#K#E#H#I#L#A#N#G#A#N#
#Eps 7#Land=Tanah#
Hujan mengguyur kota sore itu,seorang wanita cantik berambut panjang tampak
turun dari angkot.Langsung ia membuka payung yang selalu ia bawa di tasnya.
Sambil melangkah menyusuri trotoar ia mengusap wajahnya dengan sapu tangan berwarna merah.
"Sudah lama tidak turun hujan.Sekali turun,langsung deras begini.Untung aku bawa payung kalau ga,bisa batal nih lesnya."ucapnya sambil terus melangkah dengan cepat.
Ia memang seorang guru les privat anak2 SD,sebuah pekerjaan sambilan yang ia sukai.Ia memang penyuka anak kecil,apalagi mengajar adalah impiannya.
Didepan sebuah rumah mewah,ia berhenti dan memencet bel,"Ting tong!!"
Tak berapa lama gerbangpun dibuka,seorang wanita yang usianya lebih muda
dari dia membukakan pintu,"Oh mbak Erie?Mari masuk mbak,sudah ditunggu sama non Thea."
O...ini namanya Erie Susan.Akhirnya muncul juga.Erie lalu masuk ke dalam rumah mewah tersebut,agak jauh juga jarak gerbang dengan bangunan rumah.Sebuah halaman yang asri dilaluinya hingga ia sampai di ruangan dimana murid lesnya berada.
Seorang gadis kecil yang manis tampak sudah menunggunya,itulah Thea.
Thea sebenarnya bukannya tidak cerdas,namun ayah dan ibunya ingin dia masuk 10
besar di kelas.Sekolah Thea juga bonafid,hanya anak2 orang behave saja yang bisa
sekolah disana.Thea langsung girang melihat Erie datang,"Mbak Erie!!Asyik!!
Kupikir ga datang,habis hujannya deras sih.Thea takut..."
Erie meletakkan payungnya di pojokan lalu duduk dekat Thea,"Jangan takut bila hujan turun.Nanti mbak akan ceritakan sebuah dongeng tentang asal mula hujan.Ternyata hujan itu adalah tangisan seorang putri yang sangat cantik."
Wah Thea langsung antusias denger kata putri,"Asyik!!Tapi dongengnya pasti setelah belajarnya selesai yach?"
Erie mengusap kepala gadis kecil itu,"Iya dong sayang.Belajar dulu,kerjain PR
dulu baru dongeng.Seperti biasa,berakit-rakit ke hulu,berenang2 ke tepian..."
Thea langsung nyahut,"Bersakit-sakit dahulu,bersenang2 kemudian.Oke deh mbak,Thea akan belajar dulu.Tapi bener lho yach diceritain soal asal mula hujan?"
Erie mulai menyiapkan alat tulisnya,"Tentu sayang.Ayo sekarang ada PR ga?"
Thea membuka buku penghubungnya,"Ada mbak.Wah bahasa Jawa mbak.Menulis aksara jawa lagi."
Erie tersenyum,"Kita kan hidup di tanah Jawa,ya harus bisa mengerti budaya Jawa.
Thea pasti bisa kok.Halaman berapa PR nya?"
Thea menjawab sambil meraut pensilnya,"Halaman 30 mbak."
Erie terkekeh,"Wah kok sama dengan umur mbak.He.he.."
Merekapun asyik belajar.Thea sangat menyukai cara Erie mengajar,"Oh jadi diberi layar ya mbak biar bisa berakhiran R?"
Erie :"Iya...Kalau biar bunyi E diberi taling atau pepet.Akhirnya selesai kan?"
Mereka lalu belajar mata pelajaran yang lain juga.Saking asyiknya belajar,mereka sampai lupa waktu kadang.Seorang laki2 paruh baya dengan pakaian mentereng mendekati mereka,"Asyik sekali belajarnya.Dimakan lho itu cemilannya?Thea kok ga nawarin sih?"
Thea langsung menghambur pada pria itu,"Papa!!Tumben pulang cepet Pa?"
Erie langsung berdiri,"Oh Pak Saiful.Selamat sore Pak..."
Saiful Jamil to?Weleh....Berarti Erie berada di rumah Selvi dong,pacarnya Norman?
Saiful menjawab dengan ramah,"Sore bagaimana?Ini sudah mau malam lho.
Pasti lupa waktu lagi yach?"
Erie langsung melihat jam tangannya,"Masak sih?Ya ampun...iya.Sudah waktunya saya pulang."
Thea nampak manyun,"Yeah...dongengnya belum...."
Erie segera membereskan peralatannya,"Lusa ya sayang?Mbak harus pulang sekarang.Takut kemalaman."
Saiful malah menawarkan diri mengantar tapi Erie tak mau.Isteri Saiful tiba2 datang,"Wooo!!Dicariin rupanya disini to?!"
Erie makin ga enak lama2 disitu,"Oh...Ibunya Thea...Kebetulan,saya mau pamit pulang dulu.Permisi semuanya.Selamat malam.Sampai jumpa lusa Thea."
Saiful nampak kecewa melihat Erie pergi,"Mami sih bikin kaget saja!Ada apa sih Mi?"
Wanita itu malah mrengut ke arah Erie yang melangkah menuju gerbang,"Ibunya Thea...
Ibunya Thea...namaku itu Nyonya Soimah.Dasar orang miskin."
Thea kesal ibunya malah ngomelin guru lesnya,"Mami kenapa sih selalu ngomel2?
Mbak Erie orangnya baik Ma.Thea senang diajari dia.Walau dia ga sekaya kita,tapi
mbak Erie sering kok bawain sesuatu buat Thea.Mendingan Thea ke kamar aja."
Thea pergi dengan kesal.Saiful geleng2kepala melihat sikap isterinya,
"Mami lihat tuh!Thea malah pergi.Padahal papi mau kasih coklat Hongkong buat dia.
Oleh2 dari temen kerja Papi yang kemarin ke Hongkong."
Soimah mencibir,"Weleh...alasan!Bilang aja mau ketemu guru lesnya Thea....huh!!
Emang aku bodoh apa?Aku tuh hafal gaya Papi....Bikin senewen aja!!"
Saiful malah melangkah menuju ke dalam,Soimah malah jadi mikir.
Soimah,'Kayaknya aku perlu cari guru pengganti nih...supaya aku ga cemas lagi ...
bener harus diganti tuh si perawan tua.Dasar ga laku2!'
Kasihan Erie padahal dia ga godain siapapun.Wah ada bunyi motor tuh.Siapa yach?
Soimah mendengar bunyi motor segera menuju gerbang,'Pasti pemuda berandalan itu lagi yang nganter Selvi!!'
Wah Norman dong!Lihat ah!Bener Norman yang datang.Seorang gadis cantik nampak turun dari boncengannya.
Selvi :"Besok jangan telat lagi kayak tadi lho.Aku males nunggu lama."
Norman membuka helmnya,"Sorry,tadi gue nemeni Bossgenk layat gitu.Bibinya pacarnya dia meninggal.Begitu ceritanya."
Selvi nampak manyun,"Bossgenk...bossgenk...selalu saja dia.Penting banget sih dia buat lu?"
Norman langsung kesel kalo Selvi sudah menyinggung soal Irwan,"Dia itu temen baik gue !Kita tuh dah kayak saudara,please ngertiin dong."
Belum sempat Selvi jawab eh Soimah nongol,"Selvi!!Masuk!!Sudah berapa kali sih Mami
bilangin jangan ketemuan lagi sama cowok berandal itu!Ngeyel aja!!Ayo masuk!!"
Soimah berkacak pinggang,"Hey cah Kere!Denger ya!!Jangan pernah ganggu anak gadis aku lagi!Kamu itu rasah ngimpi!!Ngerti nggak?!Kamu itu mikir,mau kasih makan apa anakku kalo jadi isteri kamu.Sudah sana pergi!!Kere ya sama kere sana!!"
Norman mengeras rahangnya mendengar makian Soimah.Ingin sekali ia menghajar wanita itu.Mulut tajamnya bener2 buat dia kesel.
Tapi ia menahan diri.Selvi coba membela Norman,"Mami Norman cuma nganter Selvi aja."
Soimah mengajak Selvi masuk,"Sudah ayo masuk!!Dan kamu bocah kere cepet enyah kau dari rumahku ini!Bikin kotor tahu!!Pergi sana!"
Normanpun memacu motornya dengan kesal,tak jauh dari situ seorang pria gondrong nampak menelpon Boss Besarnya.
Benigno :"Iya Toto?Ada apa dengan Norman?"
Toto :"Ada yang menghina Pangeran,Tuan Besar."
Benigno :"Berani sekali orang itu menghina putra tunggalku.Cari perkara kayaknya.
Siapa orang yang tidak tahu diri itu?"
Toto menjawab,"Seorang wanita paruh baya.Sepertinya seorang Nyonya pemilik
usaha boutique ternama.Saya akan selidiki lebih lagi bila Tuan Besar mau."
Benigno :"Smskan saja alamat rumahnya.Aku akan suruh anak buahku yang lain untuk menyelidikinya.Kamu fokus saja pada Putraku.Kamu mengerti!"
Toto :"Siap Tuan Besar!"
Toto langsung mengirimkan alamat rumah Soimah pada Benigno.Hati2 kau Nyonya Soimah,kau membangunkan macan yang sedang tidur.Siap2 aja bangkrut!
Sementara itu Erie menyusuri jalanan yang basah bekas diguyur hujan dengan wajah bingung,'Aduh kok ga ada angkot sih?Apa sudah ga ada ya?Aduh gimana nih pulangnya?'
Saat bingung itulah seorang pengendara sepeda motor menjambret tas Erie.
Wah Erie langsung teriak2,"Copet!!Copet!Tolong tas saya dicopet!!"
Norman yang kebetulan lewat situ dan melihat kejadian itu segera mengejar
pengendara sepeda motor tadi.
Copet:'Gile !Ada yang ngejar gue!Wah kayaknya pembalap dia!Gawat nih!'
Akhirnya Norman berhasil mengejar copet tersebut dan menendang motornya hingga jatuh.Iapun turun dari motor dan mendekati copet itu,"Kembalikan tasnya!!"
Copet itu malah menghunus pisau dan menyerang Norman.Lengan Norman terkena sabetannya.Norman memegangi lengannya.
Copet itu tertawa dan siap menyerang lagi,"Hey kau pikir aku copet kemarin sore apa?!
Aku tidak segan2 membunuh korbanku kau tahu!Motormu itu kayaknya barang mahal tuh!!
Kuhabisi saja kau dan kuambil motornya!Ha..ha...disini sepi ga ada orang.Ga akan ada yang tahu.Siap2lah untuk mati!!"
Orang itu siap menyerang Norman,namun tiba2 seseorang menodongkan pistol padanya,"Berani kau menyakiti dia,maka nyawamu melayang!"
Wah copetnya keder dan ga jadi menyerang Norman.
Norman heran dengan penolongnya,"Mas ini siapa?Polisi nyamar ya?"
Pria berambut gondrong itu segera mengambil tas yang dipegang pencopet,"
Anggap saja begitu Mas!Ni tasnya Mas,Mas pergi saja soal copet ini biar saya yang
urus!"
Wah Norman langsung mengambil tas itu,"Terima kasih ya Mas!Saya pergi dulu.
Kasihan mbaknya yang punya tas.Saya mau balikin tasnya dulu!Sekali lagi makasih lho Mas!!"
Norman segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan si copet dan pria gondrong.
Si pria gondrong masih memegang senjatanya,"Pisaunya saya sita Mas!Buat barang bukti sekarang ikut saya ke kantor polisi!!Ingat ya Mas,jangan ganggu pria muda tadi kalau tidak Mas bisa celaka!"
