****DUA MATAHARI**** PART 51-60

Part 51 ☆★ DUA MATAHARI
I know....
Cinta berdebar hatinya berada di pelukan anak majikannya,'Den Bintang...andai saja Den tahu kalau hari ini ulang tahun saya...saya sedih karena ingat gimana mendiang nenek selalu buatin bancakan buat saya...'
Bintang melepas Cinta karena bell masuk bunyi,"Teettt!!"
Cinta bergegas kembali ke kelasnya,"Saya ada ulangan habis ini.Saya duluan ya Den..."
Bintang tersenyum,'Kebiasaan deh manggil aku dengan sebutan 'Den'.Tapi gpp ...eh bukunya ketinggalan.Penting ga ya?Kayaknya buku diary gitu...mana kotor lagi.Aku bersihin dulu baru nanti aku kembalikan.'
Eh Bintang membaca lembar yang ia bersihkan,disitu Cinta menulis soal isi hatinya,'Oh hari ini Cinta ultah astaga....wah aku harus buat perayaan nih.Ehm...dia bilang di sini dia kangen bancakan buatan neneknya.Kasihan Cinta...aha aku ada ide.'
Bintang nelpon ke rumah,"Bi Ana buatin bancakan ya.Nanti telornya dicetak pakai cetakan bentuk hati ya.Okay?Siapin ya.Bikin pincuk juga ya dari daun pisang,pokoknya nuansa desa banget gitu ya...makasih Bi Ana."
Cinta ga tahu bahwa bakal dapat kejutan saat sampai di rumah.Ia malah bingung nyari buku diarynya,'Kutaruh mana ya?Perasaan tadi aku pegang terus deh.Aduh...apa jatuh pas aku lari balik ke kelas tadi.Aduh gimana kalau dibaca orang...ya udah deh ntar beli buku kayak gitu lagi.Sekarang fokus ulangan dulu...'
Pulang sekolah Bintang ngajak Cinta ke mall dulu,"Aku mau cari sesuatu nih buat temen aku.Dia ultah gitu."
Cinta malah jadi sedih,'Saya juga ultah Den....'
Eh Cinta lihat sesuatu,'Wah bagus banget itu...kalung dengan liontin bentuk bintang.Wah bagusnya tapi mahal.'
Bintang lihatin,'Lihat apaan sih Cinta?'
Eh pas ketemu Marco disana lagi jalan sama Surya,"Kamu suka ga baju2nya?"
Surya jelas seneng dibeliin baju,"Seneng Om.Makasih ya Om keluarga saya dibeliin baju2.Ayah sama ibu pasti seneng."
Marco berkata,"Ijinkan saya anggap kamu sebagai anak Om.Kamu gpp kan?Seandainya anak2 saya masih hidup pasti seusia kamu."
Bintang ga sengaja nabrak Marco,"Buk!"
Berantakan deh belanjaan yang dibawa Marco,"Ups maaf Om...maaf..."
Surya ingat sama Bintang,"Kamu??"
Bintang juga ingat,"Surya kan?"
Marco berdesir hatinya melihat Bintang.Bersambung.....

Eps 52 ★☆ DUA MATAHARI
Seed...
Marco tak tahu bahwa Bintang adalah putranya juga,"Surya,dia teman kamu?Kayaknya kok suaranya ga asing ya?"
Surya jawab,"Dia dulu satu sekolah sama Surya Om.Namanya Bintang."
Bintang berjabat tangan dengan Marco,"Om kan yang waktu itu hampir tabrakan sama mobil Ayah saya kan?"
Marco terpana,"Ayah kamu?"
Marco ingat,'Oh aku ingat waktu itu kan aku hampir nabrak mobilnya Bimo.Bimo adalah suami Rani.Waktu itu aku dengar ada suara dari dalam mobil manggil Bimo dengan sebutan ayah.Anak ini anaknya Rani dan Bimo.Aku kehilangan jejak Ningrum.Aku tak bisa mendapatkan data soal dia dari RS.Pasti Rani memblokir semua aksesnya.Aku kehilangan anak2ku bahkan isteriku juga ingatanku semua karena Rani.Aku akan tunggu sampai Rani kembali dari luar negeri.Baru akan kulakukan sesuatu pada anaknya.'
Cinta mendekati Bintang,"Udah Den belanjanya?"
Marco teringat pada Cinta,"Kamu kan yang nolongin saya waktu di RS kan?"
Cinta ingat,"Oh paman yang waktu itu pingsan ya?Bagaimana kabar paman sekarang?"
Surya terpesona lihat Cinta,'Wah cantiknya...apa itu adik Bintang ya?'
Cinta malah merhatiin kalung yang dipakai Surya,'Kok kayak pernah lihat ya kalung model gitu.Tapi dimana ya?Oh iya diruang kerja Nyonya Besar.Waktu itu aku bersihin ruangan kerja Nyonya dan aku lihat kalung itu dipegang Nyonya.Kok bisa sama ya?Modelnya sama.Buat apa ya Nyonya nyimpen kalung yang sama?'
Bintang lihatin Cinta,'Dia merhatiin kalungnya Surya.Apa dia pingin kalung begituan ya?'
Marco memperkenalkan Cinta pada Surya,"Surya, ini gadis yang pernah nolongin saya.Ayo kenalan."
Marco ditelpon Tari,"Kemana aja sih kamu Mas?Kamu ada main sama perempuan lain ya?Cepet pulang!"
Marco segera pamit pada Bintang,"Aku harap kita bisa bertemu lagi.Surya ayo Om akan antar kamu pulang."
Surya pergi bersama Marco sedang Bintang mengajak Cinta  menikmati es cream,"Aku ke belakang dulu ya.Bentar kok.Kamu tunggu sini ya."
Saat itulah Bintang membeli kalung buat Cinta,'Cinta kayaknya suka kalung deh.Liontinnya gambar bintang saja.Biar dia ingat kalau yang membelikan adalah aku.He..he..'
Saat kembali pesanan es cream sudah tiba,"Maaf agak lama.Biasa antri."
Cinta tersenyum,"Gpp."
Bersambung.......

Eps 53 ☆★ DUA MATAHARI
I could wish....
Cinta masih belum menyentuh es creamnya,Bintang tersenyum,"Kok belum dimakan es creamnya?Meleleh lho."
Cinta jawab,"Nungguin Den Bintang...ini vanila kesukaannya Den Bintang..."
Bintang ga jadi nyendok es creamnya,"Panggil aku nama aja ga usah pakai den kan mama aku ga ada.Okay?"
Cinta mengangguk,"Iya Bintang..."
Sementara itu di rumah,Ana dan Joni serta pembantu yang lain menyiapkan pesanan Bintang,"Bagaimana tumpengnya?Mejanya?Tulisan happy birthdaynya?Ayo cepet ditata mejanya di taman belakang.Buruan!Sebentar lagi mereka sampai lho."
Semua gegap gempita nyiapin kejutan buat Cinta.Setelah siap Ana wa Bintang,"Siap Den!Bisa pulang sekarang..."
Bintang pura2 lihat jam,"Udah jam segini...setelah ini kita pulang ya?"
Cinta jadi buru2 habisin es creamnya,"Tapi ini belum habis Bintang...ini es cream mahal lho..."
Bintang berkata,"Habisin aja dulu...kamu kalau makan es cream lucu ya..aku harap kamu selalu bahagia seperti ini...oh ya bawa pulang aja.Makan di mobil aja."
Cinta heran lihat Bintang kayak pingin cepat pulang,'Aneh deh tadi den Bintang sendiri yang nggak pingin langsung pulang.Eh sekarang tiba2 ngebet pulang.'
Cinta bawa es creamnya yang belum habis,"Kenapa sih buru2 mau pulang?"
Bintang jawab,"Hmmm...PR ku banyak banget.Aku baru ingat..."
Cinta ga kesal,'Kirain apaan rupanya mau ngerjain PR...julukannya saja the professor di kelas...yang dipikirkan belajar terus...tapi setidaknya Den Bintang ngajak aku jalan2 bikin aku lupa pada kesedihanku...bahkan pada ulang tahunku...'
Di mobil Cinta makan es creamnya,"Es creamnya enak sekali.Lembut banget..."
Belepotan gitu makannya,Bintang segera mengambil tissue,"Ada yang nempel di sudut bibir kamu.Biar kubantu bersihkan..."
Cinta terkesima menatap wajah Bintang yang begitu dekat,wajah rupawan dengan kulit putih pula.Bintang berkata sambil menyeka es cream di wajah Cinta,"Janji padaku kau akan selalu bahagia dan ceria ...jangan diresahkan oleh apapun juga.Kamu janji?"
Cinta mengangguk,"Janji..."
Akhirnya mobil mereka sampai di rumah.Cinta segera turun,"Makasih ya Bintang dah ajak aku jalan2 ke mall."
Cinta kembali lesu melangkah menuju kamarnya.Bersambung...............

Eps 54 ☆★ DUA MATAHARI
The star...
Cinta menuju kamarnya dengan wajah murung,'Kok sepi amat ya?Pada kemana semua ?Biasanya pada seliweran gitu...Mending aku ganti baju dulu habis itu bantu Bi Ana.'
Belum sempat ganti baju eh tiba2 Bibinya datang,"Cinta,sapu halaman belakang gih.Bibi mau nidurin si kecil dulu."
Cinta heran juga,"Lha Mang Ujang kemana Bi?"
Ana jawab,"Ga tahu tadi disuruh apa sama Den Bintang."
Cinta ga jadi ganti baju,"Siap Bi.Apa sih yang ga buat Bibiku yang baik ini?"
Ana tersenyum melihat Cinta segera menuruti perintahnya,'Anak yang baik.Bibi doain selalu mendapat kebaikan.Pantas saja Den Bintang sayang gitu sama Cinta.Sebaiknya aku segera ke halaman belakang juga.Semua dah pada kumpul di sana.'
Tanpa curiga Cinta mengambil sapu lidi lalu menuju halaman belakang,'Aneh kok para pelayan yang lain pada ga kelihatan ya?Ga ada Bu Rani apa mereka jadi seenaknya kerja?Ga mungkin.Dimana2 kan kamera cctv.'
Sampai di halaman belakang betapa kagetnya Cinta kala salah satu pelayan datang tergopoh2 dengan wajah cemas,"Cinta,Den Bintang...Cepat ke halaman belakang!Den Bintang ..."
Cinta yang lesu langsung panik,"Den Bintang kenapa?Dimana Den Bintang?"
Pelayan itu nunjuk halaman belakang,"Dibawah pohon talok..."
Cinta bergegas ke sana,"Ya ampun apa Den Bintang panjat pohon lagi?Udah dibilangin jangan panjat pohon lagi.Apalagi pohon talok itu...aduhhh..."
Tapi kala sampai di sana Cinta disambut dengan nyanyian yang dipimpin oleh orang yang ia cemaskan,Bintang,"Surprise!!Happy birthday to you!!"
Semua pelayan kumpul di sana,ada meja panjang dengan tumpeng dan kue tart serta aneka makanan lain tersaji di sana,"Selamat ulang tahun Cinta!!"
Cinta terharu dan mendekati Bintang,"Bagaimana kalian tahu kalau hari ini aku ultah?"
Semua nunjuk sosok berkulit putih berkaca mata,"Den Bintang yang suruh kami siapin semua buat kamu."
Bintang meraih tangan Cinta,"Maaf aku baca buku kamu.Habis kamu murung terus.Sini!Ayo tiup lilinnya.Make a wish lalu potong tumpengnya.Lihat nih sudah dibuatkan pincuk2 juga dari daun pisang."
Cinta terharu,"Ya ampun kalian susah2 buat ini semua buat aku..Den Bintang makasih ya..."
Lilinpun ditiup.Apa make a wishnya Cinta?Bersambung....

