^^^ EPS 111 - 120 TABIR KEPALSUAN

SESSION " THE COMPANY "


















Eps 111 @@@ Tabir Kepalsuan :
 But ye only

@@ But Ye Only = Hanya Kau Saja @@
   

@@@ Areal pemakaman konglomerat Sutedja....
            Sebuah mobil mewah tampak berhenti di depan gerbang kompleks pemakaman.Hari masih pagi belum terik namun matahari bersinar dengan cerahnya.Sopir segera membukakan pintu tengah mobil.
Driver :"Nyonya,kita sudah sampai.Silakan!"
        Inul keluar dengan anggunnya.Pakaian nan berkelas serta kacamata hitam tak lupa menghiasi penampilannya.Seikat bunga mawar kuning dipegangnya.Dipandangnya gerbang makam,air matanya menetes namun segera diusapnya dengan tissue.
Inul :"Kamu tunggu di sini saja.Saya ingin sendiri."
Driver :"Siap Nyonya!"
        Inul melangkah ke area pemakaman.
Inul :'Biasanya Irwan yang selalu menemaniku tiap kali ke sini.Tapi sekarang aku bahkan tak tahu dimana putraku itu berada...'
           Inul melangkah menuju nisan konglomerat Sutedja.Sebuah nisan yang terbuat dari pahatan marmer.Mewah sekali.Dibersihkannya dari rumput2 liar dan dari dedaunan yang berjatuhan.
Inul :'Mas,aku datang...aku kangen padamu...aku bawakan bunga kesukaan kita berdua...bunga kenangan cinta kita...aku ingat sekali waktu pertama kita ketemu,kau sedang mencari bunga mawar kuning untuk kau bawa ke makam ibumu...aku bekerja di toko bunga saat itu...Aku sedang sedih saat itu,karena menerima surat cerai dari ayahnya Danang.Pandanganku kosong dan kau memandangku dengan khawatir.
@@@ flash back....
Sutedja :" Are you all right?"
Inul :"Oh...maaf saya melamun ya...Anda cari bunga apa?"
Sutedja :"Ini toko Anda?"
Inul :"Bukan,teman saya,pemilik tokonya sedang keluar sebentar,apa Anda ingin bertemu dengannya?"
Sutedja :"No!No!Saya cuma tanya saja,...anda punya bunga mawar kuning?Yellow roses?"
Inul :"Mawar kuning...ada itu di sana!Mari ikut saya."
Inul ga begitu ngerti bahasa Inggris jadi ia cuma manggut2 saja bila Sutedja bicara dalam bahasa Inggris.
Sutedja :"My mother loves this flower so much.What kind of flower do you like?"
Inul :'Matreng aku!Ni Pembeli pakai bahasa Inggris melulu.Mana kagak ngerti lagi .. Sepertinya sih orang Indonesia...tapi kok ngomongnya Barat melulu yach?Jangan2 orang Indonesia yang hidup di luar negeri terus...Jawab apa nih....mending aku diam aja deh...Daripada salah malah kehilangan pembeli.Kelihatannya sih orang kaya...penampilannya rapi amat...ganteng lagi...gila lu Nul..baru aja terima surat cerai jangan gampang dibuai pria...eling..lan waspada!'
Sutedja memegang bahu Inul :"Kau melamun lagi...kau sungguh tidak apa-apa?"
Inul :"Oh...maaf saya gpp kok...boleh saya jujur?"
Sutedja mengambil satu tangkai bunga mawar kuning,"Tentu..."
Inul :"Saya ga begitu paham bahasa Inggris he..he...makhlum saya cuma tamatan smp."
Sutedja :"Oh maafkan saya...tadi habis meeting sama klien dari Singapore.Jadinya masih kebawa...saya mau mawar kuning ini satu ikat..tidak..dua ikat.o ya kamu suka bunga apa?"
Inul :"Dari sekian bunga yang ada di sini...mawar kuning ini yang paling saya suka...lambang kesedihan dan perpisahan..."
      Sutedja melihat kesedihan di Inul,entah kenapa ia merasa ikut sedih melihat Inul bersedih.Inul menyerahkan dua ikat mawar kuning.Sutedja membayarnya.Lalu diberikannya satu ikat pada Inul,"Ini untukmu.Kuharap akan menghapus kesedihan di matamu.Ini kartu nama saya.Jika kau butuh bantuan kau bisa menghubungi saya."
Inul takjub mendapat seikat bunga mawar kuning,"Ini kan mahal...Anda serius ini buat saya?"
Sutedja tersenyum dan memetik satu bunga mawar kuning lalu menyematkannya di rambut Inul,"You are beautiful.Very beautiful....even the flower envy you.Boleh saya tahu nama Anda?"
Inul :"Nama saya Inul...Terima kasih bunganya.Baru kali ini ada yang memberi saya bunga."
      Inul salting juga dekat pria jetset.Ganteng lagi.Mungkin yang cocok meranin tuh...Atalarik Syah kali he...he..yang jadi Tuan Prabu...ups...Sutedja lalu keluar dari toko bunga tersebut.Di jalan ia berpapasan dengan teman Inul yang punya toko bunga.Sutedja mengangguk padanya.Lalu masuk ke mobil mewahnya.
Teman Inul :"Kau tahu siapa yang baru saja datang tadi?"
Inul menggeleng sambil mencium seikat mawar kuning di tangannya,"Namanya Sutedja.Dia memberiku kartu namanya."
Inul's friend :"Yang bener?Gila kau tahu dia itu konglomerat.Masih jomblo lagi.Kau sih ga pernah nonton tv atau baca koran...dasar...Beli apa dia tadi?"
Inul :"Dua ikat mawar kuning..."
Inul's friend:"Dua ikat?Perasaan tadi ia pegang cuma satu ikat deh.."
Inul :"Satunya ini...katanya buat aku."
Inul's friend : "Wah kayaknya dia naksir ama kamu...he..he ...sweet..sweet..."
Inul :"Ngawur kamu....ga mungkin orang sekelas dia naksir janda satu anak kayak aku...ngimpi kali..."
       Tapi di dalam Tuhan penuh kemungkinan.Dan dari pertemuan itu kisah mereka dimulai dan lahirlah Irwan.
@@@ end flash back.
      Sebuah mobil mewah tampak berhenti dekat mobil Inul.Hayo siapa?
Evi :"Sayang,bukannya itu sopir Mama?Iya itu mobil Mama!"
Irwan segera memperhatikan mobil yang terparkir di sana ,"Iya itu mobil Mama.Aku akan menemui Mama.Aku kangen sekali sama Mama."
Evi segera menangkap tangan Irwan yang hendak membuka pintu mobil,"Sayang,bagaimana kalo Mama datang bersama kakakmu?Aku takut Sayang..."
Irwan membuka kaca mobil dan memanggil sopir mamanya,"Pak!"
Sang sopir segera mendekat,"Boss Muda!?Anda pulang!?Senang sekali melihat Boss Muda pulang...."
Irwan :"Mama sama siapa?"
Driver :"Sendiri Boss Muda...Nyonya pasti seneng banget tahu Boss Muda sudah pulang.Saya saja seneng banget apalagi Nyonya."
       Irwan memandang isterinya.
Evi :"Pergilah sayang,temui kedua orang tuamu.Mereka pasti sangat merindukanmu.Aku akan menunggumu di sini.Lagian ada Kak Aty juga di sini."
Aty terharu melihat kemesraan majikannya,"Iya Boss Muda.Kalo ada apa2 saya akan telpon Boss Muda.Lagian siapa berani sama Aty,sejak kejadian ama Tuan Danang di kolam,Aty mulai latihan angkat barbel biar berotot dan kekar.Biar bisa melindungi Nyonya muda he..he.."
Irwan :"Pak,titip isteri saya.Kak Aty juga titip Evi yach.Sayang aku temui Mama dulu yach?Aku mencintaimu sayang....Evan sayang Papa temui Opa sama oma dulu ya?Jaga Mamamu ya...."
Evi mencium pipi suaminya,"Aku juga sangat mencintaimu....kami akan baik2 saja."
      Irwan memandang sekali lagi pada isterinya lalu membelai perut isterinya sebentar.Barulah kemudian ia turun dari mobil.Iapun melangkah menuju makam ayahnya.Hatinya penuh rindu pada kedua orang tuanya.Pada sang ayah yang telah tiada,juga pada sang ibu yang begitu mengasihinya.
/Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa../
         Air mata Irwan mengalir saat melihat makam ayahnya dari kejauhan.
Irwan :'Ayah..Irwan pulang Yah..'
Dilihatnya sang Mama tengah bersimpuh di samping pusara ayahnya.Sepertinya sedang menangis.
Irwan :'Mama..jangan menangis lagi...Irwan baik-baik saja Ma....Irwan ada di sini...didekat Mama...'
/Hanya memberi tak harap kembali...bagai sang surya menyinari dunia/
Inul :"Mas,maafkan aku Mas...aku bersalah padamu...aku tak bisa menjaga buah cinta kita,Irwan kita...ibu macam apa aku ini sampai tak tahu dimana keberadaan putra kandungnya sendiri...aku bukan ibu yang baik..Aku juga minta maaf Mas soal perusahaan.Sejak dipegang Danang kondisinya malah menurun drastis.Padahal perusahaan itu susah payah kaudirikan dan kini hancur ditangan anakku...Andai saja ada Irwan pasti tak akan begini kondisinya...Andai saja Irwan ada di sini..."
      Irwan melangkah semakin dekat dan berdiri disamping Mamanya.Inul yang masuh tertunduk mengira yang datang adalah Danang,"Akhirnya kau menyusul Mama juga..Danang..."
Inulpun memandang dari bawah ke atas siapa yang disebelahnya,matanya langsung terbelalak melihat siapa yang berdiri dihadapannya,"Irwan...???!!!"
Irwan tak bisa diam lagi,"Iya ini Irwan Ma bukan kak Danang...Mama..."
          Mereka berpelukan,bertangisan.
Inul :"Putraku...Kemana saja kau sayang?Mama sangat khawatir...kau tidak apa2 kan?...Mas...putramu pulang Mas....Irwan sudah pulang....sekarang perusahaan akan kembali bangkit.Perusahaan tidak akan hancur.Terima kasih Tuhan.Kau bawa putraku kembali...dan sebentar lagi lewat dia Kau akan memulihkan bisnis keluarga kami.Sungguh pertolongan-Mu tidak pernah terlambat.Terima kasih."
     Irwan tergugu mendengar perkataan Mamanya,betapa kehadirannya dinantikan begitu banyak orang.Bukan hanya keluarganya bahkan ribuan orang karyawannya yang tersebar di seluruh Indonesia,nasibnya tergantung padanya.Hati Irwan semakin mantap untuk kembali menjabat sebagai Presdir.
Irwan :'Benar kata Evi hatiku semakin mantap kembali ke Perusahaan dengan datang kemari.Terima kasih sayang,aku semakin mencintaimu.'
Irwan juga bersimpuh dimakan ayahnya,"Maafkan Irwan Ayah.Hampir saja Irwan melakukan kesalahan besar.Hampir saja Irwan menyia2kan usaha yang Ayah rintis.Ampuni Irwan Ayah...Irwan belum menjadi Presdir yang baik.Tapi Irwan janji akan terus belajar dan bisa menjadi seperti Ayah.Irwan akan kembali menangani perusahaan.Semua akan Irwan lakukan demi Ayah.Karena Irwan sayang sama Ayah.Irwan janji."
Inul :"Sayang,apa kau sudah menemui Evi?"
Irwan :"Sudah Mama,Evi bahkan ada di mobil saat ini.Mama mau bertemu dia?"
Inul :"Benarkah?Ayo Mama mau tahu keadaannya.Pasti ia seneng banget ketemu kamu.Iya kan?"
Irwan :"Bukan lagi Ma.Kita sampai tangisan di kamar dan dekem lama di kamar saking kangennya....he..he..."
      Inul membelai kepala putranya,"Kalian saling mencintai.Mama senang melihat dalamnya ikatan batin kalian.Kau persis seperti Ayahmu dulu.Begitu dalam kalau sudah cinta he he "
Irwan :"Sebenarnya ada hal lain yang ingin Irwan bicarakan dengan Mama tapi lain kali saja.Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat.Sekarang kondisi perusahaanlah yang harus jadi fokus kita."
     Mereka memandang sekali lagi makam orang yang mereka cintai.Barulah setelah itu mereka menuju ke mobil.Inul senang sekali ketemu Evi.Diciumnya pipi menantunya itu.
Inul :"Yuk kita cari makan.Mama tahu restoran yang enak dan tempatnya juga asri.Kalian setuju?Kita harus rayakan kepulangan Irwan!Biar Mama hubungi kakakmu...."
Irwan langsung mencegah Mamanya,"Jangan Ma!Biar Irwan sendiri yang beritahu kakak kalo Irwan sudah pulang.Irwan mohon jangan sampai kakak tahu kalo Irwan sudah pulang.Kita makan di rumah Om Ben saja.Di sana lebih aman buat Evi Ma.Mama mau ngerti kan?"
Inul :"Baiklah...dimanapun sama saja yang penting kita berkumpul.Jadi kau tinggal di rumah Ommu?Kenapa tidak pulang saja Sayang?"
Irwan meraih Evi dalam rengkuhannya,"Semua demi kebaikan Evi Ma.Nanti bila waktunya tiba Irwan akan ceritakan semuanya."
Inul jadi merasa ada hal yang tidak beres,"Apaan sih Sayang?Apa ada yang Mama tidak tahu selama ini?"
Irwan :"Mama juga akan tahu kok nantinya...tenang saja..he.he..yang penting Irwan sekarang sudah ada bersama kalian lagi.Dan Irwan janji secepatnya balik ke perusahaan."
       Evi dan Inul senang mendengarnya.Akhirnya perusahaan akan kembali ke track yang benar.Hanya Irwan yang pantas menjadi Presdir Sutedja Bussiness Enterprise.Bagaimana reaksi perusahaan melihat Irwan kembali?Lebih tepatnya bagaimana reaksi Danang tahu bahwa abad kejayaannya segera berakhir?
***see you next eps***
Eps 112 !!! Tabir Kepalsuan : Presented Himself
 Menunjukkan Dirinya 
              !!! Pada zaman dahulu ada seorang pria sederhana yang punya isteri yang sangat cantik.Pria ini begitu mencintai isterinya itu.Sayang si wanita sangat mendamba kemewahan hidup.Ia sedih setiap hari karena suaminya bukan orang yang kaya.Sampai akhirnya ia jatuh sakit dan meninggal.Sang suami sangat sedih.
    Ia pernah mendengar bahwa ada orang sakti yang bisa menghidupkan orang mati di suatu pulau terpencil.Dibawanya jasad isterinya berlayar dengan perahu sederhana mencari orang sakti itu.Ombak ganas dan banyak rintangan akhirnya bisa ia lewati demi cintanya pada sang isteri.Iapun tiba di pulau dimana orang sakti itu berada.Orang sakti itu kagum dengan pria miskin itu,"Kau orang yang baik tapi isterimu tak mengerti betapa beruntungnya dia memiliki suami sebaik dirimu.Kau yakin ingin ia hidup kembali?Kau tahu sifat isterimu tapi kau tetap mencintainya.Apa kau tak akan menyesal nanti?"
        Sang pria miskinpun menjawab,"Aku sangat mencintainya kumohon hidupkanlah dia kembali."
Orang sakti itu lalu berkata,"Baiklah.Teteskanlah 3 tetes darahmu ke mulut isterimu maka ia akan hidup kembali.Dan jika suatu hari nanti ia membuatmu kecewa sehingga kau menyesal telah menghidupkannya,mintalah kembali 3 tetes darah itu darinya.Pergilah karena keinginanmu sudah terkabul."
     Pria miskin itu lalu meneteskan 3 tetes darahnya pada mulut isterinya.Benar saja isterinya hidup kembali.Tapi orang sakti itu sudah lenyap entah kemana.Sang pria sangat bahagia melihat wanita yang dicintainya hidup kembali.Tapi isterinya kecewa mengetahui suaminya menjual seluruh milik mereka demi membeli perahu.Mereka lalu berlayar dan merapat disebuah dermaga.Banyak kapal2 saudagar di sana.Sang suami pamitan pada isterinya mau bekerja menjadi kuli pelabuhan agar mereka bisa makan dan syukur2 bisa beli rumah lagi.Ia minta isterinya di perahu saja jangan kemana2.
       Sang isteri takjub melihat kapal2 saudagar di sekitarnya.Saat itulah seorang saudagar kaya melihatnya dan kagum dengan kecantikan wanita itu.Ia menyuruh pelayannya untuk mengundang wanita itu ke kapalnya.Sang wanita itu mau dan keluarlah ia dari perahu menemui saudagar itu.Ia kagum sekali dengan semua kemewahan di kapal saudagar itu.Saudagar itu bertanya,"Apa kau mau menjadi isteriku dan tinggal bersamaku?Semua kemewahan ini akan kaunikmati semuanya...daripada kau bersama pria miskin itu...kau begitu cantik kau pantas mendapat yang lebih baik dari kehidupanmu yang sekarang.Ikutlah denganku maka akan kutunjukkan semua kemewahan yang belum pernah kaulihat.Pakaian2 bagus,kekayaan,kota2 yang indah,perhiasan dan masih banyak lagi.Apa kau pikir suamimu akan bisa memberikan itu padamu?Walaupun ia bekerja siang malam takkan bisa ia memberikan itu padamu."
      Wanita itu goyah kesetiaannya,ia memilih kemewahan hidup daripada cinta suaminya.Iapun mau ikut saudagar itu.Kapal saudagar itu lalu meninggalkan pelabuhan.Siangnya sang suami pulang membawa makanan dan hasilnya bekerja sebagai kuli pelabuhan.Niatnya mau mengajak isterinya makan bersama.Tapi perahunya kosong.Sang isteri tidak ada.Iapun panik dan bertanya pada orang2 di sekitarnya.Salah seorang berkata padanya,"Aku melihat isterimu masuk ke kapal seorang saudagar.Tapi kapalnya sudah pergi.Biasanya saudagar itu akan kembali ke pelabuhan ini tiap beberapa bulan sekali.Kalau kau mau menemui isterimu tunggu saja beberapa bulan lagi."
