☆☆ BANDARA NGURAH RAI....
Sebuah pesawat mendarat dengan selamat,tampak diantara penumpang seorang wanita berkaca mata hitam.Cukup aneh juga malam2 pakai kaca mata hitam,mantel tebal dan pengawal di kanan kirinya.Langkahnya cepat seakan tak ingin berlama2 dibandara.Namun tetap saja para insan media tahu kedatangannya di Bali,"Permaisuri Inul,apakah kedatangan Anda ada hubungannya dengan putra Anda?Berarti benar bahwa Pangeran Irwan masih belum ditemukan?"
Inul menjawab dengan diplomatis,"Putra saya baik2 saja.Saya kemari sebagai seorang ibu.Maaf saya harus segera pergi."
Inul segera masuk ke sebuah mobil yang dijaga ketat sehingga awak media tak bisa mendekatinya.Mobil itupun segera pergi.
★★ DENGAN ISDA...
Berita kedatangan Inul ke Bali jelas menyedot perhatian wanita ini.Ia nampak berpikir keras bagaimana bisa memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya.Mondar-mandir dia didepan tv LED 32 inch yang ada di kamar hotelnya. 'Wanita itu datang ke Bali.Dia pasti tahu kalau aku juga ada di sini.Dia pasti mengira aku akan segera pergi dari Bali begitu dia kemari.Dia salah!Justru aku akan memanfaatkan media untuk memperkenalkan putraku,putra mahkota yang seharusnya.Aku akan menantangnya untuk menunjukkan dimana Pangeran Irwan dan putri mahkota berada sesungguhnya.' Isda sempat ragu,'Tapi aku harus meyakinkan Hazman dulu.Anak itu sayangnya tidak mewarisi sifatku.Dia harus di push terus.Tapi aku tahu kuncinya adalah putri mahkota.Aku tahu Hazman suka padanya.'
♡♡ LOSMEN ...
Tejo terus kepikiran soal tamunya yang mirip dengan Pangeran Sumenep.Didekatinya kamarnya,'Benarkah dia itu bernama Wandi?Tapi zaman sekarang orang mirip juga banyak.Lagian aku seorang receptionist.Tugasku melayani tamu dengan baik.Bukan polisi atau detektif seperti di film2.Ya kalau dugaanku bener kalau salah?Bisa kapok tamunya kemari lagi.Biarin aja deh.Lagian ngapain seorang pangeran kelayapan bawa motor?Paling hanya mirip aja.'
Akhirnya Tejo kembali ke lobby. Sementara itu dalam tidurnya tanpa sadar Evi malah kian nempel ke Irwan.Menyembunyikan wajahnya di dada pangeran Sumenep itu.Bau tubuh Irwan justru membuatnya merasa nyaman.Irwan sendiri malah memeluk Evi.Keduanya tidur dengan lelap seakan tidur di istana saja. Sorry ya saya harus kerja***see you next eps***
Sebuah pesawat mendarat dengan selamat,tampak diantara penumpang seorang wanita berkaca mata hitam.Cukup aneh juga malam2 pakai kaca mata hitam,mantel tebal dan pengawal di kanan kirinya.Langkahnya cepat seakan tak ingin berlama2 dibandara.Namun tetap saja para insan media tahu kedatangannya di Bali,"Permaisuri Inul,apakah kedatangan Anda ada hubungannya dengan putra Anda?Berarti benar bahwa Pangeran Irwan masih belum ditemukan?"
Inul menjawab dengan diplomatis,"Putra saya baik2 saja.Saya kemari sebagai seorang ibu.Maaf saya harus segera pergi."
Inul segera masuk ke sebuah mobil yang dijaga ketat sehingga awak media tak bisa mendekatinya.Mobil itupun segera pergi.
★★ DENGAN ISDA...
Berita kedatangan Inul ke Bali jelas menyedot perhatian wanita ini.Ia nampak berpikir keras bagaimana bisa memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya.Mondar-mandir dia didepan tv LED 32 inch yang ada di kamar hotelnya. 'Wanita itu datang ke Bali.Dia pasti tahu kalau aku juga ada di sini.Dia pasti mengira aku akan segera pergi dari Bali begitu dia kemari.Dia salah!Justru aku akan memanfaatkan media untuk memperkenalkan putraku,putra mahkota yang seharusnya.Aku akan menantangnya untuk menunjukkan dimana Pangeran Irwan dan putri mahkota berada sesungguhnya.' Isda sempat ragu,'Tapi aku harus meyakinkan Hazman dulu.Anak itu sayangnya tidak mewarisi sifatku.Dia harus di push terus.Tapi aku tahu kuncinya adalah putri mahkota.Aku tahu Hazman suka padanya.'
