***I AM HIS QUEEN ^^^PART 541-550 (TAMAT)***


Part 541*** I AM HIS QUEEN
The healer...
Vino nampak memandang tajam pada Sean yang sedang melaporkan perkembangan proyek2 perusahaan,'Apa sih yang dipunyai Sean tapi aku ga punya?!Tinggi juga ga,putih juga putihan aku.Heran!!'
Sean merasa seperti dikantor polisi,"Ehm Vin..."
Vino memotong,"Don't call me like that again Sean.Maybe you are my cousin but in this company I am your boss.Remember that!"
Sean kaget juga ga nyangka aja Vino jadi perhatian banget amat titel,"Oh...sorry Pak Presdir."
Suasana jadi tegang.Sunyi dan mencekam,Sean jadi ngeblank deh,'Astaga kenapa disini jadi serem ya?'
Vino memegang foto pernikahannya dengan Laras yang sudah dipigura di atas meja kerjanya.Dihadapkannya pada Sean,"Satu lagi Sean yang harus kamu ingat baik2 selama kamu hidup.Lihat ini!Kamu tahu apa ini?"
Sean mengernyitkan dahi,"Itu foto pernikahan kamu ...oh eh Pak Presdir dan Bu Laras.Waktu di Bali."
Vino berdiri dari kursinya dan menaruh kedua tangannya di meja,"Bagus kamu tidak lupa!Jadi kamu harus tahu bahwa selain perusahaan ini,Laras juga adalah milikku.She is my wife forever and ever!"
Sean merasa seperti tersangka dihakimi hakim paling killer sedunia,"Sure I Know she is your wife.So what is the matter?"
Vino sedakep dan duduk diatas mejanya,"Intinya adalah kamu diundang makan siang di rumahku.Dan aku kasih warning ke kamu Sean,jangan coba2 merayu isteriku atau kamu akan aku kirim kembali ke pulau dimana kita pernah terdampar dan akan aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa kembali kemari.Are you clear to behave in my house?"
Sean ketawa,"Astaga Vin...ups...Pak Presdir...aku ini bukan orang yang suka merayu isteri orang apalagi isteri sepupu aku sendiri.Aku ini bujangan paling dicari tahu ga sih?Belum tentu aku terima."
Vino menarik dasi Sean,"Cerewet!Udah ikut aja!"
Sean hanya bisa pasrah dibawa Vino ke rumah barunya,'Astaga Vino...kerasukan lagi kali ya?Kayaknya pulau dimana kami terdampat dulu yang bikin Vino jadi aneh gini.'
Melihat Vino datang bersama Sean,Laras seneng banget,"Akhirnya yang dinanti datang juga...Mari silakan duduk."
Sandra melihat Sean nampak kucel,"Kamu kenapa Sean?"
Sean menutupi,"Oh aku hanya ga sangka aja kamu ada di sini."
Bersambung.....

Part 542 *** I AM HIS QUEEN
Miracle....
Sean senang lihat Sandra,keduanya saling melempar senyum.Vino duduk di kursi utama dengan wajah masih kesal,'Apa sih istimewanya Sean sampai Laras senyum semanis itu saat lihat dia datang?Harusnya kan senyum itu hanya buat aku suaminya?Bikin selera makanku hilang saja...'
Sean hendak bicara dengan Sandra tapi Vino malah memandangi Sean dengan tajam,sambil ngetuk2 peralatan makan.Bikin Sandra jadi keder,'Ada apa ya sama Vino?Kayaknya serem gitu pandangannya.Apa aku pergi aja ya....'
Laras memperhatikan suasana di meja makan,diapun kasih sinyal ke sang suami,"Vin,tolong cek Varell deh...kayaknya nangis deh..."
Vino ga denger sebab lagi sibuk kontes mata sama Sean,'Harusnya aku tinggalin saja dia di pulau.Biar ga ganggu rumah tangga aku.Sekarang dia senyum2 ga jelas lagi.Huhhh aku harus mutasi dia ke Merauke kayaknya...'
Laras datang dan nyubit pinggang suaminya,"Vin sayang,ayo ikut aku sebentar."
Vino mengaduh kesakitan,"Auww!Sakit tahu Ras...apa sih?Aku sedang makan nih..."
Laras lihatin piring Vino yang kosong,"Makan?Oh...aku udah siapin menu khusus buat kamu sayang...makanya ayo ikut aku..."
Vino ngeliat ke Sean,"Tuh denger Sean,Laras buat menu khusus buat aku.Tahu kenapa?Dia hanya cinta sama aku.Aku ini suaminya...Huhh!"
Sean dan Sandra berpandangan,heran mereka.Vino mengikuti Laras dengan bangga malah pakai acara meluk pinggang segala.Laras jadi ngerti,'Oh kayaknya Vino cemburu sama Sean.Dasar Pak Presdir...masih aja cemburuan!'
Didekat tangga Laras jewer kuping Vino,"Vino,kamu jangan bikin kacau rencana aku..."
Vino heran,"Lho siapa yang bikin kacau?Sean itu pengacau rumah tangga kita.Kenapa aku yang dijewer?Aku kan cuma melindungi milikku saja.Kamu itu milik aku..."
Laras tahu cara ampuh menaklukan suaminya.Diciumnya bibir sang suami yang nerocos terus ngungkapin kekesalan hatinya.Vino langsung melted.Diem deh...apalagi Laras bawa sang suami ke kamar mereka.Bersambung....

Part 543***I AM HIS QUEEN
Loving you...
Sean dan Sandra kerasa kalau Laras sengaja membawa Vino pergi biar mereka bisa leluasa bicara.Sean tak mau kehilangan kesempatan,"Benarkah kau akan pergi ke Amerika?"
Sandra merasa kikuk,"Begitu banyak kesalahan kulakukan di sini.Aku merasa tak pantas berada di sini."
Sean memeluk Sandra dari belakang,"Please stay for me... I never know what is love until I meet you.I love you Sandra..."
Sandra terpana dipeluk begitu,apalagi Sean berkata,"I know you love me too.Don't deny me..."
Sandra mencoba melepaskan diri,"Sean...aku ga pantas untuk dicintai...aku hampir saja mencelakaimu...aku tak mau kau terluka lagi...aku tak bisa melihatmu seperti itu..."
Sean membalikkan Sandra ke arahnya,"Say that you don't love me then I will let you go...Look at me and say it!"
Sandra ga bisa mengatakannya,ia malah memeluk Sean,"I love you so much..."
Keduanya berpelukan,Sean tersenyum dan berlutut seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan,"Please marry me...Aku tak bisa hidup tanpamu..."
Sandra berkaca2,"You forgive me?Still love me even all I have done?"
Sean mengangguk dan meraih jemari Sandra dipakaikannya cincin itu,"I am so happy...because of you..."
Sandra tersenyum riang,"Kita harus berterima kasih pada Laras,dia pasti yang mengatur ini semua."
Sean setuju,"Juga Vino dong.Dia yang membawa aku kemari.Kemana sepupuku itu ya?"
Sandra tersenyum,"Mereka pasti bersama Varell."
Namun Varell dengan Mbak Mety di ruang keluarga.Sandra mikir,'Waduh kemana mereka ya?Katanya mau ke dapur tadi.'
Laras mendengar suara Sean mencari Vino,"Vin,sudah waktunya kembali ke kantor nih...Vin?"
Laras mau jawab tapi Vino mengunci bibirnya,"Kamu yang memulai sayang...harus kamu selesaikan."
Sean dan Sandra akhirnya malah pergi,"Yuk kita pergi aja...ntar aku wa Vino deh...Vino mungkin sedang makan menu istimewanya.Aku tak ingin mengganggu mereka.He..he.."
Laras mau protes apalagi lihat Vino melepas jas kerjanya,"Vin,kamu harus balik ke kantor..."
Vino malah merebahkan sang isteri,"Aku mau makan dulu...my lunch today..."
Wah alamat Varell bakal cepet punya dedek nih...
Bersambung...

Part 544***I AM HIS QUEEN
Wake up...
Sore itu begitu cerah.Udara yang panas diluar rumah tidak dirasakan oleh sepasang insan yang terbaring di kamar ber-AC.Laras terbangun,tapi ga bisa bergerak.Lengan sang suami melingkar di pinggangnya,'Vino,kebiasaan deh kalau tidur pasti gini.Nempel kayak perangko.Astaga...jam berapa nih?'
Laras yang sulit bergerak,melihat jam tangan suaminya di meja samping tempat tidur,'Ya ampun sudah jam 3?Bukannya Vino ada meeting jam 3?'
Begitu nengok ke arah sang suami langsung merona Larasnya,'Aduh...walau udah jadi isterinya dan melahirkan anak buat dia.Kalau lihat dia telanjang dada gini aduhh...'
Vino mesem rupanya dia kebangun karena Laras,"Suka dengan yang kau lihat sayang?Ga sopan lho menatap seperti itu..."
Laras terbelalak,"Ups...sorry aku ga maksud menatap...aku hanya disoriented aja kok..."
Vino memandang isterinya,"Oh really?Kalau suka bilang aja...toh aku ini milik kamu sayang...jadi sah2 aja kok he..he.."
Laras merah jambu pipinya,"Eh Vin,bangun!Kamu ada meeting kan?Udah jam 3 lho."
Vino malah meraih hpnya,"Ga usah panik...kan tinggal reschedule aja jadwal meetingnya."
Laras memcoba merebut hpnya,"Ga!Janji itu harus ditepati.Berikan hpnya!"
Vino berusaha menghindar,"Eit...ga bisa!Aku tuh masih kangen sama kamu sayang...sekali2 bolehlah..."
Laras sama Vino akhirnya malah jatuh ke lantai bareng,diantara selimut dan bed cover dengan posisi Laras di bawah.Vino segera memegangi tangan Laras,dan menelpon Sean,"Halo Sean!Tolong kamu reschedule meeting hari ini.Bilang saja aku ada urusan.Whatever apa alasanmu..."
Vino melempar hpnya ke atas tempat tidur,"Sayang...mari kita selesaikan urusan kita."
Sementara itu di RS,Revan sadar dari komanya,ia melihat sekitarnya.Perawat yang menjaganya senang melihatnya sadar,"Anda sudah sadar?Syukurlah...saya akan beritahu dokter..."
Bersambung...

Part 545***I AM HIS QUEEN
Silent....
Berita sadarnya Revan segera sampai ke Vino.Jelas Vino senang dan segera meraih piyamanya,"Aku harus pergi Sayang..."
Laras terpana,"Tapi tadi bukannya kamu udah batalin meetingnya?"
Vino menuju kamar mandi,"Aku tidak ke kantor tapi ke RS.Revan sudah sadar.Kamu dirumah saja ya.Jaga anak kita."
Laras menurut,"Aku ikut senang mendengar kakak kamu sudah sadar.Salam ya."
Vino berhenti di depan pintu kamar mandi,"Salam apa ya?Jangan bilang kamu masih belum jera bikin aku cemburu....atau hukuman hari ini masih belum meninggalkan efek jera?"
Laras merona,"Vino!!"
Vino masuk ke dalam kamar mandi sambil tersenyum.Laras langsung sembunyi di balik selimut sambil bergumam,"Dasar Pak CEO...udah bikin aku capek masih aja ngancam...Heran sejak Varell lahir harusnya kan dia makin secure,rapi malah makin cemburuan.Aneh..."
Laras jadi ingat Varell,"Astaga...aku belum lihat Varell sejak tadi...astaga!!"
Laras segera meraih pakaiannya dan mencari Varell.Varell bersama mbak Mety,"Boss junior ga rewel kok mbak Laras.Kayaknya besarnya bakal jadi orang pengertian he..he.."
Laras meraih putranya yang begitu mirip sama Vino,"Aduh anak mama...maaf ya sayang...ninggalin kamu begitu lama.Papa kamu sih..."
Laras kaget kala Vino sudah berdiri di belakangnya,"Jangan bilang kamu mengadu ke anak kita sayang...dia itu takkan mau papanya dijelek2kan...iya kan Varell sayang?"
Varell langsung berbinar matanya lihat papanya,"Appa...Appa..."
Ga jadi deh Laras mau ngadu ke Varell.Lha liak papanya aja Varell langsung hyper hepi gitu.Langsung melonjak gembira gitu.Bener2 anak papa deh.Vino kembali tersenyum penuh kemenangan,'2:0'.
Mety tersenyum lihat Varell digendong Vino,'Ya ampun kebayang deh kelak Boss Junior pasti seganteng papanya.Pasti bakal jadi rebutan cewek2 deh...'
Sementara di Carita sana,Marco mendengar juga soal kondisi Revan,"Sungguh?Revan sudah sadar?Dia baik2 saja?Bagaimana dengan Rani?"
Joni menjawab,"Dari yang saya tahu Bu Rani masih stroke separo.Beliau hanya terbaring saja di tempat tidur."
Marco tampak kacau keadaannya,"Semua ini salahku.Seharusnya aku tidak kembali dalam kehidupan mereka.Aku harus melihat Revan Jon.Aku harus kembali."Bersambung