       Hati pria miskin itu hancur.Isterinya lebih memilih meninggalkannya setelah semua usahanya menghidupkan sang isteri.Iapun tinggal di pelabuhan itu menanti kapal saudagar itu kembali.Hari2nya dilalui dengan penuh kesedihan.Beberapa bulan kemudian kapal saudagar itu datang kembali.Malam2 pria miskin itu menyelinap masuk mencari isterinya.Isterinya telah berubah penampilannya.Memakai pakaian nan indah,perhiasan dan sangat cantik.Wanita itu terkejut melihat pria miskin yang pernah menjadi suaminya itu,"Untuk apa kau menemuiku lagi.Aku tak mau kembali padamu.Kau miskin,kau tak bisa memberi apa yang kudambakan.Lihatlah kini aku bahagia memiliki semua yang selama ini kuimpikan.Aku punya pakaian bagus,perhiasan dan semua kemewahan ini.Sebaiknya kau jangan ganggu aku lagi."
       Sang pria miskin itu berkata,"Benar kata orang sakti itu bahwa aku akan menyesal menghidupkanmu kembali.Kau tak menghargai pengorbananku dan cintaku padamu.Aku menyesal menghidupkanmu lagi."
Wanita itu melempar sekantung uang pada pria miskin itu,"Ini kuganti pengorbananmu.Itu cukup buat kau hidup selama berbulan2.Atau masih kurang?Baiklah katakan saja apa yang kauinginkan,asal kau biarkan aku dengan kehidupanku yang sekarang.!"
Pria miskin itu menjawab,"Aku tidak butuh uangmu,aku hanya ingin meminta kembali 3 tetes darah yang kuberikan padamu dulu.Hanya itu."
Si wanita tertawa,"Cuma 3 tetes darah?Ok.Aku akan mengembalikan 3 tetes darahmu yang menjijikan itu."             Si wanita lalu menusuk jarinya dengan jarum dan meneteskan 3 tetes darahnya ke tangan pria miskin itu.Kalian tahu begitu 3 tetes darah itu keluar,wanita itu berubah wujud menjadi binatang kecil yaitu nyamuk.Pria itu lalu pergi entah kemana.Nyamuk itu mencari pria miskin ke mana2 hanya untuk 3 tetes darahnya.Tapi pria itu seperti ditelan bumi.Makanya nyamuk lebih suka darah pria he..he..ga ga pria memang punya jumlah eritrosit lebih banyak dari wanita.Begitu cerita asal mula nyamuk versi dongeng lho ya.Terkadang kita seperti wanita yang menjadi nyamuk itu,tidak menghargai apa yang sudah kita miliki dan akhirnya malah kehilangan semuanya.Terus apa hubungannya cerita nyamuk itu dengan eps kali ini?Kita akan tahu watak asli orang saat dia dalam masa sulit.
     Nah perusahaan keluarga Sutedja kan lagi dalam masa sulit nih.Nah siapa nanti yang menunjukkan jati dirinya?Berarti Irwan akan muncul dong di perusahaan?Bisa jadi...yuk lihat saja! !!! Benigno's office...Inul mampir ke rumah Benigno usai dari berziarah.Benigno yang diberitahu Irwan tentu saja girang dan pingin cepet pulang.
Benigno :"Apa kakak di rumah aku?Wah...pasti seru nih dirumah.Gimana tadi ketemu sama....itu tuh...?"
Inul :"Kakak seneng banget Irwan sudah pulang.Makasih ya Ben,kamu sudah mau direpotkan oleh keluarga kakak.Kamu mau menampung Irwan dan Evi di rumahmu."
Benigno :"Repot apaan?Aku malah seneng mereka tinggal di sana,jadi aku ga kesepian lagi...kakak tahu ga aku malah jadi pingin nikah lagi sekarang...gara2 lihat mesranya mereka itu...lihat kan?"
    Inul bicara sambil melirik Irwan dan Evi yang tengah duduk melihat video klip Muara Hati,"Iya mesra banget...sejak tadi Irwan tuh nemplok terus sama Evi.Evi mau ngapain diikuti.Tuh..malah saling pandang2an sekarang...aduh...so sweet banget deh."
Benigno :"Memang mereka itu bikin ngiri deh...kak,secepatnya kita harus adakan konferensi pers kalo Irwan sudah kembali.Tapi sebenarnya kalau ga juga ga masalah asal Irwan ke Perusahaan,banyak sekali wartawan dan para reporter di depan kantor pusat.Apalagi besok Rapat Pemegang Saham kurasa moment yang pas untuk Irwan back to company.Bagaimana menurut Kakak?"
Inul :"Nanti kakak bicara dengan Irwan.Dia harus hadir di rapat itu sahamnya kan paling besar.Kenapa Danang tidak memberitahu soal rapat itu ya?"
Benigno :"Sepertinya ia mau menjual perusahaan kak.Padahal kalau perusahaan dijual pada posisi begini harganya jatuh banget.Makanya ia kumpulkan semua stockholder.Aku tahu ini juga dari Albi."
Inul :"Danang ga bisa seenaknya begitu,aku kan juga punya saham di perusahaan.Aku akan beritahu Irwan semua ini."
Benigno :"Aku juga mau cepet pulang ah...kakak mau dibawain apa?"
Inul :"Apa aja deh...itu aja Bika Ambon,Irwan suka banget tuh..."
Benigno :"Oke deh aku beliin...tunggu ya...sampai ketemu di rumah ya.."
     Saat itulah Ika masuk ke dalam ruangan Benigno menyerahkan laporan,"Maaf mengganggu Pak Ben,ini laporan mengenai supplay management."
Benigno :"O...ya makasih Ka.Besok saya lihat.Saya mau pulang cepet hari ini.Tak ada lagi yang urgent kan?"Ika menjawab seraya memperhatikan betapa cerianya Bossnya akhir2 ini,"Tidak ada Pak.Ada janji dengan kekasih hati ya Pak?Semangat sekali sepertinya."
Benigno :"Saya ada janji sama kakak saya...Mamanya Irwan...Sudah ya.Saya pergi dulu."
Ika lega sekali mendengar jawaban Benigno,'Oh..sama Tante Inul...janjiannya..bagus deh...yang penting jangan sama cewek.Kok aku ngatur sih?Who am I?'
      Sementara Ika malah mikir Benigno,kekasih Ika yaitu Danang lagi pusing mikirin wartawan2 dan awak media yang ngejar2 dia seputar kondisi perusahaan.
Reporter :"Pak apakah Bp akan menjual Sutedja Bussiness Enterprise?"
Wartawan lokal :"Pak,ada yang bilang Anda tidak punya bakat dan naluri bisnis sehingga begitu bisnis keluarga dipegang Anda kondisinya langsung drop.Apa komentar Anda?"
Jurnalis koran bisnis:"Pak,kenapa adik Anda tidak kembali2?Bisnis apakah yang dilakukan di sana?Kami coba melacak keberadaannya tapi tidak bisa.Benarkah pebisnis muda Irwan Sutedja ada di Alaska?"
Jurnalis koran entertainment:"Pak Danang,sejak Pak Irwan tidak menjabat banyak penurunan citra dari brand image perusahaan Sutedja,bisa beri komentar mengenai hal itu Pak?"
Jurnalis luar negeri :"We always respect with your company expand but we don't understand how can your company lose many deals with foreign company lately.It is because Mr.Irwan is not the chief executive anymore?
Danang bingung harus menjawab apa,"Maaf No comment.Tunggu konferensi pers dari kami saja."
       Dulu ia iri melihat Irwan diuber2 media sekarang dia juga diuber eh malah no comment.Iya kalo Irwan kan jelas berprestasi jadi dia dikejar media.Kalo ini malah sebaliknya.Gimana ga pusing.He..he..emang gampang jadi Presdir?Emang enak jadi Irwan?wk...wk..wk....Sampai rumahpun Danang masih kesal apalagi melihat pintu kamar Evi masih dikunci,"Kenapa semua orang bikin aku kesal hari ini?"
Ia lalu bertanya pada para pembantu,"Apa Nyonya Muda kalian tak pernah keluar kamar?Mana Aty suruh ia menghadapku!"
     Mereka bilang tak melihat Aty sejak pagi dan sejak kemarin pintu kamar Nyonya Muda mereka selalu tertutup.Danang kesal lalu ia melihat rekaman cctv.
Amarahnya makin menjadi,"Kenapa kalian para satpam membolehkan Nyonya Evi pergi huh?!!Semua orang harus ijin padaku bila pergi dari rumah ini!!Aku adalah pemiliknya sekarang,kalian mengerti!!"
Para satpam sebel juga dianggap menyalahi perintah,"Tapi Nyonya Besar sendiri yang mengijinkan pergi Tuan..Jadi kami tak bisa berbuat apa2."
Danang :"Dimana Mamaku?Apakah dia belum kembali dari ziarah?"
Satpam :"Belum Tuan...Ah itu mobil Nyonya Besar, Tuan!"
Inul keluar dari mobil,"Ada apa ini kenapa semua security berkumpul di sini?"
Danang :"Kalian semua boleh pergi.Aku ingin bicara dengan Mamaku.Ingat sekarang perintah tertinggi ada padaku.Bukan Mama atau yang lain.Hanya aku!"
       Mereka semua lalu pergi.Dijalan menuju pos mereka berbisik2 satu dengan yang lain.
Satpam 1 :"Enak pas ada Boss Muda ya?"
Satpam 2 :"Iya!Boss Muda ga pernah marah2 sampai seperti itu."
Inulpun tak suka dengan sikap putranya,"Sayang kau jangan salahkan mereka.Mama yang mengijinkan Evi tinggal di rumah Pamanmu."
Danang :"Tapi kenapa Ma?Apa karena ada aku?"
Inul :"Mama hanya ingin Evi lebih nyaman menjelang hari persalinan,lagian rumah Pamanmu kan lebih dekat dengan RS sayang.Mama sama sekali tidak berniat melukai perasaanmu.Mama hanya ingin kau lebih memahami bahwa Evi sedang mengalami masa2 yang tidak mudah baginya.Mama mohon sayang biarkan Evi disana.Ia lebih tenang di sana.Mama ke sana tadi.Ia baik2 saja.Aty juga bersamanya."
Danang :"Aku hanya tak suka Mama membohongiku.Baiklah aku takkan mengganggu Evi di sana.Aku hanya sedang kesal hari ini.Mama tahu kan kondisi perusahaan sekarang gimana?"
Inul :"Mama tahu sayang.Namun semua akan segera membaik.Percayalah pada Mama.Semua akan kembali seperti sebelumnya."
Danang :"Aku lelah Ma,aku mau cari udara segar."
Inul :"Jangan pulang larut sayang,ingat besok kau harus hadir dalam rapat pemegang saham!"
     Mereka bilang tak melihat Aty sejak pagi dan sejak kemarin pintu kamar Nyonya Muda mereka selalu tertutup.Danang kesal lalu ia melihat rekaman cctv.
Amarahnya makin menjadi,"Kenapa kalian para satpam membolehkan Nyonya Evi pergi huh?!!Semua orang harus ijin padaku bila pergi dari rumah ini!!Aku adalah pemiliknya sekarang,kalian mengerti!!"
Tapi Danang sudah masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan kediaman Sutedja. 
Benigno's House,...
       Irwan tampak memeriksa semua laporan perusahaan yang diperoleh Benigno dari Albi.Evi memijit2 pundak suaminya.
Evi :"Aku sudah menyiapkan pakaian yang akan kau pakai besok ke kantor.Aku akan terus berdoa semoga Tuhan melindungimu dan menjadikan berhasil apa yang dikerjakan oleh tangammu.Aku percaya Dia akan membantumu."
Irwan meraih Evi dalam pelukannya,"Aku telah melewati banyak hal yang buruk.Bahkan berjuang diantara hidup dan mati.Aku yakin kita akan sanggup mengatasi semua ini.Yang membuatku tenang adalah kau ada bersamaku.Itu sangat berarti bagiku.Betapa aku mencintaimu sayang."
Evi :"Aku juga mencintaimu....sangat mencintaimu...Irwan..."
      Wah mereka malah mesra nian.Padahal besok hari penentuan,hari yang sangat penting.Akankah perusahaan keluarga Sutedja bisa kembali bangkit dengan munculnya Irwan ?Bagaimana reaksi Danang melihat Irwan masih hidup?***$ee you next eps***
Eps 113 !@!Tabir Kepalsuan : My Beloved Son 
IDA IRWAN SUSANTI·24 SEPTEMBER 2015
!@! Tabir Kepalsuan !@! Eps 113!@! My Beloved Son = Putra Kesayanganku
Oh ya...besok libur nih.Asyik!!Tapi di cerbungku kok malah ga libur sih.Irwan malah mau masuk kerja.Untuk perdana lagi setelah sekian lama menghilang dari rimba persilatan...eh perbisnisan.Mau ditulis pakai gaya gimana?Maju?Mundur?Atau gaya Syahrini?Maju mundur maju mundur cantik...weleh...karepmu.Karena Irwan sedang dalam misi penyelamatan perusahaan maka jangan pakai kata mundur deh...jadi pakai alur maju aja.Oke!Kita pakai alur maju....ayo maju..maju...ayo maju...maju!
Kediaman Sutedja....  
Pagi telah tiba.Matahari bersinar dengan hangat.Seakan ia tersenyum pada bumi dan berkata,"Tangi...tangi....wake up...wake up..kerja....kerja.!!!" Pernah lihat Teletubbies,nah kayak gitu cerianya mataharinya.he..he...Bukan hanya matahari yang ceria,Inulpun tampak ceria menyambut hari ini.Ia sudah rapi,sudah apalah2,sudah blink2 cling....Ia mengetuk pintu kamar Danang tapi ga ada sahutan.
Inul:'Sebaiknya aku buka saja paling masih molor...'
Inulpun masuk ke dalam,'Bener kan masih jadi pangeran tidur.Pasti semalam pulang pagi lagi.Mending pulang pagi karena kerja kayak lagunya Armada...lha ini pulang pagi karena ngelayap ga jelas...sudah dibilangin hati2 kalo bergaul eh gaulnya sama itu2 lagi..susah dikasih tahu...keras kepala.Aku bangunin aja kali.'
Inul :"Danang!Bangun sayang!Danang!"
Danang ga nyahut malah bersuara kayak motor mabur,"Ngenng......ngennng....."  
Motor mabur apa tawon?Capung kali....[Adik aku suka begitu kalo kecapekan banget.Bahkan suaranya sampai kedengaran dari kamarku.Kalo pas gitu kakakku pasti bilang gini,"Wah motor mabure liwat."
Yang bikin makin lucu tuh ponakanku,Dim2,tuh anak paling lengket ama Omnya.Jadi gaya Omnya ngapain aja diikuti termasuk gaya motor maburnya.
Nah Dim2 akan berdiri depan kamar adik aku terus bilang gini ,"Nenggg....ngenenggg....ngeneng2..".
Udah deh kalo adik aku tidur model begitu alamat bangun siang deh...untung kerjaannya yang sekarang bebas jam kerjanya mau masuk jam berapa terserah....Wah kalo dikerjaanku telat denda.]Inul manggil2 Danang ga bangun juga.Sempat sebenarnya bangun tapi rohnya belum connect jadi antara sadar dan tidak.
Inul :"Sayang Mama tunggu di meja makan ya?Kalo dalam setengah jam kamu ga bangun juga Mama tinggal lho ya?"
Danang masih kriyip2 jawab,"Mmmh..."terus bleksek meneh.Bener kata orang2 tua,kalo bangun tuh yang pagi biar rejekinya ga diambil orang.  
Wah kalo aku mah dari jam 1 pagi juga dah bangun.Itu namanya bukan bangun tapi begadang!!Dasar....Inul nyerah deh,ia lalu pergi sarapan.Ada Ayah Hamdan di meja makan,kalau Rizky sudah sejak tadi berangkat sekolah.Ayah Hamdan menyapa Inul,"Wah mau pergi ya ?Saya juga mau pergi kok kangen dengan Evi."
Inul :"Bareng saja dengan saya,saya juga mau ke sana."
Ayah Hamdan:"Bukannya Anda mau ke kantor dengan Danang?"
Inul :"Saya berubah pikiran.Danang kayaknya bakal berangkat sendiri,sebentar saya hubungi Ben dulu..." Sambil makan,Ayah Hamdan memperhatikan Inul yang sibuk ngebel.Inul :"Hello?Ben..."
Benigno :"Ya Kak?Kami sedang siap2..."
Inul :"Kakak akan jemput ke rumahmu,kakak pakai limosin hari ini.Kita berangkat bareng saja.Kakak ajak Ayahnya Evi ke sana biar menemani Evi selama kita pergi."
Benigno :"Kakak ga bareng Danang?"
Inul :"Kakak rasa dia bakal datang telat deh...dibangunin susah banget...mending kakak bareng kamu."
Benigno :"Wah ide bagus.Kalo para wartawan dan awak media melihat Irwan datang bersama kita pasti mereka makin yakin kalo Irwan benar2 akan memegang jabatan Presdir lagi.Irwan juga suruh saya menambah body guard kok di rumah.Jadi Evi aman deh di rumah.Adi juga ada nanti di rumah.Baguslah kalo tambah Ayahnya Evi.Makin tenang nanti hati Irwan."
Inul :"Oke,tunggu kakak ya?Habis sarapan kakak meluncur ke sana."Benigno :"Sipp!"  
Inul senang sekali bakal pergi bareng Irwan,ia masih kangen dengan putra bungsunya itu,'Mas Sutedja anak kesayanganmu akan kembali ke perusahaan hari ini.Aku akan mendampinginya melewati semua ini.Aku yakin banyak hal sulit yang telah ia lewati,walau ia belum berterus terang apa saja yang menimpanya tapi aku percaya putraku itu.Ia pasti memikirkan kebaikanku.Ia anak yang baik.Irwan kita...kebanggaan kita...'
Inul :"Evi pasti seneng banget Anda ke sana.Kemarin saya ke sana."
