KERAMAT ^^^ EPS 17-33 ( TAMAT )

KERAMAT PART>>
PART TWO
SEASON : FALL Eps 17 KERAMAT :

The Ring= Cincin
◀KERAMAT▶EPS 17◀ ○ The Ring = Cincin ○
Ada seorang wanita tua yang memiliki seorang anak yang hobby judi.
Anak laki2 satu2nya itu menghabiskan seluruh harta keluarga sehingga tak ada lagi
benda berharga yang tersisa selain cincin pemberian mendiang suami wanita tua itu.Anaknya bahkan juga sudah berkali2 meminta sang ibu untuk memberikan cincin
itu kepadanya tapi ditolak oleh sang ibu.Kata sang ibu pada anaknya,
"Cuma cincin ini kenangan ayahmu yang ibu miliki Nak.Lagian mendiang ayahmu berpesan agar ibu jangan sampai menjualnya."
Wah mendengar itu si anak kesal dan selalu uring2an bila di rumah.
Hati ibunya sedih dan akhirnya jatuh sakit.Hingga suatu hari si anak pulang ke rumah dan melihat rumahnya kok penuh dengan orang.
Anak :"Ramai amat?Kalian pada ngapain di sini?"
Para tetangganya menjawab,"Anak macam apa kau ini!Ibumu meninggal sampai kau tidak tahu.Ayo bantu kami menguburkan ibumu di pekuburan dekat hutan!"
Eh si anak yang setengah mabuk itu malah jawab,"Aku ngantuk,kalian saja yang urus
.Aku mau tidur."
Beneran malah tidur tuh anak durhaka.Para tetangganya sampai geleng2 kepala dan mengelus dada melihat ketidakpedulian si anak pada ibunya sendiri.Mereka lalu menguburkan si wanita tua ke pemakaman dekat hutan.
Beberapa hari kemudian,si anak dikejar2 oleh para penagih hutang supaya segera
melunasi hutangnya kalau tidak mereka akan menghajarnya bahkan mengancam
akan membunuhnya.Si anak kebingungan dan teringatlah ia akan cincin sang ibu.
Iapun pergi ke makam ibunya untuk mengambil cincinnya.Setelah berhasil ia merasa lelah dan lapar lalu mampir ke sebuah warung terdekat yang ia jumpai.
Anak :"Wah kebetulan ada warung di sana,aku mau mengisi perutku dulu."
Ia pun segera masuk ke warung tersebut dan pesan makanan pada ibu pemilik warung.Saat makanan disajikan ia memperhatikan ternyata si pemilik warung jari tangannya ga ada satu,ia pun bertanya:"Kok jarinya hilang satu ?"
Si wanita tua pemilik warung lalu menjawab,"Bukankah kau sudah memotongnya saat mengambil cincinnya tadi Nak?"
Sang anak langsung kaget dan pucat pasi mendengar jawaban wanita tua itu.
Rupanya arwah sang ibu nggak terima dan menghantuinya.Ia lari terbirit2 dari
warung itu.Ceritanya berhenti sampai disitu tapi kejadian yang mirip kayak begitu
pernah dialami oleh tetangga temanku.Tetangganya itu menjadi korban tabrak lari
sampai meninggal.Beberapa bulan kemudian tiba2 datang seorang pria ke rumah tetangganya dan meminta maaf kepada keluarga korban karena dialah orang yang menabrak korban sampai tewas.Tentu saja semua heran kok dia sampai mau datang
untuk minta maaf.Yang nabrakpun cerita bahwa setiap malam ia selalu didatangi
oleh arwah korban sampai ia hidup dalam ketakutan.Serem ga?Ternyata yach....
orang yang mati aja ga terima lho diperlakukan ga baik apalagi yang masih hidup.
Di Keramat kedua tokoh utama sama2 sayang banget sama orang tuanya.
○ ○ ○ Ruang Cempaka,Rumah Sakit....
Kelvin mengantar Nina sampai tujuan dengan selamat.Tentu saja saat jalan banyak moment mendebarkan hati gitu.Cie...cie...Tentu saja awalnya Nina ga mau
dianterin sampai ke kamar ayahnya tapi Kelvin maksa.
Nina :"Udah sampai sini aja.Aku bisa kok ke dalam sendirian.Sudah sana,kamu pulang gih.."
Kelvin diusir tuh,"Tapi kamu masih sakit...ga aku akan anterin sampai aku yakin
kamu bener2 sudah aman.Baru aku akan pergi."
Nina manyun tapi dalam hati dia kagum dengan gentlenya Kelvin,'Dia bener2 gentleman.Kok aku malah jadi terpesona gini...Sadar Nin!!Sadar!!'
Moudy yang pertama menyambut mereka,tentu saja ia kaget lihat Nina memar dahinya belum jalannya tertatih2.
Moudy memeriksa dahi putrinya :"Nin,kamu kenapa sayang?Tadi baik2 saja kok balik2 jadi begini?"
Nina lalu duduk di sebuah kursi,"Ga parah ko Bu...tadi ada maling kabur gitu nabrak aku...jadinya begini nih..."
Moudy melihat Kelvin,"Lalu anak muda ini siapa?"
Kevin mencium tangan Moudy penuh hormat,"Maaf Tante.Saya Kelvin..."
Nina menyela,"Ini orang yang nolong Nina Bu..sudah kamu pulang sana!"
Kelvin tampak sedih diusir Nina.Moudy menegur sikap putrinya,
"Kok gitu sih Nin?Dia sudah menolongmu,apa ibu nggak ngajari kamu untuk tahu berterima kasih?"
Kelvin mengerti Nina tak menyukai kehadirannya,"Nggak apa2 Tante...Tante tenang saja tadi putri Tante sudah diperiksa dokter kok.Oh...ya semoga Om juga cepet sembuh.Saya permisi dulu."
Moudy segera menahan langkah Kelvin,"Nin,cepet minta maaf sama nak Kelvin..."
Nina melirik ke Kelvin,"Maaf..."
Saat itulah Indra datang,"Wah makanannya sudah datang nih...ups ada tamu to?"
Kelvin tersenyum,"Nggak apa2...sudah biasa kok..."
Melihat Indra,hati Kelvin makin tersayat sembilu,'Apa karena cowok ini makanya
Nina nggak bolehin aku nganter dia sampai dalam ya?Yeah...breaking heart deh...'
Moudy yang memperkenalkan mereka,"Ndra,ini nak Kelvin,dia yang nolong adikmu..."
Kelvin langsung seperti padang gurun disiram air hujan begitu denger kata *adik*diucapkan Moudy.Kelvin:"Oh ini kakak Nina yang lain yach?He..he..Senang bertemu,
kenalkan nama saya Kelvin."
Nina heran juga mendengar perkataan Kelvin,'Kakak aku yang lain?Perasaan aku kagak pernah ngenalin kak Revand deh ama si cowok mudik itu...'
Indra menyambut uluran tangan Kelvin,"Aku Indra,kakak kedua Nina.Terima kasih sudah nolongin adik aku...tapi emang Nina kenapa yach?"
Kelvin lalu menceritakan semuanya.Wah malah jadi akrab gitu mereka.
Moudypun senang dengan kesantunan Kelvin,'Nak Kelvin itu orangnya ngemong,
sabar gitu menghadapi Nina,sepertinya juga ramah dan mudah akrab sama siapa saja.Sopan lagi.Aku setuju kalo dia jadi calon mantu.'
Wah baru jumpa pertama aja sudah ngasih restu tuh.Kelvin gitu loh...
Moudy senang melihat suaminya bangun,"Mas,banyak yang nengok kamu...tuh Nina,Indra juga masih di sini...dan ini nak Kelvin,teman Nina."
Ayah Nina jadi terbangun mendengar banyak orang disekitarnya,ia melihat ke sekeliling.Melihat itu Kelvinpun dengan sopan mendekat.
Kelvin mencium tangan Sigit,Sigit tersenyum padanya,"Sepertinya Om pernah lihat..."
Nina yang nyeletuk,"Jelas Ayah pernah lihat lha dia itu pewaris Keramat masa depan."
Sigit memandang Kelvin,"Oh iya....wah dikunjungi public figur nih..."
Kelvin jadi tersipu,"Ah Om,anggap saja Kelvin sama seperti yang lain.Kelvin juga makan nasi kok sama dengan yang lain."
Indra yang lapar begitu Kelvin nyebut nasi jadi ingat kalau Nina kan tadi beli makanan.Indra berbisik pada Nina,"Mana pesenan kakak?Laper nih..."
Nina segera menyerahkan nasi yang dibeli Kelvin tadi pada kakaknya,"Nih kak.Jangan protes kalau ga enak.Yang beliin itu tuh."
Nina menunjuk ke arah Kelvin.Moudy menggeleng2kan kepala mendengarnya,
'Wah selain baik juga perhatian rupanya,mapan dan public figur pula.Hmm...
benar2 anak muda yang berkualitas.'
Indra membuka bungkusan yang dibelikan Kelvin,"Wah....ayam bakar!Mantap!
Makasih ya Vin.Ini kesukaan aku mana laper lagi.Maaf ya semua aku makan dulu.Kelaperan nih."
Kelvin :"Silakan Kak.Lega saya kalau kakak suka makanannya.Oh ya Tante juga Nina silakan kalau mau makan,biar saya yang jaga Om.Gini2 saya pernah ikut kegiatan sosial di Rumah Sakit lho...he..he..waktu kuliah...."
Moudy dan Nina lalu menyantap makanan mereka,"Nak Kelvin ga beli sekalian tadi?"
Kelvin menjawab,"Kelvin sudah makan tadi di rumah kok Tante.Mama masak enak tadi...kesukaan Kelvin.Tidak perlu sungkan...dinikmati saja he..he.."
Sigit yang ganti memperhatikan Kelvin,'Dia punya hubungan yang baik dengan orang tuanya.Anak yang berbakti kelihatannya....anaknya juga sopan,Indra aja langsung akrab sama dia.Anak muda ini menarik hati.'
Wah bahkan ayah Ninapun suka tuh sama Kelvin.Sejak hari itu Kelvin makin akrab saja dengan keluarga Nina.Bahkan saat ayah Nina keluar dari RS,Kelvin ikut membantu.
Masalah pernikahan Revandpun Kelvin ikut membantu Revand mencari gedung,
wedding organizer,banyak yang merupakan rekomendasi dari Kelvin.
Bahkan Kelvin berencana memberi pekerjaan buat Revand di perusahaannya.
Namun ia ingin memberitahu papanya dulu mengenai rencananya itu.
Saat pernikahanpun tiba,Kelvin sudah siap disamping Revand.
Revand :"Wah aku nervous nih."
Kelvin tertawa,"Tenang kak.Kan restu dari kedua orang tua sudah didapat.
Itu yang penting."
Tampak Fabypun sudah siap,Nina mendampinginya tampak cantik dengan
gaun indahnya.Kelvin makin klepek2 melihatnya,'Nina cantik banget.'
Tapi Derby juga diundang di pesta itu.Apakah reaksi Derby saat melihat Kelvin disana?●●●see you next eps●●●
Keramat ▪Eps 18 ▪Great Stone
¤ K ■ E □ R ◆ A ◇ M ● A ○ T ▲Eps 18 ▪Great Stone = Batu Besar▪ ▪ ▪
▪▪▪ Based on True Story....
Sri dibesarkan dengan keras oleh ayahnya.Pulang sekolah harus cepet
pulang.No kelayapan.Disiplin.Persis ayahku dong.Kalau motor vespa ayahku terdengar knalpotnya,langsung anak2nya yang sedang bermain di rumah tetangga pada berlarian pulang ke rumah.Termasuk aku,yang suka main bekelan di rumah tetangga sebelah.Tapi aku tak bisa membenci ayah,aku tahu ia sayang padaku.Ia pasti telah mengalami sesuatu di masa lalunya sehingga mendidik kami,anak2nya dengan disiplin.
Mungkin Sri mengalami hal yang lebih keras dari yang kualami jadi ia kepahitan
dengan ayahnya.Sampai dewasapun ia tumbuh menjadi anak yang tak peduli dengan ayahnya.Bahkan saat sang ayah koma di RS,ia malah asyik dugem.
Ia bisa dengan santai menikmati musik hingar bingar sementara ibu dan adik2nya
tengah panik di RS.Hpnya bunyi terus tapi ia ga peduli malah dimatikan.
Keesokan harinya ia ke RS,tapi terlambat ayahnya sudah tiada.Setelah ayahnya meninggal,masalah menerpanya.Ia ditelpon kembali oleh mantan pacarnya.
Ngajak ketemuan.Tapi rupanya sang mantan dendam padanya karena
memutuskannya.Sri disuruh menunggu disebuah tempat.
Sedang mantannya sibuk transaksi narkoba.Ia tak tahu kalau ia sedang dijebak,maka saat sang mantan menitip barang padanya dan bilang akan segera kembali,ia percaya.
Hingga ia ditangkap polisi dan dituduh terlibat peredaran narkoba.Penjarapun menantinya.Hatinya makin pahit kala melihat para keluarga napi berkunjung.Tapi ia tak dijenguk siapapun.Ia mengira ibu dan adik2nya telah melupakannya dan tak peduli padanya seperti saat ia dulu tak peduli pada ayahnya.Dipenjara ia bertemu seseorang yang membawanya pada jalan kebenaran.Bahkan kemudian ia tahu bahwa ibu dan
adik2nya masih peduli padanya.Setelah ia masuk penjara,mereka hidup terlunta2
bahkan adik2nya jadi pengamen.Hatinya hancur saat keluar dari penjara dan melihat bagaimana adik2nya dan ibunya setiap hari selalu datang di luar penjara untuk
mencari tahu soal dirinya.Iapun bertekad mengubah hidupnya dan meminta ampun dimakam ayahnya.Ia janji akan menjaga ibu dan adik2nya sebagai pengganti ayahnya.Kini ia bekerja demi keluarganya.Ibunya bahkan sangat bahagia dengan perubahan putri sulungnya itu.Ia kini menjadi pribadi penyayang dan pemerhati dan sangat sayang
pada ibu dan adik2nya.Jangan sampai hati kita membatu sehingga tak mampu melihat kebaikan yang orang lakukan untuk kita.Pukulan itu membersihkan hati.
Itulah kenapa terkadang Tuhan mengijinkan kita mendapat masalah.
Ia ingin membersihkan ruang hati kita.Bila kisah tadi bicara soal hepar dan heart maka
kini kata great stone bisa pula berarti penghalang besar.Kayak saingan gitu.Siapa yang saingan disini?
▪▪▪ Main story....cerita utama....
Derby dengan gembira turun dari mobilnya.Jas keren dikenakannya.
Siap untuk menarik perhatian Nina.Sudah terbayang di pelupuk mata bagaimana ia
kelak akan mempersunting bossnya yang cantik itu.
Wah ia memasuki ruangan pesta dengan hati yang berbunga2.
Matanya mencari sosok yang ia cari2,tentu saja Nina siapa lagi?
Derby :'Mana Nina yach?Banyak sekali orang apalagi model standing party begini
bikin aku susah nyari dia.Tapi dia akan terlihat kok karena dia kan paling cantik
pastinya he..he...'
Derby terus berkeliling mencari sang pujaan hati ,'Design interior pesta ini
sangat elegan.Orang yang merancangnya benar2 punya selera bagus.Wah mana sih Nina?'
Langkah Derby terhenti saat banyak orang memandang ke arahnya berdiri.Apalagi saat ia mendengar ada ibu2 ngobrol dan menunjuk ke arahnya.
Nyonya Endang :"Jeng,lihat tuh di sana!Pantas Jeng Moudy bisa gelar pesta semewah ini.Lihat tuh backingannya!"
Nyonya Nenden:"Maksudnya apa sih Jeng?Saya nggak ngerti."
Wah Derby langsung betulin krahnya,'Pasti mereka bicarain gue nih.Mereka lihat ke arah gue segitunya?'
Nyonya Endah :"Oh pantes ...bener jeng Endang,lha ada tamu agung disini."
Nyonya Nenden heran,"Kalian ngomongin apa sih saya kok ga ngerti sih?"
Nyonya Endang:"Jeng Nenden ini gimana sih?Jeng Endah yang ga jebolan kuliah luar negeri saja ngerti masak Jeng Nenden ga nanggep maksud saya."
Nyonya Endah lalu menerangkan,"Lihat siapa di sana,pria tampan yang berdiri dekat putri jeng Moudy.Lihat kagak?"
Nyonya Nenden celingukan,Derby mengikuti arah pandangan Nyonya itu dan melihat Nina begitu anggun mempesona dengan longdressnya.Tapi ada seorang pria muda berjas yang berdiri membelakanginya tampak sedang bersama Nina dan Indra.
Tampaknya pria itu akrab sekali dengan Indra.Mereka tampak tertawa2.
Nyonya Nenden:"O...ngerti aku sekarang...pantas Jeng Moudy masih bisa ngadain pesta hebat gini,lha calon mantunya saja orang terkenal."
Derby jadi heran,'Calon mantu?Apa pria itu maksud mereka?Sepertinya aku kenal ...'
Melihat Derby datang,Nina melambaikan tangannya.
Nah saat itulah pria yang bersama Nina menoleh dan Derby terkejut saat melihat
wajahnya.
Derby:'Kelvin???Dia juga diundang?Bagaimana Nina bisa kenal Kelvin?
Kelihatan akrab lagi.Calon mantu...apa Kelvin adalah calon mantu yang ibu2 itu
maksud?Jika iya....berarti Kelvin dan Nina adalah....'
Nina mengibas2kan tangannya didepan Derby,"Hello...hey....Any body home?Derby!Kamu ini kenapa?Malah bengong sih?"
Derby :"Oh ....eh.....maaf .Aku bengong karena kamu bikin aku pangling he..he..."
Derby berkilah menutupi keterkejutannya melihat Kelvin di pesta itu dengan memuji penampilan Nina.Tentu saja Nina tahu Derby bakal kaget lihat Kelvin,demikianpun Kelvin.Ia tahu mereka itu saudara sepupu.
Nina menarik tangan Derby,"Ayo aku kenalin seseorang.Dia yang bantu terselenggaranya pesta ini.Ayo!!"
Nina melangkah ke arah Kelvin berdiri,"Vin kenalin manager keuangan di
perusahaan aku!"
Kelvin menoleh ke arah Nina dan takjub melihat siapa yang bersama Nina,"Derby?"
Derby malah kaget mendengar perkataan Nina barusan,'Nina manggil Kelvin akrab gitu yach?Dan dia bilang Kelvin yang membantu terselenggaranya pesta ini?Jadi dekorasi dan semua kemewahan ini atas prakarsa Kelvin?Seakrab itu dia dengan keluarga Nina?
Jadi selama ini cewek yang ditaksir Kelvin adalah Nina?Yeah...gue kalah cepet nih!
Kenapa sih selalu saja Kelvin selangkah lebih maju dari gue?Hoki banget sih tuh anak!!'
Nina kembali mengibas2kan tangannya ke depan muka Derby,"Waduh!!
Kambuh lagi deh....Lewat mana sih tadi sampai kayak orang kesambet gini?"
Derby :"Eh...maaf.Iya kami sudah kenal.Kami kan saudara sepupu.
Tak perlu mengenalkan dia padaku."
Nina melihat ada atmosfir ketegangan diantara dua pria itu.
Nina,'Perang sudah mulai nih....aku akan bikin dua saudara sepupu ini bersengketa...
aku akan bikin hubungan persaudaraan mereka retak.Maka Kelvin akan tahu bagaimana sakitnya dikhianati seperti ayahnya mengkhianati ayahku.The war is begin.!!'
Kelvin malah sibuk sendiri dengan pikirannya,'Jadi Nina adalah boss Derby di kantor?
Jadi selama ini Nina yang dibicarakan Derby?Jadi kami menyukai gadis yang sama?'
Wah bakalan perang saudara nih.Nina malah tertawa dalam hati melihat
dua pria itu saling pandang dan kikuk,"Kayaknya kalian butuh minum deh...kuambilkan ya...tunggu sebentar..."
Nina melangkah menggandeng Indra yang juga keheranan melihat kekikukan
antara Derby dan Kelvin.
Indra:"Kamu kok tarik2 aku segala sih Nin?"
Nina berbisik,"Sudah jangan ganggu mereka...biarkan mereka ngobrol berdua.
Kakak ikut aku saja ambil minuman dan makanan.Oke?"
Indra manggut2,"Kebetulan aku juga laper nih...ayo hunting food dulu aja."
Nina melirik ke arah dua pria yang ia tinggalkan,'Selamat menikmati pesta...'
Kelvin merasa serba salah juga mau bilang apa ke sepupunya,
"Jadi boss yang kamu maksud selama ini itu Nina?"
Derby :"Iya...dan cewek yang nabrak kamu di bandara itu juga Nina kan?"
Kelvin mengusap belakang lehernya,"Iya...dunia itu sempit yach?"
Derby tersenyum getir,"Ya...sepertinya begitu...."
Setelah itu keduanya tak bicara apa2 lagi.Ketegangan makin nampak saat Nina
kembali membawa dua gelas minuman.Siapa yang disodori duluan oleh Nina?
Nina membawa dua gelas berisi minuman berbeda,"Siapa mau cola dan siapa mau sprite?"
Derby menjawab,"Aku cola!"
Kelvin :"Aku sprite saja.Terima kasih Nina."
Nina :"Kalian suka minuman jenis soda tapi dengan warna yang berbeda.
Pada dasarnya kalian itu berjalan dan berpikir dengan cara yang berbeda.
Tapi tetap ada yang menyatukan kalian,sesuatu yang sama2 kalian sukai mungkin?"
Derby dan Kelvin sama2 memandang Nina.
Derby ,"Kau benar kami memiliki kesukaan yang sama.Iya kan Kelvin?"
Kelvin menghela nafas,"Ya...menyukai sesuatu yang sama."
Nina mengangkat bahunya,"Pria2 memang memiliki dunia yang misterius.
Aku nggak ngerti apa yang kalian bicarakan.Tapi yang pasti aku sangat lapar.
Kalian mau menemaniku makan bukan?"
Derby dan Kelvin menjawab serentak,"Tentu saja."
Ninapun menggandeng keduanya,Kelvin di kanan dan Derby di kiri.
Wah para wanita muda yang hadir jadi iri melihatnya.
Nita :"Lihat itu!Enak banget jadi Nina,bisa gandeng Kelvin.Padahal sejak tadi aku coba cari
perhatian dia ga ada hasilnya.Eh begitu sama Nina,dia langsung lengket kayak perangko.
Sebel deh lihatnya!"
Icha :"Apa sih kelebihan Nina dari kita?Perasaan keluarga kita lebih tajir deh
dari keluarga dia yang baru aja bangkit dari keterpurukan."
Nana :"Jangan2 main pelet tuh Nina!Masak sampai dua cowok klepek2 ama dia.Aku bakal cari dukun ah...biar bisa kayak dia."
Wah malah pada nggak beres pola pikirnya.Acara berlangsung lancar,
hidanganpun sangat disukai para tamu undangan.Derby dan Kelvin masih bersaing menarik perhatian Nina.
Kelvin mengambilkan Nina es krim,"Kau pasti suka ini.Mau rasa strawberry atau vanilla?"
Nina tentu saja sumringah lihat es krim,"Mau....!!Mau yang strawberry!!
Kamu tahu aja aku suka es krim?"
Kelvin menyerahkan yang rasa strawberry pada Nina,"Kamu kalo lihat es krim kayak ponakanku deh,wajahnya langsung berbinar2..."
Nina menikmati banget es krimnya,"Mmmh...ini bener2 perfecto..manisnya,lembutnya dan strawberrynya ...pesen mana sih es krimnya?"
Indra malah yang jawab,"Ini tuh yang mesenin Kelvin.Kita benar2 terbantu banget dengan kehadirannya dia.Makasih ya Vin."
Kelvin tersenyum,"Sudah sewajarnya kita saling tolong kan Kak?Kak Indra juga banyak membantu."
Derby kesal melihat keakraban Kelvin dengan Nina dan Indra.
Hatinya makin mendidih manakala Revand mengucapkan terima kasih secara
khusus pada Kelvin atas bantuannya dalam pesta pernikahannya.
Wah semua semakin kagum pada Kelvin.
Derby :'Kelvin sepertinya sudah diterima oleh keluarga Nina.Sial!!
Kenapa sih selalu saja Kelvin jadi tandingan dan penghalang aku?
Tapi aku takkan mengalah kali ini!!Tidak akan!!Aku akan lakukan apa saja untuk mendapatkan hati Nina meski harus menyakiti sepupuku sendiri.
Maafkan aku Kelvin tapi aku sudah lelah hidup dalam bayang2mu.Tunggu saja!
Aku tidak akan menyerah!!Tidak akan mengalah!!Tidak kali ini!!'
Sorot mata kebencian mulai tampak di tatapan Derby kala memandang Kelvin.Nina diam2 memperhatikannya.Cuma Kelvin yang masih tampak belum menyadari bahwa dirinya tengah dalam bahaya.Baik dari gadis yang ia cintai atau dari sepupunya sendiri.
/Dalam sebuah cinta...kuhadirkan sebuah tanya untukmu...Harus berapa lama aku menunggumu?...Bila rindu ini masih untukmu...aku menunggumu.../
Apakah yang akan terjadi pada Kelvin selanjutnya?***see you next eps***
KERAMAT - Eps 19
( The Breath of Life )
_K_E_R_A_M_A_T_
Eps_19_The Breath of Life_/ Nafas Hidup_
Pernah dengar ungkapan ini nggak?Anjing yang hidup lebih baik dari singa
yang mati.Biar bisa memahami makna nafas kehidupan yang diberikan Tuhan
pada kita maka saya akan ceritakan sebuah kisah nyata bagaimana perseteruan dua
keluarga bisa menghancurkan generasi selanjutnya.Oke deh langsung saja ke
segmen selanjutnya:Based on True Story.
_Based On True Story_....
Ceritanya mirip dengan kisah cinta terkenal Romeo n Julliet.Dua rumah itu dihuni oleh dua keluarga yang berseteru.
Entah karena apa yang pasti kebencian diantara mereka sangat dalam.
Namun,keluarga yang pertama memiliki anak laki2.Keluarga yang satunya punya anak perempuan.
Orang tua mungkin perang bharatayuda tapi anak2nya pilih seperti Rama dan Sinta.Mereka saling cinta.Mengetahui hal itu orang tua mereka marah besar.
Merekapun dipisahkan.Orang tua sang pria menyekolahkan anaknya ke tempat yang jauh.Sementara sang wanita tetap setia menanti.Tahunpun berlalu.
Sang pria akhirnya kembali dan mencari kerja.
Mengetahui sang wanita masih setia menanti,cinta lamapun bersemi kembali.
Malah lebih dalam.Namun cinta mereka tak mendapat restu.
Sang wanita putus asa lalu gantung diri di rumahnya.Sang priapun juga gantung diri di rumahnya.Entah apakah kematian anak2 mereka membuat orang tuanya sadar atau
malah semakin saling membenci,tak diketahui.Yang pasti mereka lalu menjual rumah mereka.Ada yang membeli dan menjadikannya pabrik tapi selalu ada kejadian aneh sampai
karyawannya jadi takut semua.Sampai kini keangkeran masih menyelimuti dua
rumah itu.Bahkan orang pilih lewat jalan lain daripada lewat depan kedua rumah itu
di malam hari.
_Revand's wedding party....
Pesta resepsi sudah selesai,tamu2 sudah mulai meninggalkan lokasi.Derby terus menempel ketat pada Nina.Kadang sampai Nina risih juga.Kelvin sendiri lebih memilih fair play.Ia membebaskan Nina memilih siapa yang disukainya.
Ia lebih menginginkan sebuah cinta yang lahir bukan karena terpaksa.
Ia menyukai ketulusan.Nina senang melihat Kelvin kesal maka ia pura2 menanggapi
Derby.Derby:"Nin,kita foto2 yuk!Berdua saja."
Nina melirik ke arah Kelvin,"Boleh.Ayo disana saja lebih oke viewnya!"
Kelvinpun ditinggal sendirian,tentu saja Kelvin jadi sedih juga tapi ia juga mengerti perasaan Derby.
Kelvin,'Andai aku bisa menghilangkan rasa sayangku pada Nina,aku memilih untuk mundur.Tapi aku baru kali ini begitu menyukai seorang gadis.Mengapa semua ini terjadi?'
Melihat Kelvin muram,Nina senang sekali.Tapi saat Kelvin ditinggal oleh Nina,
para gadis langsung nyerbu dia.Ada yang minta foto,ngajak dansa,wah macem2.
Kelvin sampai ditarik2,dicubit pipinya bahkan ada yang main peluk juga.Weleh...
Kelvin:"Jangan ditarik2...maaf ya jangan rebutan kayak begini...aduh...help me some body...please.Get me out of here..."
Melihat Kelvin dikelilingi gadis2,Nina yang lagi foto2 sama Derby jadi kesal.
Derby melihat Nina manyun jadi heran,apalagi beberapa kali foto pandangan Nina
malah ga fokus kamera.
Derby :"Senyum dong Nin!Hadap kamera!...yeah kok hasilnya manyun sih?
Lihat apa sih?"
Yang ditanya malah sibuk melihat ke arah Kelvin.Derby mengikuti arah pandangan Nina.
Nina :'Ngeselin!Ngeselin banget sih cewek2 itu!Kok ga pada pulang sih?
Malah gangguin Kelvin lagi...sebel..sebel!!'
Derby menghela nafas,'Mau gimanapun tetep aja matanya ke Kelvin.
Kenapa sih Kelvin selalu yang jadi pusat perhatian?Bikin bete aja.'
Moudy yang memperhatikan tingkah putrinya lalu menyelamatkan Kelvin dari
kerubutan para gadis.
Moudy:"Maaf ya para princess,saya pinjem Pangeran kalian sebentar.
Ayo Nak Kelvin ikut Tante!"
Kelvinpun dengan gembira mengikuti ibunya Nina.Wah diselamatkan calon mertua nih ye...
Kelvin :"Terima kasih ya Tante..kalo nggak ada Tante waduh...
Kelvin ga tahu tuh gimana bisa lepas dari mereka."
Moudy tersenyum:"Tante ingin kamu foto bareng sama Tante dan Ayahnya Nina.
Kami mau berterima kasih kepadamu,karena Nak Kelvin sudah mau repot2 bantu
kami.Ya kan Mas?"
Sigit yang duduk di kursi roda tersenyum:"Iya Nak Kelvin.Terima kasih ya.
Resepsinya lancar dan melebihi harapan kami.Semuanya bagus.Sekali lagi terima kasih."
Indra ikut nimbrung:"Indra ikut foto juga dong !!Boleh kan Yah?"
Sigit :"Ayo ikut gabung kita.Biar ga bertiga fotonya."
Kelvin :"Memang kalo bertiga kenapa Om?"
Sigit :"Kata orang sih ga baik.Bakal ada yang mati muda."
Indra :"Pantes temenku meninggal,padahal kita habis asyik foto bertiga saat touring."
Moudy :"Tapi itu cuma mitos kok.Semua tetep Tuhan yang menentukan."
Mereka lalu asyik foto2.Nina memperhatikan dari jauh.Revandpun ikutan gabung,"Wah ajak pengantinnya juga dong!"
Rame deh jadinya.Nina tersenyum melihat Kelvin makin akrab dengan keluarganya.
Nina :'Ayah,ibu dan kakak2ku sepertinya menyukai Kelvin.
Andai saja Kelvin bukan pewaris Keramat.Aku pasti sudah menerimanya juga di
hatiku.'
Derby malah kesal lihat Kelvin foto2 dengan keluarga Nina.
Begitulah kedua saudara sepupu itu kian renggang hubungannya.
Meski Kelvin masih kerap berkunjung ke rumah Derby namun Derby lebih memilih
pergi tiap kali Kelvin datang.Revand akhirnya bekerja pada di perusahaan Keramat.
Yadi menyetujui karena ia pikir Revand itu adalah teman Kelvin jadi ia ga ambil
pusing dan percaya saja.Pada suatu hari Nina mengajak Kelvin melihat sebuah resort yang merupakan proyek baru Nina.Mengetahui itu,Derby ikut juga.Ia ga akan membiarkan
Kelvin berduaan dengan Nina.
Mereka bertigapun sampai di resort yang dituju.Resort itu terletak di dekat pantai.Mereka lalu naik speed boat melihat2 sekitar resort.Derby yang pegang kemudi.
Derby berdiri di antara Nina dan Kelvin.Nina senang sekali melihat pemandangan.
Nina:"Indahnya...anginnya segar..."
Kelvin juga asyik melihat pemandangan:"Wah...ini luar biasa."
Derby melajukan speed boat makin kencang dan menghentak2.Nina sampai ketakutan.Kelvin jadi kasihan melihat Nina,"Derb,biar aku saja yang setir.Nina ketakutan itu.Kasihan dia.Sini biar aku saja."
Derby :"Ga mau!Aku bisa kok kendalikan speedboat.Kamu jangan meremehkan aku,Vin.Walau aku ga sekaya kamu tapi aku juga tahu soal speedboat.
Sudah kamu diam saja!"
Nina :"Derby kamu jangan kenceng2!!"
Kelvin berusaha mengambil kendali tapi malah didorong oleh Derby hingga
terlempar dari speedboat.Kelvin :"Aaacch...!!!"Byur...
Nina :"Kelvinnnn!!!Derby hentikan!!Apa yang kamu lakukan?!!Kau gila yach???!!"
Nina segera terjun menolong Kelvin.Byur!!
Ia cemas sekali.Apakah Kelvin selamat?***see you next eps***
KERAMAT♡EPS 20 :Care For You
♡ KERAMAT ♡♡ Eps 20 ♡♡ Care 4 u = Peduli Padamu ♡
 