Part 546***I AM HIS QUEEN
Full hopes...
Laras mengantar suaminya sampai ke teras depan dekat mobilnya,"Aku ingin sekali ke RS sebenarnya Vin tapi anak kecil kan ga boleh masuk.Bisa ga mama di rawat di rumah saja Vin?Aku akan menjaga dia Vin.Aku janji."
Vino terharu mendengarnya,diusapnya wajah sang isteri yang meski make upnya udah pudar karena ulahnya tadi namun masih saja ga bosenin dilihat,"Kamu tahu sayang?Inilah yang bikin aku jatuh hati sama kamu.Hatimu yang begitu penyayang.Your kindness heart.Your love for every one near you.Aku sebenarnya dah mikirin itu namun aku ga mau ngrepotin kamu.Kamu udah ada Varell yang butuh perhatian masak aku tambah mama.Tapi ternyata aku masih selalu dibuat terkejut olehmu.You know,you always amaze me.I love you my wife,Mrs Alvino Adijaya."
Para pelayan melted lihat boss mereka mencium kening Laras,'Aduh...kerja di sini tiap hari lihat adegan telenovela campur korean drama gitu.Aduh...mupeng tiap hari.Baiknya aku kerja lagi aja daripada baper habis di sini.Auww ga kukuh lihatnya...'
Laras duduk bersandar di mobil,"Aku ga akan pernah merasa direpotkan oleh mamamu atau siapapun dalam keluargamu.Mereka adalah bagian dari dirimu.Yang membentukmu hingga seperti saat ini.Seperti kau sayang pada ayahku demikianlah aku juga sayang pada mama Rani."
Vino meraih jemari sang isteri,"Aku akan tanyakan dokter untuk membawa mama dirawat di rumah.Aku yakin mama akan lekas membaik jika dirawat oleh menantunya ini.Mama juga bisa lihat cucunya tiap saat."
Laras lega suaminya mau mengabulkan keinginannya,"Makasih ya sayang.Udah katanya mau ke RS.Tuh dah ditungguin sama Norman."
Vino masih sempat mencium pipi sang isteri sebelum masuk ke mobil,"Peluk cium buat jagoan kita.Love you."
Laras tersenyum melambaikan tangannya,"Dahh...love you too."
Norman lihat dari spion,'Mas Vino hepi bener kayaknya.Kalau mau pergi selalu saja lama pamitannya kayak enggan pergi deh.Padahal dah bukan pengantin baru lho tapi perasaan makin hari kok makin mesra dan lengket ya.Heran deh...sementara isteri aku kalau aku di rumah malah ngajak ribut melulu.Kenapa ga bisa manis kayak Mbak Laras ya?Apa aku kurang ganteng?'
Vino buka lap topnya,"Man,ke RS ya."Bersambung.....

Part 547***I AM HIS QUEEN
The sea...
Marco bergegas berkemas mau balik ke Jakarta tapi maut sudah mengintip dirinya.Tiba2 saja terjadi tsunami di sekitar Carita.Villa yang ia tempati rusak parah diterjang gelombang.Sebenarnya ia mau pergi lebih cepat tapi temannya mengajaknya melihat konser musik,"Ada band terkenal lho yang manggung.Ayolah,menginap semalam lagi.Toh anak kamu ada yang jagain.Ga akan kemana2 juga dia."
Namun malang tak dapat ditangkal,Marco terseret ombak dan terpisah dari Joni,"Tolong!!Tolong!!"
Di RS berita tsunami itu menghebohkan,namun Vino ga terlalu menyimak,ia sedang bahagia dengan sadarnya Revan,"Kakak...terima kasih Tuhan..."
Revan menangis melihat Vino,"Vino...mama kenapa Vin?"
Rani memang ditempatkan di dekat Revan,Vino berkaca2,"Mama mengalami penyumbatan di pembuluh darah di otak Kak.Maafkan Vino Kak...ga bisa jaga Mama dengan benar."
Revan menggeleng,"Kamu ini bilang apa Vin?Justru kamu yang paling perhatian sama Mama.Ini semua salahku Vin.Aku anak yang selalu mendukakan hati mama.Aku selalu bikin mama sedih.Banyak pikiran."
Revan beringsut turun dari ranjang dibantu Vino,"Aku akan berubah Vin...aku akan jagai mama sekarang.Aku janji Vin..."
Dokter datang dan memberitahu Vino bahwa Revan diperbolehkan pulang cukup rawat jalan saja.Vino berkata pada dokter,"Dok,bagaimana dengan mama saya?Bisakah perawatannya dilakukan di rumah saja?Saya lihat kondisi mama saya jauh lebih stabil sekarang."
Dokter berkata,"Pasien stroke memang lebih baik bila berada dalam pengawasan keluarganya.Akan kami lakukan rekam medis lagi untuk memastikan penyumbatannya sudah bisa diatasi.Jika hasil radiologinya bagus dan dalam beberapa hari kedepan kondisinya terus stabil akan kami siapkan semua peralatan yang dibutuhkan pasien."
Vino lega,"Terima kasih Dok."
Duka dan suka memang silih berganti dalam hidup.Revan memberi kabar baik namun di sisi lain Marco mengalami musibah.Ia terkatung2 dihempas air laut yang bagai dicurahkan dari langit,beruntung ia tersangkut di pohon.Seorang anak kecil terbawa arus dan ditolong oleh Marco,"Sini Nak.Berpegangan sini deket Om."
Marco bertanya pada anak itu,"Kemana orang tuamu?"
Anak kecil itu berkata,"Aku tidak tahu..."Tbc....

Part 548***I AM HIS QUEEN
Pass from the law....
Marco memandang anak kecil yang bersamanya,'Tuhan memang hakim tertinggi.Aku mungkin lolos dari jerat hukum karena segala kejahatanku tapi tidak dari tangan-Nya.Aku mengerjakan segala kejahatanku di laut dan kini Tuhan memakai laut pula mengejarku.Aku pasrah ya Allah.Betapa aku telah memandang ringan menghilangkan nyawa seseorang dan kini aku membayar akibatnya.'
Marco memandang langit,'Berikanlah aku kesempatan untuk membawa anak ini selamat maka aku rela memasrahkan nyawaku ke dalam penghakiman-Mu Tuhan.'
Berita tsunami di Carita disiarkan di tv disemua saluran.Bahkan di RS kala Vino menunggu hasil rekam medis mamanya,"Bim,bukannya katamu Pak Marco bersembunyi di salah satu villa di Carita?Coba cari tahu Bim."
Bimo segera melaksanakan tugas,"Iya Mas Vino.Pak Marco dinyatakan hilang dalam bencana itu.Saya akan cek di RS2 di sana."
Vino berpesan pada Bimo,"Bim,jangan sampai Revan tahu kalau ayahnya menjadi korban bencana itu.Aku tak mau kondisinya drop."
Namun Revan mendengar ucapan Vino itu,"Ada apa Vin?Ada apa dengan papaku?Bukannya papa dipenjara harusnya?"
Vino memandang ke arah kolam renang,"Aku tak pernah melanjutkan kasus Pak Marco ke meja hijau.Aku lebih fokus pada kesembuhan kakak dan mama dulu.Pak Marco pergi ke salah satu villa di Carita dan kemudian tsunami terjadi."
Revan terdiam,'Aku lepas dari maut dan kini papa yang dikejar.Ini karma karena kami adalah orang2 yang jahat.Bahkan mama kena dampaknya.Tuhan,apa yang harus kulakukan untuk menebus semuanya?'
Laras melihat suaminya termenung di tepi laut,"Vin,kau sedang banyak pikiran ya?Apakah soal Pak Marco yang masih belum ditemukan?"
Vino meraih sang isteri dan menyandarkan kepalanya dibahu sang isteri,"Sayang,harusnya aku senang karena Pak Marco mendapat balasan dari Tuhan langsung tapi ....aku kasihan pada Revan dan mama.Sejahat apapun Pak Marco dia tetap orang yang penting bagi mereka.Sedih rasanya kehilangan orang tua..."
Laras menggenggam jemari suaminya,"Aku tahu Vin rasanya...aku bangga sekali punya suami sepertimu...kau tak pernah berusaha membalas kejahatan dengan kejahatan.Kita berdoa saja semoga Pak Marco segera ditemukan.."Bersambung........

Part 549***WINDOW 1***I AM HIS QUEEN : Wishper...
Vino dan Revan menjalin kembali hubungan persaudaraan.Bersama mereka merawat Rani.Revan akhirnya tahu soal ayahnya,"Aku harus mencari papaku Vin.Bagaimanapun juga dia ayah kandungku."
Vino mengerti dan ikut membantu mencari keberadaan Marco.Marco akhirnya berhasil ditemukan.Sayang kondisinya kurang begitu baik,Marco dibawa ke RS.Disana ia meminta maaf pada Revan,"Papa bersalah banyak padamu.Papa menelantarkanmu dan meninggalkan mamamu.Bahkan papa menjerumuskanmu pada kejahatan.Papa sudah mengerti sekarang bahwa hidup bukan masalah lama atau pendek tapi bagaimana kau menjalaninya.Jadilah orang yang baik seperti Vino.Dan jangan sia2kan mereka yang mencintaimu."
Pada Vino,Marco juga minta maaf,"Kau masih sangat muda namun kau memiliki kebijaksanaan melebihi orang yang lebih tua.Papamu pasti bangga padamu.Tolong bimbing Revan supaya mengikuti jejakmu Nak Vino dan maafkan saya...maafkan saya....."
Kala Marco menghembuskan nafas terakhir,Rani sadar dari komanya.Laras sangat gembira,"Mama?Syukurlah mama sudah sadar...aku akan telpon Vino..."
Vino di RS sedang menenangkan Revan yang kehilangan ayahnya,"Ini yang terbaik.Ikhlaskan papamu pergi,Kak..."
Hp Vino bunyi,"Sebentar ya Kak...Ya sayang?"
Laras segera memberitahu,"Mama Vin,mama sadar..."
Vino mengusap air matanya,"Itu kabar baik sayang.Revan pasti akan terhibur hatinya..."
Laras heran,"Ada apa Vin?Apa yang terjadi di sana?Suaramu agak parau..."
Vino memberitahu,ia tak bisa menutupi apapun dari isterinya tercinta,"Pak Marco baru saja tiada sayang...kamu jaga mama dulu ya.Aku akan membantu kakak aku dulu di sini.Aku ingat mendiang papa sayang..."
Laras bangga pada suaminya,"Iya Vin...kamu memang kepala keluarga yang baik.Bersedia mengurusi pemakaman orang yang telah berusaha menyakitimu.Aku bangga padamu sayang..."
Bersambung....

Part 550***WINDOW I
I AM HIS QUEEN : The last eps
Kehidupan Revan dan Rani mulai tertata kembali setelah Marco tiada.Mereka tinggal di kediaman Adijaya seperti keinginan Vino.Bahkan Revan kemudian mencomblangkan mamanya dengan Pak Bimo.Sedangkan Anabel malah menjalin hubungan dengan Norman yang telah bercerai dari isterinya.Lalu bagaimana dengan Laras dan Vino?Bisnis Vino kian berkembang.Namanya kian diperhitungkan di kalangan pengusaha terkemuka.Laras sendiri memilih menjadi ibu rumah tangga dan isteri yang baik.Namun tawaran iklan terus berdatangan kepada Laras.Bahkan tawaran untuk fashion show juga berdatangan.Tentu saja Laras meminta ijin sang suami untuk hal itu.Vino tak ingin mengekang isterinya,"Kau boleh terlibat dalam proyek yang telah kulihat kontrak kerjanya terlebih dulu.Aku tak mau kau kelelahan dan pangeran kecil kita terabaikan."
Laras sangat bahagia sang suami membolehkan dia ikut fashion show,"Terima kasih sayang.Aku janji bahwa aku hanya akan terlibat pada proyek yang mendapat restumu sayang..."
Sean dan Sandra berencana untuk menikah dan mereka tertarik dengan gaun pengantin yang diperagakan Laras dalam sebuah fashion show,"Ras,kamu cantik banget bak seorang ratu memakai gaun itu.Luar biasa.Aku mau gaun yang kamu pakai itu sebagai gaun pengantinku nanti."
Banyak orang memuji kecantikan Laras namun tak sedikit yang tak suka,"Siapa sih dia?Kita ini para model senior tapi malah perancang setenar itu memilih wanita yang tak punya latar belakang modelling.Heran..."
Namun mereka bungkam kala kemudian Vino muncul dengan dikawal para bodyguard dan segera memeluk pinggang Laras,"Bukannya itu pengusaha terkenal Alvino Adijaya?Dan ia memeluk model amatiran itu?Siapa sebenarnya wanita itu?"
Pertanyaan mereka dijawab oleh pelayan yang menyajikan minuman,"Kalian ini model2 senior tapi ga tahu siapa wanita itu?Wanita itu adalah isterinya...Bukan sekedar isteri tapi his queen.Aku aja ngefans sama mereka."
Para model itu melongo,"His queen?!!"
Vino menggendong Alvarel yang gemesin.Laras hendak menggendongnya tapi dilarang oleh Vino,"Tidak sayang,biar aku yang menggendongnya.Kau kan sedang hamil sekarang.No outside job from now."
Ya Laras hamil lagi.**TAMAT**


I AM HIS QUEEN^^^ PART 531-540



Part 531***I AM HIS QUEEN
Be still my soul...
Vino tak perlu mengatakan kebenaran soal Marco karena sang pelaku sendiri datang,"Biarkan saya masuk!Saya adalah ayah kandung Revan!!Kalian ga punya hati apa?!!"
Bimo segera waspada,"Kalian masih berani datang kemari setelah apa yang kalian lakukan pada Mas Revan?"
Rani terpana,"Apa maksud ucapanmu Bim?Apa mereka yang membuat Revan begini?!"
Bimo terdiam dan cuma mengangguk.Marco nanar juga,"Ran,aku tidak sengaja menembak anak kita Ran.Kau harus dengar aku dulu Ran..."
Rani terpana,"Kau yang menembak Revan?Darah dagingmu sendiri?Ayah macam apa kau ini Marco!!??"
Marco masih membela diri,"Ran,mereka pasti memutar balikkan fakta padamu Ran.Aku tak ingin melukai anak kita.Mana mungkin aku melakukan itu pada darah dagingku sendiri?"
Rani mendekati Marco,"Kau bilang kau tak berniat melukai Revan lalu kau berniat melukai siapa?Siapa Marco?!!Apakah Vino??!!"
Marco mati kutu deh,Joni mengajaknya pergi,"Bang kan sudah saya bilang tadi.Ayo kita pergi saja Bang...."
Rani menangis,"Kenapa kau tidak bunuh aku saja Marco?Sejak dulu kau selalu menyakitiku.Sekarang Revan yang jadi korban.Apa yang sebenarnya kauinginkan Marco?"
Marco bersimpuh di depan Rani,"Maafkan aku Ran...aku hanya ingin keluarga kita bersatu kembali.Namun aku lihat kau sangat bahagia sebagai bagian dari keluarga Adijaya.Aku tidak suka itu Ran..."
Rani malah menjauh dari Marco,"Bukankah sejak awal kau yang mencampakkan aku?Kau tak peduli pada anak kita?Dia kecelakaan karena mencarimu.Dan kini kau malah mengulangi kembali masa itu.Apa sekarang kau puas Marco?!Kau puaskan melihat aku sedih?Kau senang?!!Tega sekali kau padaku Marco!!"
Rani menampar Marco,"Plak!!"
Marco tertegun,"Ran,kau boleh menamparku kau boleh marah padaku tapi biarkan aku disini Ran...aku ingin tahu kondisi Revan."
Rani malah terhuyung,"Ini tidak mungkin...Ini tidak mungkin..."
Bimo segera menangkap tubuhnya,"Bu Rani!!"
Bimo membawa Rani ke ruang periksa.Bersambung....