Ayah Hamdan:"Saya juga kangen sama putri saya itu.Apa dia lebih tenang di sana?"
Inul :"Jelas dong!Wajahnya berbinar2 bahagia di sana.Nanti Anda akan tahu alasannya begitu sampai di sana."
Ayah Hamdan :"Jadi pingin segera ketemu nih..."
Mereka lalu melanjutkan sarapannya.Yuk kita lihat persiapan Irwan aja....gimana modelnya dia pakai jas Presdir lagi..pasti ganteng banget ya.Wah Evi makin klepek2 dong.
/Cintaku klepek2 sama Irwan...Rinduku klepek2 sama Irwan...he.he../Hesti
Malah nyanyi....ayo ke rumah Benigno.Yoi choi!!
!@! Benigno's house....
Evi sedang membantu suaminya bersiap2,tapi yang  dibantu malah godain isterinya.
Evi :"Wan,gimana mau pasang dasinya kalau main peluk begini?"
Irwan malah mencium kepala isterinya,"Aku masih tak percaya kita bersama lagi.Aku bahagia sekali.Terkadang aku malah ingin berterima kasih pada kak Danang..."
Evi mendengarkan detak jantung suaminya,"Buat apa berterima kasih sama dia?"
Irwan memegang wajah isterinya yang makin hari makin cantik saja menurutnya,"Karena tanpa dia sadari dia memilihmu buat aku..."
/Kau yang telah memilih aku...kau juga yang sakiti aku...kau ciptakan lagu tentang cinta...hingga semua tahu kau makhluk sempurna../Syahrini.
Evi bahagia banget dipeluk Irwan,"Apa jadinya jika kita tidak bertemu ya?Rasanya masih sulit percaya bahwa kau dan aku,dua dunia yang sangat berbeda,bisa bersatu dalam ikatan cinta bahkan ikatan itu makin kuat dengan hadirnya buah cinta kita,anak kita,kesayangan kita...."
Irwan membelai perut isterinya,"Kau benar sayang,sebentar lagi anak kita akan lahir,aku tak sabar pingin gendong dia.Mirip siapa ya dia nanti?"
Evi :"Jelas mirip kamu dong,kan kamu papanya...pasti dia ganteng dan manis kayak kamu...pasti pipinya juga tembem kayak kamu...gemesin banget he...he..."
Irwan berlutut dan menempelkan wajahnya di perut Evi :"Evan sayang nanti kamu mau mirip papa apa mirip mama sayang?"
Irwan lalu menempelkan tangannya di sebelah kanan perut isterinya sedang tangan Evi di sebelah kiri,"Kalau nendangnya di sebelah kiri berarti lebih suka mirip mama kalau sebelah kanan berarti lebih suka mirip papa."
Evi cuma tersenyum melihat tingkah suaminya.Tak lama kemudian Evan nendang.Dung! Tahu ga sebelah mana?Evi :"Dia nendang di tengah2!Anak pintar dia sudah tahu bersikap adil sejak belum lahir.Evan memang anak mama deh..."
Irwan berdiri dan mencium kening isterinya,"Evan anak kita,akan menjadi kesayangan kita berdua...dia tak mau kita terbelah apalagi terpisah,ia ingin kita terus bersatu...terus bersama...aku mencintai kalian berdua."
Evi memejamkan mata penuh haru mendengarnya,"Aku juga mencintaimu,tak ingin berpisah lagi.Tak ingin merana lagi."  
Mereka asyik bermesraan di dalam kamar sementara di luar kamar,Benigno sibuk berpesan pada Adi dan Aty untuk menjaga Evi selama mereka pergi.
Benigno :"Jangan keluar rumah ok!Salah satu dari kalian harus tetap di sisi Evi.Jangan pernah ninggalin Evi sendirian!Kalau ada telpon masuk biar Aty yang angkat,Adi jangan sembarangan angkat telpon!Mengerti Adi?"
Adi :"Kalau Aty lagi di kamar mandi gimana?Dia kan bezeran tuh!"
Aty :"Apa?Bezeran?Emang aku gentong bocor apa?"
Adi :"Tuh ngaku Pak Ben,dia itu gentong...bocor lagi.Bukan saya yang bilang lho.he..he.."
Benigno :"Sudah....kalo kalian berantem terus gimana mau jaga Evi?Biar saya di rumah saja.Yang ada malah Evi jadi pusing lihat kalian. Atau kalian saja yang nemeni Irwan ke kantor?" 
Aty :"Wah bisa apa kita di sana Pak Ben?Lha Aty tahunya cuma masalah dapur dan rumah masak suruh ikut rapat...yang ada malah repot nanti Pak!"
Adi :"Saya 11-12 pak sama si gentong ini...kalau saya ikut rapat yang ada nanti malah meriang Pak disana...kan ber AC tuh ruangannya terus nanti saya malah konser nyanyi:
/Aku meriang kamu meriang semua meriang ....dimana2 jadi meriang.../Cita Citata."  
Aty malah ikut goyang pinggul denger Adi nyanyi.Benigno tak bisa menahan tawa lagi.Irwan dan Evi yang keluar dari kamar jadi heran melihat ketiga orang itu.
Irwan :"Kalian kenapa?Yang satu tertawa sampai pegang perut,yang satu goyang heboh,nah yang ini kok langsung tekap mulut pake tangan?"
Evi yang menggandeng tangan Irwan jadi melihat ke arah Aty.Lucu juga Aty bergoyang,"Kak Aty lucu...hi..hi.."
Aty :"Eh Boss Muda dan Nyonya Muda....ups...ini Aty lagi senam kok biar sehat...wah Boss muda ganteng banget.Pake jas pakai dasi keren banget...apalagi kalo ditambah kaca mata nih...wah pantas Nyonya Muda tersepona...."
Adi :"Bukan tersepona Gentong!Terpesona...ngomong aja ga pakai EYD lu..!!"
Aty :"Apaan EYD?"
Adi :"Ejaan Yang Disempurnakan tahu....ga makan bangku sekolahan ya?"
Aty :"Ngapain makan bangku?Mending Aty makan kue bantal...yummi..empuk2 gimana gitu..."
Adi :"Makan aja lu jago...kalo yang lain mah kagak yakin deh..."
Benigno :"Wan,nanti Mama kamu bakal jemput kita.Dia juga ajak Ayahnya Evi ke sini.Buat jaga Evi juga." Wah Evi seneng banget denger ayahnya bakal datang,"Bener Om?Ayah mau kemari?Wah Ayah pasti seneng lihat Irwan sudah pulang.He..he..."
Irwan ikut bahagia melihat isterinya tampak gembira,dielusnya bahu sang isteri penuh sayang,"Aku tenang jika ada Ayah juga disini ikut menjagamu.Aku jadi lebih bisa fokus nanti di kantor.Sudah lama tidak melihat Ayah juga.Tapi pengamanan masih ditambah kan Om?Tiap sudut rumah,tiap area sekitar rumah harus dijaga dan dipantau.Aku ingin pengamanan seperti saat pernikahan dulu."
Benigno :"Tentu Pangeranku,pengamanan sudah kuperketat.Terutama penjaga depan.Tak boleh sembarangan terima tamu.Bahkan kularang terima tamu selama kita pergi.Bahkan sudah kusiapkan juga pengamanan untuk kamu selama di perjalanan dan di kantor."
Irwan :"Good job Uncle!I trust you.Lets have breakfast first!"
Aty :"Boss Muda ngomong apaan sich?Aty ga ngerti."
Adi :"Makanya jangan makan bantal melulu makan tuh bangku di sekolah ntar kamu pasti ngerti!"
Aty manyun mendengarnya.Irwan tersenyum melihat pembantunya,Saya bilang sama Om Ben kalau dia sudah bekerja dengan baik.Saya tidak salah mempercayainya.Terus sekarang ayo kita sarapan dulu."
 Aty manggut2 lalu melirik Evi :"Memang Nyonya Muda juga tahu artinya?"
Evi menggeleng sambil tersipu,"Tidak tahu..."
Irwan menggandeng isterinya,"Aku akan mengajarimu bahasa Inggris nanti...biar kamu juga pintar,lagian aku masih ingin ajak kamu keliling Eropa suatu saat nanti."
Aty :"Wah Eropa itu dimana Boss Muda?"
Adi :"Eropa itu di sana di dapur...ha..ha..."
Aty :"Aku ga tanya kamu wueeek!!"
Irwan :"Eropa itu di negeri Barat sana kak Aty.Pernah denger negara Belanda,Perancis,Italy,Inggris,Spanyol atau Belgia?"
Adi :"Mana tahu tuh Wan,dia kan tahunya tuh brambang,pete,jengkol,cabe merah keriting,sama lengkuas ha..ha..."
Aty :"Awas ya kamu ngeledekin aku terus!Tak kasih jurus gentong mbledos lho kamu!!Ayo sini!!"
Mereka berdua malah kejar2an ga jelas.Evi geleng2 kepala melihatnya.Usai sarapan,mereka mendengar suara mobil di luar.Inul datang.Benigno menyuruh satpam membuka gerbang.Wah gila Inul pakai mobil limosin.Ayah Hamdan takjub melihat rumah Benigno,"Wah...rumahnya bagus sekali.Mimpi apa aku punya besan jetset.Wah..wah..Evi benar2 beruntung nasibnya."
          Benigno menyambut mereka,"Wah kakak beneran pakai limosin.Keren!!Selamat datang di rumah saya Pak Hamdan.Mari masuk,Evi ada di dalam.Mari!!"
Ayah Hamdanpun melangkah masuk,ia makin terkagum2 melihat interior rumah,"Wah...banyak ukirannya ya...tapi tetep modern.Benar2 nyaman tapi indah dipandang."
Evi segera menyambut ayahnya,"Ayah!!Akhirnya Ayah datang juga kemari!"
        Ayah Hamdan memeluk putrinya tapi matanya terbelalak saat melihat siapa yang muncul di belakang Evi,"Nak Irwan???!!"
Irwan segera mencium tangan mertuanya dan memeluk mertuanya itu,"Iya Ayah ini menantu ayah sudah pulang.Maafkan Irwan baru bisa kembali sekarang."
Ayah Hamdan berkaca2 sambil menepuk2 punggung menantunya itu,"Ya ampun Nak,andai kamu lihat kondisi Evi saat kamu tinggal pergi...Ayah benar2 takut Nak...Ayah takut kehilangan putri Ayah...Ayah tidak melihat kehidupan di matanya...Senang sekali Ayah lihat kamu sudah kembali.Kamu baik2 saja kan?"
     Evi jadi terharu melihat ayahnya menangis dipelukan Irwan.Irwan mengangguk haru,ia kini punya figur ayah lagi.Inul meraih Evi dalam rengkuhannya,"Irwan membuat semua orang bahagia dengan kehadirannya.Ngidam apa ya aku pas hamil dia...he..he..."
Evi tersenyum penuh haru,"Makasih ya Ma.Sudah bawa Ayah kemari.Terima kasih banyak."Inul membelai kepala Evi :"Sama2 Sayang."
     Usai kangen2an mereka akhirnya berangkat juga.Irwan mencium sang isteri berkali2,"Doain ya?Baik2 di rumah.Tunggu aku pulang.Aku mau kerja dulu buat keluarga kita.Buat kesayangan kita.Dah dede sayang...papa kerja dulu yach.Titip Mama ya?"
       Evan nendang lagi.Ngerti dia.he..he..Usai pamitan dengan semuanya,Irwanpun masuk ke dalam mobil diikuti Inul dan Benigno.Mobil mereka dikawal mobil di depan dan belakang.Juga sepeda motor dikiri dan kanan.Gila kayak mengawal presiden aja.Lho Irwan kan memang Presiden...Presiden Direktur maksudnya.He..he..Wah...gimana nanti suasana di kantor ya?Gimana juga dengan Danang?Apa masih tepar?By the way penulisnya laper nih....***see you next eps***
Eps 114 #$# Tabir Kepalsuan : Make Him Known

Make Him Known = Membuat Dirinya Diketahui

Akhirnya mobil limosin keluarga Sutedja memasuki area.Langsung deh para wartawan dan awak media merubungnya.
Reporter TV,"Pemirsa kami laporkan langsung situasi terkini di depan gedung kantor pusat Sutedja Bussiness Enterprise.Tampak sebuah limosin yang dikawal memasuki halaman depan gedung.Kira2 siapa yach Pemirsa?Berbeda dengan sebelumnya kali ini sepertinya yang datang adalah orang yang punya modal besar.Wah jadi penasaran nih...mari kita saksikan.Kira2 siapa yang datang?"
Para bodyguard segera mengamankan lokasi dan mengambil posisi masing2.Melihat kondisi aman pintu mobil baru dibuka.Semua mata,semua kamera segera mengarah ke pintu mobil.Yang turun pertama adalah Benigno.Lalu Inul.Reporter tv segera melanjutkan laporannya.
Reporter TV :"Rupanya keluarga Sutedja yang datang Pemirsa.Ada Pak Benigno yang merupakan Paman dari Presdir Irwan Sutedja.Juga isteri dari Konglomerat Sutedja yang sekaligus anggota Dewan Komisaris,ibunda dari Presdir Irwan Sutedja.Tapi sepertinya masih ada yang akan turun dari mobil.Siapa ya pemirsa?"
Irwan menjejakkan kaki dan semua langsung terkejut,terpana,terpesona wuihhh emang artis yang datang?Deng....deng...
./Hei...hei...hei...ha...haa...ha...Kini kutelah kembali....kembali padamu kasih setelah lama kutinggal pergi hi..hi...Lama sudah kumenanti....oh...tiada terkira rindu segala gala gala gala galanya.../Gala2.
Langsung deh mereka heboh....
# "Bukankah itu Irwan Sutedja!!?"
"Presdir Irwan Sutedja kembali!!"
"Setelah sekian lama tiada berita,akhirnya Pewaris sah Sutedja Bussiness Enterprise muncul juga!!Irwan Sutedja kembali!!"
& "Wah ini kejutan besar!!"
€ " Ini harus diliput!Pasti ratingnya akan tinggi!Ayo kamera cepat!!"
Langsung mereka merangsek mendekat hendak mewawancarai Milyarder muda tersebut.Para bodyguard dengan sigap menjadi pagar pelindung keluarga Sutedja tersebut,"Beri jalan!!Awas!!" Berbagai pertanyaan memberondong ketiga orang tersebut apalagi Irwan.
£ :"Pak Irwan Sutedja apakah kemunculan Anda yang tiba2 ini untuk menyelamatkan bisnis keluarga Anda atau justru Anda memang ingin menjualnya?"
¥ :"Berita kembalinya Anda akan membawa angin segar bagi pasar saham,apakah Anda akan tetap menjual perusahaan seperti rumor yang kami dengar?"
₩ :"Ini pasti akan mengejutkan para pelaku bisnis dengan kembalinya Anda,apakah Anda akan kembali menduduki kursi Presdir?"
% :"Anda baru muncul sekarang,apakah sebenarnya yang menahan Anda?"
Benignolah yang menjawab berondongan pertanyaan itu :"Satu yang bisa dipastikan keponakan saya akan kembali memegang kursi Presiden Direktur.Hal yang lainnya akan kami beritahukan dalam konferensi pers usai Rapat berlangsung.Terima kasih."
Para wartawan dari luar negeripun tak mau ketinggalan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Irwan.¤》:"Are you really want to sell your company?"
♡ :"Your brother have done worst to your company,will he be fired?"
♣ :"With your come back,public will see and know that it is not the end of your company.Is that true that you will save your family's bussiness?"
Irwan yang menanggapi mereka.Iyalah dia kan jago speak in English.Irwan :"This company is my father's dream.I am his son will never destroy his dream.I will make it come true in my life as a honour and my love for him.I will do everything I can to save it.I believe there is hope and bright future for this company.It's all that I can say right now.Excuse us.The council wait us."
Dengan dikawal paspampres he..he...mereka memasuki gedung.Wah kali ini para karyawan yang dibuat heboh melihat Presdir mereka kembali.Kehadiran Inul dan Benigno disamping Irwan makin menambah keyakinan mereka kalau Irwan benar2 telah kembali.
Endah :"Pak Irwan !!!???Yess!!Pak Presdir kita kembali!!"
Tria :"Wah Perusahaan pasti akan tertolong,tidak akan bangkrut yeah!!!"
Tuan Rivers :'Waduh!Gagal deh rencana aku mau menguasai perusahaan ini padahal aku sudah siapin uang buat beli saham para pemegang saham yang lain...gimana bisa ngalahin sahamnya Irwan?Apalagi sepertinya Danang gagal bujuk Mamanya buat jual sahamnya.Sial!!Mana sih Danang kok belum nongol juga?Jangan2 dia ga tahu lagi kalo adiknya sudah kembali.Hancur!!Hancur!!'
Albi malah saking shock dan gembiranya sampai berkaca2 melihat Irwan kembali,"Pak Presdir....Di menit2 terakhir akhirnya ada keajaiban juga...
/Sungguh karena dia....aku didepan Anda...memberanikan diri....bergaya dan menyanyi..../Pandangan pertama.Irwan mendekati Albi yang berdiri terpaku sambil gemetar memegang amplop berisi surat resign alias pengunduran dirinya.Irwan :"Kenapa kau tidak menyapaku Albi?"
Albi dengan terbata2 menjawab,"Se...la...mat da...tang...Pak...Presdir!!"
Irwan :"Bukan begitu setahuku..."
Albi :"Selamat pagi Pak Irwan.."
Irwan :"Itu baru benar.Apa ini?Buat saya?"
Irwan merobeknya menjadi dua bagian dan menyerahkannya pada Albi,Irwan mengambil amplop yang dipegang Albi.Dibuka dan dibacanya."Buang ini ke tempat sampah dan segera siapkan materi saya dalam rapat!Laporan Tahunan keuangan ,daftar pemegang saham,daftar khusus,juga dokumen keuangan.Saya tunggu di ruang rapat!"
Albi :"Siap Pak!!"
Benigno tersenyum melihat Albi kembali bersemangat.Ditepuknya pundak Albi sambil berkata,"Ini kabar baik dari saya.Kau bisa kembali bekerja dengan gembira,Albi.Presdir yang asli sudah kembali.Siap mengambil alih semuanya.Semangat!!"