♡♡ LOSMEN ...
Tejo terus kepikiran soal tamunya yang mirip dengan Pangeran Sumenep.Didekatinya kamarnya,'Benarkah dia itu bernama Wandi?Tapi zaman sekarang orang mirip juga banyak.Lagian aku seorang receptionist.Tugasku melayani tamu dengan baik.Bukan polisi atau detektif seperti di film2.Ya kalau dugaanku bener kalau salah?Bisa kapok tamunya kemari lagi.Biarin aja deh.Lagian ngapain seorang pangeran kelayapan bawa motor?Paling hanya mirip aja.'
Akhirnya Tejo kembali ke lobby. Sementara itu dalam tidurnya tanpa sadar Evi malah kian nempel ke Irwan.Menyembunyikan wajahnya di dada pangeran Sumenep itu.Bau tubuh Irwan justru membuatnya merasa nyaman.Irwan sendiri malah memeluk Evi.Keduanya tidur dengan lelap seakan tidur di istana saja. Sorry ya saya harus kerja***see you next eps***
Eps 38 RATU HATIKU : Bring The Golden ( Bawa Emasnya )
¤`¤` HOTEL DIMANA KELUARGA KERAJAAN SUMENEP MENGINAP...
Mobil mewah Inul memasuki kawasan hotel.Keluar dari mobil,permaisuri Sumenep itu nampak melepas kaca mata hitamnya.Dilihatnya para pengawal di sekelilingnya dengan tatapan tajam.Samuel juga ikut bersamanya.Inul berkata pada Samuel,"Suruh penanggung jawab keamanan di sini menghadap saya." Samuel segera menjawab,"Baik Permaisuri."
Rosalina menyambut ibundanya,"Bunda!Ayahanda tidak ikut Bunda?"
Inul memeluk putri sulungnya itu,"Kamu gpp kan sayang?Adikmu kirim pesan lagi ga?"
Rosalina tahu betapa cemasnya ibundanya itu,"Bunda tenang ya..Irwan bukan tipe tidak bisa diandalkan.Jika dia bilang akan kembali maka dia pasti akan kembali."
Inul menarik nafas pelan,"Ibunda tahu itu tapi masalahnya lebih pelik sayang.Sebaiknya kita bicara ini nanti saja.Ibunda ada urusan yang harus diselesaikan dulu."
Rosalina mengangguk,'Ibu memang wanita tegar bahkan terkadang aku lebih merasa ibulah yang lebih pusing memikirkan kerajaan daripada Yang Mulia ayahanda.Dulu kupikir ibu lebih sayang pada gelar permaisurinya daripada anak2nya namun sebenarnya setiap kedisiplinannya dalam mendidik aku dan Irwan adalah karena ibu ingin yang terbaik bagi kami.'
Ikif mengajak Rosalina masuk sedang Inul marah besar dengan team keamanan karena bisa kecolongan sampai kehilangan jejak putranya. Inul melihat pada Samuel,"Saat ini aku serahkan soal keamanan kepadamu Samuel.Aku tidak percaya dengan kinerja mereka lagi,kau ambil alih semuanya.Oh ya setelah kau bicara dengan mereka.Ada yang ingin kubicarakan denganmu.Aku akan ke kamar putriku."
Samuel memberi hormat melepas Inul keluar ruangan.Ia lalu menatap pada team pengawalan,"Kalian tahu Permaisuri sedang marah.Beliau mempercayakan putra mahkota kerajaan ke tangan kalian tapi kalian membuatnya kecewa.Kalian harus menemukan putra dan putri mahkota secepatnya!"
Samuel melihat laporan mereka,"Di sini disebutkan bahwa motor yang semula direncanakan untuk dipakai Putra Mahkota jalan2 tidak ada.Bukankah kuncinya hanya dipegang oleh Putra Mahkota?Jika dibuka paksa maka pasti motor itu akan mengeluarkan bunyi yang sangat keras.Itu artinya Putra Mahkotalah yang membawa motor itu.Motor itu pastinya dirancang dengan alat pelacak juga bukan?"