 Part 532***I AM HIS QUEEN
Seeth me no more...
Di ruang operasi team dokter bekerja keras menyelamatkan nyawa Revan.Keringat nampak menitik di dahi dokter bedah utama,perawat berkali2 mengusapnya,"Dok,kondisi vital  pasien makin melemah."
Dokter bergumam,"Sepertinya pasien tak punya semangat untuk hidup."
Di alam bawah sadar,Revan merasakan dirinya bagai melayang.Seakan tubuhnya punya sayap dan begitu ringan.Ia melihat sekelilingnya,'Wow!Aku bisa melayang di udara.Aku merasa tubuhku begitu ringan.Apa seperti ini rasanya jadi burung ya?Atau jadi peri atau malaikat?'
Revan menggeleng dan berhenti pada sebatang pohon,berputar2 ia disekelilingnya,'Malaikat?
Tidak.Aku bukan malaikat.Aku tak pantas disebut manusia bahkan.Aku begitu jahat.Aku ingat dulu waktu kecil aku sengaja ajak Vino manjat pohon lalu ia kusuruh mengambil buah di ranting yang mudah patah.Dia tergantung di sana.Wajahnya ketakutan sekali.Aku malah tertawa dan meninggalkannya.Sejak kecil aku sudah jahat.Bukankah orang bilang dari sejak kecilnya seseorang bisa dilihat akan menjadi apa kelak besarnya.Sejak kecil aku begitu jahat bahkan pada adikku sendiri.'
Revan melayang lagi kali ini ke tepi pantai,'Waktu kami remaja akupun sering mengajaknya berkelahi di sini.Aku ancam dia jangan beritahu pada siapapun.Atau aku akan pergi dari rumah.Aku ini kakak yang sangat buruk.'
Makin tinggi melayang makin sedih hati Revan,'Gedung itu...itu kantornya Vino.Dia begitu hebat.CEO paling berpengaruh di usia begitu muda.Aku selalu kalah darinya.Dia begitu cerdas.Dia selalu rajin di sekolah.Selalu disiplin.Sedang aku...aku ini selalu menyedihkan hati mama.Dan lebih buruknya lagi Vino selalu kusalahkan atas semua kebengalanku.'
Revan berdiri di atas atap gedung tertinggi,'Mungkin lebih baik jika aku tak ada di dunia ini.Aku tak akan melakukan kejahatan begitu banyak pada orang2 yang begitu baik padaku.Papa Adijaya...Mama...Dan terutama Vino.Entah berapa kali aku berniat melenyapkan nyawanya.Aku akan terjun dari atas sini.Ya...aku akan mengakhiri catatan hitamku disini.Setidaknya ini hal baik yang bisa kulakukan bagi mereka.'
Namun menjatuhkan diri dari ketinggian tidak berefek pada Revan.Tubuhnya masih utuh.Revan kecewa.Tbc

Part 533*** I AM HIS QUEEN
Harvesting....
Revan kesal karena tubuhnya tidak hancur,"Mengapa?Aku hanya ingin lenyap dari dunia ini!Biarkan aku pergi!Aku ini sampah!!Anak durhaka!Aku ini orang jahat..."
Revan membentur2kan kepalanya ke dinding tapi tak ada luka atau darah,"Mengapa kau tak membinasakan aku Tuhan?Aku ini tidak perlu ada di dunia ini.Aku hanya membawa kesedihan bagi keluargaku...Dunia akan damai akan indah bahkan jauh lebih baik tanpa diriku..."
Revan melihat lubang hitam yang sangat besar,"Lubang itu pasti jurang maut.Aku akan ke sana."
Sebuah suara membuat Revan terpana,"Kamu mau kemana Sayang?"
Revan menoleh,"Mama?Mama ada disini?Kenapa Mama di sini?Mama harusnya bersama Vino."
Rani berkaca2,"Ikut sama mama pulang Nak...Mama sayang sama kamu.Mama ga mau kehilangan kamu..."
Revan menggeleng,"Mama akan baik2 saja tanpa Revan Ma...Mama masih punya Vino.Dia akan menjaga Mama jauh lebih baik daripada Revan.Vino itu anak yang baik...ga seperti Revan.Revan hanya buat mama sedih...Lebih baik jika Revan pergi Ma...Mama tidak akan sedih lagi."
Rani meraih tangan putra kandungnya itu,"Kau adalah darah daging Mama.Sebelum kau lahir mama sudah menerimamu apa adanya.Mama sudah menyayangimu lebih dulu.Jauh sebelum mama mengasuh Vino.Kalian adalah harta Mama.Kalian itu seperti sekeping mata uang.Dua sisi yang akan selalu ada di hati mama.Jika sisi satunya tiada maka yang satunya akan tidak berarti.Pulang ya Nak..
Jika tidak mama juga tidak akan kembali."
Revan tertegun,"Maksud mama?"
Di RS Rani diperiksa dokter,Rani mengalami stroke.Ia tidak sadarkan diri.Tekanan darahnya begitu tinggi,"Pasien mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak."
Vino mencengkeram kerah baju Marco,"Aku sudah berbaik hati tidak melaporkan Anda ke polisi.Tapi sekarang lihat yang terjadi!!"
Laras baru kali ini melihat Vino lepas kendali,"Vin,sabar Vin...tenang Vin..."
Vino kesal,"Puas kamu melihat mereka semua kritis?Puas kamu?!"
Laras segera memeluk Vino,"Tenang Vin..."
Vino berkata pada Bimo,"Bawa dia pergi dari sini Bim!"
Joni menghadang Bimo,"Saya akan bawa pergi abang saya dari sini..."
Hp Laras bunyi,Pak Syamsul memberitahu,"Varell nangis Ras...dia nangis kenceng banget."
Tbc........

Part 534 *** I AM HIS QUEEN
Mother of children.....
Diruang operasi,dokter nampak berusaha keras mengambil peluru yang bersarang di dada Revan,sempat denyut jantung Revan melemah,"Kondisi pasien semakin drop,kita tak punya banyak waktu lagi..."
Di ruangan lain,Rani terbaring tak sadarkan diri,Laras yang niatnya mau pamit kaget kala lihat mesin pemantau sempat menunjukkan garis hampir lurus,"Suster tolong ibu mertua saya Sus!"
Vino yang ada di luar jadi ikut cemas,"Mama saya kenapa Sus?"
Laras tak tega melihat Vino panik luar biasa.Segera ditelponnya sang ayah,"Ayah tolong bawa Varell kemari saja.Laras tak bisa meninggalkan Vino.Dia begitu terguncang.Dua orang yang begitu ia sayang dalam kondisi kritis semuanya."
Laras meraih tangan suaminya,'Dingin sekali bagai menyentuh es.Dia juga gemetar.Kasihan suamiku.'
Walau tak ada kata terucap namun merasakan tetesan air mata Laras membasahi telapak tangannya yang gemetar,Vino bersandar di bahu isterinya,"Topang aku Ras...topang aku...aku takut kehilangan mereka Ras..."
Laras berkata,"Mereka akan baik2 saja Vin...kau harus yakin akan hal itu."
Di alam bawah sadarnya,Revan tak jadi menuju lubang hitam,ia meraih tangan mamanya,"Revan takkan biarkan mama di sini.Mama harus kembali kepada Vino.Dia butuh mama."
Rani diam mematung,"Vino sudah punya Laras sekarang.Dia akan baik2 saja tanpa mama.Beda denganmu.Kau sendirian Revan.Mama tak akan meninggalkanmu sendirian di sini sayang..."
Revan habis akal,"Oke...Revan akan ikut mama..."
Rani lega dan memeluk Revan dengan bahagia,"Ayo kita pulang sayang..."
Pak Syamsul datang membawa Varell yang langsung diem begitu digendong papanya,"Anak papa..."
Laras dan yang lainnya terharu melihat bagaimana ayah dan anak itu saling menenangkan.
Di kamar operasi dokter lega ,"Pelurunya sudah diambil sedikit lagi mengenai jantung.Bagaimana kondisi vital pasien?"
Dokter lain menjawab,"Semua kembali stabil Dok."
Dokter keluar dari kamar operasi,Vino segera memberikan Varell pada Laras dan mendekati Dokter,"Bagaimana kakak saya Dok?"
Dokter menjawab,"Operasinya berjalan dengan baik.Kita doakan saja supaya pasien terus stabil kondisinya.Semangat hidup pasien itu juga faktor yang menentukan."
TBC..

Part 535***I AM HIS QUEEN
Love factor....
Leganya Vino mendengar operasinya sukses,"Syukurlah...terima kasihTuhan...terima kasih dokter."
Dokter berkata,"Pasien akan dipindahkan ke ruang pasca operasi.Kami permisi."
Laras ikut lega mendengarnya,apalagi Vino langsung memeluknya,"Kakakku selamat Ras...semoga kondisi mama lekas membaik juga."
Lha Varell apa ga kejepit diantara mama papanya?Galah Vino kan selalu memperhitungkan setiap tindakannya.Pengusaha muda yang baru saja jadi ayah itu meraih putranya,"Kamu membawa keberuntungan sayang...Begitu kamu dibawa kemari,semua keadaan jadi membaik.Papa mohon maaf ya harusnya dihari2 pertamamu di dunia ini perhatian papa fokus ke kamu,tapi malah papa harus menangani banyak masalah."
Varell malah pamer pipi tembemnya,seakan berkata,'Gpp Pi...Varell anak pengertian kok...'
Vino berkata pada isterinya,"Jaga Varell ya sayang...kamu dan mbak Mety kembali saja ke ruangan.Varell masih rentan dibawa kemana2."
Laras menurut,"Aku akan menjaga buah hati kita dengan baik.Kamu jangan khawatir Vin.Kami bersamamu."
Bimo mendekati Bossnya,"Mas,saya sudah meminta pihak RS untuk memindahkan perawatan ke pavilyun khusus.Jadi mbak Laras bisa terus di dekat mas.Sambil mas menunggui Bu Rani dan mas Revan.Juga lebih baik mas Sean didekat mas dulu karena situasinya masih belum kondusif untuk kembali ke apartemen ataupun hotel."
Vino tersenyum,"Kerja bagus Bim.Dengan semua orang2 yang kusayangi di sekitarku maka pikiranku akan lebih tenang.Sementara urusan perusahaan akan aku handle dari RS."
Akhirnya semua dijadikan satu di sebuah pavilyun khusus,Laras senang karena bisa berada dekat Vino.Sementara itu Sean senang karena Sandra memperhatikannya bak perawat pribadi saja,"Aku bawakan pakaian ganti dan dokumen2 perusahaan yang perlu kau periksa Sean."
Anabel datang menemui Vino,"Tuan Vino,bagaimana dengan Lola?"
Vino memandang Sean,seakan meminta pendapatnya.Sean berkata,"Jangan sungkan mengambil keputusan soal dia Vin.Bagiku kami sudah berakhir.Aku tidak mau diperdaya dia."
Sementara Lola dengan santainya masuk kerja,'Kenapa harus takut?Paling juga dipecat?Kalau dipecat kan dapat pesangon.Lumayan...'
Apa keputusan Vino buat Lola?Tbc..............