♡ Resort....
Nina tak bisa menutupi kecemasannya.Ia tak menyangka Derby akan membuat
Kelvin tercebur ke laut.Sebegitunya Derby pada sepupunya sendiri.Nina malah jadi ga respect sama Manager Keuangannya itu.Memang ia juga ingin membalas
dendam tapi ga sampai menghilangkan nyawa seseorang.
Ia hanya ingin keluarga Kelvin mengalami kebangkrutan dan kesedihan bukan kematian.Tanpa berpikir lagi ia segera terjun ke laut menyelamatkan Kelvin.
Kelvin yang terjatuh,kepalanya sempat membentur permukaan air dengan kerasnya.
Kelvin pingsan.Tubuhnya makin masuk ke dalam air.
Sementara itu di rumah Kelvin,Merriam merasakan firasat buruk.
Ia yang sedang membuat kue kering kesukaan Kelvin tiba2 menyenggol foto Kelvin
yang dipajang dekat telepon.Niatnya mau angkat telepon tapi malah menjatuhkan
foto Kelvin yang dipigura kaca.
Merriam mengambil foto yang terjatuh di lantai:"Untung ga pecah cuma retak.
Ada apa yach?Kok perasaanku ga enak begini.Aku telpon saja no hpnya Kelvin."
Namun tak ada jawaban.Telponnya mati lha nyemplung ke laut.
Merriam lalu menghubungi suaminya,"Pi,Kelvin sama Papi ga?
Kok hpnya ga aktif?"
Yadi malah heran,"Masak sih Mi?Kelvin tadi pamit mau pergi lihat resort
gitu sama temannya.Paling low bate hpnya.Mami cemas amat?"
Merriam membelai foto Kelvin,"Entahlah Pi,perasaanku ga enak.Nanti kalo ada kabar soal Kelvin hubungi Mami ya Pi?"
Yadi jadi ikut cemas,"Papi akan tanya Bu Nur.Siapa tahu ia tahu soal ini.
Mami jangan cemas yach...Kelvin kan anaknya baik,ga neko2.
Pasti dijagai sama Yang Diatas."
Merriam tetap saja cemas,"Semoga Papi benar.Semoga anak kita baik2 saja."
Benarkah Kelvin baik2 saja? ♡Back to Resort....
Nina mencari dimana Kevin. 
Nina:'Vin....kamu dimana?Kelvin....kumohon kamu jangan sampai kenapa2....Vin... dimana?'
Akhirnya Nina menyelam lebih dalam dan menemukan Kelvin melayang didalam air.
Segera diraihnya tubuh pria itu.Dibawanya ke tepi pantai.Dipompanya dada Kelvin agar air keluar tapi Kelvin masih pingsan.
Nina:'Tak ada cara lain,aku harus memberi nafas buatan.Aku harus selamatkan Kelvin.Ia tak boleh meninggalkanku.'
Dengan mengingat semau petunjuk pemberian nafas buatan,Nina memberikan nafas buatan pada Kelvin.Kelvinpun batuk2 dan mengeluarkan air yang sempat ditelannya.
Kelvin:"Uhuukk...hukk.."
Nina lega sekali,"Kamu gpp Vin?"
Kelvin memandang Nina:"Kamu kok basah Nin?Kamu gpp kan?"
Nina malah jadi terharu:'Sempat2nya dia mikirin aku disaat begini...'
Nina segera membantu Kelvin berdiri,"Aku gpp.Kamu tuh yang kenapa2...Gimana?
Mana yang sakit?"
Kelvin malah nyari Derby :"Derby mana?Dia gpp kan?"
Nina makin kagum saja sama tuh cowok,'Ya ampun kapan kamu mikir diri kamu Vin?
Yang sakit tuh kamu malah nanya orang lain melulu.Baik banget sih hati kamu.'
Kelvin memegangi kepalanya,"Aduh...kepalaku berat banget yach....pusing banget,
Nin."
Nina melihat sekitarnya,'Mana sih Derby kok malah ga kelihatan.Dasar!
Masak ga perhatian sih sama Kelvin?Kelvin kan sepupunya?'
Nina membawa Kelvin ke resort.Manager Resort segera menyiapkan sebuah kamar untuk Kelvin.
Nina :"Pak,Tolong segera panggil dokter yach.Juga tas kami ke kamar."
Kelvinpun dirawat oleh Nina.Usai menyuruh Kelvin ganti baju di kamar mandi,Nina membantu Kelvin berbaring.
Nina menelpon line layanan kamar:"Tolong kirim minuman hangat yach juga dua
porsi makanan."
Dokterpun tiba dan memeriksa kondisi Kelvin,"Sebaiknya dilakukan pemeriksaan
lanjut di bagian kepala.Namun secara keseluruhan tak ada luka serius.Hanya butuh istirahat."
Nina lega mendengarnya,"Terima kasih Dok."
Manager Resort segera mengantar dokter keluar kamar.Setelah itu ia kembali lagi,"Saya sudah siapkan dua kamar lagi.Dikiri dan kanan kamar ini.Ibu Nina tinggal pilih saja."
Nina menyelimuti Kelvin:"Terima kasih Pak,taruh saja kuncinya di meja.Saya akan memilihnya nanti."
Manager Resort :"Ada lagi yang Ibu perlukan?"
Nina :"Terima kasih.Semua sudah cukup.Silakan kembali bekerja."
Manager Resortpun permisi.
Kelvin mencoba bangun,"Kita pulang saja Nin.Aku gpp kok."
Nina :"Ga!Kamu harus pulih dulu.Ini minum dulu biar badan kamu hangat."
Kelvin tersenyum melihat perhatian Nina,"Kamu juga harus ganti baju Nin.Pakaianmu basah.Kamu bawa ganti kan?"
Nina :"Tentu dong.Aku kan selalu prepare.Apalagi kalau ke resort.Di mobil aku aja ada beberapa baju kok.Ya udah kamu berbaring dulu.Aku mau mandi sekalian.Awas jangan intip!"
Kelvin :"Aku ga serendah itu Nin.Tenang saja.Wah hp aku mati nih.Aku pinjem hpmu yach.Aku mau hubungi Mamaku."
Nina memberikan tasnya,"Untung tadi hpku kutinggal di tas.Jadi ga basah deh.
Ini ambil saja di dalam tas."
Kelvin :"Masak aku buka tas kamu Nin?"
Nina :"Ya udah aku ambilin...manja amat jadi cowok."
Kelvin :"Bukan manja Nin...tapi menghargai privasi.
Aku kan ga tahu kamu bawa apa aja di tasmu.Siapa tahu barang2 pribadi he..he.."
Nina menyerahkan hpnya,"Ini...memang kamu hafal no hp Mamamu?"
Kelvin :"Masak ga hafal sih?Aku apa2 selalu bilang Mama aku.Tadi aku baru bilang ke papa aku.
Mama pasti cemas."
Nina menuju kamar mandi sambil membawa pakaian gantinya.
Nina:'Kalau jadi suami pasti dia tipe yang perhatian.Sama mamanya aja sayang gitu pasti demikian juga ke isterinya nanti.Beruntung banget yang jadi isterinya.'
Sementara Nina mandi,Kelvin menghubungi Mamanya.
Kelvin :"Halo...Mama ini Kelvin,Ma....Kelvin gpp Ma.Kelvin minta maaf belum bilang tadi kalau mau ke resort teman Kelvin.Proyek baru kok Ma...Iya.Kelvin baik Ma...
Kelvin nginep sehari ya Ma...Bawa kok...Iya.Kelvin akan jaga diri...Derby juga ada kok.Mama tenang saja.Salam buat papa yach.Hp Kelvin mati Ma.Ini hp teman Kelvin...Ok.Love you Mama."
Kelvin menutup hpnya,'Wah gambar apa ini?Ini kan gambar bandara di London.
Apa Nina juga selalu mengingat awal mula kami bertemu?Ah ngarep amat sih aku..'
Kelvin hendak meletakkan hp Nina di meja kecil dekat tempat tidur,eh hpnya malah bunyi.Kelvin melihat nama Derby tertera di sana,diangkatnya.
Kelvin :"Hello..."
Derby :"Ini siapa yach?"
Kelvin :"Ya ampun Derb,suara sepupu kamu masak kamu ga hafal sih?"
Derby :"Kelvin?Ini beneran kamu?...oh Kamu ga papa kan?Sorry yach ...aku tadi ga sengaja..."
Kelvin :"Gapapa.Aku ngerti kok.Aku bukannya mau mempermalukan kamu di hadapan Nina.
Aku cuma cemas lihat Nina ketakutan."
Derby :"Nina mana?Kok hpnya bisa ada di kamu ?"
Kelvin melihat ke arah kamar mandi,"Nina sedang mandi,tadi pakaiannya basah...Ah itu dia udah selesai.Sebentar....Nin,Derby nelpon..."
Nina menerima hpnya,"Hello...iya,Derby yach..."
Kelvin kembali berbaring,'Kepalaku pusing...dingin banget lagi...kayaknya meriang nih....'
Kelvin malah bersin2,"Hutsshing.!!...hutsshinh!!"
Nina masih bicara dengan Derby tapi jadi ga fokus kala lihat Kelvin bersin2,"Vin...
pakai selimutnya...Wah kamu kena flu kayaknya..."
Derby kesel mendengarnya,"Nin,...hello?"
Nina malah sibuk ngurusi Kelvin,"Ups...sorry...Ini Kelvin kayaknya kena flu.
Kamu nginep juga ga di resort.Kayaknya aku dan Kelvin mau nginep dulu.
Kasihan Kelvin...lagian kalo langsung balik Jakarta sampainya juga malam.
Ntar malah tambah sakit dia.Pihak resort sudah sediain 3 kamar kok.
Tanya saja kamar area Royal Garden.Aku dan Kelvin di situ.Udah yach...
aku mau ngurus sepupu kamu dulu.Kayake bener2 kena flu deh."
Derby jadi makin sebel sama Kelvin,'Kenapa sih Kelvin selalu saja merebut perhatian orang2 yang kusayang?Ga ayah..ga Nino...ga Nina..semua Kelvin..Kelvin...Kelvin.Ngeselin!!
Tapi aku ga akan biarin mereka berduaan.Aku akan samperin mereka.
Aku ga akan biarkan Kelvin menang!Ga akan!!'
Derby melangkah mencari area Royal Garden.Eh baru mau nanya ke karyawan Weleh....kepencet terbit.Maaf ya...Aku lanjutin di komentar aja.
Baru mau nanya ke karyawan eh hp Derby bunyi.Ia diminta pulang karena ayahnya kambuh sakitnya.
Wah Derby makin kesel tuh.Wah Kelvin ama Nina  berdua .Moment dong. Apakah Derby akan pulang?
Atau nekad di resort?***see you next eps***
KERAMAT ☆☆EPS 21☆Near To You
KERAMAT☆☆EPS 21☆☆Near To You = Didekatmu☆
☆Resort☆
Derby kesal sekali karena harus segera balik ke Jakarta hari itu juga.Iapun memberitahu Nina lewat hp.
Nina :"Iya gpp,Derb.Ayah kamu lebih membutuhkan kamu.Soal sepupumu tenang saja aku yang akan menjaga dia.Kamu tenang saja.Kelvin aman kok di dekat aku.Salam ya buat ayahmu,semoga lekas sembuh."
Derby menutup hp dengan bete,'Yang aku cemaskan itu bukan Kelvin,Nin.
Tapi kamu.Kelvin mah ke laut aja.Memang sih aku pernah denger kalo Kelvin itu lahirnya prematur.Gampang sakit gitu dia.Salah sendiri,siapa suruh bikin aku kesel!
Udah deh aku rasa dalam kondisi sakit ga akan konsent dia merebut perhatian Nina.
Dia kan ketemu Nina ga tiap hari.Beda ama aku yang tiap hari ketemu.
Kans aku untuk dapetin Nina lebih besar dari dia.Lagian Nina pasti ogah punya cowok sakit2an kayak Kelvin.Cowok lemah.Sorry ya Vin,bukan aku ga sayang sama kamu
tapi aku rasa kamu dah terlalu diperhatiin deh ama sekeliling kamu.
Masak serakah amat jadi orang?Gantian dong sekarang aku yang dapat perhatian Nina.
Aku akan bikin bisnis kamu hancur sehingga kamu ga akan punya muka lagi dihadapan Nina.Ha.ha..'
Derbypun menuju parkiran mobil,tak lama kemudian mobilnya meninggalkan resort.
Selamat jalan ya!Hati2 nyetirnya ya!Sementara itu di area Royal Garden,di kamar Kelvin tampak Nina tengah membantu Kelvin berbaring.
Kelvin :"Aku gapapa Nin.Kamu tenang saja." Nina mengambilkan selimut lagi,"Tapi kamu menggigil Vin.Badan kamu agak panas lagi."
Kelvin :"Aku cuma kedinginan saja."
Tiba2 pintu diketuk,Nina segera membukanya.Pesanan makanan tiba rupanya.Pegawai resort :"Ini pesanan Ibu Nina.Selamat menikmati."
Usai meletakkan di meja,pegawai itupun pergi.Nina membawanya ke dalam dimana
Kelvin tengah meringkuk didalam selimut.Kedinginan.
Nina :"Lihat apa yang kubawa,Vin!"
Kelvin memandang ke arah Nina:"Wah,makanan...tahu saja kalau aku belum makan Nin."
Nina :"Pantas kamu menggigil.Perutnya kosong,ga ada tenaga buat melawan dingin.
Ayo dimakan."
Kelvinpun mencoba bangun tapi malah merasa mual,jangan2 gegar otak ringan deh.Kelvin segera menuju kamar mandi.Ia muntah2 di sana.Wah Nina jadi tambah cemas.
Nina :"Vin!Kamu kenapa?"
Kelvin :"Ga tahu nih Nin!Aku memang pernah kena vertigo tapi dah lama ga kambuh....whueek...whhueek!"
Nina :"Mungkin benar kamu harus diperiksa lebih lanjut Vin.
Mungkin kepalamu terbentur apa gitu waktu kecebur tadi."
Kelvin keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat,"Aku berbaring saja ya Nin?
Kalau bangun rasanya seperti berputar."
Nina segera membantu Kelvin berbaring,"Tapi kamu harus makan Vin,gini saja,
kamu duduk sandaran bantal saja.Makannya ditempat tidur.Biar aku suapi."
Wah Kelvin jadi berbunga2 melihat perhatian Nina padanya,"Beneran mau suapi aku?"
Nina segera menaruh bantal yang banyak buat sandaran Kelvin,
"Kamu mau ga disuapi?Kalau ga mau ya gpp.Beneran.Aku makan di kamar aku saja!"
Waduh,ngambek nih.Kelvin segera menangkap tangan Nina,"Jangan pergi Nin.
Aku mau disuapi.Mau banget.Beneran."
Nina tersenyum,"Oke.Tapi harus dihabisin lho ya.Awas kalo ga habis."
Kelvin manggut,"Yes Mam!"
Nina :"Kok Mam sih ?Miss dong!Miss Nina."
Kelvin :"Yes Miss Nina yang cantik."
Nina tersipu deh dibilang cantik,ia lalu menyuapi Kelvin.
Kelvin :"Kamu juga harus makan,Nin."
Nina :"Tenang saja.Kamu makan aku juga makan.Gimana enak?"
Kelvin :"Mmm...enak...aku suka kentangnya.Kalau di rumah Mama suka buat kentang goreng buat aku.Jadi kangen Mama nih."
Nina :"Dasar cowok manja!Anak mama ya..." Kelvin hendak turun dari pembaringan,Nina mencegahnya.
Nina :"Kamu mau kemana?Mual lagi?"
Kelvin :"Di tas aku biasanya ada obat kok Nin.Aku mau ambil."
Nina :"Sudah,kamu berbaring saja!Biar aku yang ambilkan.Just stay right there,ok!"
Kelvin kembali berbaring,"Yes Miss Nina."
Kelvin :"Di sebuah tas kecil bening gitu Nin.Mama kok yang selalu siapin.Katanya buat jaga2 kalau kambuh.Makhlum Nin,aku ini lahirnya prematur.Sakit2an gitu sejak kecil.Anak merepotkan pokoknya.Kasihan Mama."
Nina segera membawa tas Kelvin mendekat.Nina menemukan tas yang dimaksud,diserahkannya pada Kelvin.
Nina :"Mamamu sayang banget ya sama kamu.Sampai nyiapin kayak gini buat kamu.
Pantas kamu juga perhatian banget jadi orang.Lha Mama kamu ngajari gitu."
Kelvin segera meminum obatnya,"Mama memang sayang banget sama aku,namanya juga anak tunggal Nin.Kamu enak punya saudara.Bisa punya teman main.Makanya aku sayang banget sama Derby.Aku pingin punya saudara.Kayak kamu sama Kak Indra dan kak
Revand."
Nina malah jadi terharu mendengarnya,'Aku malah pernah mikir enak kali kalo aku ga punya saudara.Habis mereka dulu bikin sedih Ibu dan ayah terus.
Tapi ternyata sebenarnya aku ini beruntung.'
Nina :"Kenapa Mama kamu ga hamil lagi aja?Biar kamu bisa punya adik."
Kelvin sudah menghabiskan steaknya,iapun berbaring.
Kelvin :"Mama punya masalah dengan rahimnya.Kata dokter resikonya sangat besar untuk hamil lagi.Papa juga ga mau kehilangan Mama,mereka sudah coba berbagai dokter tapi hasilnya sama.Akhirnya Mama pasrah dan memilih fokus merawat aku."
Nina :"Oh begitu..."
Kelvin :"Resort ini bagus Nin.Aku mau bekerjasama dengan kamu memajukan Resort ini.
Lokasinya strategis dan wahananya cukup menarik."
Nina :"Beneran?Kamu ga konsultasi dulu sama Papa kamu?"
Kelvin :"Pasti aku akan bicarakan dengan Papa.Bisnis kami memang lebih ke arah
kayu dan galangan kapal.Tapi Papa juga berencana ekspansi ke bidang lain."
Nina melihat Kelvin mulai mengantuk.Obatnya mulai bekerja.
Nina :"Kamu tidur saja.Sudah 5 watt gitu..."
Kelvin :"Kamu juga istirahat Nin.Makasih ya buat semuanya."
Nina :"Aku malah mau minta maaf sama kamu...karena kuajak ke sini kamu jadi....
sakit begini.Kamu mau kan maafin aku?"
Tak ada jawaban.Ninapun mendekati Kelvin,"Vin?...yeah...sudah sleeping beauty..."
Nina memperhatikan Kelvin yang sudah tertidur,'Gantengnya....Tidur aja ganteng begini....ini aja posisi sakit masih pucat...gimana kalau sehat,pantas para cewek selalu kerubutin dia.Wajahnya sih kegantengan...'
Waktu betulin selimut Kelvin,Nina melihat kalung pemberiannya dipakai Kelvin.
Nina :'Ini kan kalung jangkar yang kuberikan dulu?Ternyata dipakai sama dia.Kenapa sih takdir selalu berusaha mendekatkan kami ?Padahal aku berusaha membencinya tapi
tetep saja kami malah jadi makin dekat.Bukannya musuhan malah jadi teman.
Makin mengenalnya,aku makin ga bisa membencinya.Apa dendamku kuhentikan saja yach?'
Nina lalu membawa piring kotor bekas steak ke meja depan biar diambil pegawai resort.Ia sendiri memilih tetap di kamar Kelvin,mencoba mengerjakan tugas kantor yang masih tertunda.Laptop memang selalu ia bawa kemana saja.Satu jam berlalu.Ia melihat ke arah Kelvin.Kok sepertinya Kelvin gelisah dalam tidurnya.
Nina memegang dahi Kelvin,'Ya ampun panas gini!Wah dia demam.Kuambil kompres dulu.'
Kelvin malah mengigau :"Ma...Ma..."
Nina segera mengompres dahi Kelvin,'Kasihan...dia pasti kangen Mamanya...'
Begitulah semalam2an Nina malah sibuk menjaga Kelvin yang demam.
Saking lelahnya sampai Nina tidur dikursi sementara kepalanya di pembaringan Kelvin.Menjelang dini hari Kelvin terbangun.
Ia heran melihat Nina masih di kamarnya,'Kok Nina masih disini?Kasihan dia.
Masak tidur di kursi begini?'
Kelvin merasa jauh lebih mendingan,demamnya juga sudah turun.
Ia turun pelan2 dari pembaringan lalu mengangkat tubuh Nina ke tempat tidur.
Wah mau apa Kelvin???
Ternyata cuma dibaringkan lalu diselimuti.Habis itu dia pergi ke ruang tamu tidur di sofa.Wah Kelvin ga ambil kesempatan yach?Keren!!Really gentleman.Kok Nina ga bangun sih?Nina kecapekan.Habis ngurus Kelvin gonta ganti kompresnya.Pagi mulai menyingsing.Aktivitas resort mulai terjadi.Bagaimana reaksi Nina ya saat bangun
nanti?***see you next eps***
Eps ☆22☆KERAMAT》
The Wind of Joy
☆ KERAMAT ☆☆☆EPS 22 ☆☆☆The Wind of Joy = Angin Sukacita ☆
Eps sebelumnya Kelvin yang sakit karena

