☆☆☆DEBU - DEBU JALANAN ☆☆ CERBUNG X EPS TELULAS
☆ She Shall Rejoice = Dia akan bergembira
★★★ Jalan-jalan....
★★ 6 HARI SUDAH LAMANYA BEKERJA KERAS BAGAIKAN KUDA...(Resto Rosalina)
Makin sore pengunjung mulai berkurang.Evi melihat2 hpnya mencari jenis2 makanan yang baik buat penderita lambung sensitif.Reza mendekati kekasihnya itu,"Lihat apaan sih Vi?Serius amat?"
Evi segera menutup hpnya,"Oh kak Reza.Ga cuma mau cari resep masakan kok.Aku kan suka masak kak."
Reza manggut2,"Ada restoran baru lhoVi.Enak juga.Tempatnya asri.Kapan2 ke sana yuk!"
Evi menolak dengan halus,"Maaf ya kak,selama Rizky masih opname Evi ga bisa mikir jalan2.Evi mau fokus kesembuhan Rizky dulu."
Reza agak kecewa tapi apa daya itu fakta,"Moga Rizky cepat sadar ya.Cepet sembuh.
Balik ke rumah lagi.Jadi kita bisa jalan bareng lagi."
Endah meledek mereka,"Cie...yang dah pacaran....lupa ya masih ada yang jomblo
disini?Pengertian dikit kek..."
Intan juga nambahi,"Iya tuh kerja kok sambil pacaran.Kayak gitu kok dibilang profesional!!Belgedes!"
Evi segera menyingkir dari situ dan memilih melayani customer.Ia malas debat sama
Intan.Lagipula pikirannya sedang bingung antara membagi waktu buat kerja,rumah sakit dan masak buat Irwan.Tiga hal itu yang kini jadi prioritas dia.Jiwa pekerja kerasnya,rasa sayangnya pada keluarga dan keinginannya membalas budi baik Irwan.Masalah pacaran dan senang2 nanti dulu.Berakit2 ke hulu berenang2 ke tepian ya Vi?
★AKHIRNYA UJUNG PEKAN TIBA SAATNYA JALAN2 BERSAMA...
Kak Ros menelpon,"Endah,suruh Evi ke atas ya!"
"Baik,kak!"jawab Endah.Evi segera menyerahkan pesanan customer pada Endah,
"Ada apa ya Ndah?Moga ga di Sp deh."
Endah menenangkan sahabatnya itu,"Be positif Vi.Mikir yang baik2 aja.Lagian aku akan selalu bantu kamu kok."
Evipun melangkah ke lantai 2,'Kalau emang mau dikasih SP atau dimarahi,aku
dengerin deh.Aku terima.Ikhlas aja.Aku dah ga bisa mikir yang lain lagi sejak Rizky opname.Aku merasa dunia ini tiba2 begitu berbeda.Duniaku berubah.'
Evi mengetuk pintu kantor kak Ros,"Permisi kak Ros panggil saya?"
Kak Ros ga sendirian ada Pak Samuel bersamanya,"Maaf saya akan datang lagi saja
nanti."
Pak Samuel mencegahnya,"Masuk saja Evi.Ayo duduk.Saya memang yang suruh Ros
panggil kamu."
Evi kikuk juga berhadapan dengan Bossnya,"Ada apa ya Bapak?Evi membuat kesalahan ya?Maafkan Evi jika memang begitu."
Pak Samuel malah tertawa,"Kamu ini ngira kami bakal ngasih kamu SP ya?Tenang saja.Bapak mau kasih job baru sama kamu.Bapak malah mau kasih insentif tambahan nanti buat kamu."
Evi terpana mendengarnya,"Insentif tambahan?Buat saya?"
Kak Ros yang jawab,"Iya Vi,buat kamu karena dah berhasil membantu dealnya
kontrak kerja antara Center Point dan Asian Group.Kinerja kamu bagus hari ini.Bisa mengambil hatinya Pak Irwan.Ya kan Pak Samuel?"
Samuel nampak ceria,"Benar itu!Jadi mulai besok kamu akan menjadi penanggung
jawab urusan delivery lunch ke Asian Group.Kamu akan dibantu oleh Fitri."
Fitri itu cowok lho...he...he..Nah dia akan jadi sopirnya sedang kamu akan menjadi penanggung jawabnya.Jadi hal yang utama adalah pastikan semua terkirim dengan
baik dan tepat waktu.Ini baru awal nanti kalau ini sukses maka Pak Irwan akan
perluas lagi hingga ke jajaran perusahaan2nya yang lain.Wah kita bakal untung
banyak itu.Bayangin aja dia punya karyawan itu ribuan.Omset kita bakal naik pesat.Dan yang paling penting adalah kamu yang handle kiriman makan siang buat BOD Asian Group.Tahu BOD kan?"
Evi menjawab,"Iya Bapak.Board of Director.Jajaran dewan direktur kan Pak?"
Samuel tersenyum,"Bener.Nah ini yang paling penting Vi.Jajaran direktur adalah orang2 kelas atas di sana.Apalagi Pak Irwan dia orang no 1 di Asian Group.Pastikan makan siang beliau sampai tepat waktu dan sesuai keinginan beliau.Jangan sampai ada kesalahan apalagi komplain.Kamu paham ya?"
Evi kaget juga dengarnya,"Jadi saya setiap hari akan pergi ke kantor Pak Irwan Pak?"
♣♣♣PERGI JAUH KELUAR KOTA LEWATI DESA2 pikiran segar hati jadi riang
duhai asyiknya....
Pak Samuel terkekeh,"Kenapa emangnya?Takut ya sama beliau?Beliau baik kok.
Bahkan terkenal sangat dermawan.Siapa tahu saja kamu dikasih tip gede nanti he..he.."
Evi malah berkata dalam hatinya,'Wah saya malah bukan tip lagi dikasihnya Pak.Ratusan juta.Ini saja saya sampai bingung gimana balasnya.Tapi dengan begini malah seneng ding,
aku ga perlu pusing mikirin makan siang Irwan.Soalnya dari perusahaan sendiri nyuruh aku ngurus makan siangnya.Hmmm...kok bisa pas ya?'
Kak Ros menambahi,"Tenang Vi ga tiap hari kok.Hari Sabtu dan Minggu libur mereka.Jadi hanya 5 hari kerja saja.Enak ya mereka kerja kayak bank saja.Cuma 5 hari.Kita disini libur aja giliran.Jadi saya akan ubah nanti jadwal libur kamu.Akan mengikuti libur di Asian Group.Kamu ga keberatan kan?"
Evi segera menggeleng,"Tentu tidak Kak Ros.Saya malah sangat senang diberi job ini.Terima kasih sudah mempercayakannya pada saya.Ini sebuah kehormatan bagi
saya."
Pak Samuel gembira mendengarnya,"Bagus!Anggap saja kamu jalan2 saat nganter
ke sana."
♣♣ JALAN2 DI AKHIR PEKAN LIHAT KE KIRI DAN KANAN pohon2 & burung2 semua menyambut riang....
Dengan hati lega Evi keluar dari office,ia menarik nafas lega,"Syukurlah bukan dapat SP malah dapat bonus he..he...Makasih Tuhan."
Sampai di bawah semua kepoin Evi.Evipun baru mau cerita eh Intan dah nyeletuk,"Dapat SP berapa Vi?"
Endah nyikut Intan,"Nanya yang bener dong!Sama temen kerja kok gitu sih?"
Fitri yang nampak habis kirim ke bandara juga nampak kepo,"Mb Evi kok di SP.
Kamu tuh Tan yang pantesnya di SP.Sering telat datangnya.Kerja juga seenaknya."
Reza yang nengahi,"Udah kalian malah ribut.Biarin Evi cerita dulu baru koment.
Ayo diem semua!"
Fitri dan Intan saling membuang muka,"Ugh!!"
Evi lalu cerita semuanya.Fitri seneng banget jadi partner kerja Evi,"Yess!Aku sekarang jadi rekannya mb Evi.Yess!"
Evi tersenyum mendengarnya,"Aku juga seneng jadi partnermu."
Intan yang kesal dengernya,'Kok bisa sih Evi yang kepilih buat job itu?Harusnya aku dong.Apalagi Evi bakal bisa ketemu terus sama Boss Asian Group itu.Beruntung banget sih dia.Bete deh!!'
Reza malah galau,'Wah bakalan ketemu terus dong sama Boss dari Asian Group itu?Jangan2 emang dia yang minta.Sebel deh!'
Endah saja yang nampak ikut bahagia dengan berita itu seperti Fitri,"Syukurlah Vi setidaknya bukan dapat marah.Malah dapat kepercayaan.Lega deh."
Evi juga lega,"Makasih ya Ndah.Udah merhatiin aku.Eh...ada customer tuh!Ayo kerja lagi!"
Merekapun bubar jalan,kembali ke pos masing2.Hanya Intan yang nampak melangkah ke lantai 2,'Aku mau protes!Masak Evi dapat insentif aku ga?Kak Ros lupa ya kalau aku ini ponakan dia.Jiwa corsanya mana???!!'
Saat Intan mau mengetuk pintu eh Pak Samuel pas mau keluar,"Ros,aku balik ke Center Point ya.Ingat semua perintahku harus dilaksanakan sesuai kemauanku.Oke?"
Rosalina menjawab,"Pasti Bapak.Saya akan terus pantau semua team saya.Mari saya antar Bapak."
Intan terpaksa nunggu kak Ros selesai nganter dulu.Hari semakin sore.
♣SENJA TIBA TANPA TERASA kini saatnya kita pulang....(Lantai 2 Resto )
Kak Ros sudah kembali ke ruangannya,"Ada apa Tan?"
Intan langsung main duduk saja padahal belum dipersilakan,"Ini kak.Soal job baru Evi.Kenapa Evi yang dipilih sih?Aku kan juga bisa.Cuma nganter gitu doang."
Kak Ros malah menyandarkan diri di kursinya,"Terus kamu iri gitu?Kenapa bukan kamu yang dipilih gitu?"
Intan dengan berani jawab,"Yang lain mungkin diam kak tapi aku tak bisa diam kak melihat ketidakadilan ini.Kita juga berhak dapat perlakuan yang sama dong.Jangan pilih kasih!"
Kak Ros ga tahan lagi,"Kamu bilang aku pilih kasih?Perlu kamu tahu ya Tan!Itu perintah langsung...directly...dari Bapak sendiri!Aku bahkan ga berani bantah.Bicara soal pilih kasih,kalau aku ga inget kamu ini ponakan aku dah dari dulu aku tendang kamu dari resto aku ini.Kamu itu ya rajanya telat tahu??Kerja juga sembrono,insiden minuman tadi siang itu aku tahu kamu sengaja nabrak Evi agar dia malu didepan banyak orang.Iya kan?"
Intan keder juga melihat Kak Ros marah,"Aku ...ga sengaja kak...sumpah..."
Kak Ros menggebrak meja,"Stop!!Aku ga mau denger lagi kamu protes atau kebanyakan komplain!Kalau kamu ga berubah aku beneran akan perlakukan kamu sama dengan karyawan lain.Ga akan lagi memandang hubungan keluarga diantara kita.Kamu denger itu??Sekarang kamu keluar dan balik kerja sana!!"
Wah Intan diusir.Hiii..serem...Intan segera cabut dan tergopoh2 turun ke lantai 1,'Wah malah aku bangunke macan tidur.Gawat!!'
Evi melihat jam,'Wah jam 5.Saatnya pulang.Aku dah ga sabar mau lihat Rizky.'
♧♧♧ PIKIRAN SEGAR HATI JADI RIANG duhai asyiknya....
Reza melihat Evi siap2 pulang,"Vi aku anter yuk.Aku ada jeda istirahat nih setengah
jam."
Evi menolak dengan halus,"Ga usah kak.Evi ga mau ngrepoti.Evi naik angkot aja."
Reza :"Memang masih ada jam segini?"
Evi mengambil tasnya,"Masih kak.Sampai jam 7 malam malah.Udah ya Evi pulang dulu.Kasihan Ibu sendirian nunggu Rizky."
Endah juga mau pulang.Reza melambaikan tangan pada mereka,'Kenapa ya aku
merasa Evi jadi beda sejak adiknya kecelakaan?Kayak menjauh gitu dari aku.Ada apa ya?'
♧♧PERGI JAUH KELUAR KOTA LEWATI DESA2 Pikiran segar hati jadi riang DUHAI ASYIKNYA....(Rumah Sakit )
Evi turun dari angkot lalu beli nasi bungkus buat Ibunya dan dirinya,
'Kasihan ibu pasti belum makan.Mana sendirian lagi.'
Namun kala sampai di ruangan yang biasa ditempati Rizky,Evi kaget lihat bed pasiennya kosong,'Lho kok kosong?Apakah...apakah...Rizky sudah...Tidak!Tak mungkin!'
Evi bertanya pada penunggu pasien di sebelah bed Rizky,"Ibu tahu pasien disini
dimana ya?"
Sang ibu menjawab,"Oh...dipindah tadi dik.Tanya saja sama perawat jaga."
Evi bergegas menemui perawat jaga,"Sus!Adik saya namanya Rizky dipindah kemana ya?"
Suster segera melihat komputernya,"Rizky ya?...Tadi ada pihak keluarga yang minta dipindahkan ke pavilyun VVip.Mb tahu area yang ada tamannya disana itu kan yang
dijaga itu?Nah itu pavilyun Vvip.Silakan mencari adik mb disana."
Evi berterima kasih,"Makasih ya Sus!"
Sambil melangkah cepat Evi berpikir,'Pihak keluarga minta pindah?Kok ibu ga kabari aku ya hal sepenting ini?Anehnya lagi pavilyun kan kawasan ellite.Masak ibu minta pindah ke situ?Ah jangan2 ada masalah lagi sama Rizky.Tuhan,moga adikku gpp.'
Evi sampai di pavilyun VVip,ia dilarang masuk oleh security,"Ga sembarang orang bisa masuk sini mb.Ini area khusus.Saya harus tanya dengan pihak keluarga pasien dulu.
Mana identitasnya?"
Evi segera menunjukkan KTPnya.Petugaspun menelpon ke pavilyun dimana Rizky ditempatkan.Rita Sugiarto menerima telponnya,"Iya Pak,itu anak saya."
Satpam lalu mengijinkan Evi masuk,"Silakan mb.Ini kartu visitornya.Pavilyun A ya mb.Lurus saja."
Evi mengambil kembali KTPnya lalu masuk ke dalam,'Ketatnya pengamanannya.
Kayak orang ellite saja.Dijaga ketat.'
Evi tingak tinguk nyari pavilyun A.
♧JALAN2 DI AKHIR PEKAN LIHAT KE KIRI DAN KE KANAN....(Pavilyun VVip)
Evi berjalan lurus,'Ya ampun ini bagus banget.Ada terasnya.Ada tamannya.
Udaranya sejuk.Kok bisa sih Rizky dipindah sini?Ibu mana ya?'
Lagi bingung tiba2 sebuah suara memanggil namanya,"Evi!!Sini!!"
Evi segera menoleh,"Ibuu!!"
♥♥♥POHON2 DAN BURUNG2 SEMUA MENYAMBUT RIANG...( Pavilyun A )
Evi segera mendekati ibunya,"Ibu!Evi cemas nyari ibu.Rizky gpp kan Bu?"
Rita Sugiarto segera mengajak masuk,"Ayo Ibu tunjukkin dimana Rizky.Ayo masuk!"
Evi terpana masuk ke dalam,"Wah ini bagus banget Bu.Ada kamarnya.Kayak di rumah.Nyaman."
Rita menunjukkan bed Rizky,"Ini Rizky.Rizky kakakmu nih datang.Panik dia nyari kamu."
Evi segera mendekati adiknya,"Rizky...kamu gpp kan?Syukurlah.Kakak takut banget."
Evi sampai nangis lihat Rizky nampak tenang di bednya,Lesti menawarkan kursi untuk Evi duduk,"Silakan duduk mb."
♥♥PERGI JAUH KELUAR KOTA LEWATI DESA2....
Evi heran melihat ada perawat,"Kamu siapa?"
Rita yang jawab,"Dia perawat pendamping Vi.Namanya Lesti.Dia akan jaga Rizky.Jadi Ibu punya temen ngobrol sekarang.Ga sendirian lagi."
♥PIKIRAN SEGAR HATI JADI RIANG...
Evipun berkenalan,"Saya kakaknya Rizky,panggil saja Evi."
Lesti juga menyalami Evi,"Saya Lesti."
Evi melihat Lesti telaten banget merawat Rizky,iapun mendekati ibunya.
Evi :"Ibu perawat pendamping kan mahal Bu?Mana area pavilyun lagi?VVIP lagi.
Aduh Ibu,kok minta pindah sini sih?Uang darimana coba?"
♥DUHAI ASYIKNYA...
Rita :"Bukan ibu yang minta pindah Evi.Ibu mana berani pindah ke tempat
sebagus ini.Kalau ibu mah minta pindah ke level yang lebih rendah lebih murah.Ini bukan kemauan ibu."
Evi heran,"Lalu siapa dong yang mindahin ke sini?"
Rita memandang putrinya.Apakah jawab Rita pada Evi?Bagaimana reaksi Evi mengetahuinya?***see you next eps***
Eps 14 CERBUNG X •••
DEBU-DEBU JALANAN
DEBU-DEBU JALANAN
••• DEBU-DEBU JALANAN••• CERBUNG X EPS 14
••• The Purpose of Blessing••• Tujuan Dari Berkat/Pemberian
••
••• ANAK JALANAN KUMBANG METROPOLITAN...Selalu ramai dalam kesepian...(Asian Group Meeting Room)
Para peserta rapat nampak berbisik2 menanti kedatangan Irwan.
Tria nampak dipanggil oleh Adi,"Tria,Pak Irwan dah ngabari belum?"
Tria menggeleng,"Belum Pak.Pasti saya akan lapor jika ada kabar dari beliau.Tumben ya Pak,Pak Irwan biasanya on time lho.Malah before time.Akhir2 ini beliau jadi lain."
Adi juga berpikir sama,'Benar juga kata Tria.Irwan jadi beda akhir2 ini.Lebih ceria,main rahasia,senyum2 sendiri.Suka telat lagi,ngelayap ga jelas.Aneh deh.'
Tiba2 pintu ruang meeting dibuka,Irwan masuk dan menyapa semuanya,"Sekali lagi saya minta maaf.Saya pasti akan bayar denda he..he.."
Semua terdiam dan hanya tersenyum menanggapi kelakar Irwan.Mana berani mereka sama CEO nya.Memang ada peraturan bahwa yang telat datang rapat bakal kena denda.
Ga tanggung2,Rp 100.000,00.Lha sekarang yang telat pimpinan tertingginya piye
coba?Rapatpun segera dimulai.Semua hp harus dioffkan.Itu sudah peraturan meeting.Ditempel malah biar semua tahu.Cuma Irwan yang boleh tetep nyala hpnya
soalnya dia berurusan dengan orang2 luar juga.Untuk itu ga ada yang bantah juga.
Namun sama Irwan disilent hpnya.Evaluasi tiap departemenpun dimulai.Satu persatu mulai presentasi perkembangan departemennya masing2.Wah kayake bakal lama nih.Irwan berharap bisa selesai sebelum jam 7 malam.Jam makan malamnya dia.Kalaupun tidak akan ia tunda lagi besok.Ia sudah kangen dengan masakan Evi.Adi terus memperhatikan sohibnya itu,'Ceria gitu Irwan.Kayak habis ketemu pacar aja.Ups...Irwan kan joker...jomblo
keren.He..he...Kasihan sobat aku nih...sendirian terus.Ibu di Malaysia ga akur lagi.Ayah dan adik sudah tiada.Pacar juga kagak punya masih trauma dia sama wanita.Hidup sendirian
dirumah nan segitu besarnya.Sunyi dan sendiri.Kasihan banget sih kamu Wan.Punya bodyguard juga buat temen pengusir sepi.Namun tetep aja ga sedekat keluarga sendiri.Bisa curhat,bisa kumpul bareng bisa share uneg2 dan having fun bersama.Melas...melas...kaya sih kaya...ganteng sih ga usah ditanya.Namun tetep aja kesepian.'
••• Anak jalanan korban kemunafikan SELALU KESEPIAN DI KERAMAIAN...(Rumah Sakit)
Evi menanti dengan penasaran nama yang akan disebut ibunya,dalang semua kepindahan adiknya ke ruangan pavilyun yang kini mereka tempati,"Siapa Ibu?Ayo katakan!"
Rita akhirnya menjawab,"Nak Irwan Vi."
Evi terpana walau sempat ia berpikir bahwa memang cuma Irwan yang bisa melakukannya,"Irwan???"
Evi terduduk di sofa,"Irwan tadi ke sini Bu?"
Rita mendekati putrinya,"Iya Vi.Nak Irwan tadi kemari.Bawa kue lagi.Ibu sampai kenyang makan kuenya.Tahu saja ya dia kalau ibu belum makan sejak tadi.Ibu ga tenang ninggal Rizky.Badan ibu juga kurang fit.Jadine makanpun ga selera."
Evi iba melihat ibunya,"Kasihan ibu.Oh iya Evi beli nasi tadi.Ibu makan ya?"
Rita menerimanya,"Kamu juga makan gih.Ada dua nih."
Evi menggeleng,"Buat Lesti saja Bu.Evi makan kue legitnya aja."
Rita memberikan nasi bungkus kepada Lesti,"Ayo Nak Lesti,makan sama Ibu.Sini."
Evi melihat2 kamar dan fasilitas didalam pavilyun,'Ya ampun Irwan kamu kok baik
banget sih?Rumahku aja ga sebagus ini.Betapa banyak uang yang sudah kaukeluarkan buat
kami Wan.Gimana kami membalasnya?'
Evi membiarkan ibunya makan dulu,ia malah bersiap mandi,'Ya ampun kamar mandinya aja didalam.Bagus lagi.Ga perlu repot antri.Kalau malam ga perlu takut juga ke kamar mandi.Lha ada yang jaga Rizky.Tuhan...kok masih ada ya orang sebaik Irwan di tengah kota metropolitan seperti Jakarta.'
Evi kian terharu kala melihat tempat tidur buat istirahat pihak keluarga pasien,'Irwan juga perhatian banget sama Ibu.Aku sudah berhari2 sedih mikir ibu tidur di lantai RS beralas tikar saja.Belum kena udara malam.Disini ada kasur yang nyaman,ada ranjangnya jadi ga dingin.Ada selimut pula.Hangat lagi karena didalam.Makasih ya Wan...ini benar2
menyentuh hati aku banget.'
Rita sudah selesai makan,dilihatnya Evi nampak termenung ditepi ranjang.
Rita mengusap kepala putrinya,"Maafkan ibu ya ga sempat ngabari.Ibu sendiri juga kaget tahu2 Nak Irwan nanya2 sama dokter soal pindah kamar.Badan ibu lagi ga enak tadi.Pikiran ibu sedih.Mau ngapa2 ga tenang.Kepikiran Rizky terus."
Evi bersandar di bahu ibunya,"Evi juga kepikiran ibu terus.Kasihan selalu sendirian kalau siang.Pasti capek banget ya ibu.Ibu sudah minum obat?Perlu Evi kerokin?"
Rita malah membelai lengan putrinya,"Sudah dikasih obat sama Nak Lesti.Dia perhatian banget kayak Nak Irwan gitu.Kita dikelilingi orang2 baik.Tuhan baik banget sama kita.Walau kita diberi cobaan tapi tetep Dia ga tinggalkan.Kamu harus berterima kasih sama Nak Irwan.Semua sudah dibayar lho sama dia.Kita ga usah mikir biaya katanya.Dia yang nanggung.Nak Irwan itu apa uangnya ga ada no serinya ya...kok ga habis2 ya uangnya?"
Evi tersenyum mendengar komentar ibunya,"Ibu bisa saja.Ibu benar,Evi akan telpon Irwan.Mau ngucapin terima kasih.Evi ke teras dulu ya Bu.Sinyalnya bagus kalau diluar."
Rita mengangguk.Evipun menghubungi Irwan.
••• Tiada tempat untuk mengadu TEMPAT MENCURAHKAN ISI KALBU...
Irwan sedang memperhatikan presentasi dari departemen treasury ketika hpnya bergetar,ia melihat nama yang tertera,'Evi??Wah marah ga ya dia aku pindahin adiknya tanpa ijin dia?Aku terima dulu ah.'
Irwan berdiri dari duduknya,semua memperhatikannya.Irwan lalu menuju ke ruangan sebelah untuk menerima telpon.Adi memberi kode pada bagian yang sedang presentasi,"Lanjutkan saja!"
••• CINTA KASIH DARI AYAH DAN IBU Hanyalah peri yang palsu...
Evi ragu sebenarnya mau menghubungi Irwan,'Kalau dia lagi meeting gimana?
Kalau malah ganggu gimana?Tapi kalau ga telpon aku ingin sekali mengucapkan
terima kasih.Aku tak bisa menahan hatiku ini.'
Evi meneguhkan hati,'Coba deh.Setidaknya aku punya itikad baik mau mengucapkan
terima kasih.Kalau ga diterima ya berarti dia sibuk.Aku akan ngucapin nanti aja pas dirumah dia.'
No Irwanpun ditekannya.Eh nyambung,"Hello?"
Evi terharu banget denger suara Irwan,"Wan...aku ga ganggu kan?"
Irwan tersenyum mendengar cara Evi manggil dia,"Ga Vi.Kok suara kamu agak parau gitu?Kamu kenapa?"
Evi malah makin berkaca2,"Aku...ga tahu harus ngomong gimana nih...aku mau bilang...makasih ya Wan...terima kasih banyak..."
Evi malah tersedu2 ditelpon.Irwan jadi panik,"Hey..hey...kok malah nangis sih?
Gini aja kamu matiin telpon kamu.Biar aku yang telpon balik.Ok?"
Evi menurut saja.Irwan beneran nelpon balik,"Evi?Hello?"
••• ANAK PERAWAN KEMBANG METROPOLITAN selalu resah dalam penantian....
Evi mengusap air matanya,"Ya Wan..."
Irwan lega mendengar suara gadis itu,"Kamu nangis kenapa?Rizky baik2 saja kan?
Ga ada masalah kan?"
Evi makin haru lagi mendengar perhatian Irwan pada adiknya,"Rizky baik.Sangat baik malah.Sekarang dia ada perawat pendamping jadi lebih intensif lagi penanganannya.Semua berkat kamu Wan.Aku bingung gimana membalas semua kebaikan kamu sama keluarga aku.Kamu nolong aku di jalan itu,kamu biayai semuanya,lalu kamu juga perhatian sama
ibu aku.Bahkan juga sama Rizky.Makasih ya Wan...makasih banget..."
Irwan lega Evi ga marah,"Syukur kalau Rizky gapapa.Kupikir ada apa2.Maaf ya aku ga ijin kamu dulu soal mindah adik kamu ke pavilyun.Habis aku ga tega lihat ibu kamu.Kasihan Bunda....he..he..aku minta ijin ya manggil ibu kamu dengan sebutan Bunda...habis aku kangen dengan kasih sayang seorang ibu....apalagi nama ibu kamu sama dengan nama adikku yang dah tiada..."
Evi kini yang mendengar nada suara Irwan yang agak parau saat nyebut soal ibu dan adiknya,"Gpp,aku malah senang kamu manggil ibu aku gitu.Anggap aja ibu aku
adalah ibu kamu juga.Aku turut berduka buat kehilanganmu Wan..."
Irwan melihat ke jam,"Sudah hampir jam 6 nih.Toto akan jemput kamu ya.Oh ya kalau kamu mau belanja ke supermarket bilang aja ya sama dia,aku bawain dia kartu kredit aku.
Kamu pegang nanti.Pakai itu buat belanja.Masak yang enak ya.Aku masih rapat nih.
Kita sambung lagi nanti ya?Salam buat ibu dan adikmu ya."
Evi mengerti betapa sibuknya Irwan,"Sekali lagi makasih ya Wan.Aku akan masak yang enak nanti buat kamu.Met rapat ya.Dah..."
Irwan senyum2 memandang hpnya,'Evi...sejak kamu hadir di hidup aku,aku merasa hidupku punya arti punya tujuan.Tidak hampa lagi.Itulah kenapa aku senang memperhatikan dan memberi banyak hal sama kamu atau pada keluargamu.Aku yang biasa sendirian tak punya siapa2 kini seperti punya keluarga baru.Ada orang2 yang bisa kuperhatikan.Ada orang2 yang bisa kuajak berbagi bahagia.Selama ini aku hanya
menghabiskan uang buat beli mobil.Entah sudah berapa mobil kukoleksi.Sampai ga hafal aku Habis aku bingung mau buat apa uangku.Ibu di Malaysia.Ayah sudah tiada.
Kerabat juga diluar negeri semua.Sibuk sendiri2.Tapi yang paling bikin aku bahagia adalah
kehadiranmu Vi.Caramu memperhatikan makananku itu sangat menyentuh hatiku.Aku seperti melihat Rita hidup lagi dalam dirimu.Aku merasa tidak kesepian lagi.'
Irwan memandang ke langit,gelap mulai menyelimuti kota Jakarta.Ia segera menghubungi Toto.
••• Anak perawan korban keadaan SELALU MENANTI DALAM KERESAHAN...
Toto segera menjawab,"Ya Boss?Ada perintah apa Boss?"
Irwan :"Aku mau kamu jemput Nona Evi di RS.Ia akan nunggu di tempat biasa.
Tapi kamu ke sini dulu yach.Aku mau titip sesuatu buat dia.Aku diruang rapat lantai 3.Masuk saja."
Toto menjawab,"Siap Boss!"
Irwan mengambil selembar kartu kredit dari dompetnya,ditaruhnya disaku bajunya.Ia lalu kembali ke ruang rapat.
••• TIADA RESTU UNTUK BERTEMU restu menjalin hidup bersatu....
Irwan kembali duduk di kursinya,semua kembali serius menyimak.Adi berbisik,
"Telpon dari siapa?"
Irwan cuma tersenyum bikin Adi makin kepo ria.Tiba2 pintu dibuka,semua langsung nengok deh.Toto masuk.Ia mendekati Irwan,"Boss..."
Irwan memberikan kartu kreditnya sambil berbisik,"Bilang no pinnya akan aku smskan.Oke?"
Toto manggut2,"Oke Boss.Saya permisi Boss."
Semua jadi ikut melihat dengan kepo,Toto lalu pergi.Irwan meminta departemen selanjutnya,"Bagian Human Capital silahkan!"
Irwan malah sms ke Evi soal kartu kredit dan pinnya.Adi kian yakin bahwa ada sesuatu dengan sohibnya itu.Sesuatu telah terjadi pada sohibnya itu.Kuch kuch Hota Hai.Weleh...
••• KASIH SAYANG DARI AYAH DAN BUNDA hanyalah adat semata...
Evi pamit sama ibunya,"Bu Evi mau ke rumah Irwan ya?Mau masak makan
malam buat dia."
Rita memang diberitahu semuanya oleh Evi,"Ya Vi.Masak yang enak ya buat Nak Irwan.Lakukan yang terbaik buat dia.Dia sudah baik banget sama kita.Sudah sepantasnya kita membalas kebaikannya.Ibu percaya kok kalau kamu bakal dijaga sama Nak Irwan.
Sudah sana jangan sampai Nak Irwan telat makan.Oh ya kamu ga makan?"
Evi malah mengambil beberapa potong kue legit,"Makan ini saja sudah bikin kenyang Bu.Enak banget ya Bu.Beda rasanya lebih wangi dan lembut."
Rita tersenyum,"Ya jelaslah itu mahal kuenya.Namanya juga kue dari orang kaya.Pasti bermerklah.Ibu juga kenyang tadi makan itu.Ibu nyaman banget pindah ke sini.
Hati ibu lebih tenang.Tolong sampaikan makasih Ibu ya sama Nak Irwan.Betapa beruntungnya wanita yang sudah melahirkan dia ya.Punya anak sebaik itu."
Evi mengambil tasnya,"Akan Evi sampaikan Bu.Evi berangkat dulu ya.Lihat Rizky dulu."
Usai pamitan sama adiknya yang masih belum sadar,Evi lalu pergi menuju depan RS.Hpnya bunyi,Irwan sms.
••• ANAK GEDONGAN LAMBANG METROPOLITAN menuntut hidup dalam
kedamaian....
Evi terpana membaca smsnya,isinya no pin kartu kredit dan pemberitahuan kalau
Toto otw ke RS.Evi membalasnya,'Buat apa kartu kredit segala?Aku masih ada uang kok.'
Irwan membalasnya,'Buat belanja.Seperlunya aja dulu.Nanti dirumah didata ya apa
aja yang harus dibeli.Pakai aja.'
Evi ga bisa bantah apalagi Toto juga sudah tiba.Ia menyerahkan sebuah amplop,"Ini Nona dari Boss.Pinnya katanya akan dismskan."
Evi menerimanya," Terima kasih.Panggil Evi saja mas Toto.Saya juga sama kayak mas kerja buat Boss...he..he.."
Toto mulai menjalankan mobil,"Ga berani Nona.Gini aja lebih aman."
Evi membuka amplopnya,"Omg!Gold lagi.Astaga.'
••• ANAK GEDONGAN KORBAN KESIBUKAN hidup gelisah dalam keramaian...(Supermarket )
Evi belanja seperlunya saja,ia mau memenuhi kulkas dengan buah2an sebab buah mengandung vitamin,mineral,serat serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Ia membeli apel,pisang,pir,anggur,melon dan kiwi.Ia juga membeli daging yang
lembut dan tanpa lemak.Ia mau masak daging panggang buat Irwan.Sebab cara pengolahan daging dengan dipanggang adalah yang paling baik untuk penderita
lambung sensitif.Semua dikerjakan dengan cepat oleh Evi,namun rupanya ada
seseorang yang melihat Evi belanja.Siapa hayo?
••• TIADA WAKTU UNTUK BERTEMU waktu berkasihan dan mengadu....
Evi tak menyadari ada sepasang mata yang merhatiin dia.Dilihat dari gaya pakaiannya yang seksi sudah bisa ditebak pasti Intan.
Intan heran,'Wah sempat amat Evi shopping centre saat adiknya opname.Wah beli buah banyak amat?Itu kan buah kiwi?Mahal itu.Anggur hijau juga.Wah katanya bingung uang buat biaya RS.Ini kok malah sempat shopping?Ikutin ah.Aku juga mau foto ah.Buat bukti ke Kak Reza gimana kelakuan pacarnya itu.'
Intan makin takjub kala Evi membayar pakai kartu kredit,'Astaga!Sejak kapan Evi punya kartu kredit?Wah...makin mencurigakan nih.Ikutin ah...'
Intan makin terperangah kala Evi naik ke sebuah mobil mewah,'Wow!!Ini bakal jadi hot news nih kalau sampai kak Reza tahu ternyata Evi juga jadi peliharaan om2 ha..ha...Foto dulu.'
Evi pergi dari supermarket tanpa menyadari bahwa Intan melihatnya.
••• Karena orang tua metropolitan HANYALAH BUDAK KESIBUKAN...
Sementara itu Irwan makin ga sabar pingin cepat pulang.Namun masih ada dua departemen lagi yang belum presentasi.Ia makin gelisah,"Tolong point2nya saja ya."
Adi melirik sohibnya,'Wah Irwan pingin cepet pulang nih kayaknya.Pasti sudah ada janji dia.Sejak tadi lihat hp melulu.Tumben nih Pak CEO...'
••• ANAK JALANAN METROPOLITAN...
Evi melihat belanjaannya,'Baru seumur2 nih belanja pakai kartu kredit.Beli buah2an berkelas pula.Aduh...naik mobil mewah pula...mimpi apa aku ini..'
Sampai di rumah Irwan Evi segera menuju dapur.Toto membantu membawakan belanjaan.Evi memakai apron mencuci tangan dan menata belanjaannya di kulkas
sekalian ngecek barang2 apa saja yang habis dan perlu disediakan,'Astaga...kayak
dirumah sendiri aja.Main periksa barang2 yang harus distock.Kucatat saja takut
lupa.'
••• ANAK JALANAN METROPOLITAN...
Evi lalu mulai memasak.Ia mau masak istimewa buat Irwan.Ia sudah cari di google tadi.Wah sampai kepoin internet buat Irwan.Cie...Wah kira2 Irwan bakal pulang on time ga ya?Lalu apa reaksi Reza kala Intan ngadu soal Evi?***Tunggu eps selanjutnya***
Eps 15 CERBUNG X ~♥~
DEBU-DEBU JALANAN
DEBU-DEBU JALANAN
X♥X DEBU-DEBU JALANAN ♥X♥ CERBUNG X EPS 15
X♥X Lovest Thou Me ?♥X♥ Apakah Kau Mencintaiku?
