Eps 61 GERBONG 10 :
DEBU-DEBU JALANAN
!!!!! Tiket C ....x8837
||||| Ye Shall Not Be So
¡¡¡¡¡ Kau Seharusnya Tak Seperti Itu
↑↑↑↑↑ LIMA JARI TANGAN
Lima jari tangan mengadakan pertemuan dengan tujuan memutuskan siapakah sesungguhnya di antara mereka yang paling unggul.Pertama2 JEMPOL tangan dengan bangganya berkata,"Asalkan aku mengacungkan jempol berarti menandakan bahwa akulah yang paling unggul!"
Jari TELUNJUK dengan gusar membantah dan berkata,"Setiap kali ingin makan,selalu aku yang digunakan untuk mencolek dan mencicipi.Tanpa dapat mencicipi makanan dan makan,semuanya tidak bisa hidup.Oleh karena itu akulah yang paling unggul!"
Jari TENGAH juga tidak mau kalah,"Diantara kita,sudah pasti akulah yang paling tinggi dan panjang.Oleh karena itu kalian harus mendengarkan perintahku!"
Jari MANIS dengan tenang berkata,"Setiap kali upacara pernikahan,cincin kawin selalu dikenakan padaku.Demikian pula segala macam cincin perhiasan yang bagus dan mahal selalu dikenakan padaku.Bagaimana kalian bisa menyamaiku?"
Keempat jari masing2 membanggakan diri,namun hanya jari kelingking yang berdiam diri.Keempat jari tersebut kemudian heran dan bertanya,"Kenapa kamu berdiam diri?"
Jari KELINGKING dengan rendah hatinya berkata,"Saya adalah yang paling kecil dan paling akhir,bagaimana mungkin saya dapat disamakan dengan Anda sekalian?"
Wah keempat jari seneng banget mendengarnya namun jari kelingking melanjutkan,"Tetapi pada waktu memberikan salam dan hormat,sayalah yang paling depan dan dekat dengan mereka."
\\\\\ BERJALAN DI TEPI PANTAI TERTIUP ANGIN BERHEMBUS....( Rumah Ny.Puspa )
Pagi usai sarapan Irwan dan Evi minta ijin pada Ny.Puspa kalau mereka mau pergi jalan2.Nyonya Puspa mengerti dan berpesan,"Pulangnya jangan sore2 ya?Soalnya saya ada arisan keluarga nanti.Saya mau kalian ikut serta dengan saya,mau saya kenalin ke anak2 dan kerabat saya."
Irwan setuju,"Tentu Nyonya!Kami merasa tersanjung diundang ke acara keluarga Nyonya.Pasti kami akan kembali sebelum sore tiba."
Akhirnya merekapun pergi.Emang mau kemana sih?Yang pasti yang banyak airnya.Pantai?Ga juga.Blumbang?Weleh...
///// SEJUKKAN HATI DAMAIKAN DIRIMU MELIHAT BIRU....
Irwan jelas kepo gitu soalnya Toto sepertinya dah dikasih tahu sama Evi kemana mereka pergi,"To...kamu emang tahu kita mau kemana?Kok tumben ga nanya sama aku?"
Toto malah mesem,"Lho masak Boss belum dikasih tahu sama Nyonya Boss?Waduh saya jadi ga enak nih..."
Irwan pura2 kesal lalu minta mobil dihentikan,"Berhenti To!Kamu harus nurut sama aku bukan sama Evi,yang bayar kamu kan aku!"
Wuih Evi jadi keder dengernya,"Wan,jangan marah dong...aku minta maaf ...maksud aku biar jadi kejutan gitu.Gantengnya hilang lho kalau marah2..."
Irwan malah sedakep gitu,"Kamu mau pergi sama aku apa sama Toto?Huhh!"
Wuih Toto yang gantian keder,"Waduh Boss...ga pernah saya punya niat begitu atuh...Saya itu bukan pagar makan tanaman Boss..."
Evi malah jadi sedih dan turunlah ia dari mobil,"Ga jadi pergi aja.Aku mau balik ke Jakarta aja!"
Weih...malah naik menuju halte bus Evinya.Irwan segera ngejar dia,"Evi!Nyonya sayang!Aku ga marah sungguhan!Evi!!Tunggu!"
Busnya mendekat,Evi naik dengan mata berkaca2.Irwan juga segera naik ke dalam bus.Mana penuh lagi.Waduh!
Evi berdiri sambil menahan tangis,'Niat aku tuh mau bikin kamu damai sama Mama kamu Wan.Tapi malah jadi kayak gini!'
>>>>> BERSAMA TELAH DILEWATI BERSAMA TELAH DIJALANI...( DI DALAM BUS KOTA )
Toto hanya bisa mengikuti bus yang dinaiki bossnya.Ia tahu Irwan emang julit niatnya cuma mau godain Evi tapi yang digoda malah sensitif.Jadinya malah ribut deh.Didalam bus Irwan coba mendekati Evi tapi dicuekin sama Evi,"Vi...please maafin aku ya?"
Evi malah buang muka,tanpa satu katapun keluar dari mulutnya.Irwan panik,'Aduh kok jadi gini sih?'
Bus melaju dan sesekali menaikkan atau menurunkan penumpang.Evi yang niatnya mau menghindari Irwan malah kedorong jatuh ke arah Irwan,emang jodoh sih makanya ya baliknya ya situ lagi deh.Irwan senyum2 gitu menangkap tubuh kekasih hatinya,eh calon isteri ding.Hingga bus kian penuh,Evi melihat Irwan nampak meringis kesakitan.Ia jadi cemas melihat Irwan berdiri terus sejak tadi demi dia bisa duduk.
Irwan emang merasa pusing makhlum ga pernah naik bus.Tapi ia nahan dirinya biar terlihat kuat.Kuadasan he..he..
¤¤¤¤¤ AKU DISINI 'KAN BERSAMAMU TELAH IKAT JANJI....
Irwan kaget kala tiba2 Evi berdiri dan menarik tangan Irwan menuju pintu,"Pak halte depan ya!"
Buspun berhenti di halte yang dimaksud,"Ciiit!"
Irwan turun dan langsung muntah2 dia,"Wooeek!Wooekk!"
Evi jadi merasa bersalah,"Wan,kamu ngapain kejar aku segala?Biarin aja aku tadi."
Toto menghentikan mobil dekat mereka,"Boss!Waduh kok sampai begini Boss?"
Irwan dibawa ke mobil,dipapah Evi gitu.Toto melihatnya sambil geleng kepala,'Tadi marahan kini gandengan lagi.Heran aku...'
Tapi ia seneng mereka bersama lagi.Ga ribut lagi.
♡£¥%€ HIDUPKU KAN DAMAIKAN HATIMU...( DALAM MOBIL )
Irwan bersandar gitu dibahu Evi,"Jangan marah lagi ya Nyonya Sayang.Aku langsung stress nih.Perutku jadi kambuh nih penyakitnya..."
Evi segera mengambilkan obat,"Diminum dulu ya obatnya.Iya ga marah lagi deh..."
Irwan lega dan menyuruh Toto tetap menuju lokasi yang diinginkan Evi,"Lanjutkan perjalanan To."
Toto agak ragu,"Yakin Boss?Kondisi Boss gimana?"
Irwan malah meraih jemari Evi,"Aku dah baik To kan ada Nyonya aku disini.Kita dah damai.Iya kan Nyonya sayangku?"
Evi merona kala Irwan malah mengecup pipinya,"Irwan iih...ada Toto tahu!"
Irwan malah melirik Toto,"To konsent nyetir jangan lihat belakang ya..."
Weleh malah makin merona Evinya.Dasar Irwan!
^^^^ DIRIKU KAN SELALU MENJAGAMU...
Irwan malah manja gitu sama Evi,"Masak aku ga ngejar kamu sih Nyonya sayang?Aku kan ga mau kehilangan kamu."
Evi malah jadi terharu,"Aku harusnya berpikir dulu sebelum naik ke bus tadi.Maaf ya aku malah ga bisa jagain kamu.Malah bikin sarapanmu keluar semua."
Irwan menggeleng,"Gpp.Aku juga yang salah.Dah bikin kamu jadi bete.Mulai kini aku akan tampil cool aja deh.Ga playful lagi."
Evi meraih wajah CEO muda itu,"Jangan!Jangan jadi Irwan yang lama.Jangan...jadilah ceria lagi.Aku janji ga akan sensitif lagi."
Irwan terdiam sejenak,"Kau suka aku yang ceria?Yang suka godain kamu?Bener?"
Evi mengangguk,"Iya Pak CEO sayang..."
Kedua insan itu malah saling pandang dan saling melempar senyum.Toto sampai ga berani lihat ke belakang.Fokus nyetir man!
@!(?$ IJINKAN KU SELALU BERSAMAMU KASIHKU PADAMU...
Akhirnya sampai juga mereka di tujuan.Dimana sih?Misteri amat?Mereka rupanya menuju sebuah telaga di daerah Puncak.Irwan yang tidur sejak tadi terbangun juga,"Sudah sampai ya?"
Evi tadi sempat membeli makanan di perjalanan buat Irwan makan biar ga telat makan kan perutnya dah kosong tadi.Ia juga membawa karpet kecil buat lesehan.Irwan senang sekali melihat pemandangannya yang indah,"Wow!Telaga warna ya?"
Toto membawa perlengkapan dan segera mencari spot yang aman tapi nyaman juga buat bossnya,"Disini aja Boss lokasinya mantap!"
Toto tahu diri dan hanya melihat dari jauh sekalian sterilisasi lokasi.Weleh...
Sementara itu di Jakarta Shiha nampak berang tawarannya ditolak Reza.
》¤《♡| TELAH KUBERIKAN SEMUA TELAH KURASAKAN BERSAMA....( Jakarta )
Shiha kesal meninggalkan lokasi rumah Reza,"Ga tahu diuntung!Diajak kerjasama malah kayak begitu.Dasar cowok mental tempe!"
Saking kesalnya sampai lampu dah hijau dia ga jalan juga,"Din!Din!"
Shiha segera gas poll,"Sial!Sepertinya aku harus berjuang sendiri meraih hati Irwan lagi.Ia lalu ingat Intan,"Oh iya aku kan punya satu kroni lagi.Jika ga ada rotan akarpun jadi deh."
Ia lalu talking2 sama Intan by phone.Intan jelas kemecer ditawari komisi gede,"Siap Non!Eh Nona Boss ding!Saya siap melaporkan apa saja dan menjalankan semua perintah Nona Boss!Pastinya fulus jangan lupa he .he.."
Shiha seneng,"Beres!Soal itu ga usah khawatir.Asal kamu nurut aja sama mau aku.Ok?"
Wah ada yang kerja sama nih.
$^/!( SAMPAI TERHENTI NAFASKU INI HANYALAH UNTUKMU...
Shiha tersenyum licik,"Aku akan memperjuangkan Irwan sampai nafas penghabisan.Irwan harus jadi milikku.Harus!"
Sementara Hazman juga mengatur rencana hendak mendekati Irwan lewat bisnis.Jika ia dekat dengan Irwan maka akan memudahkan untuk menghancurkan CEO muda itu.Irwan sama Evi sendiri malah asyik berdua menikmati pemandangan telaga warna.Irwan berbaring dengan kepala di pangkuan Evi,"Indah sekali ya?Airnya terlihat sangat indah dengan warna warni disebabkan pantulan dari warna langit dan pohon2 sekitarnya."
Evi lalu berkata,"Kamu tahu ga kisah asal mula telaga ini Wan?Ada kisahnya lho."
Irwan memandang kekasih hatinya itu,"Benarkah?Ada dongengnya nih.Mau dong didongengin.Tapi sambil disuapi ya?Aku lapar."
Evi segera menyiapkan makan Irwan,"Sambil makan dengerin aku cerita ya?"
Irwan segera bangun,"Siap Nyonya Sayang..."
Once upon a time...there is a gold fish.And he live all alone.The End.Weleh masak gitu sih?Itu kan iklan permen jeng?He...he...Dongengnya next eps ya.***see you next eps***
GERBONG 10 DEBU-DEBU JALANAN EPS 62 : Overwhelmed By Mercy
Kedua hal tersebut dapat diperoleh melalui keturunan atau bisa diakibatkan oleh aktivitas banyak membaca atau terlalu lama bekerja dengan komputer.Terus kalau kena minus gimana?
Penyakit ini akan cenderung terus bertambah terutama jika masih berada pada masa pertumbuhan.Apa hubungannya dengan pertumbuhan?Seiring dengan bertambahnya tinggi badan maka minus juga akan bertambah dikarenakan sumbu bola mata yang ikut bertambah panjang.Terus bisa dicegah ga?
Mata minus tidak bisa dicegah baik dengan terapi ataupun obat2an kecuali jika kita melakukan operasi lasik.Terus gimana dong?Yang dapat dilakukan hanyalah menjaga kesehatan mata agar minus tidak bertambah cepat.Caranya?Dengan memberikan kacamata atau lensa kontak sesuai ukuran serta mengurangi aktivitas membaca terlalu dekat dan terlalu lama bekerja di depan komputer.Pada umumnya mata minus akan berhenti bertambah saat mendekati usia 30-an dan akan cenderung turun di usia 40-an.
- DIMATAMU MASIH TERSIMPAN SELAKSA PERISTIWA...( Rumah Idayu )
Wajahnya memang tak muda lagi namun masih terlihat jelas garis2 kecantikan kala ia masih muda.Itulah Mamanya Irwan.Lakon kita he..he..Masih bisa ha..ha..he..he..padahal tadi ada serangan bom lho di gereja Oikumene Samarinda.Wah bicara soal teror,Solo mah sarangnya.Kita itu emang adem ayem tapi dalamnya woi...banyak gerakan bawah tanahnya.Dah ga kaget saya,lha wong gereja dekat rumah saya aja pernah dibom.Makanya lagu saya di CP eps kemarin judule Pasrah.He .he..
Wis cerita soal terorisnya.Sekarang lanjut cerita lagi.
/ BENTURAN DAN HEMPASAN TERPAHAT DI KENINGMU...
Dahi Idayu nampak mulai berkerut kini,makhlum sudah ga muda lagi.Ia ingin menelpon hpnya Irwan tapi ia takut malah merusak mood Irwan yang lagi away.
Kayak tanding bola saja jeng.Ada home ada away.Iya ya...nulis itu ternyata bisa keimbas dari hobby penulise.Kalau penulise suka bola?Ya kayak sekarang ini.Kalau penulise suka memprovokasi?Ya tulisane provokator gitu.Kalau penulise suka keributan?Ya tulisannya ngajak ribut.Oo...begono...
^ KAU NAMPAK TUA DAN LELAH,KERINGAT MENGUCUR DERAS....
Idayu membuka lembar demi lembar album foto kala suaminya masih hidup,"Pi,sekarang Irwan sudah besar dan sukses lho..."
Idayu meraba foto mendiang suaminya yang nampak duduk di kursi kerjanya terlihat begitu seriusnya,"Kamu kalau lihat Irwan sekarang bener2 mirip kamu Pi..."
Tak terasa air mata menggenang di pelupuk matanya,"Kalian sama2 suka memendam perasaan dalam hati.Ga suka curhat.Kalau sampai bisa curhat berarti spesial banget tuh orang yang dicurhati."
Ia mengambil tissue dan menyeka air matanya,"Kalian juga gila kerja.Ga kenal lelah kalau soal yang satu itu.Pi...aku kangen anak kita..."
- NAMUN KAU TETAP TABAH HM...
Langit cerah sekali hari itu tak tampak mendung bergayut sedikitpun.Awan cumulus nampak berarak dengan indahnya di langit Jakarta.Idayu meletakkan album foto di meja lalu berdiri melihat awan,"Sedang apa kamu sekarang Wan...putra Mami...adakah kau mengingat Mamimu ini sebentar saja?Mami harap kau jangan membenci Mami lebih lama lagi.Mami ga tahan sayang...Semoga ada yang membuka mata hatimu untuk memaafkan Mami.Semoga..."
¤ MESKI NAFASMU KADANG TERSENGAL...( DI PUNCAK )
Seorang wanita nampak asyik merias diri di depan cermin.Wig warna merah maroon dia pakai membuat wajahnya bak artis saja.Seorang pria nampak masih pulas di tempat tidur.Nafasnya teratur pertanda bahwa ia masih lama akan bangun.Wanita itu mengambil hpnya,"Hayati,apa Reza di rumah?...oh...dia dirumah ya?Ya udah...gpp.Aku pulangnya ntar malam aja.Jangan bilang aku nelpon ya.Dah Hayati sayang..."
Wah itu Inul ya?Yoi choi!Setali 3 uang dengan Idayu sebenarnya masalah dia.Hanya kalau Inul mah dah kejerat dunia malam nan glamour dan bebas.
> MEMIKUL BEBAN YANG MAKIN SARAT KAU TETAP BERTAHAN...
Inul dan Idayu sama2 bermasalah dengan putra mereka.Sama2 dah ditinggal suami mereka.Sama2 masih cantik juga walau dah ga muda lagi.Bedanya adalah Inul tetap bertahan pada kesalahannya.Ia terlanjur enjoy dunia remang2 dan pelukan pria hidung belang.Zebra dong?Weleh...
¥ ENGKAU TELAH MENGERTI HITAM DAN MERAH JALAN INI....
Inul malah pesan makanan pada pengurus villa.Sambil menanti makanannya ia melihat pemandangan nan indah di hadapannya,'Jalan hidup yang kutempuh ini memang kuakui bukan jalan yang benar tapi hanya jalan ini yang kutahu bisa menghindarkanku dari hidup miskin.Aku ini ga berpendidikan.Tahunya cuma dandan,nyanyi dan goyang.Aku ga mau hidup miskin kayak dulu.Jadi pembantu.Gaji kecil.Belum disiksa majikan.Jadi TKW juga sama aja resikonya sama besarnya.Daripada jadi perek di sana mending jadi perek di sini.Aku ga nyalahin Reza kalau dia ga suka sama pilihan hidupku.Dia kan kayak bapaknya.Alim.'
% KERIPUT TULANG PIPIMU GAMBARAN PERJUANGAN...
Inul ingat bagaimana susah payahnya suaminya dulu bekerja.Demi kebutuhan hidup tercukupi suaminya sampai jualan keliling.Jual makananlah.Pernah nyoba jual bakmi,jual bakso,mie ayam,krepes hingga jualan soto juga.Suka kehujanan,pulang larut malam,kadang malah dini hari.Belum dirampok di jalan.Belum sakit dan sebagainya.Ia sudah lelah dengan semua itu.Lelah jadi orang miskin.
~ BAHUMU YANG DULU KEKAR,LEGAM TERBAKAR MATAHARI...
Ia iri lihat temannya suatu kali mampir ke warungnya dan koment,"Wah kamu dah tobat ya Nul?Sekarang kulitmu dah ga putih lagi.Dah kayak ibu2 rumah tangga.Pangling aku Nul.Beda lihatnya."
Asli rasanya Inul pingin nangis waktu itu,dia gendong Reza yang masih kecil sedangkan suaminya sibuk melayani pembeli.Dia juga sibuk bantu buatin minum pembeli,tapi temannya datang dengan pakaian modis dan perhiasan bertebaran.Pakai gelang,cincin rapel2 ,kalung sampai dobel2,belum anting dan yang lainnya.Ia ingat waktu itu ia pakai daster,lusuh,ga dandan,dan kucel.Emang jalan benar itu ga gampang sih.
♡ KINI KURUS DAN TERBUNGKUK HM...( RUMAH REZA )
Hayati menaruh lagi hp jadulnya ke dalam saku bajunya,'Tante Inul pasti menghindari Mas Reza deh.Mereka itu kayak Tom and Jerry.Padahal mereka ibu dan anak.Heran deh..'
Hayati membuatkan juice mangga buat Reza,"Sudah jadi Mas juicenya.Cobain deh!Enak ga?"
Reza meminumnya,"Mmmh...mantap!Seger banget.Manis kayak yang bikin."
Wah Hayati langsung merona pipinya,"Mas bisa aja."
Hayati juga mengambilkan makan untuk Reza,"Ayo makan yang banyak Mas.Biar gemukan dikit.Masak kurus terus."
Reza mesem,"Wah kalau dilayani terus gini bakalan cepet gemuk aku.Beruntungnya pria yang dapat kamu Hayati."
Hayati malah memandang Reza yang sibuk makan,'Andai Mas tahu aku berharap Mas adalah pria itu.Tapi aku ini cuma pembantu.Ga mungkin Mas suka sama aku.'
� NAMUN SEMANGAT TAK PERNAH PUDAR...( TELAGA WARNA )
Irwan sudah selesai makan dan kini kembali membaringkan diri di karpet sedang kepala kembali di atas paha Evi.Ia menikmati indahnya langit,"Lihat itu awan cumulus berarak Nyonya sayang!Indah ya kayak dekat gitu ya dengan kita?"
Evi melihat ke langit tapi bukan mengagumi awan seperti Irwan.Ia malah berdoa,'Tuhan,beri aku kekuatan untuk bisa membujuk Irwan.Lembutkanlah hatinya ya Tuhan.'
Evi membelai kepala CEO muda itu,"Wan,jadi mau dengerin dongeng telaga warna ga?"
Irwan mengecup jemari kekasihnya itu,"Jelas dong!Semangat 45 nih mau dengerin kayak gimana sih legendanya he..he..."
》MESKI LANGKAHMU KADANG GEMETAR...
Evi sedikit gemetar juga memulai ceritanya,"Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan nan makmur gitu.Raja dan isterinya sangat dicintai oleh rakyat.Namun mereka punya satu kerinduan."
Irwan mendengarkan dengan seksama,"Kerinduan seperti yang kurasakan terhadapmu?He..he.."
Evi mencubit pipi CEO Asian Group itu,"Dasar Pak CEO julit!Suka banget bercanda."
Irwan tersenyum senang dan kembali mengecup jemari Evi,"Terus kerinduan soal apa dong?"
~ KAU TETAP SETIA...
Evi melanjutkan ceritanya,"Mereka merindukan keturunan.Sudah lama tak jua Sang Ratu mengandung.Rakyat ikut sedih."
Irwan malah menerawang,"Beda ya dengan zaman sekarang.Kalau pemimpin bangsa kita kena masalah rakyat malah mengecam.Bukan mendukung dan mendoakan tapi malah menghina.Dunia sudah berubah ya?Mana nilai2 luhur nenek moyang kita dulu?Apakah sudah dilupakan ya?"
Evi membelai rambut Irwan,"Memang yang dicari dari orang itu adalah kesetiaannya.Tapi kau tenang saja.Aku akan selalu setia mendampingimu melewati susah dan senang bersama."
Irwan seneng banget dan tersenyumlah ia sembari menatap wajah Evi,"Alam denger perkataanmu lho Nyonya Sayang he..he..Terus gimana apa akhirnya mereka punya anak?"
× AYAH,DALAM HENING SEPI KURINDU...
Evi mengangguk,"Kau benar mereka akhirnya mendapat anak.Dewata mendengar doa rakyat mereka."
Irwan malah kepo,"Anaknya laki apa perempuan?"
Evi malah julit,"Coba tebak?"
Irwan mikir,"Perempuan aja deh soalnya kalau anak laki2 dah banyak kisahnya.Malin Kundang terus Sangkuriang dan banyak lagi.Bener ga tebakanku?"
Evi mengakui kehebatan Irwan,"Emang Pak CEO orangnya cerdas deh.Tebakannya bener."
Irwan segera bangun,"Kalau gitu dapat hadiah dong.Satu kecupan aja deh."
Evi jadi salting dan lihat kiri kanan,'Untung sepi.Kalau ramai bisa malu aku.'
Irwan masih menunggingkan pipinya,"Ayo dikecup!"
¤ UNTUK MENUAI PADI MILIK KITA...
Evi lalu mengecup pipi Irwan,"Puk!Sudah...sekarang ayo berbaring lagi.Baru separo jalan ceritanya lho.Juga ga boleh minta yang aneh2 lagi.Ok?"
Irwan manyun sambil mesem juga,"Hu...aku jadi kayak Sultan Turki siapa ya namanya aku lupa...dimana dia punya isteri yang selalu dongengin cerita ke dia sampai dia berubah lho dari raja lalim jadi raja yang baik."
Evi batin,'Irwan tahu aja sih maksudku.Heran deh...instingnya kuat banget.'
Irwan kembali meletakkan kepalanya di atas paha kekasihnya,"Lanjutkan!"
Evi kembali cerita,"Sang putripun tumbuh dewasa dan wajahnya sangat cantik.Namun tidak diikuti dengan sikapnya.Ia suka merendahkan orang lain dan sering mendukakan hati kedua orang tuanya terutama ibundanya."
Irwan kembali koment,"Jangan2 kisah anak durhaka lagi ya?Banyak sekali anak durhaka di zaman dulu ya?"
Evi berkata,"Iya ya...kenapa di negeri kita kisah anak durhaka marak ya?Kuharap kita bukan generasi anak durhaka juga.Iya kan Wan?"
Irwan terdiam.Evi lalu melanjutkan lagi,"Puncaknya saat perayaan ultah sang putri.Kala itu rakyat dengan antusias membawa benda2 miliknya untuk dipersembahkan kepada sang putri sebagai hadiah.Banyak sekali batu aneka warna diberikan oleh mereka.Oleh sang ratu batu2 itu dirangkai menjadi kalung.Lalu ia berikan kepada putrinya dan berkata bahwa itu hadiah dari rakyat.Tapi..."
~ TAPI KERINDUAN TINGGAL HANYA KERINDUAN...
Irwan jadi penasaran,"Tapi apa?"
Evi menarik nafas dulu,"Tapi sang putri malah melemparkannya ke tanah.Ia ga sudi menerima barang2 seperti itu.Baginya itu ga berharga.Tentu saja hal itu sangat mendukakan hati ibunya.Sang Ratu menangis dan berkata bahwa ia menyesal melahirkan anak seperti itu.Air mata sang ratu menetes dan tiba2 air muncul dari dalam tanah menenggelamkan kawasan itu.Itulah telaga ini."
Irwan masih heran,"Terus kenapa dinamai telaga Warna?"
^ ANAKMU SEKARANG BANYAK MENANGGUNG BEBAN...
Evi malah punya ide,"Kalau aku jawab kamu harus janji sama aku satu hal.Mau ga?"
Irwan memandang Evi,"Janji banyak halpun aku mau he..he.."
Evi kembali mengusap kepala Irwan,"Aku ga minta banyak hanya satu kok.Nah sekarang aku jawab ya?Kamu lihat kan warna air di telaga ini berbeda2.Aneka warna.Konon itu berasal dari kalung yang dilempar sang putri.Kalung itukan terdiri dari aneka batu berwarna.Itulah kenapa disebut telaga warna."
Irwan jadi sedih,"Sedih nian ya kisahnya.Kenapa dia ga bisa menghargai pemberian orang lain ya?Apalagi kalung itu dirangkai oleh ibunya pasti penuh dengan rasa cinta.Menyedihkan."
Evi merasa saatnya tiba untuk membujuk Irwan,"Aku senang kau berkata begitu Wan.Pasti sedih ya punya anak begitu.Anak yang mendukakan hati orang tuanya terutama ibunya.Wan,kamu tadi janji sama aku kan?Mau lakuin apa aja buat aku?"
Irwan ga curiga sama sekali,"Iya.Emang mau minta apa sih?"
Evi meraih jemari Irwan,"Kamu jangan mendukakan hati Mamamu ya?Kumohon maafkanlah beliau.Aku ga tega lihat beliau menangis di makam waktu itu.Dia sayang sama kamu Wan.Dia merindukanmu.Mau ya maafin Mama kamu?Aku mohon."
Irwan tertegun tak menduga ia kalau Evi akan meminta hal itu darinya.Irwan berdiri dan menatap ke arah telaga,ia masih diam.Evi mendekatinya dan memeluknya dari belakang,"Bukankah jika kita menikah kau juga membutuhkan restu Mama kamu?Aku tahu ini ga mudah tapi aku juga tak ingin kalian terus seperti ini.Tuhan saja selalu menerbitkan matahari bagi siapa saja.Baik pada orang yang baik ataupun yang jahat.Terbitkanlah matahari buat Mamamu.Kasihan beliau.Aku rasa hatimupun ga tega sebenarnya bukan?Kau akan terus dibebani kalau kau tak melepaskan pengampunan Wan.Lepaskanlah Wan...berikanlah kesempatan lagi untuk kalian membina kembali hubungan ibu dan anak.Tak ada mantan anak Wan...tak ada juga mantan ibu.Mau tak mau kalian itu akan selalu terikat.Mau ya Wan ya?"
Irwan memejamkan matanya.Air mata menetes di pipinya.
Apakah Irwan akan memenuhi permintaan Evi?Kalau saya malah lagi kepo soal race Valencia nih.Siapa yang bakal naik podium ya?Weleh...***see you next eps***
DEBU-DEBU JALANAN EPS 63 : The Preparations of The Heart
→ Ozon ditemukan pertama kali oleh fisikawan Belanda bernama Martinus Van Marum pada th 1785.Gimana sejarahnya?Dia mengamati bau aneh yang dihasilkan di dekat mesin elektrostatik.Tahun 1840 ahli kimia asal Jerman yaitu Christian Friedrich Schonbein mensintesis penemuan itu.Penamaan ozon diambil dari bahasa Yunani Ozein yang berarti smell dan bau.
Nah ternyata semua memang dirancang Tuhan untuk kebaikan pada akhirnya.Hanya kita saja yang kadang melihat sesuatu bukan secara full eps alias full view tapi potongan alias editan.Sehingga kebenaran tertutup oleh pengertian dan persepsi kita yang sempit.Oke mari kita ke story aja.Diiringi lagu dari siapa kali ini?
→→ AKU TAHU INI SEMUA TAK ADIL... ( TELAGA WARNA )
Keindahan telaga warna tak mampu menghapus kepedihan di hati Irwan.Kenangan pahit kala mengetahui adiknya memilih menjatuhkan diri dari atas gedung demi arogansi Mamanya masih lekat di memorynya.Tanpa ia sadari air mata menetes di pipinya,"Ini ga adil Vi..."
Evi tahu tragedi itu meninggalkan luka menganga di hati kekasihnya itu,"Di dunia ini hanya Tuhan yang adil..."
Irwan memejamkan matanya dan kilas balik kejadian bunuh diri adiknya seakan bak film diputar kembali di hadapannya,"Aku tak bisa Vi!Aku tak bisa..."
Irwan malah melepas pelukan Evi dan lari menjauh.Evi kaget,"Irwan!!Irwaaan!!"
Perasaan Evi jadi ga enak,'Apa aku terlalu memaksa ya?Apa aku terlalu arogan kayak mamanya?Aku harus memberi pengertian pada Irwan.'
°°° AKU TAHU INI SUDAH TERJADI....
Toto kaget juga lihat Bossnya malah lari,"Boss!!Kenapa Boss???"
Irwan malah berkata padanya,"Jaga Evi To!Aku ingin sendiri."
Wei...Toto bingung juga,"Lho lha Boss mau kemana?"
Irwan malah dah lari,"Boss!!Waduh,ini gimana nih?Aku harus jaga yang mana?Aha!Aku panggil bala bantuan aja kali ya!!"
Toto malah asyik ngebel,"Hey!!Boss butuh kalian!Cepet nyusul ke Bogor!"
Evi datang dengan terengah2,"Irwan mana Mas Toto?Tadi lari ke arah sini."
Toto malah balik nanya,"Ada apa sih Non?Kok Boss jadi aneh?Kalian bertengkar lagi ya?"
Evi jadi tambah merasa bersalah,"Ini semua salah saya Mas.Tapi yang penting kita ga boleh biarin Irwan sendiri.Irwan ke arah mana Mas?"
Toto lalu menunjuk arahnya,"Ke sana.Katanya mau sendiri gitu.Ayo kejar Non!!Ntar nekad lagi gawat deh..."
Mereka segera mengejar Irwan namun banyak pepohonan di sana sehingga mereka bingung.Irwan dimana ya?Ada yang tahu?
>>> MAU BILANG APA AKU PUN TAK SANGGUP....
Evi panik plus feeling guilty,"Irwan mana ya?Irwaaan!Irwaaan!!"
Toto juga ga kalah panik,"Boss!!Jangan main petak umpet deh Boss!!Udah ga kanak2 lagi nih!Boss!!"
Tak ada sahutan apalagi pertanda bahwa Irwan di dekat situ.Evi terus menyalahkan dirinya,"Aku bodoh!Akulah yang salah!Aku ga seharusnya menyinggung masalah itu.Dia masih luka hatinya.Aku bodoh!!"
Toto malah heran,"Masalah apa sih Non ?Apa masalah adik Boss ya?"
Evi mengangguk pilu,"Iya Mas Toto.Aku hanya ingin Irwan dan Mamanya baikan itu saja.Tapi sepertinya timingnya ga tepat."
Toto menghela nafas,"Memang kalau masalah itu Boss sensitif Non.Saya dah ga mau bahas lagi.Bukan apa2 tapi ga sanggup saya lihat Boss sedih lagi.Biasanya kalau sedih Boss suka kumat maagnya...wah gawat Non!!"
¤¤¤ AIR MATAPUN TAK LAGI MAU MENETES...
Perkataan Toto bikin Evi makin ga karuan,"Saya cari ke arah sana aja!Mas Toto ke sebelah sana ya?Yang nemuin duluan hubungi yang lain ok?"
Toto setuju dan segera mereka berpencar.Evi menyusuri area berharap melihat sosok Irwan di antara balik pepohonan.Air mata terus menetes di pipinya,"Wan...jangan sembunyi dariku...Wan...maafkan aku...Irwaan...kamu dimana?Wan jangan lakukan ini sama aku.Wan..."
Irwan ngumpet dimana sih?
� ALASANNYA SERING KALI KUDENGAR...( RUMAH IDAYU )
Idayu membelai foto Rita yang ia pajang di kamar tidurnya,"Maafkan Mamamu ini sayang...aku tak seharusnya melimpahkan kebencianku padamu..."
Idayu juga membelai foto Irwan yang ia sandingkan di sebelah foto Rita,"Sebenarnya kalian itu bukan saudara kandung.Aku kehilangan putriku kala proses persalinan.Namun suamiku ga mau aku sedih maka dia menukar bayinya dengan bayi orang lain yang kebetulan si ibu meninggal dan tak ada siapa2 lagi yang mau bertanggung jawab atas bayi itu.Akupun baru tahu rahasia ini kala Rita kerap jatuh sakit.Aku baru sadar kalau golongan darah dia beda denganku maupun Papa kalian." Oohh...gitu to ceritanya?Apa Irwan tahu soal ini ya?
>>> ALASANNYA SERINGKALI KAU UCAP...
Idayu mengambil tissue dan menyeka ujung matanya,"Sampai kemudian aku tahu bahwa ternyata ibu dari Rita adalah selingkuhan Papa kalian.Aku hancur hati.Aku ga sangka ternyata selama ini suamiku selingkuh.Diam2 dia menjalin hubungan dengan seorang wanita.Seorang koki.Aku shock mendengar pengakuannya.Dan aku membalas kepedihanku pada Rita.Apapun yang ia lakukan tak pernah kuanggap benar di mataku.Aku benci melihat dia.Hingga aku ga tahan kala ia berkata padaku,"Ma..kenapa sih Mama beda sikap kalau memperlakukan aku?Aku kan juga anak Mama?Aku anak kandung Mama dan Papa...Kenapa Ma?Kenapa kalau sama Kak Irwan,Mama dengan mudahnya mengabulkan semua keinginannya.Kenapa ga sama Rita Ma?Kenapa?"
Idayu ingat ia melanggar janjinya pada mendiang suaminya untuk menjaga rahasia itu,"Kamu ingin tahu kenapa ?Kamu siap tahu alasan dibalik semua sikap Mami sama kamu??"
♡¤♡ KAU DENGANNYA SEAKAN KU TAK TAHU...
Idayu tergugu di sofa,ia ingat wajah Rita terbelalak kala ia cerita semuanya.Rita bahkan ga percaya,"Ini ga mungkin!Rita bukan anak kandung Mama dan Papa?Rita anak hasil perselingkuhan Papa sama seorang koki?Mama bohong!!Mama bohong!!"
Hasil tes DNA pun ditunjukkan oleh Idayu ke Rita,"Lihat sendiri ini!"
Rita gemetar membaca hasilnya dan sejak itu ia berubah.Suka mengurung diri di kamar.Bahkan di diarynya dia menulis sebuah puisi :
Andai aku tahu bahwa aku bukan siapa2
Takkan kumengharap kasih sayang Mama
Andai kutahu kalau aku hanya akibat sebuah dosa
Takkan kucoba sekuat tenaga meraih hati Mama...
Kini kutahu mengapa sikap Mama berbeda
Kini kutahu alasan dibalik semuanya...
Lebih baik aku pergi dari dunia ini saja
Jika itu bisa menghapus kepedihan di hati Mama...
Setidaknya itu yang bisa kulakukan baginya
Wujud nyata betapa aku menyayanginya...
Bahwa aku sangat ingin disebut sebagai putrinya...
Papa...tunggu Rita ya...
Rita akan segera bersama Papa di sana...
Rita akan menyusul Papa segera...
Kak Irwan...jangan marah ya sama Mama
Jangan benci sama dia...
Mama jauh lebih terluka atas ini semua...
Mama juga tak ingin ini semua terjadi padanya...
Jangan salahkan diri kakak juga...
Semua sudah menjadi keputusan Rita...
Jangan salahkan siapa2...
Jaga Mama buat Rita ya...
( Rita )
Namun puisi itu tersimpan rapi di diary Rita.Irwan tak pernah membukanya.Demikian juga Idayu.Dimana diary itu berada?Dikamar Rita.Kamar yang ga pernah diubah interiornya sama Irwan. Andai Irwan tahu...
◆◆ SANDIWARA APA YANG TELAH KAULAKUKAN KEPADAKU...( Dibawah sebuah pohon ) Irwan tampak terengah2 menahan nyeri di perutnya,"Sakit banget...aduh..."
Tangannya bersandar di batang pohon,"Aku ga kuat lagi...sakit banget..."
Saat itulah Evi melihat Irwan terhuyung memegangi perutnya,"Irwan!!Akhirnya aku menemukanmu!!"
Dipeluknya pria muda itu sambil berlinang air mata,"Jangan hukum aku seperti ini...hu...hu..jangan pergi dariku...hiks..hiks..maafkan aku...aku janji ga akan bahas soal itu lagi.Aku janji padamu..." Hujan turun,keduanyapun basah.Air mata dan tiris hujan jadi satu.Irwan hanya bisa memeluk Evi dengan erat,"Kita pulang ...kamu bisa sakit kalau basah begini...ayo kita pulang..."
Evi terharu masih saja Irwan perhatian padanya,"Ayo kita berteduh...kau juga basah..."
Namun kala melangkah,Irwan merasakan nyeri di perutnya.Ia ambruk ke tanah,"Aaah...sakit sekali..."
Evi segera membantunya,"Wan...kamu gpp?Perut kamu sakit ya?Wan...pegangan sama aku."
Irwan dengan susah payah dipapah sama Evi,"Aku ga kuat Vi...sakit banget...Toto mana?Tadi aku suruh dia jaga kamu...mana dia?"
♧ JUJURLAH SAYANG AKU TAK MENGAPA....
Baru diomong eh jedul Totonya,"Boss!!Non!!Akhirnya ketemu juga."
Irwan berkata dengan wajah pucat,"Kita pulang To..."
Irwan ga mau dibawa ke RS,ia mau pulang saja ke rumah Nyonya Puspa,"Aku gpp ...obatnya dah kuminum kok...kalian tenang ok?"
Evi masih cemas,"Tapi Wan...wajah kamu pucat banget lho..."
Irwan kekeh,"Sudah ...aku gpp...bentar aku juga baikan."
Evi mengambilkan pakaian Irwan,"Ganti baju dulu Wan.Bajumu basah.Bisa kena flu nanti."
Irwan malah bertanya,"Baju kamu juga basah Vi.Kamu ga ganti baju juga?"
Evi jawab,"Iya aku juga ganti.Yuk disana toiletnya."
Di toilet Irwan memegangi perutnya,'Sebenarnya sakit banget tapi aku ga mau bikin panik.Ntar aja di Jakarta aku akan check kondisi aku.Apa kondisiku memburuk ya?'
¤¤ BIAR SEMUA JELAS TELAH BERBEDA...
Dokter memang sudah warning ke Irwan soal penyakitnya.Agar ia jangan terforsir kerja dan jangan banyak pikiran.Irwan berencana akan check up nanti bila tiba di Jakarta,'Aku harus tahu sebenarnya apa yang terjadi denganku.'