Wah Toto keren!Heroik!Sementara itu,Erie tampak lemas usai kehilangan tasnya.Ia duduk di tepi jalan sambil meratapi nasibnya,'Bagaimana ini,ditasku ada uang gaji buat beli obat Bapak.Bagaimana ini?'
Erie teringat ayahnya yang sakit stroke selama 7 tahun terakhir,itu pula sebabnya ia
belum menikah juga.Ia fokus cari uang buat berobat ayahnya.Ibunya cuma lulusan SD,dirumah menjaga ayahnya sambil buka usaha gorengan depan rumah.Kadang ia bawa gorengan buat anak2 lesnya.Erie sedih sekali,'Gimana aku pulangnya?Mana masih jauh lagi dari rumah.Malam lagi.Tuhan,berilah aku pertolongan.'
Tenang Erie,Tuhan denger kok.Tuh Pangeran berkuda putih....eh besi sudah datang.
Erie kaget saat sebuah sepeda motor berhenti di dekatnya.Apalagi melihat orang itu membawa tasnya.Wah ia makin terpesona saat pria itu membuka helmnya,
'Wah ganteng banget nih cowok..."
Norman menyerahkan tas yang ia bawa,"Ini punya mbak kan?Cek dulu isinya masih komplit ga?"
Erie segera menerima tasnya dan mengecek isinya,"Wah masih utuh mas.Terima kasih ya Mas.Ini buat Mas."
Norman menolak uang yang diberikan Erie,"Ga usah mb.Saya ikhlas kok.Lain kali hati2 mbak daerah sini rawan copet.Makhlum sepi."
Erie melihat lengan Norman yang terluka,ia menahan Norman yang hendak pergi.
Erie,"Mas tunggu dulu!"
Norman heran dan berhenti,"Kenapa mb?"
Erie mengambil sapu tangan merahnya,ia selalu bawa lebih dari satu sapu tangan dan mendekati Norman.
Erie:"Lengan Mas berdarah.Harus dibalut biar ga keluar terus darahnya.Pasti karena merebut tas saya dari copet tadi yach?Maaf ya Mas saya bikin Mas terluka."
Erie membalut lengan Norman yang terluka,Norman memandanginya.
Ia jadi teringat mamanya.
Norman,'Dulu Mama juga perhatian gini sama aku.Lihat cewek ini gue jadi inget Mama.Dia mirip sama Mama.Dandanannya sederhana,rambutnya panjang,dan matanya sangat indah.
Ia juga lembut sama seperti Mama.'
/Sapu tangan merah tanda mata dari Dhika sebagai penawar rindu pada dirimu...
Walau engkau jauh ada di kota Jakarta...namun terasa dekat dari Madura../Yus Yunus.
Erie sudah selesai membalut lengan Norman,"Sudah.Nanti kalo sampai rumah lukanya dibersihkan ya Mas.Terus diberi obat.Lalu perbannya diganti.Sekali lagi terima kasih ya Mas sudah ngembaliin tas saya."
Erie melangkah menyusuri jalan hendak mencari taxi,Norman mendekatinya.
Norman:"Mb mau pulang?"
Erie berhenti sambil melihat siapa tahu ada taxi lewat,"Iya Mas.Rumah saya masih jauh.Agak pinggiran kota.Aduh kok ga ada taxi ya?"
Norman kasihan melihatnya,"Ayo naik mbak.Saya antar sampai rumah.Ini sudah malam.Bahaya buat mbak berada di jalanan di jam segini."
Erie terperangah,"Tapi.."
Norman:"Tenang mbak,saya bukan orang jahat kok.Kalo saya jahat,pasti tasnya ga saya kembaliin dong.Ayo keburu malam nih."
Erie berpikir sebentar,'Bener juga yach...mending aku terima aja tawarannya lagian jelas dia orang baik.Ngembaliin tas aku.Moga dia bener2 orang baik.'
Erie lalu naik ke boncengan dan Normanpun segera meninggalkan tempat itu.
Sepanjang jalan Erie berpegangan pada pundak Norman,tahu sendiri Norman kan pembalap jadi kenceng juga bawa motornya.Akhirnya sampai juga mereka di depan
rumah Erie,sebuah rumah sederhana.Tampak ibunya menunggu di depan rumah dengan cemas.
Erie turun dari motor Norman,dan memanggil ibunya,"Ibu!"
Ibunya Erie segera mendekati putrinya dan memeluknya penuh kelegaan,"Ya ampun Nduk!Ibu sampai cemas.Tumben kamu pulang malam gini.Kamu gpp to?"
Erie terharu dengan perhatian ibunya,"Gpp Bu.Tadi tas Erie dijambret orang untung ada masnya ini.Dia berhasil ngambil kembali tas Erie,malah nganterin Erie pulang juga."
Ibunya Erie langsung menyalami Norman,"Makasih ya Nak.Anak ini sudah membuat lega hati seorang ibu.Beruntung banget yang melahirkan engkau Nak.O ya namanya siapa yach?
Biar saya bisa berdoa pada Tuhan untuk membalas kebaikannya.Makhlum kita cuma orang sederhana ga bisa balas apa2.Cuma bisa donga saja."
Norman menyebutkan namanya,"Nama saya Norman Bu.Ga usah dibalas Bu.
Saya ikhlas kok.Wah ibu punya usaha gorengan yach?"
Ibunya Erie melihat ke gerobak dagangannya,"Iya Nak Norman.Buat sambilan.
Lha wong ibu ini cuma bisa buat penganan.Kalau senggang mampir ke sini.
Nanti ibu suguhi gorengan buatan ibu sama Erie.Erie pinter masak lho.Iya kan Er?"
Erie malah tersipu,"Ibu berlebihan ah..."
Norman,"Baiklah kapan-kapan saya pasti mampir.Maaf saya permisi dulu sudah malam.
Kalian juga pasti mau istirahat.Mari."
Ibunya Erie mengangguk dengan ramah,"Terima kasih ya Nak Norman.Hati2 di jalan."
Norman memandang ke arah Erie,Erie tersenyum dan melambaikan tangannya.
Ibunya Erie memandang putrinya,"Ganteng banget ya Nak Norman?Baik lagi.Ibu suka kalau kamu sama dia."
Erie melangkah masuk ke dalam rumah,"Ah ibu ngimpi.Dia jelas lebih muda ...jauh malah...mana mau dia sama perawan kasep kayak Erie.Erie ga mau muluk2 ah...oh ya ini Bu uang buat beli obat Bapak."
Ibunya Erie terharu diberi uang segepok sama putrinya,"Lha buat kamu Nduk?"
Erie tersenyum,"Erie masih ada kok Bu.Paling buat perjalanan dan keperluan sehari2."
Ibunya Erie menyusul Erie yang melangkah ke kamar dimana Bapaknya berada,
seorang pria terbaring di ranjang.Lumpuh separo karena stroke.
Erie segera mencium tangan ayahnya,"Bapak,Erie sudah pulang Pak.Bapak sudah makan Bu?"
Ibunya Erie menjawab,"Sudah Nduk.Bapakmu seneng tuh lihat kamu sudah pulang.
Ia nungguin kamu pulang.Makanya belum tidur.Lho Pak,anakmu sudah datang sekarang Bapak bisa tidur."
Erie cuma berkaca2 seraya membetulkan selimut ayahnya,"Bapak tidur ya.Erie sudah pulang kok."
Sang ayah memang ga bisa ngomong lancar,cuma senyum saja lalu memejamkan matanya.Erie merendahkan volume tv yang ada di depan tempat tidur ayahnya.Ia tidak akan mematikan tv soalnya ayahnya pasti malah terbangun kalau tvnya dimatikan.
Ia baru akan mematikan kalau sang ayah benar2 sudah pulas tidurnya.
Ibunya Erie mendekati sang putri,"Kamu ga pingin beli baju baru Nduk?"
Erie menggeleng,"Ga Bu.Baju2 Erie masih layak dipakai kok.Lagian Erie kan ga punya pacar.Jadi ga ada yang protes juga kok."
Erie mendengar ayahnya mendengkur,"Bapak sudah pulas Bu.Erie ke kamar ya?
Mau ganti baju dulu.Habis itu baru makan.Erie kangen dengan tempe gembus buatan ibu."
Ibunya mematikan tv,"Ibu tahu kamu suka tempe gembus,sudah ibu sisakan itu.
Ibu hangatin lagi yach."
Erie melangkah ke kamarnya,"Terima kasih ya Bu."
Ibunya segera menuju dapur,'Ibu yang bersyukur punya anak sebaik kamu Nduk.Moga kamu dapat jodoh yang sayang sama kamu.Yang perhatian dan kalau bisa lebih segala2nya dari kamu jadi kamu ga akan dihina terus Nduk.Dihina anake wong mlarat,banyak hutang dan ga laku2.Gusti,kabulkanlah doaku ini.Kumohon pada-Mu.'
Akan terkabulkankah doa ibu Erie?
Siang hari telepon bunyi
Diundang meeting jam dua nanti
Maaf baru bisa segini
Episode ini pasti akan dilanjut nanti
***see you next eps***
||||| KEHILANGAN ||||| Eps 8 ||||| Hand = Tangan
Banyak hal bisa dilakukan dengan tangan
Mengambil barang hingga meletakkan
Menyerahkan benda hingga menjatuhkan
Menurunkan sesuatu hingga menaikkan
Peribahasa pun suka dengan tangan
Mencuri julukan buat si panjang tangan
Suka menolong disebut ringan tangan
Bila marah bicara dengan tangan
Tubuh tidak lengkap tanpa tangan
Lalu kenapa ada dua tangan
Tangan kiri dan tangan kanan
Itu lambang sebuah pilihan
Tuhan memberikan kita kebebasan
Mau berbuat apa dengan tangan
Mau berbuat kebaikan atau kejahatan
Mau menjadi hamba Tuhan atau hamba Setan
Ibarat dalam persimpangan jalan
Mau ke kiri atau ke kanan
Mau mencuri atau mengembalikan
Mau menghancurkan atau memulihkan
Tetaplah hati yang menentukan
Apapun hasilnya itu sebuah pilihan
Resiko dan konsekuensi menanti di depan
Jadi hati-hatilah dalam menggunakan tangan...
||||| Tangan By.Prince Frozen |||||
||||| Kontrakan Irwan...
Irwan sedang memetik gitar.Nyanyi lagu apa dia?Dia lagi buat lagu.Kalau lagi galau,Bossgenk suka mencurahkan hati lewat petikan gitar.Kadang jadi lagu lho.
Coba dengerin ...
/Semenjak kau menangis sedih....Kuingin kau tersenyum lagi...Tersenyumlah sayangku...
Hapus semua kesedihanmu.../
Irwan meletakkan gitarnya dan mengambil cincin putihnya.Lalu diletakkannya didepan meja yang ada di hadapannya.Lalu diraihnya lagi gitarnya.
/Tersenyumlah cintaku Hapus semua kesedihanmu Masih ada aku disini.../
Niatnya mau bayangin pacarnya Intan tapi yang muncul malah bayangan kakaknya Intan.Weleh...
Irwan memejamkan mata,'Mungkin gara2 lihat nih cincin makanya gue malah kebayang terus sama kakaknya.Coba gue merem aja....Fokus Wan...Intan...bukan kakaknya...'
Eh malah adegan saat gendong tuh cewek malah yang melintas bak film diputar ulang.Waduh....
