Part 331--I AM
HIS QUEEN
He shall come....
Rani bahagia sekali video call sama Vino dan Laras,"Lihat
Man!Mereka baik2 saja.Mereka tidak ikut pesawat itu."
Anabella datang bawa laporan,"Bu Rani.Ternyata Tuan Vino dan
mbak Laras tidak ada dalam daftar penumpang pesawat naas itu.Saya dapat info
mereka melakukan reschedule jadwal penerbangan diubah ke ..."
Rani malah memeluk Anabella dengan penuh bahagia,"Mereka
selamat Anabell...mereka batal ikut penerbangan pagi."
Anabell jelas kaget,'Tadi marah2 sekarang kok malah meluk saya
bahagia gini?'
Rani berkaca2 mengungkapkan kelegaannya,"Untung saja Laras ga
enak badan sehingga Vino menunda keberangkatan mereka.Menantuku itu memang
membawa keberuntungan bagi Vino.Bahkan dalam kelemahannya putraku lolos dari
bahaya.Vino memang tidak salah pilih."
Norman dan Anabell setuju.Manggut2 semua.Rani kasih perintah
lagi,"Sekarang aku mau kalian siapkan pesawat pribadi untuk menjemput putraku
dan menantuku pulang kemari.Saya tidak mau mereka naik penerbangan
komersil.Cepat lakukan perintah saya."
Cap cus deh keduanya.Sementara itu Laras minta Vino habisin
semua makanan yang dipesan,"Astaga sayang ini banyak sekali.Perut aku mana
muat?"
Laras manyun,"Kamu yang pesan.Tanggung jawab dong."
Vino malah julit,"Lho aku kan sudah tanggung jawab atas
perbuatanku terhadapmu...he..he.."
Laras berkacak pinggang,"Vino....jangan ngalihin
topik...pokoknya aku mau semua makanan ini habis.Entah gimana caranya..."
Wah Vino serem juga,'Bawaan bayi kali ya?Ikutin aja.'
Vino ada ide manggil semua bodyguard dia,"Bim!Kalian semua
sini!!"
Gruduk datang semua,"Kalian aku perintahkan habiskan makanan
di meja ini sekarang.Yang paling banyak aku kasih bonus.Aku ikutkan salary
bulan ini.Ready?"
Wah langsung deh disikat semua hidangan di meja dalam
hitungan menit,langsung clean sheet.Laras sampai terpana sedangkan Vino duduk2
dengan santainya,"Gimana sayang?Cemerlang kan ide suami kamu ini?Oh ya hello
dedek sayang gimana ide papa brilian kan?Ehmm...kamu ntar harus nurunin
intelegensi papa ini.Oke?"
Laras ngaku kalah deh.Lawan Vino.Hmm...
Akhirnya pesawat pribadi tiba dan masuklah rombongan Vino ke
dalamnya.Laras duduk dengan nyaman malah bisa tiduran.Weleh..Tbc
Part 332**I AM HIS QUEEN
We will return...
Bimo ga ikut naik pesawat,"Selamat jalan Mas Vino,Mbak
Laras.Semoga selamat sampai Jakarta.Saya hanya bisa mengantar sampai sini
saja."
Vino merangkul pengawal utamanya itu,"Makasih ya Bim...kamu
udah jagain kami sampai disini.Titip Ayah mertuaku ya?"
Laras juga berpesan,"Soal kehamilanku biar kusampaikan
sendiri ya Pak Bimo..Jangan biarkan ayahku kecapekan ya...Makasih Pak
Bimo."
Pesawatpun berangkat menuju Jakarta.
Sambil mengelus perut sang isteri,Vino berkata,"Kalau saja
kamu ga bikin mama kamu mual dan muntah,papa sama mama pasti udah naik pesawat
yang alami musibah itu sayang..."
Laras juga bersyukur banget mereka dihindarkan dari
kemalangan,"Anak kita dari dalam perut aja dah heroik kayak
papanya...alamat anak papa nih..."
Vino jelas bangga,"Ya iyalah...Ntar kalau lahir harus
menyandang nama papanya dong...Alvino Adijaya..."
Laras tersenyum,"Pasti Vin..."
