GALA - GALA^^^ EPS 13 - 21


Eps 13 GALA-GALA : Let No Man

 ☆☆ CERPEN KE-32  : ENGKAU YANG BERTINDAK 
          Seorang gadis nampak lesu pulang ke rumahnya.Rambut sebatas pundak nampak terikat rapi bak kucir kuda.Ia menghembuskan nafas sebelum memasuki rumah,"Niki pulang!"
Seorang anak kecil usia 4 tahun nampak menyambutnya,"Tante!!Ada susu?"
Nikita segera meraih keponakannya itu,"Tentu sayang...rasa coklat kan?Ini."
 Saat Nikita sibuk mengeluarkan susu kotak dari tasnya,kakaknya keluar.Kakaknya berkata pada putranya,"Hayo bilang apa sama Tante ?"
Keponakan Nikita segera menjawab,"Makacih..."
Kakak Nikita tampak membawa piring kotor,"Gimana dapat kerjaan ga?"
Nikita menggeleng,"Belum kak.Baru nyebar lamaran aja.Ibu bagaimana kak?Sudah makan?"
Sang kakak mengangguk,"Sudah.Pakai bubur bayi.Yang rasa beras merah.Sekarang sedang nonton tv."
           Nikita segera menuju kamarnya,tampak di ranjang model RS seorang wanita tua terbaring dan tersenyum padanya,Nikita meraih tangannya.Ibunya memang tak bisa bicara jelas sejak terkena stroke.Itu pula kenapa Nikita sangat menyayangi kakaknya.Dari sekian saudaranya hanya kakaknya itu yang mau menjaga ibunya.Kakak2nya yang lain malah kalau berkunjung malah buat sedih hati ibunya.Ia pernah dengar kakak sulungnya berkata pada ibunya,"Bu...bu...mending ibu tiada saja.Hanya bisa nyusahin aja.Kasihan tuh adik2 aku bertahun2 merawat ibu tapi ga ada perkembangan."
Nikita ga suka dengar perkataan kakaknya itu,"Kami ga merasa repot kak merawat ibu.Jangan dengerin Bu!Kakak ga boleh bilang gitu sama ibu.Kena karma nanti."
           Eh bener ga lama kemudian kakak sulungnya kena penyakit aneh tumbuh jalu di kakinya sehingga sulit sekali berjalan.Nikita mengambil remote tv,"Ibu mau lihat tinju ya?Ini Niki cariin channelnya.Niki mandi dulu ya...sambil masak air buat sibin ibu."
          Memang kalau sore ibunya hanya disibin karena kalau dimandikan nanti malah masuk angin.Niki ingat bagaimana salah satu kakaknya milih pergi dari rumah cari rumah sendiri karena ga mau bantu ngurus ibu mereka.Malah ada yang minta bayaran juga.Niki sedih bila ingat semua itu,tega banget mereka merawat ibu sendiri minta bayaran.Akhirnya Niki terpaksa keluar dari kerjaannya demi bisa jaga ibunya.Lalu kakaknya yang kini tinggal bersamanya kembali dari perantauan bersama suami dan anaknya.Iapun senang dan mulai bisa mencari kerja lagi.Usianya sudah 31 tahun kini dan kebanyakan lowongan yang ada memperhatikan usia dan lulusan baru.Tapi Niki ga pernah memperlihatkan kesedihannya pada sang bunda,"Tadi Niki cari kerja Bu.Doain ya Bu biar ada panggilan."
           Sang bunda mengangguk dan tersenyum pada putri bungsunya itu.Niki yakin Tuhan pasti akan membukakan pintu rejeki buat dia.Ia bekerja agar bisa membiayai rumah dan perawatan ibunya.Ia ga pernah foya2.Beli baju saja jarang apalagi perhiasan.Bahkan dompet yang ia pakai adalah pemberian orang.Tuhan mencukupi kebutuhannya lewat orang lain.Ada saja yang tiba2 tergerak memberi sesuatu padanya.Entah dompet,baju atau yang lain.Malam telah tiba Niki melihat ibunya sudah tidur dan mematikan tv.Ia betulkan selimut ibunya.Ia sudah bertekad akan mengabdikan hidupnya demi sang bunda.Berkali2 kakak2nya menanyai dia soal pria namun waktunya ga ada buat itu.Fokusnya kini adalah ibunya.Mencari uang buat biaya perawatan ibunya.Kakak2nya yang lain sudah punya keluarga dan sibuk dengan urusan keluarga masing2.
            Uang pesangon dari kerjaannya yang lama sudah ia habiskan buat biaya hidup dan medis selama ini.Andai saja ada pria yang mau dengan Nikita mungkin Nikita juga akan mencari yang mau membantu dia merawat ibunya. Selang dua bulan ada panggilan kerja buat Nikita.Ia awalnya minder karena usianya sudah kepala 3.Namun ia pasrah dan menjawab semua seperti apa adanya.Akhirnya ia ketrima.Kerja menjadi staff.Pendidikan D3nya berguna.Namun tidak mudah juga bekerja di perusahaan itu. Ia pernah dihina karena orang baru ga akan bisa katanya selevel dengan orang lama.Namun ia terus bertahan.Hingga suatu ketika Presdir sendiri memuji pekerjaannya.Semua baru mulai mengakui bahwa ia juga bisa menyamai orang lama. Tak hanya soal pekerjaan ia dihina tapi juga soal kehidupan pribadi.
           Usianya yang tak muda lagi kerap jadi bahan ejekan dan ledekan.Pernah di parkiran ia mendengar dua orang karyawan yang menyindirnya sambil teriak2.Ia tahu mereka mengejeknya.Namun ia hanya menyimpannya di dalam hatinya.Hingga kembali Tuhan sendiri yang bertindak.Saat perayaan ultah perusahaan,orang yang menghina Nikita di parkiran itu dipermalukan di depan seluruh karyawan.Ia juga dipindahkan ke bagian yang membuatnya stress berat dan ga bisa teriak2 lagi seperti biasanya.Nikita bahkan pernah diledek oleh temannya yang mau menikah.Dibilang ga lakulah,perawan tualah dsb.Namun Tuhan menempelak orang itu karena pada hajatan pernikahannya malah kasus keracunan makanan.Membuat ia jadi bahan gunjingan di pabrik.Membahayakan nyawa orang dan jadi trending topik.Nikita kini belajar mengabaikan cemooh terhadap dirinya.Ia percaya bahwa Tuhan takkan mempermalukan umat-Nya yang hidup dalam petunjuk-Nya.Keyakinannya terbukti kala ibunya tiba2 drop dan harus dirawat cukup lama di RS.Hampir semua saudaranya menyalahkannya dan membuatnya down.Ia bahkan harus tidur di RS hampir selama 1 bulan.Tapi Tuhan memang tak terduga,disanalah Nikita bertemu teman lamanya,"Lucky?Kamu kerja di sini?Wah sudah jadi dokter ya?Keren!"
           Dialah Lucky yang adalah teman kala SMU.Ganteng banget dia.Pakai jas lab dokter dan kaca mata minus yang membuatnya sungguh beda dengan saat masih SMU dulu.Lucky rupanya dulu naksir sama dia namun karena ga pede dia hanya memendamnya saja.Lucky rupanya dokter penyakit dalam.Cinta lama bersemi kembali.Rumah Sakit menjadi saksi romansa keduanya.Kondisi ibu Nikita membaik dan boleh pulang.Namun hubungan Nikita dengan Lucky kian erat dan akhirnya Lucky melamar Nikita.Wah semua teman kerja Nikita kaget kala diundang ke pesta pernikahannya,"Wow dapat dokter dia!Gila nikahnya di gedung terkenal pula.Aku jadi malu karena dulu sering ngolok2 dia."
           Nikita tetap mengundang semua baik yang ramah atau yang jutek sama dia.Bahkan yang menghina dia sekalipun,bagi dia semua pembalasan adalah hak Tuhan. ***The End***

          ☆☆☆ SHEILA BILA KAU TERLUKA AKUPUN TERSIKSA...( Hazman pov )
           Sejak pindah ke Jakarta aku berubah manggil adikku.Biasanya manggil ya biasa tapi suatu hari ia mengumumkan saat makan bersama bahwa ia ga mau dipanggil dengan sebutan Evi.Ia mau nama itu jadi nama spesial.Hanya untuk seseorang.Aku tahu siapa yang dia maksud.Pasti Irwan.Makin lama aku makin tersiksa dengan semua ini.Rasanya aku seperti kakak yang tak diharapkan.
☆☆ BETAPA BESAR CINTA KITA YANG TELAH TERBINA.....
          Aku sudah mencoba membina hubungan baik dengan Evi eh Sheila ding.Tapi dia sepertinya emang lebih sayang ke Irwan daripada aku yang kakak kandungnya. Setiap dia ultah aku pasti beliin apa gitu buat dia tapi tetep aja aku melihat kesedihan di wajahnya.Ada satu tempat di hatinya yang akan terus dan terus dia jaga.Itulah tempat buat Irwan.
☆ NAMUN TERHALANG DINDING PEMISAH BEGITU TINGGINYA...
           Seakan seperti membentur tembok saja.Ada dinding yang memisahkan aku dan adikku sendiri.Itulah kenapa no2 hp yang menghubungkan ke Irwan aku hapus semua.Bahkan aku sengaja merusak hp ayah agar aku bisa menghapus semua akses ke Irwan.Aku benci selalu kalah sama dia.

 ★ SHEILA KINI TERBELENGGU KERNA ORANG TUAMU....( Hamdan pov )
          Aku sungguh merasa sangat bersalah pada putriku.Kala semua ingatan Irwan sudah pulih dan kedua belah pihak orang tua tak lagi saling main rahasia eh aku kehilangan semua kontak yang menghubungkan ke Irwan.Hpku rusak tiba2.Maafkan ayah Vi.Oh Sheila...Evi merasa terluka dan mengubah nama panggilannya.
★ DIMATA MEREKA YANG ADA INTAN DAN PERMATA...
          Memang nama Evi aslinya adalah Evi Sheila Issabella.Siapapun nama panggilan kamu,dimata Ayah kau tetap putri Ayah.Kau adalah permata hati Ayah.Malang menimpa,saat aku hendak ke Bogor aku malah alami kecelakaan.Batal niat mau mencari Irwan.Akupun mengutus Hazman untuk ke sana.Ia kan pasti tahu alamat rumahnya.
★★ AKU TAK PUNYA HARTA DAN BENDA...
         Namun Hazman malah memberitahukan bahwa alamat mereka sudah pindah.Tak ada yang tahu katanya.Evi jelas paling sedih mendengarnya dan berubah jadi murung dan pendiam.
� MUNGKIN AKAN MEMBUAT SENGSARA...
         Hazman sepertinya juga menderita karena adiknya.Kini Evi sudah SMU dan Hazman mau kuliah.Isteriku yang tetap tabah.Selalu berusaha menjadi ibu yang baik bagi kedua anak kami.Lina memang isteri yang luar biasa.

 ¤ LALU KUCOBA BERTANYA UNTUK APA CINTA KITA....( EVI POV )
          Di sekolah aku ga gaul anaknya.Aku fokus belajar.Aku mau kuliah lalu kerja biar bisa bantu ayah.Aku juga ga bahas soal kak Irwan lagi.Aku mau membuka lembaran baru dengan nama panggilan yang baru.Walau aku terus terkenang padanya.Dimana ya dia sekarang?Kata Kak Hazman alamatnya sudah pindah.Biarlah nama Evi hanya akan kuberikan padanya.Aku menyusuri koridor sekolah,beberapa siswa nampak tebar pesona dan mencoba menarik perhatianku.Tapi aku tak merespon.Kenapa ya aku terus saja memikirkan kak Irwan tiap melihat pria?
¤¤ SEKIAN LAMA KITA BINA HANYA BERBUAH DERITA....
Aku dipanggil temenku,"Sheila!Sini!"
Aku mendekatinya,"Ada apa sih?"
 Ia memperlihatkan sebuah brosur kampus,"Yuk kita ntar kuliah di sini aja."
Aku lihat daftar jurusan dan fakultasnya,"Kamu mau ambil apa?"
Dia jawab,"Ekonomi aja deh.Murah.Ayo kita samaan aja."
Aku tersenyum padanya,"Aku mau cari D3 aja biar cepat kerja.Kasihan ayahku."
Eh dia malah ngajak shopping,"Ke mall yuk cuci mata."
Aku menolak dengan halus,"Biasa juga pergi sama yayang kamu kan?Aku pulang sekolah mau bantu ibu ah di warungnya."
Baru juga diomong eh datang cowoknya dia,"Babe ke kantin yuk!"
 Aku mempersilakan mereka pergi.Aku ga mau ganggu.Aku memang belum bisa membuka hatiku pada cowok manapun.

 >>> HO...HO...SHEILA TABAHKANLAH SURATAN DI DIRIMU...( LINA POV )
            Aku harus tabah.Ga boleh mengeluh.Berapapun penghasilan suamiku harus aku syukuri.Tapi aku juga berusaha jualan kecil2an.Buat nambah2.Kan Hazman mau kuliah.Evi...eh Sheila juga mau lulus tahun ini.Butuh biaya semua.Lumayan jualan makanan di rumah.Disinikan banyak kost2an.Ada yang sampai lantai 3 malah.
¤¤ OH SHEILA RELAKANLAH KITA HARUS BERPISAH...
          Bentar lagi jam pulang anak sekolah.Evi pasti akan segera tiba.Memang dia anak baik selalu bantu aku di warung.Goreng2 atau ke pasar beliin bahan2 yang dibutuhkan.Evi anaknya ga suka ngelayap.Ia milih bantu aku di warung.Evi sudah tumbuh dewasa,dia cantik dengan rambut terurai indah.Banyak anak2 kost yang naksir dia tapi Evi diem aja.Putriku sampai kapan kau akan terus menanti Irwan?Ibu tahu kau masih menunggunya.Eviku kini bukan lagi Evi yang ceria penuh tawa.Ia lebih banyak diam dan sulit juga awalnya buat aku manggil dia dengan nama Sheila.Beberapa kali aku kadang lupa dan manggil dia Evi.Ia langsung terdiam dan muram.Oh tidak!Aku pasti membuatnya teringat pada perpisahannya dengan Irwan.Wan,kemarilah Nak...datanglah ke Jakarta dan hiburlah adikmu ini.

 ♡ SHEILA AKU MENYADARI BETAPA SUSAHNYA...( IRWAN POV )
           Jakarta rupanya emang crowded banget.Macet,panas dan polusi.Sebenarnya ayah hendak mengantarku tapi aku kasihan sama ibu.Aku udah gede bisa kok nyari kost sendiri.Pasti di sekitar kampus ada kost2an.Aku harus semangat.Semua demi masa depan aku juga.Jangan nyusahin orang tua.Itu prinsipku.
 ♡♡ MANA YANG HARUS ENGKAU PILIH....
           Akhirnya aku bisa kuliah juga di Jakarta.Akan kujelajahi Jakarta sampai bisa menemukan dimana keluarga lamaku.Aku kangen sama mereka terutama sama Evi.Pasti sudah besar dia.Kayak apa ya?Tapi semua step by step dulu.Urus kuliah dulu,cari kost2an baru cari mereka.Mulai dari Jakarta mana dulu ya?Jakarta Pusat,Jakarta Timur,Selatan atau Utara?
 ¤♡¤ AKU ATAU DIA....
           Kampusku bagus juga.Usai melakukan daftar ulang aku jalan2 sambil cari info soal kost2an.Tapi aku melihat sekelebatan orang.Mirip banget sama Hazman.Aku coba kejar,tapi kok ngilang ya?Benarkah yang kulihat itu Hazman?Aku harus cari tahu benarkah dia kuliah juga di sini?Semoga saja iya.

 }}} MENGAPA KITA HARUS BERTEMU SHEILA ....OH SHEILA.... ( HAZMAN POV )
          Aku kaget kala lagi asyik lihat2 kampus,ada yang mirip kayak Irwan.Dia juga kayaknya lihat aku dan bener itu dia.Aku lihat dia juga mengenaliku.Segera aku kabur.Sebaiknya aku batalin mau kuliah di sini.Aku ga mau ketemu dia.Dia ngapain muncul lagi dalam kehidupan keluargaku?Jangan sampai Sheila tahu kalau Irwan ada di Jakarta.Sebaiknya aku cari kampus lain saja.Males banget berurusan sama Irwan lagi. Wah Hazman benci sama Irwan.Tapi benarkah Irwan akan bisa nemuin Evi?***see you next eps***

Eps 14 Gala2 : Making Room For Favor
NOTE WINDOW MOTIVASI >> Membuat Ruang Untuk Anugerah
          Dua orang murid di sebuah sekolah terlibat perkelahian.Merekapun dipanggil ke ruang BP untuk diberi pengarahan.Sang guru heran karena keduanya terkenal sebagai dua sahabat karib.Rupanya telah terjadi masalah sehingga keduanya malah jadi bermusuhan.Ada iri,kebencian,kesalahpahaman,egois,dll. Sang guru lalu menyuruh mereka saling bermaafan tapi keduanya tak mau.Rupanya sudah menjadi pahit hati keduanya.Sang guru lalu menghukum keduanya dengan hukuman yang unik.Masing2 diberinya sekantong kentang dengan jumlah sesuai usia mereka masing2.Jelas yang lebih tua jumlah kentangnya lebih banyak.Guru BP lalu berkata,"Kentang2 ini harus selalu kalian bawa kemanapun kalian pergi dan melakukan aktivitas apapun.Mau kegiatan belajar mengajar,ke toilet,jajan,dsb harus dibawa kentangnya.Kentangnya baru boleh dikembalikan ke saya kalau kalian sudah merasa siap untuk meminta maaf.Kalian mengerti?"
           Keduanya mengerti dan melaksanakan hukuman itu.Dua minggu berlalu kedua pelajar itu mulai merasa risih dengan kentang yang sudah membusuk.Hingga keduanya kemudian sepakat saling memaafkan saja daripada membawa kentang2 itu terus.Merekapun menemui guru BP lagi.Mereka menyerahkan kentang2nya pada guru BP,"Kami sudah tak tahan dengan bau busuknya.Lebih baik kami damai saja.Lelah bawa terus di tas.Rasanya berat dan tidak enak."
Sang guru lalu membuang kentang2 busuk itu ke tempat sampah dan berkata pada keduanya,"Seperti itulah jika kita menyimpan sakit hati,geram,amarah,kebencian dan hal2 yang negatif dalam diri kita.Semakin diingat,dikenang,disimpan dalam hati maka makin mencemari kita.Menjadi beban bagi kita.Hati kita lama2 akan payah menanggungnya.Jadi saya hanya ingin kalian membuang semua amarah,dendam,sakit hati,geram,dan semua hal negatif supaya kalian mendapat kebaikan.Sebenarnya kalian itu adalah sahabat baik bukan?Buanglah semua hal negatif yang merusak persahabatan kalian dan mulailah fokus pada hal yang positif.Sekarang kalian berdamailah."
            Keduanya lalu berpelukan dan saling minta maaf.Sejak itu mereka kian akrab hingga setelah mereka sudah berkeluarga tetap akrab dan saling mendukung.Perkataan gurunya itu membuat belajar bila alami sesuatu mereka tetap melihat sisi baik dan membuang sisi yang negatif.Mereka tak mau membawa lagi kentang2 busuk dalam kehidupan mereka.Mereka belajar membuang yang negatif supaya yang positif bisa datang.Dengan cara?Fokus pada yang baik dan bukan pada yang negatif.Memberi lebih dulu,menghargai lebih dulu,mengampuni lebih dulu,mengerti dan mengucap syukur di setiap keadaan.Apakah Anda suka kentang?What?Maksudnya?Ya...jangan spanneng he..he..yuk ke lagu penuntun aja.Lagu part 2 dari Azie.Ini dia : Kau Tetap Dalam Anganku.

 ++++ AKU BERHARAP PENDIRIAN ENGKAU JUGA....( Irwan pov )
           Aku berharap bisa menemukan tempat kost yang murah tapi nyaman.Walau ibu berpesan agar aku memilih yang berkelas sehingga bisa mendapat fasilitas yang baik namun aku tak mau.Aku ga masalah dimana saja yang penting aku bisa menemukan keluarga lamaku.Keluarga Hamdan.
++++ SAMA2 PERTAHANKAN KEBAHAGIAAN....
Aku kehilangan jejak Hazman.Sebaiknya aku cari kenalan ah.Siapa tahu bisa jadi sahabat.Itu siapa ya?Sepertinya orangnya baik.Kenalan ah...

 ---- WALAU DIACU BELATI TAJAM MENGUGUTKU...( DANANG POV )
          Mau kuliah aja ribetnya.Bawa barang seabrek lagi.Aduh...Mama Papa sih bikin rempong.Harus bawa ini itu..emang aku masih kecil apa dipamperin terus.Huhh! Eh lha kok malah ada yang nodong aku pakai pisau belati,"Harta apa nyawa?!!"
Pertanyaan macam apa itu?Aku jawab salah satu tetap rugi di aku.Akupun coba melawan tapi mereka berdua.Untung ada yang datang,cowok seusia aku gitu.Kayaknya sama deh mahasiswa baru juga.Wah hebat dia,"Tenang bro!Ayo kita hadapi mereka!"
Dua penjahat itu kabur.Dikejar satpam kampus malah.He..he.
. _ _ _ _ CINTA AKU KASIH AKU TETAP UNTUKMU....
Jelas aku berterima kasih sama dia,"Makasih ya...oh ya kenalkan aku Danang.Dari Banyuwangi."
Dia menyambut tanganku,"Aku Irwan dari Bogor.Bawaanmu banyak tenan.Pantas diincar penjahat." Aku ga sangka malah jadi akrab sama Irwan.Kita malah akhirnya cari tempat kost sama2.
 ---- SAMPAI KE MATI HANYA ITU MAMPU KUBERI...
         Untung ada Irwan.Anaknya baik banget.Pinter lagi.Jago elektro pula.Wah aku bener2 kagum sama dia.Dia bahkan bisa benerin listrik di kost2an.Wow!Dia tahu arus lemah pula.Saat lampu mati,ibu kost pasti nyari Irwan,"Nak Irwan mana ya?Listriknya kok tiba2 mati ya?Apa ada yang konslet ya?"
Aku segera manggil Irwan,"Wan!!Dicari Bu kost nih!!Biasa...he..he.."
Irwan muncul dengan bawa lampu emergency,"Oh Bu Kost..."
         Irwan jadi kesayangan Bu kost karena keahlian listriknya itu.Aku sih ga heran lha ayahnya Irwan kan buka reparasi elektro di rumah.Nurun bakat ayahnya ke anaknya.He..he..Tapi aku juga kecripatan untung sih soalnya habis benerin apa gitu,pasti Irwan dikasih apa gitu sama Bu kost.Makanan,cemilan atau buah2an.Sering2 aja Bu...he..he...

 +++ TERSENTAK LAMUNAN....( Evi pov )
          Aku lihat kakak melamun,tumben biasanya aku yang melakukan itu.Kudekati dia,"Kakak!!Hayo mikirin siapa hayo!" Kakak kaget,"Sheila!!Bikin kaget aja deh...jantungan tahu!!" Kok malah nyolot sih,"Kak Hazman melamunkan cewek ya?Temen kuliah ya?"
Kak Hazman malah beresi makannya,"Aku makan di dalam aja.Di warung diganggu kamu terus.Huhh!"

 ----BILA DIRI INI DISENTUH OLEH SESEORANG....( Hazman pov )
         Aku sedang melamunkan Irwan kala Evi menyentuh lenganku.Bikin kaget aja adikku itu.Sekarang dia mulai bisa menerima kehadiranku.Sepertinya ibu terus menasehati dia.Tapi jika aku beritahu kalau Irwan ada di Jakarta pasti ia akan menjauh lagi dariku.Ga!Aku ga mau kehilangan perhatian adikku.Dia itu adik kandungku.Bukan adiknya Irwan!Aku ga mau Irwan menguasai perhatian Evi lagi.Biarlah seperti nama Evi telah biasa dipanggil Sheila kini,maka biarlah masa lalu dikubur saja.

 ++++ KU CUBA DAMAIKAN HATI YANG KIAN BERKOCAK...( Lina pov )
          Senangnya melihat putriku sudah akrab sama kakak kandungnya.Sudah mulai bercanda mereka.Sekolah saja Hazman pasti mau nganterin Evi.Malah pernah Evi diledekin,"Sama kakak melulu ...kapan sama pacarnya nih?"
Memang putriku ga pernah mau jalan sama cowok,aku tahu kenapa.Hatinya masih menanti seseorang.
 _ _ _ _ AGAR PERASAAN SEDIHKU INI TIDAK NAMPAK....
          Evi memang sudah ceria.Walau tak seceria kala ada Irwan dulu.Tapi mendinganlah.Evi awal pindah Jakarta dulu mukanya sedih terus.Murung gitu.Setiap kali merapikan kamarnya aku pasti melihat ia menulis di diarynya sebuah nama.Nama yang akan selalu ia ukir di hatinya.

