OLDEST PRINCE PART 11-20

Part 11 " OLDEST PRINCE / PANGERAN SULUNG " : Heaven & Joy ( Surga dan Sukacita )
Iis Swasan Stories·9 Agustus 2017
          Maaf jika saya lama update story saya,karena saya habis sakit.Vertigo kambuh dan darah rendah.Lemes dan pusing berputar sampai mual dan muntah2.Buat semua pembaca saya,saya sarankan jangan terlalu sering memakai Headset.Karena vertigo berhubungan dengan keseimbangan dan pusatnya di telinga kita.Teman saya malah kehilangan empat anggota keluarganya dalam waktu kurang dari 1 tahun.Pertama kakeknya lalu ayahnya.Pas lebaran adiknya dan kemarin sabtu ibunya.Saya merasa aneh sebenarnya tapi itulah kehidupan.Susah diselami dan dimengerti alias penuh misteri.Bicara soal keluarga,Sanskar ingat ga ya sama keluarganya?Yuk lihat kondisi Sanskar yang kini ada di istana Bengali dengan nama Kissan.Har dil jo pyar karega....

 ¤♧ ISTANA BENGALI... ¤
           Swara melangkah bersama Sanskar menuju ruang pengobatan dimana tabib istana biasa berada.Namun dari arah yang berlawanan tampak Raja Shekar dan Ragini tengah asyik berjalan sambil mengobrol.Raja Shekar mencemaskan kondisi ibu suri,"Putriku,bagaimana kata tabib?" Ragini menjawab,"Nenek hanya butuh istirahat Ayahanda...Ayah tak perlu cemas.Aku akan menjaga Nenek."
Raja Shekar lega mendengarnya,"Andai saja saudarimu disini...dia pasti akan membantumu merawat Ibu Suri."
Ragini terpana,"Ayahanda bilang apa barusan?Saudari?"
Raja Shekar gugup tapi kemudian ia melihat Swara datang,"Ehm...maksud Ayah ...andai Swara dayangmu itu ada disini ...ia akan membantumu sayang...Lihat siapa itu yang datang!"
Ragini senang sekali melihat Swara,"Swara!!!"
 Swara segera memberi hormat pada Raja Shekar,"Yang Mulia...hormat hamba."
Swara memandang ke sampingnya hendak memperkenalkan Kissan namun yang punya nama ga ada,"Kissan?Kissan?Kemana dia?"
Ragini malah heran,"Siapa Kissan?"
          Swara mengedarkan pandangannya,rupanya Kissan bersama tukang kebun istana.Ia melihat satu tanaman yang membuatnya mengingat sesuatu,'Aku pernah menanam tanaman itu...dan seseorang berada di dekatku...dia berkata...'
Saat itulah si tukang kebun berkata pada Kissan,"Nak,kau suka bunga bakung?"
Kissan terkejut dan menjatuhkan pot yang ia pegang,"Maaf Paman,maafkan saya...Paman mengingatkan saya akan seseorang...ucapan kalian sama."
Tukang kebun menepuk pundak Kissan,"Aku senang di kerajaan ini masih ada yang menyukai tanaman sepertimu.Kebanyakan pria muda menyukai seni bela diri dan berlatih senjata tapi kau berbeda.Oh ya siapa kau Nak?"
Kissan menjawab,"Aku biasa dipanggil Kissan.Aku teman dayang Swara.Kau mengenalnya?" Tukang kebun itu memandang ke arah dimana Swara berada,"Tentu saja.Dia adalah dayang kesayangan Putri Ragini.Oh ya aku butuh bantuanmu Nak.Maukah kau membantuku memindahkan tanaman yang disana itu?"
 Kissan senang sekali,"Tentu saja Paman.Aku memang menyukai berkebun."
           Kissan malah membantu tukang kebun. Swara hendak mendekati Kissan tapi Ragini mencegahnya,"Nanti saja kau kenalkan orang itu pada kami Swara,sekarang kau harus ikut aku.Nenekku kurang enak badan,aku ingin kau menghiburnya dengan permainan alat musik.Ayo!" Swara memandang ke arah Kissan,"Tapi,Putri Ragini..."
Raja Shekar melihat ke arah Kissan,"Kau pergilah bersama Ragini,mengenai temanmu itu sepertinya ia sangat menyukai berkebun.Kebetulan ada yang ingin kubicarakan dengan tukang kebun istana.Kalian pergi saja."
Swara memberi hormat pada Raja,"Baik Yang Mulia.Hamba permisi."
Ragini menggoda Swara,"Kau sepertinya sangat memperhatikan pemuda berambut panjang itu.Aku jadi penasaran seperti apa pria yang bisa menawan hati dayangku ini..."
Swara tersipu,"Putri...Dia itu pria yang malang.Kakek hamba menemukannya tak sadarkan diri di tepi sungai Kissan.Itulah kenapa kami menyebutnya Kissan.Dia kehilangan ingatannya.Hamba membawanya ke mari supaya tabib istana dapat memeriksanya.Kasihan dia,saat ditemukan tubuhnya terluka dimana2.Ehm...putri bolehkan hamba membawanya ke tabib istana?"
Ragini mengangguk,"Tentu saja Swara.Kau sudah kuanggap seperti saudaraku.Temanmu berarti temanku juga.Semoga dia segera pulih.Pasti sulit jika berada di posisi dia.Kehilangan ingatan,masa lalu dan orang2 terdekat.Aku telah kehilangan ibuku.Sampai kini hanya kenangannya yang menghibur hatiku."
Swara terharu,"Putri jangan sedih.Dayangmu ini sudah kembali dan akan membuat tuan putri ceria kembali."
Ragini tersenyum,"Kau benar.Istana adalah surga bagiku dan kehadiranmu selalu membawa sukacita bagiku.Entah kenapa aku kadang berpikir seharusnya kau terlahir sebagai saudaraku saja karena kau sangat mengerti aku Swara."
            Keduanya tertawa lepas.Andai saja Ragini tahu bahwa Swara memang adalah saudaranya.Berdua mereka menemui ibu suri,melihat keakraban Ragini dengan dayangnya,Parwati jadi ingat masa lalu.
--flasback---
Raja Shekar sedang bersama Sarmista kala ia datang melihat kondisinya,"Ibunda,ini Sarmista.Dia pintar sekali menari dan memainkan alat musik ibu.Ibu harus dengar permainannya."
Ia melihat ketertarikan Shekar pada dayang istana itu tapi ia datang untuk membicarakan soal perjodohan.Wajah Shekar segera berubah rona,keceriaannya hilang seketika.
--end flashback--
Ragini mendekati neneknya,"Nenek?Nenek kenapa?Nenek tidak apa2?"
 Parwati menggeleng,"Aku tidak apa2 cucuku.Baiklah coba tunjukkan bakat dayangmu itu.Nenek mau dengar."
Swarapun mengambil alat musik dan mulai memainkannya.Kita tinggalkan mereka dan kita lihat keadaan di Maheswari.

 ¥♧◆  ISTANA MAHESWARI....
           Raja Durga Prasad memang telah mengambil keputusan akan menobatkan putra keduanya yaitu Pangeran Laksya untuk menjadi putra mahkota namun jauh didalam hatinya,ia masih merasa bahwa ia telah melakukan hal yang tidak benar.Dengan galau ia melangkah menuju balairung utama.Baru sampai di pertengahan jalan,sesuatu menarik perhatiannya.Tanaman bunga bakung di kiri kanan koridor istana membuatnya berhenti,"Tunggu!"
          Para pengawalnya mengerti dan segera memposisikan diri mereka berjaga di sekitar area tersebut.Raja Durga Prasad berjongkok menyentuh tanaman yang beraneka jenis warna bunganya itu,"Sanskar...kau tahu betapa ibumu sangat menyukai bunga bakung.Itulah kenapa kau meminta istana dihiasi dengan tanaman ini.Putraku ...kau akan selalu tersenyum setiap kali berkeliling istana.Aku masih ingat waktu itu perkataanmu..."
---flasback---
         Pangeran Sanskar dengan pakaian kebesaran seorang putra mahkota berjalan2 memeriksa keadaan istana bersama ayahandanya.Sanskar dan Durga Prasad sampai di taman istana,"Apakah ayah tahu alasan aku meminta istana dihiasi oleh aneka jenis bunga bakung?"
Durga Prasad menjawab dengan yakin,"Tentu Putraku...semua ini karena bunga ini adalah kesukaan ibumu bukan?"
Sanskar mendekati satu bunga bakung yang berwarna merah,"Bukan hanya itu Ayah.Ibu telah membagi rahasianya kenapa beliau sangat menyukai bunga bakung kepadaku.Maknanya sangat dalam Ayah."
Durga Prasad memetik satu bunga bakung yang berwarna merah itu dan mengamatinya,"Benarkah?Sepertinya ayahmu ini terlalu sibuk dengan urusan kerajaan sampai tidak tahu soal rahasia ini.Bisa kau bocorkan rahasia itu pada ayah supaya bila nanti ibumu menanyakannya ayah bisa menjawabnya.Kau tahu ibumu kan kalau dia marah maka ia akan mengatakan banyak hal pada ayahmu ini."
Sanskar tertawa,"Tentu Ayah...he..he..kata ibu seorang raja harus belajar kerendahan hati pada bunga ini.Coba perhatikan setiap bunga ini ayah,setiap jenisnya begitu indah.Bahkan pakaian kebesaran raja manapun tak mampu menandingi indahnya salah satu bunga ini Ayah."
Durga Prasad tersenyum,"Kau benar Putraku.Lalu apalagi?"
           Apalagi ya?Kita lanjut lain kali ya?Saya harus kerja.**see you next part**

PART 12 "OLDEST PRINCE":Gentleness and Hunger
 ( Kelembutan Hati dan Rasa Lapar )
Iis Swasan Stories·17 Agustus 2017
           Sebelumnya saya mau mengucapkan "DIRGAHAYU INDONESIAKU KE-72"!! Doa saya diberkatilah negeriku dengan para pemimpin yang tulus dalam bekerja,mengabdi bukan pada uang tapi dengan kesungguhan hati dan takut akan Tuhan.Jayalah selalu bangsaku,terhormat di mata dunia dan diperhitungkan dalam ekonomi global.Indonesia yang tetap bersatu,tidak kehilangan nilai2 aslinya dan kesopanan dalam hidup berbangsa dan bernegara serta saling menghargai antar umat beragama.Bukankah itu kekuatan kita selama ini?Teguh jaya dan damai senantiasa Indonesiaku!!Merdeka!! Kedua buat teman saya yang ultah juga hari ini dimana saja kalian berada met panjang umur dan sehat selalu baik jiwa maupun raga.Bagi yang udah kangen cerbung2 saya,yuk lanjutin love story swasan versi kingdom saya.Oldest Prince.
"Tanah yang subur...tanah airku...tumpah darahku...tanah yang indah permai nyata...ditepi pantai...daunnya melambai..."
            Makhlum sisa tirakatan kemarin pada karaokenan sampai malam bingitz...harap dimakhlumi....he..he..
 --lanjutan flashback---
Putra mahkota Sanskar melangkah ke bunga bakung lain yang berwarna putih dengan semburat kuning,"Ayahanda,bunga ini tidak memintal,mereka tidak bekerja untuk membuat diri mereka begitu indah seperti ini.Mereka didandani oleh Yang Kuasa dengan begitu indahnya.Bahkan dimanapun mereka berada,mereka tetap tampil dengan pesona mereka masing2.Ananda merasa kagum dengan pemeliharaan Yang Ilahi pada mereka.Jika begitu besar perhatian Dia pada tanaman yang hari ini ada mungkin esok sudah layu betapa lebihnya kita harus mempercayai pemeliharaan-Nya dalam kehidupan ini.Itulah kenapa Ananda tidak pernah merasa harus mengkhawatirkan banyak hal karena Dia akan membantu kita memelihara apa yang Dia percayakan pada kita.Termasuk kerajaan ini.Tahta,rakyat dan masa yang akan datang semua ada dalam pemeliharaan-Nya.Jadi Ayahanda,jangan terlalu mencemaskan ananda,dimanapun ananda berada baik di istana maupun di medan perang semua ada dalam kendali-Nya."
Durga Prasad memegang pundak putra sulungnya itu,"Putraku,kau sungguh membuat Ayahmu ini bangga memiliki penerus sebaik dirimu.Kau adalah kebanggaan Ayah.Kebanggaan kerajaan ini." Sanskar berbalik,"Jangan bangga hanya padaku Ayah.Laksya juga putra ayah,dia juga bisa menjadi kebanggaan Ayah.Berilah dia kesempatan untuk membuktikan hal itu Ayah.Bukankah seorang raja harus adil Ayah?"
---end flash back---
Kembali ke istana Maheswari,Durga Prasad berkaca2 sambil memegang satu kuntum bunga bakung di tangannya,saat itulah Laksya,Annapoorna dan Sujata mendekat.Sujata memandang bunga bakung di tangan suaminya,"Yang Mulia,mengapa termenung di sini?Putra kita baik2 saja,aku bisa merasakannya.Baginda harus percaya tapi sekarang bukan saatnya untuk hal ini,kepentingan kerajaan harus didahulukan.Kerajaan membutuhkan kepastian posisi putra mahkota.Kita berdua tahu bahwa Sanskar pasti juga setuju dengan keputusan ini.Ia juga menyayangi Laksya.Lihat Laksya kita sudah siap!"
Durga Prasad memandang putra keduanya namun yang dilihatnya malah Sanskar tersenyum di sana dekat Laksya berdiri,'Kau benar Sanskar...seorang raja harus bersikap adil.Dan Ayahmu ini percaya bahwa kau berada dalam pemeliharaan Yang Maha Kuasa.Tahta dan kerajaan ini hanyalah titipan-Nya semata.'
Durga lalu memeluk putra keduanya,"Mari Putraku.Saatnya untuk penobatanmu sebagai Putra Mahkota."
Annapoorna senang sekali melihatnya,"Benar kata Ayahmu Laksya.Saatmu sudah tiba Putraku." Mereka lalu berjalan menuju balairung utama,Sujata berkata pada Raja Durga Prasad,"Kerajaan Bengali seharusnya kita undang juga Yang Mulia.Sudah saatnya kita menghentikan permusuhan ini.Bengali bukanlah musuh kita.Keadilan untuk putra kita akan nyata kelak Yang Mulia saat dia kembali nanti."
 Annapoorna tersenyum sinis mendengarnya,'Sujata yakin sekali kalau putranya akan kembali.Padahal dari kabar yang disampaikan padaku Pangeran Sanskar telah tewas bersama Sahil.Mereka jatuh dari tebing.Tubuh Sahil sudah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.Walaupun memang mayat Pangeran Sulung belum ditemukan tapi anak buahku telah menyisir sekitar area itu.Kemungkinan untuk selamat sangat kecil.Jika dia selamat tentunya sudah kembali ke Maheswari.Aku yakin kali ini putra kebanggaan Yang Mulia itu benar2 telah tiada.'
Durga setuju dengan saran permaisurinya,"Kau benar Sujata.Aku akan segera mengirim undangan ke Bengali dengan penunggang kuda cepat.Sudah saatnya permusuhan ini diakhiri.Biar dengan perdamaian ini banyak doa yang akan tertuju kepada Putra Mahkota Maheswari."
Sujata lega demikian juga dengan Laksya,'Jika aku bertemu lagi dengan dayang itu aku akan minta maaf padanya.Tapi apa dia masih di sana ya?'
          Pesta penobatan Laksya akan dilangsungkan setelah mendapat jawaban dari Kerajaan Bengali,Laksya tidak masalah dengan hal itu.Utusan cepat segera dikirim ke Bengali.Sementara itu bagaimana keadaan Sanskar di Bengali?

 [[[~BENGALI'S PALACE....
Raja Shekar mendekati tukang kebun istana yang tengah bersama Kissan,"Istanaku semakin indah dengan sentuhan tanganmu.Aku sungguh senang dengan pekerjaanmu."
Tukang kebun segera memberi hormat,"Yang Mulia.Salam hormat saya.Maafkan hamba karena tidak mengetahui kedatangan Yang Mulia."
Shekar memandang Kissan yang juga segera memberi hormat padanya,"Benarkah kau yang datang bersama putriku...maksudku dayang putriku Anak muda?"
Kissan merasa seperti pernah bertemu dengan pria di hadapannya itu,"Nama hamba Kissan Yang Mulia.Hamba memang datang bersama seorang dayang istana.Namanya Swara."
Kissan mengedarkan pandangannya tapi tak melihat Swara,'Gawat!Kemana Swara ya?Aku seharusnya tak meninggalkannya tadi...'
Raja Shekar mengerti kebingungan Kissan,"Kau mencari Dayang Swara?Dia bersama putriku." Kissan lega,"Kalau begitu bolehkah hamba membantu pekerjaan di sini Yang Mulia?Hamba bisa membantu merawat tanaman di sini."
          Raja Shekar tak mengenali kalau Kissan adalah Sanskar makhlum saja dengan rambut panjang dan jamggut wajah tampan Sanskar tertutupi.Raja mengabulkan permintaan Kissan,"Aku memang melihat bahwa taman istana memerlukan banyak perhatian.Baiklah,kau bisa mulai bekerja besok." Saat itulah seorang pengawal datang dan memberitahukan sesuatu pada Raja,"Baginda,ada laporan dari perbatasan.Seorang utusan datang dari Maheswari ingin menyampaikan sesuatu pada Baginda." Mendengar kata Maheswari,Kissan kembali mendapat kilasan ingatannya,'Maheswari?Kenapa nama itu sepertinya tidak asing bagiku?'
Kissan terhuyung,Raja Shekar heran,"Kau tidak apa2 Anak Muda?Sepertinya kau kurang sehat.Pengawal,antar dia ke tabib istana.Suruh tabib untuk memeriksa kondisinya."
          Raja Shekar pergi menuju ruang utama.Kissan diantar pengawal menuju ruang pengobatan.Sementara itu Parvati merasa kagum dengan permainan Swara,"Kau sungguh jeli memilih dayang,Cucuku.Dia sungguh berbakat."
Ragini berkata,"Nenek juga akan kagum dengan kemampuannya dalam menari.Dia sangat luwes." Swara jadi malu dipuji,"Putri terlalu memuji hamba."
Hari itu Parvati senang sekali dihibur oleh Swara dengan tariannya,"Luar biasa sekali dayangmu ini Ragini."
Ragini lega neneknya terhibur,"Kata Swara semua bakatnya itu diturunkan dari Ibunya Nenek.Dulu ibunya juga seorang dayang.Ehm siapa namanya Swara aku lupa?"
Jawaban Swara mengejutkan Parvati,"Ibu hamba bernama Sharmista Putri."
Mangkuk buah kering ditangannya terlepas,"Apa??!"
Swara segera membersihkan,"Yang Mulia baik2 saja?"
Parvati merasa bagai disambar petir,'Jangan2 dia adalah...ini tidak mungkin!Aku sudah mengusir dia dari istana.Tak mungkin dia memberitahu Shekar kalau dia sedang hamil.Aku sudah menyuruhnya untuk pergi jauh kalau tidak dia akan kehilangan bayinya itu...Aku harus mencari tahu semua ini.' Parvati mendorong Swara agar menjauh darinya,"Jangan menyentuhku!!Kau ini cuma dayang!Jangan kaupikir bahwa dengan menjadi dayang kesayangan cucuku maka kau lantas menjadi bangsawan!Kau ini cuma pelayan!Pergi kau dari sini!"
Swara terkejut sekali,"Hamba minta maaf Nenek Suri,hamba..."
Parvati kian marah,"Jangan panggil aku nenek!!Aku bukan nenekmu!!"
 Ragini jadi heran dengan kemarahan neneknya yang tiba2,"Nenek?Nenek kenapa?Kenapa tiba2 Nenek marah pada dayangku?Dia hanya mencemaskan keadaan Nenek saja..."
Swara segera permisi,"Putri hamba pergi dulu...."
Sambil menangis ia keluar dari sana,'Apa salahku?Kenapa Nenek Suri marah seperti itu padaku?Dia yang menjatuhkan mangkuk itu bukan aku.Kenapa dia harus membentakku?Sebaiknya aku mencari Kissan saja.Kasihan dia.Dia belum pernah kemari.Dia pasti mencariku...'
          Kissan memang kebingungan mencari Swara usai diperiksa tabib istana.Ia berjalan tak tentu arah,'Tabib bilang aku tak boleh terlalu banyak memaksa untuk mengingat masa laluku.Semua akan kembali dengan sendirinya pada waktunya.Dia juga menyuruhku menjaga kesehatanku,dia bilang perutku akan mudah sakit jika aku terlambat makan.Dia benar....aku lapar sekali...tapi aku hanya akan makan jika sudah bertemu Swara.Dimana kamu Swara.Istana ini begitu besar bagaimana aku akan mencarimu?Sebaiknya aku kembali ke tempat terakhir aku melihat Swara.Aku akan bertanya pada penjaga dimana tempat itu tadi.Tapi...bukannya itu Swara?'
Kissan mendekati sosok yang sedang tergugu di dekat taman,"Swara?"
Swara segera berbalik,"Kissan!!"
          Swara segera menghambur ke pelukan Kissan,tentu saja Kissan terpana.Namun ia menanti sampai gadis itu tenang dulu,Swara merasa damai di pelukan Kissan.Kissan bertanya,"Aku mencarimu kemana2 Swara.Kau kenapa?Apa kau baik2 saja?"
Swara melepas pelukannya dengan wajah merona,"Kau membuatku cemas tahu!!Aku juga mencarimu.Tapi aku tahu kalau kau pasti akan kemari lagi."
Kissan memperhatikan mata Swara yang sembab,"Kau menangis?Apa ada yang memarahimu?Apa seseorang menyakiti hatimu?Katakan padaku siapa orang itu!"
Swara tersenyum,Kissan jadi heran,"Tadi kau menangis sekarang kau bisa tersenyum....Wanita itu ternyata memang sulit dipahami...tapi siapa yang mengatakan itu padaku ya?"
            Kissan mencoba mengingat siapa yang mengatakan hal itu padanya tapi ia malah merasa kepalanya jadi nyeri lagi.Swara malah jadi cemas,"Kissan,kau merasa pusing lagi?Ayo,aku sekarang akan membawamu menemui tabib!"
Swara meraih tangan Kissan,tapi Kissan menggeleng,"Aku sudah diperiksa tabib Swara.Lihat,dia memberiku banyak ramuan untuk diminum..."
Swara melihat apa yang ditunjukkan Kissan,"Lalu kenapa kau belum meminum ramuannya?Jika kau sudah meminumnya kau takkan seperti ini.Kau ini bagaimana Kissan?"
Kissan menunduk,"Aku baru akan meminumnya jika aku sudah bertemu denganmu.Kau pergi tanpa bilang apapun padaku.Kau meninggalkanku di istana sebesar ini..."
 Swara mengitari Kissan,"Kau yang sendirian bisa mengalahkan banyak penjahat di pasar bisa merasa ketakutan sendirian di istana?Apa kau Kissan yang sama yang kutemukan di tepi sungai waktu itu?"             Kissan merajuk tapi tak tahu harus bicara apa dan perutnya yang menjawab pertanyaan Swara,perutnya berbunyi.Swara tertawa mendengarnya,"Kissan,ayo kau ikut aku!"
 Kissan jadi malu ketahuan kelaparan,"Swara,kita mau kemana lagi?Kau mau membawa aku kemana?"
Swara menarik lengan Kissan,"Sudah kau ikut saja!Kau akan suka tempat itu."
Kissan memandang tangan Swara yang memegang lengannya,'Kemanapun kau membawaku Swara,aku akan ikut denganmu.Aku ingin selalu bersamamu...'
Ada yang tahu mereka mau kemana?**see you next part**
dalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

Part 13 OLDEST PRINCE : Mercy ( Kemurahan Hati )
Iis Swasan Stories·20 Agustus 2017
          Tadi saya dah nulis,untunglah belum banyak karena tiba2 keluar sendiri dari browser.Adik saya karaokenan kenceng banget nih kayak ada kondangan aja di rumah.Astaga!Buat semua yang kecewa hilangnya jam tayang Swaragini di Antv tiap sabtu dan Minggu,cerbung ini semoga bisa menghibur Anda sekalian.Termasuk penulise he..he..Pyar Kiya To Darna Kiya...

