^^^TABIR KEPALSUAN ***EPS 56 - 60^^^

CERBUNG TABIR KEPALSUAN.....
{ EPS 56 - 60 }





CERBUNG TABIR KEPALSUAN
when love shine in the darkness....

Eps 56 |¤¤|Tabir Kepalsuan : Built His House Upon A Rock

            
Kamar tamu....Guest room...
Tampak Irwan sedang diobati oleh Evi.
Irwan :"Aauw!..Aduh!"
Evi :"Sakit ya?Maaf ...semua ini karena aku."
Irwan :" Makanya jangan memandang dirimu itu rendah.Kau itu bisa bikin dua saudara bertengkar lho."
       Evi mencubit pipi Irwan yang tembem.
Irwan :"Auw!Kok malah dicubit sih?Dielus kek.."
Evi :"Habis julit sih padahal lagi lebam2 gini...tetep aja julit!"
Irwan :"Kita ke kamar kita aja yuk?Aty sudah siapin sarapan kita di sana.Tapi kali ini aku maunya disuapi dan satu suapan satu kecupan di bagian yang lebam biar cepat sembuh...Kalo ndak aku ga mau makan!"
Evi :"Iiih maksa?!Tapi gpp deh,anggap aja sebagai ungkapan terima kasih aku karena kamu dah jadi pahlawan aku."
        Merekapun memandang kamar tamu tersebut sebelum pergi.
Irwan :"Aku tak mengira kamar ini bakal menjadi tempat penuh kenangan dalam hidup aku.Suka dan duka jadi satu."
Sambil memeluk pinggang sang suami,Evi memandang suaminya,"Kok bisa?"
Irwan :"Suka karena di sinilah kamar pengantin kita.Dan duka karena di sinilah aku ribut besar dengan kak Danang."
Evi :"Buatku kamar ini adalah kamar yang tak akan pernah kulupakan karena disinilah aku menjadi Nyonya Irwan yang sesungguhnya dan di sini pula aku menyadari bahwa....suamiku itu ternyata sangat juliit!hii..hii"
Evi berlari menjauhi Irwan takut digelitikin.Irwanpun mengejarnya.
Irwan :"Awas ya Nyonya Irwan Sutedja kalo ketangkap!!"
        Inul menyuruh Aty membereskan kamar tamu yang berantakan karena jadi arena tinju antara Danang dan Irwan.Aty segera melaksanakannya.Sebenarnya Inul ingin bicara dengan Irwan tapi sepertinya Irwan sedang bahagia2nya dengan Evi dan ia tak mau merusak suasana itu.
Inul :'Nanti aja kalau ada kesempatan aku akan bicara pada Irwan.Aku sungguh tak sangka kedua putraku menyukai wanita yang sama.Sejak kecil sampai sekarang mereka itu selalu meributkan hal yang sama.Hanya saja Irwan dulu selalu mengalah tapi sekarang sepertinya Danang yang harus mengaku kalah.Aku bisa melihat bahwa Evi hanya mencintai salah satu dari putraku dan itu adalah Irwan.Tak seorangpun bisa memaksakan cinta.'
        /Telah kunyatakan kepadamu siapa diriku...kini kuserahkan kepadamu untuk menentukan sikapmu...kan kutrima walaupun hati pedih dan merana...karena kutahu tak seorangpun bisa memaksakan cinta....ho....ho...hoooo/
        Sementara itu Danang dan Ika telah tiba di kantor.Ika segera mengobati Danang.
Ika :" Hidung Bapak sampai berdarah gini maaf kalo saya lancang,Bp berkelahi dengan siapa Pak?"
Danang :"Sama Irwan."
Ika :"Ha?Sama Pak Irwan?Memang ada apa Pak sampai ribut sama Pak Presdir?Ups...maaf saya jadi banyak nanya nih."
Danang :"Gpp.Aku sama Irwan memang sering ribut sejak kecil.Jadi ga heran kalo sampai sekarang masih suka ribut."
Ika :"Tapi Pak Irwan itu jarang banget marah.Pasti hal yang sangat serius kalo sampai Pak Irwan marah."
Danang :"Sudah,jangan bahas itu lagi.Hari ini saya ga akan lama di kantor,saya mau menenangkan diri dulu.Kamu tolong rapikan semua file yang masih berantakan dan serahkan semua laporan yang sudah selesai ke Albi.Bila ada masalah hubungi saya.ok?"
Ika :"Saya mengerti Pak!"
        Bila Danang pilih ga lama2 di kantor,bagaimana dengan Irwan ya?Jangan2 malah ga ke kantor sama sekali.he he
        Kamar utama kediaman Sutedja tepatnya di kamar Irwan....
Pasangan fave kita lagi asyik sarapan berdua.
Evi :"Kondisi lebam2 gini kau akan tetap masuk kerja?"
Irwan :"Ga.Hari ini aku mau dirumah aja.Kalo aku ke kantor bisa heboh.Media massa akan menjadikanku bahan gunjingan.Ujung2nya nama keluarga jadi tercemar.Aku mau fokus pada hal yang lain."
Evi :"Hal yang lain?Apa itu?"
Irwan :"Aku mau bangun rumah di atas batu."
Evi :"Kau mau buat rumah ?Rumah ini aja besar banget kalo kita pergi,kasihan Mama dong.Ga ah aku ga setuju.Kita sebagai anak harus merawat orang tua kita.Aku tak mau kau mengabaikan Mamamu."
        Irwan meraih tangan Evi dan menciumnya.
Irwan :"Inilah yang membuat aku makin klepek2 sama kamu.Hatimu itu.Kita tetap tinggal di sini.Rumah ini masih muat nampung anak cucu kita bahkan."
Evi :"Lalu rumah yang kau maksud tadi buat siapa?Jangan2...."
Irwan :"Wah kambuh nih cemburunya.Aku itu hanya bahagia kalo dengan kamu.Aku ini milikmu seorang.Rumah yang aku maksud itu adalah rumah tangga kita.Jangan manyun gitu dong.Tapi kalo manyun gini kamu makin gemesin deh,jadi...."
Evi mencubit pipi Irwan lagi.
Evi :"Dasar ngeres...kamu tuh yang gemesin,Pipi Tembem!!"
Irwan :"Kemarin Pangeran Julit sekarang Pipi Tembem,kayaknya ga kapok2 ini Nyonya Irwan Sutedja..."
Evi :"Udah udah....ga godain lagi!Ntar aku dikurung lagi di kamar kayak kemarin...Lanjutin yang tadi.Aku masih bingung kok di atas batu..itu kiasan apa makna aslinya?"
Irwan :"Kiasan.Selama ini kan pernikahan kita ga jelas tuh.Yang nikah siapa yang malam pertama siapa he he."
        Evi tersenyum mendengarnya.Bener juga sih yang nikah di catatan sipil Masamba kan dia ama Danang tapi malam pertamanya kok sama Irwan.Kalo dipikir aneh juga he he.
Irwan :"Aku ingin rumah tangga kita dibangun di atas pondasi yang kokoh seperti batu.Jadi hari ini aku mau buat masterplan buat pernikahan ulang kita.Suratnya bener2 sah,ada resepsi,saksi2nya jelas,pokoknya bener2 ga ada lagi yang bisa mengusik status pernikahan kita nanti.Jadi hari ini aku akan mulai cari hari,cari tempat,cari baju,model undangan,daftar tamu...oh ya aku mau undang kak Danny.Kau ingat kan?"
Evi :"Iya,dia itu berjasa banget lho.Dia kan yang selamatin kamu saat di Mamasa.Ayah cerita sama aku.Ayah punya alamatnya."
Irwan :"Bagus!Aku akan undang dia bahkan akan kukirim pesawat untuk jemput dia.Aku mau berterima kasih sama dia.Rencanaku aku mau bangun resort buat dia di Mamasa.Jadi kalo kita mau berlibur kita bisa ke resort itu.Aku sudah anggap dia sebagai kakak aku.Kalo ga ada dia aku mungkin ...."
Evi :"Hush...Jangan bicara hal yang menyedihkan.Syukur pada Tuhan,Ia mengirim malaikat2Nya untuk menjagamu.Aku akan selalu berdoa untukmu.Bahkan aku ingin seperti adat orang India itu,karwacoth...dimana isteri berpuasa buat suaminya....aku suka itu.Aku akan selalu mendukungmu dengan doa dan puasa.Karena aku sadar penjagaan manusia itu terbatas tapi perlindungan Tuhan itu kuat."
        Irwan berkaca2 mendengarnya.Diraihnya Evi dalam pelukannya.
Irwan :"Terima kasih.Aku tak sangka cintamu padaku begitu dalam.Terima kasih,sayang."
Evi :"Aku yang berterima kasih karena kau sangat memikirkanku,mau repot2 buat aku,dandani aku,menghargai aku...Terima kasih banyak."
        Evi juga berkaca2 di pelukan Irwan.Begitulah mereka hari itu sibuk wedding planner.Telpon sana telpon sini.Bahas ini bahas itu.Cari model undangan.Banyak banget.Benigno,Inul,dan yang lainnya juga menyambut gembira rencana tersebut.Mak Igun apalagi.
        ****see next eps****

Eps 57 ¤¤¤ Tabir Kepalsuan : The Blessings of My Father
In Danang's apartemen....
         Danang mondar mandir di dalam kamarnya.Ia terus saja teringat perkataan Irwan saat mereka berkelahi di kamar tamu.
Danang :'Irwan bilang dia tahu semuanya.Bahwa aku ada di belakang semuanya.Ia tahu aku yang suruh orang sabotase pesawatnya,ia juga tahu pernikahannya dengan Evi adalah rekayasaku untuk merebut hartanya.Penyerangan usai pesta tidak meninggalkan bukti tapi ia tahu itu juga orang suruhanku.Lebih parah lagi usahaku menculik Evi di RS pun ia tahu kalo dokter itu adalah aku.Aku kenal betul Irwan.Ia pasti tak akan menuduh sembarangan.Ia selalu akurat dan penuh pemikiran dalam tiap tindakannya.Ia pasti telah menyelidikiku.Gawat!Jika ia membawa perkara ini ke pihak berwajib aku bisa dipenjara.Tidak!!Aku tak mau mendekam di penjara!!Tapi aku juga tak mau Evi menjadi milik Irwan!Sial!!!Kenapa sih tuh anak selalu memiliki semua yang kuinginkan?Mengapa???'
        Danang melempar gelas di tangannya ke dinding.Pyaar!!!
Danang :"Aku benci kau Irwan!!Kau mengambil semuanya dariku.Kasih sayang Mama,bisnis,harta warisan,dan cinta Evi.Sejak kau lahir,Mama terbagi perhatiannya.Andai saja aku adalah putra Papa Sutedja pasti jabatan Presdir akan menjadi milikku.Sejak muda aku sudah memimpikan duduk di kursi Presdir.Tapi apa?Tetap saja Irwan yang jauh lebih muda dariku yang jadi penerus bisnis Sutedja.Hanya karena ia anak kandung Papa Sutedja.Walau aku tetap dapat bagian tapi tetap tak sebesar bagian Irwan.Perintah Irwan selalu menjadi komando utama.Semua karyawan hormat padanya.Apa saja yang ia lakukan pasti berhasil.Selalu dapat penghargaan.Sutedja Enterprise makin berkembang di tangan Irwan.Kekayaannya semakin bertambah.Aku benci kau Irwan!!!"
       Danang merebahkan dirinya di tempat tidur.Namun ia malah makin kesal karena ingat saat ia masuk ke kamar tamu tadi pagi.
Danang :'Kupikir tak apalah yang lain gagal tapi tidak cintaku juga.Belum pernah aku menyukai wanita seperti aku menyukai Evi.Aku tak tahu apa ini cinta atau bukan yang pasti aku benci melihat rona bahagia di wajah Irwan tiap bersama Evi.Mengapa di dalam bercinta pun aku kalah?
Padahal aku yang menemukan Evi,aku yang memilih dia diantara sekian banyak wanita untuk menjadi isteri palsu Irwan,aku juga yang menikah dengannya di Masamba,harusnya aku lebih punya kesempatan mendapat cinta Evi tapi apa jadinya....Bukannya memilihku,Evi malah memilih Irwan..Kusuruh menjauhi Irwan malah makin lengket kayak perangko...kuajak pergi malah ngancam bunuh diri....kucoba culik malah melarikan diri...dan kemarin...
kusuruh pura2 jadi isterinya Irwan malah jadi isterinya beneran...Sial!!!Lagi2 Irwan menang!!'
         Danang melempar semua bantal ke lantai.
Danang :'Untuk saat ini aku tidak akan melakukan apapun.Kartuku sudah kebuka semua.Aku yakin Irwan takkan mencemarkan nama keluarga dengan melaporkanku ke polisi.Ia sayang banget sama Mama.Tak mungkin ia membuat Mama sedih.Aku akan mencari saat yang tepat untuk merebut kembali semuanya terutama Evi.TUNGGU SAJA!!'
Danang menyeringai licik.Kira2 mau bikin ulah apa lagi tuh ksatria Banyuwangi?...Udah jangan diganggu tuh.Biar cooling down dulu ntar remuk tuh kamar!Mending cek our fave couple aja ...

Kamar Irwan....
         Irwan mengajari Evi memakai Hp barunya untuk mencari referensi di internet.Karena masih lebam2,Irwan berbaring sambil bersandar pada beberapa tumpuk bantal.Evi tentu saja ada dalam dekapannya.
Irwan :"Nih lihat!Klik aja di sini..tuh gambar aneka model gaun pengantin...kamu suka yang gimana?"
Evi :"Wah hebat ya....zaman sekarang benar2 canggih ya...ga perlu ke toko tapi tinggal klik aja pakai hp udah kayak pergi ke toko..."
Irwan :"Kita nanti pakaiannya model internasional apa kedaerahan?"
Evi :"Sejak dulu aku ingin jadi kayak putri dongeng gitu.Pakaiannya bagus gitu...terus pangerannya tampan dan gagah gitu....kayak kamu he he...Sayangnya...."
         Irwan memandang isterinya dengan dahi berkerut.
Irwan :"..kok ga dilanjutin?"
Evi :"Sayangnya Pangeran yang jadi suamiku ternyata Pangeran...Julit!hi..hi"
Irwan :"Mmh...mulai ya?Masih mau babak tambahan?"
Evi :"Nyerah deh kalo gini....Menurutku kamu bakal keren banget kalo pakai hitam.Seperti Tuxedo Bertopeng....kamu Mamuru aku sailormoonnya he he..Dengan kekuatan bulan akan menghukummu!"
        Irwan geleng2 kepala melihat Evi malah beraksi jadi tokoh animasi Jepang.
Irwan :"Aku setuju pakai hitam...kalo kamu saranku sih jangan yang terbuka...aku ga mau kamu berpakaian terbuka karena kamu itu cuma milik aku...hanya kalo berduaan denganku boleh pakaiannya terbuka....he he"
Evi mencubit lengan Irwan.
Evi :"Dasar Pangeran Julit...ngeres melulu pikirannya...Nih dapat hukuman dari Princess Elsa,hukuman cubit!"
         Irwan mengaduh kesakitan dicubiti Evi.
Irwan :"Auww!!Auww!Aduh!..Sudah!Ga julit lagi!!Sudah lebam2 masih saja disiksa...Teganya..teganya..."
Evi :"Oh ya ampun..kasihan....cup..cup...Sayang..."
         Irwan meletakkan kepalanya di pangkuan Evi.
Irwan :"Ini bagus modelnya....ga terlalu open tapi anggun.Gimana?"
Evi :"Tapi kok ga ada lengannya?Ga suka...aku mau yang ada lengannya...Ah kayak ini aja...aksesoriesnya bagus,kayak pakai bunga gitu..."
Irwan :"Ga...ribet itu ntar malah kesrimpet2...yang simple aja...Atau kita lihat koleksi kak Igun aja gimana?Sekalian aku pingin ajak kamu ke suatu tempat.Sudah lama aku pingin ajak kamu ke sana."
Evi :"Ke mana?"
Irwan :"Ada deh.Rahasia dong!"
Evi manyun gitu.
Evi :"Katanya harus saling jujur?Ga boleh rahasia2an...."
        Irwanpun duduk di ranjang dan memandang Evi.
Irwan :"Aku mau ajak kau ke makam Ayah aku.Katane kamu pingin ke sana...Tapi biar lebam2nya agak mendingan dulu ya?"
Evi :"Bener kita mau ke makam Ayahmu?Makasih sayang!"
        Irwan terkesima saat Evi memeluknya dengan bahagia.
Irwan :"Baru diajak ke makam aja udah kasih pelukan gimana kalo diajak bulan madu ya?"
Evi :"Bulan madu?Beneran?Ga julit nih?"
Irwan :"Masak Irwan Sutedja bohongan....Malah aku mau ajak kamu ke luar negeri.Kamu mau Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah,Afrika atau Australia?"
Evi :"Aku belum pernah keluar negeri jadi ke Asia aja deh.Yang deket dengan negara kita dulu."
Irwan :"Aku setuju.Aku ingin mengunjungi satu tempat wisata di China.Kamu pernah denger Great Wall?"
Evi :"Tembok besar itu ya?"
Irwan :"Iya.Aku pernah diajak Ayah ke sana waktu kecil.Bagus sekali.Aku ingat Ayah bilang kalo beliau ingin aku jadi seperti tembok itu,jadi pelindung keluarga,menjaga keutuhan keluarga,dan menjadi figur yang kuat bagi semua yang ada dalam tanggung jawabku.Aku suka sekali tempat itu."
Evi :"Jadi penasaran...kalo aku ingin coba kimononya orang Jepang...he he ...terus coba masakan Jepang....aku suka lihat Oshin,bagus banget deh kayaknya Jepang itu..."
Irwan :"Kamu ga ingin ke Korea Selatan?Pemandangannya bagus banget...apalagi pulau Jeju...indah banget...Tahu sendiri Korea Selatan kan terkenal dengan melodramanya yang romantis kayak kita he he.."
Evi :"Kemana aja deh yang penting ada kamu di sisiku.Ke kutubpun aku ikut.Ke gurun aku turut.Bagaikan bulan dan bintang tak terpisahkan."
      