Reza asyik menikmati semangkuk mie ayam disebuah warung makan ditepi
jalan dekat Resto tempatnya bekerja.Dia memang longshift hari itu.Ada jeda setengah jam buat istirahat.Hari kian gelap.Reza menatap ke arah jalanan.Kangen ia dengan masa lalu.
Reza masih ingat dulu Evi pas awal masuk begitu lugu dan apa adanya.Waktu itu dia sebenarnya naksir Intan.Siapa sih yang tak suka lihat Intan yang aduhai dan cantik.
Namun makin ia kenal makin sadar ia bahwa Intan ga secantik penampilan luarnya.Ia kerap mergoki Intan diantar Om2.Gonta ganti malah.Aneh deh.
Hingga ia melihat Evi suatu malam,"Namamu Evi kan?"
Evi mengangguk,"Iya kak.Saya Evi.Masih training.Mohon dibimbing ya kak."
Awalnya sih biasa saja ia lihat Evi.Gadis itu pekerja keras dan mandiri.Ramah dalam melayani customer dan ga neko2.Penampilannya juga ga menor.Malah terkesan
plain.Sederhana banget.Sampai pernah dipanggil sama kal Ros suruh dandan,"Vi,kamu itu bagus dalam kerja tapi kak Ros lihat kamu simple banget dalam penampilan.Dandan dikitlah Vi.Rebonding,ke salon gitu.Make overlah.Biar fresh gitu penampilannya.Nih Kak Ros kasih kamu uang buat make over."
Evi ragu juga menerimanya,"Tapi kak..."
Kak Ros memaksa,"Sudah ambil saja.Ke salon ya.Rubah penampilan kamu.Biar modis dikit.Biar pengunjung seneng lihatnya.Kak Ros yakin kamu punya potensi kok jadi karyawan teladan.Oke?"
Evipun menurut.Sebenarnya dia memang ga pernah ke salon,buat makan saja
kembang kempis ke salon weleh.Bagi Evi yang penting biaya sekolah Rizky,biaya
hidup sehari2,biaya akomodasi kerja dan syukur bisa nabung buat kuliah Rizky.
Reza kian kagum dengan kepribadian Evi apalagi saat lihat Evi usai dimake over,
"Wow!Itu bener Evi?Cantik ya Ndah?"
Endah yang ditanya manggut2,"Wah aku sampai pangling lho."
♡÷♥DI JALAN INI KITA PUN BERTEMU...
Sejak Evi dimakeover,Reza kian mantap mau move on ke Evi.Mau melupakan
bayang2 Intan.Evi lepas training saatnya ia ikut jadwal reguler.Dimana ada shift pagi,siang dan malam.Tak mudah mendekati Evi,gadis itu tak tertarik dengan pacaran.Ia lebih fokus
kerja dan keluarga.Diajak nonton ga pernah mau,dia bilang,"Maaf ya kak.Evi masih bantu ibu dirumah."
Diajak jalan2 juga sama ga pernah mau,"Maaf ya kak.Evi ada urusan keluarga."
Wah Reza sampai kepoin rumah Evi lho buat cari informasi ngapain aja sih tuh cewek kayaknya sibuk terus.Ternyata Evi bantu ibunya jualan tempe.Bahkan bila resto butuh bahan baku tempe ngambil dari tempatnya Evi.Reza sampai heran,'Kapan kamu mikir diri kamu Vi?Semua demi ibu demi adik.Sesekali senang2 ngapa.'
Hingga suatu hari Evi masuk siang pulangnya malam.Reza melihat Evi nampak
bingung,'Gimana nih angkot dah ga ada.Rizky juga belum datang2.Aku dah setengah jam lebih berdiri disini.Pasti vespanya ngadat lagi deh.Aku sedih kalau pulang malam gini.
Ga ada angkutan umum lagi.Taxi mahal.Aduh gimana nih?'
Seorang pria mendekati Evi,"Mb ayo ikut saya aja.Sejak tadi berdiri terus disini.Mb kupu2 malam ya?"
Evi jelas kaget dan menjauhi pria itu namun pria itu malah ngeyel.Untung ada Reza
datang sebagai penyelamat,"Mas jangan ganggu pacar saya ya!!Mau kena bogem
mentah ya??!!"
Evi mendekati Reza,"Kak Reza!Tolong Evi kak!"
Pria genit itupun pergi dengan kesal.
♡<♥ MATA BERADU PANDANG HATI YANG BICARA....
Akhirnya Reza menawarkan diri mengantar Evi pulang.Evi segera menelpon
Rizky untung Rizky masih dibengkel,"Ky,kakak pulang sama teman kakak.Kamu ga usah jemput ya.Pulang aja."
Selama dibonceng Reza ,Evi ditawari terus biar dianter Reza aja.Namun Evi kekeh ga
mau ngrepotin,"Makasih kak.Ga usah.Ada Rizky kok adik aku.Lagian shift siang
kan cuma seminggu.Kalau shift pagi dan malam Evi bisa pulang sendiri.Makasih
sekali lagi atas tawarannya."
♡>♥ SEPANJANG JALAN INI SAKSI KITA BERDUA....(Masih di warung mie ayam)
Reza menyeruput es tehnya,'Evi andai saja kamu tahu perjuanganku buat dapetin kamu.Apakah kamu bakal benci aku kalau kamu tahu aku memainkan jadwal kerjamu.Sebagai spv tugas aku emang nyusun jadwal shift crew.Namun aku tahu
kamu kesulitan pulang malam maka aku pikir kamu bakal butuh aku jika aku
masukin kamu di shift siang terus.Aku bilang aja jam segitu paling rame
customernya.Beres deh kak Ros ga akan protes.'
Awalnya memang Evi heran kenapa shiftnya dia sering banget dapat siang.
Kalau siang dia pulangnya malam.Susah pulangnya.Dengan sedih Evi mendekati Reza,"Kak kenapa shift Evi banyak banget siangnya.Bukannya harusnya digilir ya?Kok cuma Evi yang lain jamnya?"
Reza menjawab,"Kak Ros dah acc kok Vi.Katanya kalau siang paling rame.Kamu paling bagus ditempatkan disitu.Gitu Vi!Tenang saja Vi kan ada aku.Aku akan anterin kamu pulang kok.Kamu ga usah pusing.Oke?"
Evi jadi makin ga enak,"Tapi kak.Evi ga suka ngrepotin.Ya udah kak.Pasti nanti ada jalan buat Evi pulang.Maaf ya kak dah protes."
Reza tersenyum,"Gpp Vi.Santai aja.Aku terima kok semua saran dan masukan dari team aku."
Evi nampak sedih,'Aku sedih kalau masuk siang.Kenapa angkutan umum ga 24 jam ya.Kasihan kan yang ga bisa naik motor kayak aku.Masak aku kost?Aduh keluar uang lagi.Kalau nebeng ya cuma kak Reza yang searah.Masak ngrepotin terus sih.Aku ga enak hati.Sedih banget kalau dapat shift siang.Mana vespanya suka mogok lagi.Tapi cuma vespa butut itu yang kami punya.'
Begitulah akhirnya Evi ga bisa nolak Reza terus.Ia pulang sama Reza seringnya.
Bukannya Reza ga baik tapi Evi ga mau mikir pacaran ia mau fokus nyekolahin Rizky syukur2 bisa ke jenjang kuliah.Namun kebersamaan mereka jadi heboh dikerjaan.Reza juga diem saja bila banyak yang bilang mereka pacaran.Evi berkali2 bilang bahwa mereka cuma teman biasa.Hingga Reza memohon padanya dengan wajah yang membuat Evi ga tega,
"Ayolah Vi.Kasih kesempatan buat aku deket sama kamu.Kalau kamu merasa kita memang ga jodoh aku ikhlas kok Vi kalau kamu mutusin aku.Tapi please kasih aku kesempatan ya jadi pacar kamu.Biar kamu ga diganggu lagi sama gosip2 temen2.Ya Vi?Ayolah baru pacaran belum nikah kok.Pacaran kan belum tentu nikah Vi.Ya Vi ya?"
Evi ga tega menolak terus,"Tapi Evi hanya anggap kakak sebagai senior Evi ga lebih.
Kasihan kakak dong.Evi ga mau bohongi kakak."
Reza meraih jemari Evi,"Beri aku kesempatan buat bikin kamu jatuh hati sama aku Vi.Kamu mau ya?Pacaran ini buat kita makin dekat lagi ke depan.Kamu pasti akan jatuh hati sama
aku Vi.Aku yakin."
Evi merenung,'Gimana nih?Kak Reza lihat apa sih dari aku sampai kekeh ngajak pacaran terus?Aku ga enak hati nih dah dianter pulang terus.Aku bingung.Jujur aku anggap dia hanya sebagai kakak.Aku belum kepikiran soal cinta.Apa itu cinta?Aku bahkan berpikir cinta itu hanya milik mereka yang punya uang berlebih.Pikiran aku dah habis mikir ibu dan adik aku.Ga sempat mikir cinta.Kayak gimana juga rasanya jatuh cinta.Heran deh.'
♡{♥ DI MALAM INI AKU LEWAT DISINI....
Ditepi jalan disuatu malam,akhirnya Evi menerima Reza sebagai pacarnya,
"Baiklah kak.Evi akan kasih kesempatan kakak buat deket sama Evi.Tapi Evi mau jujur sama kakak kalau Evi bener2 ga tahu apa itu cinta.Evi belum pernah alami yang namanya jatuh cinta seperti dalam film2.Evi mohon kakak sabar ya sama Evi?"
Wah Reza seneng banget dan langsung meluk Evi dengan bahagianya,"Makasih ya Vi.Akhirnya kamu mau membuka hatimu buat aku.Aku ga akan maksa kamu kok Vi.
Kita jalani aja dulu semuanya.Pasti kalau emang jodoh ga akan kemana Vi.Meski kita merencanakan sebaik apapun kalau memang ga jodoh ya pasti ga bakal langgeng
kok Vi.Aku percaya kamu itu jodoh aku.Aku akan buktikan kepadamu bahwa aku
laki2 yang terbaik buat kamu."
♡[♥ TERBAYANG LAGI KENANGAN MANISMU....
Evi hanya diam dipeluk Reza dan segera melepasnya,"Banyak orang kak.Malu diliatin.Evi masuk ke dalam dulu ya.Hati2 di jalan."
Reza nampak senang dengan perhatian Evi,"Wah diperhatiin nih sama yayank aku.He..he..
aku pulang dulu.Salam buat ibu dan Rizky ya!"
Evi melambaikan tangan lalu masuk ke dalam rumah,'Aku tak tahu apakah keputusanku ini benar atau tidak ya?Aku bingung.Andai saja jam kerjaku sama kayak yang lain mungkin aku ga perlu merasa seperti ini.Inikah cinta?Kenapa aku merasa ga bahagia ya?Kata orang cinta itu berjuta rasanya.Namun kok aku malah merasakan beban yang luar biasa ya?Semoga aku ga menyakiti siapapun dengan keputusan ini.'
♡~♥JALAN KAKI BERDUA SAMBIL KAU UCAP KATA...(Kantor Asian Group)
Irwan sudah selesai meeting.Hampir jam 7.Nampak Adi dan Irwan berjalan menuju depan.Irwan nampak riang sekali,"Di,malam ini cerah ya?"
Adi heran,"Langit gelap gini gimana tahu cerah Wan?Kamu nih makin lama kok makin aneh ya.Makin puitis kayaknya."
Irwan malah menelpon Toto,"Toto,kamu dimana?"
Toto jawab,"Dirumah Boss.Sudah selesai Boss meetingnya?Saya jemput Boss?"
Irwan menolak,"Ga usah Toto.Kamu jagain rumah aja.Aku bisa pakai mobil lain.Atau nebeng Adi juga bisa he..he.."
Adi melirik sohibnya,"CEO nebeng?Yang bener aja Wan.Tuh mobil kamu seabrek.Ga dikerjaan,ga di rumah.Mau pakai merk apa aja juga ada.Oh ya Wan ada berita bagus lagi lho.Tender kita yang di Hongkong berjalan mulus.Kita untung banyak.Berapa ya?Hampir 1 Triliun.Gila Wan.Kamu mau beli mobil lagi pasti ya?"
Irwan malah merenung,'Baru aja aku keluar uang buat pemindahan Rizky ke pavilyun VVip eh dah diganti lagi sama Tuhan lipat kali ganda.Aneh ya?Apa ini hukum memberi ya?
Pantas Google,Face Book dan Whats Ap jadi sukses karena mereka pakai prinsip memberi dalam bisnisnya.Kemarin Face book membeli WA dengan harga 19 milyar US $.
Wah gimana dengan nilai jual Google ya?'
Adi menepuk pundak Irwan,"Hey!!Wah malah pergi melanglang buana.Jadi nebeng aku nggak?"
Irwan tertawa,"Aku cuma bercanda Di.Kamu pulang aja.Nikmati malam ini.Aku juga mau pulang.Laper nih."
Sebuah mobil mewah mendekat,Irwan masuk ke dalamnya.
Irwan duduk di tengah,"Dah ya Di.Aku duluan.Sampai ketemu besok."
Adi melambaikan tangan,'Irwan..Irwan...harusnya kamu itu nikah aja Wan.Biar ada yang merhatiin.Pulang ada yang nyambut.Capek ada yang mijitin.Bahagia ada yang diajak berbagi.Sedih ada yang jadi tempat curhat.Melas tenan sohibku ini.Tajir sih ga usah ditanya.Segalanya punya kecuali cinta.'
♥`♡ MANIS KINI TINGGAL CERITA...
Irwan menelpon Toto,"Non Evi lagi ngapain To?"
Toto mengirim foto Evi yang lagi masak dengan cerianya,"Nih Boss lihat sendiri."
Irwan tersenyum melihatnya,'Persis kayak Rita.Rambut digelung gitu.Nampak anggun bak Nyonya rumah saja.'
Irwan menanyai lagi,"Tadi shopping ga To?"
Toto jawab,"Shopping Boss.Non Evi itu calon Nyonya Boss ya?Cocok deh Boss.Saya setuju.Pas sama Boss.Perhatian banget sama Boss.Secepatnya dilamar Boss."
Irwan kaget,"Hush!Kamu nih.Non Evi itu belum tentu mau sama saya.Lagian kayaknya dah punya kekasih dia."
Toto malah menyemangati,"Wah Boss jangan pesimis dong!Maju terus!Kayak dalam bisnis Boss.Selama belum ada hitam diatas putih hajar terus Boss!Ups maaf ya Boss malah ngajari Boss.Jangan marah ya Boss?"
Irwan terkekeh,"Ga lah Toto.Makasih atas dukungannya.Saya ga mau maksa biar ngalir aja.Ah saya sudah sampai nih.Jangan bilang Non Evi ya aku dah datang.Aku mau kasih surprise he..he.."
Toto manggut2,"Beres Boss!"
♡\♥BENCI BENCI BENCI AKU BENCI PADAMU...
Sementara itu Evi nampak sudah selesai masak,ia sibuk menata di meja semua
menu yang ia buat.Ia bayangkan Irwan tengah menikmati makanan dengan lahapnya,'Aku harap dia suka.Aku sudah masak sepenuh hati.Tuhan,aku ingin melihat dia dihadapanku sekarang.Kenapa dia belum pulang ya?'
Evi ga menyadari kalau orang yang ia tunggu sudah berdiri di belakangnya,"Ehem...!!Melamunkan aku ya?"
Evi kaget banget,ia sampai deg2an.Ia segera berbalik dan memukul dada Irwan,"Iih..ngagetin tahu!!Aku benci dikagetin!"
Irwan menangkap tangan Evi yang memukuli dadanya,mereka berpandangan.
Irwan memandang pada gadis dihadapannya,"Maaf bikin kaget ya?"
Evi jadi tersipu,"Maaf aku lupa kalau kamu Boss aku main pukul saja.Maaf ya."
Irwan malah tersenyum,"Gpp.Ga sakit kok.Oh ya masak apa malam ini?"
Evi memandang tangannya yang masih dipegang Irwan,Irwan jadi sadar kalau sejak tadi ia ga melepaskan tangan Evi.Dengan kikuk dilepaskannya tangan gadis itu.Evi juga jadi merona,'Kenapa kayak banyak kupu2 diperutku ya?Apa aku laper ya?'
♥_♡ RINDU RINDU RINDU BILA INGAT MEMORI....
Evi mengambil tas dan jas Irwan,"Sekarang cuci tangan dulu ya?"
Irwan menurut,"Baik Nyonya."
Irwan lalu duduk,Evi menerangkan makanan yang ia buat,"Ini daging panggang.
Steak tapi lembut kok.Juga sayurannya sudah kupilih yang bagus buat kamu.
Ada wortel,ada brokoli ada kentang.Semua itu memiliki kadar antioksidan yang tinggi serta sangat aman dikonsumsi karena tidak akan menaikkan kadar asam lambung.
Juga permintaan kamu juice melon."
Irwan tersenyum melihat juice melon,"Kamu masak berapa porsi?Kurang nih segini.Ambil satu porsi lagi dong."
Evi segera mengambil satu porsi lagi,"Kamu laper banget ya.Ini aku buat banyak kok.Siapa tahu malam2 kamu laper."
Irwan berdiri dan menarik satu kursi lagi,"Ayo kamu duduk dong.Aku ga mau makan kalau kamu ga temeni aku makan."
Evi melepas apronnya,"Ihhh...permintaannya aneh2 deh.."
Irwan tersenyum lalu duduk kembali,"Atau perlu insiden lagi biar kamu mau
nemeni aku makan?"
Evi tersipu seraya memandang juice melon yang sedang dipegang Irwan,'Dasar Irwan...bikin aku deg2an aja kalau melihat aku seperti itu.'
Irwan pura2 ga ngerti gimana cara makannya,"Gimana makannya nih?"
Evi segera memotongkan kecil2 daging panggangnya,"Nah gini.Lembut kok dagingnya.Cobain deh."
Irwan tersenyum kala Evi menyuapinya,"Lagi dong!Kentangnya mau dong."
Evi jadi merona melihat Irwan malah memegang tangannya,"Bilang saja minta disuapi."
Irwan malah gantian nyuapi Evi,"Biar adil aku suapi kamu juga.Nih dicoba masakan kamu sendiri.Gimana enakkan?"
Evi tersipu,"Aku bisa makan sendiri Wan.."
Irwan ngeyel.Begitulah malam itu mereka malah suap2an.
♥|♡ Benci2 benci aku benci padamu RINDU2 RINDU AKU INGIN BERTEMU...
Sedang asyik makan berdua,hp Irwan bunyi.Irwan melihat no yang ga ia kenal,"Siapa yach?"
Sebuah suara menjawab,"Selamat malam Wan.Masih ingat aku?"
Irwan tercekat,"Kamu?Untuk apa kamu hubungi aku lagi?Kita sudah tak ada hubungan lagi.Maaf aku sibuk."
Irwan mematikan hpnya.Dinon aktif malah.Evi heran melihat wajah Irwan nampak mengeras,dipegangnya tangan pria itu.
Evi :"Kamu gpp?Ada masalah ya?Kamu ga boleh banyak pikiran.Ga boleh depresi.
Itu bisa memicu asam lambung.Kalau kamu mau aku mau jadi tempat curhat kok."
Irwan menatap tangan Evi yang memegang tangannya,"Cuma masa lalu aku kok Vi.
Ga penting lagi kok.Ga usah dipikirin.Oh ya gimana kabar Rizky?Kalian lebih nyaman kan tinggal di pavilyun?"
Evi tersenyum haru pada perhatian Irwan,"Makasih ya Wan.Kamu dah baik banget sama keluarga aku.Kayaknya bakal seumur hidup deh kontrak kerjaku sama kamu.He..he.."
♡《♥KAPAN2KAH KITA BERSATU LAGI....
Shiha mencoba menghubungi no hp Irwan lagi,'Kok ga aktif sih?Kayaknya dia masih marah deh sama aku.Bagus deh berarti dia masih belum melupakan aku.Aku akan meraih hatinya lagi.Aku akan temui dia secepatnya.Pertama2 aku akan mendapatkan maaf dia dulu. Baru aku akan meraih hatinya secara perlahan.Aku yakin belum ada wanita yang bisa mengganti posisi aku di hati Irwan.Aku yakin.'
♡》♥DI JALAN INI AKU TETAP MENANTI...
Evi menyampaikan ucapan terima kasih dari ibunya,"Ibu bilang makasih Wan sama kamu.Ibu seneng banget dan merasa nyaman pindah ke pavilyun."
Irwan melihat buah pear,"Bilang sama Bunda he..he..jangan bilang terima kasih terus.Aku jadi ga enak.Lagian Tuhan sudah ganti kok.Lebih gede lagi nilainya."
Evi mengambil pisau,"Kamu mau pear,aku kupasin ya?"
Irwan memegang tangan Evi,"Tapi jangan sampai putus ya ngupasinnya."
Evi heran,"Kenapa?"
Irwan cuma senyum,"Pokoknya jangan sampai putus aja ngupasnya.Kamu bisa ga?"
Evi menurut dan pelan2 ia mengupas dan ga putus kulitnya,"Nih ga putus kan?Ada apa sih?Kepo deh."
Irwan malah tersenyum,"Kata orang kalau kamu ngupas buah pear buat seseorang yang kamu sayang maka bila nggak putus ngupasnya maka kamu bakal hidup bersama dia selamanya.Bakal langgeng ke depannya."
Evi tersipu,'Aku baru tahu soal itu.Benarkah aku akan hidup dengan orang yang kusayang?
Aku mengupas ini buat Irwan apakah dia nanti yang akan hidup bersama denganku?'
Wah siapakah yang akan hidup bersama Evi kelak?***see you next eps***
Eps 16 CERBUNG X |♡|
DEBU - DEBU JALANAN
DEBU - DEBU JALANAN
|♡| DEBU - DEBU JALANAN |♡| CERBUNG X EPS 16
|♡| Let Me Freely |♡| Biarkan Aku Bebas
|♡| JALANmu Bukan JALANku...
|♡| TAK BISAKAH KAU LIHAT DIRIKU...(Resto Rosalina)
Reza sedang memeriksa sound sistem kala hpnya bunyi.Ia heran melihat nama
yang tertera,'Intan?Tumben dia hubungi aku?Ada apa ya?'
Reza mengangkatnya,"Ya?Ada apa Tan?" Intan seneng banget Reza mau angkat telponnya dia,"Kak Reza,aku sebenarnya ga enak mau ngomong ini tapi tadi aku ketemu Evi di supermarket kak."
Reza heran,"Terus?Emang kenapa kalau Evi ke Supermarket?Ga boleh?!" Intan manyun,"Bukan gitu.Ga masalah sih dia mau belanja atau mau jalan2.
Hanya saja dia kok sempat ya kak belanja segitu banyak apalagi bayarnya pakai
kartu kredit lho kak." Reza mencibir,"Ah ngarang kamu.Kamu cuma mau bikin aku ribut kan sama Evi?
Ga usah bikin gosip deh." Intan sebel juga Reza ga percaya,"Aku ga ngarang.Beneran!Nih kukirim ya foto2nya.
Kakak lihat aja sendiri.Bentar aku send deh fotonya.Ada Evi pakai kartu kredit terus Evi itu naik mobil mewah kak.Mencurigakan bukan?Nih aku send!"
|+| TAK CUKUPKAH BAHASA TUBUHKU katakan padamu.... Reza menerima kiriman gambarnya,ada foto Evi lagi mendorong kereta belanjaan penuh dengan buah2an.Terus ada foto saat Evi di kasir bayar pakai kartu kredit.Terus ada juga foto Evi naik ke mobil mewah bernomor polisi B 1251 DA.Reza mengernyitkan dahi melihatnya,'Evi kok sempat shopping ya?Katanya mau fokus adiknya.Ga mau jalan2 dulu.Lha ini malah sempat shopping centre.Aneh juga ya kok Evi bisa punya kartu kredit ya?Apa dia disuruh bossnya yang katanya dapat job baru itu ya?Tapi masak dipegangi kartu kredit sih?Hanya mereka yang deket aja yang mau nyerahin kartu kreditnya ke orang lain.Minim ada hubungan keluarga atau pernikahan.Aku jadi ga ngerti deh.Apa aku telpon aja ya.Evi dimana sekarang.Bener ga dia di RS atau lagi kerja sambilan barunya.'
|×| BAHWA KU T'LAH BOSAN...(Rumah Irwan)
Evi sedang mencuci peralatan makan yang kotor saat hpnya bunyi.Irwan sedang mandi di kamarnya di lantai atas.Evi segera mengelap tangannya yang basah,'Kak Reza?
Ada apa ya?' Evi menerimanya,"Hello." Reza lega Evi menjawab,"Ini aku Vi.Kangen nih.Kamu di RS ya?"
Evi memandang rumah Irwan nan megah,"Ga Kak.Evi lagi kerja di majikan Evi yang baru.Yang pernah Evi ceritain itu." Reza bertanya,"Mana sih Vi alamatnya?Aku jemput ya?Malam lho ini.Kamu pulange gimana?"
Evi melihat Irwan sudah selesai mandi,ganteng banget pakai kemeja santai.
Jantung Evi dag dig dug melihatnya,"Eh..Evi diantar kok pulangnya.Majikan Evi baik banget kok orangnya." Irwan mengambil buah apel di meja,'Evi bicara sama siapa ya?Apa pria jangkung di resto tadi siang ya?'
Evi salting juga ada Irwan di dekatnya,"Kak udah dulu ya?Evi harus beres2 nih biar bisa cepet pulang.Maaf Evi tutup telponnya ya kak.Majikan Evi datang."
Reza belum jawab eh dah dioff sama Evi,'Yeah...Evi kok dioff sih?Aku kan masih belum selesai ngomong.'
|♡| TAK BISAKAH KAU BACA HATIKU...
Evi mematikan hpnya,Irwan mendekatinya.
Irwan :"Dari RS?" Evi menggeleng,"Bukan.Dari teman kerja kok."
Irwan malah meledeknya,"Teman apa kekasih?" Evi malah nampak gundah,"Bagaimana ya?Saya sendiri bingung dengan hubungan kami."
Irwan nampak kecewa mendengarnya,'Benar kan dia dah punya kekasih.' Irwan duduk sambil menikmati apel,"Kok bisa gitu?' |♥| BAHWA DIRIKU TAK MENGINGINKANMU LAGI....
Evi menyiapkan beberapa buah untuk Irwan sambil cerita soal Reza.Bagaimana awal mula mereka bisa sampai jadian.Irwan mendengarkan dengan seksama,"Jadi pria jangkung itu ya yang jadi kekasihmu?"
Evi mengangguk sendu,'Irwan kok biasa aja ya tahu aku dah punya pacar?Kok malah aku yang jadi sedih sih?'
Irwan manggut2,"Kau beruntung sekali.Setidaknya ia tidak meninggalkanmu
seperti yang pernah kualami." Evi melihat kesedihan di mata Irwan,"Apakah yang nelpon tadi ya orangnya?" Irwan mengangguk,"Ya namanya Shiha.Dia seorang pelukis." |÷| DIRIKU KINI TAK MENGINGINKANMU LAGI.... Gantian Irwan yang cerita soal Shiha yang meninggalkannya disaat resepsi pernikahan.Gadis itu memilih kabur dengan pria lain.Meninggalkan rasa malu dan penghinaan di diri Irwan. Evi meraih jemari Irwan,"Jangan sedih ya?Kumohon..." Irwan tersenyum haru,"Itu masih bukan apa2 Vi dibanding kehilanganku akan meninggalnya adikku,Rita."
|=| KATAKAN PADAMU bahwa ku tak tahan...
Irwan mulai berkaca2 matanya kala menceritakan bagaimana Rita memilih bunuh diri,pergi dengan cara yang tragis.
Evi ikut berkaca2 dan meraih Irwan dalam pelukannya,"Jangan disimpan tangisnya...Bahuku ini boleh kaupinjam."
Irwan tak sanggup lagi menahan kepedihan hatinya,ia menangis dipelukan Evi.
Irwan,"Kenapa ia memilih cara itu untuk pergi?....Kenapa?....Apa ia tak memikirkanku?...."
Evi hanya bisa mengelus punggung CEO muda itu dan menangis bersamanya,
'Kenapa aku jadi sedih banget ya?Hatiku ikut sakit dan berdarah2 melihat ia sedih begini.Tak kusangka dibalik segala kemewahan hidup yang ia miliki,tersimpan hati
yang begitu terluka dan kesepian.Kasihan sekali.'
Irwan memeluk erat Evi,'Untuk pertama kalinya sejak Rita meninggal,aku merasa tidak sendirian lagi.Aku tak tahu perasaan apa ini tapi aku merasa nyaman berada dipelukan Evi.'
Irwan lebih tenang sekarang,"Maaf sudah membuat bajumu basah ya?"
Evi tersenyum dan memberikan tissue pada Irwan,"Gpp.Aku baru tahu ternyata hatimu sangat terluka.Kau bisa curhat apa saja kok sama aku.Aku akan dengarkan.Yang penting jangan dipendam ya.Nanti kamu sakit."
Irwan tersenyum,"Terima kasih ya.Beruntung ya pria yang mendapatkanmu.Kau sangat baik dan pengertian.Oh ya sudah malam kau masih kerja besok.Aku akan antar kau pulang.Aku ambil jaket dulu ya."
Irwan sudah melangkah pergi kala Evi hendak mencegahnya.
Tak lama kemudian Irwan kembali,"Sudah siap?" Evi menunjuk ke arah meja makan,"Aku sudah siapkan buah2an jika kau lapar malam2.Makanlah pisang itu sangat baik karena pisang memiliki kemampuan untuk
menyeimbangkan kadar keasaman dalam lambung.Pisang juga mengenyangkan.
Besok pagi aku akan masak lagi untukmu." Irwan mendengarkan bak pasien,"Baik Bu Dokter."
Evi tersenyum mendengarnya,"Semua demi kebaikan kamu.Agar kamu sehat."
Irwan senang Evi perhatian padanya,'Jika sama aku yang bukan siapa2 saja ia perhatian gimana sama pacarnya ya?Wah pria jangkung itu benar2 beruntung ya.Walau Evi sudah ada yang punya tapi aku akan tetap baik sama dia.Yang penting dia bahagia.Ga masalah sama siapa.Aku ga mau memaksa seseorang.Tidak!Aku takkan melakukan itu pada siapapun.Apalagi pada Evi!'
|<| KINI KU TAK MAMPU LAGI tuk ikuti caramu....
Toto melihat Irwan berjalan menuju mobil mendekatinya,"Boss,biar saya saja yang
nyetir." Irwan menggeleng,"Ga To.Aku mau nyetir malam ini.Kamu ikuti aja dari belakang."
Toto menurut dan segera memakai mobil lain untuk mengikuti mobil Irwan. Evi memandang ke arah Irwan,"Biar Mas Toto saja yang antar,kamu istirahat saja.
Kamu pasti capek." Irwan malah mendekati Evi,Evi deg2an karena Irwan makin mendekat,'Ya ampun
dia mau apa ya kok wajahnya didekatkan padaku?' Irwan tersenyum,"Seat beltnya belum kamu pakai Vi." Evi jadi malu karena mengira Irwan mau menciumnya,'Astaga...aku pikir dia mau
apa...ya ampun aku makin berdebar2 nih.Kok begini ya kalau dekat Irwan.Aneh deh.' |>| HANYA MEMBUATKU SAKIT HATI kini ku tak mau lagi....
Sepanjang jalan Evi mencuri pandang ke arah pria di sebelahnya yang asyik menyetir,'Dia sudah lebih tenang dan damai wajahnya.Aku lega.Aku tak suka melihat
dia bersedih.Aku tak mau ia sedih.' Irwan melewati jalan yang menjadi tempat pertemuannya dengan Evi,'Aku takkan melupakan jalanan ini.Disinilah aku bertemu Evi pertama kali.'
|{| JALANMU BUKAN JALANKU dan kau t'lah memilih.... Evi juga melihat ke arah jalanan yang diperhatikan Irwan,'Jalan ini mempertemukanku dengan seorang pria berhati emas.Seorang pria yang mengambilku dari jalan nista.Mungkin jika ia tidak lewat sini malam itu mungkin sekarang aku sudah jadi wanita tuna susila.Menjajakan diri dipinggir jalan demi sebuah harapan hidup bagi Rizky.Kini adikku mendapat perawatan terbaik.Ibuku juga dalam keadaan yang baik.Aku tak perlu cemas.Apalagi ada perawat pendamping sebaik Lesti.Ibu punya teman dalam
menunggui Rizky.Wan,kamu itu manusia apa malaikat sih?'
|}|KAU T'LAH MEMILIH....
Sampailah mereka di RS.Irwan turun dari mobil.Evi mencegahnya masuk ke dalam,"Sampai sini saja Wan.Kau besok juga harus kerja.Kasihan."
Irwan kekeh,"Nanggung Vi.Dah sampai sini masak ga masuk.Aku tadi ninggalin Rizky terburu2 karena ditunggu rapat.Aku ga tenang sebelum lihat Rizky baik2 saja.Ga lama kok cuma bentar.Boleh ya?"
Evi malah tersenyum melihat mimik melas Irwan,"Wajahnya jangan gitu ah.Culun banget tahu."
Irwan lalu meraih tangan Evi,"Kalau gitu ayo masuk!" Evi malah terpana melihat tangannya digandeng Irwan,'Tangannya hangat.Hatiku berdebar2 seperti banyak bunga dimana2.Kenapa aku ini ya?'
|[| TAK MUDAH BAGIKU UNTUK meninggalkan dirimu...( Pavilyun VVip )
Rita Sugiarto nampak tengah bercakap2 dengan Lesti,"Nak Lesti berapa
bersaudara?" Lesti menjawab,"Tiga bersaudara Bu.Saya yang paling besar.Adik saya masih kecil2."
Rita iba melihat Lesti,"Wah kamu kayak putri Ibu.Dia juga pekerja keras kayak nak Lesti."
Pembicaraan mereka terhenti kala Evi datang,"Ibu!!Lihat siapa yang datang?" Rita nampak sumringah,"Nak Irwaaan!!" Wah bagai menyambut menantu saja,Irwan langsung dipeluk sama Bunda Rita,
"Makasih ya Nak.Udah mindahin Rizky ke sini.Ibu jadi bisa istirahat dan ga pikiran.
Bahkan nganter Evi pulang juga." Irwan jadi pekewuh,"Sudah Bunda.Sudah menjadi kewajiban kita saling membantu.
Rizky baik kan Bunda?" Rita mengajak Irwan menemui Rizky,"Rizky!Ini penolong kamu.Nak Irwan.Dia baik banget sama keluarga kita.Cepat sadar ya,biar kamu bisa berterima kasih sama Nak Irwan."
|€|TAPI KU TAK TAHAN LAGI denganmu oh denganmu...
Evi tak sanggup menahan air matanya melihat Irwan mengusap lengan Rizky,
'Kenapa denganku ya?Aku merasa Irwan kayak bagian dari keluarga saja.Sebaiknya aku ke teras saja.'
Evi keluar menuju teras,Irwan heran dan malah jadi cemas,"Permisi ya Bunda." Bunda Rita tahu Irwan mau menyusul Evi,"Ya Nak Irwan." Irwanpun mengikuti Evi. Evi nampak mengusap air matanya kala Irwan mendekatinya,"Kamu gpp Vi?" Evi malah berkaca2 lagi,"Makasih ya Wan.Sudah ada bersamaku lewati masa sulit ini.Ini sangat berarti buat aku."
Irwan mengusap air mata dipipi gadis itu,"Hey...kamu boleh pinjam bahuku juga kok.Gratis." Evi memandang haru pada pria itu,iapun menghambur ke pelukan Irwan.Air matanya membasahi kemeja Irwan.Gantian nih.
Rita Sugiarto diam2 memperhatikan mereka,'Baru kali ini aku lihat Evi nampak tenang sekali bersama seseorang.Ibu tahu Vi kamu mencintai Nak Irwan kan?Kamu ga bisa bohongi Ibumu ini.Kamu mencintai dia putriku.'
Evi menangis dalam pelukan Irwan disaksikan bintang2 di langit.
Irwan membelai punggung gadis itu,"Rizky akan segera pulih.Aku akan bersamamu melewati semuanya.Kau tak perlu resah soal biaya atau apapun juga.Ada aku disini Vi.Aku akan membantumu."
Evi merasakan kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kala Irwan memeluknya,
ia hanya mengangguk2 sembari memeluk erat pria itu,'Makasih ya Wan.Aku merasa tidak sendirian lagi menghadapi masa2 berat ini.Makasih Irwan...terima kasih juga Tuhan.'
Wah benarkah Evi mulai jatuh hati sama Irwan?***see you next eps***
yang tertera,'Intan?Tumben dia hubungi aku?Ada apa ya?'
Reza mengangkatnya,"Ya?Ada apa Tan?" Intan seneng banget Reza mau angkat telponnya dia,"Kak Reza,aku sebenarnya ga enak mau ngomong ini tapi tadi aku ketemu Evi di supermarket kak."
