DUA MATAHARI : Be Strong...
Beberapa hari menjelang kepergian Bintang keluar negeri,Marco datang ke sekolah Bintang tapi ia tidak sendiri.Cinta yang mengenali Marco segera menyapanya,"Paman kan yang di RS itu kan?"
Marco tersenyum,ia senang melihat Cinta,"Kamu sekolah di sini juga?"
Cinta mengangguk,"Iya.Paman mau apa kemari?"
Marco melihat Bintang mendekat,"Dia itu putra Rani Adijaya kan?"
Cinta menggangguk,"Benar.Tapi sebenarnya..."
Kata2 Cinta terhenti kala seorang anak laki2 seusia Bintang keluar dari dalam mobil,"Oh ini sekolahnya ya Om?Bagus sekali.Ga salah nih Surya sekolah di sini?"Bintang kaget melihat Surya,"Kamu?Apa kamu murid baru yang dimaksud kepala sekolah?"
Surya tersenyum,"Oh jadi aku satu sekolah sama kamu?"
Bintang menghela nafas antara lega dan galau jadi satu.Lega karena Cinta akan punya teman di kala ia ga ada.Ia yakin Surya adalah teman yang baik.Galau karena Surya dan Cinta pasti bakal akrab.Entah kenapa ia iri dengan hal itu.Bintang mengajak Surya bicara empat mata,"Ayo,ikut aku sebentar!"
Marco memperhatikan keduanya,'Mengapa hatiku berdesir ya melihat mereka?Aku merasa seperti sudah sangat mengenal mereka.Ada rasa sayang setiap melihat mereka.Mungkin jika anak2ku masih hidup,pasti seusia mereka.Revan ...Vino dimana kalian?Aku curiga Surya adalah putraku ...tapi Bintang itu benarkah anaknya Rani?Aku harus selidiki.Rasanya ga mungkin karena Rani baru menikah tahun ini.Sementara usia Bintang sudah belasan tahun.Ini sangat aneh...'
Surya keheranan karena Bintang membawanya ke tempat sepi,"Kamu mau apa sih?Kamu ga suka ya aku sekolah di sini?"
Bintang menggeleng,"Siapapun boleh sekolah di sini.Ini fasilitas publik kok.Aku hanya ingin minta maaf sama kamu.Mamaku dulu berbuat sesuatu yang menyakiti hatimu.Maafkan mamaku ya?"
Surya tersenyum,"Kamu beda ya dari mamamu.Kayak langit dan bumi tahu ga?Masa lalu jangan diungkit terus.Kita teman?"
Surya menyodorkan tangannya dan disambut pelukan oleh Bintang,"Berteman!"
Cinta mendekati keduanya,"Kalau aku ga kenal kalian sebelumnya,pasti aku kira kalian itu saudaraan.Akur nian."
Marco senang Surya sudah punya teman,'Baguslah jika Surya makin dekat dengan Bintang.'Tbc...........
Part 62***DUA MATAHARI***
WINDOW 3 : Kuatkanlah...
Bintang sudah bersiap pergi sekolah diluar negeri.Saat itulah Marco berhasil mengetahui bahwa Ningrum disembunyikan di RS oleh Rani,'Untuk apa Rani menyembunyikan Ningrum?Dia pasti melakukan kejahatan.Lalu dimana putra kembarku?'
Ayahnya Surya akhirnya mengakui bahwa Surya hanyalah anak pungut.Marco lalu melakukan tes DNA dan hasilnya cocok.Marco sangat bahagia berhasil menemukan salah satu putranya,"Putraku!!Kau pasti Revan.Karena dikalungmu ada tanda huruf R.Ini Papa Van...papa kandung kamu."
Surya jelas sangat bahagia mengetahui penolong keluarganya adalah ayah kandungnya sendiri.Marco lalu mencari Rani,"Kau membuat hidupku merana.Isteriku,Ningrum gila karena ulahmu.Anakku Revan untung bisa kutemukan.Katakan dimana putra bungsuku?Dimana Vino??!"
