KEHILANGAN EPS 37-48^^^

Eps 37



Cerbung ke-3 KEHILANGAN










============== || KEHILANGAN || ============== Eps 37 : Were Married = Menikah === MOBIL MEDIS... Erie nampak duduk di dekat ayahnya yang terbaring.Ia berkata pada ayahnya,"Bapak,kita pindah ke desa ya?Disana suasananya lebih baik.Ada dokter juga kok di sana.Bapak akan dibawa dengan mobil ini sampai sana.Disini ada perawatnya juga jadi Bapak ga usah cemas ya?" Sang ayah mengangguk,ia terharu karena putrinya sayang banget sama dia.Isterinya juga mendampinginya dengan setia di sebelahnya.Hatinya menangis mengenang dulu ia meninggalkan mereka demi perempuan lain.Kini saat ia sakit yang mau merawat dia adalah isteri yang ia tinggalkan.Betapa mulianya hati isterinya.Sudah ia sakiti begitu rupa namun tetap memperlakukannya dengan hormat.Bahkan putrinya pun tak memandang rendah padanya.Tetap hormat dan berbakti.Sungguh ia merasa betapa ia tak tahu diri dulu.Air mata mengalir dari pelupuk matanya,Erie mengusapnya,"Kok Bapak nangis?Kan Bapak ga ditinggal sama Erie.Bapak ikut pindah kok ke desa bareng Erie.Erie sekarang ngajarnya di desa.Gpp ya hidup di desa?" Sang ibu membenarkan selimut suaminya,"Bapakmu bukan sedih nduk.Dia lagi terharu.Kamu ga pernah melupakan kami.Kamu anak yang berbakti." Erie ikut berkaca2,"Erie ga bisa hidup tanpa kalian.Syukurlah ada yang bantu Erie sehingga bisa membawa bapak ke desa dengan aman." Erie melihat ke luar nampak Norman dan Toto mengawal perjalanan mereka.Toto di mobil barang sedang Norman naik motor sportnya. Erie terharu melihat pria muda itu begitu peduli pada keluarganya,'Mas Norman makasih...' Sang ibu tersenyum melihat cara Erie melihat Norman,'Aku bakalan punya menantu nih...menantu yang baik.Walau penampilan kayak anak jalanan tapi hatinya sungguh baik banget.Aku restu tenan.' Norman malah asyik mikir,'Mas Toto itu punya banyak koneksi ya?Hebat!Kerja sebagai intel tapi gaya kayak preman.Ternyata penampilan bukan jaminan.Untung ketemu dia.Pindahan berjalan mulus.Aku harus cari kerja nih.Buat membantu Erie dan buat masa depan kami.Cie...kayak dah nikah aja.Weleh...' Norman emang dah mantep mau serius sama Erie padahal menyatakan cinta saja belum.Baru kasih signal2 aja.Tapi seperti kata Base Jam dalam lagunya "Bukan Pujangga" bahwa : Semua yang kulakukan untukmu lebih dari semua kata cinta untukmu....Mania Base Jam nih.Oke sambil nunggu rombongan Norman sampai ke desa,mari kita lihat kondisi Soimah family.Dah lama ga menyapa mereka.He..he.. ¤¤¤ RUMAH SOIMAH... Sejak Erie ga ngelesi Thea lagi,Thea jadi pendiam.Suka mengurung diri di kamar dan ga ceria seperti biasanya.Selvi dicurhati malah sibuk sama urusannya sendiri.Soimah malah diketusi sama Selvi,"Selvi udah nurut mau dijodohkan sama pria pilihan Mama.Sekarang suruh ngurusi Thea?Terus Mama ngapain?Kan tugas Mama dong ngurus anak?Ganggu jadwal Selvi aja!" Soimah gantian ketus,"Anak kurang ajar!Kamu itu masih hidup numpang ya sama Mama.Enak aja ga mau bantuin Mama.Kayak kamu dapat anak konglomerat aja huhhh!" Coba Soimah lebih selidik soal Norman,anak konglomerat papan atas lho dia.Bisnis suami Soimah juga mulai diblok sama Benigno.Makanya Soimah pusing soale keuangan keluarganya mulai seret.Salah sendiri memperlakukan orang lain dengan buruk.Ga tahu kalau yang disenggol ternyata anak penggede.Weleh...Sekarang lihat Benigno ah...kangen sama Si Ganteng yang satu ini.Lagi dimana dia ya? ♡♡♡PESAWAT.... Benigno menatap keluar melihat awan,'Coba putraku menemaniku dalam perjalanan bisnis seperti ini.Kapan aku akan punya waktu bersama dia ya?Bisnisku sangat banyak dan aku mulai kewalahan.Aku jadi kangen sama Norman.Pangeran kecilku.Kapan kamu akan memaafkan papa Pangeranku?' Wah Ben malah bayangin kalau Norman sudah baikan sama dia.Pakai jas gitu kerja membantu dia mengurus bisnisnya.Wah bayangin yuk?Pasti Norman ganteng banget dengan balutan jas bermerk naik mobil mewah.Wah...Erie pasti klepek2 lihatnya.Sekarang aja udah klepek2 gimana nanti.Udah deh biarin Pebisnis Benigno membayangkan putranya.Kita terbang aja menuju desa Watu Tresno.Lihat Evi yang lagi naik mobil Reza.Tentunya ada Intan di sana. }}} MOBIL REZA.... Berulang kali Reza pingin ngajak ngobrol Evi tapi Intan terus saja nyela2.Apalagi saat Reza memuji penampilan Evi,"Saya baru lihat Evi pakai baju model gitu.Dandan lagi...ternyata ga kalah manis sama Intan." Intan sewot,"Kayaknya Intan baru lihat baju itu deh...mb pasti minjem ya.Atau uang hasil jualan dibeliin baju itu ya?Beli paling di pasar atau pinggiran jalan kan?" Reza heran,"Intan kamu kok gitu sih?" Evi tercekat mendengarnya,"Ga kok.Evi dikasih sama putrinya Paman Samuel." Intan malah mencibir,"Paling mb iri kan sama baju2 aku makanya ngemis sama anaknya Om Samuel...iiih ga punya malu!" Reza menegur Intan,"Intan!Kok bicaranya gitu sama kakak sendiri sih?" Intan kaget dikerasi sama Reza,"Kak Reza jangan ketipu sama muka lugunya mb Evi.Aslinya dia itu lebih ngeri lho.Cowok yang selalu sama dia sekarang dulu itu pacar aku Kak.Tapi digoda sama dia.Dia itu muka melas aja.Air matanya buaya!" Evi menahan pedih di hatinya,"Udah saya turun sini aja.Dah deket kok." Reza kaget dan menghentikan mobilnya,"Tapi Vi..." Evi mengucap terima kasih dan segera keluar dari mobil.Reza memandang Intan,"Kamu ga seharusnya bicara seperti itu sama kakak kamu.Ga baik.Dia lebih tua dari kamu." Intan malah mencibir,"Paling juga bakal ngadu dia sama Ibu...dasar jagoan neon.Tukang lapor." Evi sedih banget dan berlari menuju rumahnya sambil menangis,'Tega banget sih Intan ngomong gitu sama aku depan Reza lagi...' Sampai rumah ia segera masuk kamar dan nangis,'Kenapa sih Intan benci banget sama aku?Salah apa sih aku?' Kenapa hayo?Kita lihat pikiran Intan ya? Intan ga mau pulang,"Aku mau di rumah kakak aja.Pikiranku lebih tenang disana." Reza menghela nafas,"Terserah kamu aja." Reza kembali fokus nyetir sedang Intan juga diam sibuk sama pikirannya sendiri,'Aku benci sama mb Evi karena dia dibesarkan oleh ibu langsung.Beruntung banget dia.Sedang aku sejak masih kecil dah ikut saudara ibu di kota.Kenapa ga mb Evi aja.Ibu pilih kasih!' Oh karena itu to?Yuk dengerin pembicaraan Isda sama Rita aja. ~~~RUMAH ISDA... Rita dan Isda menyiapkan semua kebutuhan pernikahan.Isda terus saja memuji Intan,"Putri Jeng yang no 2 itu mau make up sendiri katanya.Dia pinter dandan lho jeng." Rita tersenyum,"Intan memang senang soal rias merias." Isda menghina Evi,"Beda sama anak pertama Jeng siapa itu Evi...kayak ga pernah dandan.Muka kusem,rambut juga agak kemerahan.Kebanyakan kena sinar matahari sih...oh iya tukang gorengan keliling ya?" Rita terdiam tapi nyesek juga dengernya,"Evi memang lugu anaknya..tapi dia juga punya kelebihan sendiri kok Jeng.Dia pinter masak." Isda mencibir,"Semua wanita emang harus bisa masak Jeng.Itu mah dah ga mengherankan." Rita jadi ingat masa lalu kala saudaranya datang minta salah satu anaknya untuk dirawat mereka,"Yang kecil aja mbakyu.Yang besar kan bisa bantu mbakyu jaga suami mb yang lagi sakit2an.Yang kecil kelihatannya suka kok kehidupan kota dan nemplok terus sama aku mb." Intan kecil emang sangat suka dimanja maka kala dibeliin dan dimanjain sama bibinya ia seneng banget dan nemplok terus.Beda dengan Rita yang kerap ga bisa memenuhi keinginannya.Lamunan Rita buyar oleh pertanyaan Isda,"Jeng...kayaknya buat acara pernikahan anak jeng yang pertama perlu di kasih tahu deh biar berpenampilan yang baik.Pakaian buat besan saya kasih warna apa ya enaknya?" Rita menjawab,"Terserah Jeng aja..." Wah segini dulu aja ya...kita ke pantun aja. Hari ini dapat kiriman bingkisan Isinya bermacam-macam penganan Maaf jika eps kali ini tak ada Irwan Lain kali aja ya kita tampilkan Bagaimana pernikahan Reza dan Intan nanti?***see you next eps***
Eps 38 CERBUNG KE-3 KEHILANGAN
▶°◀°▶°◀°▶°◀ ▶ KEHILANGAN ◀ ▶°◀°▶°◀°▶°◀ Eps 38 : Love Life = Kehidupan Cinta °▶°Desa Watu Tresno... Irwan ga mau mengganggu Eza yang tampak asyik bikin puisi di kamarnya.Ia malah kepikiran Evi.Kangen dia,'Jalan2 ah lihat desa he .he..siapa tahu aja ketemu sama dia...Lagian aku pingin tahu kayak apa sih desa ini.Kata Eyang dan Om Samuel tanah mendiang ayah sangat banyak.Belum perkebunan dan peternakan.Aduh...mana aku ngerti soal pertanian.Tapi kan ada Eza dan Febby.Febby kan kuliah pertanian.Eza dah lama bantu Eyang urusi agrobisnis Eyang.Aha..aku akan belajar sama Eza ah..sekarang jalan2 dulu sekalian nunggu Norman katanya mau datang.Dah mau sampai.Jemput ah di gapura desa...kangen juga sama dia.Tapi nunggu sendirian bete dong.Ajak Evi ah...' Irwanpun pamit sama Eyang,"Irwan mau jemput Norman di gapura desa dulu Eyang...mau bantu pindahan camernya dia he..he.." Eyang mengijinkan,"Kamu dah hafal belum jalan disini?Kalau belum bisa nyasar lho.Mending ajak siapa gitu yang paham desa ini biar ga nyasar.." Irwan manggut2,"Wah ide bagus itu Eyang...he..he..sehati deh Eyang sama saya...hi..hi..." Eyang malah heran,"Kamu itu malah mesam-mesem sendiri...weleh..anak muda jaman saiki.Pikirannya itu susah dipahami...hati2 dijalan ya..Oh ya tolong mampir ke rumah Evi ya..Eyang kepingin botok bikinan dia.Kalau ada,beliin ya.Ini uangnya.." Irwan jawab,"Siap Eyang.Irwan juga suka botok.He..he..ibu dulu suka bikin.Kangen masakan ibu." Irwan salim terus naik ke motornya,'Ke rumah Evi dulu ah...amanat orang tua harus dilaksanakan.' Melajulah Irwan ke rumah Evi.Hafal dia jalan ke sana ga perlu pakai peta.Emang Dora?Lho Irwan kan jago gambar peta kalau tidur gimana sih?Rayuan pulau kelapa ya...mmmh..Sampai di rumah Evi suasananya sepi.Irwan ngetok pintu ga ada sahutan.Ia lalu berkeliling lihat asap mengepul di belakang,'Pasti Evi lagi masak dibelakang makanya ga denger...' Bener Evi emang lagi masak,setelah habis nangis sampai sembab dia milih masak buat gorengan.Lumayan dititipkan di hek.Laku keras. Terdengar bunyi,"Sreng...sreng!!" Irwan mengendap-endap hendak ngasih kejutan gitu tapi... Namanya masakan kan ada baunya nyekrak gitu,Irwan malah batuk2 kena keluk juga,"Uhuk!!Uhuk!!" Evi kaget dan spontan melemparkan adonannya yang sisa dikit ke arah suara,"Hantu!!" Irwan jadi belepotan deh mukanya kena adonan tepung terigu sama bumbu.Ha..ha...ha.. Putih beneran deh,"Ya ampun Vi...ini aku!!" Evi yang nutup mukanya karena takut kaget kala denger suara yang ia kenal,"Irwan?Ini beneran kamu?" Irwan berusaha menghilangkan adonan tepung di wajahnya,"Waduh wajah gantengku...kena tepung nih..padahal dah ganteng maksimal lho..." Evi jadi mesem pingin ketawa tapi ga tega,"Maaf aku ga tahu soalnya kamu ngagetin sih!" Evi mengambil sapu tangan dan dibersihkannya muka Irwan,"Sini aku bersihin biar kelihatan lagi ganteng maksimalnya...he..he.." Irwan nurut deh duduk di bale2 sedang Evi disebelahnya,"Awas jangan sampai masuk mata...aduh bau bawang lagi.." Irwan seneng banget dipegang wajahnya oleh Evi,'Dia perhatian banget ya...aduh...wajahnya makin dekat gini makin manis deh...matanya...aduh...senyumnya..alamak...' Evi juga malu2 gimana megang wajah Irwan,'Gantengnya...makin dilihat makin menawan...pantas namanya Irwan...Tapi bau apa ya ini?' Weleh.Gorengannya Vi!!Gosong!! Irwan juga bau,"Bau gosong ya...?" Evi langsung berdiri dan mengambil gorengannya,"Yeah gosong deh...tapi gpp deh yang ini buat aku makan saja." Evi lalu adang singkong,peminat singkong rebus lumayan banyak.Ditungku yang lain ia adang botok.Ia lalu mengambilkan minum buat Irwan,"Minum dulu.Oh ya ini ada gorengan juga...Tumben kemari?Mau cari Intan?" Irwan mencuci mukanya dekat sumur,"Ga!Aku nyari kakaknya..." Evi terpana mendengarnya,'Apa?Dia nyari aku?' Evi kepo juga,"Memang ada apa?Oh...Eyang pesen sesuatu ya?" Irwan mengangguk,"Kok tahu ?" Evi nampak kecewa,"Ya tahulah ga mungkin karena yang lainnya..." Irwan melihat gurat kecewa di wajah gadis itu,"Tapi aku juga mau nyari kamu kok..." Evi sumringah mendengarnya namun dia ga menunjukkannya,"Eyang pesen apa?" Irwan malah asyik bantu ngobor.Apa itu ngobor?Masukin kayu bakar diajeng...masak pakai kayu.Understand?Njih... Evi melihat botoknya di tungku satunya,Irwan melihatnya dan langsung teriak,"Ah!!Itu!!Itu!!" Jelas Evi kaget dan lari ia pada Irwan,"Itu apa??!!" Alhasil malah megangi lengan Irwan dia,"Ada apa sih?Ada ular ya?" Irwan seneng banget Evi megangi lengan dia,'Hi..hi...' Evi celingukan lihat di area dekat tungku sambil masih megangi lengan Irwan,"Ga ada apa2..." Irwan malah megangi tangan Evi juga di lengannya,"Ada kok...ada botok maksudnya.." Evi melotot gitu sama Irwan,"Iih...kirain ada apa!!Iiih...bikin kaget terus deh sejak tadi!!Aku harus hukum kayaknya!!" Irwan dicubiti lengannya sama Evi,"Auw!Aduh!!Iya..ampun deh...maaf..maaf..Auww!!" Irwan lari2 gitu menghindar,dikejar sama Evi.Malah sampai keplese Evi karena sandal jepit yang ia pakai dah lupuk,"Eeeiit!!" Untung Irwan sigap nangkap tubuh gadis itu,wah mereka malah pelukan deh.Dag dig dug...mata bertemu pandang.Ada hati yang sama2 kecewa di sana,ada hati yang sama2 terluka di sana...namun juga ada hati yang sama2 jatuh cinta...he he.. Evi dengan merona memandang ke lengan Irwan yang memeluk pinggangnya,Irwan sama kikuknya dan segera minta maaf,"Maaf,..." Evi segera mengambil wadah buat botoknya yang sudah matang,'Aku deg2an kalau dekat Irwan...ya ampun perasaan apa ini?' Irwan garuk2 kepala salting dia,'Aku meluk Evi...astaga...aku berdebar2...' Kayak lagu deh...apa ya? Irwan ingat pesen Eyang Puspa,"Oh...iya botok...Eyang pesen itu.Ini uangnya.Kata beliau kangen botok buatan kamu.Ehmmm...aku boleh coba tidak...ibuku dulu suka masakin itu juga.." Evi tersenyum,"Kamu mau?Sebentar aku ambilkan nasi dulu yach.Kebetulan aku juga goreng karak tadi.Bentar...aku ambilkan.Kamu duduk aja." Irwan bengong,Evi berkata lagi,"Duduk Wan..." Kayaknya adegan ini kesukaan penulis deh...he..he.. Irwan ngekek,"Oh ya..." Evi menyiapkan makan Irwan,spesial langsung didepan Irwan,botoknya juga masih kemepul uapnya.Irwan bengong karena terkenang mendiang ibunya,'Evi kayak ibu...nyiapin aku makan.Mernik satu-satu.Ibu...Irwan kangen Ibu...' Evi juga membawa air sekendi buat Irwan,"Nah sekarang silakan dinikmati." Irwan menghirup baunya,"Hmmm...sedaap.Kayaknya enak nih...kamu ga makan?Makan dong temeni aku.Ya?" Evi nurut dan segera mengambil piring dan merekapun makan botok bersama,Irwan makan dengan lahap,"Enak banget...mmh...nyam..nyam...apalagi makan pakai tangan gini.Didapur lagi...bau asap kayu...wah...ini nikmat.Bener kata...Eyang...mmmmh..botoknya mantap!!" Evi tersenyum,"Makan dulu ...baru bicara..nanti kesedak lho.." Irwan makan dengan lahap,"Enak...boleh nambah ga?" Evi segera mengambilkan lagi,"Boleh!Kebetulan dirumah pada pergi,aku masak nasinya kebanyakan.Seneng deh lihat kamu mau makan masakan aku..." Irwan minum air kendi,"Enak gini pasti pada mau dong.Kamu jago masak ya.Beruntung banget yang dapat kamu nanti...he..he.." Evi melirik Irwan yang asyik makan lagi,'Justru menurut aku beruntung banget yang dapat kamu Wan...kamu itu baik banget orangnya...ga mandang bulu.Menghargai gitu deh...Siapa ya yang dapat kamu Wan?' Evi menyiapkan botok buat Eyang,"Ini botok buat Eyang...salam deh buat Eyang ya...makasih dah beli banyak." Irwan dibel sama Norman,"Boss genk aku dah mau sampai nih...kamu langsung menuju rumahnya aja ya?Ok?" Irwan jawab sambil mengelus2 perutnya kekenyangan,"Iya...iya..waregnya..hmm..." Norman curiga,"Hayo kamu dimana sekarang?Tempatnya mb Evi ya?Minta makan ya?Huhh..." Irwan heran,"Kok tahu aku sama Evi?" Norman ngekek,"Bro..bro...kamu tuh ya orange lugu poll.Oo...kamu ketahuan...pacaran lagi...dengan mb Evi..." Irwan tersipu,"Malah nyanyi!Udah...aku segera ke sana." Irwan modus ngajak Evi,"Vi...aku tuh bingung jalan di desa ini.Kamu mau nemeni aku ya?" Evi bertanya,"Memang ada apa?" Irwan lalu menceritakan soal kepindahan Erie dan orang tuanya.Evi dengerin sambil menata dagangan,"Oh gitu...tunggu aku selesai nata dulu ya..." Irwan senang Evi mau,"Ntar aku antarin deh nitipin dagangannya.Bagaimana?" Evi setuju,"Bener lho ya?" Irwan bantu nata dagangan juga,"Iya.Beneran.Udah semua yuk berangkat!"
***see you next eps*****
Irwan dan Evi berangkat.Pas ngantar dagangan eh ada yang nyeletuk,"Wah siapa itu yang ngantar kamu Vi?Ganteng banget." Evi jawab,"Teman mb.Teman dari kota." Di warung hek juga ditanya,"Wah sekarang dikawal Vi?Pengawalnya bagoes tenan..." Evi cuma jawab,"Pakdhe bisa aja...cuma teman Pakdhe..." Pemilik heknya jawab,"Lebih dari teman ya gpp.Kayake malah cocok.Daripada kamu dapat anake Nyonya Isda.Iih...punya mertua songong bisa tekanan jiwa.Pakdhe malah seneng kabare yang nikah akhire adikmu ya?Kamu bejo itu Vi.Saya itu dah kecentok beberapa kali sama Si Nyonya Isda itu.Aten2annya susah.Dulu kan Pakdhe pernah sewa sawah dia.Pas zaman Tuan Hamdan baik orangnya.Tapi sekarang begitu usahanya dipegang Nyonya Isda pada kabur milih sewa sawah sama Eyang Puspa.Bejo tenan kamu batal jadi mantu dia." Irwan ikut dengerin cerita bapak itu,'Kasihan Evi berita dia batal nikah sudah nyebar ke seluruh desa.Intan tega ya sama kakaknya.Kasihan Evi...harusnya kan dia nikah dulu.Kan dia lebih tua.Tapi tenang Vi...kan ada kangmas Irwan disini...hi..hi..' Evi heran lihat Irwan mesem sendiri di motornya,"Wan...kamu kok senyum2 sendiri?Wan..kamu ga kesambet kan?Apa gara2 lewat kuburan di sebelah sana tadi?Waduh...ga nyahut lagi...Wan..." Irwan malah makin cengar-cengir,Evi gemes dicubitnya pipi tembem Irwan,"Irwan...!!" Irwan mengaduh kesakitan,"Aduh!!Ya ampun Vi...kenapa sih?Sakit tahu...sejak tadi dicubit terus?Tadi lengan sampai merah2 nih...sekarang pipi...nanti aku kempot gimana?" Evi malah naik ke boncengan,"Kamu itu yang kenapa?Udah ayo katanya mau ditunjukin jalannya..tuh dekat SD,lurus terus ada pertigaan belok kanan..." Irwan malah julit,"Awas pegangan!He..he.." Evipun pegangan pundak Irwan,"Udah!" Irwan melajukan motornya sambil mesem guyu ra jelas gitu,'Serasa balapan aja dibelakang biasanya ada Intan.Tapi aku ga pernah sesenang seperti sekarang...' Akhirnya sampai juga mereka di rumah yang dikontrak Erie ,sudah ada mobil medis dan mobil barang di sana.Irwan disambut Norman,"Boss Genk!!Wah sama mb Evi nih...mesranya.." Evi jadi malu untung ada Erie,"Evi..!!Seneng ketemu lagi!!" Mereka berpelukan cipika cipiki.Norman berbisik pada Irwan,"Wah kelak isteri2 kita bakal jadi sahabat Boss genk.Lihat tuh!!" Irwan tersenyum,"Iya bakal bersahabat kayak suami2nya...he..he..ngarep..." Erie heran lihat para cowok pada senyum2 sendiri,"Mereka kenapa?" Evi malah jawab,"Ga tahu tuh.Irwan sejak tadi juga aneh gitu...oh ya kenalin dong sama Bapak ibu kamu.Syukurlah kalian tiba dengan selamat." Erie mengajak Evi masuk.Sementara Irwan heran melihat Toto,"Lho Mas yang waktu itu kan?" Toto menyalami Irwan,"Iya saya.Ketemu lagi nih." Irwan kepo deh,"Kok bisa sama Norman?" Norman lalu cerita semuanya. Namun Irwan malah merasa aneh,'Kayaknya kalau dibilang kebetulan,ga juga deh...Aku yakin mas Toto pasti bukan intel polisi saja tapi suruhan seseorang yang sangat sayang sama Norman.Tapi siapa ya?' Sementara itu di rumah Eyang Puspa,Eza terima telpon lagi dari Fero. ¤¤¤Rumah Eyang Puspa... Eza lagi asyik menulis puisi di kamarnya,'Kenapa aku cuma kepikiran Febby terus ya?Kayaknya dah konslet nih aku...' Dikabari sama Eyang,"Za!Adikmu nelpon lagi.Kamu terima ya..." Eza segera beranjak keluar,"O ya Eyang."
 Eps 39 CERBUNG KE-3 KEHILANGAN