Reza heran,"Terus?Emang kenapa kalau Evi ke Supermarket?Ga boleh?!" Intan manyun,"Bukan gitu.Ga masalah sih dia mau belanja atau mau jalan2.
Hanya saja dia kok sempat ya kak belanja segitu banyak apalagi bayarnya pakai
kartu kredit lho kak." Reza mencibir,"Ah ngarang kamu.Kamu cuma mau bikin aku ribut kan sama Evi?
Ga usah bikin gosip deh." Intan sebel juga Reza ga percaya,"Aku ga ngarang.Beneran!Nih kukirim ya foto2nya.
Kakak lihat aja sendiri.Bentar aku send deh fotonya.Ada Evi pakai kartu kredit terus Evi itu naik mobil mewah kak.Mencurigakan bukan?Nih aku send!"
|+| TAK CUKUPKAH BAHASA TUBUHKU katakan padamu.... Reza menerima kiriman gambarnya,ada foto Evi lagi mendorong kereta belanjaan penuh dengan buah2an.Terus ada foto saat Evi di kasir bayar pakai kartu kredit.Terus ada juga foto Evi naik ke mobil mewah bernomor polisi B 1251 DA.Reza mengernyitkan dahi melihatnya,'Evi kok sempat shopping ya?Katanya mau fokus adiknya.Ga mau jalan2 dulu.Lha ini malah sempat shopping centre.Aneh juga ya kok Evi bisa punya kartu kredit ya?Apa dia disuruh bossnya yang katanya dapat job baru itu ya?Tapi masak dipegangi kartu kredit sih?Hanya mereka yang deket aja yang mau nyerahin kartu kreditnya ke orang lain.Minim ada hubungan keluarga atau pernikahan.Aku jadi ga ngerti deh.Apa aku telpon aja ya.Evi dimana sekarang.Bener ga dia di RS atau lagi kerja sambilan barunya.'
|×| BAHWA KU T'LAH BOSAN...(Rumah Irwan)
Ada apa ya?' Evi menerimanya,"Hello." Reza lega Evi menjawab,"Ini aku Vi.Kangen nih.Kamu di RS ya?"
Evi memandang rumah Irwan nan megah,"Ga Kak.Evi lagi kerja di majikan Evi yang baru.Yang pernah Evi ceritain itu." Reza bertanya,"Mana sih Vi alamatnya?Aku jemput ya?Malam lho ini.Kamu pulange gimana?"
Evi melihat Irwan sudah selesai mandi,ganteng banget pakai kemeja santai.
Jantung Evi dag dig dug melihatnya,"Eh..Evi diantar kok pulangnya.Majikan Evi baik banget kok orangnya." Irwan mengambil buah apel di meja,'Evi bicara sama siapa ya?Apa pria jangkung di resto tadi siang ya?'
Evi salting juga ada Irwan di dekatnya,"Kak udah dulu ya?Evi harus beres2 nih biar bisa cepet pulang.Maaf Evi tutup telponnya ya kak.Majikan Evi datang."
Reza belum jawab eh dah dioff sama Evi,'Yeah...Evi kok dioff sih?Aku kan masih belum selesai ngomong.'
Irwan :"Dari RS?" Evi menggeleng,"Bukan.Dari teman kerja kok."
Irwan malah meledeknya,"Teman apa kekasih?" Evi malah nampak gundah,"Bagaimana ya?Saya sendiri bingung dengan hubungan kami."
Irwan nampak kecewa mendengarnya,'Benar kan dia dah punya kekasih.' Irwan duduk sambil menikmati apel,"Kok bisa gitu?' |♥| BAHWA DIRIKU TAK MENGINGINKANMU LAGI....
Evi mengangguk sendu,'Irwan kok biasa aja ya tahu aku dah punya pacar?Kok malah aku yang jadi sedih sih?'
Irwan manggut2,"Kau beruntung sekali.Setidaknya ia tidak meninggalkanmu
seperti yang pernah kualami." Evi melihat kesedihan di mata Irwan,"Apakah yang nelpon tadi ya orangnya?" Irwan mengangguk,"Ya namanya Shiha.Dia seorang pelukis." |÷| DIRIKU KINI TAK MENGINGINKANMU LAGI.... Gantian Irwan yang cerita soal Shiha yang meninggalkannya disaat resepsi pernikahan.Gadis itu memilih kabur dengan pria lain.Meninggalkan rasa malu dan penghinaan di diri Irwan. Evi meraih jemari Irwan,"Jangan sedih ya?Kumohon..." Irwan tersenyum haru,"Itu masih bukan apa2 Vi dibanding kehilanganku akan meninggalnya adikku,Rita."
Evi hanya bisa mengelus punggung CEO muda itu dan menangis bersamanya,
'Kenapa aku jadi sedih banget ya?Hatiku ikut sakit dan berdarah2 melihat ia sedih begini.Tak kusangka dibalik segala kemewahan hidup yang ia miliki,tersimpan hati
yang begitu terluka dan kesepian.Kasihan sekali.'
Irwan lebih tenang sekarang,"Maaf sudah membuat bajumu basah ya?"
Evi tersenyum dan memberikan tissue pada Irwan,"Gpp.Aku baru tahu ternyata hatimu sangat terluka.Kau bisa curhat apa saja kok sama aku.Aku akan dengarkan.Yang penting jangan dipendam ya.Nanti kamu sakit."
Irwan tersenyum,"Terima kasih ya.Beruntung ya pria yang mendapatkanmu.Kau sangat baik dan pengertian.Oh ya sudah malam kau masih kerja besok.Aku akan antar kau pulang.Aku ambil jaket dulu ya."
Irwan sudah melangkah pergi kala Evi hendak mencegahnya.
Tak lama kemudian Irwan kembali,"Sudah siap?" Evi menunjuk ke arah meja makan,"Aku sudah siapkan buah2an jika kau lapar malam2.Makanlah pisang itu sangat baik karena pisang memiliki kemampuan untuk
Besok pagi aku akan masak lagi untukmu." Irwan mendengarkan bak pasien,"Baik Bu Dokter."
Evi tersenyum mendengarnya,"Semua demi kebaikan kamu.Agar kamu sehat."
Irwan senang Evi perhatian padanya,'Jika sama aku yang bukan siapa2 saja ia perhatian gimana sama pacarnya ya?Wah pria jangkung itu benar2 beruntung ya.Walau Evi sudah ada yang punya tapi aku akan tetap baik sama dia.Yang penting dia bahagia.Ga masalah sama siapa.Aku ga mau memaksa seseorang.Tidak!Aku takkan melakukan itu pada siapapun.Apalagi pada Evi!'
nyetir." Irwan menggeleng,"Ga To.Aku mau nyetir malam ini.Kamu ikuti aja dari belakang."
Toto menurut dan segera memakai mobil lain untuk mengikuti mobil Irwan. Evi memandang ke arah Irwan,"Biar Mas Toto saja yang antar,kamu istirahat saja.
Kamu pasti capek." Irwan malah mendekati Evi,Evi deg2an karena Irwan makin mendekat,'Ya ampun
dia mau apa ya kok wajahnya didekatkan padaku?' Irwan tersenyum,"Seat beltnya belum kamu pakai Vi." Evi jadi malu karena mengira Irwan mau menciumnya,'Astaga...aku pikir dia mau
apa...ya ampun aku makin berdebar2 nih.Kok begini ya kalau dekat Irwan.Aneh deh.' |>| HANYA MEMBUATKU SAKIT HATI kini ku tak mau lagi....
dia bersedih.Aku tak mau ia sedih.' Irwan melewati jalan yang menjadi tempat pertemuannya dengan Evi,'Aku takkan melupakan jalanan ini.Disinilah aku bertemu Evi pertama kali.'
|{| JALANMU BUKAN JALANKU dan kau t'lah memilih.... Evi juga melihat ke arah jalanan yang diperhatikan Irwan,'Jalan ini mempertemukanku dengan seorang pria berhati emas.Seorang pria yang mengambilku dari jalan nista.Mungkin jika ia tidak lewat sini malam itu mungkin sekarang aku sudah jadi wanita tuna susila.Menjajakan diri dipinggir jalan demi sebuah harapan hidup bagi Rizky.Kini adikku mendapat perawatan terbaik.Ibuku juga dalam keadaan yang baik.Aku tak perlu cemas.Apalagi ada perawat pendamping sebaik Lesti.Ibu punya teman dalam
menunggui Rizky.Wan,kamu itu manusia apa malaikat sih?'
Irwan kekeh,"Nanggung Vi.Dah sampai sini masak ga masuk.Aku tadi ninggalin Rizky terburu2 karena ditunggu rapat.Aku ga tenang sebelum lihat Rizky baik2 saja.Ga lama kok cuma bentar.Boleh ya?"
Evi malah tersenyum melihat mimik melas Irwan,"Wajahnya jangan gitu ah.Culun banget tahu."
Irwan lalu meraih tangan Evi,"Kalau gitu ayo masuk!" Evi malah terpana melihat tangannya digandeng Irwan,'Tangannya hangat.Hatiku berdebar2 seperti banyak bunga dimana2.Kenapa aku ini ya?'
bersaudara?" Lesti menjawab,"Tiga bersaudara Bu.Saya yang paling besar.Adik saya masih kecil2."
Rita iba melihat Lesti,"Wah kamu kayak putri Ibu.Dia juga pekerja keras kayak nak Lesti."
Pembicaraan mereka terhenti kala Evi datang,"Ibu!!Lihat siapa yang datang?" Rita nampak sumringah,"Nak Irwaaan!!" Wah bagai menyambut menantu saja,Irwan langsung dipeluk sama Bunda Rita,
"Makasih ya Nak.Udah mindahin Rizky ke sini.Ibu jadi bisa istirahat dan ga pikiran.
Bahkan nganter Evi pulang juga." Irwan jadi pekewuh,"Sudah Bunda.Sudah menjadi kewajiban kita saling membantu.
Rizky baik kan Bunda?" Rita mengajak Irwan menemui Rizky,"Rizky!Ini penolong kamu.Nak Irwan.Dia baik banget sama keluarga kita.Cepat sadar ya,biar kamu bisa berterima kasih sama Nak Irwan."
|€|TAPI KU TAK TAHAN LAGI denganmu oh denganmu...
Evi tak sanggup menahan air matanya melihat Irwan mengusap lengan Rizky,
'Kenapa denganku ya?Aku merasa Irwan kayak bagian dari keluarga saja.Sebaiknya aku ke teras saja.'
Evi keluar menuju teras,Irwan heran dan malah jadi cemas,"Permisi ya Bunda." Bunda Rita tahu Irwan mau menyusul Evi,"Ya Nak Irwan." Irwanpun mengikuti Evi. Evi nampak mengusap air matanya kala Irwan mendekatinya,"Kamu gpp Vi?" Evi malah berkaca2 lagi,"Makasih ya Wan.Sudah ada bersamaku lewati masa sulit ini.Ini sangat berarti buat aku."
Irwan mengusap air mata dipipi gadis itu,"Hey...kamu boleh pinjam bahuku juga kok.Gratis." Evi memandang haru pada pria itu,iapun menghambur ke pelukan Irwan.Air matanya membasahi kemeja Irwan.Gantian nih.
Evi menangis dalam pelukan Irwan disaksikan bintang2 di langit.
Irwan membelai punggung gadis itu,"Rizky akan segera pulih.Aku akan bersamamu melewati semuanya.Kau tak perlu resah soal biaya atau apapun juga.Ada aku disini Vi.Aku akan membantumu."
Evi merasakan kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kala Irwan memeluknya,
ia hanya mengangguk2 sembari memeluk erat pria itu,'Makasih ya Wan.Aku merasa tidak sendirian lagi menghadapi masa2 berat ini.Makasih Irwan...terima kasih juga Tuhan.'
Wah benarkah Evi mulai jatuh hati sama Irwan?***see you next eps***
Eps 17 CERBUNG X °♧°
DEBU-DEBU JALANAN
DEBU-DEBU JALANAN
°♧° DEBU-DEBU JALANAN♧°♧ CERBUNG X EPS 17
°♧° The Top of It♧°♧ Yang Paling Atas Dari Itu
Irwan malah baru bangun saat Evi sudah masak.Masih pakai piyama tidur,Irwan masuk ke dapur.Evi terpana melihatnya,'Ya ampun ganteng banget pakai piyama hitam gitu.
Hatiku makin ga karuan nih kalau dia di dekat aku.Bikin grogi deh.'
Beneran grogi deh Evi sampai jatuhin sendok,Irwan yang ambil minum sampai heran,"Sorry!Aku bikin kaget lagi ya?"
Evi segera mengambil sendoknya tapi kedahuluan deh sama Irwan,mereka malah
pegangan tangan jadinya.Piye tah...
Evi salting dan tersipu karena bisa mencium bau tubuh Irwan,'Mmh...harumnya khas banget.Musk banget.Omg!!Evi sadar Vi!!Kamu tuh dah punya cowok!!'
Irwan juga sama,'Ya ampun nih cewek makin hari kok makin cantik ya?Walau ga make up sekalipun aku ga bosen tuh lihat dia.Apalagi kalau pakai apron gini aduh...serasa dah jadi nyonya rumah aja dia.Wah ngimpi nih aku...bangun Wan!Wake up!Dia dah ada yang punya tahu!!'
Irwan segera memberikan sendoknya,"Maaf.Ini sendoknya.Sarapanku hari ini apa?"
Evi segera mencuci sendoknya,"Aku bikin bubur kacang hijau.Aku lihat di internet makanan ini bisa mengobati masalah lambung.Kacang hijau mampu membentuk lapisan2 di dalam lambung yang berguna untuk mencegah naiknya asam lambung juga berkabohidrat tinggi.
Jadi akan banyak memberi tenaga buat kamu yang super sibuk."
Irwan senang Evi begitu memperhatikannya,"Alangkah beruntungnya pria yang dapat kamu kelak Vi.Kamu perhatian banget orangnya.Ya udah aku mandi dulu yach.Bau acem nih.Ntar kamu pingsan lagi kalau deket aku.He..he.."
Evi melihat Irwan naik ke kamarnya di lantai atas,'Belum mandi aja bikin aku mau
pingsan Wan...apalagi kalau udah mandi ya?Astaga!Mikir apa sih aku ini?Vi fokus masak!Ntar gosong lho!'
Begitulah pagi hari Evi bersama Irwan.Usai masak ia segera pamit buat kerja.
Tapi Irwan malah ngajak dia bareng aja,"Aku anter Vi.Lagian masih pagi juga.Oh ya Bunda sudah sehat lagi kan?"
Evi memandang Irwan penuh haru,'Perhatian banget sih dia?Jadi baper deh...'
Irwan yang asyik makan bubur jadi tersenyum lihat Evi malah diem aja,"Wah...kayaknya ada yang dikangenin nih di kerjaan.Pantes ngebet banget mau kerja.Ai...ai.."
•♧• KUDUDUK BERTAHAN SENDIRI DI SINI...
Evi jadi buyar lamunannya mendengar perkataan Irwan,"Eh..apa?Ibuku ya ibu sudah segar lagi.Lebih nyaman istirahatnya.Pikiran ibu juga lebih tenang.Makasih ya Wan atas semua kebaikanmu."
Irwan meraih jemari Evi,"Berhenti bilang makasih bisa ga?Aku tuh cuma bantu dikit.Yang Tuhan kasih ke aku tuh jauh lebih gede Vi nominalnya daripada yang kukasih ke kamu.Ok?"
Evi malah menatap sendu,"Wan,aku tulus bilang makasihnya.Tulus dari hati aku.Bukan basa basi."
Irwan langsung pasang muka culun deh,"Sudah deh bilangin kamu.Gini aja kalau mau bilang makasih kamu diem terus kamu senyum yang manis aja ke aku.Gimana?"
Evi malah jadi tersipu,"Ah mana ada model bilang makasih kayak begitu?"
Irwan malah mempraktekkannya,"Gini nih caranya.Lihat ya!"
Irwan menatap Evi lekat2 terus senyum yang manis sampai dekik deh pipinya.
Evi malah jadi makin salting deh,"Masak harus gitu sih?"
Irwan tertawa,"Hayo kamu kok merona gitu pipinya?Kamu jatuh hati ya sama aku ya?"
Evi makdeg mendengarnya,'Benarkah aku jatuh hati sama Irwan?Astaga!Beginikah rasanya jatuh cinta?Aduh aku makin berdebar2 nih...'
Irwan melepas jemari Evi,"Ga Vi!Aku cuma bercanda.Aku tahu kamu ga akan mempermainkan perasaan orang.Kamu itu tipe wanita serius soal hubungan.Ga suka main2 apalagi pura2.Udah jam hampir setengah 8 nih ayo aku antar kamu kerja!"
Evi melihat jam,"Oh iya.Kamu ga kepagian Wan berangkat jam segini?Biasanya kan Boss2 berangkatnya siang."
Irwan memakai jasnya,"Gpp.Aku banyak kerjaan juga di kantor.Banyak file yang belum sempat kulihat kemarin.Lha aku malah jalan2 kemarin he..he.."
Evi tersenyum lalu membawakan tas Irwan,"Biar aku bawakan tasnya."
Irwan lalu melangkah ke luar menuju halaman depan.Toto sudah siap di sana.
Irwan naik dulu karena Evi turun lebih dulu nanti.Tanpa dikodepun Toto tahu bahwa tujuan pertama adalah Resto Rosalina.
♧•♧ HIDUP ADALAH SEBUAH PERJALANAN...(otw Resto )
Tak banyak bicara Evi dan Irwan di dalam mobil soale Irwan sibuk bahas bisnis sama kolega2nya.Mendekati Resto baru Irwan nanya,"Vi,ntar siang kamu antar makan siang aku kan ke kantorku?Biar dijemput Toto ya?"
Evi menggeleng,"Ga usah Wan.Aku akan diantar sama bagian delivery.Aku naik mobil box aja.Lagian ntar kalau kamu butuh mobil gimana?"
Irwan mesem,"Mobil aku tuh banyak Vi.Beberapa kutaruh di kerjaan.Ya udah kalau ga mau dijemput.Tapi kalau butuh apa2 telpon ya.Aku pasti bantu kamu.Kita kan friend.He...he.."
Evi malah jadi ikut mesem juga,'Aku nyaman banget kalau sama Irwan.Padahal dia seorang bisnisman sukses tapi aku ga merasa ada jarak di antara kami.Aku merasa nyaman aja panggil dia dengan namanya.Padahal aku ke kak Reza aja ga gitu lho.Aneh deh.'
○♧○ SELALU BANYAK RINTANGAN YANG KUHADAPI....
Saat Evi turun dari mobil Irwan,saat itulah Reza lewat dan melihatnya.
Walau dia ga lihat Irwan di dalam mobil tapi ia lihat Evi turun dari mobil yang sangat bagus.Ia malah sibuk merhatiin plat mobilnya.Sama kayak yang difoto kemarin.
Reza melihat Evi nampak ceria keluar dari mobil malah sambil menahan wajah
merona gitu,'Evi sampai gitu wajahnya?Kalau jalan sama aku perasaan ga pernah deh mukanya sampai gitu cerianya.Siapa sih yang ada di mobil itu?Jadi kepo tingkat dewa deh.Sayang mobilnya pakai kaca riben.Ga ketok.Aku akan sapa Evi ah.'
♧○♧ PERJALANAN INI BAGAIKAN RODA YANG BERPUTAR....
Evi melambaikan tangan pada Irwan yang kemudian menuju ke kantor Asian Group.Irwan tersenyum melihat Evi,'Seperti nganter isteri saja deh.Ah lagi2 ngimpi di pagi hari nih ....Wan,jangan ngrebut pacar orang!Ingat kamu dulu pernah alami apa!
Ga enakkan punya pacar diambil orang.Malah pas upacara pernikahan pula.Aduh!Jangan jadi orang jahat Wan.'
Irwan memejamkan matanya dan berkata dalam hatinya,'Iya juga ya.Rasa sakit karena ditinggalkan Shiha masih belum hilang.Rasa malu saat itu benar2 menjatuhkan wibawaku.Kini aku terkenal sangat dingin di kantor.Semua karena peristiwa itu.'
♧○♧ SUKA DAN DUKA TERUS KUJALANI....(Resto Rosalina)
Evi kaget saat Reza menyapanya di depan resto,"Pagi Vi.Kamu ceria banget deh.
Padahal kerja double ya.Ga capai ya.Naik apa Vi ke sini?"
Evi menjawab,"Diantar majikan aku kak.Sekalian dia mau kerja juga."
Reza manggut2,"Baik banget ya majikan kamu tuh.Kerja apa sih dia?"
Evi bingung juga jawabnya,"Ga begitu ngerti juga sih Kak.Tapi kayaknya banyak usahanya.Macam2.Kaya banget sih kak.Rumahnya bagus banget."
Reza mengikuti Evi masuk ke dalam resto,"Kapan2 biar aku yang antar kamu ke rumah majikan kamu ya?Aku ingin tahu sebagus apa rumahnya.Lagian aku takut kamu kenapa2.
Aku kan ga mau yayank aku kenapa2."
●♧● KUBERJALAN UNTUK HIDUP SELALU BERSABAR...
Evi memandang Reza,"Orangnya baik kok kak.Ga usah khawatir.Dia ga akan macam2 sama Evi.Evi percaya sama dia."
Reza ga suka denger Evi nyebut majikannya kayak akrab banget gitu,"Katanya baru kenal kok sudah percaya gitu sih Vi?Sekarang tuh ya banyak penjahat pakai kedok Vi.Apalagi gadis lugu kayak kamu wah sasaran empuk tuh!"
Evi malah merenung,'Masak sih Irwan jahat?Ga!Aku yakin kok Irwan baik orangnya.
Hati kecilku bilang gitu.'
Pembicaraan mereka terhenti karena kak Ros datang,"Za,ke kantor aku ya!"
Reza segera menjawab,"Ya Kak!"
Evi mengangguk saat Reza pamit,"Aku ke atas dulu ya Vi.Nanti siang kita ngobrol lagi."
♧●♧ KINI KUMENGERTI ARTI HIDUP INI...(Kantor Kak Ros)
Kak Ros memberitahu Reza soal job baru Evi,"Za,mulai sekarang Evi akan masuk dayshift terus.Aku sendiri yang akan handle jadwal shift dia.Tanggung jawab Evi juga ke aku langsung.Bukan ke kamu.Ini perintah langsung dari Bapak.Bukan karena ga beres kerja tapi Bapak ingin memastikan bahwa ga ada masalah dengan Asian Group.Semua laporan pekerjaan Evi langsung masuk ke aku.Semua job desc dia aku sendiri yang akan tentukan.
Sebagai gantinya kamu akan kuberi karyawan baru nanti.Sementara maksimalkan
dulu team yang ada.Ada pertanyaan?"
Reza malah melamun,'Dulu aku ngatur jadwal shift Evi sampai aku bisa jadi pacar dia.Sekarang kak Ros sendiri yang langsung atur jam kerja Evi.Apakah ini tanda ya kalau hubungan aku sama Evi ga akan lama?'
Kak Ros mengernyitkan dahinya,"Za...hey kamu pagi2 dah ga conected gini.Ada masalah ya?"
Reza tersenyum galau,"Ga kok Kak.Ya udah Reza permisi ya Kak?"
Kak Ros mempersilahkan,'Aneh deh.Kayaknya lagi banyak pikiran tuh anak.'
□♧□ KUTERUS TERSENYUM MELAWAN KEGAGALAN...(Rumah Shiha)
Shiha nampak berdandan begitu cantiknya didepan cermin,"Ma,sudah oke belum
penampilan aku?"
Sang Mama mendekat,"Kamu cantik banget sayang.Mau kemana pagi2 gini?"
Shiha malah tersenyum,"Mau ketemu Irwan Ma.Shiha mau ke kantor dia.Mau kasih kejutan.Mau minta maaf sih sebenarnya.Kira2 Irwan bakal mau maafin Shiha ga ya Ma?"
Sang Mama membelai kepala putrinya,"Meminta maaf itu memang tidak mudah.
Bahkan terkadang butuh waktu untuk itu.Tapi meminta maaf itu tindakan yang mulia.Kamu harus tulus saat minta maaf supaya cepat dimaafkan.Wajar bila Nak Irwan masih marah dan belum memaafkan.Kamu juga yang salah.Tapi Mama dukung kamu ngejar Nak Irwan lagi.Mama tahu Nak Irwan itu pria baik.Dia pantas jadi menantu Mama.Mama setuju itu!Setuju banget!"
Shiha senang dan kian mantap mau meraih hati Irwan lagi,"Mama memang benar,
Shiha menyesal dulu sudah menyia2kan Irwan.Shiha akan meraih hati Irwan lagi.
Lagian dia masih jomblo,itu sudah menunjukkan kalau dia masih belum melupakan
Shiha."
♧□♧ HIDUP DI BUMI SEBUAH PERJUANGAN....(Asian Group Head Office )
Irwan datang pagi2 bikin kaget para karyawan,"Wah Boss pagi2 dah coming nih.Ayo kerja!Kerja!"
Semua segera ke divisi masing2.Langsung serius kerja.Adi malah datangnya agak siang biasa nyarap dulu.Tria menyambutnya dengan senyum manis,"Pak Adi tumben kalah
cepet datangnya sama Pak Irwan?He..he.."
Adi heran,"Irwan sudah datang?Tumben bingitz..."
Tria malah senyum2,"Iya Pak.Tuh di ruangan beliau.Bapak mau dibuatkan kopi?"
Adi mengangguk,"Boleh, pakai creamer ya!Taruh aja di meja aku.Aku mau ke ruangan Irwan dulu."
■♧■ KU AKAN PELAJARI DARI KEGAGALAN....( Kantor CEO )
Irwan nampak sibuk melihat dokumen2 saat Adi masuk,"Wah tumben nih sohib aku
dah datang pagi2?"
Irwan memandang sobatnya itu,"Kamu tuh yang tumben datang siang."
Adi memandang sobatnya itu,"Wan,kata Mama aku Mami kamu bakal balik ke
Indonesia lho."
Irwan menghentikan aktivitasnya,"Apa?"
Adi duduk di kursi,"Kamu ga ditelpon ya?Mungkin Mami kamu takut kalau kamu
malah kabur ke luar negeri tahu dia kembali.Ayolah Wan maafin Mamimu.
Kasihan beliau."
Irwan malah berdiri dan menatap ke arah lain,"Maaf....Mami minta maaf?Bukan gaya Mamiku kayak gitu.Mami itu keras orangnya.Aku ga yakin Mami kembali ke Indonesia
buat minta maaf.Sungguh ga yakin...."
Adi diam tak berani ia komentar lagi.Takut merusak mood kerja Irwan pagi2.
Bisa2 malah ga doyan makan nanti sohibnya itu.Wah bisa gawat!
◇♧◇ HINGGA AKU LUPA KATA PUTUS ASA...(Menjelang siang)
Evi sudah siapkan makan siang buat Irwan juga buat jajaran di kantor Asian Group.
Fitri membantunya memuat barang ke mobil box,"Sudah mb Evi biar aku saja yang angkat.Mb Evi urus yang buat BOD aja.Pastiin lagi soale jika ada masalah ntar gawat urusannya."
Evi mengalah dan memeriksa kembali makan siang buat jajaran high class Asian
Group,'Aku belum pernah ke kantor Irwan.Kalau ke gedungnya pernah tapi ruangan
kerja dia ihhh...pasti sangat bagus ya.Gimana masuknya juga ya?Pasti antri deh.
Kan ga gampang ketemu CEO.Harus buat janji dulu jauh2 hari.Mending aku berangkat agak lebih risik biar Irwan ga telat makan siangnya.Oke deh semua sudah siap.Otw Kantor Asian Group!'
Wah bakal ketemu Shiha kah Evi disana?Gimana reaksi Irwan melihat Shiha?
***see you next eps***
Eps 18 CERBUNG X ↑☆↑★↑ DEBU-DEBU JALANAN
↑☆↑ DEBU-DEBU JALANAN↑★↑ CERBUNG X EPS 18
↑☆↑ He Tarry Till I Come↑★↑ Ia Menunda Sampai Aku Datang
↑☆↑ Selamat JALAN....
↓☆↓ TERLALU LAMA KAU TERKENANG HANCURKAN DIRI yang jauh tenggelam....
(Kantor CEO Asian Group) Berita soal kedatangan Maminya kembali ke Indonesia membuat Irwan terkenang masa lalu.Pandangannya menerawang.Adi malah jadi merasa bersalah melihatnya,"Maaf ya Wan.Aku ga maksud merusak mood kerja kamu pagi2.Sorry deh...Habis Mama aku cerita terus betapa bahagianya dia dengan kedatangan Mami kamu kembali ke Indonesia.Jadinya aku ketularan deh.Maaf,kupikir kamu dah siap menerima kedatangan Mami kamu.Ternyata hatimu masih pahit ya...Jangan sedih ya Wan.Ntar maag kamu kambuh lho.Siapa dong yang merawat kamu kalau sakit?Toto?"
Irwan malah pingin ngerjain Adi,"Aduh!!Perutku mulas banget Di...aaackk...perih...waduh...gimana nih Di?"
Melihat sohibnya nampak memegangi perut sambil meringis kesakitan,Adi langsung panik ria,"Baru juga diomong Wan...malah dah kejadian...wah kayake maagnya umurnya panjang deh Wan...piye ini?"
Irwan menahan senyum kala melihat Adi kebingungan nyari obat maag yang biasa disimpan
Irwan di lacinya,"Ah ini ada obatnya.Minum dulu Wan...Cepet!" Irwan pura2 ga mau,"Ga ah Di...rasanya aneh...ga mau.Aku mau obat tradisional saja.Kamu bikinke buat aku ya Di?"
Adi jadi heran,"Maksude?Aku harus marut empon2 gitu?Aduh...masuk dapur aja bisa dihitung Wan...mana tahu aku soal obat begituan.Yang ini aja ya praktis." Irwan kekeh,"Ayolah Di!Masak buat sohib ga mau sih turun ke dapur?Please..." Adi mondar mandir bingung,"Oke...masalahnya sini kan adanya cuma pantry.Empon2nya?"
Irwan menunjuk ke arah luar,"Tuh di sana sudah kusuruh nanami tanaman buat obat maag.Ada kunyit sama jahe.Kayaknya dah ada umbinya deh...aduh...cepetan Di mules nih..."
Adi segera menuju ke arah luar.Kantor Irwan memang disekitarnya diberi lahan kecil buat tanaman.Sama Irwan malah disuruh nanami empon2,ayak2 wae nih CEO.
Persis kayak Presdir aku deh,dekat ruangan beliau tanaman aneh2 tumbuh.Kayaknya malah sengaja ditanam.Weleh...
Irwan terkekeh melihat Adi malah sibuk sama tanaman,'Adi lucu kalau dikerjain
ha..ha...' Adi bingung,"Wan aku ga tahu nih mana jahe mana kunyit." Irwan mendekat,"Panggil Tria aja biar dia yang ngerjain.Kamu kan punya sekretaris." Adi menepuk jidatnya,"Wah bener kamu Wan.Pinter dan cerdas kamu ini.Aku kok ga inget ya.Kalau ada Tria.Ya udah aku suruh Tria aja."
Adi manggil Tria via phone,"Tria,ke ruangan CEO ya!Bawa cetok." Tria malah yang gumun,"Apa?Cetok pak?Kagak salah tuh Pak?Masak cetok Pak?" Adi :"Udah kamu ke bagian GA sana minta cetok.Terus kamu ke sini.Cepet ya!Ini emergency tingkat dewa!Cepetan!"
Wah Tria malah penuh tanda baca di atas kepalanya,"??????!!!**,..." Tria segera menelpon bagian GA,"Mas cepet bawain cetok ya ke ruangan CEO.Saya tunggu!Cepetan!!Ga pakai lama!Ini kondisi darurat siaga 1!Cap cus!"
Wah bagian GA langsung heboh,"Pagi2 kok Big Boss2 malah heboh minta cetok ki ada apa to?Wah jangan2...ada kasus kriminal nih...Ga lah Pak Irwan dan Pak Adi kan temenan.masak ribut?Atau mau nanam tanaman pagi2 kali.Pak Irwan kan emang suka koleksi tanaman aneh2.Masak kantor ditanami empon2.Terus ditanami buah2an.Terus nanam lidah buaya banyak banget.Heran deh.Orang kaya itu pikirannya susah dimengerti.Ah...malah mikir yang ga..ga..cetok!!Cetok!!'
Pagi2 sandiwara Irwan dah bikin heboh Adi,Tria dan team GA.Irwan senyum2 dikursinya sambil pura2 megangi perutnya,'Ha..ha..Adi dan Tria cocok ya...rukun kaya suami isteri.Walau ribut tapi ributnya lucu.He..he..'
Adi dan Tria malah heboh nyabutin kunyit dan jahe sambil debat kusir. ←♣→ LELAH MENCOBA TUK LEPASKAN BEBAN kau beli mimpi semu tak berarti sendiri.... Adi memegangi satu tanaman,"Ini jahe Tria!Lihat warnanya ga kuning." Tria malah ketawa,"Bapak yang suruh nyabut yang ini.Ya Tria nurut dong.Masak bantah?"
Adi malah meraih tangan Tria,"Sini cetoknya!Biar aku aja yang nyabut!" Eh Tria malah deg2 ser dipegang tangannya oleh Adi,'Aduh...pagi2 dah mesra nih
sama Boss aku.Mimpi apa aku semalam.Dapat rejeki nomplok kayak gini.' Irwan memperhatikan mereka sambil menahan tawa,'Kena tuh Adi.Sekarang megang
tangannya Tria tuh.Aha...aku bisa lihat mereka itu cocok.Bagus2...kayaknya sandiwaranya
kulamain dikit lagi.He..he..' →♧← TAK MAMPU KAU BERANJAK PERGI jalan yang panjang nanar kau tatap... Adi dan Tria malah saling berpandangan. Adi baru sadar kalau Tria itu ternyata menarik,'Wah...lihat Tria belepotan tanah gini
kok aku malah suka ya?Dia cantik banget disinari matahari pagi begini...amboy..' Tria juga sama,'Semoga acara nyabut tanaman ini ga kelar2 he..he..jadi bisa deket
Pak Adi deh...ngarep.' Irwan akhirnya yang membuyarkan mereka,"Ehem...!" Wah keduanya langsung salting sampai cetoknya malah menimpa kaki Adi,"Aduh!!" Irwan mesem sedang Tria langsung minta maaf sama Bossnya,"Maaf Bapak.Ga sengaja.Soalnya saya kaget.Sakit banget ya Pak.Bapak harusnya pakai sepatu safety Pak.Biar saya orderin deh.Ukuran bapak 41 kan?"
Adi manggut2,"Iya orderin ya.Soale kayaknya bakal sering kejadian begini nih
kayake..." Irwan ketawa akhirnya,"Kalian lucu banget deh...Serasi banget.He..he.."
Tria tersipu malu,"Ah Bapak.Oh ya ini kunyitnya dan jahenya mau buat apa?" Irwan bingung juga,"Cuci aja taruh di meja saya.Telponnya bunyi terus tuh.Kamu suruh aja anak GA beresin!"
Tria mengerti,"Siap Pak.Saya permisi.Mari Pak Adi." Adi malah jadi heran dengan sikap Irwan,"Katane mau diparut Wan?Buat obat kamu?Kok malah Tria disuruh balik kerja?"
Irwan tertawa,"Adi..Adi!Aku tuh cuma ngetest kamu.Setia kawan kagak.He..he.." Adi mendekati sobatnya,"Jadi kamu pura2 sakit tadi?Ya ampun Wan bikin panik tahu!!Dasar ya kamu ini.Emang julitnya ga sembuh2.Lihat nih bajuku sampai belepotan.Untung selalu siap baju cadangan.Dasar nih emang CEO Asian Group
nyentrik orange." Irwan malah terkekeh,"Aku aja ga tahu apa bener jahe sama kunyit obat buat maag.ha..ha.." Adi menepuk bahu Irwan,"Huh!!Dasar manusia iseng.Irwan julit!!" ↑☆↑ TAK LAGI PEDULI SEMUA YANG TERJADI semakin dalam larut anganmu melayang.... Adi akhirnya pergi dari ruangan Irwan,"Aku ganti baju dulu Wan.Gara2 kamu nih!" Meski jadi kotor namun Adi lega melihat senyum kembali tersungging di wajah
sobatnya,'Syukur deh kamu dah ga kepikiran soal Mami kamu lagi Wan.Aku dah deg2an tadi.Kupikir kamu bakal bad mood seharian.Wah kalau kamu badmood serem deh
Wan.Aku aja keder deketi kamu gimana karyawan yang lain.' Irwan malah nyengir mandangi jahe dan kunyit di mejanya,'Ntar deh aku bawa pulang aja.Siapa tahu bisa jadi bumbu di dapur.Biar Evi ga usah ribet nyari ke pasar.Wah dah mau siang nih,Evi pasti lagi siapin makan siang aku nih.Wah ga sabar mau makan masakan Evi lagi.Serasa punya isteri nih.He...he...'