Apa yang terjadi sebenarnya dengan Irwan?
¤¤ JIKA NANTI AKU YANG HARUS PERGI...
Usai ganti baju mereka kembali menuju rumah Nyonya Puspa.Evi terus saja minta maaf pada Irwan,"Wan...maafkan aku ya...kamu boleh hukum aku apa saja...aku akan terima..."
Irwan malah ngekek,"Emang aku guru menghukum kamu?Ada2 aja.Mentang2 hari guru ya?"
Toto lega mereka dah akur lagi,'Syukur deh dah rukun lagi.Mending aku bawa mobilnya lebih cepat aja biar Boss ga kelamaan di jalan.Makin cepat sampai Boss makin cepat istirahat.'
♡[¤ KUTERIMA WALAU SAKIT HATI...
Irwan malah menyandarkan tubuhnya,"Aku mau tidur.Kasih musik yang slow ya To."
Evi terdiam dan hanya bisa termangu menatap keluar,'Irwan masih marah kayaknya...aku keep dulu aja masalah ini.Tunggu sampai dia membaik.'
Irwan memejamkan mata,pikirannya melayang mikirin kesehatannya,'Aku sudah jaga kondisi dan makan aku tapi kenapa kesehatanku masih drop ya?Jangan2 sakitku tambah parah.Sebaiknya aku tunda dulu mau melamar Evi.Aku cek kesehatan aku dulu.Kayaknya sakitku malah serius nih.Kasihan kalau Evi malah repot nanti gara2 menikah sama aku.'
Rupanya Irwan ga marah sama Evi tapi malah lagi mikir kesehatan dia.
÷÷÷ MUNGKIN INI JALAN YANG ENGKAU MAU...
Evi agak takut juga memandang Irwan,'Dia sudah beneran tidur apa emang sengaja ga mau melihat aku ya?Matanya dipejamkan gitu.Aku jadi sedih...'
Toto yang hafal dengan gestur Bossnya nyeletuk,"Tidur aja Non.Boss dah tidur tuh.Saya hafal gayanya."
Evi akhirnya mencoba tidur tapi ga bisa.Pikirannya resah.Irwan malah yang kemudian bangun dan meraih kepala Evi agar nyandar di bahu dia,"Tidurlah...aku ga marah kok..."
Evi lega banget dan terharu dengernya lalu bersandarlah ia di bahu Irwan.Keduanya lalu tidur.Toto tersenyum sepanjang jalan.
♡}♡ MUNGKIN INI JALAN YANG KAUINGINKAN...( Rumah Shiha )
Shiha memutar otak untuk mencari jalan memisahkan Irwan dari Evi.Ia mondar-mandir ga jelas gitu,'Apa ya?Aku harus bikin dia berada sejauh mungkin dari Irwan.Kalau perlu ke laut aja.Jangan sampai dia nongol lagi.Baik di resto,di kantor Irwan atau di mana saja.Apa aku perlu menyuap dia ya agar pergi dari kehidupan Irwan?Kan lagi marak kasus suap nih di Dinas Perpajakan.Tapi dia pasti tetep milih sama Irwan.Irwan kan tajir banget.'
~♡~ SANDIWARA APA,CERITANYA APA,AKU TAHU...
Lelah bolak balik kayak setrika akhirnya Shiha ngebel Intan,"Kamu punya ide ga buat bikin si Evi itu ga ganggu kehidupan Pria incaranku?"
Intan mikir sambil mengkerut gitu dahinya,"Kita bikin aja namanya jadi jelek.Image itu mahal harganya.Kalau image orang dah jatuh susah ngembaliinnya lagi.Tapi agak sulit juga jatuhin image Evi.Dia itu kinerja perform.Absensi juga bagus.Semua pada suka sama dia.Ga pernah bantah juga.Ga aneh2 juga tingkahnya.Selalu sopan dan ramah sama siapa saja.Gimana ya bikin dia jatuh di mata Tante aku.Hmm...aha!!Aku tahu!!"
Wah apa ya ide Intan kali ini?***see you next eps***
→→ AKU TAHU INI SEMUA TAK ADIL... ( TELAGA WARNA )
Keindahan telaga warna tak mampu menghapus kepedihan di hati Irwan.Kenangan pahit kala mengetahui adiknya memilih menjatuhkan diri dari atas gedung demi arogansi Mamanya masih lekat di memorynya.Tanpa ia sadari air mata menetes di pipinya,"Ini ga adil Vi..."
Evi tahu tragedi itu meninggalkan luka menganga di hati kekasihnya itu,"Di dunia ini hanya Tuhan yang adil..."
Irwan memejamkan matanya dan kilas balik kejadian bunuh diri adiknya seakan bak film diputar kembali di hadapannya,"Aku tak bisa Vi!Aku tak bisa..."
Irwan malah melepas pelukan Evi dan lari menjauh.Evi kaget,"Irwan!!Irwaaan!!"
Perasaan Evi jadi ga enak,'Apa aku terlalu memaksa ya?Apa aku terlalu arogan kayak mamanya?Aku harus memberi pengertian pada Irwan.'
°°° AKU TAHU INI SUDAH TERJADI....
Toto kaget juga lihat Bossnya malah lari,"Boss!!Kenapa Boss???"
Irwan malah berkata padanya,"Jaga Evi To!Aku ingin sendiri."
Wei...Toto bingung juga,"Lho lha Boss mau kemana?"
Irwan malah dah lari,"Boss!!Waduh,ini gimana nih?Aku harus jaga yang mana?Aha!Aku panggil bala bantuan aja kali ya!!"
Toto malah asyik ngebel,"Hey!!Boss butuh kalian!Cepet nyusul ke Bogor!"
Evi datang dengan terengah2,"Irwan mana Mas Toto?Tadi lari ke arah sini."
Toto malah balik nanya,"Ada apa sih Non?Kok Boss jadi aneh?Kalian bertengkar lagi ya?"
Evi jadi tambah merasa bersalah,"Ini semua salah saya Mas.Tapi yang penting kita ga boleh biarin Irwan sendiri.Irwan ke arah mana Mas?"
Toto lalu menunjuk arahnya,"Ke sana.Katanya mau sendiri gitu.Ayo kejar Non!!Ntar nekad lagi gawat deh..."
Mereka segera mengejar Irwan namun banyak pepohonan di sana sehingga mereka bingung.Irwan dimana ya?Ada yang tahu?
>>> MAU BILANG APA AKU PUN TAK SANGGUP....
Evi panik plus feeling guilty,"Irwan mana ya?Irwaaan!Irwaaan!!"
Toto juga ga kalah panik,"Boss!!Jangan main petak umpet deh Boss!!Udah ga kanak2 lagi nih!Boss!!"
Tak ada sahutan apalagi pertanda bahwa Irwan di dekat situ.Evi terus menyalahkan dirinya,"Aku bodoh!Akulah yang salah!Aku ga seharusnya menyinggung masalah itu.Dia masih luka hatinya.Aku bodoh!!"
Toto malah heran,"Masalah apa sih Non ?Apa masalah adik Boss ya?"
Evi mengangguk pilu,"Iya Mas Toto.Aku hanya ingin Irwan dan Mamanya baikan itu saja.Tapi sepertinya timingnya ga tepat."
Toto menghela nafas,"Memang kalau masalah itu Boss sensitif Non.Saya dah ga mau bahas lagi.Bukan apa2 tapi ga sanggup saya lihat Boss sedih lagi.Biasanya kalau sedih Boss suka kumat maagnya...wah gawat Non!!"
¤¤¤ AIR MATAPUN TAK LAGI MAU MENETES...
Perkataan Toto bikin Evi makin ga karuan,"Saya cari ke arah sana aja!Mas Toto ke sebelah sana ya?Yang nemuin duluan hubungi yang lain ok?"
Toto setuju dan segera mereka berpencar.Evi menyusuri area berharap melihat sosok Irwan di antara balik pepohonan.Air mata terus menetes di pipinya,"Wan...jangan sembunyi dariku...Wan...maafkan aku...Irwaan...kamu dimana?Wan jangan lakukan ini sama aku.Wan..."
Irwan ngumpet dimana sih?
� ALASANNYA SERING KALI KUDENGAR...( RUMAH IDAYU )
Idayu membelai foto Rita yang ia pajang di kamar tidurnya,"Maafkan Mamamu ini sayang...aku tak seharusnya melimpahkan kebencianku padamu..."
Idayu juga membelai foto Irwan yang ia sandingkan di sebelah foto Rita,"Sebenarnya kalian itu bukan saudara kandung.Aku kehilangan putriku kala proses persalinan.Namun suamiku ga mau aku sedih maka dia menukar bayinya dengan bayi orang lain yang kebetulan si ibu meninggal dan tak ada siapa2 lagi yang mau bertanggung jawab atas bayi itu.Akupun baru tahu rahasia ini kala Rita kerap jatuh sakit.Aku baru sadar kalau golongan darah dia beda denganku maupun Papa kalian." Oohh...gitu to ceritanya?Apa Irwan tahu soal ini ya?
>>> ALASANNYA SERINGKALI KAU UCAP...
Idayu mengambil tissue dan menyeka ujung matanya,"Sampai kemudian aku tahu bahwa ternyata ibu dari Rita adalah selingkuhan Papa kalian.Aku hancur hati.Aku ga sangka ternyata selama ini suamiku selingkuh.Diam2 dia menjalin hubungan dengan seorang wanita.Seorang koki.Aku shock mendengar pengakuannya.Dan aku membalas kepedihanku pada Rita.Apapun yang ia lakukan tak pernah kuanggap benar di mataku.Aku benci melihat dia.Hingga aku ga tahan kala ia berkata padaku,"Ma..kenapa sih Mama beda sikap kalau memperlakukan aku?Aku kan juga anak Mama?Aku anak kandung Mama dan Papa...Kenapa Ma?Kenapa kalau sama Kak Irwan,Mama dengan mudahnya mengabulkan semua keinginannya.Kenapa ga sama Rita Ma?Kenapa?"
Idayu ingat ia melanggar janjinya pada mendiang suaminya untuk menjaga rahasia itu,"Kamu ingin tahu kenapa ?Kamu siap tahu alasan dibalik semua sikap Mami sama kamu??"
♡¤♡ KAU DENGANNYA SEAKAN KU TAK TAHU...
Idayu tergugu di sofa,ia ingat wajah Rita terbelalak kala ia cerita semuanya.Rita bahkan ga percaya,"Ini ga mungkin!Rita bukan anak kandung Mama dan Papa?Rita anak hasil perselingkuhan Papa sama seorang koki?Mama bohong!!Mama bohong!!"
Hasil tes DNA pun ditunjukkan oleh Idayu ke Rita,"Lihat sendiri ini!"
Rita gemetar membaca hasilnya dan sejak itu ia berubah.Suka mengurung diri di kamar.Bahkan di diarynya dia menulis sebuah puisi :
Andai aku tahu bahwa aku bukan siapa2
Takkan kumengharap kasih sayang Mama
Andai kutahu kalau aku hanya akibat sebuah dosa
Takkan kucoba sekuat tenaga meraih hati Mama...
Kini kutahu mengapa sikap Mama berbeda
Kini kutahu alasan dibalik semuanya...
Lebih baik aku pergi dari dunia ini saja
Jika itu bisa menghapus kepedihan di hati Mama...
Setidaknya itu yang bisa kulakukan baginya
Wujud nyata betapa aku menyayanginya...
Bahwa aku sangat ingin disebut sebagai putrinya...
Papa...tunggu Rita ya...
Rita akan segera bersama Papa di sana...
Rita akan menyusul Papa segera...
Kak Irwan...jangan marah ya sama Mama
Jangan benci sama dia...
Mama jauh lebih terluka atas ini semua...
Mama juga tak ingin ini semua terjadi padanya...
Jangan salahkan diri kakak juga...
Semua sudah menjadi keputusan Rita...
Jangan salahkan siapa2...
Jaga Mama buat Rita ya...
( Rita )
Namun puisi itu tersimpan rapi di diary Rita.Irwan tak pernah membukanya.Demikian juga Idayu.Dimana diary itu berada?Dikamar Rita.Kamar yang ga pernah diubah interiornya sama Irwan. Andai Irwan tahu...
◆◆ SANDIWARA APA YANG TELAH KAULAKUKAN KEPADAKU...( Dibawah sebuah pohon ) Irwan tampak terengah2 menahan nyeri di perutnya,"Sakit banget...aduh..."
Tangannya bersandar di batang pohon,"Aku ga kuat lagi...sakit banget..."
Saat itulah Evi melihat Irwan terhuyung memegangi perutnya,"Irwan!!Akhirnya aku menemukanmu!!"
Dipeluknya pria muda itu sambil berlinang air mata,"Jangan hukum aku seperti ini...hu...hu..jangan pergi dariku...hiks..hiks..maafkan aku...aku janji ga akan bahas soal itu lagi.Aku janji padamu..." Hujan turun,keduanyapun basah.Air mata dan tiris hujan jadi satu.Irwan hanya bisa memeluk Evi dengan erat,"Kita pulang ...kamu bisa sakit kalau basah begini...ayo kita pulang..."
Evi terharu masih saja Irwan perhatian padanya,"Ayo kita berteduh...kau juga basah..."
Namun kala melangkah,Irwan merasakan nyeri di perutnya.Ia ambruk ke tanah,"Aaah...sakit sekali..."
Evi segera membantunya,"Wan...kamu gpp?Perut kamu sakit ya?Wan...pegangan sama aku."
Irwan dengan susah payah dipapah sama Evi,"Aku ga kuat Vi...sakit banget...Toto mana?Tadi aku suruh dia jaga kamu...mana dia?"
♧ JUJURLAH SAYANG AKU TAK MENGAPA....
Baru diomong eh jedul Totonya,"Boss!!Non!!Akhirnya ketemu juga."
Irwan berkata dengan wajah pucat,"Kita pulang To..."
Irwan ga mau dibawa ke RS,ia mau pulang saja ke rumah Nyonya Puspa,"Aku gpp ...obatnya dah kuminum kok...kalian tenang ok?"
Evi masih cemas,"Tapi Wan...wajah kamu pucat banget lho..."
Irwan kekeh,"Sudah ...aku gpp...bentar aku juga baikan."
Evi mengambilkan pakaian Irwan,"Ganti baju dulu Wan.Bajumu basah.Bisa kena flu nanti."
Irwan malah bertanya,"Baju kamu juga basah Vi.Kamu ga ganti baju juga?"
Evi jawab,"Iya aku juga ganti.Yuk disana toiletnya."
Di toilet Irwan memegangi perutnya,'Sebenarnya sakit banget tapi aku ga mau bikin panik.Ntar aja di Jakarta aku akan check kondisi aku.Apa kondisiku memburuk ya?'
¤¤ BIAR SEMUA JELAS TELAH BERBEDA...
Dokter memang sudah warning ke Irwan soal penyakitnya.Agar ia jangan terforsir kerja dan jangan banyak pikiran.Irwan berencana akan check up nanti bila tiba di Jakarta,'Aku harus tahu sebenarnya apa yang terjadi denganku.'
Apa yang terjadi sebenarnya dengan Irwan?
¤¤ JIKA NANTI AKU YANG HARUS PERGI...
Usai ganti baju mereka kembali menuju rumah Nyonya Puspa.Evi terus saja minta maaf pada Irwan,"Wan...maafkan aku ya...kamu boleh hukum aku apa saja...aku akan terima..."
Irwan malah ngekek,"Emang aku guru menghukum kamu?Ada2 aja.Mentang2 hari guru ya?"
Toto lega mereka dah akur lagi,'Syukur deh dah rukun lagi.Mending aku bawa mobilnya lebih cepat aja biar Boss ga kelamaan di jalan.Makin cepat sampai Boss makin cepat istirahat.'
♡[¤ KUTERIMA WALAU SAKIT HATI...
Irwan malah menyandarkan tubuhnya,"Aku mau tidur.Kasih musik yang slow ya To."
Evi terdiam dan hanya bisa termangu menatap keluar,'Irwan masih marah kayaknya...aku keep dulu aja masalah ini.Tunggu sampai dia membaik.'
Irwan memejamkan mata,pikirannya melayang mikirin kesehatannya,'Aku sudah jaga kondisi dan makan aku tapi kenapa kesehatanku masih drop ya?Jangan2 sakitku tambah parah.Sebaiknya aku tunda dulu mau melamar Evi.Aku cek kesehatan aku dulu.Kayaknya sakitku malah serius nih.Kasihan kalau Evi malah repot nanti gara2 menikah sama aku.'
Rupanya Irwan ga marah sama Evi tapi malah lagi mikir kesehatan dia.
÷÷÷ MUNGKIN INI JALAN YANG ENGKAU MAU...
Evi agak takut juga memandang Irwan,'Dia sudah beneran tidur apa emang sengaja ga mau melihat aku ya?Matanya dipejamkan gitu.Aku jadi sedih...'
Toto yang hafal dengan gestur Bossnya nyeletuk,"Tidur aja Non.Boss dah tidur tuh.Saya hafal gayanya."
Evi akhirnya mencoba tidur tapi ga bisa.Pikirannya resah.Irwan malah yang kemudian bangun dan meraih kepala Evi agar nyandar di bahu dia,"Tidurlah...aku ga marah kok..."
Evi lega banget dan terharu dengernya lalu bersandarlah ia di bahu Irwan.Keduanya lalu tidur.Toto tersenyum sepanjang jalan.
♡}♡ MUNGKIN INI JALAN YANG KAUINGINKAN...( Rumah Shiha )
Shiha memutar otak untuk mencari jalan memisahkan Irwan dari Evi.Ia mondar-mandir ga jelas gitu,'Apa ya?Aku harus bikin dia berada sejauh mungkin dari Irwan.Kalau perlu ke laut aja.Jangan sampai dia nongol lagi.Baik di resto,di kantor Irwan atau di mana saja.Apa aku perlu menyuap dia ya agar pergi dari kehidupan Irwan?Kan lagi marak kasus suap nih di Dinas Perpajakan.Tapi dia pasti tetep milih sama Irwan.Irwan kan tajir banget.'
~♡~ SANDIWARA APA,CERITANYA APA,AKU TAHU...
Lelah bolak balik kayak setrika akhirnya Shiha ngebel Intan,"Kamu punya ide ga buat bikin si Evi itu ga ganggu kehidupan Pria incaranku?"
Intan mikir sambil mengkerut gitu dahinya,"Kita bikin aja namanya jadi jelek.Image itu mahal harganya.Kalau image orang dah jatuh susah ngembaliinnya lagi.Tapi agak sulit juga jatuhin image Evi.Dia itu kinerja perform.Absensi juga bagus.Semua pada suka sama dia.Ga pernah bantah juga.Ga aneh2 juga tingkahnya.Selalu sopan dan ramah sama siapa saja.Gimana ya bikin dia jatuh di mata Tante aku.Hmm...aha!!Aku tahu!!"
Wah apa ya ide Intan kali ini?***see you next eps***
Eps 64 DEBU-DEBU JALANAN : My Sufferings For You
>>> Note Gerbong 10 : Kesengsaraanku Untuk Dirimu
÷÷÷ CERPEN KE-31 : SEDIHNYA KALAU BANJIR
Setiap kali memasuki akhir tahun,aku selalu merasa was2.Apalagi ramalan cuaca dari BMKG menyebutkan bahwa intensitas hujan akan tinggi di wilayahku.Aku makin resah.Inilah susahnya hidup di daerah bantaran sungai.Setiap tahun selalu dicekam ketakutan bila banjir melanda.Seperti beberapa tahun yang lalu saat banjir besar melanda kota dimana aku dan keluargaku tinggal.Kami terpaksa mengungsi dan tinggal di penampungan.Dingin sekali udaranya dan jelas tidak senyaman di rumah sendiri.Aku kasihan melihat nenekku,beliau kedinginan dan kuselimuti dengan selimutku tebalku.Selimut hadiah dari teman2 kerjaku dulu.Kasihan nenek.Beliau memandangku dan membelai pipiku kala itu,"Makasih ya Lia...sampai merelakan selimut kesayangannya buat Nenek...kamu memang cucu yang baik."
Ya,Lia demikian namaku.Aku putri tertua dari kedua orang tuaku.Adikku masih ada 3.Masih sekolah semua.Semua masih butuh biaya.Itulah kenapa ayah masih bertahan hidup di rumah yang setiap tahun selalu kena banjir.Sudah hal biasa bila air masuk ke dalam rumah setinggi mata kaki.Namun jauh didalam hatiku,ada impian di sana.Impian akan rumah yang jauh lebih baik.Yang ga pusing bila hujan turun dengan derasnya.Rumah yang setiap malam penghuninya bisa tidur dengan nyenyak tanpa takut air bah atau air kiriman datang.Air luapan sungai suka datang di malam hari disaat sedang nikmat2nya tidur.Sudah ga heran jika benda2 elektronik di rumahku kerap rusak.Makhlum lembab dan kadang ga sempat diselamatkan.Tahu2 sudah mengapung di atas air bersama perabotan yang lain.Belum penyakit selama banjir melanda.Aku kerap menangis dalam hati bila kami sudah mulai mengungsi.Belum jadi bahan pembicaraan pula di sekolah hingga kini di kerjaan.Bukannya bersimpati atas musibah yang kualami,mereka malah meledekku,"Gimana Lia perlu dikirimi nasi bungkus ga he..he..?"
Aku hanya bisa tersenyum saja,eh masih ada juga yang ngejek,"Kenapa kemarin ga masuk Lia?Lupa bawa remote ya?Airnya harusnya kamu remote saja biar ga mengalir ke rumah kamu.He..he.." Sabar2...
Namanya juga anaknya orang banyak.Namun dalam hati aku kian bertekad bulat untuk punya rumah yang ga lagi kena banjir.Rumah impian.Aku ga mengeluh pada ayah soal rumah kami yang sekarang.Kasihan beban ayah sudah banyak.Ayahku dah kerja serabutan demi aku bisa sekolah,bisa makan 3x sehari dan adik2ku bisa mendapat penghidupan yang layak.Aku ga mau menambah beban ayah dengan mengeluh atau bersungut2.Semua kusimpan dalam hati dan kutuliskan dalam diaryku,'Dear God,aku dengar kau Tuhan yang baik dan tak memandang hina apapun.Aku juga dengar Kau sangat kaya,seluruh alam semesta ini milik-Mu.Tuhan,bukan aku tak bersyukur atas apa yang Kau berikan padaku pada keluargaku selama ini.Hanya saja,aku sedih Tuhan bila setiap bulan November atau Desember tiba pasti kami sekeluarga harus siaga banjir.Hati ga tenang,tidur juga ga lelap,serba cemas bawaannya.Ya Tuhan,berikan kepadaku kekuatan untuk meraih kekayaan agar aku bisa membeli rumah dan membawa keluargaku pindah ke lingkungan yang lebih baik.Ga perlu takut lagi bila akhir tahun tiba.Aku mohon ya Tuhan,bukakanlah jalan dan pertemukan aku dengan orang2 yang akan membantuku mewujudkan impianku ini.Semua demi ayahku Tuhan,demi Nenek dan ibu juga adik2ku.Kasihan mereka Tuhan.Aku suka sedih kalau lihat mereka harus tinggal di tempat penampungan.Kabulkanlah permohonanku ya Tuhan.Aku percaya tangan-Mu tidak kurang panjang untuk menolongku.Terima kasih buat rumah baru yang indah,tidak banjir,dan nyaman ditempati.Terima kasih.Amin.Met malam Tuhan,aku bobok dulu ya...'
Tak kusangka doa sederhana itu didengar Tuhan.Aku mendapat pekerjaan yang baik dan kerja cuma 5 hari dalam seminggu.Hari Sabtu dan Minggu aku bisa cari kerjaan sambilan.Aku suka menanam aneka tanaman warung hidup.Ada bayam daun jumbo tumbuh dengan subur di halaman.Aku buat jadi cemilan.Kugoreng dengan tepung berbumbu dan kupack dalam plastik2 gitu lalu kujual atau kutitipkan ke warung2,hek kadang malah kubawa ke kerjaan.Laris manis.Sampai aku kewalahan melayani pesanan.Adik2ku kukerahkan semua membantuku.Mereka senang sekali.Bahkan saat kondisi kerjaanku alami krisis hingga harus tutup,aku menganggap itu jalan Tuhan untuk aku fokus jualan cemilan.Aku buka kios kecil depan rumah dengan nama "Kios Cemilan Lia ".Lumayan bisa bantu ibu dan jadi kesibukan juga di rumah.Walau aku tetap cari kerja sih.Aku bawa sepeda jengkiku dan membawa dagangan cemilanku ke mana saja yang mau menerimanya.Namun suatu kali aku kelelahan dan malah hampir menabrak seorang nenek yang berjalan kebingungan saat mau menyeberang.Aku kasihan padanya dan kubantu dia menyeberang.Bahkan kuantar sampai rumahnya.Wow!Rumahnya bagus nian.Aku terpana.Sayang sepertinya rumahnya kurang terawat,rumput2nya tinggi dan halamannya agak kotor.Nenek itu berterima kasih dan tanya sama aku kala lihat daganganku yang tinggal sisa sedikit,"Itu apa Nak?"
Aku malah promo,"Ini bayam goreng Nek.Saya jualan ini Nek sambil nyari kerja.Nenek mau coba?Ini saya masih ada.Ini buat Nenek.Renyah kok.Ga keras.Cobain deh Nek."
Beliau malah borong daganganku dan minta dikirimi tiap hari.Wah aku jelas seneng banget.Akupun rajin mengirim daganganku ke rumah beliau.Hingga suatu hari aku datang dan melihat beliau sedang menangis,"Nenek kenapa?"
Rupanya beliau sedih karena cucu yang biasa menemaninya sedang ada job di luar kota.Dia kesepian.Aku lalu ditawari kerja di rumahnya.Wah aku jelas mau apa aja aku lakukan asal dijalan yang benar.Semua demi rumah impian.Akupun kerja di sana menemani sang nenek.Jadi tukang kebun juga merangkap he..he..Soalnya aku suka tanaman dan bila dekat tanaman aku betah banget.Nenek Sun demikian aku biasa memanggilnya.Aku sudah dianggap sebagai cucunya sendiri.Katanya aku seumuran dengan cucu beliau.Aku cuma lihat foto anak laki2 dengan pipi gemesin gitu dipajang di bufetnya.Selain itu kebanyakan adalah lukisan dan gambar2 aneka design rumah.Kepo juga aku lihatnya,"Banyak sekali gambar rumah dan sketsanya di sini Nek?"
Nenek lalu cerita kalau cucunya memang seorang arsitek.Aku cuma bisa manggut2.Enak ya bisa sekolah tinggi dan jadi orang yang kompeten di bidangnya.Aku cuma lulusan D3.Kerja juga paling jadi staff.Sekarang malah staff rumah tangga alias pembantu tersamar.Weleh... Hingga aku dapat kerjaan di sebuah perusahaan jasa konsultan sipil.Aku bilang pada Nenek Sun bahwa aku sudah dapat kerja tapi aku akan datang berkunjung tiap hari Sabtu atau Minggu.Aku kerja dengan semangat.Aku ga menanggapi jika ada yang suka sama aku.Jujur aku trauma dengan pacaran.Dulu aku punya pacar namanya Arya.Kupikir dia baik dan mau menerimaku apa adanya.Namun kala dia tahu aku tinggal di bantaran sungai,dirumah yang kecil dan sederhana,perlahan dia mulai menjauh bahkan kemudian dia malah jalan sama sahabatku sendiri.Rum namanya.Aku mergoki mereka saat di mall.Waktu itu aku nyari bahan2 buat daganganku dan aku lihat mereka asyik jalan gandengan mesra banget.Aku temui mereka,langsung grogi keduanya.Saat itu juga aku putuskan dia.Hatiku sakit bukan karena dia selingkuh sama sohibku tapi karena dia memilih sahabatku karena dia lebih tajir,punya rumah gedongan ga kebanjiran kayak aku.Jujur rumahku memang kerap bikin aku menarik diri dari pergaulan.Aku ga mau mereka menghina ayahku.Di tempat kerjaku ada seorang yang sangat jago soal gambar namanya Radex.Dia baru saja tiba dari luar kota,kamipun diperkenalkan.Makin lama kami makin akrab.Dia baik banget.Hingga suatu hari saat aku ke rumah Nenek Sun aku melihat dia.Astaga ternyata dialah cucu Nenek Sun.Dia juga terkejut kala neneknya mengenalku. Gimana hubungan mereka selanjutnya?Akankah Radex sama dengan Arya?Cerpennya dilanjut ntar ya soale dah pagi saya harus kerja.Sorry juga belum sempat nulis cerbungnya.***See you in part 2 eps 64 Ddj***
÷÷÷ CERPEN KE-31 : SEDIHNYA KALAU BANJIR
Setiap kali memasuki akhir tahun,aku selalu merasa was2.Apalagi ramalan cuaca dari BMKG menyebutkan bahwa intensitas hujan akan tinggi di wilayahku.Aku makin resah.Inilah susahnya hidup di daerah bantaran sungai.Setiap tahun selalu dicekam ketakutan bila banjir melanda.Seperti beberapa tahun yang lalu saat banjir besar melanda kota dimana aku dan keluargaku tinggal.Kami terpaksa mengungsi dan tinggal di penampungan.Dingin sekali udaranya dan jelas tidak senyaman di rumah sendiri.Aku kasihan melihat nenekku,beliau kedinginan dan kuselimuti dengan selimutku tebalku.Selimut hadiah dari teman2 kerjaku dulu.Kasihan nenek.Beliau memandangku dan membelai pipiku kala itu,"Makasih ya Lia...sampai merelakan selimut kesayangannya buat Nenek...kamu memang cucu yang baik."
Ya,Lia demikian namaku.Aku putri tertua dari kedua orang tuaku.Adikku masih ada 3.Masih sekolah semua.Semua masih butuh biaya.Itulah kenapa ayah masih bertahan hidup di rumah yang setiap tahun selalu kena banjir.Sudah hal biasa bila air masuk ke dalam rumah setinggi mata kaki.Namun jauh didalam hatiku,ada impian di sana.Impian akan rumah yang jauh lebih baik.Yang ga pusing bila hujan turun dengan derasnya.Rumah yang setiap malam penghuninya bisa tidur dengan nyenyak tanpa takut air bah atau air kiriman datang.Air luapan sungai suka datang di malam hari disaat sedang nikmat2nya tidur.Sudah ga heran jika benda2 elektronik di rumahku kerap rusak.Makhlum lembab dan kadang ga sempat diselamatkan.Tahu2 sudah mengapung di atas air bersama perabotan yang lain.Belum penyakit selama banjir melanda.Aku kerap menangis dalam hati bila kami sudah mulai mengungsi.Belum jadi bahan pembicaraan pula di sekolah hingga kini di kerjaan.Bukannya bersimpati atas musibah yang kualami,mereka malah meledekku,"Gimana Lia perlu dikirimi nasi bungkus ga he..he..?"
Aku hanya bisa tersenyum saja,eh masih ada juga yang ngejek,"Kenapa kemarin ga masuk Lia?Lupa bawa remote ya?Airnya harusnya kamu remote saja biar ga mengalir ke rumah kamu.He..he.." Sabar2...
Namanya juga anaknya orang banyak.Namun dalam hati aku kian bertekad bulat untuk punya rumah yang ga lagi kena banjir.Rumah impian.Aku ga mengeluh pada ayah soal rumah kami yang sekarang.Kasihan beban ayah sudah banyak.Ayahku dah kerja serabutan demi aku bisa sekolah,bisa makan 3x sehari dan adik2ku bisa mendapat penghidupan yang layak.Aku ga mau menambah beban ayah dengan mengeluh atau bersungut2.Semua kusimpan dalam hati dan kutuliskan dalam diaryku,'Dear God,aku dengar kau Tuhan yang baik dan tak memandang hina apapun.Aku juga dengar Kau sangat kaya,seluruh alam semesta ini milik-Mu.Tuhan,bukan aku tak bersyukur atas apa yang Kau berikan padaku pada keluargaku selama ini.Hanya saja,aku sedih Tuhan bila setiap bulan November atau Desember tiba pasti kami sekeluarga harus siaga banjir.Hati ga tenang,tidur juga ga lelap,serba cemas bawaannya.Ya Tuhan,berikan kepadaku kekuatan untuk meraih kekayaan agar aku bisa membeli rumah dan membawa keluargaku pindah ke lingkungan yang lebih baik.Ga perlu takut lagi bila akhir tahun tiba.Aku mohon ya Tuhan,bukakanlah jalan dan pertemukan aku dengan orang2 yang akan membantuku mewujudkan impianku ini.Semua demi ayahku Tuhan,demi Nenek dan ibu juga adik2ku.Kasihan mereka Tuhan.Aku suka sedih kalau lihat mereka harus tinggal di tempat penampungan.Kabulkanlah permohonanku ya Tuhan.Aku percaya tangan-Mu tidak kurang panjang untuk menolongku.Terima kasih buat rumah baru yang indah,tidak banjir,dan nyaman ditempati.Terima kasih.Amin.Met malam Tuhan,aku bobok dulu ya...'
Tak kusangka doa sederhana itu didengar Tuhan.Aku mendapat pekerjaan yang baik dan kerja cuma 5 hari dalam seminggu.Hari Sabtu dan Minggu aku bisa cari kerjaan sambilan.Aku suka menanam aneka tanaman warung hidup.Ada bayam daun jumbo tumbuh dengan subur di halaman.Aku buat jadi cemilan.Kugoreng dengan tepung berbumbu dan kupack dalam plastik2 gitu lalu kujual atau kutitipkan ke warung2,hek kadang malah kubawa ke kerjaan.Laris manis.Sampai aku kewalahan melayani pesanan.Adik2ku kukerahkan semua membantuku.Mereka senang sekali.Bahkan saat kondisi kerjaanku alami krisis hingga harus tutup,aku menganggap itu jalan Tuhan untuk aku fokus jualan cemilan.Aku buka kios kecil depan rumah dengan nama "Kios Cemilan Lia ".Lumayan bisa bantu ibu dan jadi kesibukan juga di rumah.Walau aku tetap cari kerja sih.Aku bawa sepeda jengkiku dan membawa dagangan cemilanku ke mana saja yang mau menerimanya.Namun suatu kali aku kelelahan dan malah hampir menabrak seorang nenek yang berjalan kebingungan saat mau menyeberang.Aku kasihan padanya dan kubantu dia menyeberang.Bahkan kuantar sampai rumahnya.Wow!Rumahnya bagus nian.Aku terpana.Sayang sepertinya rumahnya kurang terawat,rumput2nya tinggi dan halamannya agak kotor.Nenek itu berterima kasih dan tanya sama aku kala lihat daganganku yang tinggal sisa sedikit,"Itu apa Nak?"
Aku malah promo,"Ini bayam goreng Nek.Saya jualan ini Nek sambil nyari kerja.Nenek mau coba?Ini saya masih ada.Ini buat Nenek.Renyah kok.Ga keras.Cobain deh Nek."
Beliau malah borong daganganku dan minta dikirimi tiap hari.Wah aku jelas seneng banget.Akupun rajin mengirim daganganku ke rumah beliau.Hingga suatu hari aku datang dan melihat beliau sedang menangis,"Nenek kenapa?"
Rupanya beliau sedih karena cucu yang biasa menemaninya sedang ada job di luar kota.Dia kesepian.Aku lalu ditawari kerja di rumahnya.Wah aku jelas mau apa aja aku lakukan asal dijalan yang benar.Semua demi rumah impian.Akupun kerja di sana menemani sang nenek.Jadi tukang kebun juga merangkap he..he..Soalnya aku suka tanaman dan bila dekat tanaman aku betah banget.Nenek Sun demikian aku biasa memanggilnya.Aku sudah dianggap sebagai cucunya sendiri.Katanya aku seumuran dengan cucu beliau.Aku cuma lihat foto anak laki2 dengan pipi gemesin gitu dipajang di bufetnya.Selain itu kebanyakan adalah lukisan dan gambar2 aneka design rumah.Kepo juga aku lihatnya,"Banyak sekali gambar rumah dan sketsanya di sini Nek?"
Nenek lalu cerita kalau cucunya memang seorang arsitek.Aku cuma bisa manggut2.Enak ya bisa sekolah tinggi dan jadi orang yang kompeten di bidangnya.Aku cuma lulusan D3.Kerja juga paling jadi staff.Sekarang malah staff rumah tangga alias pembantu tersamar.Weleh... Hingga aku dapat kerjaan di sebuah perusahaan jasa konsultan sipil.Aku bilang pada Nenek Sun bahwa aku sudah dapat kerja tapi aku akan datang berkunjung tiap hari Sabtu atau Minggu.Aku kerja dengan semangat.Aku ga menanggapi jika ada yang suka sama aku.Jujur aku trauma dengan pacaran.Dulu aku punya pacar namanya Arya.Kupikir dia baik dan mau menerimaku apa adanya.Namun kala dia tahu aku tinggal di bantaran sungai,dirumah yang kecil dan sederhana,perlahan dia mulai menjauh bahkan kemudian dia malah jalan sama sahabatku sendiri.Rum namanya.Aku mergoki mereka saat di mall.Waktu itu aku nyari bahan2 buat daganganku dan aku lihat mereka asyik jalan gandengan mesra banget.Aku temui mereka,langsung grogi keduanya.Saat itu juga aku putuskan dia.Hatiku sakit bukan karena dia selingkuh sama sohibku tapi karena dia memilih sahabatku karena dia lebih tajir,punya rumah gedongan ga kebanjiran kayak aku.Jujur rumahku memang kerap bikin aku menarik diri dari pergaulan.Aku ga mau mereka menghina ayahku.Di tempat kerjaku ada seorang yang sangat jago soal gambar namanya Radex.Dia baru saja tiba dari luar kota,kamipun diperkenalkan.Makin lama kami makin akrab.Dia baik banget.Hingga suatu hari saat aku ke rumah Nenek Sun aku melihat dia.Astaga ternyata dialah cucu Nenek Sun.Dia juga terkejut kala neneknya mengenalku. Gimana hubungan mereka selanjutnya?Akankah Radex sama dengan Arya?Cerpennya dilanjut ntar ya soale dah pagi saya harus kerja.Sorry juga belum sempat nulis cerbungnya.***See you in part 2 eps 64 Ddj***
Part 2 Eps 64 DEBU-DEBU JALANAN
>>> Lanjutan Cerpen ke-31 : SEDIHNYA KALAU BANJIR
Sungguh terkejut aku kala aku mampir ke rumah Nenek Sun dan melihat sebuah mobil yang tak asing bagiku.Kala itu aku pas mau motongin rumput yang mulai kembali meninggi di halaman Nenek Sun.Aku terhenyak kala Nenek yang tadinya asyik ngobrol denganku tiba2 nampak sumringah kala sebuah mobil memasuki halaman,"Cucuku!Lia ayo aku kenalkan kau padanya!"
Aku menurut saja mengikuti beliau tapi kala melihat siapa yang dipeluk Nenek dengan hangatnya,aku terpana,"Radex?"
Sama sepertiku Radex juga terheran2 melihatku,"Lia?"
Nenek Sun juga ikut heran,"Kalian sudah saling kenal?"
Aku dan Radex bersamaan menjawab,"Kami satu kerjaan Nek."
Nenek Sun tersenyum melihat kekompakan kami menjawab,"Wah,kalian sehati ya?Bisa samaan jawabnya."
Aku dan Radex jadi salting deh.Dari situ aku makin dekat dengan Radex bahkan ia berkali2 ingin main ke rumahku.Namun aku selalu mengelak,"Rumahku tak sebagus rumah Nenekmu Dex,lagian lingkungannya juga bukan di kawasan elit.Aku takut kau akan berubah begitu mengetahui seperti apa kondisi keluargaku."
Radex malah memandangku,"Bagiku rumah bagus jika tiada kasih sayang didalamnya bukanlah hunian yang nyaman.Tapi jika sebuah rumah meskipun sangat sederhana atau tipe RSS sekalipun jika didalam rumah itu ada kehangatan dan saling memperhatikan satu dengan lainnya,itulah rumah yang sebenarnya."
Aku terharu mendengar ucapannya dan iapun kuajak ke rumahku.Mobilnya diparkir dekat sungai,semua tetangga heboh melihat aku datang bersama pria bermobil.Walaupun sebenarnya Radex berulang2 menyatakan kalau ia mencintaiku namun aku belum menjawab cintanya.Aku masih trauma dengan masa laluku.Namun Radex tak menyerah,ia terus datang dan datang.Bahkan ia menjemputku kerja.Akhirnya aku yakin bahwa ia tak sama seperti Arya.Ia lain.Saat banjir melanda,disitulah aku melihat bagaimana Radex membantu keluargaku.Aku menangis di pelukannya kala melihat rumah kecilku terbenam dalam air,"Rumahku lenyap Dex...rumahku...Kasihan ayahku..."