Irwan :"Habis itu kita mampir Hongkong dan Singapore buat belanja.Setuju tidak?"
Evi :"Berarti lama dong bulan madunya?Berapa negara tuh?Tapi gpp ding aku malah seneng deket kamu terus.he he"
Irwan :"Akhirnya ngaku juga...ternyata ga cuma aku yang ngeres..he..he.Semoga pulang dari honey moon kita cepet dapat baby.Aku ingin sekali dipanggil Papa."
Evi :"Amin.Moga Ayahmu merestui kita sehingga kita cepet dapat momongan."
Irwan :"Kita cicil aja dari sekarang..."
Evi :"Maksudnya?"
Irwan :"Ya bulan madunya dong....he he.."
Evi :"Dasar Irwan juliiiit!!"
Wah mereka kejar2an lagi tuh.Bener2 masa kecil kurang bahagia kayaknya....
        Persiapan pernikahan terus dilakukan.Irwan handle perusahaan dari rumah.Albi sama Benigno yang wira-wiri.Lebam2 di muka Irwan sudah banyak berkurang,Irwanpun memenuhi janjinya pada Evi pergi berziarah ke makam Ayah Irwan.Konglomerat Sutedja (RIP).
[Apaan RIP?...Rest In Peace alias almarhum....Ooo.Kupikir mata uang baru...Gubrakkk]
        Evi sangat terharu diajak ke sana.Inul dan keluarga Evi juga ikut.Makamnya mewah.Makhlum level milyarder.
Inul :'Mas,aku ke sini bawa menantu kita.Juga besan kita.Namanya Evi Mas,isterinya Irwan.Anakmu.Kesayanganmu.Irwan sudah dewasa sekarang.Mirip banget sama kamu.Cara ngomongnya,tatapan matanya,gayanya,cara jalannya bahkan wibawanya.Bener2 persis kamu,Mas.Kau pasti bangga kalo lihat dia.Sudah ganteng,gagah,sukses lagi.Bisnismu makin maju dipegang Irwan.Restui mereka.Mereka mau mengadakan resepsi pernikahan.Habis itu mau bulan madu tour Asia.Restui biar cepet dapat momongan,biar langgeng pernikahannya dan dilindungi dari marabahaya.'
        Evi melihat Irwan berlutut di pusara Ayahnya.Iapun mengikutinya.Irwan menggenggam jemarinya erat2 dan berkaca2.
Irwan :"Ayah,ini Irwan datang.Irwan bawa menantu Ayah.Wanita yang Irwan cintai setulus hati.Wanita yang Irwan yakini akan jadi penolong buat Irwan,akan jadi ibu yang baik bagi cucu2 Ayah kelak,juga akan bantu Irwan jaga Mama.Namanya Evi,ia dari Masamba,Ayah,...Irwan minta restu dari Ayah untuk pernikahan Irwan dan Evi beberapa hari lagi.Restui kami supaya tak ada yang menghancurkan rumah tangga kami.Supaya kami senantiasa bersatu baik dalam suka maupun duka.Irwan dan Evi sayang sama Ayah."
         Evi berkaca2 mendengar ucapan Irwan.
Evi :'Ayah Mertua,Ini Evi,menantu Ayah.Maaf sebelumnya karena baru kali ini Evi ke sini.Pernikahan kami memang tidak seperti orang kebanyakan,pernikahan kami penuh tabir kepalsuan.Tapi dari situlah Evi menemukan cinta sejati Evi yaitu putra Ayah,Irwan.Terima kasih Ayah sudah menghadirkan Irwan ke dunia ini.Evi sangat mencintai Irwan.Evi juga sayang sama Mama.Mohon restui pernikahan Evi dan Irwan ya Ayah.Jauhkan dari siasat jahat orang.Biar kami selalu satu dan hidup bahagia dan dikaruniai anak2 yang indah.'
Merekapun menaburkan bunga.Irwan sangat terharu melihat Evi begitu menghargai ayahnya.Cintanya semakin dalam pada Evi.***.see you next eps***

Eps 58 ♡||♥Tabir Kepalsuan : The smell of Your Garment

         Still in the tombs....
        Evi bangga memiliki suami seperti Irwan.Suami yang berbakti pada orang tua.Suami yang menghargai leluhurnya.Hatinya makin terpaut pada suaminya itu.
Irwan melihat isterinya melamun sampai Evi tidak menyadari ada kupu2 yang hinggap di pundaknya.
Irwan :"Ayahku menyukaimu.Ia merestui kita."
Evi :"Bagaimana kau tahu?"
Irwan :"Ayahku sangat suka kupu2.Beliau bilang kunci suksesnya dalam bisnis didapatnya dari melihat kupu2."
Evi :"Kok bisa?"
Irwan :"Banyak orang menyukai kupu2,tentu saja kupu2 kan indah,bisa terbang,aneka warna dan memperindah taman.Tapi bila dilihat ke belakang,siapa itu kupu2.Dia cuma ulat,kadang malah berbulu,gatal,dijijiki orang,dihindari orang bahkan tak jarang dibasmi karena dianggap hama.Mengapa dari ulat yang begitu dusingkiri orang bisa berubah menjadi kupu2 yang disukai orang?"
Evi :"Mereka kan melewati proses di dalam kepompong."
Irwan :"Kau benar.Mereka sabar berada dalam kepompong,di dalam tempat yang ga enak,gelap,sempit,tertutup dan terbatas ruang geraknya.Banyak orang ingin sukses dan terbang tinggi tapi mereka tak tahan uji.Mereka mengeluh,malas,berontak,bahkan lari dari kenyataan dengan bunuh diri.Coba mereka belajar sabar,tabah,tekun dan setia pasti kesuksesan akan mereka raih.Mungkin saat ini kita bukan siapa2,atau malah sampah masyarakat tapi lewatilah proses itu dengan tabah dan ikhlas maka hal2 yang indah akan datang dalam hidup kita.Akan tiba saatnya kita menjadi kupu2."
Evi :" Wow....Ayahmu sangat bijaksana ya.Tapi kok kamu tiba2 bicara tentang kupu2?"
Irwan :"Tadi ada kupu2 di pundakmu.Kurasa itu pertanda bahwa Ayahku menyukaimu.Ayah merestui kita."
        Irwan memeluk Evi dengan berkaca2.Inulpun berpikiran yang sama mengenai kejadian tersebut.
Usai berziarah,mereka tak lupa memberi balas jasa kepada penjaga makam dan keluarganya.Habis itu mereka menuju ke Rumah Mode Ivan Gunawan.
Ivan :"Wah wah!Rombongan nih !Igun sudah siapkan semuanya.Mari2 silakan lihat2 dulu!"
Igun menyuruh anak buahnya untuk melayani keluarga Evi.Inul membantu Evi memilih gaun pengantin yang cocok.
Evi :"Evi rasa yang ini bagus Ma.Lihat ini!Bagus kan ?"
Inul :"Simple tapi elegan.Yakin tidak ingin membuat rancangan baru saja?"
Evi :"Ini sudah bagus Ma.Kalo buat baru makan waktu lagi.Evi suka yang ini saja.Coba Evi tanya Irwan dulu ya Ma?"
       Baru saja Evi mau mencari Irwan eh yang dicari dah meluk dia dari belakang.
Irwan :"Cari aku ya?Kangen ya?"
Evi :"Ihhh..Irwan julit deh!Ini mau nanya kamu setuju ga aku pakai gaun ini?Aku sih suka modelnya.Sederhana tapi anggun ...gimana?"
Irwan :"Bagus sih cuma punggungnya agak terbuka ya..Dibenahin dikit gimana ,dikasih apa gitu biar lebih tertutup tapi tetap modis."
Ivan :"Iye...bisa diatur itu.Ntar bisa ditambahi kok jadinya ga kebuka banget gitu.Pak Presdir posesif juga ternyata he he..."
Irwan :"Harus itu Kak Igun.Namanya juga cinta."
        Evi dan Irwan sudah fix bajunya.Irwan tuxedo hitam.Evi gaun putih panjang ga terlalu banyak pernik.Rasanya seperti berjalan diatas deburan ombak kalo pakai itu.
Berita pernikahan Irwan jadi bahan berita dimana2.Tak terkecuali di kantor Danang.Para karyawati membicarakannya.Mereka baru bubar saat melihat Danang datang.Danang lalu memasuki ruangannya.Ika menyambutnya dengan senyum manisnya.
Ika :"Selamat siang Pak.Tumben Bapak datangnya sesiang ini.Habis cari baju ya Pak buat pernikahan Pak Irwan nanti ya?"
Danang kaget mendengarnya.Irwan mau menikah?
Danang :"Maksudmu?"
Ika :"Lho Bapak masak tidak tahun kalo Pak Irwan mau menikah dengan Bu Evi secara besar2an.Tinggal 3 hari lagi lho Pak.Pestanya bakal diliput live oleh stasiun tv terkemuka.Baju pengantin hasil rancangan designer kondang Ivan Gunawan.Lokasi pesta juga di hotel terkemuka di Jakarta.Memang sih ga sembarang orang bisa masuk,hanya tamu undangan dan saya dengar pengamanannya sangat ketat.Bapak datang dengan kekasih pastinya,ya kan Pak?"
        Danang malah sibuk dengan pikirannya sendiri mendengar penuturan Ika.
Danang:'Irwan benar2 serius mencintai Evi.Ia sampai menikah ulang demi sahnya status pernikahan mereka.Sial!!Sekali lagi ia selangkah di depanku.Pantas Mama terus coba hubungi aku.Kali ini aku mengaku kalah,aku akan menanti saat yang tepat,pasti suatu saat nanti Irwan akan lengah juga.Sesekali memang ada saatnya untuk merugi.Aku tidak akan datang di pesta itu.Biarin saja!'
Ika :"Pak?Pak Danang?Bapak baik2 saja?"
Danang :"Oh maaf kamu bilang apa?"
Ika :"Bapak akan datang dengan kekasihnya nanti?"
Danang :"Saya tidak punya kekasih.Perempuan itu susah dimengerti jalan pikirannya.Mana file yang saya minta kemarin?"
Ika :"Sebentar saya ambilkan Pak."
        Ika berjalan menuju mejanya,kata2 Danang barusan seakan menyiratkan kekecewaan pada seseorang yang pernah dia cintai.Atau mungkin malah masih dicintai?
Ika :'Siapa perempuan yang ia maksud itu?Kenapa aku jadi cemburu ya?Kayaknya berarti banget tuh cewek di hati Pak Danang...jadi bete nih...Apa perempuan itu adalah isteri Pak Irwan?Kulihat pas makan siang di rumahnya dulu Pak Danang perhatian gitu ama Bu Evi.Apa karena itu ia berkelahi dengan Pak Irwan?Rupanya ada cinta segitiga ya....Kalo benar wanita yang ia maksud adalah Bu Evi maka aku ga perlu putus asa karena dihati Bu Evi cuma ada Pak Irwan.Aku bisa lihat itu.Aku harus semangat.Ika semangat!'
Ika sibuk memotivasi dirinya sendiri.Bagaimana dengan Evi?
        Evi memasuki masa karantina.Ga boleh ketemu apalagi tidur satu kamar dengan Irwan.Irwan protes bahkan demo he he...
Irwan :"Ma!!Ini itu pernikahan ulang masa aturannya sama kayak biasanya?Biarin Evi sama Irwan,Ma....please Ma!!Irwan dah biasa ada Evi di samping Irwan,Ma!Mama!!"
Inul melepaskan pegangan Irwan pada Evi.Tapi bukannya lepas malah makin kuat saja.Inulpun memanggil bala kurawa he he.Siapa tuh?
Inul:"Aty!!Benigno !!Bantuin nih!!Rizky bantu pegang kakakmu!!Irwan kuat banget nih!!"
Evi :"Ma,kenapa sih Evi harus dipisahin dari Irwan?Evi kan sudah jadi isteri Irwan,Ma?Masak ga boleh tidur di kamar Irwan?Sampai kapan Ma?"
         Benigno segera menjauhkan Irwan dari Evi.Aty juga ikut menjauhkan Evi dari Irwan.Tarik tambang deh...
Akhirnya lepas juga pegangan tangan Irwan dan Evi.Wah adegannya kayak di White Snake Legend itu lho,atau kayak di Return of the Condor Heroes he he...Irwan dipegangi oleh Benigno dan Inul.Bahkan beberapa satpam.Kuat amat sih Irwan?Oh iya bisa bela diri kan...Cucok!!
Evi dipegangi Rizky sama Aty.Ayah Hamdan cuma senyum2 melihat puterinya begitu sedih dipisahkan dari suaminya.
Ayah Hamdan :"Evi,ini cuma sementara,cuma pura2,ga pisah beneran,Putriku...Cuma 1 malam aja.Besok kan kalian menikah jadi khusus malam ini kalian harus dipingit.Belajar sabar ya..."
Evi memandangi Irwan yang dijauhkan darinya dengan mata berkaca2.Irwan sendiri tak jauh beda.
Evi :"Irwan....Irwan...."
Irwan :"Eviku...Eviiii...."
Ini baru pura2 pisah gimana nanti kalo terpisah beneran ya?...
        /Tanpa dirimu ku bagai perahu kayu yang terombang ambing ditengah laut biru...Lajuku hilang terhempas arus gelombang karna kini kau tak di sisiku sayang..../
Evi dibawa ke ruang tamu.Irwan dibawa ke kamarnya.Keduanya ga boleh keluar kamar.Semua makanan dikirim ke dalam kamar.
Irwan mondar-mandir di kamarnya.Tiba2 ia punya ide.Semoga bukan ide yang ga2....ha ha
Diambilnya Hp dan dihubunginya Evi lewat Hp.
        Evi di kamar tamu menangis sambil memakai kemeja Irwan.Ia minta Aty mengambilkan baju Irwan sebagai pengobat kangen.Bau tubuh Irwan yang menempel di baju tersebut membuat Evi merasa Irwan disisinya.
Itu baju bersih apa baju kotor ya?Jangan2 baju Irwan yang mau dicuci nih....
        Evi kaget denger Hpnya bunyi.Lagi gundah gulana gelisah galau and gegana gini kok ya ada aja yang ngebel sih?Diangkat dulu ....
Evi kaget melihat nama yang tertera di layar.
Evi :"Halo?"
Irwan :"Halo Sayang....kangen suaraku tidak?"
Evi :"Kangen banget...saking kangennya aku sampai pakai bajumu...Ga tahu nih kak Aty yang ambilin...bau mu di baju ini hmmm....bikin makin pingin ketemu..."
Irwan :"Foto dong kirim ke aku.Aku juga mau kangen banget...aku sebel sama Mama pakai acara misahin kita....Aku ga mau ngomong sama Mama,sama Om Ben juga....kesel pokoknya...."
Evi :"Wah kok Pak Presdir ngambek....tapi aku juga heran ide dari mana sih kayak ginian...buang sial apa gitu katane...Semoga bisa buang sial beneran...ok aku selfi dulu ya ntar kukirim.Kamu juga selfi ya...senyum yang manis...jangan cemberut terus ya..."
        Merekapun bertukar foto selfi.Pose duduk,berdiri,senyum,manyun,ketawa,tidur,aneka macem deh...Entah habis pulsa berapa tuh.Belum kuota data he he...
Irwan :"Ga enak tidur sendirian gini...Biasanya ada kamu aku julitin...he he...Ada kamu bisa aku peluk...Ada kamu bisa main kejar2an...sekarang bingung jadi linglung....malas ngerjain kerjaan kantor ga konsent....pingin cepet besok....bisa lihat kamu."[di trans 7 he he...]
Evi :"Sama ....biasanya bisa meluk kamu...nyubitin kamu...ngacak2 rambut kamu...bisa nyuapi kamu....lihat kamu....nyanyi buat kamu....di kamar ini jadi ingat malam pertama he he....makin pingin ketemu kamu...pingin cepet besok...."
        ****see you next eps****