Rani terkekeh,"Kau yang membuat hidupku merana dengan mengkhianatiku.Rasakan kini bagaimana rasanya kehilangan orang2 yang kau sayang.Mungkin kau beruntung bisa menemukan anak sulungmu.Tapi pembalasanku belum usai.Kau tidak akan pernah tahu nasib anak bungsumu.Haha...!!!!"
Saat itulah Bintang datang,"Ma,Bintang sudah siap mau ke bandara."
Marco segera mengambil pisau dan mengarahkan ke leher Bintang,"Katakan dimana putra keduaku!!!Atau aku akan menyandera anakmu ini!!!"
Rani malah terkekeh,"Kau tidak bisa menggertakku.Dia bukan anak kandungku.Dia hanya anak angkat."
Justru hal itu membuat Marco berpikir,'Anak angkat....mungkinkah Rani membesarkannya untuk dipakai sebagai alat untuk mengancamku?Aku harus selidiki ini.'
Bintang berkata pada Marco,"Om,boleh sakiti saya.Tapi jangan mama saya.Dia telah memelihara saya.Saya mohon..."
Marco melepaskan Bintang,"Baiklah.Om akan pergi dari sini."
Bintang pergi ke Bandara dengan berat hati,"Selamat tinggal Cinta,mama,Bik Ana,Ayah Bimo...semuanya.."
Cinta menangis,"Den Bintang...cepet pulang ya...jaga diri di sana.Hiks...hiks..."
Rani tersenyum senang,'Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.Kepergian Bintang membuat aku bisa menyakiti Marco dan Cinta juga Bintang sendiri.Marco jauh dari anak kandungnya.Dan aku berhasil menjauhkan Bintang dari ayah kandungnya juga Cinta.Aku tidak akan biarkan Marco tahu kebenarannya.'Tbc......
Part 63***WINDOW 3***DUA MATAHARI
Time ...
Waktu berlalu tanpa terasa.Rani telah melahirkan seorang anak laki2 dari hasil pernikahannya dengan Bimo.Anak itu diberi nama Arya.Rani berpikir,'Aku sudah memiliki seorang penerus.Aku tak membutuhkan Bintang lagi.Lagipula aku tahu Marco juga sudah bercerai dari isterinya yang sekarang.Dia merawat Ningrum bersama anak pertama mereka,Surya.Aku tidak puas jika mereka masih bisa bersama.Setidaknya aku berhasil menjauhkan mereka dari putra bungsu mereka.Namun sepertinya Marco mulai curiga kalau Bintang adalah Vino.Untung saja kalung berliontin matahari ini tidak kupakaikan pada Bintang.Jangan sampai ada yang tahu bahwa kalung ini ada padaku.'
Namun bangkai tetaplah akan tercium,Cinta melihat Rani memegang kalung itu saat sedang bersih2,'Kalung itu seperti yang dipakai Surya.Aku akan tanya Surya soal kalung itu di sekolah besok.'
Saat Cinta menanyakan mengenai kalung itu kebetulan Marco mendengarnya,"Kau bilang apa tadi Cinta?Kau melihat kalung yang mirip seperti yang dipakai Surya?Dimana katakan dimana kau melihatnya?"
Cinta menjawab,"Diruang kerja Nyonya Rani.Aku melihatnya memegang kalung itu."
Informasi itu membuat Marco yakin,'Ini berarti Rani tahu dimana Vino berada.Tunggu...dia bilang Bintang adalah anak angkat.Bisa jadi Bintang itu adalah Vino...aku harus melakukan tes DNA pada Bintang.Aku harus ke London.'
Tapi Rani mengetahui rencana Marco dan segera menghentikan aliran dana untuk Bintang.Bintang terlunta2 hidup di London.Marco kehilangan jejak Bintang karena pihak sekolah mengatakan bahwa Bintang sudah berhenti sekolah.Bintang sedih dan menyusuri jalanan kota London,'Mengapa mama tiba2 menghentikan sekolahku dan tidak memberi uang sepeserpun kepadaku?Apa salahku?'
