Part 251 ** I AM HIS QUEEN
True story...
Vino merhatiin kedua mangkuk mie di hadapannya,"Kok satunya
ga ada telornya Ras?Kan telornya ada banyak di kulkas?"
Laras jawab,"Ya kebiasaan aja Vin.Aku kalau di kampung kalau
buat mie jarang pakai telor.Paling makannya pakai karak atau kerupuk."
Vino malah ngasih yang ada telor di atasnya buat Laras,"Kalau
gitu yang ada telornya buat kamu aja.Aku mau nyoba gimana makan mie tanpa
telor.Kamu kan harus makan bergizi.Isteriku ga boleh kurang gizi."
Laras terharu lihat Vino lebih ngutamain dia daripada dirinya
sendiri,"Makasih ya Vin...yuk dimakan.Kamu pakai nasi kan?Kuambilkan
ya?"
Vino mengajak berdoa dulu,"Berdoa dulu yuk.Biar kita makin
sehat makan makanan ini.Biar berkah."
Mereka berdoa bersama.Laras tersenyum,'Terima kasih Tuhan
buat suami yang sangat baik Kau berikan untuk hamba.'
Vino dan Laraspun makan bersama.Vino kaget saat mengaduk
mienya,"Lho kok ada telornya dibawah Sayang?Ada dua lagi?Wah kamu ngetest
aku ya?"
Laras mesem,"Iya dan kamu lolos.Tahu ga kamu Vin,salah satu
Presiden Tiongkok punya kisah serupa kayak kamu cuma cuma waktu itu beliau
masih kecil.Dia diajarin ayahnya soal nilai2 kehidupan yang membawanya jadi
orang besar.Mau denger ceritanya?"
Vino jawab sambil makan,"Mau...mau!"
Laraspun cerita,"Aku denger ini dari dosen aku pas dikelas
yang kamu suruh untuk aku ikutin.Gini ceritanya.Suatu kali ada wartawan nanya
tuh sama Presiden Tiongkok itu.Apa rahasia dia sampai bisa jadi orang besar?Dia
bilang ayahnya mengajari dia 3 hal yang harus dia pegang dalam hidup ini."
Vino dengerin dengan penuh minat,"Apa saja tiga hal
itu?"
Laras jeda makan dulu,"Waktu masih kecil hidup mereka sangat
susah.Bisa makan telor aja itu sudah hebat.Nah suatu hari ayah beliau ngajak makan
mie.Kayak kita gini.Ayahnya pesen sama pelayan sih sebelumnya untuk ngatur
persis kayak yang aku buat ini.Mie yang ga ada telornya malah dikasih telor dua
dibawahnya.Sedang yang ada telornya di atas bawahnya ga ada telornya.Nah si
ayah nyuruh anaknya milih.Coba tebak dia milih yang mana?"
Vino mikir,"Yang mana ya?Kalau dia egois pasti milih yang ada
telornya tapi kalau dia sayang sama ayahnya pasti milih yang ga ada
telornya."Yang mana?Tbc...
Part 252 ** I AM HIS QUEEN
Heard it...
Vino nebak,"Kalau aku jadi dia aku akan berikan yang ada
telornya untuk sang ayah.Soalnya aku kan niatnya mau kasih yang terbaik buat
orang yang kusayang.Bila orang yang kusayang bahagia akupun akan ikut
bahagia."
Laras memegang jemari suaminya,"Kamu sangat baik Vin,selalu mengedepankan
kebaikan orang lain dulu.Tapi sayangnya anak kecil itu ga gitu jalan
pikirannya."
Vino heran juga,"Jadi dia milih yang ada telornya buat
dirinya sendiri?"
Laras mengangguk,"Iya karena dia jarang banget makan enak
Vin.Lihat telor langsung deh dia kepingin."
Vino jadi kepo,"Terus apa kata ayahnya?Marahkah?"
Laras tersenyum,"Ayahnya lalu menunjukkan bahwa dibawah mie
yang atasnya tanpa telor malah ada dua telor dibawahnya.Langsung si anak nyesel
ga milih yang itu.Lalu ayahnya berkata kepadanya-kalau kamu memikirkan kebaikan
untuk orang lain lebih dulu maka lebih banyak lagi kebaikan yang Tuhan sediakan
untukmu.Dan jika kamu mikirin diri kamu sendiri lebih dulu maka kamu justru
kehilangan banyak hal yang jauh lebih baik sebenarnya.Lihat saja kamu Vin coba
kamu milih yang ada telornya tadi maka ga akan dapat dua telor deh.Plus bonus
..."