 ++++ DI PUSARA INI KU SEDIA BERDIRI... ( IRWAN POV )
           Sudah sebulan lebih aku di Jakarta.Tapi aku tak menemukan jejak keluarga lamaku.Kudatangi satu persatu resto fast food di Jakarta berharap menemukan Ayah Hamdan di sana.Tapi masih belum kutemukan.Danang heran gitu lihat aku,"Kamu itu nyari sapa sih Wan?Kayak interpol aja.Ngelayap terus tiap hari.Jangan2 kamu sindikat teroris he..he.."
Wah sembarangan nih anak,"Ngawur kamu Nang!Wajah demokratis gini kok dikira teroris."
 Danang malah ngemil pisang goreng pemberian Bu kost,"Lha terus nyari sapa?Apa yang fotonya selalu kamu pandangi itu ya?"
Aku mengangguk,"Iya Nang.Mereka keluargaku.Kami memang tak ada ikatan darah tapi bagiku mereka sangat berharga."
Aku lalu cerita soal mereka ke Danang.Eh lagi asyik ngobrol tiba2 Bu Kost datang,aku segera berdiri menyambut dia.

 ---- BERSAMA DOA2 TAK PUTUS KUHULURKAN....( BU Kost pov )
           Coba aku punya anak gadis sudah kujodohkan sama Nak Irwan.Anaknya nyenengke banget.Tahu soal listrik,elektro,baik,pinter lagi.Ga cuma itu Nak Irwan itu santun anaknya.Hormat pada yang lebih tua.Sayang,aku ga punya anak perempuan.Tapi kayaknya banyak yang naksir Nak Irwan deh di kost seberang sana.Kost putri.Aku habis ada acara nih biasa arisan.Aku mau kasih sesuatu ke Nak Irwan,biasa oleh2.Dia pekewuh gitu tapi Ank Danang segera menerimanya dengan riang,"Wah makanan lagi Bu?Asyik!!Coba Bu kost punya anak gadis dah jadi menantunya kali kamu Wan...he..he.."
 Aku ketawa mendengarnya,"Bener itu Nak Danang...sayangnya anak ibu semua cowok...he..he..tapi ibu doain deh Nak Irwan dapat jodoh yang baik."
Nak Danang manyun,"Saya ga didoain Bu?"
 Aku ngekek,"Iya Nak Danang juga...sudah ya Ibu mau setrika dulu..."

 --- ITULAH TANDA KASIH...KASIH...KASIH YANG SEBENAR....( Evi pov )
          Kak Hazman mana sih?Kok belum jemput aku sih?Aku naik bus aja deh.Aku melangkah ke halte.Ga ada tanda2 kakak mau jemput.Malah WA dia,"Sorry dik.Lagi otw nih.Tungguin ya?"
Aku balas,"Aku tunggu di halte ya...soale gerimis nih..."
Aku segera membuka payungku berjalan menuju halte.Payung warna merah marun segera terkembang,warna merah mengingatkanku akan kak Irwan.Dia suka warna merah.

 +++ WAJAH DAN SENYUMANMU SENANTIASA KUANGANKAN....( IRWAN POV )
          Wah gerimis nih.Aku berteduh di bawah pohon,saat itulah kulihat sebuah payung warna merah di seberang jalan dipakai seorang gadis.Warna merah...aku ingat Evi selalu memilih payung warna merah sama seperti warna kesukaanku.Aku tak bisa melihat wajah gadis yang memakai payung itu.Hingga sebuah motor tiba2 lewat menyipratkan air ke arahku,aku jadi basah deh.Pemilik motornya main geblas aja.Dasar orang kota!
--- ADUHAI SAYANG OH....
           Aku jelas mau protes sama pengendara motor itu apalagi kulihat ia berhenti di seberang jalan.Menuju si pemakai payung merah.Aku mendekat tapi aku terpana kala melihat pria itu melepas helmnya,"Hazman?"
 Ia memakai jas hujan dan segera menyuruh gadis yang memakai payung merah itu untuk segera naik ke boncengan.Aku kehalang kendaraan lalu lalang mau ke arah dimana Hazman berada,sepertinya ia juga melihatku,"Man!!Hazman!!"
          Teriakanku sia2,karena Hazman dan gadis itu segera pergi,tapi siapa gadis itu?Apakah Evi? Sayang ia membelakangiku.Rambutnya panjang.Tapi mengapa Hazman seperti menghindariku?Sayang sekali...
         Hampir aja Irwan ketemu sama Evi ,kapan ya mereka akan bertemu?***see you next eps***

Eps 15 GALA-GALA : Saw The Man
 →•← OH ...KEKASIH APAKAH ERTI ( Danang Pov )
             Irwan kok belum balik sih?Pasti hunting lagi deh dia.Nyari keluarga angkatnya.Sayang sekali dia sama keluarga yang bahkan sudah meninggalkan dia dengan pindah ke sini.Irwan memang beda anaknya.Dia family man.Dihatinya itu yang ada cuma keluarga keluarga dan keluarga.Kadang aku heran,biasanya tuh anak cowok sukanya tuh mikirin kekasih eh ini malah keluarga apalagi adiknya yang biasa ia ceritain.Siapa ya namanya?Oh...iya Evi.Kalau dia dah cerita soal adiknya aduh..aduh...kayak dia cerita soal pacarnya aja.Gila nih sobat aku satu nih!
 →○←SEANDAINYA CINTA TIADA PUNCA DAN ARAH....
           Andai aku cewek dah kukejar itu Irwan buat jadi pacar aku.Dia itu baik banget.Smart lagi.Keren deh.Anaknya ga neko2 pula.Kulihat hujan turun masih turun.Wah Irwan pasti kehujanan.Dia kekeh sih cuaca dingin gini mana sering turun hujan masih aja nyari keluarganya.Aku malah jadi kasihan sama dia.Tapi kagum juga sih.

 →●←OH...KEKASIH DALAM TERMANGU ( Evi pov )
          Hujan turun suasana jadi dingin.Kubuka payungku dan mulai melangkah menuju halte.Yeah penuh orang terpaksa deh di emperannya.Kenapa ya aku jadi sedih kalau hujan turun?Aku jadi ingat sama kak Irwan.Dulu kita suka main air bersama.Sepedaan sampai kehujanan.Sakit juga bersama.Kakak...kamu dimana sekarang?Kata kak Hazman,kakak pindah ga tahu kemana.Apakah kita bisa bertemu lagi?Tak sadar aku sampai kak Hazman tiba dan menghentikan motornya di dekatku,"Sheila!!Hey!Waduh malah melamun...ayo naik!"
          Aku yang termangu segera melipat kembali payungku,lalu naik ke boncengan kakak.Untung dia pakai jas hujan klebet.Akupun sembunyi di balik jas hujan itu.Tapi sayup kayak ada yang manggil2 kak Hazman deh tapi kakak malah segera memacu motornya.
 →□←AKU YANG TERASING MENANTI PASTI...
Di motor aku ditanya sama Kak Hazman,"Lama ya menantinya ?Sorry aku ada urusan di kampus tadi.Biasa aku kan anaknya gaul he..he.."
Aku malah nanyain hal lain,"Gpp kak aku senang melihat hujan.Lagian aku bawa payung merahku kok.Tapi tadi kayaknya  ada yang manggil2 nama kakak deh...kakak kok ga samperin?"

 →■← TAK MAMPU LAGI KU MENGUTIP SISA DI HALAMAN ORANG...( IRWAN POV )                  Kuyakin itu Hazman.Kukejar tapi tak mampu.Malah hampir aku ketabrak kendaraan lewat.Malah dimaki2 aku,"Hoy!!Mau mati ya??!!"
 Ya ampun jika itu tadi Hazman berarti cewek yang pakai payung merah tadi berarti Evi dong.Sayang aku tak melihat dengan jelas tadi.Evi...ini kakak...kakak mencarimu...kangen sama kamu Vi... →◇←SEDANGKAN KAU HANYA TERSENYUM DALAM TANGISKU...OOHH
Danang tersenyum melihat aku kembali ke kost dalam kondisi basah kuyup,"Wah alamat masuk angin nih kalau ga segera mandi air hangat...he..he.."
Dasar Danang,dia bahkan menebak semua penyebab aku basah kuyup,"Pasti nyari adik tercinta kamu ya?Hmm...kayak nyari permata saja...he..he.."
 Aku segera masak air buat mandi.Untung boleh masak di kost ini.Aku mandi dengan sedih memikirkan kenapa Hazman seperti menghindariku.Kenapa?

 →◆←DIMANAKAH KEIKHLASAN MU...( Hazman pov )
           Aku tahu ada yang manggil aku tapi aku juga tahu bahwa kemungkinan besar itu adalah Irwan.Aku memang dengar suaranya tapi aku takut Evi akan berpaling lagi dariku.Kehadiran Irwan akan mengambil lagi perhatian dia dariku.Biarlah yang berlalu tetap berlalu.Aku jujur ga ikhlas posisiku direbut sama Irwan.Aku kan kakaknya Evi yang asli.Evi yang kini adalah Sheila.Biarlah semua kenangan dengan Irwan dikubur saja.Evi yang kini adalah Evi yang baru.Dialah Sheila. →♧←SAAT KUSENGSARA ENGKAU HANYA KETAWA....
           Aku ga mau kembali sengsara menyaksikan bagaimana dekatnya dan sayangnya Evi pada Irwan.Melihat mereka tertawa bersama dulu saat aku masih satu sekolah dengan Irwan,sudah membuatku iri.Apalagi kala kutahu akulah kakak aslinya betapa aku kian merana.

 →�←SETIDAKNYA BIMBINGLAH DAKU...( Irwan pov )
          Aku menggigil.Kayaknya bener deh aku kena flu akibat hujan2 ngejar Hazman kemarin.Danang memberikan aku obat flu,"Nih dikasih bu kost.Aneka jenis nih.Silakan pilih sendiri.Mau yang mana?Ini juga bu kost kasih buah2an buat kamu.Biar cepet sembuh katanya.Aduh emang ya kamu ini anak mas deh...jadi iri."
Aku hanya bisa tersenyum,"Bilang makasih ya Nang...selalu saja bu kost kasih sesuatu buat kita..." Danang malah ngekek,"Iya aku juga dah bilang gitu...nih diminum obatnya..."
 Aku minum obatnya.Danang lalu pergi kuliah.Aku memandangi langit2 kamar.Tuhan,bimbing aku agar bisa menemukan keluargaku.Bimbing aku...

 →▲←MEMBINA TEDUHAN YANG SEINDAHMU...( LINA POV )
 Kulihat Evi pulang dengan wajah ceria,"Ceria sekali sayang?Ada apa?"
Ia meletakkan tas ranselnya,"Sekolah mau adain piknik Bu.Ke pantai...asyik kan?"
 Aku senang lihat dia kembali ceria,"Akhirnya ibu lihat kamu ceria lagi.Tapi udah beneran sehat kan?Minggu kemarin kan flu sampai parah gitu."
Ia memainkan hidungnya,"Sheila dah sehat Bu.Kan mau jalan2 ke pantai.Asyik kan?"
           Bagus deh dah sembuh.Dulu kalau Evi sakit biasanya Irwan juga sakit.Semoga Irwan juga dalam kondisi sehat. Evi kembali cerita soal indahnya pantai yang mau ia kunjungi dengan teman2 sekelasnya.Pangandaran memang terkenal sangat indah pantainya.

 →▼← PUAS KU MEMIKIRKAN APA DOSAKU...( EVI POV )
           Setelah seminggu kemarin aku kena flu sampai demam tinggi.Ibu sampai cemas dan tutup warungnya.Kini ada kabar baik dari sekolah ada piknik.Wah aku semangat lagi.Entah kenapa aku ingin sekali lihat pantai.Rasanya kayak ga sabar ingin segera ke sana.Aku mulai memikirkan apa2 saja yang harus kubawa.

 →▶←SERING DISISIH ...SEOLAH KU TAK BERHARGA LAGI....( Hamdan pov )
            Aku pulang kerja sudah pagi.Biasa dapat shift malam.Bangun tidur kulihat Evi sudah pulang dari sekolah.Dia nampak riang,tumben.Hazman juga sudah balik dari kampusnya,"Sheila!Lihat nih kakak bawa apa?"
Kulihat Evi dengan ceria mendekati kakaknya,"Wah bawa apa?"
Rupanya Hazman bawa es krim buat Evi,"Kakak bawa es krim kesukaan kamu.Rasa vanila sama strawberry!!"
 Wah mereka rukun sekali makan es krim,"Ayah kok ga dibagi sih?"
Mereka ketawa,"Sini Ayah!!Enak nih yang strawberry!!Sheila suapin ya?"
Aku bahagia melihat Hazman sudah dekat dengan adiknya.Sedih juga lihat dulu dia ga dianggap gitu sama Evi.Ternyata ada baiknya juga nama Evi jadi Sheila.

 →◀←UNTUK BERKASIH ...OHHH ( IRWAN POV )
           Aku sedang siapkan barang2 yang mau kubawa ke acara kampus beberapa hari mendatang.Danang datang,"Wah yang mau ke Pangandaran nih ye...seneng nih pastinya...jangan lupa oleh2 lho ya?Ingat sama sohib kau ini!He..he.."
Aku tertawa,"Iya aku pasti bawain pasir pangandaran buat kamu.He..he.."
 Padahal aku ke sana bukan mau piknik tapi mau tugas kampus.Tapi habis kunjungan teman2 mengajak mampir ke sana.Ke pantai.Aku nurut aja.Dinikmati saja.
→↑←MAKIN KUDIAM MAKIN LANTANG KAU SEBARKAN ....
Melihat aku diam Danang menepuk bahuku,"Ceria dong Wan!Kan mau jalan2?Berat ya ninggalin Jakarta?"
 Aku hanya menghela nafas,"Aku masih belum menemukan keluargaku Nang...padahal dah cukup lama aku di Jakarta."
→↓←HINANYA DIRIKU DI SISIMU...
Danang menghiburku,"Tenang Bro!Relax!Kamu perlu jeda juga perlu refreshing!Anggaplah ini refreshing...bukankah keajaiban bisa muncul kapan saja?He..he..Bisa saja tiba2 adikmu itu muncul di sisimu he..he.."

 →☆←TIDAKKAH ENGKAU MENYESAL...( Hazman pov )
           Sheila siap2 berangkat piknik.Aku wanti2 sama dia,"Jangan lupa bawa payung dik!Siapa tahu hujan di sana.Ntar sakit lagi..."
Dia tersenyum sambil menunjukkan payung merahnya,"Tidak akan lupa kak sama si merah ini..." →★←KECURANGANMU ITU MENGURIS HATIKU...
Kuantarkan Sheila ke sekolah.Bus besar sudah menunggu di sana.Busnya bagus.Aku tenang karena Sheila pergi keluar kota jadi ga akanlah dia ketemu Irwan disana.Kan bukan di Bogor.Maafkan kakak ya dik,kakak memang curang pada Irwan.Tapi demi hubungan persaudaraan kita juga.

 →�←SETELAH KAU MEMILIKI MAHLIGAIMU...( EVI POV )
           Kulambaikan tangan pada kak Hazman.Tapi yang kulihat justru bayangan kak Irwan yang berdiri di posisi Kak Hazman.Aku tersenyum haru.Setelah sekian lama masih saja aku tak bisa melupakan kak Irwan.
→:-)←AIR MATAKU TAK BERERTI LAGI...
Tanpa terasa air mataku menetes.Sahabatku menepuk bahuku,"Kenapa kau Sheila?Malah nangis?Mau piknik kok sedih sih?Ntar juga ketemu lagi sama kakakmu."
 →;-)←KASIH KAU MENGERTILAH ...
          Temanku takkan mengerti apa yang kurasakan.Terlalu rumit menceritakannya.Aku usap air mataku,"Aku gpp kok.Busnya berangkat lho yuk selfie dulu he..he.."

 →:-D←AKU JUA INGINKAN KETENANGAN DISERATA JIWAKU....( IRWAN POV )
           Bus yang kunaiki dengan teman kampusku berhenti di lampu merah.Disamping kami bus besar dengan banner sekolah SMU gitu.Kayaknya mau piknik deh.Kubaca tulisannya,"SMU 2."
Jadi ingat Evi pasti dia sudah SMU sekarang.Dimana kamu Vi? Andai saja Irwan tahu kalau Evi ada dalam bus itu.Akankah mereka akan bertemu di Pangandaran?***see you next eps***

Eps 16 GALA2 : The Figure of The True
○○ WINDOW OF MOTIVATION : Figur Yang Benar
            Ada seorang warga Amerika yang bernama Mr.Dee.Ia sangat kaya namun dokter menyatakan bahwa usianya hanya tinggal beberapa bulan saja karena ia mengidap penyakit yang sudah parah.Ia lalu melihat kekayaannya dan berpikir,'Untuk apa semua ini jika aku sebentar lagi mati.Lebih baik kupakai untuk menyukakan hatiku disisa usiaku.'
             Ia lalu memberikan sebagian kekayaannya untuk dana sosial dan kebaikan.Ia lalu keliling dunia.Kemana aja menikmati tempat2 indah.Tempat2 yang mahal sekalipun ia kunjungi.Pulang dari liburan,ia menemui dokter lagi untuk melakukan diagnosa terakhir.Hatinya gembira sekali selama liburan dan itu terpancar dari raut muka dan fisiknya yang malah nampak segar.Dokterpun memeriksanya dan tahu ga apa yang terjadi?Dokter tak menemukan lagi penyakitnya.Ia sembuh total.Bahkan sampai team dokterpun mengadakan rapat mengenai mukjizat itu.Ternyata hati yang gembira memang obat yang manjur.Kiranya kisah tadi bisa memberi motivasi bagi yang saat ini sedang mengalami sakit atau ada anggota keluarganya sedang mengalami sakit penyakit.Buat hati mereka gembira.Oke sekarang kita lanjutkan story ya.Oh ya selamat hari raya Nyepi ya terutama buat yang ada di Bali!! Lagunya jeng?Ups terlalu semangat pidato istana sampai lupa lagu penuntunnya.Dari Data dengan "Mengulit Kenangan ".

 °° MASIH BERBUNGA CINTAKU INI...( IRWAN POV )
           Teman2ku nampak hepi gitu bakal ke Pangandaran.Iya yang punya gebetan jelas seneng.Kalau yang jomblo kayak aku ya biasa aja.Aku malah kebayang gimana ya wajah Evi sekarang?Masih culun dan manja kayak dulu ga ya?
°° HARUM DALAM KENANGAN ...
         Kukayangkan pandanganku sembari dengerin lagu dengan headset.Jalanan macet jadi malah sempat lihat pemandangan di kiri kanan.Sawah membentang di sebelah kanan.Indahnya sudah musim menuai nih.Jadi terkenang Evi lagi nih.Kita dulu lari2an di sawah gitu.Hingga aku lihat ada ular sedang tidur di dekat kaki Evi,segera kuajak dia pergi buru2 gitu.Aku tuh paling takut kalau adikku itu celaka.Aku sayang banget sama dia.
°° BIARPUN TELAH ENGKAU CALARKAN KUNTUM2 RINDU...
          Sampai kapanpun aku akan terus mencari keluargaku.Aku yakin pasti bakal ketemu kok.Niatku kan baik aku ingin menjaga mereka juga.Aku rindu masakan Ibu Lina.Aku juga rindu gelak tawa Ayah Hamdan.Dan terutama aku rindu rajukannya Evi.Benar2 rindu seperti lagu yang kudengarkan:Ini Rindu.

 •• MASIH BERDARAH LUKAKU INI ....( EVI POV )
          Astaga apa itu?Ada korban kecelakaan!Ngeri banget.Orangnya masih tergeletak di jalan.Berdarah lagi.Ngeri banget.Cowok lagi.Masih muda kayaknya.Langsung hatiku deg2an moga2 bukan Kak Irwan.Kalau Kak Hazman kan di Jakarta sama ayah dan ibu.Temanku sampai heran melihat aku komat kamit sambil melipat tangan,"Kamu kenapa La?"
Aku hanya berujar,"Serem ya?Aku cuma doain kakak aku aja kok.Biar dia selalu selamat di jalan." Eh aku malah diledekin,"Cie sayangnya sama kakaknya kayak ke pacar aja deh."
•• PEDIH MENIKAM JIWA...
           Aku terdiam tanpa berusaha menjelaskan kalau kakak yang kumaksud adalah kakakku satunya bukan yang sekandung.Rasanya pedih banget kalau harus mengakui bahwa kini kak Irwan bukanlah kakak kandungku.Jiwaku kayak terkoyak gitu mengetahui semua kebenaran itu.
•• SIMPULAN CINTA TERLUCUT KINI MENYAPALAH DERITA....
          Aku tak bisa menghapus rasa sayangku pada kak Irwan begitu saja.Justru rasanya aku kehilangan banget.Sejak itu aku merasa hidup itu hambar.Biasanya ada kakak yang bisa kuajak main kemana saja tapi kini aku merasa sendirian.Bahkan aku yang mania cilok sejak kecil dan seneng banget kalau beli sama kak Irwan dan makan sambil suap2an gitu sekarang suka nangis dalam hati kalau lihat penjual cilok.Bahkan kalau sedih,aku akan beli cilok dan kumakan sambil menangis di tempat sepi.

 ○○ BUKANKU MENGUNGKIT KISAH LAMA... ( Lina pov )
         Kecapaian ngurus warung,aku sampai ketiduran.Untung ada Hazman.Ia tahu aku kelelahan jadi nyuruh aku tidur dulu.Biar warung dia yang jaga katanya hari ini kuliahnya cuma dikit.Jadi ia nyantai.Bisa bantu2 aku di warung.Aku lalu ke dalam bentar,merebahkan diri dulu barang setengah jamlah cukup.Ga usah lama2.
○○ SEKADAR MENGULIT KENANGAN....
         Dalam tidurku aku bermimpi,aku di sebuah jalan kampung gitu.Tiba2 hujan salju turun dan aku segera mencari Evi juga Hazman agar jangan main di luar rumah.Namun kala aku keluar rumah yang kulihat justru bukan Evi tengah main salju dengan gembira dengan kakaknya.Namun kala aku mendekat,bukan Hazman yang bersama Evi tapi Irwan.Mereka bergandengan tangan gitu berlarian2 diantara salju.Aku pikir aku salah lihat namun jelas kudengar Evi teriak,"Kak Irwan!!Ayo buat boneka salju!"
Segera aku terbangun.
○○KASIH SAYANG YANG KITA SEMAI KETANDUSAN...
Hazman mendekatiku,"Ibu kenapa Bu?Sampai teriak2 lho!"
Aku terpana,"Ibu teriak2?Masak sih?"
Hazman memberiku minum,"Minum dulu Bu.Ibu kelelahan kali sampai tidur aja ga tenang."
          Aku lega untung Hazman ga nanyain ke aku soal mimpiku barusan.Lega aku.Aku ga tega menyebut nama Irwan di hadapannya.Bagaimanapun dia juga putraku malah putra kandung lagi.Aku ga ingin jiwanya tandus lagi.Kurang kasih sayang maksudnya.

 ●● MENGAPA TERJADI PERPISAHAN DIKALA AKU MEMERLUKAN ... ( HAZMAN POV )              Sedang asyik nunggu warung tiba2 ada pembeli.Aduh mana yang diminta aku ga bisa bikin lagi.Terpaksa aku ke dalam manggil ibu namun aku mendengar ibu malah teriak2 dalam tidurnya,ibu manggil2 nama gitu.Tapi hatiku tertegun kala mendengar lebih jelas nama siapa yang beliau sebut.Irwan!Kenapa nama itu muncul lagi?Mengapa?
●● SECEBIS RINDU MENGHIAS KAMAR KEGELAPAN....
          Ternyata ibupun masih merindukan Irwan.Aku masih belum bisa membuatnya lupa pada Irwan.Usai memberikan minum pada ibu,aku segera memberitahu kalau ada pembeli.Aku sendiri segera masuk ke kamarku.Mending aku gitaran aja.Bete.