♥_♥_♥_♥_♥_♥ ♥_ KEHILANGAN _♥ ♥_♥_♥_♥_♥_♥ Eps 39 : Meekness of Wisdom = Hikmat Kelemahlembutan ♡¤♡ KAFE... Fero merasa kehilangan sejak Febby tak lagi jadi pacarnya,'Aku merasa sepi dia ga ada.Selama ini aku sama cewek lain karena aku kesal dia begitu menganggap aku sebagai Prince Frozen,penyair pujaannya itu.Heran aku seperti apa sih Prince Frozen itu?Ngeselin banget sih!' Karena terus kepikiran Fero menelpon Kakaknya,"Hello Kak!Lagi sibuk apa nih?" Eza tersenyum,"Tumben nih nyari kakak?Kakak kan baru beberapa hari disini.Kamu ini kangen kakak atau kangen yang lain hmmm?" Fero ngaku,"Iya aku kangen sama cewek yang udah putus sama aku kak.Sekarang aku sadar kalau aku sayang banget sama dia.Aku kangen cerianya dia.Senyumnya yang manis.Juga tawa renyahnya." Eza mendengarkan,"Hmm...kamu kayaknya benar2 jatuh cinta sama dia nih.Kenapa kamu ga coba minta maaf sama dia?Coba meraih hatinya lagi." Fero manggut2,"Iya...iya kakak benar!Aku akan menemui dia.Tapi aku ga tahu dia ngerjain tugas dimana kak.No nya juga dah ganti kak.Kayaknya dia benar2 kecewa sama aku karena dah bohongi dia." Eza mesem,"Tunggu aja sampai dia kembali.Mungkin sekarang dia ingin sendiri dulu.Jangan diganggu dulu.Yang penting dalam membangun sebuah hubungan itu adalah kejujuran.Jangan memakai kebohongan sebagai landasan karena itu akan berakhir mengecewakan bahkan melukai banyak orang." Pak Wiryo datang melaporkan hasil panenan,"Den Eza ada?" Pembantu Eyang segera mempersilahkan duduk,"Saya panggil dulu.Sepertinya tadi baru terima telpon." Pembantu Eyangpun menemui Eza tapi karena Eza masih asyik telpon dia bilangnya ke Eyang,"Ndara,ada Pak Wiryo mau ketemu Den Eza." Eyang menjawab,"Ya biar saya temui aja.Fero kalau nelpon lama." Eza denger kalau ada tamu,"Fer,aku ada tamu nih.Biasa soal panenan.Kita sambung lagi nanti ya?" Fero jawab,"Iya kak.Aku dah lega bisa ngobrol sama kakak.Kakak emang kakak terbaik deh...makasih ya Kak!!Cepetan balik sini ya...kangen tahu.Mama juga." Eza menutup telpon,"Iya.Salam buat Mama ya.." Eza melangkah ke ruang tamu,"Pak Wiryo...selamat datang Pak.Maaf,saya baru online tadi.Bagaimana hasil panennya?" Pak Wiryo laporan,"Beberapa area padinya luruh Den.Jadi makan waktu manennya.Padahal saya sudah kerahkan banyak orang lho." Eza duduk dekat Eyang,"Pekerjakan lebih banyak orang lagi Pak yang penting segera dipanen.Justru dengan begini akan mengurangi pengangguran di desa ini.Apalagi nanti masih dikeringkan bukan?Dibagian pengrajin sapu bagaimana?Apa ada masalah?" Pak Wiryo mulai melaporkan semua kondisi agro bisnis milik Eyang Puspa,"Orderan semakin banyak Den.Apalagi musim panen padi begini,bahan baku jelas melimpah.Peternakan ayam,sapi,kambing dan kuda juga semakin banyak kemajuan Den.Kapan Aden mau lihat ke sana?" Eza lega dengarnya,"Sekarang saya mau fokus masa panen raya dulu.Lagipula saya sedang ada urusan lain.Mungkin usai panen saya akan melihat2 area peternakan." Eyang Puspa bangga melihat Eza,'Cucuku emang bisa diandalkan.Penuh tanggung jawab dan cekatan kerjanya.Sejak agrobisnisku dipegang dia semuanya maju pesat.' Eza ke dalam mengambil buku agendanya. Pak Wiryo komentar,"Eyang,Den Eza itu persis kayak Mendiang Tuan Besar ya.Ramah,nguwongke orang dan selalu sopan kalau menyuruh.Saya salut dan hormat sama Den Eza.Benar2 cucu yang luar biasa." Eyang tersenyum,"Eza memang anak yang baik.Saya juga bangga sama dia." Pak Wiryo malah batin,'Coba aku punya anak perempuan dah ku pamerin ke Den Eza.Walau kakinya ga sempurna tapi aku kagum sama dia.Aku bakal setia mengabdi seumur hidup aku buat Den Eza.Orange apik tenan.' Wah Eza pimpinan yang baik ya?Sampai2 anak buahnya submit dan setia sama dia.Padahal secara penampilan dia ga perfect lho.Hmmm...kita lihat pangeran kita yang lain aja yuk! ♥¤♥RUMAH KONTRAKAN ERIE... Evi dan Erie asyik ngobrol sambil menata barang2.Irwan seneng melihatnya,'Evi orangnya suka membantu ya.Merakyat nian...' Emang wakil rakyat merakyat?Ayak2 ae... Norman juga turun tangan membantu menata barang2,"Lemari ini sebelah mana Er?" Toto batin,'Bukannya mb Erie lebih tua ya usianya?Tapi pangerannya Boss ini manggil nama aja,jangkar lagi.Hmmm...' Erie jawab,"Di situ aja Mas...ya sebelah situ.Terima kasih ya." Evi juga merhatiin,'Wah manggilnya mb Erie pakai mas ke Mas Norman.Wah...tanda2 nih...' Irwan malah ikutan jangkar manggil Evi,'Aku ikutan Norman ah...manggil nama aja sama Evi...hi..hi..' Irwan lewat bawa tv,"Awas Vi!!Barang elektro liwat!" Norman ngekek,"Modus itu Boss genk biar bisa nyenggol mb Evi..." Evi segera minggir eh malah masih dipepet sama Irwan,"Ya ampun Wan!Ini sudah mojok ya aku...agak sana dikit lewatnya..." Irwan malah mangkreng,"Aku mau lewat sini kok!Week!" Eh malah Evi jadi gemes sama Irwan,"Malah melet2!Aku cubit lagi lho!!" Toto segera mengambil tv yang dipegang Irwan,"Wah biar saya aja yang bawa ke dalam tvnya.Bahaya kalau dipegang sama love birds he..he.." Irwan dan Evi heran bersamaan,"Love birds?" Erie ngekek sambil bawa es teh buat tamu2nya,"Ya kalian itu love birdsnya.He..he..." Evi ga mudeng dan nanya sama Erie,"Lop bet itu apa sih?" Irwan mesem dan berbisik di telinga Evi,"Burung cinta..." Evi masih ga ngeh,"Maksude?" Norman malah jadi ingat Papanya,'Ayah suka sekali piara love bird di rumah.Gimana kabarnya ya?' Erie lalu menerangkan soal Love Bird pada Evi,"Itu burung tanda cinta Vi.Biasa diberikan sebagai kado pernikahan karena burung itu setia sekali pada pasangannya.Warnanya juga indah." Evi malah kepikiran,'Wah ntar di pernikahan Intan aku akan kasih kado itu saja.Maknanya kan sangat bagus.' Ibunya Erie menawarkan makanan pada tamunya,"Mari silakan dinikmati juga ini cemilannya.Ayo Nak Norman,Nak Toto,Nak Evi dan Nak Irwan." Irwan lewat bawa barang,"Vi aku mau dong kuenya itu." Evi yang kebetulan berdiri dekat kuenya segera mengambilkan satu dan disuapkan ke mulut Irwan,"Nih..." Irwan menahan senyum sambil meneruskan bawa barang,"Nyam...nyam..." Norman geleng kepala,'Manjanya Boss Genk...wah aku tinggal sebentar aja dah makin lengket aja mereka berdua.Wah...ketinggalan berita kayaknya aku ini..' Norman malah nyanyi,"Kau tempat berhibur dalam kesedihan...Begitu berartinya dirimu bagiku...Manisnya madu tak semanis senyummu...Engkaulah sayang mutiara hidupku..." Evi jadi tersipu apalagi Toto melanjutkan,"Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu..." Irwan terus digodai sama Norman dan Toto,"Kamu wanita pilihanku...kamu cinta matiku...hiduplah bersamaku..." Erie juga ikutan,"Bila kita bersama kita kan bahagia..." Toto ikutan nyanyi,"Bila engkau pergi bawaku bersamamu..." Norman nanya,"Ayo Wan lanjutkan...!!" Irwan nyanyi pas depannya Evi,"Kumohon padamu jadilah pengantinku...aku takut kehilanganmu...karena aku takut kehilanganmu..." Evi jadi merona dan lari ke belakang,"Aku mau bantu di belakang aja..." Ayah Erie ikutan tersenyum melihatnya,'Mereka lucu dan rukun sekali.Putriku dikelilingi orang2 baik.Terima kasih Tuhan.' Sorenya Irwan nganter Evi pulang,"Kami pulang dulu ya ..." Usai pamitan sama ortunya Erie merekapun pergi,lewat sebuah area persawahan milik keluarga Hamdan.Tampak seorang bocah laki2 disesah oleh anak buah Isda,"Kerja yang bener!Jangan lelet!Masak sejak tadi ga kelar2!Cepet!!" Irwan heran dan menghentikan motornya,"Itu siapa Vi?" Evi jawab,"Itu Pak Wardiman.Kepercayaannya Nyonya Isda.Dia emang terkenal kejam dan suka menyiksa orang.Kalau ga dituruti upah mereka ditahan." Irwan ga tega melihat bocah laki2 itu disiksa,"Turun bentar Vi..." Evi turun dari motor,Irwan segera memarkir motornya dan mendekati mandor arogan itu. Bocah laki2 itu memohon ampun,"Maaf Pak!Saya lapar ...saya belum makan dari pagi..." Mandor itu malah hendak memukul anak laki2 tadi tapi dicegah oleh Irwan,"Hentikan!!" Pak Wardiman heran,"Hey anak muda!!Kamu itu siapa berani memerintah saya??Kamu ga tahu siapa saya ya??!!" Irwan mendekati bocah laki2 tadi,"Kamu ke sana aja ikut mb itu ya...Mb itu bawa makanan." Evi segera mendekat dan membawa bocah itu menjauh,"Ini makan dulu.Kamu lapar kan.Nih kakak bawa makanan.Ayo makan sebelah sana saja ya..." Bocah itu senang sekali dan segera mengikuti Evi.Dikasih makanan yang emang dibawain tadi sama ibunya Erie plus sisa jualan Evi. Evi iba melihat bocah itu makan dengan lahapnya,'Benar2 lapar dia.Kasihan...' Irwan sendiri malah perang sama Pak Wardiman,"Pak!Jangan kasar sama pekerjanya.Mereka juga manusia.Jangan diperlakukan seperti hewan.Coba kalau bapak digituin mau ga?" Wardiman berang,"Kamu ini siapa berani nyeramahi saya?!!Emang kamu majikan saya apa??!!Ini tuh lahan milik keluarga Hamdan.Jadi jangan ikut campur!!Atau kamu mau saya hajar?!!" Irwan kesal,"Siapa takut!!Ayo!!Saya hadapi!!" Irwan mudah menghadapi Wardiman tapi pria itu lalu main keroyok,Irwan mulai kewalahan.Evi cemas,"Irwan hati2!!" Untung saja Toto dan Norman lewat dan segera membantu Irwan.Wardiman diperingati sama Irwan,"Kalau saya masih jumpai kejadian kayak tadi saya akan lapor polisi!Teman saya intel polisi!" Wah Toto langsung keluarkan identitasnya,"Nih!!" Wardiman takut dan kabur.Evi segera mendekati Irwan,"Kamu gpp Wan?" Irwan menggeleng,"Gpp.Untung ada Norman dan Mas Toto." Orang tua bocah itu datang,"Makasih ya Nak.Sudah nolong anak saya." Irwan memberi uang pada bocah laki2 itu,"Ini ganti upah kamu.Jangan kerja lagi pada orang itu." Bocah itu menerima uangnya,"Terima kasih ya kak.Terima kasih juga buat makanannya." Evi memberikan semua makanan yang ia bawa,"Ini bawa saja.Buat makan keluarga kamu." Mereka sangat berterima kasih dan pergi dengan gembira.Irwan lalu mengantar Evi sedangkan Norman dan Toto kembali ke rumah Eza. Andai saja Wardiman tahu dengan siapa ia berhadapan pasti ia akan hormat pada Irwan.Kapankah identitas Irwan sebagai pewaris harta warisan Hamdan dibeberkan?***see you next eps***
Eps 40 CERBUNG KE-3 KEHILANGAN
|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|> |> KEHILANGAN 40 |>¡¡¡¡|> |> Tiket 1 M-701707-73× |> |> A Crown = Mahkota |>¡¡¡¡ |>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡|>¡¡¡¡ |>¡¡¡¡RUMAH ISDA... Wardiman datang dengan kondisi babak belur gitu menemui Nyonyanya,"Nyonya!!Gawat Nyonya!!Ada anak muda yang mulai menebar ancaman pada kita Nyonya!!" Isda melihat ada Reza lalu ia berbisik pada mandornya itu,"Tunggu aku di ruang kerjaku.Jangan sampai putraku tahu.Cepat sana!" Wardiman segera pergi menuju tempat yang dimaksud sementara Reza jelas kepo,"Siapa Ma?Kok kayaknya memar2 gitu badannya?Kayak habis dihajar orang saja.Pekerja kita ya?" Isda ngeles,"Biasa namanya pekerja juga kalau kerja ada halangan.Paling jatuh di lahan tadi.Makhlumlah namanya juga pekerja kasar.Sudah kamu temani Intan saja.Biar ibu yang tangani soal bisnis keluarga kita." Reza malas sebenarnya nemeni Intan,"Tapi Reza kan nantinya juga bakal handle semuanya kan Ma?Kenapa ga dari sekarang saja?Reza ga repot kok." Isda mikir,'Gawat!Kalau sampai Reza tahu gimana aku menangani bisnis keluarga pasti dia akan berang.Dia kan kayak Mas Hamdan welas asih gitu anaknya.Padahal dalam bisnis itu harus tega orangnya.Bisa2 dia malah sibuk ngurusi bisnis daripada pernikahannya.Gawat!Mana sebentar lagi dia ultah pula.Date line waktunya dah makin dekat.Ga!Aku harus buat Reza fokus ke pernikahannya.Harus!' Isda membujuk putra tunggalnya itu,"Reza kamu ini memang akan handle semuanya nanti.Tapi yang penting sekarang kamu urus pernikahanmu.Kamu kan tahu mendiang ayahmu itu ngasih syarat ke kamu bahwa kamu harus menikah dulu dengan keturunan keluarga sahabatnya baru bisa dapat hak warisanmu.Kamu mengerti kan sekarang kenapa Mama pingin cepet2 kamu nikah sama Intan?" Reza heran,"Kenapa sih Papa gitu ya Ma?Pakai syarat segala mau kasih warisan saja." Isda membelai pundak anaknya itu,"Yeah begitulah ayahmu.Udah dari sononya aneh.Udah Mama mau urusi pekerja tadi dulu.Kamu sini saja ok?" Reza menurut walau masih galau juga,'Kenapa ya Papa harus bikin syarat gitu?Apa beliau ga sayang ya sama aku?' Intan mendekat,"Kak ayo kita milih konsep pernikahan kita dekorasinya mau kayak gimana?" Reza malah jawab,"Terserah kamu aja.Aku idem aja." Kasihan Reza kayak ga antusias gitu sama pernikahannya.Sementara itu Isda malah geregetan kala dikasih tahu soal Irwan,"Seorang anak muda?Kamu ga kenal sama dia?Dan dia punya koneksi polisi?" Wardiman menjawab,"Iya Nyonya!Kayaknya saya ga pernah lihat mereka di desa ini.Apa perlu saya selidiki Nyonya?" Isda malah heran,"Orang2 asing bermunculan di desa ini.Aneh.Apa salah satu dari mereka adalah ...kamu bilang tadi namanya siapa?" Wardiman mengingat2,"Saya dengar sih ada yang manggil Wan gitu Nyonya.Memang kenapa Nyonya?" Isda mikir,'Wan?Apa dari kata Irwan?Anak haramnya Mas Hamdan kan namanya Irwan?Samuel juga kelihatannya aneh.Apa dia sudah menemukan Irwan ya?Aku harus awasi Samuel kayaknya.Bahaya jika benar dia sudah nemuin anak haram itu!' Isda lalu memberi perintah,"Kamu selidiki siapa orang2 itu!Juga kamu awasi Notaris Samuel.Kamu tahu rumahnya kan?Awasi dengan siapa saja dia berinteraksi.Aku curiga dia dah nemuin anak haramnya suamiku." Wardiman manggut2,"Baik Nyonya saya akan laksanakan perintah Nyonya.Lalu soal pekerja sawah gimana Nyonya?" Isda memandang keluar jendela,"Sementara lakukan semua dengan wajar.Jangan membuat tindakan yang aneh2.Sebentar lagi anakku akan mewarisi semuanya jadi kau harus menghormati dia.Selama menjelang pesta pernikahan jangan bikin ulah.Kamu ngerti!!" Wardiman lalu mohon diri,"Mengerti Nyonya.Kalau begitu saya permisi." Isda mengangguk dan merenungkan semuanya,'Sebenarnya aku sudah punya calon lain buat putraku namun karena syarat aneh suamiku aku terpaksa menunda rencanaku.Aku hanya butuh surat bukti bahwa mereka sudah menikah.Selanjutnya aku akan bawa masuk gadis pilihanku ke dekat Reza.Malas aku punya mantu ga berkelas.Bikin malu saja.Aku bisa lihat Intan itu hanya mengejar harta anakku.Aku bisa lihat matanya penuh muslihat.Tenang saja Reza Mama sudah punya rencana untukmu.' Siapa sih perempuan idaman Isda buat Reza?Ntar ya soal itu.Kita lihat dulu ke Pangeran kita yang pertama.Siapa ?Irwan! |>¡¡¡¡ RUMAH RITA SUGIARTO.... Irwan sudah sampai di depan rumah,"Kita sudah sampai.Maaf ya sampai hampir malam nih.Tapi rumahmu kok masih gelap?" Evi turun dari boncengan,"Ibu sepertinya belum pulang.Jadi pastinya adik aku juga belum pulang.Oh ya kamu memar2 lho,biar kuobati ya?" Irwan menurut lalu dia duduk di teras rumah,"Ini cuma luka kecil gpp kok.Sudah biasa kalau luka macam gini." Evi kekeh ambil peralatan obatnya,"Luka seperti ini harus dibersihkan dan diberi antiseptik.Biar ga infeksi.Tapi aku kagum lho kamu berani sama Pak Wardiman.Dia itu ditakuti lho di sini." Irwan malah kepo,"Dia anak buah Nyonya Isda ya?Sombong sekali lagaknya persis kayak majikannya ga buang sama sekali." Evi malah heran,"Kamu udah pernah ketemu Nyonya Isda sebelum ini ya perasaan baru sekali itu kan di rumah ini?" Irwan menerawang,"Aku sebenarnya pernah tinggal di desa ini waktu kecil.Ibuku dulu pembantu di rumah Nyonya Isda." Evi mengoleskan betadine,"Oh kamu pernah tinggal di desa ini?Terus ayah ibumu kemana sekarang?" Irwan menjawab dengan sendu,"Sudah tiada semua.Ayah meninggal tak lama setelah aku dan ibu pergi dari desa ini.Beberapa tahun kemudian ibu menyusul ayah.Pergi meninggalkan aku.Sejak itu aku hidup di dunia jalanan.Ketemu Norman dan kita tinggal di kontrakan yang sama.Saling bantu seperti saudara." Evi mendengarkan sambil mengobati,"Kenapa kamu harus pergi dari desa ini?Siapa nama ayahmu?Siapa tahu aku pernah dengar." Eh belum sempat Irwan jawab terdengar suara mobil,"Wah ada Nak Irwan di sini.Kenapa Nak kok memar gitu badannya?" Rita diantar pulang sama sopir Isda,mobilpun lalu pergi.Irwan berdiri dan segera cium tangan sang camer he..he..,"Maaf Bu saya datang ga bilang dulu.Ini tadi ada sedikit masalah di jalan he..he.." Evi malah nanyain adiknya,"Intan ga pulang sama Ibu?" Rita meletakkan bawaannya,"Ga Vi.Dia milih nginep di sana.Katanya dia lebih betah di sana.Mau gimana lagi adikmu itu susah dikasih tahu anaknya.Kenapa ga disuruh masuk Vi?" Irwan malah jawab,"Ga usah Bu.Saya juga mau pulang dah mau malam.Oh ya makasih ya Vi dah obati luka aku.Mari Bu." Irwan pamitan lalu naik ke motornya dan melambaikan tangan.Evi juga melambaikan tangannya,"Hati2 ya!" Rita mengajak putri sulungnya masuk ke dalam,"Kamu makin akrab sama Nak Irwan.Ibu rasa kamu malah cocok sama dia daripada sama Nak Reza.Bukan Nak Reza ga baik tapi ibu rasa kamu bakal tersiksa tinggal seatap sama Ibunya.Nyonya Isda.Orangnya bener2 susah sratenannya.11/12 sama adikmu.Mereka cocok." Evi malah nanya,"Evi sih ga yakin Irwan juga suka sama Evi...soalnya kan Evi lebih tua Bu.Mana mau Irwan sama perempuan lebih tua." Rita malah senyum,"Jadi bener kamu ada rasa kan sama Nak Irwan?Hayo ngaku..." Evi malah kabur ke kamar dengan wajah merona,"Ibu ihh...godain Evi." Rita malah lega lihat Evi merona,'Syukurlah jika kamu bisa melupakan kesedihan kamu dengan kehadiran Nak Irwan,Vi.Ibu seneng lihatnya.' Sementara itu Evi di kamar terbayang wajah Irwan,'Apa mungkin Irwan adalah jodoh aku ya?Tapi apa dia bener udah melupakan Intan ya?' |>¡¡¡¡ RUMAH EYANG PUSPA... Kedatangan Norman dan Toto disambut gembira oleh Eza,"Kalian kapan datang di desa lagi?Mb Erie mana?" Norman jawab,"Tadi siang sih sampainya terus pindahan langsung di rumahnya.Boss genk juga bantuin.Jadi Erie dah sama bapak ibunya." Eza menyalami Toto,"Selamat datang lagi Mas.Nginep saja di sini.Banyak kamar kok.Lagian ada polisi disini lebih aman pastinya.He..he..oh ya Irwan mana?Kok ga barengan baliknya?" Norman jawab sambil nyeruput es sirup yang disediain pembantu Eza,"Biasa Boss genk lagi nganter adindanya.Masbro tahu kan he..he..Oh ya Eyang mana?" Eza jawab,"Ada arisan gitu.Emang ada perlu sama Eyang penting ya?" Norman jawab,"Ini tadi Irwan nitip makanan buat Eyang katanya pesenan beliau.Dari baunya sih botok." Weleh botoke untung ga basi.Eza lalu ingat pesen Eyangnya,"Oh iya tadi Eyang pesen bahwa kalau pesenannya ada biar buat makan aja.Kalian pasti lapar.Yuk kita makan!" Baru aja mereka duduk di meja makan eh kedengaran bunyi motor Irwan,"Ah itu Boss Genk!" Irwan masuk,"Wah sorry baru datang biasa sowan camer dulu.He..he.." Toto tersenyum demikian juga Eza.Irwan mencuci tangan lalu duduk bareng mereka,"Wah Eyang mana kok ga kelihatan?" Eza jawab sambil mengambil nasi,"Ada arisan.Biasa urusan ibu2.Yuk makan aja.Asyik kalian komplit disini nemeni aku makan.Ayo pada makan.Aku mau nyoba botoknya ah..." Irwan juga mau botoknya,"Aku juga mau Masbro!" Norman ngekek,"Mau botoknya apa yang buat Bossgenk?Ai..ai..." Toto mesem sambil mengambil nasi,'Pangeran aman dengan mereka.Syukurlah ketemu teman2 yang baik.Aku aja seneng kumpul sama mereka.' Eza merhatiin memar2 di tubuh Irwan,"Kamu kenapa Wan?Memar2 gitu?" Irwan jawab,"Itu adu otot sama mandornya Nyonya Isda.Pak War ...siapa tadi namanya.." Eza nyahut,"Wardiman?Kamu berkelahi sama dia?Kok bisa?" Irwan malah heran,"Masbro tahu dia juga?" Eza jawab,"Ya tahulah dia kan kerap ribut sama Pak Wiryo.Suka nyerobot gitu orangnya.Reseh orangnya." Irwan manggut2,"Pantas aku juga ga suka lihat dia semena2 tadi sama pekerjanya.Masih anak2 lagi.Masak disesah dan diperlakukan dengan kasar.Geram aku lihat orang kayak gitu." Eza malah cerita,"Sebenarnya dulu penduduk sini senang kerja sama Pak Hamdan namun sejak beliau tiada dan bisnis keluarga diambil alih isterinya dengan mandor Pak Wardiman itu lambat laun orang pada males kerja sama mereka.Upah suka ditahan dan nyuruh seenaknya.Kalau Pak Hamdan sih dengernya baik banget orangnya.Moga aja anak Pak Hamdan yang baru pulang dari luar negeri mewarisi sifat baik mendiang ayahnya." Irwan terdiam mendengarkannya,'Andai saja aku bisa cerita ke kalian semua kalau aku juga anak mendiang Pak Hamdan namun baru Norman yang aku kasih tahu.Kata Om Samuel ga boleh disebarin dulu.Entah kenapa...' Identitas Irwan dalam investigasi Isda.Akankah terbongkar?***see you next eps***
Eps 41 Cerbung ke-3 KEHILANGAN