Part 536 *** I AM HIS QUEEN
Dominion....
Revan dan Rani kini berada di ruangan yang sama.Dijaga oleh perawat khusus.Vino berdiri diantara kedua bed mereka,diraihnya kedua tangan mereka,"Selama ini tak pernah aku berkeinginan memisahkan kalian ibu dan anak.Aku sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidupku."
Laras memperhatikan bagaimana suaminya berkaca2 memandang Revan yang masih belum sadar,"Kakak tenang saja,tak akan pernah Vino mengambil tempat kakak di hati mama.Vino janji bila kakak sadar nanti Vino akan berikan space buat kakak sama mama.Vino akan tinggal di rumah yang baru bersama Laras dan Alvarell."
Pak Bimo berdiri agak jauh namun ia bisa mendengar getar suara Vino,'Mas Vino...betapa setiap ibu akan berbahagia memiliki anak sebaik Mas...'
Vino mencium tangan ibu tirinya yang masih belum sadar juga,"Mama...Vino akan berikan rumah kediaman Adijaya ke mama.Disana mama bisa mencurahkan kasih sayang mama pada kakak.Vino tak ingin menjadi penghalang bagi kalian.Vino mohon kalian sadar dan mari kita semua memulai awal yang baru.Kakak bangun...mama juga...Vino mohon...Vino sayang kalian berdua."
Alvarell mimbik2 dipelukan mamanya,"Woeeek!"
Suara tangisnya membuat Vino segera mengusap air matanya dan mendekati buah hatinya,"Biar aku gendong Ras..."
Laras memberikan Varell pada suaminya,'Varell dan Vino seperti punya ikatan batin yang sangat kuat.Varell tahu papanya lagi sedih.Makanya ia mau meluk papanya.Tuh kan diem digendong Vino.Dasar anak papa...'
Mbak Mety terharu melihat bossnya menimang2 Varell,'Aku yakin kelak Boss kecil bakal mirip banget sama papanya...'
Sementara itu di kantor pusat,Lola terpana mendapat surat mutasi ke cabang didaerah yang jauh sekali,"What???Ke Sorong?Ngapain aku ke sana?Astaga...ga aku ga mau...eh...saya ga bersedia dimutasi ke sana!!Manusiawi dikit kek mutasinya ke sekitar pulau Jawa aja.Ke Surabaya kek...Bandung gitu...masak ke Sorong.Daerah mana pula itu?!"
Sandra tersenyum,"Silakan mengajukan resign jika begitu."
Lola berdiri dengan mata melotot,"Ini pasti ulah kamu kan?Kamu ingin merebut Sean kan dari aku?Dasar pelakor!"
Sean tiba2 muncul,"Kamu salah Lola.Akulah yang dimintai pendapat oleh Vino."
Bersambung.........

Part 537***I AM HIS QUEEN
The fullness...
Lola kaget lihat Sean,"Oh Sean kejadian waktu itu aku...sungguh tak tahu kamu dimana?Tahu2 kamu ngilang gitu aja jadi aku balik ke kantor..."
Sandra mencibir,"Sungguh kekasih yang sangat baik..."
Sean sedakep,"Tak perlu kau jelaskan aku sudah tahu semuanya...itulah kenapa aku meminta Vino untuk tidak memecatmu karena aku yang akan mem-PHK kamu.Kita PUTUS HUBUNGAN KEKASIH.Kuharap kamu berubah di Sorong.Disana kamu bisa menata hidupmu.Karena kau takkan melihat aku setiap hari.Jika kau tak mau dimutasi,pihak HC menanti surat resignmu.Ayo Sandra banyak tugas yang harus kita selesaikan!"
Sandra tersenyum pada Lola,"Selamat berkemas Lola..."
Lola bete banget,"Sial!!Kalau aku ga resign,aku harus siap dimutasi.Kalau aku ga mau dimutasi dan kekeh ga resign surat referensi kerja tidak akan turun.Aduhh...ngeselin banget sih!!Malah diphk lagi sama Sean.Aduh gimana acara clubbing dan dugem aku dong?"
Lola akhirnya memilih resign daripada hidup jauh dari kota metropolitan.Sean melihat dari atas,'Selamat tinggal Lola...semoga masa kelam berakhir di sini.Kini aku akan menyongsong cinta yang baru...'
Ia melirik Sandra yang tengah menelpon,"Oh para karyawan hendak mengunjungi Bu Laras di RS?Oh sebentar saya tanyakan dulu ya ke Pak Sean."
Sean yang sudah berdiri di belakang Sandra membuat Sandra kaget sampai mau jatuh ia,"Oh Sean..."
Berdebar jantung Sandra jatuh dipelukan Sean,'Astaga...aku tadi mau nanya apa ya?'
Bersambung....

Part 538***I AM HIS QUEEN
Sacrifice...
Sandra salting dalam pelukan Sean,"Ehm...saya oh maksud saya mereka..para karyawan ingin mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama Pak Presdir."
Sean tersenyum melihat pipi Sandra merona,"Sure...I will tell Vino about it.Please wait..."
Sean menelpon Vino yang sedang bersama Bimo membahas soal Marco,"Hello Vin,aku tidak mengganggu kan?"
Vino melihat keluar tampak Laras sedang bersama Alvarell,"Tidak Sean.Apa ada masalah di perusahaan?"
Sean memberitahu soal keinginan karyawan untuk berkunjung sekalian membezuk Bu Rani dan Revan,"Bagaimana menurutmu Vin?"
Vino ga masalah,"Gpp Sean.Tapi untuk mamaku dan Revan sebaiknya jangan dulu.Nanti saja setelah kondisi mereka sudah sadar."
Sean setuju,"Kalau begitu aku akan mengkoordinir semuanya.Nanti kami akan ke sana."
Vino kembali memandang Bimo,"Jadi Marco menghilang?Bagaimana bisa orang itu melarikan diri disaat mama dan Revan sedang seperti sekarang.Aku pikir ia akan menyerahkan diri.Tapi ternyata ia malah kabur.Apakah dia keluar negeri?"
Bimo berkata,"Saya akan mencari tahu soal ini Mas."
Vino berdiri,"Tidak perlu.Lebih baik kita fokus pada kesembuhan mamaku dan Revan.Bagaimanapun Marco adalah ayah dari Revan.Aku tak mau mempersalahkan hal itu sekarang.Nanti sore ada kunjungan karyawan.Kamu bilang Anabella untuk menyiapkan semuanya."
Bimo mengangguk,"Baik Mas."
Vino melangkah keluar menemui Laras dan buah hati mereka,"Nanti karyawan kita akan datang,Sayang.Mereka ingin melihat si tembem kita ini."
Varell langsung untek2 denger suara papanya.Laras segera memberikan Varell untuk digendong Vino,"Dia kangen sama papanya.."
Vino menciumi pipi putranya yang emang tembem sih,"Papa juga kangen sama Varell...gendong papa ya..."
Laras tersenyum melihat keduanya,'Tanggung jawab Vino sungguh besar.Bukan hanya dia harus handle perusahaan kembali tapi kini  mama juga tak bisa membantunya seperti sebelumnya.Belum masalah Revan.Dan kini dia juga harus memperhatikan Varell sebagai seorang ayah.Aku akan selalu mendampingimu Vin.Kau tidak sendirian Suamiku Sayang.'
Petangnya para karyawan jadi datang,mereka memberi ucapan selamat dan gemas melihat Varell,"Ya ampun pipinya...cute banget."Tbc

Part 539 *** I AM HIS QUEEN
Warrior....
Saya akan ending IHQ di eps 550.Walau banyak yang suka tapi saya tidak memiliki energi untuk menulisnya.Semoga saja saya bisa memberi ending yang manis.
Now continue with the story!
Para karyawan yang datang disambut dengan ramah oleh Presdir mereka.Keramahan dan kehangatan jelas terlihat dari sikap Laras dan Vino maupun pelayan2 mereka.Jajaran BOD diterima tersendiri oleh Vino di ruang khusus,"Terima kasih atas kunjungannya.Mengenai kondisi mama dan kakak saya,hanya saya beritahukan kepada kalian.Jadi saya minta kalian bisa keep.Saya hanya ingin menghindari kegaduhan sampai kondisi mereka stabil."
Semua berjanji akan menjaga rahasia.Vino lega,"Terima kasih sekali lagi.Mari kita bergabung dengan yang lain."
Sementara itu Bimo mendekat,"Mas saya ada berita soal Marco.Dia sembunyi di villanya di daerah Carita."
Vino berkata,"Setidaknya dia masih punya hati untuk tidak kabur keluar negeri.Pantau terus keberadaannya.Tapi jangan terlihat."
Bimo mengangguk,"Baik Mas.Anak buah saya akan menyamar jadi pedagang keliling saja.Mas tenang saja."
Vino tersenyum,"Aku akan menemani para tamu.Pastikan perawat pribadi untuk Revan dan mamaku.Aku ingin perawatan yang intensif dan terbaik untuk mereka."
Bersambung....

Part 540 *** I AM HIS QUEEN
Seed....
Varell kian besar.Makin menggemaskan dan bikin siapa saja ingin mencubit pipinya yang tembem.Bahkan Sandra saja sampai gemas melihat anak bossnya itu.Ia datang membawa mainan untuk Varell,"Mana kesayangan Tante?Lihat Tante bawa apa nih?"
Sandra memang kerap datang,apalagi ia sudah mengajukan resign ke perusahaan.Sean meminta Laras membujuk Sandra,"Tolong bujuk dia Ras.Please...Aku ga mau kehilangan dia.Jangan sampai dia kembali ke Amerika."
Revan masih di RS dengan mamanya.Vino yang sering ke sana.Sedangkan Laras tinggal di rumah baru bersama Varell.Dengan alasan ga ada temen ngobrol ia minta Sandra datang,"Varell sayang,uhhh senengnya dapat mainan dari Tante Sandra..."
Sandra memandang Laras yang menggendong Varell imut,"Kamu beruntung sekali ya Ras.Suami kamu pria yang baik.Bertanggung jawab.Kalian juga udah punya pangeran gemesin ini.Andai saja aku pantas menemukan kebahagiaan seperti kamu."
Laras mendekat,"Manusia itu selalu melihat orang lain lebih bahagia dari dirinya padahal setiap orang punya kebahagiaan mereka masing2.Seperti sidik jari yang tak sama,demikianpun kebahagiaan tiap orang.Tak bisa disamakan.Carilah kebahagiaanmu sendiri jangan pernah membandingkan apa yang kau punya dengan yang orang lain punya karena bahagia itu hanya bisa dirasakan oleh hatimu sendiri."
Sandra terdiam mendengarkannya.Laras melanjutkan lagi,"Jangan pernah sia2kan orang yang benar2 tulus padamu.Selagi mereka didekatmu berbagilah kebahagiaan dengan mereka.Hargai mereka dan disitulah kau akan menemukan bahagiamu."
Sandra seketika ingat pada Sean,'Apakah aku salah jika pergi meninggalkan Sean?Dia berkali2 mengungkapkan perasaannya padaku tapi aku tak berani menerimanya.Aku masih merasa bersalah padanya.'
Laras menelpon Vino,"Vin,apakah bisa kau pulang sekarang?Kita makan siang bersama.Ajak Sean juga ya."
Vino langsung mengernyitkan dahi mendengar nama Sean disebut,"Sayang,jangan bikin aku darah tinggi ya...buat apa Sean ikut?Kamu jangan bikin aku senewen ya sayang..."
Laras ketawa dan menjawab,"Aduh ...Vino,aku itu udah melahirkan anak kamu.Masih cemburu juga...disini ada Sandra.Aku mau nyatuin mereka.Kamu dukung aku kan?"
Tbc.....

I AM HIS QUEEN ^^^PART 521-530


Part 521***I AM HIS QUEEN
Great heart...
Bila Revan dan Vino tengah rekonsiliasi maka Laras tengah menidurkan baby Varell,"Sejak tadi nangis terus...sekarang dah tenang.Ini pasti kontak batin sama papanya deh.Apa Vino sedang sedih ya?'
Laras menyelimuti tubuh mungil putranya,"Mukanya masih sembab habis nangis.Oh...sayang...jagoan mama...Jangan nangis terus ya?Mukanya makin merah kalau nangis.Kesayangan mama...kebanggaan papa..."
Laras mencium pipi tembem putranya,'Ga sangka ya...aku jadi ibu seorang anak keluarga sekaya keluarga Adijaya.Siapa yang mengira gadis yang dulu pakai sandal jepit kemana2,tukang cuci baju tetangga...kini melahirkan penerus keluarga jetzet.Keluarga milyarder Adijaya.Tuhan,mimpipun ga pernah diri hamba mendapat karunia sebesar ini.'
Laras memandangi putranya dengan berkaca2,'Aku pikir duniaku hancur kala aku tahu harus Revan memanfaatkanku untuk menjebak adik tirinya.Alvino Adijaya.Papa kamu sayang...papa kamu...'
Varell senyum sendiri di tidurnya,membuat Laras ikut tersenyum,"Kamu kayak papa kamu.Senyumnya mahal.Kamu tahu dulu mama takut banget saat bertemu pertama kali dengan papa kamu.Mama pikir dunia mama akan berakhir.Mama bakal dipenjara karena sudah terlibat dalam penipuan.Tapi papa kamu ga memenjarakan mama.Dia malah mencintai mama.Cinta yang sesungguhnya.Mama bahagia sekali...bagai menemukan oase di padang gurun.Bagai mimpi rasanya.Bayangin saja papa kamu itu pria idaman wanita banget.Dia baik,penyayang,agak dingin memang kalau sama wanita...kecuali mama tentunya he..he.."
         Varell miring kepalanya seakan mendengarkan cerita mamanya,Laras mengusap kepalanya,"Kamu kelak harus mencontoh papa kamu.Dia itu serius tapi berhati lembut."
Mety lihat Laras menguap,"Mbak Laras tidur saja.Biar saya yang jaga Boss junior."
Laras membetulkan selimut Varell,"Mama tidur dulu ya sayang..."
Mety membantu nyonya mudanya berbaring,"Pelan2 mbak..."
Laras berpesan,"Kalau Vino datang bangunin aku ya mbak Mety."
Mety mengangguk,"Iya mb tenang saja."
Mety menutup tirainya agar Laras lebih nyaman,'Beruntungnya aku kerja sama majikan yang baik banget.Kudoain mbak Laras dan Mas Vino anaknya banyak jadi aku bakal dipekerjakan terus.He..he..'
Bersambung....