Disebuah jalan,sebuah mobil mengalami kebakaran,seorang ayah dan anak terjebak didalamnya.Bintang melihatnya dan segera menolong mereka,"Hold on Sir.I will get you out of the car!"
Pria itu meratapi putranya yang usianya sama dengan Bintang,"Kevin!!!Save him first!!Save my son first!!"
Bintang memeriksa nadi anak muda yang bernama Kevin itu,'Dia sudah meninggal.Mobil ini bisa meledak kapan saja.Kondisinya juga terjepit.'
Bersambung.....
Part 64***WINDOW 3***DUA MATAHARI
Face off...
Bintang berkata pada sang bapak,"Sir,I am sorry...your son had died...You must get out from this car now...!There is no time!"
Pria itu berhasil dikeluarkan oleh Bintang tapi malang mobil itu meledak dan Bintang terkena.Ia terlempar dan wajahnya rusak.Pria yang ia tolong segera meminta bantuan warga sekitar.Ambulancepun datang dan membawa mereka ke RS.Polisi juga menyelidiki kejadian tersebut.Pria itu lukanya tidak separah Bintang,dokter menemuinya,"There is no identity of this patient.Do you know him?"
Pria itu menggeleng dan berkata,"No Doctor.I don't know him but you must save him.Do everything you can,I will pay the cost.He save my life."
Dokter bilang bahwa perlu dilakukan operasi plastik untuk menyelamatkan wajah pasien namun ia meminta foto pasien sebelum terluka,"Do you have any picture of him?"
Pria itu merenung sebentar dan kemudian memberikan foto putranya,"Make his face like this Doctor.Please..."
Dokter menyetujuinya.Sementara itu Cinta merasakan firasat buruk,foto saat perayaan ulang tahunnya bersama Bintang jatuh dari meja belajarnya dan pecah piguranya,"Ya ampun Bintang...kenapa jantungku berdebar kencang ya?Sebaiknya aku berdoa untuknya."
Cinta memeluk erat foto Bintang,"Tuhan,aku tidak tahu mengapa hatiku begitu cemas.Namun aku tahu Kau mengerti dan maha tahu apa yang terjadi di belahan dunia manapun.Jagai Bintang ya Tuhan di luar negeri sana.Jagailah dia.Aku sangat sayang padanya ya Tuhan.Lindungi dia..."
Ningrum juga bermimpi buruk,ia teriak2 dalam tidurnya,"Vino!!Vino!!"
Surya segera membangunkan mamanya itu,"Ma..mama!Bangun Ma!"
Ningrum memeluk Surya,"Adik kamu...dia sedang kesakitan...tolong adik kamu,Revan!"
Surya menenangkan mamanya,"Papa sedang mencarinya di London Ma...kita berdoa saja semoga adik Revan segera ditemukan.Mama tenang ya?"
Marco ternyata kenal dengan pria yang ditolong Bintang,ia datang mengunjunginya di RS,"Apa yang terjadi denganmu Sanjaya?Aku mendengar berita itu dan aku tak mengira isterimu yang melakukan ini."
Sanjaya berkata,"Aku seharusnya tak menikahi wanita itu.Syukurlah polisi sudah menangkapnya."
Marco bertanya,"Bagaimana Kevin?Kudengar dia mengalami luka bakar."Tbc
Part 65***PART 3***DUA MATAHARI
Face ....
Sanjaya tidak memberitahu Marco kalau putra aslinya sebenarnya sudah tiada,"Memang Kevin mengalami luka bakar tapi sekarang zaman canggih.Dunia medis juga maju pesat.Dokter sedang mengoperasi wajahnya."
Marco duduk dekat teman kuliahnya dulu itu,"Setidaknya kau tahu keberadaan putramu.Beda dengan aku.Aku bahkan tidak tahu dimana dia kini."
Sanjaya heran,"Bukannya saat kita ketemu terakhir,kau bilang kau sudah menemukan putramu?"