///P-155084///Q-151148/// R-155087/// KEHILANGAN 41 /// $-155088 T-151147///Tiket 1-M-701707-733 ///U-714415 V-155089/// Spesial Time = Waktu Spesial ///W-155090 Y-033299....RUMAH NOTARIS SAMUEL DI DESA... Pagi telah tiba,Febby sudah sibuk masak sejak pagi.Biasa dah janjian dia mau makan bersama Eza di sawah.Samuel heran melihat putrinya,"Wah baunya enak bener.Tumben nih putri ayah dah ribet masak pagi2?Ada acara apa nih?" Febby malah senyum mendelik gitu,"Ayah pasti mau sarapan kan?Ini Febby dah siapin semuanya.Oh ya Ayah cobain ya enak ga masakan Febby?" Samuel lalu duduk di meja makan,"Hmm...sedap!Jadi ingat mendiang ibu kamu.Dulu juga suka masakin makanan buat ayah.Kita makan bersama di sebuah danau dekat kampus.Jadi bernostalgia nih." Febby malah mesem2,"Ayah...Hari ini Febby mau lihat sawah lagi sama ...." Sang ayah melanjutkan,"Sama Nak Eza ya?Ayah ijinin." Wah Febby sumringah gitu,"Asyik!!Makasih Yah!!" Samuel memandang putrinya,"Ayah lihat Nak Eza itu orangnya sangat bertanggung jawab.Hatinya juga baik dan lebih lagi ayah kenal baik sama keluarganya.Sebenarnya...dialah orang yang ingin ayah jodohkan sama kamu." Febby terperangah,"Dia?Ayah serius?" Samuel mengangguk,"Iya tapi waktu itu kamu kan udah punya pacar jadi ayah ga jadi jodohin kalian." Febby nampak kecewa,"Kok ga jadi sih Yah?" Samuel surprise dengernya,"Kamu emang mau dijodohin sama Nak Eza?Dia ga kayak pria lain lho fisiknya..." Febby malah menerawang,"Febby lebih lihat hatinha Yah.Dia membuat hati Febby nyaman dan sebenarnya dialah Prince Frozen yang asli Ayah..." Samuel terkejut mendengarnya,"Benarkah?Wah bagaimana kamu tahu?Nanti salah lagi cuma ngaku2.." Febby malah nampak ceria,"Kalau kali ini Febby yakin 1000% Yah!Dialah Penyair yang aku cari selama ini.Febby seneng banget deh Yah..." Samuel memakai moment itu untuk bertanya,"Jadi kamu mau Ayah jodohin sama Nak Eza?" Febby mengangguk malu,"Tapi ayah jangan bocorin kalau Febby mau...tunggu dulu sampai Febby yakin bahwa Febby ga bertepuk sebelah tangan ke Eza." Samuel setuju.Febby lalu ngemil nemeni ayahnya makan karena ia mau makan bareng Eza.Ga lama kemudian Eza datang menjemput,"Selamat pagi Om!Febby ada Om?" Samuel menyambut dengan ramah,"Nak Eza!!Mari masuk dulu.Febby lagi siap2.Ah itu dia!!" Febby mendekat sambil menenteng bawaan,"Sudah siap!!" Eza melirik bawaannya,'Jadi nih makan bersama he..he..asyik...' Eza lalu pamitan,"Om saya mau menemani Febby lihat sawah buat bahan penelitian.Boleh kan Om?" Samuel jelas ga masalah,"Oh silakan!Titip princess Om ya.Dia harta Om he..he.." Eza menjawab lalu salim,"Beres Om.Mari Om!" Febby ceria gitu cium tangan ayahnya,"Dah daddy!!He..he.." Samuel melambaikan tangan,"Daahhh Princess ayah!!" Tanpa disadari sepasang mata mengawasi gerak gerik mereka dan mengambil foto juga,'Itukan cucu Eyang Puspa?Akrab sekali sepertinya sama Pak Notaris.Eyang Puspa adalah rival bisnis keluarga Hamdan.Memang cuma Eyang yang luas sawahnya bisa menyaingi milik keluarga Hamdan.Sebaiknya aku terus awasi Notaris itu.' Kayaknya Wardiman mulai melakukan misi dari Nyonyanya.Sekarang kita lihat perkembangan persiapan pernikahan Intan dan Reza. Z-155049...RUMAH ISDA... Intan belum bangun juga padahal Isda dan Reza sudah bangun sejak tadi.Isda menyuruh pembantunya bangunin,"Mbok!Bangunin calon mantu saya ya?Bilang mau diajak sarapan terus mau diajak nyebar undangan.Cepetan ya mbok dah jam segini nih!" Simbok langsung sendika dawuh.Reza malah melirik Mamanya,"Mama...Mama...makanya selidik dulu kalau nyari mantu.Ini belum jadi isteri aku lho masih calon tapi kelakuan dah kayak gini." Isda sebenarnya males bela Intan,"Namanya juga orang biasa hidup susah tidur di kasur kempes sekarang tidur di springbed ya keenakan.Dimakhlumi aja.Ntar Mama akan didik dia jadi isteri yang sempurna buat kamu." Dalam hati Isda batin,'Sebenarnya aku males lihat anak2nya jeng Rita di rumah aku ini.Mereka itu kayak kuman.Merusak pemandangan.Namun daripada anak pertamanya yang tukang gorengan itu mending anak keduanya.Setidaknya lebih modis dan tahu dandan.Tunggu saja nanti akan Mami kenalin kamu sama perempuan idaman Mami buat kamu.' Tak lama Intan datang masih pakai baju tidur pula,"Maaf saya kesiangan.Habis baru kali ini tidur dengan kasur nan empuk banget.Wah sarapan sudah siap ya?Sepertinya enak nih!" Isda dan Reza illfeel lihatnya.Reza malah langsung batuk2 lihatnya,"Uhukk!!Uhuk!!...Ma Reza cari udara segar dulu ya." Intan menyela,"Lho kak katanya mau sarapan?Kok malah pergi?" Reza ngeles,"Aku mau lihat desa dulu kemarin belum sempat.Aku dah ngemil kok.Kamu sarapan aja aku cuma bentar kok." Isda melirik kesal ke arah Intan,'Dasar gadis tak tahu diri.Masak masih pakai pakaian tidur langsung keluar mau sarapan.Iiih...ga sopan banget sih?Gimana kalau ada tamu?Pasti langsung illfeel deh...kalau saja ga ada syarat aneh itu dah kuusir dia.Sabar...sabar..' Reza salim sama Mamanya lalu pergi naik mobilnya.Bete dia di rumah. Sepeninggal Reza,Isda deketi Intan,"Tante rasa kamu perlu tahu sedikit tata krama di rumah ini Intan..." Intan dengerin sambil makan,"Apa itu Tante...eh Mama he..he.." Haduuh Isda makin pening dengernya.Akhirnya pagi itu Intan malah diceramahi sama Isdasoal norma dan attitude.Weleh...ceramah subuh. Mending kita ikuti Reza aja yuk! M(2)-155092...DESA WATU TRESNO.... Reza membawa mobilnya keliling desa.Eh malah ketemu sama seseorang yang lagi lari pagi,"Dokter Hayati kan?" Sang dokter kaget,"Ehm...Siapa ya?" Reza turun dari mobilnya,"Saya yang kemarin nganter calon saya periksa..." Hayati baru ngeh,"Oh...iya iya saya ingat.Cuma saya lupa namanya..." Reza mengulurkan tangannya,"Nama saya Reza.Dokter Hayati kan?" Hayati menyambut tangan pria jangkung di depannya,"Iya...ehm saya panggil Mas aja ya?" Reza mengangguk,"Iya gpp.Saya panggil dokter aja ya he..he..soalnya dah biasa..." Hayati senyum,"Iya gpp." Eh baru asyik ngobrol tiba2 ada orang lari sambil manggil2 Hayati,"Dokter tolong!!Ibu saya dok!!" Hayati kaget ,"Ibunya kenapa dik?" Remaja itu menjawab,"Ibu saya tiba2 ga sadarkan diri terus perot bibirnya...tolong dok!!" Hayati segera mengikuti remaja itu,demikianpun Reza.Sampai di TKP weleh...emang tindak kriminal apa...Hayati segera melihat pasiennya. Hayati nampak cemas,"Harus segera dibawa ke RS ini." Reza menawarkan bantuan,"Pakai mobil saya saja.Saya akan antar ke RS.Ayo cepat!" Hayati kagum melihat kebaikan hati Reza,"Ya udah ayo dibawa segera!" Ibu itupun dibawa ke mobil Reza,Hayati dan anak ibu itu segera naik ke mobil.Mobil lalu melaju ke RS.Kebetulan ada RS di desa itu.Walau ga sebagus di kota.Tapi fasilitasnya juga cukup memadai.Wah kian akrab nih Reza sama dokter cantik.He..he..Niatnya mau jalan2 bentar malah jadi lama nih.Gimana dengan Intan ya?Ngamuk ga kalau tahu calonnya malah sibuk nolong orang?Kita ke pantun aja... Pagi-pagi enaknya lari-lari Cuci mata sambil relaksasi Tapi Reza malah ketemu Hayati Wah ngamukkah Intan nanti ***semoga beruntung and see you next eps***