Malam itu juga Samuel membagi tugas untuk melacak keberadaan Irwan dan Evi lewat alat pelacak yang ada di motor yang dipakai Irwan pergi dari lokasi peledakan.Samuel membagi team keamanan menjadi dua.Satu regu untuk pencarian,satunya lagi untuk pengamanan media.Rupanya Inul memikirkan jauh dari ekspektasi,Inul tahu media akan dimanfaatkan Isda untuk mempermalukan putranya. Inul meminta secara khusus kepada Samuel untuk lebih mewaspadai setiap gerakan Isda. Dugaan Inul benar karena malam itu juga Isda mengumpulkan semua kroni2nya untuk aksi selanjutnya.
Mobil mewah Inul memasuki kawasan hotel.Keluar dari mobil,permaisuri Sumenep itu nampak melepas kaca mata hitamnya.Dilihatnya para pengawal di sekelilingnya dengan tatapan tajam.Samuel juga ikut bersamanya.Inul berkata pada Samuel,"Suruh penanggung jawab keamanan di sini menghadap saya." Samuel segera menjawab,"Baik Permaisuri."
Rosalina menyambut ibundanya,"Bunda!Ayahanda tidak ikut Bunda?"
Inul memeluk putri sulungnya itu,"Kamu gpp kan sayang?Adikmu kirim pesan lagi ga?"
Rosalina tahu betapa cemasnya ibundanya itu,"Bunda tenang ya..Irwan bukan tipe tidak bisa diandalkan.Jika dia bilang akan kembali maka dia pasti akan kembali."
Inul menarik nafas pelan,"Ibunda tahu itu tapi masalahnya lebih pelik sayang.Sebaiknya kita bicara ini nanti saja.Ibunda ada urusan yang harus diselesaikan dulu."
Rosalina mengangguk,'Ibu memang wanita tegar bahkan terkadang aku lebih merasa ibulah yang lebih pusing memikirkan kerajaan daripada Yang Mulia ayahanda.Dulu kupikir ibu lebih sayang pada gelar permaisurinya daripada anak2nya namun sebenarnya setiap kedisiplinannya dalam mendidik aku dan Irwan adalah karena ibu ingin yang terbaik bagi kami.'
Ikif mengajak Rosalina masuk sedang Inul marah besar dengan team keamanan karena bisa kecolongan sampai kehilangan jejak putranya. Inul melihat pada Samuel,"Saat ini aku serahkan soal keamanan kepadamu Samuel.Aku tidak percaya dengan kinerja mereka lagi,kau ambil alih semuanya.Oh ya setelah kau bicara dengan mereka.Ada yang ingin kubicarakan denganmu.Aku akan ke kamar putriku."
Samuel memberi hormat melepas Inul keluar ruangan.Ia lalu menatap pada team pengawalan,"Kalian tahu Permaisuri sedang marah.Beliau mempercayakan putra mahkota kerajaan ke tangan kalian tapi kalian membuatnya kecewa.Kalian harus menemukan putra dan putri mahkota secepatnya!"
Samuel melihat laporan mereka,"Di sini disebutkan bahwa motor yang semula direncanakan untuk dipakai Putra Mahkota jalan2 tidak ada.Bukankah kuncinya hanya dipegang oleh Putra Mahkota?Jika dibuka paksa maka pasti motor itu akan mengeluarkan bunyi yang sangat keras.Itu artinya Putra Mahkotalah yang membawa motor itu.Motor itu pastinya dirancang dengan alat pelacak juga bukan?"
Malam itu juga Samuel membagi tugas untuk melacak keberadaan Irwan dan Evi lewat alat pelacak yang ada di motor yang dipakai Irwan pergi dari lokasi peledakan.Samuel membagi team keamanan menjadi dua.Satu regu untuk pencarian,satunya lagi untuk pengamanan media.Rupanya Inul memikirkan jauh dari ekspektasi,Inul tahu media akan dimanfaatkan Isda untuk mempermalukan putranya. Inul meminta secara khusus kepada Samuel untuk lebih mewaspadai setiap gerakan Isda. Dugaan Inul benar karena malam itu juga Isda mengumpulkan semua kroni2nya untuk aksi selanjutnya.
