I know....
Cinta berdebar hatinya berada di pelukan anak
majikannya,'Den Bintang...andai saja Den tahu kalau hari ini ulang tahun
saya...saya sedih karena ingat gimana mendiang nenek selalu buatin bancakan
buat saya...'
Bintang melepas Cinta karena bell masuk
bunyi,"Teettt!!"
Cinta bergegas kembali ke kelasnya,"Saya ada ulangan
habis ini.Saya duluan ya Den..."
Bintang tersenyum,'Kebiasaan deh manggil aku dengan sebutan
'Den'.Tapi gpp ...eh bukunya ketinggalan.Penting ga ya?Kayaknya buku diary
gitu...mana kotor lagi.Aku bersihin dulu baru nanti aku kembalikan.'
Eh Bintang membaca lembar yang ia bersihkan,disitu Cinta
menulis soal isi hatinya,'Oh hari ini Cinta ultah astaga....wah aku harus buat
perayaan nih.Ehm...dia bilang di sini dia kangen bancakan buatan
neneknya.Kasihan Cinta...aha aku ada ide.'
Bintang nelpon ke rumah,"Bi Ana buatin bancakan
ya.Nanti telornya dicetak pakai cetakan bentuk hati ya.Okay?Siapin ya.Bikin
pincuk juga ya dari daun pisang,pokoknya nuansa desa banget gitu ya...makasih
Bi Ana."
Cinta ga tahu bahwa bakal dapat kejutan saat sampai di
rumah.Ia malah bingung nyari buku diarynya,'Kutaruh mana ya?Perasaan tadi aku
pegang terus deh.Aduh...apa jatuh pas aku lari balik ke kelas tadi.Aduh gimana
kalau dibaca orang...ya udah deh ntar beli buku kayak gitu lagi.Sekarang fokus
ulangan dulu...'
Pulang sekolah Bintang ngajak Cinta ke mall dulu,"Aku
mau cari sesuatu nih buat temen aku.Dia ultah gitu."
Cinta malah jadi sedih,'Saya juga ultah Den....'
Eh Cinta lihat sesuatu,'Wah bagus banget itu...kalung dengan
liontin bentuk bintang.Wah bagusnya tapi mahal.'
Bintang lihatin,'Lihat apaan sih Cinta?'
Eh pas ketemu Marco disana lagi jalan sama Surya,"Kamu
suka ga baju2nya?"
Surya jelas seneng dibeliin baju,"Seneng Om.Makasih ya
Om keluarga saya dibeliin baju2.Ayah sama ibu pasti seneng."
Marco berkata,"Ijinkan saya anggap kamu sebagai anak
Om.Kamu gpp kan?Seandainya anak2 saya masih hidup pasti seusia kamu."
Bintang ga sengaja nabrak Marco,"Buk!"
Berantakan deh belanjaan yang dibawa Marco,"Ups maaf
Om...maaf..."
Surya ingat sama Bintang,"Kamu??"
Bintang juga ingat,"Surya kan?"
Marco berdesir hatinya melihat Bintang.Bersambung.....
Eps 52 ★☆ DUA MATAHARI
Seed...
Marco tak tahu bahwa Bintang adalah putranya
juga,"Surya,dia teman kamu?Kayaknya kok suaranya ga asing ya?"
Surya jawab,"Dia dulu satu sekolah sama Surya
Om.Namanya Bintang."
Bintang berjabat tangan dengan Marco,"Om kan yang waktu
itu hampir tabrakan sama mobil Ayah saya kan?"
Marco terpana,"Ayah kamu?"
Marco ingat,'Oh aku ingat waktu itu kan aku hampir nabrak
mobilnya Bimo.Bimo adalah suami Rani.Waktu itu aku dengar ada suara dari dalam
mobil manggil Bimo dengan sebutan ayah.Anak ini anaknya Rani dan Bimo.Aku
kehilangan jejak Ningrum.Aku tak bisa mendapatkan data soal dia dari RS.Pasti
Rani memblokir semua aksesnya.Aku kehilangan anak2ku bahkan isteriku juga
ingatanku semua karena Rani.Aku akan tunggu sampai Rani kembali dari luar
negeri.Baru akan kulakukan sesuatu pada anaknya.'
