Part 71***DUA MATAHARI
Declare....
Kevin mengerti kenapa ia diminta ayahnya untuk menurut saja,'Selama di perjalanan ayah cerita banyak soal keluarga temannya ini.Bagaimana Pak Marco kehilangan putra bungsunya.Bagaimana isterinya sampai terganggu jiwanya.Demi kebaikan isteri teman ayah aku akan menurut membiarkan ibu ini mengira aku adalah putranya yang hilang di Inggris.'
Ningrum begitu gembira dengan kehadiran Kevin,"Vin,mama mau suapi kamu.Ayo sini duduk deket mama..."
Cinta terharu melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Ningrum,"Lihat itu Bi Ana.Nyonya Ningrum...kasihan beliau...Cinta ga tega melihatnya jika suatu hari Nyonya tahu yang sebenarnya..."
Ana malah memperhatikan Kevin,'Pemuda itu kenapa rasanya ga asing ya...padahal kan baru ketemu ini?Suaranya sangat mirip dengan Den Bintang.Mungkin aku aja yang terlalu kangen sama Den Bintang...semoga Den Bintang segera ditemukan.'
Kevin malah sibuk menemani Ningrum yang tak mau jauh darinya,'Bagaimana ini aku jadi ga bisa bergerak.Ke kamar mandi saja ditanyai.Gimana mau nemeni ayah nyari rumah?Keadaan seperti ini.'
Cinta mendekat,dia tahu tamunya galau,"Nyonya Ningrum...sudah waktunya untuk minum obat dan istirahat."
Ningrum dibujuk juga oleh Marco,"Iya sayang,Vino kan juga capek baru sampai.Nanti bisa ngobrol lagi sama Vino.Ok?"
Ningrum akhirnya mau ke kamarnya ditemani Marco.Cinta tersenyum melihat Kevin menghembuskan nafas lega,"Terima kasih ya..."
Kevin memandangnya,"Makasih buat apa?"
Cinta merasa nervous juga,"Oh...buat mau mengerti kondisi Nyonya Ningrum..."
Kevin berkata,"Bila kita tak bisa menuliskan kebahagiaan dalam hidup seseorang setidaknya kita bisa menghapuskan penderitaannya walau sedikit saja.Itu kata ayahku..."
Revan melihat keduanya ngobrol,'Cinta cepat sekali akrab dengan Kevin.Aneh...setahuku Cinta kan ga gampang akrab sama orang.'
Revan mendekati keduanya,"Hai Vin,katanya kamu suka bulu tangkis.Gimana kalau latihan bareng?Aku juga suka bulu tangkis."
Kevin menoleh,"Hai Revan.Ide bagus itu.Aku jadi punya teman."
Revan melihat Cinta pergi ke dapur,'Aku harus jauhkan Cinta dari Kevin tapi entah kenapa aku suka ya deket Kevin.Aku tak bisa membenci dia.Kenapa ya?'
Kevin menemui Sanjaya.Tbc..
Part 72***DUA MATAHARI
Mistake....
Hari sudah malam,para penghuni rumah Marco sebagian besar sudah tidur.Dikamar tamu,Kevin tak bisa tidur.Ia merasa haus,'Aku mau ke dapur ah...haus banget.Jakarta ternyata panas sekali.Gerah...'
Piyama biru tua yang dikenakannya nampak kontras dengan warna kulitnya yang putih,'Sebenarnya aku sangat lelah tapi kenapa ga bisa tidur ya?Mungkin kareba panas udaranya.Harusnya kan sudah masuk musim penghujan di sini menurut hitungan kalender tapi kok malah panas gini ya?'
Langkah Kevin membawanya menuju ke dapur tapi langkahnya terhenti kala melihat bayangan di dekat kolam renang,'Wait a minute...Itu kayak ada orang di luar deh.Apa penampakan?Indonesia kan terkenal mistis gitu.Apa ada pencuri ya?Sebaiknya aku lihat.Pak Marco sudah sangat baik pada papa dan aku.Sudah menjadi kewajiban aku untuk membalas kebaikannya.Aku harus menjaga rumah beliau.'