¤¤ HOTEL DIMANA ISDA BERADA...
Seorang pria setengah baya nampak tertawa bersama Isda,"Saya sudah jenuh dengan gaya kepemimpinan Yang Mulia Benigno.Dia membatasi anggaran,banyak dana difokuskan pada pembangunan infrastruktur.Semua ini sungguh membuat saya tak seleluasa dulu kala mendiang Raja terdahuli berkuasa."
Isda mesem,"Tenang saja.Putra saya akan segera mengambil alih perhatian media.Besok kita akan memakai media untuk menjatuhkan wibawa kerajaan.Apakah mereka bisa mengelak kali ini.Ha..ha.." Isda memang telah meyakinkan Hazman bahwa ia hanya ingin diakui saja oleh pihak kerajaan Sumenep dan Isda juga berjanji satu hal kepada Hazman,"Mama hanya ingin kau mendapatkan hakmu sebagai penerus tahta tertua.Kau adalah putra kakak Raja yang sekarang.Jadi sebenarnya yang seharusnya dijodohkan dengan Putri Mahkota adalah kau,Hazman.Jika mama bisa kembali ke istana Sumenep maka Mama bisa membatalkan perjodohan antara sepupumu dan gadis yang kaucintai itu.Bagaimana?Kau akan membantu Mama bukan?"
Hazman juga dibujuk oleh Ega,"Kehilangan orang yang kita sayang itu sangat menyakitkan Pangeran Hazman.Jangan sampai kau seperti diriku.Telah kehilangan pria yang kucintai karena aku mengira diriku ini tak layak untuk mendapatkannya.Aku memang dari keluarga berada tapi aku bukan bangsawan.Itulah kenapa aku menolak Irwan dulu.Aku tak mau hidup terkekang di istana.Aku ingin bebas dan menjadi seorang penari profesional hingga aku mengetahui soal perjodohan Irwan dengan gadis biasa.Aku baru sadar betapa berharganya Irwan bagiku.Namun hati Irwan terlanjur terluka.Ia menutup diri dariku.Selagi pernikahan belum dilangsungkan kejarlah cintamu Pangeran Hazman." Hazman akhirnya terbujuk dan menurut saja pada mamanya.
Seorang pria setengah baya nampak tertawa bersama Isda,"Saya sudah jenuh dengan gaya kepemimpinan Yang Mulia Benigno.Dia membatasi anggaran,banyak dana difokuskan pada pembangunan infrastruktur.Semua ini sungguh membuat saya tak seleluasa dulu kala mendiang Raja terdahuli berkuasa."
Isda mesem,"Tenang saja.Putra saya akan segera mengambil alih perhatian media.Besok kita akan memakai media untuk menjatuhkan wibawa kerajaan.Apakah mereka bisa mengelak kali ini.Ha..ha.." Isda memang telah meyakinkan Hazman bahwa ia hanya ingin diakui saja oleh pihak kerajaan Sumenep dan Isda juga berjanji satu hal kepada Hazman,"Mama hanya ingin kau mendapatkan hakmu sebagai penerus tahta tertua.Kau adalah putra kakak Raja yang sekarang.Jadi sebenarnya yang seharusnya dijodohkan dengan Putri Mahkota adalah kau,Hazman.Jika mama bisa kembali ke istana Sumenep maka Mama bisa membatalkan perjodohan antara sepupumu dan gadis yang kaucintai itu.Bagaimana?Kau akan membantu Mama bukan?"
Hazman juga dibujuk oleh Ega,"Kehilangan orang yang kita sayang itu sangat menyakitkan Pangeran Hazman.Jangan sampai kau seperti diriku.Telah kehilangan pria yang kucintai karena aku mengira diriku ini tak layak untuk mendapatkannya.Aku memang dari keluarga berada tapi aku bukan bangsawan.Itulah kenapa aku menolak Irwan dulu.Aku tak mau hidup terkekang di istana.Aku ingin bebas dan menjadi seorang penari profesional hingga aku mengetahui soal perjodohan Irwan dengan gadis biasa.Aku baru sadar betapa berharganya Irwan bagiku.Namun hati Irwan terlanjur terluka.Ia menutup diri dariku.Selagi pernikahan belum dilangsungkan kejarlah cintamu Pangeran Hazman." Hazman akhirnya terbujuk dan menurut saja pada mamanya.