Cinta mendekati Bintang,"Udah Den belanjanya?"
Marco teringat pada Cinta,"Kamu kan yang nolongin saya
waktu di RS kan?"
Cinta ingat,"Oh paman yang waktu itu pingsan
ya?Bagaimana kabar paman sekarang?"
Surya terpesona lihat Cinta,'Wah cantiknya...apa itu adik
Bintang ya?'
Cinta malah merhatiin kalung yang dipakai Surya,'Kok kayak
pernah lihat ya kalung model gitu.Tapi dimana ya?Oh iya diruang kerja Nyonya
Besar.Waktu itu aku bersihin ruangan kerja Nyonya dan aku lihat kalung itu
dipegang Nyonya.Kok bisa sama ya?Modelnya sama.Buat apa ya Nyonya nyimpen
kalung yang sama?'
Bintang lihatin Cinta,'Dia merhatiin kalungnya Surya.Apa dia
pingin kalung begituan ya?'
Marco memperkenalkan Cinta pada Surya,"Surya, ini gadis
yang pernah nolongin saya.Ayo kenalan."
Marco ditelpon Tari,"Kemana aja sih kamu Mas?Kamu ada
main sama perempuan lain ya?Cepet pulang!"
Marco segera pamit pada Bintang,"Aku harap kita bisa
bertemu lagi.Surya ayo Om akan antar kamu pulang."
Surya pergi bersama Marco sedang Bintang mengajak
Cinta menikmati es cream,"Aku ke belakang dulu ya.Bentar kok.Kamu
tunggu sini ya."
Saat itulah Bintang membeli kalung buat Cinta,'Cinta
kayaknya suka kalung deh.Liontinnya gambar bintang saja.Biar dia ingat kalau
yang membelikan adalah aku.He..he..'
Saat kembali pesanan es cream sudah tiba,"Maaf agak
lama.Biasa antri."
Cinta tersenyum,"Gpp."
Bersambung.......
Eps 53 ☆★ DUA MATAHARI
I could wish....
Cinta masih belum menyentuh es creamnya,Bintang
tersenyum,"Kok belum dimakan es creamnya?Meleleh lho."
Cinta jawab,"Nungguin Den Bintang...ini vanila kesukaannya
Den Bintang..."
Bintang ga jadi nyendok es creamnya,"Panggil aku nama
aja ga usah pakai den kan mama aku ga ada.Okay?"
Cinta mengangguk,"Iya Bintang..."
Sementara itu di rumah,Ana dan Joni serta pembantu yang lain
menyiapkan pesanan Bintang,"Bagaimana tumpengnya?Mejanya?Tulisan happy
birthdaynya?Ayo cepet ditata mejanya di taman belakang.Buruan!Sebentar lagi
mereka sampai lho."
Semua gegap gempita nyiapin kejutan buat Cinta.Setelah siap
Ana wa Bintang,"Siap Den!Bisa pulang sekarang..."
Bintang pura2 lihat jam,"Udah jam segini...setelah ini
kita pulang ya?"
Cinta jadi buru2 habisin es creamnya,"Tapi ini belum
habis Bintang...ini es cream mahal lho..."
Bintang berkata,"Habisin aja dulu...kamu kalau makan es
cream lucu ya..aku harap kamu selalu bahagia seperti ini...oh ya bawa pulang
aja.Makan di mobil aja."
Cinta heran lihat Bintang kayak pingin cepat pulang,'Aneh
deh tadi den Bintang sendiri yang nggak pingin langsung pulang.Eh sekarang
tiba2 ngebet pulang.'
Cinta bawa es creamnya yang belum habis,"Kenapa sih
buru2 mau pulang?"
Bintang jawab,"Hmmm...PR ku banyak banget.Aku baru
ingat..."
Cinta ga kesal,'Kirain apaan rupanya mau ngerjain
PR...julukannya saja the professor di kelas...yang dipikirkan belajar
terus...tapi setidaknya Den Bintang ngajak aku jalan2 bikin aku lupa pada
kesedihanku...bahkan pada ulang tahunku...'
Di mobil Cinta makan es creamnya,"Es creamnya enak
sekali.Lembut banget..."
Belepotan gitu makannya,Bintang segera mengambil
tissue,"Ada yang nempel di sudut bibir kamu.Biar kubantu
bersihkan..."