Ia menenangkanku dan berjanji akan membantu mencarikan rumah baru bagi keluargaku,"Biarkan aku membantumu Lia.Ijinkan aku berbagi suka dan duka denganmu.Biar keluargamu menjadi keluargaku juga.Kumohon Lia..."
Disitulah disaat aku kehilangan rumahku karena banjir,aku menerima cinta Radex.Sementara keluargaku tinggal di rumah kontrakan.Radex yang mencarikannya buatku.Sebenarnya ia menawarkan keluargaku untuk tinggal di rumah Neneknya tapi aku ga mau merepotkan.Lagian aku ada uang hasil menabung selama ini buat mengontrak rumah.Radex tahu aku orangnya paling ga suka mengemis apalagi merepotkan orang.Tapi diam2 ia merancang sebuah rumah untuk kami.Ia membuat denahnya dan rancang bangunnya.Dan kala ia melamarku ia membawa denah itu kepadaku,"Maukah kamu membangun rumah bersamaku Lia?"
Aku terpana melihat ia berlutut dan menyerahkan gambar itu padaku,"Radex apa maksudmu ...aku tak mengerti?"
Nenek Sun yang menjawab pertanyannku,"Dia melamarmu Lia...ayolah jawab dengan ya ...Nenek ingin sekali melihat kalian menikah dan tinggal di sini bersama Nenek."
Aku memandang ayahku juga ibuku dan nenek kandungku.Semua mengangguk padaku bahkan adik2ku sudah teriak2,"Terima kak!Kak Radex baik lho.Ayo terima!"
Tentu saja aku terima.Aku akhirnya menikah dengan Radex dan tinggal bersama dia di rumah Nenek Sun.Orang tua Radex sangat bahagia karena aku mendekatkan mereka lagi dengan putranya.Selama ini Radex memang tidak akur dengan orang tuanya.Mereka selalu sibuk dengan bisnisnya sehingga ia memilih tinggal dengan neneknya.Namun kehadiranku dalam hidup Radex membukakan pada dirinya betapa berharganya keluarga.Orang tua Radex bahkan membantuku memperbesar toko cemilanku dan meluaskan jaringannya.Aku akhirnya malah jadi sukses dari hasil membuat cemilan.Bahkan tembus ke supermarket2.Bahkan akhirnya aku bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah yang dirancang suamiku untuk keluargaku.Rumah dengan jerih payahku dan tetesan keringat serta doa keluargaku.Rumah yang indah selain karena dirancang langsung oleh suamiku yang seorang arsitek juga merupakan jawaban doaku.Kuelus perutku yang kini sedang mengandung anak Radex,kupandang sungai dimana dulu airnya menghanyutkan rumah lamaku.Radex nampak mengambil foto kami dengan kameranya.Aku memandang ke arahnya dengan penuh cinta.Kini tak ada lagi kecemasan bila hujan mengguyur dengan derasnya.Keluargaku sudah tinggal di tempat yang aman.Adik2ku bahkan meneruskan tokoku.Melanjutkan usahaku.Aku ingin fokus merawat buah hatiku.Radex bahkan sudah menyiapkan namanya bila laki2 diberi nama Rain Novanto.Karena lahirnya diperkirakan di bulan November.Kalau perempuan diberi nama Lea Dexanti.Gabungan namaku dan nama Radex.Aku akan bersyukur pada Tuhan entah laki apa perempuan yang Ia berikan.Semua pasti yang terbaik dari-Nya. ***The End***
Akhirnya kelar juga cerpennya.Dinginnya...saya jadi ingat teman saya pas banjir kemarin buat status gini:"Air dimana2...oh ini to yang namanya banjir..."
Ia malah cerita kalau pas ga masuk kerja,ia mancing ikan lele di halaman rumahnya.Juga di lapangan desa.Dapat seember katanya.Weleh...malah panen lele.Oke sekarang kita ke lagu penuntun ya buat eps kali ini.Lagunya sebenarnya saya mau pakai di Haruskah Berakhir tapi karena ada kata jalan-nya maka saya pakai aja di sini.Siapa yang nyanyi?Fathan dengan Tetap Disini.Gimana lagunya?Ga tahu.Tahunya cuma liriknya doang.Ini dia cerbung Debu2 Jalanan eps 64.Silakan baca!
°�° AWAL KU BERJUMPA DIRINYA BEGITU INDAH... ---( RUMAH NYONYA PUSPA )--- Irwan sebenarnya ingin istirahat namun ia ingat punya janji akan datang di acara arisan keluarga Nyonya Puspa.Iapun mengingatkan Evi untuk ikut dengannya,"Pakai gaunmu yang waktu itu kita beli di butik ya?Aku ingin melihatmu memakainya."
Evi ingat betapa indahnya gaun itu juga betapa mahalnya.Weleh...
▲★▲ TAK PERNAH KUSANGKA KAU DAPAT KUGENGGAM....
Kebetulan sekali Nyonya Puspa menyewa resto cabang Bogor dimana Evi ditugaskan jadi penyanyi.Rupanya diam2 Nyonya Puspa mencari tahu soal resto milik Center Poin itu.Irwan sudah siap dengan jas hitamnya dan sedang asyik berbincang dengan Nyonya Puspa soal keluarganya,"Nanti akan saya kenalkan kamu dengan kerabat saya.Mereka punya bisnis aneka macam.Siapa tahu aja kamu dapat tender di sana.Biar makin sukses."
Irwan tersenyum menanggapinya,"Saya sungguh tak menyangka Nyonya memilih resto dimana saya juga berinvestasi di situ.Terima kasih Nyonya."
�:O�BAGAI MIMPI JADI NYATA YANG KUHARAP SEJAK LAMA....
Sementara itu Evi sedang gundah di kamarnya.Gaun indah sudah ia pakai namun hatinya resah karena Irwan sepertinya jadi dingin padanya.Berkali2 ia menghela nafas dengan sedih,'Aku sedih...aku kangen Irwan menyebutku dengan panggilan sayangnya...'
Nyonya Puspa masuk ke kamarnya,"Nak Evi kau baik2 saja?Kenapa wajahmu sedih begitu?"
Evi berdiri dan memandang pada Nyonya Puspa dengan wajah sayu,"Irwan sudah menanti ya Nyonya?Saya tidak apa2 kok."
Nyonya Puspa menyuruhnya duduk,"Dalam hidup kadang tak semua seperti harapan kita namun jangan sampai larut dalam kegagalan segera bangkit kembali karena kegagalan itu hanyalah kesuksesan yang tertunda.Ayo senyum...gaun yang kamu pakai sangat cantik dan akan lebih cantik lagi jika pemakainya tersenyum.Senyum itu sepertinya sepele namun sangat penting.Kamu harus kuat karena kau akan mendampingi seorang pria hebat seperti Nak Irwan."
•:-)• DAPATKAN DIRIMU GADIS CANTIK HARAPANKU....
Evi dikuatkan hatinya oleh perkataan Nyonya Puspa,ia pun tersenyum haru,"Makasih ya Nyonya.Anda seperti ibu bagi saya.Jadi kangen ibu saya di Jakarta sana..."
Nyonya Puspa memeluknya,"Siapapun akan bangga memiliki putri sepertimu."
Mereka akhirnya keluar dari kamar.Gimana reaksi Irwan ya?
○;-)○ KINI KAU TELAH HADIR SEBAGAI YANG TERINDAH....
Irwan sedang bicara dengan Adi di telepon,"Iya Di...sudah deal tanahnya.Tenang saja kau ini....oh my God..."
Irwan terpana melihat Evi keluar dari kamar,Adi sampai heran dan kepo tingkat RT,"Kenapa Wan?Kamu lihat apa?Lihat penampakan ya?Wan?Hello..."
Irwan malah memberikan telponnya pada Toto yang berdiri di sebelahnya,Toto jadi bingung juga,"Boss...maksudnya apa ini hpnya dikasih ke saya?Wei...ga digagas ki?Walah..."
Irwan malah melangkah ke arah Evi kayak orang dihipnotis gitu,"Wow...kau cantik sekali Vi..."
Evi agak takut2 gimana gitu didekati kekasih hatinya.
●:-D● WAHAI KASIHKU PUJAAN HATIKU SEMOGA KAU TEMANI AKU...
Irwan terpukau ria sampai lupa kalau sebenarnya ia kurang enak body,"Nyonya sayang ini benar kau?"
Evi menggigit bibir bawahnya menahan tangis mendengar panggilan sayang itu terucap lagi dari bibir Irwan.Toto malah repot jawab pertanyaan Adi yang dicuekin sama Irwan,"Kok jadi kamu sih To?Bossmu kemana?Apa dia pingsan?"
Toto malah ngekek,"Iya nih Boss sepertinya sedang larut dalam asmara he.he..."
Adi ngerti kini Irwan emang bener2 sudah jatuh hati sama Evi,'Irwan2...Akhirnya meleleh juga kau...' Irwan malah menawarkan lengannya pada Evi,"Mari Tuan Puteri ..."
Evi malu2 melingkarkan tangannya di lengan CEO muda itu.Toto segera lari ke mobil.
□♧□ JALANI HARI2KU YANG CERAH BERSAMA DIRIMU...( Resto cabang Bogor )
Sepanjang perjalanan Irwan tak henti memandang Evi dan memujinya.Rambut Evi yang biasanya diurai kini diangkat dan ditata dengan anggun.Ditambah gaunnya sangat padu dengan warna kulitnya,Irwan bahkan sampai lupa dengan hpnya.Toto yang memberikannya,"Boss hpnya...ntar bingung lagi nyari..."
Evi sendiri berharap semua akan kembali normal.Kembali cerah ceria seperti sebelumnya.Digenggamnya jemari Irwan dengan erat,'Aku kangen Irwan yang ceria...yang julit ...aku kangen sisi dirinya yang itu...'
■♧■ HATIKU BERBICARA HATIPUN TAKKAN COBA TUK BERDUSTA...
Memasuki resto sudah berkumpul kerabat Nyonya Puspa.Irwan diperkenalkan pada mereka.Rina juga ada di sana.Makhlum dia kan harus memastikan service excellent.Ia terkejut melihat Evi datang dalam balutan gaun mewah,"Wow...itu bener Evi yang kukenal ?"
Para crew yang lain juga tercengang melihat Evi datang digandeng Irwan pula,"Wah,beruntung banget ya kak Evi...dapat milyarder..."
Evi memakai kesempatan itu melakukan tugasnya menyanyi.Irwan jelas ga keberatan,"Bernyanyilah biar mereka tahu bahwa kekasihku ini punya suara emas...Nyanyikan buat aku juga ya Nyonya sayang..."
Evi mengangguk lalu menuju stage.Ia ingin meminta maaf pada Irwan lewat lagu.
◆☆◆ ENGKAULAH CINTAKU...
Lagu apa ya yang akan dibawakan oleh Evi?Lagu dari Bryan Adams judulnya 'Please Forgive Me '.Evi membuka dengan prakata,"Selamat datang saya ucapkan kepada semua keluarga besar Nyonya Puspa.Saya akan menghibur Anda semua dengan lagu2.Lagu pertama ini spesial buat seseorang yang sangat berarti buat saya.Sebuah permintaan maaf dari saya.Selamat menikmati!" Irwan yang sedang bicara dengan salah satu kerabat Nyonya Puspa sampai tertegun kala mendengar lantunan lagu Evi,"Please forgive me I know not what I do...don't deny me..."
Irwan memandang ke arah Evi dan tersenyum padanya.Toto malah mengabadikan moment itu dalam video.Weleh...suruh jaga malah nyuting.
▼☆▼ APAPUN YANG TERJADI KUAKAN TETAP DI SINI OOO...
Irwan melangkah mendekati Evi dan berbisik padanya,"Aku sudah memaafkanmu Nyonya Sayang..." Evi lega dan malah memeluk Irwan dengan haru.Hadirin jadi ber...o...
↑☆↓ HOO...TAKKAN BERDUSTA...
Evi berkata pada Irwan di sela2 isak tangisnya,"Jangan pernah lari lagi dari aku...aku ga mau kamu jauh dariku..."
Irwan mengangguk dan mengelus punggung kekasihnya itu,"Iya Nyonya sayang...aku janji..."
Evi manyun gitu,"Janji lho ya?Jangan berdusta lho..."
Irwan kembali mengangguk,"Iya Nyonya sayang...Janji."
Akankah Irwan sanggup memenuhi janjinya itu?***see you next eps***
Sungguh terkejut aku kala aku mampir ke rumah Nenek Sun dan melihat sebuah mobil yang tak asing bagiku.Kala itu aku pas mau motongin rumput yang mulai kembali meninggi di halaman Nenek Sun.Aku terhenyak kala Nenek yang tadinya asyik ngobrol denganku tiba2 nampak sumringah kala sebuah mobil memasuki halaman,"Cucuku!Lia ayo aku kenalkan kau padanya!"
Aku menurut saja mengikuti beliau tapi kala melihat siapa yang dipeluk Nenek dengan hangatnya,aku terpana,"Radex?"
Sama sepertiku Radex juga terheran2 melihatku,"Lia?"
Nenek Sun juga ikut heran,"Kalian sudah saling kenal?"
Aku dan Radex bersamaan menjawab,"Kami satu kerjaan Nek."
Nenek Sun tersenyum melihat kekompakan kami menjawab,"Wah,kalian sehati ya?Bisa samaan jawabnya."
Aku dan Radex jadi salting deh.Dari situ aku makin dekat dengan Radex bahkan ia berkali2 ingin main ke rumahku.Namun aku selalu mengelak,"Rumahku tak sebagus rumah Nenekmu Dex,lagian lingkungannya juga bukan di kawasan elit.Aku takut kau akan berubah begitu mengetahui seperti apa kondisi keluargaku."
Radex malah memandangku,"Bagiku rumah bagus jika tiada kasih sayang didalamnya bukanlah hunian yang nyaman.Tapi jika sebuah rumah meskipun sangat sederhana atau tipe RSS sekalipun jika didalam rumah itu ada kehangatan dan saling memperhatikan satu dengan lainnya,itulah rumah yang sebenarnya."
Aku terharu mendengar ucapannya dan iapun kuajak ke rumahku.Mobilnya diparkir dekat sungai,semua tetangga heboh melihat aku datang bersama pria bermobil.Walaupun sebenarnya Radex berulang2 menyatakan kalau ia mencintaiku namun aku belum menjawab cintanya.Aku masih trauma dengan masa laluku.Namun Radex tak menyerah,ia terus datang dan datang.Bahkan ia menjemputku kerja.Akhirnya aku yakin bahwa ia tak sama seperti Arya.Ia lain.Saat banjir melanda,disitulah aku melihat bagaimana Radex membantu keluargaku.Aku menangis di pelukannya kala melihat rumah kecilku terbenam dalam air,"Rumahku lenyap Dex...rumahku...Kasihan ayahku..."
Ia menenangkanku dan berjanji akan membantu mencarikan rumah baru bagi keluargaku,"Biarkan aku membantumu Lia.Ijinkan aku berbagi suka dan duka denganmu.Biar keluargamu menjadi keluargaku juga.Kumohon Lia..."
Disitulah disaat aku kehilangan rumahku karena banjir,aku menerima cinta Radex.Sementara keluargaku tinggal di rumah kontrakan.Radex yang mencarikannya buatku.Sebenarnya ia menawarkan keluargaku untuk tinggal di rumah Neneknya tapi aku ga mau merepotkan.Lagian aku ada uang hasil menabung selama ini buat mengontrak rumah.Radex tahu aku orangnya paling ga suka mengemis apalagi merepotkan orang.Tapi diam2 ia merancang sebuah rumah untuk kami.Ia membuat denahnya dan rancang bangunnya.Dan kala ia melamarku ia membawa denah itu kepadaku,"Maukah kamu membangun rumah bersamaku Lia?"
Aku terpana melihat ia berlutut dan menyerahkan gambar itu padaku,"Radex apa maksudmu ...aku tak mengerti?"
Nenek Sun yang menjawab pertanyannku,"Dia melamarmu Lia...ayolah jawab dengan ya ...Nenek ingin sekali melihat kalian menikah dan tinggal di sini bersama Nenek."
Aku memandang ayahku juga ibuku dan nenek kandungku.Semua mengangguk padaku bahkan adik2ku sudah teriak2,"Terima kak!Kak Radex baik lho.Ayo terima!"
Tentu saja aku terima.Aku akhirnya menikah dengan Radex dan tinggal bersama dia di rumah Nenek Sun.Orang tua Radex sangat bahagia karena aku mendekatkan mereka lagi dengan putranya.Selama ini Radex memang tidak akur dengan orang tuanya.Mereka selalu sibuk dengan bisnisnya sehingga ia memilih tinggal dengan neneknya.Namun kehadiranku dalam hidup Radex membukakan pada dirinya betapa berharganya keluarga.Orang tua Radex bahkan membantuku memperbesar toko cemilanku dan meluaskan jaringannya.Aku akhirnya malah jadi sukses dari hasil membuat cemilan.Bahkan tembus ke supermarket2.Bahkan akhirnya aku bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah yang dirancang suamiku untuk keluargaku.Rumah dengan jerih payahku dan tetesan keringat serta doa keluargaku.Rumah yang indah selain karena dirancang langsung oleh suamiku yang seorang arsitek juga merupakan jawaban doaku.Kuelus perutku yang kini sedang mengandung anak Radex,kupandang sungai dimana dulu airnya menghanyutkan rumah lamaku.Radex nampak mengambil foto kami dengan kameranya.Aku memandang ke arahnya dengan penuh cinta.Kini tak ada lagi kecemasan bila hujan mengguyur dengan derasnya.Keluargaku sudah tinggal di tempat yang aman.Adik2ku bahkan meneruskan tokoku.Melanjutkan usahaku.Aku ingin fokus merawat buah hatiku.Radex bahkan sudah menyiapkan namanya bila laki2 diberi nama Rain Novanto.Karena lahirnya diperkirakan di bulan November.Kalau perempuan diberi nama Lea Dexanti.Gabungan namaku dan nama Radex.Aku akan bersyukur pada Tuhan entah laki apa perempuan yang Ia berikan.Semua pasti yang terbaik dari-Nya. ***The End***
Akhirnya kelar juga cerpennya.Dinginnya...saya jadi ingat teman saya pas banjir kemarin buat status gini:"Air dimana2...oh ini to yang namanya banjir..."
Ia malah cerita kalau pas ga masuk kerja,ia mancing ikan lele di halaman rumahnya.Juga di lapangan desa.Dapat seember katanya.Weleh...malah panen lele.Oke sekarang kita ke lagu penuntun ya buat eps kali ini.Lagunya sebenarnya saya mau pakai di Haruskah Berakhir tapi karena ada kata jalan-nya maka saya pakai aja di sini.Siapa yang nyanyi?Fathan dengan Tetap Disini.Gimana lagunya?Ga tahu.Tahunya cuma liriknya doang.Ini dia cerbung Debu2 Jalanan eps 64.Silakan baca!
°�° AWAL KU BERJUMPA DIRINYA BEGITU INDAH... ---( RUMAH NYONYA PUSPA )--- Irwan sebenarnya ingin istirahat namun ia ingat punya janji akan datang di acara arisan keluarga Nyonya Puspa.Iapun mengingatkan Evi untuk ikut dengannya,"Pakai gaunmu yang waktu itu kita beli di butik ya?Aku ingin melihatmu memakainya."
Evi ingat betapa indahnya gaun itu juga betapa mahalnya.Weleh...
▲★▲ TAK PERNAH KUSANGKA KAU DAPAT KUGENGGAM....
Kebetulan sekali Nyonya Puspa menyewa resto cabang Bogor dimana Evi ditugaskan jadi penyanyi.Rupanya diam2 Nyonya Puspa mencari tahu soal resto milik Center Poin itu.Irwan sudah siap dengan jas hitamnya dan sedang asyik berbincang dengan Nyonya Puspa soal keluarganya,"Nanti akan saya kenalkan kamu dengan kerabat saya.Mereka punya bisnis aneka macam.Siapa tahu aja kamu dapat tender di sana.Biar makin sukses."
Irwan tersenyum menanggapinya,"Saya sungguh tak menyangka Nyonya memilih resto dimana saya juga berinvestasi di situ.Terima kasih Nyonya."
�:O�BAGAI MIMPI JADI NYATA YANG KUHARAP SEJAK LAMA....
Sementara itu Evi sedang gundah di kamarnya.Gaun indah sudah ia pakai namun hatinya resah karena Irwan sepertinya jadi dingin padanya.Berkali2 ia menghela nafas dengan sedih,'Aku sedih...aku kangen Irwan menyebutku dengan panggilan sayangnya...'
Nyonya Puspa masuk ke kamarnya,"Nak Evi kau baik2 saja?Kenapa wajahmu sedih begitu?"
Evi berdiri dan memandang pada Nyonya Puspa dengan wajah sayu,"Irwan sudah menanti ya Nyonya?Saya tidak apa2 kok."
Nyonya Puspa menyuruhnya duduk,"Dalam hidup kadang tak semua seperti harapan kita namun jangan sampai larut dalam kegagalan segera bangkit kembali karena kegagalan itu hanyalah kesuksesan yang tertunda.Ayo senyum...gaun yang kamu pakai sangat cantik dan akan lebih cantik lagi jika pemakainya tersenyum.Senyum itu sepertinya sepele namun sangat penting.Kamu harus kuat karena kau akan mendampingi seorang pria hebat seperti Nak Irwan."
•:-)• DAPATKAN DIRIMU GADIS CANTIK HARAPANKU....
Evi dikuatkan hatinya oleh perkataan Nyonya Puspa,ia pun tersenyum haru,"Makasih ya Nyonya.Anda seperti ibu bagi saya.Jadi kangen ibu saya di Jakarta sana..."
Nyonya Puspa memeluknya,"Siapapun akan bangga memiliki putri sepertimu."
Mereka akhirnya keluar dari kamar.Gimana reaksi Irwan ya?
○;-)○ KINI KAU TELAH HADIR SEBAGAI YANG TERINDAH....
Irwan sedang bicara dengan Adi di telepon,"Iya Di...sudah deal tanahnya.Tenang saja kau ini....oh my God..."
Irwan terpana melihat Evi keluar dari kamar,Adi sampai heran dan kepo tingkat RT,"Kenapa Wan?Kamu lihat apa?Lihat penampakan ya?Wan?Hello..."
Irwan malah memberikan telponnya pada Toto yang berdiri di sebelahnya,Toto jadi bingung juga,"Boss...maksudnya apa ini hpnya dikasih ke saya?Wei...ga digagas ki?Walah..."
Irwan malah melangkah ke arah Evi kayak orang dihipnotis gitu,"Wow...kau cantik sekali Vi..."
Evi agak takut2 gimana gitu didekati kekasih hatinya.
●:-D● WAHAI KASIHKU PUJAAN HATIKU SEMOGA KAU TEMANI AKU...
Irwan terpukau ria sampai lupa kalau sebenarnya ia kurang enak body,"Nyonya sayang ini benar kau?"
Evi menggigit bibir bawahnya menahan tangis mendengar panggilan sayang itu terucap lagi dari bibir Irwan.Toto malah repot jawab pertanyaan Adi yang dicuekin sama Irwan,"Kok jadi kamu sih To?Bossmu kemana?Apa dia pingsan?"
Toto malah ngekek,"Iya nih Boss sepertinya sedang larut dalam asmara he.he..."
Adi ngerti kini Irwan emang bener2 sudah jatuh hati sama Evi,'Irwan2...Akhirnya meleleh juga kau...' Irwan malah menawarkan lengannya pada Evi,"Mari Tuan Puteri ..."
Evi malu2 melingkarkan tangannya di lengan CEO muda itu.Toto segera lari ke mobil.
□♧□ JALANI HARI2KU YANG CERAH BERSAMA DIRIMU...( Resto cabang Bogor )
Sepanjang perjalanan Irwan tak henti memandang Evi dan memujinya.Rambut Evi yang biasanya diurai kini diangkat dan ditata dengan anggun.Ditambah gaunnya sangat padu dengan warna kulitnya,Irwan bahkan sampai lupa dengan hpnya.Toto yang memberikannya,"Boss hpnya...ntar bingung lagi nyari..."
Evi sendiri berharap semua akan kembali normal.Kembali cerah ceria seperti sebelumnya.Digenggamnya jemari Irwan dengan erat,'Aku kangen Irwan yang ceria...yang julit ...aku kangen sisi dirinya yang itu...'
■♧■ HATIKU BERBICARA HATIPUN TAKKAN COBA TUK BERDUSTA...
Memasuki resto sudah berkumpul kerabat Nyonya Puspa.Irwan diperkenalkan pada mereka.Rina juga ada di sana.Makhlum dia kan harus memastikan service excellent.Ia terkejut melihat Evi datang dalam balutan gaun mewah,"Wow...itu bener Evi yang kukenal ?"
Para crew yang lain juga tercengang melihat Evi datang digandeng Irwan pula,"Wah,beruntung banget ya kak Evi...dapat milyarder..."
Evi memakai kesempatan itu melakukan tugasnya menyanyi.Irwan jelas ga keberatan,"Bernyanyilah biar mereka tahu bahwa kekasihku ini punya suara emas...Nyanyikan buat aku juga ya Nyonya sayang..."
Evi mengangguk lalu menuju stage.Ia ingin meminta maaf pada Irwan lewat lagu.
◆☆◆ ENGKAULAH CINTAKU...
Lagu apa ya yang akan dibawakan oleh Evi?Lagu dari Bryan Adams judulnya 'Please Forgive Me '.Evi membuka dengan prakata,"Selamat datang saya ucapkan kepada semua keluarga besar Nyonya Puspa.Saya akan menghibur Anda semua dengan lagu2.Lagu pertama ini spesial buat seseorang yang sangat berarti buat saya.Sebuah permintaan maaf dari saya.Selamat menikmati!" Irwan yang sedang bicara dengan salah satu kerabat Nyonya Puspa sampai tertegun kala mendengar lantunan lagu Evi,"Please forgive me I know not what I do...don't deny me..."
Irwan memandang ke arah Evi dan tersenyum padanya.Toto malah mengabadikan moment itu dalam video.Weleh...suruh jaga malah nyuting.
▼☆▼ APAPUN YANG TERJADI KUAKAN TETAP DI SINI OOO...
Irwan melangkah mendekati Evi dan berbisik padanya,"Aku sudah memaafkanmu Nyonya Sayang..." Evi lega dan malah memeluk Irwan dengan haru.Hadirin jadi ber...o...
↑☆↓ HOO...TAKKAN BERDUSTA...
Evi berkata pada Irwan di sela2 isak tangisnya,"Jangan pernah lari lagi dari aku...aku ga mau kamu jauh dariku..."
Irwan mengangguk dan mengelus punggung kekasihnya itu,"Iya Nyonya sayang...aku janji..."
Evi manyun gitu,"Janji lho ya?Jangan berdusta lho..."
Irwan kembali mengangguk,"Iya Nyonya sayang...Janji."
Akankah Irwan sanggup memenuhi janjinya itu?***see you next eps***
DEBU-DEBU JALANAN EPS 65 : Physician
◆◆◆ NOTE GERBONG 10 : Dokter
Jauhi juga konsumsi alkohol,minuman bersoda serta rokok.Karena akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung.Saat maag kambuh,hindari memakan makanan yang terlalu sulit dicerna.Hal ini akan menyebabkan lambung yang terluka bekerja semakin keras sehingga bertambah parah.Bayangkan saja dalam motogp,weleh...Bila ban yang dipilih sudah aus maka pembalap akan mengurangi kecepatannya.Ia akan berusaha agar ban tetap dalam grid supaya tidak jatuh.Seperti itu juga lambung kita.Kalau dipaksa kerja rodi apalagi romusha weleh...istilah penjajahan sampai ke medical centre...maka tubuh yang akan mentiung alias menderita dan bisa ambruk.Temen saya bahkan pernah pingsan di tepi jalan karena kadar asam lambungnya tinggi.Untung ia ditemukan orang yang baik kalau ga bisa melayang tuh motor plus hp dan uang di dompet.
◆◆◆ SEBELAS JANUARI BERTEMU MENJALANI KISAH CINTA INI.... ( IDAYU PLACE ) Idayu merasa kesepian di malam hari.Udara dingin kian menambah rasa sepi yang ia rasakan.Ia kangen dengan mendiang suaminya.Papanya Irwan.Diambilnya foto di mejanya dimana disitu terpajang foto Irwan dan Papanya sedang asyik melihat tanaman.Keduanya emang hobby soal tanaman.Pantas kantor Irwan selalu ada tanamannya.Nurun rupanya.Idayu ingat kala ia bertemu pertama kali dengan Papanya Irwan.Mereka dijodohkan.Biasa anak2 orang2 kaya emang biasanya gitu.Kala itu usaha keluarga papanya Irwan alami kerugian dan punya banyak hutang di bank.Keluarga Idayu menjadi penyelamat bisnis mereka.Tentu saja dengan mengikat perkawinan di antara mereka.Idayu menarik nafas sedih,'Jika saja waktu itu kutahu kalau kau terpaksa menikahiku Pi...aku takkan mau...kau menderita hidup bersamaku.Kita sungguh berbeda.Kau air dan aku minyak.Kita sulit menyatu.'
◇◇◇ NALURI BERKATA ENGKAULAH MILIKKU...( HAZMAN'S PLACE )
Hotel dimana Hazman tinggal akhirnya ia tinggalkan.Hazman memilih membeli apartemen.Tentu saja itu mudah baginya karena ia bukan orang tak punya.Ia memandang puas pada apartemennya,'Tempat yang bagus!Ditengah kota dan viewnya sangat bagus.Disini aku akan tinggal.Sepertinya aku harus lebih lama berada di Jakarta.Semua demi Shiha.Aku harus membawa dia kembali padaku.Dia adalah milikku!'
■■■ BAHAGIA SELALU DIMILIKI BERTAHUN MENJALANI BERSAMAMU...( REZA'S HOUSE )
Reza terlelap di depan tv,tidur di atas sofa dengan remote di tangan.Hayati mengambil remotenya,'Ya ampun Mas Reza sampai ketiduran di depan tv.Malah tvnya yang nonton Mas.Aku matikan saja tvnya.'
Klik.Mati deh tvnya.Tapi Reza jadi bangun,"Whooaah...astaga aku ketiduran di sofa ya?Kecapekan kali ya nebang2 ranting tadi...aku ke kamar aja deh...whoooahh..."
Hayati tersenyum melihat anak majikannya itu jalan ke kamarnya setengah ngantuk dan akhirnya malah nabrak2 ga jelas,"Auw!Aduh!Ini apa sih Hayati kok ada di depan sini?"
Hayati mesem,"Mas ini lucu deh.Kan Mas Reza sendiri yang naruh itu di situ?Katanya bagus di situ.Ga boleh dipindahin...sekarang diomeli sendiri."
Reza mengelus2 dengkulnya lalu masuk ke kamarnya dan langsung ambruk gitu aja di kasur.Ga sempat nutup pintu kamarnya apalagi pakai selimut
. ¤¤¤ KUNYATAKAN BAHWA ENGKAULAH JIWAKU...
Hayati masuk ke kamar Reza dan menyelimutinya lalu menutup pintu kamarnya sebelum pergi.Ia melihat sebentar ke dalam kamar,'Selamat malam Mas Reza.Besok sudah mulai masuk kerja lagi ya.Bisa ada di dekat Mas saja saya sudah senang banget.Mas bahagia saya juga ikut bahagia.Saya ini cuma pembantu.Bisa makan dan hidup layak saja sudah seneng.Apalagi bisa merawat Mas dan bisa merhatiin Mas.Rasanya itu bahagia banget.Tapi kalau lihat Mas sedih,jiwa saya ikut sakit.Semoga Mas akan selalu bahagia.Met istirahat.'
÷÷÷ AKULAH PENJAGAMU AKULAH PELINDUNGMU...
Kala hendak menuju kamarnya tiba2 terdengar bunyi ketokan pintu.Hayati segera melihat siapa yang datang,"Tante?"
Rupanya Inul yang datang,"Reza dah tidur?"
Hayati mengangguk,"Sudah Tante.Baru saja masuk kamar.Sudah pulas sekarang."
Inul menyerahkan tas berisi oleh2 pada Hayati,"Ini buat kamu.Makasih ya dah jagain putra saya.Saya tenang kalau ada kamu dekat putra saya."
>>> AKULAH PENDAMPINGMU DI SETIAP LANGKAH2MU....
Hayati segera membawa oleh2 ke dapur sekalian membuatkan minum,"Tante sudah makan belum?Saya ambilkan ya?"
Inul malah ikut menuju dapur,"Tante mau kopi saja."
Hayati mengambil satu sachet white coffe,diseduhnya dengan air panas lalu diberi gula dikit dan disajikannya di depan majikannya,"Silakan Tante."
Inul segera meminumnya,'Hayati...kamu situ satu2nya orang yang ga pernah memandang rendah saya.Kuharap kelak kaulah yang akan menjadi pendamping bagi Reza.'
¤♡¤ PERNAH KU MENYAKITI HATIMU... ( Resto Bogor )
Irwan mendapatkan banyak tender di pertemuan arisan keluarga Nyonya Puspa. Apalagi Nyonya Puspa ikut merekomendasikannya,"Inilah pengusaha muda yang aku bicarakan tadi.Kalian tak akan menyesal bila menjalin kerja sama dengan perusahaannya.Jaminan mutu pokoknya." Irwan jadi tersipu,"Terima kasih sudah mengajak saya kemari Nyonya.Sungguh saya tak mengira bakal bertemu pebisnis2 top di sini.Saya sungguh berhutang budi pada Anda."
Evi sendiri terus memperhatikan gerak gerik Irwan sembari melantunkan lagu demi lagu,'Irwan sepertinya sangat bahagia.Sudah ceria lagi.Aku janji Wan,aku ga akan membahas soal kau dan Mamamu lagi.Aku tak mau menyakiti hatimu lagi.Aku janji.'
••• PERNAH KAU MELUPAKAN JANJI INI....
Evi juga memperhatikan hidangan buat Irwan,diambilkannya makanan buat CEO itu sampai ada yang nyeletuk,"Aduh perhatiannya isterimu itu Nak Irwan..."
Evi merona dikira sudah menikah dengan Irwan.Nyonya Puspalah yang memberitahu kerabatnya itu,"Mereka belum menikah kak.Tapi sepertinya akan segera kok.Iya kan Nak Irwan?" Irwan malah memeluk pinggang Evi,"Doain saja semoga secepatnya."
Nyonya Puspa malah wanti2,"Pokoknya jangan lupa janjimu lho ya kirim undangan ke saya.Saya pasti datang."
Irwan mengangguk.
~~~ SEMUA KARENA KITA INI MANUSIA...
Namun disaat acara mau usai,Irwan merasa tidak enak badan.Ia segera menuju toilet,"Maaf saya permisi dulu."
Evi saat itu sedang melantunkan lagu.Ia hanya bisa melihat Irwan melangkah pergi.Segera lagu selesai,ia mencari Irwan diantara kerumunan manusia,'Kemana dia ya?Tadi ke arah sini.Apa ke toilet ya?Ah pasti.Hanya tempat itu saja yang belum kulihat.Toto kok juga ga ada ya?'
Ia menuju toilet dan papasan dengan Rina,"Kak Rina lihat Irwan?"
Rina malah menggeleng,"Wah aku ga tahu Vi.Makhlum aku ke sana ke mari kayak setrika.Ke toilet kali.Telpon aja."
Evi jadi cemas,"Ya udah kak.Makasih.Evi mau cek toilet dulu."
%%% KAU BAWA DIRIKU KE DALAM HIDUPMU...
Evi cemas dan menghubungi hp Irwan,"Ayo Wan angkat...kamu dimana sih..."
Eh yang menjawab suaranya Toto,"Hello Non..."
Evi jelas heran,"Lho kok Mas Toto yang pegang hp Irwan?Irwan dimana Mas?"
Toto memang sedang bersama Irwan yang lagi muntah2 di kamar mandi,"Sedang di toilet Non...Boss muntah2 nih..."
Evi kaget,"Apa?"
Evi mendengar suara Irwan mengeluarkan semua isi perutnya,"Woeek...hoeek!Ugh..."
Evi hendak masuk ke dalam tapi Toto mencegahnya,"Jangan Non!Sudah mau selesai kok.Tenang aja ada saya kok."
¤`¤ KAU BASUH DIRIKU DENGAN RASA SAYANG...
Irwan membasuh tangannya dengan air,"Nyonyaku ya To?"
Toto jawab,"Iya Boss.Panik dia Boss...sayang banget sama Boss."
Irwan memandang ke cermin,"Wajahku pucat sekali...tapi setelah muntah rasanya mendingan.Obatku dimana To?"
Toto jawab sambil mengawal Bossnya itu keluar,"Di tas Non Evi Boss..."
Begitu Irwan keluar,Evi segera mendekatinya,"Kamu gpp Wan?Kamu muntah lagi?Ayo minum obat dulu."
Toto lega kalau Irwan sudah bersama Evi,karena ia tahu bagaimana sayangnya Evi sama Bossnya itu.
>=< SENYUMMU JUGA SEDIHMU ADALAH HIDUPKU...
Sampai di rumah Nyonya Puspapun masih memperhatikan Irwan,diambilkannya baju ganti dan dibuatkannya minuman hangat.Irwan sudah ganti baju dan berbaring di ranjangnya.Evi masih belum ganti baju,ia sibuk buat ini itu untuk Irwan.Pembantu Nyonya Puspa sampai ikut bantuin.Ribet bin ribet gitu,"Non ganti baju dulu aja biar buburnya saya yang aduk.Eman2 gaun sebagus itu dipakai buat masak."
Evi nurut dan segera ke kamarnya untuk ganti.Evi mendapat telpon dari Jakarta,"Vi,gimana kabarmu Sayang?Sudah tidur ya?Ibu kepikiran kamu terus.Kamu gpp di sana Sayang?"
Evi menjawab sambil menahan tangis,"Irwan Bu...Irwan akhir2 ini sering drop kesehatannya.Evi cemas Bu...Rizky gimana Bu?"
Rita melaporkan perkembangan Rizky,"Semakin membaik.Responnya kian bagus.Sudah mulai makan tanpa alat."
Evi ikut bahagia mendengarnya,"Syukurlah Bu...salam kangen ya buat Rizky...Mungkin besok Evi akan pulang Bu.Lihat kondisi Irwan juga ..."
Rita menangkap kesedihan di suara putrinya,"Jangan sedih sayang...semua akan baik2 saja...Lihat saja adikmu saja bisa sembuh kok...pasti Nak Irwan juga bisa sayang..."
Evi mengangguk,"Ibu benar...makasih ya Bu...Evi lihat Irwan dulu ya?Salam buat Lesti juga."
¤�¤ KAU SENTUH CINTAKU DENGAN LEMBUT DENGAN SEJUTA WARNA...
Di kamarnya Irwan tampak pucat,Evi menyuapinya dengan bubur.Irwan menatap haru pada pujaan hatinya itu,"Makasih ya Vi kamu perhatian banget sama aku.Tapi sebentar aku juga baik kok.Ga usah cemas."
Evi menunggui Irwan sampai pria itu tertidur.Diselimutinya Irwan dengan lembut. Ia sendiri malah ketiduran di sofanya Irwan.Menjelang tengah malam,Evi bermimpi.Ia melihat Irwan seperti akan pergi jauh gitu,"Wan kamu mau kemana?"
Irwan malah membelai pipinya,"Aku tak kemana2 Nyonya Sayang...Aku akan kembali padamu..." Evi terbangun sambil memanggil nama Irwan,"Irwaaan!"
Evi lega melihat Irwan masih di tempat tidurnya,'Ternyata aku mimpi...'
Namun kala Evi memegang wajah Irwan,'Ya ampun panas sekali!Irwan demam.Aku harus segera mengompresnya.'
Irwan menggigil kedinginan dan mengigau,"Jangan pergi...jangan pergi ..."
Evi menyelimuti Irwan dengan selimut lagi,bahkan akhirnya ia naik ke ranjang Irwan dan meraih Irwan dalam pelukannya,"Aku disini Wan...aku tidak kemana2...aku akan selalu bersamamu..."
Irwan baru tenang setelah itu dan tidur dalam pelukan Evi. Apakah yang terjadi dengan Irwan?
