Eps 25 ◇↓◇↓◇ ARJUN : Berpikir Salah
Sebuah cerita legenda yang berasal dari negeri Irak sana.Suatu kali ada seorang musafir naik kuda menuju kota Bagdad.Saat dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang berpakaian serba hitam menaiki onta menuju ke Bagdad juga.Anehnya lagi ontanya itu warnanya juga hitam.Merasa heran,iapun bertanya pada musafir serba hitam itu,"Anda ini mau ke Bagdad juga ya?"
Musafir serba hitam itu menjawab,"Iya.Saya mendapat tugas untuk ke sana."
Makin penasaran dengan penampilan orang itu,iapun bertanya lagi,"Kenapa penampilan Anda sangat aneh?Baru kali ini saya melihat onta berwarna hitam seperti yang Anda naiki ini.Siapakah Anda sebenarnya?"
Tahukah kalian siapa orang itu?Ternyata dia adalah malaikat pencabut nyawa,"Saya ditugaskan untuk menjemput 8000 orang yang terkena wabah sampar yang sedang melanda Bagdad."
Sang musafir kaget,"Banyak sekali korban dari wabah itu."
Si malaikat pencabut nyawa itu malah berkata,"Itu belum seberapa karena sebentar lagi teman saya akan datang untuk menjemput lebih banyak lagi orang yang ketakutan akibat merebaknya wabah itu.Ia akan menjemput 42ribu orang.Lebih banyak bukan dari yang kujemput?"
◆↑◆↑◆ SALAH SATU SUDUT ISTANA ASIA....
Berlari dengan air mata berlinang,Evi tak peduli kemana kakinya membawanya.Ia hanya ingin meratapi nasibnya,'Kakak tak peduli padaku.Bagaimana mungkin ada orang kembar sebanyak 40 pasang di temukan dalam waktu singkat.Kakak Saiful memang hanya ingin aku selalu hidup sendiri.Ia tak peduli pada kebahagiaanku.Lalu untuk apa aku hidup.Baru syarat pertama saja sulitnya seperti ini apalagi syarat selanjutnya.Lebih baik aku lenyap dari dunia ini sehingga tak usah menyusahkan siapa2 lagi terutama kanda Irwan.Kasihan dia...'
Kebetulan Evi menabrak Aty yang sedang menyiapkan makanan untuk Pangeran George,"Auww!Awas Putri Evi kau kenapa menabrakku?Apa kau tak bisa melihat badanku segede ini?Aneh..."
Evi segera minta maaf,"Maaf Kak Aty...aku tak melihat kakak di depanku...maaf..."
Evi segera pergi dipandangi oleh raut keheranan dari Aty,'Badan segede gori gini dia ga lihat?Wah apa aku punya ilmu kasat mata ya?Jangan2 kanda George juga ga bisa melihatku.Gawat dong...'
Aty melihat Pangeran George melangkah ke arah balairung utama,ia segera menghalangi jalan pujaan hatinya itu.Direntangkannya tangannya sambil melihat ekspresi kekasihnya itu,tentu saja George heran. "Aty!!Kamu ini ngajak aku main apa sih pakai acara menghalang2i langkahku?Ayo minggir aku mau ke dapur!"
Aty jadi sumringah,"Pangeran bisa lihat saya?Beneran?"
George jadi bingung,"Gimana ga lihat kamu segede ini masak aku ga lihat.Aneh!"
Aty lalu mengikuti George ke dapur dengan hati riang,'Bagus deh.Berarti putri Evi aja yang lagi galau sehingga ga bisa lihat diriku...'
Sementara itu Razi mengejar Evi dengan cemas,"Kalian lihat adikku?"
Aty menjawab,"Tadi dia menabrakku.Dia lari ke arah sana."
Razi segera menuju ke arah yang ditunjuk Aty,'Gawat!Adikku itu anaknya pendiam dan selalu memikirkan segala sesuatu secara berlebihan dan mendalam.Dia pasti berpikir yang tidak2 mengetahui syarat dari kakak pertama...aku harus mencegahnya berbuat hal2 yang nekad.'
Benar dugaan Razi,Evi mencoba bunuh diri dengan menaiki tembok istana dan hendak menjatuhkan dirinya dari sana.Razi berusaha mencegahnya,"Adikku!!Jangan begitu!Kau akan menyakiti orang2 yang mencintaimu.Pikirkan Pangeran Irwan.Dia akan sedih jika kau mengakhiri hidupmu."
Evi membuat heboh istana Asia,para prajurit segera bersiaga di sekitar area fan sebagian disuruh Razi untuk memanggil Irwan yang sedang bersiap2 hendak berkelana mencari 40 pasang orang kembar,"Cepat beritahu Pangeran Irwan!Hanya dia yang bisa membujuk adikku.Cepat!!"
Saiful juga panik lihat kelakuan Evi,"Adikku!Kau jangan loncat dari sana.Itu tinggi sekali adikku.Kau akan terluka."
Saiful mencoba mendekat dan memerintahkan Razi untuk membuat barier dengan kekuatannya sehingga Evi tidak akan bisa jatuh.Razi menurut tapi Evi mengetahui rencana itu dan mengeluarkan patrem dari pinggangnya.Patrem itu sejenis keris namun kecil ukurannya.Dia menghunusnya,"Kalian jangan mendekat!Atau aku akan menghunjamkan patrem ini ke jantungku!!" Irwan datang dengan terengah2,"Dinda!!Apa yang kaulakukan?Mengapa kau mau meninggalkanku?" Evi berkaca2 melihat pria yang ia cintai,"Buat apa aku hidup?Aku hanya akan menyusahkanmu saja.Kau akan mendapat banyak kesulitan karena aku.Cinta kita mustahil,kanda.Jadi biar kakak Saiful senang aku akan mengakhiri semuanya saja.Biar tak ada lagi yang disusahkan karena aku."
Saiful cemas dan memohon pada Irwan untuk menyelamatkan adiknya,"Pangeran Irwan.Aku mohon bujuk dia...kumohon...aku janji dua syarat yang lain akan aku batalkan asal kau bisa membujuk Evi turun dari sana."