Part 522***I AM HIS QUEEN
Sinfull generation....
Vino lega telah melepas pengampunan pada Revan,"Ayo kita temui mama kak.Beliau pasti senang kakak sudah bertobat."
Revan melihat sekali lagi ke arah makam,'Revan pergi dulu Pa...Tapi Revan janji akan sering kemari.'
Baru hendak masuk mobil tiba2 datang dua mobil lain,para bodyguard segera waspada melindungi Vino.Marco keluar dari salah satu mobil,"Sudah kuduga pasti kalian ada di sini.Vino,kau pasti senang karena sebentar lagi kau akan menemani ayah kamu di alam baka."
Revan yang heran,"Apa maksud perkataanmu Pak Marco?Vino akan menemani papa Adijaya?"
Marco melihat ke arah putranya,"Kau panggil apa ke papa?"
Revan menatap tajam,"Di mata saya Anda bukan ayah saya."
Marco menyeringai,"Jadi kamu menganggap ayahnya Vino lebih pantas kamu sebut papa begitu?!"
Revan mengajak Vino masuk mobil,"Kita pergi saja Vin.Aku tak mau bicara dengan orang ini."
Vino kaget juga,'Kupikir Revan masih berkomplot dengan ayahnya.Tapi sepertinya aku salah.'
Marco menghadang langkah mereka,"Tidak Revan!Vino akan ikut papa!Dia itu saksi kunci bahwa Papa telah membunuh Robert.Kau mau papa masuk penjara?"
Revan malah berkata,"Tenang saja Pak Marco.Jika Anda tak mau mendekam di penjara mempertanggungjawabkan semuanya.Saya bersedia menggantikan Anda.Bagaimanapun darah di tubuh saya adalah darah Anda."
Marco terpana,"Kau gila Revan?Membunuh orang tidak ringan hukumannya apalagi pembunuhan berencana.Tidak!Papa tidak mau dipenjara.Papa akan hilangkan semua saksi kunci dan kemudian kita pergi keluar negeri.Kita mulai hidup baru di sana."
Revan menggeleng,"Tidak!Revan tidak akan menjadi pecundang lagi.Sudah cukup!!Vino tidak akan kemana2!Kalau Anda mau pergi keluar negeri silakan.Tapi jangan ajak Revan!!Dan satu hal lagi jangan sakiti keluarga Adijaya!Terutama Vino."
Marco tak menduga dengan reaksi putranya,"Van,kamu dicuci otak sama Vino?Apa yang dia lakukan padamu Nak?Dia akan jebloskan kita ke penjara.Kamu mau jadi napi?Hidup dibalik jeruji besi?Ga bisa melihat dunia luar?Kamu ga tahu bagaimana penjara.Papa pernah Van.Dan itu tidak enak!"
Revan lelah menjelaskan,"Revan buta selama ini tak melihat betapa menderitanya mama karena ulah Anda."Tbc...

Part 523***I AM HIS QUEEN
Be set at....
Marco melihat betapa gigihnya Revan melawan dia,"Okay!Kamu sekarang jadi berbalik menentang papa kandung kamu sendiri.Tapi papa yakin Vino akan memilih ikut dengan papa karena bila dia tidak ikut maka seseorang akan menyusul Robert."
Vino tegang seketika,"Pak Marco,Anda mengancam saya?"
Revan memandang tajam ke Marco,"Hentikan mengancam hidup seseorang Pak Marco.Hentikan!"
Marco memanggil bodyguard andalannya,"Jon....tunjukan siapa orangnya!"
Joni mengeluarkan seseorang dari dalam mobil,orangnya tak sadarkan diri.Vino terkejut,"Sean?Apa yang kalian lakukan padanya?!"
Sean membuka matanya,"Dimana aku?Mana Lola?Vino?Marco?Hey...it is not happen again right?I don't want to die..."
Marco terkekeh,"Lola adalah gadis mata duitan.Ditawari uang dia akan langsung patuh.Sengaja aku suruh dia mengajakmu keluar dari area kantor.Selanjutnya mudah saja tinggal mencampur sesuatu dalam minumanmu dan selanjutnya kau kembali menjadi sandera kami.Nice scenario right?"
Sean tak menduga,"Lola adalah antek kalian?"
Marco kembali tertawa,"Dulu kau tertipu oleh agenku Sandra.Walaupun kini dia sudah membelot.Tapi uang selalu memikat siapa saja apalagi buat Lola.Jangankan kekasihnya dirinya saja akan dia serahkan demi uang."
Sean ga sangka,'Lola selama ini cuma mau uang aku.Setelah semua yang kuberikan padanya...'
Marco menodongkan pistol ke kepala Sean,"Sudah cukup basa basinya!Sekarang Vino,kamu pilih selamatkan diri kamu atau sepupu kamu?Tinggal bilang saja."
Vino jelas memilih Sean,"Kau selalu mengancam nyawa orang.Lepaskan Sean!Aku akan ikut denganmu."
Marco menggeleng,"Tidak!Kamu dan Sean adalah saksi kunci.Aku tak akan melepaskan kalian.Jon,bawa mereka ke mobil!"
Revan melihat Joni lengah dan segera merebut pistolnya,"Berhenti kalian!!Lepaskan mereka Pa....atau..."
Marco terpana,"Revan apa yang kaulakukan?Mereka itu berbahaya bisa membuat papa dipenjara!"
Revan menodongkan pistol ke kepalanya sendiri,"Lepaskan mereka atau papa akan kehilangan Revan untuk selamanya!"
Vino dan Sean kaget,Marco apalagi,"Revan...kamu ini kenapa?Kamu jangan nekad,Nak!!"
Revan meraih Vino dan Sean dari Joni,"Revan ga peduli Pa sama hidup Revan lagi."Tbc..........

Part 524***I AM HIS QUEEN
Call them brethen....
Di RS,baby Varell tiba2 nangis kenceng sampai terbangun Laras dari tidurnya,"Hoeeek!!Hoeeek!!"
Mety udah coba nenangin tapi malah tambah kejer,"Hwaaa!!Hwaaaa!!"
Laras segera meminta Varell,"Bawa sini mb Mety...mungkin dia haus."
Varell diberikan ke Laras,dibaringkan disebelahnya,"Kenapa sayang?Nangisnya kenceng banget.Cup...cup...mama disini kok."
Laras melihat jam dinding,'Vino kenapa belum kesini ya?Apa macet?Atau ada masalah di kantor?Aku telpon Pak Bimo saja usai si kecil ini anteng.Ya ampun tangannya kayak mencari2 gitu.'
Varell lihatin mamanya lalu merem lalu melek lagi.Gelisah gitu.Tapi udah ga nangis lagi cuma muyek.
Laras meraih tangan mungil putranya,"Sayang,anak mama...kita berdua sama2 nunggu papa.Kamu tenang ya...papa kamu itu pasti akan segera kemari.Okay sayang.."
Varell seakan mengerti dan mulai mencoba merem walau setengah,weleh...baru mau merem full setelah Laras mengajaknya berdoa,"Kita berdoa ya buat papa ya sayang.Semoga Tuhan selalu melindungi papa kamu.Dijauhkan dari segala keburukan.Dijagai setiap perjalanannya.Diluputkan dari mara bahaya.Bisa kumpul lagi sama kita.Amin."
Varell akhirnya bisa sleeping.Laras lalu meraih meminta hpnya,"Tolong hp saya mbak Mety..."
Laras menghubungi Bimo,"Lho Pak Bimo ga sama Vino?Saya pikir Vino pergi ke makam sama Pak Bimo."
Bimo malah jadi gelisah,"Ya udah saya akan susul ke sana mbak Laras."
Laras setuju,"Iya Pak.Nanti saya dikabari ya?Makasih Pak Bimo."
Bimo melihat Rani juga ga tenang,"Bim,Revan kemana ya?Hpnya ga aktif Bim.Coba kamu cari dia Bim."
Bimo berdiri,"Saya akan mencari Mas Revan Bu Rani.Permisi."
Bimo membawa beberapa bodyguard,"Kalian ikut saya!"
Sementara itu di makam,suasana masih mencekam.
Marco jelas terpana melihat anaknya begitu berubah,"Van,kamu bercanda kan Nak?Kamu ga mungkin serius kan?Kamu mau menukar nyawamu sendiri buat mereka?"
Revan malah menatap tajam ke papanya,"Kenapa ga Pa?Aku kan belajar dari papa menyia2kan aku dan mama sehingga kami hidup terlunta2.Bahkan papa juga ga peduli saat Revan sekarat.Sekarang kenapa Revan harus peduli pada perasaan Papa?Jauh lebih baik jika Revan mati saat itu."Bersambung......

Part 525***I AM HIS QUEEN
Concerning me...
Bimo menelpon Anabel lebih dulu,"Apa mas Vino di sana?"
Anabel jawab,"Ga.Sean juga ga ada.Coba aku tanya Sandra."
Sandra jawab,"Pak Vino pergi usai conferensi pers.Kalau Sean lunch sama Lola.Pak Vino perginya sama bodyguard kok.Tapi ...jam makan siang sudah habis.Kok Sean belum datang juga ya?"
Sandra melihat Lola datang tapi sendirian,"Bukannya kamu makan siang bareng Sean?Kok sendirian baliknya?Sean mana?"
Lola jawab sambil senyum sinis,"Kepo amat jadi cewek?Demen ya sama pacar aku?Ngaku aja!"
Sandra malah jadi cemas,"Lola,aku ga ada niat kayak gitu.Aku nanya soal Sean karena Bu Anabel nyari dia.Ini soal kerjaan bukan urusan pribadi."
Lola malah jalan sambil memainkan kunci kontak mobilnya Sean dan hpnya Sean,"Katanya ada urusan.Ga tahu urusan apa.Aku kan ga kepo kayak kamu.Udah aku mau balik kerja.Bye..."
Sandra merhatiin kunci kontak yang dipegang Lola,'Itukan kunci mobilnya Sean?Ini aneh.Aku hubungi Sean aja deh.Aku jadi cemas nih.Sean kan disuruh ngurus kantor kok malah pergi ga jelas gini.'
Tapi ga aktif,'Aku akan lacak dengan gps aja.Ada dimana dia.Untung saja hp dia sama modelnya denganku.'
Sandra menemukan lokasi Sean,"Anabel aku pergi dulu ya."
Sandra memberitahu Bimo,"Pak Bimo,saya sedang melacak keberadaan Sean.Arahnya di pinggiran kota."
Bimo jawab,"Pemakaman keluarga Adijaya juga di pinggiran kota.Apa mas Sean ikut mas Vino?Coba saya hubungi team saya."
Bimo coba hubungi anak buahnya,'Aneh kenapa pada ga bisa dihubungi ya?'
Sementara Sandra dan Bimo otw ke pemakaman,Revan masih menodongkan pistol ke dirinya kali ini diarahkan ke jantung dia,"Lepaskan mereka Pa!!Aku ga main2!"
Marco memandang Joni,"Lepaskan mereka Jon."
Vino hendak masuk ke mobil,"Kakak ayo masuk!Kita pergi dari sini!Aku ga akan pergi tanpa kakak!"
Revan tahu sifat ayahnya,benar saja Marco berupaya menembak Vino,"Vino awas!!"
Revan segera mendorong tubuh Vino,"Dor!!"
Marco terbelalak melihat siapa yang tertembak,"Revan!!!"
Revan ambruk ditangkap oleh Vino,"Kakak!!"
Sementara itu Rani yang hendak minum obat jatuh ga sengaja menjatuhkan foto Revan yang dipigura kaca,"Pyaar!!"
Rani jadi cemas,"Ada apa ini?Perasaanku tidak enak..."
Bersambung

Part 526***I AM HIS QUEEN
To suffer....
Saat Rani mau mengambil foto Revan jarinya malah kena pecahan kaca,darah menetes mengenai foto Revan.Kian ga enak perasaannya,"Ya Tuhan...jagai Revanku.Aku sayang padanya.Jagai dimanapun dia berada ya Tuhan...aku mohon."
Dipemakaman,Revan terkulai dipelukan Vino,"Vin ...kamu gpp kan?"
Vino berkaca2,"Aku gpp kak.Justru kakak yang berdarah....aku akan bawa kakak ke RS.Sean cepat bantu aku!Kalian siapkan mobil cepat!!"
Marco masih shock,"Tidak...apa yang telah kulakukan?Ini semua karena keluarga Adijaya!!"
Marco hendak menodongkan pistolnya ke Vino namun Bimo datang,"Hentikan Marco!!Atau aku akan menelpon polisi sekarang juga!!"
Vino lega Bimo datang,"Syukurlah Bim kamu datang!Revan Bim!!Cepat tolong Revan!!"
Joni segera membawa Marco pergi,"Kita pergi saja bang."
Marco mau bersama Revan,"Tapi putraku...Revan..."
Joni memaksa,"Tuan muda ada di tangan yang baik.Mereka akan merawatnya.Kita pergi saja."
Revan dimasukan ke dalam mobil,Vino yang memeganginya,"Bertahan kak!!Cepat Bim!!"
Revan memang merasa sakit tapi ia tersenyum,"Aku belum pernah sebahagia ini Vin....kini aku merasa pantas disebut kakak olehmu...Vin..."
Revan pingsan.Sandra datang dan langsung memeluk Sean,"Sean!!Kamu gpp?"
Sean menjawab,"I am all right.But Revan...he's bleeding a lot."
Sandra melepas pelukannya,"Ayo ikut mobil aku.Kita ikuti mereka ke RS.Ayo!!"
Sean masuk ke mobil Sandra mengikuti mobil Bimo.Mobilnya Vino dibawa pengawalnya.Di mobil Sean cerita semua pada Sandra,"Pak Marco menembak anaknya sendiri.Dia bermaksud membunuh Vino.Dia mau melenyapkan kami."
Sandra malah penasaran,"Tapi bagaimana kau bisa dibawa Marco ke mari?"
Sean memegangi kepalanya,"Aku ingat pergi makan dengan Lola lalu ia bilang ada yang ketinggalan di mobil.Aku berikan kunci mobil padanya tapi dia ga kembali malah aku tiba2 didatangi anak buah Marco.Dipaksa ikut sama mereka."
Sandra berpikir,"Apa Lola bekerja sama dengan Marco?"
Sean masih memegangi kepalanya yang masih terasa pusing dipukul dengan benda tumpul oleh anak buah Marco,"Aku ga sangka Lola ternyata berpihak pada mereka.Kepalaku sakit..."
Sandra berkata,"Nanti di RS sekalian dicek ya Sean kepalamu.."Bersambung........ 

