EPS 50 PAMC : THE LOVE

 


PAMC 50
Besok ada motogp race nih di Amerika. Sayang kembali Marquez harus absen lagi karena masih cedera. Siapkan energi buat begadang nih. Sekarang energinya buat lanjut story dulu ya. Gara-gara lihat anime session 2 jadi kepingin nulis. Terakhir sampai mana? Oh Afan nemeni ayahnya ke kota menjual hasil panen.
Afan terlihat sumringah hepi bener, "Ayo Pak!! Keburu siang nih! Ini umbi-umbian, sayuran dan buah udah Ahmad tata dalam gerobak. "
Bapaknya lihatin Afan, "Kamu ga malu bantu bapak dorong gerobaknya? Lumayan jauh lho ke ibu kota. Yakin ga mau dirumah saja? "
Afan kekeh malah menyingsingkan lengan bajunya, "Ngapain malu? Bantuin orang tua kok malu. Lagian nanti juga mampir ke istana kan? Buat ngasih hasil panen buat Putri Dira. Nih Ahmad dah pilihin buah-buahan dan sayuran yang paling bagus, Ahmad sudah sendiriin nih. Ini buat Putri Dira. "
Rina datang ngasih bekal buat di perjalanan, "Semangat bener kamu Nak? Berbinar-binar gitu wajahnya kayak mau ketemu siapa aja. Kamu suka sama Putri Dira ya? Ngaku aja kenapa? "
Afan tersipu, "Syut!!"
Rina ketawa lihat muka anaknya merah, "Tuh kan langsung merah mukanya kayak buah ini nih tomat. Heran deh ketemunya kapan bisa suka? Heran ibu!! "
Reza juga heran sampai garuk-garuk kepalanya yang sebenarnya emang perlu keramas weleh, 'Ahmad suka sama Putri Dira. Ngobrol aja kagak kemarin. Apa mereka ketemuan diam-diam? Ga mungkin deh Putri Dira kan dilarang keluar istana. Mau ketemu gimana coba? '
Lihat bapaknya malah termangu, Afan segera nyeletuk, "Bapak jadi berangkat kagak? Semua udah lengkap nih. Ayo!! "
Usai pamitan sama Rina, keduanya berangkat, "Ibu doain laris manis ya, ketemu juga sama Tuan Putri. Sampaikan terima kasih juga dari ibu ya? Dadahhh!! "
Afan mendorong gerobaknya, "Sayur sayur!! Buah-buahan juga ada!! Masih segar! Baru saja dipetik!! "
Reza terharu lihat Afan, 'Beda banget sama Ahmad yang dulu. Ahmad yang dulu mana mau bantuin kayak gini. Jalan sama bapak ibunya saja malu. Dia selalu menyesali nasib kenapa lahir dari keluarga miskin. Sementara Ahmad yang ini anak baik banget. Aku jadi merasa bersalah sama orang tua kandungnya pasti mereka merasa kehilangan. 'Tbc....

EPS 49 PUTRA ANGIN MENCARI CINTA : PETIKAN

 


Pernah lihat film India Hum Dil De Chuke Sanam? Kisah seorang gadis,Nandini,yang dicintai dua laki-laki,Sameer dan Vanraj.Gadis ini sangat mencintai Sameer tapi orang tuanya tidak merestui dan menjodohkannya dengan Vanraj. Film ini meraih banyak penghargaan, masuk dalam daftar film terlaris dan meraih banyak keuntungan. Sukses besar. Berkali-kali lihatpun ga pernah bosan. Lagu-lagunya juga sangat menyentuh. Namun yang paling saya suka adalah karakter Vanraj sebagai pria yang dijodohkan dengan Nandini. Restu orang tua si gadis memang ia dapatkan namun perjuangannya mendapatkan hati wanita yang ia cintai yang bikin nyesek. Bagaimana ia mendapati dirinya tidak dicintai bahkan dibenci. Bagaimana ia memilih untuk memberi kebahagiaan dan akhirnya malah mendapatkan cinta yang ia dambakan. Berilah maka kamu akan diberi. Bagaimana ia meraih hati seorang wanita yang bahkan pernah mencoba bunuh diri demi pria lain. Bagaimana ia melepas ego dan harga diri demi memenuhi janji seorang suami untuk membahagiakan isteri. Pernahkah kau tidak dianggap tidak dihargai oleh orang yang sangat kau sayangi? Tonton film ini dan siapkan tissue karena film ini menguras emosi. Saya paling suka kata-kata Vanraj saat ia menemani isterinya ke luar negeri mencari pria yang dicintai sang isteri, "Dia pria yang baik dan aku yakin dia sanggup membuatmu bahagia. Nanti jika kau sudah bersamanya, aku akan memanggilmu dari atas jembatan ini memanggil namamu. Nandini!! Nandini!!! "
Tahukah kalian disaat ia mengikhlaskan sang isteri pergi,ia memang berdiri di jembatan itu sambil patah hati, namun yang berteriak justru sang isteri yang berlari menyusulnya meneriakkan namanya. Buat yang lagi sedih tonton film ini dan semoga terhibur. Happy ending kok. Ga sad ending. Oke kita lanjut cerita bisa ga nih? Semoga masih bisa.
Eps 49 PAMC : True Beauty
Afan kaget kala Reza tiba-tiba mengejutkan lamunannya, "Kepalamu masih sakit Nak?"
Afan menoleh, "Bapak... Ini cuma kayak dejavu saja kok. Gpp kok. "
Afan segera mencium tangan Reza, "Wah banyak nian bawaannya.Panen ya Pak? Sini biar Ahmad bantu bawa. "
Reza berkata, "Taruh sini saja nanti mau bapak bawa ke kota untuk dijual. " Bersambung.............

EPS 44 PUTRA ANGIN MENCARI CINTA : MENGAPA ADA SAJA YANG BENCI

 Biar jurang yang terjal ada di depanku

 Takkan goyah sumpahku kepada dirimu

 Biarkan kami tetap bersama didalam suka dan duka