Irwan terus mengajak Evi bicara sementara,"Dinda kau dengar itu?Kakakmu menghapuskan dua syarat lainnya.Kau jangan putus asa dan berpikiran sempit.Banyak orang kembar di dunia ini.Kau harus percaya bahwa aku bisa menemukan mereka."
Evi masih ragu,"Berapa lama kau akan mencarinya kanda?Bisa bertahun2 kau akan berkelana.Tidak!Lebih baik aku mati saja...daripada terpisah jauh dari kanda..."
Saiful akhirnya angkat bicara,"Adikku orang kembar sebanyak itu memang ada.Di sebuah negeri yang pernah kukunjungi aku pernah melihatnya sendiri.Rajanya memiliki 40 anak kembar.Dia memiliki isteri yang sangat banyak dan memang dia memiliki garis keturunan melahirkan orang kembar.Jadi permintaan kakak itu bukan hal mustahil adikku."
Mendengar itu Razi tersenyum,'Akhirnya kakak membongkar cara memenuhi syaratnya itu.Pasti kerajaan Nusa Dua disanalah kakak pernah cerita soal keanehan orang kembar.'
Irwan meraih jemari Evi,"Berikan patremnya padaku dinda...berikan padaku..."
Evi memandang pada Razi yang membalas dengan anggukan,Evi memberikan patremnya pada Irwan dan Irwan segera meraih putri Sulawesi itu dalam gendongannya dan membawanya turun dari ketinggian,"Kau membuatku takut dinda..."
Evi malah memeluk Irwan erat2,"Aku hanya merasa betapa nelangsanya cinta kita kanda..."
Irwan mengusap kepala Evi,"Berjanjilah padaku dinda.Bahwa kau takkan berbuat nekad lagi seperti ini."
Evi mengangguk,"Iya kanda aku janji."
Saiful lega meski ia harus menyaksikan bagaimana nyamannya Evi dalam pelukan Irwan.Reza dan Danang kesal melihat semua yang terjadi.Usai menenangkan Evi,Irwan lalu pamitan pada semuanya bahwa ia akan segera mencari 40 orang kembar.Razi berbisik padanya,"Pergilah ke Kerajaan Nusa Dua di ujung timur.Kau akan menemukan apa yang kau cari."
Reza sendiri juga berpamitan dan telah diberitahu oleh Saiful dimana menemukan 40 orang kembar itu.Danang sendiri memilih kembali ke Andalas sedangkan Saiful dan Razi akan membawa Evi kembali ke Sulawesi.Berhasilkah Irwan menemukan negeri Nusa Dua?***see you next eps***
↓↓↓ NEGERI NUSA DUA...
Bencana alam tengah melanda negeri Nusa Dua.Gunung yang paling tinggi di sana tiba2 meletus.Baginda Raja Paije bersedih hati,"Mengapa setelah sekian lama tak pernah meletus tiba2 gunung itu meletus,Penasehat?"
Penasehatnya hanya bisa berkata,"Mungkin kita kurang menabur kebaikan Baginda.Lihatlah banyak musibah melanda negeri,banjir dimana2 belum tanah longsor dan puting beliung."
Baginda Paije merenung,"Kebaikan apa yang harus kulakukan Penasehat?"
Saat itulah seorang pengawal melaporkan bahwa ada tamu dari kerajaan lain datang ingin menghadap.Baginda Paije memandang penasehatnya,"Apakah ini sebuah petunjuk Penasehat?" Penasehatnya menjawab,"Sepertinya Baginda harus mencari tahu dulu apa maksud kedatangan mereka.Mari Baginda."
Ternyata yang datang adalah Pangeran Reza.Ia telah meminta Danang untuk menghalangi Irwan sampai ke negeri Nusa Dua.Reza membawa surat dari Saiful yang mengatakan,"Mengingat persahabatan kita,terimalah permintaan Pangeran Reza untuk memenuhi persyaratan yang kuajukan padanya untuk bisa menikahi adikku,Putri Evi."
Membaca pesan itu,Paije jadi heran,"Apa syarat yang Raja Saiful maksudkan?"
Reza berkata,"Ijinkanlah ke-40 putra kembarmu untuk pergi bersamaku ke negeri Sulawesi."
Baginda Paije sebenarnya ingin memenuhi pesan sahabatnya tapi keadaan tak memungkinkannya melepas putra2 kembarnya ke negeri lain sedang negeri sendiri sedang dalam musibah besar.Paije merasa bingung,"Aku bukannya tak ingin membantumu,tapi negeriku sedang dalam bencana.Ke-40 putraku sedang membantu rakyat sekarang.Tunggulah sampai bencana berlalu.Bagaimana?"
Reza malah kesal,"Tak bisa.Harus secepatnya!"
Reza memang diwanti2 oleh Danang agar secepatnya membawa ke-40 putra kembar Raja Paije sebab ia tak yakin bisa menahan langkah Irwan lebih lama.Melihat sikap Reza yang terkesan memaksa justru membuat Raja Paije enggan membantunya,"Hey,anak muda!Kau lancang bicara!Ingat kau mungkin kenal dengan sahabatku,Saiful tapi 40 orang kembar yang kau minta itu adalah tetap putra2ku jadi aku berhak sepenuhnya atas mereka!"
Reza malah diusir dari kerajaan Nusa Dua,"Aku tak sudi menerima tamu kurang ajar sepertimu!!Enyah dari istanaku!!Kau hanya memikirkan dirimu sendiri.Kau tak peduli pada sekitarmu.Apa kau tak lihat bahwa kerajaanku sedang dalam kondisi darurat bencana.Kau malah hendak membawa ke-40 putraku demi ambisimu sendiri.Pergi kau dari hadapanku!!"
Reza balik mengancam,"Anda tak takut aku akan melaporkan semuanya pada Raja Saiful?"
Paije kian berang,"Bagus sekali kau kini berani mengancamku.Aku malah ragu jangan2 kau cuma mengaku2 saja kenal dengan Sahabatku Saiful.Sudah jangan banyak bicara cepat kau pergi sebelum aku murka dan menjebloskanmu ke dalam penjara bawah tanah!"