@@ LOSMEN KEESOKAN HARINYA....
Udara pagi terasa gerah.Irwan masih pulas,Evi tumben bangun pagj.Kaget juga dia kala bangun,'Astaga!Kenapa aku bisa tidur sambil meluk Irwan gini?Pakai acara ngiler lagi.Aduh..' Sementara Irwan nampak gelisah dalam tidurnya.Irwan kenapa ya?***see you next eps***
Udara pagi terasa gerah.Irwan masih pulas,Evi tumben bangun pagj.Kaget juga dia kala bangun,'Astaga!Kenapa aku bisa tidur sambil meluk Irwan gini?Pakai acara ngiler lagi.Aduh..' Sementara Irwan nampak gelisah dalam tidurnya.Irwan kenapa ya?***see you next eps***
Eps 39 ♡ RATU HATIKU : Brother
♡♡ LOSMEN DI BALI...
Irwan gelisah dalam tidurnya,rupanya ia bermimpi dalam tidurnya.Evi jadi cemas dan segera membangunkannya,"Wan,bangun Wan..."
Dipegangnya dahi pangeran Sumenep itu,"Ga panas.Berarti cuma mimpi buruk saja kali."
Akhirnya Irwan bangun juga,"Aahh...aku mimpi gunung meletus Vi."
Evi mengambilkan minum,"Ampun sampai keringatan gini.Minum dulu.Baru cerita mimpinya..." Irwan menurut,ia senang melihat Evi nampak mencemaskannya.Malah minum sambil senyum2 dia.Evi yang mengusap keringatnya jadi heran,"Katanya mimpi seram kok malah jadi senyum2?Mimpinya ganti jadi komedi ya?Atau kamu sengaja ngerjain aku ya?"
Melihat Evi ngambek,Irwan segera meraih jemari Evi,"Siapa juga ngerjain kamu.Aku emang mimpi buruk.Kalau ga mana mungkin aku keringatan kayak gini."
Evi melihat ke arah pria yang kini mengisi hatinya itu,ia lalu duduk mendengarkan Irwan cerita.Irwan lega Evi ga ngambek lagi,"Aku melihat awan gelap dan sebuah gunung meletus.Kayaknya bakal ada bencana alam deh Vi.Soalnya aku dulu juga pernah mimpi kayak gini saat melakukan kunjungan gitu.Ikut Ayahandaku,ke Bangladesh waktu itu aku mimpi banjir waktu itu dan kejadian ga lama selang berapa hari aja."
Aneh juga dengernya tapi Evi coba memahami,"Kamu kayak diberi firasat gitu ya?Tapi setahuku Bali itu dah lama ga denger soal bencana alam deh..."
Irwan melihat ke jam dinding,"Iya kamu benar Vi.Lagian gunung yang pernah meletus di Bali ya Gunung Agung itu.Dah lama ga denger soal erupsi lagi.Ya udah kamu mandi dulu gih.Kita mau jalan2 lagi keliling Bali kan?"
Evi gantian yang menurut sampai Irwan tersenyum sendiri melihat Evi pergi ke kamar mandi,'Tumben dia ga bantah omonganku?Diajarin apa sama Kak Rosalina ya?'
Sementara itu Tejo datang,"Selamat pagi Mas...Saya bawakan sarapan.Sekalian saya mau nanya sesuatu nih."
Irwan heran,"Nanya apa Mas Tejo?Kayaknya kok ragu2 gitu.Ada apa Mas?Soal biaya kamar ya?" Irwan segera mengambil uang kontan yang ia miliki,"Ini mas uangnya.Kurang tidak?"
Tejo jadi ga enak,"Ya ampun Mas ini kebanyakan.Kayak Mas nginap di hotel bintanf lima aja.Ini losmen kok Mas,segini aja dah cukup sekalian uang makannya."
Irwan kagum pada pria didepannya,"Mas ini orang jujur ya.Ga manipulatif meski ada kesempatan.Saya yakin Mas akan cocok sekali jadi Manager Hotel Berbintang."
Tejo tertawa,"Mas ini ada2 saja,saya ini orang kecil Mas hitung2 kecil juga.Ga ngimpi muluk2 Mas.Oh jadi inget saya mau nanya apa ke mas..."