Part 527***I AM HIS QUEEN
Sacrificed...
Revan dibawa ke RS dimana Laras juga berada,disana memang paling bagus peralatan dan pelayanan medisnya.Tubuh Revan segera dibawa ke ruang UGD.Vino menelpon Laras,"Sayang,...aku takut..."
Laras bertanya,"Vin,kamu gpp kan?Kamu dimana?"
Vino menjawab sambil gemetar,"Aku dibawah di ruang UGD....Revan...Ras..."
Laras melihat Alvarell tidur,"Aku ke sana...kamu tenang ya Vin...aku ke sana."
Vino nanya,"Anak kita..."
Laras menjawab,"Dia baru saja tidur.Ada mbak Mety dan Ayah juga."
Laras titip Varell ke ayahnya,"Ayah,Laras ke bawah dulu ya.Vino butuh Laras.Titip Varell ya Ayah...kalau dia nangis segera hubungi Laras."
Pak Syamsul mengangguk,"Iya Nak.Pergilah.Disini banyak bodyguard juga."
Laras pergi ke bawah.Vino memang nampak tegang apalagi ga lama ia nutup telpon Rani nelpon,"Vin,perasaan mama ga enak Sayang.Tolong cari Revan sayang..."
Vino memandang Bimo,pengawal kepercayaannya itu mengerti,"Saya akan menjemput Bu Rani kemari Mas..."
Vino mengangguk lalu menjawab mamanya,"Mama...Bimo akan jemput mama sekarang.Revan di sini bersama Vino."
Rani curiga,"Disini...kamu dimana Vin?"
Vino menjawab,"Revan di sini di RS..."
Rani tercekat,"Mama mau bicara sama dia...mama mau minta maaf soal kejadian di kantor tadi..."
Vino jadi serak suaranya,"Maaf Ma...Revan tidak bisa menerima telpon sekarang...dia..."
Rani kian cemas,"Apa maksudmu dia tidak bisa Vin?Revan masih marah sama mama?Atau..."
Vino ga bisa menutupi ketakutannya sendiri,"Vino tunggu mama di sini..Bimo akan cerita semuanya nanti ke mama...maaf Ma Vino harus bicara dengan dokter."
Rani kian khawatir,"Dokter?...Vino?Apa yang terjadi?...Vino?"
Rani segera mengambil mantelnya,"Aku harus pergi ke RS..."
Dokter mengatakan,"Pasien harus segera dioperasi.Pelurunya harus segera dikeluarkan."
Vino setuju,"Lakukan semua yang harus dilakukan untuk menyelamatkan kakak saya Dok.Saya akan urus semua administrasinya."
Dokter mengangguk,"Kami akan segera mempersiapkan operasinya."
Vino hendak menuju ruang administrasi kala Laras tiba,"Vin!"
Keduanya segera berpelukan,"Sayang..."
Dipelukan Laras,Vino menumpahkan semuanya,"Kakakku Ras...dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan aku..."
Tbc.

Part 528 *** I AM HIS QUEEN
worthy....
Laras lega sekali melihat sosok tampan berjas putih dihadapannya,"Kau tidak apa2?Ada yang luka tidak?"
Vino terharu melihat isterinya mencemaskannya,dipegangnya bahu sang isteri,"Aku tidak apa2 Ras.Yang tertembak bukan aku tapi kakakku.Revan dia menjadikannya dirinya perisai bagiku."
Laras tak percaya sebenarnya tapi ayah dari anaknya tak mungkin berbohong apalagi urusan nyawa,"Siapa yang melakukannya Vin?Kau baru saja kembali.Aku tak mau kehilangan kamu Vin..."
Vino baru sadar betapa isterinya hampir saja jadi janda,"Aku tidak apa2.Jangan takut.Aku disini.Marco dia mau melenyapkan aku dan Sean.Sean bersama Sandra tadi.Ah itu mereka."
Sean datang bersama Sandra,"Bagaimana Revan,Vin?"
Sandra tersenyum pada Laras.
Vino menjawab,"Revan harus dioperasi.Aku sedang menunggu berkasnya dari perawat."
Perawat datang dan memberikan berkas2 yang harus ditandatangani,"Ini persetujuan tindakan operasi.Mohon tanda tangan di sini."
Semua menanti dengan cemas,Laras memegang tangan Vino,"Jasmu ada bercak darah Vin.Lepas saja."
Laras membantu Vino melepas jasnya,Sean memperhatikan,'Enak ya punya isteri.Ada yang merhatiin.Aduh aku ini selalu saja ga beruntung soal cewek.Nyawa hampir saja melayang karena Lola.Aduh...'
Sean megangi kepalanya,Sandra melihat ada bercak darah,"Sean,kepala kamu berdarah.Sebaiknya ke dokter yuk.Biar diperiksa."
Vino mendekat,"Iya Sean.Pergilah.Ada Laras bersamaku sebentar lagi Mama aku juga akan datang bersama Bimo."
Sean menurut,"Aku periksa kepalaku dulu ya Vin..."
Sandra menemani Sean,"Pak Vino,Bu Laras saya temani Sean dulu."
Sandra begitu perhatian pada Sean,"Pelan2 Sean.Kamu agak pusing ya..."
Sementara itu Bimo dah sampai kediaman Adijaya,pas banget Rani mau keluar mobilnya,"Bimo!Apa yang terjadi dengan Revan?Katakan padaku Bim!"
Bimo membuka pintu,"Bu Rani masuk dulu saja saya akan beritahu di jalan."
Rani segera masuk,"Apa Revan terluka Bim?"
Bimo memberitahu,"Mas Revan tertembak."
Rani terpana,"Apa?Siapa yang menembaknya?Dimana kejadiannya?Lalu keadaannya bagaimana Bim?"
Bimo menjawab saat di lampu merah,"Tenang dulu Bu Rani.Mas Revan sedang ditangani dokter sekarang.Mas Vino bersamanya."
Bersambung......

Part 529***I AM HIS QUEEN
Ready to die....
Rani bertanya pada Bimo,"Siapa yang mencoba melukai anak2ku Bim?"
Bimo terdiam sejenak,"Sebaiknya Bu Rani melihat keadaan Mas Revan dulu.Kita sudah sampai."
Rani bergegas turun dari mobil,"Siapa orangnya Bim?Apa aku mengenalnya?"
Bimo berat mengatakannya,'Bagaimana ini?Bu Rani pasti shock jika tahu Marco pelakunya.Mungkin biar Mas Vino saja yang mengatakan kebenarannya.'
Sementara itu Marco meminta Joni menghentikan mobil di depan RS,"Aku harus mengetahui keadaan Revan..."
Joni mencegah bossnya itu turun,"Bang...abang mau masuk penjara lagi?Mereka akan langsung melaporkan abang ke Polisi.Sebaiknya abang di sini saja.Biar anak buah saya yang akan mencari tahu soal mas Revan.Saat ini abang sebaiknya bersembunyi dulu."
Marco resah,"Tapi aku melihat Rani tadi Jon....aku harus jelaskan semua sama dia.Aku tak mau dia salah paham...Aku tak sengaja menembak Revan..."
Joni berkata lagi,"Bang,di mata Bu Rani,Vino itu juga anaknya.Jadi di mata Bu Rani abang tetap salah.Bu Rani tak pernah membedakan kedua anaknya itu Bang."
Marco terdiam,'Joni benar,di mata Rani,Vino juga anaknya.Bagaimanapun dia akan tetap menyalahkanku.'
Sementara itu didepan ruang operasi,Vino nampak cemas.Laras mencoba menenangkannya,"Vin,duduklah...kekhawatiran tidak akan membawa kemanapun.Sebaiknya kita berdoa."
Vino duduk dekat isterinya,"Ras,aku takut..."
Laras meraih tangan suaminya,"Kau tahu...inilah yang membuatku sangat mencintaimu...hatimu yang penyayang...hatimu yang tak bisa dipahitkan oleh keadaan dan perlakuan jahat orang lain.Hati yang begitu putih Vin...dan hati yang tulus seperti ini yang Tuhan cari.Doamu akan didengarkan oleh Dia...ayo kita berdoa Vin..."
Vino mengangguk haru dan mulai berdoa,"Tuhan,selamatkan kakakku.Selamatkan Revan.Berikan kemampuan pada team dokter untuk melakukan tindakan medis.Berikan kehidupan ya Tuhan.Kau yang empunya nafas kehidupan,jangan ambil kakakku ya Tuhan.Aku sayang dia.Walau dia bukan kakak kandungku.Namun aku sangat ingin punya saudara.Jangan ambil dia ya Tuhan.Aku mohon...Amin."
Air mata menetes tanpa Vino sadari,namun ia lebih tenang,dipandangnya Laras penuh haru,"Terima kasih ya sayang...terima kasih."
Tbc..

Part 530 *** I AM HIS QUEEN
Book of life.....
Rani terus mendesak Bimo sepanjang koridor RS untuk memberitahu dia apa yang sebenarnya terjadi,"Bim,aku ibu Revan dan Vino,aku berhak tahu Bim!"
Bimo menahan nafas,'Aduh...aku ga tega mengatakannya.Ayah dari putranya sendiri yang menembak putra kandungnya.Pasti Bu Rani akan shock.Bu Rani kan sedang tidak sehat juga.Gimana kalau drop?'
Vino mendengar suara langkah mendekat,"Itu mama Ras!"
Rani melihat Vino,"Syukurlah kamu gpp Sayang...Katakan pada mama sayang...bagaimana kakakmu?Dimana dia?"
Vino memeluk mamanya,"Revan didalam Ma.Sedang ditangani dokter."
Rani melihat jas putih milik Vino yang ada bercak darahnya dekat Laras,lalu melihat ruangan dimana Revan berada,"Darah...ruang operasi...Apa yang terjadi pada kakakmu Vin?Kenapa Revan harus dioperasi?"
Vino memandang ke arah Bimo dan dibalas dengan gelengan kepala oleh Bimo,'Sepertinya mama belum tahu apa yang terjadi...Bimo pasti ga mau mama sedih.'
Vino memandang Laras dan Laras mengangguk sambil menahan air mata,'Kau harus beritahu mama Vin.Mama berhak tahu...'
Vino mengambil nafas dengan berat,tak pernah ia ingin berada di posisi sekarang ini,memberitahukan sesuatu yang akan membuat sedih hati seorang wanita yang telah ia anggap bak ibu sendiri,"Ma...tadi Vino ke makam papa.Disana Vino bertemu Revan.Kami sepakat akan memulai kembali lembaran baru sebagai kakak dan adik.Namun...tiba2 Pak seseorang datang dan ia membawa Sean sebagai sandera...."
Rani terhenyak,"Sean sebagai sandera?Lalu dimana Sean?Apa dia juga terluka?Siapa orang jahat itu?Berani sekali dia mengusik keluarga Adijaya?"
Sean datang dipapah Sandra,kepalanya dibalut,"Sean gpp Aunty....Hanya luka sedikit."
Rani segera mendekati Sean,"Tega sekali orang itu melukai kamu Sayang...katakan apa sebenarnya mau orang itu menyandera kamu dan siapa orang jahat itu?"
Sean malah memandang Vino,Rani jadi ikut memandang Vino,"Kenapa kalian?Apa mama kenal sama orang itu?Apa Revan juga terluka karena dia?Vin apa yang terjadi pada Revan?Bagaimana ia bisa terluka.Dibagian mana ia terluka?Mama cemas Vin..."
Vino berkeringat dingin,"Orang itu mau melenyapkan Vino dan Sean Ma...dia hendak menembak Vino....tapi..."
Tbc...