 >>> ISTANA BENGALI...
          Swara membawa Kissan ke dapur istana,disana banyak sekali makanan.Kissan langsung terang matanya,"Wow...apakah aku boleh makan di sini Swara?"
Swara segera mengambilkan sepiring makanan,"Kau makanlah ini dulu.Aku akan membuatkan makanan spesial untukmu.Makanan yang akan membuat perutmu itu diam dan tidak memanggilku terus."
Kissan lalu duduk,"Baiklah Tuan Putri.Aku akan duduk dan menantimu selesai memasak.Tapi kau harus menemaniku makan nanti!Bagaimana?"
         Swara melihat sekitar untung hanya ada sedikit orang di dapur saat itu,ia lalu mendekati Kissan.Ia berbisik pada Kissan,"Jangan panggil aku Tuan Putri,Kissan!Aku cuma dayang di sini.Aku bukan tuan putri.Yang Mulia hanya punya satu putri dan itu adalah Putri Ragini.Sebutan Tuan Putri itu miliknya.Aku tak mau kau kena masalah karena perkataanmu ini.Hari ini saja,Nenek...maksudku Ibunda Yang Mulia sudah memarahiku..."
          Swara jadi sedih dan membalikkan tubuhnya,Kissan mendekatinya.Dipegangnya bahu gadis itu,"Kau dimarahi?Apa kau melakukan kesalahan?Itukah sebabnya kau menangis tadi?"
Swara hendak cerita tapi ada yang datang,"Aku akan membuatkanmu sesuatu.Kau makan saja gorengan itu dulu..."
         Kissan mengerti dan menurut,ia malah jadi ingat soal pertemuannya dengan Raja Shekar.Sambil makan ia cerita,"Kau tahu Swara aku tadi bertemu Yang Mulia.Dia baik sekali.Kau tahu dia memintaku menjadi tukang kebun istana.Kata beliau istana ini begitu besar dan membutuhkan banyak tukang kebun."
Swara senang sekali mendengarnya,"Benarkah?Kau akan menjadi tukang kebun istana?Itu berita bagus Kissan!Yang Mulia memang sangat baik.Terkadang aku iri pada Putri Ragini karena dia memiliki seorang ayah seperti Yang Mulia.Tidak sepertiku..."
Kissan melihat air mata menggenang di mata Swara,"Kau tahu kau lebih beruntung dariku.Setidaknya kau tahu siapa keluargamu.Kau punya ibu yang sayang padamu.Punya kakek dan nenek juga.Aku sudah berjanji pada mereka akan menjagamu.Seperti mereka juga telah menjagaku selama aku sakit.Kau tahu Swara kaulah yang memberi identitas baru padaku.Entah aku ini anak siapa darimana dan seperti apa aku dulunya semuanya masih misteri bagiku.Kau lebih beruntung dariku Swara."
 Swara selesai memasak,"Kau tahu Kissan kadang aku berpikir mungkin kau adalah anak seorang yang sangat bijak.Kau selalu saja melihat segala sesuatu dengan kebaikan.Kau pasti anak kebanggaan ayahmu.Aku yakin itu."
Kissan mencium bau masakan Swara,"Hmm...sepertinya enak sekali.Aku akan coba ah..."
Tapi Swara menahan jemarinya,"Tunggu dulu.Ini masih panas Kissan.Baru saja matang.Biar kuambilkan.Nah ini cobalah..."
 Kissan makan dari tangan Swara,"Rasanya enak sekali apalagi bila kita makan dari tangan orang yang membuatnya...rasanya seperti ada bintang2 didalam mulutku..."
Swara tersipu,"Kau ini sekarang aku berpikir kau adalah anak seorang penyair..."
Kissan gantian menyuapi Swara,"Kau juga harus makan Swara dan ceritakan padaku semua yang membuat hatimu sedih.Kau tahu seseorang pernah bilang padaku bahwa saat kita makan maka kita akan jadi lebih terbuka dengan orang yang kita ajak makan bersama.Sayangnya aku tidak ingat siapa yang mengatakan itu padaku..."
 Swara tersenyum dan karena suasana sudah sepi,ia lalu cerita kejadian bersama Neneknya Putri Ragini.Kissan mendengarkan dengan seksama,"Sepertinya Nenek Suri itu marah setelah mendengar nama ibumu.Bukankah kau bilang ibumu dulu pernah menjadi dayang di sini?Mungkin saja pernah ada sesuatu diantara mereka.Tapi,itu hanya pendapatku..."
Swara memikirkan ucapan Kissan,'Kissan benar.Sebelumnya Nenek Suri selalu memujiku dan senang dengan apa yang kulakukan.Tapi kala aku menyebutkan siapa ibuku,beliau langsung berubah sikap.Aku akan tanyakan hal ini pada ibu jika aku pulang nanti.'
Swara dan Kissan selesai makan,Swara senang Kissan mau mendengarkan keresahan hatinya,"Kissan,terima kasih ya kau mau mendengarkan ceritaku.Kau juga selalu menjagaku.Oh ya mana ramuanmu biar kubuatkan dan segera bisa kau minum."
Kissan memberikan ramuan dari tabib,"Aku yang harus berterima kasih padamu Swara,kau dan keluargamu telah merawatku padahal kalian tidak kenal siapa aku.Aku saja tidak tahu siapa aku sebenarnya.Kalian telah menunjukkan kemurahan hati pada orang asing ini.Terima kasih."
Swara menyeduh obatnya,"Ibuku selalu bilang bahwa jika kau ingin mendapat kemurahan maka kau harus murah hati terlebih dulu.Itu yang selalu ibu ajarkan padaku."
          Kissan tersenyum dan kian terpesona pada kebaikan hati Swara.Saat itulah tukang kebun yang tadi dijumpai Kissan datang,"Rupanya kau disini.Aku mencarimu."
 Swara menyapanya,"Paman,apa kau mau teh?"
Tukang kebun itu menjawab,"Oh Swara,rupanya dia ini temanmu ya?Kau tahu anak muda kau sangat beruntung bisa dekat dengan Swara,dia ini pandai memasak,menari bahkan memainkan alat musik.Apalagi kau perhatikan saja kecantikannya tidak kalah dari Putri Ragini."
Swara jadi tersipu,"Paman bicara apa?Kissan kau jangan dengarkan dia..."
 Tukang kebun itu memandang Kissan,"Anak muda jika kau mengira bisa mendapatkan hati Swara dengan penampilanmu yang seperti ini kau salah.Apalagi kau akan bekerja di istana.Kau harus rapi dan bersih.Habis ini kau ikut aku.Aku akan membenahi penampilanmu supaya besok kau tidak dimarahi Yang Mulia dan supaya gadis2 tertarik padamu.Apalagi gadis yang saat ini membuatkan teh untuk kita..."
Kissan memegang rambutnya yang panjang,"Aku sendiri tidak ingat bagaimana rambutku bisa sepanjang ini.Entah apa yang telah terjadi padaku hingga aku seperti ini..."
 Swara memberikan obat pada Kissan dan teh pada tukang kebun,"Paman,tolong bantu Kissan di istana ini ya.Dia itu kehilangan ingatannya jadi dia kadang merasa pusing.Jika dia lupa minum obatnya paman beritahu saja aku maka aku akan memarahinya."
 Si paman melirik Kissan,"Kissan,dia memperlakukanmu seakan kau ini suaminya.Haha...ha.."
Swara jadi tersipu sedang Kissan tersenyum.Seorang dayang datang,"Swara,kau dicari Putri Ragini." Swara menitipkan Kissan pada si tukang kebun,"Paman,tolong tunjukkan kamar Kissan.Aku harus pergi.Kissan...habiskan obatnya dan jangan terlambat makan lagi.Kau mengerti?"
 Si tukang kebun geleng2 kepala sedang Kissan mengangguk,"Iya Swara.Aku akan mengingat semua pesanmu.Kau tenang saja.Aku akan baik2 saja."
 Swara pergi menemui Putri Ragini sedang Kissan menatapnya tanpa berkedip,'Aku bersyukur kepada Tuhan karena membawaku bertemu Swara.Apapun yang terjadi padaku di masa lalu aku percaya semua ada dalam kendali-Nya untuk mereka2kan yang baik saja kepadaku.'
Sementara itu Raja Shekar terkejut mendapat undangan penobatan Pangeran Laksya menjadi putra mahkota Maheswari,"Apa ini mimpi?Raja Durga Prasad mengundang Bengali dalam penobatan putra keduanya?Ini kabar baik.Aku akan segera membalas suratnya ini."
Raja Shekar begitu gembira dan memberitahukan hal itu pada ibunya,"Ibu,lihat Raja Durga Prasad tidak lagi membenci kita.Ia mengundang kita ke acara penobatan putranya.Ragini pasti senang mendengar hal ini.Aku akan beritahukan ini padanya."
 Parvati tampak tidak memperhatikan,Shekar heran dan mendekati ibunya,"Ibu kenapa?Ibu tidak mendengarkan apa yang barusan kukatakan.Ada yang mengganggu pikiran Ibu?"
Parvati berkilah,"Tidak Shekar.Aku baik.Aku hanya memikirkan sepertinya kau saja yang pergi ke sana bersama Ragini.Ibu di sini saja."
Parvati mengatakan itu karena ia ingin menyelidiki siapa sebenarnya Swara,'Jika benar dia adalah anak dayang itu maka aku harus melenyapkannya.Jangan sampai Shekar tahu bahwa dia memiliki satu putri lagi.'
 Ragini senang sekali mengetahui bahwa ia akan diajak ayahnya ke Maheswari untuk acara penobatan Laksya,"Benarkah aku boleh ikut ayah?Aku senang sekali."
         Tentu saja Ragini senang karena ia akan bertemu dengan Laksya.Pujaan hatinya.Apakah Swara akan ikut dengannya?**see you next part**

Part 14 -- OLDEST PRINCE--> Got Me Servant 
( Mempunyai Pelayan )
Iis Swasan Stories·23 Agustus 2017
           Kemarin di "It Was You" saya dah kasih tahu daftar aktris Bollywood fave saya,maka kini giliran aktornya.Soal aktor ga selalu masalah ketampanan yang menjadi kriteria saya namun juga totalitas dalam berakting.Ini dia mereka :
* ROJAT TOKASH
 Pemeran Jalaludin Akbar ini benar2 pas meranin tokoh Jalal.Badan kekar,gagah,serta wajah nan tampan.Ditambah kulit yang bersih membuatnya berani melakukan adegan mandi dan topless.Sayangnya perannya poligami dalam Jodha Akbar.Andai saja main bareng Paridhi Sharma dalam genre yang romantic habis pasti bakal booming lagi.
** VARUN KAPOOR
Namanya melambung setelah sukses memerankan Sanskaar Maheswari atau suami Swara dalam Swaragini.Wajahnya hampir mirip Vivian Dsena menurut saya.Sayang sudah menikah.Kalau ga pasti bakal jadi real life kisah cintanya dengan Swara.Moga aja Swaragini diputar ulang dengan jam tayang malam supaya bisa lihat akting Varun yang bikin baper he..he..
*** ARJUN RAMPAL
Terpesona saya lihat dia main di Dil Ka Rista sama Ais meranin seorang bisnisman yang menewaskan dalam sebuah kecelakaan suami dari wanita yang ia cintai.Tapi saya lebih suka jika dia main bareng Mahima Choudary.
 *** SONI DEOL
Wajahnya memang sendu namun saya emang suka pria bermata sendu.Aktingnya yang memukau adalah kala main bareng adiknya sendiri memperebutkan cinta Urmila Matondkar.Wow itu film meski diputar berapa kalipun akan saya tonton.
*SANJAY DUTT
Kembali mata sendunya menawan hati saya.Apalagi kala main sama Madhuri Dixit dalam Saajan sebagai Tuan Sagar.Seorang penyair yang cacat.Romantis habis.
** HRITHIK ROSHAN
Dari sekian film dia yang selalu prima dalam akting baik laga maupun melow scene maka Muhjse Dosti Karoge adalah fave saya.Apalagi kala dia menyanyi lagu Kahona Pyaar Hai dalam medleynya.Kostumnya di film itu juga sangat bagus.
* AJAY DEVGAN
Suami Kajol ini memang hitam kulitnya tapi matanya sendu nian.Ajay adalah aktor laga yang hebat.Apalagi kalau pasangan mainnya sang isteri.
* MISHAL RAHEJA
 Pemeran Datta ( awal sampai pertengahan serial Nakusha ) sangat tinggi juga berpendidikan.Sayangnya perannya diganti sebelum kelar filmnya.
* VIVIAN DSENA
Memerankan RK dalam Madhubala,dua peran sekaligus sungguh mencuri perhatian saya.Kala saya ga bisa lihat Varun Kapoor dalam Swaragini maka di hari libur saya masih bisa lihat Vivian Dsena di Madhubala. Sebenarnya banyak aktor bagus di India cuma itulah yang menduduki top rating di mata saya.Lain kali mungkin saya akan kupas film2 Bollywood fave saya. Nah sekarang lanjut storynya.Hote2 Pyaar Ho Ghaya....

 ¤~¤~¤ ISTANA BENGALI....
           Ragini senang sekali kala tahu akan ikut ayahnya menghadiri penobatan Pangeran Laksya sebagai putra mahkota Maheswari.Begitu senangnya dia sampai Swara heran melihatnya,"Swara,kau harus siapkan pakaian2ku yang paling bagus.Juga perhiasan2ku...hmm...apalagi ya...sebentar..." Swara tahu betapa sukanya Ragini pada Pangeran kedua Maheswari itu,"Putri tenanglah...saya akan mempersiapkan semuanya dengan baik.Lagipula saya kan sudah sering ikut tuan putri bepergian..." Namun tiba2 Parvati datang,"Siapa yang mengatakan bahwa kau akan ikut cucuku ke Maheswari,dayang Swara?"
Ragini segera menyambut neneknya itu,"Nenek?Memang Swara tidak akan ikut bersamaku ke sana Nenek?Lalu siapa yang akan mengurus keperluanku selama disana?"
Parvati memandang ke arah Swara yang nampak tertunduk,"Ada Urvashi yang akan menggantikan Swara mengurus keperluanmu selama di Maheswari.Nenek membutuhkan Swara disini untuk menemani dan menghibur dengan permainan musiknya.Nenek suka mendengarkannya.Kau tidak masalah kan sayang?"
           Tentu saja Ragini menurut,dia tak mungkin membantah Parvati.Swara sendiri juga senang,'Syukurlah Nenek Suri tidak marah padaku.Buktinya ia malah memintaku melayaninya.Walau aku ingin sebenarnya pergi ke Maheswari.Katanya istananya sangat indah.Tapi bisa melayani Nenek Suri itu suatu kebahagiaan bagiku.'
Parvati lalu pergi,'Aku akan menyelidiki siapa sebenarnya Swara itu?Karena dari yang aku dengar,Shekar juga sangat sayang padanya.Apakah Shekar menyukai dia karena Swara mengingatkannya akan Sharmista atau ada hal lain yang aku belum tahu?'
 Sementara itu Ragini nampak kecewa karena Swara tak bisa ikut dengannya,"Aku sebenarnya ingin kau ikut Swara karena kalau denganmu aku bisa cerita apa saja.Apalagi aku akan bertemu dengan..." Swara mengerti,"Putri menyukai Pangeran Kedua Maheswari ya?Putri tenang saja saya akan memberitahu Urvashi apa saja yang harus dia bawa.Sudah malam.Saya permisi Putri."
          Swara pergi dari kamar Putri Ragini dan hendak mencari Kissan.Ia merasa senang karena Parvati tidak marah lagi padanya,'Aku harus cerita pada Kissan.Lagipula aku mau tahu apa dia sudah minum ramuannya atau belum.Aku akan bawa makanan juga ah...Kissan kan suka lapar.Apa dia kurang diperhatikan makannya ya sebelumnya,dia itu pasti telah mengalami hal berat.Kasihan dia..'              Memang Sanskaar telah dipenjara sebelum ditemukan tak sadarkan diri ditepi sungai Kissan oleh Kakek Swara.Sering ia hanya makan sehari kadang malah tak diberi makan.Itulah kenapa pencernaannya dan tubuhnya menjadi lemah.Swara datang malam2 ke area kamar para pekerja istana,ia menutupi mukanya dengan selendang.Paman tukang kebun melihatnya,"Kau mencari Kissan ya?Kau tunggu di sana saja aku akan suruh dia keluar menemuimu.Tapi jangan terkejut kalau kau melihatnya nanti."
Swara merasa heran,"Baiklah Paman.Aku akan menunggu dia di dekat taman.Tanyakan padanya apa dia sudah minum ramuannya atau belum ya Paman?"
Si paman pergi,'Swara cantik dan baik.Kissan cocok sekali dengannya.Akan kuberitahu dia kalau Swara mencarinya.' Kissan sedang mengamati wajahnya di depan cermin,'Benarkah itu aku?'
Kissan memang telah dipotong rambutnya dan dirapikan sehingga wajah tampannya terlihat jelas bahkan paman tukang kebun saja takjub melihatnya,"Kau ini seperti seorang putra raja Kissan.Kau tampan sekali.Coba kau ingat2 siapa dirimu Kissan.Siapa tahu terkaanku benar he..he.."
 Kissan meraba wajahnya,"Aku seorang putra raja?Seorang pangeran?"
Kissan mendapat kilasan memorinya lagi kali ini ia melihat dirinya berdiri di depan cermin besar dan seseorang berdiri dibelakangnya berkata,"Kakak memang tampan.Putri manapun akan terpesona melihat kakak..."
Kissan tak melihat dengan jelas siapa yang menyebut dia kakak itu,'Kakak...jika dia memanggilku kakak berarti aku punya seorang adik.Dan dia menyebut soal putri...'
Renungan Kissan dibuyarkan oleh kehadiran si tukang kebun,"Hey Kissan!Kau ini kenapa?Cepat pergilah ke taman.Tuan putrimu mencarimu..."
Kissan terhenyak,"Apa ?Tuan Putriku?"
Si paman terkekeh,"Swara maksudku anak muda..cepat kau temui dia.Oh iya dia tanya apa ramuan dari tabib sudah kau minum.Dia itu sangat perhatian ya kepadamu...he..he.."
Kissan senang sekali mengetahui Swaralah yang mencarinya,"Aku segera ke taman Paman." Bagaimana reaksi Swara melihat wajah tampan Kissan nanti?**see you next part**

Part 15 ◆◆ OLDEST PRINCE : Peace Maker 
( Pembawa Damai )
Idy Olive Tree·27 Agustus 2017
             Hari ini ada kirab di kota saya lebih tepatnya di kelurahan dimana saya tinggal dan kakak ipar saya terlibat menjadi perwakilan kampung bersama pak Rt dkk.Pakai pakaian daerah Ponorogo hitam2 dan ikat kepala gitu.Ga nyana saya ternyata walikota datang.Wah rame sekali suasananya beberapa hari terakhir ini.Ada pertunjukan wayang,ada bothekan,kirab,bazaar dan gerak jalan santai.Suasana yang meriah di hari ultah bangsa kita.Sambil nunggu motogp race di Silverstone mulai,mari kita bahas tiket baru.Ada yang masih kangen Gala2 katanya,nah di tiket ini,tiket T ada Gala2.Ini dia kombinasi angkanya 15-11-47-26.Romansa Angel Khan dan It Was You kembali hadir.Buat yang minta Aku Orang Tak Punya dan Ratu Hatiku moga terobati kangennya.Tapi tidak lupa drama menegangkan Bumipun Turut Menangis juga tak kalah seru untuk disimak.Sambil makan tape yang belum jadi,yuk lihat reaksi Swara dengan perubahan penampilan Kissan/Sanskaar.Janam...janam...

 ♧  TAMAN ISTANA BENGALI...
Kissan melangkah dengan cepat ke arah taman,'Ada apa ya Swara sampai mencariku?Apa dia dimarahi lagi?'
           Kala Kissan sampai di taman,Swara berdiri membelakanginya.Rembulan bersinar dengan indahnya dan cahayanya mengenai wajah Swara.Kissan terpesona,'Dia cantik sekali.Rambut panjangnya tergerai dengan indah.Sepertinya dia tidak sedang sedih.Semoga saja dia selalu bahagia...' Angin malam menerbangkan selendang Swara sehingga menutupi wajah Kissan kala pangeran Maheswari yang sedang kehilangan ingatan itu mendekatinya,"Swara..."
Perkataan Kissan terhenti karena keharuman selendang Swara menutupi wajahnya,sementara Swara begitu mendengar suara yang dikenalnya tak segera berbalik malah berkata sambil memandang rembulan,"Kau tahu tadi aku dipanggil Putri Ragini dan ia mengatakan bahwa ia akan pergi ke Maheswari untuk menemani Yang Mulia menghadiri penobatan Pangeran Laksya menjadi Putra Mahkota..."
Kissan tercekat mendengar nama Maheswari dan Laksya,"Maheswari?"
Swara masih tak berbalik,"Iya Maheswari ...kerajaan yang dulu merupakan sahabat baik Bengali tapi kemudian sesuatu terjadi dan hubungan kedua kerajaan menjadi renggang.Tapi kini sepertinya itikad perdamaian mulai dikibarkan.Ini berita bagus..."
Kissan malah penasaran,"Memang apa yang membuat hubungan kedua kerajaan menjadi rusak?" Swara memetik sekuntum bunga,"Semua berawal dari misteri kematian Pangeran Sulung Maheswari kala ia membantu Bengali berperang melawan musuh."
Kissan masih membiarkan selendang Swara menutupinya,"Pangeran sulung Maheswari?Apa yang terjadi padanya?" Swara tertunduk,"Aku tak tahu secara pasti tapi aku melihat jenazahnya sungguh mengenaskan.Ia terbakar dan tak bisa dikenali lagi padahal kata orang ..."
Kissan penasaran,"Apa kata orang tentang dia?"
 Swara berbalik dan tertawa melihat Kissan terselubungi selendangnya,"Kissan kau ...ha.ha.."
Kissan berkata,"Ayo katakan padaku apa yang orang katakan tentang pangeran sulung Maheswari itu Swara?"
Swara menarik selendangnya dan terpana melihat wajah tampan pria di hadapannya,"Kata orang wajahnya sangat ...tampan...."
Kissan membetulkan selendang Swara,"Apa kau pernah melihat dia ?"
Swara menggeleng,"Tidak...hanya jenazahnya saja...mungkin dia akan tampan sepertimu.....wow Kissan ini benar kau?"
Kissan tersipu,"Iya ini aku Swara.Menurutku kau juga lebih pantas menjadi seorang tuan putri Swara.Kau sangat cantik..."
 Swara merona wajahnya dipuji Kissan,"Aku cuma seorang dayang Kissan..."
Kissan mengajak Swara duduk,"Di dunia ini semua orang sama Swara...kedudukan hanyalah titipan dari langit.Hati seseoranglah yang menentukan mulia tidaknya seseorang..."
Swara memandang kagum pada Kissan,"Kau tahu kau sangat bijaksana...kau sepertinya begitu terpelajar..."
Kissan tersenyum,"Kenapa malah membahas diriku?Kau tidak dimarahi lagi kan?"
Swara menggeleng,"Justru Nenek Suri menginginkan aku melayaninya selama putri Ragini pergi ke Maheswari."
Kissan lega mendengarnya,"Berarti kau tidak ikut ke Maheswari.Kau akan tetap di sini.Syukurlah..." Swara memandang penuh curiga,"Kau sepertinya senang aku tidak jadi pergi ke Maheswari ya?Kau ini..."
Kissan memandang Swara,'Aku senang kau tidak jauh dariku Swara...'
Swara ingat kalau ia membawa makanan,"Oh ya Kissan aku punya makanan enak nih...kau pasti suka..."
Kissan jelas senang sekali,"Makanan?"
Swara mengerti betapa makanan sangat disukai Kissan,"Tuan yang suka lapar,jangan hanya ingat untuk makan ya.Apa ramuannya sudah kau minum?Bagaimana luka di tanganmu?"
Swara memeriksa luka Kissan,"Tabib bilang luka di tanganku tidak terlalu dalam Swara.Akan segera sembuh."
 Swara melihat bintang jatuh,"Kisaan lihat ada bintang jatuh!Ayo buat permintaan!"
 Kissan malah melihat ke arah Swara yang segera menutup mata berdoa,"Apa yang kau minta Swara?" Swara tak mau mengatakannya,"Kalau dikatakan nanti tidak terkabul."
Kissan lalu menutup matanya,'Aku minta kabulkanlah apapun yang Swara minta ya Tuhan...'
           Apakah yang diminta oleh Swara?Dayang cantik itu melangkah kembali ke kamarnya,'Aku minta pada Yang Kuasa agar ingatanmu kembali Kissan.Supaya kau ingat siapa dirimu dan selalu mendapat perlindungan-Nya.'
Sementara itu di peraduannya,Ragini nampak tersenyum membayangkan Pangeran Laksya,'Pangeranku...aku akan datang ke istanamu.Aku merindukanmu...'
Resah dan gelisah membuat Ragini tak bisa tidur dan ia pergi menatap langit malam,ia juga melihat bintang jatuh dan segera menutup mata,'Ya Yang Maha Agung,dengarkanlah seruan hatiku...satukanlah aku dengan pria yang kucintai.Satukanlah aku dengan Pangeran Laksya.'

