eps 52 PAMC: MENGALAH

 

 

  

Cantika baju lebarannya warna ungu. Saya juga dikasih kakak saya baju buat acara lebaran keluarga warna ungu.Met lebaran and met happy together buat pasangan kesayangan Prince and Princess. Rukun terus, be happy always and saling menjaga ya. Lanjut cerita aja ya kemarin sampai di jalan menuju gerbang ibu kota. Reza hampir saja diterjang oleh para penunggang kuda yang membawa bendera kebesaran kerajaan Barito Kuala, untunglah Afan sigap segera menyambar sang ayah, "Bapak, awas!! "
Afan teriak kesal dengan sikap orang-orang berkuda itu, "Woi, ini jalan bukan punya leluhurmu! Jangan seenaknya!! "
Pangeran Muji yang ada dalam kereta sempat mendengar meski sayup, 'Kayak ga asing sama suara barusan. Coba kulihat dulu. '
Namun sang guru mencegahnya saat hendak menghentikan kereta, "Pangeran, mau apa lagi? Kita kejar waktu nih. Balai pengobatan sebentar lagi ditutup. Katanya mau ketemu dengan Putri Bunga. "
Muji kembali duduk tapi ia membuka tirai jendela keretanya untuk melihat keluar, 'Aku yakin itu tadi suara Afan. Tapi kok cuma rakyat jelata yang kulihat. Ga mungkin Afan masih hidup. Lukanya jelas parah banget. Mungkin aku terlalu merasa bersalah kali ya.Fokus nyembuhin diri dulu saja. '
Reza lega karena rombongan berkuda itu tidak berhenti mendengar teriakan anaknya, "Ya ampun Le untung mereka ga berhenti kamu teriakin tadi. Kamu tahu ga itu rombongan dari kerajaan Barito Kuala. Kerajaan yang terkenal bertangan besi. "
Afan mikir, 'Barito Kuala? Kok kayak pernah denger ya? Tapi dimana ya? '
Reza malah heran dengan kemampuan anaknya yang super cepat nyambar dia tadi, "Le, kamu kok bisa bergerak secepat itu tadi? Kamu hebat banget lho. Wezzwezz!!! "
Afan bingung juga mau nerangin, "Ga tahu Pak langsung spontan gitu tadi. Tapi mereka ngapain ke kerajaan Bunga ya pak? "
Orang-orang yang juga shock dengan rombongan yang lewat tadi berkata, "Biasa mah paling mau ketemu Baginda Raja untuk melamar Putri Dira."
Afan langsung berubah mukanya mendengar hal itu, 'Apa? Melamar? Ga!Ga boleh! '
Afan segera menarik gerobak lagi, "Pak ayo buruan ke istana. Bapak naik aja ke atas gerobak. Biar Ahmad yang narik." Tbc.....




EPS 2 PUTRA ANGIN MENCARI CINTA (DIRFAN LOVE STORY)








 




EPS 51 PAMC : HAPUSKAN RASA

 


Panas banget ya? Kebayang buat yang mudik pasti very-very hot out there. Matahari kayaknya lagi hepi habis ketemu rembulan kemarin. Ini bahas gerhana matahari hybrid atau another gerhana nih? Dua-duanya saja soalnya kayak barengan gitu. Ada jenis kebahagiaan yang tak bisa dirasakan oleh orang lain meski kita kasih tahu juga. Itulah joy. Bahagia yang dari atas. Rasanya so overwhelming banget. Sampai kadang kita terpaku dan berkaca-kaca saking bahagia. Itu juga yang dirasakan oleh Afan saat menuju ibukota negara Bunga, ada rasa bahagia di hatinya yang begitu meluap. Sampai menarik para pembeli untuk datang membeli hasil panen mereka sepanjang jalan, "Pemuda ganteng itu siapa Pak? "
Tanya mereka pada Reza, "Putranya ya? Kasep pisan manis pula tingkahnya... "
Reza menoleh ke Afan yang sibuk melayani pembeli, "Oh itu memang anak saya, memang kenapa? "
Mereka memuji Afan yang ga jaim bantu ayahnya ditengah matahari yang bersinar begitu terik, "Ya ampun badan seputih itu disuruh panas-panasan kok mau ya? Memang anak yang berbakti ya. Beruntungnya si bapak dikasih anak yang baik. Tapi kok saya masih ga oercaya ya kalau itu putra bapak. Maaf ya ... Mungkin lebih mirip ibunya kali ya. "
Afan datang memberikan uang hasil penjualan, "Sudah habis Pak. Bahkan belum sampai masuk gerbang ibu kota. Ini uangnya Pak. "
Reza menerimanya, "Kamu ga ambil Le? "
Reza ingat banget dulu anaknya Ahmad pasti udah motong buat pajak jadian eh pajak jalan sebelum diserahkan ke dia. Namun Afan beda, "Ahmad ga kurang suatu apa Pak, buat bapak saja. Ahmad cuma minta kita tetap mampir ke istana ya? "
Reza menepuk pundak putranya, "Tumben kamu ga menomorsatukan uang Nak? "
Afan menjawab, "Uang bapak kan juga buat Ahmad akhirnya. Jadi kenapa harus diminta? "
Reza terharu dan teringat kata-kata pusaran angin saat menitipkan Afan padanya.
.... Dia akan menghibur hatimu... Bawa dia pada Putri Bunga hanya dia yang bisa menyembuhkannya...
Reza mendekati putranya, "Yuk kita ke istana kita harus memberikan ucapan terima kasih kepada Tuan Putri Dira! "
Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh derap kaki kuda, Afan melihat bahaya datang. Bersambung.....