Cinta terkesima menatap wajah Bintang yang begitu
dekat,wajah rupawan dengan kulit putih pula.Bintang berkata sambil menyeka es
cream di wajah Cinta,"Janji padaku kau akan selalu bahagia dan ceria
...jangan diresahkan oleh apapun juga.Kamu janji?"
Cinta mengangguk,"Janji..."
Akhirnya mobil mereka sampai di rumah.Cinta segera
turun,"Makasih ya Bintang dah ajak aku jalan2 ke mall."
Cinta kembali lesu melangkah menuju kamarnya.Bersambung...............
Eps 54 ☆★ DUA MATAHARI
The star...
Cinta menuju kamarnya dengan wajah murung,'Kok sepi amat ya?Pada kemana semua ?Biasanya pada seliweran gitu...Mending aku ganti baju dulu habis itu bantu Bi Ana.'
Belum sempat ganti baju eh tiba2 Bibinya datang,"Cinta,sapu halaman belakang gih.Bibi mau nidurin si kecil dulu."
Cinta heran juga,"Lha Mang Ujang kemana Bi?"
Ana jawab,"Ga tahu tadi disuruh apa sama Den Bintang."
Cinta ga jadi ganti baju,"Siap Bi.Apa sih yang ga buat Bibiku yang baik ini?"
Ana tersenyum melihat Cinta segera menuruti perintahnya,'Anak yang baik.Bibi doain selalu mendapat kebaikan.Pantas saja Den Bintang sayang gitu sama Cinta.Sebaiknya aku segera ke halaman belakang juga.Semua dah pada kumpul di sana.'
Tanpa curiga Cinta mengambil sapu lidi lalu menuju halaman belakang,'Aneh kok para pelayan yang lain pada ga kelihatan ya?Ga ada Bu Rani apa mereka jadi seenaknya kerja?Ga mungkin.Dimana2 kan kamera cctv.'
Sampai di halaman belakang betapa kagetnya Cinta kala salah satu pelayan datang tergopoh2 dengan wajah cemas,"Cinta,Den Bintang...Cepat ke halaman belakang!Den Bintang ..."
Cinta yang lesu langsung panik,"Den Bintang kenapa?Dimana Den Bintang?"
Pelayan itu nunjuk halaman belakang,"Dibawah pohon talok..."
Cinta bergegas ke sana,"Ya ampun apa Den Bintang panjat pohon lagi?Udah dibilangin jangan panjat pohon lagi.Apalagi pohon talok itu...aduhhh..."
Tapi kala sampai di sana Cinta disambut dengan nyanyian yang dipimpin oleh orang yang ia cemaskan,Bintang,"Surprise!!Happy birthday to you!!"
Semua pelayan kumpul di sana,ada meja panjang dengan tumpeng dan kue tart serta aneka makanan lain tersaji di sana,"Selamat ulang tahun Cinta!!"
Cinta terharu dan mendekati Bintang,"Bagaimana kalian tahu kalau hari ini aku ultah?"
Semua nunjuk sosok berkulit putih berkaca mata,"Den Bintang yang suruh kami siapin semua buat kamu."
Bintang meraih tangan Cinta,"Maaf aku baca buku kamu.Habis kamu murung terus.Sini!Ayo tiup lilinnya.Make a wish lalu potong tumpengnya.Lihat nih sudah dibuatkan pincuk2 juga dari daun pisang."
Cinta terharu,"Ya ampun kalian susah2 buat ini semua buat aku..Den Bintang makasih ya..."
Lilinpun ditiup.Apa make a wishnya Cinta?Bersambung....
Eps 55 ☆★ DUA MATAHARI
Dream come true....
Cinta menatap haru pada Bintang,'Ya ampun Den
Bintang..menyiapkan semua ini buat aku...padahal aku kan cuma pelayan
disini...'
Bintang berbisik,"Tutup matamu dan buatlah
permintaan."
Cintapun memejamkan mata usai tiup lilin,'Semoga Tuhan
melindungi Den Bintang selalu.Aku ingin dia bahagia dan hidup penuh kasih
sayang.Juga aku ingin Bi Ana dan keluarganya selalu baik.Jagailah mereka ya
Tuhan.'