Sementara itu Revan ditelpon mamanya untuk segera
pulang,"Sayang...kamu cepetan pulang ya?Mama masak spesial hari ini.Ada
opor ayam kesukaan kamu,ada lontongnya juga...Pulang cepet ya sayang..."
Revan mikir,'Pasti menyambut kedatangan Vino deh makanya mama hepi
gini.Aku malah males banget pulang.Mending aku ke nginep di rumah Papa.'
Revan jawab,"Sorry Ma...Revan mau nginep di rumah Papa malam
ini.Revan males ketemu Vino ntar ujung2nya ribut lagi.Udah ya Ma...Revan sibuk
nih...bye Ma."
Rani kecewa,"Revan...kok ditutup sih?Mama kan belum selesai
ngomong...."
Kedekatan Marco dengan Revan membuat Rani was2,'Aku harus punya
mata2 untuk setiap kegiatan Revan.Apa kuterima saja saran Tari ya?Mempekerjakan
Bianca di kantor Revan?Revan kan kerap mengeluh soal administrasi di
kantornya.'
Wah kalau Bianca kerja di kantor Revan,gimana Sandra?Saingan
dong?Seru kali dua cewek ini ditempurkan...kok tempur say...ups
ditemukan.Keliru say.Siapa yang akan kalah ya?Atau sampyuh?Siapa yang akan
dipilih Revan jadi asisten dia ya?Rekomendasi papanya atau rekomendasi
mamanya?Lihat Sean aja kayaknya lagi pusing juga dia.Kenapa?Nyari siapa yang
bakal ngisi jabatan Manager HC di kantor pusat Adijaya Group.Kenapa ga nanya
Vino aja?Endingnya tetep harus dapat acc dari Vino juga say.Tbc...
Part 333**I AM HIS QUEEN
Your Hand...
Pesawat pribadi Vino sudah tiba di Jakarta,Vino dengan
superprotektif menuntun sang isteri turun,"Hati2 sayang...pelan2 ya calon
mama..."
Laras pegangan sama Vino,"Iya...papa Vino..ini juga dah
hati2.."
Anabella yang jemput,"Tuan Vino selamat datang di Jakarta
lagi...Bu Rani sudah menyiapkan syukuran buat kedatangan Tuan..."
Laras mandang Vino,"Kamu dah beritahu Mama soal ..."
Vino langsung menggeleng,"Belum sayang...Aku mau bicara
langsung ga via telpon..."
Anabella malah jadi kepopedia,ups kebablasan...kepo
maksudnya,'Tuan Vino sama Mbak Laras ini ngomongin apa sih?Aha aku tanya Bimo
aja.Dia pasti tahu...'
Tapi Bimo ga mau kasih tahu,"Apaan sih kamu Anabell?Ganggu
orang tidur aja deh.Aku itu capek banget ya...ini baru bisa naruh kepala di
bantal eh kamu nelpon.Udah aku mau lanjut tidur.Mumpung ada waktu.Kamu ga usah
jadi manusia kepo."
Mobil mewah dah disiapin Anabella untuk membawa Vino pulang ke
kediaman Adijaya,"Mari Tuan.Mobil sudah siap."
Mbak Lastri,Mang Ujang juga Ahua dan mbak Mety sudah
berjajar rapi menanti kedatangan Vino dan Laras.Wajah gembira terlihat
disana,"Asyik Mas Vino dan Mbak Laras akhirnya going home juga.Bisa
baperan lagi deh...yeahhh!!"
Mang Ujang nyenggol isterinya itu,"Hussh!Kayak masih remaja
saja girang begitu.Ntar didengar Bu Rani bisa diSP lho.."
Lastri lihatin gerbang,"Aku kan suka lihat Mas Vino mesra
gitu kalau sama Mbak Laras...daripada kamu kagak ada mesra2nya...kamu lebih
banyak elus2 tanaman daripada elus2 aku...ga kayak Mas Vino tuh..mau kemana aja
gandeng Mbak Laras.Belum peluk pinggang tuh...malah aku sering lihat Mas Vino
nyium bahu Mbak Laras...aduhhh so sweet pokoknya..."
Suara gerbang dibuka membuat semuanya sontak diam dan berdiri
tegap siaga,"Mobilnya datang...Mas Vino coming..."