 ¤``¤ ISTANA MAHESWARI...
           Pangeran Laksya sangat berterima kasih pada Permaisuri Sujata karena telah membujuk Raja Durga untuk berdamai dengan kerajaan Bengali.Sujata menaruh kepala Laksya dipangkuannya,"Kau tak perlu berterima kasih pada ibu keduamu ini Laksya.Ibunda hanya ingin kebaikan bagi semua orang.Lagipula jika kakakmu mengetahui bahwa Maheswari dan Bengali bermusuhan karena dia,apakah dia akan senang?"
 Laksya menerawang,"Tidak Ibu.Kakak akan sangat sedih jika rakyat menjadi korban karena peperangan."
Sujata mengelus kepala Laksya dengan penuh sayang,"Kau tahu dulu ibumu ini pernah merasa sakit hati karena Baginda mengambil isteri lagi usai peperangan.Ibu merasa dikhianati namun kala kau lahir,melihat matamu yang begitu jernih hati ibu kehilangan rasa pedihnya.Tangisanmu membuat istana ini semarak.Sanskaar selalu berlari ke kamarmu jika mendengar kau menangis.Kau tahu apa yang dikatakannya waktu itu?"
 Laksya terharu mendengarnya,"Apa kata Kakak,Ibunda?"
Sujata mengusap air matanya,"Dia bilang:Ibu adikku menangis ayo lihat dia!Ayo lihat dia Ibu!" Kehadiran Annapoorna mengejutkan keduanya,"Calon putra mahkota rupanya kau disini...ibu mencarimu kemana2.Ini sudah larut putraku biarkan Permaisuri Sujata istirahat." Laksya perlahan berdiri dan berpamitan pada Sujata,"Ibu Ratu,ananda pergi dulu."
Annapoorna memandang Sujata dan pergi bersama Laksya,'Aku senang sekali melihat air mata di matamu Sujata.Aku senang melihat kau merasakan sedihnya kehilangan orang yang kau sayang.Begitulah perasaanku selama ini setiap kali Baginda menatap penuh cinta pada dirimu.Bahkan saat bersamakupun,ia menyebut namamu.Aku akan tersenyum besok kala putrakulah yang akhirnya duduk sebagai penerus tahta.Ha..ha...ha...'
 Laksya melihat bintang jatuh dan berhenti,'Ya Maha Pencipta,bawalah kakakku kembali.Aku sedih melihat ayah dan ibu berduka.Jika benar kakak masih hidup bawa dia kembali ya Pemilik Kehidupan.Bagaimanapun caranya bahwa dia kembali ke istana ini.Aku mohon padamu.'
 Raja Durga sendiri juga tak bisa tidur,ia mondar mandir di ruang kerjanya,'Dengan mengambil inisiatif perdamaian setidaknya aku bisa menunda penobatan Laksya sebagai putra mahkota.'
 Ia melangkah ke jendela,'Ya Hyang Widi,bukan aku tidak sayang pada putra keduaku tapi aku yakin Putra Sulungku masih hidup.Sanskaarku masih hidup.'
Raja Durga juga melihat bintang jatuh dan memohon sesuatu,'Berilah aku petunjuk kepada siapa tahta aku serahkan ya Tuhan?'
Permohonan siapakah yang akan dikabukan?**see you next part**

Part 16 Swasan stories "OLDEST PRINCE":Warrior Call 
( Menjadi Pahlawan )
Olive Brave To Live·1 September 2017
             Walau saya kecewa karena ga ada Swaragini tapi saya senang karena Nakusha hari ini bagus banget.Datta bertemu dengan Nakusha akhirnya di sebuah danau.Serial Antv selanjutnya yang akan tayang yaitu Bidaai ceritanya hampir mirip dengan Swaragini.Peran Swara dimainkan Sadhana yang berparas cantik namun kehilangan orang tuanya.Sedang peran Ragini dimainkan Ragni yang berkulit hitam.Sanskar dimainkan oleh Alex yang gangguan mental dan kemudian memang menjadi suami Sadhana.Mirip kan Sanskaar dulu juga berpura2 gila dan kemudian mendapatkan Swara.Sedangkan Laksya diperankan oleh Ranvier.Hanya bedanya serial ini lebih dulu hadir daripada Swaragini.Menurut saya ending Swaragini lebih bagus daripada ending Bidaai dimana tokoh utama nanti Sadhana mati dalam ledakan dan Alex menikah lagi.Ranvier juga mati dan Ragni menikah lagi dengan teman Ranvier yaitu Anmol.Sebenarnya saya suka plot ceritanya yang mirip dengan Swaragini tapi endingnya saya ga suka.Saya lihat Nakusha dan Madhubala aja.Kekecewaan ga bisa lihat Swaragini saya obati dengan membuat love story soal Swasan saja.Rencana saya nanti 12 window saya akan berisi pairing2 yang berbeda2.Bagi yang suka Sasuke-Sakura,Zuko-Katara,Swara-Sanskaar,Varun-Helly,Sesshomaru-Kagome dll akan bisa menikmati kisah2 seputar mereka.Oldest Prince ini sebuah uji coba bagi saya membuat kisah cinta dengan pairing dari serial India.Baiklah ini dia Swasan versi kingdom!Soldier...soldier...

 ¤~¤ BENGALI PALACE...
            Keesokan harinya Swara memberitahu Urvashi apa saja yang perlu diperhatikan kala berada di Maheswari bersama Putri Ragini.Urvashi adalah dayang kepercayaan Nenek Ragini,Parvati.Ia tidak menyukai Swara karena ia mengira Swara punya keinginan menjadi isteri Raja Shekar.Raja Shekar memang tak mau menikah lagi sejak isterinya Janki meninggal.Janki sebenarnya diracun oleh Urvashi hanya saja ia sangat pintar menutupi perbuatannya sehingga orang lain yang dihukum.Urvashi memandang sinis pada Swara,"Kau tak usah mengajariku.Aku ini dayang senior disini.Kaulah yang harusnya belajar dariku Swara!"
Swara terdiam dan segera minta maaf,"Maaf Urvashi aku hanya mencemaskan Putri Ragini.Itu saja." Urvashi memasukkan perhiasan Putri Ragini ke sebuah kotak,"Kau itu cuma dayang biasa.Jangan berpikir bahwa kau adalah anggota keluarga kerajaan.Lagipula hal itu jelas tak akan bisa terjadi selama masih ada aku disini."
 Swara heran,"Apa maksud ucapanmu Urvashi?"
 Urvashi berkata dengan mata tajam,"Aku tahu kau kecewa karena tak bisa ikut ke Maheswari bukan?Kau kecewa karena tak bisa merebut perhatian Yang Mulia.Kau ini bermimpi terlalu tinggi Swara..." Swara kesal dituduh begitu,"Aku tahu aku cuma dayang cuma pelayan tapi tak pernah terlintas niat seperti itu di hatiku...Aku menghormati Baginda seperti aku menghormati ayahku."
 Urvashi terkekeh,"Memang kau tahu siapa ayahmu?Yang aku dengar kau ini anak haram bukan?Sebaiknya sebelum kau bicara kurang ajar soal Raja kau selidiki dulu siapa kau ini.Kasihan sekali kau ini Swara..."
Swara sakit hatinya dihina begitu,"Ibuku bilang ayahku seorang prajurit yang gugur di medan perang.Peperangannya begitu jauh sehingga kuburnya tidak diketahui."
Urvashi mencibir,"Itu hanya karangan ibumu.Aku kenal ibumu.Dia dulu juga sepertimu suka menggoda Baginda.Itulah kenapa ia diusir.Anak dan ibu ternyata sama saja.Cihh!"
 Parvati mendengar percakapan itu dan terkejut,'Jadi benar Swara adalah anak Sharmista.Dia adalah anak Shekar...'
Parvati gemetar,'Aku harus singkirkan gadis itu sebelum Shekar tahu kebenaran ini.Jika dia tahu akan hal ini pasti dia akan menjadikan gadis itu sebagai putri kerajaan.Dan aku akan menodai silsilah leluhurku karena ada garis orang jelata di keturunanku.Ini tidak boleh terjadi.Aku harus lakukan sesuatu.Selagi Ragini dan Shekar tidak ada di sini,aku harus mencari cara untuk melenyapkan Swara.' Ragini datang bersama ayahnya,"Nenek,kami akan segera berangkat.Nenek yakin tidak mau ikut dengan kami?"
Parvati menggeleng,"Tidak Cucuku.Kalian pergilah dan sampaikan salamku pada Ratu Sujata dan Annapoorna."
Shekar melihat Swara keluar dari ruangan Ragini dengan mata berlinang,"Swara,kau baik2 saja?"                    Parvati dan Urvashi memperhatikan perhatian Shekar itu,Urvashi menatap dengan cemburu sedangkan Parvati menatap penuh selidik.Swara tak mau semua salah paham,"Salam Yang Mulia.Hamba tidak apa2."
 Parvati menambahkan,"Dia hanya sedih karena terpisah dari Cucuku.Itu saja.Jangan terlalu dirisaukan,Shekar."
 Shekar tetap saja menghibur Swara bak seorang ayah,"Kami akan segera kembali Swara.Kau tak perlu sedih."
Ragini juga menghibur Swara,"Kau tahu bagiku kau lebih dari sekedar dayang Swara.Aku juga akan merindukanmu tapi perjalanan ini sangat penting bagiku Swara."
Swara tersenyum,"Putri jangan pikirkan hamba.Hamba hanya terbawa perasaan saja.Hamba akan baik2 saja disini.Lagipula ada teman hamba di istana ini.Putri ingat kan temanku kemarin?"
Ragini mengangguk lega,"Baguslah kalau begitu.Aku akan pergi dengan tenang.Layanilah Nenekku dengan baik."
Swara mengangguk.Rombongan raja Shekar segera berangkat menuju Maheswari.

 ~`~ MAHESWARI PALACE...
Raja Durga mendapat balasan dari Raja Shekar,ia segera menemui Permaisuri Sujata,"Sujata...Raja Shekar akan kemari.Ia bahkan mengajak putrinya ikut bersamanya.Dia tidak dendam pada kita Sujata."
Tentu saja Sujata senang mengetahuinya,"Akhirnya kedamaian akan tercipta dan hubungan kedua kerajaan akan dipulihkan.Ini berita bagus Yang Mulia."
 Durga Prasad merengkuh isterinya itu,"Semoga saja takkan ada lagi perselisihan lagi atau kesalahpahaman lagi.Dan semoga putra kita akan segera kembali sehingga rencana perjodohan bisa dilanjutkan."
Sujata berkata,"Biarlah cinta menemukan jalannya sendiri Yang Mulia.Sesuatu yang dipaksa itu tidak baik hasilnya.Tidak baik jika kita mengikat Putri itu pada sesuatu yang belum pasti Yang Mulia.Walaupun aku yakin putra sulungku akan kembali tapi tetap saja kita hanya manusia biasa yang tidak tahu masa dan waktu.Jika kita menyuruh putri itu menunggu putra kita maka kita telah bersikap tidak adil padanya.Biarkan semua mengalir saja Yang Mulia."
Durga setuju dengan saran isterinya,"Kau memang bijaksana Sujata.Pantas Sanskaar kita juga begitu bijaksana.Rupanya dia mewarisi sifatmu."
Laksya datang hendak menemui Sujata tapi kala melihat ayahandanya bersama Sujata ia mengurungkan niatnya,"Maaf ayah ibu...ananda tidak bermaksud mengganggu...sebaiknya ananda datang lain kali saja..."
Sujata menahan langkah Pangeran Laksya,"Kau tidak mengganggu Pangeran Laksya...kemarilah.Kau adalah juga putra kami.Kehadiran seorang anak tidak pernah mengganggu kedua orang tuanya.Kemarilah!"
Laksya duduk diantara mereka berdua,"Ayahanda ibunda...kumohon jangan terus bermuram durja.Anggaplah ananda sebagai kak Sanskaar..."
Durga membelai kepala putra bungsunya,"Kau juga permata hati ayahmu ini Laksya.Kau bukan pengganti Sanskaar.Kalian memiliki tempat spesial di hati kami."
Laksya berkaca2,"Ananda janji Ayah akan menuruti semua perintah Ayah seperti yang kakak lakukan.Ananda tidak akan mengecewakan ayah dan ibu."
 Sujata bertanya,"Ada apa kau ingin menemui ibumu ini Laksya?"
Laksya menyeka air matanya,"Ananda ingin menunjukkan sesuatu ..."
Kedua orang tuanya heran apalagi kala Laksya memanggil seorang pengawal,"Bawakan benda itu!" Apakah yang akan ditunjukkan Laksya?**see you next part**

Part 17 "OLDEST PRINCE" : Revival ( Kebangkitan )
Olive Brave To Live·4 September 2017
           Pasti banyak yang heran kenapa saya suka sekali memberi judul dalam bahasa Inggris di tulisan saya.Saya itu ingin fasih berbahasa Inggris,soalnya bahasa internasional.Oleh karena itu saya perlu belajar dan tahu banyak kosakata dalam bahasa Inggris.Sebenarnya jika saya menulis baik tema,judul,subjudul ataupun lirik lagu dalam bahasa Inggris,itu adalah usaha saya untuk belajar.Lalu mengapa tulisan kali ini berjudul Oldest Prince?Awalnya kisah ini mau saya kasih ke pairing Sesskag,animasi kartun Jepang yaitu Inuyasha dimana anehnya saya malah terpesona lihat kakak tirinya Inuyasha yang penampilannya bak pangeran,berwibawa,cool dan arogan namanya Sesshomaru.Jadi Sesshomaru itu anak sulung dari ayah Inuyasha.Satu ayah beda ibu.Ibu Sesshomaru sangat cantik tak heran jika anaknya tampan rupawan.Yang bikin saya makin suka adalah Sesshomaru itu ternyata mirip Yoko,tangannya ga ada satu terpotong saat melawan Inuyasha.Makanya saya suka judulnya Oldest Prince.
          Saya memang unik kadang melihat sebuah serial atau movie,ga selalu pemeran utama jadi lakon fave saya.Lihat Naruto juga gitu,yang disuka malah Sasuke.Lihat Pakhie yang saya suka malah Veer.Lihat Anandhi yang saya suka malah Sanchi dan Vivek.Nah pas lihat Swaragini saya pikir Ragini adalah lakonnya eh lha kok Swara yang hatinya mulia.Saya juga ga suka peran Laksya di situ yang angin2an kadang begini kadang begitu.Membingungkan.Playboy lagi.Nah disaat saya hampir mutusin ga mau lihat lagi eh Sanskaar muncul sebagai orang gila.Kumuh,kucel,lusuh tapi ganteng dan total aktingnya.Saya pikir ini mungkin yang akan menjadi pasangan Ragini soalnya Laksya kan sukanya sama Swara.Saya baru kepoin internet cari benar tidak dugaan saya.Ternyata salah besar!Namun saya terlanjur terpukau sama peran Sanskaar.Peran orang gangguan jiwa lalu jahat dan kemudian berubah menjadi protagonis.Sebuah perubahan karakter pemain utama sangat menarik perhatian saya.Mengubahkan hati seseorang itu tidak mudah.Perlu proses panjang dan jelimet.Dan saya kagum sekali dengan penulis naskahnya,luar biasa.Dan juga salut buat Varun Kapoor yang menjadi magnet tersendiri serial Swaragini.Pantas memang dapat penghargaan aktor pria terbaik.Tapi saking padunya akting dan romansa diantara Sanskaar dan Swara maka saya hanya mau lihat akting Varun kalau sama Helly Shah aja.Best jodi mereka.Helly juga dapat penghargaan sebagai aktris terbaik karena serial Swaragini.Bahkan bersama Varun mendapat penghargaan Best Jodi.Wow!Banyak ide cerita buat mereka tapi saya mau fokus bikin Oldest Prince dulu sebagus mungkin.Buat semua yang suka pairing Swasan,ini dia kisah cinta mereka versi kerajaan.Mitwa....

 ☆☆ MAHESWARI'S PALACE....
           Pangeran Laksya telah menyiapkan sesuatu buat menghibur kedua orang tuanya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan hilangnya putra sulung mereka,Sanskaar Maheswari.Dua orang pengawal masuk dan meletakkan sebuah lukisan besar yang ditutupi dengan kain.Durga Prasad dan Permaisuri Sujata berpandangan penuh rasa ingin tahu apa yang dilukis dibalik kain penutup itu.Laksya tersenyum pada mereka,"Ayah Ibu,ananda tahu kalian sangat kehilangan kakak,demikian juga ananda.Tapi kalian jangan lupa bahwa Maheswari memiliki dua pangeran.Ananda memang takkan pernah bisa dan tak ingin menggantikan posisi kakak di hati kalian bahkan di istana ini.Ananda hanya ingin kalian melihat bahwa kami,putra2 kalian adalah satu kesatuan.Kami bukan berdiri sendiri2.Ananda ingat kakak pernah berkata bahwa tahta,harta dan nama besar takkan bisa menandingi indahnya kasih sayang.Jadi biar lewat lukisan ini kalian selalu ingat bahwa putra kalian selalu ada bersama kalian.Dimanapun kami berada,kami adalah satu jiwa.Kami adalah satu kekuatan Maheswari."
            Laksya lalu membuka kain penutup lukisan dan Sujata terharu kala melihat lukisan itu.Air mata haru tak bisa ia bendung,"Laksya,ini lukisan kau dan Sanskaar dengan pakaian kebesaran Maheswari.Ini indah sekali sayang...."
           Durga Prasad juga berkaca2 melihat lukisan kedua putranya dengan latar belakang tembok istana Maheswari.Keduanya segera merengkuh Laksya,"Terima kasih..."
Laksya juga menitikkan air mata,"Ayah ibu...aku dan kakak adalah perisai Maheswari.Kami ada untuk melindungi Maheswari,melindungi keluarga kerajaan,menjaga seluruh rakyat kami.Kami putra kalian.Saat melihatku bayangkanlah bahwa kakak juga bersamaku."
           Annaporna datang mencari putranya,ia tahu pasti Laksya ada bersama Sujata namun ia tak mengira Baginda juga ada disana.Niatnya mau menyakiti perasaan Sujata jadi urung ia lakukan,"Maaf Yang Mulia saya tidak tahu kalau Baginda ada disini..."
           Sujata memberi kode pada suaminya agar membiarkan Annapoorna masuk,Durga Prasad mengerti dan menyuruh Annapoorna untuk masuk.Annapoorna terkesiap kala melihat lukisan besar kedua pangeran Maheswari terpajang di hadapannya,"Apa ini Putraku?Mengapa ada lukisan kau dan kakakmu disini?"
Laksya hendak menjawab tapi Sujata menggeleng,"Biar Ibu yang jawab Laksya.Annapoorna,Laksya hanya ingin menghibur kami dengan memberikan lukisan ini.Kau sungguh beruntung memiliki dia Annapoorna."
Annapoorna memandang lukisan tersebut sekali lagi,'Apa maksud putraku dengan lukisan itu?Aku akan menanyainya nanti.Maheswari kini hanya punya satu pangeran yaitu putraku.Tidak ada lagi putra sulung yang ada adalah putra tunggal yaitu Putraku Putra Mahkota selanjutnya.Tahta Maheswari hanya untuk Laksyaku.Sepertinya aku harus meyakinkan Baginda bahwa putranya benar2 telah tiada bahwa Sujata terganggu pikirannya sehingga terus saja mengatakan bahwa putranya masih hidup.Jika Sanskaar benar masih hidup mengapa ia tidak kembali ke mari?Bukankah Adars telah memberitahu semuanya ?Sebaiknya aku fokus dulu pada penobatan Laksya.Gara2 Sujata penobatan ditunda sampai Raja Bengali datang.Aku dengar ia akan membawa putrinya kemari.Aku akan membuat putri itu menyukai Laksyaku sehingga rencana perjodohan yang dulu akan dilanjutkan kembali.Raja Shekar tidak memiliki seorang putra maka pastinya suami dari putrinya yang akan menjadi raja nanti.Bengali akan menjadi satu dengan Maheswari.Kekuasaan putraku akan sangat besar.Ini sungguh kesempatan besar.'
             Annapoorna tidak tahu bahwa Raja Shekar masih memiliki satu putri lagi yaitu Swara.Dan ia juga tidak tahu bahwa Putra sulung Maheswari masih hidup dan kini sedang berada di Bengali menjadi tukang kebun istana.