Reza pergi dengan kesal.Sementara itu Irwan malah berkeliling negeri Nusa Dua karena langkahnya terus saja diblok oleh Danang.Akibatnya ia malah sampai di lokasi bencana.Ia melihat seorang pria menolong para korban banjir dengan kesaktiannya.Namun tiba2 banjir bandang datang,pria itu terbawa arus.Irwan segera menolongnya,"Panah sakti!!"
Panah2 sakti Irwan menjadi pegangan bagi pria itu sehingga dia bisa selamat.Pria itu berterima kasih,"Kisanak,terima kasih kau telah menyelamatkanku.Siapa namamu?"
Irwan memandang wajah pria itu,"Namaku Irwan.Aku dari kerajaan Asia.Sepertinya negeri ini sedang dilanda musibah.Aku akan membantumu menyelamatkan para korban bencana."
Irwan mengesampingkan urusan pribadinya demi keselamatan orang banyak.Hal itu memukau pria yang tadi ditolongnya,"Kau sungguh berhati mulia Kisanak.Terima kasih mau membantu rakyat di negeriku."
Irwan juga membantu para korban tanah longsor,dengan panah saktinya ia menahan tanah agar tidak ambles ke bawah.Seorang pria yang hampir tertimbun berhasil diselamatkannya,namun ia terkejut melihat wajah pria itu,"Kau lagi?Bukannya kau yang tadi kutolong dari banjir bandang?Aku tadi melihatmu pergi ke arah sana.Kenapa bisa kau disini?Aneh."
Pria itu tersenyum,"Namaku Restu Bumi.Yang kau lihat tadi pasti saudaraku Restu Banyu."
Irwan hanya manggut2,'Pantas disebut negeri Nusa Dua.Disini banyak orang kembar.'
Di lokasi lain Irwan juga menolong seorang pria lagi.Pria itu hampir saja tertimpa pohon besar yang dihantam puting beliung.Namun Irwan kaget kala melihat wajah pria yang ditolongnya,"Astaga!Kau?Apakah kau punya kembaran lebih dari dua?"
Pria itu menjawab,"Namaku Restu Bayu.Pasti kau telah bertemu saudara2ku yang lain."
Irwan lalu diajak Restu Bayu,"Sebagai ucapan terima kasih sudilah kiranya kisanak mampir ke kediaman kami."
Irwan akhirnya sampai diistana Nusa Dua,ia kian terkejut kala melihat para pria berwajah sama dengan yang ditolongnya berdiri dekat Baginda Paije,"Kalian juga disini?"
Namun para pria itu malah heran,"Kami merasa tak pernah bertemu denganmu sebelumnya."
Restu Bumi dan Restu Banyu datang,"Saudara Irwan!!Ayo masuklah!!"
Siapakah sebenarnya Restu Banyu,Restu bayu dan Restu Bumi sebenarnya?***see you next eps***
Musafir serba hitam itu menjawab,"Iya.Saya mendapat tugas untuk ke sana."
Makin penasaran dengan penampilan orang itu,iapun bertanya lagi,"Kenapa penampilan Anda sangat aneh?Baru kali ini saya melihat onta berwarna hitam seperti yang Anda naiki ini.Siapakah Anda sebenarnya?"
Tahukah kalian siapa orang itu?Ternyata dia adalah malaikat pencabut nyawa,"Saya ditugaskan untuk menjemput 8000 orang yang terkena wabah sampar yang sedang melanda Bagdad."
Sang musafir kaget,"Banyak sekali korban dari wabah itu."
Si malaikat pencabut nyawa itu malah berkata,"Itu belum seberapa karena sebentar lagi teman saya akan datang untuk menjemput lebih banyak lagi orang yang ketakutan akibat merebaknya wabah itu.Ia akan menjemput 42ribu orang.Lebih banyak bukan dari yang kujemput?"
◆↑◆↑◆ SALAH SATU SUDUT ISTANA ASIA....
Berlari dengan air mata berlinang,Evi tak peduli kemana kakinya membawanya.Ia hanya ingin meratapi nasibnya,'Kakak tak peduli padaku.Bagaimana mungkin ada orang kembar sebanyak 40 pasang di temukan dalam waktu singkat.Kakak Saiful memang hanya ingin aku selalu hidup sendiri.Ia tak peduli pada kebahagiaanku.Lalu untuk apa aku hidup.Baru syarat pertama saja sulitnya seperti ini apalagi syarat selanjutnya.Lebih baik aku lenyap dari dunia ini sehingga tak usah menyusahkan siapa2 lagi terutama kanda Irwan.Kasihan dia...'
Kebetulan Evi menabrak Aty yang sedang menyiapkan makanan untuk Pangeran George,"Auww!Awas Putri Evi kau kenapa menabrakku?Apa kau tak bisa melihat badanku segede ini?Aneh..."
Evi segera minta maaf,"Maaf Kak Aty...aku tak melihat kakak di depanku...maaf..."
Evi segera pergi dipandangi oleh raut keheranan dari Aty,'Badan segede gori gini dia ga lihat?Wah apa aku punya ilmu kasat mata ya?Jangan2 kanda George juga ga bisa melihatku.Gawat dong...'
Aty melihat Pangeran George melangkah ke arah balairung utama,ia segera menghalangi jalan pujaan hatinya itu.Direntangkannya tangannya sambil melihat ekspresi kekasihnya itu,tentu saja George heran. "Aty!!Kamu ini ngajak aku main apa sih pakai acara menghalang2i langkahku?Ayo minggir aku mau ke dapur!"
Aty jadi sumringah,"Pangeran bisa lihat saya?Beneran?"
George jadi bingung,"Gimana ga lihat kamu segede ini masak aku ga lihat.Aneh!"
Aty lalu mengikuti George ke dapur dengan hati riang,'Bagus deh.Berarti putri Evi aja yang lagi galau sehingga ga bisa lihat diriku...'