ulah Derby malah dirawat Nina diresort.Itulah mahkota dibalik masalah.Bukannya makin membuat Nina illfeel sama Kelvin karena punya fisik lemah,justru makin menumbuhkan rasa sayang Nina pada Kelvin.Yuk kita lihat gimana reaksi Nina saat bangun di atas tempat tidurnya Kelvin!
☆☆Pagi hari di Resort☆☆
Pagi nan indah telah menyapa penghuni resort.Udara memang masih dingin tapi mentari sudah tersenyum menyinari.Disebuah kamar,seorang gadis cantik
tampak mulai membuka matanya.Beberapa kali menguap,tapi matanya tak mau lagi terpejam.Apalagi saat ia menyadari ada dimana dia kini.
Nina :"Ha!!Ini kan tempat tidurnya Kelvin?Kok aku bisa disini?Seingatku semalam aku tidur di kursi.Bukan di atas sini!!Oh my God!!Apa yang terjadi padaku semalam?!!"
Nina memeriksa dirinya,pakaiannya masih lengkap,tempat tidur juga rapi,
Kelvin juga tidak terlihat.
Nina :'Kelvin...ya dia pasti tahu apa yang terjadi.Dimana dia?Jangan2 dia kabur lagi...Ya ampun jangan2 bener aku sudah diapa2in sama dia...'
Nina segera menyibakkan selimut dan turun dari pembaringan. Nina :"Kelvin!!Vin!!Kel..."
Teriakan Nina terhenti saat melihat cowok yang ia cari tengah tidur di atas sofa di
ruang depan.Segera didekatinya tubuh yang tergolek di sofa,dirabanya dahi pria itu.
Nina :'Masih hangat.Pasti karena tidur di sini.Ventilasinya kan banyak disini.'
Kelvin terbangun merasakan seseorang meraba dahinya,"Nina?Kamu sudah bangun?
Maaf semalam aku mindahin kamu ke tempat tidur soale aku ga tega lihat kamu
tidur di kursi.Kamu kelihatan capek banget."
Nina :"Tapi kamu ga macam2 kan sama aku?"
Kelvin tertawa,"Ya ampun Nin!Habis naruh kamu di pembaringan aku langsung tidur di sini.Aku ga serendah itu Nin.Swear!!"
Nina menatap penuh selidik,"Apa buktinya kamu ga manfaatin aku semalam?"
Kelvin bingung juga jawabnya,"Kamera cctv dalam ga ada tapi...aha itu kamera di ruang depan ada.Nah lihat aja aku dari jam berapa di ruangan ini.Kamu pasti dapat akses melihat monitor cctv kan?"
Nina melihat ke arah kamera yang menyorot ruang depan,"Tapi kalo sampai aku
nemuin hal yang mencurigakan,kamu harus bertanggung jawab!!"
Kelvin malah sumringah wajahnya,"Beres...he..he...rejeki kok ditolak he..he.."
Nina heran dengan kegirangan Kelvin,"Kok kelihatannya malah girang gitu?
Beneran yach kamu ngapa2in aku semalam??!!Hayo ngaku saja!!"
Wah Kelvin kayake bakal babak belur nih,"Nin,sumpah aku ga berbuat serendah itu Nin!Aku memang kuliah di luar negeri tapi aku ini Indonesia sejati.
Aku ini orang timur yach...menjunjung tinggi norma dan etika."
Nina :"Belgedes!!Wajah boleh kayak pangeran tapi hati bisa preman."
Kelvin :"Gini aja.Apa kita ke dokter aja?Biar kamu yakin kalau aku ga berbuat seperti
yang kamu tuduhkan.Gimana?Mumpung aku kayake bakal chek up lagi deh kondisi aku.Badanku ga enak."
Nina terdiam,ia lupa bahwa Kelvin lagi sakit.Amarahnya langsung reda melihat
wajah pucat Kelvin,"Ga usah.Kita periksain kamu aja.Kamu pucat banget tuh.Kayak manusia vampire dalam Twilight."
Kelvin tersenyum,"Jadi kamu percaya kan sama aku?Aku lega sekarang.
Terima kasih ya Nin kamu percaya sama aku."
Nina masih berlagak ketus,"Siapa bilang aku percaya gitu aja?Aku akan tetep nganggap kamulah yang bertanggung jawab bila terjadi sesuatu sama aku.Titik!Ga pakai Blitar."
Kelvin malah senyum2 ga jelas denger perkataan Nina,'Wah kapanpun aku bakal siap bertanggung jawab atas dirimu Nin!Siap 86 pokoknya!He..he..'
Nina :"Malah pringas pringis dasar!Ayo kita siap2 balik Jakarta.
Aku ga mau dituduh nyulik kamu.Bisa jadi headline nanti:
*Pewaris Keramat Masa Depan diculik seorang wanita*..ihhh..emang aku penjahat apa."
Kelvin malah makin girang,"Kamu nyulik aku juga gpp kok.He..he .ikhlas..."
Nina :"Malah ga nyambung kamu ni...udah aku mau beresin barang2 dulu.
Habis sarapan,kita cabut ke Jakarta.Aku yang setir.Kamu duduk manis aja."
Kelvin langsung protes,"Masak kamu yang setir Nin?Aku aja!Aku masih kuat kok nyetir."
Nina malah berkacak pinggang,"Sudah ga usah bantah!Aku ga mau ntar malah kenapa2 di jalan kalo kamu paksain nyetir juga."
Kelvin malah manyun,"Tapi aku kan pria masak dijaga wanita...kebalik dong !"
Nina menghela nafas,"Siapa juga bilang kamu wanita?Aku hanya minta kamu
turunin egonya dikit aja.Susah amat!"
Kelvin jadi mendelik,"Iya gitu aja pakai ngeluarin keris.Aku nurut aja.
Duduk manis semanis yang nyuruh.Hi..hi.."
Nina lalu menuju kamar mandi,mengecek apa ada air hangat.
Nina lega karena ternyata ada,iapun segera menemui Kelvin lagi.
Nina :"Ayo kamu mandi sana!Habis itu kita ke restoran untuk sarapan."
Kelvin berlagak manja,"Dingin Nin!Ga mau ah!Aku mandinya dirumah aja.He..he.."
Nina mendorong Kelvin menuju kamar mandi,"Ihh bau dong!
Kamu mau bikin aku pingsan di mobil?Kalau aku nyuruh kamu mandi,
aku tuh dah lihat kalo ada air hangatnya Kelvin...."
Kelvin senyum2,"Kamu perhatian banget yach...beruntung deh yang dapat kamu nanti.Moga aja..."
Nina sudah memotong ucapan Kelvin,"Moga apa?Mau mandi aja pake make a wish.Memang ada bintang jatuh di kamar mandi?Ada2 aja deh.Jangan2 beneran ada masalah dengan kepala kamu,Vin..."
Kelvin :"Iya ada bintang jatuh di kamar mandi....bintangnya kamu....he..he..."
Kelvin melanjutkan dalam hati,'Bintangnya jatuh di hati aku membuat
aku jatuh cinta..cinta sama kamu Nin..'
Usai aksi dorong akhirnya Kelvin mandi juga,setelah mandi air hangat suhu tubuh Kelvin kembali berangsur normal.
Kelvin yang kini pakai pakaian agak tebal tampak seger usai mandi,"Wah habis mandi air hangat,badanku lebih enak Nin.Bener kamu."
Nina gantian yang mau mandi,ia sudah menyiapkan pakaiannya.
Nina :"Ya iyalah kan mandi air hangat membantu menurunkan demam.
Karena terbiasa merawat ayah aku maka aku tahu semua itu."
Kelvin manggut2 lalu mengambil syalnya,"Jadi kangen Papa,aku mau pakai syal
pemberian Papa ah.Sekalian menghangatkan leher.Aku keren ga pakai syal,Nin?"
Nina melongok sebentar ke arah Kelvin,"Kamu mah dari bayi kayaknya dah ganteng
deh.Ga usah diberi komentar.Ntar aku didemo fans kamu yang seabrek itu.
Ampun deh..."
Kelvin:"Wah aku dibilang ganteng nih...makaciih..."
Nina lalu masuk kamar mandi,'Bukan cuma ganteng Vin,kamu itu juga baik banget orangnya.Aku jadi ga tega mau nyakitin kamu.'
Usai siap semua,mereka lalu menuju restoran.Tentu saja bisik2 diantara pegawai
tetap ada melihat Nina nampak akrab sama Kelvin.
Pegawai restoran:"Bukannya itu pewaris Perusahaan Keramat?Perusahaan kayu yang telah menjadi makin besar sejak mengembangkan sayap ke bidang galangan kapal.
Malah denger2 mau ekspand ke real estate dan resort.Hebat deh!"
Bagian house keeping:"Wah beruntung banget Bu Nina.Aku setuju kalo Bu Nina sama pria itu.Kelihatannya orangnya juga baik.Ga sombong kayak satunya kemarin."
Manager resort:"Kalian ini malah gosip!Ayo kerja!Bossnya disini juga malah jadi host infotainment."
Mereka langsung ngacir ke posisi masing2.Kelvin dan Nina sarapan berdua.Manager Resort selalu memastikan mereka mendapat service terbaik.
Kelvin:"Lidahku pahit Nin.Makan rasanya ga enak.Aku ngemil aja deh."
Nina menyuapkan satu sendok nasi,"Harus tetep makan!Kalo ga awas!!"
Kelvinpun makan sambil manyun2 gembira,'Asyik disuapi lagi.Sering2 aja Nin.'
Wah malah makin mesra tuh.Itu belum di perjalanan nanti.Lagi asyik makan,hp Nina bunyi.Nina heran,"No siapa nih?" Nina mengangkatnya,"Halo?"
Yang menelpon lebih kaget lagi soalnya yang terima kok cewek,'Astaga!!Kok suara perempuan?'