↑★↑ MIMPIMU HADIRKAN SEMUA PENANTIAN alunan hampa ajak kau bernyanyi di AKHIRNYA KAU PUN PERGI...
Sementara itu Evi otw kantor Asian Group.Asyik ngobrol sama Fitri yang pegang kemudi,"Kamu pernah ke Kantornya Asian Group Fit?" Fitri jawab,"Pernah sih tapi cuma sampai di parkiran aja.Ga masuk.Kalau mb?" Evi menjawab,"Pernah juga tapi ga sampai kantor BOD.Susah mau ketemu atasan
mereka itu.Nunggu lama banget." ←★→TAK KEMBALI.... Sementara itu seseorang telah sampai di Indonesia sudah tiba di bandara Soekarno Hatta.Mas Idayu nampak melangkah menuju pintu exit bandara,'Sepi ya ...ga ada
yang menyambut aku.Sedih jadinya.Biasanya kalau ada yang bepergian maka pihak keluarga dah menanti.Air mata menggenangi pelupuk matanya,'Mami sadar kini Wan,bahwa kamu kini hal yang terpenting dalam hidup Mami.Akan Mami lakukan apa saja buat meraih hatimu lagi sayang.Tinggal kamu yang Mami punya.'
↓◆↓ BANYAK SUDAH KISAH YANG TERTINGGAL kau buat jadi satu kenangan...
Shiha sudah sampai di kantor Asian Group.Langkahnya mantap membuat
banyak karyawan berbisik2,"Siapa tuh?Cantik banget.Kayak model ya?Mau ketemu siapa ya?Kayaknya kok pernah lihat ya?Dimana ya?"
Shiha mendekati bagian receptionist,"Mb saya mau ketemu Pak Irwan.CEO Asian Group.Apa dia ada?" Bagian receptionist menjawab dengan ramah,"Mb udah buat janji belum?" Shiha menggeleng,"Belum mb." ↓■↓ SEORANG SAHABAT PERGI TANPA TANGIS ARUNGI MIMPI selamat jalan
kawan cepatlah berlabuh.... Shiha memberitahu namanya,"Bilang saja Nona Shiha mencarinya mb.Pasti dia akan mengerti." Receptionistnya malah memandang gimana gitu ke arah Shiha,'Belagu banget jadi
cewek.Emang kalau namanya Shiha bakal diterima masuk gitu aja?
Kayaknya nih orang ga tahu diri atau kepedean ya?'
Shiha malah heran sama pegawai tersebut,"Ayo mb cepet bilangin sama sekretarisnya soal kedatangan saya.Kalau ga saya telpon langsung lho Pak Irwannya.Biar mb kena tegur nanti."
Wah malah ngancam nih.Sang receptionist segera nelpon Tria,"Mb Tria.Ada tamu atas nama Nona Shiha mau ketemu Pak Irwan.Gimana?"
Tria segera mencatatnya,"Ada keperluan apa ya?Dari perusahaan mana?" Receptionistnya nanya Shiha,"Mb dari perusahaan apa?Keperluannya apa?" Shiha kesal,"Saya ini ga dari perusahaan manapun mb.Pak Irwan tahu kok siapa saya.Yang pasti saya mau bicara penting sama dia."
↓▼↓ MIMPIMU KINI TLAH KAU DAPATI.... Dengan bete Shiha kembali duduk.Ia bahkan mencoba menghubungi Irwan namun
malah ga aktif.
Didalam ruang kerjanya,Irwan malah semangat bekerja,'Harus selesai nih.Aku mau pas Evi ke sini kerjaanku dah kelar.Jadi aku bisa ngobrol banyak sama dia.Kalau perlu sampai sore.He..he...Pokoknya pekerjaanku ga boleh sampai mengganggu waktuku bersama Evi.'
Irwan lalu menelpon Tria,"Tria tolong pastikan soal kiriman makan siang dari Resto Rosalina ditangani dengan baik.Juga saya ga mau terima tamu selain yang bernama Evi dari Resto Rosalina.Kamu mengerti!Kalau ada tamu yang bernama Evi segera suruh masuk.Lainnya kamu hold dulu.Catat aja namanya dan keperluannya.Baru nanti kamu beritahukan pada saya.Mengerti?"
Tria yang niatnya mau ngomong soal Shiha begitu denger CEOnya bilang gitu ga jadi ngomong,"Baik Pak.Akan saya pastikan dari pihak perusahaan kita menerima
dengan baik kiriman makan siang dari Resto Rosalina.Juga soal tamu VIP Bapak.
Evi ya Pak dari Resto Rosalina.Sudah saya catat Bapak,segera saya sampaikan ke
bagian Receptionist." ↑★↑ TAK ADA LAGI SEORANGPUN YANG MENGGANGGU KAU BERNYANYI.... Evi dan Fitri telah sampai di kantor Asian Group.Fitri langsung disambut oleh
perwakilan dari perusahaan Asian Group.Sedang Evi malah disuruh Fitri segera mengurus makan siang BOD aja. Fitri :"Sudah mb Evi,tinggal saja.Sudah banyak bantuan nih dari Asian Group.Mb urus yang buat jajaran top aja."
Evipun menurut,"Baiklah.Aku akan kirim yang buat jajaran Board of Directors dulu ya."
↑★↑ DIAM HARU KUHANYA SANGGUP MENGINGAT jelas bayangmu yang masih melekat....
Evi dibantu lagi oleh perwakilan dari Asian Group,"Mb yang area selain Ruang Dirut taruh saja disini.Itu pesan dari mb Tria tadi.Hanya yang untuk ruang Dirut buat Pak Irwan dan Pak Adi mb bisa ke lantai 1 gedung yang baru di sana itu.Ruangannya paling ujung.Paling bagus pokoknya.Nanti ada receptionist di depan.Mb bilang saja mau ketemu Mb Tria.Dia itu sekretaris Pak Irwan dan Pak Adi."
Evi manggut2,"Oh begitu ya Mas.Terima kasih ya.Saya taruh sini ya yang bagian
selain Dirut.Ini." Evi malah haru melihat betapa semua sudah dimudahkan oleh Irwan,'Ya ampun
ditiap area sudah ada team2 yang langsung menghandle.Ini sungguh memperingan pekerjaanku.Makasih ya Wan.Kamu tahu aja aku grogi masuk kantor sebagus ini.
Hampir semua kaca.Pintu aja dari kaca tebal.Dimana2 AC.Kantornya bagus banget.' ↑☆↓ DALAM KECEWA KU HANYA MAMPU KATAKAN tetaplah tersenyum karena itu jalan yang telah kaupilih.... Saat sampai di area dirut Evi tak melihat receptionistnya,karyawan lain memberitahunya,"Lagi ke belakang Mb.Duduk aja dulu.Sebentar lagi pasti kembali.Sialakan duduk disana mb." Evipun menaruh bawaannya di meja lalu duduk bersebarangan dengan Shiha.Shiha menanyainya,"Mb dari Resto ya?Pelayan Resto?"
Evi mengiyakan,"Iya mb.Saya ditugaskan mengantar makan siang mb.Mb mau ketemu dengan Pak Irwan juga?"
↑★↑TERBANGLAH...TERBANGLAH ....BERSAMA PELANGI.... Shiha tersenyum dalam hati,'Pelayan Resto mau ketemu Irwan?Ngimpi kali?
Ga tahu diri banget.' Shiha malah jawab,"Kayaknya mb sia2 deh nyiapin menu buat Pak Irwan.Habis ini dia bakal makan siang kok keluar sama saya."
Evi kaget memdengarnya,"Mb udah janjian ya?Kok saya ga dapat pemberitahuan pembatalan pesanan ya?"
Evi mengecek hpnya.Bener ga ada. ↓☆↑ SEMOGA DALAM DAMAI ENGKAU MENGERTI ARTI DALAM JALAN YANG
berarti hingga indahnya bias mentari tak lagi kau nikmati.... Shiha malah dengan mencibir berkata,"CEO itu makannya berkelas mb.Ga main catering kayak gini.Mb kayaknya bukan kalangan atas ya?"
Evi memandang sedih pada masakannya,'Masak sih Irwan ga ngasih tahu kalau mau
pergi makan siang keluar.Sama cewek lagi.Cantik lagi.Aku kok jadi sedih ya...' Evi memandang ke arah list tanda terima pesanan yang dibawanya,"Ya mb saya cuma karyawan resto aja.Bukan orang penting kayak mb."
↑●↓ SELAMAT JALAN KAWAN CEPATLAH BERLABUH....mimpimu kini telah kau dapati
TAK ADA LAGI SEORANGPUN YANG MENGGANGGU KAU BERNYANYI....
Evi melihat receptionistnya sudah datang,'Lebih baik aku pastiin lagi.Soale aku harus laporan sama kak Ros.Kalau emang Irwan mau lunch keluar,gpp deh aku bawa balik lagi.Tapi setidaknya list tanda terimanya sudah diteken.'
Akankah Evi akan bawa balik lagi makan siangnya?Kasihan Evi.***see you next eps***
(Kantor CEO Asian Group) Berita soal kedatangan Maminya kembali ke Indonesia membuat Irwan terkenang masa lalu.Pandangannya menerawang.Adi malah jadi merasa bersalah melihatnya,"Maaf ya Wan.Aku ga maksud merusak mood kerja kamu pagi2.Sorry deh...Habis Mama aku cerita terus betapa bahagianya dia dengan kedatangan Mami kamu kembali ke Indonesia.Jadinya aku ketularan deh.Maaf,kupikir kamu dah siap menerima kedatangan Mami kamu.Ternyata hatimu masih pahit ya...Jangan sedih ya Wan.Ntar maag kamu kambuh lho.Siapa dong yang merawat kamu kalau sakit?Toto?"
Irwan malah pingin ngerjain Adi,"Aduh!!Perutku mulas banget Di...aaackk...perih...waduh...gimana nih Di?"
Irwan menahan senyum kala melihat Adi kebingungan nyari obat maag yang biasa disimpan
Irwan di lacinya,"Ah ini ada obatnya.Minum dulu Wan...Cepet!" Irwan pura2 ga mau,"Ga ah Di...rasanya aneh...ga mau.Aku mau obat tradisional saja.Kamu bikinke buat aku ya Di?"
Adi jadi heran,"Maksude?Aku harus marut empon2 gitu?Aduh...masuk dapur aja bisa dihitung Wan...mana tahu aku soal obat begituan.Yang ini aja ya praktis." Irwan kekeh,"Ayolah Di!Masak buat sohib ga mau sih turun ke dapur?Please..." Adi mondar mandir bingung,"Oke...masalahnya sini kan adanya cuma pantry.Empon2nya?"
Irwan menunjuk ke arah luar,"Tuh di sana sudah kusuruh nanami tanaman buat obat maag.Ada kunyit sama jahe.Kayaknya dah ada umbinya deh...aduh...cepetan Di mules nih..."
Persis kayak Presdir aku deh,dekat ruangan beliau tanaman aneh2 tumbuh.Kayaknya malah sengaja ditanam.Weleh...
Irwan terkekeh melihat Adi malah sibuk sama tanaman,'Adi lucu kalau dikerjain
ha..ha...' Adi bingung,"Wan aku ga tahu nih mana jahe mana kunyit." Irwan mendekat,"Panggil Tria aja biar dia yang ngerjain.Kamu kan punya sekretaris." Adi menepuk jidatnya,"Wah bener kamu Wan.Pinter dan cerdas kamu ini.Aku kok ga inget ya.Kalau ada Tria.Ya udah aku suruh Tria aja."
Adi manggil Tria via phone,"Tria,ke ruangan CEO ya!Bawa cetok." Tria malah yang gumun,"Apa?Cetok pak?Kagak salah tuh Pak?Masak cetok Pak?" Adi :"Udah kamu ke bagian GA sana minta cetok.Terus kamu ke sini.Cepet ya!Ini emergency tingkat dewa!Cepetan!"
Wah Tria malah penuh tanda baca di atas kepalanya,"??????!!!**,..." Tria segera menelpon bagian GA,"Mas cepet bawain cetok ya ke ruangan CEO.Saya tunggu!Cepetan!!Ga pakai lama!Ini kondisi darurat siaga 1!Cap cus!"
Pagi2 sandiwara Irwan dah bikin heboh Adi,Tria dan team GA.Irwan senyum2 dikursinya sambil pura2 megangi perutnya,'Ha..ha..Adi dan Tria cocok ya...rukun kaya suami isteri.Walau ribut tapi ributnya lucu.He..he..'
Adi dan Tria malah heboh nyabutin kunyit dan jahe sambil debat kusir. ←♣→ LELAH MENCOBA TUK LEPASKAN BEBAN kau beli mimpi semu tak berarti sendiri.... Adi memegangi satu tanaman,"Ini jahe Tria!Lihat warnanya ga kuning." Tria malah ketawa,"Bapak yang suruh nyabut yang ini.Ya Tria nurut dong.Masak bantah?"
Adi malah meraih tangan Tria,"Sini cetoknya!Biar aku aja yang nyabut!" Eh Tria malah deg2 ser dipegang tangannya oleh Adi,'Aduh...pagi2 dah mesra nih
sama Boss aku.Mimpi apa aku semalam.Dapat rejeki nomplok kayak gini.' Irwan memperhatikan mereka sambil menahan tawa,'Kena tuh Adi.Sekarang megang
kulamain dikit lagi.He..he..' →♧← TAK MAMPU KAU BERANJAK PERGI jalan yang panjang nanar kau tatap... Adi dan Tria malah saling berpandangan. Adi baru sadar kalau Tria itu ternyata menarik,'Wah...lihat Tria belepotan tanah gini
kok aku malah suka ya?Dia cantik banget disinari matahari pagi begini...amboy..' Tria juga sama,'Semoga acara nyabut tanaman ini ga kelar2 he..he..jadi bisa deket
Pak Adi deh...ngarep.' Irwan akhirnya yang membuyarkan mereka,"Ehem...!" Wah keduanya langsung salting sampai cetoknya malah menimpa kaki Adi,"Aduh!!" Irwan mesem sedang Tria langsung minta maaf sama Bossnya,"Maaf Bapak.Ga sengaja.Soalnya saya kaget.Sakit banget ya Pak.Bapak harusnya pakai sepatu safety Pak.Biar saya orderin deh.Ukuran bapak 41 kan?"
kayake..." Irwan ketawa akhirnya,"Kalian lucu banget deh...Serasi banget.He..he.."
Tria tersipu malu,"Ah Bapak.Oh ya ini kunyitnya dan jahenya mau buat apa?" Irwan bingung juga,"Cuci aja taruh di meja saya.Telponnya bunyi terus tuh.Kamu suruh aja anak GA beresin!"
Tria mengerti,"Siap Pak.Saya permisi.Mari Pak Adi." Adi malah jadi heran dengan sikap Irwan,"Katane mau diparut Wan?Buat obat kamu?Kok malah Tria disuruh balik kerja?"
Irwan tertawa,"Adi..Adi!Aku tuh cuma ngetest kamu.Setia kawan kagak.He..he.." Adi mendekati sobatnya,"Jadi kamu pura2 sakit tadi?Ya ampun Wan bikin panik tahu!!Dasar ya kamu ini.Emang julitnya ga sembuh2.Lihat nih bajuku sampai belepotan.Untung selalu siap baju cadangan.Dasar nih emang CEO Asian Group
nyentrik orange." Irwan malah terkekeh,"Aku aja ga tahu apa bener jahe sama kunyit obat buat maag.ha..ha.." Adi menepuk bahu Irwan,"Huh!!Dasar manusia iseng.Irwan julit!!" ↑☆↑ TAK LAGI PEDULI SEMUA YANG TERJADI semakin dalam larut anganmu melayang.... Adi akhirnya pergi dari ruangan Irwan,"Aku ganti baju dulu Wan.Gara2 kamu nih!" Meski jadi kotor namun Adi lega melihat senyum kembali tersungging di wajah
Wan.Aku aja keder deketi kamu gimana karyawan yang lain.' Irwan malah nyengir mandangi jahe dan kunyit di mejanya,'Ntar deh aku bawa pulang aja.Siapa tahu bisa jadi bumbu di dapur.Biar Evi ga usah ribet nyari ke pasar.Wah dah mau siang nih,Evi pasti lagi siapin makan siang aku nih.Wah ga sabar mau makan masakan Evi lagi.Serasa punya isteri nih.He...he...'
↑★↑ MIMPIMU HADIRKAN SEMUA PENANTIAN alunan hampa ajak kau bernyanyi di AKHIRNYA KAU PUN PERGI...
Sementara itu Evi otw kantor Asian Group.Asyik ngobrol sama Fitri yang pegang kemudi,"Kamu pernah ke Kantornya Asian Group Fit?" Fitri jawab,"Pernah sih tapi cuma sampai di parkiran aja.Ga masuk.Kalau mb?" Evi menjawab,"Pernah juga tapi ga sampai kantor BOD.Susah mau ketemu atasan
mereka itu.Nunggu lama banget." ←★→TAK KEMBALI.... Sementara itu seseorang telah sampai di Indonesia sudah tiba di bandara Soekarno Hatta.Mas Idayu nampak melangkah menuju pintu exit bandara,'Sepi ya ...ga ada
yang menyambut aku.Sedih jadinya.Biasanya kalau ada yang bepergian maka pihak keluarga dah menanti.Air mata menggenangi pelupuk matanya,'Mami sadar kini Wan,bahwa kamu kini hal yang terpenting dalam hidup Mami.Akan Mami lakukan apa saja buat meraih hatimu lagi sayang.Tinggal kamu yang Mami punya.'
Shiha sudah sampai di kantor Asian Group.Langkahnya mantap membuat
banyak karyawan berbisik2,"Siapa tuh?Cantik banget.Kayak model ya?Mau ketemu siapa ya?Kayaknya kok pernah lihat ya?Dimana ya?"
Shiha mendekati bagian receptionist,"Mb saya mau ketemu Pak Irwan.CEO Asian Group.Apa dia ada?" Bagian receptionist menjawab dengan ramah,"Mb udah buat janji belum?" Shiha menggeleng,"Belum mb." ↓■↓ SEORANG SAHABAT PERGI TANPA TANGIS ARUNGI MIMPI selamat jalan
kawan cepatlah berlabuh.... Shiha memberitahu namanya,"Bilang saja Nona Shiha mencarinya mb.Pasti dia akan mengerti." Receptionistnya malah memandang gimana gitu ke arah Shiha,'Belagu banget jadi
Kayaknya nih orang ga tahu diri atau kepedean ya?'
Shiha malah heran sama pegawai tersebut,"Ayo mb cepet bilangin sama sekretarisnya soal kedatangan saya.Kalau ga saya telpon langsung lho Pak Irwannya.Biar mb kena tegur nanti."
Wah malah ngancam nih.Sang receptionist segera nelpon Tria,"Mb Tria.Ada tamu atas nama Nona Shiha mau ketemu Pak Irwan.Gimana?"
Tria segera mencatatnya,"Ada keperluan apa ya?Dari perusahaan mana?" Receptionistnya nanya Shiha,"Mb dari perusahaan apa?Keperluannya apa?" Shiha kesal,"Saya ini ga dari perusahaan manapun mb.Pak Irwan tahu kok siapa saya.Yang pasti saya mau bicara penting sama dia."
↓▼↓ MIMPIMU KINI TLAH KAU DAPATI.... Dengan bete Shiha kembali duduk.Ia bahkan mencoba menghubungi Irwan namun
malah ga aktif.
Irwan lalu menelpon Tria,"Tria tolong pastikan soal kiriman makan siang dari Resto Rosalina ditangani dengan baik.Juga saya ga mau terima tamu selain yang bernama Evi dari Resto Rosalina.Kamu mengerti!Kalau ada tamu yang bernama Evi segera suruh masuk.Lainnya kamu hold dulu.Catat aja namanya dan keperluannya.Baru nanti kamu beritahukan pada saya.Mengerti?"
Tria yang niatnya mau ngomong soal Shiha begitu denger CEOnya bilang gitu ga jadi ngomong,"Baik Pak.Akan saya pastikan dari pihak perusahaan kita menerima
dengan baik kiriman makan siang dari Resto Rosalina.Juga soal tamu VIP Bapak.
Evi ya Pak dari Resto Rosalina.Sudah saya catat Bapak,segera saya sampaikan ke
bagian Receptionist." ↑★↑ TAK ADA LAGI SEORANGPUN YANG MENGGANGGU KAU BERNYANYI.... Evi dan Fitri telah sampai di kantor Asian Group.Fitri langsung disambut oleh
perwakilan dari perusahaan Asian Group.Sedang Evi malah disuruh Fitri segera mengurus makan siang BOD aja. Fitri :"Sudah mb Evi,tinggal saja.Sudah banyak bantuan nih dari Asian Group.Mb urus yang buat jajaran top aja."
↑★↑ DIAM HARU KUHANYA SANGGUP MENGINGAT jelas bayangmu yang masih melekat....
Evi dibantu lagi oleh perwakilan dari Asian Group,"Mb yang area selain Ruang Dirut taruh saja disini.Itu pesan dari mb Tria tadi.Hanya yang untuk ruang Dirut buat Pak Irwan dan Pak Adi mb bisa ke lantai 1 gedung yang baru di sana itu.Ruangannya paling ujung.Paling bagus pokoknya.Nanti ada receptionist di depan.Mb bilang saja mau ketemu Mb Tria.Dia itu sekretaris Pak Irwan dan Pak Adi."
Evi manggut2,"Oh begitu ya Mas.Terima kasih ya.Saya taruh sini ya yang bagian
selain Dirut.Ini." Evi malah haru melihat betapa semua sudah dimudahkan oleh Irwan,'Ya ampun
ditiap area sudah ada team2 yang langsung menghandle.Ini sungguh memperingan pekerjaanku.Makasih ya Wan.Kamu tahu aja aku grogi masuk kantor sebagus ini.
Hampir semua kaca.Pintu aja dari kaca tebal.Dimana2 AC.Kantornya bagus banget.' ↑☆↓ DALAM KECEWA KU HANYA MAMPU KATAKAN tetaplah tersenyum karena itu jalan yang telah kaupilih.... Saat sampai di area dirut Evi tak melihat receptionistnya,karyawan lain memberitahunya,"Lagi ke belakang Mb.Duduk aja dulu.Sebentar lagi pasti kembali.Sialakan duduk disana mb." Evipun menaruh bawaannya di meja lalu duduk bersebarangan dengan Shiha.Shiha menanyainya,"Mb dari Resto ya?Pelayan Resto?"
↑★↑TERBANGLAH...TERBANGLAH ....BERSAMA PELANGI.... Shiha tersenyum dalam hati,'Pelayan Resto mau ketemu Irwan?Ngimpi kali?
Ga tahu diri banget.' Shiha malah jawab,"Kayaknya mb sia2 deh nyiapin menu buat Pak Irwan.Habis ini dia bakal makan siang kok keluar sama saya."
Evi kaget memdengarnya,"Mb udah janjian ya?Kok saya ga dapat pemberitahuan pembatalan pesanan ya?"
Evi mengecek hpnya.Bener ga ada. ↓☆↑ SEMOGA DALAM DAMAI ENGKAU MENGERTI ARTI DALAM JALAN YANG
berarti hingga indahnya bias mentari tak lagi kau nikmati.... Shiha malah dengan mencibir berkata,"CEO itu makannya berkelas mb.Ga main catering kayak gini.Mb kayaknya bukan kalangan atas ya?"
Evi memandang sedih pada masakannya,'Masak sih Irwan ga ngasih tahu kalau mau
pergi makan siang keluar.Sama cewek lagi.Cantik lagi.Aku kok jadi sedih ya...' Evi memandang ke arah list tanda terima pesanan yang dibawanya,"Ya mb saya cuma karyawan resto aja.Bukan orang penting kayak mb."
Evi melihat receptionistnya sudah datang,'Lebih baik aku pastiin lagi.Soale aku harus laporan sama kak Ros.Kalau emang Irwan mau lunch keluar,gpp deh aku bawa balik lagi.Tapi setidaknya list tanda terimanya sudah diteken.'
Akankah Evi akan bawa balik lagi makan siangnya?Kasihan Evi.***see you next eps***
Eps 19 CERBUNG X ▲♡▲ DEBU-DEBU JALANAN
▲♡▲ DEBU - DEBU JALANAN▼♡▼ CERBUNG X EPS 19
▲♡▼ He Saith Himself▼♡▲ Ia Mengatakannya Sendiri
¤♡¤ Seiring JALAN....
▪♡▪SEIRING DAN SEJALAN...(Asian Group Dirut Office Area )
Evi meninggalkan bawaannya di meja,"Saya mau nanya receptionist dulu mb.
Mau mastiin.Soale saya harus kasih laporan ke resto."
Shiha malah asyik membuka2 majalah yang ada disitu,"Tanyain aja.Daripada kering disini..."
Evi melangkah mendekati receptionistnya,'Memang kayaknya aku ga pantas berada
di sini.Bukan level aku banget.Jika bukan karena tugas aku dah cabut dari tadi.Ga tahu nih aku down banget deh denger omongan cewek itu.Siapa sih dia?Berada deket dia aja sudah bikin aku merasa seperti debu2 jalanan.Merasa ga layak dan merasa bahwa aku ini ga penting.Memang kalau aku pelayan resto ga boleh apa ketemu Irwan.Aura dia mengintimidasi banget.'
Evi galau sehingga ga lihat kalau dari arah dalam keluar seseorang yang juga mau menuju receptionist.Merekapun barengan nyapa receptionistnya,"Mbak..."
Evi mengalah,"Maaf mb duluan aja."
Receptionistnya nanya,"Ada apa mb Tria?Tumben ga nelpon aja ke line saya?"
Tria to....oooo...bunder. Tria malah merhatiin seragam Evi,"Mb dari Resto Rosalina ya?Mb Evi?" Evi malah kaget lha kok malah dia yang diajak ngomong,"Oh...iya mb.Saya Evi dari Resto Rosalina.Mb kok tahu ?"
Tria mencari2 bawaan Evi,"Pesanan lunchnya Pak Irwan dan Pak Adi mana?" Evi lega banget ditanya begitu,"Jadi ga ada pembatalan pesanan mb?" Tria malah heran,"Pembatalan apa?Ga dong!Pak Irwan tuh dah nunggu mb dari tadi.Nanyain terus!Ayo mb ikut saya!"
Evi makcless mendengarnya,'Tuhan,rasanya kayak diguyur air,seger banget.Lega deh Irwan ga berubah pikiran.Tetep mau makan masakan aku.Sampai haru nih...'
Shiha yang denger perkataan Tria jadi sewot,"Lho mb kok malah dia sih yang disuruh masuk!!??Saya itu dah nunggu dari tadi ya?Harusnya saya dulu dong!!Gimana sih!!!???"
Evi yang mengambil bawaannya di meja segera mendekati Tria,ga mau ribut sama Shiha.Serem juga kali ....
Tria emang berwajah lembut tapi kalau mau serius dia juga bisa,"Mbak!Saya ini sekretaris Pak Irwan.Saya hanya melaksanakan perintah dari beliau.Jadi masalah beliau mau ketemu siapa itu beliau yang tentuin.Bukan saya!Saya ini cuma karyawan!Karyawan!Jadi sebaiknya mb pulang saja.Soalnya Bapak Irwan sendiri tadi bilang kalau hari ini beliau sibuk.Mengerti?"
Evi keder juga lihat Tria tegas gitu sama Shiha,'Wah....mb ini keren.Cantik lagi!Berani dia menghadapi wanita itu.Aku aja dah keder...'
Shiha ga terima,"Kalau Pak Irwan sibuk kok mb itu boleh masuk?" Tria menarik nafas,"Soalnya mb ini tamu VIP CEO kami.Puas mb?Permisi.Ayo mb Evi dah ditunggu Bapak didalam.Sejak tadi nanya terus."
Evipun mengikuti sambil mencuri pandang ke arah Shiha,'Ternyata tuh cewek bohongi aku.
Buktinya Irwan ga batalin pesanan malah nunggu aku.Ihhh...tuh cewek ganas kayaknya...jauh2 deh dari dia.Bahaya!' Shiha kesal dan membanting majalah yang ia pegang,'Sial!!Dah kering nungguin eh malah cewek resto itu yang bisa masuk duluan.Bete banget deh!!Ah aku langsung main nyelonong aja.Jauh2 masak ga ada hasil.Bukan Shiha kalau nyerah dapetin sesuatu.'
▲♧▲ SEINDAH BUNGA DI TAMAN.... Evi berjalan mengikuti langkah Tria,'Mbaknya ini cantik nian.Putih lagi kulitnya.Wah...cocok nih buat pria selevel Irwan.Aduh aku sedih lagi ya?' Tria memandang Evi,"Mb yang buat Pak Adi tinggal saja ke saya.Akan saya antarkan.
Mb silakan masuk ruangan Pak Irwan.Yang sebelah kanan ya." Evi manggut2,"Ini mb yang buat Pak Adi.Mohon tanda tangan disini ya." Tria teken tanda terimanya,Evi lalu melangkah menuju ruangan Irwan,grogi juga dia.Tria mengetuk dulu,"Permisi Bapak...Ini mb Evi nya sudah datang."
Irwan tampak sibuk melihat dokumen,"Suruh masuk ya Tria." ~()~ BAK BURUNG NAN MEGAH kanda kupuja....
Tria meninggalkan Evi di ruangan Irwan.Evi berdiri memandang kagum ruangan
yang ia masuki,'Ini ya kantor seorang CEO?Rapi banget.Elegan.Ga kebayang aku bakal berdiri di sini.Dulu aja mau nglamar jadi karyawan disini ga ketrima.Eh kini malah berdiri di ruangan CEOnya.Aduh...'
Irwan masih nampak sibuk menandarangani beberapa dokumen,"Duduk Vi." Evi mendekati meja dimana Irwan berada,rasa haru menyeruak kala melihat pria
muda itu tampak masih sibuk,'Melihat dia aja hatiku dah mau nangis saking bahagianya.Betapa dia sangat menghargai orang2 kecil kayak aku.Ia mau makan masakan orang rendahan kayak aku....jadi baper nih....'
Irwan heran melihat kursi di depannya masih kosong,iapun mendongakkan kepalanya memandang ke arah Evi berdiri. °♥° BAHAGIA KITA BERDUA.... Alangkah terkesimanya Irwan kala melihat mata Evi berkaca2,"Hey...Kamu kenapa?"
Segera Irwan keluar dari duduknya,"Vi,kamu kok nangis?Ada yang bersikap ga baik sama kamu?Siapa?Biar kutegur orang itu!"
Irwan mengambil bawaan Evi,ditaruhnya di meja lalu diajaknya Evi duduk.
Irwan menyodorkan tissue,"Ayo,duduk dulu.Cerita ada apa?" Evi menyeka matanya dengan tissue,"Gapapa kok.Cuma haru aja lihat kamu ga keluar makan siang." Irwan malah tersenyum,"Kamu ini aneh deh Vi.Aku kan mau makan masakan kamu.
Kok malah makan keluar?Emang Tria bilang aku makan siang di luar?" Evi menggeleng,"Ga.Aku cuma heran aja.Kok kamu mau makan cateringan sih?" Irwan malah melirik ke arah makan siangnya,"Emang ga boleh ya?Aku kan bayar Vi.
Aku ga nyuri.Huhhh!" Evi melihat Irwan sedakep jadi panik,"Jangan marah dong.Ntar selera makannya hilang lagi.Aku cuma heran aja kok.Biasanya kan para boss makannya mewah di restolah,mewah pokoknya."
Irwan masih pura2 ngambek,"Aku ga mau makan kalau begitu." Waduh...Evi bingung.Piye ki?
\\♡\\ BERLARI BERKEJARAN lupakan segala duka....
Evi memegang lengan Irwan,"Wan,jangan gitu dong.Aku minta maaf deh...Makan ya,please...Nanti kamu sakit lho.Makan ya?"
Irwan kambuh julitnya,"Dengan satu syarat..." Evi kepo,"Apa?" Irwan memegang tangan Evi,"Aku mau kamu menyuapi aku...."
Evi tersipu,"Manja Pak CEO nya deh..." Irwan tersenyum,"Siapa suruh bikin CEO marah?Huh..." Saat itulah tiba2 terdengar suara langkah kaki orang berkejaran dan pintu ruangan
Irwan dibuka,"Irwan!!" Irwan dan Evi kaget memandang ke arah pintu tapi masih pegangan tangan gitu
mereka. _♡_ DI KOTA DI DESA di gunung dan laut BERLAGU KITA BERDUA....
Alangkah terkejutnya Irwan melihat siapa yang berdiri di ruangannya saat ini,
dipegangi oleh receptionist dan Tria. Satu sosok yang ingin ia hapus dari kehidupannya,"Shiha?" Evi tak kalah kaget mendengar nama yang disebut Irwan,'Oh...itu Shiha?Wanita yang pernah ninggalin Irwan...dari awal jumpa aja aku dah ga suka...'
Tria minta maaf pada Irwan,"Maaf Pak!Wanita ini main nyelonong saja." Adi juga ikut kepo memdengar ribut2,"Ada apa sih?Astaga..Shiha?" Shiha malah kaget melihat Irwan memegang tangan Evi ga dilepas2 pula,"Wan,aku
dah nunggu kamu dari tadi.Aku mau bicara sama kamu Wan." Irwan malah menatap tajam gitu ke Shiha,"Diantara kita sudah tak ada yang perlu dibicarakan lagi.Tria bawa dia keluar dari ruangan saya!"
Shiha malah berontak,"Lepasin!Wan,dengerin aku dulu.Irwan!Aku mau minta maaf sama kamu.Irwan!"
Irwan malah tersenyum sinis,"Minta maaf?Semua itu sudah ga penting buat aku.
Bagiku kamu sudah memilih jalan hidupmu.Sekarang aku juga sudah memilih jalan hidupku." Shiha malah ngancam,"Aku ga akan pergi dari sini sebelum kamu maafin aku Wan!" Tria malah punya usul,"Perlu saya panggilkan security Pak?" Irwan :"Tak perlu Tria!Biar aku saja yang pergi.Ayo Vi kita makan diluar.Bawa makan siangku ya!" Irwan malah menggandeng Evi pergi melewati Shiha yang terpana,"Di,aku keluar kantor.Mungkin lama.Kamu handle kantor dulu ya." Adi cuma jawab,"Beres Wan!!"
♡¤♥ DINDA...KANDA...Burungpun turut menyanyi...
Shiha terpaku tak percaya melihat Irwan malah memilih pergi sambil menggandeng wanita resto yang tadi ia pandang remeh.
Shiha heran,'Siapa wanita itu?Punya posisi apa dia di hati Irwan sampai mendapat perlakuan istimewa.Digandeng lagi tangannya.Irwan itu ga lebay sama cewek.Ga sembarang cewek bisa menyentuh hatinya.Siapa wanita itu?Siapa dia?'
Ga cuma Shiha yang heran,Adi aja juga heran,'Wah...Irwan membalas perbuatan
Shiha dulu yang ninggalin dia di resepsi gitu aja.Sekarang dia ninggalin Shiha dan
kabur sama wanita lain.Itu kan wanita yang di resto dulu.Wah bener nih Irwan ada apa2 sama tuh cewek.'
Tria sama receptionist malah saling lirik dan nyalahin Shiha,"Mb sih ga sabaran jadi
orang makanya Boss malah marah.Malah pergi!Gaya sih kelas atas tapi kelakuan
kayak preman.Untung Pak Irwan ngalah pergi.Kalau ga dah saya panggilin security
terkenal kami.Pak Kumis!Huhh!!" ■☆■TAWA ...RIANG....dan cinta mulai bersemi....
Para karyawan yang melihat Boss mereka melangkah sambil menggandeng seorang wanita pada heran dan kepo ria semua.
^ :"Wah Boss sama siapa tuh?"
*:"Gandengan cie..."
¤ :"So sweet nih..."
£ :"Calon isteri nih kayaknya..."
@ :"Oo..siapa dia?"
% :"Itu ya kekasih Boss ya?Wah cantiknya..."
¥ :"Beruntung banget tuh cewek digandeng mesra sama Boss.Aku juga mau..."
Weleh..weleh...si komo lewat....
Evi malah tersipu2 jadinya,'Ya ampun Irwan gandengnya kok ga dilepas2 sih?
Jadi malu nih.Hatiku dag dig dug tiap kali deket Irwan.Apalagi digandeng begini.
Aduhai...' Irwan malah nelpon Toto,jadi satu tangan megang hp tangan satunya megang tangan Evi,"Hello Toto!Bawa mobil ke depan ya.Saya mau pergi sama Non Evi.Oh ya aku mau nyetir sendiri.Soalnya aku ada tugas buat kamu:Kamu pastikan wanita bernama Shiha pergi dari kantor aku.Kamu mengerti!!" Toto jawab,"Siap 86 Boss!"