Sementara itu Razi mengejar Evi dengan cemas,"Kalian lihat adikku?"
Aty menjawab,"Tadi dia menabrakku.Dia lari ke arah sana."
Razi segera menuju ke arah yang ditunjuk Aty,'Gawat!Adikku itu anaknya pendiam dan selalu memikirkan segala sesuatu secara berlebihan dan mendalam.Dia pasti berpikir yang tidak2 mengetahui syarat dari kakak pertama...aku harus mencegahnya berbuat hal2 yang nekad.'
Benar dugaan Razi,Evi mencoba bunuh diri dengan menaiki tembok istana dan hendak menjatuhkan dirinya dari sana.Razi berusaha mencegahnya,"Adikku!!Jangan begitu!Kau akan menyakiti orang2 yang mencintaimu.Pikirkan Pangeran Irwan.Dia akan sedih jika kau mengakhiri hidupmu."
Evi membuat heboh istana Asia,para prajurit segera bersiaga di sekitar area fan sebagian disuruh Razi untuk memanggil Irwan yang sedang bersiap2 hendak berkelana mencari 40 pasang orang kembar,"Cepat beritahu Pangeran Irwan!Hanya dia yang bisa membujuk adikku.Cepat!!"
Saiful juga panik lihat kelakuan Evi,"Adikku!Kau jangan loncat dari sana.Itu tinggi sekali adikku.Kau akan terluka."
Saiful mencoba mendekat dan memerintahkan Razi untuk membuat barier dengan kekuatannya sehingga Evi tidak akan bisa jatuh.Razi menurut tapi Evi mengetahui rencana itu dan mengeluarkan patrem dari pinggangnya.Patrem itu sejenis keris namun kecil ukurannya.Dia menghunusnya,"Kalian jangan mendekat!Atau aku akan menghunjamkan patrem ini ke jantungku!!" Irwan datang dengan terengah2,"Dinda!!Apa yang kaulakukan?Mengapa kau mau meninggalkanku?" Evi berkaca2 melihat pria yang ia cintai,"Buat apa aku hidup?Aku hanya akan menyusahkanmu saja.Kau akan mendapat banyak kesulitan karena aku.Cinta kita mustahil,kanda.Jadi biar kakak Saiful senang aku akan mengakhiri semuanya saja.Biar tak ada lagi yang disusahkan karena aku."
Saiful cemas dan memohon pada Irwan untuk menyelamatkan adiknya,"Pangeran Irwan.Aku mohon bujuk dia...kumohon...aku janji dua syarat yang lain akan aku batalkan asal kau bisa membujuk Evi turun dari sana."
Irwan terus mengajak Evi bicara sementara,"Dinda kau dengar itu?Kakakmu menghapuskan dua syarat lainnya.Kau jangan putus asa dan berpikiran sempit.Banyak orang kembar di dunia ini.Kau harus percaya bahwa aku bisa menemukan mereka."
Evi masih ragu,"Berapa lama kau akan mencarinya kanda?Bisa bertahun2 kau akan berkelana.Tidak!Lebih baik aku mati saja...daripada terpisah jauh dari kanda..."
Saiful akhirnya angkat bicara,"Adikku orang kembar sebanyak itu memang ada.Di sebuah negeri yang pernah kukunjungi aku pernah melihatnya sendiri.Rajanya memiliki 40 anak kembar.Dia memiliki isteri yang sangat banyak dan memang dia memiliki garis keturunan melahirkan orang kembar.Jadi permintaan kakak itu bukan hal mustahil adikku."
Mendengar itu Razi tersenyum,'Akhirnya kakak membongkar cara memenuhi syaratnya itu.Pasti kerajaan Nusa Dua disanalah kakak pernah cerita soal keanehan orang kembar.'
Irwan meraih jemari Evi,"Berikan patremnya padaku dinda...berikan padaku..."
Evi memandang pada Razi yang membalas dengan anggukan,Evi memberikan patremnya pada Irwan dan Irwan segera meraih putri Sulawesi itu dalam gendongannya dan membawanya turun dari ketinggian,"Kau membuatku takut dinda..."
Evi malah memeluk Irwan erat2,"Aku hanya merasa betapa nelangsanya cinta kita kanda..."
Irwan mengusap kepala Evi,"Berjanjilah padaku dinda.Bahwa kau takkan berbuat nekad lagi seperti ini."
Evi mengangguk,"Iya kanda aku janji."
Saiful lega meski ia harus menyaksikan bagaimana nyamannya Evi dalam pelukan Irwan.Reza dan Danang kesal melihat semua yang terjadi.Usai menenangkan Evi,Irwan lalu pamitan pada semuanya bahwa ia akan segera mencari 40 orang kembar.Razi berbisik padanya,"Pergilah ke Kerajaan Nusa Dua di ujung timur.Kau akan menemukan apa yang kau cari."
Reza sendiri juga berpamitan dan telah diberitahu oleh Saiful dimana menemukan 40 orang kembar itu.Danang sendiri memilih kembali ke Andalas sedangkan Saiful dan Razi akan membawa Evi kembali ke Sulawesi.Berhasilkah Irwan menemukan negeri Nusa Dua?***see you next eps***
Eps 26 → ARJUN : Unto My Path ( Pada Langkahku )
↓↓↓ NEGERI NUSA DUA...
Bencana alam tengah melanda negeri Nusa Dua.Gunung yang paling tinggi di sana tiba2 meletus.Baginda Raja Paije bersedih hati,"Mengapa setelah sekian lama tak pernah meletus tiba2 gunung itu meletus,Penasehat?"
Penasehatnya hanya bisa berkata,"Mungkin kita kurang menabur kebaikan Baginda.Lihatlah banyak musibah melanda negeri,banjir dimana2 belum tanah longsor dan puting beliung."
Baginda Paije merenung,"Kebaikan apa yang harus kulakukan Penasehat?"
Saat itulah seorang pengawal melaporkan bahwa ada tamu dari kerajaan lain datang ingin menghadap.Baginda Paije memandang penasehatnya,"Apakah ini sebuah petunjuk Penasehat?" Penasehatnya menjawab,"Sepertinya Baginda harus mencari tahu dulu apa maksud kedatangan mereka.Mari Baginda."
