- Part
461** I AM HIS QUEEN
When I see you....
Dokter utama memberi kesempatan pada Vino untuk menikmati
waktu bahagianya menjadi seorang ayah,"Selamat ya kalian dikaruniai
seorang jagoan."
Vino tak bisa membendung air matanya melihat sosok mungil
dipelukan isterinya,"Terima kasih Dokter."
Alvarell menjulur2kan tangannya mencari papanya,Vino
meraihnya,"Ini papa sayang....Setelah melewati rintangan yang begitu
banyak akhirnya papa bisa mendampingi mamamu saat kau dilahirkan.Itulah kenapa
namamu adalah Alvarell,karena banyak rintangan yang telah papa hadapi untuk
bisa ada di saat kau dilahirkan.Kau akan jadi anak yang kuat.Si sulung yang
perkasa.Anak papa dan mama yang pertama."
Laras juga terharu,"Amin sayang.Mama juga tetap kuat
menunggu papamu kembali karena kamu sayang.Kau selalu memberi keyakinan pada
mama kala keraguan mulai menyerang mama.Terima kasih Alvarell sayang.Terima
kasih Tuhan buat kembalinya suami hamba juga.Buat putra yang begitu
tampan...seperti papanya..."
Vino menggendong bayinya,"Anak papa...papa sayang
padamu..."
Alvarell mapan digendong papanya.Vino mengecup kening sang
isteri,"Terima kasih sudah sudi menjadi ibu bagi anak2ku..."
Laras mesem,"Anak Vin ...kan baru satu..."
Vino mencium pipi Alvarell,"Aku kan bicara masa di
depan sayang he..he..Iya kan Alvarell,Varell mau punya berapa adik?"
Alvarell langsung mengangkat tangannya terus digerak2kan
jarinya megar semua.Vino nunjukin ke Laras,"Tuh dia tunjukkan semua jari
tangannya."
Laras bahagia,"Anak sama papanya emang kompak.Mamanya
ngalah deh...dikeroyok gini..."
Perawatnya mesem,'Keluarga yang bahagia...'
Sementara diluar Revan begitu melihat dokter utama keluar
segera bertanya,"Bagaimana Dok?Operasinya gagal ya?"
Rani memarahi Revan,"Pertanyaan macam apa itu
Revan?Kamu ga denger suara tangis bayi tadi?Cucu saya laki apa perempuan
Dok?"
Dokternya menjawab,"Laki2 Bu.Tapi biarkan pasien
selesai dulu dengan dokter psikologis kami barulah kalian bisa masuk."
Revan ga sabar,"Prosedur apaan tuh?Pakai dokter psiko
..psyko segala...Revan mau masuk saja Ma!Revan khawatir sama Laras."
Revan hendak melangkah masuk,tapi Rani
mencegahnya,"Van!Biar mama aja dulu."
- Bersambung...
- Part
462**I AM HIS QUEEN
My beloved son...
Bimo mencegah Bu Rani masuk,"Sepertinya saya tanyakan dulu Bu apakah dokter psikologisnya sudah selesai memeriksa atau belum?"
Pak Syamsul juga ikut mencegah,"Kalau menurut saya sebaiknya kita tunggu saja sampai dokternya tuntas memeriksa."
Sandra jadi merasa aneh,'Mereka kompak sekali mencegah Bu Rani masuk...ada apa ya?'
Rani kekeh,"Dokter tidak akan marah saya juga seorang ibu.Dan saya tahu pasti Laras ingin mendapat bimbingan dari yang sudah pengalaman melahirkan.Siapa lagi kalau bukan saya?"
Vino yang tengah larut dalam bahagia menjadi seorang ayah tengah asyik menciumi baby Alvarell,"Menggemaskan sekali kamu ...Papa betah gendong kamu."
Anteng Varellnya digendong papanya,namun kala Rani membuka pintu segera mimbik2 Alvarellnya,"Hwaaa!!!"
Vino bergegas menyerahkan pada Laras,sedang Laras terpana kala melihat siapa yang berdiri dibelakang Vino,"Mama..."
Vino terbelalak,'Mama ada di sini?'
Vino nanya dengan gerak bibir,'Revan adakah?'
Laras menggeleng sedang Rani sempat terpana melihat sosok yang membelakanginya,'Kayak Vino deh...mirip banget...'