 □□ RELA AKU BEGINI DAN TERUS BEGINI... ( Irwan pov )
          Akhirnya sampai juga di Pangandaran.Pantai di sini merupakan objek wisata andalan pemekaran dari Kabupaten Ciamis.Katanya pantai ini dinobatkan sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa menurut AsiaRooms.Aku menanyai salah satu warga soal nama Pangandaran itu artinya apa.Kata mereka begini: Pangan itu artinya makanan sedangkan Daran artinya tempat bersandarnya para pendatang.
 □□ MERAWATI KEDUKAAN...
         Tempat ini memang cocok untuk liburan keluarga.Selain berenang,wisatawan bisa memancing juga.Tadi aku sudah di pantai timur.Hari kian sore dan aku kini di pantai yang barat.Teman2ku dah pada nyebar jalan2 entah kemana.Aku menyusuri pantai sambil mengambil foto indahnya panorama. ■■ SEMOGA SUATU HARI ADA SINAR SANG SURIA MENERANGI....
          Coba ada Evi di sini.Pasti aku ga merasa sepi begini.Evi kan anaknya ramai.Apalagi ada penjual cilok disini.Evi pasti seneng.Kupandang laut dengan sedih.Ingin rasanya aku berteriak memanggil nama Evi.Biar lega gitu.Tapi mau teriak gimana bisa pengunjung malah bertambah tuh.Sepertinya malah makin ramai saja.

 ◇◇ TIADA GUNA KUTANGIS RATAPI PERPISAHAN....( EVI POV )
           Teman2 segera berhamburan begitu sampai di pantai Pangandaran yang terkenal dengan pasir putihnya.Kakiku menapaki hamparan pasir sambil berjalan tak tentu arah.Yang lain dah pada kejar2an ga jelas gitu.Kayak masih SMP aja deh.Aku asyik duduk sambil menikmati kelapa muda.Lelah jalan ke sana ke mari.Hanya lihat gelombang menghilangkan jejak kakiku.Aku segera berdiri dari dudukku kala melihat penjual cilok di sebuah pojokan.Segera aku beli dong.Sambil nunggu dilayani,aku melihat sebuah punggung yang menarik perhatianku.Punggung itu kok mirip kayak punggung seseorang ya?
 ◆◆ YANG BERLALU BIARKANLAH....
           Saking terpakunya sampai aku ga sadar kalau cilokku dah dibuatin.Abangnya tersenyum padaku,"Wah eneng liatin cowok ganteng ya?Sampai segitunya.Abang dicuekin."
Aku jadi malu dan segera membayar ciloknya,"Abang bisa aja.Ini uangnya bang.Makasih."
Aku segera menyusuri pantai mencari sosok tadi.Kemana ya?Kok ngilang sih?Apa saking banyaknya pengunjung kali ya?Banyak orang lalu lalang sih jadinya ya susah kalau mau nyari.
◆◆ KERNA AKU PERCAYA SEBALIK KEDUKAAN ADA BAHAGIA....
            Aku berjalan di area yang agak sepi pengunjung.Kulihat lagi punggung itu,dia pakai jaket gitu.Itu ciri khas Kak Irwan juga suka pakai jaket kemanapun.Aku harus lihat wajahnya,ga mungkinlah akan berubah banyak mukanya.Namun kala aku mendekat langkahku terhenti karena ia berteriak ke arah laut,"Evi!!!Kamu dimana?Evi!!!"
Aku terpana,'Evi?Dia manggil nama aku?Nama lama itu?'
            Aku makin berdebar,ingin melihat wajahnya.Tapi tiba2 seorang pemuda menabrakku,"Ups!Sorry!"
Cilokku jatuh,saat itulah cowok yang nabrak aku manggil pria yang hendak kulihat wajahnya itu,"Wan!!Irwan!!Suruh kumpul di sana mau foto session!!"
Aku terpana apalagi kala cowok yang hendak kulihat itu membalikkan badannya memandang ke arahku. Dia....dia...dia kak Irwan!Dia juga sepertinya terkejut melihatku.
           Apakah Irwan akan mengenali Evi?***see you next eps***

Eps 17 ~ GALA2 ~ He Come To See Me
 ~~ PERTEMUAN YANG TAK DIDUGA...( Irwan pov )
           Akhirnya aku menemukan sisi pantai dimana pengunjungnya lumayan sepi.Kesempatan nih buat teriak2,sekian lama di Jakarta tanpa berhasil menemukan keluarga angkatku.Rasanya aku ingin berteriak memanggil mereka dengan kencang biar mereka sadar aku nyariin mereka.Aku sayang mereka.Aku sudah ingat mereka kembali.
~~ RENUNGANMU MEMPESONA MEMUKAU HATI DAN MINDA...
          Tanpa kusadari depresiku sudah mencapai puncaknya.Tanpa teman berbagi rasanya aku seperti mau meledak.Aku ingat ayah Hendro pernah menasehatiku demikian,"Wan,hati kita itu seperti air mencerminkan wajah dan harus dijaga karena dari situlah terpancar kehidupan.Lihatlah air di dalam vas jika kau biarkan saja maka akan jadi bau dan malah jadi tempat kembang telur2 nyamuk.Demikianpun hati kau harus punya tempat berbagi Nak.Terutama pada Tuhan.Itu utama dan harus selalu kaujaga.Namun kau juga harus punya teman berbagi juga.Kepada siapa hatimu merasa nyaman untuk cerita.Itulah cara menjaga agar emosimu tidak mengendalikan engkau.Kau bisa andalkan ayah dan ibu.Kami akan selalu mendengarkanmu dan memberitahumu jalan yang harus kau pilih."
Ayah Hendro benar.Aku kalau sedih ga doyan makan.Beliau sampai heran.Ibu Idayu juga.Suka sedih jika masakannya ga bisa membangkitkan selera makanku.
~~ MENERBITKAN SUATU RASA DI JIWA...
            Aku memandang pantai dengan iri.Ombak saling berkejaran mengingatkanku akan masa indah bersama Evi.Kami suka main kejar2an dirumah,dikebun bahkan di sekolah.Anganku melayang ke masa itu. Kala itu Evi suka sekali bertanya,"Kak itu yang bikin siapa?Namanya apa?Bla...bla.." Saking gemesnya aku jawab gini sambil makan cilok,"Ya pasti oranglah yang bikin masak keong ha..ha.."
Dia kesal aku menyamakan dia kayak kartun spongebob,"Ihh kak Irwan emang aku Gerry apa!!Ngeselin!!"
 Dia nyubitin aku sambil teriak2,"Kakak kayak Squidword!!Ngeselin!"
Aku lari ngibrit sambil ketawa2,"Habis kamu nanya melulu...ha..ha.."
~~ GEMURUH TIBA2 JIWAKU...
Ditengah gemuruh ombak akupun meneriakkan nama yang sangat kurindukan,"Evi!!!Eviii!!...Eviii!!"   
          Biar aja aku dipikir lagi neriakin seseorang di pantai sana,padahal sebenarnya aku lagi bicara sama Tuhan betapa aku butuh Evi.Jiwaku merindukannya.Aku rindu keluargaku yang telah membesarkanku sejak kecil.
 ~~ GENTAR MENYAMBUT SALAM DARIMU...
Namun kemudian yang kudengar malah namaku dipanggil dari arah belakangku,"Wan!Irwan!!Disuruh ke sana untuk foto session!!"
Baru juga mau curhat sama Tuhan biar ga stress eh dah keusik acara foto session.Akupun spontan menoleh ke belakang jelas dengan ekspresi wajah agak kesal dan kecewa terpasang di mukaku.Namun ekspresi itu berubah seketika menjadi terpana kala kulihat sosok gadis didekat teman yang manggil aku tadi.Gadis itu...dia...dia...sangat mirip dengan nama yang baru saja aku teriakkan.Dan yang bikin aku makin yakin kalau itu Evi adalah sorot matanya dan ekspresi terpananya sama kayak aku.Saking terpananya dia jatuhin makanan yang ia pegang dan makanan itu adalah makanan kesukaanku sejak kecil,cilok.
~~ TIDAK TERLAHIR KATA2...
          Waktu seperti berhenti bagi kami.Bagai dejavu aku melihatnya ada didepan mataku.Apa aku salah lihat atau sedang berhalusinasi ya?Tapi ini Jawa Barat bukan Jakarta.Evi ada di Jakarta bukan?Kenapa aku melihatnya di Jabar ?Aku melangkahkan kakiku segera,dimanapun ini aku ga peduli.Manusia kan makhluk hidup bisa berpindah tempat.Pohon saja bisa bergerak kok.Merambat,menjulur kemana2.Apalagi manusia.
 ~~ SENYUMAN PENGGANTI BICARA...
          Aku mulai tersenyum.Langkahku kian dekat padanya.Aku takkan biarkan sekecil harapanpun hilang.Apalagi kali ini didepan mata.Apapun petunjuk yang mendekatkanku dengan keluarga lamaku akan kuikuti.Saat itulah kudengar namaku disebut gadis itu persis cara Evi memanggilku dulu,"Kak Irwan??"

 ~> KIRANYA DULU KUPERNAH TERLUKA...( EVI POV )
           Pemuda berjaket itu,punggung itu membalikkan badan menoleh ke arah orang yang nabrak aku barusan.Namun begitu melihatku kulihat ekspresi wajahnya seketika berubah.Dia sama sepertiku terpana.Dia mengenaliku!Tanpa kusadari cilokku terlepas dari tanganku dan jatuh ke atas pasir.Ini mimpiku atau ini benar kenyataan sungguh aku heran.Seketika aku terkenang masa dulu.
~× DALAM BAHAGIA HATIKU TERSIKSA.... ( flash back )
          Aku kesal kak Irwan menjawab pertanyaanku seenaknya dia.Dia bilang aku kayak Gerry dalam kartun spongebob.Sebel.Akupun merajuk pasang muka manyun.Wajah kubikin melaz bingow terus tangan siap dekat mata mau mewek gitu.Wah trikku berhasil kakak langsung mendekatiku jongkok lagi didepanku,"Vi...jangan nangis dong...ayolah kakak cuma bercanda.Nih kakak punya cilok mau ga?"
Aku pandang wajahnya lalu cilok di tangannya kemudian kurebut cilok itu sambil berlari riang,"Yeah!!Aku dapat cilok !!Ini buat Evi semua yeah...yeah...asyik!!"
Kakak nampak melirikku dengan gemas,"Evi!!Jangan diambil semua!Kakak baru makan dikit!!Evi!!!"
Kamipun berkejaran ga jelas he..he..
~÷ DALAM CERIA AKU SEBENARNYA GERHANA...
         Saat itu aku begitu bahagia begitu ceria.Masa itu takkan hilang dari ingatanku.Bahkan setiap beli cilok aku selalu menangis bila mengingatnya.Dan kini seorang pemuda nan begitu mirip kak Irwan memandangku dengan tatapan yang sama kala itu.Tatapan kasih sayang.Hatiku gegana.
~< HADIRNYA KAU DALAM HIDUPKU MEMBAWAKAN SINAR BARU...
         Awalnya kami saling terpaku.Seperti tidak nyana akan bertemu.Seperti alami dejavu.Aku terpaku karena aku teringat perpisahan kala itu.Menangispun kakak tetap dijauhkan dariku.Dia bukan kakak kandungku.Apa dia akan masih ingat padaku setelah sekian lama berlalu?Apa dia akan mengenaliku?Hatiku kian berdegub kencang kala kulihat ia melangkah mendekatiku.Ini ga mungkin!Dia ga mungkin kak Irwan!Kak Irwan kan katanya sudah pindah dari Bogor.Pindah jauh katanya.Jadi ini mana mungkin kak Irwan!Ga!Ini hanya khayalanku.
~¤ DAN KINI RINDUMU SERING DATANG UNTUK BERTEMU...
          Ini pasti karena begitu dalamnya aku merindu pada sosok kak Irwan sehingga siapapun kulihat mirip dia.Sepertinya aku sudah gila!Sebaiknya aku tersadar sebelum makin kebablasan.Sebelum pemuda itu ada di hadapanku,aku sudah berlari menjauh menuju ke arah busku diparkir.Aku mau menenangkan diri saja di sana.Aku mau nangis di sana.Pasti ga ada orang disana.

 ~♡ APAKAH KAU MERASAKANNYA...( Penjual cilok pov )
           Aku ini biasa jualan di sini namun baru kali ini disuguhi adegan begini.Wah2 kayak drama india yang biasa dilihat isteriku setiap hari.Si Neng yang ngalamun saat beli cilokku ternyata ketemu kekasih hatinya.Cie...cie...namun aku sedih soalnya cilok yang kubikin malah jatuh di pasir.Ya elah...semalaman aku bikin gelindingan2nya lha kok cuma dibuang gitu aja.Teganya...teganya...

 ~� BAGAI ADA GELORA ASMARA BAHANGNYA MELODAK DI JIWA...( Teman Irwan )               Niatku mau nyari Irwan soale dia yang pegang kamera.Dasar tuh anak malah ngilang.Kelayap kemana lagi?Tuh anak galau aja mukanya.Ganteng2 tapi galau.Banyak yang naksir dia eh dia itu malah kayak patung pancoran ga bergeming walau secantik apapun tuh cewek.Hatinya kayak udah di tambatkan di planet lain.Heran aku.Banyak yang minta foto selfi sama dia eh dia malah kabur ga tahu kemana.Aduh...susah jadi ketua panitia.Pusing kelapa eh...kepala baby...

 ~� HINGGA TAK TERTANGGUNG RASANYA DI HATIKU...( Danny Pov )
           Saking seriusnya nyari dia aku malah nabrak orang aduh cewek lagi.Kayaknya anak SMU deh.Tadi aku lihat banner mereka SMU asal Jakarta.Wah adik2 OSIS nih.Tapi untung nabrak tuh cewek manis kalau ga aku ga bakal lihat Irwan.Tuh anak malah lagi teriak2 di pantai.Emang anak galau dia.Namun kala Irwan mendekat rupanya ga buat nemui aku tapi perhatiannya malah ke cewek yang kutabrak.Astaga!Baru kali ini aku lihat Irwan memandang seorang gadis sebegitunya.Wah...asmara emang ga bisa dinyana ya.Datang begitu saja.Apa tuh cewek pacarnya Irwan ya?Kayaknya mereka saling kenal deh.Namun kayaknya mereka lagi ada masalah deh soalnya ceweknya tiba2 lari menjauh.Parahnya lagi Irwan malah ga gubris aku dan mau ngejar tuh cewek.Kucegat dia,"Wan!Kamu dengar aku ga sih??Kita ditunggu foto session!Kamu mau kemana?"            Wah apakah Irwan akan batal ngejar Evi?**see you next eps**

Eps 18 GALA2 : Follow ( Mengikuti )

 ◆◆ SAAT KITA BERPISAH KAU PEGANG ERAT TANGANKU....( Irwan pov )
            Aku ga mungkin salah mengenali.Gadis tadi adalah Evi.Aku yakin.Buktinya ia lari begitu melihatku.Ia pasti juga mengenaliku.Aku segera mengejarnya,"Hey!!Tunggu!!"
Namun langkahku dihalangi Danny,ia menarik lenganku,"Wan!!Kau mau kemana??!Kau ditunggu di sana!!"
Aku melepaskan cengkeraman tangannya,"Please Dan...aku ada urusan,biarkan aku pergi..."
Ia menggeleng dan menarikku ke arah lokasi photo session,"Wan,cuma bentar aja kok nanti usai pemotretan kamu mau kemana aku ga akan ganggu.Aku janji!"
¤¤ SEPERTINYA TAK MERELAKAN...
          Aku memandang ke arah gadis tadi,tapi dia ga ada.Kemana dia?Sudahlah aku akan melanjutkan mencari dia nanti saja usai kelar tugasku.Akhirnya dengan sedikit ga rela aku mengikuti Danny.Saat pengambilan foto aku mengambil beberapa angle.Sambil menunggu semua berpose aku edarkan pandanganku mencari dimana gadis itu.Dimana kamu Vi,mengapa kau lari dari kakakmu ini?Tanpa sadar aku melamun dan kembali Danny berteriak padaku,"Pak Photografer!!Ayo cepat!"

 ◆◆ KEPERGIANKU UNTUK MENINGGALKANMU...( Evi pov )
           Aku segera bersembunyi.Aku takut jika aku salah orang.Aku lega melihat dia berhenti mengejarku.Aku segera kembali ke bus.Disana aku merenungkan semuanya.Mengapa aku malah lari bukannnya aku sangat merindukannya?Bukannya aku sangat ingin bertemu dengannya?Ternyata aku marah karena ia meninggalkanku dulu.
¤¤ DERMAGA SAKSI BISU WAKTU KUKECUP KENINGMU....
           Aku masih ingat betapa sedihnya aku waktu itu.Rasanya seperti anak kecil ditinggal sendirian di rumah.Aku takut,aku sedih,aku cemas dan aku kesepian.Untunglah tak lama rombongan sekolahku akan meninggalkan pantai Pangandaran.
◆◆PERLAHAN KAU LEPASKAN PEGANGAN TANGANKU...
          Aku melihat ia berlari ke arah bus2 rombonganku.Matanya mencari2.Aku menahan tangis melihatnya seperti itu.Kakak...Kak Irwan ...aku yakin itu dia.Sekian lama tak jumpa,tak banyak yang berubah darinya.Kupakai topi yang kubeli di pantai tadi untuk menutupi wajahku.Kulihat ia berbicara dengan beberapa temanku.Kulihat ia nampak kecewa kala mereka menggeleng.Apa ia menanyakan pada mereka apa mereka mengenalku?Aku tanya pada temanku yang ia tanyai ternyata benar ia mencariku.Ia bertanya apa ada yang bernama Evi.Tentu saja teman2ku bilang tidak ada.Aku dikenal bukan dengan nama itu di sekolah.Aku dikenal dengan nama Sheila.Bahkan aku kerap menulis dengan singkatan huruf E saja untuk nama Eviku.Aku kian yakin dia kak Irwanku.Perlahan bus rombongan sekolahku meninggalkan lokasi wisata pantai Pangandaran.

 °• AKU LIHAT KAU MENANGIS....( Irwan pov ) 
          Aku sudah menanyakan ke beberapa orang dari rombongan sekolah itu.Tapi semua menggeleng dan berkata sama.Tak ada yang bernama Evi.Mereka bersiap hendak meninggalkan lokasi.Aku berdiri di dekat sebuah bus.Mataku mencari2 sosok gadis yang mirip sekali dengan Evi tadi.Hingga kemudian aku lihat bahwa seorang gadis memakai topi dan kulihat air mata menetes di pipinya.Itu pasti gadis itu.Aku berlari ke arah bus,"Evi!!Evi!!Ini kakak Evi!!Ini kak Irwan!!Evii!!" ◇◇ LAMBAIAN TANGANMU MASIH KUINGAT SELALU...
         Kulambaikan tanganku tapi bus telah bergerak.Danny mendekatiku,"Ga ketemu ya Wan?"
Aku tersenyum tipis,"Aku yakin dia ada di rombongan itu Dan."
Danny menepuk pundakku,"Gampang,aku tahu dimana sekolah itu berada.Kau bisa mencarinya nanti.Yuk kita bersiap pulang juga."
 ◆◆ ITU YANG TERAKHIR KUMELIHAT DIRIMU....
         Rombonganku bersiap meninggalkan Pantai Pangandaran.Aku tak akan melupakan pantai ini.Pantai dimana aku menemukan secercah harapan untuk menemukan Evi.Aku akan melacak alamat sekolahnya.Dari situ aku yakin akan menemukan keluargaku.Selamat tinggal Pangandaran....Terima kasih Tuhan karena aku sudah melihat Evi lagi.Ia baik2 saja.Ia juga tumbuh menjadi gadis yang cantik.Bye Pangandaran....
 ☆☆ SUDAH SERING KAU KIRIM SURAT...
           Sampai di pusat oleh2 rombonganku berhenti.Biasa anak2 pingin belanja buat orang di rumah atau buat teman kostnya.Danny mengajakku turun,"Wan,turun yuk?"
 Aku malas sebenarnya namun aku turun juga.Aku ingin beli sesuatu buat bu kost dan Danang.Namun tiba2 Danny menunjuk ke sebuah arah,"Wan!!Lihat,itu kan bus rombongan adik2 OSIS di pantai tadi!"
          Aku segera memandang ke arah yang ia tunjuk,benar.Bus rombongan Evi sudah lebih dulu tiba di situ.Wah aku bergegas menuju tempat pusat jual oleh2,"Ayo,Dan!!Cepetan!!"
Danny bergumam,"Tadi aja ogah2an eh giliran ada cewek semangat berkobar2...Irwan...Irwan..." Kutarik tangan Danny,"Sudah...ayo!!Keburu mereka pergi lagi.Ayo!!"

 ~~NAMUN TAK PERNAH AKU JAWAB...( Danny pov ) 
          Aku belum pernah melihat Irwan seperti ini.Begitu antusias sial cewek.Ga sangka di kampus cool dan so cold soal cewek.Tapi begitu ketemu jodohnya langsung love sick.Aku mesem2 aja mengikuti langkahnya menuju pusat oleh2.
○○ LALU KAU KIRIMKAN UNDANGAN...
         Aku melihat sambil menahan senyum ke arah Irwan.Mata temanku itu bukannya ke oleh2 tapi ke para pengunjung.Aku geleng2 kepala melihatnya,"Wan,kau tenang saja kawan!Aku akan membantu menyukseskan kisah cintamu ini.Tapi jangan lupa ntar kalau jadian aku diundang oke??" Irwan malah terkejut mendengar ucapanku,"Kamu ini ...ngomong apaan sih?Kisah cinta...aku tuh nyari..."
Aku melihat ke arah pandangan Irwan,'Pantas sampai ngomong aja berhenti...'

 ★★ AGAR KAU TAK BERHARAP...( Evi pov ) 
           Aku sedang asyik belanja oleh2 kala kulihat suasana makin ramai.Pasti ada rombongan lain datang.Aku berhenti pada penjual souvenir dan merchandise.Sebuah syal menarik perhatianku,warna merah.Warna kesukaan Kak Irwan.Aku membelinya.Saat itulah aku sadar seseorang memandangku. Syal di tanganku lepas kala kusadar mata siapa yang memandangiku,'Kak Irwan...'
Ini tak mungkin sebuah kebetulan lagi bukan?
 ¤¤ BUKANNYA AKU TAK TEGA...
          Mata kami bertemu pandang.Dia mendekatiku dan memanggil namaku,"Evi kaukah itu?"
 Saat itulah temanku menarikku,"Sheila!!Ayo busnya mau berangkat.Cepetan!!"
 Kak Irwan heran kian mendekat dan aku yakin ia mendengar ucapan temanku tadi.Aku bergegas pergi mengikuti temanku tanpa sempat mengambil syalku.

 ■■ BUKAN PULA AKU TAK CINTA...( Irwan pov ) 
            Dia disana sedang membeli sesuatu.Aku bergerak mendekat dan makin jelas kulihat apa yang ia beli.Sebuah syal warna merah.Merah...dia memilih warna merah...itu warna kesukaanku.Aku semakin yakin dia itu Evi.Kupandangi dia dari tempat aku berada.Lalu ia menyadari kehadiranku.Ia memandang ke arahku.Mata itu...sepasang mata paling berbinar yang pernah kulihat.Sepasang mata yang sangat kukenal dan aku tak mungkin salah.
^^ KERANA ORANG TUA YANG TAK MERESTUI CINTA KITA...
          Pandangan mata kami bertemu.Aku bisa melihat ada kerinduan di sana.Ada juga kesunyian dan kesedihan.Namun eye lock kami terganggu oleh temannya yang datang dan mengajaknya pergi.Namun aku terpana kala kudengar temannya menyebut dia bukan Evi tapi Sheila.Aku tertegun melihat dia pergi,lalu kulihat syal yang ia jatuhkan tadi.Segera kuambil dan berlari mengejarnya,"Syalmu...!!"
          Berhasilkah Irwan mengejar Evi?**see you next eps**

Eps 19 " GALA-GALA" : Shall Find ( Akan Menemukan )
USAH TINGGAL DAKU KEKASIH...( Pusat Oleh2 ) 
            Irwan lari mengejar si pemilik syal alias Evi tapi terlambat gadis itu sudah naik ke dalam bus dan busnya langsung cabut dari lokasi.Ia nampak kecewa,'Evi...kenapa kau lari saat melihatku?Apa kau lupa pada kakakmu ini?'
Danny mendekati sobatnya itu,"Ya ampun Wan,kirain kamu ngejar copet...aku sampai ngos2an ngejar kamu.Hhh...hhh..."
Irwan nampak sedih,"Dia sudah pergi Dan...dia seperti tak mau bertemu denganku.Tapi aku yakin itu dia Dan..."
Danny memegang pundak Irwan,"Ga usah broken heart gitu...namanya cinta itu harus diperjuangkan.Nanti aku akan bantu nyari sekolahannya.Kan masih satu kota man...jangan patah semangat dong!Yuk balik aja ke bus!"