***see you next eps***
Jauhi juga konsumsi alkohol,minuman bersoda serta rokok.Karena akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung.Saat maag kambuh,hindari memakan makanan yang terlalu sulit dicerna.Hal ini akan menyebabkan lambung yang terluka bekerja semakin keras sehingga bertambah parah.Bayangkan saja dalam motogp,weleh...Bila ban yang dipilih sudah aus maka pembalap akan mengurangi kecepatannya.Ia akan berusaha agar ban tetap dalam grid supaya tidak jatuh.Seperti itu juga lambung kita.Kalau dipaksa kerja rodi apalagi romusha weleh...istilah penjajahan sampai ke medical centre...maka tubuh yang akan mentiung alias menderita dan bisa ambruk.Temen saya bahkan pernah pingsan di tepi jalan karena kadar asam lambungnya tinggi.Untung ia ditemukan orang yang baik kalau ga bisa melayang tuh motor plus hp dan uang di dompet.
◆◆◆ SEBELAS JANUARI BERTEMU MENJALANI KISAH CINTA INI.... ( IDAYU PLACE ) Idayu merasa kesepian di malam hari.Udara dingin kian menambah rasa sepi yang ia rasakan.Ia kangen dengan mendiang suaminya.Papanya Irwan.Diambilnya foto di mejanya dimana disitu terpajang foto Irwan dan Papanya sedang asyik melihat tanaman.Keduanya emang hobby soal tanaman.Pantas kantor Irwan selalu ada tanamannya.Nurun rupanya.Idayu ingat kala ia bertemu pertama kali dengan Papanya Irwan.Mereka dijodohkan.Biasa anak2 orang2 kaya emang biasanya gitu.Kala itu usaha keluarga papanya Irwan alami kerugian dan punya banyak hutang di bank.Keluarga Idayu menjadi penyelamat bisnis mereka.Tentu saja dengan mengikat perkawinan di antara mereka.Idayu menarik nafas sedih,'Jika saja waktu itu kutahu kalau kau terpaksa menikahiku Pi...aku takkan mau...kau menderita hidup bersamaku.Kita sungguh berbeda.Kau air dan aku minyak.Kita sulit menyatu.'
◇◇◇ NALURI BERKATA ENGKAULAH MILIKKU...( HAZMAN'S PLACE )
Hotel dimana Hazman tinggal akhirnya ia tinggalkan.Hazman memilih membeli apartemen.Tentu saja itu mudah baginya karena ia bukan orang tak punya.Ia memandang puas pada apartemennya,'Tempat yang bagus!Ditengah kota dan viewnya sangat bagus.Disini aku akan tinggal.Sepertinya aku harus lebih lama berada di Jakarta.Semua demi Shiha.Aku harus membawa dia kembali padaku.Dia adalah milikku!'
■■■ BAHAGIA SELALU DIMILIKI BERTAHUN MENJALANI BERSAMAMU...( REZA'S HOUSE )
Reza terlelap di depan tv,tidur di atas sofa dengan remote di tangan.Hayati mengambil remotenya,'Ya ampun Mas Reza sampai ketiduran di depan tv.Malah tvnya yang nonton Mas.Aku matikan saja tvnya.'
Klik.Mati deh tvnya.Tapi Reza jadi bangun,"Whooaah...astaga aku ketiduran di sofa ya?Kecapekan kali ya nebang2 ranting tadi...aku ke kamar aja deh...whoooahh..."
Hayati tersenyum melihat anak majikannya itu jalan ke kamarnya setengah ngantuk dan akhirnya malah nabrak2 ga jelas,"Auw!Aduh!Ini apa sih Hayati kok ada di depan sini?"
Hayati mesem,"Mas ini lucu deh.Kan Mas Reza sendiri yang naruh itu di situ?Katanya bagus di situ.Ga boleh dipindahin...sekarang diomeli sendiri."
Reza mengelus2 dengkulnya lalu masuk ke kamarnya dan langsung ambruk gitu aja di kasur.Ga sempat nutup pintu kamarnya apalagi pakai selimut
. ¤¤¤ KUNYATAKAN BAHWA ENGKAULAH JIWAKU...
Hayati masuk ke kamar Reza dan menyelimutinya lalu menutup pintu kamarnya sebelum pergi.Ia melihat sebentar ke dalam kamar,'Selamat malam Mas Reza.Besok sudah mulai masuk kerja lagi ya.Bisa ada di dekat Mas saja saya sudah senang banget.Mas bahagia saya juga ikut bahagia.Saya ini cuma pembantu.Bisa makan dan hidup layak saja sudah seneng.Apalagi bisa merawat Mas dan bisa merhatiin Mas.Rasanya itu bahagia banget.Tapi kalau lihat Mas sedih,jiwa saya ikut sakit.Semoga Mas akan selalu bahagia.Met istirahat.'
÷÷÷ AKULAH PENJAGAMU AKULAH PELINDUNGMU...
Kala hendak menuju kamarnya tiba2 terdengar bunyi ketokan pintu.Hayati segera melihat siapa yang datang,"Tante?"
Rupanya Inul yang datang,"Reza dah tidur?"
Hayati mengangguk,"Sudah Tante.Baru saja masuk kamar.Sudah pulas sekarang."
Inul menyerahkan tas berisi oleh2 pada Hayati,"Ini buat kamu.Makasih ya dah jagain putra saya.Saya tenang kalau ada kamu dekat putra saya."
>>> AKULAH PENDAMPINGMU DI SETIAP LANGKAH2MU....
Hayati segera membawa oleh2 ke dapur sekalian membuatkan minum,"Tante sudah makan belum?Saya ambilkan ya?"
Inul malah ikut menuju dapur,"Tante mau kopi saja."
Hayati mengambil satu sachet white coffe,diseduhnya dengan air panas lalu diberi gula dikit dan disajikannya di depan majikannya,"Silakan Tante."
Inul segera meminumnya,'Hayati...kamu situ satu2nya orang yang ga pernah memandang rendah saya.Kuharap kelak kaulah yang akan menjadi pendamping bagi Reza.'
¤♡¤ PERNAH KU MENYAKITI HATIMU... ( Resto Bogor )
Irwan mendapatkan banyak tender di pertemuan arisan keluarga Nyonya Puspa. Apalagi Nyonya Puspa ikut merekomendasikannya,"Inilah pengusaha muda yang aku bicarakan tadi.Kalian tak akan menyesal bila menjalin kerja sama dengan perusahaannya.Jaminan mutu pokoknya." Irwan jadi tersipu,"Terima kasih sudah mengajak saya kemari Nyonya.Sungguh saya tak mengira bakal bertemu pebisnis2 top di sini.Saya sungguh berhutang budi pada Anda."
Evi sendiri terus memperhatikan gerak gerik Irwan sembari melantunkan lagu demi lagu,'Irwan sepertinya sangat bahagia.Sudah ceria lagi.Aku janji Wan,aku ga akan membahas soal kau dan Mamamu lagi.Aku tak mau menyakiti hatimu lagi.Aku janji.'
••• PERNAH KAU MELUPAKAN JANJI INI....
Evi juga memperhatikan hidangan buat Irwan,diambilkannya makanan buat CEO itu sampai ada yang nyeletuk,"Aduh perhatiannya isterimu itu Nak Irwan..."
Evi merona dikira sudah menikah dengan Irwan.Nyonya Puspalah yang memberitahu kerabatnya itu,"Mereka belum menikah kak.Tapi sepertinya akan segera kok.Iya kan Nak Irwan?" Irwan malah memeluk pinggang Evi,"Doain saja semoga secepatnya."
Nyonya Puspa malah wanti2,"Pokoknya jangan lupa janjimu lho ya kirim undangan ke saya.Saya pasti datang."
Irwan mengangguk.
~~~ SEMUA KARENA KITA INI MANUSIA...
Namun disaat acara mau usai,Irwan merasa tidak enak badan.Ia segera menuju toilet,"Maaf saya permisi dulu."
Evi saat itu sedang melantunkan lagu.Ia hanya bisa melihat Irwan melangkah pergi.Segera lagu selesai,ia mencari Irwan diantara kerumunan manusia,'Kemana dia ya?Tadi ke arah sini.Apa ke toilet ya?Ah pasti.Hanya tempat itu saja yang belum kulihat.Toto kok juga ga ada ya?'
Ia menuju toilet dan papasan dengan Rina,"Kak Rina lihat Irwan?"
Rina malah menggeleng,"Wah aku ga tahu Vi.Makhlum aku ke sana ke mari kayak setrika.Ke toilet kali.Telpon aja."
Evi jadi cemas,"Ya udah kak.Makasih.Evi mau cek toilet dulu."
%%% KAU BAWA DIRIKU KE DALAM HIDUPMU...
Evi cemas dan menghubungi hp Irwan,"Ayo Wan angkat...kamu dimana sih..."
Eh yang menjawab suaranya Toto,"Hello Non..."
Evi jelas heran,"Lho kok Mas Toto yang pegang hp Irwan?Irwan dimana Mas?"
Toto memang sedang bersama Irwan yang lagi muntah2 di kamar mandi,"Sedang di toilet Non...Boss muntah2 nih..."
Evi kaget,"Apa?"
Evi mendengar suara Irwan mengeluarkan semua isi perutnya,"Woeek...hoeek!Ugh..."
Evi hendak masuk ke dalam tapi Toto mencegahnya,"Jangan Non!Sudah mau selesai kok.Tenang aja ada saya kok."
¤`¤ KAU BASUH DIRIKU DENGAN RASA SAYANG...
Irwan membasuh tangannya dengan air,"Nyonyaku ya To?"
Toto jawab,"Iya Boss.Panik dia Boss...sayang banget sama Boss."
Irwan memandang ke cermin,"Wajahku pucat sekali...tapi setelah muntah rasanya mendingan.Obatku dimana To?"
Toto jawab sambil mengawal Bossnya itu keluar,"Di tas Non Evi Boss..."
Begitu Irwan keluar,Evi segera mendekatinya,"Kamu gpp Wan?Kamu muntah lagi?Ayo minum obat dulu."
Toto lega kalau Irwan sudah bersama Evi,karena ia tahu bagaimana sayangnya Evi sama Bossnya itu.
>=< SENYUMMU JUGA SEDIHMU ADALAH HIDUPKU...
Sampai di rumah Nyonya Puspapun masih memperhatikan Irwan,diambilkannya baju ganti dan dibuatkannya minuman hangat.Irwan sudah ganti baju dan berbaring di ranjangnya.Evi masih belum ganti baju,ia sibuk buat ini itu untuk Irwan.Pembantu Nyonya Puspa sampai ikut bantuin.Ribet bin ribet gitu,"Non ganti baju dulu aja biar buburnya saya yang aduk.Eman2 gaun sebagus itu dipakai buat masak."
Evi nurut dan segera ke kamarnya untuk ganti.Evi mendapat telpon dari Jakarta,"Vi,gimana kabarmu Sayang?Sudah tidur ya?Ibu kepikiran kamu terus.Kamu gpp di sana Sayang?"
Evi menjawab sambil menahan tangis,"Irwan Bu...Irwan akhir2 ini sering drop kesehatannya.Evi cemas Bu...Rizky gimana Bu?"
Rita melaporkan perkembangan Rizky,"Semakin membaik.Responnya kian bagus.Sudah mulai makan tanpa alat."
Evi ikut bahagia mendengarnya,"Syukurlah Bu...salam kangen ya buat Rizky...Mungkin besok Evi akan pulang Bu.Lihat kondisi Irwan juga ..."
Rita menangkap kesedihan di suara putrinya,"Jangan sedih sayang...semua akan baik2 saja...Lihat saja adikmu saja bisa sembuh kok...pasti Nak Irwan juga bisa sayang..."
Evi mengangguk,"Ibu benar...makasih ya Bu...Evi lihat Irwan dulu ya?Salam buat Lesti juga."
¤�¤ KAU SENTUH CINTAKU DENGAN LEMBUT DENGAN SEJUTA WARNA...
Di kamarnya Irwan tampak pucat,Evi menyuapinya dengan bubur.Irwan menatap haru pada pujaan hatinya itu,"Makasih ya Vi kamu perhatian banget sama aku.Tapi sebentar aku juga baik kok.Ga usah cemas."
Evi menunggui Irwan sampai pria itu tertidur.Diselimutinya Irwan dengan lembut. Ia sendiri malah ketiduran di sofanya Irwan.Menjelang tengah malam,Evi bermimpi.Ia melihat Irwan seperti akan pergi jauh gitu,"Wan kamu mau kemana?"
Irwan malah membelai pipinya,"Aku tak kemana2 Nyonya Sayang...Aku akan kembali padamu..." Evi terbangun sambil memanggil nama Irwan,"Irwaaan!"
Evi lega melihat Irwan masih di tempat tidurnya,'Ternyata aku mimpi...'
Namun kala Evi memegang wajah Irwan,'Ya ampun panas sekali!Irwan demam.Aku harus segera mengompresnya.'
Irwan menggigil kedinginan dan mengigau,"Jangan pergi...jangan pergi ..."
Evi menyelimuti Irwan dengan selimut lagi,bahkan akhirnya ia naik ke ranjang Irwan dan meraih Irwan dalam pelukannya,"Aku disini Wan...aku tidak kemana2...aku akan selalu bersamamu..."
Irwan baru tenang setelah itu dan tidur dalam pelukan Evi. Apakah yang terjadi dengan Irwan?
***see you next eps***
Eps 66 DEBU-DEBU JALANAN : A New Beginning
☆◆☆ NOTE GERBONG 10 : Awal Permulaan
Kalau diluar negeri sekarang sedang musim dingin ya.Salju dimana2.Bagi mereka musim semi atau musim setelah musim dingin dipandang sebagai mulainya kehidupan baru.Itulah kenapa awal musim semi disambut dengan perayaan sukacita setelah selama 3 bulan mengalami musim dingin.Inilah yang dirayakan sebagai perayaan Tahun Baru setiap tahun.
★ DI SUATU HARI TANPA SENGAJA KITA BERTEMU....( RUMAH NY.PUSPA )
Menjelang dini hari Irwan yang tertidur dalam pelukan Evi,terbangun.Demamnya sudah turun.Ia membuka matanya dan terkesiap kala melihat Evi ada di sampingnya,'Evi?Kamu itu perhatian banget sama aku.'
Irwan ga mau membangunkan Evi,ia malah mapan tidur lagi.Biar lebih lama menikmati berada di dekat Evi.Modus...
Dipandanginya Evi yang pulas di sebelahnya,'Nyonya sayang aku ga sangka wanita yang hampir kutabrak dengan mobilku waktu itu kini menjadi orang yang sangat berarti bagiku.Andai saja waktu itu aku tidak lewat jalan itu pasti aku takkan bertemu denganmu Nyonya Sayang...'
♡~� AKU YANG PERNAH TERLUKA KEMBALI MENGENAL CINTA...
Irwan meletakkan kepalanya dekat dengan kepala Evi,'Dulu aku ditinggalkan Shiha demi pria yang ia cintai.Sejak itu aku pikir tak mungkin akan hadir cinta dalam hidupku.Cinta seperti sebuah ilusi bagiku.Aku benci kata cinta.Aku benci bila melihat orang saling mencintai.Namun sejak kau hadir dalam hidupku Vi,aku merasa sangat bahagia.Aku merasa dicintai.Berharga dan dunia jadi terasa indah.'
~`~ HATI INI KEMBALI TEMUKAN SENYUM YANG HILANG...
Irwan merasa sangat bahagia,ia kembali tertidur bahkan sambil tersenyum.Evi yang kelelahan tak menyadari bahwa CEO muda yang ia jaga sempat bangun dan memandanginya penuh cinta.
¥¥¥ SEMUA ITU KARENA DIA...
Pagi menyingsing.Evi terbangun,dirasakannya seseorang di sebelahnya.Ia baru sadar kalau ia tidur di sebelah Irwan,'Astaga!Aku semalam tidur di sini?Pasti aku panik karena lihat Irwan menggigil kemarin...aku cek dia dulu.Masih demam tidak ya?'
Dirabanya dahi dan leher Irwan,"Sudah reda panasnya.Syukurlah..."
Tapi rupanya Irwan sudah bangun juga,"Aku sudah gpp Nyonya Sayang...jangan cemas terus...Makasih ya udah merawat aku.Sampai nemeni tidur pula he..he.."
Evi baru sadar kalau ia masih diatas ranjang Irwan,"Ups...nemeni tidur?Aku ...aku ...sebaiknya aku turun aja deh..."
Evi turun dari ranjang dengan wajah merona.Irwan menahan tangannya,"Aku akan mempertimbangkan apa yang kau minta di danau kemarin.Aku ingin membuatmu bahagia.Seperti kau telah membuat bahagia selama ini."
Evi terharu mendengarnya dan melangkah pergi dengan senyum lega.
♡¤♡ OH TUHAN KU CINTA DIA...
Irwan tersenyum,'Aku mencintaimu Nyonya Sayang...aku ingin kita segera pulang ke Jakarta.Aku ingin segera melamarmu.Aku tak bisa hidup tanpa kau di sisiku.'
Evi sendiri juga sangat bahagia,senyum2 ia menuju kamarnya.Nyonya Puspa sampai heran melihat Evi keluar dari kamar Irwan,"Nak Evi ...semalam kau..."
Evi segera menerangkan sebelum semua salah paham padanya,"Ehm...saya ...memang semalam tidur di kamar Irwan tapi...itu karena Irwan demam semalam Nyonya.Saya mencemaskannya...saya dan Irwan tidak melakukan apa2...semalam ia demam tinggi dan menggigil..."
Nyonya Puspa tersenyum,"Sudah...sudah...saya tahu kalian bisa menjaga diri.Sekarang bagaimana keadaan Nak Irwan?"
Evi lega Nyonya Puspa tidak berpikir negatif,"Demamnya sudah turun Nyonya.Saya mau buat sarapan untuk dia.Saya permisi Nyonya.."
Sang Nyonya mengangguk,'Belum jadi isteri aja perhatian gitu gimana kalau sudah ya?Pasti bakalan mesra deh mereka berdua.Kudoain semoga lekas menikah.Biar saling menjaga.'
+♡+ KU SAYANG DIA,RINDU DIA,INGINKAN DIA...
Irwan sudah merasa baikan dan ingin segera kembali ke Jakarta.Evi menurut memandang wajah Irwan,"Yakin Wan pulang sekarang?"
Irwan mengangguk,"Aku sudah merasa lebih baik.Lagian aku banyak urusan kerjaan menunggu Vi." Nyonya Puspa melepas mereka dengan berat hati,"Ingat ya kalau ke Bogor atau melewati Bogor mampir ke sini ok?Juga jangan lupa undangannya.Ditunggu pokoknya."
Irwan tersenyum dan memeluk Nyonya Puspa,"Saya merasa seperti keluarga di sini dan bukan tamu...terima kasih untuk semuanya.Kami pamit Nyonya..."
Evi juga dipeluk oleh Nyonya Puspa,"Terima kasih juga atas pemberiannya Nyonya...love bird maksudnya...itu akan selalu mengingatkan kami pada keramahan Nyonya..Terima kasih banyak." Toto juga menyalami Nyonya Puspa,"Si Gondrong ini juga pamit Nyonya.Terima kasih buat kebaikan Nyonya.Permisi."
Nyonya Puspa melambaikan tangan kala mobil mereka keluar dari halamannya,'Aku akan merindukan mereka.Pasti...'
>><< UTUHKANLAH RASA CINTAKU DI HATIKU...( Idayu's place )
Idayu menelpon pihak Resto Rosalina,"Saya berencana akan membooking lantai 4 Resto untuk sebuah event.Bisakah saya meminta pelayanan khusus?"
Kak Ros jelas menyetujui,"Tentu saja Nyonya.Kami akan berusaha memberikan service terbaik kami.Pelayanan khusus yang bagaimana Nyonya?"
Idayu pura2 tanya soal karyawan di sana,"Ehm...saya ingin semua yang terbaik dari team Anda yang mengurus event saya nanti.Saya ingin memilih sendiri orangnya.Bagaimana?"
Tentu saja Kak Ros ga keberatan,"Tentu Nyonya silakan saja.Silakan Nyonya melakukan survey lapangan langsung pada karyawan saya.Tapi saat ini tak semua karyawan terbaik saya masuk Nyonya.Ada yang masih belum kembali dari luar kota.Tapi kalau Nyonya menginginkan sekarang,kami masih ada karyawan terbaik lainnya."
Idayu tahu yang dimaksud Kak Ros adalah Evi,"Saya tidak terburu2,jika semua sudah lengkap saja saya akan ke sana.Lagipula event saya masih beberapa hari lagi."
Idayu berharap banyak dengan rencananya untuk bisa dekat dengan Evi,'Semoga dengan dekat dengan gadis itu aku akan meraih kembali hati putraku.Keluargaku akan utuh lagi.Setidaknya sisa yang ada tetap utuh.'
>~> HANYA PADANYA UNTUK DIA....
Idayu membuka sebuah kotak yang ia simpan di sebuah lemari,disana ia menyimpan semua benda yang ingin ia berikan pada Irwan,'Sayang...Mami ingin seperti ibu2 yang lain bisa membawakan oleh2 pada anaknya tiap kali habis bepergian.Kamu tahu Wan,jam tangan ini Mami beli saat di Jerman.Terus jaket ini saat Mami ke Perancis.Sepatu boot ini juga syal ini ...Mami ingin melihat kamu memakainya sayang...semua ini hanya untuk kamu ...kamu selalu ada di hati Mami...'
=÷= JAUH WAKTU BERJALAN KITA LALUI BERSAMA...( MOBIL IRWAN )
Sementara itu yang dirindukan oleh Idayu sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta.Sepanjang jalan Evi perhatian banget sama Irwan,"Kamu ga mual kan Wan?"
Irwan menggeleng dan meraih jemari Evi,"Aku baik Nyonya sayang.Kamu duduk aja dengan tenang.Bentar lagi kita sampai kok."
Evi malah berpesan,"Ntar kalau sampai rumah jangan lupa periksa ke dokter ya.Aku siap menemani juga.Terus jangan terlalu capek...ntar aku akan sering telpon pokoknya."
¤{¤ BETAPA DI SETIAP HARI KU JATUH CINTA PADANYA....
Irwan meraih Evi dalam rengkuhannya,"Makasih ya kamu perhatian dan sayang sama aku...Engkau membuat aku merasa sangat berharga.Setiap hari aku makin jatuh hati deh..."
Toto mesem melihat kemesraan mereka berdua,malah nyetel lagu romantis dia.
>}> DICINTAI OLEH DIA KU MERASA SEMPURNA....( RUMAH SAKIT )
Rita sedang asyik ngobrol dengan Rizky saat Evi tiba dengan Irwan,"Ibu!"
Rizky memandang Evi dengan berkaca2,"Kakak..."
Evi segera memeluk adiknya itu,"Adikku akhirnya kau sadar juga...Terima kasih Tuhan..."
Irwan terharu melihatnya,'Andai adikku masih hidup....namun kini aku punya Evi...dia membuat hidupku terasa sempurna.Jika memang berbaikan dengan Mama akan mempermudah aku mendapatkan Evi,aku akan melakukannya.Aku akan melakukan apa saja agar Evi terus bersamaku.' Akankah Irwan akan segera melamar Evi?***see you next eps***
▼▼▼ AKU TERJEBAK TERPERANGKAP MASA YANG SALAH...( SHIHA'S HOUSE )
Shiha hendak pergi shopping kala Mamanya mencegah dia,"Sayang,kamu mau kemana?"
Shiha jawab,"Bete Ma...mau shopping kan bentar lagi akhir tahun.Pingin beli baju baru atau apa kek biar ga bete gitu.Mama mau ikut?Boleh yuk!"
Sang Mama malah berkata,"Mending jangan pergi Sayang.Barusan ada teror di tempat shopping gitu lho di Berlin.Mama takut sayang,sekarang kan lagi ga sejuk atmosfir politik di bangsa kita.Coba lihat tv deh.Serem2 beritanya.Ditemukan bom di Bali,Tangerang terus mana lagi tuh Bekasi kalau ga salah.Mending belanjanya online aja ya."
Shiha akhirnya ga jadi pergi,"Iya deh kayaknya ini bukan waktu yang tepat buat keluar.Shiha lama ga lihat tv.Jadi ketinggalan banyak berita nih.Mau nonton ah...Bik...bawa cemilan sama juice ke ruang keluarga ya!!"
Sang pembantu langsung yes Non.
▼▼▼ SEMUA INI SANGAT SULIT UNTUK AKU HINDARI....( RUANG KELUARGA )
Shiha ngemil krakers sambil lihat tv,"Iya Ma...itu malah ada penusukan di jalan juga daerah Yogya sama Banten.Bahaya ya Ma?Serem!Itu juga kebakaran pabrik tekstil di daerah mana itu...Sragen ya?Puting beliung di Jambi juga daerah Jawa Tengah.Wah2...terus itu di running text ada tulisan sweeping di restoran2 oleh ormas.Restoran?Ormas?Hmm..."
Sang Mama jadi cemas,"Suasananya menakutkan ya ga indah lagi akhir tahun ini.Mama malah kepikiran gimana kalau kita pindah aja ke luar negeri gitu.Atau mengungsi gitu sampai negara kita suasananya kondusif lagi.Kamu bantu Mama bujuk Papa kamu ya?"
Shiha malah sedang mikir hal lain,'Restoran disweeping oleh ormas....kenapa aku ga pakai ide ini ya buat hancurin restoran dimana si pelayan resto itu kerja.Kalau restonya hancur pasti dia bakal sedih deh...apalagi bila pas dia yang in charge di situ...hmm...good idea...yess!!'
Sang Mama heran lihat putrinya tiba2 malah tampak girang,"Ma...makasih ya dah bantu Shiha ...memberi inspirasi...Shiha jadi punya ide nih.Yess!Yes!!"
▼▼▼AKU MENYANGKA KITA AKAN BAIK2 SAJA....
Mamanya Shiha bertanya,"Sayang kamu baik2 saja kan?Kok malah jadi ceria banget sih?Aneh deh...Mama lagi cemas mikir situasi eh...kamu malah ceria.Inspirasi apa sih?"
Shiha malah ngacir ke kamar bawa cemilannya,"Ada deh...Shiha mau ke kamar ah...mau nelpon some one...dah Mama.."
▼▼▼ TAPI NYATANYA KINI AKU HIDUP DALAM DILEMA...( KAMAR SHIHA )
Siapa sih yang mau ditelpon Shiha?Bener banget!Intan...Shiha segera ambil hpnya,lalu cerita soal idenya.Intan jelas dukung dong,"Soal yang lain serahin ke saya Boss Non...dijamin beres deh!" Shiha hepi banget,"Bener lho beres ya?Awas kalau ga!Pokoknya kita akan bikin si kumuh itu sadar posisi dia dan bahwa dia itu ga pantas banget bersanding sama pria kelas jet set macam Irwan..." Shiha tersenyum licik.
••• AKU TERLALU SAYANG SUDAH TERLANJUR CINTA....( RUMAH SAKIT )
Evi sudah puas melepas kangen sama Rizky.Adiknya itu sudah terlelap kini.Biasa dibawah pengaruh obat.Evi malah jadi ingat sesuatu.Ia segera ke depan menemui Irwan yang lagi asyik bicara sama Adi via phone,"Iya Di...aku udah di Jakarta lagi.Tenang ok?Aku dah dapat tanahnya.Dapat bonus pula."
Adi kepo juga,"Bonus apaan?"
Irwan menjawab,"Tender dong...aku dapat koneksi banyak di sana.Tunggu aja besok di kantor.Masak aku ke kantor sekarang?Gila kerja apa?Ga ah...aku mau sama Nyonya aku..."
Evi mesem mendengarnya dan memandang CEO muda itu dengan penuh sayang,'Dia ga gila kerja lagi ...padahal kata Mas Toto dulu dia maniak kerja...so sweet banget sih Pak CEO ini...makin cinta deh...'
××× KAU BUATKU GELISAH DAN MEMBUATKU BERTANYA...
Toto melihat kemesraan mereka sambil nyingkir mendekati satpam2 yang lagi berjaga.Ia nyanyi gitu saat melangkah,"Abeti meradil jagena sotahe ...kya kadung hai...kuch kuch hota hai..."
Eh dibalas sama salah satu satpam,"Hey..hey...hmm....hmmm...tan haye medil hyadestan jotahai...kya kadung hay...kuch2 hota hai..."
Mereka bersama2 mesem melihat Irwan dan Evi pegangan tangan di teras,"Biasa anak muda...kita dulu juga pernah muda kan?He..he.."
Sementara itu Irwan kerasa kalau ditunggui Evi,"Udah dulu ya Di...besok kan masih ketemu.Besok aja bicara soal tender2 yang aku dapat.Oke?Yang pasti kamu ga usah gelisah bin resah soal tanahnya.I got the deal ok?See you tomorrow...bye.."
÷÷÷ HARUSKAH KAU KULUPAKAN HARUSKAH SEMUA SIRNA...
Evi tersenyum,"Kupikir kamu ga akan selesai ngobrolnya sama Adi.Betah banget kalau bicara sama dia."
Irwan pasang wajah imut gitu,"Ada yang cemburu kayaknya nih?"
Evi mengelak,"Cemburu sama Adi?Ga salah tuh?Masak jeruk makan jeruk?"
Irwan malah meraih pinggang Evi,"Eh jangan salah...kamu tahu pelatih klub besar di Inggris,Arsene Wenger...dia dicerai sama isterinya karena apa coba..bukan karena ada wanita lain lho...tapi karena sang isteri merasa suaminya lebih mikirin klubnya daripada keluarganya.Hayo...malah kerjaan lho yang bikin mereka pisah..."
Evi malah memandang Irwan,"Kamu ga boleh kayak gitu lho nanti ...ga boleh lupain aku...kerja keras boleh tapi jangan lupakan keluarga juga...janji?"
Irwan mengangguk,"Janji Nyonya sayang..."
=== SANGGUPKAH AKU BERJALAN HIDUP TANPA DIRIMU...
Mereka malah pelukan di teras.Evi bersandar gitu di dada Irwan,"Oh ya juga jangan lupa jaga kesehatan.Ga boleh telat makan,minum obat terus..."
Irwan terharu mendengarnya,"Iya...semuanya ga akan lupa.Kan ada kamu disamping aku...kamu akan ngingetin semua itu ke aku...he..he..manja nih...he..he.."
Evi jadi ingat apa yang mau ia bicarain ke Irwan,"Oh ya Wan...kenapa kamu ga check kesehatan kamu di sini aja.RS ini kan juga bagus.Yuk kutemani.Setidaknya bikin janji dulu gitu..."
¤¤¤ AKU TERLENA DALAM CINTA YANG TAK SEMESTINYA...
Irwan setuju dan mereka lalu pamitan sama Rita,"Kami pergi dulu Bu..."
Rita mengijinkan toh masih di wilayah RS juga,"Iya Nak Irwan..."
Toto jelas ngekor Bossnya kemana aja. Irwan menghubungi dokter langganannya,"Dokter ada di sini?Oh kebetulan saya ingin tahu kondisi saya ...baiklah saya ke sana."
Mereka menuju ruangan dokter tersebut.Irwan nampak mencoba menyembunyikan kegundahannya,'Semoga tak terjadi hal2 yang tak semestinya...aku ingin beli cincin buat melamar Evi segera.Habis periksa ah...kenapa aku deg2an ya?'
¤¤¤ INI TAK MUDAH UNTUKKU...
Irwan diperiksa dokter.Evi menunggu di luar,'Semoga Irwan gpp...aku sedih kalau dia sakit...' Toto juga cemas,'Moga Boss selalu sehat...baru kali ini aku dapat Boss sebaik ini...'
Sementara itu dokter berkata,"Hasilnya tidak bisa sekarang.Besok paling cepat bisa diketahui.Saya akan kabari bila hasil uji lab sudah ada."
Irwan manggut2.
¤¤¤ AKU TERJEBAK DI DALAM CINTA YANG SALAH...
Melihat Irwan keluar ruangan,Evi segera bertanya,"Gimana Wan?Apa ada masalah?"
Toto juga sama cemasnya,"Iya Boss ...apa kata dokter Boss?"
Irwan malah terkekeh melihat mereka,"Kalian lucu deh...aku aja belum tahu kok...lha hasilnya paling cepet besok baru bisa keluar.Ha...ha..."
Evi pura2 manyun,"Dicemasin malah ngekek2...dasar Pak CEO julit!!"
Irwan dan Evi malah kejar2an di lorong RS.Toto tersenyum mengikuti keduanya,"Tanyalah dunia apa itu cinta..."
Gimana hasil tes kesehatan Irwan ya?***see you next eps***
Kalau diluar negeri sekarang sedang musim dingin ya.Salju dimana2.Bagi mereka musim semi atau musim setelah musim dingin dipandang sebagai mulainya kehidupan baru.Itulah kenapa awal musim semi disambut dengan perayaan sukacita setelah selama 3 bulan mengalami musim dingin.Inilah yang dirayakan sebagai perayaan Tahun Baru setiap tahun.
★ DI SUATU HARI TANPA SENGAJA KITA BERTEMU....( RUMAH NY.PUSPA )
Menjelang dini hari Irwan yang tertidur dalam pelukan Evi,terbangun.Demamnya sudah turun.Ia membuka matanya dan terkesiap kala melihat Evi ada di sampingnya,'Evi?Kamu itu perhatian banget sama aku.'
Irwan ga mau membangunkan Evi,ia malah mapan tidur lagi.Biar lebih lama menikmati berada di dekat Evi.Modus...
Dipandanginya Evi yang pulas di sebelahnya,'Nyonya sayang aku ga sangka wanita yang hampir kutabrak dengan mobilku waktu itu kini menjadi orang yang sangat berarti bagiku.Andai saja waktu itu aku tidak lewat jalan itu pasti aku takkan bertemu denganmu Nyonya Sayang...'
♡~� AKU YANG PERNAH TERLUKA KEMBALI MENGENAL CINTA...
Irwan meletakkan kepalanya dekat dengan kepala Evi,'Dulu aku ditinggalkan Shiha demi pria yang ia cintai.Sejak itu aku pikir tak mungkin akan hadir cinta dalam hidupku.Cinta seperti sebuah ilusi bagiku.Aku benci kata cinta.Aku benci bila melihat orang saling mencintai.Namun sejak kau hadir dalam hidupku Vi,aku merasa sangat bahagia.Aku merasa dicintai.Berharga dan dunia jadi terasa indah.'
~`~ HATI INI KEMBALI TEMUKAN SENYUM YANG HILANG...
Irwan merasa sangat bahagia,ia kembali tertidur bahkan sambil tersenyum.Evi yang kelelahan tak menyadari bahwa CEO muda yang ia jaga sempat bangun dan memandanginya penuh cinta.
¥¥¥ SEMUA ITU KARENA DIA...
Pagi menyingsing.Evi terbangun,dirasakannya seseorang di sebelahnya.Ia baru sadar kalau ia tidur di sebelah Irwan,'Astaga!Aku semalam tidur di sini?Pasti aku panik karena lihat Irwan menggigil kemarin...aku cek dia dulu.Masih demam tidak ya?'
Dirabanya dahi dan leher Irwan,"Sudah reda panasnya.Syukurlah..."
Tapi rupanya Irwan sudah bangun juga,"Aku sudah gpp Nyonya Sayang...jangan cemas terus...Makasih ya udah merawat aku.Sampai nemeni tidur pula he..he.."
Evi baru sadar kalau ia masih diatas ranjang Irwan,"Ups...nemeni tidur?Aku ...aku ...sebaiknya aku turun aja deh..."
Evi turun dari ranjang dengan wajah merona.Irwan menahan tangannya,"Aku akan mempertimbangkan apa yang kau minta di danau kemarin.Aku ingin membuatmu bahagia.Seperti kau telah membuat bahagia selama ini."
Evi terharu mendengarnya dan melangkah pergi dengan senyum lega.
♡¤♡ OH TUHAN KU CINTA DIA...
Irwan tersenyum,'Aku mencintaimu Nyonya Sayang...aku ingin kita segera pulang ke Jakarta.Aku ingin segera melamarmu.Aku tak bisa hidup tanpa kau di sisiku.'
Evi sendiri juga sangat bahagia,senyum2 ia menuju kamarnya.Nyonya Puspa sampai heran melihat Evi keluar dari kamar Irwan,"Nak Evi ...semalam kau..."
Evi segera menerangkan sebelum semua salah paham padanya,"Ehm...saya ...memang semalam tidur di kamar Irwan tapi...itu karena Irwan demam semalam Nyonya.Saya mencemaskannya...saya dan Irwan tidak melakukan apa2...semalam ia demam tinggi dan menggigil..."
Nyonya Puspa tersenyum,"Sudah...sudah...saya tahu kalian bisa menjaga diri.Sekarang bagaimana keadaan Nak Irwan?"
Evi lega Nyonya Puspa tidak berpikir negatif,"Demamnya sudah turun Nyonya.Saya mau buat sarapan untuk dia.Saya permisi Nyonya.."
Sang Nyonya mengangguk,'Belum jadi isteri aja perhatian gitu gimana kalau sudah ya?Pasti bakalan mesra deh mereka berdua.Kudoain semoga lekas menikah.Biar saling menjaga.'
+♡+ KU SAYANG DIA,RINDU DIA,INGINKAN DIA...
Irwan sudah merasa baikan dan ingin segera kembali ke Jakarta.Evi menurut memandang wajah Irwan,"Yakin Wan pulang sekarang?"
Irwan mengangguk,"Aku sudah merasa lebih baik.Lagian aku banyak urusan kerjaan menunggu Vi." Nyonya Puspa melepas mereka dengan berat hati,"Ingat ya kalau ke Bogor atau melewati Bogor mampir ke sini ok?Juga jangan lupa undangannya.Ditunggu pokoknya."
Irwan tersenyum dan memeluk Nyonya Puspa,"Saya merasa seperti keluarga di sini dan bukan tamu...terima kasih untuk semuanya.Kami pamit Nyonya..."
Evi juga dipeluk oleh Nyonya Puspa,"Terima kasih juga atas pemberiannya Nyonya...love bird maksudnya...itu akan selalu mengingatkan kami pada keramahan Nyonya..Terima kasih banyak." Toto juga menyalami Nyonya Puspa,"Si Gondrong ini juga pamit Nyonya.Terima kasih buat kebaikan Nyonya.Permisi."
Nyonya Puspa melambaikan tangan kala mobil mereka keluar dari halamannya,'Aku akan merindukan mereka.Pasti...'
>><< UTUHKANLAH RASA CINTAKU DI HATIKU...( Idayu's place )
Idayu menelpon pihak Resto Rosalina,"Saya berencana akan membooking lantai 4 Resto untuk sebuah event.Bisakah saya meminta pelayanan khusus?"
Kak Ros jelas menyetujui,"Tentu saja Nyonya.Kami akan berusaha memberikan service terbaik kami.Pelayanan khusus yang bagaimana Nyonya?"
Idayu pura2 tanya soal karyawan di sana,"Ehm...saya ingin semua yang terbaik dari team Anda yang mengurus event saya nanti.Saya ingin memilih sendiri orangnya.Bagaimana?"
Tentu saja Kak Ros ga keberatan,"Tentu Nyonya silakan saja.Silakan Nyonya melakukan survey lapangan langsung pada karyawan saya.Tapi saat ini tak semua karyawan terbaik saya masuk Nyonya.Ada yang masih belum kembali dari luar kota.Tapi kalau Nyonya menginginkan sekarang,kami masih ada karyawan terbaik lainnya."
Idayu tahu yang dimaksud Kak Ros adalah Evi,"Saya tidak terburu2,jika semua sudah lengkap saja saya akan ke sana.Lagipula event saya masih beberapa hari lagi."
Idayu berharap banyak dengan rencananya untuk bisa dekat dengan Evi,'Semoga dengan dekat dengan gadis itu aku akan meraih kembali hati putraku.Keluargaku akan utuh lagi.Setidaknya sisa yang ada tetap utuh.'
>~> HANYA PADANYA UNTUK DIA....
Idayu membuka sebuah kotak yang ia simpan di sebuah lemari,disana ia menyimpan semua benda yang ingin ia berikan pada Irwan,'Sayang...Mami ingin seperti ibu2 yang lain bisa membawakan oleh2 pada anaknya tiap kali habis bepergian.Kamu tahu Wan,jam tangan ini Mami beli saat di Jerman.Terus jaket ini saat Mami ke Perancis.Sepatu boot ini juga syal ini ...Mami ingin melihat kamu memakainya sayang...semua ini hanya untuk kamu ...kamu selalu ada di hati Mami...'