Eps 55 ☆★ DUA MATAHARI
Dream come true....
Cinta menatap haru pada Bintang,'Ya ampun Den Bintang..menyiapkan semua ini buat aku...padahal aku kan cuma pelayan disini...'
Bintang berbisik,"Tutup matamu dan buatlah permintaan."
Cintapun memejamkan mata usai tiup lilin,'Semoga Tuhan melindungi Den Bintang selalu.Aku ingin dia bahagia dan hidup penuh kasih sayang.Juga aku ingin Bi Ana dan keluarganya selalu baik.Jagailah mereka ya Tuhan.'
Cinta membuka mata,semua bertepuk tangan,"Saatnya potong kue dan potong tumpeng!!!"
Cinta memberikan potongan kue pertamanya pada bibinya,"Buat Bibi yang selalu merawat saya dan mau repot2 ngurusi saya...makasih ya Bi Ana...'
Ana menerimanya dengan haru,"Kamu itu anaknya rajin.Ga ngrepotin malah sering bantuin Bibi...Selamat panjang umur ya Cinta!"
Cinta lalu memotong tumpeng,kali ini potongan pertama ia berikan pada Bintang,"Den Bintang katanya mau tahu apa itu bancakan bukan?Ini silakan."
Bintang tersenyum senang menerima pincuk berisi potongan tumpeng pertama,"Terima kasih Cinta.Selamat ulang tahun ya."
Bintang berkata pada yang lain,"Ayo kita nikmati semuanya."
Semua bergegas antri dan Cinta yang membagikan tumpengnya,"Terima kasih ya semuanya.Ini ulang tahun yang takkan saya lupakan."
Saat yang lain sibuk makan,Bintang berbisik pada Cinta,"Nanti malam ngerjain PR bareng ya?"
Cinta mengangguk,"Iya Den...saya akan ke ruang tengah nanti."
Bintang menggeleng,"Jangan di sana.Kita ke kolam renang saja.Aku bosan ngerjain PR di ruang tengah.Gimana kalau ke dekat kolam renang saja?"
Cinta mah nurut aja,"Terserah Den Bintang saja..."
Walaupun dalam hati heran juga Cinta,'Bukannya kalau belajar diluar ruangan suka banyak nyamuk ya?Tapi aku sangat bersyukur atas semua perhatiannya sehingga aku lupa akan kesedihanku.'
Malamnya di jam belajar seperti biasanya,Cinta sudah siap dengan buku2 pelajarannya,'Saatnya menuju kolam renang.'
Sampai di sana sosok yang ia cari  sudah ada,duduk dengan kaca mata menghiasi wajah tampannya,"Den Bintang sudah disini rupanya..."
Cinta heran lihat area kolam renang jadi beda,'Kok ga ada nyamuk ya?'
Sementara Bintang tersenyum melihat Cinta yang mulai membuka buku,"Tenang saja ga akan ada nyamuk mendekat."
Tbc
.
Eps 56 ☆★ DUA MATAHARI
The star....
Cinta meletakkan buku pelajarannya di meja,dilihatnya sang majikan malah sudah kelar ngerjain tugas sekolahnya,"Den Bintang udah selesai ngerjain PR?Waduh...joss pisan.Emang canggih ya Den Bintang ini."
Bintang mesem,"Habis kamu lama.Daripada aku bengong,mending aku ngerjain PR aku.Jadi nanti aku bisa ajari kamu pas buat PR kamu."
Cinta garuk2 kepala,'Habis aku bingung mau pakai baju apa tadi.Kenapa aku jadi grogi gini deket Den Bintang ya?Ya ampun...gimana ini...mana ga bisa konsent kalau sedekat ini sama Den Bintang.Mana harumnya khas banget.Wuhhhh...ambil nafas dulu...consentrate!'
Cinta yang pakai jaket karena dia pikir bakal banyak nyamuk bertanya,"Disini kok sekarang jadi ga ada nyamuk ya Den?"
Bintang megang jemarinya,"Panggil nama aja.Ga ada mama kok.Disini ga ada nyamuk karena aku minta ditanami bunga lavender.Jadi nyaman di sini.Aku perhatiin kamu suka duduk2 disini kalau malam.Kamu kayaknya suka banget tempat ini."
Cinta menatap langit sambil menghela nafas,"Saya kalau kangen sama mendiang nenek suka sekali ke sini buat melihat langit.Dari sini langit terlihat lebih jelas.Saya bisa lihat bintang.Sayang ya malam ini ga ada bintang di langit.Apa mendung ya?"
Bintang melihat Cinta berdiri celingukan dekat kolam renang,pelan ia mengambil sebuah kotak kecil dan berkata,"Ada bintang kok..."
Cinta mengernyitkan dahi,"Mana?"
Bintang tersenyum,"Ada dua.Masak ga lihat sih?Dibelakang kamu."
Cinta mikir,"Dibelakang aku?Bintangnya jatuh ke bumi ya?Mana?"
Ia berbalik dan melihat Bintang saja,"Oh kamu ngerjain saya ya...kirain beneran ada bintang jatuh."
Bintang berkata lagi,"Nama aku kan Bintang.Anggap saja aku bintang jatuhmu he..he.."
Cinta terpana mendengarnya.Seketika ia ingat masa kecilnya dulu,'Nenek,aku mau minta satu bintang buat aku.Supaya aku ga kesepian.'
Bintang melihat Cinta berkaca2,'Waduh...apa aku salah ngomong ya?Kok malah nangis sih?'
Ia mendekat,"Kamu kenapa?Aku salah ngomong ya?Maaf ya ..."
Cinta malah tersenyum haru,"Saya cuma ingat masa kecil saya...Den..Gpp kok...Tapi tadi kata Den Bintang bintangnya ada dua.Terus satunya?"
Bintang memberikan kotaknya,"Didalam sini.Ini kado ultah dariku.Bukalah."
Bersambung.

EPS 57☆☆DUA MATAHARI
The Power...
Cinta membuka kotak yang diberikan Bintang,hatinya penuh dengan haru,'Aku sudah mendapatkan kado dari Tuhan.Sebuah bintang jatuh.Bintang itu ada di depanku sekarang.'
Bintang merhatiin dengan deg2an kala Cinta melihat isi kotaknya.Cinta terharu melihat sebuah kalung dengan liontin bentuk bintang disana,"Ini kan yang tadi di mall?Ini kan mahal?"
Bintang tersenyum dan membantu Cinta memakaikannya,berdiri di belakang Cinta dan menyematkannya di leher gadis itu,"Aku lihat kamu perhatiin terus kalung ini tadi.Aku pakai uang jajan aku buat beli itu.Kamu benar2 suka ya?"
Cinta mengangguk dengan mata berkaca2,dalam hati ia berkata,'Benar saya suka bintang...saya suka Den Bintang...'
Namun yang terucap dari bibirnya,"Terima kasih ya Den Bintang...saya akan terus menyimpannya...'
Cinta melanjutkan,'Dalam hatiku ...selamanya...'
Bintang berkata lagi,"Mulai sekarang kamu jangan sedih lagi.Kalau kamu sedih entah karena apapun maka pegang saja kalung ini.Ingat kau tidak sendirian.Aku akan selalu bersamamu....Janji!"
Saat itulah tiba2 kilat menyibak langit malam,seakan menjadi saksi sebuah janji yang keluar dari seorang anak manusia.Kedua anak manusia yang tanpa sadar mengikat diri mereka dengan sebuah janji.Namun keakraban keduanya kembali diusik kala Rani kembali dari luar negeri.Ia tak suka melihat keceriaan Bintang bila bersama Cinta,'Ningrum dulu juga begitu akrab denganku.Padahal dia cuma pembantu.Lalu dia melunjak mengambil Marco dariku.Aku akan menghancurkan semua yang membuat Bintang bahagia.Dia tak boleh mencintai sesuatu.Tidak!'
Rani mencari referensi sekolah di luar negeri buat Bintang,'Aku tidak akan biarkan Bintang makin akrab dengan Cinta.Akan kupindahkan dia sekolah ke luar negeri saja.Mereka harus dipisahkan.'
Bimo tak sependapat sebenarnya,"Ran,ini kali pertamanya Bintang terlihat begitu bahagia.Dia punya teman.Mengapa kau pisahkan mereka?Kasihan Bintang harus mulai lagi adaptasi dengan lingkungan yang baru."
Rani menjawab dengan enteng,"Karena dia gagal masuk 3 besar di sekolah.Simple saja,dia tidak memenuhi target yang kuberikan.Dia harus dihukum.Just that!"
Bimo membela Bintang,"Tapi itu karena dia sakit kakinya."
Tbc....