 ....USAH BIAR AKU BERSEDIH...( IRWAN POV ) 
          Danny benar,aku ga boleh sedih lalu putus asa.Pertemuan ini adalah sebuah titik terang bagiku.Setidaknya aku menemukan petunjuk baru.Akan kucari dia dengan alasan mengembalikan syal ini.Syal merah ini akan membawaku pada Evi.Aku yakin itu dia.Aku akan menemukanmu Vi juga ayah,ibu dan Hazman.Aku akan menemukan kalian.

 ��PERCINTAAN INI MEMANG ZALIM TAK BERMATA TAK BERHATI.....( Bus Rombongan Evi ) 
            Didalam bus Evi menyeka air matanya karena tak mau berhenti meski Irwan memanggilnya tadi.Ia bahkan tak menyadari bahwa syalnya tak ada,'Maafkan aku kakak...aku takut jika itu ternyata benar dirimu...aku takut kau akan pergi lagi dan aku akan sedih lagi seperti dulu...'
Evi merasa telah bersikap kejam tapi semua kejadian dulu memang telah melukainya.Ia terhenyak dari lamunannya kala temannya menyenggolnya,"Sheila,syal yang kamu beli tadi mana?Jangan2 ketinggalan."
 Evi baru sadar dan mencari diantara barang2nya tapi ga ada,"Biarin deh...mungkin karena kita buru2 tadi...sampai aku ga tahu kalau syalnya jatuh kali...gpp kok ntar aku bisa beli di Jakarta."

��SEOLAH2 KINI TERACUNNYA DUNIA... ( EVI POV )
           Tadi berarti kakak mengejarku karena mau mengembalikan syal itu padaku.Tapi aku malah terus saja lari dan bersikap seolah2 aku tak kenal dia.Apa yang telah kulakukan?Apa yang telah kauperbuat ini Evi?
 ��KITA PERNAH RIANG BERSAMA KITA PERNAH RASAI DUKA....
          Mengapa aku bertingkah begini?Seharusnya aku berhenti dan mencari tahu siapa dia benarkah dia kak Irwan atau cuma orang yang mirip saja.Evi kau ini bodoh...kau bertindak karena emosi...harusnya kau pakai nalarmu bukan perasaanmu...Kau harusnya ingat bahwa walau kak Irwan meninggalkanmu dulu tapi itu semua karena ia tak ingat apapun.Kau lupa kecelakaan itu?Ia menyelamatkanmu!!Kau bersamanya kan waktu kejadian itu?Dia celaka karena menyelamatkanmu Vi!!!