Rani berkaca2 melihat Vino keluar dari mobil,"Putra
Mama...Vino sayang..."
Laras turun dibantu Vino,"Kita sudah sampai sayang2ku.."
Mety heran,"Kok nyebut sayangnya double?Apa Mas Vino bawa
bini muda dari desanya mbak Laras?Pak Bimo kan pernah cerita kalau ada janda
ganjen disana yang ngebet sama Mas Vino."
Tapi cuma Laras yang turun setelah Vino,'Syukurlah ga ada
perempuan lain didalam mobil.'
Tbc....
Part 334**I AM HIS QUEEN
Accept Thy Person...
Jelaslah cuma Laras satu2nya perempuan di hati Vino.Apalagi
dengan kondisi sang isteri yang sedang berbadan dua makin nampol deh cinta Vino
pada Laras.Apa nampol say?Mbuh...astaga.Main copot istilah aja.Rani segera
memeluk Laras lebih dulu,"Menantu mama...malaikat pelindung putra
mama...welcome home dear..katanya ga enak badan.Dimana yang sakit?Apa kata
dokter?"
Vino ga cemburu dipeluk yang kedua,"Ma...nanyanya satu2
dong...main berondong aja.Laras bingung tuh..."
Laras malah mikir,'Pantas pas sama dokter kelakuannya sama.Lha
niru mama Rani.'
Laras spontan megang perut dia kala ditanya mana yang sakit,Rani
merhatiin gestur itu,"Perut kamu yang sakit?Salah makan atau kena
maag?Atau perut kembung?Biasa kalau dalam perjalanan lama suka gitu."
Waduh malah dibaleni ki say.Apane?Pertanyaan keroyokan
say...
Diajak masuk mereka dan langsung dibawa ke meja makan,"Mama
dah siapin menu spesial buat menyambut kalian kembali.Sekaligus ini ucap syukur
atas terhindarnya kalian dari marabahaya."
Laras megangi tangan Vino dengan erat sambil melirik sana
sini,'Kembali ke rumah ini memang senang sih tapi merinding juga karena Revan
masih disini.'
Laras hendak mengambilkan makan buat Vino tapi dicegah sang
suami,"Kamu duduk saja sayang..Sekalian aku mau kasih pemberitahuan ke
semuanya...terutama ke mama."
Rani jadi penasaran,"Ada apa sayang?Apa yang mau kamu
beritahukan ke mama?"
Vino melihat Laras mengangguk,"Sebelum kita menikmati
hidangannya,Vino mau beritahukan satu lagi alasan kenapa syukuran ini
diadakan."
Semua muka kepo,apalagi Ahua sampai melongo dengerin,'Alasan
lain?Apa Mas Vino menang tender lagi?'
Semua menanti,"Yang membuat saya membatalkan penerbangan
memang karena Laras tidak enak badan.Tapi ternyata Laras ..."
Rani malah cemas,"Laras kenapa sayang?"
Vino tersenyum,"Laras mau kasih mama cucu..."
Wah langsung gegap gempita semuanya,"Hore!!"
Ya suraka surak Hore!Rani bahkan segera keluar dari kursinya dan
memeluk Laras,"Benar itu sayang?Kamu hamil?Ini sungguh berita bagus."
"Laras hamil?"
Semua sontak diam begitu mendengar suara itu.Siapa
say?Laras langsung menggenggam tangan Vino,takut dia.Emang siapa yang
datang?Tbc...
Part 335**I AM HIS QUEEN
His brother...
Awalnya Revan ga mau pulang mau nginep aja di rumah Marco tapi
sang ayah malah berkata,"Kau ini pantas kalah dari Vino.Padahal dia lebih
muda darimu.Kau ini harusnya lebih dewasa menghadapi orang yang lebih
muda.Jangan reaktif.Saran papa,kamu stay cool aja.Keep calm and carry on.Papa
sedang menyusun rencana."
Revan sempat kesal,"Jadi papa ngusir nih?Revan disuruh pulang
ke mama?Oke!"
Marco menepuk bahu putranya itu,"Kamu jangan emosi dan salah
paham.Tapi dengan kamu berada dekat dengan musuhmu,justru kamu akan lebih tahu
cara menghancurkannya.Dengarkan papa.Jangan bikin musuh waspada dengan sikap
reaktifmu.Kamu paham kan maksud papa?"