Part 58★☆DUA MATAHARI
Throw out...
Bintang terkejut kala salah satu temannya bilang,"Bintang,aku lihat mama kamu tadi di ruang kepala sekolah.Emang kamu bikin ulah apa sampai mamamu dipanggil ke sekolah?"
Bintang heran juga,ia lalu menelpon Bimo,"Ayah,mama sekarang di sekolah Bintang ya?"
Bimo jawab dengan berat,"Iya Bintang.Ayah sudah mencegahnya tapi kamu tahu sendiri mamamu kayak gimana."
Bintang bergegas keluar kelas,"Memang mama ada urusan apa Yah sampai datang ke sekolah.Biasanya juga Ayah yang urus semua urusan sekolah Bintang.Tumben mama langsung sekarang?"
Bimo ga tega mengatakannya,"Mamamu berencana memindahkan kamu keluar negeri."
Bintang kaget,"Apa?Bintang sekolah di luar negeri?Kenapa?"
Bintang bergegas menuju ruang kepala sekolah,'Aku harus mencegah mama.Aku ga mau pindah sekolah keluar negeri.Aku suka di sini.Mama ga boleh lakuin ini sama aku.'
Saking terburu2nya sampai Bintang hampir menabrak Cinta di koridor.Cinta heran karena Bintang tampak gelisah,"Bintang?Kamu mau kemana?Ada apa?"
Bintang memandang Cinta,'Aku ga mau jauh dari kamu Cin...aku tak mau kehilanganmu...aku harus mencegah mama.'
Bintang bergegas,"Maaf Cinta aku buru2 nih...nanti aku jelasin."
Cinta meraba kalung pemberian Bintang,'Kenapa aku tiba2 merasa sedih ya...ada apa ya?'
Rani ditanya oleh kepala sekolah,"Jujur kami sebenarnya sangat menyukai Bintang sekolah di sini.Bintang itu anak yang cerdas.Dia pintar dan berprestasi.Namun saya bisa mengerti keinginan Ibu untuk menyekolahkan Bintang ke luar negeri.Apakah tidak sebaiknya Bintang saya panggil kemari biar jelas semuanya?"
Bintang sudah berdiri di depan pintu,"Permisi Pak...."
Rani tersenyum,'Pasti Bimo yang kasih tahu Bintang kalau saya ada di sini.Sepertinya ini tidak akan mudah seperti yang kubayangkan...'
Bintang menolak pindah sekolah ke luar negeri,"Ga Ma...Bintang ga mau...Bintang mau sekolah di sini saja.Please Ma...Bintang mohon..."
Rani mengajak Bintang bicara empat mata,"Permisi Pak Kepala Sekolah,sepertinya saya perlu bicara sebentar dengan anak saya.Hanya sebentar...saya akan segera kembali."
Rani mengancam Bintang,"Kamu ingat syarat yang mama kasih ke kamu saat Cinta akan sekolah di sini?"
Bintang tertunduk.Tbc..

Part 59***DUA MATAHARI
Going out...
Bintang terdiam mendengar ancaman mamanya,'Mengapa mama selalu membuat Bintang melakukan apa yang Bintang tidak sukai?Kenapa mama selalu tidak membiarkan Bintang bahagia?Mama tahu betapa sayangnya Bintang pada Cinta.Bintang akan lakukan apapun agar Cinta terus bisa sekolah.Ini berat sekali tapi jika tidak kuikuti kemauan mama pasti Cinta yang akan tersakiti.Tidak...aku harus mengorbankan diriku demi kebaikan Cinta.Demi ia tetap sekolah,toh tidak selamanya aku akan ada di luar negeri.Suatu saat aku pasti kembali.Aku belajar giat supaya lekas selesai dan bisa pulang ke Indonesia dan bersama Cinta lagi.'
Dengan tekad itu Bintang akhirnya menuruti Rani.Melihat bahu putra angkatnya nampak luruh kala meninggalkan ruang kepala sekolah,Rani tersenyum penuh kemenangan.Namun di depan Cinta,Bintang mencoba ceria,'Ini moment2 terakhir aku bisa melihat Cinta,aku akan menikmatinya selagi bisa.Aku akan merekam semuanya dalam foto.Akan kujadikan kekuatan selama di luar negeri.'
Bintang mengajak Cinta ke pantai,'Mama bolehin aku menghabiskan waktu terakhir aku dengan Cinta.'
Cinta dengan gembira mengikuti Bintang,"Wah baru kali ini ke pantai.Lihat laut!Sejuknya.Sering2 ajak saya ke sini Den!"
Bintang mendekat dengan kamera ditangannya,diraihnya tangan Cinta,ditatapnya mata gadis itu dalam2,Cinta jadi berdebar2,"Maaf Den ...apa saya salah bicara?"
Bintang tetap dengan wajah serius berkata,"Sekali saja...berhenti menyebut aku dengan embel2 Den...sebut namaku...please..."
Cinta ragu,"Tapi ..."
Bintang kekeh,"Sekali saja sebut namaku ....anggap saja ini perintah dariku.Bagaimana?"
Cinta menurut akhirnya,"Iya...Bintang...he..he.."
Bintang tersenyum dan mengajak mereka selfi,"Gitu dong.Aku mau mulai sekarang kamu panggil aku gitu.Bolehlah kalau depan mama pakai 'den'tapi kalau ga ada mama,panggil nama aku aja."
Cinta mengangguk sembari menata hatinya yang berloncatan ga karuan karena berpose begitu dekat dengan Bintang,'Aduh ini jantung kenapa jadi deg2an gini?Perasaan cuma kalau deket Den...ups deket Bintang aja deh...apa perlu periksa ke puskesmas ya?Jangan2 jantungnya kagak beres...'
Apalagi kala Bintang berbisik ditelinganya.Bersambung.....

Part 60***WINDOW 3***DUA MATAHARI : Departed....
Desir angin pantai memainkan rambut Cinta kala hatinya juga berdesir mendengar ucapan Bintang di telinganya,"Kamu lihat laut itu...laut itu menghubungkan dua daratan yang terpisah.Sejauh apapun kedua daratan itu,laut menjadi jembatan mereka.Ingatlah selalu bahwa dimanapun kita berada,kita akan selalu bersama.Jika kau merasa sendiri,datanglah kemari dan ingat semua yang kukatakan ini.Aku selalu bersamamu meski ragaku tidak bersamamu namun hatiku selalu bersamamu."
Entah kenapa Cinta merasakan sebuah janji di perkataan itu namun sebersit rasa sedih juga menyeruak tiba2.Dipandangnya Bintang dengan haru dan sedih jadi satu,"Aku tidak mengerti...apa kau mau pergi jauh?"
Bintang sekuat tenaga menahan pedih hatinya namun air mata mulai menghias matanya dan iapum segera mengalihkan pandangan ke arah lain agar Cinta tak melihat hatinya yang hancur,"Selama ini aku selalu merasa sendiri di dunia ini.Mama begitu sibuk dengan bisnisnya.Dan jujur aku merasa seperti bukan anaknya.Aku tahu aku bukan anak kandung Mama tapi aku sangat sayang pada Mama...bagiku dialah orang yang sudi merawatku.Mama kandungku saja tidak peduli padaku,membuangku di panti asuhan.Itulah kenapa aku tidak heran dengan sikap mamaku yang seperti itu.Setidaknya ditengah kesibukannya,ia masih mau memeliharaku.Aku sangat bersyukur atas hal itu.Awalnya aku tidak bisa melihat semua hal itu.Betapa beruntungnya aku bisa makan dengan baik,sekolah di tempat yang bagus,punya tempat berteduh,dikawal kemana saja dan semua fasilitas lainnya yang dimana tak semua anak memilikinya.Kau tahu siapa yang membuka mataku?"
Cinta mendengarkan lalu menggeleng.Bintang tersenyum,"Kau yang membuka mata hatiku,Cinta.Kesederhanaanmu,kepolosanmu,latar belakangmu...semua membuatku melihat dunia yang berbeda dari yang selama ini kulihat.Sejak itu aku merasa bahagia.Aku tidak lagi melihat kekurangan Mama.Aku melihat semua hal dengan cara yang positif.Jadi,bila nanti aku tidak di sisimu,ingatlah bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini harus diterima dengan rasa syukur karena dengan begitu akan mengerjakan kebaikan bagi kita....wah sudah mau sore nih yuk pulang!"
Bersambung.....


***DUA MATAHARI*** PART 41-50

Eps 41☆★ DUA MATAHARI
Is not thy seed...
Bila Surya tengah bahagia karena adiknya selamat dari maut maka Bintang tengah sedih karena mamanya melarang dia masuk sekolah dulu,"Bintang gpp Ma.Bintang masih bisa jalan pakai penyangga.Biarkan Bintang sekolah ya Ma?"
Rani tetap menggeleng,"Ini demi kebaikan kamu.Supaya kondisi kamu ga lebih parah.Kamu mau cacat seumur hidup?"
Bintang menggeleng,"Ga Ma...tapi.."
Rani berkata,"Ga ada kata tetapi
peraturan Mama tetap yang berlaku."
Rani pergi,"Ayo Bim kamu ikut saya.Hari ini ada jamuan bisnis dan saya ga mau sendirian di sana.Kamu harus temani saya."
Bimo segera mengikuti isterinya,"Ayah pergi dulu Bintang.Baik2 di rumah."
Bintang malah galau,'Jika aku tidak masuk,aku akan kehilangan banyak nilai ulangan.Dan jika aku ga masuk 3 besar maka...'
Cinta muncul,"Den Bintang...Nyonya benar,Den Bintang di rumah saja.Nanti saya pamitkan ke sekolah."
Bintang mencoba tersenyum,"Kamu belum berangkat sekolah udah jam segini lho?Bentar aku panggil Rais.Biar dia ngantar kamu."
Bintang tertatih manggil,"Rais..."
Cinta mencegahnya,"Ga usah Den...Biar saya naik angkot saja."
Bintang kekeh,"Ga!Di rumah banyak mobil,kok.Ah itu Rais...Rais antarin Cinta ke sekolah ya."
Rais nurut,"Baik Mas...Mari Cinta.Ga usah takut,saya juga kebetulan jatah service mobil kok."
Cinta memandang Bintang penuh haru,"Terima kasih ya Bin...ups Den Bintang...Cepet sembuh ya...Aku berangkat dulu."
Bintang tersenyum,"Hati2 bawa mobilnya ya Rais...Sampai ketemu nanti Cinta..."
Cinta terus saja lihatin ke arah Bintang,'Dia baik banget.Padahal lagi sakit masih aja mikirin aku.'
Surya juga berangkat sekolah,pamit sama ayah ibunya,"Ibu,Ayah...Surya berangkat dulu.Nino,jangan main ke dekat sungai lagi ya.Awas ini mulai musim penghujan lho.Arusnya deras.Kemarin untung ada Pak Marco,kamu dirumah saja mainnya.Sama ibu."
Nino tersenyum,"Iya Kak..."
Syamsul justru kepikiran sama pria yang kemarin menolong anak kandungnya,'Kasihan orang itu dia mencari keluarganya yang hanyut di sungai.Aku berhutang budi padanya.'
Akankah Syamsul tahu bahwa sebenarnya ia telah merawat anak kandung penolong anaknya?Bersambung....