Vino bergegas memakai maskernya,untunglah Alvarell mengalihkan perhatian Rani dari merhatiin Vino,"Oh...cucu oma...Oh jagoan oma..."
Vino terharu melihat mamanya terlihat begitu sayang pada Alvarell,'Mama...Vino ingin sekali meluk mama...Makasih ya Ma,kasih sayang mama selama ini pada Vino sungguh membuat Vino tak tega melaporkan Revan ke polisi.Tapi Vino juga hampir kehilangan nyawa.Vino janji Ma...Vino akan cari jalan terbaik untuk masalah ini.'
Rani bertanya pada Vino,"Dok,cucu saya sehat kan?Tidak ada kelainan atau suatu apa bukan?"
Vino malah berkaca2 lihat Rani,Laras segera mengambil alih,"Baik Ma...cucu mama sehat.Kuat seperti papanya.Gantengnya juga nurun."
Rani gantian berkaca2,'Cucuku yang malang...cucuku sayang...andai papamu ada di sini...dia pasti akan sangat bahagia...'
Sementara diluar Revan kekeh hendak masuk,Sandra yang punya feeling bahwa ada sesuatu di dalam ikut mencegah Revan masuk,"Van,kamu ini laki2 tahu diri dong.Ga peka amat.Mau main masuk aja."
Revan berang,"Lho tadi dokternya juga semua laki.Boleh masuk.Kenapa aku ga?!!"
Bersambung....... - Part
463**I AM HIS QUEEN
Declaration....
Baby Varell nangis haus dia,Rani segera menyerahkannya pada Laras,"Sama mama ya..."
Rani heran Laras ga merasa risih dengan kehadiran seorang pria di dekatnya kala menyusui Alvarell,'Aneh...dokternya kan masih di sini.Didekati Revan saja,Laras ga nyaman.Tapi ini...'
Rani mencoba mengajak bicara sang dokter,"Dok,bagaimana kondisi psikologis menantu saya?Makhlum ini kelahiran anak pertamanya dan suaminya sedang tidak ditempat.Jadi....apa itu sebabnya perlu pendampingan dokter psikologis ya?"
Vino mengubah suaranya,"Menantu Ma..ehm...maksud saya menantu Anda baik2 saja.Saya sudah memeriksanya.Anda tak perlu cemas...Kalau begitu saya permisi..."
Rani kian curiga,'Ma...jelas tadi dia manggil aku Ma...cara manggilnyapun khas banget...'
Mendengar Vino mau pergi Laras manggil,"Dokter!"
Jelas Vino menuju ke Laras,"Iya sayang ups...maksud saya iya saya datang...."
Rani terpana,'Sayang?Dokter itu manggil Laras 'Sayang'?Cuma aku dan Vino yang sering manggil Laras begitu...'
Gestur keduanya diperhatikan Rani,'Laras kan sedang menyusui,tapi dia malah manggil dokter itu...dia kok nyaman aja sama dokter itu seakan dokter itu bukan orang asing saja.Tunggu dulu...cara jalan dokter ini ...'
Laras nampak ga rela Vino akan pergi,"Dokter akan ke sini lagi kan secepatnya?"
Vino mengangguk sambil berkaca2,'Iya sayang...aku ga akan tinggalkan kalian lagi...'
Saat itulah Revan masuk untung saja Laras sudah selesai menyusui Alvarell dan baby Varell bobok imut,"Kenapa sih semua orang melarang saya masuk?!"
Vino bergegas pergi tapi sempat membelai baby Varell.Rani melihat semua itu,'Ga salah lagi...'
Sementara Revan kecewa kala melihat baby Varell,'Sial!!Itu bayi punya 9 nyawa kali ya?Masih aja bisa lahir.'
Untung perawat datang dan membawa baby Varell kembali ke ruang bayi2.
Vino segera keluar mengikuti perawat,Rani juga ikut keluar.Anabel dan Sandra masuk.Anabel heran lihat Rani keluar juga,'Bu Rani mau kemana ya?Oh mungkin masih belum puas lihat cucu pertamanya...'
Di ruang bayi perawatnya memberi gelang biru pada baby Varell,"Satu2nya bayi laki2 yang lahir hari ini.Lihat kamu ditemani bayi2 bergelang pink semua tuh...kamu paling ganteng..."
Tbc.. - Part
464**I AM HIS QUEEN
Heard that...