Revan mengerti,"Baiklah.Revan akan pulang."
Tapi apa yang ditemukan Revan saat sampai di rumah,sebuah berita
yang mengejutkan,"Laras hamil?"
Suasana langsung kayak masuk ruang ujian,weleh...deg deg deg
deg...Revan ingin menghajar Vino yang berdiri tak jauh darinya,'Dia menghamili Laras?Vino
kurang ajar!!'
Tangan sudah dikepalkan tapi kata2 papanya terngiang,"Kau
jangan membuat musuhmu waspada dengan bersikap reaktif...keep calm and carry
on..."
Rani memecah kebisuan,"Revan kamu pulang?Mama senang
sekali.Semua disini dengan semua berita baik ini.Adikmu terhindar dari
kemalangan dan Laras akan memberi mama cucu...kamu akan jadi paman
sayang..."
Revan dipeluk sama Rani,sementara yang lain malah tegang lihat
ekspresi Revan.Vino bahkan segera berdiri didepan Laras,siap menjadi benteng
pelindung.Benteng apa pagar say?Ya wis pagar...Pagar makan tanaman
maksudnya?Kok bisa?Lha buktinya Laras korban Vino.Kok korban?Coba deh ke
Malaysia.Disana wanita hamil itu disebut wanita korban
lelaki.Weleh...Malaysianya kan dicancel say...dicut ding.Ya gpp.Nurut pembaca
wae.Lebih cepat lebih baik kan.Ini kan zaman serba instant.Back to story...
Laras sembunyi dibalik badan Vino,tangannya dingin di
genggaman Vino.Para bodyguard bahkan dah standby jika terjadi keributan.Revan
melangkah mendekati Vino,saling pandang mereka.Setajam silet!Revan berhadapan
dengan Vino kini.Dan ga ada yang sangka Revan memeluk Vino,"Selamat ya
Vin!Kamu akan jadi ayah.Adik aku udah gede sekarang.Dah bisa bikin dedek
bayi."
Vino gimana?Tbc.
Part 336**I AM HIS QUEEN
Near to you...
Jelas raut terkejut terlihat di wajah Vino kala sang kakak meluk
dia,'Tumben Revan ga ngajak ribut?Apa dia sudah mengikhlaskan Laras buat aku?'
Namun Laras bergidik kala Revan menatapnya,'Dia masih Revan yang
sama,yang tega menyakiti siapa saja demi ambisinya.'
Revan tersenyum sembari merangkul Vino,"Kenapa yang lain cuma
bengong?Ayo dinikmati dong hidangannya.Mama udah siapin lho...oh iya selamat ya
Ras,kamu bakal jadi mama."
Vino berkata,"Terima kasih ya Van...aku ga sangka kamu menerima
gembira berita ini..."
Revan pasang wajah ceria,"Aku ini kakakmu Vin,aku dinasehati
banyak sama papaku makanya aku banyak merenung selama kalian tidak di
sini.Laras sudah memilihmu dan malah sedang mengandung anakmu...Itu justru
membuat aku kian ikhlas.O...iya Ma...katanya masak lontong opor.Revan laper
nih..."
Rani dengan gembira mengambilkannya,"Ayo semua juga
ambil,Norman suruh team kamu juga ambil hidangannya...Anabel!Ahua!Kalian
juga."
Semua segera sibuk makan.Revan nampak ngobrol dengan Vino
dan mamanya.Laras tampak diam dekat Vino,'Dekat Vino adalah tempat paling aman
bagiku.'
Anabel yang ngajak Laras ngobrol,"Saya doakan mbak Laras
melahirkan anak laki2 yang ganteng kayak papanya he..he.."
Vino denger,"Anabel....Anabel...yakin banget kalau bakal
lahir cowok?"
Anabella keki,"Ehm...hanya feeling saja Tuan
Vino....he..he.."
Vino malah merangkul Laras,"Kalau cewek pasti secantik
mamanya..."
Revan makan sambil batin,'Kalau lahir bayinya...kalau
tidak...justru kehadiran bayi ini akan menjadi kelemahan baru Vino..papa
benar...berada dekat dengan musuh sangat menguntungkan...'