  • Eps 42 ☆★ DUA MATAHARI
My feet...
Di jamuan bisnis,Rani bertemu dengan Tari,isteri Adam alias Marco.Tari kagum dengan Rani,"Anda ini hebat lho bisa jadi wanita bisnis terkenal.Adijaya Enterprise maju pesat di tangan Anda.Ayah Anda pasti bangga."
Rani merendah,"Jangan terlalu formil.Panggil saja nama.Usia kita sebaya kan?Kenalkan ini Bimo,suami saya."
Tari tidak mengajak Adam karena Adam katanya ada urusan.Mereka memang jadi sering ribut sejak ingatan Adam pulih,"Salam kenal.Sayang suami saya ga bisa hadir.Tapi kapan2 pasti saya akan kenalin."
Rani dan Tari cepat akrab,Bimo malah milih ngecek kondisi Bintang via phone,"Bagaimana kakimu Bintang?"
Bintang jawab,"Masih ngilu dan jarem gitu tapi sudah mendingan dari kemarin.Tolong bujuk Mama,biar Bintang boleh sekolah...please..."
Bimo menjawab,"Ayah akan coba.Tapi Ayah ga yakin Mama kamu itu sangat protektif dan keras."
Rani memang ga bisa dibujuk,kekeh Bintang harus sehat dulu baru boleh sekolah.Sementara itu Marco mencari tahu soal Ningrum ke RS,"Oh jadi itu pasien khusus titipan pemilik RS ini?Sudah lama di sini ya...bertahun2 ya.Bolehkah saya menemuinya?Sebentar saja."
Namun Ningrum malah lari begitu lihat Marco,"Pergi!!Jauhi saya...pergi kamu!Saya ga mau kehilangan anak2 saya.Pergi kamu dari hidup saya..."
Marco sedih,"Ningrum ini saya suami kamu...Ningrum!!"
Perawat melarang Marco mendekat,"Maaf,sebaiknya Anda tidak mengganggu pasien kami."
Ningrum jadi histeris dan ketakutan didalam kamar isolasinya sambil mendekap kedua bonekanya,"Mama ga akan biarkan orang itu misahin kalian dari Mama...tidak akan!!Kita harus jauh2 dari orang itu...jauh2..."
Ningrum cuma ingat ucapan Rani kalau ia ga mau kehilangan anak2nya dia harus menjauhi Marco,"Mama ga mau terpisah dari kalian...Revan,Vino kalian harus bersama Mama ya..."
Marco lalu menuju kerjaannya mengecek sudah sampai mana hasil pembangunannya,keluarga Tari hendak membangun sebuah hotel.Tak dinyana ia melihat sosok yang ia kenal diantara para  pekerja,'Itu kan Pak Syamsul yang anaknya hampir hanyut kemarin?Rupanya kerja di sini.'
Marco nyamperin Pak Syamsul,"Bapak kerja di sini ya?"
Pak Syamsul ga ngira juga,"Oh Iya Pak.Surya juga itu baru datang."
Surya datang.Tbc.

Eps 43 ☆★DUA MATAHARI
By mine...
Surya datang naik sepeda angin,masih pakai seragam sekolahnya.Langsung cium tangan Pak Syamsul,"Siang Yah.Hari ini gurunya rapat.Jadi Surya bisa lebih cepat ke sini bantu Ayah."
Kaget juga Surya lihat Marco,"Lho Bapak kok bisa ada di sini?"
Marco malah terpana lihat kalung Surya,'Itu kan lambang matahari milik anak2ku?Kok bisa ada pada Surya?'
Pak Syamsul berkata pada Surya,"Pak Marco ini Boss kita Nak..Hotel ini milik keluarga beliau."
Surya langsung terkagum2,"Wow!Yang punya hotel ini Yah?Keren!"
Marco malah mendekati Surya,"Darimana kamu dapat kalung ini Nak?"
Surya lihatin Pak Syamsul,"Ini milik Surya Pak.Sejak kecil Surya sudah memakainya.Iya kan Yah?"
Pak Syamsul malah heran,'Kenapa Pak Marco nanyain soal kalung itu ya?'
Saat Surya mulai bekerja,Pak Syamsul memberanikan diri bertanya pada Pak Marco,"Kenapa Bapak sepertinya tertarik dengan kalung anak saya,Surya?"
Marco bercerita,"Anak2 saya saat masih bayi saya berikan perhiasan ini gambar matahari.Persis seperti yang dipakai oleh anak Bapak.Maaf jika saya malah curhat sama Bapak.Silakan lanjutkan bekerja."
Pak Syamsul bertanya lagi,"Jika anak Bapak masih hidup kira2 berapa usianya?"
Marco menjawab sambil melihat Surya,"Seusia anak Bapak,Surya."
Pak Syamsul terpana,'Ya Tuhan,bisa jadi bayi yang kutemukan depan rumah waktu itu benar anaknya Pak Marco...Surya adalah anak kandung Pak Marco...'
Marco timbul kasihnya pada Surya,"Kamu baru saja datang dari sekolah.Apa sudah makan?"
Surya menyeka keringat di wajahnya,"Gpp Pak saya kuat kok.Laki2 kan harus kuat.Nanti pulang baru makan."
Marco berkata,"Yuk ikut saya,temani saya makan.Saya belum makan sejak tadi.Ayah kamu juga ajak sekalian.Yuk!"
Pak Syamsul jelas ga berani nolak,Boss yang ajak men!Pak Syamsul dan Surya diajak naik mobil mewah Marco,"Ayo naik saja." Surya takjub,"Wah dingin didalam.Padahal diluar panas banget ya Yah?"
Pak Syamsul mengangguk pekewuh juga dia,"Harusnya saya yang memberikan sesuatu ke Bapak sebagai ungkapan terima kasih telah menolong anak bungsu saya kemarin.Malah Bapak yang ajak kami makan."
Marco tertawa,"Saya justru berterima kasih ditemeni.Biasanya saya makan sendiri.Ga enak makan sendiri."
Tbc...

 Eps 44 ☆★ DUA MATAHARI Saves us...
Marco mengajak Surya dan Pak Syamsul ke resto,"Sandalnya tak usah dilepas Pak,sepatumu juga Surya...pakai aja."
Pak Syamsul seumur2 baru kali itu masuk resto mewah pula,"Pak,tapi lantainya porselin gini...nanti kotor."
Marco tersenyum,"Udah gpp...resto ini milik saya.Santai saja.Ga akan ada yang berani marahi.Ayo masuk!"
Dikasih meja terbaik pula,bikin makin terpana Surya dan Pak Syamsul,"Wah ini bagus banget ya Pak?Lampu2nya lihat!"
Saat makan Pak Syamsul memilih makan bebek goreng sedangkan Surya ga suka daging bebek,"Surya ga suka bebek...ehm apa aja deh asal jangan bebek."
Marco tersenyum,"Kok bisa sama sih?Saya juga tak bisa makan daging bebek."
Surya jawab,"Soalnya Surya pernah bantu pelihara bebek tetangga.Jadi ga tega kalau makan daging bebek."
Marco tersenyum,"Saya juga waktu kecil pernah pelihara bebek.Pokoknya kalau hewan piaraan sendiri ga bisa makan."
Pak Syamsul merhatiin keduanya,'Ya ampun selera makan saja sama.Gaya duduk dan gaya makan saja sama.Surya baru akan minum setelah makan.Pak Marco juga sama.Mereka benar2 mirip.'
 Pak Syamsul senang melihat Surya lahap makannya,"Surya itu kalau senang makannya lahap apapun jenis makanannya.Mau tempe sama tahu aja sekalipun.Tapi kalau lagi sedih,suka ga doyan makan." Marco memandang Surya,"Wah kita sama lagi.Saya juga gitu.Kalau sedih suka lupa makan." Sementara itu di rumah mewah Rani,Bintang sedih ga bisa sekolah,'Bisa sebulan nih ga masuk.Aduh...gimana dengan nilaiku nanti?Kalau aku ga dapat rangking tiga besar maka Cinta pasti dipindahin ke sekolah lain.Mana mama ga bisa dibujuk lagi.Aku jadi ga selera makan.'
Pelayan datang,"Den,makan siangnya tidak disentuh?Apa kurang enak?"
Bintang menggeleng,"Saya ga selera makan mbak.Saya mau ke kamar saja."
Ana melihatnya,'Den Bintang pasti lagi sedih.Ah nanti biar kusuruh Cinta saja yang bujuk.Den Bintang kan nurutnya sama Cinta.He..he..'
Cinta pulang dan segera ganti baju pelayan,"Bibi,Den Bintang tidur ya?Kok ga kelihatan?"
Ana mendekat sambil bawa nampan,"Den Bintang lagi sedih.Ga mau makan juga.Nih kamu bujuk Den Bintang biar mau makan.Antarin gih ke kamar." Cinta jadi lupa kalau dia juga belum makan,"Siap Bi."
Tbc.......

  • Eps 45★☆DUA MATAHARI
Have nourished...
Cinta segera menuju kamar Bintang,'Padahal aku pulang sekolah saja dah menjelang sore tapi Den Bintang belum makan siang...aku harus bujuk dia.'
Bintang sedang melamun di kamarnya,'Kalau Cinta dipindahin sekolahnya,aku ga bisa jaga dia dong.Gimana kalau dia diganggu anak2 yang nakal?Sebaiknya aku belajar saja.Tapi aku bisa ga konsent...'
Lamunan Bintang buyar denger bunyi pintu kamarnya diketuk,"Tok!Tok!...Den Bintang..."
Sumringah Bintang denger suara Cinta,sampai terburu2 mau turun dari tempat tidur,"Auwww!...Ouchhh...astaga aku lupa kalau kakiku lagi sakit."
Cinta jadi panik denger suara majikannya mengaduh kesakitan,"Den Bintang kenapa?Saya masuk ya?"
Bintang nyahut sambil megangi kakinya,"Masuk saja...auwww...iiih..."
Cinta memang ga dibolehin masuk kamar Bintang tanpa ijin.Ia ingat betul bibinya mengajari,"Cinta,jangan masuk kamar Den Bintang,Bu Rani apalagi.Kamu cuma pembantu di bagian dapur dan luar.Bukan bagian dalam.Ingat itu!"
Kamar Bintang lumayan besar.Ada meja belajar,lemari pakaian,rak khusus sepatu dan sandal,tempat tidur gede dan televisi sendiri.Namun Bintang lebih banyak menghabiskan waktunya di meja belajar.Manusia kutu buku.Makanya dia sampai minus matanya.Kakehan sinau ceritane.Oh begono...
Cinta masuk dan meletakkan nampan yang ia bawa di meja kecil dekat tempat tidur,"Den Bintang sakit ya kakinya?"
Bintang tersenyum,"Cuma salah gerak aja.Gpp...gimana di sekolah?Wali kelas bilang apa soal aku ga masuk?"
Cinta mengambil nampan,"Den Bintang istirahat saja di rumah sampai sembuh.Jangan sampai mamanya Den Bintang marah.Gitu kata Bu Wali Kelas.Apa Den Bintang ga doyan makan karena mikir itu?Sekolah ga masalah kok.Yang penting Den Bintang sembuh dulu.Dan untuk sembuh harus dapat nutrisi yang cukup supaya tubuhnya bisa melawan penyakitnya.Den Bintang makan ya?"
Bintang malah balik nanya,"Memang kamu sendiri sudah makan?"
Cinta mesem,"Saya mah gampang Den...Setelah Den Bintang makan.Baru saya akan makan di dapur."
Bintang mengambil sendok,diambilnya sesuap,"Kamu makan dulu.Baru aku mau makan."
Cinta takut juga,"Den Bintang..saya kan pelayan masak makan sepiring dengan putra majikan?Bisa dimarahi nanti."
Tbc...