Eps 59 °♥•Tabir Kepalsuan : Find My Beloved

        Bila Evi dan Irwan sibuk foto selfi,maka di ruang keluarga tampak Inul sedang berbincang2 dengan Benigno.Inul tahu betapa dekatnya adiknya itu dengan Irwan.Saat ia menanyai Irwan perihal pertengkarannya dengan Danang jawaban Irwan cuma mereka ada salah paham saja.Tapi ia tidak percaya karena sejak peristiwa itu Danang tak pernah pulang.Hpnya sering ga aktif.Anak itu memang jago ngilang.
Benigno :"Seneng ya kak lihat Irwan sudah ketemu dengan soulmatenya.Irwan itu culun banget ternyata soal cinta.Lihat aja tadi kayak mau diapain gitu dipisahin sebentar aja dari Evi.Pakai aksi bungkam lagi ke kita.Irwan...Irwan...Cinta itu bisa bikin orang sewibawa Irwan jadi culun habis."
Inul :"Itu belum apa2 Ben,Irwan itu kan dulunya maniak kerja tuh eh begitu ada Evi kamu tahu ga tiap jam makan siang selalu pulang,ujung2nya ya berduaan ama Evi di kamar.Seringnya ga balik lagi ke kantor.Dulu aja harus diingetin supaya jangan pulang malam2 eh sekarang siang aja dah pulang.Bisa kayak gitu ya?Emang waktu kamu ketemu pertama kali sama Irwan di Masamba apa mereka sudah lengket gitu?"
Benigno :"Ya agak beda dong kak Irwan kan amnesia waktu itu.Memang kenapa kak?"
Inul :"Aku hanya ingin tahu kenapa Danang dan Irwan sampai berkelahi dulu itu.Danang datang ga ya nanti ke resepsi?Aku harap dia datang jadi ga jadi bahan pembicaraan di media nantinya.Aku heran sama Danang selalu saja menyukai apa yang Irwan miliki.Dulu waktu kecil,mainan Irwan selalu direbut,Irwan paling cuma nangis terus lari nyari aku atau Ayahnya.Aku berkali2 bilangin Danang tetep aja gitu.Irwan akhirnya malah yang sering mengalah.kemarin itu pas mereka ribut itu aku lihat ekspresi Irwan dan Danang juga kayak rebutan sesuatu tapi kali ini Irwan ngotot dan tak mau mengalah.Aku sempat denger mereka sebut2 nama Evi.Apa mungkin Danang juga cinta sama Evi?Kenapa sih Danang kayak kagak ada perempuan lain aja,kan masih banyak wanita di dunia ini.Ika itu juga baik anaknya.Selalu saja mengusik milik Irwan.Coba deh kuhubungi lagi tuh anak siapa tahu aktif."
        Inul mencoba menghubungi Danang.Danang yang sedang di apartemennya akhirnya mau juga menerimanya.
Danang :"Ya Ma?Ada apa?"
Inul :"Kamu tuh ya ga kasihan sama Mama.Diangkat gitu kalo ditelpon Mama."
Danang :"Lha ini sudah."
Inul :"Susah ngomong sama kamu tuh.Kamu di mana?Masih di Jakarta kan?"
Danang :"Di apartemen,Ma.Pinginnya sih pergi ke luar pulau gitu tapi sibuk beresin kantor."
Inul :"Kok malah pingin keluar pulau sih?Adikmu kan besok nikah,disiarkan live lagi.Kamu datang kan?Kamu kan anggota keluarga mempelai pria masak ga datang sih.Apa kata dunia?"
Danang :"Males tuh Ma.Yang nikah kan Irwan Ma bukan Danang.Biarin aja media mau bikin berita kayak apa yang pasti aku ga mau datang."
Inul :"Kamu kenapa sih kok gitu?Kamu beneran suka sama Evi ya?Dewasa dikit dong sayang Evi itu milik Irwan.Evi itu bukan mainan yang bisa diperebutkan.Evi itu punya perasaan dan hak untuk memilih.Hargai keputusan Evi.Dia sudah milih Irwan.Jadi kamu harus berjiwa besar dong,Mama yakin kamu akan menemukan soulmatemu juga kelak.Masih banyak wanita di dunia ini yang mungkin malah lebih cantik dan lebih menarik dari Evi."
Danang :"Mmhhh..."
Inul :"Jadi besok datang ya?Sebentar juga gpp.Yang penting dah hadir.Please....Mama mohon sayang...Demi Mama please..."
Danang :"Sebentar aja ya....malas kalo lama2..."
Inul :"Iya bentar aja gpp,janji datang ya?"
Danang :"Iye...hanya karena Mama nih...."
Inul :"Makasih sayang.Kamu ajak aja Ika tuh nemeni kamu...Kelihatannya dia baik."
Danang :"Ya...nanti Danang hubungi dia.Udah ya Ma,Danang ngantuk nih."
Inul :"Ok,met tidur ya sayang.Love you."
Danang :"Malam Ma.Bye."
        Danang lalu menghubungi Ika untuk menemani dia besok.Tentu saja Ika berbunga2.Pucuk dicinta ulam tiba.Danang mondar mandir berpikir,sepertinya sih punya rancangan jahat lagi nih.
Danang :"Kalo aku datang harus untung dong aku...bikin kacau gitu...gimana caranya...kalau acaranya kacau pasti banyak yang lihat tuh kan disiarin live...nama Irwan pasti tercemar...dan Evi pasti disalahkan atau merasa bersalah....good ending...Ahh dulu kan aku nikah ama Evi karena aku janji melunasi hutang ayahnya...ada teken aku sama si rentenir itu...tanda tangan Irwan pula he he...aku akan minta rentenir itu datang bawa bukti2nya dan buat pengakuan di media besok biar Irwan kehilangan muka di depan media dan tamu undangan.Rentenir itu pasti mau, buat dia uang kan segalanya.ha ha ha.Irwan ...bersiaplah besok!!"
         Dasar Danang tetap aja ga kapok.Danang lalu menghubungi rentenir di Masamba itu,kesepakatanpun terjadi.Besok rentenir itu akan terbang ke Jakarta pagi2.
Malam semakin larut.Besok adalah hari penting.Irwan sudah pulas sambil memegang hp di tangannya.Evi mendendangkan lagu penghantar tidur untuknya.Evi sendiri lalu tidur tentu saja dengan kemejanya Irwan.
Evi :'Semoga besok lancar,ga ada halangan dan pernikahanku benar2 sah.Tidak diselimuti lagi oleh tabir kepalsuan.Ku mohon ya Tuhan....lindungi kami besok.Amin'
Hari H....the wedding day....
        Di kamar terpisah kedua mempelai dipersiapkan.Ivan Gunawan dan team sudah datang pagi2.Danangpun bersiap dengan rencananya.Saking semangatnya Danang sampai ia jemput Ika lebih awal.Gimana nanti ya?Kacaukah atau malah fine2 aja?***see you next ***

Eps 60 ●● Tabir Kepalsuan : What A Day

             Evi melihat ke cermin di depannya.Rasanya bayangan yang terpantul bukan dirinya.Evi yang ia tahu itu cuma gadis kampung yang lugu,yang jangankan mikir dandan mikir makan aja susah.Tapi di cermin itu adalah Evi yang telah berubah.Evi yang cantik,pakai make up,disanggul jelita,tapi yang paling terindah adalah sinar bahagia yang terpancar dari wajahnya.Rasanya masih tak percaya bahwa impiannya menjadi putri dongeng akan terwujud.Di era modern seperti ini ia serasa bak menjadi cinderella.Siapa mengira seorang penjaga toko di daerah nun jauh disana di Sulawesi Selatan akan menjadi ratu hati seorang Milyarder Muda 5T.
         Rasanya bagai mimpi saja,ia kini bukan Evi Masamba tapi isteri Milyarder.Kok bisa sih?Jangan2 cuma khayalan....
Ayah Hamdan :"Evi..."
Ayah Hamdan menyadarkan Evi dari lamunannya.Evi berkaca2 melihat ayahnya.Ia ingat bagaimana susahnya mereka hidup di Masamba.Terlilit hutang hingga ia harus putus sekolah.Makan ala kadarnya.Tapi kini,makanan berlimpah,rumah mewah,pakaian buatan designer kondang,kemana2 naik mobil,dan masih banyak yang lain.
          Evi memeluk sang ayah.Hatinya lega karena kini ayah dan adiknya akan terpelihara dengan baik.Irwan menyayangi mereka seperti keluarganya sendiri.Ia akan menyekolahkan Rizky di Jakarta.Ayah Hamdan juga akan dicarikan kesibukan sesuai minat dan hobbynya.
Ayah Hamdan:"Kenapa kau menangis Putriku?Ini hari bahagia...hari yang kau tunggu2...."
Evi :"Evi ingat dulu Ayah,kita dulu selalu dihina,dipandang sebelah mata oleh orang...semua karena kita begitu miskin....tapi kini...katakan pada Evi,Ayah...katakan bahwa Evi sedang tidak bermimpi...Karena kalo benar Evi sedang bermimpi,Evi tidak mau bangun Ayah...tidak mau..."
Ayah Hamdan :"Kau tak perlu cemas,ini semua nyata....bukan mimpi..."
Evi :"Benar?...gaun indah ini nyata?....pernikahan ini nyata?....Irwan juga nyata?...."
Ayah Hamdan :"Tentu sayang...Suamimu itu nyata....dia sudah menunggumu.Acara akan segera mulai.Para tamu sudah berdatangan.Kamera di mana2.Pernikahanmu ini sangat megah Putriku.Tersirat jelas betapa besarnya cinta Irwan padamu.Hapus air matamu,tersenyum buat suamimu.Tak henti2nya ia menanyakanmu.Ia tampan sekali.Dan kaupun juga cantik.Kalian serasi sekali."
Tiba2 Rizky masuk sambil menunjukkan foto di hpnya.
Rizky :"Kak!Tahu ga ?Acara pernikahan kakak ini dipandu oleh host2 kondang lho kak!Ada Rina Nose,Irfan Hakim,Andika Pratama,dan Ramzi kak....Aku minta foto tadi..lihat nih keren kan?...Setiap mereka didampingi pasangan mereka kak...wah seru banget kak!Ada yang di depan dekat pintu masuk...ada yang di panggung utama...ada yang di antara para tamu....katanya nanti pas kakak ditemukan dengan kak Irwan diiringi lagu' Pertemuan' ya?Kalian akan bernyanyi bersahutan ya...romantis banget..."
Evi :"Itu idenya Irwan...katanya dia dapat ide itu pas di RS.Pas aku ditusuk dulu."
Rizky :"Kak Irwan romantis amat sih...jadi ngefans deh...."
Ivan :"Sudah ngobrolnya disambung lagi nanti ya...sekarang ayo bersiap...Evi nanti kamu dari sebelah sana terus Irwan di ujung seberangnya...nanti kalian ketemu di tengah.Nah baru deh ketemu...habis itu acara sungkem...lalu teken nikah diliput media....dan dihadiri oleh para saksi dari jajaran pejabat penting...potong kue pengantin...nyanyi lagu duet mempelai'Dasi dan Gincu '....kesan dan pesan para tamu...persembahan lagu2....foto2...baru ucapan terima kasih dari mempelai.Habis itu kalian akan menikmati malam pengantin dikamar Presiden Suite di hotel ini.Besoknya baru terbang bulan madu ke 5 negara Asia.Wah...sukses ya belah durennya...."
Rizky :"Yeahh...Kak Igun ketinggalan berita hot news...mereka dah malam pengantin di rumah...di kamar tamu pula....he he"
Evi segera mencubit Rizky.Mereka malah kejar2an gitu.
Evi :"Rizky usil amat sih....awas ya!"
Ivan :"Jadi...bukan belah duren dong malam nanti...."
Rizky :"Bukan tapi belah semangka....soalnya kak Evi sudah jinak...ha ha..ga berduri lagi..."
Evi :"Rizky !!Ngeselin banget deh....!Sini kamu!"
Rizky :"Kak Irwan tolong...!!"
        Mendengar nama Irwan disebut Evi langsung berhenti mengejar Rizky dan menengok ke arah pintu masuk.
Rizky cekikikan melihat kakaknya berhasil ia kerjai.
Rizky :"Ha ha ha...kena deh!!Baru disebut namanya sudah salting...gimana kalo ketemu beneran....Cie...cie..yang lagi kasmaran berat....ai..ai.."
Ivan :"Sudah main2nya ...ayo segera bersiap.!"
Evi melihat sekali lagi ke cermin.Sudah tiba saatnya.Saat paling mendebarkan....Ia sudah tak sabar ingin melihat Irwan.Mereka tadi berangkat terpisah.Hatinya sudah sangat rindu.
Mari kita lihat mempelai prianya....
         Dengan setelan tuxedo hitam nan elegan tampak Irwan melihat ke arah jam tangan terus.Ia sudah kering menunggu acara segera dimulai.Benigno masuk sambil memperlihatkan cincin batu akik di tangannya.
Benigno :"Lihat!!Bagus kan pilihanku?Irwan dapat ide dari mana jadiin cincin batu akik sebagai suvenir?Boleh milih lagi?Keren!!Aneka warna,aneka bentuk dan aneka ukuran.Untuk anak2 juga ada.Hebat!!"
Inul :"Iya,respon para tamu sangat bagus lho!Malah ada yang mau pesan banyak katanya...Bisa jadi peluang bisnis lho.Anak Mama memang hebat!"
Irwan :"Idenya Evi Ma...Dia bilang kalo di Masamba itu lagi booming...jadi kubuat etalase didepan...setiap tamu boleh milih...pelayannya juga banyak...para karyawan aku semua...jadi para tamu ga akan nunggu lama.Waktu milih juga dibatasi biar ga antri.Mama pilih warna apa?"
Inul :"Warna hijau lumut...bagus kan?"
Benigno :"Rating siaran live nya juga tinggi lho.Wah kayaknya bakal jadi trending topik lagi nih."
Irwan :"Om pastikan semua aman ya,Irwan ga mau acara ini sampai kacau.Om mengerti kan maksud Irwan?"
        Benigno manggut2.Irwan memang sudah wanti2 soal pengamanan terutama terhadap Danang.Bila ada yang mencurigakan harus segera di amankan.Bahkan khusus mempelai dan keluarga dikawal khusus oleh team bodyguard.Beberapa bodyguard juga menyamar sebagai tamu.tersebar di berbagai titik dan selalu melaporkan situasi di posnya masing2.
Irwan :"Sudah jam segini Om,kapan mulainya?Irwan sudah ga sabar nih pingin lihat Evi.Kangen nih...."
Inul :"Sabar ...lagian kan kalian itu baru kepisah sehari ...udah lebay gitu...pakai acara mogok bicara lagi"
Irwan :"Maaf ya Ma,habis Mama juga aneh sih pakai misahin kita lagi.Irwan kan jadi bete Ma."
Aty datang dengan tergopoh2,ia segera menuju ke Inul.
Aty :"Nyonya Besar!!Tuan Danang datang...saya barusan lihat pas ngecek Nyonya Muda."
Inul :"Bener?!!Sama siapa?"
Aty :"Sama non yang waktu itu makan siang... tapi bukan Non Rita"
Inul :"Pasti Ika.Akhirnya mau denger juga omongan Mamanya tuh anak!Ayo kita siap!!"
        Sebelum keluar,Irwan berbisik pada Benigno,"Jangan lupa pesan saya Om!Watch out!"
Di dekat pintu masuk.Para tamu tampak asyik memilih cincin.Mereka senang sekali kayak di mall aja bedanya kalo ini gratis karena souvenir.
Rina Nose :"Wah keren ya,...baru kali ini lho saya datang di acara pernikahan tapi tamunya tampak menikmati banget acaranya.Apalagi acara milih cincin ini...tampaknya jadi favorit nih...Iya kan Fahmi?"
Fahmi :"Bener banget itu...lihat saja cincinnya bagus2,aneka warna,aneka jenis batu juga ...berbagai ukuran pula dan anak2 juga dapat lho.Bener2 menarik minat para tamu souvenirnya."
Rina :"Kebetulan ada salah satu anggota keluarga mempelai datang nih.Ada kakak dari mempelai pria.Yuk kita tanya2."
         Danang yang lagi asyik telponan segera menutup telponnya saat lihat ia didekati oleh host.
Rina :"Wah surprise nih lihat kakak dari Mempelai pria ada di antara para tamu.Gimana nih kesannya lihat pesta semegah ini?"
Danang :"Lumayan..not bad..."
Fahmi :"Maaf ya Sebelumnya tapi apa Anda merestui pernikahan ini,kan Anda dilompati nih karena Pak Irwan nikah duluan?Padahal harusnya Anda dulu."
          Danang kesel sebenarnya ditanya begitu tapi gimana lagi harus pura2 dong.
Danang :"Ga masalah mau dilompati,saya ga peduli dengan namanya mitos.Kita baik2 aja.Oh ya maaf saya harus terima telpon dulu.Permisi."
Danang ngacir ke deket etalase dimana Ika berada.Ika masih sibuk milih cincin.Danang lalu menerima telponnya.
Danang :"Gimana ?Dah sampai mana?Jangan lupa bukti2nya,nanti kalo sampai di depan bilang aja kamu ada pesan khusus buat mempelai dan sangat penting karena kamu sudah datang jauh2 dari Masamba.Naik apa ke sini?Taxi?Iya ...aku tunggu.Cepet ya acaranya mau mulai nih."
Ika:"Gimana bagus ga?Warnanya biru tua...?Ini buat Bapak,warna merah darah...suka kan?"
Danang :"Ya saya suka merah....apalagi merah darah...ayo kita masuk."
          Merekapun masuk setelah melewati gerbang foto.Setiap tamu masuk memang harus di foto di gerbang itu.Sebenarnya itu untuk pengamanan juga.Sampai di dalam nuansa romantis sangat kentara.Foto2 prewedding mesra Evi dan Irwan terpampang di setiap sudut.
Ika permisi ke toilet pada Danang.Danang melihat ada dua red carpet ujung sana dan ujung seberangnya.Bertemu di tengah.Nuansa makin romantis dengan terdengarnya musik.
Andika Pratama :"Mohon semua hadirin berdiri menyambut kedua mempelai.Acara ini sangat spesial karena baru kali ini ada acara pertemuan mempelai dimana kedua mempelai menyanyi bersahutan.."
Irfan Hakim :"Inilah mereka dalam balutan pakaian ala internasional dan diiringi lantunan lagu 'Pertemuan'...kita sambut kedua mempelai...."
Evi :"Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan..."
          Berjalan dengan gaun putih nan indah digandeng sang sang ayah tercinta...
Irwan :"Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan..."
Tampan dalam balutan mewah tuxedo hitam Irwan melangkah menggandeng sang ibunda menuju ke arah Evi....
        Syair demi syair dilantunkan berbalasan diiringi riuh hadirin yang menyaksikan.Mesra banget.Apalagi saat mereka sudah bertemu di tengah,Irwan langsung menerima tangan Evi dari Ayah Mertua he he...
Irwan :"Tak ingin lagi berpisah..."
Evi :"Cukup sekali berpisah...."
sambil berkaca2 Irwan menggandeng Evi,"Tak ingin lagi merana....
        Evipun memandang suaminya penuh haru,akhirnya ia kembali di sisi pria yang ia cintai,"Cukup sekali merana...aa..aa.aa"
Mereka lalu berjalan ke kursi yang disediakan buat mereka di panggung.Diapit kursi buat kedua orang tua mereka.Begitu mereka duduk hadirin dipersilahkan duduk kembali.
         Irwan berbisik di telinga Evi :"Kau semakin cantik...I love you..."
Evi :" Kau makin julit saja he he...I love you too."
Andika :"Acara selanjutnya adalah sungkeman..mohon restu dari kedua orang tua..."
Ussy :"Inilah moment sakral bagi kedua mempelai.Perlu diketahui bahwa kedua mempelai sama2 kehilangan salah satu orang tua mereka...."
Irfan Hakim :"Moment ini akan diiringi lagu Muara Kasih Bunda....yang dinyanyikan oleh Erie Susan!"
        Begitulah session demi session berlangsung.Sebelum acara tanda tangan berlangsung tiba2...
Ramzi :"Hadirin mohon perhatian,ini ada seorang tamu jauh2 datang dari Masamba ingin mengatakan pesan khusus buat mempelai berdua....Bapak siapa pak namanya?"
Rentenir :"Di Masamba saya biasa dipanggil Pak Angke...karena saya selalu berhubungan dengan angka2...he he"
         Semua kamera tertuju pada Rentenir tersebut.Evi nampak cemas karena ia tahu siapa Pak Angke.Padanyalah ayahnya berhutang.Mau apa orang itu sampai ke Jakarta?
Bukannya utangnya sudah lunas?Irwan didekati oleh Benigno dan dibisiki sesuatu.
Irwan manggut2.
         Irwan meraih jemari Evi dan berkata,"Jangan khawatir semua akan baik2 saja.Percaya padaku."
Di pojokan tampak Danang tersenyum penuh kemenangan.
Danang :'Bersiaplah untuk dipermalukan Mempelai berdua....Ini kado pernikahan dariku...'
Ramzi :"Bapak kenal dengan mempelai?"
Rentenir :"Ya jelas dong!Saya kan terkenal di Masamba."
Ramzi :"Bapak tadi bilang ada pesan buat mempelai,apa pak pesannya?Mempelai sampai berhenti mau tanda tangan surat nikah lho karenanya...mari saya persilahkan!"
Rentenir :"Saya jauh2 dari Masamba hanya untuk bilang kalo saya mau berterima kasih banyak sama Pak Irwan Sutedja...karena berkat beliau saya punya modal buat bangun bisnis yang sudah lama saya impi2kan....Makasih buat kedua mempelai terutama mempelai pria.Buat mempelai wanita...maaf selama ini saya memandang rendah keluarga Anda tapi sekarang saya sadar bahwa saya salah.Kini Anda menikah dengan orang hebat dan kaya raya.Saya ucapkan selamat atas pernikahannya.Saya bangga karena ada orang Masamba yang bisa sukses di Jakarta.Saya pasti juga bisa sukses bangun bisnis saya nanti.Ewako Masamba!!Ewako mempelai berdua!Sekian pesan saya,terima kasih!"
        Hadirin bertepuk tangan.Satu kekaguman lagi terhadap kedua mempelai.Evi menarik nafas lega.Irwan lalu melanjutkan tanda tangan di surat nikah.Evi juga.Mereka resmi kini suami isteri dihadapan begitu banyak saksi,diliput media lagi.Irwan mencium kening isterinya.Evipun memeluk Irwan penuh bahagia.Tapi ada yang tidak bahagia tuh!!Danang!
Danang heran bukan main dengan pesan rentenir tersebut.Kok sama sekali ga nyebut utang piutang,malah nyebut modal bisnis.Bukannya mempermalukan nama Irwan eh malah makin mengharumkan.Pakai acara minta maaf pula.Kenapa bisa kacau begini?
         Danang mendekati rentenir itu dengan wajah berapi2.
Danang :"Apa yang kaulakukan?Bukan seperti ini kesepakatan kita!!"
Rentenir :"Maaf Pak,ini saya kembalikan uang Anda.Kesepakatan kita batal."
Danang :"Kok bisa?Ini jumlah yang tidak sedikit lho.Setahu saya Anda itu cinta uang kan?"
Rentenir:"Tentu saja karena itu saya tolak tawaran Anda karena saya dapat penawar lain lebih tinggi tawarannya dari pada Anda.Saya ingin segera kembali ke Masamba,tidak sia2 saya ke Jakarta."
Danang:"Siapa orang yang Anda maksud?"
Rentenir :"Mempelai pria."
        Rentenir itu dikawal oleh team khusus kembali ke Masamba.Danang mendidih darahnya.Sekali lagi rencananya gagal.
Danang :'Sial!!Lagi2 Irwan selangkah di depanku.Tapi bagaimana ia tahu rencanaku?Hebat sekali dia.Sebaiknya aku pergi dari sini.Banyak mata2 di sini rupanya.Aku pasti diawasi.Sial kau Irwan!'
Danang lalu mengajak Ika pergi dari pesta itu.Akhirnya badaipun berlalu...Evi dan Irwan sah menjadi suami isteri.Walau sempat ada gangguan dikit.Tapi pada penasaran ga kok bisa jadi gitu ceritanya?Siapa pahlawan dibalik semua ini?Jawabannya di eps selanjutnya.***$ee you next ep$***

