KEHILANGAN ^^^ ( EPS 25 - 36 ) IRVI PAIRING

Eps 25 CERBUNG III KEHILANGAN
D* KEHILANGANI* CERBUNG III EPS 25 M* Generation / Generasi
$* Rumah Isda... Irwan pamitan sama Evi dan Rita Sugiarto,"Bu saya mau balik saja.Soalnya saya masih numpang di rumah teman.Ga enak kalau kelamaan keluyuran,lagian kalian lagi ada acara,saya ga enak ganggu.Lain kali saja saya ketemu Intan.Mari Bu,mari mb Evi."
Rita melepas kepergian Irwan,"Makasih ya Nak Irwan dah nganter putri Ibu sampai sini.Hati2 di jalan ya." Irwan sempat memandang Evi yang nampak galau,'Kasihan mb Evi sampai ga pede gitu mau ketemu calonnya.Reza...apakah dia anak isteri pertama ayahku?Aku akan tanyakan sama Om Samuel nanti.' Irwan menghidupkan motornya,"Jangan bimbang mb.Masuk saja.Kalau dia emang sayang sama mb dia akan terima mb apa adanya.Dah masuk sana!"
Evi tersenyum tipis,"Iya Wan.Makasih ya dah nganter aku.Jangan ngebut ya.Ntar aku sampaiin ke Intan kalau kamu nyari dia."
Irwan menepuk bahu Evi lalu ia melajukan motornya.Kembali ke rumah Eyang Puspa.Ia ga mau ketemu Intan sekarang ntar malah Intan ngambek dan bikin heboh acara syukuran.Wah malah malu2in keluarga Evi nanti.Itulah pikiran Irwan.Lagian ia males ketemu Isda.Masih trauma.Rita mengajak Evi masuk ke rumah calon mertuanya.Evi nampak minder dengan penampilannya yang lusuh beda dengan yang lain.Melihat Evi,Reza terpana,'Oh inikah Evi?Dia polos,lugu banget,sederhana,ayu alami.Beda dengan Intan.Dia memancarkan keanggunan.Benarkah dibalik kepolosannya tersimpan sejuta misteri?Aku sungguh bingung.Jelas tadi aku lihat di depan rumahnya ia pelukan sama seorang cowok.Jika belum nikah aja dah biasa ama pria lain gimana kalau udah nikah ya?Jangan2 selingkuh?'
Rita memperkenalkan Evi pada Reza,"Nak Reza ini anak pertama saya,Evi.Anaknya lugu.Maaf baru datang soalnya..." Intan kaget melihat Evi salaman dengan Reza,ia takut rahasianya kebongkar maka ia menyela perkataan ibunya,"Mb Evi kok baru datang sih?Aku kan dah sms sejak tadi.Mana pakai baju lecek kayak gini lagi.
Kan aku dah suruh mb milih baju2 aku dilemari kan seabrek tuh.Masak datang pakai pakaian jualan gorengan gini?" Waduh Evi malu banget tuh di depan Reza dan di depan tamu2 Intan ngomong gitu.
Isda apalagi sampai narik Rita Sugiarto ke dalam,"Jeng apa Evi itu sengaja mau bikin malu saya?
Datang pakai pakaian lusuh kesannya kan saya itu calon mertua pelit.Wah saya kecewa dengan Evi kayaknya saya mau mikir ulang deh jodohin Reza sama Evi."
Rita kaget mendengarnya,"Maksud Jeng Isda?" Isda berbisik pada Rita,"Saya mau nukar jodoh.Saya lebih suka anak kedua jeng Rita saja yang buat calon isterinya Reza."
Rita makin terperangah,"Maksud Jeng...Intan?" Isda manggut2,"Ya!Saya akan secepatnya melamar Intan buat Reza.Tunggu saja.Soal Evi jeng aja ya yang kasih tahu dia.Lagian dia kan dah punya pacar kan?Saya lihat sendiri kok dia ama cowok mesra."
Rita makin heran,"Evi punya pacar?Setahu saya malah..." Belum selesai ngomong Intan manggil Isda,"Tante,acaranya mau mulai.Ayo!" Isda segera mengikuti Intan meninggalkan Rita yang melongo kaget dengan niat pertukaran jodoh yang diutarakan Isda.Rita merasa pasti Intan sudah meracuni pikiran Isda sehingga salah paham pada Evi,'Intan...Intan...kamu itu kok tega ya sama mbakmu sendiri.Ibu takut kamu kena karma Intan.Bener2 ibu takut.Kasihan putri sulungku...semoga dia mendapat ganti pria yang lebih baik.Lebih sayang dan lebih segalanya dari Nak Reza.Ibu percaya Tuhan pasti menyediakan yang terbaik buat orang yang baik.Yang tabah ya cah ayu...sing sabar...sing jembar atimu...'
Para tamu semua bisik2 soal pakaian Evi dan Intan yang jeglek banget.Kesannya kayak Intan yang jadi calonnya Reza.Apalagi Intan nampak akrab banget sama Isda.Evi malah minder habis melihat semuanya,'Reza orangnya ga banyak omong.Ganteng sih tapi aku ga nyaman deket dia.Aku lebih nyaman kalau dekat Irwan.
Kayaknya malah Intan yang akrab sama dia.Intan lebih nyambung ngomong sama dia daripada sama aku.
Aku kayak obat nyamuk disini.Tahu gini aku ikut Irwan aja pulang.Mana Nyonya Isda cuek lagi sama aku.
Diajak bicara malah pura2 ga denger.Ibu mana ya?' Evi tersiksa sepanjang acara syukuran.Walaupun Isda belum mengumumkan secara resmi 
kalau ia mau menukar jodohnya Reza namun para tamu dah bisa nangkap kalau jodoh Evi bakal bertukar dengan Intan.Rita mendekati Evi,"Jangan gusar cah ayu.Ibu disini.Kamu deket ibu saja.Begitu acara selesai kita langsung pulang saja."
Evi tersenyum lega,"Iya Bu.Kita segera pulang aja ya Bu." ***see you next eps***
Eps 26 CERBUNG III KEHILANGAN
$** KEHILANGAN|_|* CERBUNG III EPS 26 D** Breaking Down!*** Memutuskan/Mematahkan
¥* RUMAH EYANG PUSPA... Tampak Eyang Puspa tengah sibuk mematut2 diri di depan cermin,Eza melihatnya dengan heran. Eza :"Eyang,mau kemana sih?Rapi amat?" Eyang lalu mengambil tas tangan,"Eyang mau ke acara syukuran anaknya teman Eyang.Anaknya baru kembali dari Inggris."
Eza kagum mendengarnya,"Wah hebat dong.Apa perlu Eza antar?Sudah malam lho." Eyang membelai kepala cucu pertamanya itu,"Ga usah.Ntar Eyang bakal datang sama Samuel.Ah itu dia datang!"
Diluar rumah berhenti sebuah mobil,tampak Samuel datang memakai kemeja batik diikuti Febby yang tampil manis dengan celana jeans 3/4 dan baju berkerut.Eza sumringah melihat Febby datang lagi,
"Kamu juga mau ikut ke acara syukuran?" Febby menggeleng,"Ga!Aku mau disini saja bahas puisi sama kamu."
Wah Eza makin berseri wajahnya,"Bener nih?Udah ga takut sama aku?He...he ..." Samuel mendekati dua sejoli itu,"Om titip Febby ya.Biar dia disini sama Nak Eza.Kasihan kalau dirumah sendirian." Eza malah seneng,"Wah tenang Om,Putri Om aman sama saya.He..he.." Febby memukul Eza dengan buku puisinya,"Apaan sih!" Eza pura2 mengaduh,"Auuw!Sakit nih!" Eyang Puspa seneng melihat mereka akrab,"Ya udah Eyang pergi dulu ya.Keburu malam.Ga enak datang telat.Kalian baik2 ya dirumah.Kalau ada apa2 telpon aja." Di pekarangan mereka papasan sama Irwan,Irwan jelas kenal sama Samuel dan segera menyalaminya. Irwan,"Om ada disini?Om kenal Eyangnya Eza?" Samuel seneng bisa ketemu Irwan,"Wah Nak Irwan sudah sampai di sini.Tinggal dimana?Saya dan Eyang Puspa teman sejak dulu.Sebentar lagi malah mau jadi he..he..."
Irwan malah jadi mikir yang ga2,"Kalian mau menikah?"
Eyang Puspa langsung memukul lengan Irwan,"Dasar anak muda jaman sekarang pikirannya kawin melulu.Kamu ngebet nikah ya?Masak Eyang mau nikah lagi gimana sih?"
Irwan malah sok innocensia gitu,"Lha habis mau apa lagi dong?"
Samuel ngekek,"Ntar Nak Irwan juga tahu." Eza dan Febby muncul sambil ketawa ketiwi,Irwan memandang mereka dengan heran,'Wah siapa gadis itu?Eza kayaknya ceria banget deket dia.Apa itu pacarnya ya?'
Samuel memperkenalkan Febby pada Irwan,"Kenalin ini putri Om namanya Febby.Febby,ini lho anak teman Ayah."
Febby bersalaman dengan Irwan,"Oh ini yang namanya Irwan ya?" Irwan mengangguk,"Wah saya terkenal ya?" Eza nampak kepo gitu,'Mereka sudah kenal ya?Kok aku jadi cemburu sih?' Samuel :"Ya sudah kami pergi dulu ya.Nak Eza titip Febby ya.Nak Irwan ga ikut aja?Kami mau ketemu Nak Reza lho."
Irwan menggeleng,"Ga Om.Irwan mau istirahat saja.Lain kali saja." Samuel dan Eyang Puspa lalu pergi.Eza dan Febby melambaikan tangan pada mereka,"Daah!!" Irwan ga mau mengganggu Eza dan Febby,"Za,aku ke dalam ya.Mau istirahat dulu." Eza malah jawab,"Kalau mau makan semua ada di meja makan ya.Norman mana?" Irwan :"Lagi lihat rumah buat orang tua Mb Erie.Bentar lagi juga kembali.Febby,maaf aku ke dalam." Febby tersenyum,"Iya silakan." Sepeninggal Irwan,Eza kepoin Febby,"Kamu udah kenal sama Irwan dimana?" Febby malah asyik baca puisi,"Ga kenal kok cuma denger aja namanya kerap disebut sama Ayah." Eza manggut2 lega,'Kirain dah kedahuluan aku.Ternyata aku masih ada kesempatan.Lagian Irwan kayaknya galau deh tadi mukanya.Nanti aja aku tanyain.'
Febby dan Eza cepat akrab karena sama2 suka puisi dan andai saja Febby tahu siapa Eza sebenarnya pasti dia akan seneng banget.Sayangnya Eza masih belum mau membuka identitas dia sebagai Prince Frozen.
Wah saya harus pergi nih.Segini dulu yach.***see you next eps***
Eps 27 CERBUNG III ←↑→ KEHILANGAN
→→→ KEHILANGAN CERBUNG III EPS 27 ←←←€ |>→→→ Throw Down = Meruntuhkan ←←←T
€→→→RUMAH EYANG PUSPA... Eza gembira banget bahas puisi sama Febby di ruang tamu.Febby juga enjoy dan nyaman dengan Eza.Klik gitu deh.Febby kagum dengan Eza yang hafal semua puisi Prince Frozen,"Kamu kayaknya fans berat puisi Prince Frozen ya?"
Eza memutar2 matanya bingung mau jawab apa,"Ehmm bisa dibilang begitu...."
Ia garuk2 kepala,'Gawat kalau sampai ketahuan bahwa akulah Prince Frozen itu sendiri.Apa dia akan masih menyukai puisiku bila tahu bahwa penulisnya seorang yang cacat?'
Eza nampak sedih sampai ga sadar kalau dia ngalamun,suara motor masuk halamanlah yang menyadarkannya,"Siapa yang datang ya?Kulihat dulu ya Feb.."
Febby mengangguk.Rupanya yang datang Norman sama Erie.Eza segera menyambut mereka,"Akhirnya kalian kembali.Gimana dapat rumahnya?"
Norman jawab masih nangkring di motornya,"Dapat Mas bro!
Untung dibantu sama calon pacarnya Bossgenk."
Erie nyenggol lengan Norman,"Emang Evi itu calon pacarnya Irwan to?"
Eza mendekat dengan langkah tertatih,"Siapa Evi?Apa hubungannya sama Irwan? Oh pantas mukanya Irwan bete banget."
Norman malah heran,"Bossgenk dah balik ya Masbro?"
Eza jawab,"Sudah kok.Belum lama juga.Oh ya motornya masukin garasi aja ya biar aman.
Ga akan pergi2 lagi kan?"
Norman segera menuntun motornya ke dalam garasi,"Ga Masbro dah malam kasihan Erie pasti capek.Yang penting dah dapat rumahnya jadi bisa tenang dia.Kalau Erie senang saya juga senang."
Untung Erie dah pamit ke dalam ,kalau ga pasti bakal merona wajahnya denger Norman bilang gitu.
Eza menggoda Norman,"Kamu suka ya sama mb Erie?Hayo ngaku..." Norman berbisik,"Sst!Ini rahasia ya.Tapi Bossgenk dah tahu ding...wk..wk..wk.." Eza malah memandang ke arah ruang tamu,"Coba aku normal kayak kalian ya?Pasti mencintai itu hal yang sangat mudah dan ga sesulit ini."
Norman menepuk bahu Eza,"Masbro kenapa to minder amat sama dirinya?Tahu ga masbro di luar negeri sana ada orang cacat ga punya kaki malah.Isterinya itu cantik banget kenal aja cuma lewat face book.Apa ga ajaib?Kalau urusan cinta pede aja lagi.Lagian masih banyak yang kondisinya lebih ngenes dari Masbro.Aku dah nemuin orang2 begitu di jalanan.Biasa dunia balapan kan emang sangar."
Eza dengerin dan merasa terhibur hatinya,"Masak sih?Berarti keadaanku masih jauh lebih beruntung ya?" Norman merangkul pundak Eza,"Jelas dong Masbro!Masbro itu harusnya bersyukur masih bisa jalan,masih bisa kerja dan yang pasti juga ganteng kayak diriku...ha..ha.."
Eza ngekek,"Bisa aja kamu.Tapi makasih ya dah ngasih semangat buat aku.Ga sangka penampilan selengekan tapi pikiran dewasa banget.Pantas deh dapat mb Erie.Sama2 dewasa."
Norman dan Eza lalu melangkah ke dalam rumah.Eza ngenalin Febby ke Norman,"Ini putrinya Om Samuel namanya Febby.Feb,ini Norman temannya Irwan." Norman menyalami Febby lalu berbisik sama Eza,"Masbro ini ya calonnya?Cocok!Saya setuju." Eza tersipu,"Hush!Ntar dia denger...gawat." Febby jadi heran,"Kalian kenapa sih bisik2 gitu?Ada yang lucu ya di muka aku?" Eza langsung jawab,"Ga kok Feb.Kamu udah cantik banget gitu..." Febby tersipu dipuji Eza,Norman nyeletuk,"Wah ada yang muji nih ye...ai..ai.." Eza juga merona lalu ngalihin pembicaraan ngajak makan malam,"Ayo ke ruang makan.Kita dinner bareng.Eyang lagi pergi ada acara.Norman panggilin Irwan ya."
Erie dah selesai mandi.Ia tadi juga dah kenalan sama Febby. Erie dan Febby ngatur meja makan.Febby nanya sama Erie,"Mb pacarnya mas Norman ya?" Norman untung ke kamarnya Irwan,"Bukan..saya ini lebih tua dari Mas Norman mana mungkin itu terjadi." Febby malah godain,"Bukan apa belum he..he..." Eza ikut dengerin,'Mb Erie manggil Norman aja dah pake mas.Jelas2 Norman lebih muda dari dia tapi tetep aja dipanggil mas.Itu kan jelas kalau dia menghargai dan respect sama Norman.Itu sikap seorang wanita yang mencinta.'
Sementara itu di kamar yang disediakan buat Irwan dan Norman nampak Irwan lagi galau.
Perasaannya campur aduk sejak menginjakkan kaki di desa Watu Tresno,'Tempat ini menyimpan kenangan pahit.Apalagi Intan juga ga respon dengan kedatanganku malah ngelayap ga jelas.Eh malah aku tambah deket sama kakake lagi.Sebenarnya jodoh aku siapa sih Tuhan?'