Irwan mendengarkan,"Ya mas mau nanya apa?"
Tejo akhirnya memberanikan diri,"Itu Mas ehm soal wajah Mas itu..."
Irwan meraba wajahnya,"Emang kenapa wajah saya Mas?Oh...saya tahu saya emang belum mandi sih jadi emang kucel..."
Tejo segera meralat,"Bukan soal kucel Mas.Mas ini meski belum mandi tetap ganteng kok.Bahkan sampai mirip kayak...Pangeran Irwan dari Sumenep."
Terdengar suara orang kaget,"Hahh...!"
Irwan dan Tejo sontak menoleh ke arah sumber suara,tampak Evi berdiri di depan pintu dengan wajah galau.Tejo malah jadi heran,"Kenapa mb?"
Irwan memberi kode ke Evi,Evi segera mengerti dan berkata,"Dia kayak Pangeran?Hihi..hihi..Mas bisa saja."
Irwan pingin ketawa tapi juga pingin marahi Evi tapi dia menahan semuanya,'Awas saja ntar...hmm.' Evi mencoba mengalihkan perhatian Tejo,"Wan,mandi sana gih.Bau acem tahu...Pangeran mana yang bau acem gini..."
Irwan pergi ke kamar mandi.Sementara Tejo memilih pergi juga,"Ya udah mb,saya permisi dulu mau operan shift dulu.Mari."
Tejo berpikir,'Mas Wandi itu emang mirip banget sama Pangeran dari Sumenep itu.Tapi dia kok ga merasa ya...Mungkin emang mirip aja kali.'
Sementara itu Irwan malah ingin segera meninggalkan losmen itu,'Bahaya kalau disini lebih lama,Mas Tejo mulai curiga kayaknya.Sebaiknya cepat pergi saja.'
Akhirnya pergi juga mereka dari Losmen itu.Tak lama setelah mereka pergi,ada mobil datang.Tejo kaget sekali karena orang2 berpakaian rapi dan necis yang keluar dari mobil itu menanyakan kepadanya soal tamu yang datang ke Losmen,"Apakah ada tamu yang kemari dengan memakai motor sport warna hijau?"
Tejo gugup juga menjawab,"Motornya seperti apa ya Pak?"
"Seperti ini Mas.Apa mas lihat?"
Tejo terpana,'Astaga ini kan motor milik Mas Wandi ya?'
Tejo bertanya,"Kalau boleh tahu bapak2 ini siapa ya?"
Manager losmen datang,"Maafkan karyawan saya Pak!Mari2 silakan masuk!"
Tejo malah disuruh pulang sama bossnya,"Kamu mending pergi sana!Ngapain masih di sini?Jam kerja kamu kan udah habis!"
Tejopun pergi dengan penuh tanda tanya,'Siapa ya mereka?'
Siapakah orang2 itu?***see you next eps***
Irwan gelisah dalam tidurnya,rupanya ia bermimpi dalam tidurnya.Evi jadi cemas dan segera membangunkannya,"Wan,bangun Wan..."
Dipegangnya dahi pangeran Sumenep itu,"Ga panas.Berarti cuma mimpi buruk saja kali."
Akhirnya Irwan bangun juga,"Aahh...aku mimpi gunung meletus Vi."
Evi mengambilkan minum,"Ampun sampai keringatan gini.Minum dulu.Baru cerita mimpinya..." Irwan menurut,ia senang melihat Evi nampak mencemaskannya.Malah minum sambil senyum2 dia.Evi yang mengusap keringatnya jadi heran,"Katanya mimpi seram kok malah jadi senyum2?Mimpinya ganti jadi komedi ya?Atau kamu sengaja ngerjain aku ya?"
Melihat Evi ngambek,Irwan segera meraih jemari Evi,"Siapa juga ngerjain kamu.Aku emang mimpi buruk.Kalau ga mana mungkin aku keringatan kayak gini."
Evi melihat ke arah pria yang kini mengisi hatinya itu,ia lalu duduk mendengarkan Irwan cerita.Irwan lega Evi ga ngambek lagi,"Aku melihat awan gelap dan sebuah gunung meletus.Kayaknya bakal ada bencana alam deh Vi.Soalnya aku dulu juga pernah mimpi kayak gini saat melakukan kunjungan gitu.Ikut Ayahandaku,ke Bangladesh waktu itu aku mimpi banjir waktu itu dan kejadian ga lama selang berapa hari aja."