Hayo siapa yang ngebel tuh?Penasaran?***see you next eps***
KERAMAT ♥EPS 23
♡A New Heart
♥K E R A M A T ♥♡ Eps 23 ♡♥ A New Heart = Hati Yang Baru ♡
Sekarang kita ke prolog dulu yach.Ada kisah tentang anak dan ayahnya.Bukankah hubungan anak dengan orang tua adalah hubungan yang keramat?
♥A Tale Before A Story♡
Seorang anak laki2 pada suatu hari bertengkar hebat dengan ayahnya.Saking marahnya iapun kabur dari rumah tanpa membawa apapun.Tanpa uang,tanpa bekal apapun lainnya.Iapun tidur di emperan toko.Udara dingin menusuk kulitnya,tanpa selimut hangat seperti di rumah,tanpa kasur empuk yang biasa ia nikmati.Pagipun tiba,ia lapar sekali.Didepannya seorang penjual soto tengah sibuk membuka warungnya.Ia terus mengamatinya.Bau sedap semangkuk soto menggiurkan sekali.
Sayang ia tak punya uang,ia hanya bisa menelan air liurnya.
Si pemilik warung melihatnya dan memanggilnya,"Kamu mau Soto?"
Anak laki2 itu menjawab,"Iya saya lapar sekali tapi saya nggak punya uang buat beli
soto."
Penjual soto itu lalu menyuruhnya duduk dan menyuguhkan seporsi soto untuknya.
Ia terharu dan sambil berkaca2 bertanya,"Ini buat saya Pak?Tapi saya nggak punya uang..."
Bapak penjual soto itu menjawab,"Saya kasihan lihat kamu Nak.Jadi inget anak saya.
Makan saja ga usah bayar."
Wah hati anak itu tersentuh,"Bapak pasti ayah yang baik.Beda dengan ayah saya.
Dia membuat saya marah sehingga saya kabur dari rumah."
Penjual soto itu tersenyum dan berkata,"Kamu salah Nak.Aku baru memberimu satu mangkuk soto,kau sudah menyebut aku ayah yang baik.Sekarang usiamu berapa?"
Anak itu menjawab,"Hampir 20 tahun Pak."
Bapak itu lalu duduk,"Sekarang hitunglah berapa mangkuk nasi yang sudah diberikan ayahmu kepadamu.Jika sehari kau makan 3 x dan dalam satu bulan ada 30 hari lalu
satu tahun ada 12 bulan dikali sebanyak umurmu.Hitunglah!Itulah kebaikan ayahmu.Lebih baik mana bapak dengan ayahmu?"
Anak itu terdiam dan baru menyadari betapa dia melupakan kebaikan ayahnya
selama puluhan tahun hanya karena satu kesalahan yang dibuat ayahnya.
Ia malah ingin pulang dan minta maaf pada ayahnya.
Penjual soto itu menepuk bahu anak itu,"Pulanglah Nak!Minta maaflah pada ayahmu.Dan belajarlah untuk lebih melihat kebaikan orang tuamu daripada keburukannya."
Anak itupun segera berlari pulang ke rumahnya dan meminta maaf pada ayahnya.Semangkuk soto yang membawa pencerahan.Itulah jeleknya manusia,yaitu ahli dalam melihat kejelekan orang lain.
Panas setahun dihapus hujan sehari.Nila setitik merusak susu sebelanga.Terus apa hubungannya dengan eps kali ini.Bukan hanya si anak laki2 tadi yang mengalami perubahan hati tapi juga salah satu tokoh kita yaitu Nina.Perubahan hati seperti apa?Yuk kita lihat saja!

♥Masih di Resort...
Nina telah menyelesaikan urusan resort dan siap kembali ke Jakarta.
Cuaca untung saja mendukung alias cerah.Kelvin heran kenapa Derby tidak
ikut mereka pulang.Sambil melangkah menuju parkiran mobil Nina menjelaskan semuanya,
"Semalam dia bilang ayahnya kambuh sakitnya,jadi dia harus segera balik ke
Jakarta."
Kelvin jadi sedih,"Kasihan Pakdhe....beliau sering kambuh sakitnya...
aku akan kunjungi beliau nanti."
Nina membuka pintu mobil,''Kamu penyayang ya orangnya.Apa kamu ga pernah membenci orang gitu?"
Kelvin duduk di depan,"Buat apa membenci orang toh kita juga bukan makhluk sempurna.Beneran kamu yang setir nih?"
Nina memasang seatbelt,"Iyalah...kamu tuh masih lemes,tuh dipakai seatbeltnya."
Kelvin menurut dan duduklah ia dengan manis dengan pakaian tebal dan syal di
leher.Nina ketawa melihatnya.
Kelvin malah heran,"Kamu kenapa sih?Ada yang lucu ?"
Nina menutup mulutnya menahan tawa,"Kamu....tuh kayak..boneka salju jepang tahu ga?
Yuki Daruma....ha..ha...lucu."
Kelvin jadi terpesona melihat wajah Nina yang berbinar bahagia,
"Kalau dengan aku sakit kamu begitu bahagia...aku mau sakit terus..."
Nina langsung menekap mulut Kelvin dengan tangannya,"Hussh!Aku ga suka kamu bilang gitu!Kamu itu harus sehat.Aku sedih kalau kamu sakit."
Kelvin terbelalak mendengarnya,"Kamu sedih kalau aku sakit?"
Nina langsung salting dan menarik tangannya,"Ya kita kan teman,kamu sedih
aku juga sedih gitu..."
Kelvin tersenyum senang mendengarnya.Nina juga jadi merona wajahnya.
Nina:'Ups!!Hampir saja aku ngaku kalo suka dia.Nina kamu ini kan harusnya benci
dia kok malah jadi suka sih?!!'
Nina malah sibuk dengan pikirannya sendiri.Kelvin yang masih lemah akhirnya
tertidur di mobil.
Nina memperhatikannya,'Ya ampun,rasanya hatiku ga karuan kalau ada dia
di sisiku.Apa yang terjadi padaku?Melihat dia sakit kenapa aku juga merasa sedih ya?
Lihat wajahnya itu!Kayak baby gitu...Aduh!'
Perjalanan menuju Jakarta memang agak lama,namun terasa tidak membosankan
bagi Nina karena ada Kelvin di sampingnya.
Kelvin terbangun dari tidurnya,"Ya ampun aku tertidur yach?Sampai mana nih?"
Nina melirik pria tampan itu,"Sebentar lagi juga sampai kok.Kamu pulas banget tidurnya.
Kayak bayi habis minum susu.Pules gitu."
Kelvin garuk2 kepala dibilang kayak bayi,"Bayi ketemu gede kali..."
Nina malah merasa lapar,"Makan yuk!Laper nih!"
Kelvin melihat sebuah warung nasi ,"Kesitu gimana?Tempatnya lumayan bersih dan
asri lagi.Menunya masakan jawa pula."
Nina segera memarkir mobil dekat tempat yang dimaksud Kelvin,
"Laper bener nih aku.Aku mau garang asem ah!"
Kelvinpun turun dari mobil,"Pantas kamu galak bener lha makannya juga serem nama makanannya.Garang..asem..wah.."
Nina manyun dibilang galak,"Habis kamu tuh kalo ga digalaki ga ngerti sih!
Ayo cepet jalannya!Ga pake lelet!"
Kelvinpun jadi pingin ngerjain Nina,ia pura2 pusing alias gliyer gitu.
Kelvin:"Aduh....kepalaku...rasanya seperti berputar lagi...achhh..."
Wah Nina langsung panik deh dan megangi Kelvin yang pura2 lemes gitu,"Kelvin...kamu kenapa?Kamu pegangan aja sama aku."
Wah Kelvin langsung melingkarkan tangannya di bahu Nina dan bersandar gitu,
'Asyik!Wah Nina harum baunya....waduh kayak pasangan kekasih saja nih....'
Melangkah dibantu Nina,Kelvin senyum2 bahagia.Nina jadi curiga,
"Kamu kok senyum2 sih Vin?"
Kelvin ,"Ya elah Nin.Senyum aja ga boleh...terus aku harus manyun terus gitu?"
Nina jadi keki,"Yeah ga gitu ...tapi kok kamu kayaknya aneh gitu...sih?"
Kelvin lalu duduk,"Wah pemandangannya asri yach....lihat tuh daun2nya!
Hijau menyejukkan hati.Apalagi ada orang istimewa di sisi."
Nina memandang Kelvin,'Istimewa?'
Seorang pelayan mendekat dan menawarkan menu kepada mereka.
Usai memilih Kelvin memandangi daun2 yang berguguran.
Kelvin melangkah ke arah pepohonan dan mengambil daun yang berjatuhan,Nina mendekatinya.Takut dia kalo Kelvin gliyer lagi.
Kelvin menunjukkan sehelai daun pada Nina,"Lihat indah kan?Musim silih berganti.
Nin,maukah kau menemaniku melewati musim2 dalam hidupku?"
Nina kaget mendengarnya,"Maksudmu?"
Kelvin meletakkan sehelai daun kering ditangan Nina,"Anggaplah aku seperti daun

kering ini,karena aku kering dan layu bila kau tak bersamaku.Jadi kalau kau mau

menjadi kekasihku lemparkan daun ini ke udara biar ia terbang tinggi.Tapi bila kau menolak,sobeklah daun kering ini."
Nina memandang daun kering ditangannya,'Tuhan,Kelvin ternyata juga sayang padaku?....aku ingin sekali memeluknya dan berkata ya....tapi bagaimana dengan dendamku...?'
Kelvin menanti jawaban Nina. /Bila aku harus mencintai dan berbagi hati...Itu hanya denganmu..../Element.
Nina hendak menyobek daun kering ditangannya tapi melihat wajah Kelvin yang

pucat dan tertunduk ia tak bisa memungkiri betapa ia juga mencintainya.
Benci atau cinta?Ninapun melemparkan daun itu ke udara.

Kelvin tersenyum bahagia dan Ninapun menghambur ke pelukan Kelvin.
Nina ,"Aku mau menemanimu melewati musim2 didalam hidupmu.Aku mau jadi kekasihmu."
Kelvin bahagia sekali,"Aku mencintaimu Nina!"

Mereka berpandangan penuh bahagia.Nina menatap ke langit ke pepohonan,

'Aku melepaskan dendamku demi sebuah hati yang kucintai.'
Wah selamat ya!!Sudah jadian.Ikut seneng!Wah gimana reaksi Derby ya?

Ya ampun sampai sore saya nulis ini.***see you next eps***
Eps 24 KERAMAT ♡ Your Heart
♡ KE ♡ RA ♡ MAT♡♡♡Eps 24♡♡♡Your Heart = Hatimu♡
Seorang anak laki2 yang sudah berumah tangga suatu hari mengunjungi ibunya.Rupanya ia sedang ada masalah dengan rumah tangganya dan curhat pada ibunya.
Sang ibu mendengarkan putranya itu sambil menyiapkan minuman untuknya.
Sang putra:"Isteriku itu Bu kerjaannya ngomel melulu,katanya aku sering pulang malamlah,dia capek ngurusi anaklah,dia juga ingin diperhatiin,dia uring2an terus...
aku jadi ga betah di rumah Bu."
Sang ibu tidak berkata apapun namun terus mendengarkan keluh kesah anaknya.
Puas mengungkap rasa,sang anak lalu bertanya,"Menurut ibu aku harus bagaimana menghadapi isteriku?"
Sang ibu malah membawa 3 gelas berisi 3 benda berbeda lalu meletakkannya di depan putranya.Sang anak heran,"Apa ini Bu?"
Sang ibu mengambil termos berisi air panas lalu menuang isinya pada gelas pertama,
"Di gelas pertama ini ibu taruh irisan wortel.Lihat apa yang terjadi saat ibu beri
air panas!"
Si anak memperhatikan dengan penasaran,"Wortelnya jadi lembek Bu.Jadi lonyot.
Mudah patah dan tak sekuat pas masih mentah."
Lalu sang ibu menuang ke gelas kedua yang berisi telor yang sudah dipecah,jadi telor mentah.Si anak berkomentar,"Wah begitu kena air panas,telornya langsung mengeras ya Bu jadi kayak gel.Kaku."
Gelas ketiga berisi daun teh,wah begitu dituang air panas semerbak aroma harum teh
segera memenuhi ruangan.Sang ibu lalu menerangkan artinya,"Manusia hidup itu pasti menghadapi masalah.Dimanapun kamu berada masalah itu pasti ada.Ibu tak akan menyalahkan siapapun ataupun membela siapapun.Semua kembali pada dirimu,kau mau jadi seperti yang mana saat menghadapi masalah.Apakah kau ingin menjadi seperti wortel,begitu dihantam masalah langsung lemah,hancur dan rapuh?Atau mau jadi seperti telor,begitu badai menerpa langsung menjadi keras,kaku dan malah mengubah watak aslimu.Tapi ibu sarankan kau menjadi seperti teh,saat alami tekanan dan tantangan,kau justru semakin harum dan enak untuk diminum.Sekarang silakan kau sendiri yang tentukan minuman mana yang ingin kau minum.Pilihan ada di tanganmu."
Sang anak terpukau dan mengambil kelas ketiga,"Saya akan berusaha menjadi seperti teh Bu.Semakin harum saat ditengah masalah.Terima kasih Bu atas nasehatnya.
Tidak sia2 saya datang kemari.Ibu membuka mata hati saya untuk lebih mengasihi isteri saya dan memahami dia.Mungkin kami kurang saling pengertian.Saya pamit pulang ya Bu,kangen rumah.He..he ..."
Sang ibu tersenyum dan berkata,"Pulanglah Nak.Berbahagialah dengan isterimu.
Dia teman hidupmu."
♡Di rumah makan♡ Acara makan berubah menjadi kencan.Kelvin disuapi oleh Nina.Begitupun sebaliknya.
Kelvin bahagia sekali,"Enak juga ya garang asem itu....asam blimbing wuluh menambah segar rasa masakannya.Rasanya jadi gurih campur asam."
Nina menyuapkan lagi,"Ayo aaa....!" Kelvinpun makan dengan lahap,"Kamu juga nih...aaa...!"
Keduanya tersenyum gembira,saling pandang dan pegangan tangan.
Tiba2 hp Nina bunyi,"No siapa sih ini?Ini no yang sama dengan yang pagi tadi."
Kelvin,"Pagi tadi?" Nina :"Iya pagi tadi ada seorang wanita ngebel tapi terus diputus." Kelvin :"Coba kuangkat saja." Nina menyerahkan hpnya,"Iya kamu saja yang terima." Kelvin melihat no orang yang ngebel,"Lho ini no kan nonya Mama....Hello,Mama yach..."
Merriam senang sekali mendengar suara Kelvin,"Hello sayang...Iya ini Mami...
kamu kapan pulang sayang?Mami kangen banget...oh ya kemarin cewek tuh yang angkat telponnya...Temen kamu cewek?"
Kelvin :"Ini sudah mau sampai Jakarta kok Ma...iya Ma,temen Kelvin cewek eh...
bukan temen ding....hi..hi.." Nina tersipu.Kelvin meremas jemari Nina. Merriam :"Maksud kamu dia itu gadis yang kamu temui di Bandara?" Kelvin :"Iya Ma...kami sudah jadian...nanti Kelvin kenalin deh...cantik banget Ma." Nina makin salting,"Apaan ah..." Merriam :"Mami ikut seneng...Baiklah Mami tunggu di rumah ya?Mami dah siapin masakan kesukaan kamu.Gado2.Kamu pasti suka."
Kelvin :"Iya ini Kelvin akan segera melanjutkan perjalanan lagi." Merriam :"Oke deh...Love you Sayang." Kelvin :"Love you too Mam!!" Nina melepaskan jemari Kelvin,manyun gitu dia.Kelvin heran,"Kamu kenapa cemberut Nin?" Nina malah membuang muka,"Mmhh...!!" Kelvin punya ide,ia pura2 megangi kepalanya,"Aduh...kepalaku pening banget Nin...
ackk..." Nina malah berdiri menjauhi Kelvin,"Kagak percaya!!Paling aksi tipuan kamu.Hufff!" Kelvinpun berdiri spontan mengikuti Nina tapi malah beneran pusing,'Aduh...
kenapa muter gini yach ...' Kelvin malah beneran ambruk ke lantai,"Bruuk!" Nina jadi kaget dan segera mendekati Kelvin,"Kamu kenapa Vin??Vin???" Kelvin tampak pucet banget,"Entah Nin...kamu itu yang kenapa?Kamu marah sama aku Nin?"
Nina meletakkan kepala Kelvin dipangkuannya,"Lihat kamu gini aku ga jadi marah...
Aku cuma iri saja,kamu mesra bener sama Mama kamu."
Kelvin meraih jemari Nina,"Nin....kamu dan Mama aku itu dua orang wanita
yang spesial di hati aku.Aku mencintai kalian berdua.Hatiku ini hanya ada nama kamu Nin."
Untung rumah makannya lesehan dan diberi sekat2 sendiri jadi ga ada yang merhatiin.He..he..Nina terharu apalagi saat Kelvin menempelkan tangan
Nina ke jantungnya,Nina malah melihat kalung pemberiannya masih dipakai Kelvin. Nina meraba kalung jangkar itu,"Kalung ini ternyata ingin menyatukan kita..." Kelvin tersenyum,"Dia tahu kalau hatiku ini butuh kamu.I love you Nina..." Nina membelai kepala Kelvin:"Me too Kelvin.I love you too." Waduh mesranya tiduran di pangkuan Nina. Nina melihat wajah Kelvin yang pucat,"Vin,kita ke RS yuk.Kamu pucat lho.Aku takut..." Kelvin malah tersenyum,"Kamu mencemaskan aku yach..." Nina tersenyum tapi juga tersipu malu,"Iya dong...coba kalau aku yang sakit,
kamu juga bakalan cemas kan?" Kelvin malah menciumi jemari Nina,"Pasti.Aku bahkan akan langsung gendong kamu ke RS." Nina seneng mendengarnya,"Kalau gitu ayo segera ke RS!Biar kamu cepat membaik.
Cepet sehat lagi.Ga pucat kayak gini."
Kelvin malah memejamkan mata,"Beri aku 5 menit aja tidur di pangkuan kamu.
Just five minutes please..." Nina mengangguk,'Kamu itu bikin aku sport jantung Vin.Berdebar karena cintamu
dan karena mencemaskanmu.Sedih dan bahagia jadi satu.Jadi pingin makan gado2 nih...'
Begitulah moment mesra Kelvin dan Nina.Setelah itu mereka meninggalkan rumah makan penuh kenangan itu dan melanjutkan perjalanan.Tujuannya RS dulu.
Mau check up kondisi kepala Kelvin.Akhirnya mereka sampai di sebuah RS dan Kelvinpun segera diperiksa.Nina menanti diluar ruangan,'Tuhan,jangan sampai terjadi hal
yang buruk pada pria yang kucintai.Sembuhkanlah dia Tuhan.Dia itu orang yang berhati baik,dia selalu mengedepankan orang lain daripada dirinya.Tuhan,jangan biarkan ada sumbatan di pembuluh darah kepala Kelvin.Berikanlah kelancaran dan
jaringan syaraf yang baik.Tidak ada kerusakan ataupun gegar otak.Kumohon ya Tuhan.
Sembuhkan juga dari vertigo.Jangan kambuh2 lagi.Aku takut Tuhan.Aku tak mau kehilangan dia.Kabulkanlah doaku Tuhan.Aku janji ga akan membalas dendam lagi.Aku janji.'
Dokter telah selesai memeriksa Kelvin,wah ada apa yach dengan Kelvin?
Jadi ikut cemas nih.Nina segera mendekati Kelvin,"Bagaimana dok?
Apa ada masalah dengan kepala kekasih saya ini?" Wah denger perkataan Nina,Kelvin langsung tersenyum bahagia.
Nina tak menyadarinya sampai dokter yang komentar. Dokter syaraf :"Wah baru jadi kekasih saja secemas ini...apalagi kalau jadi suami isteri yach..."
Nina tersipu sambil menahan malu,Kelvin yang malah nampak bahagia. Dokter melanjutkan:"Diagnosa awal terjadi gegar otak ringan.Namun hasil lengkapnya masih menunggu hasil foto scan.Ditambah dengan riwayat vertigo maka perlu sekali
kami melihat hasil dari foto scan.Jadi saya harap kalian bersabar.Besok kembali lagi ke sini.Ini resep obatnya.Oh ya...jangan melakukan aktivitas yang berlebihan dulu.
Banyak istirahat dan bedrest." Nina :"Baiklah Dok.Besok kami akan kembali lagi ke sini.Terima kasih." Kelvin juga berterima kasih pada dokternya,"Terima kasih ya Dok.Makasih juga buat doanya...he..he..doain kami sampai jadi suami isteri.He..he..rencana saya memang begitu..."
Nina makin merona pipinya,"Kelvin ah..." Dokternya malah tersenyum,"Wah pasti Tuan Kelvin cepat sembuh nih...
kekasih hatinya nungguin dan kasih perhatian gitu..." Mereka saling pandang lalu berpamitan.Usai menebus obat,mereka kembali melanjutkan perjalanannya.Nina lega setidaknya Kelvin ga perlu opname.Wah gimana reaksi Merriam ya saat ketemu Nina?Apa dia akan menyalahkan Nina atas sakitnya Kelvin?
Kita tinggalin dulu Kelvin dan Nina yang sedang menuju rumah Kelvin.Kita lihat kondisi Ayah Derby.
♥Rumah Derby♥ Derby nampak kesal mengetahui ternyata ayahnya tak separah bayangannya.
Bahkan dokter menyatakan boleh pulang,dirawat jalan saja.Dengan wajah bete,Derby memandang kakaknya,tentu saja sang kakak jadi ga enak hati.
Ibunya Nino :"Kamu kenapa Derb?Wajahmu gitu amat lihat mb?" Derby memandang ke arah lain,"Kalau kondiai ayah ga parah ngapain kakak heboh sampai2 aku batalin nginep di resort.Boss aku pasti mikir aku tuh ga bisa atur rumah."
Sandra Dewi,kakaknya Derby,ibunya Nino akhirnya ga tahan lagi,"Mbak heran ya sama kamu.Harusnya kamu itu seneng Bapak gpp,ga perlu opname eh malah kamu ngomel2.
Memang acara di resort itu begitu penting ya sampai kamu marah2 gini sama mbak?"
Derby juga nyolot,"Mbak itu ngrepotin aja kerjaannya.Yang Nino lah yang inilah yang ayahlah.Aku tuh juga punya kehidupan mbak.Aku punya cita2.Ga cuman ngurusi kalian doang!!"
Sandra Dewi meraih Nino yang ketakutan mendengar nada bicara Omnya
yang meninggi,"Oh gitu!Kamu anggap keluarga kamu itu ngrepotin.Terus kalau teman ga?
Buat teman kamu bela2in jemput jauh bolak-balik ga complain bensin ga ngeluh
juga soal waktu.Kenapa hey kalo buat ayah dan kakak kamu sendiri kamu ngeluh?
Kamu tega ya lebih ngutamain orang lain yang ga punya hubungan darah
sama kamu!Keluarga kamu kamu cuekin!Oke!!Lain kali mbak ga akan telpon kamu!Mbak akan telpon Kelvin aja!Dia lebih punya hati daripada kamu!Waktu kamu sibuk dengan kuliah dan teman2 naik gunung kamu itu,ayah pernah masuk RS.Kamu tahu waktu itu Kelvin pas liburan ke Indonesia.Kamu tahu dia relain liburannya buat jaga ayah kamu.Seminggu.Kelvin ga komplain tuh.Kamu yang anak kandung ayah kemana kamu waktu itu?Ga bisa dihubungi!Aku kecewa punya adik kayak kamu!"
Ayah Derby,Mathias Muchus,terbangun mendengar pertengkaran kedua anaknya,
"Kalian ini kenapa bertengkar?Ada apa?" Derby malah diam,Sandra Dewi yang akhirnya bicara,sambil berkaca2,"Gpp ayah.
Ayah tidur saja.Kami cuma berbeda pendapat saja.Lagian Derby mau ada urusan kok.
Derby pergi saja kalau kamu mau pergi.Ada mbak disini." Derbypun berpamitan pada ayahnya dan pergi mencari udara segar.
Wah bakal tambah ngamuk tuh Derby kalau tahu Kelvin dan Nina jadian. Kapan ya Derby tahu soal itu?***see you next eps***
Eps 25 K~E~R~A~M~A~T
~KERAMAT~~Eps 25~~Confessed = Mengaku~
~Rumah Kelvin~
Nina sudah sampai di rumah Kelvin.Merriam langsung menyambut dengan
riang kedatangan putra tunggalnya.Merriam:"Mami lega kamu gpp Sayang.
Tapi kok kamu agak pucat ya Sayang?"
Kelvin meski memang agak pucat mencoba tersenyum,"Kelvin gpp Ma.
Oh ya kenalin nih...Nina.Kekasih Kelvin."
Nina menyalami Merriam,"Tante..."
Merriam melihat kebahagiaan terpancar di wajah putranya,"Kalian bener sudah jadian?Kamu pinter milih Kelvin...Nina cantik banget.Dan sepertinya juga sayang sama kamu."
Nina jadi tersipu,"Tante bisa saja..."
Mereka lalu masuk ke dalam.Ayah Kelvin masih di kantor.