I AM HIS QUEEN PART 511-520^^^


Part 511***I AM HIS QUEEN
Should die...
Melihat Sean masih hidup jelas membuat Revan panik,'Bagaimana mungkin?Mereka harusnya sudah mati.Kenapa masih hidup?Jelas aku dan papa melihat sendiri kapal mereka meledak.'
Rani melihat Revan,"Kenapa Van?Kau masih tidak percaya?Laras saja mengenali mereka.Kau masak tidak Van?"
Revan terpana,"Apa?!Laras sudah tahu soal mereka masih hidup?"
Rani curiga,"Masih hidup katamu?Jadi kau tahu apa yang menimpa mereka selama ini?"
Vino tak mau mamanya terluka,"Ma,sebaiknya  pembicaraan ini dilanjutkan di rumah saja.Ada media dan pers di sini."
Revan segera pergi,'Aku harus menghubungi papa.Aku harus kasih tahu papa.'
Rani berkata pada Vino,"Kau handle meeting ini Vin.Mama mau bicara sama Revan dulu."
Vino memberi kode pada Bimo untuk mengikuti mamanya,"Jaga Mama Bim."
Revan segera menghubungi Marco,"Pa...gawat Pa!Ternyata Vino dan Sean masih hidup dan mereka segar bugar Pa..."
Marco kaget,"Tidak mungkin!Kapal mereka meledak,kita lihat sendiri.Ini pasti palsu Van..."
Revan berhenti,"Pa beneran mereka asli.Laras saja sudah bertemu mereka.Padahal kita sudah meledakkan kapal mereka.Revan saja masih ga percaya..."
Kata2 Revan terhenti karena tiba2 Rani merebut hpnya,"Mama?"
Rani mendengarkan dengan siapa Revan bicara.Marco masih ga ngeh kalau hp Revan pindah tangan,"Jangan sampai Mamamu tahu Van soal kita yang meledakkan kapal Vino dan Sean saat itu.Kau jangan panik Revan..."
Rani terkejut,"Jadi kalianlah yang mencelakakan Vino?Makanya ia menghilang?Mama ga percaya ini..."
Segera Revan berdalih,"Ma,Mama jangan salah paham..."
Rani menampar Revan,"Plak!!"
Bimo terkejut melihatnya,'Sepertinya Bu Rani sudah tahu semuanya.'
Revan meraba pipinya yang panas,"Mama menampar aku demi Vino?!"
Rani tergugu dan Marco mendengarkan semuanya karena hp masih on,"Kau tahu kenapa mama menampar kamu?!Kamu tega menyakiti adik kamu sendiri!!"
Revan geram,"Revan ga pernah anggap Vino sebagai adik Ma!!Justru Revan benci sekali sama dia!!Dia telah merebut perhatian mama yang harusnya buat Revan!!"
Rani menahan pedih,"Mama menyayangi kalian sama.Papanya Vinolah yang menolong kamu sehingga kamu bisa mendapat penanganan dokter terbaik!"
Bersambung........

Part 512***I AM HIS QUEEN
Already Dead....
Revan masih kesal ditampar mamanya,"Mama selalu memuji kebaikan papanya Vino begini begitu...Aku muak Ma!Mama begitu mencintainya hingga mama jadi buta!Mama silau dengan hartanya kan?!"
Rani kembali menampar Revan,"Plak!!"
Bimo sampai terpana,'Baru kali ini aku melihat Bu Rani semarah ini.'
Rani berkaca2,"Kamu bicara seakan kamu tidak mengenal ibu kamu sendiri.Mama udah besarin kamu.Mama ga sangka kamu berpikir seburuk itu sama mama.Kamu tahu mama hampir jual diri demi bisa membawamu ke RS yang punya fasilitas untuk merawat kamu!Papa kamu ga peduli malah dia meninggalkan kita."
Revan ga percaya,"Ga mungkin!Mama bohong!!Papa ga mungkin ga peduli sama Revan!"
Rani memberikan hp Revan,"Silakan tanya papa kamu sendiri.Mama lelah menutupinya lagi.Kamu membuat mama kecewa.Asal kamu tahu jika bukan karena papanya Vino mungkin sekarang kamu tidak ada bersama Mama."
Marco sendiri shock mendengarnya,'Ternyata Adijayalah yang menolong anakku disaat aku tidak ada.Apa yang telah kulakukan?'
Revan bicara dengan Marco via hp,"Pa katakan semua yang mama bilang itu bohong kan Pa?Papa ada kan saat Revan sakit parah waktu itu?Iya kan Pa?"
Marco terdiam sejenak,"Maafkan Papa Revan...Saat itu Papa tidak ada buat kamu dan mama kamu..."
Revan kecewa,"Jadi semua yang dikatakan Mama benar?"
Revan menyeka air matanya,"Kalian berdua membuat aku kecewa!!Aku menyesal menjadi anak kalian!!"
Revan pergi,Rani hendak mengejarnya,tapi Bimo menahannya,"Bu Rani sudah...Mas Revan butuh waktu untuk sendiri.Bu Rani tenang dulu.Lagipula diluar banyak awak media."
Rani menurut,"Bim,apa kau juga tahu keterlibatan Revan dalam hilangnya Vino?"
Bimo membawa Rani ke ruang Presdir,"Norman yang mengatakannya pada saya.Mereka mengancam siapa saja yang mengetahui rahasia ini.Mas Vino sendiri ingin kami menjaga rahasia ini.Mas Vino tak mau Bu Rani jadi sedih karenanya."
Rani duduk di sofa,"Untunglah Tuhan selalu melindungi Vino.Aku takkan bisa memaafkan diriku jika sampai Revan berhasil mencelakai Vino.Aku tak mengerti apa aku salah jika aku menyayangi Vino sama seperti aku menyayangi Revan?Apakah menurutmu semua karena aku Bim?"
Bimo jadi ikut sedih.Bersambung.........

Part 513***I AM HIS QUEEN
Go your way....
Vino tak tenang hatinya di dalam ruang meeting,"Sean,semua hal yang penting sudah kutangani.Sisanya kamu tangani dengan Sandra dan Anabel okay?Aku mau menemui Mama."
Sean mengerti,"I will handle the rest here.See Aunty he needs you."
Vino memberi salam pada jajaran direksi yang hadir,lalu keluar ruangan.Salah satu bodyguard segera memberitahu,"Bu Rani ada di ruangan Presdir bersama Pak Bimo."
Vino segera ke sana,dilihatnya sang mama nampak sedih dan matanya sembab,jelas sekali habis menangis.Rani tidak menyadari kehadiran Vino,"Apa aku ibu yang jahat Bim?Aku telah membuat Revan menjadi iri pada Vino?Aku ini ibu yang sangat buruk...semua ini salah aku Bim...salah aku..."
Bimo melihat Vino datang,dia segera keluar ruangan diam2.Vino mendekati mamanya,berlutut di hadapannya,"Ma...."
Mendengar suara Vino,Rani langsung  menangis sambil memegang tangan putra tirinya itu,"Maafkan Mama sayang...maafkan mama...Hukum mama saja jangan kakakmu ya Nak...ya..."
Vino jadi ikut berkaca2,'Inilah yang paling tak ingin kulihat.Mama sedih.'
Rani terus menangis,"Kakakmu dia...mama tidak tahu apa yang ada di pikirannya...mama tidak mengerti...tapi mama mohon padamu...jika kau masih menganggap mama sebagai ibumu...jangan bawa Revan ke kantor polisi.Biar mama yang gantikan dia ya Vin...karena semua ini ...semua ini adalah salah mama..."
Vino menggeleng,"Mama jangan berpikir begitu.Mama adalah ibu yang sangat baik.Mama selalu berusaha bersikap adil.Kasih sayang mama begitu berlimpah.Vino sungguh beruntung menjadi anak mama.Mama jangan menyalahkan diri mama...Mama jangan sedih ya Ma...Vino sedih jika Mama sedih..."
Rani malah menangis di pelukan Vino,"Maafkan kakak kamu ya sayang..."
Vino mengangguk,"Iya Ma...sudah Vino maafkan.Mama tenang ya..."
Rani masih terisak,"Terima kasih ya sayang...Mama sayang kalian berdua..."
Vino lega sang mama lebih tenang,"Vino juga sayang sama mama...Vino akan mencari jalan keluar untuk masalah ini.Solusi yang terbaik bagi semuanya."
Sementara Bimo segera mencari Revan,ia berpesan pada teamnya untuk menjaga Vino,'Aku harus menghubungi Norman.Bagaimana jika Mas Revan ke RS?'
Benarkah Revan pergi menemui Laras?Tbc..

Part 514***I AM HIS QUEEN
Sorrow....
Revan lari keluar menuju mobilnya melewati semua hadangan wartawan,"Mas kapan konferensi persnya nih?Mas jadi Presdir kan?"
Wartawan memang belum tahu bahwa Vino sudah kembali.Ruang meeting masih tertutup.Revan ga mau jawab,"Minggir kalian semua!!Minggir!!"
Mereka heran dikasari sama Revan,"Ketus amat tuh orang?Kayaknya terjadi sesuatu deh di dalam.Yuk masuk aja!"
Bimo yang jadi kehadang laju mereka,'Aduh kok malah jadi kehilangan jejak Mas Revan sih?'
Rupanya Revan dah pergi tapi diikuti mobilnya Marco,"Van,berhenti!Papa mau bicara!"
Revan dikepung mobilnya oleh mobil bodyguard Marco,akhirnya di sebuah taman mereka ia berhenti,"Berhenti ikutin Revan Pa!!Revan kecewa sama Papa sama Mama.Semuanya!"
Marco mendekat dan hendak menyentuh pipi putranya,"Mama kamu menampar kamu ya?Kamu boleh menampar Papa kalau itu bisa membuat hati kamu lega.Tampar Papa!Tampar!!"
Revan ga mau,"Rasa sakitnya bukan di wajah Pa...tapi di sini.Di hati Revan.Ternyata papa kandung Revan saja ga peduli saat Revan sakit parah.Justru papanya Vino yang peduli.Revan kecewa sama Papa!!Kini Revan tahu kenapa Mama begitu sayang pada Vino karena mama ingin membalas kebaikan papanya Vino.Jika bukan karena dia,Revan sudah mati Pa.Sudah mati!!Revan ga akan ada di sini sekarang ini!!Papa ngerti ga perasaan Revan sekarang?Revan sedih Pa...sekarang Revan ada urusan.Jangan coba2 ikuti atau Revan tidak akan mau ketemu papa lagi!!"
Marco membiarkan Revan pergi,'Mau kemana dia?'
Kemanakah Revan pergi?***Bersambung....


Part 515***I AM HIS QUEEN
Be not afraid...
Vino mencari Bimo,"Kamu dimana Bim?Sebentar lagi konferensi pers.Aku tak mau mama kian tertekan.Antar mama pulang saja."
Bimo menjawab,"Tapi Mas Revan?"
Vino berkata,"Bagaimanapun dia adalah kakakku.Masalah keluarga akan kuselesaikan dengan hati bukan dengan emosi.Bawa mamaku pergi dulu dari sini.Kasihan beliau."
Bimo melangkah ke dalam lagi,"Tapi bagaimana jika Mas Revan ke RS Mas?Mbak Laras bisa dalam bahaya."
Vino berkata,"Aku sudah minta pada pihak RS untuk memindahkan Laras ke ruang lain.Revan tidak akan tahu.Kita selesaikan dulu konferensi pers kemudian kita jemput Laras.Kita ke rumah baru saja."
Bimo bertanya lagi,"Terus Bu Rani saya bawa ke rumah yang mana Mas?"
Vino memandang mamanya yang sedang mencoba menghubungi Revan,"Mama tetap ingin di rumah lama.Aku sudah ijin mama untuk membawa Laras dan Varell ke rumah baru.Malah mama yang saranin untuk membawa mereka ke sana selama keadaan belum kondusif.Kasihan Laras katanya."
Bimo mengerti,'Bu Rani pasti berharap Revan akan pulang dan kembali seperti dulu.'
Revan memang ke RS tapi dia bukan menemui Laras,dia mencari dokter yang dulu menanganinya.Untunglah dokternya masih bekerja di sana,"Saya ga sangka anak kecil pada waktu itu sudah sebesar ini sekarang.Padahal waktu itu,jika terlambat sedikit saja Pak Michael Adijaya menelepon saya,saya sudah terbang ke Spanyol.Beliau meminta saya kembali untuk melakukan operasi bedah otak pada putranya.Saya sangat menghormati beliau,akhirnya saya kembali.Padahal saya sudah dibandara lho.Saya ga akan lupa saat itu.Dan beliau memberi saya naik pesawat pribadinya terbang ke Spanyol usai operasi.Wow!"
Revan terpekur mendengarnya,'Ayah Adijaya...dia menganggapku sebagai anaknya sendiri.Apa yang telah kulakukan?Aku malah beberapa kali hendak melenyapkan putra kandungnya.Revan!!Kau ini monster!Tidak tahu terima kasih.Anak durhaka!!Anak tiri tidak tahu diri!'
Revan menuju ruangan Laras tapi kosong,"Nyonya Laras sudah tidak di kamar ini lagi.Maaf kami tidak bisa memberitahu lebih lagi."
Revan menuju ruang bayi2,'Aku cuma mau minta maaf Ras...aku hampir membuat anakmu menjadi anak yatim.Maafkan aku Ras.Maafkan aku...'
Revanpun pergi.Tbc..

