→Note from Penulis : Hati Yang Penuh Kesedihan...
CERPEN KE-29 : AKU SAYANG AYAH
Namaku Ariyani.Aku anak pertama dari lima bersaudara.Ayahku bukan orang kaya yang memanjakan anak2nya dengan kemewahan hidup.Boro2 dimanja,sejak kecil yang kulihat adalah susah payahnya ayah bekerja membanting tulang demi keluarga.Sejak itu aku bertekad untuk menjadi anak yang bisa meringankan beban beliau.Aku ga pernah ngambek meski kerap keinginanku ga dipenuhi Ayah.Biasa kendala keuangan.Aku juga ga milih2 soal makanan.Apa aja yang disiapkan Ibu di rumah kumakan dengan lahap.Biarin aja temen2ku sekolah pada jajan di kantin.Aku bawa bekal.Walau kadang bekalnya cuma telor dadar sama sambel dan nasi.Kunikmati dengan riang.Sampai sahabatku di kelas heran,"Riya,kamu ngapain tadi ke belakang sekolah?"
Aku jawab sambil memamerkan daun pepaya muda di wadah bekalku,"Biasa Hen,cari lalapan.Aku tuh paling ga bisa makan kalau ga ada hijau2nya he..he.."
Heni,sobatku sejak kelas 1 SMU itu menggelengkan kepala,"Riya2...kamu itu paling enjoying life deh...makananmu kelihatannya enak ya.Bagi dong!"
Aku ganti yang geleng kepala,gimana ga Heni itu anak orang kaya.Ke sekolah aja antar jemput mobil.Ayahnya punya usaha kayu.Bekalnya dia itu wuih makanan yang adanya tuh di tv iklannya.Fried chicken,hamburger,hotdog,hokben,sandwich belum spagetty dan entah apa lagi tuh namanya.Aku ngekek sambil nawarin bekalku,"Nih ambil aja kalau mau.Cuma telor dadar kok.Itupun agak gosong soale ibuku pas kehabisan minyak goreng.He..he..jadi gorengnya pakai minyak jlantah.Kamu yakin mau?"
Heni dengan antusias ngambil sepotong telor dadarnya,"Hmm...enak!Kamu beruntung deh!Ibu kamu sempet masak buatkan bekal buat kamu.Tapi Mamiku mana mau repot begitu.Aku bosan makan makanan resto terus.Aku pingin kayak kamu.Makan masakan sendiri gitu.Ga masalah gosong.Nih kukasih punyaku."
Wah aku malah jadi makan makanan yang ga kebayang bisa beli.Begitulah aku sampai kuliahpun aku sengaja milih ambil D1 aja biar bisa cepat kerja.Lagian keuangan ga dukung.Ayah sudah sampai kerja dobel.Aku sedih lihat ayah kadang sampai sakit.Aku makin bertekad buat jadi anak yang membahagiakan orang tua.No matters what will people say!
Seneng banget saat aku bisa kerja di sebuah hotel,walau jadi receptionist aja.Ga masalah.Yang penting kerja.Semangat!Betapa bahagianya aku kala menerima gaji pertama.Segera kuberikan pada Ayah,"Ayah!Gaji Riya nih!Semua buat Ayah!Itu sudah jadi nazar Riya.Diterima ya Ayah walau masih kecil nominalnya.Tapi Riya tulus memberikannya buat bantu keuangan keluarga.Buat bayar biaya sekolah adik2,buat beli beras,bayar listrik ledeng dan yang lain.Mohon terima ya Ayah?"
Ayah malah berkaca2,"Kamu yakin Nak?Ini hasil kerjamu pertama lho.Kamu ga ingin beli apa gitu?"
Aku menggeleng,"Riya ga ingin beli apa2.Riya sudah janji kok dalam hati Riya.Gaji pertama Riya buat Ayah.Semuanya.Itu buah sulung namanya."
Ayah mengusap kepalaku penuh haru,"Ayah ga sangka diberi anugerah seindah ini oleh Tuhan.Memiliki putri yang berbakti.Makasih Tuhan.Makasih."
Aku kian semangat bekerja.Melihat senyum Ayah hatiku terasa hangat.Aku emang sangat dekat dengan Ayah,banyak yang bilang aku paling mirip sama Ayah.Kalau pergi itu pasti jaketan,rapi gitu.Ibu kadang sampai ketawa lihat Ayah mau kerja bakti aja kayak orang mau kondangan.He..he..
Seneng dan bangga sekali bisa meringankan beban Ayah dan Ibu.Aku malah kian semangat bekerja.Kujaga sikapku di kerjaan.Ga ngomong sembarangan,sopan pada siapa saja,ramah pada pengunjung hotel dan terus belajar.Ada yang kerepotan aku bantu.Lama2 aku bisa tahu banyak hal dan naik jabatan.Ga lagi di front area tapi mulai naik ke level staf.Impianku kini adalah memiliki rumah sendiri.Selama ini kami selalu pindah rumah.Kontraktor sejati.Mending kontraktor beneran lha ini hidup di rumah kontrakan.Aku pingin belike rumah walau kecil.Nyicil juga gpp.Aku sedih lihat Ayah selalu sedih tiap habis masa kontrak rumahnya,"Kapan ya kita punya rumah sendiri?Ada tamannya.Ditanami aneka tanaman warung hidup.Ditanami bunga juga.Ada kolamnya walau kecil.Kapan ya Bu?"
Aku sempat mencuri dengar pembicaraan mereka suatu hari.Aku mulai mencari info seputar rumah sejak itu.Ada rumah KPR,ada rumah sederhana juga dan macem2.Begitu semangatnya aku mau mewujudkan impian rumah buat Ayah sampai aku ga gagas soal cowok.Aku asyik kerja dan kerja buat beli rumah.Tak terasa adik2ku dah pada lulus sekolah.Hanya tinggal si bungsu yang masih SMU.Adik2ku mendukungku.Mereka memilih cari kerja biar bisa bantu Ayah dan Ibu.Ada yang kerja di pabrik.Ada yang di mall.Ada juga yang kerja di perakitan tv.Kami sepakat ngumpulin uang buat beli rumah impian.Walau porsiku jelas paling besar kontribusinya.Aku kan paling tua.Harus jadi contoh dong.Akhirnya terkumpul deh uangnya.Lumayan bisa buat DP.Cuma rumahnya belum nemu yang sreg nih.Saat itulah aku kenal seorang pria.Di kerja di sebuah mall gitu,dia seorang perantauan asal Blora.Dia deketin aku terus.Kebetulan hotel tempat aku kerja punya urusan bisnis dengan hypermartnya.Temen2ku dukung aku jadian sama dia.Hingga aku diajak main ke rumah dia,disitulah aku tahu kalau kami beda keyakinan.Orang tuanya sangat kuat dengan agama yang dia anut.Malah ngasih syarat sama Ayah,"Kalau mau putrinya nikah sama putra saya,kalian sekeluarga harus pindah agama sama seperti keluarga saya.Kalau ga mau jangan harap kami menyetujui pernikahan terjadi!"
Aku melihat kesedihan di wajah Ayahku,kesedihan yang teramat dalam.Hatiku berontak,buat apa aku nikah jika membuat seisi rumah berduka?Lagian soal agama itu soal iman.Tak bisa dipaksa.Tuhan aja yang punya kekuasaan atas alam semesta ga makai kekuasaan-Nya buat maksa ciptaan-Nya jadi umat-Nya.Aku malah jadi illfeel sejak itu.Akhirnya aku putuskan pria itu,"Kita berteman saja.Kita memang beda.Aku ga ingin membangun sesuatu dengan dasar yang ga sama.Maaf aku ga akan menjual agamaku.Aku juga ga mau menukarnya dengan apapun juga.Bagiku itu adalah warisan terindah dari ayah dan ibuku.Kita putus saja.Selamat tinggal."
Aku ga peduli dia merayu kayak apa padaku tekadku dah bulat.Tidak!Aku ga mau mendukakan hati Ayahku.Aku sangat suka menemani Ayah beribadah.Beliau paling rajin soal itu.Kata beliau,"Manusia itu tanpa Tuhan kosong.Kita itu diciptakan untuk bergaul karib dengan Tuhan.Itulah tujuan kita diciptakan."
Aku merasakan beban besar lenyap kala memutuskan hal itu.Biar usiaku makin tinggi aku ga peduli.Yang kupedulikan adalah kebahagiaan Ayah dan keluargaku.Ayah ga sangka aku memilih putus daripada melihat seisi rumah ganti keyakinan.Ayah heran malah,"Kamu ga sedih Nak?Putus dari Agung?"
Aku malah tertawa,"Ga Ayah.Riya dah pikirkan matang2.Doain Riya ya Ayah biar dapat pasangan yang sepadan.Sehati dan seiman.Yang buat Ayah bangga."
Ayah tersenyum,"Pasti Nak.Itu pasti."
Aku kembali fokus kerja,adikku malah udah ada yang tunangan.Gpp.Aku ga iri ataupun merasa tersaingi.Hingga suatu hari ada tamu hotel yang nyleneh tingkahnya,dia banyak maunya.Semua dia komplain,sampai pada ga mau meladeninya.Akhirnya aku yang turun tangan.Orangnya ganteng lho tapi sulit sratenannya,"Ini gimana ini masak saya pesan makanan lama sekali dikirimnya?Mana ga sesuai order lagi??!Hotel apa ini?Katanya bintang lima?"
Semua nyerah ngadepi dia,"Mb Riya aja deh yang urus dia.Ngeselin orangnya."
Aku akhirnya menemui dan mendengarkan komplainnya.Bla...bla...bla...dari meja depan sampai dapur semua dikomplaint.Dari perlengkapan mandi sampai AC semua dianggap ga beres,"AC nya kurang dingin.Petugasnya juga kurang ramah.Etc."
Aku untungnya dah biasa menghadapi costumer beginian,kujawab dengan senyuman terus tersungging.Dengan hati diluaskan seluas samudera Pasifik.Bahkan kuberikan ganti rugi jika dia mau.Dia malah memandangku dari atas sampai bawah,mencereng lagi.Aduh...grogi aku.Asli.Lalu dia tersenyum,"Namamu Ariyani ya?Mmh...I will remember you Miss Ariyani."
Aku makin heran kala dari Management Hotel nyuruh aku buat dampingi tuh tamu nyentrik.Aduh aku mau protes sebenarnya,"Kok saya sih Pak?Saya kan bukan tour guide.Saya staf.Terus kerjaan saya gimana Pak?"
Eh Pak GM malah dah kasih solusi,"Biar dikerjakan staf lain dulu.Kamu yang penting harus buat tuh tamu betah di hotel ini.Ok?"
Aku nurut deh.Jujur aku kepo juga,siapa tuh tamu eksentrik?Heran deh.Aku jadi bulan2an tuh tamu katanya namanya sih Aken.Namane aja dah aneh.Aku mengikuti dia dan mengantar dia ke mana saja.Dah kayak anjing deket tuannya gitu.Temen2ku yang ga suka sama aku pada nyukurin.Ngekek2 mereka.Bahkan aku pernah sampai telat pulang karena tuh pria aneh.Dia lalu bersikeras mengantarku pulang,"Saya antar kamu ya?Kamu kan wanita masak pulang sendirian malam begini.Lagian semua kan salah saya."
Aku akhirnya pulang diantar dia,dia mampir dan ngobrol gitu sama Ayah.Wah kayak dah kenal lama aja.Heran aku.Bisa nyambung gitu ya sama Ayah?Ketemu juga baru itu deh kayaknya.Ayah malah melambai2kan tangan saat dia pamitan pulang,"Main lagi Nak Aken.Jangan sungkan ya."
Aku menggeleng2kan kepalaku lihat Ayah senyum2 ke arahku,"Ayah kok senyum2 gitu?"
Ayah malah nyeletuk,"Lho emang senyum dilarang ya?Nak Aken itu pacar kamu ya?Anaknya baik.Ayah suka."
Aku mengangkat tanganku,"Astaga Ayah...dia itu tamu hotel tersulit yang pernah Riya hadapi.Syukur deh besok dia dah cabut dari hotel."
Ayah malah nampak kecewa mendengarnya.Aken memang check out keesokkan harinya.Dan aku baru menyadari kala lewat kamar yang biasa dia tempati bahwa aku kangen sama dia.Kangen susahnya dia dihadapi dan ngomel2nya juga.Walah...
Hingga sebulan kemudian GM mengumumkan bahwa Putra Pemilik Hotel akan mengambil alih jabatannya.Dia mau pensiun dah tua.Mau istirahat.Aku kaget kala kami diperkenalkan dengan pengganti beliau.Astaga!!Aku tak percaya dengan yang kulihat,"Mr.Aken?"
Aken masuk dengan penampilan beda banget,pakai jas Armani.Waduh ganteng banget lagi.Silau man!!
Dia nampak berwibawa dan tersenyum pada semua staf,"Nama saya Aken Sutedja.The New General Manager.Selamat pagi semuanya."
Aku tak berani menatapnya,apalagi teman2 aku yang suka ngatai dia.Aduh mereka nunduk semua.Briefing pagi akhirnya selesai.Semua disuruh kembali bekerja.Aku bergegas melangkahkan kaki ke arah pintu tapi kemudian kudengar sebuah suara yang sudah tak asing lagi dan jujur juga kurindukan menghentikan langkahku,"Miss Ariyani!Please stay."
Aduh...apa aku akan dipecat ya?Aku pun berdiri kaku didepan mejanya.Dia mendekatiku,"Halo Riya!Nice to see you again!"
What??Dia tersenyum padaku,"Kamu kaget ya?Mukamu sampai begitu.Hey...I am Aken yang kamu kenal dulu.Tamu ngeselin waktu itu.Kamu ga kangen sama aku?"
Mataku besar2 lihat dia.Aduh...aku jawab apa nih?Grogi tingkat kecamatan nih.Untung Papanya masuk,"Aken...oh...aku pikir kamu sendirian putraku.Oh..ini pasti gadis yang kamu ceritain itu ya?"
Waduh...aku makin merah kayak tomat rebus.Apalagi kala papanya Aken,Owner of The Hotel menjabat tanganku,"Terima kasih ya sudah membuat putra saya ga jadi pergi ke luar negeri.Dia pilih membantu saya di sini.Kamu pasti sangat spesial sampai bisa mengubah pendiriannya."
Aku memandang Aken dengan sorotan ga ngeh dan minta penjelasan.Akhirnya dia memintaku nemeni dia makan siang,temen2ku pada ngeledekin semua,"Sweet2!Bu GM nih ye..."
Dasar mereka.Ini kan juga gara2 mereka sampai aku jadi dekat sama Aken.Dan emang akhirnya aku dan Aken menjalin hubungan.Aku bahagia banget kala kutahu kami seiman.Bahkan Aken akrab gitu sama Ayah.Udah kayak ayah dan anak gitu.Aken lalu melamarku dan mas kawinnya adalah rumah.Wow!Rumah buat kami pakai.Besar banget.Ayah Ibu sampai melongo.Ayah sampai gemeter,"Beneran nih Nak Aken?Ini rumah buat kita tempati?"
Aken memeluk pinggangku,"Tentu Ayah.Kalian semua akan tinggal di sini.Rumah Aken dan Riya juga ga jauh kok dari sini."
Aku yang ganti melongo,"Rumah lagi?Tapi.."
Aken malah tersenyum,"Rumah ini buat orang tuamu.Rumah kita beda lagi sayang."
Aku keder saat lihat rumah yang akan kutempati dengan Aken,"Wow....ini rumah apa hotel?Aken apa kamu ga buang uang dengan semua ini?"
Ia malah meraihku dalam dekapannya,"Ini belum apa2 dibanding rumah Papaku Riya.You like it?"
Aku malah berkaca2 memandangnya,"I love it.Thank you."
Kami menikah dengan tata cara agama kami.Satu pernikahan impianku.Pesta selanjutnya di hotel.Di ballroomnya.Gila tamunya orang2 papan atas.Aku sampai kikuk menyalami mereka.Akhirnya aku bisa mewujudkan impian Ayah.Ayah mengecup keningku dengan haru,"Ayah sayang Riya.Berbahagialah Nak."
Aku menangis bahagia,"Aku sayang Ayah."
***The End***
Moga Lia suka cerpennya.Sebagian diinspirasi dari kisah nyata.Oh iya aku juga pinjam namanya.He..he..Sekarang ke story ya.Terakhir sampai mana ya?Oh iya Razi ngamuk dan berubah jadi raksasa.Terus Irwan panik bawa Evi yang pingsan.Terus Aty?Iya saudara2nya coming kan?Wah lihat mana dulu nih?Lihat Empat sekawan aja dulu.Weleh...
↓↓ ISTANA ANDALAS...
Ruang jamuan makan porak poranda diamuk Razi yang tiwikrama jadi Raksasa.Razi kesal melihat adiknya sekarat,"Kalian tak tahu diri!Kami datang baik2 memenuhi undangan kalian.Tapi kalian mempermainkan nyawa adikku!!Rasakan ini!!Hyaa!!"
Pilar2 dirobohkan.Semua berhamburan.Makin tambah parah dengan hadirnya kakak2 Aty yang heboh nyari adiknya,"Mana adik kami??Kembalikan!!Mana yang namanya George?Mana dia???!"
Frans segera minta empat sekawan evakuasi Bundanya dan para tamu ke tempat yang aman,"Selamatkan mereka cepat bawa ke tempat yang aman!"
Inul berkata pada Frans,"Hanya Evi yang bisa mengembalikan kakaknya ke wujud semula.Kita harus selamatkan Evi!!"
Adi segera mencari tabib seperti perintah junjungannya yang tengah panik.Siapa?Ya Irwan dong.
Irwan merasakan ketakutan luar biasa melihat kondisi Evi,'Bibirnya sudah membiru...ini gawat!Aku ga mau kehilangan dia.Tidak!!'
Tabib segera datang,Irwan tetap tak beranjak,"Selamatkan dia!!Kamu harus selamatkan dia!!"
Inul datang dan menenangkan putranya itu,"Irwan...jangan panik begitu sayang...biarkan tabib bekerja.Kamu tenang ya sayang..."
Irwan lalu membiarkan tabib memeriksa Evi.Sementara itu Reza kabur dari Andalas.Ia pamitan sama Danang,"Aku ga sangka bakal begini.Malah aku jadi merasa sangat menyesal.Tak ada niatku melukai Putri Evi.Aku ga mau dia mati."
Ga mau kok malah kabur?Aneh!
Sementara Aty coba menenangkan kakak2nya,"Kak ini Aty!Aty baik kak!Jangan membuat rusuh rumah orang !"
Mereka jelas heran lihat kondisi Adiknya,"Kamu kok jadi tiny wini bity?"
Aty lalu minta mereka mau merelakan ia menjadi manusia,"Kumohon jangan mengusik manusia lagi kak.Kembalilah ke hutan.Aku ada George yang akan menjagaku.Iya kan George ?"
George segera mengangguk,"Benar!Benar!"
Akhirnya dua raksasa itu pergi kembali ke hutan.Semua lega dan kagum pada Aty,"Wah hebatnya Putri itu bisa mengusir kedua raksasa itu."
George dengan bangga langsung menggandeng Aty,"Siapa dulu dong calonnya?He..he..."
Aty seneng banget dong.Tapi Raksasa satunya masih mengamuk.Ia mengejar keluarga Subro.Danang segera bersembunyi.Sementara itu kondisi Evi kian gawat,Tabib yang sudah selesai memeriksa berkata,"Racunnya sudah menyebar.Tapi saya akan memakai berbagai metode pengeluaran racun.Semoga saja ini bisa."
Inul lalu meminta Irwan membujuk Razi,"Katakan padanya bahwa ia harus kembali ke wujud aslinya.Jangan merusak lagi.Semua demi Evi.Katakanlah padanya."
Irwan enggan meninggalkan Evi,"Lalu Evi Bunda?"
Inul tahu berapa cintanya putra ketiganya itu pada Evi,"Ibu akan menjaga dia.Kamu tenang saja.Lagipula ada banyak orang juga disini."
Irwan lalu menemui Evi yang masih belum sadar,"Dinda...aku pergi sebentar membujuk Kakakmu.Dia memporakporandakan istana Andalas.Bantu aku ya dinda.Kau harus selamat kau harus hidup demi aku."
Semua yang ada di balai pengobatan terharu melihat betapa kasihnya Irwan pada Evi.Irwan lalu menemui Razi.Ia memakai kekuatannya untuk mendapat perhatian Razi.Berhasil.Tapi tiba2 muncul seseorang,"Adikku Razi kembalilah kau ke wujudmu!Ini kakak!"
Wah siapa itu?Tokoh baru ya?Kalau dalam pewayangan namanya Baladewa.Kalau disini namanya Saiful,dialah kakak Razi.Jelas Razi segera mengenalinya,"Adik kita kak...Dia dicelakai orang2 ini."
Saiful tetap membela keluarga kerajaan Andalas,"Kau ini terkenal bijak.Jangan langsung memutuskan perkara tanpa melakukan penyelidikan dulu.Lagipula aku masih melihat pelangi disana.Adik kita masih hidup.Cahaya kecantikannya masih bisa kulihat.Ayo Razi kembali ke wujud aslimu adikku!"
Akhirnya Razi kembali ke wujud aslinya.Semua lega.Saiful lalu menemui Evi bersama Razi.Saiful malah menyalahkan Irwan atas keteledorannya menjaga adiknya,"Kau tak bisa menjaga adikku!Aku tak restu kau dengannya.Aku akan bawa Evi kembali ke Kerajaan Sulawesi.Jangan harap kau bisa bersamanya!!"
Wah Irwan sedih banget,Frans coba menengahi,"Jangan lakukan itu pada adik saya.Ia sangat mencintai Putri Evi.Semua ini pasti ada dalangnya.Saya mohon biarkan adik saya ikut kalian.Anggaplah dia harus bertanggung jawab menjaga Putri Evi."
Saiful tetap tak mengijinkan,"Tidak!Aku tak ijinkan.Razi ayo kita kembali ke Sulawesi!"
Mereka bersiap membawa Evi pergi,"Di Sulawesi banyak ahli penawar racun.Disana Evi pasti tertolong."
Irwan dibisiki oleh Razi,"Tenang teman.Aku akan membantumu mendapatkan restu kakakku.Untuk saat ini pikirkan keselamatan Evi dulu."
Irwan lalu punya ide agar bisa ikut ke Sulawesi.Ide apa itu?***see you next eps***
CERPEN KE-29 : AKU SAYANG AYAH
Namaku Ariyani.Aku anak pertama dari lima bersaudara.Ayahku bukan orang kaya yang memanjakan anak2nya dengan kemewahan hidup.Boro2 dimanja,sejak kecil yang kulihat adalah susah payahnya ayah bekerja membanting tulang demi keluarga.Sejak itu aku bertekad untuk menjadi anak yang bisa meringankan beban beliau.Aku ga pernah ngambek meski kerap keinginanku ga dipenuhi Ayah.Biasa kendala keuangan.Aku juga ga milih2 soal makanan.Apa aja yang disiapkan Ibu di rumah kumakan dengan lahap.Biarin aja temen2ku sekolah pada jajan di kantin.Aku bawa bekal.Walau kadang bekalnya cuma telor dadar sama sambel dan nasi.Kunikmati dengan riang.Sampai sahabatku di kelas heran,"Riya,kamu ngapain tadi ke belakang sekolah?"
Aku jawab sambil memamerkan daun pepaya muda di wadah bekalku,"Biasa Hen,cari lalapan.Aku tuh paling ga bisa makan kalau ga ada hijau2nya he..he.."
Heni,sobatku sejak kelas 1 SMU itu menggelengkan kepala,"Riya2...kamu itu paling enjoying life deh...makananmu kelihatannya enak ya.Bagi dong!"
Aku ganti yang geleng kepala,gimana ga Heni itu anak orang kaya.Ke sekolah aja antar jemput mobil.Ayahnya punya usaha kayu.Bekalnya dia itu wuih makanan yang adanya tuh di tv iklannya.Fried chicken,hamburger,hotdog,hokben,sandwich belum spagetty dan entah apa lagi tuh namanya.Aku ngekek sambil nawarin bekalku,"Nih ambil aja kalau mau.Cuma telor dadar kok.Itupun agak gosong soale ibuku pas kehabisan minyak goreng.He..he..jadi gorengnya pakai minyak jlantah.Kamu yakin mau?"
Heni dengan antusias ngambil sepotong telor dadarnya,"Hmm...enak!Kamu beruntung deh!Ibu kamu sempet masak buatkan bekal buat kamu.Tapi Mamiku mana mau repot begitu.Aku bosan makan makanan resto terus.Aku pingin kayak kamu.Makan masakan sendiri gitu.Ga masalah gosong.Nih kukasih punyaku."
Wah aku malah jadi makan makanan yang ga kebayang bisa beli.Begitulah aku sampai kuliahpun aku sengaja milih ambil D1 aja biar bisa cepat kerja.Lagian keuangan ga dukung.Ayah sudah sampai kerja dobel.Aku sedih lihat ayah kadang sampai sakit.Aku makin bertekad buat jadi anak yang membahagiakan orang tua.No matters what will people say!
Seneng banget saat aku bisa kerja di sebuah hotel,walau jadi receptionist aja.Ga masalah.Yang penting kerja.Semangat!Betapa bahagianya aku kala menerima gaji pertama.Segera kuberikan pada Ayah,"Ayah!Gaji Riya nih!Semua buat Ayah!Itu sudah jadi nazar Riya.Diterima ya Ayah walau masih kecil nominalnya.Tapi Riya tulus memberikannya buat bantu keuangan keluarga.Buat bayar biaya sekolah adik2,buat beli beras,bayar listrik ledeng dan yang lain.Mohon terima ya Ayah?"
Ayah malah berkaca2,"Kamu yakin Nak?Ini hasil kerjamu pertama lho.Kamu ga ingin beli apa gitu?"
Aku menggeleng,"Riya ga ingin beli apa2.Riya sudah janji kok dalam hati Riya.Gaji pertama Riya buat Ayah.Semuanya.Itu buah sulung namanya."
Ayah mengusap kepalaku penuh haru,"Ayah ga sangka diberi anugerah seindah ini oleh Tuhan.Memiliki putri yang berbakti.Makasih Tuhan.Makasih."
Aku kian semangat bekerja.Melihat senyum Ayah hatiku terasa hangat.Aku emang sangat dekat dengan Ayah,banyak yang bilang aku paling mirip sama Ayah.Kalau pergi itu pasti jaketan,rapi gitu.Ibu kadang sampai ketawa lihat Ayah mau kerja bakti aja kayak orang mau kondangan.He..he..
Seneng dan bangga sekali bisa meringankan beban Ayah dan Ibu.Aku malah kian semangat bekerja.Kujaga sikapku di kerjaan.Ga ngomong sembarangan,sopan pada siapa saja,ramah pada pengunjung hotel dan terus belajar.Ada yang kerepotan aku bantu.Lama2 aku bisa tahu banyak hal dan naik jabatan.Ga lagi di front area tapi mulai naik ke level staf.Impianku kini adalah memiliki rumah sendiri.Selama ini kami selalu pindah rumah.Kontraktor sejati.Mending kontraktor beneran lha ini hidup di rumah kontrakan.Aku pingin belike rumah walau kecil.Nyicil juga gpp.Aku sedih lihat Ayah selalu sedih tiap habis masa kontrak rumahnya,"Kapan ya kita punya rumah sendiri?Ada tamannya.Ditanami aneka tanaman warung hidup.Ditanami bunga juga.Ada kolamnya walau kecil.Kapan ya Bu?"
Aku sempat mencuri dengar pembicaraan mereka suatu hari.Aku mulai mencari info seputar rumah sejak itu.Ada rumah KPR,ada rumah sederhana juga dan macem2.Begitu semangatnya aku mau mewujudkan impian rumah buat Ayah sampai aku ga gagas soal cowok.Aku asyik kerja dan kerja buat beli rumah.Tak terasa adik2ku dah pada lulus sekolah.Hanya tinggal si bungsu yang masih SMU.Adik2ku mendukungku.Mereka memilih cari kerja biar bisa bantu Ayah dan Ibu.Ada yang kerja di pabrik.Ada yang di mall.Ada juga yang kerja di perakitan tv.Kami sepakat ngumpulin uang buat beli rumah impian.Walau porsiku jelas paling besar kontribusinya.Aku kan paling tua.Harus jadi contoh dong.Akhirnya terkumpul deh uangnya.Lumayan bisa buat DP.Cuma rumahnya belum nemu yang sreg nih.Saat itulah aku kenal seorang pria.Di kerja di sebuah mall gitu,dia seorang perantauan asal Blora.Dia deketin aku terus.Kebetulan hotel tempat aku kerja punya urusan bisnis dengan hypermartnya.Temen2ku dukung aku jadian sama dia.Hingga aku diajak main ke rumah dia,disitulah aku tahu kalau kami beda keyakinan.Orang tuanya sangat kuat dengan agama yang dia anut.Malah ngasih syarat sama Ayah,"Kalau mau putrinya nikah sama putra saya,kalian sekeluarga harus pindah agama sama seperti keluarga saya.Kalau ga mau jangan harap kami menyetujui pernikahan terjadi!"