Albi :"Semangat Pak!!Sangat semangat sampai berkaca2 saya Pak....Ini benar2 keajaiban!"
Albi segera membuang serpihan surat resignnya ke tempat sampah,'Aku tidak jadi resign.Malah Si Belagu itu yang akan lengser keprabon...gimana reaksi dia ya kalo tahu Pak Irwan sudah back to nature?Aku jadi penasaran...pasti seperti disambar petir he..he..pucat pasi dan gigit jari...Ngapain mikir dia mending aku segera bawa dokumen yang diminta Pak Irwan ke ruang rapat.Sebentar lagi rapatnya mulai.Si belagu itu paling telat...sudah biasa...'
Kehebohan kemunculan Irwan ke dunia bisnis langsung jadi trending topic dan breaking news di sosial media.Hampir semua stasiun tv menayangkannya.Wah,Evi bisa lihat dong?Ya pasti dong.
#$# Benigno's house....
Semua ngumpul diruang keluarga,ada Evi duduk didampingi ayahnya.Lalu Aty sambil merajang2 sayur tak henti2nya matanya menatap televisi besar yang ada di ruang keluarga.Adi tampak mondar mandir antara dapur dan ruang keluarga bantuin Aty masak.Aty :"Wah itu Boss Muda,Nyonya!!Iihhhh...ganteng banget...seperti pangeran berkuda putih...aduhhh....manisnya ga tahan...."
Adi langsung nyodorin jagung manis ke arah Aty,"Nih katanya minta jagung manis!"
Aty :"Siapa yang suruh ngambilin jagung manis?Kuping apa sungu sih?"
Adi malah mendekatkan telinganya ke arah Aty,"Apa?Aku ra krungu ya...."
Aty manyun dan ngomel ga jelas,"Sudah kalo gitu nih dicuci sana!Sekalian aku ambilkan wadah buat mreteli jagung manis nih!"
Adi :"Kamu tuh kenapa ga ngerjain di dapur aja to?Sana kan juga ada tv?"
Aty :"Lebih seru nonton di sini weeeek!"
Adi :"Iki jenenge 5R!"
Adi :"Oh ...itu julukan buat pembantu profesional ini lho Pak he.he...Ribet,Rempong,Rewel,Ruwet dan Reged Pak he..he..."
Ayah Hamdan :"Apa itu Nak?"
Aty langsung ngejar Adi ke dapur,"Kamu njaluk takpreteli kayak jagung ini pa?Iya?Sini!!"
Evi geleng-geleng kepala melihat mereka.Ayah Hamdan malah takjub lihat Irwan dikejar media,"Ayah kadang masih serasa mimpi bila melihat Nak Irwan.Orang sehebat itu adalah menantu Ayah.Jangan2 ini semua cuma mimpi Putriku."
Evi mengelus perutnya,Evanpun menendang gembira.Irwan junior lagi hepi banget kayaknya.Evi :"Ini bukan minpi.Kalo mimpi mana mungkin perut Evi sebesar ini.Irwan adalah suami Evi dan ayah dari bayi yang ada dalam perut Evi.Dia itu nyata Ayah."
Ayah Hamdan :"Siapa ngira ya Putriku.Orang miskin kayak kita bisa jadi bagian keluarga jetset kayak keluarganya Nak Irwan.Beruntung sekali kita ya Putriku.Nak Irwan itu baik,sopan,pinter...lihat saja tadi pas ditanya pake bahasa Inggris...Bisa jawab lho.Anak kok baiknya kayak gitu..."
Evi malah berdoa dalam hati,'Semoga Rapatnya berjalan dengan baik dan Irwan kembali menjadi Presdir.Perusahaan pulih dan semua kembali normal.Bantulah Irwanku ya Tuhan.Berikan hikmat untuk memimpin perusahaan peninggalan Ayahnya itu.Hanya Kaulah Sumber Segalannya.Amin'
Wah Irwan is back!Tapi Danang gimana kabarnya?Lihat yuk atau perlu kita bangunin pakai air?He..he...sadis amat!
#$# Kediaman Sutedja....
Danang mendengar hpnya bunyi berkali2,ia lihat siapa yang ngebel,"Bapaknya Nenek Sihir...ngapain sih ganggu aja!"
Dimatikannya hpnya.Lalu ia menguap berkali2,"Woooaah....7x..."
Banyak amat nguapnya?Makhlum otaknya kekurangan oksigen karena kebanyakan gas2 beracun he..he..ide2 beracun kali.Kok penulisnya juga nguap?Ngantuk kan nular he...he...
Danang lalu melihat jam,"Ya ampun!!Hari ini kan rapat umum pemegang saham!!Mati gue!!Kok Mama ga bangunin sih!Katanya mau ngajak bareng berangkat rapat!"
Dengan yakyakan Danang langsung mandi.Mandi bebek...
/Bebek adus kali...nututi sabun mandi.../
Pakai dasi aja sambil lari ke meja makan,"Mama kok ga ada?Rumah sepi amat?Saking kilatnya ga sabunan kali...what????Pada kemana sih?"
Para pembantu yang pada ngumpul nonton Irwan di tv begitu lihat Danang segera matiin tv dan diem semua.
Danang:"Mama mana?"
Pembantu :"Anu...Pak Boss..berangkat dari tadi...pakai limosin."
Danang :"Tumben pakai limosin?Biasanya juga pakai alphard....Kalian ngapain pada ngumpul sana kerja!!Dasar pencuri tulang!!"
Mereka langsung bubar jalan.Ada yang ga ngerti maksud perkataan Danang.
Pembantu 1 :"Apa kita ini wajahe kayak herder to kok Boss Danang nyebut kita pencuri tulang?"
Pembantu 2 :"Aku malah mikir apa kita nek jalan pating kemlothak balungnya kok sampai disebut begitu ya?"
Pembantu 3 :"Jane aku nek mlaku ya wis kaya Sembadra je....ra sandalan sisan alias nyekerman...ora nganggo jinjit kok ya meksa ijik klothakan...."
Pembantu 4 :"Boss Danang hobby makan balungan kali makanya sewot kan hari ini ga masak balungan..."
Pembantu 5:"Lha balunge tak keke kirikku neng ngomah....lha jare ra kanggo..."
Pembantu 1,2,3,4:"Ya kowe kuwi pencuri tulange!!Huuuhuuu....!!!"
[Pencuri tulang itu istilah Presdir aku untuk karyawan yang kerjanya malas2an.Bukan nyuri tulang beneran....weleh...]
Danang segera masuk ke mobil.Telat sudah biasa dia,dia kan Teladan...Raja Telatan...maksude...Tanpa nyetel radio,malah nyetel lagu hiphop dan RnB,Danang melajukan mobilnya bak the flash...wesss!!!Ati-ati mas,utamakan selamat!Kiamat mah ga akan kemana jangan dikejar....ntar malah tamat!!Wuihhh gimana reaksi Danang saat tiba di kantor?***$ee you next eps***
Eps 115 /^/ Tabir Kepalsuan : Handleth A Matter Wisely
/ Handleth A Matter Wisely = Menangani Perkara dengan Bijak
/^/ Head Office Sutedja Bussiness Enterprise....
Di Ruang Rapat Umum Pemegang Saham,semua peserta rapat yang sudah hadir dikejutkan dengan kemunculan Irwan.
Pemegang Saham 1 berbisik pada sebelahnya:"Wow Pak Irwan Sutedja is back!Saya batal ah mau jual saham saya ke Pak Rivers."
Pemegang Saham 2 :"Saya juga batal ah mau jual saham saya ke Pak Rivers.Kalo Pak Irwan kembali pegang kendali saya yakin ga lama bakal bagus lagi prospeknya ke depan."
Pemegang saham 3 :"Benar,saya akan dukung dia jadi Presdir.Saya akan tentang siapa saja yang ingin memecat dia."
Pemegang saham 4 :"Saya yakin menghilangnya Pak Irwan pasti ada sesuatu.Beliau kan bukan tipe orang ga tanggung jawab.Iya ga?"
Pemegang Saham 5:"Bener banget tuh.Mending kita minta Presdir sementara,Pak Danang untuk mengganti semua kerugian perusahaan.Atau kita minta dia dipecat saja!"
Pemegang Saham 6 :"Tanpa kita mintapun masa kerjanya juga sudah kelar kok.Kan Pak Irwan sudah kembali.Secara otomatis dia tak berwenang lagi sebagai Presdir."
Pemegang Saham 7 :"Aku setuju kalo dia Pak Danang dipecat saja,kinerjanya tidak bagus.Buktinya perusahaan merugi sejak dia menjabat."
Pemegang Saham 8 :"Iya lihat saja dia belum datang kan?Apa kita harus menunggu dia?Benar2 tak tahu etika!"
Pemegang Saham 9 :"Rapat bisa dimulai kok.Kan sudah 1/2 lebih dari seluruh saham dengan hak suara menghadirinya.Ini sudah mencapai kuorum."
          Benar saja Rapatpun dimulai.Ketua Rapat segera membacakan agenda rapat dan memberikan kata sambutan.Ia mengucapkan selamat datang kepada semua yang hadir dan terutama kepada Irwan.Karena kuorum sudah terpenuhi,rapatpun dimulai tanpa Danang.Berbagai pertanyaan diajukan kepada Irwan atas kerugian perusahaan.Berbagai keteranganpun diminta mengenai keuangan perusahaan.
     Inul memandang dengan pilu kepada putra bungsunya yang harus menghadapi sidang rapat,'Kasihan kau Irwan,kau selalu saja direpotkan kakakmu.Kemana pula tuh anak ga gentle banget sih jadi pria,selalu saja ngilang.Harusnya tuh yang jawab pertanyaan2 itu kamu Danang,bukan Irwan.Kamu yang bikin ulah tapi adikmu yang kena tulah.Tuhan,bantu putraku Irwan untuk mengatasi masalah ini dengan bijak.Bantu juga putra sulungku untuk bisa berubah.Jangan nyusahin aja kerjaannya.'
Ketua Rapat :"Pak Irwan,Anda yang menunjuk Pak Danang sebagai pemegang jabatan Presdir selama Anda pergi.Apakah Anda sadar bahwa akibat dari keputusan Anda perusahaan merugi sangat besar.Bahkan ini merupakan kerugian terbesar sepanjang sejarah berdirinya Sutedja Bussiness Enterprise.Apa pembelaan Anda?"
Irwan memandang Mamanya,'Apa yang harus kulakukan Tuhan?Tegakah aku membuat Mama sedih dengan membeberkan kejahatan kak Danang di depan forum?Bahwa aku dalam ancaman saat menandatangani surat kuasa itu.Ada Adi sebagai saksi kunci.Tapi aku akan menyakiti Mamajika melakukannya...'
         Sementara Irwan sedang galau,mobil Danang memasuki area parkir perusahaan.Mr Teladan itu...eh Telatan...segera keluar dan menerobos para wartawan dan reporter yang berkerumun menanti hasil rapat.
Wartawan 1 :"Hey!!Itu Pak Danang!!Ayo cepat kita tanyai !!"
Danang tampak kesal langkahnya dihalangi,'Sial!!Aku tuh ngejar waktu malah dihadang nyamuk2 ini...sial!!'
Wartawan 2 :"Pak,Kenapa Anda tidak datang bersama Pak Irwan ?"
Danang terus mencoba melangkah maju,"Kalian kan tahu Irwan ada di Alaska.Kenapa masih tanya juga.Minggir saya mau lewat!Saya sudah ditunggu!!"
Reporter tv swasta :"Pak Danang,dengan kembalinya Pak Irwan berarti Anda tidak lagi menjadi Presdir,apa rencana Anda selanjutnya?"
Danang malah balik nanya,"Siapa bilang Irwan kembali?Kalian jangan suka bikin isu ya!!"
Reporter tv nasional:"Tapi benar Pak Irwan sudah kembali Pak,tadi datangnya bersama Ibu Anda dan Paman Anda.Kami justru heran kenapa Anda malah tidak tahu?Apakah ada keretakan hubungan antara Anda dan adik Anda?"
Danang terkesiap mendengarnya,'Tidak mungkin!Irwan kembali??!!Aku tidak percaya sebelum aku melihatnya dengan mata dan kepalaku sendiri!!Tak mungkin Irwan masih hidup,aku melihat sendiri kapalnya meledak.Harus aku pastikan!'
Danang akhirnya sampai di dalam gedung,ia segera menuju ruang rapat.Para karyawan berbisik2 melihatnya.
Receptionist :"Lihat tuh!Kok baru datang sih?"
Satpam :"Waduh...bakal rame nih..Harus makin waspada nih!"
Danang tidak peduli dengan tatapan orang2,yang ia pikirkan hanyalah segera tiba di ruang rapat dan membuktikan benarkah kata para awak media bahwa Irwan masih hidup bahkan sudah kembali ke perusahaan.Danang tiba di lantai dimana ruang rapat berada.
           Para bodyguard Irwan segera menahannya,"Maaf Pak!Anda harus diperiksa dulu!"
Danang heran,"Kalian ini tidak tahu siapa saya?!!Saya ini Presdir perusahaan ini!!Jangan kurang ajar ya!!"
Bodyguard :"Saya hanya melaksanakan perintah Pak.Jika Anda tidak bekerjasama terpaksa kami bertindak tegas.Siapapun yang masuk ruang rapat harus diperiksa!Jika Anda tak mau diperiksa silakan tinggalkan tempat ini!"
         Danang gondok,dengan bersungut2 ia membiarkan dirinya diperiksa.Sementara itu,didalam ruang rapat Irwan akhirnya memberikan pembelaannya.
Irwan :"Saya adalah Presdir yang sesungguhnya.Saya yang akan bertanggung jawab atas semua kerugian perusahaan.Saya akan menutup kerugian yang dialami perusahaan selama kakak saya menjabat dengan kekayaan pribadi saya.Jadi tidak akan ada kekayaan perusahaan yang harus dipakai untuk menutup kerugian.Dan juga saya memberhentikan kakak saya dari jabatan apapun di perusahaan.Saya harap forum menyetujui tindakan saya tersebut."
           Semua yang hadir takjub mendengarnya,Inul makin kagum dengan putra bungsunya.
Inul :'Ya ampun Irwan...Harusnya Dananglah yang dimintai pertanggungjawaban.Bukan kamu Sayang.Mulia sekali hatimu putraku.Tapi aku takkan biarkan kausendirian menanggung semuanya.Aku anggota dewan komisaris,aku bisa membantumu.'
           Apa sih Dewan Komisaris?Dewan Komisaris adalah satu orang anggota atau lebih yang bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi.Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertangggung jawab secara pribadi atas kerugian perseroan akibat dari kesalahan dan kelalaiannya dalam menjalankan tugas.Inul adalah komisaris.Ia memberi tanda ingin berbicara.Ketua Rapat memberi kesempatan.
Ketua Rapat :"Sebelum kita menentukan keputusan kita secara mufakat,mari kita dengar apa yang ingin dikatakan oleh dewan komisaris.Silahkan Nyonya Sutedja!"
Inul :"Saya akan ikut menanggung kerugian perusahaan bersama Presdir Irwan.Bagaimanapun juga saya juga merasa tidak melakukan tugas saya dengan baik sehingga perusahaan menggalami kerugian.Ini pernyataan saya.Terima kasih."
Irwan terharu mendengarnya,'Mama...aku sebenarnya bisa lepas dari tanggung jawab ini.Tapi...jika aku membeberkan semua kejahatan kak Danang.Secara pribadi aku ingin Ma...tapi...aku tak mampu melihat Mama sedih...tidak bisa...biarlah kutanggung kerugian ini...bukankah ada masanya kita membiarkan rugi...segala sesuatu ada masanya...'
         Forum akhirnya memutuskan kerugian ditanggung pribadi oleh Irwan dan Inul.Dan Danang diserahkan kepada Direksi mengenai masa depannya di Perusahaan.Risalah rapatpun dibuat.Saat itulah pintu ruang rapat dibuka.Semua mata tertuju ke arah pintu.Danang masuk dan terbelalak saat melihat siapa yang duduk di kursi Dewan Direksi.
Danang:'Ini tidak mungkin!...Irwan tidak mungkin masih hidup!...Ini pasti rekayasa!'
Benigno segera mengebel body guardnya,"Masuk ke dalam segera!Lindungi Presdir Irwan!"
Danang mendekati Irwan dan mencengkeram kerah baju Irwan,"Kau pasti bukan Irwan!Katakan siapa kau sebenarnya?!Siapa yang menyuruhmu menjadi Irwan huh?!!"
Inul segera mendekati kedua putranya itu,"Danang lepaskan Irwan!!Danang!Kau ini kenapa?Harusnya kau senang adikmu kembali.Kenapa malah begini reaksimu?!"
Irwan memandang tajam pada kakaknya lalu berbisik pada Danang,"Lepaskan tanganmu...Atau aku akan mengatakan apa yang kaulakukan padaku sehingga aku menandatangani surat kuasa didepan forum..."
Danang terperangah mendengarnya,"Kau??!...Kau masih hidup?!!"
       Para bodyguard segera memegangi Danang.
Inul yang heran mendengar perkataan Danang,"Apa maksudmu kau tak percaya kalau adikmu masih hidup?"
     Danang dan Irwan saling menatap dengan tajam.Danang kesal karena Irwan masih hidup.Sedang Irwan masih terluka dengan semua perbuatan kakaknya.Para peserta rapat tampak berbisik2 melihat kejadian itu.
Pemegang saham 1:"Datang2 bikin heboh...sudah telat ngamuk lagi....tak punya malu..."
Pemegang Saham 2 :"Iya...padahal harusnya dia berterima kasih pada Presdir Irwan karena mau menggantikannya mengganti kerugian perusahaan....tak tahu terima kasih.."
Pemegang Saham 3 :"Menurutku ada yang tidak beres dibalik semua ini...Lihat saja cara mereka saling menatap...bukan tatapan persaudaraan tapi lebih ke tatapan permusuhan...bagaimana menurutmu?"