Lastri sama Mety mengisi lagi hidangan yang kosong
didapur,"Aku kok ga percaya ya Mas Revan itu dah berubah..Perasaan
malah tambah serem deh..."
Mety setuju,"Iya aku juga merasa kayaknya Mas R itu cuma
pura2 senang deh...ga tulus gitu...moga aja mbak Laras dan Mas Vino selalu
dilindungi."
Kesempatan itu dipakai Rani untuk bahas soal Bianca,"Tante
Tari tadi menemui mama sayang...Bagaimana jika Bianca jadi sekretaris kamu sayang...kamu
bilang sekretaris kamu ngeselin.Ga becus kerja."
Revan malah lihatin Laras yang sedang nyandar manja ke
Vino,'Sebel!!!'
Walah...Tbc.
Part 337**I AM
HIS QUEEN
When he appeareth...
Rani memperhatikan ke arah mata Revan memandang,"Sayang,Mama harap
kamu juga segera membina rumah tangga.Jadi kamu juga bisa merasakan apa yang
adik kamu rasakan sekarang.Coba buka hati kamu untuk seseorang.Bianca
mungkin..."
Revan menarik nafas,"Ma,jujur Revan bingung Ma...karena mama
dan papa sama2 nyodorin kandidat untuk jadi asisten Revan di kantor.Give me
time to choose okay?"
Rani malah mikir,"Oh jadi papa kamu juga kasih kamu
recomended dia?Semua terserah kamu sayang...mama ga akan paksa.Mama akan
hormati keputusan dan pilihan kamu."
Revan kelihatan cool diluar tapi begitu masuk kamar,astaga
langsung dia berubah wajah,"Sial!!Kenapa Laras malah sudah hamil?!!Aku tak
akan biarkan Vino hidup bahagia.Anak yang dalam kandungannya harus merasakan
gimana rasanya jika ditinggalkan papanya.Seperti aku dulu...papa tiba2 pergi
dan mama juga malah lebih fokus ke Vino.Lihat saja Vino,pembalasanku akan
dirasakan oleh anakmu ha..ha..ha.."
Sementara di kamar utama,Laras sedang menelpon
ayahnya,senang sekali Pak Syamsul diberitahu soal kehamilannya.Sampai berkaca2
dia,"Kamu hamil Ras?Nak Vino sudah tahu?Apa reaksinya?"
Laras hendak jawab eh Vino dah jawab sambil meluk Laras dari
belakang,"Vino bahagia sekali Ayah...rasanya itu amazing gitu."
Banyak doa diberikan oleh Pak Syamsul.Namun Vino masih melihat
keresahan di wajah isterinya,"Sayang,kamu masih takut ya ada Revan di
sini?"
Laras memandang Vino,"Walaupun sikap kakakmu sudah berbeda
tapi aku masih merasa takut Vin.."
Vino memeluk Laras,"Sayang,jangan banyak pikiran ya...kamu
sedang hamil sekarang.Aku akan cari rumah baru segera.Kamu akan lebih tenang
nanti di sana.Dan selama Bimo belum kembali,aku akan ngantor di rumah.Kamu
tenang?"
Laras lega banget denger Vino bakal ngantor di rumah,"Bener
Vin?Apa operasional perusahaan tidak terganggu Vin jika kamu ngantor di rumah?"
Vino membantu Laras berbaring di ranjang,"Aku dulu juga
sering ngantor di rumah sayang...sekarang itu serba gadget sayang.Sean juga dah
biasa wira wiri.Yang penting kamu tenang mengandung anak kita.Segenggam
ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah.Kamu tahu itu?Oh ya satu
lagi..."
Apa?Tbc....
Part 338**I AM HIS QUEEN
For your sakes...
Vino berbaring di sebelah isterinya,"Sayang...aku sudah
putuskan akan melakukan satu hal..."
Laras bahagia mendengar detak jantung suaminya,"Mau lakuin apa
sih sayang?Jangan yang aneh2 lho ya...Ingat sekarang kamu mau jadi ayah
lho...perkataan,sikap dan lainnya semua harus dijaga..."
Vino mengecup dahi sang isteri,"Iya sayang...justru demi buah
cinta kita yang ada di dalam perut kamu ini..."