Eps 42 CERBUNG KETIGA : KEHILANGAN
`|`|` KEHILANGAN EPS 42 '/'/' TIKET E 03XXXX '/'/' Victorious Living = Hidup Berkemenangan ↓°↓°↓ KEDIAMAN EYANG PUSPA.... Usai ditinggal Febby jalan sama Eza,Samuel menemui Irwan di rumah Eyang Puspa.Tentu saja diikuti oleh anak buah Isda,'Mau apa notaris itu ke rumah Nenek Puspa ya?' Sayang sang pengintai ga bisa masuk,hanya bisa nunggu dan lihat dari jauh.Sampai pembantu Eyang keluar mau ke pasar.Dicegat sama dia,"Hey!Sini kamu!" Sang pembantu heran namun ia mendekat juga,"Ada apa kang Wardiman?" Si Wardiman pamer uang,"Mau uang kagak?Aku lagi menang banyak kemarin.Menang taruhan bola.Lihat nih!" Wah sang pembantu ya jelas kemecer matanya langsung hijau,"Mau kang.Bagi2 rejeki ga ada jeleknya lho kang.Malah nambah nanti rejekinya." Wardiman kasih syarat,"Emang kamu bener ga ada jeleknya bagi rejeki tapi jangan mental gratisan dong.Kalau mau uang ya kerja.Aku ada syaratnya kalau kamu mau uangnya." Wah si pembantu kepo,"Apa syaratnya kang?" Wardiman berbisik,"Itu Pak Samuel emang sering main ke rumah majikan kamu?Ada urusan apa emang?" Si pembantu jawab,"Mereka kan emang temenan dah lama kang.Paling ya cerita2 gitu.Namanya juga kawan lama.Emang kenapa kang?" Wardiman mikir,"Ga cuma pingin tahu aja.Oh ya cucunya majikan kamu,yang pincang itu...siapa namanya?..." Si pembantu ga suka nada bicara Wardiman,"Den Eza?Jangan gitu atuh ngomongnya kang...Den Eza itu baik orangnya.Males ah saya kalau jelekin den Eza.Saya ga minat lagi sama uangnya.Males ah mau ke pasar aja keburu siang." Wei...kabur pembantunya.Wardiman heran,'Segitu amat sayangnya sama cucu majikan.Heran aku...orang deklok gitu aja kok dibela..huhh!' Wardiman bete nunggu akhirnya malah mampir ke warung dan sarapan di sana dengan uang yang ia pamerin tadi.Weleh.... Sementara itu Samuel menyapa Irwan yang lagi jemur diri senam pagi di halaman samping,"Senam ya Nak Irwan?Pantas badannya kuat gitu.Hamdan pasti bangga kalau lihat anaknya sudah sebesar ini." Irwan tersenyum,"Paman ...iya nih biar sehat.Katanya biar kita sehat setidaknya setiap pagi usahain kena matahari minim 15 menit.Antara jam 6 sampai jam 9 pagi.Biar ga kena penyakit metabolik.Wah sok tahu saya ya he..he.." Samuel malah melamun,'Andai Hamdan masih hidup...pasti ia akan sangat bahagia punya anak sebaik ini.Aku janji kawan...akan kubantu dia mendapatkan haknya.Akan kubantu dia mengelola warisannya.Aku janji kawan...' Eyang Puspa datang bawa singkong goreng,"Sini ada makanan hangat nih!Ayo dicicipi!Hasil kebun Eyang lho ini.Empur lho ...cobain deh." Irwan segera mendekat namun ada yang nyeletuk,"Wah pantas aku kebangun lha ada makanan he..he..Norman juga mau dong Eyang..." Irwan melirik sobatnya yang baru bangun itu,"Huhh!!Bangun tidur langsung makan weleh...mandi sono bau tahu!!" Norman malah nyomot satu blanggrengnya,"Walau aku belum mandi tapi aku kan tetep ganteng he..he..iya kan Eyang?" Eyang mesem lihat kedua anak muda itu,"Kalian itu ganteng2 semua.Mandinya ntar aja makan dulu.Ayo Samuel ambil juga..." Samuel malah kepo lihat kedekatan Irwan dan Norman,"Kalian akrab sekali ya?Dah kayak saudara aja deh.Orang tua Nak Norman ada dimana?" Irwan langsung terdiam dan melirik Norman yang masih asyik dengan singkong gorengnya,'Andai saja Paman Samuel tahu...siapa orang tua Norman sebenarnya.Mungkin dia kenal kali ya...kan tenar tuh ayah Norman.' Norman jawab dengan enteng,"Pap..eh ayah saya orang sibuk Om!Ga tahu sekarang lagi dimana...." Toto datang mendekat,"Wah kayaknya ada makanan enak nih..." Eyang segera menawarkan juga,"Nak Toto ayo makan juga...masih banyak kok.Lumayan ganjal perut soalnya pembantu saya lagi ke pasar.Ayo duduk sini juga." Wah ramenya pagi2 di rumah Eyang Puspa.Gimana di rumah Evi ya?Kesana yuk! ¿¤¤¿ KEBUN DEKAT RUMAH EVI... Evi asyik panen daun singkong.Mau masak sayur daun singkong dia.Zat besinya kan sangat banyak.Evi malah asyik melamunkan seseorang,'Intan mau nikah...apa Irwan akan kembali ke kota ya kalau Intan nikah?Aku kok ga ingin dia pergi ya?Kasihan dia niatnya ke sini kan mau baikan sama Intan malah ditinggal nikah...aduh...Intan kok tega ya sama pria sebaik itu...dunia emang aneh...' Habis metiki daun singkong Evi niatnya mau nyari juga singkongnya eh malah ketemu sama tetangganya yang habis dari mbelik," Evi ...lagi ngapain?" Evi mendongak,"Oh...ini lagi mau nyari pohung Budhe.Biasa mau saya goreng." Perempuan setengah baya itu malah ngasih pisang kepok ke Evi,"Ini tadi saya mampir kebon.Lumayan ada yang bisa dipanen.Ini saya kasih...diimbu dulu ya...dibuntel pakai kain nanti cepet mateng." Evi berterima kasih,"Makasih Budhe..." Perempuan itu emang sayang sama Evi dia tahu keseharian Evi yang sederhana,"Kamu jangan sedih ya walau yang nikah duluan adik kamu namun Budhe yakin kamu bakal nikah juga kok dalam waktu dekat he..he.." Evi emang tahu reputasi tetangganya itu yang kabarnya emang punya ilmu cenayang,"Wah Budhe meramal saya ya...masak sih Budhe saya mau nikah?Siapa juga yang mau sama model kayak saya?" Tetangganya itu malah membelai wajah Evi,"Kamu itu bakal seneng uripmu cah ayu...yang sabar ya...jangan hiraukan omongan orang...jodohmu itu wis jan apik tenan pokoke...kamu bakal urip mulya cah ayu...rasah kuwatir ya atimu...Gusti ora sare...wis ya Budhe mau masak juga...belum kasih pakan sama sapiku..wis ya cah ayu..." Wah pada mudeng kagak nih pembaca?Gusti ora sare itu artinya Tuhan tidak tidur.Mbelik itu kayak mata air gitu deh.Evi diramal tuh sama tetangganya.Bener kagak Evi bakal nikah juga dalam waktu dekat?Hmmm...kita lihat Eza aja deh kangen nih sama pangeran yang satu ini.Ayo meluncur ke sawah! ◆♧◆ DI SEBUAH DANGAU.... Matahari bersinar dengan indahnya.Menyilaukan mata.Febby nampak memakai topi nan indah buat menghindari silaunya sang mentari pagi.Eza malah asyik mengambil gambar gadis manis di dekatnya itu,'Cantiknya...kayak bidadari turun dari kahyangan nih...' Eza malah jadi down lihat kecantikan Febby,'Gadis secantik ini mana mau ya sama pria pincang kayak aku...mungkin ga ya?Apa aku urungkan saja ya niat aku mau nembak dia?Aku ga pede...asli ga pede...' Febby udah selesai nata makanan di gelaran tikar yang ia bawa,'Sudah siap untuk sarapan nih.Eza mana sih?Ah itu dia!Kok mukanya sedih gitu?Mikir apaan sih?Pagi2 dah kucel...aku godain ah...' Febby mendekat sambil membuat pantun,"Mentari pagi bersinar dengan cerah...Tanda hari ini juga kan indah...Tapi kok kamu kayak ga bergairah...bolehkah kutahu ada apakah?" Eza mesem mendengarnya,"Ngajak adu pantun nih...boleh..." Febby senang Eza senyum kembali.Eza menghirup udara persawahan,"Indahnya pagi di sawah milik sendiri...Terlebih ditemani oleh seorang bidadari...Andai saja sang bidadari sudi...Kan kutemani hingga akhir nanti..." Febby terpana,'Eza maksudnya apa ya?' Ia lalu membalas sambil memainkan topinya,"Padi menguning menundukkan diri...Bunga matahari mengikuti kemana mentari pergi...Jujur aku ga mengerti...Apa maksud ucapanmu tadi.." Eza resah,'Ngomong ga ya?Ngomong aja deh...kalau ditolak ga kaget lagi deh...emang aku ga pantas buat dia...tapi aku ingin coba...kata Irwan aku itu adalah aku yang didalam bukan fisik aku yang utama...aku harus coba...harus berani..Eza semangat!!' Weleh... Eza mengungkapkan hatinya lewat pantun sembari meraih jemari Febby," Padi bisa mati terkena hama...Manusia juga pendek masa hidupnya...Namun aku berharap kau bersedia...Menemaniku hingga usia tua..." Febby kaget,"Maksudnya..." Eza menahan bibir gadis itu dengan tangannya,"Aku belum selesai...Ada tanaman namanya putri malu...Bunganya indah merah jambu...Jika kau mau jadi kekasihku...pakaikan topimu padaku..." Apakah jawaban Febby buat Eza?Ke pantun aja deh.... Hujan tak berhenti sejak tadi Mengalir menyirami bumi Buat yang suka cerbung ini Habis Btm akan saya next lagi ***see you next eps***
Eps 43 CERBUNG KETIGA : KEHILANGAN
-~|=|~ Come Near = Makin Dekat ~[=]~ DI DANGAU .... Kalau nyemplung sawah nih alamat Prince Frozen nih yang hepi.Yoi!Emang diterima sama Febby?Emang ga kelihatan ya dari sini?Lha lihatnya dari antara tanaman padi mana ketok?Kita lihatnya pakai peralatan canggih aja.Pakai drown.Weleh.... Febby memandang tak percaya pada sosok tampan di hadapannya.Eza tak mau buang waktu,"Buah limau asam rasanya...Meski asam banyak khasiatnya...Aku tahu kita belum lama kenalnya...Tapi kuharap kau menerimaku apa adanya..." Febby memandang mata Eza mencari ketulusan disana,"Kau serius?" Eza mengangguk penuh harap,"Aku tak pernah main2 soal perasaan...tapi...aku ngerti kok jika kamu ga mau...aku ga akan marah kok...aku sadar aku ini..." Eza mengalihkan pandangannya ke arah kakinya,wajahnya jadi sendu,"Aku emang ga pantas untuk dicintai...maaf..." Febby malah melepas topi pink yang dipakainya lalu dipakaikannya pada Eza,"Kau pantas untuk dicintai..." Eza terpana merasakan topi Febby di kepalanya,"Kau terima?" Febby mengangguk malu,wah langsung teriak bahagia gitu Eza,"Hey!!Cintaku diterima!!Yeaah!!Yuhu!!!" Tangan Febby dikecupnya berkali2,"Aku ga mimpi kan?" Febby nyubit pipi Eza lalu lari ke dangau,"Auww!!" Eza segera mengejar,"Yeah!!Aku ga mimpi!!Eza love Febby!!Yeah!!" Febby seneng banget,"Udah teriak2nya...ayo makan dulu.Katanya mau makan masakan aku...nyiapinnya sejak pagi lho..." Eza duduk di bale2 dangau,"Makasih ya...mau terima cinta penyair cacat kayak aku...juga mau masak buat aku..." Febby membelai pipi Eza,"Ga boleh bilang kayak gitu...berhenti menyebut diri kamu ga sempurna ok?Bagi aku kamu itu sempurna..Kamu ngerti?" Eza terharu dan mengecup telapak tangan gadis itu,"Makasih ya...I love you..." Febby membalasnya,"I love you too..." Wah mereka malah pandangan mesra.Hey...makan hey!!Kita kirim belalang tempur aja ke dangau.Wah good idea itu!Berubah!!Lho??Kok situ yang jadi belalangnya?Piye tah! Febby dan Eza sarapan sambil saling melempar senyum.Eza makan dengan lahapnya,"Hmm...enak...mantap!Ntar kalau kita nikah aku pasti gemukan deh..." Febby mesem,"Udah ngebet ya?Udah mikir nikah..." Eza tersipu,"Iya dong kita menjalin hubungan kan untuk serius bukan main2.Hari ini aku seneng banget." Saat itulah hp Eza bunyi,"Wah adik aku...bentar ya?Aku mau kasih tahu dia soal kabar baik ini...hihi..." Febby merapikan semua perlengkapan makan sedang Eza menerima telpon dari adiknya diluar dangau,"Wah kebetulan kamu nelpon...aku ada kabar baik nih!!Coba tebak!" Fero jawab,"Panennya bagus ya?" Eza tersenyum,"Ini lebih bagus dari soal panen.Kamu tahu...cewek yang aku bilang kemarin dah terima aku jadi kekasih dia...Yess!!" Fero ga nyangka,"Kakak serius nih?!Wah!!Selamat! Selamat!!Mana calon kakak ipar?Boleh ngomong ga?" Eza mesem,"Ga!Ntar kamu jelek2in aku lagi depan dia.Ntar aku pasti kenalin kok.Dia satu kampus lho sama kamu." Fero surprise,"Oh ya?Siapa namanya?Gimana orangnya?" Eza memandang ke Febby,"Rahasia dong!Biar kepo kamunya...he..he..sekarang kan lagi musim main rahasia...he..he..Kamu ngebel ada apa?" Fero nanya soal bisnis kafe,"Itu kak...gimana kalau kita kasih fasilitas wifi kak...kan keren tuh..." Eza menampung semua ide2 adiknya,"Itu juga pernah aku bicarakan dengan Pak Timo.Oh ya...soal ide dance competision kamu gimana?Kakak rasa itu ide brilian.Pasti bakal narik pengunjung lebih banyak deh..." Sementara Eza sibuk telponan sama adiknya,Febby nelpon ayahnya,"Daddy!!Febby dah jadian sama Prince Frozen Febby...Febby seneng banget deh..." Samuel terkejut tapi juga bahagia gitu,"Yang bener?Nak Eza dan kamu udah jadian?" Perkataan itu didengar sama Eyang Puspa dan tentunya Irwan,Norman dan Toto.Wah semua langsung saling pandang,"Wah ada yang jadian nih!Makan2!!Yeah!" Irwan geleng kepala lihat Norman menari2 riang,"Kamu nih!Makan melulu pikirannya..." Toto malah mesem sambil makan singkong goreng,'Pangeran Boss ceria gitu ya di sini...bener kata Boss lebih mudah ngawasi dengan jadi temannya gini.Kuharap sebentar lagi Pangeran Boss juga jadian sama mb Erie...mereka cocok banget...chemistrynya dapat...' Eyang Puspa sama Samuel malah high five.Weleh..Rencana mereka buat jodohin Eza sama Febby malah dah didahului sama yang mau dijodohin,"Aku seneng banget mereka beneran jadian!Wah ini harus dirayakan nih!" Kebetulan sekali Pak Wiryo datang bawa hasil perkebunan.Eyang Puspa langsung nyuruh Norman dan Irwan mendekat,"Ini kalian kasih ke keluarga pacar kalian.Bilang ini ucap syukur dari Eyang." Norman langsung jawab,"Wah pasti Erie seneng nih dikasih begini banyak...asyik!Makasih ya Eyang!Mandi dulu ah...habis itu langsung ke rumah camer!!Yuhu!!" Irwan yang melongo,"Pacar?Pacar saya..." Eyang juga kasih sama ke Irwan,"Ini kamu kasih ke Nak Evi.Bilang sama dia Eyang lagi seneng bagi rejeki.Lumayan buat modal jualan." Irwan langsung salting,"Tapi Eyang...kami..." Samuel nyeletuk,"Udah jangan sungkan he..he..makanya cepet ditembak nak Evinya ...biar cepet nyusul adiknya...kasihan dia masak dilangkahi adiknya...ya ga Eyang?" Eyang setuju,"Iya...ayo Nak Irwan...bawa ini kasih ke Nak Evi...kasihan dia jadi gunjingan orang.Gara2 adiknya itu...siapa namanya...Intan..." Irwan dan Norman akhirnya segera bersiap cabut mau ke rumah doinya masing2.Toto juga dikasih hasil kebun sama Eyang.Pak Wiryo juga Samuel dan pembantunya juga dikasih.Wah sepertinya Eyang lagi seneng nih. ¤=¤ OTW RUMAH EVI... Di jalan pas mau ke rumah Evi,Irwan hampir nabrak mobil Reza.Reza kayaknya lagi galau jadi ga konsent bawa mobil,untung Irwan gpp.Irwan mendekati mobil Reza,"Bawa mobil jangan ngalamun Mas!Bahaya!" Reza malah kaget,"Kamu kan pacarnya kakaknya Intan?" Irwan mengiyakan saja,"Saya denger Mas mau nikah sama Intan ya?Sudah yakin Mas?" Reza nampak gegana,"Saya cuma nurut aja sama pilihan Mama saya...Kamu gpp kan?Maaf ya saya lagi banyak pikiran..." Irwan memandang Reza,'Dia mirip ayah...kakak...aku ingin sekali sebenarnya deket dan lebih kenal lagi sama kakak...coba saja keadaan ga serumit ini.' Hp Reza bunyi,Intan ngomel2 merajuk manja gitu minta Reza segera kembali.Irwan akhirnya pilih melanjutkan perjalanan,"Ya udah Mas.Saya duluan ya.Lain kali hati2 bawa mobilnya." Reza melambaikan tangannya sambil menjawab telpon Intan,"Iya..iya aku pulang." Kedatangan Irwan jelas disambut ramah oleh Rita,"Wah repot2 bawa apa ini Nak Irwan?Banyak banget.." Irwan menurunkan bawaan,"Ini dari Eyang Puspa.Syukuran kata beliau.Mohon diterima ...oh ya Evi kok ga kelihatan?"" Rita tersenyum,"Kangen ya?Ada kok.Itu anaknya baru juga diomong.Emang umur panjang dia.Evi!Ada Nak Irwan nih!" Evi mendekat,"Tumben Wan pagi2 dah ke sini?Ada angin apa?" Irwan julit,"Angin surga he..he...ini nganter titipan dari Eyang.Biasa hasil kebun." Evi heran,"Dalam rangka apa nih?" Irwan jawab,"Masbro dah jadian sama Febby.Putrinya Paman Samuel.Aku dah firasat sih kalau mereka emang cocok." Evi malah termenung,'Febby dah jadian sama Mas Eza?Wah pasti seneng tuh mereka.Aku kapak ya nyusul dia?' ***see you next eps***

