MY THIRD CERBUNG : KEHILANGAN ^^^ ( EPS 1 - 12 )

My Third Cerbung 》》
ketika cinta dipandang sebelah mata
'KEHILANGAN'PART ONE
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia

Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia

Kalau sudah tiada baru terasaBahwa kehadirannya sungguh berharga ‘Ku tahu rumus dunia semua harus berpisah

Tetapi kumohon tangguhkan, tangguhkanlah

Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan, kuatkanlah¤ Ketika cinta dikhianati¤ Emosi dan sakit hati¤ Harta dipandang jauh berarti¤ Ikatan persaudaraan tak diingat lagi¤ Liku-liku menemukan cinta sejati¤ Andai waktu bisa diputar kembali¤ Nuansa puitis di setiap sisi¤ Genderang orkes sakit hati¤ Akhir cerita pastinya hepi¤ Norman Divo,Irwan DA2,dan Eza Gionino tokoh utama disini♥♥♥ KEHILANGAN ♡♡♡Request by Lia Irwan Krisdiyanto IrwanquPara pemain : Tiga cowok gantengCowok ganteng 1 》IRWAN DA2 Irwan DA2sebagai anak hasil perselingkuhan seorang juragan tanah dengan pembantunya.Ia memiliki kakak tiri yaitu Reza DA2jebolan kuliah luar negeri,pewaris harta sang juragan tanah.Beda ibu satu ayah.Ibu Reza yaitu Isda→wanita yang arogan,jahat,sombong.Sedang Ibu Irwan sudah tiada.Irwan punya pacar namanya Intan→memang cantik tapi matre.Intan sejak kecil tinggal di kota dengan bibinya.Intan malah mengkhianati cinta Irwan karena terpesona dengan kemilau harta yang dimiliki Reza.Reza sendiri sebenarnya sudah dijodohkan dengan Kakaknya Intan yaitu Evi DA2 →gadis desa,sudah belajar mencintai Reza sejak tahu ia dijodohkan dengan Reza.Evi beda dengan Intan yang modis.Evi lebih lugu dan ndesit.Makhlum ia tinggal di desa bersama ibunya,Rita Sugiarto→janda miskin yang suaminya bersahabat dengan sang juragan tanah.Hingga lahirlah perjodohan antara keturunan mereka.Siapakah nanti yang akan menjadi cinta sejati Irwan?Orkes sakit hati seorang Irwan,anggota pertama sekaligus pimpinan geng 3COGAN,TIGA COWOK GANTENG.Ini baru session perkenalan,biar pembaca ga bingung dan bisa milih tokoh fave nya siapa.Bebas karena masih ada dua cowok ganteng lagi.***See you next session***KEHILANGAN 》》》Perkenalan part ■ Kadang hidup tak seperti yang diharapkaN■ Entah kenapa bisa timbul kekecewaaN■ Harta belum tentu menjadi jawabaN■ Ikatan ayah dan anak mengalami keretakaN■ Luarnya memang tampak seperti berandalaN■ Andai sang ayah hadir saat dia kehilangaN■ Norman anggota termuda geng 3CogaN■ Gelora cinta dua insan yang mengalami penolakaN■ Akankah usia yang berbeda menjadi sumber permasalahaN■ Norman Divo menggapai cinta Erie SusaN*Perkenalan part 2 :Cowok Ganteng ke-2 → NORMAN DIVO,juara 2 Bintang Pantura 2 Ini kali pertama saya membuat cerbung dengan personil dari Bintang Pantura.Peran Norman disini sebagai anak seorang konglomerat yang super duper kaya.Anak tunggal pula.Pewaris satu2nya.Namun ia justru sangat tak ingin dikenal punya ayah kaya raya.Ia memilih jadi berandalan di jalanan.Semua berawal dari kekecewaannya pada sang ayah yang lebih mengutamakan bisnis di atas segalanya. Hingga saat ia kehilangan sang bunda,sang ayah masih sibuk bisnis di luar negeri.Itulah awal kehidupan premannya.Bersama Irwan ia menjadi berandalan.Suka balapan.Hingga ia dianggap tak punya masa depan.Ia punya pacar.Pacarnya diperankan oleh Selvi BP2→gadis yang orang tuanya menentang habis2an hubungan mereka.Orang tua Selvi diperankan oleh Saiful Jamil dan Soimah →angkuh,kolot,mengutamakan harta dan sangat menolak kehadiran Norman.Mereka tak tahu bahwa ayah Norman→Benigno Aquino adalah konglomerat.Sebenarnya Benigno tidak mengabaikan anaknya.Ia menyewa pengawal pribadi untuk anaknya→Toto,juara 1 BP2.Toto bertugas mengawasi Norman dan menjauhkan Norman dari bahaya.Cuma Norman tak tahu kasih sayang ayahnya.Penolakan orang tua Selvi membuat Norman bertemu Erie Susan→seorang perawan tua,guru anak2 SD,yang juga mengalami penolakan dari orang tua pria yang seprofesi dengannya.Pria yang sebenarnya juga menyukainya yaitu Frans DA1→pria yang bakal dijodohkan dengan Selvi.Dua hati yang ditolak. Satu karena harta sedang satunya karena usia.Mampukah cinta menyatukan mereka?Mampukah seorang Erie Susan memulihkan hubungan ayah dan anak yang retak karena kesalahpahaman?Temukan jawabannya di cerbung Kehilangan.Itulah Norman Divo anggota kedua geng 3 Cowok Ganteng.Mau tahu anggota ketiga?***tunggu perkenalan part 3***KEHILANGAN ◆◆◆Perkenalan Part 3◆ KEHILANGAN ◆◆◆K→Kisah pengorbanan seorang kakak pada adiknyAE→Egoisme yang merusak hubungan antar saudarAH→Hanyalah puisi tempat mengungkap larAI →Ingin kukatakan kepadanya betapa kucinta diAL→Langkah kaki yang tertatih membuatku tak berdayAA→Asmara sebaiknya kupendam saja demi kebahagiaan adik tercintAN→Nama samaran kupakai di setiap sajak cintAG→Gadis yang kucinta wahai sang jelitAA→Andai saja kau tahu kebenarannyAN→Nama asliku sebenarnya adalah EzA.◆◆◆Anggota ke-3 Geng 3COGAN adalah EZA GIONINO atau PRINCE FROZEN ◆◆◆ Eza adalah seorang bisnisman muda yang kalem pembawaannya dan penyayang orangnya.Walaupun ia berwajah tampan dan sukses dalam karir namun kakinya pincang.Waktu kecil ia menyelamatkan adiknya dari kebakaran.Namun malang salah satu kakinya malah tertimpa balok kayu dan timpang. Terkadang ia harus memakai tongkat untuk berjalan.Namun sang adik→Fero Walandouw,masih kecil waktu itu.Jadi tidak tahu akan pengorbanan sang kakak.Selain jago bisnis Eza juga penulis puisi.Ia mengungkap isi hatinya dalam puisi. Tak ingin jadi pusat perhatian dan tak ingin dihina karena kakinya,iapun memakai nama samaran dalam setiap puisinya.Nama samarannya adalah*Prince Frozen*.Terinspirasi dari film animasi Disney berjudul *Frozen* yang mengisahkan pengorbanan seorang kakak demi adiknya.Hingga ia rela melakukan apa saja.Sampai kemudian muncullah Febby Rastanty→seorang gadis kuliahan di kampus yang sama dengan Fero.Febby merupakan penggemar berat puisi karangan Prince Frozen.Bahkan ia sudah jatuh hati pada Prince Frozen. Begitu unik dan cantiknya Febby,membuat Fero jatuh hati.Iapun mati2an mengejar Febby.Jalan terbuka manakala ia tahu bahwa Febby pengagum berat Prince Frozen.Ia minta Eza membantunya menyamar menjadi Prince Frozen.Tentu saja mudah bagi Eza karena dia kan Prince Frozen yang asli.Fero pun berhasil pacaran dengan Febby.Sayang,Fero menyia2kannya.Febby yang kecewa lalu kembali ke desa.Di desa itu pula Evi tinggal dan Erie ditempatkan mengajar.Merekapun bersahabat.Terciptalah geng *3Dara Ndesit*.Eza punya seorang nenek yang tinggal di desa itu →Titiek Puspa.Di rumah sang nenek inilah ia biasa berkunjung.Makhlum ia juga punya bisnis di desa itu.Jadi banyak yang harus ia urusi juga.Sang nenek itulah yang menjadi tempat Irwan,Norman dan Eza mendapat kasih sayang dan wejangan.Di rumah sang neneklah Irwan dan Norman tinggal selagi mereka dalam misi masing2.Irwan misi balas dendam pada Intan.Norman dalam misi mengejar Erie Susan. Sedang Eza malah dijodohkan dengan Febby oleh sang nenek.Eza yang penurut ya nurut aja.Sedang Febby tak ingin gegabah lagi dalam cinta,ia mau mengenal Eza dulu.Sementara Fero begitu putus dari Febby,baru sadar kalau ia mencintai Febby.Iapun mengejar kembali.Siapakah nanti yang akan dipilih Febby?Akankah Febby tahu siapa Prince Frozen sebenarnya?Dan akankah Fero tahu pengorbanan kakaknya?Temukan jawabnya hanya di cerbung →KEHILANGAN.☆☆☆★★★/ Pilih dipilih pilih hoya 2x...pilih dipilih pilih bintang Pantura.../ Sudah semua saya perkenalkan.Tiga Cowok Ganteng dan Tiga Dara Ndesit.Lengkap dengan jalan hidup mereka masing2.Ada :♥ IRWAN → misi balas dendam karena kehilangan cinta dan terkuaknya wasiat sang juragan tanah bahwa Irwan juga punya warisan.Wow!!Siapa bilang Irwan miskin?♥ NORMAN →misi mengejar cinta seorang perawan tua.Seorang wanita yang mirip dengan sosok ibunya.Kehilangan sang bunda membuatnya haus cinta.Berawal dari kekaguman terhadap cara Erie mengatasi penolakan terhadap dirinya.Berubah menjadi cinta membara.Ibarat Yoko mengejar cinta Bibi Lung.Siapa bilang Norman ga punya masa depan?Ayahnya konglomerat papan atas.♥EZA GIONINO →Misi pengorbanan seorang kakak demi kebahagiaan adiknya.Semua ia berikan hingga cinta hadir dan berkata:Cinta tak bisa dipaksa.Dilema antara cinta dan persaudaraan.Dilema antara rasa tak berharga dan rasa ingin dicintai.Dilema cinta antara seorang penyair dan penggemarnya.Siapa bilang orang cacat tak bisa bahagia?Dipadu dengan geng selanjutnya,TIGA DARA NDESIT yaitu :♡ EVI →misi melindungi adik dan pria yang dicintainya sejak kecil,Reza dari balas dendam Irwan.Apapun ia lakukan agar Irwan tak membuat mereka menderita.Bagaimana jika Irwan meminta hatinya sebagai pembatalan misi balas dendamnya?♡ ERIE SUSAN →Misi melanjutkan hidup dengan menjadi orang yang berguna bagi sesama lewat dunia pendidikan.Tak dinyana malah dikejar preman alias Norman.Pernah ditolak calon mertua karena faktor usia eh malah sekarang dikejar pria yang jauh lebih muda.Weleh... Bagaimana bila ayah Norman malah merestui,akankah Erie tetap memilih sendiri?♡ FEBBY →Misi menata hati usai kehilangan pria yang dikira cinta sejati.Tak dinyana malah di desa ketemu yang asli.Bagaimana keputusan Febby kala harus memilih di antara dua saudara?/Pilih dipilih pilih hoya...pilih dipilih pilih hoya...pilih dipilih pilih Bintang Pantura../ Sudah menentukan mana pasangan yang Anda suka?Sudah mempertimbangkan mana kisah hidup yang paling menarik menurut Anda? Mau suka salah satu ga masalah,fine2 aja.Mau suka dua juga no problem,enjoy aja.Atau suka tiga2nya wah itu jelas sip dong,saya setuju itu.Tapi saya kasih clue buat yang masih bingung.Jika suka ketegangan pilih Irwan. Jika suka dunia jalanan pilih Norman.Jika suka melodrama pilih Eza.Jika benci semuanya jangan dibaca.He..he.. Bagi yang mau baca silakan ditunggu eps perdananya.***see you in first eps***◆◆Eps 1◇◇◇Brother Salah satu bagian dari keluargaSatu kata penuh makna Itulah saudaraBisa sedikit bisa banyak jumlahnyaBisa pria ataupun wanitaMemang ada bedanya?Punya saudara pria seperti punya pengawal sajaPenjaga dan lebih memakai logikaPunya saudara wanita jelas lebih perasaKarena wanita pakai hati kalau bicaraAda suka ada dukaAda tangis ada tawaTerkadang serasa di medan perang MahabharataTerkadang rukun seperti Rama dan LaksmanaItulah serba-serbi punya saudaraSiapa tokoh kita yang punya saudara?Yuk kita langsung masuk ke cerita saja...◆◆◆Di sebuah desa◇◇◇ Seorang gadis memakai caping berlarian di antara pematang sawah.Kulitnya agak gelap karena seringnya terpapar teriknya matahari.Rok panjang menjadi ciri khasnya.Tanpa make up tentu saja.Memang mau menarik perhatian siapa juga ke sawah pakai acara dandan.Yang bener aja.Kodok kungkong kali.Atau jangkrik ngerik.Atau burung emprit.Atau klaper yang suka bikin gatal.Atau...ular sawah malah.Weleh....Siapa sih gadis berkulit eksotis itu?Wah malah menyibakkan rambut dia.Cantik juga ya.Angin semilir yang menggoyang tanaman padi juga memainkan rambutnya yang terurai.Serasa melihat foto model saja.Seorang anak laki2 berteriak padanya dari ujung sebuah pematang,"Mbak Evi!!Disuruh pulang sama Budhe Rita!!" Oh....itu Evi....ooooo....Si gadis eksotis langsung mendongakkan kepalanya,"Memang ada apa?"Sang bocah langsung menyahut,"Kata Budhe ada berita penting,Mbak!!Soal....apa ya tadi?Kok jadi lupa sih."Evi malah berhenti untuk memetik kacang panjang yang tumbuh bak pagar di sawah tersebut,"Berita penting apa?Aku tuh tadi disuruh ambil kacang panjang,ibu mau masak oseng.Kok disuruh pulang?Kamu bohongi aku ya?"Si bocah garuk2 kepala,"Ga mbak.Mana berani aku bohongi mbak.Beneran!...oh iya aku inget sekarang!!"Evi masih asyik metik kacang panjang,"Kamu tuh ga bisa ngerjain aku.Kamu mau ambil markisah yang disana kan?Aku sudah hafal gayamu.Kamu kan yang suka ambil buah markisah yang diujung sana?Kalau mau ambil bilang dulu yach!Memang ini sawahmu apa?Mencuri itu dosa tahu!!"Si bocah malah pringas pringis,"Beneran mbak Evi,aku dipeseni sama Budhe gitu...Bukan karena buah markisah...he..he.."Evi memasukkan kacang panjang ke dalam bakul yang diletakkannya di tanah,"Weleh...alasan!!"Akhirnya si bocah ingat,"Aha!!Kata Budhe ada berita soal Mas Reza gitu mbak!!" Evi langsung berhenti metiki kacang panjang dan wajahnya langsung berbinar2 begitu mendengar nama Reza disebut,"Kamu bilang apa barusan?"Si bocah itu mendekat,"Mas Reza...Hayo siapa itu yach?"Evi segera membenahi bakulnya.Wah wajahnya langsung sumringah.Evi :"Aku pulang dulu yach...Kalau kamu mau ambil markisahku ambillah!Ambil sesuka kamu.Aku mau pulang dulu.Sudah ya!!Oh..ya makasih beritanya.Aku seneng dengernya.He..he.."Si bocah jadi heran,"Tadi ngeyel ga mau pulang.Begitu denger nama Mas Reza eh langsung ngacir pulang.Jadi penasaran siapa sih Mas Reza itu?Kayaknya berarti banget buat mbak Evi.Tapi biarin deh.Aku mau ambil markisah dulu.He..he..yang banyak.Yes!!Mumpung mbak Evinya bolehin.Yippi yippi!!"[Wah aku juga mau markisah.Sisain buat aku juga yach?He..he..]Bila si bocah lagi bahagia dengan markisahnya,Evi lagi bahagia menuju rumahnya.Evi :'Reza...sekian lama aku menanti kabar tentang kamu.Kamu itu katane kuliah di luar negeri sana.London apa lontong yach namane...Embuh..aku ga ngerti.Pokoke di negara linggis gitu...kok linggis sih..Inggris.Evi...Evi...makane kuliah jangan cuma tamat SMP.Katrok kan jadine.Lha piye...ga ada biaya je.Adikku wae sampai dipelihara Bibiku di kota agar bisa punya masa depan lebih baik dari aku.Jadi kangen juga sama Intan.Si lesung pipit.Pasti makin cantik dia di kota.Pasti banyak pemuda yang antri jadi pacarnya.Moga dapat cowok yang baik saja.Yang sayangnya tulus.' Sampai rumah,Evi segera menemui ibunya,Rita Sugiarto yang tengah asyik memasak di dapur.Rumah mereka sederhana,masih beralas tanah,dindingnya saja dari gedek alias anyaman bambu.Ada beberapa kamar tapi tetap sederhana.Evi :"Ibu!!Katanya ada kabar tentang Reza ya?"Rita mengambil kendi berisi air lalu meletakkannya di dekat putri pertamanya itu,"Ya ampun Evi,kamu kok sampai ngos-ngosan gitu?Ini minum dulu.Itu gelasnya,ambil di rak."Evi segera minum,"Glegek...glegek....wah seger Bu!Kayak minum air es.Makcless!Hayo ibu cerita dong soal Reza!Aku sudah ga sabar nih!!"Rita malah sibuk memasukkan kayu bakar ke dalam perapiannya,makhlum belum pakai kompor gas.Masih ndesit.Evi melihat ibunya repot segera membantu,"Sudah soal kayu bakar mah Evi jagonya Bu.Sini biar Evi yang urus apinya.Ibu duduk saja cerita soal Reza ke Evi." Rita mengalah,Evi anaknya memang tak bisa dibantah.Tapi meski tampak keras hatinya sangat lembut dan penyayang.Evi duduk di dingklik kayu sambil melanjutkan benerin api.Rita duduk di balai2 sambil melihat isi bakul yang di bawa Evi.Rita:"Wah kita panen kacang panjang nih.Jadi masak oseng nih.Malah sisa kayaknya.Bisa buat masak yang lain juga."Evi membalik2 tempe yang digoreng ibunya,"Ibu malah bahas kacang panjang.Itu belum semuanya Evi petik kok.Habis Evi pingin tahu berita soal Reza.Hayo dong Bu,Reza kenapa?"Rita tersenyum melihat antusiasme putrinya,"Kamu itu ya kalau soal Nak Reza pasti gitu.Belum pernah ketemu saja sudah heboh.Gimana kalo ketemu langsung?"Evi terhenyak mendengarnya,"Ketemu langsung?Memang Reza mau pulang dari luar negeri Bu?"Rita mengangguk,"Iya...Nyonya Isda sendiri yang bilang."Evi makin heran mendengar nama ibunya Reza disebut,"Tumben Nyonya Isda kesini Bu?Memang dia mau menjejakkan kaki di rumah kita ini?"Rita mengambil telenan hendak merajang kacang panjang,"Nyonya Isda ketemu ibu di jalan tadi.Sebenarnya ibu heran juga lho kok dia mau ya besanan sama kita.Jelas2 kita miskin,dia juga kelihatannya ga begitu ramah ke kita.Berkunjung saja ga pernah.Tapi kok dia tetep kekeh ya menjodohkan kamu sama putra tunggalnya yang bakal mewarisi semua kekayaannya?Jangan2 ada udang di balik batu nih.Ibu agak gimana gitu kalo lihat dia." Evi lalu menggoreng lombok mau nyambel dia,wah baunya langsung menyengat.Rita sampai batuk2,"Uhuk..uhuk!!Ya ampun Vi!Kebiasaanmu makan sambel kok ya ga hilang2 sih?"Evi malah terkekeh,"Maaf Bu.Habis makan kalo ga ada sambel rasanya ada yang kurang.Aneh gitu.Oh ya kapan Reza mau pulang?"Rita mencari baskom untuk wadah kacang panjang,"Dalam waktu dekat.Mungkin beberapa minggu lagi.Menyelesaikan urusan kuliahnya dulu."Evi mengulek sambel di lemper/layah,"Wah pasti ganteng ya Bu dia.Mana lulusan luar negeri pula.Keren ya.Dia mau ga ya sama Evi yang cuma lulusan SMP?"Rita:"Jelas mau dong.Walau cuma tamat SMP,tapi kan kamu itu baik dan cantik.Ga neko2.Beruntung yang dapat kamu cah ayu.Kamu itu nerimo,rela berkorban,ga takut menderita,mau kerja apa saja,wis pokoke kamu bakal dapat orang yang baik kelak cah ayu.Percaya sama ibu."Evi terharu dipuji ibunya,"Amin,Bu.Evi bantu merajang bumbu ya Bu?"Rita :"Iya...nih bawang dan brambangnya.Itu pisaunya." Wah hubungan ibu dan anak yang dekat.Tapi judulnya kan *Brother*,saudara laki2 dong.Kalo Evi kan punyanya saudara perempuan,Intan.Oke kita menuju ke rumah Reza yang sangat megah.Namanya juga rumah juragan tanah.◆◆◆ Kediaman Juragan Tanah◇◇◇ Tampak seorang wanita separoh baya dengan pakaian necis tengah duduk di ruang keluarga sambil memandangi foto putranya,Reza.Seorang pembantu mendekat meletakkan secangkir kopi,"Ada lagi yang Nyonya Isda perlukan?"Isda :"Ga mbok." Pembantu itu lalu permisi.Isda memang tidak muda lagi tapi wajahnya masih cantik.Sekali lagi ia meraba foto putranya.Isda :"Reza,cepet pulang Nak.Mama kangen sama kamu.Dulu sekolah SMU di kota sekarang kuliah di luar negeri.Mama sendirian di sini."Isda teringat sesuatu,'Oh ya apa anak haram itu juga sudah besar ya?Apa masih hidup dia.Terakhir kudengar dia dibawa ibunya ke kota.Semoga mati di sana.Kalaupun hidup paling juga jadi gelandangan.Jadi preman.Beda sama putraku yang tampan bak arjuna.Tinggi,pintar,apalah2 pokoknya.Semoga Notaris Samuel ga berhasil menemukan anak haram itu.Jadi semua harta mendiang suamiku ga perlu dibagi dua.Enak aja tuh anak haram dapat bagian.' Bila ingat masa lalu,hati Isda serasa disayat sembilu.Bagaimana tidak,suaminya ternyata punya anak dengan pembantunya sendiri.Pantas anak itu disayang betul sama suaminya itu.Ternyata anaknya dia.Ia ingat saat ia mengusir wanita dan anaknya yang masih kecil itu.