Dengan mengendap2 Kevin menuju ke arah bayangan itu,'Waduh aku kok jadi merinding ya...kayaknya perempuan deh bayangannya...rambutnya panjang...menapak tanah ga ya?Gimana kalau ternyata itu makhluk halus?'
Kevin makin dekat dan bersembunyi dibalik pepohonan,'Astaga itu kan Cinta?Ngapain diluar malam2 gini?'
Cinta sedang menatap langit yang hitam pekat tanpa bintang,'Mengapa malam ini bintang tidak ada ya?Semalam ada malah ada bintang jatuh pula.Bahkan aku sempat meminta untuk Tuhan mempertemukan aku dengan Bintang.'
Air mata mengalir di pipi Cinta,'Aku takut sesuatu terjadi padanya di luar negeri sana.'
Bersambung....
Part 73***DUA MATAHARI
Blessing word...
(Kevin pov)
Dari tempat persembunyianku,aku bisa melihat gadis bernama Cinta itu.Gadis ini
begitu sederhana penampilannya.Ia cuma menggerai rambut panjangnya dan
pakaiannya juga modelnya simple.Sepertinya dia bukan tipe gadis yang ribet
dengan fashion.Namun justru hal itu membuatnya bersinar.Aduh aku kok malah
mikirin dia sih?Kutepuk jidatku,'Dasar Kevin!Sebaiknya kau jangan jadi
pengintai wanita,ga cocok!'
Namun gara2 gerakan mau cabut dari lokasi pengintaian malah bikin aku nyenggol
pot,"Aduh....kakiku!"
Spontan aku mengaduh kesakitan,dan itu membuat Cinta melihat ke
arahku,"Siapa disitu?Maling ya?!!"
Waduhh...bahaya nih kalau dikira maling,ntar dihajar lagi.Bisa makin parah
lukaku.Aku segera keluar sambil tertatih2,"Sorry...it's me..."
Cinta menurunkan sebilah kayu yang entah darimana dia dapat,"Kamu??"
Aku segera duduk dan melihat kakiku,"Aku nyari dapur eh lihat seseorang di
sini,ternyata kamu..."
Cinta melihat ke arah kakiku,"Ya ampun kaki kamu berdarah tuh.Bentar aku
ambil P3K dulu."
Dia taruh kayu yang dia pegang tadi lalu lari ke dalam.Aku malah baru sadar
kalau kakiku berdarah,'Sepertinya aku tergores pecahan keramik yang ada di
sana.Darah keluar dari jari kakiku.Cinta datang bawa kotak P3K dan segera
jongkok memeriksa kakiku,"Kamu ngapain sih sampai bisa luka gini?"
Aku malah terdiam karena saat tangannya memegang kakiku,seperti ada aliran
listrik melewatiku.Rasanya hangat sekali.Perasaan apa ini?Aku segera meraih
jemari Cinta,"Tadi aku mau balik ke kamar eh malah nyenggol pot di
sana.....Biar aku saja.Nanti tangan kamu kotor lho."
Cinta malah memandangku,"Sudah jangan banyak bergerak nanti darahnya makin
banyak yang keluar!"
Waduh aku malah dimarahi tapi aku malah senang.Kevin,kamu ini kena apa
sih?Dimarahi malah seneng?
Ga bergerak aku sampai Cinta selesai merawat lukaku,"Nah selesai.Untuk
sementara jangan kena air dulu ya lukanya."
Aku menjawab dengan senyuman,"Ya Bu Dokter..."
Cinta berdiri dan tersenyum,"Katanya nyari dapur.Dapur sebelah sana.Ada
apa?"
Eh yang jawab perutku,aduh aku benar2 malu apalagi Cinta menahan senyum melihat
ke arahku,"Lapar ya?Ga usah malu.Aku juga sering lapar kok kalau
malam."Tbc
Part 74***DUA MATAHARI
Next Level....