Norman dateng ngagetin,"Hayo lagi ngalamunin mb Evi ya?Oo..kamu ketahuan!!" Irwan jumbul,"Jagat Norman!!Masuk ketuk pintu kek malah bikin jantungan.Dasar!!" Norman melepas jaket kulitnya,"Udah ngaku aja deh Bro!Kamu lagi galau kan karena ternyata mb Evi dah punya calon,iya kan?Tenang bro selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan!Maju terus!Rawe2 rantas malang2 putung Bro!"
Irwan malah meraih guling,"Emang lagi jaman berjuang apa..Norman..Norman...kalau kamu sih enak jelas dah sama mb Erie lha aku?Pacar aku aja malah mesra sama cowok lain..."
Norman bersiap mandi,"Kan udah kubilangin sejak awal Bro!Mending kamu itu sama Mb Evi aja,lebih dapat chemistrynya...Percaya sama aku...Kamu dah mandi Bro?"
Irwan mengangguk,"Udah.Ada air hangatnya lho.Wah disini nyaman ya...Mas Eza baik banget sama kita." Norman malah punya ide nyleneh,"Gimana kalau kita bentuk genk aja.Namanya genk Tiga cowok ganteng.3Cogan.Keren kan?" Irwan mikir,"Iya ya...kita dah kayak saudara.Padahal saudara ketemu gede...weleh...udah sana mandi dulu.Bau acem tahu..."
Norman lalu mandi,terkenang ia akan suasana di rumah dulu juga seperti kamar mandinya.Bagus,keramikan dan showeran.
Sambil menikmati shower air hangat ia merenung,'Erie begitu sayang sama ayah ibunya padahal ayahnya hanya terbaring sakit di ranjang.Mungkin secara nalar hanya jadi beban saja,tapi ia dengan penuh sayang merawatnya.Semua demi ibunya.Ibunya sangat sayang pada ayahnya.Padahal tadi dia cerita padaku kalau ayahnya dulu pernah ninggalin ibunya demi wanita lain.Meninggalkannya hidup dalam kesusahan bersama ibunya.Namun saat kembali kondisi ayahnya dalam keadaan sakit.Ibunya memang sempat marah tapi kemudian ga tega dan merawatnya hingga sekarang.Ayahku ga seburuk itu,ayah hanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga kerap ninggalin aku dan ibu di rumah tapi tak pernah kulihat ibu dan ayah ribut soal perselingkuhan.Ayah....apakah aku sudah begitu kejam terhadapmu?Aku jadi kangen ayah...'
Tak terasa Norman meneteskan air mata sampai saat keluar dari kamar mandi,matanya merah gitu.
Irwan sampai heran,"Kenapa kau Man?Matanya merah gitu?Kayak habis nangis..." Norman mengusap matanya dengan handuk,"Biasa Man kena sabun.Udah ayo ke ruang makan.Ditunggu Masbro ngajak makan malam...Aku laper nih."
Irwan bangkit dari pembaringan,"Ayo!" Mereka lalu menuju ruang makan.Disambut hangat oleh Eza,"Akhirnya duo prince keluar juga.Tadi Eyang masak enak banget.Nih menu spesial katanya.Ayo kita makan bersama.!"
Norman duduk dekat Erie.Lalu Febby sebelahan sama Eza.Baru Irwan diantara Norman dan Eza. Norman nyeletuk,"Wah coba ada mb Evi pas nih kita sepasang2.Ya ga Bossgenk?" Wah omongan Norman bikin Irwan keki,"Sudah jangan bahas itu terus.Dasar Norman.Alih profesi jadi makcomblang ya?" Eh Erie bantuin Norman,"Tapi Evi itu baik dan pinter masak pula.Wajahnya juga ayu alami.Saya seneng berteman sama dia."
Febby kepo,"Evi?Kapan2 kenalin dong.Aku kan mau melakukan penelitian nih soal hama wereng.Berarti bakal jalan2 deh di desa ini.Kalau kenal orang sini kan lebih enak."
Eza dengar itu langsung nyahut,"Wah tugas kuliah ya.Aku bantuin ya.Kebetulan Eyang punya banyak lahan persawahan.Aku juga biasa nemui para petani penggarapnya." Febby seneng banget dengernya,"Wah bener?Asyik!!Makasih ya Eza...kamu baik deh..." Norman mendehem2,"Ehem...ehem..." Irwan ngerti maksud Norman,'Kayaknya Masbro punya rasa sama putrinya Om Samuel deh...Emang mereka cocok deh...Aku setuju.'
Makan malam berlangsung ceria.Norman juga bilang kalau besok dia akan ngantar Erie kembali ke kota ngurus kepindahan orang tua Erie ke desa.Irwan nyeletuk,"Wah Norman dah kayak menantu lho cie..cie..."
Erie jadi tersipu malu apalagi Norman malah nambahi,"Lho namanya usaha kan sah2 saja.Lagian ini kan wujud bakti pada orang tua ya ga Masbro?"
Eza geragapan ditanya soalnya dia lagi merhatiin Febby yang makan disebelahnya,"Ha...apa ?" Semua ketawa lihat aksi kagetnya Eza,"Masbro kayaknya juga kena sindrom deh...ha..ha.." Febby masih ga ngeh,"Sindrom apa?" Eza langsung nyahut,"Eh...itu sindrom disoriented..he..he.." Irwan ketawa demikian juga Norman meski dilirik sama Eza,"Kalian ah..." Wah coba ada Evi ya disana pasti pas dong.Gimana Evi ya?
|_→→→ RUMAH ISDA... Kedatangan Eyang Puspa dan Notaris Samuel disambut istimewa oleh Isda,"Eyang datang juga...saya pikir lagi sibuk ngurus agrobisnisnya..."
Eyang jawab dengan santai,"Soal bisnis ga usah dicemaskan,cucu pertama saya datang dari kota.Jadi ga cuma kamu yang kedatangan orang yang disayang dari jauh Eyang juga.Iya kan Samuel?"
Samuel menyalami Reza,"Wah putra pertama sahabat saya sudah besar ya.Tinggi dan ganteng.Selamat ya Nak Reza selamat datang di Indonesia maksudnya."
Reza heran dengan kata2 Samuel,"Anak pertama?Maksud Om saya masih punya adik?" Deng...deng...Isda segera menyela,"Masalah keluarga jangan dibahas disini sayang.Nanti saja kalau acaranya sudah selesai.Intan,ajak Reza ambil makanan ya.Kayaknya dia laper deh..."
Wah Intan langsung nempel ketat sama Reza.Kasihan Evi dicuekin.
Eyang Puspa malah duduk dekat Evi,"Cah ayu kamu juga sudah besar ya?Ayunya alami banget.Kok ga pernah mampir ke rumah Eyang.Rambutannya berbuah lho.Kamu suka rambutan kan?"
Para tamu jadi kagum lihat Eyang Puspa yang notabene orang kaya di desa itu malah asyik ngobrol sama Evi,mereka ga berani mencibir lagi.Lha siapa berani menghina orang yang deket sama Eyang Puspa.Kekayaan Eyang Puspa sama banyaknya dengan kekayaan keluarga Hamdan.Ibarat kata,saingan sugihnya.Biasa orang yang dekat sama orang kaya pasti dihormati juga.
Evi seneng Eyang ngajak ngobrol dia,"Pasti Evi akan mampir Eyang.Evi juga akan bawakan gorengan kesukaan Eyang.Tapi apa Evi ga akan ganggu nanti Eyang?"
Eyang Puspa malah merangkul pundak Evi,"Ga lha cah ayu.Kebetulan di rumah Eyang lagi banyak tamu dari kota.Bawa gorenganmu ya besok.Buat cemilan di rumah.Eyang akan borong semua.Penganan bikinan kamu kan terkenal enak.Eyang suka.Besok ya Eyang tunggu."
Evi senang sekali dapat orderan,"Iya Eyang besok Evi akan bawakan.Terima kasih lho Eyang dah pesen banyak.Ibu pasti seneng." Rita tersenyum melihat putri sulungnya ga sedih lagi,"Iyalah Ibu seneng." Bahkan Eyang nawari,"Ntar pulangnya bareng mobil Eyang aja ya?Kasihan kalau kalian jalan." Wah Rita dan Evi senang banget,"Makasih ya Eyang." Sepanjang acara Reza ga bisa deketin Evi karena selalu dihalangi oleh Isda atau Intan.Mereka kompak banget.Evi juga dah sadar kalau sepertinya Isda ga menyukai dirinya.Intan juga bilang mau pulang belakangan mau bantu beres2 padahal Isda punya banyak pembantu.Itu cuma alasan aja biar tetep bisa dekat sama Reza.Evi dan Rita pulang nebeng mobil Eyang Puspa.
Namun Samuel sempat ngomong sama Isda,"Masih ada syarat buat Nak Reza untuk bisa dapat hak warisannya Nyonya Isda.Anda mengerti bukan?"
Isda paham,"Iya saya tahu Pak Notaris Samuel.Soal pernikahan bukan?Saya pasti akan memenuhinya.Saya sudah punya calonnya.Anak Jeng Rita pastinya."
Wah Isda bilang gitu sambil melirik ke arah Intan yang lagi asyik sama Reza.
Evi mengerti dan memandang ke arah Intan,'Kayaknya bukan aku yang dimaksud sama Nyonya Isda.Padahal semua penduduk desa tahunya akulah yang dijodohkan sama Reza.Gimana aku menghadapi omongan orang nanti?'
Kasihan Evi,dah ga berpendidikan,ndesit ga pinter dandan,jualan gorengan eh jodoh juga disamber adik sendiri.Elahe...Intan tega ya sama kakak kandungnya sendiri.Tapi benarkah nasib Evi akan sangat suram?Dunia itu penuh dengan kemungkinan demikian kata teman saya setiap kali?***see you next eps***
Eps 28 CERBUNG III ↓↓↓ KEHILANGAN
|↓ KEHILANGAN R↓ CERBUNG III EPS 28 ₩↓ Going Down = Terbenam
|\|↓ RUMAH RITA SUGIARTO... Hari sudah malam tapi Intan ga pulang juga.Rita menanti dengan gundah,mondar mandir di ruang 
tamunya yang sederhana.Evi yang ga bisa tidur karena sedih akhirnya memilih menyibukkan diri nyiapin bahan2 buat bikin penganan besok.
Ia heran melihat ibunya masih belum tidur,"Ibu belum tidur?Nunggu Intan ya?" Rita menghela nafas,"Ibu ga habis pikir sama adikmu itu.Betah banget di rumah Nyonya Isda.Ditelpon juga ga bisa.Hpnya ga aktif.Setidaknya kan ngabari gimana gitu.Semua ini salah ibu membiarkannya besar di kota.Jadinya malah ga karuan."
Evi membuatkan teh hangat buat ibunya,"Ibu minum dulu biar tenang.Habis itu ibu tidur saja.
Biar Evi yang nungguin Intan.Sekalian Evi mau nyiapin bahan buat bikin pesanan Eyang Puspa." Rita menyeruput teh bikinan putri sulungnya,"Hatimu yang sabar ya Cah Ayu.Ibu yakin jodohmu pasti pria yang baik.Kamu jangan pikirkan omongan orang ya?Walau sepertinya Nyonya Isda lebih suka Intan tapi ibu harap Nak Reza punya pertimbangan yang berbeda."
Evi nampak mencoba tegar,"Gpp Bu.Kalau memang Reza sukanya sama Intan.Evi ikhlas kok Bu.
Lagian kalau Evi ga nikah gpp to Bu.Evi malah bisa merawat dan menemani ibu selamanya.Boleh ya Bu?" Rita iba pada putrinya itu,"Ibu yakin kamu bakal bahagia kelak Cah Ayu.Mungkin sekarang kamu kehilangan jodohmu tapi Tuhan itu Allah Yang Menyediakan.Dia pasti sudah menyiapkan seseorang untukmu.Kamu harus percaya ya Cah Ayu.Jangan sedih ya..."
Evi kembeng2 mendengarnya,"Bener Bu?Evi kan ga secantik Intan.Evi juga ga berpendidikan.
Evi hanya seorang penjual penganan dan gorengan.Evi juga ga pinter dandan.Mana ada yang mau Bu ?" Rita tiba2 terkenang pada Irwan,"Ada Cah Ayu.Wis to...nanti bakal kaget kamu tahu siapa orange.
Siapa tahu aja kamu dah kenal." Evi malah mikir,"Evi sudah ketemu orangnya?Siapa Bu?Evi itu ga gaul Bu.Lagian laki2 di desa ini ga ada yang akrab sama Evi.Yang akrab malah..."
Evi terdiam mau nyebut nama Irwan,'Astaga!Apa Irwan yang dimaksud Ibu?Tapi Irwan kan pacarnya Intan.Kasihan ya Irwan diduain sama adikku.Intan kok gitu sih ?Padahal Irwan itu jauh2 dari kota buat nyari dia lho.Eh malah dianya ga nemuin.Aku jadi kasihan sama Irwan.Bagaimana kalau dia tahu kemungkinan yang bakal nikah sama Reza adalah Intan bukan aku?Dia ngamuk ga ya?Wah aku harus lakukan sesuatu nih.Jangan sampai dia tahu.Bisa gawat nih.Tapi gimana mau nemuin dia ya?Dia tinggal dimana aku saja ga tahu.Moga besok aku ketemu dia.'
Rita heran Evi malah jadi diam,"Kok ga dilanjutin ngomongnya Vi?Whoaah...ibu ngantuk Vi.Ibu kedalam ya.Whoooahem..." Evi mengiyakan,Rita lalu masuk ke kamarnya mau tidur.Evi malah menuju dapur nyiapin bahan2.
Sambil milihi daun pisang dia merenung,'Wah kalau Intan jadi nikah sama Reza maka dia bakal jadi Nyonya Besar 
dong.Pasti dia diboyong ke sana.Wah pasti enak ya ?Disayang mertua,pakai pakaian bagus,punya uang banyak
dan kemana2 diantar pakai mobil.Kapan aku bisa gitu ya?Ah...ngimpi kamu Vi.Kamu itu lulusan SMP.
Trima ing pandum aja.Ga usah berkhayal.' Ketukan di pintu menyadarkan Evi,"Pasti itu Intan....iya tunggu bentar!"
Bener Intan pulang diantar sopir,"Lama banget sih bukain pintu gitu aja.Dasar sepo!Pantas sampai jodoh mb disamber orang.Lha gerakannya lambat gini!"
Evi tercekat mendengarnya,"Maksud kamu apa Tan?" Intan memperlihatkan tas yang ia bawa,"Nih lihat!Aku dikasih tas sama Mamanya Kak Reza.Mb sebaiknya siap2 aja jadi perawan tua.Karena bentar lagi,dalam minggu inilah, Mamanya Kak Reza bakal kemari buat ngelamar aku.
Dan setelah itu secepatnya akan dilangsungkan pernikahan megah buat kami.Aku dan Kak Reza...hi..hi.." Evi menahan lara di hatinya,"Lalu Irwan bagaimana?" Intan malah ngekek,"Kalau kakak mau ambil aja.Aku dah ga butuh.Irwan itu miskin.Cuma anak jalanan.
Hidup juga dari hasil balapan dan kerjaan ga jelas.Aku sudah dapat ikan besar.Kak Reza itu kaya,ganteng,mapan,rumahnya mewah,uangnya banyak,lulusan luar negeri pula.Mana bisa Irwan kayak dia?Oh ya...kalau sampai Irwan bikin kacau acara pernikahanku maka aku akan bikin kak Reza menderita.Jadi mb Evi sebaiknya lakukan sesuatu biar Irwan ga bikin kacau."
Evi heran,"Kamu ngancam kakakmu sendiri?" Intan memainkan jemarinya,"Aku kenal Irwan.Dia itu pasti ga akan terima.Dia pasti bakal bikin perhitungan.Biasa dunia anak jalanan.Jadi mb Evi ga mau kan kak Reza dipermalukan depan banyak orang?Aku tahu mb Evi pasti sayang sama kak Reza,mb kan nunggu perjodohan ini sejak kecil.Eh begitu besar dan kak Reza balik dari luar negeri malah kecantol sama aku.Bukan salah aku jika aku terlahir lebih cantik dan menawan dari mb.Jadi kalau sampai terjadi apa2 pada pernikahanku sama Kak Reza maka yang aku salahin adalah mb.Akan kubilang ke semua orang bahwa mb iri sama aku maka nyuruh preman kayak Irwan bikin kacau acara.Lihat!Apa mb mau Ibu jadi bahan omongan orang?"