Eps 44 CERBUNG KETIGA : KEHILANGAN
▲@▲ KEHILANGAN EPS 44 ▲@▲ TIKET A By Mb Alena ▲@▲ 359610 ▲@▲ Great Mourning = Sangat Murung ¤@¤ RUMAH ERIE YANG BARU... Usai menata semua barang dan perkakas,Erie menengok ayahnya yang sedang disuapi ibunya,"Bagaimana bapak Ibu?Suka ga sama tempatnya?" Sang ayah nampak mengangguk,tanda ia suka. Ibunya berkata,"Kami ini ga masalah dengan rumahnya.Yang penting nyaman dan baik lingkungan sekitarnya.Disini ga berisik kayak di kota.Udaranya juga segar.Ga ada polusi.Deket sini juga ada SD.Ibu bisa jualan makanan.Kamu juga deket kerjanya Er.." Erie tersenyum,"Iya Ibu.Tempat ini strategis letaknya.Erie suka.Evi yang nunjukin rumah ini.Evi juga jualan gorengan keliling Bu.Kenapa kita ga jualan bareng aja ya?Kan bisa saling bantu dan ga saingan." Ibunya setuju,"Iya ide bagus itu.Ibu akan jualan yang lain saja kalau memang sudah ada Nak Evi yang jualan gorengan.Ibu malah pingin jualan es gitu.Kayak pop ice atau dawet atau cincau juga es tape.Kan anak2 SD pasti suka." Lagi asyik ngomong bisnis eh terdengar bunyi motor berhenti depan rumah.Erie langsung sumringah,"Itu motor Mas Norman sepertinya...Erie lihat ke depan dulu ya Bu?" Sang ibu mesem,"Wah seneng gitu kamu Er...hayo kamu ada rasa ya sama Nak Norman...he. he.." Erie merona dan segera kabur ke depan,"Ibu ah...mana mungkin Mas Norman mau melirik saya...usia kami beda jauh Ibu...hampir sepuluh tahunan lho...Ibu bisa aja..." Sang ibu batin,'Ibu sama bapakmu juga beda 10 tahun Er...cuma bapakmu lebih tua he he..' Tebakan Erie bener,Norman yang datang bawa hasil kebun gitu dari Eyang Puspa.Wah teng grendel gitu di motornya yang sporty banget.Erie ga bisa nutupi bahagianya lihat pria yang diam2 mengisi relung hatinya itu datang,"Mas Norman!Wah banyak amat bawaannya?Habis dari mana?" Norman menyerahkan bawaannya,"Dari rumah Eyang.Ini titipan Eyang buat keluarga kamu.Ucapan selamat datang sekaligus ucapan syukur gitu." Erie heran,"Sebanyak ini?Wow...Eyang apa ga rugi ini ngasih hasil kebunnya sebanyak ini?Ucap syukur buat apa Mas?" Norman dipersilahkan duduk,"Kamu tahu sendiri Eyang kan kaya banget perkebunannya luas berhektar2...kata beliau makin banyak memberi malah makin kaya gitu katanya...oh iya kamu belum denger hot news kan?" Erie penasaran,"Bilang makasih ya Mas sama Eyang.Hot news?Hot news apa?" Norman mesem2 gitu,"Kasih tahu ga ya?" Erie merona memandang wajah ganteng Norman,'Ya ampun...ganteng banget sih jadi cowok...beruntungnya yang dapat kamu Mas...dah ganteng,baik lagi..' Lamunan Erie dibuyarkan oleh kehadiran Ibunya,"Wah tamu agung to?Kok ga disiapin minum Er...aduh malah melamun nih anak...Er...Erie..." Erie geragapan,"Oh...Ibu...bikin kaget saja.." Norman terkekeh,"Hayo melamunkan aku kan?Ketahuan nih!" Erie jadi salting,"Aduh...mana pantas saya melamunkan Mas...saya ini kan lebih tua dari Mas...ngaco ah..." Erie lalu nunjukin pemberian Eyang Puspa pada ibunya,"Lihat Ibu!Eyang Puspa kasih hasil kebun beliau sebanyak ini...ada buah naga,ada rambutan,mangga,pisang aduh...apa lagi nih pepaya,mentimun,cabe juga...wah2...ini mah banyak nian..." Ibu Erie terharu,"Ini rejeki Er..moga makin dilimpahi rejeki juga buat yang ngasih...bilang makasih Er...kalau perlu kita bikinkan apa gitu..." Norman yang jawab,"Wah...saya ga dikasih apa2 nih sebagai kurir?" Erie jadi pekewuh,"Ups!Saya lupa saya ambilkan minum dulu...bentar ya Mas...." Erie ngacir ke dalam.Norman ditanya sama ibunya Erie,"Emang Nak Norman mau dikasih apa?" Norman tersipu,"Masak ibu ga tahu sih maksud saya he..he.." Ibunya Erie pura2 ga tahu,"Mau makanan apa gorengan ya?Nanti ibu bikinkan deh...spesial buat Eyang sama Nak Norman deh..." Norman memainkan jari2nya,"Saya ga mau makanan Bu...maunya ...he..he..itu...yang bawa minuman itu hi..hi..." Erie datang bawa teh di sebuah nampan,"Ayo diminum Mas...kalau kurang manis bilang ya.." Ibunya Erie godain,"Nak Norman yakin minta itu?" Norman jawab sambil mengambil teh yang disediain Erie,"Yakin dong Bu...boleh ya Bu ya...please..." Erie kepo,"Minta apa sih Bu?" Ibunya Erie mesem,"Tanya saja sama Nak Norman.Ibu mau bawa buah2an ini ke dalam dulu.Bapakmu pasti seneng nih ada pisang Ambon...ibu ke dalam dulu ya...Nak Norman." Norman jawab,"Berarti Ibu Acc ya?Asyik!!" Erie yang jadi bingung,"Acc apa sih?Iih...pada aneh deh...kasih tahu dong Mas...tadi hot news aja belum kasih tahu ...sekarang ini..." Norman malah asyik nyeruput tehnya,"Hmm...manis kayak yang bikin..." Erie tersipu,"Mas ngomong apa sih?...ayo dong bilang soal hot newsnya dulu...kayaknya Eyang lagi hepi gitu ...ada apaan?Panennya melimpah ruah?" Norman akhirnya cerita soal Eza sama Febby yang dah jadian,"Mas bro sama putrinya Pak Notaris dah dahuluin kita lho..." Erie jadi heran,"Maksudnya dahuluin?" Norman malah mikir,'Kesempatan nih buat nembak Erie...ibunya kan dah kasih lampu hijau ke aku...' Erie jadi deg2an,"Mas kok malah gitu amat lihat aku...iih...ada apa di muka aku?" Norman jawab,"Ada cinta buat kamu dari aku...kamu mau terima ya?" Erie kaget,'Astaga!Mas Norman bercanda apa kagak nih ya?Apa aku salah denger?' Norman grogi juga,"Kok diem?Aku ga type kamu ya?...Aku akan ganti penampilan deh lebih mature gitu ...diterima ya rasa sayang aku sama kamu?" Erie malah tertunduk,"Kamu ga mungkin suka sama aku Mas..." Teringat jelas oleh Erie hinaan Soimah dulu pada dia,"Kamu itu perawan tua!Mana ada yang mau sama kamu!" Norman meraih jemari Erie,"Kamu ga usah jawab sekarang tapi aku akan buktikan bahwa aku serius sama kamu.Aku akan mengubah diriku agar sepadan sama kamu.Ga akan selengekan lagi...aku janji...tapi please jangan tutup hatimu buat aku...aku mohon...apapun akan kulakukan biar kamu mau terima aku...ya Er...ya?" Erie malah hanya bisa berkaca2,'Masalahnya bukan di kamu Mas...kamu sudah sempurna di mata aku ...tapi aku...' Erie hanya bisa mengangguk pada permintaan Norman.Saking senengnya sampai ia mengecup tangan Erie berkali2 sambil jongkok di lantai. Ibu Erie memperhatikan dari dalam,'Semoga putriku berani menerima Nak Norman.Aku yakin dia hanya minder karena seringnya dihina.Kasihan putriku.' Soimah sih suka menghina orang.Kita lihat gimana kondisi Soimah sekarang. €€€ RUMAH SOIMAH DI KOTA... Selvi nampak ribut sama Frans di teras rumah Soimah.Keduanya ribut masalah prinsip yang berbeda.Selvi maunya Frans manjain dia,"Aku ga suka ya kamu lebih ngutamain anak didik kamu daripada aku.Aku juga malu kamu jadi guru kenapa ga jadi bisnisman atau apa gitu biar mentereng dikit!" Frans coba sabar,"Dik,kita ini mau nikah tapi ribut terus.Kamu sukanya foya2,jalan2 dan shopping terus.Aku tuh beda sama kamu...aku itu guru aku harus kasih contoh yang baik buat murid2 aku.Ga bisa seenaknya kayak mau kamu...Kamu ngertiin aku dikit aja...Aku itu ga pernah nuntut banyak dari kamu.Please hargai dong profesi aku..." Selvi lihat Mamanya datang langsung ngadu dia,"Ma...nih calon mantu idaman Mama malu2in tahu ga...masak ngenalin ke temen2 aku dia guru ya kan aku malu Ma..." Frans geleng kepala,'Jauh banget bedanya Selvi dengan Erie.Erie mah pengertian dan pendidik juga jadi kita ngerti satu sama lain.Kalau ini mah masih labil dan egois banget.Lelah aku lama2 ...' Soimah yang lagi pusing karena kena tipu relasi bisnisnya ga gubris Selvi,"Kamu itu jangan ganggu Mama dulu bisa ga?Mama lagi pusing...Lagian kalian dah dewasa dah tahu mana yang baik dan mana yang ga...udah Mama mau ke dalam..." Soimah nampak resah dan bingung,'Gimana ini aku ketipu ratusan juta lagi.Kenapa ya teman aku setega itu sama aku.Padahal kita itu dah sahabatan lama lho...' Wah lagi pusing rupanya.Ga cuma Soimah yang lagi pusing,Intan juga pusing karena ia sebentar lagi bakal nikah sama Reza.Padahal ia sudah ga perawan lagi.Ia pernah menjual dirinya pada beberapa pria.Ia mencari akal supaya Reza ga tahu kalau ia sudah ga suci lagi.Didekatinya pembantu di rumah Nyonya Isda disuruhnya mencari darah segar nanti buat malam pertamanya.Sang pembantu nurut karena dijanjiin uang banyak.Menjelang pernikahan Intan sudah mendapatkan apa yang ia suruhkan pada pembantu itu,"Dapat barangnya?" Pembantu itu segera memberikan botol kecil pada Intan,"Ini Ndara Putri...uangnya?" Intan memberikan sebuah amplop,"Nih!Ingat jangan buka mulut soal ini.Kamu ngerti??!" Wah ada yang pakai trik nih buat nutupi rahasia dia.Kasihan Reza.Mending ke pantun aja ya... Sakit flu di siang hari Makan jadi tak menikmati Akankah nanti Erie menyadari Bahwa ia juga telah jatuh hati? Ga terasa sudah jam segini Rasanya kayak lagi mimpi Intan akan menjadi seorang isteri Akankah bahagia kan ia dapati? ***see you next eps***