Cinta membuka mata,semua bertepuk tangan,"Saatnya
potong kue dan potong tumpeng!!!"
Cinta memberikan potongan kue pertamanya pada
bibinya,"Buat Bibi yang selalu merawat saya dan mau repot2 ngurusi
saya...makasih ya Bi Ana...'
Ana menerimanya dengan haru,"Kamu itu anaknya rajin.Ga
ngrepotin malah sering bantuin Bibi...Selamat panjang umur ya Cinta!"
Cinta lalu memotong tumpeng,kali ini potongan pertama ia berikan
pada Bintang,"Den Bintang katanya mau tahu apa itu bancakan bukan?Ini
silakan."
Bintang tersenyum senang menerima pincuk berisi potongan
tumpeng pertama,"Terima kasih Cinta.Selamat ulang tahun ya."
Bintang berkata pada yang lain,"Ayo kita nikmati semuanya."
Semua bergegas antri dan Cinta yang membagikan
tumpengnya,"Terima kasih ya semuanya.Ini ulang tahun yang takkan saya
lupakan."
Saat yang lain sibuk makan,Bintang berbisik pada
Cinta,"Nanti malam ngerjain PR bareng ya?"
Cinta mengangguk,"Iya Den...saya akan ke ruang tengah
nanti."
Bintang menggeleng,"Jangan di sana.Kita ke kolam renang
saja.Aku bosan ngerjain PR di ruang tengah.Gimana kalau ke dekat kolam renang
saja?"
Cinta mah nurut aja,"Terserah Den Bintang saja..."
Walaupun dalam hati heran juga Cinta,'Bukannya kalau belajar
diluar ruangan suka banyak nyamuk ya?Tapi aku sangat bersyukur atas semua
perhatiannya sehingga aku lupa akan kesedihanku.'
Malamnya di jam belajar seperti biasanya,Cinta sudah siap
dengan buku2 pelajarannya,'Saatnya menuju kolam renang.'
Sampai di sana sosok yang ia cari sudah ada,duduk
dengan kaca mata menghiasi wajah tampannya,"Den Bintang sudah disini
rupanya..."
Cinta heran lihat area kolam renang jadi beda,'Kok ga ada
nyamuk ya?'
Sementara Bintang tersenyum melihat Cinta yang mulai membuka
buku,"Tenang saja ga akan ada nyamuk mendekat."
Tbc
.
Eps 56 ☆★ DUA MATAHARI
The star....
Cinta meletakkan buku pelajarannya di meja,dilihatnya sang
majikan malah sudah kelar ngerjain tugas sekolahnya,"Den Bintang udah
selesai ngerjain PR?Waduh...joss pisan.Emang canggih ya Den Bintang ini."
Bintang mesem,"Habis kamu lama.Daripada aku
bengong,mending aku ngerjain PR aku.Jadi nanti aku bisa ajari kamu pas buat PR
kamu."
Cinta garuk2 kepala,'Habis aku bingung mau pakai baju apa
tadi.Kenapa aku jadi grogi gini deket Den Bintang ya?Ya ampun...gimana
ini...mana ga bisa konsent kalau sedekat ini sama Den Bintang.Mana harumnya
khas banget.Wuhhhh...ambil nafas dulu...consentrate!'
Cinta yang pakai jaket karena dia pikir bakal banyak nyamuk
bertanya,"Disini kok sekarang jadi ga ada nyamuk ya Den?"
Bintang megang jemarinya,"Panggil nama aja.Ga ada mama
kok.Disini ga ada nyamuk karena aku minta ditanami bunga lavender.Jadi nyaman
di sini.Aku perhatiin kamu suka duduk2 disini kalau malam.Kamu kayaknya suka
banget tempat ini."
Cinta menatap langit sambil menghela nafas,"Saya kalau
kangen sama mendiang nenek suka sekali ke sini buat melihat langit.Dari sini
langit terlihat lebih jelas.Saya bisa lihat bintang.Sayang ya malam ini ga ada
bintang di langit.Apa mendung ya?"
Bintang melihat Cinta berdiri celingukan dekat kolam
renang,pelan ia mengambil sebuah kotak kecil dan berkata,"Ada bintang
kok..."
Cinta mengernyitkan dahi,"Mana?"