Aneh juga dengernya tapi Evi coba memahami,"Kamu kayak diberi firasat gitu ya?Tapi setahuku Bali itu dah lama ga denger soal bencana alam deh..."
Irwan melihat ke jam dinding,"Iya kamu benar Vi.Lagian gunung yang pernah meletus di Bali ya Gunung Agung itu.Dah lama ga denger soal erupsi lagi.Ya udah kamu mandi dulu gih.Kita mau jalan2 lagi keliling Bali kan?"
Evi gantian yang menurut sampai Irwan tersenyum sendiri melihat Evi pergi ke kamar mandi,'Tumben dia ga bantah omonganku?Diajarin apa sama Kak Rosalina ya?'
Sementara itu Tejo datang,"Selamat pagi Mas...Saya bawakan sarapan.Sekalian saya mau nanya sesuatu nih."
Irwan heran,"Nanya apa Mas Tejo?Kayaknya kok ragu2 gitu.Ada apa Mas?Soal biaya kamar ya?" Irwan segera mengambil uang kontan yang ia miliki,"Ini mas uangnya.Kurang tidak?"
Tejo jadi ga enak,"Ya ampun Mas ini kebanyakan.Kayak Mas nginap di hotel bintanf lima aja.Ini losmen kok Mas,segini aja dah cukup sekalian uang makannya."
Irwan kagum pada pria didepannya,"Mas ini orang jujur ya.Ga manipulatif meski ada kesempatan.Saya yakin Mas akan cocok sekali jadi Manager Hotel Berbintang."
Tejo tertawa,"Mas ini ada2 saja,saya ini orang kecil Mas hitung2 kecil juga.Ga ngimpi muluk2 Mas.Oh jadi inget saya mau nanya apa ke mas..."
Irwan mendengarkan,"Ya mas mau nanya apa?"
Tejo akhirnya memberanikan diri,"Itu Mas ehm soal wajah Mas itu..."
Irwan meraba wajahnya,"Emang kenapa wajah saya Mas?Oh...saya tahu saya emang belum mandi sih jadi emang kucel..."
Tejo segera meralat,"Bukan soal kucel Mas.Mas ini meski belum mandi tetap ganteng kok.Bahkan sampai mirip kayak...Pangeran Irwan dari Sumenep."
Terdengar suara orang kaget,"Hahh...!"
Irwan dan Tejo sontak menoleh ke arah sumber suara,tampak Evi berdiri di depan pintu dengan wajah galau.Tejo malah jadi heran,"Kenapa mb?"
Irwan memberi kode ke Evi,Evi segera mengerti dan berkata,"Dia kayak Pangeran?Hihi..hihi..Mas bisa saja."
Irwan pingin ketawa tapi juga pingin marahi Evi tapi dia menahan semuanya,'Awas saja ntar...hmm.' Evi mencoba mengalihkan perhatian Tejo,"Wan,mandi sana gih.Bau acem tahu...Pangeran mana yang bau acem gini..."
Irwan pergi ke kamar mandi.Sementara Tejo memilih pergi juga,"Ya udah mb,saya permisi dulu mau operan shift dulu.Mari."
Tejo berpikir,'Mas Wandi itu emang mirip banget sama Pangeran dari Sumenep itu.Tapi dia kok ga merasa ya...Mungkin emang mirip aja kali.'
Sementara itu Irwan malah ingin segera meninggalkan losmen itu,'Bahaya kalau disini lebih lama,Mas Tejo mulai curiga kayaknya.Sebaiknya cepat pergi saja.'
Akhirnya pergi juga mereka dari Losmen itu.Tak lama setelah mereka pergi,ada mobil datang.Tejo kaget sekali karena orang2 berpakaian rapi dan necis yang keluar dari mobil itu menanyakan kepadanya soal tamu yang datang ke Losmen,"Apakah ada tamu yang kemari dengan memakai motor sport warna hijau?"
Tejo gugup juga menjawab,"Motornya seperti apa ya Pak?"
"Seperti ini Mas.Apa mas lihat?"
Tejo terpana,'Astaga ini kan motor milik Mas Wandi ya?'
