TABIR kEPALSUAN
EPS 131-140 SESSION-BROTHER-
Eps 131?|? Tabir Kepalsuan :There Is Hope
?£? Eps 131 Tabir Kepalsuan?₩? There Is Hope = Masih Ada Harapan
?@? Di Rumah Sakit....
Evi tak rela melepas jemari Irwan,hatinya hancur melihat pria yang ia cintai melangkah mendekati
bahaya.Evan nangis kenceng seakan tak terima jika harus kehilangan sang ayah di usia begitu dini.
Danang terfokus pada Irwan sehingga ia tak memperhatikan gerakan Adi.
Danang :"Sudah!Cepetan!!Lemot amat!"
Danang melepaskan Mamanya dan hendak meraih Irwan tapi Adi segera menyergapnya.
Danang jadi kaget dan menyabetkan pisaunya sekenanya.Irwan :"Acckk..."
Leher Irwan terkena dan darah mengalir.Evi segera menjerit,"Irwan!!"
Adi dan Danang terus berkelahi memperebutkan pisau.Irwan memegang lehernya yang tergores.Benigno yang melihat Irwan terluka segera memanggil team medis,"Cepat ada yang terluka!"
Evi mendekati Irwan,"Suamiku kau tidak apa2?"
Irwan segera menjauhkan Evi dari Adi dan Danang,"Hanya tergores,sayang.Aku tidak apa2."
Adi terus mencoba merebut pisau di tangan Danang,"Kau ini kenapa selalu menyakiti keluargamu sendiri?"
Danang,"Kau ini orang luar!Jangan ikut campur intern keluargaku!!"
Evan diem digendong Inul,"Ga pa pa Aty.Evan sayang... "
Aty menyerahkan Evan pada Inul:"Nyonya Ratu tidak apa2?"
untung papa kamu cuma tergores sayang...dokter sedang menanganinya.
Jangan nangis lagi ya sayang....iya...iya..."
Aty heran,"Lha Tuan Danang nyandera siapa lagi Nyonya Ratu?"
Inul :"Danang lagi berkelahi sama Adi.Adilah yang menggagalkan niat Danang untuk menyandera Irwan.
Semoga Adi gpp."
Aty jadi cemas begitu nama Adi disebut,"Nyonya...saya mau lihat keluar dulu!"
Inul :"Aty hati2!"
Aty merasa cemas,'Tuhan,lindungi Adi.Walau ia suka bertingkah aneh dan bikin aku kesel,
tapi aku tak mau Adi terluka.'
Adi dan Danang makin seru berkelahi,namun Danang yang kesal melihat rencananya berantakan
ditangan mantan kroninya sendiri,semakin membabi buta dan akhirnya berhasil menusuk Adi di perutnya,
"Jep!"
Adi memegangi perutnya yang tertusuk,"Kau??..."
Danang segera mencabut pisaunya,darah mengalir dari perut Adi.Aty yang melihat menjerit,"Adi!!"
Danang malah menyandera Aty,"Kalian jangan mendekat!!Atau Aty akan jadi korban selanjutnya!!"
Adi yang mulai sempoyongan melihat Aty disandera coba mengejar Danang,"Lepaskan dia!Aty...Aty!"
Benigno menahan langkah Adi,"Di,kamu berdarah Di!Dokter cepat tolong teman saya ini!
Disini ada yang terluka tusuk.Cepat!!"
Adi semakin nanar pandangannya,"Aty...cepat kejar Danang Pak...Selamatkan Aty...jangan hiraukan saya
...saya sudah banyak berbuat jahat...tolong Aty saja...saya...saya..."
Adi tak kuat lagi,ia pingsan.Team medis segera membawa Adi ke ruang periksa.
Dokter:"Korban mengeluarkan banyak darah segera bawa ke ruang operasi!!"
Benigno :"Lakukan apapun untuk menyelamatkan dia Dok!Saya yang akan tanggung semua biayanya."
Dokter :"Tentu kami akan lakukan yang terbaik.Kami juga sudah menghubungi polisi atas insiden ini."
Dokter segera menuju ruang operasi.Benigno segera mengkoordinir teamnya untuk bersiaga di
beberapa titik.Ada yang menjaga Irwan dan Evi yang sedang di ruang medis merawat luka gores
dileher Irwan.Lalu ada yang di kamar VIP menjaga Inul dan Evan yang meski diem tapi tetap
tak mau tidur.Gimana bisa tidur,papanya terluka.Lalu sebagian mengejar Danang yang menyandera Aty.