��MEREKA INGIN KITA BERPISAH TANPA HARGA TANPA NILAI...( normal pov )
            Evi jadi merasa bersalah telah bersikap buruk pada orang asing yang besar kemungkinan adalah kakaknya tersayang.Bukan kakak karena Irwan bukan kakak kandungnya.Evi menyandarkan kepalanya di kaca bus,'Apakah aku akan menceritakan hal ini pada ibu atau kak Hazman?Tidak aku akan menyimpan masalah ini dalam hatiku.Aku tak mau ibu jadi sedih teringat pada kak Irwan...kami semua sudah terbiasa hidup tanpa kak Irwan.Setelah susah payah bangkit dari kesedihan karena mengetahui kebenaran bahwa kak Hazman dan Kak Irwan tertukar saat bayi,keluargaku tak boleh hancur lagi dengan berita ini.'

 ```TANPAMU AKU SEPI...( Kamar Evi ) 
            Hazman kangen sama adiknya itu dan masuk ke kamarnya yang kosong.Ia pandangi foto Evi diatas meja belajarnya,'Kau cepatlah pulang Vi...rumah jadi sepi ga ada kamu di sini...'
```KU TETAP ( AKAN ) AKAN BERPEGANG JANJI ....
 Lina masuk hendak menaruh selimut Evi yang baru saja ia setrika,"Hazman,kau disini?Kangen adikmu ya?Besok juga pulang..."
Hazman mengambil hpnya dan bbm Evi,'Kapan pulang?'
Evi ga balas2,"Sepertinya lagi tidur kali Bu dia...dibbm ga dibalas2..."
Lina menutup lemari Evi,"Kamu makan dulu gih...sejak tadi ga makan...mikir Sheila melulu...dia lagi seneng2 sama teman2nya jangan diganggu.Sana makan..."
          Hazman lalu keluar ke ruang makan.Megang sendok aja kayak orang ga niat makan,'Ga enak makan ga ada Evi...'
 ```UNTUK HIDUP BERSAMAMU WALAU DIRI SENGSARA....
 Lina duduk di ranjang Evi dan menarik laci paling bawah dimana ada foto Irwan disimpan Evi disana,'Ibu tahu kau takkan bisa melupakan Irwan,Vi.Meski kau mengganti panggilanmu dengan Sheila tapi ibu tahu semua itu karena kau selalu teringat Kakakmu Irwan.Kau merasa tiap kali namamu disebut maka ia ada di dekatmu.Makanya kau benci nama Evi.Nama itu mengingatkanmu pada Irwan.Tapi kalian tetaplah anak2ku.Walau Irwan bukan darah dagingku tapi bagiku dia tetaplah putraku.Selamanya dia akan kusayangi.'
 Lina mengusap foto Irwan dan Evi saat masih bersama dulu,'Kalian seharusnya hidup dalam kasih sayangku...tidak perlu berpisah begini...andai saja kalian bisa tinggal bersama seperti dulu...' ```TIADA LAGI AIR MATA...
Hamdan melihat Hazman makan sendirian,"Ibumu mana Man?"
Hazman menunjuk kamar Evi,"Lagi masukin pakaian Sheila Yah..."
Hamdan lalu duduk dan memanggil isterinya,"Lin!Ayo makan dulu."
 Lina mendengarnya dan menghapus air mata di pipinya,"Ya Mas....aku segera ke sana."

 ~~ DAPAT KU MERAYU UNTUK BERSAMAMU...( Bogor )
 Hendro Saki,ayah Irwan sedang sibuk mereparasi sebuah tv kala Irwan menelponnya,"Kamu dimana Nak?"
Irwanpun menceritakan tentang pertemuannya dengan Evi,"Ayah,aku lagi otw kembali ke Jakarta nih.Tahu ga Yah tadi aku ketemu Evi."
 Hendro jelas kaget,"Yakin kamu Nak?Jangan2 cuma mirip aja."
Irwan merasa yakin,"Bener itu dia Ayah!Irwan yakin!Yah...kenapa Ayah ga pindah saja ke Jakarta.Kita beli rumah sendiri kecil gpp Yah..."
Irwan merayu ayahnya untuk pindah ke Jakarta saja.

 ~~ JANGAN TINGGALKAN AKU WALAU SEMENTARA....( HENDRO POV )
           Bagaimana ini?Aku sih ingin sekali hidup bersama anakku.Aku sayang sama Irwan.Sayang banget.Tapi Idayu mana mau meninggalkan tempat ini.Dia punya warung di sini.Bagaimana caraku membujuk dia ya?

~~JANGAN BIARKAN DENDAM MEMPERMAINKAN KITA...( NORMAL POV )
          Hendro janji sama Irwan akan merayu Idayu agar mau pindah ke Jakarta.Awalnya Idayu memang ga mau,tapi kala Hendro menyebut nama Hazman,Idayu goyah.Hendro tahu betapa sayangnya Idayu pada Hazman,"Kalau kita pindah ke Jakarta,kau bisa bertemu dengan Hazman juga Bu.Dia kan juga tinggal di sana.Di Jakarta.Apa kau ga kangen sama dia?"
Hendro juga menambahkan,"Soal warung,kau bisa buka juga disana Bu.Sekalian aku juga mau buka reparasi di sana.Disini bahaya jasa service elektronik Bu.Berita tukang service dibakar itu kan ngeri itu.Kita ke Jakarta aja ya?Aku ga mau hidup jauh dari anak kandungku yang susah payah kutemukan."
~~DI MATAKU HANYA KAU PENAWAR DAN SURGA....
Idayu terdiam,'Aku memang sayang pada Irwan dan warungku ini tapi aku juga ingin bertemu Hazman.Dia telah kubesarkan dengan kasih sayangku.Aku tak bisa jauh darinya.Di mataku dia tetap anakku.'
~USAH ENGKAU TINGGALKAN ....
           Akhirnya Idayu setuju untuk pindah ke Jakarta.Ia akan menutup warungnya di Bogor dan pergi ke Jakarta.
 ~~ TINGGAL DAKU KEKASIH...
          Idayu dan Hendro akan tinggal di Jakarta supaya bisa menemani Irwan.Irwan sangat senang dengan berita itu,"Sungguh ayah?Ibh setuju?Asyikk!!"
Danny sampai heran lihat sobatnya,"Tadi mukanya sedih gitu ga bisa ketemu ceweknya eh sekarang girang bener?Jadi curiga...kamu hangat Wan?"
 Irwan tersenyum bahagia,"Aku baik Dan.Ayah ibuku akan pindah ke Jakarta nemeni aku.Aku senang sekali bro!!"
           Bukan hanya itu saja yang membuat Irwan senang,pertemuannya dengan Evi telah membuatnya merasakan sesuatu di hatinya.Bahagia yang berbeda.Apakah itu cinta?**see you next eps**

Eps 20 " GALA-GALA" : Behind You Weeping ( Menangis Di Belakangmu )

 Part 2 of the song
.... BUKALAH GERBANG MAHLIGAI DI HATI INI...( Hazman pov )
          Aku senang sekali saat mendengar suara gerbang berderit,itu pasti adikku.Suaranya meyakinkanku,"Aku pulang!"
Dasar kebanyakan nonton Doraemon makanya jadi niru kebiasaan kartun itu,aku segera berlari mendapatkannya,"Sheila!!"
 Kupeluk dia penuh rasa lega,"Syukurlah kamu sudah sampai dengan selamat.Banyak berita kecelakaan di tv,ngeri lihatnya."
....MAHLIGAI SERIBU IMPIAN DAN BAYANGAN....
Sheila nampak memandang haru kala kupegang bahunya,"Hey...kamu kenapa adikku?Kok malah berkaca2 sih?Mana oleh2 buat kakakmu ini?Jangan2 kamu lupa ya ?"
Kenapa dia?Tatapannya seakan dia tidak sedang melihat aku tapi bayangan orang lain,"Sheila...hello...ada orangkah di sini?Tok2...?"
....MASIHKU SEMBUNYIKAN RAHSIANYA...
Sheila menggeleng pelan,"Evi gpp kak..."
Ganti aku yang tertegun mendengar dia menyebut nama itu lagi,"Evi?"
Dia geragapan dan segera mengalihkan perhatianku pada oleh2 yang dia bawa,"Ini topi buat kakak.Ini penganan buat ayah.Ini baju buat ibu..."
Dia menyembunyikan sesuatu dariku,aku bisa merasakannya.

 ....MAHLIGAI SERIBU KUIMPIKAN KENYATAAN...( Evi pov )
           Dipeluk kak Hazman membuatku seketika ingat pada Kak Irwan.Dulu waktu kami masih kecil suka main di pohon jambu air.Kami akan punya area sendiri2 dan tiap kali ada yang melintasi area masing2 maka harus memberi sesuatu pada area yang dilewatinya.Kak Irwan.... Sampai aku ga sadar memakai lagi nama Evi menyebut diriku sendiri.Untung ayah dan ibu muncul sehingga aku bisa mengalihkan perhatian kak Hazman.Walau aku tahu kakak akan mencari tahu nanti.Aku tidak akan ungkapkan kenyataan bahwa aku bertemu kak Irwan kala piknik.

 ...PADAMU INGIN KUZAHIRKAN KASIH....( Irwan pov ) 
Sampai di kost aku disambut oleh Danang dengan wajah bengek,"Sudah balik kamu bro?Aku ga enak badan nih..."
Segera kuberikan dia buah2an yang kubeli yang rencananya juga akan kuberikan pada Bu Kost,"Ini ada klengkeng.Kamu suka kan?"
Danang langsung ceria,"Boleh2 ....jangan lupa Wan sisain buat ibu pertiwimu he..he.."
Aku tahu maksud dia adalah ibu kost,jelaslah aku sudah beliin juga buat beliau.Selama ini beliau sangat baik padaku,sudah sepantasnya aku membalas kebaikannya.Aku bukan anak yang tidak tahu diri.
....TERANGI IA BAWAKAN CINTAMU WANGIAN SYURGAWI....
Bu kost senang sekali kuberi oleh2,malah beliau ngasih aku masakannya,"Ibu tahu kamu bakal pulang dari bepergian hari ini,makanya ibu masak rendang.Ibu dapat daging banyak kemarin.Ini buat kamu dan Nak Danang."
           Waduh malah dikasih rantangan.Tapi jelas aku terima,"Ibu repot2 aja.Saya jadi sungkan..." Beliau juga menerima pemberianku,"Sudah bawa saja rendangnya.Enak lho ibu masak dengan rempah2 yang komplit.Apa mau makan disini dulu?Ibu ambilkan nasi ya?"
Waduh malah disuruh makan segala.

 ...MAHLIGAI SERIBU HAKIKATKU MENUNGGU....( Danang pov ) 
           Irwan lama amat ngantar oleh2 aja ke bu kost?Jangan2 suruh benerin apa gitu kayak dulu.Aku dah habis klengkeng seplastik nih nunggu dia.Dasar anak kesayangan bu kost sih dia.
....HADIRLAH MU BERSAMA KERELAAN...
Eh pas aku mau buang sampah klengkengnya dia datang,"Wah bawa apa itu Wan?"
Dia menaruh rantang yang dia bawa di meja pendek dalam kamar,"Rendang dari bu kost.Yuk makan biar kamu cepet sembuh.Enak lho aku udah cobain dikit tadi..."
          Dikit?Pasti dia disuruh makan disana.Akhirnya kami makan bersama.Dia cerita soal perjalanannya ke Pangandaran,"Aku ketemu adikku bro disana!Sayangnya dia kayak menghindar gitu..."
....NISCAYA ADA ERTI KEBAHAGIAAN....
Wajah bahagianya seketika berubah sendu,"Salah orang kali?Cuma mirip aja!Lagian kalian dah lama ga ketemu."
Eh tuh anak yakin banget kalau cewek yang ia temui di perjalanannya adalah adik tercintanya.Jadi penasaran aku kayak gimana muka adiknya,"Adikmu cantik ga bro?Boleh aku pacarin dong?"
Irwan langsung kesedak mendengar perkataanku,"Uhukk!!Uhukk!!"
Wah nih anak pasti kena sawan di jalan deh,"Tenang bro!Tenang!Aku cuma bercanda.Makanlah pelan2."
....TAK TERUCAP DENGAN KALIMAH SYAHDU....
           Usai makan,Irwan tiduran.Bisa kubayangkan capeknya dia duduk lama di bus.Bikin kaku2 aja.Sambil tiduran dia cerita soal niatnya mau mencari adiknya,"Aku akan pergi ke sekolahnya.Akan kucari dia."
Aku juga udah mulai kriyip2 soale minum obat,"Coba aku ga lagi sakit aku pasti temeni kamu jadi detektif conan..."
Irwan memandang langit2 kamar,"Gpp Nang.Aku ditemani Danny kok.Kamu istirahat aja.Biar cepet sembuh."

 ....CARILAH AKU DI AWAL MULA...( Danny pov )
            Irwan benar2 kesengsem sama cewek yang ia jumpai di pantai.Hari ini kami akan mencari alamatnya.Ah itu dia.Bawa apa itu?Oh iya syal pasti. .
...DI AKHIR TIADA AKHIRNYA...
            Aku bawa motor,Irwan kuboncengkan.Untung saja kuliah sudah kelar.Lagian anak2 sekolah sekarang kan pulangnya sore.Biasa program 5 hari sekolah.Ketika kami sampai di sana jam masih belum menunjukkan jam pulang.Irwan hendak masuk ke dalam kucegah dia,"Tunggu aja sampai bubaran sekolah Wan.Gerbangnya cuma satu kok depan aja."
Apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?***see you next eps***

Eps 21 ``` GALA-GALA``` : Joy ( Sukacita )
Tapi saya mau kasih kisah motivasi dulu.Sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang yang divonis penyakit parah.Bukan orang miskin dia malah kaya raya tapi untuk urusan makan saja banyak bener pantangannya.Makan yang manis ga boleh soale gula darahnya tinggi.Makan yang berlemak ga boleh soale kolesterolnya juga tinggi.Makan daging juga dilarang soale darah tinggi.Mau bikin mie juga dilarang soale kena kanker lambung.Aneka ria penyakitnya macem2 dan dietnya ketat.Hingga ia merasa sedih melihat kehidupannya kaya tapi mau makan enak saja ga bisa.Sampai kemudian ia malah drop dan dokter angkat tangan.Penyakitnya sudah benar2 parah ga ada gunanya diobati lagi atau mengikuti pantangan ini itu toh usianya diperkirakan oleh dokter hanya bertahan sampai 3 minggu aja.Dokterpun berkata padanya,"Sekarang Anda boleh makan apa saja yang Anda suka.Ga akan dilarang2 lagi."
Wah sang pasien senang hatinya,"Benar,Dokter?Boleh makan apa aja yang saya suka?Sate kambing?Gulai kambing?Ramen?Semuanya?"
            Dokter mengiyakan.Dengan hati gembira ia pun segera memesan semua yang ia suka.Hatinya gembira akhirnya bisa makan apa yang selama ini jadi favenya.Kegembiraan itu mengefek seluruh organ tubuhnya sehingga kala date line dokter tiba ia malah masih segar bugar.Dokternya kaget,"Anda masih hidup?"
           Tiga tahun kemudian pasien itu baru meninggal.Kegembiraan hati memang obat yang manjur.Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. Nah kini kita akan mengetahui apakah Irwan akan berhasil menemukan Evi?Diiringi lagu dari Iyeth Bustami yang kala itu saya lihat bagus banget duet bareng Fildan DA4.Lagi kesengsem Fildan nih.Pingin bikin cerpen gitu soal dia.He..he..udah ke Gala2 dulu!Ini dia ...Sudahlah...

 ....MENGAPA KAU TANYAKAN PADAKU....( Irwan pov ) 
            Sekolahannya benar seperti yang tertera namanya di spanduk Bus pariwisata waktu itu.Namun kenapa setiap siswa yang kutanya tak kenal yang namanya Evi ya?Aku ga boleh putus asa.Tanya satpam dulu aja,"Permisi Pak,saya ingin bertemu dengan salah satu murid disini.Namanya Evi Pak."
Satpamnya kecil dan kerempeng,"Masnya ini ada keperluan apa ya?"
Aku bilang saja,"Saya kakaknya Pak."
Dia lalu bertanya lagi,"Kelas berapa ya Mas?"
....MENGAPA KAU LUPAKAN DIRIKU...
          Matreng aku!Mana aku tahu dia kelas berapa.Ah kulihat lagi aja foto spanduknya.Kelas 2.Kujawab,"Kelas dua Pak!"
 Satpamnya nanya lagi,"Dua apa Mas disini ada lima kelas untuk kelas dua."                   Waduh...meneketehe.Satpamnya malah jadi curiga sama aku,"Masnya jangan2 cuma ngaku2 aja nih kakaknya.Padahal bukan."
 Aku jadi panik,"Pak beneran saya ini kakaknya.Memang sih bukan kakak kandung.Tapi saya ini beneran kakaknya.Saya ga ada maksud jahat Pak.Saya cuma mau ketemu dia bentar aja."
 Satpamnya malah pasang wajah mencereng,"Udah ga usah!Tunggu aja sampai bubaran sekolah Mas.Ini masih jam kegiatan belajar mengajar.Siswa tidak bisa diganggu!!"
          Akupun gigit jari dan terpaksa menunggu sampai jam pulang.Danny mendekatiku,"Bro,aku lupa kalau aku ada janji sama cewek aku.Mau nemeni dia beli hp.Aku tinggal dulu ya?"
Aku melihat jam tanganku,"Iya gpp Dan.Makasih ya dah nganter aku kesini."

 ....NYATANYA KAU MENGHILANG TINGGALKAN AKU....( Danny pov ) 
            Ga enak juga ninggalin Irwan sendirian.Tapi cewek aku ngebet banget mau nyari hp baru.Hp dia tiba2 rusak.Kebanyakan data kali.Aku terpaksa deh ninggalin Irwan lagian anak2 sekolah jaman sekarang pulangnya sore2 gitu.Tapi aku rada cemas juga,"Trus kamu pulang ke kost gimana bro?" Irwan mah bukan anak manja,"Gampang Dan.Bisa naik angkot atau gojek.Taksi juga banyak.Kamu santai aja."
Akupun ninggalin dia,"Ya udah aku cabut dulu Bro!Moga ketemu ya.Kalau ga besok aku temenin lagi deh."
Aku melambaikan tangan dan pergi dari sana. 

....KUCARI HINGGA LELAH DIRIKU MENCARI...( Evi pov ) 
            Akhirnya bel bunyi juga.Capek banget.Aku pingin beli es ah ntar.Haus banget.Minumku udah habis.Kuletakkan botol minumku yang berwarna hijau muda itu kedalam tas.Weni menawariku untuk bareng dia aja,"Bareng aku aja La.Daripada kamu nunggu kakakmu."
Teman sebangkuku itu emang anak orang kaya,ke sekolah antar jemput mobil.Tapi aku ga suka ngrepotin orang,kak Irwan selalu ajarkan aku untuk jadi anak yang mandiri.Kak Irwan....kenapa aku ingat dia terus ya?
....TAK KUTEMUKAN JAWAB YANG PASTI....
 "Whoi!!Sheila!!Malah melamun nih anak...aduh..."
Weni mengibas2kan tangannya didepan mukaku,"Oh...apa Wen?"
Dia memandangku,"Sepertinya sejak pulang dari Pangandaran jadi sering melamun deh kamu La.Mau bareng kagak?"
Aku menolak dengan halus,"Ga usah Wen.Aku mau mampir kok pingin beli es cendol depan sekolah itu."
Eh Weni malah juga pingin beli,"Ikut ah.Enak kali minum es.Yuk!"
            Saat menuju gerbang depan langkahku terhenti,kulihat didepan gerbang sosok yang mirip kak Irwan itu lagi.Mau apa dia kemari?Apa untuk mencariku?Saat dia melihat ke arahku,aku segera jongkok pura2 benerin tali sepatuku.Lalu aku bilang sama Weni,"Wen,aku berubah pikiran.Aku nebeng kamu aja deh."
Dia heran,"Terus beli esnya?"
 Aku bilang ga jadi,"Lain kali aja.Bisa ga mobil kamu masuk ke dalam?"
Weni menjawab,"Bisa dong.Mobil aku kan slim dan ga butuh tempat luas buat parkir.Biar kutelepon sopirku."

 ....BEGITU MUDAH BAGIMU....( Irwan pov )
             Ternyata ga mudah nyari orang itu.Apalagi para siswa yang keluar barengan gitu.Aku udah pelototi sejak tadi tetap aja ga lihat Evi.Aku sambil nanya aja deh,"Dik,adik kelas dua ya?Kenal yang namanya Evi ga?"
Yang kutanya menggeleng,"Dikelasku ga ada yang namanya Evi,kak.Coba tanya anak kelas lain." ....KECEWA HATIKU KECEWA,MERANA DIRIKU MERANA....
Kucoba nanya ke yang lain kali ini sambil nyebutin ciri2 Evi,"Dik,kenal yang namanya Evi ga?Anaknya rambutnya lurus.Kelas dua."
Dia mikir bentar,"Kalau di kelasku ada sih yang namanya Evi tapi rambutnya keriting itu kak.Ga lurus.Itu anaknya!"
Kuikuti ke arah ia menunjuk namun aku kecewa karena gadis yang ia maksud bukanlah Evi yang aku maksud.Saat itulah sebuah mobil hendak masuk ke lingkungan sekolah,kaget aku hingga tas kantong yang berisi syal lepas dari genggamanku.Syalnya jatuh di jalan.Aku spontan mengambilnya tanpa menyadari bahaya mengancamku.

 ...DISAAT HATIKU BERHARAP NAMUN KAU CAMPAKKAN CINTAKU....( Weni pov )
             Mobil jemputanku udah datang,sopirku emang agak ugal2an.Bikin heboh gitu pas masuk ke area sekolah.Aku segera naik,"Ayo La!"
Namun alangkah terkejutnya aku karena begitu mobil keluar dari gerbang sekolah,Sheila tiba2 keluar dari mobil.Jelas aku kaget,"Sheila!!Hey kamu mau kemana??"
 Sopirku juga ikut heran,"Temen Non itu kenapa?Main turun aja!Itu kan bahaya!"

 ....KINI KAU DATANG INGIN KEMBALI...( Evi pov ) 
             Niatku mau menghindari sosok yang mirip kak Irwan itu namun kala kulihat dia ditengah jalan hendak mengambil sebuah tas kantung tanpa menyadari bahwa dari arah lain sebuah mobil melaju ke arahnya.Tidak!Aku tak mau kehilangan kakak lagi.Kakak pernah celaka karena ditabrak dulu hingga sampai hilang ingatan.Aku bergegas keluar dari mobilnya Weni dan berlari ke arah kak Irwan,"Kakak awas!!!"
Kutarik dia dari jalan dan kumarahi dia,"Kau gila!!Kau bahayakan dirimu demi sebuah tas?Kau bisa celaka tahu!!"
Dia terkejut dan kemudian terbelalak melihatku,"Evi??"
Aku terengah2 dan menahan air mataku supaya tidak jatuh,lalu aku pergi meninggalkannya. ....SEAKAN ENGKAU TAK PERNAH MENYAKITI....
Ia mengejarku,"Evi!!Ini kakak Vi!!Evi!!"
 Aku bilang padanya,"Aku bukan Evi!!"
Dia lalu menunjukkan syal merah dari dalam tas yang tadi dengan taruhan nyawa ia mengambilnya,"Vi,ini syalmu..."
Kutatap dia dengan marah,"Sudah kubilang aku bukan Evi!!"
Dia kaget aku ketus sekali padanya,saat itulah mobil Weni berhenti didekat kami. "Sheila!!Jadi bareng ga?"
            Kakak nampak terkejut mendengar Weni memanggilku.Aku hendak masuk ke mobil Weni kala kak Irwan menahanku,"Syalmu...ini milikmu...terjatuh saat itu..."
 Kuambil syal itu dan segera masuk ke dalam mobil.Sedikitpun aku tak berani menengok ke arah kak Irwan berdiri.

 ....JANGAN TUTUPI KESALAHANMU DENGAN BERJUTA ALASAN YANG SAMA... ( Irwan pov )
            Evi menyelamatkanku dari bahaya.Dia memarahiku.Aku bisa melihat kecemasan di wajahnya,bahkan ia memarahiku dengan mata berkaca2.Dia Evi aku yakin sekali. "Kau bodoh!!Kau selalu membahayakan dirimu!!"
 Aku nanar memandangnya.Bahagia,kaget,dan haru jadi satu.Evi,adikku tersayang ada di hadapanku.Tapi kenapa ia tidak mau mengakui dirinya,"Aku bukan Evi!!"
          Makin galau aku kala temannya datang memanggilnya dengan nama Sheila.Ia seperti sangat membenci nama Evi.Kuberikan syalnya sebelum ia pergi dengan temannya.Aku tak mengerti mengapa ia seperti menghindariku.Sepertinya ia masih marah padaku.Tapi aku tahu ia juga merindukanku aku sempat melihat air mata menetes di pipinya saat ia masuk ke mobil.
....SUDAH SUDAHLAH JANGAN KAU SANGKAL,...
           Meski kau menyangkal namun aku tahu itu kau Vi.Air mata dan amarahmu menjelaskan semuanya.Aku ini kakakmu Vi,aku takkan membalasmu.Aku akan datang lagi besok.Aku juga ingin bertemu Ibu,Ayah Hamdan dan Hazman.Aku juga ingin tahu kenapa kau marah padaku.

 ...JELAS BAGIKU SEMUA YANG TERJADI....( Weni pov )
            Aku melihat Sheila menyelamatkan seorang pria.Sepertinya aku pernah lihat pria itu.Tapi dimana ya?Oh iya di tempat wisata dulu.Tapi aku tak mengerti kenapa sikap Sheila ketus gitu sama dia.Tumben dia bersikap begitu pada orang asing.Lagipula pria itu sepertinya orang baik.Dia mengembalikan syal milik Sheila.Anehnya Sheila ga bilang makasih.Dia diam saja dan begitu mobil melaju kulihat air mata menetes di pipinya,"Kau tidak apa2 Sheila?"
Sheila segera mengusap air matanya,"Gpp Wen.Maaf atas sikapku tadi.Turun tiba2 dari mobilmu."

 ....CINTAKU KINI TELAH BERLALU,BIARKAN KUCARI PENGGANTIMU....( Evi pov )                      Begitu mobil berlalu dari hadapan kak Irwan,aku tak bisa menahan air mataku.Yang kupikirkan adalah keselamatan kak Irwan.Kucengkeram syal merah di tanganku.Demi syal itu kak Irwan hampir saja celaka.Mengapa dia begitu menganggap penting syal itu?Dasar bodoh! Untung Weni ga nanya macem2 padaku.Ia memang sahabat yang baik.Sampai di rumah aku segera masuk kamar.Aku menangis di sana.Sambil memeluk syal merah itu.Hampir saja aku kehilangan kak Irwan.Ternyata semarah apapun aku padanya tetap saja tak bisa menandingi rasa sayangku padanya.Tak ada yang bisa mengganti posisi kak Irwan di hatiku.Aku sangat sayang padanya. Kasih sayang dan amarah manakah yang akan menang?***see you next eps***


HARUSKAH BERAKHIR ^^^EPS 49 - 56 LAST LAYER ( TAMAT )

Eps 49 HARUSKAH BERAKHIR :
 ÷÷÷ SELALU KUPIKIR BAHWA AKU TEGAR... ( HAYATI POV )
          Melihat tubuh kak Reza bersimbah darah,aku bagai melihat akhir dunia.Aku melihat duniaku runtuh untuk kedua kalinya.Dulu Putra kini kak Reza.Mengapa?Apa aku tak pantas bahagia?Disinilah aku menangis.Kupandang langit dan kuberteriak,"Give him back to me God!Please...please..."(Kembalikan dia padaku Tuhan.Aku mohon....).
Aku meraih kepala Kak Reza dalam dekapanku,"I love him ...God..."( Aku mencintainya...Tuhan...) Kak Reza malah tersenyum bahagia mendengar ucapanku sebelum kemudian ia terkulai dalam pelukanku.
 ÷÷÷ AKU TAK PERNAH MENYANGKA KAN BEGINI...
          Team medis tiba dan segera membawa para korban termasuk kak Reza ke RS.Ayah dan ibu juga menemaniku ke RS dengan mobil mereka sedang aku dalam ambulance.Di dalam ambulance aku terus pegang tangan kak Reza,"Kau harus hidup...demi aku...kumohon jangan tinggalkan aku..." Petugasnya bertanya,"Is he your husband?"( Apa dia suami Anda?)
Aku menjawab,"He will be my husband...( dia akan menjadi suamiku )"
 Aku tak menyangka kata2 itu keluar dari mulutku begitu saja.Aku berbisik pada telinga kak Reza,"Kakak dengar kan tadi?Aku janji akan menerima kakak dalam hidupku sebagai suamiku jika kakak bisa lewati ini...aku janji."
÷÷÷ DAN SAAT ENGKAU TAK DI SISIKU LAGI....
          Kak Reza dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya.Aku menanti dengan cemas.Ayah terus berkata,"Dia akan selamat Sayang...dia kuat...Cinta akan membawa dia kembali bersama kita lagi..."
Ibu juga membelai kepalaku,"Calon menantu ibu pasti bisa lewati ini.Dia orang baik.Dia akan mendapat kebaikan juga."
Aku hanya bisa menangis di pelukan ibu.
 ÷÷÷ BARU KURASAKAN ARTI KEHILANGAN...
          Aku pikir aku takkan pernah alami rasa takut ini lagi sejak meninggalnya Putra.Namun rasa takut ini kembali hadir.Hati yang selama ini beku bak es kini meleleh.Aku cemas sampai tanganku gemetaran.Aku terisak dalam pelukan ibuku,"Hayati takut Bu...takut kehilangan Kak Reza...Hayati ga mau masa lalu terulang lagi Bu...tidak mau!"

 === INGIN KU BICARA,HASRAT MENGUNGKAPKAN...( RITA POV )
          Akhirnya aku sampai juga di rumah besanku.Pasti kalau pagi ini Jeng Idayu lagi sibuk nyiapin sarapan.Aku bayangkan dia pasti seneng dapat oleh2 dari Igun.Bel sudah kubunyikan.Namun aku tak sangka kala pintu dibuka,aku melihat wajah yang sangat kurindukan,"Evi???!!"
Evi juga sama kagetnya,"Ibu??"
Kami saling pandang sambil berkaca2 apalagi kala Evi bersimpuh di kakiku sambil menangis,"Maafkan Evi Ibu...maafkan Evi..."