 ♧♧  BENGALI'S PALACE...
            Kissan sedang asyik bekerja di taman istana.Para pekerja yang lain juga sangat menyukainya.Para dayang apalagi sangat senang melihat ketampanan Kissan.Wajah tampannya jadi perbincangan di antara mereka,"Kau tahu tukang kebun yang baru itu lebih pantas menjadi seorang pangeran daripada tukang kebun.Dia tampan sekali."
           Namun yang ada di hati Kissan hanya satu dayang.Dayang itu selalu membuat jantungnya berdegup kencang bila melewati taman.Ia akan berhenti setiap melihatnya lewat,'Swara...ayo lihatlah padaku sebentar saja.'
           Swara yang baru saja dari dapur istana itu benar2 menoleh ke arah Kissan.Malah ia melangkah mendekati Kissan,"Kissan!Lihat apa yang kubawa..."
 Kissan mendekat dengan wajah sumringah,'Dia bukan hanya menoleh...bahkan dia menuju ke arahku...'
 Swara mengajak Kissan duduk di sebuah batu besar,"Kau pasti suka ini...ini makanan kesukaan Nenek Suri...bagian dapur membuat lebih jadi aku diberi.Coba deh enak kan?"
Kissan memandang tangannya yang kotor kena tanah,"Tanganku kotor.Aku akan mencuci tanganku dulu..."
Swara memegang lengannya,"Tidak perlu!Biar kusuapi.Makanan ini paling enak kalau dimakan dalam keadaan masih panas.Buka mulutmu..."
            Kissan membuka mulutnya,Swara memasukkan makanan itu ke mulutnya.Kissan kian terpesona,dipandangnya Swara tanpa berkedip.Kissan berkata,"Benar ini enak sekali Swara.Apalagi makannya dari tanganmu Swara...."
 Swara tersipu dan memakan juga,"Nenekku juga pernah membuatkan makanan ini untukku...aku jadi merindukannya...dia akan menyuapiku seperti aku menyuapimu..."
Kissan tersenyum,'Aku hanya mengenalmu di dunia ini kala semua ingatanku direnggut.Tapi aku tidak akan marah pada Yang Diatas karena hal ini justru aku bersyukur dan percaya bahwa apapun yang kualami akan membawa kebaikan padaku pada akhirnya.Terima kasih telah mempertemukan aku dengan Swara ya Maha Pencipta...Terima kasih.'
 Swara melihat Kissan melamun,"Hey Kissan!Kau dipanggil Paman Gopal itu!"
Kissan tersadar,"Oh...iya Paman!!Aku segera ke sana!"
Swara tersenyum melihat Kissan segera lari ke arah tukang kebun yang bekerja bersamanya,"Paman memanggilku?"
Gopal heran,"Tidak.Aku tidak memanggilmu.Siapa yang bilang aku memanggilmu?"
Kissan memandang ke arah Swara yang berlari sambil tertawa,"Hi...hi..."
Kissan tersenyum,'Awas kau Swara....kau mengerjaiku...tapi aku senang melihat dia tertawa seperti itu...aku tak tahan jika melihat dia menangis...jika dengan mengerjaiku membuatmu selalu tertawa,aku tidak akan marah Swara...'
 Gopal bertanya,"Kissan,menurutmu tanaman Mahkota Dewa ini kita tanam di sebelah mana ya bagusnya?...Kisaan!Astaga....kali ini aku benar2 memanggilnya dan ia tidak mendengarku ....pemuda zaman sekarang memang aneh..."
Kissan malah senyum2 sendiri membuat Gopal geleng2 kepala dan memandang ke arah mata Kissan memandang,'Hmmm...rupanya dia sedang kasmaran...dasar anak muda...'
            Sementara itu seorang prajurit datang membawa sesuatu dan tak sengaja ditabrak oleh Kissan,benda yang dibawanya hampir jatuh.Prajurit itu marah,"Hey matamu kemana!Kau tahu barang ini pesanan Yang Mulia Parvati!"
Kissan segera minta maaf dan hendak membantu tapi ditepis oleh prajurit itu,"Sudah ga usah!Pergi saja sana!Dasar kau ini baru ya di sini?"
Kissan mengangguk,"Iya aku memang baru di sini...maaf..."
Kissan memperhatikan benda yang dibawa prajurit itu,'Aneh apa isinya sampai dia begitu ketatnya menjaga benda itu?'
           Kissan makin aneh kala prajurit itu tidak menuju ke ruangan dimana Parvati berada,tapi malah menuju ke sebuah taman yang berpagar khusus.Kissan merasa curiga,'Jangan2 orang itu punya niat jahat.Aku harus mengikutinya.'
Usai menaruh benda itu di taman khusus,prajurit itu segera menemui Parvati,"Yang Mulia semua sudah siap."
Parvati tersenyum,"Bagus.Ini terimalah!"
           Prajurit itu menerima sekantung uang dari Parvati dan segera pergi.Sementara Kissan mengintip di taman khusus itu,ia terkejut kala melihat apa yang bergerak keluar dari benda yang diletakkan prajurit itu,'Itu kan....ular berbisa?'
           Buat apa Parvati memesan ular berbisa?**see you next part**

Part 18 ' OLDEST PRINCE ' : With Tears ( Dengan Air Mata )
Olive Brave To Live·8 September 2017
           Banyak hal yang terjadi sejak saya memutuskan puasa dari hari Senin kemarin.Saya itu senang sekali jika ada program puasa dari gereja saya,saya pasti ikut.Walau hanya saya ambil saat saya kerja.Kebetulan ada acara conference,semua diminta mendukung lewat puasa.Sayapun dengan gembira ikut puasa.Ternyata kala saya puasa,banyak hal baik terjadi dalam hidup saya.Mulai dari hari : * Senin→Jaringan wifi yang selama ini jauh dari ruangan saya tiba2 dipindah ke ruangan saya.Dulu aja minta susah nian.Eh dalam sehari tuh wifi berada di meja saya.Wow!
** Selasa→Saya dilepaskan dari sebuah masalah keuangan.
*** Rabu → Saya dibuatkan sebuah aplikasi yang selama ini saya dianjurkan untuk pakai.Dan saya menyukai aplikasi itu karena memudahkan saya berhubungan dengan keluarga saya.
** Kamis → Saya menemukan sesuatu yang saya cari selama ini.Juga orang yang selama ini bersikap kurang menyenangkan pada saya keluar dari kerjaan.
* Jumat →Hp saya yang selama ini berat banget buat navigasi eh dibenerin sama adik saya.Dikasih aplikasi pembersih junk.Dihapus file2 yang ga penting. Ternyata puasa buat orang lain tetep aja untung buat yang puasa juga.Saya masih akan lanjut puasa minggu depan di hari kerja.Apa lagi kebaikan2 yang akan saya alami ya?Bicara soal baik dan buruk,ada yang punya niat buruk sama dayang fave kita,Swara.Niat buruk seperti apa?Yuk ikuti Swasan love story kali ini.O sahiba...o sahiba...

 °•○ RUANGAN NENEK SURI...
           Swara menyajikan hidangan untuk Parvati,"Yang Mulia,hidangan sudah hamba siapkan.Karena Yang Mulia sedang bosan makan hidangan yang biasanya,ini hamba siapkan naan,ayam tandoori dan juga ada samosa.Silakan dinikmati Yang Mulia."
Parvati berkata,"Aku lebih suka kalau saat makan badanku segar.Jadi aku ingin mandi dulu.Siapkan keperluan mandiku dulu.Jangan lupa bunga yang banyak.Aku suka mandi dengan taburan bunga dari taman khusus di sana itu.Ambillah bunga dari sana."
Swara segera bergegas melaksanakan perintah itu,"Baik Yang Mulia.Hamba akan segera ke sana.Permisi Yang Mulia."
Parvati tersenyum licik,"Ya dan pilih bunga yang bagus.Jangan menyuruh tukang kebun untuk mengambilnya.Tangan mereka kotor."
           Tanpa curiga,Swara segera menuju taman khusus itu.Taman itu memang dikhususkan karena di sana ada makam mendiang permaisuri,ibu dari Ragini.Hanya orang tertentu saja yang boleh masuk ke sana.Melihat Swara pergi,Parvati malah menyantap hidangan yang disiapkan tadi,'Pergilah ke sana anak haram!Dan temuilah ajalmu segera.Dengan begini tak akan ada yang tahu bahwa kau adalah darah daging Shekar.Rahasia itu akan terkubur selamanya dengan kematianmu.Aku juga tidak akan disalahkan karena tidak ada yang tahu bahwa aku telah menyuruh orang untuk menaruh ular berbisa di taman itu.Aku akan menikmati gurih dan renyahnya samosa ini dulu sambil aku menunggu berita soal kematianmu.Ha..ha..'
          Namun Parvati tidak tahu bahwa Kissan tahu soal keberadaan ular berbisa di taman khusus itu.Ia lalu mencari cara untuk masuk ke sana,tapi ga bisa.Semua harus seijin Parvati selama Raja dan Putri Ragini tidak ditempat.Kissan lalu berkata,"Tapi aku tukang kebun istana,aku hanya ingin membersihkan taman itu dan merawat tanaman yang ada di sana."
Penjaga gerbangnya berkata,"Jika memang kau sudah mendapat ijin pasti kau sudah membawa kuncinya."
           Kissan pergi dengan lesu dan berpapasan dengan Swara,mereka bertabrakan.Hampir saja Swara jatuh tapi dengan sigap Kissan menangkap tubuh gadis itu,"Maaf Swara aku tak sengaja..." Swara merona berada dalam pelukan Kissan,"Kau bisa lepaskan aku.Aku tidak apa2..."
Kissan jadi salting dan melihat keranjang kecil jatuh dari kejadian tadi,"Kau mau mengambil bunga?" Swara menerima keranjangnya dari Kissan,"Benar.Nenek suri ingin mandi dengan taburan bunga dari taman disana."
Kissan kaget,"Apa?Taman yang itu?"
Swara mengangguk,"Benar.Sudah ya aku tak mau Beliau menunggu."
Kissan bergegas mengikuti Swara,"Ehm...biar aku saja yang memetik bunganya Swara.Kau berdiri saja di luar taman."
Swara menggeleng,"Tak bisa.Nenek suri bilang aku harus mengambilnya sendiri tak boleh menyuruh orang lain."
Kissan panik,"Kalau begitu,biar aku menemanimu masuk ke sana Swara.Aku lihat taman itu sudah banyak rumput liarnya.Aku hanya ingin membersihkannya."
 Swara heran juga,"Kau ngotot sekali,Kissan.Baiklah kau boleh ikut masuk tapi begitu aku selesai kau juga harus ikut keluar.Setuju?"
Kissan lega,"Setuju!Tunggu sebentar aku akan ambil sesuatu dulu."
Swara melihat Kissan mengambil bambu,"Kau mau apa dengan itu Kissan?"
Kissan hanya tersenyum,"Buat membersihkan dahan2 kering Swara..."
Kissan lalu berbisik,"Siapa tahu saja didalamnya ada binatang berbahayanya Swara...seperti ular mungkin...soalnya..."
           Swara membuka gerbangnya dan hendak masuk,Kissan tak melanjutkan ucapannya dan segera ikut masuk,penjaga membiarkannya sebab Swara bersamanya. Kissan langsung mengawasi sekelilingnya,"Jangan jauh2 dariku Swara!"
Swara hanya terkekeh,"Aku sering masuk ke sini Kissan bersama Putri Ragini,tidak ada apa2 disini yang berbahaya Kissan."
Kissan tetap waspada,'Kemana ular itu?Aku jelas melihatnya tadi.Yang penting aku harus menjaga Swara.'
 Swara asyik memetik bunga,"Disana ada bunga kenanga...aku akan ke sana."
Saat itulah terdengar suara mendesis,Swara heran,"Suara apa itu?"
Kissan melihat sesuatu bergerak ke arah Swara,"Swara awas!"
Swara melihat seekor ular bergerak dengan pelan ke arahnya,"Ular??"
Kissan segera melindungi Swara,"Berdiri di belakangku Swara!Seekor ular makin pelan gerakannya makin berbisa Swara."
Kissan memakai bambu menjangkau ular itu dan menahan ularnya agar tak bergerak sementara Swara memanggil pengawal,"Pengawal!Cepat kemari!!"
Pengawal yang berjaga kebetulan membawa lembing,Kissan segera berteriak,"Lempar lembingmu kemari!"
           Kissan segera menangkap lembingnya dan membunuh ular berbisa itu,Swara sangat ketakutan.Swara yang ketakutan segera memeluk Kissan,"Untung ada kau Kissan...terima kasih..." Ularnya diurus oleh para pengawal,sementara Kissan malah berpikir,'Aneh sekali.Ibunda dari Raja menyuruh orang menaruh ular berbisa di sini lalu ia menyuruh Swara kemari untuk memetik bunga.Apakah dia mau mencelakai Swara?Mengapa diadalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

Part 19  OLDEST PRINCE : Hero ( Pahlawan )

            Awalnya saya menulis kisah ini hanya untuk prolog Benang Biru namun saya kesengsem sama pairingnya dan berencana akan membuat kisah ini panjang melebihi Tabir Kepalsuan.Banyak ide akan saya tuangkan di cerita ini.Bahkan saya juga akan mencari referensi seputar India baik makanannya,perayaan2nya,dan apa aja yang menarik dari sana.Cerita ini saya buat tiap dua eps cerbung saya supaya mood nulis saya terjaga.Kadang kejenuhan adalah momok bagi seorang penulis.Gaya menulispun akan saya variasi biar pembaca ga ikut jenuh.Kadang pov,narasi,normal pov,dsb.Sekarang saya mau coba gaya menulis pov campur narasi di kisah ini.Koi mil gaya....

 DENGAN SHARMISTA....★★
           Sejak semalam hatinya resah,Dida melihatnya dengan cemas.Dida mendekati putrinya itu,"Sumi,ada apa?Ibu lihat kau terus saja melihat ke pintu dan tampak gelisah.Jangan diam saja cerita sama ibu."
Sumi melihat keluar,"Aku mencemaskan Swara,Bu.Sepertinya dia dalam bahaya Bu.Aku terus saja memimpikan dia dikejar2 ular Bu.Aku takut Bu...ada sesuatu terjadi dengannya di sana..."
Dida malah tertawa,"Hey,Sumi!Kau ini salah menangkap arti mimpimu itu putriku.Jika anak gadis dikejar ular dalam mimpi itu artinya ada pria yang menyukai dia.Bukan dikejar ular betulan.Kamu ini bagaimana...ha..ha.."
 Sumi mengernyitkan dahinya,"Swara memang cantik dan hatinya juga baik banyak yang menyukai dia di desa ini Bu tapi aku baru kali ini mimpi seperti ini.Itu kan aneh Bu?Aku akan ke istana.Aku ingin memastikan putriku baik2 saja."
            Dida mendekati suaminya,kakek Swara,Prem namanya.Pria tua itu sedang menikmati tehnya,"Suamiku,katakan pada putrimu ini agar berhenti mencemaskan Swara.Bahaya kalau dia kembali ke istana itu."
Prem berkata,"Sumi,yang dikatakan ibumu itu benar.Kau jangan ke sana!Bukankah Kissan bersama cucuku.Dia akan menjaganya."
Sumi tetap saja cemas,"Tapi kenapa Kissan tidak kembali juga Ayah?Dia kan cuma mengantar Swara saja.Harusnya dia sudah kembali.Apa dia tidak tahu jalan pulang kemari?"
Prem jadi berpikir,"Kau benar juga.Kissan kenapa tidak kembali juga.Jangan2 terjadi sesuatu padanya.Aku akan ke istana dan memastikan keduanya sudah sampai belum di sana.Kalian di sini saja!"
Dida malah berpikir lain,"Kurasa Kissan anak yang baik.Ia tidak mungkin berniat buruk pada cucuku.Aku tak pernah salah menilai orang.Tapi jika kau mau ke sana,akan kusiapkan bekal untuk di perjalanan.Istana jauh dari sini.Tunggu sebentar!"
Sumi lega kakek Prem akan ke istana memastikan keadaan Swara,'Semoga putriku baik2 saja.Shekar memang bersamanya tapi yang kucemaskan adalah Ibu suri.Dia sangat tidak senang jika Shekar memiliki keturunan dari rakyat jelata.Shekar pasti akan menjaga Swara,dia sudaj tahu kalau Swara itu putrinya.Tapi bagaimana jika Ibu Suri juga tahu hal ini?Perasaanku tidak enak.'
           Bagaimana kondisi Swara usai aksi jahat Parvati gagal ?**see you next part**

SWASAN STORIES >>> OLDEST PRINCE <<< Part 20 >>> 
Overcoming The Enemy <<< Mengalahkan Musuh
Iis Swasan Stories·17 September 2017
           Swaragini besok tamat ya?Gantinya Thapki season 2.Season 1 aja saya ga lihat.Kerja juga.Kini hanya 3 serial India yang masih bisa saya lihat yaitu Nakusha,Madhubala,dan Jodha Akbar.Kalau Nakusha emang sih agak kecewa soale pemeran Datta tiba2 diganti.Ceritanya juga jadi aneh dengan munculnya tokoh2 baru.Tapi saya penasaran sama pengganti Mishal Raheja.Saya pernah lihat aktingnya di Lonceng Cinta.Saya rasa pas kali kalau meranin Datta.Coba dari awal aja sekalian.Jadi imajinasi penonton itu ga putus dan harus bangun lagi dari awal minat untuk lihatnya.Kalau Madhubala juga muncul tokoh baru yaitu Sultan dan anaknya.Tapi lihat RK itu bak lihat Sanskar dalam Swaragini jadi ga bisa ke lain hati.Walau RK kasar dan arogan tapi ntar cinta keduanya akan diteruskan oleh putrinya yang juga dinamai Madhubala.RK juga main lagi jadi pria yang mencintai Madhubala.Setidaknya pemeran utamanya ga ganti kayak di Nakusha.Walau RK dan Madhubala yang pertama nanti meninggal semua dalam ledakan tapi kisahnya dilanjutkan anak mereka dengan pemeran yang sama.Thank you buat penulis ceritanya karena tahu menjaga mood pemirsanya.Kalau Jodha Akbar sih saya jarang bisa lihat soale kendala ngantuk.Nah sekarang lanjutin kisah cinta Swasan versi saya.Hum Tumhara hain tumhara sanam...

 >>>DENGAN SWARA....
           Tangannya gemetar memegang keranjang berisi bunga,Kissan mengajaknya keluar dari taman. "Ularnya sudah mati Swara.Pengawalnya sudah mengurus bangkainya",Kissan mencoba menenangkannya. Swara mengangguk,"Terima kasih Kissan.Untung ada dirimu.Kalau tidak mungkin aku sudah..."
Kissan memegang bahu gadis itu,"Aku telah berjanji pada keluargamu untuk menjagamu Swara.Kau juga telah menyelamatkanku dulu.Astaga aku lupa memberitahu keluargamu kalau aku mendapat pekerjaan di sini.Mereka pasti cemas."
 Swara berkata,"Aku akan mengirim surat pada mereka lewat penjaga yang akan bertugas di perbatasan."
Swara ingat pada bunga yang diminta Parvati,"Aku harus pergi.Yang Mulia Parvati pasti menungguku.Aku pergi dulu Kissan!"
 Kissan galau,'Ibu dari Raja kenapa membuat rencana untuk menyakiti Swara ya?Apa salah Swara begitu besar?Bukankag ada hukum di kerajaan ini?Aku akan mencari tahu alasannya.Akan kucari prajurit pembawa ular itu.Aku masih ingat wajahnya.'

 ▲▲▲ DENGAN PARVATI....
           Berita heboh adanya ular di taman khusus memang sampai ke telinga Parvati.Ia sudah membayangkan bagaimana kabar duka akam segera ia terima,'Heboh sekali...sebaiknya aku pura2 panik dan ingin tahu...'
Parvati keluar dari ruangannya dan bertanya pada pengawal yang lewat,"Apa yang terjadi?Ada kehebohan apa?"
Pengawal yang ditanya menjawab,"Ada ular di taman khusus Yang Mulia.Ular berbisa.Untunglah Yang Mulia tidak pergi ke sana hari ini."
 Parvati bertanya lagi,"Bagaimana bisa ada ular di sana?!Disana ada makam menantuku.Ayo cepat kesana dan bunuh ularnya!Kalian ini bagaimana!?"
Swara datang,"Ularnya sudah dibunuh Yang Mulia."
Parvati kaget melihat Swara tidak apa2,'Dia masih hidup?!Bagaimana bisa?'
Swara tergopoh2 menceritakan apa yang terjadi,"Maaf hamba membuat Yang Mulia menunggu...tadi saat hamba sedang memetik bunga ada ular di sana Yang Mulia...untung saja ada Kissan Yang Mulia...dialah yang menyelamatkan hamba..."
Parvati heran,"Siapa Kissan?"
Swara menjawab,"Dia tukang kebun baru Yang Mulia.Dia hendak membersihkan taman waktu itu...hamba takut sekali Yang Mulia..."
Parvati kesal mengetahui rencananya gagal,'Seorang tukang kebun menyelamatkan Swara...sepertinya anak haram ini punya keberuntungan.Tapi aku pasti menemukan cara lain untuk melenyapkannya.Noda itu harus dihapus.'
           Seorang prajurit datang memberitahu Swara kalau kakeknya datang ingin bertemu.Swara gembira sekali,"Benarkah?Kakek kemari?.."
 Parvati mengijinkannya menemui kakeknya,"Pergilah.Aku akan pergi mandi.Biar dayang lain yang melayaniku..."
 Swara bahagia,"Terima kasih Yang Mulia...hamba permisi..."
Parvati malah menemukan ide baru,'Aha...kenapa aku tidak menyuruh Swara untuk pergi ke rumahnya?Jika aku tak bisa menghabisinya di istana.Maka diluar istana juga bisa.'

 ÷÷÷ GERBANG ISTANA BENGALI...
Kakek Prem lega sekali kala bertemu cucunya,"Syukurlah kau baik2 saja Cucuku.Ibumu mencemaskanmu.Katanya ia mimpi kau dikejar ular,Swara.Katakan,kau baik2 saja bukan?"
 Swara memeluk kakeknya itu,"Aku baik Kek."
 Swara terharu mengetahui perhatian keluarganya,"Katakan pada ibu aku baik kakek."
Kakek Prem ingat soal Kissan,"Lalu dimana Nak Kissan?Kenapa dia tidak kembali ke rumah?Apa dia kembali ke keluarganya?"
Kebetulan Kissan disuruh mengambil tanaman diluar istana,ia melihat Swara dan kakeknya,"Itu kan kakek?"
Iapun mendekat,"Kakek?"
Tentu saja kakek Prem heran,"Swara dia ini siapa?"
Swara tersenyum,"Kakek,dia ini Kissan Kakek...coba perhatikan baik2..."
 Kakek Prem memperhatikan pemuda dihadapannya,"Kamu Kissan?"
 Kissan memberi hormat pada Kakek Prem,"Iya Kek ini Kissan.Orang yang kakek temukan di sungai waktu itu..."
 Kakek masih tak percaya,"Kau terlihat berbeda sekali...kau tampan sekali ..."
Kissan jelas jadi tersipu,"Kakek bisa saja ...Kissan mau minta maaf karena tidak memberi kabar kalau Kissan dapat kerjaan disini Kek...Baginda bersedia menerima Kissan menjadi tukang kebun di sini Kek."
Kakek ikut senang,"Kakek lega kalau kalian gpp.Kakek akan kembali saja biar kalian bisa kembali bekerja."
 Swara menggeleng,"Tidak Kakek.Aku sudah diberi ijin menemui Kakek.Ayo,kakek kita ke dalam.Kakek pasti lelah.Setidaknya kakek harus makan masakan buatanku."
Kissan ikutan membujuk,"Benar Kakek.Swara pintar memasak.Kakek pergi saja dulu dengan Swara.Aku akan menyelesaikan mengambil tanaman dulu.Nanti aku akan menyusul."
Kakek Prem lalu pergi dengan Swara.Sementara itu bagaimana kondisi Ragini di Maheswari?Yuk kepoin!

 }¤}¤} MAHESWARI PALACE...
          Rombongan Raja Shekar disambut dengan meriah oleh Raja Durga.Laksya mencari2 sosok Swara diantara rombongan,'Mana dayang yang waktu itu ya?Kok ga ada?Bukankah waktu itu dia dayang dari Putri Ragini?'
Ragini merona bahagia melihat pujaan hatinya,'Pangeran Laksya.Dia gagah sekali dengan pakaian berwarna biru.Kenapa dia seperti mencari seseorang ya?Apa dia mencariku?Aku jadi malu...'
 Durga menyambut Shekar dengan hangat,"Selamat datang di Maheswari,Sahabatku."
Shekar terpana mendengarnya,"Apa aku tidak salah dengar,Raja Maheswari memanggilku sebagai sahabatnya?"
 Durga segera memegang bahu Raja Shekar,"Tidak ada gading yang tak retak.Namun persahabatan bukanlah benda itu adalah hubungan.Hubungan yang retak karena kesalahpahaman kiranya bisa dirajut kembali dengan sebuah permintaan maaf dariku teman."
 Shekar memandang Durga,"Persahabatan adalah masalah kepercayaan sobat.Meminta maaf bukanlah merendahkan martabat seseorang justru kian menaikkan derajatnya bila dilakukan dengan ketulusan."
Keduanya berpelukan,Sujata terharu melihatnya,'Raja Ram meyakinkanku bahwa Sanskar pernah dipenjara dengannya.Aku yakin bahwa Raja Shekar tidak terlibat dalam hilangnya putraku.Buat apa dia melakukan itu?Musuh hanya ingin terjadi keretakan hubungan diantara kedua kerajaan.Siapapun yang bermaksud jahat pada putraku pastilah punya tujuan besar.Sayang sekali Rajat yang diduga dalang dari semua ini justru menghilang entah kemana.Semua petunjuk hilang.Tapi aku yakin putraku masih hidup.Dia hidup dan berada di suatu tempat.'
Raja Durga juga menyambut kedatangan Ragini.Shekar memperkenalkan putrinya,"Ini putriku.Dialah yang kumaksud saat dulu kita membicarakan mengenai rencana mempererat hubungan kedua kerajaan dengan pernikahan kedua anak kita."
Ragini memperkenalkan dirinya,"Salam Yang Mulia.Nama saya Ragini."
Annapoorna mendekat,"Laksya,ajaklah Putri Ragini berkeliling istana kita."
           Laksya memandang pada Sujata,meminta persetujuannya.Sujata mengangguk,"Pergilah Laksya.Upacara penobatan baru akan dilaksanakan besok.Biar rombongan dari Bengali menyegarkan diri dulu setelah perjalanan jauh.Pergilah!"
Laksyapun memandang Ragini,"Mari Putri ..."
 Ragini segera mengikutinya. Annapoorna berkata pada Raja Durga,"Bukankah mereka itu serasi Yang Mulia?Bagaimana jika perjodohan yang dulu sempat direncanakan dilanjutkan saja Yang Mulia?"
Durga malah berkata,"Annapoorna,apa jamuan sudah disiapkan?"
Annapoorna kesal,"Akan kuperiksa Yang Mulia..."
            Sujata juga ikut pergi dengan Annapoorna. Shekar dan Durga kembali akrab.Akankah perjodohan yang dulu akan dilanjutkan?***see you next eps***



OLDEST PRINCE PART 1-10 ( SWASAN PAIRING )


My 44th stories : 

OLDEST PRINCE

          Kisah ini terinspirasi dari serial India yang tayang di salah satu stasiun tv tiap jam 9 pagi.Bagi yang mengikuti mungkin sudah tidak asing dengan nama2 yang akan saya pakai nanti.Bagi yang belum atau tidak mengikuti,please be patient with me he..he..
         Kisahnya versi kingdom jadi ga akan sama kayak serialnya yang versi modern.Entah akan jadi berapa part nanti.Enjoy the story.Ini kali pertama kayaknya saya bikin story pakai pairing serial India.Oke sambil menemani sahur,saya mau nulis ceritanya.Met baca!

