EPS 131-140 TABIR KEPALSUAN ^^^

TABIR kEPALSUAN 
EPS 131-140 SESSION-BROTHER-
Eps 131?|? Tabir Kepalsuan :There Is Hope
?£? Eps 131 Tabir Kepalsuan?₩? There Is Hope = Masih Ada Harapan
?@? Di Rumah Sakit....
Evi tak rela melepas jemari Irwan,hatinya hancur melihat pria yang ia cintai melangkah mendekati 
bahaya.Evan nangis kenceng seakan tak terima jika harus kehilangan sang ayah di usia begitu dini.
Danang terfokus pada Irwan sehingga ia tak memperhatikan gerakan Adi.
Danang :"Sudah!Cepetan!!Lemot amat!"
Danang melepaskan Mamanya dan hendak meraih Irwan tapi Adi segera menyergapnya.
Danang jadi kaget dan menyabetkan pisaunya sekenanya.Irwan :"Acckk..."
Leher Irwan terkena dan darah mengalir.Evi segera menjerit,"Irwan!!"
Adi dan Danang terus berkelahi memperebutkan pisau.Irwan memegang lehernya yang tergores.Benigno yang melihat Irwan terluka segera memanggil team medis,"Cepat ada yang terluka!"
Evi mendekati Irwan,"Suamiku kau tidak apa2?"
Irwan segera menjauhkan Evi dari Adi dan Danang,"Hanya tergores,sayang.Aku tidak apa2."
Adi terus mencoba merebut pisau di tangan Danang,"Kau ini kenapa selalu menyakiti keluargamu sendiri?"
Danang,"Kau ini orang luar!Jangan ikut campur intern keluargaku!!"
Evan diem digendong Inul,"Ga pa pa Aty.Evan sayang... "
Aty menyerahkan Evan pada Inul:"Nyonya Ratu tidak apa2?"
untung papa kamu cuma tergores sayang...dokter sedang menanganinya.
Jangan nangis lagi ya sayang....iya...iya..."
Aty heran,"Lha Tuan Danang nyandera siapa lagi Nyonya Ratu?"
Inul :"Danang lagi berkelahi sama Adi.Adilah yang menggagalkan niat Danang untuk menyandera Irwan.
Semoga Adi gpp."
Aty jadi cemas begitu nama Adi disebut,"Nyonya...saya mau lihat keluar dulu!"
Inul :"Aty hati2!"
Aty merasa cemas,'Tuhan,lindungi Adi.Walau ia suka bertingkah aneh dan bikin aku kesel,
tapi aku tak mau Adi terluka.'
Adi dan Danang makin seru berkelahi,namun Danang yang kesal melihat rencananya berantakan 
ditangan mantan kroninya sendiri,semakin membabi buta dan akhirnya berhasil menusuk Adi di perutnya,
"Jep!"
Adi memegangi perutnya yang tertusuk,"Kau??..."
Danang segera mencabut pisaunya,darah mengalir dari perut Adi.Aty yang melihat menjerit,"Adi!!"
Danang malah menyandera Aty,"Kalian jangan mendekat!!Atau Aty akan jadi korban selanjutnya!!"
Adi yang mulai sempoyongan melihat Aty disandera coba mengejar Danang,"Lepaskan dia!Aty...Aty!"
Benigno menahan langkah Adi,"Di,kamu berdarah Di!Dokter cepat tolong teman saya ini!
Disini ada yang terluka tusuk.Cepat!!"
Adi semakin nanar pandangannya,"Aty...cepat kejar Danang Pak...Selamatkan Aty...jangan hiraukan saya
...saya sudah banyak berbuat jahat...tolong Aty saja...saya...saya..."
Adi tak kuat lagi,ia pingsan.Team medis segera membawa Adi ke ruang periksa.
Dokter:"Korban mengeluarkan banyak darah segera bawa ke ruang operasi!!"
Benigno :"Lakukan apapun untuk menyelamatkan dia Dok!Saya yang akan tanggung semua biayanya."
Dokter :"Tentu kami akan lakukan yang terbaik.Kami juga sudah menghubungi polisi atas insiden ini."
Dokter segera menuju ruang operasi.Benigno segera mengkoordinir teamnya untuk bersiaga di 
beberapa titik.Ada yang menjaga Irwan dan Evi yang sedang di ruang medis merawat luka gores 
dileher Irwan.Lalu ada yang di kamar VIP menjaga Inul dan Evan yang meski diem tapi tetap
tak mau tidur.Gimana bisa tidur,papanya terluka.Lalu sebagian mengejar Danang yang menyandera Aty.
Ia sendiri menunggui Adi yang jelas kritis.Polisi mulai menuju ke lokasi.
Aty makin cemas dengan kondisi Adi,"Tuan Danang lepaskan Aty ya?....Aty kan selalu nurut sama 
perintah Tuan."
Danang malah mengancam,"Bisa diam tidak?!Apa kau mau menyusul Adi ?Lihat darahnya masih 
menempel di pisauku!Kalau kau berisik,mungkin pisauku ini akan semakin merah...
jadi sebaiknya kau diam!!"
Danang melangkah menuju lift,semua orang jadi heboh melihat pisau ditangan Danang.
Masih ada darahnya Adi dan Irwan.Wah Aty saja miris lihatnya.Danang :"Semua minggir!!
Jika ada yang berani macam2 wanita ini akan kugorok lehernya!!"
Waduh!!Gimana nasib Aty selanjutnya?Apakah nyawa Adi akan tertolong atau malah melayang?
***see you next eps***
Eps 132 ◀◀Tabir Kepalsuan : The Beauty of Old Men
◀ TABIR KEPALSUAN EPS 132
The Beauty of Old Men =Keindahan Orang Tua
Banyak yang geram dengan sikap Danang yang tak menghargai ibunya sendiri.
Tapi di kehidupan nyatapun masih banyak terjadi hal seperti itu.Berikut salah satu kisah nyata yang
terjadi di Taiwan.Sempat dipublikasikan lewat media cetak dan elektronik.Semoga kisah ini akan
menggugah nurani kita untuk lebih menyayangi orang tua kita.Saya akan kupas dalam segmen....
◀◀ Based On True Story....
Ada seorang pemuda di Taiwan,dia cerdas,rajin dan cukup cool.Setidaknya itu pendapat kaum hawa yang mengenal dia.Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja pada sebuah perusahaan swasta,dia
sudah dipromosikan ke posisi manager.Gajinyapun lumayan.Tempat tinggalnyapun tidak terlalu jauh dari kantor.Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor 
senang bergaul dengan dia,terutama dari kalangan perempuan single.Bahkan putri owner perusahaan 
tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus padanya.Dirumah pemuda itu ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru
mengering.Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang.Tergerai seadanya
sebatas pundak.Mukanya juga cacat seperti luka bakar.Wanita tua ini terlihat seperti
monster yang menakutkan.Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnyakalau tidak ada 
keperluan penting.Siapakah wanita itu?
Dia adalah ibu kandung sang pemuda.Walau demikian,sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan
routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat,seperti membereskan rumah,pekerjaan dapur,
cuci mencuci dan lain2.Bahkan wanita itu juga selalu memberikan perhatian besar kepada anak tunggalnya.Namun kondisi fisik sang ibu yang menyeramkan itu membuat si pemuda cukup sulit mengakuinya.Setiap kali ada teman/kolega bisnis yang bertanya,"Siapa wanita cacat di rumahmu?"
.Sang pemuda selalu menjawab,"Dia itu pembantu ibuku dulu sebelum meninggal.
Dia tidak punya saudara,jadi kutampung,kasihan."
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang ibu.Tentu saja ibunya sedih sekali.
Tetapi ia tetap diam.Ia semakin jarang keluar dari kamarnya,takut anaknya sulit untuk menjelaskan 
pertanyaan mengenai dirinya.Hari demi hari kemurungan sang ibu kian parah.Suatu hari ia jatuh sakit
cukup parah.Tidak kuat bangun dari ranjang.Si pemuda mulai kerepotan
mengurusi rumah,menyapu,mengepel,cuci pakaian,menyiapkan segala keperluan sehari2 yang
biasanya dikerjakan oleh ibunya.Ditambah harus menyiapkan obat2an buat sang ibu sebelum dan setelah 
pulang kerja(di Taiwan sulit sekali cari pembantu,kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuatnya uring2an di rumah.Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak2 lemari ibunya,sang pemuda melihat sebuah box kecil.Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang.
Bukan berisi perhiasan seperti dugaannya.Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik.
Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah 
menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran.Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan,
menutupi dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.Sang wanita 
menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang,si pemuda cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik dalam foto dan siapa
wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu.Dia adalah ibu kandungnya sendiri.
Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.Spontan air matanya menetes keluar tanpa bisa 
dibendung.Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut,sang pemuda langsung bersujud di 
samping ranjang sang Ibu yang terbaring.Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon 
ampun atas dosa2nya selama ini.Sang ibupun ikut menangis,terharu dengan ketulusan hati anaknya,
"Yang sudah2 Nak,Ibu sudah maafkan.Jangan diungkit lagi."
Setelah sembuh,sang pemuda bahkan berani membawa ibunya belanja ke supermarket.Walau menjadi pusat perhatian banyak orang,ia tetap tidak perduli.Sudahkah kita menghargai orang tua kita?
Tahukah kalian apakah keindahan orang tua?Jawabannya adalah uban.Kok uban?Uban adalah bukti 
waktu dan pengalaman yang telah mereka lalui.Kita tak tahu apa saja yang telah mereka lalui demi 
merawat dan membesarkan kita atau demi memenuhi keinginan kita.Ketidaktahuan pemuda tadi 
membuatnya malu mengakui seorang pahlawan,seorang yang harusnya dipuji2 olehnya.
Biar bagaimanapun ibu kita tetaplah ibu kita,setiap orang akhirnya juga akan keriput dan jelek,mulailah lebih menyayangi mereka,jadilah generasi yang tahu berterima kasih maka Tuhan akan memberikan umur 
panjang di tangan kananmu dan kehormatan di tangan kirimu.Wah coba Danang bisa sadar seperti 
pemuda tadi yach?Pertanyaannya adalah masihkah ada kesempatan untuk itu?Ingat lagu ini?
/Bila masih mungkin kita menorehkan batin...Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas...
Mumpung masih ada kesempatan buat kita.../Masih ada waktu.Ebieth G.Ade
◀◀ Rumah sakit....
Irwan sudah diperban lehernya.Tentu saja ditunggui sang isteri tercinta.Siapa lagi kalau bukan Evi.Cie...
Evi tampak sangat cemas apalagi pas Irwan tersabet tadi.Hatinya langsung ikut terkoyak juga.Waduh...
.Dokter :"Untung lukanya tidak dalam,hampir saja kena nadinya.Sekarang sudah tidak apa2.."
Tiba2 ada perawat masuk,"Dok!Ada korban lagi Dok!Lebih parah!Dokter ditunggu diruang operasi!"
Dokter menggangguk,"Saya harus pergi.Ada kondisi darurat."
Irwan :"Iya Dok.Terima kasih."
Evi segera mendekati suaminya,diraihnya jemari Irwan sambil gemetar.Air matanya menggenang 
dipelupuk matanya,Irwanpun bangun dan meraih Evi dalam pelukannya.Tangis Evi tumpah di sana.
Dipelukan sang suami tercinta.Evi :"Aku takut....hu...hu...aku takut kau meninggalkanku Irwan...
hiks...hiks..."
Irwan membelai punggung isterinya,"Iya...iya...aku tidak apa2...hanya tergores...Nanti juga sembuh...
aku disini sayang...aku tak akan meninggalkanmu..."