~Flash back belasan tahun yang lalu~ Seorang wanita tampak diseret keluar oleh Isda,seorang bocah laki2 menangis melihat ibunya diseret2.Isda :"Keluar kamu dari rumahku ini!!Dasar perempuan perusak rumah tangga orang!!Perempuan tak tahu diri!Kau pikir bisa mendapat bagian harta dengan menggoda suamiku!Iya?Jawab aku Inul!!Jawab!!"Inul menangis sambil mencoba meraih putranya,tapi Isda malah mendorong bocah laki2 kecil itu hingga jatuh.Inul :"Saya mohon jangan sakiti Irwan Nyonya!!Saya mohon!!Irwan masih kecil.Ia tak tahu apa2.Lampiaskan kemarahan Nyonya pada saya saja."Isda memandang bocah laki2 di depannya,"Irwan ya namamu?Kamu mau mimpi jadi anak gedongan yach?Jangan harap!!Kau ingat baik2 ya Irwan,ingat wajahku!!Sampai kapanpun aku takkan biarkan kau menjejakkan kaki lagi di tempat ini.Ingat itu!!Kamu itu gembel,sampah,pantasnya kamu itu hidup di jalanan sana!!Jadi berandal!!Tempat ini hanya untuk putraku,Reza.Kamu itu cuma anak haram.Camkan itu!!" Irwan memandang wanita di hadapannya,diingatnya perkataan wanita itu lekat2 dalam memorinya.Inul meraih putranya dalam dekapannya,ditutupnya telinga Irwan agar tak mendengar makian Isda.Inul :"Cukup Nyonya!Kami akan pergi.Nyonya tenang saja.Saya ga akan ganggu kehidupan Nyonya.Satu yang pasti saya tidak menggoda suami Nyonya.Saya ini orang desa,saya tak tahu kalau Tuan Hamdan sudah beristeri.Saya sungguh tidak tahu.Saya minta maaf pada Nyonya.Tidak ada maksud hati saya untuk merusak rumah tangga Nyonya.Saya dibawa ke sini karena Tuan Hamdan ingin bertanggung jawab atas Irwan." Isda ga mau dengar dan segera mengusir mereka,mumpung sang suami sedang tidak ada.Begitulah masa kecil Irwan,Inul membawanya ke kota.Terlunta2 di kota.Kasihan Irwan.Tuan Hamdan,ayah kandung Irwan marah sekali pada Isda karena mengusir Inul dan Irwan.Tuan Hamdan:"Kau tak berhak mengusir mereka.Aku yang berkuasa di rumah ini.Aku kepala keluarga!Aku yang berhak menentukan siapa yang boleh tinggal dan yang harus pergi!Aku sudah bilang padamu kalau aku menikah denganmu bukan karena cinta.Kita ini hanya dijodohkan.Inul adalah wanita yang kucintai.Aku berusaha melupakannya tapi aku lelah melihat sifatmu.Aku menemuinya lagi dan lahirlah Irwan.Inul tak tahu aku sudah menikah.Akupun baru tahu soal Irwan baru saja.Makanya kubawa ia kemari sebagai pembantu.Semua demi Irwan.Dia juga darah dagingku.Anakku!!Aku akan berikan haknya.Aku akan bagi dua warisanku.Irwan akan mendapat hak yang sama dengan Reza.Itu keputusanku!!" Wah pertengkaran hebat terjadi,hingga akhirnya Hamdan terkena serangan jantung.Sebelum meninggal ia telah menulis wasiat dan menyerahkannya pada notaris Samuel.Ia juga berpesan pada Notaris itu untuk mencari Irwan,putranya.Hamdan :"Kumohon temukan dia,Sam.Berikan pada dia haknya.Jangan biarkan Isda menghalangi dia menerima haknya.Aku menyayanginya sama seperti aku menyayangi Reza.Irwan dan Reza adalah saudara.Mereka darah dagingku.Berjanjilah padaku Samuel!Berjanjilah!"Samuel mengangguk:"Tentu aku akan mencari Irwan sampai ketemu.Aku akan laksanakan wasiatmu.Kau tenang saja Kawanku."Hamdan :"Juga aku pernah mengadakan perjodohan dengan sahabatku.Anak2 kami akan menikah.Itu juga berlaku bagi Reza,ia harus menikahi keturunan sahabatku itu.Bila ingin harta warisanku.Itu syaratku.Pastikan itu dilakukan kalau tidak aku hanya akan memberikan bagian sedikit saja.Jauh dibawah Irwan."Samuel :"Bagaimana ia mau Hamdan,kau tahu watak isterimu itu?Ia sangat membenci orang miskin."Hamdan :"Ia pasti mau karena ia sangat cinta uang melebihi cintanya padaku.Aku yakin ia mau.Suruh ia masuk aku akan bicara padanya untuk yang terakhir kali." Isdapun masuk dan kaget mengetahui wasiat suaminya.Bahkan sampai Hamdan meninggal,ia masih marah dengan soal tersebut.Wah sampai di sini dulu yach.Saya harus kerja.Berhasilkah Notaris Samuel menemukan Irwan?Atau takdirlah yang membawa Irwan kembali ke desa itu?***See you next eps***Eps 2 ◆ ◆ KEHILANGAN》Son◆◆ KEHILANGAN◆◆Eps 2◆◆Son◆◆Putra◆◆
Anak laki-laki ibarat benda pusaka
Harus dirawat,dibersihkan dan dijaga Martabat dan kehormatan keluarga Ada yang bilang belum lengkap rasanya Bila belum memiliki seorang putra Alasan bagi orang tua bekerja begitu kerasnya Akankah semua usaha akan sia-sia adanya Bila sang pewaris justru memandang hina
Hak dan wasiat dari orang tuanya Inilah kisah dua pemuda yang kecewa Bukan karena mereka tidak kaya Bukan karena tak diakui dunia Namun karena hati yang terluka Oleh karena seorang wanita Siapakah mereka? Mari kita langsung saja ke cerita...
◆◆Di kota◆◆ Seorang pemuda berjaket kulit tampak memacu motornya dengan kencang.
Wajah tampan tak bisa ia tutupi meski sudah berkaca mata hitam.
Sesekali ia melihat ke arah jam tangan hitamnya.
Tampaknya begitu terburu2.Siapakah dia? Hampir saja ia menabrak seorang pria bersepeda motor juga,wah ia langsung ngerem sampai jenthit motornya.Alias terangkat ban belakangnya.Wuihh!!
Makian,cacian hingga sumpah serapah sudah biasa ia dengar.Sudah kebal.
Gimana ga kebal dari kecil saja ia sudah dihina.Dibilang anak haramlah,gembellah,
dan sebagainya.Sudah bisa tebak siapa dia?Motornya berhenti tepat disebuah tepian sungai.Sudah ada motor lain terparkir di sana.
Ia buka helmnya wah...gantengnya....kayak lihat buah semangka pas lagi
kehausan.Ngeces....tes..tes...Badan tegapnya segera melangkah menuju ke
tanah menurun di pinggiran sungai.Seorang pemuda dengan jaket kulit juga tengah memandang air sungai.
Dipanggilnya pemuda di dekat sungai itu,"Norman!!Sorry telat!!" Yang bernama Norman menoleh,wow....ini juga ganteng pisan...rahangnya tampak kuat dan sebuah senyuman kini menghiasi wajah tampan yang sejak tadi tampak sendu.
Aduhai aduh manisnya...membuat jantungku berdebar-debar.Senyumnya itu lho...ck.ck..ck.Banyak cicak ya?He..he... Norman melambai pada pemuda yang memanggilnya,"Hay Wan!!Jam karet aja masih dipakai ama lu!Gue dah hampir kering nih nungguin lu!Pasti cewek lu reseh lagi yach?"
Oh...itu Irwan?Mmmhhh...Irwan membuka kacamatanya.Lalu duduk disebelah Norman. Irwan :"Cewek gue punya nama bro!!" Norman :"Iye...gue masih inget namanya.Intan kan?"
Irwan :"Yoi man!!Gue harap lu hormati dia!Walau tampang kita berandalan tapi
hati tetap gentleman.Ok?" Norman memainkan matanya,"Ya Boss Genk.Maaf.Habis lu bikin gue kayak jemuran aja.
Nunggu sampai hampir sejam.Lu kan bisa telpon gue kalo lagi jalan ama Intan lu itu."
Irwan melempar batu ke sungai,"Iye sorry!Lagian lu juga betah kan lihat air sungai?Ngaku lu!!"
Norman tersenyum getir,"Lu masih inget aja kebiasaan gue."
Irwan menatap ke arah air sungai,"Gue heran deh sama lu.Hobby banget lihat air?
Emang lu pernah karam?" Norman menekuk kedua kakinya,"Sembarangan lu bilang gue karam!
Emang gue kapal apa?Wajah ganteng begini disamain sama kapal.Yang bener aja!!" Irwan :"Gue masih ingat awal mula kita ketemu.Ditempat ini juga.Lu masih ingat kan?"
Norman memandang kembali ke arah air sambil mencoba tersenyum,"Tentu dong.
Mana mungkin gue lupa hari itu.Hari dimana lu selametin gue dari amukan geng motor.
Gue hutang nyawa ama lu Boss Genk.Sampai kapanpun gue ga bakal lupain budi baik lu,Boss!!"
Irwan malah penasaran,"Gue heran deh ama lu.Suka amat ama tempat ini?Apa istimewanya sih?Perasaan cuma ada air doang di sini."
Norman menerawang pilu,"Justru karena air itu Wan,yang bikin gue suka tempat ini.
Lu tahu Wan,nyokap gue suka banget lihat air apalagi air hujan.Gue sering nemenin nyokap berjam2 mandangin air hujan."
Irwan mendengarkan dengan serius,"Rupanya kebiasaan mendiang nyokap lu yach?
Memang apa istimewanya air hujan buat beliau?" Norman diam sejenak,"Kata nyokap dulu waktu bokap gue menyatakan cintanya sama nyokap pas hujan turun gitu.Hal itu sangat berkesan banget buat nyokap.
Tiap kali kangen sama bokap pasti nyokap lihat air mengalir.
Makanya di rumah gue ada pancuran gitu.Spesial buat nyokap gue." Irwan menepuk bahu sohibnya itu,"Kita senasib bro!Ibu gue juga udah ga ada.Itulah kenapa gue sayang banget sama Intan.Gue bahkan berencana mau bawa
hubungan gue ke tahap yang lebih serius."
Norman kaget juga mendengarnya,"Serius lu?Pertimbangkan lagi bro!!Menikah itu ga main2 yach!Menikah itu harusnya menyenangkan karena dua orang bersatu menjalani
kehidupan bersama.Sebaiknya lu kenal lebih lagi kayak gimana kepribadian Intan lu itu."
Irwan malah mengeluarkan sebuah kotak kecil,"Menurut lu bagus ga cincin ini?"
Norman membukanya,"Wah emas putih yach?Cincin putih nih.Kayak judul lagu he..he.."
Irwan memasukkannya kembali ke sakunya,"Gara2 nyari cincin nih gue telat ke sini." Norman heran,"Lho Intan ga sama lu milih cincinnya?Jadi dia ga tahu kalo lu mau ngelamar dia?" Irwan senyum2 ,"Kan gue mau kasih surprise.Besok gue mau bilang ke dia.
Doain gue ya Bro,biar dia mau nerima lamaran gue."
Norman malah berdiri,"Siapa juga yang berani nolak lamaran lu Wan?Kalo gue mah mungkin ditolak,lu kan tahu orang tua Selvi gimana.Mereka ga pernah ramah sama gue."
Irwan :"Lu sih pakai sembunyiin identitas segala.Kenapa lu ga jujur aja sama mereka kalo
bokap lu itu konglomerat papan atas.Gue yakin mereka bakal terima lu.Namanya juga orang tua wajar kan kalo nyari yang terbaik buat anaknya.Kenapa sih lu kagak jujur aja ama Selvi
dan ortunya?" Norman malah menendang batu ke arah sungai,"Gue ga akan pakai nama besar bokap gue untuk hidup!!Bokap gue itu cuma peduli sama bisnisnya.Gue benci banget sama dia.Gue anggap gue itu hidup sendiri.Bokap gue itu ga peduli sama gue Wan!!
Bagi dia bisnis itu di atas segalanya.Segalanya!!Bisnis sialan!!Gue benci dunia bisnis!!" Irwan :"Terus kalo lu ga peduli sama bisnis bokap lu,lalu siapa dong yang nerusin?
Sia2 dong kerja keras bokap lu?" Norman :"Biarin!!EGP!!Sudah,ayo kita jadi ga melabrak bocah tengil kemarin?" Irwan :"Tentu dong Bro!!Belagu banget tuh bocah tengil!!Kayaknya belum tahu dia kita ini siapa.Enak aja balapan curang!Lu tahu dia biasa ngetime dimana ?"
Norman :"Gue dah selidiki.Dia biasa mangkal di sebuah cafe.Yuk kita ke sana!!
Jam segini nih dia biasanya ke sana.Ayo!!" Irwanpun bangkit berdiri dan mereka segera menaiki motornya masing2.
Siapa sih cowok tengil yang mau mereka labrak?
Lihat DAMI menggoyang Indonesia Tiga Besar tak ikut karena DA Asia 
Cukup disini Kehilangan eps dua Moga pembaca suka dan sampai jumpa ***see you next eps***
Eps 3 \\ KEHILANGAN 》Man
\\ KEHILANGAN // // EPS 3 》Man \\ --------Pria-------
Tidaklah mudah menjadi seorang pria Beban dan tanggung jawab di pundaknya Memberi nafkah bagi keluarga Mental memberi bukan meminta Bukan ekor tapi menjadi kepala Mungkin fisik tidak sempurna Namun integritas tetap sama Pengorbanan yang membara Semua demi mereka yang dicinta Tetes keringat dan air mata Sudah menjadi hal yang biasa Otot bukanlah ukuran perkasa Semangat baja melawan derita Itulah yang membuka mata dunia Bahwa kau memang seorang pria **
Seorang pria muda nampak menulis di selembar kertas.Wajah tampannya akan memukau siapa saja.Senyumannya menentramkan jiwa.Apalagi tatapan matanya sungguh sangat meneduhkan.Seakan menjanjikan semua ketenangan yang ada.Memberi rasa aman bila bersamanya.Siapakah gerangan dia?Ia memandang dinding kamarnya.Penuh rak buku dan lukisan pemandangan.Ia memang suka tanaman.Hampir semua lukisan bercerita tentang pepohonan.Pohon jati yang sedang meranggas.Pohon cemara diantara hamparan salju.Pohon kelapa di tepi pantai.Pohon pinus yang menjulang tinggi.Hingga tanaman padi yang penuh dengan bulir2nya siap dipanen.Pandangannya menerawang mencari rangkaian kata untuk digulirkan dalam sajaknya.Rupanya seorang penyair dia.
Tak disangka dibalik paras rupawannya tersembunyi sebuah hati yang nelangsa.
Bikin penasaran saja nih penulisnya.He..he...sorry.
"Sudah sore sudah saatnya aku bersiap ke sana.Andai saja Fero mau kuajari kerja pasti
sudah kuserahkan bisnis cafe ini padanya.Tapi sepertinya belum waktunya.Ia masih menikmati masa mudanya.Mungkin pelan-pelan saja pendekatannya.",kata pria itu seraya merapikan kertas2 di mejanya.Disimpannya semua berkas dimana ada tulisan
sajaknya ditempat rahasia.Ia tak mau siapapun mengetahui bahwa dialah
Prince Frozen.Oh...dia orangnya?Memang kenapa sih harus main rahasia?
Usai merapikan mejanya,eh hpnya berbunyi.Diraihnya hpnya yang tergeletak di meja,"Tumben Pak Timo hubungi saya?Ada masalah di cafe?"
Pak Timo menjawab dengan panik,"Gawat Tuan Muda!Kacau nih!!Adik Tuan Muda....wah gimana nih...menerangkannya...saya bingung nih..." Dahi penyair kita tampak berkerut,"Fero kenapa Pak?Bikin ulah lagi?Apalagi sekarang?...Apa?Dua preman mencari adik saya?Anggota geng motor?Terus?....
Pasti masalah balapan lagi.Fero...Fero...Jangan sampai mereka membuat pelanggan takut,
suruh mereka masuk ruangan saya.Saya segera ke sana!Iya saya segera ke sana secepatnya!Tahan situasinya sekondusif mungkin.Jangan sampai terjadi keributan apalagi perkelahian.Dan terutama pastikan keselamatan adik saya.Katakan saya akan bicara dengan dua preman tadi.Mengerti Pak Timo?"
Pak Timo lega karena Bossnya bakal menyelesaikan semuanya,"Tenang saja Tuan Muda.
Saya akan amankan mereka.Siap laksanakan!" Penyair kitapun melangkah dengan tertatih.Kok tertatih?Iya kakinya pincang.
Wah kasihan my Prince Frozen.Ga sempat dandan dan ngatur penampilan,iapun keluar dari kamarnya yang terletak di basement.Ruangan yang agak menjorok ke bawah.
Lebih rendah dari kamar lain di rumah mewahnya.
Melihat putra sulungnya keluar dari kamar,sang Ibu langsung menyapa,
"Tetep ke cafe sayang?Katanya lagi ga enak badan?Kok ga istirahat saja sih?
Kamu itu kecapekan Sayang.Banyak sekali bisnis yang harus kamu tangani.
Ibu rasa kamu sudah overload itu.Serahin sebagian ke adik kamu." Prince Frozenpun mendekati Ibunya,"Pinginnya begitu juga Bu.Tapi Ibu tahu sendiri Fero gimana.Gpp deh."
Sang Ibu memandang kagum pada putra sulungnya,"Sejak Ayahmu tiada karena sakit,
semua bisnis kamu yang handle.Mungkin kamu harus memikirkan masalah pernikahan saja biar ada yang mengurus kamu,sayang.Ibu punya kenalan,ia punya putri yang cantik.
Gimana kalo Ibu kenalkan ke kamu?" Prince Frozen berhenti melangkah dan memandang sayu pada kaki kirinya,
"Ga perlu Bu.Kasihan gadis itu kalau dapat Eza.Ibu ga perlu repot2 kenalin Eza.
Sudah ya Bu,pergi dulu." Oh....Prince Frozen itu Eza Gionino....Ooo.Sambil melangkah tertatih,Eza menahan sembilu di hatinya.Ia masih ingat bagaimana dulu dikenalkan dengan seorang gadis anak kenalan ibunya.Awalnya baik2 saja,sang gadis terlihat antusias dan respon tapi begitu
melihat ia pincang,langsung berubah 180°.Tatapan menghina jelas terpancar di matanya.
Bahkan alih2 mau minta ketemu lagi,ditanya no hp saja ga mau kasih.Eza menyandarkan badannya di pilar depan rumah,'Sudah cukup,Bu.Hati Eza sudah cukup kenyang dengan penghinaan orang.Hanyalah puisi tempat Eza merasa seperti orang normal.Dengan kondisi begini Eza sadar diri kok hanya campur tangan Tuhan yang mampu membuat seorang gadis
menerima Eza.Andai saja gadis pujaan itu ada.Wah jadi pingin nulis tentang cinta ah...'
Seorang pria paruh baya mendekat,"Tuan Muda Eza gpp?Wajahnya agak pucat.
Apa ga jadi pergi?" Eza tersadar dari lamunannya,"Oh Pak Min.Saya gpp Pak.Mobilnya sudah siap?"
Pak Min adalah sopir pribadi keluarga Eza,"Sudah dong Tuan Muda.Itu dia.
Tuan sih melamun sampai ga denger suara mobilnya." Eza tersenyum,"Kalau begitu kita ke cafe sekarang.Agak cepet ya Pak.Soalnya ada yang yang urgent di sana."
Ezapun masuk ke dalam mobil.Sebenarnya ia bisa bawa mobil sendiri tapi bila ia capek ia akan memakai jasa Pak Min.Mobilpun melaju meninggalkan rumah mewah keluarga Eza.Didalam mobil Eza kembali mengenang masa lalu.Masa dimana awal mula kakinya sampai pincang.Waktu itu ia masih berusia 10 tahun.Dulu mereka masih hidup sederhana di desa.Ia sedang asyik bermain bersama adiknya yang terpaut 6 tahun dengannya.Ayahnya kerja di kota.Ibunya tengah pergi keluar sebentar.Tinggal ia,Fero dan Nenek Puspa yang ada di dalam rumah.Tiba2 terjadi kebakaran,sang nenek sibuk memadamkan api.Namun api terus membesar dan melahap dinding2 rumah yang terbuat dari kayu.Demi menyelamatkan Fero dari tertimpa balok kayu,Eza mendorong adiknya namun malang kaki kirinya tertindih balok kayu tersebut.Neneknya yang melihat kejadian itu segera menolongnya.Kejadian itu membuat kakinya terpelecok.Untung masih bisa jalan walau ga seperti orang normal.Tapi lama2 terlihat juga kalau ia kini pincang.
Eza memejamkan mata,'Meski jadi pincang tapi aku senang bisa menyelamatkan
Fero.Jika tidak mungkin kepala Fero yang tertimpa kayu itu.Tidak!
Lebih baik aku begini daripada kehilangan adikku.Aku sangat menyayanginya.
Biarlah peristiwa itu kusimpan dalam hatiku.Hanya nenek Puspa yang tahu soal ini.
Lagian nenek kan di desa.Fero kan tak suka pedesaan.Jika Fero tahu ia pasti merasa bersalah.Tidak!Aku tak mau ia hidup dengan perasaan itu.Apalagi Ayah sudah tiada,ia butuh figur seorang ayah.Kepada siapa lagi ia akan berpaling kalau tidak kepadaku?'
Asyik melamun,Eza ga sadar kalau sudah sampai.
Pak Min segera membuka pintu untuknya,"Sudah sampai Tuan Muda."
Eza kaget juga,"Ha?Oh...cepat juga yach?...Terima kasih ya Pak." Pak Min tersenyum,'Tuan Muda Eza ini baik banget orangnya.Ramah dan ga sombong.Kalau nyuruh juga sopan.Saya betah jadi sopirnya.'
Ezapun melangkah memasuki bangunan cafe miliknya.Sementara itu kita lihat didalam,siapa sih dua preman yang bermasalah dengan Fero.
¤¤¤Di ruangan khusus¤¤¤ Dua pemuda berjaket kulit tampak memandang kesal pada seorang pria yang tampangnya seperti anak kuliahan.Beberapa orang pria berbaju hitam tampak berjaga di sekeliling mereka.Sepertinya mereka team keamanan cafe.
Fero mendengus kesal,"Kalian itu hanya orang2 yang mencari uang dengan jalan kekerasan.
Dasar manusia melarat!Ga berpendidikan sih!" Wah disebut melarat,wajah salah satu pria berjaket kulit menegang,"Kamu bilang apa?!!Kamu bilang kami melarat!!??Kurang ajar!Mulutmu itu yang ga berpendidikan!Ngaku berpendidikan tapi main curang!!" Pria berjaket kulit satunya yang sudah terbiasa dengan cercaan dan hinaan menahan emosinya,"Jangan kepancing dia Norman!Dia hanya ingin kita membuat huru hara
disini sehingga kita ditahan di kantor polisi.Sudah kita tunggu saja kakaknya,kurasa kakaknya pasti orang yang lebih arif.Buktinya ia menyuruh kita menunggu di sini,ia
mau mendengar kita.Semoga saja dugaanku tidak salah."
Weleh...Norman to...berarti satunya Irwan dong.Bener banget diajeng.
Tak lama kemudian tibalah yang ditunggu mereka.Irwan melihat semua pria yang berbaju
hitam2 memberi hormat pada pria yang memasuki ruangan khusus tersebut.
Fero langsung berdiri,"Kakak!Tolong bantu aku Kak!Mereka itu minta uang hadiah balapan diserahkan pada mereka,katanya aku curang.Memang ada bukti apa main tuduh sembarangan.!!"
Eza berdiri diantara mereka,ia memandang adiknya dan dua orang di sisi satunya.