Aku melihat kesedihan di wajah Ayahku,kesedihan yang teramat dalam.Hatiku berontak,buat apa aku nikah jika membuat seisi rumah berduka?Lagian soal agama itu soal iman.Tak bisa dipaksa.Tuhan aja yang punya kekuasaan atas alam semesta ga makai kekuasaan-Nya buat maksa ciptaan-Nya jadi umat-Nya.Aku malah jadi illfeel sejak itu.Akhirnya aku putuskan pria itu,"Kita berteman saja.Kita memang beda.Aku ga ingin membangun sesuatu dengan dasar yang ga sama.Maaf aku ga akan menjual agamaku.Aku juga ga mau menukarnya dengan apapun juga.Bagiku itu adalah warisan terindah dari ayah dan ibuku.Kita putus saja.Selamat tinggal."
Aku ga peduli dia merayu kayak apa padaku tekadku dah bulat.Tidak!Aku ga mau mendukakan hati Ayahku.Aku sangat suka menemani Ayah beribadah.Beliau paling rajin soal itu.Kata beliau,"Manusia itu tanpa Tuhan kosong.Kita itu diciptakan untuk bergaul karib dengan Tuhan.Itulah tujuan kita diciptakan."
Aku merasakan beban besar lenyap kala memutuskan hal itu.Biar usiaku makin tinggi aku ga peduli.Yang kupedulikan adalah kebahagiaan Ayah dan keluargaku.Ayah ga sangka aku memilih putus daripada melihat seisi rumah ganti keyakinan.Ayah heran malah,"Kamu ga sedih Nak?Putus dari Agung?"
Aku malah tertawa,"Ga Ayah.Riya dah pikirkan matang2.Doain Riya ya Ayah biar dapat pasangan yang sepadan.Sehati dan seiman.Yang buat Ayah bangga."
Ayah tersenyum,"Pasti Nak.Itu pasti."
Aku kembali fokus kerja,adikku malah udah ada yang tunangan.Gpp.Aku ga iri ataupun merasa tersaingi.Hingga suatu hari ada tamu hotel yang nyleneh tingkahnya,dia banyak maunya.Semua dia komplain,sampai pada ga mau meladeninya.Akhirnya aku yang turun tangan.Orangnya ganteng lho tapi sulit sratenannya,"Ini gimana ini masak saya pesan makanan lama sekali dikirimnya?Mana ga sesuai order lagi??!Hotel apa ini?Katanya bintang lima?"
Semua nyerah ngadepi dia,"Mb Riya aja deh yang urus dia.Ngeselin orangnya."
Aku akhirnya menemui dan mendengarkan komplainnya.Bla...bla...bla...dari meja depan sampai dapur semua dikomplaint.Dari perlengkapan mandi sampai AC semua dianggap ga beres,"AC nya kurang dingin.Petugasnya juga kurang ramah.Etc."
Aku untungnya dah biasa menghadapi costumer beginian,kujawab dengan senyuman terus tersungging.Dengan hati diluaskan seluas samudera Pasifik.Bahkan kuberikan ganti rugi jika dia mau.Dia malah memandangku dari atas sampai bawah,mencereng lagi.Aduh...grogi aku.Asli.Lalu dia tersenyum,"Namamu Ariyani ya?Mmh...I will remember you Miss Ariyani."
Aku makin heran kala dari Management Hotel nyuruh aku buat dampingi tuh tamu nyentrik.Aduh aku mau protes sebenarnya,"Kok saya sih Pak?Saya kan bukan tour guide.Saya staf.Terus kerjaan saya gimana Pak?"
Eh Pak GM malah dah kasih solusi,"Biar dikerjakan staf lain dulu.Kamu yang penting harus buat tuh tamu betah di hotel ini.Ok?"
Aku nurut deh.Jujur aku kepo juga,siapa tuh tamu eksentrik?Heran deh.Aku jadi bulan2an tuh tamu katanya namanya sih Aken.Namane aja dah aneh.Aku mengikuti dia dan mengantar dia ke mana saja.Dah kayak anjing deket tuannya gitu.Temen2ku yang ga suka sama aku pada nyukurin.Ngekek2 mereka.Bahkan aku pernah sampai telat pulang karena tuh pria aneh.Dia lalu bersikeras mengantarku pulang,"Saya antar kamu ya?Kamu kan wanita masak pulang sendirian malam begini.Lagian semua kan salah saya."
Aku akhirnya pulang diantar dia,dia mampir dan ngobrol gitu sama Ayah.Wah kayak dah kenal lama aja.Heran aku.Bisa nyambung gitu ya sama Ayah?Ketemu juga baru itu deh kayaknya.Ayah malah melambai2kan tangan saat dia pamitan pulang,"Main lagi Nak Aken.Jangan sungkan ya."
Aku menggeleng2kan kepalaku lihat Ayah senyum2 ke arahku,"Ayah kok senyum2 gitu?"
Ayah malah nyeletuk,"Lho emang senyum dilarang ya?Nak Aken itu pacar kamu ya?Anaknya baik.Ayah suka."
Aku mengangkat tanganku,"Astaga Ayah...dia itu tamu hotel tersulit yang pernah Riya hadapi.Syukur deh besok dia dah cabut dari hotel."
Ayah malah nampak kecewa mendengarnya.Aken memang check out keesokkan harinya.Dan aku baru menyadari kala lewat kamar yang biasa dia tempati bahwa aku kangen sama dia.Kangen susahnya dia dihadapi dan ngomel2nya juga.Walah...
Hingga sebulan kemudian GM mengumumkan bahwa Putra Pemilik Hotel akan mengambil alih jabatannya.Dia mau pensiun dah tua.Mau istirahat.Aku kaget kala kami diperkenalkan dengan pengganti beliau.Astaga!!Aku tak percaya dengan yang kulihat,"Mr.Aken?"
Aken masuk dengan penampilan beda banget,pakai jas Armani.Waduh ganteng banget lagi.Silau man!!
Dia nampak berwibawa dan tersenyum pada semua staf,"Nama saya Aken Sutedja.The New General Manager.Selamat pagi semuanya."
Aku tak berani menatapnya,apalagi teman2 aku yang suka ngatai dia.Aduh mereka nunduk semua.Briefing pagi akhirnya selesai.Semua disuruh kembali bekerja.Aku bergegas melangkahkan kaki ke arah pintu tapi kemudian kudengar sebuah suara yang sudah tak asing lagi dan jujur juga kurindukan menghentikan langkahku,"Miss Ariyani!Please stay."
Aduh...apa aku akan dipecat ya?Aku pun berdiri kaku didepan mejanya.Dia mendekatiku,"Halo Riya!Nice to see you again!"
What??Dia tersenyum padaku,"Kamu kaget ya?Mukamu sampai begitu.Hey...I am Aken yang kamu kenal dulu.Tamu ngeselin waktu itu.Kamu ga kangen sama aku?"
Mataku besar2 lihat dia.Aduh...aku jawab apa nih?Grogi tingkat kecamatan nih.Untung Papanya masuk,"Aken...oh...aku pikir kamu sendirian putraku.Oh..ini pasti gadis yang kamu ceritain itu ya?"
Waduh...aku makin merah kayak tomat rebus.Apalagi kala papanya Aken,Owner of The Hotel menjabat tanganku,"Terima kasih ya sudah membuat putra saya ga jadi pergi ke luar negeri.Dia pilih membantu saya di sini.Kamu pasti sangat spesial sampai bisa mengubah pendiriannya."
Aku memandang Aken dengan sorotan ga ngeh dan minta penjelasan.Akhirnya dia memintaku nemeni dia makan siang,temen2ku pada ngeledekin semua,"Sweet2!Bu GM nih ye..."
Dasar mereka.Ini kan juga gara2 mereka sampai aku jadi dekat sama Aken.Dan emang akhirnya aku dan Aken menjalin hubungan.Aku bahagia banget kala kutahu kami seiman.Bahkan Aken akrab gitu sama Ayah.Udah kayak ayah dan anak gitu.Aken lalu melamarku dan mas kawinnya adalah rumah.Wow!Rumah buat kami pakai.Besar banget.Ayah Ibu sampai melongo.Ayah sampai gemeter,"Beneran nih Nak Aken?Ini rumah buat kita tempati?"
Aken memeluk pinggangku,"Tentu Ayah.Kalian semua akan tinggal di sini.Rumah Aken dan Riya juga ga jauh kok dari sini."
Aku yang ganti melongo,"Rumah lagi?Tapi.."
Aken malah tersenyum,"Rumah ini buat orang tuamu.Rumah kita beda lagi sayang."
Aku keder saat lihat rumah yang akan kutempati dengan Aken,"Wow....ini rumah apa hotel?Aken apa kamu ga buang uang dengan semua ini?"
Ia malah meraihku dalam dekapannya,"Ini belum apa2 dibanding rumah Papaku Riya.You like it?"
Aku malah berkaca2 memandangnya,"I love it.Thank you."
Kami menikah dengan tata cara agama kami.Satu pernikahan impianku.Pesta selanjutnya di hotel.Di ballroomnya.Gila tamunya orang2 papan atas.Aku sampai kikuk menyalami mereka.Akhirnya aku bisa mewujudkan impian Ayah.Ayah mengecup keningku dengan haru,"Ayah sayang Riya.Berbahagialah Nak."
Aku menangis bahagia,"Aku sayang Ayah."
***The End***
Moga Lia suka cerpennya.Sebagian diinspirasi dari kisah nyata.Oh iya aku juga pinjam namanya.He..he..Sekarang ke story ya.Terakhir sampai mana ya?Oh iya Razi ngamuk dan berubah jadi raksasa.Terus Irwan panik bawa Evi yang pingsan.Terus Aty?Iya saudara2nya coming kan?Wah lihat mana dulu nih?Lihat Empat sekawan aja dulu.Weleh...
↓↓ ISTANA ANDALAS...
Ruang jamuan makan porak poranda diamuk Razi yang tiwikrama jadi Raksasa.Razi kesal melihat adiknya sekarat,"Kalian tak tahu diri!Kami datang baik2 memenuhi undangan kalian.Tapi kalian mempermainkan nyawa adikku!!Rasakan ini!!Hyaa!!"
Pilar2 dirobohkan.Semua berhamburan.Makin tambah parah dengan hadirnya kakak2 Aty yang heboh nyari adiknya,"Mana adik kami??Kembalikan!!Mana yang namanya George?Mana dia???!"
Frans segera minta empat sekawan evakuasi Bundanya dan para tamu ke tempat yang aman,"Selamatkan mereka cepat bawa ke tempat yang aman!"
Inul berkata pada Frans,"Hanya Evi yang bisa mengembalikan kakaknya ke wujud semula.Kita harus selamatkan Evi!!"
Adi segera mencari tabib seperti perintah junjungannya yang tengah panik.Siapa?Ya Irwan dong.
Irwan merasakan ketakutan luar biasa melihat kondisi Evi,'Bibirnya sudah membiru...ini gawat!Aku ga mau kehilangan dia.Tidak!!'
Tabib segera datang,Irwan tetap tak beranjak,"Selamatkan dia!!Kamu harus selamatkan dia!!"
Inul datang dan menenangkan putranya itu,"Irwan...jangan panik begitu sayang...biarkan tabib bekerja.Kamu tenang ya sayang..."
Irwan lalu membiarkan tabib memeriksa Evi.Sementara itu Reza kabur dari Andalas.Ia pamitan sama Danang,"Aku ga sangka bakal begini.Malah aku jadi merasa sangat menyesal.Tak ada niatku melukai Putri Evi.Aku ga mau dia mati."
Ga mau kok malah kabur?Aneh!
Sementara Aty coba menenangkan kakak2nya,"Kak ini Aty!Aty baik kak!Jangan membuat rusuh rumah orang !"
Mereka jelas heran lihat kondisi Adiknya,"Kamu kok jadi tiny wini bity?"
Aty lalu minta mereka mau merelakan ia menjadi manusia,"Kumohon jangan mengusik manusia lagi kak.Kembalilah ke hutan.Aku ada George yang akan menjagaku.Iya kan George ?"
George segera mengangguk,"Benar!Benar!"
Akhirnya dua raksasa itu pergi kembali ke hutan.Semua lega dan kagum pada Aty,"Wah hebatnya Putri itu bisa mengusir kedua raksasa itu."
George dengan bangga langsung menggandeng Aty,"Siapa dulu dong calonnya?He..he..."
Aty seneng banget dong.Tapi Raksasa satunya masih mengamuk.Ia mengejar keluarga Subro.Danang segera bersembunyi.Sementara itu kondisi Evi kian gawat,Tabib yang sudah selesai memeriksa berkata,"Racunnya sudah menyebar.Tapi saya akan memakai berbagai metode pengeluaran racun.Semoga saja ini bisa."
Inul lalu meminta Irwan membujuk Razi,"Katakan padanya bahwa ia harus kembali ke wujud aslinya.Jangan merusak lagi.Semua demi Evi.Katakanlah padanya."
Irwan enggan meninggalkan Evi,"Lalu Evi Bunda?"
Inul tahu berapa cintanya putra ketiganya itu pada Evi,"Ibu akan menjaga dia.Kamu tenang saja.Lagipula ada banyak orang juga disini."
Irwan lalu menemui Evi yang masih belum sadar,"Dinda...aku pergi sebentar membujuk Kakakmu.Dia memporakporandakan istana Andalas.Bantu aku ya dinda.Kau harus selamat kau harus hidup demi aku."
Semua yang ada di balai pengobatan terharu melihat betapa kasihnya Irwan pada Evi.Irwan lalu menemui Razi.Ia memakai kekuatannya untuk mendapat perhatian Razi.Berhasil.Tapi tiba2 muncul seseorang,"Adikku Razi kembalilah kau ke wujudmu!Ini kakak!"
Wah siapa itu?Tokoh baru ya?Kalau dalam pewayangan namanya Baladewa.Kalau disini namanya Saiful,dialah kakak Razi.Jelas Razi segera mengenalinya,"Adik kita kak...Dia dicelakai orang2 ini."
Saiful tetap membela keluarga kerajaan Andalas,"Kau ini terkenal bijak.Jangan langsung memutuskan perkara tanpa melakukan penyelidikan dulu.Lagipula aku masih melihat pelangi disana.Adik kita masih hidup.Cahaya kecantikannya masih bisa kulihat.Ayo Razi kembali ke wujud aslimu adikku!"
Akhirnya Razi kembali ke wujud aslinya.Semua lega.Saiful lalu menemui Evi bersama Razi.Saiful malah menyalahkan Irwan atas keteledorannya menjaga adiknya,"Kau tak bisa menjaga adikku!Aku tak restu kau dengannya.Aku akan bawa Evi kembali ke Kerajaan Sulawesi.Jangan harap kau bisa bersamanya!!"
Wah Irwan sedih banget,Frans coba menengahi,"Jangan lakukan itu pada adik saya.Ia sangat mencintai Putri Evi.Semua ini pasti ada dalangnya.Saya mohon biarkan adik saya ikut kalian.Anggaplah dia harus bertanggung jawab menjaga Putri Evi."
Saiful tetap tak mengijinkan,"Tidak!Aku tak ijinkan.Razi ayo kita kembali ke Sulawesi!"
Mereka bersiap membawa Evi pergi,"Di Sulawesi banyak ahli penawar racun.Disana Evi pasti tertolong."
Irwan dibisiki oleh Razi,"Tenang teman.Aku akan membantumu mendapatkan restu kakakku.Untuk saat ini pikirkan keselamatan Evi dulu."
Irwan lalu punya ide agar bisa ikut ke Sulawesi.Ide apa itu?***see you next eps***
ARJUN EPS 14 Gerbong 6 : Where Love Is / Dimana Cinta Berada
>>> Dunia Pewayangan
Orang yang merasa terancam biasanya panik dan berulah.Bikin ontran2lah?bikin huru haralah,bikin aksi2lah.Demikian juga Narasingha.Ia memburu Narayana dan menjadikan Narayana sebagai pemberontak di negeri Dwarawati.Terus ketangkep ga?Dijadikan tersangka ga?Narasingha terlalu percaya diri bahwa rakyat masih takut padanya.Dia terkejut kala melihat sebagian besar penduduknya sudah berani secara terbuka menentang ketidakadilannya.Menentang doktrinnya yang mengutamakan kaum raksasa.Mereka meminta kesamaan hak.Hak untuk diperhatikan,hak untuk duduk dalam pemerintahan dan perlakuan yang sama.Narayana berhasil memasuki istana Dwarawati dalam upaya meminta Narasingha meletakkan tahta secara baik2.Emang Narasingha mau lengser? Narasingha yang keras kepala itupun mati terbunuh oleh Narayana ketika dia memaksakan diri untuk menyerang Narayana,pada saat dia mulai mengetahui bahwa sebagian besar peajuritnyapun sudah mulai menyeberang dan berdiri di belakang Narayana.Rakyat Dwarawati lalu meminta Narayana menjadi raja di Dwarawati setelah itu.Sejak itu Narayana bertahta di negeri Dwarawati dan bergelar Prabu Sri Kresna.Terus apa dia membunuh kaum minoritas setelah berkuasa?
Kresna menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan merangkul orang2 yang dulu ada di sekitar Narasingha.Termasuk mengangkat Narayudajaya,salah satu keponakan Narasingha,sebagai salah seorang senapati negeri Dwarawati.Berarti kaum minoritas boleh duduk di pemerintahan dong?Iya kan tolak ukur seseorang menjadi pemerintah adalah integritas bukan ras atau yang lain.Integritas itu apa?Nilai seseorang dalam memenuhi apa yang ia katakan.Istilah lainnya itu memiliki rasa keadilan,sportif,fairplay,jujur,adil dan konsekuen.
☆☆☆ OTW SULAWESI...
Tak ingin jauh dari kekasih hatinya yang sedang meregang nyawa,Pangeran Irwan kemudian pamit pada Ibunda dan saudara2nya.Ia sudah bertekad akan selalu berada bersama wanita yang ia cintai.Terlebih kondisi Evi masih belum sadar membuat Irwan kian tekad menuju Kerajaan Sulawesi.Ia sungkem sama Ratu Inul,"Ananda minta doa restu Bunda.Ananda akan menyusul Putri Evi ke Kerajaan Sulawesi.Ananda tak mau jauh dari dia Bunda.Ananda mencintainya.Ijinkan ananda ya Bunda?"
Inul mengangguk dan meletakkan telapak tangannya di kepala putranya,"Ibu restui kamu putraku.Ibu yakin kamu akan dilindungi oleh Razi di sana.Ikuti nasehat dia dan hati2 ya.Ibu dengar Kakak Putri Evi yang bernama Raja Saiful itu orangnya emang susah dan parahnya lagi dia lebih dekat dengan kerajaan Andalas daripada kerjaan Asia.Lakukan misi cintamu tanpa membahayakan kerajaan Asia ya Putraku."
Irwan mengangguk dan segera merangkul saudara2nya satu persatu,"Kak Frans,titip Ibu ya?"
Pada George ia juga berpesan,"Kak George titip empat sekawan ya?Irwan hanya akan membawa Yayat saja.Biar empat yang lain menjaga disini.Andalas bisa saja marah dan menyerang kerajaan kita.Tenaga mereka lebih berguna disini."
Pada si kembar dia berpesan,"Kalian yang rukun ya bantu kak Frans dan kak George jaga ibu.Jangan main sendiri.Kakak pergi ya?"
Empat sekawan selain Yayat tentunya juga berat melepas junjungannya.Mereka dipeluk Irwan satu persatu.Irwan hanya membawa Yayat karena Yayat ahli penyamaran dan gayanya miirip wanita.Yayat mendandani Irwan laksana wanita.Ide itu memang sudah dipikirkan Irwan agar bisa menyusup ke rombongan Kerajaan Sulawesi.Irwan juga berlatih menari dan serba serbi wanita dengan Yayat.Berhasilkah mereka menyusup ke rombongan Evi? Dengan kecerdikannya Irwan dan Yayat berhasil mengirim pesan pada Razi.Razi yang sedang patroli segera menangkap anak panah yang melesat ke arahnya,'Ini pasti Irwan.Hanya dia yang bisa melesatkan panah setepat ini.Ada pesannya.'
Razi membaca pesan Irwan: "Aku sudah mengikuti rombongan semalaman.Bawa Irwan masuk ke rombongan Kak Razi.Irwan menyamar jadi wanita.Jadikanlah Irwan sebagai dayang kak.Bantu Irwan."
Razi lalu menemui Saiful dan mengusulkan untuk mereka istirahat di sebuah desa,"Kak Saiful,Razi dengar penduduk di desa itu kebanyakan adalah tabib dan ahli pengobatan.Kita bawa saja beberapa orang dari mereka untuk merawat adik kita.Bagaimana kak?"
Saiful jelas tak curiga dan main approve saja.Acc?Yess!Begitulah Irwan dan Yayat menyusup ke dalam rombongan.Irwan senang sekali bisa berada di dekat Evi.Yayat menjadi asisten tabib.Sedang Irwan menjadi dayang dengan nama samaran Ivana.Awalnya cuma dayang biasa.Bagian antar ini antar itu.Namun bila malam tiba Irwan berjaga dekat kamar Evi,pura2 ngapain gitu.Pada saat mereka mendekati kerajaan Sulawesi tiba2 kelebatan bayangan memasuki kamar Evi,Irwan segera mengikutinya.Rupanya itu pembunuh bayaran kiriman dari Putri Intan yang cemburu dengan perhatian Irwan pada Evi.Irwan segera menghajar pembunuh bayaran itu dan menghadapkannya pada Razi namun sayang orang itu dah menelan racun sebelum buka rahasia.Saiful kaget diberitahu bahwa ada yang hendak membunuh adik perempuannya,"Apa?Pembunuh bayaran?Siapa yang keji menyuruh seseorang membunuh adikku?Kurang ajar!!"
Razi malah memakai moment itu untuk menjadikan Irwan sebagai dayang pribadi untuk Evi,"Untung ada Ivana kak.Dayang itu memergoki ulah penjahat itu.Kurasa sebaiknya dia menjadi dayang pribadi Evi kak.Bagaimana menurut kakak ideku ini?"
Saiful meminta Ivana alias Irwan mendekat ,"Baiklah.Aku setuju."
Irwan lega bisa lolos dari supervisi kakak pertamanya Evi.Ia sangat terharu kala bisa melihat Evi secara langsung,"Dinda...bangun dinda...ini kanda di sini.Kau tenang saja dinda,kanda akan menjaga dirimu."
Kondisi Evi jelas membaik di tangan Irwan sebagai dayang.Sampai di Kerajaan Sulawesi,Evi mulai membuka matanya,"Kanda Irwan...kanda..."
Razi dan Saiful yang kebetulan ada disitu jelas senang melihat adik mereka sudah sadar,"Adik?Kau sudah sadar !!"
Wah Saiful kian mempercayakan Evi pada Ivana,"Kau sungguh dayang yang hebat!Mulai kini kau harus jaga adikku ini.Ingat jangan biarkan dia bertemu dengan Pangeran dari Asia yang bernama Irwan.Ingat itu!!"
Ivana hanya bisa mengangguk patuh,"Baik Paduka!"
Evi nampak sedih kala tahu ia sudah berada di kerajaan Sulawesi kembali,"Kak Razi...Irwan mana kak?"
Ingin rasanya Irwan mendekat dan meraih Evi dalam dekapannya tapi apa daya Saiful masih di ruangan tersebut.Saiful kesal karena adiknya masih saja memikirkan Irwan,"Jangan sebut nama itu lagi di sini!!Aku akan menikahkanmu dengan orang lain.Kau harus berhenti memikirkan dia!"
Razi memandang sedih pada Evi yang nampak menangis di peraduannya,"Dayang Ivana aku akan bicara dengan kakakku.Kau hibur adikku."
Ivana mengerti,"Baik."
Evi menangis di tempat tidurnya,"Aku benci kakak Saiful!Aku benci !Hu...hu..."
Ivana bersimpuh dekat ranjang,"Puteri...jangan begitu...jangan sedih terus.Putri kan baru sembuh.Putri makan ya?Atau putri ingin saya menari buat putri?Saya bisa menari lho."
Evi merasa nyaman dengan Ivana.Apapun ia curhatkan pada dayangnya itu,"Irwan dan aku sebenarnya bertemu sejak kecil.Waktu itu aku sangat jelek dan dijauhi orang.Tapi kau tahu dayang?Irwan menerimaku.Ia membelaku.Ia mau bermain denganku.Aku kangen Irwaannn..hiks...hiks..." Ivana terharu melihat sendunya sang pujaan hati,'Apa aku membuka jati diriku yach?' Kapan Irwan membuka penyamarannya?***see you next eps***
Orang yang merasa terancam biasanya panik dan berulah.Bikin ontran2lah?bikin huru haralah,bikin aksi2lah.Demikian juga Narasingha.Ia memburu Narayana dan menjadikan Narayana sebagai pemberontak di negeri Dwarawati.Terus ketangkep ga?Dijadikan tersangka ga?Narasingha terlalu percaya diri bahwa rakyat masih takut padanya.Dia terkejut kala melihat sebagian besar penduduknya sudah berani secara terbuka menentang ketidakadilannya.Menentang doktrinnya yang mengutamakan kaum raksasa.Mereka meminta kesamaan hak.Hak untuk diperhatikan,hak untuk duduk dalam pemerintahan dan perlakuan yang sama.Narayana berhasil memasuki istana Dwarawati dalam upaya meminta Narasingha meletakkan tahta secara baik2.Emang Narasingha mau lengser? Narasingha yang keras kepala itupun mati terbunuh oleh Narayana ketika dia memaksakan diri untuk menyerang Narayana,pada saat dia mulai mengetahui bahwa sebagian besar peajuritnyapun sudah mulai menyeberang dan berdiri di belakang Narayana.Rakyat Dwarawati lalu meminta Narayana menjadi raja di Dwarawati setelah itu.Sejak itu Narayana bertahta di negeri Dwarawati dan bergelar Prabu Sri Kresna.Terus apa dia membunuh kaum minoritas setelah berkuasa?
Kresna menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan merangkul orang2 yang dulu ada di sekitar Narasingha.Termasuk mengangkat Narayudajaya,salah satu keponakan Narasingha,sebagai salah seorang senapati negeri Dwarawati.Berarti kaum minoritas boleh duduk di pemerintahan dong?Iya kan tolak ukur seseorang menjadi pemerintah adalah integritas bukan ras atau yang lain.Integritas itu apa?Nilai seseorang dalam memenuhi apa yang ia katakan.Istilah lainnya itu memiliki rasa keadilan,sportif,fairplay,jujur,adil dan konsekuen.
☆☆☆ OTW SULAWESI...
Tak ingin jauh dari kekasih hatinya yang sedang meregang nyawa,Pangeran Irwan kemudian pamit pada Ibunda dan saudara2nya.Ia sudah bertekad akan selalu berada bersama wanita yang ia cintai.Terlebih kondisi Evi masih belum sadar membuat Irwan kian tekad menuju Kerajaan Sulawesi.Ia sungkem sama Ratu Inul,"Ananda minta doa restu Bunda.Ananda akan menyusul Putri Evi ke Kerajaan Sulawesi.Ananda tak mau jauh dari dia Bunda.Ananda mencintainya.Ijinkan ananda ya Bunda?"
Inul mengangguk dan meletakkan telapak tangannya di kepala putranya,"Ibu restui kamu putraku.Ibu yakin kamu akan dilindungi oleh Razi di sana.Ikuti nasehat dia dan hati2 ya.Ibu dengar Kakak Putri Evi yang bernama Raja Saiful itu orangnya emang susah dan parahnya lagi dia lebih dekat dengan kerajaan Andalas daripada kerjaan Asia.Lakukan misi cintamu tanpa membahayakan kerajaan Asia ya Putraku."
Irwan mengangguk dan segera merangkul saudara2nya satu persatu,"Kak Frans,titip Ibu ya?"
Pada George ia juga berpesan,"Kak George titip empat sekawan ya?Irwan hanya akan membawa Yayat saja.Biar empat yang lain menjaga disini.Andalas bisa saja marah dan menyerang kerajaan kita.Tenaga mereka lebih berguna disini."
Pada si kembar dia berpesan,"Kalian yang rukun ya bantu kak Frans dan kak George jaga ibu.Jangan main sendiri.Kakak pergi ya?"
Empat sekawan selain Yayat tentunya juga berat melepas junjungannya.Mereka dipeluk Irwan satu persatu.Irwan hanya membawa Yayat karena Yayat ahli penyamaran dan gayanya miirip wanita.Yayat mendandani Irwan laksana wanita.Ide itu memang sudah dipikirkan Irwan agar bisa menyusup ke rombongan Kerajaan Sulawesi.Irwan juga berlatih menari dan serba serbi wanita dengan Yayat.Berhasilkah mereka menyusup ke rombongan Evi? Dengan kecerdikannya Irwan dan Yayat berhasil mengirim pesan pada Razi.Razi yang sedang patroli segera menangkap anak panah yang melesat ke arahnya,'Ini pasti Irwan.Hanya dia yang bisa melesatkan panah setepat ini.Ada pesannya.'