Ternyata yang datang adalah Pangeran Reza.Ia telah meminta Danang untuk menghalangi Irwan sampai ke negeri Nusa Dua.Reza membawa surat dari Saiful yang mengatakan,"Mengingat persahabatan kita,terimalah permintaan Pangeran Reza untuk memenuhi persyaratan yang kuajukan padanya untuk bisa menikahi adikku,Putri Evi."
Membaca pesan itu,Paije jadi heran,"Apa syarat yang Raja Saiful maksudkan?"
Reza berkata,"Ijinkanlah ke-40 putra kembarmu untuk pergi bersamaku ke negeri Sulawesi."
Baginda Paije sebenarnya ingin memenuhi pesan sahabatnya tapi keadaan tak memungkinkannya melepas putra2 kembarnya ke negeri lain sedang negeri sendiri sedang dalam musibah besar.Paije merasa bingung,"Aku bukannya tak ingin membantumu,tapi negeriku sedang dalam bencana.Ke-40 putraku sedang membantu rakyat sekarang.Tunggulah sampai bencana berlalu.Bagaimana?"
Reza malah kesal,"Tak bisa.Harus secepatnya!"
Reza memang diwanti2 oleh Danang agar secepatnya membawa ke-40 putra kembar Raja Paije sebab ia tak yakin bisa menahan langkah Irwan lebih lama.Melihat sikap Reza yang terkesan memaksa justru membuat Raja Paije enggan membantunya,"Hey,anak muda!Kau lancang bicara!Ingat kau mungkin kenal dengan sahabatku,Saiful tapi 40 orang kembar yang kau minta itu adalah tetap putra2ku jadi aku berhak sepenuhnya atas mereka!"
Reza malah diusir dari kerajaan Nusa Dua,"Aku tak sudi menerima tamu kurang ajar sepertimu!!Enyah dari istanaku!!Kau hanya memikirkan dirimu sendiri.Kau tak peduli pada sekitarmu.Apa kau tak lihat bahwa kerajaanku sedang dalam kondisi darurat bencana.Kau malah hendak membawa ke-40 putraku demi ambisimu sendiri.Pergi kau dari hadapanku!!"
Reza balik mengancam,"Anda tak takut aku akan melaporkan semuanya pada Raja Saiful?"
Paije kian berang,"Bagus sekali kau kini berani mengancamku.Aku malah ragu jangan2 kau cuma mengaku2 saja kenal dengan Sahabatku Saiful.Sudah jangan banyak bicara cepat kau pergi sebelum aku murka dan menjebloskanmu ke dalam penjara bawah tanah!"
Reza pergi dengan kesal.Sementara itu Irwan malah berkeliling negeri Nusa Dua karena langkahnya terus saja diblok oleh Danang.Akibatnya ia malah sampai di lokasi bencana.Ia melihat seorang pria menolong para korban banjir dengan kesaktiannya.Namun tiba2 banjir bandang datang,pria itu terbawa arus.Irwan segera menolongnya,"Panah sakti!!"
Panah2 sakti Irwan menjadi pegangan bagi pria itu sehingga dia bisa selamat.Pria itu berterima kasih,"Kisanak,terima kasih kau telah menyelamatkanku.Siapa namamu?"
Irwan memandang wajah pria itu,"Namaku Irwan.Aku dari kerajaan Asia.Sepertinya negeri ini sedang dilanda musibah.Aku akan membantumu menyelamatkan para korban bencana."
Irwan mengesampingkan urusan pribadinya demi keselamatan orang banyak.Hal itu memukau pria yang tadi ditolongnya,"Kau sungguh berhati mulia Kisanak.Terima kasih mau membantu rakyat di negeriku."
Irwan juga membantu para korban tanah longsor,dengan panah saktinya ia menahan tanah agar tidak ambles ke bawah.Seorang pria yang hampir tertimbun berhasil diselamatkannya,namun ia terkejut melihat wajah pria itu,"Kau lagi?Bukannya kau yang tadi kutolong dari banjir bandang?Aku tadi melihatmu pergi ke arah sana.Kenapa bisa kau disini?Aneh."
Pria itu tersenyum,"Namaku Restu Bumi.Yang kau lihat tadi pasti saudaraku Restu Banyu."
Irwan hanya manggut2,'Pantas disebut negeri Nusa Dua.Disini banyak orang kembar.'
Di lokasi lain Irwan juga menolong seorang pria lagi.Pria itu hampir saja tertimpa pohon besar yang dihantam puting beliung.Namun Irwan kaget kala melihat wajah pria yang ditolongnya,"Astaga!Kau?Apakah kau punya kembaran lebih dari dua?"
Pria itu menjawab,"Namaku Restu Bayu.Pasti kau telah bertemu saudara2ku yang lain."
Irwan lalu diajak Restu Bayu,"Sebagai ucapan terima kasih sudilah kiranya kisanak mampir ke kediaman kami."
Irwan akhirnya sampai diistana Nusa Dua,ia kian terkejut kala melihat para pria berwajah sama dengan yang ditolongnya berdiri dekat Baginda Paije,"Kalian juga disini?"
Namun para pria itu malah heran,"Kami merasa tak pernah bertemu denganmu sebelumnya."
Restu Bumi dan Restu Banyu datang,"Saudara Irwan!!Ayo masuklah!!"
Siapakah sebenarnya Restu Banyu,Restu bayu dan Restu Bumi sebenarnya?***see you next eps***
Eps 27 ←ARJUN → Before His Face
↓↓↓ ISTANA NUSA DUA....