=÷= JAUH WAKTU BERJALAN KITA LALUI BERSAMA...( MOBIL IRWAN )
Sementara itu yang dirindukan oleh Idayu sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta.Sepanjang jalan Evi perhatian banget sama Irwan,"Kamu ga mual kan Wan?"
Irwan menggeleng dan meraih jemari Evi,"Aku baik Nyonya sayang.Kamu duduk aja dengan tenang.Bentar lagi kita sampai kok."
Evi malah berpesan,"Ntar kalau sampai rumah jangan lupa periksa ke dokter ya.Aku siap menemani juga.Terus jangan terlalu capek...ntar aku akan sering telpon pokoknya."
¤{¤ BETAPA DI SETIAP HARI KU JATUH CINTA PADANYA....
Irwan meraih Evi dalam rengkuhannya,"Makasih ya kamu perhatian dan sayang sama aku...Engkau membuat aku merasa sangat berharga.Setiap hari aku makin jatuh hati deh..."
Toto mesem melihat kemesraan mereka berdua,malah nyetel lagu romantis dia.
>}> DICINTAI OLEH DIA KU MERASA SEMPURNA....( RUMAH SAKIT )
Rita sedang asyik ngobrol dengan Rizky saat Evi tiba dengan Irwan,"Ibu!"
Rizky memandang Evi dengan berkaca2,"Kakak..."
Evi segera memeluk adiknya itu,"Adikku akhirnya kau sadar juga...Terima kasih Tuhan..."
Irwan terharu melihatnya,'Andai adikku masih hidup....namun kini aku punya Evi...dia membuat hidupku terasa sempurna.Jika memang berbaikan dengan Mama akan mempermudah aku mendapatkan Evi,aku akan melakukannya.Aku akan melakukan apa saja agar Evi terus bersamaku.' Akankah Irwan akan segera melamar Evi?***see you next eps***
Eps 67 DEBU-DEBU JALANAN : Since The Time
↓↓↓ NOTE GERBONG X : Sejak Saat Itu
Tiba juga di penghujung tiket Q.Seperti janji saya akhir tiket prolognya adalah cerpen.Awalnya saya memang ada ide cerpen tentang karma kehidupan namun saya melihat seorang penumpang angkot tadi pas pulang.Dia menenteng beberapa payung bekas gitu dan kala ditanya sama salah satu penumpang,dia dengan ramah menjawab bahwa dia tukang benerin payung rusak.Ongkosnya juga murah.Antara 2000 - 6000 rupiah aja.Disitulah saya terinspirasi melihat ketabahan dan keceriaannya menjalani kehidupan.Ini dia cerpen saya.
↓↓↓ CERPEN KE-33 : QUEEN OF UMBRELLA ( RATU PAYUNG )
Once upon a time...weleh...Adalah seorang pria tua,dia hanya punya keahlian sebagai tukang benerin payung.Sejak isterinya pergi jadi TKW ke Malaysia,dia hidup dengan kedua putrinya.Putri pertama bernama Rosi.Tumben nih pakai nama pembalap yang ga disukai he..he..Hush!Itu nama temen aku ya nama cewek.Bukan nama cowok tak iye.Ooo... Adiknya juga cewek namanya Rosa.Kalau ini sih baru nama penyanyi yang ga begitu kusuka.Weleh....alamat bakal peran antagonis nih.Tahu aja... Rosi dan Rosa terpaut 3 tahun.Rosi selalu mengalah untuk adiknya apalagi sejak ibu mereka ga kasih kabar lagi.Terakhir malah dikabarkan sudah tiada dalam kecelakaan bus di Malaysia sana.Sang ayah sebut saja Pak Slamet,akhirnya banting tulang kerja apa aja demi kedua putrinya.Kadang jadi kuli bangunan tapi bila ga ada kerjaan nukang ia jadi tukang benerin payung keliling.Rosi ga tega melihatnya.Ia bertekad akan cari kerja saja usai lulus SMU.Beda dengan Rosa yang tumbuh kurang kasih sayang seorang ibu,ia malah malu punya ayah dengan kerjaan begitu.Saat ambil rapor di sekolah,ia pasti diledekin teman2nya,"Anak tukang payung nih ye..."
Rosa malu banget dan pasti cepet2 pulang.Rosi berulang kali menasehati adiknya itu,"Sejelek apapun atau sehina apapun ayah kita,dia harus mendapat hormat kita Rosa....Ayah bekerja keras mencari nafkah semua demi kita.Justru kakak malah bangga dengan ayah,beliau ga kepikiran untuk menelantarkan kita padahal kalau ayah mau ayah bisa menikah lagi."
Rosa hanya diam namun dalam hati ia yakin bahwa ibunya masih hidup dan ada di Malaysia sana.Ia bertekad mau nyusul ke Malaysia saja dan nyari ibunya.Tahun demi tahun berlalu,Rosi sudah kerja di pabrik.Rosa sudah lulus SMU dan sedang mencari info biar bisa ke Malaysia jadi TKW.Anak nekad dia,dilarang tetep aja kekeh.Memang sebenarnya ibu mereka masih hidup namun dia menikah dengan majikannya.Sudah punya anak lagi.Suaminya sangat otoriter sehingga ia ga diperkenankan menghubungi keluarganya dan akhirnya mengabarkan kalau dia meninggal dalam kecelakaan bus.Rosa dengan susah payah akhirnya bisa pergi ke Malaysia.Setelah alami karantina dulu selama beberapa bulan.Sementara itu kesehatan Pak Slamet memburuk dan harus banyak istirahat.Rosi lalu punya ide membuat kios di rumah.Kios service payung untuk ayahnya.Biar tetep bisa kerja tapi ga usah keliling jalan door to door.Ia ga tega lihat ayahnya jalan jauh,kena terik matahari dan debu jalanan.Belum angin dan hujan.Dibuatlah plang di depan rumahnya,bertuliskan "Service Payung Pak Slamet ".
Disebarin juga via medsos.Wah..wah... Orderanpun berdatangan.Rosi sampai ikut bantu.Ia minta diajari sama ayahnya biar bisa bantu kerjaannya.Lumayan hasilnya.Bisa buat biaya hidup dan biaya berobat sang ayah.Malah saking seringnya yang melayani pelanggan adalah Rosi,dia dijuluki Si Ratu Payung.Dikerjaan juga diledekin gitu.Rosi malah tertawa menanggapinya.Emang itu sambilannya di rumah,mau apa lagi.Lalu kabar Rosa gimana?Rosa juga pakai medsos tapi buat nyari ibunya.Awalnya sih cuma iseng aja pajang foto ibunya.Eh ada yang koment kalau pernah lihat gitu.Dan akhirnya ketemu juga sama ibunya.Ia kecewa kala tahu bahwa ibunya meninggalkan ia dan kakaknya juga ayah mereka demi pria lain.Demi harta dan kemewahan hidup.Saking kecewanya ia milih balik lagi ke Indonesia.Ia ga sangka betapa ibunya sudah tega melakukan itu pada keluarganya.Selama ini ia malu dengan ayahnya yang cuma tukang bangunan kuli kasar bahkan tukang service payung.Namun semua itu ternyata kini membuatnya haru akan ayahnya.Betapa ia menyesal telah memperlakukan ayahnya dengan buruk.Air mata membanjiri pipinya kala ia kembali ke rumah.Rosi sampai kaget melihat adiknya kembali mendadak,"Rosa?Kamu kok mendadak pulang?Katanya baru bisa pulang kalau lebaran?"
Rosa malah tersungkur di kaki ayahnya,"Maafin Rosa Yah...Rosa sudah jahat sama ayah selama ini.Rosa sadar betapa ayah sayang sama Rosa selama ini."
Sang ayah jelas heran dengan perubahan anak bungsunya,"Kamu ini alami apa di Malaysia sampai pulang2 terus begini...ada apa?"
Rosa ga berani cerita soal ibunya pada ayahnya,hanya pada kakaknya saja.Rosi juga ikut kaget mendengarnya,"Jadi selama ini Ibu masih hidup?Ibu sudah punya keluarga baru?Kasihan ayah...."
Sejak itu keduanya bahu membahu merawat ayah mereka.Rosa kuliah dan malah lebih dulu menikah daripada kakaknya.Ia memilih tinggal dengan suaminya di luar kota.Tinggallah Rosi dengan sang ayah yang kian tua.Ia ga tega ninggalin ayahnya.Tiap ada pria yang ingin mengenalnya lebih lagi pasti ia mencari tahu apa mereka baik sama ayahnya atau tidak.Kebanyakan milih mundur karena tahu Rosi bukan anak orang kaya.Rosi sebenarnya cantik hanya ga suka dandan aja.Rambutnya pendek sebahu.Sikapnya juga manis.Tapi memang ayahnya adalah fokus hidupnya.Akhirnya demi bisa merawat ayahnya ia memilih kerja di rumah saja.Jadi Ratu Payung.Juga jualan juice.Hingga suatu hari hujan turun deras sekali,saat itu ia sedang pergi ke apotik beli obat buat ayahnya.Seorang pria nampak kesal karena payungnya rusak diterpa angin kencang,"Aduh...rusak deh...mana mobilku di sana lagi."
Rosi menawarkan bantuan,"Biar saya lihat Mas payungnya?Saya akan coba benerin."
Pria muda itu memberikan payungnya,"Mb yakin bisa benerin?"
Rosi tersenyum,"Kalau ga dicoba mana bisa tahu Mas he..he.."
Pria itu memperhatikan bagaimana cekatannya Rosi benerin payungnya,'Cantik juga dilihatnya...perhatian dan peduli orangnya...menarik...'
Dalam waktu sebentar dah bener payungnya,"Nah bisa sekarang Mas...walaupun sebenarnya bisa diperkuat lagi biar tahan lama dipakainya tapi peralatan saya di rumah..."
Pria itu kagum,"Wow!Mb nya jago ya benerin payung...berapa ongkosnya ?"
Rosi menggeleng,"Gratis Mas.Tapi kalau Mas ada payung rusak saya buka service payung di rumah.Anggap aja ini promo he..he.."
Mereka lalu kenalan.Pria itu ternyata orang kaya.Dia Manager di sebuah mall.Namanya Gunawan.Mereka bertemu lagi saat Rosi mau nyari kado buat kelahiran anak adiknya,"Anda?Mas yang waktu itu kan?"
Gunawan seneng bisa ketemu lagi dengan Rosi apalagi Mamanya dah ngejar2 dia buat segera menikah.Memang dalam keluarganya tinggal Gunawan yang belum nikah,"Kamu itu kapan nikahnya?Karier melulu yang dipikirin!Ayo Mama dah pingin nimang cucu."
Kali ini Gunawan ga membuang kesempatan,ia minta no hp Rosi alasannya mau service payung gitu.Beneran Gunawan ke rumah Rosi bawa seabrek payung rusak.Payung mall yang rusak semua dia bawa ke rumah Rosi.Wah kenalan juga sama ayah Rosi.Akrab gitu kayak ayah dan anak.Weleh... Lama2 Gunawan kian terpikat melihat Rosi.Dan pada hari ulang tahun Rosi,ia menyatakan cintanya,"Maukah kau menjadi ratu hatiku wahai Ratu Payung?"
Rosi yang memang juga mencintai Gunawan jelas seneng banget.Ga lama mereka lalu menikah.Design pernikahan mereka banyak sekali memakai payung.Foto prewedd aja serba payung.Romantis gitu.Rosa ikut bahagia untuk kakaknya,"Selamat ya Kakak.Kini bukan Ratu Payung lagi deh...Sekarang Ny.Gunawan Silalahi."
Tak lama setelah Rosi menikah,ibunya yang di Malaysia kembali ke Indonesia.Suaminya sudah meninggal dan tidak meninggalkan harta sedikitpun.Malah semua kekayaannya disita bank karena ternyata hutangnya sangat banyak.Ayah Rosi awalnya kecewa sekali mengetahui semuanya namun ia memaafkannya.Meski mereka tidak tinggal bersama namun tetap menjaga hubungan dengan baik.Rosi dan Rosa akhirnya juga memaafkan ibunya.Tentunya setelah dibujuk oleh suami2 mereka.He..he...Kalian tahu Rosi akhirnya melahirkan seorang anak perempuan diberi nama...Ratu Silalahi. Hayo lagi ngefans sama Rosiana Silalahi kan?Ngaku aja.Udah ah...***The End aja*** Gimana cerpennya?Lucu atau wagu?Terserah pembaca yang menilai.Sekarang kita ke lagu penuntun....Maaf ya saya akan lanjutin nanti di part 2 eps 67.***See you in part 2***
↓↓↓ CERPEN KE-33 : QUEEN OF UMBRELLA ( RATU PAYUNG )
Once upon a time...weleh...Adalah seorang pria tua,dia hanya punya keahlian sebagai tukang benerin payung.Sejak isterinya pergi jadi TKW ke Malaysia,dia hidup dengan kedua putrinya.Putri pertama bernama Rosi.Tumben nih pakai nama pembalap yang ga disukai he..he..Hush!Itu nama temen aku ya nama cewek.Bukan nama cowok tak iye.Ooo... Adiknya juga cewek namanya Rosa.Kalau ini sih baru nama penyanyi yang ga begitu kusuka.Weleh....alamat bakal peran antagonis nih.Tahu aja... Rosi dan Rosa terpaut 3 tahun.Rosi selalu mengalah untuk adiknya apalagi sejak ibu mereka ga kasih kabar lagi.Terakhir malah dikabarkan sudah tiada dalam kecelakaan bus di Malaysia sana.Sang ayah sebut saja Pak Slamet,akhirnya banting tulang kerja apa aja demi kedua putrinya.Kadang jadi kuli bangunan tapi bila ga ada kerjaan nukang ia jadi tukang benerin payung keliling.Rosi ga tega melihatnya.Ia bertekad akan cari kerja saja usai lulus SMU.Beda dengan Rosa yang tumbuh kurang kasih sayang seorang ibu,ia malah malu punya ayah dengan kerjaan begitu.Saat ambil rapor di sekolah,ia pasti diledekin teman2nya,"Anak tukang payung nih ye..."
Rosa malu banget dan pasti cepet2 pulang.Rosi berulang kali menasehati adiknya itu,"Sejelek apapun atau sehina apapun ayah kita,dia harus mendapat hormat kita Rosa....Ayah bekerja keras mencari nafkah semua demi kita.Justru kakak malah bangga dengan ayah,beliau ga kepikiran untuk menelantarkan kita padahal kalau ayah mau ayah bisa menikah lagi."
Rosa hanya diam namun dalam hati ia yakin bahwa ibunya masih hidup dan ada di Malaysia sana.Ia bertekad mau nyusul ke Malaysia saja dan nyari ibunya.Tahun demi tahun berlalu,Rosi sudah kerja di pabrik.Rosa sudah lulus SMU dan sedang mencari info biar bisa ke Malaysia jadi TKW.Anak nekad dia,dilarang tetep aja kekeh.Memang sebenarnya ibu mereka masih hidup namun dia menikah dengan majikannya.Sudah punya anak lagi.Suaminya sangat otoriter sehingga ia ga diperkenankan menghubungi keluarganya dan akhirnya mengabarkan kalau dia meninggal dalam kecelakaan bus.Rosa dengan susah payah akhirnya bisa pergi ke Malaysia.Setelah alami karantina dulu selama beberapa bulan.Sementara itu kesehatan Pak Slamet memburuk dan harus banyak istirahat.Rosi lalu punya ide membuat kios di rumah.Kios service payung untuk ayahnya.Biar tetep bisa kerja tapi ga usah keliling jalan door to door.Ia ga tega lihat ayahnya jalan jauh,kena terik matahari dan debu jalanan.Belum angin dan hujan.Dibuatlah plang di depan rumahnya,bertuliskan "Service Payung Pak Slamet ".
Disebarin juga via medsos.Wah..wah... Orderanpun berdatangan.Rosi sampai ikut bantu.Ia minta diajari sama ayahnya biar bisa bantu kerjaannya.Lumayan hasilnya.Bisa buat biaya hidup dan biaya berobat sang ayah.Malah saking seringnya yang melayani pelanggan adalah Rosi,dia dijuluki Si Ratu Payung.Dikerjaan juga diledekin gitu.Rosi malah tertawa menanggapinya.Emang itu sambilannya di rumah,mau apa lagi.Lalu kabar Rosa gimana?Rosa juga pakai medsos tapi buat nyari ibunya.Awalnya sih cuma iseng aja pajang foto ibunya.Eh ada yang koment kalau pernah lihat gitu.Dan akhirnya ketemu juga sama ibunya.Ia kecewa kala tahu bahwa ibunya meninggalkan ia dan kakaknya juga ayah mereka demi pria lain.Demi harta dan kemewahan hidup.Saking kecewanya ia milih balik lagi ke Indonesia.Ia ga sangka betapa ibunya sudah tega melakukan itu pada keluarganya.Selama ini ia malu dengan ayahnya yang cuma tukang bangunan kuli kasar bahkan tukang service payung.Namun semua itu ternyata kini membuatnya haru akan ayahnya.Betapa ia menyesal telah memperlakukan ayahnya dengan buruk.Air mata membanjiri pipinya kala ia kembali ke rumah.Rosi sampai kaget melihat adiknya kembali mendadak,"Rosa?Kamu kok mendadak pulang?Katanya baru bisa pulang kalau lebaran?"
Rosa malah tersungkur di kaki ayahnya,"Maafin Rosa Yah...Rosa sudah jahat sama ayah selama ini.Rosa sadar betapa ayah sayang sama Rosa selama ini."
Sang ayah jelas heran dengan perubahan anak bungsunya,"Kamu ini alami apa di Malaysia sampai pulang2 terus begini...ada apa?"
Rosa ga berani cerita soal ibunya pada ayahnya,hanya pada kakaknya saja.Rosi juga ikut kaget mendengarnya,"Jadi selama ini Ibu masih hidup?Ibu sudah punya keluarga baru?Kasihan ayah...."
Sejak itu keduanya bahu membahu merawat ayah mereka.Rosa kuliah dan malah lebih dulu menikah daripada kakaknya.Ia memilih tinggal dengan suaminya di luar kota.Tinggallah Rosi dengan sang ayah yang kian tua.Ia ga tega ninggalin ayahnya.Tiap ada pria yang ingin mengenalnya lebih lagi pasti ia mencari tahu apa mereka baik sama ayahnya atau tidak.Kebanyakan milih mundur karena tahu Rosi bukan anak orang kaya.Rosi sebenarnya cantik hanya ga suka dandan aja.Rambutnya pendek sebahu.Sikapnya juga manis.Tapi memang ayahnya adalah fokus hidupnya.Akhirnya demi bisa merawat ayahnya ia memilih kerja di rumah saja.Jadi Ratu Payung.Juga jualan juice.Hingga suatu hari hujan turun deras sekali,saat itu ia sedang pergi ke apotik beli obat buat ayahnya.Seorang pria nampak kesal karena payungnya rusak diterpa angin kencang,"Aduh...rusak deh...mana mobilku di sana lagi."
Rosi menawarkan bantuan,"Biar saya lihat Mas payungnya?Saya akan coba benerin."
Pria muda itu memberikan payungnya,"Mb yakin bisa benerin?"
Rosi tersenyum,"Kalau ga dicoba mana bisa tahu Mas he..he.."
Pria itu memperhatikan bagaimana cekatannya Rosi benerin payungnya,'Cantik juga dilihatnya...perhatian dan peduli orangnya...menarik...'
Dalam waktu sebentar dah bener payungnya,"Nah bisa sekarang Mas...walaupun sebenarnya bisa diperkuat lagi biar tahan lama dipakainya tapi peralatan saya di rumah..."
Pria itu kagum,"Wow!Mb nya jago ya benerin payung...berapa ongkosnya ?"
Rosi menggeleng,"Gratis Mas.Tapi kalau Mas ada payung rusak saya buka service payung di rumah.Anggap aja ini promo he..he.."
Mereka lalu kenalan.Pria itu ternyata orang kaya.Dia Manager di sebuah mall.Namanya Gunawan.Mereka bertemu lagi saat Rosi mau nyari kado buat kelahiran anak adiknya,"Anda?Mas yang waktu itu kan?"
Gunawan seneng bisa ketemu lagi dengan Rosi apalagi Mamanya dah ngejar2 dia buat segera menikah.Memang dalam keluarganya tinggal Gunawan yang belum nikah,"Kamu itu kapan nikahnya?Karier melulu yang dipikirin!Ayo Mama dah pingin nimang cucu."
Kali ini Gunawan ga membuang kesempatan,ia minta no hp Rosi alasannya mau service payung gitu.Beneran Gunawan ke rumah Rosi bawa seabrek payung rusak.Payung mall yang rusak semua dia bawa ke rumah Rosi.Wah kenalan juga sama ayah Rosi.Akrab gitu kayak ayah dan anak.Weleh... Lama2 Gunawan kian terpikat melihat Rosi.Dan pada hari ulang tahun Rosi,ia menyatakan cintanya,"Maukah kau menjadi ratu hatiku wahai Ratu Payung?"
Rosi yang memang juga mencintai Gunawan jelas seneng banget.Ga lama mereka lalu menikah.Design pernikahan mereka banyak sekali memakai payung.Foto prewedd aja serba payung.Romantis gitu.Rosa ikut bahagia untuk kakaknya,"Selamat ya Kakak.Kini bukan Ratu Payung lagi deh...Sekarang Ny.Gunawan Silalahi."
Tak lama setelah Rosi menikah,ibunya yang di Malaysia kembali ke Indonesia.Suaminya sudah meninggal dan tidak meninggalkan harta sedikitpun.Malah semua kekayaannya disita bank karena ternyata hutangnya sangat banyak.Ayah Rosi awalnya kecewa sekali mengetahui semuanya namun ia memaafkannya.Meski mereka tidak tinggal bersama namun tetap menjaga hubungan dengan baik.Rosi dan Rosa akhirnya juga memaafkan ibunya.Tentunya setelah dibujuk oleh suami2 mereka.He..he...Kalian tahu Rosi akhirnya melahirkan seorang anak perempuan diberi nama...Ratu Silalahi. Hayo lagi ngefans sama Rosiana Silalahi kan?Ngaku aja.Udah ah...***The End aja*** Gimana cerpennya?Lucu atau wagu?Terserah pembaca yang menilai.Sekarang kita ke lagu penuntun....Maaf ya saya akan lanjutin nanti di part 2 eps 67.***See you in part 2***
Part 2 Eps 67 DEBU2 JALANAN : SINCE THE TIME
▼▼▼ AKU TERJEBAK TERPERANGKAP MASA YANG SALAH...( SHIHA'S HOUSE )
Shiha hendak pergi shopping kala Mamanya mencegah dia,"Sayang,kamu mau kemana?"
Shiha jawab,"Bete Ma...mau shopping kan bentar lagi akhir tahun.Pingin beli baju baru atau apa kek biar ga bete gitu.Mama mau ikut?Boleh yuk!"
Sang Mama malah berkata,"Mending jangan pergi Sayang.Barusan ada teror di tempat shopping gitu lho di Berlin.Mama takut sayang,sekarang kan lagi ga sejuk atmosfir politik di bangsa kita.Coba lihat tv deh.Serem2 beritanya.Ditemukan bom di Bali,Tangerang terus mana lagi tuh Bekasi kalau ga salah.Mending belanjanya online aja ya."
Shiha akhirnya ga jadi pergi,"Iya deh kayaknya ini bukan waktu yang tepat buat keluar.Shiha lama ga lihat tv.Jadi ketinggalan banyak berita nih.Mau nonton ah...Bik...bawa cemilan sama juice ke ruang keluarga ya!!"
Sang pembantu langsung yes Non.
▼▼▼ SEMUA INI SANGAT SULIT UNTUK AKU HINDARI....( RUANG KELUARGA )
Shiha ngemil krakers sambil lihat tv,"Iya Ma...itu malah ada penusukan di jalan juga daerah Yogya sama Banten.Bahaya ya Ma?Serem!Itu juga kebakaran pabrik tekstil di daerah mana itu...Sragen ya?Puting beliung di Jambi juga daerah Jawa Tengah.Wah2...terus itu di running text ada tulisan sweeping di restoran2 oleh ormas.Restoran?Ormas?Hmm..."
Sang Mama jadi cemas,"Suasananya menakutkan ya ga indah lagi akhir tahun ini.Mama malah kepikiran gimana kalau kita pindah aja ke luar negeri gitu.Atau mengungsi gitu sampai negara kita suasananya kondusif lagi.Kamu bantu Mama bujuk Papa kamu ya?"
Shiha malah sedang mikir hal lain,'Restoran disweeping oleh ormas....kenapa aku ga pakai ide ini ya buat hancurin restoran dimana si pelayan resto itu kerja.Kalau restonya hancur pasti dia bakal sedih deh...apalagi bila pas dia yang in charge di situ...hmm...good idea...yess!!'
Sang Mama heran lihat putrinya tiba2 malah tampak girang,"Ma...makasih ya dah bantu Shiha ...memberi inspirasi...Shiha jadi punya ide nih.Yess!Yes!!"
▼▼▼AKU MENYANGKA KITA AKAN BAIK2 SAJA....
Mamanya Shiha bertanya,"Sayang kamu baik2 saja kan?Kok malah jadi ceria banget sih?Aneh deh...Mama lagi cemas mikir situasi eh...kamu malah ceria.Inspirasi apa sih?"
Shiha malah ngacir ke kamar bawa cemilannya,"Ada deh...Shiha mau ke kamar ah...mau nelpon some one...dah Mama.."
▼▼▼ TAPI NYATANYA KINI AKU HIDUP DALAM DILEMA...( KAMAR SHIHA )
Siapa sih yang mau ditelpon Shiha?Bener banget!Intan...Shiha segera ambil hpnya,lalu cerita soal idenya.Intan jelas dukung dong,"Soal yang lain serahin ke saya Boss Non...dijamin beres deh!" Shiha hepi banget,"Bener lho beres ya?Awas kalau ga!Pokoknya kita akan bikin si kumuh itu sadar posisi dia dan bahwa dia itu ga pantas banget bersanding sama pria kelas jet set macam Irwan..." Shiha tersenyum licik.
••• AKU TERLALU SAYANG SUDAH TERLANJUR CINTA....( RUMAH SAKIT )
Evi sudah puas melepas kangen sama Rizky.Adiknya itu sudah terlelap kini.Biasa dibawah pengaruh obat.Evi malah jadi ingat sesuatu.Ia segera ke depan menemui Irwan yang lagi asyik bicara sama Adi via phone,"Iya Di...aku udah di Jakarta lagi.Tenang ok?Aku dah dapat tanahnya.Dapat bonus pula."
Adi kepo juga,"Bonus apaan?"
Irwan menjawab,"Tender dong...aku dapat koneksi banyak di sana.Tunggu aja besok di kantor.Masak aku ke kantor sekarang?Gila kerja apa?Ga ah...aku mau sama Nyonya aku..."
Evi mesem mendengarnya dan memandang CEO muda itu dengan penuh sayang,'Dia ga gila kerja lagi ...padahal kata Mas Toto dulu dia maniak kerja...so sweet banget sih Pak CEO ini...makin cinta deh...'
××× KAU BUATKU GELISAH DAN MEMBUATKU BERTANYA...
Toto melihat kemesraan mereka sambil nyingkir mendekati satpam2 yang lagi berjaga.Ia nyanyi gitu saat melangkah,"Abeti meradil jagena sotahe ...kya kadung hai...kuch kuch hota hai..."
Eh dibalas sama salah satu satpam,"Hey..hey...hmm....hmmm...tan haye medil hyadestan jotahai...kya kadung hay...kuch2 hota hai..."
Mereka bersama2 mesem melihat Irwan dan Evi pegangan tangan di teras,"Biasa anak muda...kita dulu juga pernah muda kan?He..he.."
Sementara itu Irwan kerasa kalau ditunggui Evi,"Udah dulu ya Di...besok kan masih ketemu.Besok aja bicara soal tender2 yang aku dapat.Oke?Yang pasti kamu ga usah gelisah bin resah soal tanahnya.I got the deal ok?See you tomorrow...bye.."
÷÷÷ HARUSKAH KAU KULUPAKAN HARUSKAH SEMUA SIRNA...
Evi tersenyum,"Kupikir kamu ga akan selesai ngobrolnya sama Adi.Betah banget kalau bicara sama dia."
Irwan pasang wajah imut gitu,"Ada yang cemburu kayaknya nih?"
Evi mengelak,"Cemburu sama Adi?Ga salah tuh?Masak jeruk makan jeruk?"
Irwan malah meraih pinggang Evi,"Eh jangan salah...kamu tahu pelatih klub besar di Inggris,Arsene Wenger...dia dicerai sama isterinya karena apa coba..bukan karena ada wanita lain lho...tapi karena sang isteri merasa suaminya lebih mikirin klubnya daripada keluarganya.Hayo...malah kerjaan lho yang bikin mereka pisah..."
Evi malah memandang Irwan,"Kamu ga boleh kayak gitu lho nanti ...ga boleh lupain aku...kerja keras boleh tapi jangan lupakan keluarga juga...janji?"
Irwan mengangguk,"Janji Nyonya sayang..."
=== SANGGUPKAH AKU BERJALAN HIDUP TANPA DIRIMU...
Mereka malah pelukan di teras.Evi bersandar gitu di dada Irwan,"Oh ya juga jangan lupa jaga kesehatan.Ga boleh telat makan,minum obat terus..."
Irwan terharu mendengarnya,"Iya...semuanya ga akan lupa.Kan ada kamu disamping aku...kamu akan ngingetin semua itu ke aku...he..he..manja nih...he..he.."
Evi jadi ingat apa yang mau ia bicarain ke Irwan,"Oh ya Wan...kenapa kamu ga check kesehatan kamu di sini aja.RS ini kan juga bagus.Yuk kutemani.Setidaknya bikin janji dulu gitu..."
¤¤¤ AKU TERLENA DALAM CINTA YANG TAK SEMESTINYA...
Irwan setuju dan mereka lalu pamitan sama Rita,"Kami pergi dulu Bu..."
Rita mengijinkan toh masih di wilayah RS juga,"Iya Nak Irwan..."
Toto jelas ngekor Bossnya kemana aja. Irwan menghubungi dokter langganannya,"Dokter ada di sini?Oh kebetulan saya ingin tahu kondisi saya ...baiklah saya ke sana."
Mereka menuju ruangan dokter tersebut.Irwan nampak mencoba menyembunyikan kegundahannya,'Semoga tak terjadi hal2 yang tak semestinya...aku ingin beli cincin buat melamar Evi segera.Habis periksa ah...kenapa aku deg2an ya?'
¤¤¤ INI TAK MUDAH UNTUKKU...
Irwan diperiksa dokter.Evi menunggu di luar,'Semoga Irwan gpp...aku sedih kalau dia sakit...' Toto juga cemas,'Moga Boss selalu sehat...baru kali ini aku dapat Boss sebaik ini...'
Sementara itu dokter berkata,"Hasilnya tidak bisa sekarang.Besok paling cepat bisa diketahui.Saya akan kabari bila hasil uji lab sudah ada."
Irwan manggut2.
¤¤¤ AKU TERJEBAK DI DALAM CINTA YANG SALAH...
Melihat Irwan keluar ruangan,Evi segera bertanya,"Gimana Wan?Apa ada masalah?"
Toto juga sama cemasnya,"Iya Boss ...apa kata dokter Boss?"
Irwan malah terkekeh melihat mereka,"Kalian lucu deh...aku aja belum tahu kok...lha hasilnya paling cepet besok baru bisa keluar.Ha...ha..."
Evi pura2 manyun,"Dicemasin malah ngekek2...dasar Pak CEO julit!!"
Irwan dan Evi malah kejar2an di lorong RS.Toto tersenyum mengikuti keduanya,"Tanyalah dunia apa itu cinta..."
Gimana hasil tes kesehatan Irwan ya?***see you next eps***
Eps 68 DEBU-DEBU JALANAN : Is Thy Servant
NOTE GERBONG X : Adalah Pembantumu
↓↓↓ 》LAMAKU MEMENDAM RASA DI DADA.... ( RUMAH SAKIT )
Irwan akhirnya pamitan pulang pada Bunda Rita juga Rizky.Irwan mencium tangan ibunya Evi tersebut,"Sebenarnya saya ingin bicara dengan Bunda tapi mungkin lain kali.Lagian Bunda sedang fokus dengan Rizky.Jadi saya akan bicara lain kali saja tentunya dengan persiapan yang matang he...he.."
Rita tersenyum,"Soal Evi ya?Nak Irwan tenang saja,kapanpun Bunda ada kok."
Irwan lega,"Tapi jangan bilang Evi ya Bunda...saya mau preparation dulu."
Bunda Rita manggut2,"Beres...tenang saja."
Evi yang baru muncul heran lihat ibunya bisik2 sama Irwan,"Hayo ngomongin apa itu?Ada yang disembunyiin ya dari aku?"
Irwan sok innocencia gitu,"Tenang Nyonya Sayang,ga ada apa2 kok...cuma ngobrol aja soal Rizky.Ya kan Bun?"
Rita tersenyum,"Iya Vi tadi Nak Irwan bilang ga usah buru2 bawa Rizky pulang,biar disini dulu sampai kondisi Rizky benar2 pulih...makasih ya Nak Irwan begitu peduli pada kami.Ga tahu nih gimana balas budi Nak Irwan ke kami."
Suasana berubah haru,Irwan meraih tangan Evi,"Justru sayalah yang sangat berterima kasih karena Ibu sudah melahirkan seorang putri yang luar biasa.Seorang yang sudah lama saya cari yang memberi saya begitu banyak kebahagiaan."
》MENGAGUMI INDAHMU WAHAI JELITA...
Evi tersipu dipuji kekasihnya,'Pak CEO manis banget sih...'
Irwan malah berkata lagi,"Jika saja kami tak bertemu mungkin dunia saya hanya monoton dan suram.Yang saya tahu kerja,kerja dan kerja.Tapi putri Bunda ini memberi warna pada dunia saya yang kelam.Saya sungguh kagum dengan semua yang ada padanya."
》TAK DAPAT LAGI KUUCAP KATA....
Evi kian merona,"Irwan lebay ah...punya bakat penyair rupanya.Udah jangan muji aku terus ntar gede rasa lagi akunya..."
Irwan malah cengar cengir,"Lho masih banyak lagi bakat terpendam aku yang lain...ya ga To?"
Toto jelas yes Boss,"Iya Non Evi lihat saja nanti kalau sudah menikah...he..he.."
Weleh malah buka rahasia.Bikin Evi kian merah mukanya.Irwan ga kehabisan kata,"Tuh dengar apa kata Toto he .he..yang pasti kalau Bunda kamu kasih mandat buat ngijinin aku jaga kamu ...ya kan Bunda...?"
Rita tahu maksud Irwan,"Bunda percaya kok Nak Irwan itu akan jaga putri Bunda dengan baik."
Wah Toto yang hepi,"Tuh dah dapat lampu hijau Boss..."
Evi kian merah jambu wajahnya,ga bisa nyembunyiin bahagianya.Ga terkatakan lagi betapa hatinya berbunga2.
》BISUKU DIAM TERPESONA....
Irwan malah godain,"Tuh dengar Nyonya Sayang...siap2 aja kamu bakal menyandang nama aku he..he..."
Evi tersipu dan menyembunyikan mukanya di punggung Irwan,'Ibu kasih acc...akhirnya...'
××× DAN ANDAI SUATU HARI KAU JADI MILIKI....( TAMAN PAVILYUN RS )
Irwan sebenarnya enggan pergi tapi hari kian malam,"Oh ya tadi Adi bilang ngingetin aku bahwa besok ada acara pernikahan salah satu karyawan kami...kau mau temani aku kan ke pesta itu?"
Evi malah balik nanya,"Kau ga malu bawa aku ke sana?"
Irwan heran,"Kenapa malu?Kamu kan calon aku ....kelak kita juga akan mengadakan pesta pernikahan juga he.he.."
Evi malah kebayang kalau ntar jadi milik Irwan,'Pasti aku akan bahagia banget bila saat itu tiba...memakai gaun nan indah bersanding di pelaminan dengan Irwan disisiku...oh indahnya...' ÷÷÷TAK AKAN KULEPAS DIRIMU KASIH...
Irwan geleng kepala melihat Evi melamun,"Belum jadi Nyonya Irwan dah bayangin ya...hi..hi..."
Evi tersenyum ketahuan,"Tahu aja aku bayangin kamu?"
Irwan pede jawab,"Ya tahulah...kamu itu tipe wajah ga bisa bohong...kebaca semua dengan jelas...hayo ngaku...kamu bayangin kita nikah kan?"
Evi akhirnya ngaku juga,"Iya...tapi bukannya besok kamu kerja?Aku juga kerja?"
Irwan mesem,"Aku tuh kerjanya ga terikat jam kerja Nyonyaku...soal kamu ...aku kan atasan kamu juga.Jadi don't worry..."
Evi ingat ucapan kak Ros,"Tugas utama kamu adalah menemani Pak Irwan ..."
÷÷÷ DAN BILA WAKTU MENGIJINKANKU UNTUK MENUNGGU DIRIMU...
Toto yang menunggu sejak tadi geleng kepala melihat kedua sejoli itu,'Weleh...weleh si komo...mau bilang pamitan aja lamanya kayak manten ditemukan...gimana kalau dah nikah nanti ya?Kubayangkan Boss bakalan berangkat siang terus tuh kalau kerja he..he..'
Irwan malah memainkan rambut Evi,"Besok aku yang akan minta ijin ke kak Ros,ok?"
Evi mengangguk.Akhirnya Irwan pulang juga tentunya setelah mengecup pipi Evi dengan sayang,"Aku balik ya...istirahat dan salam buat semuanya...I love you..."
Evi merona bahagia,"Aku antar sampai depan ya?"
Irwan mencegahnya,"Jangan sampai sini saja...aku lebih tenang kamu sudah ada di pavilyun...disini ada securitynya...bye Nyonya Sayang...makasih dah nemeni aku ke Bogor.Thank you so much.."
♡♡ KURASA KU T'LAH JATUH CINTA...
Irwan sudah pergi dikawal Toto pastinya.Tapi Evi masih saja di luar dengan wajah merona mengusap pipinya yang dicium Irwan tadi.Lesti yang mau ambil obat geleng kepala,"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih ye...ehem..ehem..."
÷÷÷ PADA PANDANGAN YANG PERTAMA...
Evi tersadar dari lamunannya,"Oh dik Lesti...mau kemana?"
Lesti jawab,"Ambil beberapa peralatan juga obat buat adik mb.Pasti mb bahagia banget nih ...adiknya sembuh dan dicintai seorang pria yang sangat baik...hmmm...selamat ya mb."
Evi kembali tersipu untuk kesekian kalinya,"Kelihatan banget ya kalau aku bahagia emangnya?" Lesti jawab,"Iya mb...bahkan dari lihat pertama aja dah ketahuan tuh he..he.."
÷÷÷ SULIT BAGIKU UNTUK BISA BERHENTI MENGAGUMI DIRINYA...
Evi lalu masuk ke dalam usai ditinggal Lesti.Ia melangkah dengan senyum ceria gitu,'Emang sih aku bahagia banget sejak ketemu dengan Irwan.Hidupku jadi indah,banyak hal baik kutemui dan aku ga merasa sendiri lagi dalam hidup.Rasanya susah buat ga mengagumi Irwan.Dia emang mempesona.'
¥¥¥ SEIRING DENGAN BERJALANNYA WAKTU...( MOBIL IRWAN )
Ga cuma Evi yang kasmaran berat,Irwan juga lagi mesem2 ga jelas di dalam mobilnya.Bikin Toto juga gedek2,'Seneng deh lihat Boss ceria lagi.Dulu saat batal nikah aduh...dunia kayak Indonesia sekarang ini mencekam dan dimana2 penuh duka...tak ada keceriaan,yang ada sunyi dan kesedihan.Moga ga terulang lagi masa itu...'
Irwan jadi ingat sesuatu,'Oh iya kenapa aku telpon sekarang aja soal acara besok.Telpon dulu ah...' Irwan mau ngebel siapa sih?
>>> AKHIRNYA KITA BERDUA BERTEMU... ( RESTO ROSALINA )
Kak Ros sedang memeriksa laporan keuangan saat hpnya bunyi,'Siapa yang telpon jam segini ya?Wah...Pak Irwan!'
Diangkatnya,"Selamat malam Pak...sudah kembali dari Bogor ya?Sukses kan Pak perjalanan bisnisnya?"
Irwan jawab,"Sukses dan lancar semuanya.Terima kasih atas perhatiannya.Tapi saya masih ada acara besok jadi saya minta Evi masih off besok.Apakah itu bisa?"