Ia sendiri menunggui Adi yang jelas kritis.Polisi mulai menuju ke lokasi.
Aty makin cemas dengan kondisi Adi,"Tuan Danang lepaskan Aty ya?....Aty kan selalu nurut sama
perintah Tuan."
Danang malah mengancam,"Bisa diam tidak?!Apa kau mau menyusul Adi ?Lihat darahnya masih
menempel di pisauku!Kalau kau berisik,mungkin pisauku ini akan semakin merah...
jadi sebaiknya kau diam!!"
Danang melangkah menuju lift,semua orang jadi heboh melihat pisau ditangan Danang.
Masih ada darahnya Adi dan Irwan.Wah Aty saja miris lihatnya.Danang :"Semua minggir!!
Jika ada yang berani macam2 wanita ini akan kugorok lehernya!!"
Waduh!!Gimana nasib Aty selanjutnya?Apakah nyawa Adi akan tertolong atau malah melayang?
***see you next eps***
Eps 132 ◀◀Tabir Kepalsuan : The Beauty of Old Men
◀ TABIR KEPALSUAN EPS 132
The Beauty of Old Men =Keindahan Orang Tua
Banyak yang geram dengan sikap Danang yang tak menghargai ibunya sendiri.
Tapi di kehidupan nyatapun masih banyak terjadi hal seperti itu.Berikut salah satu kisah nyata yang
terjadi di Taiwan.Sempat dipublikasikan lewat media cetak dan elektronik.Semoga kisah ini akan
menggugah nurani kita untuk lebih menyayangi orang tua kita.Saya akan kupas dalam segmen....
◀◀ Based On True Story....
Ada seorang pemuda di Taiwan,dia cerdas,rajin dan cukup cool.Setidaknya itu pendapat kaum hawa yang mengenal dia.Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja pada sebuah perusahaan swasta,dia
sudah dipromosikan ke posisi manager.Gajinyapun lumayan.Tempat tinggalnyapun tidak terlalu jauh dari kantor.Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia,terutama dari kalangan perempuan single.Bahkan putri owner perusahaan
tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus padanya.Dirumah pemuda itu ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru
mengering.Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang.Tergerai seadanya
sebatas pundak.Mukanya juga cacat seperti luka bakar.Wanita tua ini terlihat seperti
monster yang menakutkan.Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnyakalau tidak ada
keperluan penting.Siapakah wanita itu?
Dia adalah ibu kandung sang pemuda.Walau demikian,sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan
routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat,seperti membereskan rumah,pekerjaan dapur,
cuci mencuci dan lain2.Bahkan wanita itu juga selalu memberikan perhatian besar kepada anak tunggalnya.Namun kondisi fisik sang ibu yang menyeramkan itu membuat si pemuda cukup sulit mengakuinya.Setiap kali ada teman/kolega bisnis yang bertanya,"Siapa wanita cacat di rumahmu?"
.Sang pemuda selalu menjawab,"Dia itu pembantu ibuku dulu sebelum meninggal.
Dia tidak punya saudara,jadi kutampung,kasihan."
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang ibu.Tentu saja ibunya sedih sekali.
Tetapi ia tetap diam.Ia semakin jarang keluar dari kamarnya,takut anaknya sulit untuk menjelaskan
pertanyaan mengenai dirinya.Hari demi hari kemurungan sang ibu kian parah.Suatu hari ia jatuh sakit
cukup parah.Tidak kuat bangun dari ranjang.Si pemuda mulai kerepotan
mengurusi rumah,menyapu,mengepel,cuci pakaian,menyiapkan segala keperluan sehari2 yang
biasanya dikerjakan oleh ibunya.Ditambah harus menyiapkan obat2an buat sang ibu sebelum dan setelah
pulang kerja(di Taiwan sulit sekali cari pembantu,kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuatnya uring2an di rumah.Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak2 lemari ibunya,sang pemuda melihat sebuah box kecil.Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang.
Bukan berisi perhiasan seperti dugaannya.Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik.
Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah
menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran.Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan,
menutupi dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.Sang wanita
menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang,si pemuda cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik dalam foto dan siapa
wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu.Dia adalah ibu kandungnya sendiri.
Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.Spontan air matanya menetes keluar tanpa bisa
dibendung.Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut,sang pemuda langsung bersujud di
samping ranjang sang Ibu yang terbaring.Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon
ampun atas dosa2nya selama ini.Sang ibupun ikut menangis,terharu dengan ketulusan hati anaknya,
"Yang sudah2 Nak,Ibu sudah maafkan.Jangan diungkit lagi."