Eza memandang lekat2 ke adiknya,"Jujur sama kakak Fero,kamu benar melakukan apa yang mereka tuduhkan atau tidak?"
Irwan kagum dengan sosok yang baru datang itu,'Kakinya sepertinya bermasalah tapi dia penuh wibawa.Wow!!Beda banget sama adiknya,tengil dan ga sportif.'
Fero malah kesal mendengar pertanyaan kakaknya,"Kakak kok malah percaya mereka sih daripada adik sendiri?Gimana sih?"
Eza menarik nafas lalu menghembuskannya,"Justru karena kakak sangat mengenalmu,makanya kakak bertanya lebih dulu kepadamu.Percaya sama kakakmu ini,perkataan yang jujur itu kuat.Dan selalu ada pertolongan bagi orang yang jujur."
Norman juga bersimpati dengan sikap Eza,'Keren nih orang.Fisik mungkin ga sempurna
tapi hati dan karakternya benar2 mengagumkan.Gue suka nih orang.Coba gue punya kakak sebaik dia.Gue tempel terus tuh.Biar terimpartasi.He..he..sayang kayaknya tuh bocah tengil ga nyadar keberuntungannya.Dasar bocah ngeselin!!Kalo ga dicegah Irwan tadi
udah gue tonjok tuh bocah!!Reseh sih!!'
Eza lalu mengajak adiknya bicara tersendiri,"Kamu harus jujur sama kakak,Fero.
Hanya dengan kejujuran kamu,kakak bisa bantu kamu selesaikan masalah ini.
Ayo katakan semuanya sama kakak.Jangan ada yang ditutupi!" Akhirnya Fero ngaku juga,"Iye...Fero memang curang,habis mereka itu kan terkenal
sebagai rajanya balapan.Hanya dengan curang Fero bisa ngalahin mereka." Norman yang denger omongan Fero langsung berteriak,"Tuh denger sendiri!
Ngaku kan dia!Enak saja main curang!Apa lu kagak sadar,lu bisa bikin gue jadi cacat seperti..." Irwan memegang pundak Norman,"Sudah Norman!Dia sudah mengaku.Jangan teruskan kata2mu!"
Eza tahu lanjutan kata2 Norman,namun ia bersyukur karena Irwan mencegah Norman mengatakannya.
Ia memandang Fero dan bertanya padanya,"Sekarang uang hadiah balapannya mana?"
Fero tampak bingung,"Itu kak masalahnya.Uangnya sudah kuhabiskan sama temen2 aku."
Norman makin kesal mendengarnya,"Tahunya cuma bersenang2 doang!"
Fero langsung nyahut,"Ngapain lu!!Emang gue elo yang berasal dari kampung kumuh ga jelas!Sorry ya!!Kita ga selevel!!"
Irwan terus memegangi Norman,'Andai saja kalian semua tahu siapa Norman sebenarnya,
maka kalianlah yang ga selevel dengannya.Siapa yang tak kenal Benigno Aquino.Ayah Norman adalah konglomerat papan atas.Norman...Norman...gini nih kalo ga jujur pada dunia.Ya kamu dihina terus.'
Eza menuju meja kerjanya,"Memang berapa uang hadiah balapannya?" Fero menjawab,"5 juta Kak!" Eza membuka lacinya dan menaruh uang sebanyak 5 juta di atas mejanya,"Saya mewakili adik saya meminta maaf pada kalian berdua.Ini uangnya bisa kalian bawa.
Lain kali saya harap hal seperti ini tidak terulang lagi.Silakan diambil uangnya.
Atau mau dihitung dulu juga tidak masalah." Irwan memandang kagum pada Eza,"Adik Anda sungguh beruntung memiliki seorang kakak seperti Anda.Kami percaya dan kami permisi.Ayo Norman kita cabut!!"
Norman malah melambai pada Eza,"Makasih ya Masbro!!Semoga kita ketemu lagi.
He..he.." Lalu ia melihat ke Fero,"Kalo lu mah kelaut aje...He..he.." Fero hendak mengejar Norman tapi dipanggil Eza,"Fero sudah!Jangan bikin kepala kakak pusing lagi.Sekarang sebagai ganti uang cafe yang kamu pakai,kamu harus kerja sama kakak.Bantu Pak Timo urus cafe!"
Fero :"Lho kok gitu?Aku kan kuliah kak.Belum hang out sama temen2 aku.
Apalagi sekarang aku lagi pedekate sama satu orang gadis di kampus aku.
Cantik banget kak!Namanya Febby.Manis kak anaknya."
Eza menggeleng2kan kepalanya,"Kakak ga mau kamu hanya hidup foya2.
Kamu juga harus tahu gimana susahnya dunia kerja biar kamu tahu menghargai uang.
Pokoknya mulai minggu depan kamu kerja di cafe.Awas kalo ga!Maka uang jajanmu,kakak potong!Pilih mana?"
Fero manyun gitu mukanya,"Baiklah.Tapi kakak harus janji dulu."
Eza jadi penasaran,"Janji apa?" Fero :"Janji bakal bantu Fero dapetin Febby.He..he.." Eza memegang kepalanya,"God help me.Iya..iya kakak bantu.Puas?"
Fero lalu meraih tas ranselnya dan melangkah keluar dengan riang,"Asyik!!
Aku pasti bakalan dapat tuh Febby.Pasti!!Aku pulang dulu,Kak!!"
Eza menyahut,"Ya.Bilang Ibu kakak akan segera pulang juga.Ga sampai jam 9 kakak akan pulang."
Pak Timo lalu masuk memberikan laporannya,"Tuan Muda,permainan PS3 dan biliar mampu menarik pengunjung.Tuan Muda memang hebat!"
Eza mempersilahkan Pak Timo untuk duduk,"Saya malah berencana mau menambah cafe kita dengan fasilitas wifi dan juga tv kabel.Pasti makin ramai nanti cafe kita ini."
Pak Timo :"Bagaimana kalau variasi menunya ditambah Tuan Muda,bukan hanya kopi tapi juga coklat dan teh."
Eza setuju,"Ide bagus Pak.Oh ya mulai minggu depan,adik saya akan mulai bekerja di cafe ini.Tolong bantu dia ya Pak.Makhlum masih labil emosinya."
Pak Timo :"Beres Tuan muda!Hebat deh Tuan Muda bisa bikin adik Tuan Muda mau bekerja.Saya salut!!"
Usai ga ada urusan lagi,Pak Timo meninggalkan ruangan Eza.
Eza mengambil kertas dan mulai menuang perasaannya dalam puisi. ---Laki-laki--- Benarkah dunia lelaki penuh harga diri Adakah disana tak ada lagi hati Benarkah nurani sudah mati Hanya tinggal ego dan gengsi Aku sungguh tak mengerti Apakah akan selalu begini Dihina,dicaci dan terpuruk sendiri Andai semua ini hanyalah mimpi Akankah kulihat bahagia nanti Akankah ada cinta kan kutemui Hanya waktu yang tahu pasti Betapa pedihnya hatiku ini ****by.Prince Frozen****
Akankah ada seorang gadis buat Eza?Gadis yang tulus mencintai dia?
Melihat menembus ketidaksempurnaan fisiknya?Bagaimana pula dengan Irwan?
Akankah lamarannya diterima Intan?Lalu bagaimana dengan Norman?
Benarkah ayahnya hanya peduli pada bisnis?
Waktu makan lampunya mati Akhirnya hanya bisa gigit jari 
Kehilangan eps tiga cukup sampai disini Moga segera kan dilanjut lagi ***see you next eps***
Eps 4 ***KEHILANGAN***
Daughter
*** KEHILANGAN**** **** Eps 4 **** Daughter **** **** Anak Perempuan ****
Terbayang dimata Irwan betapa cantiknya Intan dengan baju pengantin
adat Jawa berwarna hijau muda.Sambil dandan ia terus bernyanyi gembira,
"Jangan kaututupi wajahmu..." Norman yang nyahut,"Sepuluh jarimu....Cie..cie...yang mau nglamar adindanya."
Irwan melihat dirinya sekali lagi di depan cermin,"Gimana udah keren ga gue?"
Norman mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca,"Sudah perfecto!
Top markotop!Maknyuss!!" Irwan menimang2 lagi cincin putih yang kemarin dibelinya,"Kalau Intan nerima lamaran gue,gue akan tinggalin dunia balap dan cari kerja yang bener.Gue butuh biaya buat pernikahan gue."
Norman melihat headline surat kabar yang ia baca,tampak foto ayahnya di halaman paling depan dengan tajuk utama berjudul *Pebisnis Terkemuka Benigno Aquino Masuk Dalam Daftar 10 Orang Pengusaha Terkaya dan Tersukses di Indonesia*.
Norman melempar koran itu ke atas meja,"Pakai aja uang hasil balapanku kemarin Wan.Lagian gue belum butuh.Belum pingin nikah juga.Malah kayaknya Selvi mulai menjauhi gue deh.Pasti karena ortunya tuh.Males gue punya urusan ama mereka.
Harta kayak segalanya gitu buat mereka."
Irwan melihat sekilas koran yang dilempar Norman,'Pantas kesal,nama bokapnya di headline depan.Norman2...menurut aku kamu tuh baca koran tiap hari karena mau cari berita soal bokap lu kan?Lu itu masih care sama bokap lu.Bokap lu juga peduli sama lu.
Buktinya Atm lu aja kagak diblokir.Kapan kalian bisa rukun yach.Moga aja ada malaikat yang dikirim Tuhan buat damaiin kalian.Semoga saja.'
Irwan melongok ke kamar Norman,"Lu ga ikut gue?"
Norman menyahut sambil tiduran,"Gue mau tidur aja,ntar sore gue ada job ngedance.Biasa ada order.Hari ini gue mau molor dulu.Ntar lemes lagi."
Irwan :"Kalo gitu gue cabut dulu yach.Doain sukses ya gue." Norman:"Jujur gue ga yakin lu bakal bahagia ama Intan.Ga tahu kenapa...
tapi gue doain yang terbaik aja buat lu." Irwan :"Thanks bro!!Gue duluan!!" Norman malah meletakkan kepalanya dibantal.Ia memang ga begitu suka sama ceweknya Irwan karena ia pernah mergoki Intan ama cowok lain.Apalagi bila ingat awal mula ketemu Intan,makin bikin ia ragu kalau cewek itu tulus sama sobatnya.Intan dulu dijadikan cewek hadiah balapan.Untung Irwan yang menang kalau ga sudah jadi apa tuh cewek.Meski menang Irwan tidak memanfaatkan Intan.Ia hanya mengantar pulang Intan dan menyuruhnya menjauhi dunia balapan.Irwan memang ditakuti dan terkenal di
dunia balap liar.Tapi soal wanita ia gentleman.Karena Intan tetep aja balik
ke balapan,akhirnya Irwan mengumumkan kalo Intan adalah pacar dia.
Jadi ga ada yang berani ganggu Intan.
Norman menghela nafas,"Pusing amat gue mikirin cewek orang,mendingan gue mikir cewek gue sendiri.Entah mau dibawa kemana hubungan ini.Malah kayak lagu sih kisah cinta gue.Ah mendingan gue tidur aja.Lagi males keluar nih.Salah2 malah ketemu si bocah tengil kemarin.Wah ogah banget gue."
Sementara itu Irwan menaiki motornya siap menuju rumah Intan.
Namun baru didepan kontrakannya,ia melihat seorang pria dengan rambut gondrong tampak sedang menikmati makanan di sebuah warung deket kontrakannya.
Irwan,'Orang itu mencurigakan.Aku sering melihatnya.Setiap kali aku pergi dengan
Norman aku pasti melihat dia.Siapa dia ya?Jangan2 mau menculik Norman.
Tapi kalau mau nyulik kok ga segera dilakukan yach?Pas di pinggir sungai kemarin aku juga lihat dia.Padahal Norman sendirian kok ga diculik yach?Aneh!Pas balapan dia juga ada diantara penonton.Malah dia yang ngasih tahu kalo Fero curang.Kapan2 deh aku bakal selidiki orang itu.Apa maksudnya memata2i kami?'
Irwan lalu memacu motornya meninggalkan kontrakannya.Wah siapa sih pria yang dimaksud Irwan?Kita investigasi dulu yuk.Pria berambut gondrong itu melihat Irwan pergi lalu keluar dari warung makan dan menuju mobilnya yang ia parkir tak jauh dari kontrakan Irwan dan Norman.Hpnya bunyi dan iapun segera mengangkatnya,"Iya Tuan Besar?"
Suara yang diseberang menjawab,"Bagaimana putra tunggal saya,Toto?Saya akan berangkat ke China.Tolong kamu pastikan Norman tidak terlibat masalah,kamu alihkan dia dari dunia balap.Saya tak mau ia celaka!"
Oh...Toto namanya.Rupanya dia suruhan ayahnya Norman.Berarti Benigno dong yang telpon.Yoi man!!Wah ternyata Benigno sayang sama Norman sampai menyuruh orang mengawal dia.Andai Norman tahu.Iya..ya...jadi sedih.Toto memandang ke arah kontrakan Irwan,"Kayaknya hari ini Sang Pangeran ga ngelayap Tuan Besar.Dia ga keluar sejak tadi.
Yang pergi cuma temannya.Saya akan pastikan Sang Pangeran baik2 saja Tuan Besar.
Tuan Besar pergi bisnis saja dengan tenang." Benigno :"Baiklah.Jika ada yang coba menyakiti putra saya,kamu kasih tahu saya.
Akan saya buat perhitungan nanti.Baiklah tetep awasi Norman,saya sangat menyayanginya.
Andai saja isteri saya masih hidup semua takkan begini.Keep watching ok!!"
Toto menjawab:"Siap Tuan Besar!"
Wah Toto langsung pantengin lagi tuh rumah kontrakan.Jika ia butuh bantuan,
para bodyguard Tuan Besarnya siap sedia.Yang dijagain malah lagi molor.Weleh...
Yuk kita lihat acara melamarnya Irwan saja.Sukses kagak?Irwan sudah sampai di daerah dekat rumah Intan.Intan tinggal dengan bibinya.Intan pernah cerita sama dia
kalau keluarganya tinggal di desa.Karena saking miskinnya maka ia dipelihara bibinya.
Apalagi sang bibi ga bisa punya anak.Namun Intan ga pernah cerita lebih banyak
soal keluarganya di desa.Yang ia tahu kalau didesa ada ibu dan kakaknya.
Ayahnya sudah tiada.Sepertinya Intan juga ga begitu suka hidup di desa karena ia ga pernah menengok ke sana.Seringnya sang ibu yang menengok dia.Irwan menghentikan motornya,lho kok berhenti kan belum sampai?
Ada apa sih?Irwan melihat bendera kematian terpasang di gang yang menuju rumah bibinya Intan,'Wah ada orang yang meninggal nih.Lebih baik gue telpon Intan dulu deh.Ga ah...langsung aja.Gue kan niatnya mau bikin kejutan.'
Irwan melanjutkan menuju rumah bibinya Intan.Namun apa yang ia lihat?
Tampak sebuah tenda sudah didirikan disana.Di depan rumah bibinya Intan.
Kursi2 juga ditata.Wah apa Intan meninggal?Huss!!Irwan menghentikan motornya agak
jauh dari rumah Intan dan bertanya pada orang yang ada di situ,"Maaf Pak,
yang meninggal siapa yach?" Bapak itu menjawab:"Itu Bu Ruti.Jatuh di kamar mandi terus ga ada.Kayaknya kena serangan jantung."
Irwan makdeg,'Bu Ruti kan Bibinya Intan?Wah kayaknya batal nih acara melamarnya.Ga mungkin gue nglamar Intan disituasi begini.Apa gue emang ga jodoh ya sama Intan?'
Irwan berterima kasih atas informasi dari Bapak tersebut,ia lalu masuk ke dalam.
Wah Intan langsung menangis di pelukannya. Intan :"Bibiku Wan!Bibi Ruti meninggal!Aku ga punya siapa2 lagi di sini.Gimana ini Wan?Huu..hu...."
Irwan mencoba menenangkan Intan,"Tenang kan masih ada aku.Aku akan temani kamu melewati semua ini.Kapan kejadiannya?Kok kamu ga hubungi aku?"
Intan mengusap air matanya,"Aku panik Wan.Aku bingung.Aku bahkan belum kasih tahu ibu aku di desa.Kejadiannya tuh subuh,bibi sudah ditemukan tergeletak di kamar mandi.
Aku ga tahu kenapa." Irwan lalu mengajak Intan duduk,"Kamu tenang dulu.Sekarang hubungi ibu kamu didesa,dia berhak tahu.Biar aku yang telpon.Berapa nonya?"
Intan memberikan no nya,Irwan segera menghubungi.Sementara itu di desa,
Rita Sugiarto tengah mandi saat hpnya bunyi.Hp jadul itu terus berbunyi.
Evilah yang baru saja selesai mengantar pesanan gorengan,berteriak memberitahu ibunya,
"Bu hpnya bunyi!!Evi angkat ya!" Rita menjawab dari kamar mandi,"Angkat aja cah ayu!Ibu masih belum selesai!" Evi mengangkatnya,"Hello?" Irwan mendengar suara wanita muda,"Ini ibunya Intan?" Evi :"Oh...ibu lagi mandi.saya Evi kakaknya Intan,Anda siapa ya?" Irwan :"Saya pacarnya Intan.Nama saya Irwan.Saya...mau mengabarkan berita duka."
Evi kaget,"Apa?Ada apa dengan adik saya?Kamu apakan dia?"
Waduh Irwan langsung menjauhkan telpon dari telinganya,'Gile nih cewek,galak amat!'
Intan heran,"Kenapa Wan?Pasti yang angkat kakak aku ya?Sini biar aku yang ngomong!"
Intan lalu bicara dengan Evi,"Kak Evi Bibi Ruti meninggal kak.Ibu suruh sini ya....Iya...Cepetan ya kak!"
Irwan meraba sakunya ada kotak berisi cincin putih disana,'Ya...gatot deh.Apes!Apes!'
Wah gimana dong hidup Intan selanjutnya?Apa dia akan tetap tinggal di kota?
Atau kembali ke desa?Bagaimana pula hubungannya dengan Irwan?
Jam empat pinginnya makan Apalah daya tak ada makanan Episode empat cukup sekian Mohon koment dan masukan ***see you next eps***
Eps 5 ^^^KEHILANGAN》Her
^^^ KEHILANGAN ^^^ ^^^ Eps 5 ^^^ ^^^ Her = Milik Dia ( Perempuan ) ^^^ ^^^^^^ Cincin Putih ^^^^^^ Bulat terbuat dari emas putih Lambang cinta dari hati yang bersih Namun cinta kadang memang perih Tak disangka membuat hati pedih Sang cincin ternyata sudah memilih
Satu hati yang takkan membuat sedih Satu hati yang memanggil lirih Akankah mampu membuat pulih Hati yang telah lama tertindih Hati yang telah begitu letih Langkah yang tertatih-tatih Wahai cincin putih Tunjukkanlah siapa yang harus kupilih ^^^ ^^^ In Village...Di desa...^^^ Evi mengabarkan pada ibunya perihal kematian sang bibi yang merawat Intan
di kota.Rita Sugiarto langsung menyuruh putri sulungnya itu bersiap pergi melayat
ke kota. Rita tampak tergesa2 membenahi rumah,"Vi,cepet kamu siap2!Kita ke kota sekarang."
Evi segera mengambili semua jemuran,"Evi perlu siapin apa Bu?" Rita memasukkan beberapa stel pakaian ke dalam tas,"Kamu ga perlu repot bawa baju kayak ibu.Kan kamu bisa pinjem punyae adikmu.Paling juga sama ukurannya.Kamu bawa uang saja.Siapa tahu kita butuh.Uang hasil jual gorengan dibawa semua yach.Takutnya nanti Intan butuh apa2.Ayo cepet Vi!!"
Rita sudah melangkah keluar rumah,Evi tergopoh2 mengikuti,"Bu!!Tunggu sandal Evi belum ketemu."
Rita bersiap mengunci pintu,"Sudah pakai jepit aja!Ga ada yang gagas juga.
Kita kan dari desa pasti mereka makhlum.Ayo buruan Evi!!"
Evi terpaksa memakai sandal jepitnya,"Masak pakai jepit sih Bu?Tapi ntar aku pinjem punya Intan saja jadi ga malu2in.Lagian Intan kan hobby koleksi barang2 bagus.
Masak ga boleh dipinjem satu saja.Sama kakak kandung pula.Iya kan Bu?"
Rita sudah mengunci rumah,"Iya nanti pinjem wae.Lagian kita ini melayat bukan mau menghadiri pesta pernikahan.Memang kamu mau ketemu Nak Reza pakai acara
dandan segala.Lagian kamu pakai rok panjang.Sandal jepitnya juga ga begitu kelihatan kan?Sudah ayo cepat!"
Begitulah Evi dengan rok panjang warna hitam segera mengikuti ibunya.
Perjalanan butuh kurang lebih 2 jam untuk sampai ke kota.Mereka menuju ke terminal desa.Lalu naik bus menuju kota.Mana busnya masih ngetime pula,biasa nunggu penuh dulu baru berangkat.
Evi melihat ibunya tampak sedih,"Ibu jangan sedih gitu.Mungkin memang sudah jalannya
begini.Aku malah kasihan sama Intan.Kalau Bibi Ruti sudah tiada maka dia ga punya alasan lagi tinggal di kota.Apa dia mau hidup di desa Bu?Apalagi..."
Rita heran kok Evi kata2nya ga dilanjutkan,"Apalagi apa cah ayu?"
Evi teringat pria yang menelponnya tadi,"Intan punya pacar Bu di kota namane Irwan...ya...Irwan.Dia tadi yang nelpon.Apa Ibu pernah ketemu dia kalau mengunjungi Intan di kota?"
Rita coba mengingat,"Ibu ga hafal sama teman2nya adikmu.Banyak laki2 yang sering ngantar dia pulang.Kalau ibu pas ke sana malam banget dia itu pulange.
Ibu malah jadi was2 kalau mikir adikmu itu.Susah dikasih tahu.
Bibimu aja sampai uring2an kalau sama adikmu.Ibu pekewuh juga.
Tapi adikmu kuwi ga mau kalau diajak pulang.Tapi mau tak mau nanti dia harus pulang sama kita.ibu ga setuju kalau dia tetep di kota.Apalagi punya pacar sekarang.Wis bakal tak ajak pulang pokoke.Kalau dia dibiarkan di kota ga ada yang ngawasi waduh bisa rusak nanti anak perempuan ibu itu."
Evi melihat busnya belum juga berangkat,"Bu,Evi beli es teh dulu yach.Ibu juga haus kan?Panas banget udaranya.Lagian sopirnya saja masih makan tuh.Bentar ya Bu."
Rita mengangguk.Ia tenang jika pergi sama Evi.Evi anaknya perhatian dan ngemong.
Beda dengan Intan,yang centil dan manja.Suka cari perhatian.Begitu mengutamakan kecantikan dan penampilan.Kadang ia heran,punya anak perempuan dua kayak
cerita dongeng zaman dulu saja yaitu Bawang Putih dan Bawang Merah.
Yang satu sederhana,penurut,dan baik hati tapi satunya susah diatur,manja dan mengutamakan penampilan.
Rita menghela nafas,'Moga putri2 ku ketemu jodohnya yang benar2 baik dan bisa jaga mereka.Walau Evi sudah dijodohkan sama Nak Reza tapi Nak Reza kan belum pernah ketemu Evi.Kalo Nak Reza pastilah orangnya ganteng dan baik.Cuma apa Evi bisa ya hidup dengan ibunya Nak Reza.Kok hatiku selalu merasa ga rela melepas Evi ke keluarganya Nak Reza.Tapi gimana lagi Evi sudah belajar mencintai Nak Reza sejak tahu dijodohkan.