Evi menggelengkan kepalanya,"Aku ga sangka kamu bakal setega ini sama aku Tan,sama keluarga kamu sendiri.Bahkan kamu juga tega sama pacar kamu sendiri.Tega banget kamu..." Intan malah menguap,"Wooah...malas aku dengerin ceramah malam2 gini.Aku mau bobok cantik dulu.
Besok adalah hari yang menyenangkan.Dah...kakakku yang perawan tua...he..he.." Evi terduduk lesu di balai2 bambu,'Akhirnya benar dugaanku.Nyonya Isda menukar perjodohan.
Apa kata orang nanti bila tahu aku batal nikah sama Reza?Aku pasti jadi bahan hinaan orang.Kasihan juga Irwan.Dia pasti marah.Bagaimana ini?Bagaimana jika dia bener ngamuk dan buat perhitungan?
Jika pernikahan Intan dan Reza kacau maka ibu pasti jadi gunjingan orang.Keluarga Reza juga.
Kasihan Reza dia pasti bakal kecewa banget.Jika memang Reza menghendaki Intan sebagai isterinya,aku harus legowo.Seperti kata ibu.Tuhan itu pasti dah nyediain yang lain yang lebih baik buat aku.Aku harus kuat hadapi ini.Harus!'
Evi lalu ke kamarnya,dia berdoa di sana berlutut di dekat ranjangnya,'Tuhan,berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi ini semua.Kekuatan untuk melakukan yang benar.Kekuatan untuk melihat keluargaku bahagia.
Orang2 yang kusayang bahagia.Kekuatan untuk menyaksikan pria yang kunanti selama ini menikah dengan adikku sendiri.Tuhan,berikan padaku petunjuk untuk menjalani hari2ku.Aku ini ga berpendidikan tinggi ya Tuhan,aku cuma penjual makanan keliling.Apakah salah aku juga ingin hidup bahagia?Jika memang Kau menghendaki aku menikah dan membangun rumah tangga rintislah jalan buatku ya Tuhan.Pertemukan dan satukan aku dengan pria pilihanmu.Aku akan menerima dia dan mencintainya,asalkan benar itu dari Engkau.Jagai hidupku ya Tuhan biar selalu berkenan di hati-Mu.Berikan aku keikhlasan menerima semua ini.Terima kasih ya Tuhan.Amin.'
Evi menghapus air matanya dan naik ke tempat tidurnya,ia merasakan damai memenuhi hatinya dan tidurlah ia.Tenang Vi,jodoh kamu sangat baik.Bahkan diluar pikiran kamu.Tuhan sediakan semua yang terbaik.Kekayaan,rumah semuanya yang terbaik kan menjadi milikmu.Semua yang tak pernah terbersit di hatimu Dia sediakan.Kata2 itu terus bergema di hati Evi.Yuk lihat ke rumah Isda benarkah perkataan Intan tadi?
Q↓ RUMAH KELUARGA HAMDAN... Reza nampak mondar mandir kesal dengan Mamanya,"Ma,kenapa sih buru2 mau nikahin Reza?
Reza itu baru balik dari Inggris Ma.Only one day here...baru sehari Ma...disini..kasih waktu kek...give me time.."
Isda malah sedakep sambil mikir,"Kamu itu ga tahu kan kalau mendiang ayah kamu itu punya syarat
aneh soal warisannya.Kamu hanya bisa mendapatkan bagianmu jika kau menikah dengan keturunan sahabatnya.Kamu tahu Mama sebenarnya ga sudi besanan sama Jeng Rita.Dia itu miskin.Tapi gimana lagi syarat ini harus dilaksanakan.Itu saja hanya untuk dapat bagianmu."
Reza mendekati ibunya,"Bagianku?Berarti bener kata Om Samuel kalau ayah masih punya anak lagi?" Isda menahan kesal menjawabnya,"Iya.Ayah kamu itu selingkuh sama pembantu dan punya anak haram namanya Irwan.Kuharap anak itu sudah mati.Jika kau tak bisa memenuhi syarat tadi maka hartamu akan jadi milik Irwan.Sial!!Ayahmu itu sudah mati saja masih bikin kesal!"
Reza malah terhenyak di kursi,"Aku punya adik?Namanya Irwan...kenapa aku tak pernah tahu soal ini?
Mengapa Mama sembunyiin ini dari Reza Ma?" Isda duduk di sebelah putranya,"Sayang,ini itu aib keluarga.Mengapa harus diumbar?Mama sengaja ga kasih tahu supaya kamu sekolah dengan tenang di kota.Mama ga mau kamu kepikiran soal ga penting kayak gini."
Reza malah berdiri,"Ga penting?Ma Irwan itu adik aku.Aku berhak mengenalnya.Sudah lama aku ingin punya saudara.Aku selalu sendirian di kota.Aku ingin bertemu dia.Jadi kami bisa mengembangkan bisnis ayah bersama2."
Isda heran,"Reza!Kamu kok malah seneng sih denger kalau kamu punya adik?Adik tiri pula!Amit2!" Reza mendekati ibunya,"Bagaimanapun dia tetap darah daging ayah Ma.Dia adik aku.Dia dimana Ma?" Isda menggelengkan kepalanya,"Mama ga tahu!Mama harap dia ga pernah ditemukan.Mama sudah usir dia dan ibunya bertahun2 yang lalu.Paling kalau masih hidup jadi gelandangan di kota.Atau sudah mampus disana!"
Reza heran,"Mama kok ngomong gitu?Reza ga suka Mama bicara gitu." Isda yang heran,"Kamu itu mirip ayahmu.Susah dimengerti.Susah diajak bicara juga.Nggak pernah ngerti maksud Mama.Mama mau ke kamar aja.Mau mikir soal lamaran ke rumah Jeng Rita."
Reza malah melihat ke langit lewat jendela,'Aku ga masalah nikah sama siapa asal mama senang.Tapi menurutku ini terlalu cepat dan perasaanku mengatakan ini ga akan berujung baik.Jika memang Evi sudah punya pria di hatinya aku ikhlas nerima semua keputusan Mama.Aku hanya ingin Mama menyukakan hati Mama.Semoga aku ga salah memilih.'
Wah semua jadi salah paham karena ulah Intan.Ke pantun aja deh... ***see you next eps***
Eps 29 CERBUNG III ~ KEHILANGAN
$~ KEHILANGANR~ CERBUNG III EPS 29||~ The Flow = Aliran
@~KAMAR IRWAN DAN NORMAN...
 Norman pagi2 dah bangun,dia mau siap2 nganter Erie kembali ke kota.Back To Town...
Norman lihat Irwan masih angler plus ngiler .Weleh...
Norman gedek2,"Bossgenk2...ga di kota ga di desa bikin pulau ga kelar2...Kalau udah nikah apa ya masih begini ya?Gawat...kasihan mb Evi ntar nyuci sarung bantal tiap hari...dasar Bossgenk!"
Norman turun dari ranjang lalu membuka jendela,"Wah udara pagi di desa segere rek...
dihirup dulu dengan gaya diafragma biar dapat banyak oksigennya..." Irwan kriyip2 bangun kademen dia,"Man kamu ngapain kembang kempis gitu?Kayak Yoko lagi latihan jurus kodok aja..."
Norman melirik sohibnya,"Yokomu...orang lagi bernafas kok...nggak kayak kamu kayak Dora...
bikin peta melulu...Aku peta...aku peta..." Irwan mengelap mukanya,"Astaga!Biasa Man terlalu nyenyak tidur ya gini.Disini kasurnya empuk banget.
Beda dengan di kontrakan he..he.." Norman menuju kamar mandi,"Aku kasihan sama mb Evi kalau dapat kamu Bro.." Irwan heran,"Kok bisa?" Norman ngekek,"Lha tiap hari harus nyuci sarung bantalmu ha..ha.." Irwan manyun,"Norman ngeselin!!" Norman mandi sambil ngejek Irwan,"Aku peta...aku peta...ha..ha.." Irwan melihat ke sarung bantalnya,"Dasar Norman!Ini kan baru pulau kecil pulau seribu kali...
belum benua..." Astaga!!
|\|~DAPUR RUMAH EYANG PUSPA... Erie sudah bangun dan bantu Eyang menyiapkan sarapan,"Nasinya tinggal nunggu matang Eyang.
Erie bantu iris daun bawangnya ya?Mau bikin martabak kan?"
Eyang seneng banget sama Erie,"Wah kamu biasa masak ya Nak?Beruntung yang dapat kamu nanti."
Erie cuma senyum,"Siapa yang mau sama saya Eyang?Saya ini sudah kasep umurnya buat nikah.
Udah ga muda lagi." Eyang membelai pundak Erie,"Jangan bilang gitu.Jangan putus harapan.Nak Erie itu cantik lho.
Ga kelihatan kalau sudah tua.Eyang dulu juga nikahnya diatas kepala 3.Eh malah dapat momongan lebih cepat dari teman2 Eyang yang udah nikah duluan."
Erie mendengarkan,"Ketemu dengan suami Eyang gimana ceritanya Eyang?" Eyang Puspa duduk di kursi,"Eyang ketemunya di kerjaan.Eyang waktu itu jadi kepala editor,terus suami 
Eyang itu anak buah Eyang eh karena kita sering ketemu lama2 suka dan Eyang terkejut kala diajak
ke rumah dia." Erie penasaran,"Kenapa emangnya Eyang?" Eyang melanjutkan ceritanya,"Dia itu ternyata anak orang kaya.Lebih kaya dari orang tua Eyang.
Jauh malah.Anak Tunggal pula.Astaga...Eyang sampai melongo waktu itu lihat rumahnya.Kayak istana..."
Erie kagum,"Wah...Eyang beruntung ya...Kalau Erie bisa nikah aja seneng banget Eyang.Sedih setiap hari ditanya,kapan nikah dah tua lho...siapa sih yang ga kepingin nikah ya Eyang?"
Eyang membelai kepala Erie,"Kamu akan menikah Cah Ayu...jodoh kamu sudah dekat..." Erie malah terharu mendengarnya,saat itulah Norman datang mendekat.
Biasa bau makanan bikin dia laper,"Wah wanginya bikin apa sih?" Eyang menjawab,"Goreng martabak.Kamu laper ya Cah Bagus.Ayo bangunin yang lain kita sarapan bareng.Ah itu Eza!"
Eza masih belum mandi,"Baunya bikin laper deh..." Norman malah bantu Erie masak,"Wah kamu manis pakai apron Er." Erie tersipu,"Mas bisa aja..." Eza dan Eyang saling lirik,mereka tahu bahwa Norman dan Erie sebenarnya saling menyukai.
Eza berbisik,"Eyang perhatiin deh cara nyebut mb Erie ke Norman...pakai mas..." Eyang manggut2,"Iya padahal Norman itu lebih muda kan?Wah...kayake mereka emang jodoh..." Eza mengacungkan jempolnya,"Bener banget itu...hi..hi.." Sebuah suara bikin mereka kaget,"Bisik2 apa sih?Ikutan dong." Eza kaget,"Astaga Irwan!Bikin jantungan tahu!" Eyang juga sama,"Untung jantung Eyang baik.Nak Irwan nih..." Irwan minta maaf,"Maaf ya Masbro juga Eyang he..he..ketularan Norman nih suka bikin kaget orang...
he..he.." Norman mendengar namanya disebut,"Jangan bawa2 namaku jadi kambing hitam Bossgenk.Enak aja...ntar kubilangin soal peta lho..." Wah Irwan langsung mendekati Norman,"Jangan Man please...maaf deh..." Erie nanya ke Norman,"Peta apa to mas?" Eza juga kepo,"Peta harta karun ya?Ikut dong!" Eyang juga nambahi,"Nemu peta dimana?" Irwan menginjak kaki Norman,"Auw!Itu lho peta...ni...he..he..Irwan mau belajar jadi petani...ya..petani.." Eza heran,"Petani?Emang Irwan punya sawah ya?" Irwan jawab sekenanya,"Baru dalam mimpi masbro...he..he.." Semua langsung ber...Ooo. Eyang deketi cucunya,"Kamu mandi gih.Nanti Febby ke sini lho.Minta dianterin lihat sawah.
Kamu temeni ya?" Wah Eza sumringah,"Bener Eyang?Febby mau ke sini?Yuhu...ups!!" Eza salting karena yang lain pada ngeliatin dia kayak lihat alien datang...melongo kabeh. Eyang mesem2,Eza langsung ngacir ke kamarnya,"Aku mandi dulu ah..." Begitu Eza pergi yang lain langsung komentar,"Kayaknya Eyang bakal segera punya cicit nih...he..he.." Eyang malah bilang,"Doain ya biar mereka berjodoh.Eyang ingin lihat Eza bahagia.Kasihan dia selalu minder karena kakinya...kalian ngerti kan?"
Semua mengangguk,"Kami akan dukung Eyang.Kami akan bantu menyatukan mereka.Setuju kan?" Semua langsung toast,"Setuju!!" Weleh...Coba ada Evi ya?Bakal komplit deh...
T~ RUMAH RITA SUGIARTO... Evi sudah bangun sejak dini hari dan langsung membuat pesanan Eyang Puspa.Ada singkong goreng,putu ayu,limpung,jadah goreng,sukun goreng dan lain2.Rita juga sudah bangun,"Wah sudah selesai ya Vi?
Kok ga bangunin ibu?" Evi mengusap keringat di wajahnya,"Evi ga mau ngrepotin ibu.Lagian Evi dah biasa ngerjain semua ini."
Rita berbisik,"Adikmu pulang jam berapa semalam?" Evi jawab,"Hampir jam sepuluh Bu.Diantar mobil." Rita melihat Evi sudah menanak nasi,"Kamu sudah adang nasi ya?Ibu mau buat sarapan dulu.oh..ya Intan ga bawa apa gitu semalam?Biasanya kan kerabat dekat dibawain sama tuan rumah.Oleh2 gitu?"
Evi menggeleng,"Kalau buat kita kayake ga ada Bu.Kemarin Intan dikasih tas sama Nyonya Isda katanya..." Evi ga nerusin perkataannya karena Intan bangun,"Ngomongin aku ya?Iri karena hanya aku yang dikasih tas ya?
Itu karena Mamanya kak Reza lebih melihat bahwa aku ini yang lebih pantas buat anaknya.Bukan penjual kue keliling kayak mb ini...masak orang kaya mantunya cuma tamatan SMP tukang jual kue lagi...iihh...ga banget..."
Rita menghardik putri bungsunya,"Intan!Bicara yang sopan ya sama mbakyumu!Katanya kamu berpendidikan bukan?"
Intan langsung diem,'Mulai deh ceramah subuh...mending aku mandi aja.' Intan malah ngeloyor ke kamar mandi,"Intan mau BAB.." Rita kesel banget sama putrinya itu,Evi menyuruh ibunya minum teh,"Udah Bu.Evi gpp.Biar saja dia mau ngomong apa.Evi ga peduli.Memang Evi kan cuma tamatan SMP,jualan kue juga.Mau gimana lagi?Apa mau berontak sama Tuhan?Ibu tenang ya jangan emosi." Rita malah membelai wajah putri sulungnya,"Kamu yang sabar ya Cah Ayu...Ibu yakin kamu bakal lebih bahagia dari adikmu kelak...Ibu yakin banget."
Evi mengangguk,"Ya udah mending Evi ke rumah Eyang ya Bu?Daripada malah ribut nanti sama Intan.
Mumpung masih panas juga gorengannya.Evi pergi ya Bu?" Rita menahannya,"Kamu ga makan dulu?" Evi menggeleng,"Evi sudah kenyang makan limpung tadi...Ibu jangan lupa makan ya...Evi berangkat dulu."
Evi membawa semua penganannya dalam beberapa wadah lalu iapun pergi jalan kaki menuju rumah Eyang Puspa.
Dijalan ia menitikkan air mata,'Tuhan,beri aku kekuatan...hanya jualan kue yang aku bisa...aku hanya tahu jalan ini untuk menjalani hari2ku...beri aku kekuatan ya Allah...'
Rita juga berkaca2 di rumahnya,'Andai kau tahu Tan,bahwa Evi merelakan ga melanjutkan sekolah
semua demi kamu bisa sekolah..ibu ga bisa biayai sekolah kalian berdua...ibu cuma janda...bukan orang kaya kayak jeng Isda...kalau mau nyalahin jangan salahin mbakyumu tapi ibu...'