Irwan menutup hpnya.
Ia malah tersenyum pada Evi,'Untung ada kamu Vi disamping aku saat Shiha
muncul dihadapanku.Sejak kamu hadir di hidup aku Vi,aku melihat dunia ini begitu indah.
Hidupku ga sunyi lagi.Aku punya seseorang yang kulindungi,kusayangi,kujagai,aku merasa memiliki tujuan hidup.Maaf ya Vi kamu pasti heran sama sikap aku.Andai saja kamu belum ada yang punya Vi.'
/^/^ LA..LA...LA...LA...LA..LA...*(♡ TIADA LAGI DUKA Pun air mata....
Evi tak berani bertanya mau kemana Irwan membawanya.Ia nurut aja.
Ia kan juga karyawan Irwan sebenarnya.He..he...Sampai di luar gerimis malah turun,
Irwan segera melepas jasnya.Wah Evi heran melihatnya,'Irwan kok malah lepas jas?' Rupanya Irwan malah menjadikan jasnya sebagai payung buat menaungi dia dan Evi.
How sweet.... Irwan malah nampak hepi gitu ditengah riuhnya orang2 yang berteduh,"Ayo Vi mobilnya disana.Agak kesini biar ga kena hujan.Mepet aku dikit."
Evi jadi salting apalagi didepan banyak orang pula,'Astaga...ini malah nempel sama
Irwan nih...dinaungi jasnya pula.Aduh...aku ga akan lupain moment ini.Hatiku makin berdebar2.....'
Merekapun melangkah diiringi tatapan para karyawan yang menuju pantry atau
area2 makan. 《♡ KEMBALILAH SAYANG BERSAMA BERJALAN...
Toto yang niatnya mau ngasih payung begitu lihat Bossnya malah payungan jas
sama Evi malah ga jadi ngasih payung,'Kayaknya lebih co cuit pakai payung jas deh.He....he...Aku yakin Boss dan Non Evi bakal menikah.Yakin aku....feelingku ga
pernah salah...' >♡< DUKA ATAUPUN SENANG... Shiha terus mengejar Irwan namun saat ia didepan ia dihalangi oleh Toto,"Mb jangan coba2 mengusik Boss ya!!Kalau masih ngeyel saya bisa main kasar sama mb!
Ini perintah dari Boss sendiri!!" Shiha tak bisa berbuat apa2 lagi hanya mampu melihat pria yang dulu ia tinggalkan
kini meninggalkannya bersama wanita lain.Sakit sekali rasanya.Baru tahu ya?
Karma nih ye .....
◇♣◇ ADUHAI PUJAANKU MIMPIKAH DAKU.....
Evi duduk depan,Irwan duduk di drive seat dong.Dia kan ga pakai sopir.Ga mau dikawal juga.Wah mau kemana ya?Evi ga mau salting lagi gara2 seat belt maka dia belajar memasang sendiri.
Tapi yang tetep aja grogi,Irwan membantunya,"Bilang aja Vi.Aku pasangkan.Nah tarik klik disini.Udah deh." Evi merona karena tangan Irwan bersentuhan dengan tangannya.Irwan hendak melempar jasnya ke kursi tengah,Evi mencegahnya. Evi:"Jangan Wan!Sini biar kupegang." Irwan menyerahkannya pada Evi,"Oke.Kita pergi ya." Evi melihat jam,"Sudah waktunya kamu makan Wan.Mau pergi kemana?" Irwan malah senyum sambil membunyikan klakson menyapa security,"Din din!!" Security langsung memberi hormat,"Selamat siang Pak Irwan!" Gerbang dibuka,Irwan melambaikan tangannya.Sang CEO pergi bersama Evi. ¤♡¤ KAN KUSIMPAN DIA DIDALAM HATIKU.... Evi merapikan jas Irwan dan menaruhnya di kursi tengah.Wah kayak udah jadi isterinya aja deh.Evi baru ingat soal Fitri kala melihat mobil box di jalan,"Ya ampun Fitri nanti nunggu aku nih..."
Irwan kepo,"Siapa Fitri?"
Evi menerangkan soal partner kerjanya.
Irwan malah senyum2,"Urusan kerjaan ya?Udah aku nanti yang tanggung jawab.Kamu tenang aja."
♡¤♥KASIH DAN SAYANGMU.... Tanpa setahu mereka sebuah mobil melihat mereka dan mengikuti mobil
Irwan. Seorang wanita paruh baya didalamnya,"Pak ikuti mobil itu!" Wah Irwan mau ajak Evi ke mana ya?Bawa makan siangnya pula.Terus siapa wanita paruh baya itu?***see you next eps***
Evi meninggalkan bawaannya di meja,"Saya mau nanya receptionist dulu mb.
Mau mastiin.Soale saya harus kasih laporan ke resto."
Shiha malah asyik membuka2 majalah yang ada disitu,"Tanyain aja.Daripada kering disini..."
Evi melangkah mendekati receptionistnya,'Memang kayaknya aku ga pantas berada
di sini.Bukan level aku banget.Jika bukan karena tugas aku dah cabut dari tadi.Ga tahu nih aku down banget deh denger omongan cewek itu.Siapa sih dia?Berada deket dia aja sudah bikin aku merasa seperti debu2 jalanan.Merasa ga layak dan merasa bahwa aku ini ga penting.Memang kalau aku pelayan resto ga boleh apa ketemu Irwan.Aura dia mengintimidasi banget.'
Tria to....oooo...bunder. Tria malah merhatiin seragam Evi,"Mb dari Resto Rosalina ya?Mb Evi?" Evi malah kaget lha kok malah dia yang diajak ngomong,"Oh...iya mb.Saya Evi dari Resto Rosalina.Mb kok tahu ?"
Tria mencari2 bawaan Evi,"Pesanan lunchnya Pak Irwan dan Pak Adi mana?" Evi lega banget ditanya begitu,"Jadi ga ada pembatalan pesanan mb?" Tria malah heran,"Pembatalan apa?Ga dong!Pak Irwan tuh dah nunggu mb dari tadi.Nanyain terus!Ayo mb ikut saya!"
Shiha yang denger perkataan Tria jadi sewot,"Lho mb kok malah dia sih yang disuruh masuk!!??Saya itu dah nunggu dari tadi ya?Harusnya saya dulu dong!!Gimana sih!!!???"
Evi yang mengambil bawaannya di meja segera mendekati Tria,ga mau ribut sama Shiha.Serem juga kali ....
Tria emang berwajah lembut tapi kalau mau serius dia juga bisa,"Mbak!Saya ini sekretaris Pak Irwan.Saya hanya melaksanakan perintah dari beliau.Jadi masalah beliau mau ketemu siapa itu beliau yang tentuin.Bukan saya!Saya ini cuma karyawan!Karyawan!Jadi sebaiknya mb pulang saja.Soalnya Bapak Irwan sendiri tadi bilang kalau hari ini beliau sibuk.Mengerti?"
Evi keder juga lihat Tria tegas gitu sama Shiha,'Wah....mb ini keren.Cantik lagi!Berani dia menghadapi wanita itu.Aku aja dah keder...'
Shiha ga terima,"Kalau Pak Irwan sibuk kok mb itu boleh masuk?" Tria menarik nafas,"Soalnya mb ini tamu VIP CEO kami.Puas mb?Permisi.Ayo mb Evi dah ditunggu Bapak didalam.Sejak tadi nanya terus."
Buktinya Irwan ga batalin pesanan malah nunggu aku.Ihhh...tuh cewek ganas kayaknya...jauh2 deh dari dia.Bahaya!' Shiha kesal dan membanting majalah yang ia pegang,'Sial!!Dah kering nungguin eh malah cewek resto itu yang bisa masuk duluan.Bete banget deh!!Ah aku langsung main nyelonong aja.Jauh2 masak ga ada hasil.Bukan Shiha kalau nyerah dapetin sesuatu.'
▲♧▲ SEINDAH BUNGA DI TAMAN.... Evi berjalan mengikuti langkah Tria,'Mbaknya ini cantik nian.Putih lagi kulitnya.Wah...cocok nih buat pria selevel Irwan.Aduh aku sedih lagi ya?' Tria memandang Evi,"Mb yang buat Pak Adi tinggal saja ke saya.Akan saya antarkan.
Mb silakan masuk ruangan Pak Irwan.Yang sebelah kanan ya." Evi manggut2,"Ini mb yang buat Pak Adi.Mohon tanda tangan disini ya." Tria teken tanda terimanya,Evi lalu melangkah menuju ruangan Irwan,grogi juga dia.Tria mengetuk dulu,"Permisi Bapak...Ini mb Evi nya sudah datang."
Irwan tampak sibuk melihat dokumen,"Suruh masuk ya Tria." ~()~ BAK BURUNG NAN MEGAH kanda kupuja....
yang ia masuki,'Ini ya kantor seorang CEO?Rapi banget.Elegan.Ga kebayang aku bakal berdiri di sini.Dulu aja mau nglamar jadi karyawan disini ga ketrima.Eh kini malah berdiri di ruangan CEOnya.Aduh...'
Irwan masih nampak sibuk menandarangani beberapa dokumen,"Duduk Vi." Evi mendekati meja dimana Irwan berada,rasa haru menyeruak kala melihat pria
muda itu tampak masih sibuk,'Melihat dia aja hatiku dah mau nangis saking bahagianya.Betapa dia sangat menghargai orang2 kecil kayak aku.Ia mau makan masakan orang rendahan kayak aku....jadi baper nih....'
Irwan heran melihat kursi di depannya masih kosong,iapun mendongakkan kepalanya memandang ke arah Evi berdiri. °♥° BAHAGIA KITA BERDUA.... Alangkah terkesimanya Irwan kala melihat mata Evi berkaca2,"Hey...Kamu kenapa?"
Irwan mengambil bawaan Evi,ditaruhnya di meja lalu diajaknya Evi duduk.
Irwan menyodorkan tissue,"Ayo,duduk dulu.Cerita ada apa?" Evi menyeka matanya dengan tissue,"Gapapa kok.Cuma haru aja lihat kamu ga keluar makan siang." Irwan malah tersenyum,"Kamu ini aneh deh Vi.Aku kan mau makan masakan kamu.
Kok malah makan keluar?Emang Tria bilang aku makan siang di luar?" Evi menggeleng,"Ga.Aku cuma heran aja.Kok kamu mau makan cateringan sih?" Irwan malah melirik ke arah makan siangnya,"Emang ga boleh ya?Aku kan bayar Vi.
Aku ga nyuri.Huhhh!" Evi melihat Irwan sedakep jadi panik,"Jangan marah dong.Ntar selera makannya hilang lagi.Aku cuma heran aja kok.Biasanya kan para boss makannya mewah di restolah,mewah pokoknya."
Irwan masih pura2 ngambek,"Aku ga mau makan kalau begitu." Waduh...Evi bingung.Piye ki?
Irwan kambuh julitnya,"Dengan satu syarat..." Evi kepo,"Apa?" Irwan memegang tangan Evi,"Aku mau kamu menyuapi aku...."
Evi tersipu,"Manja Pak CEO nya deh..." Irwan tersenyum,"Siapa suruh bikin CEO marah?Huh..." Saat itulah tiba2 terdengar suara langkah kaki orang berkejaran dan pintu ruangan
Irwan dibuka,"Irwan!!" Irwan dan Evi kaget memandang ke arah pintu tapi masih pegangan tangan gitu
mereka. _♡_ DI KOTA DI DESA di gunung dan laut BERLAGU KITA BERDUA....
dipegangi oleh receptionist dan Tria. Satu sosok yang ingin ia hapus dari kehidupannya,"Shiha?" Evi tak kalah kaget mendengar nama yang disebut Irwan,'Oh...itu Shiha?Wanita yang pernah ninggalin Irwan...dari awal jumpa aja aku dah ga suka...'
Tria minta maaf pada Irwan,"Maaf Pak!Wanita ini main nyelonong saja." Adi juga ikut kepo memdengar ribut2,"Ada apa sih?Astaga..Shiha?" Shiha malah kaget melihat Irwan memegang tangan Evi ga dilepas2 pula,"Wan,aku
dah nunggu kamu dari tadi.Aku mau bicara sama kamu Wan." Irwan malah menatap tajam gitu ke Shiha,"Diantara kita sudah tak ada yang perlu dibicarakan lagi.Tria bawa dia keluar dari ruangan saya!"
Irwan malah tersenyum sinis,"Minta maaf?Semua itu sudah ga penting buat aku.
Bagiku kamu sudah memilih jalan hidupmu.Sekarang aku juga sudah memilih jalan hidupku." Shiha malah ngancam,"Aku ga akan pergi dari sini sebelum kamu maafin aku Wan!" Tria malah punya usul,"Perlu saya panggilkan security Pak?" Irwan :"Tak perlu Tria!Biar aku saja yang pergi.Ayo Vi kita makan diluar.Bawa makan siangku ya!" Irwan malah menggandeng Evi pergi melewati Shiha yang terpana,"Di,aku keluar kantor.Mungkin lama.Kamu handle kantor dulu ya." Adi cuma jawab,"Beres Wan!!"
Shiha heran,'Siapa wanita itu?Punya posisi apa dia di hati Irwan sampai mendapat perlakuan istimewa.Digandeng lagi tangannya.Irwan itu ga lebay sama cewek.Ga sembarang cewek bisa menyentuh hatinya.Siapa wanita itu?Siapa dia?'
Ga cuma Shiha yang heran,Adi aja juga heran,'Wah...Irwan membalas perbuatan
Shiha dulu yang ninggalin dia di resepsi gitu aja.Sekarang dia ninggalin Shiha dan
kabur sama wanita lain.Itu kan wanita yang di resto dulu.Wah bener nih Irwan ada apa2 sama tuh cewek.'
Tria sama receptionist malah saling lirik dan nyalahin Shiha,"Mb sih ga sabaran jadi
orang makanya Boss malah marah.Malah pergi!Gaya sih kelas atas tapi kelakuan
kayak preman.Untung Pak Irwan ngalah pergi.Kalau ga dah saya panggilin security
terkenal kami.Pak Kumis!Huhh!!" ■☆■TAWA ...RIANG....dan cinta mulai bersemi....
Jadi malu nih.Hatiku dag dig dug tiap kali deket Irwan.Apalagi digandeng begini.
Aduhai...' Irwan malah nelpon Toto,jadi satu tangan megang hp tangan satunya megang tangan Evi,"Hello Toto!Bawa mobil ke depan ya.Saya mau pergi sama Non Evi.Oh ya aku mau nyetir sendiri.Soalnya aku ada tugas buat kamu:Kamu pastikan wanita bernama Shiha pergi dari kantor aku.Kamu mengerti!!" Toto jawab,"Siap 86 Boss!"
Ia malah tersenyum pada Evi,'Untung ada kamu Vi disamping aku saat Shiha
muncul dihadapanku.Sejak kamu hadir di hidup aku Vi,aku melihat dunia ini begitu indah.
Hidupku ga sunyi lagi.Aku punya seseorang yang kulindungi,kusayangi,kujagai,aku merasa memiliki tujuan hidup.Maaf ya Vi kamu pasti heran sama sikap aku.Andai saja kamu belum ada yang punya Vi.'
/^/^ LA..LA...LA...LA...LA..LA...*(♡ TIADA LAGI DUKA Pun air mata....
Evi tak berani bertanya mau kemana Irwan membawanya.Ia nurut aja.
Ia kan juga karyawan Irwan sebenarnya.He..he...Sampai di luar gerimis malah turun,
Irwan segera melepas jasnya.Wah Evi heran melihatnya,'Irwan kok malah lepas jas?' Rupanya Irwan malah menjadikan jasnya sebagai payung buat menaungi dia dan Evi.
How sweet.... Irwan malah nampak hepi gitu ditengah riuhnya orang2 yang berteduh,"Ayo Vi mobilnya disana.Agak kesini biar ga kena hujan.Mepet aku dikit."
Evi jadi salting apalagi didepan banyak orang pula,'Astaga...ini malah nempel sama
Irwan nih...dinaungi jasnya pula.Aduh...aku ga akan lupain moment ini.Hatiku makin berdebar2.....'
Merekapun melangkah diiringi tatapan para karyawan yang menuju pantry atau
area2 makan. 《♡ KEMBALILAH SAYANG BERSAMA BERJALAN...
sama Evi malah ga jadi ngasih payung,'Kayaknya lebih co cuit pakai payung jas deh.He....he...Aku yakin Boss dan Non Evi bakal menikah.Yakin aku....feelingku ga
pernah salah...' >♡< DUKA ATAUPUN SENANG... Shiha terus mengejar Irwan namun saat ia didepan ia dihalangi oleh Toto,"Mb jangan coba2 mengusik Boss ya!!Kalau masih ngeyel saya bisa main kasar sama mb!
Ini perintah dari Boss sendiri!!" Shiha tak bisa berbuat apa2 lagi hanya mampu melihat pria yang dulu ia tinggalkan
kini meninggalkannya bersama wanita lain.Sakit sekali rasanya.Baru tahu ya?
Karma nih ye .....
Tapi yang tetep aja grogi,Irwan membantunya,"Bilang aja Vi.Aku pasangkan.Nah tarik klik disini.Udah deh." Evi merona karena tangan Irwan bersentuhan dengan tangannya.Irwan hendak melempar jasnya ke kursi tengah,Evi mencegahnya. Evi:"Jangan Wan!Sini biar kupegang." Irwan menyerahkannya pada Evi,"Oke.Kita pergi ya." Evi melihat jam,"Sudah waktunya kamu makan Wan.Mau pergi kemana?" Irwan malah senyum sambil membunyikan klakson menyapa security,"Din din!!" Security langsung memberi hormat,"Selamat siang Pak Irwan!" Gerbang dibuka,Irwan melambaikan tangannya.Sang CEO pergi bersama Evi. ¤♡¤ KAN KUSIMPAN DIA DIDALAM HATIKU.... Evi merapikan jas Irwan dan menaruhnya di kursi tengah.Wah kayak udah jadi isterinya aja deh.Evi baru ingat soal Fitri kala melihat mobil box di jalan,"Ya ampun Fitri nanti nunggu aku nih..."
Irwan kepo,"Siapa Fitri?"
Irwan malah senyum2,"Urusan kerjaan ya?Udah aku nanti yang tanggung jawab.Kamu tenang aja."
♡¤♥KASIH DAN SAYANGMU.... Tanpa setahu mereka sebuah mobil melihat mereka dan mengikuti mobil
Irwan. Seorang wanita paruh baya didalamnya,"Pak ikuti mobil itu!" Wah Irwan mau ajak Evi ke mana ya?Bawa makan siangnya pula.Terus siapa wanita paruh baya itu?***see you next eps***
Eps 20 CERBUNG X ○●
DEBU-DEBU JALANAN
DEBU-DEBU JALANAN
○♧ DEBU-DEBU JALANAN♧○ CERBUNG X EPS 20
○♧ My Journey With Him♧○ Perjalananku Bersamanya
●♧ PerJALANAN....
○♣ PERJALANAN PANJANG MENYENANGKAN YANG KITA LALUI....(di mobil Irwan )
Hujan masih turun walau ga deras.Hanya rintik2.Irwan malah nyetel musik,
"Dengerin musik ya Vi...lagu dari J-Rocks nih...aku suka..."
Evi hanya mengangguk sambil merhatiin tangan Irwan yang mencet layar pilihan lagu,'Tanpa lagu aja rasanya di hatiku sudah penuh senandung nih...wah gimana nih...secara status aku kan pacar kak Reza.Tapi hatiku...hatiku sangat bahagia kalau didekat Irwan.Apa aku mata duitan ya?Aku melihat Irwan bukan karena itu.Aku menyukai cara dia memperlakukanku.Rasanya berharga banget kalau dekat dia.Kalau cuma kita berdua gini ga ada yang namanya CEO atau pelayan resto.Kami bak dua manusia setara.Tuhan,mengapa perasaan sayang ini muncul disaat aku sudah punya kak Reza?Inikah rasanya jatuh cinta?'
Irwan malah asyik bersenandung. ○♣ JADIKAN KENANGAN TERSIMPAN BERSAMA-SAMA....
Evi kembali melihat ke arah jam,"Wan,sudah jam 12 lebih lho.Perut kamu harus diisi.Kita mau kemana sih?Masih lama ga sampainya?"
Irwan senang melihat Evi perhatian sama kesehatannya,'Wah belum juga jadi isteri udah care apalagi kalau sudah ya?He..he..kayaknya asyik nih kalau aku julitin dikit.'
Pas di lampu merah,Irwan malah pura2 megangi perutnya sok mules gitu dia,"Aduh..Vi...perutku perih banget nih...Aduh...perih Vi..."
Tentu saja Evi panik. ○♣ SEGALA CANDA TAWA DAN CERIA TERANGKAI DI SINI.... Evi segera kepoin dashboard ada obat ga disana,"Ya ampun Wan...kamu ga prepare
obat di mobil kamu?Kamu taruh mana obatnya?Gimana nih?" Irwan pingin ngekek tapi dia tahan,"Di mobil yang satunya kali Vi.Habis aku punya banyak mobil.Ga inget jadinya....aduh...masak balik ke kantor sih?Males banget ketemu mantan aku...aduh..mana hijau lagi....'
Irwan gaya sok berusaha tetep nyetir meski nyengir kesakitan.
Evi yang jadi panik tingkat dewa,"Wan mending menepi dulu yach.Aku takut kalau malah kenapa2.Menepi dulu yach..."
Irwan seneng banget Evi nampak cemas.Ia pun menepikan mobil sambil pura2 menahan nyeri.Dasar CEO julit nih!
Evi melihat sekitarnya,"Kamu biasa minum obat apa Wan?Biar aku beliin ya.Itu ada apotik.
Aku akan pergi beli obat ke sana." Irwan tersenyum melihat Evi panik sampai ga bisa buka seat belt,"Apa aja sih Vi...tapi beneran kamu mau beliin obat buat aku?Gerimis lho.."
Evi malah hampir nangis,"Ini gimana bukanya?Kok ga isa sih Wan....kasihan kamu kesakitan..." Irwan malah jadi terharu melihat ekspresi Evi,'Ya ampun sampai segitunya paniknya..' Irwan jadi ga tega nerusin sandiwaranya,Evi akhirnya berhasil membuka seatbelt dan membuka pintu mobil namun ga bisa buka lha dikunci otomatis sama Irwan. Kembali Evi panik,"Ya ampun kenapa ga bisa buka sih?Wan,kok ga bisa dibuka pintunya?Gimana ini?"
♧● JADI BAGIAN CERITA,PERJALANAN INI...
Irwan tersenyum haru melihat Evi coba membuka pintu,diraihnya tangan gadis itu sambil memasang wajah ceria,"Vi,pintunya kukunci otomatis.Lagian perutku dah gpp kok.
Lihat nih aku dah ga mules lagi." Evi memandang Irwan dengan heran tapi juga lega,"Kok bisa Wan?Biasanya maag itu kan lama hilang perihnya.Aneh..." Evi memandang curiga gitu sama sang CEO yang pringas pringis ga jelas,"Kamu ngerjain aku ya??Iya kan kamu ngerjain aku kan?"
Irwan memutar2 matanya,"Cuma dikit doang Vi..he..he.." Evi langsung nyubitin lengan Irwan, "Iih...Irwan julit banget sih jadi orang!Bikin panik tahu!!Ngeselin banget sih...nih rasain cubitan aku..nih!!Nih lagi!"
Irwan mengaduh kesakitan,"Auuw!!Aduh Vi sakit tahu!Auw!!" Evi malah makin gencar nyubitin Irwan sampai Irwan megang tangan Evi biar ga
nyubitin dia.Mereka berpandangan.
♧● INGATKAH KAU KAWAN AKAN JANJI DAN IMPIAN KITA...(di mobil Mas Idayu )
Melihat mobil Irwan menepi,Idayu segera menyuruh sopir juga menepi,"Pak,tolong
menepi juga.Jaga jarak ya.Jangan sampai kelihatan kalau kita ngikutin mobilnya." Sang sopir manggut2,"Siap Nyonya Besar." Idayu menatap ke arah mobil Irwan,jelas tadi ia lihat seorang gadis di kursi depan
samping Irwan.Hatinya bertanya2 namun juga ada secercah asa disana,'Siapa gadis
itu?Irwan jadi dingin pada wanita sejak kejadian Shiha ninggalin dia pas pernikahan.Kini aku lihat ia dengan seorang wanita.Diberi hak duduk depan lagi.Wah posisi yang istimewa itu.Gadis itu pasti sangat spesial karena mampu mencairkan hati putraku.Jika hati Irwan sudah luluh maka ada kemungkinan ia akan memaafkan diriku.Aku harus tahu siapa gadis itu.Dia akses buat aku mendekati Irwan tanpa ditolak.Aku akan ikuti terus mereka.Aku ingin tahu sedekat apa hubungan mereka.Benarkah Irwan sudah membuka hatinya untuk wanita?Jika iya maka besar kemungkinan ia juga akan membuka pintu maafnya bagiku.'
○♣ HINGGA KINI MIMPI KITA TAK AKAN TERHENTI....
Idayu bertekad akan mati2an meraih kembali hati putranya,'Kini aku hanya
punya Irwan.Dulu saat aku masih punya lengkap malah aku sibuk dengan harta.
Aku memaksakan kehendakku,semua demi harta keluarga.Kini harta memang berlimpah namun aku kesepian.Hatiku hampa.Putraku membenciku,putriku memilih bunuh diri dan suamiku sudah tiada karena kurang perhatianku.Aku ini manusia atau monster?Kuperlakukan keluargaku bak memperlakukan binatang.Tidak!Aku akan berjuang kali ini demi satu2nya hartaku yang kupunya,putraku.Dia lebih dari emas permata lebih dari sekedar nama besar keluarga.Dia adalah kedamaian hatiku.Pusaka bagiku.'
♧● KITA SELALU BERSAMA TAKKAN PERNAH TERPISAH.... ( mobil Irwan )
Evi jadi tersipu tangannya dipegang Irwan,'Ya Tuhan ini sudah keberapa ya dia
megang tangan aku?Bikin grogi dan deg2an aja deh...'
Irwan kikuk juga,namun bingung juga mau ngomong apa.Sampai kemudian kedengaran bunyi perut Irwan yang keroncongan.Aduh Irwan malu banget.
Apalagi Evi sampai menahan tawa karenanya,"Hi..hi...tuh ada yang protes sejak tadi
kagak digubris." Irwan lalu melepas tangan Evi dan siap menyetir lagi.Evi malah mengambil tempat
makan siang Irwan. Evi mengambil pisang,"Kalau masih lama mending kamu ngemil dulu deh.Ada pisang nih.Ini salah satu buah yang sangat dianjurkan untuk penderita asam lambung."
Irwan jawab,"Lagi nyetir nih Vi.Bentar lagi sampai kok.Aku bisa nahan kok."
Evi malah mengupasnya,"Aku suapi.Kamu itu kan manja orangnya.Aku sudah hafal.
Ini ayo dimakan...." Irwan makan sambil nyetir disuapi Evi,'Evi..Evi...hanya ke orang2 dekat aja aku
menampilkan sisi diriku yang manja dan jahil.He..he..Ga semua orang bisa lihat sisi diriku yang ini.' ●☆SELALU BERSUKACITA NIKMATI DUNIA... Irwan nampak bahagia banget nyetir sambil makan pisang dari tangan Evi.
Evi lega melihat Irwan makan walau cuma pisang saja,'Untung hari ini aku kepikiran
bawa pisang.Kalau ga wah mungkin aku suapi Irwan pakai main course.' Evi juga mengambilkan minum buat Irwan,"Minum tidak?" Irwan menggeleng,"Ga Vi.Aku kan mau ajak kamu ke sebuah tempat yang jual
minuman fave aku." Evi heran,"Minuman apa itu?Awas jangan minuman keras lho!Juga ga boleh minuman bersoda atau kopi!Ga boleh!!"
Wah Irwan melirik Evi,"Wah..wah kayak sudah jadi isteriku aja kamu Vi.He..he.." Evi jadi salting deh.
○★BERSINARLAH TERUS BAGAIKAN BINTANG2....
Meski kepo Evi ga berani tanya lagi.Ia diam sambil memperhatikan jalan.
Irwan menepikan mobilnya di dekat sebuah taman.Evi lega karena hujan sudah berhenti.Irwan kembali julit,"Vi,kamu diam aja dulu.Soalnya mobilku ini hanya bisa dibuka oleh aku.Jadi kamu diem dulu ya."
Evi heran juga,'Mobil aneh...masak ada mobil begituan sih?' Irwan segera turun dan membuka pintu bagi Evi,"Silakan turun Tuan Putri Evi..." Evi melihat Irwan senyum2,"Pasti kamu ngerjain aku lagi ya?Dasar Pangeran Julit!" Irwan ngekek,"Yeah...ketahuan deh..." ●☆ MENYINARI MALAM KELAM YANG DATANG.... Evi memandang sekitarnya,ada penjual air kelapa muda disana.Irwan menyodorkan lengannya,"Ayo ke sana!Masak Tuan Putri jalan sendiri?"
Evi mau ngeyel tapi ntar malah makin lama Irwan ga makan2,akhirnya ia gandeng juga lengan Irwan.Weleh...kayak mau ke pesta aja deh.Evi tak habis pikir dengan tingkah Irwan
hari ini.Julit banget.Sang penjual kelapa muda sumringah melihat Irwan,"Wah lama ga kemari Den?Sekali datang bawa gandengan.Calonnya ya Den?"
Evi jadi merona bak tomat buah pipinya,'Aduh!Malah sekarang aku dikira calonnya Irwan.Emang cocok ya?...ngarep...' Evi segera melepas pegangannya di lengan Irwan,malu dia.Irwan malah meraih
tangan Evi lagi,"Pak,kelapa muda ya.Satu yang besar ya...mau buat berdua nih...
he..he.." Evi makin tak karuan perasaannya,'Rasanya kayak kencan deh.Aduh...sekali ngantar makan siang aja dah alami kayak gini...Gimana kalau ketemu tiap hari?'
♣↑TERBANGLAH TINGGI ARUNGI LUAS ANGKASA...
Irwan melangkah ke tempat favenya di meja yang agak menjauh dan dekat situ tumbuh pohon talok.Sedang berbuah lagi.Evi terpana melihat indahnya tempat itu,
"Wah...buah talok.Hmm...jadi ingat waktu kecil suka nyari buah ini sama Rizky."
Irwan terpesona melihat Evi yang berbinar2 melihat pohon talok yang rimbun,"Kamu persis Rita kalau lihat talok langsung berbinar2 wajahnya.Sebenarnya tempat ini tempat favenya dia."
Evi memandang sendu pada Irwan,"Maaf aku ga tahu kalau adikmu juga suka talok." Irwan menarik nafas,"Gpp.Ayo saatnya makan.Aku lapar!" Evi tersenyum dan segera menyajikan makan siang Irwan.Kelapa mudanya juga datang,"Mari dinikmati Den.Silakan." Irwan tersenyum,"Makasih ya Pak." Evi menyiapkan suapan pertama,tapi ia melihat Irwan juga mengambil sendok lagi. Evi heran,"Kamu mau makan sendiri?Tadi katanya minta disuapi?"
Irwan ketawa,"Kok kamu kecewa gitu?Seneng ya nyuapi aku?Aku ambil sendok lagi soalnya aku mau nyuapi kamu juga.Ga enak makan sendiri.Mana banyak lagi.Kamu ini bawa berapa porsi sih Vi?"
Evi malu2 jawab,"Habis kata kak Ros aku harus bawa cadangan buat menu kamu.
Siapa tahu kamu ga suka.Atau mau nambah.He..he.." Irwan malah menyeruput air kelapa mudanya,"Pokoknya kamu harus bantu aku menghabiskan makanan ini.Kalau ga habis aku ga mau teken tanda terimanya.He..he.." Evi manyun deh,'Waduh sekarang aku harus kepriben?CEO yang satu ini akalnya banyak bener.'
♧☆ MELINTASI BUMI LANGIT DAN SEMESTA.... Acara makanpun serasa di pernikahan.Suap2an.Mana minumnya juga sebutir kelapa berdua lagi.Kalau habis pesan lagi.Weleh... Irwan nampak gembira menikmati degan,"Aku suka banget air kelapa Vi."
Evi malah membantu mengambilkan degannya,"Rasanya segar ya.Aku juga pernah baca kalau air kelapa sangat membantu penderita asam lambung.Pantas kamu suka."
Evi memandang ke arah pohon talok,"Coba aku ga segera harus balik ke resto pasti asyik nih nyari talok."
Irwan mendengarnya dan segera mengambil hpnya,"Tria,tolong kamu hubungi Resto Rosalina bilang kalo aku ada perlu sama karyawannya yang bernama Evi.Juga yang tadi datang sama Evi tolong kamu bilangin supaya ga usah nunggu Evi.Evi akan aku antar nanti.Gitu ya Tria.Ada yang kamu mau tanyakan?"
Tria menjawab via phone,"Saya mengerti Pak.Segera saya hubungi mereka.Oh ya Nona Shiha juga sudah pergi Pak."
Irwan ga antusias dengarnya,"Biarin saja.Oke pastikan semua urusan dengan Resto Rosalina beres ya." Tria jawab,"Tentu Pak." ●♣ TUK MENGGAPAI MIMPI KITA SEMUA...
Evi kaget mendengar pembicaraan Irwan di telepon,'Ya ampun.Kak Ros marah ga ya
nanti?' Irwan menutup hpnya,"Ayo Vi!Lanjut makannya.Belum habis nih." Evi segera menyuapi Irwan lagi,"Wan,ntar hubungan Asian Group sama Resto Rosalina bisa rusak kalau aku ga balik2?"
Irwan malah melirik Evi,"Kamu tenang aja.Aku sudah tangani kok.Habis makan kita cari talok ya.He ...he....dah lama aku ga nyari talok nih.Biasanya Rita yang heboh kalau lihat pohon talok.Tuh disana merah2 Vi."
Evi tersenyum sambil melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Iya merah2.Aku juga jadi kangen Rizky kalau lihat talok." Irwan tersenyum,"Kita sama ya?Sama2 ingat adik kalau lihat talok.He..he.."
Wah mereka mau nyari talok habis makan.Aku ikut dong.Hush..!!Irwan dan Evi makin dekat.Gimana nanti tanggapan kak Ros ya kala tahu Fitri balik sendirian?***see you next eps***
Eps 21 CERBUNG X ♣ DEBU-DEBU JALANAN
Hujan masih turun walau ga deras.Hanya rintik2.Irwan malah nyetel musik,
"Dengerin musik ya Vi...lagu dari J-Rocks nih...aku suka..."
Evi hanya mengangguk sambil merhatiin tangan Irwan yang mencet layar pilihan lagu,'Tanpa lagu aja rasanya di hatiku sudah penuh senandung nih...wah gimana nih...secara status aku kan pacar kak Reza.Tapi hatiku...hatiku sangat bahagia kalau didekat Irwan.Apa aku mata duitan ya?Aku melihat Irwan bukan karena itu.Aku menyukai cara dia memperlakukanku.Rasanya berharga banget kalau dekat dia.Kalau cuma kita berdua gini ga ada yang namanya CEO atau pelayan resto.Kami bak dua manusia setara.Tuhan,mengapa perasaan sayang ini muncul disaat aku sudah punya kak Reza?Inikah rasanya jatuh cinta?'
Irwan malah asyik bersenandung. ○♣ JADIKAN KENANGAN TERSIMPAN BERSAMA-SAMA....
Irwan senang melihat Evi perhatian sama kesehatannya,'Wah belum juga jadi isteri udah care apalagi kalau sudah ya?He..he..kayaknya asyik nih kalau aku julitin dikit.'
Pas di lampu merah,Irwan malah pura2 megangi perutnya sok mules gitu dia,"Aduh..Vi...perutku perih banget nih...Aduh...perih Vi..."
Tentu saja Evi panik. ○♣ SEGALA CANDA TAWA DAN CERIA TERANGKAI DI SINI.... Evi segera kepoin dashboard ada obat ga disana,"Ya ampun Wan...kamu ga prepare
obat di mobil kamu?Kamu taruh mana obatnya?Gimana nih?" Irwan pingin ngekek tapi dia tahan,"Di mobil yang satunya kali Vi.Habis aku punya banyak mobil.Ga inget jadinya....aduh...masak balik ke kantor sih?Males banget ketemu mantan aku...aduh..mana hijau lagi....'
Irwan gaya sok berusaha tetep nyetir meski nyengir kesakitan.
Evi yang jadi panik tingkat dewa,"Wan mending menepi dulu yach.Aku takut kalau malah kenapa2.Menepi dulu yach..."
Evi melihat sekitarnya,"Kamu biasa minum obat apa Wan?Biar aku beliin ya.Itu ada apotik.