Nina senang dengan keramahan Mamanya Kelvin.
Merriam,"Mami sudah siapin menu spesial kesukaan kamu sayang.Lihat nih!"
Kelvin menggandeng Nina ke meja makan,"Wah...gado2!!Asyik,jadi laper nih.

Ayo Nin,makan bersama!Mama aku susah2 siapin ini buat kita.Ayo!"
Nina terpana melihat hidangan di meja,'Kok bisa seperti keinginan aku ya?

Apa ini salah satu tanda kalau Kelvin memang jodoh aku?'
Merriam mempersilahkan Nina duduk,"Kok malah bengong?Ayo silakan dinikmati!"
Ninapun menyantap dengan sesekali mencuri pandang pada Kelvin,

'Dia langsung ngaku ke Mamanya kalau aku ini pacarnya.
Kok dia ga nanya Mamanya dulu ya?Mamanya suka ga sama aku?
Apa Mamanya dah tahu soal aku sebelumnya yach?'
Kelvin memuji masakan Mamanya,"Wah enak banget ini Ma.Sambel kacangnya pas.

Mama emang chef terbaik deh...moga...ntar calon isteri aku ini bisa mengikuti jejak Mama.He..he ...."
Nina makin merona disebut calon isteri,'Omg!Tadi kekasih sekarang calon isteri.Depan mamanya lagi bilangnya...waduh...belum juga sehari jadian.Kelvin...Kelvin...'
Merriam tersenyum melihat Nina salting,"Nina sudah kerja apa masih kuliah?"

Nina :"Sudah kerja Tante.Nerusin bisnis Ayah."

Merriam :"Memang Ayah Nina kenapa ga handle bisnisnya?"

Kelvin yang jawab,"Papanya Nina sakit Ma.Jadi bisnisnya diambil alih sama Nina."

Merriam kembali nanya sambil menuang air minum,"Oh begitu,berarti Nina anak

tertua ya?Berapa bersaudara?"
Nina :"Tiga bersaudara Tante tapi Nina yang termuda.Bukan yang tertua."
Merriam malah kagum mendengarnya,'Wow!Yang termuda tapi yang memegang

tanggung jawab yang besar.Pasti dia gadis yang bisa diandalkan,ayahnya saja mempercayakan bisnis padanya.'
Kelvin malah nyeletuk,"Kakaknya Nina yang tertua kerja di perusahaan kita Ma.

Namanya Revand.Dia baru saja menikah.Kalau yang kedua namanya kak Indra,suka
sekali dengan motor.Tapi sekarang lagi mau buka usaha onderdil motor sama
temannya."
Merriam heran,"Wah kamu sepertinya sudah akrab sekali dengan keluarga Nina,

sayang."
Kelvin senyum2,"Harus dong Ma.Kan kalau menikah nanti Kelvin juga akan berinteraksi dengan keluarganya.Ya kan Nin?"
Nina makin keki,"Baru juga jadian tadi Vin,belum tentu juga Mama kamu suka...he..he.."
Kelvin menatap mamanya,"Mama setuju kan Kelvin sama Nina pacaran?"

Merriam tersenyum lebar,"Semua pilihan Kelvin biasanya ga pernah salah.Mami setuju."

Wah Kelvin langsung keluar dari kursinya,niatnya mau meluk Mamanya tapi malah

jadi pusing,"Aduh..."
Nina segera membantu Kelvin,"Kan dokter sudah bilang jangan banyak bergerak."
Merriam jadi cemas,"Kamu kenapa sayang?Kamu sakit ya?Ayo ke kamar saja.

Berbaring."
Kelvin dibawa ke kamarnya,dibaringkan dan diselimuti,

"Kelvin cuma jatuh dari speedboat Ma.Paling vertigonya kambuh.
Nina sudah bawa Kelvin ke dokter kok.Mama jangan cemas yach?"
Merriam membelai kepala putranya,"Sayang,kamu itu anak Mama satu2nya bagaimana Mama ga cemas?Lalu dokter bilang apa?"
Nina yang menjawab,"Hasilnya baru bisa diketahui besok Tante.Nina minta maaf

ya Tante sudah mengajak Kelvin ke resort.Kalau ga pasti Kelvin akan baik2 saja.Maafin Nina ya Tante?"
Kelvin yang malah jawab,"Kok malah minta maaf sih Nin?Ma,Kelvin kok yang maksa ikut.Bukan salah Nina Ma.Malah Ninalah yang menyelamatkan Kelvin pas jatuh dari speedboat.Mama jangan salahin Nina yach?"

Merriam:"Memang di speedboat itu ada siapa lagi selain kalian?Kok sampai bisa jatuh?"

Nina menatap Kelvin,"Ada sepupunya Kelvin Tante...dia yang pegang kemudi."
Merriam memandang Kelvin,"Derby maksudnya?Oh iya Kelvin kan bilang kalo Derby

ikut juga ke resort."
Kelvin mencoba melindungi Derby,"Derby belum biasa nyetir speedboat Ma.

Jadi kaget,salah Kelvin sih Ma harusnya Kelvin yang pegang kemudi.
Kelvin kan dah biasa.Lha usaha Papa kan hubungannya sama galangan kapal."
Nina makin kagum sama kekasihnya,'Aku tahu Vin,kamu berusaha melindungi nama baik Derby di depan mama kamu.Hatimu memang sangat baik Vin.'
Nina menyerahkan obat dari dokter pada Merriam,"Ini obat dari dokter Tante.Nina ambilkan minum ya.Biar Kelvin segera minum obatnya."

Nina keluar menuju meja makan,Merriam duduk ditepi ranjang Kelvin,"Mama suka kamu jadian sama Nina.Dia baik dan perhatian sama kamu.Dia juga sayang pada orang tuanya."

Kelvin tersenyum,"Makasih Ma.Kelvin ingin hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan.Kelvin sangat mencintai Nina Ma."
Nina tak sengaja mendengar perkataan Kelvin,'Aku juga sama Vin.Aku juga sangat mencintaimu.Rasanya aku pingin nginep sini untuk merawat kamu.'
Kelvin lalu meminum obatnya dan ga lama kemudian tertidur.

Nina membetulkan selimutnya.Nina pamitan pada mamanya Kelvin,"Saya pulang dulu Tante.Besok saya akan ambil hasil diagnosanya.Lalu akan saya antar ke sini.
Sekali lagi maafin Nina ya Tante?"
Merriam meraih gadis itu dalam pelukannya,"Ga ada yang perlu dimaafkan sayang.

Tante malah mau berterima kasih karena kamu sudah jaga putra Tante selama Tante ga disisinya.Tante ga salahin kamu.Pulanglah,orang tua kamu pasti juga merindukanmu.Salam buat mereka yach?"
Nina terharu,'Pantas Kelvin sayang banget sama Mamanya.Orangnya baik banget,ramah dan hangat.Kayak ibu.Jadi kangen ibu nih.'
Nina mengangguk dan menuju mobilnya,"Mari Tante.Nina pulang dulu."
Merriam melambaikan tangannya,'Memang Kelvin ga salah pilih.Ini baru calon menantu.'

Kelvin bobok ganteng,Nina otw pulang.Kita lihat reaksi ortunya Nina saat tahu Nina

dah jadian ama Kelvin.


~Rumah Nina~
Revand pas pulang kerja saat Nina sampai di rumah.Revand menyapa

adiknya itu,"Wah yang habis dari resort sama Pewaris Keramat.Mana oleh2nya?"
Nina malah bergelayut manja dilengan kakaknya itu,"Kelvin sakit jadi ga

kepikiran beli oleh2.Maaf ya."
Revand melangkah masuk ke dalam rumah,"Berarti yang dipikiran kamu

Kelvin aja dong.Cie...cie..."
Nina langsung tersipu ketebak hatinya,"Kakak kok tahu sih?ups...."

Ibu Nina gembira melihat dua anaknya akur,"Kalian rukun sekali.Ada apa hayo?

Nina gimana perjalanannya ke resort?"
Nina memeluk Maudy,"Kondisi resort baik Bu.Nina kangen dipeluk sama Ibu."
Indra yang lagi mengupas buah naga buat ayahnya nyeletuk,"Kambuh tuh manjanya Bu.Bilang aja pingin dipeluk Kelvin he..he.."
Ayah Nina menepuk bahu putranya itu,"Hush!Kamu ini Indra...ayo mana buah naganya..."

Indra segera memotong buah naganya jadi potongan dadu,"Ini sudah....cobain deh Yah...suka yang putih atau yang merah keunguan ini..?"

Nina tersenyum melihat kakaknya itu menyuapi ayahnya,'Mereka semua berubah setelah kenal Kelvin.Kak Revand kerja dan mengurus isterinya dengan baik,kak Indra juga jadi sering dirumah.Perhatian banget sama Ayah.Ibu jadi tenang dan ga capek banget.
Makasih ya Kelvin.'
Maudy memandang putrinya,"Kamu kok berkaca2 sayang?"
Nina menggeleng sambil mengusap matanya,"Ga Bu.Gpp.Sebenarnya Nina mau bilang sesuatu sama Ibu soal..."

Revand mendekat,"Soal Kelvin pasti...hayo ngaku...pasti sudah jadian yach?"

Nina jadi malu dan lari mendekati ayahnya,Revand tertawa,"Ya kan ketahuan tuh!"
Fabi mendekati suaminya,"Mas apa2an sih.Tuh Nina langsung batal mau ngomong apa."

Ayah Nina mengelus kepala putrinya,"Kamu kenapa Nin?Kok malu2 gitu?

Putri ayah ini kenapa hmm..."
Indra melirik,"Iya tuh Yah.Waktu di RS aja sama Kelvin terus.Sekarang di resort.

Wah bahaya itu Yah!"
Nina manyun gitu,"Kelvin itu ga kayak gitu Ayah.Walaupun kami sudah jadian dia ga pernah ga sopan sama Nina.Wueek!!"

Semua melongo mendengarnya,Nina baru sadar dengan ucapannya.

Semua langsung merubung Nina,pada kepo.Maudy yang langsung nampak sumringah,
"Bener kamu jadian sama Kelvin sayang?Akhirnya kesampaian juga ibu punya mantu dia.Senengnya..."
Nina memainkan jari2nya saking grogi,"Ehm...ibu setuju Nina sama Kelvin?"

Ayah Nina yang malah jawab,"Bukan hanya ibumu Nin,bapak juga setuju.Nak Kelvin itu baik dan ngemong orangnya.Bapak seneng dengarnya..."

Nina langsung lari ke kamar dengan wajah merona,'Mereka setuju Vin...ayah ibu setuju...

dengan hubungan kita...'
Indra dan Revand terkekeh melihat ulah adiknya,"Malu2 tapi mau tuh...!!"

Hubungan Nina dan Kelvin sudah diketahui oleh banyak orang.

Tapi ada yang belum tahu nih?Justru dia yang harus tahu kayaknya.Siapa?
***see you next eps***
Eps 26 《《《 KERAMAT 》》》
《《《 KERAMAT 》》》《《《 Eps 26 》》》《《 Against Him = Menentang Dia 》》

》》》Based on True Story
》》》Rumah Derby...
Sandra melihat adiknya nampak rapi sekali serta sangat wangi baunya.

Ia tak komentar hanya diam sambil sibuk menyiapkan sarapan untuk semuanya.
Nino tampak sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan tengah menikmati sarapannya,nasi goreng kecap.
Tentunya disuapi sama ibunya,"Ayo makan lagi Nino.Tinggal satu suap nih.Mulai sekarang ibu yang akan antar kamu ke sekolah.Kita jalan kaki saja yach?Nino gpp kan jalan kaki ke sekolah?"
Nino malah tersenyum,"Ga masalah Bu.Tapi nanti jajan sosis goreng ya?"
Sandra membelai lembut kepala putranya,"Tentu sayang."
Nino ingat pamannya,"Om Kelvin kok ga ke sini lagi ya Bu?Nino kangen..."
Derby kesal mendengar nama Kelvin disebut,ia ga jadi ambil sarapan.
Sandra heran,"Ga sarapan kamu ?Ga suka lauknya?"
Derby malah mengambil kunci mobil,".Aku mau sarapan di dekat kantor saja.Aku berangkat dulu."
Nino memandang Derby yang melangkah keluar ke arah mobil,
"Kenapa Om Derby ga nawari kita nebeng mobilnya ya Bu?"
Sandra mengambilkan sarapan buat ayahnya,"Gpp sayang.Kita bisa jalan kaki kan.Lagian jangan suka merepotkan orang.Itu ga baik.Ayo pamit dulu sama
kakek."
Nino segera mengambil tas ranselnya dan berlari ke kamar Mathias Muchus,kakeknya.
Nino :"Kakek,Nino sekolah dulu yach?"
Mathias :"Lho bukannya tadi ada suara mobil,kakek pikir Nino sama Om Derby.Ternyata belum berangkat to?"

Sandra menaruh sarapan ayahnya di meja,"Derby ada urusan penting Yah.

Gpp kami bisa jalan kaki ke sekolah.Ga terlalu jauh juga.Ayah sendirian di rumah gpp kan?Hanya sebentar kok.Nanti Sandra segera kembali."
Mathias :"Gpp.Pergi saja.Tumben Derby ga pamit tadi?"
Sandra menjawab,"Biasa Yah.Anak muda suka labil emosinya.Terburu2 sepertinya.

Jangan terlalu diambil hati Ayah.Kami pergi dulu ya Yah.Ayo Nino!"
Iya ya Derby kenapa sih ga pamitan sama ayahnya?Kita lihat Derby yuk.


》》》Di jalan ...
Derby kesal sekali karena mobilnya tiba2 ngadat.Kualat tuh!

Dengan kesal ia melangkah keluar dari mobilnya,"Sial!!Dasar mobil murahan!
Coba mobilku kayak punyanya Kelvin pasti ga kayak gini.Sial!!"
Derby segera menelpon Nina,"Maaf ganggu pagi2 gini.

Kayaknya saya bakal telat nih sampai kantor.Soalnya mobilnya rusak.Gpp kan?"
Nina menjawab,"Kamu dimana?Gpp.Ntar aku juga lewat situ nebeng aku saja."
Derby seneng banget,"Beneran?Tumben lewat sini?Kan arahnya berlawanan dengan arah kantor?"

Nina :"Aku ada urusan dekat situ.Oke tungguin ya?Aku segera ke sana."
Derby semangat jawabnya,"Siap!!Makasih lho ya."
Nina menutup hpnya dan ganti menelpon Kelvin,"Hello Kelvin....

sudah mendingan belum?Sudah sarapan belum?Sudah mandi belum?
Obatnya sudah diminum belum?"
Kelvin yang lagi melek jadi tersenyum di tempat tidurnya,"Ya ampun Nin.

Nanyanya satu2 dong.Banyak amat.Ini baru jadi pacar gimana kalo jadi isteri ya?
Pasti segudang pertanyaannya.Mau dijawab yang mana dulu nih?"
Nina menuju mobilnya,"Yang pertama dong.Kamu gimana kondisinya?"

Kelvin seneng banget mengetahui Nina mencemaskannya,"Sudah mendingan Bu Dokter yang cantik.Sudah ga pusing lagi.Aku mau ke kantor ah."
Nina malah melarang,"Eit!!Ga boleh!Hari ini off dulu dari aktivitas apapun.

Sampai kita tahu hasil pemeriksaannya.Kamu istirahat di rumah.Bed rest.
Tahu bed rest kan?Hanya diam di tempat tidur ga boleh aneh2!"
Kelvin meraih kalender,"Bentar lagi fixed season nih.Aku harus prepare semuanya.

Masak ga boleh sih Bu Boss?"
Nina masuk ke dalam mobil,"Sekali ga boleh tetep ga boleh!Kalo nekad awas ya

jangan temuin aku selama seminggu kamu mau?"
Kelvin keder juga,"Ihhh pakai keris segala nih..iya iya nurut.

Ntar aku kerjain semua dari rumah.Ntar aku akan kirim via email semua ke Bu Nur."
Nina :"Siapa Bu Nur?"
Kelvin :"Sekretaris aku Nin.Seusia Mama aku.Tenang aja.

Lagian Bu Nur itu sudah menganggap aku sebagai anaknya.
Dia kehilangan anaknya saat anaknya berusia 14 tahun.Kasihan.
Katanya anaknya mirip kayak aku.Wah wajahku wajah pasaran ternyata.he.he .."
Nina tersenyum,"Kamu itu emang kesayangan banyak orang.

Walau wajah pasaran tapi sudah ga dijual karena sudah diborong sama aku he..he..
Oke aku otw RS dulu yach.Bye ...Kelvin."
Kelvin seneng banget,"Bye honey.He..he.."

Nina tersenyum lalu melaju menuju tempat Derby menantinya.Derby seneng banget melihat Nina datang,'Wah kayaknya dibalik musibah ada berkah nih.
Aku akan pakai kesempatan ini buat makin dekat sama Nina.Kelvin...Kelvin ga akan bisa lu menang dari gue untuk soal yang satu ini.Nina akan jadi milik aku!!'
Nina tampak cantik banget,jelas dong kan mau ketemu Kelvin nanti.Derby terpesona melihatnya,"Wah kamu cantik banget Nin.Wow!"

Nina malah heran,"Apaan sih?Mobil kamu sudah dibawa ke bengkel?"
Derby :"Sudah.Kebetulan deket sini ada."
Derby duduk depan,"RS?Siapa yang sakit?"
Nina :"Ya udah ayo naik!Mampir RS dulu yach?"
Derby kaget,"Kelvin?Kok kamu yang ambil?"
Nina melihat jalan,"Cuma ambil hasil pemeriksaannya Kelvin."
Nina melirik Derby,'Kamu kok ga tanya kenapa Kelvin sampai harus diperiksa?

Bener2 ga care ya...padahal kamu yang menyebabkan semua ini.
Kalau ga inget kamu itu disayang banget sama Kelvin dah kubiarin kamu kering di jalan.Beda banget sama Kelvin,pas aku tolong di resort dulu,kamulah yang ia tanyain.
Ia malah ga peduli dirinya.Kelvin...wah jadi kangen nih sama pangeran hati aku.'
Derby heran Nina malah diam,"Nin?Kamu kok ga jawab pertanyaanku?"
Nina mengemudikan mobil menuju RS,"Oh...aku kasihan lihat Kelvin.