Razi membaca pesan Irwan: "Aku sudah mengikuti rombongan semalaman.Bawa Irwan masuk ke rombongan Kak Razi.Irwan menyamar jadi wanita.Jadikanlah Irwan sebagai dayang kak.Bantu Irwan."
Razi lalu menemui Saiful dan mengusulkan untuk mereka istirahat di sebuah desa,"Kak Saiful,Razi dengar penduduk di desa itu kebanyakan adalah tabib dan ahli pengobatan.Kita bawa saja beberapa orang dari mereka untuk merawat adik kita.Bagaimana kak?"
Saiful jelas tak curiga dan main approve saja.Acc?Yess!Begitulah Irwan dan Yayat menyusup ke dalam rombongan.Irwan senang sekali bisa berada di dekat Evi.Yayat menjadi asisten tabib.Sedang Irwan menjadi dayang dengan nama samaran Ivana.Awalnya cuma dayang biasa.Bagian antar ini antar itu.Namun bila malam tiba Irwan berjaga dekat kamar Evi,pura2 ngapain gitu.Pada saat mereka mendekati kerajaan Sulawesi tiba2 kelebatan bayangan memasuki kamar Evi,Irwan segera mengikutinya.Rupanya itu pembunuh bayaran kiriman dari Putri Intan yang cemburu dengan perhatian Irwan pada Evi.Irwan segera menghajar pembunuh bayaran itu dan menghadapkannya pada Razi namun sayang orang itu dah menelan racun sebelum buka rahasia.Saiful kaget diberitahu bahwa ada yang hendak membunuh adik perempuannya,"Apa?Pembunuh bayaran?Siapa yang keji menyuruh seseorang membunuh adikku?Kurang ajar!!"
Razi malah memakai moment itu untuk menjadikan Irwan sebagai dayang pribadi untuk Evi,"Untung ada Ivana kak.Dayang itu memergoki ulah penjahat itu.Kurasa sebaiknya dia menjadi dayang pribadi Evi kak.Bagaimana menurut kakak ideku ini?"
Saiful meminta Ivana alias Irwan mendekat ,"Baiklah.Aku setuju."
Irwan lega bisa lolos dari supervisi kakak pertamanya Evi.Ia sangat terharu kala bisa melihat Evi secara langsung,"Dinda...bangun dinda...ini kanda di sini.Kau tenang saja dinda,kanda akan menjaga dirimu."
Kondisi Evi jelas membaik di tangan Irwan sebagai dayang.Sampai di Kerajaan Sulawesi,Evi mulai membuka matanya,"Kanda Irwan...kanda..."
Razi dan Saiful yang kebetulan ada disitu jelas senang melihat adik mereka sudah sadar,"Adik?Kau sudah sadar !!"
Wah Saiful kian mempercayakan Evi pada Ivana,"Kau sungguh dayang yang hebat!Mulai kini kau harus jaga adikku ini.Ingat jangan biarkan dia bertemu dengan Pangeran dari Asia yang bernama Irwan.Ingat itu!!"
Ivana hanya bisa mengangguk patuh,"Baik Paduka!"
Evi nampak sedih kala tahu ia sudah berada di kerajaan Sulawesi kembali,"Kak Razi...Irwan mana kak?"
Ingin rasanya Irwan mendekat dan meraih Evi dalam dekapannya tapi apa daya Saiful masih di ruangan tersebut.Saiful kesal karena adiknya masih saja memikirkan Irwan,"Jangan sebut nama itu lagi di sini!!Aku akan menikahkanmu dengan orang lain.Kau harus berhenti memikirkan dia!"
Razi memandang sedih pada Evi yang nampak menangis di peraduannya,"Dayang Ivana aku akan bicara dengan kakakku.Kau hibur adikku."
Ivana mengerti,"Baik."
Evi menangis di tempat tidurnya,"Aku benci kakak Saiful!Aku benci !Hu...hu..."
Ivana bersimpuh dekat ranjang,"Puteri...jangan begitu...jangan sedih terus.Putri kan baru sembuh.Putri makan ya?Atau putri ingin saya menari buat putri?Saya bisa menari lho."
Evi merasa nyaman dengan Ivana.Apapun ia curhatkan pada dayangnya itu,"Irwan dan aku sebenarnya bertemu sejak kecil.Waktu itu aku sangat jelek dan dijauhi orang.Tapi kau tahu dayang?Irwan menerimaku.Ia membelaku.Ia mau bermain denganku.Aku kangen Irwaannn..hiks...hiks..." Ivana terharu melihat sendunya sang pujaan hati,'Apa aku membuka jati diriku yach?' Kapan Irwan membuka penyamarannya?***see you next eps***
Eps 15 ARJUN : Season of Love
□□□ NOTE GERBONG 6 : Musim Cinta
■■■ KERAJAAN SULAWESI....
Kondisi fisik Evi memang membaik namun kondisi jiwanya memburuk.Ia sering melamun dan susah sekali makan.Irwan yang sedang dalam penyamaran alias undercover tak henti membujuk dan menghibur pujaan hatinya itu.Kemana saja Evi pergi menghibur diri selalu ia ikuti.Ke taman ke kolam weleh...Bahkan tak jarang ia harus membujuk Evi agar mau makan,"Putri,makanannya kok ga disentuh sih?Katanya putri suka jajan pasar?Katanya tadi minta dibikinkan?Kenapa malah cuma dilihatin saja.Aduh...malah nangis lagi..."
Evi memang minta aneka jajanan pasar disajikan di hadapannya tapi semua untuk mengingatkannya kala makan berdua dengan Irwan dulu kala Aty menyerang mengharap cinta Pangeran George.Evi malah berkaca2,"Kamu tahu dayang...Waktu itu Pangeran Irwan menyatakan cintanya padaku...aku masih ingat sekali.Sekarang dia dimana ya dayang?Apa dia baik2 saja?Ia pasti disalahkan atas apa yang terjadi padaku.Kasihan dia..."
Ivana yang notabene adalah Irwan jelas ikut hancur hatinya melihat kerinduan Evi dan bagaimana Evi mencemaskannya.Ia pegang bahu sang putri,"Putri...jangan sedih terus dong...saya jadi ikut sedih..."
Evi malah menghambur memeluk dayangnya itu,"Hikks...hiks...aku sedih dayang....aku merindukan Pangeran Irwan...hu...hu..."
Irwan jelas ikut terharu dan berkaca2,'Sabar dinda...kakandamu ada di sisimu...ia tidak meninggalkanmu...'
Irwan membiarkan Evi menangis dipelukannya,"Putri bisa cerita apa saja sama saya...anggap saja saya Pangeran Irwan...he..he.."
Evi malah makin erat memeluk dayangnya itu,"Makasih ya dayang..."
Evi heran karena ia merasa sangat nyaman dalam pelukan dayangnya itu,'Kenapa hatiku damai sekali ya...rasanya seperti kanda Irwan saja yang memelukku dan mengelus punggungku...'
Evi memandang wajah dayangnya,"Dayang...kau juga berkaca2?Kau juga sedih ya...tapi matamu...matamu mirip sekali dengan matanya...apa kau berasal dari Kerajaan Asia juga dayang?" Irwan jadi gugup karena Evi memandangnya,"Ehm...putri benar...orang tua saya memang dari sana..." Evi malah kian memperhatikan juga body dayangnya,"Kau berotot juga ya dayang?..."
Irwan jadi keder,'Apa aku ngaku aja ya ke Evi bahwa aku adalah ....'
Evi memandang dayangnya dengan curiga,"Kamu ...mengingatkanku padanya..."
Hampir saja Irwan bongkar identitasnya,"Putri sebenarnya saya..."
Saat itulah dayang lain masuk,"Putri...Paduka Saiful memanggil Tuan putri ..."
Evi dan Irwan terkejut.Evi malah merasa heran,"Memang ada apa dayang?"
Sang dayang menjawab,"Sepertinya ada tamu tuan putri..."
Wah Evi sumringah,"Pasti Kanda Irwan....pasti dia...!"
Evi segera keluar menuju balairung istana.Irwan segera mengikutinya,"Putri tunggu!"
Irwan malah bertanya2 dalam hati,'Siapa yang datang ya?Tak mungkin Bunda....aku tak mengirim pesan apapun ke sana...aneh...'
¤¤¤ BALAIRUNG ISTANA SULAWESI...
Tampak Saiful duduk di tahta dan dihadapannya seorang pria jangkung nampak asyik menikmati hidangan dan minuman yang tersaji.Disebelah pria jangkung itu ada putra mahkota kerajaan Andalas,"Istana Sulawesi sungguh indah ya Paman...."
Saiful senang dipanggil begitu,"Tentu saja keponakanku...tentu saja.Kau jangan cemas soal istanamu yang roboh dirusak oleh adikku...aku pasti membangunnya lagi untukmu...Kau tenang saja.Apalagi jika kita sudah menjadi satu keluarga."
Ketiganya tertawa.Saiful malah meminta pelayan menambah hidangan,"Hidangkan lebih banyak lagi...aku mau menjamu mereka."
Segera perintah dilaksanakan.Bersamaan dengan itu Razi datang,"Kakak...oh rupanya ada tamu agung di sini..."
Saiful memandang adiknya itu,"Lihat!Gara2 kau melakukan tiwikrama aku yang kena getahnya.Aku malu sekali dengan ulahmu itu Razi..."
Razi menatap tajam pada Danang,"Aku ini selalu punya alasan kuat dalam setiap tindakanku Kakak.Dia hampir membuat Evi kehilangan nyawa!"
Danang segera menyela,"Semua masih dalam penyelidikan Paman...jangan langsung mengambil kesimpulan.Lagipula kedatangan kami bukan untuk membahas soal itu.Sebaiknya masalah itu jangan terlalu dibesar2kan."
Saiful setuju,"Iya keponakanku benar Razi...untuk apa membesar2kan perkara yang akibatnya sudah bisa ditangani?Evi sudah sehat dan tidak apa2.Kita juga akan jadi keluarga juga..."
Razi mencium gelagat yang tidak baik,"Apa maksud kakak kita akan jadi keluarga?Jangan katakan kakak ingin menikahkan Evi dengan dia?"
Saiful malah berdiri dan mendekati Danang,"Razi adikku...kau memang terkenal sangat pandai...tapi kali ini tak semua dugaanmu benar...Yang akan menikah dengan Evi bukan Danang tapi Reza..."
Saat itulah Evi datang dan mendengarnya,"Apa?!"
Razi segera memberi kode pada Irwan supaya jangan emosi.Irwan segera menutupi wajahnya dengan selendang,'Danang ada di sini...pasti niat buruk semata yang ia rencanakan...aku harus waspada...'
Saiful mendekati Evi,"Adikku yang cantik...seperti yang sudah pernah kakak katakan padamu...kakak akan menikahkanmu dengan pangeran yang jauh lebih baik daripada pangeran Asia ...inilah orangnya.. Ayo kenalan!"
Evi malah menatap tajam pada kakak pertamanya itu,"Tidak kak!Evi tidak mau!Evi hanya mau menikah dengan Pangeran Irwan!Jika kakak memaksakan kehendak Kakak,itu berarti kakak menginginkan kematian Evi!"
Usai berkata begitu ia lari ke kamarnya sambil menangis,Saiful hendak mengejarnya,"Evi!Evi!!" Razi mencegahnya,"Biar aku yang bicara padanya Kak...kakak temani saja tamu2 kesayangan kakak ini..."
Razi masuk ke dalam sedang Reza nampak kecut hatinya,'Irwan lagi Irwan lagi!Banyak banget sih penggemar pangeran Asia itu?Intan aja sampai mania eh sekarang Evi...pakai ilmu pelet apa ya dia?Tapi aku dah jauh2 kemari masak pulang dengan tangan hampa?Melaz bingit!'
Danang berbisik pada Reza,"Jangan panik!Pamanku ada dipihak kita.Kita pasti menang.Kau pasti akan mendapatkan keinginanmu..."
Saiful kembali duduk di singgasananya,"Dasar keras kepala!Tapi tekadku sudah bulat.Evi pasti akan menikah dengan pria yang terbaik."
Saiful malah kemut2 mikir.
��PERADUAN EVI...
Evi lari ke kamarnya dan menangis di pembaringannya,"Kakak arogan!Kakak egois!Lebih baik aku mati saja!"
Wah Irwan panik,"Putri jangan ambil tindakan gegabah...jangan bicara sembarangan juga...pasti ada jalan keluar buat semuanya..."
Razi masuk ke dalam kamar,"Benar kata dayangmu itu adikku...kau jangan nekad!"
Razi membelai kepala adiknya,"Kau adalah adikku satu2nya...kakak tak ingin kau hidup tersiksa apalagi sampai mau nekad mengakhiri nyawa segala...apa kau lupa adikku kau itu mendapat wahyu akan menurunkan raja2 besar.Jika kau malah memilih mengakhiri hidupmu lalu apa jawabmu pada Dewata?"
Evi terdiam beberapa saat,"Terus bagaimana caranya Kak biar Evi bisa hidup bersama pria yang Evi cintai kak?"
Razi berpikir,"Pasti ada cara.Kakak akan bujuk Kakak pertama untuk mempertimbangkan niatnya.Kau jangan berbuat nekad ok?Tunggu kabar dariku ok?Senyum dulu dong."
Evi tersenyum,"Janji ya Kak akan bantu Evi ?Awas kalau bohong!"
Irwan dan Razi saling berpandangan.Irwan lega Evi masih mau mendengarkan Razi. Tapi benarkah Razi bisa membujuk Saiful?***see you next eps***
■■■ KERAJAAN SULAWESI....
Kondisi fisik Evi memang membaik namun kondisi jiwanya memburuk.Ia sering melamun dan susah sekali makan.Irwan yang sedang dalam penyamaran alias undercover tak henti membujuk dan menghibur pujaan hatinya itu.Kemana saja Evi pergi menghibur diri selalu ia ikuti.Ke taman ke kolam weleh...Bahkan tak jarang ia harus membujuk Evi agar mau makan,"Putri,makanannya kok ga disentuh sih?Katanya putri suka jajan pasar?Katanya tadi minta dibikinkan?Kenapa malah cuma dilihatin saja.Aduh...malah nangis lagi..."
Evi memang minta aneka jajanan pasar disajikan di hadapannya tapi semua untuk mengingatkannya kala makan berdua dengan Irwan dulu kala Aty menyerang mengharap cinta Pangeran George.Evi malah berkaca2,"Kamu tahu dayang...Waktu itu Pangeran Irwan menyatakan cintanya padaku...aku masih ingat sekali.Sekarang dia dimana ya dayang?Apa dia baik2 saja?Ia pasti disalahkan atas apa yang terjadi padaku.Kasihan dia..."
Ivana yang notabene adalah Irwan jelas ikut hancur hatinya melihat kerinduan Evi dan bagaimana Evi mencemaskannya.Ia pegang bahu sang putri,"Putri...jangan sedih terus dong...saya jadi ikut sedih..."
Evi malah menghambur memeluk dayangnya itu,"Hikks...hiks...aku sedih dayang....aku merindukan Pangeran Irwan...hu...hu..."
Irwan jelas ikut terharu dan berkaca2,'Sabar dinda...kakandamu ada di sisimu...ia tidak meninggalkanmu...'
Irwan membiarkan Evi menangis dipelukannya,"Putri bisa cerita apa saja sama saya...anggap saja saya Pangeran Irwan...he..he.."
Evi malah makin erat memeluk dayangnya itu,"Makasih ya dayang..."
Evi heran karena ia merasa sangat nyaman dalam pelukan dayangnya itu,'Kenapa hatiku damai sekali ya...rasanya seperti kanda Irwan saja yang memelukku dan mengelus punggungku...'
Evi memandang wajah dayangnya,"Dayang...kau juga berkaca2?Kau juga sedih ya...tapi matamu...matamu mirip sekali dengan matanya...apa kau berasal dari Kerajaan Asia juga dayang?" Irwan jadi gugup karena Evi memandangnya,"Ehm...putri benar...orang tua saya memang dari sana..." Evi malah kian memperhatikan juga body dayangnya,"Kau berotot juga ya dayang?..."
Irwan jadi keder,'Apa aku ngaku aja ya ke Evi bahwa aku adalah ....'
Evi memandang dayangnya dengan curiga,"Kamu ...mengingatkanku padanya..."
Hampir saja Irwan bongkar identitasnya,"Putri sebenarnya saya..."
Saat itulah dayang lain masuk,"Putri...Paduka Saiful memanggil Tuan putri ..."
Evi dan Irwan terkejut.Evi malah merasa heran,"Memang ada apa dayang?"
Sang dayang menjawab,"Sepertinya ada tamu tuan putri..."
Wah Evi sumringah,"Pasti Kanda Irwan....pasti dia...!"
Evi segera keluar menuju balairung istana.Irwan segera mengikutinya,"Putri tunggu!"
Irwan malah bertanya2 dalam hati,'Siapa yang datang ya?Tak mungkin Bunda....aku tak mengirim pesan apapun ke sana...aneh...'
¤¤¤ BALAIRUNG ISTANA SULAWESI...
Tampak Saiful duduk di tahta dan dihadapannya seorang pria jangkung nampak asyik menikmati hidangan dan minuman yang tersaji.Disebelah pria jangkung itu ada putra mahkota kerajaan Andalas,"Istana Sulawesi sungguh indah ya Paman...."
Saiful senang dipanggil begitu,"Tentu saja keponakanku...tentu saja.Kau jangan cemas soal istanamu yang roboh dirusak oleh adikku...aku pasti membangunnya lagi untukmu...Kau tenang saja.Apalagi jika kita sudah menjadi satu keluarga."
Ketiganya tertawa.Saiful malah meminta pelayan menambah hidangan,"Hidangkan lebih banyak lagi...aku mau menjamu mereka."
Segera perintah dilaksanakan.Bersamaan dengan itu Razi datang,"Kakak...oh rupanya ada tamu agung di sini..."
Saiful memandang adiknya itu,"Lihat!Gara2 kau melakukan tiwikrama aku yang kena getahnya.Aku malu sekali dengan ulahmu itu Razi..."
Razi menatap tajam pada Danang,"Aku ini selalu punya alasan kuat dalam setiap tindakanku Kakak.Dia hampir membuat Evi kehilangan nyawa!"
Danang segera menyela,"Semua masih dalam penyelidikan Paman...jangan langsung mengambil kesimpulan.Lagipula kedatangan kami bukan untuk membahas soal itu.Sebaiknya masalah itu jangan terlalu dibesar2kan."
Saiful setuju,"Iya keponakanku benar Razi...untuk apa membesar2kan perkara yang akibatnya sudah bisa ditangani?Evi sudah sehat dan tidak apa2.Kita juga akan jadi keluarga juga..."
Razi mencium gelagat yang tidak baik,"Apa maksud kakak kita akan jadi keluarga?Jangan katakan kakak ingin menikahkan Evi dengan dia?"
Saiful malah berdiri dan mendekati Danang,"Razi adikku...kau memang terkenal sangat pandai...tapi kali ini tak semua dugaanmu benar...Yang akan menikah dengan Evi bukan Danang tapi Reza..."
Saat itulah Evi datang dan mendengarnya,"Apa?!"
Razi segera memberi kode pada Irwan supaya jangan emosi.Irwan segera menutupi wajahnya dengan selendang,'Danang ada di sini...pasti niat buruk semata yang ia rencanakan...aku harus waspada...'
Saiful mendekati Evi,"Adikku yang cantik...seperti yang sudah pernah kakak katakan padamu...kakak akan menikahkanmu dengan pangeran yang jauh lebih baik daripada pangeran Asia ...inilah orangnya.. Ayo kenalan!"
Evi malah menatap tajam pada kakak pertamanya itu,"Tidak kak!Evi tidak mau!Evi hanya mau menikah dengan Pangeran Irwan!Jika kakak memaksakan kehendak Kakak,itu berarti kakak menginginkan kematian Evi!"
Usai berkata begitu ia lari ke kamarnya sambil menangis,Saiful hendak mengejarnya,"Evi!Evi!!" Razi mencegahnya,"Biar aku yang bicara padanya Kak...kakak temani saja tamu2 kesayangan kakak ini..."
Razi masuk ke dalam sedang Reza nampak kecut hatinya,'Irwan lagi Irwan lagi!Banyak banget sih penggemar pangeran Asia itu?Intan aja sampai mania eh sekarang Evi...pakai ilmu pelet apa ya dia?Tapi aku dah jauh2 kemari masak pulang dengan tangan hampa?Melaz bingit!'
Danang berbisik pada Reza,"Jangan panik!Pamanku ada dipihak kita.Kita pasti menang.Kau pasti akan mendapatkan keinginanmu..."
Saiful kembali duduk di singgasananya,"Dasar keras kepala!Tapi tekadku sudah bulat.Evi pasti akan menikah dengan pria yang terbaik."
Saiful malah kemut2 mikir.
��PERADUAN EVI...
Evi lari ke kamarnya dan menangis di pembaringannya,"Kakak arogan!Kakak egois!Lebih baik aku mati saja!"
Wah Irwan panik,"Putri jangan ambil tindakan gegabah...jangan bicara sembarangan juga...pasti ada jalan keluar buat semuanya..."
Razi masuk ke dalam kamar,"Benar kata dayangmu itu adikku...kau jangan nekad!"
Razi membelai kepala adiknya,"Kau adalah adikku satu2nya...kakak tak ingin kau hidup tersiksa apalagi sampai mau nekad mengakhiri nyawa segala...apa kau lupa adikku kau itu mendapat wahyu akan menurunkan raja2 besar.Jika kau malah memilih mengakhiri hidupmu lalu apa jawabmu pada Dewata?"
Evi terdiam beberapa saat,"Terus bagaimana caranya Kak biar Evi bisa hidup bersama pria yang Evi cintai kak?"
Razi berpikir,"Pasti ada cara.Kakak akan bujuk Kakak pertama untuk mempertimbangkan niatnya.Kau jangan berbuat nekad ok?Tunggu kabar dariku ok?Senyum dulu dong."
Evi tersenyum,"Janji ya Kak akan bantu Evi ?Awas kalau bohong!"
Irwan dan Razi saling berpandangan.Irwan lega Evi masih mau mendengarkan Razi. Tapi benarkah Razi bisa membujuk Saiful?***see you next eps***
Eps 16 ARJUN : The Source of Favor
DUNIA PEWAYANGAN : Sumber Kebaikan
Sering dengar soal Bharatayudha kan?Iya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa.Peperangan itu dimenangkan oleh Pandawa.Tapi sebenarnya orang kunci kemenangan itu adalah Kresna.Dialah penasehat perang Pandawa.Ia sangat pandai dalam strategi perang.Dialah yang mengusulkan strategi demi strategi formasi perang bagi Pandawa.Dia begitu pandai membuat tarik ulur:
*kapan harus menggempur secara luar biasa
*kapan harus mundur sejenak
*kapan harus menyerang dengan kekuatan apa adanya demi memberi angin musuh dalam rangka melenakan mereka.
Kresna juga yang mengusulkan pada Yudhistira :
- siapa dan kapan sang panglima perang di medan laga
-memancing Karna agar berkehendak meminta Salya sang mertua menjadi saisnya saat pertempuran.Kresna tahu bahwa hubungan mertua dan menantu antara Karna dan Salya tidak begitu bagus.Itu jelas menguntungkan Pandawa.
-ia juga yang mengembalikan semangat juang Arjuna untuk maju perang ketika Arjuna dilanda keraguan harus berhadapan dengan saudara2nya sendiri.
-memasang seorang panglima perang perempuan ketika pihak Kurawa memasang Bisma sebagai panglimanya.
-meminta Gatotkaca sebagai panglima ketika Karna maju menjadi pimpinan perang Kurawa,demi menyelamatkan Arjuna dari senjata pamungkas Karna.Gatotkaca yang kemudian mati.
-mempertemukan Salya dengan Yudhistira karena hanya Yudhistira yang bisa mengalahkan Salya. Dari situ kelihatan ya betapa sayangnya Kresna pada Arjuna.Apa karena Arjuna adalah pria yang dicintai adiknya?
°°°→ISTANA SULAWESI....
Razi mendatangi kakaknya kala Danang dan Reza sudah tak bersama kakaknya itu.Ia tahu betapa sayangnya Saiful pada Danang,semua keinginan Danang seperti sebuah perintah baginya.Saiful sendiri tahu betapa sayangnya Razi pada Evi.Dua2nya sebenarnya sama punya kesayangan masing2.Weleh.... Saiful sedang menikmati hiburan para penari2 istana kala Razi datang,"Adikku...kemarilah!Ayo kita rayakan kebahagiaan ini..."
Razi duduk,"Kebahagiaan siapa yang kakak maksud?"
Saiful melirik adiknya yang berkulit lebih hitam darinya itu,"Bukannya kau ini terkenal sangat cerdas adikku?Masak kau tak tahu ..."
Razi menghela nafas,"Kakak seharusnya mengutamakan kebahagiaan adik kita dan bukannya malah orang lain.Evi itu adik kita satu2nya kak,coba kakak mengerti.Sejak kecil ia sudah alami hal berat,kakak apa tidak kasihan padanya?Jika ia menikah dengan orang yang tidak ia cintai alangkah menderitanya dia nanti kak.Kakak tega lihat adik kita sengsara?"
Saiful menatap tajam pada Razi,"Aku juga sayang pada Evi.Bukan hanya kau yang sayang padanya.Justru demi kebaikannya aku menjodohkan dia dengan pria yang jelas terbaik."
Razi coba bersikap lunak,"Terbaik menurut kakak belum tentu terbaik menurut Evi kak.Dan menurutku kakak juga belum mengenal siapa Reza bukan?Bukankah kakak hanya mendengar dari Danang saja?Kakak ingatlah pernikahan itu untuk seumur hidup.Dan hidup Evi yang kita pertaruhkan kak."
Saiful malah menyuruh para penari untuk pergi,"Sudah cukup.Kalian pergilah."
Saiful bangkit dari duduknya,"Kau memang punya calon buat Evi?Tapi jika kau sebut nama Irwan jangan harap aku akan merestui!"
Razi berpikir,'Tak ada cara lain.Pasti semua karena kakak pernah punya masalah dengan George.Dia pernah kalah tanding dengan kakaknya Irwan itu.Dia pasti dendam.Sebaiknya aku ulur saja waktu pernikahannya.'
Razi lalu memakai taktik lain,"Begini saja kakak.Aku rasa beri Evi waktu untuk berpikir dan berdoa.Bukankah kita punya tempat untuk sembahyang,suruh Evi ke sana.Biar disana ia merenungkan semua."
Saiful malah mikir lain,'Aku akan suruh saja Reza dan Danang ke sana.Biar Evi bisa kenal dengan Reza.Tak kenal maka tak sayang bukan?'
Razi lega kala Saiful setuju dengan usulnya,'Aku akan suruh Irwan menemani Evi di sana.Kalau perlu mereka menikah saja di sana he..he..'
Weleh lagi2 sama2 punya rencana tersembunyi.
•••←KAMAR EVI....
Evi sedih banget mengetahui bahwa impiannya menikah dengan Irwan kandas.Ia petiki semua kelopak mawar yang menghiasi kamarnya.Juga rangkaian bunga yang ia buat,ia sebar2 dengan kesal.Irwan yang menyamar jadi dayang jelas sibuk munguti bunga2 itu,"Putri kok dirusak rangkaian bunganya?Kan susah dan lama buatnya?Mawarnya juga di sebar gini di lantai waduh...."
Evi malah menatap keluar,"Aku ingin menyusul kanda Irwan...aku ingin bersama dia.Aku ingin ke kerajaan Asia saja.Aku tak mau menikah dengan pilihan kakak.Kakak jahat!!Nyebelin!!"
Evi malah nangis dan tengkurap di peraduannya,"Hu...hu...aku benci hidupku...aku benci kakak..." Irwan coba menghibur,"Putri...jangan sedih terus...begini saja anggap saja saya itu kakak putri jadi putri bisa lampiaskan kekesalan Putri."
Evi memandang dayangnya itu,"Kalau gitu sini kamu!!"
Irwan mendekat,sama Evi dicubiti dia,"Aku sebel!Sebel!!"
Wah Irwan jelas meringis tapi seneng juga dia,"Auw!Aduh!...Auw!!"
Puas bikin lengan dayangnya merah2 Evi lalu tiduran,"Lenganmu gede2 juga ya dayang?Aku jadi ngantuk nih..."
Irwan beringsut dari dekat peraduan Evi,"Kalau begitu saya permisi Putri.Selamat beristirahat."
Eh Evi malah melarang dia pergi,"Jangan pergi...aku ga mau sendirian..."
Irwan ga jadi pergi,"Putri katanya mau istirahat..."
Evi malah duduk di pembaringannya,rambutnya yang indah terurai membuat Irwan terpesona,'Wow!Cantik nian kau dinda...'