Evi mencium leher Irwan yang luka,"Leher ini nggak boleh luka lagi lho yach...aku nggak ijinin..."
Irwan menatap isterinya yang sedih,"Kita bukan Tuhan sayang,manusia hanya bisa berencana tapi 
Tuhanlah yang menentukan.Kau jangan sedih lagi...setidaknya kita masih diberi kesempatan untuk hidup
bersama membesarkan buah hati kita...oh ya Evan mana?"
Evi membelai wajah suaminya,"Sama Mama.Mau kubawa sini?"
Irwan malah berdiri,"Tunggu sayang.Kondisinya sudah aman belum?"
Irwan menyuruh bodyguardnya melihat situasi.Rupanya ia malah kembali bersama Inul dan Evan.Wah Evan langsung nemplok mamanya.Irwan mengusap pipi tembem putranya itu,"Wajahnya sampai merah...
nangis terus yach...kasihan anak papa..."
Inul memeriksa kondisi Irwan,"Kamu gpp kan sayang?"
Irwan :"Sudah diobati kok Ma.Lukanya nggak dalam.Adi bagaimana Ma?"
Inul terdiam.Irwan makin cemas melihatnya,"Ma...Adi kenapa?"
Inul :"Adi tertusuk.Kondisinya kritis.Dokter sedang mencoba menyelamatkannya.Pamanmu menunggu di luar ruang operasi.Masalahnya sekarang adalah Aty Nak..."
Evi kini yang panik,"Kak Aty kenapa Ma?"
Inul :"Aty kini yang disandera Danang...Mama heran sama kakakmu itu...kerasukan apa dia?"
Irwan meraih Mamanya dalam pelukannya,"Sudah Mama...Mama yang tabah yach...
Sebaiknya kita menemui Om,sekalian kita mencari berita soal kak Aty.Ayo sayang..."
Merekapun melangkah menuju ruang operasi.Evan akhirnya tertidur juga lelah nangis terus,
sekarang energinya habis.Bobok dulu.Bobok manis.Lagian mama papanya ada disampingnya 
jadi ia tenang.
◀◀Ruang Operasi...
      Team medis terus berusaha menyelamatkan nyawa Adi.
Dokter :"Tekanan darah bagaimana?"
Perawat :"Terus turun Dok."
Dokter :"Pasien harus segera mendapatkan transfusi darah.Segera siapkan!"
Perawat :"Baik Dok!"
      Ternyata stock darah yang golongannya sama dengan Adi menipis.
Perawat memberitahukan semuanya pada dokter.
Dokter :"Beritahukan pada pihak keluarga pasien kemungkinan besar ada yang golongan 
darahnya yang sama."
       Perawat segera keluar memberitahukan kepada Benigno yang menunggu di luar.
Benigno :"Golongan darahnya apa Sus?" Perawat :"Golongan darahnya O."
Perawat :"Baiklah.Mari ikut saya."
Benigno :"Ambil darah saya saja,kebetulan golongan darah saya O."
        Benigno berjalan mengikuti perawat untuk diperiksa darahnya.Saat itulah mereka 
bertemu Irwan,Inul,Evi dan Evan.
Irwan langsung bertanya,"Bagaimana kondisi Adi, Om?"
Benigno :"Adi tertusuk di perut.Ia kehilangan banyak darah.Ia butuh donor darah.
Kebetulan darah Om sama golongannya dengan dia."
Irwan :"Jika masih kurang,Irwan juga bersedia diperiksa darahnya."
Inul :"Saya juga Sus.Saya bersedia mendonorkan darah saya.Golongan darah saya kan 
sama dengan adik saya ini."
Perawatnya kagum,"Wah pasien beruntung punya keluarga yang perhatian semua.
Baiklah saya akan lihat nanti.Saat ini saya akan periksa Bapak ini dulu."
         Andai saja perawatnya tahu bahwa Adi itu tak ada hubungan darah dengan keluarga 
Sutedja pasti ia akan makin kagum.Terkadang seorang teman bisa lebih dari seorang saudara.
Keadaan Adi makin mengkhawatirkan,untunglah banyak yang menyayanginya.
         Sekarang kita absen pasien selanjutnya:Aty.
◀◀Halaman luar RS....
      Orang2 menyingkir dari Danang yang membawa Aty mendekati dimana mobilnya berada.
Mobil polisi juga sudah mulai berdatangan.Para wartawan dan reporter pun tak mau 
ketinggalan.Wah melihat polisi Danang mulai panik,ia makin waspada.
Danang :"Kalian jangan macam!!Minggir semua!!"
   Danang membawa Aty mendekati mobilnya,namun ia kesal karena ban 
mobilnya kempes,"Sial!Siapa berani gembosi ban mobil aku?"
Aty :"Pak Polisi tolong saya Pak!!"
Danang :"Aacckk!!Aty sini kau!!"
        Saat itulah Aty menggigit tangan Danang dan segera berlari ke arah para bodyguard.
Para bodyguard segera melindungi Aty.Danang melihat para polisi mulai mendekat.
Apakah yang akan dilakukan Danang?Akan masuk penjarakah ia?***see you next eps***
Eps 133 ■$■ Tabir Kepalsuan : Who Knowest If
■$■ Who Knowest If = Siapa Mengetahui Jika....
/I can see the pain living in your eyes.(Aku dapat melihat penderitaan di matamu)...
And I know how hard you try(Dan aku tahu betapa sulit kau mencobanya)....
You deserve to have so much more(Kau pantas mendapatkan yang jauh lebih baik)....
I can feel your heart and I sympathize(Aku dapat mengerti perasaanmu dan bersimpati)....
And I'll never criticize all you've ever meant to my life
(Dan aku takkan pernah mengkritik semua yang kauberikan pada hidupku...)/
Goodbye by Air Supply.
/Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu...
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung....Hanya atas kasih-Nya hanya atas kehendak-Nya kita masih bertemu matahari...
Kepada rumpun ilalang kepada bintang gemintang.../Masih Ada Waktu.Ebieth G.Ade.
$■ Depan halaman Rumah Sakit....
Banyak mobil lalu lalang di jalan besar depan Rumah Sakit.
Aty yang sudah berhasil lolos segera dibawa ke ke tempat dimana 
keluarga Sutedja berada.Hatinya begitu mencemaskan kondisi Adi.
Ia takut kehilangan pria teknisi itu.Jangan2 ada hati nih...cie....
Aty tampak mempercepat langkahnya mengikuti langkah bodyguard yang mengawalnya,
"Ini menuju ke mana ?"
Bodyguard :"Keluarga Sutedja semua di depan ruang operasi."
Bodyguard :"Benar,kondisinya kritis.Kehilangan banyak darah.
Sepertinya butuh banyak donor darah."
Aty makin cemas dengar kata operasi,"Apa Adi yang dioperasi?"
Aty:"Golongan darahnya apa ?"
Aty tampak kecewa,"Aku B...coba aku O pasti bisa nolong Adi."
Bodyguard:"O...memang kamu juga O?"
Bener tidaknya silakan disurvey sendiri.Melihat Aty datang,
Inullah yang pertama menyambutnya dengan big hug.
Inul :"Aty....untunglah kamu selamat.Aku cemas..."
Evi menyerahkan Evan pada Irwan,lalu segera memeluk Aty juga.
Aty malah nangis dipelukan majikannya,"Saya juga takut Nyonya..."
Evi :"Kak Aty!Seneng lihat kak Aty gpp..."
Irwan yang heran,"Siapa yang bantu kak Aty lepas dari Kak Danang?Apakah para polisi?"
Aty juga berkaca2,"Iya Nyonya Muda..."
Aty lalu cerita,"Kugigit saja tangan Tuan Danang.Dia kan lagi lihat ban mobilnya yang 
kempes.Salah sendiri suka usik orang sekarang dijahili sama orang.Ups...."
Aty baru nyadar kalo Ibu dari orang yang ia kata2i ada di situ.
Aty lalu bertanya soal Adi,"Boss Muda...Adi sudah selesai operasi belum?"
Melihat Benigno datang,Aty langsung menghambur memeluknya,"Pak Ben!!"
Irwan menggeleng,"Belum kak Aty.Sejak tadi dokter belum keluar.Om malah sedang
diambil darahnya buat bantu Adi.Ah...itu Om Ben!''
Wah tentu Benigno jadi grogi,"Aty...kamu hebat bisa lolos...Akhirnya semua selamat..."
Aty :"Tapi Adi belum selesai operasi Pak...Terima kasih lho Pak Ben mau donorin 
darahnya buat Adi.Padahal Adi kan bukan anggota keluarga Sutedja."
Benigno :"Adi telah menyelamatkan Irwan.Maka sudah sepantasnya saya membalas budinya...."
Inul lalu mendekati pembantunya itu,"Benar Aty.Bahkan sayapun siap
mendonorkan darah jika diperlukan.Kami akan lakukan yang terbaik supaya Adi
selamat."
Aty terharu dan memeluk Inul,"Nyonya Ratu baik banget sih..."
Inul malah berkaca2 bukan karena Aty memujinya tapi karena Adi yang bukan
siapa2 malah rela kehilangan nyawa demi Irwan,
'Putraku sendiri saja malah bersikap seperti musuh pada adiknya tapi ini orang lain malah rela mempertaruhkan nyawanya ...Danang...Danang...kapan kamu jera Nak...
Berhentilah dari kesesatanmu,sebelum semua terlambat...
Takutlah pada Sang Pemilik Kehidupan...Mumpung masih ada waktu...'
/Kita dapat mencoba meminjam catatan-Nya....
Sampai kapankah gerangan waktu yang masih tersisa...
Semuanya menggeleng semuanya terdiam...
semuanya menjawab tak mengerti....
Yang terbaik hanyalah segera bersujud mumpung kita
masih diberi waktu.../Ebieth.G.Ade
Bagaimana dengan Danang?Yuk kita lihat diluar Rumah sakit...
Danang terjepit tak habis akal.Ia masih pegang pisau berlumuran darah.
Satu2nya cara agar bisa lolos adalah menyandera orang lagi.Tapi siapa?
Ia melihat sekitarnya dan melihat sebuah taxi dan segera mengarahkan pisaunya
pada sopir taxinya.Ia lalu segera naik ke mobil taxi dan menyuruh sopirnya segera
tancap gas.
Danang:"Cepat jalan!!Atau mau saya bunuh kamu!!??Iya mau dibunuh??
Lihat darah di pisau ini!!Ini darah orang kamu tahu!!Cepet jalan!!"
Sopir taxi panik,"Ii..ya...saya ..jangan..dibunuh..."
Taxipun bergerak meninggalkan Rumah sakit.
Polisi segera menyuruh anggotanya segera bergerak,"Cepat ikuti taxi itu!!
Jangan sampai pelaku lepas!!Ayo kejar!!"
Thot...thot...niung!!...niung!!...niung!!Wah kayak film kolosal aja...menghebohkan!
Berhasilkah Danang lolos kali ini?Who knows...***see you next eps***I hope soon
Eps 134 Tabir Kepalsuan : Gather The People
TABIR KEPALSUAN □ EPS 134 □
Gather The People □ Kumpulkan Orang2
Seorang perempuan renta memilih tinggal bersama anak bungsunya yang telah menikah.Semua anaknya yang lain telah berkeluarga dan tinggal di luar kota.
Perempuan tua itu merasa bahagia dapat tinggal bersama anaknya,apalagi
ditambah kehadiran cucunya yang baru berusia 6 tahun.Celotehan dari mulut
mungilnya menghapus kesepian dan kesendiriannya di masa tua.Perempuan tua itu sudah sangat uzur.Lututnya sering gemetar,tak kuat lagi menyangga beban tubuhnya sendiri.