Setelah sembuh,sang pemuda bahkan berani membawa ibunya belanja ke supermarket.Walau menjadi pusat perhatian banyak orang,ia tetap tidak perduli.Sudahkah kita menghargai orang tua kita?
Tahukah kalian apakah keindahan orang tua?Jawabannya adalah uban.Kok uban?Uban adalah bukti
waktu dan pengalaman yang telah mereka lalui.Kita tak tahu apa saja yang telah mereka lalui demi
merawat dan membesarkan kita atau demi memenuhi keinginan kita.Ketidaktahuan pemuda tadi
membuatnya malu mengakui seorang pahlawan,seorang yang harusnya dipuji2 olehnya.
Biar bagaimanapun ibu kita tetaplah ibu kita,setiap orang akhirnya juga akan keriput dan jelek,mulailah lebih menyayangi mereka,jadilah generasi yang tahu berterima kasih maka Tuhan akan memberikan umur
panjang di tangan kananmu dan kehormatan di tangan kirimu.Wah coba Danang bisa sadar seperti
pemuda tadi yach?Pertanyaannya adalah masihkah ada kesempatan untuk itu?Ingat lagu ini?
/Bila masih mungkin kita menorehkan batin...Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas...
Mumpung masih ada kesempatan buat kita.../Masih ada waktu.Ebieth G.Ade
◀◀ Rumah sakit....
Irwan sudah diperban lehernya.Tentu saja ditunggui sang isteri tercinta.Siapa lagi kalau bukan Evi.Cie...
Evi tampak sangat cemas apalagi pas Irwan tersabet tadi.Hatinya langsung ikut terkoyak juga.Waduh...
.Dokter :"Untung lukanya tidak dalam,hampir saja kena nadinya.Sekarang sudah tidak apa2.."
Tiba2 ada perawat masuk,"Dok!Ada korban lagi Dok!Lebih parah!Dokter ditunggu diruang operasi!"
Dokter menggangguk,"Saya harus pergi.Ada kondisi darurat."
Irwan :"Iya Dok.Terima kasih."
Evi segera mendekati suaminya,diraihnya jemari Irwan sambil gemetar.Air matanya menggenang
dipelupuk matanya,Irwanpun bangun dan meraih Evi dalam pelukannya.Tangis Evi tumpah di sana.
Dipelukan sang suami tercinta.Evi :"Aku takut....hu...hu...aku takut kau meninggalkanku Irwan...
hiks...hiks..."
Irwan membelai punggung isterinya,"Iya...iya...aku tidak apa2...hanya tergores...Nanti juga sembuh...
aku disini sayang...aku tak akan meninggalkanmu..."
Evi mencium leher Irwan yang luka,"Leher ini nggak boleh luka lagi lho yach...aku nggak ijinin..."
Irwan menatap isterinya yang sedih,"Kita bukan Tuhan sayang,manusia hanya bisa berencana tapi
Tuhanlah yang menentukan.Kau jangan sedih lagi...setidaknya kita masih diberi kesempatan untuk hidup
bersama membesarkan buah hati kita...oh ya Evan mana?"
Evi membelai wajah suaminya,"Sama Mama.Mau kubawa sini?"
Irwan malah berdiri,"Tunggu sayang.Kondisinya sudah aman belum?"
Irwan menyuruh bodyguardnya melihat situasi.Rupanya ia malah kembali bersama Inul dan Evan.Wah Evan langsung nemplok mamanya.Irwan mengusap pipi tembem putranya itu,"Wajahnya sampai merah...
nangis terus yach...kasihan anak papa..."
Inul memeriksa kondisi Irwan,"Kamu gpp kan sayang?"
Irwan :"Sudah diobati kok Ma.Lukanya nggak dalam.Adi bagaimana Ma?"
Inul terdiam.Irwan makin cemas melihatnya,"Ma...Adi kenapa?"
Inul :"Adi tertusuk.Kondisinya kritis.Dokter sedang mencoba menyelamatkannya.Pamanmu menunggu di luar ruang operasi.Masalahnya sekarang adalah Aty Nak..."
Evi kini yang panik,"Kak Aty kenapa Ma?"
Inul :"Aty kini yang disandera Danang...Mama heran sama kakakmu itu...kerasukan apa dia?"