FAKTA FIKSI 
      Margo lahir di keluarga yang tak seperti ia harapkan.Ayahnya tidak kaya raya bahkan demi mencukupi kebutuhan rumah,sang ayah kerja double.Pagi hari sampai sore menjadi pegawai kantor dan malamnya bekerja sebagai buruh di pabrik tekstil.
      Sebenarnya ayah Margo adalah anak orang yang terpandang tapi karena  kena tipu keluarganya jatuh miskin.Margo kecewa dengan kondisi keluarganya,ia malah tumbuh sebagai anak yang nakal.Minuman keras,perkelahian bahkan masuk penjara sudah tak asing baginya.
      Begitu melihat kelakuan anak sulungnya,ayah Margo berharap memiliki anak laki-laki lagi yang jauh lebih baik daipada Margo.Margo sering bertengkar dengan ayahnya bahkan pernah melemparkan kursi kayu ke arah sang ayah.Ayah Margo bukan tak peduli dengan anaknya itu tapi setiap kali hidup Margo ditata atau diarahkan ke jalan yang benar,Margo malah berbuat onar.Ia dikeluarkan dari pekerjaannya karena mencuri,ia tidak mau menikahi wanita yang dihamilinya dan selalu minta uang pada ibunya.Bahkan karena kesalnya,sang ayah pernah mengutuki Margo bahwa ia tak akan punya anak.
      Margo menikah dengan wanita desa yang mengira Margo tentu mapan karena anak pegawai negeri.Dengan mengaku sudah hamil duluan dan iming - iming punya tanah di desa,gadis itu pun dinikahi Margo.Namun sampai bertahun-tahun menikah,Margo tak jua dikaruniai anak.Isteri Margo kecewa dengan pria yang ia pilih karena ternyata tak seperti harapannya.
       Isteri Margo akhirnya sakit-sakitan karena tak kuasa dicemooh orang karena belum bisa punya anak padahal sudah berobat ke mana-mana.Isteri Margo akhirnya meninggal,itupun sebenarnya bisa dicegah bila Margo mau mengorbankan uang tabungannya demi mendapat perawatan yang lebih baik bagi isterinya.
       Empat bulan sepeninggal sang isteri Margo berkenalan dengan seorang wanita yang tinggal di kawasan elite di kotanya.Wanita itu bernama Tutik,anak kedua seorang duda mantan karyawan bank.Kembali Margo tidak menerima kenyataan bahwa ia bukan kalangan jetset,ia mengaku sebagai kontraktor padahal cuma mandor bangunan.Pernikahanpun digelar dengan mewah dan menelan biaya yang sangat banyak bahkan uang tabungan Margo selama isteri pertamanya masih hidup ikut amblas.
      Pernikahan tersebut tak membawa bahagia seperti harapan Margo.Hidup di kalangan jetset tidak membuatnya dihargai dan disanjung-sanjung.Justru ia dipandang sebelah mata oleh ayah mertuanya.Untuk mendapat penerimaan dan perkenaan ayah mertuanya,Margo menjalani hari-hari seperti pembantu dan hidup dalam dominasi sang isteri kedua.Bahkan sang isteri malu bila suaminya pulang dengan pakaian tukanngnya.Margo harus berganti pakaian dulu dengan pakaian yang rapi sehingga para tetangganya tidak mengetahui pekerjaan sebenarnya.
        Isteri kedua Margo seorang pecinta belanja dan boros.Barang-barang yang ia beli selalu bermerk dan berkelas,terlebih lagi ia suka pamer.Album foto pernikahannya saja ditenteng-tenteng kemana-mana untuk ditunjukkan pada setiap kerabatnya betapa mewahnya pernikahannya.Padahal pada acara pernikahan tersebut hujan turun dengan derasnya dan jumlah tamu undangan juga sedikit yang hadir.Masih banyak kursi yang kosong.Lebih aneh lagi setelah dicek ke dokter justru Margolah yang bermasalah sehingga tidak bisa memiliki keturunan yang diidam-idamkannya.
       Kini Margo menapaki hari-hari dengan kelesuan dan semangat hidup yang memudar.Ia menuai semua yang ia tabur.Bersyukurlah dengan yang ada pada kita maka kita akan menuai kebaikan dan kebahagiaan hidup.Beranilah hidup dengan apa adanya kita,dengan penuh ucapan syukur.

TABIR KEPALSUAN ****EPS 61-70 ^^^

   
CERBUNG TABIR KEPALSUAN


EPS  " { 61 - 70 }

Eps 61▲▲▲Tabir Kepalsuan : My reason is love
        Di eps sebelumnya aku janji kasih tahu kenapa rencana Danang bisa porak-poranda ya?Ada yang nebak Benigno sebagai the Hero.But there is another person who most the key for the heroik moment.Who is he....no no not he but she...Who is she?Anyone know?

        Bagaimana Irwan bisa tahu rencana licik Danang?Bukannya dia sibuk mau ceremony pernikahan?Irwan itu kan Kepala alias Top Leader alias Pemimpin jadi ga mungkin dia kerjain sendiri.Seorang good leader harus bisa mendelegasikan tugas.Nah begitupun Irwan.Ia serahkan hal2 penting pada orang yang bisa dipercaya.Istilah kerennya Right hand...he he..Irwan percayakan masalah keamanan pada Benigno.Lalu bagaiman Benigno tahu rencana Danang?Benigno itu dapat info dari orang yang deket dengan Danang.Siapa yang deket ama Danang?Perasaan cuma Ika yang disamping Danang selama pesta.Memang Ika orangnya.Ha????Kok bisa?Ika itu heran kenapa Danang semangat banget datang ke pesta pernikahan padahal kayaknya Danang punya hati ke Evi gitu kan...nah sepanjang jalan Ika menyelidiki terus.
Ika :"Bapak semangat sekali,kemarin kayaknya ga begitu?"
Danang :"Saya mau lihat pertunjukan."
Ika :"Memang ada pertunjukan apa Pak di pernikahan nanti?Kok ga disebutkan di undangannya?"
Danang :"Kamu ini kepo banget sih..yuk kita turun dah sampai nih!"
Waktu mereka tiba di hotel,Danang berkali2 coba kontak Pak Angke.Tapi ga bisa terus.Ia nampak kesal gitu.
Danang :"Sial!Kok belum sampai2 juga sih ?"
Ika :"Ada masalah Pak?"
Danang :"Ga....cuma nelpon klien kok ga bisa2 mungkin masih perjalanan naik pesawat kali....Makhlum klien luar pulau..."
Ika :"Luar pulau?Tapi kontrak kerja yang saya kerjakan tidak ada yang dari luar pulau Pak?Semuanya hanya di pulau Jawa.Klien baru ya Pak?"
Danang :"Iya....wah acaranya dipandu host2 terkenal nih.Pengamanannya saja super ketat kayak mau naik pesawat saja."
        Nah habis itu Ika asyik milih cincin souvenir.Lalu ia denger pas Danang ngobrol ama Pak Angke di telpon.Sepertinya ada yang direncanakan oleh Boss barunya itu.
Ika :'Firasatku kok ga enak ya?Apa Pak Danang mau merusak acara pernikahan ini?Jika ya maka gawat nih bisa malu banget Pak Presdir.Beliau pasti akan hancur hatinya.Aku harus lakukan sesuatu.Mending aku peringatkan Pak Benigno aja.Lagian kalo acara pernikahan ini kacau pasti Pak Danang akan deketi Evi...Ga...aku ga rela..Aku tak mau cintaku harus berakhir.'
Ika lalu bilang ia mau ke toilet.Di toilet ia menelpon Benigno.
Ika :"Pak Ben,ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada Anda."
Benigno :"Oh,Ika.Ada apa,Ka?"
Ika :"Ini mengenai Pak Danang,Pak.Sepertinya ia punya rencana untuk mendatangkan seseorang yang akan mengacaukan pesta ini Pak."
Benigno :"Kamu di mana?Biar saya ke situ."
Ika :"Jangan Pak!Nanti Pak Danang curiga.Saya tidak tahu siapa orang itu yang saya tahu orang itu dari luar pulau.Mungkin seseorang dari masa lalu Bu Evi kali Pak.Orang itu akan datang bawa bukti2.Ia sedang menuju ke sini dari bandara naik taxi.Semoga saja info ini berguna buat Bapak."
Benigno :"Baiklah,saya akan koordinasikan team keamanan untuk menindaklanjuti laporanmu ini.Tapi kenapa kau melakukan ini?Bukannya kau sekretaris Danang sekarang?Kau tidak takut ia akan memecatmu bila tahu nanti?"
Ika :"Saya hanya tak ingin ia mengacaukan rumah tangga Pak Boss.Jelas sekali betapa Bu Evi hanya mencintai Pak Boss tapi tetap saja Pak Danang ingin meraih hatinya."
Benigno :"Kau ada hati sama Danang ya?Ok..aku berterima kasih atas laporanmu ini.Ada lagi yang lain?"
Ika :"Ga Pak.Pokoknya orang itu nanti akan memberi pesan kesan gitu lewat media.Kan acara ini disiarkan live jadi sepertinya tujuannya untuk mencemarkan nama baik Pak Presdir lewat media.Mungkin setiap orang yang mau komentar lewat media difilter dulu Pak.Sudah ya Pak saya harus kembali ke dalam ruangan pesta.Nanti Pak Danang curiga lagi."
        Benigno segera menindaklanjuti laporan Ika.Setiap orang yang datang dengan taxi segera diamankan.Setiap orang yang memberi pesan pada mempelai juga dimintai keterangan dengan detil.Seluruh media diminta kerjasamanya juga.Hingga akhirnya Pak Angke terkena razia tersebut.
Bodyguard 1 :"Pak,sepertinya saya sudah temukan orang yang Bapak cari."
Benigno :"Bagus!Saya segera ke sana."
        Di ruangan khusus....
Pak Angke heran kenapa tiba2 ia digelandang ke ruangan sepi.
Pak Angke :"Kalian itu siapa?Saya itu datang jauh2 dari Masamba karena ada pesan penting yang mau saya sampaikan kok malah dibawa ke sini!!Kalian tidak tahu siapa saya?Jangan berani2 ya sama saya.Di Masamba saya itu ditakuti.Saya punya orang2 suruhan yang siap untuk disuruh apa saja.:..."
Bodyguard 1 :"Saya tidak peduli siapa Anda.Saya hanya tahu bahwa setiap orang yang mau mengacaukan pesta ini harus diamankan.Jadi tunggu saja Boss kami datang."
Benigno lalu masuk ke dalam ruangan.Pak Angke terdiam melihat kedatangan Benigno.
Benigno :"Anda orang yang disuruh Danang untukmengacaukan pesta ini?"
Pak Angke :"Saya tidak kenal dengan orang yang bernama Danang."
Benigno menunjukkan foto Danang di Hpnya.
Benigno :"Jangan main2 dengan saya!Saya sudah selidiki siapa saja yang dikunjungi Danang selama di Masamba.Apa rencana Danang dengan menyuruh Anda ke Jakarta?"
Pak Angke :"Saya tidak akan katakan saya sudah terima uangnya."
Benigno :"Bagaimana bila saya bisa beri Anda lebih dari yang Danang beri?Anda kan suka uang bukan?Anda serahkan bukti2 yang Anda pegang dan ikuti keinginan saya atau saya akan bawa Anda ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik."
Pak Angke :"Saya tidak takut dengan polisi.Saya punya channel di kepolisian.Lagian Anda ini siapa berani mengancam saya?"
Benigno :"Saya utusan dari mempelai pria.Anda tahu siapa Irwan Sutedja bukan?Jadi pikirkan baik2 tawaran saya tadi.Mau cara lembut apa kasar,mau untung atau buntung itu juga terserah Anda.Silakan putuskan."
         Pak Angke melihat Benigno menaruh uang di atas meja.Hatinya tergiur.Iapun memilih uang dan menyerahkan berkas2 yang ia punya dan membeberkan semua kesepakatannya dengan Danang.
Benigno :"Saya ingin Danang tahu bahwa rencananya gagal.Biar ia tahu bahwa Anda sudah tidak bisa dipakai lagi sebagai senjata.Saya tahu Anda selalu merendahkan orang termasuk keluarga mempelai perempuan.Saya mau Anda minta maaf di depan media.Dan jangan pernah lagi mengusik keluarga mereka lagi atau Anda akan berhadapan dengan nama besar Irwan Sutedja!Anda mengerti?!"
Begitulah kalau cinta uang.Hati Pak Angke silau dengan kemilau harta.Dan selanjutnya sudah pada tahu kan?Rencana Danang gagal total!
Sudah tahu sekarang pahlawannya ?
         Sebenarnya bukan cuma Pak Angke yang datang dari luar pulau.Ada pahlawan juga yang khusus diundang oleh Irwan untuk datang ke pernikahannya.Kalo yang ini malah dijemput pakai pesawat pula.Dia adalah...
Irwan :"Kak Danny...!!"
          Irwan berdiri menyambut bahkan memeluk seorang pria yang baru saja tiba.Para tamu jadi penasaran siapa tamu itu sampai mendapat sambutan sehangat itu dari mempelai pria.
Danny :"Adikku yang hilang ingatan kini sudah ingat sama kakak?"
Irwan berkaca2 mendengarnya.Baginya Danny sudah seperti Danang.Seorang kakak.Kakak yang baik.
Irwan :"Maafkan adikmu ini Kak.Ingatanku baru saja pulih ditambah banyak hal yang terjadi pada adikmu ini.Aku ingin berterima kasih pada kakak karena sudah menyelamatkan nyawaku,merawatku sampai mempertemukanku dengan isteriku.Oh ya kakak ingat Evi kan ?"
         Danny menyalami Evi.Ia tidak yakin dengan yang ia lihat.
Irwan :"Kenapa Kak?"
Danny :"Bener ini Evi yang tinggal di Masamba itu?Yang adiknya kamu tolong itu?"
Rizky lalu muncul di dekat Evi.
Rizky :"Kak Evi lihat fotoku...Lho ini kan kakak yang waktu itu kan?Waktu kak Irwan pingsan itu kan?"
Danny:"Oh ini dia anaknya...Lama tidak bertemu.Wah kalian beda sekali penampilannya sekarang terutama Evi aku sampai ga kenal."
Rizky:"Jangan macam2 lho kak..Yang punya ada di sini lho.Bisa dibogem mentah nanti kayak kak Danang hi hi...."
Irwan :"Rizky...."
Evi :"Iya nih Rizky...usil banget deh.Sejak tadi kerjain orang aja.Mau distop uang jajannya?"
        Rizky tersenyum2...lalu menunjukkan sebuah foto di hpnya.Foto waktu di RS.Pas Irwan dan Evi tidur berpelukan di ranjang pasien.
Rizky :"Coba saja kalo berani....aku akan sebarin ini ke para tamu kalo perlu ke media kan banyak kamera nih di sini ha ha...pasti bakal jadi hot news deh...bahkan mungkin aku malah dikasih uang gara2 foto ini.Bagaimana kakakku yang cantik?"
Evi jadi blingsatan juga....
Danny :"Wah ga nyangka ya kalo kamu bakal berjodoh sama Evi.Padahal kalian tinggal terpisah pulau dan lautan.Benar2 aku ga nyangka.Kudoakan kalian langgeng,awet dan punya banyak anak he he."
Evi jadi tersipu...apalagi Irwan segera memeluk pinggangnya.
Irwan :"Amin."
        Irwan lalu bicara dengan Danny soal rencananya mendirikan bagi Danny sebuah resort di Mamasa.
Danny :"Aku tuh nolong ikhlas.Aku anggap kamu itu adik aku.Pakai balas budi segala."
Irwan :"Kumohon kak,terima ya?Anggap aja sebagai kado pernikahan buat aku."
Danny :"Wah itu bukan kado namanya....lha yang ngasih malah mempelainya."
Evi :"Terima saja Kak,itu ucapan terima kasih juga dari Evi karena kalo ga ada kakak yang nolong Irwan waktu itu pasti pernikahan ini juga tidak akan ada.Kami mohon..."
Danny :"Kalian kompak ya...sehati gitu....Baiklah,aku terima.Tapi janji ya kalau kalian bakal sering main ke sana?"
Irwan :"Gitu dong.Kami akan jadikan resort itu sebagai tempat liburan keluarga."
          Percakapan mereka terhenti karena host minta kedua mempelai untuk menyanyi duet.
Andika :"Pernikahan ini adalah penyatuan dua insan yang berbeda latar belakang bahkan bisa dibilang bertolak belakang."
Irfan :"Pernikahan ini juga menyatukan dua budaya,dua dunia,dua pulau,bahkan menginspirasi kita semua bahwa cinta adalah di atas segalanya."
Ramzi :"Pernikahan yang menyatukan perbedaan namun tetap saling menghargai,pernikahan yang berlandaskan pada hal yang utama yaitu cinta."
Rina :"Mari kita sambut persembahan spesial dari kedua mempelai sebuah lagu yang sangat disukai oleh mendiang Ayahanda Mempelai Pria,ini dia...."
All host :"Dasi dan Gincu"
        Irwan menggandeng sang isteri maju ke depan.Para hadirin sambil menikmati hidangan menyaksikan semua yang terjadi di panggung.Dengan gaun nan anggun,Evi mulai bernyanyi.
Evi :"Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi yang kudambakan pria yang punya hati..."
Irwan bernyanyi sambil memandangi sang isteri penuh kekaguman.
Irwan :"Bukan alis berukir bukan bibir bergincu,yang kudambakan gadis yang punya malu...."
Begitulah mereka bernyanyi.Mesra banget.Apalagi mereka kini resmi sebagai suami isteri.
Habis ini session pesan-pesan dari keluarga maupun teman dekat.....tapi di next eps aja
***see you next eps***