Evi berkata,"Tolong sisir rambutku...sampai aku tertidur...terus kamu temani aku tidur..."
Wah Irwan kaget,"Nemeni putri tidur?Satu ranjang sama putri?"
Evi malah gumun,"Kamu ini ...terserah kamu mau tidur dimana...pokoknya aku ga mau sendirian...ini sisirnya..."
Irwan grogi gitu naik ke tempat tidur Evi,"Rambut putri sangat indah....panjang lagi..."
Evi malah mikirin Irwan,"Kanda Irwan juga suka muji rambutku...aku kangen sama dia...dia sedang mikirin aku ga ya?"
Evi malah cerita soal Irwan ke Irwan weleh.... Irwan dengerin sambil menyisir rambut pujaan hatinya itu,"Beruntung sekali Pangeran Irwan ya bisa mendapatkan hati putri..."
Evi malah ngantuk dan akhirnya malah bersandar pada dayangnya dan pulas dia di bahu dayangnya.Irwan pelan2 membaringkannya di peraduan.Diusapnya rambut Evi,'Dinda...aku di sini...aku takkan biarkan kau menikah dengan orang lain.Kamu jangan sedih ya?Tidurlah aku akan menjagamu...' Dikecupnya dahi Evi dengan sayang,'Aku sangat mencintaimu...'
Irwan lalu menyiapkan alas tidur di bawah.Beralaskan permadani.Dijaganya Evi sepanjang malam.Dipandanginya putri jelita yang tengah pulas itu,'Ga sangka kau yang dulu sangat hitam kini jadi seperti bidadari...'
○○○↓ KEESOKAN HARINYA...
Razi memberitahu rencananya pada Irwan,"Kau bawa adikku ke Kerajaanmu.Soal kakakku biar aku yang tangani."
Irwan mendengarkan dengan seksama,"Kakak yakin ini satu2nya jalan?"
Razi mengangguk,"Aku tahu kakakku akan marah besar padaku tapi semua demi Evi.Aku akan tinggal di istana supaya kakak tidak curiga.Kau temani adikku.Jaga dia untukku."
Irwan berjanji dan segera memberitahu Yayat untuk bersiap,"Kau pergilah dahulu ke kerajaan Asia.Bilang mereka bahwa aku akan segera kembali."
Yayatpun segera pergi ke kerajaan Asia.Sementara Evi masih bermuram durja diberitahu Saiful kalau ia mengijinkan Evi jalan2 menenangkan pikiran dan mencari petunjuk Dewata,"Kakak harap kau akan menemukan pencerahan adikku."
Evi meminta Ivana ikut dengannya,"Ijinkan dayangku ikut denganku kak...biar aku punya teman ngobrol."
Saiful jelas mengijinkan tanpa sadar bahwa Ivana adalah Irwan.Irwanpun bersiap.Sementara Danang dan Reza juga bersiap mengikuti Evi.Reza malah kebayang bakal melakukan pedekate nanti di sana.Danang malah merasa curiga melihat dayangnya Evi,'Dayang itu sikapnya aneh...dia seperti mirip seseorang...tapi siapa ya?Ukuran badannya juga tidak sewajarnya perempuan.Mencurigakan...jangan2 dia perempuan jadi2an lagi.Aku akan selidiki soal dia nanti disana.'
Wah Danang mulai curigation.Berhasilkah Irwan membawa Evi ke kerajaannya?***see you next eps***
Sering dengar soal Bharatayudha kan?Iya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa.Peperangan itu dimenangkan oleh Pandawa.Tapi sebenarnya orang kunci kemenangan itu adalah Kresna.Dialah penasehat perang Pandawa.Ia sangat pandai dalam strategi perang.Dialah yang mengusulkan strategi demi strategi formasi perang bagi Pandawa.Dia begitu pandai membuat tarik ulur:
*kapan harus menggempur secara luar biasa
*kapan harus mundur sejenak
*kapan harus menyerang dengan kekuatan apa adanya demi memberi angin musuh dalam rangka melenakan mereka.
Kresna juga yang mengusulkan pada Yudhistira :
- siapa dan kapan sang panglima perang di medan laga
-memancing Karna agar berkehendak meminta Salya sang mertua menjadi saisnya saat pertempuran.Kresna tahu bahwa hubungan mertua dan menantu antara Karna dan Salya tidak begitu bagus.Itu jelas menguntungkan Pandawa.
-ia juga yang mengembalikan semangat juang Arjuna untuk maju perang ketika Arjuna dilanda keraguan harus berhadapan dengan saudara2nya sendiri.
-memasang seorang panglima perang perempuan ketika pihak Kurawa memasang Bisma sebagai panglimanya.
-meminta Gatotkaca sebagai panglima ketika Karna maju menjadi pimpinan perang Kurawa,demi menyelamatkan Arjuna dari senjata pamungkas Karna.Gatotkaca yang kemudian mati.
-mempertemukan Salya dengan Yudhistira karena hanya Yudhistira yang bisa mengalahkan Salya. Dari situ kelihatan ya betapa sayangnya Kresna pada Arjuna.Apa karena Arjuna adalah pria yang dicintai adiknya?
°°°→ISTANA SULAWESI....
Razi mendatangi kakaknya kala Danang dan Reza sudah tak bersama kakaknya itu.Ia tahu betapa sayangnya Saiful pada Danang,semua keinginan Danang seperti sebuah perintah baginya.Saiful sendiri tahu betapa sayangnya Razi pada Evi.Dua2nya sebenarnya sama punya kesayangan masing2.Weleh.... Saiful sedang menikmati hiburan para penari2 istana kala Razi datang,"Adikku...kemarilah!Ayo kita rayakan kebahagiaan ini..."
Razi duduk,"Kebahagiaan siapa yang kakak maksud?"
Saiful melirik adiknya yang berkulit lebih hitam darinya itu,"Bukannya kau ini terkenal sangat cerdas adikku?Masak kau tak tahu ..."
Razi menghela nafas,"Kakak seharusnya mengutamakan kebahagiaan adik kita dan bukannya malah orang lain.Evi itu adik kita satu2nya kak,coba kakak mengerti.Sejak kecil ia sudah alami hal berat,kakak apa tidak kasihan padanya?Jika ia menikah dengan orang yang tidak ia cintai alangkah menderitanya dia nanti kak.Kakak tega lihat adik kita sengsara?"
Saiful menatap tajam pada Razi,"Aku juga sayang pada Evi.Bukan hanya kau yang sayang padanya.Justru demi kebaikannya aku menjodohkan dia dengan pria yang jelas terbaik."
Razi coba bersikap lunak,"Terbaik menurut kakak belum tentu terbaik menurut Evi kak.Dan menurutku kakak juga belum mengenal siapa Reza bukan?Bukankah kakak hanya mendengar dari Danang saja?Kakak ingatlah pernikahan itu untuk seumur hidup.Dan hidup Evi yang kita pertaruhkan kak."
Saiful malah menyuruh para penari untuk pergi,"Sudah cukup.Kalian pergilah."
Saiful bangkit dari duduknya,"Kau memang punya calon buat Evi?Tapi jika kau sebut nama Irwan jangan harap aku akan merestui!"
Razi berpikir,'Tak ada cara lain.Pasti semua karena kakak pernah punya masalah dengan George.Dia pernah kalah tanding dengan kakaknya Irwan itu.Dia pasti dendam.Sebaiknya aku ulur saja waktu pernikahannya.'
Razi lalu memakai taktik lain,"Begini saja kakak.Aku rasa beri Evi waktu untuk berpikir dan berdoa.Bukankah kita punya tempat untuk sembahyang,suruh Evi ke sana.Biar disana ia merenungkan semua."
Saiful malah mikir lain,'Aku akan suruh saja Reza dan Danang ke sana.Biar Evi bisa kenal dengan Reza.Tak kenal maka tak sayang bukan?'
Razi lega kala Saiful setuju dengan usulnya,'Aku akan suruh Irwan menemani Evi di sana.Kalau perlu mereka menikah saja di sana he..he..'
Weleh lagi2 sama2 punya rencana tersembunyi.
•••←KAMAR EVI....
Evi sedih banget mengetahui bahwa impiannya menikah dengan Irwan kandas.Ia petiki semua kelopak mawar yang menghiasi kamarnya.Juga rangkaian bunga yang ia buat,ia sebar2 dengan kesal.Irwan yang menyamar jadi dayang jelas sibuk munguti bunga2 itu,"Putri kok dirusak rangkaian bunganya?Kan susah dan lama buatnya?Mawarnya juga di sebar gini di lantai waduh...."
Evi malah menatap keluar,"Aku ingin menyusul kanda Irwan...aku ingin bersama dia.Aku ingin ke kerajaan Asia saja.Aku tak mau menikah dengan pilihan kakak.Kakak jahat!!Nyebelin!!"
Evi malah nangis dan tengkurap di peraduannya,"Hu...hu...aku benci hidupku...aku benci kakak..." Irwan coba menghibur,"Putri...jangan sedih terus...begini saja anggap saja saya itu kakak putri jadi putri bisa lampiaskan kekesalan Putri."
Evi memandang dayangnya itu,"Kalau gitu sini kamu!!"
Irwan mendekat,sama Evi dicubiti dia,"Aku sebel!Sebel!!"
Wah Irwan jelas meringis tapi seneng juga dia,"Auw!Aduh!...Auw!!"
Puas bikin lengan dayangnya merah2 Evi lalu tiduran,"Lenganmu gede2 juga ya dayang?Aku jadi ngantuk nih..."
Irwan beringsut dari dekat peraduan Evi,"Kalau begitu saya permisi Putri.Selamat beristirahat."
Eh Evi malah melarang dia pergi,"Jangan pergi...aku ga mau sendirian..."
Irwan ga jadi pergi,"Putri katanya mau istirahat..."
Evi malah duduk di pembaringannya,rambutnya yang indah terurai membuat Irwan terpesona,'Wow!Cantik nian kau dinda...'
Evi berkata,"Tolong sisir rambutku...sampai aku tertidur...terus kamu temani aku tidur..."
Wah Irwan kaget,"Nemeni putri tidur?Satu ranjang sama putri?"
Evi malah gumun,"Kamu ini ...terserah kamu mau tidur dimana...pokoknya aku ga mau sendirian...ini sisirnya..."
Irwan grogi gitu naik ke tempat tidur Evi,"Rambut putri sangat indah....panjang lagi..."
Evi malah mikirin Irwan,"Kanda Irwan juga suka muji rambutku...aku kangen sama dia...dia sedang mikirin aku ga ya?"
Evi malah cerita soal Irwan ke Irwan weleh.... Irwan dengerin sambil menyisir rambut pujaan hatinya itu,"Beruntung sekali Pangeran Irwan ya bisa mendapatkan hati putri..."
Evi malah ngantuk dan akhirnya malah bersandar pada dayangnya dan pulas dia di bahu dayangnya.Irwan pelan2 membaringkannya di peraduan.Diusapnya rambut Evi,'Dinda...aku di sini...aku takkan biarkan kau menikah dengan orang lain.Kamu jangan sedih ya?Tidurlah aku akan menjagamu...' Dikecupnya dahi Evi dengan sayang,'Aku sangat mencintaimu...'
Irwan lalu menyiapkan alas tidur di bawah.Beralaskan permadani.Dijaganya Evi sepanjang malam.Dipandanginya putri jelita yang tengah pulas itu,'Ga sangka kau yang dulu sangat hitam kini jadi seperti bidadari...'
○○○↓ KEESOKAN HARINYA...
Razi memberitahu rencananya pada Irwan,"Kau bawa adikku ke Kerajaanmu.Soal kakakku biar aku yang tangani."
Irwan mendengarkan dengan seksama,"Kakak yakin ini satu2nya jalan?"
Razi mengangguk,"Aku tahu kakakku akan marah besar padaku tapi semua demi Evi.Aku akan tinggal di istana supaya kakak tidak curiga.Kau temani adikku.Jaga dia untukku."
Irwan berjanji dan segera memberitahu Yayat untuk bersiap,"Kau pergilah dahulu ke kerajaan Asia.Bilang mereka bahwa aku akan segera kembali."
Yayatpun segera pergi ke kerajaan Asia.Sementara Evi masih bermuram durja diberitahu Saiful kalau ia mengijinkan Evi jalan2 menenangkan pikiran dan mencari petunjuk Dewata,"Kakak harap kau akan menemukan pencerahan adikku."
Evi meminta Ivana ikut dengannya,"Ijinkan dayangku ikut denganku kak...biar aku punya teman ngobrol."
Saiful jelas mengijinkan tanpa sadar bahwa Ivana adalah Irwan.Irwanpun bersiap.Sementara Danang dan Reza juga bersiap mengikuti Evi.Reza malah kebayang bakal melakukan pedekate nanti di sana.Danang malah merasa curiga melihat dayangnya Evi,'Dayang itu sikapnya aneh...dia seperti mirip seseorang...tapi siapa ya?Ukuran badannya juga tidak sewajarnya perempuan.Mencurigakan...jangan2 dia perempuan jadi2an lagi.Aku akan selidiki soal dia nanti disana.'
Wah Danang mulai curigation.Berhasilkah Irwan membawa Evi ke kerajaannya?***see you next eps***
Eps 17 ARJUN : Fled From Him
↑+↓ AREA PEMUJAAN...
Tempatnya lebih seperti taman.Asri dengan pepohonan dan tanaman bunga.Evi telah tiba dengan ditemani dayang favenya,Ivana off course.Evi nampak galau gitu,"Tempat ini memang indah cocok buat menenangkan hati tapi hatiku hanya tenang kalau kanda Irwan ada disini bersamaku...apalah arti tempat yang indah bila dia tak disisiku."
Irwan memandang penuh sayang pada putri Sulawesi itu,'Kasihan dinda Evi...dia merasa sendirian menghadapi semua ini,sepertinya ini saatnya kuakhiri penyamaranku lagipula...tak ada siapa2 disini selain kami.'
Ivana lalu pura2 mau mengambil sesuatu,"Putri,saya akan ambilkan bunga2 buat Putri rangkai.Tunggu sebentar ya?"
Evi hanya mengiyakan tanpa melihat ke arah mana dayangnya itu pergi,"Pergilah carikan aku bunga yang banyak,aku ingin membuat kalung bunga...semoga nanti bisa kuberikan pada kanda Irwan...seperti saat kami kecil dulu..."
Evi malah mengenang masa kecilnya kala jumpa pertama dengan pujaan hatinya,'Kanda...waktu kecil hanya kanda yang baik padaku,mau berteman denganku dan membelaku.Kanda juga tidak malu menemaniku bermain.Padahal waktu itu aku sangat jelek,hitam lagi...sedangkan kanda sangat tampan dan bersih.Aku kangen sama kanda...'
Ivana kembali dengan banyak bunga dia petik,"Putri ini bunganya....silakan dirangkai..."
Evi menerimanya dan mulai menjalinnya.Ivana melihat junjungannya merangkai bunga sembari berkaca2,'Dinda...jangan bersedih...aku ada disini bersamamu.Aku tak tahan lagi.Aku harus beritahu kalau aku adalah Irwan.Kurasa ini saat yang tepat.'
Ivana lalu duduk dekat kaki Evi,"Buat siapa kalung bunga itu Putri?"
Evi menjawab,"Tentu saja buat Pangeran Irwan dayang...sayang dia entah ada dimana sekarang.Aku tak tahu kabarnya usai kami terpisah di Andalas dulu.Semoga dia selalu baik keadaannya..."
Ivana juga ikut merangkai bunga dekat Evi,"Saya juga mau buat ah...walau ga sebagus seperti buatan Putri pastinya..."
Evi tersenyum,"Buatlah dayang buatlah untuk orang yang kau sayang.Kau pasti juga punya orang yang kau cintai bukan?Cerita dong seperti apa dia..."
Ivana cerita sambil memandang wajah jelita putri yang ada di hadapannya,"Dia itu sangat lembut orangnya...kami bertemu waktu kami masih kecil.Dia dijauhi teman2nya dan sering bermain sendirian...semua orang melihat rupa padahal hatinya sangat baik...hamba jatuh hati padanya sejak saat itu..."
Evi malah menerawang,"Kau mencintainya sejak kecil?Sama aku juga ...aku jatuh hati pada Kanda Irwan juga sejak kecil.Kisahmu hampir mirip denganku...oh ya kalungku sudah jadi...bagus tidak?" Ivana melihatnya,"Bagus sekali Putri.Jalinannya rapi dan pilihan warnanya sangat indah..."
Evi malah nampak sedih,"Sayang...yang mau diberi kalung ini tidak disini...andai saja dia ada disini..."
Irwan juga telah menyelesaikan kalung bunganya,"Dia ada di sini Putri..."
Evi heran,"Apa maksudmu dayang?Apa Kak Razi menyuruh dia ke sini menjemputku?Benarkah?Mana dia?"
Evi melihat ke segala sudut,"Dayang mana?Katamu kanda Irwanku ada di sini?Mana dia?Aku tidak melihatnya..."
Irwan mendekati Evi,"Putri tidak melihatnya?"
Evi malah manyun,"Iya tidak ada siapa2 disini hanya kau dan aku...tidak ada orang lagi dayang...apa dia baru dalam perjalanan?"
Irwan tersenyum melihat Evi duduk dengan kecewa,"Pangeran Irwan sudah ada disini sejak tadi Putri...masak Putri tidak melihatnya?"
Evi kian gemas sama dayangnya itu,"Ivana...disini tidak ada siapa2 selain kita.Hanya kau yang ada di sini sejak tadi menemaniku...bagaimana sih?Kamu dapat info dari mana sih?"
Irwan meraih tangan Evi,"Mungkin putri kurang memperhatikan dengan seksama..."
Evi malah berdebar kala tangannya dipegang oleh dayangnya,"Kurang memperhatikan dengan seksama?Apa maksudmu dayang?Aku sudah mencari ke segala sudut tempat ini.Kau membohongiku ya?Kau hanya ingin menghiburku bukan?"
Irwan menempelkan jemari Evi di pipinya,"Pandang mata saya Putri...apa ada kebohongan di sana?" Evi kian berdebar2,'Mengapa jantungku berdebar2 ya?Ivana kan perempuan ...biasanya aku merasakan seperti ini jika berada dekat dengan Kanda Irwan...'
Evi memandang mata dayangnya,makin dipandang dia makin berdebar...apalagi kala suara dayangnya itu berubah,"Dinda sudah mengenaliku?"
Evi terpana,'Ini kan...hanya kanda Irwan yang menyebutku dengan panggilan dinda...'
Evi meraba wajah dayangnya,"Kanda...ini kau?Astaga...ini benar kanda?"
Irwan mengecup jemari Evi yang lentik,"Benar dinda ini kanda...kanda sengaja menyamar menjadi dayang demi bisa dekat dengan Dinda..."
Evi melihat Irwan membuka penyamarannya,"Jadi...selama ini ...kanda selalu bersamaku?"
Irwan tersenyum,"Benar dan bahkan aku selalu disisi dinda..."
Evi terharu dan segera memeluk Irwan,"Kanda!!!"
Irwan bahagia sekali akhirnya Evi tahu siapa dirinya,"Kanda akan selalu bersama dinda.....jangan bersedih lagi ya?"
Evi mendekap erat pangeran ketiga Kerajaan Asia itu,"Kenapa kanda tidak bilang dari awal,dinda kan ga akan sedih?Kanda julit..."
Irwan tertawa kecil,"Semua ini ide kakak dinda..."
Evi terkejut,"Maksudmu kak Razi?"
Irwan mengangguk dan memangku Evi,"Benar.Kakakmulah jua yang mengusulkan kepergianmu kemari."
Evi menyandarkan kepalanya di bahu Irwan,"Aku akan dinikahkan dengan pria pilihan kakak Pertamaku,tapi aku tak mau.Aku hanya mencintaimu kanda...bawalah aku pergi dari sini."
Irwan mengerti hati pujaannya itu,"Pergi dari sini itu mudah tapi aku ingin membawamu pergi dengan restu kakak2mu dinda.Kedua orang tuamu sudah tiada mereka adalah walimu.Aku rasa kita harus melunakkan hati kakakmu itu."
Sedang asyik melepas rindu tiba2 datanglah Danang,"Sudah kuduga kau adalah dayang gadungan!!Kau ternyata Irwan!!Lepaskan Putri Evi!!Dia itu calon isteri Reza!!"
Reza segera mendekati Evi,"Putri ayo aku akan menyelamatkanmu!Ayo kita pulang ke Sulawesi..." Evi malah mendelik dibalik tubuh Irwan,"Aku tak mau pulang ke Sulawesi apalagi bersama kalian!Aku hanya ingin bersama pria yang kucintai..."
Irwan lalu berkelahi dengan kedua intruder,"Dinda...aku akan melindungimu...tenang saja.."
Jelas Danang kalah,"Reza ayo kita main keroyok saja!!Pengawal!!!"
Para prajurit datang mengepung,Irwan lalu mengeluarkan panah saktinya.Dilesatkannya ke langit,"Hujan badai datanglah!!"
Hujan dan badai beneran datang,Irwan memakai kesempatan itu untuk membawa Evi pergi,"Dinda sepertinya kau benar.Kita harus pergi."
Petir menyambar2 dan badai melanda,Danang malah sibuk nyari Reza,"Za!!!Kamu dimana?Za!!!" Reza yang berusaha mengejar Evi dan Irwan tak bisa mengikuti gerakan Irwan yang gesit dalam mengendalikan kereta kencana.Razi yang memantau semuanya memakai cakranya untuk membuat Reza akhirnya berhenti mengikuti,"Buat penghadangan!!"
Reza akhirnya nyerah dan kembali pada Danang,"Mereka berhasil kabur.Sepertinya ada yang membantu mereka kabur.Bagaimana ini?"
Danang berpikir,"Pasti Kakak kedua Evi yang membantu.Sudah kita laporkan kejadian ini pada Raja Saiful.Biar dia berang dan menyatakan perang pada kerajaan Asia.Bukankah itu ide bagus?Ayo kita kembali!!"
Mereka kembali ke kerajaan Sulawesi.Jelas Saiful berang,"Apa???Adikku diculik oleh cecunguk itu?Kurang ajar Pangeran Asia itu nantang dia!!Aku akan buat perhitungan!!Razi!!!Dimana kau?Razi!!!" Razi datang dengan wajah inocent gitu,"Aku datang kakak...ada apa gerangan sampai kakak mukanya merah seperti itu?"
Saiful marah2,"Kau jangan sok ga tahu Razi!!Aku yakin kau juga terlibat sehingga Evi bisa dibawa kabur ....aku akan menyerang kerajaan Asia!!"
Wah gawat nih...bakal perang bubat kayaknya.Kemanakah Evi dibawa kabur Irwan?***see you next eps***
Tempatnya lebih seperti taman.Asri dengan pepohonan dan tanaman bunga.Evi telah tiba dengan ditemani dayang favenya,Ivana off course.Evi nampak galau gitu,"Tempat ini memang indah cocok buat menenangkan hati tapi hatiku hanya tenang kalau kanda Irwan ada disini bersamaku...apalah arti tempat yang indah bila dia tak disisiku."
Irwan memandang penuh sayang pada putri Sulawesi itu,'Kasihan dinda Evi...dia merasa sendirian menghadapi semua ini,sepertinya ini saatnya kuakhiri penyamaranku lagipula...tak ada siapa2 disini selain kami.'
Ivana lalu pura2 mau mengambil sesuatu,"Putri,saya akan ambilkan bunga2 buat Putri rangkai.Tunggu sebentar ya?"
Evi hanya mengiyakan tanpa melihat ke arah mana dayangnya itu pergi,"Pergilah carikan aku bunga yang banyak,aku ingin membuat kalung bunga...semoga nanti bisa kuberikan pada kanda Irwan...seperti saat kami kecil dulu..."
Evi malah mengenang masa kecilnya kala jumpa pertama dengan pujaan hatinya,'Kanda...waktu kecil hanya kanda yang baik padaku,mau berteman denganku dan membelaku.Kanda juga tidak malu menemaniku bermain.Padahal waktu itu aku sangat jelek,hitam lagi...sedangkan kanda sangat tampan dan bersih.Aku kangen sama kanda...'
Ivana kembali dengan banyak bunga dia petik,"Putri ini bunganya....silakan dirangkai..."
Evi menerimanya dan mulai menjalinnya.Ivana melihat junjungannya merangkai bunga sembari berkaca2,'Dinda...jangan bersedih...aku ada disini bersamamu.Aku tak tahan lagi.Aku harus beritahu kalau aku adalah Irwan.Kurasa ini saat yang tepat.'
Ivana lalu duduk dekat kaki Evi,"Buat siapa kalung bunga itu Putri?"
Evi menjawab,"Tentu saja buat Pangeran Irwan dayang...sayang dia entah ada dimana sekarang.Aku tak tahu kabarnya usai kami terpisah di Andalas dulu.Semoga dia selalu baik keadaannya..."
Ivana juga ikut merangkai bunga dekat Evi,"Saya juga mau buat ah...walau ga sebagus seperti buatan Putri pastinya..."
Evi tersenyum,"Buatlah dayang buatlah untuk orang yang kau sayang.Kau pasti juga punya orang yang kau cintai bukan?Cerita dong seperti apa dia..."
Ivana cerita sambil memandang wajah jelita putri yang ada di hadapannya,"Dia itu sangat lembut orangnya...kami bertemu waktu kami masih kecil.Dia dijauhi teman2nya dan sering bermain sendirian...semua orang melihat rupa padahal hatinya sangat baik...hamba jatuh hati padanya sejak saat itu..."
Evi malah menerawang,"Kau mencintainya sejak kecil?Sama aku juga ...aku jatuh hati pada Kanda Irwan juga sejak kecil.Kisahmu hampir mirip denganku...oh ya kalungku sudah jadi...bagus tidak?" Ivana melihatnya,"Bagus sekali Putri.Jalinannya rapi dan pilihan warnanya sangat indah..."
Evi malah nampak sedih,"Sayang...yang mau diberi kalung ini tidak disini...andai saja dia ada disini..."
Irwan juga telah menyelesaikan kalung bunganya,"Dia ada di sini Putri..."
Evi heran,"Apa maksudmu dayang?Apa Kak Razi menyuruh dia ke sini menjemputku?Benarkah?Mana dia?"
Evi melihat ke segala sudut,"Dayang mana?Katamu kanda Irwanku ada di sini?Mana dia?Aku tidak melihatnya..."
Irwan mendekati Evi,"Putri tidak melihatnya?"
Evi malah manyun,"Iya tidak ada siapa2 disini hanya kau dan aku...tidak ada orang lagi dayang...apa dia baru dalam perjalanan?"
Irwan tersenyum melihat Evi duduk dengan kecewa,"Pangeran Irwan sudah ada disini sejak tadi Putri...masak Putri tidak melihatnya?"
Evi kian gemas sama dayangnya itu,"Ivana...disini tidak ada siapa2 selain kita.Hanya kau yang ada di sini sejak tadi menemaniku...bagaimana sih?Kamu dapat info dari mana sih?"
Irwan meraih tangan Evi,"Mungkin putri kurang memperhatikan dengan seksama..."
Evi malah berdebar kala tangannya dipegang oleh dayangnya,"Kurang memperhatikan dengan seksama?Apa maksudmu dayang?Aku sudah mencari ke segala sudut tempat ini.Kau membohongiku ya?Kau hanya ingin menghiburku bukan?"
Irwan menempelkan jemari Evi di pipinya,"Pandang mata saya Putri...apa ada kebohongan di sana?" Evi kian berdebar2,'Mengapa jantungku berdebar2 ya?Ivana kan perempuan ...biasanya aku merasakan seperti ini jika berada dekat dengan Kanda Irwan...'
Evi memandang mata dayangnya,makin dipandang dia makin berdebar...apalagi kala suara dayangnya itu berubah,"Dinda sudah mengenaliku?"
Evi terpana,'Ini kan...hanya kanda Irwan yang menyebutku dengan panggilan dinda...'
Evi meraba wajah dayangnya,"Kanda...ini kau?Astaga...ini benar kanda?"
Irwan mengecup jemari Evi yang lentik,"Benar dinda ini kanda...kanda sengaja menyamar menjadi dayang demi bisa dekat dengan Dinda..."
Evi melihat Irwan membuka penyamarannya,"Jadi...selama ini ...kanda selalu bersamaku?"
Irwan tersenyum,"Benar dan bahkan aku selalu disisi dinda..."
Evi terharu dan segera memeluk Irwan,"Kanda!!!"
Irwan bahagia sekali akhirnya Evi tahu siapa dirinya,"Kanda akan selalu bersama dinda.....jangan bersedih lagi ya?"
Evi mendekap erat pangeran ketiga Kerajaan Asia itu,"Kenapa kanda tidak bilang dari awal,dinda kan ga akan sedih?Kanda julit..."
Irwan tertawa kecil,"Semua ini ide kakak dinda..."
Evi terkejut,"Maksudmu kak Razi?"