Aku akan pergi beli obat ke sana." Irwan tersenyum melihat Evi panik sampai ga bisa buka seat belt,"Apa aja sih Vi...tapi beneran kamu mau beliin obat buat aku?Gerimis lho.."
Evi malah hampir nangis,"Ini gimana bukanya?Kok ga isa sih Wan....kasihan kamu kesakitan..." Irwan malah jadi terharu melihat ekspresi Evi,'Ya ampun sampai segitunya paniknya..' Irwan jadi ga tega nerusin sandiwaranya,Evi akhirnya berhasil membuka seatbelt dan membuka pintu mobil namun ga bisa buka lha dikunci otomatis sama Irwan. Kembali Evi panik,"Ya ampun kenapa ga bisa buka sih?Wan,kok ga bisa dibuka pintunya?Gimana ini?"
♧● JADI BAGIAN CERITA,PERJALANAN INI...
Lihat nih aku dah ga mules lagi." Evi memandang Irwan dengan heran tapi juga lega,"Kok bisa Wan?Biasanya maag itu kan lama hilang perihnya.Aneh..." Evi memandang curiga gitu sama sang CEO yang pringas pringis ga jelas,"Kamu ngerjain aku ya??Iya kan kamu ngerjain aku kan?"
Irwan memutar2 matanya,"Cuma dikit doang Vi..he..he.." Evi langsung nyubitin lengan Irwan, "Iih...Irwan julit banget sih jadi orang!Bikin panik tahu!!Ngeselin banget sih...nih rasain cubitan aku..nih!!Nih lagi!"
Irwan mengaduh kesakitan,"Auuw!!Aduh Vi sakit tahu!Auw!!" Evi malah makin gencar nyubitin Irwan sampai Irwan megang tangan Evi biar ga
nyubitin dia.Mereka berpandangan.
menepi juga.Jaga jarak ya.Jangan sampai kelihatan kalau kita ngikutin mobilnya." Sang sopir manggut2,"Siap Nyonya Besar." Idayu menatap ke arah mobil Irwan,jelas tadi ia lihat seorang gadis di kursi depan
samping Irwan.Hatinya bertanya2 namun juga ada secercah asa disana,'Siapa gadis
itu?Irwan jadi dingin pada wanita sejak kejadian Shiha ninggalin dia pas pernikahan.Kini aku lihat ia dengan seorang wanita.Diberi hak duduk depan lagi.Wah posisi yang istimewa itu.Gadis itu pasti sangat spesial karena mampu mencairkan hati putraku.Jika hati Irwan sudah luluh maka ada kemungkinan ia akan memaafkan diriku.Aku harus tahu siapa gadis itu.Dia akses buat aku mendekati Irwan tanpa ditolak.Aku akan ikuti terus mereka.Aku ingin tahu sedekat apa hubungan mereka.Benarkah Irwan sudah membuka hatinya untuk wanita?Jika iya maka besar kemungkinan ia juga akan membuka pintu maafnya bagiku.'
○♣ HINGGA KINI MIMPI KITA TAK AKAN TERHENTI....
punya Irwan.Dulu saat aku masih punya lengkap malah aku sibuk dengan harta.
Aku memaksakan kehendakku,semua demi harta keluarga.Kini harta memang berlimpah namun aku kesepian.Hatiku hampa.Putraku membenciku,putriku memilih bunuh diri dan suamiku sudah tiada karena kurang perhatianku.Aku ini manusia atau monster?Kuperlakukan keluargaku bak memperlakukan binatang.Tidak!Aku akan berjuang kali ini demi satu2nya hartaku yang kupunya,putraku.Dia lebih dari emas permata lebih dari sekedar nama besar keluarga.Dia adalah kedamaian hatiku.Pusaka bagiku.'
megang tangan aku?Bikin grogi dan deg2an aja deh...'
Irwan kikuk juga,namun bingung juga mau ngomong apa.Sampai kemudian kedengaran bunyi perut Irwan yang keroncongan.Aduh Irwan malu banget.
Apalagi Evi sampai menahan tawa karenanya,"Hi..hi...tuh ada yang protes sejak tadi
kagak digubris." Irwan lalu melepas tangan Evi dan siap menyetir lagi.Evi malah mengambil tempat
makan siang Irwan. Evi mengambil pisang,"Kalau masih lama mending kamu ngemil dulu deh.Ada pisang nih.Ini salah satu buah yang sangat dianjurkan untuk penderita asam lambung."
Irwan jawab,"Lagi nyetir nih Vi.Bentar lagi sampai kok.Aku bisa nahan kok."
Ini ayo dimakan...." Irwan makan sambil nyetir disuapi Evi,'Evi..Evi...hanya ke orang2 dekat aja aku
menampilkan sisi diriku yang manja dan jahil.He..he..Ga semua orang bisa lihat sisi diriku yang ini.' ●☆SELALU BERSUKACITA NIKMATI DUNIA... Irwan nampak bahagia banget nyetir sambil makan pisang dari tangan Evi.
Evi lega melihat Irwan makan walau cuma pisang saja,'Untung hari ini aku kepikiran
bawa pisang.Kalau ga wah mungkin aku suapi Irwan pakai main course.' Evi juga mengambilkan minum buat Irwan,"Minum tidak?" Irwan menggeleng,"Ga Vi.Aku kan mau ajak kamu ke sebuah tempat yang jual
minuman fave aku." Evi heran,"Minuman apa itu?Awas jangan minuman keras lho!Juga ga boleh minuman bersoda atau kopi!Ga boleh!!"
Wah Irwan melirik Evi,"Wah..wah kayak sudah jadi isteriku aja kamu Vi.He..he.." Evi jadi salting deh.
Irwan menepikan mobilnya di dekat sebuah taman.Evi lega karena hujan sudah berhenti.Irwan kembali julit,"Vi,kamu diam aja dulu.Soalnya mobilku ini hanya bisa dibuka oleh aku.Jadi kamu diem dulu ya."
Evi heran juga,'Mobil aneh...masak ada mobil begituan sih?' Irwan segera turun dan membuka pintu bagi Evi,"Silakan turun Tuan Putri Evi..." Evi melihat Irwan senyum2,"Pasti kamu ngerjain aku lagi ya?Dasar Pangeran Julit!" Irwan ngekek,"Yeah...ketahuan deh..." ●☆ MENYINARI MALAM KELAM YANG DATANG.... Evi memandang sekitarnya,ada penjual air kelapa muda disana.Irwan menyodorkan lengannya,"Ayo ke sana!Masak Tuan Putri jalan sendiri?"
hari ini.Julit banget.Sang penjual kelapa muda sumringah melihat Irwan,"Wah lama ga kemari Den?Sekali datang bawa gandengan.Calonnya ya Den?"
Evi jadi merona bak tomat buah pipinya,'Aduh!Malah sekarang aku dikira calonnya Irwan.Emang cocok ya?...ngarep...' Evi segera melepas pegangannya di lengan Irwan,malu dia.Irwan malah meraih
tangan Evi lagi,"Pak,kelapa muda ya.Satu yang besar ya...mau buat berdua nih...
he..he.." Evi makin tak karuan perasaannya,'Rasanya kayak kencan deh.Aduh...sekali ngantar makan siang aja dah alami kayak gini...Gimana kalau ketemu tiap hari?'
♣↑TERBANGLAH TINGGI ARUNGI LUAS ANGKASA...
"Wah...buah talok.Hmm...jadi ingat waktu kecil suka nyari buah ini sama Rizky."
Irwan terpesona melihat Evi yang berbinar2 melihat pohon talok yang rimbun,"Kamu persis Rita kalau lihat talok langsung berbinar2 wajahnya.Sebenarnya tempat ini tempat favenya dia."
Evi memandang sendu pada Irwan,"Maaf aku ga tahu kalau adikmu juga suka talok." Irwan menarik nafas,"Gpp.Ayo saatnya makan.Aku lapar!" Evi tersenyum dan segera menyajikan makan siang Irwan.Kelapa mudanya juga datang,"Mari dinikmati Den.Silakan." Irwan tersenyum,"Makasih ya Pak." Evi menyiapkan suapan pertama,tapi ia melihat Irwan juga mengambil sendok lagi. Evi heran,"Kamu mau makan sendiri?Tadi katanya minta disuapi?"
Evi malu2 jawab,"Habis kata kak Ros aku harus bawa cadangan buat menu kamu.
Siapa tahu kamu ga suka.Atau mau nambah.He..he.." Irwan malah menyeruput air kelapa mudanya,"Pokoknya kamu harus bantu aku menghabiskan makanan ini.Kalau ga habis aku ga mau teken tanda terimanya.He..he.." Evi manyun deh,'Waduh sekarang aku harus kepriben?CEO yang satu ini akalnya banyak bener.'
♧☆ MELINTASI BUMI LANGIT DAN SEMESTA.... Acara makanpun serasa di pernikahan.Suap2an.Mana minumnya juga sebutir kelapa berdua lagi.Kalau habis pesan lagi.Weleh... Irwan nampak gembira menikmati degan,"Aku suka banget air kelapa Vi."
Evi memandang ke arah pohon talok,"Coba aku ga segera harus balik ke resto pasti asyik nih nyari talok."
Irwan mendengarnya dan segera mengambil hpnya,"Tria,tolong kamu hubungi Resto Rosalina bilang kalo aku ada perlu sama karyawannya yang bernama Evi.Juga yang tadi datang sama Evi tolong kamu bilangin supaya ga usah nunggu Evi.Evi akan aku antar nanti.Gitu ya Tria.Ada yang kamu mau tanyakan?"
Tria menjawab via phone,"Saya mengerti Pak.Segera saya hubungi mereka.Oh ya Nona Shiha juga sudah pergi Pak."
Irwan ga antusias dengarnya,"Biarin saja.Oke pastikan semua urusan dengan Resto Rosalina beres ya." Tria jawab,"Tentu Pak." ●♣ TUK MENGGAPAI MIMPI KITA SEMUA...
nanti?' Irwan menutup hpnya,"Ayo Vi!Lanjut makannya.Belum habis nih." Evi segera menyuapi Irwan lagi,"Wan,ntar hubungan Asian Group sama Resto Rosalina bisa rusak kalau aku ga balik2?"
Irwan malah melirik Evi,"Kamu tenang aja.Aku sudah tangani kok.Habis makan kita cari talok ya.He ...he....dah lama aku ga nyari talok nih.Biasanya Rita yang heboh kalau lihat pohon talok.Tuh disana merah2 Vi."
Evi tersenyum sambil melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Iya merah2.Aku juga jadi kangen Rizky kalau lihat talok." Irwan tersenyum,"Kita sama ya?Sama2 ingat adik kalau lihat talok.He..he.."
Eps 21 CERBUNG X ♣ DEBU-DEBU JALANAN
♣ DEBU - DEBU JALANAN♧ CERBUNG X EPS 21
♣ I Will Return = Aku Akan Kembali
♧♣♧ JALAN Terbaik .....
♣ SEMUA TELAH BERAKHIR TAK MUNGKIN BISA DIPERTAHANKAN....( Shiha House )
Shiha pulang dengan gontai beda banget dengan pas berangkatnya yang penuh ceria.Sang Mama heran melihatnya,"Sayang kamu kok lemes gitu sih?Nak Irwan ga ditempat?Lagi keluar negeri ya?Dia emang sering keluar negeri.Makhlum sudah jadi Boss Besar."
Shiha melempar tubuhnya dengan malas ke sofa,"Irwan ga keluar negeri Ma.Dia ada di Jakarta.Bahkan kita ketemu di kantornya."
Sang Mama duduk dekat putrinya,"Terus gimana tanggapannya lihat kamu datang?
Dia pasti seneng ya lihat kamu.Mama yakin dia pasti surprised banget tuh." Shiha malah minta diambilkan air minum dingin sama pembantunya,"Boro2 seneng Ma lihat Shiha aja dia malah langsung cabut dari kantor.Malah Shiha yang surprised banget hari ini karena Irwan ga jomblo Ma.Dia gandeng cewek.Dia balas ninggalin Shiha sambil gandeng tuh cewek didepan Shiha.Sebel deh Ma...Shiha bete banget hari ini!!"
Sang pembantu datang bawa minuman,"Ini Non..silakan diminum." Wah kayak musafir ditengah gurun Sahara nan luas dan panas tak terkira....astaga
deskriptif amat,Shiha langsung menenggak sampai habis satu gelas minuman.Sajake ngelak tenan...
♧ HANYA LUKA JIKA KITA BERSAMA KARNA JALAN INI MEMANG BERBEDA... Sang Mama mendengarkan semua curhat Shiha,"Siapa cewek itu?Kok Mama baru tahu dari kamu ini ya?Kemana2 biasanya Nak Irwan selalu didampingi pengawalnya yang gondrong itu yang kayak vokalis grup band itu.Ga pernah kayake gandeng cewek.Sekarang kamu bilang Nak Irwan sama cewek sampai digandeng mesra pula,wah pasti tuh cewek pakai guna2 kali ya?"
Shiha mendengus kesal,"Tuh cewek anak konglomerat gitu Shiha ga begitu sakit hati.
Eh dia cuman pelayan resto Ma.Kerjaannya tuh nganter cateringan ke perusahaan Irwan.Namanya Evi Ma.Masak Shiha kalah sama pelayan resto?Ga level banget!" Sang Mama ingat sesuatu,"Sayang,Jeng Lina tadi ngebel Mama.Katanya Jeng Idayu
dah balik ke Jakarta.Kamu bisa deketi Jeng Idayu dulu kan dia itu yang paling setuju dengan perjodohan kamu sama anaknya.Mama yakin dia pasti mau nerima kamu lagi jadi calon mantunya."
Shiha berseri lagi mendengar usul Mamanya,"Boleh juga tuh Ma.Maminya Irwan kan paling peduli soal martabat bobot bibit dan bebet.Shiha yakin Maminya Irwan ga akan
setuju Irwan sama wanita kelas bawah kayak gitu.Mama pinter deh!"
Sang Mama tersenyum melihat Shiha kembali ceria,"Tapi Mama harap kamu minta
maaf dulu sama Jeng Idayu.Jangan lupa kamu pernah bikin malu keluarga mereka.
Kamu harus dapat maaf dia dulu jangan bilang soal mau dapetin Nak Irwan dulu.
Itu ntar aja.Pinter2 merayu dia." Shiha membuka hpnya foto2nya bersama Irwan masih ada disana,"Aku baru sadar
Ma setelah dikecewakan Hazman bahwa Irwan itu pria terbaik dalam hidup Shiha.
Cuma dia yang serius sama Shiha.Shiha nyesel banget deh Ma kenapa dulu Shiha
sia2in pria sebaik dia.Nyesel banget deh..." Terlambat sudah kau datang padaku...setelah kudapatkan penggantimu...kini hatiku tertutup untukmu...cukup sudah penderitaanku...Wk..wk...wk...
♣ SEMUA YANG TERJADI TAK AKAN KEMBALI....( Taman Talok )
Ganti scene ya?Lihat Gerhana Matahari dulu.Ups...maksude lihat Irvi dulu.
Kapan2 deh bikin cerbung dimana Evi jadi putri bulan dan Irwan jadi pangeran Matahari.Keren kali ya...hem.he...solar eclipse.Weleh...yang vampire aja belum
rilis diajeng...yang Mars juga belum...yang soal indra itu juga belum...eh kini
ada lagi weleh...habis gerhana matahari menginspirasi penulise...he..he..Dua belas pas dulu dikelarin satu satu.Emang gurita punya tangan banyak buat nulis?Ayak2 ae...ha..ha...Back to our lovely couple....
Usai makan,Evi dan Irwan sibuk nyari talok.Coba Evi pakai celana panjang dah
manjat kali he...he..Berhubung pakai rok sebatas lutut maka dia hanya bisa loncat2
indah deh.Irwan malah kambuh julitnya lihat Evi coba meraih satu dahan,'Kan habis hujan nih pasti banyak tetes air dong di pohon.He..he..sekali2 main air ya Vi...'
Irwan berjingkat2 deketi pohonnya terus digoyang deh batangnya,wah Evi jadi ketetesan air dari sela2 daun deh,"Irwaan!!Basah nih...aduh aku pakai seragam ini.Gimana nih?Irwan julit deh..Awas ya!!Aku balas nih!"
Wah Irwan lari mau dicubitin Evi,"Kabuuuur!!" Evi ngejar dia,"Sini!Dasar pangeran Julit !Sini biar aku cubit!" Irwan tertawa lepas,"Kejar daku kau kutangkap ha..ha..!" Malah kejar2an ga jelas mereka. ♣ JALAN KITA MEMANG BERBEDA NAMUN HATI INI TAK INGIN KEMBALI.... ( di mobil Mas Idayu ) Melihat dari jauh bagaimana cerianya Irwan bersama Evi membuat hati Mas Idayu
hangat dan lega,'Putra Mami bisa tertawa...ga sangka aku bisa lihat Irwan tertawa...
sebuah pemandangan yang luar biasa.Bisa melihat kembali putraku tertawa.Siapa gadis itu?Luar biasa pengaruh dia bagi Irwan.Aku akan mencari tahu siapa dia.Dia mampu mengubah mendung menjadi cerah.Mampu menghapus duka menjadi suka.Gadis yang sungguh istimewa.'
●° KUYAKIN KITA AKAN BAHAGIA....
Evi mengejar Irwan diantara pohon2 talok yang rindang yang tumbuh di taman yang mereka kunjungi.Pemilik kedai minum sampai senyum2 melihatnya,'Den Boss biasanya kalau ke sini paling minum degan sambil mandangi pohon talok.Nglangut banget.Tapi kali ini wajahnya ceria nian kayak matahari habis gerhana total.Byuh..byuh...silau lihatnya.'
Irwan berhenti lari sehingga Evi nabrak dia,hampir aja Evi jatuh namun ia reflek langsung meluk Irwan.Waduh mata mereka saling pandang lagi.
Evi salting,"Kamu sih berhenti mendadak.Dasar CEO julit abad ini!"
Irwan senyum sampai dekik gitu pipi tembemnya,"Sorry!Habis aku kan habis makan.
Senem kalau lari2an.Aku duduk dulu.Kamu betah ya lari gitu?" Irwan duduk di bangku di bawah pohon talok,Evi malah asyik mengambili talok dari
dahan yang berjuntai dekat mereka berada. Evi ,"Kamu harus berolahraga teratur Wan.Biar maag kamu juga sembuh.Wan,merah2 nih kamu mau ga?"
Irwan keluar manjanya,"Suapi dong.He..he.."
Evi mendekat dan memasukkan sebutir talok ke mulut Irwan,"Emang manja banget nih ...."
Irwan terkekeh,"Manis ya...kayak yang nyuapi he..he.."
Evi tersipu,"Bohong!Cantikkan cewek yang tadi siapa namanya ...Shiha?"
°○ TANPA HARUS SELALU BERSAMA.... Mendengar nama itu lagi Irwan jadi diam.Evi jadi merasa bersalah lalu duduk di samping CEO muda itu,"Wan,maaf ya aku ga bermaksud bikin kamu bad mood.Aku mohon jangan cemberut dong.Aku janji deh ga bakal nyebut soal cewek itu lagi.Jangan manyun dong...masak CEO manyun sih...?"
Irwan mengajukan jari kelingkingnya,"Janji?" Evi mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Irwan,"Janji!" Irwan baru mau tersenyum.Evi lega banget,'Teruslah tersenyum Wan.
Aku akan lakukan apapun agar kau selalu bahagia.Asal kau bahagia aku juga ikut bahagia.Aku ga suka kamu mikirin cewek tadi.Aku ga suka.' ○° TAK PERLU DISESALI TAK USAH DITANGISI.... Irwan melihat ke arah pohon talok,"Aku suka pohon ini.Pohon ini selalu memberi
naungan dan manfaat pada siapa saja.Buahnya bisa dimakan,banyak lagi,bisa jadi
obat juga.Kuharap aku akan menemukan seseorang yang akan menjadi pohon talok bagiku.Orang yang kepadanya aku bisa bernaung,berteduh menemukan kebahagiaan menikmati manisnya hidup bersama dan tetap setia di segala musim memberi
keindahan." Evi terharu mendengarnya,'Beruntungnya wanita yang kelak mendampingimu Wan.'
♣ KUYAKIN INI JALAN TERBAIK....
Evi menatap ke atas,"Wan ada yang merah dan besar disana!Wah pasti manis banget itu!Sayang tinggi ya."
Irwan juga memandang ke atas,"Yang itu?Bisa kok diambil."
Evi mengernyitkan dahi,"Gimana?Mau pakai senggek?Pakai tangga?Mana ada Wan." Irwan senyum2,"Evi..Evi kalau mental kayak gitu di dunia bisnis wah...bisa ga maju2 bisnisnya Vi.Berjuang dong cari akal kalau perlu lakukan riset biar bisa menemukan
jalan kalau perlu bikin inovasi baru yang akan membawa kita pada tujuan." ♣KALAU KITA TAK LAGI BERDUA.... Irwan tiba2 berjongkok,Evi heran,"Kamu sakit perut Wan?" Irwan geleng2 kepala,"Ini itu maksudnya kamu naik ke punggung aku.Ambil tuh buah talok.Waduh...malah dikira sakit perut." Evi malu deh,"Masak aku naik ke punggung seorang CEO sih?Ga sopan banget.Aku kan berat Wan."
Irwan lelah jongkok terus akhirnya diangkatnya Evi ke pelukannya,"Eh...Wan ini gimana sih???"
Irwan stay cool gitu mondong Evi,"Dah diambil tuh si merah besar..."
Evi memang jadi lebih tinggi dengan posisi diangkat sama Irwan,'Aduh Tuhan,dipeluk dipinggang gini bikin makin berdebar2 hatiku.Gimana kalau kak Reza lihat nih?Waduh ....'
♧ TAK PERLU DISESALI TAK USAH DITANGISI.... Evi berhasil meraih taloknya,"Sudah dapat nih.Ada dua he..he...kamu bisa turunin
aku sekarang." Irwan pelan menurunkan Evi,"Katanya berat ringan gini badanmu." Evi merona berada begitu dekat dengan Irwan,"Sudah jangan banyak komentar nih
makan talok aja.Satu kamu satu aku." Dimasukkannya satu ke mulut Irwan,Irwan tersenyum,"Manis banget ...air buahnya banyak." Evi juga memakan satunya sambil memandang haru pada Irwan,'Aku ga akan lupain moment ini.Makan siang bersama Irwan dibawah pohon talok.' Irwan membayar pada pemilik kedai,"Ini ya Pak." Pemilik kedai melihat uang Irwan,"Besar amat uangnya Den.Kagak ada yang kecil?"
Irwan malah gandeng Evi,"Ambil aja Pak.Anggap aja sewa pohon talok he.he..ayo Vi kita pergi."
Evi nurut aja digandeng Irwan.Sementara sang pemilik kedai melambaikan tangan dengan gembira,"Makasih ya Den.Sering2 kemari!Bawa calon isterinya juga he..he.."
Evi tersipu dengernya.Irwan membunyikan klakson sebelum pergi,"Din!!Din!!" Pemilik kedai melambaikan tangan dan mengangguk hormat,"Selamat jalan Den
Boss!!" Bakal kemana kah mereka selanjutnya?***see you next eps***
Shiha melempar tubuhnya dengan malas ke sofa,"Irwan ga keluar negeri Ma.Dia ada di Jakarta.Bahkan kita ketemu di kantornya."
Sang Mama duduk dekat putrinya,"Terus gimana tanggapannya lihat kamu datang?
Dia pasti seneng ya lihat kamu.Mama yakin dia pasti surprised banget tuh." Shiha malah minta diambilkan air minum dingin sama pembantunya,"Boro2 seneng Ma lihat Shiha aja dia malah langsung cabut dari kantor.Malah Shiha yang surprised banget hari ini karena Irwan ga jomblo Ma.Dia gandeng cewek.Dia balas ninggalin Shiha sambil gandeng tuh cewek didepan Shiha.Sebel deh Ma...Shiha bete banget hari ini!!"
Sang pembantu datang bawa minuman,"Ini Non..silakan diminum." Wah kayak musafir ditengah gurun Sahara nan luas dan panas tak terkira....astaga
♧ HANYA LUKA JIKA KITA BERSAMA KARNA JALAN INI MEMANG BERBEDA... Sang Mama mendengarkan semua curhat Shiha,"Siapa cewek itu?Kok Mama baru tahu dari kamu ini ya?Kemana2 biasanya Nak Irwan selalu didampingi pengawalnya yang gondrong itu yang kayak vokalis grup band itu.Ga pernah kayake gandeng cewek.Sekarang kamu bilang Nak Irwan sama cewek sampai digandeng mesra pula,wah pasti tuh cewek pakai guna2 kali ya?"
Shiha mendengus kesal,"Tuh cewek anak konglomerat gitu Shiha ga begitu sakit hati.
Eh dia cuman pelayan resto Ma.Kerjaannya tuh nganter cateringan ke perusahaan Irwan.Namanya Evi Ma.Masak Shiha kalah sama pelayan resto?Ga level banget!" Sang Mama ingat sesuatu,"Sayang,Jeng Lina tadi ngebel Mama.Katanya Jeng Idayu
dah balik ke Jakarta.Kamu bisa deketi Jeng Idayu dulu kan dia itu yang paling setuju dengan perjodohan kamu sama anaknya.Mama yakin dia pasti mau nerima kamu lagi jadi calon mantunya."
setuju Irwan sama wanita kelas bawah kayak gitu.Mama pinter deh!"
Sang Mama tersenyum melihat Shiha kembali ceria,"Tapi Mama harap kamu minta
maaf dulu sama Jeng Idayu.Jangan lupa kamu pernah bikin malu keluarga mereka.
Kamu harus dapat maaf dia dulu jangan bilang soal mau dapetin Nak Irwan dulu.
Itu ntar aja.Pinter2 merayu dia." Shiha membuka hpnya foto2nya bersama Irwan masih ada disana,"Aku baru sadar
Ma setelah dikecewakan Hazman bahwa Irwan itu pria terbaik dalam hidup Shiha.
Cuma dia yang serius sama Shiha.Shiha nyesel banget deh Ma kenapa dulu Shiha
sia2in pria sebaik dia.Nyesel banget deh..." Terlambat sudah kau datang padaku...setelah kudapatkan penggantimu...kini hatiku tertutup untukmu...cukup sudah penderitaanku...Wk..wk...wk...
rilis diajeng...yang Mars juga belum...yang soal indra itu juga belum...eh kini
ada lagi weleh...habis gerhana matahari menginspirasi penulise...he..he..Dua belas pas dulu dikelarin satu satu.Emang gurita punya tangan banyak buat nulis?Ayak2 ae...ha..ha...Back to our lovely couple....
Usai makan,Evi dan Irwan sibuk nyari talok.Coba Evi pakai celana panjang dah
manjat kali he...he..Berhubung pakai rok sebatas lutut maka dia hanya bisa loncat2
indah deh.Irwan malah kambuh julitnya lihat Evi coba meraih satu dahan,'Kan habis hujan nih pasti banyak tetes air dong di pohon.He..he..sekali2 main air ya Vi...'
Wah Irwan lari mau dicubitin Evi,"Kabuuuur!!" Evi ngejar dia,"Sini!Dasar pangeran Julit !Sini biar aku cubit!" Irwan tertawa lepas,"Kejar daku kau kutangkap ha..ha..!" Malah kejar2an ga jelas mereka. ♣ JALAN KITA MEMANG BERBEDA NAMUN HATI INI TAK INGIN KEMBALI.... ( di mobil Mas Idayu ) Melihat dari jauh bagaimana cerianya Irwan bersama Evi membuat hati Mas Idayu
hangat dan lega,'Putra Mami bisa tertawa...ga sangka aku bisa lihat Irwan tertawa...
sebuah pemandangan yang luar biasa.Bisa melihat kembali putraku tertawa.Siapa gadis itu?Luar biasa pengaruh dia bagi Irwan.Aku akan mencari tahu siapa dia.Dia mampu mengubah mendung menjadi cerah.Mampu menghapus duka menjadi suka.Gadis yang sungguh istimewa.'
Irwan berhenti lari sehingga Evi nabrak dia,hampir aja Evi jatuh namun ia reflek langsung meluk Irwan.Waduh mata mereka saling pandang lagi.
Evi salting,"Kamu sih berhenti mendadak.Dasar CEO julit abad ini!"
Irwan senyum sampai dekik gitu pipi tembemnya,"Sorry!Habis aku kan habis makan.
Senem kalau lari2an.Aku duduk dulu.Kamu betah ya lari gitu?" Irwan duduk di bangku di bawah pohon talok,Evi malah asyik mengambili talok dari
dahan yang berjuntai dekat mereka berada. Evi ,"Kamu harus berolahraga teratur Wan.Biar maag kamu juga sembuh.Wan,merah2 nih kamu mau ga?"
Irwan keluar manjanya,"Suapi dong.He..he.."
Irwan terkekeh,"Manis ya...kayak yang nyuapi he..he.."
Evi tersipu,"Bohong!Cantikkan cewek yang tadi siapa namanya ...Shiha?"
°○ TANPA HARUS SELALU BERSAMA.... Mendengar nama itu lagi Irwan jadi diam.Evi jadi merasa bersalah lalu duduk di samping CEO muda itu,"Wan,maaf ya aku ga bermaksud bikin kamu bad mood.Aku mohon jangan cemberut dong.Aku janji deh ga bakal nyebut soal cewek itu lagi.Jangan manyun dong...masak CEO manyun sih...?"
Irwan mengajukan jari kelingkingnya,"Janji?" Evi mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Irwan,"Janji!" Irwan baru mau tersenyum.Evi lega banget,'Teruslah tersenyum Wan.
Aku akan lakukan apapun agar kau selalu bahagia.Asal kau bahagia aku juga ikut bahagia.Aku ga suka kamu mikirin cewek tadi.Aku ga suka.' ○° TAK PERLU DISESALI TAK USAH DITANGISI.... Irwan melihat ke arah pohon talok,"Aku suka pohon ini.Pohon ini selalu memberi
naungan dan manfaat pada siapa saja.Buahnya bisa dimakan,banyak lagi,bisa jadi
obat juga.Kuharap aku akan menemukan seseorang yang akan menjadi pohon talok bagiku.Orang yang kepadanya aku bisa bernaung,berteduh menemukan kebahagiaan menikmati manisnya hidup bersama dan tetap setia di segala musim memberi
keindahan." Evi terharu mendengarnya,'Beruntungnya wanita yang kelak mendampingimu Wan.'
Irwan juga memandang ke atas,"Yang itu?Bisa kok diambil."
Evi mengernyitkan dahi,"Gimana?Mau pakai senggek?Pakai tangga?Mana ada Wan." Irwan senyum2,"Evi..Evi kalau mental kayak gitu di dunia bisnis wah...bisa ga maju2 bisnisnya Vi.Berjuang dong cari akal kalau perlu lakukan riset biar bisa menemukan
jalan kalau perlu bikin inovasi baru yang akan membawa kita pada tujuan." ♣KALAU KITA TAK LAGI BERDUA.... Irwan tiba2 berjongkok,Evi heran,"Kamu sakit perut Wan?" Irwan geleng2 kepala,"Ini itu maksudnya kamu naik ke punggung aku.Ambil tuh buah talok.Waduh...malah dikira sakit perut." Evi malu deh,"Masak aku naik ke punggung seorang CEO sih?Ga sopan banget.Aku kan berat Wan."
Irwan stay cool gitu mondong Evi,"Dah diambil tuh si merah besar..."
Evi memang jadi lebih tinggi dengan posisi diangkat sama Irwan,'Aduh Tuhan,dipeluk dipinggang gini bikin makin berdebar2 hatiku.Gimana kalau kak Reza lihat nih?Waduh ....'
♧ TAK PERLU DISESALI TAK USAH DITANGISI.... Evi berhasil meraih taloknya,"Sudah dapat nih.Ada dua he..he...kamu bisa turunin
aku sekarang." Irwan pelan menurunkan Evi,"Katanya berat ringan gini badanmu." Evi merona berada begitu dekat dengan Irwan,"Sudah jangan banyak komentar nih
makan talok aja.Satu kamu satu aku." Dimasukkannya satu ke mulut Irwan,Irwan tersenyum,"Manis banget ...air buahnya banyak." Evi juga memakan satunya sambil memandang haru pada Irwan,'Aku ga akan lupain moment ini.Makan siang bersama Irwan dibawah pohon talok.' Irwan membayar pada pemilik kedai,"Ini ya Pak." Pemilik kedai melihat uang Irwan,"Besar amat uangnya Den.Kagak ada yang kecil?"
Evi nurut aja digandeng Irwan.Sementara sang pemilik kedai melambaikan tangan dengan gembira,"Makasih ya Den.Sering2 kemari!Bawa calon isterinya juga he..he.."
Evi tersipu dengernya.Irwan membunyikan klakson sebelum pergi,"Din!!Din!!" Pemilik kedai melambaikan tangan dan mengangguk hormat,"Selamat jalan Den
Boss!!" Bakal kemana kah mereka selanjutnya?***see you next eps***
Eps 22 CERBUNG X ```
DEBU - DEBU JALANAN
DEBU - DEBU JALANAN
``` DEBU - DEBU JALANAN``` CERBUNG X EPS 22
``` Hidden Things = Yang Tersembunyi
``` Hati Lebur Jadi DEBU....
```TITIK2 NODA,TERTINGGAL DI DALAM DADA....( Resto Rosalina )
Melihat Fitri kembali seorang diri,Reza heran,"Mana Evi,Fit?Kamu kok sendirian?Evi kamu tinggal ya?"
Fitri turun dari mobil boxnya,"Ga berani saya ninggal mb Evi.Dia malah ninggal saya kok."
Reza makin bingung,"Ninggal kamu?Maksudmu gimana aku ga ngerti."
Fitri mengambil minuman dan menenggaknya,"Saya juga ga ngerti lha tahu2 saya dipeseni kalau ga usah nunggu mb Evi.Katanya mb Evi lagi sama Boss mereka.Diajak pergi gitu sama
CEO-nya Asian Group." Wah mendengar itu Reza makin penuh tanya,'CEO Asian Group?Tamu yang kemarin dulu itu dong.Ada apa ya?Diajak kemana pula?Kuajak jalan aja nolak terus eh sekarang sama Bossnya Asian Group langsung main pergi aja.Jadi curiga...'
``` GURATAN HATIKU MASIH ADA TERGURIS DI MATA .... Reza dengan resah menanti Evi kembali.Gundah hatinya.
Berbagai prasangka memenuhi hatinya,'Apa Evi sama aja kayak Intan ya?Suka cowok berduit dan berdasi.Masak sih aku salah nilai Evi?Perasaan dia ga gitu deh?Kok dia berubah ya sekarang?Main rahasia.Ga jujur sama aku.Seperti ada yang ia sembunyikan dariku.Evi...Evi...aku tuh sayang sama kamu tapi kok kamu malah menjauh gini sih dari aku?Padahal aku tuh kagum banget lho sama kamu Vi.Kamu itu sederhana,lugu,dandan juga ala kadarnya,ga ngejrenk amat,pakaian juga selalu sopan.Ga vulgar,ga ketat2 juga.Ga pamer bodylah pokoknya.Ga murahan.Beda sama Intan waduh bajunya super ketat,mini 4 wd,belahan di sana sini aduh belum kadang trans tv alias semriwing.Transparan gitu aduh daleman aja sampai kelihatan.Weleh...belum soal rambut yang gonta ganti warna ga jelas.
Apa ga pusing ya?Aku keramas aja pusing..gimana diulak alik rambutnya.Wah bisa migran tingkat dewa...ga deh sorry kenceng kalau urusan permak rambut.'
Melihat Reza gegana,Intan mendekatinya. Dikagetinnya cowok jangkung itu,"Gelisah banget sih kak?" Reza kembali melihat jam tangannya,"Ini nunggu Evi, Tan.Jam segini belum kembali." Intan tersenyum dalam hati,"Telpon aja kak!Zaman gini kok betah nunggu.Kan Evi bawa hp."
Reza baru nyadar,"Wah bener banget kamu!Cerdas!!" Intan merona bahagia dipuji sama Reza," Rezapun menelpon Evi. ``` PAHIT KURASAKAN HARI INI HATI MASIH LUKA...(Mobil Irwan)
Evi hendak bertanya pada Irwan soal tujuan mereka selanjutnya kala hpnya bunyi.Melihat yang mengontak dia,Evi grogi juga.Irwan malah jadi heran,"Angkat aja Vi!Siapa tahu dari RS."