Vino mendekap Laras,"Bonus apaan?Kayak di perusahaan aja ada
bonus."
Laras mengecup pipi Vino,"Kamu ga cuma dapat dua telor
ataupun kecupan dari aku tapi kamu makin bikin aku jatuh cinta sama kamu
Vin...makin mengenalmu aku makin cinta deh Vin..."
Vino malah memangku Laras,"Mie aku udah habis.Mie kamu belum
tuh,aku suapi ya sambil kamu lanjutin ceritanya.Kamu pinter dongeng deh...aku
bayangin..."
Laras ganti yang kepo,"Bayangin apa?Kok mukanya unyu2
gitu.Hayo jangan bayangin yang ngeres2 lho."
Vino malah mengambil sendok dan menyuapi Laras,"Aku bayangin
kamu lagi dongeng gitu buat anak2 kita.Mereka semua di sekeliling kamu dengerin
gitu...Ada yang sambil tiduran,ngedot,ngisap jempol,meluk guling atau malah ada
yang tidur juga.Aku bingung Ras..."
Laras juga jadi bingung,"Bingung soal apa?"
Vino mengusap perut Laras,"Sebagai seorang penerus bisnis aku
dituntut punya suksesor.Apalagi aku anak tunggal.Aku sendiri juga suka anak
kecil tapi disisi lain aku takut Ras..."
Takut apa sih Vin?Trauma kah?Bersambung....
Part 253 ** I AM
HIS QUEEN
Because it....
Vino bukannya jawab malah naruh kepala dia di bahu
Laras,pelukannya ke Laras makin erat.Laras menunggu sampai suaminya mau
bicara.Biasa pria memang suka diem kalau lagi punya masalah.Ga suka dioprak2.Akhirnya
Vino buka suara,"Aku takut kehilangan kamu Ras...selama ini aku merasa aku
anak pembawa sial.Aku merasa menjadi penyebab meninggalnya mama Ningrum
Ras.Aku...ga seharusnya ada di dunia ini.Kalau mama ga hamil aku pasti papa dan
mama masih hidup bersama.Aku ga akan lihat papa sedih sering diam di pantai
mandangi laut berjam2.Segalanya akan lebih baik jika aku ga dilahirkan
Ras..."
Vino yang ngomong tapi kok yang berkaca2 malah Laras
ya?Vino sampai heran kala lengan dia basah karena air mata Laras netes ke
situ,'Kok basah tanganku?Air dari mana?Kayaknya diluar ga hujan deh.Kalaupun
hujan masak bocor sih atapnya.Ini hotel bintang 5 terbaik di Bali
pula.Jangan2...'
Vino menghadapkan Laras padanya,"Astaga sayang...kamu
kenapa?Kamu nangis kenapa?"
Laras malah memeluk Vino nangis di dada sang suami,"Kamu ga
boleh bilang kayak tadi...aku sedih dengernya...hu..hu..kalau kamu ga
lahir...aku gimana?Kalau kamu ga ada lalu yang nerusin Adijaya
Group siapa?Gimana nasib karyawan kamu yang ribuan itu?Ditarik semua
omongannya.Ayo dicabut!"
Vino terharu,"Maafkan aku sayang...aku ga sadar sudah
menyakitimu,bikin kamu sedih dengan ucapanku...aku cabut deh yang kuucapin
tadi...tapi gimana nyabutnya?Kan udah terlanjur keluar ke udara?"
Laras memandang Vino,"Gini cara nyabutnya : katakan yang
sebaliknya lebih lantang ke udara...biar hati kamu mempercayainya karena apa
yang orang pikirkan tentang dirinya sampai hatinya mempercayainya,itulah
dia.Itu yang akan terjadi dalam hidupnya.Ayo ucapkan!Kalau ga aku cubit!"
