulu.Menjaga perasaan pasangannya lebih dulu.Cinta itu tidak melakukan hal yang tidak sopan.Ia menjaga dari segala aspek.Cinta itu tidak mempermalukan pasangannya.
Kau tidak mengusirku dari rumahmu meski kau berhak untuk itu.Kau juga tidak
langsung menceraikanku kala tahu soal Reza.Kau menahan emosimu dan malah
memilih membawaku ke Turki.Wan,kau membuatku mengerti makna dari cinta.
Cintamu tidak egois.Kau tak mendengar apa kata orang,kau lebih memikirkan
perasaanku kebahagiaanku.Wan,terima kasih...telah menaruh harga dirimu sebagai taruhan demi kebahagiaanku.Wan,terima kasih telah begitu sabar terhadapku...
Aku ini pasti membuatmu kesal bukan?Aku mengabaikanmu,menolakmu,tidak
memberikan apa yang menjadi hakmu..aku ini wanita yang ga pantas dicintai Wan...aku tak berharga Wan..."
Sambil menangis Evi mengatakan semua itu.Lalu ia melepas kaos kakiku dan
membasuh kakiku dengan air hangat.Dibersihkannya sambil masih menangis.Aku malah jadi menangis juga.Usai ia menyeka kakiku dengan handuk,aku meraihnya dalam pelukanku.
Aku berkata padanya ditelinganya,"Kau berharga di mataku Vi.Biar orang memandang hina tapi aku memandangmu dengan cinta.Aku melihatmu bukan dari masa lalumu.Tapi dari masa depanmu bersamaku.Ya kau adalah masa depanku Vi.Impianku.Cinta di dalam hidupku.Kau takkan menolak aku lagi kan Vi?"
Evi memandangku dan mengusap air mataku,"Tidak akan Wan.Tidak akan." Aku kembali memeluknya.Aku benar2 bahagia mendengarnya.Rasanya seperti
melihat pelangi setelah hujan.Lama kami berpelukan.Bahasa air mata mewakili bahasa cinta kami.

°♡° HANYA KITA BERDUA....( EVI POV ) Bahagianya aku dipeluk Irwan.Erat lagi.Sejak aku menyadari bahwa aku
mencintai Irwan,aku merasa selalu ingin tersenyum.Jadi ceria gitu kalau deket dia.Akhirnya Irwan ingat kalau aku mau curhat awalnya,"Apa ini penyebab kau memelukku tadi dekat sofa?"
Aku mengangguk malu,Irwan mengusap rambutku sambil tersenyum manis,"Kalau
begitu malam ini aku boleh tidur di sini?" Aku berdiri dan membantu Irwan berbaring,"Bukan hanya malam ini.Tapi juga
malam2 selanjutnya.Selamanya." Usai membantu Irwan berbaring aku juga naik ke ranjang bersamanya.Irwan segera meraihku dalam rengkuhannya.Aku bersandar padanya.Hangatnya dia.Tangannya memeluk pinggangku.Kepalanya menempel di leherku.Aku melayang.Rasanya seperti di atas awan.
°♥° NYANYIKAN LAGU CINTA...( IRWAN POV )
Bila digambarkan dengan lagu maka perasaan yang kurasakan saat ini bisa digambarkan dengan lagu yang sangat kusuka.Lagunya Amy Search.
<♡♥>WALAU SERIBU DUKA KITA TAKKAN TERPISAH...
Aku memang telah mendapatkan hati Evi.Namun aku takkan gegabah,aku bisa meminta hakku malam ini juga namun aku tak mau suasana syahdu malam ini
rusak karena Evi belum siap.Biarlah semua indah pada waktunya.Aku hanya ingin merasakan atmosfir cinta dan energinya yang begitu dahsyat.Evi menggenggam jemariku.Jemari kami bertaut.Jiwa kami berpadu.Hati kami menyatu.Kami takkan terpisahkan kini.