Marco menjelaskan,"Aku memiliki putra kembar.Yang sulung sudah ketemu tapi adiknya katanya sekolah di London tapi dia raib.Aku takut dia dijahati orang atau terlunta2 di jalanan.Maukah kau membantuku menyebarkan fotonya?Ini fotonya."
Sanjaya terpana kala melihat foto yang disodorkan Marco,'Ini kan pemuda yang menolongku?Yang sekarang memakai wajah Kevin...aku tidak salah lagi.Benar ini dia!'
Sanjaya gemetar,"Siapa namanya?Dia tampan sekali."
Marco berkaca2,"Dia biasa dipanggil Bintang.Namun nama sebenarnya adalah Vino.Jika ada yang melihat seseorang mirip seperti dia,kumohon kau hubungi aku.Aku tak bisa lama2 di Inggris.Putraku sulungku bilang aku harus segera pulang.Tapi aku ingin menjenguk putramu dulu sebelum aku pergi."
Sanjaya jelas mengijinkan lagipula dokter bilang kalau Bintang amnesia akibat terlempar dengan hebatnya.Wajah Bintang sudah berubah menjadi wajah Kevin.Namun kala melihatnya hati Marco merasakan kasih sayang yang besar pada putra sahabatnya itu,'Mengapa aku merasa begitu damai.Seakan aku telah menemukan Bintang.Hatiku tidak cemas lagi seperti sebelumnya.'
Sanjaya sebenarnya merasa bersalah karena telah menutupi kebenaran.Bersambung....
Part 66***WINDOW 3***DUA MATAHARI...
My son....
Hati Marco sedih melihat kondisi putra sahabatnya,"Kau harus bersyukur kawanku.Meski putramu hilang ingatan tapi setidaknya dia ada bersamamu.Tidak sepertiku...dimana putra bungsuku berada saja aku tidak tahu.Kau masih jauh lebih beruntung daripada aku."
Sanjaya miris mendengarnya apalagi tampaknya Marco berat meninggalkan Kevin,"Bukannya kau harus mengejar pesawatmu balik ke Indonesia?Lihat sudah jam segini.Nanti kamu terlambat lho."
Marco memandang sekali lagi pada putra Sanjaya yang masih tidur,"Cepat sembuh ya Nak...Main ke Indonesia kalau sudah sehat...Om pergi dulu."
Jemari Bintang bergerak namun Sanjaya segera meraihnya,"Ayah disini Kevin...Ayah di sini..."
Bintang membuka matanya tak lama setelah Marco pergi.Ia heran melihat sekitarnya,"Ini dimana?Anda siapa?"
Sanjaya tersenyum,"Kau di RS,Kevin.Ini ayah.Apa kau ingat sesuatu Nak?"
Bintang malah merasa kepalanya sakit,"Aku tidak ingat apa2...Kepalaku nyeri...Aahhh..."
Dokter bicara empat mata dengan Sanjaya,"Your son lost his memories.You must be patient with him.I hope this is not a permanent one.We hope there is miracle for him."
Sanjaya berkata dalam hati,'Kevin sudah tiada tapi aku akan membuatnya hidup dalam diri Bintang.Aku akan mengajarkan semua kebiasaan Kevin padanya.'
Sementara di Indonesia,Marco mengabarkan hasil perjalanannya bukan hanya pada Surya tapi juga pada Cinta.Cinta sedih sekali apalagi kemudian dia dan bibinya diusir dari rumah Rani,"Sebaiknya kalian pergi dari rumah saya!Saya tidak suka ada pengkhianat didalam rumah saya sendiri.Jadi cepat angkat kaki dari sini!!"
Cinta dan bibinya ditampung oleh Marco.Bahkan Joni menjadi pengawal Marco.Surya senang bisa dekat dengan Cinta namun Cinta masih terus bersedih atas hilangnya Bintang.Setiap malam ia memandang bintang2 di langit sambil menangis,'Kau bilang jika aku merindukanmu,maka aku tinggal memandang langit di malam hari.Dimanapun kau berada...aku yakin Tuhan menjagamu dengan baik diluar sana.'