Irwan mengangguk dan memangku Evi,"Benar.Kakakmulah jua yang mengusulkan kepergianmu kemari."
Evi menyandarkan kepalanya di bahu Irwan,"Aku akan dinikahkan dengan pria pilihan kakak Pertamaku,tapi aku tak mau.Aku hanya mencintaimu kanda...bawalah aku pergi dari sini."
Irwan mengerti hati pujaannya itu,"Pergi dari sini itu mudah tapi aku ingin membawamu pergi dengan restu kakak2mu dinda.Kedua orang tuamu sudah tiada mereka adalah walimu.Aku rasa kita harus melunakkan hati kakakmu itu."
Sedang asyik melepas rindu tiba2 datanglah Danang,"Sudah kuduga kau adalah dayang gadungan!!Kau ternyata Irwan!!Lepaskan Putri Evi!!Dia itu calon isteri Reza!!"
Reza segera mendekati Evi,"Putri ayo aku akan menyelamatkanmu!Ayo kita pulang ke Sulawesi..." Evi malah mendelik dibalik tubuh Irwan,"Aku tak mau pulang ke Sulawesi apalagi bersama kalian!Aku hanya ingin bersama pria yang kucintai..."
Irwan lalu berkelahi dengan kedua intruder,"Dinda...aku akan melindungimu...tenang saja.."
Jelas Danang kalah,"Reza ayo kita main keroyok saja!!Pengawal!!!"
Para prajurit datang mengepung,Irwan lalu mengeluarkan panah saktinya.Dilesatkannya ke langit,"Hujan badai datanglah!!"
Hujan dan badai beneran datang,Irwan memakai kesempatan itu untuk membawa Evi pergi,"Dinda sepertinya kau benar.Kita harus pergi."
Petir menyambar2 dan badai melanda,Danang malah sibuk nyari Reza,"Za!!!Kamu dimana?Za!!!" Reza yang berusaha mengejar Evi dan Irwan tak bisa mengikuti gerakan Irwan yang gesit dalam mengendalikan kereta kencana.Razi yang memantau semuanya memakai cakranya untuk membuat Reza akhirnya berhenti mengikuti,"Buat penghadangan!!"
Reza akhirnya nyerah dan kembali pada Danang,"Mereka berhasil kabur.Sepertinya ada yang membantu mereka kabur.Bagaimana ini?"
Danang berpikir,"Pasti Kakak kedua Evi yang membantu.Sudah kita laporkan kejadian ini pada Raja Saiful.Biar dia berang dan menyatakan perang pada kerajaan Asia.Bukankah itu ide bagus?Ayo kita kembali!!"
Mereka kembali ke kerajaan Sulawesi.Jelas Saiful berang,"Apa???Adikku diculik oleh cecunguk itu?Kurang ajar Pangeran Asia itu nantang dia!!Aku akan buat perhitungan!!Razi!!!Dimana kau?Razi!!!" Razi datang dengan wajah inocent gitu,"Aku datang kakak...ada apa gerangan sampai kakak mukanya merah seperti itu?"
Saiful marah2,"Kau jangan sok ga tahu Razi!!Aku yakin kau juga terlibat sehingga Evi bisa dibawa kabur ....aku akan menyerang kerajaan Asia!!"
Wah gawat nih...bakal perang bubat kayaknya.Kemanakah Evi dibawa kabur Irwan?***see you next eps***
Eps 18 ==>> ARJUN : Unto Him
→→ WINDOW WAYANG : Untuk Dia
♧� HUTAN KALIMANTAN....
Irwan membawa Evi lari dari kerajaan Sulawesi.Niatnya mau ke Asia tapi untuk sampai sana harus melewati dulu hutan ganas Kalimantan.Hutan tropis itu terkenal angker bin rimbun.Aneka jenis binatang buas juga hidup di sana.Ular phyton ada ga?Weleh...Kan lagi marak muncul ular phyton nih di sosmed.Ya pasti akehlah.Waduh gawat dong.Lebih gawat bahaya sektarian kali.Walah balik politik maneh.Wk..wk..wk.. Hutan Kalimantan juga banyak gua2nya dan pastinya penuh kisah magis bin magic.Emang ketok magic?Buat Irwan sih santai aja kan dia ksatria.Punya ilmu kanuragan dan panah saktinya.Lha Evi?Paling juga cuma bisa merangkai bunga sama masak.Hemmhem...
Hari kian senja,Irwan mengajak Evi mencari tempat bermalam.Dipandangnya sekitarnya,"Senja mulai tiba.Kita berada di hutan belantara Kalimantan.Kau jangan jauh2 dariku Dinda.Tempat ini berbahaya.Lihat kabut mulai menyelimuti.Ayo kita ke sana!Di sana sepertinya ada gua.Kita bisa bermalam disana."
Evi nurut aja,setia mengikuti langkah pujaan hatinya.Pasrah bongkokan pokoknya.Irwan mengambil panahnya dan melesatkan ke dalam gua.Seketika panah itu mensterilkan isi gua.Membunuh makhluk buas yang dekem didalamnya.Wah hebat ya?Ya iyalah.Irwan kok dilawan?Masih ngefans ya?Ganti topik! Usai merasa aman,Irwan masuk ke dalam gua diikuti Evi.Setelah mencari tempat yang nyaman untuk wanitanya he..he..Irwan lalu pamit mau cari makanan berburu dan mencari buah2an gitu maksudnya.Evi mengangguk dan menanti di dalam gua,"Jangan lama2 ya kanda.Aku takut sendirian di sini."
Irwan tersenyum dan segera melesat pergi ke luar gua. Sementara itu Danang dan Reza memprovokasi Saiful agar menyatakan perang terhadap kerajaan Asia.Lihat yuk para provokator2 itu beraksi!Malas sebenarnya lihat para provokator mendiang lihat motogp.Weleh...kemarin Marquez glasar lho..Masih mau lihat?Kan masih ada Lorenzo....Lorenzo 11-12 sama Marquez lho.Malah sejak awal glasarnya.Masak sih?Aduh...aku kok jadi ngelu...
★☆ ISTANA SULAWESI...
Saiful berang sampai gebrak meja terus nimpuk Razi pakai tissue sampai geletak.Masak ada jurus begituan sih di pewayangan?Itu namanya jurus hoax.Ha..ha.. Saiful mencereng sebel sama adiknya yang dianggap dalang dibalik hilangnya Evi.Razi malah sok innocentia gitu,"Kakak jangan lihatin aku kayak terdakwa dong!Aku kan masih punya hak praduga tak bersalah dan lagian alibiku kuat.Aku kan ada di istana sama kakak.Ga pergi sama Evi.Mikir dong kak."
Emang cak lontong ya?Siapa lagi tuh kok kayak nama makanan gitu?Aku juga ga begitu ngerti sih.Kayaknya pembawa acara di Metro tv deh.Kalau Cak Nur aku tahu.Itu yang diboikot diskusinya di kampus UPM.Weeleh kenapa diboikot?Iya ga boleh ngadain diskusi di sana kalau nekad bakal ditutup pintunya.Sekarang kok marak aksi boikot ya?Apa2 diboikot?DPRD memboikot rapat,terus Inul katanya juga sempat mau diboikot ya.Inul kan di kerajaan Asia baik2 aja.Oh iya...
Kembali ke Sulawesi!Danang memamerkan luka di wajahnya akibat bertarung dengan Irwan katanya demi membela Evi padahal sebenarnya luka di matanya itu akibat kejeduk pohon saking ga ketok pas nyari Reza diantara badai,weleh.Reza bergaya membalut2 luka Danang,"Sakit ga sebelah sini?Perlu diberi obat lagi ga?"
Danang melirik ke arah Saiful dengan wajah sok melaz,"Auww!Situ sakit tahu!Aduh....wajah gantengku jadi ga maximal lagi nih!Gimana aku bisa menemui Dinda Intan dengan wajah begini?Irwan telah membuatku jauh jodoh Paman Saiful!"
Razi pingin nonjok muka Danang sebenarnya tapi ditahan dengan mengepalkan tangannya,"Apa hubungannya jodohmu sama kejadian ini?Kalian juga ngapain ke sana?Bukannya kalian pamitnya berburu kok malah jadi ngikutin adikku?"
Danang ngeles dengan lidah manisnya,"Awalnya kami memang berburu tapi kemudian kami mendengar teriakan Putri Evi minta tolong.Jadi kami segera mendekat.Begitu Paman.Sungguh niat kami sangat tulus Paman.Justru kayaknya Paman Razi deh yang berpihak pada Si Irwan itu.Maaf jika kata2 saya lancang Paman...saya tidak menuduh hanya opini saja."
Razi membatin dalam hati,'Opinimu itu membuat kacau pikiran kakakku.Dasar manusia penjilat!Lidahnya mencla mencle!Sok kenal sok dekat lagi gayanya.Kakak juga aneh sih mau aja dibodohi orang macam gini.Bilang aja takut sama Irwan ngapain balik ke sini pamer luka2 lagi.Sok heroik kali.Playing victim!'
.Gimana kelanjutan perang Asia vs Sulawesi nanti?**See you next eps**
♧� HUTAN KALIMANTAN....
Irwan membawa Evi lari dari kerajaan Sulawesi.Niatnya mau ke Asia tapi untuk sampai sana harus melewati dulu hutan ganas Kalimantan.Hutan tropis itu terkenal angker bin rimbun.Aneka jenis binatang buas juga hidup di sana.Ular phyton ada ga?Weleh...Kan lagi marak muncul ular phyton nih di sosmed.Ya pasti akehlah.Waduh gawat dong.Lebih gawat bahaya sektarian kali.Walah balik politik maneh.Wk..wk..wk.. Hutan Kalimantan juga banyak gua2nya dan pastinya penuh kisah magis bin magic.Emang ketok magic?Buat Irwan sih santai aja kan dia ksatria.Punya ilmu kanuragan dan panah saktinya.Lha Evi?Paling juga cuma bisa merangkai bunga sama masak.Hemmhem...
Hari kian senja,Irwan mengajak Evi mencari tempat bermalam.Dipandangnya sekitarnya,"Senja mulai tiba.Kita berada di hutan belantara Kalimantan.Kau jangan jauh2 dariku Dinda.Tempat ini berbahaya.Lihat kabut mulai menyelimuti.Ayo kita ke sana!Di sana sepertinya ada gua.Kita bisa bermalam disana."
Evi nurut aja,setia mengikuti langkah pujaan hatinya.Pasrah bongkokan pokoknya.Irwan mengambil panahnya dan melesatkan ke dalam gua.Seketika panah itu mensterilkan isi gua.Membunuh makhluk buas yang dekem didalamnya.Wah hebat ya?Ya iyalah.Irwan kok dilawan?Masih ngefans ya?Ganti topik! Usai merasa aman,Irwan masuk ke dalam gua diikuti Evi.Setelah mencari tempat yang nyaman untuk wanitanya he..he..Irwan lalu pamit mau cari makanan berburu dan mencari buah2an gitu maksudnya.Evi mengangguk dan menanti di dalam gua,"Jangan lama2 ya kanda.Aku takut sendirian di sini."
Irwan tersenyum dan segera melesat pergi ke luar gua. Sementara itu Danang dan Reza memprovokasi Saiful agar menyatakan perang terhadap kerajaan Asia.Lihat yuk para provokator2 itu beraksi!Malas sebenarnya lihat para provokator mendiang lihat motogp.Weleh...kemarin Marquez glasar lho..Masih mau lihat?Kan masih ada Lorenzo....Lorenzo 11-12 sama Marquez lho.Malah sejak awal glasarnya.Masak sih?Aduh...aku kok jadi ngelu...
★☆ ISTANA SULAWESI...
Saiful berang sampai gebrak meja terus nimpuk Razi pakai tissue sampai geletak.Masak ada jurus begituan sih di pewayangan?Itu namanya jurus hoax.Ha..ha.. Saiful mencereng sebel sama adiknya yang dianggap dalang dibalik hilangnya Evi.Razi malah sok innocentia gitu,"Kakak jangan lihatin aku kayak terdakwa dong!Aku kan masih punya hak praduga tak bersalah dan lagian alibiku kuat.Aku kan ada di istana sama kakak.Ga pergi sama Evi.Mikir dong kak."
Emang cak lontong ya?Siapa lagi tuh kok kayak nama makanan gitu?Aku juga ga begitu ngerti sih.Kayaknya pembawa acara di Metro tv deh.Kalau Cak Nur aku tahu.Itu yang diboikot diskusinya di kampus UPM.Weeleh kenapa diboikot?Iya ga boleh ngadain diskusi di sana kalau nekad bakal ditutup pintunya.Sekarang kok marak aksi boikot ya?Apa2 diboikot?DPRD memboikot rapat,terus Inul katanya juga sempat mau diboikot ya.Inul kan di kerajaan Asia baik2 aja.Oh iya...
Kembali ke Sulawesi!Danang memamerkan luka di wajahnya akibat bertarung dengan Irwan katanya demi membela Evi padahal sebenarnya luka di matanya itu akibat kejeduk pohon saking ga ketok pas nyari Reza diantara badai,weleh.Reza bergaya membalut2 luka Danang,"Sakit ga sebelah sini?Perlu diberi obat lagi ga?"
Danang melirik ke arah Saiful dengan wajah sok melaz,"Auww!Situ sakit tahu!Aduh....wajah gantengku jadi ga maximal lagi nih!Gimana aku bisa menemui Dinda Intan dengan wajah begini?Irwan telah membuatku jauh jodoh Paman Saiful!"
Razi pingin nonjok muka Danang sebenarnya tapi ditahan dengan mengepalkan tangannya,"Apa hubungannya jodohmu sama kejadian ini?Kalian juga ngapain ke sana?Bukannya kalian pamitnya berburu kok malah jadi ngikutin adikku?"
Danang ngeles dengan lidah manisnya,"Awalnya kami memang berburu tapi kemudian kami mendengar teriakan Putri Evi minta tolong.Jadi kami segera mendekat.Begitu Paman.Sungguh niat kami sangat tulus Paman.Justru kayaknya Paman Razi deh yang berpihak pada Si Irwan itu.Maaf jika kata2 saya lancang Paman...saya tidak menuduh hanya opini saja."
Razi membatin dalam hati,'Opinimu itu membuat kacau pikiran kakakku.Dasar manusia penjilat!Lidahnya mencla mencle!Sok kenal sok dekat lagi gayanya.Kakak juga aneh sih mau aja dibodohi orang macam gini.Bilang aja takut sama Irwan ngapain balik ke sini pamer luka2 lagi.Sok heroik kali.Playing victim!'
.Gimana kelanjutan perang Asia vs Sulawesi nanti?**See you next eps**
ARJUN→Eps 19 : Run
WINDOW OF WAYANG : Lari
�°•♧ DI SEBUAH GUA DI HUTAN BELANTARA KALIMANTAN....
Irwan telah membuat api untuk menerangi dan menghangatkan gua.Ia juga berburu dan memetik beberapa buah yang tumbuh di hutan.Evi duduk di sekitar api unggun itu sambil menikmati buah2an yang dipetik Irwan.Irwan memandang putri Sulawesi itu dengan rasa bersalah,"Maafkan aku ya Dinda kau jadi harus mengalami ketidaknyamanan ini.Banyak nyamuk lagi di sini."
Evi malah tersenyum,"Kanda ini bicara apa?Asalkan bersama Kanda,Dinda ga masalah meski harus hidup sebagai rakyat jelata sekalipun."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Dinda memang bukan hanya cantik diluar tapi juga cantik di dalam.Kanda janji akan membuat dinda bahagia."
Evi malah menyandarkan kepalanya dibahu Irwan,"Kanda jangan pernah tinggalin dinda ya?Dinda ga masalah kita hidup sederhana asalkan kita selalu bersama."
Mereka berpandangan dan ingin rasanya Irwan memeluk putri Sulawesi itu namun ia sadar bahwa mereka masih belum resmi sehingga ia segera berdiri,"Aku akan berjaga di pintu gua.Dinda tidurlah di sini.Disini lebih hangat."
Evi mengangguk dan segera berbaring di dekat perapian,dipandanginya Irwan yang duduk di dekat pintu gua.Evi tahu Irwan adalah ksatria dan takkan melakukan hal yang rendah dengan mengambil kesempatan.Karena merasa tenang,Evi tertidur.Irwan memandang putri Sulawesi yang tergolek tak jauh darinya,'Tidurlah dinda.Maaf jika gua ini tak senyaman peraduanmu di istana.Tapi sekeluar dari hutan ini kita akan bertemu keluargaku.Yayat pasti sudah sampai kini dan mereka pasti sudah bersiap menyambut kita.'
Malam itu Irwan memuaskan diri menatap paras ayu pujaan hatinya.Walau ia tahu konsekuensi melarikan Evi namun ia takkan biarkan Evi menjadi milik orang lain.Irwan bertekad bulat,'Begitu sampai di Asia,aku akan meminta ibu melamar dinda Evi untukku.Aku ingin Dinda Evi yang akan menjadi ibu bagi anak2ku nanti.'
Ia tersenyum dan memejamkan mata meski ia tetap waspada dengan suara di sekitarnya. Sementara itu Yayat sudah tiba di kerajaan Asia dan melaporkan semua yang terjadi di istana Sulawesi.
□◇◆■ ISTANA ASIA...
Inul mendengarkan dengan seksama penjelasan Yayat mengenai putra ketiganya.Ia tahu bahkan sejak di Andalas bagaimana ketertarikan Irwan pada Evi sudah terlihat.Dan kini Irwan memang serius dengan perasaannya,"Lalu dimana putraku sekarang Yayat?"
Yayat menjawab,"Ampuni saya Ratu.Pangeran meminta hamba untuk pergi dahulu ke Asia.Yang hamba tahu Pangeran ketiga mengantar putri Evi ke sebuah taman pemujaan."
Frans mengernyitkan dahi,"Taman pemujaan?Untuk apa ia ke sana?"
Yayat memberi hormat sebelum menjelaskan,"Putra Mahkota,hamba juga tidak begitu mengerti namun yang hamba tahu Pangeran ketiga dibantu oleh Pangeran Razi untuk membujuk Penguasa Kerajaan Sulawesi agar merestui hubungan Pangeran ketiga dan Putri Evi."
Bima ikut heran,"Jadi kita hanya diminta bersiap saja?Tapi bersiap untuk hal buruk apa hal baik kakak?"
Frans berdiri,"Kita tahu bagaimana sikap keras kakak pertama Putri Evi,jadi kita sebaiknya menyiapkan untuk hal yang terburuk.Kemungkinan mereka akan mengibarkan bendera perang.Sebaiknya kita siapkan semua prajurit kita dan memperkuat benteng perbatasan.Jangan sampai kita lengah sehingga bukan hanya hubungan kedua kerajaan yang kacau tapi juga kebahagiaan adik kita.Kita bersiap untuk menjaga keamanan seluruh rakyat tapi kita takkan bertindak gegabah.Kita tunggu Adik kita pulang dulu."
Semua setuju untuk bertindak hati2 karena peperangan selalu meninggalkan penderitaan jadi mereka takkan terpancing bertindak brutal jika jalan damai masih bisa ditempuh. Inul yakin akan kebijaksanaan putra pertamanya,'Frans pasti akan menemukan cara untuk mengatasi hal ini.Lagipula Razi mendukung hubungan Irwan dan Evi.Ia juga pasti akan membujuk kakaknya.' Benarkah pemikiran Inul?Wah saya harus pergi merayakan Mikrat,buat semua yang merayakan selamat merayakannya.== See you next eps==
�°•♧ DI SEBUAH GUA DI HUTAN BELANTARA KALIMANTAN....
Irwan telah membuat api untuk menerangi dan menghangatkan gua.Ia juga berburu dan memetik beberapa buah yang tumbuh di hutan.Evi duduk di sekitar api unggun itu sambil menikmati buah2an yang dipetik Irwan.Irwan memandang putri Sulawesi itu dengan rasa bersalah,"Maafkan aku ya Dinda kau jadi harus mengalami ketidaknyamanan ini.Banyak nyamuk lagi di sini."
Evi malah tersenyum,"Kanda ini bicara apa?Asalkan bersama Kanda,Dinda ga masalah meski harus hidup sebagai rakyat jelata sekalipun."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Dinda memang bukan hanya cantik diluar tapi juga cantik di dalam.Kanda janji akan membuat dinda bahagia."
Evi malah menyandarkan kepalanya dibahu Irwan,"Kanda jangan pernah tinggalin dinda ya?Dinda ga masalah kita hidup sederhana asalkan kita selalu bersama."
Mereka berpandangan dan ingin rasanya Irwan memeluk putri Sulawesi itu namun ia sadar bahwa mereka masih belum resmi sehingga ia segera berdiri,"Aku akan berjaga di pintu gua.Dinda tidurlah di sini.Disini lebih hangat."
Evi mengangguk dan segera berbaring di dekat perapian,dipandanginya Irwan yang duduk di dekat pintu gua.Evi tahu Irwan adalah ksatria dan takkan melakukan hal yang rendah dengan mengambil kesempatan.Karena merasa tenang,Evi tertidur.Irwan memandang putri Sulawesi yang tergolek tak jauh darinya,'Tidurlah dinda.Maaf jika gua ini tak senyaman peraduanmu di istana.Tapi sekeluar dari hutan ini kita akan bertemu keluargaku.Yayat pasti sudah sampai kini dan mereka pasti sudah bersiap menyambut kita.'
Malam itu Irwan memuaskan diri menatap paras ayu pujaan hatinya.Walau ia tahu konsekuensi melarikan Evi namun ia takkan biarkan Evi menjadi milik orang lain.Irwan bertekad bulat,'Begitu sampai di Asia,aku akan meminta ibu melamar dinda Evi untukku.Aku ingin Dinda Evi yang akan menjadi ibu bagi anak2ku nanti.'
Ia tersenyum dan memejamkan mata meski ia tetap waspada dengan suara di sekitarnya. Sementara itu Yayat sudah tiba di kerajaan Asia dan melaporkan semua yang terjadi di istana Sulawesi.
□◇◆■ ISTANA ASIA...
Inul mendengarkan dengan seksama penjelasan Yayat mengenai putra ketiganya.Ia tahu bahkan sejak di Andalas bagaimana ketertarikan Irwan pada Evi sudah terlihat.Dan kini Irwan memang serius dengan perasaannya,"Lalu dimana putraku sekarang Yayat?"
Yayat menjawab,"Ampuni saya Ratu.Pangeran meminta hamba untuk pergi dahulu ke Asia.Yang hamba tahu Pangeran ketiga mengantar putri Evi ke sebuah taman pemujaan."
Frans mengernyitkan dahi,"Taman pemujaan?Untuk apa ia ke sana?"
Yayat memberi hormat sebelum menjelaskan,"Putra Mahkota,hamba juga tidak begitu mengerti namun yang hamba tahu Pangeran ketiga dibantu oleh Pangeran Razi untuk membujuk Penguasa Kerajaan Sulawesi agar merestui hubungan Pangeran ketiga dan Putri Evi."
Bima ikut heran,"Jadi kita hanya diminta bersiap saja?Tapi bersiap untuk hal buruk apa hal baik kakak?"
Frans berdiri,"Kita tahu bagaimana sikap keras kakak pertama Putri Evi,jadi kita sebaiknya menyiapkan untuk hal yang terburuk.Kemungkinan mereka akan mengibarkan bendera perang.Sebaiknya kita siapkan semua prajurit kita dan memperkuat benteng perbatasan.Jangan sampai kita lengah sehingga bukan hanya hubungan kedua kerajaan yang kacau tapi juga kebahagiaan adik kita.Kita bersiap untuk menjaga keamanan seluruh rakyat tapi kita takkan bertindak gegabah.Kita tunggu Adik kita pulang dulu."
Semua setuju untuk bertindak hati2 karena peperangan selalu meninggalkan penderitaan jadi mereka takkan terpancing bertindak brutal jika jalan damai masih bisa ditempuh. Inul yakin akan kebijaksanaan putra pertamanya,'Frans pasti akan menemukan cara untuk mengatasi hal ini.Lagipula Razi mendukung hubungan Irwan dan Evi.Ia juga pasti akan membujuk kakaknya.' Benarkah pemikiran Inul?Wah saya harus pergi merayakan Mikrat,buat semua yang merayakan selamat merayakannya.== See you next eps==
Eps 20 ARJUN → A New Journey
→� HUTAN KALIMANTAN...
Kalau bayangin Kalimantan pikiran saya tuh pasti hutan.Jadi saya kasih nama aja hutan Kalimantan.Hutan lebat hujan tropis dan penuh dengan binatang buas juga aneka magicnya.Untung Irwan seorang ksatria mumpuni jadi soal binatang buas bisalah dihalau.Macan,babi hutan,celeng ataupun ular bisa ia kalahkan.Bedane babi ama celeng?Wah kayake perlu nanya mbah Google deh.
Evi jelas nempel sama Irwan,habis serem juga di hutan.Lalu kalau mandi gimana?Ya cari sungai atau mata air dong.Irwan bisa ngintip dong?Weleh namanya juga ksatria ga akan melakukan hal yang merendahkan martabat sendiri.Kayaknya Irwan ga kayak Arjuna asli deh.OOC...apa itu?Out of character.Namanya juga cerbung.Karangan sendiri.He..he..Irwan itu Arjuna dalam impian saya.Arjuna yang ga poligami,ga playboy he..he..ga nyebar anak disana sini.Emang bebek bertelor dimana2?Karakter pewayangan memang identik dengan poligami.Bahkan Kresna saja punya isteri tiga dalam pewayangan Jawa.Kenapa saya pilih Sembadra sebagai tokoh utama karena dialah yang menurunkan raja2 di tanah Jawa.Keturunannyalah yang akhirnya menjadi satu2nya keturunan yang tersisa dari semua keturunan Arjuna.Bukannya Abimanyu juga mati di peperangan?Iya tapi anaknya kan hidup.Namanya Parikesit.Dialah yang kemudian dibimbing oleh Sembadra menjadi raja.Wah gitu toh ceritanya?Udah back to jungle!
Didalam hutan Kalimantan banyak hal mistis.Ada yang bilang kalau beberapa tempat bisa ada penunggunya bahkan melewati pohon2 atau jalur2 tertentu juga bisa kena sial.Soale ada yang menunggu.Kadang Evi harus dilarikan Irwan ke atas pohon karena segerombolan babi hutan menyerang.Eh diatas pohon masih ada ular phyton pula waduh.Irwan dengan sigap melesatkan panahnya.Menyelamatkan Evi dari ditelan ular.Terus juga buaya...wah niatnya mau mandi jebule ada yang bergerak mendekat.Wah Irwan segera melesat menyambar Evi dari terkaman buaya.Buayanya manyun,'Wah lha kalah sama buaya darat...'
Namun yang ngeri adalah adanya makhluk halus.Evi mendengar suara klenengan.Seperti musik orang duwe gawe gitu.Ia meraih lengan Irwan,"Kanda dengar itu tidak?"
Irwan mengangguk,"Iya dinda.Kanda dengar.Kanda pernah dengar bahwa itu hanyalah godaan untuk menyesatkan kita.Kita harus berhenti dulu.Kanda akan meditasi.Dinda tetap didekat kanda ok?"
Evi nurut.Dia percaya Irwan sedang membawa mereka agar bisa keluar dari hutan angker itu,ia duduk di dekat Irwan.Sementara Irwan berkonsentrasi mencari arah jalan yang benar.Irwan lalu mendapat petunjuk,"Panahkanlah anak panahmu ke pohon yang tumbuhnya hanya lurus ke atas tanpa cabang dan kemana batang pohon itu tumbang disitulah arah yang harus terus kau ikuti."
Irwan membuka mata dan melihat Evi nampak ketakutan,"Kenapa dinda?"
Evi berkata,"Hari kian siang kanda,apa kita akan bermalam di hutan lagi?Suasananya seram sekali.Ada suara aneh2 tadi.Semoga kita bisa segera keluar dari hutan ini.Dinda takut..."
Irwan memandang sayang pada putri Sulawesi yang ayu itu,"Dinda tenang saja.Kanda sudah dapat wangsit.Ayo kita cari pohon yang tumbuhnya hanya lurus ke atas.Ah itu dia!"
Evi melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Iya kanda pohon itu beda sendiri."
Irwan lalu memanah pohon itu dan pohon itu tumbanglah,"Ayo dinda kita ikuti ke arah mana pohon itu tumbang!Itu petunjuk kita agar bisa keluar dari sini!"
Evi segera digendong Irwan supaya lebih cepat dan lebih aman plus modus operandi juga.Weleh...digendong belakang maksudnya.Akhirnya sampai juga mereka di tepi hutan,beberapa rumah penduduk tampak dari tempat mereka berdiri.Evi segera turun dari gendongan,"Wah ada desa kanda!Kita bisa keluar juga dari hutan."
Irwan melihat betapa sudah lusuhnya pakaian Evi,'Kasihan dinda.Pakaiannya sampai kusut begitu.Sebaiknya kami segera mencari tempat untuk bermalam.Matahari sebentar lagi tenggelam.' Irwan lalu mengetuk salah satu rumah penduduk,"Permisi!"