Irwan menyandarkan punggungnya ke kursi,'Kok dia terus sih yang kebayang di pikiran gue...capek deh...tapi saat megang dia itu gue serasa gimana yach...kayak bukan ketemu orang asing gitu...kayak biasa gitu nyaman kali yach...aneh ya...Gue itu paling ga suka lihat wanita dianiaya.Makanya gue sayang sama Intan.Intan kan kerap diganggu laki2.Tapi lihat kakaknya Intan perasaan yang muncul itu seperti gue lihat mendiang ibu.Wajah polosnya,apalagi rok panjang dan sandal jepit di kakinya...itu gaya ibu banget.
Gue masih inget sandal jepit ibu sampai jebat gara2 jalan lama banget nyari rumah di kota.Ibu pegang tanganku sambil menangis.Kasihan ibu....takkan pernah gue lupain masa itu.Akhirnya ada orang baik mau ngasih tumpangan.Seorang ibu penjual sate.
Ibu lalu bantu dia buka warung satenya.Bahkan ibu bantu jual satenya kelilingan.Kasihan ibu...semua demi gue...Irwan sayang sama ibu.Ibu tenang saja Irwan akan menjadi
laki2 yang tegar.Laki2 yang tidak memainkan perasaan wanita.Tidak seperti ayah.
Dimana ayah saat ibu sakit.Dimana?Irwan masih ingat juga dengan Nyonya kaya yang ada di desa dulu,Irwan ga akan lupa penghinaannya.Tidak akan!!'
Roung...wah bunyi motor menyadarkan Irwan dari lamunannya.
Diusapnya air matanya yang sempat meleleh tadi.Diambilnya cincinnya dan disimpannya lagi.Tampak Norman memasuki ruangan.
Irwan menyapanya,"Darimana lu Man?Lama bener?Lho lenganmu kenapa Man?"
Norman melepas kemejanya,"Tadi tuh gue nolongin mbak2 yang tasnya dijambret orang.
Wah kayak di motogp gitu ...kejar2an.Wah seru Wan!!"
Irwan segera mengambil obat luka dan kapas,"Seru dengkulmu!Seru kok sampai luka gini!Sini biar gue lihat!"
Norman masih asyik cerita,"Gue berhasil tuh kejar dia.Ya jelaslah!Pembalap dilawan!
Wah serasa di sirkuit gitu gue....wah keren banget Wan!!"
Irwan geleng2 kepala sambil melepas kain merah yang membalut luka Norman,
"Kayaknya ni kain seperti sapu tangan wanita deh Man.Wah penuh darah nih,buang yach?"
Wah langsung Norman ngrebut tuh kain dari tangan Irwan,"Eiit!!
Jangan dibuang!!Ini tuh benda berharga tahu!"
Irwan melirik Norman,"Ya elah Man!Dapat dari Selvi yach?Pasti Selvi ya yang balut luka di lengan lu ini.Ya nggak?Cie....segitunya..."
Norman malah menimang2 sapu tangan merah itu,"Bukan dari Selvi kok."
Irwan memandang sobatnya itu,"Lho bukan dari Selvi to?Hayo dari siapa hayo?
Wah kayaknya lu selingkuh ya?Kan kemakan omongan sendiri!Makanya jangan nuduh gue selingkuh ternyata lu sendiri yang malah selingkuh."
Norman :"Habis gue bete sama Mamanya Selvi.Wuih kata2nya kayak cabe rawit kesukaan lu itu Wan!Pedes!!"
Irwan membersihkan lukanya Norman,"Iye yach tuh Nyonya kenapa sukanya teriak2
yach?Emang lu bakal betah nanti jadi mantunya dia?"
Norman menghela nafas,"Kayaknya gue bakal melepas Selvi deh Wan.Gue lelah Wan ngadepi Mamanya.Asli kalo gue ga ingat perkataan lu untuk jangan nyakiti wanita,udeh gue tonjok tuh Makmak!Masak gue dibilang *kere*...kagak tahu dia siapa bokap gue!!
Benigno Aquino!Konglomerat papan atas Indonesia!Dia pikir dia kaya apa?
Belum apa2 itu sama kekayaan bokap gue.Jauh..banget!!"
Irwan tersenyum,"Kenapa lu ga ngaku aja ke Mamanya Selvi soal ayah lu yang super
tajir itu?Selesaikan masalahnya?"
Norman malah nampak sedih,"Justru dengan begini gue sadar kalau Selvi itu bukan
buat gue deh.Gue akan lepasin dia saja.Gue akan bilang soal ini ke dia."
Irwan mulai membersihkan luka Norman,"
Kayak bekas sayatan deh Man.Lu berkelahi sama copetnya?Dia pakai pisau yach?"
Norman lalu menceritakan semuanya,"Nah gitu ceritanya...untung ada pria gondrong itu nolongin gue,kalau ga,wah mungkin hari ini nama gue sudah tinggal sejarah Wan."
Irwan memberikan betadine di luka Norman,"Hush!Jangan ngomong gitu!Gue ga suka.Gue ga mau kehilangan lu.Sudah cukup gue kehilangan ibu gue.Gue mau kita terus bersahabat,gue sudah anggap lu kayak adik gue sendiri."
Norman terkekeh,"Sentimentil banget sih lu hari ini.Apa gara2 ketemu kakaknya....
siapa namanya...?"
Irwan yang nyahut,"Evi...maksud lu?"
Norman ngakak,"Cie...hafal nih namanya...sampai ke lubuk hati kayaknya...suit!suit!"
Irwan malah menepuk lengan Norman,"Ngawur lu!Gue itu mau ngelamar Intan eh
gara2 tuh cewek malah bubar semua.Gimana gue kagak inget namanya?Ngeres lu!"
Norman mengaduh kesakitan,"Auww!Sakit bro!Kagak inget apa gue lagi terluka?
Gimana sih bossgenk nih?!"
Irwan manyun,"Habis lu sih kayaknya semangat banget makcomblangin gue ama
Kakaknya Intan?Lu nggak kayak gitu kalo gue bicarain Intan ke lu?"
Norman malah memandangi sapu tangan merah milik Erie,"Ga tahu ya bro.
Tapi waktu lihat lu ama mbaknya itu,gue lihat kalian tuh klik gitu.Kaya wadah ketemu tutupnya gitu.He..he...kalo lu ama Intan,gue ngerasa dia itu cuma manfaatin lu aja.Tapi semua tetep lu yang jalanin,jadi mau lu dengerin gue apa kagak ya itu hak lu."
Irwan :"Udah jangan bahas cewek lagi!Puyeng gue!
Lu tadi bilang yang nolongin lu rambutnya gondrong?Apa orangnya agak hitem?"
Norman heran,"Kok lu tahu Wan?Lu pernah ditolong juga ama dia?"
Irwan malah berpikir,'Jangan2 laki2 yang biasa kulihat itu.Jadi dia itu melindungi Norman.Bukan mau nyulik dia.Makin aneh saja.Siapa dia ya?'
Norman kesel karena Irwan malah melamun ditepuknya pundak Irwan,"Hai bro!!
Waduh malah melanglang buana...mikirin mbak Evi ya???Cie...."
Irwan jawab,"Lu itu yang kayaknya lagi mikirin mbaknya yang punya sapu tangan merah.Iya kan?Ngaku lu!"
Norman ganti yang menerawang,"Waktu dia balut luka gue dengan sapu tangannya,
gue langsung inget mama gue.Gue serasa lihat mama di dirinya.Gayanya yang sederhana dan kelembutannya...semua ngingetin gue ke mama.Gue sempat lho ngantar ke rumah dia.Orang tuanya baik Wan,ga kayak mamanya Selvi yang sombong banget dan ga pernah ramah sama gue.Kalo ibunya Erie baik dan ramah.Padahal tampang gue kayak anak jalanan gini lho.Malah gue disuruh mampir ke rumahnya kalau senggang.Wah gue malah ngerasa berharga gitu kalau didekat mereka."
Irwan telah selesai membalut luka Norman,"Wah malah sudah ketemu calon mertua
juga nih kayaknya.Gile lu Man!Gerak cepat ya!Kayaknya gue perlu belajar banyak sama lu soal wanita.Lu punya saran ga buat gue soal Intan?"
Norman berdiri menuju kamar mandi,"Gue emang pernah kuliah tapi ga gue lanjutin soale
gue males tapi gue bukan penasihat cinta ya.Enak saja lu!Emang gue dokter cinta?
Tapi mending lu coba bicara baik2 deh ama cewek lu tuh,kasih pengertian gitu ke dia.Kalo dia dengerin lu berarti dia masih sayang sama lu.Kalo ga udah deh pilih kakaknya aja.He..he...lu lebih cocok ama dia daripada ama Intan lu tuh!"
Irwan heran lihat Norman mencuci sapu tangan merah tadi pakai sabun mandi,
"Lu ngapain Man?"
Norman,"Gue lagi bersihin darah dari sapu tangan ini.Mama pernah ajarin gue kalo
cara bersihin darah itu pakai sabun mandi.Tuh hilang kan darahnya!"
Irwan tersenyum,"Lu itu penyayang ya aslinya.Sapu tangan aja lu sayang2 gimana orangnya.Cie....siapa namanya Erie...he..he...belum resmi putus aja lu sudah move on.Bener2 ya lu Man.Tapi gue bakal ikuti saran lu barusan,besok gue bakal nemui
Intan lagi.Ngalah dululah buat menang.He..he.."
Norman menjemur sapu tangan merahnya,'Wah gue bakal pakai sapu tangan merah
ini buat alasan untuk ketemu sama Erie.He..he...good idea!'
Norman melangkah menuju dapur,"Wan!Makan mie lagi nih?"
Irwan mendekat,"Tadi gue goreng telor kok,tapi kalo lu kagak mau buat mie aja.
Masih ada tuh stocknya.Mau goreng apa rebus?"
Norman mencari panci kecil,"Goreng aja.Jadi inget gue kalo ibunya Erie jualan
gorengan gitu.Wah kalo gue beneran jadian ama anaknya bakal gemuk gue.He..he.."
Irwan geleng2 kepala,"Norman..Norman...putusin dulu si Selvi baru kejar pemilik sapu tangan merah itu...satu satu Man!Malah sudah mikir jadi mantu segala lu.Wah...gue tidur aja!Biar besok lebih fresh pas ketemu yayank gue."
Norman merebus air untuk masak mie goreng,"Iye tidur aja.Gue mau bikin mie dulu.Laper.Met mimpiin mbak Evi yach...ha..ha..!!"
Irwan ngacir ke kamarnya,"Evi melulu lu...Gara2 lu nyebut dia terus,gue malah kepikiran dia lho.Dasar lu!"
Yang satu Evi yang satunya Erie...wah sama2 E...kok bisa sih?Aku ya ga ruh.
||||| Keesokan harinya di rumah bibinya Intan....
Tampak Intan sibuk mengepack barang2nya.Rita Sugiarto sibuk membantunya.
Evi sendiri malah sibuk buat sarapan.Soale Intan uring2an kalau Evi bantuin dia.
Evi mendekat ke kamar Intan,"Ibu mau telornya diceplok apa di dadar?"
Rita menjawab sambil memasukkan baju2 Intan ke dalam tas,"Dadar saja cah ayu."
Evi menoleh ke arah Intan,"Kalau kamu Tan?"
Intan jawab,"Aku maunya dikasih daun bawang terus dikasih bawang dan brambang
terus matangnya harus merata."
Evi mengernyitkan dahi,'Wah emang ada daun bawangnya?'
Evi :"Kalau ga ada loncangnya gimana?"
Intan kesel,"Ya beli dong kak.Gitu aja nanya?Mikir dong!"
Rita membela Evi,"Kamu ki piye to Tan,mbakyumu ki kan ga ngerti daerah sini.
Malah mbok suruh beli.Mbok kamu itu makan seadanya aja.Ga usah milih2!"