Evi menurut,"Hello?" Reza lega denger suara pacarnya,"Vi, kamu dimana sekarang?" Evi menjawab,"Mau otw ke Resto kak.Kak Ros nyariin Evi ya?" Reza jawab,"Kayaknya sih iya.Kamu sama siapa sih Vi ?Kok ga bareng Fitri aja
pulangnya?" Evi memandang Irwan dengan galau,"Fitri dah sampai ya kak?" Reza malah heran kok Evi malah balik nanya,"Iya Vi.Kamu sama Boss Asian Group
ya?" Evi tak bisa ngelak,"Iya kak.Tadi Irwan...eh Pak Irwan ngajak makan diluar baru
mau teken tanda terimanya." Irwan sedih mendengar Evi bicara di telepon,'Pasti dari pacarnya.Jadi bete deh...
kenapa sih orang yang aku mulai sayang selalu saja di hatinya dah ada orang lain
duluan?Apa aku ga pantas dicintai ya?' ¤ TELAH AKU COBA,MELUPAKAN SEGALANYA NAMUN TITIK TERANG TIADA DATANG....
Irwan malah jadi melamun,'Saat aku sudah mulai bisa melupakan bayangan Shiha dengan kehadiran Evi eh ternyata Evi dah ada yang punya.Kenapa sih hidup kayak
ga adil gitu sama aku?Apa aku ini jahat banget ya jadi orang?Gaji karyawanku dah sesuai UMR malah diatasnya.Bonus juga kukasih tiap tahun.Kegiatan sosial juga selalu kuadakan di tiap cabang.Aku juga ga suka ngelayap malam kayak dugem,clubbing atau diskotik apalagi soal judi wah aku paling anti.Cuti karyawan juga aku kasih malah aku uangkan kalau ga mereka ambil.Fasilitas asuransi juga ada buat mereka.Seragam juga tiap tahun ganti.Malah tahun ini langsung tiga seragam diluncurkan.Seragam batik,seragam buat hari Kamis dan seragam buat lembur.Apa lagi yang aku kurang peduli sama karyawanku
ya?' ◆ LANGIT MAKIN CERAH,LUKA MAKIN DALAM .... Irwan kian tenggelam dalam lamunannya,'Uang transport juga aku kasih ke karyawan aku.Insentif kehadiran juga.Bpjs ketenagakerjaan dan kesehatan juga ada dan
kupantau pembayarannya.Acara family day atau gathering juga outing selalu ada tiap tahun.Kukasih uang saku pula bagi karyawan.Pelatihan dan peningkatan skill karyawan juga selalu diadakan.Lembur juga kubayar sesuai ketentuan.Lalu apa lagi yang kurang ya?Penduduk sekitar area fabrikasi juga kusejahterakan.Jalan2 kuaspal,penggadaan bakti sosial juga pemberian dana bantuan pendidikan bagi anak2 yang tak punya biaya sekolah.Semua itu juga selalu ada.Limbah juga dikendalikan dan dilakukan proses daur ulang.Selalu aku tekankan di semua perusahaan aku mengenai industri hijau.Industri ramah lingkungan.Tuhan,tunjukkanlah padaku apalagi yang masih belum hambamu ini lakukan?'
Saking ga konsentnya,hampir saja Irwan nabrak mobil.Evi yang masih belum
mematikan hpnya segera teriak,"Irwan awas!!"
Irwan segera menginjak rem,"Ciiit!!!!" Teriakan Evi itu terdengar oleh Reza,'Evi kok teriak nama langsung ya?Ga pakai pak ya?Aneh...kok kayak akrab banget gitu ya?' Reza juga dengar gimana Evi mencemaskan Boss Asian Group itu,"Wan,kamu gpp
kan?Kamu melamun ya Wan?Perut kamu sakit?" Wah makin nyesek Reza mendengar perhatian pacarnya buat pria lain,'Kan bener Evi manggilnya langsung nama.Evi kok ga sopan sih?Irwan kan harusnya dipanggil pakai title pak.Ini kok malah kayak teman aja nyebutnya?Jangan2 bener kata Intan kalau Evi
diam2 punya hubungan dengan pria kaya.' ♡HANYA SATU,YANG KUSAYANGI TIADA PENGGANTI,SAMPAI SAAT INI....
Betapa bahagianya Irwan kala Evi mencemaskannya,'Ya ampun Vi...kamu masih
peduli sama aku ya?Hampir aja aku mencelakakan kamu Vi.Maafkan aku ya Vi.Sungguh aku ga ada niat begitu.Aku hanya ga suka saja kamu sama orang lain.Kenapa sih aku bisa loss control gini?Irwan...Irwan...self control !Pengendalian diri man!!'
♥HARI-HARI,LANGIT KELABU MENUTUPI HATIKU,SERASA 'KAN MATI.... Evi malah lupa dengan telponnya,ia benar2 takut sesuatu terjadi pada Irwan,pria yang hadir dalam hidupnya kala hari2 kelabu menimpanya.Dipeganginya lengan Irwan dengan eratnya sambil memandang haru pada CEO muda itu,'Tuhan...aku benar2 jantungan tadi.Tak bisa kubayangkan jika sesuatu terjadi padanya.Jantungku serasa mau berhenti tadi.Untung dia gpp...syukurlah.Makasih ya Tuhan.Tanganku sampai dingin karenanya.Mengapa ya aku takut banget kehilangan dia?Jagai dia ya Tuhan,jagai saat dia naik mobil,saat di jalan,saat di kantor,dimana saja kumohon kawal dia dengan malaikat2-Mu.Didepan,disamping,disemua penjuru mata angin.Kumohon pagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.Aku mohon kabulkanlah permohonanku ini.'
▲ BUKIT 'KAN KUDAKI,LAUT PUN KU SEBERANGI.... Reza terus memanggil nama Evi via hp,"Vi??Evi??Kamu gpp Vi?"
Irwan yang menyadarkannya,"Vi,Aku gpp.Maaf ya hampir saja aku bikin kita celaka.Hp kamu ...dijawab itu."
Evi melepaskan pegangannya pada lengan Irwan,"Oh..iya..hpku masih on..."
Irwan tersenyum melihat Evi salting,'Dia megang lenganku kenceng banget.
Kayaknya dia takut banget.Maaf ya Vi bikin kamu ketakutan.Wah kayaknya
lain kali aku pakai sopir saja.' ▼ AGAR DAPAT LUPAKAN DIRIMU... Sementara Irwan keluar mengecek kondisi orang yang hampir ia tabrak.
Ia minta maaf,untung orangnya ga ngamuk cuma spion aja yang kena.Irwan segera memberi ganti rugi.Saat itulah Irwan melihat seseorang seperti Mamanya,'Kayak
Mama deh..tapi mungkin aku salah lihat juga...tapi bener deh kayak Mama.Wanita berkacamata hitam dan bersyal di dalam mobil yang lewat tadi kayak Mama aku.
Benarkah kata Adi Mama dah balik ke Indonesia?' Mas Idayu memang panik lihat mobil putranya meleng dan hampir kecelakaan.
Ia sampai mau keluar dari mobil hendak menghampiri Irwan namun ia urungkan
niatnya kala melihat Irwan keluar dari mobil dan sempat melihatnya.Ia segera pakai kaca mata hitamnya dan menyuruh sopir angkat kaki dari situ.Idayu ga mau Irwan tahu bahwa ia mengikutinya sejak tadi.Bisa2 Irwan tambah marah sama dia.Mobil Idayu pergi.
Aksi detektif cukup dulu.Ia sudah dapat banyak informasi hari ini.Sebuah harapan bagi hubungan ibu dan anak.
Irwan jadi galau lagi,hubungan anak dan ibu yang retak selama ini menjadi
beban tersendiri buat dirinya,'Didunia ini mantan pacar ada tapi mantan ibu atau
mantan anak ga ada.Ga mungkin aku melupakan Mamaku sendiri.Apakah ini yang masih kurang padaku ya Tuhan?Pemulihan hubungan dalam keluarga?Sampai kapanpun aku tetap membutuhkan restu orang tua dalam pernikahanku kelak.Jika ada yang mau sama aku.Jika saja Evi mau sama aku.Ngarep...'
■ NAMUN APA DAYA,AKU MANUSIA...
Didalam mobil Evi bicara lagi dengan Reza via hp,"Maaf kak..Tadi Ir...eh
Pak Irwan hampir saja nabrak...Tadi kakak nanya apa?"
Reza jadi ingin bicara 4 mata sama Evi,"Nanti saja kita bicaranya Vi.Nanti aku antar kamu pulang ya.Aku ga mau jawaban tidak kali ini.Ya Vi?"
Evi malah sibuk ngelihatin Irwan diluar,"Ya Kak.Terserah kakak aja.Udah ya Kak.
Dah..." Hp dioff sama Evi.Ia hendak keluar mau lihat Irwan lagi ngapa.Eh Irwan malah dah masuk lagi ke dalam mobil.Ia lega melihat pria muda itu gpp.
Evi bertanya,"Gimana tadi?Orangnya ga marah?" Irwan memakai kembali seat beltnya,"Ga Vi.Udah aku atasi.Kamu mau kuantar ke resto kan?Oke kita lanjut perjalanannya.Pasang seat beltnya Vi.Atau aku yang pasangkan?He..he.."
Evi merona ditanya begitu,"Julitnya kambuh deh..." Mereka saling tersenyum,kenangan soal seat belt memang lekat di hati mereka. ♣ GAGAL MENGHAPUS KENANGAN LAMA... Reza bukan makin lega telpon sama Evi seperti saran Intan eh malah tambah puyeng
dia.Hari ini nanti ia mau kejujuran dari Evi soal sikapnya hari ini,'Hari ini aku akan antar Evi pulang.Ke RS maksudnya.Aku mau dia cerita semua sama aku dan jawab semua keraguanku.Semua resah yang menderaku.'
Evi sendiri malah lagi masang seatbelt dengan tersipu2.Terkenang saat wajah Irwan
berada begitu dekat dengan wajahnya dulu tiap kali mau masang seat belt.Irwan
sendiri malah lagi bayangin saat Evi panik tadi.Ia senyum2 sendiri.Wah malah dah
pada aneh semua. Gimana nanti saat Reza ngantar Evi ke RS?Bakal makin kaget ga dia tahu Rizky di
ruang pavilyun VVip?Wah bakal retakkah hubungan Revi?***see you next eps***
I° TIRED AND LONELY STILL WE STAND Meski lelah dan kesepian kita terus berdiri....( Resto Rosalina )
Reza mondar mandir kayak Ironman di depan pintu Resto.Endah sampai heran,"Za,kamu kok kayak setrika gitu sih?Untung lantai resto ga berkarpet kalau ga dah licin kali he..he..."
Reza ga senyum tapi matanya menatap ke arah jalanan,"Kok belum datang juga sih?" Intan yang habis ngantar pesanan ke sebuah meja segera mendekat juga,"Nunggu Evi ya?Udah deh kak Reza ga usah nungguin dia.Paling dia diajak ke Puncak terus nginep deh disana."
Endah kesal mendengar ucapan Intan,"Tan!Jaga mulut ya kalau ngomong!Evi itu bukan kamu.Dia itu suci hatinya ga muna kayak kamu ini!"
Intan balas nyolot,"Eh...Ndah!Kamu itu ga tahu belangnya sahabat kamu tercinta itu.Gayanya sok melas,lugu,plain...tapi ternyata lebih ngeri dari yang aku lakukan.
Mau bukti?" Reza jadi makin galau lihat mereka malah ribut,tapi saat ia mau melerai seseorang mendahuluinya.
Kak Ros mendekat sambil sedakep gitu,"Kalian ngapain dekat pintu gerombol gini?Saya ga bayar kalian buat main drama ya disini!Ayo cepat kerja sana!Tuh customer sampai illfeel lihat kalian malah berdiri di sini!Kembali ke station masing2!"
Endah langsung ngacir ketakutan,Intan apalagi sampai gemeteran dibentak Tantenya sendiri.Cuma Reza yang minta maaf,"Maaf Kak.Saya sedang resah kok Evi belum kembali ya dari Kantor Asian Group.Apa ada tambahan job lagi buat Evi,Kak?"
C° ON A ROAD TO NOWHERE Di jalan entah kemana.... Kak Ros malah menatap jalanan,"Kamu ga perlu mencemaskan Evi.Dia bukan team kamu lagi.Dia sepenuhnya bertanggung jawab kepadaku.Aku tahu kamu pacarnya namun aku mau kamu profesional kalau kerja.Akhir2 ini kamu kurang fokus dalam bekerja.Performa kamu menurun.Ingat ya Za,jodoh itu kadang tak terduga jalannya.
Jika memang Evi jodoh kamu,dia ga kemana.Kamu paham?" Reza mendengarkannya dengan wajah tertunduk,Kak Ros melihat sebuah mobil
menepi depan area Resto.Mobilnya Irwan.
0° TRAPPED IN A WORLD OF ENDLESS DAYS - Terperangkap di sebuah dunia
yang abadi....( Mobil Irwan ) Evi nampak heran kala Irwan mematikan mesin mobil,"Wan,kamu kok matiin mobilnya?" Irwan malah membuka seatbelt,"Aku ini pria Timur Vi,aku ga akan ninggal kamu
gitu aja menghadapi pimpinan kamu.Aku yang buat kamu telat datang maka aku juga yang akan selesaikan perkaranya."
Evi memandang haru pada pria muda itu,'Ya ampun dia merhatiin aku sampai segitunya.Jadi baper.Dia kan Boss Besar kenapa mau repot gini ya?Aku kan juga karyawan dia.Dia bisa tinggal nelpon aja.Semua pasti beres kok.Namun ia malah merendahkan diri demi aku.Irwan,kamu kok baik banget sih?'
Karena Evi malah merenung sendiri,Irwan heran dan membuka pintu mobil buat Evi,"Kamu ga turun Vi?" Evi jadi salting dan segera melepas seatbeltnya lalu turun. Namun ia tertegun kala melihat Kak Ros dan Reza sudah berdiri di depan pintu
Resto,'Astaga!Apa mereka melihat kejadian tadi ya?Saat Irwan membuka pintu mobil
buat aku?Gawat!Apa yang harus kukatakan?' R° MY ENGINE'S STALLING~Mesinku mogok.... Kak Ros melihat semua perhatian Irwan pada karyawannya,Evi.Namun ia tak mau bikin Irwan merasa ga nyaman.Jadi ia pura2 ga tahu dan segera menyambut CEO Asian Group itu,"Senang sekali Bapak sudi kemari lagi.Selamat sore Pak Irwan!Maaf sampai repot ngantar karyawan saya."
Irwan menyalaminya,"Saya tidak repot karena sayalah yang merepotkan karyawan Anda.Maaf tadi saya pinjam bentar.Soalnya saya suka bete kalau makan sendirian.
Lagian saya ada hal yang mau saya bicarakan dengan Anda." Kak Ros lalu mengajak Irwan ke kantornya,"Mari ke kantor saya saja.Silakan Pak Irwan."
Irwan memandang Evi yang nampak grogi,lalu ia tersenyum dan melangkah
mengikuti Kak Ros.Reza memperhatikan semuanya.Hatinya bergemuruh,'Pria itu
punya hati sama Evi.Aku lihat tatapannya ke Evi itu ga cuma tatapan biasa tapi itu dalam.Apalagi sampai bukain pintu mobi segala.Emang Evi putri manja apa?Evi juga kok ga sopan sih sampai bikin seorang CEO bukain pintu mobil buat dia.' N° ROAD TO NOWHERE $° BODY AND MIND ARE BREAKING DOWN
Tubuh dan pikiran hancur.... ( Dalam Resto ) Sepasang mata memperhatikan Evi dan Reza dari sebuah sudut,'Bagus!Dengan kehadiran Big Boss itu nganter Evi pasti makin yakin deh kak Reza kalau Evi jelas selingkuh.Evi itu ga sepolos yang dikira orang selama ini.Yess!Aku yakin bentar lagi mereka bakal putus.Ha..ha...'
T ° ON A ROAD TO NOWHERE @° DESTINY SILENT,HEAR NO SOUND
Takdir diam,tak terdengar suara...( Di luar resto dekat pintu masuk ) Evi makin gugup kala Reza hanya diam saja.Ga kepo ria kayak di telpon tadi.
Suasana hening kadang malah lebih menyeramkan daripada sebuah teriakan.
Evi melirik ke arah Reza yang no ekspresi,'Aduh...kayaknya Kak Reza marah deh sama aku.Baru hari pertama aja dah bikin senewen gimana hari2 selanjutnya ya?'
Reza malah mengajak Evi masuk,"Ayo masuk Vi!Cepet selesain laporan kamu.
Biar kita bisa pulang on time." Evi lalu melangkah mengikuti pacarnya itu.Perasaan ga nyaman menyeruak dalam hatinya,'Kenapa ya kalau deket kak Reza aku tuh malah merasa takut ya?Beda kalau sama Irwan,adem ayem gitu rasanya.Adem ayem itu nama restoran di Solo Vi.Weleh...
R° AS I WAIT FOREVER Saat aku terus menunggu... Endah seneng banget lihat Evi datang,"Evi!!Kemana aja sih?" Wah mereka malah kayak Teletubbies,berpelukan.. Intan mencibir melihatnya,'Dasar manusia2 ndesit!' Evi lalu cerita semuanya sama Endah.Kecuali yang part Shiha pastinya.
Endah malah mikir,'Evi ceria banget kalau cerita soal Boss Muda itu.Wajahnya itu berbinar gitu.Aku rasa Evi jatuh hati deh sama tuh Boss Ganteng.Jujur aku lebih sreg lihat Evi
sama tuh Boss Keren daripada sama Reza.Bukan karena aku suka sama Reza tapi aku ga lihat keceriaan ink kala Evi bicara soal hubungannya sama Reza.Bahkan meski ia habis diajak jalan sama Reza sekalipun.Evi malah kesannya males cerita.Ga kayak gini.Ceria banget.Kayak hatinya itu meluap2 dengan aliran2 air.Vi,kamu jatuh cinta Vi!'
Yang diperhatikan malah asyik cerita terus,"Wah kamu tahu ga Ndah?Aku tadi nyari talok sama Ir..eh Pak Irwan...he.he..seru deh Ndah..."
Endah gumun juga,"CEO kamu ajak nyari talok Vi?Wah..kalian manjat pohonnya gitu?"
Emang kera manjat2...Evi malah senyum2 ga jelas,"Ga lah Ndah...masak aku manjat pohon pakai rok begini.Endah...Endah...ada2 aja deh..." Endah manggut2,"Iya ya?Kamu kan pakai rok he..he..sorry Vi agak ga connect nih...
Terus?" Wah Evi dengan riang cerita semuanya.
♣ FAREWELL,I WILL MISS YOU Selamat tinggal,aku kan merindukanmu
Bila Evi lagi ceria sama Endah.Reza lagi dihasut lagi sama Intan.Reza melihat Evi dari kejauhan nampak hepi sama Endah.Intan lewat sambil berkata,"Udah lihat sendiri kan Kak?Gimana deketnya pacar kakak itu sama Boss Asian Group itu?Kakak dikacangin tuh...putusin aja Evi kak.Wanita muka dua gitu dipertahanin.Amit2!"
Reza biasanya ga suka ada yang jelekin Evi namun kali ini entah kenapa ia hanya
kelu mendengarnya.Ga ada bantahan apalagi pembelaan buat kekasihnya itu. Berpisah dari Evi?Reza masih ga rela. ★° I'M SICK OF THESE GOODBYES Aku muak dengan perpisahan ini....
Reza malah kian gegana diracuni omongan Intan.Sanggupkah ia melepas Evi?Setelah
semua usaha keras dan perjuangan yang ia lakukan demi mendapat Evi sebagai pacarnya?Kembali ia memandang Evi.Evi nampak menanti Kak Ros selesai meeting sama Irwan.
Namun ia ga nampak galau malah nampak sebentar2 senyum sambil melihat ke arah tangga lantai 2.Lantai dimana kantor kak Ros berada.Reza melangkah mendekati Evi eh
malah dari tangga tampak Irwan dan kak Ros turun.Langkahnya terhenti.
♥ 'CAUSE IT TORE US APART RIGHT FROM THE START / Karena ia hancur luluhkan kita sedari mula...
Reza memperhatikan gestur tubuh Evi dan Irwan.Nampak Evi mencuri pandang ke
arah Irwan.Demikianpun Irwan. Irwan pamitan,"Kalau begitu saya permisi.Mari Bu Rosalina." Evi nampak sedih ga dipamiti,'Yeah aku kok ga dipamiti sih Wan?Jadi sedih...' Irwan terus melangkah keluar resto diantar kak Ros,"Mari Pak.Saya akan antar
sampai depan.Mari!" ◆ I MISS YOU ~ Aku merindukanmu... Evi hendak mengikuti Kak Ros ke depan,lagian ia memang mau laporan sama kak Ros.Namun Reza mencegahnya,"Vi,kamu mau kemana?" Evi menghentikan langkahnya,"Mau laporan kak ke Kak Ros." Reza memandang aneh gitu,"Tunggu aja di dekat kantornya.Kak Ros paling bentar doang.Udah tunggu di atas saja." Evi menurut,"Iya kak.Evi ke atas." ■ FEELINGS HAVE FAILED ME Perasaan telah mengecewakanku...
Dengan muram Evi melangkah menuju lantai dua.
Ia melirik ke arah luar Resto dengan tatapan merindu,'Wan,maaf ga bisa nganterin...Hati2 ya di jalan,hati2 bawa mobilnya...' Reza bisa melihat kekecewaan di wajah pacarnya itu.Hatinya kian teriris sembilu. ● LEFT ME COLD / Membuatku kedinginan... Jika Reza galau.Irwan juga.Ia mengira Evi bakal ikut ngantar dia sampai depan namun ga.
Kak Ros melihat Irwan mengedarkan pandangannya,"Ada apa Pak?Ada yang lupa?" Irwan coba senyum,"Ga.Ya udah saya permisi kembali ke kantor saya.Mari!" Irwan memasuki mobilnya.Kak Ros melambaikan tangan sampai mobil Irwan meninggalkan area resto. ••• ON THIS ROAD TO NOWHERE,ROAD TO NOWHERE...C° SAVE ME NOW 'CAUSE I KNOW I'M FALLING / Selamatkanlah aku karena aku tahu aku sedang jatuh...( Mobil Irwan )
Irwan ga tenang dan menepikan mobilnya.Diambilnya hpnya,ditekannya
sebuah no.Siapa yang dihubungi CEO muda kita?Kepo..kepo...
▲▲ CANDLES BURN SLOWLY,FLAMES SHINES SO BRIGHTLY / Lilin terbakar perlahan.Api bersinar begitu terang...( Lantai 2 Resto Rosalina )
Evi mondar mandir memegangi hpnya di depan ruangan kak Ros,'Wan,ayo telpon!Telpon Wan!Aku mohon.'
Reza yang mengikuti Evi melihat dari balik dinding,'Evi kayak setrika gitu ya...Aneh.Kayaknya kerjaan dia beres dan baik2 saja.Lalu kenapa segalau itu yach?'
▪LIGHT IN THE DARKNESS / Cahaya dalam kegelapan.... Namun kegelisahan Evi sirna kala hpnya bunyi dan tertera nama Irwan di sana. Evi langsung menerimanya,"Hello..." Irwan menjawab,"Aku balik ke kantor ya?" Evi malah terdiam haru,cuma bisa mengangguk2 saja.Tak ada jawaban,Irwan jadi heran,"Hello...Evi?Kau ada di sana?" ¤¤ SAVE ME FROM MADNESS AGAIN Selamatkan aku dari kegilaan lagi... Reza heran siapa yang menghubungi Evi sehingga ia begitu tampak lega.
Namun niatnya mau nyari tahu ia batalin karena Kak Ros nampak berjalan ke arah
lantai 2.Reza pun melangkah turun ke lantai satu.
▼▼ ONLY THE LONELY,COULD POSSIBLY KNOW ME / Hanya orang2 kesepian yang mungkin bisa mengerti...
Begitu Reza turun,Evi menjawab pertanyaan Irwan,"Aku disini Wan...Maaf ga bisa ngantar.Makasih dah nganter aku tadi,hati2 ya bawa mobilnya?Jangan melamun lagi...Ya Wan ya?"
Irwan tersenyum bahagia mendengarnya,"Iya Nyonya.He..he..Ntar malam ke rumah kan?
Masak yang enak ya.Jangan terlambat ya...Aku harus pergi.Dah..." Evi membalas,"Iya aku pasti datang dan masak yang enak buat kamu.Dah...Irwan." ↑↑↑ HEAT KEEPS ON RISING - Panas terus naik... Evi mendekap hpnya ke dadanya,hatinya lega sekali mendengar suara Irwan.
Betapa Irwan begitu peduli pada perasaannya.Hatinya terasa hangat.Senyum merekah di bibirnya.Angannya melayang kala mereka bersama. ← FIRE ENGULFS ME AGAIN Api menelanku lagi... Kak Ros ketemu Reza di tangga,"Kamu lihat Evi,Za?Di bawah ga ada." Reza menjawab,"Di atas Kak.Nunggu kak Ros.Mau laporan kayaknya." Kak Ros manggut2,"Pantas di bawah ga ada rupanya di atas.Ya udah.Aku ke atas dulu."
Reza makin resah usai dari lantai dua,'Malam ini aku akan minta Evi jelasin
semuanya.Sejak adiknya masuk RS aku merasakan ada jarak di antara kami.
Benarkah CEO Asian Group yang menjadi penyebabnya?Aku harus pastikan semua.' 》KEEPS ON RISING - Terus naik... Sorenya Evi beneran pulang diantar Reza.Tanpa banyak bicara Evi membonceng pacarnya itu.Sebenarnya hari masih belum malam namun langit mendung sehingga suasana kesannya mencekam dan seperti malam.Akhirnya mereka sampai juga di RS.Wah gimana reaksi Reza nanti ya?***see you next eps***
Melihat Fitri kembali seorang diri,Reza heran,"Mana Evi,Fit?Kamu kok sendirian?Evi kamu tinggal ya?"
Fitri turun dari mobil boxnya,"Ga berani saya ninggal mb Evi.Dia malah ninggal saya kok."
Reza makin bingung,"Ninggal kamu?Maksudmu gimana aku ga ngerti."
Fitri mengambil minuman dan menenggaknya,"Saya juga ga ngerti lha tahu2 saya dipeseni kalau ga usah nunggu mb Evi.Katanya mb Evi lagi sama Boss mereka.Diajak pergi gitu sama
CEO-nya Asian Group." Wah mendengar itu Reza makin penuh tanya,'CEO Asian Group?Tamu yang kemarin dulu itu dong.Ada apa ya?Diajak kemana pula?Kuajak jalan aja nolak terus eh sekarang sama Bossnya Asian Group langsung main pergi aja.Jadi curiga...'
``` GURATAN HATIKU MASIH ADA TERGURIS DI MATA .... Reza dengan resah menanti Evi kembali.Gundah hatinya.
Berbagai prasangka memenuhi hatinya,'Apa Evi sama aja kayak Intan ya?Suka cowok berduit dan berdasi.Masak sih aku salah nilai Evi?Perasaan dia ga gitu deh?Kok dia berubah ya sekarang?Main rahasia.Ga jujur sama aku.Seperti ada yang ia sembunyikan dariku.Evi...Evi...aku tuh sayang sama kamu tapi kok kamu malah menjauh gini sih dari aku?Padahal aku tuh kagum banget lho sama kamu Vi.Kamu itu sederhana,lugu,dandan juga ala kadarnya,ga ngejrenk amat,pakaian juga selalu sopan.Ga vulgar,ga ketat2 juga.Ga pamer bodylah pokoknya.Ga murahan.Beda sama Intan waduh bajunya super ketat,mini 4 wd,belahan di sana sini aduh belum kadang trans tv alias semriwing.Transparan gitu aduh daleman aja sampai kelihatan.Weleh...belum soal rambut yang gonta ganti warna ga jelas.
Apa ga pusing ya?Aku keramas aja pusing..gimana diulak alik rambutnya.Wah bisa migran tingkat dewa...ga deh sorry kenceng kalau urusan permak rambut.'
Melihat Reza gegana,Intan mendekatinya. Dikagetinnya cowok jangkung itu,"Gelisah banget sih kak?" Reza kembali melihat jam tangannya,"Ini nunggu Evi, Tan.Jam segini belum kembali." Intan tersenyum dalam hati,"Telpon aja kak!Zaman gini kok betah nunggu.Kan Evi bawa hp."
Reza baru nyadar,"Wah bener banget kamu!Cerdas!!" Intan merona bahagia dipuji sama Reza," Rezapun menelpon Evi. ``` PAHIT KURASAKAN HARI INI HATI MASIH LUKA...(Mobil Irwan)
Evi menurut,"Hello?" Reza lega denger suara pacarnya,"Vi, kamu dimana sekarang?" Evi menjawab,"Mau otw ke Resto kak.Kak Ros nyariin Evi ya?" Reza jawab,"Kayaknya sih iya.Kamu sama siapa sih Vi ?Kok ga bareng Fitri aja
pulangnya?" Evi memandang Irwan dengan galau,"Fitri dah sampai ya kak?" Reza malah heran kok Evi malah balik nanya,"Iya Vi.Kamu sama Boss Asian Group
ya?" Evi tak bisa ngelak,"Iya kak.Tadi Irwan...eh Pak Irwan ngajak makan diluar baru
mau teken tanda terimanya." Irwan sedih mendengar Evi bicara di telepon,'Pasti dari pacarnya.Jadi bete deh...
kenapa sih orang yang aku mulai sayang selalu saja di hatinya dah ada orang lain
duluan?Apa aku ga pantas dicintai ya?' ¤ TELAH AKU COBA,MELUPAKAN SEGALANYA NAMUN TITIK TERANG TIADA DATANG....
Irwan malah jadi melamun,'Saat aku sudah mulai bisa melupakan bayangan Shiha dengan kehadiran Evi eh ternyata Evi dah ada yang punya.Kenapa sih hidup kayak
ga adil gitu sama aku?Apa aku ini jahat banget ya jadi orang?Gaji karyawanku dah sesuai UMR malah diatasnya.Bonus juga kukasih tiap tahun.Kegiatan sosial juga selalu kuadakan di tiap cabang.Aku juga ga suka ngelayap malam kayak dugem,clubbing atau diskotik apalagi soal judi wah aku paling anti.Cuti karyawan juga aku kasih malah aku uangkan kalau ga mereka ambil.Fasilitas asuransi juga ada buat mereka.Seragam juga tiap tahun ganti.Malah tahun ini langsung tiga seragam diluncurkan.Seragam batik,seragam buat hari Kamis dan seragam buat lembur.Apa lagi yang aku kurang peduli sama karyawanku
ya?' ◆ LANGIT MAKIN CERAH,LUKA MAKIN DALAM .... Irwan kian tenggelam dalam lamunannya,'Uang transport juga aku kasih ke karyawan aku.Insentif kehadiran juga.Bpjs ketenagakerjaan dan kesehatan juga ada dan
kupantau pembayarannya.Acara family day atau gathering juga outing selalu ada tiap tahun.Kukasih uang saku pula bagi karyawan.Pelatihan dan peningkatan skill karyawan juga selalu diadakan.Lembur juga kubayar sesuai ketentuan.Lalu apa lagi yang kurang ya?Penduduk sekitar area fabrikasi juga kusejahterakan.Jalan2 kuaspal,penggadaan bakti sosial juga pemberian dana bantuan pendidikan bagi anak2 yang tak punya biaya sekolah.Semua itu juga selalu ada.Limbah juga dikendalikan dan dilakukan proses daur ulang.Selalu aku tekankan di semua perusahaan aku mengenai industri hijau.Industri ramah lingkungan.Tuhan,tunjukkanlah padaku apalagi yang masih belum hambamu ini lakukan?'
mematikan hpnya segera teriak,"Irwan awas!!"
Irwan segera menginjak rem,"Ciiit!!!!" Teriakan Evi itu terdengar oleh Reza,'Evi kok teriak nama langsung ya?Ga pakai pak ya?Aneh...kok kayak akrab banget gitu ya?' Reza juga dengar gimana Evi mencemaskan Boss Asian Group itu,"Wan,kamu gpp
kan?Kamu melamun ya Wan?Perut kamu sakit?" Wah makin nyesek Reza mendengar perhatian pacarnya buat pria lain,'Kan bener Evi manggilnya langsung nama.Evi kok ga sopan sih?Irwan kan harusnya dipanggil pakai title pak.Ini kok malah kayak teman aja nyebutnya?Jangan2 bener kata Intan kalau Evi
diam2 punya hubungan dengan pria kaya.' ♡HANYA SATU,YANG KUSAYANGI TIADA PENGGANTI,SAMPAI SAAT INI....
peduli sama aku ya?Hampir aja aku mencelakakan kamu Vi.Maafkan aku ya Vi.Sungguh aku ga ada niat begitu.Aku hanya ga suka saja kamu sama orang lain.Kenapa sih aku bisa loss control gini?Irwan...Irwan...self control !Pengendalian diri man!!'
♥HARI-HARI,LANGIT KELABU MENUTUPI HATIKU,SERASA 'KAN MATI.... Evi malah lupa dengan telponnya,ia benar2 takut sesuatu terjadi pada Irwan,pria yang hadir dalam hidupnya kala hari2 kelabu menimpanya.Dipeganginya lengan Irwan dengan eratnya sambil memandang haru pada CEO muda itu,'Tuhan...aku benar2 jantungan tadi.Tak bisa kubayangkan jika sesuatu terjadi padanya.Jantungku serasa mau berhenti tadi.Untung dia gpp...syukurlah.Makasih ya Tuhan.Tanganku sampai dingin karenanya.Mengapa ya aku takut banget kehilangan dia?Jagai dia ya Tuhan,jagai saat dia naik mobil,saat di jalan,saat di kantor,dimana saja kumohon kawal dia dengan malaikat2-Mu.Didepan,disamping,disemua penjuru mata angin.Kumohon pagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.Aku mohon kabulkanlah permohonanku ini.'
▲ BUKIT 'KAN KUDAKI,LAUT PUN KU SEBERANGI.... Reza terus memanggil nama Evi via hp,"Vi??Evi??Kamu gpp Vi?"
Evi melepaskan pegangannya pada lengan Irwan,"Oh..iya..hpku masih on..."
Irwan tersenyum melihat Evi salting,'Dia megang lenganku kenceng banget.
Kayaknya dia takut banget.Maaf ya Vi bikin kamu ketakutan.Wah kayaknya
lain kali aku pakai sopir saja.' ▼ AGAR DAPAT LUPAKAN DIRIMU... Sementara Irwan keluar mengecek kondisi orang yang hampir ia tabrak.
Ia minta maaf,untung orangnya ga ngamuk cuma spion aja yang kena.Irwan segera memberi ganti rugi.Saat itulah Irwan melihat seseorang seperti Mamanya,'Kayak
Mama deh..tapi mungkin aku salah lihat juga...tapi bener deh kayak Mama.Wanita berkacamata hitam dan bersyal di dalam mobil yang lewat tadi kayak Mama aku.
Benarkah kata Adi Mama dah balik ke Indonesia?' Mas Idayu memang panik lihat mobil putranya meleng dan hampir kecelakaan.
Ia sampai mau keluar dari mobil hendak menghampiri Irwan namun ia urungkan
niatnya kala melihat Irwan keluar dari mobil dan sempat melihatnya.Ia segera pakai kaca mata hitamnya dan menyuruh sopir angkat kaki dari situ.Idayu ga mau Irwan tahu bahwa ia mengikutinya sejak tadi.Bisa2 Irwan tambah marah sama dia.Mobil Idayu pergi.
Aksi detektif cukup dulu.Ia sudah dapat banyak informasi hari ini.Sebuah harapan bagi hubungan ibu dan anak.
Irwan jadi galau lagi,hubungan anak dan ibu yang retak selama ini menjadi
beban tersendiri buat dirinya,'Didunia ini mantan pacar ada tapi mantan ibu atau
mantan anak ga ada.Ga mungkin aku melupakan Mamaku sendiri.Apakah ini yang masih kurang padaku ya Tuhan?Pemulihan hubungan dalam keluarga?Sampai kapanpun aku tetap membutuhkan restu orang tua dalam pernikahanku kelak.Jika ada yang mau sama aku.Jika saja Evi mau sama aku.Ngarep...'
■ NAMUN APA DAYA,AKU MANUSIA...
Pak Irwan hampir saja nabrak...Tadi kakak nanya apa?"
Reza jadi ingin bicara 4 mata sama Evi,"Nanti saja kita bicaranya Vi.Nanti aku antar kamu pulang ya.Aku ga mau jawaban tidak kali ini.Ya Vi?"
Evi malah sibuk ngelihatin Irwan diluar,"Ya Kak.Terserah kakak aja.Udah ya Kak.
Dah..." Hp dioff sama Evi.Ia hendak keluar mau lihat Irwan lagi ngapa.Eh Irwan malah dah masuk lagi ke dalam mobil.Ia lega melihat pria muda itu gpp.
Evi bertanya,"Gimana tadi?Orangnya ga marah?" Irwan memakai kembali seat beltnya,"Ga Vi.Udah aku atasi.Kamu mau kuantar ke resto kan?Oke kita lanjut perjalanannya.Pasang seat beltnya Vi.Atau aku yang pasangkan?He..he.."