Tangannyapun sering bergetar saat memegang benda.Penglihatannya juga mulai
rabun.Sudah menjadi tradisi keluarga,setiap akhir minggu,seluruh anggota
keluarga berkumpul untuk makan malam bersama.Di ruang makan yang cukup luas,
berkumpul seluruh anak2 perempuan tua itu membawa serta keluarganya.
Mereka sengaja datang dari luar kota untuk merayakan tradisi keluarga yang
sudah sejak dulu dilakukan.Saat seperti inilah yang sangat dinanti sang
perempuan tua itu.Namun,saat yang paling membahagiakan si perempuan tua,justru menjadi saat tak menyenangkan bagi anak2nya.Kok bisa?
Pada saat makan malam seperti inilah,terkadang perempuan tua yang sudah
pikun itu sering membuat kacau acara.Tangannya yang lemah dan gemetar serta penglihatan yang mulai rabun,membuatnya sulit untuk memilih serta menyantap
makanan.Tak jarang;sendok dan garpu jatuh ke lantai,sayur sup tumpah membasahi
taplak meja,karena ia tak mampu lagi menyangga mangkuk sup.Saat ia meraih gelas untuk minum,gelas itu malah jatuh ke lantai lalu pecah berantakan.
Semua anak dan menantunya menjadi jengkel dan gusar dengan tingkah
perempuan tua itu.Mereka merasa sangat direpotkan dengan semua kejadian itu.
Si sulung lalu berkata,"Kita harus melakukan sesuatu.Aku sudah muak
dan bosan melihat kejadian seperti ini terus-menerus,sehingga kita tidak bisa
menikmati makanan yang kita santap."
Lalu mereka berembug dan akhirnya sepakat untuk membuatkan sebuah meja
kecil untuk ibu mereka.Meja kecil itu ditempatkan di salah satu sudut ruang makan,
terpisah dari meja makan utama.Di kursi serta meja itulah,perempuan tua itu akan
duduk untuk menikmati makan malamnya,SENDIRIAN.Meja kecil itu juga
dilengkapi dengan piring dan gelas kayu,agar tak pecah saat terjatuh.
Acara makan malam berikutnya berlangsung sukses.
Tak ada lagi kekacauan yang disebabkan oleh perempuan renta itu.
Semua orang makan dengan lahap,anak2nya menyantap makanan dengan lahap
tanpa terganggu oleh ulah sang nenek.Agar nenek tua itu tidak memecahkan piring
serta gelas,anak2nya membuatkan juga mangkuk dan perlengkapan
lainnya dari kayu.Begitulah seterusnya,acara makan malam mereka tidak lagi
terganggu sehingga mereka benar2 menikmati kelezatan makanan yang mereka
santap.
Sementara di sudut lain,perempuan tua itu tetap berusaha menikmati
makan malamnya,meski kali ini ia harus tersingkir dari anak2nya sendiri.
Perempuan tua itu merasa sangat sedih.Air matanya mengalir melewati gurat
keriput di pipinya saat ia menyuapkan nasi ke mulutnya yang tak lagi bergigi.
Sejak si nenek disingkirkan di sudut ruangan,cucunya yang biasa bermain
dengannya merekam kejadian yang menimpa neneknya itu ke dalam memorinya.Setiap acara makan malam bersama,ia selalu melihat kesedihan di wajah tua neneknya.Suatu malam,setelah acara makan malam bersama selesai,ia mengambil sepotong
kayu dan meraut kedua ujungnya.
Ayahnya yang melihat hal itu lalu bertanya,"Nak kamu sedang membuat apa?"
"Oh,aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu seperti halnya Ayah
membuatkan untuk Nenek.Kalau Ayah dan Ibu sudah tua seperti nenek,aku akan meletakkan meja ini di sudut ruang makan,persis seperti nenek,"jawab anak itu
sembari melanjutkan pekerjaannya.Jawaban spontan itu membuat kedua
orangtuanya terkejut dan terpukul.
Mulut mereka terkatup rapat dan tidak mampu mengeluarkan satu kalimatpun.
Mereka tidak menyangka bahwa anaknya yang baru berumur 6 tahun,
mampu berkata seperti itu.Bersamaan dengan itu,air mata mulai bergulir dari
kedua pipi mereka.Walau tak ada kata2 yang terucap,mereka mengerti,
ada sesuatu yang harus diperbaiki.Setelah kejadian malam itu,
si bungsu selalu memapah ibunya ke meja makan utama untuk bersantap dan
duduk berkumpul bersama dengan anak2nya.Tak ada lagi omelan yang
keluar dari mulut mereka pada saat ada piring yang jatuh,makanan yang
tumpah atau taplak meja ternoda.Mereka makan bersama lagi di meja utama.
Dan anak kecil itu tidak lagi meraut untuk membuat meja kayu bagi orangtuanya.
Dimanakah orangtua kita tempatkan saat kita berbahagia?Di sudut ruangan?
Di kamar sendirian?Atau di kamar bawah tanah?Di ruang gelap gulita tanpa cahaya?
Tanpa makan?Tanpa minuman?Tanpa hiburan?Sudahkah kita menanyakan kabar
mereka?Sehatkah mereka?Adakah gurat kesedihan di wajah mereka?
Sudahkan mereka makan hari ini?Sudahkah kita mengatakan betapa kita sayang
mereka?Sudahkah kita peluk mereka?
Ataukah kita malah jijik mendekati mereka?Ungkapkanlah sayangmu sebelum
semuanya terlambat.Apa maksudnya terlambat?Tokoh kita berikut ini yang akan menjawabnya.
/I would rather hurt myself (aku memilih melukai diriku sendiri)...
than to ever make you cry (daripada membuatmu menangis).../Goodbye.Air Supply.
□ □ □
On the Road....
Danang telah gelap mata.Begitulah cara kerja dosa.Awalnya cuma keinginan.
Makin diinginkan dan tak dikendalikan.Tidak ditanyakan pada para penasehat atau
siapa saja yang punya otoritas,benarkah keinginan itu harus dituruti ataukah
dicancel saja atau didelete saja.
Adakah yang tersakiti demi terpenuhinya keinginan tersebut?
Jika iya coba renungkan lagi bila perlu puasa minta petunjuk Yang Maha Kuasa.
Mintalah Ia mengubah hatimu sehingga tak lagi menginginkan hal tersebut demi
kebaikan semua orang.Jika keinginan terus dipuja maka lahirlah tindakan2 yang salah,tindakan2 yang menyimpang dari kebenaran atau norma2 kehidupan.Itulah dosa.Makin lama makin dalam kita terjerumus.
Makin lama makin menyimpang dan matang.
Bila sudah matang melahirkan....maut.Itulah namanya terlambat.
Danang melihat ke belakang,para polisi mengejarnya.
Danang memutar otak,'Sial!!Kenapa mereka masih saja mengejarku.
Mana taksi ini sopirnya lelet kaya sepo...Kalau begini aku bisa tertangkap dong!'
Danang menghunus pisaunya,"Pinggirkan taksi ini!!Cepat!!"
Tentu saja sopir taxinya segera meminggirkan mobil sesuai perintah Danang.
Begitu mobil berhenti,Danang langsung menyuruh sang sopir segera keluar dari
mobil.
Danang:"Turun!!Cepat!!"
Sopir taxi :"Tapi taxi ini milik saya...."
Danang makin kesal,"Kubilang turun ya turun!!Kaupilih taxi atau nyawamu?!!"
Si sopirpun jelas pilih nyawanya dengan gemetar ia membuka pintu mobil.
Dengan kasar Danang segera mendorongnya keluar.Untung pas jalan sepi kalau ga 
bisa ketabrak kendaraan tuh sopir.Danang segera bergeser duduk di kursi driver.
Lalu menutup pintu dan tancap gas.
Danang :"Nyetir tuh kayak gini nih!!"
Wuihh!!Danang langsung ngebut deh dengan kecepatan tinggi.
Sang sopir taxi segera minggir ke tepi jalan dengan hati masih deg2an.
Sopir taxi :"Pantas aku mimpi buang air besar semalam...
ternyata aku kehilangan taxiku...Yang penting selamat dulu...
Harta masih bisa dicari....Tapi nyawa itu cuma satu ini.Pria tadi itu apa gila yach?
Kok serem banget sih...iihh mana lagi marak aksi penusukan lagi.Apa dia teroris ya?"
Tak lama kemudian mobil polisi mendekati sopir taxi itu,wah si sopir langsung
laporan.
Sopir taxi :"Pak taxi saya dibawa kabur penjahat!Ia bawa pisau Pak!!"
Polisi :"Apakah dia menyakiti Anda?"
Sopir taxi :"Dia memang mengancam dan kasar tapi saya nggak apa2 Pak.
Taxi saya gimana Pak?"
Polisi :"Sebaiknya Anda ikut kami,kami membutuhkan keterangan dari Anda
perihal kejadian tadi."
Si sopirpun masuk ke dalam mobil polisi.
Sopir taxi :"Dia itu habis bunuh orang ya Pak?"
Polisi :"Dia habis menusuk orang di RS.Belum jelas meninggal apa selamat
korbannya.Apa dia menyebutkan mau ke mana?"
Sopir taxi :"Tidak Pak.Dia nggak bilang mau kemana."
Polisi :"Baiklah!Kami akan terus kejar dia.Dia lurus ke sana kan?"
Sopir taxi :"Benar Pak!!"
Mobil polisipun meneruskan pengejaran sambil terus mengontak anggota polisi
lalu lintas di sekitar area tersebut.Wah...Danang bakal ketangkap nggak yach?
Kita lihat kondisi Adi saja dulu.Biar para polisi melakukan aksi kejar2an he..he...
□ □ □ Hospital....
Sebuah mobil tampak memasuki area rumah sakit,seorang gadis cantik
berpakaian rapi keluar dengan wajah cemas.Seorang pria berjaket kulit mengikuti
dari jauh.
Renegade menelpon bossnya,"Princess sudah tiba di Rumah Sakit Boss."
Benigno :"Ya.Renegade...bagaimana situasi diluar?"
Renegade:"Banyak awak media Boss.Mobil polisi juga.Apa target berulah Boss?"
Benigno :"Kau benar.Untung keluarga Sutedja selamat.Kamu tetap waspada yach...
tetep kawal princess ok?!"
Renegade :"Siap Boss!!"
Kalau ada Renegade berarti cewek tadi Ika dong?Yoi man!!
Ika mencemaskan seseorang usai melihat breaking news soal Danang yang
menyandera beberapa orang di Rumah Sakit.Ika mengambil hpnya dan mencoba menghubungi Benigno tapi nadanya sibuk.
Ika :"Kok nggak bisa terus sih?Apa terjadi sesuatu dengan Pak Ben?Tuhan....
kuharap bukan dia yang diberitakan tertusuk tadi di tv...
Aku harus segera mencari tahu..."
Wah Ika panik nian sampai nabrak2 jalannya.Apalagi area kejadian perkara dijaga polisi,wartawan aja nggak bisa masuk.
Ika :"Pak!Saya teman dekat keluarga korban sandera.Ijinkan saya masuk."
Seorang bodyguard menghampiri polisi dan Ikapun boleh masuk.
Ika segera mengikuti bodyguard menuju ruang operasi.Lama amat operasinya?
Yang lama tuh next epsnya bukan operasinya keles...ups!Sorry...
Ika berkeringat dingin,tangannya sampai basah saking cemas,
wah jangan2 jantung lemah nih.Hush!