Intan diem sambil manyun,"Ya wis terserah!Males ngomong!Bibi Ruti aja selalu bisa kok masakin kesukaan Intan.Masak kakaknya Intan ga isa?"
Evi terdiam lalu menjawab,"Yo wis tak usahake ya.Aku juga punya kaki kok.
Kalo ga ada aku bakal beli.Pasti ada warung sayur dekat sini."
Rita geleng2 kepala melihat kedua putrinya.Kasihan Evi,ia segera melihat ke dapur
dan bener ga ada loncangnya.Iapun pamit beli ke warung.
Evi :"Bu Evi cari loncang dulu yach."
Rita :"Kayake di pojok gang itu ada cah ayu.Hati2 ya!Kalau ga ada pulang aja.
Nanti kita makan seadanya aja."
Evi jawab:"Nggih Bu.Evi pergi dulu."
Sepeninggal Evi,Rita menegur putri bungsunya,"Kamu jangan gitu sama mbakyumu.Dia itu lebih tua.Harus dihormati.Nanti kamu ga bahagia lho kalau sikapmu kayak gitu."
Intan malah mencibir,"Iye..iye...Tapi Intan yakin kok kalau Intan bakal lebih beruntung dan bahagia daripada kak Evi.Intan kan lebih berpendidikan dan lebih modis."
Rita jawab,"Belum tentu Tan.Kebahagiaan itu di hati ya.Bukan di materi atau pendidikan.
Apalagi penampilan.Itu semua ga jamin hidupmu bahagia cah manis."
Intan malah sibuk memasukkan alat riasnya,'Aku ga peduli ibu ngomong apa.
Yang pasti aku bakal ngrebut kak Reza dari kak Evi.Gimanapun caranya!'
||||| Di warung sayur dekat gang masuk....
Evi berhasil juga dapat loncang,ia segera keluar dari warung sayur dan berjalan menuju rumah bibinya.Evi :'Untung ada yang jual sayur.Coba di desa wah aku tinggal petik atau minta tetangga sebelah.Pak Wiryo kan nanam.Ternyata lebih enak hidup di desa.'
Lagi asyik jalan eh tiba2 ada motor berhenti tepat disebelahnya Evi,Evi sampai jumbul.
Pria di atas motor segera melepas helmnya,"Kok sampai sini mbak?"
Evi kaget,"Oh!Kamu to?Bikin kaget tahu!Wah pasti mau ketemu Intan yach?"
Siapa hayo tuh cowok?Bener banget:Irwan!
Evi menunjukkan belanjaanya,"Ini nyari loncang.
Biasa perempuan pagi2 kan belanja sayuran."
Irwan makin kagum melihat keluguan Evi,'Bener2 kayak ibu.Pagi2 sudah belanja.
Buatin sarapan buat gue.'
Irwan :"Yuk naik mbak tak bonceng sampai rumah.Masih lumayan jauh lho.Kasihan kakinya."
Evi melihat Irwan dan motornya bergantian,"Tapi aku ga pernah naik motor kayak begitu.Bahaya ga?"
Irwan tersenyum,"Saya akan pelan2 mbak.Ayolah anggap aja sebagai permintaan maaf kemarin sudah ga sopan sama mbak.Ayo naik!"
Evi melihat roknya yang panjang,"Tapi aku pakai rok.Piye?"
Irwan :"Gampang miring saja.Sini belanjaannya taruh depan saja!"
Evipun menyerahkan daun loncangnya terus duduk di boncengan motor Irwan,
'Ini motor tinggi juga ya.Aduh mlorot nih!Kok mlorot terus ke arah Irwan sih.Weleh.
Pegangannya gimana pula nih?'
Irwan memastikan Evi sudah nyaman,"Pegangan ya mbak.Sudah siap!Berangkat!"
Evi kaget dan segera memeluk pinggang Irwan saat motor melaju,"Ihhh...pelan2 aja!
Aja banter2!!Irwan!!"
Irwan merasa seneng gitu saat Evi melingkarkan tangannya di pinggangnya,
'Kok gue seneng gini sih?Wah bahaya nih...'
Hanya dalam waktu singkat merekapun sampai di depan rumah bibinya Evi,
wah Evi yang saking takutnya sampai tutup mata dan menempelkan mukanya di
punggung Irwan.
Irwan,"Mbak sudah sampai."
Evi membuka matanya,"Bener nih sudah sampai?"
Saat itulah Intan keluar disuruh ibunya nyusul Evi,wah lihat Evi lagi meluk pinggang Irwan,Intan langsung kesal,"Apa2 an kalian berdua?!!"
Wah Evi dan Irwan langsung kaget,Intan langsung lari ke dalam sambil memanggil ibunya,"Ibu!!Kak Evi jahat!!"
Evi segera turun dari boncengan Irwan,"Waduh!Piye ki!Kamu sih pakai boncengin aku segala.Adikku nesu tuh!"
Irwan segera memarkir motornya,"Saya itu maksudnya baik mbak.Tapi kok mesti jadi salah ya?"
Evi jadi kasihan juga sama Irwan,"Ya udah kamu bujuk aja.Kamu pasti lebih tahu wataknya dia.Mumpung masih ketemu."
Irwan kaget mendengar omongan Evi,"Maksud mbak?"
Evi akhirnya memberitahu,"Intan memutuskan ikut kami pulang ke desa.
Hari ini kami kembali ke desa.Sana bujuk dia!"
Irwanpun segera masuk ke dalam tapi Intan malah mengusir dia.
Intan menenteng tas dengan kesal,"Aku ga mau lihat kamu lagi!Aku males lihat tingkah kamu Wan!Kita putus saja!"
Irwan kaget mendengarnya,"Lho kok kamu main putus aja yank?Dengerin dulu penjelasan gue dong!Gue tadi tuh cuma kasihan lihat kakak kamu jalan jauh,masak gitu kamu marah yank?"
Evi mendekati Intan,"Iya Tan,pacarmu tidak salah.Dia cuma mau bersikap baik.
Mbak tadi kan nyarike kamu loncang.Nah warungnya jauh gitu di pojok gang sana tuh!
Terus mbak ketemu sama dia.Kamu kan tahu mbak belum pernah naik motor model kayak punyanya pacarmu itu.Jadi..."
Evi yang mau menjelaskan juga malah didorong sama Intan,"Sudahh!Aku ga mau makan telor buatan kakak!Aku mau pulang sekarang saja ke desa!Minggir!!"
Untung Irwan segera menangkap tubuh Evi.Wah malah pelukan lagi.
/Memandangmu walau selalu.../
Makin kesel aja Intan melihatnya.Rita yang melihat tingkah Intan akhirnya menasehati Irwan,"Sudah Nak!Biar Ibu yang nenangin Intan.Dia lagi ngambek.Ga akan dengerin siapa2.Evi ayo siap2 pulang cah ayu.Adikmu dah duluan tuh!"
Rita lalu meninggalkan mereka menyusul Intan.Evi segera mengambil tasnya.
Tapi saat akan keluar,Irwan menahan tangannya,"Mbak bantuin aku dong!"
Evi terhenti langkahnya,"Maksudmu?"
Irwan melihat kertas dan bolpen di meja,diambilnya.
Irwan :"Tolong tulis alamat rumah kalian di desa.Saya mohon."
Evi ga tega melihat wajah melas Irwan,iapun menuliskan alamat mereka di desa.
Diberikannya alamat itu pada Irwan.
Evi :"Ini alamatnya.O ya terima kasih buat boncengannya tadi.Aku pergi dulu."
Irwan terpana saat membaca alamat yang ditulis Evi.Hayo kenapa ya?
Irwan :'Ini kan desaku dulu?Desa dimana ibu dihina oleh si Nyonya sombong itu???'
Wah akankah Irwan kembali ke desa yang memberi kenangan buruk pada dia demi mengejar Intan?
***see you next eps***
KEHILANGAN
/$/ EPS 9 》Covenant
/$/ KEHILANGAN /$//$/ Eps 9 /$//$/ Covenant = Perjanjian /$/
Ingat lagu ini...
/Terlanjur kuberjanji akan setia selalu....Janjiku kepadamu takkan usang dimakan waktu/Lupa lagunya siapa ya?Weleh...
Berjalankah dua orang jika mereka belum berjanji?
Sahkah sebuah pernikahan jika ikrar belum disepakati?
Perjanjian membutuhkan dua pihak yang berinteraksi
Tak bisa dipungkiri bahwa perjanjian menuntut untuk ditepati
Perjanjian antar negara untuk tidak bertikai lagi
Perjanjian dua insan untuk bersama menjalani hidup ini
Perjanjian antara pedagang dan pembeli
Perjanjian antar teman atau sahabat sejati
Perjanjian bukan untuk diingkari
Perjanjian butuh komitmen hati
Memandangnya ringan ada sanksi
Melanggarnya apalagi
Seorang teman yang memenuhi janji
Itulah orang yang patut dihargai
Meski harus berlelah menyusahkan diri
Namun semua dilakukan demi
Sebuah janji....
◆◆◆ ◆◆◆
Ingat perjanjian yang dilakukan antara Ayahnya Irwan dan notarisnya?Itu sudah lama sekali.Bahkan Tuan Tanah Hamdanpun sudah meninggal.Kini Irwan sudah dewasa.
Namun dimanakah sang notaris?Jangan2 juga sudah meninggal?Wah warisannya bakal jatuh ke tangan Reza semua dong.Kasihan Irwan...Tenang....Notarisnya masih hidup kok,yang meninggal itu isterinya.Notaris Samuel terus melacak keberadaan Inul dan Irwan,seperti amanat sahabatnya,Almarhum Tuan Tanah Hamdan.Bahkan ia membawa putrinya hidup di kota demi mencari Inul dan Irwan.Penasaran siapa putrinya?Yuk kita kepoin...
/$/ Rumah Notaris Samuel di kota....
Seorang pria paruh baya nampak tengah menerima telepon.Banyak berkas2 di mejanya.Juga foto2.Foto yang sudah usang,foto seorang wanita desa dan anak laki2nya.
"Seorang anak muda mengunjungi makamnya.Sudah kau ambil fotonya?Bagus!Apa?
Alamatnya juga?Wah kerja yang bagus!Namanya Irwan?Benar!Itu anak laki2 yang aku cari!!Ini berita bagus!Segera smskan alamatnya padaku.Aku tunggu!!"
Dengan wajah sumringah,pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi,"Sahabatku,akhirnya setelah sekian lama akhirnya aku berhasil menemukan putramu.Aku akan segera melaksanakan amanatmu sobat.Memberikan apa yang menjadi haknya.Hamdan,kawanku,kau bisa tenang sekarang.Aku akan segera menemui putramu.
Bila perlu akan kutes DNA supaya yakin benar dan tidak salah orang."
Sms alamatpun sudah masuk.Wah langsung dicatat di buku khusus.
Seorang gadis cantik masuk sambil membawa sebuah buku kecil,"Ayah!Nanti anterin Febby ke Gramedia yach?Febby mau cari buku."
Oh....Febby itu putrinya Notaris Samuel?Akhirnya nongol juga.
Sang notaris segera merapikan mejanya,"Tahu aja kamu kalau Ayah mau pergi.
Kamu mau nyari buku puisi lagi yach?Pasti Prince Frozen lagi..."
Febby malah menerawang,"Puisinya dia itu membuat hati Febby serasa melayang apalagi puisi tentang ibu.Aduh...Terharu banget...Febby suka.Febby denger dia rilis buku lagi.Judulnya *Land*.Wah pasti so romantic deh.Beneran ya Yah,anterin ke Gramedia...
Nanti pulangnya Febby bisa naik taxi kok.Please...please.."