Jodoh kan yang mengatur Tuhan.Setidaknya bila Evi menjadi menantu keluarga kaya,Intan pasti mau tinggal di desa.Pastilah Evi ga akan biarin ibu dan adiknya hidup sengsara.
Atau ia akan meminta Nak Reza mengijinkan aku sama Intan tinggal di rumah besar mereka.Wah Intan pasti seneng tuh denger ini.Nanti aku akan cerita ke dia soal Nak Reza pasti ia mau diajak balik ke desa.Iya ide bagus itu!'
Evi sudah kembali dari beli es teh,"Ini Bu!Minum dulu.Biar seger.Ibu juga belum sempat makan kan?Evi beliin gorengan juga.Ada mendoan,timus,sosis,sama prastel.Tak lupa lomboknya he..he .."
Rita tersenyum pada putrinya itu,"Wah kamu ini bakal jadi rebutan nanti cah ayu.
Kamu itu perhatian dan ngemong sifatnya.Nak Reza pasti seneng kalo ketemu kamu."
Evi jadi tersipu dipuji sama Ibunya,"Tapi di luar negeri kan gadis2nya juga cantik2 Bu.
Gimana kalo Reza sudah kecantol orang sana?Kayak Intan sudah punya pacar gitu Bu.
Evi ga mau menikah kalo Rezanya ga cinta sama Evi Bu.Kalo Reza sudah punya wanita yang dia suka,Evi akan ikhlasin Bu.Karena bagi Evi yang penting Reza bahagia Bu."
Rita memegang tangan putrinya,"Huss!Hati2 kalau ngomong!Ntar kejadian beneran lho.Ibu yakin sebentar lagi kamu bakal ketemu jodoh kamu cah ayu.Reza bakal pulang.Dan kalian akan segera menikah.Kamu tenang saja.Ibu yakin Bapakmu ga akan sembarangan jodohin kamu sama anak juragan Hamdan.Mereka itu teman baik."
Evi melihat sandal jepitnya kayak ada yang nancep dibawahnya,"Wah pantes kok ga enak buat jalan lha ada pinesnya.Apa2 kok nancep sih di sandalku ini.Apa karena sudah lupuk ya?"
Rita :"Kamu kuwi memang senengane punya barang dipakai sampai aus dulu
baru ganti.Mulai sekarang kamu harus belajar dandan dan merawat diri cah ayu.
Belajar sama adikmu itu lho.Biar nanti Nak Reza terkesima pas lihat kamu.
Kamu pingin kan Nak Reza cinta sama kamu?"
Evi tersipu,"Ya iyalah Bu.Evi kan sudah sejak kecil belajar sayang sama Reza.
Gantengan mana ya Bu antara Reza dan Irwan?Pacarnya Intan di kota."
Rita mengernyitkan dahi,"Kok kamu ngomongin Irwan terus sih cah ayu?" Evi jadi salting,"Ga Bu.Evi cuma pingin tahu aja model pria yang bisa membuat
Intan jatuh cinta.Soalnya Evi kan dijodohin ga milih sendiri.Intan beruntung banget bisa milih sendiri."
Sopir bus sudah selesai makan,buspun segera berangkat menuju kota.
Sepanjang jalan Evi malah memikirkan tentang adiknya dan Irwan.Rita Sugiarto malah mikir soal ngebujuk Intan pulang.Kalo gitu kita tinggalin mereka,biar sibuk sama pikirannya sendiri2.Kita menuju kota saja dimana Intan tengah menanti kedatangan ibu dan kakaknya.Irwan dimana?Jelas ada dong.Tapi dia kan ga cuma duduk2 tok,dia juga sibuk bantu pasang ini itu.Gelar tikar,cari bunga macem2 pokoknya.Intan didalam sedang persiapan mau memandikan jenazah.Irwan diluar diantara para tetangga yang membantu.
Pak RT,"Duduk dulu Mas.Istirahat dulu.Ayo diminum dulu minumannya."
Irwan dengan sopan mengambil satu cup air kemasan,"Makasih Pak.Tahu saja,saya sedang haus.Panas banget ya Pak?"
Pak RT menjawab dengan ramah,"Iya Mas.Panas.Padahal sudah mau akhir tahun lho tapi ga hujan2.Hawane sumuk.Wah Masnya pacarnya Nak Intan yach?"
Irwan tersipu,"Iya Pak.Kenapa Pak?" Pak RT,"Pantes Nak Intan cinta sama Mas.Lha Masnya baik orangnya.
Padahal tadi saya pikir masnya itu preman.He..he..tapi begitu kenal wah coba masnya belum jadian sama Nak Intan,tak kenalin sama anak saya."
Irwan langsung dekik pipinya,"Bapak bisa saja.Jodoh kan sudah ada yang ngatur Pak."
Pak RT lalu didatangi salah seorang warga,"Pak RT,surat keterangan kematian dari kelurahan gimana Pak?"
Pak RT,"Ayo ke rumah saja,blangkonya ada di sana....Mas saya tinggal dulu yach."
Irwan mempersilahkan,"Silakan Pak!Sebentar lagi teman saya juga datang kok
Pak." Pak RT lalu pergi.Irwan melihat ke arah jam tangannya.Sudah dua jam lamanya tapi Norman kok belum nongol juga.Irwan melihat belum banyak yang datang makhlum prosesi pemakaman masih beberapa jam lagi.Harusnya keluarga Intan sudah sampai tapi belum juga kelihatan.
Irwan merogoh kantongnya,'Cincin ini terpaksa kusimpan lagi.Cincin...cincin...
apa kamu ga pingin melingkar di jari manisnya Intan?Norman mana sih?
Jangan2 masih ngorok lagi.Dasar tuh anak!Ga tahu apa temennya lagi galau gini.' Sebuah becak nampak mendekat,didalamnya dua orang wanita.Yang satu pakai rok panjang hitam.Plus sandal jepit ausnya.Weleh...Dari arah lain sebuah sepeda motor nampak berhenti.Tak jauh darinya sebuah mobil disopiri pria gondrong juga berhenti.Pria gondrong?Toto dong!Bener banget choi!!Berarti yang datang Norman dong?
Check sound dulu... Helm dibuka dan wajah tampan dengan rahang kuat nampak mengedarkan pandangannya.Pakaian jelas serba hitamlah.Kan melayat.Irwan tak menyadari kedatangan sobatnya,ia malah lagi melamun sambil memegangi cincin putih yang awalnya mau ia berikan kepada Intan,'Cincin...cincin...sebenarnya jodoh aku itu siapa sih?
Benarkah aku ga jodoh sama Intan?Cincin...cincin...kalo saja kamu bisa ngomong sudah kusuruh kamu kasih tahu aku siapa jodoh aku sebenarnya...'
Melihat sohibnya melamun,Norman kumat usilnya.Dikagetinnya Bossgenknya itu,"Hhhha!!" Wah Irwan langsung jumbul sampai2 cincinnya lepas dari tangannya dan gelinding
ke arah becak yang berhenti tepat di dekat rumah Intan. Irwan segera berdiri,"Ya ampun!Cincinnya...!!" Norman heran melihat Irwan panik,"Bossgenk kenapa tuh?" Irwan kedahuluan seseorang.Maksudnya?Cincinnya berhenti tepat di dekat rumah
Intan dan diinjak oleh sepasang sandal jepit aus milik seorang wanita berkulit eksotis.
Wanita itu memakai rok panjang warna hitam.Ia nampak memandang sekitarnya,ga menyadari kalau ia tengah menginjak sebuah cincin.
"Wow!Inikah yang namanya kota?"katanya seraya menyibakkan rambut panjangnya.
Irwan yang jongkok hendak mengambil cincinnya malah terpesona melihat
wanita dihadapannya,'Wow!Ini cewek benar2 ayu...walau ga dandan tapi...
bikin hatiku deg2an...weleh...malah mikir cewek...kan kamu sudah punya Intan Wan!!Eling Mas!Mikir cincinnya aja!'
Wanita satunya yang lebih tua sudah melangkah masuk duluan,tinggallah Irwan dan
si gadis eksotis. Irwan mencari2 dibawah rok panjang cewek dihadapannya,"Mana sih cincinnya?" Tentu saja ceweknya heran melihat ada cowok jongkok dekat kakinya sambil lihat2
bawah roknya,"Hei Mas!!Jadi orang yang sopan yach!Masak mau ngintip rok saya.
Apa begini kelakuan pria2 kota?" Wah Irwan langsung berdiri,....cewek itu terpana melihat pria ganteng dihadapannya.
Irwan :"Mbak,jangan nuduh sembarangan yach..Saya itu nyari cincin saya yang gelinding ke arah sini.Bukan mau ngintip rok mbak.Emang saya pria ga jelas apa?!!"
Cewek itu mengangkat kakinya satu2,"Mana?Kagak ada cincin di sini!Bohong!
Kamu memang mau kurang ajar ya sama saya.Denger ya...nama saya Evi Anggraeni.
Siap menghajar siapa saja yang berani kurang ajar sama saya!Kamu nantang saya?!"
Wah...Evi to...cie..cie...ketemu sekali langsung ngajak berantem nih. Irwan heran juga kok cincinnya ga ada,"Bener kok tadi gelinding ke sini.
Saya lihat sendiri.Tuh temen saya saksinya.Norman!!Sini Man!!" Norman segera mendekat. Evi langsung bersiap2,"Mau main keroyokan nih ceritanya?Oke!!Siapa takut??!!" Irwan melihat hanya ada satu kemungkinan,'Gue yakin tuh cincin pasti nempel di
sandal jepitnya nih cewek.Tapi gimana ngambilnya yach?...Aha....gue ada ide!' Irwan mendekati Evi tentu saja Evi makin keder dan terpesona juga...weleh...
Evi ,'Nih cowok kok malah deket2 yach?Ganteng sih ganteng...tapi mau apa dia yach...gimana nih...aku baru sekali nih lihat cowok sedekat ini.Aduh...jantung aku sudah deg2an terus nih...Ibu mana lagi...'
Melihat Evi panik,Irwan segera meraih Evi dan mengangkatnya dalam bopongannya.
Evi jelas kaget dan berpegangan pada leher Irwan,"Hei!!Kamu apa2an?Turunin saya!!"
Irwan segera menyuruh Norman,"Man cepat ambil cincinnya!Itu di sandal jepitnya.
Cepet!!" Norman yang sempat kaget lihat Irwan menggendong wanita asing langsung
mengikuti perintah,"Sudah,Wan!!" Evi dan Irwan malah berpandangan gitu.
/Sungguh karena dia...Aku didepan..Anda....Memberanikan diri....Bergaya dan menyanyi....Pandangan pertama awal aku berjumpa..../Pandangan Pertama. Evi :'Kok aku merasa nyaman di pelukan dia yach?Rasanya seperti sudah kenal lama...
Apa seperti ini rasanya jatuh cinta?'
Irwan :'Kenapa aku tak bisa mengalihkan mataku dari dia yach?Kenapa aku main pegang aja...Intan saja belum pernah kugendong begini....apa yang membuatku begini
yach...?Apa dia jodoh aku?Buktinya cincinnya nyantol di sandal
jepitnya?Apa aku sudah gila yach?..' Norman malah senyum2 melihat mereka berpandangan,'Wah gue malah setuju
kalo Bossgenk sama ni cewek.Gue lihat ketulusan dimatanya.Wah...
gimana kalo aku biarin aja mereka begitu terus.He..he...julit.'
Namun sebuah teriakan membuat dua insan itu terkesiap,"Irwan!!" Irwan kaget dan segera menurunkan Evi,"Intan???!!" Intan kesal sekali melihat pacarnya malah tengah menggendong wanita lain,
pandang2an lagi.Ia langsung lari ke dalam.Irwan segera mengejarnya,"Intan!!
Tunggu dulu!Dengerin penjelasan gue!!Ini ga seperti yang lu duga!Intan!!" Evi sendiri malah jadi bengong,"Irwan???!!Yang gendong aku tadi namanya Irwan???Astaga!!Jadi aku..." Norman mendekati Evi,"Tenang saja Mbak.Saya dukung mbak kok.He..he..
kenalin nama saya Norman.Temennya Irwan.Mbak siapa yach?"
Evi menyambut uluran tangan Norman,"Saya Evi...kakaknya Intan.Saya baru tiba dari desa.
Maaf saya masuk dulu." Norman terpana mendengarnya,"Kakaknya Intan?Irwan...Irwan...ga adik eh sekarang kakaknyapun kamu embat.Pantas Intan ngambek.Lu juga sih ga kira2 kalo mau selingkuh...dasar!!'
Wah....gimana cara Irwan jelasin ke Intan ya?Lalu bagaimana misi Rita Sugiarto membujuk Intan pulang ke desa?kita ke pantun saja:
Mangga muda dibuat manisan Rasanya asam menyegarkan Kehilangan eps lima cukup sekian Mohon kritik beserta saran ***see you next eps***
EPS 6 ◇♡◆ KEHILANGAN 》
Mother
◇◇◇ KEHILANGAN ◆◆◆♡♡ Eps 6 ♥♥◇♥ Mother = Ibu ♡◆ Kemarin ada yang ketemuan yach...Ketemu gara2 sandal jepit dan cincin putih.
Tapi ada yang ngambek juga gara2 kejadian itu.Namun cinta memang akan menemukan jalannya.Meski jodoh telah diatur meski janur sudah melengkung cinta tetap bisa menemukan jalannya untuk menyatukan dua hati.Yuk kita lihat siapa sebenarnya jodohnya Irwan.
◇◇◇ Rumah Duka◇◇◇ Ironi sebenarnya disaat ada yang meninggal eh malah terjadi pertemuan antara Evi
dan Irwan.Namun hidup memang begitu,ada kematian ada kelahiran.Ada perpisahan ada pertemuan.Memang sih Irwan merasa bersalah karena main gendong aja sama wanita asing dan makin parahnya lagi dilihat pacar pula.Dan ga cuma itu ternyata tuh wanita selidik punya selidik kakak kandung pacarnya.Weleh....kalau di dunia artis pasti langsung jadi hot news.
Berhubung Irwan dari kalangan anak jalanan alias dunia berandalan dan dunia
preman makanya jangan heran jika terjadi kesalahpahaman antara Intan dan Irwan.
Intan lari ke dalam sambil menangis,wah sayang banget sama bibi Ruti yach...
Jangan salah bukan nangisi Bibi Ruti tapi nangisi Irwan yang malah mesra ama kakaknya,Evi.
Irwan mengejarnya,"Tan,dengerin dulu!Gue ga selingkuh...gue aja baru ketemu tuh cewek di sini.Intan!"
Evi juga ngejar Irwan dan adiknya hendak menerangkan semuanya tapi Intan malah masuk kamar dan mengunci pintu.Untung Bibi Ruti ga bangkit dari kematian kalo ga
bisa tambah heboh tuh. Irwan mengetuk pintu kamar Intan,"Tan!!Gue tuh tadi nyari sesuatu yang hilang
kebetulan bendanya nyantol di sandalnya tuh cewek.Ayolah Intan,jangan ngambek dong yank.Lu kan tahu hati gue hanya buat lu.Ayolah!Lagian sebenarnya..."
Evi yang baru datang langsung menyela perkataan Irwan,"Intan...ini kak Evi.
Aku sungguh tak tahu kalo nih cowok aneh ternyata pacar kamu.Kakak ga bermaksud menyakiti hatimu Intan.Sungguh!"
Intan malah nyahut,"Mbuh!!Pokoknya aku benci kalian berdua.Kalian bikin aku tambah sedih!Pergi kalian!!Biarkan aku sendiri!!Pergi!!!"
Wah Rita Sugiarto yang baru selesai memandikan saudaranya jadi kaget denger teriakan putri bungsunya.
Rita mendekati Evi,"Ada apa dengan adikmu Vi?Kok teriak2 begitu?Kan malu kalo
didengar tetangga atau tamu yang datang." Evi melirik Irwan,"Kamu sih pakai main gendong2 segala!Jadi kacau kan seluruh dunia!Makanya mikir Mas sebelum bertindak itu!Piye sih?"
Irwan jadi garuk2 kepala,"Gue cuma mau ambil benda yang sangat berarti buat gue.Cuma itu aja.Habis mbaknya juga ga bisa diajak kerjasama sih!"
Evi lalu menatap Irwan sambil berkacak pinggang,"Kerja sama dalam hal apa?
Sejak kapan saya jadi anak buah kamu heh?Enak aja malah nyalahin saya.
Ganteng sih ganteng tapi kelakuan bener2 deh..." Norman malah nimbrung,"Wan!Lu dibilang ganteng tuh!Cie...dapat penggemar baru nih!!Sweet..sweet!!"
Irwan jadi salting antara mau kesal dan seneng jadi satu.Kok seneng Mas?
Lha dipuji ama Evi.Dibilang ganteng he..he..Irwan mendekati Norman,"Kamu gimana sih?
Bukannya bantuin mengclearkan masalah malah bikin masalah tambah ruwet kayak benang bundhet!Kalo ga gara2 kamu ngagetin aku,pasti ga kejadian kayak begini nih!"
Norman langsung sedakep,"Kok jadi gue yang disalahin?Gue kan kesini karena lu minta gue
dateng.Piye tah!!" Rita jadi tambah bingung,"Sebenarnya kalian berdua ini siapa?"
Irwan langsung memperkenalkan dirinya,"Kenalkan saya Irwan Bu.Pacarnya Intan.Kalo ini Norman teman saya.Maaf jika kami bersikap kurang sopan.Makhlum kami ini biasa hidup di jalanan.Ibu ini ibunya Intan yach?"
Rita memandang Irwan dengan seksama,"Oh ini yang namanya Nak Irwan...yang sering dibicarain Evi di jalan tadi..."
Wah Evi langsung merah mukanya,'Waduh ibu malah buka rahasia aku.Jadi pingin ngilang deh...'
Norman menyikut Irwan,"Cie...rupanya sudah ngefans lama to...he..he.." Irwan ganti nginjak kakinya Norman,"Lu bisa diem kagak?!Bikin gue tambah pusing tahu ga?"
Norman langsung megangi kakinya,"Auww!Wah bisa2 gue ga bisa tampil ngedance
nih kalo lama2 di sini.Gue cabut aja deh.Kedepan aja.Siapa tahu dapat pencerahan.
Ga kayak di sini gelap!Tante ...saya permisi ya...mau cari udara segar he..he..
disini banyak polusi.Permisi semuanya..Silakan diteruskan rapatnya."
Irwan manyun ditinggal Norman,'Dasar Norman!Bukannya bantuin malah kabur duluan.Waduh...niatnya ngelamar malah jadi perang nih.'
Evi melirik Irwan,'Cowok ini ternyata sopan sebenarnya.Dilihat pakaiannya memang agak aneh,tapi tatapannya itu kayak laut dalamnya.Serasa berenang kalau menatap matanya.
Wah kok aku malah kepikiran dia terus sih?Sadar Vi!!Kowe kuwi wis duwe Reza.
Rasah aneh2 mikir lelaki lain.Apalagi tuh lelaki pacar adikmu sendiri.'
Rita melihat Evi dan Irwan bergantian,'Mereka berdua ini kok aku lihatnya serasi yach...
Baru kali ini aku lihat Evi sampai segitunya memperhatikan pria.Mungkin salah aku juga hampir ga pernah ngajak Evi ke kota.Ngajak ke sini juga pas masih kecil.
Habis buat hidup aja susah apalagi buat wira wiri ke kota.' Rita akhirnya menanyai mereka seputar kejadian yang bikin Intan ngambek.
Evi dan Irwan lalu menceritakannya. Evi ,"Begitu Bu...Evi itu ga tahu kalo cincinnya nyangkut di sandal jepit Evi Bu."
Irwan ,"Maaf mb kalau saya tahu mb itu kakaknya Intan pasti saya ga akan main gendong mb.Maafkan saya."
Rita malah tersenyum,"Sudah kalian kedepan saja temani para tamu.Sepertinya sudah banyak yang datang."
Irwan memandang ke arah pintu kamar Intan,"Terus Intannya gimana Bu?"
Rita memandang ke arah Irwan,"Nak Irwan tenang saja.Biar Ibu yang bicara sama Intan.Lagian Intan itu kalo marah lama.Betah dia kalo ngambek.Sudah kalian ke depan sana.Bawa ini air gelasan dan roti2 buat para tamu."
Evi segera mengambil kardus berisi roti semir,sedang Irwan mengambil kardus berisi air kemasan.
Evi + Irwan ,"Kalo begitu..."
Wah sampai bareng ngomongnya...cie. Evi diam tersipu,Irwan lalu yang ngomong,"Saya ke depan dulu Bu." Evi lalu nyusul,"Evi juga ke depan Bu."
Rita mengangguk,'Mereka itu ...entahlah kok aku malah sreg lihat Evi sama Nak Irwan yach?...sudah deh..mending aku bujuk Intan sekarang.Mumpung prosesi pemakaman belum mulai.Ini juga kesempatan buat aku bujuk Intan agar mau balik ke desa.'
Ritapun segera mengetuk pintu kamar Intan,"Intan,buka pintunya cah manis!Ini Ibu!"
Intan malah nyolot,"Ibu ga usah ikut campur urusan Intan!Intan ga mau diganggu!"
Rita lalu menjawab,"Tan,kakakmu ga akan merebut pacarmu.Tadi itu cuma salah paham,soalnya kakakmu itu sudah dijodohkan!"
Intan langsung kaget mendengarnya,'Apa??!Kak Evi sudah dijodohkan?Wah aku harus tahu nih siapa kira2 jodoh kakak.'
Intan lalu membuka pintu dan mempersilakan Ibunya masuk,"Tutup lagi Bu pintunya.Intan cuma mau bicara sama Ibu saja."
Rita lalu menutup lagi pintunya kemudian duduk di sebelah Intan yang malah
berbaring telungkup di ranjang,"Cah manis,kakakmu itu ga akan merusak
hubunganmu sama Nak Irwan.Tadi itu dia nginjek sesuatu yang hendak
diambil Nak Irwan.Nah kakakmu ngeyel merasa ga nginjek.Kamu kan tahu kakakmu kalo merasa benar itu kekeh orangnya.Nah makanya Nak Irwan ngangkat dia biar bisa ngambil benda yang diinjek kakakmu.Gitu lho kejadiannya.Bendanya kayaknya...."
Intan malah nyela,"Males ah Bu dengerin soal Irwan,aku masih sebel ama dia.
Ceritain soal jodohnya kak Evi dong Bu!Siapa sih cowok itu?Pasti orang desa juga yach?
Mana mungkin kak Evi dapat orang kota,lha wong sabanya saba desa.Hiii...hii.." Rita mengelus kepala Intan,"Kamu salah Cah Manis.Jodohnya kakakmu itu memang asalnya dari desa.Tapi dia sekarang lagi kuliah di luar negeri.Anaknya Juragan Tanah Hamdan dan Nyonya Isda.Mereka itu orang kaya di desa.Rumahnya gede.
Wah cuma Nenek Puspa saja yang bisa nyaingi kekayaan keluarga Hamdan."
Wah Intan langsung tertarik mendengar soal harta dan tanah,"Wah jodohnya kak Evi kuliah di luar negeri?Keren!Dari keluarga kaya raya lagi.Anak juragan tanah.Wow!Namanya siapa Bu?"
Rita :"Namanya Reza.Jadi kamu kan sekarang sendiri nih,Bibi Ruti sudah ga ada.Kamu ikut pulang saja sama ibu.Tinggal di desa.Sebentar lagi kan Nak Reza balik dari luar negeri.
Terus bakalan nikah sama kakakmu.Nah pastilah kakakmu akan ngajak kita tinggal di rumah gedongan mereka.Rumahnya kan gede banget.Gimana mau ya?Pulang sama ibu ke desa?"
Intan malah lagi mikir,'Reza...kuliahan,kaya raya,pastinya bakal mewarisi semua
harta dari orang tuanya,rumahnya gede pula....Irwan....cuma tamatan STM,tahunya dunia balapan,ortu juga kagak jelas,katanya dah mati semua,rumah ngontrak....Apa aku bisa hidup dengan dunianya Irwan?Beruntung banget kak Evi punya jodoh tajir.Padahal kak Evi cuma tamatan SMP kerjaan juga paling serabutan.Ngurusi sawah yang cuma sepetak.Dandan saja kagak jegos eh dapat Pangeran.Aku ga terima!!Harusnya aku yang dapat Reza!Aha!!Aku akan balas kejadian tadi dengan merebut Reza dari kakak.Tapi aku harus selidiki semua tentang Reza.'