Eps 45 Gerbong 3 : KEHILANGAN

%?% KEHILANGAN EPS 45
?%¿ TIKET C XX1....
%¡% Then Come The Day
¡%¡ Tibalah Harinya

》%》RUMAH ISDA...
Tenda nan indah dipasang di sekitar halaman depan rumah Isda yang memang cukup luas.Isda sengaja mau pamer rumahnya maka acaranya diadain di rumah.Tampak hiasan bunga disetiap sudut area.Semua pelayan sinoman pakai seragam semua.Belum para putri domasnya waduh...
Gayanya emang kejawen.Walau sebenarnya Reza maunya internasional saja.Akhirnya Reza milih pakai jas silver aja.Kelihatan gagah dia.Intan pakai kebaya warna pink jedhet.Semua bisa lihat lesung pipit menghias wajahnya.Nampak bahagia sekali bisa gaet anak orang kaya.Evy dengan pakaian kebaya sederhana senada warnanya dengan pakaian ibunya.Warna ungu yang milihin si Intan biar kelihatan kalau Evy ga laku dan ibunya dah janda gitu.Weleh...Intan ngekek melihat kakaknya menyambut para tamu yang banyak nanyain kok ganti mempelai wanitanya.Evy hanya kasih senyum saja namun dalam hati dah lelah dia jawab semuanya.Dipandangnya dengan sedih adiknya di kursi pelaminan tersenyum penuh kemenangan,'Kapan ya aku akan bahagia kayak Intan?Bersanding penuh bahagia disisi pria yang sayang sama aku?Tapi apa ada yang mau sama aku ya?'
Lagi asyik melamun Febby datang sama Eza wah sarimbitan gitu bajunya,"Mb Evy!Waduh udah kepingin ya?"
Evy kaget,"Kalian?Cie...pakaiannya kok bisa senada seirama gini sih?Hayo...kalian kali yang udah mau nikah cepet2.Udah kayak suami isteri lho."
Eza malah gandeng tangan Febby,"Niatnya begitu mb.Secepatnya saya akan kenalin Febby ke keluarga di kota.Eyang kan sudah acc.Sudah lampu hijau hi..hi..Om Samuel juga...sudah approve."
Evy mesem ikut bahagia,"Wah aku ntar jangan lupa diundang ya?Nikahnya di sini aja di desa jangan di kota."
Febby yang jawab,"Pasti diundang dong.Lagian kan ada ksatrianya tuh diluar..."
Evy ngerti maksud mereka dan segera pergi keluar,tampak Irwan di sana dengan jaket kulitnya,"Irwan!Kenapa ga masuk?"
Irwan malah terpesona lihat Evy dalam balutan kebaya,"Wow!Kamu cantik banget Vi...wah...wah..."
Evy heran,"Cantik dari Hongkong kali...kamu lihat pakai sedotan kali...masak kayak gini dibilang cantik sih?"
Irwan malah bayangin yang ga2,'Aku bayangin kalau Evy pakai gaun putih terus aku pakai tuxedo hitam.Wah kayak Tuxedo bertopeng dong.Pasti keren deh!'
Evy mencubit pipi tembem Irwan,"Iih!Malah dicuekin!Dasar tembem!"
Irwan malah meraih tangan Evy dan mengecupnya,"Kita nikah yuk?Mau ya?"
Evy kaget,"Apa?Kamu bilang apa?"
Irwan mengambil sebuah kotak kecil,"Aku harap kamu ga nolak aku kayak adik kamu.Lagipula aku yakin kamulah yang pantas pakai cincin ini.Inget ga dulu cincin ini pernah kamu injak pakai sandal jepit kamu.Rupanya dia nunjukin ke aku kalau kamulah yang emang diciptain Tuhan buat aku.Mau ya jadi isteri pria kayak aku?"
Evy malah terharu plus ga percaya,"Kamu emang sayang sama aku?Atau hanya kecewa saja karena adik aku milih pria lain?"
Irwan meraih jemari Evy dan memakaikan cincinnya di jari manisnya,"Lihat!Pas kan?Aku serius sayang sama kamu.Intan menikah dengan pria pilihannya.Itu sudah jadi keputusannya.Itu hak dia.Tapi aku ingin kamu jadi hak milik aku.Please mau ya jadi Nyonya Irwan he..he.."
Evy mengangguk bahagia,wah Irwan langsung teriak,"Yeah!!Diterima!!Yes!!"
Para tamu sampai denger dan pada ngeliatin,"Ada apa itu?"
Intan dan Reza waktu itu pas mau ganti baju gitu biasa adat Jawa bisa ganti baju sampai dua kali.Intan kesal lihat Irwan meluk Evy dengan bahagianya,'Sial!Ngapain mereka berdua pelukan gitu?Iih...pas pesta pernikahan aku pula.Reza malah senyum pada salah satu tamu,'Dokter Hayati juga datang.Cantik banget ya pakai gaun panjang gitu.Rambutnya disisir ke pinggir.Dihias pula.Aduh...'
Weleh malah lihatin perempuan lain pas hari pernikahannya...Reza...Reza...
Beberapa tamu yang dilewati Intan dan Reza berbisik2,"Kok ga wangi ya pengantin wanitanya?Jangan2 dah ga perawan lagi tuh..."
Memang sih adat Jawa biasanya gitu mitosnya.Biasanya pengantin perempuan akan menebarkan aroma yang sangat harum bila masih perawan pas hari pernikahannya.
Irwan saking gembiranya ngebel Norman,sedang Evy dipanggil sama ibunya,"Evy!Kamu kemana aja?Ibu cariin.Kamu kok girang gitu cah ayu?"
Evy malah nunjukin cincin di jarinya,"Evy dilamar Bu..."
Rita jelas kaget,"Apa?Sama siapa?"
Evy nunjuk ke Irwan,"Itu!Ibu restu kan?"
Rita tersenyum haru,"Beneran Nak Irwan dah ngelamar kamu cah ayu?"
Evy mengangguk,"Iya.Ini buktinya.Katanya ntar dia akan nemui Ibu tapi kalau udah kelar acaranya Intan Bu.Biar ga ganggu."
Rita malah lega melihat putrinya nampak bahagia,"Ibu restu Vy...restu banget.Ibu seneng kalau kamu seneng Vy..."
Evy senyum terus sepanjang acara pernikahan.Eza dan Febby bahkan Eyang Puspa dan Om Samuel sampai heran melihatnya,"Wah ga sangka Nak Evy seikhlas itu ya...bisa tersenyum bahagia sepanjang acara.Ga sangka...hatinya seluas samudera..."
Gimana reaksi Norman denger Irwan dah melamar Evy?Kepoin yuk!