Pemegang saham 4 :"Apapun itu aku senang Presdir Irwan kembali menjadi Presdir...dia jelas lebih kompeten daripada kakaknya...soal lainnya,itu intern keluarga Sutedja kita jangan ikut campur."
Pemegang saham 5 :"Iya yang penting mulai sekarang keadaan akan kembali normal.Perusahaan akan kembali ke track yang benar.Kita bisa tenang kembali."
Pemegang saham 4 :"Tapi kasihan juga ya Presdir Irwan ...mengganti sebegitu besar..."
Pemegang saham 5:"Kau tak tahu keluarga Sutedja...kekayaan mereka sangat banyak...jumlah segitu bukan hal besar bagi mereka..."
         Benigno mendekati Ketua Rapat dan berbisik padanya,"Berikan pada keluarga Sutedja waktu tersendiri untuk menyelesaikan masalah intern keluarga mereka."
Ketua Rapat lalu mempersilahkan para peserta rapat untuk break dulu.Rapat akan dilanjutkan setengah jam lagi.Danang :"Lepaskan aku!Aku ini Presdir tahu!!
"Inul :"Jaga sikapmu Danang!Kau bukan Presdir lagi sekarang.Lagipula banyak yang melihat kita."
Benigno :"Sebaiknya kalian bicara di ruangan lain saja."
    Irwan lalu mengikuti Benigno menuju ruangan lain.Inul menggandeng Danang tapi Danang menepisnya,"Jangan sentuh aku Mama!"
Inul sedih dengan sikap putra sulungnya,Irwan lalu menggandeng Mamanya.Mereka masuk ke dalam ruangan khusus,Inul mendekati Danang,"Sayang,kenapa kau tidak menyambut kepulangan adikmu?Kenapa kau sepertinya malah kesal..Kenapa Danang?"
Inul mendekati Irwan,"Kau juga tak mau memandang kakakmu.Ada apa sayang?"
Irwan :"Lebih baik Mama tanya kakak saja apa yang sebenarnya terjadi diantara kami."
Inul :"Apa yang kalian sembunyikan?Ada apa dengan kedua putra Mama?"
    Benigno kasihan juga melihat kakaknya,'Andai kau tahu Kak,mungkin kaupun tak akan menyangka...Punya dua anak bak langit dan bumi,yang satu seperti malaikat tapi yang satu seperti monster...'
Danang terus berpikir,'Mama tak boleh tahu...lagian Irwan tak punya bukti...'
Danang,"Sudahlah Ma,sejak kecil kami kan memang tak begitu akrab..."
Inul ingat kata2 Danang tadi,"Kau bilang tadi tak mungkin Irwan masih hidup...Apa maksudmu Danang?Apa selama ini kau tahu dimana adikmu?"
Danang malah membentak Inul,"Mama selalu berpikir buruk tentangku!
Hanya Irwan dan Irwan yang baik dimata Mama iya kan?!"
Irwan tak tahan lagi,"Jangan kasar sama Mama kak!Selama ini aku diam dengan semua kelakuan kakak terhadapku...tapi aku sudah lelah sekarang...melindungi orang yang tidak tahu menghargai Mamanya sendiri...jika bukan karena Mama aku sudah bawa masalah ini ke jalur hukum...tapi aku masih memandang Mama...aku masih memikirkan Mama...aku tak mau Mama sedih karena tahu seperti apa putra sulungnya....seorang kakak yang tega mencelakai bahkan merencanakan pembunuhan pada adiknya sendiri!!"
         Inul kaget mendengar penuturan Irwan,"Apa?!!Irwan,apa yang kau katakan tentang kakakmu?!Dia kakakmu!Kalian lahir dari rahim yang sama!"
Irwan :"Tapi dia tak pernah menganggapku adik Ma!"
Irwan :"Jika ia menganggapku adik,ia takkan menyuruh orang untuk menyabotase pesawatku saat aku mau membuka bisnis di Masamba."
Inul :"Apa maksudmu?"
Irwan menggelengkan kepalanya,"Aku ngarang?Mama bisa tanya Adi kalau tidak percaya."
Danang :"Mama jangan dengar dia Ma!!Dia ngarang Ma!"
Danang :"Adi siapa yang Mama maksud?"
Inul :"Apa hubungan Adi dengan semua ini ?"
Irwan :"Kakak pikir Adi mati kan?Adi masih hidup,bahkan ia bersedia menyerahkan diri kepada polisi kapanpun aku minta."
Danang :"Tidak mungkin!Kapal itu kuledakkan bagaimana bisa kalian tetap hidup?!!"
Inul :"Jadi kau mengakui perbuatanmu?Kau mau membunuh adikmu sendiri?!"
           Plakkk!!Inul menampar Danang,"Tega sekali kau !!Apa alasanmu melakukan itu pada adikmu?!Ia bahkan selalu membantumu.Mama tak percaya kau bisa setega itu..."
Danang :"Mama jangan dengarkan Irwan Ma!Dia itu bohong!!"
Irwan :"Jika Mama masih tak percaya,Mama bisa tanya Evi Ma.Pernikahan diantara kami pada mulanya hanya palsu Ma.Itu ulah kak Danang juga.Bahkan Mama ingat kejadian saat Evi terjebak di lift bersama Ika?Itu juga ulah kak Danang Ma untuk mengancamku agar aku mengikuti keinginannya."
Inul makin shock,"Kau memalsu surat pernikahan adikmu dengan Evi?Kau juga hendak menyakiti Evi yang sedang hamil?Bahkan kau tak peduli juga dengan Ika?"
Plakk!!Inul kembali menampar Danang.Danang mengusap pipinya yang merah bekas ditampar Mamanya.
Inul :"Aku tak mungkin melahirkan anak seperti ini....tak mungkin.."
Inul limbung.Irwan segera menangkap tubuh Mamanya,"Mama!!"
Benigno juga segera mendekat,"Kakak!!"
       Danang kabur,Benigno hendak mengejarnya.Danang :'Sebaiknya aku kabur!'
Benigno menghubungi para bodyguardnya,"Cepat kejar pria yang lari tadi.Cepat!"
Irwan :"Biarkan saja Om!Kita urus Mama dulu."
     Para bodyguardpun mengejar Danang.Sementara Irwan segera memanggil dokter perusahaan.Benigno memberitahu ketua rapat bahwa Irwan akan datang terlambat karena Inul kurang sehat.Bagaimana kondisi Inul?Apakah para bodyguard berhasil mengejar Danang?***$ee you next eps***
Eps 116 &*& Tabir Kepalsuan : A Wounded Spirit
&*& TABIR KEPALSUAN&*& EPS 116&*& A WOUNDED SPIRIT = Semangat Yang Patah
&*& Benigno's House....
Evi melihat di layar televisi bagaimana Danang datang dan dikejar para wartawan saat mencoba masuk ke dalam gedung kantor pusat.Hatinya jadi cemas dengan kondisi suaminya.Evan juga jadi muyek ga tenang kayak Mamanya.Evipun permisi mau lihat di kamar saja.Ayah Hamdan :"Mau kemana putriku?"
Evi :"Ke kamar Ayah,mau berbaring...dedenya ga tenang...Evi mau lihat dikamar aja,disana Evi bisa sambil berbaring..."
Aty :"Perlu saya temani Nyonya Muda?"
Evi tersenyum ,"Makasih kak Aty.Ga usah,kak Aty lanjut saja masaknya.Lagian pintunya tidak saya tutup kok jadi kamu bisa ngawasi saya he..he.."
Adi :"Atau saya saja yang temeni Nyonya cantik he..he...?"
Aty langsung melempar Adi pakai bonggol jagung manis,"Wo...dasar bocah stress!!Senengane gawe emosi di jiwa wae...tak gawe dadi bakwan tenan kapok kowe.!!"
Adi berkelit,"Eiit!!Lho salahku apa?Aku kan menjalankan amanah Pak Ben sama Mr.Milyarder untuk menjaga Nyonya cantik ini....piye to?"
Aty malah melempar Adi lagi dengan bonggol jagung,"Thuinggg!"
/Kapokmu kapan...kapokmu kapan...kapokmu kapan..../Lagune siapa ya?
Kayaknya aku lihat pas Ikif yang nyanyi.
Aty :"Itu ra jaga namane ...itu namane pagar makan tanaman...dasar manusia ra cetho...awas ya nanti tak bilangke Boss Muda biar kapok!!Ntar kamu bakal kena bogem mentah!!Yakin aku!!"
Adi :"Jangan dong Mpok...Aku ga mau diseruduk banteng....lihat nih malah kotor lho lantainya kena meriam jagungmu...Ini namane 5 R tenan.."
Ayah Hamdan :"Wah apalagi itu nak Adi?"
Adi memunguti bonggol jagung,"Resik Resik Ra Rampung Rampung  Pak....he..he..."
Evi melangkah ke kamar,dihidupkannya tv lalu ia mengambil baju Irwan dan iapun berbaring sambil nonton tv.Evi :"Evan sayang...Nih mama bawa baju papamu...baunya khas...kamu tenang ya...papa akan baik2 saja ...kan ada Om Ben dan Oma juga...lagian papamu dikawal juga...Papa ga akan apa2 Sayang...jangan muyek lagi yach...mending kita doain papa Irwan aja biar papa ga kenapa2..okay?"
Evan nendang dengan lembut tanda setuju.Evipun mulai berdoa,"Tuhan Yang Baik...ini Evan sama Mama berdoa buat papa Irwan agar Kau lindungi dari segala yang jahat.Kami sayang sama papa Irwan...tapi ga bisa nemeni di sana...jadi kami minta Kau jadi Pelindung papa Irwan juga Oma....moga mereka diberi kekuatan....Terima kasih ya Tuhan.Amin."
Evi mengelus perutnya,Evan sepertinya punya koneksi batin yang kuat sama papanya.Tahu aja Irwan lagi kenapa,lagi ngapa,weleh..Evi juga jadi lebih tenang setelah berdoa,'Banyak hal yang telah suamiku lewati,bahaya dan rintangan ia hadapi demi mempertahankan cintanya padaku.Aku bisa rasakan kepedihan hatinya juga keteguhannya.Selamanya aku akan bersamamu suamiku,melewati setiap musim di dalam kehidupan ini bersama...aku takkan membiarkan sendiri,aku adalah isterimu,penolong bagimu...Aku mencintaimu....selalu untuk selamanya....'
Wah jadi ingat lagu ost.Sherazat:/selama kita bernyawa....kita kan selalu ....bersama.../
Jadi kepo nih dengan kondisi Irwan di HO.Apaan HO?
&*& Head Office....
Irwan sedang menunggu dokter memeriksa kondisi Inul.Diambilnya hpnya.
Irwan :"Om...bagaimana di ruang rapat?"
Benigno :"Masih menunggu risalah rapat...oh ya mamamu bagaimana?"
Irwan :"Masih diperiksa dokter...moga Mama gpp...mengenai kak Danang...pantau terus keberadaannya ya Om.Suruh orang untuk ikuti dia...jadi kita tahu pergerakkannya."
Benigno :"Om sudah suruh orang ikuti dia.Takutnya dia bikin ulah lagi seperti yang sudah2...tuh anak kan ga ada kapoknya..."
Irwan :"Ah...itu dokternya sudah selesai...sudah dulu ya Om..."
         Irwan menutup hpnya lalu mendekati tempat dimana Mamanya berbaring,"Bagaimana Mama saya Dok?"
Dokter :"Ibunda Pak Presdir cuma shock...hanya perlu istirahat saja...Pak Presdir tak perlu khawatir.Silakan jika ingin berbicara dengan beliau.Saya permisi."
Irwan :"Terima kasih ya Dok."
        Dokter meninggalkan ruangan.Irwan mendekati Inul yang sudah sadar.
Irwan :"Mama sudah merasa lebih baik?"
Inul malah meraih putranya itu dalam pelukannya dan menangislah ia.
Inul :"Maafkan Mamamu sayang...Mama tidak tahu betapa beratnya beban yang harus kau tanggung selama ini...Mama sungguh tidak pantas disebut ibu...anak2 yang kulahirkan jadi begini...Mama gagal membesarkan kalian..."
Irwanpun jadi ikut menangis,"Ga Mama ...Mama adalah Mama terbaik bagi Irwan...Dimata Irwan,Mama adalah suri teladan...Mama jangan merasa bersalah atas kelakuan kakak...dia sudah dewasa sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak..."
Inul memandang putra bungsunya,"Kau begitu baik....meski diperlakukan begitu buruk oleh Danang tapi kau tetap menyebut dia kakak...Ayahmu pasti bangga memiliki anak sepertimu...Andai saja Ayahmu masih ada...kau tahu...kau benar2 mirip dengannya...Mama sangat sayang padamu Irwan.."
Irwan :"Irwan juga sangat sayang sama Mama...Mama siap kembali ke ruang rapat?Masih ada risalah rapat yang harus ditanda tangani.."
          Inul mengangguk.Irwan lega...iapun menggandeng Mamanya kembali ke ruang rapat.Ngomong2 soal rapat saya jadi inget mau ngasih tahu soal pailit.Kata pailit berasal dari bahasa Perancis yaitu failite yang berarti kemacetan pembayaran.Kepailitan diartikan sebagai suatu proses dimana seorang debitur yang mempunyai kesulitan keuangan untuk membayar hutangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan.Dalam hal ini pengadilan niaga.Dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar hutangnya maka harta debitur dapat dibagikan kepada para kreditur sesuai dengan peraturan pemerintah.Atau istilah Undang2 kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator dibawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam Undang2.Itu dulu yach....akeh2 ntar malah mumet...kayak sing nulis he..he..Lihat Danang aja yuk,kan seru tuh...kan lagi runaway...
          Kasihan Danang begitu turun ke lantai 1 langsung diserbu para awak media,
/I will runaway...runaway.../nyamuk2 pers he..he...Berbagai pertanyaan langsung diajukan oleh mereka.
Wartawan koran lokal :"Anda sudah keluar dari ruang rapat.Apa hasil rapatnya Pak?"
Wartawan koran bisnis :"Anda dituding sebagai penyebab kerugian di perusahaan.Apakah Anda dijatuhi sanksi Pak?"
Reporter tv swasta :"Benarkah rumor yang beredar bahwa Anda diberhentikan dari semua jabatan di perusahaan?"
Danang cuma jawab,"Kalian tanya saja sama mereka2 tuh habis ini konferensi pers kan?!Minggir saya mau ada urusan!"
        Danang dengan susah payah akhirnya bisa meninggalkan gedung Kantor Pusat.Namun ia tak tahu bahwa satu sepeda motor dan satu unit mobil mengikuti dan memantau gerakannya.Ya...mereka adalah para bodyguard yang disuruh Benigno untuk mengikuti dan mengawasi Danang.Benar kata Danang,menjelang siang diadakan konferensi pers.Irwan dinyatakan kembali menjabat sebagai presdir.
Irwan :"Saya kembali menjabat sebagai Presdir Sutedja Bussiness Enterprise.Saya akan melakukan yang terbaik bagi perusahaan peninggalan mendiang ayah saya ini.Mengenai hal yang lain,sudah dibahas tadi di dalam Rapat dan saya menerima sepenuhnya hasil rapat."
         Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan para pemburu berita,termasuk dari luar negeri,"Mr Irwan Sutedja,I want to ask you.With your come back are you sure that your company will be in a good term withforeign companies?"
Irwan menjawab :"Thank you for your question.I know my company lately not in a good performance but I will do anything to rebuild it.This is not the end but this is the beginning.I will make improvement and gain again their respect.Thank you."
          Wah Irwan terlihat tegar ya....padahal belum tentu lho...Kok tahu?Lihat saja ini....
&*& Benigno's House....
Setelah menyelesaikan beberapa masalah perusahaan,Irwanpun kembali ke rumah.Inul kembali ke kediaman Sutedja.Sebagian bodyguard dialihkan untuk mengawal Inul.
Inul :"Mama pergi dulu ya Sayang.Kamu cepet pulang ke rumah ya?Mama rasa kakakmu takkan pulang ke rumah,jadi Mama pasti kesepian."
Irwan :"Iya Ma.Irwan akan segera kembali ke rumah.Irwan akan bicara dulu dengan Evi Ma."
Inul :"Okay...dah sayang...salam buat Evi dan cucu Mama.Bye."
Lho Ayah Hamdan ga ikut Inul?Ayah Hamdan sudah pulang lebih dulu karena ingin menjemput Rizky.Tentu saja diantar dan dikawal juga ama bodyguard.Gila semua serba dikawal...
Irwan mencari Evi,"Dimana isteriku?"
Aty :"Di taman belakang Boss Muda.Biasa lihat tanaman."
Irwan menuju ke taman belakang.Evi sedang melihat berbagai tanaman sambil bicara dengan Evan,"Ini bunga soka sayang...warnanya bermacam2...ada putih ada kuning ada merah juga...di rumah kita juga ada bunga ini...papamu yang suruh tanam...ia..."
Evi mendengar langkah kaki,tapi langkah kaki itu berhenti.Iapun menoleh,"Irwan..."
Irwan berdiri beberapa langkah dari Evi.Ia tidak menyapa tidak bicara.Ia hanya memandang Evi.Tangannya ia masukkan ke saku jasnya.
Evi menatapnya,'Ada yang ia sembunyikan...'
Irwan terus menatap Evi kali ini air mata mengalir dari kedua matanya.Kayaknya aku pernah lihat adegan ini deh...Tangan ia keluarkan dari sakunya tapi ia tetap berdiri di tempatnya semula.Evi mengerti hati suaminya sedang pedih,sedang sedih...iapun ikut berkaca2...Air mata Irwan makin deras mengalir...Evi segera melangkah mendekati suaminya dan memeluknya.Tak ada kata ....tak ada suara selain isak tangis dan bahasa air mata....
Evi :'Hatimu terluka...aku bisa merasakannya...menangislah sayangku...menangislah...'
Irwan :'Kejujuran terkadang tidak mudah mengatakannya...bahkan kadang menyakitkan....tapi aku baru sadar sakitnya sebuah kejujuran sekarang....saat aku melihatmu....dihadapan media dan dewan rapat aku bisa terlihat tegar tapi tidak dihadapanmu sayangku....aku tak bisa berbohong betapa remuknya hatiku saat ini...kakak yang kusayang ternyata ingin menyakiti mereka yang kusayang...hatiku tertegun di dalam diriku...'