Vino dicubit perutnya tapi ga meringis malah senyum sambil
berkaca2,weleh...,"Aku,Alvino Adijaya adalah anak yang diharapkan banyak
orang hadir di dunia ini.Aku bukan pembawa sial.Dunia akan lebih baik karena
kehadiranku!"
Laras senang,"Gitu dong!Itu baru benar.Kamu tahu kenapa?Akan
kukasih tahu alasannya.Masih ada hubungannya sama advice ayah dari Presiden
Tiongkok tadi.Sama dua mangkuk.Sama satu ada telor satu ga."
Terus?Tbc...
Part 254 ** I AM HIS QUEEN
Experience....
Laras melanjutkan ceritanya,"Beberapa waktu kemudian,ayah
Presiden Tiongkok itu ngajak putranya makan mie lagi.Modelnya sama.Satu ada
telor di atasnya,satunya ga.Terus si anak disuruh milih duluan sama
ayahnya.Coba tebak dia milih yang mana?"
Vino mengusap air mata yang membasahi pipi sang isteri,"Dia
akan milih yang ga ada telornya.Karena dia mau dapat telor lebih banyak."
Laras kagum dengan ketepatan jawaban Vino,"Pebisnis Alvino
Adijaya memang smart.Jawabannya bener."
Vino langsung mencium pipi Laras,"Hadiahnya kuambil
ya...yeahhh!"
Laras mesem,"Vino bisa aja...tapi anak itu kecewa Vin karena
ga ada telor dibawah mienya.Lalu ayahnya kasih nasehat kedua.Begini kata
ayahnya:Jangan hidup hanya dari pengalaman karena hidup itu penuh
kejutan.Pengalaman tak selalu berakhir sama di kasus yang kelihatannya sama
sekalipun.Yang penting hatimu harus benar dulu."
Vino mengerti,"Jadi apa yang terjadi pada mamaku belum tentu
akan terjadi padamu begitu sayang maksudnya?"
Laras mengangguk,"Iya Vin...lagipula kita ga perlu tahu soal
masa dan waktu.Kapan kita dipanggil Tuhan.Berapa lama kita hidup.Itu semua
rahasia-Nya.Wewenang-Nya.Kemuliaan-Nya.Bagian kita adalah percaya bahwa Dia itu
Tuhan yang baik dan ga pernah merancang kecelakaan rancangan-Nya selalu baik
asal kita mengikuti petunjuk-Nya.Ketakutan itu bukan dari Dia.Didalam Dia hanya
ada damai,ketentraman dan kemerdekaan.Kamu percaya kan Tuhan sanggup jagain aku
saat aku hamil atau melahirkan anak kamu kelak?Semua tergantung apa yang kau
imani."
Vino lega sekali mendengarnya,dipeluknya Laras dengan penuh
kelegaan,"Aku ga takut lagi sekarang.Malah aku ingin kita punya banyak
anak.Aku mau mereka semua dengerin kisah ini nanti biar bijak kayak
mamanya..."
Laras juga lega Vino dah ga nyalahin diri sendiri soal kematian
mamanya,"Tapi ceritanya belum selesai lho Vin...masih ada satu advice lagi
lho."
Vino malah meraih tubuh sang isteri dibopong ke tempat
tidur,"Ceritanya dilanjut di bed ya...sambil tiduran kayak dengerin
dongeng sebelum tidur gitu.Anggap aja aku ini masih bayi..."
Laras menyandarkan kepalanya di dada Vino,"Emang kamu kan
bayi gede aku....Vino si bayi gede..."
Tbc....
Part 255 ** I AM HIS QUEEN
Three way...
Vino dengerin lanjutan cerita sang isteri sambil tiduran meluk
Laras,nyiumi dia sampai Laras ga fokus,"Vin...ceritanya dilanjut ga
nih?"
Vino langsung gencatan senjata,"Ups...iya iya dilanjut
dong..kerja itu harus tuntas.Lanjuuut bu guru...yang cantik...he..he.."
Laras nyuruh Vino berbaring di pangkuan dia biar ga usil bibirnya
kemana2,"Nah kepala kamu di sini...dengerin.Tangannya anteng ga boleh
kayak gurita.Bibir juga jangan piknik kemana2...oke Pak Presdir kita?"
Vino manyun bentar,"Ehm...bibirnya jalan2 yang deket2 aja
boleh ga?"