Eps 62 ~♡~Tabir Kepalsuan :Second Coming

         Banyak yang nanya soal bulan madu...ok deh tapi sabar ya...kita ke session mesenger dulu.Maksude kesan dan pesan...
Irfan Hakim :"Tiba juga kita di session kesan dan pesan.Di sini kita akan dengar bagaimana kesan dan pesan dari pihak keluarga mempelai atau kerabat dekat.Kesan dan pesan boleh tertuju pada salah satu mempelai tak harus keduanya.Untuk yang pertama kepada ibunda mempelai pria.Kami persilahkan!"
Inul :"Putra saya yang bungsu,Irwan,kamu sudah dewasa sekarang.Sudah punya isteri yang harus kamu lindungi,jadi Presdir,tapi di mata Mama kamu tetap anak Mama.Kamu bisa datang pada Mama kapan saja.Evi juga.Anggap Mama ini sebagai mama kamu,sayang.Buat mempelai berdua:habis ini kan kalian bulan madu nih.Jangan lupa oleh2 buat Mama.Cucu maksudnya he he..."
        Evi tersipu2 mendengarnya.Irwan malah menjawab dengan acungan jempol pada Mamanya.
Andika :"Selanjutnya dari Ayah mempelai wanita.Bapak Hamdan kami persilahkan!"
Ayah Hamdan :"Evi putri Ayah...jangan menangis lagi.Ini saatnya kamu bahagia.Terima kasih selama ini kamu tabah dan ga malu jadi anak orang yang ga punya seperti Ayah.Ayah bangga sama kamu.Buat Irwan,Ayah titip Evi.Bahagiakan dia.Ayah yakin kamu pria yang tepat buat Evi."
         Evi berkaca2 mendengarnya.Irwan meraih isterinya dalam rengkuhannya.
Rina :"Dibilang Paman tapi seperti teman.Sangat diandalkan di perusahaan.Bahkan biasa disebut The Right Hand.Kita sambut Pak Benigno."
Benigno :"Buat Pangeran Kecil Om,Irwan.Nikmati bulan madunya.Soal perusahaan kamu tenang saja.Fokus saja pada program mencetak generasi penerus he he.Ditunggu kabar baiknya."
Ramzi :"Usil,jail dan rame itu kesan pertama bila kita lihat anak muda ini.Inilah adik kandung mempelai wanita,Rizky."
Rizky :"Kak,Rizky bakal kangen banget ama Kakak.Biasanya ada yang dikerjai...he he...Moga makin lengket aja kayak perangko....Jangan lupa foto2nya ya.."
Hadirin tertawa mendengar kesan dan pesan Rizky.
Fahmi :"Dibilang keluarga bukan tapi akrabnya bukan main.Inilah designer kondang kita:Ivan Gunawan."
Ivan :"Pesen aku ga banyak,cuma ga nyangka aja ya..Amazing!..Seorang yang ga ngerti fashion kayak Evi,maaf Bu Presdir...justru yang bikin teman saya,Sang Bisnisman,akhirnya melepas status lajang....Saya jangan dinarahi lho Pak Presdir.Peace ....he he"
Irwan terkekeh mendengarnya.
Ussy :"Banyak orang memandang sebelah mata pada profesinya tapi tidak demikian bagi keluarga Sutedja.Inilah Kepala Pengurus Rumah Tangga keluarga Sutedja,Aty Selayar!"
Aty :"Saya terharu sekali bisa ada di podium ini.Saya cuma pelayan bahasa gaulnya pembantu di kediaman Sutedja tapi saya diperlakukan selayaknya keluarga.Saya siap abdikan hidup saya buat keluarga ini.Buat Boss dan Nyonya Muda saya siap bantu momong si kecil nanti he he."
       Inul kini yang tepuk tangan dan segera memeluk Aty.
Isteri Ramzi :"Sebagai salah satu karyawan perannya sangat penting di perusahaan.Banyak tender2 besar berhasil didapat berkat kerja kerasnya.Inilah sekretaris Presdir kita,Albi."
Albi :"Saat saya terpilih sebagai sekretaris Pak Irwan,jujur saya ga nyangka.Saya pikir ga mungkin saya kepilih,saya kan pria.Biasanya Boss2 gitu suka dengan yang bening2 gitu tapi ternyata Boss saya memang bukan sembarang Boss.Beliau tahu kinerja saya,dan saya bangga punya Peminpin seperti beliau.Selamat saya ucapkan atas kesuksesan Bapak.Moga sukses pula kisah cintanya....he he."
Benigno yang memberi applause.
Isteri Irfan :"Terakhir tapi sangat vital kehadirannya dalam hidup kedua mempelai.Inilah orang yang menolong mempelai pria saat kecelakaan pesawat dulu,Tuan Danny dari Mamasa."
Danny :"Terima kasih untuk kesempatannya.Dulu saya kehilangan adik saya di sungai dimana saya menemukan Irwan.Bagi saya seperti melihat adik saya hidup kembali itulah Irwan bagi saya.Buat adikku : Ga sangka saya ternyata kamu orang hebat,bisnisman sukses dan terima kasih mau jadi pengganti adik saya."
Hadirin terharu mendengarnya.
        Usai beberapa lagu dari para artis tenar yang datang,diselingi foto session bersama mempelai,akhirnya tiba juga di penghujung acara.Evi dan Irwan mengucapkan terima kasih pada semua tamu undangan.
Irwan :"Terima kasih buat semua yang sudah hadir,semua yang turut menyukseskan perhelatan ini.Mulai dari keluarga,relasi bisnis,teman,karyawan hingga team keamanan saya dan isteri mengucapkan terima kasih.Semoga restu kalian akan melindungi pernikahan kami.Terima kasih semuanya."
       Pestapun selesai.Evi dan Irwan tampak lega.Mereka lalu menuju kamar President Suite.
Irwan :"Akhirnya bisa berduaan sama kamu..."
Evi tersenyum dan mengambil Hpnya.
Evi :"Foto selfi dulu yuk...mumpung belum dicopot bajunya."
Irwan pun merapat ke Evi,"Narsis juga ya isteriku ini."
Mereka berpose di depan hp.Ada pose lucu,mesra,cium pipi,banyak deh.
Irwan memeluk Evi dari belakang sedang Evi asyik melihat hasil jepretan.
Irwan :"Foto selfienya sudah sekarang boleh dong bajunya dilepas..."
Evi :"Eiit!!Kamu mau ngapain?"
Irwan :"Tuh kan pasti mikir ngeres deh sama aku,gerah tahu...aku mau mandi dulu.Biar seger,kamu ikut ga?"
Evi :"Maksudnya?"
Irwan :"Mandi dong...he he"
Evi :"Tuh kan beneran ngeres!Sudah sana kamu mandi duluan.Aku mau hapus riasan dulu.Sekalian lepas baju,Awas jangan ngintip lho.!"
Irwan :"Katanya dah sah jadi isteri aku tapi masak tetap aja kayak belum nikah...huh!"
Evi :"Sudah sana mandi!"
Evi mendorong Irwan ke arah kamar mandi.
Begitu Irwan mandi,Evi menghubungi room service.Ia minta dikirim makanan 2 porsi.Tentu saja kesukaan Irwan.
         Irwan selesai mandi.Giliran Evi.Irwan menghubungi Benigno.Biasa masalah perusahaan.
Irwan :"Semua paspor sudah siap Om?Kapan berangkatnya?O ya...Ok.Terima kasih."
Tiba2...
"Room service!"
        Irwan membuka pintu dan heran ada kiriman makanan dari hotel.
Irwan :"Saya merasa tidak pesan apapun."
Petugas Hotel :"Isteri Anda yang pesan."
Evi keluar dari kamar mandi.
Irwan :"Sayang,kamu pesan makanan ya?"
Evi :"Oh sudah datang ya?Cepat juga ya?Iya aku yang pesan.Kamu kan cuma makan dikit tadi."
Room service lalu menaruh makanan tersebut di meja.Lalu ia permisi,Irwan tentu saja memberi uang tip.
Irwan :"Wah kamu pesen kesukaan aku semua ya?Tahu aja aku lapar."
Evi yang sedang asyik menyisir rambutnya,berhenti dan mendekati suaminya.
Evi :"Harus perhatian dong sama suami,kan aku isteri kamu."
Irwan :"Wah bisa makin tembem nih punya isteri kamu.Ntar aku ga ganteng lagi dong."
Evi :"Walau kamu jadi kayak apapun aku tetap cinta kok.Ayo makan!Makan itu benernya sesudah mandi....jadi seger gitu rasanya."
Merekapun makan dengan gembira.
         Karena kecapekan malamnya mereka ketiduran.Esok harinya Irwan bangun lebih dulu.Dilihatnya Evi masih pulas.
Irwan :'Senang rasanya bangun dan mendapati kamu ada di samping aku.'
Irwan kambuh julitnya,diambilnya Hp dan difotonya Evi.
Irwan :'Kalau tidur lucu juga ya Evi hi hi...'
Lagi asyik foto2,Evi bangun.Irwan segera pura2 ngebel gitu.
Irwan :"O ...iya masih tidur,Ma.Sebentar lagi kami siap2 ke bandara."
         Evi merentangkan tangannya.Mendengar kata bandara Evi langsung ingat kalo hari itu mereka akan pergi bulan madu.
Evi :"Ya ampun.Jam berapa sekarang,kita kan mau pergi bulan madu ya?"
Irwan mendekati isterinya,"Masih ada waktu kok.Lagian penerbangan itu sering delay.Kamu mandi dulu gih...Kalo perempuan kan dandannya lama tuh.Aku gantian mau pesen sarapan buat kita."
Inul,Ayah Hamdan,Benigno,Aty dan Rizky datang ke kamar Irwan dan Evi hari itu.
Semua barang Evi dan Irwan sudah disiapkan Aty.Mulai dari mantel bulu,pakaian hangat,sarung tangan,syal dsb.
        Habis itu mereka semua ke bandara.Evi memeluk Rizky dengan sayang,"Jaga Ayah ya.Kakak sayang sama kamu."
Irwan memeluk Benigno :"Om,keamanan keluarga Evi saya percayakan pada Om ya.Tinggal saja di rumah Irwan untuk sementara.Sebenarnya pingin ajak mereka tapi terkendala di pengurusan paspor.Titip Mama juga ya..."
        Benigno menepuk pundak Irwan,"Om setuju idemu,Om akan tinggal di kediamanmu sampai kau kembali.Kau tenang sekarang.Semua orang2 Om akan Om siagakan untuk keamanan keluarga Evi."
Irwan sangat berterima kasih pada Benigno.Inul melepas kepergian putra dan menantunya dengan mata berkaca2.
Inul :"Baik2 ya di negeri orang.Makan teratur dan jangan lupa jaga kondisi.Maafkan kakakmu yang ga datang untuk mengantarkanmu.Setidaknya ia datang di pernikahanmu.Mama harap kau mengerti."
Irwan :"Gapapa Ma.Irwan ngerti kok.Jangan sedih ya Ma.Kak Danang suatu saat nanti pasti akan baik lagi.Doain Irwan ya biar cepet jadi ayah he he"
Evi memeluk Aty,"Titip keluarga Evi ya Kak.Titip Mama juga."
       Aty makin terharu dan sayang sama isteri Bossnya Mudanya itu,"Nyonya muda memang pantas dapat Boss muda ,hatinya sama2 baik.Selamat berlibur ya Nyonya muda."
Irwan dan Evipun menuju ke area penumpang.Tak lama kemudian pesawatpun take off.
Negara pertama yang dikunjungi adalah China,Negara Tirai Bambu.
China adalah negara pengguna internet terbanyak kedua.Kalau Indonesia?No 4.No 1 nya?India.Kok tahu?Dari google.He he....
Tiba di China....
        Evi melihat sekelilingnya,"Oh ini China.Ga jauh beda ya dengan Indonesia."
Irwan :"Tapi di sini dingin.Ini kali kedua aku ke sini.Dua2nya dengan orang yang aku cintai."
Evi bersandar di pundak Irwan :"Rasanya masih mimpi bahwa aku adalah orang yang kaucintai."
Irwan :"Perlu diyakinkan?"
Evi berlari menjauhi Irwan.Irwan mengejarnya.Mereka ada di hotel terkemuka di China saat itu.
Evi :"Irwan julitnya kambuh....."
Irwan :"Awas ya kalo ketangkap....tidak akan aku lepaskan!!"
        Malam pertama di China.Pasangan fave kita malah kejar2an.Masih mending kejar2an dari pada bal2an.....panas2an....ooooo...****Negara selanjutnya next eps ya****

Eps 63 ~||~Tabir Kepalsuan : Long Journey
        ¤¤¤Next morning in Restaurant Hotel...
          Evi sedang belajar makan dengan sumpit.Sedang Irwan tampak lahap menyantap hidangan di hadapannya.
Evi :"Lahapnya...Enak apa lapar nih?"
Irwan :"Dua2nya...Aku suka masakan China.Tapi aku juga lapar banget.Energiku kan kamu habiskan semalam jadi sekarang low bate..perlu dicharge."
         Evi melirik suaminya sambil bergumam,"Bilang lapar aja pakai muter2..."
Irwan :"Kamu bilang apa barusan?Muter2?"
Evi :"Iya hari ini kita mau muter2 ke mana?"
Irwan :"Kamu mau berapa objek wisata?"
Evi :"Jangan banyak2,aku ga mau kamu kecapekan.Sedikit objek gpp yang penting kita menikmatinya."
         Irwan meraih jemari isterinya,"Kamu benar2 perhatian sama aku.Makin jatuh hati nih.."
Evi tersenyum,"Bukan objek wisatanya yang membuat perjalanan ini indah tapi keberadaanmu itu yang membuat tempat2 itu jadi indah."
Irwan :"Oke yang pasti kita akan ke Great Wall.Seharian itu kayaknya.Lainya kita pikir besok saja."
        Hari itu mereka menuju Great Wall.Saat itu di China sedang musim panas.Tapi kadang bisa turun hujan.Irwan sudah bersiap membawa payung.Berjalan bergandengan menyusuri tembok yang panjang sekali.
Irwan :"Apa kau lelah?Kita berhenti dulu saja di sini."
Evi menghirup udara yang segar.Pemandangan indah terhampar di hadapannya.
Evi :"Kisah cinta kita mirip dengan sejarah tembok ini"
Irwan :"Kok bisa?"
Evi :"Iya sama2 untuk melindungi eh jadi panjang begini.Aku awalnya pingin melindungi keluargaku dari Danang sehingga aku pura2 jadi isterimu."
Irwan :"Tapi?"
Evi :"Tak sangka ya malah jadi isterimu beneran.Nikah ulang pula.Merahasiakan segala sesuatu adalah kemuliaan Tuhan.Kita tak tahu akan jadi apa kita esok."
Irwan :"Kita hanya perlu percaya bahwa segala sesuatu bekerjasama untuk mendatangkan kebaikan pada kita pada akhirnya."
         Sedang asyik2nya ngobrol tiba2 hujan turun.Irwan segera memayungi Evi dan mencari tempat berlindung.
Di sebuah pojokan mereka berlindung dari derai hujan.
/Yang hujan turun lagi...dibawah payung hitam kita berdua..../
Irwan dan Evi saling pandang dibawah payung.Evipun menyandarkan kepalanya di dada Irwan.Bahagia sekali bisa mendengar detak jantung pria yang ia cintai.
Irwan :"Belum pernah aku sebahagia ini."
Evi :"Aku juga.Rasanya masih tak percaya."
Irwan :"Nanti malam akan kubuktikan lagi kalo ini nyata.he he"
Evi :"Dasar manusia ngeres...julit lagi.!"
Irwan :"Lho kita kan sudah resmi jadi ga masalah dong ngeres dikit...hi hi.Aku kan pingin jadi ayah."
Evi :"Iya...ngebetnya yang pingin jadi ayah...Romantis juga ya dibawah hujan gini?"
Irwan :"Hujan itu lambang rahmat Tuhan.Jadi perjalanan kita akan mendapat rahmatNya.Aku tidak tahu apa tapi yang pasti keberuntungan."
Irwan tanpa sadar mengatakan apa yang akan terjadi di depan.Beruntung seperti apa ya?***Wah aku dah sampai Sragen nih.Aku harus siap2 nih mau pulang.Ok,sampai ketemu di eps selanjutnya***