Sang ayah cuma geleng2 kepala melihat putri semata wayangnya,"Tumben kamu ga minta dianterin pacar kamu siapa namanya?...Fero?"
Febby malah manyun,"Katanya dia lagi sibuk ngurus rilis buku barunya.Kan dia Prince Frozen itu Yah."
Sang Notaris heran,"Yang bener kamu?Ga mungkin kayaknya.Tapi semua puisi yang dia buat memang kemudian jadi puisi yang diterbitkan oleh Prince Frozen Ayah.Masak bisa kebetulan?Ga mungkin kan?"
Sang Ayah mengambil jasnya,"Ya sudah.Ayo siap2!Ayah mau berangkat sekarang."
Febby segera mengambil tasnya,"Febby sudah siap!"
Merekapun segera berangkat.
/Ana tangis kelayon2...Tangise wong kang wedi mati...Ditumpake kereta jawa...
rodane roda manungsa...ditutupi ambyang2...disirami banyune kembang..../
Mistis.Kereta Jawa
Didalam mobil Samuel menanyakan soal kuliah putrinya.
Samuel :"Bagaimana kuliahmu,my princess?"
Febby tersenyum senang tiap kali dipanggil begitu,"Lancar Ayah.Kuliah di jurusan pertanian memang impian Febby.Suatu saat nanti Febby ingin kembali ke desa dan memajukan pertanian di sana...Oh ya aku senang kalau Ayah panggil aku dengan sebutan *My princess*he .he..serasa aku ini berjodoh gitu sama Prince Frozen...he..he..."
Samuel melirik putrinya,"Kamu itu memang cantik jelita seperti putri di negeri
dongeng kok,my princess.Dan bukannya kamu sudah berjodoh sama Prince Frozen?
Katamu Fero itu Prince Frozen."
Febby mendekap buku puisinya,"Entahlah Ayah...Awal dulu Febby juga yakin gitu...
soalnya dia hafal puisi2 Prince Frozen...tapi akhir2 ini Febby merasa ia seperti bukan
Prince Frozen karena ia mulai marah2 bila aku menyebut soal puisi apalagi nama
Prince Frozen.Aneh kan Yah?Kenapa juga dia harus marah kan itu nama samaran
dia ?Tingkahnya mulai aneh deh Yah."
Samuel terkenang akan mendiang isterinya,"Kamu itu kayak ibumu persis.
Suka hal2 yang berbau romantis dan puitis.Kayak pinang dibelah dua.
Kalau kamu disakiti sama pacarmu itu,lebih baik hubungan kalian jangan diterusin
lagi,ok?Ayah yakin masih ada laki2 yang baik di dunia ini yang nanti bakal sayang
dan buat kamu bahagia.Oh ya...mungkin dalam waktu dekat Ayah akan balik ke desa.
Ada urusan yang harus Ayah selesaikan di desa."
Febby antusias mendengar kata desa disebut,"Benar Ayah?Febby ikut dong.
Kebetulan Febby juga ada tugas akhir nih.Febby mau meneliti soal hama wereng Yah.
Di sana kan banyak sawah?Febby ikut ya Ayah.Febby kangen dengan suasana desa."
Samuel membelai kepala putrinya,"Tentu saja My Princess!Ayah malah senang kalau kamu ikut.Kebetulan teman Ayah itu juragan tanah,sawahnya banyak sekali.Berhektar2.Belum perkebunan dan peternakan.Wah luar biasa usaha agrobisnisnya.Nanti Ayah akan bilang soal penelitianmu ke isterinya pasti dia bolehin.Kalaupun ga masih ada persawahan milik Nenek Puspa.Kamu masih ingat kan Nenek Puspa?"
Febby coba mengingat2,"Oh yang pernah kasih boneka rajut itu kan?Iya waktu kecil Febby suka main ayunan di rumah Nenek Puspa.Apa Nenek Puspa masih hidup Ayah?"
Samuel menghentikan laju mobil karena lampu merah,"Masih,Nenek Puspa pasti seneng ketemu kamu.Cucunya yang pertama juga sering ke desa;biasa mengurus bisnis keluarga yang ada di sana.Sebenarnya Ayah ingin menjodohkan kamu dengan cucu pertama Nenek Puspa,tapi sepertinya kamu sudah punya pilihan sendiri.Mungkin memang kalian ga berjodoh.Tapi Ayah harap kamu mau mempertimbangkannya."
Febby terdiam,'Sebenarnya hati Febby sudah mencintai seseorang Ayah.
Orang itu adalah Prince Frozen.Entah kenapa,puisi2nya itu seperti ia sedang menjerit dan terluka.Namun,Fero sepertinya bukan dia.Febby bingung.Apa Fero cuma ngaku2 ya?'
Samuel tersenyum melihat putrinya malah melamun.Akhirnya mereka sampai juga di Gramedia.Febbypun turun sementara Samuel meneruskan perjalanannya menuju sebuah
alamat.Kita lihat Febby dulu ya.Febby bergegas menuju stand buku2 terbaru,
nyari edisi terbarunya Prince Frozen.Akhirnya dapat juga dia,wah seneng banget dia.
Febby melihat2 isinya,'Wow!Puisi2nya keren2...Kok dia bisa dapat inspirasi terus yach?Kayak gimana yach orangnya?'
Febby menuju kasir sambil melihat2 sekitarnya saat itulah ia melihat seseorang.
Hayo siapa?Febby segera bersembunyi diantara stand2 buku,'Itu kan Fero?
Siapa cewek yang bersama dia itu?Mesra sekali mereka.Gandengan tangan,
peluk pinggang pula.Katanya lagi sibuk latihan ngedance.Ternyata dia bohongi aku.
Febby lalu membayar bukunya dan kebetulan juga Fero dan cewek yang bersamanya
juga menuju ke kasir.
Febby langsung menanyai Fero dengan kesal,"Bener kata teman2 aku,kamu itu ternyata playboy.Suka mainin cewek.Ini buktinya!"
Fero gugup juga,"Eh...oh...aku disini lagi launching buku terbaru aku.Dia ini fans kok."
Si cewek ganti yang marah,"Apa???Fans?Launching buku?Sejak kapan kamu jadi penulis Fer?Aku itu kenal kamu lama yach...Rupanya cewek ini mainan terbaru kamu.Kasihan dia... "
Febby makin sakit hati,"Aku ga sangka kupikir kamu bener Prince Frozen,ternyata kamu bohongi aku!Kita putus!Aku ga mau punya pacar pembohong!!"
Febby melangkah pergi sambil menangis.Fero hendak mengejar dia tapi dicegah oleh
cewek yang bersama dia,"Sudahlah Fer,cewek kutu buku gitu aja lu kejar.Kegeeran ntar!
Udah kan masih ada aku!Yuk kita cari makan aja.Buku2 yang mau buat hadiah sudah dibeli,sekarang lapar."
Fero memandang ke arah Febby pergi,'Maafin aku Feb,tapi aku kesal tiap kali yang
kamu sebut selalu Prince Frozen.Yang di hati kamu tuh cuma dia seorang.'
Wah kasihan Febby...Yuk kejar dia!
Febby berjalan sambil menangis,sementara itu seorang pria tampan nampak keluar dari mobilnya.Tapi jalannya agak timpang.Wah,pasti Eza nih!Ia sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
Eza:"Iya Pak.Saya sudah sampai di Gramedia.Penjualan buku saya bagus?Wah terima kasih...Tidak.Saya tak perlu temu penggemar.Saya akan tanda tangani saja buku2 yang ingin tanda tangan saya.Saya segera ke ruangan Anda."
Eza memasukkan hpnya ke kantong celananya.Saat itulah seseorang menabraknya.Wah..pertemuan nih..Bruk!!Untung Eza kuat jadi ia dan yang nabrak dia ga jatuh.Cuma buku yang dibawa penabraknya yang jatuh.
Febby:"Maaf,saya ga sengaja Mas."
Eza melihat buku yang segera diambil gadis yang nabrak dia,"Itu kan buku karangan
Prince Frozen?"
Gadis cantik itu terpana mendengarnya,"Mas juga penggemar Prince Frozen?"
Eza jadi salting mau jawab apa,"Ya...bisa dibilang begitu...kalau kamu?"
Febby memeluk buku itu,"Saya penggemar berat dia.Andai saja saya bisa ketemu langsung
dengan dia.Pasti seneng banget.Kalau bicarain dia hati aku seneng banget."
Eza malah yang terpesona melihat Febby cerita,'Kamu sudah ketemu dia Nona Cantik.
Akulah Prince Frozen.'
Febby mengusap air mata yang menggenang di matanya,"Mas gpp kan?Maaf saya tadi buru2...jadi ga lihat jalan."
Eza melihat air mata di mata gadis itu,"Saya gpp.Kamu sendiri kayaknya habis nangis yach?Maaf...jika turut campur.Coba baca puisi Prince Frozen yang judulnya Air Mata.Kamu pasti suka."
Febby jadi tersenyum,"Kok Mas hafal sih?Bukunya baru rilis lho."
Eza garuk2 kepala,"Saya kan penggemarnya dia.Wajar dong hafal.Oh ya saya ada janji.Permisi yach."
Eza pun melangkah meninggalkan Febby.
Febby ganti yang terpesona,'Wah dia juga penggemar Prince Frozen.Kakinya kenapa yach?
Ga masalah yang penting dia baik orangnya.Lebih baik aku pulang.Bicara soal Prince Frozen aku jadi lupa soal Fero.Bener kata Ayah,masih ada pria yang baik kok.Pria itu ga cuma Fero.Buat apa aku sedih.Lagian aku jadi tahu kalau Fero bukan Prince Frozen.
Aku masih punya Prince Frozen aku.Dunia belum berakhir.'
Betul Febby!Putus cinta bukan akhir segalanya.Febby lalu menyetop taxi dan pulang sambil membaca puisi yang disebut pria yang ditabraknya tadi.
*** Air Mata ***
Menetes bukan hanya saat duka
Ia bisa juga hadir saat suka
Bahkan disaat tertawa
Menjadi bukti emosi jiwa
Air mata adalah sebuah bahasa
Ungkapan hati yang penuh makna
Mengungkap sebuah rahasia
Serta membuat hati lega
Wahai air mata
Terima kasih sudah setia
Selalu ada kapanpun jua
Menemaniku mengungkap rasa
(Air Mata-By.Prince Frozen)
Sekarang kita ikuti Ayahnya Febby.Berhasilkah ia menemukan Irwan?
Mobilnya sudah sampai di alamat yang dismskan padanya.Sebuah rumah sederhana.Iapun turun dari mobilnya.
Diketuknya pintu,"Tok..tok!!Permisi!"Yang membuka pintu seorang pria muda
juga tapi tak sama dengan foto yang dikirim padanya,"Bapak mencari siapa?"
Samuel menjawab,"Apa adik kenal yang namanya Irwan?Katanya rumahnya disini."
Pria muda itu heran,"Oh nyari Bossgenk to.Bapak siapanya Irwan?"
Samuel segera menjawab,"Saya teman ayahnya.Apa dia ada di rumah?"
Norman menjawab,"Oh teman ayahnya...wah Irwan lagi pergi tuh.Ga tahu tuh kapan pulangnya.Bisa lama bisa cepet."
Samuel lalu mengeluarkan kartu namanya,"Saya adalah Notarisnya Ayahnya Irwan.
Ada pesan dari beliau yang ingin saya sampaikan.Sebuah amanat.Tolong hubungi saya kalau dia sudah kembali.Atau saya boleh minta no hpnya?"
Norman malah memberikan no hpnya dia,"No saya saja Pak.Soalnya Bossgenk suka marah kalau saya sebarin no hpnya dia.Ini no saya."