Rita menepuk bahu putrinya,"Tan!Waduh malah ngalamun.Kamu mikir apa cah manis?Atau kamu milih tetep di sini?Jujur ya meski ibu percaya sama Nak Irwan tapi kota itu berbahaya buat anak gadis macam kamu.Ibu ingin kamu pertimbangkan lagi."
Intan membalikkan badan,"Bu,kak Evi pernah ketemu sama kak Reza ?"
Rita malah heran,"Weleh kamu ini sama anehnya sama kakakmu,sing dipikir beda....
Belum,mereka belum pernah ketemu.Memang kenapa?"
Intan langsung seneng dengernya,'Asyik!!Aku akan menggoda kak Reza dengan kecantikanku dan kemolekanku.Aku akan menjadi wanita pertama yang akan ia lihat.
Aku akan merebut perhatiannya sehingga ia akan membatalkan perjodohan dengan
Kak Evi dan memilih diriku.Lalu Irwan?...Walau Irwan baik dan ngemong banget sama aku tapi kalau buat masa depan aku ga yakin bakal bahagia sama dia.Habis miskin sih.
Aku kan suka shopping,suka perhiasan,suka parfum2 mahal,.mana bisa dia kasih itu semua ke aku.Rumah saja dia masih ngontrak.Paling kerja jadi montir bengkel atau tukang parkir.Iihh...aku ga mau hidup miskin!Ga banget!'
Intan :"Intan mau Bu pulang ke desa.Tapi Ibu harus janji dulu."
Rita :"Janji apa cah manis?" Intan memamerkan lesung pipitnya,"Janji bakal ngenalin Intan ke ibunya Kak Reza.Gimana?"
Rita menghela nafas,"Yo wis.Ibu janji.Tapi kamu jangan kaget lho kalau Nyonya Isda sambutannya ga ramah."
Intan heran,"Kok bisa ga ramah Bu?Kan mau besanan?"
Rita :"Kadang ibu juga heran dengan sikapnya tapi sepertinya ia cuma melaksanakan amanat mendiang suaminya soal perjodohan itu.Tapi kalau kamu kekeh mau main ke rumahnya gpp Ibu bakal anterin kamu sekalian ajak kakakmu juga biar lebih akrab."
Intan :"Iya Bu.Walaupun aku lebih seneng kalau kakak ga ikut.
Soale kakak kan ndesit gitu penampilannya.Malu2in ntar." Rita malah jawab,"Tapi kalo ga ngajak kakakmu kan malah aneh to?Lha yang dijodohkan sama Nak Reza kan kakakmu bukan kamu.Piye kowe ki.Sudah ayo kita keluar,prosesi pemakaman mau dimulai tuh.Ayo siap2!"
Intan turun dari ranjang dengan wajah ceria.Wah punya misi dia.Misi yang akan membuat hidup Evi,Irwan,dan Reza berubah.Berhasilkah misi Intan merebut Reza?Mending kita baca pantun dulu.
Jam enam pagi ke kamar mandi Bawa handuk dan sikat gigi Eps enam cukup sampai disini Berilah masukan kalaulah sudi ***see you next eps***
KEHILANGAN #EPS 7 # Land
#K#E#H#I#L#A#N#G#A#N##Eps 7#Land=Tanah#
Hujan mengguyur kota sore itu,seorang wanita cantik berambut panjang tampak
turun dari angkot.Langsung ia membuka payung yang selalu ia bawa di tasnya.
Sambil melangkah menyusuri trotoar ia mengusap wajahnya dengan sapu tangan berwarna merah.
"Sudah lama tidak turun hujan.Sekali turun,langsung deras begini.Untung aku bawa payung kalau ga,bisa batal nih lesnya."ucapnya sambil terus melangkah dengan cepat.
Ia memang seorang guru les privat anak2 SD,sebuah pekerjaan sambilan yang ia sukai.Ia memang penyuka anak kecil,apalagi mengajar adalah impiannya.
Didepan sebuah rumah mewah,ia berhenti dan memencet bel,"Ting tong!!"
Tak berapa lama gerbangpun dibuka,seorang wanita yang usianya lebih muda
dari dia membukakan pintu,"Oh mbak Erie?Mari masuk mbak,sudah ditunggu sama non Thea."
O...ini namanya Erie Susan.Akhirnya muncul juga.Erie lalu masuk ke dalam rumah mewah tersebut,agak jauh juga jarak gerbang dengan bangunan rumah.Sebuah halaman yang asri dilaluinya hingga ia sampai di ruangan dimana murid lesnya berada.
Seorang gadis kecil yang manis tampak sudah menunggunya,itulah Thea.
Thea sebenarnya bukannya tidak cerdas,namun ayah dan ibunya ingin dia masuk 10
besar di kelas.Sekolah Thea juga bonafid,hanya anak2 orang behave saja yang bisa
sekolah disana.Thea langsung girang melihat Erie datang,"Mbak Erie!!Asyik!!
Kupikir ga datang,habis hujannya deras sih.Thea takut..." Erie meletakkan payungnya di pojokan lalu duduk dekat Thea,"Jangan takut bila hujan turun.Nanti mbak akan ceritakan sebuah dongeng tentang asal mula hujan.Ternyata hujan itu adalah tangisan seorang putri yang sangat cantik."
Wah Thea langsung antusias denger kata putri,"Asyik!!Tapi dongengnya pasti setelah belajarnya selesai yach?"
Erie mengusap kepala gadis kecil itu,"Iya dong sayang.Belajar dulu,kerjain PR
dulu baru dongeng.Seperti biasa,berakit-rakit ke hulu,berenang2 ke tepian..."
Thea langsung nyahut,"Bersakit-sakit dahulu,bersenang2 kemudian.Oke deh mbak,Thea akan belajar dulu.Tapi bener lho yach diceritain soal asal mula hujan?"
Erie mulai menyiapkan alat tulisnya,"Tentu sayang.Ayo sekarang ada PR ga?" Thea membuka buku penghubungnya,"Ada mbak.Wah bahasa Jawa mbak.Menulis aksara jawa lagi."
Erie tersenyum,"Kita kan hidup di tanah Jawa,ya harus bisa mengerti budaya Jawa.
Thea pasti bisa kok.Halaman berapa PR nya?" Thea menjawab sambil meraut pensilnya,"Halaman 30 mbak." Erie terkekeh,"Wah kok sama dengan umur mbak.He.he.." Merekapun asyik belajar.Thea sangat menyukai cara Erie mengajar,"Oh jadi diberi layar ya mbak biar bisa berakhiran R?"
Erie :"Iya...Kalau biar bunyi E diberi taling atau pepet.Akhirnya selesai kan?"
Mereka lalu belajar mata pelajaran yang lain juga.Saking asyiknya belajar,mereka sampai lupa waktu kadang.Seorang laki2 paruh baya dengan pakaian mentereng mendekati mereka,"Asyik sekali belajarnya.Dimakan lho itu cemilannya?Thea kok ga nawarin sih?"
Thea langsung menghambur pada pria itu,"Papa!!Tumben pulang cepet Pa?"
Erie langsung berdiri,"Oh Pak Saiful.Selamat sore Pak..."
Saiful Jamil to?Weleh....Berarti Erie berada di rumah Selvi dong,pacarnya Norman?
Saiful menjawab dengan ramah,"Sore bagaimana?Ini sudah mau malam lho.
Pasti lupa waktu lagi yach?" Erie langsung melihat jam tangannya,"Masak sih?Ya ampun...iya.Sudah waktunya saya pulang."
Thea nampak manyun,"Yeah...dongengnya belum...." Erie segera membereskan peralatannya,"Lusa ya sayang?Mbak harus pulang sekarang.Takut kemalaman."
Saiful malah menawarkan diri mengantar tapi Erie tak mau.Isteri Saiful tiba2 datang,"Wooo!!Dicariin rupanya disini to?!"
Erie makin ga enak lama2 disitu,"Oh...Ibunya Thea...Kebetulan,saya mau pamit pulang dulu.Permisi semuanya.Selamat malam.Sampai jumpa lusa Thea."
Saiful nampak kecewa melihat Erie pergi,"Mami sih bikin kaget saja!Ada apa sih Mi?"
Wanita itu malah mrengut ke arah Erie yang melangkah menuju gerbang,"Ibunya Thea...
Ibunya Thea...namaku itu Nyonya Soimah.Dasar orang miskin."
Thea kesal ibunya malah ngomelin guru lesnya,"Mami kenapa sih selalu ngomel2?
Mbak Erie orangnya baik Ma.Thea senang diajari dia.Walau dia ga sekaya kita,tapi
mbak Erie sering kok bawain sesuatu buat Thea.Mendingan Thea ke kamar aja." Thea pergi dengan kesal.Saiful geleng2kepala melihat sikap isterinya,
"Mami lihat tuh!Thea malah pergi.Padahal papi mau kasih coklat Hongkong buat dia.
Oleh2 dari temen kerja Papi yang kemarin ke Hongkong." Soimah mencibir,"Weleh...alasan!Bilang aja mau ketemu guru lesnya Thea....huh!!
Emang aku bodoh apa?Aku tuh hafal gaya Papi....Bikin senewen aja!!"
Saiful malah melangkah menuju ke dalam,Soimah malah jadi mikir.
Soimah,'Kayaknya aku perlu cari guru pengganti nih...supaya aku ga cemas lagi ...
bener harus diganti tuh si perawan tua.Dasar ga laku2!'
Kasihan Erie padahal dia ga godain siapapun.Wah ada bunyi motor tuh.Siapa yach?
Soimah mendengar bunyi motor segera menuju gerbang,'Pasti pemuda berandalan itu lagi yang nganter Selvi!!' Wah Norman dong!Lihat ah!Bener Norman yang datang.Seorang gadis cantik nampak turun dari boncengannya. Selvi :"Besok jangan telat lagi kayak tadi lho.Aku males nunggu lama." Norman membuka helmnya,"Sorry,tadi gue nemeni Bossgenk layat gitu.Bibinya pacarnya dia meninggal.Begitu ceritanya."
Selvi nampak manyun,"Bossgenk...bossgenk...selalu saja dia.Penting banget sih dia buat lu?"
Norman langsung kesel kalo Selvi sudah menyinggung soal Irwan,"Dia itu temen baik gue !Kita tuh dah kayak saudara,please ngertiin dong."
Belum sempat Selvi jawab eh Soimah nongol,"Selvi!!Masuk!!Sudah berapa kali sih Mami
bilangin jangan ketemuan lagi sama cowok berandal itu!Ngeyel aja!!Ayo masuk!!"
Soimah berkacak pinggang,"Hey cah Kere!Denger ya!!Jangan pernah ganggu anak gadis aku lagi!Kamu itu rasah ngimpi!!Ngerti nggak?!Kamu itu mikir,mau kasih makan apa anakku kalo jadi isteri kamu.Sudah sana pergi!!Kere ya sama kere sana!!"
Norman mengeras rahangnya mendengar makian Soimah.Ingin sekali ia menghajar wanita itu.Mulut tajamnya bener2 buat dia kesel.
Tapi ia menahan diri.Selvi coba membela Norman,"Mami Norman cuma nganter Selvi aja."
Soimah mengajak Selvi masuk,"Sudah ayo masuk!!Dan kamu bocah kere cepet enyah kau dari rumahku ini!Bikin kotor tahu!!Pergi sana!"
Normanpun memacu motornya dengan kesal,tak jauh dari situ seorang pria gondrong nampak menelpon Boss Besarnya.
Benigno :"Iya Toto?Ada apa dengan Norman?" Toto :"Ada yang menghina Pangeran,Tuan Besar." Benigno :"Berani sekali orang itu menghina putra tunggalku.Cari perkara kayaknya.
Siapa orang yang tidak tahu diri itu?"
Toto menjawab,"Seorang wanita paruh baya.Sepertinya seorang Nyonya pemilik
usaha boutique ternama.Saya akan selidiki lebih lagi bila Tuan Besar mau."
Benigno :"Smskan saja alamat rumahnya.Aku akan suruh anak buahku yang lain untuk menyelidikinya.Kamu fokus saja pada Putraku.Kamu mengerti!"
Toto :"Siap Tuan Besar!" Toto langsung mengirimkan alamat rumah Soimah pada Benigno.Hati2 kau Nyonya Soimah,kau membangunkan macan yang sedang tidur.Siap2 aja bangkrut!
Sementara itu Erie menyusuri jalanan yang basah bekas diguyur hujan dengan wajah bingung,'Aduh kok ga ada angkot sih?Apa sudah ga ada ya?Aduh gimana nih pulangnya?'
Saat bingung itulah seorang pengendara sepeda motor menjambret tas Erie.
Wah Erie langsung teriak2,"Copet!!Copet!Tolong tas saya dicopet!!" Norman yang kebetulan lewat situ dan melihat kejadian itu segera mengejar
pengendara sepeda motor tadi. Copet:'Gile !Ada yang ngejar gue!Wah kayaknya pembalap dia!Gawat nih!' Akhirnya Norman berhasil mengejar copet tersebut dan menendang motornya hingga jatuh.Iapun turun dari motor dan mendekati copet itu,"Kembalikan tasnya!!"
Copet itu malah menghunus pisau dan menyerang Norman.Lengan Norman terkena sabetannya.Norman memegangi lengannya.
Copet itu tertawa dan siap menyerang lagi,"Hey kau pikir aku copet kemarin sore apa?!
Aku tidak segan2 membunuh korbanku kau tahu!Motormu itu kayaknya barang mahal tuh!!
Kuhabisi saja kau dan kuambil motornya!Ha..ha...disini sepi ga ada orang.Ga akan ada yang tahu.Siap2lah untuk mati!!"
Orang itu siap menyerang Norman,namun tiba2 seseorang menodongkan pistol padanya,"Berani kau menyakiti dia,maka nyawamu melayang!"
Wah copetnya keder dan ga jadi menyerang Norman. Norman heran dengan penolongnya,"Mas ini siapa?Polisi nyamar ya?" Pria berambut gondrong itu segera mengambil tas yang dipegang pencopet,"
Anggap saja begitu Mas!Ni tasnya Mas,Mas pergi saja soal copet ini biar saya yang
urus!" Wah Norman langsung mengambil tas itu,"Terima kasih ya Mas!Saya pergi dulu.
Kasihan mbaknya yang punya tas.Saya mau balikin tasnya dulu!Sekali lagi makasih lho Mas!!"
Norman segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan si copet dan pria gondrong.
Si pria gondrong masih memegang senjatanya,"Pisaunya saya sita Mas!Buat barang bukti sekarang ikut saya ke kantor polisi!!Ingat ya Mas,jangan ganggu pria muda tadi kalau tidak Mas bisa celaka!"
Wah Toto keren!Heroik!Sementara itu,Erie tampak lemas usai kehilangan tasnya.Ia duduk di tepi jalan sambil meratapi nasibnya,'Bagaimana ini,ditasku ada uang gaji buat beli obat Bapak.Bagaimana ini?'
Erie teringat ayahnya yang sakit stroke selama 7 tahun terakhir,itu pula sebabnya ia
belum menikah juga.Ia fokus cari uang buat berobat ayahnya.Ibunya cuma lulusan SD,dirumah menjaga ayahnya sambil buka usaha gorengan depan rumah.Kadang ia bawa gorengan buat anak2 lesnya.Erie sedih sekali,'Gimana aku pulangnya?Mana masih jauh lagi dari rumah.Malam lagi.Tuhan,berilah aku pertolongan.'
Tenang Erie,Tuhan denger kok.Tuh Pangeran berkuda putih....eh besi sudah datang.
Erie kaget saat sebuah sepeda motor berhenti di dekatnya.Apalagi melihat orang itu membawa tasnya.Wah ia makin terpesona saat pria itu membuka helmnya,
'Wah ganteng banget nih cowok..." Norman menyerahkan tas yang ia bawa,"Ini punya mbak kan?Cek dulu isinya masih komplit ga?"
Erie segera menerima tasnya dan mengecek isinya,"Wah masih utuh mas.Terima kasih ya Mas.Ini buat Mas."
Norman menolak uang yang diberikan Erie,"Ga usah mb.Saya ikhlas kok.Lain kali hati2 mbak daerah sini rawan copet.Makhlum sepi."
Erie melihat lengan Norman yang terluka,ia menahan Norman yang hendak pergi.
Erie,"Mas tunggu dulu!" Norman heran dan berhenti,"Kenapa mb?" Erie mengambil sapu tangan merahnya,ia selalu bawa lebih dari satu sapu tangan dan mendekati Norman. Erie:"Lengan Mas berdarah.Harus dibalut biar ga keluar terus darahnya.Pasti karena merebut tas saya dari copet tadi yach?Maaf ya Mas saya bikin Mas terluka."
Erie membalut lengan Norman yang terluka,Norman memandanginya.
Ia jadi teringat mamanya. Norman,'Dulu Mama juga perhatian gini sama aku.Lihat cewek ini gue jadi inget Mama.Dia mirip sama Mama.Dandanannya sederhana,rambutnya panjang,dan matanya sangat indah.
Ia juga lembut sama seperti Mama.'
/Sapu tangan merah tanda mata dari Dhika sebagai penawar rindu pada dirimu...
Walau engkau jauh ada di kota Jakarta...namun terasa dekat dari Madura../Yus Yunus.
Erie sudah selesai membalut lengan Norman,"Sudah.Nanti kalo sampai rumah lukanya dibersihkan ya Mas.Terus diberi obat.Lalu perbannya diganti.Sekali lagi terima kasih ya Mas sudah ngembaliin tas saya."
Erie melangkah menyusuri jalan hendak mencari taxi,Norman mendekatinya. Norman:"Mb mau pulang?" Erie berhenti sambil melihat siapa tahu ada taxi lewat,"Iya Mas.Rumah saya masih jauh.Agak pinggiran kota.Aduh kok ga ada taxi ya?"
Norman kasihan melihatnya,"Ayo naik mbak.Saya antar sampai rumah.Ini sudah malam.Bahaya buat mbak berada di jalanan di jam segini."
Erie terperangah,"Tapi.." Norman:"Tenang mbak,saya bukan orang jahat kok.Kalo saya jahat,pasti tasnya ga saya kembaliin dong.Ayo keburu malam nih."
Erie berpikir sebentar,'Bener juga yach...mending aku terima aja tawarannya lagian jelas dia orang baik.Ngembaliin tas aku.Moga dia bener2 orang baik.'
Erie lalu naik ke boncengan dan Normanpun segera meninggalkan tempat itu.
Sepanjang jalan Erie berpegangan pada pundak Norman,tahu sendiri Norman kan pembalap jadi kenceng juga bawa motornya.Akhirnya sampai juga mereka di depan
rumah Erie,sebuah rumah sederhana.Tampak ibunya menunggu di depan rumah dengan cemas.
Erie turun dari motor Norman,dan memanggil ibunya,"Ibu!"
Ibunya Erie segera mendekati putrinya dan memeluknya penuh kelegaan,"Ya ampun Nduk!Ibu sampai cemas.Tumben kamu pulang malam gini.Kamu gpp to?"
Erie terharu dengan perhatian ibunya,"Gpp Bu.Tadi tas Erie dijambret orang untung ada masnya ini.Dia berhasil ngambil kembali tas Erie,malah nganterin Erie pulang juga."
Ibunya Erie langsung menyalami Norman,"Makasih ya Nak.Anak ini sudah membuat lega hati seorang ibu.Beruntung banget yang melahirkan engkau Nak.O ya namanya siapa yach?
Biar saya bisa berdoa pada Tuhan untuk membalas kebaikannya.Makhlum kita cuma orang sederhana ga bisa balas apa2.Cuma bisa donga saja."
Norman menyebutkan namanya,"Nama saya Norman Bu.Ga usah dibalas Bu.
Saya ikhlas kok.Wah ibu punya usaha gorengan yach?" Ibunya Erie melihat ke gerobak dagangannya,"Iya Nak Norman.Buat sambilan.
Lha wong ibu ini cuma bisa buat penganan.Kalau senggang mampir ke sini.
Nanti ibu suguhi gorengan buatan ibu sama Erie.Erie pinter masak lho.Iya kan Er?" Erie malah tersipu,"Ibu berlebihan ah..."
Norman,"Baiklah kapan-kapan saya pasti mampir.Maaf saya permisi dulu sudah malam.
Kalian juga pasti mau istirahat.Mari." Ibunya Erie mengangguk dengan ramah,"Terima kasih ya Nak Norman.Hati2 di jalan."
Norman memandang ke arah Erie,Erie tersenyum dan melambaikan tangannya.
Ibunya Erie memandang putrinya,"Ganteng banget ya Nak Norman?Baik lagi.Ibu suka kalau kamu sama dia."
Erie melangkah masuk ke dalam rumah,"Ah ibu ngimpi.Dia jelas lebih muda ...jauh malah...mana mau dia sama perawan kasep kayak Erie.Erie ga mau muluk2 ah...oh ya ini Bu uang buat beli obat Bapak."
Ibunya Erie terharu diberi uang segepok sama putrinya,"Lha buat kamu Nduk?" Erie tersenyum,"Erie masih ada kok Bu.Paling buat perjalanan dan keperluan sehari2."
Ibunya Erie menyusul Erie yang melangkah ke kamar dimana Bapaknya berada,
seorang pria terbaring di ranjang.Lumpuh separo karena stroke. Erie segera mencium tangan ayahnya,"Bapak,Erie sudah pulang Pak.Bapak sudah makan Bu?"
Ibunya Erie menjawab,"Sudah Nduk.Bapakmu seneng tuh lihat kamu sudah pulang.
Ia nungguin kamu pulang.Makanya belum tidur.Lho Pak,anakmu sudah datang sekarang Bapak bisa tidur."
Erie cuma berkaca2 seraya membetulkan selimut ayahnya,"Bapak tidur ya.Erie sudah pulang kok."
Sang ayah memang ga bisa ngomong lancar,cuma senyum saja lalu memejamkan matanya.Erie merendahkan volume tv yang ada di depan tempat tidur ayahnya.Ia tidak akan mematikan tv soalnya ayahnya pasti malah terbangun kalau tvnya dimatikan.
Ia baru akan mematikan kalau sang ayah benar2 sudah pulas tidurnya. Ibunya Erie mendekati sang putri,"Kamu ga pingin beli baju baru Nduk?" Erie menggeleng,"Ga Bu.Baju2 Erie masih layak dipakai kok.Lagian Erie kan ga punya pacar.Jadi ga ada yang protes juga kok."
Erie mendengar ayahnya mendengkur,"Bapak sudah pulas Bu.Erie ke kamar ya?
Mau ganti baju dulu.Habis itu baru makan.Erie kangen dengan tempe gembus buatan ibu."
Ibunya mematikan tv,"Ibu tahu kamu suka tempe gembus,sudah ibu sisakan itu.
Ibu hangatin lagi yach."
Erie melangkah ke kamarnya,"Terima kasih ya Bu."
Ibunya segera menuju dapur,'Ibu yang bersyukur punya anak sebaik kamu Nduk.Moga kamu dapat jodoh yang sayang sama kamu.Yang perhatian dan kalau bisa lebih segala2nya dari kamu jadi kamu ga akan dihina terus Nduk.Dihina anake wong mlarat,banyak hutang dan ga laku2.Gusti,kabulkanlah doaku ini.Kumohon pada-Mu.'
Akan terkabulkankah doa ibu Erie? Siang hari telepon bunyi Diundang meeting jam dua nanti Maaf baru bisa segini Episode ini pasti akan dilanjut nanti ***see you next eps***
KEHILANGAN ||||| EPS 8 ||||| Hand
||||| KEHILANGAN ||||| Eps 8 ||||| Hand = Tangan
Banyak hal bisa dilakukan dengan tangan Mengambil barang hingga meletakkan Menyerahkan benda hingga menjatuhkan Menurunkan sesuatu hingga menaikkan