Baru mengertilah Irwan kala diperkenalkan kepada seisi keluarga kerajaan Nusa Dua.Raja Paije memiliki 40 anak dari beberapa orang isteri.Isteri pertama melahirkan 12 anak kembar yang memiliki ciri khas bernama depan Restu.Ada Restu Bumi,Restu Aji,Restu Singgih,Restu Banyu dll.Isteri yang kedua melahirkan 8 anak kembar.Kalau mereka diberi nama dengan nama depan Ratna.Ada Ratna Sari,Ratna Dewi,Ratna Wulan dll.Isteri yang lain melahirkan anak2 laki2 juga kembar semua diberi nama depan Demas.Ada Demas Kanjeng,Demas Adiyasa,Demas Anggara dll.Irwan kagum,"Wow!Jadi benar semua yang kudengar itu ya."
Restu Bayu mendekatinya,"Kau sudah sangat membantu kami.Tinggallah beberapa lama di sini.Kau sudah seperti saudara bagi kami."
Paije setuju,"Benar Anak Muda,kau ini pasti bukan orang sini kan?Caramu berpakaian beda dengan kami.Katakanlah siapa dirimu dan darimana asalmu?"
Irwan segera memberi hormat,"Yang Mulia,saya memang bukan orang sini.Saya dari kerajaan Asia.Nama saya Irwan.Saya jauh2 kemari karena saya harus mencari 40 orang kembar demi bisa memenuhi syarat untuk menikahi wanita yang saya cintai."
Paije ingat perkataan Reza,"Jadi kau punya tujuan yang sama dengan pria yang tadi?"
Irwan menjawab,"Apakah orangnya tinggi dan berasal dari kerajaan Andalas?"
Paije mengiyakan,"Benar.Tapi dia kurang ajar sekali.Ga ada sopan2nya.Masak minta tolong kok maksa."
Irwan segera menghaturkan hormat,"Yang Mulia,jodoh itu tak akan kemana.Jikalau memang Yang Mulia berkenan menolong saya mendapatkan Putri Evi maka kami memang berjodoh.Jikalau tidak saya tak akan memaksa Yang Mulia.Saya akan berusaha lagi mencari entah sampai kemana."
Paije bertanya pada putra2nya,"Bagaimana menurut kalian?"
Mereka ternyata tidak keberatan membantu Irwan.Restu Bumi berkata,"Dia telah membantu kami lebih dulu Ayahanda Prabu.Jadi sudah sewajar kita membalas kebaikannya."
Yang lain juga setuju.Paije akhirnya rela melepas ke-40 anak kembarnya ikut dengan Irwan.Irwan bahagia sekali.Rombonganpun bersiap berangkat menuju negeri Sulawesi.Kira2 gimana reaksi Saiful ya lihat Irwanlah yang malah sukses bawa 40 orang kembar?Maaf jika pendek soalnya saya harus kerja.***see you next eps***
Baru mengertilah Irwan kala diperkenalkan kepada seisi keluarga kerajaan Nusa Dua.Raja Paije memiliki 40 anak dari beberapa orang isteri.Isteri pertama melahirkan 12 anak kembar yang memiliki ciri khas bernama depan Restu.Ada Restu Bumi,Restu Aji,Restu Singgih,Restu Banyu dll.Isteri yang kedua melahirkan 8 anak kembar.Kalau mereka diberi nama dengan nama depan Ratna.Ada Ratna Sari,Ratna Dewi,Ratna Wulan dll.Isteri yang lain melahirkan anak2 laki2 juga kembar semua diberi nama depan Demas.Ada Demas Kanjeng,Demas Adiyasa,Demas Anggara dll.Irwan kagum,"Wow!Jadi benar semua yang kudengar itu ya."
Restu Bayu mendekatinya,"Kau sudah sangat membantu kami.Tinggallah beberapa lama di sini.Kau sudah seperti saudara bagi kami."
Paije setuju,"Benar Anak Muda,kau ini pasti bukan orang sini kan?Caramu berpakaian beda dengan kami.Katakanlah siapa dirimu dan darimana asalmu?"
Irwan segera memberi hormat,"Yang Mulia,saya memang bukan orang sini.Saya dari kerajaan Asia.Nama saya Irwan.Saya jauh2 kemari karena saya harus mencari 40 orang kembar demi bisa memenuhi syarat untuk menikahi wanita yang saya cintai."
Paije ingat perkataan Reza,"Jadi kau punya tujuan yang sama dengan pria yang tadi?"
Irwan menjawab,"Apakah orangnya tinggi dan berasal dari kerajaan Andalas?"
Paije mengiyakan,"Benar.Tapi dia kurang ajar sekali.Ga ada sopan2nya.Masak minta tolong kok maksa."
Irwan segera menghaturkan hormat,"Yang Mulia,jodoh itu tak akan kemana.Jikalau memang Yang Mulia berkenan menolong saya mendapatkan Putri Evi maka kami memang berjodoh.Jikalau tidak saya tak akan memaksa Yang Mulia.Saya akan berusaha lagi mencari entah sampai kemana."
Paije bertanya pada putra2nya,"Bagaimana menurut kalian?"
Mereka ternyata tidak keberatan membantu Irwan.Restu Bumi berkata,"Dia telah membantu kami lebih dulu Ayahanda Prabu.Jadi sudah sewajar kita membalas kebaikannya."
Yang lain juga setuju.Paije akhirnya rela melepas ke-40 anak kembarnya ikut dengan Irwan.Irwan bahagia sekali.Rombonganpun bersiap berangkat menuju negeri Sulawesi.Kira2 gimana reaksi Saiful ya lihat Irwanlah yang malah sukses bawa 40 orang kembar?Maaf jika pendek soalnya saya harus kerja.***see you next eps***
Eps 28 ARJUN → Jerih Payah
↓↓ On The Way to Sulawesi Kingdom...
Rombongan yang dibawa Irwan jelas banyak dah kayak pasukan semut.Akeh tenan.Bayangin aja ada 40 orang kembar plus para bodyguardnya dan para pelayan dan prajurit pembawa barang2.Apalagi harus menyeberangi lautan.Rombongan besar itu menarik perhatian di sepanjang jalan yang dilaluinya.Tak luput dua pasang mata mengawasi dari jauh.Matane sapa iku?Mata sapi dan mata ikan.Wk..wk.wk.. Mending kita teropong aja pakai sedotan.Dua orang pria nampak ndelik dibalik sebatang pohon,yang satu tinggi dan jangkung.Weleh bedanya apa coba itu?Ben cetha diajeng... Kuwi pasti Si Reza to?Kok tahu sih?Ya iyalah.Penulise...