Intan Intan....mendukakan hati seorang ibu.Bahaya!!Bisa kena karma ntar. Di jalan menuju rumah Eyang Puspa,sebuah mobil berhenti dekat Evi yang lagi jalan.Din!Din! Mobil siapa ya? Evi kaget dan berhenti,"Siapa ya?" Samuel menurunkan kaca jendela,"Nak Evi ya?Mau ke rumah Eyang Puspa?" Evi ingat kini,"Oh Om yang kemarin sama Eyang ya?" Samuel bersama Febby,"Iya.Ayo naik.Om juga mau ke sana." Evi ragu,"Evi jalan aja Om gpp." Febby malah turun dari mobil,"Gpp mb.Ayo naik saya temeni deh.Febby di belakang ya Yah?" Samuel mengiyakan,"Iya Princess!" Febby membuka pintu tengah,"Mb yang namanya Evi ya?Kenalin mb saya Febby..." Evipun naik ke dalam mobil,"Iya nama saya Evi.Terima kasih ya dah ngasih tumpangan." Samuel menjalankan mobil,"Kasihan kalau jalan Nak Evi...masih jauh lho." Febby malah memperhatikan Evi,'Oh ini calonnya Mas Irwan...hmm...memang cantik alami.Coba dipoles dikit...wah pasti cantik banget.Kapan2 mau aku ajari dandan ah...biar Mas Irwan klepek2 lihat dia he .he..' Evi malah jadi grogi dilihatin Febby,"Ehm..Mb Febby...lihat saya terus?Ada angus ya di wajah saya?" Febby malah ketawa,"Angus?Ga mb...panggil saja saya Febby.Kita seumuran kayake." Evi senang Febby ga mandang hina dirinya,mereka malah akrab dengan cepat. Evi akhirnya ketemu Febby.Wah gimana reaksi Evi kalau lihat Irwan di rumah Eyang Puspa ya?
***see you next eps***
Eps 30 CERBUNG III ×× KEHILANGAN
|_|×× KEHILANGAN€ ×× CERBUNG III EPS 30G×× The Presence ||×× Kehadiran
×× EYANG PUSPA'S HOUSE.... Suara mobil masuk membuat semua yang didalam rumah jadi kepo.Eyang yang duduk di ujung meja 
makan sebagai kepala keluarga hendak bangkit dari duduknya,"Eyang lihat dulu ya siapa yang datang?" Eza malah dah lebih dulu keluar dari kursinya yang berada di sebelah kanan Eyang,"Biar Eza Eyang..pasti Om Samuel yang datang."
Yang lain langsung nyorakin,"Cie...Om Samuel atau Febby?Cuit...cuit!" Eza merona wajahnya dan dengan tertatih menuju ke depan,"Kalian ah godain melulu..." Norman nyeletuk,"Ayo semangat Masbro!!" Irwan juga,"Iya semangat 45!Berjuang!!" Erie dan Eyang cuma mesam mesem melihatnya. Eza sumringah melihat mobil Notaris Samuel yang masuk halaman,"Wah Om datang!Pagi Om!Febby mana Om?"
Cie...to the point nih Eza...ai..ai.Pintu mobi tengah dibuka tapi yang turun ga cuma Febby,tapi dasar Eza dia hepi banget lihat Febby datang,"Kupikir ga ikut Feb,aku deg2an..." Febby heran mendengarnya,"Deg2an?Gitu aja deg2an...aku kan mau ngerjain tugas kuliah.Pasti datanglah..."
Febby malah sibuk membantu Evi menurunkan bawaannya,"Za,kenalin nih mb Evi..." Eza asyik menatap wajah manis Febby,"Apa?..Oh ya.Saya Eza." Evi menyalami Eza,"Oh mas cucu Eyang Puspa ya?" Samuel turun dari mobil,"Bener Nak Evi.Eza itu cucu pertama Eyang Puspa.Nak Evi kesini ngantar pesanan Eyang.Kok sepi Nak Eza pada kemana?" Eza mengajak masuk,"Eyang didalam.Mari masuk...sekalian sarapan bareng yuk!" Eza berbisik pada Febby,"Apa dia calonnya Bossgenk he .he..?" Febby tahu kenapa Eza ga nyebut nama Irwan,"Sepertinya iya...tapi ntar perhatiin aja reaksi keduanya kalau ketemu he..he.."
Eza punya rencana buat ngejutin Irwan,ditutupinya Evi dengan cara gandeng Febby jalan depan Evi.
Febby setuju dengan rencana itu.Dengan santainya dia gandeng lengan Eza bak pengantin baru aja.Modus tuh Eza...Evi dibelakang mereka.Kikuk dan kagum lihat megahnya rumah Eyang bagian dalam.Biasanya dia cuma sampai halaman atau teras.Eza sambil senyum mengajak mereka masuk langsung ke ruang makan,wah semua surprise melihat kedatangan Samuel dan Febby.Eyang langsung nyambut,"Ayo sini sini!Duduk sini!Sarapan bersama kita!"
Samuel duduk di sebelah kiri Eyang tapi Febby dan Eza masih berdiri nutupi Evi,Norman langsung ngeledek,"Cie...ada yang gandengan kayak truk gandeng ga mau lepas2 kayaknya..." Febby malu dan mau melepas gandengannya eh Eza malah mencegahnya,"Eyang ada yang nyari Eyang nih.Diajak makan pagi sekalian boleh ga?"
Eyang heran,"Lho tamunya masih ada to?Mana?" Eza dan Febby melepas gandengannya,"Ta..ra...!!" Erie sumringah lihat Evi,"Evi!!" Norman juga kaget,"Wah...kejutan nih!!" Apalagi Irwan yang lagi minum susu sampai kesedak,"Uhuk!Uhuk!" Eza dan Febby saling lirik lihat Evi juga kaget lihat Irwan disana,"Kalian..." Norman godain Irwan,"Biasa aja minum susunya Bossgenk!...hi..hi.." Irwan meletakkan gelas yang ia pegang,"Makhlum ga biasa minum susu he..he.." Semua menahan senyum melihat Irwan salting. Eyang menyambut Evi,"Wah pesanan Eyang ya?Nak Erie...ambil piring ya buat wadah nih..." Erie segera ke dapur,"Siap Eyang!" Febby juga bantuin nata di meja.Norman lalu pindah duduknya dekat Erie,"Sebelum diusir mending aku tahu diri he...he..."
Kursi kosong tinggal yang dekat Irwan. Erie ngajak Evi duduk,"Ayo Evi duduk sini!" Evi pekewuh,"Tapi saya cuma mau ngantar pesanan saja.Takutnya ganggu..." Irwan segera berdiri,"Udah...nurut susah amat sih.Evi boleh ikut makan ya Eyang?" Eyang mengangguk,"Tentu saja.Ayo duduk Evi!Sebelah Nak Irwan kosong tuh!" Evi mau duduk juga.Begitu dia duduk Norman langsung bilang,"Cie...sebelahan nih ye...Bossgenk panas dingin tuh!!"
Yang lain pada melirik ke Irwan,Irwan malah jadi keringat dingin dilihatin,diambilmya tissue,"Norman ah!
Sampai keringatan nih!" Eza dan Febby saling lempar senyum melihatnya.
Evi melihat ke arah wajah Irwan,"Iya...kok pagi2 dah keringatan sih Wan?" Eyang heran lihat Evi kenal Irwan,"Kalian sudah saling kenal?" Yang jawab malah Norman,"Eyang ga tahu ya,mb Evi ini kan...." Irwan ngelirik Norman,"Norman...!!" Normanpun diem sambil cekikikan,"Hi..hi.." Eyang ngerti tanpa dijelaskan,"Oh begitu?Wah lengkap nih ayo kita makan bersama.Evi belum sarapan kan Cah Ayu?"
Evi jawab malu2,"Sebenarnya memang belum..."
Semua ketawa mendengar jawabannya,hanya Irwan yang malah asyik lihatin wajah Evi yang malu2 jawab,'Mimpi apa aku semalam?Tiba2 dia muncul lagi dihadapanku.Apa dia ya jodoh aku yang sebenarnya?Aku bingung...
Makin hari makin ayu lagi dilihatnya...aduh...' Eza mendehem,"Ehem...ayo sarapan dulu...He..he.." Febby nyenggol lengan Eza,"Sst!Biarin aja...so sweet tahu lihatnya hi..hi.." Wah gantian Eza yang terpukau lihat senyum manis Febby,'Aduh...jantungku...kayaknya perlu dimedical check up nih..manisnya...Rasanya sudah kenyang perutku...kalau sarapan ditemeni Febby begini...'
Ganti Norman yang mendehem,"Ehem...sindrom disoriented nih...gawat tinggal aku yang belum kena nih..."
Erie heran,"Kena apa Mas?" Wah dipanggil 'mas'tepat di sebelahnya bikin Norman berbunga2,'Kena panah deh hatiku...kayak Rama dan Sinta nih...oh dewi Sintaku...panggil diriku sekali lagi dengan sebutan mesramu...'
Erie heran lihat Norman malah lihat dia,"Mas?Mas Norman?" Wah Norman malah lupa kalau lagi megang sendok,"Kliting..." Dia geragapan disambut tawa oleh Eyang dan Samuel,"Weleh...weleh...anak muda zaman sekarang polahe aneh2 kabeh..."
Sarapan ceriapun dimulai.Evi makan sambil curi2 pandang ke arah Irwan yang diajak ngobrol sama Samuel.Ia senang disambut dan diperlakukan bak keluarga di rumah Eyang Puspa.Ga seperti saat acara di rumah Isda,semua mengucilkannya dan memandang hina.Disini dia dianggap setara dan keluarga.Air matanya sampai menetes saking terharunya,Irwan melihatnya,"Kenapa matanya?"
Evi menerima tissue yang disodorkan Irwan padanya,"Gpp cuma kepedesan kali..." Irwan melihat Evi ga ngambil sambel di piringnya tapi ia diam saja,"Kalau gitu minum dulu ya?"
Melihat Irwan perhatian ke Evi yang lain jadi ngerti kalau Irwan punya rasa sayang pada gadis penjual penganan itu.Eyang bahkan berbisik pada Samuel,"Mereka serasi ya?Saya kok lebih sreg lihat cah ayu itu dapat Nak Irwan 
daripada sama anaknya Isda..." Samuel mengangguk,"Iya mereka cocok.Sama2 kehilangan ayah dan ayah mereka juga bersahabat baik.
Mungkin restu kedua mendiang ayah mereka yang nyatuin mereka." Eyang manggut2 setuju.Wah restu orang tua memang sangat penting.Ke pantun aja deh... Masak air di pagi hari ?**see you next eps***
Eps 31 CERBUNG III ÷÷ KEHILANGAN
-(÷÷ KEHILANGAN@÷÷ CERBUNG III EPS 31|\|÷÷ The Day = Harinya
@÷÷ RUMAH EYANG PUSPA... Semua sudah sarapan dan kian akrab satu dengan yang lain.Erie,Febby dan Evi ngumpul bertiga dengan akrabnya asyik cuci piring di dapur.Eyang memang punya pembantu tapi ia senang juga anak2 gadis itu pada rame di dapur.Erie nyabuni,"Seneng deh bisa kenal kalian.Seperti punya saudara saja."
Febby bagian ngelapi,"Iya ya.Aku tuh dirumah sendirian terus.Paling sama pembantu.Sepi.Ramainya kalau ada ayah aja.Kalau mb Evi punya saudara ga?"
Evi yang bagian nata di rak,"Punya.Adik perempuan namanya Intan.Dia manis dan jauh lebih cantik dari aku."
Erie nyeletuk,"Evi juga cantik kok.Alami lagi cantiknya.Apalagi kulitnya eksotis banget." Febby malah punya ide,"Aku tuh punya banyak baju di rumah juga berbagai kosmetik.Aku bisa bikin mb Evi jauh lebih cantik lagi dari yang sekarang.Dijamin deh Irwan bakal klepek2 nanti.Gimana mau ga?"
Evi tersipu denger nama Irwan disebut,"Kalian salah sangka.Irwan itu pacarnya adik aku.Bukan pacarku." Semua langsung ber oo...,"Yang bener?" Evi menaruh sebuah piring duralex di rak,"Adik aku itu sejak kecil ikut bibi aku di kota.Ketemu sama Irwan di sana.Mereka jadian.Coba pikir aku kan hidup di desa mana mungkin kenal Irwan yang anak kota."
Semua manggut2.Irwan masuk ke dapur,"Kayaknya namaku disebut deh...hayo pada ngapain?Bicarain aku ya?"
Febby malah godain,"Mas Irwan sendiri ngapain ke sini?Hayo kangen sama mb Evi ya?Ngaku hayo...!"
Waduh Irwan dan Evi langsung salting kabeh sampai Evi hampir jatuhin gelas,untung Irwan sigap segera
nangkap gelasnya,"Hati2 Vi..." Erie langsung julit,"Cie...ga pakai mb lho nyebutnya...cie...cie..." Waduh makin rame kala Norman ikut masuk ke dapur,"Rame bener kayak arisan pkk aja...ada apa sih?"
Semua melihat ke arah Irwan yang malah saling pandang dengan Evi,"Itu tuh...hi..hi.." Norman nahan tawa dan malah ngajak Erie ke depan,"Kita ke depan aja.Siapin tas kamu katanya mau balik ke kota.Mending berangkat pagi aja.Jadi sampai sana ga terlalu siang."
Erie nurut,"Iya Mas.Aku siap2 dulu.Nyucinya juga dah kelar kok." Febby juga ikutan ke depan nyari Eza,"Nyari Eza aja ah...bahas soal tugas kuliah..biar aja sepasang sejoli itu didapur he..he.."
Evi dan Irwan malah ga sadar kalau dah pada kabur kabeh sekutunya,mereka malah saling pandang,'Evi...atau Intan ya..kenapa hatiku bergetar dan merasa bahagia bila lihat Evi bahagia dan sedih jika lihat dia sedih...kenapa denganku...bukannya aku ini pacar adiknya?Irwan...Irwan...sadar!Eling!!'
Irwan sadar dan jadi malu lihat tinggal dia dan Evi yang didapur,"Lho yang lain pada kemana?" Evi yang ngalamun juga jadi sadar,"Iya ya kok pada hilang?Mungkin ke depan kali." Mereka lalu ke depan dan lihat Erie lagi siap2 mau balik ke kota,"Lho mb Erie mau kemana?" Erie menjawab,"Mau jemput ayah dan ibuku Vi.Mau kubawa ke sini.Biar aku bisa merawat mereka.Kasihan kalau mereka di kota.Anak mereka cuma aku Vi.Sudah menjadi kewajibanku merawat mereka." Irwan malah terharu mendengarnya,"Mb Erie anak yang berbakti ya.Pantas jadi guru.Teladan.Andai aku bisa seperti mb.Bisa punya kesempatan berbakti seperti itu.Sayang ayah ibuku sudah tiada semua."
Evi mendengarkan penjelasan Irwan,'Ya ampun kasihan Irwan.Hidup sebatang kara di dunia.Punya pacar saja ga jelas gimana hatinya.Intan..Intan kamu kok tega sih sama Irwan?'
Bicara soal Intan,gimana dia ya?Lagi apa ya?
|_÷÷ RUMAH RITA SUGIARTO... Intan lagi sibuk dandan,rencananya Isda mau ke rumah Rita untuk melamar Intan bagi Reza.Kilat amat?Emang Isda lagi kejar tayang.Soalnya dia denger Samuel dah nemuin Irwan.Denger dari siapa?Waktu itu dia denger Samuel ngobrol sama Reza di saat mau pulang dari acara syukuran,"Nak Reza ini tinggi ya?Beda sama adiknya he..he..".
Reza kaget juga,"Adik?Maksud Om?" Isda langsung muncul pas itu,"Reza sudah waktunya kamu kedalam.Diluar dingin lagian Pak Samuel ini kan mau pulang kan?Pamit aja pakai acara ngobrol segala."