Part 516***I AM HIS QUEEN
Mourned.......
Laras memang telah dipindahkan ke area khusus.Sebuah area dengan keamanan lebih berlapis.Varell nampak rewel,nangis terus.Laras meninabobokannya,"Sssh...Anak mama kenapa sayang?Varell kenapa?Cup...cup...oh sayang...kangen papa ya?Sabar ya..papa lagi kerja.Gini aja...kita doain papa saja.Semoga semua yang dikerjakan papa hari ini berhasil jadi papa cepet pulang deh..."
Mety dan Pak Syamsul mesem melihat Laras bicara sama Varell yang masih baby cute.Bagai mengerti ucapan mamanya,Baby Varell menjulurkan tangannya terus diem.Ga lama hp Laras bunyi,"Pasti papa nih...mama angkat dulu ya..."
Beneran memang Vino,"Ras..."
Laras hafal nada itu,"Vin...kamu gpp kan?"
Vino mau cerita soal Revan sebenarnya,"Oh gpp sayang...cuma nervous saja soalnya mau pers conference.Jagoan kita gimana?"
Laras menunjukkan si dempluk Varell dengan video call,"Dia nangis terus ....sepertinya tahu kalau papanya lagi galau..."
Vino terharu,"Aku memang ga bisa bohongi kamu Ras...."
Laras melihat baby Varell menguap,'Anak dan papa ikatan batinnya kuat sekali.Bener2 anak papa nih ...begitu papanya nelpon langsung anteng.'
Namun Vino ga bisa cerita karena sudah ditunggu awak media,"Maaf ya sayang nanti saja ceritanya...aku telpon lagi nanti ya...peluk cium buat jagoan kita ya...Aku mencintai kalian..."
Laras menjawab,"Kami juga mencintaimu...selalu mendukungmu."
Vino merasa mendapat kekuatan baru usai telpon Laras,"Mari Sean!"
Para wartawan terpana melihat siapa yang datang ke ruang pers conference,"Itu kan Alvino Adijaya???...Milyarder Adijaya come back!!"
Wah pertanyaan mereka banyak nian,"Selama ini apa yang terjadi dengan Anda?Benarkah Anda di luar negeri?...Apakah kembalinya Anda berarti Anda akan kembali menduduki kursi Presdir di Adijaya Group?"
Semua pertanyaan dijawab dengan tenang oleh Vino,"Saya selama ini ada di suatu tempat namun masih di dalam negeri.Saya memang akan kembali mengelola Adijaya Group mulai dari sekarang."
Saat wartawan kumpul sibuk di ruang pers conference,Bimo membawa Rani keluar dari kantor pusat.Marco melihat konferensi pers lewat tv,"Kacau!!kacau semuanyaa!!"
Akankah Vino memaafkan Revan?Bersambung....

Part 517***I AM HIS QUEEN
Into the sepulchre...
Vino berdiri dari kursinya,"Maaf saya tidak bisa lama di sini tapi semua pertanyaan kalian akan dijawab oleh sekretaris saya.Selamat siang."
Vino memandang Sean,"You handle from here."
Sean mengerti,"Ok Vin.You can trust me."
Vino keluar diikuti bodyguard,"Rais,tolong siapkan mobil!Aku ingin pergi ke suatu tempat." Di mobil Vino menelepon Laras,"Sayang,aku mau ziarah ke makam papa.Gpp kan?"
Laras menjawab,"Sebenarnya aku ingin sekali ikut.Tapi keadaan tidak memungkinkan.Varell masih kecil.Pergilah Vin,salam buat Papa Adijaya.Semoga kau mendapatkan jawaban kegundahan hatimu."
Vino tersenyum,"Kamu selalu tahu isi hatiku..."
Laras mesem,"Kamu itu kalau sedang galau,dua tempat pasti kamu tuju.Kalau ga pantai pasti makam papa kamu."
Vino menjawab,"Tiga tempat sekarang.Yang ketiga adalah dirimu.Kau adalah pelabuhan hatiku.Kau adalah anugerah terindah dalam hidupku.Dan itulah kenapa aku tak bisa membenci Revan karena dialah yang menyatukan kita tanpa disadarinya.Aku sangat mencintaimu Ras."
Laras terharu,"Kau jadi puitis sejak kembali dari pulau itu Vin...Aku semakin mencintaimu..."
Vino ingat pulau dimana ia terdampar dulu bersama Sean,"Di pulau itu aku belajar bersyukur.Bahwa semua yang kita punya hanyalah milik-Nya semata.Dialah pemrakarsa semuanya.Hidup itu bukanlah mencapai sesuatu tetapi menjaga hati kita tetap berkenan di hadapan-Nya.Jika Tuhan berkenan dengan jalan hidup kita maka musuh kitapun akan didamaikan-Nya dengan kita.Sayang,aku tahu bahwa papa juga sayang pada Revan.Dan aku juga tak ingin menyakiti mama.Aku tak mau membuat dia sedih.Itulah kenapa aku mau menenangkan diriku dengan datang ke makam papa."
Sementara Vino otw ke makam.Sebuah mobil telah sampai lebih dulu di sana.Pemilik mobil itu disapa oleh penjaga makam,"Mas mau ke makam siapa?"
Yang ditanya jawab,"Saya mau ke makam ...Michael Adijaya...Bapak lupa ya sama saya?"
Penjaga makam itu mikir,'Siapa ya?Pak Michael Adijaya setahu punya putra hanya satu tapi beliau menikah lagi dan isterinya itu punya putra dari pernikahan sebelumnya.Oh iya...aku ingat...'
Si penjaga makam menebak,"Mas Revan ya?Sendirian Mas?"
Bersambung...♣♣♧♣♣..........


Part 518 *** I AM HIS QUEEN
Is there....
Sepeninggal Vino,Sean jadi sasaran pertanyaan wartawan.Sean ga berani bicara terlalu banyak,"Okay...Please pay attention to me!Right now I can not tell much to you all.But the important is that from now Adijaya Group is back to my cousin,I mean Mr Alvino Adijaya.And thank you for your time.I must return to my office now.Good day for you.Oh one more...Kalian semua sudah disiapkan makan siang di ruang sebelah.Please enjoy it."
Semua awak media hepi deh ga jadi tanya2 macam2,"Asyik dapat makan siang nih dari Adijaya Group.Yuk makan dulu!"
Sean mendekati Sandra,"Thanks ya buat ide makan siang gratis buat awak media.Mereka langsung ga berulah."
Sandra tersenyum,"Give first and then you will receive.Bukannya itu prinsip kamu?Lupa ya?"
Sean memandang Sandra,'Kamu ga lupa sama aku selama ini.'
Sean berkata,"I am hungry..kau udah makan belum?Temani aku makan yuk?"
Sandra hendak menerima ajakan itu tapi tiba2 Lola datang,"Sean!!My honey baby!!"
Sandra didorong gitu hampir aja jatuh untung Sean megangi dia,"Lola,hati2!Sandra hampir aja jatuh lho."
Lola malah main peluk Sean,"Aku kangen sama kamu.Kamu makin ganteng deh Sean..."
Sandra merasa jadi obat nyamuk,"Maaf Sean sepertinya aku makan di kantor aja.Permisi."
Sean hendak mengejar tapi Lola mencegah,"Ngapain sih ngurusi cewek itu?Aku kan ada di sini.Ngapain kamu ajak dia makan?Yuk kita pergi makan.Di sana ada restoran baru lho.Mewah lagi.Aku mau coba dong!"
Seanpun terpaksa pergi dengan Lola.Sandra diam2 memperhatikan mereka dari jauh,'Walaupun kamu bersama orang lain tapi melihatmu kembali ke duniamu yang semula dan kau baik2 saja.Itu cukup buat aku Sean.Kini aku bisa meninggalkan Indonesia dengan tenang.'
Sementara itu Revan mencari ketenangan dengan datang ke makam papanya Vino,"Sudah lama sekali Revan ga kemari Papa Adijaya...Maafin Revan ya Pa?Revan ga tahu kalau papa begitu sayang sama Revan...ampuni Revan ya Pa...Revan ga pantas sebenarnya manggil papa ...Revan jahat ..."
Revan tergugu di sana.Tersungkur di depan makam mewah Michael Adijaya.Gerimis turun tapi Revan ga beranjak dari sana,"Revan sudah salah sangka selama ini.Revan dibutakan oleh iri hati."Tbc......

Part 519 *** I AM HIS QUEEN
Ashamed of me.....
Mobil Vino memasuki area pemakaman,namanya juga mobil branded suaranya halus.Apalagi disertai gerimis turun makin meredam suara mobilnya.Bodyguardnya menyiapkan payung untuknya,"Itu mobilnya Mas Revan Mas...apa perlu saya pastikan dulu aman tidaknya?"
Vino menggeleng,"Tak perlu.Berikan saja payungnya."
Sementara itu penjaga makam menyambut kedatangan Vino,"Ini pasti Mas Vino...Selamat datang."
Vino menyalami penjaga makam,"Sudah lama kakak saya datangnya Pak?"
Si bapak jawab,"Belum ada satu jam Mas.Padahal gerimis tapi tetap saja bersimpuh di sana."
Vino melangkah,"Saya ziarah dulu.Oh ya ini buat Bp sekeluarga."
Si bapak seneng banget dapat amplop dari Vino,"Makasih Mas...makasih."
Vino melangkah masuk area pemakaman.Sementara Revan masih menyesali diri,"Papa Adijaya...jika saja waktu bisa diulang,Revan ingin sekali kembali ke masa dulu.Saat papa Adijaya masih hidup.Revan akan mengucapkan terima kasih atas kasih sayang dan kebaikan papa.Revan juga akan menjadi anak yang baik....sayangnya waktu tak bisa diputar mundur...Revan ini anak durhaka...bukan...orang jahat.Sungguh jahat.Revan ga pantas disebut anak papa...Benar2 ga pantas..."
Revan tak tahu seseorang telah berdiri di belakangnya memayunginya,mendengar apa yang baru saja diucapkannya.Mata orang itu berkaca2 tertutup oleh rintik gerimis,"Kakak salah...mendiang papa sayang sekali sama kakak...bahkan aku sering berpikir siapa sebenarnya yang anak kandung beliau."
Revan tercekat mendengar suara orang itu,"Kau...Vino?"
Revan segera berdiri,"Aku tidak pantas ada di sini...aku bukan siapa2...aku orang jahat..."
Vino menahan lengan Revan,"Kakak ..."
Revan mencoba melepaskan tangan Vino,"Aku tak pantas dipanggil kakak,Vin..."
Vino malah melepas payungnya dan meraih Revan dalam pelukannya,"Sama seperti papa akupun sayang pada kakak..."
Revan terpana dipeluk begitu,ia merasa tak layak,"Tidak Vin...aku tidak pantas mendapat kasih sayang keluarga Adijaya...aku ini jahat Vin...apalagi padamu..."
Vino berkata sambil berkaca2,"Bagiku kau adalah kakakku...kau adalah bagian dari keluarga Adijaya."
Revan menangis,"Tapi Vin...kau tak tahu apa yang telah kulakukan..."
Tbc........

Part 520***I AM HIS QUEEN
Taste of death....
Revan tak menyangka Vino masih sudi memanggil dia sebagai kakak,"Vin,aku ga pantes Vin...aku terlalu jahat.Aku ini monster Vin...aku telah melakukan banyak hal yang jahat padamu Vin..."
Vino memegang bahu Revan,"Aku tahu kak...kecelakaan pesawatku waktu itu kan?"
Revan terpana,"Kamu tahu?Tapi mengapa kau tak melaporkan aku ke polisi Vin?"
Vino menggeleng,"Kakak,aku selalu ingat betapa sayangnya papa ke kakak dan bagaimana mama Rani juga sayang sama aku." Revan tertunduk,"Kamu ga marah sama aku Vin?Kau tidak ingin membalas perbuatanku?"
Vino kembali menggeleng,"Mungkin kakak mereka2kan yang tidak baik kepadaku tapi Tuhan mengubahkannya menjadi kebaikan."
Revan mengerti,"Maksudmu Laras bukan?"
Vino mengangguk,"Benar.Dibalik semua hal yang tidak baik ternyata membuahkan cinta antara aku dan Laras."
Revan menyadari,'Kamu benar Vin.Mungkin jika aku tidak dibutakan iri hati pasti Laras akan menjadi milikku.Aku yang pertama bertemu dengannya tapi karena kejahatan aku malah menyerahkannya padamu Vin...Aku sungguh2 telah menyia2kan semua yang baik yang diberikan Tuhan padaku.Jika saja aku menerima semua dengan penuh rasa cukup dan syukur pasti akulah ayah Alvarell.Dan bukan Vino.Namun penyesalan selalu datang belakangan,nasi sudah menjadi bubur.Hidupku sudah hancur.'
Revan bersimpuh di hadapan Vino,"Maafkan aku Vin...aku siap jika kau mau membawa perkara ini ke ranah hukum.Aku pasrah Vin...Aku pantas dipenjara."
Vino meraih kakaknya untuk berdiri,"Kakak aku sudah memaafkan kakak,aku tak mau membuat mama sedih jika membawa masalah ini ke pihak berwajib.Hanya aku minta kakak jangan membuat mama sedih lagi.Itu saja yang aku minta dari kakak.Kasihan mama kak.Beliau adalah mama kandung kakak.Vino mohon,minta maaflah sama mama kak."
Revan meneteskan air mata,"Kamu begitu baik Vin...pantas Laras begitu mencintaimu.Semua orang begitu sayang padamu."
Vino mengajak Revan berlutut didepan makam,"Sini kak...bilang sama papa kalau kakak menyesal dan akan berubah.Janji didepan makam papa,kalau kakak akan menjaga perasaan mama mulai sekarang.Kalau kakak akan menjadi manusia yang baru.Tidak lagi melakukan hal yang buruk.Kakak mau kan?"
Tbc..