Bintang tersenyum,"Ada dua.Masak ga lihat sih?Dibelakang
kamu."
Cinta mikir,"Dibelakang aku?Bintangnya jatuh ke bumi
ya?Mana?"
Ia berbalik dan melihat Bintang saja,"Oh kamu ngerjain
saya ya...kirain beneran ada bintang jatuh."
Bintang berkata lagi,"Nama aku kan Bintang.Anggap saja
aku bintang jatuhmu he..he.."
Cinta terpana mendengarnya.Seketika ia ingat masa kecilnya
dulu,'Nenek,aku mau minta satu bintang buat aku.Supaya aku ga kesepian.'
Bintang melihat Cinta berkaca2,'Waduh...apa aku salah
ngomong ya?Kok malah nangis sih?'
Ia mendekat,"Kamu kenapa?Aku salah ngomong ya?Maaf ya
..."
Cinta malah tersenyum haru,"Saya cuma ingat masa kecil
saya...Den..Gpp kok...Tapi tadi kata Den Bintang bintangnya ada dua.Terus
satunya?"
Bintang memberikan kotaknya,"Didalam sini.Ini kado
ultah dariku.Bukalah."
Bersambung.
Bersambung.
EPS 57☆☆DUA MATAHARI
The Power...
Cinta membuka kotak yang diberikan Bintang,hatinya penuh
dengan haru,'Aku sudah mendapatkan kado dari Tuhan.Sebuah bintang jatuh.Bintang
itu ada di depanku sekarang.'
Bintang merhatiin dengan deg2an kala Cinta melihat isi
kotaknya.Cinta terharu melihat sebuah kalung dengan liontin bentuk bintang
disana,"Ini kan yang tadi di mall?Ini kan mahal?"
Bintang tersenyum dan membantu Cinta memakaikannya,berdiri
di belakang Cinta dan menyematkannya di leher gadis itu,"Aku lihat kamu
perhatiin terus kalung ini tadi.Aku pakai uang jajan aku buat beli itu.Kamu
benar2 suka ya?"
Cinta mengangguk dengan mata berkaca2,dalam hati ia
berkata,'Benar saya suka bintang...saya suka Den Bintang...'
Namun yang terucap dari bibirnya,"Terima kasih ya Den
Bintang...saya akan terus menyimpannya...'
Cinta melanjutkan,'Dalam hatiku ...selamanya...'
Bintang berkata lagi,"Mulai sekarang kamu jangan sedih
lagi.Kalau kamu sedih entah karena apapun maka pegang saja kalung ini.Ingat kau
tidak sendirian.Aku akan selalu bersamamu....Janji!"
Saat itulah tiba2 kilat menyibak langit malam,seakan menjadi
saksi sebuah janji yang keluar dari seorang anak manusia.Kedua anak manusia
yang tanpa sadar mengikat diri mereka dengan sebuah janji.Namun keakraban
keduanya kembali diusik kala Rani kembali dari luar negeri.Ia tak suka melihat
keceriaan Bintang bila bersama Cinta,'Ningrum dulu juga begitu akrab
denganku.Padahal dia cuma pembantu.Lalu dia melunjak mengambil Marco dariku.Aku
akan menghancurkan semua yang membuat Bintang bahagia.Dia tak boleh mencintai
sesuatu.Tidak!'
Rani mencari referensi sekolah di luar negeri buat
Bintang,'Aku tidak akan biarkan Bintang makin akrab dengan Cinta.Akan
kupindahkan dia sekolah ke luar negeri saja.Mereka harus dipisahkan.'
Bimo tak sependapat sebenarnya,"Ran,ini kali pertamanya
Bintang terlihat begitu bahagia.Dia punya teman.Mengapa kau pisahkan
mereka?Kasihan Bintang harus mulai lagi adaptasi dengan lingkungan yang
baru."
Rani menjawab dengan enteng,"Karena dia gagal masuk 3
besar di sekolah.Simple saja,dia tidak memenuhi target yang kuberikan.Dia harus
dihukum.Just that!"
Bimo membela Bintang,"Tapi itu karena dia sakit
kakinya."
Tbc....
Part 58★☆DUA MATAHARI
Throw out...