Irwan meraih Mamanya dalam pelukannya,"Sudah Mama...Mama yang tabah yach...
Sebaiknya kita menemui Om,sekalian kita mencari berita soal kak Aty.Ayo sayang..."
Merekapun melangkah menuju ruang operasi.Evan akhirnya tertidur juga lelah nangis terus,
sekarang energinya habis.Bobok dulu.Bobok manis.Lagian mama papanya ada disampingnya
jadi ia tenang.sekarang energinya habis.Bobok dulu.Bobok manis.Lagian mama papanya ada disampingnya
◀◀Ruang Operasi...
Team medis terus berusaha menyelamatkan nyawa Adi.
Dokter :"Tekanan darah bagaimana?"
Perawat :"Terus turun Dok."
Dokter :"Pasien harus segera mendapatkan transfusi darah.Segera siapkan!"
Perawat :"Baik Dok!"
Ternyata stock darah yang golongannya sama dengan Adi menipis.
Perawat memberitahukan semuanya pada dokter.
Dokter :"Beritahukan pada pihak keluarga pasien kemungkinan besar ada yang golongan
darahnya yang sama."
Perawat segera keluar memberitahukan kepada Benigno yang menunggu di luar.
Benigno :"Golongan darahnya apa Sus?" Perawat :"Golongan darahnya O."
Perawat :"Baiklah.Mari ikut saya."
Benigno :"Ambil darah saya saja,kebetulan golongan darah saya O."
Benigno berjalan mengikuti perawat untuk diperiksa darahnya.Saat itulah mereka
bertemu Irwan,Inul,Evi dan Evan.
Irwan langsung bertanya,"Bagaimana kondisi Adi, Om?"
Benigno :"Adi tertusuk di perut.Ia kehilangan banyak darah.Ia butuh donor darah.
Kebetulan darah Om sama golongannya dengan dia."
Irwan :"Jika masih kurang,Irwan juga bersedia diperiksa darahnya."
Inul :"Saya juga Sus.Saya bersedia mendonorkan darah saya.Golongan darah saya kan
sama dengan adik saya ini."
Perawatnya kagum,"Wah pasien beruntung punya keluarga yang perhatian semua.
Baiklah saya akan lihat nanti.Saat ini saya akan periksa Bapak ini dulu."
Andai saja perawatnya tahu bahwa Adi itu tak ada hubungan darah dengan keluarga
Sutedja pasti ia akan makin kagum.Terkadang seorang teman bisa lebih dari seorang saudara.
Keadaan Adi makin mengkhawatirkan,untunglah banyak yang menyayanginya.
Sekarang kita absen pasien selanjutnya:Aty.
◀◀Halaman luar RS....
Orang2 menyingkir dari Danang yang membawa Aty mendekati dimana mobilnya berada.
Mobil polisi juga sudah mulai berdatangan.Para wartawan dan reporter pun tak mau
ketinggalan.Wah melihat polisi Danang mulai panik,ia makin waspada.
Danang :"Kalian jangan macam!!Minggir semua!!"
Danang membawa Aty mendekati mobilnya,namun ia kesal karena ban
mobilnya kempes,"Sial!Siapa berani gembosi ban mobil aku?"
Aty :"Pak Polisi tolong saya Pak!!"
Danang :"Aacckk!!Aty sini kau!!"
Saat itulah Aty menggigit tangan Danang dan segera berlari ke arah para bodyguard.
Para bodyguard segera melindungi Aty.Danang melihat para polisi mulai mendekat.
Apakah yang akan dilakukan Danang?Akan masuk penjarakah ia?***see you next eps***
Eps 133 ■$■ Tabir Kepalsuan : Who Knowest If
■$■ Who Knowest If = Siapa Mengetahui Jika....
/I can see the pain living in your eyes.(Aku dapat melihat penderitaan di matamu)...
And I know how hard you try(Dan aku tahu betapa sulit kau mencobanya)....
You deserve to have so much more(Kau pantas mendapatkan yang jauh lebih baik)....
I can feel your heart and I sympathize(Aku dapat mengerti perasaanmu dan bersimpati)....
And I'll never criticize all you've ever meant to my life
(Dan aku takkan pernah mengkritik semua yang kauberikan pada hidupku...)/
Goodbye by Air Supply.
/Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu...
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung....Hanya atas kasih-Nya hanya atas kehendak-Nya kita masih bertemu matahari...
Kepada rumpun ilalang kepada bintang gemintang.../Masih Ada Waktu.Ebieth G.Ade.