Aku segera raih dia dalam pelukanku,"Ibu juga salah sayang...ibu terlalu keras padamu...maafkan ibu juga..."
 === MASIH PANTASKAH KU BERSAMAMU
          Kami berpelukan dan bertangisan.Hingga aku melihat menantuku,ia tersenyum memberi salam lewat senyuman kepadaku.Tapi ia membiarkan aku dan Evi menikmati pertemuan kami.Jeng Idayu juga ikut terharu melihat kami.Betapa aku sangat lega melihat Evi baik2 saja.Kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.Bersama menantuku pula.
=== TUK LALUI HITAM PUTIH HIDUP INI...
Akhirnya menantuku mendekat dan mencium tanganku,"Ibu...maafkan kami tak memberitahu kalau kami sudah kembali.Apa kak Igun yang memberitahu ibu?"
 Aku malah terkejut,"Igun tahu kalian sudah kembali?"
Jeng Idayu datang mengajak sarapan,"Ayo sarapan dulu Jeng.Soal melepas kangen nanti dilanjut lagi.Kebetulan bapaknya anak2 juga sudah bangun.Ayo!"
           Aku diajak ke ruang makan,namun mataku tak luput melihat bagaimana mesranya gestur Evi dengan menantuku.Mereka gandengan tangan.Erat sekali.Bahkan sempat kulihat Irwan mencium kening putriku.Aku terkesima melihatnya karena Evi nampak menikmati semua itu.Bukannya dulu ia tak memandang perkawinannya?Menganggapnya sebagai sebuah kesalahan?Tapi kini semua kulihat bertolak belakang.Apa yang sudah ia lalui hingga berubah seperti ini ya?

 ◇◇◇ SAAT ENGKAU PERGI,TAK KAU BAWA HATI...( REZA POV )
--RS di Inggris--
 Aku membuka mataku dan melihat cahaya lampu,satu nama yang langsung kusebut,"Hayati....Hayati..."
Seraut wajah segera nampak di hadapanku,"Kakak sadar?Terima kasih Tuhan...terima kasih..."
          Aku lega ia baik2 saja,ia mengecup keningku.Hatiku bagai melayang,"Apa aku benar masih hidup?"
Yang menjawab malah ibuku,"Sure my son you are alive."( Tentu putraku kau hidup )
 ◇◇◇ DAN TAK ADA LAGI YANG TERSISA...
Aku menoleh pada asal suara itu,"Mother..."
           Lega nian hatiku melihat dua wanita yang kusayang ada di hadapanku. Ibu nampak menghibur Hayati,"Nothing to worry again ( Tak ada yang perlu di kuatirkan ).

 ××× DIA DIA DIA TELAH MENCURI HATIKU... ( LESTI POV )
---kampus---
            Teman2ku sudah pada tahu kalau aku dan Danang udah jadian.Awal mula kami bertemu saat kami sama2 terlibat dalam kegiatan sosial.Dia ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan aku hanya seksi konsumsi.Aku terpana melihat dia.Dengan penuh wibawa dia memeriksa semuanya.Menanyai dengan detil.Semua nampak segan padanya.Akhirnya aku tanya sama temen2ku siapa dia.Rupanya dia ini Ketua BEM.Aku benar2 jatuh hati pada dia.
■□■ DAN SAAT HARI DIMANA KAU TINGGALKANKU....
          Dananglah yang menghiburku kala Kak Irwan pergi ke luar negeri.Ia selalu ada buat aku.Walau ia sendiri sangat sibuk namun ia selalu memberitahuku tentang kesibukannya.Bahkan ia memperkenalkanku tanpa malu.

 >>> KUKIRA SEMUANYA KAN BAIK2 SAJA... ( Evi pov )
          Kukira Lesti yang kembali tapi aku salah.Berdiri di hadapanku sosok yang sangat kurindukan,"Ibu?!!"
Segera aku bersimpuh di kakinya.Meminta maaf dan ampunannya.Ibu malah meraihku dan memelukku.Kami bertangisan.Lalu Irwan muncul.Sudah bangun dia.Ia mencium keningku,"Selamat pagi sayang..."
          Ibu mertuaku juga menyambut ibu dengan ramah.Kamipun sarapan bersama.Aku tahu Ibu sedang memperhatikan aku dan Irwan.Ayahnya Irwan juga baik pada ibu ku.
 ¤¤¤ DAN KINI BARU KUSADARI SEMUA...
         Usai sarapan ibu menyerahkan oleh2 yang ia bawa.Semua kuceritakan pada ibu.Irwan malah menuju ruang kerjanya.Ia ingin memberikan aku waktu dengan ibuku. Ibu mendengarkan kisahku sambil berkaca2,"Begitu penuh liku ya ...."
Aku memandang ibuku,"Evi kangen Ayah Bu...Ayah sehat kan?"
Irwan mendekat,"Bagaimana kalau kita ke sana sayang?"
          Ibu setuju dengan usul suamiku.Akhirnya aku idem aja.Akhirnya aku dan Irwan ikut Ibu kembali.Aku deg2an mau ketemu dengam Ayah.
          Gimana reaksi Ayah Hamdan dengan kedatangan putrinya?***see you next eps***

Eps 50 HARUSKAH BERAKHIR : Not The Last Eps
 ◆☆◆ SEBELUM AKU TAHU AKAN ARTINYA CINTA....( REZA POV )---Inggris---
           Walau aku habis dioperasi namun rasa sakit yang dirasakan tubuhku tak bisa menandingi rasa bahagia di hatiku.Melihat seseorang mencemaskanku dan memikirkanku,sungguh sangat indah bagiku.Melihat Hayati menatapku penuh kecemasan dengan mata berkaca2 sungguh menghangatkan hatiku.Inikah yang Irwan rasakan kala ia kena tembak dulu?Jika ini yang disebut pengorbanan maka inilah pengorbanan cinta.Peristiwa itu menyadarkanku siapa yang ada di hati Evi.Siapa yang ia cintai.Dan kini peristiwa yang sama menyadarkan Hayati bahwa ia mencintaiku.Hayati mencintaiku! ¤♡¤ TERLENA KU DIBAWANYA KE SANA....
 Bagai melayang diangkasa rasanya kala Hayati menggenggam jemariku dengan eratnya sambil berlinang air mata,"Kakak jangan tinggalkan Hayati...Don't leave me...ever again..."
Aku mungkin hanya bisa menjawab dengan anggukan namun jiwaku bersorak gembira,"Yess!"          Akhirnya aku bisa menemukan cinta juga.Bukan hanya Irwan dan Evi yang menikmati apa itu cinta.Aku juga.Kini aku dibawa ke sana.Ke dunia cinta.

 =�= SETELAH DIA PERGI BARU AKU MENGERTI...( HAYATI POV )
            Babak baru dalam hidupku akhirnya digelar juga.Akhirnya aku bisa merasakan kembali memiliki seseorang.Tidak merasa sendirian.Jiwaku menemukan belahannya.Perasaan takut kehilangan kak Reza menyadarkan aku bahwa aku memiliki perasaan padanya.Bahwa ia berharga bagiku.Bahwa aku tak ingin menjalani hidup ini tanpa dia di sisiku.Aku telah jatuh cinta padanya.
^(^ KUTELAH JATUH CINTA KEPADANYA...
         Kujagai dia dengan penuh perhatian.Merahnya darah membuat aku bagai disadarkan bahwa aku masih hidup.Bahwa hidup terus berjalan dan aku ini berharga bagi seseorang.Itu menyadarkanku bahwa aku tak boleh tenggelam dalam bayangan masa lalu.Kehilangan seseorang bukanlah akhir kehidupan selama nyawa masih dikandung badan.Hidup itu adalah anugerah dan sebuah kesempatan dari Yang Kuasa untuk kita menjadi pribadi yang kian serupa dengan Dia dan mengecap kebaikan-Nya.Tinggal dalam naungan-Nya.Masa lalu seharusnya membawa kita menuju masa depan dan bukannya membuat kita kehilangan pengharapan akan masa depan.Jika masa lalu membuat hati kita pahit dan terluka maka itulah masa lalu yang harus kita bereskan dan kita serahkan pada Yang Esa.Berkali2 kedua orang tuaku menasehatkan hal ini tapi aku baru mengerti maksud mereka sekarang.Saat aku melihat darah kak Reza di tanganku.Darah itu seakan berbicara padaku,"Kau pilih mana masa lalu atau masa depanmu?Putuskan sekarang atau kau akan menyesal.Perlukah tertumpah lagi darah untuk membuatmu menyadari makna kehidupan?"
          Tidak!Aku tak mau melihat darah siapapun lagi!Tidak!Aku akan menghargai setiap menit,setiap detik, setiap nafas yang diberikan Tuhan dengan kata lain hidup.Aku tidak akan lagi bersandar pada pengertianku sendiri.Aku akan membuat orang lain bahagia dengan keberadaanku.Aku akan bangkit untuk mencintai lagi.Aku tersenyum kala melihat pria yang kucintai kini sudah pulas.Kak Reza sudah tertidur.Aku meletakkan kepalaku di dekat lengannya.Aku akan menjaganya.

 ¤�¤ OOOO...AKU RINDU KATAKAN PADANYA AKU RINDU...( EVI POV )
          Kangen banget sama Ayah.Melihat Irwan ngobrol dengan Ayahnya membuat aku rindu dengan ayah di rumah.Ayahku juga perhatian kayak ayah mertuaku.Kulihat beliau melingkarkan lengannya di pundak suamiku,"Wan,ayah butuh bantuan nih."
¤}¤ OOO BURUNG NYANYIKANLAH KATAKAN PADANYA AKU RINDU...
Kulihat suamiku menatap heran,"Bantuan soal kasus sengketa tanah lagi ya Ayah?"
         Astaga,kupikir bantuan apa.Dasar para pengacara.Yang dibicarain soal hukum dan kasus.Namun aku mengerti bahwa sebenarnya suamiku juga merindukan pekerjaannya.Itu adalah dunianya.Aku tersenyum saja melihat mereka membicarakan soal sebidang tanah yang diperebutkan oleh dua pihak.Tanah memang kerap menjadi ajang sengketa.Bahkan tak sedikit yang menjadi korban karenanya.Tanah dan darah memang selalu bergandengan.Itulah kenapa ayah dulu wanti2 sama anak2nya kalau kelak ia tak ingin anak2nya bertikai karena masalah warisan.Apalagi kalau sampai bacok2an.Aku ingat betul pesan beliau,"Saat kita meributkan tanah sebenarnya kita sedang menjadikan nyawa kita sebagai taruhan.Ingatlah asal kita itu dari apa.Ingatlah bahwa tanah akan selalu meminta darah.Jadi jangan pernah kalian main2 soal tanah apalagi sampai gelap mata karenanya.Berhati2lah bila berurusan dengan yang namanya tanah."

 %~% APABILA CINTA SINGGAH DI HATI... ( IDAYU POV )
           Senangnya melihat Irwan kembali berada di rumah.Rasanya rumah jadi semarak.Melihat dia dan suamiku saling tertawa lepas sungguh menentramkan hatiku.Putraku memang selalu membawa aura adem ayem.Pembawaannya yang tenang sungguh klop dan sangat mirip dengan mendiang kakeknya.Aku mengambilkan cemilan lagi buat mereka dan duduk dekat suamiku menikmati obrolan mereka.Walau kadang aku ga ngerti apa yang mereka bicarakan tapi aku mensyukuri nikmat Tuhan atas kehadiran mereka di hidupku.Ga masalah ga ngerti soal pasal2,tindak pidana,KUHP dll.Yang aku perlu adalah mereka ada bersamaku.Kulihat menantuku juga nampak asyik ngobrol sama ibunya.Aku tahu mereka sudah lama ga ketemu dan sepertinya ada hal lain lagi tapi aku ga mau kepo.Aku ga ingin merusak suasana.Bahkan aku setuju dengan ide Irwan untuk berkunjung bahkan menginap beberapa hari di rumah mertuanya.Kurasa Evi perlu ketenangan.Lesti juga butuh waktu untuk memikirkan sikapnya kemarin. Kurasa akan lebih baik jika mereka menjaga jarak dulu sekarang.Selama itu aku akan menasehati putriku.

 >¤< BOLA MATA SESAT KU TAK MEMANDANG ...( LESTI POV )
           Aku sedang di kampus.Kuliah pertama sudah selesai.Kelas kedua akan dimulai satu jam lagi.Daripada bete,mending aku jajan ah.Tadi kan ga sempat sarapan.Males gitu lihat kakak iparku.Aku ajak sobatku nemeni aku cari pengisi perut.Depan kampus kan banyak orang jualan.Lagian juga bisa lihat aksi mahasiswa2 fakultas lain yang suka ngadain acara depan boulevard.Yang penting ga anarkhi aja.
=}= MELIHAT API SEPERTI AIR DAN MELIHAT AIR LAKSANA API...
Lagi asyik menikmati siomay faveku eh sobatku nyenggol lenganku,"Les,itu kan yayangmu?"
          Aku melihat ke arah dia menunjuk,memang dah ga heran sih kalau Danang sering terlibat kegiatan2 kampus.Dia kan ketua BEM.Tapi yang membuat ga biasa adalah cewek yang bersamanya,siapa dia?Mesra gitu main pegang tangan dan sok dekat gitu sama Danang.Rasanya aku langsung mendidih.Kayak air dipanasin dengan api.
×[× MESKIPUN BANYAKNYA NASEHAT ASMARA...
          Sepertinya Danang juga melihat aku.Ia nampak menepis sentuhan cewek di sebelahnya.Cewek itu melihat ke arahku dengan tatapan innocencia gitu.Aku jadi ga selera makan.Danang menghampiriku tapi aku segera ajak temenku cabut dari sana,"Kita pergi yuk!"
Danang memanggilku dan mengejarku,"Lesti!Lesti!!Tunggu!!"
Sahabatku menasehatiku,"Les,kasihan tuh Danang...dia ketua BEM lho.Masak kamu ga jaga sih image dia depan yang lain?Ayolah...siapa tahu aja tuh cewek emang cewek reseh dan gatel.Kamu kan tahu ketua BEM selalu jadi incaran."
 ||¤|| NAMUN TIADA SATUPUN PENGOBAT RINDU....
          Namun hatiku terlanjur sakit.Pengalaman kak Irwan dengan isterinya sudah membuat aku trauma dengan pengkhianatan.Dan kini Danang melakukannya di depan mataku pula.Tega ya dia!Apa semua pria emang gitu?Ga!Kakakku pria yang baik.Aku melangkah makin cepat tapi Danang lebih cepat dariku.Ia berhasil mengejarku dan meraih tanganku,"Les! Dengerin aku!Give me a chance to explain ok?"
 ¤[¤ TELINGAPUN TULI MATA JADI BUTA....
Kukibaskan tangannya,"Aku ga buta Nang!Aku bisa lihat semuanya.Ga usah dijelasin!"
Danang terus mengikutiku,"Les,dia itu alumni kampus.Dia sudah menikah.Suaminya itu ...."
          Aku ga mau denger,kututup kedua telingaku dengan kedua tanganku.Males banget dengerin riwayat perempuan kayak begitu.Udah nikah?Kok gitu kelakuannya?Masih mending kakak ipar aku.Walau jelas dia disukai dua pria tapi kelakuan ga gitu amat sama pria.Apalagi yang bukan suaminya.Iiih..

 ¤}¤ BEGITUNYA PANASNYA DEMAM ASMARA....( Danang pov )
         Aduh Lesti kok malah kabur sih?Dipanggil2 malah tambah kenceng jalannya.Kayaknya beneran deh dia marah sama aku.Kayaknya aku perlu jelasin semua sebelum Lesti salah paham.Emang mb Ikif kelakuannya kayak gitu.Sama siapa aja main peluk,main pegang.Risih juga sih.Tapi gimana lagi dia itu masih kerabat sama keluargaku.Dia itu anak dari Pakdheku.Makanya dia anggap aku kayak adik gitu.Aduh....aku harus jelasin deh silsilah nan panjang itu.Keluargaku memang masih keturunan keraton sebenarnya.Tapi aku ga mau pamer soal itu.Buat apa coba?
¤>¤ MULUTPUN BISU LIDAH PUN KELU KARENA CINTA...
         Aku ga sadar saking fokus ngejar dan jelasin semua ke Lesti sampai sebuah motor melaju ke arahku aku ga nyadar.Yang aku tahu tiba2 Lesti mendorongku ke arah tepi jalan sambil teriak,'Danang awas!!"
 %<% BIARLAH CINTA BERJUTA2 MENGGODA JIWA....
         Lesti jatuh menimpaku.Ia nampak tersipu dan segera bangun,akupun pura2 kesakitan,"Auw...aduh!" Pura2 pingsan ah,akupun bergaya tergeletak gitu.Sobat Lesti teriak,"Les!!Danang pingsan!"
         Aku yakin dia pasti peduli,buktinya dia tadi yang dorong aku biar ga ketabrak motor.Dugaanku benar,Lesti segera balik dan mendekatiku,"Nang?Danang!Sadar Nang!"
Aku segera pegang tangannya,ia kaget,"Kamu masih cinta kan sama aku?Iya kan?"
Lesti nampak manyun,"Kamu ngeselin!!"
Aku pakai saat itu buat jelasin,"Mb Ikif itu masih kerabat sama aku Les...dia itu anaknya pakdhe aku."
          Lagi asyik jelasin eh tiba2 ada Mas Frans datang,dia itu suami mb Ikif.Dia menghentikan motornya,'Wah...wah...mesranya kamu Nang!Ketua BEM kampus ini romantis rupanya cie...!Lihat isteriku ga Nang?"
 Aku segera nunjuk ke arah depan kampus,"Di Boulevard Mas!"
 Aku segera ajak Lesti ke depan kampus lagi biar dia lihat sendiri,"Nah itu lihat!Itu tadi suami mb Ikif.Tuh nemplok dia kan?"
 Lesti nampak malu dah ngambek tadi,"Makanya jangan negatif thinking dulu Tuan Putri..."
Eh malah dia menerawang.Waduh malah melamun...

 ¤}{¤ BIARLAH HATI BERKEPING2 ASAL KAU ADA DI SISIKU....( Irwan pov )
          Aku tahu Evi pasti rindu keluarganya.Akupun ajak dia menemui mereka.Tentu saja Evi senang sekali.Iapun sibuk nyiapin barang2 yang akan ia bawa.Semua oleh2 yang sudah ia siapin buat keluarganya.Untunglah ayah dan ibuku ga keberatan malah mendukung rencanaku.Mereka memang sangat pengertian.Evi nampak memandangku penuh rasa terima kasih.Kubelai pipinya,"Ayo berangkat."
Ayah dan ibuku melepas kami,"Baik2 disana ya...Salam buat semua keluarga di sana."
          Untunglah ibu mertuaku naik taxi pas ke rumahku.Jadi bisa ikut mobilku sekarang.Ia nampak masih berkaca2 memandang putrinya,"Ayahmu pasti akan sangat senang melihatmu Vi.Selama ini hati kami hancur berkeping2 tiap kali memikirkanmu.Memikirkan kau jauh di negeri orang.Apalagi sekarang marak teror bom dimana2.Ibu akan jitak Igun nanti.Awas dia!"
Evi tertawa haru,"Evi juga kangen banget sama kak Ramzi,kak Irfan juga ponakan2 Evi.Semua sudah Evi siapin oleh2 kok.Irwan yang milihin modelnya.Ya kan Wan?"
Aku tersenyum pada isteriku.Aku tahu ia nervous banget mau ketemu ayahnya.Tenang Vi.Aku di sini menemanimu.Aku akan selalu bersamamu.
            Gimana pertemuan Evi dengan ayahnya?***see you next eps***

Eps 51 HARUSKAH BERAKHIR : Thy House
 →KUCOBA UNGKAP TABIR INI....( EVI POV )
          Sepanjang jalan menuju rumah,aku merenungi semua yang telah terjadi.Ternyata hubunganku dengan ayah dan ibu yang biasanya harmonis bahkan bisa dibilang aku anak paling dimanja di keluarga bagai tersekat oleh tabir.Terlebih sejak Kak Cici tiada,sebagai anak perempuan satu2nya yang tersisa jelaslah bila ayah dan ibu sangat perhatian padaku.Overprotektif malah.
→→KISAH ANTARA KAU DAN AKU....
 Irwan memandangku dan berkata,"Semua akan baik2 saja.Aku ada bersamamu.I am with you."
Aku tersenyum padanya,suamiku sayang yang perhatian dan sempat kusia2kan.Jika bukan karena kebesaran hatinya,kesabarannya dan pengorbanannya aku pasti masih membenci ayah sampai sekarang.
→→→TERPISAHKAN OLEH RUANG DAN WAKTU....
          Hampir saja kami berpisah.Namun ia sangat baik dan berusaha menjaga nama baikku.Kupandang wajahnya yang tampan.Hidungnya,matanya,dahinya,alisnya yang tebal,semuanya adalah milikku.Semuanya kini sangat kucintai.Terkadang manusia baru menyadari betapa berharga seseorang jika hampir kehilangan orang itu.
→→→→ MENYUDUTKANMU MENINGGALKANKU....
          Sama sepertiku yang baru sadar betapa berharganya Irwan kala di luar negeri.Seharusnya demikianlah aku memahami perasaan ayah kala kehilangan kakak karena pria luar negeri.Pria itu menyia2kannya.Menyiksanya hingga membuatnya mengambil keputusan fatal.Semua yang ayah lakukan sebenarnya hanya demi diriku.Tak seharusnya aku melihat dari sudut pandang yang sempit.Sudut pandang seorang anak manja.

 >>> KUMERASA TLAH KEHILANGAN....( HAMDAN POV )
          Kemana isteriku?Pagi2 sudah main pergi saja.Rumah ini jadi terasa kian sepi tanpa dia.Sekian lama membina rumah tangga dan sama2 melewati suka duka,bagiku dia adalah penolong.Dia membantuku melewati masa tersulit dalam bahtera pernikahan kami kala kami kehilangan Cici.Putriku yang malang.Kehilangan itu membuatku sadar bahwa aku harus lebih waspada sebagai seorang ayah.Restuku bukanlah main2.Semua keputusan yang kuambil bagi masa depan anak2ku adalah sebuah keputusan hidup dan mati.
 >>> CINTAMU YANG TELAH LAMA HILANG...
          Evi telah lama pergi dari rumah.Sudah lama tak ada kontak lagi.Apakah aku telah kehilangan satu putriku lagi?Apakah keputusanku kali ini benar dengan memaksakan Evi untuk menerima Irwan?Kadang aku merasa begitu arogan dan tak berpengertian.Namun semua sudah kupikirkan matang2.Aku sudah selidiki siapa Nak Irwan sebelum aku menerima lamarannya.
>>> KAU PERGI JAUH KARENA SALAHKU...
         Walau kini Evi berada jauh dariku namun hatiku tenang dan yakin bahwa putriku itu akan baik2 saja karena bersama Nak Irwan.Nak Irwan adalah menantu idamanku.Dia baik,sopan,mapan,bertanggung jawab,dewasa,sabar,berbakti pada orang tua dan yang pasti dia penyayang.Sebagai pengacara yang sukses meski masih terbilang muda dalam berkarir,aku bisa melihat kesungguhan hatinya dalam melakukan segala sesuatu.Beberapa kolegaku yang kasusnya pernah ditangani oleh Nak Irwan mengaku sangat puas dengan kinerjanya.Orang yang bisa diandalkan.
 >>> YANG TAK PERNAH MENGANGGAP KAMU ADA....
Kulihat Igun sedang asyik lihat infotainment sambil ngemil popcorn,"Ibumu kemana Gun?Pagi2 dah nggak kelihatan?"
Igun malah main mata,"Daddy miss her did you?How sweet..."
Dasar anak nakal malah godain bapaknya,"Kamu nih bercanda melulu kalau diajak bicara...dasar..." Akhirnya aku memilih ngurusi ikan2 koiku saja.Mending ngobrol sama ikan koi daripada sama Igun malah dikerjai.Igun emang anakku yang paling badung.Tapi ngangenin dia...

 ♡ ASMARA MEMISAHKAN KITA... ( EVI POV )
            Akhirnya sampai juga di rumah,berkaca2 aku turun dari mobil.Semua masih sama.Kian haru kala ponakan2ku berlarian menyambutku,"Tante!Tante!!Tante Evi pulang!Tante Evi bawa oleh2 ga?" Kupeluk mereka satu persatu,"Iya Tante sudah kembali dan pastinya bawa oleh2 dong.Itu dibawa sama Om Irwan...minta sama Om...oh ya kakek mana?"
 Semua langsung mengerubuti Irwan,"Om...om...mana oleh2nya?"
 Irwan tersenyum pada mereka,"Tenang!Tenang semua kebagian...Om belikan banyak kok..."
Salah satu ponakanku yang paling besar berkata,"Kakek sangat merindukan Tante...suka melamun di kolam...paling kakek di sana..."
           Kolam?Teringat aku disanalah aku sempat mencoba bunuh diri mengiris nadiku.Kasihan ayah pasti beliau merasa bersalah sekaligus merasa ketakutan.Untunglah nyawaku masih tertolong saat itu kalau tidak takkan ada kisah asmara antara aku dan Irwan.

 � MENGINGATKANKU PADA DIRIMU... ( LESTI POV )
           Apa yang terjadi hari ini,kesalahpahaman antara aku dan Danang mengingatkanku pada kakak iparku.Mungkinkah aku juga salah paham padanya?Apakah aku telah menghakiminya tanpa menyelidiki perkaranya?Aku kan anak pengacara terkenal masak sih sesempit ini pola pikirnya?Danang mengejutkanku dari lamunan,"Hey...masih marah ya?Please...don't angry again ok?"
 Aku tersenyum dan menggeleng padanya,"Aku ga marah lagi kok ... Beneran..."
<<< GELORA MENGINGATKANKU ....
Kamipun berjalan bergandengan menuju fakultasku,"Apa menurutmu seseorang itu bisa berubah dalam waktu singkat?"
Danang berpikir gitu alisnya sampai naik,"Bisa...tapi biasanya perubahan dalam waktu singkat itu terjadi jika hati orang itu mengalami pukulan..."
Wah aku malah langsung ingat sama pertandingan tinju.Weleh....
♡♡ BAHWA CINTAMU TLAH MERASUK JANTUNGKU....
 Aku kembali bertanya,"Kalau masalah perasan bagaimana?"
Danang melirikku,"Maksudnya?"
Aku menggerak2kan tangan kami yang bertaut,"Yeah...masalah cinta.Apa menurutmu seseorang bisa mencintai orang lain dalan waktu singkat?Padahal dia sudah punya seseorang di hatinya.Bagaimana Pak Ketua ?"

 ¤¤¤ SEJUJURNYA KU TAK BISA.... ( DANANG POV )
          Jujur hari ini Lesti nampak lain deh,masak ngasih pertanyaan susah2 amat.Mending ngerjain test semester daripada ditanyai kayak begini?Apa karena lahir dalam keluarga pengacara ya?Makanya pertanyaannya rumit bin jelimet gitu modelnya.Resiko punya calon mertua pengacara he..he...
 ☆☆ HIDUP TANPA ADA KAMU AKU GILA...
         Akhirnya aku menjawab juga dengan segala kemampuan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus ini.Weleh... Aku meraih tangannya,"Perasaan itu masalah jiwa.Dan jiwa itu akan dituntun oleh hati.Hati itu tempat dimana Roh kita berpusat.Jika hati seseorang merasakan keterikatan atau kontak batin dengan orang lain yang baru saja ia temui dan memilih meninggalkan hubungan yang sudah ia miliki,semua itu melibatkan kekuatan dunia roh.Ada sesuatu yang terjadi di alam roh sehingga secara spiritual ia terikat dengan orang yang baru.Apa jawabanku terlalu tinggi untuk dipahami?"
 Lesti malah manggut2,"Pantas ya ada orang sampai gila mendadak.Kelainan jiwa ternyata sebenarnya muaranya adalah hati.Intinya ada pada roh.Pantas aku dengar kalau orang gila itu sebenarnya orang yang kemasukan roh ya?Kamu hebat juga paham dunia begituan?"
××× SEANDAINYA KAMU BISA...
Aku dan Lesti duduk dulu di depan fakultasnya,"Melihat kehidupan itu ga bisa tanpa melibatkan alam roh.Manusia kan terdiri dari 3 bagian.Tubuh,jiwa dan roh.Apa yang terjadi di sekitar kita,di masyarakat kita bahkan di bangsa kita semuanya sebenarnya diawali di alam roh,alam yang tidak kasat mata.Jadi jika seseorang bisa berubah drastis dalam waktu singkat maka sesuatu telah menggoncangkan hatinya.Tapi sebenarnya kamu ini sedang ngomongin siapa sih?"

 ÷÷÷ MENGULANG KEMBALI LAGI CINTA KITA....( LESTI POV )
           Aku terdiam kala Danang menanyakan siapa yang kumaksud hingga aku tanya aneh2 ke dia.Namun akhirnya aku jawab juga,"Ini mengenai kakak iparku....isteri kakakku...dulu ia ga cinta sama kakakku tapi pulang dari luar negeri ia bisa berubah cinta sama kakakku.Kan aneh?"
          Danang menengadah ke langit.Awan cirrus menghias di sana.Langit nampak bersih bagai disapu saja,"Hati manusia itu bagai awan,pergi kemana saja angin membawanya.Kamu tahu angin itu lambang Roh.Roh itu nafas hidup.Udara.Jadi tidak ada yang mustahil dan aneh sebenarnya jika kita paham dunia roh.Mungkin ada yang mendoakan kakak iparmu sehingga hatinya bisa berubah karena hanya Tuhan yang bisa mengubah hati manusia.Dan Tuhan ga butuh waktu lama untuk itu.Dalam sekejap saja Ia bisa melakukan apa saja.Menggoncangkan apa yang kita pikir tak bisa digoncangkan.Bicara masalah roh itu bicara mengenai kebatinan,kekuatan dan doa."