          Seorang pria muda dengan mata seperti telaga weleh...wajahnya kayak yang di profil saya...waduh.Ganteng,usianya baru 24 tahun.Baru saja seminggu yang lalu kerajaan merayakan hari jadinya.Kerajaan?Apa dia seorang pangeran?Benar.Lihat saja pakaiannya.Walau pakaian perang tapi lebih bagus dari yang lainnya.Lihat juga kudanya.Kuda putih apa hitam enaknya?Putih aja kan lakon utama.Hitam aja biar misteri.Coklat aja deh netral.Down to earth.Wk...wk...wk..
          Pria muda itu mendapat tugas dari ayahandanya,Raja Durga Prasad,untuk membantu kerajaan Bengali melawan musuh mereka.Memang kerajaan Maheswari dan Bengali menjalin persahabatan sejak lama.Bahkan keduanya berniat mengikat tali persahabatan menjadi keluarga dengan rencana perjodohan.Siapa yang dijodohkan?Sabar...aku aja belum kasih tahu nama pangerannya tadi.Sabar jeng...katanya kalau sabar bakal subur terus jedul thokolan.Weleh...bikin laper aja.
Pria muda tadi memandang sekitarnya dengan perasaan aneh,'Mereka tadi lari ke arah sini tapi kenapa tempat ini sepi?Ayah selalu bilang air yang tenang menghanyutkan.Aku harus waspada.' Kepala pasukannya mendekat,"Pangeran,sebaiknya kita kembali saja.Bisa jadi ini sebuah perangkap.Setidaknya musuh sudah kita usir dari Bengali.Tugas kita selesai Pangeran."
Pria muda yang disebut pangeran tadi diam sejenak,"Baiklah.Mari kita kembali ke Bengali dulu.Kita ada di perbatasan mereka.Kita harus melaporkan semuanya dan kembali ke Maheswari dengan damai."
           Namun kala hendak berbalik arah tampak kepulan asap dan teriakan minta tolong dari sebuah tempat tak jauh dari lokasi mereka berada.Salah satu prajurit melapor,"Pangeran,lihat disana!!Disana ada sebuah desa.Sepertinya musuh membakar desa itu."
 Pria muda tadi teringat pesan ayahnya,"Saanskar,kau adalah putra sulungku.Kelak kaulah yang akan menggantikanku menjadi raja.Seorang raja itu akan kokoh tahtanya dengan kebenaran dan cinta dari rakyatnya.Miliki hati yang peduli pada rakyatmu meski mereka tak bisa membalas kebaikanmu.Ingat itu putraku."
          Oh namanya Pangeran Saanskar.Akhirnya tahu juga.Putra sulung penguasa Maheswari itu segera memacu kudanya menuju ke perkampungan yang terbakar itu,"Ayo semua!!Kita tolong rakyat disana!!Selamatkan mereka!!Utamakan itu!!"
Semua segera mengikuti,sementara itu di istana Maheswari,permaisuri Sujata,ibunda Pangeran Saanskar nampak gelisah mondar-mandir di taman istana.Baginda Raja Durga Prasad mendekatinya,"Permaisuri,apa yang meresahkan hatimu?Apakah karena putra kita pergi ke medan perang?Bukan kali ini saja Saanskar kita pergi ke medan laga.Kau tahu ia begitu sangat ingin melindungi rakyat.Tuhan juga pasti akan melindunginya.Kau jangan cemas,Permaisuri."
Permaisuri Sujata lalu menceritakan keresahannya,"Yang Mulia,semalam saya bermimpi.Saya melihat putra kita Sanskar,ia masih kecil di mimpi saya itu dan ia dibawa pergi oleh pria berbadan besar dan berpakaian hitam.Mimpi ini terulang sampai dua kali Yang Mulia.Saya takut..."
Durga Prasad berdiri,"Sebaiknya kau berdoa saja.Kekhawatiran tidak akan membawamu kemanapun.Aku akan memanggil Anapurna untuk menemanimu."
          Anapurna adalah isteri kedua Raja Maheswari.Ia mendapatkannya karena menang perang.Ia sudah menolaknya namun Anapurna mengancam akan bunuh diri jika tidak diterima menjadi isterinya.Akhirnya Sujata menerima kehadirannya dan mencoba hidup damai dengannya.Anapurna melahirkan seorang pangeran juga bagi Raja Maheswari namanya ntar ya.Julit penulise...
Durga Prasad berpapasan dengan isteri keduanya kala meninggalkan taman istana,"Anapurna,pergi temani Sujata.Dia resah memikirkan putra sulungku.Coba kau hibur dia.Tenangkan hatinya." Anapurna segera melaksanakan titah suaminya,'Baginda memang sangat sayang pada kakak Sujata.Putra sulung...dia selalu menyebut putra kak Sujata dengan sebutan itu.Putra sulung.Jelas sekali bahwa tahta Maheswari kelak akan jatuh ke tangan putra kak Sujata.Sejak awal aku tahu bahwa Baginda menerimaku karena terpaksa.Itu sebabnya ia selalu menolak hadiah perang sejak kejadian itu.Semua hadiah perang akan ia kembalikan atau ia bagikan pada rakyat.'
Sampai di taman,Anapurna melihat Sujata bersiap berdoa,"Kakak,Baginda mengatakan kakak sedang cemas.Ada apa kak?"
Sujata menceritakan mimpinya,"Begitulah adik.Oh ya dimana putramu,Laksya.Aku tidak melihatnya sejak tadi?"
          Oh pangeran satunya namanya Pangeran Laksya.Gantengan mana sama Saanskar?Sama ganteng sih cuma Saanskar lebih putih kayaknya dan wajahnya kotak cute gitu.Gampang ntar dikasih gambarnya kok. Anapurna membetulkan selendangnya,"Laks pergi keluar istana seperti biasa kak.Anak itu memang bandel.Sukanya kelayapan.Coba ia meniru kakaknya,Pangeran Saanskar pasti aku tidak akan pusing memikirknya."
 Sujata tersenyum,"Anak2 memang selalu membuat kita cemas.Bagaimana jika kau temani aku berdoa saja.Bukankah berdoa dalam kesatuan hati katanya akan lebih didengarkan?"
           Anapurna mengangguk dan merekapun berdoa bersama dengan isi doa masing2.Sujata berdoa,"Ya Penguasa langit dan bumi,semua kerajaan adalah milik-Mu.Semua yang bergerak maupun yang tidak bergerak ada dalam kendali-Mu.Juga segala yang bernafas adalah punya-Mu.Kumohon Kau melindungi putraku,Saanskar juga adiknya Laksya agar mereka menjadi alat kebaikan-Mu di bumi ini.Jaga mereka ya Penguasa Langit dan Bumi,jagai dari marabahaya dan celaka ataupun siasat jahat orang.Kau telah memberikan mereka dalam rahim kami,maka berikanlah kekuatan pada kami untuk mengasuh dan membimbing mereka menjadi orang2 yang berkenan di hati-Mu."
          Anapurna mengaminkannya tapi hanya untuk putranya,Laksya.Ia melirik pada Sujata yang bersimpuh di dekatnya,'Kau selalu mendapat yang terbaik dari Yang Diatas.Cinta Baginda juga putra yang selalu dibanggakan Baginda.Putra sulung...ia jarang menyebut nama Saanskar bila di balairung istana,selalu beliau menyebut Putra Sulungku...Aku benci mendengarnya.Semoga putra sulung kebanggaan Baginda itu akan mengalami celaka,lenyap ditelan bumi namanya,biar Baginda menyadari bahwa dia masih memiliki seorang putra lagi yang lahir dari rahimku,isteri yang dinikahinya karena terpaksa.Aku akan membuat Putraku menjadi kesayangannya.Bukankah dunia itu selalu berputar?Kita lihat saja doa siapa yang akan dikabulkan oleh Yang Diatas.Sanggupkah Yang Diatas melepaskan Saanskar dari rencana yang telah kususun?Laksya sebenarnya kusuruh pergi ke Bengali untuk membantu kakaknya disana namun sengaja kusuruh berangkat sekarang karena dialah yang akan menjadi pahlawan di sana nanti dan mendapat nama.Tentunya setelah kusingkirkan Putra Sulung Baginda....ha..ha...'
         Wah Anapurna punya siasat apa ya?Jadi deg2an sama kondisi Pangeran Saanskar.Yuk balik ke perbatasan Bengali! Ketika Pangeran Laks tiba di medan laga,keadaan sudah terkendali.Namun ia tidak melihat kakaknya,'Dimana kakak?Dimana dia?"
Raja Shekar,penguasa di Bengali menyambut kedatangan Putra kedua Raja Maheswari itu,"Pangeran,sungguh senang menyambut kedatangan Anda.Perang ini takkan berhasil dimenangkan tanpa bantuam dari Maheswari.Kami sungguh berterima kasih.Mari kita ke istana saya,kami akan menjamu kalian semua."
Laks menolak,"Maaf Yang Mulia,saya tidak akan merayakan apapun tanpa kakak saya.Dimana dia?Saya tidak melihatnya?"
Raja Shekar juga heran,"Panglima dimana Pangeran Sulung Maheswari?Apakah ada yang melihatnya?"
Panglimanya menjawab,"Tadi Pangeran Sulung menuju ke arah sana.Musuh melarikan diri ke sana.Saya akan menyusul ke sana Baginda!"
Laks segera naik ke kudanya,"Aku juga ikut Paman!Aku ingin memastikan kakakku baik2 saja.Ibu Sujata pasti mencemaskannya."
          Kala mereka tiba di perkampungan yang terbakar alangkah terkejutnya mereka melihat mayat bergelimpangan disana.Apalagi ditengah2 perkampungan tampak sesosok mayat dengan kondisi terbakar tergeletak.Laks mengenali pakaian yang dikenakannya,"Kakak!!Tidak!!"
Panglima yang bersamanya ikut memeriksa,"Wajahnya sudah terbakar sulit dikenali.Denyut nadinya sudah tidak ada.Pangeran yakin ini kakak Pangeran?"
Laks menunjukkan jemari pria yang tewas terbakar itu,"Lihat cincin ini Paman!Ini milik kakakku.Ini hadiah dari Ibu Sujata.Tak mungkin aku salah mengenalinya.Apa yang harus kukatakan pada Ibu Sujata?Aku tak sanggup mengatakan semua ini padanya.Kakaaak....kenapa kau pergi secepat ini kak?Siapa yang tega melakukan semua ini padamu?Kakakk...."
          Laks meratapi kakaknya.Bagaimana kerajaan Maheswari menerima berita ini?**see you in next part**


Part 2 OLDEST PRINCE : The Sorrows of Death

           Kisah ini dilatarbelakangi kerajaan.Mengapa begitu?Karena serialnya masih tayang dan saya ga ingin pembaca confused dengan cerita saya.Jadi kalau saya bikin versi kingdom,jelas beda banget kan bayangannya?Nah kemarin di part 1 sudah muncul beberapa tokoh yaitu :
◇◇ Pangeran Saanskar Maheswari →Dia adalah putra sulung Raja Durga Prasad → Penguasa di kerajaan Maheswari.
◇◇ Permaisuri Sujata → Ibu Pangeran Saanskar.Isteri yang dicintai oleh Durga Prasad.
◇◇ Pangeran Laksya → Putra kedua Raja Durga Prasad yang dilahirkan oleh isteri keduanya yaitu Annapurna.
 ◆◆ Annapurna →Ibu Pangeran Laksya.Ia dinikahi oleh Raja Durga Prasad karena hadiah perang.Ia sangat iri pada Permaisuri Sujata yang mendapat cinta raja.
◇◇ Raja Shekar → Penguasa kerajaan Bengali. Nah sekarang kita lanjutkan kisahnya.

 ◆◆ PART 2 PANGERAN SULUNG : Kesedihan dari Kematian
            Raja Shekar ikut berdukacita atas tewasnya Pangeran Saanskar.Ia bahkan merasa sangat bersalah karenanya,"Ini sungguh tak disangka,demi membantu kerajaanku,Raja Maheswari harus kehilangan putra sulungnya,pewaris tahtanya.Apa yang harus kukatakan padanya?"
Laksya mengkafani jenazah kakaknya sambil meneteskan air mata,"Kakak,Kak Saanskar...ayahanda pasti sedih jika mengetahui bahwa kau sudah....pergi mendahului kita semua...pergi untuk selama2nya...mengapa langit berlaku tidak adil,kau begitu baik dan sangat menyayangi rakyat.Kau tidak pernah membeda2kan orang.Bahkan ayah kerap meminta pendapatmu dalam berbagai perkara.Mengapa langit justru mengambil putra2 terbaiknya?Mengapa??...Aku selalu menirumu kakak,kau adalah panutanku.Tapi kini ....kau sudah pergi...Apalagi kau pergi dengan cara yang sangat mengenaskan...aku bahkan tak bisa mengenali lagi wajahmu...jika bukan karena pakaian dan cincin yang kau kenakan mungkin ...aku tak tahu bahwa itu kau kakak...aku akan membawamu pulang ke Maheswari kak...kau akan dikuburkan dengan layak disana."
Raja Shekar datang mendekat,"Pangeran Laks,aku akan menemani kembali ke Maheswari.Semua ini terjadi karena kerajaanku.Aku akan ke sana untuk meminta maaf pada ayahmu.Ayo Pangeran.Semakin cepat kita sampai semakin baik."
           Raja Shekar berpamitan pada putrinya,Ragini.Dialah sebenarnya yang akan dijodohkan dengan Saanskar namun rencana itu masih tahap wacana.Belum dibicarakan lebih lanjut karena kondisi darurat perang.Ragini memandang dari balik tirai ke arah Pangeran Laksya,"Kenapa pria itu menangis,dayang?Apa mayat yang terbakar itu kerabatnya?"
Dayangnya juga seorang gadis yang seumuran dengan dia,"Saya akan mencari tahu Tuan Puteri." Namun kala melihat ayahnya datang,Ragini segera mencegah dayangnya,"Dayang Swara,jangan...kau kembali saja ke belakang.Ayahku datang."
           Raja Shekar berpapasan dengan Swara,hatinya menjadi pilu.Swara membungkuk memberi hormat padanya,"Yang Mulia...putri Ragini ada di dalam..."
Shekar malah berkaca2,'Sampai kapan kau akan terus memanggilku dengan sebutan itu putriku...aku ini ayahmu Swara....kau dan Ragini adalah saudara hanya saja beda ibu.Aku tidak seberuntung sahabatku,Durga Prasad yang bisa menikahi wanita yang ia cintai yaitu Permaisuri Sujata.Aku bahkan tak bisa mengakui cintaku dan darah dagingku.Aku mencintai ibumu Swara,dulu dia juga dayang di istana ini.Dia juga cantik sepertimu.Berambut panjang,berhati lembut dan sangat peduli dengan sekitarnya.Sayang ibuku menentang hubungan kami.Katanya aku ini calon raja tak seharusnya jatuh cinta dengan kelas rendah.Sharmita pergi dan aku tak tahu kalau kau sudah dalam kandungannya waktu itu.Setelah isteriku tiada aku baru memiliki keberanian untuk menemui Sharmita lagi dan baru kutahu bahwa kau adalah putriku.Aku ingin menikahi Sharmita tapi ibu pasti menentangnya.Aku hanya bisa menjadikanmu sebagai dayang.Setidaknya aku bisa melihatmu setiap hari Swara.Maafkan ayahmu ini.'
Ragini melihat ayahnya melamun,"Ayah...?"
Shekar terkesiap,"Oh...kau Ragini,Ayah akan pergi ke Maheswari mengantar jenazah Pangeran Saanskar.Sungguh sangat tak diduga bahwa pangeran Saanskar gugur di medan perang..."
Ragini malah teringat pada Laksya,"Kalau pria yang meratapi jenazah itu Ayah?Siapa dia?"
Shekar menjawab,"Oh itu adik Pangeran Sanskar.Namanya Pangeran Laksya."
Ragini menyimpan nama itu dalam hatinya,'Pangeran Laksya...dia sungguh menawan hatiku.'                         Sebelum pergi ke Maheswari,Shekar menemui Swara dan memintanya untuk menjaga Ragini.Swara terharu melihat perhatian Shekar pada Ragini,'Putri,sungguh beruntung memiliki seorang ayah yang sangat baik.Andai saja aku pernah bertemu dengan ayahku.Kata ibu ayah sudah tiada.Tapi dimana makamnya ibu juga tak pernah menunjukkannya.Katanya pertempurannya ditempat yang jauh sekali.Jadi jenazahnya tak bisa dibawa pulang.Kata para prajurit,pangeran sulung Maheswari gugur di perang kali ini.Itu pasti jenazahnya.Kasihan dia jenazahnya sampai seperti itu hitam terbakar.Tega sekali orang yang telah membunuhnya.Mengapa pula harus membakar jenazahnya?Kecuali agar tak dikenali.Ya pelakunya pasti ingin menyamarkan identitas mayat yang sebenarnya.Benar,sebaiknya perkara ini diselidiki dulu sebelum diumumkan ke khalayak ramai.' Swara mengatakan hal itu ke Raja Shekar,"Maaf Baginda,bisa jadi jenazah itu hanya rekayasa semata.Maksud hamba,mungkin seseorang memang ingin supaya semua orang mengira bahwa itu adalah..."
 Laksya yang mendengarnya jadi berang,"Kau pikir aku tak bisa mengenali jenazah kakakku sendiri?Kakakku itu mengenakan cincin hadiah dari Ibunya dan aku mengenali cincin itu..."
Shekar menengahi keduanya,"Maafkan dia Pangeran.Dia hanya mengutarakan pendapatnya saja.Ayo kita sebaiknya berangkat."
           Laksya dan Shekar akhirnya berangkat juga ke Maheswari.Kedatangan mereka disambut oleh Durga Prasad dan ia sangat shock mengetahui Putra Sulungnya sudah tiada.Permaisuri Sujata bahkan langsung pingsan.Hanya Annapurna yang diam2 tersenyum melihat semuanya,dan segera menyelinap keluar istana.Laksya heran melihatnya,"Ibu mau kemana?Ayahanda dan Ibu Sujata sedang berduka tapi ibu malah ..."
Annapurna berdalih,"Aku hanya ingin mencari sesuatu.Kau temani saja mereka.Aku tidak akan lama."
 Rupanya Annapurna menemui seseorang di tepi hutan,"Ini emas yang kujanjikan padamu.Segera pergi tinggalkan Maheswari.Jangan sampai masalah ini terbongkar.Kau mengerti?"
Pria itu terkekeh,"Siapa sangka seorang wanita bangsawan sepertimu bisa melakukan ini pada keluarganya sendiri.Kau tenang saja.Rahasiamu aman padaku."
Annapurna lalu segera pergi sementara pria itu memandang kepergiannya sambil menyeringai penuh kelicikan,'Jika pada keluargamu sendiri kau bisa sekejam itu.Bagaimana jika terhadap orang lain?Aku tidak bodoh.Sementara biar kau mengira bahwa aku telah mengikuti permainanmu tapi sebenarnya kaulah yang mengikuti permainanku.Aku sangat bodoh jika menghabisi Pangeran Saanskar begitu saja,justru aku akan lebih menghasilkan banyak uang jika ia masih hidup.Suatu saat nanti jika emas2 ini sudah habis aku masih punya sumur emas lainnya ha..ha..'
Seorang pria lain datang,"Perintahmu sudah kulaksanakan."
Pria misterius tadi tersenyum,"Bagus!Sekarang mari kita kembali ke negeri kita.Aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan.Semua orang harus mengikuti permainanku.Aku Rajat,akan menjadi penguasa semua kerajaan di muka bumi ini.Ha..ha..."
            Jadi penasaran apakah Pangeran Sanskar benar sudah mati atau belum ya?Jawabannya ada di part selanjutnya.**see you next part**


Part 3 OLDEST PRINCE : Union ( Penyatuan )

           Sebelumnya saya mau mengucapkan "Met Lebaran pada semua pembaca cerbung saya.Yang jauh diluar pulau ataupun yang dekat masih di Jawa,buat semua aja lintas agama dan suku bangsa mohon maaf atas segala kesalahan,kekurangan,maupun hal2 lain yang telah saya lakukan.Kiranya semua dilapangkan hatinya dan kembali menjadi bangsa yang rukun dan damai."
          Spesial buat moment Lebaran maka saya juga pilihkan tiket spesial.Tiket ini saya ambil waktu itu berdasar request Mia,ini dia tiket A.Bagi yang suka Kehilangan dan Debu2 Jalanan serta Dasi & Gincu,maka akan menyukai tiket ini karena inilah kombinasi angkanya yang lumayan panjang →00104-11-12-235.Dan di tiap dua cerbung saya next akan diselingi dengan Oldest Prince.Bagi yang sedang mudik kiranya tulisan karya saya mampu menjadi teman selama di perjalanan.Oke kita simak kelanjutan Oldest Prince dulu ya.Apa ada tokoh baru di part 2?Ada dong.Ini dia mereka :
◆ Swara →seorang dayang di istana Bengali.Namun sebenarnya dia masih keturunan raja Shekar.Dia adalah kakak Ragini karena lahir lebih dulu dari Putri Ragini.Sama ayah beda ibu.Ibunya dulu juga seorang dayang istana bernama Sharmista.Sayang Ibu Suri menentang hubungannya dengan Raja Shekar.Hingga ia diusir dari istana dan Raja Shekar lalu menikah dengan Ibunya Ragini.
Ragini →Putri Raja Shekar.Awalnya dialah yang dijodohkan dengan Saanskar tapi kematian Saanskar mengubah segalanya.
Rajat →Raja dari kerajaan Mumbai.Dialah yang disuruh Annapurna melenyapkan penerus tahta Kerajaan Maheswari.Namun dia punya rencana sendiri karena berambisi menguasai seluruh kerajaan. Nah kini kita masuk ke segmen cerita.Lanjut!!