Dielus deh perut Laras,"Malam sayangku yang di sana...are you
fine there?Kedinginan ga di sana?Kalau kedinginan papa akan peluk mama kamu
transfer energi panas....he..he.."
Laras tersipu,"Transfer energi panas...hmm paling mau modus
aja..."
Vino malah menarik bed cover,"Modus apaan sih
sayang...oh...agenda rutin maksudnya...hmmm...walaupun aku sangat ingin dan tak
akan pernah bosan sama schedule yang satu itu tapi untuk sementara aku akan
nahan diri sayang...sampai dokter kasih approve...kesehatan kamu dan bayi kita
lebih penting dari kepuasan aku sayang...untuk segala sesuatu di dunia ini ada
waktunya...ada waktu untuk memeluk...kayak gini...ehmm...sayangku...ibu dari
anak2ku he..he.."
Laras malah mapan dipeluk Vino,nyungsep ria di dada sang
suami.Vino melanjutkan ucapannya,"Juga ada waktu untuk menahan diri dari
memeluk...semua demi kebaikan kamu sayang...aku ga mau kamu kayak mama kandung
aku.Tapi aku sadar Ras bahwa sehebat apapun kita berjaga2 akan sia2 tanpa
melibatkan Tuhan.Jadi tiap minggu aku akan makhlumkan puasa buat kamu dan anak
kita."
Laras terpana,"Sayang,kamu serius mau puasa?Kan aku yang
janji bakal puasa setiap minggu buat kamu.Kok malah kamu yang puasa sih?Kamu
kan sibuk pasti butuh banyak energi buat rapatlah,meetinglah,belum kalau
perjalanan dinas...nanti kamu lemes lagi..."
Vino malah mengecup bibir isterinya,bikin Laras terpana.Diem deh
dia ga berani ngomong lagi,cuma bisa tersipu jambu jebuk2.Weleh...malam2 kok ya
masih ada aja penjual jambu ya...Biasa COD.Weleh...
Vino nerangin,"Kamu lagi hamil sayang harus banyak nutrisi
yang masuk jadi kamu dengerin aku...kamu ga boleh puasa dulu.Aku akan ambil
alih.Aku akan puasa di hari pertama kerja dan hari terakhir kerja dalam
seminggu.Awal dan akhir."
Dua hari?Tbc...
Part 339**I AM HIS QUEEN
A Grateful heart...
Laras malah bangun,duduk di pembaringan menatap haru pada
suaminya,"Vin...sehari aja udah cukup kok puasanya...ga perlu dua
hari."
Vino kekeh dan meraih jemari isterinya,"Ini sudah jadi
ketetapan hati aku sayang,aku ingin Tuhan melindungi kalian berdua dari awal
sampai akhir.Dari kamu hamil sampai persalinan sayang...sampai anak kita lahir
nanti."
Laras mengerti ketakutan sang suami,"Makasih ya sayang...kau
menjagai bukan hanya secara fisik tapi juga secara spirit.Kamu memang tahu
membuat hatiku tenang."
Vino lalu mengajak sang isteri untuk tidur,"Sudah malam,sudah
waktunya calon mama bobok cantik sama dedek bayi..."
Laras malah manja,"Dedek bayi bilang maunya tidurnya dipeluk
sama papanya..."
Vino mesem dan memeluk sang isteri,"Dedek bayinya apa mamanya
nih yang minta?He..he.."
Laras mesem juga,"Dedek bayinya ketularan julitnya sang papa
he..he..."
Vino meraih selimut lagi,"Mamanya tuh yang
ajarin...he..he.."
Laras merasa aman ada Vino di sampingnya,'Terima kasih Tuhan buat
suami yang begitu baik.Begitu perhatian pula.Terima kasih ya Allah.Terima kasih
juga buat kehamilan ini,Kau memberikannya tanpa perlu waktu lama.Nikmat-Mu
sungguh luar biasa.'