Ketus nian Isda,memang Isda sebel sama Samuel soalnya ga mau diajak kerja sama mengatasnamakan semua warisan ke tangan Reza saja.Samuel tetep kekeh melaksanakan wasiat Hamdan,sahabat sekaligus kliennya.Makanya Isda kejar tayang.Dia ga mau sampai saat ultah Reza nanti di usia 25 tahun,saat pembacaan warisan Reza masih belum nikah dengan keturunan sahabat Hamdan yang miskin.Alias suami Rita.Terdengar suara mobil diluar,"Ah itu pasti Kak Reza dan Mamanya.Kebetulan banget mb Evi lagi ga ada.Yess!"
Intan dengan gegap gempita menyambut Isda dan Reza yang datang bawa banyak bingkisan,"Aduh..sampai repot2 Tante...mari masuk!Mari Kak Reza...maaf rumahnya jelek."
Reza sebenarnya terpaksa nuruti mamanya,'Biarlah demi Mama.Aku ga mau disebut anak ga berbakti.Lagian Mama hepi banget sama Intan.Kayaknya kalau aku ngeyel mau kenal Evi dan Intan dulu biar bisa punya pandangan,hasilnya bakal sama deh.Paling Mama setujunya sama Intan.Evi mana ya?Kok aku ga lihat ya?'
Rita yang jadi kaget lihat Isda datang,"Ya ampun Jeng dalam rangka apa ini?Bawa bingkisan banyak banget.Evi lagi ngantar pesanan.Tunggu bentar ya saya bell dulu."
Isda malah narik tangan Rita,"Saya itu ga nyari anak pertama Jeng Rita.Namun saya kesini mau melamar anak kedua Jeng.Si Intan buat gantiin posisi kakaknya.Jadi mantu saya.Nikah sama Reza anak saya."
Rita makdeg mendengarnya,'Ya ampun akhirnya kejadian juga hal yang kutakutkan.Jodohnya ditukar.Kasihan putri sulungku...bakal jadi omongan orang kalau begini caranya.Elahe..nduk..nduk..'
Iya ya kasihan Evi.Wara2nya kan dia yang harusnya nikah sama Reza kok malah jadi Intan yang nikah duluan?Pakai acara pelangkahan dong?Rita coba bujuk Isda agar jangan ditukar jodohnya,"Jeng apa ga nunggu Evi dulu.Biar jelas semuanya.Kasihan anaknya dah nunggu sejak kecil lho masalah ini.Saya akan bell dulu dia.Dia kan di rumah Eyang Puspa.Disana ada no telpon rumahnya."
Reza juga bujuk ibunya,"Iya Ma.Ga usah buru2.Lagian masalah pernikahan kan masalah seumur hidup?Nunggu bentar juga ga masalah deh."
Isda akhirnya nurut walau wajahnya mrengut,"Ya udah dibel aja.Cepet ya!Saya sibuk!" Rita segera ngebel rumah Eyang Puspa,yang mengangkat Eza,"Hello?" Rita nyari Evi,"Ini rumah Eyang Puspa?" Eza menjawab,"Benar.Ini siapa ya?" Rita menjawab,"Saya ibunya Evi.Apa anak saya disitu?Tadi dia ngantar pesanan ke situ." Eza melihat ke arah Evi yang sedang bicara dengan Eyangnya,"Ada.Sedang bicara sama Eyang.Bentar ya saya panggil..."
Rita nyahut,"Ga usah!Ga usah dipanggil,titip pesan aja.Suruh cepat pulang.Ada hal penting.Tolong sampaikan ya..."
Eza jawab,"Ya saya sampaikan...yeah...ditutup..." Sebenarnya pulsanya entek Za...he .he..makhlum pakai hp jadul pula.Bisa jadi juga low bate deh. Gimana reaksi Evi?
€÷÷HALAMAN DEPAN RUMAH EYANG... Eza segera menyampaikan pesan Rita pada Evi,"Mb,tadi ibunya nelpon katanya mb diminta pulang cepat.Ada hal penting katanya."
Evi yang lagi bicara soal pesanan sama Eyang Puspa jadi heran plus kepo tingkat desa,"Hal penting?Ada apa ya?"
Eyang segera membayar pesanan kuenya,"Nih cah ayu.Ambil aja sisanya buat kamu.Ga usah ikembaliin.Pokoknya kalau kelilingan jangan lupa mampir ya ke rumah Eyang.Pasti Eyang beli." Evi menerima uangnya,"Ya ampun Eyang ini banyak banget.Evi jadi ga enak." Eza tersenyum,"Eyang sejak dulu emang pingin punya cucu perempuan mb.Jadi jangan sungkan.Diterima aja."
Irwan juga malah nawari nganter,"Aku antar ya?Sekalian aku mau ketempat mb juga he..he.." Febby nyeletuk dari belakang Eza,"Kalau depan Eyang pakai mb...kalau ga ada Eyang ga pakai mb...wuih...ada yang malu2 tapi mau nih..."
Eza malah nggak ngeh,"Kamu ngomong apaan sih?Aku kok ga ngerti?" Febby bisik2 sama Eza,....hhhewzzz....hewhhwezz... Tahu2 Eza dah nahan senyum dan pringas pringis bikin Irwan merah jambu mukanya,"Udah ayo mb kuantar!Jangan dengerin masbro dan adindanya itu!" Febby yang kepo,"Adinda?Namaku Febby ya...weeek.!!" Eza malah senyam senyum,"Udah...jangan ribut..ayo katanya mau dianterin ke sawah?Jadi ga?" Febby langsung nyari tasnya,"Jadi dong!Ayo!" Samuel tersenyum melihat keceriaan putrinya,'Memang ga salah kalau mereka dijodohkan saja.Mereka cocok.Tapi biar mereka makin akrab dulu.Makin deket.Moga aja cinta tumbuh di hati putriku.Seperti cintanya pada Prince Frozen.'
Andai saja Samuel tahu kalau Eza adalah Prince Frozen.Pasti hepi dia.Norman juga mau pamitan ke kota ngantar Erie.Weleh lunga kabeh ki piye?Norman mencium tangan Eyang Puspa,"Terima kasih ya Eyang dah mau nampung Norman disini.Ngasih makan juga kasih sayang.Norman merasa diperlakukan bak keluarga saja.Norman ga bisa balas apa2.Hanya ucapan terima kasih dan rasa hormat yang dalam dari hati Norman.Jika butuh apa2 yang bisa Norman kerjakan,bilang saja sama Norman ya Eyang...pasti Norman akan lakukan."
Eyang malah mengelus kepala Norman,"Kamu itu masih muda tapi dewasa orangnya.Jaga nak Erie ya.Cuma itu aja pesan Eyang.Kalau kamu mau tinggal di desa ini.Tinggal aja disini.Biar Eza ada temannya.Nak Irwan juga kalau mau tinggal di desa ini.Tinggal aja di rumah Eyang.Eyang seneng nerima kalian semua."
Febby nyeletuk,"Kalau saya boleh juga ga Yang?" Eza yang jawab,"Boleh banget ya Eyang he..he.." Eyang mencubit pipi Eza,"Dasar anak muda...hati2 ya kalian semua." Eza juga pamitan mau nganter Febby lihat persawahan.Naik mobil pastinya.Irwan pamitan ngantar Evi.
Naik motor kalau ini.Evi dah siap di boncengan.Pegangan pinggang Irwan.Cie..cie..Erie sama kayak Evi cuma sama Norman dia.Mau menuju kota.Lalu Samuel?Samuel mau bahas soal Irwan sama Eyang Puspa.Dia mau minta pendapat Eyang.Sekalian mau bahas soal Febby dan Eza yang kian lengket saja dari hari ke hari.Gimana perjalanan mereka masing2 ya?Mau kepoin siapa dulu?Karena yang minta cerbung ini penggemar Eza,kita 
kepoin Eza dulu.Nih dia!
|\|÷÷ PERSAWAHAN MILIK EYANG PUSPA... Meski kakinya ga sempurna Eza masih bisa nyetir mobil,"Akhirnya sampai juga kita di sawah milik Eyang aku.Ini baru sebagian kecil sih...masih banyak di sebelah sana.Sana..sana juga dan sisi lain desa ini."
Febby terpukau,"Wow!Eyangmu banyak banget sawahnya ya...keren!Kamu pasti bantuin mengelola ya?" Eza turun dari mobil,"Iya dong kan cucu pertama.Kalau adik aku masih sibuk kuliah.Oh ya kamu kuliah di mana?"
Febby menyebut nama sebuah kampus,Eza kaget dengernya,"Itu kan kampus adik aku juga?Adikku juga kuliah di situ."
Febby ga nanya nama adik Eza karena dia malah sibuk ambil foto2,"Wah pemandangannya keren.Oh ya adik kamu ambil apa?"
Eza jawab,"Ambil Ekonomi.Anaknya suka ngedance padahal.He...he.." Febby kaget,"Suka dance?" Ia teringat pada Fero,'Fero juga suka dance.Bahkan lebih suka dance daripada puisi.Tapi ngakunya Prince Frozen.Ternyata pembohong.' Karena keasyikan ambil foto Febby ga lihat kalau ada jeglongan,Eza yang malah lihat,"Awas Feb!!Ada lubang lho!"
Febby ga ngeh dan malah oleng,Eza segera menangkap tubuh Febby,mereka malah ambruk bareng ke sawah,basah deh..."Aduh...!!" Untung kamera Febby gpp,tapi gara2 kejadian itu pakaian Eza jadi kotor,"Aduh kena lumpur nih..." Febby sih ga masalah bajunya tapi Eza yang kasihan,untung cuma luarnya.Eza segera membuka kancing hemnya niatnya mau lepas baju terus pakai jaket aja.Kan dia pakai kaos dalaman.Saat itulah Febby melihat kalung yang dipakai Eza,'Itu kan kalung yang kuberikan buat Prince Frozen lewat Gramedia?Kok bisa ada di Eza ya?'
Eza ga sadar kalau Febby merhatiin kalungnya,ia malah asyik makai jaketnya yang ia tinggal di mobil,"Untung jaketnya kutinggal...lain kali kayake perlu stock baju deh di mobil..."
Febby mendekati Eza,"Za,kamu dapat kalung itu darimana?" Deng..deng...Eza baru sadar,astaga!Wah apakah jawab Eza pada Febby?Akan terkuakkah rahasia Eza selama ini?Kita ke
***see you next eps***
Eps 32 CERBUNG III ▲▲▲ KEHILANGAN
|| KEHILANGAN ▲▲▲ |~ CERBUNG III EPS 32 ▲▲▲₩ Shall Confess = Akan Mengaku ▲▲▲
|\| DI PERSAWAHAN DESA WATU TRESNO ▲▲▲ Eza tercekat mendengar pertanyaan Febby,'Apa yang harus kukatakan?Jujur atau ngeless ya?Kalau ngeless aku bakal bohong lagi nanti.Lagi dan lagi.Padahal aku sayang pada Febby.Kalau jujur,aku takut dia akan membenci karyaku.Aku ini seorang penulis puisi yang cacat fisik.Dia akan begitu ga ya?'
Febby kian aneh melihat kebungkaman Eza,"Kenapa ga dijawab Za?Kalung itu apa kau membelinya atau kau memesannya atau kau..."
Eza memejamkan matanya,"Kalung ini pemberian seseorang.Aku tak membeli dan tak memesannya..." Febby memegang liontinnya yang berupa tulisan ,'PF...Prince Frozen...aku takkan lupa dengan model hurufnya.Aku sendiri yang memesannya.' Eza coba mengalihkan pembicaraan,"Oh ya kita ke area sana saja.Disana padinya ada yang terserang hama wereng.." Febby malah memandangi Eza,"Boleh aku tahu siapa yang memberikan kalung ini padamu?" Eza kebingungan,"Memang kenapa sih dengan kalung ini?Kayaknya penting banget ya?" Febby malah berkaca2,"Iya memang sangat penting.Aku tahu betul kalung ini.Tiap detilnya aku ingat betul.Aku sendiri yang memesannya.Kalung ini kuberikan spesial buat penulis puisi yang kusukai sejak lama.Kalung ini kutitipkan pada management Gramedia buat diberikan pada penulis itu.PF adalah inisial namanya dalam tiap puisinya.Dia tak pernah membuka identitas aslinya.Dia selalu memakai nama samaran Prince Frozen.Dan kini kulihat kalung itu ada padamu....tak mungkin kau mencurinya...kau kaya raya buat apa kau mencuri...tak mungkin pula kau bekerja di Gramedia...aku tak pernah melihatmu di office mereka.Aku kenal semua jajaran stafnya.Hanya satu kemungkinan tersisa..."
Eza tertunduk,'Habis sudah aku...' Febby memandang Eza,"Kau adalah Prince Frozen...semua itu kian kuat karena kau hafal semua puisi dia...kau juga jago soal puisi...kau dia bukan?Katakan padaku...Katakan Za...!!"
Eza menggigit bibirnya,bingung ia mau jawab apa pada Febby.Rahasia yang selama ini dia pendam dan simpan rapat2 haruskah ia ungkap kini?Eza malah berbalik dan menatap ke arah padi2 yang tumbuh dengan suburnya,"Apalah arti sebuah nama Feb...pada akhirnya orang hanya melihat yang dipermukaan...yang kelihatan...iya kan?"
Febby memandang punggung Eza yang nampak luruh,"Jadi benar kau adalah dia?Kau Prince Frozen?
Kau penulis semua puisi itu?" Eza malah tertawa getir,"Kau pasti tak mengira kan bahwa si Prince Frozen itu ternyata seorang yang ..." Eza tak meneruskan kata2nya dan malah melangkah menuju mobil,"Sebaiknya kita pulang saja.Aku akan minta Pak Wiryo saja yang menemani kamu lihat persawahan..."
Febby malah memeluk Eza dari belakang,"Jangan pergi!Aku menanti saat ini begitu lama...aku bahagia sekali saat ini...benar2 bahagia..."
Eza kaget mendengarnya,"Kau bahagia?Aku tak mengerti.Bukannya kau kecewa karena penulis idolamu ternyata
seorang yang kakinya timpang dan ga normal seperti yang lainnya?"
Eza mengatakan itu sambil menahan pedih di hatinya,"Sebaiknya lepaskan tanganmu...kita pulang saja!"
Eh bukannya dilepas malah Febby makin erat meluk Eza,"Ga mau!Aku ga peduli kamu fisiknya kayak apa...
yang penting bagi aku...kamu adalah Prince Frozen yang asli..."
Eza terpana,"Kau ga masalah aku cacat?Kau serius?" Febby malah menempelkan wajahnya di punggung Eza,"Memang kenapa kalau kamu cacat?Kamu juga ciptaan Tuhan.Tuhan tak pernah memandang hina apapun.Ia punya tujuan masing2 untuk setiap ciptaan-Nya."
Eza malah memegang tangan Febby,"Kau tidak menolakku meski aku timpang?" Eza berbalik dan menggenggam jemari Febby,"Kau masih mau mengenalku dan membaca karyaku meski aku tak seperti yang lain?"
Febby tersenyum dan mengangguk,"Iya...iya dan iya..." Eza bahagia dan tersenyum haru,"Sungguh?" Febby mengusap wajah Eza,"Aku bersyukur pada Tuhan karena telah menjadikanmu ada di dunia ini.
Kau itu berharga bagiku.Sangat berharga." Eza dan Febby berpelukan haru,"Terima kasih...Feb...ini sangat berarti bagiku.Terima kasih." Febby bahagia dalam pelukan Eza,'Tuhan,akhirnya aku menemukan Prince Frozenku...dan dia ternyata sangat baik orangnya...aku sepertinya jatuh cinta pada Eza...eh Prince Frozen...whatever....aku bahagia pokoknya...'
Nyanyi dulu....▲▲▲ Akhirnya ...ku menemukanmu...akhirnya ku menemukanmu...saat hati ini mulai merapuh... kuberharap engkaulah jawaban segala risau hatiku..dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku...weleh▲▲▲ Yang lagi bahagia biar bahagia dulu disaksikan oleh kinjeng,capung dan ndogerok.Apa itu ga sama artinya diajeng?Wei...masak?Ya udah tak tambahi...plus tonggeret,wereng,cacing tanah,siput,terus...kuntul. Terus kita mau ke rumah Evi kan?Kuntul ning tengah sawah Betul ora salah....he .he..Asyik!!...nyanyi maneh.. ▲▲▲ Sik asyik sik asyik kenal dirimu...omg!▲▲▲
Q RUMAH EVI ▲▲▲ Isda sudah ga sabaran,"Mana jeng lama amat putrinya sudah kering saya nungguin.Iih..
ini nih yang saya ga suka dari dia...ga hormati orang tua.Mana ada orang yang lebih tua disuruh 
nunggu?Ga sopan banget!" Intan ngekek dalam hati,'Rasain tuh mb Evi dimaki2 Tante Isda..hi..hi..'