 ▲▲▲ KERAJAAN MAHESWARI...
            Rombongan yang membawa jenazah Pangeran Saanskar telah tiba di depan istana Maheswari nan megah.Rakyat berkerumun ingin mengetahui siapa yang meninggal.Kala mendengar raja Shekar akan datang,Durga Prasad sudah bersiap menyambut di halaman istananya.Namun kala gerbang dibuka dan melihat wajah sedih putra keduanya dan wajah tertunduk raja Shekar tahulah Durga Prasad bahwa hal buruk telah terjadi.Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok putra sulungnya,"Dimana putra tertuaku?Dimana dia?Kenapa putraku Saanskar tidak kembali bersama kalian?"
Raja Shekar segera mendapatkan sahabatnya itu,"Durga,aku mohon kau memaafkan sahabatmu ini karena kedatanganku kemari untuk mengantarkan putra sulungmu,namun..."
Durga melihat Laksya turun dari kereta dan matanya berkaca2,"Laksya,dimana kakakmu?Apa dia terluka?Kenapa kau malah diam!!Dan mengapa kau malah sedih begini??"
 Permaisuri Sujata jadi cemas,'Apa yang ada di dalam tandu itu?'
           Tandu berisi jenazah Pangeran Saanskar ditunjukkan ke hadapan raja Durga dan kala membuka penutupnya dan melihat cincin di jemari jenazah itu raja segera tersungkur sambil menangis.Rakyatpun segera berlutut semua dengan kepala tertunduk.Tahulah mereka bahwa penerus tahta telah mangkat.Laksya memeluk ayahnya,"Kakak sudah tiada Ayah...waktu aku datang ke sana,keadaannya sudah tak bernyawa...maafkan aku ayah aku harusnya datang lebih awal ke sana." Permaisuri Sujata juga mendekat ke arah jenazah dan kala melihat cincin pemberiannya melingkar di jari mayat yang terbakar itu,ia langsung histeris,"Tidak!!...Tidak mungkin...Saanskar....putraku..."                    Sujata pingsan untung Durga Prasad menangkap segera menangkap tubuh isterinya dan segera membawanya ke dalam.Dimintanya Annapurna menjaga Sujata.Annapurna menghasut raja,"Yang Mulia,mata jahat telah memandang ke Maheswari.Semua ini takkan terjadi jika kerajaan kita tidak membantu Bengali melawan musuh mereka.Jika kita tetap menjalin persahabatan dengan mereka maka mata jahat itu akan terus memandang istana kita dan..."
Durga berang,"Apa maksud perkataanmu ini Annapurna??"
Annapurna segera bersujud,"Yang Mulia,semua ini hanya untuk menyelamatkan putra hamba,satu2nya penerus Yang Mulia yang masih tersisa.Hanya itu Yang Mulia."
           Durga pergi tanpa mengatakan apapun.Namun Annapurna tahu bahwa raja akan termakan hasutannya.Kehilangan putra kesayangannya adalah pukulan besar.Ia tersenyum sambil melirik ke arah Sujata yang masih tak sadarkan diri,'Sekarang putrakulah yang akan menjadi penerus tahta Maheswari...Raja akan menyayanginya dan kemudian semua wanita akan menyebutku berbahagia ha..ha..karena akulah yang melahirkan pewaris tahta Maheswari.'
Annapurna memang benar Durga termakan hasutannya dan memutuskan persahabatan dengan Bengali,"Mulai kini antara Maheswari dan Bengali yang ada adalah permusuhan!Jika kau masih mengasihi nyawamu sebaiknya kau pergi dari sini Shekar!!Apapun yang pernah kita sepakati selama ini semua kini tak ada lagi!!"
            Shekar terus meminta maaf namun apa daya Durga terlanjur murka dan masih berduka.Ia akhirnya pergi dengan kecewa,'Jika saja Pangeran Saanskar masih hidup...semua takkan jadi begini...dua kerajaan takkan jadi retak hubungannya...'
           Kerajaan Maheswari berduka.Rakyat berkabung atas kematian Putra mahkota mereka.Hanya Annapurna yang tampak masih bisa tersenyum diantara linangan air mata pura2nya,'Aku sudah menyuruh Rajat kembali ke negerinya.Tak ada yang tahu bahwa penyerangan Mumbai ke Bengali akulah yang merencanakannya.Aku meminta Rajat menyerang Bengali dan melenyapkan Saanskar.Kini era baru telah dimulai di Maheswari dan inilah masa kejayaanku dan putraku.Pangeran Mahkota Laksya Maheswari.Ha..ha..'
           Selama setahun akan dilakukan perkabungan atas meninggalnya Pangeran Saanskar.Sebuah tanda betapa sayangnya Durga Prasad pada mendiang putra sulungnya.Namun benarkah Pangeran Saanskar telah wafat?Sorry jawabannya masih next part **see you next part** 


Part 4 OLDEST PRINCE : Drawn Away

           Habis lihat Swaragini nih.Masih di tahap dimana Swara masih belum mencintai Saanskar tapi slow but sure the love will bloom.Saya senang sekali serial ini karena di libur panjang ini bisa lihat.Oke kita lanjut kisah Swasan karya saya.Ini dia Oldest Prince part 4 dengan subjudul 'Terbawa jauh'. Seperti janji saya mari kita cari kebenaran soal Putra Sulung Raja Maheswari.

 °¤ DI SEBUAH PULAU ...
          Sebuah perahu menyusuri perairan di pulau itu.Prajurit yang bertugas mengendalikan perahu memandang pria yang menjadi penumpangnya dan melihat bawaannya,"Hey,apa isi karungmu itu sepertinya sangat berat?Apa isinya makanan?"
Pria berbadan besar itu segera mencengkeram baju prajurit itu,"Kau mendayung saja Prajurit!!Apa yang kubawa dan apa isinya itu bukan urusanmu!Bawa saja perahumu ke tujuanku.Cepat!!"
Prajurit itu memandang karungnya,'Aku yakin pasti isinya orang.Siapa lagi yang dibawa kemari?Kenapa harus dimasukkan dalam karung?'
Sampai di tujuan gerbang jeruji menanti,pria bertubuh besar itu berkata pada petugasnya,"Buka gerbangnya!Aku membawa pesan dari Paduka!"
           Ia menunjukkan sesuatu pada mereka dan gerbangpun dibuka.Sampai di dalam pria bertubuh besar itu disapa oleh penjaga disana,"Sahil,kali ini siapa yang kau bawa?Apa dari kalangan bangsawan lagi?"
Pria kekar itu turun dari perahu dan membuka karung yang ia bawa,"Kalian akan terkejut melihat apa isi karungku."
           Dari karung itu seorang pria muda nan tampan tampak tak sadarkan diri.Prajurit yang mendayung perahu tadi melihatnya,'Itu kan Pangeran Saanskar.Pewaris tahta kerajaan Maheswari yang dikabarkan sudah tewas?Bagaimana ia bisa jatuh di tangan Sahil?Dugaanku benar Rajat menyembunyikan tahanan2 pentingnya di sini.Aku harus menyelidiki lebih lagi kemungkinan besar Raja Ram juga disekap di sini.Tak mungkin Raja Ram sudah tiada seperti yang diberitakan,apa yang terjadi pada Pangeran Saanskar mungkin juga dilakukan pada Raja Ram.Kematian rekayasa demi meraih kekuasaan.'
Sahil berkata pada penjaga,"Kata Paduka tawanan ini harus ditempatkan di sel khusus.Ingat dia ini putra sulung Durga Prasad yang terkenal itu.Kalian harus menjaga dia baik2!"
          Usai mengatakan itu Sahil kembali naik perahu dan meninggalkan pulau itu.Di perjalanan prajurit perahu itu mencoba mengorek keterangan lebih lagi,"Anda sungguh hebat Tuan!Mampu menjadi kepercayaan Paduka Rajat.Pasti hebat sekali kemampuan Anda.Bolehkah Anda mengajariku supaya akupun bisa seperti Anda?"
Sahil malah menenggak minuman,"Aku belajar dari Paduka Rajat.Dia selalu memakai akal lebih dari otot.Pangeran Saanskar dan Raja Ram itu sama karakternya,mereka itu sangat peduli pada rakyatnya maka aku cukup memanfaatkan sisi kepedulian mereka untuk menjebak mereka dalam perangkapku.Ha..ha..."
Prajurit itu makin yakin bahwa Raja Ram juga disekap di pulau itu,'Aku telah mencari sekian lama,akhirnya benar pulau ini menjadi tempat dimana Raja Ram,kakak Rajat,ditawan.Rajat pasti telah membuat kematian palsu seperti yang ia lakukan pada Putra Sulung Raja Durga.Aku harus mencari jalan untuk membebaskan mereka.Tapi bagaimana?Kurasa aku harus ke Bengali.Raja Shekar akan senang jika tahu bahwa Pangeran Sanskar masih hidup.Bukankah dia yang disalahkan atas kematian pewaris tahta Maheswari itu?Benar,aku akan ke Bengali.'
            Siapa itu sebenarnya Raja Ram?Dia adalah penguasa Mumbai sebenarnya,kakak Raja Rajat.Namun Rajat memalsukan kematiannya dan naik tahta.Mari kita lihat ke dalam ruang tahanan saja.

 °~ RUANG TAHANAN ...
           Tubuh Saanskar dimasukkan ke sebuah sel.Tak bisa melihat apapun selain jeruji besi dan tahanan lain.Seorang pria seusia Durga Prasad mendekati jeruji untuk melihat siapa yang dibawa kali ini oleh para penjaga.Penjaga segera mengunci ruang tahanan Saanskar dan berkata pada pria itu,"Hey Pak Tua...ada teman untukmu.Kau tak akan kesepian lagi sekarang!Nasibnya juga tak beda jauh darimu ha..ha.."
Pria tua itu menunggu sampai para penjaga pergi baru ia mendekati ruang tahanan Saanskar,"Anak muda!Bangunlah..."
Saanskar mulai membuka matanya,kepalanya terasa sakit dan ia heran melihat sekitarnya,"Dimana ini?Mengapa aku bisa ada di sini?Aduh...kepalaku..."
 Pria tua itu bertanya dari balik jerujinya,"Siapa kau anak muda?Aku sudah lama di tempat ini.Entah sudah berapa lama aku sampai tidak tahu.Namaku Ram.Siapa namamu?Bagaimana kau bisa berurusan dengan adikku Rajat?"
Saanskar mencoba untuk bangun,namun terhuyung,"Rajat itu adik Paman?Jadi Paman adalah Raja Ram yang dikabarkan sudah tiada itu?...Maaf Paman,ayahku sering bercerita tentang Paman.Paman pasti mengenal ayahku,Raja Durga Prasad Maheswari.Aku putra sulungnya,namaku..."
Pria bernama Ram itu menyahut,"Pangeran Saanskar Maheswari...Durga sangat bangga padamu.Aku ingat ia memperkenalkanmu kala berkunjung ke Mumbai.Kau putra kesayangannya...Kau sudah besar sekarang.Setahuku Mumbai tidak bermusuhan dengan Maheswari.Lalu mengapa kau bisa ada di sini?"
Saanskar duduk bersandar di dinding,"Saya hanya ingat bahwa saya sedang membantu kerajaan Bengali melawan musuh.Mumbai ingin menguasai Bengali dan sebagai sahabat,Maheswari memberikan bantuannya.Terakhir saya ingat sedang membantu penduduk yang rumahnya dibakar musuh.Saya mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah yang terbakar dan saya segera bergegas masuk untuk menolong tapi tiba2 semua gelap.Saya tidak ingat apa2 lagi setelah itu."
Ram merasa iba mendengarnya,"Rajat memang sangat licik.Dia memakai cara apa saja demi mencapai tujuannya.Aku tak sangka bukan hanya padaku ia melakukan hal serendah itu tapi juga kepadamu.Ayahmu pasti sedih kehilanganmu.Atau mungkin ia juga mengira kau sudah tiada.Kau harus keluar dari tempat ini Nak..."
Saanskar melihat sekitarnya,"Tapi ini dimana Paman?"
Ram berkata,"Inilah penjara pulau Bagallan.Pulau yang dikelilingi oleh lautan.Penjagaannya juga terkenal ketat.Kerajaan Mumbai memakai pulau ini sebagai tempat pembuangan."
Saanskar memandang langit2,'Ayahanda...Ibunda...bagaimana aku bisa keluar dari sini?'
            Pangeran sulung Maheswari ternyata masig hidup tapi bisakah dia keluar dari penjara itu?**see you next part** 


Part 5 OLDEST PRINCE : Find None

           Saya menulis kisah ini karena suka banget dengan pairing Swasan di serial Swaragini.Sejak awal melihat yang membuat serial ini berbobot di mata saya malah bukan pemeran utamanya karena waktu itu Saanskar belum muncul.Yang muncul hanya Swara,Ragini,Laksya dan kedua keluarga mereka yang selalu ribut.Nah tokoh yang memukau saya justru Ayah Laksya,Durga Prasad Maheswari.Penampilannya yang beda dengan kepala gundul sungguh bagi saya memperkuat karakternya yang tegas dan berwibawa.Saya tidak heran jika pemirsa kurang berminat melihat awalnya tapi jika sudah mengikuti kisah kakak beradik Swara dan Ragini juga saudara sepupu Saanskar dan Laksya maka akan terpikat dengan karakter mereka.Swara yang begitu sayang pada adiknya Ragini bahkan rela melepas pria yang ia cintai demi kebahagiaan adiknya.Sayang Ragini malah begitu licik dan jahat pada kakaknya karena terobsesi pada Laksya.Laksya sendiri awalnya pemuda yang bengal dan playboy namun sejak kenal Swara berubah menjadi baik.Hal yang sama juga terjadi pada Saanskar yang awalnya berkomplot dengan Ragini karena dibutakan dendam terhadap keluarga Maheswari yang telah memisahkannya dari wanita yang ia cintai yaitu Kavita.Kavita dikabarkan dibunuh oleh Durga Prasad lewat preman2 namun Swaralah yang kemudian membongkar tragedi itu dan ternyata Kavita masih hidup.Disinilah indahnya drama manakala pemirsa harus berubah pairing karena Swara telah mengikhlaskan Laksya untuk Ragini dan Saanskar malah jatuh hati pada Swara.Awalnya serial ini menggiring penonton pada pairing SwaLak karena Saanskar belum muncul disana namun kala alur cerita berubah maka serial ini justru menarik hati saya.Bagaimana dua saudara sepupu berebut seorang wanita yang sama.Dan siapakah yang akhirnya berhasil mendapatkan hati Swara?Tentu saja dengan membaca karya saya ini,pembaca tahu jawabannya.Oke kita lanjut kisah Oldest Prince.Let's go! ●°

 KERAJAAN BENGALI...
           Raja Shekar kembali ke istananya dengan wajah muram.Ragini jadi cemas,"Kenapa Ayahanda?Apa Raja Maheswari menyalahkan Ayah atas kematian putra sulungnya?"
Shekar malah meminta maaf pada putrinya itu,"Ayah bisa mengerti kemarahan Raja Durga.Dia sedang sangat berduka.Kau tahu kan betapa ia sangat menyayangi Putra sulungnya itu.Ayah juga heran kenapa musuh bisa melakukan ini pada Pangeran Saanskar.Dia pangeran yang baik dan dicintai rakyat.Dan anehnya lagi pasukan Mumbai kemudian pergi usai membunuh Pangeran Saanskar.Ayah merasa ada yang aneh dengan semua ini."
Ragini jadi sedih,"Apakah ini artinya kini Maheswari dan Bengali bermusuhan Ayah?"
 Raja Shekar mengangguk,"Aku coba menjelaskan semuanya tapi Raja Durga Prasad begitu terluka dengan kehilangan putra tertuanya.Maafkan Ayahmu ini Ragini karena jika saja Raja Durga tak memutuskan persahabatan dengan Bengali maka perjodohan diantara kedua kerajaan pasti masih akan dilanjutkan.Beliau masih punya putra lain dan kau tentu akan menikah dengan pangeran dari Maheswari."
           Ragini kembali ke kamarnya dengan murung,Swara coba menghiburnya.Dayang yang sebenarnya putri Raja Shekar juga itu memainkan alat musik untuk menghibur junjungannya.Swara memang pandai bermain alat musik,"Swara,mainkan untukku musik yang sedih.Hatiku sedang gundah sekarang."
Swara menurutinya,'Kenapa Putri tampak sedih sejak kepulangan Baginda?Apa yang sebenarnya terjadi?Apa karena kematian Pangeran Saanskar yang penuh misteri itu?Aku bahkan ngeri melihat jasadnya.Padahal dari yang aku dengar Pangeran Sulung kerajaan Maheswari itu berwajah sangat tampan.Tapi musuh telah membakar jasadnya.Sungguh kejam mereka.Dari yang aku dengar mereka musuh sengaja mundur hingga ke perbatasan sehingga Pangeran Saanskar terus mengejarnya.Entah kenapa aku merasa jasad yang ditemukan itu palsu.Karena untuk apa musuh melakukan itu sementara pada pasukannya saja mereka tidak membakarnya.'
Swara menghentikan permainan musiknya,"Putri sedih karena meninggalnya Pangeran Saanskar ya?Mungkin putri memang tidak ditakdirkan untuk menikah dengannya.Jodoh memang bisa diatur tapi Langit juga yang menentukan.Jangan bersedih putri.Putri sangat cantik lagipula bukankah Raja Maheswari memiliki dua orang putra?"
Ragini berdiri dan menatap ke langit,"Kau benar Swara bahwa jodoh itu ditetapkan oleh Langit.Tapi aku telah jatuh hati pada Pangeran dari Maheswari."
 Swara heran,"Bukannya Putri belum pernah bertemu dengan Pangeran Saanskar?Bagaimana bisa Putri jatuh hati padanya?"
Ragini mendekati dayangnya itu,"Yang kubicarakan bukan Pangeran Sulung Maheswari tapi Pangeran kedua Maheswari.Kau ingat dia datang kemari untuk menjemput kakaknya."
Swara ingat,'Oh Pangeran yang memarahiku waktu itu ya?'
Ragini meneruskan ucapannya,"Jika Maheswari tak lagi mau menjalin hubungan dengan Bengali lalu bagaimana kisah cintaku akan terwujud Swara?"
          Swara terdiam bingung juga mau jawab apa.Ia malah mondar-mandir sambil berpikir,"Menurut saya putri Pangeran Saanskar itu masih hidup.Musuh sengaja membakar mayatnya supaya kita mengira bahwa dia benar sudah tiada.Hanya saja...saya tidak punya bukti untuk itu...karena menurut saya kematian itu sangat aneh Putri."
Ragini berkata,"Kau ini mengada2 Swara...oh ya bukannya biasanya kau pulang?Pulanglah ibu dan nenekmu pasti merindukanmu.Sudah lama kau tidak mengunjungi mereka."
           Swara senang bisa pulang.Namun kala sampai di gerbang,ia melihat seorang pria yang diusir oleh penjaga gerbang.Pria itu terus memohon ingin bertemu Raja,"Penjaga ijinkan aku masuk.Aku membawa berita yang sangat penting.Ini mengenai Pangeran Saanskar."
Penjaga malah menertawakannya,"Hey semua orang sudah tahu bahwa Pangeran Saanskar telah wafat.Kau ini benar2 orang aneh!Pergi sana!!Raja sedang tidak mau bertemu siapapun."
Swara mendekati pria itu,"Tuan,aku dayang dari putri Raja Shekar.Kau bisa katakan padaku apa yang ingin kau sampaikan pada Raja.Aku akan menyampaikannya nanti."
Pria itu rupanya si prajurit perahu,"Sampaikan pada Raja bahwa sebenarnya...Pangeran Saanskar masih hidup.Aku akan mengatakan dimana dia berada jika Raja mau membantuku."
Swara kaget mendengarnya,"Pangeran Saanskar masih hidup?Tunggu disini.Aku akan beritahu Putri soal ini."
           Swara kembali ke dalam istana dan memberitahu Ragini mengenai apa yang dikatakan prajurit perahu tadi.Raginipun memberitahu ayahnya.Raja Shekar segera menemui pria tadi dan menanyakan banyak hal padanya,"Sungguh kau melihat sendiri bahwa Pangeran Saanskar masih hidup?Kau tidak berbohong bukan?"
Pria itu menjawab,"Hamba tahu hukumannya jika berbohong pada Raja.Selama ini hamba hanya ingin memulihkan kembali kerajaan Mumbai.Sejak Rajat berkuasa rakyat menderita.Pajak begitu tinggi.Sementara Rajat hidup mewah di istananya.Keluarga hamba dulu ditolong oleh Raja Ram dan hamba tak percaya jika beliau sudah tiada.Jika Paduka bersedia membantu saya menemukan raja Ram maka saya akan menunjukkan tempat dimana mereka menyekap Pangeran Saanskar."
Raja Shekar bersedia dan mengirim panglimanya serta pasukan khusus untuk ikut dengan pria itu,"Bawalah Pangeran Saanskar kepadaku.Jika benar dia masih hidup maka permusuhan antara Maheswari dan Bengali takkan ada lagi.Panglima,kau pergilah dengannya.Bantu dia menemukan Raja Ram juga.Jika Pangeran Saanskar sudah kau temukan segera bawa dia kemari."
Ragini berkata,"Ayah,apa tidak sebaiknya kita memberitahukan berita ini kepada kerajaan Maheswari.Mereka pasti akan sangat senang mendengar berita ini."
Raja Shekar berpendapat lain,"Jika kita memberitahu mereka tanpa bukti pasti mereka mengira kita mempermainkan mereka.Sebaiknya kita temukan dulu Pangeran Saanskar dan baru memberitahu mereka.Lagipula Panglimaku telah mengenal seperti apa Pangeran Saanskar,ia akan mengenalinya.Aku tak sangka Rajat begitu licik."
Akhirnya pasukan itu berangkat menuju pulau Bagallan.Mari kita lihat kondisi di Maheswari.

 ●• ISTANA MAHESWARI...
            Permaisuri Sujata terus saja bersedih.Raja Durga sendiri juga bermuram durja.Para menteri tak berani mengusik Raja.Annapurna meminta Laksya untuk menghibur ayahnya,"Temani Baginda.Kau kini putranya satu2nya.Kau harus mengambil alih posisi kakakmu."
Laksya berkata,"Sampai kapanpun posisi kakak di hati Ayah takkan pernah terganti Ibu.Aku tahu benar bagaimana bangganya Ayah pada kak Saanskar.Dan aku tak pernah iri akan hal itu Ibu.Kakak memang berhak mendapatkan semua kasih sayang dari Ayah bahkan dari semua orang.Ibu ingat aku selalu membuat masalah di istana,aku kerap menentang Ayah tapi kakak selalu melindungiku.Aku takkan mengambil tempatnya Ibu."
Annapurna kesal mendengar bahkan putranya sendiri mengagumi putra Sujata,"Terserah apa yang kau katakan.Ibu hanya minta kau lebih meluangkan waktu untuk bersama ayahmu.Kau harus belajar menjadi penerus tahta seperti yang biasa dilakukan kakakmu yang telah tiada."
Laksya ingat ucapan Saanskar dulu,"Adik!Kau harus menghormati ayah dan ibu.Karena merekalah yang telah diberi kepercayaan untuk merawat kita.Mereka telah mengorbankan banyak hal untuk kita.Ayah memarahimu bukan karena tak sayang padamu.Ia ingin kau menjadi orang yang lebih baik.Jika aku salah ayah juga akan melakukan hal sama padaku.Karena sudah menjadi tugas beliau untuk membimbing kita.Kau mengerti?"
Laksya berkaca2 mengingat semua itu,"Kakak...aku janji akan menjaga ayah dan kedua ibu kita.Aku janji kak..."
Laksya menemui ayahnya.Durga yang tengah mengenang Saanskar mengira Laksya adalah putra sulungnya,"Saanskar...kau datang Putraku...lihatlah banyak laporan menumpuk...ayo kemarilah dan bantu ayah menyelesaikannya..."
Laksya menahan pedih melihat sikap ayahnya,"Ayah...ini Laksya..."
           Durga terpaku dan terduduk dengan lesu.Gulungan2 laporan dari para pejabat terlepas dari genggamannya,Laksya memungutnya kembali,"Ayah...aku tahu bahwa aku tak sebanding dengan kakak...tapi aku akan berusaha menjadi seperti dia dan membantu Ayah seperti yang biasa dilakukannya.Aku bahkan tidak keberatan jika Ayah terus mengira aku adalah kakak...jika itu bisa mengurangi kesedihan ayah..."
          Durga terdiam dan dipeluknya Laksya.Annapurna tersenyum melihatnya dari jauh,'Baginda akan menyadari bahwa putranya kini hanyalah putraku.Ia harus menerima kenyataan bahwa putra sulung yang begitu ia banggakan telah mati.Tahta Maheswari akan menjadi milik putraku.Dunia akan menertawakan Sujata,karena meski aku bukan permaisuri namun putrakulah yang akan duduk di tahta.'
Benarkah Laksya yang akan menduduki tahta Maheswari kelak?***see you next part***


Part 6 OLDEST PRINCE : Heaven On Earth ( Surga Di Bumi )

          Barusan lihat motogp dan saya menemukan rider baru di kelas moto2 yaitu Miguel Oliviera.Saya itu sebenarnya sudah punya rider fave di kelas moto2 tapi yang satu sedang cidera karena kecelakaan tunggal di race sebelumnya.Sedang satunya ga perform sampai finish.Padahal di dua race sebelumnya moto2 ga dilive.Eh giliran dilive malah rider2 jagoan saya ga tampak di layar kaca.Saat itulah saya melihat motor dengan no 44 punya KTM,wah pembalapnya siapa ya?Dan akhirnya saya hunting siapa pembalap itu.Dan saya kini punya tiga rider fave di moto2.Saya kalau lihat film atau serial juga gitu,ga mesti saya mau lihat karena pemeran utamanya.Saya juga ga nonton semua serial India,hanya tertentu saja yang menawan hati saya karena saya itu seorang analisis aslinya.Jadi melihat gitu ga asal lihat.Saya mending matiin tv daripada nonton tayangan yang ga saya bener2 sukai.By the way,yuk lanjut ceritanya.