Sampai di luar ruang operasi,mata Ika segera mencari sosok yang ia cari tapi kok
nggak ada.Inul menyambut Ika dengan wajah sedih,wah Ika makin ketir2.
Inul :"Ika sayang...Terima kasih sudah mau datang sayang...
kamu perhatian sekali sama keluarga Tante."
Ika menggangguk memberi hormat pada Irwan yang tampak merengkuh Evi yang
sedang menggendong Evan dimpuk.
Ika :"Saya ikut prihatin Tante.Saya tadi lihat di tv.
Tapi tidak disebutkan siapa yang terluka tusuk.Yang tertusuk siapa Tante?"
Inul :"Kamu cemas sekali Sayang...tanganmu sampai dingin begini.
Kamu mencemaskan seseorang yach?"
Ika tersenyum pada Evi,tapi tetap saja ia cemas karena yang dicari nggak kelihatan.
Ika :'Kemana Pak Ben?Kok ga ada?Iihh...aku kok panik gini sih...'
Eh belum selesai ngomong,Benigno muncul.
Ika :"Saya tidak melihat Pak Ben,Tante.Apa yang didalam ruang operasi..."
Agak lemes gitu makhlum cukup banyak juga darah yang diambil.
Melihat pangeran hatinya datang,Ika langsung bergerak mendekati Benigno.
Irwan berbisik pada Evi,"Perhatikankanlah..."
Evi memperhatikan bagaimana Ika segera memeluk Benigno.
Irwan tersenyum melihat pamannya tampak hepi dipeluk Ika.Cie...
Ika :"Pak Ben...saya mencemaskan Anda.Syukurlah Anda baik2 saja...
Terima kasih Tuhan..."
Benigno :"Kamu mencemaskanku?Sungguh?"
Wah Benigno tampak bahagia gitu deh dipeluk wanita yang diam2 dicintainya.
Aty jadi iri melihatnya,'Coba aku bisa masuk ruang operasi.
Aku juga mau peluk Adi kayak begitu...Adi...kamu jangan tinggalin aku...Adi...'
Saat itulah Ayah Hamdan dan Rizky datang.Wah makin ramai deh.
Ayah Hamdan :"Syukurlah kamu nggak apa2 Putriku."
Ayah Hamdan lega melihat Evi nggak kenapa2.
Irwanpun segera menyambut ayah mertuanya itu,Ayah Hamdan memeriksa luka
di leher Irwan.
Irwan :"Tidak dalam kok Ayah.Beberapa hari juga sembuh.
Yang kasihan justru Adi,Ayah.Sampai sekarang operasi masih berlangsung."
Ayah Hamdan juga memeriksa kondisi cucunya.Wah Si Evan malah pulas.
Ia memang jago tidur kayak penulis.Weleh gitu aja bangga...
Evi memandang putranya,"Dia kecapaian nangis Ayah...kasihan tadi...
nangis terus...tuh sampai merah mukanya..."
Ayah Hamdan :"Kalian tidak pulang saja?Sepertinya keadaanmu sudah sehat."
Irwan membelai kepala isterinya,"Ayah benar.Rencana Irwan juga begitu.
Irwan akan tanya dokternya.Tapi nanti setelah kondisi Adi jelas dulu."
Rizky juga mendekati Evan,"Evan...imut2...bobok yach?Ini Om Rizky datang...
wah malah nguap...kayaknya makin gemesin aja sih..."
Irwan tersenyum melihat tingkah Rizky.Memang Evan itu makin hari makin
gemesin.Wajah bulatnya yang sok imut.Belum pipi bantalnya.Apalagi
matanya gede2.Belum jarinya lentik2.Lucu dan ipel2.Inulpun menyambut
kedatangan besannya.Lalu yang tadi pelukan gimana?Oh iya sampai lupa.
/You deserve the chance at the kind of love (kau berhak menerima kesempatan pada
cinta semacam itu )...I am not sure I'm worthy of
( Aku tak yakin apakah aku pantas )...Losing you is painful to me 
(kehilangan dirimu membuatku sakit )/Goodbye.Air Supply.
Ika memeriksa kondisi Bossnya,matanya tampak berkaca2.
Benigno mengusap air mata di pipi gadis itu,"Hey...aku nggak apa2...
cuma sedikit lemes...makhlum habis donor darah..."
Ika lalu membantu Benigno duduk,"Bapak duduk saja.
Saya juga pernah donor darah malah sampai pingsan saking lemesnya."
Wah diperhatikan begitu,Benigno jadi makin berbunga2.
Ini ruang operasi apa taman sih?Kok berbunga?Bank kali ada suku bunga he...he...
Rizky mendekati Aty,"Kakak kok sedih gitu mukanya?"
Aty malah nangis,"Adi...aku cemas dengan Adi...kok operasinya ga selesai2...
Aku takut Rizky...aku jadi nyesel selama ini sering marahin Adi....hu..hu.."
Rizky coba menghiburnya,"Kak Adi itu orang baik jadi pasti juga akan baik2
saja kak Aty.Kita doain saja,operasinya lancar.Lagian ini Rumah Sakit terkemuka lho
di Jakarta,jadi pasti kualitasnya juga bagus.Kakak tenang saja,kak Adi pasti selamat."
Aty mendingan mendengar ucapan Rizky,"Makasih ya...den Rizky kayak Nyonya Muda deh...baik banget."
Benarkah Adi akan selamat dari maut?Atau maut punya target baru?
...see you next eps □ □ ■
Eps 135 Tabir Kepalsuan 》Time Would Fail Me
↑ T@8!r K€p@|$u@n → £P$ 135 ↓
T!m€ ₩○u|d F@!| M€ ← Aku Kekurangan Waktu
       Semoga ini tidak akan pernah terjadi di Indonesia.
      Seorang ibu berusia 90 tahun bernama Si Mei ditemukan dikurung oleh anak2nya dan tak diberi makan selama sebulan.Tubuh sang ibu hanya 
menyisakan tulang.Miris saya lihat gambarnya.Waktu baca di internet,saya
sampai nggak bisa nahan air mata saya di depan komputer.Kejadian 
tersebut terungkap setelah tetangga mereka bernama Xiang2 
membongkar peristiwa tersebut.Xiang menyaksikan sendiri bahwa ibu
tersebut kelaparan.
Xiang2pun memutuskan untuk menolong secara sembunyi2 saat anak2 
Si Mei tidak ada di sana."Aku berjalan ke rumah itu sembunyi2.Saat wanita
tua itu mendengar suaraku,kalimat pertama yang ia katakan adalah
'SUAPI AKU...SUAPI AKU',"cerita Xiang.Lebih lanjut Xiang menuturkan,
keluarga Si Mei sepertinya sengaja ingin membuat ibunya mati dengan cara
membuatnya kelaparan.Jika Xiang tak memberi ibu tua itu bubur secara 
sembunyi2,Si Mei tak akan makan apapun.Si Mei benar2 tak diurus oleh 
keluarga dan anak2nya.Sampai2 ia buang air di tempat yang sama 
dimana ia tidur.Kesaksian Xiang2 ini sedikit menimbulkan pertanyaan kenapa ia tak langsung menghubungi polisi,menurut media Shanghaiist.
Sedangkan dilansir dari Apple Daily,menurut sumber Apple Daily,
muncul sebuah keterangan bahwa anak Si Mei adalah anak adopsi yang juga
sudah berumur 60 tahun dan tak bisa mengurus ibunya lagi.Bahkan,sang 
anakpun tak bisa mengurus dirinya sendiri.Pihak yang berwajib
masih menindaklanjuti kasus tersebut.Kemungkinan anak adopsi Si Mei atau keluarganya yang lain akan berurusan dengan hukum.Meski sudah diurus oleh Xiang,Tuhanpun mengambil nyawa Si Mei.
Sungguh memilukan kisah Si Mei.
□.□.■ on the street....
         Danang terus memacu kencang mobilnya eh taxinya.Taxi rampasan maksudnya.
Dilihatnya di spion,sudah tak terlihat lagi mobil polisi yang mengejarnya.Danang sedikit lega
 tapi tetap waspada.
Danang :'Wah yang penting aku safe dulu dari polisi2 itu.Yang lain mah belakangan mikirnya.Orang narapidana aja bisa jalan2 ke Bali kenapa aku kagak bisa?Aku bukan napi...he..he..
masih banyak jalan menuju Roma...aku harus cari tempat aman dulu buat sembunyi.
Wajahku pasti jadi headline nih...pers itu memang ngeselin...mau tahu aja...super kepo...
ini kan urusanku sama keluarga aku...Kerjaan kok suka nyampuri urusan orang!
Bikin bete saja.Sebaiknya aku kabur ke luar negeri saja.Jadi mafia saja...kalo perlu jadi
bos mafia ha..ha...'
          Danang memilih jalan pinggiran kota.Mana crowded lagi jalannya.Banyak 
kendaraan 
besar2 lewat situ.Namanya juga jalan besar lintas kota.Danang mereview kembali semua tindakannya.Dipandangnya pisau andalannya yang tergeletak didepannya.
Danang :'Wah...aku ga sangka bisa bikin heboh satu Rumah Sakit terkenal hanya dengan 
sebilah pisau.Coba pistolku ga hilang pasti bakal lebih hebring lagi nih...
Aku senang bisa menyabet leher Irwan tadi moga aja nadinya kepotong...ha..ha..
Pasti mewek tuh si Evi...lihat arjunanya berdarah.Biar tahu rasa...berani2nya dia nipu aku...
katanya bakal ngikuti perintahku tapi mana...malah nikah ama si kunyuk...punya anak lagi...bikin kesel...nyebelin!!Aku tuh paling sebel kalau dibohongi...Mama juga bohong tuh katanya
sayang sayang tapi tetep aja Irwan yang disayang...Tadi aku nyandera siapa saja yach?Dokter terus Mama lalu Irwan lalu nusuk Adi...keluar nyandera Aty lalu sopir taxi...
wah kayak mata rantai ...Harusnya aku tuh jadi aktor laga saja ha..ha...'
Wah Danang lagi hepi banget jadi sopir taxi.Kita tinggalkan Danang dulu yach,
mari kita lihat kondisi Adi di dalam ruang operasi.
□ ■ ■ Hospital....
       Operasi masih berlangsung,dokter bahkan sampai keringatan saking tegangnya.
Seorang perawat menyeka keringat dokter supaya tidak menetes.Dokter tampak 
berkonsentrasi menyelamatkan nyawa Adi.Ada perawat yang bertugas mengambilkan 
benda2 yang ia butuhkan.Ia cukup bilang saja.Lampu bersinar dengan terangnya.
       Namun bagi Adi kegelapanlah yang ia lihat.Makhlum Adi kan tidak sadar.
Dokter :"Pisau!"
Wah ngeri lihat darah di tangan dokter.Perawat segera mengambilkan.
      Ia melihat organ2 apa saja yang terkoyak oleh tusukan.Dokter :"Jahit!"
Langkah penjahitan segera dilakukan.Waktu benar2 penting di sini.
Mereka sangat berharap tindakan mereka mampu menyelamatkan pasien.
Waktu kakak saya cerita kalo beredar foto dokter selfie pas mau operasi bagi saya
itu kurang etis.Nggak masalah kalo selfie depan RS. Tapi pas mau operasi sempat selfie itu kan aneh?Kalo pasiennya selamat gpp kalo mati karena dokternya asyik selfie.
Apa nggak malah dikecam?Jangan2 bisa dicabut ijinnya.
Lihat sikon juga kalo mau selfie.Jangan pas pemakaman malah selfie.