Reza mencoba meredam suasana,"Sabar dong Mam,kan kita tamu.Wajar kalau kita nunggu.
Kita juga ga kasih tahu kan sebelumnya?" Rita mendengar suara motor diluar,"Ah kayaknya itu deh Jeng...bentar ya?" Eh Intan mencegah ibunya,"Biar Intan aja Bu.Intan kan lebih muda.Jadi biar Intan aja yang lihat.
Ibu duduk aja." Isda kagum,"Tuh anak keduanya cakep sikapnya.Tahu diri.Saya itu ga mungkin salah pilih mantu." Rita cuma mesem mendengarnya,'Jeng...jeng sebenarnya kalau Intan saya itu ga yakin wataknya soalnya saya ga besarin dia.Tapi kalau Evi saya berani jamin,anaknya baik.Ga bakal nyesel jadiin Evi sebagai mantu.'
Lihat Irwan datang bersama Evi,Intan jadi punya ide,"Wah lihat tuh Tante!Mb Evi mesra ama cowok!" Isda segera kepoin,"Nah lihat sendiri Jeng Rita kelakuan anak sulungnya tuh!Kayak gitu kok masih mau dipertimbangkan lagi!Wis saya dah putusin mantap!Saya melamar Intan buat Reza.Ga jadi anak jeng yang itu tuh!Intan terima kan lamarannya?"
Evi dan Irwan sudah tiba didepan pintu,"Oh ada tamu ya?" Intan menjawab,"Bukan tamu mb.Tapi calon mertua aku.Tante Isda saya terima lamarannya.
Diterima dengan senang hati!" Irwan dan Evi kaget,"Lamaran?" Isda malah girang dan segera menggandeng Reza serta Intan pergi,"Udah kita pergi aja!Jangan sampai kita buang waktu percuma.Ayo kita ke kota cari model baju pengantin.Jeng Rita saya pamit!"
Reza memandang gimana gitu lihat Evi bersama Irwan,'Ternyata dia sudah ada yang dicintai.
Ya udah deh nurut saja sama Mama.' Irwan hendak bicara sama Intan,"Intan!Aku mau bicara sama kamu!Intan!" Intan malah nyolot,"Kamu ngapain sih masih ngejar aku?Apa kakakku ga oke ya?Hi...hi...
udah berhenti kejar aku.Kan udah ada kakakku.Daah!!" Irwan hendak mengejar tapi Intan sudah naik ke mobil dan pergi bersama Isda dan Reza.
Evi malah nanya sama ibunya,"Sebenarnya Nyonya Isda kemari mau apa Bu?" Rita memandang iba pada putri sulungnya,"Sing sabar ya cah ayu...
mungkin Nak Reza memang bukan jodohmu..." Nyanyi sik... ▲▲▲Positif thinking! Sakit memang ditinggal sang kekasih.... Tapi kamu harus terima kenyataan Tetap tenang positive thinking Anggap saja dia bukan jodohmu...▲▲▲ Irwan juga kepo dengan semua yang dikatakan Intan,"Ibu sebenarnya ada apa sih?Kok Intan malah pergi sama dua orang tadi?Mereka itu ada hubungan apa sama Intan Bu?"
Rita juga memandang iba pada anak muda itu,'Elahe...duwe anak wadon ki ra gampang.
Salah asuhan ya begini nih...nyusahin aja bisanya...Intan2 kapan kamu sadar nduk...' Evi sudah bisa ngerti walau masih nyesek juga di hati,"Evi ngerti kok Bu.Evi gpp.Evi ikhlas.
Jodoh kan yang ngatur Tuhan.Evi mau ke ladang dulu Bu.Mau cari daun pisang." Rita mengangguk,"Syukur kalau kamu ikhlas Cah Ayu.Nak Irwan juga yang ikhlas ya kayak Evi.
Anggap aja Intan dan Nak Irwan itu ga jodoh.Ibu yakin masih banyak yang bisa lebih baik dari Intan." Nyanyi lagi... ▲▲▲ Jangan nyerah gitu dong Coba cari yang lain Di bumi ini ga cuma dia seorang Masih banyak kok yang bisa lebih baik dan mengerti terima kamu apa adanya...▲▲▲ Weleh..weleh... Irwan makin bingung dikasih wejangan begitu,"Irwan ga ngerti Bu." Rita malah nangis dan masuk kamar,"Maafkan anak ibu ya Nak...maafkan dia..." Irwan kian resah dan akhirnya milih ngejar Evi,"Mb...tunggu mb!!Jelasin sama saya ada apa sebenarnya!" Irwan lari2 ngejar Evi.Evi malah ngalamun sibuk dengan pikirannya yang nelangsa,'Intan bakal nikah duluan.Aku pasti jadi gunjingan warga sekampung.Pasti pada heran kenapa Nyonya Isda milih Intan kan aku lebih tua.Harusnya aku dulu yang nikah.Tapi semua sudah terjadi.Ditanya ya aku jawab senyum aja.Dipikir njero juga ga mengubah keadaan.Mending aku jalani hidup saja dengan legowo.Ra nikah ya rapapa.Aku malah bisa jaga ibu.
Ya ampun ternyata aku sedih banget ya...' Evi malah kembeng2 sambil mengambil daun pisang.
Irwan mendekatinya dan melihat air mata menggenang di kedua mata Evi,"Vi...kamu nangis?Kamu kenapa?Kamu gpp?"
Semua pertanyaan di hatinya lenyap berganti kecemasan melihat Evi sedih,"Vi..ngomong kamu kenapa?
Evi...!" Evi diam dan malah mematung depan pohon pisang,Irwan tahu gadis itu lagi sedih banget,
"Kamu mau pinjam bahuku?Boleh..." Evi memandang pria muda di hadapannya,"Bener boleh?" Irwan malah menepuk bahunya,"Beneran!Gratis lagi..." Evi langsung menghambur memeluk Irwan dan menangis dibahunya,"Aku sedih...sedih banget...hu..hu..." Irwan jadi ikut sedih entah kenapa,"Udah puasin aja nangisnya...disini sepi kok.Yang ada cuma pohon pisang dan aku..."
Evi nangis di pelukan Irwan,"Intan tega ya sama aku...kakaknya sendiri...aku ga sangka...hu...hu.." Wah...Irwan jadi kembeng2 matanya lihat Evi nangis sampai terguncang gitu,'Kenapa aku jadi lupa ya soal mau marah lihat Intan pergi sama dua orang tadi.Aku malah jadi sedih lihat Evi kayak gini.Apa sebenarnya yang dilakukan Intan ya?Kakaknya sampai nangis sesedih ini?Aku jadi ragu mau melamar Intan..kakaknya dia tega nyakitin gimana sama orang lain?'
Wah..wah...satu pelukan di tepi sawah,satunya di antara tanaman pisang.Weleh...kita ke pantun aja. Udara pagi dingin sekali Pingin tidur tapi harus pergi Mohon maaf sekali lagi Kehilangan cukup sampai disini Kita next lain kali....***see you next eps***
Eps 33 CERBUNG III ♥♥♥KEHILANGAN IDY IRWAN STORIES·4 JUNI 2016
♥ KEHILANGAN ♥CERBUNG III♥EPS 33♥ Let Them = Biarkan Mereka♥
♥Kebun Pisang... Evi nyaman sekali menangis di pelukan Irwan,'Kenapa aku jadi lebih kuat ya kalau ada Irwan di dekatku?
Aku senang dekat dia.Dia ga pernah memandang hina aku.Dia perhatian dan baik padaku.Sebenarnya Intan itu beruntung banget ya?Disisi satu ada Irwan yang begitu baiknya,disisi lain ada Reza yang begitu dewasa dan berkharisma.Kenapa aku ga seberuntung Intan ya?'
Irwan juga merasa nyaman bersama Evi,'Walau dia baru saja kukenal tapi hatiku percaya kepadanya.
Kalau dia gadis yang baik dan tulus orangnya.Walau dia bersahaja penampilannya tapi hatinya cantik sekali.
Aku merasakan kebaikan,kedamaian dan kejujuran kalau dengan dia.Mengapa Intan tega menyakiti hati kakaknya sendiri ya?Apa aku salah mengerti dia?Aku ternyata tak mengenalnya.Benar kata Norman,Evi lebih baik dari adiknya.Ia tak dendam dengan kelakuan adiknya.Ia mencoba tabah menghadapi semuanya.Bisakah aku seperti dia?Aku terbiasa dihina.Dibilang anak haramlah,anak jalananlah,premanlah...ga punya masa depanlah..
Semua itu bisa kuterima tapi dikhianati seperti ini?Dianggap ga berarti begini?Aku memang ga sekaya pria bernama Reza itu.Tapi kenapa dia selalu bersama dengan isteri Ayah itu ya?Mungkinkah dia itu Reza yang selalu disebut oleh Om Samuel dan Ayah dalam suratnya?Jika benar begitu berarti dia adalah kakakku?Mengapa sejak dulu aku selalu berhubungan dengan Nyonya itu?Aku perlu bicara dengan Om Samuel kayaknya.'
Evi sudah tenang dan lega,dipandangnya dengan malu pria di hadapannya,"Terima kasih ya Wan?
Kamu masih mau dengerin curhat aku.Padahal kamu juga sama kondisinya dengan aku.Kita sama2 ga beruntung nasibnya.Sama2 kecewa."
Irwan menatap ke arah Evi,"Mengapa kita tidak ke rumah Nyonya siapa itu calon mertua Intan?" Evi menjawab,"Nyonya Isda.Mamanya Reza kan?" Irwan menjadi tajam tatapannya,"Nyonya Isda ?Bukannya dia orang kaya?Kenapa dia mau menikahkan anaknya dengan Intan?Setahuku dia sangat membenci orang miskin."
Evi menatap ke pepohonan,"Aku juga heran pada awalnya namun kata ibu sebenarnya itu keinginan mendiang suaminya.Dulu ayahku adalah sahabat Ayah Reza.Tuan Hamdan,beliau sangat kaya.Tanahnya banyak,belum peternakan dan usaha lainnya.Didesa ini hanya Eyang Puspa yang mampu menyamai kekayaan Tuan Hamdan."
Evi tak tahu bahwa pria yang tadi dipeluknya adalah keturunan Tuan Hamdan juga.Bahkan lahir dari wanita yang dicintai oleh Tuan Hamdan.Irwan melihat ke langit,"Kau pernah bertemu dengan beliau?"
Evi mengambil lagi daun pisang,"Maksudmu Tuan Hamdan?Waktu kecil aku pernah dibelikan baju olehnya.Warnanya merah dengan pita2 gitu.Kata beliau hadiah lebaran he..he..Kalau dengan beliau aku senang mendekat tapi kalau dengan Nyonya Isda,jujur aku ga nyaman dekat dia.Semoga Nyonya Isda menyayangi adikku dan memperlakukannya dengan baik."
Irwan ikut membantu mengambilkan daun pisang,"Aku salut kamu masih bisa mendoakan hal baik buat adikmu.Padahal dia merebut calon suamimu.Apa kau tak merasa sakit hati?Aku siap menemani dan membantumu balas dendam atau melabrak adikmu jika kamu mau."
Evi memegang tangan Irwan,"Kumohon jangan lakukan hal buruk pada mereka.Biarkan mereka bahagia.
Lagipula Nyonya Isda jelas tak menyukaiku.Jika aku menikah dengan Reza dan menjadi menantunya mungkin aku malah tersiksa.Semuanya pasti ada hikmahnya.Mungkin memang kami ga jodoh.Mau dibikin kayak gimana kalau emang ga jodoh ya takkan bersatu.Kalau mau dibilang sakit hati,hatiku memang sakit rasanya.Namun jika memang ini membuat Reza dan Intan bahagia,aku akan mencoba ikhlas.Kuharap kamu jangan menyakiti mereka.Kumohon Wan...berjanjilah padaku."
Irwan kian kagum pada Evi,"Hatimu baik sekali.Adikmu saja malah tak peduli dengan perasaanmu tapi kau masih saja memikirkan kebaikannya.Betapa malangnya Reza karena tak memilihmu sebagai isteri."
Evi jadi tersipu,"Kamu omong apa sih Wan?Siapa juga yang mau sama penjual gorengan kayak aku?
Ayo kamu janji dulu sama aku,jangan mencoba menyakiti mereka.Ayo janji dulu!" Irwan meremas selembar daun pisang,"Aku sebenarnya ingin membuat mereka seperti daun ini.
Hancur dan remuk.Aku ingin melabrak Intan dan menanyainya kenapa ia melakukan ini padaku.
Tapi aku rasa ia tak seberharga itu lagi dihatiku.Ia menolakku bukan karena dia mencintai Reza tapi karena harta.Aku kenal dia.Aku hanya tak suka dia menyakitimu tanpa perasaan.Aku anak jalanan,tak dihargai sudah hal biasa tapi kau adalah kakaknya.Kakak kandung malah.Bagaimana bisa dia melakukan ini semua?Kalian serumah,tiap hari bertemu.Tapi bagaimana dia bisa begitu entengnya melihat kakaknya menderita?Aku heran dan tak habis pikir.Terbuat dari apa hatinya?"
Evi melihat mendung mulai bergayut,"Mau hujan...yuk kita kembali.Oh ya sebagai ucapan terima kasih,besok aku kirimi penganan ya ke rumah Eyang Puspa.Kamu masih tinggal disana kan?Atau kamu akan..."
Evi jadi sedih,'Apakah Irwan akan kembali ke kota ya?Aku takkan melihat dia lagi dong.Kenapa aku jadi sedih sih?'
Irwan mengibaskan daun pisang didepan muka Evi,"Hey!Malah melamun!Wajahnya sedih gitu?" Evi kaget,"Oh...apa?" Irwan membantu membawa daun pisangnya,"Aku ga akan kemana2 kok.Aku mau tinggal di desa ini dulu.
Ada urusan yang belum kuselesaikan."
Evi menghentikan langkah Irwan,"Tapi jangan bilang kalau urusan itu menyangkut balas dendam ke Reza dan intan lho..Janji sama aku..."
Irwan tersenyum,"Asal kamu juga janji satu hal padaku." Evi kepo gitu,"Janji apa?" Irwan mikir,"Akan kupikirkan dulu.Nanti kalau sudah ketemu pasti aku kasih tahu."
Evi memandang penuh rasa kepo,"Sungguh?Janji lho ya...Awas kalau bohong!"
Irwan memandang lega melihat Evi kembali ceria,'Kenapa aku malah jadi bersyukur Evi batal nikah dengan Reza ya?Dengan begini aku bisa dekat dengannya.Aku suka dekat dia.'
Wah Irwan malah berubah haluan.Kira2 apa ya yang bakal diminta Irwan dari Evi?Biar tetap misteri dulu.Sekarang kita ke Norman ya.Sudah sampai mana dia ya?Sampek Engtay...he..he..
♡ On the way neng kutho... Norman dan Erie telah melakukan perjalanan sejak pagi tanpa henti.Erie jadi kasihan lihat Norman,"Mas,mampir ke warung dulu yuk.Istirahat sejenak.Itu ada warung bakso mas.Mampir yuk.
Kayaknya enak deh.Lagian aku haus mas." Norman jelas menurut apalagi dipanggil mas pula,aduh makin klepek2 dia,"Bakso iso telor.Wah kayaknya enak juga tuh.Ayo!"
Tanpa mereka sadari perjalanan mereka diikuti oleh seseorang,siapa sih?
Orang itu melihat Norman menuju ke warung bakso,ia berhenti sebentar untuk melapor,"Boss,sekarang 
Pangeran sedang mampir makan Boss.Saya akan tetap ikuti dan pastikan Pangeran selamat sampai tujuan Boss!"
Yang dilapori jawab via phone,"Bagus Toto.Keselamatan Pangeranku adalah hal utama.Kalian sudah kenal sekarang.Jadilah temannya supaya lebih mudah kau mengawasi dia.Sekarang aku lagi di Kalimantan,
jika butuh apa2 bilang saja.Segalanya harus terus dilaporkan padaku.Mengerti To?" Oh...Toto to?Mas gondrong...Berarti yang disebut Boss adalah Benigno dong.Si ganteng... Toto menjawab,"Siap Boss!" Toto lalu mengikuti mampir ke warung bakso,pura2 nggak tahu kalau Norman juga ke situ,"Bakso satu mas!Sama es teh ya jangan terlalu manis."