 ~~PULAU BAGALLAN...
          Sahil ternyata bukan orang bodoh,dia tahu bahwa kelakuan prajurit perahu yang ia temui sungguh mencurigakan.Ia lalu memperketat penjagaan terutama pada Sanskaar.Alhasil kala pasukan khusus suruhan Raja Bengali menyusup ke penjara itu,mereka kesulitan membebaskan Raja Ram dan Pangeran Sanskaar.Panglima Bengali senang sekali melihat Sanskaar masih hidup,"Pangeran!Ayo kita keluar dari sini.Maheswari berduka dan Raja Durga sangat sedih mengira Pangeran sudah tiada." Prajurit perahu juga senang sekali menemukan Raja Ram,"Paduka,ternyata benar Paduka masih hidup,sekarang kami akan membawa Paduka keluar dari penjara ini."
Sahil muncul dan berhasil menangkap lagi Raja Ram,"Enak saja kalian mau pergi membawa kabur tawanan khususku.Aku tidak akan biarkan!!"
           Medan pulau Bagallan yang dikepung air menyulitkan mereka namun Sanskaar berhasil mengalahkan Sahil.Sayang Sahil menyandera Raja Ram.Raja Ram berkata,"Sudah kalian pergi saja tanpa aku.Bawa saja Pangeran Sanskaar pergi dari sini dan selesaikan kesalahpahaman diantara kedua kerajaan."
Tapi Sanskaar malah menyelamatkan Raja Ram dari cengkeraman Sahil,"Tidak Paman.Paman yang harus pergi.Paman sudah lama berada di sini.Kondisi Paman lebih lemah dariku.Aku lebih muda Paman aku akan baik2 saja.Pergilah kalian ke Maheswari dan katakan pada ayahku bahwa aku ada di sini.Bahwa aku masih hidup.Cepatlah!Aku akan mengecoh Sahil ke arah lain.Ia akan memilih mengejarku.Hanya ini cara satu2nya kalian bisa pergi dari sini.Kita harus berpencar.Kalian ke sana dan aku ke arah lain.Cepatlah sebelum pasukan Mumbai kemari!"
           Mereka mengikuti saran Sanskaar dan memang berhasil mengecoh Sahil namun Rajat datang bersama pasukannya dan menangkap Sanskaar.Ia memindahkan Sanskaar ke penjara lain secara diam2.Rajat berpikir,'Saat ini Durga Prasad sedang berduka dan aku yakin dalam waktu dekat ia akan menyerang Mumbai.Aku akan menghabiskan banyak emas untuk membiayai perang ini.Apalagi Bengali sudah mendapatkan kakakku Ram,aku yakin ia akan menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa putra sulungnnya ada di sini.Dan jika ia mendengarkan perkataan itu dan menemukan putranya benar disini maka ia akan memusuhi Mumbai dan berdamai dengan Bengali.Jika mereka bersahabat lagi maka akan sulit bagiku menguasai kerajaan2.Saat ini Annapurna takkan mau membantuku karena pewaris tahta Maheswari baru akan diumumkan setelah perkabungan usai.Dan itu masih satu tahun lagi.Nanti saja setelah waktu itu tiba aku akan mengancam dia lagi dengan keberadaan Sanskaar.Ia pasti akan memberiku banyak emas.Kini aku harus tunjukkan pada Durga Prasad bahwa Mumbai tak ada hubungannya dengan kematian anak sulungnya.Jika perlu aku akan menunjukkan semua penjara Mumbai padanya.Mengenai Ram aku yakin ia takkan turut campur karena itu adalah intern masalah kerajaan Mumbai.Aku akan pura2 gembira kakakku kembali dan menyerahkan tahta padanya.Namun aku akan menyusun kekuatan kembali.Lagipula seluruh harta dan emas di Mumbai sudah kuambil dan kusimpan di tempat yang aman.Kak Ram akan memerintah kembali Mumbai yang sudah miskin.Ha..ha...'

 ~~ ISTANA MAHESWARI...
            Sebelum Raja Ram tiba di Maheswari,Rajat menemui Durga Prasad dan mengatakan bahwa ia ikut berduka cita atas kematian pangeran Sanskaar dan menyatakan bahwa pelakunya bukan pasukan Mumbai karena di Mumbai sendiri juga mengalami kejadian sama dengan Raja sebelum dia.Annapurna jelas mendukungnya karena ia tak mau Rajat membongkar kebusukannya.Bahkan Rajat memutarbalikkan fakta dengan mengatakan,"Itulah kenapa saya menyerang Bengali karena dari mata2ku aku mengetahui Raja Shekar menyekap kakakku.Jika Kau tak percaya mari ikutlah aku ke sana."
Durga Prasad berpikir,'Seandainya ada Sanskaar maka aku akan meminta pendapatnya karena ...'                    Durga masih ingat bagaimana banyak hal pelik diselesaikan oleh putranya itu.Masih terngiang2 perkataan putra sulungnya itu,"Ayah,semua perkara tak seperti kelihatannya di permukaan.Jika kita salah membuat keputusan maka rakyat yang akan menderita."

 ~~ PERBATASAN BENGALI...
           Ia lalu ikut dengan Rajat ke Bengali tapi baru sampai perbatasan ia bertemu Raja Shekar yang hendak menuju ke Maheswari bersama Raja Ram.Ram berkata,"Sahabatku Durga kau jangan termakan hasutan adikku.Aku bisa berada di Bengali karena raja Shekar menolongku dari penjara Rajat.Bahkan aku bertemu putra sulungmu,Pangeran Sanskaar disana."
Durga Prasad terpana mendengarnya,"Sanskaar masih hidup?Benarkah?Mengapa kalian tak membawanya serta?"
Rajat malah bergaya menangis bahagia bertemu kakaknya lagi,"Oh Kakakku aku sungguh bahagia melihat kau baik2 saja Kak.Kembalilah ke Mumbai Kak.Aku tak secakap dirimu memimpin kerajaan.Aku ingin mengembalikan semuanya kepadamu saja."
Ram malah curiga,"Rajat,kau jangan coba membodohi kami.Kau menyekapku di pulau Bagallan bertahun2 dan kau bilang bahwa Raja Shekar yang melakukan semuanya?Aku akan membawa Raja Durga ke pulau itu untuk menunjukkan padanya bahwa kaulah yang melakukan semuanya.Bahwa Pangeran Sanskaar masih hidup.Ayo kita ke pulau itu saja!"
Ram terkekeh dalam hati,'Kalian semua masuk perangkapku.Seluruh raja2 menuju penjaraku dan kalian tidak sadar bahwa kalian menuju sarang ular.Ha..ha..'
           Mereka semua berangkat ke pulau Bagallan.Namun mereka tak menemukan Sanskaar di sana.Rajat malah menangis bombay kala Ram menuduhnya menyembunyikan Sanskaar,"Buat apa aku sembunyikan Pangeran Sanskaar kak?Mumbai tak pernah bermusuhan dengan Maheswari.Aku menyerang Bengali karena aku dengar merekalah yang menyekap kakak.Lihat saja bagaimana mereka tahu kakak di sini."
           Semua jadi bingung dengan ucapan Rajat,apalagi kala ia menyerahkan tahta Mumbai kembali pada Ram.Durga akhirnya memilih kembali ke Maheswari,ia sangat marah pada Shekar karena tak bisa menemukan pelaku pembunuhan pada Sanskaar.Shekar berusaha bicara padanya,"Durga dengarkan aku.Aku sungguh tidak bohong padamu,panglimaku sendiri melihat putra sulungmu disekap di sini.Buat apa aku bohong padamu?"
Durga berkata,"Sampai aku melihat putraku kembali baru hubungan di antara kita akan seperti sebelumnya.Aku pergi!"
           Ram berjanji pada Shekar akan membantunya memulihkan hubungan antara Maheswari dan Bengali.Ram lalu kembali ke Mumbai.Rajat tersenyum melihat semuanya,'Bagus,jika mereka saling bermusuhan maka mudah sekali menghancurkan mereka.'
Wah lalu gimana nasib Pangeran Sanskaar ya?***see you next part***


Part 7 OLDEST PRINCE : Roles ( Peran )

            Akun ini saya ganti namanya dengan nama pairing fave saya dalam Swaragini yaitu Swara dan suaminya Sanskaar Maheswari.Apa yang membuat saya suka mereka?Swara itu nama aslinya Helly Shah,dia punya hidung mancung,mata berbinar,rambut panjang nan indah tapi yang paling saya suka adalah bibirnya.Sangat menawan dan membuat wajahnya terlihat so cute.Perannya sebagai kakak Ragini satu ayah beda ibu sungguh menawan hati saya walau awalnya saya justru suka penampilan Ragini yang lugu,halus dan nampak anggun.Namun kemunculan Varoon Kapoor sebagai Sanskaar Ram Maheswari,saya lupa eps berapa ya..sungguh memukau saya.Padahal waktu itu saya ogah2an lihat Swaragini,soale lakon saya kesannya bakal sedih.Saya pikir waktu itu Sanskaar bakal jadi pasangannya Ragini karena Laksya dan Swara saling mencintai,saat itu lho ya he..he..Nah muncul sebagai orang gila dengan penampilan lusuh,kotor dan dekil justru membuat saya interest dan penasaran dengan peran Sanskaar.
           Saya pun kepoin siapa dia sebenarnya di keluarga Maheswari.Kok bisa gila?Rupanya dia anak sulung Ram Maheswari dan Sujata.Adiknya bernama Utarra.Dia adalah kakak sepupu Laksya.Dia mengira pacarnya mati dibunuh Durga Prasad Maheswari dan Laksya membantu pembunuhan itu.Itulah kenapa dia mau membantu Ragini balas dendam pada keluarga Maheswari.Namun kala melihat Swara menjadi korban balas dendamnya padahal Swara ga ada sangkut paut apapun dengan masa lalunya membuat Sanskaar sadar betapa kejamnya Ragini.Ia lalu memutuskan kerja sama dengan Ragini karena tak ingin menyakiti Swara.Bahkan Swaralah yang menyadarkannya dari niat balas dendam dan menjadi orang yang baik dan memaafkan keluarganya karena pembunuhan Kavita masih misteri.Nah sejak itulah Sanskaar berada di pihak Swara dan mendukungnya dengan setia hingga ia rela berpura2 menjadi suami Swara.Namun kebersamaan mereka yang intens bahkan sering satu ruangan membuat ia jatuh hati pada Swara.Namun Swara hanya menganggapnya teman dan masih trauma dengan cinta.
            Gagalnya pernikahannya dengan Laksya membuat Swara menutup pintu hatinya rapat2.Namun Sanskaar tetap terus mendukungnya dan sadar bahwa cintanya hanya sepihak,ia tak menuntut Swara membalas cintanya.Ia hanya ingin mencintai Swara bahkan ia berkata pada ibunya bahwa ia takkan menikah selain dengan Swara.Ketulusan dan dukungan Sanskaar diam2 menumbuhkan benih cinta di hati Swara pada kakak sepupu Laksya itu.Sayang,kala ia hendak memperjuangkan cinta keduanya itu,Kavita hadir kembali dalam hidup Sanskaar.Siapakah yang akan dipilih Sanskaar kali ini?Cinta pertamanya yang membuat dia sampai pura2 gila atau cinta keduanya yang diawali dari pernikahan pura2?Silakan tebak dan saksikan sendiri he..he..Nah saking sukanya sama pairing Swasan maka saya buat kisah Oldest Prince.Baiklah sekarang kita lanjut cerita saya.Chalo!

 ¤¤ SATU TAHUN KEMUDIAN DI ISTANA MAHESWARI...
Tampak Laksya sedang dipakaikan pakaian kebesaran oleh ibunya,"Ibu,aku tidak mau memakai pakaian ini..."
Annapurna terus memaksa putranya,"Jika kau terus membantah ibumu ini maka kau akan melihat mayat ibu..."
Tentu saja Laksya terkejut mendengarnya,"Apa yang ibu katakan?Ibu,aku tak mau ibu menyakiti diri ibu sendiri...Aku hanya merasa bahwa ini tidak benar Ibu...posisi putra mahkota aku tak pernah menginginkannya ibu...itu milik kak Sanskaar ibu...aku tak pernah ingin posisi itu..tapi ibu terus memaksa ayah untuk memberikan posisi itu kepadaku.Kenapa ibu tak peduli apa yang menjadi keinginanku?"
          Annapoorna meminta semua pelayan dan pengawal untuk pergi dari ruangan,ia tak mau mereka mendengar bahwa Laksya menolak menjadi putra mahkota.Dihadapkannya putranya padanya,"Semua orang tahu bahwa kakakmu sudah tiada.Dan waktu berkabung telah usai.Satu tahun telah berlalu.Ibu tahu ayahmu telah mencari ke seluruh pelosok negeri perihal berita bahwa kakakmu itu masih hidup.Tapi tak ada hasil.Susah payah ibumu ini meyakinkan ayahmu untuk melanjutkan kelangsungan hidup kerajaan dan kau mau menyia2kan usaha ibumu ini?"
 Laksya teringat ucapan Sanskaar dulu kala ia hendak berangkat ke medan perang,"Laksya,aku titip ayah,segala sesuatu bisa terjadi di medan perang.Berjanjilah padaku kau akan mematuhi ayah dan membantunya saat aku tidak di sisi beliau.Kerajaan kita begitu besar,banyak perkara yang harus beliau tangani.Kau dan aku kita adalah saudara,kita harus menjadi mata,telinga,tangan,dan kaki bagi ayah kita.Aku tidak akan marah bahkan jika kaulah yang dipilih ayah menjadi penerus tahtanya.Kau tahu kenapa?Karena kita adalah sama.Kita sama2 putra ayah."
Laksya terdiam,'Kakak...entah kenapa aku merasa kau masih hidup entah dimana...segeralah kembali kakak...aku tak bisa memikul tanggung jawab sebesar ini.Ayah membutuhkan kakak...hari demi hari beliau semakin lemah kak...ibu Sujata juga lebih sering berpuasa daripada makan...istana ini tak semeriah dulu lagi.Kakak...kumohon kembalilah...'
           Satu tahun memang telah berlalu sejak kematian Sanskaar.Maheswari berbenah dan Raja Durga sadar bahwa posisi putra mahkota tak boleh kosong.Iapun menobatkan Laksya,putra keduanya menjadi penerus tahtanya kelak.Namun sebelum acara dimulai seorang kurir datang menemui Annapurna,Rajat memerasnya lagi dan kali ini Annapurna tidak mau menurut begitu saja,'Apakah benar bahwa Sanskaar masih hidup?Selama ini setiap kali Baginda pergi mencari kebenaran berita itu aku selalu menyertakan mata2ku didalamnya.Dan hasilnya tidak ada.Tapi kali ini Rajat memakai berita itu untuk meminta emas lagi padaku dan jumlah yang dia minta kali ini lebih banyak dari sebelumnya.Aku tak boleh terus diperasnya.Aku akan mengirim mata2ku untuk mengawasi dia.Aku harus melihat dulu bahwa Sanskaar benar2 masih hidup.Kalau dia tak bisa menunjukkannya maka jangan harap aku akan memberikan emas itu padanya.'
            Rajatpun menyetujui syarat dari Annapurna dan menyuruh Sahil menjemput Sanskaar.Annapurna diam2 mengutus Adarsh,pengawal kepercayaannya untuk mengikuti gerak gerik Sahil,"Sahil adalah orang kepercayaan Rajat maka dia pasti tahu dimana Sanskaar disembunyikan.Jika dia hanya menggertakku maka dia akan mendapatkan balasannya.Jika nanti kau temukan,bunuh saja Sanskaar.Sahil sangat suka dengan wanita yang pandai menari dan bernyanyi.Kau carilah cara untuk membuat dia lengah."
Adarsh lalu mencari seorang penari untuk memperdaya Sahil.Mencari keterangan soal keberadaan Sanskaar.

 ¤¤ PENJARA BAWAH TANAH...
           Adarsh berhasil mendapatkan keterangan dimana Sanskaar berada.Ia segera menuju ke sana.Sanskaar senang sekali melihatnya,"Adarsh,bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?"
Adarsh melihat sekitarnya,"Ceritanya panjang Pangeran.Ayo kita pergi dulu dari sini."
Sanskaar memandang dirinya,"Aku dirantai Adarsh.Kaki dan tanganku dibelenggu.Bagaimana kau akan membebaskan aku?Hanya Sahil yang punya kuncinya."
Adarsh menunjukkan kunci di tangannya,"Tenang saja.Kuncinya ada pada saya."
          Adarsh lalu membawa Sanskaar keluar dari penjara bawah tanah.Sanskaar lega sekali bisa melihat lagi dunia luar,"Aku sungguh berterima kasih padamu Adarsh.Katakan padaku bagaimana kabar keluargaku?Mereka baik2 saja kan?"
Adarsh merasa iba melihat kondisi Sanskaar,'Tegakah aku membunuhnya?Dia lusuh dan dekil.Tak ada yang akan mengira bahwa dia adalah seorang pangeran.Rambutnya kumal,kotor dan sudah seperti orang gila saja.Tapi apa yang harus kukatakan pada Selir Annapurna?Apa yang harus kulakukan?'
Sanskaar melihat seorang pemanah,"Adarsh awas!!"
          Sanskaar menyelamatkan Adarsh,disitulah Adarsh sadar bahwa Annapurna tak mempercayainya dan mengirim seseorang untuk membunuhnya.Tiba di sebuah tebing,Adarsh menceritakan semuanya,"Sebenarnya hamba disuruh untuk membunuh pangeran.Semua ini adalah siasat Selir Annapurna.Bahkan kematian Pangeran dia juga yang merencanakannya namun Rajat memanfaatkannya.Pangeran harus segera kembali ke Maheswari.Jika sampai Pangeran Laksya dinobatkan jadi putra mahkota maka seluruh Maheswari akan berada dalam genggaman selir Annapurna karena Pangeran Laksya dikendalikan olehnya."
Sanskaar terpana mendengarnya,"Jadi semua ini diatur oleh Ibu Annapurna dibantu oleh Rajat?"
         Si pemanah menyerang lagi kali ini sasarannya Sanskaar,Adarsh menjadikan dirinya perisai dan mengorbankan diri untuk Sanskaar,"Pergilah Pangeran!Ingatlah pada keluarga hamba jika kelak pangeran kembali ke Maheswari."
          Adarsh meninggal dan larilah Sanskaar menghindari si pemanah.Saat itulah Sahil datang dan hendak menangkap Sanskaar lagi.Tapi si pemanah berhasil melukai Sanskaar dan Sahil sehingga keduanya jatuh dari tebing.Sahil langsung tewas menghantam bebatuan sungai tapi tubuh Sanskaar hanyut terbawa arus menuju kawasan Bengali.

 ~~ BENGALI...
          Swara seperti biasa kembali ke rumahnya.Ia lihat cuma ada nenek dan ibunya di rumah,"Ibu,dimana kakek?Apa kakek pergi mencari ikan ke sungai lagi?"
Sarmista mengangguk,"Benar sayang.Kau tahu kan kakekmu sangat suka ikan.Jemputlah kakekmu kalau tidak beliau akan seharian di sungai.Pergilah Nak!"
Swara bergegas pergi ke sungai sambil membawa penganan untuk kakeknya,'Seperti biasa Baginda selalu memberiku banyak hadiah tiap kali aku pulang.Tapi kenapa beliau selalu melarangku mengatakan kalau itu semua dari beliau.Entah kenapa setiap kali aku berada di dekat Yang Mulia rasanya seperti aku bukan dayang tapi putrinya.Beliau memperlakukanku sama seperti beliau memperlakukan Putri Ragini.Bahkan setiap bepergian beliau selalu membelikan sesuatu sama juga seperti yang diberikan kepada Putri Ragini.Katanya beliau sudah menganggapku sebagai putrinya sendiri.Bahkan beliau selalu menawarkan tandu untuk mengantarku pulang.Aku sungguh beruntung bisa mendapat kebaikan beliau.'
Sampai di sungai,Swara bertanya pada para nelayan,"Apa ada yang tahu dimana kakekku?"
Seorang nelayan menjawab,"Oh kamu Swara!Kakekmu tadi ke arah sana.Cobalah kau cari di sebelah sana!"
 Swara segera menuju ke arah yang dimaksud dan melihat kakeknya dari jauh,"Kakek!!"
Sang kakek melambaikan tangannya,"Swara sini!Bantu kakek!!Ada yang butuh pertolongan di sini!!" Swara bergegas mendekat dan memang ada seorang pria tertelungkup di tepi sungai,"Kakek siapa dia?Apa dia masih hidup?Aku akan memeriksanya kakek."
Swara lega pria itu masih hidup,"Tuan!Tuan!Bangunlah!Kakek...kita harus menolongnya.Lihat kepalanya berdarah kakek.Dia terluka.Lihat di bagian lain dia juga terluka kakek.Kasihan dia." Kakeknya lalu memanggil nelayan yang lain,"Hoi!!Kemari!Bantu aku membawa orang ini ke rumahku!!"
          Para nelayan segera datang membantu.Swara juga memanggil tabib untuk memeriksa luka2 di tubuh pria itu.Sarmista segera membuatkan bubur,"Swara berikan padanya jika dia sudah sadar nanti.Kasihan dia..."
Swara melihat tabib sudah selesai memeriksa,"Tabib,bagaimana keadaannya?Apa dia akan baik2 saja?"
Tabib malah kagum dengan kebaikan hati keluarga Swara,"Kalian sungguh berhati mulia.Kalian tidak mengenalnya tapi mau menolongnya.Luka di kepalanya sepertinya terbentur sesuatu.Tapi ia akan segera sadar.Aku sudah memberinya ramuan.Tolong nanti di tempelkan di kepalanya dan juga di bagian lengannya.Ada luka goresan di sana.Seperti bekas kena panah.Mungkin ia akan demam nanti.Luka itu cukup parah.Disisi lain tubuhnya sangat lemah.Ia seperti tidak terawat dalam waktu yang cukup lama."
         Jelas saja pria itu adalah Sanskaar.Ia dipenjara selama satu tahun.Swara mengingat baik2 semua pesan tabib dan segera melihat keadaan pria asing itu.Pria itu membuka matanya,"Tuan.Kau sudah sadar?Syukurlah."
Sanskaar melihat sekelilingnya,"Dimana ini?Kalian siapa?"
Swara menjawab,"Kau ada di rumah kami.Kami menemukanmu di pinggir sungai Kissan.Itu kakekku,nenekku dan ibuku.Kalau aku namaku Swara.Kau sendiri siapa namamu?Bagaimana kau bisa terluka?Apa yang terjadi padamu?"
Sanskaar memegangi kepalanya,"Aku?Siapa aku?...Aaah...apa yang telah terjadi padaku?Aku..tidak ingat apapun..."
Tabib berkata,"Sepertinya ia kehilangan ingatannya akibat luka dikepalanya.Kondisi ini butuh waktu untuk sembuh.Aku pergi dulu."
Kakek dan nenek mengantar tabib keluar,Swara ingat pesan ibunya dan segera menyuapi Sanskaar dengan bubur,"Kau pasti lapar.Makanlah...tubuhmu sangat lemah..."
Sanskaar memandang gadis di hadapannya,"Kalian sungguh baik padaku.Terima kasih..."
            Swara sangat perhatian pada Sanskaar.Malamnya Sanskaar demam seperti kata tabib,dia gelisah dalam tidurnya,"Ayah...ibu...tolong aku..."
Swara mendengarnya dan segera mengambil kompres,'Dia demam tinggi...kasihan dia...jika kakek tidak menemukannya mungkin nyawanya tidak akan tertolong...'
Sarmista memberikan ramuan,"Ini Swara,berikan padanya.Dulu ibu juga pernah merawat orang sakit seperti ini demam tinggi dan mengigau.."
 Sarmista tak meneruskan ucapannya,ia ingat pada masa lalunya,'Shekar...Baginda...dulu kau juga pernah sakit seperti ini...kau pulang dari medan perang dengan luka yang cukup parah...aku diperintahkan merawatmu...sejak itulah kita menjadi dekat...dan...'
Sarmista keluar dari kamar dimana Sanskaar terbaring,Swara melihat ibunya mengusap air mata kala melangkah keluar,'Aneh kenapa ibu menangis?'
Swara hendak pergi tapi Sanskaar memegang selendangnya,"Jangan tinggalkan aku...."
Swara tidak jadi pergi,'Dia terus mengigau...nanti saja aku akan bicara dengan ibu...'
           Sanskaar tiba di Bengali tapi kehilangan ingatannya.Sementara itu Laksya akan dinobatkan menjadi putra mahkota Maheswari.Akankah Sanskaar bisa kembali ke Maheswari?
**see you next part**


Part 8 SWASAN STORIES "OLDEST PRINCE" : Fight For Your Family 
( Berjuang Untuk Keluargamu )

          Dulu saya kecewa sekali karena cuma bisa lihat serial Swaragini kalau di hari libur saja.Hari Sabtu dan Minggu.Sekali tayang saja di Antv bisa 5 eps versi aslinya.Tapi kala hp saya rusak eh adik saya malah mengajari saya cara download video di youtube.Wow!!Saya langsung cari video2 Swaragini.Saya paling suka itu video pas Sanskaar puasa buat Swara sampai terhuyung mau pingsan.Juga video saat pakaian Swara nyangkut pada benang suci Sanskaar.Kini kalau saya pingin lihat Swaragini saya tinggal klik video di hp saya.Sekarang saya ga perlu sedih lagi karena ga bisa nonton Swaragini.Apalagi saya bisa menuangkan impian saya seputar mereka dalam stories saya.Oke yuk lihat Swasan di cerita saya!Oke....