Eps 64 ■□■Tabir Kepalsuan : Strong Hold
        ☆☆☆
Kita tinggalkan sejenak pasangan fave kita yang lagi enjoy their honeymoon di negeri Tirai Bambu.Mari kita lihat kondisi di Jakarta sejak ditinggal tour ama Pak Boss and wife keliling kota...ups keliling 5 negara Asia.
Kediaman Sutedja's Family....
        Tampak mobil Danang memasuki halaman rumah.Inul tampak menyambut putra sulungnya dengan gembira.Tapi yang disambut kok kayaknya bete gitu.Ada apa ya?
Inul :"Putraku sayang,akhirnya kau ingat pulang juga Sayang...Mama kangen banget sama kamu.Kok wajahnya kesel gitu kenapa sih?"
Danang :"Itu Ma anjing2 penjaga Mama!Masak Danang masuk rumah sendiri aja harus nunggu ijin dari Om Ben!Udah gitu pakai acara cek dan ricek segala.Gila!Ketat amat!Bener2 kurang ajar mereka itu Ma!Apa mereka pikir Danang teroris apa?!Nyebelin banget!!"
Inul :"Maaf deh Sayang,itu semua demi keamanan saja.Cuma prosedur.Temen2 Mama juga digituin.Ini hanya sementara sampai Irwan dan Evi kembali dari bulan madu."
        Mendengar kata bulan madu,Danang malah makin dongkol.Ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah.Setiap sudut ada penjaganya.Apalagi di area dimana kamar keluarga Evi berada.Berlapis pengamanannya.
Danang :'Rumah ini lebih mirip benteng sekarang.Setiap sudut ada penjaganya,bahkan beberapa sudut berlapis penjaganya.Sial!!Padahal rencananya aku mau pakai keluarga Evi sebagai senjata.Sepertinya aku harus mengaku kalah nih,ga sangka Irwan yang dulu anti pakai bodyguard sekarang memakai jasa bodyguard untuk melawanku.Aku pasti menemukan caranya memisahkan Evi dari Irwan.Suatu saat nanti Irwan pasti lengah,aku akan sabar menanti saat itu tiba.'
Inul :"Kamu mau balik ke rumah kan Danang?Tinggal lagi di sini kan?"
Danang :"Ga Ma,Danang ke sini cuma mau ambil beberapa barang Danang.Sekalian pingin lihat kondisi Mama."
         Walau agak kecewa mendengarnya,Inul tetap menghargai keputusan anaknya itu.Memang Danang dan Irwan itu ibarat minyak dan air.Susah menyatu.Setelah selesai urusannya,Danangpun pamit kembali ke apartemennya.Inul melambaikan tangannya mengantar kepergian Danang.
Inul :'Rumah ini jadi sepi.Semua anakku pergi.Semoga pulang dari bulan madu,Evi cepet hamil dan aku segera menimang cucu.Kalo ada anak kecil,rumah ini pasti ramai.Kira2 Irwan dan Evi dah sampai negara mana ya?Paling Jepang.'
Tebakan Inul memang benar,usai melihat kota Beijing dan Shanghai,Irwan dan Evi kini tiba di negara Matahari Terbit,Japan.
          Irwan dan Evi mengunjungi Tokyo Disney Resort.
Irwan :"Taman hiburan ini dapat lisensi dari The Walt Disney Company lho."
Evi :"Walt Disney yang biasa buat film dongeng itu kan?"
Irwan :"Iya,bagus ya.Aku jadi punya ide buat resort kak Danny nanti.Mungkin belum semegah ini tapi setidaknya ada beberapa konsep yang bisa diterapkan di sana nanti."
Evi :"Wah ternyata benar2 berjiwa bisnis ya kamu.Bulan madu aja masih keinget bisnis."
Irwan :"Lho,ini namanya menyelam sambil minum air.Lagian buat kak Danny aku ga akan hitung2.Aku menganggapnya bukan sebagai bisnis tapi ucapan terima kasih."
Evi memandang suaminya penuh haru,"Manis banget sih jadi orang....aku makin sayang sama Pak Presdir ini."
Irwan :"Kalo gitu dapat hadiah dong?"
Evi :"Hadiahnya nanti malam aja ya?he he....
          Mereka juga mengunjungi Fuji -Q Highland 1.Disini ada roal coaster yang sangat tinggi dengan lintasan yang panjang.
Evi :"Aku ga mau naik roal apa...?"
Irwan :"Roal coaster.Kenapa?"
Evi :"Ga ah...ntar mual,nanti malah ga enak badannya.Gapapa ya?"
Irwan :"Aku juga ga begitu suka bikin deg2an."
Evi melihat sebuah lingkaran besar.
Evi :"Yuk naik itu lingkaran besar itu!Apa namanya ya?"
Irwan :"Komedi putar?Ayo!Tapi nanti malam bener lho aku dapat hadiah?"
Evi :"Iya...kalo bisa buka hadiahnya...he he"
Irwan :"Maksudnya?"
          Evi malah berlari ke arah wahana yang dimaksud.Irwan sambil mengernyitkan dahi mengejar isterinya.
Selama di Jepang,mereka memakai jasa pemandu wisata.Pemandu itu membawa pasangan terlucu abad ini itu ke tempat2 yang terkenal di Jepang.
Evi :"Oh ini yang namanya pohon bunga sakura?"
Irwan :"Tempat ini namanya Tokyo Ueno Park 1.Jepang terkenal dengan bunga sakuranya yang sangat indah.Sayang kita datang bukan pada saat musim semi.Kalo pas musim semi lebih indah lagi."
Evi :"Kan aku sudah bilang,yang bikin indah itu keberadaanmu di sisiku.Mau bunganya ga mekar,mau turun salju,mau udaranya dingin banget semuanya tetep indah kok.Karena ada kamu disamping aku.Yang pahitpun akan terasa manis buat orang yang lapar.Jadi bagiku ini sudah sangat indah.Aku tidak kecewa."
          Irwan terharu sekali mendengarnya,dipeluknya Evi dengan erat.
Irwan :"Tuhan sungguh sayang sama aku."
Evi :"Bagaimana kau tahu?"
Irwan :"Karena Ia memberikan aku seorang isteri yang bijaksana seperti kamu.Aku mencintaimu Evi Masamba."
          Evi mencubit pipi suaminya:"Aku juga merasa Tuhan sayang banget sama aku.Karena punya suami berhati mulia seperti dirimu.Aku mencintaimu Presdir Irwan...he he."
Evi berlari di antara pohon sakura.Irwan mengejarnya.Kejar2an lagi.Ternyata aksi kejar mengejar ini seperti cerbung sambung menyambung he he.Pemandu wisatanya tersenyum melihat kemesraan pasangan yang dipandunya tersebut.Ia malah jadi ingin membawa mereka ke sebuah tempat yang sangat romantis.Ya,sebuah tempat yang namanya Biei.Sebuah kota kecil di Hokaido.Biei terkenal dengan keindahan alamnya yang berupa bukit bunga.
Evi dan Irwan menyewa sebuah penginapan di sana.Benar-benar indah.Wah kapan ya mereka coba pakaian khas Jepang?Jawabannya di next eps.Yang pasti bakal bikin yang baca senyum2.Kok bisa?***see you next eps***

Eps 65 ♧◆♣Tabir Kepalsuan :Seven Night In Japan
          ¤¤¤         Di Biei,Hokkaido Jepang...
          Sejoli kita takjub sekali saat melihat Biei.Di sekeliling mereka hamparan bunga.Biei adalah bukit yang menyuguhkan pemandangan kebun bunga warna warni seperti di Eropa.[
         Evi tak henti2nya mengambil foto.Irwan malah asyik ngambil foto Evi.Curi2 gitu.Curi pandang hei hei...
Evi :"Irwan,lihat ini!Bagus banget!Wow!Ini hamparan bunga terluas yang pernah kulihat.Makasih ya sayang dah ajak aku ke sini."
        Evi mencium pipi Irwan yang tembem.Irwan langsung merona gitu wajahnya.Diusapnya pipi yang dicium Evi tadi.Hatinya tak sabar menanti malam agar segera tiba.
Irwan mendekati sang isteri yang asyik mengamati satu tanaman bunga.
Irwan :"Bukit Biei adalah sebuah bukit seluas 7 hektare di daerah dataran tinggi Biei.Nah di dataran ini ditanam bunga2 yang mekar di empat musim.Makanya sering disebut Bukit Empat Musim."
Evi :"Berada di sini jadi inget lagu tempo dulu.../Bukit berbunga....bukit yang indah harum wangi bunga beraneka warna ..../.."
        Irwan memeluk isterinya dari belakang.
Irwan :"Kalo aku malah inget lagu yang ini...
/di bukit hijau kenangan berdua saat2 kita bersama....kau belai rambutku/..."
Evi bersandar di dada Irwan,"Seperti di surga ya tempat ini,apalagi ada kau di sini bersamaku.Wah ....coba waktu berhenti ya..."
        Irwan malah manyun mendengarnya,"Aku tidak setuju kalo waktu dihentikan.Bener2 ga setuju!"
Evi heran mendengar ucapan suaminya,iapun membalikkan badan memandangi sang suami penuh tanya.
Evi :"Kok ga setuju?Kan kita bersama disini....Irwan nyebelin...ngeselin....ngeselliiin!"
        Evi langsung sedakep gitu sambil melirik jutek ke arah Irwan.
Irwan coba meraih Evi dalam pelukannya lagi tapi Bu Presdirnya keburu ngambek.
Evi :"Ga usah peluk2!Katanya ga mau bersama aku....huhh!"
        Irwan lalu mengambil setangkai bunga dan berlutut di depan Evi.
Irwan :"Oh wahai yang terindah diantara hamparan bunga...."
Evi :"Lebay....
Irwan :"Wahai adindaku,hai jelita di antara wanita..."
Evi :"Hanya angin surga....."
Irwan :"Dengarkanlah kakanda wahai jantung hatiku,...."
Evi :"Hhmm..."
Irwan :"Bagiku kekasihku,engkau bak setangkai bunga...."
Evi :"Iye bunga bangkai kan?Udah pernah denger...."
Irwan :"Lihatlah,cantik engkau,manisku,sungguh cantik engkau,bagaikan merpati matamu...."
          Evi malah mendelik2kan matanya gitu.
Irwan :"Sungguh menarik,seperti bunga di antara duri2,demikianlah manisku di antara gadis2.Kau adalah kepunyaanku dan aku kepunyaanmu.Tak akan pernah kulepaskan dirimu.Engkau mendebarkan hatiku dinda,pengantinku,...."
Evi :"Memang Terkesima?"
Irwan :"Engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata.Betapa nikmat kasihmu,dinda,pengantinku!Jauh lebih nikmat cintamu daripada anggur,..."
Evi :"Tadi Terkesima sekarang Anggur Merah...."
Irwan :"Berdebar2lah hatiku,katakanlah,bahwa sakit asmara aku!"
Evi :"Memang aku dokter apa...."
Irwan :"Wahai...pesona....kumemujamu melalui lagu nada indah untukmu oh wahai pesona...."
Evi :"Malah nyanyi Puja...."
Irwan :"Engkaulah satu2nya merpatiku,idam2anku,indah bagaikan bulan purnama...."
Evi :"Sekarang Bulan Bintang...."
Irwan :"Bercahaya bagaikan surya...."
Evi :"Sctv kali...."
Irwan :"Tak sadar diri aku ;kerinduanku membuatku ingin waktu segera berlalu supaya malam segera tiba dan kita bisa menikmati cinta..."
Evi :"Dasar ngeres..."
Irwan :"Betapa cantik,betapa jelita engkau,hai tercinta di antara segala yang disenangi.Sosok tubuhmu,nafas hidungmu,lehermu,lengkung pinggangmu,langkah2mu,rambutmu...aku tertawan dalam kepang2nya."
Evi :"Kata2nya sih manis bagaikan anggur tapi ujung2nya ke situ juga...."
Irwan :"Kepunyaan kekasihku aku,kepadamu gairahku tertuju...."
Evi :"Tuh,betul kan?Baru aja diomongin eh ngaku juga...."
Hari memang sudah mulai senja.
Irwan :"Mari,kekasihku,kita pergi dari sini.Kita menuju penginapan,malam akan segera tiba....atau kau ingin kita bermalam di sini diantara bunga2?"
Evi tak tega juga melihat Irwan berlutut terus sejak tadi.Diterimanya bunga yang disodorkan Irwan.Lalu iapun ikut berlutut.
Evi :"Hanya kepadamu aku akan memberikan cintaku.Hatiku telah kusimpan hanya bagimu,kekasihku,suamiku...Meski orang menghina aku tetap kau sandaran tangisku....
Evi :"Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu,karena cinta itu kuat,nyalanya adalah nyala api.Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta,sungai2 tak dapat menghanyutkannya.Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta,namun ia pasti akan dihina.Aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.Pria yang kucintai ada di hadapanku,pria yang memilikiku dan yang menjadi miliku untuk selamanya.Mari bangunlah kita kembali ke penginapan.Sudah kusiapkan hadiah untukmu."
Irwan :"Beneran?Cihuyy!!Hadiah..Hadiah!Yes!!Yes!!"
         Irwan memeluk isterinya sambil berputar2.Evi cuma tersenyum.Senyum julit.ha ha...
Merekapun kembali ke penginapan.Setelah makan dengan menu khas Biei yang semuanya alamiah,Irwanpun mandi air hangat.Keluar dari kamar mandi dilihatnya Evi sudah menyiapkan pakaian untuknya.
Irwan :"Apa ini ?"
Evi :"Malam ini malam yang spesial karena malam ini kita akan mencoba pakaian tradisional Jepang."
Irwan :"Oh kimono.Lha punyamu mana?"
Evi :"Nanti aku pakai.Tapi kamu sabar ya ...soalnya makainya agak ribet.Aku aja minta bantuan ibu yang punya penginapan ini.Jadi kamu tunggu bentar ya...."
Irwan :"Apapun deh buat kamu....tapi jangan lama2 ya....sudah kangen nih..."
Evi mendorong suaminya yang coba memeluknya.
Evi :"Iihh...ga sabaran amat jadi orang...ok pakai bajunya ya....aku mau pakai kimonoku juga..."
         Evi menutup pintu.Irwan pun segera memakai baju kimononya.Ada berbagai jenis kimono.Pemilihan jenis kimono yang tepat memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang dikandung masing2 jenis kimono.Mulai dari kimono paling formal hingga kimono santai.Berdasarkan jenis kimono yang dipakai,kimono bisa menunjukkan umur pemakai,status perkawinan,dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.Tomesode adalah kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah.Ciri khasnya adalah motif indah pada bagian bawah sekitar kaki depan dan belakang.Biasanya dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara2 yang sangat resmi dan biasanya berwarna hitam.
          Irwan tampak tampan dalam balutan kimono Jepang.Pada pria kimono berbentuk setelan.Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan,upacara minum teh,dan acara formal lainnya.Kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti hijau tua,coklat tua,biru tua dan hitam.Buat Pangeran kita yang hitam aja ya....Irwan kan makin ganteng pakai warna hitam.
Kimono pria terdiri dari hakama (yang bawah ) dan haori ( atasnya ).Bisa dibayangkan?Ntar deh aku unggah beberapa gambar kimono,kartun gpp ya?he he...
Setelah agak lama menunggu,hampir kering ...
akhirnya yang ditunggu tiba...Evi Masamba dalam kimono Jepang.Wow!!
         Irwan tak berkedip melihat Evi disanggul bak wanita Jepang.Dihiasi dengan pernik2 ala Jepang gitu.Belum pakaiannya.Wow cerah sekali....
Irwan mengelilingi sang isteri sambil berdecak kagum.Cantik sekali Evi.
Evi :"Kau suka hadiahnya?"
Irwan :"Sangat suka tapi....sepertinya pakaianmu ini berlapis2 ya?"
Evi cuma tersenyum.Ia memang sengaja memakai model kimono yang agak kuno yang biasa dipakai pada zaman Heian.Pakaian berlapis2 yang disebut junihitoe.Ia ingin juliti Irwan.
Evi :"Wah kamu ganteng banget pakai kimono.Apalagi warnanya hitam...aduh...bener2 deh...apalah2 banget he he..."
         Irwan melihat Evi sambil memutar otak kayaknya.
Irwan :"Sekarang kita sudah bisa mulai?"
Evi :"Eeit!!Tunggu dulu!Aku tadi belajar cara menyajikan teh...sekarang aku mau praktek...kamu duduk di sini...nah aku mau sajikan teh buat kamu...kan kamu suami aku jadi aku harus bisa melayani kamu minum teh...sebentar kuambil dulu tehnya..."
Irwanpun duduk di depannya ada meja pendek gitu.Evi lalu menyajikan teh dengan cara khas Jepang.Irwan makin geregetan.
Upacara minum tehpun selesai.
Irwan :"Sekarang boleh dibuka hadiahnya?"
           Evi cuma mengangguk sambil menahan senyum.Dan kalian tahu apa yang terjadi?
Hampir setengah jam lebih Irwan coba melepas kimono yang dipakai Evi tapi hasilnya nol malah saking gemesnya Irwan mau gunting tuh kimono.
Evi pun menjauh gitu :"Eiit!Masak digunting!Ini mahal tahu.Kalo digunting mending ga usah aja.Aku tidur aja."
Irwan pun coba dengan cara lain yang bikin Evi malah jerit2 karena geli.
Irwan :"Susah amat!Dimana sih simpulnya?"
           Begitu gaduhnya mereka karena kimono itu sampai pemandu wisatanya mengetuk pintu kamar mereka.Evi dan Irwanpun membuka pintu dengan wajah tersipu.
Irwan :"We all right just joking...you know this is our first time in Biei.We will be more quiet.You can sleep now.Good night."
          Begitu Irwan menutup pintu,Evi merebahkan diri di kasur.
Evi :"Sudah kita tidur saja."
Irwan :"Lho ga bisa dong!"
Evi :"Sstt!!Jangan ribut!"
Irwan :"Aku tak akan menyerah...."
Evi :"Terserah!Aku mau tidur ngantuk...."
Irwan :"Masak tidur pakai itu?"
Evi :"Biarin,biar kamu ga bisa julitin aku...hi hi"
         Evi pun pura2 tidur eh lama2 tidur beneran.Irwan kesel gitu.Lalu saat Evi memiringkan badannya,membelakangi Irwan,Irwanpun mempelajari model pakaian yang dikenakan Evi....dan...
Evi bangun karena ada suara yang memanggil2 namanya.
Evi :"Sudah jam berapa?"
Irwan :"Masih malam kok.Sudah puas tidurnya?Kerasa dingin ga?"
         Evi memang merasa agak dingin tapi kok bisa pakaiannya kan tadi berlapis2.Dilihatnya Irwan memegang pakaian luarnya dengan penuh kemenangan.Ia kini hanya memakai bagian kimono yang lapisan dalam,pantas dingin.
Irwan :"Aku berhasil membuka pembungkus kadonya.Sekarang aku mau ambil hadiah utamanya...."
Evi :"Oh,No!"
........♡♡♡Sensor♡♡♡
        Itulah bila sama2 julit.Ok deh ....Selamat menikmati tujuh malam di Jepang buat pasangan kita.Eps selanjutnya mereka akan ke Korea Selatan.Disana ada surganya bagi pasangan yang lagi bulan madu.Ya ...Pulau Jeju.kayak apa sih korea?Ada pakaian tradisionalnya juga ga?He he...julit ya....****See you next eps****