Laras langsung naruh telunjuk dia ke bibir Vino,"Bibirnya
diem...ga boleh protes.Ga ada jalan2 ...diem di situ nanti kalau ceritanya
selesai baru boleh mau jalan2 kemana terserah...Bisa Pak Alvino Adijaya?"
Vino diem deh,'Waduh manggil nama lengkap nih..alamat serius
nih.Kalau aku usil malah bisa ga dapat apa2 nanti.Mending nurut deh...sendika
dawuh he..he..'
Laras lihat Vino dah diem,cuma matanya saja ke sana ke sini muter
muter ga jelas,"Matanya ga usah plirak plirik juga...serem tahu..."
Vino senyum terus ngelihatin Laras dalam2,"Gini?"
Laras mesem,"Ya ga gitu juga kali Vin...bikin salting kalau
gitu...dasar bayi gede..."
Vino merem,"Gini?"
Laras gemes,"Ya jangan merem juga...ntar malah tidur
lagi..."
Vino bingung,"Terus gimana benernya?"
Laras nunjuk ke langit2 kamar,"Lihat sana.Bayangin semua yang
kukatakan.Siap?"
Vino menatap ke langit2 kamar,"Kok wajah kamu ada di langit2
...?"
Laras lihat ke atas,"Mana?Kamu jangan usil ya Tuan Hamster
Jantan?Mau digigit lagi?"
Vino nahan tawa,"Maksudku di langit2 hatiku Ras...aku kan
belum selesai ngomong..."
Laras bener2 gemas sama Vino,ditimpuk pakai bantal
dia,"Buk!Rasain..."
Eh malah bantalnya dijadiin alas kepala,makin tinggi
kepalanya,"Hmm...pemandangan di sini bagus ....ayo katanya cerita.Janji ga
usil deh soalnya dah dapat view bagus di sini."
Laras melanjutkan ceritanya sambil mengelus2 kepala Vino,"Ga
lama ayah dari Presiden Tiongkok itu bawa anaknya makan mie lagi.Sama lagi
modelnya.Satu ada telor di atasnya.Satunya ga.Lalu anaknya di suruh milih
duluan.Mau tahu ga jawab si anak?"
Vino mikir,"Pasti dia minta ayahnya yang milih
duluan."Tbc...
Part 256 ** I AM HIS QUEEN
Get loved...
Laras terkesima denger jawaban suaminya,"Kok kamu tahu jalan
pikiran anak itu?"
Vino nerangin dari versi dia,"Ga sulit ditebak kok.Dia udah
dapat giliran milih duluan dua kali.Itu aja salah semua.Alias ga hoki semua.Nah
ayah dia dua kali mengalah terus.Gantian dong.Masak sebagai yang lebih muda ga
hormat sama ayahnya?Kalau aku jadi dia gitu.Emang bener tebakan aku?"
Laras mengangguk,"Iya.Anak itu minta ayahnya untuk milih
duluan.Dia sadar dah mentingin kesenangannya duluan sejak pertama diajak
dulu.Jadi dia mau kali ini ayahnya juga senang.Dah ga egois dia.Kamu tahu
ayahnya malah memberikan mie yang ada telornya kepada anaknya itu dan berkata :
Selama kau hidup perubahan itu selalu ada tapi biarlah kau tetap menjadi
pribadi yang mengedepankan kebahagiaan orang lain lebih dulu maka kau akan
mendapatkan apa yang kauinginkan dan juga cinta dari sekitarmu.Itu lebih baik
daripada harta yang banyak."
Vino berbinar2 matanya,"Aku tadi kan udah kasih mie yang ada
telornya buat kamu.Nyuapi kamu.Gendong kamu juga dari bus sampai sini.Berarti
aku bakal dapat apa yang kuinginkan dong?Dapat 3 J."
Laras mengernyitkan dahi,"Apa itu 3 J?"
Vino gantian yang suruh nebak,"Tebak dong!"
Laras mikir sampai manyun gitu bibirnya,"Jaket...jam
tangan...jas...kamu mau itu semua?Oke ntar aku cariin!"
Vino sedakep bangun dia dari pangkuan Laras,"Bukan itu!Aku
punya seabrek kalau itu.Aneka merk dan warna pula.Aku mau yang lain.Masak kamu
ga tahu sih tripple J yang aku maksud?"