Dia harus bedrest.Jadi aku yang ambilin hasilnya.
Lagian aku yang maksa dia ke dokter kemarin.Aku cemas lihat kondisi dia."
Derby manyun,'Kelvin...Kelvin lagi!!Kapan sih tuh nama lenyap dari muka bumi?!'

Hasil pemeriksaan Kelvin ternyata memang gegar otak ringan.
Nina mendengarkan setiap penjelasan dokter.Usai mengambil hasil,Nina
mengajak Derby mampir ke rumah Kelvin.Namanya nebeng ya Derby ga bisa
bantah.
Derby :"Kenapa juga harus kamu anterin sih Nin?Suruh aja Kelvin ambil di kantor

atau dikirim aja lewat kurir gitu?"
Nina cuma senyum,"Aku sekalian mau nengok kondisi Kelvin.

Lagian searah juga rutenya.Kenapa ga?"
Padahal dalam hatinya Nina ingin sekali ngaku soal hubungannya dengan Kelvin.
Kita lihat Kelvin aja yuk,gimana reaksi dia saat lihat Nina datang dengan sepupunya.


》》》Rumah Kelvin...
Merriam nampak membawakan makanan ke kamar Kelvin,"Sayang.Dicariin papi tuh.Semalam kamu tidur terus.Papi datang kamu ga tahu."

Yadi mendekati putranya,"Gimana kondisi kamu?Papi rasa kamu dirumah aja dulu.Ga usah ngantor."

Kelvin tersenyum pada papanya,"Kelvin sudah gpp kok Pa.Ga usah cemas.

Oh ya Pa besok Arsenal vs Southampton lho.Lihat ya?
Poinnya cuma terpaut 2 dengan pemuncak klasemen lho.Leicester City!
Hebat ya klub itu?Bisa diatas big four."
Merriam malah menyuapi Kelvin,"Mami nyerah deh kalo dah bicara soal bola.

Ayo makan dulu!"
Yadi malah semangat kalo soal bola,"Berita heboh lagi tuh si Mourinho.

Dia dipecat juga akhirnya dari Chelsea.Padahal dulu sombongnya...
Oh ya MU ga lolos babak 16 besar liga champion lho.Malah Arsenal lolos!
Ga sangka ya!Papi seneng banget!!"
Merriam makin geleng2 kepala melihat antusias suaminya.
Kelvin juga malah makin bersinar2 wajahnya,"Bener Pa!Wah Giroud hattrick lagi.Keren!!Cuma Arsenal ketemu Barca nanti di babak 16 besar.
Kenapa selalu ketemu Barca ya Pa?"
Yadi juga heran,"Iya ya?Kalau ga Barca pasti Muenchen.Berat nih kayaknya."

Merriam melihat dari jendela,"Wah pacar kamu datang Sayang.."
Yadi heran,"Pacar?Kok Papi ga dikasih tahu kalo kamu sudah punya pacar?

Mami juga kok ga bilang?"
Kelvin sumringah,"Bener Ma Nina datang?Maaf Pa semalam Kelvin tidur terus.

Baru sempat bilang ke Mama.Nanti deh Kelvin kenalin."
Yadi melongok juga dari jendela,"Derby juga datang tuh...memang apanya Derby pacarmu itu?"

Kelvin jadi heran,"Derby?"

Sambil melangkah turun Kelvin berpikir,'Kok Derby bisa sama Nina?Aku ga boleh ambil kesimpulan dulu.Tanya dulu sama Nina terutama.Malah aku bisa nanya soal pakdhe.'
Nina disambut oleh Merriam dengan ramah,"Nina sayang...Pi ini lho pacarnya Kelvin."

Derby bagai tersambar petir mendengarnya,'Pacar???Sejak kapan?'

Derby,"Tante salah...ini itu Nina Boss saya..."
Merriam malah memperkenalkan Nina ke Yadi,"Aku bener kok.Coba tanya sendiri deh Papi..."

Yadi mendekati Nina,"Oh ini pacar kamu Vin?"
Kelvin mendekat tapi tidak berdiri dekat Nina,"Orangnya di depan Papa.Tanya saja Pa."

Nina merasa aneh dengan sikap Kelvin,'Pasti karena aku datang sama Derby.

Makanya Kelvin agak aneh.'
Kelvin malah menyapa Derby,"Pakdhe gimana kondisinya?Apa masih di RS?"
Derby menatap tajam ke arah Kelvin,"Ayah baik.Mbak Sandra aja yang besar2in jadi heboh.Tapi udah gpp kok.Sudah pulang."
Merriam malah yang tertarik dengan pembicaraan Kelvin dan Derby,"Ayah kamu

kenapa Derb?Kok Kelvin ga bilang apa2?"
Derby :"Cuma kambuh aja kok Tante.Gpp.Oh ya memang Nina sama Kelvin bener jadian,Tante?"

Nina yang sejak tadi ngobrol sama ayahnya Kelvin mendekati pujaan hatinya lalu meraih tangan Kelvin,"Kamu kok cuek sih Vin sama aku?Kamu marah karena aku datang sama Derby?"
Kelvin agak menjauh dari yang lain,"Hasil pemeriksaannya gimana?Boleh aku lihat?"

Nina manyun Kelvin malah mengalihkan pembicaraan,"Aku ga akan kasih kalo kamu masih

marah sama aku.Derby itu mobilnya rusak.Kebetulan aku tuh mau ambil hasil pemeriksaan kamu.Melewati posisi dia jadi kuajak bareng.Begitu ceritanya."
Kelvin baru senyum setelah Nina menjelaskan,"Lain kali harus bilang dulu kalo ada

apa2 ok?Aku ga suka kamu sama cowok lain."
Nina malah bersandar dilengan Kelvin,"Iya...maaf...Jangan bete gitu dong.

Ini hasilnya.Kamu kena gegar otak ringan.Kamu harus banyak istirahat ga boleh
mikir berat dulu.Kalo mikirin aku gpp.He..he..."
Kelvin tersenyum dan meraih jemari Nina,"Kamu ini memang sudah menguasai

pikiran aku.Dasar...eh kamu cantik banget lho hari ini.Ada acara apa?"
Nina tersipu,"Kan mau ketemu kamu.Gimana sih?"

Kelvin senang,"Jadi hanya untuk ketemu aku kamu dandan begini cantik?Wah...
tersanjung nih...aku suka...very beautiful."
Derby dongkol dan kesal melihat kemesraan mereka,'Jadi mereka beneran sudah jadian?Sial!!Lagi2 aku kalah cepat!Semua karena ayah pakai sakit segala!

Tapi aku akan hancurkan hubungan mereka.Lihat saja!!Siapa nanti yang akhirnya mendapatkan Nina!!!Aku akan menang!Pasti!!'
Apakah yang akan dilakukan Derby untuk menghancurkan hubungan Nina dan

Kelvin?***see you next eps***
Eps 27 *** KERAMAT *** 2016

*** KERAMAT*** Eps 27*** The Year of Victory== Tahun Kemenangan
*☆☆☆ Kantor Nina... Nina tampak melingkari sebuah tanggal di kalendernya.
Wajah cantiknya mempesona siapa saja.Haydi melihat bossnya itu dan mendekat,
"Boss cantik,perusahaan ngadain acara apa dong buat menyambut tahun baru?"
Nina mengernyitkan dahinya,"Mmmh...gimana kalo lunch together sambil tukar
kado?Sekalian kita mau memperkenalkan Kelvin sebagai Prescom.
Presiden Comisaris di perusahaan kita ini." Wah Kelvin dan Nina bekerjasama,wow!! Haydi setuju,"Bagus itu Boss cantik!Haydi setuju bingit!Mau saya carikan lokasinya?
Atau kita pakai saja restoran kita yang baru saja dibuka?" Wah buka bisnis resto juga rupanya.Keren!! Nina memukul2kan bolpennya ke meja,"Aku akan telpon Kelvin dulu,mungkin
Prescom kita itu punya ide cemerlang.He..he.." Haydi melirik,"Bilang aja kangen Boss...pakai gaya masalah kantor....cie..."
Nina segera menghubungi pangeran hatinya,"Hello sayang...sudah selesai meetingnya?"
Kelvin menjawab dengan sumringah,"Hey honey...sudah selesai kok.Lunch bareng yuk.Aku kangen pingin disuapi sama kamu.He..he.."
Nina tersenyum,"Dasar anak mama...tapi aku juga kangen pingin lihat senyum manis kamu.Juga mata teduh kamu.Aduh...kamu ngangenin banget deh." Haydi pilih ngacir denger nada mesra antara Bossnya dengan Prescom yang baru,
'Bikin aku ngiri saja nih...kabur ah...ga tahan dengernya.' Eh malah nabrak Derby yang mau kasih laporan keuangan ke meja Nina,
"Jalan pakai mata dong!Mikir apaan sih?Dasar!" Haydi menatap kesal,"Sabar gitu kenape?Dulu awal masuk sopan bener pakai nunduk2,giliran dah jadi karyawan belagu malah bertanduk pula.Ihhh...
untung Boss Cantik ga dapat lu,bisa apes kalo dapat lu.Makan hati ama makan darah ujung2nya jadi vampire.Ihhh..serem!!"
Derby kesal,"Minggir lu!Merusak pemandangan saja!Minggir!!"
Haydi menyingkir dan menatap dengan sewot pada Derby yang melangkah
masuk ke ruangan Nina.Nina membelakangi pintu jadi ga tahu kalo Derby ada di ruangannya,"Gimana jadi lunch barengnya di tempat biasa?Oke...kamu mau ke sini?
Jemput aku?Sipp baby Kelvin...he..he..love you.So much." Derby menahan geram di hatinya mendengar pembicaraan Nina dan sepupunya,
'Makin lama mereka makin lengket aja kaya perangko.Ngeselin!
Tapi tadi aku denger mereka mau lunch bareng,berarti Kelvin bakal keluar kantor dong.Kesempatan buat aku memberi pelajaran sama dia karena sudah merebut Nina
dari aku.Tunggu saja!' Nina memutar kursinya,"Oh Kamu disini Derb...ada laporan apa?" Derby menyerahkan dokumen yang ia bawa,"Ini soal Capex di tahun 2016 nanti.
Berikut laporan dari semua departemen." Nina memeriksanya sebentar,"Baiklah.Tinggalkan saja disini.
Aku akan lihat nanti setelah makan siang.Ada yang lain?" Derby menjawab,"Tidak ada.Saya permisi." Nina mempersilakan dan segera merapikan mejanya,"Haydi!!" Haydi segera masuk ke dalam,"Ya Boss!!I'm coming!!"
Nina mengambil tasnya,"Saya mau makan diluar sama Prescom.Kamu handle semua dulu.
Hanya yang penting dan urgent saja yang boleh kamu teruskan ke saya.Ok?!" Nina melangkah keluar dengan riang.Sudah ga sabar pingin ketemu Arjunanya.
Sementara itu Derby menelpon seseorang,"Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?
Pastikan kamu melakukan dengan benar!Mengerti??!!" Derby menutup hpnya dengan senyum licik,'Kelvin...Kelvin...bersiap2lah untuk mengalami nasib buruk hari ini!'
Wah mau ngapain sih si Derby sama Kelvin?Mau mencelakai Kelvin?
Jehong bener jadi orang.Bahasa mana itu say?Ga tahu... Kira2 mau apa ya Derby?Yuk ikuti Prince Frozen...eh Kelvin maksudnya. Kelvin sedang menuju mobilnya bersiap menjemput Nina untuk lunch bareng. Kelvin menelpon papanya,"Pa,Kelvin makan diluar sama Nina yach."
Yadi yang sedang sibuk melihat laporan di meja kerjanya menjawab,"Ya Vin.Ntar malam juga lupa lho Boxing Day.Arsenal sekarang di puncak klasemen.Jadi harus jaga jarak nih.Mana MU menang lagi lawan Swansea city kemarin."
Kelvin tersenyum,"Iya nggak bakal lupa Pa.Bukannya Arsenal masih punya satu pertandingan Pa?Coba kemarin pas lawan Southampton kita menang ya.
Pasti jarak akan semakin lebar deh dengan yang dibawahnya." Yadi ganti yang tersenyum,"Namanya juga olahraga.Menang kalah mah dah biasa.
Yang penting kan masih masuk top four daripada Chelsea..." Kelvin masuk ke dalam mobilnya,"Sudah dulu ya Pa?Kelvin mau nyetir nih ntar kena sanksi lagi nyetir sambil telpon2an he...he...Dah papa!"
Mobil Kelvinpun melaju ke arah kantor Nina.Sementara itu sebuah sepeda motor mengikuti mobil Kelvin.Tak lama sampailah Kelvin di tujuan.
Ia segera menghubungi Nina,"Honey...aku dah sampai nih depan kantor kamu.Tinggal nyeberang aja."
Nina memang sudah menanti sejak tadi,"Aku aja yang kesitu.
Kamu ga usah nyeberang." Kelvin keluar dari mobil,"Aku akan samperin kamu aja.Padat banget nih.
Oh iya mau tahun baruan semua ya.Pantas area sini rame banget.Deket mall sih." Dua sejoli itu sama2 saling melangkah mendekat tanpa menyadari bahwa ada bahaya mengancam nyawa mereka.Sebuah sepeda motor melaju ke arah mereka. Kelvin yang melihat bahaya segera mendorong tubuh Nina supaya tak tertabrak motor tersebut,"Nina awas!!" Nina terdorong ke tepi oleh tubuh Kelvin yang sempat keserempet motor itu,
"Aaacckk!!!"
Kelvin jatuh bergulingan bersama Nina namun untung Nina gpp.Lalu Kelvin?
Nina yang memar2 dan lecet2 segera bangun,"Vin!!Kamu gpp?Kelvin!!!" Nina histeris melihat Kelvin tergeletak disebelahnya,mana ga bergerak lagi,"Vin??Kelvin?" Dilihatnya kepala Kelvin berdarah,"Tolong!!Tolong panggil ambulan!!Vin!!Bangun Vin!!" Melihat itu satpam segera menolong dan Kelvinpun dibawa ke RS.
Nina terus memeriksa nadi Kelvin sepanjang perjalanan menuju RS,'Tuhan,selamatkan dia!Kumohon!Aku tak mau kehilangan dia!Aku mohon!'
Sementara itu di kantornya Derby tertawa puas saat para karyawan heboh
membicarakan kejadian barusan,"Ha...ha...rasakan pembalasanku!!Aku senang sekali!Ha..ha..!" Haydi yang kebetulan lewat dekat kantor Derby heran melihat kegirangan di wajah
pria itu,'Aneh!Tadi mukanya kusut kok sekarang gembira banget gitu?Aku curiga..
.jangan2 kejadian tadi itu ada hubungannya sama dia.Akan kuamati gerak-gerik manusia satu ini.Aku mau dia itu disingkirkan dari sini,manusia super ngeselin!!
Lihat saja,aku yakin dia itu pasti ada kaitannya dengan kecelakaan yang
menimpa my prince charming.Awas kau!'
Bagaimanakah kondisi Kelvin?Bagaimana pula reaksi ayah Kelvinmengetahui semuanya?
***see you next eps***
Eps 28 ♣ KERAMAT ♣
♣ KERAMAT ♣Eps 28 ( eps-eps terakhir )Dark Saying ♣ Perkataan Gelap
♣ Mobil Ambulance...
Kelvin tergolek di bed ambulance di dampingi Nina yang terus-menerus menangis.
Nina sangat takut kehilangan pria yang ia cintai itu.Apalagi darah terus mengalir dari kepala Kelvin.
Sambil memegangi tangan Kelvin,Nina berdoa,'Tuhan,jangan ambil dia dariku.Dia adalah hidupku.Dia juga selalu berbuat kebaikan pada sekitarnya.Kumohon jangan ambil dia dariku.'
Sampai di RS,Kelvin segera dibawa ke UGD.
Dokter segera melakukan tindakan medis.Nina menanti dengan cemas.
Tak lama berselang,orang tua Kelvin tiba.Nina memang menghubungi mereka.
Merriam segera mendekati Nina,"Bagaimana Kelvin?Apa yang sebenarnya terjadi?"
Nina menceritakan semuanya sambil berurai air mata.
Yadi sendiri juga merasa takut,"Lalu yang nabrak kabur gitu aja?"
Nina menggangguk,"Iya Om...Semua begitu mendadak dan sangat cepat."
Yadi merasa ada yang aneh,'Akan aku selidiki peristiwa ini.
Takkan kubiarkan penjahat itu bebas.'
Derby juga datang,"Saya denger soal beritanya jadinya saya juga segera kemari.
Bagaimana kondisi Kelvin,Om?"
Yadi cuma menggeleng karena is belum juga dapat berita.Derby juga pura2 menghibur Nina,"Sabar ya Nin?Kelvin pasti baik2 saja."
Nina hanya diam sambil memandangi ruangan dimana Kelvin dirawat.
Indra juga datang ke RS dan segera disambut oleh adiknya,"Kak Indra....Kelvin Kak!
Nina takut..."
Indra meraih adiknya itu dalam pelukannya,"Begitu kakak denger dari Haydi kalo
Kelvin diserempet motor,kakak langsung ke sini.Pelakunya ga tanggung jawab ya.
Kakak akan cari tahu,pasti ada yang lihat kejadian itu."
Wah denger itu,Derby jadi ketakutan dan pura2 mau ke toilet dulu.
Derby :"Saya mau ke belakang dulu."
Derby pergi namun bukan ke toilet,ia malah nelpon seseorang,
"Kamu segera tinggalkan Jakarta,uangnya akan aku trabsfer.
Kalo sampai Kelvin mati,aku transfer bonusnya.Cepet hilangkan semua bukti ya!"
Usai nelpon Derby menyusun rencana,'Sekarang aku harus menghancurkan
hubungan Kelvin dan Nina.Sepertinya aku harus meracuni pikiran Om Yadi.Biar dia yang antipati dengan hubungan mereka.Ya,aku harus bicara dengan Om Yadi secepatnya.'
Akhirnya dokter selesai memeriksa Kelvin,"Pasien harus di rawat intensif,luka di
kepalanya harus mendapat penanganan khusus.Namun keselamatan jiwanya tidak terancam.Hanya gegar otak saja."
Semua lega mendengarnya dan segera mengikuti Kelvin yang dibawa ke ruang ICU
( Intensif Care Unit ).Di sebuah kamar VIP Kelvin ditempatkan.
Masih belum sadarkan diri.Merriam dan Nina tampak rukun menjaganya.
Sudah seperti mertua dan menantu saja akrabnya.
Tak bisa banyak orang yang boleh masuk ke ruangan VIP selain bersuhu sangat
dingin juga demi sterilisasi.Sementara Nina dan Merriam sibuk jaga.
Derby asyik ngobrol dengan Papanya Kelvin,"Om,saya rasa ada yang ga benar deh
dalam hidup Kelvin.Sepertinya ada yang membuat dia sial terus."
Yadi mengerutkan dahinya,"Maksud kamu?"
Derby mengajak Om Yadi menjauh dari Indra,"Akhir2 ini apa yang beda dari Kelvin,
Om?Soalnya dia ga pernah sesial ini sebelumnya.Kemarin dulu kecebur ke laut
sekarang keserempet motor.Kan aneh Om?"
Yadi berpikir,'Iya ya...sebelumnya Kelvin baik2 saja.Tapi sejak jadian sama Nina baru
ia keserempet motor.Posisinya juga mau nemui Nina.Apa ini artinya Nina bawa sial ya?'
Derby tersenyum melihat perkataannya mulai meracuni pikiran papanya Kelvin.
Ia bisa lihat dari tatapan sinis yang mulai ditampakkan Yadi pada Nina.
Nina sendiri ga ngerti soale dia lagi fokus dengan Kelvin.
Nina tak henti2nya mendoakan Kelvin dan menjaganya dengan setia.
Indralah yang ditugaskan Maudy untuk menjaga Nina selama di RS.
Gantian,dulu Nina yang jagain sekarang Indra kembali menempati posisi sebagai
seorang kakak yang baik,jaga adiknya.Makan dan berbagai keperluan Nina semua diurus oleh Indra.Gitu dong Indra,be a good brother!
Nina memandangi Kelvin penuh sayang,'Cepet sadar ya Vin..Aku kangen banget dengan tatapan matamu yang teduh.Bangun Vin...Cepat sadar ya sayang...Aku mencintaimu dan makin mencintaimu...'
Akhirnya sadar juga Kelvin,pelan2 ia membuka matanya,"Dimana ini?"
Nina segera mendekat dan memeluk Kelvin,"Kau sudah sadar Vin?Syukurlah!Terima kasih Tuhan."
Kelvin memandang Nina,"Kamu siapa?"
Nina terkejut mendengarnya,"Aku Nina Vin?Aku Nina kekasih kamu.Masak kamu lupa?"
Kelvin bingung,"Kekasih?Aku pusing..."
Merriam lalu datang,"Kelvin sudah sadar sayang...oh my baby prince...."
Kelvin tersenyum,"Mama..."
Nina sedih banget karena Kelvin ga inget dia juga Indra.
Memori itu seperti terhapus dari ingatan Kelvin.Dokterpun segera dipanggil,katanya ingatan Kelvin ada yang hilang.Namun belum diketahui secara pasti kapan ingatan itu akan kembali.Wah mengetahui itu Derby seneng banget,'Yess!!
Walau Kelvin ga tamat tapi dengan hilangnya ingatan Kelvin maka pasti tamat deh hubungan Kelvin dan Nina.Bagus!!'
Namun benarkah hubungan Kelvin dan Nina akan kandas karena hal itu?
Oke saatnya saya mencuci.***see you next eps***
Eps 29 CERBUNG II ■■ KERAMAT ■■
■ KERAMAT ■■MY SECOND STORY ■■ Eps 29 (5 Eps Terakhir ) ■■ The Understanding Darkened■■ Pengertian Gelap ■■
■ Rumah Sakit ■■ Kelvin hilang ingatan.Kayak Irwan dalam Tabir Kepalsuan.Kejadian beberapa bulan terakhir lenyap dari memorinya.Kasihan Nina.Kelvin bahkan tak ingat kalau mereka sudah jadian.Derby jelas hepi banget mengetahuinya.Ia mengira bahwa dengan hilangnya memori Kelvin maka bakal kandas juga kisah asmara Nina dan sepupunya itu.Namun Nina tak menyerah,ia terus datang merawat Kelvin.Meski kadang hatinya hancur melihat tatapan Kelvin yang beda dari biasanya.
Nina memperhatikan Kelvin yang sedang disuapi Mamanya,'Kelvin melihatku
sebagai orang asing.Ia bahkan tak mau disuapi olehku.Ia menjadi berbeda padaku.
Vin,aku ini bukan orang lain,aku ini kekasihmu.' Merriam mencoba memulihkan ingatan putranya namun sia2 saja.
Ia tetap tak mengenal Nina.Sementara itu Derby mulai melancarkan aksi selanjutnya.
Dengan memanfaatkan hilangnya memori Kelvin,ia mengambil alih semua tanggung
jawab Kelvin.Bahkan ia juga memanfaatkan kelengahan Nina untuk menguasai
perusahaan Nina.Nina memang sedang down banget sejak Kelvin hilang ingatan.
Kerja ga konsent bahkan main percaya saja pada Derby.Tak cuma itu,ia juga bekerja sama dengan Revand yang kembali kambuh judinya.Berdua mereka menjebak Kelvin.Memanipulasi data perusahaan sehingga Kelvin terjerat kasus hukum.
Yadi emosi melihat perusahaannya hancur.Apalagi saat Kelvin digelandang polisi.
Hatinya kian hancur.Merriam bahkan sampai pingsan.Yadi menjual semua asset yang ia miliki untuk membebaskan Kelvin.Nina terus setia mendampingi Kelvin meski ia kini menjadi tahanan.Ia terus datang dan menjenguk Kelvin.Dari situlah Kelvin mulai jatuh hati
lagi pada Nina. Kelvin terharu dengan perhatian Nina padanya,'Aku ini tahanan.
Bukan lagi Kelvin yang dulu.Aku bahkan heran bagaimana ini semua bisa terjadi padaku.Aku tak merasa punya memori pernah menandatangani surat2 itu.
Aku merasa ada yang sengaja menjebakku.Tapi siapa?' Nina melihat Kelvin termenung meraih jemarinya,"Vin,kamu sabar ya?
Aku yakin kebenaran pasti terungkap.Aku tak percaya kau melakukan penipuan itu.
Aku akan membantumu mencari kebenarannya."
Kelvin terharu,"Nin,kamu itu bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik
dari aku.Aku ini sudah hilang ingatan,jadi tahanan pula.Tapi kau terus saja setia bersamaku.Nin,aku ini laki2 yang ga punya masa depan.Apa kau tak menyesal nanti?"
Nina menggeleng,"Aku akan setia padamu.Melakukan apa saja agar kau bisa keluar
dari penjara.Aku pasti menemukan caranya." Kelvin meraih jemari Nina,"Nin,bila aku bisa bebas nanti.Maukah kau menikah
denganku?" Nina terpana bahagia,"Kau bilang apa,Vin?" Kelvin sedikit malu,"Aku sebenarnya ingin mengungkapkan hatiku sejak lama.
Bahwa aku meski sudah tak ingat siapa dirimu lagi namun kau telah membuatku
jatuh hati dengan kesetiaanmu selama ini.Aku ingin hidupku nanti selalu ada dirimu Nin.Maaf aku benar2 tak tahu diri ya?Tapi kau memberiku kekuatan Nin.
Jika benar aku bisa bebas suatu saat nanti maukah kau menjadi milikku Nin?" Nina sungguh bahagia meski tak lazim dilamar di penjara namun bagi Nina itu sangat membahagiakan,"Aku mau Vin.Aku akan menunggumu.Aku janji." Kelvin tak percaya,"Sungguh kau mau Nin?"
Nina mengangguk mantap,"Iya aku mau.Akhirnya aku bisa melihat kembali tatapan cinta di matamu untukku Vin!" Mereka saling berpegangan tangan penuh bahagia ditengah pengawasan polisi
didalam penjara.Tak bisa berpelukan hanya bisa memegang tangan saja namun cinta
memang bahasa hati.Nina bahagia dan sejak itu menyelidiki kasus yang menimpa kekasih hatinya.Bersama Haydi ia melakukan investigasi.
Mencari keterangan dari berbagai pihak.Haydi sejak lama mencurigai Derby.
Sulit dipercaya memang namun akhirnya memang nama itulah yang kemudian
menjadi muara semuanya. Nina tak menduganya,"Bagaimana bisa?Derby dan Kelvin kan sepupu.
Aku akan bicara dengan dia." Namun apa yang Nina dengar dari mulut Derby?Derby malah tertawa,
"Aku ini memang sepupu Kelvin tapi aku selama ini hanya hidup dari bayang2 nama
besar Kelvin.Kau tahu seperti apa itu rasanya?" Nina terdiam.Derby memandang Nina,"Terhina.Tak dianggap.
Aku bahkan kalah dalam meraih cintamu juga.Namun kini aku menang.
Aku memiliki semuanya.Apa yang dulu menjadi milik Kelvin kini menjadi milikku.
Dan sebentar lagi kaupun akan menjadi milikku."
Nina menggeleng,"Takkan pernah!Hatiku selamanya adalah milik Kelvin!
Aku takkan pernah menyerahkannya pada yang lain apalagi padamu!"
Derby terkekeh,"Perlu kau ketahui Nina.Kelvin bisa terancam hukuman bertahun2 didalam penjara.Kau mau Kelvin menderita di penjara?Silakan saja.Aku juga bisa mencari wanita lain.Walaupun aku akan dengan senang hati membebaskan Kelvin asal kau menerimaku.Hanya aku yang punya bukti agar Kelvinmu itu bisa bebas.Tapi terserah kau.Nasib kekasihmu itu ada ditanganmu."
Nina pergi dengan kesal dan makin kesal lagi kala ia bertemu Revand diluar ruangan Derby,"Kakak?Kakak ngapain ke sini?" Derby membeberkan semuanya,"Kaupikir bagaimana caranya aku punya akses ke
Keramat Nina?Kakakmu ini punya keterikatan dengan meja judi.
Kau tahu kan judi itu membuat kecanduan.Jadi kau jangan heran Nina." Revand sedih juga sebenarnya menyakiti hati Nina,"Aku terpaksa Nin...." Nina kecewa,"Tega ya kakak sama Kelvin?Padahal ia begitu baik sama Kakak.
Membantu pernikahan kakak.Memberi kakak pekerjaan.
Aku malu punya kakak seperti kak Revand.Nina malu!!"
Nina pergi sambil berurai air mata.Dengan hati pedih ia menemui Kelvin di penjara
namun Derby membayar seseorang untuk menghajar Kelvin di penjara.Alangkah terpukulnya hati Nina kala melihat Kelvin babak belur bahkan Kelvin
sampai harus dirawat.Nina menangis pilu melihat kondisi Kelvin,'Vin...Kasihan kamu.
Kalau seperti ini terus bagaimana kau akan bertahan Vin?Aku harus mengeluarkanmu dari sini.Aku takkan biarkan kau disiksa.Tapi ...maafkan aku Vin,aku harus menyakiti hatimu.
Aku terpaksa Vin.' Apakah yang akan dilakukan oleh Nina untuk membebaskan Kelvin?***see you next eps***
Eps 30 CERBUNG II °○ KERAMAT
°○ KERAMAT ○° CERBUNG II °○ Eps 30 (4 eps terakhir)○° Turn Away Wrath 
= Meredakan Amarah