Kini aku mengerti bahwa aku memang dangkal dalam menilai dan melihat segala sesuatu.Aku rasa aku harus mengubah sikapku deh pada kakak iparku.Pasti semua ini juga tak mudah baginya.Aku melihat dosenku datang,"Pak Kumis datang.Aku masuk dulu ya?Daah Pak Ketua he..he.."

 ◆◆◆ TAKKAN KUSIA2KAN KAMU LAGI....( EVI POV )
 Aku melihat ke arah Irwan,"Ayo masuk.."
Ibu juga mengajak,"Ayo Nak Irwan jangan sungkan...anggap aja kayak di rumah sendiri lagian kami kini juga keluargamu.Ayo masuk!"
 Orang pertama yang menyambut kami adalah kak Igun,"Welcome back sister!Brother in law...he..he..."
           Kak Irfan dan Kak Ramzi jelas kerja.Tapi kakak2 ipar aku dengan hangat menyambutku,"Evi akhirnya kamu pulang juga.Ayah pasti seneng kalau tahu kamu dah kembali..."
Aku tak ingin menyia2kan waktu,"Ayah di kolam ya?"
Kak Igun mengiyakan,"Temui gih.Kasihan My Daddy..."
Aku menoleh pada Irwan yang tengah sibuk mengeluarkan oleh2,ia mengangguk padaku.Ibu juga mengusap lenganku,"Pergilah...temui ayahmu..."
Akupun melangkah menuju kolam.
            Apa reaksi Hamdan kala melihat Evi datang?***see you next eps***

Eps 52 HARUSKAH BERAKHIR : Thy Father
°°° REMBULAN DI MALAM HARI... ( Hamdan Pov )
           Aku suka berada di kolam ini.Evi itu suka sekali melihat ikan berenang.Betah dia lihat kayak gitu.Makanya aku pelihara ikan koi di sini.Selain indah dilihat katanya juga bawa hoki tuh ikan.Selain itu kalau malam aku bisa melihat pantulan rembulan di permukaan air kolam.Evi adalah rembulan bagiku.Mengingatkanku akan kisah putri Bulan dan Pangeran Matahari.Kisah asmara yang terhalang.Dulu isteriku biasa mendongengkannya setiap anak2 mau tidur.Cici dan Evi paling suka bahkan minta diulang2.Tak dinyana kalau kini aku menjadi penghalang cinta Evi dengan pria yang ia suka. $••• LELAKI DIAM SERIBU KATA....
         Evi mendiamkanku sejak aku mengusir Reza dari rumah ini.Biasanya ia paling cerewet dan paling manja sama aku.Tapi sejak aku menentang hubungan cintanya dengan Reza,ia menjaga jarak denganku.
$○○○ HANYA MEMANDANG HATINYA LUKA 3X....
         Masih kuingat kala kuberitahukan bahwa ada lamaran buat dia.Bahwa aku telah menerima lamaran itu tanpa bertanya padanya,ia memandangku penuh kebencian.Tatapan sedingin batu es itu menghunjam hatiku.Aku tahu aku telah melukai hatinya.Ia kecewa padaku.

 $●●● UDARA TERASA BERAT... ( EVI POV )
          Irwan menggenggam jemariku sebentar saat aku hendak melangkah menuju kolam.Aku berhenti merasa haru atas dukungan moral darinya.Kami hanya berpandangan tanpa kata.Tapi itu berbicara lebih dari cukup bagiku.Ia tahu betapa beratnya ini bagiku.Makasih ya suamiku sayang.

 $□□□ KARENA ASMARA SESAKKAN DADA... ( RITA POV )
        Akhirnya Evi kembali ke rumah ini.Aku lega sekali.Senang bukan main.Keceriaan rumah ini akan segera kembali.Selama ini hatiku merasa sesak.Melepas Evi pergi ke luar negeri dengan tamparan di wajahnya sungguh membuat aku tidak tenang.Tapi hubungan kami sudah pulih.Evi banyak berubah kulihat.Lebih kalem dan lebih santun.Apa efek menikah dengan pria kalem kayak Nak Irwan ya?Menantuku itu sedang dikerubuti cucu2ku.Ada yang dia pangku,ada yang nemplok di punggungnya ada juga yang duduk sekitar kakinya.Mereka merasa nyaman dengannya padahal dia jarang sekali kemari.Kebapakan kali ya?Semoga cepat diberi momongan.Alamat bakal anteng2 nih cucuku yang dari dia.Aku tersenyum membayangkannya.

 $■■■ KETIKA CINTA TERBENTUR DINDING 2X.... ( IGUN POV )
         Aku segera hubungi Ramzi dan Irfan.Beritahu kalau Evi come back.Mereka seneng banget,"Serius kamu,Gun?Jangan2 bercanda nih?Ngerjain kita2..."
Dasar mereka dikasih tahu malah ngira aku julitin mereka,"Sebentar nih....aku foto ya.Aku akan upload ke WA kalian.Emang aku kurang kerjaan apa ngerjain kalian2 pada...sorry ya..."
Wah mereka langsung heboh mau pulang cepet.Aku senyum2 sambil ngemil,"Kalau kalian cepet bakal bisa lihat reconciliation moment he..he..be soon home brothers!"

 $◇◇◇ BUKALAH HATIKU HATIMU YANG SELALU MEMBEKU....( IDAYU POV )
         Lesti sudah kembali dari kampus.Pastinya diantar sama pangerannya.Danang namanya.Lesti itu anaknya ga gaul sebenarnya tapi kok bisa dapat ketua BEM di kampusnya ya?Heran juga aku. Aku membuka pintu menyambut mereka,Danang mencium tanganku,"Tante..."
Aku ajak mereka masuk,"Mampir dulu Nak Danang..."
Dia minta maaf ga bisa karena mau persiapan kegiatan bakti sosial kampus,"Lain kali saja Tante...sudah ditunggu teman2 nih...maaf."
Lesti malah berkata,"Biasa Bu...manusia super sibuk....he...he..."
Aku senang Lesti sudah ceria lagi.Sepertinya sekarang saat yang tepat untuk menasehati dia.

 $◆◆◆ AGAR KULIHAT LAGI REMBULAN DI WAJAHMU....( HAMDAN POV )
          Sedang asyik memberi makan koi2ku plus melamunkan Eviku tiba2 kudengar langkah kaki mendekat.Paling isteriku.Aku tak menoleh,"Darimana saja?Pergi ga bilang2..."
Tak ada sahutan.Malah kudengar isakan tangis.Tapi sepertinya suara isakan itu aku kenal.Aku segera membalikkan badanku dan kulihat di sana....rembulanku...Putriku.Evi berdiri di sana.

 $♧♧♧ JANGAN SEMBUNYIKAN HATIMU PADAKU....( Evi pov )
          Akhirnya aku sampai di kolam.Langkahku terhenti kala melihat sosok ayah disana.Berdiri membelakangiku.Tubuhnya lebih kurusan.Bahunya juga luruh.Ayah pasti sedang sedih.Aku hafal gestur itu.Dan aku yakin akulah sumber dari rasa sedih di hatinya.Ayah pasti memikirkanku.Tak dapat kutahan rasa sesak di hatiku,rasa bersalah yang menggunung dan rasa sedih karena mendukakan hatinya.Aku menangis.Awalnya bisa kutahan agar tak ada suara tapi aku tak bisa.Isakanku membuat ayah menyadari kehadiranku.
$�� LELAKI DAN REMBULAN...
Aku hanya bisa berkata,"Ayah...."
Tak dinyana ayah yang kupikir akan sangat sulit kudekati justru malah yang berlari mendapatkanku,"Evi!!!Putri Ayah!!!"
Pelukan hangat kurasakan,air mataku tumpah di baju ayah,"Maafkan Evi Ayah....Evi sudah bersikap buruk pada Ayah....Maafkan ya Ayah....?"
Ayah juga menangis,"Semua sikap anak Ayah adalah hasil dari taburan Ayah ke kalian.Maafkan Ayah juga sayang....Ayah lakukan semuanya karena Ayah tak mau ... kau mengalami kejadian yang sama seperti..."
 Aku memandang Ayah penuh derai air mata di pipiku,"Evi tahu maksud Ayah hanyalah untuk kebaikan Evi...Maafkan Evi yang tak mengerti isi hati Ayah,maksud hati Ayah dan pikiran Ayah.Kini Evi mengerti Ayah..."
Kami bertangisan.Beban hatiku terangkat sudah.Rasanya panas sekali kudukku.

 $▲▲▲ BERSATU DI MALAM ANGIN SEPOI2....( IRWAN POV )
            Kakak2 Evi yang lain datang.Heboh mereka menyalamiku dan menanyakan adik mereka,"Evinya kemana?Kok nggak kelihatan?"
Ibu mertuaku mengajak semua ke kolam,"Ssst!Jangan berisik ya...semua diam ok?"
Kak Igun mengambil handycam,"Beres Mom!!"
          Kami semua lalu berdiri agak jauh dari kolam,haru meliputi wajah2 keluarga Evi kala melihat Evi bersatu kembali dengan ayahnya.Ibu mertuaku sampai meneteskan air mata.Kak Igun aja juga mewek,sampai gemetar dia megang handycam.Aku akhirnya yang menawarkan bantuan,"Biar Irwan yang syut kak..."
Kak Igun mengangguk dan menyerahkan handicam padaku.Ia sibuk mengusap air matanya.Kak Ramzi dan Kak Irfan semua bergandengan tangan dengan isteri mereka masing2.Sama juga hujan lokal semua.Sepertinya isteriku sangat disayangi oleh keluarganya.
          Wah tissue mana ya?Kok ga ada sih?Penulise cari sapu tangan dulu ya...***see you next eps***

Eps 53 HARUSKAH BERAKHIR : Purpose
 ↓•↓MALAM TAK BERBINTANG TERPAKU SEPI DI SINI....( Evi pov )
           Bermalam di rumah sendiri rasanya nyaman sekali.Kami semua berkumpul di tepi kolam.Asyik bakar jagung dan makanan lain.Semua nampak cepat akrab dengan suamiku.Irwan seperti biasa dirubung sama ponakan2ku.Fave dia itu.Ga tahu kenapa mereka seneng banget nemplok sama Irwan.Apalagi Irwan berdiri dekat pembakaran,wah heboh gitu ponakan2ku,"Om minta rasa keju ya?Om jagungnya yang ini ya...Om aku mau rasa asin...Om aku ..."
Ayah mendekatiku sambil membawa dua jagung bakar,"Ini rasa asin.Kesukaan kamu bukan?Yuk duduk di ayunan sana!Ayah masih kangen sama kamu."
Aku mengikuti ayah,"Wah jagungnya agak gosong Yah...kayak kulit Evi he..he..."
Ayah malah tertawa,"Meski hitam tapi manis kan?Lihat tuh suamimu melirik terus ke arah sini.He..he.."
Aku memandang ke arah Irwan,ia tersenyum salting padaku.Suamiku sayang...
↓○↓ HANYA REMBULAN MALAM SENYUM UNTUKKU....
Ayah tertawa dan berteriak,"Tenang Menantuku!Evi tidak kemana2!Ha..ha.."
Semua ikut tertawa bikin Irwan jadi tersipu.Aku memandang Ayah,"Ayah bikin Irwan jadi malu tuh...ntar dia ga mau nginep sini lagi dong..."
Ayah malah memandang langit malam yang disinari rembulan,"Kau itu dimanapun berada selalu jadi kesayangan.Ayah tahu Nak Irwan sayang banget padamu.Kelihatan kok...kayak lagu...kamu itu rembulan di rumah ini.Rembulan yang bersinar lagi..."
Ayah malah melantunkan lagu itu,"Rembulan bersinar lagi...mendungpun tiada lagi..."

 ↓●↓SERING KU BERTANYA PADA HATIKU INI....( Irwan pov )
Mendengar ayah mertuaku menyanyi,semua ikut menyanyi,"Aku tak mau ....kehilangan dirimu..." Keluarga ini ceria kembali dengan kembalinya Evi ke tengah2 mereka.Evi tersenyum padaku,aku tahu dia sedang bahagia.Sangat bahagia malah.Dia nampak bersandar manja di bahu ayahnya.Gara2 lihatin Evi aku sampai lupa dengan bakaranku,"Om!!Jagungnya gosong!"
↓□↓ MENGAPA JATUH CINTA PADA DIRIMU...
           Semua tertawa melihat jagungnya jadi gosong,aduh aku terpaksa bakar lagi.Kak Igun malah meledek,"Makanya kalau lagi bakar2 matanya jangan kelayapan...sini!Biar aku aja.Bahaya kalau perbaraannya dijaga oleh orang yang sedang jatuh cinta..."
Salah satu ponakan Evi nyeletuk,"Aku mau jagung rasa cinta Om..."
 Weleh....

 ↓■↓ SEDANG KAU KINI TAK SENDIRI LAGI KAU TELAH BERDUA...( Lesti pov )
          Sepi sekali dirumah ga ada kakak.Rasanya seperti saat kakak ke luar negeri.Ibu datang membawakan wedang ronde,"Ibu beli ronde kamu mau ga?"
 Jelas maulah udara dingin gini enak minum wedang ronde,"Mau dong Bu!Mau banget!"
 Kami berdua menikmati wedang ronde sambil ngobrol.
↓◇↓ NAMUN ENTAH MENGAPA SEBABNYA AKU JATUH CINTA....
Aku tuh paling suka makan kolang kalingnya,"Hmm...kolang kalingnya banyak Bu..."
Kalau ibu paling suka kacangnya,"Ini ambil punya ibu..."
Kalau kak Irwan itu paling suka bulatan2nya,"Coba ada kakak ya Bu...pasti seru deh...Ayah mana Bu?"
Ibu menunjuk ke ruang kerja ayah,"Biasa pengacara...sibuk..."
          Ayah dan kakak itu emang manusia tipe serius kerja melulu.Kadang sampai lupa jam makan,untung ibu selalu ingetin,"Ibu pasti berkurang dong tugasnya...sekarang kak Irwan dah nikah...ada yang merhatiin dia.Kalau perhatian lho isterinya..."
↓◆↓ TERKADANG INGINKU MENEPIS SEMUA RASA DI HATIKU...
 Ibu memandangku,"Lesti...setiap orang berhak mendapat kesempatan sayang...mungkin kakak iparmu dulu pernah melakukan kesalahan tapi sekarang dia sudah berubah...ibu bisa lihat kok..."
 Aku menepisnya,"Lesti ga percaya..."
 Ibu lalu cerita,"Dulu usai pesta pernikahan ibu sempat heran melihat wajah menantu ibu itu.Dia itu seperti kosong dan sangat pasif.Tapi usai pulang dari luar negeri wajahnya berbeda.Penuh cahaya dan binar cinta...juga dia sangat perhatian pada kakakmu bahkan pada ibu.Apa kau tak lihat betapa bahagianya kakakmu sayang?"
↓◆↓ KENDATI BEGITU BERAT UNTUK MELUPAKAN DIRIMU...
Aku menyeruput air jahe di gelasku,"...Hmm...hangat jahe ga mudah hilang ya Bu...sama seperti itu Lesti masih belum melupakan betapa dulu ia menyia2kan Kak Irwan Bu..."
 Ibu membelah bulatan putih dalam wedang ronde dengan sendoknya,"Bukalah hatimu sayang...demi kebahagiaan kakakmu...terimalah Evi sebagai kakak iparmu.Dia kebahagiaan kakakmu sayang...Evi yang kaukenal dulu seperti apa sayang?"
↓♧↓ KURASA KITA TAK MUNGKIN LAGI BERSATU....
           Aku terdiam,dulu aku emang fans berat dia.Dia itu idola dan trend centerku dalam menyanyi.Suaranya yang mendayu dan lantang sungguh memukau hatiku.Tapi sejak kutahu dia menikah karena terpaksa dengan kakakku.Aku jadi tak suka dengannya.Apalagi kubaca surat2 yang ditulis oleh pria yang bernama Reza.Hatiku mendidih.Tega dia bohongi kakakku.Apa salah kakakku?Tapi kini dia tiba2 berubah.Apakah ini perubahan permanent atau sementara?Aku justru penasaran bagaimana dia bisa berubah jadi sayang sama kakakku.Meski aku sudah dengar dari kak Irwan tapi kalau aku belum dengar dari mulut kakak iparku sendiri rasanya aku masih gamang.Jika membaca raut mukanya sendiri aku bisa tahu dia sungguh2 atau hanya pura2.Siapa tahu aja dia jago akting.Awas kalau dia mainin kakakku lagi!Akan kukejar dia!

 ↓�↓ MEMANG KUSADARI TERLALU SAYANG PADAMU...( IDAYU POV )
          Lesti masih belum bisa membuka pintu hatinya buat menerima Evi.Tapi dia berjanji akan lebih menjaga sikapnya.Semua karena rasa sayangnya yang dalam pada kakaknya,Irwan.Aku tahu memang dia sayang banget sama kakaknya itu.Setidaknya dia akan bersikap lebih baik.Demi menjaga perasaan kakaknya.Semoga Tuhan melembutkan hatinya.

 ↓▲↓TAK MUNGKIN MELUPAKAN KASIH SAYANG PADAMU...( Rita pov )
          Kulihat suamiku kembali ceria sejak kedatangan putri kesayangannya.Rumah kembali ceria.Namun yang paling membuatku terpana adalah kala Evi memeluk menantuku dari belakang.Nak Irwan jelas kaget,"Sayang,kau disini rupanya...mau minta jagung rasa apa?"
 Aku tersenyum mendengar jawaban putriku,"Aku mau jagung rasa cintamu...pak pengacara..." Hatiku lega sekali akhirnya Evi bisa menerima Nak Irwan.Terima kasih Tuhan.

 ↓▼↓ ATAU KUBUANG SAJA KENANGAN BERSAMAMU....( HAMDAN POV )
          Rita memberi kode padaku agar melihat ke arah menantu baruku,aku segera menoleh. Tampak rembulanku sedang manja sama suaminya,membakar jagung bersama.Pegangan tangan dan sandaran gitu.Aduh aku makcless lihatnya.Rasanya seperti mimpi saja.Masih segar di ingatanku betapa gigihnya Evi menolak perjodohan dengan Nak Irwan.Tapi Tuhan memang maha besar.Dia sanggup melakukan apa yang kita pikir mustahil menjadi mungkin.Kini semua yang buruk hanyalah kenangan masa lalu.Masa depan putriku indah bersama menantu pilihanku.
          Ternyata jika kita menelusuri hidup kita setiap apapun yang terjadi direka2kan hanya untuk satu tujuan yaitu kebaikan kita pada akhirnya.Lalu bagaimana dengan hubungan Lesti dan Evi?***see you next eps***

Eps 54 HARUSKAH BERAKHIR : Sent Unto You
 ↓□□□↓CINTAKU INI CINTA YANG BISA DIUJI...( REZA POV )
           Aku dan Hayati sedang sibuk memilih model undangan buat pernikahan kami.Ya,aku sudah melamarnya.Jelaslah direstui oleh orang tuanya.Reza gitu loh he..he..Cintaku kan sudah diuji dengan sikap heroikku kala terjadi penembakan dulu itu.Hayati sudah menentukan modelnya tinggal warnanya.Ia memandangku,"Warna merah apa biru?"
           Meski aku suka warna biru tapi kalau biru mengingatkan akan langit.Dan pastinya kejadian pesawat jatuh yang dialami oleh mendiang tunangannya dulu,Putra.Aku meraih yang merah,"Merah saja.Tanda kalau kau berani untuk melanjutkan hidupmu.Bagaimana?"
Hayati malah memandangku dan memelukku sambil membelai punggungku,"Merah mengingatkanku akan darah yang mengalir kala kau tertembak.Aku baru menyadari betapa berartinya hidup itu sejak detik itu.Baiklah warna merah saja.Aku setuju."
↓■■■↓MESKIPUN DENGAN MATEMATIKA CINTAKU HARGA PASTI OOH....
           Warna sudah diputuskan.Soal harga juga ga masalah.Tapi sekarang masalahnya siapa saja yang mau diundang.Hayati punya banyak list makhlum ayahnya kan orang pemerintah.Jadi koleganya pasti banyak.Lha aku?Aku malah ingat pada Keluarga Evi di Indonesia.Aku ingin mengundang Ayah Hamdan,Bunda Rita dan kakak2nya Evi serta Evi tentunya.Meski Hayati tahu masa laluku dengan Evi namun ia tak keberatan dengan niatku itu,"Setiap kita punya masa lalu kak.Punya sisi yang tak bisa kupungkiri ada dalam diri kita.Kakak juga tahu masa lalu aku dengan mendiang Putra.Kakak bisa menerimaku mengapa aku tak bisa melakukan hal yang sama?Lagipula kita takkan ada di masa kini tanpa masa lalu bukan?Undang saja gpp.Justru itu artinya hati kita sudah ikhlas."
           Aku kagum pada calon isteriku ini,jadi makin manis deh dilihat.Kukecup keningnya,"Makasih ya sayangku...thank you so much ..."
Akhirnya aku mengirimkan undangan ke Evi dan keluarganya.Kalau ke Evi jelas ke Irwan aku ngirimnya.Pernikahan akan dilangsungkan di Turki dan Indonesia.Tiru2 gaya selebritis beda negara menikah.Satu di tempat asal mempelai pria satu di tempat asal mempelai wanita.Makhlum dapat anak diplomat jadinya pestanya lumayan wah.Tapi sejak bersama Hayati,orderan manggung dan gelar konser berdatangan.Aku sampai dibilangi sama Mamaku,"Hayati bawa hoki buat kamu.Belum nikah aja banjir orderan manggung apalagi nanti kalau sudah menikah.Padahal ga gampang lho dapat kayak gitu."
           Aku malah tersenyum melihat Hayati memilih gaun pengantin.Dia suka model yang simple tapi anggun dilihat.Karena aku dah slim proporsi tubuhnya maka dia milih gaun yang agak jebuk gitu.Katanya biar balance dilihat.Kayak angka 10 dong.Milih gaun aja pakai matematika he..he..

 ↓◇◇◇↓ KARENA TAK ADA ALASAN UNTUKKU TAK MENCINTAI KAMU....( EVI POV )                  Seminggu di rumah ayah kurasa sudah cukup.Aku juga harus memikirkan keluarga Irwan.Masak baru datang dah pergi lagi.Ntar dikasih muka masam lagi sama Lesti.Aku ga mau jadi aku kembali ke rumah mertuaku.Irwan malah berkata,"Yakin nih mau kembali ke rumah aku?"
Aku jawab dia,"Rumah kita Pak Pengacara...kita kan satu.Tidak ada kau dan aku lagi adanya kita."
Ia tersenyum,"Ups...aku salah ya...makasih sudah ingetin he..he.."
           Kamipun pulang karena aku sudah puas melepas kangen.Mamanya Irwan menyambut dengan hangat kepulanganku,"Menantuku akhirnya kembali juga.Wah bawa apa ini?Banyak bener...Les!Sini sayang kakakmu datang lho!"
 Lesti mendekat dan memeluk kakaknya,"Kupikir kakak lupa masih punya keluarga di sini.Ternyata ingatannya masih bagus hi..hi.."
Aku tahu ia menyindirku namun Irwan membelaku,"Evi yang ngajak pulang kemari.Kakak sih senang2 aja di sana.Keluarga di sana ramah2.Disana rame he..he.."
Lesti manyun mendengarnya dan tidak lagi bermuka masam padaku.

 ↓◆◆◆↓BILA SEMUA YANG KUCARI2 DAN YANG AKU MAU HANYA ADA PADAMU.... ( LESTI POV )
           Kakak belain isterinya terus.Jelas kakak cinta banget sama kak Evi.Meski aku malas sebenarnya duduk di ruang yang sama dengan kakak ipar aku itu tapi Ibu selalu memandangku seakan mengingatkanku akan janjiku untuk menjaga sikapku.Untunglah ayah datang,"Tumben Ayah sudah pulang?Asyik bawa durian pula!Yeah yeah!!"
          Aku kegirangan menerima oleh2 ayah,aku pingin biar kakak iparku lihat kalau aku ga suka oleh2 dari dia.Durian segera dibelah dan dinikmati oleh semuanya.Kecuali kakak ipar,dia malah mual dan pergi ke belakang.Aneh amat dia.Pasti mau cari gara2 nih.Aku cuekin aja malah beneran ga usah berbagi sama dia.Eh lagi asyik menikmati daging durian nan harum tiba2 ayah memberikan sesuatu pada kak Irwan,"Kamu dapat undangan nih.Dikirim dari kedutaan lho.Sejak kapan kamu punya koneksi orang sana?"
Kak Irwan keheranan menerima undangannya,"Salah alamat kali Yah?Masak sih?Kayaknya Irwan ga pernah punya klien orang kedutaan deh."
Aku malah jadi kepo ikut lihatin kakak membuka undangannya,"Dari siapa sih kak?Undangannya bagus banget.Mahal itu."

 ↓♧♧♧↓COBA KAU TAMBAH2,KURANG2,KALI2.... ( IRWAN POV )
 Aku cemas melihat Evi malah mau muntah mencium bau duren,"Kamu gpp sayang?"
Evi malah menggeleng,"Gpp kok.Aku ke belakang dulu ya.Biasanya aku ga alergi kok sama duren.Ga tahu nih mungkin ga enak badan aja."
Untung ibu menenangkanku,"Sudah jangan khawatir.Biar ibu buatin sesuatu buat isterimu."
            Ibu menyusul Evi ke belakang sambil senyum2 gitu ke ayah.Lalu ayah ingat kalau aku dapat undangan gitu dari kedutaan.Lha sejak kapan aku punya teman orang kedutaan.Rupanya dari Reza,"Astaga..." Evi sudah kembali dari belakang,"Ada apa Wan?Undangan dari siapa?"
 Aku tersenyum padanya,"Dari sahabat kita Reza.Dia dapat putri orang kedutaan Indonesia untuk Inggris.Lihat nih ada fotonya."
 Eh Lesti ikut lihatin dengan muka nan kepo bingow gitu,"Lihat!Lihat!"
            Ayah malah tanya siapa itu Reza?Disitulah Evi cerita siapa Reza itu dari A sampai Z.Lesti dengerin dengan seksama gimana Evi cerita,"Dulu Reza adalah murid ayah,dia berasal dari Turki.Ibunya orang Turki tapi ayahnya orang Indonesia...."
 Evi memandangku seakan meminta ijin padaku untuk meneruskan ceritanya,aku malah yang nerusin,"Reza adalah cinta pertama Evi tapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Evi karena ayahnya sudah bersumpah takkan memberikan putrinya pada orang asing."
Lesti bertanya,"Kenapa kakak ga cerita soal itu ke Lesti dulu?"
Aku meraih isteriku dalam rengkuhanku,"Itu adalah masa lalu dan tragedi di keluarga kakak iparmu ini Lesti.Kakak ga bisa sembarangan membukanya."
Lesti lupa dengan duriannya,"Tragedi gimana sih kak?"
Evi yang jelasin,"Dulu aku punya saudara perempuan namanya kak Cici..."

 ↓▲▲▲↓ DAN BAGI SEMUA YANG KUBERI DAN YANG TAK KUBERI ....(Idayu pov )
             Lihat sikap Lesti ke Evi,aku sempat deg2an.Putriku ini sepertinya ga megang janjinya yang ia berikan padaku.Kupandang dia.Dia paham dan nampak diam.Namun kala lihat Evi mual aku jadi hepi.Tanda2 nih.Aku bakal dapat cucu nih.Aku tanya sama menantuku pas dia udah keluar dari kamar mandi,"Kamu ga alergi durian kan Vi?"
Evi menggeleng,"Tidak.Evi ga pernah alergi durian.Ga tahu nih kok tiba2 mual banget bau durian aja.Kecapekan kali ya?"
Aku ga mau kasih tahu dulu biar waktu berjalan dulu.
↓☆☆↓KAU KAN DAPATKAN HASILNYA PASTI SAMA DENGAN CINTA SYALALALA...
           Aku hanya menyarankan buat dia jangan kecapekan dan jaga kesehatan.Kuberikan minuman hangat buat dia,"Minumlah biar tenggorokanmu hangat dan nyaman."
Usai meminumnya Evi kembali ke depan,ia ingin berada dekat dengan putraku.Jelas kulihat ia merasa nyaman dengan berada dekat putraku.Padahal dulu,dingin gitu boro2 deket dideketi aja menjauh.Sekarang kok kebalik ya?Peristiwa apa yang mengubah hatinya?Akhirnya aku tahu kala malam tiba.

 ↓★★↓MESTI KAU BOLAK BALIK TETAP SAMA DENGAN CINTA SYALALALA....( Lesti pov )
           Aku kaget plus ga percaya kala kak Irwan menyebut nama Reza dengan entengnya.Bukannya tuh pria yang dicintai kakak iparku?Aku lihat di undangannya tertulis,for my best friend.Teman baik?Sahabat?What?Rasa ingin tahuku sedikit terobati dengan cerita kakak iparku soal Reza.Rupanya ada tragedi dibalik semua ini.Namun melihat Kak Irwan sudah mengantuk,kakak iparku menghentikan ceritanya.Setidaknya aku tahu alasan ia tak bersama Reza dan malah menikah dengan kakakku.Malamnya aku lihat Kak Evi membuatkan mie untuk kak Irwan.Disitu ia menawariku,"Mau kubuatkan juga?"
Aku emang laper sih,"Boleh.Yang rebus aja tapi."
Ia mengambil di kulkas,"Kalau kakakmu suka mie goreng tapi ada kuahnya.Kau mau telornya matang atau setengah matang?"
Aku jawab,"Matang saja.Setengah2 itu ga bagus..."
Disitulah aku bertanya banyak hal padanya,"Apa yang membuatmu tetap memilih bersama kakakku?Bukankah kau sudah menemukan pria Turki itu?"
 Aku terkejut mendengar jawabannya,"Cinta.Aku menyadari apa itu cinta kala kakakmu mengajakku pergi keluar negeri.Dia mengajari arti cinta sebenarnya.Ternyata cinta itu memberi.Dia memberikan tenaganya,waktunya bahkan mengorbankan perasaannya demi mencintaiku.Demi memberi kebahagiaan padaku.Dia memikirkan kebahagiaanku lebih dulu.Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta pada pria seperti itu?"