Peribahasa pun suka dengan tangan Mencuri julukan buat si panjang tangan Suka menolong disebut ringan tangan Bila marah bicara dengan tangan
Tubuh tidak lengkap tanpa tangan Lalu kenapa ada dua tangan Tangan kiri dan tangan kanan Itu lambang sebuah pilihan

Tuhan memberikan kita kebebasan Mau berbuat apa dengan tangan Mau berbuat kebaikan atau kejahatan Mau menjadi hamba Tuhan atau hamba Setan
Ibarat dalam persimpangan jalan Mau ke kiri atau ke kanan Mau mencuri atau mengembalikan Mau menghancurkan atau memulihkan

Tetaplah hati yang menentukan Apapun hasilnya itu sebuah pilihan Resiko dan konsekuensi menanti di depan Jadi hati-hatilah dalam menggunakan tangan...
||||| Tangan By.Prince Frozen ||||| ||||| Kontrakan Irwan... Irwan sedang memetik gitar.Nyanyi lagu apa dia?Dia lagi buat lagu.Kalau lagi galau,Bossgenk suka mencurahkan hati lewat petikan gitar.Kadang jadi lagu lho.
Coba dengerin ... /Semenjak kau menangis sedih....Kuingin kau tersenyum lagi...Tersenyumlah sayangku... Hapus semua kesedihanmu.../ Irwan meletakkan gitarnya dan mengambil cincin putihnya.Lalu diletakkannya didepan meja yang ada di hadapannya.Lalu diraihnya lagi gitarnya.
/Tersenyumlah cintaku Hapus semua kesedihanmu Masih ada aku disini.../ Niatnya mau bayangin pacarnya Intan tapi yang muncul malah bayangan kakaknya Intan.Weleh...
Irwan memejamkan mata,'Mungkin gara2 lihat nih cincin makanya gue malah kebayang terus sama kakaknya.Coba gue merem aja....Fokus Wan...Intan...bukan kakaknya...'
Eh malah adegan saat gendong tuh cewek malah yang melintas bak film diputar ulang.Waduh....
Irwan menyandarkan punggungnya ke kursi,'Kok dia terus sih yang kebayang di pikiran gue...capek deh...tapi saat megang dia itu gue serasa gimana yach...kayak bukan ketemu orang asing gitu...kayak biasa gitu nyaman kali yach...aneh ya...Gue itu paling ga suka lihat wanita dianiaya.Makanya gue sayang sama Intan.Intan kan kerap diganggu laki2.Tapi lihat kakaknya Intan perasaan yang muncul itu seperti gue lihat mendiang ibu.Wajah polosnya,apalagi rok panjang dan sandal jepit di kakinya...itu gaya ibu banget.
Gue masih inget sandal jepit ibu sampai jebat gara2 jalan lama banget nyari rumah di kota.Ibu pegang tanganku sambil menangis.Kasihan ibu....takkan pernah gue lupain masa itu.Akhirnya ada orang baik mau ngasih tumpangan.Seorang ibu penjual sate.
Ibu lalu bantu dia buka warung satenya.Bahkan ibu bantu jual satenya kelilingan.Kasihan ibu...semua demi gue...Irwan sayang sama ibu.Ibu tenang saja Irwan akan menjadi
laki2 yang tegar.Laki2 yang tidak memainkan perasaan wanita.Tidak seperti ayah.
Dimana ayah saat ibu sakit.Dimana?Irwan masih ingat juga dengan Nyonya kaya yang ada di desa dulu,Irwan ga akan lupa penghinaannya.Tidak akan!!'
Roung...wah bunyi motor menyadarkan Irwan dari lamunannya.
Diusapnya air matanya yang sempat meleleh tadi.Diambilnya cincinnya dan disimpannya lagi.Tampak Norman memasuki ruangan. Irwan menyapanya,"Darimana lu Man?Lama bener?Lho lenganmu kenapa Man?" Norman melepas kemejanya,"Tadi tuh gue nolongin mbak2 yang tasnya dijambret orang.
Wah kayak di motogp gitu ...kejar2an.Wah seru Wan!!" Irwan segera mengambil obat luka dan kapas,"Seru dengkulmu!Seru kok sampai luka gini!Sini biar gue lihat!"
Norman masih asyik cerita,"Gue berhasil tuh kejar dia.Ya jelaslah!Pembalap dilawan!
Wah serasa di sirkuit gitu gue....wah keren banget Wan!!"
Irwan geleng2 kepala sambil melepas kain merah yang membalut luka Norman,
"Kayaknya ni kain seperti sapu tangan wanita deh Man.Wah penuh darah nih,buang yach?"
Wah langsung Norman ngrebut tuh kain dari tangan Irwan,"Eiit!!
Jangan dibuang!!Ini tuh benda berharga tahu!"
Irwan melirik Norman,"Ya elah Man!Dapat dari Selvi yach?Pasti Selvi ya yang balut luka di lengan lu ini.Ya nggak?Cie....segitunya..."
Norman malah menimang2 sapu tangan merah itu,"Bukan dari Selvi kok." Irwan memandang sobatnya itu,"Lho bukan dari Selvi to?Hayo dari siapa hayo?
Wah kayaknya lu selingkuh ya?Kan kemakan omongan sendiri!Makanya jangan nuduh gue selingkuh ternyata lu sendiri yang malah selingkuh."
Norman :"Habis gue bete sama Mamanya Selvi.Wuih kata2nya kayak cabe rawit kesukaan lu itu Wan!Pedes!!"
Irwan membersihkan lukanya Norman,"Iye yach tuh Nyonya kenapa sukanya teriak2
yach?Emang lu bakal betah nanti jadi mantunya dia?"
Norman menghela nafas,"Kayaknya gue bakal melepas Selvi deh Wan.Gue lelah Wan ngadepi Mamanya.Asli kalo gue ga ingat perkataan lu untuk jangan nyakiti wanita,udeh gue tonjok tuh Makmak!Masak gue dibilang *kere*...kagak tahu dia siapa bokap gue!!
Benigno Aquino!Konglomerat papan atas Indonesia!Dia pikir dia kaya apa?
Belum apa2 itu sama kekayaan bokap gue.Jauh..banget!!" Irwan tersenyum,"Kenapa lu ga ngaku aja ke Mamanya Selvi soal ayah lu yang super
tajir itu?Selesaikan masalahnya?" Norman malah nampak sedih,"Justru dengan begini gue sadar kalau Selvi itu bukan
buat gue deh.Gue akan lepasin dia saja.Gue akan bilang soal ini ke dia." Irwan mulai membersihkan luka Norman," Kayak bekas sayatan deh Man.Lu berkelahi sama copetnya?Dia pakai pisau yach?" Norman lalu menceritakan semuanya,"Nah gitu ceritanya...untung ada pria gondrong itu nolongin gue,kalau ga,wah mungkin hari ini nama gue sudah tinggal sejarah Wan."
Irwan memberikan betadine di luka Norman,"Hush!Jangan ngomong gitu!Gue ga suka.Gue ga mau kehilangan lu.Sudah cukup gue kehilangan ibu gue.Gue mau kita terus bersahabat,gue sudah anggap lu kayak adik gue sendiri."
Norman terkekeh,"Sentimentil banget sih lu hari ini.Apa gara2 ketemu kakaknya....
siapa namanya...?" Irwan yang nyahut,"Evi...maksud lu?" Norman ngakak,"Cie...hafal nih namanya...sampai ke lubuk hati kayaknya...suit!suit!"
Irwan malah menepuk lengan Norman,"Ngawur lu!Gue itu mau ngelamar Intan eh
gara2 tuh cewek malah bubar semua.Gimana gue kagak inget namanya?Ngeres lu!" Norman mengaduh kesakitan,"Auww!Sakit bro!Kagak inget apa gue lagi terluka?
Gimana sih bossgenk nih?!" Irwan manyun,"Habis lu sih kayaknya semangat banget makcomblangin gue ama
Kakaknya Intan?Lu nggak kayak gitu kalo gue bicarain Intan ke lu?" Norman malah memandangi sapu tangan merah milik Erie,"Ga tahu ya bro.
Tapi waktu lihat lu ama mbaknya itu,gue lihat kalian tuh klik gitu.Kaya wadah ketemu tutupnya gitu.He..he...kalo lu ama Intan,gue ngerasa dia itu cuma manfaatin lu aja.Tapi semua tetep lu yang jalanin,jadi mau lu dengerin gue apa kagak ya itu hak lu."
Irwan :"Udah jangan bahas cewek lagi!Puyeng gue!
Lu tadi bilang yang nolongin lu rambutnya gondrong?Apa orangnya agak hitem?" Norman heran,"Kok lu tahu Wan?Lu pernah ditolong juga ama dia?"
Irwan malah berpikir,'Jangan2 laki2 yang biasa kulihat itu.Jadi dia itu melindungi Norman.Bukan mau nyulik dia.Makin aneh saja.Siapa dia ya?'
Norman kesel karena Irwan malah melamun ditepuknya pundak Irwan,"Hai bro!!
Waduh malah melanglang buana...mikirin mbak Evi ya???Cie...." Irwan jawab,"Lu itu yang kayaknya lagi mikirin mbaknya yang punya sapu tangan merah.Iya kan?Ngaku lu!"
Norman ganti yang menerawang,"Waktu dia balut luka gue dengan sapu tangannya,
gue langsung inget mama gue.Gue serasa lihat mama di dirinya.Gayanya yang sederhana dan kelembutannya...semua ngingetin gue ke mama.Gue sempat lho ngantar ke rumah dia.Orang tuanya baik Wan,ga kayak mamanya Selvi yang sombong banget dan ga pernah ramah sama gue.Kalo ibunya Erie baik dan ramah.Padahal tampang gue kayak anak jalanan gini lho.Malah gue disuruh mampir ke rumahnya kalau senggang.Wah gue malah ngerasa berharga gitu kalau didekat mereka."
Irwan telah selesai membalut luka Norman,"Wah malah sudah ketemu calon mertua
juga nih kayaknya.Gile lu Man!Gerak cepat ya!Kayaknya gue perlu belajar banyak sama lu soal wanita.Lu punya saran ga buat gue soal Intan?"
Norman berdiri menuju kamar mandi,"Gue emang pernah kuliah tapi ga gue lanjutin soale
gue males tapi gue bukan penasihat cinta ya.Enak saja lu!Emang gue dokter cinta?
Tapi mending lu coba bicara baik2 deh ama cewek lu tuh,kasih pengertian gitu ke dia.Kalo dia dengerin lu berarti dia masih sayang sama lu.Kalo ga udah deh pilih kakaknya aja.He..he...lu lebih cocok ama dia daripada ama Intan lu tuh!"
Irwan heran lihat Norman mencuci sapu tangan merah tadi pakai sabun mandi,
"Lu ngapain Man?" Norman,"Gue lagi bersihin darah dari sapu tangan ini.Mama pernah ajarin gue kalo
cara bersihin darah itu pakai sabun mandi.Tuh hilang kan darahnya!" Irwan tersenyum,"Lu itu penyayang ya aslinya.Sapu tangan aja lu sayang2 gimana orangnya.Cie....siapa namanya Erie...he..he...belum resmi putus aja lu sudah move on.Bener2 ya lu Man.Tapi gue bakal ikuti saran lu barusan,besok gue bakal nemui
Intan lagi.Ngalah dululah buat menang.He..he.." Norman menjemur sapu tangan merahnya,'Wah gue bakal pakai sapu tangan merah
ini buat alasan untuk ketemu sama Erie.He..he...good idea!' Norman melangkah menuju dapur,"Wan!Makan mie lagi nih?"
Irwan mendekat,"Tadi gue goreng telor kok,tapi kalo lu kagak mau buat mie aja.
Masih ada tuh stocknya.Mau goreng apa rebus?"
Norman mencari panci kecil,"Goreng aja.Jadi inget gue kalo ibunya Erie jualan
gorengan gitu.Wah kalo gue beneran jadian ama anaknya bakal gemuk gue.He..he.."
Irwan geleng2 kepala,"Norman..Norman...putusin dulu si Selvi baru kejar pemilik sapu tangan merah itu...satu satu Man!Malah sudah mikir jadi mantu segala lu.Wah...gue tidur aja!Biar besok lebih fresh pas ketemu yayank gue."
Norman merebus air untuk masak mie goreng,"Iye tidur aja.Gue mau bikin mie dulu.Laper.Met mimpiin mbak Evi yach...ha..ha..!!"
Irwan ngacir ke kamarnya,"Evi melulu lu...Gara2 lu nyebut dia terus,gue malah kepikiran dia lho.Dasar lu!"
Yang satu Evi yang satunya Erie...wah sama2 E...kok bisa sih?Aku ya ga ruh.
||||| Keesokan harinya di rumah bibinya Intan.... Tampak Intan sibuk mengepack barang2nya.Rita Sugiarto sibuk membantunya.
Evi sendiri malah sibuk buat sarapan.Soale Intan uring2an kalau Evi bantuin dia.
Evi mendekat ke kamar Intan,"Ibu mau telornya diceplok apa di dadar?"
Rita menjawab sambil memasukkan baju2 Intan ke dalam tas,"Dadar saja cah ayu."
Evi menoleh ke arah Intan,"Kalau kamu Tan?" Intan jawab,"Aku maunya dikasih daun bawang terus dikasih bawang dan brambang
terus matangnya harus merata." Evi mengernyitkan dahi,'Wah emang ada daun bawangnya?' Evi :"Kalau ga ada loncangnya gimana?" Intan kesel,"Ya beli dong kak.Gitu aja nanya?Mikir dong!" Rita membela Evi,"Kamu ki piye to Tan,mbakyumu ki kan ga ngerti daerah sini.
Malah mbok suruh beli.Mbok kamu itu makan seadanya aja.Ga usah milih2!" Intan diem sambil manyun,"Ya wis terserah!Males ngomong!Bibi Ruti aja selalu bisa kok masakin kesukaan Intan.Masak kakaknya Intan ga isa?"
Evi terdiam lalu menjawab,"Yo wis tak usahake ya.Aku juga punya kaki kok.
Kalo ga ada aku bakal beli.Pasti ada warung sayur dekat sini." Rita geleng2 kepala melihat kedua putrinya.Kasihan Evi,ia segera melihat ke dapur
dan bener ga ada loncangnya.Iapun pamit beli ke warung.
Evi :"Bu Evi cari loncang dulu yach." Rita :"Kayake di pojok gang itu ada cah ayu.Hati2 ya!Kalau ga ada pulang aja.
Nanti kita makan seadanya aja." Evi jawab:"Nggih Bu.Evi pergi dulu." Sepeninggal Evi,Rita menegur putri bungsunya,"Kamu jangan gitu sama mbakyumu.Dia itu lebih tua.Harus dihormati.Nanti kamu ga bahagia lho kalau sikapmu kayak gitu."
Intan malah mencibir,"Iye..iye...Tapi Intan yakin kok kalau Intan bakal lebih beruntung dan bahagia daripada kak Evi.Intan kan lebih berpendidikan dan lebih modis."
Rita jawab,"Belum tentu Tan.Kebahagiaan itu di hati ya.Bukan di materi atau pendidikan.
Apalagi penampilan.Itu semua ga jamin hidupmu bahagia cah manis." Intan malah sibuk memasukkan alat riasnya,'Aku ga peduli ibu ngomong apa.
Yang pasti aku bakal ngrebut kak Reza dari kak Evi.Gimanapun caranya!' ||||| Di warung sayur dekat gang masuk.... Evi berhasil juga dapat loncang,ia segera keluar dari warung sayur dan berjalan menuju rumah bibinya.Evi :'Untung ada yang jual sayur.Coba di desa wah aku tinggal petik atau minta tetangga sebelah.Pak Wiryo kan nanam.Ternyata lebih enak hidup di desa.'
Lagi asyik jalan eh tiba2 ada motor berhenti tepat disebelahnya Evi,Evi sampai jumbul.
Pria di atas motor segera melepas helmnya,"Kok sampai sini mbak?"
Evi kaget,"Oh!Kamu to?Bikin kaget tahu!Wah pasti mau ketemu Intan yach?" Siapa hayo tuh cowok?Bener banget:Irwan!
Evi menunjukkan belanjaanya,"Ini nyari loncang.
Biasa perempuan pagi2 kan belanja sayuran." Irwan makin kagum melihat keluguan Evi,'Bener2 kayak ibu.Pagi2 sudah belanja.
Buatin sarapan buat gue.' Irwan :"Yuk naik mbak tak bonceng sampai rumah.Masih lumayan jauh lho.Kasihan kakinya."
Evi melihat Irwan dan motornya bergantian,"Tapi aku ga pernah naik motor kayak begitu.Bahaya ga?"
Irwan tersenyum,"Saya akan pelan2 mbak.Ayolah anggap aja sebagai permintaan maaf kemarin sudah ga sopan sama mbak.Ayo naik!"
Evi melihat roknya yang panjang,"Tapi aku pakai rok.Piye?"
Irwan :"Gampang miring saja.Sini belanjaannya taruh depan saja!"
Evipun menyerahkan daun loncangnya terus duduk di boncengan motor Irwan,
'Ini motor tinggi juga ya.Aduh mlorot nih!Kok mlorot terus ke arah Irwan sih.Weleh.
Pegangannya gimana pula nih?' Irwan memastikan Evi sudah nyaman,"Pegangan ya mbak.Sudah siap!Berangkat!" Evi kaget dan segera memeluk pinggang Irwan saat motor melaju,"Ihhh...pelan2 aja!
Aja banter2!!Irwan!!" Irwan merasa seneng gitu saat Evi melingkarkan tangannya di pinggangnya,
'Kok gue seneng gini sih?Wah bahaya nih...' Hanya dalam waktu singkat merekapun sampai di depan rumah bibinya Evi,
wah Evi yang saking takutnya sampai tutup mata dan menempelkan mukanya di
punggung Irwan. Irwan,"Mbak sudah sampai." Evi membuka matanya,"Bener nih sudah sampai?"
Saat itulah Intan keluar disuruh ibunya nyusul Evi,wah lihat Evi lagi meluk pinggang Irwan,Intan langsung kesal,"Apa2 an kalian berdua?!!"
Wah Evi dan Irwan langsung kaget,Intan langsung lari ke dalam sambil memanggil ibunya,"Ibu!!Kak Evi jahat!!"
Evi segera turun dari boncengan Irwan,"Waduh!Piye ki!Kamu sih pakai boncengin aku segala.Adikku nesu tuh!"
Irwan segera memarkir motornya,"Saya itu maksudnya baik mbak.Tapi kok mesti jadi salah ya?"
Evi jadi kasihan juga sama Irwan,"Ya udah kamu bujuk aja.Kamu pasti lebih tahu wataknya dia.Mumpung masih ketemu."
Irwan kaget mendengar omongan Evi,"Maksud mbak?" Evi akhirnya memberitahu,"Intan memutuskan ikut kami pulang ke desa.
Hari ini kami kembali ke desa.Sana bujuk dia!" Irwanpun segera masuk ke dalam tapi Intan malah mengusir dia. Intan menenteng tas dengan kesal,"Aku ga mau lihat kamu lagi!Aku males lihat tingkah kamu Wan!Kita putus saja!"
Irwan kaget mendengarnya,"Lho kok kamu main putus aja yank?Dengerin dulu penjelasan gue dong!Gue tadi tuh cuma kasihan lihat kakak kamu jalan jauh,masak gitu kamu marah yank?"
Evi mendekati Intan,"Iya Tan,pacarmu tidak salah.Dia cuma mau bersikap baik.
Mbak tadi kan nyarike kamu loncang.Nah warungnya jauh gitu di pojok gang sana tuh!
Terus mbak ketemu sama dia.Kamu kan tahu mbak belum pernah naik motor model kayak punyanya pacarmu itu.Jadi..."
Evi yang mau menjelaskan juga malah didorong sama Intan,"Sudahh!Aku ga mau makan telor buatan kakak!Aku mau pulang sekarang saja ke desa!Minggir!!"
Untung Irwan segera menangkap tubuh Evi.Wah malah pelukan lagi.
/Memandangmu walau selalu.../ Makin kesel aja Intan melihatnya.Rita yang melihat tingkah Intan akhirnya menasehati Irwan,"Sudah Nak!Biar Ibu yang nenangin Intan.Dia lagi ngambek.Ga akan dengerin siapa2.Evi ayo siap2 pulang cah ayu.Adikmu dah duluan tuh!"
Rita lalu meninggalkan mereka menyusul Intan.Evi segera mengambil tasnya.
Tapi saat akan keluar,Irwan menahan tangannya,"Mbak bantuin aku dong!" Evi terhenti langkahnya,"Maksudmu?" Irwan melihat kertas dan bolpen di meja,diambilnya. Irwan :"Tolong tulis alamat rumah kalian di desa.Saya mohon." Evi ga tega melihat wajah melas Irwan,iapun menuliskan alamat mereka di desa.
Diberikannya alamat itu pada Irwan. Evi :"Ini alamatnya.O ya terima kasih buat boncengannya tadi.Aku pergi dulu." Irwan terpana saat membaca alamat yang ditulis Evi.Hayo kenapa ya? Irwan :'Ini kan desaku dulu?Desa dimana ibu dihina oleh si Nyonya sombong itu???' Wah akankah Irwan kembali ke desa yang memberi kenangan buruk pada dia demi mengejar Intan?
***see you next eps***
KEHILANGAN
/$/ EPS 9 》Covenant
/$/ KEHILANGAN /$//$/ Eps 9 /$//$/ Covenant = Perjanjian /$/ Ingat lagu ini... /Terlanjur kuberjanji akan setia selalu....Janjiku kepadamu takkan usang dimakan waktu/Lupa lagunya siapa ya?Weleh...
Berjalankah dua orang jika mereka belum berjanji?
Sahkah sebuah pernikahan jika ikrar belum disepakati?
Perjanjian membutuhkan dua pihak yang berinteraksi
Tak bisa dipungkiri bahwa perjanjian menuntut untuk ditepati
Perjanjian antar negara untuk tidak bertikai lagi Perjanjian dua insan untuk bersama menjalani hidup ini
Perjanjian antara pedagang dan pembeli Perjanjian antar teman atau sahabat sejati
Perjanjian bukan untuk diingkari Perjanjian butuh komitmen hati Memandangnya ringan ada sanksi Melanggarnya apalagi
Seorang teman yang memenuhi janji Itulah orang yang patut dihargai Meski harus berlelah menyusahkan diri Namun semua dilakukan demi Sebuah janji.... ◆◆◆ ◆◆◆ Ingat perjanjian yang dilakukan antara Ayahnya Irwan dan notarisnya?Itu sudah lama sekali.Bahkan Tuan Tanah Hamdanpun sudah meninggal.Kini Irwan sudah dewasa.
Namun dimanakah sang notaris?Jangan2 juga sudah meninggal?Wah warisannya bakal jatuh ke tangan Reza semua dong.Kasihan Irwan...Tenang....Notarisnya masih hidup kok,yang meninggal itu isterinya.Notaris Samuel terus melacak keberadaan Inul dan Irwan,seperti amanat sahabatnya,Almarhum Tuan Tanah Hamdan.Bahkan ia membawa putrinya hidup di kota demi mencari Inul dan Irwan.Penasaran siapa putrinya?Yuk kita kepoin...
/$/ Rumah Notaris Samuel di kota.... Seorang pria paruh baya nampak tengah menerima telepon.Banyak berkas2 di mejanya.Juga foto2.Foto yang sudah usang,foto seorang wanita desa dan anak laki2nya.
"Seorang anak muda mengunjungi makamnya.Sudah kau ambil fotonya?Bagus!Apa?
Alamatnya juga?Wah kerja yang bagus!Namanya Irwan?Benar!Itu anak laki2 yang aku cari!!Ini berita bagus!Segera smskan alamatnya padaku.Aku tunggu!!"
Dengan wajah sumringah,pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi,"Sahabatku,akhirnya setelah sekian lama akhirnya aku berhasil menemukan putramu.Aku akan segera melaksanakan amanatmu sobat.Memberikan apa yang menjadi haknya.Hamdan,kawanku,kau bisa tenang sekarang.Aku akan segera menemui putramu.
Bila perlu akan kutes DNA supaya yakin benar dan tidak salah orang." Sms alamatpun sudah masuk.Wah langsung dicatat di buku khusus. Seorang gadis cantik masuk sambil membawa sebuah buku kecil,"Ayah!Nanti anterin Febby ke Gramedia yach?Febby mau cari buku."
Oh....Febby itu putrinya Notaris Samuel?Akhirnya nongol juga.
Sang notaris segera merapikan mejanya,"Tahu aja kamu kalau Ayah mau pergi.
Kamu mau nyari buku puisi lagi yach?Pasti Prince Frozen lagi..."
Febby malah menerawang,"Puisinya dia itu membuat hati Febby serasa melayang apalagi puisi tentang ibu.Aduh...Terharu banget...Febby suka.Febby denger dia rilis buku lagi.Judulnya *Land*.Wah pasti so romantic deh.Beneran ya Yah,anterin ke Gramedia...
Nanti pulangnya Febby bisa naik taxi kok.Please...please.." Sang ayah cuma geleng2 kepala melihat putri semata wayangnya,"Tumben kamu ga minta dianterin pacar kamu siapa namanya?...Fero?"
Febby malah manyun,"Katanya dia lagi sibuk ngurus rilis buku barunya.Kan dia Prince Frozen itu Yah."
Sang Notaris heran,"Yang bener kamu?Ga mungkin kayaknya.Tapi semua puisi yang dia buat memang kemudian jadi puisi yang diterbitkan oleh Prince Frozen Ayah.Masak bisa kebetulan?Ga mungkin kan?"
Sang Ayah mengambil jasnya,"Ya sudah.Ayo siap2!Ayah mau berangkat sekarang." Febby segera mengambil tasnya,"Febby sudah siap!" Merekapun segera berangkat.
/Ana tangis kelayon2...Tangise wong kang wedi mati...Ditumpake kereta jawa...
rodane roda manungsa...ditutupi ambyang2...disirami banyune kembang..../
Mistis.Kereta Jawa Didalam mobil Samuel menanyakan soal kuliah putrinya.
Samuel :"Bagaimana kuliahmu,my princess?"
Febby tersenyum senang tiap kali dipanggil begitu,"Lancar Ayah.Kuliah di jurusan pertanian memang impian Febby.Suatu saat nanti Febby ingin kembali ke desa dan memajukan pertanian di sana...Oh ya aku senang kalau Ayah panggil aku dengan sebutan *My princess*he .he..serasa aku ini berjodoh gitu sama Prince Frozen...he..he..."
Samuel melirik putrinya,"Kamu itu memang cantik jelita seperti putri di negeri
dongeng kok,my princess.Dan bukannya kamu sudah berjodoh sama Prince Frozen?
Katamu Fero itu Prince Frozen." Febby mendekap buku puisinya,"Entahlah Ayah...Awal dulu Febby juga yakin gitu...
soalnya dia hafal puisi2 Prince Frozen...tapi akhir2 ini Febby merasa ia seperti bukan
Prince Frozen karena ia mulai marah2 bila aku menyebut soal puisi apalagi nama
Prince Frozen.Aneh kan Yah?Kenapa juga dia harus marah kan itu nama samaran
dia ?Tingkahnya mulai aneh deh Yah."
Samuel terkenang akan mendiang isterinya,"Kamu itu kayak ibumu persis.
Suka hal2 yang berbau romantis dan puitis.Kayak pinang dibelah dua.
Kalau kamu disakiti sama pacarmu itu,lebih baik hubungan kalian jangan diterusin
lagi,ok?Ayah yakin masih ada laki2 yang baik di dunia ini yang nanti bakal sayang 
dan buat kamu bahagia.Oh ya...mungkin dalam waktu dekat Ayah akan balik ke desa.
Ada urusan yang harus Ayah selesaikan di desa." Febby antusias mendengar kata desa disebut,"Benar Ayah?Febby ikut dong.
Kebetulan Febby juga ada tugas akhir nih.Febby mau meneliti soal hama wereng Yah.
Di sana kan banyak sawah?Febby ikut ya Ayah.Febby kangen dengan suasana desa." Samuel membelai kepala putrinya,"Tentu saja My Princess!Ayah malah senang kalau kamu ikut.Kebetulan teman Ayah itu juragan tanah,sawahnya banyak sekali.Berhektar2.Belum perkebunan dan peternakan.Wah luar biasa usaha agrobisnisnya.Nanti Ayah akan bilang soal penelitianmu ke isterinya pasti dia bolehin.Kalaupun ga masih ada persawahan milik Nenek Puspa.Kamu masih ingat kan Nenek Puspa?"
Febby coba mengingat2,"Oh yang pernah kasih boneka rajut itu kan?Iya waktu kecil Febby suka main ayunan di rumah Nenek Puspa.Apa Nenek Puspa masih hidup Ayah?"
Samuel menghentikan laju mobil karena lampu merah,"Masih,Nenek Puspa pasti seneng ketemu kamu.Cucunya yang pertama juga sering ke desa;biasa mengurus bisnis keluarga yang ada di sana.Sebenarnya Ayah ingin menjodohkan kamu dengan cucu pertama Nenek Puspa,tapi sepertinya kamu sudah punya pilihan sendiri.Mungkin memang kalian ga berjodoh.Tapi Ayah harap kamu mau mempertimbangkannya."
Febby terdiam,'Sebenarnya hati Febby sudah mencintai seseorang Ayah.
Orang itu adalah Prince Frozen.Entah kenapa,puisi2nya itu seperti ia sedang menjerit dan terluka.Namun,Fero sepertinya bukan dia.Febby bingung.Apa Fero cuma ngaku2 ya?'
Samuel tersenyum melihat putrinya malah melamun.Akhirnya mereka sampai juga di Gramedia.Febbypun turun sementara Samuel meneruskan perjalanannya menuju sebuah
alamat.Kita lihat Febby dulu ya.Febby bergegas menuju stand buku2 terbaru,
nyari edisi terbarunya Prince Frozen.Akhirnya dapat juga dia,wah seneng banget dia.
Febby melihat2 isinya,'Wow!Puisi2nya keren2...Kok dia bisa dapat inspirasi terus yach?Kayak gimana yach orangnya?'
Febby menuju kasir sambil melihat2 sekitarnya saat itulah ia melihat seseorang. Hayo siapa?Febby segera bersembunyi diantara stand2 buku,'Itu kan Fero?
Siapa cewek yang bersama dia itu?Mesra sekali mereka.Gandengan tangan,
peluk pinggang pula.Katanya lagi sibuk latihan ngedance.Ternyata dia bohongi aku.
Febby lalu membayar bukunya dan kebetulan juga Fero dan cewek yang bersamanya
juga menuju ke kasir.
Febby langsung menanyai Fero dengan kesal,"Bener kata teman2 aku,kamu itu ternyata playboy.Suka mainin cewek.Ini buktinya!"
Fero gugup juga,"Eh...oh...aku disini lagi launching buku terbaru aku.Dia ini fans kok."
Si cewek ganti yang marah,"Apa???Fans?Launching buku?Sejak kapan kamu jadi penulis Fer?Aku itu kenal kamu lama yach...Rupanya cewek ini mainan terbaru kamu.Kasihan dia... "
Febby makin sakit hati,"Aku ga sangka kupikir kamu bener Prince Frozen,ternyata kamu bohongi aku!Kita putus!Aku ga mau punya pacar pembohong!!"
Febby melangkah pergi sambil menangis.Fero hendak mengejar dia tapi dicegah oleh
cewek yang bersama dia,"Sudahlah Fer,cewek kutu buku gitu aja lu kejar.Kegeeran ntar!
Udah kan masih ada aku!Yuk kita cari makan aja.Buku2 yang mau buat hadiah sudah dibeli,sekarang lapar."
Fero memandang ke arah Febby pergi,'Maafin aku Feb,tapi aku kesal tiap kali yang
kamu sebut selalu Prince Frozen.Yang di hati kamu tuh cuma dia seorang.' Wah kasihan Febby...Yuk kejar dia!
Febby berjalan sambil menangis,sementara itu seorang pria tampan nampak keluar dari mobilnya.Tapi jalannya agak timpang.Wah,pasti Eza nih!Ia sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
Eza:"Iya Pak.Saya sudah sampai di Gramedia.Penjualan buku saya bagus?Wah terima kasih...Tidak.Saya tak perlu temu penggemar.Saya akan tanda tangani saja buku2 yang ingin tanda tangan saya.Saya segera ke ruangan Anda."
Eza memasukkan hpnya ke kantong celananya.Saat itulah seseorang menabraknya.Wah..pertemuan nih..Bruk!!Untung Eza kuat jadi ia dan yang nabrak dia ga jatuh.Cuma buku yang dibawa penabraknya yang jatuh.
Febby:"Maaf,saya ga sengaja Mas." Eza melihat buku yang segera diambil gadis yang nabrak dia,"Itu kan buku karangan
Prince Frozen?"
Gadis cantik itu terpana mendengarnya,"Mas juga penggemar Prince Frozen?"
Eza jadi salting mau jawab apa,"Ya...bisa dibilang begitu...kalau kamu?" Febby memeluk buku itu,"Saya penggemar berat dia.Andai saja saya bisa ketemu langsung 
dengan dia.Pasti seneng banget.Kalau bicarain dia hati aku seneng banget."
Eza malah yang terpesona melihat Febby cerita,'Kamu sudah ketemu dia Nona Cantik.
Akulah Prince Frozen.' Febby mengusap air mata yang menggenang di matanya,"Mas gpp kan?Maaf saya tadi buru2...jadi ga lihat jalan."
Eza melihat air mata di mata gadis itu,"Saya gpp.Kamu sendiri kayaknya habis nangis yach?Maaf...jika turut campur.Coba baca puisi Prince Frozen yang judulnya Air Mata.Kamu pasti suka."
Febby jadi tersenyum,"Kok Mas hafal sih?Bukunya baru rilis lho." Eza garuk2 kepala,"Saya kan penggemarnya dia.Wajar dong hafal.Oh ya saya ada janji.Permisi yach."
Eza pun melangkah meninggalkan Febby.
Febby ganti yang terpesona,'Wah dia juga penggemar Prince Frozen.Kakinya kenapa yach?
Ga masalah yang penting dia baik orangnya.Lebih baik aku pulang.Bicara soal Prince Frozen aku jadi lupa soal Fero.Bener kata Ayah,masih ada pria yang baik kok.Pria itu ga cuma Fero.Buat apa aku sedih.Lagian aku jadi tahu kalau Fero bukan Prince Frozen.
Aku masih punya Prince Frozen aku.Dunia belum berakhir.'
Betul Febby!Putus cinta bukan akhir segalanya.Febby lalu menyetop taxi dan pulang sambil membaca puisi yang disebut pria yang ditabraknya tadi.
*** Air Mata *** Menetes bukan hanya saat duka Ia bisa juga hadir saat suka Bahkan disaat tertawa Menjadi bukti emosi jiwa
Air mata adalah sebuah bahasa Ungkapan hati yang penuh makna Mengungkap sebuah rahasia Serta membuat hati lega
Wahai air mata Terima kasih sudah setia Selalu ada kapanpun jua Menemaniku mengungkap rasa
(Air Mata-By.Prince Frozen) Sekarang kita ikuti Ayahnya Febby.Berhasilkah ia menemukan Irwan?
Mobilnya sudah sampai di alamat yang dismskan padanya.Sebuah rumah sederhana.Iapun turun dari mobilnya. Diketuknya pintu,"Tok..tok!!Permisi!"Yang membuka pintu seorang pria muda
juga tapi tak sama dengan foto yang dikirim padanya,"Bapak mencari siapa?"
Samuel menjawab,"Apa adik kenal yang namanya Irwan?Katanya rumahnya disini."
Pria muda itu heran,"Oh nyari Bossgenk to.Bapak siapanya Irwan?" Samuel segera menjawab,"Saya teman ayahnya.Apa dia ada di rumah?" Norman menjawab,"Oh teman ayahnya...wah Irwan lagi pergi tuh.Ga tahu tuh kapan pulangnya.Bisa lama bisa cepet."
Samuel lalu mengeluarkan kartu namanya,"Saya adalah Notarisnya Ayahnya Irwan.
Ada pesan dari beliau yang ingin saya sampaikan.Sebuah amanat.Tolong hubungi saya kalau dia sudah kembali.Atau saya boleh minta no hpnya?"
Norman malah memberikan no hpnya dia,"No saya saja Pak.Soalnya Bossgenk suka marah kalau saya sebarin no hpnya dia.Ini no saya."
Samuel melihat isi rumah kontrakan Irwan,'Sederhana sekali.Padahal dia pewaris setengah harta Tuan Hamdan.Wow!Andai dia tahu kalau dia bakal jadi jutawan mendadak.'
Samuel lalu memandang Norman,"Boleh saya tahu adik ini namanya siapa ya?"
Norman mengulurkan tangannya,"Saya temannya Irwan Pak,temen genk,nama saya Norman."
Samuel lalu permisi pulang.Ia sudah lega telah menemukan tempat tinggal Irwan.
Tinggal selangkah lagi ia akan berhasil menepati janjinya pada Tuan Hamdan.
Sebuah janji yang telah lama sekali.Wah kira2 bagaimana reaksi Irwan kalau dia tahu
bahwa ternyata ayahnya sayang pada dia?Apakah ia akan makin mantap menyusul Intan ke desa?
Main suling di pagi hari Itulah ulah Dimas hari ini Eps sembilan cukup di sini Kalau suka komentarnya dinanti ***see you next eps***
EPS 10 KEHILANGAN
STRANGER = ORANG ASING
*POETRY ZONE*
Orang yang tak dikenal itulah orang asing
Namun orang yang dikenalpun terkadang jadi asing
Mereka hanya mengurusi urusan masing-masing
Yang lain jadi tak begitu penting
Mereka menyingkir di saat genting
Kita memohon hingga tenggorokan kering
Bukan sekali dua kali tapi sering
Tak jarang kita dianggap otaknya miring
Bahkan mungkin meneriaki maling
Hati sedih hingga tubuh ikut langsing
Menunggu pertolongan datang menyingsing
Wahai negeriku yang penuh padi menguning
Janganlah sia-siakan orang asing
Mereka juga ciptaan Tuhan yang penting