Eps 46 ☆★DUA MATAHARI
Open your heart....
Bintang kekeh ga mau makan kalau Cinta juga ga mau,"Taruh saja situ.Aku mau tidur saja.Ga enak makan sendirian.Atau bawa balik ke dapur saja."
Cinta terus membujuk,"Perut Den Bintang bunyi tuh...makan ya?Nanti bisa maag lho.Kalau Den Bintang sakit saya pasti kena marah Mama Den Bintang..."
Bintang diem,'Aha...aku ada ide...'
Bintang duduk,"Ya udah bawa sini biar aku makan.Tapi aku lihat dulu menunya..."
Cinta mendekat,"Ini Den...enak lho...saya suapi ya?"
Bintang lihat hidangannya,"Aku pisahin dulu mana yang boleh dimakan dengan kondisiku seperti ini...nasinya separo saja.Nasi kan banyak mengandung glukosa.Ehm...dagingnya juga sedikit saja.Telornya juga separo saja.Sayurnya kebanyakan tuh...aku ambil kaprinya aja.Sendirikan ya di piring satunya itu..semua yang aku ga makan tadi."
Cinta nurut,"Sudah Den...sudah dipisah..."
Bintang senyum,"Ehm...aku mau makan asal kamu bisa jawab pertanyaan aku.Kalau kamu ga bisa jawab maka kamu makan yang sudah dipisahin tadi gimana?"
Cinta ragu,"Tapi..."
Bintang berkata lagi,"Makanan itu kan sudah pisah piring dari punyaku.Jadi ga masalah dong kamu makan.Toh aku juga ga mau makan.Daripada dibuang kan kasihan yang masak..."
Cinta masih ragu,"Tapi Den ...beneran nih ga mau makan yang di piring ini?Banyak lho..."
Bintang malah mulai negasi,"Udah buruan mau main game aku ga?Aku lapar nih.Kalau ga mau ya udah..."
Cinta akhirnya mau,"Iya saya mau.Pertanyaannya jangan susah2 ya?"
Bintang nanya,"Tanaman apa yang pernah diisukan menjadi penyebab leukimia?"
Mana Cinta ngerti,"Yeah Den Bintang susah bener pertanyaannya.Mana saya tahu...tanaman apa itu?"
Bintang mengambil sendok,"Sudah lima detik.Ayo makan!"
Malah Cinta yang makan duluan disuapi Bintang pula,"Den saya bisa makan sendiri..."
Bintang hepi,"Udah gpp...tanganku yang sebelah sini ga sakit kok."
Cinta nanya sambil makan,"Lha jawabannya apa Den...mmh..nyam.nyam.."
Bintang jawab,"Tanaman Dollar."
Pertanyaan kedua dilontarkan,"Bintang apa yang lebih besar dari matahari?"
Wah Cinta berkerut dahinya,"Mana saya tahu Den...saya ga paham soal tata surya dan planet2."
Bintang menyuapi lagi,"Ayo makan dulu baru kukasih tahu jawabannya."
Tbc.......

Eps 47 ○● DUA MATAHARI
His care...
Cinta sudah makan dua suap,Bintang tersenyum,"Jawabannya adalah Antares.Sekarang pertanyaan ketiga.Sudah siap?"
Cinta merajuk,"Den Bintang jangan soal planet atau tanaman.Yang lain saja.Ehm...soal lain yang saya bisa gitu."
Bintang mikir sambil senyum.Seneng dia lihat Cinta makan duluan.Pertanyaan2 selanjutnya tetep aja Cinta ga bisa jawab.Emang disengaja sama Bintang.Cinta lihatin piring majikannya,"Ya makanan Den Bintang masih utuh.Saya gantian dong yang kasih pertanyaan."
Bintang jelas ga mau kalah,"Tapi kalau aku bisa jawab,suapi lho.Gimana?"
Cinta setuju,"Sejak tadi Den Bintang juga suapi saya.Padahal saya ini kan harusnya melayani Den Bintang makan.Malah kebalik."
Pertanyaan Cinta jelas bisa dijawab sama Bintang yang emang smart itu.Bintang seneng disuapi,yang nyuapi juga seneng.Wah ini namanya tumbu ketemu tutup.Klop.Saat disuapi Bintang bahagia nian,"Lebih enak ternyata makan dari tangan orang lain."
Cinta seneng melihat Bintang makan dengan lahap,'Den Bintang pasti lapar banget...'
Cinta melihat tinggal sesuap saja yang tersisa,"Den Bintang tambah ya?Biar saya ambilkan yang persis kayak gini...Mau ya?"
Bintang menggeleng,"Sudah cukup.Aku dah kenyang kok."
Cinta membujuk,"Den Bintang kan cowok porsinya masak segitu.Biasanya anak cowok tuh makannya banyak.Saya ambilin lagi ya?"
Bintang kekeh ga mau,soalnya sebenarnya dia masih galau,"Udah ga usah.Daripada kebuang ga aku makan.Ambilin obat aku aja.Sejak tadi belum kuminum.Soalnya belum makan tadi."
Cinta segera mengambilkan obatnya,"Ini Den..."
Bintang meminum obatnya dibantu Cinta.Saat itulah Rani datang bersama Bimo.Ana segera memberitahu Cinta,"Buruan Bu Rani datang.Cepet kembali ke dapur!"
Cinta bergegas memberesi peralatan makan Bintang dan keluar dari kamar Bintang namun terlambat Rani sudah melihatnya,"Siapa suruh kamu masuk kamar Bintang?"
Cinta gugup sampai ngewel bawa nampannya,"Saya..."
Bintang keluar dengan tertatih2,"Ma,Bintang yang suruh soalnya kaki Bintang sakit jadi Bintang suruh Cinta bawa makanannya ke kamar.Biar Bintang nyaman makannya.Jangan marahi Cinta ya Ma?"
Rani sebenarnya mau marah tapi lihat Bintang membela Cinta,ga jadi deh.Bersambung...


  • Eps 48 ☆★ DUA MATAHARI
    Let alone...
    Mungkin Rani ga memarahi Cinta secara langsung namun ia mulai memperhatikan kedekatan pelayannya itu dengan Bintang,'Gadis itu dia sangat berarti bagi Bintang.Aku ingat bagaimana demikianpun Marco bagiku dulu.Namun tetap saja Ningrum merebutnya dariku.Ningrum...aku sudah lama tidak melihatnya.Bagaimana dia sekarang?'
    Rani pergi ke RS menemui Ningrum di ruang isolasinya,jelas Ningrum ketakutan seketika.Didekapnya erat2 kedua boneka ditangannya,"Kamu...kamu jangan mendekat!Kamu mau memisahkan aku dari anak2ku kan?!Aku takkan biarkan!"
    Rani bertanya pada perawat,"Bukankah laporan sebelumnya dia suka berada di taman?Mengapa sekarang kembali ke ruang isolasi?"
    Perawatnya menjawab,"Beberapa waktu lalu seorang pria menemuinya di taman dan sejak itu pasien ini menjadi histeris dan tak mau keluar lagi."
    Rani berkata,"Saya minta rekaman cctv saat kejadian itu.Siapkan di meja saya!"
    Perawatnya segera menjawab,"Baik Bu.Segera saya laksanakan.Permisi."
    Rani mendekati Ningrum yang depis di pojokan,"Kamu bertemu siapa sebenarnya?Katakan!"
    Ningrum gemetar,"Aku tak akan menemui dia lagi...aku janji!!Jangan ambil anak2ku!Kumohon..."
    Rani tersenyum,"Kau yang memulai semuanya.Kau mengambil pria yang kucintai.Kau merebutnya!Jadi fair saja jika aku merebut anak2mu.Bahkan salah satu dari mereka akan kujadikan bonekaku.Kaupikir hanya kau yang punya boneka?Aku juga punya.Boneka hidup malah.Setiap kali aku kesal,akan kujadikan dia mainanku.Akan kubuat dia membayar setiap rasa sakit yang kauberikan padaku!!"
    Ningrum kian keder,"Jangan...jangan sakiti anakku...Mereka tidak bersalah."
    Rani tersenyum,"Kamu tahu bahwa kutukan itu turun ke anak cucu?Kau tahu kutuk keturunan?Jika nenek moyangnya bersalah maka keturunan ketiga dan keempat akan menanggung akibatnya.Jadi ...jangan bicara hukum padaku!!"
    Ningrum mulai menangis,"Kasihan anak2ku..."
    Rani akhirnya pergi ke ruang kerjanya,'Bintang adalah bonekaku.Dalam hidupnya hanya akan ada rasa sakit.Itulah kenapa aku memaksanya menjadi dokter supaya dia tahu apa itu rasa sakit.Supaya dia mengerti betapa tidak enaknya sakit itu.Tapi kehadiran Cinta mulai mengacaukan rencanaku.Aku harus berbuat sesuatu.'Tbc........
Eps 49 ☆★ DUA MATAHARI
Birth...
Rani hendak melihat rekaman cctv saat Ningrum bertemu Marco namun tiba2 hpnya bunyi,"Ya Tar?Oh aku sedang di RS.Aku ga di kantor.Apa?Kamu juga di sini?Wah ada apa?Baiklah aku segera ke sana."
Rani memasukkan rekamannya di tas,'Kulihat nanti saja di rumah.Lagipula aku juga lapar.Pas banget ada Tari di cafetaria.'
Tari meminta bantuan Rani soal pemalsuan data hasil pemeriksaannya,"Please Ran,aku ga mau papa aku tahu kalau sebenarnya yang mandul itu aku bukan suami aku."
Rani berkata,"Itu soal gampang.Kamu sebutin saja nama dokternya.Ntar biar aku urus.Tapi kenapa kamu ga jujur aja sih?Kebohongan itu sangat menyakitkan lho."
Tari curhat,"Aku ga mau papa marah ke aku.Karena selama ini aku selalu nyalahin Adam,suami aku itu.Kamu tahu sendiri kan betapa sedihnya disebut wanita mandul?Makanya Ran,aku saranin kamu segera punya anak.Mumpung kamu masih bisa.Jangan sampai kayak aku.Aku dulu nakal waktu mudanya.Aku pernah menggugurkan bayi.Tapi karena kurang bersih akhirnya malah rahimku kena imbasnya.Aku jadi ga bisa punya anak.Terus ga ada pewaris harta keluarga aku.Jika papa aku tahu semua ini akibat ulah aku,beliau akan ngamuk Ran sama aku."
Rani jadi mikir,'Mungkin ada benarnya perkataan Tari.Aku harus punya keturunan untuk mewarisi kekayaan keluargaku.Bintang bukan anak kandungku lagipula aku memeliharanya hanya untuk balas dendam.'
Masalah itu membuat Rani kepikiran terus.Rani bicara sama Bimo,"Bim,aku ingin punya anak."
Bimo kaget,"Tapi bukannya kau sendiri yang bilang kita hanya kawin kontrak?"
Rani menunjukkan paket tour ke Eropa selama hampir sebulan,"Aku berubah pikiran.Aku sudah pesan paket wisata ke Eropa.Aku ingin penerus untuk keluarga Adijaya."
Bimo jelas seneng banget dalam hatinya,'Akhirnya...Rani membuka pintu hatinya...buat aku.'
Rani dan Bimo pergi ke Eropa dengan alasan bisnis dan bulan madu yang tertunda.Bintang ikut seneng meski ga diajak,"Met jalan2 di Eropa ya Ma...Ayah Bimo...he..he.."
Rani berpesan pada Joni,"Saya titip Bintang.Saya ga mau dia manjat pohon lagi.Ngerti?!"
Joni siap laksanakan perintah.Ranipun pergi bersama Bimo.Sementara Bintang kian membaik kakinya.Ia sudah masuk sekolah lagi.Tbc..........