Sean mencemaskan Vino,"Sebaiknya aku susul dia Man.Selama ini Vino selalu bersamaku melewati semua masa sulit.Maka disaat dia bahagia menjadi seorang ayah,masak aku ga ada di sana Man.Ayo turun Man!"
Norman ngasih ide,"Gimana kalau kita telpon dulu Mas?Kita kan ga tahu situasi di sana."
Baru mereka mau keluar eh ada mobil datang,tampak Marco datang bersama Joni dkk.Norman segera mengajak Sean sembunyi,"Awas itu Pak Marco dan anak buahnya..."
Marco berkata pada Joni,"Saya akan menemui Rani.Mengucapkan selamat padanya.Sekaligus meminta padanya untuk membujuk Laras agar memberikan kekuasaan sementara atas Adijaya Group kepada Revan.Aku yakin Laras ga mungkin meninggalkan bayinya.Dia pasti melimpahkan kekuasaan perusahaan kepada Rani.Siapa lagi kalau bukan Rani yang akan menghandle semuanya."
Joni patuh,"Saya akan selalu mendukung abang."
Mereka meninggalkan parkiran dan menuju ke dalam.Revan memang yang memberitahu mereka soal kelahiran Alvarell.Sementara itu Vino mengikuti perawat sampai di kamar bayi2,dilihatnya Alvarell dari balik kaca,'Anak papa...baik2 ya di sana.Sebaiknya aku minta Bimo berjaga di sini.Anakku harus selalu dalam kondisi aman.Marco dan Revan adalah orang2 nekad.Aku ga mau sampai anakku dimanfaatkan oleh mereka.'
Vino ngebel Bimo,"Bim...kamu bisa kemari.Ke tempat ruang bayi."
Jelas bisalah,"Bisa Mas..."
Anabel heran mendengarnya,'Mas Revan di dalam sama mbak Laras dan mbak Sandra sama Pak Syamsul.Tapi Bimo kok manggil Mas sama orang yang nelpon dia ya?Setahuku selain Mas Revan,Bimo cuma manggil gitu ke keluarga Adijaya saja seperti Mas Vino dan Mas Sean.Tapi keduanya kan belum jelas keberadaannya.Aneh...lalu siapa yang dipanggil Mas sama Bimo?'
Anabel bertanya pada Bimo,"Bim,kamu terima telpon dari siapa?"
Bimo mau jelasin tapi ragu,'Aduh...aku lupa kalau Anabel belum tahu semuanya.Gawat kalau cerita di sini.Tapi si Anabel ini manusia kepo.Kalau ga dijelasin nanti bikin ribet.Gimana nih?'
Sementara Bimo galau,Vino terus memandangi putranya yang tengah pulas diboxnya,"Putra papa..."
Eh tiba2 ada suara dibelakangnya,"Putra mama..."
Vino terbelalak,'Suara ini...'
Vino melihat mamanya dari pantulan kaca.Tbc....
- Part
465**I AM HIS QUEEN
I Know....
Bimo bilang sama Anabel,"Aku ga bisa cerita sekarang karena disini ada Mas Revan.Nanti kamu juga akan tahu.Sekarang yang penting kamu jaga mbak Laras di dalam.Aku harus pergi dulu."
Walau ga diberitahu tapi Anabel sudah menduga,wajahnya tampak sumringah,'Pasti Tuan Vino sudah kembali.Aku yakin.Ah...senangnya hatiku.'
Bimo segera menuju ke ruang bayi2,namun ia terpana melihat siapa yang bersama Vino,'Bu Rani?Sebaiknya aku tidak mengganggu mereka.Aku berjaga disini saja.Mungkin saja Bu Rani belum tahu bahwa dokter itu adalah Mas Vino.'
Bimo berdiri agak jauh dari kedua majikannya,'Apa Mas Vino akan memberitahu siapa dirinya pada Bu Rani ya karena Mas Vino membiarkan Bu Rani melepas maskernya?'
Rani tahu siapa sosok di hadapannya,"Ini kamu kan sayang?Benarkan?Walau penampilan kamu seperti apa jua Mama tahu ini kamu.Vino mama...."
Vino membiarkan sang mama melepas maskernya,keduanya berpandangan haru.Rani menangis membelai wajah putra tirinya itu,"Mama memang tak melahirkanmu tapi Mama membesarkanmu sayang...Mama tahu kamu...cara jalan kamu...tatapan matamu...kamu ga bisa bohongi mama..."