°○Penjara.... Kelvin nampak galau karena sudah beberapa hari Nina ga datang jenguk dia.Biasanya kekasihnya itu ....cie...kekasih lagi ya....selalu menyempatkan diri mengunjunginya.Kelvin nampak melongok keluar jeruji,'Nin,kamu sudah lupain aku ya?Aku kangen sama kamu Nin.Kok kamu ga datang sih kayak biasanya?Apa kamu sudah punya pengganti aku ya?'
Tiba2 seorang petugas mendekat dan membuka pintu penjara dimana Kelvin ditempatkan,"Ada yang ingin bertemu dengan Anda." Wah Kelvin semangat banget dan segera keluar mengikuti petugas,'Pasti Nina nih.
Akhirnya dia datang juga.' Namun yang datang bukan Nina tapi pengacaranya dia.
Pengacaranya tampak sumringah," Kelvin kamu akan segera bebas.
Bukti kalau kamu ga terlibat sudah ada.Kamu bebas secepatnya!" Kelvin heran," Kok mendadak bisa begitu Om?"
Sang pengacara juga heran,"Saya sendiri juga heran.Tapi yang penting sekarang kamu bisa menghirup udara bebas." Kelvin berterima kasih pada pengacaranya itu walau ia masih heran juga dengan berita bebasnya.Kelvin kembali ke selnya sambil tersenyum bahagia,'Nin,kita akan segera menikah.Segera!Akhirnya bahagia kan kita jelang,Nin.'
Namun keesokkan harinya saat hari bebasnya,Kelvin tak melihat Nina.
Ia bertanya pada Mamanya,"Nina mana Ma?Kok ga ikut jemput Kelvin?" Merriam memandang Kelvin,"Nina sibuk sayang.Sudah kita pulang saja.
Mami dah masak menu spesial buat merayakan kebebasanmu." Yadi juga menambahi,"Lagian ngapain nanyain Nina?Dia itu gadis mata duitan." Merriam mencegah suaminya bicara lebih banyak lagi,"Sudah bahas itu nanti saja.
Kalau sudah sampai rumah." Kelvin merasa ada yang disembunyikan darinya,'Sikap mereka aneh deh.
Masak Nina sibuk banget?Bukan Nina banget kayaknya...'
Keluarga Kelvin kini tak punya mobil lagi,mereka sudah jatuh miskin maka pulang ke rumah mereka naik taksi.
Sampai dirumah Kelvin tak juga melihat Nina,"Mana Ma,Nina ga ada juga disini?Ada apa sih Ma?Nina kenapa?"
Merriam tak kuasa mengatakannya hanya menyerahkan selembar undangan nan indah pada Kelvin,"Bacalah sendiri sayang..."
Kelvin membuka undangan tersebut tampak tulisan besar sepasang nama calon pengantin ditulis disana*Nina~Derby*.
Kelvin tak mengerti,"Ma ini bohong kan Ma?Nina ga mungkin mau nikah sama Derby!Nina mencintai Kelvin Ma.Ini ga mungkin..."
Kelvin berlari keluar rumah,ia menyetop kendaraan umum dan pergi ke rumah Nina. Apa hendak dikata,semua sudah terjadi seperti keinginan Derby.
Kini Nina mengorbankan diri demi membebaskan kekasih hatinya.
Nina tampak seperti mayat hidup matanya tak bersinar seperti biasanya,senyumpun
tak lagi tersungging di sana.Gerimis mulai turun.
Sebuah mobil mewah nampak terparkir didepan rumah Nina.
Derby keluar sambil membawa bunga nan indah.Maudy memanggil putrinya,"Nin!
Ada Nak Derby nih!"
Nina turun dengan malas dan tak antusias sama sekali,"Ada apa ke sini lagi.Tadi kan sudah kesini?" Revand yang kini didiamkan ga diajak ngomong sama sekali oleh Nina tampak sedih melihat Nina murung.
Derby memberikan bunga yang ia bawa,"Kok gitu sih nyambut calon suami kamu Nin?
Kita kan mau nikah.Mesra dikit kenapa?" Nina malah menerima bunganya terus diletakkannya di meja,"Bunganya sudah kuterima.Apalagi?" Derby memang tahu kalau Kelvin pasti bakal ke rumah Nina makanya ia pantau terus rumah Nina.Terdengar bunyi bel.Nina yang tak mau berada dekat Derby segera
menuju pintu,"Biar Nina yang buka Bu." Alangkah terkejutnya Nina kala membuka pintu,"Kelvin???!!"
Kelvin meraih tangan Nina,"Nin,kamu ga sungguhan kan mau nikah sama Derby?Katakan itu ga benar Nin!Kau mencintai aku bukan?"
Nina berkaca2 antara bahagia dan sedih jadi satu,'Vin,aku ingin berkata bahwa
itu tidak benar tapi hanya itu cara aku bisa membebaskanmu.
Aku tak bisa melihatmu jadi bulan2an Derby.Aku tak bisa Vin.
Aku tak ingin mereka terus menyakitimu.Maafkan aku,Vin.
Aku tak punya pilihan lain.' Derby muncul sambil tersenyum penuh kemenangan,"Wah...siapa ini ?
Mantan napi dan mantan pewaris Keramat.Oh masih ada lagi...mantan pacar juga ha..ha..." Kelvin menatap Derby,"Derb,aku ini punya salah apa sama kamu?
Tega sekali kau pada sepupumu sendiri." Derby melepaskan tangan Kelvin yang memegang tangan Nina sejak tadi,
"Kamu mau tahu ya?Aku itu sudah lelah hidup dari belas kasihanmu Vin!
Aku kini punya segalanya bahkan sebentar lagi wanita yang kaucintai akan menjadi milikku.Betul kan Nina?"
Nina hanya bisa diam sambil berkaca2,hujan mulai turun dengan derasnya.
Derby mengusir Kelvin,"Sekarang kamu sebaiknya pergi saja!" Derby mendorong Kelvin hingga Kelvin basah kehujanan,"Nina!
Nin kumohon jangan lakukan ini sama aku Nin!Nina!!"
Derby memaksa Nina masuk,"Sudah ga usah digubris!!"
Nina terus melihat ke arah Kelvin yang basah kuyup,"Nin kamu janji bakal nikah
sama aku kalau aku bebas.Kini aku bebas Nin.Aku bukan napi lagi.Nina!!" Nina melepaskan tangan Derby,"Biarkan aku bicara padanya sekali ini saja.
Aku mohon..." Kelvin mulai menggigil kedinginan,Derby akhirnya melepaskan tangan Nina,
"Hanya 5 menit.Ingat itu!" Nina mengangguk lalu mendekati Kelvin,"Vin lupakan aku.Anggaplah kau tak pernah mengenalku.Anggaplah ingatanmu hilang lagi.Aku sadar bahwa hidup bersamamu pasti sangat menyiksaku.Ibarat kata kau harus membangun lagi dari nol.Aku terbiasa hidup nyaman Vin jadi sebaiknya kau pulang.Mulailah lembaran hidup yang baru.
Jangan sia2kan kebebasanmu.Itu saja yang bisa kukatakan."
Kelvin bersimpuh didepan Nina sambil memegang jemari gadis itu,"Apa salah
aku Nin?Mengapa kau lakukan ini padaku?"
Nina menggeleng,"Kau tak salah apa2 Vin.Kita memang tidak berjodoh.
Itu saja." Derby keluar lagi dan menarik Nina agar masuk ke dalam,"Time out!Ayo masuk!!"
Merriam dan Yadi menyusul Kelvin,mereka membujuk Kelvin pulang,"Sudah sayang....ayo kita pulang..."
Kelvin malah tak bergeming,"Kelvin ga akan pergi dari sini,Ma." Yadi Timo malah kesal dengan Febby juga Derby,'Kasihan putraku.
Aku takkan tinggal diam melihat mereka menyakiti Kelvin.Lihat saja Derby,kau akan menyesal.' Dengan susah payah mereka berhasil membawa Kelvin pulang.Nina sedih banget.
Wah akankah Nina benar2 menikah dengan Derby?
Apa pula yang akan dilakukan Yadi?***see you next eps***
Eps 31 CERBUNG II $¤$ KERAMAT
$¤$ KERAMAT $¤$CERBUNG II $ Eps 31$ 3 eps terakhir $
$ Rumah Kelvin yang baru.... Baru ?Bagus dong?Hal yang baru belum tentu bagus.Lha buktinya rumah yang ini sangat sederhana.Masih kontrak pula.Uang Kelvin habis buat membayar pengacara.Sementara aset2 perusahaan sudah berpindah tangan ke Derby.
Kelvin nampak kehilangan semangat hidup.Ayahnya sampai sedih banget melihatnya.Yadi melihat bahwa kemurungan putranya bermuara pada satu nama yaitu Nina.Kehilangan harta masih bisa diterima Kelvin namun kehilangan Nina menghancurkan semangat hidupnya.Merriam sampai sedih juga,"Gimana ini Pi,apa kita pergi saja dari kota ini?Memulai hidup yang baru di tempat lain."
Yadi malah berpikir lain,'Hanya dengan menggagalkan pernikahan Nina dan Derby
maka semua akan membaik.Tapi bagaimana caranya?Hanya ada satu cara yaitu membunuh Derby.Tapi jika Kelvin tahu rencanaku ini bisa gawat.
Ia pasti menentang.Aku akan melakukan dengan diam2.
Akan kuculik Nina dan kuminta Derby datang mengambilnya.
Nah disitu akan kutembak dia.Aku masih punya pistol,pistol itu selama ini hanya
kupakai buat jaga2.Kini saatnya aku gunakan secara nyata.' Sementara Yadi diam2 memantau keseharian Nina maka Kelvin tengah menyusuri
jalanan ibukota mencari kerja.Berbagai perusahaan ia masuki namun
semua menolak.Namanya sudah tercemar karena pernah dipenjara.
Apalagi kini ia tak sekaya dulu.Semua teman2nya menjauh.Kemana2 naik angkutan umum.
Ditengah kelelahannya mencari kerja,ia melihat tampak seorang anak kecil
diculik oleh satu komplotan penjahat.Saat penculik lengah ia membantu anak
itu kabur.Kelvin mendekap anak kecil itu agar jangan bersuara,"Sst!"
Anak kecil itu sepertinya anak orang kaya,pakaiannya bersih demikian badannya tampak terawat baik.Begitu penjahatnya kebingungan mencari,Kelvin membawa anak itu ke kantor polisi. Anak kecil itu ditanyai,"Orang tua kamu siapa Nak?" Alangkah terkejutnya sang polisi kala anak kecil itu menyebut nama ayahnya,"Irwan Sutedja." Kelvin tahu nama besar pebisnis Irwan Sutedja,konglomerat papan atas,
"Kamu anak dari konglomerat Irwan Sutedja?" Tak lama kemudian pihak polisi berhasil membekuk kawanan penculik dan tentu saja memberitahu keluarga Sutedja.Irwan Sutedja sendiri yang langsung datang menjemput putranya,"Ervan sayang,kamu baik2 saja kan?"
Isterinya juga ikut serta dan segera memeluk putra keduanya itu,"Mama
takut sekali sayang." Ervan menceritakan semuanya pada Mama papanya,"Kakak ini menolong
Ervan Pa,Ma." Irwan berkenalan dengan Kelvin dan mengucapkan terima kasih,"Anda sudah menyelamatkan anak saya,terima kasih saya ucapkan.Saya berhutang budi pada Anda.Apa yang bisa saya lakukan buat Anda?"
Kelvin menggeleng,"Saya ikhlas menolong anak Anda.Saya permisi dulu." Irwan melihat Kelvin membawa map lamaran kerja,"Anda sedang mencari pekerjaan?"
Kelvin mengiyakan,"Benar." Irwan memberikan kartu namanya,"Datanglah besok ke kantor saya.
Saya tunggu kedatangan Anda." Kelvin terpana,"Pasti saya akan datang.Terima kasih." Irwan dan keluarganya lalu pergi setelah mengantar Kelvin kembali ke rumahnya. Sampai rumah Merriam nampak panik,"Vin,papimu sayang...dia nekad!"
Kelvin kaget mendengar cerita Mamanya soal niat papanya membunuh Derby,
"Kelvin akan mencegah Papa Ma,Kelvin akan susul Papa."
Kelvin menelpon Derby,"Derb kamu dimana?"
Derby menjawab,"Seseorang telah menculik Nina.Aku sedang menuju ke sana!"
Kelvin segera menyusul ke tempat itu,tampak Nina disandera. Yadi melihat Derby datang segera mengarahkan pistolnya pada sepupu Kelvin itu,
"Kau adalah biang masalah yang menimpa anakku.Dengan lenyapnya kau maka aku
akan membuat semangat hidup anakku kembali.Ia akan bersatu dengan gadis yang ia cintai.Jadi bersiaplah untuk mati." Derby rupanya tidak menyangka bahwa Yadi hendak membunuhnya,"Paman,jangan lakukan ini.Aku akan lakukan apa saja asal jangan bunuh aku." Yadi tak peduli dan bersiap menarik pelatuk,Kelvin yang datang segera berlari
mendorong Derby agar tak tertembak,"Dor!!!" Nina menjerit melihat siapa yang tertembak,"Kelviiiiin!!!"
Yadi terbelalak,"Kelvinn!!!Tidaaakkk!!" Kelvin ambruk ke tanah. Nina segera berlari mendekatinya,"Vin!!Kelvin!!Jangan tinggalkan aku Vin.Kelvin!Kau semangat hidup aku Vin!"
Kelvin terengah2 meraih jemari Nina,"Aku tahu... kau ...masih .....mencintaiku." Yadi meratapi anak tunggalnya,"Maafkan Papi Kelvin...Papi ....hanya tak ingin kau terus disakiti sepupumu itu.Dia telah menghancurkan keluarga kita.Kenapa kau malah menyelamatkan dia?"
Derby sendiri menatap tak percaya pada pengorbanan Kelvin untuknya,
'Dia mengorbankan diri demi aku??Orang yang selama ini menyakitinya?
Merebut perusahaannya bahkan kekasihnya?Terbuat dari apa hatimu Vin?' Kelvin meraih tangan ayahnya,"Pa,jika Papa membunuh ....Derby....maka Papa akan dipenjara.Aku pernah....dipenjara...Pa,tidak mudah bertahan ....di sana....Kelvin...tak mau...Papa...mengalami....seperti Kelvin...biarkan ....yang menghakimi...Tuhan....sendiri...Pa..." Kelvin terkulai tak sadarkan diri. Nina histeris,"Kelviiinnn!!Bangun Vinn!!"
Nina segera membawa Kelvin ke RS.Tinggallah Derby sendirian,'Apa yang
telah kulakukan?' Ia memandang bercak darah di tanah,bercak darah Kelvin,'Seharusnya ini
adalah darahku.Aku memiliki semuanya tapi tidak cinta orang2 disekitarku.
Mereka membenciku,bahkan calon isteriku sendiri juga membenciku.
Inikah yang kuinginkan?' Wah Derby kenapa tuh?Akan selamatkah Kelvin?***See you next eps***
Eps 32 CERBUNG II ¥°¥ KERAMAT
.....KERAMAT...¥°¥¥•¥ ....CERBUNG II.......Eps 32 ( 2 eps terakhir )....¥○¥ ¥●¥....Correct Thy Son=Didiklah Anakmu.....
Bicara soal ayah jadi ingat Derby deh.Dalam ketertegunannya,ia menemui
sang ayah di rumah.Sudah lama ia tak mengunjungi ayahnya.
Ia memang membeli apartemen nan mewah tapi tidak mengajak ayahnya
pindah bersamanya.Melihat kasih sayang Yadi pada Kelvin,
bagai tersambar petir ia.Betapa ia telah kehilangan hati nuraninya.Saat tiba di rumah,hanya ada sang ayah.Kakaknya sedang menjemput Nino.Kasihan sekali ayahnya,badannya kurus dan mau makan saja tangannya gemetar.Sang ayah gembira melihat putranya kembali,"Anakku!Kau kembali Nak.Ayo kemari biar ayah bisa memelukmu."
Derby mendekat dan mendapat pelukan hangat,"Ayah...maafin Derby ya?" Sang ayah malah nampak sumringah,"Pintu maaf ayah terbuka meski kau melakukan 70 x 70 x 7 kali kesalahan sekalipun.Ayah tetap menyayangimu." Derby menangis.Tuhan mengubah hatinya karena pengampunan yang diberikan
ayahnya.Derby malah bercerita semuanya pada sang ayah.Ayahnya mendengarkan dengan seksama.
Bahkan ia juga menasehati Derby,"Untuk apa harta yang berlimpah Nak.Dikasihi orang jauh lebih baik dari pada harta yang banyak.Mulailah awal yang baru.
Perbaikilah apa yang bisa kauperbaiki.Berikanlah apa yang menjadi hak orang.Jangan mengingini milik sesamamu.Berbahagialah dengan apa yang ada padamu.
Itulah hidup yang benar." Derby merenungkan semuanya.Wah Derby dapat pencerahan.Lalu Kelvin gimana dong?
¥■¥ Rumah Sakit.... Kayaknya saya itu paling sering nulis adegan di RS deh.Ga di Tabir Kepalsuan maupun disini.Makhlum sering nungguin ibu di RS.RS itu kalau malam ga menyeramkan
kok.Cuma dingin banget.Kelvin segera mendapat penanganan medis.
Nina panik dan terus menangis,'Kalau sampai Kelvin tiada,aku akan nyusul dia.
Aku akan bunuh diri saja.Aku sudah tak ingin hidup lagi.' Niat itu berkali2 tercetus di benak Nina.Merriam yang dikabari sama histerisnya.
Nina hanya bisa memeluk Mamanya Kelvin itu.Yadi sendiri lebih parah rasa bersalahnya,apalagi melihat Merriam bak mayat hidup.
Penyesalan memang selalu datang terlambat.Nina mengajak kedua orang tua Kelvin berdoa,bukankah doa yang dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya?
Mereka sehati sepakat meminta,bahkan dengan nazar pula. Yadi yang pertama bernazar,"Jika aku masih Kaupandang layak ya Tuhan,
aku minta selamatkan anakku.Dan aku janji akan menyerahkan diriku kepada polisi."
Merriam juga bernazar,"Tuhan kau sudah memberikan dia dalam pangkuanku.
Janganlah Kauambil kembali.Aku janji akan mengabdikan hidupku untuk mereka yang terlantar,yang tak punya apa2,mereka yang membutuhkan asal kembalikan Kelvin padaku." Nina juga bernazar,"Tuhan aku sangat mencintainya,jika Kau memberinya kehidupan maka aku akan memaafkan kak Revand.Aku janji."
Wah mereka semua bernazar demi Kelvin.Malam itu malam berjaga2 buat Kelvin.Maudy juga Sigit datang juga ke RS.Demikian juga Indra.
Hanya Revand yang tak berani datang.Bahkan Sandra juga datang bersama Nino.
Derby telah memberitahu semuanya.Nino sedih banget karena Om yang selalu datang membawakan es cream untuknya tengah berjuang melawan maut.Haydi juga datang,
Bu Nur juga.Wah banyak ya yang sayang sama Kelvin?Banyak banget yang doain dia.
How sweet.Akankah Kelvin selamat?
¥◇¥ Keesokkan harinya di sebuah Gedung Pusat Perkantoran nan Megah.... Seorang pria nampak duduk di kursi Presdir,"Albi,apa tamu yang bernama
Kelvin sudah datang?" Albi menjawab,"Akan saya cek ke bagian receptionist Pak." Tak lama kemudian,"Belum Pak Irwan.Tidak ada nama tersebut diantara daftar
tamu." Ee..e..Irwan Sutedja.Wah dia menanti Kelvin nih.Irwan tampak mengerutkan dahi,
"Ya sudah terima kasih." Irwan mengambil hpnya dan menghubungi seseorang,"Renegade,aku ada tugas untukmu.Cari tahu siapa Kelvin dan ada dimana dia sekarang.
Alamatnya akan kukirim padamu.Lakukan sekarang ok?" Renegade menjawab,"Siap Pak Irwan."
Wah..Renegade muncul juga nih.Apakah yang akan dilakukan Irwan?Bagaimana pula dengan Kelvin?***See you in the last eps***
THE LAST EPS OF KERAMAT
MY SECOND STORY
▪¤¤ ▪KERAMAT ▪¤¤ ▪CERBUNG II A ▪¤¤ ▪EPS 33 EPISODE TERAKHIR/THE END
Be Found In Him = Ditemukan Padanya
▪▪ENCLOSER
▪▪Hospital... Kondisi Kelvin mencemaskan banyak orang.Semua berkumpul dan berdoa buat keselamatannya.Namun Nina sudah bertekad akan mengakhiri
hidupnya jika Kelvin tiada.Ia menuliskan itu di buku hariannya.
Bahkan jauh2 hari ia sudah menulis bahwa bila ia jadi menikah dengan Derby maka menjelang malam pertama ia akan meminum racun.Semua sudah ia tuliskan dengan berbagai alasannya.Revand yang sedih Nina tak mau bicara lagi dengannya,diam2 masuk ke
kamar Nina.Rumah kosong hanya ada dia dan isterinya yang lagi sibuk ngurus anak mereka.Ia penasaran sebenarnya Nina punya rencana apa kok ia lihat adiknya itu beli sianida.Wah Nina malah terinspirasi kasus Mirna nih.Gawat!
Alangkah terkejutnya Revand kala membaca buku harian Nina.
Disana Nina menulis sebuah puisi... Detik-detik akhir hidupku sudah tiba Sejak kuputuskan menikah demi dia Dia dipenjara hatiku sungguh tersiksa Semua ini demi dia sang belahan jiwa
Menit-menit akhir hidupku terasa hampa Aku selalu memikirkannya sedang apa Baikkah dia sehatkah dia betapa kucinta
Hidupku tidak lengkap hampa tanpa dia Jam demi jam berlalu dengan sia-sia Aku hanya bisa melihat dia dari jauh saja Kasihan ia menyusuri jalanan ibu kota Mencari asa ditengah panasnya sang surya
Hari demi hari kian membuatku tersiksa Kuputuskan mengakhiri semuanya Sudah kusiapkan semua dengan sempurna Tinggal menunggu hari H tiba