Kak Ros jelas ga akan menolaknya,"Tentu Pak.Lagian Evi habis dari luar kota ga masalah Pak.Semua bisa diatur."
Irwan lega,"Saya senang mendengarnya.Maaf jika saya sering merepotkan Anda."
Kak Ros malah berkata,"Oh sama sekali tidak merepotkan lagipula bisnis makanan sedang lesu Pak...sejak marak aksi sweeping itu.Banyak resto tutup lebih dini sekarang.Padahal menjelang akhir tahun begini biasanya kami bisa meraup untung sangat besar karena banyaknya event.Tapi kembali kondisi politik ga sejuk...saya bersyukur Bapak masih mau invest ke resto kami jika ga wah kami ga tahu nih..."
÷÷÷OH DIRIKU TERSIPU MALU MELIHAT SIKAPMU YANG LUCU...
Irwan memang mengikuti perkembangan berita,"Saya harap keadaan segera membaik.Apa perlu team pengamanan untuk restonya?Saya akan kirim team saya ke sana."
Kak Ros langsung setuju,"Wah beneran Pak?Saya sangat berterima kasih jika begitu...terima kasih lho Pak."
Irwan menjawab,"Saya akan kirim besok.Free dari saya.Anggap aja pengganti waktu Evi yang saya gunakan."
Kak Ros jelas seneng banget,"Wah...makasih Pak.Kami tenang sekarang."
Irwan mengakhiri pembicaraannya dan berkata pada Toto,"Kirim team menjaga resto Rosalina ya To.Sekarang kan lagi marak aksi sweeping.Saya ga mau usaha bisnis saya kacau gara2 aksi anarkhi kayak gini.Siagakan 24 jam ok?"
Toto langsung jawab,"Siap Boss!"
÷÷÷ OH TUHAN TOLONGLAH DIRIKU ...
Irwan melakukan semuanya sebenarnya demi Evi juga.Ia ga mau Evi sedih jika terjadi sesuatu pada resto dimana ia bekerja.Sementara kak Ros langsung menelpon Pak Samuel,"Pak,ada kabar baik Pak!"
Pak Samuelpun ikut gembira mendengarnya,"Beneran Ros?!Wah...karyawan kamu yang bernama Evi itu bawa hoki ya...mahal lho bayar pengamanan gitu.Ini malah free?Wow..wow!!"
Kak Ros sampai berkata,"Ini pertolongan Tuhan Pak.Ingat ga th 1998 dulu itu.Saya merinding Pak kalau inget masa itu.Syukurlah Pak Irwan malah punya ide begini.Evi perlu diberi bonus nih Pak." Pak Samuel setuju,"Kamu benar.Saya setuju.Tenang saya sekarang."
�� 'TUK MEMBUATNYA MENJADI MILIKKU...( RUMAH IRWAN )
Irwan sudah sampai di rumah mewahnya,"Kamu rehat To.Biar besok bisa fresh."
Toto menurut dan segera memarkir mobilnya,"Selamat istirahat juga Boss.Soal mengawal resto serahkan sama saya.Saya akan atur semuanya."
Irwan mengangguk lalu menuju kamarnya di lantai atas.Ia masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di tempat tidur,eh hpnya bunyi,'Nyonya sayang...'
¤¤¤ SAYANGKU KASIHKU OH CINTAKU...
Irwan segera menerimanya,"Iya Nyonya Sayang?Sudah sampai rumah nih...kangen ya?"
Evi juga sedang berbaring,"Syukurlah kalau sudah sampai dengan selamat.Habis berita di tv soal aksi teror terus.Aku mencemaskanmu..."
Irwan seneng banget,"Perhatian banget sih Sayangku ...makin cinta deh..."
Mereka malah ngobrol dari A sampai Z. Berhubung lagu RAN ini sangat panjang,saya penggal jadi dua part.Part yang kedua nanti yang bagian ngerapnya.Bahasa Inggris lagi.So gimana kelanjutan hubungan Irvi?***see you in part 2 of the song***
↓↓↓ 》LAMAKU MEMENDAM RASA DI DADA.... ( RUMAH SAKIT )
Irwan akhirnya pamitan pulang pada Bunda Rita juga Rizky.Irwan mencium tangan ibunya Evi tersebut,"Sebenarnya saya ingin bicara dengan Bunda tapi mungkin lain kali.Lagian Bunda sedang fokus dengan Rizky.Jadi saya akan bicara lain kali saja tentunya dengan persiapan yang matang he...he.."
Rita tersenyum,"Soal Evi ya?Nak Irwan tenang saja,kapanpun Bunda ada kok."
Irwan lega,"Tapi jangan bilang Evi ya Bunda...saya mau preparation dulu."
Bunda Rita manggut2,"Beres...tenang saja."
Evi yang baru muncul heran lihat ibunya bisik2 sama Irwan,"Hayo ngomongin apa itu?Ada yang disembunyiin ya dari aku?"
Irwan sok innocencia gitu,"Tenang Nyonya Sayang,ga ada apa2 kok...cuma ngobrol aja soal Rizky.Ya kan Bun?"
Rita tersenyum,"Iya Vi tadi Nak Irwan bilang ga usah buru2 bawa Rizky pulang,biar disini dulu sampai kondisi Rizky benar2 pulih...makasih ya Nak Irwan begitu peduli pada kami.Ga tahu nih gimana balas budi Nak Irwan ke kami."
Suasana berubah haru,Irwan meraih tangan Evi,"Justru sayalah yang sangat berterima kasih karena Ibu sudah melahirkan seorang putri yang luar biasa.Seorang yang sudah lama saya cari yang memberi saya begitu banyak kebahagiaan."
》MENGAGUMI INDAHMU WAHAI JELITA...
Evi tersipu dipuji kekasihnya,'Pak CEO manis banget sih...'
Irwan malah berkata lagi,"Jika saja kami tak bertemu mungkin dunia saya hanya monoton dan suram.Yang saya tahu kerja,kerja dan kerja.Tapi putri Bunda ini memberi warna pada dunia saya yang kelam.Saya sungguh kagum dengan semua yang ada padanya."
》TAK DAPAT LAGI KUUCAP KATA....
Evi kian merona,"Irwan lebay ah...punya bakat penyair rupanya.Udah jangan muji aku terus ntar gede rasa lagi akunya..."
Irwan malah cengar cengir,"Lho masih banyak lagi bakat terpendam aku yang lain...ya ga To?"
Toto jelas yes Boss,"Iya Non Evi lihat saja nanti kalau sudah menikah...he..he.."
Weleh malah buka rahasia.Bikin Evi kian merah mukanya.Irwan ga kehabisan kata,"Tuh dengar apa kata Toto he .he..yang pasti kalau Bunda kamu kasih mandat buat ngijinin aku jaga kamu ...ya kan Bunda...?"
Rita tahu maksud Irwan,"Bunda percaya kok Nak Irwan itu akan jaga putri Bunda dengan baik."
Wah Toto yang hepi,"Tuh dah dapat lampu hijau Boss..."
Evi kian merah jambu wajahnya,ga bisa nyembunyiin bahagianya.Ga terkatakan lagi betapa hatinya berbunga2.
》BISUKU DIAM TERPESONA....
Irwan malah godain,"Tuh dengar Nyonya Sayang...siap2 aja kamu bakal menyandang nama aku he..he..."
Evi tersipu dan menyembunyikan mukanya di punggung Irwan,'Ibu kasih acc...akhirnya...'
××× DAN ANDAI SUATU HARI KAU JADI MILIKI....( TAMAN PAVILYUN RS )
Irwan sebenarnya enggan pergi tapi hari kian malam,"Oh ya tadi Adi bilang ngingetin aku bahwa besok ada acara pernikahan salah satu karyawan kami...kau mau temani aku kan ke pesta itu?"
Evi malah balik nanya,"Kau ga malu bawa aku ke sana?"
Irwan heran,"Kenapa malu?Kamu kan calon aku ....kelak kita juga akan mengadakan pesta pernikahan juga he.he.."
Evi malah kebayang kalau ntar jadi milik Irwan,'Pasti aku akan bahagia banget bila saat itu tiba...memakai gaun nan indah bersanding di pelaminan dengan Irwan disisiku...oh indahnya...' ÷÷÷TAK AKAN KULEPAS DIRIMU KASIH...
Irwan geleng kepala melihat Evi melamun,"Belum jadi Nyonya Irwan dah bayangin ya...hi..hi..."
Evi tersenyum ketahuan,"Tahu aja aku bayangin kamu?"
Irwan pede jawab,"Ya tahulah...kamu itu tipe wajah ga bisa bohong...kebaca semua dengan jelas...hayo ngaku...kamu bayangin kita nikah kan?"
Evi akhirnya ngaku juga,"Iya...tapi bukannya besok kamu kerja?Aku juga kerja?"
Irwan mesem,"Aku tuh kerjanya ga terikat jam kerja Nyonyaku...soal kamu ...aku kan atasan kamu juga.Jadi don't worry..."
Evi ingat ucapan kak Ros,"Tugas utama kamu adalah menemani Pak Irwan ..."
÷÷÷ DAN BILA WAKTU MENGIJINKANKU UNTUK MENUNGGU DIRIMU...
Toto yang menunggu sejak tadi geleng kepala melihat kedua sejoli itu,'Weleh...weleh si komo...mau bilang pamitan aja lamanya kayak manten ditemukan...gimana kalau dah nikah nanti ya?Kubayangkan Boss bakalan berangkat siang terus tuh kalau kerja he..he..'
Irwan malah memainkan rambut Evi,"Besok aku yang akan minta ijin ke kak Ros,ok?"
Evi mengangguk.Akhirnya Irwan pulang juga tentunya setelah mengecup pipi Evi dengan sayang,"Aku balik ya...istirahat dan salam buat semuanya...I love you..."
Evi merona bahagia,"Aku antar sampai depan ya?"
Irwan mencegahnya,"Jangan sampai sini saja...aku lebih tenang kamu sudah ada di pavilyun...disini ada securitynya...bye Nyonya Sayang...makasih dah nemeni aku ke Bogor.Thank you so much.."
♡♡ KURASA KU T'LAH JATUH CINTA...
Irwan sudah pergi dikawal Toto pastinya.Tapi Evi masih saja di luar dengan wajah merona mengusap pipinya yang dicium Irwan tadi.Lesti yang mau ambil obat geleng kepala,"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih ye...ehem..ehem..."
÷÷÷ PADA PANDANGAN YANG PERTAMA...
Evi tersadar dari lamunannya,"Oh dik Lesti...mau kemana?"
Lesti jawab,"Ambil beberapa peralatan juga obat buat adik mb.Pasti mb bahagia banget nih ...adiknya sembuh dan dicintai seorang pria yang sangat baik...hmmm...selamat ya mb."
Evi kembali tersipu untuk kesekian kalinya,"Kelihatan banget ya kalau aku bahagia emangnya?" Lesti jawab,"Iya mb...bahkan dari lihat pertama aja dah ketahuan tuh he..he.."
÷÷÷ SULIT BAGIKU UNTUK BISA BERHENTI MENGAGUMI DIRINYA...
Evi lalu masuk ke dalam usai ditinggal Lesti.Ia melangkah dengan senyum ceria gitu,'Emang sih aku bahagia banget sejak ketemu dengan Irwan.Hidupku jadi indah,banyak hal baik kutemui dan aku ga merasa sendiri lagi dalam hidup.Rasanya susah buat ga mengagumi Irwan.Dia emang mempesona.'
¥¥¥ SEIRING DENGAN BERJALANNYA WAKTU...( MOBIL IRWAN )
Ga cuma Evi yang kasmaran berat,Irwan juga lagi mesem2 ga jelas di dalam mobilnya.Bikin Toto juga gedek2,'Seneng deh lihat Boss ceria lagi.Dulu saat batal nikah aduh...dunia kayak Indonesia sekarang ini mencekam dan dimana2 penuh duka...tak ada keceriaan,yang ada sunyi dan kesedihan.Moga ga terulang lagi masa itu...'
Irwan jadi ingat sesuatu,'Oh iya kenapa aku telpon sekarang aja soal acara besok.Telpon dulu ah...' Irwan mau ngebel siapa sih?
>>> AKHIRNYA KITA BERDUA BERTEMU... ( RESTO ROSALINA )
Kak Ros sedang memeriksa laporan keuangan saat hpnya bunyi,'Siapa yang telpon jam segini ya?Wah...Pak Irwan!'
Diangkatnya,"Selamat malam Pak...sudah kembali dari Bogor ya?Sukses kan Pak perjalanan bisnisnya?"
Irwan jawab,"Sukses dan lancar semuanya.Terima kasih atas perhatiannya.Tapi saya masih ada acara besok jadi saya minta Evi masih off besok.Apakah itu bisa?"
Kak Ros jelas ga akan menolaknya,"Tentu Pak.Lagian Evi habis dari luar kota ga masalah Pak.Semua bisa diatur."
Irwan lega,"Saya senang mendengarnya.Maaf jika saya sering merepotkan Anda."
Kak Ros malah berkata,"Oh sama sekali tidak merepotkan lagipula bisnis makanan sedang lesu Pak...sejak marak aksi sweeping itu.Banyak resto tutup lebih dini sekarang.Padahal menjelang akhir tahun begini biasanya kami bisa meraup untung sangat besar karena banyaknya event.Tapi kembali kondisi politik ga sejuk...saya bersyukur Bapak masih mau invest ke resto kami jika ga wah kami ga tahu nih..."
÷÷÷OH DIRIKU TERSIPU MALU MELIHAT SIKAPMU YANG LUCU...
Irwan memang mengikuti perkembangan berita,"Saya harap keadaan segera membaik.Apa perlu team pengamanan untuk restonya?Saya akan kirim team saya ke sana."
Kak Ros langsung setuju,"Wah beneran Pak?Saya sangat berterima kasih jika begitu...terima kasih lho Pak."
Irwan menjawab,"Saya akan kirim besok.Free dari saya.Anggap aja pengganti waktu Evi yang saya gunakan."
Kak Ros jelas seneng banget,"Wah...makasih Pak.Kami tenang sekarang."
Irwan mengakhiri pembicaraannya dan berkata pada Toto,"Kirim team menjaga resto Rosalina ya To.Sekarang kan lagi marak aksi sweeping.Saya ga mau usaha bisnis saya kacau gara2 aksi anarkhi kayak gini.Siagakan 24 jam ok?"
Toto langsung jawab,"Siap Boss!"
÷÷÷ OH TUHAN TOLONGLAH DIRIKU ...
Irwan melakukan semuanya sebenarnya demi Evi juga.Ia ga mau Evi sedih jika terjadi sesuatu pada resto dimana ia bekerja.Sementara kak Ros langsung menelpon Pak Samuel,"Pak,ada kabar baik Pak!"
Pak Samuelpun ikut gembira mendengarnya,"Beneran Ros?!Wah...karyawan kamu yang bernama Evi itu bawa hoki ya...mahal lho bayar pengamanan gitu.Ini malah free?Wow..wow!!"
Kak Ros sampai berkata,"Ini pertolongan Tuhan Pak.Ingat ga th 1998 dulu itu.Saya merinding Pak kalau inget masa itu.Syukurlah Pak Irwan malah punya ide begini.Evi perlu diberi bonus nih Pak." Pak Samuel setuju,"Kamu benar.Saya setuju.Tenang saya sekarang."
�� 'TUK MEMBUATNYA MENJADI MILIKKU...( RUMAH IRWAN )
Irwan sudah sampai di rumah mewahnya,"Kamu rehat To.Biar besok bisa fresh."
Toto menurut dan segera memarkir mobilnya,"Selamat istirahat juga Boss.Soal mengawal resto serahkan sama saya.Saya akan atur semuanya."
Irwan mengangguk lalu menuju kamarnya di lantai atas.Ia masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di tempat tidur,eh hpnya bunyi,'Nyonya sayang...'
¤¤¤ SAYANGKU KASIHKU OH CINTAKU...
Irwan segera menerimanya,"Iya Nyonya Sayang?Sudah sampai rumah nih...kangen ya?"
Evi juga sedang berbaring,"Syukurlah kalau sudah sampai dengan selamat.Habis berita di tv soal aksi teror terus.Aku mencemaskanmu..."
Irwan seneng banget,"Perhatian banget sih Sayangku ...makin cinta deh..."
Mereka malah ngobrol dari A sampai Z. Berhubung lagu RAN ini sangat panjang,saya penggal jadi dua part.Part yang kedua nanti yang bagian ngerapnya.Bahasa Inggris lagi.So gimana kelanjutan hubungan Irvi?***see you in part 2 of the song***
Eps 69 DEBU2 JALANAN : The Year of Favor
+÷+÷ NOTE GERBONG X : Tahun Perkenanan
×÷×÷ SHE'S ALL THAT I NEED / Dia segala yang kubutuhkan...( IRWAN'S HOUSE )
Irwan memberitahu Evi soal ijin yang diberikan Kak Ros,"Oh ya Nyonyaku...aku dah telpon kak Ros kamu itu soal besok.Katanya kamu off dulu gpp."
Evi surprise dengernya,"Benarkah?Kak Ros ga keberatan dan malah nyuruh aku off dulu?Rasanya tak percaya deh.Kak Ros itu terkenal ketat soal absensi."
Irwan meraih guling,"Beneran dia bilang gitu kok."
Evi juga sama meraih guling di dekatnya.Weleh gerakan aja bisa sama padahal beda tempat lho.Sehati kali ya? Evi memeluk gulingnya,"Aku heran deh...pakai jurus apa sih kamu?Ampuh bener."
Irwan malah ngekek,"Pakai ajian serat jiwa he..he..ga ding...pakai jurus CEO in love hi..hi..."
=÷=÷ DAN BILA KITA BERSAMA...
Evi ikut tertawa,"Bisa aja deh Pak CEO..."
Irwan senang sekali jika bersama Evi.Mereka ngobrol hingga lupa waktu.Evi akhirnya sadar diri kala Irwan mulai menguap,"Udah malam Wan...aku ga mau kamu malah kurang tidur.Udah dulu ya...Malam Pak CEO...l love you."
Irwan memang sudah ngantuk,"Malam Nyonya Sayang...I love you too..."
Irwan ga lama langsung tepar sambil tersenyum.
<÷<÷ KAN KUJAGA DIRIMU UNTUK SELAMANYA...( RS )
Evi malah ga bisa tidur,ia masih asyik lihat foto2nya bersama Irwan.Rasa sayangnya pada CEO Asian Group itu kian bertambah.Evi berjanji bahwa ia akan menjaga hatinya hanya untuk Irwan seorang,'Selamanya aku akan menjaga cinta kita.Apapun yang di depan nanti takkan bisa menjauhkanku darimu Wan.Dunia tak bisa menjauhkanku darimu.Jagai cinta kami ya Tuhan.Baru kali ini aku merasakan cinta sedalam ini pada seorang pria.Perasaan yang begitu hangat bila bersamanya.Perasaan begitu sedih bila diabaikannya.Jagai dia ya Tuhan.Biar selalu sehat dan baik kondisinya.Aku mencintainya...sungguh mencintainya..'
÷>÷> OH TERIMA CINTAKU YE YE YE..
Rita melihat Evi belum jua tidur,"Kamu belum tidur sayang?"
Evi malah meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya,"Evi ga bisa tidur.Sebab lagi bahagia sekali he..he.."
Ibunya membelai kepala Evi,"Pasti karena Nak Irwan ya ?"
Evi memandang ibunya,"Juga karena Rizky yang kian membaik....makasih ya Bu dah menerima Irwan.Dah percaya sama dia."
÷{÷{ SUMMER TIME IN THE SUMMER TIME / Saat panas di musim panas...
Rita memandang putrinya,"Ibu tahu hatimu hanya untuk dia.Kalian saling mencintai.Ibu kenal putri Ibu.Keceriaanmu,kebahagiaanmu karena keberadaan Nak Irwan.Kau senang sekali tiap kali ada Nak Irwan."
Evi malah curhat soal Irwan ke ibunya.Gimana mereka selama di Bogor juga gimana mereka saling sayang.
÷}÷} IF I DON'T HAVE U A SMILE BUT U ALWAYS ON MY MIND/Jika aku tidak tersenyum untukmu tetapi kau selalu ada dalam pikiranku....( Resto Rosalina )
Keesokkan harinya nampak Intan diantar oleh seorang pria dengan senyum di wajahnya.Si Om demikian Intan biasa memanggilnya terlihat heran dengan keceriaan Intan,"Senyum2 terus sih Beib...lagi seneng yach?Mau gajian ya?"
Intan melirik Si Om,"Ga ini lagi lihat video lucu yang lagi viral di medsos.Om telolet om itu.Kita bikin gitu yuk?"
Si Om malah ga suka,"Apaan kayak anak kecil aja.Joget di pinggir jalan kayak gitu.Malu2in tahu.Ga suka ah...mending kita clubbing aja."
Intan membuka pintu,"Si Om ga seru ihh...ya udah aku kerja dulu.Dah Om..."
[÷[÷ IN THE MAGAZINE U SHOW UP / DI MAJALAH KAU MUNCUL....
Endah melihat Intan datang lalu berbisik pada yang lain,"Sst!Ratu Fashion datang.."
Semua langsung nyebar ke station masing2.Intan masuk dengan lenggak lenggok pinggulnya nan aduhai,"Set...set..."
÷]÷] BABY GIRL U FILLED MAKE SOME OF BLOW UP / GADISKU SAYANG KAU MEMBUAT KEJUTAN...
Intan melihat Reza datang langsung menghampiri dengan genitnya,"Wah My prince charming coming from cuti...how are you baby?"
Reza menghembuskan nafas kesal,'Aduh pagi2 dah disambut Miss Universe...capek deh...'
÷€÷€ YOUR PERSONALITY IS CALM N FRIENDLY/ Kepribadianmu tenang dan ramah...
Reza mencoba bersikap ramah pada teman kerjanya yang satu itu,"Pagi Intan...gimana selama aku cuti?Baik kan semuanya?Ga ada masalah kan?"
Intan berjalan menjejeri langkah pria idamannya itu,"All is fine.Nothing happen.Kakak sendiri cuti ngapain aja?Share dong kepo nih!"
÷£÷£ THE KIND A GIRL THAT I WILL UP TO BE WITH ME/ JENIS GADIS YANG AKAN BERSAMAKU...
Reza sebenarnya males bingow meladeni Intan tapi ia mencoba tenang,"Biasa di rumah sama Hayati,bersih2 rumah,mangkasi tanaman yang ga rapi dan tidur pastinya."
Intan heran dengar nama Hayati,"Siapa tuh Hayati?Bukannya Kak Reza ga punya adik?"
Reza menerangkan sambil ngisi absen,"Dia itu pembantu aku tapi udah kuanggap kayak keluarga sendiri gitu.Anaknya baik dan pinter masak.Dia manis,ga neko2,sederhana dan sangat perhatian sama aku.Dia..."
÷¥÷¥ NO SO SHORT NO I WON'T FALLBACK/Jangan terlalu pendek Aku tak ingin terjatuh ke belakang...
Intan segera menghentikan perkataan Reza,"Wait!Wait!....Kak Reza kayaknya deket banget sama dia...tahu detil gitu soal dia...Emang seistimewa itu ya dia?Udah ah...cuma pembantu ga penting!Cerita soal Evi aja ga sedetil itu kali...aneh deh pria2 zaman sekarang ini.Sukanya kok kelas bawah semua...Huhh!"
Intan malah pergi dengan sewot. Reza malah terpaku mendengarnya,'Iya ya aku bisa cerita soal Hayati lebih banyak daripada soal Evi....kenapa aku baru menyadarinya sekarang ya?'
÷₩÷₩ THIS MY CELL PHONE NUMBER SO PLEASE CALL BACK / Ini no telponku jadi tolong hubungi balik...( KANTOR KAK ROS )
Menjelang agak siang serombongan orang datang menemui kak Ros,semua heran melihatnya,"Siapa mereka itu?Badannya keker2 gitu.Kayak tentara gitu ya?Wow!" Semua mengira itu orang2 berbahaya,"Jangan2 mereka itu mau melakukan sweeping.Gawat!!Bahaya!!"
Intan malah heran,'Kayake aku belum ngebel kaki tangan aku deh.Soalnya aku belum lihat Evi masuk.Kemana sih tuh cewek ngeselin?Kok belum masuk juga?Katanya bentar doang ke Bogor?Sebel!!Tanya Tante aku aja deh.'
Siapakah orang2 itu?***see you next eps and Merry Christmas everybody!I must go now to celebrate***
×÷×÷ SHE'S ALL THAT I NEED / Dia segala yang kubutuhkan...( IRWAN'S HOUSE )
Irwan memberitahu Evi soal ijin yang diberikan Kak Ros,"Oh ya Nyonyaku...aku dah telpon kak Ros kamu itu soal besok.Katanya kamu off dulu gpp."
Evi surprise dengernya,"Benarkah?Kak Ros ga keberatan dan malah nyuruh aku off dulu?Rasanya tak percaya deh.Kak Ros itu terkenal ketat soal absensi."
Irwan meraih guling,"Beneran dia bilang gitu kok."
Evi juga sama meraih guling di dekatnya.Weleh gerakan aja bisa sama padahal beda tempat lho.Sehati kali ya? Evi memeluk gulingnya,"Aku heran deh...pakai jurus apa sih kamu?Ampuh bener."
Irwan malah ngekek,"Pakai ajian serat jiwa he..he..ga ding...pakai jurus CEO in love hi..hi..."
=÷=÷ DAN BILA KITA BERSAMA...
Evi ikut tertawa,"Bisa aja deh Pak CEO..."
Irwan senang sekali jika bersama Evi.Mereka ngobrol hingga lupa waktu.Evi akhirnya sadar diri kala Irwan mulai menguap,"Udah malam Wan...aku ga mau kamu malah kurang tidur.Udah dulu ya...Malam Pak CEO...l love you."
Irwan memang sudah ngantuk,"Malam Nyonya Sayang...I love you too..."
Irwan ga lama langsung tepar sambil tersenyum.
<÷<÷ KAN KUJAGA DIRIMU UNTUK SELAMANYA...( RS )
Evi malah ga bisa tidur,ia masih asyik lihat foto2nya bersama Irwan.Rasa sayangnya pada CEO Asian Group itu kian bertambah.Evi berjanji bahwa ia akan menjaga hatinya hanya untuk Irwan seorang,'Selamanya aku akan menjaga cinta kita.Apapun yang di depan nanti takkan bisa menjauhkanku darimu Wan.Dunia tak bisa menjauhkanku darimu.Jagai cinta kami ya Tuhan.Baru kali ini aku merasakan cinta sedalam ini pada seorang pria.Perasaan yang begitu hangat bila bersamanya.Perasaan begitu sedih bila diabaikannya.Jagai dia ya Tuhan.Biar selalu sehat dan baik kondisinya.Aku mencintainya...sungguh mencintainya..'
÷>÷> OH TERIMA CINTAKU YE YE YE..
Rita melihat Evi belum jua tidur,"Kamu belum tidur sayang?"
Evi malah meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya,"Evi ga bisa tidur.Sebab lagi bahagia sekali he..he.."
Ibunya membelai kepala Evi,"Pasti karena Nak Irwan ya ?"
Evi memandang ibunya,"Juga karena Rizky yang kian membaik....makasih ya Bu dah menerima Irwan.Dah percaya sama dia."
÷{÷{ SUMMER TIME IN THE SUMMER TIME / Saat panas di musim panas...
Rita memandang putrinya,"Ibu tahu hatimu hanya untuk dia.Kalian saling mencintai.Ibu kenal putri Ibu.Keceriaanmu,kebahagiaanmu karena keberadaan Nak Irwan.Kau senang sekali tiap kali ada Nak Irwan."
Evi malah curhat soal Irwan ke ibunya.Gimana mereka selama di Bogor juga gimana mereka saling sayang.
÷}÷} IF I DON'T HAVE U A SMILE BUT U ALWAYS ON MY MIND/Jika aku tidak tersenyum untukmu tetapi kau selalu ada dalam pikiranku....( Resto Rosalina )
Keesokkan harinya nampak Intan diantar oleh seorang pria dengan senyum di wajahnya.Si Om demikian Intan biasa memanggilnya terlihat heran dengan keceriaan Intan,"Senyum2 terus sih Beib...lagi seneng yach?Mau gajian ya?"
Intan melirik Si Om,"Ga ini lagi lihat video lucu yang lagi viral di medsos.Om telolet om itu.Kita bikin gitu yuk?"
Si Om malah ga suka,"Apaan kayak anak kecil aja.Joget di pinggir jalan kayak gitu.Malu2in tahu.Ga suka ah...mending kita clubbing aja."
Intan membuka pintu,"Si Om ga seru ihh...ya udah aku kerja dulu.Dah Om..."
[÷[÷ IN THE MAGAZINE U SHOW UP / DI MAJALAH KAU MUNCUL....
Endah melihat Intan datang lalu berbisik pada yang lain,"Sst!Ratu Fashion datang.."
Semua langsung nyebar ke station masing2.Intan masuk dengan lenggak lenggok pinggulnya nan aduhai,"Set...set..."
÷]÷] BABY GIRL U FILLED MAKE SOME OF BLOW UP / GADISKU SAYANG KAU MEMBUAT KEJUTAN...
Intan melihat Reza datang langsung menghampiri dengan genitnya,"Wah My prince charming coming from cuti...how are you baby?"
Reza menghembuskan nafas kesal,'Aduh pagi2 dah disambut Miss Universe...capek deh...'
÷€÷€ YOUR PERSONALITY IS CALM N FRIENDLY/ Kepribadianmu tenang dan ramah...
Reza mencoba bersikap ramah pada teman kerjanya yang satu itu,"Pagi Intan...gimana selama aku cuti?Baik kan semuanya?Ga ada masalah kan?"
Intan berjalan menjejeri langkah pria idamannya itu,"All is fine.Nothing happen.Kakak sendiri cuti ngapain aja?Share dong kepo nih!"
÷£÷£ THE KIND A GIRL THAT I WILL UP TO BE WITH ME/ JENIS GADIS YANG AKAN BERSAMAKU...
Reza sebenarnya males bingow meladeni Intan tapi ia mencoba tenang,"Biasa di rumah sama Hayati,bersih2 rumah,mangkasi tanaman yang ga rapi dan tidur pastinya."
Intan heran dengar nama Hayati,"Siapa tuh Hayati?Bukannya Kak Reza ga punya adik?"
Reza menerangkan sambil ngisi absen,"Dia itu pembantu aku tapi udah kuanggap kayak keluarga sendiri gitu.Anaknya baik dan pinter masak.Dia manis,ga neko2,sederhana dan sangat perhatian sama aku.Dia..."
÷¥÷¥ NO SO SHORT NO I WON'T FALLBACK/Jangan terlalu pendek Aku tak ingin terjatuh ke belakang...
Intan segera menghentikan perkataan Reza,"Wait!Wait!....Kak Reza kayaknya deket banget sama dia...tahu detil gitu soal dia...Emang seistimewa itu ya dia?Udah ah...cuma pembantu ga penting!Cerita soal Evi aja ga sedetil itu kali...aneh deh pria2 zaman sekarang ini.Sukanya kok kelas bawah semua...Huhh!"
Intan malah pergi dengan sewot. Reza malah terpaku mendengarnya,'Iya ya aku bisa cerita soal Hayati lebih banyak daripada soal Evi....kenapa aku baru menyadarinya sekarang ya?'
÷₩÷₩ THIS MY CELL PHONE NUMBER SO PLEASE CALL BACK / Ini no telponku jadi tolong hubungi balik...( KANTOR KAK ROS )
Menjelang agak siang serombongan orang datang menemui kak Ros,semua heran melihatnya,"Siapa mereka itu?Badannya keker2 gitu.Kayak tentara gitu ya?Wow!" Semua mengira itu orang2 berbahaya,"Jangan2 mereka itu mau melakukan sweeping.Gawat!!Bahaya!!"
Intan malah heran,'Kayake aku belum ngebel kaki tangan aku deh.Soalnya aku belum lihat Evi masuk.Kemana sih tuh cewek ngeselin?Kok belum masuk juga?Katanya bentar doang ke Bogor?Sebel!!Tanya Tante aku aja deh.'
Siapakah orang2 itu?***see you next eps and Merry Christmas everybody!I must go now to celebrate***
Eps 70 DEBU-DEBU JALANAN : Now Is The Time
÷▶ CERPEN KE-35 : NEW YEAR
Seorang pria pedagang tempe nampak sedang sibuk membuat tempe.Kedelai2 ia masukkan dalam bungkusan daun pisang lalu dilapis kertas dan diikat.Ibunya memperhatikan putra sulungnya itu,"Banyak banget kamu bikin tempenya Bambang?"
Bambang yang sudah kepala 3 itu menjawab,"Ini kan musim liburan Bu.Menjelang tahun baru pasti pasar ramai Bu.Bambang sengaja bikin banyak biar untung kita berlipat Bu.Lumayan buat biaya hidup dan bisa buat adik2 Bu."
Sang ibu bangga pada putranya itu,"Kamu itu memang anak ibu yang baik.Kalau ga ada kamu,ibu ga tahu gimana bisa nyekolahin adik2 kamu sejak bapakmu tiada.Kamu bahkan sampai belum nikah demi bantu ibu cari uang.Ibu ini SD saja ga lulus.Tahunya cuma masak,nyuci dan bikin kristikan.Untung Ibu dianugerahi anak sebaik kamu.Ibu bersyukur banget."
Bambang mendekati ibunya yang berkaca2,"Sudah menjadi kewajiban Bambang Bu sebagai anak paling tua.Lagian Bapak udah tiada,Bambang kasihan lihat ibu nyari uang sendiri.Soal nikah kalau sudah tiba waktunya pasti Bambang akan nikah Bu.Bambang ga mau asal nikah.Bambang mau cari perempuan yang mau diajak susah seneng Bu.Ga cuma seneng2 aja."
Sang ibu malah mendoakan,"Moga saja di tahun yang baru kamu ketemu jodohmu ya.Ibu juga ingin lihat kamu bahagia.Kamu pantas bahagia juga."
Bambang tersenyum,"Amin.Ya udah Bu.Bambang mau cari daun pisang dulu di kebun.Sekalian buat ibu kalau mau bikin penganan naga sari."
Sang ibu terharu sekali dengan karakter putranya itu,'Pakne2 anakmu lanang ini apik tenan bocahe.Ngemong sama adik2nya dan selalu mendahulukan mereka daripada urusannya sendiri.' Bambang sebenarnya punya wajah lumayan ganteng walau agak sawo mateng kulitnya.Makhlum kadang juga jadi buruh sawah.Kerja apa saja ia lakukan demi ibu dan adik2nya bisa hidup layak.Adik2nya juga rajin belajar dan sayang sama kakaknya itu.Bambang cuma tamat SMP.Makhlum saat ayahnya tiada saat ia masih duduk di kelas 2 SMP.Melihat ibunya kembang kempis cari uang akhirnya ia milih ga melanjutkan ke sekolah menengah atas.Ia pilih kerja saja.Nerusin usaha bapaknya jualan tempe di pasar.Tibalah saatnya jualan,kemarin2 ia laku keras.Makanya ia buat banyak terus.Namun pagi itu ia lihat tempenya belum jadi masih kedelai,"Kok belum jadi sih?Aduh...gimana nih?"
Sang ibu bertanya,"Kenapa kamu Nak?Resah gitu."
Bambang membuka beberapa tempe,"Tempenya belum jadi Bu.Aneh biasanya sudah jadi.Padahal semalam aku dah berdoa agar daganganku hari ini laris.Lha kok malah belum jadi."
Sang ibu menepuk bahu anaknya itu,"Sudah jangan patah semangat.Siapa tahu nanti jadi.Bawa saja ke pasar."
Bambang menurut pada nasehat ibunya,"Iya Bu.Semoga saja nanti jadi.Jadi bisa dijual.Padahal kali ini aku bikinnya dua kali dari yang kemarin lho.Semangat!Bambang semangat!"
Adik2nya ikut nyemangati,"Iya kak cemungud!Ganbatte!"
Menaiki motor plethuknya Bambang menuju pasar.Melewati sebuah warung makan ia mampir bentar setor tempe belum jadi.Memang warung itu langganan dia,seorang gadis manis menyambutnya,"Kok wajahnya gitu Mas?Lagi sedih ya?Apa belum sempat sarapan?Sini makan dulu.Aku ambilin."
Bambang dipaksa duduk,"Tahu aja kamu Lastri kalau perutku kosong."
Lastri adalah anak pemilik warung,sebenarnya ia suka sama Bambang.Cuma ia pendam dalam hati.Ia tahu Bambang pria yang baik dan pekerja keras.Bertanggung jawab dan ngemong orangnya.Makin kenal makin sayang ia sama Bambang.Bambang juga sebenarnya suka sama Lastri tapi dia ga pede mau mengungkapkan isi hatinya.Ia cuma penjual tempe dan buruh kasar mana mungkin orang tua Lastri mau nyerahin putri mereka yang terkenal cantik itu ke dia.Ia hanya bisa melepas rindu dengan mampir ke warungnya Lastri.Lastri sampai hafal apa saja kesukaan Bambang.Tanpa bilangpun ia sudah tahu.Siangnya ia ngirim makan siang buat Bambang,kadang sampai dikecrohi sama penjual yang lain,"Tuh calon isterimu dah kirim makanan.Udah dilamar aja!" Lastri tersipu malu sedang Bambang malah lagi galau karena sampai siang tempenya juga belum jadi.Penjual tempe yang lain sudah pada laku dan malah sudah mau habis.Ia satupun belum ada yang laku.Lha belum jadi.Lastri menghiburnya,"Tenang Mas.Sore pasti sudah jadi.Sore kan pembelinya juga banyak.Lagian kadang ada yang suka tempe setengah jadi lho.Sekarang makan dulu."
Bambangpun berjualan sampai sore tapi saat ia intip lagi tempe2nya masih belum jadi juga.Mana pembeli mulai jarang lagi.Ia terus menanti siapa tahu saja masih ada pembeli.Hingga ia melihat seorang ibu2 pergi ke penjual tempe satu lalu ke yang lain dan akhirnya sampai ke dia,"Mas punya tempe belum jadi nggak?Saya cari sana sini ga ada yang punya.Mas punya ga?"
Wah Bambang langsung ngintip tempenya lagi,'Syukurlah masih belum jadi.'
Bambang bertanya,"Saya ada Bu.Mau beli berapa?"
Alangkah terkejutnya Bambang kala sang pembeli jawab,"Mas ada berapa?Saya beli semua deh." Bambang kaget,"Semua Bu?Mau buat apa Bu beli sebanyak itu?"
Pembelinya cerita,"Saya itu mau ke luar kota.Nah keluarga saya suka banget tempe.Makhlum keluarga besar Mas.Saya borong semua tempenya."
Bambang termangu tak percaya,saking gembiranya ia sampai megang tangan Lastri curhat,"Ya ampun Lastri...kamu bener...ada yang suka tempe belum jadi.Aku hampir putus asa tadi.Makasih ya...sudah nyemangati aku."
Lastri melirik pria yang ia sukai itu,"Masak cuma makasih aja...."
Salah satu pengunjung warung nyeletuk,"Diajak malam tahun barunan dong Mas pacarnya itu.Ga tanggap amat..."
Eh ibunya Lastri datang,"Mau ajak Lastri jalan2 lihat kembang api ya?"
Bambang dag dig dug,"Memang boleh Bu?"
Pemilik warung tahu putrinya emang suka sama Bambang lalu dia mengangguk,"Kalau Lastri mau gpp..."
Wah Lastri seneng banget,"Aku mau Mas...maksudku aku dah lama pingin lihat kembang api.He..he.."
Bambang bagai dapat durian runtuh,"Ntar malam aku jemput ya.Gpp to pakai motor bututku?"
Lastri ga masalah,"Gpp mas.Yang penting kan yang punya motor he .he.."
Wah semua pengunjung warung langsung bersuit2,"Wah ditunggu undangannya ya...ai..ai.." Bambangpun pulang dengan wajah ceria sampai ibunya heran,"Kamu kenapa berseri2 gitu mukanya?Nemu uang di jalan?Atau tempenya jadi dan laku?"
Bambang bersimpuh dekat kaki ibunya,"Tempenya masih belum jadi Bu tapi laku habis.Diborong semuanya.Untung tempenya belum jadi hi..hi..."
Adiknya mendekat,"Kayaknya masih ada yang lain deh...wajah Kakak hepi banget.Hayo ada apa?" Bambang tersipu,"Ehm...Bambang nanti mau malam tahun barunan Bu...he..he.."