Vino menangis dan memeluk mamanya,"Iya ini Vino Ma...Vino pulang Ma ..."
Malah tangisan keduanya,Bimo sampai ikut nangis melihatnya,'Memang naluri seorang ibu sangat sensitif.Syukurlah pas ga ada Mas Revan di sini...tapi aku harus tetap waspada.'
Rani terisak,"Mengapa kamu harus menyamar seperti ini Sayang?Apa ada yang ingin mencelakaimu di sini?Kamu sebenarnya pergi kemana?Apa Marco dibalik semua ini?Katakan sama Mama..."
Vino ga tega bilang yang sejujurnya,'Aku ga bisa bilang bahwa Revan terlibat.Aku ga akan bisa melihat Mama sedih...padaku yang bukan anak kandung saja,Mama begitu sayang apalagi pada Revan...tidak...aku ga mau mama sedih...Aku sangat sayang pada beliau...'
Rani heran Vino malah tergugu,"Kamu kenapa diam saja Sayang?Kamu baik2 saja kan?Apa kamu terluka?Cidera?Lalu Sean mana?Apa dia bersama kamu?Keluarganya terus menanyakan keberadaannya.Sandra apalagi."
Vino berkata,"Sean baik Ma.Dia bersama Vino pulang.Ada diluar dengan Norman.Tapi Ma...tolong jangan bilang siapa2 kalau Vino sudah kembali.Semua demi keselamatan semuanya."Tbc. - Part
466**I AM HIS QUEEN
His face....
Rani menunjuk ke arah ruang bayi,"Lihat itu!Anak kamu.Dia begitu menggemaskan.Kamu jadi ayah sekarang.Selamat ya sayang."
Vino memandang putranya,"Semua rintangan yang Vino dan Sean lalui untuk sampai di sini terbayar sudah dengan kehadirannya Mama.Juga dengan melihat keluarga Adijaya baik semuanya."
Vino meminta perawat mendorong box bayinya agak ke depan,Alvarell menggeliat bahagia karena nenek dan papanya ada dekatnya.Sementara itu Revan ditelpon Marco,"Papa sudah sampai di RS.Posisi mama kamu dimana?"
Revan segera keluar ruangan ga mau Laras denger pembicaraannya,"Papa ke ruang bayi saja.Dari pintu masuk langsung belok kiri.Lagian buat apa juga Papa ketemu Laras.Larasnya tidur.Kecapekan dia."
Marco berkata,"Ya sudah kamu disitu saja menjaga Laras.Papa mau ketemu mama kamu dulu."
Revan tersenyum licik,'Jika rencana papa membujuk mama ga berhasil maka aku akan memakai cara kasar.Apa sih yang ga akan dilakukan seorang ibu bagi anaknya?'
Bimo terkesiap melihat Marco dan Joni datang,'Waduh...gawat!Pak Marco kok bisa ada di sini?Aku harus segera memperingatkan Mas Vino.Sebelum Pak Marco tahu bahwa Mas Vino masih hidup.'
Bimo mau ngasih kode tapi Marco dan Joni sudah sangat dekat,'Aku cegat saja mereka di sini.'
Vino melihat Bimo memberi warning padanya,'Sepertinya ada yang datang.Aku harus menyamar lagi...'
Rani heran,"Ada apa?"
Terdengar suara Marco bicara dengan Bimo,"Bimo,saya kemari ingin bertemu dengan ibu dari anak saya.Lagipula ini tempat umum bukan?Semua orang boleh ke mari.Jadi sebaiknya kamu minggir!"
Bimo berkata dengan nada agak tinggi biar Vino denger,"Pak Marco yang terhormat,kalau ingin bertemu dengan Bu Rani mengapa harus di RS?Anda bisa buat janji dulu bukan lewat Anabel?"
Rani mendengar keributan,'Itu kan suara Marco?Ngapain dia kemari?'
Marco menerobos masuk,"Rupanya kamu benar di sini,Rani."
Vino sudah memakai kembali maskernya dan hendak melangkah pergi,namun Marco menghentikan langkahnya,"Tunggu dulu Dokter...kenapa tergesa2 pergi?"
Saat itulah Alvarell menangis kencang,"Hwaaa!!Hwaaa!!"
Kejer gitu sampai perawat heboh,Rani segera menyuruh Vino pergi,"Dokter cucu saya menangis.Tolong dilihat Dok..."
♣Tbc.. - Part
468**I AM HIS QUEEN
Shall inherit it....