Hari bersejarah dalam hidup seorang Nina Hari dimana sianida akan akhiri semuanya Aku akan menjaga diriku demi dia saja Selamat tinggal Kelvinku tercinta Bila nanti aku telah tiada ingatlah satu saja Bahwa aku hanya mencintaimu bukan dia Kaulah segalanya dan akan selalu kucinta Sampai maut memisahkan kita (by Nina)
Revand gemetar membacanya,'Aku telah mendorong adikku untuk bunuh diri.
Semua hanya demi judi.Aku membantu Derby membunuh adikku sendiri.Aku ini kakak macam apa??!!Tidak!!Aku akan mencegah pernikahan itu terjadi.
Aku harus melakukan sesuatu.Ya sesuatu.Aku akan menyerahkan diriku ke polisi dan mengatakan semuanya bahwa Derby adalah dalang semuanya.Dia yang membuat Kelvin hilang ingatan,memalsu dokumen perusahaan juga melakukan tindak kekerasan saat Kelvin dipenjara.Ya aku akan bongkar semuanya.Biar saja aku dipenjara,jika itu akan menyelamatkan adikku Nina.'
Dengan tekad itu Revand menemui isteri dan anaknya,
"Fab,aku mau menyerahkan diri ke polisi.Aku lelah hidup dalam beban ini.
Kejahatan ini menyiksaku apalagi setelah kutahu rencana Nina untuk bunuh diri di
hari pernikahannya.Kamu jaga anak kita ya.Aku mungkin akan lama dipenjara.
Namun aku akan selalu mendoakan kalian."
Faby menangis dipelukan suaminya namun ia bangga karena suaminya
melakukan hal yang benar.Kebenaran memang kadang pahit namun itulah obatnya.Revand juga mencium anaknya dengan mata berkaca2,"Baik2 ya sama Mama.Jangan malu ya punya papa kayak gini.Papa sayang sama kamu.Akan selalu sayang."
Revand melangkah menuju kantor polisi.Sementara itu Kelvin akhirnya bebas
dari jerat maut.Ia berhasil melewati masa kritis.Wah semua langsung sujud syukur.
Nina bahkan sampai menangis di sisi pembaringannya,'Terima kasih...Terima kasih Tuhan...kau tidak mengambil dia dariku.Terima kasih...' Merriam meraih Nina dalam pelukannya,"Kelvin selamat sayang.Dia akan hidup.
Doa kita terkabul.Tuhan memberi dia umur panjang.Andai saja kau tidak akan menikah dengan Derby pasti kebahagiaan ini akan lengkap."
Nina kembali terisak,"Maafkan Nina Tante.Semua ini Nina lakukan demi Kelvin.Agar dia bebas dari penjara.Namun Tante tenang saja.Selamanya Nina hanyalah milik Kelvin."
Merriam tak mengerti bahwa kata2 Nina itu berujung bunuh diri.
Ia hanya manggut2 saja.
Nina memandang Kelvin,'Cepet sadar ya Vin.Aku ingin melihat kau baik2 saja.
Sebelum aku mengakhiri hidupku nanti.Kita akan bersatu nanti di keabadian.' Yadi Timo juga sangat lega melihat Kelvin lepas dari maut,ia pun menemui putranya
yang meski masih belum sadar namun sudah stabil pernafasan dan organ2 vitalnya.
Yadi menangis sambil membelai wajah putranya,'Kau tampan sekali putraku.
Hatimu juga sangat mulia.Papi sungguh tak layak memiliki putra sebaik dirimu.
Papi ini orang jahat.Merebut perusahaan milik sohib papi sendiri.
Dan kini perusahaan itu menjadi bumerang.Bahkan hancur juga.
Menjadi milik orang dengan cara yang sama seperti papi dulu mendapatkannya.
Nak,papi akan ke kantor polisi menyerahkan diri.Kamu yang sehat ya...
hiduplah dengan baik sama Mamimu.Jaga dia buat papi.Kasihan dia.
Papi tenang kalau kamu ada disisinya.Papi bangga punya anak sebaik kamu Kelvin.
Papi sungguh bangga.Sungguh ini sebuah karunia yang luar biasa.'
Yadi lalu pamitan sama isterinya,"Mi papi mau memenuhi nazar papi.Mau ke kantor polisi menyerahkan diri.Titip Kelvin ya.Jual saja semuanya buat biaya berobat Kelvin.Papi ikhlas.
Jaga putra kita ya Mi.Janji sama papi ya?" Merriam hanya bisa menangis haru dipelukan suaminya,"Jaga diri juga ya Pi.Mami akan selalu kunjungi papi nanti.Sama Kelvin juga."
Yadi lalu mendekati Nina,"Maafkan Om ya dah berburuk sangka sama kamu.Memang kamu pantas mendapat cinta Kelvin.Jika saja kamu belum terikat dengan Derby,Om restu kamu dapat Kelvin.Om merestui kalian."
Nina hanya bisa berkaca2 mendengarnya,"Nina juga hanya mencintai Kelvin Om.
Hanya dia." Yadi lalu pergi ke kantor polisi menyerahkan diri dalam kasus perencanaan
pembunuhan terhadap Derby.
Di kantor polisi ia bertemu Revand,"Lho kamu juga ke sini?" Revand lalu menceritakan semuanya,"Saya ingin menyelamatkan adik saya.Hanya ini caranya."
Yadi juga sama,"Saya juga hanya ingin memenuhi nazar saya karena Kelvin sudah lolos dari kematian." Kelvin akhirnya sadar juga,kata pertama yang ia sebut adalah,"Papa...papa..." Merriam miris mendengarnya,"Papi sedang ada urusan sayang.
Kamu sudah sadar ya?Mami senang sekali...." Kelvin melihat sekitarnya,"Papa mana Ma?" Merriam hanya diam,Nina yang menutupi semuanya,
"Papamu lagi beliin makanan kesukaan kamu.Sebentar lagi juga akan sampai." Kelvin memandang Nina,"Kamu disini Nin..." Nina mengangguk,"Tentu Vin...aku pasti akan selalu bersamamu."
Kelvin tersenyum lalu tidur lagi.Nina membetulkan selimutnya,'Tidurlah kekasihku.Aku akan selalu menjagamu.' Kelvin kian membaik meski ia sempat heran kenapa papanya tak disisinya.
Merriam akhirnya menceritakan semuanya.Kelvin hanya bisa berkaca2 mendengarnya.
Sementara itu Derby tetap menyiapkan pernikahannya dengan semangat malah lebih
semangat dari sebelumnya.Nina bete banget,"Baju pengantinnya terserah kamu aja.
Aku ga peduli.Kamu aja yang pilih mau adat Jawa,Betawi atau internasional terserah!
Aku ga akan protes!" Derby hanya senyum saja menanggapi semuanya,"Ayolah Nin,ini hari istimewa lho.
Aku bahkan akan mengundang tamu istimewa juga.Kamu pasti suka." Nina makin kesal,"Aku ga peduli kamu mau ngundang siapa.Terserah!!Aku lelah!" Derby akhirnya yang memilih semuanya namun anehnya ia memilih semuanya dengan warna2 kesukaan Kelvin.Dekorasi,baju pengantin hingga wedding organizernya semua kesukaan Kelvin.Ia juga datang langsung menemui Kelvin,tentu saja Kelvin kaget.
Merriam bahkan sempat mengusir dia,"Kamu yang bikin anak saya jadi kayak begini!Ngapain kamu kemari??!"
Kelvin mencegah Mamanya,"Ma,tak apa2.Biar Kelvin bicara sama Derby ya Ma.Kelvin mohon."
Merriam akhirnya meninggalkan mereka,"Baiklah tapi Mami akan berjaga diluar.Awas kalau macam2!!" Derby tertawa melihat protektifnya Merriam,"Mamimu galak juga ya?
Serem juga...kelihatan kalau dia itu sayang banget sama kamu.
Oh ya Vin aku kemari mau mengundang kamu secara khusus untuk datang ke pernikahan.Kamu datang ya.Aku sudah siapin pakaian juga buat kamu.
Ini aku bawa.Dipakai ya nanti pas hari H.Datang ya,please..." Kelvin menerimanya,"Repot2 amat kamu Derb,sampai nyiapin baju juga buat tamu.
Aku pasti datang kok.Bajunya juga pasti kupakai.Tahu aja kamu aku dah ga sekaya dulu.Baju2ku dah dijual buat biaya hidup.Makasih ya.Oh ya jaga Nina ya.
Bahagiakan dia." Derby menjawab,"Pasti...pasti akan kubahagiakan dia.Tenang saja." Derby tersenyum melihat Kelvin mau datang.Sementara itu Nina menemui Revand di penjara,"Kakak ngapain disini?Ayo pulang Kak!"
Revand terharu melihat Nina mau bicara dengannya,"Kamu mau bicara sama aku
lagi Nin?" Nina mengangguk,"Iya aku sudah maafin kakak.Ayo pulang Kak.
Nina akan menikah lho.Masak kakak ga datang?"
Revand malah memegang tangan adiknya,"Nin,kamu jangan bunuh diri
ya.Kakak mohon Nin!
Itu hanya akan buat ayah dan ibu sedih Nin.Iya Nin?" Nina hanya diam.Ia tak menjawab sedikitpun.Hari H tiba.Sebuah resort dibooking oleh Derby.Wah tamunya banyak banget.Pernikahan yang spektakuler.Namun sang mempelai wanita nampak sayu,wajahnya sedih dan pilu.Apalagi kala melihat Kelvin hadir dengan membawa kado ditangannya.Pakaiannya senada pula dengan warna bajunya,'Itu kan Kelvin.Tuhan dia tampan sekali.Kok bajunya bisa senada warnanya
sama warna gaunku?Aneh.Mungkin memang hati kita dah klik kali ya.Vin,andai saja ini pernikahan kita.Aku pasti bahagia banget.'
Nina hanya diam sambil menangis didalam hati.Derby memperhatikan semuanya.
Bahkan ia melihat Kelvin juga memandang Nina penuh cinta nan sendu.
Meski berusaha tegar namun ia bisa lihat bagaimana Kelvin beberapa kali mengusap
sudut matanya.Nina juga sama.Matanya hanya menatap Kelvin.
Tatapan cinta yang mendalam.Tiba2 semua dikejutkan dengan datangnya polisi,hendak menangkap Derby.Derby tahu semua akan berakhir di penjara namun ia meminta waktu sebentar,"Biarkanlah saya menuntaskan pernikahan dulu.Baru silakan bawa saya.
Saya mohon." Mereka setuju.Dengan dikawal polisi Derby mendekati Nina dan membawanya pada Kelvin,"Nin aku tahu kau hanya mencintai Kelvin.Matamu tak lepas dari dia.
Tatapan cintamu hanya untuk dia.Aku sengaja membuat pesta ini memang untuk kalian.Lihatlah pakaian kalian saja senada warnanya.Aku hanya ingin menebus kesalahanku.Aku memang mencintaimu namun cintamu hanya untuk sepupuku ini.
Kalian saling mencintai.Aku merestui kalian.Menikahlah dengan Kelvin.
Ini akan menjadi hal terindah yang bisa kulakukan buat kalian.
Pergilah pada Kelvin Nin!"
Nina heran dan berkaca2 lalu melangkah mendekati Kelvin,"Vin..." Kelvin juga berkaca2 dan meraih Nina dalam pelukannya,"Aku mencintaimu
Nina..." Mereka malah tangisan demikian juga para hadirin.
Akhirnya yang menikah adalah Nina dan Kelvin.Derby melihat mereka dengan bangga.Ayahnya juga mengacungkan jempol padanya,"Hebat Nak!
Ini baru putra ayah!!" Derby lalu dibawa polisi.Dipintu resort ia bertemu dengan serombongan orang,
nampak Yadi Timo dan Revand disana.Keluar dari sebuah mobil mewah sang
pengusaha ternama Irwan Sutedja bersama keluarganya,isteri dan anak2nya datang menuju pesta.Derby tersenyum pada mereka.
Kelvin kaget melihat papanya demikian juga Nina kaget melihat kakaknya.Yadi merangkul Kelvin,"Tuan Irwan Sutedja menjamin ayah Nak.Ayah bebas.Derby juga tak menuntut.Nak kamu akan diberi perusahaan oleh beliau.Lihat beliau datang bersama
keluarganya." Irwan menyalami Kelvin dan Nina,"Selamat atas pernikahannya.
Ini kado pernikahan dari saya."
Seoramg notaris mendekat dan menyerahkan berkas2,"Silakan kalian tanda tangan disini.
Dengan ini Tuan Irwan Sutedja memberikan perusahaan kepada Kelvin.
Tuan Kelvin silakan tanda tangan disini." Semua takjub,apalagi Kelvin juga diberi mobil mewah.
Ungkapan terima kasih atas penyelamatan anak kedua sang konglomerat,"Ini semua tak sebanding dengan nyawa anak saya,Ervan."
Evi isteri sang milyarder juga memberikan hadiah berupa tour ke New Zealand dan
Australia buat Kelvin dan Nina,"Semoga segera diberi momongan.Seperti kami."
Wah Nina seneng banget.Revand juga telah dijamin oleh mereka.
Hari itu Kelvin dan Nina bahagia sekali.Oke selamat ya buat pengantin berdua.Berbahagialah selamanya.Happily ever after.
***THE END***