Surya mendekat,"Aku perhatikan kamu senang sekali melihat langit di malam hari.Memang lihat apa sih?"
Cinta menyembunyikan foto Bintang dalam bukunya tapi angin menerbangkan foto itu.Tbc..........
Part 67***Window 3***DUA MATAHARI
New face....
Foto Bintang jatuh di kolam renang karena waktu itu Cinta memang kebetulan duduk di dekat kolam renang sama seperti kebiasaannya kala di rumah Bintang dulu.Cinta berusaha menggapai foto itu,"Oh tidak itu foto satu2nya yang kupunya.Lainnya telah dibakar oleh Nyonya Rani."
Surya mengambil foto itu namun foto itu telah rusak,"Foto siapa sih?Wajahnya pudar rusak kena air."
Dengan sedih Cinta memandangi foto itu,'Pertanda apa ini?Apakah terjadi sesuatu pada Bintang diluar sana?Sebaiknya aku ke kamar dan menyimpan baik2 foto ini.'
Surya memperhatikan Cinta yang ga menjawab pertanyaannya,'Sepertinya seseorang di foto itu adalah orang yang sangat penting bagi Cinta.Tapi bukannya Cinta akrabnya cuma dengan Bintang?Apa itu fotonya Bintang?Aku tak mau membuat Cinta merasa tidak nyaman berada di dekatku.Mama Ningrum juga sama seperti Cinta memikirkan Bintang.Dimana kau adikku?Kembalilah adikku...'
Di London,Bintang diajari Sanjaya untuk menempati posisi Kevin,putranya.Ia menunjukkan album foto keluarga mereka,"Kamu mengalami kecelakaan makanya kamu tidak ingat apa2.Lihat ini koleksi mobil kamu.Kamu itu suka pakai celana jeans bolong2.Ini teman2 kamu.Ada Anthony,yang ini Jonatan terus ..."
Saat sampai pada foto Kevin sedang memegang raket bulu tangkis,hati Sanjaya sedih.Ia tak bisa menahan air matanya,membuat Bintang heran,"Papa kenapa?Papa kok menangis?"
Sanjaya ingat sebelum musibah mobil terbakar itu,Kevin berkata ingin kembali ke Indonesia untuk berlatih bulu tangkis.Ia ingin menjadi atlet bulu tangkis.Indonesia kaya dengan pelatih2 hebat dan terkenal akan bulu tangkisnya.Namun ia menentangnya,'Andai saja waktu itu aku menuruti keinginannya.Ia tidak akan meninggalkanku seperti ini.London meninggalkan kepedihan bagiku.Aku akan mewujudkan impianmu Nak...Papa janji akan mewujudkan keinginanmu.Papa janji.'
Bintang terpana kala pria yang mengaku sebagai ayahnya itu mengusap wajahnya dan memeluknya sambil menangis,'Aku tidak tahu apa yang kurasakan.Rasanya aku asing dengan pria ini tapi aku juga bahagia bahwa aku memiliki seorang ayah sebaik dia.Dia sangat perhatian padaku.Benar kata dokter,aku sebaiknya meneruskan hidupku.'
Tbc..
Part 68***WINDOW 3***DUA MATAHARI
Therapy of heart....
Kevin dihidupkan kembali oleh Sanjaya dalam diri Bintang.Semua baju2 Kevin dipakai oleh Bintang.Sanjaya berkaca2 melihat sosok Kevin bagai hidup lagi,'Maafkan aku Marco,aku tak bisa hidup tanpa Kevin.Maafkan atas keegoisanku.Namun setidaknya kau masih punya putra sulungmu.Sedangkan aku...aku hanya punya kenangan Kevin.Aku janji Marco aku tidak akan menjauhkanmu dari anak kandungmu.Aku akan membawa Kevin kembali ke Indonesia.Aku juga akan membiarkan kau dekat dengan putramu.Hanya ini yang bisa kulakukan....'