(Cinta Pov)
Moment kesendirianku terusik oleh kemunculan tamu rumah yang baru tadi
datang,Kevin namanya.Dia sebaya denganku.Lebih senior setahun kali.Dia
pembawaannya tenang tapi terlihat smart gitu.Baru saja aku meminta pada Tuhan
agar bisa bertemu dengan Bintang lagi lha kok tiba2 dia muncul di
dekatku.Hampir saja kupukul dengan kayu,wah kalau sampai kupukul bisa diusir
aku dari rumah ini.Bagaimana dengan Bibi Ana dan keluarganya?Dengan langkah
tertatih Kevin mengikutiku ke arah dapur.Aku buka lemari es.Wah masih ada
pudding klengkeng buatan Bi Ana.Amin.Aku ga kebayang jika ga ada apa2 di dalam
kulkas.Malu dong.Masak ga ada stock makanan di dapur?Dia terlihat berbinar kala
kusajikan pudding leci itu di meja,"Masih ada pudding.Mau tidak?Kalau ga
suka mau dibuatkan apa?"
Dia tersenyum,"Wah pudding lezat tadi masih ada.Aku suka banget pudding
ini.Aku makan ini saja.Ini udah cukup kok.Oh ya temeni aku makan ya?Makan itu
paling enak kalau bersama."
Aku ambilkan irisan puddingnya di atas piring kecil,rupanya dia tipe orang yang
ga suka merepotkan orang lain.Dimakannya pudding itu dengan lahap,"Kamu
suka banget kayaknya ya?Nambah dong."
Aku jadi ingat dengan Den Bintang kala lihat Kevin menikmati
pudding.Astaga,kenapa gayanya makan mirip banget sama Den Bintang ya?Kalau
makan klengkengnya diambili terus dipisahkan.Baru kemudian dimakan terakhir
sebagai gong.Kok bisa mirip banget ya gaya makannya?Padahal beda orang.Tiba2
dia berhenti makan dan memandang ke arahku,"Kamu ga ikut makan?Ga suka
pudding ya?"
Aku menggeleng sambil mengusap air mata di sudut mataku,"Suka kok...masih
kenyang saja.Habisin saja gpp."
Dia menggeleng pelan,"Pudding ini manis tapi kenapa wajah kamu kayak sedih
gitu lihatinnya?Maafin pudding ini ya kalau punya salah sama kamu kayak aku
yang udah ganggu moment kamu tadi?"
Aku tersenyum mendengar ucapannya,"Kamu bisa aja.Masak pudding ini punya
salah sih?Yang bener aja..."
Dia nampak senang,"Makasih ya kamu punya hati lapang,mau maafin
kita..."
Aku heran,"Kita?"
Dia menunjuk ke arah pudding yang tinggal beberapa potong irisan,"Aku dan
si pudding he..he.."
Aku tersenyum lebar,"Lucu juga ya kamu."
Bersambung....
Eps 75 DUA MATAHARI ( EPS TERAKHIR)
Note: sebelumnya saya ingin minta maaf pada penggemar cerita saya yang ini karena saya akan menjadikan eps kali ini sebagai eps terakhir.Selanjutnya saya akan menulis di wattpad untuk tokoh-tokoh yang saya suka pairingnya.Namun sebelum saya membuat lebih banyak lagi cerita di wattpad saya akan berusaha menuntaskkan apa yang sudah saya mulai di instagram lewat blog saya.Semoga epilog dari setiap cerita mampu menghibur pembaca semuanya.
Seberapapun usaha Revan untuk menjauhkan Cinta dari Kevin,tetap saja keduanya semakin dekat bahkan tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya.Cinta menemukan sosok Bintang yang hilang dalam diri Kevin dan Kevin menemukan kepingan masa lalunya dan merasa nyaman dekat Cinta.
Cinta diantara keduanya yang terpendam akhirnya terungkap kala Kevin mengalami cidera saat pertandingan bulu tangkis,”Ackk!!Lengan kananku kram,bagaimana ini padahal ini babak penentuan.”
Melihat Kevin berusaha menahan rasa sakit,Cinta nampak cemas,”Kevin!!”
Ia bergegas mendekati Kevin,”Mana yang sakit biar kuberi obat?”
Sanjaya sadar tak bisa memaksakan Bintang untuk menjadi seperti Kevin,”Sebaiknya hentikan pertandingannya,kau lebih berarti daripada semua medali kemenangan.”
Kevin senang melihat perhatian Cinta dan ayahnya,Sanjaya,dan itu membuatnya bersemangat meneruskan pertandingan,”Aku masih bisa bertanding dengan tangan kiri Ayah.Mohon dukungan doanya.”