♡||♥ANDAI DIPISAH LAUT DAN PANTAI...( EVI POV )
Walau semalam Irwan tak meminta haknya namun aku akan selalu siap memberikannya kapanpun ia inginkan.Aku menyukai kelembutannya.Kesabarannya.Sekarang kami di bandara,siap menuju Turki.Negeri 1001 malam.Negeri dongeng.Irwan ingin menebus kembali cincin pernikahan kami.Baginya cincin itu sangat dalam maknanya.Sebuah lingkaran yang tak terputus.Itulah cincin.Diharapkan demikian juga pernikahanku.Takkan pernah ada perpisahan.Takkan pernah goyah.
♡¤♥ TAK AKAN GOYAH GELORA CINTA...
Irwan sibuk mengurusi administrasi penerbangan.Aku dengan setia berada di sisinya.Wajah kami berbinar bahagia.Meski suasana Paris masih siaga namun hati kami bagaikan bukit berbunga.Irwan tersenyum padaku dan berkata tanpa suara padaku,"I love you."
Aku membalasnya dengan cara sama,"I love you too."
Petugas bandara sampai senyum2 melihat kami.Aku jadi tersipu deh.
♡_♥ANDAI DIPISAH API DAN BARA...( IRWAN POV ) Semalam aku tidur sambil mendekap Evi.Indahnya kala bangun dan mendapati ia
tengah memandangku.Aku cium pipinya.Dan kembali mendekapnya erat,"Aku bahagia."
Evi juga menjawab,"Iya...aku juga."
Pagi itu kami malas turun dari ranjang.Seneng aja meluk Evi.Menciumi lehernya,
rambutnya juga pipinya.Dia harum sekali.Padahal belum mandi lho.Aku hendak mencium bibirnya tapi dia kabur.Malu katanya.Aku tak merasa tertolak karena aku tahu dia mencintaiku kini.Ia adalah milikku.Ia sudah berjanji takkan menolakku lagi.
Aku hanya tersenyum dan berbisik di telinganya,"Di Turki aku akan menagihnya di sana.Bersiaplah." Evi malu2 menatapku,lalu lari ke kamar mandi.Aku tertawa melihatnya.
Matahari bersinar dengan indahnya.Hari ini aku akan mengurus perjalanan kami ke Turki.Sudah tak sabar aku melingkarkan cincin pernikahan kami di jari Evi.
Tanda bahwa dia milikku.Isteriku.Hanya milikku. {♡♥}TAK AKAN PUDAR SINARAN CINTA...
Aku sudah mencari info tentang Turki.Disana ada sebuah jembatan yang sangat terkenal.Jembatan bertingkat dua.Terletak di Istanbul.Juga soal hotelnya yang unik.
Evi pasti terkejut nanti.Disanalah aku ingin menikmati malam pertamaku yang tertunda.Juga wisata kulinernya yang sangat menggoda selera.Aku ingin menyuapi
Evi di sana.Banyak hal yang ingin kulakukan bersama Evi disana.Namun yang paling kunanti adalah malam pertamaku.Akankah aku akan melakukannya di hari pertama
tiba di sana?Turki,here we come.
Wah yang mau ke Turki ,ajak2 dong.Ga dinh ntar ganggu lagi.Met honey moon ya
Irwan-Evi.Yang rukun dan lengket selalu.Salam dari Indonesia.***see you next eps***
Eps 23 Cerbung V HARUSKAH BERAKHIR
¡¡¡¡ HARUSKAH BERAKHIR CERBUNG V EPS 23 D1 ¡¡¡¡¡¡¡¡ Malam Ketaatan
@* BIAR CINTA TERHALANG GUNUNG DAN SAMUDERA....( Evi pov ) Akhirnya kami naik pesawat juga menuju Turki.Aku duduk sebelah Irwan dong.Kali ini meski aku tetep duduk dekat jendela tapi suasananya beda.Dulu aku cuek dan dingin sama Irwan.Kalau kali ini aku bahkan ga malu sandaran di bahunya Irwan.Aku ga kayak dulu merhatiin awan dan pemandangan langit.Aku lebih tertarik melihat wajah tampan suamiku.Dia gemesin banget.Pipinya tembem tapi bisa dekik kalau senyum.He..he...Sambil memegang jemari Irwan aku merhatiin dia yang lagi baca brosur soal Dubai.