Kasihan keluarga yang ditinggalkan.Hargai perasaan mereka yang sedang berduka.Punya empati dikitlah.Apalagi kalo disorot kamera weleh...
Bisa jadi keluarga korban yang lihat jadi dendam lho.Terus gelap mata.Dicari tuh orang yang selfie,diintai,lalu dibunuh.Wah malah jadi kehilangan nyawa gara2 selfie.
Kita kan ga tahu pikiran orang.Mungkin dia lihat pas bete,pas sedih banget,pas down 
banget atau pas emosi tingkat dewa.Wah sampai kemana-mana.Back to Adi.
Masih dengan tangan yang berlumuran darah,dokter meminta keterangan kondisi pasien pada perawat.
Dokter :"Tekanan darah?...Pernafasan?...Suhu badan pasien?...Denyut nadi?"
Semua dijawab dengan cepat oleh perawat.Dokter terus bekerja berpacu dengan waktu.
Bunyi alat pendeteksi organ2 vital juga makin menambah tegangnya suasana.
Sementara diluar ruangan semua menanti dengan cemas.Doa2 mulai dipanjatkan di hati tiap
 mereka.
           Sambil menggendong Evan,Irwan berdoa,'Tuhan,Yang Maha Penyembuh,
Dokter di atas segala dokter,berikanlah kesembuhan pada sahabatku,Adi.
Gantikanlah organ2nya yang rusak dengan yang baru.Lancarkanlah setiap proses
metabolisme dalam tubuhnya.Berikanlah daya tahan tubuh yang kuat sehingga
memiliki imunitas yang baik.Tuhan,aku sangat menyayanginya seperti layaknya
saudara apalagi aku lebih menemukan sosok saudara dalam dirinya daripada
dalam diri kakakku sendiri.Selamatkanlah dia,aku mohon pada-Mu.Demi menyelamatkanku dari penyanderaan kak Danang,ia mengorbankan dirinya.
Dia terluka karena aku.Harusnya akulah yang berada di posisi dia saat ini,berada di ruang operasi,di dalam sana.Tuhan,kabulkanlah doaku.Berikanlah ia
kesempatan untuk memulai hidup yang baru.Bukankah surga bersukaria bila satu orang
berbalik ke jalan yang benar?Berikanlah kesempatan itu ya Tuhan.
Aku mohon kabulkanlah doaku ini.Aku janji akan membantunya menjadi manusia
yang lebih baik.Mengenai kakakku,lembutkanlah hatiku untuk
bisa mengampuninya.Aku tak ingin membencinya tapi ia selalu berusaha
memedihkan hatiku.Kuserahkan perkara ini dalam tangan-Mu.Amin.'
Apakah doa Irwan akan terkabul?◇◇◇see you next eps◇◇◇
Eps 136 ♧Tabir Kepalsuan 》The Judge of All

♧ T□A□B□I□R ■ K□E□P□A□L□S□U□A□N ♧
♧♧ E□P□S ■ 1□3□6 ♧♧
♧♧♧ The Judge of All □ Yang Menghakimi Semua Orang ♧♧♧
/ I don't want to let you down(aku tak ingin membiarkanmu muram)....
I don't want to lead you on(aku tak ingin menipumu)...
I don't want to hold you back(aku tak ingin menahanmu)...
From where you might belong(dari tempat yang seharusnya).../Goodbye.Air Supply.
♧ ♧ ♧Di jalanan....
♧♣♣ In Hospital....
Evi memperhatikan suaminya yang tengah bicara dengan dokter yang menangani
kelahiran Evan.
Dokter Joko :"Kondisi isteri Anda sudah baik.Sudah baik hanya jangan terlalu
banyak beraktivitas dulu."
Irwan :"Berarti isteri dan anak saya sudah boleh pulang Dok?"
Dokterpun mengangguk.Irwan tampak sumringah dan segera menjabat tangan
sang dokter,"Terima kasih ya Dok.Saya akan segera mengurus administrasinya.
Terima kasih atas penanganannya."
Dokter Joko tersenyum pada milyarder muda itu,"Justru kami merasa bangga Anda memilih kami untuk menangani kelahiran putra Anda."
Irwan segera merengkuh Evi yang tengah menidurkan Evan,"Sayang,kata dokter
kau sudah boleh pulang."
Evi meraih tangan suaminya,"Apa kau tidak ikut kami pulang?
Jika kau masih di sini aku dan Evan juga akan menemanimu di sini.
Bukankah kita selalu bersama?"
Irwan mengerti betapa Evi ingin selalu berada disisinya,"Aku senang kau sudah boleh pulang tapi aku tak bisa meninggalkan Adi dalam kondisi begini.Maafkan aku
sayang,ini menyangkut nyawa orang yang telah menyelamatkan suamimu ini dari
bahaya."
Evi meletakkan kepalanya di bahu Irwan,"Aku tidak marah justru aku bangga
memiliki suami yang berhati penyayang dan tahu berterima kasih.
Aku akan menunggu sampai kau merasa nyaman untuk pulang.
Aku bukan isteri yang manja bukan?"
Irwan menempelkan kepalanya pada kepala isterinya,"Tentu tidak.
Kalaupun kau manja aku juga senang kok jadi tempat kamu bermanja.
Iya kan Evan sayang..bener kan kata papamu ini?"
Evan malah menggeliat lalu tidur lagi.Evi tersenyum melihat putranya malah tidur
lagi,"Dia ga setuju tuh..dia maunya...papanya manjain dia.He..he.."
Irwan mencium pipi putranya,"Anak papa..harapan papa....papa akan berikan
semua yang terbaik buat Evan...papa janji."
Evi bahagia banget melihat perhatian Irwan pada Evan,"Kamu kebapakan yach...
lucu juga lihatnya."
Tiba2 hp Irwan bunyi,Irwan melihat siapa yang menghubungi dia.
Irwan :"Ya Ma?...ya Irwan segera ke sana."
Irwan :"Operasi sudah selesai.Ayo kita segera ke sana!"
Evi jadi cemas,"Ada berita soal Adi?"
Evi :"Jangan cemas,Adi pasti selamat."
Irwan tampak cemas,Evi menggenggam jemari tangan suaminya.Memberi
kekuatan.
Irwan membalas genggaman tersebut,"Aku tak bisa maafkan diriku jika sesuatu
terjadi pada Adi..."
Evi :"Kau jangan menyalahkan dirimu.Menurutku kau sudah melakukan
yang terbaik bagi semua orang.Kau orang yang baik Irwan,sangat baik."
Irwan menatap isterinya,"Terima kasih sayang...terima kasih."
Apa kata dokter soal Adi?***see you next eps***
Eps 137 ===Tabir Kepalsuan 》The Strangers
===》TABIR KEPALSUAN 《===EPS 137 ===》The Strangers
===》Orang2 Asing
Back to Adi...Adi melihat sebuah cahaya diujung,
iapun berjalan ke sana.Adi merasa cahaya itu seperti memanggilnya.
Adi :'Ini tempat apa?Kok gelap semua yach?Cuma ada cahaya diujung sana.
Menakutkan sekali disini.Kok sepi yach?Yang lain kemana?Irwan mana?'
Adi memanggil2 Irwan,"Wan!Kamu dimana Wan?Irwan!!
Kok kamu ninggalin aku disini Wan?
Masak sejak kecil aku selalu ditinggalkan sih Wan?Irwaaan!!"
Tak ada sahutan.Hanya kabut dan desir angin yang menambah merinding
bulu kuduk.
Adi terus berjalan,'Mungkin Irwan di ujung sana itu.Dimana ada cahaya.
Dia kan orang baik,ga kayak aku orang jahat.Aku akan ke sana.Aku mau cari Irwan.
Hanya dia yang bener2 tulus sama aku.Wan,tunggu aku ya.'
Langkah Adi makin mantap menuju cahaya itu....
namun tiba2 muncul sosok asing dihadapannya.Orang itu seperti pernah ia lihat
tapi ia lupa dimana.Pria itu lebih tua darinya.Pria itu menahan langkahnya,
"Kau mau kemana Nak?"
Adi :"Mau menuju cahaya itu Pak.Mau mencari temanku.Namanya Irwan.
Apa Bapak melihatnya?Apa dia benar ada di sana?"
Bapak itu tersenyum,"Kembalilah Nak!
Jika kau menuju cahaya itu,kau akan bersamaku.Lagipula temanmu tidak ada
di sana.Kembalilah!"
Adi melihat ke belakang.Gelap dan ada lorong yang panjang di sana.Ia lebih tertarik
dengan cahaya didepannya.
Adi :"Di belakang serem Pak.Saya ke sana saja.Lagian bapak ini siapa?"
Bapak itu melangkah menuju lorong di belakang Adi,"Mari ikutlah aku!
Aku akan menuntunmu kembali.Suatu saat nanti kau akan tahu siapa aku.
Bila kau kembali nanti tolong cari keluargaku dan katakan pada mereka,aku
sangat menyayangi mereka.Katakan pada mereka untuk tetap hidup dengan baik.
Kau mau kan?"
Adi bimbang,ia tak kenal siapa pria itu dan siapa keluarganya.
Semua jadi semakin membingungkan.Tapi ia mengikuti pria itu.
===》Diluar ruang operasi...
Dokter keluar dari kamar operasi.Benigno segera mendekat karena Irwan
sedang menemui dokternya Evi.Ikapun masih disana menemani keluarga Sutedja.
Benigno:"Bagaimana Dok?Apakah operasinya berhasil?"
Dokter :"Kalian keluarga pasien?"
Benigno :"Ya meski kami bukan keluarga secara hubungan darah tapi bagi kami Adi
adalah anggota keluarga."
Dokter :"Pasien kehilangan banyak darah dan meski operasi berhasil dilakukan tapi
pasien juga butuh waktu untuk tubuhnya menerima setiap tindakan medis kami.
Malam ini malam kritis baginya.Kami sudah lakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan.Selanjutnya tergantung tubuh pasien apakah dia merespon atau malah menolak.Kita berdoa saja.Saya permisi."
Benigno :"Ya Dok,terima kasih." Tak lama kemudian Adi dibawa ke ruang pasca operasi. Saat itulah Irwan datang bersama Evi.
Irwan tak kuasa menahan air matanya melihat Adi tergolek tak berdaya
penuh berbagai selang.
Irwan :"Adi...sadar Di!Bangun Di...aku mohon...Adi!"
Inul segera mengambil Evan dari Evi.Adi dibawa ke ruangan khusus.
Evi segera meraih Irwan dalam pelukannya.Bisnisman muda itu tergugu
dipelukan isterinya,"Kasihan dia Vi...kasihan Adi.Aku tak mau kehilangan dia,Vi..."
Evipun berkaca2,"Iya....iya...Adi akan baik2 saja...
kita semua akan berdoa untuk kebaikannya."
Evan kerasa papanya lagi sedih langsung ikut nangis kenceng juga,"Oeeek...oweeek!!"
Siapa tahu aja Adi bangun denger dia nangis kenceng.He..he...
Eh malah Irwan yang segera mendekati Inul dan menggendong Evan.
Evan baru diem digendong papanya,Evi lalu menghibur Aty yang tampak sangat
cemas.
Evi :"Sudah kak Aty...jangan nangis...."
Aty malah memeluk Nyonya mudanya itu,"Saya takut Nyonya muda....
bagaiamana jika..."
Evi :"Hush...jangan berkata hal yang buruk saat didekat pasien...
kita harus percaya bahwa Adi akan kembali sadar dan ceria lagi seperti biasanya."