Seorang nenek keluar,"Wah ada tamu rupanya.Kalian petang2 masih diluar ayo masuk!"
Irwan memperkenalkan diri,"Nek,saya dan calon isteri saya ini sedang dalam perjalanan pulang ke negeri kami.Bolehkah kami menumpang semalam saja Nek?"
Sang nenek malah senang karena ada yang menemani,"Oh tentu.Kebetulan cucu nenek sedang dipanggil ke istana untuk menjadi prajurit.Katanya kerajaan sedang butuh banyak prajurit untuk menjaga perbatasan.Semoga tidak terjadi peperangan.Nenek sudah kehilangan anak nenek di medan perang.Maaf ya rumahnya sederhana.Kebetulan nenek sedang masak.Pakaian kalian juga tampaknya sudah kotor,ini nenek punya pakaian ganti.Bersihkanlah diri kalian.Sementara nenek akan menyelesaikan masaknya.Ayo jangan sungkan."
Irwan senang dengan keramahan nenek itu,'Untung nenek ini ga mengenali aku dan dinda.Aku akan berusaha mencegah terjadinya perang.Aku pasti bisa melunakkan hati kakak pertamanya dinda.'
Usai mandi,Evi membantu sang nenek memasak,Irwan terpana melihat Evi dalam balutan pakaian rakyat jelata,'Wow...pakai apapun dinda tetap jelita.Apalagi sibuk didapur dengan rambut digelung gitu aduh...makin ayu...'
Memang namanya Evi kan turunan bidadari,sang nenek aja sampai ga berkedip melihat kecantikannya,"Byuh2 cah ayu...kamu kok ayu tenan ...Kayak bidadari turun dari kahyangan.Beruntung sekali calon suamimu ya?"
Evi malah tersenyum sambil sibuk membantu memasak,"Nenek bisa saja.Justru sayalah yang beruntung mendapatkan pria baik seperti dia.Oh ini kelapanya sudah diparut."
Malam itu Irwan dan Evi menginap di sana.Untung saja Irwan menginap di sana karena malam itu sekawanan perampok menyerang desa,penduduk ketakutan.Evi mendengar ribut2 diluar demikian juga Irwan,"Kanda...Itu suara apa?"
Nenek pemilik rumah segera memberitahu,"Sst!Kalian harus sembunyi!Itu kawanan perampok yang biasa lewat sini."
Irwan malah segera mengambil senjatanya,"Kalian bersembunyilah.Aku akan lihat di luar."
Evi mengerti Irwan pasti akan menegakkan keadilan,"Hati2 kanda.Cepatlah kembali!"
Irwan memandang pada wanita yang ia cintai itu lalu segera pergi keluar.Para perampok dihajarnya.Kebetulan perampok itu juga sedang diintai oleh pasukan istana yang dipimpin oleh kepala pasukan yang mengenal Irwan,"Pangeran?"
Irwan segera mengirim pesan bahwa ia akan ke istana besok,"Katakan pada keluargaku bahwa aku akan datang besok.Kau urus mereka ini!Mereka sudah meresahkan rakyat!"
Kepala prajurit itu segera melaksanakan perintah,"Baik Pangeran!"
Sebagian prajurit segera berjaga di sekitar desa,Irwan kembali ke gubuk sang nenek.Evi lega sekali melihat pujaan hatinya kembali dengan selamat apalagi kepala desa bahkan mengajak warga untuk memberi hormat pada Irwan,"Terima kasih Pangeran!Sudah mau datang kemari.Walau desa ini letaknya terpencil tapi Pangeran sudi kemari.Terima kasih."
Sang nenek terpana,'Pangeran?Pantas aku merasa mereka itu bukan seperti orang kebanyakan.Apalagi cah ayu itu...'
Irwan meminta mereka semua berdiri,"Kalian juga rakyat negeri Asia.Ke depan kerajaan akan lebih memperhatikan kalian.Aku akan pastikan itu.Sekarang kalian bisa kembali ke rumah masing2.Perampoknya sudah ditangkap dan dibawa ke penjara istana.Kalian bisa tidur dengan tenang."
Sang nenek juga ikut bersujud namun Evi segera membantunya bangun,"Nenek,jangan begini.Nenek adalah orang tua harus kami hormati.Kami berterima kasih sudah diberi tumpangan."
Irwan tersenyum melihat Evi,'Dinda memang sangat baik hati dan sayang juga pada rakyat...aku sungguh tak sabar ingin segera memilikinya...'
Malampun kian larut,Evi melihat Irwan tidur di ruang depan di atas bale2 bambu,dipandanginya wajah tampan arjunanya,'Seorang yang sungguh mengayomi dan penyayang dia...Jika kakak Saiful terus menentang hubungan kami maka aku akan lakukan hal yang akan disesalinya.'
Evi akhirnya malah ketiduran di dekat kaki Irwan.Baginya tempat paling aman ya dekat Irwan.Sementara itu di Sulawesi,Saiful dan rombongannya,para tentaranya semuanya terus bergerak menuju kerajaan Asia.
¤↓ DEKAT PERBATASAN SULAWESI...
Razi membujuk kakaknya untuk memberi waktu bagi tentara mereka agar beristirahat,"Kakak,ini sudah malam buat apa kita paksa mereka untuk berjalan terus.Kita masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.Biarkan mereka istirahat kak,biarkan mereka membuat kemah."
Saiful yang masih geram dengan hilangnya Evi menolak nasehat itu,"Aku tahu kau sengaja ingin memperlambat perjalanan kita bukan?Tapi aku tak mau dikecoh lagi Razi!Kita teruskan perjalanan!!" Danang senang melihat hubungan keduanya tidak harmonis,'Bagus makin mereka tidak akur maka aku akan semakin mudah menguasai kerajaan Sulawesi.Jika Reza menjadi suami Evi maka akulah nanti yang akan menyetir dia.Aku akan menimbulkan silang pendapat,pertikaian dan akhirnya perpecahan dalam intern mereka.Ha..ha..Andalas akan menjadi yang terhebat dan terbesar nantinya!!Semua akan tunduk kepadaku!!'
Reza sendiri malah sedih memikirkan Evi,'Bagaimana jika Evi telah diapa2kan oleh Irwan ya?Masak aku cuma dapat bekas sih?Tapi bekas juga gpp sih kan seumur hidup nantinya dia akan melayaniku.Akan kupastikan dia hanya akan patuh padaku.Akan terus kukejar meski harus menunggu jandanya!!'
Wah tekadnya Reza begitu kuat untuk mendapatkan Evi.Pikirannya sudah kemana2.Akhirnya rombongan tersebut sampai di tepi hutan Kalimantan.Razi memperingatkan Saiful,"Kak,lebih baik kita memilih jalan memutar saja.Kalau lewat hutan ini bisa bahaya Kak.Hutan ini terkenal sangat angker Kak!"
Namun Danang berkata,"Kita begitu banyak bagaimana mungkin kita takut dengan sebuah hutan?Apa kata orang nanti?"
Saiful lebih mendengarkan Danang daripada adiknya sendiri dan mereka akhirnya masuk ke dalam hutan.Malam begitu menyeramkan di dalam hutan itu.Banyak prajurit yang terluka karena melawan binatang buas.Razi kembali angkat bicara,"Kakak lihat kan?Mereka kelelahan.Memaksa mereka akhirnya hanya membuat mereka mudah mengalami luka2.Kumohon kali ini kakak mendengarkan aku,mereka adalah prajurit kita jika kita tidak mempedulikan mereka siapa lagi?Apakah mereka akan tetap setia nantinya jika kita terus menekan dan memaksa mereka seperti ini?Ini hutan yang paling terkenal ganas kak,bisa jadi ini baru awal saja mungkin masih banyak hal yang kita harus hadapi nanti dalam hutan ini.Biarkan mereka berhenti kak,biar mereka istirahat."
Akhirnya Saiful lunak juga,"Baiklah kali ini aku setuju denganmu.Kita berkemah disini!!"
Razi lega dan berharap mereka akan makin lama didalam hutan Kalimantan. Apakah hutan itu akan menahan langkah mereka dan menyurutkan niat hati Saiful nantinya?**see you next eps**
Kalau bayangin Kalimantan pikiran saya tuh pasti hutan.Jadi saya kasih nama aja hutan Kalimantan.Hutan lebat hujan tropis dan penuh dengan binatang buas juga aneka magicnya.Untung Irwan seorang ksatria mumpuni jadi soal binatang buas bisalah dihalau.Macan,babi hutan,celeng ataupun ular bisa ia kalahkan.Bedane babi ama celeng?Wah kayake perlu nanya mbah Google deh.
Evi jelas nempel sama Irwan,habis serem juga di hutan.Lalu kalau mandi gimana?Ya cari sungai atau mata air dong.Irwan bisa ngintip dong?Weleh namanya juga ksatria ga akan melakukan hal yang merendahkan martabat sendiri.Kayaknya Irwan ga kayak Arjuna asli deh.OOC...apa itu?Out of character.Namanya juga cerbung.Karangan sendiri.He..he..Irwan itu Arjuna dalam impian saya.Arjuna yang ga poligami,ga playboy he..he..ga nyebar anak disana sini.Emang bebek bertelor dimana2?Karakter pewayangan memang identik dengan poligami.Bahkan Kresna saja punya isteri tiga dalam pewayangan Jawa.Kenapa saya pilih Sembadra sebagai tokoh utama karena dialah yang menurunkan raja2 di tanah Jawa.Keturunannyalah yang akhirnya menjadi satu2nya keturunan yang tersisa dari semua keturunan Arjuna.Bukannya Abimanyu juga mati di peperangan?Iya tapi anaknya kan hidup.Namanya Parikesit.Dialah yang kemudian dibimbing oleh Sembadra menjadi raja.Wah gitu toh ceritanya?Udah back to jungle!
Didalam hutan Kalimantan banyak hal mistis.Ada yang bilang kalau beberapa tempat bisa ada penunggunya bahkan melewati pohon2 atau jalur2 tertentu juga bisa kena sial.Soale ada yang menunggu.Kadang Evi harus dilarikan Irwan ke atas pohon karena segerombolan babi hutan menyerang.Eh diatas pohon masih ada ular phyton pula waduh.Irwan dengan sigap melesatkan panahnya.Menyelamatkan Evi dari ditelan ular.Terus juga buaya...wah niatnya mau mandi jebule ada yang bergerak mendekat.Wah Irwan segera melesat menyambar Evi dari terkaman buaya.Buayanya manyun,'Wah lha kalah sama buaya darat...'
Namun yang ngeri adalah adanya makhluk halus.Evi mendengar suara klenengan.Seperti musik orang duwe gawe gitu.Ia meraih lengan Irwan,"Kanda dengar itu tidak?"
Irwan mengangguk,"Iya dinda.Kanda dengar.Kanda pernah dengar bahwa itu hanyalah godaan untuk menyesatkan kita.Kita harus berhenti dulu.Kanda akan meditasi.Dinda tetap didekat kanda ok?"
Evi nurut.Dia percaya Irwan sedang membawa mereka agar bisa keluar dari hutan angker itu,ia duduk di dekat Irwan.Sementara Irwan berkonsentrasi mencari arah jalan yang benar.Irwan lalu mendapat petunjuk,"Panahkanlah anak panahmu ke pohon yang tumbuhnya hanya lurus ke atas tanpa cabang dan kemana batang pohon itu tumbang disitulah arah yang harus terus kau ikuti."
Irwan membuka mata dan melihat Evi nampak ketakutan,"Kenapa dinda?"
Evi berkata,"Hari kian siang kanda,apa kita akan bermalam di hutan lagi?Suasananya seram sekali.Ada suara aneh2 tadi.Semoga kita bisa segera keluar dari hutan ini.Dinda takut..."
Irwan memandang sayang pada putri Sulawesi yang ayu itu,"Dinda tenang saja.Kanda sudah dapat wangsit.Ayo kita cari pohon yang tumbuhnya hanya lurus ke atas.Ah itu dia!"
Evi melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Iya kanda pohon itu beda sendiri."
Irwan lalu memanah pohon itu dan pohon itu tumbanglah,"Ayo dinda kita ikuti ke arah mana pohon itu tumbang!Itu petunjuk kita agar bisa keluar dari sini!"
Evi segera digendong Irwan supaya lebih cepat dan lebih aman plus modus operandi juga.Weleh...digendong belakang maksudnya.Akhirnya sampai juga mereka di tepi hutan,beberapa rumah penduduk tampak dari tempat mereka berdiri.Evi segera turun dari gendongan,"Wah ada desa kanda!Kita bisa keluar juga dari hutan."
Irwan melihat betapa sudah lusuhnya pakaian Evi,'Kasihan dinda.Pakaiannya sampai kusut begitu.Sebaiknya kami segera mencari tempat untuk bermalam.Matahari sebentar lagi tenggelam.' Irwan lalu mengetuk salah satu rumah penduduk,"Permisi!"
Seorang nenek keluar,"Wah ada tamu rupanya.Kalian petang2 masih diluar ayo masuk!"
Irwan memperkenalkan diri,"Nek,saya dan calon isteri saya ini sedang dalam perjalanan pulang ke negeri kami.Bolehkah kami menumpang semalam saja Nek?"
Sang nenek malah senang karena ada yang menemani,"Oh tentu.Kebetulan cucu nenek sedang dipanggil ke istana untuk menjadi prajurit.Katanya kerajaan sedang butuh banyak prajurit untuk menjaga perbatasan.Semoga tidak terjadi peperangan.Nenek sudah kehilangan anak nenek di medan perang.Maaf ya rumahnya sederhana.Kebetulan nenek sedang masak.Pakaian kalian juga tampaknya sudah kotor,ini nenek punya pakaian ganti.Bersihkanlah diri kalian.Sementara nenek akan menyelesaikan masaknya.Ayo jangan sungkan."
Irwan senang dengan keramahan nenek itu,'Untung nenek ini ga mengenali aku dan dinda.Aku akan berusaha mencegah terjadinya perang.Aku pasti bisa melunakkan hati kakak pertamanya dinda.'
Usai mandi,Evi membantu sang nenek memasak,Irwan terpana melihat Evi dalam balutan pakaian rakyat jelata,'Wow...pakai apapun dinda tetap jelita.Apalagi sibuk didapur dengan rambut digelung gitu aduh...makin ayu...'
Memang namanya Evi kan turunan bidadari,sang nenek aja sampai ga berkedip melihat kecantikannya,"Byuh2 cah ayu...kamu kok ayu tenan ...Kayak bidadari turun dari kahyangan.Beruntung sekali calon suamimu ya?"
Evi malah tersenyum sambil sibuk membantu memasak,"Nenek bisa saja.Justru sayalah yang beruntung mendapatkan pria baik seperti dia.Oh ini kelapanya sudah diparut."
Malam itu Irwan dan Evi menginap di sana.Untung saja Irwan menginap di sana karena malam itu sekawanan perampok menyerang desa,penduduk ketakutan.Evi mendengar ribut2 diluar demikian juga Irwan,"Kanda...Itu suara apa?"
Nenek pemilik rumah segera memberitahu,"Sst!Kalian harus sembunyi!Itu kawanan perampok yang biasa lewat sini."
Irwan malah segera mengambil senjatanya,"Kalian bersembunyilah.Aku akan lihat di luar."
Evi mengerti Irwan pasti akan menegakkan keadilan,"Hati2 kanda.Cepatlah kembali!"
Irwan memandang pada wanita yang ia cintai itu lalu segera pergi keluar.Para perampok dihajarnya.Kebetulan perampok itu juga sedang diintai oleh pasukan istana yang dipimpin oleh kepala pasukan yang mengenal Irwan,"Pangeran?"
Irwan segera mengirim pesan bahwa ia akan ke istana besok,"Katakan pada keluargaku bahwa aku akan datang besok.Kau urus mereka ini!Mereka sudah meresahkan rakyat!"
Kepala prajurit itu segera melaksanakan perintah,"Baik Pangeran!"
Sebagian prajurit segera berjaga di sekitar desa,Irwan kembali ke gubuk sang nenek.Evi lega sekali melihat pujaan hatinya kembali dengan selamat apalagi kepala desa bahkan mengajak warga untuk memberi hormat pada Irwan,"Terima kasih Pangeran!Sudah mau datang kemari.Walau desa ini letaknya terpencil tapi Pangeran sudi kemari.Terima kasih."
Sang nenek terpana,'Pangeran?Pantas aku merasa mereka itu bukan seperti orang kebanyakan.Apalagi cah ayu itu...'
Irwan meminta mereka semua berdiri,"Kalian juga rakyat negeri Asia.Ke depan kerajaan akan lebih memperhatikan kalian.Aku akan pastikan itu.Sekarang kalian bisa kembali ke rumah masing2.Perampoknya sudah ditangkap dan dibawa ke penjara istana.Kalian bisa tidur dengan tenang."
Sang nenek juga ikut bersujud namun Evi segera membantunya bangun,"Nenek,jangan begini.Nenek adalah orang tua harus kami hormati.Kami berterima kasih sudah diberi tumpangan."
Irwan tersenyum melihat Evi,'Dinda memang sangat baik hati dan sayang juga pada rakyat...aku sungguh tak sabar ingin segera memilikinya...'
Malampun kian larut,Evi melihat Irwan tidur di ruang depan di atas bale2 bambu,dipandanginya wajah tampan arjunanya,'Seorang yang sungguh mengayomi dan penyayang dia...Jika kakak Saiful terus menentang hubungan kami maka aku akan lakukan hal yang akan disesalinya.'
Evi akhirnya malah ketiduran di dekat kaki Irwan.Baginya tempat paling aman ya dekat Irwan.Sementara itu di Sulawesi,Saiful dan rombongannya,para tentaranya semuanya terus bergerak menuju kerajaan Asia.
¤↓ DEKAT PERBATASAN SULAWESI...
Razi membujuk kakaknya untuk memberi waktu bagi tentara mereka agar beristirahat,"Kakak,ini sudah malam buat apa kita paksa mereka untuk berjalan terus.Kita masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.Biarkan mereka istirahat kak,biarkan mereka membuat kemah."
Saiful yang masih geram dengan hilangnya Evi menolak nasehat itu,"Aku tahu kau sengaja ingin memperlambat perjalanan kita bukan?Tapi aku tak mau dikecoh lagi Razi!Kita teruskan perjalanan!!" Danang senang melihat hubungan keduanya tidak harmonis,'Bagus makin mereka tidak akur maka aku akan semakin mudah menguasai kerajaan Sulawesi.Jika Reza menjadi suami Evi maka akulah nanti yang akan menyetir dia.Aku akan menimbulkan silang pendapat,pertikaian dan akhirnya perpecahan dalam intern mereka.Ha..ha..Andalas akan menjadi yang terhebat dan terbesar nantinya!!Semua akan tunduk kepadaku!!'
Reza sendiri malah sedih memikirkan Evi,'Bagaimana jika Evi telah diapa2kan oleh Irwan ya?Masak aku cuma dapat bekas sih?Tapi bekas juga gpp sih kan seumur hidup nantinya dia akan melayaniku.Akan kupastikan dia hanya akan patuh padaku.Akan terus kukejar meski harus menunggu jandanya!!'
Wah tekadnya Reza begitu kuat untuk mendapatkan Evi.Pikirannya sudah kemana2.Akhirnya rombongan tersebut sampai di tepi hutan Kalimantan.Razi memperingatkan Saiful,"Kak,lebih baik kita memilih jalan memutar saja.Kalau lewat hutan ini bisa bahaya Kak.Hutan ini terkenal sangat angker Kak!"
Namun Danang berkata,"Kita begitu banyak bagaimana mungkin kita takut dengan sebuah hutan?Apa kata orang nanti?"
Saiful lebih mendengarkan Danang daripada adiknya sendiri dan mereka akhirnya masuk ke dalam hutan.Malam begitu menyeramkan di dalam hutan itu.Banyak prajurit yang terluka karena melawan binatang buas.Razi kembali angkat bicara,"Kakak lihat kan?Mereka kelelahan.Memaksa mereka akhirnya hanya membuat mereka mudah mengalami luka2.Kumohon kali ini kakak mendengarkan aku,mereka adalah prajurit kita jika kita tidak mempedulikan mereka siapa lagi?Apakah mereka akan tetap setia nantinya jika kita terus menekan dan memaksa mereka seperti ini?Ini hutan yang paling terkenal ganas kak,bisa jadi ini baru awal saja mungkin masih banyak hal yang kita harus hadapi nanti dalam hutan ini.Biarkan mereka berhenti kak,biar mereka istirahat."
Akhirnya Saiful lunak juga,"Baiklah kali ini aku setuju denganmu.Kita berkemah disini!!"
Razi lega dan berharap mereka akan makin lama didalam hutan Kalimantan. Apakah hutan itu akan menahan langkah mereka dan menyurutkan niat hati Saiful nantinya?**see you next eps**
Eps 21 ARJUN ↑↑ Growing In Spirit
←�♧→ HUTAN KALIMANTAN....
Razi tahu bahwa makin lama rombongannya didalam hutan makin besar kesempatan buat Irwan dan adiknya untuk lolos dan tiba di kerajaan Asia.Maka iapun membuat akal supaya kakaknya makin lama di dalam hutan.Anggap aja refreshing.He..he.. Diam2 ia melepaskan cakra pelindung sehingga membentengi hutan dan membuat mereka terus berputar2.Ia lihat Danangpun mulai lelah dengan medan berat hutan Kalimantan,"Disini nyamuknya ganas2 ya Reza?Mau tidur aja susah.Ga ada alas empuk lagi.Belum bahaya binatang buas.Aduh...Aku baru tahu betapa susahnya jadi raksasa."
Reza malah sedang melumuri lengannya dengan lumpur,"Mending nyamuk lha ini lintah,pacet belum ulat bulu pada nempel di badan aku.Masih untung kita ga ketemu raksasa.Gimana seramnya raksasa di hutan ini.Ga kebayang!"
Razi tertawa dalam hati mendengar obrolan kedua pangeran Andalas itu,'Dasar pangeran2 manja.Tahunya cuma senang2 aja.Aku malah senang dengan kondisi ini.Jika mereka yang masih segar dan muda aja loyo apalagi kakakku.Inilah kesempatan bagiku buat melunakkan hatinya.Selagi kedua anak manja itu lagi sibuk ngurus badan mereka,aku akan bicara sama kakak.Ah dia pasti didalam kemahnya.Aku akan bawa makanan kesukaannya.Kalau perut kenyang biasanya emosi baik.He..he..Capcus!'
Didalam tendanya,Saiful nampak duduk termenung memandangi peta kerajaan Asia.Hutan Kalimantan menjadi penghalang utama baginya.Alisnya nampak bertaut,'Sudah berhari2 aku di hutan ini entah ini hari ke berapa ya?Aku sampai bosan menghitungnya.Perasaan kami sudah mengikuti jalur yang benar tapi kenapa ga ketemu jalan keluar ya?Apa penunggu hutan ini marah sama kami sehingga ga dibiarkan keluar dari sini?Aku ga pernah mau percaya mitos2 begituan.Namun mengalaminya sendiri membuatku jadi mikir juga.Razi terkenal sangat pintar tapi bahkan dia juga heran dengan situasi ini.Prajurit2 sudah kelelahan dan sebagian luka2 karena melawan ganasnya hutan ini.Belum sampai medan pertempuran aja dah pada cidera apalagi kalau disuruh bertempur.Aku jadi gamang..'
Bau lezat makanan membuat Saiful bangun dari duduknya,'Baunya....baru sadar aku kalau aku belum makan apa2 sejak tadi...ini pasti Razi...'
Segera Saiful keluar dari tendanya dan benar dugaannya,Razi sedang membakar daging buruan di atas api,"Hmm...sedapnya...Kakak mau?"
Saiful hendak mengambilnya namun Razi menjauhkannya,"Eit!!Ada syaratnya kak.Ga bisa main ambil gitu aja dong.Aku yang lelah2 berburu masak diambil gitu aja."
Saiful sudah kemecer,"Sini cepat berikan!Ga usah aneh2 kau Razi!Kakakmu ini sudah lapar.Sini!" Razi tersenyum,"Syaratnya gampang kok.Kakak harus mau memenuhi permintaanku.Itu aja.Tenang saja aku ga minta tahta Sulawesi kok.Itu milik kakak sepenuhnya.Bagaimana?"
Saiful memandang adiknya dengan curiga,"Pasti kau mau meminta aku merestui Evi dengan si kunyuk itu kan?Lupakan saja!Aku akan berburu sendiri.Dihutan ini banyak binatangnya.Daging ular juga lezat kok."
Razi ga habis akal,"Kalau soal itu aku ga akan menentang kakak.Soal restu itu ga bisa dipaksa.Demikian juga soal hati."
Saiful memandang daging bakar yang dipegang adiknya,"Terus kamu mau minta apa?Cepat sebutkan dan sini dagingnya!!" Razi menyerahkannya,"Kakak makan saja dulu ...enakkan?"
Memang meski lahir sebagai pria,Razi jago masak,Saiful dalam sekejap sudah menghabiskan daging bakar itu.Razi menyodorkan juga aneka buah yang ia petik,"Ini ada jeruk tadi disana.Jeruknya manis.Sambil kakak makan jeruknya aku akan utarakan keinginanku."
Saiful duduk di sebuah batu besar,"Hmm...cepat katakan..."
Razi lalu menunjuk ke arah para prajurit,"Kakak lihat mereka!Mereka mengikuti kita dengan setia.Meninggalkan keluarganya,bertaruh nyawa dan mengalami begitu banyak ketidaknyamanan.Apa kakak ga merasa iba?Mereka rakyat kita kak.Mereka harus kita lindungi dan kita jaga bukan kita manfaatkan hanya demi ambisi kita.Kemegahan seorang raja itu terlihat dari rakyatnya.Apa mereka hidup makmur dan bahagia atau malah menderita dan teraniaya."
Saiful mendengarkannya,"Kamu itu menceramahi aku apa mengajukan permintaan Razi??"
Razi tersenyum,"Sabar kak.Namanya juga baru intro...mau langsung aja ke pokok masalah.Ingat kak,kesabaran itu mencegah kita dari melakukan pelanggaran2 besar."
Saiful mengupas jeruk lagi,"Hn...."
Razi melanjutkan,"Kakak coba bayangkan,belum tiba di Asia saja kita sudah seperti ini apalagi sampai sana Kak.Dan lebih buruk lagi kita juga akan kehilangan adik perempuan kita satu2nya kalau kita teruskan perang ini."
Saiful melirik tajam,"Apa maksudmu Razi?Jangan bicara berputar2.Kita sudah berputar2 di hutan ini dan sekarang kau membuat kepalaku berputar2 juga dengan perkataanmu yang memusingkan."
Razi mendekati kakaknya,"Kalau perang ini kakak teruskan maka anggaplah kita berhasil mengalahkan Asia.Kemudian kakak membunuh Irwan.Apa kakak pikir adik kita akan bahagia?Kakak lupa,sejak kecil sampai sekarang dia ga pernah minta apapun ga pernah mengeluh apapun.Kakak ingat waktu dia ga punya teman main dulu waktu kecil?"
Saiful menerawang,"Iya aku ingat.Aku marah sekali sama anak2 itu.Mereka semua menghina adik kita.Mengatainya hitam2,buruk rupalah,jlitenglah..."
Razi senang perkataannya mulai masuk,"Kakak ingat kan betapa Evi sedih dan melarang kakak marah2?Ia tidak ingin kakak menyakiti mereka yang membenci dia apalagi jika kakak menyakiti orang yang dia sayang kak...kakak bisa bayangkan sedihnya Evi nanti?"
Saiful terdiam,'Mengapa aku tak kepikiran gitu ya?Meneruskan perang ini walaupun berhasil kumenangkan pada akhirnya aku juga yang akan kalah.Kalah karena aku akan kehilangan Evi.. Dia akan membenciku selama hidupnya...dan aku paling tak suka itu...'
Razi melihat kakaknya termenung,'Bagus.Sekarang dia mulai menyadari kesalahannya...'
Saiful menarik nafas panjang,"Lalu apa saranmu adikku?"
Razi lega,"Akhirnya kakak mau mendengar pendapatku.Saranku kak,kakak jangan terlihat tidak merestui hubungan Evi dan Irwan,tapi kakak terlihat netral aja."
Saiful bingung,"Apa maksudmu?Kau tahu aku tak setuju mereka bersama dan kau memintaku bersikap netral?"
Razi buru2 menjelaskan,"Maksudku begini kak,kakak jangan memperlihatkan sikap antipati kakak.Tapi lakukan semua dengan elegan."
Wah Saiful malah makin pusing ria,"Elegan apa itu?"
Razi mengernyitkan dahi,"Maksudnya kakak main cantik kak.Jadi daripada menabuh genderang perang,mendingan kakak ajukan saja persyaratan yang sulit dipenuhi oleh Irwan.Bagaimana?"
Saiful mikir,"Kamu benar juga ya Zi,hebat2...sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.Wah kamu emang thok cer Razi!!Joos tenan!!"