Part 50 ☆★ DUA MATAHARI
Dreamlike...
Sudah hampir setengah bulan Rani dan Bimo pergi ke Eropa keliling2 berbagai negara sambil ngurusi bisnis juga.Hari itu Cinta nampak beda,dia nampak ga semangat di kelas.Teman2nya ngajak Cinta makan di kantin,"Ayo ke kantin Cin!Kamu ga laper?Katanya ga bawa bekal."
Cinta menggeleng,"Lagi ga selera makan.Aku mau di kelas aja."
Bintang datang,teman2nya berbisik,"Profesor ganteng kamu datang tuh.Kita duluan ya...takut ganggu.Bisa kena cekal bodyguard ntar..."
Cinta yang lagi asyik nulis sesuatu di halaman belakang bukunya segera menutup bukunya begitu lihat Bintang,"Kamu kok masih di kelas?Ayo ikut aku!Temeni aku makan!"
Cinta jelas nurut,majikan masak dilawan.Mana ganteng banget lagi.Weleh...Semua di sekolah juga tahu betapa akrabnya keduanya.Ga ada yang berani mengganggu Bintang.Tuh anak kan terkenal selalu dikawal.Cinta aja yang pede dan nyaman2 aja deket Bintang.Bintang anaknya serius sampai dijuluki The professor.Soalnya pinter bin cerdas anaknya.Bintang bawa Cinta ke taman,"Kita mau kemana sih Bintang?Kantinnya kan di sebelah sana!"
Bintang berhenti di bawah pohon talok,"Disini rindang.Temeni aku makan ya.Ga enak makan sendiri."
Cinta masih manyun,"Aku ga bawa bekal.Lagian aku ga selera makan.Kamu aja makan."
Bintang mengeluarkan makanan,"Aku tahu kamu ga bawa bekal.Makanya aku minta Bi Ana bawain bekalku lebih banyak.Kita bagi dua ya."
Cinta masih galau,"Aku dikit aja.Udah segitu aja..."
Bintang lihatin,"Kamu kenapa sih?Aku ada salah ya?"
Cinta menggeleng,"Ga.Kamu selalu baik kok malah baik banget.Ayo makan.Keburu bel lho."
Bintang kepo,"Terus kok sedih gitu wajahnya?Ada yang gangguin kamu?"
Cinta menggeleng sambil makan,"Mana ada yang berani ganggu aku.Mereka takut sama kamu."
Bintang ga mau maksa Cinta curhat,'Anak cewek katanya emang moody.Susah dimengerti.Begitu kata Ayah Bimo.Pokoknya jangan main paksa kalau sama cewek.'
Bintang berdiri,"Lihat ada talok yang merah tuh di ujung situ.Aku ambilin ya?Kamu suka talok kan?"
Eh Cinta langsung mencegah Bintang sampai hampir jatuh dia,"Jangan!!...auww!!"
Bintang sigap nangkap tubuh Cinta,"Hati2...untung aja ga keprosok lho..."
Cinta masih megangi lengan Bintang.Bersambung...


****DUA MATAHARI ****PART 31-40


Eps 31 ★☆ DUA MATAHARI
Our tree...
Bintang segera minta maaf,"Maaf,aku ga tahu kalau kamu mau ngasih aku buah ini.Jangan cemberut terus ya...gimana kalau cari lagi?Dikebun belakang kan?"
Cinta sumringah,"Beneran?Terus PR Den Bintang?"
Bintang ngajak Cinta berdiri,"Udah selesai kok.Sekarang aku bisa main sama kamu.Buruan keburu mama datang.Ayo!!"
Cinta segera membersihkan buah talok yang jatuh,"Yuk!!Asyik panjat2 pohon!"
Bintang seneng lihat Cinta hepi,'Andai saja kamu tahu kenapa aku serius belajar.Semua agar aku selalu satu sekolah sama kamu.Kalau aku ga masuk 3 besar,mama pasti mindahin sekolah kamu.Aku ga mau itu terjadi.'
Ana datang sambil gendong bayi,ya Ana sudah menikah dengan Joni dan dikaruniai seorang anak.Ana tanya,"Kalian mau kemana buru2 gitu?Den Bintang kan ini waktunya bobok siang?"
Bintang menjawab,"Bintang kan udah gede Bi.Masak bobok terus kayak dedek bayi ini.Imut2...bobok terus..gemesin.Hello Vania..."
Cinta ikut gemes lihat anak bibinya,"Hallo pipi embem...ups...jadi bangun tuh hi...hi..."
Bintang ngajak Cinta pergi,"Bi Ana,saya sama Cinta di halaman belakang.Kalau mama datang kasih tahu ya...yuk Cinta..."
Ana geleng kepala tapi seneng dia lihat Bintang lebih ceria di rumah sejak ada Cinta,'Kasihan Den Bintang.Main diluar dilarang.Untung ada Cinta nemeni.Nona..eh Nyonya emang keras orangnya.'
Ranilah yang menginginkan Bintang jadi dokter sebenarnya karena ia takut kejadian ayahnya terulang lagi.Sakit2an dan harus selalu ke dokter.Ia ingin Bintang menjadi dokter keluarga Adijaya.Bintang dan Cinta sudah sampai di halaman belakang,sebatang pohon talok tumbuh rimbun di sana.Cinta nunjuk,"Kamu inget kan kita waktu itu metik buah talok di sekolah terus kita tanam di sini.Sekarang udah gede.Cepet ya...kalau banyak daunnya biasanya ada buahnya.Bau khasnya kecium..."
          Cinta udah ganti baju tadi,kalau mau manjat pohon pakai seragam pelayan ribet juga.Malah sobek ntar seragamnya.Ia segera manjat,"Den Bintang!Lihat disini banyak yang merah buahnya.Ayo naik!"
Bintang manjat juga,"Wah pohonnya enak ya bisa jadi markas kita nih...Asyik kali kalau makan di sini.Makan nasgor apalagi."
Cinta metik buah talok yang agak besar,"Nih cobain deh Den Bintang..."
Tbc..

 Eps 32 ★☆ DUA MATAHARI
Natural...
Bintang senang disuapi buah talok oleh Cinta,"Manis ya...Kayak yang nyuapi he..he.."
Cinta duduk di batang favoritnya,"Markas aku sini ah...markas Cinta.Disini batangnya bisa buat duduk.Enak..."
Bintang ingat sesuatu,"Oh aku pernah baca juga soal buah ini.Buah ini juga obat asam urat.Juga pohon talok ini bijinya sangat lembut dan meski telah melewati berbagai media pengolahan air dia tetap bisa bertahan.Hebat ya?"
Cinta manggut2,"Den Bintang senang sekali tentang ilmu pengobatan.Kenapa cita2nya jadi dokter kok ga jadi pengusaha atau apa gitu?"
Bintang tersenyum,"Panggil Bintang aja ga usah pakai Den...kan mama ga ada dirumah.Kalau mama ga ada panggil aja kayak kamu manggil aku di sekolah."
Cinta dapat buah yang agak mentah,"Ya ga enaklah kan kalau di rumah saya ini pelayan.Takut kebiasaan nanti..."
Bintang ngalah deh,"Terserah kamu deh.Kamu itu emang kepala batu.Susah dibilangin.Aku itu ingin jadi dokter karena Mama dulu sering ajak aku ke RS.Disana banyak orang yang butuh penanganan segera dan jumlah dokter masih kurang.Aku ga tega lihat mereka.Selain itu mama juga ingin aku jadi dokter.Kalau aku jadi dokter aku bisa berguna buat mama."
Cinta lihat buah talok besar di sebuah dahan di belakang Bintang,"Den Bintang itu sayang banget ya sama mamanya...Dibelakang Den Bintang ada yang matang itu!Aku yang lihat biar kuambil."
Bintang mencegahnya,"Itu jauh sekali.Aku lebih tinggi dari kamu.Biar aku saja yang ambil.Bahaya kalau kamu ke sana."
Saat itulah Bintang menginjak dahan yang rapuh,"Krek..."
Bintang jatuh,"Aaakkk!!" Bruukk!
Cinta menjerit,"Bintang!!!"
Cinta segera turun,"Ya ampun...Bintang,kamu gpp?"
Kaki Bintang berdarah tangannya juga beset2,untung kepalanya gpp,"Kakiku...kakiku sakit..."
Cinta panik,"Tolooong!!Den Bintang jatuh!!"
Ana segera datang demikian juga Joni,"Ada apa?Den Bintang kenapa?"
Joni membantu Bintang berdiri,"Mas Bintang bisa berdiri?"
Bintang menyeringai,"Sakit Om...aduh..."
Joni melihat kaki anak majikannya,"Jangan2 patah nih Mas...gawat nih Ana.Kita harus bawa ke dokter segera!"
Cinta malah nangis,"Semua salah Cinta...harusnya Cinta yang jatuh bukan Den Bintang...huhhu..."
Bersambung..........