Meski sempat terjatuh beberapa kali namun akhirnya Kevin memenangkan pertandingan walaupun ia pingsan setelah menerima medali.Sanjaya segera membawanya ke ruang perawatan.Marco dan Ningrum juga terlihat sangat cemas.Disitulah Sanjaya akhirnya jujur pada Marco siapa sebenarnyaa Kevin,”Dia adalah Bintang.Saat itu dia menolongku dari ledakan mobil,namun wajahnya rusak karenanya dan ia kehilangan ingatannya karena hal itu.Maafkan aku teman,aku tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa Kevin telah tiada sehingga menjadikan putramu sebagai Kevinku.Aku memberikan kepada dokter bedah wajah foto Kevin dan memberinya identitas sebagai Kevin.Namun dia sebenarnya adalah Bintang.Putramu dengan Ningrum yang dibesarkan dengan nama Bintang.”
Revan yang tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya jadi berkaca-kaca,”Jadi Kevin adalah Bintang.Dia adalah adik kandungku.Kembaranku yang hilang.Kasihan adikku.’
Bintang akhirnya juga tahu soal identitas aslinya,”Jadi aku bukan anak kandung papa Sanjaya?Lalu aku ini anak siapa?”
Marco dan Ningrum yang menjawab,”Kau anak kami yang dibesarkan oleh Rani Adijaya.Memang wajahmu adalah wajah Kevin tapi DNS-mu adalah milik Bintang,kau aslinya bernama Vino.Kau putra kami.Karena kehilanganmu dan Revan,ibumu jadi seperti ini.Semua ini salah ayah.Maaafkan ayah nak.”
Rani juga datang bersama Bimo dan putra mereka,”Akulah yang seharusnya minta maaf.Karena dendam dan kecemburuan aku memisahkan sebuah keluarga yang saling menyayangi.Seumur hidup aku selalu ingin menang dari siapapun termasuk dalam cinta.namun aku tidak tahu bahwa cinta bukanlah sebuah piala yang bisa kita pajang tapi cinta adalah sebuah rasa didalam hati,sesuatu yang akan indah terasa saat tidak ada paksaan didalamnya.Sebuah rasa yang akan terasa indah kala dibalut dengan ketulusan dan pengorbanan.Dan kini aku baru merasakannya kala bertemu dengan Bimo.Maafkan aku Bintang karena menjauhkanmu dari masa lalumu sehingga kau menjadi seperti ini.Aku berjanji kedepannya aku akan membantumu dalam setiap usahamu.”
Kevin memeluk mereka satu per satu,”Kalian jangan saling menyakiti lagi itu saja yang kupinta.Aku tetap akan menjadi Kevin bagi papa Sanjaya.Dia seorang diri di dunia ini.Ayah Marco masih punya Revan.Mama Rani sudah punya ayah Bimo dan dedek bayi.Ijinkanlah aku tetap sebagai Kevin.”
Cinta berkata,”Aku juga seorang diri….lalu siapa yang bersamaku?Tidak mungkin selamanya aku mengikuti bibi Ana.”
Revan tersenyum,”Kan ada Kevin,ayo semua pergi dari sini!Biarkan mereka bicara.Sampai kapan kalian saling mencintai dalam diam?Ingat kalian mendapat restuku jadi jangan takut untuk jujur dengan apa yang kalian rasakan.”
Semua segera meninggalkan ruang perawatan tinggal Cinta dan Kevin disana.
Kevin meraih tangan Cinta,”Kau akan selalu bersamaku.Aku mencintaimu.Bahkan meski aku berubah menjadi Kevin,hatiku tetap untukmu.Jadilah bintang dalam langit hatiku .”
Cinta mengangguk dan mencium kening Kevin,”Kaulah bintang yang kupinta selama ini.Bintang yang dikirim dari langit untukku.”
Keduanya akhirnya menikah dan setahun kemudian Cinta melahirkan anak kembar untuk Kevin.Kevin memberi mereka nama,”Bintang dan Vino.Mereka sudah kita dapatkan kembali.Selamat datang kembali.”
Bintang dan Vino mendapat limpahan kasih saying dari kakek neneknya,bahkan dari Rani juga.Keluarga merela hidup rukun bersama.THE END.