%《% RUMAH ERIE...
Norman asyik bantu camernya yang mau jualan es di depan rumahnya.Toto juga nemeni seperti biasa kayak bodyguard gitu.Kata Toto dia lagi melakukan investigasi gitu di desa itu.He..he..Dasar Toto akalnya banyak.
Norman mah kagak curiga lagian dia seneng ada Toto bantu dia.Erie nampak mempesona dengan rok tiga perempatnya yang berwarna coklat tua,"Mas...ini minumnya diminum dulu.Juga saya gorengin pisang nih.Saya taruh sini ya?"
Norman jawab,"Siap Bu Guru!!Yeah!!Minum dulu!!Ayo To!!"
Lagi asyik la..la..la..weleh...eh hpnya bunyi,"Wah Boss Bro ngebel nih..."
Diangkatnya sambil minum es teh,"Wuah...seger...hello?"
Irwan menjawab di seberang sana,"Man!!Ide kamu cemerlang Man!!Lamaranku diterima!!Yuhuu!!"
Norman langsung kesedak,"Uhukkk!!Huk..huk.."
Erie sampai panik,"Mas pelan2 minumnya...ya ampun sampai batuk2 gini..."
Toto malah gumun,'Wah kayaknya Pangeran Boss kaget gitu...ada apa ya?Mumpung ga konsent aku foto ah ntar aku kirim ke Boss...buat laporan situasi terkini putra kesayangannya.Wah pasti aku bakal dibeliin oleh2 deh he..he..'
Ibunya Erie malah heran,"Wah Nak Toto ngefans ya sama Nak Norman pakai acara di foto segala?"
Untungnya Norman ga gagas karena asyik ngobrol sama Irwan di telepon.Toto berdalih,"Ini lho Bu saya mau rencana potong rambut kayak modelnya Norman he..he..makanya saya foto gitu...he..he.."
Ibunya Erie manggut2,"Oh gitu...ide bagus itu...tapi apa ga eman2 to rambutnya dah bagus gondrong gitu.Kayak penyanyi rock."
Wah malah bahas artis mereka.Sedang Norman malah kasih ucapan selamat ke sobatnya,"Selamat ya Bro!Makan2 jangan lupa!!Tapi apa ga kecepetan sih Bro?Pacaran aja belum dah main lamar aja?Punya nyali juga kamu Bro..."
Irwan jawab,"Pacaran kelamaan sampai tahunan kagak2 nikah2 ntar...mending langsung dilamar aja keburu layu.Kesannya malah ga beres prianya.Mending langsung jaya aja ya ga?Ayo kamu nyusul juga!Mas Bro dah dapat lampu hijau lho tinggal tunggu hari aja.Aku juga tinggal selangkah lagi menuju puncak.Tinggal minta restu aja sama camer.Weleh...tinggal kamu lho."
Norman jadi kepikiran,'Kalau nikah butuh restu ya?Ya ampun aku berarti butuh Papa dong...aduh....'
Wah galau nih Norman....makanya yang rukun sama ortu.Imbasnya gini nih.
Ga cuma Norman yang galau,Fero juga lagi gundah gulana bin gegana merasa menyesal melepas Febby.Kita ke kota nih?Oke!

%|% DI KAFE...
Duduk berputar2 di kursi yang biasa diduduki kakaknya kalau pas di kafe,Fero menghela nafas berkali2,'Kok no kamu ga bisa sih dihubungi Feb?Aku kangen tahu.Aku baru sadar kini kalau kamulah yang paling kuinginkan.Aku ga bisa pisah dari kamu.Aku mau kita baikan Feb...Kamu dimana sih?'
Pak Timo masuk,"Ada masalah Den Fero!"
Fero terkesiap,"Masalah apa?"
Pak Timo cerita,"Ada yang menyewa lantai atas buat acara ultah anak2 tapi baru bayar dp aja eh pas acara anaknya rewel gitu minta pulang.Eh kabur mereka ga bayar padahal acara dah selesai.Kita cek alamat dan nama ga ditemukan Den gimana nih?"
Fero berang,"Emang ga diminta ninggal KTP gitu atau apa buat jaminan?Masih kurang bayar berapa mereka?"
Pak Timo gemeteran jawab,"Jutaan Den!Gimana nih?Gimana kalau sampai Tuan Muda Eza tahu Den...aduh..."
Fero gebrak meja,"Sial!!Bagian penerimaan order kok bisa ceroboh gitu sih?Panggil orangnya!!"
Wah malah marah2 nih Fero,mending kita ga ikut2 deh.
***see you next eps***

KEHILANGAN EPS 46 : Sleeping For Sorrow

Note from author...
•★• GERBONG KE-3
●★● TIKET C
■★■ Tidur Untuk Kesedihan
Prolog....
◆★◆ POETRY ZONE
Julukanmu sungguh indah mempesona
Siapa yang tak kenal Zamrud Khatulistiwa
Negara dengan begitu banyak suku bangsa
Belum tutur bahasa serta ragam budayanya

Merdeka di tahun yang sama dengan Korea
Hanya terpaut satu hari saja bedanya
Bendera merah putih berkibar di angkasa
Membawa nama bangsa di kancah dunia

Negeri nan kaya sumber daya alamnya
Hasil tangkapan lautnya mendunia
Kaya akan tambang dan logam mulia
Tambang emas terbesar di dunia disana

Namun mengapa kemiskinan masih tinggi
Yang kaya menumpuk harta di luar negeri
Yang miskin mengais sampah setiap hari
Sampai kapan akan seperti begini?

Lihatlah para pegawai negeri
Kerja setengah hari pulang dini
Tunjangan aneka ria safari
Masih bergaji nan tinggi

Bagaimana rakyat mau mikir soal dunia
Buat makan saja masih pusing ria
Ibarat tangga mereka masih di bawah sana
Bisa hidup tanpa hutang saja luar biasa

Beda dengan di negara luar sana
Warganya bisa plesir kemana-mana
Menikmati indahnya pulau dewata
Menyelam di perairan Samudera Hindia

Mereka tak bermain di kuadran satu
Hidup sebulan tercover gaji seminggu
Itupun kerjanya ga sepenuh waktu
Andai kita bisa seperti itu

Tuhan kubawa negeriku dalam doa
Berikanlah hikmat bagi para pemimpin bangsa
Biar keadilan dan kemakmuran tercipta
Biar langit diatas kami bukan lagi tembaga

Tuhan ampunilah bangsa kami
Banyak darah tertumpah selama ini
Kejahatan juga marak di sana sini
Banyak pejabat juga yang korupsi
Pemerintah yang harusnya dihormati
Malah dihina bahkan dicaci maki
Lambang negara juga dijahili
Berkedok mengatasnamakan religi
Padahal hanya ingin terjadi anarkhi
Sampai kapan rakyat terus dibodohi
Agama malah jadi alat provokasi

Perlukah bencana alam kembali terjadi
Meluluhlantahkan kembali negeri ini
Perlukah Tuhan bicara lewat gempa bumi
Banjir,badai,longsor hingga tsunami?
Berikanlah damai-Mu melingkupi seluruh negri

Berikanlah kepada pemerintah wibawa ilahi
Ketulusan dalam memimpin dan hati yang suci
Urapilah dengan kekuatan dari tempat tinggi
Dengan keberanian menegakkan kebenaran yang hakiki

Biarlah perbedaan menjadi kekuatan
Keanekaragaman menjadi kekayaan
Satukanlah bangsa ini ya Tuhan
Satu dalam membangun kemajuan

Setiap pulau biar penuh damai sejahtera
Setiap aparat biar bersih setiap aspeknya
Setiap abdi masyarakat memiliki hati rela
Melayani memberi dan bekerja di jalurnya

Tuhan,bukakan tingkap2 langit
Damaikan mereka yang bertikai dengan sengit
Jangan biarkan orang kecil terus terhimpit
Biar yang kaya mengulurkan tangan pada yang hidupnya sulit

Bukakanlah pintu2 yang selama ini terpalang
Hancurkan setiap musuh yang coba menghadang
Kawal kami dengan perisai yang tahan serang
Musuh akan remuk karena Kau yang berperang

Terima kasih buat negeriku tercinta
Negeri makmur sentosa dan sejahtera
Negeri yang aman dikunjungi siapa saja
Negeriku persadaku Indonesia

� RUMAH ISDA...
Intan hepi banget nyalami para tamu seakan sudah meraih impian terindahnya jadi isterinya orang kaya,"Makasih ya sudah datang."
Walaupun sebenarnya pestanya berlangsung 7 hari 7 malam.Pakai wayangan pula.Belum campur sari dan nanggap dalang terkemuka.Semua kagum dan mengakui kalau Nyonya Isda emang kaya raya.Namun Isda melihat putranya nampak tak bahagia,"Reza kok ga masuk kamar pengantin sih?Intan sudah nungguin lho."
Reza malah asyik ngobrol sama Frans yang datang sendirian,"Ntar aja Ma.Pestanya juga masih lama kok."
Reza malah ngenalin Frans ke Mamanya,"Masih inget Frans ga Ma?Temen karib aku di SMU.Dia guru lho Ma."
Isda malah memandang rendah begitu tahu profesi Frans,"Oh...cuma PNS ya?Kirain punya bisnis apa gitu.Ya udah Mama ke sana dulu ya.Ada kenalan Mama datang."
Reza menepuk bahu Frans yang luruh,"Jangan dipikirin sikap Mami aku,bro!Gitulah Mami."
Frans tersenyum datar,"Iya Za.Tenang aja!Mamiku juga ga jauh beda."
Reza malah memandang ke arah Evi yang bantu beres2 kado,'Kalau saja aku disuruh milih diantara putri Bu Rita aku pilih kakaknya.Orangnya lebih menyenangkan dan ga ribet dengan penampilan.Lebih nature.'
Frans ganti yang nepuk bahu sohibnya,"Huy!!Wah pengantin pria malah melamun.Lihatin siapa sih?Segitu amat?"
Reza mesem kecut,"Lihat mantan jodohku he..he.."
Frans melihat juga ke arah Evi,"Oh itu yang namanya Evi?Iya ya dia lebih ramah orangnya.Kamu kok batal nikah sama dia?"
Reza menghela nafas dan malah menyodorkan minuman ke Frans,"Ceritanya panjang Bro.Mami aku ga suka sama dia.Katanya malu2in aku entar kalau dapat dia.Ga bisa jaga image aku gitu.Mami lebih suka sama adiknya.Akhirnya begini deh.Ayo minum bro!Ini namanya teh segen.Sesep tur kentel.He..he.."
Frans meminumnya,"Pahit gini tapi manis dan wangi melati.Coba dikasih es pasti mantap."
Reza manggil salah satu sinoman,"Mas tolong bawain es batu ya kemari.Dua gelas ya!"
Sinomannya segera pergi ke dapur.Sementara Reza menanyai Frans soal Selvi,"Mana calon kamu?Kok sendirian?Katanya mau kenalin ke aku."
Frans nampak sedih,"Kita ribut Za.Dia ga mau ikut katane karena lokasinya di desa.Ogah dia."
Reza malah ngekek,"Malah bebas dong bro!Belum nikah aja udah suka bantah.Gimana ntar..."
Frans malah nanya soal alamat SD,"Kamu tahu lokasi SD ini ga?"
Reza melihat alamat yang ditulis Frans,"Oh itu ga jauh kok dari sini.Itu SD aku juga.Besok aja kutemeni ke sana gimana?"
Frans heran,"Lho kamu kan masih adain pesta selama 7 hari 7 malam Za?Udah biar aku sendiri aja.Aku ga mau dikira nyulik Rama dari Sintanya he.he."
Reza malah kepo,"Sinta apaan?Kerjaannya cuma dandan aja ga kelar2.Oh iya emang ada perlu apa ke SD itu?Cari someone spesial ya?Hayo kamu selingkuh ya?"
Frans senyum keki,"Selingkuh?Selvi mah ga peduli aku sama siapa lha aku tahu dia aslinya ga suka juga sama aku.Aku mau nyari temen kok.Katanya dimutasi ke sini.Teman satu kerjaan dulu.He..he.."
Reza melihat Evi melangkah keluar membawa satu nampan hidangan,'Buat siapa itu ya?Perhatian amat?'
Reza berdiri,"Sebentar ya Bro aku mau nyapa tamu disana bentar aja..."
Reza pura2 ke depan menyalami tamu yang terus saja datang,padahal matanya mengawasi gerak gerik Evi.Evi rupanya membawa makanan itu buat Irwan yang bergaya jadi tukang parkir gitu,"Sini Mas kendaraannya!Ya jangan dikunci stang ya...ya dah tinggal aja."
Irwan padahal bantu bapak2 tukang parkirnya yang cacat kakinya,"Ini Pak uangnya.."
Tukang parkirnya seneng,"Makasih ya Nak...untung dibantuin.Ga minta upah lagi."
Evi datang,"Ayo makan dulu Wan...bapak juga ini saya bawain.Hidangannya masih banyak."
Irwan segera mencari spot yang nyaman buat makan,"Wah makasih ya Vi.Tahu aja aku kelaparan he..he.."
Evi mesem,"Tahu dong.Lagian aku kan calon isteri kamu.Sudah sewajarnya aku perhatian sama kamu."
Sang bapak tukang parkir juga terharu,"Wah keluarga besan sendiri yang bawain nih..makasih ya neng.Moga lekas nyusul adiknya deh."
Evi dan Irwan jawab barengan,"Amin."
Keduanya tersipu dan saling pandang gitu.Reza malah masuk lagi nemui Frans kala tahu Evi sama Irwan,'Rupanya bener mereka jadian.Mau nikah malah.Emang bukan jodoh aku kayaknya.'
Malam harinya Reza berusaha menghindari Intan dengan alasan nemui tamu gitu.Intan ditinggal di kamar pengantin sendirian.Reza malah asyik membaur dengan para tamu.Namanya di desa dia ditawari minum juga,"Ayo Nak Reza dicoba ini mantap lho rasanya ga kalah sama merk luar!"
Reza nawari Frans yang juga masih disitu,"Ayo minum Frans buat melupakan kesedihan.Ayolah Bro!"
Frans menolak,"Ga Za.Aku ga tahan lambungnya.Kamu juga dikit aja minumnya jangan banyak2 ntar mabuk lho.Ingat kamu dah beristeri sekarang."
Reza malah ngekek,"Tenang aja Bro.Aku ga akan mabuk.Aku dah biasa minum ginian di luar negeri."
Glek....glek...glek...
Frans akhirnya pamit mau cari penginapan dia,"Ya udah Za.Aku pamit dulu aja.Dah malam.Aku mau cari losmen apa hotel gitu kalau ada."
Reza malah nawari nginep,"Eit!Tidur aja di rumah aku Bro!Kamarnya banyak banget.Yuk aku tunjukin!"
Usai ngantar Frans ke kamar tamu,Reza hendak balik minum2 lagi tapi dicegat sama Isda,"Sayang kamu mau kemana?!Kenapa kamu ga temeni Intan?Mami ga mau ya isteri kamu itu ember kemana2 kalau suaminya ngelayap di malam pertama."
Reza hendak bantah,"Tapi Reza kan..."
Isda motong,"Udah!Ga usah banyak alasan.Cepet sana temui isteri kamu!Merengek tuh dikamar.Gimana kalau para tamu denger?!"
Reza akhirnya balik ke kamar pengantin dengan sedikit terhuyung,mabuk dia.Intan nyambut dia dengan sumringah.Siap untuk melancarkan aksinya,'Makin cepat malam ini berlalu maka aku segera lebih tenang.'
Reza malah membayangkan Hayati saat melihat Intan,'Dokter Hayati...kamu di sini di kamar aku?'
Reza akhirnya menjalankan tugasnya sebagai seorang suami dengan Intan tapi ia bayangkan orang lain yang bersamanya malam itu.Intan bete banget karena berkali2 Reza malah nyebut nama dokter2 gitu,'Sial!Dia ini malah bayangin orang lain bukan aku!'
Wah kasihan Intan ya?Makanya jangan jahat2 jadi orang.Intan segera melancarkan aksinya meneteskan darah yang ia simpan ke sprei.Biar besok saat pembantu bersihin kamar,ada bukti kalau ia masih perawan.Isda emang ngecek ke pembantunya yang benahin kamar pengantin keesokan harinya,"Gimana ada noda darahnya ga?"
Sang pembantu nunjukin,"Ini ada Nyonya."
Isda manggut2,"Ya udah bawa sana!"
Isda mikir,'Untung kamu masih perawan!Kalau ga awas kamu kalau mainin anak saya!Anak saya ga boleh dapat barang bekas!'
Lagi asyik merenung tiba2 pembantunya yang lain beritahu kalau Samuel nelpon,"Nyonya,Notaris Samuel menelpon..."
Isda segera menerimanya,"Pagi Sam.."
Samuel memberitahu,"Pembacaan wasiat enaknya kapan ya Jeng?Apa sebaiknya setelah Nak Reza pulang bulan madu aja?"
Apa jawab Isda?***see you next eps***