Irwan apa ga sadar ya aku merhatiin dia?Biar aja mau sibuk kayak apa kan aku
genggam jemari dia.Ga akan kulepas.Ga akan! Irwan menunjukkan brosur hotel padaku,"Vi,kamu mau hotel model Titanic apa yang model gua buat kita nginep di Dubai nanti?" Aku malah asyik menikmati bau khas suamiku,'Mmm...wanginya khas banget.Pasti banyak ya yang pingin jadi isterinya dia.Dia ganteng gini...Aku harus jaga baik2 ga boleh sampai disamber wewe gombel.Ihhh...aku akan jaga suamiku ini dengan doa puasa kalau perlu.Yah...aku akan berpuasa setidaknya pas tanggal ultah dia.Gimana kalau ada yang main pelet dan black magic?Wah ga..ga..setiap minggu aku akan puasa sehari buat dia.
Biar dia selalu selamat dalam perjalanan,sukses dalam perjuangannya,sehat dalam jasmaninya,tenteram dalam jiwanya.Dan selalu ingat pada Yang Kuasa.Bener...gitu aja.Juga biar cinta kami makin lama bukan makin mengikis justru makin romantis.Wah pasti itu akan menjadi perisai dan pagar pelindung buat dia.Biar ga jatuh kala godaan datang,kala badai menerpa,kala musim berganti,dan kala semua tak seindah harapan.Aku akan membentenginya dengan doa dan puasa.Menyerahkan dia dalam perlindungan terkuat Tuhan sendiri.Wah ide bagus Vi!!Keren!!'
Irwan menoleh padaku,astaga bibirnya mendarat di keningku.Ia mengecup keningku,"Ditanya kok diam saja Vi?Mikirin apa sih isteriku ini?Hmmm...." Aku jadi salting,tapi juga hepi karena dapat kecupan dari suami tercinta. Aku melihat ke brosur yang ia pegang,"Maaf disoriented.Soale aku lagi mikirin pria
yang sangat kucintai." Irwan tersenyum,"Siapa pria beruntung itu ?Kenalin dong." Aku meliriknya,dia godain aku ya?Kan dia orang yang aku maksud.Dasar pengacara julit!Aku memintanya mendekat,"Sini kubisikin."
Irwanpun menurut,"Kenapa harus bisik2 sih Vi?Emang dia anggota sindikat berbahaya ya?"
Wah makin bikin gemes deh nih pak pengacara,"Soale dia itu pencuri paling dicari abad ini."
Irwan mengernyitkan dahi,"Pencuri?Waduh!Kamu suka sama type pria begitu sih Vi?Dia kriminil dong.Bisa terjerat KUHP lho..." Aku tuh rasanya pingin nyubit pipi tembemnya itu,"Tenang saja dia sudah aku masukkan ke dalam penjara kok."
Wah Irwan makin kepo,"Penjara?Wah jadi tahanan dong.Emang dia nyuri apa sih
Vi?" Aku malah meraih tangan Irwan dan mengecupnya,"Mencuri hatiku.He..he...makanya sekarang tangannya terikat rantai cintaku dan kupenjara dia dalam mahligai hatiku."
Irwan tersenyum dan menatapku mesra,"Vonis berapa tahun penjara Vi?" Aku berpikir,"Seumur hidup.Eh selamanya...pokoknya ga ada jaminan buat dia,ga
ada grasi buat dia bisa bebas dari aku.Ga ada keputusan hakim yang bisa membuat
dia keluar dari sana.No way!!" Kami saling menatap,aku tersipu deh.Mata Irwan tulus banget menatapku,"Terus
siapa nama pria kriminil itu?Aku kenal diakah?" Irwan masih menggodaku,awas dia!

R*AKU TETAP MEMEGANG JANJIKU PADAMU...(Irwan Pov ) Masih berpegangan tangan,kami saling pandang dalam pesawat.Indahnya dunia kini kurasakan kala melihat cinta buatku di mata Evi.Ya ,ada cinta disana buat aku.Hatiku tuh kayak melayang rasanya.Bahagia banget.Terima kasih Tuhan.Jika bukan karena petunjuk-Mu aku takkan bahagia begini.Aku ingat betapa hatiku hancur kala mengetahui Evi
mencintai pria lain.Rasanya seperti ditusuk ribuan pedang.Aku pun menuju ruang kerjaku.Kukunci pintu dan kuserakkan semua buku2 dan dokumen yang ada di atas mejaku.Sia2 ...semua sia2...itulah kata2 yang terua kuucapkan kala itu.Aku ini pria.