Kalau satunya pasti Danang deh.Mereka kan kaya mimi lan mintuna.Apa kuwi?Minuman sari ikan tuna...weleh.. Biar ga ketahuan keduanya depis dekat pohon kedondong,by the way setahuku tuh pohon ulat bulunya jebuk2 dan hitem2 dengan gerakan cepat lho.Iiih....aku pernah lihat sendiri soale...nyengkirik pokoke... Udah biarin aja yang penting dengerin conversation mereka.Aduh so barat lagi... Ssst!Menenga gen krungu! Reza nampak kesal lihat Irwan berhasil menemukan syarat dari Saiful,"Lihat itu,Nang!Si kunyuk itu berhasil bawa 40 orang kembar.Sekarang gimana coba?" Danang melihat Reza memukul2 batang pohon dengan kepalan tangannya,"Buk!Buk!!"
Danang berbisik,"Udah jangan bikin suara!Ntar mereka tahu kita disini.Jangan putus asa dulu!" Rupanya ga cuma Danang yang protes dengan ulah Reza,penghuni pohon itupun protes.Maksude penghuni pohon?Ya si hitam jebuk lah...what???? Mereka merasa terusik karena rumahnya digoyang2 sama Reza,dengan segera mereka manggil kroni2nya dan bergerak turun.Nguk...nguk..nguk... Sementara Reza sama Danang sibuk bahas next strategi sambil nyandar di pohon kedondong itu.Danang mikir,"Kita harus rebut 40 orang kembar itu dari tangan Irwan.Kita sirep saja Irwan.Buat dia keracunan atau gimana gitu.Yang penting dia ga sampai ke Sulawesi.Bagaimana menurutmu?"
Reza mengernyitkan dahi,"Kita minta bantuan ilmu hitam saja gimana?Dekat sini ada penyihir kondang namanya 'Mbah Dukun',dia bisa melakukan apa saja termasuk mengontrol cuaca.Pawang cuaca gitu.TKPnya ga jauh kok dari sini ...itu di sana di Gua Jerangkong."
Danang merhatiin Reza bicara,"Mbah Dukun?Gua Jerangkong?Kamu denger dari siapa itu?"
Reza merasa gatal tiba2,"Yeah dari penduduk sekitar.Katanya dia itu ampuh.Ga cuma jadi pawang hujan,pawang ular,bahkan pawang kuota juga..."
Danang gumun,"Kuota?Panganan apa iku?Kok baru krungu aku."
Reza bingung juga,"Semacam bakpao kali?Aku ya ga jelas.Apa ya tadi mereka bilange...bentar ..." Danang malah kian heran liatin sohibnya,"Za,kok alismu tambah banyak yo...tebel lagi?Kamu ini memang sengaja nyamar gaya baret2 gini ya?"
Reza meraba alisnya dan jenggirat,"Waaaa...ulat Nang!!Tolong!!!"
Danang segera ngejar sahabatnya yang tunggang langgang karena digeremeti ulat bulu,"Za!!Jangan ribut!!Za!!Gimana sih Reza malah heboh kayak gitu?Sama ulat bulu aja keder gimana mau nglawan Irwan?Huhh!Payah!!"
Rombongan yang dibawa Irwan jelas banyak dah kayak pasukan semut.Akeh tenan.Bayangin aja ada 40 orang kembar plus para bodyguardnya dan para pelayan dan prajurit pembawa barang2.Apalagi harus menyeberangi lautan.Rombongan besar itu menarik perhatian di sepanjang jalan yang dilaluinya.Tak luput dua pasang mata mengawasi dari jauh.Matane sapa iku?Mata sapi dan mata ikan.Wk..wk.wk.. Mending kita teropong aja pakai sedotan.Dua orang pria nampak ndelik dibalik sebatang pohon,yang satu tinggi dan jangkung.Weleh bedanya apa coba itu?Ben cetha diajeng... Kuwi pasti Si Reza to?Kok tahu sih?Ya iyalah.Penulise...
Kalau satunya pasti Danang deh.Mereka kan kaya mimi lan mintuna.Apa kuwi?Minuman sari ikan tuna...weleh.. Biar ga ketahuan keduanya depis dekat pohon kedondong,by the way setahuku tuh pohon ulat bulunya jebuk2 dan hitem2 dengan gerakan cepat lho.Iiih....aku pernah lihat sendiri soale...nyengkirik pokoke... Udah biarin aja yang penting dengerin conversation mereka.Aduh so barat lagi... Ssst!Menenga gen krungu! Reza nampak kesal lihat Irwan berhasil menemukan syarat dari Saiful,"Lihat itu,Nang!Si kunyuk itu berhasil bawa 40 orang kembar.Sekarang gimana coba?" Danang melihat Reza memukul2 batang pohon dengan kepalan tangannya,"Buk!Buk!!"
Danang berbisik,"Udah jangan bikin suara!Ntar mereka tahu kita disini.Jangan putus asa dulu!" Rupanya ga cuma Danang yang protes dengan ulah Reza,penghuni pohon itupun protes.Maksude penghuni pohon?Ya si hitam jebuk lah...what???? Mereka merasa terusik karena rumahnya digoyang2 sama Reza,dengan segera mereka manggil kroni2nya dan bergerak turun.Nguk...nguk..nguk... Sementara Reza sama Danang sibuk bahas next strategi sambil nyandar di pohon kedondong itu.Danang mikir,"Kita harus rebut 40 orang kembar itu dari tangan Irwan.Kita sirep saja Irwan.Buat dia keracunan atau gimana gitu.Yang penting dia ga sampai ke Sulawesi.Bagaimana menurutmu?"
Reza mengernyitkan dahi,"Kita minta bantuan ilmu hitam saja gimana?Dekat sini ada penyihir kondang namanya 'Mbah Dukun',dia bisa melakukan apa saja termasuk mengontrol cuaca.Pawang cuaca gitu.TKPnya ga jauh kok dari sini ...itu di sana di Gua Jerangkong."