Eps 47 KEHILANGAN : Thou Hast Rejected
~~~~~~~~~~~~~~~~ ♧°°°°�RUMAH NOTARIS SAMUEL... Sesuai kesepakatan,Isda meminta waktu dua minggu untuk Reza dan Intan pergi honeymoon dulu baru pembacaan surat wasiat.Tentu saja Samuel ga masalah.Dia telah menunggu bertahun2 demi melaksanakan amanat sahabatnya maka waktu 2 minggu bukanlah apa2 baginya.Samuel malah memandang foto sahabatnya di hpnya,"Aku pasti akan melaksanakan pesanmu sobat...kedua anakmu akan mendapat bagian mereka.Dan aku yakin bahwa tak ada niat untuk mereka saling menjatuhkan.Aku malah berharap mereka akan saling dukung.Akhirnya aku akan melaksanakan amanatmu..." Sementara itu Febby mendekati ayahnya,"Ayah!Febby boleh ya pergi sama Eza ?Biasa ke sawah mau nyari data lagi he..he.." Samuel memberi ijin,"Iya Princess.Ayah tenang kok kalau kamu sama Eza..." Eza mendekat,"Om..." Samuel restu Febby jadian sama Eza meski fisik Eza ga normal tapi kebahagiaan putrinya adalah yang utama. Eza menuju mobilnya sedang Febby bergayut manja gitu di lengan Eza,"Kalau hujan terus kasihan juga ya para petani..." Mereka sampai di lahan sawah milik keluarga Isda,padi2nya nampak luruh.Eza menunjuknya,"Lihat itu!Padi2 itu masih sebulan lagi panennya.Mereka belum matang masih hijau bulirnya.Karena hujan turun dengan deras beberapa hari ini maka semuanya ambruk gitu." Febby malah mikir,"Aneh ya begitu Nyonya Isda mengadakan hajatan menikahkan anaknya malah hujan turun dengan derasnya.Kayaknya pertanda buruk deh...buat rumah tangga anaknya itu.Katanya sih gitu..." Eza malah meraih jemari Febby,"Semoga nanti saat kita menikah alam juga memberi restunya...walaupun ...sebenarnya aku masih ga percaya kamu mau jadi pendamping pria cacat seperti aku ini..." Febby memandang Eza yang menunduk menatap kakinya,"Hello My Prince Frozen...Telah lama hatiku jatuh cinta padamu...dan kau tahu...saat aku tahu bahwa kaulah dia..." Eza memandang gadis manis disebelahnya itu,Febby melanjutkan ucapannya,"Aku makin mencintaimu..." Eza terharu Febby mau menerima dia,"Makasih ya...mau mencintai pria seperti aku...dulu aku pikir aku ini ga akan bisa kayak adikku....dia itu mudah banget dapat cewek...dia sungguh sangat percaya diri...kalau dia cerita soal ceweknya wah....aku cuma batin dalam hatiku.Kapan ya aku juga punya seseorang seperti itu?" Febby malah bersandar di bahu Eza,"Sekarang kau punya he..he..sepertinya kamu deket banget sama adikmu ya?Kapan aku dikenalin sama keluarga kamu he..he..." Eza meremas jemari Febby,"Begitu kita kembali ke kota,aku akan kenalin kamu sama Mamaku dan adikku...kamu ngebet ya kita segera nikah ya?He..he..." Febby jadi tersipu,"Ups...udah yuk kita kok malah nongkrong di sawah orang he.he...dikira mau nyuri lagi hi...hi..." Eza lalu menghidupkan mobilnya lagi.Pernikahan Intan dan Reza memang di hari pertama berjalan baik tapi begitu sore tiba hujan turun dengan derasnya sehingga kajang2nya alias tenda2nya rusak kena angin.Acara wayangan dan campur sari sampai ditunda dulu perbaikan kajang.Semua itu jadi gunjingan di desa Watu Tresno. �•••♧RUMAH ISDA... Isda muring2 ga karuan melihat semua rencananya besarin pernikahan Reza malah jadi berantakan.Didepan besannya ia ngamuk sama anak buahnya,"Kalian itu bisa becus kerja nggak sih?Masak pasang tenda aja ga beres!Diterjang angin sempal,saya itu bayar kalian pakai duit!!Bukan daun!!Saya kan jadi malu!!Tahu gini saya nikahkan anak saya di gedung di kota apa di hotel bintang lima huhh!!" Reza coba meredam amarah Mamanya,"Sudahlah Mami...semua kan faktor alam...ga perlu marah2 ...Reza ga suka Mami kayak gini ...mending Reza pergi bulan madu aja sekarang." Isda segera ngejar anaknya itu,"Reza!!Kok malah mau cabut bulan madu sih acara nikahmu kan belum genap 7 hari 7 malam...gimana sih?" Intan malah dukung Reza,"Bulan madu sekarang?Asyik!Aku mau ke luar negeri dong....ke Singapore...ke Disneyland...ke...wah banyak pokoknya..." Reza malah berkata,"Terserah mau kemana!Yang penting jauh dari sini!" Rita melihat semuanya sambil mengelus dada,'Pernikahan anak bungsuku sepertinya bakal penuh masalah...semoga Intan bisa jadi penyejuk di rumah suaminya...' Evi malah sibuk di rumah benerin rumahnya yang bocor tentunya dibantu Irwan dong.Lihat yuk! ♧○○○�RUMAH EVI.... Irwan pakai tangga gitu naik ke atap rumah,"Wah disini juga perlu dibenahin Vi!" Evi megangi tangganya,"Iya memang banyak yang bocor kalau hujan turun Wan...apalagi deras kayak kemarin..." Irwan malah berkhayal,'Kalau aku dan Evi nikah nanti...aku ingin bawa dia pindah ke rumah yang lebih baik dari ini.Rumah yang bagus gitu...' Evi malah nanya,"Wan beneran kamu mau nikah sama aku?Rumahku trocoh gini,kecil lagi..." Irwan malah ngekek,"Mending kamu punya rumah Vi...lha aku ...punyanya cuma kontrakan..." Evi tersenyum mendengarnya,"Kalau gitu ntar kamu tinggal di rumah aku saja...kan kalau ada prianya kita ga takut bila ada apa2...tapi rumahnya ya gini...gpp ya?" Irwan turun,"Yang penting kamunya Vi bukan rumahnya...semoga saja ada rejeki dan kita bisa punya rumah sendiri..." Evi menyuguhkan teh dan makanan,"Amin.Kalau ga pun aku ga masalah hidup sederhana.Yang penting kita bahagia dan saling menyayangi...ayo diminum dulu...pasti haus kan?Ini juga ada lontong dan sayur rebung...cobain deh..." Irwan seneng banget,"Wah alamat gemuk nih aku ntar he..he.." Evi seneng banget,'Ya ampun Tuhan baik banget aku dikasih jodoh sebaik ini...walau ga kaya raya kayak Mas Reza tapi aku bahagia banget deket Irwan...makasih ya Tuhan...' Wah yang nikah lagi uring2an,yang mau nikah malah lagi mesra2an...ke pantun aja... Hujan turun memang lebat sekali Dari siang hingga malam hari Buat yang dah menanti lama sekali Semoga eps kali ini menghibur hati ***see you next eps***

Eps 48 KEHILANGAN : New Moon
¤¤||¤¤ RUMAH REZA... Intan sibuk prepare buat pergi bulan madu.Sementara Reza menemui sahabatnya yang sedang bersiap mau pulang ke kota.Frans heran lihat muka Reza yang bad mood,"Kenapa kamu bro?Jelek bener mukanya?Pengantin baru lho..." Reza malah balik nanya,"Lho kamu kok rapi amat ?Mau balik ke kota?" Frans jawab,"Ditanya malah balik nanya.Iya bro aku mau kembali ke kota.Thanks ya dah kasih tumpangan he..he...kapan2 main ke rumahku." Reza terduduk,"Aku juga mau pergi Frans...bete di rumah.Mami aku uring2an terus.Ada aja yang ga beres di pernikahan aku ini.Astaga!!Aku baru ingat aku kan belum ngurus paspor buat Intan.Gpp deh bulan madunya di dalam negeri aja...Lagian Indonesia kaya akan objek wisata..." Frans mendekati sahabatnya itu,"Aku juga kadang suka bete sama Mami aku...andai saja aku bebas milih wanita yang mau kunikahi...Mami aku 11-12 sama Mami mu bro...kita senasib..." Reza malah berujar,"Di zaman demokrasi gini aja kita masih terjajah ya?Masih merasa takut menentukan pilihan kita...padahal itu kan buat kita sendiri...kadang aku berharap aku punya saudara biar bisa berbagi hati...berbagi beban...dulu aku pernah dengar rumor katanya aku punya saudara tiri...tapi entah ada dimana dia?Kini aku ngerti kenapa Ayah ga tahan hidup sama Mamiku...Now I know how the feeling..." Frans malah menasehati Reza,"Mending kamu kelarin aja pesta pernikahan kamu Za.Lagian nanggung udah setengah jalan.Jangan main pergi aja.Dinginkan kepala ok?Sekalian sambil ngurus visa dan paspor.Win2 solution kan?Mami kamu senang,isteri kamu juga hepi." Reza manggut2,"Iya juga sih...kamu bener Frans...thank you ya selalu mau dengerin dan kasih solusi ke aku...you are my best friend..." Frans malah menepuk bahu sohibnya itu,"Kalau gitu aku pamit sekalian ya...lagian aku ga langsung pulang kok mau nyari seseorang...mau reunian ceritanya..." Reza mengantar sahabatnya itu menemui Maminya,"Yuk kuantar sampai depan." Frans mau nyari siapa sih?Aha pasti Erie!Yuk lihat Erie aja! °°↑↑°° SEKOLAH DIMANA ERIE MENGAJAR... Hujan deras dan angin kencang membuat beberapa eternit di SD Watu Tresno rusak.Erie memindahkan murid2nya ke ruangan lain,"Anak2 belajarnya pindah ke ruangan deket aula dulu ya!" Kepala sekolah yang mendapat laporan senang dengan kepedulian Erie pada keselamatan siswa,"Bu Erie ini memang bukan sekedar pengajar tapi guru yang punya hati dan pengabdian.Untung saja anak2 sudah dipindahkan.Sekarang eternitnya malah jatuh ..." Erie juga memberitahu,"Sepertinya ruangan kelas lain juga perlu dicek Pak." Kepala sekolah akhirnya keliling,"Wah bener Bu.Banyak yang rusak.Sekolah ini perlu direnovasi.Sayang kita ga ada dana buat renovasi sekolah.Kalau membebankan ke orang tua murid,ga tega saya...sepertinya kita harus memindahkan proses belajar mengajar di aula.Hanya aula yang kondisinya paling aman.Hari ini mari kita adakan rapat dulu.Anak2 dipulangkan dulu saja lebih awal." Erie sedih melihat kondisi bangunan SD dimana ia mengajar,'Coba aku punya uang,kasihan anak2...mau belajar saja susah...' Norman yang bantuin camernya jualan dekat SD,heran lihat wajah sedih Erie saat istirahat.Ibu Erie membiarkan keduanya,"Nak Norman jaga warungnya ya?Ibu mau ngurus Bapak dulu." Norman jawab,"Siap Bu!Tenang saja saya sudah belajar buat esnya..." Erie bahkan dibuatin es sama Norman,"Bu guru cantik kenapa mukanya?Sedih amat...nih cobain deh es buatan aku...es tape...enak deh..." Erie menerimanya,"Mmmh...enak Mas...wah mas Norman malah jago bikin es nih...makasih ya..." Norman melayani pembeli,"Ada yang beli tuh bentar ya?" Erie tersenyum dan malah bantuin,"Sini biar aku bantu mas..." Berdua mereka malah rukun melayani pembeli,saling senyum gitu.Anak2 malah ngeledekin,"Bu Erie...itu suami Bu Erie ya?" Norman yang nyahut,"Menurut kalian cocok ga?" Semua langsung jawab,"Cocok!!" Erie jadi tersipu,"Mas nih ..." Norman seneng lihat Erie senyum,"Gitu dong senyum.Kenapa sih kok tadi sedih?Ada masalah ya?" Erie lalu cerita soal renovasi sekolah,"Iya Mas ...eternit di ruang kelas banyak yang rusak.Butuh dana buat renovasi,kemungkinan sekolah bisa ditutup sementara kalau ga ada dana." Norman malah mikir,'Mending aku pakai saja uang hasil balapan aku buat bantu.Lagian aku bisa balapan lagi.Dapat uang lagi.Sepertinya aku harus ke kota nih ...' Saat itulah datang seseorang,"Permisi mau nanya..." Mendengar suara orang yang nanya,Erie kaget,"Mas Frans?" Oh Frans...Norman jadi kepo,'Frans?Siapa itu Frans?' Frans seneng ketemu Erie tapi kala lihat Erie dengan Norman,ia tidak tahu bahwa ada sesuatu diantara keduanya ,'Siapa pria itu?Paling penjual es.Pas nih aku juga haus.' Frans menjabat tangan Erie,"Seneng aku akhirnya ketemu sama kamu Er!...Mas es dua porsi ya!Yuk kita duduk sana Er!" Erie jawab,"Saya sudah pesen kok Mas...itu!" Norman segera buatin,"Ini esnya!Temen kamu Er?" Erie segera ngenalin keduanya,"Iya mas...teman kerja sama2 guru dulu di kota...kenalin nih Mas .." Frans bersalaman dengan Norman,"Saya Frans,....kalau Masnya ini siapanya Erie ya?" Norman jawab,"Calonnya Erie he..he..panggil saja saya Norman..." Frans kaget dengernya,'Rupanya Erie sudah punya gandengan...' Erie jadi salting Norman bilang gitu,"Oh ya Mas Frans kok bisa ada di desa ini?" Norman dengerin pembicaraan keduanya,'Kayaknya tuh pria bernama Frans punya rasa deh sama Erie...ntar deh aku nanya soal dia ke Erie...' Erie ga bisa lama ngobrol sama Frans soalnya masih harus rapat,"Maaf ya Mas saya ada rapat guru...saya pergi dulu.Mas Norman saya pergi dulu ya..." Norman melambaikan tangannya,dan mendekati Frans.Keduanya malah jadi ngobrol,"Mas ini guru juga ya?" Frans jawab,"Iya mas....mas sendiri sudah kenal lama sama Erie?Kok saya ga pernah lihat ya?" Norman jawab,"Saya ini baru aja kok kenalnya sama Erie..." Frans manggut2,'Baru kenal tapi kayaknya dah akrab gitu...manggil mas lagi padahal kalau dilihat kayaknya mudaan dia deh dari Erie...' Norman lihat Frans jadi ngekek,"Mas ini kenapa lihatin saya gitu amat?" Frans jawab,"Mas ini gimana ceritanya bisa kenal Erie?Erie itu kan anaknya ga gaul." Norman mesem,"Mau tahu banget kayaknya mas ini...perkenalannya gara2 copet mas....he..he.." Malah Frans akhirnya akrab sama Norman.Weleh...bahkan akhirnya Frans lega tahu betapa sayangnya Norman sama Erie,'Aku bisa ikhlas sekarang.Erie sudah ada yang jagain.Aku tenang sekarang.Sungguh ga ngira Erie malah dapat pria yang lebih muda dari dia.Norman mungkin lebih muda tapi dewasa orangnya.Dia juga berani dalam mengambil sikap.Beda sama aku.Erie memang bukan untukku...' •••↑↑••• MALAM HARINYA DI RUMAH EYANG PUSPA.... Norman curhat sama Toto dan Irwan soal niatnya mau balik ke kota,"Aku mau balik ke kota besok.Ada urusan." Irwan kepo,"Urusan apa Man?" Akhirnya Norman cerita soal Erie,"Aku ga suka lihat cewek aku sedih?Aku mau cari uang di kota.Biasa balapan...lumayan uangnya buat bantu renovasi sekolah,lagian hanya sekali balapan aku bisa dapat uang yang dibutuhin..." Irwan ga setuju,"Bahaya Man!!Balapan itu ga bisa diprediksi.Resikonya besar.Kamu mending tanya mb Erie dulu deh setuju ga dia." Toto juga ga setuju,"Iya bener itu!Balapan itu bahaya!Lagipula keamanan sekarang diperketat.Kan mau pilkada." Tapi Norman kekeh mau cari uang lewat balapan.Toto akhirnya menghubungi Bossnya,"Boss ini soal Pangeran..." Apa yang akan dilakukan Benigno untuk putranya tercinta?Ke pantun aja. Tanaman labu kuning bunganya Ada bunga jantan juga bunga betina Norman mencoba segala cara demi cinta Tenang saja ada Benigno ayahnya yang sangat kaya ***see you next eps***