 Eps 33 ★☆ DUA MATAHARI
Supranatural...
Bintang meraih jemari tangan Cinta,"Aku gpp...kamu jangan menyalahkan diri kamu.Diurut ntar juga baikan.Paling cuma keseleo aja.Jangan nangis ya...untung aku yang jatuh kalau kamu ga akan bisa maafin diri aku sendiri."
Mobil Bimo memasuki halaman,Ana diberitahu,"Waduh...gimana ini?Pak Bimo datang."
Bimo melihat raut tegang di wajah para pengurus rumah,"Kalian kenapa?Kenapa semua tampak aneh?Ada apa?Mana Tuan Muda kalian?"
Joni datang dan bertanya,"Pak Bimo,Bu Rani tidak ikut pulang?"
Bimo melihat Joni gugup gitu,"Jon,ada apa?Bintang gpp kan?Perasaan saya kok ga enak ya.Bu Rani masih ada meeting sama klien.Mungkin sampai malam.Saya mau ketemu Bintang.Saya janji mau kasih hadiah kemarin buat hasil ujiannya yang bagus.Sekarang saya mau ajak dia jalan2."
Joni lega Bu Rani ga ikut pulang,"Pak Bimo...Mas Bintang...dia...kayaknya ga bisa diajak jalan2...kakinya sakit."
Bimo kaget,"Kaki Bintang sakit?Kenapa?Mana dia?Apa di kamar?"
Joni membawa Bimo ke halaman belakang,"Saya ga berani gerakin kakinya.Katanya sakit..."
Bimo segera memeriksa,"Kejadiannya gimana?Kalian harusnya segera telpon saya!"
Cinta hendak cerita tapi dicegah sama Bintang,"Bintang cuma jatuh dari pohon kok Yah...Gpp..."
Bimo lihat ke atas,"Jatuh dari pohon ini?Dari ketinggian itu?"
Bimo dibantu Joni bawa Bintang ke dalam mobil,"Kakinya harus dirontgen.Biar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Cinta pingin ikut,"Pak Bimo,saya ikut ya?Boleh ya?"
Bimo bolehin,"Ya.Banyak yang ingin saya tanyakan juga ke kamu."
Dijalan Cinta ngobatin luka2 di tangan Bintang dengan P3K,"Maafin saya Den Bintang...maafin saya..."
Bimo akhirnya tahu ceritanya,"Jadi gitu ceritanya..."
Cinta merasa sangat bersalah,"Semua salah saya Pak Bimo...salah saya.Harusnya saya ga ngajak Den Bintang manjat pohon.Harusnya saya ga gangguin Den Bintang belajar...hiks..hiks...Saya siap dihukum..."
Bintang memohon,"Ayah...jangan kasih tahu Mama ya...Cinta ga salah kok...Bintang sendiri yang pingin manjat pohon.Bintang mohon,Ayah kan janji mau kasih hadiah ke Bintang.Hadiahnya itu aja.Jangan bilang mama kalau Cinta juga ada di pohon itu.Ya Yah ya?Please..."
Bimo berkata,"Kalian tenang saja."
Tbc......

 Eps 34 ★☆ DUA MATAHARI
Keep silent...
Di tempat lain,Surya yang juga jago panjat pohon tiba2 saja jatuh,"Buuk!!"
Adik Surya,lihat kakaknya jatuh segera lari ke ibunya,"Ibu!!Kakak jatuh!Kakak iyung..."
Rini segera menuju ke putra sulungnya,"Ya ampun Surya!Kamu gpp Sayang?Tumben jatuh?Biasanya juga raja pohon?Kamu kenapa?"
Surya meringis,"Gpp Bu.Ga tahu aja kalau dahan yang aku injek ternyata rapuh.Untung ibu jemur kasur di bawah sini.Kalau ga udah patah kali kaki aku."
Rini mengurut kaki Surya,"Ini dikasih minyak urut.Ini ampuh resep turun temurun keluarga ibu.Pasti kaki kamu segera baikan.Lain kali hati2.Kamu kecapekan kali kalau libur kan ikut ayah kamu kerja di proyek."
Adiknya berkata,"Kakak ambilin mangga buat Nino.Nino pingin mangga."
Surya nunjukin mangga yang ia petik,"Iya Bu...Nino pingin manisan mangga katanya."
Rini mengambil mangganya,"Ya sudah ibu akan bikin manisan mangga buat kalian.Kamu bisa jalan kan Surya?"
Surya gpp,"Bisa Bu...Surya kan anaknya kuat.Ayo Nino,kita bantu ibu bikin manisan.Kayak yang dijual di sekolah!"
Nino ngikutin kakaknya,"Ayo!!Hore bikin manisan mangga.Yeahhh!!"
Rini tersenyum,'Maafkan ibu ya Nak.Kalian cuma dapat uang jajan sedikit.Ga kayak anak yang lain.Apalagi kamu Surya,kamu selalu ngalah sama adik kamu.'
          Andai saja Surya tahu bahwa dia punya adik kandung.Surya bantu ngupas mangga,'Aneh kenapa aku bisa jatuh ya?Berkali2 lho aku manjat tuh pohon mangga.Kenapa sampai jatuh sih?Heran...'
Syamsul dan Rini memang mendapat berkah mengadopsi Surya,Tuhan memberi Rini anak.Namanya Nino.Surya sayang sekali pada Nino.Nino masih TK.Pipinya tembem,suka sekali bawa bekal dan jajan tentunya.Meski hidup susah secara ekonomi tapi Surya berlimpah kasih sayang dari Syamsul dan Rini.Kembali ke Bintang,sudah di rontgen dia.Dokter juga sudah memberi bidai di kakinya supaya kembali ke posisi normal,"Untuk sementara jangan banyak bergerak ya kakinya.Harus banyak istirahat."
Alamat nih Bintang ga bisa sekolah,Cinta kian merasa bersalah,"Berarti Den Bintang ga sekolah dulu ya...ini salah saya..."
Bintang mikir,'Aduh...kalau aku ga masuk pasti aku ketinggalan banyak mata pelajaran dan nilai2 ulangan.Kalau aku ga meraih 3 besar,Cinta gimana?'
Tbc...

Eps 35 ★☆ DUA MATAHARI
The Father...

           Marco yang kini telah menjadi Adam namanya tidak dikaruniai anak dengan pernikahan keduanya.Putri sang konglomerat menuduh suaminya itu mandul,"Kamu pasti yang bermasalah Mas.Sebaiknya kamu periksakan diri kamu ke dokter."
Adampun pergi ke RS terbagus di Jakarta,'Aku tak tahu apa yang salah.Tapi aku sudah periksakan diri berkali2 dan hasilnya aku baik tapi tetap saja isteriku ga percaya.Tari2...kamu itu kenapa malah memojokkan aku.Bisa juga kan kamu yang bermasalah?'
Disaat yang sama Bimo membawa Bintang ke RS,Bintang ingat pada ibu2 yang dulu ia jumpai di RS,'Aku ingin tahu bagaimana kondisi ibu itu sekarang.Kasihan dia.'
Dijalan Bimo yang buru2 hampir menabrak mobil Adam,saat turun kaget Bimo,'Marco?Itu kan Marco?'
Adam heran,"Anda kenapa?Hati2 bawa mobil.Untung mobilnya bisa direm."
Bintang membuka kaca,"Ayah gpp kan?"
Baik Bimo maupun Adam nengok ke arah Bintang,Adam terpana,'Kenapa ya hatiku bergetar mendengar suara anak muda itu?'
Bimo heran Marco ga mengenalinya,'Ini benar Marco bukan ya?Kok ga kenal aku ya?'
Cinta didalam mobil ikut melihat keluar,"Ada apa diluar Den Bintang?"
Bintang menatap ke arah Adam,"Sepertinya mobil kita hampir menabrak mobil orang itu."
Bimo merhatiin keduanya,'Bintang ...andai kamu tahu siapa sebenarnya yang pantas kamu sebut Ayah ...pria itulah ayah kandung kamu Bintang...'
Bimo segera berkata,"Ya Bintang.Ayah gpp."
Adam malah mendapat kilasan ingatannya,'Pria ini sepertinya aku pernah melihatnya...tapi kenapa aku melihat sungai ya...aku juga melihat bayi..dua bayi.Apa aku dulu punya anak?'
Bimo segera meninggalkan area itu,'Ternyata Marco masih hidup.Dan dia ada di Jakarta.Bagaimana jika Rani tahu?Tapi bisa jadi orang tadi cuma mirip saja.'
Bintang nanya,"Orang itu siapa Yah?Dia gpp kan?"
Bimo agak gugup jawabnya,"Dia gpp.Cuma kaget aja.Maaf ya Ayah akan lebih hati2 bawa mobilnya."
Sampai di RS,Bintang segera diperiksa.Cinta berdoa,'Tuhan,jagai Den Bintang.Jangan sampai kakinya kenapa2...Hamba mohon...'
Bintang sudah di rontgen dan untunglah ga parah,ga sampai patah.Sementara itu Adam juga ke RS itu,kaget ia kala melihat mobil yang tadi hampir bertabrakan dengannya.Bersambung......


 Eps 36 ☆★ DUA MATAHARI
♣♣Look from the place....
Adam nyari2 dokter yang hendak ia temui malah nyasar langkahnya ke sebuah taman dimana Ningrum sedang duduk di sana menimang2 dua boneka,"Revan kamu harus jaga adikmu ya...jangan sampai kalian terpisah...kalian harus selalu rukun.Saling jaga...ingat itu ya...he..he.."
Adam bingung nyari ruangan dokternya,'Katanya dekat ruang rekam medik,belok kanan lurus lalu ada ruang farmasi...aduh aku bingung.Tanya aja deh...'
Adam mendekati Ningrum,"Permisi,mau nanya..."
Terpana Adam kala wanita yang dia tanyai menoleh,seketika ia mendapat kilasan kejadian masa lampaunya...>>> Kembalikan anak2ku!!...Ningrum!!!...Byuur!!...>>>
Ningrum juga kaget,"Kamu...aku harus jauhi kamu supaya anak2ku selamat...pergi ...aku harus jauhi kamu...aku ga mau anak2ku terpisah dariku...aku harus lari..."
Ningrum lari sambil mendekap kedua boneka ditangannya,"Aku harus jauhi dia...demi anak2ku...demi Revan dan Vino..."
Adam malah merasa pusing,"Hey tunggu!Aduh...kenapa kepalaku jadi berat gini..."
Adam malah pingsan di koridor RS pas Cinta lihat,"Lho orang itu kenapa?Tolong ada orang pingsan!!"
Cinta memang disuruh Bimo beli makanan buat Bintang,tapi malah pas mau kembali nemuin Marco.Marco dibawa oleh perawat sedang Bintang malah nyariin Cinta,"Cinta mana Yah?"
Bimo akhirnya nyusul Cinta,"Ya sudah kamu tunggu sini ya...Ayah mau susul Cinta...Man,jaga tuan mudamu okay?"
Norman langsung siaga dekat Bintang.Saat Bimo pergi,Ningrum yang lari ga jelas berhenti dekat Bintang berada,"Kayaknya sudah aman di sini..."
Bintang ingat wanita itu,'Itu kan ibu2 yang dulu...kasihan dia...'
Bintang berdiri,Norman heran,"Den Bintang mau kemana?Jangan banyak gerak dulu...."
Bintang kekeh,"Aku mau menemui ibu itu...kasihan dia Man...aku ingat dia..."
Bintang memegang pundak Ningrum,"Ibu..."
Ningrum menatap Bintang,"Kamu panggil aku ibu?"
Bintang tersenyum,"Ibu,kenapa?Kayak ketakutan gitu?Ibu habis lari ya?Duduk dulu sini...Pak Man tolong ambil minum dong."
Bintang memberikan minuman pada Ningrum,"Ibu pasti haus...minum dulu.Ingat saya kan?"
Ningrum malah membelai wajah Bintang,"Saya suka kamu panggil saya ibu...saya suka...tadi ada yang ngejar saya...saya takut.."
Tbc