Sean dan Norman melihat Rani dan Marco di taman RS,"Marco Man!Kita harus hati2 jangan sampai Marco atau anak buahnya melihat kita."
Norman melihat ada Bimo di dekat Joni,"Ada Pak Bimo.Kita bisa tanya soal Mas Vino ..."
Norman kirim text ke Bimo,Bimo segera melirik ke arah keduanya bersembunyi,'Wah jangan sampai Joni melihat ke arah sana.Sebaiknya aku halangi pandangannya supaya mereka bisa masuk ke dalam.'
Bimo kirim text,'Lakukan penyamaran,itu ada coas2 lewat.Segera membaur dengan mereka jangan lupa pakai masker surgical,kaca mata atau apa kek.Terakhir Mas Vino di ruang bayi.Menyamar jadi dokter.Aku akan halangi pandangan Joni.Hati2 didalam masih ada Mas Revan.'
Joni agak curiga,'Bimo kenapa ya kayaknya lihat ke arah sana terus?Ada apa ya?Sebaiknya aku selidiki.'
Eh pas mau jalan Marco manggil,"Jon!Kita pulang saja."
Joni cuma bisa menurut,"Baik Bang."
Marco memandang Rani,"Ingat Ran,Vino sudah tiada.Kini kau hanya tinggal punya satu putra.Revan.Anak kita.Anak kandung kamu."
Marco dan Joni berpapasan dengan rombongan coas,untunglah Sean bisa malsu.Pakai kaca mata dan masker.Norman sembunyi.Dia ga ikut sebab mau laporan ke Bimo.Sean lega bisa melewati Marco dan Joni,'Pyuhh...mereka ga tahu kalau ini aku.'
Sementara Rani menatap langit,'Aku masih punya dua putra,Marco.Vino masih hidup.Dan aku akan memberikan kepada setiap putraku apa yang menjadi hak untuk mereka.Adijaya Group akan kembali pada yang berhak.Itu janjiku pada Mas Adijaya.'
Sean muter2 nyari ruang bayi,'Mana Vino ya?Mana hpnya dibawa Norman lagi.Aduh...'
Saat itulah Sean menabrak seseorang,"Ups...sorry2!"
Hp orang itu jatuh,Sean terpana melihat wallpapernya,'Kok foto aku di situ?'
Siapakah yang ditabrak Sean?Sementara itu Vino meminta pada dokter untuk menaruh bayinya di ruang yang sama dengan Laras,"Bisa kan Dok?Ini demi keselamatan putra saya Dok.Lebih aman jika dia bersama ibunya."
Jelas dokter mengijinkan apalagi Laras mendapat kamar VIP kelas eksklusif.Vino lega dan segera hendak mengikuti perawat yang membawa Alvarell menuju kamar Laras,'Sayang,anak kita akan lebih aman jika bersamamu.Disamping itu ada Lastri dan Anabel di dekatmu.'Bersambung... - Part
469**I AM HIS QUEEN
Make a way....
Sandra yang hendak mencari Bimo malah bertabrakan dengan seorang pria berambut gondrong dan memakai masker,namun suara pria itu dan ekspresi orang itu saat mengambilkan hpnya terasa familiar,'Suara ini?Seperti suara Sean?'
Sandra melihat orang itu menatap layar hpnya,"Maaf hp saya..."
Sean bergegas memberikannya walaupun dengan tangan yang gemetar,'Sandra,kau memajang fotoku di layar depan hpmu...Apa aku begitu berarti bagimu San?'
Sandra memandang pria di hadapannya,'Mata itu...'
Sean berkata,"It's..."
Sean sebenarnya hendak berkata kalau itu dia tapi tiba2 Revan datang,"It's yours...I must to go now...excusme..."
Sandra menahan lengan Sean,"Tunggu!Kamu ...."
Revan memperhatikan tingkah Sandra,"Aku ga sangka katanya kamu sangat kehilangan Sean tapi apa yang kulihat ini?Kamu memegang tangan pria asing di tempat umum.Munafik."
Sean telah pergi,Sandra yakin bahwa orang yang bertabrakan dengannya adalah Sean,'Kini aku mengerti kenapa tiba2 dia pergi.Rupanya ada Revan...aku yakin pria itu adalah Sean.Tapi aku ga boleh bikin Revan curiga.'