Inulpun mendekati pembantunya itu,"Iya Aty...setidaknya operasinya sudah lancar.
Tinggal melewati masa kritis.Justru yang kucemaskan adalah putraku satunya...
bagaimana nasibnya sekarang?"
Ika segera memeluk Inul,"Tante yang tabah yach...kami semua akan bersama Tante."
Inul malah menangis dipelukan Ika,"Entah kenapa...hatiku sedih banget....
semoga tidak terjadi hal buruk pada putra sulungku itu.Aku benar2 takut..."
Irwan menciumi pipi Evan,"Papa ga pa pa sayang....jangan sedih yach?....oh...Evan sayang..."
Benigno mendekati Irwan :"Adi harus bisa melewati malam ini.
Kata dokter malam ini malam kritis baginya.Om rasa sebagian dari kita harus
pulang Wan.Kasihan mamamu.Kau juga harus pulang Wan.Kau juga terluka.Kau harus istirahat.Bukankah dokter mengijinkan Evi pulang kan ?"
Irwan :"Om saja yang pulang.Bukankah Om juga habis donor darah?Pasti lemes tuh.
Tadi Irwan sudah bicara dengan Evi,memang dokter mengijinkan pulang tapi
Irwan akan menemani Adi disini sampai ia benar2 dinyatakan lepas dari masa kritis."
Ayah Hamdan mendekati mereka,"Kalian berdua sedang membicarakan apa?"
Irwan segera menjawabnya,"Oh...Ayah..ini kami sedang diskusi mengenai
siapa yang jagai Adi disini.Tadi Irwan sudah bicara dengan Evi kalau kami
akan tetap disini sampai Adi lepas dari masa kritis.Bagaimana menurut Ayah?"
Ayah Hamdan :"Menurut pendapat Ayah,kurang bijak jika kita semua disini.
Apalagi Mamamu Nak Irwan,ia pasti lelah lahir batin.Nak Benigno juga pasti masih lemas.Sebaiknya juga pulang.Menemani Mamanya Irwan.Kalian kan begitu dekat.
Hanya padamu Nak Benigno,Mamanya Irwan bisa mencurahkan isi hatinya.
Rizky juga akan pulang karena harus sekolah.Mengenai Evi biar Ayah disini
bersama Aty menemani Nak Irwan dan Evi disini.
Besok bisa rollingan jadi semua akan tetap bisa beraktivitas dan terjaga staminanya.Bagaimana?"
Benigno setuju demikianpun Irwan.Malah ia kagum pada ayah Hamdan,
"Ternyata Ayah jauh lebih bijaksana daripada kami.Untung ada Ayah disini.
Terima kasih Ayah."
Wah Ayah Hamdan malah makin kagum dengan menantunya itu,
"Kaulah yang hebat Nak,di usia muda sudah begitu besar tanggung jawabnya.
Ayah bangga punya menantu seperti kau Nak."
Evi tersenyum melihat Ayahnya memuji Irwan.Jarang2 mertua muji
menantunya he..he....Akhirnya Inul,Benigno dan Rizky pulang ke kediaman Sutedja.
Ika juga pulang tentunya.Tentu saja setelah berpesan banyak pada Benigno agar
menjaga kesehatannya.Cie...yang dioperasi siapa yang dicemasin siapa...
Sekarang kita lihat orang2 asing selanjutnya yaitu dua orang penumpang wanita
taxi Danang.
===》Flash back...
Wanita pertama bernama Tutik.Ia bekerja sebagai supervisor di sebuah
perusahaan makanan.Ia seorang yang ambisius dalam bekerja.Segala cara ia
halalkan demi bisa mendapat muka dihadapan bossnya.Kalau perlu korbankan teman kerjanya.Lalu wanita kedua adalah rekan kerjanya juga cuma beda divisi.Namanya Sri.
Dia sama dengan Tutik.Sama jahatnya.Hanya dia lebih parah soalnya ia ga peduli
dengan ayahnya yang terbaring koma di RS.Mengunjungi saja ga mau.
Ia dendam dengan ayahnya yang tidak membelikan dia benda2 yang
sangat diinginkanya.Itu belum sepak terjangnya di kerjaan.Pingin tahu seperti apa
mereka?
***see you next eps***
Eps 138 ☆☆Tabir Kepalsuan 》Not Perform
☆☆ Eps 138☆☆ Not PERFORM = Tidak Melakukan
☆★ Di tepi jalan....masih flash back
Tutik melihat jamnya,sudah sore.Ia janjian sama Sri mau mengunjungi teman
kerja mereka yang sedang opname di RS.
Tutik mendengus kesal,"Mana sih si Srinthil itu?Kok batang hidungnya ga kelihatan?
Apa masih molor?Pasti semalam dugem lagi.Terus pulang pagi.Mentang2 libur.
Tuh anak masih bisa dugem ya padahal bapaknya lagi opname juga.Koma malah.
Lha bocah ra jelas!!"
Eh yang ditunggu nonggol juga.Wajah Sri tampak ceria gitu.Tutik jadi heran,
"Cengar cengir lu?Kesambet yach?Gue sampai kering nunggu dikau...
semalam masih dugem?"
Sri malah mengambil make up dan membedaki wajahnya,"Iyalah...
gue kan masih muda ga kayak lo...dah punya laki.Mana lakinya ngeselin lagi.
Apa ada isteri yang kerja suami malah enak2an dirumah?
Kalo aku dah kutinggalin tuh laki2 begituan...laki2 itu ngasih nafkah bukan dinafkahi.Elunya aja yang bego!!"
Tutik jadi sebel juga denger lakinya dijelekin,"Kok lu malah jelekin misua gue?
Punya hak ape lu?Ditanya baik2 malah nyolot!"
Sri malah meledek,"Cie...marah ni yee...ooo kacihan...My Tutik honey friend...
sorry baby...jangan manyun dong.Eh gue dah cantik belum?"
Tutik masih sebel,"Dah cantik kayak barbie masuk got..."
Sri memasukkan make upnya ke tas,"Kok masuk got sih?Masuk istana dong..."
Tutik mencibir,"Kita itu mau nengok orang sakit bukan fashion show neng!!"
Sri membetulkan bajunya,"Buat gue penpilan itu segalanya bro...mau bezuk
kek mau melayat kek yang utama itu adalah gue harus jadi yang paling keren
diantara yang lain.Biar kayak Dewi Sri,dewi padi,yang dipuja semua orang.Cie.."
Tutik melirik Sri,"Dewi Sri itu endingnya mati ya...terus tumbuh padi di situ,
lu mau jadi padi ditumbuk biar jadi beras?Kejadian bener kapok lu!!"
Sri malah mengibaskan rambutnya,"Iiih...jelek amat doanya buat gue...
masak doain gue mati sih,penyet lagi.Eh apa kagak pernah denger lagunya Wali?
Bahwa setiap kata adalah doa."
Wah Sri lalu menyanyikan lagu itu:
/Jangan kau tuduh aku.... tuduh aku selingkuh..
tahukah tuduhanmu adalah doamu...Jangan kau tuduh aku ....tuduh aku selingkuh....
karena tuduhanmu yang ajariku tuk selingkuh.../Wali.
Tutik malah berkacak pinggang,"Sok ceramah lu!Emang orang suci lu?
Lihat tuh ayah lu,lu jenguk kagak tuh?Temen lu jenguk,ortu sendiri lu biarin!
Kualat kapok lu!"
Sri kesal denger ayahnya disebut,"Terserah mau disumpahin kayak apa,
ga bakal gue jenguk tuh orang tua...biarin aja adik2 gue yang urus...males aku!!"
Tutik jadi heran mendengarnya,"Benci amat sih lu sama babe lu sendiri?
Punya salah apa dia ke lu?"
Sri jadi tajam pandangannya,"Dia dulu didik gue keras.Ga boleh main,ngelayap,harus belajar di rumah...udah gitu tiap gue minta dibelike apa gitu selalu dikalahin.
Yang didahuluin pasti requestnya adik2 gue.Sebel tahu ga?
Daripada nunggu di RS mending gue dugem,hang out malah terhibur."
Tutik :"Segitunya lu ama bokapmu lu...kagak takut dosa lu?"
Sri malah merangkul pundak sohibnya itu,"Tuhan itu Maha Pengampun bro...
Dia akan mengerti you know?Sudah jangan bahas bokap gue...
Ni kita jadi jenguk temen lu siapa namane?"
Tutik :"Tina...pelupa amat si lu sekarang?"
Sri terkekeh,"Sorry bagi gue nama2 karyawan level bawah itu ga penting...
yang gue ingat itu hanya yang level atas saja,kayak Pak Nugroho,Direktur Keuangan;
Pak Waluyo-Financial Controller;Pak Rev-Direktur Operasional;dan jelas
Pak Presdir dong he..he..."
Tutik :"Pantas lu terkenal sombong di perusahaan...lewat ga nyapa
atasan lu sendiri,padahal Manager HC aja lewat menyapa dia,kamu anak buahnya malah pongah...kendel ya kamu?"
Sri :"Habis dia itu kayak bokap gue sok ngatur...pakai headset pas kerja ga boleh,
chattingan melulu ga boleh,lihat toko online jam kerja ga boleh,ini ga boleh itu ga
boleh...sebel gue!"
Tutik :"Emang ga boleh!Aneh lu!Tapi lu seneng dong akhirnya dia resign juga..."
Sri :"Oh iya....malah gue denger dia sempat opname setelah mutusin resign.
Wah langsung gue ajak makan2 tuh sekantor.Perayaan!"
Tutik :"Terus gantinya Pak Has kan?Apa lu ga takut ama dia?"
Sri mencibir,"Pak Has itu dah gue sogok makanan tiap hari.Lagian dia ga begitu jegos komputer,jadi paling dia ngandalin gue.Tenang saja semua under control kok!
Lu sendiri ngapain jenguk Tina ?Bukannya lu kagak suka ama dia?"
Tutik memperlihat sebuah amplop,"Gue memang benci banget ama si Tina itu,
belagu banget,dandan menor banget,sok kecakepan,pamer punya anaklah,
awas ya memang gue belum punya anak sekarang tapi ga usah pamer dong....
ngeselin banget!Syukurin tuh sekarang kecelakaan sampai rusak wajahnya...kapok...
Terus gara2 fulus nih gue mau jenguk tuh manusia ngeselin."
Sri tertarik lihat uang,"Uang dari mana?Hasil dana sosial all karyawan ya?
Kok bisa di elu?Lu curi yach kayak waktu kejadian kunci gudang hilang.
Terus supervisor yang bertugas waktu itu yang kena tuduh siap namane?"
Tutik ;"Namane Jono...Kalo pas kunci gudang hilang itu memang gue
sengaja umpetin.Salah sendiri pelupa orangnya.Lagian gue kesel tuh orang serba bisa
lho.Jadi sales jago,jadi supervisor juga jago...kesayangan boss lagi....sebel gue...
pas dia lengah gue umpetin tuh kunci lalu gue berlagak kagak tahu.
Dia kena semprot deh ama boss.Sampai dilempar kertas lho
mukanya pas meeting.Ha.ha..ha..."
Sri :"Wah ga kasihan lu ama keluarganya.Denger2 dia jadi down grade ya gara2 kasus itu.Terus kuncinya gimana bisa ketemu?"
Tutik :"Gue pura2 nemu di tong sampah.Gue jadi hero dia jadi zero.Keren kan?
Terus kembali ke soal uang,ni uang lumayan banyak coy...aku dititipi sama HC suruh ngasihke ke Tina.Tapi nggak akan gue serahin semua.Separo aja.
Separo buat kita having fun.Setuju kan?"