Erie yang melihat Toto,"Mas,itu kan mas yang nolong kita pas kejadian sama Mas Eza itu..." Norman mendongak,"Mana?" Erie melihat ke arah Toto duduk,"Itu yang duduk di sana." Norman akhirnya melihat juga dan malah menghampiri Toto,"Ketemu lagi mas?Wah sepertinya kita jodoh nih sama mas.Ketemu terus."
Toto pura2 kaget,"Wuih..mas nya...Ngiras juga mas?Sendiri apa?" Norman menunjuk ke arah Erie,"Biasa sama adinda he .he..Yuk duduk sama kita mas.Disana lebih enak." Toto mengikuti Norman,"Bener nih ga ganggu nih?" Norman jawab,"Ga!Malah kita seneng bisa ketemu dan ngobrol.Silakan." Mereka lalu menikmati bakso sambil ngobrol banyak hal.Yang ngobrol biarin dulu aja.Biar puas ngobrolnya.Sekarang kita lihat cowok ganteng ketiga kita.Ada yang tahu siapa?Eza!!!Weleh...bantere...
♧MASIH DI PERSAWAHAN... Febby dan Eza makin dekat dan malah saling melempar senyum sambil menikmati petak demi
petak sawah.Eza tersenyum menikmati udara pedesaan yang sejuk,"Aku suka sekali berada di desa,udaranya segar dan alamnya masih asri."
Febby mengambil beberapa foto tanaman padi,"Aku juga suka alam pedesaan.Gimana kalau kita bikin pantun.Balas-balasan gimana?" Eza tersenyum mendengarnya,"Kamu menantang penyair ya?Ok.Siapa takut." Febby melirik pria tampan yang berdiri tak jauh darinya,"Mana aku berani menantang seorang Prince Frozen he..he.."
Eza menghela nafas lalu duduk disebuah dangau,"Prince Frozen...kamu tahu kenapa aku pakai nama itu?" Febby menggeleng lalu duduk disebelah Eza,"Bukannya dalam animasinya,Frozen itu kisah kakak adik perempuan.Tak ada nama Prince Frozen." Eza melihat hasil jepretan Febby,"Aku sangat suka kartun itu.Kisah persaudaraan dan pengorbanan seorang kakak bagi adiknya.Sayang sang adik tak tahu semua pengorbanan kakaknya jadinya malah membuahkan petualangan dan kesalahpahaman."
Febby mengambil sesuatu dari tasnya,"Aku bawa minuman dan makanan kecil.Kebiasaan he..he..
Ayo ambil." Eza seneng,"Wah asyik banget ya makan ditengah sawah gini.Coba kita makan besar di sini.Pasti seru." Febby malah punya ide,"Besok saja.Aku akan bawa makan besar besok.Gini aja.Aku akan masak besok dan kita makan bersama di sini lagi.Bagaimana?"
Eza malah jawab dengan pantun,"Makan nasi campur tiwul ...Minumnya air didalam kendi...Pastilah nikmat dan sedap betul,,,,Bisa makan bareng neng Febby." Febby ga mau kalah," Gula batu didalam oven Semut hitam asyik berbaris Makan bareng Prince Frozen Aduh jadi pingin nangis...he..he.." Eza mengacungkan jempol,"Hebat!Coba lagi ya...sekarang kamu duluan." Febby mikir,"Hmmm...oke.. Memetik jambu di dekat rawa Jambunya manis merah warnanya Wahai sang penyair nan melegenda Besok mau dimasakan apa..." Eza ketawa,"Melegenda apa?Bisa aja deh... Buah duku manis rasanya Sayang sekarang bukan musimnya Wahai Nona Febby yang manis orangnya Masak apa saja abang kan suka..." Wah Febby tersipu dibilang manis,"Manis mana sama pacar kamu?" Eza ngekek,"Pacar?Aku tuh jomblo ya Nona Manis..." Febby kian hepi dengernya,"Masa?Ganteng gini masak masih belum ada yang punya?" Ganti Eza yang tersipu,"Menurutmu aku ganteng?" Febby malah lari ke arah pematang,"Mmmhmm..ganteng ga ya?" Eza ikut ngejar dia,"Jangan lari dong.Ntar jatuh lagi lho!Bajuku dah habis nih..." Febby malah ketawa2,"Eza ...sini ada pohon talok.Lihat ada buahnya!Manis..." Eza mendekat,"Wah iya.Manis kayak kamu." Febby seneng banget sampai merona pipinya.Mereka bahagia sekali.Malah asyik mencari talok.Lha hama werengnya piye?Besok saja.Wk..wk..wk...gimana reaksi Samuel kalau tahu bahwa putrinya sedang bahagia menemukan penyair impiannya ya?Apalagi penyair itu adalah Eza.Mending kita ke pantun aja ya...
Malam ini nyamuknya banyak nian Jadi ga konsent nulis kehilangan Wahai pembaca yang budiman Kehilangan akan dinext lagi di lain kesempatan...***see you next eps***
♣KEHILANGAN♣ EPS 34 World Perspective = Pandangan Dunia ¤¤¤ Butik di kota Intan lagi asyik milih gaun pengantin,"Yang ini bagus deh.Tapi itu juga bagus.Kenapa ga desain sendiri aja Tante?"
Isda malah mikir,'Design sendiri butuh waktu lama dong.Males banget.Aku cuma butuh pernikahan ini segera terlaksana.Hanya itu syarat mengamankan warisan Reza.'
Reza malah asyik nelpon temannya,"Halo Frans!Lagi ngajar ya?" Frans hepi gitu denger suara Reza,"Ga.Aku di ruang guru.Lagi mengoreksi hasil ulangan anak2.
Kamu lagi ngapa?" Reza jawab,"Lagi prepare mau nikah bro.Fitting baju pengantin." Frans kaget,"Wei...mana undangannya Za?Awas ya kalau aku ga diundang.Kubuka nanti semua rahasia kamu ke isteri kamu sapa namanya Evi...he..he.."
Reza memandang Intan yang lagi muter2 depan kaca,"Calonku ganti bro.Ganti adiknya.Namanya Intan." Frans heran,"Kok bisa Za?Cerita dong.." Reza lalu cerita soal pertukaran jodohnya.Untung Intan ga gagas alias cuek.Jadi Reza bisa leluasa cerita. Frans komentar,"Nasib kita sama ya Za.Sama2 dijodohin dan diatur hidupnya ama Mama.Aku pasti nanti datang deh...sama Selvi tentunya."
Wah Frans bakal ketemu Erie dong?Lihat Erie aja.
¤¤¤ Rumah Erie... Norman sepakat ama Toto bakal bantu kepindahan Erie.Norman sangat berterima kasih,"Mas sungguh sangat membantu saya.Saya ga perlu repot nyari mobil medis dan mobil barang.Semua karena bantuan Mas.Makasih ya mas."
Toto lega juga kian akrab sama anak Bossnya.Misi sukses!Gimana sama misi Irwan ya?Buat nanya soal Reza ke Notaris Samuel?
€~>Rumah Eyang Puspa... Eyang sedang asyik ngobrol dengan Samuel kala Irwan datang,"Wah yang kita ngomongin datang.....
Sini cah bagos!" Irwan mendekat dan salim,"Om masih disini syukurlah." Tiba2 datang pembantu Eyang,"Ndara,ada telpon dari Den Fero." Eyang segera berdiri,"Eyang ke dalam dulu ya?Kalian ngobrol aja." Irwan lalu bahas soal Reza sama Samuel,"Om,apa pria tinggi yang bersama isteri Ayah itu yang namanya Reza,kakak tiri Irwan?" Samuel jawab,"Iya nak Irwan.Itulah Nak Reza.Kakak Nak Irwan.Kalian sudah pernah ketemu?" Irwan malah nampak sedih,"Iya tapi Om tenang saja Irwan ga ngenalin siapa Irwan kok." Samuel lalu cerita soal masa lalunya,"Dulu Om sama ayah kamu dan ayah Nak Evi akrab banget sampai kita dijuluki Tiga Serangkai.Nak Irwan belum lahir saat itu.Ayah Nak Irwan sebenarnya mencintai ibu 
Nak Irwan namun tidak disetujui sama orang tuanya karena ibu Nak Irwan dari keluarga miskin.Akhirnya karena dipaksa,Hamdan menikah dengan Isda.Lahirlah Nak Reza.Namun Hamdan tersiksa dengan sifat Isda
yang begitu memuja harta.Ialu kembali menemui Ibu Nak Irwan.Tanpa tahu kalau Hamdan sudah menikah,
ibu Nak Irwan diperisteri oleh Hamdan.Lalu lahirlah Nak Irwan.Hamdan senang sekali.Bahkan ia sudah siapkan tanah buat bangun rumah buat Nak Irwan dan ibunya tinggal namun Isda tahu semuanya.Ia lalu mengusir kalian dari rumahnya.Itulah kenapa Hamdan memberi syarat bagi warisan Nak Reza.Ia tak mau Reza seperti Ibunya,
Nyonya Isda.Ia berharap dengan mengikat perjodohan antara Nak Evi dan Reza maka akan terjadi 
keseimbangan dalam hidup Reza kelak.Tapi di suratnya ia tak menyebut nama Evi tapi menyebut keturunan Ayah Nak Evi.Jadi dengan menikahi antara Evi atau adiknya syarat itu tetap terpenuhi."
Irwan manggut2,"Oh jadi itu syarat dari Ayah ya?" Irwan kini mengerti kenapa Isda mau menikahkan Reza dengan keturunan orang miskin. Kita lihat Eyang aja ya?Mau tahu Fero ngapain telpon.
¤¤¤Ruang Tengah...
Eyang senang Fero nelpon,"Apa kabar Fero!Cucu Eyang..."
Fero jawab,"Kabar baik Eyang.Kak Eza katanya pergi ya Eyang?" Eyang jawab,"Iya lagi ke sawah.Kangen ya?" Fero manyun,"Iya mau curhat.Biasa soal cewek.He...he..." Terdengar suara mobil masuk halaman,"Ah itu kakakmu datang.Mau bicara ga?" Fero sumringah,"Iya Eyang!Mau..mau!!" Waduh ...bakal konangan ga ya soal Febby ke situ?Ke pantun aja deh... Hujan turun deras sekali Malam mulai menyelimuti bumi Akhirnya bisa selesai juga eps ini Moga berkenan di hati ***see you next eps***
Eps 35 CERBUNG iii KEHILANGAN
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧ ♧ KEHILANGAN EPS 35 Cerbung iii ♧ ♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧ ♣♣♣The Earth = Bumi ♣♣♣ Di sebuah hutan di muka bumi Tumbuh pohon cemara nan tinggi Di dekatnya tumbuh bunga nan wangi Namanya si mawar yang berduri
Mawar berkata pada pohon cemara Kau ini makhluk tak berguna bagi manusia Tak seperti aku yang dipuja-puja Dijadikan untuk mengungkapkan cinta Pohon cemara hanya mendiamkan Mawar kembali berkata penuh hinaan Kau juga tidak memiliki keharuman Kau hanya banyak daun dan dahan
Cemara bertanya pada Tuhan Tuhan aku terus dapat cemoohan Hatiku murung karena penolakan Berikanlah kepadaku penghiburan Musim silih berganti Tibalah musim dingin kini Bunga mawar tak ada lagi Tak bisa mempertahankan diri
Tinggallah pohon cemara seorang diri Ditemani salju nan putih dan dingin sekali Di suatu malam yang sunyi Salju berkata pada pohon cemara begini Setiap tahun aku menyambangi bumi Namun hanya kau yang selalu kutemui Apakah hanya kau yang bisa adaptasi Lewati panas dingin tetap tegak berdiri
Ingatlah cemara pada doanya Tuhan mengirim pesan-Nya Lewat salju sahabatnya Bahwa Tuhan bangga padanya Bangga karena ia tahan uji Bangga karena ia tak iri Karena ia tetap mensyukuri Itulah kenapa ia begitu tinggi
Biar manusia belajar padanya Hanya dengan memandang pada Dia Manusia bisa terus bisa melewati masa Hinaan cemoohan suka dan duka Tabahkanlah hati hadapi caci maki Lihatlah pada Yang Maha Tinggi Niscaya kau akan kuat kembali Cemarapun kini mengerti
Kembali ke masa modern abad kini Di sebuah supermarket alias plaza Tampak di etalase berjajar rapi Pengharum ruangan aroma cemara Siapa bilang cemara tidak wangi?
♣♧ RUMAH EVI... Tampak Evi sibuk di dapur bikin botok.Tadi ia kebanyakan ambil daun pisang pas curhat sama Irwan jadi sisa daun pisang masih banyak.Makanya ia bikin botok mlanding.Rita keluar dari kamar mandi,"Vi Ibu mau ke rumah Jeng Isda dulu.Kamu gpp kan ibu tinggal?"
Evi tersenyum,"Gpp Bu.Evi juga ga enak kalau ikut.Ntar malah jadi obat nyamuk lagi.Evi mau jualan aja.Oh ya ibu makan dulu yach?Evi bikin botok lho.Sudah mateng lho.Evi ambilkan ya?"
Rita malah membelai kepala putrinya itu,"Kamu itu kok bisa tegar gitu hadapi semua ini cah ayu?Masih punya hati peduli pula sama ibu.Kamu ga nelangsa seperti yang ibu kira.Ibu bangga punya anak kayak kamu Vi.Ibu yakin kamu juga akan bahagia suatu saat nanti.Nemuin laki2 yang baik dan sangat sayang sama kamu."
Evi mengaminkan,"Amin Ibu.Evi bakal tabah Ibu.Evi akan kuat karena Evi ga mau ibu sedih.Ibu urus saja pernikahan Intan dengan baik.Kalau ada yang Evi bisa bantu akan Evi bantu.Makan dulu yach?Dijemput kan?"
Rita mendengar bunyi klakson mobil,"Yang jemput dah datang.Ibu ga sempat makan.Ntar aja makan disana."
Evi mengambil beberapa bungkus botoknya lalu ditaruh dalam plastik,"Bawa aja kalau gitu.Intan juga suka kan?Buat dimakan disana."
Rita membawanya,"Ya udah ibu pergi dulu ya?Jangan lupa dikunci pintunya kalau mau pergi jualan ya?" Evi melambaikan tangan pada ibunya,'Kapan ya aku dijemput kayak gitu ya ...buat nyiapin pernikahan.Aku sedih...tapi Irwan juga sama nasibnya kayak aku.Aku merasa punya teman sepenanggungan.Untung ada Irwan.Kalau ga, mungkin aku bakal nelangsa kayak perkiraan Ibu.'
Kasihan Evi ia yang harusnya prepare pernikahan malah kini mau jualan.Di tempat ia biasa nitip penganan ia juga ditanya,"Lho mb katanya mau nikah kok masih jualan?Pernikahannya diundur ya?"
Evi bingung juga mau jawab apa,untung ada pembeli.Evipun pamit pergi,"Bu saya nitip botok juga ya...saya permisi."
Namun di tempat lain Evi juga ditanyai,"Lho mb yang mau nikah itu mb apa adiknya sih?Kok tadi saya lihat jeng Isda sama adik mb ke kota.Kok ga sama mb sih?Mas Rezanya ada lho."
Evi sedih tapi coba tegar,"Iya mereka lagi ada urusan ke kota.Ya udah Bu saya harus ke warung di sana.Permisi.Mari.." Evi berjalan dengan sedih,'Mungkin sebaiknya aku ga jualan dulu ya...sampai masalah ini selesai.Aku ga tahan ditanyai begitu.'
Sementara itu mari kita lihat suasana di rumah Eyang Puspa aja ya.
♡♥RUMAH EYANG PUSPA.... Febby dengan ceria merangkul ayahnya,"Febby seneng banget hari ini Yah!!" Samuel heran dan melihat ke arah Eza,"Hayo kenapa memangnya?" Eza mau jawab tapi dipanggil Eyang,"Eza!!Adik kamu nelpon...sini!" Febby heran,'Adik?Kira2 seperti apa ya adiknya ?Apa sebaik Eza ya?' Eza segera pamit,"Maaf saya ke dalam dulu Om..." Febby ngelihatin Eza masuk ke dalam,'Walau dia jalannya ga sempurna tapi dialah pria yang kucintai.Dia my prince frozen.Aku harap dia juga suka sama aku.'