Sandra balik jawab,"Kamu sendiri yang ga tahu malu Van!Jelas2 Laras itu isteri adik kamu.Tapi kamu terus saja mengejarnya.Kamu berpura2 baik padahal kamu terlibat dalam hilangnya adik kamu!Kamu yang lebih ga tahu diri!"
Revan malah terkekeh,"Mengapa membicarakan orang yang sudah tiada?Orang ga jelas mendingan ga usah dipikirkan.Lagipula kamu jangan sok suci San,kamupun pernah menjadi antek papaku.Tapi buat apa mengurusi pembelot kayak kamu.Asal kamu tahu jika nanti aku berhasil mengambil alih Adijaya Group kaulah orang pertama yang akan kupecat!"
Revan pergi hendak menanyai mamanya soal pertemuannya dengan Marco.Sementara itu Sandra segera mencari sosok pria yang ia yakini adalah Sean,'Dimana dia?Sebaiknya kutunggu sampai Revan benar2 pergi.'
Sementara itu Laras sudah bangun,"Sejak tadi saya tidur ya mbak Lastri?"
Lastri memberikan segelas air,"Iya mbak Laras.Tapi bagus ding,jadi mas Revan ga perlu lama2 di sini."
Laras merindukan bayinya dan Vino,"Alvarell mana mbak Lastri?"
Saat itulah perawat dan Vino datang membawa baby Varell,"Permisi.Ini bayinya Nyonya."
Laras berbinar,"Sayang!"Tbc.. - Part
470 ** I AM HIS QUEEN
Mighty Men...
Lastri pikir Laras melonjak gembira karena kedatangan baby Alvarell,namun ia terpana kala Nyonya mudanya itu justru langsung memeluk dokter yang mengantar,'Lho?Kok malah mbak Laras meluk tuh dokter?Weiii...apa mbak Laras diam2 punya pria idaman lain?Masak sih?Apa karena Mas Vino ga jelas akhirnya dilepas?Kok jadi sedih aku kayak lagu ...'
Lastri memandang Alvarell yang untak untek di boxnya,'Kok kamu ga nangis to Tuan Muda?Biasanya kalau mamanya sama pria lain langsung rewel dulu pas di kandungan.Sekarang kok malah kayak seneng gitu to Tuan Muda?'
Alvarell malah pamer pipi tembemnya,terus bobok imut deh.Weleh...Lastri ga tahan lagi,'Ga!Aku harus memperingatkan mbak Laras bahwa dia itu masih isterinya Mas Vino.Aku ga terima Mas Vino di khianati!'
Lastri mendekat,"Uhuk...uhuk!"
Laras larut dalam kebahagiaan bisa memeluk sang suami lagi,"Sayang...aku kangen sama kamu..."
Lastri mendengarnya dan kian terbelalak matanya,'Wah bener2 kelewatan sudah main panggil sayang2 segala...ini ga boleh dibiarkan!Apa aku lapor sama Bu Rani saja ya?Kelakuan mbak Laras sudah ga sesuai norma.Iya mending aku nyari Bu Rani.'
Lastri ga jadi melabrak Nyonya mudanya yang asyik memeluk mesra sang dokter.Eh papasan sama Anabel,"Kebetulan kamu disini.Aku mau nyari Bu Rani.Kamu gantian di dalam.Aku ga tahan berada di dalam...kasihan Mas Vino...Tenang mas Vino Lastri ini pendukungmu!"
Anabel heran,'Kenapa tuh Lastri?Kesambet kali ya?Apa habis ketemu sama suster ngesot?Wuihhh serem kayaknya.Mending aku nunggu Bimo dulu aja baru masuk.Lagian kayaknya tadi ada dokter didalam.'
Vino bahagia sekali bisa kembali bersama wanita yang ia cintai,"Sayang,kamu baik2 saja kan selama aku ga ada?Banyak hal yang ingin aku ceritakan sama kamu sayang.Aku takut tak bisa kembali ke sisimu.Benar2 aku takut..."
Laras menempelkan telinganya di dada Vino,"Aku juga takut bila tak bisa mendengar detak jantungmu sayang...sebenarnya apa yang terjadi padamu?Aku mencemaskanmu...Aku tak bisa hidup tanpamu...Aku tak bisa membesarkan anak kita tanpa dirimu..."
Alvarell nangis dicuekin,"Hwaaa..."
Vino segera mengambilnya,"Putra kita kangen mamanya..."
Laras menerimanya.Bersambung....