Laras menggeleng,"Ga tahu..."
Vino langsung gelitikin Laras,"Aku mau Janji kamu tadi yaitu
Jalan2 dan Jatah aku.Aku mau semua sekarang!"
Laras nyerah deh dalam pelukan Vino,kalah kuat
dia,"Iya...iya...emang mau jalan2 kemana?"
Vino membaringkan sang isteri,"Ke Pulau Dewata."
Laras heran,"Kan kita udah di pulau dewata Vino
sayang..."
Vino matiin lampu di meja samping bed,"Pulau Dewata yang
isinya cuma aku dan dirimu..."
Laras tahu maksud sang suami,"Ikut deh..."
Bersambung
Part 257 ** I AM HIS QUEEN
Woman...
Karena pasangan pengantin baru kita mengadakan tour sendiri
maka besok paginya mereka dicariin sama panitia.Sean mau hubungi ga
berani,nanya dia ke Bimo,"Pak Bimo,Vino bakal ikut ke Ubud ga hari
ini?"
Bimo juga bingung,"Gimana ya Mas Sean.Saya juga ga dikasih
tahu cuma Mas Vino bilang kalau besok pas rombongan mau berangkat dia belum
turun maka ditinggal aja gitu sih pesannya.Sejak tadi saya juga
nungguin.Sebaiknya ditinggal saja Mas.Paling nanti akan nyusul.Saya akan kabari
Mas Sean soal itu."
Sean setuju,"Ya sudah.Kita duluan ya!"
Rombongan family day akhirnya cabut duluan.Tapi Pak Syamsul milih
stay di hotel,mau melukis dia.Anabela nanyain,"Beneran nih Pak Syamsul
pilih di hotel saja?"
Pak Syamsul jawab,"Iya Bu Anabel.Saya ini sudah ga muda
lagi.Lagian dokter juga saranin saya banyak istirahat.Saya di sini saja sekalian
nunggu Nak Vino.Di sini juga ada pantainya.Lebih nyaman malah."
Anabel akhirnya ikut sama Rani pergi dengan
rombongan.Namanya perempuan suka shopping.Mau beli ini itu kayaknya.Pak Syamsul
malah asyik melukis,'Aku mau melukis ah...coba saja isteriku masih hidup.Pasti
dia seneng banget tahu bagaimana Laras kini sudah bahagia dengan Nak Vino.Punya
suami sebaik Nak Vino.Andai saja dia masih hidup pasti seneng ketemu Nak Vino.'
Pak Syamsul ditemeni sama Norman.Norman ditanya sama Pak
Syamsul,"Ga ikut ke Ubud,Nak Norman?"
Norman malah duduk dekat Pak Syamsul,merhatiin dia
melukis,"Saya dah seneng dapat kulkas Pak.Dulu waktu sekolah juga pernah
ke Bali.Jadi saya mau di sini saja.Nemeni Pak Syamsul.Perintah Pak Bimo juga
sih.Lagian Mas Vino juga di hotel."
Di top floor,couple kita masih bobok semua.Laras mana kok
ga kelihatan?Lha itu ketutup selimut terus kepalanya nyungsep di dada Vino mana
ketok.Habis cuma kepala aja yang ketok.Selimutan sih.Dibangunin ga?Mumpung ada
weker nih.What?Ya ga lah!Biarin aja.Tbc
Part 258 ** I AM HIS QUEEN
Paint my love...
Hari sudah siang dah mau lunch malah,baru Laras
bangun.Membuka mata langsung senyum tersipu2.Kok bisa?Lha langsung dapat view
bagus.Apa?Dadanya Vino,'Rupanya aku tidur di dadanya Vino.Kayak lagu aja..turu
ning dadane...jadi ingat kampung deh.Disini tidur di kasur yang bisa empuk
mentul2 malah gede banget.Bisa muat empat orang kali nih.Dikasih kelambu
lagi.Wangi ruangannya.Pakai AC pula.Ya ampun,aku kok masih berasa kayak mimpi
ya.Apalagi ini nih...tidur dipeluk sama pria yang sangat hebat.Punya segalanya
yang bahkan bayanginpun aku ga pernah.Aku dulu mikir siapa yang mau sama gadis
miskin kayak aku.Kerjaannya jadi babu.Kadang jadi buruh sawah.Ga pernah
dandan.Ya ampun kok bisa dapet suami seganteng ini.Putih
lagi.Astaga...Laras...kamu lagi mimpi kali.Bangun!!...Ga aku ga mau bangun jika
benar ini cuma mimpi.Aku ga mau bangun.'