Malam itu Laras tidur dengan senyum di wajahnya.Tak cemas
lagi ia meski ada Revan di kediaman Adijaya.Sementara Revan sengaja begadang
biar bangun kesiangan esok harinya,'Lihat2 film2 Hongkong ah siapa tahu dapat
ide brilian...lagian aku mau bangun siang aja jadi pastinya Vino dah berangkat
kerja dong.Dia kan maniak kerja.Nah aku bisa bicara ke Laras,aku akan ajak dia
ke klinik aborsi.Bilang aja kalau Vino ajak ketemuan dan suruh aku
nganterin.Atau alasan apa kek.Sampai di klinik langsung dibius aja biar ga
rebek.Ide bagus...'
Rencana kok mbulet men Van..Van.Pasti kaget dia kan Vino ngantor
di rumah.Weleh...bayangke sik.Revan dengan mata panda kaget lihat Vino masih di
rumah.Weleh...Lha kok kamu geber rencanane sih say?Gen lucu he..he..sekali2
Revan itu diberi cita rasa humoris sitik.Biar ga bikin jantungan wae.Gimana
besok ya?Sementara itu Marco membuka web site Adijaya Group yang memajang
lowongan kerja untuk posisi Manager personalia.Hmm...ini menarik sekali.'Mau
apa?Bersambung
Part 340**I AM HIS QUEEN
Comfort ye...
Matahari sudah tinggi kala Revan bangun keesokan
harinya,"Whooaahh!!Jam berapa nih?Wah pas nih dah jam 9 lebih.Alamat pasti
dah pada pergi tuh.Mama ke butik sama si Anabel.Terus Vino ke kantor.Saatnya
untuk bergerak."
Mandi bentar terus lihat sarapan dah di meja,"Pasti
mama,selalu saja kalau aku telat bangun bawa sarapanku ke kamar.Makan dulu
ah..."
Usai sarapan keluar kamar dia lihatin Mang Ujang lagi rapiin
tanaman,"Mang,Tuanmu ngantor?"
Mang Ujang jawab polos,"Ya iyalah Mas..."
Revan manggut2,'Bagus.Berarti Laras sendirian di rumah.Semua
sesuai rencana.'
Pas lihat mbak Lastri lewat,"Nyonyamu mana?"
Lastri bingung,"Bu Rani baru aja pergi Mas...ke butik sama Bu
Anabel."
Revan kesal,"Bukan mama!Tapi Laras...Laras dimana?"
Lastri nunjuk ke arah kolam,"Tadi di sana Mas..."
Eh belum selesai ngomong dah cabut Revannya,"Piye sih...aku
kan belum tuntas ngomongnya..."
Mang Ujang ngagetin,"Sama aku juga digituin tadi..."
Lastri kaget,"Ya ampun Mas bikin jantungan aku aja.Tahu2 dah
di sampingku...."
Mang Ujang malah berkata,"Ga usah jantungan,Mas Vino kan di
rumah.Rumah damai sentosa kalau ada Mas Vino...yuk kerja lagi!"
Revan bergegas ke dekat kolam,Laras memang ada di sana sama Mbak
Mety,"Aku suka lihat air kenapa ya Mbak Mety?Kalau lihat air gitu mualnya
hilang..."
Revan mendekat dan Laras segera melangkah pergi,"Ras!Ras
tunggu!Aku mau bicara sama kamu...Ras!Aku cuma mau ajak kamu pergi Ras..."
Sebuah suara mengejutkan Revan,"Kamu mau ajak isteriku kemana
Van?"
Revan tercekat,'Vino?Bukannya kata Mang Ujang Vino ngantor?Kok
Vino ada di rumah?'
Laras segera nempel ke Vino,sedang Revan bingung
jawab,"Ehm...itu Vin...ah..Mama bilang mau kasih baju2 ibu hamil gitu buat
Laras...aku pikir mau ngantar sekalian aku mau ke kantor gitu Vin..."
Vino merangkul sang isteri tapi tatapan matanya penuh selidik
menatap kakak tirinya,"Soal itu nanti aku yang akan menemani Laras
belanja.Tak perlu merepotkanmu Van...lagipula bukannya kamu dah terlambat
ya?"
Revan keki,"Oh ya udah kalau gitu aku mau ngantor dulu deh
...dah jam segini nih."
Vino menoleh ke isterinya,"Kamu gpp kan sayang?"
Laras menggeleng,"Gpp Vin.."
Moto2 mulai nih.Bersambung....