Sri langsung sumringah,"Setuju dong!Habis dari RS kita makan ayam goreng
penyet yuk.Sudah lama kita ga makan berdua kan?"
Tutik setuju,"Oke bro!Nah tuh taxi tuh.Kita naik taxi aja.Ntar di RS pasang muka sedih yach...he.he...Taxi!!"
Dananglah yang mereka pilih menjadi teman perjalanan menuju tujuan mereka.
Didalam taxipun mereka malah sempat godain Danang.
Tutik :"Rumah Sakit Kasih Ibu ya Mas!"
Sri :"Sst...masnya ganteng..."
Danang :"Ya mb...Rumah Sakit ya?...siap!"
Tutik :"Masnya baru ya jadi sopir taxi yach?"
Sri :"Pantes ga pernah lihat..."
Danang terkekeh,"Iya mbak,baru hari ini."
Sri :"Gue kan suka teler kalo pulang dugem,sering dianterin sopir taxi.
Tutik berbisik pada Sri :"Sok tahu lu...emang lu kenal semua sopir taxi se-Jakarta?"
Tapi yang ganteng kayak begini jarang lihat bro..."
Wah mereka godain Danang terus sampai keder Danang nyetirnya.
Sementara itu dari arah berlawanan tengah melaju truk trailer pengangkut besi paku bumi.Truk itu datang dari arah utara.Tiba2 laju truk oleng ke arah kanan jalan.
Sopir truk trailer :"Weihhh ana apa ki Jo?Truknya mlaku dewe ke kanan ki...
tak rem ga isa ki??Bejo!!Piye ki Jo!!"
Kernetnya langsung panik :"Duh Gusti nyuwun pangapura....
ampun Tuhan jika saya punya salah!!wah taxi boss!!Awaaaaass!!!"
Dari arah berlawanan muncul taxi Danang.Meskipun saat itu,sopir truk
berusaha mengerem laju namun tabrakan tak bisa dihindari.
Sri dan Tutik berteriak histeris:"Mas awaaas truck trailer !!!"
Danang :"Mama!!!Ampuni Danang Ma!!!" Duuuuuaaaar.....!!!Hantaman truk trailer yang begitu kuat,menyeret taxi hingga 
keluar dari badan jalan,hingga masuk ke dalam saluran irigasi dan menghantam 
pohon yang ada di saluran irigasi tersebut.Insiden kecelakaan tersebut menyedot 
perhatian warga sekitar.Polisi yang mengejar Danang akhirnya berhenti di lokasi kecelakaan.Taxinya penyet.Dua orang langsung tewas terjepit.
Sementara satu orang sedang berusaha diselamatkan.
Sementara itu dikediaman Sutedja....
Inul hendak mengambil minum tapi gelas yang dipegangnya tiba2 lepas pecah
berkeping2 di lantai.Pyaaar!!!
Langsung Inul teringat Danang,"Putra sulungku....Danang...."
Benigno mendekati kakaknya,"Kakak kenapa ?Kakak pasti sangat lelah...
duduk saja biar kuambilkan minum lagi..."
Benigno menyuruh pembantu membersihkan serpihan kaca di lantai.
Lalu sambil memberikan segelas air pada Inul,ia duduk di sebelah kakaknya itu.
Benigno :"Kakak pucat...tidur saja yach...?"
Namun balasannya adalah...nomor yang anda hubungi berada diluar jangkauan
service area.
Inul :"Aku mau telpon Danang,Ben.Mana hpku?"
Benigno :"Ini kak!"
Malah hp Benigno bunyi,dari bodyguardnya.
Benigno :"Iya...apa????!!!Ya kami segera ke sana!!"
Inul makin deg2an apalagi Benigno malah menatapnya.Benigno malah diam.
Inul:"Ada apa?Ada berita soal Danang?"
Apakah Danang mati?Atau Adi yang mati?***see you next eps***
Eps 139 ◇◆◆ Tabir Kepalsuan 》In My Mourning
In My Mourning = Dalam Kemurunganku
Banyak yang tanya soal kecelakaan yang dialami Danang.
Apakah itu diinspirasi dari kisah nyata?Jawabannya adalah iya.
Bahkan saya bikin semirip mungkin dengan aslinya.
◇◆◆ Kediaman Sutedja...
       Inul bagai tersambar petir saat Benigno bilang bahwa Danang memgalami kecelakaan.
Segera mereka meluncur ke TKP.Sepanjang jalan Inul terus-menerus berdoa,'Tuhan...
kumohon biarlah yang selamat itu adalah putraku.Kumohon surutkanlah 
murka-Mu terhadapnya.Pendekkanlah umurku jika itu bisa memperpanjang umur 
putraku.Aku mohon.Tuhan,berilah kemurahan,kesempatan dan pengampunan-Mu
bagi putraku Danang.Aku mohon pada-Mu.Berikanlah roh kehidupan baginya,
jangan ambil dia dariku,aku tak mau kehilangan dia.Biarlah maut menghilangkan 
sengatnya pada putraku.Berikanlah kehidupan dan bukan kematian.
Kabulkanlah doaku ini ya Tuhan,Yang Empunya Kehidupan.'
Benigno bingung apakah harus memberitahu Irwan atau bagaimana,"Kak,kakak atau aku
yang beritahu Irwan soal ini?"
Inul tampak gemetaran tangannya,"Tunggu sampai semua jelas dulu Ben,
tunggu sampai kita tiba di lokasi dulu.Siapa tahu itu bukan taksi yang dinaiki Danang.
Semoga saja bukan...."
       Inul malah menangis,Benigno jadi merasa bersalah.Namun tak lama kemudian
hp Benigno bunyi,Benigno melihat nama yang tertera,lalu memandang kakaknya.
Benigno :"Irwan kak..."
Inul mengambil hp Benigno,"Irwan...."
Inul :"Biar aku yang bicara,dia itu anaknya perasa..."
Irwan kaget mendengar Mamanya yang angkat,"Mama?....kebetulan Mama yang angkat.
Sebenarnya aku ingin bicara dengan Mama tapi aku mau tanya Om dulu,
Mama sedang apa.Mama baik kan?Kok perasaanku ga enak ya Ma?"
Inul menahan tangisnya agar tidak tumpah,".....Wan....kakakmu..."
Irwan makin heran mendengar nada bicara mamanya,"Suara Mama kok bergetar?
Kak Danang kenapa Ma?"
          Tak kuasa lagi Inul menahan kepedihan hatinya,"Kakakmu kecelakaan ..."
Irwan kaget,"Apa???!!Dimana?Dengan apa?Kondisinya?"
Benigno :"Kami juga belum tahu kondisinya bagaimana,kami sedang menuju ke sana.
Inul menyerahkan hp pada Benigno,tak sanggup ia menceritakan semua.
Kata bodyguard Om,taksi yang dikemudikan Danang bertabrakan dengan truk trailer 
pengangkut besi paku bumi."
Irwan makin tak percaya mendengarnya,"Apa??
Irwan akan segera ke sana!Dimana lokasinya Om?"
Benigno :"Kamu minta antar bodyguard saja.Mereka tahu.
Jangan nyetir sendiri,kamu kan lagi sakit juga."
Irwan :"Iya Om,Irwan akan minta bodyguard mengantar Irwan.Kabari Irwan terus ya 
Om!Irwan segera ke sana!!"
Irwanpun meraih jemari Evi dan berpamitan,"Sayang,kau disini saja yach...
sama Ayah dan kak Aty jaga Adi juga Evan."
Evi merasa ada yang aneh,"Kau mau kemana?Tanganmu sampai dingin begini...
gemetaran lagi...ada apa ?"
Irwan :"Kakak kecelakaan Vi,tabrakan dengan trailer...belum tahu bagaimana kondisinya.
Aku takut Vi...Om dan Mama juga sedang menuju ke sana."
        Evi mengerti dan menggenggam jemari Irwan erat2,"Pergilah...
jangan cemaskan aku dan Evan...ada Ayah,kak Aty dan para pengawal.."
Irwan lalu pamitan pada Ayah Hamdan,"Maaf Irwan harus pergi Ayah,kak Danang kecelakaan...Irwan titip semuanya yang ada di sini ya Ayah?"
Ayah Hamdan:"Pergilah Nak....Kami akan baik2 saja di sini.
Kami doakan semoga kakakmu selamat demikian juga Adi.Kami akan dukung doa dari sini."
Irwan mencium tangan mertuanya,"Terima kasih Ayah.Irwan pergi dulu.
Jika ada apa2 hubungi Irwan."
Irwan memandang Evi dan mencium pipi Evan,"Papa pergi dulu ya Evan...jaga Mamamu...."
Evi meraih tangan Irwan,"Hati-hati..."
       Irwan mengangguk dan melangkah dikawal bodyguard.
Sepanjang jalan Irwan terus berdoa,'Tuhan,selamatkanlah nyawa kakakku.
Aku lepaskan pengampunan atasnya.Setiap hal buruk yang ia lakukan padaku,kini 
kulepaskan pengampunan atas semuanya.Aku ampuni kak Danang.Nyawanya lebih 
berharga dari semua kemarahanku.Kebahagiaan Mama lebih berarti daripada sakit hatiku.
Kumohon lakukanlah keajaiban.Ubahkan kematian menjadi kehidupan.Aku mohon pada-Mu."
        Banyak doa yang dinaikkan demi keselamatan Danang.
Ada yang bilang doa itu mengubah sejarah.Berdoa itu mirip seperti orang menebang pohon.Sekali tebas belum roboh,tebas lagi dan lagi.Sampai akhirnya pohonnya roboh.Butuh ketekunan,kesabaran dan pantang menyerah.Apalagi doa orang yang dikenan Tuhan,
didengarkan-Nya.Benarkah itu?Mari kita langsung menuju TKP!
◇◆◆ Km 17 pinggiran kota...
        Kenapa saya pilih angka 17?Karena pada tanggal 17 November Irwan ulang tahun.
Setahu saya he..he..Banyak sekali massa berkerumun,
polisi sampai kerepotan membubarkan mereka.Jelas dong,kejadian seperti itu
kan fenomenal.Langka.Aneh.Dan pastinya bikin ngeri.Kondisi Danang ngenes tapi ia
beruntung masih hidup.Ajaib malah.
Kakinya memang terjepit dan pastinya sakit banget,darah berceceran dimana2.
Wah pisaunya untung ga nancep.Kalo nancep bisa jadi bumerang.Alias makan tuan.
Benar2 makan darah.Kayak lagu...
Danang hanya memanggil nama dua orang,"Mama....Irwan....tolong....
tolong ampuni aku...tolong..."
       Massa makin kepo saat melihat dua mobil mewah berhenti,Benigno dan Inul keluar
dari mobil pertama lalu para bodyguard segera mencarikan jalan bagi mereka
menuju Danang.
Para penduduk sekitar berbisik2,"Wah siapa mereka?Kayaknya pernah lihat di tv deh.....Wah orang kaya tuh!Apa yang kecelakaan keluarga mereka?
Masak naik taxi sih keluarganya?....Wah ada reporter juga tuh!Asyik mau mejeng ah
biar kesorot kamera!Siapa tahu yayank gue lihat"...weleh.
Yeah begitulah orang banyak,anake wong akeh...
/Show me the meaning of being lonely(Tunjukkan padaku arti dari menjadi sendirian....
 It's just the feeling I need to worry(Hanya inilah perasaan yang meresahkanku)....
Tell me why I can't be there where you are(Katakan padaku mengapa aku tak bisa berada
 dimana kau ada)...It's something missing in my life(Ada yang hilang dalam hidupku)...