Laras malah meluk Vino,takut kalau Vino juga cuma khayalan
tingkat dewa dia.Vino jadi bangun deh,"Sayang...kamu masih kangen aku
ya?Oh sayang...."
Weleh lha malah tambah blingsatan Larasnya,"Oh kamu kebangun
ya Vin?Maaf..."
Laras terlanjur dah dipeluk sama Vino,masuk perangkap gurita
dia.Alamat susah lepasnya nih...
Laras baru sadar,"Ups Vin hari ini kan kita mau ke Ubud.Ya
ampun ini jam berapa?"
Vino mencari jam tangan dia,"Astaga nyelip di balik bantal
rupanya...wei...dah mau makan siang Ras...wah kayaknya kita ke Ubudnya lain kali
deh Ras.Atau mau nyusul?"
Laras segera pakai piyama dia,"Ga usah gpp Vin.Bagiku tempat
terindah itu ada di dekatmu."
Vino juga makai piyama dia,"Oh...sweet banget bidadariku
ini.Jadi pingin dekem di kamar lagi."
Laras lari ke kamar mandi sebelum dipeluk sama Vino,"Eit!!Aku
mandi dulu ya.Ladies first."
Vino cuma nangkap angin deh,"Hhhmm...ga kena deh.Aku telpon
Bimo dulu aja.Nanya kabar di bawah."
Bimo laporan,"Bu Rani sama Anabel ikut rombongan pergi tour
Mas.Kalau Pak Syamsul ga ikut,beliau di pantai asyik melukis ditemani
Norman,Mas.Mas Vino mau nyusul ke Ubud dengan mobil atau mau lunch dulu bareng
Pak Syamsul?"
Vino pilih yang terakhir,"Aku sama Laras akan ke bawah buat
lunch sama Ayahnya Laras saja.Makasih infonya Bim."
Bimo hubungi Norman soal lunch.Tbc....
Part 259 ** I AM HIS QUEEN
Looking on...
Norman memberitahu Pak Syamsul bahwa Vino mengajak lunch
bareng.Tentu saja Pak Syamsul gembira,"Wah makan siang bareng Nak Vino,ga
boleh dilewatkan nih...saya kurang dikit selesai nih lukisannya.Selesaiin nanti
aja kali ya?"
Norman mencegah,"Selesaiin aja Pak.Mas Vino sama Mbak Laras
nanti ke sini dulu kok."
Pak Syamsul ga jadi beresin peralatan melukisnya,"Oh gitu ya
udah saya lanjutin aja.Kurang dikit kok..."
Benar kata Norman,Vino dan Laras jemput bola.Kok bola
sih?Ups...maksude ki menjemput ayah mertua say.Apa hubungannya ayah mertua sama
bola?Mau bahas liga apa nih?Weleh...
Matahari cukup terik siang itu,Vino dan Laras nyari dimana Pak
Syamsul melukis.Laras lihat duluan,"Itu Ayah,Vin!!"
Senengnya Laras ketemu sang ayah,"Ayah,sehat kan?Kok ga ikut
tour?"
Pak Syamsul tersenyum,"Ayah baik kok.Ayah senang di
sini.Pantainya ga kalah dengan yang diluar.Malah lebih nyaman di sini.Kamu
sendiri juga ga ikut tour."
Laras ga bisa jawab,merah merona mukanya.Norman mesem2 gitu sambil
melirik Vino,'Pasti Mas Vino yang bikin mbak Laras ga ikut tour.He..he..namanya
juga just married.'
Lha yang dilirik malah terbelalak matanya lihat yang
lain.Lihat apaan?Vino terpana lihat lukisan Pak Syamsul,'Wanita di lukisan Ayah
itu kok aku kayak pernah lihat ya?Dimana ya?Oh iya...di mimpiku pas di hutan
itu.Ibu2 yang nyuruh aku ngikutin kelinci.'