 ~~ RUMAH SWARA...
            Sanskaar sudah turun demamnya,Swara iba melihatnya.Dipandanginya pria malang dihadapannya itu,'Syukurlah demamnya sudah turun.Kupikir aku adalah anak yang malang di dunia ini karena tak tahu soal ayahku.Tapi pria ini dia jauh lebih malang dariku.Setidaknya aku masih punya ibu,kakek dan nenek yang sangat menyayangiku.Sedang dia....namanya sendiri saja dia tak ingat.Apalagi keluarga.Rambutnya panjang dan berjambang sepertinya dia tak terurus dengan baik.Jika orang melihatnya pasti mengira dia adalah orang gila.Entah kenapa melihat dia hatiku ini jadi ikut sedih...'
Kakek Swara datang,"Cucuku kau seharian menjaganya.Sekarang istirahatlah,kakek akan menjaganya di sini."
Swara menggeleng,"Tidak Kakek.Swara takut jika tiba2 demamnya muncul lagi.Kakek saja yang tidur."
           Dalam tidurnya Sanskaar bermimpi melihat dia dikejar2 orang lalu dia juga melihat orang2 tapi dia tak tahu siapa mereka.Mereka semua begitu menghormatinya.Sanskaar terbangun sambil terengah2,"Hhh...hhh..."
Swara memberinya minum,"Kau demam tinggi tadi.Apa kau sudah ingat siapa dirimu?"
Sanskaar menggeleng lemah,"Aku melihat orang2 dalam mimpiku tapi aku tak tahu siapa mereka...maaf aku merepotkan keluargamu..."
Swara gantian yang menggeleng,"Nenekku bilang melakukan kebaikan pada orang lain sama artinya kita sedang menabur kebaikan untuk kita sendiri.Karena hidup itu seperti cermin apa yang kau lemparkan akan terpantulkan kembali nanti."
Sanskaar tersenyum dan mencoba bangun tapi lengannya masih terasa nyeri,"Aahh..."
Swara membantunya kembali berbaring,"Luka di lenganmulah yang membuat kau demam tinggi,aku akan membersihkan lagi lukanya..."
Sanskaar menatap terpesona pada Swara,"Terima kasih...kau..."
Swara menaruh ramuan di luka Sanskaar,"Swara...panggil aku Swara...kau tahan ya karena ini akan terasa sedikit perih..."
Sanskaar tidak merasa perih karena perhatiannya tertuju pada gadis cantik di hadapannya,'Swara...nama yang sangat indah...seindah hatinya...ia merawatku padahal nama saja aku tak punya...'
          Sanskaar berbunyi perutnya,ia malu sekali.Kebetulan Sarmita datang membawa nampan,"Sayang,kau belum makan sejak tadi.Ini ibu bawakan juga bubur buat ..."
Swara menerimanya dan punya ide,"Kami kesulitan memanggilmu...bagaimana jika kami memberimu nama saja?Apa kau setuju?Ibu juga setuju bukan?"
Sarmista mengambil makanan Swara karena ia lihat putrinya itu malah memilih menyuapi pria asing yang mereka tolong,"Terserah kau saja sayang.Tapi kita akan memberi nama apa?"
Swara memandang Sanskaar,"Hmm...bagaimana jika Kissan saja ?Kami menemukanmu di tepi sungai Kissan.Bagaimana?"
Sanskaar setuju,"Kissan...kedengarannya bagus....namaku Kissan...Kau Swara dan Ibu..."
Sarmista tersenyum,"Namaku Sarmista..."
Sanskaar berkata,"Terima kasih Swara dan Ibu Sarmista,kalian sungguh baik padaku..."
Swara memandang Sanskaar,"Kau ini terus saja berterima kasih.Sekarang habiskan buburnya...biar perutmu tak memanggil namaku terus..."
           Sanskaar tak mengerti,Swara tertawa.Sarmista menggelengkan kepala,"Nak Kissan jangan heran dengan putri ibu ini dia memang suka bercanda..."
Sanskaar akhirnya mengerti,"Oh...maksudnya perutku bersuara ya..."
          Swara tersenyum melihat Sanskaar tersenyum,mereka saling pandang.Sarmista memperhatikannya,"Kau juga harus habiskan makananmu sayang..."
Begitulah Sanskaar tinggal di rumah Swara.Ia akan membantu apa saja yang bisa ia lakukan dengan kondisi fisiknya yang masih dalam tahap pemulihan.Hingga tiba waktunya bagi Swara untuk kembali ke istana,Sarmista tampak sedih mempersiapkan segala sesuatunya.Sanskaar heran,"Ibu terlihat sedih.Apa ada yang bisa saya bantu Ibu?"
Sarmista tersenyum,"Kau sudah banyak membantu ibu seharian Kissan,ibu hanya sedih karena Swara harus kembali ke istana..."
Mendengar kata istana,Sanskaar merasa tidak asing mendengarnya dan melihat kelebatan istana Maheswari di kepalanya,"Istana?"
Swara datang,"Benar Kissan.Aku bekerja di istana Bengali sebagai dayang.Istana itu sangat indah,megah dan Yang Mulia sangat baik padaku."
Sanskaar melihat kelebatan bangunan istana dengan pilar2nya yang indah,dan kala Swara menyebut kata 'Yang Mulia ',ia merasa tidak asing disebut begitu.
~~ "Yang Mulia,para pejabat sudah berkumpul di balairung utama..."
"Yang Mulia tiba!!...."
 " Salam Yang Mulia..."~~
          Melihat Sanskaar memegangi kepalanya,Swara menjadi cemas.Didekatinya Sanskaar,"Kau baik2 saja,Kissan?"
Sanskaar duduk,"Aku melihat bayangan2 lagi Swara.Tapi semuanya masih samar."
Swara berpesan padanya,"Kau harus ingat untuk memakai ramuannya.Kau juga harus makan dengan teratur supaya ..."
          Swara tersipu dan tak melanjutkan kata2nya dan malah berpamitan pada keluarganya.Sanskaar memandang pada Sarmista dan Sarmista mengangguk,"Pergilah Kissan.Antar Swara kami ke istana dengan selamat."
Sanskaar segera pergi menyusul Swara,"Swara!!Tunggu!!"
Swara berhenti mendengar teriakan Sanskaar,"Kissan ada apa?Kenapa kau mengikutiku?Pulanglah,kau masih belum pulih benar."
Sanskaar menjawab,"Aku ingin melihat istana.Mungkin jika aku melihatnya aku akan ingat sesuatu.Bolehkan?"
Swara tak bisa menolaknya,"Baiklah.Tapi kau harus menurut padaku."
          Sanskaar senang dan pergilah ia bersama Swara ke istana Bengali.Swara merasa tenang ada Kissan yang menemaninya,'Nanti aku akan minta tabib istana untuk memeriksa Kissan.Kasihan dia.'            Akankah Sanskaar akan kembali ingat masa lalunya jika melihat istana Bengali?**see you next part**


Part 9 ◆◆ OLDEST PRINCE : Resolving ( Menyelesaikan )

            Swaragini pindah jam tayang jadi lebih pagi menggantikan Punarvivaah yang sudah tamat sepertinya.Jujur lihat eps2 sekarang dimana muncul tokoh Kavya rasanya agak sebal2 gimana gitu.Soalnya saya suka peran Roop di Anandhi sebagai Sanchi atau isteri Vivek Kabra tapi saya ga suka peran jahat dia di Swaragini.Yang pasti nanti bakal kebongkar semua.Lihat Swaragini itu seperti lihat kartun conan.Detektif ria.Tapi jujur saya suka alurnya yang ga boseni.Penuh teka teki dan romantis habis.Moga aja kisah saya buat mereka juga bisa romantis he..he..Oke kita lanjut aja story saya.Bayangkan suasananya kayak di Jodha Akbar.Hamesha....

 □◇□ ISTANA BENGALI...
          Raja Shekar nampak memandang dari sotoh istananya,ia memandang ke arah taman sari.Tampak Putri Ragini memainkan alat musik,ibu suri mendekati dan memuji permainannya,"Cucuku memang serba bisa.Alangkah beruntungnya pangeran yang mendapatkan engkau kelak,cucuku."
Ragini memberi salam hormat pada neneknya,"Nenek terlalu memuji.Swara lebih hebat dariku soal memainkan alat musik.Nenek harus melihat permainannya."
Ibu suri mengernyitkan dahinya,"Swara?Siapa dia?"
Ragini bercerita,"Dia dayang yang sering bersamaku Nenek.Dia sudah seperti saudariku saja." Minuman yang dipegang Ibu Suri lepas seketika dari tangannya kala mendengar ucapan Ragini,"Saudari...?"
           Ia memandang ke arah putranya yang nampak menerawang di sotoh istana.Teringat olehnya masa lalu.Masa dimana ia mengusir seorang dayang dari istana karena berani mencintai putranya.Bahkan ia mengancam akan menggugurkan bayi yang dikandung dayang itu jika berani memberitahu putranya bahwa ia sedang mengandung darah dagingnya,"Selama aku hidup,takkan kubiarkan silsilah kerajaan ternoda oleh darah orang kelas rendahan!!Sebaiknya kau pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di istana ini atau aku akan membunuh bayi haram yang kaukandung itu!!"
           Dayang itu pergi dan tak ada kabarnya lagi.Ia hanya tahu bahwa ia melahirkan anak perempuan dan tinggal di pinggiran Bengali.Ragini mendekati neneknya,"Nenek,baik2 saja?Wajah nenek terlihat agak pucat.Sebaiknya nenek kuantar istirahat saja di dalam.Di sini anginnya kencang.Mari nenek,aku akan antar nenek..."
 Parwati mengangguk,"Cucuku,kau jangan terlalu akrab dengan dayangmu.Mereka tetaplah orang yang bekerja untuk melayani kita.Jadi perlakukan mereka sewajarnya saja."
Ragini malah curiga,'Aneh,menyebut soal dayang,wajah Nenek jadi berubah.Ada apa sebenarnya?' Raja Shekar yang mendengar percakapan ibunya dengan Ragini merasa sedih,'Bagaimana aku akan membawa kebenaran ini ke hadapan ibu jika beliau masih keras hatinya?Sarmista,pantas kau selalu menolak untuk kubawa kembali ke istana.Walau dengan susah payah aku bisa membujukmu agar Swara bisa berada dekat denganku.Putri kita seharusnya mendapat seperti apa yang didapat Ragini sekarang tapi karena aku tak mampu melawan kehendak ibuku maka semuanya menjadi seperti sekarang.Maafkan ayahmu ini Swara...mengapa kau belum juga kembali?Ayah rindu padamu...'      Kasih sayang seorang ayah terbelenggu oleh tingginya tembok istana.Mari kita lihat sampai dimana perjalanan Swara menuju istana.

 ¤÷¤ MENDEKATI IBU KOTA BENGALI...
           Swara dan Kissan berjalan menuju ibu kota Bengali dimana istana Bengali berada.Swara yang berparas jelita menutupi wajahnya dengan kerudung.Kissan heran,"Kenapa kau harus menutupi wajahmu?"
Swara berbisik padanya,"Aku ingin mengajakmu melihat keramaian ibu kota.Selagi aku ada diluar istana.Ayo!Nanti aku akan mengajakmu makan pucha.Enak sekali rasanya.Kau pasti suka." Mendengar itu Kissan jadi lapar,"Makanan?Aku mau2..."
Swara tersenyum dan meraih tangan Kissan,"Kalau begitu ayo cepat!"
Kissan memandang tangannya yang dipegang Swara,'Kenapa hatiku merasa hangat bila bersamanya?'
          Merekapun memasuki ibu kota dan menikmati keramaian di sana.Kissan kembali mendapat kilasan memorinya,'Aku juga pernah melihat kota seramai ini tapi dimana?'
Swara melihat penjual makanan,"Kissan,ayo kita ke sana!"
          Mereka menikmati makanan bersama,Kissan sangat bahagia.Swara menyuapinya,"Coba yang ini!Ini lebih pedas tapi nikmat!"
Kissan memakannya dari tangan Swara,"Iya enak sekali.Apalagi kalau makannya dari tangan orang lain.He..he.."
Swara malu dan memandang ke tempat lain,"Kissan,lihat ada penjual boneka.Ayo ke sana!"
         Kissan mengikuti Swara,namun kala sedang memilih boneka yang akan dibeli,datanglah segerombolan pria meminta uang keamanan kepada si penjual boneka.Mereka kasar sekali,"Hey Pak Tua!Cepat berikan uang keamanannya!!"
Si penjual ketakutan dan segera memberikan uang,"Ini Tuan.."
Namun mereka tidak puas,"Apa2an ini sedikit sekali?Kau pikir kami pengemis?"
Swara tak suka melihatnya,"Kurasa kalian bahkan lebih buruk dari seorang pengemis...setidaknya seorang pengemis tidak meminta dengan paksa..."
Mendengar hal itu mereka marah dan hendak menarik kerudung Swara,"Rupanya kau seorang gadis cantik yang pintar bicara...sebaiknya kau ikut kami sebagai gantinya..."
Kissan segera menghajar mereka,"Jangan berani menyentuh gadis ini!!"
 Merasa kewalahan salah satu dari mereka mengeluarkan pisau,Swara menjerit melihatnya,"Kissan awas!!"
          Kissan terluka tangannya menahan pisau tapi berhasil mengalahkan mereka semua.Saat itulah Swara melihat pengawal istana datang,"Pengawal!!Tangkap mereka!"
Pengawal itu mendekat,"Bukankah kau dayang putri Ragini?"
Swara mengangguk,"Benar,aku dayang Tuan Putri.Mereka ini menggangguku,cepat kau bawa mereka!"
Para penjahat itu ditangkap sedang Swara segera membalut luka Kissan,"Kau jadi terluka karena aku...maaf..."
Kissan tersenyum,"Tidak perlu minta maaf justru aku kagum pada keberanianmu membela kebenaran..."
Si penjual boneka mendekati mereka,"Kalian telah menolongku,para berandalan tadi sering meresahkan para pedagang disini.Sebagai ucapan terima kasih kumohon terimalah boneka ini." Sepasang boneka diberikan pada Kissan,"Sebaiknya ini untukmu Swara..."
Swara menyimpannya,"Sepasang boneka pengantin.Ini indah sekali.Terima kasih..."
Swara memandang Kissan yang terluka,"Sebaiknya kita segera ke istana.Disana ada tabib yang bisa mengobatimu dengan lebih baik."
          Merekapun sampai di gerbang istana,Swara memberitahu siapa dirinya,"Aku dayang putri Ragini.Ijinkan aku masuk."
Swara boleh masuk tapi Kissan dilarang masuk,"Siapa dia?"
Swara menjawab,"Dia datang bersamaku.Biarkan dia masuk.Aku yang akan menjaminnya."    Kissanpun diperbolehkan masuk.Apakah yang akan terjadi dengan Kissan di istana Bengali?**see you next part **


SWASAN STORIES "OLDEST PRINCE" Part 10 : Rekindle Love In Family
 ( Mengobarkan Cinta Dalam Keluarga )

           Swaragini memasuki eps2 mendebarkan,menyedihkan dan menegangkan.Rajat hilang dan muncul newcomer yaitu Sahil.Banyak hal yang akan dilakukan Sahil untuk mendapatkan Swara.Menyamar sebagai pendeta,menculik Swara bahkan mencoba membunuh Sanskaar dengan gas beracun dan penembak jitu.Bersiaplah melihat action Sanskaar berkelahi sampai terluka dan kemudian Swara merawat lukanya dan keduanya malah bermesraan.Tapi itu masih lama.Harus melewati fase Kissan dulu.Jadi sekarang kita lanjut aja kisah swasan versi saya:Pangeran Sulung.Yeh vadahai....

 ¤♡¤ ISTANA MAHESWARI....
Permaisuri Sujata baru saja selesai berdoa kala Pangeran Laksya datang menemuinya,"Salam hormat Ibu Ratu..."
Sujata memberkati Laksya,"Semoga diberkati...Kenapa kau malah kemari?Bukankah harusnya kau menemui Yang Mulia?"
Laksya sedih memandang Sujata yang nampak lebih kurus,"Aku tidak akan pergi tanpa restu Ibu.Lagipula sebenarnya aku tak ingin penobatan ini.Bagiku posisi Penerus Tahta adalah milik..." Sujata tersenyum pilu,"Walau telah satu tahun berlalu tapi kita tetap tak bisa menghapus kenangan Sanskaar dalam istana ini.Laksya,meski ibu bukan ibu kandungmu tapi kau sudah ibu anggap putra ibu sendiri.Kau harus menerima penobatan ini.Kau tahu bagaimana kakakmu akan kecewa jika kau tidak menerima posisi ini.Kau ingat apa yang selalu kaujanjikan padanya bukan?"
 Laksya menghela nafas,"Tentu Ibu.Aku berjanji bahwa aku akan selalu membantunya menjaga kerajaan dan membantu ayah."
Laksya berkaca2,"Tapi tetap saja aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk menjadi pewaris tahta Ibu.Kak Sanskaar jauh lebih mengerti mengenai tata negara daripada aku,Ibu."
 Sujata mengusap wajah Laksya,"Kau adalah bayangannya.Kalian itu sama.Kau ingat sejak kecil Sanskaar menjagamu.Ia sangat sayang padamu.Ia akan bahagia jika kau bisa memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya yang tak bisa ia penuhi."
Laksya memandang ke arah kamar kakaknya,'Biasanya kakak akan menghabiskan waktu dengan tanaman2 peliharaannya bila sedang dalam dilema.Mulai kini aku akan merawat tanaman2nya.Ya aku juga akan merawat kerajaan ini.Kakak tenang saja.'
Sujata ingat akan mimpinya semalam,'Aku bermimpi tentang Sanskaar semalam.Dia menunjukkan peta kerajaan Bengali padaku.Aneh sekali...apa artinya ya?'
Laksya heran melihat Sujata tampak gelisah,"Ada apa Ibu?Ada yang mengganggu Ibu?"
Sujata melangkah bersama Laksya menuju balairung utama,"Ibu hanya merasa bahwa ayahmu telah membuat keputusan yang kurang bijak Laksya.Ini mengenai kerajaan Bengali.Dulu kita bersahabat dan pasti dalam acara sepenting ini kita akan mengundang mereka untuk datang.Tapi kini kedua kerajaan tak lagi bersahabat.Ibu harap kau bisa membujuk ayahmu untuk perkara ini.Sampai kini ibu yakin kakakmu itu masih hidup.Ibu yakin suatu saat ia akan kembali kepada kita."
Laksya jadi teringat ucapan Swara dulu,'Benarkah perkataan dayang itu bahwa jasad yang ditemukan itu bukan jasad kak Sanskaar?Benarkah semua ini rekayasa seseorang?Tapi siapa yang tega melakukan hal serendah itu?Jika ayah mencurigai adik raja Ram dari Mumbai lalu kenapa ayah masih memusuhi Bengali?'
Saat itu mendekatlah Annapoorna ke arah mereka,"Rupanya kau bersama Permaisuri Sujata..." Laksya memandang ibunya,"Salam ibu..."
Annapoorna melirik Sujata,"Maafkan putraku Sujata dia pasti membuatmu terkenang pada mendiang putramu.Aku sudah menasehatinya untuk tidak mengganggumu.Tapi kau tahu sendiri,ia tak pernah menurut padaku..."
Sujata tercekat mendengarnya,'Sejak hilangnya Sanskaar,Annapoorna selalu mengejekku.Ia seperti begitu bahagia atas apa yang menimpa putraku.Tapi tak apa...biarkan saja.'
 Sujata tak menanggapi sindiran Annapoorna,"Yang Mulia sudah menunggu,mari kita bergegas..." Laksya malah berjanji dalam hatinya,'Aku akan membujuk ayah untuk memaafkan Bengali.Lagipula buat apa raja Bengali mencelakai kak Sanskaar?'

 ¤~¤ ISTANA BENGALI...
Sanskaar memandangi indahnya bangunan istana Bengali,"Ini sangat indah Swara...lihat tamannya sangat asri..."
Swara tersenyum,"Wajahmu berseri2 sekali melihat tanaman,Kissan."
 Sanskaar kembali mendapat kilasan memorinya,ia melihat bangunan sama megahnya dengan istana Bengali,'Dimanakah tempat yang kulihat dalam ingatanku itu?Dimana?'
Sanskaar memegangi kepalanya,Swara jadi cemas,"Kau pusing lagi?Sebaiknya kita ke tabib istana dulu.Ayo aku akan membawamu ke sana."
          Sanskaar menurut dan mengikuti Swara.Sementara itu berita kedatangan Swara sampai ke telinga Putri Ragini,"Benarkah Swara sudah kembali?Bagus sekali!Suruh ia menghadapku."
Raja Shekar yang kebetulan bersama dengan putrinya ikut senang mengetahuinya,'Akhirnya Swara kembali.Putriku satunya kembali...'
          Akan bertemukah Sanskaar dengan Raja Shekar?**see you next part**