Evan diam tak ingin mengganggu moment innerhealing itu.Irwan menangis di pelukan Evi.Seorang bisnisman kondang menangis dipelukan isterinya.Ternyata oh ternyata benar kata orang.Apa?Dibalik kesuksesan seorang pria ada seorang wanita yang hebat.So sweet....Tiga pasang mata juga menyaksikan moment itu dari kejauhan.Okeh men sing nonton..emang pertunjukkan?
Aty :"Romantisnya..."
Benigno :"Inilah benang merah cinta....tanpa perlu puisi yang indah...tanpa perlu kata2...hanya bahasa air mata sudah mewakili semuanya....indahnya..."
Adi :"Sangat mengharukan...."
Wah kok malah Benigno yang puitis.
Benigno :"Sudah biarkan mereka.Ayo kita ke dalam!"
Aty dan Adi malah sama2 meluk pilar saking menghayati pemandangan.Weleh...Bener kata Li Mocho dalam serial Yoko,"Katakan pada dunia apa itu cinta?"
Sudah kita juga jangan ganggu.Biar Irwan sama Evi dulu.he..he...Kira2 apakah Evi akan setuju kembali ke kediaman Sutedja?Bagaimana pula dengan Danang?***see you next eps***
Eps 117 *(* Tabir Kepalsuan : 
As Dew Upon The Grass
*(* TABIR KEPALSUAN*(* Eps 117*(* As Dew Upon The Grass = Laksana Embun Di atas Rerumputan
        
*(* Benigno's House....
Di taman belakang dua insan plus si Evan he..he...masih asyik fresh encounter.Cuman kali ini mereka duduk di bangku taman.Irwan kasihan melihat sang isteri terus berdiri memeluknya.Mana perutnya gede lagi.Evan pasti dimpuk and gendut nanti kalo lahir...he..he...Irwan yang biasanya serius dan penuh wibawa kini tampak merajuk manja bersandar di bahu sang isteri sambil membelai perut isterinya.Meski masih only body voice,Evi lega melihat Irwan tampak jauh lebih tenang.Seorang isteri itu kata ayah aku memang sebenarnya sosok yang lebih kuat dari suaminya.Kok bisa?Isteri kan penolong suami,padahal kalo kita nolong orang kondisi kita kan harus lebih kuat dari yang kita tolong.Evi mencium kening suaminya sementara tangan mereka menyatu di atas kediaman Evan Sutedja.Weleh....
         Evi tak menuntut penjelasan sikap Irwan yang datang2 langsung buat hujan lokal.Ia tunggu sampai sang suami sendiri yang jelasin,ia hanya ingin memberikan kenyamanan pada Irwan.Istilah kerennya adalah giving good comfort.Namanya perempuan biasanya tuh suka ngomong ya tapi ada saatnya dimana diam adalah pilihan yang bijaksana.Evi biarkan Irwan keluarkan dulu semua beban yang ada di dalam hatinya.
Evi :'Pasti tidak mudah baginya melalui hari ini.Di pundaknya ada banyak tanggung jawab.Sebagai seorang anak,ia tak mau mengecewakan ayahnya dengan mengabaikan perusahaan.Sebagai presdir,ia harus mengatasi kerugian yang dialami perusahaan.Ia bisa saja lepas tangan soal kerugian tapi ia ingat bahwa ia juga seorang saudara.Sebagai saudara yang tak pernah dianggap oleh kakaknya,hatinya terluka dengan semua sikap Danang pada orang2 yang ia cintai.Ia punya tanggung jawab juga kepadaku sebagai suamiku,ia berkewajiban menjagaku baik secara fisik,psikologi maupun nama baik.Kalau soal cinta,tak perlu diragukan lagi....Semua orang bisa melihat dalamnya cinta Irwan padaku.Jadi malu nih....Di sisi lain ia juga seorang calon ayah,buat anak kami,Evan.Justru karena Evan lah ia jadi sangat protektif.Siapa juga yang mau anaknya celaka?Kelakuan Danang membuatnya waspada.Jika bukan karena Mama,ia pasti sudah bawa kasus ini ke pihak berwajib.Aku bisa bayangkan beratnya beban di hatinya....Suamiku sayang aku mengerti...'
Irwan :"Sayang...."
Irwan mencium pipi isterinya,"Terima kasih..."
Evi :"Iya?...."
Evi membelai wajah suaminya,"Aku yang seharusnya mengucapkan itu...kau telah melakukan banyak hal buat aku.Banyak sekali..."
         Irwan meraih jemari isterinya dan menciuminya,"Hari ini aku merasa seperti rerumputan...begitu kecil,hina,tak berarti,rendah,dan diinjak2....hari ini benar2 hari yang tidak mudah untuk dilewati..."
Evi :"Aku melihat kakakmu tadi di tv,kalian bertemu?"
Irwan menarik nafas panjang,"Ya kami bertemu...saat dia masuk ke ruang rapat,ia langsung melihat ke arahku...ia tak percaya kalau aku masih hidup.Ia mencengkeram krah bajuku.Ia pikir aku ini orang lain yang dibayar untuk mengaku sebagai Irwan Sutedja..."
         Evi segera melepas kancing krah suaminya,Irwan yang jadi heran,"Sayang kau mau apa?Buka2an...di taman lagi..."
Evi mencubit pipi suaminya,"Ihh...pikirannya yang ga ga deh...ini aku mau cek kondisi leher kamu katanya dicengkeram krahnya...ada yang sakit ga?"
         Eh yang ditanya malah menarik tangan isterinya terus ditempelkan di dada sebelah kiri dimana jantung Irwan berada.Udah gitu nyanyi pula:"Sakitnya tuh di sini didalam hatiku...sakitnya tuh di sini sayang...bukan dileher."
Evi lalu mencium dada suaminya,"Nah...sekarang hatinya sudah ga sakit kan?"
Tapi dasar julit Irwan lalu pura2 lehernya nyeri,"Ackk...di sini juga sakit ding sayang...nih sampai nyeri kalo buat nengok ...aduh...."
              Gayanya sok tengeng gitu,kayak film Doraemon judulnya 'Kaku kaku '.Evi segera mencium leher Irwan,wah Irwan seneng banget,malah ngabani,"Sini juga sayang...ya...situ ....aduh !Sini juga...deket dagu sini juga...wah kayaknya belakang juga deh...."
Evi jadi heran,"Banyak amat yang sakit?"
Irwan senyum-senyum ga jelas gitu,"He...he...habis kak Danang narik krahnya kuat banget sih jadinya ya...sakit semua...bibirku juga sakit nih.."
Evi sadar Irwan julitin dia,"Kamu ngerjain aku ya?Ihhh...Irwan julitnya ga sembuh2 deh!"
             Evi berdiri pura2 manyun terus melangkah ke arah bunga soka merah,dicabutinya tiap helai bunganya satu2 sambil ngomong sama Evan,"Dede...papamu julitin mama nih...mama jadi kesel..."
Irwan tersenyum melihat tingkah isterinya,ia lalu berdiri dan memeluk Evi dari belakang.Evi sebenarnya sangat bahagia didekap dari belakang oleh suaminya itu,tapi ia pura2 ngambek,'Emang cuma dia yang bisa julit...he..he...'
Irwan berbisik di telinga isterinya,"Jangan ngambek dong sayang..cintaku..ibu dari anak2ku...aku balikin deh...."
/Balikin...oh..oh..balikin gue kayak dulu lagi/Slank
          Irwan menciumi leher isterinya,wah ini mah bukan balikin ini mah nambah...dasar Pangeran julit tetep aja julit.Tentu saja Evi malah jadi salting,malu,tapi mau juga je...wah tumbu ketemu tutup nih...klop!Mendingan kita kasih musik aja:
/Aku tak biasa...bila jauh dari dirimu...aku tak biasa bila ku tak mendengar suaramu...aku tak biasa.../Mayangsari
            Wah mereka malah mesra nian tuh...Evi sampai memejamkan mata lho....kayaknya perlu disensor nih...Iya sensor aja...hanya boleh untuk anak yang belum lahir.Maksude????Lha Evan tok dong yang nonton?Emang!!Kalau itu mah bukan sensor lagi namanya.Lha terus apa?Dicekal.!!Ga boleh tayang!!Dasar!Kita ga akan sensor tapi kita mau lihat Danang dulu aja..dia mau bikin ulah lagi ga ya?Buat mempelai berdua...wis sakarepmu sak bahagiamu wae....he..he..
*(* Apartemen Danang...
Para bodyguard masih mengintai gerak-gerik Danang.Ada yang pakai teropong mini embuh aku ga ngerti namane...wis pokoke ngono kuwi.Bodyguard 1 :"Gimana lagi ngapain targetnya?"
Bodyguard 2 :"Dia mondar-mandir di kamar.Ga jelas.kayak orang bingung...wah ngomong juga tapi ga ngerti ngomong ama siapa...coba kamu kontak si Renegade yang ikuti dia pakai motor!"
Bodyguard 1 segera ngebel hp si Renegade,"Hey Mr.R target sendirian atau sama orang lain?"
Mr R :"Kayaknya sendirian...aku akan lebih mendekat lagi."
Danang memang mondar-mandir ga jelas,"Sial!!Nyawanya banyak amat sih tuh anak!!Aku harus bagaimana sekarang?"
Danang berpikir dan terus berpikir,"Aku harus melenyapkan saksi kunci yang dimiliki Irwan.Yeah....benar sekali!Aku harus mencari tahu dimana Irwan menyembunyikan Adi.Adi harus dilenyapkan!!"
Danang menuju ke laci rahasianya,ada pistol di sana.Waduh!!Danang memainkan pistol itu didepan jendela,"Paling mereka ada di rumah paman,karena Evi ada di sana!!Aku akan cari kau Adi!!Tunggu kematianmu!!"
Waduh....kini Adi yang diincar Danang.Ati ati Adi!!Berhasilkah Danang melenyapkan saksi kunci yaitu Adi?***see you next eps***
Eps 118 -'- Tabir Kepalsuan :
There Is No Way
-'- There Is No Way = Tidak Ada Jalan
Aku ambil satu saja yang pernah difilmkan dengan judul 'Small Sacrifice' = Pengorbanan Kecil.
-'- Based On True Story....Small Sacrifice
Diane Downs dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1984.Setahun sebelumnya wanita ini menembak tiga orang anaknya yaitu Danny,Christie dan Cheryl karena ingin mendapatkan cinta Robert K,seorang pria yang sudah beristeri.Pada tanggal 19 Mei 1983,Diane membawa mobilnya memasuki UGD sebuah RS di Springfield,Oregon.Didalam mobil tersebut terdapat 3 orang anak yang terluka tembak.Diane mengarang cerita bahwa seorang perampok telah menembak mereka.Tetapi cerita bohong itu terkuak setelah 2 orang anaknya ternyata bisa diselamatkan dokter.Ketika diperiksa oleh polisi,mereka menyatakan bahwa ibu mereka sendiri yang melakukannya.Bagaimana serem mana sama Danang?Kisah nyata lho.Sampai difilmkan pula.
-'- Danang's Apartemen....
Melihat Danang memainkan pistol di jendela,bodyguard yang di mobil segera memberitahu temannya.Bodyguard 1:"Gila!Tuh orang pegang pistol man!!Gawat nih!Kita harus kabari Boss nih!"
Temannya ga percaya lalu ambil teropong mini partnernya,"Iya bro!Tuh orang psikopat kali ya...super nekad.Cepet telpon Boss!Danger!Danger!"
Benigno yang lagi asyik bekerja di ruang kerjanya,kaget juga saat diberitahu.Benigno :"Apa?Pistol?Yakin itu beneran bukan mainan?"
Bodyguard 2:"Yeah beneran lah Boss masak mainan sih!Emang pistol air.Sempat amat main pistol air,emang anak kecil!"
Benigno :"Waduh!Mau bikin ulah apalagi ya dia?Ga ada kapoknya sih!Heran deh!Ga habis pikir!"
Bodyguard 2 :"Boss saya ada ide nih!Boss ga perlu panik.Sebelum dia berulah sama tuh the gun...kita ambil saja tuh senjata Boss.Gimana?Cemerlang ga ide aye Boss?"
Benigno malah mengerutkan dahinya,"Emang kalian ada akal untuk itu?"
Bodyguard 2:"Tenang saja Boss!Kita kan punya Renegade.Dia itu ahlinya serobot menyerobot.Namanya juga mantan copet Boss.Kelas kakap lagi.Boss tinggal tahu beres aja!"
Benigno :"Oke!!Lakukan apa yang kalian bisa untuk cegah ponakan saya itu bikin ulah lagi.Tapi ingat jangan bahayakan nyawa siapapun!"
Bodyguard 2 :"Siap Pak Boss!!Tunggu kabar baik dari kita."
Benigno menutup telponnya.Disandarkannya tubuhnya di kursi,'Kakak tuh ngidam apa ya pas hamil Danang?Kok sukanya nyusahin orang aja.Kapan tuh anak insaf ya?'
Aku tahu jawabannya.Apa?Dondong.Kok bisa?Lho lihat aja buah kedondong.Luar tuh kulitnya halus mulus.Tapi begitu lihat dalamnya weleh....wis kecut nyokrok sisan.Tapi kalo dibuat manisan enak lho.Iya kalo diberi pemanis.Waktu aku kecil aku suka beli es manisan dondong.Jadi kalo beli tuh nanti dapat satu dondong yang sudah direbus dan diberi pemanis.Dondongnya utuh.Wah aku suka banget tuh.Hei...kok malah bahas makanan!Piye tah sampeyan ki?Ups!Sorry guys....kita kan lagi bikin adegan menegangkan bukan mengenyangkan...weleh!Kembali ke laptop....he..he...kamu tuh ngerjain di hp yach...bukan di laptop.O ya bener banget...sorry Ace3 I'm forget.
Bodyguard 2 segera menghubungi si Renegade.Bodyguard 2:"Mr R,ada tugas dari Boss!Tugas lu ambil senjata api alias pistol dari target kita.Lu ngerti kan?"
Renegade :"Wah ini mah keahlian gue banget man!Siap!!"
Bodyguard 2 :"Terserah lu mau pakai gaya apa.Yang pasti tuh orang berbahaya kalo dibiarin bawa senjata api."
Renegade :"Beres.Gue suka nih kalo disuruh beginian...gue kan mantan Copet profesional cie.."
Bodyguard 2:"Iye...cepet kerjain!"
Wah bisa ga ya tuh Renegade ambil pistol Danang?Jadi tegang nih...Renegade :"Beres bro!!"
Danang keluar dari apartemennya.Pistol ia taruh di saku dalam jasnya.Lagi mau jalan turun tangga eh seorang pria bawa pot bunga nabrak dia.Wah baju Danang langsung kotor kena tanah.Danang sewot :"Jalan ga pakai mata lu!"
Renegade :"Sorry bang...mata saya ketutupan tanaman.Wah jasnya jadi kotor..saya bantu bersihin...wah tanahnya ke mana2 lagi ...Sorry banget ya bang..."
Danang sibuk beresin tanah yang nempel di celananya,"Bang...bang...emang gue abang lu apa!"
Renegade dengan lihai mengambil pistol yang terselip disaku dalam jas Danang.Danang lalu pergi menuju mobilnya.Kok Danang ga sadar ya...itulah namanya diatas langit masih ada langit.Renegade melapor:"Barang sudah diamankan.Misi completed."
Bodyguard 2 :"Good job Mr.R!Pasti bakal dapat bonus lu!"
Renegade :"Buat Boss apapun bakal gue lakuin.Dia dah baik banget ama gue."
Bodyguard 2:"Oke...aku akan beritahu Boss kabar baik ini!Target jalan tuh...ayo kita ikuti!"
Renegade :"Beres bro!!"
Renegade menyimpan pistol Danang.Renegade :'Gue ga akan pernah lupa sama kebaikan Pak Ben..dia satu2nya orang yang mau terima gue kerja bahkan bantu keluarga gue saat anak gue mau operasi,kalo ga ada Pak Ben ...mungkin anak gue dah ga ada.Uang dari mana ...gue aja baru keluar dari penjara waktu itu.Pak Ben itu baik banget...'
Wah....Benigno panen nih!Kok panen?Lho saat kita menabur kebaikan,kita pasti menuai kebaikan juga kok.Alias panen!Itu sudah hukum alam!Wah makin ngefans ama Benigno deh...Kapan Danang sadar kalo senjatanya hilang?Kapan...kapan...he..he..Emang Danang mau ke mana?Ke mana...mana....he..he...Penulisnya bikin bete deh!Biarin!Sing nulis juga lagi bete he..he..Capek deh!Mending kita lihat Mr and Mrs Irwan Sutedja aja yuk!Udah kelar belum mesra2nya?
-'- Benigno's House...
Wah...mereka masih di taman,lama amat...Bener2 nih...Bener kata Adi.Apa?5R..apa kuwi?Romantis Romantis Ra Rampung Rampung....ha..ha...Irwan dan Evi sudah duduk kembali di bangku taman.Kali ini Evi yang bersandar di bahu Irwan.Walikan ceritane...
Irwan :"Sayang...Mama ingin kita kembali ke rumah.Kakak kayaknya ga bakal pulang deh.Kasihan Mama sendirian.Bagaimana menurutmu?"
Evi memandang suaminya yang ganteng,"Aku akan mengikutimu.Dimana kau berada di situlah juga aku akan tinggal.Terserah kau saja.Kau adalah kepala keluarga,kau yang putuskan apa yang baik dan yang tidak buat aku dan anak kita.Iya kan dede sayang?"
Irwan yang tangannya selalu membelai perut isterinya tampak gembira saat Evan menjawab dengan tendangan kaki mungilnya.Dung!Irwan :"Wah!!Dia nendang!!"
Evi tersenyum melihat Irwan tampak sumringah,"Belum lahir saja papanya dah girang gini gimana kalo lahir ya?"
Irwan :"Kalo gitu kita pulang ya hari ini juga mumpung belum malem.Gimana?"