Walau aku terkenal pendiam namun aku juga punya hasrat cinta juga harga diri.
Kenapa?Kenapa ga dari awal aku tahu?Coba aku tahu sebelum janji suci pernikahan
kami ikrarkan.Pasti aku akan lebih mudah membatalkan semuanya sehingga ga
seperti ini.Rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke dinding biar hilang semua memory aku.Memory betapa aku sangat mencintai Evi.Aku akhirnya tertunduk lesu memandangi buku2 yang berserakan di lantai.Aku bersimpuh dan berdoa pada
Tuhan,"Tuhan,apa yang harus kulakukan?Apakah Kau mau aku menceraikan Evi?Atau Kau mau aku meneruskan pernikahan tanpa landasan cinta ini?Berilah aku petunjuk-Mu ya Tuhan.Aku seorang pengacara mudah bagiku mengurus perceraian kami.Namun aku mencintainya Tuhan.Sungguh mencintainya.Namun jika aku meneruskan pernikahan ini maka betapa rapuhnya kehidupan rumah tangga kami kelak.Aku tak mau menyiksa dia ya Tuhan.Dia berhak bahagia.Bukan salahnya jatuh cinta pada siapa,salahku yang tak beruntung mendapatkan hatinya.Berilah aku petunjuk ya Allah...Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kupilih..."
I* BIAR JURANG YANG TERJAL ADA DI DEPANKU....
Kala itu aku tak melihat jalan keluar bagi masalahku.Aku melihat jurang yang
terjal.Aku mendamba isteri yang akan membuatku bahagia dengan kasih sayangnya dengan perhatiannya.Namun aku mendapatkan wanita yang memang kucinta namun dia tidak begitu padaku.Ia mencintai pria lain.Pria itu bukan aku.Aku masih bersimpuh.Entah sudah berapa lama aku bersimpuh di lantai.Aku ga mau keluar makan.Aku terus menanti apa jawab Tuhan atas pertanyaanku.Akhirnya aku mendapat jawaban.Angin dari jendela
menerbangkan selembar kertas ke arahku.Aku sempat bingung juga soalnya itu kertas perjanjian antara aku dan klienku.Aku memegang kertas itu,apa maksudnya ini?Apa yang ingin Kau katakan Tuhan?
€* TAKKAN GOYAH SUMPAHKU KEPADA DIRIMU.... Tuhan menjawab dengan suara dalam hatiku,"Apa yang paling berharga dalam pengadilan?" Aku spontan menjawab,"Sumpah." Aku lalu mendengar Dia berkata,"Jika sumpah dilanggar layakkah seorang saksi
berada di pengadilan?" Aku menjawab,"Tidak." Tuhan lalu berkata lagi,"Seperti itu juga dimata-Ku,hanya orang yang memegang sumpahnya yang layak berdiri di hadapan-Ku.Pegang sumpahmu meskipun kau rugi."
Aku segera mengerti maksud Tuhan dengan sumpah.Sumpah pernikahanku.Bahwa aku bersumpah akan membahagiakan Evi selama hidupku.Aku terngiang kata2 terakhir Tuhan,"Peganglah sumpahmu meski kau rugi."
Aku merasakan ketentraman dan kedamaian kala aku memutuskan akan memenuhi sumpahku pada Evi.Aku memutuskan akan membawa Evi pada kebahagiaannya.
Usai memastikan dia bahagia baru aku akan mengurus perceraian kami.Air mataku menggenang dipelupuk mataku kala mengenang semua itu.Evi melihatnya dan meraihku dalam pelukannya,"Pria itu adalah pria yang saat ini kupeluk.Pria yang sangat kucintai.Namanya adalah Irwan Krisdiyanto.Aku mencintainya." Aku memejamkan mataku dan berkata dalam hatiku,'Terima kasih Tuhan,petunjuk-Mu membawaku pada cinta isteriku.Kini bukan hanya pernikahan kami tetap utuh namun aku meraih hatinya.Cintaku berbalas.Terima kasih sudah menaruh benih cinta di hati isteriku.Terima kasih Tuhan.'