Surrender my heart,body and soul(Kupasrahkan hati,tubuh dan jiwaku)./
Back Street Boys.Show Me The Meaning Of Being Lonely.Saya suka banget lagu ini 
apalagi pas ayah tiada.Saya dengerin berkali2.Juga pas Ibu tiada.
Lagu lama tapi maknanya dalam sekali bagi saya.Ups malah curhat...

Back to the Street....
         Melihat kondisi Danang,Inul langsung pingsan.Ibu mana yang sanggup melihat
anaknya ngenes seperti itu.Wah Benigno langsung bagi tugas ke bodyguardnya.
Benigno:"Panggil tenaga medis kemari!...kamu koordinasi dengan polisi cari penyewaan
alat berat untuk angkat truk trailer ini!..Kamu bantu polisi amankan area!..."
Wah mereka langsung jalan sesuai tugas masing2.
Penyewaan alat berat seperti crane,mahal lho.Perusahaanku pernah
beberapa kali sewa.Tinggal mau model borongan atau jam2an.
Sehari pernah sewa dua crane itu habisnya sekitar 18 juta.
Melihat Mamanya datang,Danang dengan kondisi terjepit berteriak minta ampun,"Ma..ma....maafkan....Da..nang....Ma....Ma..maa.."
         Inul akhirnya bangun dari pingsannya.Inul mencoba menggapai tangan putranya,"Danang....
ya ampun sayang....kenapa kamu bisa begini...Apa kamu ga bisa keluar dari sana?"
Danang berlumuran darah meraih tangan Mamanya,"Danang senang...Mama...datang....Danang minta maaf ....ya ...Ma....ampuni Danang...sudah ...ja...di....a...nak..dur...ha..ka...Mama...mau..kan...ampuni...Da..nang?"
Inul terisak menggangguk,"Iya...Mama sudah maafkan....Mama...sayang sama kamu Danang...sayang banget...."
        Danang tersenyum lega meski sambil menahan sakit luar biasa,"Ir...wan...mana...Ma?"
Inul :"Adikmu dalam perjalanan kemari sayang...sebentar lagi juga pasti tiba."
Inul bingung melihat semuanya,"Apa yang harus kulakukan?
Aku tak bisa membantu apa2?Aku ini tak berguna..."
Untunglah team medis akhirnya datang.Irwan juga datang.Wah makin heboh deh....eporter:"Pak Irwan Sutedja,benarkah kakak Anda yang menjadi korban kecelakaan maut ini?"
Irwan menjawab sambil dikawal ketat,"Maaf saya baru saja tiba untuk memastikannya."
       Melihat kedatangan putra bungsunya,Inul tampak lega,"Danang...
adikmu datang.Irwan datang sayang...Dia disini.."
Irwan tak kuasa menahan air matanya melihat kakaknya terjepit,"Kakak...kenapa kau jadi begini?"
Danang menjulurkan tangannya pada Irwan,"Wan...ampuni
kakakmu ini...ampunilah...aku...maaf..kan...kakak..."
Irwan mendekat dan meraih jemari kakaknya,"Sudah Irwan maafkan...
kakak tenang saja...Irwan sudah ampuni bahkan sebelum sampai sini..."
Danang tersenyum,"Teri..ma..ka..sih...."
Irwan:"Kakakkk!!Bangun kak!!Kakkkakkk!!"
          Tangan Danang terkulai.Irwan jadi panik.Team medis segera bertindak.
Apakah Danang meninggal?Inul juga jadi histeris.Benigno memeluknya.
◆◆◆see you next eps◆◆◆
Eps 140 →Tabir Kepalsuan :The Wind of Renewal
→ TABIR KEPALSUAN → EPS 140→ The Wind of Renewal
→ Angin Pembaharuan
Kemarin Danang terkulai usai meminta maaf pada mamanya dan pada Irwan.
Tuhan masih baik memberi kesempatan dia hidup padahal ajaib lho masih bisa hidup dengan model kecelakaan kayak begitu.Tapi kemudian Danang terkulai tuh.
Mati atau pingsan ga kuat nahan sakit?Yuk kita tanya team medis aja....
→→TKP....
Inul pingsan lagi melihat Danang terkulai.Benigno segera membawanya ke mobil.
Inul mengira Danang telah tiada.Dengan kondisi begitu mengenaskan,
siapapun juga akan mengira begitu.Namun saat team medis memeriksa ternyata
Danang masih hidup.Irwan langsung sujud syukur mengetahuinya.
Irwan :'Terima kasih Tuhan,terima kasih...tak ada lagi yang bisa hamba ungkapkan
selain rasa syukur hamba atas kemurahan-Mu.'
Setelah melalui serangkaian proses yang rumit dan lumayan lama,
akhirnya Danang berhasil dievakuasi ke RS.Irwan jelas memilih RS yang terbaik dan memiliki peralatan medis yang canggih.Irwan naik ke mobil ambulance.
Diikuti Benigno yang bersama Inul.Inul masih sangat lemas karena shock.
Benigno :"Kak...kakak harus tabah....yang penting nyawa Danang masih tertolong.
Itu yang terpenting sekarang."
Inul mengangguk sambil menangis.
Inul :"Untung ada Irwan,ia jauh lebih tangguh dari aku...Irwan di ambulance itu yach?"
Benigno :"Iya kak...Irwan di sana.Sekarang kita berdoa saja semoga Danang bisa
bertahan."
Inul segera berdoa.Mendoakan putra sulungnya.Berdoa meminta keajaiban
bagi putra sulungnya itu.
Sementara Irwan terus mengenggam jemari Danang,darah
mengotori pakaiannya,"Bertahan kak!Kakak harus bertahan!Jangan tinggalkan kami,Kak!!"
Ambulance melaju menuju RS.Tentu saja RS yang sama dengan RS dimana
Evi dan Adi berada.Suara sirine baik dari ambulance maupun mobil polisi
membuat para pengguna jalan memberi jalan pada mereka.
Akhirnya tiba juga mereka di RS.Irwan segera mengikuti team medis yang
membawa Danang.Danang segera masuk UGD.Benigno dan Inul menyusul kemudian.
Perawat:"Maaf!Silahkan Anda tunggu di luar.Kami akan melakukan pemeriksaan."
Irwan :"Tolong lakukan apapun demi menyelamatkan kakak saya!Saya mohon!"
Dokter :"Tentu saja kami akan lakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan."
Benigno tiba bersama Inul,Irwan langsung memeluk Mamanya.
Inul :"Mama juga tak tega melihatnya sayang...."
Irwan :"Kak Danang Ma....kasihan dia...."
Irwan mengikuti nasehat pamannya,"Baiklah Om.Irwan akan menemui Evi dan membawakan pakaian ganti buat Mama juga.Ma...Irwan pergi dulu.Jika ada apa2
kabari Irwan yach?"
Benigno :"Wan,kamu ganti baju dulu saja.Kami akan jaga di sini."
Inul :"Pergilah sayang....kami pasti akan memberi perkembangan kakakmu."
Irwan melangkah menuju ruangan dimana Evi berada.Ia menelpon Evi,"Sayang..."
Irwan tak mampu menahan kepedihannya saat mendengar suara Evi,
"Ya Irwan...aku disini sayang..."
Irwan mengusap air matanya:"Kau dimana sayang...?"
Evi tahu Irwan bicara sambil menahan tangis,"Di kamar VIP sayang...Evan tidur.
Kasihan kalau digendong terus.Kamu baik2 saja?"
Irwan:"Aku segera ke sana...aku di RS sekarang...sebentar lagi aku sampai."
Irwan menutup hpnya dan melangkah dengan segera menuju ruang VIP class.
Evi terkejut saat melihat Irwan datang dengan pakaian bernoda darah,
ia hendak memeluk suaminya itu tapi Irwan mencegahnya,"Aku kotor,sayang...
kasihan Evan."
Evi segera mengambilkan pakaian ganti buat suaminya.
Aty menunggui Evan,saat Evi mengurusi keperluan Irwan.Evi menatap wajah suaminya,"Bersihkan dirimu,mandilah...setelah itu baru ceritakan semua."
Irwan menurut dan segera mandi.Selama Irwan mandi,Evi menyiapkan minuman
hangat untuk Irwan.Evi :"Kak Aty tolong jaga Evan dulu yach..."
Aty :"Ya Nyonya Muda.Nyonya Muda hibur Boss muda saja,saya akan jagai Boss Kecil.
Masalah silih berganti ya Nyonya Muda?Kasihan Boss Muda.Boss Muda butuh
Nyonya Muda saat ini."
Evi :"Terima kasih atas pengertiannya Kak Aty."
Usai mandi,Irwan membiarkan Evi menyisir rambutnya dan mengganti
perban di lehernya.Evi :"Minumlah sayang...teh itu menenangkan..."
Irwan :"Terima kasih sayang..."
Setelah selesai barulah Irwan meraih Evi dalam pelukannya,"Andai kau di sana tadi...
mungkin kau akan pingsan seperti Mama..."
Evi membelai punggung suaminya,"Pasti sangat tragis yach....sampai Mama pingsan...Lalu bagaimana?Apa kakakmu selamat?"
Irwan makin erat memeluk isterinya,"Syukur pada Tuhan atas hal itu...tapi kakinya..."
Evi :"Kakinya kenapa?"
Irwan memandang isterinya,"Kakinya yang kanan...kondisinya sangat parah...
aku ngeri melihatnya..."
Evi :"Bagaimana Mama?Dimana Mama?"
Irwan :"Mama masih shock...Berkali2 pingsan...Sekarang Mama di UGD,
bersama Om.O..iya pakaian Mama juga kotor,tolong siapkan pakaian ganti buat
Mama.Aku harus segera kembali ke UGD.Bagaimana Adi?Apa ada perkembangan?"
Evi :"Masih kritis...Malam ini malam berjaga2 bagi kita semua."
Irwan mendekati Evan,"Kau lahir di masa sulit dan penuh ujian putraku...
kau akan jadi anak yang kuat kelak.Papa sayang Evan...papa kangen dengan Evan..."
Evi menyerahkan tas berisi pakaian ganti buat Inul pada Irwan.
Evi :"Kau harus jaga kesehatan...didalam tas juga ada makanan dan minuman
buat kalian bertiga."
Irwan membelai pipi Evan,"Aku tidak nafsu makan sayang..."
Evi :"Setidaknya makanlah sesuatu,walau cuma sedikit...biar perutnya isi.
Jangan sampai mengabaikan kesehatan.Kau seorang ayah sekarang.
Ingat Evan,ia pasti sedih jika papanya jatuh sakit."
Irwan memandang Evan yang membuka matanya,"Halo Evan sayang...
kangen papa ya?"
Irwan lalu menggendong Evan sebentar,"Walaupun kau masih kecil tapi
kau memberi papa kekuatan yang besar untuk tetap tabah menghadapi semuanya.
Evan papa..."
Hp Irwan bunyi,Inul menelpon.Irwan menyerahkan Evan pada Evi,"Ya Ma?"
Inul :"Segeralah kemari sayang...bantu Mama memutuskan sesuatu mengenai kakakmu...cepat ya Irwan."
Irwan menjawab,"Baik Ma.Irwan segera ke sana."
Irwan mencium kening isterinya dan kening Evan,"Aku harus pergi.
Kak Aty titip mereka yach?.."
Aty menjawab,"Iya Boss Muda,saya akan jaga Nyonya Muda dan Boss Kecil."
Irwan membelai pipi isterinya lalu melangkah pergi dikawal bodyguard.
Apa yang terjadi pada Danang?***see you next eps***