Bintang terkejut kala salah satu temannya
bilang,"Bintang,aku lihat mama kamu tadi di ruang kepala sekolah.Emang
kamu bikin ulah apa sampai mamamu dipanggil ke sekolah?"
Bintang heran juga,ia lalu menelpon Bimo,"Ayah,mama
sekarang di sekolah Bintang ya?"
Bimo jawab dengan berat,"Iya Bintang.Ayah sudah
mencegahnya tapi kamu tahu sendiri mamamu kayak gimana."
Bintang bergegas keluar kelas,"Memang mama ada urusan
apa Yah sampai datang ke sekolah.Biasanya juga Ayah yang urus semua urusan
sekolah Bintang.Tumben mama langsung sekarang?"
Bimo ga tega mengatakannya,"Mamamu berencana
memindahkan kamu keluar negeri."
Bintang kaget,"Apa?Bintang sekolah di luar
negeri?Kenapa?"
Bintang bergegas menuju ruang kepala sekolah,'Aku harus
mencegah mama.Aku ga mau pindah sekolah keluar negeri.Aku suka di sini.Mama ga
boleh lakuin ini sama aku.'
Saking terburu2nya sampai Bintang hampir menabrak Cinta di
koridor.Cinta heran karena Bintang tampak gelisah,"Bintang?Kamu mau
kemana?Ada apa?"
Bintang memandang Cinta,'Aku ga mau jauh dari kamu Cin...aku
tak mau kehilanganmu...aku harus mencegah mama.'
Bintang bergegas,"Maaf Cinta aku buru2 nih...nanti aku
jelasin."
Cinta meraba kalung pemberian Bintang,'Kenapa aku tiba2
merasa sedih ya...ada apa ya?'
Rani ditanya oleh kepala sekolah,"Jujur kami sebenarnya
sangat menyukai Bintang sekolah di sini.Bintang itu anak yang cerdas.Dia pintar
dan berprestasi.Namun saya bisa mengerti keinginan Ibu untuk menyekolahkan
Bintang ke luar negeri.Apakah tidak sebaiknya Bintang saya panggil kemari biar
jelas semuanya?"
Bintang sudah berdiri di depan pintu,"Permisi
Pak...."
Rani tersenyum,'Pasti Bimo yang kasih tahu Bintang kalau
saya ada di sini.Sepertinya ini tidak akan mudah seperti yang kubayangkan...'
Bintang menolak pindah sekolah ke luar negeri,"Ga
Ma...Bintang ga mau...Bintang mau sekolah di sini saja.Please Ma...Bintang
mohon..."
Rani mengajak Bintang bicara empat mata,"Permisi Pak
Kepala Sekolah,sepertinya saya perlu bicara sebentar dengan anak saya.Hanya
sebentar...saya akan segera kembali."
Rani mengancam Bintang,"Kamu ingat syarat yang mama
kasih ke kamu saat Cinta akan sekolah di sini?"
Bintang tertunduk.Tbc..
Part 59***DUA MATAHARI
Going out...
Bintang terdiam mendengar ancaman mamanya,'Mengapa mama selalu membuat Bintang melakukan apa yang Bintang tidak sukai?Kenapa mama selalu tidak membiarkan Bintang bahagia?Mama tahu betapa sayangnya Bintang pada Cinta.Bintang akan lakukan apapun agar Cinta terus bisa sekolah.Ini berat sekali tapi jika tidak kuikuti kemauan mama pasti Cinta yang akan tersakiti.Tidak...aku harus mengorbankan diriku demi kebaikan Cinta.Demi ia tetap sekolah,toh tidak selamanya aku akan ada di luar negeri.Suatu saat aku pasti kembali.Aku belajar giat supaya lekas selesai dan bisa pulang ke Indonesia dan bersama Cinta lagi.'
Dengan tekad itu Bintang akhirnya menuruti Rani.Melihat bahu putra angkatnya nampak luruh kala meninggalkan ruang kepala sekolah,Rani tersenyum penuh kemenangan.Namun di depan Cinta,Bintang mencoba ceria,'Ini moment2 terakhir aku bisa melihat Cinta,aku akan menikmatinya selagi bisa.Aku akan merekam semuanya dalam foto.Akan kujadikan kekuatan selama di luar negeri.'
Bintang mengajak Cinta ke pantai,'Mama bolehin aku menghabiskan waktu terakhir aku dengan Cinta.'