$* KITA BAGAI KUMBANG DAN BUNGA HATIKU PASTI HATIMU JUA....(Evi pov)
Aku berhenti menggoda suamiku kala kulihat air mata di matanya yang teduh,
aku meraihnya dalam pelukanku.Aku tak mau menyakitinya lagi.Menyakitinya berarti menyakitiku juga.Hati kami satu kini.Apa yang membuat dia pedih akan membuatku juga sedih.Aku dan Irwan kini satu hati.Wah kayak iklan Honda nih.One heart....
$* NAMUN MENGAPA ADA SAJA YANG BENCI TULUS CINTA KITA.... Aku mengusap punggung suamiku.Terkenang aku akan tembakan di punggungnya.
Betapa aku hampir kehilangan dia.Kini air mata yang menetes di pipiku.Tuhan,aku mencintainya.Sangat mencintai pria yang Kau pilih untuk menjadi suamiku ini.Rasa cinta ini begitu dalamnya hingga aku begitu susah bernafas tanpa dia disisiku.Tuhan,jagalah kami.Jaga jodoh kami.Biarlah semua ada dalam perlindungan-Mu.Terima kasih buat cinta ini.Kami berpelukan hingga ada pemberitahuan bahwa kami akan segera tiba di bandara Turki.
T* JANGAN PISAHKAN AKU DAN DIA.... Irwan melepas pelukannya dan mengusap air mata di pipiku,"Kau juga menangis?" Aku hanya mengangguk.Ia membelai kepalaku,"Aku mencintaimu." Aku memandangnya penuh haru,"Aku juga.Aku juga Irwan." Kami saling melempar senyum.Aku lalu menyandarkan kepalaku di bahunya.Tanganku dan tangannya menyatu.Dubai jangan pisahkan kami ya....

@* TUHAN TOLONGLAH KUCINTA DIA... ( Irwan pov ) Akhirnya kaki kami menginjak kembali bandara Turki.Aku menghirup udara negeri
1001 malam itu.Hmmm...armosfir cinta.Evi menanti aku selesai mengurus bagasi,ia
menanti dengan senyum di wajahnya.Beda banget dengan pertama kami tiba disini.Aku melihat betapa maha kuasanya Tuhan.Sanggup mengubahkan apa yang tidak ada menjadi ada.Cinta yang dulu tak ada di hati Evi buat aku kini melimpah tertuju padaku.Betapa Tuhan sanggup mengubahkan kutuk menjadi berkat.Apa yang buruk dalam pandanganku kini menjadi indah.Masa depan yang dulu kupikir suram kini menjadi indah.Penuh harapan.Semua karena aku yakin bahwa Ia akan menjaga langkahku kala aku
berjalan seturut petunjuk-Nya.Ia akan menyediakan apa yang kubutuhkan bahkan
melebihi apa yang timbul dalam hatiku.Siapa sangka perjalananku memberikan kebahagiaan pada Evi akan berujung begini?Aku saja heran dibuatnya.Semua karena campur tangan Tuhan.Hanya Dia yang sanggup mengubah hati seseorang. R*BIARKAN KAMI TETAP BERSAMA DI DALAM SUKA DAN DUKA....
Kami menuju hotel yang dulu kami singgahi,kamar 100 itu lagi.Kali ini Evi
yang tertegun dan tersenyum kala melihat angka 100 di depan pintu kamar kami.Aku lihat ia meraba kalung mutiaranya.Matanya juga berkaca2.Wah kenapa dia?Aku mendekatinya,"Kau kenapa?"
Eh...ia malah menghambur ke dalam pelukanku.Wah aku kaget juga.Tapi aku
memeluknya dengan erat.Biarlah ia puas memelukku kapan saja.Walau tak ada kata namun aku tahu Evi tengah mengenang kembali semuanya.Tuhan sedang mengerjakan hatinya.Membajaknya hingga gembur untuk benih cintaku.Tuhan,Kau memang Pencipta Segalanya.Aku tak takut dengan masa depan lagi,karena aku yakin Kau kan menjaga langkah kami.Baik didalam suka maupun di dalam duka.
Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu.Dari cintaku pada Evi.Turki,
we have come back!
Kok jadi flash back ya..Gpp deh...malam pertamanya kapan?Ada deh...ditunggu aja.Sebuah lagu sudah saya siapkan.Alurnya lambat gpp ya....biar dapat feel bahagianya.Oke ...saya mau sarapan sate dulu.***see you next eps***
Eps 24 CERBUNG V HARUSKAH BERAKHIR
¤ HARUSKAH BERAKHIR CERBUNG V ¤ EPS 24 D2 ¤ Penantian Yang Membawa Kemenangan
¤¤ ¤¤ DATANGLAH NYATAKANLAH CINTAMU...( IRWAN POV ) Tiba di hotel kami makan dulu.Kasihan bila Evi sampai ga terpelihara kesehatannya.Kali ini Evi mau makan di dalam kamar capek katanya.Yang bikin aku heran adalah Evi yang sibuk pesan room service,"Sayang,kamu mau makan apa?"
Wah makdeg aku dipanggil begitu.Aku sampai bengong saking terpananya. Evi jadi heran,"Waduh kok malah disoriented...Wan,Irwan...pak pengacara...hello any body home?"
Karena aku masih bengong juga,Evi mendekatiku.Dipandanginya aku.Lalu dikecupnya pipiku.Baru aku sadar kembali.Weleh ..modus.
¤¤ KATAKAN BAHWA KAU MENGINGINKAN DIRIKU....
Evi tersenyum padaku,"Bilang aja mau dikecup.Ga usah pakai gaya disoriented,Suamiku sayang..." Aku meraih pinggangnya,"Minta kecup..." Evi menggelengkan kepalanya,"Nay...nay...bilang dulu mau makan apa?Ada lobster,ada kebab,ada ...."
Aku menyelanya,"Namamu ada di daftar menu ga?"
Evi jadi tersipu malu,dan menyembunyikan wajahnya di leherku.Malu dia.Kena deh.
Pengacara julit dilawan....he..he.. ¤¤ DATANGLAH BAWALAH BUNGA2... Evi malah nanya,"Mau sekarang?" Aku tertawa karena berhasil membuat mukanya merah,"Ha..ha...ada yang ngebet
nih ye..." Evi memukul dadaku,"Kamu yang ngebet...kok jadi aku?" Aku pura2 ngambek,"Jadi kamu ga mau ya?Katanya ga akan menolak.Huhhh!
Ingkar janji!Aku mau keluar aja cari udara segar." Aku melepas pelukanku di pinggangnya lalu melangkah mengambil jaketku.
Evi jadi panik,ia meraih tanganku.Menahan langkahku,"Wan,kamu mau kemana?
Jangan pergi..." Wajahnya yang ceria seketika berubah menjadi sendu bahkan aku dengar isak tangis darinya,'Oh No!'
Aku menariknya dalam pelukanku,benar ia menangis.Waduh...hari pertama di Turki dah bikin nangis.Gimana hari selanjutnya nih?
¤¤ AGAR KAU DAPAT MEMBUATKU TERBANG.... Aku kini yang minta maaf,"Sayang...jangan nangis dong.Aku cuma bercanda.Vi,please don't cry baby.I'm just joking you know?"
Evi masih manyun dan malah memelukku dengan eratnya,aku membelai punggungnya.Menciumi rambutnya. Akhirnya Evi lebih tenang,"Aku ga suka dibecandain begitu.Ga suka." Aku membelai wajahnya,isteriku ini cantik benar apalagi pakai gaun putih begini aduh...kayak merpati.Suci dan murni. Aku mendudukannya di ranjang,lalu aku berlutut di hadapannya,"Maafkan
suamimu ini ya?Kadang dia suka julit,kadang dia suka ngeselin,kadang dia bikin bete,kadang dia ga peka bahkan mungkin dia ga seperti yang kamu harapkan.
Please forgive me...would you?" Evi baru tersenyum dan malah memelukku.Kami berpelukan lagi.Dilantai yang
berkarpet kami saling memaafkan.Hanya anggukan dan pelukan yang menyatakan
bahwa kami sudah ga salah paham lagi.Permintaan maaf ...Accepted.Diterima.Hore!! (Weleh sapa kuwi melu2??Penampakan....kabuur!)