Evi merona ditanya begitu,"Julitnya kambuh deh..." Mereka saling tersenyum,kenangan soal seat belt memang lekat di hati mereka. ♣ GAGAL MENGHAPUS KENANGAN LAMA... Reza bukan makin lega telpon sama Evi seperti saran Intan eh malah tambah puyeng
Evi sendiri malah lagi masang seatbelt dengan tersipu2.Terkenang saat wajah Irwan
berada begitu dekat dengan wajahnya dulu tiap kali mau masang seat belt.Irwan
sendiri malah lagi bayangin saat Evi panik tadi.Ia senyum2 sendiri.Wah malah dah
pada aneh semua. Gimana nanti saat Reza ngantar Evi ke RS?Bakal makin kaget ga dia tahu Rizky di
ruang pavilyun VVip?Wah bakal retakkah hubungan Revi?***see you next eps***
Eps 23 CERBUNG X DEBU - DEBU JALANAN
C* DEBU-DEBU JALANAN A* CERBUNG X EPS 23 P* Malam Penderitaan R* Road To Nowhere...
C* DEBU-DEBU JALANAN A* CERBUNG X EPS 23 P* Malam Penderitaan R* Road To Nowhere...
Reza mondar mandir kayak Ironman di depan pintu Resto.Endah sampai heran,"Za,kamu kok kayak setrika gitu sih?Untung lantai resto ga berkarpet kalau ga dah licin kali he..he..."
Reza ga senyum tapi matanya menatap ke arah jalanan,"Kok belum datang juga sih?" Intan yang habis ngantar pesanan ke sebuah meja segera mendekat juga,"Nunggu Evi ya?Udah deh kak Reza ga usah nungguin dia.Paling dia diajak ke Puncak terus nginep deh disana."
Endah kesal mendengar ucapan Intan,"Tan!Jaga mulut ya kalau ngomong!Evi itu bukan kamu.Dia itu suci hatinya ga muna kayak kamu ini!"
Intan balas nyolot,"Eh...Ndah!Kamu itu ga tahu belangnya sahabat kamu tercinta itu.Gayanya sok melas,lugu,plain...tapi ternyata lebih ngeri dari yang aku lakukan.
Mau bukti?" Reza jadi makin galau lihat mereka malah ribut,tapi saat ia mau melerai seseorang mendahuluinya.
Endah langsung ngacir ketakutan,Intan apalagi sampai gemeteran dibentak Tantenya sendiri.Cuma Reza yang minta maaf,"Maaf Kak.Saya sedang resah kok Evi belum kembali ya dari Kantor Asian Group.Apa ada tambahan job lagi buat Evi,Kak?"
C° ON A ROAD TO NOWHERE Di jalan entah kemana.... Kak Ros malah menatap jalanan,"Kamu ga perlu mencemaskan Evi.Dia bukan team kamu lagi.Dia sepenuhnya bertanggung jawab kepadaku.Aku tahu kamu pacarnya namun aku mau kamu profesional kalau kerja.Akhir2 ini kamu kurang fokus dalam bekerja.Performa kamu menurun.Ingat ya Za,jodoh itu kadang tak terduga jalannya.
Jika memang Evi jodoh kamu,dia ga kemana.Kamu paham?" Reza mendengarkannya dengan wajah tertunduk,Kak Ros melihat sebuah mobil
menepi depan area Resto.Mobilnya Irwan.
yang abadi....( Mobil Irwan ) Evi nampak heran kala Irwan mematikan mesin mobil,"Wan,kamu kok matiin mobilnya?" Irwan malah membuka seatbelt,"Aku ini pria Timur Vi,aku ga akan ninggal kamu
gitu aja menghadapi pimpinan kamu.Aku yang buat kamu telat datang maka aku juga yang akan selesaikan perkaranya."
Evi memandang haru pada pria muda itu,'Ya ampun dia merhatiin aku sampai segitunya.Jadi baper.Dia kan Boss Besar kenapa mau repot gini ya?Aku kan juga karyawan dia.Dia bisa tinggal nelpon aja.Semua pasti beres kok.Namun ia malah merendahkan diri demi aku.Irwan,kamu kok baik banget sih?'
Karena Evi malah merenung sendiri,Irwan heran dan membuka pintu mobil buat Evi,"Kamu ga turun Vi?" Evi jadi salting dan segera melepas seatbeltnya lalu turun. Namun ia tertegun kala melihat Kak Ros dan Reza sudah berdiri di depan pintu
buat aku?Gawat!Apa yang harus kukatakan?' R° MY ENGINE'S STALLING~Mesinku mogok.... Kak Ros melihat semua perhatian Irwan pada karyawannya,Evi.Namun ia tak mau bikin Irwan merasa ga nyaman.Jadi ia pura2 ga tahu dan segera menyambut CEO Asian Group itu,"Senang sekali Bapak sudi kemari lagi.Selamat sore Pak Irwan!Maaf sampai repot ngantar karyawan saya."
Irwan menyalaminya,"Saya tidak repot karena sayalah yang merepotkan karyawan Anda.Maaf tadi saya pinjam bentar.Soalnya saya suka bete kalau makan sendirian.
Lagian saya ada hal yang mau saya bicarakan dengan Anda." Kak Ros lalu mengajak Irwan ke kantornya,"Mari ke kantor saya saja.Silakan Pak Irwan."
Irwan memandang Evi yang nampak grogi,lalu ia tersenyum dan melangkah
mengikuti Kak Ros.Reza memperhatikan semuanya.Hatinya bergemuruh,'Pria itu
punya hati sama Evi.Aku lihat tatapannya ke Evi itu ga cuma tatapan biasa tapi itu dalam.Apalagi sampai bukain pintu mobi segala.Emang Evi putri manja apa?Evi juga kok ga sopan sih sampai bikin seorang CEO bukain pintu mobil buat dia.' N° ROAD TO NOWHERE $° BODY AND MIND ARE BREAKING DOWN
Tubuh dan pikiran hancur.... ( Dalam Resto ) Sepasang mata memperhatikan Evi dan Reza dari sebuah sudut,'Bagus!Dengan kehadiran Big Boss itu nganter Evi pasti makin yakin deh kak Reza kalau Evi jelas selingkuh.Evi itu ga sepolos yang dikira orang selama ini.Yess!Aku yakin bentar lagi mereka bakal putus.Ha..ha...'
T ° ON A ROAD TO NOWHERE @° DESTINY SILENT,HEAR NO SOUND
Takdir diam,tak terdengar suara...( Di luar resto dekat pintu masuk ) Evi makin gugup kala Reza hanya diam saja.Ga kepo ria kayak di telpon tadi.
Suasana hening kadang malah lebih menyeramkan daripada sebuah teriakan.
Evi melirik ke arah Reza yang no ekspresi,'Aduh...kayaknya Kak Reza marah deh sama aku.Baru hari pertama aja dah bikin senewen gimana hari2 selanjutnya ya?'
Reza malah mengajak Evi masuk,"Ayo masuk Vi!Cepet selesain laporan kamu.
Biar kita bisa pulang on time." Evi lalu melangkah mengikuti pacarnya itu.Perasaan ga nyaman menyeruak dalam hatinya,'Kenapa ya kalau deket kak Reza aku tuh malah merasa takut ya?Beda kalau sama Irwan,adem ayem gitu rasanya.Adem ayem itu nama restoran di Solo Vi.Weleh...
R° AS I WAIT FOREVER Saat aku terus menunggu... Endah seneng banget lihat Evi datang,"Evi!!Kemana aja sih?" Wah mereka malah kayak Teletubbies,berpelukan.. Intan mencibir melihatnya,'Dasar manusia2 ndesit!' Evi lalu cerita semuanya sama Endah.Kecuali yang part Shiha pastinya.
sama tuh Boss Keren daripada sama Reza.Bukan karena aku suka sama Reza tapi aku ga lihat keceriaan ink kala Evi bicara soal hubungannya sama Reza.Bahkan meski ia habis diajak jalan sama Reza sekalipun.Evi malah kesannya males cerita.Ga kayak gini.Ceria banget.Kayak hatinya itu meluap2 dengan aliran2 air.Vi,kamu jatuh cinta Vi!'
Yang diperhatikan malah asyik cerita terus,"Wah kamu tahu ga Ndah?Aku tadi nyari talok sama Ir..eh Pak Irwan...he.he..seru deh Ndah..."
Endah gumun juga,"CEO kamu ajak nyari talok Vi?Wah..kalian manjat pohonnya gitu?"
Emang kera manjat2...Evi malah senyum2 ga jelas,"Ga lah Ndah...masak aku manjat pohon pakai rok begini.Endah...Endah...ada2 aja deh..." Endah manggut2,"Iya ya?Kamu kan pakai rok he..he..sorry Vi agak ga connect nih...
Terus?" Wah Evi dengan riang cerita semuanya.
Reza biasanya ga suka ada yang jelekin Evi namun kali ini entah kenapa ia hanya
kelu mendengarnya.Ga ada bantahan apalagi pembelaan buat kekasihnya itu. Berpisah dari Evi?Reza masih ga rela. ★° I'M SICK OF THESE GOODBYES Aku muak dengan perpisahan ini....
Reza malah kian gegana diracuni omongan Intan.Sanggupkah ia melepas Evi?Setelah
Namun ia ga nampak galau malah nampak sebentar2 senyum sambil melihat ke arah tangga lantai 2.Lantai dimana kantor kak Ros berada.Reza melangkah mendekati Evi eh
malah dari tangga tampak Irwan dan kak Ros turun.Langkahnya terhenti.
♥ 'CAUSE IT TORE US APART RIGHT FROM THE START / Karena ia hancur luluhkan kita sedari mula...
Reza memperhatikan gestur tubuh Evi dan Irwan.Nampak Evi mencuri pandang ke
arah Irwan.Demikianpun Irwan. Irwan pamitan,"Kalau begitu saya permisi.Mari Bu Rosalina." Evi nampak sedih ga dipamiti,'Yeah aku kok ga dipamiti sih Wan?Jadi sedih...' Irwan terus melangkah keluar resto diantar kak Ros,"Mari Pak.Saya akan antar
sampai depan.Mari!" ◆ I MISS YOU ~ Aku merindukanmu... Evi hendak mengikuti Kak Ros ke depan,lagian ia memang mau laporan sama kak Ros.Namun Reza mencegahnya,"Vi,kamu mau kemana?" Evi menghentikan langkahnya,"Mau laporan kak ke Kak Ros." Reza memandang aneh gitu,"Tunggu aja di dekat kantornya.Kak Ros paling bentar doang.Udah tunggu di atas saja." Evi menurut,"Iya kak.Evi ke atas." ■ FEELINGS HAVE FAILED ME Perasaan telah mengecewakanku...
Ia melirik ke arah luar Resto dengan tatapan merindu,'Wan,maaf ga bisa nganterin...Hati2 ya di jalan,hati2 bawa mobilnya...' Reza bisa melihat kekecewaan di wajah pacarnya itu.Hatinya kian teriris sembilu. ● LEFT ME COLD / Membuatku kedinginan... Jika Reza galau.Irwan juga.Ia mengira Evi bakal ikut ngantar dia sampai depan namun ga.
Kak Ros melihat Irwan mengedarkan pandangannya,"Ada apa Pak?Ada yang lupa?" Irwan coba senyum,"Ga.Ya udah saya permisi kembali ke kantor saya.Mari!" Irwan memasuki mobilnya.Kak Ros melambaikan tangan sampai mobil Irwan meninggalkan area resto. ••• ON THIS ROAD TO NOWHERE,ROAD TO NOWHERE...C° SAVE ME NOW 'CAUSE I KNOW I'M FALLING / Selamatkanlah aku karena aku tahu aku sedang jatuh...( Mobil Irwan )
Irwan ga tenang dan menepikan mobilnya.Diambilnya hpnya,ditekannya
sebuah no.Siapa yang dihubungi CEO muda kita?Kepo..kepo...
Evi mondar mandir memegangi hpnya di depan ruangan kak Ros,'Wan,ayo telpon!Telpon Wan!Aku mohon.'
Reza yang mengikuti Evi melihat dari balik dinding,'Evi kayak setrika gitu ya...Aneh.Kayaknya kerjaan dia beres dan baik2 saja.Lalu kenapa segalau itu yach?'
▪LIGHT IN THE DARKNESS / Cahaya dalam kegelapan.... Namun kegelisahan Evi sirna kala hpnya bunyi dan tertera nama Irwan di sana. Evi langsung menerimanya,"Hello..." Irwan menjawab,"Aku balik ke kantor ya?" Evi malah terdiam haru,cuma bisa mengangguk2 saja.Tak ada jawaban,Irwan jadi heran,"Hello...Evi?Kau ada di sana?" ¤¤ SAVE ME FROM MADNESS AGAIN Selamatkan aku dari kegilaan lagi... Reza heran siapa yang menghubungi Evi sehingga ia begitu tampak lega.
Namun niatnya mau nyari tahu ia batalin karena Kak Ros nampak berjalan ke arah
lantai 2.Reza pun melangkah turun ke lantai satu.
Begitu Reza turun,Evi menjawab pertanyaan Irwan,"Aku disini Wan...Maaf ga bisa ngantar.Makasih dah nganter aku tadi,hati2 ya bawa mobilnya?Jangan melamun lagi...Ya Wan ya?"
Irwan tersenyum bahagia mendengarnya,"Iya Nyonya.He..he..Ntar malam ke rumah kan?
Masak yang enak ya.Jangan terlambat ya...Aku harus pergi.Dah..." Evi membalas,"Iya aku pasti datang dan masak yang enak buat kamu.Dah...Irwan." ↑↑↑ HEAT KEEPS ON RISING - Panas terus naik... Evi mendekap hpnya ke dadanya,hatinya lega sekali mendengar suara Irwan.
Betapa Irwan begitu peduli pada perasaannya.Hatinya terasa hangat.Senyum merekah di bibirnya.Angannya melayang kala mereka bersama. ← FIRE ENGULFS ME AGAIN Api menelanku lagi... Kak Ros ketemu Reza di tangga,"Kamu lihat Evi,Za?Di bawah ga ada." Reza menjawab,"Di atas Kak.Nunggu kak Ros.Mau laporan kayaknya." Kak Ros manggut2,"Pantas di bawah ga ada rupanya di atas.Ya udah.Aku ke atas dulu."
Reza makin resah usai dari lantai dua,'Malam ini aku akan minta Evi jelasin
Benarkah CEO Asian Group yang menjadi penyebabnya?Aku harus pastikan semua.' 》KEEPS ON RISING - Terus naik... Sorenya Evi beneran pulang diantar Reza.Tanpa banyak bicara Evi membonceng pacarnya itu.Sebenarnya hari masih belum malam namun langit mendung sehingga suasana kesannya mencekam dan seperti malam.Akhirnya mereka sampai juga di RS.Wah gimana reaksi Reza nanti ya?***see you next eps***
Eps 24 CERBUNG X DEBU-DEBU JALANAN
:O DEBU - DEBU JALANAN:'( CERBUNG X EPS 24
:-( Dwell In Safety:-D Tinggal Dalam Keamanan
;-) JALANAN Berduri....
:-) AWAN MENDUNG YANG BERARAK KEDINGINAN.... (otw rumah sakit)
Mendung bergayut bukan hanya di langit sore itu tapi juga di hati Evi.
Ia diam di belakang Reza yang sibuk mengendalikan laju motor menuju Rumah Sakit.Reza heran karena Evi diem saja.
Ia melihat dari spion,"Vi,kak Ros tadi nyari kamu ada apa ya?"
Evi malah lagi ngalamun,'Gimana reaksi kak Reza nanti ya lihat Rizky di pavilyun
VVip?Dia pasti heran deh aku dapat uang dari mana sampai bisa nyewa kamar
semewah itu.Aduh aku jujur ga ya?' Sampai di bangjo,Reza nengok ke Evi,"Ditanya kok malah diem sih Vi?" Evi kaget,"Oh...maaf kak.Kakak nanya apa?" Reza merasa diabaikan,"Soal kak Ros kok nyari kamu tadi.Kamu mikirin apa sih
sampai galau gitu?" Evi jadi ga enak,"Maaf kak.Makhlum aku banyak pikiran kak.Soal jam kerja aku kok kak.Kata kak Ros jam kerjaku ga mengikat.Jadi kalau aku diminta nemeni Ir..eh
Pak Irwan kayak tadi siang ga masalah.Yang penting Asian Group puas dengan kinerjaku.Gitu kok kak." ▪LAUTAN KERUH YANG BERGELORA KECEWA....
Reza kecewa mengetahui Evi hampir nyebut nama Irwan tanpa title,'Kayaknya Evi dah akrab gitu ya sama Boźz Asian Group itu.Ga canggung gitu kayaknya.'
★BAYU NAN LEMBUT YANG BERHEMBUSAN KESEDIHAN....
Akhirnya tiba juga mereka di RS.Usai memarkir motornya,berjalanlah
mereka berdua menyusuri lorong RS.Reza mencoba memecah keheningan dengan bertanya soal Rizky,"Gimana Rizky sekarang Vi?"
Evi menjawab,"Adikku dah lebih stabil kak.Memang masih belum sadar tapi kata
dokter grafiknya naik." Reza lega mendengarnya dan kembali melangkah namun tiba2 Evi dengan lembut menyentuh lengannya,"Kak,kamar Rizky dah ga di sana lagi.Ikuti Evi aja." Reza jadi heran,"Katanya belum sadar kok ga di IGD sih Vi?" Evi bingung mau jawab apa. ☆ KINI JADI TAUFAN KEHILANGAN HALUAN.... Evi melangkah ke arah pavilyun VVip,"Semua demi kebaikan Rizky dan ibu juga kok kak.Sudah deket kok.Lebih deket malah dari area parkiran."
Reza menebak,"Pasti kamu kesulitan biaya perawatan di IGD ya Vi?Moga fasilitas di kamar yang baru sama standarnya kayak di IGD ya.Kasihan kamu Vi.Maaf aku ga bisa bantu banyak soal biaya ya Vi."
Evi cuma tersenyum,"Gpp kak.Sudah ada yang bantu Evi kok.Evi ga pusing lagi soal biaya pengobatan Rizky.Kakak tenang saja.Kakak mau jenguk aja aku dah makasih banget."
Reza kagum dengan ketabahan Evi.
→SEKIAN LAMA DAKU MENCARI BAHAGIA NAMUN TIADA KUTEMUKANNYA DIMANA...
Akhirnya mereka sampai di pavilyun VVip.Reza heran,"Kok ke sini Vi?Ini kan area
berkelas Vi.Areanya orang behave.Kamu ga salah nih?Lihat tulisannya Pavilyun VVIp.Ini itu buat yang berkantong tebal Vi."
Evi malah menuju bagian securitynya,"Memang disini kak.Oh ya kakak harus menunjukkan identitas.Aturannya gitu.Keamanannya memang ketat."
Reza masih penuh tanya namun ia mengikuti saja.Satpamnya nanya,"Kakaknya ya
mb?Tumben mb ga sama pacarnya?" Reza sewot campur heran,"Saya ini pacarnya Pak.Bukan kakaknya.Jangan sotoy deh Pak."
Satpamnya malah yang heran,"Lha yang ..." Evi segera memotongnya,"Kami boleh masuk kan Pak?Permisi." Satpamnya mempersilakan sambil mengerutkan dahi,'Kalau itu pacarnya lha yang
dulu itu yang pakaiannya perlente dan necis itu siapanya ya?Wah perempuan2 jaman sekarang suka mempermainkan pria.Tak sangka ya...wajahnya lugu gitu tapi kelakuannya kayak gitu.' ←JALANAN KUTEMPUH PENUH DURI....
Reza yang penasaran dengan perkataan satpam mulai menginterogasi Evi,
"Maksud satpam tadi tuh apa sih Vi?Aku ga ngerti."
Evi malah sibuk dengan pikirannya sendiri,'Apa baiknya aku jujur aja ya sama kak Reza kalau aku tak bisa meneruskan hubungan kami?Akan kucoba bicara dengan sehalus
mungkin biar aku ga menyakiti hatinya.Bagaimanapun kak Reza pernah sangat baik padaku.Dia ga pantas disakiti.'
↓BEGINIKAH SURATAN HIDUPKU DITENTUKAN... Kebetulan Rita Sugiarto pas duduk2 di teras saat Evi datang,"Wah Nak Reza juga
ikut.Mari masuk Nak!" Reza segera menyalami ibunya Evi lalu masuk ke dalam,"Maaf ga sempat bawa apa2 Bu.Tadi takut keburu hujan jadi langsung dari kerjaan." Rita tersenyum,"Gpp.Dikunjungi aja dah senang.Lagian ibu banyak makanan.
Ayo masuk saja.Ke dalam lebih nyaman."
▼ MENGAPA DUKA LARA SERINGKALI MELINGKARI DIRI INI.... Reza kagum dengan fasilitas yang ada,"Wah sejak kapan Bu pindah sini?"
Rita menjawab dengan antusias,"Belum lama Nak.Ibu senang banget pindah sini.Ada perawat jaganya pula.Wah...ibu jadi ada temennya.Kalau Evi kerja ibu ada yang nemeni.Pokoknya Ibu seneng banget pindah ke sini."
Reza bertemu juga dengan Lesti.Mereka salaman.Reza juga melihat bahwa Rizky mendapat peralatan yang sama,"Wah lebih nyaman ya Bu disini.Ibu bisa istirahat
kapan saja.Ada tempat tidur buat keluarga pasien.Wah..pasti mahal ya Bu sewanya." Evi mohon diri mau mandi,"Aku mandi dulu kak.Habis ini aku masih harus kerja di
majikan aku satunya.Aku tinggal dulu ya." ▼BILAKAN BERAKHIR KISAH PILU DARI HIDUPKU....( area keluarga ) Rita mendekati Evi yang lagi sibuk persiapan mau mandi,"Vi,ibu harus jawab apa kalau nak Reza tanya soal yang biayai kita disini?" Evi malah jadi ingat sama Irwan,'Wan,andai kamu disini sekarang pasti kamu akan
bantu aku menghadapi hal ini.' ▲ INGIN KU PERGI BAWA HATI... Rita menepuk bahu putrinya,"Malah ngalamun Vi..."
Evi jawab,"Bilang aja kalau majikan baru Evi yang dah bantu kita Bu.Selanjutnya biar Evi yang jelasin."
Ritapun lalu pergi menemui Reza lagi. ♣JAUH KUPERGI BAWA DIRIKU YANG SEPI... Lesti menawarkan minuman cup (240 ml ) pada Reza,"Diminum kak." Reza mengambilnya,"Makasih." Reza iseng nanya,"Kalau kelas Vip sekarang sewa satu malam berapa ya?" Lesti menjawab,"Minim 700ribu kak semalam." Reza mulai mengkalkukasi,'Kalau gitu mahal banget ya sewa pavilyun ini kelas VVip
lagi Kan diatas Vip tuh.Evi dapat uang darimana ya?' Rita datang bawa makanan kecil,"Ayo Nak dimakan cemilannya.Kebetulan tadi tetangga pada datang nengok Rizky.Bawaannya macem2.Ayo!"
Reza pun mengambil satu,"Maaf Bu,apa ga menambah beban Evi Bu dengan pindah
ke area ini?Sewanya pasti mahal nih Bu." Rita tersenyum,"Semua dah ditanggung sama majikan Evi yang baru Nak.Orangnya baik banget."
Reza makin kepo.Ia lalu ngajak Evi bicara diluar. ¤ OH MUNGKINKAH KU BERTEMU OH BAHAGIA YANG KUCARI... Sampai di area taman Evi berhenti dan duduk di sebuah bangku panjang yang ada di sana,"Kak Reza mau bicara soal apa?Evi juga mau bicara sama kak Reza." Reza deg2an namun duduk juga dia,'Evi mau ngomong apa ya?' Reza duduk dengan resah,"Ada apa Vi?Kamu duluan aja yang ngomong.Ladies
first.He..he..Wah tamannya keren ya?Ada lampu2 tamannya juga.Bagus.Tempat ini benar2 kayak bukan di sebuah RS ya.Lebih mirip villa atau bungalow."
Evi coba menata perkataannya,"Kak,sebenarnya yang dikatakan satpam tadi itu ga salah."
Reza menatap Evi,"Maksudmu?Jelas salah dong masak dia ngira aku ini kakak kamu!Gimana sih?"
Evi menarik nafas,"Kakak emang pacar Evi tapi sebenarnya bagi Evi kak Reza itu lebih sebagai kakak saja.Evi ga mau bohong lagi.Evi sudah coba mencintai kak Reza tapi hati Evi ga bisa.Maafin Evi ya kak...sepertinya Evi ga bisa nerusin hubungan ini.Evi ga mau memberi harapan palsu ke kak Reza."
Bagai disambar petir Reza mendengarnya,"Ga Vi!Aku ga mau kita putus!" ♧ SEGALA KEPAHITAN KURASA KUPENDAMKAN... Reza meraih jemari Evi,"Vi,aku tuh sayang banget sama kamu.Aku juga ngerti kamu
lagi banyak masalah.Kamu mikir adik kamu,ibu kamu,kerja double belum masalah lain.Vi,please jangan main putus dong.Aku bakal lebih ngertiin kamu lagi deh.Janji." ◆ TAK MUNGKIN DAPATKU MELUAHKAN PEDIHNYA....
Evi sebenarnya tak ingin menyakiti hati Reza,"Tapi kak...Evi takut malah bakal
nyakiti kak Reza lebih dalam nantinya kalau nerusin hubungan ini."
Reza malah keder lihat Evi kekeh mau putus,niatnya mau menginterogasi soal kedekatan Evi dan Irwan jadi urung ia lakukan.Belum diinterogasi aja dah minta putus gimana kalau ditanya macam2. ◇ BIARLAH DAKU MENGARUNGINYA SENDIRIAN... Reza bersikeras ga mau putus,"Vi please kasih satu kali lagi kesempatan buat aku
meraih hati kamu.Aku mohon Vi.Sekali ini saja.Kalau sampai kali ini kamu masih ga
bisa sayang sama aku.Aku ikhlas deh Vi." Evi jadi gegana,"Tapi kak..." ■ WAKTU SAKITNYA DAKU RASAKAN DERITA... Reza segera mengalihkan pembicaraan,"Oh Vi kamu kan harus kerja lagi.Aku antar ya?"
Evi menolaknya,"Ga usah Kak.Evi dijemput kok." Reza jadi takut lama2 disitu,"Kalau gitu aku pulang dulu yach.Aku pamitan ibu kamu dulu." Reza malah kabur mumpung Evi masih bimbang soal putus dengannya.Reza lalu pergi dari area tersebut.Namun ia ga pulang seperti katanya.Kira2 Reza mau apa ya?***see you next eps***
Ia diam di belakang Reza yang sibuk mengendalikan laju motor menuju Rumah Sakit.Reza heran karena Evi diem saja.
Ia melihat dari spion,"Vi,kak Ros tadi nyari kamu ada apa ya?"
Evi malah lagi ngalamun,'Gimana reaksi kak Reza nanti ya lihat Rizky di pavilyun
VVip?Dia pasti heran deh aku dapat uang dari mana sampai bisa nyewa kamar
semewah itu.Aduh aku jujur ga ya?' Sampai di bangjo,Reza nengok ke Evi,"Ditanya kok malah diem sih Vi?" Evi kaget,"Oh...maaf kak.Kakak nanya apa?" Reza merasa diabaikan,"Soal kak Ros kok nyari kamu tadi.Kamu mikirin apa sih
sampai galau gitu?" Evi jadi ga enak,"Maaf kak.Makhlum aku banyak pikiran kak.Soal jam kerja aku kok kak.Kata kak Ros jam kerjaku ga mengikat.Jadi kalau aku diminta nemeni Ir..eh
Pak Irwan kayak tadi siang ga masalah.Yang penting Asian Group puas dengan kinerjaku.Gitu kok kak." ▪LAUTAN KERUH YANG BERGELORA KECEWA....
★BAYU NAN LEMBUT YANG BERHEMBUSAN KESEDIHAN....
Akhirnya tiba juga mereka di RS.Usai memarkir motornya,berjalanlah
mereka berdua menyusuri lorong RS.Reza mencoba memecah keheningan dengan bertanya soal Rizky,"Gimana Rizky sekarang Vi?"
Evi menjawab,"Adikku dah lebih stabil kak.Memang masih belum sadar tapi kata
dokter grafiknya naik." Reza lega mendengarnya dan kembali melangkah namun tiba2 Evi dengan lembut menyentuh lengannya,"Kak,kamar Rizky dah ga di sana lagi.Ikuti Evi aja." Reza jadi heran,"Katanya belum sadar kok ga di IGD sih Vi?" Evi bingung mau jawab apa. ☆ KINI JADI TAUFAN KEHILANGAN HALUAN.... Evi melangkah ke arah pavilyun VVip,"Semua demi kebaikan Rizky dan ibu juga kok kak.Sudah deket kok.Lebih deket malah dari area parkiran."
Evi cuma tersenyum,"Gpp kak.Sudah ada yang bantu Evi kok.Evi ga pusing lagi soal biaya pengobatan Rizky.Kakak tenang saja.Kakak mau jenguk aja aku dah makasih banget."
Reza kagum dengan ketabahan Evi.
Akhirnya mereka sampai di pavilyun VVip.Reza heran,"Kok ke sini Vi?Ini kan area
berkelas Vi.Areanya orang behave.Kamu ga salah nih?Lihat tulisannya Pavilyun VVIp.Ini itu buat yang berkantong tebal Vi."
Evi malah menuju bagian securitynya,"Memang disini kak.Oh ya kakak harus menunjukkan identitas.Aturannya gitu.Keamanannya memang ketat."
Reza masih penuh tanya namun ia mengikuti saja.Satpamnya nanya,"Kakaknya ya
mb?Tumben mb ga sama pacarnya?" Reza sewot campur heran,"Saya ini pacarnya Pak.Bukan kakaknya.Jangan sotoy deh Pak."
Satpamnya malah yang heran,"Lha yang ..." Evi segera memotongnya,"Kami boleh masuk kan Pak?Permisi." Satpamnya mempersilakan sambil mengerutkan dahi,'Kalau itu pacarnya lha yang
dulu itu yang pakaiannya perlente dan necis itu siapanya ya?Wah perempuan2 jaman sekarang suka mempermainkan pria.Tak sangka ya...wajahnya lugu gitu tapi kelakuannya kayak gitu.' ←JALANAN KUTEMPUH PENUH DURI....
"Maksud satpam tadi tuh apa sih Vi?Aku ga ngerti."
Evi malah sibuk dengan pikirannya sendiri,'Apa baiknya aku jujur aja ya sama kak Reza kalau aku tak bisa meneruskan hubungan kami?Akan kucoba bicara dengan sehalus
mungkin biar aku ga menyakiti hatinya.Bagaimanapun kak Reza pernah sangat baik padaku.Dia ga pantas disakiti.'
↓BEGINIKAH SURATAN HIDUPKU DITENTUKAN... Kebetulan Rita Sugiarto pas duduk2 di teras saat Evi datang,"Wah Nak Reza juga
ikut.Mari masuk Nak!" Reza segera menyalami ibunya Evi lalu masuk ke dalam,"Maaf ga sempat bawa apa2 Bu.Tadi takut keburu hujan jadi langsung dari kerjaan." Rita tersenyum,"Gpp.Dikunjungi aja dah senang.Lagian ibu banyak makanan.
Ayo masuk saja.Ke dalam lebih nyaman."
▼ MENGAPA DUKA LARA SERINGKALI MELINGKARI DIRI INI.... Reza kagum dengan fasilitas yang ada,"Wah sejak kapan Bu pindah sini?"
Reza bertemu juga dengan Lesti.Mereka salaman.Reza juga melihat bahwa Rizky mendapat peralatan yang sama,"Wah lebih nyaman ya Bu disini.Ibu bisa istirahat
kapan saja.Ada tempat tidur buat keluarga pasien.Wah..pasti mahal ya Bu sewanya." Evi mohon diri mau mandi,"Aku mandi dulu kak.Habis ini aku masih harus kerja di
majikan aku satunya.Aku tinggal dulu ya." ▼BILAKAN BERAKHIR KISAH PILU DARI HIDUPKU....( area keluarga ) Rita mendekati Evi yang lagi sibuk persiapan mau mandi,"Vi,ibu harus jawab apa kalau nak Reza tanya soal yang biayai kita disini?" Evi malah jadi ingat sama Irwan,'Wan,andai kamu disini sekarang pasti kamu akan
bantu aku menghadapi hal ini.' ▲ INGIN KU PERGI BAWA HATI... Rita menepuk bahu putrinya,"Malah ngalamun Vi..."
Ritapun lalu pergi menemui Reza lagi. ♣JAUH KUPERGI BAWA DIRIKU YANG SEPI... Lesti menawarkan minuman cup (240 ml ) pada Reza,"Diminum kak." Reza mengambilnya,"Makasih." Reza iseng nanya,"Kalau kelas Vip sekarang sewa satu malam berapa ya?" Lesti menjawab,"Minim 700ribu kak semalam." Reza mulai mengkalkukasi,'Kalau gitu mahal banget ya sewa pavilyun ini kelas VVip
lagi Kan diatas Vip tuh.Evi dapat uang darimana ya?' Rita datang bawa makanan kecil,"Ayo Nak dimakan cemilannya.Kebetulan tadi tetangga pada datang nengok Rizky.Bawaannya macem2.Ayo!"
Reza pun mengambil satu,"Maaf Bu,apa ga menambah beban Evi Bu dengan pindah
ke area ini?Sewanya pasti mahal nih Bu." Rita tersenyum,"Semua dah ditanggung sama majikan Evi yang baru Nak.Orangnya baik banget."
Reza makin kepo.Ia lalu ngajak Evi bicara diluar. ¤ OH MUNGKINKAH KU BERTEMU OH BAHAGIA YANG KUCARI... Sampai di area taman Evi berhenti dan duduk di sebuah bangku panjang yang ada di sana,"Kak Reza mau bicara soal apa?Evi juga mau bicara sama kak Reza." Reza deg2an namun duduk juga dia,'Evi mau ngomong apa ya?' Reza duduk dengan resah,"Ada apa Vi?Kamu duluan aja yang ngomong.Ladies
Evi coba menata perkataannya,"Kak,sebenarnya yang dikatakan satpam tadi itu ga salah."
Reza menatap Evi,"Maksudmu?Jelas salah dong masak dia ngira aku ini kakak kamu!Gimana sih?"
Evi menarik nafas,"Kakak emang pacar Evi tapi sebenarnya bagi Evi kak Reza itu lebih sebagai kakak saja.Evi ga mau bohong lagi.Evi sudah coba mencintai kak Reza tapi hati Evi ga bisa.Maafin Evi ya kak...sepertinya Evi ga bisa nerusin hubungan ini.Evi ga mau memberi harapan palsu ke kak Reza."
Bagai disambar petir Reza mendengarnya,"Ga Vi!Aku ga mau kita putus!" ♧ SEGALA KEPAHITAN KURASA KUPENDAMKAN... Reza meraih jemari Evi,"Vi,aku tuh sayang banget sama kamu.Aku juga ngerti kamu
lagi banyak masalah.Kamu mikir adik kamu,ibu kamu,kerja double belum masalah lain.Vi,please jangan main putus dong.Aku bakal lebih ngertiin kamu lagi deh.Janji." ◆ TAK MUNGKIN DAPATKU MELUAHKAN PEDIHNYA....
nyakiti kak Reza lebih dalam nantinya kalau nerusin hubungan ini."
Reza malah keder lihat Evi kekeh mau putus,niatnya mau menginterogasi soal kedekatan Evi dan Irwan jadi urung ia lakukan.Belum diinterogasi aja dah minta putus gimana kalau ditanya macam2. ◇ BIARLAH DAKU MENGARUNGINYA SENDIRIAN... Reza bersikeras ga mau putus,"Vi please kasih satu kali lagi kesempatan buat aku
meraih hati kamu.Aku mohon Vi.Sekali ini saja.Kalau sampai kali ini kamu masih ga
bisa sayang sama aku.Aku ikhlas deh Vi." Evi jadi gegana,"Tapi kak..." ■ WAKTU SAKITNYA DAKU RASAKAN DERITA... Reza segera mengalihkan pembicaraan,"Oh Vi kamu kan harus kerja lagi.Aku antar ya?"
Evi menolaknya,"Ga usah Kak.Evi dijemput kok." Reza jadi takut lama2 disitu,"Kalau gitu aku pulang dulu yach.Aku pamitan ibu kamu dulu." Reza malah kabur mumpung Evi masih bimbang soal putus dengannya.Reza lalu pergi dari area tersebut.Namun ia ga pulang seperti katanya.Kira2 Reza mau apa ya?***see you next eps***