Eza terima telpon Fero,"Halo Adikku yang paling keren!Gimana kabar Mama?" Fero manyun,"Mama ditanyain,kok aku ga?" Eza ngekek,"Lha kamu kan jelas fine2 aja kan.Kamu dimana posisinya?" Fero jawab,"Mau otw kafe.Bete di kampus.Gadis yang kusuka lagi ngerjain penelitiannya jadi ga datang ke kampus.Bete deg!" Eza melihat ke arah Febby,"Kalau kakak lagi hepi nih...akhirnya kakak ketemu gadis yang kakak idam2kan.Ntar kalau dah jadian kakak kenalin deh ke kamu."
Fero iri,"Wah yang lagi jatuh cinta...siapa namanya kak?" Eza ga nyebutin,"Ga ah!Ntar malah ga jadi kalau disebutin.Biar jadi rahasia dulu.Ok?" Fero ngalah,"Ok..ok..main rahasia ya?Aku juga akan main rahasia ah...ya udah baterainya low bate nih...dah dulu kak.Bye..."
Eza menutup telponnya,'Aku yakin Fero bakal setuju sama gadis pilihanku.'
Febby sendiri malah pamitan mau pulang,ia mau ngajak ayahnya ke rumah Evi namun Eyang nahan minta mereka makan siang dulu baru pergi.Akhirnya mereka baru pergi usai makan siang.
》》JALANAN DESA... Evi melangkah tergesa2 soalnya mendung.Saat itulah sebuah mobil berhenti dekat Evi,"Mb Evi!Ayo naik!" Evi kaget,"Febby?Paman?" Samuel tersenyum,"Nak Evi mau kemana?" Evi tersenyum,"Mau ngantar jualan Paman." Febby menyuruh naik,"Ayo naik!Mau hujan lho.Yuk!" Evipun naik,"Makasih ya..." Begitu Evi naik hujan turun dengan derasnya,Evi melihat dengan galau,'Kalau lagi sedih aku suka lihat hujan.Makasih ya Tuhan sudah hibur aku dengan nurunin hujan.' Febby ngajak Evi main ke rumahnya,"Mb main ke rumahku yuk habis ngantar jualan.Aku mau ngobrol sama mb.Mau ya?"
Evi mikir,'Ibu pasti lama.Mendingan aku ke tempat Febby aja.Siapa tahu aku bisa bantu apa gitu.' Evi akhirnya bilang,"Baiklah!" Febby minta diajari masak oleh Evi,"Ajari ya mb ya...aku pingin bisa masak kayak mb.Ntar aku kasih trik dandan deh...gimana?"
Evi malah mesem,"Akan mb ajari.Mau masak apa?" Febby ngeluarin catatannya,"Eza itu suka gudeg,botok,tumis kangkung,...." Evi heran,"Oh ini buat masakin mas Eza to?" Ketahuan deh Febby,"Oh...eh...he..he..." Evi tersenyum,"Kalian memang serasi kok.he.he.." Hari itu Evi ngajak nyari bahan dulu,"Masak yang ada dulu yach?Coba kulihat kamu punya pohon apa saja..."
Evi keluar ke halaman,"Wah ada pohon nangka,pohon mlinjo,pohon salam dan blimbing wuluh...bisa masak gudeg juga garang asem nih..."
Jadilah Evi sibuk sama Febby master chef an.Febby kagum sama Evi,"Mb hebat jago banget.Bakal gemuk nanti mas Irwan dapat mb.He..he.."
Evi tersipu,"Bisa saja.Emang Irwan bilang apa soal mb?" Febby malah godain,"Kasih tahu ga ya?He..he..Ga usah ngomong juga kelihatan mb." Evi juga diajari soal dandan.Malah dikasih baju2 Febby juga,"Ini buat mb.Masih bagus kok.Aku baru pakai sekali.Terima ya?" Evi terharu,'Intan saja ngasih yang sudah jelek tapi dia ngasih yang bagus.Ga sangka." Sementara itu kita lihat nasib botok yang dibawakan Evi buat Ibunya yuk!Siapa akhirnya yang makan tuh botok?
¤¤RUMAH ISDA... Melihat ibunya datang Intan malah sibuk sama Isda.Yang nyambut malah Reza,"Ibu mari masuk!Wah bawa apa itu?Oleh2 ya buat Ejja ya?"
Rita jadi pekewuh dan memberikannya,"Ini botok Nak Reza.Nak Reza mau?Ambil aja."
Reza yang emang udah laper segera bawa ke dalam,"Wah botok!Kesukaan aku.Ayo makan Bu." Rita menolak,soalnya Isda dan Intan ga nawari makan,"Ibu ntar aja masih kenyang." Reza makan dulu,"Wah sedap!Mantap nih!Yang bikin siapa Bu?" Apakah jawab Rita?Kita ke pantun aja
Makan kolak saat buka Ada pisang ada ketelanya Maafkan jika scene Irwan tak ada Mungkin di eps selanjutnya***see you next eps***
Eps 36 cerbung iii ↓↓↓ KEHILANGAN
O:O:O:O:O:O:O:O:O: :O KEHILANGAN :O :O:O:O:O:O:O:O:O:O Eps 36 : There Is None = Tak Ada Siapapun
↓↓↓ RUMAH ISDA... Reza nampak lahap makan sembari nanya sama Rita,"Wah mantap Ibu.Ini nikmat banget.Pas bumbunya.Kerasa gitu.Sedaaap!Yang bikin siapa Bu?"
Rita bingung jawab soalnya ada Isda dan Intan tak jauh dari ruang makan,'Piye nih mau kusebutin kalau Evi yang bikin nanti aku kena semprot Intan,tapi emang Evi yang bikin ...ah cuma masalah makanan ga akan dipersoalkan kali sama Reza.Aku jujur aja...'
Rita mendekati calon menantunya itu,"Yang bikin botok itu adalah..." Intan yang selalu mantau gerak gerik ibunya tiba2 pura2 jatuhin sesuatu,"Grobyakkk!" Tentu saja semua kaget termasuk Reza dan Rita.Reza segera mendekat dan lupa pada pertanyaannya,
"Kamu kenapa Intan?Sampai jatuhin benda2 gitu?" Intan pura2 pusing,"Aku kecapekan kak.Tolong anterin ke dokter ya.Aku ga enak badan kayaknya..." Intan bersandar manja gitu pada Reza sambil melirik ibunya,'Bagus!Kak Reza lupa sama pertanyaannya soal botok itu.Aku yakin pasti mb Evi yang bikin.Lama2 ibu berbahaya juga kalau dibiarin bicara berdua sama kak Reza..'
Isda mendekat,"Za,kamu antar aja Intan ke dokter langganan Mami.Rumahnya memang agak jauh.Tapi dia hebat!Namanya Dr.Hayati.Kamu ke sana aja.Antar Intan periksa.Gawat kalau mau nikah kok malah sakit...Sudah sana cepat!"
Reza menurut dan segera memapah Intan menuju mobil namun ia pamitan dulu sama Rita,"Ibu saya antar Intan dulu ya.Maaf ga bisa nemeni..."
Rita tersenyum,"Gpp Nak Reza.Disini ada ibunya Nak Reza juga...maaf Intan bikin Nak Reza repot." Intan malah cuma senyum sinis sama ibunya,'Ibu itu yang bikin aku repot harus bersandiwara kayak begini.Rempong amat sih pakai bawa botok bikinan mb Evi?Mau pamer kalau mb Evi jago masak gitu?
Dasar selalu saja mb Evi yang dibanggain.Cuma tukang jual kue dan gorengan aja dibanggain.
SMU aja kagak apalagi kuliah.Ga level banget buat Kak Reza yang jebolan luar negeri kuliahnya...' Rita tahu Intan sebenarnya ga sakit tapi ia diam saja melihat kelakuan putri bungsunya itu,
'Buat apa kamu kayak gitu Tan?Melakukan segala cara demi merebut Reza dari kakakmu.
Ini semua salah aku seharusnya aku ga biarin Intan ikut saudara aku di kota.Jadinya malah ga karuan.'
Intan pergi sama Reza ke rumah dr.Hayati,dokter langganan Isda ini masih muda sebenarnya namun
karena penampilannya yang keibuan jadi terlihat seperti sudah dewasa banget.Intan diperiksa dan dr Hayati berkata bahwa Intan baik2 saja,"Mungkin stressing mikir apa gitu sehingga merasa ga enak badan ya?"
Intan malah pamer,"Biasa dok kan saya mau nikah nih sama kak Reza jadi agak stress dikitlah...
makhlum saya ini mau pernikahan yang wah gitu he..he.." Dr.Hayati menulis resep,"Wah selamat ya buat kalian." Reza hanya senyum tapi dalam hati illfeel dia,'Aduh...aku malah jadi gimana gitu lihat Intan pamer gitu...
Manis sih manis tapi kelakuan bikin illfeel.' Intan malah kepo,"Kalau dokter sudah punya anak berapa?" Dr.Hayati malah tersenyum,"Saya seperti sudah menikah ya?He .he..saya masih sendiri.Belum ketemu jodohnya.Belum beruntung." Intan malah mencibir,"Oh...kirain sudah habis kelihatan ...maaf tua..he..he..Mungkin perlu ganti gaya penampilan deh.Terutama tatanan rambutnya.Kuno banget.Pantas dokter ga laku2."
Reza menarik lengan Intan,"Hush!Udah kita pulang aja!Maaf dokter calon saya ini lagi stress he..he.." Dr.Hayati menyabarkan hati,"Gpp.Saya ngerti.Ini resepnya silakan di tebus di bagian sana." Reza memandang lega pada dr.Hayati,'Dia sabar banget orangnya.Dewasa.Syukur deh dia ga tersinggung.
Kenapa Mami suka sama Intan sih?Aduh...pakai sok ceramah pula soal penampilan.Menurutku malah penampilan dokter itu lebih anggun dari Intan deh...aku ga tahu apa pernikahanku akan indah ya?Entah kenapa kayak berat banget mau ke arah sana.'
Di jalan mereka melewati rumah Febby dan tampak Evi sedang berjalan menuju mobil mau diantar sama Samuel pulang,Evi terlihat manis dan beda didandani sama Febby.
Reza sampai melongo lihatnya dan menghentikan mobilnya,"Ciiit!" Intan kaget,"Kok berhenti sih kak?" Reza malah nunjuk ke arah Evi,"Itu kakakmu kan?" Intan kalut,'Astaga!Mb Evi cantik bener?Bajunya juga bagus.Dapat dari mana?Itu rumah siapa ya?'
Reza turun dan menyapa Samuel,"Om Samuel tinggal di sini?" Samuel senang ketemu Reza,"Nak Reza...iya ini rumah Om dulu sebelum pindah ke kota.Masih lumayanlah...kayak villa kecil he..he.."
Intan segera turun dari mobil,'Gawat!Kak Reza ga boleh deket2 sama mb Evi.Aku harus jauhkan mereka!' Reza melihat Evi,"Kamu juga ada disini?" Evi bingung jawab apa soalnya tiba2 Intan dah nemplok manja gitu ke Reza,"Eh..iya tadi ada perlu sama putrinya Paman Samuel.."
Febby heran lihat Intan,'Ihh...cewek kok kegenitan kayak gitu.Posesif tingkat dewa.Siapa sih dia?Ga suka deh lihatnya!'
Intan ngajak Reza segera pergi,"Kepala aku pusing...yuk kita pulang aja kak.Dah sore lho...Yuk!!" Reza malah nawarin bareng ke Evi,"Evi mau pulang juga kan?Yuk sekalian aja!" Samuel juga setuju,"Iya Nak Evi kalian searah ..ikut saja gpp." Intan nampak ga suka,"Kak Evi mah sukanya jalan sehat kok...sudah ayo kak!!" Reza kekeh,"Ayo Vi!Sekalian aja!" Evi nurut juga.Ia lalu pamitan sama Febby dan Samuel,"Mari Paman..Febby makasih ya buat semuanya.." Didalam mobil,Reza melirik Evi lewat spion,'Ternyata dia bisa begitu cantik ya?Lebih manis dan anggun malah dari Intan.Kenapa sih dia dah punya pacar?Coba belum..."
Intan nggak ngasih kesempatan buat Reza ngobrol sama Evi,ia duduk depan sebelah Reza.
Evi di pintu tengah.Reza pegang kemudi coba meladeni cerewetnya Intan,"Kak Reza mau souvenirnya apa dong?Yang keren gitu..kan kak Reza lulusan luar negeri nih...jadi harus yang wah gitu dong..."
Reza malah ga jawab dan nanya ke Evi,"Evi ada urusan apa ke rumah Om Samuel?" Evi mau jawab eh malah Intan nyahut,"Kak Reza gimana sih?Lihat nih aneka jenis souvenir pernikahan!
Mau yang ini apa yang ini?" Evi terdiam,'Intan bahagia banget kayaknya mau nikah...dapat orang kaya pula.Semua tinggal milih...
sedang aku...belum tentu ada yang mau...walaupun aku didandani secantik apapun tetap saja orang cari yang berpendidikan pada akhirnya...mana ada yang mau sama penjual gorengan kayak aku...Aku jadi kangen Irwan deh...'
Weleh malah mikir yang ga ada...ya udah lihat Irwan aja deh.Penulisnya juga kangen sama Irwan he he..
si embem..
♡♡♡RUMAH EYANG PUSPA... Irwan lagi nelpon Norman nanyain kapan akan pindahan kala Eza masuk,"Eh..Masbro..masuk mas!"
Eza duduk di kursi dekat Irwan,"Lagi nelpon Norman ya?Gimana acara pindahannya?Perlu bantuan aku tidak?"
Irwan nanya Norman via hp,"Man!Masbro nanya nih kamu perlu bantuan kita2 ga?"
Norman jawab," Bilang Masbro:Ga usah repot2,sudah ada yang bantuin kok.Paket komplit malah...Bilang makasih atas tawarannya..."
Irwan menyampaikannya lalu menutup telponnya karena Norman harus mengurus soal mobil barang.
Irwan melihat Eza nampak sumringah,"Masbro hepi banget kayaknya?" Eza mesam mesem ga jelas,"Menurut kamu aku sama Febby cocok ga?" Irwan ngekek,"Walah soal cewek toh?Pantas bahagia nian...cocok deh..Klik banget!Serasi wis!Kalian itu dah kayak punya dunia sendiri kalau bahas yang namanya puisi.Wah...ga bisa diganggu gugat deh...kagak ngerti juga saya soal sastra dan sajak...sekolah aja ketemunya sama mesin dan onderdil teknik ...he..he.."
Eza malah menerawang,"Aku tuh selalu dihina dan dipandang sebelah mata karena fisik aku yang ga sama dengan yang lainnya.Aku cuma punya mimpi dapetin orang yang mau nerima aku apa adanya dan menghargai semua karya aku.Itu aja.Ga masalah mau dia berpendidikan apa ga,kaya atau miskin,cantik atau ga...semua hanya sementara tapi soal hati itu yang utama."
Irwan juga menerawang menatap jendela,"Sama Masbro.Saya juga cari wanita yang kayak gitu.Mau ngerti saya,nerima keberadaan saya.Ga menghina saya.Dan yang pasti yang setia.Ga mandang harta juga.Saya itu selalu dihina karena miskin,ga punya bapaklah...anak jalananlah,tukang parkirlah..montir serabutanlah,macem2...saya cuma pingin cewek yang ga lihat luar saya tapi dalam hati saya.Mau hidup susah seneng sama saya.Itu indah banget buat saya."
Eza tersenyum,"Kayaknya dah punya calon kuat nih?" Irwan tersenyum dan membayangkan wajah Evi,"Masbro tahu aja deh...tebak siapa?" Eza berdiri,"Yang kemarin tuh ikut makan bareng ya kan?Cie..cie..yang satu terbiasa hidup dihina satunya terbiasa hidup susah.Wah kalian pas bingow!Kayak masakan itu maknyuss!He..he.." Irwan ngejar Eza yang kabur tertatih2,"o...Mas Bro awas ya!!Ha..ha.." Mereka akrab banget kayak saudara aja.Ke pantun aja ya soalnya saya mau balas inbox seseorang.
Important matters. ***see you next eps***