**Kontrakan Irwan**
Irwan telah sampai dengan wajah lesu.
Norman memperhatikan sohibnya itu dengan seksama,"Kenapa lu,Wan?Kayak baju belum disetrika aja."
Irwan melemparkan tubuhnya di kursi,"Bukan damai malah badai yang datang.
Niatku mau memperbaiki hubungan malah makin meretakkannya.Parahnya lagi,
Intan malah balik ke desanya hari ini juga."
Norman mengambilkan segelas air buat Irwan,"Minum dulu!Wajah layu begitu,
kayak tanaman setahun ga disirami lu."
Irwan segera menghabiskannya,"Segernya,thanks bro.Perhatian juga lu sama gue."
Norman duduk di seberang Irwan,"Nasib kita kan sama Bro.Sama2 kehilangan ibu,
sama2 lagi bermasalah sama pacarnya,sama2 tidak jelas ayahnya dan sama2 lagi
suka sama cewek yang baru dikenalnya.He...he..."
Irwan melepas jaket kulitnya,"Lu kali yang begitu,gue mah masih setia.Lu aja yang dah move on...enak aja nyama2in!"
Norman terkekeh,"Masih ga mau ngaku rupanya.Ok.Gue nanya nih.Lu tadi pasti bikin salah paham lagi sama adinda lu tuh.Pasti soal kakaknya lagi.Hayo tadi ngapain lagi sama mbak Evi?"
Irwan langsung merona pipinya,Norman terpingkal2 melihatnya.
Norman menunjuk wajah sohibnya,"Baru gue sebut namanya,lu udah tersipu2.
Gimana kalau dia ada disini?Ha...ha...ga usah ngeles Wan!"
Irwan malah menerawang,"Gue itu ga ada niat ngeduain Intan.Tapi Intan selalu saja salah paham tiap kali gue mencoba bersikap ramah ke kakaknya dia.Padahal hal itu wajar aja menurut gue.Kenapa ya,dia itu kayak asing itu akhir2 ini?Sejak bibinya meninggal,
sikapnya itu jadi berubah.Penuh curiga,ngambekan dan minta putus terus."
Norman jadi ikut ngelangut mendengar penuturan Irwan,"Padahal lu mau serius
sama Intan ya?Malah jadi kayak begini.Mungkin lu punya salah kali Wan.
Lupa ultahnya dia kali."
Irwan malah sedakep,"Gue emang tampang preman,tapi gue cowok perhatian,Man.
Setiap kali gue dapat job atau rejeki,pasti gue ga lupa beliin Intan sesuatu.
Baju atau sepatu atau sandal,macem2 pokoknya.Apalagi ultah,wah ga mungkin
gue lupa.Gue emang ga sekaya lu,tapi gue bukan cowok pelit,yaw."
Norman jadi mikir,"Jika lu udah perhatian harusnya dia hargai lu dong.Masak balik ke desa ga rembugan dulu sama lu?Aneh...."
Irwan memandang Norman,"Iya ya,apa gue ga penting lagi buat dia?Masak cuma karena gue boncengin kakaknya dia marah.Emang nolong orang itu salah ya?Kayak orang asing gitu deh dia."
Norman jadi ingat orang asing yang nyari Irwan,"Tadi ada yang nyariin lu Wan."
Irwan heran,"Siapa?"
Norman mengambil kartu nama,"Bapak2.Katanya sih temen bokap lu.Ini kartu namanya."
Irwan menerimanya,"Notaris Samuel...temen ayah gue?Dia bilang mau apa gitu?"
Norman,"Katanya ada hal penting gitu,coba hubungi aja dia.Siapa tahu beneran
penting dan mengubah kehidupan lu."
Irwan menimang2 kartu nama tersebut,"Ntar aja deh.Gue capek banget hari ini.
Gue mau mandi dulu.Gerah luar dalam nih."
Irwan menyimpan kartu nama itu di dompetnya.Kok cuma disimpan Wan?
Dihubungi dong.Itu menyangkut masa depan kamu,Wan.Menyangkut warisan.
Udah deh tinggalin Irwan aja,kita tengok pewaris selain Irwan.Maksudnya Reza?
Yoi,man!Ke London dong?Yup!
+++ London,Inggris+++
Di sebuah apartemen,tampak seorang pria muda sedang asyik pesbukeran dengan
temannya di dunia maya.Pria itu tinggi dan tampan pastinya.Itu jelas Reza.
Lalu yang diajak pesbukeran siapa?
Reza :Halo Frans,besok gue pulang nih ke Indonesia.
Frans : Wah ikut seneng Za,langsung ambil alih usaha bokap dong?
Reza : Namanya juga anak tunggal Bro.Kalau bukan gue siapa lagi?
Frans : Anak Mami sih lu,Za.
Reza : Lu juga,dasar lu!Eh gimana hubungan lu sama si guru cantik itu?
Frans : Erie maksud lu?
Reza : Yoi,man.Kapan undangannya?
Frans : Kandas Za.
REza : Kok bisa?Kalian kan sama2 pengajar tuh.
Frans : Dihari gue mau ngenalin Erie ke Nyokap gue,eh malah Nyokap gue
nyeramahin dia.Ditanya macem2 gitu.
Reza : Itu kan wajar,Bro.
Frans : Awalnya sampai kemudian Nyokap nanya soal umur.Wah wajah Nyokap langsung berubah ga ramah sama Erie.
Reza : Emang umur Erie berapa?
Frans : Erie kan sudah kepala 3 Bro.
Reza : Terus masalah buat lu?
Frans : Buat gue ga,tapi buat Nyokap gue iya.Wah ga tega gue lihat Erie.Kasihan dia diceramahi soal usia subur bagi wanita.Gue merasa bersalah banget.
Reza : Terus Erie gimana tanggapannya?
Frans : Dia memilih mundur dan melepas gue.Dia pergi sambil berkaca2.
Gue coba minta maaf berkali2 tapi sepertinya nama gue dah dia hapus dari hatinya.
Bahkan dia setuju saat dimutasi ngajar di desa.Tadi surat tugasnya sudah turun.
Gue sedih Bro,ga akan lihat dia lagi.Apalagi...
Reza : ????
Frans : Gue kayake bakal dijodohin deh sama Nyokap.Dalam waktu dekat ini.
Reza : Sama Bro!Gue juga dijodohin,malah sejak gue masih orok.
Frans : Sama siapa Bro?Cantik ga orange?Sudah pernah ketemu?
Reza : Blas ga pernah ketemu.Foto aja kagak dikirim.
Frans : Namanya?Satu desa sama lu?
Reza : Namanya Evi.Gadis desa.Ibunya janda,tumben deh Mami gue mau gaul sama orang ga kaya.Apalagi sampai jodohin.Kayaknya ada yang gue ga tahu deh.Ntar akan gue selidiki begitu sampai sana.
Frans : Kayaknya dia gadis baik deh Bro.Pasti lugu gitu dia.
Reza : Kalau gue sih pinginnya tetep milih sendiri Bro.Masak di era modern kayak gini masih pakai sistem perjodohan?
Frans :Iye.Kayak zaman Siti Nurbaya aja.Melas bener kita ya?Udah ya Bro,gue banyak tugas nih,biasa musim ujian anak sekolah.Reza : Iya.Gue juga mau tidur.Besok biar fresh.
Kangen banget sama Indonesia.See you soon.
Frans : Jangan lupa oleh2 ya?He..he...
Rupanya dulu Erie pernah punya hubungan dekat dengan Frans.
Namun semua kandas,karena faktor usia.Lalu siapa yang dijodohin sama Frans?
Bagaimana pula kesan pertama Reza saat ketemu Evi?
Jam sepuluh pagi belum mandi
Keenakan nonton siaran televisi
Eps sepuluh cukup sampai di sini
Kehilangan pasti dilanjut lagi
***see you next eps***
Eps 11 KEHILANGAN ○●•Manner
●○• KEHILANGAN●○•●○• Eps 11 ●○•●○• Manner = Perilaku●○•
●○• Poetry zone Perilaku bisa disebut juga tingkah laku Sikap seseorang dalam segala sesuatu Ada yang ramah tapi ada juga yang kaku Ada yang serius ada juga yang lucu Ada yang nyleneh,aneh dan wagu Ada juga yang sopan tapi ragu-ragu Setiap orang punya ciri khas tertentu Ada suka menyapa di setiap ketemu Ada yang mau nyapa kalau disalam dahulu Ada juga yang apatis dan ga mau tahu
Ada yang selalu bilang terserah kamu
Apa yang mempengaruhi perilaku Bisa apa yang terjadi di masa lalu Bisa pula hal lain yang kita tak tahu Pasti ada alasan dibalik semua itu Orang yang kasar pasti mengalami kekerasan lebih dulu