Danang merhatiin Reza bicara,"Mbah Dukun?Gua Jerangkong?Kamu denger dari siapa itu?"
Reza merasa gatal tiba2,"Yeah dari penduduk sekitar.Katanya dia itu ampuh.Ga cuma jadi pawang hujan,pawang ular,bahkan pawang kuota juga..."
Danang gumun,"Kuota?Panganan apa iku?Kok baru krungu aku."
Reza bingung juga,"Semacam bakpao kali?Aku ya ga jelas.Apa ya tadi mereka bilange...bentar ..." Danang malah kian heran liatin sohibnya,"Za,kok alismu tambah banyak yo...tebel lagi?Kamu ini memang sengaja nyamar gaya baret2 gini ya?"
Reza meraba alisnya dan jenggirat,"Waaaa...ulat Nang!!Tolong!!!"
Danang segera ngejar sahabatnya yang tunggang langgang karena digeremeti ulat bulu,"Za!!Jangan ribut!!Za!!Gimana sih Reza malah heboh kayak gitu?Sama ulat bulu aja keder gimana mau nglawan Irwan?Huhh!Payah!!"
→→ROMBONGAN IRWAN...
Restu Bumi menghentikan langkahnya dan menempelkan tangannya di tanah,Irwan heran dan mendekatinya.
"Ada apa temanku?Apa ada bahaya di depan?"
"Sepertinya ada sesuatu di sana.Seperti ada yang mengikuti kita."
Irwan melihat sekeliling,'Tempat ini asing bagiku.Aku harus waspada.Keselamatan putra2 Prabu Paije kini menjadi tanggung jawabku.Aku ga boleh lengah.'
Restu Bayu tiba2 muncul,"Tenang kakak Restu Bumi.Aku akan segera memeriksa ke sana.Aku juga sudah siagakan saudara2 kita di empat penjuru mata angin.Kakak ga usah cemas."
Restu Bumi lega,"Bagus adikku.Kau memang jago soal strategi.Aku mengandalkanmu.Jangan sampai kita menjadi beban dimanapun kita berada.Niat kita membantu sahabat kita mewujudkan impiannya.Jadi misi kita harus tuntas."
Irwan kagum dengan mereka,"Kalian sungguh mengagumkan.Selalu rukun dan tidak ada yang saling iri.Setiap orang melengkapi yang lain.Terima kasih ya kalian sudah mau repot2 membantuku.Saudara2ku pasti akan menyambut kalian dengan gembira.Nanti akan kukenalkan dengan mereka."
Restu Bayu melapor,"Rupanya ada orang yang kena penyakit aneh Kak yang sedang nyari tanaman obat di sekitar sini.Dua orang gitu.Serem deh mereka,mukanya bentol2 gitu.Terus gatal banget deket mereka.Iih...aku langsung cabut deh...ngerik!"
Irwan heran,"Memang mereka kena penyakit apa?Kasihan kan kalau ga ditolong."
Restu Bayu menjawab,"Kayaknya mereka itu kena kutukan deh...tempat ini kan angker.Banyak mitosnya.Makanya mending cepetan cabut dari sini.Soal mereka dah kukasih tahu kok supaya berendam di lumpur.Biar hilang gatelnya."
Irwan manggut2,"Ya sudah.Mari kita lanjutkan perjalanan kita."
Mereka melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Sulawesi.Sementara Danang dan Reza sibuk kungkum di sawah.Weleh...ha..ha..ha.. Gimana cara Reza dan Danang menghalangi Irwan dan merebut ke-40 orang kembar itu?***see you next eps***
Restu Bumi menghentikan langkahnya dan menempelkan tangannya di tanah,Irwan heran dan mendekatinya.
"Ada apa temanku?Apa ada bahaya di depan?"
"Sepertinya ada sesuatu di sana.Seperti ada yang mengikuti kita."
Irwan melihat sekeliling,'Tempat ini asing bagiku.Aku harus waspada.Keselamatan putra2 Prabu Paije kini menjadi tanggung jawabku.Aku ga boleh lengah.'
Restu Bayu tiba2 muncul,"Tenang kakak Restu Bumi.Aku akan segera memeriksa ke sana.Aku juga sudah siagakan saudara2 kita di empat penjuru mata angin.Kakak ga usah cemas."
Restu Bumi lega,"Bagus adikku.Kau memang jago soal strategi.Aku mengandalkanmu.Jangan sampai kita menjadi beban dimanapun kita berada.Niat kita membantu sahabat kita mewujudkan impiannya.Jadi misi kita harus tuntas."
Irwan kagum dengan mereka,"Kalian sungguh mengagumkan.Selalu rukun dan tidak ada yang saling iri.Setiap orang melengkapi yang lain.Terima kasih ya kalian sudah mau repot2 membantuku.Saudara2ku pasti akan menyambut kalian dengan gembira.Nanti akan kukenalkan dengan mereka."
Restu Bayu melapor,"Rupanya ada orang yang kena penyakit aneh Kak yang sedang nyari tanaman obat di sekitar sini.Dua orang gitu.Serem deh mereka,mukanya bentol2 gitu.Terus gatal banget deket mereka.Iih...aku langsung cabut deh...ngerik!"
Irwan heran,"Memang mereka kena penyakit apa?Kasihan kan kalau ga ditolong."
Restu Bayu menjawab,"Kayaknya mereka itu kena kutukan deh...tempat ini kan angker.Banyak mitosnya.Makanya mending cepetan cabut dari sini.Soal mereka dah kukasih tahu kok supaya berendam di lumpur.Biar hilang gatelnya."
Irwan manggut2,"Ya sudah.Mari kita lanjutkan perjalanan kita."
Mereka melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Sulawesi.Sementara Danang dan Reza sibuk kungkum di sawah.Weleh...ha..ha..ha.. Gimana cara Reza dan Danang menghalangi Irwan dan merebut ke-40 orang kembar itu?***see you next eps***