Marco senang sekali kala diberitahu Sanjaya bahwa ia akan kembali ke Indonesia,"Wow!!Itu ide bagus teman!Kabari aku jika kau sudah tiba di bandara,aku akan menjemputmu.Kita makan bersama.Kevin ikut kan?"
Sanjaya lega mendengar keriangan Marco,"Tentu saja Kevin ikut.Aku tak bisa jauh dari dia."
Marco memberitahu kabar itu pada Surya,"Teman papa akan kembali ke Indonesia.Anaknya juga ikut.Namanya Kevin.Usianya sebaya denganmu.Kau pasti akan menyukainya.Nanti akan papa kenalkan."
Surya malah termenung melihat papanya,'Papa hepi banget ...seakan mau menyambut anak kandungnya pulang saja.Padahal Kevin itu kan anak temannya.Apa papa sebegitu halunya sampai desperate gitu kali ya sama semua yang seusia denganku?'
Cinta mendengar soal tamu dari luar negeri yang akan datang,'Dari luar negeri...Apa dari Inggris?Andai saja itu adalah Bintang.Kasihan Bintang...'
Akhirnya tibalah Sanjaya dan Kevin di Indonesia.Marco melambaikan tangannya di bandara,"Sanjaya!!Sebelah sini!!"
Kevin merasa tidak asing dengan Indonesia,'Kenapa rasanya seperti pulang ke rumah ya?Aku merasa pernah ke sini...'
Marco segera memeluk sahabatnya dan juga Kevin,"Selamat datang di Indonesia,kawan!!"
Marco berkaca2 saat memeluk Kevin,'Entah mengapa aku merasa seperti Bintang ada di sini.'
Surya menjabat tangan Kevin,"Kenalkan aku Surya."
Kevin memeluk Surya,"Diluar negeri kami menyambut orang dengan pelukan.Aku Kevin."
Marco terharu melihat keduanya berpelukan,"Lihat,mereka seperti saudara kan?"
Sanjaya mengerti,"Kau anggap saja Kevin sebagai putramu juga.Jika Kevin punya dua ayah bukankah dia akan lebih terjaga?"
Marco tersenyum,"Tentu."Bersambung
Part 69***WINDOW 3***DUA MATAHARI
Quality of heart....
Cinta tidak ikut saat Marco menjemput temannya di bandara.Cinta sedang membantu bibinya menyiapkan jamuan makan,"Bi,kok ada puding klengkeng juga?Memang tamunya suka itu?"
Ana menjawab,"Entah kenapa Bibi pingin bikin puding ini.Begitu bibi tahu tamunya dari London,bibi langsung keinget sama Den Bintang.Makanya bibi masak puding kesukaannya."
Cinta jadi ikut sedih,"Kenapa ya Bi Nyonya Rani jadi ga peduli sama Bintang?Bahkan Pak Bimo juga udah nyari ke Inggris sana tapi ga ketemu.Cinta kasihan sama Bintang.Sejak kecil tidak tahu siapa orang tua kandungnya eh begitu akan terbongkar malah dia menghilang."
Suara mobil terdengar diluar,Ana bergegas keluar,"Itu pasti mereka.Kamu segera bantu Bu Ningrum bersiap ya."
Cinta segera menuju kamar utama dimana Ningrum berada,Ningrum memang telah menjadi isteri Marco lagi meski kondisi jiwanya masih labil.Marco sangat mencintainya.Ningrum suka murung sejak Marco pulang dari London,yang ia tanyakan terus adalah soal putra bungsunya,Vino.Ia bahkan susah sekali disuruh makan,"Tidak saya tidak mau makan...saya hanya ingin bertemu anak saya Vino...Vin...Vin...kamu dimana Vin?"
Cinta mengetuk pintu kamar utama,"Bu Ningrum ini Cinta.Boleh saya masuk?"
Ningrum menjawab,"Masuk saja Cinta."
Cinta masuk dan menemukan majikan barunya itu sedang membuat syal,"Syal ini hampir jadi.Apakah Revan dan Vino akan suka?"