Saiful segera berdiri,"Aku akan semedi.Mencari petunjuk sang Hyang Widi.Sekaligus mencari jalan keluar dari sini.Kamu jaga para prajurit."
Razi sebenarnya masih mau ngomong banyak tapi setidaknya ia berhasil mencegah perang terjadi.Soal lainnya akan ia pikir nanti.
♡←→� KERAJAAN ASIA...
Irwan disambut dengan meriah oleh keluarganya.Inul memeluk erat putra ketiganya itu,"Si tampanku sudah kembali akhirnya...Bunda takut sekali sayang..."
Evi melihat dengan haru adegan itu.Rizky dan Ridho mendekatinya,"Ketemu lagi sama kakak cantik!Asyik!!"
Irwan jadi ingat kalau ia ga datang sendirian,"Ehm...Bunda...Irwan ingin mengatakan sesuatu ...sesuatu yang sangat penting pokoknya..."
Inul melepas pelukannya,"Apa mengenai calon menantu Bunda,putri Sulawesi?"
Evi tersipu merah merona dia,Inul mendekatinya.Evi memang sangat cantik,siapapun takkan nyana kalau dulu dia sangat jelek.Hitam lagi.Evi segera menundukkan kepalanya,Irwan meraih jemari Evi,"Bunda,Irwan mencintai Evi...dan Irwan ingin mempersunting Evi.Bunda setuju kan?" Frans menepuk pundak adiknya,"Bagaimana Bunda akan berkata tidak untukmu adikku.Kau itu kesayangannya..."
George juga ikut angkat bicara,"Iya benar itu.Yang ga bicara saja direstui apalagi yang mengatakan dengan terus terang."
Inul terkekeh,"Bunda itu sayang kalian semua.Jadi Bunda tahu isi hati kalian sebelum kalian mengungkapkannya.Bunda tidak menghalangi Irwan,namun alangkah baiknya kalian juga mendapat restu dari pihak keluarga Evi."
Evi jadi cemas,"Tapi kakak saya yang pertama...dia ...."
Irwan menggenggam jemari kekasih hatinya,"Aku akan mendapatkan restu kakakmu.Aku akan mendapatkannya tanpa melalui kekerasan."
Wah berhasilkah niat Irwan itu?Lalu persyaratan apakah yang akan diajukan Saiful ke Irwan nanti?**See you next eps**
Razi tahu bahwa makin lama rombongannya didalam hutan makin besar kesempatan buat Irwan dan adiknya untuk lolos dan tiba di kerajaan Asia.Maka iapun membuat akal supaya kakaknya makin lama di dalam hutan.Anggap aja refreshing.He..he.. Diam2 ia melepaskan cakra pelindung sehingga membentengi hutan dan membuat mereka terus berputar2.Ia lihat Danangpun mulai lelah dengan medan berat hutan Kalimantan,"Disini nyamuknya ganas2 ya Reza?Mau tidur aja susah.Ga ada alas empuk lagi.Belum bahaya binatang buas.Aduh...Aku baru tahu betapa susahnya jadi raksasa."
Reza malah sedang melumuri lengannya dengan lumpur,"Mending nyamuk lha ini lintah,pacet belum ulat bulu pada nempel di badan aku.Masih untung kita ga ketemu raksasa.Gimana seramnya raksasa di hutan ini.Ga kebayang!"
Razi tertawa dalam hati mendengar obrolan kedua pangeran Andalas itu,'Dasar pangeran2 manja.Tahunya cuma senang2 aja.Aku malah senang dengan kondisi ini.Jika mereka yang masih segar dan muda aja loyo apalagi kakakku.Inilah kesempatan bagiku buat melunakkan hatinya.Selagi kedua anak manja itu lagi sibuk ngurus badan mereka,aku akan bicara sama kakak.Ah dia pasti didalam kemahnya.Aku akan bawa makanan kesukaannya.Kalau perut kenyang biasanya emosi baik.He..he..Capcus!'
Didalam tendanya,Saiful nampak duduk termenung memandangi peta kerajaan Asia.Hutan Kalimantan menjadi penghalang utama baginya.Alisnya nampak bertaut,'Sudah berhari2 aku di hutan ini entah ini hari ke berapa ya?Aku sampai bosan menghitungnya.Perasaan kami sudah mengikuti jalur yang benar tapi kenapa ga ketemu jalan keluar ya?Apa penunggu hutan ini marah sama kami sehingga ga dibiarkan keluar dari sini?Aku ga pernah mau percaya mitos2 begituan.Namun mengalaminya sendiri membuatku jadi mikir juga.Razi terkenal sangat pintar tapi bahkan dia juga heran dengan situasi ini.Prajurit2 sudah kelelahan dan sebagian luka2 karena melawan ganasnya hutan ini.Belum sampai medan pertempuran aja dah pada cidera apalagi kalau disuruh bertempur.Aku jadi gamang..'
Bau lezat makanan membuat Saiful bangun dari duduknya,'Baunya....baru sadar aku kalau aku belum makan apa2 sejak tadi...ini pasti Razi...'
Segera Saiful keluar dari tendanya dan benar dugaannya,Razi sedang membakar daging buruan di atas api,"Hmm...sedapnya...Kakak mau?"
Saiful hendak mengambilnya namun Razi menjauhkannya,"Eit!!Ada syaratnya kak.Ga bisa main ambil gitu aja dong.Aku yang lelah2 berburu masak diambil gitu aja."
Saiful sudah kemecer,"Sini cepat berikan!Ga usah aneh2 kau Razi!Kakakmu ini sudah lapar.Sini!" Razi tersenyum,"Syaratnya gampang kok.Kakak harus mau memenuhi permintaanku.Itu aja.Tenang saja aku ga minta tahta Sulawesi kok.Itu milik kakak sepenuhnya.Bagaimana?"
Saiful memandang adiknya dengan curiga,"Pasti kau mau meminta aku merestui Evi dengan si kunyuk itu kan?Lupakan saja!Aku akan berburu sendiri.Dihutan ini banyak binatangnya.Daging ular juga lezat kok."
Razi ga habis akal,"Kalau soal itu aku ga akan menentang kakak.Soal restu itu ga bisa dipaksa.Demikian juga soal hati."
Saiful memandang daging bakar yang dipegang adiknya,"Terus kamu mau minta apa?Cepat sebutkan dan sini dagingnya!!" Razi menyerahkannya,"Kakak makan saja dulu ...enakkan?"
Memang meski lahir sebagai pria,Razi jago masak,Saiful dalam sekejap sudah menghabiskan daging bakar itu.Razi menyodorkan juga aneka buah yang ia petik,"Ini ada jeruk tadi disana.Jeruknya manis.Sambil kakak makan jeruknya aku akan utarakan keinginanku."
Saiful duduk di sebuah batu besar,"Hmm...cepat katakan..."
Razi lalu menunjuk ke arah para prajurit,"Kakak lihat mereka!Mereka mengikuti kita dengan setia.Meninggalkan keluarganya,bertaruh nyawa dan mengalami begitu banyak ketidaknyamanan.Apa kakak ga merasa iba?Mereka rakyat kita kak.Mereka harus kita lindungi dan kita jaga bukan kita manfaatkan hanya demi ambisi kita.Kemegahan seorang raja itu terlihat dari rakyatnya.Apa mereka hidup makmur dan bahagia atau malah menderita dan teraniaya."
Saiful mendengarkannya,"Kamu itu menceramahi aku apa mengajukan permintaan Razi??"
Razi tersenyum,"Sabar kak.Namanya juga baru intro...mau langsung aja ke pokok masalah.Ingat kak,kesabaran itu mencegah kita dari melakukan pelanggaran2 besar."
Saiful mengupas jeruk lagi,"Hn...."
Razi melanjutkan,"Kakak coba bayangkan,belum tiba di Asia saja kita sudah seperti ini apalagi sampai sana Kak.Dan lebih buruk lagi kita juga akan kehilangan adik perempuan kita satu2nya kalau kita teruskan perang ini."
Saiful melirik tajam,"Apa maksudmu Razi?Jangan bicara berputar2.Kita sudah berputar2 di hutan ini dan sekarang kau membuat kepalaku berputar2 juga dengan perkataanmu yang memusingkan."
Razi mendekati kakaknya,"Kalau perang ini kakak teruskan maka anggaplah kita berhasil mengalahkan Asia.Kemudian kakak membunuh Irwan.Apa kakak pikir adik kita akan bahagia?Kakak lupa,sejak kecil sampai sekarang dia ga pernah minta apapun ga pernah mengeluh apapun.Kakak ingat waktu dia ga punya teman main dulu waktu kecil?"
Saiful menerawang,"Iya aku ingat.Aku marah sekali sama anak2 itu.Mereka semua menghina adik kita.Mengatainya hitam2,buruk rupalah,jlitenglah..."
Razi senang perkataannya mulai masuk,"Kakak ingat kan betapa Evi sedih dan melarang kakak marah2?Ia tidak ingin kakak menyakiti mereka yang membenci dia apalagi jika kakak menyakiti orang yang dia sayang kak...kakak bisa bayangkan sedihnya Evi nanti?"
Saiful terdiam,'Mengapa aku tak kepikiran gitu ya?Meneruskan perang ini walaupun berhasil kumenangkan pada akhirnya aku juga yang akan kalah.Kalah karena aku akan kehilangan Evi.. Dia akan membenciku selama hidupnya...dan aku paling tak suka itu...'
Razi melihat kakaknya termenung,'Bagus.Sekarang dia mulai menyadari kesalahannya...'
Saiful menarik nafas panjang,"Lalu apa saranmu adikku?"
Razi lega,"Akhirnya kakak mau mendengar pendapatku.Saranku kak,kakak jangan terlihat tidak merestui hubungan Evi dan Irwan,tapi kakak terlihat netral aja."
Saiful bingung,"Apa maksudmu?Kau tahu aku tak setuju mereka bersama dan kau memintaku bersikap netral?"
Razi buru2 menjelaskan,"Maksudku begini kak,kakak jangan memperlihatkan sikap antipati kakak.Tapi lakukan semua dengan elegan."
Wah Saiful malah makin pusing ria,"Elegan apa itu?"
Razi mengernyitkan dahi,"Maksudnya kakak main cantik kak.Jadi daripada menabuh genderang perang,mendingan kakak ajukan saja persyaratan yang sulit dipenuhi oleh Irwan.Bagaimana?"
Saiful mikir,"Kamu benar juga ya Zi,hebat2...sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.Wah kamu emang thok cer Razi!!Joos tenan!!"
Saiful segera berdiri,"Aku akan semedi.Mencari petunjuk sang Hyang Widi.Sekaligus mencari jalan keluar dari sini.Kamu jaga para prajurit."
Razi sebenarnya masih mau ngomong banyak tapi setidaknya ia berhasil mencegah perang terjadi.Soal lainnya akan ia pikir nanti.
♡←→� KERAJAAN ASIA...
Irwan disambut dengan meriah oleh keluarganya.Inul memeluk erat putra ketiganya itu,"Si tampanku sudah kembali akhirnya...Bunda takut sekali sayang..."
Evi melihat dengan haru adegan itu.Rizky dan Ridho mendekatinya,"Ketemu lagi sama kakak cantik!Asyik!!"
Irwan jadi ingat kalau ia ga datang sendirian,"Ehm...Bunda...Irwan ingin mengatakan sesuatu ...sesuatu yang sangat penting pokoknya..."
Inul melepas pelukannya,"Apa mengenai calon menantu Bunda,putri Sulawesi?"
Evi tersipu merah merona dia,Inul mendekatinya.Evi memang sangat cantik,siapapun takkan nyana kalau dulu dia sangat jelek.Hitam lagi.Evi segera menundukkan kepalanya,Irwan meraih jemari Evi,"Bunda,Irwan mencintai Evi...dan Irwan ingin mempersunting Evi.Bunda setuju kan?" Frans menepuk pundak adiknya,"Bagaimana Bunda akan berkata tidak untukmu adikku.Kau itu kesayangannya..."
George juga ikut angkat bicara,"Iya benar itu.Yang ga bicara saja direstui apalagi yang mengatakan dengan terus terang."
Inul terkekeh,"Bunda itu sayang kalian semua.Jadi Bunda tahu isi hati kalian sebelum kalian mengungkapkannya.Bunda tidak menghalangi Irwan,namun alangkah baiknya kalian juga mendapat restu dari pihak keluarga Evi."
Evi jadi cemas,"Tapi kakak saya yang pertama...dia ...."
Irwan menggenggam jemari kekasih hatinya,"Aku akan mendapatkan restu kakakmu.Aku akan mendapatkannya tanpa melalui kekerasan."
Wah berhasilkah niat Irwan itu?Lalu persyaratan apakah yang akan diajukan Saiful ke Irwan nanti?**See you next eps**
Eps 22 ARJUN → Good Advice ( Nasehat yang baik )
Dewi Arimbi menikah dengan Bima putra kedua Kunti dari Pandu.Ia tinggal di kesatrian Jodhipati bersama suaminya dan mempunyai putra bernama Gatotkaca yang kemudian menjadi raja di Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara.Kesaktian Arimbi adalah dapat beralih rupa dari wujud raksasa menjadi putri cantik jelita.Kayak Nakusha aja he..he..Arimbi seorang putri yang jujur,setia,berbakti dan sangat sayang pada putranya.Awalnya ia bertemu Bima lewat mimpi lalu berusaha mencari Bima dan bertemu dengan dia saat sedang membuka hutan untuk dijadikan negara.Setibanya dihadapan Bima,Arimbi memeluk kaki pria pujaannya itu dan mengeluarkan isi hatinya tapi Bima tidak suka karena Arimbi menyerupai raksasa.Melihat hal itu,Kunti berkata,"Oh kasihan benar kamu,anak cantik."
Perkataan itu sakti dan mengubah Arimbi menjadi putri yang cantik dan Bimapun mau menikah dengannya. Begitu kisah cinta Bima dan Arimbi.Nah sekarang kita ikuti kisah cinta Arjuna dan Sembadra.Pyar to hona hi tha...
�♧ HUTAN KALIMANTAN....
Saiful mendengarkan nasehat adiknya dan meredam amarahnya.Danang tak suka mengetahuinya,'Apa??!Paman mau melunakkan hatinya?Ini ga boleh terjadi!Bisa berantakan niatku untuk menghancurkan kedua negara.'
Iapun menemui Saiful di kemahnya,"Paman...benarkah kabar yang kudengar bahwa Paman akan memberi kesempatan pada Irwan,orang yang telah membawa kabur adik kesayangan Paman?"
Razi yang malah menjawab pertanyaan itu,"Mengapa kau terlihat tidak senang dengan keputusan kakakku,Pangeran Danang?Apa kau ingin melihat kedua kerajaan berperang?"
Danang memandang sengit pada Razi,"Paman Razi jangan salah paham denganku.Aku hanya tak ingin Paman Saiful terjebak oleh siasat Kerajaan Asia.Mereka itu licik orang2nya."
Razi tertawa tipis,"Kalau begitu kau menyebutku sebagai orang yang licik karena akulah yang memberi saran itu pada kakakku.Begitu?"
Danang jadi gugup,"Paman,aku tak bermaksud demikian.Aku ini hanya memastikan bahwa Paman Saiful ingat telah menjanjikan Putri Evi untuk Reza.Hanya itu Paman..."
Razi memandang Reza yang diam saja,"Hubungan dibangun atas dasar kepercayaan.Tapi sikap kalian menunjukkan sebaliknya."
Saiful berdiri,"Sudah!Hentikan perdebatan kalian.Aku sudah membuat keputusan dan aku bukan raja yang kata2nya tidak bisa dipegang.Yang penting sekarang bagaimana kita bisa keluar dari hutan ini!" Razi tersenyum,"Untuk itu serahkan saja padaku Kak.Aku tahu jalan keluarnya."
Razi jelas bisa membawa mereka keluar dari hutan Kalimantan,hal itu bukan hal sulit baginya yang terkenal begitu cerdik dan bijaksana.Saiful menenangkan hati Danang dan Reza,"Kalian jangan cemas.Aku akan membuat persyaratan yang sangat sulit bahkan mustahil bisa dipenuhi oleh pangeran Asia itu.Jika dia pikir aku bersikap lunak maka dia salah besar.Karena aku akan membuat dia bukan hanya kehilangan kesempatan tapi juga kehilangan muka.Ha..ha..."
Wah Danang dan Reza lega mendengarnya.Tapi Razi sudah mengantisipasi semua itu,'Aku tahu kakak bahwa kau pasti akan melakukan hal ini.Aku hanya ingin menghindarkan rakyat kedua kerajaan dari peperangan.Soal yang lain akan aku pikirkan jalan keluarnya.Tak mungkin tak ada jalan keluar untuk setiap masalah.Pasti ada.'
Rombongan kerajaan Sulawesi mulai keluar dari hutan Kalimantan.Kerajaan Asia menyambut mereka dengan tangan terbuka karena Razi menjadi pengantaranya.
□↓□↑ KERAJAAN ASIA...
Mendengar laporan pengawal di perbatasan bahwa ada rombongan besar memasuki kawasan Asia,Frans tahu bahwa itu pasti dari kerajaan Sulawesi.Iapun bersiap menyambut mereka.George menahan langkah kakaknya,"Tunggu dulu kak!Bagaimana jika mereka ternyata berniat menyerang kita?Kakak sebaiknya tetap di sini.Biar aku dan adik2 yang akan menyambut mereka."
Frans menggeleng,"Tidak adikku.Mereka adalah raja dan sudah sepantasnya disambut oleh raja juga.Apalagi kau tahu temperamen Raja Saiful,dia akan semakin marah jika Irwan ikut dalam penyambutan.Adik kita telah membawa kabur adiknya maka sudah sepantasnya jika aku meredakan amarahnya dengan menyambut kedatangannya kemari.Kita harus meminta maaf pada mereka atas sikap Irwan.Tapi aku tahu perhatianmu padaku maka kau akan menemaniku ke sana.Irwan dan Evi juga harus ikut.Karena merekalah akar dari semua kemelut ini.Ayo kita sambut mereka!"
Irwan mendekati kakak pertamanya itu,"Maafkan adikmu ini kak...Aku tidak berpikir panjang sehingga kakak jadi kena imbas tindakanku...aku sungguh minta maaf kak..."
Frans menyuruh adiknya berdiri,"Kau jangan bersujud begini.Hidup adalah proses belajar.Kau sedang mengenal apa itu cinta sehingga kau tak melihat yang lain.Kakak mengerti.Lagipula kita adalah keluarga.Kita akan menghadapi dan mencari solusi bersama.Kau harus menjaga nama baik Putri Evi.Kau harus menikah dengannya.Untuk itu kau harus mendapatkan restu kakak2nya.Dan aku sebagai kakakmu yang tertua sekaligus pengganti ayah,pasti akan membantumu.Ayo bersiaplah untuk menemui mereka.Hanya satu permintaanku,jangan katakan apapun sebelum aku menyuruhmu bicara."
Irwan mengangguk dan menggandeng tangan Evi,"Kami akan menurut padamu kak.Aku yakin kakak akan melakukan yang terbaik.Kau tenang saja dinda.Kakakku ini kebijaksanaannya tidak kalah dari kak Razimu.Jadi kau tak usah takut."
Evi tersenyum,'Keluarga di sini saling mendukung dan sehati.Sungguh berbeda dari keluargaku.Kak Saiful selalu saja berbeda pendapat dengan kak Razi.'
Razi senang melihat Frans datang menyambut,'Putra Mahkota Asia memang terkenal bijak.Kini aku melihat sendiri semuanya.Dia datang kemari menyambut kami.Semuanya tentu untuk meredakan amarah kakakku.Adikku mendapat keluarga yang baik.'
Namun Danang tak suka melihat penyambutan itu,'Sepertinya aku harus terus menjaga api didalam hati Paman Saiful.Aku harus bisa membuatnya melihat kejelekan orang2 Asia ini.'
Reza kesal melihat Evi berada didekat Irwan,'Apa sih yang dilihat Putri Evi dari pangeran Asia itu?Apa yang ada padanya dan tidak ada padaku?Aku janji aku harus menjadikan putri itu milikku.Bagaimanapun caranya.'
Saiful melihat ke arah Irwan dan Evi dengan tatapan tajam,Frans tahu bahwa lebih baik ia yang mengambil inisiatif perdamaian lebih dulu,"Sungguh suatu kehormatan Raja Sulawesi berkenan mengunjungi negeri kami.Selamat datang saya ucapkan.Walau banyak hal yang perlu kita bicarakan namun saya harap kalian bersedia membicarakannya di istana saya."
Razi berkata pada kakaknya,"Pangeran Frans benar Kak.Lihatlah para prajurit kita semuanya kelelahan.Dan lihatlah,itu adik kita dia baik2 saja."
Saiful berkata,"Suruh Evi kemari dulu,katakan itu pada mereka." Razi menyampaikan hal itu pada Frans,"Sebenarnya kami kemari karena mencari adik kami jadi kami ingin melihat dia dulu supaya hati kami tenang."
Irwan cemas,'Bagaimana jika kemudian Evi dibawa pergi dengan paksa?Akan sia2 semua usahaku membawa dia pergi.'
Razi memberi kode pada Irwan untuk membiarkan Evi pergi mendekat ke Raja Saiful,Irwanpun melepaskannya.Evi berkata padanya,"Aku akan baik2 saja.Bukankah dia kakakku?Lagipula ini dihadapan orang banyak.Kakak takkan melakukan sesuatu yang akan mencoreng kehormatannya."
Saiful melihat Evi melangkah ke arahnya.Apakah yang akan dilakukan oleh Saiful?**see you next eps**
Perkataan itu sakti dan mengubah Arimbi menjadi putri yang cantik dan Bimapun mau menikah dengannya. Begitu kisah cinta Bima dan Arimbi.Nah sekarang kita ikuti kisah cinta Arjuna dan Sembadra.Pyar to hona hi tha...
�♧ HUTAN KALIMANTAN....
Saiful mendengarkan nasehat adiknya dan meredam amarahnya.Danang tak suka mengetahuinya,'Apa??!Paman mau melunakkan hatinya?Ini ga boleh terjadi!Bisa berantakan niatku untuk menghancurkan kedua negara.'
Iapun menemui Saiful di kemahnya,"Paman...benarkah kabar yang kudengar bahwa Paman akan memberi kesempatan pada Irwan,orang yang telah membawa kabur adik kesayangan Paman?"
Razi yang malah menjawab pertanyaan itu,"Mengapa kau terlihat tidak senang dengan keputusan kakakku,Pangeran Danang?Apa kau ingin melihat kedua kerajaan berperang?"
Danang memandang sengit pada Razi,"Paman Razi jangan salah paham denganku.Aku hanya tak ingin Paman Saiful terjebak oleh siasat Kerajaan Asia.Mereka itu licik orang2nya."
Razi tertawa tipis,"Kalau begitu kau menyebutku sebagai orang yang licik karena akulah yang memberi saran itu pada kakakku.Begitu?"
Danang jadi gugup,"Paman,aku tak bermaksud demikian.Aku ini hanya memastikan bahwa Paman Saiful ingat telah menjanjikan Putri Evi untuk Reza.Hanya itu Paman..."
Razi memandang Reza yang diam saja,"Hubungan dibangun atas dasar kepercayaan.Tapi sikap kalian menunjukkan sebaliknya."
Saiful berdiri,"Sudah!Hentikan perdebatan kalian.Aku sudah membuat keputusan dan aku bukan raja yang kata2nya tidak bisa dipegang.Yang penting sekarang bagaimana kita bisa keluar dari hutan ini!" Razi tersenyum,"Untuk itu serahkan saja padaku Kak.Aku tahu jalan keluarnya."
Razi jelas bisa membawa mereka keluar dari hutan Kalimantan,hal itu bukan hal sulit baginya yang terkenal begitu cerdik dan bijaksana.Saiful menenangkan hati Danang dan Reza,"Kalian jangan cemas.Aku akan membuat persyaratan yang sangat sulit bahkan mustahil bisa dipenuhi oleh pangeran Asia itu.Jika dia pikir aku bersikap lunak maka dia salah besar.Karena aku akan membuat dia bukan hanya kehilangan kesempatan tapi juga kehilangan muka.Ha..ha..."
Wah Danang dan Reza lega mendengarnya.Tapi Razi sudah mengantisipasi semua itu,'Aku tahu kakak bahwa kau pasti akan melakukan hal ini.Aku hanya ingin menghindarkan rakyat kedua kerajaan dari peperangan.Soal yang lain akan aku pikirkan jalan keluarnya.Tak mungkin tak ada jalan keluar untuk setiap masalah.Pasti ada.'
Rombongan kerajaan Sulawesi mulai keluar dari hutan Kalimantan.Kerajaan Asia menyambut mereka dengan tangan terbuka karena Razi menjadi pengantaranya.
□↓□↑ KERAJAAN ASIA...
Mendengar laporan pengawal di perbatasan bahwa ada rombongan besar memasuki kawasan Asia,Frans tahu bahwa itu pasti dari kerajaan Sulawesi.Iapun bersiap menyambut mereka.George menahan langkah kakaknya,"Tunggu dulu kak!Bagaimana jika mereka ternyata berniat menyerang kita?Kakak sebaiknya tetap di sini.Biar aku dan adik2 yang akan menyambut mereka."
Frans menggeleng,"Tidak adikku.Mereka adalah raja dan sudah sepantasnya disambut oleh raja juga.Apalagi kau tahu temperamen Raja Saiful,dia akan semakin marah jika Irwan ikut dalam penyambutan.Adik kita telah membawa kabur adiknya maka sudah sepantasnya jika aku meredakan amarahnya dengan menyambut kedatangannya kemari.Kita harus meminta maaf pada mereka atas sikap Irwan.Tapi aku tahu perhatianmu padaku maka kau akan menemaniku ke sana.Irwan dan Evi juga harus ikut.Karena merekalah akar dari semua kemelut ini.Ayo kita sambut mereka!"
Irwan mendekati kakak pertamanya itu,"Maafkan adikmu ini kak...Aku tidak berpikir panjang sehingga kakak jadi kena imbas tindakanku...aku sungguh minta maaf kak..."
Frans menyuruh adiknya berdiri,"Kau jangan bersujud begini.Hidup adalah proses belajar.Kau sedang mengenal apa itu cinta sehingga kau tak melihat yang lain.Kakak mengerti.Lagipula kita adalah keluarga.Kita akan menghadapi dan mencari solusi bersama.Kau harus menjaga nama baik Putri Evi.Kau harus menikah dengannya.Untuk itu kau harus mendapatkan restu kakak2nya.Dan aku sebagai kakakmu yang tertua sekaligus pengganti ayah,pasti akan membantumu.Ayo bersiaplah untuk menemui mereka.Hanya satu permintaanku,jangan katakan apapun sebelum aku menyuruhmu bicara."
Irwan mengangguk dan menggandeng tangan Evi,"Kami akan menurut padamu kak.Aku yakin kakak akan melakukan yang terbaik.Kau tenang saja dinda.Kakakku ini kebijaksanaannya tidak kalah dari kak Razimu.Jadi kau tak usah takut."
Evi tersenyum,'Keluarga di sini saling mendukung dan sehati.Sungguh berbeda dari keluargaku.Kak Saiful selalu saja berbeda pendapat dengan kak Razi.'
Razi senang melihat Frans datang menyambut,'Putra Mahkota Asia memang terkenal bijak.Kini aku melihat sendiri semuanya.Dia datang kemari menyambut kami.Semuanya tentu untuk meredakan amarah kakakku.Adikku mendapat keluarga yang baik.'
Namun Danang tak suka melihat penyambutan itu,'Sepertinya aku harus terus menjaga api didalam hati Paman Saiful.Aku harus bisa membuatnya melihat kejelekan orang2 Asia ini.'
Reza kesal melihat Evi berada didekat Irwan,'Apa sih yang dilihat Putri Evi dari pangeran Asia itu?Apa yang ada padanya dan tidak ada padaku?Aku janji aku harus menjadikan putri itu milikku.Bagaimanapun caranya.'
Saiful melihat ke arah Irwan dan Evi dengan tatapan tajam,Frans tahu bahwa lebih baik ia yang mengambil inisiatif perdamaian lebih dulu,"Sungguh suatu kehormatan Raja Sulawesi berkenan mengunjungi negeri kami.Selamat datang saya ucapkan.Walau banyak hal yang perlu kita bicarakan namun saya harap kalian bersedia membicarakannya di istana saya."
Razi berkata pada kakaknya,"Pangeran Frans benar Kak.Lihatlah para prajurit kita semuanya kelelahan.Dan lihatlah,itu adik kita dia baik2 saja."
Saiful berkata,"Suruh Evi kemari dulu,katakan itu pada mereka." Razi menyampaikan hal itu pada Frans,"Sebenarnya kami kemari karena mencari adik kami jadi kami ingin melihat dia dulu supaya hati kami tenang."
Irwan cemas,'Bagaimana jika kemudian Evi dibawa pergi dengan paksa?Akan sia2 semua usahaku membawa dia pergi.'