Evi :"Iya aku setuju.Lagian Mama pasti masih shock,kasihan kalo ditinggal sendirian.Mama butuh dihibur.Lagian aku juga kangen sama Rizky."
Irwan :"Oh iya...aku juga belum ketemu adikmu itu yach?Gimana ya kabar dia sekarang?"
Evi :"Rizky makin sibuk dengan sekolahnya...suruh nyari binatanglah,tumbuhan pakis,macem2..o..ya kamu tidak makan dulu?Makan dulu yach..kasihan kak Aty sudah susah2 buat bakwan jagung kesukaan kamu lho..."
Irwanpun berdiri dan membungkuk sembari mencium tangan isterinya,"Sure my lady....let's eat first!"
Evi :"Ihhh...aku ga ngerti artinya..."
Irwanpun menerangkan sambil membantu isterinya berdiri,"Sure itu pasti atau tentu,kalo my lady itu Nyonyaku..let's itu ajakan untuk melakukan sesuatu tergantung kata kerja yangengikutinya.Kalo eat itu artinya makan.Ada berbagai jenis makan dalam bahasa Inggris.Ada breakfast untuk pagi hari,biasa kita sebut sarapan.Lunch untuk makan siang.Terus kalo malam hari itu dinner."
Evi :"Lalu first?"
Irwan menggandeng tangan sang isteri sambil berjalan masuk ke dalam,"First itu urutan awal atau biasa diterjemahkan dahulu atau utama.Kalo Evan lahir nanti disebut firstborn atau lahir pertama.Kalau kedua itu second.Ketiga itu third dan seterusnya."
Evi :"Wah...aku jadi paham walau sedikit he..he..."
Irwan :"Gpp...belajar itu seumur hidup...lama2 juga pasti bisa...jangan khawatir kan ada pak guru nih...he.he..."
Evi godain suaminya,"Iya ...mana pak gurunya ganteng lagi jadi semangat belajarnya...."
Irwan tersipu,"Awas lho nanti malah jatuh cinta."
Evi :"Wah...sudah tuh...gimana dong?"
Irwan :"Wah...piye nih masak murid jatuh cinta ama gurunya?Mirip serial Yoko dong."
Evi :"Moga cinta kita melegenda seperti serial itu ya..."
Irwan :"Amin."
/Benci dan cinta selalu menyatu...tak berharap kan berakhir.../ost.ROTCH
Mereka lalu bertemu Aty di dapur,"Wah...pasangan romantis abad ini sudah selesai ya curhat2nya?"
Evi :"Kak Aty habis makan,beres2 ya kita kembali ke rumah!"
Aty seneng banget dengernya,"Bener Boss Muda?Kita balik ke rumah sama Nyonya Ratu...wah asyik nih..."
Adi yang datang heran melihat Aty girang nian,"Girang amat kau?Kayak dapat durian runtuh aja..."
Aty:"Dasar manusia lekecek...doain aku ketiban durian.Awas kamu ya!"
Adi makin heran,"Lho piye sih dikasih peribahasa kok malah ngamuk...makanya..kalo pelajaran bahasa Indonesia jangan tidur!Kebanyakan tidur sih pantes bengkak..."
Aty :"Wah bengkak2in orang juga...timbang kamu kayak cagak thing...wueeek."
Evi sama Irwan sampai geleng2 kepala melihat tingkah mereka.
Irwan :"Apa Adi biar tinggal di sini aja ya?Soalnya kalau bersama mereka ribut terus.Lihat aja tuh!"
Evi :"Tapi aku suka lihat mereka ribut gitu ...lucu dan seru.Suasana jadi rame kalo ada mereka."
Benigno tiba2 menyahut,"Isterimu benar Wan.Kalo Adi di sini kasihan dia,aku kan kerja.Dia bakal nglangut di sini.Terus kita harus memecah konsentrasi pengamanan.Bagaimanapun juga Danang pasti mengincar dia.Dia kan saksi kunci.Lebih baik jika ia bersamamu jadi pengamanan akan terpusat di rumahmu.Ia juga bisa bantu2 Aty he..he..."
Adi yang jadi bahan pembicaraan masih ga ngeh,"Kalian ngomongin apa sih?Kok aku disebut2?"
Aty :"Ge er!Sok penting lu..."
Adi :"Lho jangan salah jelek2 gini aku tuh punya penggemar lho...banyak lagi...he..he.."
Irwan :"Ini lho Di,aku mau balik ke rumahku.Kamu mau di sini apa mau ikut aku?"
Adi :"Aku ikut kamu aja ya bro...aku ga masalah dijadiin tukang kebun atau tukang bersih2.Jadi kalo kamu butuh aku untuk menyerahkan diri ke polisi gampang nyarinya.Tinggal ambil lalu dicengkiwing kithing2...jeblosin deh ke penjara...the end."
Aty :"Kamu tuh ngomongin penjara kayak enteng aja.Penjara itu bukan hotel tahu!"
Adi :"Penjara itu hotel ya ...lihat aja para koruptor dan penjahat2 ada lho yang fasilitasnya kayak hotel bintang lima.Kamu sih ga pernah nonton patroli,buser,sergap dan bedah kasus.Lihatnya doraemon ama spongebob.Ama itu Dragon ball juga Upin Ipin.Ya bener ....modelnya jadi antik gini!"
Aty :"Berani ngatain aku antik!!Wo tak kame hame tahu rasa kamu....Ka...me...ha..me....!!Dengan kekuatan bulan akan menghukummu!"
Benigno+Irwan+Evi langsung koment,"Weleh...."
Adi malah ngacir duluan ke ruang makan.Adi :"Kabur ah...awas ada gorila ngamuk!!"
Wah seru amat kalo ada mereka berdua ya...Aty ngejar Adi sambil teriak,"Dasar jin kura2!!Sini kau!!"
Pantes banyak yang ga rela kalo Adi hilang dari peredaran.Gimana kalo di kediaman Sutedja yach?Apa juga heboh?Setidaknya Danang sudah ga punya senjata apialias harmless.Buat semua yang suka Adi,seneng kan?Tapi benarkah Danang ga punya jalan lagi buat nyakiti orang?***see you next eps***
Eps 119 ":" Tabir Kepalsuan :Light In The Darkness
IDA IRWAN SUSANTI·3 OKTOBER 2015
":" Tabir Kepalsuan":" Eps 119
":" Light In The Darkness = Cahaya di Dalam Kegelapan
Seorang pengusaha yang sudah tua memanggil tiga orang anaknya.Ia hendak membagi warisannya.Ia mempunyai banyak sekali harta namun ia hanya akan mewariskan perusahaannya kepada anak yang mampu memenuhi keinginan terakhirnya.Ketiga anaknya heran.Lalu sang pengusaha itu berkata bahwa barang siapa dari ketiga putranya yang mampu memenuhi sebuah ruangan yang gelap dengan suatu benda dengan cost yang terendah dialah pemilik perusahaannya.Wah prinsip ekonomi nih.Dengan biaya serendah mungkin mendapatkan hasil sebesar mungkin.Wah ketiga anaknya berpikir.
Anak pertama memenuhi ruangan kosong itu dengan jerami,lalu anak kedua memenuhi ruangan itu dengan kapas.Giliran anak ketiga.Ia tidak membawa apa2 selain sebuah lilin dan korek api.Dinyalakannya lilin itu dan ruangan yang semula gelap gulita itu menjadi terang benderang,penuh cahaya.
Sang ayah tersenyum dan berkata,"Putraku yang pertama,kau membawa jerami.Memang memenuhi ruangan tapi kau butuh biaya akomodasi dan produksi yang tinggi.Putraku yang kedua,kau membawa kapas.Memang ringan biaya akomodasinya tapi masih tetap tinggi harga bahannya karena kapas itu mahal.Tapi aku bangga pada putra ketigaku ia sangat cerdas jelas seorang yang sangat managerial,ia telah memenuhi ruangan dengan cahaya.Costnya paling rendah.Karena satu lilin saja sudah membuat ruangan penuh dengan cahaya.Perusahaan kuserahkan padamu, putra ketigaku.Aku percaya kau akan mengelola dengan baik."
Gpp ya prolognya panjang dikit?Kegelapan akan menyingkir bila ada cahaya.Siapakah yang dimaksud di eps ini?Yuk kita langsung ke cerita utama aja.
":" Benigno's house....
Sesudah makan,Aty segera beres2 dibantu Adi.Evi yang mengarahkan.
Evi :"Kak Aty,jangan sampai ada yang lupa ya?Periksa lagi sebelum dimasukkan ke dalam mobil."
Aty :"Beres Nyonya muda!Tapi apa Nyonya muda ga takut sama Tuan Danang kalo kembali ke sana?"
Evi memasukkan peralatan riasnya,"Kata Irwan,kakaknya itu ga bakal berani pulang ke rumah setelah tadi akhirnya Mama tahu semua perbuatannya selama ini."
Aty yang memang sudah diberitahu Adi soal kejahatan Danang,jadi merasa kasihan pada Nyonya Besarnya.
Aty :"Saya jadi kasihan sama Nyonya Ratu.Padahal beliau kan sayang banget sama Tuan Danang.Waktu Boss Muda menghilang dulu,setiap hari itu harus ada menu kesukaan Tuan Danang,biar dia betah di rumah.Saya aja shock tahu kebenarannya apalagi Nyonya Ratu.Pasti hancur banget hatinya...saya malah jadi khawatir Nyonya Muda.Ntar kayak jaman Boss Besar tiada dulu.Nyonya Besar berhari2 ga doyan makan.Hanya mau makan kalo Boss Muda yang suapi.Aduh...jadi sedih saya..."
Evi :"Makanya saat Irwan ngajak pulang aku langsung mau.Kasihan Mama...walau Mama bukan mama kandung aku tapi Mama sudah seperti mamaku sendiri.Irwan sayang banget sama Mamanya maka aku juga akan berlaku sama."
Aty lalu menyerahkan barang yang sudah dipacking kepada Adi yang nunggu di luar kamar.
Adi :"Kok matamu sembab gitu?Dimarahi Nyonya cantik ya?Kapok lu!Makanya jangan sok profesional jadi orang!!"
Aty :"Siapa yang dimarahi?Nyonya Muda mah baik orangnya kagak pernah marah apalagi bentak2."
Adi :"Terus kenapa tuh pakai acara hujan buatan he..he..?"
Aty :"Aku lagi sedih mikir Nyonya Besar aku..."
Adi :"Wah..Nyonya yang mana lagi tuh...apa badannya lebih besar dari lu?Sebentar ...gue bayangin dulu...kalo lu aja segede gini...berarti...dia lebih gede lagi dong?"
Aty malah berkacak pinggang,"Enak aja ngatain badan aku gede...ini itu namanya body biola..."
Adi :"Iye...lihatnya dari Hongkong pakai sedotan...weleh..."
Adi lalu ngacir ke depan sebelum dikame hame sama Aty.Sementara itu Benigno bicara dengan Irwan di ruang kerja.Benigno menceritakan semua perkembangan tentang Danang.Termasuk juga mengenai senjata api.
Irwan :"Sebaiknya Om juga tinggal di rumah aku untuk sementara.Irwan ga mau jika Om kenapa2.Lagian dirumah kamarnya banyak banget.Mama juga pasti seneng bila Om di sana.Bagaimana menurut Om?"
Benigno menghela nafas,"Pemikiranmu benar juga.Mungkin saat ini anak buahku bisa merebut senjatanya Danang tapi tuh anak kadang punya ide yang aneh2.Kurasa Om ikuti saran kamu aja deh.Sebentar Om packing dulu yach."
Irwan lega pamannya setuju pada idenya.Ia memandang ke arah foto2 yang terpajang di dinding ruang kerja Benigno.Ada foto saat mereka di Singapore sedang perjalanan bisnis.Irwan bersyukur punya paman sebaik Benigno.
Irwan :'Irwan bersyukur banget punya paman sebaik Om...Irwan juga tak akan biarkan siapapun menyakiti Om...tidak akan!!'
Wah...aku juga ga rela kalo ada yang nyakitin Benigno!!
":" Eh...siapa juga yang minta pendapat you??!!Weleh....Sementara itu,mobil Danang sudah tiba di dekat area rumah Benigno.Ia menunggu sampai ada mobil yang keluar.
Danang :'Kalo nanti ada mobil yang keluar,akan kuikuti lalu kupepet terus kutembak.Dor!Koid deh...bagus kalo dapat Adi kalo kena Irwan atau yang lain kagak peduli gue....gue udah terlanjur basah sekalian aja ciblon...ha..ha...'
Kayaknya Danang tuh sudah stress tingkat tinggi deh.Bukan lagi ...itu mah stress tingkat dewa.ha..ha...Weleh...Tak lama kemudian,dua unit mobil keluar dari rumah Benigno.Yang depan mobil para bodyguard bawa Adi sama Aty.Lalu mobil kedua mobilnya Benigno bawa Irwan sama Evi.Akhirnya pergi juga mereka ,kembali ke kediaman Sutedja.Back to nature...Melihat dua mobil keluar Danang segera menunduk,biar ga konangan.Danang..Danang...padahal kalo kamu perhatiin yach...habis tuh dua mobil keluar,mobil lain yang parkir di situ langsung ikut bergerak lho.Mobil di sekitar kamu tuh mobilnya bodyguard semua.Kagak nyadar lu ada di sarang macan?Atau kayak judul buku...seperti anak perawan di sarang penyamun...weleh..Danang dengan segera mengikuti dua mobil itu.
Danang :"Siap2 kalian!!Aku akan habisi kalian!!Nothing to lose mau kena siapa!!Siapin dulu senjatanya..."
Danang nyari pistolnya,"Lho?Kok di saku dalam aku ga ada?Perasaan gue taruh di sini tadi?Apa jatuh?Piye sih mau dipakai action barang malah ngilang!!"
/Mana dimana anak kambing saya?Anak kambing Tuan ada di Surabaya 
Mana dimana jantung hati saya 
Jantung hati Tuan ada di depan mata ca...ca marica he..he..caca marica he..he/lagunya siapa ya?Maaf lupa ...weleh...maaf juga kalo salah lirik...
Karena bingung nyari senjatanya,Danang ga konsent nyetir.Sehingga.....Moga2 tabrakan ama container apa trailler gitu...sadis lu...gen...kapok..Danang ga melihat jalan,matanya meleng dan alhasil mobilnya kaget saat ada tukang bakso mau nyebrang.Danang banting setir malah hampir nabrak mobil pengangkut ayam2 yang mau dipotong.Cieeet...Brakk!!Mobil ayam potongnya coba banting setir juga tapi malah terguling.Pitike mlayu kabeh,"Petok!!Petok!!....petok!!"
Ga cuma itu tukang baksonya juga kaget sehingga gerobak dagangannya dilepas gitu saja.Wah gerobaknya guling juga.Baksone gelinding kabeh....thuing...thuing...untung belum nyalain gas.Kalo sudah pasti kobongan.Evi dan Irwan yang denger suara tabrakan langsung nengok ke belakang.
Evi :"Suara apa itu ya?Jangan2 terjadi kecelakaan?"
Irwan :"Apa yang terjadi Om?"
Benigno segera menghubungi anak buahnya,"Ada apa di belakang?"
Bodyguard :"Itu Boss target berulah,meleng saat nyetir.Hampir nabrak mobil pengangkut ayam.Untung mobilnya target bagus kalo ga dah celaka dia.Kayaknya peringatan dari Yang Di atas nih..."
Benigno :"Kalian gpp?"
Bodyguard :"Aman Boss.Terus gimana nih Boss?"
Benigno :"Kamu tetep ikuti dia.Renegade juga.Yang lain kawal kita terus.Mengerti?"
Bodyguard:"Siap 86!!"
Irwan meraih Evi dalam rengkuhannya :"Gimana Om?"
Benigno :"Ada pengemudi mobil yang yakyakan.Biasa anak muda zaman sekarang.Tenang saja di belakang ada team pengaman kita kok.Kalian tenang saja.Situasi aman terkendali."
Evi lega begitu juga Irwan.Irwan menyandarkan kepala Evi di bahunya,cie....ga di kamar ,di taman,eh di mobil juga... tetep aja mesra.
Irwan :"Jangan cemas Sayang.Aku ada di sini.Di sisimu.Aku akan menjaga kalian semua."
Evi menggenggam jemari suaminya,"Hatiku tenteram jika kau ada bersamaku,Irwan."
/Kemesraan ini janganlah cepat berlalu...jangan berlalu...Hatiku damai...jiwaku tenteram disampingmu....hatiku damai ...jiwaku tenteram bersamamu.../Kemesraan.
Kalo adiknya lagi mesra lha kakaknya?Danang tak mau dilabrak sama sopir mobil pengangkut ayam dan sama tukang bakso,langsung kabur dari lokasi.Tentu saja dimaki2 wong akeh,disumpah2i malah.
Sopir mobil ayam:"Wo..bocah lenyeng!!Ora tanggung jawab malah minggat!!Manusia ra duwe perikemanusiaan.!!Ra duwe ati!!Taksumpahin kamu ketabrak trailer!!Matiya sisan!!"
Tukang baksone juga mesake nian,"Piye ki le...Dagangane bubar kabeh...apes...apes!!Tak dongaken...sing nabrak mau ya apes...penyet kaya baksoku iki..."
Hati2 kau Danang,kutuk kalo ada alasane biasane kena lho.Ja main2 ama lidah makane,dadi kapok lho!Bener kata ayahku,hidup dan mati dikuasai lidah.Jadi jangan sering menggemakannya.Danang berhasil tiba di sebuah area yang dirasanya aman buat berhenti sejenak.
Danang,"Sial!!Hampir saja...Tapi kok pistol aku bisa hilang yach?"
Danang lalu mengingat semua peristiwa yang terjadi sesudah ia keluar dari apartemen.
Danang :'Apa orang itu yang ambil yach...?Cuma kejadian itu yang paling mencurigakan.Tapi buat apa orang itu ngambil senjata aku?Bagaimana dia tahu aku punya senjata?Kecuali...sial!!Ternyata selama ini aku dimata2i.Sial!!Siall!!'
Danang memperhatikan sekitarnya.Memang ada yang agak aneh.Wah Danang tahu semua deh...kebuka semua deh...Terang Philip nih...!!