Cinta mendekat,"Tentu mereka akan suka Bu.Syal ini dibuat dengan kasih sayang.Oh iya sebentar lagi ada tamu datang.Mari saya bantu ibu bersiap."
Ningrum berkata,"Saya tidak ingin menemui siapapun."
Cinta membujuk,"Tamunya dari London Bu.Dari luar negeri."
Mendengar kata London,Ningrum langsung berdiri,"Dari London?Vino datang?Benarkah?Wah aku harus bersiap!!"
Cinta bingung,'Waduh...kok malah Bu Ningrum ngira anaknya yang datang ya...gimana nih?'
Sementara di halaman mobil Marco sudah tiba,"Ini rumahku Sanjaya.Daripada kalian habisin uang tinggal di hotel,mending kalian tinggal saja di sini sampai menemukan rumah untuk tempat tinggal."
Sanjaya turun dari mobil,"Yakin tidak merepotkan nih?Rencananya aku dan Kevin mau cari rumah yang dekat dengan tempat
latihan bulu tangkis."Tbc.
Part 70***WINDOW 3***DUA MATAHARI
Meet....
Marco mengajak tamunya masuk,"Nanti aku bantu cari rumah yang bagus.Kebetulan aku juga ada teman yang bisnis property.Sekarang aku mau kenalin kamu ke keluarga aku.Van,panggil mama kamu gih.Kita mau makan bersama menyambut teman papa."
Surya mulai terbiasa dipanggil Revan apalagi kalau dihadapan Ningrum.Hanya kalau berkunjung ke rumah orang tua angkatnya baru ia dipanggil Surya.Revan hendak masuk ke dalam eh tiba2 Ningrum sudah berlari menuju ruang depan dimana Sanjaya dan Kevin berada,"Mana Vino....?Mana anak bungsu saya?!"
Ningrum memandang dua sosok asing yang berdiri di hadapannya,'Vino pasti yang muda ini...oh tampannya...'
Kevin terpana kala Ningrum berkaca2 memandangnya,'Ibu ini kenapa ya?Melihat aku sampai nangis gitu...'
Ningrum membelai wajah Kevin,"Kamu sudah besar Vin...Kamu tampan sekali...Ini mama sayang..."
Ningrum langsung memeluk Kevin yang penuh tanda tanya di atas benaknya,'Darimana ibu ini tahu namaku?'
Kevin memandang ayahnya,minta approval dan Sanjaya mengangguk seakan memberi signal untuk menurut saja.Kevin dipeluk penuh haru oleh Ningrum,"Anak mama yang hilang sudah kembali!"
Kevin terpesona kala melihat seorang gadis cantik keluar dari dalam,mata keduanya bertemu,'Siapa dia?'
Hati Kevin berdegup kencang sampai ia merasa nyeri di dadanya,'Kenapa hatiku berdebar2 gini ya?Seakan aku ga asing dengan gadis ini.'
Cinta mendekati Marco,"Pak Marco maafkan saya,Bu Ningrum...mengira tamunya adalah.."
Marco malah asyik melihat interaksi antara Kevin dan Ningrum,"Gpp Cinta...Saya tahu maksud kamu..."
Kevin mendengarkan,'Oh namanya Cinta...'
Marco mendekati Sanjaya dan berbisik,"Temanku,seperti yang kuceritakan tadi di jalan,kumohon pengertianmu untuk sikap isteriku Ningrum pada Kevin..."
Sanjaya jelas mengerti,"Tidak apa2 Marco,kau dan isterimu boleh menganggap Kevin sebagai putra kalian juga.Aku tidak keberatan."
Marco lega,"Terima kasih Sobat.Ini sangat berarti buat aku."
Marco memperkenalkan tamunya,"Baiklah karena semua sudah kumpul,mari saya perkenalkan satu demi satu....Cinta sini Nak..."
Cinta berdiri dekat Ningrum yang tak mau jauh dari Kevin.Bersambung.
|