Razi memberi kode pada Irwan untuk membiarkan Evi pergi mendekat ke Raja Saiful,Irwanpun melepaskannya.Evi berkata padanya,"Aku akan baik2 saja.Bukankah dia kakakku?Lagipula ini dihadapan orang banyak.Kakak takkan melakukan sesuatu yang akan mencoreng kehormatannya."
Saiful melihat Evi melangkah ke arahnya.Apakah yang akan dilakukan oleh Saiful?**see you next eps**
Eps 23 ↓↓ ARJUNE ↓↓ Manner of Woman ( Kelakuan dari Wanita )
Film Mahabharata diputar ulang dan daya pikatnya adalah tokoh Arjuna.Keahlian utama Arjuna adalah memanah.Busur Gandewa membawa banyak kemenangan baginya baik di kahyangan ataupun di dalam perang.Tapi tahukah kalian bahwa Arjuna memiliki sisi lain yaitu sebagai banci.Sifat itu didapatnya dari kutukan Dewi Ursi.Walau sifat itu justru membantunya menyamar menjadi guru tari bernama Brihanala.Sayangnya Arjuna itu terkenal memiliki banyak wanita.Untunglah Abimanyu ga menuruni sifat ayahnya soale keburu mati duluan dalam peperangan.Nah kalau dalam cerita saya ini,pemeran Arjuna ga sama seperti dalam peran aslinya.Sifat2 yang saya ga suka saya hilangkan.Semua harus sesuai impian dan imajinasi saya.Nah mari kita lanjut kisahnya.Sampai dimana ya?Oh iya sampai di kerajaan Asia.
↓↓↓ KERAJAAN ASIA...
Saiful,kakak tertua Putri Evi terus memperhatikan cara berjalan adik perempuannya itu,'Seorang wanita apalagi seorang putri kerajaan bisa dilihat apakah dia masih suci dari cara berjalannya.Evi masih seperti biasanya dia berjalan.Tapi aku masih tidak yakin,aku harus melihat tanda itu.'
Tanda apaan sih?Razi tahu apa yang mau dilakukan kakaknya,'Kakak pasti akan melihat lengan Evi.Apakah tanda merah itu masih ada atau sudah hilang.Jika masih ada berarti Pangeran ketiga negeri Asia tidak melakukan sesuatu padanya tapi kalau tanda itu tidak ada lagi maka bisa dipastikan kak Saiful akan murka.'
Evi kian dekat pada kakaknya,Saiful segera turun dari keretanya dan mendapatkan adiknya itu,"Adikku,kakak mencemaskan keadaanmu....kemarilah peluk kakakmu ini."
Evi memeluk kakaknya itu,"Aku baik kak.Pangeran Irwan selalu menjagaku."
Saiful segera melihat lengan adiknya,tanda merah itu masih ada.Saiful memandang ke arah Irwan berada,'Sepertinya Pangeran Asia itu dididik dengan baik soal menghargai wanita.Tapi sayangnya aku terlanjur menjanjikan Evi pada Pangeran Reza.'
Reza hendak mendekat ke arah Evi tapi Danang menahannya,"Jangan berbuat hal yang akan mempermalukanmu sendiri.Percaya saja pada Paman Saiful.Dia akan menepati janjinya."
Reza memandang ke arah Irwan,'Pangeran Asia itu akan kuhajar sampai babak belur jika berani berbuat yang tidak sopan pada calon isteriku.'
Irwan malah mencemaskan Evi,'Semoga Evi tidak dimarahi kakaknya.Aku sebenarnya merasa tidak enak hati tapi mau gimana lagi?Aku ga ingin Evi dinikahkan dengan teman Danang itu.Aku telah mendambakannya sejak kecil.'
Frans melihat semuanya kelelahan maka diapun mengundang semuanya ke istananya,"Mari semuanya saya persilahkan untuk beristirahat di istana Asia.Jamuan sudah menanti kalian semua di istana."
Razi mengajak rombongan Sulawesi para pasukan semua untuk menuju istana Asia.George berbisik pada Frans,"Apa kakak ga takut mereka akan berbalik menyerang istana kita?"
Frans tersenyum,"Lihatlah mereka.Semua tampak lelah entah apa yang telah mereka hadapi.Hutan Kalimantan itu tidak mudah dilalui adikku.Mental mereka sudah jatuh menghadapi keganasan hutan itu.Lagipula mereka akan menjadi besan adik kita.Bersikap baik sudah sewajarnya kita lakukan.Tapi tetaplah waspada,karena terlalu percaya diri juga tidak baik.'
George setuju dan segera menyiapkan para Empat Sekawan untuk bersiap siaga. Danang memperhatikan sekitarnya,'Kerajaan Asia sungguh makmur.Padi menguning dimana2.Tanahnya subur dan rakyatnya sepertinya sangat hormat pada raja mereka.Kerajaan ini harus menjadi bagian kekuasaan Andalas.Tidak boleh ada kerajaan lain yang melebihi Andalas.'
Irwan memandang ke arah Evi,Frans menepuk bahu adiknya itu,"Kau jangan cemas.Kakak akan membicarakan semuanya dengan kakaknya Putri Evi.Kau jangan bertindak gegabah.Kesabaran akan mencegah seseorang untuk melakukan pelanggaran besar.Lihat dulu apa tanggapan mereka nanti dengan lamaran dari pihak kita."
◆◆Usai Perjamuan...
Frans mempersilahkan semuanya untuk beristirahat dan menyegarkan tubuh mereka dari perjalanan jauh melintasi hutan Kalimantan.Bahkan untuk Razi dan Saiful diberikan pelayanan yang bagus.Razi berkata pada Saiful,"Lihatlah itu kakak!Para prajurit kita semua diperhatikan kebutuhannya.Yang luka diobati,yang lapar diberi makan dan yang kelelahan diberi tempat untuk beristirahat.Tenda2 sampai didirikan untuk orang2 kita kak."
Saiful yang sedang asyik menikmati belimbing melirik adiknya itu,"Apa yang kau inginkan dengan berkata seperti itu,Adikku?"
Razi melihat adik perempuannya yang nampak diam saja di dekat mereka,"Evi,pergilah ke kamarmu untuk istirahat.Besok pasti akan ada pembicaraan penting yang akan menentukan kehidupanmu nanti adikku."
Evi segera mohon diri,"Baik kakak.Aku akan pergi ke kamarku.Kak Saiful aku pergi dulu."
Saiful mencegahnya,"Tidak!Aku tidak percaya dengan keamanan disini.Kau tidur saja di sini!Kami akan menjagamu."
Razi mengambil sepotong buah belimbing,"Kakak terlalu khawatir.Kerajaan Asia memiliki nama besar kakak.Kau jangan khawatir seperti itu.Evi akan baik2 saja.Bukankah Irwan telah menjaganya selama dia tidak bersama kita?"
Saiful menenggak minumannya,"Terserah kau saja.Jika sesuatu terjadi akan kupastikan istana ini rata dengan tanah.Ingat itu!!"
¤¤ DEPAN KAMAR EVI...
Baik Reza ataupun Irwan,keduanya ingin menemui Evi.Reza menatap sinis pada Irwan,"Aku yakin bahwa akulah yang akan disebut sebagai pria paling beruntung karena akan mendapatkan putri dari Sulawesi.Putri Evi tentunya.Siapa lagi?"
Irwan terdiam,'Aku tidak akan terpancing dengan ucapannya.Aku kemari mau menemui Evi bukan dia.'
Reza terus memprovokasi,"Jelas aku yang akan mendapatkan Putri sejelita Evi.Aku telah mendapat restu dari kakak tertuanya.Tidak seperti si pangeran yang bisanya nyulik anak gadis orang.Mana ada pihak kerajaan yang mau punya menantu tukang nyulik.Amit2..."
Irwan kesal disebut begitu,"Kau ini ...."
Saat itulah Evi datang dan mencegah Irwan,"Kanda...."
Irwan segera menoleh,"Dinda..."
Giliran Reza yang berang,'Mereka sungguh gak tahu diri...punya panggilan sayang seakan sudah menikah saja.Akan kulaporkan ini pada Paman Saiful.Lihat saja !'
Reza pergi hendak menemui Saiful tapi Danang mencegahnya,"Kau ini seperti anak kecil yang suka lapor jika dapat masalah.Jangan kekanakan Teman!Besok semuanya akan jelas.Kau justru akan memberi kesan buruk jika terus mendesak Paman Saiful.Ayo!Kita nikmati saja kenyamanan yang ada di sini."
Besok hari penentuan bagi hidup Evi.Apakah keputusan Saiful nanti?***see you next eps***
↓↓↓ KERAJAAN ASIA...
Saiful,kakak tertua Putri Evi terus memperhatikan cara berjalan adik perempuannya itu,'Seorang wanita apalagi seorang putri kerajaan bisa dilihat apakah dia masih suci dari cara berjalannya.Evi masih seperti biasanya dia berjalan.Tapi aku masih tidak yakin,aku harus melihat tanda itu.'
Tanda apaan sih?Razi tahu apa yang mau dilakukan kakaknya,'Kakak pasti akan melihat lengan Evi.Apakah tanda merah itu masih ada atau sudah hilang.Jika masih ada berarti Pangeran ketiga negeri Asia tidak melakukan sesuatu padanya tapi kalau tanda itu tidak ada lagi maka bisa dipastikan kak Saiful akan murka.'
Evi kian dekat pada kakaknya,Saiful segera turun dari keretanya dan mendapatkan adiknya itu,"Adikku,kakak mencemaskan keadaanmu....kemarilah peluk kakakmu ini."
Evi memeluk kakaknya itu,"Aku baik kak.Pangeran Irwan selalu menjagaku."
Saiful segera melihat lengan adiknya,tanda merah itu masih ada.Saiful memandang ke arah Irwan berada,'Sepertinya Pangeran Asia itu dididik dengan baik soal menghargai wanita.Tapi sayangnya aku terlanjur menjanjikan Evi pada Pangeran Reza.'
Reza hendak mendekat ke arah Evi tapi Danang menahannya,"Jangan berbuat hal yang akan mempermalukanmu sendiri.Percaya saja pada Paman Saiful.Dia akan menepati janjinya."
Reza memandang ke arah Irwan,'Pangeran Asia itu akan kuhajar sampai babak belur jika berani berbuat yang tidak sopan pada calon isteriku.'
Irwan malah mencemaskan Evi,'Semoga Evi tidak dimarahi kakaknya.Aku sebenarnya merasa tidak enak hati tapi mau gimana lagi?Aku ga ingin Evi dinikahkan dengan teman Danang itu.Aku telah mendambakannya sejak kecil.'
Frans melihat semuanya kelelahan maka diapun mengundang semuanya ke istananya,"Mari semuanya saya persilahkan untuk beristirahat di istana Asia.Jamuan sudah menanti kalian semua di istana."
Razi mengajak rombongan Sulawesi para pasukan semua untuk menuju istana Asia.George berbisik pada Frans,"Apa kakak ga takut mereka akan berbalik menyerang istana kita?"
Frans tersenyum,"Lihatlah mereka.Semua tampak lelah entah apa yang telah mereka hadapi.Hutan Kalimantan itu tidak mudah dilalui adikku.Mental mereka sudah jatuh menghadapi keganasan hutan itu.Lagipula mereka akan menjadi besan adik kita.Bersikap baik sudah sewajarnya kita lakukan.Tapi tetaplah waspada,karena terlalu percaya diri juga tidak baik.'
George setuju dan segera menyiapkan para Empat Sekawan untuk bersiap siaga. Danang memperhatikan sekitarnya,'Kerajaan Asia sungguh makmur.Padi menguning dimana2.Tanahnya subur dan rakyatnya sepertinya sangat hormat pada raja mereka.Kerajaan ini harus menjadi bagian kekuasaan Andalas.Tidak boleh ada kerajaan lain yang melebihi Andalas.'
Irwan memandang ke arah Evi,Frans menepuk bahu adiknya itu,"Kau jangan cemas.Kakak akan membicarakan semuanya dengan kakaknya Putri Evi.Kau jangan bertindak gegabah.Kesabaran akan mencegah seseorang untuk melakukan pelanggaran besar.Lihat dulu apa tanggapan mereka nanti dengan lamaran dari pihak kita."
◆◆Usai Perjamuan...
Frans mempersilahkan semuanya untuk beristirahat dan menyegarkan tubuh mereka dari perjalanan jauh melintasi hutan Kalimantan.Bahkan untuk Razi dan Saiful diberikan pelayanan yang bagus.Razi berkata pada Saiful,"Lihatlah itu kakak!Para prajurit kita semua diperhatikan kebutuhannya.Yang luka diobati,yang lapar diberi makan dan yang kelelahan diberi tempat untuk beristirahat.Tenda2 sampai didirikan untuk orang2 kita kak."
Saiful yang sedang asyik menikmati belimbing melirik adiknya itu,"Apa yang kau inginkan dengan berkata seperti itu,Adikku?"
Razi melihat adik perempuannya yang nampak diam saja di dekat mereka,"Evi,pergilah ke kamarmu untuk istirahat.Besok pasti akan ada pembicaraan penting yang akan menentukan kehidupanmu nanti adikku."
Evi segera mohon diri,"Baik kakak.Aku akan pergi ke kamarku.Kak Saiful aku pergi dulu."
Saiful mencegahnya,"Tidak!Aku tidak percaya dengan keamanan disini.Kau tidur saja di sini!Kami akan menjagamu."
Razi mengambil sepotong buah belimbing,"Kakak terlalu khawatir.Kerajaan Asia memiliki nama besar kakak.Kau jangan khawatir seperti itu.Evi akan baik2 saja.Bukankah Irwan telah menjaganya selama dia tidak bersama kita?"
Saiful menenggak minumannya,"Terserah kau saja.Jika sesuatu terjadi akan kupastikan istana ini rata dengan tanah.Ingat itu!!"
¤¤ DEPAN KAMAR EVI...
Baik Reza ataupun Irwan,keduanya ingin menemui Evi.Reza menatap sinis pada Irwan,"Aku yakin bahwa akulah yang akan disebut sebagai pria paling beruntung karena akan mendapatkan putri dari Sulawesi.Putri Evi tentunya.Siapa lagi?"
Irwan terdiam,'Aku tidak akan terpancing dengan ucapannya.Aku kemari mau menemui Evi bukan dia.'
Reza terus memprovokasi,"Jelas aku yang akan mendapatkan Putri sejelita Evi.Aku telah mendapat restu dari kakak tertuanya.Tidak seperti si pangeran yang bisanya nyulik anak gadis orang.Mana ada pihak kerajaan yang mau punya menantu tukang nyulik.Amit2..."
Irwan kesal disebut begitu,"Kau ini ...."
Saat itulah Evi datang dan mencegah Irwan,"Kanda...."
Irwan segera menoleh,"Dinda..."
Giliran Reza yang berang,'Mereka sungguh gak tahu diri...punya panggilan sayang seakan sudah menikah saja.Akan kulaporkan ini pada Paman Saiful.Lihat saja !'
Reza pergi hendak menemui Saiful tapi Danang mencegahnya,"Kau ini seperti anak kecil yang suka lapor jika dapat masalah.Jangan kekanakan Teman!Besok semuanya akan jelas.Kau justru akan memberi kesan buruk jika terus mendesak Paman Saiful.Ayo!Kita nikmati saja kenyamanan yang ada di sini."
Besok hari penentuan bagi hidup Evi.Apakah keputusan Saiful nanti?***see you next eps***
Eps 24 ↓°•↓ ARJUN °•→ Desired Him ( Menginginkan Dirinya )
TAMAN DEKAT KAMAR EVI....
Irwan melihat kemurungan di wajah kekasih hatinya,ia sedih melihat wajah jelita pujaannya bergayut mendung.Diapun mengambil sekuntum bunga dan diselipkannya di rambut Evi,"Ada yang meresahkan hatimu Dinda?Kau terlihat muram.Ada apa?"
Evi malah tertunduk dan meneteskan air mata di pangkuannya,Irwan makin gegana.Diapun bersimpuh dekat kaki Evi,"Apakah mengenalku membuatmu sedih?Maafkan aku jika begitu..."
Evi mengusap air matanya dan menggeleng,"Bukan kanda yang membuatku sedih.Aku sedih kenapa kakak pertamaku tak bisa melihat kanda seperti sudut pandangku.Saat orang yang kita sayang disalahpahami maka hati kita ikut sedih."
Irwan tersenyum dan meletakkan kepalanya dipangkuan Evi,"Aku bahagia karena kau begitu memikirkanku.Jangan menangis jika orang berpikir buruk tentang diriku dinda.Karena kau tahu...yang terpenting adalah apa yang kaupikirkan tentang diriku.Itu cukup buatku."
Evi mengusap kepala Irwan,"Kaulah segalanya bagiku.Kaulah yang ada di hatiku kanda.Dahulu kaulah yang membelaku kala semua orang berpikir hina tentangku maka kini giliranku kanda untuk membelamu."
Irwan dan Evi saling memandang,betapa keduanya saling mencintai.Tanpa sepengetahuan mereka,Razi melihat keduanya dari balik pilar istana.Ia bertekad akan membantu keduanya bersatu,'Aku tidak akan tinggal diam melihat Kak Saiful menghancurkan kebahagiaan adikku.Hanya bersama Irwanlah kebahagiaan Evi.'
Evi akhirnya masuk ke kamarnya karena hari sudah malam.Sedangkan Irwan memilih berjaga dekat kamar Evi,'Aku tak bisa tidur.Lebih baik aku disini saja.Ikut berjaga dengan empat sekawan.' Hazman berbisik pada Igun,"Begawan,lihat bendara kita itu lagi sakit asmara he.he.."
Igun malah sewot,"Kamu ini kerjaannya ngintip melulu!Nanti sakit mata kapok kamu.Mana Yayat?" Hazman manyun,"Kayaknya tadi dipanggil Den George disuruh ambil apa gitu...dasar begawan...sukanya nyari yang kagak ada.Ga asyik!Ga bisa diajak gosip.Hu..."
Igun malah berang,"Kita itu disini jaga bukan gosip kayak mak2.Emang aku kayak mak2 apa?Badan keker gini dibilang mak2...Kamu mau tak bogem mentah apa?Dasar cungkring!"
George malah datang bawa makanan,"Kalian daripada ribut terus kayak kucing dan anjing mending ayo temeni aku makan bandhem aja pada mau tidak?Irwan lagi ga selera makan.Biasa lagi suka makan bunga dia..hi..hi..."
Hazman langsung pasang telinga,"Sejak kapan den bagus suka makan bunga,Pangeran George?" George malah melahap bandhem yang ia bawa.Bandhem itu sejenis getuk goreng dilapis tepung.George menjawab,"Sejak kapan ya?Hmm...nyam..nyam...kayaknya sejak dekat dengan Putri Evi deh...nyam...nyam...Bandhem buatan Dinda Aty ini emang joss ueenak tenan."
Giliran Yayat datang dikejar2 sama Aty,"Yayat!!Mau dibawa kemana bandhem2 itu?Sini!!"
Yayat sembunyi dibelakang George,"Ndara keker...tolongin inyong nih....Putri Aty kalau marah serem..."
Melihat pria pujaannya asyik makan penganan buatannya,Aty ga jadi marah.Ia malah jadi tersipu2 dekat George,"Kanda suka bandhemnya?"
Hazman yang nyeletuk,"Suka yang buat juga kok Tuan Putri....he..he.."
Wah Aty langsung merona kayak tomat baru dipanen,"Benarkah?"
George malah sumringah lihat Yayat bawa bandhem sepiring lagi,"Wah ini baru benar...aku suka ini...nyam..nyam..."
Aty langsung senyum2 dan lari ke dapur lagi,"Aku akan buat bandhem yang banyak.Hi.hi..."
Yayat lega ga jadi dimarahi Aty,"Selamat2...."
Rizky Ridho juga ikut nimbrung,"Ajak2 dong kalau lagi pesta kebun...he..he.."
Inul tersenyum dari jauh melihat anak2nya,'Walau mereka tidak semuanya lahir dari rahimku tapi mereka saling menyayangi.Aku harus segera menikahkan Frans dengan Putri Ikif sebelum kedahuluan yang lain.George juga secepatnya harus menikah dengan Aty.Kasihan Putri itu dia rela meninggalkan keluarganya demi putraku.Baru setelah itu Irwan dengan Putri Evi.Semoga saja lamaran kami besok diterima.Kalau benar jadi maka akan kunikahkan bersama saja ketiganya.'
KEESOKAN HARINYA....◇♧◇◇◇�
Inul dan Frans sudah mengutarakan keinginan mereka untuk melamar Evi bagi Irwan namun Saiful yang sudah terlanjur berjanji akan memberikan Evi pada Reza akhirnya memutuskan untuk membuat persyaratan bagi kedua pangeran,"Bukan saya menolak.Saya ini seorang raja dan perkataan saya adalah janji.Demi keadilan saya akan meminta 3 syarat kepada kedua pangeran.Syarat pertama adalah bawa ke hadapan saya 40 pasang orang kembar.Jika syarat pertama sudah dipenuhi,baru saya akan lanjut ke syarat berikutnya.Bagaimana apa kedua pangeran menerima?"
Jelas menerima walau mereka tahu sangat sulit memenuhinya.Reza merasa galau,"Dimana aku mencari orang kembar sebanyak itu?"
Danang malah berbisik padanya,"Kau tak usah pusing mencarinya.Biarkan rivalmu yang mencarinya lalu kita rebut di tengah jalan."
Reza langsung hepi lagi,"Kau memang cerdik Danang.He..he.."
Sementara Irwan memandang ke arah adik kembarnya,'Dimana kucari 39 pasang yang seperti kalian?'
Razi memandang ke arah Irwan dengan senyum.Irwan mengernyitkan dahi melihat kakak kedua Evi itu,'Apa maksud senyum paman Razi ya?Apa dia tahu kemana aku harus mencarinya?'
Evi malah memandang ke kakak pertamanya dengan sedih,'Jika syarat pertama saja sesulit ini bagaimana dengan dua syarat lainnya.Pasti lebih sulit lagi.Kakak memang tak ingin aku bahagia.'
Evi pergi meninggalkan pertemuan lebih dulu,Saiful jadi gundah dan segera menyusulnya.Apa yang akan dilakukan oleh Evi?***see you next eps***
Irwan melihat kemurungan di wajah kekasih hatinya,ia sedih melihat wajah jelita pujaannya bergayut mendung.Diapun mengambil sekuntum bunga dan diselipkannya di rambut Evi,"Ada yang meresahkan hatimu Dinda?Kau terlihat muram.Ada apa?"
Evi malah tertunduk dan meneteskan air mata di pangkuannya,Irwan makin gegana.Diapun bersimpuh dekat kaki Evi,"Apakah mengenalku membuatmu sedih?Maafkan aku jika begitu..."
Evi mengusap air matanya dan menggeleng,"Bukan kanda yang membuatku sedih.Aku sedih kenapa kakak pertamaku tak bisa melihat kanda seperti sudut pandangku.Saat orang yang kita sayang disalahpahami maka hati kita ikut sedih."
Irwan tersenyum dan meletakkan kepalanya dipangkuan Evi,"Aku bahagia karena kau begitu memikirkanku.Jangan menangis jika orang berpikir buruk tentang diriku dinda.Karena kau tahu...yang terpenting adalah apa yang kaupikirkan tentang diriku.Itu cukup buatku."
Evi mengusap kepala Irwan,"Kaulah segalanya bagiku.Kaulah yang ada di hatiku kanda.Dahulu kaulah yang membelaku kala semua orang berpikir hina tentangku maka kini giliranku kanda untuk membelamu."
Irwan dan Evi saling memandang,betapa keduanya saling mencintai.Tanpa sepengetahuan mereka,Razi melihat keduanya dari balik pilar istana.Ia bertekad akan membantu keduanya bersatu,'Aku tidak akan tinggal diam melihat Kak Saiful menghancurkan kebahagiaan adikku.Hanya bersama Irwanlah kebahagiaan Evi.'
Evi akhirnya masuk ke kamarnya karena hari sudah malam.Sedangkan Irwan memilih berjaga dekat kamar Evi,'Aku tak bisa tidur.Lebih baik aku disini saja.Ikut berjaga dengan empat sekawan.' Hazman berbisik pada Igun,"Begawan,lihat bendara kita itu lagi sakit asmara he.he.."
Igun malah sewot,"Kamu ini kerjaannya ngintip melulu!Nanti sakit mata kapok kamu.Mana Yayat?" Hazman manyun,"Kayaknya tadi dipanggil Den George disuruh ambil apa gitu...dasar begawan...sukanya nyari yang kagak ada.Ga asyik!Ga bisa diajak gosip.Hu..."
Igun malah berang,"Kita itu disini jaga bukan gosip kayak mak2.Emang aku kayak mak2 apa?Badan keker gini dibilang mak2...Kamu mau tak bogem mentah apa?Dasar cungkring!"
George malah datang bawa makanan,"Kalian daripada ribut terus kayak kucing dan anjing mending ayo temeni aku makan bandhem aja pada mau tidak?Irwan lagi ga selera makan.Biasa lagi suka makan bunga dia..hi..hi..."
Hazman langsung pasang telinga,"Sejak kapan den bagus suka makan bunga,Pangeran George?" George malah melahap bandhem yang ia bawa.Bandhem itu sejenis getuk goreng dilapis tepung.George menjawab,"Sejak kapan ya?Hmm...nyam..nyam...kayaknya sejak dekat dengan Putri Evi deh...nyam...nyam...Bandhem buatan Dinda Aty ini emang joss ueenak tenan."
Giliran Yayat datang dikejar2 sama Aty,"Yayat!!Mau dibawa kemana bandhem2 itu?Sini!!"
Yayat sembunyi dibelakang George,"Ndara keker...tolongin inyong nih....Putri Aty kalau marah serem..."
Melihat pria pujaannya asyik makan penganan buatannya,Aty ga jadi marah.Ia malah jadi tersipu2 dekat George,"Kanda suka bandhemnya?"
Hazman yang nyeletuk,"Suka yang buat juga kok Tuan Putri....he..he.."
Wah Aty langsung merona kayak tomat baru dipanen,"Benarkah?"
George malah sumringah lihat Yayat bawa bandhem sepiring lagi,"Wah ini baru benar...aku suka ini...nyam..nyam..."
Aty langsung senyum2 dan lari ke dapur lagi,"Aku akan buat bandhem yang banyak.Hi.hi..."
Yayat lega ga jadi dimarahi Aty,"Selamat2...."
Rizky Ridho juga ikut nimbrung,"Ajak2 dong kalau lagi pesta kebun...he..he.."
Inul tersenyum dari jauh melihat anak2nya,'Walau mereka tidak semuanya lahir dari rahimku tapi mereka saling menyayangi.Aku harus segera menikahkan Frans dengan Putri Ikif sebelum kedahuluan yang lain.George juga secepatnya harus menikah dengan Aty.Kasihan Putri itu dia rela meninggalkan keluarganya demi putraku.Baru setelah itu Irwan dengan Putri Evi.Semoga saja lamaran kami besok diterima.Kalau benar jadi maka akan kunikahkan bersama saja ketiganya.'
KEESOKAN HARINYA....◇♧◇◇◇�
Inul dan Frans sudah mengutarakan keinginan mereka untuk melamar Evi bagi Irwan namun Saiful yang sudah terlanjur berjanji akan memberikan Evi pada Reza akhirnya memutuskan untuk membuat persyaratan bagi kedua pangeran,"Bukan saya menolak.Saya ini seorang raja dan perkataan saya adalah janji.Demi keadilan saya akan meminta 3 syarat kepada kedua pangeran.Syarat pertama adalah bawa ke hadapan saya 40 pasang orang kembar.Jika syarat pertama sudah dipenuhi,baru saya akan lanjut ke syarat berikutnya.Bagaimana apa kedua pangeran menerima?"
Jelas menerima walau mereka tahu sangat sulit memenuhinya.Reza merasa galau,"Dimana aku mencari orang kembar sebanyak itu?"
Danang malah berbisik padanya,"Kau tak usah pusing mencarinya.Biarkan rivalmu yang mencarinya lalu kita rebut di tengah jalan."
Reza langsung hepi lagi,"Kau memang cerdik Danang.He..he.."
Sementara Irwan memandang ke arah adik kembarnya,'Dimana kucari 39 pasang yang seperti kalian?'
Razi memandang ke arah Irwan dengan senyum.Irwan mengernyitkan dahi melihat kakak kedua Evi itu,'Apa maksud senyum paman Razi ya?Apa dia tahu kemana aku harus mencarinya?'
Evi malah memandang ke kakak pertamanya dengan sedih,'Jika syarat pertama saja sesulit ini bagaimana dengan dua syarat lainnya.Pasti lebih sulit lagi.Kakak memang tak ingin aku bahagia.'
Evi pergi meninggalkan pertemuan lebih dulu,Saiful jadi gundah dan segera menyusulnya.Apa yang akan dilakukan oleh Evi?***see you next eps***