Eps 66 ▪Tabir Kepalsuan :Come Toward The South

        Eps 66 ini bersubjudul 'Come Toward The South' artinya Menuju ke Selatan.
¤¤¤ Disini pasangan fave kita sampai ke Negara ke 3,Negerinya K pop...he he.Buat yang suka K pop,melodrama korea,artis2 korea....nih eps seputar Korea Selatan.¤¤¤
Seoul,ibu kota Korea Selatan....
         Hari masih pagi.Pasangan fave kita tiba di Korea kemarin sore.Sudah jadi habit buat sejoli kita kalo dah sampai di beda negara maka hari pertama mereka ga kemana2.Tapi dekem di kamar.Bobok manis.Evi bilang sih biar Irwan ga kecapekan.Bayangin aja dari Indonesia ke China penerbangannya bisa makan waktu 12 jam.Itu belum kalo transit ke Singapore dulu.
        Buat Irwan hari pertama adalah hari buat tidur.Biar fresh dan fit staminanya.
Kota Seoul adalah pusat bisnis dan budaya di Korsel.Di sana ada gedung pencakar langit.Irwan punya banyak relasi bisnis di Korea Selatan.Jadi salah satu rekan bisnisnya mengirimkan tiket konser nonton Super Junior dan Lee Min hoo kepadanya sebagai hadiah pernikahan.Evi kaget juga saat melihat tiket konser tersebut.
Evi :'Ini kan bintang Korea kesukaan Rizky...Kok Irwan bisa punya tiket konsernya...Rizky kan ngefans habis tuh sama si....siapa namanya susah banget ..Aha..Si Won....Coba ku telpon Rizky lagi ngapain ya dia di Indonesia..."
        Evi pelan2 melepas tangan Irwan yang merangkulnya.Irwan memang julit bahkan tangannya lebih julit he he....suka kemana-mana...
Tidur aja julit gimana kalau bangun ya....
Sukses lepas,Evi pelan2 turun dari ranjang.Dilihatnya Irwan sempat terusik tapi tidur lagi.[Pasti kecapekan tuh....hayo semalam ngapain hayo....hush!!]
Melihat Irwan pulas lagi,Evipun membetulkan selimut Irwan.Biar makin nyenyak tidurnya sang suami tercinta....cie...cie....perhatian sekali.Kan isteri yang baik.
         Evi lalu menghubungi adiknya.Rizky yang menerimanya langsung gegap gempita.
Rizky:"Ayah!!Kak Evi nih!!. ..Sampai dimana kak?"
Evi :"Korea Selatan.Ni lagi di hotel.Gimana kabar rumah?"
Rizky :"Baik kak.Rizky dah dapat sekolah di Jakarta.Sekolahnya bagus banget.Sekolahnya anak orang2 kaya gitu kayake."
Evi :"Lho kamu juga adik dari isteri orang kaya.Lupa ya?"
Rizky :"Oh iya ya kak Irwan kan kaya banget.Pantas dah minta kenalan tadi pas aku turun dari mobil.Om Ben yang ngantar tadi sekalian berangkat ke kantor."
Evi :"Ayah sehat kan?Mana ayah?"
        Rizky menyerahkan hpnya pada Hamdan Att.
Ayah Hamdan :"Evi,gimana perjalananmu?Ayah sehat di sini.Kamu juga kan?Dimana Nak Irwan?"
Evi terharu mendengar suara ayahnya.
Evi :"Perjalanannya menyenangkan Ayah.Tempat2nya benar2 indah.Evi juga sehat Ayah.Irwan masih tidur.Biasa ....."
Ayah Hamdan :"Kamu harus bersyukur punya suami sebaik dia.Oh ya ni Rizky ngebet mau bicara sama kamu ....Salam buat nak Irwan ya.Bilang makasih dari Ayah dah menyekolahkan Rizky di Jakarta."
Evi :"Pasti Ayah..."
        Evi memandang ke arah suaminya yang masih pulas.Hatinya tak henti2nya bersyukur karena berjodoh dengan Irwan.Jodoh memang tak bisa dinyana.Orang yang kita pikir jodoh kita ternyata malah ga berjodoh.Orang yang kita pikir ga mungkin berjodoh karena alasan segala macam eh malah jodoh.Jodoh itu rahasia Yang Kuasa.
Rizky :"Kak,Kalau di Korea jangan lupa foto dong ama Siwon Super Junior.Aku ngefans banget nih....Apalagi Super Junior kan mau ngadain konser di Incheon."
Evi :"Itu yang mau kakak bilang ke kamu.Kakak punya tiket konsernya kelas VIP lagi.Keren kan?"
Rizky :"Kok bisa?Hebat banget.Itu kan mahal dan susah dapetinnya.Mau....!!"
Evi :"Ini hadiah pernikahan dari relasi bisnis kak Irwan.Jadi free alias gratis tis2.Hebat ya Suami kakak?"
Rizky :"Kak Irwan gitu loh!Kawan2nya pasti juga orang2 Super kaya gitu.Jadi iri....kelas VIP lagi....fotoin yang banyak Kak.Please...."
Evi :"Iya...udah dulu ya...kak Irwan kayaknya bangun nih....bisa heboh nanti kalo tahu kakak ga di sampingnya....he he.Dah Rizky.Salam buat semua keluarga di sana."
Rizky :"Kak Irwan memang super heboh kalo menyangkut kak Evi.Padahal kak Evi ga pakai pelet lho tapi kok bisa segitunya ya cintanya?.Bilang ama kak Irwan makasih buat sekolah Rizky ya.Bye.."
        Evi tersenyum mendengar kata2 terakhir Rizky.Iya ya kok Irwan bisa segitu dalamnya ya cinta ama dirinya?
Irwan mulai bangun,tangannya mencari2 sosok Evi yang biasanya ada disampingnya.Kok ga ada?Langsung deh matanya jadi melotot sebesar bola pingpong....tuing...tuing...
/beginilah bila sedang jatuh cinta mata ngantuk jadi melotot..../
Irwan :"Evi...Sayang kamu dimana?"
        Evi segera mendekati suaminya.Irwan langsung main peluk aja.Ketakutan banget sih kayaknya....
Irwan :"Kamu bikin aku takut tahu....Jangan jauh2 dari aku....Aku ga mau kamu jauh dari aku...."
Evi :"Iye..maaf habis aku takut ganggu makanya aku bicara agak jauh ....habis kamu pulas banget sih kayaknya capek ya...."
Irwan :"Kan kamu yang bikin aku jadi kayak gini...he he Tapi aku masih punya energi kok...ga percaya.?"
Evi langsung kabur dari Irwan...ya mereka kejar2an lagi...endingnya piye ya...Endingnya disensor aja.he he
         Sorenya mereka lihat konser Super Junior di Incheon.Incheon memiliki lebih dari semuanya.Seni,hiburan,fashion,sejarah dan alam.Kota ini sedang mengalami pengembangan real estate mewah dengan target proyeksi akan selesai tahun ini.Ramai banget konsernya.Irwan juga bertemu relasi bisnisnya di sana.Malah karena relasi bisnisnya orang top di sana maka dapat kesempatan foto khusus ama Siwon dan Lee Min Hoo.Wow keren...!!Evi seneng banget bisa foto ama mereka.Tapi ada yang cemburu lho....Ha ha...Pak Presdir sampai ga konsent diajak ngobrol ama relasi bisnisnya,gara2 Evi foto mesra gitu...ama cowok 2 super ganteng lagi.Lee Min Hoo gitu loh...pemeran The Heirs.Melodrama fave ku...he he.
Relasi bisnis :"I think you really love your wife,Mr Irwan...I can see that in your eyes.Your eyes tell everything in your heart.She is capture your heart.You really love her."
Irwan :"Yes,you are right.I really love her.I will do everything to see her smile.I never feel like this before."
Irwan's friend :"That is love.You will give up everything for love.Interesting.Finding love ia more precious than anything else.Congratulation,You have find the most precious thing in the world.Be happy with her.Never let her go!"
Irwan :"Thank you.I will never let her go from my life.I will always love her.Always."
/Always....lagune Bon Jovi/
I like that song.Always make me feel in the forest.Ok dah pagi nih di Solo...Aku mau siap2 ke ....oya libur ding...Gimana ya kalau Irwan jealous ya?Ntar deh di eps selanjutnya....****see you next eps****

Eps 67 ★★Tabir Kepalsuan :Make A Way

         Eps 67 Bersubjudul'Make A Way' artinya 'Membuka/membuat jalan'.Jalan apa sih yang dimaksud?
/Jalan sore...kita berjalan - jalan sore2./
Sebuah jalan yang akan mengubah salah satu dari pasangan fave kita.Maksudnya?
Biar ga bingung yuk kita mulai ceritanya....
Evi masih asyik foto2 dengan Si Won dan Lee Min Ho,ia tak menyadari bahwa Irwan cemburu.Irwan sampai menghabiskan minuman banyak sekali saking kesalnya.Lalu datanglah Park Shin Ye mencari Lee Min Ho.Irwanpun punya ide julit.Ia mendekati Park Shin Ye dan minta foto bareng.
Irwan :"May I have a picture with you?I am your fans from Indonesia."
         Tentu saja Park Shin Ye bersedia.Merekapun foto2.Evi melirik ke arah Irwan.Melihat suaminya dengan wanita lain,hati Evi langsung kesal.Ia cemburu.Ia lalu permisi ke toilet sambil menahan air mata.
Teman bisnis Irwan mendekati Irwan dan berbisik :"I think you must talk with your wife now.She look sad and almost crying."
Irwan :"Where is she?"
Irwan's friend :"She said she want to go to the bathroom.Go now before you lose her.!"
Irwan :"Thank you for everything.I must go now."
Irwan berlari ke arah toilet wanita.Lama dinanti tak keluar2 juga.Dihubunginya Hpnya juga ga diangkat.Takut terjadi apa2 Irwan masuk ke toilet.Tapi tak ada siapapun di sana.Kemana Evi?
         Irwan mulai panik.Ia bertanya pada setiap orang yang ia jumpai.
Irwan :"Do you see a woman with eksotic skin,black hair arround here?"
Stranger:"I saw she go out there.There is a park there may be she go there."
Irwan:"Thank you for your information."
Irwan pergi ke arah yang ditunjuk orang itu.Memang ada sebuah taman di dekat tempat konser.Irwan mencari di area yang banyak pohonnya.Karena ia ingat kata2 Evi saat di pantai dulu,"Kalau aku sedih aku suka melihat pepohonan."
Benar dugaannya,Evi ada di sana.Sedang menangis.Lega hati Irwan melihat Evi tidak apa2.Didekatinya isterinya itu,Evi segera menghapus air matanya.
Irwan :"Sayang ,kenapa kau pergi tanpa bilang padaku?Aku bingung mencarimu.Kau kenapa?Kau marah sama aku?"
          Evi malah mengalihkan pandangannya.
Irwan :"Kalo gitu aku juga marah ah..kamu juga bikin aku bete tadi..."
Evi masih diam.Namun ia terus mendengarkan ucapan Irwan.
Irwan :"Apaan tuh foto2 mesra ama cowok2 ganteng,kepala berdekatan,sok mesra gitu...lama lagi...."
Evi masih diem.Mukanya masih sedih.
Irwan :"Sayang jangan diem terus dong!Aku yang harusnya marah bukan kamu.Jelek lho kalo marah."
Evi :"Biarin."
Irwan :"Hari sudah malam.Berbahaya bila kita diluar begini.Ayo kita kembali ke hotel dulu.Baru nanti kita bicara lagi disana.Marahnya bersambung dulu ya?"
          Evipun menurut.Mereka lalu kembali ke Hotel.
Usai mandi semua,merekapun makan malam di kamar saja.Irwan tak mau makan walaupun perutnya terus saja berbunyi.
Irwan :"Jangan marah terus,baru aku mau makan."
Evi teringat pesan ayahnya untuk menjaga suaminya,iapun menyuapi Irwan.
Evi :"Kita hanya kurang komunikasi.Kau tak suka dengan sikapku tapi kau tak bilang padaku dan demikianpun aku padamu."
Irwan bicara sambil makan,"Iya aku ga suka kamu...dipegang pundaknya ama aktor-aktor itu.Hanya aku yang berhak."
Evi :"Aku juga ga suka kamu pegang2 perempuan lain seperti tadi.Ga boleh kayak gitu!Hanya boleh mesra gitu kalo sama aku.Kan aku isterimu.Katanya cintanya cuma sama aku?"
Irwan :"Itu cuma buat narik perhatian kamu aja.Enak aja kamu mesra2an ama cowok lain.Aku balas dengan cara yang sama.He he"
Evi :"Main panas2an nih ceritanya?"
Irwan :"Ga lagi deh.Aku menyesal rasa takutku kehilangan kamu jauh lebih besar daripada rasa marahku."
Evi :"Aku juga salah sih ga peka ama perasaan kamu.Maafin Evi ya...Cinta aku hanya buat kamu,buat Irwan seorang.Janji!"
         Irwan merasa sangat bahagia.Diraihnya Evi ke pangkuannya.
Evi :"Eitt!!Ini gimana makannya?"
Irwan :"Makannya sambil dipangku dong."
Bener kata orang,kalo kita mau bikin orang curhat ama kita ajak dia makan.Saat makan orang akan lebih open gitu katanya.Malah kata orang,cara meraih hati pria itu lewat perutnya.Pantas ya kakak aku itu selalu peduli banget kalo soal makan suaminya.Malam sekalipun mau makan apa dibuatin.Padahal kakakku gemuk badane,suaminya kalo libur gitu ya dirumah main ama 2 jagoannya.Prince charming and Dim2.Dua anak itu kalo ayahnya datang kayak fans berat gitu langsung nemplok terus.Bener2 heboh deh.Kalo perempuan lewat sentuhan alias perhatian.Kasih pujian,Kasih hadiah he he.
Evi terus menyuapi Irwan.Yang disuapi malah menyandarkan kepalanya di badan sang isteri.
Irwan :"Kamu kayak ngefans ya ama 2 artis tadi?"
Evi :"Kalau Siwon,Rizky yang ngefans banget.Dia yang minta foto2nya.Kalo Lee Min Ho sukanya gara2 lihat melodrama yang dibintangi dia.The Heirs.Lihatnya juga pas di rumah kamu."
Irwan :"Kamu lihat koleksi film aku ya?"
Evi :"Iya,tapi aku paling suka yang The Heirs.Soalnya aku ga ada kegiatan begitu kamu berangkat kerja,semuanya dah ada pembantu.Daripada manyun ga jelas aku lihat film aja."
Irwan :"Aku dapat kaset The Heirs itu dari relasi bisnisku tadi.Dia tahu aku suka Kpop.Dan ia pernah ke Indonesia terus lihat hubungan aku sama Kak Danang ga harmonis gitu.Lalu ia kasih aku film The Heirs itu sebagai bentuk dukungan seorang teman.Katanya aku mirip Kim Tan di film itu.Jalan ceritanya maksudnya bukan wajahnya he he...."
Evi :"Kamu ga kalah ganteng kok.Menurutku malah mirip lho he he..."
Irwan :"Ah yang bener..?Cinta kita juga mirip Kim Tan dan Cha En Sang ya?"
         Evi menyandarkan kepalanya di pundak Irwan,"Iya ya.Kita ketemu di tempat yang jauh dari Jakarta.Mereka ketemu di Amerika.Kita di Masamba.Kamu ga kelihatan anak orang kaya pas kita ketemu pertama.Cha En Sang juga ga nyangka kalo Kim Tan anak kedua Keluarga kaya raya."
Irwan :"Bedanya ada juga.Kalo di kisah kita kak Danang punya hati ke kamu.Kalo di The Heirs sang kakak cuma meributkan soal perusahaan dan keluarga."
Evi :"Tapi di The Heirs mereka akhirnya rukun lagi.Malah saling bahu membahu membangun bisnis keluarga.Dan yang paling kusuka adalah Kim Tan tetap mempertahankan Cha En Sang di sisinya.Meski ditentang begitu rupa oleh ayahnya.Romantis deh filmnya sampai nangis lihatnya."
Irwan :"Anggap aja aku Kim Tan he he..."
Evi :"Bagi aku kamu tetap Irwanku,pria yang akan selalu kucintai ....selamanya."
Irwan :"Bagiku kamu juga satu2nya yang bisa masuk begitu dalam di hati aku.Tak ada yang sanggup menyentuh hatiku seperti kamu.I love you Evi Masamba."
Irwan ingat kata2 Evi tadi kalo dia ga ada kegiatan di rumah bila pergi kerja.Ia punya ide bagus.
Irwan :"Sayang,kamu kan ga ada kegiatan kalo di rumah.Gimana kalo kamu belajar vokl aja.Suaramu kan bagus siapa tahu bisa jadi buat album sendiri.Sekalian ngisi waktu luang.Lagian kamu suka nyanyi kan?Daripada jadi penyanyi kamar mandi kenapa ga jadi penyanyi beneran?Mama punya kenalan banyak,pasti ada yang mau jadi guru vokal kamu.Lagian siapa sih yang ga mau ngajari isteri seorang Irwan Sutedja?He he bercanda...."
        Evi seneng banget dengar ide suaminya,"Mau banget!Makasih sayang!Kamu perhatian sekali sih sama aku....makin cinta deh ama si pipi tembem ini."
Irwan :"Lagian kak Nurbayan kan janji mau bikinin lagu buat kamu.Inget ga?"
Evi :"Iya ya.Lagu kayak apa ya yang cocok ama vokal aku?"
Irwan :"Moga aja sebuah lagu yang akan mengingatkan kamu akan aku terus.He he..."
/Wahai sang bayu kabarkan kepadanya...tanpanya kehampaan yang kurasa...masih adakah aku di muara hatimu kasih....di sini ku di sini menunggumu di pelabuhan rindu.../
Makan malam sudah selesai.Irwan menggendong isterinya ke arah tempat tidur.
Irwan :"Bed time..."
Evi :"Ini baru jam berapa?..."
Irwan :"Ini akibatnya kalo bikin suami cemburu..."
Evi :"Alasan...."
         Kita biarin aja mereka.he he.Pada penasaran ga besok mereka kemana aja?
Wah siap2 nih....Evi nanti diajari siapa ya?Ada satu nama belum kumunculkan di cerbungku...Jawabannya ntar ya...****see you next eps****