Orang yang pendendam pasti alami kekecewaan begitu dalam Orang yang apatis pasti kerap diberi wajah sinis Orang yang pesimis pasti kerap menangis Orang yang galak seperti anjing menyalak Pasti benci lihat orang tertawa terbahak-bahak
Orang yang pemurung pasti hidupnya terkungkung Orang yang pesolek pasti suka lihat yang molek2 Orang yang jahat pasti benci dengar kata tobat
Macam2 tingkah orang itu

***Kontrakan Irwan*** Nampak Norman tengah bersiap seperti hendak pergi.
Irwan bertanya padanya,"Mau kemana lu bro rapi amat?Pasti lu mau nemui si pemilik sapu tangan merah itu yach?"
Norman menyisir rambutnya,"Lu tahu aja isi hati gue,Wan!Tapi seperti nasehat lu,gue akan ke rumah Selvi dulu.Gue mau bicara sama dia kalau gue mau melepas dia.Gue capek diomeli Maknya dia tuh.Emang gue anak kere apa tiap kali ke sana pasti makiannya begitu.
Tuh mulut apa harimau yach?Heran gue!" Irwan memandang sohibnya dengan kagum,"Gentle juga lu,mutusin baik2.Ga by phone aja.Ketemu secara langsung.Salut gue."
Ngomongin soal hp eh hp Norman bunyi.Norman meraih hpnya,"Umur panjang nih hp.Baru diomongin eh bunyi."
Norman menjawab panggilan di hpnya,"Hello...Norman Divo di sini...Saya bicara dengan siapa yach?....oh Pak Notaris....ada Pak.Sebentar...."
Norman menyerahkan hpnya pada Irwan,"Buat lu...Temen bokap lu...terima gih..."
Irwanpun menerima hp tersebut,"Ya Pak...Ini saya Irwan..."
Notaris Samuel:"Ini benar Irwan,anak Hamdan Att,yang ibunya bernama Inul?"
Irwan menjawab,"Benar Pak...Memang ada apa ya Pak?" Notaris Samuel:"Apa Nak Irwan ada waktu?Saya ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan Nak Irwan."
Irwan mengernyitkan dahi,"Soal apa ya Pak?" Notaris :"Soal amanat Ayah Nak Irwan.Banyak yang ingin saya sampaikan.
Ini ada surat juga buat Nak Irwan.Apa Nak Irwan ada rencana pergi hari ini?" Irwan :"Ga Pak.Saya di rumah saja hari ini." Notaris lega mendengarnya,"Kalau begitu saya akan ke sana.Saya mohon jangan pergi ke mana2 ya Nak.Saya sudah lama mencari Nak Irwan."
Irwan :"Ya Pak.Saya akan tunggu kedatangan Anda."
Samuel :"Kalau begitu saya segera otw ke sana."
Hp dimatikan,Irwan menyerahkan kembali hp tersebut kepada Norman.
Norman menerimanya lalu memasukkannya ke saku celananya,"Bapak itu mau ke sini?"
Irwan mengangguk,"Iya.Sepertinya ada hal penting yang ingin dia bicarakan.Ada apa ya?
Bikin penasaran saja." Norman mengambil jaket kulitnya,"Sudah!Tunggu saja.Gue mau cabut dulu.Gimana penampilan gue?Sudah keren belum?"
Irwan memandang sohibnya itu dari atas hingga ke bawah,"Wis top banget!
Si mbak Erie itu pasti klepek2 lihat lu.Emang lu ini ganteng Man,kayak bokap lu.
Keturunan wong ganteng2.Mau lu pakai handuk juga tetep ganteng kok!" Norman memukul lengan Irwan,"Gile apa?Ke rumah cewek pakai handuk doang.
Mau cari sensasi apa?Wah kayaknya pikiran lu sekarang ngeres deh Wan.Sejak ketemu si Mb Evi itu kayaknya otak lu ada yang konslet deh.Kangen ya sama mb Evi,cie...baru beberapa hari ga ketemu sudah rindu berat lu.Udah ah gue pergi dulu.Makin cepet gue mutusin hubungan gue sama Selvi makin tenang hidup gue."
Irwan:"Iya pergi sana!Gue tahu kenapa lu pingin cepet2 mutusin si Selvi karena mb Erie kan?...Cie...sapu tangan merah...tanda mata dari dhika...he..he..."
Norman mengambil kunci motornya,"Dah bro!!Gue go go dulu!"
Irwan melambaikan tangannya,"Yoi Man!!Moga sukses ya say!!Ha..ha.."
Sekarang kita lihat ke rumah Frans yuk kayake dia juga siap2 tuh mau pergi sama Nyokapnya.
***Rumah Frans*** Tampak Frans memakai pakaian rapi dan berdandan dengan rapi disupervisi oleh nyokapnya. Idayu nampak ribet menanggapi anaknya yang tampak ga senang dengan niat Nyokapnya,
"Frans sayang kamu itu senyum dikit dong.Masak manyun terus sejak tadi?"
Frans :"Ma,kenapa tergesa2 sih jodohin Frans?Belum tentu kan ceweknya juga mau." Idayu mengambil tasnya,"Jeng Soimah sudah setuju.Lagian jarang2 lho dia mau nerima dengan ramah orang2.Sudah,ayo cepat!Mami dah ga sabar mau nimang cucu.
Calon kamu itu masih muda dan pastinya dia itu punya banyak kesempatan untuk melahirkan anak2 buat kamu.Ga kayak pacar kamu dulu itu.Si perawan tua!!"
Frans terdiam dan nurut saja saat Mamanya nyuruh dia bawa mobil.Wah Frans mau ke rumah Selvi nih.Bakal ketemu Norman dong.Wah gimana nanti yach?***$ee you next eps***sorry pendek mau olahraga dulu.Acara perusahaan.
Eps 12°°°K3H1L4N64N °°° Under
°° KE°HI°LANG°AN°°°°°° Eps 12°°°°°° Under = Di Bawah °°°
Bila ada atas pasti ada bawah Bila ada tinggi pasti ada rendah Itu bukan hal yang tak bisa diubah Meskipun memang tak mudah

Bila di India ada yang namanya kasta Mulai dari sudra hingga brahmana Demikian juga di Tanah Jawa Ada raja hingga rakyat jelata

Golongan,level,tingkatan itulah hirarki Makin tinggi kedudukannya makin disegani
Makin rendah makin dianggap ga berarti Dipandang remeh atau malah dijauhi

Level atas memandang dengan pongah Pakaian necis semua serba mewah Level bawah duduk beralaskan tanah Hanya Tuhan tempat berkeluh kesah

Bagaimana cara Tuhan memandang manusia?
Apakah sama dengan cara manusia? Mengkotak-kotakkan dari yang mulia Hingga mereka yang sangat hina? Cara Tuhan melihat sungguh berbeda Bagi Dia setiap kita istimewa Setiap insan berharga di mata-Nya Ia tak pernah memandang hina ciptaan-Nya
Jika demikian adanya lalu mengapa
manusia memandang rupa Memandang bulu disetiap tindakannya Memandang hanya luarnya saja Penampilan seakan segalanya

Namun Tuhan melihat jauh ke dalam hati Melihat bukan dari mata jasmani Ia melihat yang rohani Ketulusan yang Ia sukai

Dunia melihat rupa Tuhan melihat hati kita Bila kedalaman laut bisa diduga Maka hati manusia Siapa yang tahu dalamnya Hanya Sang Pencipta

Harta dunia tidaklah kekal adanya Kesenangan dunia hanyalah sementara Bahkan seorang raja ternama Punya segala hal di dunia Harta,tahta,nama hingga wanita Diakhir hidupnya ia berkata Semua sia-sia Hanya satu yang berguna Takutlah akan Tuhan senantiasa
°°°Rumah Erie°°° Ibunya Erie tengah sibuk melayani pembeli kala melihat putrinya nampak bersiap mau pergi.
Pembeli :"Bu,saya beli bakwan dan mendoannya saja 10ribu.Jangan lupa cabenya yang banyak." Ibunya Erie melayani dengan ramah.Wah pembelinya makin seneng dan berniat langganan. Usai melayani semua costumer,cie....bahasanya....sang ibu langsung mendekati putrinya,
"Jadi mau pamitan sama anak lesmu,Nduk?" Erie menjawab sambil mengambil plastik dan memasukkan beberapa gorengan ke dalamnya,"Tentu dong Bu.Erie kan datang baik2,perginya juga harus baik2.Lagian Erie hutang dongeng sama Thea.Kasihan nanti kalau ga ditepati dia pikir janji itu ga harus ditepati lagi.Saya kan guru Bu.Harus ngasih contoh yang baik.Mulai dari menepati perkataan saya.Bu saya ambil beberapa gorengannya yach?Buat oleh2.He..he.."
Sang ibu tersenyum,"Ambil aja.Yang banyak juga gpp.Kalau anak lesmu yang satunya?
Apa kowe ya wis pamitan,Nduk?" Erie :"Sampun Bu.Gildan dan Alvina sudah kemarin.Wah saya ga tega sebenarnya Bu.
Mereka itu sudah seperti anak Erie sendiri.Apalagi Alvina wah sampai nangis Bu.Tapi gimana lagi.Minggu depan saya sudah harus ngajar di desa."
Sang ibu mengambil uang hasil jualannya,"Ini buat ongkos perjalanan.Ambil saja!"
Erie menolaknya,"Mboten Bu.Erie masih punya.Oh ya Ibu beneran merestui Erie ngajar di desa kan?Ibu gpp jaga Bapak sendirian?"
Sang Ibu mengajak Erie duduk,"Ibu gpp Nduk.Tapi Bapakmu mesti kangen sama kamu.
Tidur saja nunggu kamu pulang." Erie terdiam,"Gini saja Bu.Nanti Erie akan cari rumah di desa.Kontrakan gitu.Nah kalo sudah dapat,Ibu sama Bapak ikut Erie saja ke desa.Gimana?Soal obat,nanti Erie yang akan beli ke kota."
Sang ibu menatap wajah putrinya,"Ibu setuju Nduk.Disini lingkungannya juga ga nyenengke.Kamu sering diejek,diledeki,dan orang2nya ga punya tepa selira.
Ada orang sakit eh nyetel musik tetep aja kenceng.Sampai bapakmu kaget.
Sudah lama ibu pingin pergi dari sini.Nanti ibu akan bilang sama bapakmu.
Pasti bapakmu seneng dengernya.Lagian ibu kasihan sama kamu,di kota kalau pulang malam2,ibu suka deg2an."
Erie meletakkan kepalanya dipundak ibunya,"Iya Bu.Erie juga seneng bisa pindah ngajar.
Lelah hati Erie diledekin terus soal kandasnya hubungan Erie sama Frans.
Padahal Erie itu ga pernah mengejek orang lho Bu.Erie selalu berusaha bersikap ramah pada semua orang.Tapi kenapa ya selalu saja ada yang ga suka sama Erie.
Penampilan Erie juga biasa,make up aja paling apa bedak tabur sama pelembab.Lipstik juga tipis.Erie ga suka narik perhatian orang.Nanti Erie akan cari rumah murah di desa,kalau ga ada kontrakan gitu.Terus nanti Erie akan sewa mobil buat bawa Bapak dan Ibu ke desa.Kita hidup tenang di desa.Bapak pasti seneng denger suara jangkrik ngerik dan kodok sawah lagi."
Sang ibu membelai kepala putrinya,"Moga kamu segera ketemu jodohmu Nduk.
Pria sing ngayomi dan luwih kabeh saka kowe,Nduk.Biar ga dihina lagi.Ibu sedih lihat kamu selalu dihina orang.Orang itu bisanya cuma ngenyek ning ora ngerti susahe atine sing dinyek.Ibu bakal ndonga terus."
Erie mengusap air mata dipipinya,"Nggih Bu.Kalaupun ga diberi,Erie ikhlas kok Bu.
Erie ga akan marah atau kecewa sama Tuhan,Erie akan tetap hidup seperti perintah-Nya.
Erie akan abdikan hidup Erie buat bapak dan ibu juga buat dunia pendidikan.
Erie seneng ngajar Bu jadi Erie akan jadi guru yang baik di desa nanti.
Walaupun Erie tetep berharap Tuhan ga lupa sama Erie.Sudah jam segini Bu,Erie berangkat dulu yach?" Erie mencium tangan ibunya lalu masuk ke kamar ayahnya.Air matanya tak bisa ia bendung tiap kali melihat sang ayah. Erie mendekat dan meraih tangan ayahnya,"Bapak,Erie ngelesi dulu yach.Tidur saja,ga usah nunggu Erie.Bapak yang sehat yach...Erie sayang sama Bapak.Sayang banget....Erie pergi dulu nggih Pak."
Sang ayah berkaca2 dan mengangguk,Erie lalu mencium tangan ayahnya. Sang ayah,'Anakku wedok,bocah wadon sing apik.Di setiap jalanmu moga dituntun dan dilindungi.Ketemu karo wong kang sayang karo kowe.Bapak ga bisa kayak bapak liyane.
Tapi Bapak bangga duwe anak kayak kowe,Nduk.Bapak seneng.' Erie tersenyum sekali lagi pada ayahnya lalu pergi berangkat menuju rumah Thea.
Wah nangis saya nulis ini.Jadi inget mendiang ibu dan bapak.
°°°Rumah Selvi°°° Selvi nampak kesal disuruh dandan sama Maminya,"Mami apa2an sih pakai jodohin Selvi segala!Ini itu bukan jaman Siti Nurbaya lagi.Selvi ga mau ah!!"
Soimah langsung berkacak pinggang,"Mami ga peduli!!Kamu tahu ga Jeng Idayu itu solusi buat bisnis Mami.Akhir2 ini omset Mami turun drastis!Ga tahu kok pelanggan Mami pada kabur semua.Rekan bisnis Mami juga narik dananya.Aneh!!Mamimu ini lagi bingung kamu tahu ga?Bisnis Mami itu terancam gulung tikar.Kamu mau jadi kere kayak sapa itu si bocah preman itu?!Mau??Kamu mau ga dikasih uang jajan?Terus hobby spa dan facial juga nyalon kamu gimana?Buat bikin rambut kamu model begitu itu jutaan tahu ga??!Belum hobby shoppingmu,seminggu berapa kali kamu ke mall hehh!!??Itu semua pakai uang tahu bukan pakai daun!!Mikir!!"
Selvi terdiam,"Tapi Selvi sukanya sama Norman,Mi...." Soimah menarik nafas,"Mami itu sudah berapa kali ngomong sama kamu,sapa si bocah preman kuwi.." Selvi :"Norman Mi..." Soimah melanjutkan sambil kepet2,"Ya kuwi jenenge...Bocah kuwi ga punya masa depan...
Motor yang dia pakai itu paling juga hasil nyuri.Bocah itu anakke wong melarat!!
Kamu bakal sengsara kalau jadi isterinya.Mau makan apa nanti kamu.Makan rumput?!!Sudah!!Mami ga mau denger alasan apa2 lagi.Kamu harus nurut sama Mami.
Awas kalau ga,Mami blokir atm dan kartu kredit kamu.Ben kapok!!" Selvi langsung merajuk,"Jangan Mi!!Iya deh Selvi nurut..." Seorang pembantu memberitahu kalau ada tamu yang ditunggu sudah datang.
Wah Soimah langsung ngacir menyambut. Soimah cipika cipiki sama Idayu,"Wah Jeng Idayu makin cantik aja.Ayo masuk!Mari!!" Idayu memperkenalkan putranya,"Kenalin Jeng,ini putra saya,namanya Frans,dia pegawai negeri lho."
Frans menyalami Soimah dan tentu saja Selvi.
Selvi terkesima juga melihatnya,'Wah ganteng juga yach.Sepertinya alim deh orangnya.
Beda banget sama Norman.' Frans memandang Selvi,'Cantik sih tapi aku lebih suka Erie.Cantiknya natural ga polesan.' Bicara soal Erie,dia juga sudah sampai di rumah Selvi.Tentu saja langsung menuju ke ruang belajar Thea.Namun Frans sempat melihat kelebatannya.
Idayu menyikut putranya,"Kamu tuh lihat apaan sih?Celingukan kayak gitu!" Untung Soimah lagi sibuk ngatur hidangan di dalam jadi ga tahu kalau Erie datang. Frans:"Ga kok Mi.Lihat tanaman aja.Anggrek bulannya bagus banget." Idayu melihat memang banyak tanaman anggrek bulan di situ. Frans lega mamanya percaya,'Asli tadi aku lihat kayak Erie deh...rambut panjangnya itu lho aku hafal banget.Aneh...Ah mungkin karena aku masih begitu sayang kali sama dia.' Sementara itu di ruang belajar,Thea seneng banget Erie datang.Ia langsung memegangi tangan guru lesnya itu. Thea :"Asyik!!Mbak Erie datang!Thea sudah selesai ujiannya.Tinggal nunggu hasil saja.Ayo kak dongengnya ceritain!" Erie sampai bingung,"Iya iya...nih mbak bawain gorengan.Masih hangat.Ayo dimakan.
Kamu ga lagi amandel kan?" Thea menggeleng,"Ga kok mbak.Tenang saja.Thea ambil timusnya ya.Thea suka timus.
Manis kayak mbak Erie.He..he..Mbak Erie itu kayak putri di negeri dongeng.
Rambutnya panjang kayak Rapunzel,matanya indah seperti Snow White dan langsing seperti Barbie."
Erie tersenyum,"Bisa saja kamu.Oh ya hari ini mbak mau ketemu sama Mama kamu.
Beliau ada kan?" Thea:"Ada!Tumben mbak mau ketemu Mami Thea?Mbak ga minta berhenti ngelesi Thea kan?"
Erie :"Kok kamu tahu sih?" Thea langsung manyun,"Kenapa sih mbak ga mau ngelesi Thea lagi?Thea nakal yach?"
Erie membelai kepala gadis kecil itu,"Ga sayang.Thea itu baik dan nurut.Mbak berhenti ngelesi Thea karena mbak dipindah kerjanya ke desa.Tapi Thea tenang saja,mbak sudah carikan pengganti kok.Namanya Mbak Lia.Dia baik banget.Dia juga pinter dongeng.
Bahkan dia punya kokeksi buku cerita banyak banget.Thea pasti suka.Tapi kalau Mama Thea setuju sih."
Thea jadi ga begitu sedih lagi,"Beneran mbak?Bener lho yach...Thea mau!Walaupun Thea lebih suka mbak Erie yang ajari."
Erie membelai lengan Thea,"Mbak Lia juga baik banget orangnya.Bahkan lebih manis dari mbak.Ayo sekarang mbak mau melunasi hutang dongeng mbak.Pertemuan kali ini,ga usah bayar.Gratis!Anggap saja sebagai perpisahan.Nanti Thea harus tetep semangat belajar dan hormat pada orang tua yach?"
Thea mengangguk,"Iya mbak.Thea mau dongeng itu...Putri Tidur.Putri Aurora ya namanya?" Eriepun mulai mendongeng,"Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan...." Begitulah Erie mendongeng,sementara itu di gerbang sebuah sepeda motor nampak berhenti dan pengendaranya turun.Tentu saja pembantu yang bukain pintu keder lihat siapa yang datang,"Wah Mas mending pulang saja.Ntar Nyonya ngamuk lho kalau lihat Masnya datang."
Wah pasti Norman nih yang datang.Norman lalu menghubungi Selvi lewat hp,"Selvi...aku di depan nih.Aku mau bicara sama kamu,penting.Bisa keluar sebentar ga?"
Selvi yang pamit ke belakang untuk terima telpon Norman menjawab sambil berbisik,"Ya...
aku segera ke depan." Soimah lagi asyik ngobrol sama Idayu. Idayu:"Suaminya mana jeng?" Soimah:"Mas Saiful lagi ke Malaysia.Biasa bisnis jeng.Bossnya kan pemilik mega proyek jeng.Suami saya itu orang penting di perusahaan.Jadi ga mungkin ga ikut.Gpp kan jeng?"
Idayu tersenyum,"Gpp.Yang penting saya sudah lihat Selvi.Anaknya cantik banget dan yang penting masih muda.Masih itu..tuh...he..he.."
Frans melirik kesal sama Nyokapnya,'Mulai deh...' Soimah heran,'Selvi mana sih?Kok ga balik2?Jangan2 kabur dia."
Soimah pamit ke dalam,"Sebentar ya Jeng.Saya panggil Selvi dulu."
Selvinya malah mengendap2 lewat ruang belajar,Erie menyapanya,"Selvi?Tumben di rumah jam segini?" Selvi kaget,"Oh mbak Erie to?Tumben mbak hari Selasa kemari,bukannya jadwalnya besok ya?" Erie menjawab,"Mbak mau ketemu Mama kamu.Ini hari terakhir mbak ngelesi Thea.
Mbak dipindah kerjanya.Mama kamu ada?" Selvi :"Ada mbak.Mbak ke ruang tamu aja.Mami di sana." Selvi:'Mami bakal uring2an kalo lihat mbak Erie.Nah pas Mami sama mbak Erie,aku akan nemui Norman.Aku akan bilang kalau hubungan kami diakhiri saja.Mas Frans lebih keren dari Norman.Lagian kayaknya dia nurut gitu orangnya.Ga bantahan kayak Norman.
Lagian aku sebel Norman itu selalu mikirin sohibnya si Irwan itu.Bete banget deh..' Erie lalu pamitan sama Thea,"Thea mbak pergi yach.Mbak sudah lunas lho hutang dongengnya.Tetep rajin belajar yach Sayang."
Thea berkaca2,"Thea pasti bakal kangen sama mbak Erie.Tunggu bentar Mbak.
Thea punya sesuatu buat mbak." Selvi malah ngacir kabur ke gerbang,"Mbak Erie,saya duluan ke depan yach.Mbak cepetan ke ruang tamu.Kayake Mami mau pergi lho."
Erie mengangguk,"Ya mbak segera ke sana." Thea muncul membawa boneka beruang lucu kesayangannya,"Ini buat mbak.
Biar mbak selalu ingat sama Thea.Ini boneka kesayangan Thea.Tapi papi janji mau beliin yang baru nanti dari Malaysia.Jadi ini buat mbak."
Erie menerimanya dengan haru,"Terima kasih ya Sayang.Mbak ga akan lupain Thea kok." Thea lalu menggandeng Erie ke ruang tamu,"Ayo mbak.Thea anterin nemui Mami."
Sambil membawa boneka pemberian Thea,Erie mengikuti Thea ke ruang tamu.
Alangkah terkejutnya Erie saat melihat Frans di sana. Franspun tak kalah kaget,"Erie??!" Idayu lebih heran lagi melihat Erie,"Kamu??!!Ngapain kamu disini!Pasti kamu mau merayu Frans lagi yach?Biar terima kamu iya??Jangan harap yach!!Saya ga akan pernah biarkan Frans menikah sama perawan tua kayak kamu!!"
Soimah yang lagi nyari Selvi heran mendengar ribut2,"Ada apa ini?" Erie tertunduk dimaki2 sama Nyokapnya Frans,Frans coba menenangkan Nyokapnya. Frans :"Mi,sudah!Erie itu guru les Mi.Mami jangan sembarangan menuduh." Thea juga angkat bicara,"Tante ini siapa?Kok marahin guru les Thea?Thea ga suka!" Soimah kaget putri bungsunya malah bela Erie,"Thea!Jangan kasar sama tamu!
Oh ini pasti ajarannya guru lesnya nih!!Bagus!!Hey perempuan ga laku2,dengerin yach...
Mulai hari ini saya berhentiin kamu jadi guru lesnya Thea.Saya akan cari guru baru.
Jadi sebaiknya kamu segera angkat kaki dari rumah megah saya ini!!"
Erie menahan air matanya lalu memandang Thea,"Mbak pergi dulu yach...Permisi semuanya."
Soimah menahan langkah Erie,"Tunggu!!" Semua kaget apalagi Erie.Wah apakah yang akan dilakukan Soimah pada Erie?Akankah Soimah tahu bahwa Norman datang?
***see you next eps***