Samuel melihat isi rumah kontrakan Irwan,'Sederhana sekali.Padahal dia pewaris setengah harta Tuan Hamdan.Wow!Andai dia tahu kalau dia bakal jadi jutawan mendadak.'
Samuel lalu memandang Norman,"Boleh saya tahu adik ini namanya siapa ya?"
Norman mengulurkan tangannya,"Saya temannya Irwan Pak,temen genk,nama saya Norman."
Samuel lalu permisi pulang.Ia sudah lega telah menemukan tempat tinggal Irwan.
Tinggal selangkah lagi ia akan berhasil menepati janjinya pada Tuan Hamdan.
Sebuah janji yang telah lama sekali.Wah kira2 bagaimana reaksi Irwan kalau dia tahu
bahwa ternyata ayahnya sayang pada dia?Apakah ia akan makin mantap menyusul Intan ke desa?
Main suling di pagi hari
Itulah ulah Dimas hari ini
Eps sembilan cukup di sini
Kalau suka komentarnya dinanti
***see you next eps***
EPS 10 KEHILANGAN
STRANGER = ORANG ASING
*POETRY ZONE*
Orang yang tak dikenal itulah orang asing
Namun orang yang dikenalpun terkadang jadi asing
Mereka hanya mengurusi urusan masing-masing
Yang lain jadi tak begitu penting
Mereka menyingkir di saat genting
Kita memohon hingga tenggorokan kering
Bukan sekali dua kali tapi sering
Tak jarang kita dianggap otaknya miring
Bahkan mungkin meneriaki maling
Hati sedih hingga tubuh ikut langsing
Menunggu pertolongan datang menyingsing
Wahai negeriku yang penuh padi menguning
Janganlah sia-siakan orang asing
Mereka juga ciptaan Tuhan yang penting
**Kontrakan Irwan**
Irwan telah sampai dengan wajah lesu.
Norman memperhatikan sohibnya itu dengan seksama,"Kenapa lu,Wan?Kayak baju belum disetrika aja."
Irwan melemparkan tubuhnya di kursi,"Bukan damai malah badai yang datang.
Niatku mau memperbaiki hubungan malah makin meretakkannya.Parahnya lagi,
Intan malah balik ke desanya hari ini juga."
Norman mengambilkan segelas air buat Irwan,"Minum dulu!Wajah layu begitu,
kayak tanaman setahun ga disirami lu."
Irwan segera menghabiskannya,"Segernya,thanks bro.Perhatian juga lu sama gue."
Norman duduk di seberang Irwan,"Nasib kita kan sama Bro.Sama2 kehilangan ibu,
sama2 lagi bermasalah sama pacarnya,sama2 tidak jelas ayahnya dan sama2 lagi
suka sama cewek yang baru dikenalnya.He...he..."
Irwan melepas jaket kulitnya,"Lu kali yang begitu,gue mah masih setia.Lu aja yang dah move on...enak aja nyama2in!"
Norman terkekeh,"Masih ga mau ngaku rupanya.Ok.Gue nanya nih.Lu tadi pasti bikin salah paham lagi sama adinda lu tuh.Pasti soal kakaknya lagi.Hayo tadi ngapain lagi sama mbak Evi?"
Irwan langsung merona pipinya,Norman terpingkal2 melihatnya.
Norman menunjuk wajah sohibnya,"Baru gue sebut namanya,lu udah tersipu2.
Gimana kalau dia ada disini?Ha...ha...ga usah ngeles Wan!"
Irwan malah menerawang,"Gue itu ga ada niat ngeduain Intan.Tapi Intan selalu saja salah paham tiap kali gue mencoba bersikap ramah ke kakaknya dia.Padahal hal itu wajar aja menurut gue.Kenapa ya,dia itu kayak asing itu akhir2 ini?Sejak bibinya meninggal,
sikapnya itu jadi berubah.Penuh curiga,ngambekan dan minta putus terus."
Norman jadi ikut ngelangut mendengar penuturan Irwan,"Padahal lu mau serius
sama Intan ya?Malah jadi kayak begini.Mungkin lu punya salah kali Wan.
Lupa ultahnya dia kali."
Irwan malah sedakep,"Gue emang tampang preman,tapi gue cowok perhatian,Man.
Setiap kali gue dapat job atau rejeki,pasti gue ga lupa beliin Intan sesuatu.
Baju atau sepatu atau sandal,macem2 pokoknya.Apalagi ultah,wah ga mungkin
gue lupa.Gue emang ga sekaya lu,tapi gue bukan cowok pelit,yaw."
Norman jadi mikir,"Jika lu udah perhatian harusnya dia hargai lu dong.Masak balik ke desa ga rembugan dulu sama lu?Aneh...."
Irwan memandang Norman,"Iya ya,apa gue ga penting lagi buat dia?Masak cuma karena gue boncengin kakaknya dia marah.Emang nolong orang itu salah ya?Kayak orang asing gitu deh dia."
Norman jadi ingat orang asing yang nyari Irwan,"Tadi ada yang nyariin lu Wan."
Irwan heran,"Siapa?"
Norman mengambil kartu nama,"Bapak2.Katanya sih temen bokap lu.Ini kartu namanya."
Irwan menerimanya,"Notaris Samuel...temen ayah gue?Dia bilang mau apa gitu?"
Norman,"Katanya ada hal penting gitu,coba hubungi aja dia.Siapa tahu beneran
penting dan mengubah kehidupan lu."
Irwan menimang2 kartu nama tersebut,"Ntar aja deh.Gue capek banget hari ini.
Gue mau mandi dulu.Gerah luar dalam nih."
Irwan menyimpan kartu nama itu di dompetnya.Kok cuma disimpan Wan?
Dihubungi dong.Itu menyangkut masa depan kamu,Wan.Menyangkut warisan.
Udah deh tinggalin Irwan aja,kita tengok pewaris selain Irwan.Maksudnya Reza?
Yoi,man!Ke London dong?Yup!
+++ London,Inggris+++
Di sebuah apartemen,tampak seorang pria muda sedang asyik pesbukeran dengan
temannya di dunia maya.Pria itu tinggi dan tampan pastinya.Itu jelas Reza.
Lalu yang diajak pesbukeran siapa?
Reza :Halo Frans,besok gue pulang nih ke Indonesia.
Frans : Wah ikut seneng Za,langsung ambil alih usaha bokap dong?
Reza : Namanya juga anak tunggal Bro.Kalau bukan gue siapa lagi?
Frans : Anak Mami sih lu,Za.
Reza : Lu juga,dasar lu!Eh gimana hubungan lu sama si guru cantik itu?
Frans : Erie maksud lu?
Reza : Yoi,man.Kapan undangannya?
Frans : Kandas Za.
REza : Kok bisa?Kalian kan sama2 pengajar tuh.
Frans : Dihari gue mau ngenalin Erie ke Nyokap gue,eh malah Nyokap gue
nyeramahin dia.Ditanya macem2 gitu.
Reza : Itu kan wajar,Bro.
Frans : Awalnya sampai kemudian Nyokap nanya soal umur.Wah wajah Nyokap langsung berubah ga ramah sama Erie.
Reza : Emang umur Erie berapa?
Frans : Erie kan sudah kepala 3 Bro.
Reza : Terus masalah buat lu?
Frans : Buat gue ga,tapi buat Nyokap gue iya.Wah ga tega gue lihat Erie.Kasihan dia diceramahi soal usia subur bagi wanita.Gue merasa bersalah banget.
Reza : Terus Erie gimana tanggapannya?
Frans : Dia memilih mundur dan melepas gue.Dia pergi sambil berkaca2.
Gue coba minta maaf berkali2 tapi sepertinya nama gue dah dia hapus dari hatinya.
Bahkan dia setuju saat dimutasi ngajar di desa.Tadi surat tugasnya sudah turun.
Gue sedih Bro,ga akan lihat dia lagi.Apalagi...
Reza : ????
Frans : Gue kayake bakal dijodohin deh sama Nyokap.Dalam waktu dekat ini.
Reza : Sama Bro!Gue juga dijodohin,malah sejak gue masih orok.
Frans : Sama siapa Bro?Cantik ga orange?Sudah pernah ketemu?
Reza : Blas ga pernah ketemu.Foto aja kagak dikirim.
Frans : Namanya?Satu desa sama lu?
Reza : Namanya Evi.Gadis desa.Ibunya janda,tumben deh Mami gue mau gaul sama orang ga kaya.Apalagi sampai jodohin.Kayaknya ada yang gue ga tahu deh.Ntar akan gue selidiki begitu sampai sana.
Frans : Kayaknya dia gadis baik deh Bro.Pasti lugu gitu dia.
Reza : Kalau gue sih pinginnya tetep milih sendiri Bro.Masak di era modern kayak gini masih pakai sistem perjodohan?
Frans :Iye.Kayak zaman Siti Nurbaya aja.Melas bener kita ya?Udah ya Bro,gue banyak tugas nih,biasa musim ujian anak sekolah.Reza : Iya.Gue juga mau tidur.Besok biar fresh.
Kangen banget sama Indonesia.See you soon.
Frans : Jangan lupa oleh2 ya?He..he...
Rupanya dulu Erie pernah punya hubungan dekat dengan Frans.
Namun semua kandas,karena faktor usia.Lalu siapa yang dijodohin sama Frans?
Bagaimana pula kesan pertama Reza saat ketemu Evi?
Jam sepuluh pagi belum mandi
Keenakan nonton siaran televisi
Eps sepuluh cukup sampai di sini
Kehilangan pasti dilanjut lagi
***see you next eps***
Eps 11 KEHILANGAN ○●•Manner
●○• KEHILANGAN●○•●○• Eps 11 ●○•●○• Manner = Perilaku●○•
●○• Poetry zone
Perilaku bisa disebut juga tingkah laku
Sikap seseorang dalam segala sesuatu
Ada yang ramah tapi ada juga yang kaku
Ada yang serius ada juga yang lucu
Ada yang nyleneh,aneh dan wagu
Ada juga yang sopan tapi ragu-ragu
Setiap orang punya ciri khas tertentu
Ada suka menyapa di setiap ketemu
Ada yang mau nyapa kalau disalam dahulu
Ada juga yang apatis dan ga mau tahu
Ada yang selalu bilang terserah kamu
Apa yang mempengaruhi perilaku
Bisa apa yang terjadi di masa lalu
Bisa pula hal lain yang kita tak tahu
Pasti ada alasan dibalik semua itu
Orang yang kasar pasti mengalami kekerasan lebih dulu
Orang yang pendendam pasti alami kekecewaan begitu dalam
Orang yang apatis pasti kerap diberi wajah sinis
Orang yang pesimis pasti kerap menangis
Orang yang galak seperti anjing menyalak Pasti benci lihat orang tertawa terbahak-bahak
Orang yang pemurung pasti hidupnya terkungkung
Orang yang pesolek pasti suka lihat yang molek2
Orang yang jahat pasti benci dengar kata tobat
Macam2 tingkah orang itu
***Kontrakan Irwan***
Nampak Norman tengah bersiap seperti hendak pergi.
Irwan bertanya padanya,"Mau kemana lu bro rapi amat?Pasti lu mau nemui si pemilik sapu tangan merah itu yach?"
Norman menyisir rambutnya,"Lu tahu aja isi hati gue,Wan!Tapi seperti nasehat lu,gue akan ke rumah Selvi dulu.Gue mau bicara sama dia kalau gue mau melepas dia.Gue capek diomeli Maknya dia tuh.Emang gue anak kere apa tiap kali ke sana pasti makiannya begitu.
Tuh mulut apa harimau yach?Heran gue!"