Vino dengan inocensia malah nunjuk ke arah lukisan Pak
Syamsul,"Ayah kenal juga dengan wanita itu?"
Laras dan ayahnya berpandangan,"Juga?"
Pak Syamsul menjawab,"Ya jelas kenal dong Nak Vino.Itu kan
ibunya Laras."
Vino terkesiap,'Jadi wanita yang kutemui di alam mimpi itu ibunya
Laras?Pantas wajahnya mirip dengan Laras.'
Melihat sang suami terpaku,Laras menanyainya saat mereka
menuju restoran.Laras memeluk pinggang Vino,"Vin,ada apa?Kelihatannya kamu
sedang mikirin sesuatu?"
Vino balas merangkul Laras,"Kamu inget kan kalau aku pas di
mimpi waktu itu bertemu seorang ibu2,kamu tahu dia itu persis kayak yang
dilukis ayah kamu tadi."
Laras terkejut,"Oh ya?Kamu yakin Vin?Ibuku dah lama tiada.Ga
lama setelah aku dilahirkan juga.Ayah memang sering bilang kalau wajah aku
mirip sekali dengan ibu."Bersambung......
Part 260 ** I AM HIS QUEEN
Deep in thought...
Vino malah jadi kepikiran terus soal ibunya Laras,'Kenapa ibu
mertua aku nemui aku dalam mimpi ya?Aku harus mencari tahu.Aku ini orangnya
jarang banget mimpi.Apalagi sampai inget begitu.Tuhan,apa yang Kau inginkan
hamba-Mu ini lakukan?'
Sampai di resto,Vino nanya sama mertuanya soal ibunya
Laras,"Maaf sebelumnya ya Ayah...tumben Ayah melukis mendiang ibunya
Laras?"
Pak Syamsul cerita sambil makan,"Bulan depan adalah bulan di
mana Ningsih,ibunya Laras,tiada.Jadi Ayah kepingin mengenang begitu."
Vino berkata,"Oh jadi bulan depan peringatannya.Gimana kalau
kita ke makam ibu kamu Sayang?Kamu setuju?Lagian aku kan belum minta restu juga
sama ibu kamu."
Laras jelas seneng banget,"Bener Vin?Ke makam ibu aku?Ke
kampung halaman aku?Makasih sayang."
Wah dapat pelukan deh Vino dari sang isteri,Pak Syamsul malah
terharu,"Nak Vino mau ke tempat asal kami?Jalannya jelek lho Nak
Vino.Lewati hutan juga."
Vino malah merasakan damai usai mutusin mau ke makam ibunya
Laras,"Tentu Vino mau ke sana Ayah.Kalau orang Jawa bilang sowan.Ya kan
Ras?Tuh Laras saja setuju."
Laras saking terharunya sampai nyender manja di lengan
Vino,"Aku seneng banget Vin...tahu aja aku pingin banget ke sana."
Norman sama Bimo yang duduk makan di meja yang sama jadi
senyum2 lihat ketiganya.Vino melihat sekali lagi ke lukisan tadi,ia terpana
kala wanita di lukisan itu seakan tersenyum padanya,'Astaga...aku salah lihat
ga sih?Masak siang2 halu sih?'
Vino justru merasa dia kayak dituntun untuk ke kampungnya
Laras,"Habis family day kita ziarah ke makam Mama Ningsih...gpp kan saya
panggil ibu Laras begitu Ayah?"
Pak Syamsul ga masalah,"Panggilan yang bagus Nak Vino.Terlalu
bagus malah...terima kasih ya Nak Vino mau menyempatkan waktu ke kampung
kami.Sudah lama saya ga bersihin makamnya.Apalagi sejak saya sering
sakit2an."
Vino pingin nanya banyak sebenarnya,'Ntar aja nanya ke Laras soal
mama Ningsih.Yang pasti beban di hati aku dah plong sekarang.Sudah ga ganjel
lagi.'
Habis makan mereka nyusul ke Ubud pakai mobil.Di sana ketemu sama
Mama Rani dan Anabella,"Itu Tuan Vino dan mbak Laras,Bu Rani!Akhirnya
nyusul juga kemari."
Para karyawan juga senang bossnya hadir.Tbc