Eps 37 ★☆ DUA MATAHARI
Thine Heir....
Cinta mencemaskan kondisi pria yang ditemukannya pingsan,"Suster tolong ada orang pingsan!!"
Adam dibawa oleh perawat sementara Cinta mendampingi,"Saya tidak kenal orang ini,Suster.Saya menemukannya sudah tergeletak di koridor."
Bimo melihat Cinta,"Cinta!Kamu kemana saja?Bintang nyariin kamu.Ayo kita pulang!"
Cinta menunjuk ke arah pria yang ia temukan pingsan tadi,"Tapi Om itu?Dia..."
Adam sadar dan ia ingat semuanya,"Ningrum?Ningrum!!"
Ia segera keluar dan melihat Bimo,"Saya ingat kamu...kamu ada disana waktu itu...kamu pengawalnya Rani!"
Bimo bergegas membawa Cinta pergi,"Cinta kita sebaiknya segera pergi dari sini.Kasihan Bintang.Ayo!!"
Adam hendak mengejar,"Hey tunggu!!Aduh...kepalaku..."
           Adam kembali pingsan dan dibawa kembali ke dalam oleh perawat.Bimo gelisah,'Tuan Marco masih hidup.Bagaimana jika Rani tahu?Apakah dia akan meninggalkanku'
Bimo kembali terpana kala melihat siapa yang bersama Bintang,'Itu kan?Ningrum?'
Ningrum juga histeris kala melihat Bimo,"Kamu...kamu...kamu saya ingat kamu...kamu membuat saya kehilangan anak2 saya....huu...hu...kembalikan anak2 saya!"
Bintang heran,"Ibu...dia ini Ayah saya...."
Bimo terpana mendengar Bintang menyebut Ningrum dengan sebutan 'Ibu','Apa Bintang sudah tahu kalau wanita itu adalah ibu kandungnya?'
Perawat yang ditugaskan menjaga Ningrum datang,"Maaf jika pasien ini mengganggu kalian.Dia mengalami gangguan kejiwaan.Kami akan membawany kembali ke ruang isolasi.Permisi."
Ningrum memegangi tangan Bintang,"Tidak!Saya tidak mau kembali!Saya mau mencari anak2 saya..."
Bintang sedih melihatnya sedang Bimo bergegas membawa Bintang pulang,'Sebaiknya aku segera membawa Bintang pergi dari sini.'
Cinta memperhatikan Bintang yang tampak diam saja sepanjang perjalanan pulang,"Den Bintang kenapa?Kakinya sakit banget ya?Ini banyak cemilan yang tadi saya beli.Den Bintang mau?"
Bintang mengambil cemilannya tapi wajahnya masih sama ngeblank,"Aku kasihan sama ibu2 tadi,Cinta...kasihan ya..."
Cinta juga ingat sama Adam,"Sama saya juga kasihan sama Om yang pingsan tadi..."
Bintang bertanya,"Om yang pingsan?"
Bimo mengalihkan perhatian,"Bintang,jangan banyak pikiran biar kamu lekas sembuh."
Tbc

Eps 38 ☆★ DUA MATAHARI
The river...
Cinta sangat perhatian pada Bintang,berbaring saja dibantuin,"Pelan2 Den Bintang..."
Obat disiapin,"Obatnya diminum ya?"
Bintang minum obatnya,"Pahit tapi tetep harus diminum ya?Baiklah...tapi senyum dulu dong yang ngasih obatnya..."
Cinta tersenyum,baru Bintang menengak obatnya,"Kamu jangan pergi ya?Setidaknya sampai aku tidur.Oh ya aku bahagia sekali hari ini...kamu tahu kenapa?"
Cinta heran,"Den Bintang kan alami musibah kok malah bahagia sih?"
Bintang meraih jemari Cinta,"Karena saat aku jatuh dari pohon tadi,kamu manggil namaku tanpa embel2 'Den'..."
Cinta malah menahan pilu melihat majikannya terbaring,'Maafkan aku Bintang,aku janji ga akan biarin kamu celaka lagi.Aku ga akan ajak kamu naik pohon lagi...aku ga mau kamu celaka.'
Bintang melihat jam dinding,"Waktunya belajar...tolong ambilkan buku Kimia di meja belajarku ya Cinta.Aku mau membacanya."
Cinta ragu,"Tapi Den Bintang kan lagi sakit.Masak masih belajar sih?"
Bintang menguap ngantuk dia,mulai ngefek obatnya,"Nilaiku harus terus bagus.Aku harus masuk 3 besar."
Cinta mengambilkan bukunya,"Saya bacakan saja ya Den Bintang?Tangan Den Bintang kan juga sakit.Lecet tuh...pasti ngilu buat megang buku."
Bintang nurut dengerin Cinta bacain bab yang ia ingin pelajari,"Cu itu tembaga...dari kata cuprum...Mn itu mangan...Pb itu timbal..."
Bintang mulai kriyip2,"Kalau Zn itu seng ya..."
Akhirnya tertidur Bintangnya,Cinta memandanginya,'Kamulah yang bikin saya betah di sini Bintang...kamu ga pernah jahat sama aku.Selalu membantuku.Selalu menjagaku.'
Diusapnya keringat di wajah Bintang,'Tidur dan cepat sembuh ya...maafkan aku...sudah membuatmu seperti ini.'
Bersambung....

 Eps 39 ☆★ DUA MATAHARI
Talked With Him...
Rani pulang dari kantor sudah agak larut,'Tumben Bintang ga menyambutku?Biasanya meski malam larutpun dia akan segera keluar dari kamarnya untuk menyambutku.'
Bimo melihat Rani mengedarkan pandangannya,"Kamu mencari Bintang ya?Bintang pasti sudah tidur."
Rani melangkah ke kamar Bintang,"Tidak mungkin.Aku yakin dia pasti alami sesuatu.Katakan Bim sebelum aku mencari tahu sendiri dan kau pasti juga tidak akan luput dari kemarahanku!"
Bimo terpaku,'Sebenarnya kau sangat sayang pada Bintang.Walau kau keras padanya tapi dihatimu Bintang adalah bagian dari hidupmu.'
Rani berhenti kala melihat Cinta keluar dari kamar Bintang membawa kompres,"Ada apa Cinta?Kenapa kamu bawa kain kompres?Mana Bintang kenapa dia tidak menyambut mamanya?"
Cinta keder,"Den Bintang demam,Nyonya.Tadi Den Bintang jatuh...."
Rani masuk dan melihat Bintang mengigau dalam tidurnya,"Mama...mama..."
Rani duduk di tepi pembaringan dan memegang tangan Bintang,"Mama di sini Bintang...Mama di sini...kamu kenapa?Apa yang terjadi?"
Bintang tersenyum melihat Rani datang,"Mama...Mama jangan marahi siapapun ya?Ini salah Bintang sendiri kok...ga hati2..."
Rani lupa dengan rasa letih habis kerja ia malah menunggui Bintang di kamarnya,"Bimo kamu hutang penjelasan padaku.Mengapa kamu ga beritahu aku?Lihat kakinya sampai seperti ini!Cinta kamu juga sini!Panggil Ana dan Joni juga!"
Semua disidang sama Rani,Cinta mengakui bahwa dia yang bersalah,"Ini semua salah saya Nyonya...hukum saya saja.Jangan marahi Den Bintang."
Rani melihat ke arah Bintang yang sudah tertidur,'Aku tidak akan memarahi Cinta seperti janjiku pada Bintang.Tapi aku akan memberikan hukuman yang lebih menyakitkan.Hukuman bagi mereka yang mengusik keluarga Rani Adijaya.'
         Malam itu Rani tidur di sofa menunggui Bintang,Bimo menyelimutinya,'Kuminta tidur di kamar tidak mau.Benar dugaanku sebenarnya dia sayang pada Bintang.Apakah dia juga masih punya perasaan pada Tuan Marco?Tapi Rani adalah isteriku di mata hukum.Aku tidak akan membiarkan isteriku meninggalkanku.Aku sangat mencintainya.'
Bimo malah menemani Rani menjagai Bintang.Sementara itu Marco galau di rumahnya,'Aku punya anak...dua malah.Tapi dimana?'
Tbc

 Eps 40 ☆★ DUA MATAHARI
♣Build....♣
Marco berkata pada isterinya,"Tari,tadi aku belum sempat menemui dokternya."
Tari panik,'Kalau sampai papa aku tahu bahwa aku yang bermasalah bisa gawat nih...mau ditaruh dimana muka aku.'
Marco berpikir,'Jika kukatakan bahwa ingatanku sudah pulih pasti Tari akan kaget.Aku harus cari tahu dulu dimana anak2ku.Aku harus kembali ke RS itu karena Ningrum ada di sana.'
Tari memang berubah sejak dia tahu bahwa dirinya ga bisa punya anak,dia takut Adam pindah ke lain hati.Tapi dia juga sadar bahwa dia ga bakat di dunia bisnis.Tari berniat menyogok dokternya,'Aku akan menemui dokternya.Aku akan minta dia membuat laporan palsu.Laporan yang menyatakan bahwa Mas Adamlah yang bermasalah.'
Marco malah kepikiran Ningrum,'Ningrum masih hidup.Wanita yang kujumpai di RS itu jelas dia.Aku harus menemuinya.Tunggu dulu...RS itu kan milik keluarga Adijaya?Apa Rani tahu bahwa Ningrum masih hidup?Aku harus mencari tahu soal Rani.Bagaimana kehidupannya sekarang.Aku harus balas dendam padanya.Dia membuat aku kehilangan anak2ku.'
Marco mencari data soal Rani,'Dia sudah menikah dengan Bimo rupanya.Anaknya Bintang Adijaya.Aku akan membuat Rani juga kehilangan anaknya.Biar dia tahu rasa.'
           Marco juga mencari tahu di sekitar sungai yang dulu menjadi tempat krusial semua perubahan hidupnya.Saat itu Surya tengah mencari adiknya yang katanya bermain dekat sungai,"Nino!!"
Marco melihat seorang anak hanyut dan segera terjun untuk menolongnya,"Aku harus menolong anak itu!"
Rupanya yang ditolong oleh Marco adalah Nino,adiknya Surya.Surya sangat berterima kasih,"Terima kasih Pak.Anda sudah menolong adik saya.Terima kasih."
Surya memeluk Marco penuh haru,"Jika tak ada Anda entah bagaimana adik saya...Saya tidak akan melupakan budi baik Anda Pak."
Marco merasa haru dipeluk Surya,"Saya tahu rasanya kehilangan orang yang kita sayang.Saya tahu rasanya..."
          Andai saja Marco tahu siapa sebenarnya yang ia peluk.Surya mengajak Marco mampir ke rumahnya,"Mari Pak ke rumah saya.Sekalian Bapak bisa ganti baju.Kedua orang tua saya pasti akan sangat senang menyambut Bapak."
Marco setuju,'Sekalian aku mau nanya soal kejadian di sekitar sungai ini.Siapa tahu saja ada yang tahu.'
Tbc.