Irwan memandang sohibnya dengan kagum,"Gentle juga lu,mutusin baik2.Ga by phone aja.Ketemu secara langsung.Salut gue."
Ngomongin soal hp eh hp Norman bunyi.Norman meraih hpnya,"Umur panjang nih hp.Baru diomongin eh bunyi."
Norman menjawab panggilan di hpnya,"Hello...Norman Divo di sini...Saya bicara dengan siapa yach?....oh Pak Notaris....ada Pak.Sebentar...."
Norman menyerahkan hpnya pada Irwan,"Buat lu...Temen bokap lu...terima gih..."
Irwanpun menerima hp tersebut,"Ya Pak...Ini saya Irwan..."
Notaris Samuel:"Ini benar Irwan,anak Hamdan Att,yang ibunya bernama Inul?"
Irwan menjawab,"Benar Pak...Memang ada apa ya Pak?"
Notaris Samuel:"Apa Nak Irwan ada waktu?Saya ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan Nak Irwan."
Irwan mengernyitkan dahi,"Soal apa ya Pak?"
Notaris :"Soal amanat Ayah Nak Irwan.Banyak yang ingin saya sampaikan.
Ini ada surat juga buat Nak Irwan.Apa Nak Irwan ada rencana pergi hari ini?"
Irwan :"Ga Pak.Saya di rumah saja hari ini."
Notaris lega mendengarnya,"Kalau begitu saya akan ke sana.Saya mohon jangan pergi ke mana2 ya Nak.Saya sudah lama mencari Nak Irwan."
Irwan :"Ya Pak.Saya akan tunggu kedatangan Anda."
Samuel :"Kalau begitu saya segera otw ke sana."
Hp dimatikan,Irwan menyerahkan kembali hp tersebut kepada Norman.
Norman menerimanya lalu memasukkannya ke saku celananya,"Bapak itu mau ke sini?"
Irwan mengangguk,"Iya.Sepertinya ada hal penting yang ingin dia bicarakan.Ada apa ya?
Bikin penasaran saja."
Norman mengambil jaket kulitnya,"Sudah!Tunggu saja.Gue mau cabut dulu.Gimana penampilan gue?Sudah keren belum?"
Irwan memandang sohibnya itu dari atas hingga ke bawah,"Wis top banget!
Si mbak Erie itu pasti klepek2 lihat lu.Emang lu ini ganteng Man,kayak bokap lu.
Keturunan wong ganteng2.Mau lu pakai handuk juga tetep ganteng kok!"
Norman memukul lengan Irwan,"Gile apa?Ke rumah cewek pakai handuk doang.
Mau cari sensasi apa?Wah kayaknya pikiran lu sekarang ngeres deh Wan.Sejak ketemu si Mb Evi itu kayaknya otak lu ada yang konslet deh.Kangen ya sama mb Evi,cie...baru beberapa hari ga ketemu sudah rindu berat lu.Udah ah gue pergi dulu.Makin cepet gue mutusin hubungan gue sama Selvi makin tenang hidup gue."
Irwan:"Iya pergi sana!Gue tahu kenapa lu pingin cepet2 mutusin si Selvi karena mb Erie kan?...Cie...sapu tangan merah...tanda mata dari dhika...he..he..."
Norman mengambil kunci motornya,"Dah bro!!Gue go go dulu!"
Irwan melambaikan tangannya,"Yoi Man!!Moga sukses ya say!!Ha..ha.."
Sekarang kita lihat ke rumah Frans yuk kayake dia juga siap2 tuh mau pergi sama Nyokapnya.
***Rumah Frans***
Tampak Frans memakai pakaian rapi dan berdandan dengan rapi disupervisi oleh nyokapnya.
Idayu nampak ribet menanggapi anaknya yang tampak ga senang dengan niat Nyokapnya,
"Frans sayang kamu itu senyum dikit dong.Masak manyun terus sejak tadi?"
Frans :"Ma,kenapa tergesa2 sih jodohin Frans?Belum tentu kan ceweknya juga mau."
Idayu mengambil tasnya,"Jeng Soimah sudah setuju.Lagian jarang2 lho dia mau nerima dengan ramah orang2.Sudah,ayo cepat!Mami dah ga sabar mau nimang cucu.
Calon kamu itu masih muda dan pastinya dia itu punya banyak kesempatan untuk melahirkan anak2 buat kamu.Ga kayak pacar kamu dulu itu.Si perawan tua!!"
Frans terdiam dan nurut saja saat Mamanya nyuruh dia bawa mobil.Wah Frans mau ke rumah Selvi nih.Bakal ketemu Norman dong.Wah gimana nanti yach?***$ee you next eps***sorry pendek mau olahraga dulu.Acara perusahaan.
Eps 12°°°K3H1L4N64N °°° Under
°° KE°HI°LANG°AN°°°°°° Eps 12°°°°°° Under = Di Bawah °°°
Bila ada atas pasti ada bawah
Bila ada tinggi pasti ada rendah
Itu bukan hal yang tak bisa diubah
Meskipun memang tak mudah
Bila di India ada yang namanya kasta
Mulai dari sudra hingga brahmana
Demikian juga di Tanah Jawa
Ada raja hingga rakyat jelata
Golongan,level,tingkatan itulah hirarki
Makin tinggi kedudukannya makin disegani
Makin rendah makin dianggap ga berarti
Dipandang remeh atau malah dijauhi
Level atas memandang dengan pongah
Pakaian necis semua serba mewah
Level bawah duduk beralaskan tanah
Hanya Tuhan tempat berkeluh kesah
Bagaimana cara Tuhan memandang manusia?
Apakah sama dengan cara manusia?
Mengkotak-kotakkan dari yang mulia
Hingga mereka yang sangat hina?
Cara Tuhan melihat sungguh berbeda
Bagi Dia setiap kita istimewa
Setiap insan berharga di mata-Nya
Ia tak pernah memandang hina ciptaan-Nya
Jika demikian adanya lalu mengapa
manusia memandang rupa
Memandang bulu disetiap tindakannya
Memandang hanya luarnya saja
Penampilan seakan segalanya
Namun Tuhan melihat jauh ke dalam hati
Melihat bukan dari mata jasmani
Ia melihat yang rohani
Ketulusan yang Ia sukai
Dunia melihat rupa
Tuhan melihat hati kita
Bila kedalaman laut bisa diduga
Maka hati manusia
Siapa yang tahu dalamnya
Hanya Sang Pencipta
Harta dunia tidaklah kekal adanya
Kesenangan dunia hanyalah sementara
Bahkan seorang raja ternama
Punya segala hal di dunia
Harta,tahta,nama hingga wanita
Diakhir hidupnya ia berkata
Semua sia-sia
Hanya satu yang berguna
Takutlah akan Tuhan senantiasa
°°°Rumah Erie°°°
Ibunya Erie tengah sibuk melayani pembeli kala melihat putrinya nampak bersiap mau pergi.
Pembeli :"Bu,saya beli bakwan dan mendoannya saja 10ribu.Jangan lupa cabenya yang banyak."
Ibunya Erie melayani dengan ramah.Wah pembelinya makin seneng dan berniat langganan.
Usai melayani semua costumer,cie....bahasanya....sang ibu langsung mendekati putrinya,
"Jadi mau pamitan sama anak lesmu,Nduk?"
Erie menjawab sambil mengambil plastik dan memasukkan beberapa gorengan ke dalamnya,"Tentu dong Bu.Erie kan datang baik2,perginya juga harus baik2.Lagian Erie hutang dongeng sama Thea.Kasihan nanti kalau ga ditepati dia pikir janji itu ga harus ditepati lagi.Saya kan guru Bu.Harus ngasih contoh yang baik.Mulai dari menepati perkataan saya.Bu saya ambil beberapa gorengannya yach?Buat oleh2.He..he.."
Sang ibu tersenyum,"Ambil aja.Yang banyak juga gpp.Kalau anak lesmu yang satunya?
Apa kowe ya wis pamitan,Nduk?"
Erie :"Sampun Bu.Gildan dan Alvina sudah kemarin.Wah saya ga tega sebenarnya Bu.
Mereka itu sudah seperti anak Erie sendiri.Apalagi Alvina wah sampai nangis Bu.Tapi gimana lagi.Minggu depan saya sudah harus ngajar di desa."
Sang ibu mengambil uang hasil jualannya,"Ini buat ongkos perjalanan.Ambil saja!"
Erie menolaknya,"Mboten Bu.Erie masih punya.Oh ya Ibu beneran merestui Erie ngajar di desa kan?Ibu gpp jaga Bapak sendirian?"
Sang Ibu mengajak Erie duduk,"Ibu gpp Nduk.Tapi Bapakmu mesti kangen sama kamu.
Tidur saja nunggu kamu pulang."
Erie terdiam,"Gini saja Bu.Nanti Erie akan cari rumah di desa.Kontrakan gitu.Nah kalo sudah dapat,Ibu sama Bapak ikut Erie saja ke desa.Gimana?Soal obat,nanti Erie yang akan beli ke kota."
Sang ibu menatap wajah putrinya,"Ibu setuju Nduk.Disini lingkungannya juga ga nyenengke.Kamu sering diejek,diledeki,dan orang2nya ga punya tepa selira.
Ada orang sakit eh nyetel musik tetep aja kenceng.Sampai bapakmu kaget.
Sudah lama ibu pingin pergi dari sini.Nanti ibu akan bilang sama bapakmu.
Pasti bapakmu seneng dengernya.Lagian ibu kasihan sama kamu,di kota kalau pulang malam2,ibu suka deg2an."
Erie meletakkan kepalanya dipundak ibunya,"Iya Bu.Erie juga seneng bisa pindah ngajar.
Lelah hati Erie diledekin terus soal kandasnya hubungan Erie sama Frans.
Padahal Erie itu ga pernah mengejek orang lho Bu.Erie selalu berusaha bersikap ramah pada semua orang.Tapi kenapa ya selalu saja ada yang ga suka sama Erie.
Penampilan Erie juga biasa,make up aja paling apa bedak tabur sama pelembab.Lipstik juga tipis.Erie ga suka narik perhatian orang.Nanti Erie akan cari rumah murah di desa,kalau ga ada kontrakan gitu.Terus nanti Erie akan sewa mobil buat bawa Bapak dan Ibu ke desa.Kita hidup tenang di desa.Bapak pasti seneng denger suara jangkrik ngerik dan kodok sawah lagi."
Sang ibu membelai kepala putrinya,"Moga kamu segera ketemu jodohmu Nduk.
Pria sing ngayomi dan luwih kabeh saka kowe,Nduk.Biar ga dihina lagi.Ibu sedih lihat kamu selalu dihina orang.Orang itu bisanya cuma ngenyek ning ora ngerti susahe atine sing dinyek.Ibu bakal ndonga terus."
Erie mengusap air mata dipipinya,"Nggih Bu.Kalaupun ga diberi,Erie ikhlas kok Bu.
Erie ga akan marah atau kecewa sama Tuhan,Erie akan tetap hidup seperti perintah-Nya.
Erie akan abdikan hidup Erie buat bapak dan ibu juga buat dunia pendidikan.
Erie seneng ngajar Bu jadi Erie akan jadi guru yang baik di desa nanti.
Walaupun Erie tetep berharap Tuhan ga lupa sama Erie.Sudah jam segini Bu,Erie berangkat dulu yach?"
Erie mencium tangan ibunya lalu masuk ke kamar ayahnya.Air matanya tak bisa ia bendung tiap kali melihat sang ayah.
Erie mendekat dan meraih tangan ayahnya,"Bapak,Erie ngelesi dulu yach.Tidur saja,ga usah nunggu Erie.Bapak yang sehat yach...Erie sayang sama Bapak.Sayang banget....Erie pergi dulu nggih Pak."