¤¤ AKU DISINI DUDUK MANIS MENANTIMU....( Evi pov ) Usai maaf2an kamipun memesan makanan.Tak lama kemudian pesanan datang.Wah harum baunya bikin lapar.Irwan memberi tip pada petugas hotelnya.Dia gembira sekali,"Thank you Sir!"
Begitu dia pergi,aku menyuapi Irwan,"Ayo makannya harus habis lho...biar makin tembem...he..he..pengacara tembem...lucu.."
Irwan malah memandangku penuh haru,wah dia ganteng banget kalau pas gitu.
Rasanya mau terbang aja.Melayang. Aku melihat ia mengambil sendok di piringku dan balas menyuapiku,"Kamu juga
harus makan.Habis ini kita akan pergi mengambil cincin pernikahan kita.Aku merasa ga afdol menikmati malam pertama tanpa cincin itu di jari kita.Kau setuju kan?"
Aku hanya bisa mengangguk,lha mulutku penuh makanan.Begitulah kami menikmati makan dikamar hotel.Penuh canda tawa.Mesra gitu deh. ¤¤ AKUPUN INGIN MEMBUAT KAU TAK MENYESAL...
Begitu kenyang,kami pun pergi menuju toko perhiasan dimana Irwan menggadaikan cincin pernikahan kami.Aku mengerti kenapa ia ingin segera menebusnya,baginya cincin itu sangat penting.Penuh makna.Ia bahkan dengan gembira memeluk pinggangku sambil berbisik,"Makin cepat cincinnya ditebus.Makin cepat pula malam pertama kita
tiba.Aku sudah ga mau menunda lagi.Aku ingin malam ini juga."
Waduh...wajahku merona bak tomat buah mendengarnya.Aku hanya senyum manja padanya.Namun aku lalu berbisik juga di telinganya,"Aku juga ingin segera..." Kata2 itu membuat Irwan makin mesra memeluk pinggangku kala kami berjalan
menuju pintu exit hotel.Siap menebus cincin. ¤¤ BAHWA KAU TELAH MEMILIH DIRIKU INI... Sebelum sampai ke toko perhiasannya,Irwan membelikanku bunga.Warnanya putih
dan merah.Kayak warna bendera deh.Katanya bunga putih lambang cinta kami yang suci dan direstui Tuhan.Aku membelai dan mencium bunga yang merah,"Kalau merah lambang apa?"
Irwan menjawab,"Gelora asmara." Waduh aku blingsatan dibuatnya.Dasar pak pengacara julit,ada aja caranya bikin aku salting.Untung penjual bunganya ga ngerti bahasa kami.Coba ngerti,wah makin malu aku.
¤¤ YANG AKAN TERUS MEMBUAT HIDUPMU INDAH... Sambil menciumi rangkaian bunga di tanganku,aku melangkah mengikuti suamiku.
Kami sampai di sebuah toko dan kulihat Irwan nampak disambut dengan pelukan
hangat oleh pemiliknya.Akupun diperkenalkan padanya,"This is my wife.Her name is Evi."
Aku menyambut uluran tangan sang pemilik toko,"Evi." Cincinnya masih ada.Irwan lega dan menyerahkan sejumlah uang pada pemilik
tokonya.Dia mendoakan kami agar rukun dan langgeng.Aku mengamininya.Kuharap hari2 kami selanjutnya indah.

¤¤ DATANGLAH NYATAKAN JANJI CINTA...(Irwan pov)
Kami lalu kembali ke hotel.Sampai di hotel sudah agak malam.Aku sudah mengatur sebuah makan malam spesial buat malam ini.Aku minta Evi memakai gaun merahnya
dan aku jas putih faveku.Bunga yang kubelikan buat Evi,ia taruh di dekat tempat tidur.Tak lama makan malam kami tiba.Aku terpana melihat Evi cantik sekali dengan gaun merahnya.Seperti bunga siap dipetik saja.Evi mendekatiku yang melongo,"Wah kayaknya kali ini lebih parah deh disorientednya..."