Adiknya yang lain nimbrung,"Sama siapa hayo?Sama cewek ya?"
Bambang malu dan ngacir ke dapur,"Kalian ntar juga tahu..."
Sang ibu tersenyum,'Akhirnya aku akan punya menantu juga.'
Malam tahun baru tiba.Bambang sudah siap dengan motor bututnya.Sudah rapi dan wangi.Adiknya sampai jebres2 saking wanginya.Weleh... Malam itu Bambang menyatakan cintanya pada Lastri.Lastri malu2 tapi mau.Weleh...Berdua mereka menikmati malam pergantian tahun.Lihat kembang api,makan jagung bakar,niup terompet dan pastinya gandengan tangan terus. Dan beberapa bulan kemudian mereka menikah.Lastri dan ibu mertuanya buka warung makan.Laris manis.Bila ada tempe yang ga laku atau busuk maka dibuat sayur tumpang dan justru sangat diminati pembeli.Malah jadi menu andalan warung.Bambang akhirnya jualan tempe di warung itu.Buka usaha gorengan juga.Mendoannya sangat enak.Selalu dicari pembeli.Di akhir tahun saat malam tahun baru Lastri melahirkan seorang anak buat Bambang.Kebahagiaan Bambang bertambah.Malam tahun baru selalu diperingati oleh keluarga Bambang sebagai malam spesial.Happy new year ! Ngomongin tempe,di rumah pas lagi masak tumpang nih.Jadi laper...cerbungnya ntar ya....jeda dulu.***see you in part 2***
Seorang pria pedagang tempe nampak sedang sibuk membuat tempe.Kedelai2 ia masukkan dalam bungkusan daun pisang lalu dilapis kertas dan diikat.Ibunya memperhatikan putra sulungnya itu,"Banyak banget kamu bikin tempenya Bambang?"
Bambang yang sudah kepala 3 itu menjawab,"Ini kan musim liburan Bu.Menjelang tahun baru pasti pasar ramai Bu.Bambang sengaja bikin banyak biar untung kita berlipat Bu.Lumayan buat biaya hidup dan bisa buat adik2 Bu."
Sang ibu bangga pada putranya itu,"Kamu itu memang anak ibu yang baik.Kalau ga ada kamu,ibu ga tahu gimana bisa nyekolahin adik2 kamu sejak bapakmu tiada.Kamu bahkan sampai belum nikah demi bantu ibu cari uang.Ibu ini SD saja ga lulus.Tahunya cuma masak,nyuci dan bikin kristikan.Untung Ibu dianugerahi anak sebaik kamu.Ibu bersyukur banget."
Bambang mendekati ibunya yang berkaca2,"Sudah menjadi kewajiban Bambang Bu sebagai anak paling tua.Lagian Bapak udah tiada,Bambang kasihan lihat ibu nyari uang sendiri.Soal nikah kalau sudah tiba waktunya pasti Bambang akan nikah Bu.Bambang ga mau asal nikah.Bambang mau cari perempuan yang mau diajak susah seneng Bu.Ga cuma seneng2 aja."
Sang ibu malah mendoakan,"Moga saja di tahun yang baru kamu ketemu jodohmu ya.Ibu juga ingin lihat kamu bahagia.Kamu pantas bahagia juga."
Bambang tersenyum,"Amin.Ya udah Bu.Bambang mau cari daun pisang dulu di kebun.Sekalian buat ibu kalau mau bikin penganan naga sari."
Sang ibu terharu sekali dengan karakter putranya itu,'Pakne2 anakmu lanang ini apik tenan bocahe.Ngemong sama adik2nya dan selalu mendahulukan mereka daripada urusannya sendiri.' Bambang sebenarnya punya wajah lumayan ganteng walau agak sawo mateng kulitnya.Makhlum kadang juga jadi buruh sawah.Kerja apa saja ia lakukan demi ibu dan adik2nya bisa hidup layak.Adik2nya juga rajin belajar dan sayang sama kakaknya itu.Bambang cuma tamat SMP.Makhlum saat ayahnya tiada saat ia masih duduk di kelas 2 SMP.Melihat ibunya kembang kempis cari uang akhirnya ia milih ga melanjutkan ke sekolah menengah atas.Ia pilih kerja saja.Nerusin usaha bapaknya jualan tempe di pasar.Tibalah saatnya jualan,kemarin2 ia laku keras.Makanya ia buat banyak terus.Namun pagi itu ia lihat tempenya belum jadi masih kedelai,"Kok belum jadi sih?Aduh...gimana nih?"
Sang ibu bertanya,"Kenapa kamu Nak?Resah gitu."
Bambang membuka beberapa tempe,"Tempenya belum jadi Bu.Aneh biasanya sudah jadi.Padahal semalam aku dah berdoa agar daganganku hari ini laris.Lha kok malah belum jadi."
Sang ibu menepuk bahu anaknya itu,"Sudah jangan patah semangat.Siapa tahu nanti jadi.Bawa saja ke pasar."
Bambang menurut pada nasehat ibunya,"Iya Bu.Semoga saja nanti jadi.Jadi bisa dijual.Padahal kali ini aku bikinnya dua kali dari yang kemarin lho.Semangat!Bambang semangat!"
Adik2nya ikut nyemangati,"Iya kak cemungud!Ganbatte!"
Menaiki motor plethuknya Bambang menuju pasar.Melewati sebuah warung makan ia mampir bentar setor tempe belum jadi.Memang warung itu langganan dia,seorang gadis manis menyambutnya,"Kok wajahnya gitu Mas?Lagi sedih ya?Apa belum sempat sarapan?Sini makan dulu.Aku ambilin."
Bambang dipaksa duduk,"Tahu aja kamu Lastri kalau perutku kosong."
Lastri adalah anak pemilik warung,sebenarnya ia suka sama Bambang.Cuma ia pendam dalam hati.Ia tahu Bambang pria yang baik dan pekerja keras.Bertanggung jawab dan ngemong orangnya.Makin kenal makin sayang ia sama Bambang.Bambang juga sebenarnya suka sama Lastri tapi dia ga pede mau mengungkapkan isi hatinya.Ia cuma penjual tempe dan buruh kasar mana mungkin orang tua Lastri mau nyerahin putri mereka yang terkenal cantik itu ke dia.Ia hanya bisa melepas rindu dengan mampir ke warungnya Lastri.Lastri sampai hafal apa saja kesukaan Bambang.Tanpa bilangpun ia sudah tahu.Siangnya ia ngirim makan siang buat Bambang,kadang sampai dikecrohi sama penjual yang lain,"Tuh calon isterimu dah kirim makanan.Udah dilamar aja!" Lastri tersipu malu sedang Bambang malah lagi galau karena sampai siang tempenya juga belum jadi.Penjual tempe yang lain sudah pada laku dan malah sudah mau habis.Ia satupun belum ada yang laku.Lha belum jadi.Lastri menghiburnya,"Tenang Mas.Sore pasti sudah jadi.Sore kan pembelinya juga banyak.Lagian kadang ada yang suka tempe setengah jadi lho.Sekarang makan dulu."
Bambangpun berjualan sampai sore tapi saat ia intip lagi tempe2nya masih belum jadi juga.Mana pembeli mulai jarang lagi.Ia terus menanti siapa tahu saja masih ada pembeli.Hingga ia melihat seorang ibu2 pergi ke penjual tempe satu lalu ke yang lain dan akhirnya sampai ke dia,"Mas punya tempe belum jadi nggak?Saya cari sana sini ga ada yang punya.Mas punya ga?"
Wah Bambang langsung ngintip tempenya lagi,'Syukurlah masih belum jadi.'
Bambang bertanya,"Saya ada Bu.Mau beli berapa?"
Alangkah terkejutnya Bambang kala sang pembeli jawab,"Mas ada berapa?Saya beli semua deh." Bambang kaget,"Semua Bu?Mau buat apa Bu beli sebanyak itu?"
Pembelinya cerita,"Saya itu mau ke luar kota.Nah keluarga saya suka banget tempe.Makhlum keluarga besar Mas.Saya borong semua tempenya."
Bambang termangu tak percaya,saking gembiranya ia sampai megang tangan Lastri curhat,"Ya ampun Lastri...kamu bener...ada yang suka tempe belum jadi.Aku hampir putus asa tadi.Makasih ya...sudah nyemangati aku."
Lastri melirik pria yang ia sukai itu,"Masak cuma makasih aja...."
Salah satu pengunjung warung nyeletuk,"Diajak malam tahun barunan dong Mas pacarnya itu.Ga tanggap amat..."
Eh ibunya Lastri datang,"Mau ajak Lastri jalan2 lihat kembang api ya?"
Bambang dag dig dug,"Memang boleh Bu?"
Pemilik warung tahu putrinya emang suka sama Bambang lalu dia mengangguk,"Kalau Lastri mau gpp..."
Wah Lastri seneng banget,"Aku mau Mas...maksudku aku dah lama pingin lihat kembang api.He..he.."
Bambang bagai dapat durian runtuh,"Ntar malam aku jemput ya.Gpp to pakai motor bututku?"
Lastri ga masalah,"Gpp mas.Yang penting kan yang punya motor he .he.."
Wah semua pengunjung warung langsung bersuit2,"Wah ditunggu undangannya ya...ai..ai.." Bambangpun pulang dengan wajah ceria sampai ibunya heran,"Kamu kenapa berseri2 gitu mukanya?Nemu uang di jalan?Atau tempenya jadi dan laku?"
Bambang bersimpuh dekat kaki ibunya,"Tempenya masih belum jadi Bu tapi laku habis.Diborong semuanya.Untung tempenya belum jadi hi..hi..."
Adiknya mendekat,"Kayaknya masih ada yang lain deh...wajah Kakak hepi banget.Hayo ada apa?" Bambang tersipu,"Ehm...Bambang nanti mau malam tahun barunan Bu...he..he.."
Adiknya yang lain nimbrung,"Sama siapa hayo?Sama cewek ya?"
Bambang malu dan ngacir ke dapur,"Kalian ntar juga tahu..."
Sang ibu tersenyum,'Akhirnya aku akan punya menantu juga.'
Malam tahun baru tiba.Bambang sudah siap dengan motor bututnya.Sudah rapi dan wangi.Adiknya sampai jebres2 saking wanginya.Weleh... Malam itu Bambang menyatakan cintanya pada Lastri.Lastri malu2 tapi mau.Weleh...Berdua mereka menikmati malam pergantian tahun.Lihat kembang api,makan jagung bakar,niup terompet dan pastinya gandengan tangan terus. Dan beberapa bulan kemudian mereka menikah.Lastri dan ibu mertuanya buka warung makan.Laris manis.Bila ada tempe yang ga laku atau busuk maka dibuat sayur tumpang dan justru sangat diminati pembeli.Malah jadi menu andalan warung.Bambang akhirnya jualan tempe di warung itu.Buka usaha gorengan juga.Mendoannya sangat enak.Selalu dicari pembeli.Di akhir tahun saat malam tahun baru Lastri melahirkan seorang anak buat Bambang.Kebahagiaan Bambang bertambah.Malam tahun baru selalu diperingati oleh keluarga Bambang sebagai malam spesial.Happy new year ! Ngomongin tempe,di rumah pas lagi masak tumpang nih.Jadi laper...cerbungnya ntar ya....jeda dulu.***see you in part 2***
Part 2 Eps 70 DEBU-DEBU JALANAN : Sekarang Adalah Waktunya
÷◀÷ DALAM GELISAH HATI YANG RESAH...( RESTO ROSALINA )
Intan nanya Endah yang merupakan soulmatenya Evi,"Kronimu mana?Kok lama amat di Bogornya?Kayak piknik aja."
Endah melirik sebel,"Kenapa ga tanya sama Tante kamu tuh!Ntar kalau aku jawab kamu toh tetep protes.Ujung2nya ngajak ribut.Males banget.Mending kamu ke atas tanya tuh sama Tante kamu.Dia kan yang suruh Evi ke Bogor.Huhh!"
Intan akhirnya beneran ke atas sekalian mau tahu siapa sih orang2 yang barusan datang.Dengan gelisah ia menunggu di luar ruangan Kak Ros.
÷↑÷ AKU DIAM SENDIRI....( RUMAH IRWAN )
Irwan bangun kesiangan.Masih pakai piyama ia meraih hpnya,"Astaga.Aku kesiangan nih.Sudah jam 8 lebih.Aduh..."
Bergegas ia turun ke bawah,tersenyum ia kala mencium bau harum masakan.Toto mendekat sambil menyerahkan koran,"Pagi Boss!Nyonya Boss sudah saya jemput tadi."
Irwan malah memukulkan korannya ke lengan Toto,"Kamu ini ga bangunin aku.Telat nih ke kantor." Toto malah nunjuk ke arah dapur,"Sebenarnya mau saya bangunin Boss tapi Nyonya Boss bilang jangan.Ya saya ga jadi bangunin Boss.He..he..maaf Boss."
Irwan melirik sopirnya itu,"Ya sudah siapin mobil ya saya mau ada acara nanti.Pakai yang Mercy saja."
Toto juga melaporkan,"Oh ya Boss love birdnya dah saya kasih makan.Kandangnya tuh disamping.Dekat taman."
Irwan malah menepuk jidatnya,"Ya ampun aku malah lupa soal burung itu.Makasih ya To.Ntar ganti pakai kandang yang lebih besar saja.Cari yang bagus ya?"
Toto mengangguk,"Beres Boss.Saya rasa ntar bakal jadi banyak deh Boss.Kan beranak pinak.He..he..Saya harap Boss juga kayak mereka hi..hi..."
Toto malah bayangin Irwan dan Evi dengan anak2 mereka,'Wah alangkah indahnya nanti suasana di rumah ini.Boss ga sendiri lagi di rumah sebesar ini.Ada suara tangis bayi.Suara canda tawa anak2,kudoain punya anak banyak.Sebanyak mobilnya he..he..'
÷↓÷ MERENUNGI YANG KINI TERJADI...
Irwan yang hendak melangkah ke dapur jadi heran lihat bodyguardnya itu,"Kamu bayangin apa To?Senyum2 sendiri...ayo sana siapin mobilnya.Malah kayak patung pahlawan.Ck..ck...ck..."
Toto ngekek lalu segera ngacir,"He..he..ya Boss!"
Irwan jalan ke dapur sambil membuka halaman depan koran,"Memang marak terjadi aksi sweeping.Bisnis restoran jadi lesu.Kapan majunya negara ini kalau begini terus?Investor ya kabur.Kondisi ga aman buat usaha."
Evi melihat kekasih hatinya sudah bangun segera menyiapkan sarapannya,"Pulasnya tadi aku lihat kamu tidur.Sampai ga tega bangunin."
÷←÷ DI ANTARA KITA BERDUA...
Irwan duduk sambil masih megang koran,diletakkannya korannya di meja.Lalu ia mendekati Evi,"Memang kamu masuk kamar aku tadi?Sendirian?"
Evi jadi merona karena Irwan bicara gitu sambil memeluk pinggangnya,"Ehm...sama Mas Toto kok...mana berani aku sendiri."
Irwan malah berbisik di telinga kekasihnya itu,"Kenapa ga berani?Kan akunya tidur.Aku juga ga akan nerkam kok kalaupun kamu bangunin."
Evi tersipu,"Iyalah kamu bukan macan.Cuma aku dan kamu..."
Irwan kian menggoda,"Kita berdua kenapa?"
÷→÷ SEMUA MIMPI YANG PERNAH ADA...
Evi akhirnya menghindar,"Ehm...kita kan belum nikah jadi masak aku masuk kamar kamu ..."
Irwan meraih tangan kekasihnya itu,"Tapi kita akan segera sampai ke tahap itu.Aku sudah tak sabar ingin menjadikanmu Nyonya di rumah ini."
Evi menunduk malu,"Pagi2 dah merayu.Masih bau acem lagi..."
Irwan malah mengecup jemari kekasihnya itu,"Makanya kamu cepetan pindah sini.Biar ada yang ngurus aku.Lihat nih aku jam segini masih kucel belum mandi.Ga ada yang bangunin lagi."
Evi memandang Irwan,"Manja...Pak CEO manja ternyata...ya sudah sekarang sarapan dulu baru mandi.Baca korannya nanti saja."
Evi melipat korannya dengan rapi lalu menyuruh Irwan duduk,"Sarapan dulu Pak CEO...Ntar aku dikira nggak ngurus kamu lagi kalau kamu jadi kurus."
Irwan mesem dan malah bayangin kalau kelak ia sudah menikahi Evi,'Hmm...pasti rumah ini bakal hangat dan ga sepi lagi.Ada Evi dan anak2 hi..hi.. ada bayi2...terus ada Bunda Rita dan Rizky.Evi pasti seneng kalau mereka juga tinggal di sini.Lagian rumah ini besar.Kamarnya banyak.Kebayang betapa ramainya nanti...'
Evi geleng kepala melihat Irwan malah melamun,"Suruh makan malah disoriented...hmm...kufoto saja ...hi..hi.."
Jepret!
÷☆÷ TELAH MUSNAH SEGALANYA...
Jelas Irwan buyar lamunannya,"Hey...Nyonya sayang...kok difoto sih aku kan belum mandi.Masih pakai piyama lagi.Belum ganteng maksimal nih.."
Evi ngekek,"Memory cinta no 1 : Pak CEOku...he..he.."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Oh ya kita cari baju dulu ya buat acara resepsi nanti."
Evi malah godain,"Kamu emang udah melamar aku secara resmi?Bahas resepsi..."
Irwan gemes banget,"Iih...maksud aku tuh pesta resepsi karyawan aku Nyonya sayang.Wah kamu dah ngebet mau jadi Nyonya Irwan ya?He..he.."
÷★÷KARENA KINI ...KITA TLAH BERPISAH....( RESTO ROSALINA )
Reza hendak menyerahkan laporan kala melihat Intan diluar ruangan Kak Ros,"Kamu juga mau ketemu Kak Ros?"
Intan jawab,"Iya.Tapi didalam ada tamu.Siapa sih mereka?Oh ya pacar kakak mana kok belum masuk sih?Sudah jam segini lho."
Reza berkata,"Maksud kamu Evi?"
Intan sedakep,"Siapa lagi..."
Reza malah memandang ke arah luar,"Kami sudah berpisah.Kurasa itu yang terbaik..."
Intan kaget mendengarnya tapi juga senang bingow.
÷�÷ TINGGALLAH DIRIKU SENDIRI....
Reza malas bahas soal Evi,"Aku nyerahin laporannya nanti saja.Kamu mending bantu di bawah jangan mencuri tulang di sini.Dibawah banyak customer tuh!"
Reza lalu turun meninggalkan Intan sendiri.Intan malah mikir,'Jadi mereka dah pisah...bagus deh...belum turun tangan dah bubar sendiri.Kak Reza jomblo yes!'
÷:-)÷ AKU BAGAI NELAYAN...
Saat Intan mau turun ke lantai bawah pintu ruangan Kak Ros dibuka,para pria berbadan tegap itu keluar dan bersalaman dengan Kak Ros.Mereka lalu turun ke bawah.Intan mendekati tantenya,"Mereka siapa Tante?Apa mereka preman mau minta uang keamanan?"
Kak Ros malah terkekeh,"Wajah boleh preman tapi mereka itu bukan preman.Mereka itu team pengawal yang dikirim oleh Boss Asian Group buat jaga resto ini.Kamu nih negative thinking aja...ga semua yang berwajah dan beratribut agamis berhati kayak atributnya.Jangan lihat dari luar tok.Hati itu lebih penting."
Kak Ros malah bertanya,"Terus kamu ada apa ke sini?"
Intan gugup jawabnya,"Hm...cuma mau tanya itu aja kok Tante.Kupikir mereka siapa habis penampilannya kayak gitu.Oh ya tadi Kak Reza nyari Tante.Mau laporan gitu."
÷;-)÷ YANG KEHILANGAN ARAH...
Kak Ros lalu melangkah kembali ke ruangannya,"Ya udah kamu panggil Reza gih!Suruh ke sini.Juga kamu jangan ngilang2 kalau kerja.Jangan mentang2 kamu ponakan aku terus seenaknya kerjamu.Cepat balik kerja lagi!"
Intan manyun diomeli Tantenya,'Pasti deh kalau sama aku bawaannya ngamuk melulu.Emang aku ini kurang apa sih?Wajah manis dan cantik gini...penampilan juga modis...tapi tetep aja ada yang salah.Heran...'
÷:-D÷ DAN TAK TAHU KEMANA....( RUMAH IRWAN )
Irwan sudah selesai sarapan,"Kenyang...mantap nih masakan Nyonya aku.Oh ya habis ini kita ke butik yuk cari gaun buat kamu."
Evi malah ga setuju,"Pakai gaun yang kemarin kan juga bagus.Masak sudah beli lagi?Nggak ah...Aku suka makai apa yang ada aja."
Irwan lalu ingat sesuatu,"Makai yang udah ada?Oh iya...aku jadi ingat sesuatu.Yuk ikut aku!"
Evi heran kala Irwan gandeng tangan dia,"Mau kemana?"
÷:-(÷ OH...OH...KUHARUS BERSANDAR....
Rupanya Irwan mengajak Evi masuk ke sebuah kamar,jelas ia heran,"Wan,kamu mau apa?"
Irwan membuka pintu kamar itu,lama ia berdiri bersandar di salah satu dindingnya.Evi melihat kamar itu,"Indah sekali seperti kamar cewek.Kamar siapa ini?"
Irwan malah terdiam dan berkaca2,"Kamar Rita adikku...."
÷:-(÷ OH TUHAN TOLONGLAH....
Evi mendekati CEO muda itu,"Ikhlaskan dia Wan.Dia sudah bersama Tuhan sekarang.Aku bersamamu sekarang.Kau tidak sendirian."
Irwan meraih Evi dalam pelukannya,"Terima kasih Nyonya sayang...terima kasih..."
÷:'(÷ TUNJUKKAN JALAN....
Irwan lalu menuju ke sebuah lemari pakaian yang cukup besar.Dibukanya lemari itu,"Kemarilah..." Evi mendekat,"Banyak sekali gaunnya.Bagus2 lagi..."
Irwan mengambil salah satu gaun,"Ini kubeli di Paris.Kalau yang ini di Seoul.Setiap aku pergi perjalanan bisnis aku selalu belikan Rita gaun.Dia suka sekali gaun selain resep2 masakan...Tapi sekarang hanya bila dia ulang tahun aku belikan gaun untuk dia...walaupun dia sudah tiada...aku masih saja membelikannya...Pilihlah mana yang kau suka.Kurasa ukuran kalian sama."
÷:O÷ PADA DIRIKU...
Evi meraba gaun yang tadi dipegang Irwan,"Tapi ini milik adikmu..."
Irwan duduk di ranjang,"Kurasa dia ga akan marah...dia itu kayak kamu...ga suka shopping.Makanya aku yang beliin dia.Pakailah gpp...lagian dia sudah tiada...Gaun2 ini sayang kalau tak pernah dipakai.Kamu tahu jika aku belikan Rita baju baru maka dia akan kasih baju lamanya ke orang yang membutuhkan.Adikku itu memang dermawan..."
Evi duduk di sebelah Irwan,"Kayak kakaknya...sangat dermawan..."
Irwan tersenyum,"Ya sudah kamu silahkan lihat2,pilih yang cocok...aku mau mandi dulu.Bau acem...kamu ga takut kan aku tinggal sendiri di kamar ini?"
Evi menggeleng,"Kamu ga takut aku ngambil apa gitu dari kamar ini?"
Irwan malah mesem,"Evi..Evi...kamu itu ada2 aja.Aku ga pernah mikir seburuk itu.Oh ya aku pakai jas warna hitam kok jadi bisa masuk dengan warna apa saja.Aku mandi dulu ya?"
Irwan pergi,Evipun asyik memilih gaun yang mau ia kenakan.Bagus2 semua.Ia lalu mencobanya berpose di depan cermin.Berputar2 gitu.Hingga ujung gaunnya nyangkut ke sebuah laci,lacinya ketarik deh...Evi segera melepaskan ujung gaunnya dan saat hendak menutup lacinya ia melihat sesuatu di dalam laci itu. Apa yang dilihat Evi?***see you next ticket***
Intan nanya Endah yang merupakan soulmatenya Evi,"Kronimu mana?Kok lama amat di Bogornya?Kayak piknik aja."
Endah melirik sebel,"Kenapa ga tanya sama Tante kamu tuh!Ntar kalau aku jawab kamu toh tetep protes.Ujung2nya ngajak ribut.Males banget.Mending kamu ke atas tanya tuh sama Tante kamu.Dia kan yang suruh Evi ke Bogor.Huhh!"
Intan akhirnya beneran ke atas sekalian mau tahu siapa sih orang2 yang barusan datang.Dengan gelisah ia menunggu di luar ruangan Kak Ros.
÷↑÷ AKU DIAM SENDIRI....( RUMAH IRWAN )
Irwan bangun kesiangan.Masih pakai piyama ia meraih hpnya,"Astaga.Aku kesiangan nih.Sudah jam 8 lebih.Aduh..."
Bergegas ia turun ke bawah,tersenyum ia kala mencium bau harum masakan.Toto mendekat sambil menyerahkan koran,"Pagi Boss!Nyonya Boss sudah saya jemput tadi."
Irwan malah memukulkan korannya ke lengan Toto,"Kamu ini ga bangunin aku.Telat nih ke kantor." Toto malah nunjuk ke arah dapur,"Sebenarnya mau saya bangunin Boss tapi Nyonya Boss bilang jangan.Ya saya ga jadi bangunin Boss.He..he..maaf Boss."
Irwan melirik sopirnya itu,"Ya sudah siapin mobil ya saya mau ada acara nanti.Pakai yang Mercy saja."
Toto juga melaporkan,"Oh ya Boss love birdnya dah saya kasih makan.Kandangnya tuh disamping.Dekat taman."
Irwan malah menepuk jidatnya,"Ya ampun aku malah lupa soal burung itu.Makasih ya To.Ntar ganti pakai kandang yang lebih besar saja.Cari yang bagus ya?"
Toto mengangguk,"Beres Boss.Saya rasa ntar bakal jadi banyak deh Boss.Kan beranak pinak.He..he..Saya harap Boss juga kayak mereka hi..hi..."
Toto malah bayangin Irwan dan Evi dengan anak2 mereka,'Wah alangkah indahnya nanti suasana di rumah ini.Boss ga sendiri lagi di rumah sebesar ini.Ada suara tangis bayi.Suara canda tawa anak2,kudoain punya anak banyak.Sebanyak mobilnya he..he..'
÷↓÷ MERENUNGI YANG KINI TERJADI...
Irwan yang hendak melangkah ke dapur jadi heran lihat bodyguardnya itu,"Kamu bayangin apa To?Senyum2 sendiri...ayo sana siapin mobilnya.Malah kayak patung pahlawan.Ck..ck...ck..."
Toto ngekek lalu segera ngacir,"He..he..ya Boss!"
Irwan jalan ke dapur sambil membuka halaman depan koran,"Memang marak terjadi aksi sweeping.Bisnis restoran jadi lesu.Kapan majunya negara ini kalau begini terus?Investor ya kabur.Kondisi ga aman buat usaha."
Evi melihat kekasih hatinya sudah bangun segera menyiapkan sarapannya,"Pulasnya tadi aku lihat kamu tidur.Sampai ga tega bangunin."
÷←÷ DI ANTARA KITA BERDUA...
Irwan duduk sambil masih megang koran,diletakkannya korannya di meja.Lalu ia mendekati Evi,"Memang kamu masuk kamar aku tadi?Sendirian?"
Evi jadi merona karena Irwan bicara gitu sambil memeluk pinggangnya,"Ehm...sama Mas Toto kok...mana berani aku sendiri."
Irwan malah berbisik di telinga kekasihnya itu,"Kenapa ga berani?Kan akunya tidur.Aku juga ga akan nerkam kok kalaupun kamu bangunin."
Evi tersipu,"Iyalah kamu bukan macan.Cuma aku dan kamu..."
Irwan kian menggoda,"Kita berdua kenapa?"
÷→÷ SEMUA MIMPI YANG PERNAH ADA...
Evi akhirnya menghindar,"Ehm...kita kan belum nikah jadi masak aku masuk kamar kamu ..."
Irwan meraih tangan kekasihnya itu,"Tapi kita akan segera sampai ke tahap itu.Aku sudah tak sabar ingin menjadikanmu Nyonya di rumah ini."
Evi menunduk malu,"Pagi2 dah merayu.Masih bau acem lagi..."
Irwan malah mengecup jemari kekasihnya itu,"Makanya kamu cepetan pindah sini.Biar ada yang ngurus aku.Lihat nih aku jam segini masih kucel belum mandi.Ga ada yang bangunin lagi."
Evi memandang Irwan,"Manja...Pak CEO manja ternyata...ya sudah sekarang sarapan dulu baru mandi.Baca korannya nanti saja."
Evi melipat korannya dengan rapi lalu menyuruh Irwan duduk,"Sarapan dulu Pak CEO...Ntar aku dikira nggak ngurus kamu lagi kalau kamu jadi kurus."
Irwan mesem dan malah bayangin kalau kelak ia sudah menikahi Evi,'Hmm...pasti rumah ini bakal hangat dan ga sepi lagi.Ada Evi dan anak2 hi..hi.. ada bayi2...terus ada Bunda Rita dan Rizky.Evi pasti seneng kalau mereka juga tinggal di sini.Lagian rumah ini besar.Kamarnya banyak.Kebayang betapa ramainya nanti...'
Evi geleng kepala melihat Irwan malah melamun,"Suruh makan malah disoriented...hmm...kufoto saja ...hi..hi.."
Jepret!
÷☆÷ TELAH MUSNAH SEGALANYA...
Jelas Irwan buyar lamunannya,"Hey...Nyonya sayang...kok difoto sih aku kan belum mandi.Masih pakai piyama lagi.Belum ganteng maksimal nih.."
Evi ngekek,"Memory cinta no 1 : Pak CEOku...he..he.."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Oh ya kita cari baju dulu ya buat acara resepsi nanti."
Evi malah godain,"Kamu emang udah melamar aku secara resmi?Bahas resepsi..."
Irwan gemes banget,"Iih...maksud aku tuh pesta resepsi karyawan aku Nyonya sayang.Wah kamu dah ngebet mau jadi Nyonya Irwan ya?He..he.."
÷★÷KARENA KINI ...KITA TLAH BERPISAH....( RESTO ROSALINA )
Reza hendak menyerahkan laporan kala melihat Intan diluar ruangan Kak Ros,"Kamu juga mau ketemu Kak Ros?"
Intan jawab,"Iya.Tapi didalam ada tamu.Siapa sih mereka?Oh ya pacar kakak mana kok belum masuk sih?Sudah jam segini lho."
Reza berkata,"Maksud kamu Evi?"
Intan sedakep,"Siapa lagi..."
Reza malah memandang ke arah luar,"Kami sudah berpisah.Kurasa itu yang terbaik..."
Intan kaget mendengarnya tapi juga senang bingow.
÷�÷ TINGGALLAH DIRIKU SENDIRI....
Reza malas bahas soal Evi,"Aku nyerahin laporannya nanti saja.Kamu mending bantu di bawah jangan mencuri tulang di sini.Dibawah banyak customer tuh!"
Reza lalu turun meninggalkan Intan sendiri.Intan malah mikir,'Jadi mereka dah pisah...bagus deh...belum turun tangan dah bubar sendiri.Kak Reza jomblo yes!'
÷:-)÷ AKU BAGAI NELAYAN...
Saat Intan mau turun ke lantai bawah pintu ruangan Kak Ros dibuka,para pria berbadan tegap itu keluar dan bersalaman dengan Kak Ros.Mereka lalu turun ke bawah.Intan mendekati tantenya,"Mereka siapa Tante?Apa mereka preman mau minta uang keamanan?"
Kak Ros malah terkekeh,"Wajah boleh preman tapi mereka itu bukan preman.Mereka itu team pengawal yang dikirim oleh Boss Asian Group buat jaga resto ini.Kamu nih negative thinking aja...ga semua yang berwajah dan beratribut agamis berhati kayak atributnya.Jangan lihat dari luar tok.Hati itu lebih penting."
Kak Ros malah bertanya,"Terus kamu ada apa ke sini?"
Intan gugup jawabnya,"Hm...cuma mau tanya itu aja kok Tante.Kupikir mereka siapa habis penampilannya kayak gitu.Oh ya tadi Kak Reza nyari Tante.Mau laporan gitu."
÷;-)÷ YANG KEHILANGAN ARAH...
Kak Ros lalu melangkah kembali ke ruangannya,"Ya udah kamu panggil Reza gih!Suruh ke sini.Juga kamu jangan ngilang2 kalau kerja.Jangan mentang2 kamu ponakan aku terus seenaknya kerjamu.Cepat balik kerja lagi!"
Intan manyun diomeli Tantenya,'Pasti deh kalau sama aku bawaannya ngamuk melulu.Emang aku ini kurang apa sih?Wajah manis dan cantik gini...penampilan juga modis...tapi tetep aja ada yang salah.Heran...'
÷:-D÷ DAN TAK TAHU KEMANA....( RUMAH IRWAN )
Irwan sudah selesai sarapan,"Kenyang...mantap nih masakan Nyonya aku.Oh ya habis ini kita ke butik yuk cari gaun buat kamu."
Evi malah ga setuju,"Pakai gaun yang kemarin kan juga bagus.Masak sudah beli lagi?Nggak ah...Aku suka makai apa yang ada aja."
Irwan lalu ingat sesuatu,"Makai yang udah ada?Oh iya...aku jadi ingat sesuatu.Yuk ikut aku!"
Evi heran kala Irwan gandeng tangan dia,"Mau kemana?"
÷:-(÷ OH...OH...KUHARUS BERSANDAR....
Rupanya Irwan mengajak Evi masuk ke sebuah kamar,jelas ia heran,"Wan,kamu mau apa?"
Irwan membuka pintu kamar itu,lama ia berdiri bersandar di salah satu dindingnya.Evi melihat kamar itu,"Indah sekali seperti kamar cewek.Kamar siapa ini?"
Irwan malah terdiam dan berkaca2,"Kamar Rita adikku...."
÷:-(÷ OH TUHAN TOLONGLAH....
Evi mendekati CEO muda itu,"Ikhlaskan dia Wan.Dia sudah bersama Tuhan sekarang.Aku bersamamu sekarang.Kau tidak sendirian."
Irwan meraih Evi dalam pelukannya,"Terima kasih Nyonya sayang...terima kasih..."
÷:'(÷ TUNJUKKAN JALAN....
Irwan lalu menuju ke sebuah lemari pakaian yang cukup besar.Dibukanya lemari itu,"Kemarilah..." Evi mendekat,"Banyak sekali gaunnya.Bagus2 lagi..."
Irwan mengambil salah satu gaun,"Ini kubeli di Paris.Kalau yang ini di Seoul.Setiap aku pergi perjalanan bisnis aku selalu belikan Rita gaun.Dia suka sekali gaun selain resep2 masakan...Tapi sekarang hanya bila dia ulang tahun aku belikan gaun untuk dia...walaupun dia sudah tiada...aku masih saja membelikannya...Pilihlah mana yang kau suka.Kurasa ukuran kalian sama."
÷:O÷ PADA DIRIKU...
Evi meraba gaun yang tadi dipegang Irwan,"Tapi ini milik adikmu..."
Irwan duduk di ranjang,"Kurasa dia ga akan marah...dia itu kayak kamu...ga suka shopping.Makanya aku yang beliin dia.Pakailah gpp...lagian dia sudah tiada...Gaun2 ini sayang kalau tak pernah dipakai.Kamu tahu jika aku belikan Rita baju baru maka dia akan kasih baju lamanya ke orang yang membutuhkan.Adikku itu memang dermawan..."
Evi duduk di sebelah Irwan,"Kayak kakaknya...sangat dermawan..."
Irwan tersenyum,"Ya sudah kamu silahkan lihat2,pilih yang cocok...aku mau mandi dulu.Bau acem...kamu ga takut kan aku tinggal sendiri di kamar ini?"
Evi menggeleng,"Kamu ga takut aku ngambil apa gitu dari kamar ini?"
Irwan malah mesem,"Evi..Evi...kamu itu ada2 aja.Aku ga pernah mikir seburuk itu.Oh ya aku pakai jas warna hitam kok jadi bisa masuk dengan warna apa saja.Aku mandi dulu ya?"
Irwan pergi,Evipun asyik memilih gaun yang mau ia kenakan.Bagus2 semua.Ia lalu mencobanya berpose di depan cermin.Berputar2 gitu.Hingga ujung gaunnya nyangkut ke sebuah laci,lacinya ketarik deh...Evi segera melepaskan ujung gaunnya dan saat hendak menutup lacinya ia melihat sesuatu di dalam laci itu. Apa yang dilihat Evi?***see you next ticket***
Eps 71 DEBU2 JALANAN : Why / Mengapa
NOTE WINDOW MEDIS
. ☆MANA MUNGKIN IKAN DAPAT BERENANG...( Kamar Adik Irwan )
Evi melihat sebuah buku diary di laci yang ketarik keluar karena nyangkut ujung gaunnya.Sempat ragu ia,'Buku apa itu ya?Kayak diary...indah sekali dan sepertinya ga digembok.Gemboknya ada di dekatnya.Pasti punya adiknya Irwan deh...Lihat ga ya?Selama ini Irwan selalu cerita soal adiknya itu,penasaran juga kayak apa orangnya.Siapa tahu ada fotonya atau apa gitu...Tapi...masak aku geledah2 sih?Ga usah aja...tutup lagi aja deh...'
Namun niat Evi nutup laci malah jadi dorong lacinya keluar kala tiba2 bunyi tokek di kamar itu,"Tekek...tekek...!"
Evi kaget banget dan malah membuat satu slot laci itu ketarik keluar dari jalurnya,"Grubyak!!"
Evi jadi merinding,'Kok bisa ada tokek sih?Kata orang kalau ada bunyi tokek biasanya ada makhluk halus di deket situ...aku jadi merinding...ya ampun malah jadi berantakan nih...aku takut tapi mana mungkin aku ga kembaliin lagi ke semula...'
☆☆ BILA TAK ADA AIR DI DALAM KOLAM...
Evi segera jongkok munguti benda2 yang bertebaran di lantai.Buku diary karena terpelanting akhirnya malah kebuka.Namun kala mau mengambilnya tiba2 angin berhembus sehingga buku itu malah seperti membuka halamannya.Evi tercekat,'Perasaan jendelanya ga buka.Angin darimana ya?Kayaknya makin serem deh...bukunya halamannya buka sendiri lagi...'
Evi hanya bisa terpaku di lantai.
★ MANA MUNGKIN KITA TERUS BERSATU...( Rumah Shiha )
Shiha menelpon Intan soal rencana busuk mereka terhadap resto,"Ormasnya dah siap kan?"
Intan segera menuju kamar mandi,"Nona Boss kayaknya ada masalah deh..."
Shiha heran,"Masalah gimana?"
Intan lalu cerita soal orang2 suruhan Irwan,Shiha meradang mendengarnya.Intan ga tahu kalau di salah satu ruang kamar mandi ada Endah,ia dengar semua cerita Intan,'Gila Intan!Dia mau kirim ormas buat merusak resto?Siapa Nona Boss yang dia sebut itu ya?'
Shiha bete banget,"Lha terus ga jadi nih plan A?...Sial!Si kumuh itu juga belum masuk?....Kamu harus cari ide lain secepatnya!!!"
★★ BILA CINTA DAN SAYANG KINI MEMBEKU....
Shiha kesal dan banting hpnya ke atas sofa,weleh....kirain ke lantai.Wajahnya kesal bukan main,'Gila ya Irwan!!Segitu protektif dan sayangnya dia sama si pelayan resto itu sampai restonya aja dikawal team bodyguard dia.Padahal orangnya aja ga ada di dalam.Benar2!!Dulu aja waktu mau nikah sama aku ga segitu amat sikapnya...aku makin benci sama si pelayan resto itu!Aku pasti akan menemukan cara buat menghancurkan dia.Aku harus buat plan B....!!'
☆☆☆ CUKUP SUDAH KITA BERUMAH TANGGA....( KAMAR IRWAN )
Irwan sedang memilih dasi,'Pakai yang mana ya?Bermotif atau polos?Warna cerah apa redup?Coba ada Evi di sini kusuruh dia yang milihin...'
Hpnya bunyi,biasa Adi.Irwan menerimanya,"Ya Di?...Sorry aku agak siang kita ketemu di kantor aja.Aku akan teken semua yang perlu approve aku .. Iya lagi siap2 nih...kamu sendirian?"