":" Kediaman Sutedja....
Adi terperangah melihat rumah keluarga Sutedja,"Wow!!Ini rumah apa istana ?Gede banget?"
Aty terkekeh,"Sudah jangan mangap terus ntar lalat masuk lho...diare lu."
Adi masih melongo super o....m....g....Para pembantu segera bantu nurunin barang.Aty yang koordinir.Wah kayak komandan tenan.Semua pembantu sumringah lihat Boss mudanya come back.Irwan tentu saja menyapa dengan ramah semuanya.Tak lupa sambil gandeng mesra sang isteri.Para bodyguard standby.Benigno dikabari anak buahnya perihal Danang yang sepertinya sudah tahu keberadaan mereka.
Benigno :"Tetep saja awasi.Aku yakin dia pasti masih bikin ulah lagi.Jangan sampai kehilangan jejak!Suruh Renegade menemuiku.Ganti posisinya dengan orang lain!"
Bodyguard :"Siap Boss!"
Benigno jadi khawatir dengan Ika.Wah...sempat amat mikir Ika.cie....Dihubunginya Ika.
Benigno :"Kamu belum pulang Ka?"
Ika :"Sebentar lagi Pak.Nanggung nih kurang dikit.Wah tadi saya lihat Pak Ben di tv,keren banget Pak.O ya Pak,Bapak masih menjabat di kantor cabang kan?"
Benigno :"Sementara masih.Mungkin nanti bakal digabung sama Presdir.Jadi akan dihandle langsung dari HO.Tunggu sampai Pak Presdir bisa fokus kerja.Kurasa bakal banyak perubahan.Kamu pulang bawa mobil sendiri kan?"
Ika :"Iya Pak.Kan Bapak sudah ajari saya."
Benigno :"Kamu jangan kemana2 ya.Aku ke kantor sekarang!Tunggu aku!"
Ika :"Lho Pak?...Pak?...yeah ditutup."
Benigno pamit sama Irwan mau ke kantor bentar.Irwan cuma mengangguk.Ia yakin pamannya itu pasti ada urusan penting.Irwan malah heran kok Mamanya ga kelihatan.Biasanya keceriaan sang Mama sudah menyambut bila ia tiba di rumah.Dimanakah Inul?***see you next eps***
Eps 120 ÷=÷ Tabir Kepalsuan : Flower of The Grass

=<= Tabir Kepalsuan <>< Eps 120<>< Flower of The Grass = Bunga Rumput

<>< Kediaman Sutedja....
Irwan bertanya pada para pembantunya dimana Mamanya.Mereka menjawab kalau Inul begitu datang langsung masuk kamar.Irwan malah jadi khawatir,"Aku mau ke kamar Mama dulu,Sayang.Aku mencemaskan Mama."
Evi :"Mama pasti sedih.Hiburlah Mama.Bicaralah dari hati ke hati dengan Mama.Aku yakin Mama akan mendengarkanmu.Aku akan ke taman.Kangen lihat tanaman.Ga tahu nih sejak hamil,aku suka sekali lihat tanaman.Mungkin anak kita bakal jadi pecinta tanaman kali yach..."
Irwan :"Mungkin anak kita akan jadi pengusaha industri hijau.Industri yang ramah lingkungan.Baiklah aku akan ke kamar Mama.Moga Mama gpp."
Irwan membelai pipi isterinya lalu melangkah menuju kamar Mamanya.Evi melangkah pelan2 menuju taman belakang.Aty mendekatinya,"Nyonya muda,saya temani yach?"
Evi :"Kak Aty beresin kamar saya saja.Kalau sudah beres,tolong bawakan saya cemilan dan juice buah yach...ke taman belakang."
Aty :"Siap Nyonya muda.Sekalian saya mau tunjukin kamarnya Mr.Bunga Duren ini lho Nyonya."
Adi yang sejak tadi gumun lihat kemegahan rumah Irwan jadi heran mendengar kata2 Aty barusan,"Siapa Mr.Bunga Duren?Pasti orangnya berduri ya,berbahaya ya..?"
Aty ketawa,"Ya kamu itu orange...ha..ha..."
Adi malah makin bingung,"Kok bisa?Emang wajah aku kayak duren apa?Wajah ganteng2 begini dibilang kayak duren,tega nian..."
Adi malah langsung nyanyi:/Sungguh teganya teganya teganya pada diriku...Anggur merah yang selalu memabukkan kuanggap belum seberapa dahsyatnya...bila dibandingkan dengan senyumanmu membuat aku lesu darah.../Anggur Merah.
Aty :"Malah konser!!Tak kasih tahu ya...bunga duren itu namanya pas banget sama situasi kamu saat ini..."
Adi :"Situasi aku...?"
Aty :"Iya ...tuh kamu gitu lagi...dlongop...kembang duren itu namane dlongop.Makane kalo di kelas jangan bikin pulau terus...he..he..."
Adi malah dlongop beneran.Apalagi saat dikasih lihat kamarnya.Makin super o...melongonya.
Adi :"Wah ini kamar aku?Apa ga salah nih?Jangan2 ini kamar Mr.Milyarder lagi?Bagus kali..."
Aty tersenyum,"Ini kamar tamu ya...Kalo kamar Boss Muda wah...jangan ditanya lagi bagusnya...jelas lebih lux lah ....kamar utama gitu loh..."
Adi langsung merebahkan badannya di tempat tidur,"Kenapa aku ga bertemu Mr Milyarder itu sejak dulu yach?Pasti hidupku bakal hoki kayak dia..."
Aty :"Wis ga usah disesali...masih mending bisa bertemu dan akrab seperti sekarang.Kamu tuh beruntung banget lho.Kalo aku jadi Boss Muda sudah kulaporin kamu ke polisi sejak dulu."
Adi :"Untung kamu cuma pembantu...kalo kamu jadi boss bisa2 makan darah aku...ntar aku bakal jadi ggs...ganteng2 serigala...ha..ha..aku bakal jadi vampire...Aty...aty....hi..hi..."
Aty langsung kabur melihat Adi bertingkah seperti vampire di film2 China.Meluruskan tangan kedepan lalu mencolot2...weleh.Kita lihat Irwan aja yuk..Ketemu dengan Mamanya ga?Irwan mengetuk kamar Mamanya tapi ga ada sahutan,"Ma...Mama..Irwan ini Ma...Irwan masuk ya?"
Irwanpun masuk,"Mama...kok sepi...kemana Mama?Apa di kamar mandi?"
Irwan menuju kamar mandi tapi juga tak ada orang.Irwan makin cemas,"Kemana Mama ya?"
Irwan lalu menuju kamar Danang.Ia pikir mungkin Mamanya merasa bersalah telah menampar Danang jadi ia menyesal dan menyendiri di kamar kakaknya itu.Irwan membuka pintu kamar Danang,"Mama...di sini juga kosong...kemana Mama?Coba aku tanya security."
Irwan memencet line security depan,tiap kamar memang dilengkapi telepon.
Security :"Pos Depan,Selamat sore!"
Irwan :"Selamat sore Pak!Apa Mama saya keluar rumah kok dimana2 tidak ada?"
Security :"Oh...Boss Muda...Tidak itu Boss Muda.Apa perlu saya cek cctv?"
Irwan :"Ide bagus Pak.Segera laporkan saya bila melihat Mama saya!Saya akan tanya ayah mertua saya mungkin beliau tahu..."
Irwan menuju kamar ayah mertuanya.Ayah Hamdan sedang bersama Rizky.Mereka seneng banget lihat Irwan kembali.Apalagi Rizky langsung menghambur memeluk Irwan kayak meluk kakaknya aja.
Rizky :"Kak Irwan!!Aku kangen banget sama kakak!!"
Irwan terharu disambut dengan hangat oleh keluarga isterinya,"Kakak juga kangen sama keusilan kamu,Ky!"
Rizky kemudian ingat saat Evi seperti mayat hidup dulu,"Kakak ga akan pergi lagi kan?Jangan tinggalin kak Evi,Kak!Aku ga tega lihat kak Evi ...sedih banget kak...Jangan pergi lagi ya Kak?"
Irwan menepuk2 punggung Rizky,"Sudah jangan nangis...kakak ga akan pergi lagi...kakak akan selalu bersama kakakmu.Kakak sangat mencintai kakakmu.Percaya sama kakak."
Ayah Hamdan terharu melihat mereka berdua,"Selamat datang Nak Irwan.Ayah senang kau kembali ke rumah.Evi mana?Apa dia tidak ikut pulang kemari?"
Rizky yang nyeletuk,"Ga mungkin kak Evi ga ikut Ayah...Mereka kan selalu bersama kemana2...Namanya juga pasangan romantis abad ini he..he.."
Irwan mencubit hidung Rizky,"Usil ya kamu ....Evi ikut kok Ayah...oh ya..Ayah lihat Mama?"
Ayah Hamdan :"Tadi sih langsung ke kamar..."
Irwan :"Di kamar tak ada Ayah."
Ayah Hamdan :"Paling di dapur.Mamamu kan suka nyoba resep masakan."
Rizky :"Yuk bantu nyari Yah!"
Ayah Hamdan dan Rizky lalu ikut bantu Irwan nyari Inul.Makanya punya rumah jangan gede2...he..he..Mereka bertiga gerilya mencari Inul.Di dapur juga ga ada.Malah para pembantu kaget karena Irwan sidak ke dapur.
Irwan :"Ada yang lihat Mama saya?"
Pembantu 1 :"Sejak tadi saya di dapur Boss Muda.Tidak lihat Nyonya Ratu masuk sini."
Irwan :"Yang lain ada yang lihat ga?"Pembantu 2 :"Tadi saya lihat Nyonya Ratu keluar kamar tapi saya tidak tanya mau kemana.Soalnya Nyonya tidak bawa tas.Saya pikir paling jalan2 di taman."
Pembantu 3 :"Nyonya Ratu juga tidak mau makan lho Boss Muda.Sejak datang tadi sampai sekarang belum makan apapun.Kami jadi khawatir.Kami tanya, kata Nyonya belum lapar."
Pembantu 4 :"Wajah Nyonya juga sedih Boss Muda.Tidak ceria seperti biasanya."
Irwan makin cemas dengar laporan para pembantunya,'Ke mana Mama?..Apa yang terjadi dengan Mama?'
Rizky :"Ga telpon hpnya aja Kak?"
Irwan :"Hpnya di kamar,ga dibawa.Kalian semua nyebar cari Mama saya okay!"
Rizky :"Aku sama Ayah akan nyari area depan kak!Ayo Yah!"
Ayah Hamdan segera mengikuti Rizky.Irwan menuju ruang kerjanya.Ia mau lihat lewat monitor kamera cctv.Dimana sih Inul?Untuk tahu jawabnya kita harus mengikuti satu tokoh eh dua ding...piye sih 1 apa 2?/Satu atau dua...pilih aku atau dia ..../Lagune siapa ya?weleh...
Evi melangkah menuju taman belakang,niatnya mau ngobrol ama Evan,biasa soal tanaman.Eh ...alangkah terkejutnya Evi melihat siapa yang ada di sana.Sapa?...Ya..yang barusan jadi wanted.Mamanya Irwan.Inul tampak sayu dan kosong tatapan matanya.Mengulang sejarah Evi kayaknya.Tekan India barang lho...itupun nulise pa bener...ha..ha...
/Humko humise churalo...dil me keitum chupalo..hamka kele...ha...aa../Ost.Mohabbatein.
Malah guyu lagi ada orang sedih barang kok malah cengengesan.Yuk lihat apa yang terjadi selanjutnya...!
Evi mendekati ibu mertuanya itu,"Mama...disini?"
Inul agak kaget juga disapa menantunya,"Evi?Kamu pulang?Irwan mana?"
Evi lalu duduk disamping Inul,"Irwan nyari Mama ke kamar,tumben Mama di taman?Mama baik2 saja?"
Inul tersenyum getir,"Mama cuma lagi pingin lihat awan...mereka itu terlihat dekat padahal begitu jauh.Terkadang hubungan manusia juga begitu.Orang yang kita pikir dekat ternyata begitu jauh dari perkiraan kita."
Evi mengerti Inul sedang bicara tentang Danang,"Mama bicara tentang kakaknya Irwan bukan?"
Inul menghela nafas,"Aku merasa gagal sebagai seorang ibu.Aku benci diriku...aku ini ibu macam apa?Aku bahkan tidak mengenal putraku sendiri...Apa gunanya aku ada di dunia ini...?"
Evi meraih Inul dalam pelukannya,"Mama jangan berkata begitu...Evi tahu ini masa yang sulit buat Mama buat kita semua...Tapi jangan sampai kita menjadi tawar hati dan kehilangan semangat hidup.Kegagalan itu hal yang biasa dalam hidup Mama...Siapapun pernah mengalami kegagalan."
Inul menangis dibahu menantunya,"Aku ini kurang apa sama Danang....kenapa ia tega menyakitiku seperti ini?"
Evi membiarkan Inul menangis seperti ia membiarkan Irwan menangis saat di rumah Benigno.Inul mengusap air matanya,"Kamu tahu Vi,perasaan Mama saat ini seperti saat Mama kehilangan ayahnya Irwan.Rasanya itu hampa...sepi sekali...seakan Danang itu sudah pergi jauh sekali ninggalin Mama.."
Evi :"Waktu ibu Evi meninggal,Evi juga merasa hampa...hidup seperti tak punya tujuan lagi.Semuanya penuh kesedihan.Penuh dukacita.Sampai kemudian Evi melihat Rizky,melihat Ayah Evi...ibu Evi memang sudah tiada tapi mereka masih ada...mereka butuh Evi untuk melanjutkan kehidupan...Hidup adalah anugerah.Kita harus menghargai pemberian Tuhan.Evi lalu bangkit...Evi punya tujuan hidup baru...memelihara keluarga Evi.Mama juga harus bangkit...Mama jangan lupa bahwa putra Mama ada dua...Mungkin putra pertama Mama mendukakan hati Mama tapi  Mama jangan larut dalam kesedihan dalam kedukaan,apalagi sampai larut dalam keputusasaan.Mama masih punya putra kedua Mama,Mama masih punya Irwan...Irwan butuh Mama,apalagi sebentar lagi Mama akan punya cucu...Tidakkah itu cukup membuat Mama punya tujuan hidup?Apa Mama tidak ingin melihat cucu Mama?Anak Evi dan Irwan?Mama juga punya Evi,putri Mama...Evi sudah kehilangan mama kandung Evi,Evi tak mau kehilangan lagi.Evi mohon Ma,jika Tuhan mengizinkan krisis ini terjadi maka Ia akan memberi kekuatan pada kita untuk menanggungnya."
Inul memandang menantunya,"Tapi hatiku sangat pilu saat ini..semua ini membuat aku sedih..."
Evi menunjuk ke arah rerumputan,"Lihatlah bunga rumput itu Mama!Umurnya sangat pendek...pagi dia segar ceria tapi begitu sore dia sudah layu...Lalu untuk apa keindahannya?Untuk apa ia ada?Untuk apa pula Tuhan mendandaninya begitu indah?Hidup manusia seperti itu...begitu singkat.Bunga rumput itu tetap ceria lagi esok pagi.Ia menghargai hidupnya yang singkat.Ia tidak tawar hati.Ia bersyukur atas pemberian Tuhan.Mama...lihatlah matahari!Ia setia muncul di pagi hari.Ia menyinari mereka yang baik dan mereka yang jahat.Percayalah Mama,selama masih ada nyawa masih ada harapan.Masih ada harapan untuk semuanya.Bangkit Mama...kami semua butuh Mama.Apalagi Irwan.Banyak sekali tanggung jawab yang harus ia pikul,Irwan butuh nasihat Mama,butuh petunjuk dari Mama,dan yang terutama butuh kasih sayang Mama.Evi juga butuh Mama untuk mengajari Evi bagaimana menjadi seorang ibu yang baik..."
Inul :"Tapi aku bukan ibu yang baik,sayang..."
Evi :"Mama salah...Lihatlah Irwan,siapa yang tidak bangga melihat dia?.Siapa yang tidak kenal dia?Siapa yang tidak kagum padanya?Mama adalah kunci dibalik kesuksesan Irwan...Mama ibu yang baik...karena Irwan anak yang sangat baik.."
Irwan yang sejak tadi mendengar percakapan mereka dari balik pohon akhirnya tak mampu menahan hatinya lagi,"Itu benar Mama...Irwan butuh Mama..."
Inul berkaca2 melihat putra bungsunya,"Ir..wan...putra Mama..."
Inul menghambur ke pelukan putranya itu,tangisnya pecah di sana.Evi ikut berkaca2 melihat ibu dan anak itu.Inul :"Maafkan Mama...Mama janji Mama akan menjaga hati Mama...karena Mama masih punya kau Irwan,Mama masih punya Evi juga cucu Mama.Mama juga yakin bahwa masih ada harapan untuk kakakmu bisa berubah.."
Irwan lega mendengarnya,"Iya Mama...Irwan senang mendengarnya."
Irwan memandang ke arah isterinya dengan tatapan penuh terima kasih.Diulurkannya sebelah tangannya dan Evipun menyambutnya.Tangan Irwan memeluk dua orang wanita yang sangat ia cintai.Irwan menggenggam tangan isterinya,'Betapa aku makin mencintaimu Sayang.'
Aty yang datang membawa cemilan dan juice ikut terharu melihat adegan itu Irwan menyuruh Aty mendekat,"Sekarang Mama makan yach?Irwan akan suapi Mama.Kebetulan nih kak Aty bawa makanan.Mau ya?"
Inul mengangguk.Evi tersenyum melihatnya.
Irwan:"Kak Aty tolong siapkan makan Mama ke kamar yach."
Aty :"Siap Boss Muda."
Aty lalu menyerahkan juice dan cemilan yang dibawanya kepada Evi.Inul yang memakan cemilannya.Disuapi Irwan pula.Mamanya manja he..he..Wah semangat hidup Inul kembali karena perkataan Evi yang baik.Akankah Danang juga akan menghargai hidup seperti Inul?Bagaimana pula dengan Benigno?***see you next eps***