Tejo bertanya,"Kalau boleh tahu bapak2 ini siapa ya?"
Manager losmen datang,"Maafkan karyawan saya Pak!Mari2 silakan masuk!"
Tejo malah disuruh pulang sama bossnya,"Kamu mending pergi sana!Ngapain masih di sini?Jam kerja kamu kan udah habis!"
Tejopun pergi dengan penuh tanda tanya,'Siapa ya mereka?'
Siapakah orang2 itu?***see you next eps***
Eps 40 RATU HATIKU : VISION
¤¤ LOSMEN....
Tejo heran dengan orang2 berjas rapi yang datang nyari orang dengan ciri2 seperti tamu yang ia berikan kamarnya,'Kenapa mereka nyari Mas Wandi ya?Jangan2 Mas Wandi penjahat...ga ga mungkin,ga ada tampang buat jadi penjahat kok.Barang2 di kamar aku aja kagak ada yang hilang.Padahal aku teledor kalau naruh barang.'
Tejo memilih pergi mau main ke rumah kerabatnya,'Sudah lama ga kerumah Budhe...bagaimanapun aku harus berterima kasih pada Budhe karena berkat beliau aku bisa kerja di losmen ini.'
Sementara Tejo otw ke rumah Budhenya,para pria berjas itu meminta rekaman semua kamera cctv losmen.Pemilik losmen jelas keder apalagi,"Mari ke ruang control cctv..."
Salah satu staff bertanya,"Boss kenapa takut banget sih sama mereka?Boss kan punya koneksi di kepolisian?"
Bossnya jawab sambil bisik2,"Sst!Jangan kenceng2!Mereka itu intelejen.Kalau salah ngomong bisa ditutup losmen aku.Kamu mau kehilangan pekerjaan?!"
Diruang control cctv terlihat rekaman kamera depan sedang diputar,"Lihat!Itu motor itu...mirip sekali pengendaranya dengan Pangeran.Coba perhatikan yang dibonceng kan juga mirip sekali dengan Putri Evi!!"
Segera mereka menanyakan dimana karyawan yang melayani tamu yang mereka curigai,"Siapa karyawan yang melayani tamu itu?"
Wah si Boss pusing,'Waduh...itu kan si Tejo?Gimana nih tadi saya suruh dia pergi?'
Apa yang akan dilakukan si Boss?Lanjut lagi kapan2 ya saya mau lihat Rara dan Fildan.***See you next eps***
Tejo heran dengan orang2 berjas rapi yang datang nyari orang dengan ciri2 seperti tamu yang ia berikan kamarnya,'Kenapa mereka nyari Mas Wandi ya?Jangan2 Mas Wandi penjahat...ga ga mungkin,ga ada tampang buat jadi penjahat kok.Barang2 di kamar aku aja kagak ada yang hilang.Padahal aku teledor kalau naruh barang.'
Tejo memilih pergi mau main ke rumah kerabatnya,'Sudah lama ga kerumah Budhe...bagaimanapun aku harus berterima kasih pada Budhe karena berkat beliau aku bisa kerja di losmen ini.'
Sementara Tejo otw ke rumah Budhenya,para pria berjas itu meminta rekaman semua kamera cctv losmen.Pemilik losmen jelas keder apalagi,"Mari ke ruang control cctv..."
Salah satu staff bertanya,"Boss kenapa takut banget sih sama mereka?Boss kan punya koneksi di kepolisian?"
Bossnya jawab sambil bisik2,"Sst!Jangan kenceng2!Mereka itu intelejen.Kalau salah ngomong bisa ditutup losmen aku.Kamu mau kehilangan pekerjaan?!"
Diruang control cctv terlihat rekaman kamera depan sedang diputar,"Lihat!Itu motor itu...mirip sekali pengendaranya dengan Pangeran.Coba perhatikan yang dibonceng kan juga mirip sekali dengan Putri Evi!!"
Segera mereka menanyakan dimana karyawan yang melayani tamu yang mereka curigai,"Siapa karyawan yang melayani tamu itu?"
Wah si Boss pusing,'Waduh...itu kan si Tejo?Gimana nih tadi saya suruh dia pergi?'
Apa yang akan dilakukan si Boss?Lanjut lagi kapan2 ya saya mau lihat Rara dan Fildan.***See you next eps***