Aku emang modus biar ia mengecup pipi aku lagi.Namun ia tidak mencium pipiku,ia mencium bibirku.Wow...aku sampai terpana.Ini cincinnya belum dipasangkan ke
jarinya tapi dah dapat kiss.Bejo bintang tujuh... ¤¤ YANG AKAN KAUUCAPKAN ITU YANG TERAKHIR...
Evi malu sekali dan segera duduk di kursi,aku meraba bibirku.Tak dapat berkata2 saking bahagianya.Kami lalu makan sambil saling melempar senyuman.Aku memujinya,"Kau cantik sekali malam ini."
Evi menjawab,"Kau juga ganteng banget dengan jas putihmu." Aku meremas jemarinya.Kami saling memandang penuh cinta.Kami menyelesaikan makan dan kini tibalah moment penyerahan cincinnya.Aku memintanya berdiri dan
mengajaknya berdansa.Lagunya adalah ost sebuah film India,Hum dil de Chuke Sanam.Lagunya ngeslow banget.Aku memeluk Evi dan kudengar ia menyenandungkan lagu itu sambil berkaca2.Kisah kami memang mirip dengan film itu.Sangat mirip malah.
Aku lalu bersimpuh dan menanyakan pada Evi,"Evi maukah kau mencintai pria
sederhana ini?Pengacara julit ini?Pria yang bernama Irwan Krisdiyanto ini selamanya?"
Evi menjawab sambil berurai air mata,"Aku bersedia.Sangat bersedia."
Evi mengambil cincin yang untukku dan memakaikannya di jari manisku,"Aku mencintaimu suamiku,Irwan Krisdiyanto." Aku lalu memakaikan cincin pernikahan kami di jari manisnya,"Evi,aku dan kau kini sah sebagai suami isteri.Apa kau siap menjadi isteriku sepenuhnya?Bukan hanya jiwa tapi juga raga?"
¤¤ DATANGLAH BAWALAH AKU PERGI...
Evi malah tersenyum julit,"Siap...asal...kau bisa menangkapku...he..he.." Ia berlari menuju ranjang,aku segera melepas jasku dan melemparnya ke sofa,"Kamu nantang ya?Oke...awas kalau ketangkap!" Ia malah mengejek,"Ayo,kamu bisa ga menangkap aku...pak pengacara...yang handal...he..he.." Kami berkejaran di dalam kamar,bahkan diatas ranjang juga.Heboh banget.Namun akhirnya ketangkap juga dia. ¤¤ BERSAMA DENGAN SEMUA GELORA ASMARA...
Aku berhasil menangkap tubuh Evi.Kami sama2 terbaring di ranjang.Wajah kami begitu dekat.Nafas kami memburu.Aku sempat ragu namun Evi tiba2 menarik tali pengikat kelambunya.Ia meniadakan keraguanku.Bahkan dialah yang memulainya lebih dulu.Malam pertama kami di Turki.Malam penuh gelora asmara.Malam itu kami menyatu.Bukan lagi dua tapi satu.♥SENSOR YA....♡
¤¤¤ HIDUPMU INDAH...( EVI POV ) Malam pertamaku hampir saja gagal kala kulihat keraguan di wajah suamiku,kuraih ia dalam pelukanku.Kubenamkan wajahnya di leherku.Lalu aku tarik tali pengikat kelambu
tempat tidur kami.Aku ingin membahagiakan dia malam ini juga malam2 selanjutnya.Aku ingin memberikan haknya.Ia mengerti dan menciumi leherku.
Aku terlena dalam sentuhannya.Tuhan,terima kasih buat suami sebaik dia telah Kaupilihkan untukku.Terima kasih.Malam itu aku menjadi milik Irwan sepenuhnya.
Bukan hanya hatiku.Bukan hanya pikiranku.Bukan hanya jiwaku.Tapi juga tubuhku.Aku sekarang sepenuhnya Nyonya Irwan Krisdiyanto.Aku bahagia dalam pelukan suamiku.Hidupku indah.Turki,aku takkan melupakan malam ini.Malam bahagiaku dimulai.
¤¤ HIDUPMU INDAH ¤¤ Yang malam pertama cie..cie..ga mau ganggu ah...***see you next eps***



Komentar