Aku malah membayangkan jika aku di posisi dia. Aku lalu memakan mie buatannya,enak juga.Kakak menyusul ke dapur,"Oh pantas ga balik2 rupanya sama Lesti cimoet ini toh?Aku makan disini aja deh...bareng kalian.He..he.."
Lesti sudah mulai melunakkah?***see you next eps***

Eps 55 HARUSKAH BERAKHIR : Shall Come
 ¥•• BERSANDAR DI PELUKMU MENATAP DI MATAMU....( Evi pov )
Usai makan mie bersama Lesti,Irwan ngajak balik ke kamar,"Dah malam.Kita tidur dulu ya Lesti Cimoet?Kamu juga cepetan tidur besok kuliah kan?"
Lesti tersenyum padaku.Walau ga lebar amat tapi itu menenangkan hatiku,"Ya Kak.Met malam."
 Di kamar Irwan meraihku dalam pelukannya,"Aku lega kamu dan Lesti dah adem.Oh ya kamu gpp kan sayang?Perutnya dah enakan belum?"
 Aku malah bersandar dipelukannya,"Udah kok.Apalagi ada kamu disamping aku mana mungkin aku sakit.Kan cinta itu menyembuhkan."
 Irwan lalu meraih selimut,"Pokoknya kalau ada apa2 bilang ya?Jangan bikin aku khawatir.Yuk kita tidur.Kamu harus banyak istirahat kata ibu.Jangan banyak pikiran.Mikirin aku aja hi..hi..."
Dasar Irwan,selalu tahu menentramkan hatiku.Malam itu aku tersenyum dalam tidurku.

 ¥○○ APAKAH KAU RAGU PADAKU....( LESTI POV )
 Aku papasan sama Ibu pas mau ke kamarku,"Ibu belum tidur?"
 Ibu malah mengusap kepalaku,"Lagi ngecek anak2 ibu.Ternyata semua baik2 saja.Tidurlah sayang..."
            Aku tahu maksud Ibu,pasti beliau denger pembicaraanku dengan kak Evi dan kak Irwan tadi.Aku mencium pipi ibu,"Maafkan Lesti ya Bu suka bantah ibu...next time nurut deh..."
Ibu tersenyum,"Jangan kecewain ibu ya?Malam sayang...sleep well."
           Aku ga heran jika ibu meragukan aku tadi tapi setelah makin mengerti duduk persoalan semuanya ternyata apa yang terlihat itu ga sesimple yang aku pikir.Aku masuk kamar dan malah nonton tv.Waduh berita soal pembunuhan yang lagi jadi hot topik di media.Aku sadar sikapku langsung main judge aja ga fair buat kakak iparku.Manusia itu bukan robot sehingga selalu sesuai programnya.Robot aja bisa rusak.Apalagi manusia dengan kehendak bebasnya dengan segala keterbatasan dan kelemahannya.Kenapa ya Tuhan sabar banget sama namanya manusia?Setiap hari Ia menerbitkan matahari tepat waktu.Orang berbagai lapisan berbagai belahan bumi berbagai suku dan ragamnya mendapat sinarnya.Mendapat kebaikannya.Kasih setia-Nya selalu baru setiap hari.Mengapa aku ga bisa kayak gitu ke orang lain.Orang itu ditakuti atau disegani karena memaafkan pelanggaran.Lha wong yang jelas membunuh aja masih berusaha dibebasin dari hukuman gantung mengapa yang ga membunuh tidak dimaafkan ya?Sedegil itukah hatiku?Bukannya aku diajarkan untuk selalu memaafkan?Kasihan kakak iparku pasti aku dah bikin dia ga nyaman deh tinggal di sini.Aku harus berubah.Tekad itu akhirnya membuatku tersenyum dalam tidurku.

 ¥●● KINI AKU RAGU PADAMU....( Idayu pov )
           Aku lega kini Lesti dah baikan sama kakak iparnya.Aku masuk ruang kerja suamiku,"Sudah malam Pi...jaga kesehatan lho."
Suamiku malah minta dibikinkan kopi,"Tanggung nih...Hatiku ga tenang kalau kasus ini ga kukerjakan dengan segera.Kasihan lihat pejabat ini dia itu bagus kinerjanya.Ga korup atau main perempuan tapi lawan politiknya nyari2 kesalahan dia dengan memakai unsur SARA.Apa negara kita ini sedang dalam incaran target operasi ya hal2 yang mendasar diserang terus.Yang agamalah...sukulah,bahasalah..."
 Aku dengerin suamiku cerita soal kasus yang sedang ia tangani,"Namanya juga negara majemuk Mas.Kalau dasar2nya dihancurkan mana bisa bertahan.Perbedaan jelas banyak apalagi menyangkut prinsip.Menjalankan suatu perintah Tuhan itu perlu hikmat dari Tuhan.Tuhan itu sifat dasarnya kan kasih.Penyayang.Tuhan lebih menyukai hati yang berbalik pada Dia daripada sebuah prinsip ditegakkan namun membinasakan orangnya.Iman,pengharapan dan kasih itu sendi2 kehidupan.Namun yang terbesar adalah kasih.Kasih itu melebihi semuanya.Apalah artinya semua kesucian kita jika Tuhan tidak melihat hal itu sebagai sebuah persembahan yang berkenan.Bukankah Ia mengatakan puasa itu artinya melakukan keadilan,kebajikan bukan sebuah liturgi keagamaan.Tapi semuanya nanti akan terang benderang kok Pi.Tuhan itu akan menyingkapkan semuanya.Papi jangan ikutan emosi jiwa.Papi kan lawyer harus tetap tenang menghadapi semua proses pengadilan." Suamiku malah terpana memandangku,"Wah ...Mami nih lebih jago jadi lawyer kayaknya...Wah2..." Aku segera bikinkan kopi buat dia,"Mami mah cuma ibu rumah tangga biasa mana pantas jadi lawyer...ga deh...Mami temeni Papi aja deh begadang..."
Suamiku segera merapikan berkas dan dokumen di mejanya,"Papi dah dapat cara nih buat sidang besok.Makasih ya Mi...hati Papi ga ragu lagi sekarang buat jalani sidang besok.Yuk kita tidur.Bukannya Tuhan memberikan berkat-Nya pada orang benar saat dia tidur?"
Aku mengikutinya,"Wah pakai ayat sekarang mau tidur aja."
 Suamiku tertawa,"Lha kan lagi trend sekarang semua serba pakai ayat suci he..he.."
Dasar pengacara ya kayak gini nih.Hidup dibikin jadi jelimet.

 ¥□□ ADAKAH CINTA YANG TULUS KEPADAKU...( IRWAN POV )
           Kerja lagi.Dah lama off nih.Kerjaan jadi pengacara itu memang ga terlihat sibuknya tapi asli mikirnya itu bikin kepala cenut2.Tapi aku tenang karena Evi baik2 saja tadi saat kutinggal.Lagian ada Mami dirumah.Evi pasti dijagai.Aduh aku kok malah mikirin dia terus.Pengacara lagi jatuh cinta nih...ya begini ni...
 ¥■■ ADAKAH CINTA YANG TAK PERNAH BERAKHIR....
 Lagi asyik mempelajari berkas perkara eh telepon bunyi,"Wah ayah mertua nih..."
Segera kuangkat,"Ya Ayah...tumben nih nelpon Irwan?"
 Ayah Hamdan demikian aku suka memanggil beliau terdengar suaranya agak parau,"Ayah dengar kamu dapat undangan pernikahan dari mantan murid Ayah dulu.Apa benar Nak?"
 Oh soal undangan dari Reza,"Iya Ayah memang kenapa Yah?"
 Beliau menjawab,"Ayah juga dapat Nak.Kamu akan datang di pesta itu?"
Kenapa Ayah nanya begitu ya,"Irwan belum sempat bahas itu sama Evi Yah...tapi kalau Irwan sih pinginnya datang kan diundang.Masak ga datang sih lagian Irwan dan Reza itukan berteman."
Ayah Hamdan berkata lagi,"Kalau gitu berangkatnya bareng ya?Ayah juga ingin mengakhiri kesalahpahaman dengan Nak Reza."
Wah diajak bareng nih,"Iya Ayah...Naik mobil Irwan aja."
¥◇◇ SELALU UNTUK SELAMANYA....
           Cukup lama juga aku ngobrol sama Ayah mertua.Asyik sih ngobrol sama beliau.Pantas Evi juga nyenengke orangnya lha ayahnya aja kharismatik banget.Malah kepikiran isteriku lagi deh.Irwan...Irwan...

 ¥◆◆ TERMENUNG DI KENINGMU BASAH DI MATAMU....( Hamdan pov )
          Lega sekali bicara sama menantuku.Orangnya wise dan ga pendendam.Reza yang jelas2 pernah punya hubungan asmara dengan Evi,bisa jadi teman sama dia.Aku kagum sama menantuku itu.Orangnya apa adanya.Benar2 aku ga salah pilih mantu.Kupandang lagi undangan dari Reza.Akhirnya dia ketemu jodohnya juga.Namun sempat berkerut juga keningku karena gimana bisa Reza dapat anak pejabat di kedubes ya?
¥♧♧ APAKAH ITULAH CARAMU ...OH..
Isteriku datang dan melihat undangan yang kupegang,"Kita jadi datang kan Mas?Evi dan Nak Irwan ikut juga kan?"
Aku mengangguk padanya,"Iya...Nak Irwan akan jemput kita.Pakai mobil dia.Aku lega sekali Reza akhirnya nikah juga..."
Isteriku tersenyum,"Mungkin inilah cara Tuhan merenda kehidupan.Semoga hubungan kita dengan dia membaik ya Mas...ga enak punya musuh...he..he.."
 ¥�� UNTUK MEMBUKTIKAN CINTAMU,OH....
          Aku juga ga mau cari musuh sebenarnya.Namun dengan mengirimkan undangan ke kami,aku merasa Nak Reza punya itikad baik menjalin kembali hubungan dengan kami.Aku akan datang dan membuktikan padanya bahwa aku juga ga membenci dia.Bahwa aku melakukan semuanya demi putriku.

 ¥▲▲ OH....SESUNGGUHNYA DIRIMU DI HATIKU...( Danang pov )
 Kaget aku Lesti ngebel aku,"Nang cepetan ke rumahku ya!!Darurat nih!"
 Aku kepo juga,"Kamu kenapa?Ada apa?" Lesti jawab,"Bukan aku.Tapi kakak ipar aku."
Aku segera meraih jaketku,"Kakak iparmu?Kenapa dia?"
Lesti malah nangis,"Pokoknya cepetan kemari!!Kak Irwan dihubungi nada sibuk melulu...cepetan ya Nang?!!"
Aku makin bertanya2,apa sesungguhnya yang terjadi di rumah Lesti.
 ¥▼▼ DAN DIRIKU DI HATIMU....
            Langsung deh tancap gas ke sana.Sampai sana aku lihat Lesti panik gitu,"Tolong antar kakak iparku ke RS!!Dia berdarah!"
Aku ga melihat ibunya Lesti,"Maksudnya berdarah?"
Lesti membawaku ke dalam,"Tadi aku mau ambil sesuatu di bufet itu eh kursi yang kunaiki oleng,kak Evi dorong aku biar ga ketimpa hiasan kaca yang ada di atas itu.Tapi malah dia yang ketimpa.Kaki dan lengannya berdarah kena sayatan ujung2nya itu....hu...hu...kak Irwan pasti marah sama aku..." Aku menenangkan Lesti,"Udah kamu jangan nangis ok,kita bawa ke dokter aja."
 ¥▼▼ WALAU ADA RAGU YANG MEMBARA...
Aku lihat kakak ipar Lesti pingsan,"Aduh gimana nih..."
Untung Mamanya Lesti datang,"Ada apa ini???"
 Lesti kembali nangis cerita ke Mamanya,"Maafin Lesti Bu...Kak Evi pingsan...ketimpa itu hiasan kaca itu...Lesti ga sengaja Bu...beneran..."
           Dibantu ibunya Lesti aku membawa kakak ipar Lesti ke RS.Aku minta Lesti nelpon kakaknya aja daripada panik terus,"Coba telpon kakakmu Les...biar dia bisa segera ke RS."
Walau masih gemetaran karena takut,Lesti nurut juga.

 ¥↑↑ RAGU YANG HARUS KAU JAWAB....( IRWAN POV )
          Aku ga sengaja nyenggol foto yang terpajang di mejaku,foto aku dan Evi di Turki.Foto itu jatuh,tapi ga pecah.Untung ruang kerjaku bawahnya selalu berkarpet.Segera kuambil,namun hatiku jadi cemas entah kenapa.Aku telpon Evi ah,tapi yang jawab kok Mami?Apalagi kala Mama bilang soal RS,"Evi sekarang di RS?Evi kenapa Mi?"
Mami jawab,"Kamu kesini dulu aja.Yang pasti Evi sudah ditangani dokter.Dia udah sadar juga kok." What??Sudah sadar?Jadi sampai pingsan juga isteriku?Wah aku langsung ambil kontak mobil dan cabut ke RS. Gimana kondisi Evi ya?***see you in the last eps***


Eps 56 HARUSKAH BERAKHIR : Eps Terakhir
 •▼:-). NADA KASIH KURASAKAN ...( Irwan pov )
           Panik.Itu tersirat jelas dari raut mukaku.Ayah sampai heran melihatku,"Kamu kenapa Wan?Wajahmu cemas gitu."
Aku tahu ayah mau berangkat ke pengadilan negeri mau sidang jadi aku ga mau beliau tambah pikiran.Kujawab,"Ada yang ketinggalan Yah di rumah.Irwan mau pulang dulu."
Ayah tak bertanya lagi karena segera menuju mobil beliau dan aku menuju mobilku.Satu yang pasti aku harus tenang,itu kode etik pengacara.Akupun segera menuju RS.Doa tak henti kunaikkan supaya Tuhan menjaga isteriku.
 ○●□■ MEMBARA DALAM HATIKU.....
           Baru sampai di halaman RS hpku bunyi,ibunya Evi ngebel.Beliau merasa khawatir tiba2 dengan Evi.Aku segera minta beliau ke RS,"Ini Irwan di RS Bu...Evi katanya pingsan..."
Perkataanku dipotong segera oleh kepanikan beliau.Berbagai tanya ia ungkapkan.Jelas aku belum tahu secara detil namun aku janji akan memberi kabar.Iapun segera bersiap mau ke RS.Jelas Ayah Evi juga jadi tahu. Aku sendiri segera menuju UGD,hatiku cemas bukan main.

 ◇↑◆↓ NADA KASIH KUUNGKAPKAN... ( Evi pov )
           Kaget aku kala membuka mata,disekitarku perawat dan dokter sibuk memeriksa dan mengambil serpihan kaca di kakiku.Dokter tersenyum padaku,"Jangan panik Nyonya.Kami sudah hampir selesai kok."
 Aku kok bisa di RS ya?Kuingat2 kejadian terakhir yang kualami.Oh iya aku lihat Lesti mau jatuh terus ga sengaja nyenggol hiasan kaca.Kudorong dia biar ga ketimpa tapi malah aku yang kena.Habis itu aku ga ingat apa2 lagi.Waktu itu aku emang lagi ga enak badan,rasanya pusing.Eh mau ke kamar mandi malah alami itu.
♡◆◇◆ DARI GEJOLAK HATIKU...
          Aku diperiksa macam2 ga ngerti tuh buat apa.Dokter nampak berbisik dengan perawat,entah ngomong apa.Aku cuma ingin Irwan di sisiku.Akhirnya ia datang juga.Panik gitu,"Sayang kamu gpp?Mana yang sakit?"
Ia mengecup keningku kala tahu aku sudah ga apa2 hanya tinggal nunggu luka2nya menutup lagi.Irwan malah sibuk interogasi adiknya.Kasihan Lesti.Ketakutan sekali dia.Aku membela Lesti,"Wan...Lesti ga salah.Aku gpp.Udah ya...kumohon..."
Irwan memandangku,seperti ingin mengatakan sesuatu namun dokter memanggilnya.

 ¤♡¤=SERASA MEKAR TERBIT ASMARA... ( Lesti pov )
           Rasanya bagai dunia runtuh.Kakak sepertinya marah deh sama aku.Nada bicaranya kayak nuduh aku yang mencelakakan isterinya,"Les...ini bukan sengaja kan?Kakak kecewa sekali kalau sampai iya..."
Aku sedih banget untung ibu menengahi,"Wan,yang harusnya kamu salahin itu ibu.Jangan salahin adikmu sayang.Lesti ga mungkin punya niat seburuk itu.Evi saja ga nyalahin adikmu.Nanti kamu lihat aja rekaman cctv di rumah.Gimana kejadiannya."
Kakak menatapku sekali lagi,"Jika sampai kakak lihat kamu emang sengaja,kakak akan cari rumah sendiri."
Aku sedih banget dengernya.Kakak kalau udah marah emang ngeri.Untung Danang setia menemaniku.Ia ga memandang gimana gitu ke aku.

 ◇←◆→ HARUM MEWANGI SANUBARIKU... ( IRWAN POV )
             Aku heran Evi kok malah belain Lesti.Namun kemarahanku tertahan karena dokter ingin bicara,"Yang mana suami pasien?"
 Aku segera mendekat,"Saya Dok!Bagaimana isteri saya Dok?"
Dokter mengajakku ke ruangannya,"Luka gores sudah kami tangani.Luka robek juga sudah kami jahit.Tapi ada yang perlu saya beritahukan pada Anda."
Waduh aku deg2an.
♡~¤~ TIADA RAGU HATI KITA...
Aku menyiapkan hatimu namun dokter berkata,"Anda harus lebih menjaga isteri Anda karena setelah kami periksa ternyata isteri Anda sudah hamil.Selamat Pak Irwan!"
Berhubung saya ketiduran part 2 end eps nya ntar ya?Sorry.***See you in part 2***


The Last Eps HARUSKAH BERAKHIR : The Whole Family

 >>>¤ SATU DALAM CINTA YANG SUCI...( Irwan pov )
Aku terpana tak percaya,"Isteri saya hamil,Dok?"
Dokter malah menjabat tanganku,"Iya.Untung ga terjadi apa2.Namun saya sarankan Anda lebih memperhatikan isteri Anda sekarang."
Jelas aku akan perhatikan Evi,itu sudah pasti.Namun rasa bahagia ini seketika berubah kecemasan,Evi hamil dan aku kerja.Ini aja baru kutinggal sehari dah kayak gini.Gimana nanti?Aku harus putar otak supaya nemu win2 solution.Apalagi ini anak pertama,pastinya harus ekstra care. >>>¤ DALAM SANUBARI....
           Dalam hati aku sangat bahagia.Aku jadi ayah!!!Yes!!!Seneng banget rasanya.Apalagi ibu dari anakku adalah wanita yang sangat kucintai.Tak terasa air mata membasahi kelopak mataku kala kembali menemui Evi.Kasihan dia,kakinya diperban dan ga bisa banyak bergerak.Mau apa2 susah.Apalagi dia sedang mengandung anakku.Aku berbisik pada ibu,"Irwan ingin bicara berdua dengan Evi Bu.Maaf bisa tinggalkan kami sebentar saja."
Ibu mengerti dan mengajak yang lain keluar.Evi meraih jemariku,"Wan...dokter bilang apa?Wajahmu kok berkaca2 gitu?Kondisiku parahkah?"
 >>>¤SEMARAKNYA DALAM HATI INI....
Aku ambil kursi dan duduk dekat bed pasien,"Sayang,aku sudah berpikir sejak tadi.Aku akan bekerja di rumah saja."
Evi memandang heran,"Maksudnya?"
 Aku mengecup tangannya,"Aku akan pindahkan sementara kantorku ke rumah.Jadi aku bisa awasi kamu.Kata dokter kamu harus lebih intensif diperhatikan."
Evi membelai kepalaku,"Aku gpp Wan...kamu jangan cemas ok?"
Aku malah mengusap perut Evi,"Bukan hanya kau yang kucemaskan sayang...."
Evi kian tak mengerti,"Maksudmu?"
Kupegang tangannya dan kutempelkan di perutnya,"Dokter bilang kamu hamil sayang...Kita akan punya bayi."
Evi meraba perutnya,"Didalam sini ada darah daging kita?Kau tidak bercanda kan?"
>>>¤ SEAKAN TIADA USAI BERANJAK....
"Mana mungkin aku bercanda untuk hal sebesar ini Vi."
 Seakan masih tak percaya Evi memandangku,"Kau bahagia mengetahuinya Wan?"
Kuraih dia dalam pelukanku,"Tentu saja Vi!Aku akan jadi ayah!!"
          Kukecup kening isteriku dan memintanya untuk lebih menjaga diri mulai kini.Ia mengangguk,"Aku akan menurutimu.Perbuatlah apa yang menurutmu baik dilakukan."
Akhirnya dia setuju juga.Aku lega.

 >>>¤ ASMARAKU ASMARAMU...( Reza pov )
         Kuharap Evi dan suaminya juga Ayah Hamdan dan Bunda Rita sudi datang dalam pernikahanku.Kisah asmaraku dengan Evi kini sudah menjadi masa lalu.Evi sudah punya Irwan dan aku punya Hayati.Kami menuliskan kisah asmara masing2.Aku tak punya alasan lagi untuk tidak menjalin hubungan dengan keluarga Ayah Hamdan.Lagipula Hayati tidak keberatan.Ia malah mengajakku berziarah ke makam Putra.Air matanya menetes dan kukatakan pada makam mendiang tunangan Hayati bahwa aku akan menjaga Hayati dengan baik.Aku janji jika kelak kami punya anak laki2 akan kami beri nama Putra.Hayati terharu mendengarnya,"Terima kasih Kak Reza."
>>>* TIADA MUNGKIN KAN BERPISAH...
          Kami meninggalkan area pemakaman sambil bergandeng tangan.Kini aku tahu mengapa Tuhan menghalangiku mendapatkan Evi karena aku diciptakan-Nya untuk menghibur sebuah hati yang terluka.Jika saja aku tak berpisah dari Evi maka aku akan melukai banyak hati.Tinggal menunggu hari H saja nih.

 >>>♡WALAU BADAI DATANG PADAKU...( Lesti pov )
           Kak Evi akhirnya dibawa pulang setelah sehari tinggal di RS.Kak Irwan jadi lebih protektif sama isterinya.Bahkan kantornya dipindah ke rumah.Walau kak Evi berkali2 nerangin soal aku yang tak punya niat buruk pada dia tapi kakakku masih saja ga biarin aku dan isterinya sendirian.Jujur aku sedih.Hingga aku berniat mau kost aja dekat kampus,"Lesti mau cari kost aja deh Bu."
Ibu lalu mengajakku bicara di kamar,"Jangan kekanakan sayang.Kau tahu kenapa kakakmu sangat protektif akhir2 ini?"
 Aku jawab asal aja,"Karena ada Lesti kan?Kak Irwan curiga sama Lesti kan?"
Namun ternyata aku salah,"Bukan sayang,semua karena kita akan kedatangan anggota keluarga baru."
 Awalnya aku ga ngeh,"Keluarga baru?Maksud ibu..."
Ibu bergaya menimang bayi,"Kakak iparmu sedang hamil.Kamu akan jadi tante!!"
Wah,aku langsung teriak kegirangan,"Cihuy!!Bakal ramai dong di rumah!Yeah!!"
Kebetulan Kak Irwan datang,"Ada apa ini heboh amat?"
Segera aku peluk kakakku tersayang itu,"Kak,Lesti janji ga pernah punya niat jahat dan ga akan pernah nyakitin kak Evi.Apalagi nyakitin calon ponakan aku...Ga banget dong!Selamat ya Kakak mau jadi ayah nih ye!!"
Kak Irwan tersenyum,"Janji ya kamu bakal baik sama isteri kakak?Janji juga bakal bantu kakak jaga dedek bayinya.Janji?"
Kami bertaut jari kelingking,"Janji!"
 Kak Evi yang baru bangun tidur siang tersenyum melihat kami.

 >>>¤YAKINLAH DIRIMU...( EVI POV )
          Keseharianku dikamar saja,paling jalan ke taman itupun masih pakai kursi roda.Irwan protektif banget.Tak jarang klien dia disuruh nunggu karena ngurusi aku.Kakiku dah mulai membaik tapi Irwan memutuskan untuk tidak mengajakku bepergian dulu.Jadi akhirnya Ayah dan Ibu yang datang di pernikahan Reza.Mereka awalnya kecewa karena aku dan Irwan ga ikut tapi begitu dikasih tahu alasannya,mereka langsung gembira.Gimana ga gembira,mereka hepi banget tahu aku sedang hamil.Sama kayak Mami Idayu dan Ayahnya Irwan kala tahu bakal punya cucu.Semua segera kasih nasehat sama aku juga Irwan.Cerita pengalaman mereka dulu.Aku bahagia dan semakin yakin bahwa hidupku memang untuk bersama Irwan.

 >>>¤SUNGGUH KASIH....( AYAH HAMDAN POV )
          Bahagianya aku kala tahu ternyata putriku tengah berbadan dua.Pernikahan yang kutakutkan bakal berubah menjadi perceraian kini malah bertunas dan akan segera menghasilkan buah cinta pertamanya.Semoga langgeng dan dikaruniai kebahagiaan terus.Raut bahagia jelas terpancar dari wajah menantuku.Perhatian banget dia sama Evi.Kelihatan banget kalau dia cinta sama putriku.Lega hatiku,keputusanku menentang hubungan Evi dan Reza dulu ternyata tak berakhir nestapa.Reza juga telah menemukan jodohnya,anak diplomat lagi.Keren!Sungguh aku bersyukur kepada Tuhan akhirnya mengubahkan semua menjadi indah.
 >>>¤DEMI TUHAN AKU AKAN SELALU MENYAYANGI DIRIMU...
          Datang ke pernikahan Reza awalnya aku grogi juga namun kala melihatku,Reza malah yang inisiatif mendekatiku.Aku terpana kala dia meminta restu padaku,"Ayah Hamdan maafkan Reza ya...Kini Reza mengerti semua sikap Ayah dulu.Reza mohon restui Reza ya biar bahagia seperti Irwan dan Evi."
Kupeluk dia,"Ayah juga minta maaf Nak...Ayah ga benci kamu.Ayah mau kita tetap menjaga hubungan baik.Ayah ini bukan siapa2 kamu tapi ayah merestui kamu semoga mendapat kebahagiaan dan dikaruniai anak2 yang indah seindah suaramu."
          Hayati demikian nama isteri Reza,dia juga sangat ramah dan manis.Aku lega kini semua beban di hatiku sudah hilang.Reza sempat menanyakan ketidakhadiran Evi dan Irwan namun dia mengerti kala kuceritakan soal kondisi Evi.Malah dia nampak ikut bahagia mengetahui Evi sudah hamil,"Wah selamat selamat!"

 >>>¤ PERCAYALAH SAYANG...( Idayu pov )
           Sejak Evi hamil,rumah jadi terasa meriah.Ada saja yang datang menjenguk Evi.Entah kakak2nya,orang tuanya belum kolega2 dan klien2 Irwan.Rumah ramai gitu.Lesti juga berubah sikapnya.Jadi sayang banget sama kakak iparnya.Malah galakan dia dari Irwan soal Evi.Evi kemana saja dia jagain.Aduh...yang hamil siapa yang heboh siapa.Seru pokoknya suasana di rumah.Hingga sebuah kabar mengejutkan kami semua.Kabar dari dokter kandungan.Rupanya Evi anaknya kembar.Wah semua kian heboh bin horek.Horok!Ada yang ga percaya tapi emang ada sih garis dari nenek moyang keluargaku soal anak kembar.Ga sangka aja jatuhnya Irwan.Wah Irwan kian protektif gitu deh.

 >>>¤ AKAN TULUSNYA CINTAKU KEPADAMU...( Irwan pov )
           Anak kembar?Wow!Satu aja dah bikin aku hepi eh dikasih dua sama Tuhan.Double hepi nih.Ayah malah nyeletuk,"Ampuh bener kamu Wan!Bikin sekali aja langsung jadi 2.Wow!!"
 Semua malah ketawa ger2an karenanya.Namun aku malah was2 juga soalnya ini kali pertama dan kembar pula.Setiap malam aku berlutut di hadirat Tuhan,kiranya Tuhan menjagai isteri dan bayi2ku.Aku tak ingin hal buruk terjadi saat persalinan nanti.Apalagi banyak mitos mengatakan kalau anak pertama itu biasanya sulit persalinannya.Akan tetapi semua kubawa dalam doa,isteriku juga kuajak doa bersama setiap hari agar semua selamat dan baik2 saja.

 >>>¤ KITA PASTI ...( EVI POV )
          Walau belum tahu pasti jenis kelamin anak2ku nanti tapi aku dah siapin nama2 buat mereka.Kalau cewek ntar mau dikasih nama Revania Sarah Putrawan.Kalau cowok Revan Sean Putrawan.Kalau cewek2 maka satunya nanti akan mengambil nama yang tengah.Demikianpun kalau cowok2.Perutku kian besar,makhlum anak kembar.Ditengah penantian eh teman Irwan ada juga yang baru lahiran isterinya.Dulu dia musuh gitu sama Irwan.Suka jelek2in lah di media.Sempat merusak reputasi juga namun sejak kejadian naas yang menimpa buah hatinya,ia berubah.Isterinya melahirkan anak kembar.Lahirnya prematur dan bobot bayinya cuma 1,2 kg dan 1,1 kg.Awalnya cuma satu yang ga tertolong tapi akhirnya dua2nya ga bisa dimong.Meninggal semua.
 >>>¤ KAN SELALU BERSAMA SEHIDUP SEMATI....
          Aku takut sekali dan kian sering berdoa juga berbuat kebaikan.Mengunjungi panti asuhan dan bagi2 makanan serta meminta doa dari mereka.Jangan sampai kisah naas itu terjadi padaku.Aku ingin melahirkan dan memelihara anak2ku,buah cintaku dengan pria yang kucintai.Aku juga ingin mengabdikan hidupku membuat bahagia Irwan.Anak2 itu senang sekali kami kunjungi.Dan akhirnya kami kembali lagi ke panti asuhan itu setelah beberapa bulan kelahiran.Semua keluarga juga ikut.Ucapan syukur kami atas lahirnya putra putriku dengan selamat.Irwan bahkan cerita gimana perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya.Semua terharu dan Lesti merekam semuanya dalam video.Revania dan Revan nampak anteng dengerin ayahnya cerita.Terima kasih Tuhan telah memberiku tuntunan dalam menemukan dan mengerti apa itu cinta.***THE END***