Adi jawab,"Ngece ya mentang2 dah punya calon.Dasar kamu Wan...aku sama Tria kok...dia cantik banget bro!Ga sangka dia ternyata beda kalau pakai gaun he..he..jadi pingin segera nikah ya Bro?Kapan giliran aku berumah tangga ya?Kamu sih enak paling bentar lagi...tinggal minta restu Mami kamu kan?Ups...."
☆☆☆☆ KAU SELALU MENYAKITI HATIKU...
Adi baru sadar kalau Irwan ga harmonis hubungannya sama Mamanya,"Sorry bro...peace man!" Irwan hanya tersenyum datar,"Gpp...memang bagaimanapun juga aku ga mungkin ga melibatkan Mama aku...jika aku mau serius dengan Evi...kamu benar kok Di..."
Adi jadi ga enak hati merusak mood sobatnya,"Sekali lagi sorry banget ya Bro...tapi aku rasa Mami kamu dah nggak kayak dulu deh...kurasa sebaiknya kamu berbaikan deh sama Mami kamu...demi Evi bro...hanya saran sih..."
Irwan terdiam,'Jika aku ga meminta restu Mama maka aku akan menyakiti hati Evi...secara tidak langsung dia akan merasa sebagai menantu yang tidak diharapkan...Kurasa Adi ada benarnya...' ☆☆☆☆☆ CUKUP SUDAH SEMUA DERITA INI....
Adi kembali membujuk sobatnya,"Ayolah Wan...akhiri semua perang dingin kalian.Buat gencatan senjata Bro...mengalah demi cinta he..he..kamu mau sampai kapan gantung hubunganmu sama Evi?Ayolah Bro...demi kebahagiaan kamu juga..."
Irwan memandang ke arah luar,"Akan kupertimbangkan Di...sudah dulu ya...aku mau check Nyonya aku dulu...sampai ketemu di kantor."
★☆☆☆☆ BIARKANLAH KUPILIH JALAN HIDUPKU....( KAMAR RITA )
Evi gemetar kala buku diary adik Irwan berhenti di sebuah halaman,'Berhenti...aneh...apa itu?Kayak puisi deh...ya ampun bulu kudukku berdiri semua nih...'
Evi mulai membacanya,'Seperti ucapan perpisahan deh...apa maksud yang ini ya?....aku bukan anak kandung ibu...'
Saat itulah Irwan berjalan menuju kamar itu.
★★☆☆☆ RELAKANLAH AKU PERGI DARIMU....
Irwan bertanya,"Sudah nemu gaun yang cocok Vi?"
Irwan terkejut melihat Evi malah bersimpuh di lantai,"Kamu sedang apa Vi?Kok malah di lantai?" Evi memandang ke arah buku diary yang masih terbuka di lantai,"Wan...aku takut..."
Buku itu tepat berada di dekat kaki Irwan,"Ini kan...diary adik aku..."
Irwan berjongkok mengambilnya,Evi lalu menjelaskan bahwa ia ga sengaja menjatuhkannya.Evi malah segera memeluk CEO muda itu,"Di kamar ini ada tokeknya Wan...aku takut..."
☆★☆★☆ JANGAN LAGI KAU GANGGU DIRIKU...
Irwan menenangkan kekasihnya itu,"Biar nanti kusuruh Toto nyari tokeknya.Aneh kok bisa ada tokek ya?"
Irwan hendak meletakkan kembali buku diarynya,tapi Evi mencegahnya,"Bawa saja ke kamar kamu Wan,kayaknya adikmu ingin kamu membacanya deh...menurut perasaanku sih..."
Irwan malah terkekeh,"Kamu diganggu adik aku ya?He..he..oh ya ini gaun yang kamu pilih?"
Evi memandang dirinya,"Iya...aku ga pantas makai ya?"
☆★★ RELAKAN AKU PERGI DARIMU...
Irwan malah mengajak Evi berputar,"Aku ga bilang gitu...Justru kamu anggun banget pakai gaun ini.Very lovely..."
Evi tersipu,"Kamu suka?Pas ga sama jas kamu?"
Irwan menjawab,"Pas dong.Warna hitam kan masuk dengan warna apa aja.Lihat serasi kan?Udah kayak couple kan?"
Evi kian tersipu deh.
☆★☆ BERSAMA SI BUAH HATIKU....
Irwan lalu melangkah ke sebuah sudut lain,"Sini Vi!Seorang putri tidak lengkap tanpa sepatu kaca he..he.."
Evi mendekati Irwan,"Wow!Sepatunya banyak sekali..."
Berjajar dengan rapi aneka sepatu di sana.Diberi sekat khusus sehingga tetap terlihat manis dari luar.Evi malah terpesona melihatnya.Irwan bertanya,"Ukuran sepatu kamu 39 kan?Coba ini deh..." Irwan memakaikan sepatu berhak tinggi dengan warna bunga2 yang sangat indah,"Duduklah biar kupakaikan...."
Hati Evi bagai penuh bunga di taman.
♧♧♧ OH TUHAN LINDUNGILAH AKU...
Irwan selesai memakaikannya,"Lihat!Bagus kan?Coba kamu jalan Vi..."
Evi berdiri dan berjalan,emang cantik di kaki Evi.Saking nervousnya dilihatin Irwan,Evi malah oleng...weleh...Untung segera ditangkap oleh sang pangeran eh Sang CEO he .he..,"Ups...maaf belum biasa pakai hak tinggi..."
♡¤♡ SAYANG,PERKAWINAN BUKAN SANDIWARA....
Mereka malah berpelukan dan berpandangan.Irwan membelai wajah Evi,"Maukah kau menikah denganku Vi?"
Evi mengangguk,"Tentu saja Pak CEO..."
Wah Irwan seneng banget.Dipeluknya Evi sambil berputar2.Mereka lalu keluar kamar gandengan,Toto mendekat,"Mobil sudah siap Boss."
Irwan mengambil buku diary adiknya,"Oh ya taruh ini di kamar aku ya To..."
Toto segera menjawab,"Siap Boss!!"
Irwan lalu menggandeng Evi menuju mobil,"Aku tunggu di mobil To!"
Wah diarynya dah di kamar Irwan,kapan rahasia Rita akan terungkap?***see you next eps***
. ☆MANA MUNGKIN IKAN DAPAT BERENANG...( Kamar Adik Irwan )
Evi melihat sebuah buku diary di laci yang ketarik keluar karena nyangkut ujung gaunnya.Sempat ragu ia,'Buku apa itu ya?Kayak diary...indah sekali dan sepertinya ga digembok.Gemboknya ada di dekatnya.Pasti punya adiknya Irwan deh...Lihat ga ya?Selama ini Irwan selalu cerita soal adiknya itu,penasaran juga kayak apa orangnya.Siapa tahu ada fotonya atau apa gitu...Tapi...masak aku geledah2 sih?Ga usah aja...tutup lagi aja deh...'
Namun niat Evi nutup laci malah jadi dorong lacinya keluar kala tiba2 bunyi tokek di kamar itu,"Tekek...tekek...!"
Evi kaget banget dan malah membuat satu slot laci itu ketarik keluar dari jalurnya,"Grubyak!!"
Evi jadi merinding,'Kok bisa ada tokek sih?Kata orang kalau ada bunyi tokek biasanya ada makhluk halus di deket situ...aku jadi merinding...ya ampun malah jadi berantakan nih...aku takut tapi mana mungkin aku ga kembaliin lagi ke semula...'
☆☆ BILA TAK ADA AIR DI DALAM KOLAM...
Evi segera jongkok munguti benda2 yang bertebaran di lantai.Buku diary karena terpelanting akhirnya malah kebuka.Namun kala mau mengambilnya tiba2 angin berhembus sehingga buku itu malah seperti membuka halamannya.Evi tercekat,'Perasaan jendelanya ga buka.Angin darimana ya?Kayaknya makin serem deh...bukunya halamannya buka sendiri lagi...'
Evi hanya bisa terpaku di lantai.
★ MANA MUNGKIN KITA TERUS BERSATU...( Rumah Shiha )
Shiha menelpon Intan soal rencana busuk mereka terhadap resto,"Ormasnya dah siap kan?"
Intan segera menuju kamar mandi,"Nona Boss kayaknya ada masalah deh..."
Shiha heran,"Masalah gimana?"
Intan lalu cerita soal orang2 suruhan Irwan,Shiha meradang mendengarnya.Intan ga tahu kalau di salah satu ruang kamar mandi ada Endah,ia dengar semua cerita Intan,'Gila Intan!Dia mau kirim ormas buat merusak resto?Siapa Nona Boss yang dia sebut itu ya?'
Shiha bete banget,"Lha terus ga jadi nih plan A?...Sial!Si kumuh itu juga belum masuk?....Kamu harus cari ide lain secepatnya!!!"
★★ BILA CINTA DAN SAYANG KINI MEMBEKU....
Shiha kesal dan banting hpnya ke atas sofa,weleh....kirain ke lantai.Wajahnya kesal bukan main,'Gila ya Irwan!!Segitu protektif dan sayangnya dia sama si pelayan resto itu sampai restonya aja dikawal team bodyguard dia.Padahal orangnya aja ga ada di dalam.Benar2!!Dulu aja waktu mau nikah sama aku ga segitu amat sikapnya...aku makin benci sama si pelayan resto itu!Aku pasti akan menemukan cara buat menghancurkan dia.Aku harus buat plan B....!!'
☆☆☆ CUKUP SUDAH KITA BERUMAH TANGGA....( KAMAR IRWAN )
Irwan sedang memilih dasi,'Pakai yang mana ya?Bermotif atau polos?Warna cerah apa redup?Coba ada Evi di sini kusuruh dia yang milihin...'
Hpnya bunyi,biasa Adi.Irwan menerimanya,"Ya Di?...Sorry aku agak siang kita ketemu di kantor aja.Aku akan teken semua yang perlu approve aku .. Iya lagi siap2 nih...kamu sendirian?"
Adi jawab,"Ngece ya mentang2 dah punya calon.Dasar kamu Wan...aku sama Tria kok...dia cantik banget bro!Ga sangka dia ternyata beda kalau pakai gaun he..he..jadi pingin segera nikah ya Bro?Kapan giliran aku berumah tangga ya?Kamu sih enak paling bentar lagi...tinggal minta restu Mami kamu kan?Ups...."
☆☆☆☆ KAU SELALU MENYAKITI HATIKU...
Adi baru sadar kalau Irwan ga harmonis hubungannya sama Mamanya,"Sorry bro...peace man!" Irwan hanya tersenyum datar,"Gpp...memang bagaimanapun juga aku ga mungkin ga melibatkan Mama aku...jika aku mau serius dengan Evi...kamu benar kok Di..."
Adi jadi ga enak hati merusak mood sobatnya,"Sekali lagi sorry banget ya Bro...tapi aku rasa Mami kamu dah nggak kayak dulu deh...kurasa sebaiknya kamu berbaikan deh sama Mami kamu...demi Evi bro...hanya saran sih..."
Irwan terdiam,'Jika aku ga meminta restu Mama maka aku akan menyakiti hati Evi...secara tidak langsung dia akan merasa sebagai menantu yang tidak diharapkan...Kurasa Adi ada benarnya...' ☆☆☆☆☆ CUKUP SUDAH SEMUA DERITA INI....
Adi kembali membujuk sobatnya,"Ayolah Wan...akhiri semua perang dingin kalian.Buat gencatan senjata Bro...mengalah demi cinta he..he..kamu mau sampai kapan gantung hubunganmu sama Evi?Ayolah Bro...demi kebahagiaan kamu juga..."
Irwan memandang ke arah luar,"Akan kupertimbangkan Di...sudah dulu ya...aku mau check Nyonya aku dulu...sampai ketemu di kantor."
★☆☆☆☆ BIARKANLAH KUPILIH JALAN HIDUPKU....( KAMAR RITA )
Evi gemetar kala buku diary adik Irwan berhenti di sebuah halaman,'Berhenti...aneh...apa itu?Kayak puisi deh...ya ampun bulu kudukku berdiri semua nih...'
Evi mulai membacanya,'Seperti ucapan perpisahan deh...apa maksud yang ini ya?....aku bukan anak kandung ibu...'
Saat itulah Irwan berjalan menuju kamar itu.
★★☆☆☆ RELAKANLAH AKU PERGI DARIMU....
Irwan bertanya,"Sudah nemu gaun yang cocok Vi?"
Irwan terkejut melihat Evi malah bersimpuh di lantai,"Kamu sedang apa Vi?Kok malah di lantai?" Evi memandang ke arah buku diary yang masih terbuka di lantai,"Wan...aku takut..."
Buku itu tepat berada di dekat kaki Irwan,"Ini kan...diary adik aku..."
Irwan berjongkok mengambilnya,Evi lalu menjelaskan bahwa ia ga sengaja menjatuhkannya.Evi malah segera memeluk CEO muda itu,"Di kamar ini ada tokeknya Wan...aku takut..."
☆★☆★☆ JANGAN LAGI KAU GANGGU DIRIKU...
Irwan menenangkan kekasihnya itu,"Biar nanti kusuruh Toto nyari tokeknya.Aneh kok bisa ada tokek ya?"
Irwan hendak meletakkan kembali buku diarynya,tapi Evi mencegahnya,"Bawa saja ke kamar kamu Wan,kayaknya adikmu ingin kamu membacanya deh...menurut perasaanku sih..."
Irwan malah terkekeh,"Kamu diganggu adik aku ya?He..he..oh ya ini gaun yang kamu pilih?"
Evi memandang dirinya,"Iya...aku ga pantas makai ya?"
☆★★ RELAKAN AKU PERGI DARIMU...
Irwan malah mengajak Evi berputar,"Aku ga bilang gitu...Justru kamu anggun banget pakai gaun ini.Very lovely..."
Evi tersipu,"Kamu suka?Pas ga sama jas kamu?"
Irwan menjawab,"Pas dong.Warna hitam kan masuk dengan warna apa aja.Lihat serasi kan?Udah kayak couple kan?"
Evi kian tersipu deh.
☆★☆ BERSAMA SI BUAH HATIKU....
Irwan lalu melangkah ke sebuah sudut lain,"Sini Vi!Seorang putri tidak lengkap tanpa sepatu kaca he..he.."
Evi mendekati Irwan,"Wow!Sepatunya banyak sekali..."
Berjajar dengan rapi aneka sepatu di sana.Diberi sekat khusus sehingga tetap terlihat manis dari luar.Evi malah terpesona melihatnya.Irwan bertanya,"Ukuran sepatu kamu 39 kan?Coba ini deh..." Irwan memakaikan sepatu berhak tinggi dengan warna bunga2 yang sangat indah,"Duduklah biar kupakaikan...."
Hati Evi bagai penuh bunga di taman.
♧♧♧ OH TUHAN LINDUNGILAH AKU...
Irwan selesai memakaikannya,"Lihat!Bagus kan?Coba kamu jalan Vi..."
Evi berdiri dan berjalan,emang cantik di kaki Evi.Saking nervousnya dilihatin Irwan,Evi malah oleng...weleh...Untung segera ditangkap oleh sang pangeran eh Sang CEO he .he..,"Ups...maaf belum biasa pakai hak tinggi..."
♡¤♡ SAYANG,PERKAWINAN BUKAN SANDIWARA....
Mereka malah berpelukan dan berpandangan.Irwan membelai wajah Evi,"Maukah kau menikah denganku Vi?"
Evi mengangguk,"Tentu saja Pak CEO..."
Wah Irwan seneng banget.Dipeluknya Evi sambil berputar2.Mereka lalu keluar kamar gandengan,Toto mendekat,"Mobil sudah siap Boss."
Irwan mengambil buku diary adiknya,"Oh ya taruh ini di kamar aku ya To..."
Toto segera menjawab,"Siap Boss!!"
Irwan lalu menggandeng Evi menuju mobil,"Aku tunggu di mobil To!"
Wah diarynya dah di kamar Irwan,kapan rahasia Rita akan terungkap?***see you next eps***
Eps 72 DEBU2 JALANAN : Nothing Hid
↓°↓°↓ NOTE WINDOW MEDIS : Tak Ada Yang Disembunyikan
↓•↓•↓ AKU DIHADAPKAN PILIHAN...( Shiha house )
Mondar mandir mikir Shiha di kamarnya nan lux.Sambil lalap kenikir ga?Weleh... Shiha itu sebenarnya cantik,rambut panjang hampir sampai ke pinggang.Tinggi semampai dan modis gitu pakaiannya.Makhlum anak gedongan.Kalau aku jadi dia aku mending jadi peragawati he..he..Tapi kembali lagi Shiha adalah manusia independen.Ga suka diatur dan selalu ikuti kata hati.Galau mikir rencana pertama yang dah kandas sebelum dijalankan,akhirnya Shiha milih melukis.Ia masuki sebuah ruangan di rumahnya dimana disitu ada peralatan lukisnya.Memori kala masih bersama Irwan dulu kembali terkenang olehnya.Manyun lagi deh,'Dulu Irwan perhatian gitu sama aku.Nemeni kemana2.Dengerin keluh kesah aku yang lagi galau karena Hazman.Kini perhatian dia buat wanita lain.Andai dulu aku lebih hargai dia.Aku malah ninggalin dia.Bikin malu dia.Andai ada mesin waktu kubeli deh.Bakal kembali aku ke masa itu dan mengubah semuanya.Pasti aku sudah jadi Nyonya Irwan sekarang.Isteri seorang CEO terkenal.Jadi headline di semua surat kabar,majalah bisnis dan tabloid.Aduh...bodoh amat sih aku mau dibawa kabur sama Hazman waktu itu!!Sebel2!!'
Malah nyipratin cat ke kanvas,mau bikin lukisan mozaik kali ya?Abstrak kali... Ya begitulah kehidupan.Manusia selalu dihadapkan pada pilihan.
↓○↓○↓ ANTARA BENAR DAN SALAH...( Apartemen Hazman )
Jika Shiha lagi nyesel bin kesel maka Hazman lagi menyusun strategi.Asyik telponan gitu sama partnernya soal rencana menghancurkan bisnis Irwan,"Bisnis software ya?Program ya?Hmm...sebuah sistem ERP ya?Oke...Berapa nilai kontraknya?Milyaran?10 milyar minim?Hmm...bisa kita ketemuan untuk membahas ini?Dimana?Oke...Baik2...Kita ketemu di sana."
Hazman memandang gedung2 pencakar langit di Jakarta lewat jendela apartemennya,"Aku akan hancurkan pria yang kau banggakan sekarang Shiha...lihat saja bagaimana bila nanti dia sudah hancur,apa kau tetap tak mau kembali padaku?Irwan Krisdiyanto...CEO Asian Group.Aku tidak akan berhubungan langsung dengan dia.Aku akan memakai orang lain.Sekarang kan kalau mau go publik harus pakai sistem yang harus mudah diakses.Perusahaan Irwan sangat banyak....kesalahan dalam memilih sistem bisa sangat merugikan.Penanaman sistem kan sangat mahal.Salah memilih bisa rugi besar.Akan kulihat sehebat apa dia hingga Shiha begitu bangga padanya.We will see..."
↓●↓●↓ AKU MENCINTAI KAMU SANGAT MENCINTAI....( ASIAN GROUP OFFICE )
Para karyawan langsung standby di station masing2 kala melihat mobil bossnya memasuki area perusahaan.Semua segera serius kerja,"Boss coming!Aku lihat mobil Mercynya ..."
Yang lain langsung chat,"Kerja!Kerja!!Boss sudah come back!"
Yang dichat balas,"Asyik bisa lihat wajah ganteng Boss lagi...hi..hi...semangat kerja nih!" Weleh...namun kala lihat Irwan ga sendirian keluar dari mobil,para karyawan wanita langsung heboh,"Itu kan yang biasa nganter makan siang Boss ya?....Anggun banget pakai gaun...lihat sepatunya!Wow mahal tuh sepatu...aduh dipegangi lagi jalannya sama Boss...aduh...mesra banget sih?Waduh Boss pakai jas hitam dah kayak artis deh....ganteng banget..."
Irwan tersenyum pada semua karyawan yang ia jumpai,tapi tetap sorot penuh cinta hanya buat Evi seorang.Irwan mengajak Evi ke ruangannya,"Ada beberapa berkas yang harus aku lihat.Gpp kan ?"
Evi mengangguk lembut,"Gpp...aku kan emang ada buat nemeni kamu...aku akan tungguin dan temeni kamu..."
↓◇↓◇↓ KAMU BERJALAN BERSAMANYA...
Para karyawan memperhatikan bagaimana boss mereka berjalan menggandeng tangan Evi menuju ruangan BOD.Tria menyambut dengan senyum cerianya,"Selamat pagi Pak Irwan!Pagi Evi!" Evi senang dekat Tria,"Pagi Tria.Kamu cantik banget pakai gaun..."
Irwan malah disambut sama Adi,"Wuihh!Necis bener kamu Wan!Mana oleh2nya buat aku?"
Irwan malah buka laptopnya,"Nih aku dapat tender besar di sana.Oh ya mengenai tanah,sudah beres.Kamu tenang aja.Tapi aku akan pakai sebagian tanah itu buat mendirikan yayasan sosial.Disitu aku ingin ada pelatihan kerja dan penampungan bagi orang2 terlantar."
↓◆↓◆↓ SELAMA KAMU DENGANKU...
Adi malah terpana mendengarnya,"Wow!Sekarang kamu generous banget Wan?Irwan yang kukenal itu ga secare ini sama sekitar...hmmm...apa karena ....aku jatuh cinta he..he.."
Irwan melirik sobatnya itu,"Udah ga usah meledek...bukannya kamu juga sedang jatuh cinta sekarang?Ngaku aja..."
Adi melihat ke arah Tria yang lagi asyik ngobrol sama Evi diluar ruangan,"Mereka akrab ya?Emang kamu dah melamar Evi Wan?Aku ga lihat cincin di jarinya..."
Irwan malah sibuk teken berkas,"Cincinnya lagi kupesan dari luar negeri.Aku ga jadi mau makai cincin yang lama,aku ingin yang the best buat Nyonyaku...udah semuanya nih berkasnya?Ada lagi ga?"
↓▲↓▲↓ BEGITU RUMITNYA DUNIA...
Adi kagum dengan sobatnya,"Cepet amat tekennya?Ngebet mau deket Evi lagi ya?Ai..ai..."
Irwan malah memandang ke arah Evi yang tampak ketawa ketiwi samaTria,"Tahu aja kamu Di...Undangannya jam berapa sih?"
Adi jawab,"Jam 11.Tenang aja Bro kayak kamu aja yang mau nikah deh...aneh...kamu enak habis dari Bogor bisa santai2 lha aku pusing mikirin perusahaan.Pusing aku ga ada kamu Wan..."
Irwan malah ngekek.Weleh...
↓▼↓▼↓ HANYA KARENA SEBUAH RASA CINTA...
Akhirnya berangkat juga Irwan dan Adi ke acara.Tentunya dengan gandengan masing2.Tria hepi banget jadi gandengan Adi,'Pak Adi ganteng bingitz...Andai ini beneran dan seterusnya he..he..kayak Evi sama Pak Irwan tuh...jelas banget kalau saling cinta.'
↓�↓�↓ JADILAH AKU,KAMU DAN DIRINYA....
Semua karyawan tahu kalau Irwan dan Adi mau ke acara pernikahan staf mereka.Ada yang keheranan,"Boss kita kok mau ya datang acara pernikahan karyawannya?"
Salah satu jawab,"Pak Irwan dan Pak Adi memang selalu menyempatkan datang jika mendapat undangan dari karyawannya.Dulu saat orang house keeping ada yang nikah,mereka juga datang padahal nikahnya di rumah lagi."
Mereka bangga pada bossnya yang menghargai karyawannya,"Ntar kalau aku nikah mau undang Boss ah..."
↓:O↓:O↓ BERADA DI DALAM DUSTA YANG TERCIPTA....( RESEPSI )
Irwan berjalan bersama Evi memasuki tempat resepsi.Adi dan Tria didepan mereka.Jelas yang punya hajat segera menyambut dan mempersilahkan mereka duduk di tempat yang terhormat,"Mari!Mari!Silakan duduk ..."
Salah satu tamu ternyata kenal dengan Irwan,'Itukan pebisnis tenar Irwan Krisdiyanto...wanita yang bersamanya itu pasti calon isterinya.Kelihatannya sayang banget deh.Ternyata orangnya low profile ya...'
↓+↓+↓ MENGAPAKAH HARUS KU RASA...
Ia segera menghubungi temannya yang kerja jadi wartawan,"Cepetan ke sini!Ada hot news di sini.Pebisnis kondang Irwan Krisdiyanto ada di sini.Bawa calonnya lagi...iya beneran nih...aku ga bohong ya.mm aku kirim fotonya ya...pokoknya kamu harus secepatnya ke sini biar bisa mewawancarai dia."
↓♧↓♧↓ SEPENTING ITUKAH CINTAMU....
Evi dan Irwan juga Adi dan Tria ga lama di acara tersebut.Pihak pengantin segera meminta foto session,"Mohon kesediaannya yang terhormat CEO Asian Group beserta isteri untuk maju ke depan foto bersama pengantin.Bapak Irwan Krisdiyanto."
Evi blingsatan disebut sebagai isteri Irwan,'Ups...aku dah dikira isteri Irwan nih...'
Wah semua tamu yang hadir memperhatikan,"Oh itu isterinya..."
Evi nurut aja digandengan Irwan maju foto2 sama mempelai,'Begini ya rasanya jadi orang penting he..he..'
↓�↓�↓ KITA BERAWAL KARENA CINTA...
Adi juga diminta untuk foto session,Tria jelas nemplok sama Adi,'Aku harap ini akan menjadi awal bagi sebuah percintaan he..he...'
Usai foto2 mereka pamitan sama mempelai,"Maaf kami tak bisa lama."
Pihak mempelai malah menjawab,"Bapak mau datang saja sudah suatu kehormatan tersendiri bagi kami...apalagi datangnya bersama Pak Adi juga...sekali lagi terima kasih sudah berkenan hadir..." ↓▶↓▶↓ BIARLAH CINTA YANG MENGAKHIRI....
Meski ga mengikuti acara sampai akhir tapi Irwan senang sudah datang.Memang ia selalu menghargai setiap kali dapat undangan dari karyawan level apapun,untuk ia datang.Walau ga lama,kadang cuma setengah jam aja.Tapi itu sudah cukup baginya untuk menanamkan image bahwa dia care,dia peduli pada karyawannya.
↓◀↓◀↓ SEPENTING ITUKAH EGOMU....
Sampai diluar eh dicegat wartawan,"Pak Irwan!Apakah kami boleh tahu siapa wanita yang bersama Anda?Apakah dia adalah calon isteri Anda?"
Irwan berhenti sebentar,"Iya dia adalah calon isteri saya.Dia wanita sangat penting bagi saya."
Wah mereka mencecar Irwan dengan berbagai pertanyaan,"Kapan rencana pernikahannya Pak?" ↓↑↓↑↓ KAMU DIHADAPKAN PILIHAN...
Irwan malah berkata,"Kalau kami menikah nanti pasti kalian saya undang."
Wah mereka seneng banget,"Beneran lho Pak!Selamat kalau begitu Pak!Asyik kita bakal diundang teman2!!Ini janji seorang CEO lho dihadapan kita2 !!"
Adi berbisik pada Irwan,"Kayaknya bakal diliput live sama media nanti pernikahan kamu Wan..." Irwan malah terkekeh,"Apa aku punya pilihan?Mereka mau meliput ya gpp...malah kebetulan he..he.."
↓←↓←↓ ANTARA AKU DAN DIA....( Shiha house )
Berita Irwan mau menikahpun jadi hot news dan sampai juga ke Shiha,"What!!Siapa bikin hoax kayak gini?Aku ga terima!Ini ga bener!!"
Mamanya sampai heran,"Kamu kenapa sayang?Teriak2...ada apa?"
Shiha nunjukin berita di medsos,"Lihat ini Ma!Irwan sama si pelayan resto itu mau nikah!Irwan itu hanya milik aku Ma!!Milik aku!Bukan dia!!"
Mamanya menghela nafas,"Mama kan dah bilangin,Nak Irwan itu bukan untuk kamu sayang...ikhlasin dia..."
Wah Irwan dah ekspose hubungannya sama Evi ke media.Apakah benar mereka akan menikah?***see you next eps***
↓•↓•↓ AKU DIHADAPKAN PILIHAN...( Shiha house )
Mondar mandir mikir Shiha di kamarnya nan lux.Sambil lalap kenikir ga?Weleh... Shiha itu sebenarnya cantik,rambut panjang hampir sampai ke pinggang.Tinggi semampai dan modis gitu pakaiannya.Makhlum anak gedongan.Kalau aku jadi dia aku mending jadi peragawati he..he..Tapi kembali lagi Shiha adalah manusia independen.Ga suka diatur dan selalu ikuti kata hati.Galau mikir rencana pertama yang dah kandas sebelum dijalankan,akhirnya Shiha milih melukis.Ia masuki sebuah ruangan di rumahnya dimana disitu ada peralatan lukisnya.Memori kala masih bersama Irwan dulu kembali terkenang olehnya.Manyun lagi deh,'Dulu Irwan perhatian gitu sama aku.Nemeni kemana2.Dengerin keluh kesah aku yang lagi galau karena Hazman.Kini perhatian dia buat wanita lain.Andai dulu aku lebih hargai dia.Aku malah ninggalin dia.Bikin malu dia.Andai ada mesin waktu kubeli deh.Bakal kembali aku ke masa itu dan mengubah semuanya.Pasti aku sudah jadi Nyonya Irwan sekarang.Isteri seorang CEO terkenal.Jadi headline di semua surat kabar,majalah bisnis dan tabloid.Aduh...bodoh amat sih aku mau dibawa kabur sama Hazman waktu itu!!Sebel2!!'
Malah nyipratin cat ke kanvas,mau bikin lukisan mozaik kali ya?Abstrak kali... Ya begitulah kehidupan.Manusia selalu dihadapkan pada pilihan.
↓○↓○↓ ANTARA BENAR DAN SALAH...( Apartemen Hazman )
Jika Shiha lagi nyesel bin kesel maka Hazman lagi menyusun strategi.Asyik telponan gitu sama partnernya soal rencana menghancurkan bisnis Irwan,"Bisnis software ya?Program ya?Hmm...sebuah sistem ERP ya?Oke...Berapa nilai kontraknya?Milyaran?10 milyar minim?Hmm...bisa kita ketemuan untuk membahas ini?Dimana?Oke...Baik2...Kita ketemu di sana."
Hazman memandang gedung2 pencakar langit di Jakarta lewat jendela apartemennya,"Aku akan hancurkan pria yang kau banggakan sekarang Shiha...lihat saja bagaimana bila nanti dia sudah hancur,apa kau tetap tak mau kembali padaku?Irwan Krisdiyanto...CEO Asian Group.Aku tidak akan berhubungan langsung dengan dia.Aku akan memakai orang lain.Sekarang kan kalau mau go publik harus pakai sistem yang harus mudah diakses.Perusahaan Irwan sangat banyak....kesalahan dalam memilih sistem bisa sangat merugikan.Penanaman sistem kan sangat mahal.Salah memilih bisa rugi besar.Akan kulihat sehebat apa dia hingga Shiha begitu bangga padanya.We will see..."
↓●↓●↓ AKU MENCINTAI KAMU SANGAT MENCINTAI....( ASIAN GROUP OFFICE )
Para karyawan langsung standby di station masing2 kala melihat mobil bossnya memasuki area perusahaan.Semua segera serius kerja,"Boss coming!Aku lihat mobil Mercynya ..."
Yang lain langsung chat,"Kerja!Kerja!!Boss sudah come back!"
Yang dichat balas,"Asyik bisa lihat wajah ganteng Boss lagi...hi..hi...semangat kerja nih!" Weleh...namun kala lihat Irwan ga sendirian keluar dari mobil,para karyawan wanita langsung heboh,"Itu kan yang biasa nganter makan siang Boss ya?....Anggun banget pakai gaun...lihat sepatunya!Wow mahal tuh sepatu...aduh dipegangi lagi jalannya sama Boss...aduh...mesra banget sih?Waduh Boss pakai jas hitam dah kayak artis deh....ganteng banget..."
Irwan tersenyum pada semua karyawan yang ia jumpai,tapi tetap sorot penuh cinta hanya buat Evi seorang.Irwan mengajak Evi ke ruangannya,"Ada beberapa berkas yang harus aku lihat.Gpp kan ?"
Evi mengangguk lembut,"Gpp...aku kan emang ada buat nemeni kamu...aku akan tungguin dan temeni kamu..."
↓◇↓◇↓ KAMU BERJALAN BERSAMANYA...
Para karyawan memperhatikan bagaimana boss mereka berjalan menggandeng tangan Evi menuju ruangan BOD.Tria menyambut dengan senyum cerianya,"Selamat pagi Pak Irwan!Pagi Evi!" Evi senang dekat Tria,"Pagi Tria.Kamu cantik banget pakai gaun..."
Irwan malah disambut sama Adi,"Wuihh!Necis bener kamu Wan!Mana oleh2nya buat aku?"
Irwan malah buka laptopnya,"Nih aku dapat tender besar di sana.Oh ya mengenai tanah,sudah beres.Kamu tenang aja.Tapi aku akan pakai sebagian tanah itu buat mendirikan yayasan sosial.Disitu aku ingin ada pelatihan kerja dan penampungan bagi orang2 terlantar."
↓◆↓◆↓ SELAMA KAMU DENGANKU...
Adi malah terpana mendengarnya,"Wow!Sekarang kamu generous banget Wan?Irwan yang kukenal itu ga secare ini sama sekitar...hmmm...apa karena ....aku jatuh cinta he..he.."
Irwan melirik sobatnya itu,"Udah ga usah meledek...bukannya kamu juga sedang jatuh cinta sekarang?Ngaku aja..."
Adi melihat ke arah Tria yang lagi asyik ngobrol sama Evi diluar ruangan,"Mereka akrab ya?Emang kamu dah melamar Evi Wan?Aku ga lihat cincin di jarinya..."
Irwan malah sibuk teken berkas,"Cincinnya lagi kupesan dari luar negeri.Aku ga jadi mau makai cincin yang lama,aku ingin yang the best buat Nyonyaku...udah semuanya nih berkasnya?Ada lagi ga?"
↓▲↓▲↓ BEGITU RUMITNYA DUNIA...
Adi kagum dengan sobatnya,"Cepet amat tekennya?Ngebet mau deket Evi lagi ya?Ai..ai..."
Irwan malah memandang ke arah Evi yang tampak ketawa ketiwi samaTria,"Tahu aja kamu Di...Undangannya jam berapa sih?"
Adi jawab,"Jam 11.Tenang aja Bro kayak kamu aja yang mau nikah deh...aneh...kamu enak habis dari Bogor bisa santai2 lha aku pusing mikirin perusahaan.Pusing aku ga ada kamu Wan..."
Irwan malah ngekek.Weleh...
↓▼↓▼↓ HANYA KARENA SEBUAH RASA CINTA...
Akhirnya berangkat juga Irwan dan Adi ke acara.Tentunya dengan gandengan masing2.Tria hepi banget jadi gandengan Adi,'Pak Adi ganteng bingitz...Andai ini beneran dan seterusnya he..he..kayak Evi sama Pak Irwan tuh...jelas banget kalau saling cinta.'
↓�↓�↓ JADILAH AKU,KAMU DAN DIRINYA....
Semua karyawan tahu kalau Irwan dan Adi mau ke acara pernikahan staf mereka.Ada yang keheranan,"Boss kita kok mau ya datang acara pernikahan karyawannya?"
Salah satu jawab,"Pak Irwan dan Pak Adi memang selalu menyempatkan datang jika mendapat undangan dari karyawannya.Dulu saat orang house keeping ada yang nikah,mereka juga datang padahal nikahnya di rumah lagi."
Mereka bangga pada bossnya yang menghargai karyawannya,"Ntar kalau aku nikah mau undang Boss ah..."
↓:O↓:O↓ BERADA DI DALAM DUSTA YANG TERCIPTA....( RESEPSI )
Irwan berjalan bersama Evi memasuki tempat resepsi.Adi dan Tria didepan mereka.Jelas yang punya hajat segera menyambut dan mempersilahkan mereka duduk di tempat yang terhormat,"Mari!Mari!Silakan duduk ..."
Salah satu tamu ternyata kenal dengan Irwan,'Itukan pebisnis tenar Irwan Krisdiyanto...wanita yang bersamanya itu pasti calon isterinya.Kelihatannya sayang banget deh.Ternyata orangnya low profile ya...'
↓+↓+↓ MENGAPAKAH HARUS KU RASA...
Ia segera menghubungi temannya yang kerja jadi wartawan,"Cepetan ke sini!Ada hot news di sini.Pebisnis kondang Irwan Krisdiyanto ada di sini.Bawa calonnya lagi...iya beneran nih...aku ga bohong ya.mm aku kirim fotonya ya...pokoknya kamu harus secepatnya ke sini biar bisa mewawancarai dia."
↓♧↓♧↓ SEPENTING ITUKAH CINTAMU....
Evi dan Irwan juga Adi dan Tria ga lama di acara tersebut.Pihak pengantin segera meminta foto session,"Mohon kesediaannya yang terhormat CEO Asian Group beserta isteri untuk maju ke depan foto bersama pengantin.Bapak Irwan Krisdiyanto."
Evi blingsatan disebut sebagai isteri Irwan,'Ups...aku dah dikira isteri Irwan nih...'
Wah semua tamu yang hadir memperhatikan,"Oh itu isterinya..."
Evi nurut aja digandengan Irwan maju foto2 sama mempelai,'Begini ya rasanya jadi orang penting he..he..'
↓�↓�↓ KITA BERAWAL KARENA CINTA...
Adi juga diminta untuk foto session,Tria jelas nemplok sama Adi,'Aku harap ini akan menjadi awal bagi sebuah percintaan he..he...'
Usai foto2 mereka pamitan sama mempelai,"Maaf kami tak bisa lama."
Pihak mempelai malah menjawab,"Bapak mau datang saja sudah suatu kehormatan tersendiri bagi kami...apalagi datangnya bersama Pak Adi juga...sekali lagi terima kasih sudah berkenan hadir..." ↓▶↓▶↓ BIARLAH CINTA YANG MENGAKHIRI....
Meski ga mengikuti acara sampai akhir tapi Irwan senang sudah datang.Memang ia selalu menghargai setiap kali dapat undangan dari karyawan level apapun,untuk ia datang.Walau ga lama,kadang cuma setengah jam aja.Tapi itu sudah cukup baginya untuk menanamkan image bahwa dia care,dia peduli pada karyawannya.
↓◀↓◀↓ SEPENTING ITUKAH EGOMU....
Sampai diluar eh dicegat wartawan,"Pak Irwan!Apakah kami boleh tahu siapa wanita yang bersama Anda?Apakah dia adalah calon isteri Anda?"
Irwan berhenti sebentar,"Iya dia adalah calon isteri saya.Dia wanita sangat penting bagi saya."
Wah mereka mencecar Irwan dengan berbagai pertanyaan,"Kapan rencana pernikahannya Pak?" ↓↑↓↑↓ KAMU DIHADAPKAN PILIHAN...
Irwan malah berkata,"Kalau kami menikah nanti pasti kalian saya undang."
Wah mereka seneng banget,"Beneran lho Pak!Selamat kalau begitu Pak!Asyik kita bakal diundang teman2!!Ini janji seorang CEO lho dihadapan kita2 !!"
Adi berbisik pada Irwan,"Kayaknya bakal diliput live sama media nanti pernikahan kamu Wan..." Irwan malah terkekeh,"Apa aku punya pilihan?Mereka mau meliput ya gpp...malah kebetulan he..he.."
↓←↓←↓ ANTARA AKU DAN DIA....( Shiha house )
Berita Irwan mau menikahpun jadi hot news dan sampai juga ke Shiha,"What!!Siapa bikin hoax kayak gini?Aku ga terima!Ini ga bener!!"
Mamanya sampai heran,"Kamu kenapa sayang?Teriak2...ada apa?"
Shiha nunjukin berita di medsos,"Lihat ini Ma!Irwan sama si pelayan resto itu mau nikah!Irwan itu hanya milik aku Ma!!Milik aku!Bukan dia!!"
Mamanya menghela nafas,"Mama kan dah bilangin,Nak Irwan itu bukan untuk kamu sayang...ikhlasin dia..."
Wah Irwan dah ekspose hubungannya sama Evi ke media.Apakah benar mereka akan menikah?***see you next eps***