Sang ayah berkaca2 dan mengangguk,Erie lalu mencium tangan ayahnya.
Sang ayah,'Anakku wedok,bocah wadon sing apik.Di setiap jalanmu moga dituntun dan dilindungi.Ketemu karo wong kang sayang karo kowe.Bapak ga bisa kayak bapak liyane.
Tapi Bapak bangga duwe anak kayak kowe,Nduk.Bapak seneng.'
Erie tersenyum sekali lagi pada ayahnya lalu pergi berangkat menuju rumah Thea.
Wah nangis saya nulis ini.Jadi inget mendiang ibu dan bapak.
°°°Rumah Selvi°°°
Selvi nampak kesal disuruh dandan sama Maminya,"Mami apa2an sih pakai jodohin Selvi segala!Ini itu bukan jaman Siti Nurbaya lagi.Selvi ga mau ah!!"
Soimah langsung berkacak pinggang,"Mami ga peduli!!Kamu tahu ga Jeng Idayu itu solusi buat bisnis Mami.Akhir2 ini omset Mami turun drastis!Ga tahu kok pelanggan Mami pada kabur semua.Rekan bisnis Mami juga narik dananya.Aneh!!Mamimu ini lagi bingung kamu tahu ga?Bisnis Mami itu terancam gulung tikar.Kamu mau jadi kere kayak sapa itu si bocah preman itu?!Mau??Kamu mau ga dikasih uang jajan?Terus hobby spa dan facial juga nyalon kamu gimana?Buat bikin rambut kamu model begitu itu jutaan tahu ga??!Belum hobby shoppingmu,seminggu berapa kali kamu ke mall hehh!!??Itu semua pakai uang tahu bukan pakai daun!!Mikir!!"
Selvi terdiam,"Tapi Selvi sukanya sama Norman,Mi...."
Soimah menarik nafas,"Mami itu sudah berapa kali ngomong sama kamu,sapa si bocah preman kuwi.."
Selvi :"Norman Mi..."
Soimah melanjutkan sambil kepet2,"Ya kuwi jenenge...Bocah kuwi ga punya masa depan...
Motor yang dia pakai itu paling juga hasil nyuri.Bocah itu anakke wong melarat!!
Kamu bakal sengsara kalau jadi isterinya.Mau makan apa nanti kamu.Makan rumput?!!Sudah!!Mami ga mau denger alasan apa2 lagi.Kamu harus nurut sama Mami.
Awas kalau ga,Mami blokir atm dan kartu kredit kamu.Ben kapok!!"
Selvi langsung merajuk,"Jangan Mi!!Iya deh Selvi nurut..."
Seorang pembantu memberitahu kalau ada tamu yang ditunggu sudah datang.
Wah Soimah langsung ngacir menyambut.
Soimah cipika cipiki sama Idayu,"Wah Jeng Idayu makin cantik aja.Ayo masuk!Mari!!"
Idayu memperkenalkan putranya,"Kenalin Jeng,ini putra saya,namanya Frans,dia pegawai negeri lho."
Frans menyalami Soimah dan tentu saja Selvi.
Selvi terkesima juga melihatnya,'Wah ganteng juga yach.Sepertinya alim deh orangnya.
Beda banget sama Norman.'
Frans memandang Selvi,'Cantik sih tapi aku lebih suka Erie.Cantiknya natural ga polesan.'
Bicara soal Erie,dia juga sudah sampai di rumah Selvi.Tentu saja langsung menuju ke ruang belajar Thea.Namun Frans sempat melihat kelebatannya.
Idayu menyikut putranya,"Kamu tuh lihat apaan sih?Celingukan kayak gitu!"
Untung Soimah lagi sibuk ngatur hidangan di dalam jadi ga tahu kalau Erie datang.
Frans:"Ga kok Mi.Lihat tanaman aja.Anggrek bulannya bagus banget."
Idayu melihat memang banyak tanaman anggrek bulan di situ.
Frans lega mamanya percaya,'Asli tadi aku lihat kayak Erie deh...rambut panjangnya itu lho aku hafal banget.Aneh...Ah mungkin karena aku masih begitu sayang kali sama dia.'
Sementara itu di ruang belajar,Thea seneng banget Erie datang.Ia langsung memegangi tangan guru lesnya itu.
Thea :"Asyik!!Mbak Erie datang!Thea sudah selesai ujiannya.Tinggal nunggu hasil saja.Ayo kak dongengnya ceritain!"
Erie sampai bingung,"Iya iya...nih mbak bawain gorengan.Masih hangat.Ayo dimakan.
Kamu ga lagi amandel kan?"
Thea menggeleng,"Ga kok mbak.Tenang saja.Thea ambil timusnya ya.Thea suka timus.
Manis kayak mbak Erie.He..he..Mbak Erie itu kayak putri di negeri dongeng.
Rambutnya panjang kayak Rapunzel,matanya indah seperti Snow White dan langsing seperti Barbie."
Erie tersenyum,"Bisa saja kamu.Oh ya hari ini mbak mau ketemu sama Mama kamu.
Beliau ada kan?"
Thea:"Ada!Tumben mbak mau ketemu Mami Thea?Mbak ga minta berhenti ngelesi Thea kan?"
Erie :"Kok kamu tahu sih?"
Thea langsung manyun,"Kenapa sih mbak ga mau ngelesi Thea lagi?Thea nakal yach?"
Erie membelai kepala gadis kecil itu,"Ga sayang.Thea itu baik dan nurut.Mbak berhenti ngelesi Thea karena mbak dipindah kerjanya ke desa.Tapi Thea tenang saja,mbak sudah carikan pengganti kok.Namanya Mbak Lia.Dia baik banget.Dia juga pinter dongeng.
Bahkan dia punya kokeksi buku cerita banyak banget.Thea pasti suka.Tapi kalau Mama Thea setuju sih."
Thea jadi ga begitu sedih lagi,"Beneran mbak?Bener lho yach...Thea mau!Walaupun Thea lebih suka mbak Erie yang ajari."
Erie membelai lengan Thea,"Mbak Lia juga baik banget orangnya.Bahkan lebih manis dari mbak.Ayo sekarang mbak mau melunasi hutang dongeng mbak.Pertemuan kali ini,ga usah bayar.Gratis!Anggap saja sebagai perpisahan.Nanti Thea harus tetep semangat belajar dan hormat pada orang tua yach?"
Thea mengangguk,"Iya mbak.Thea mau dongeng itu...Putri Tidur.Putri Aurora ya namanya?"
Eriepun mulai mendongeng,"Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan...."
Begitulah Erie mendongeng,sementara itu di gerbang sebuah sepeda motor nampak berhenti dan pengendaranya turun.Tentu saja pembantu yang bukain pintu keder lihat siapa yang datang,"Wah Mas mending pulang saja.Ntar Nyonya ngamuk lho kalau lihat Masnya datang."
Wah pasti Norman nih yang datang.Norman lalu menghubungi Selvi lewat hp,"Selvi...aku di depan nih.Aku mau bicara sama kamu,penting.Bisa keluar sebentar ga?"
Selvi yang pamit ke belakang untuk terima telpon Norman menjawab sambil berbisik,"Ya...
aku segera ke depan."
Soimah lagi asyik ngobrol sama Idayu.
Idayu:"Suaminya mana jeng?"
Soimah:"Mas Saiful lagi ke Malaysia.Biasa bisnis jeng.Bossnya kan pemilik mega proyek jeng.Suami saya itu orang penting di perusahaan.Jadi ga mungkin ga ikut.Gpp kan jeng?"
Idayu tersenyum,"Gpp.Yang penting saya sudah lihat Selvi.Anaknya cantik banget dan yang penting masih muda.Masih itu..tuh...he..he.."
Frans melirik kesal sama Nyokapnya,'Mulai deh...'
Soimah heran,'Selvi mana sih?Kok ga balik2?Jangan2 kabur dia."
Soimah pamit ke dalam,"Sebentar ya Jeng.Saya panggil Selvi dulu."
Selvinya malah mengendap2 lewat ruang belajar,Erie menyapanya,"Selvi?Tumben di rumah jam segini?"
Selvi kaget,"Oh mbak Erie to?Tumben mbak hari Selasa kemari,bukannya jadwalnya besok ya?"
Erie menjawab,"Mbak mau ketemu Mama kamu.Ini hari terakhir mbak ngelesi Thea.
Mbak dipindah kerjanya.Mama kamu ada?"
Selvi :"Ada mbak.Mbak ke ruang tamu aja.Mami di sana."
Selvi:'Mami bakal uring2an kalo lihat mbak Erie.Nah pas Mami sama mbak Erie,aku akan nemui Norman.Aku akan bilang kalau hubungan kami diakhiri saja.Mas Frans lebih keren dari Norman.Lagian kayaknya dia nurut gitu orangnya.Ga bantahan kayak Norman.
Lagian aku sebel Norman itu selalu mikirin sohibnya si Irwan itu.Bete banget deh..'
Erie lalu pamitan sama Thea,"Thea mbak pergi yach.Mbak sudah lunas lho hutang dongengnya.Tetep rajin belajar yach Sayang."
Thea berkaca2,"Thea pasti bakal kangen sama mbak Erie.Tunggu bentar Mbak.
Thea punya sesuatu buat mbak."
Selvi malah ngacir kabur ke gerbang,"Mbak Erie,saya duluan ke depan yach.Mbak cepetan ke ruang tamu.Kayake Mami mau pergi lho."
Erie mengangguk,"Ya mbak segera ke sana."
Thea muncul membawa boneka beruang lucu kesayangannya,"Ini buat mbak.
Biar mbak selalu ingat sama Thea.Ini boneka kesayangan Thea.Tapi papi janji mau beliin yang baru nanti dari Malaysia.Jadi ini buat mbak."
Erie menerimanya dengan haru,"Terima kasih ya Sayang.Mbak ga akan lupain Thea kok."
Thea lalu menggandeng Erie ke ruang tamu,"Ayo mbak.Thea anterin nemui Mami."
Sambil membawa boneka pemberian Thea,Erie mengikuti Thea ke ruang tamu.
Alangkah terkejutnya Erie saat melihat Frans di sana.
Franspun tak kalah kaget,"Erie??!"
Idayu lebih heran lagi melihat Erie,"Kamu??!!Ngapain kamu disini!Pasti kamu mau merayu Frans lagi yach?Biar terima kamu iya??Jangan harap yach!!Saya ga akan pernah biarkan Frans menikah sama perawan tua kayak kamu!!"
Soimah yang lagi nyari Selvi heran mendengar ribut2,"Ada apa ini?"
Erie tertunduk dimaki2 sama Nyokapnya Frans,Frans coba menenangkan Nyokapnya.
Frans :"Mi,sudah!Erie itu guru les Mi.Mami jangan sembarangan menuduh."
Thea juga angkat bicara,"Tante ini siapa?Kok marahin guru les Thea?Thea ga suka!"
Soimah kaget putri bungsunya malah bela Erie,"Thea!Jangan kasar sama tamu!
Oh ini pasti ajarannya guru lesnya nih!!Bagus!!Hey perempuan ga laku2,dengerin yach...
Mulai hari ini saya berhentiin kamu jadi guru lesnya Thea.Saya akan cari guru baru.
Jadi sebaiknya kamu segera angkat kaki dari rumah megah saya ini!!"
Erie menahan air matanya lalu memandang Thea,"Mbak pergi dulu yach...Permisi semuanya."
Soimah menahan langkah Erie,"Tunggu!!"
Semua kaget apalagi Erie.Wah apakah yang akan dilakukan Soimah pada Erie?Akankah Soimah tahu bahwa Norman datang?
***see you next eps***