Cinta dengan gembira mengikuti Bintang,"Wah baru kali ini ke pantai.Lihat laut!Sejuknya.Sering2 ajak saya ke sini Den!"
Bintang mendekat dengan kamera ditangannya,diraihnya tangan Cinta,ditatapnya mata gadis itu dalam2,Cinta jadi berdebar2,"Maaf Den ...apa saya salah bicara?"
Bintang tetap dengan wajah serius berkata,"Sekali saja...berhenti menyebut aku dengan embel2 Den...sebut namaku...please..."
Cinta ragu,"Tapi ..."
Bintang kekeh,"Sekali saja sebut namaku ....anggap saja ini perintah dariku.Bagaimana?"
Cinta menurut akhirnya,"Iya...Bintang...he..he.."
Bintang tersenyum dan mengajak mereka selfi,"Gitu dong.Aku mau mulai sekarang kamu panggil aku gitu.Bolehlah kalau depan mama pakai 'den'tapi kalau ga ada mama,panggil nama aku aja."
Cinta mengangguk sembari menata hatinya yang berloncatan ga karuan karena berpose begitu dekat dengan Bintang,'Aduh ini jantung kenapa jadi deg2an gini?Perasaan cuma kalau deket Den...ups deket Bintang aja deh...apa perlu periksa ke puskesmas ya?Jangan2 jantungnya kagak beres...'
Apalagi kala Bintang berbisik ditelinganya.Bersambung.....
Part 60***WINDOW 3***DUA MATAHARI : Departed....
Desir angin pantai memainkan rambut Cinta kala hatinya juga
berdesir mendengar ucapan Bintang di telinganya,"Kamu lihat laut
itu...laut itu menghubungkan dua daratan yang terpisah.Sejauh apapun kedua
daratan itu,laut menjadi jembatan mereka.Ingatlah selalu bahwa dimanapun kita
berada,kita akan selalu bersama.Jika kau merasa sendiri,datanglah kemari dan
ingat semua yang kukatakan ini.Aku selalu bersamamu meski ragaku tidak
bersamamu namun hatiku selalu bersamamu."
Entah kenapa Cinta merasakan sebuah janji di perkataan itu
namun sebersit rasa sedih juga menyeruak tiba2.Dipandangnya Bintang dengan haru
dan sedih jadi satu,"Aku tidak mengerti...apa kau mau pergi jauh?"
Bintang sekuat tenaga menahan pedih hatinya namun air mata
mulai menghias matanya dan iapum segera mengalihkan pandangan ke arah lain agar
Cinta tak melihat hatinya yang hancur,"Selama ini aku selalu merasa
sendiri di dunia ini.Mama begitu sibuk dengan bisnisnya.Dan jujur aku merasa
seperti bukan anaknya.Aku tahu aku bukan anak kandung Mama tapi aku sangat
sayang pada Mama...bagiku dialah orang yang sudi merawatku.Mama kandungku saja
tidak peduli padaku,membuangku di panti asuhan.Itulah kenapa aku tidak heran
dengan sikap mamaku yang seperti itu.Setidaknya ditengah kesibukannya,ia masih
mau memeliharaku.Aku sangat bersyukur atas hal itu.Awalnya aku tidak bisa
melihat semua hal itu.Betapa beruntungnya aku bisa makan dengan baik,sekolah di
tempat yang bagus,punya tempat berteduh,dikawal kemana saja dan semua fasilitas
lainnya yang dimana tak semua anak memilikinya.Kau tahu siapa yang membuka
mataku?"
Cinta mendengarkan lalu menggeleng.Bintang
tersenyum,"Kau yang membuka mata hatiku,Cinta.Kesederhanaanmu,kepolosanmu,latar
belakangmu...semua membuatku melihat dunia yang berbeda dari yang selama ini
kulihat.Sejak itu aku merasa bahagia.Aku tidak lagi melihat kekurangan Mama.Aku
melihat semua hal dengan cara yang positif.Jadi,bila nanti aku tidak di
sisimu,ingatlah bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini harus diterima
dengan rasa syukur karena dengan begitu akan mengerjakan kebaikan bagi
kita....wah sudah mau sore nih yuk pulang!"
Bersambung.....