Eps 68 •••Tabir Kepalsuan : What Hour
         Incheon,Korea Selatan....
       Esok harinya Irwan mengajak sang isteri ke toko desainer di distrik Bupyeong.Korea kan terkenal dengan fashionnya.Banyak model fashion Korea yang jadi trendcenter di Indonesia.
Evi :"Sayang,pakaianku kan masih banyak.Koleksi dari kak Igun masih banyak yang belum kupakai.Masak sudah beli lagi?"
Irwan :"Mumpung di Korea.Lagian kamu kan isteri Presdir jadi penampilan harus dijaga.Soal cost jangan dipikirin.Pilih yang kamu suka.Ini bagus buat kamu.Simple,ga terlalu banyak pernik,dan membuatmu terlihat anggun.Coba deh!"
Evi tak mau membantah.Dicobanya semua baju yang dipilihkan Irwan.Puas berbelanja pakaian,mereka menuju ke Pulau Jeju.
Pulau ini sangat terkenal keindahannya.Jeju adalah tujuan bulan madu yang populer karena matahari terbit dan matahari terbenamnya yang romantis.Pantai berpasirnya juga sangat indah.
         Evi dan Irwan kejar2an di pantai.Ga bosan ya mereka kejar2an melulu....
Irwan :"Evi,sini!Ayo aku gendong...kamu naik ke punggung aku...ayo!"
Evi nampak ragu..
          Irwan yang sudah jongkok jadi heran melihat isterinya malah diam.
Irwan :"Kamu kenapa?Takut aku gendong?Takut aku ga kuat gendong kamu?Badanku kuat ya...berisi,berotot juga...lihat nih otot trisep dan bisepku!"
Evi :"Aku cuma keinget film korea judulnya Princess...Princess apa ya?"
Irwan :"Princess Hours kan?Yang ceritanya tentang Kerajaan di zaman modern kan?"
Evi :"Kok tahu?"
Irwan :"Itu melodrama fave Mama.Kalo lihat itu Mama dan Mb Aty itu sampai lupa segalanya.Kadang mereka tertawa terpingkal2,kadang nangis,kadang bisa senyum2 sendiri.Jadi kangen denger suara mereka."
Evi :"Telpon aja kemarin aku juga telpon Rizky dan Ayah.Mereka bilang terima kasih sama kamu sudah menyekolahkan Rizky di Jakarta.Sekolahnya bagus lagi.Aku juga mau berterima kasih sama kamu.Makasih ya Sayang,kamu dah perhatikan keluarga aku.Hidup kami jadi lebih baik,ga pusing lagi dengan besok makan apa,biaya sekolah bagaimana....semua sudah kamu cukupi malah berlebih.Aku tak tahu harus bilang apa ke kamu."
Irwan berdiri dan meraih Evi dalam pelukannya.
Irwan :"Aku tak ingin ucapan terima kasih...yang kuinginkan adalah cintamu dan kebahagiaanmu.Apa kau bahagia menjadi isteriku?"
          Evi memandang suaminya lalu menggeleng.
Irwan :"Kok geleng kepala?Berarti kamu tidak bahagia dong."
Irwan tampak kecewa.Evi tersenyum julit gitu,"Memang tidak....tidak diragukan lagi maksudnya he he...kena deh Pangeran Julitnya ha ha...."
Evi langsung lari lagi sambil mengejek Irwan.
Irwan :"Awas ya!Berani ngerjain Pangeran Julit,....Evi tunggu!!"
          Matahari hampir terbenam,tampak Irwan menggendong Evi sambil menyusuri pantai.
Evi :"Jadi inget film Endless Love ya?"
Irwan :"Film sedih yang melegenda itu ya?"
Evi :"Iya...kisah cinta yang sangat menguras air mata.Sayang endingnya tragis ya?"
Irwan :"Tapi mereka selalu bersama ya bahkan meninggalpun bersama ya?Romantis.."
Evi :"Ga aku ga mau kisah kita begitu..
aku mau kita selalu bersama.Jangan sampai berakhir tragis seperti mereka.Kamu ga boleh ninggalin aku.Aku ga ijinin.Aku akan selalu doain dan puasa buat kamu.Biar kamu selalu dilindungi,sehat dan cinta kita abadi."
Irwan :"Laut ini saksinya bahwa kita akan selalu saling mencintai,selalu kan bersama,selalu saling merindukan.Lihat sunset!"
          Evi turun dari punggung Irwan dan melihat ke arah cakrawala.
Evi :"Wow!Indah sekali....pantas banyak yang bilang pantai di sini sangat indah."
Irwan memeluk Evi dari belakang,"Tapi kamulah yang terindah buat aku.O ya habis ini kita coba restoran di sini ya.Coba makanan laut lokal bagaimana?"
Evi :"Boleh.Tapi bentar lagi ya....suasana begini mengingatkan aku akan pantai kesayanganmu.Pantai cinta kita.Waktu itu kau...."
Irwan :"Aku kenapa...?"
Evi jadi malu ....First kiss ya?
        Irwan berbisik di telinga Evi :"Bilang saja mau Second kiss ya..?Boleh...."
Evi :"Bukan second lagi...nih udah kiss ke berapa ya?"
Irwan :"Naughty Kiss aja namanya...."
Evi :"Itukan melodrama yang dibintangi Kim Hyun Jong..."
Irwan :"Hot kiss aja....bagaimana?"
Evi :"Udah ...kita cari makan yuk!Lapar nih..."
Irwan :"Lha kissnya belum...?"
Evi :"Dirapel nanti malam aja....he he."
Irwan :"Siap 86!!Sekarang saatnya kuliner,makan yang banyak buat energi nanti malam sip sip!"
Evi :"Heran deh kalo malam tiba cerianya bukan main nih Pak Presdir..."
Mereka lalu makan di restoran yang ada di daerah itu.
         Tampak para pelayan restoran memakai pakaian tradisional korea.Namanya Hanbok.
Evi memperhatikan dengan seksama pakaian mereka.
Irwan :"Jangan coba2 pakai cara seperti di Jepang ya...No tradisional costum tonight and ever....!"
Evi :"Kenapa?Pakaian tradisional itu sangat indah tahu?"
Irwan :"Memang indah....sangat indah....apalagi saat melepasnya....benar2 indah."
         Evi geli melihat ekspresi wajah Irwan yang lucu.Irwan pasti trauma dengan kimono 12 lapis yang dulu ia pakai.Kasihan Irwan he he
Banyak tempat di Korsel yang mereka kunjungi.Ada Busan,sebuah kota kedua terbesar di Korea.Di sana ada The Temple Beomeosa,sebuah kuil Buddha yang terletak jauh di dalam pegunungan.Tak lupa mengunjungi Jeonju,sebuah kota yang telah dianggap oleh UNESCO sebagai kota kreatif untuk Gastronomi.Kota yang dicintai karena masakannya.Irwan dan Evi kebetulan suka sekali wisata kuliner jadi mereka tak melewatkan menikmati masakan khas daerah hangat seperti bibimbap dan kongnamul gukbap.Korea membuat pasangan kita jadi kekenyangan. he he
          Irwan menghubungi Mamanya saat mereka mau menuju Hongkong.
Irwan :"Ma,gimana kondisi Mama?Sehat kan?Irwan ama Evi lagi nunggu penerbangan ke Hongkong."
Inul :"Putra Mama,seneng banget denger kalian dah mau sampai Hongkong.Mama sehat.Evi gimana seneng ga lihat kota2 di luar negeri?"
Irwan :"Seneng banget Ma.Apalagi di Incheon,ketemu bintang kesayangan gitu...."
          Evi yang didekat Irwan berkata,"Bohong Ma,Irwan tuh yang ketemu artis idolanya..."
Inul :"Wah...pasti seru banget tuh!Jangan bertengkar lho ya di sana...yang rukun ya?"
Irwan :"Tenang Ma kita rukun banget kok apalagi kalo malam he he..."
Evi :'Mulai deh....'
Irwan :"O ya Ma aku mau Evi belajar vokal nanti usai tour ini.Biar ada kegiatan gitu.Mama bantu Irwan nyari guru vokalnya ya?"
Inul :"Mama setuju lagian suara Evi kan bagus.Gimana kalo Nassar?Dia bagus lho."
Irwan :"Terserah Mama aja.Tapi Irwan setuju kalo kak Nassar yang jadi kandidat."
Inul :"Ok nanti Mama hubungi Nassar."
Irwan :"Ok Ma,Makasih.Sampai sini dulu ya Ma,pesawatnya mau berangkat.Salam dari Evi juga.Love you Mom!"
Inul :"Bye Honey!"
         Evi dan Irwan menuju Hongkong.Apa yang menarik dari Hongkong?Banyak TKI bekerja di Hongkong,salah satunya ponakan aku.he he.Wah Motogp Indianapolis mau main.Siap2 nonton ah...****see you next eps****

Eps 69 ←☆→Tabir Kepalsuan : In Your Eyes

         Evi manggut2 dengerin Irwan cerita soal sejarah Hongkong.
Evi :"Jadi Hongkong adalah bagian dari negara Cina?"
Irwan :"Iya.Jadi kita bukan tour 5 negara tapi 4 negara."
Evi :"Kenapa ga jadiin satu aja pas kita ke Cina?"
Irwan :"Bagi para bisnisman Hongkong adalah kota yang istimewa karena Hongkong adalah pusat keuangan ketiga terpenting setelah New York dan London."
Evi :"Wah kalau bicara bisnis kamu jagonya deh...aku ga ngerti.Jadi minder....gimana nanti kalau aku ikut kamu menghadiri acara2 jamuan bisnis gitu ya...."
        Evi nampak sedih membayangkan betapa kikuknya dia di acara2 begitu.Irwan meraih jemari isterinya dan mengangkat dagu sang isteri yang tertunduk.
Irwan :"Aku menikahimu bukan untuk bisnis aku tapi untuk mendampingiku seumur hidup aku.Jadi kau tak perlu tahu banyak hal cukup satu saja...."
Evi memandang mata suaminya,mata itu penuh penghargaan,penuh cinta,penuh kasih sayang terhadapnya.
Evi :"Apa itu?"
Irwan :"Kau cukup tahu bagaimana mencintaiku....itu saja.Sekarang senyum dulu dong....Nah gitu makin cantik."
         Evi tersenyum lalu memeluk suaminya penuh haru.Moment2 seperti inilah yang indah bagi mereka.Melihat Hongkong dari kamar hotel mereka.Sungguh pemandangan kota yang menawan.Jajaran gedung2 pencakar langit yang gemerlapan bertabur cahaya.Keadaan geografis Hongkong yang terletak di pantai selatan Cina membuatnya menjadi pintu gerbang antara Timur dan Barat.Tak heran jika Hongkong menjadi pusat aktivitas perdagangan internasional.Hongkong beriklim sub tropis dengan beberapa musim yang berbeda.Sekarang sedang musim panas.Suhu bisa meningkat menjadi 31°C.
Irwan :"Banyak hal yang bisa kita lakukan di Hongkong.Kita bisa menikmati landskap kota dari puncak gedung pencakar langit.Kamu pilih mana spotnya;di Victoria Peak yang populer atau sambil bersantap di Wooloomool Steakhouse?"
Evi :"Steak?Jadi inget kejadian di restoran dulu ama Miss R he he...ga ah ntar kamu malah inget dia...di Victoria Peak aja."
Irwan :"Masih aja cemburu....kan aku sudah jadi milik kamu sekarang....tapi aku senang kalo kamu cemburu...itu artinya kamu cinta sama aku.hi..hi"
Evi :"Jelas cinta dong...suami sebaik ini kok ga disayang gimana...sudah hatinya baik,cintanya tulus,perkataannya manis,wajahnya ganteng dan...julitnya aduh....bikin kangen."
          Irwan sangat bahagia mendengar perkataan isterinya.
Irwan :"Aku juga bangga ama kamu....orangnya sederhana,sangat penyayang,apa adanya,lucu,makin hari makin cantik,menghibur dan....sama julitnya kayak aku he he."
Evi :"Tumben kamu ga cepet2 tidur?Ini sudah jam 8 malam lho..."
Irwan :"Inilah yang menarik dari Hongkong.Ada pertunjukan lampu kota yang dikenal dengan Symphony of Lights setiap pukul 8 malam.Lebih dari 40 gedung di kedua sisi pelabuhan berpartisipasi dalam atraksi pertunjukan multimedia permanen terbesar di dunia menurut Guiness World Records ini.Makanya aku pilih hotel ini karena viewnya paling bagus buat lihat pertunjukan itu.Tuh sudah mulai..Bagus kan?"
Evi melihat dengan takjub.Gedung2 seperti sedang memainkan nada cuma lewat sorot cahaya.
Evi :"Apa ada temanya ya?"
Irwan :"Setidaknya ada 5 tema yang dipertunjukkan yaitu Awakening,Energy,Heritage,Partnership dan Celebration."
Evi :"Kamu sering ke sini ya?Hafal bener...Hayo sama siapa?Jangan bilang sama cewek ya....awas nanti !"
Irwan :"Kamu curigaan banget sih...Paling sama Om Ben atau Albi.Biasa urusan bisnis.Aku tuh susah deket ama cewek."
Evi :"Ah masa?..
           Sementara pasangan romantis kita sedang enjoy their first night in Hongkong,ada satu sosok yang juga sudah tiba di Hongkong.Siapa ?Danang??....
Wuihhh...wajahnya langsung pada tegang ya?...Penulisnya julit.Bukan ....Yang mau konser di Victoria Park dong.Siapa lagi kalo bukan....Irwan Sumenep.Ha?????Irwan Sumenep ada di Hongkong?Iya.Kan penggemarnya banyak buanget tuh.Para TKI sayang ama Irwan.Victoria Park itu terkenal sebagai kampung orang Indonesia saking banyaknya TKI yang ngumpul2 di sini kalau hari Minggu.Sebagai taman terbesar di Hongkong Island,taman ini memang memiliki fasilitas yang lengkap.Ada yang berbayar seperti:Bowling Green,Tennis Court tapi ada juga yang gratis seperti Children Playground,Basketball Court,Fitness Station dan Jogging Trail.             
Irwan Sutedja dan Isterinya pergi jalan2 ke Victoria Park esok harinya.Bertepatan dengan konsernya idola kita Irwan Sumenep.Kebetulan juga sama2 pakai baju putih.Cuma kalo Pak Presdir suka yang lengan panjang.Biasa kaum bisnisman.
Evi :"Wah indah ya....ga kalah sama Biei."
Irwan :"Lebih indah lagi kalo di bulan Maret dan September."
Evi :"Memang ada apa di bulan itu?"
Irwan :"Kalo di bulan Maret diadakan Hongkong Flower Show yang merubah Victoria Park menjadi taman sejuta bunga."
Evi :"Seperti Biei dong....Kalo September?"
Irwan :"Kalo September saat Mid Autumn Festival yaitu festival lampion.Bisa kamu bayangkan?"
Evi :"Wah jadi inget film animasi Tangled.Rapunzel dan Eugene.Mereka naik perahu kayu lihat lampion.Romantis banget...."
           /Perahu kayu dimana nahkodaku tanpanya kehampaan yang kurasa..../
Irwan :"Kamu bener2 pecinta dongeng ya...anggap aja aku pangeran di negeri dongeng he he..."
          Evi bersandar di lengan suaminya,"Kamu adalah pangeran di hati aku....selamanya."
Lagi asyik2nya mereka berjalan santai tiba2 datang serombongan orang mengerumuni mereka memanggil2 nama Irwan.
Fans:"Irwaaan!Irwan di sini! Minta foto dong!...Tanda tangan dong!"
Evi jadi kaget.Siapa mereka itu?Mereka langsung mendesak mendekati Irwan.
           Evi coba berpegangan terus pada tangan Irwan tapi jumlah mereka begitu banyak.Irwan dan Evipun terpisah....
Evi :"Irwan!!...Irwan!!"
Irwan :"Evi!!....Evi!!"
Evi ketakutan dan tanpa sadar menabrak seseorang....tapi alangkah terkejutnya ia saat ia melihat siapa yang ia tabrak.
Evi :"Irwan???"
Pangeran Sumenep :"Iya memang aku Irwan..."
          Evi memandang tak percaya....pria yang ada di hadapannya benar2 bak pinang dibelah dua dengan suaminya.Mirip banget.[ Ya jelas lah ....yang main sama he he...ini kan ide nyleneh penulis]
Evi :"Bagaimana bisa?Kau kan ada di sana?"
Evi melihat ke arah Irwan yang dikerubuti para penggemar yang salah sangka.
Tampak Pak Presdir coba melepaskan dirinya dari kepungan massa.
Lalu ia melihat ke arah pria berbaju putih di hadapannya.
Evi :"Namamu juga Irwan?"
Pangeran Sumenep:"Iya nama asliku Irwan Krisdiyanto...ini konser pertamaku di Hongkong.Hongkong panas ya..."
          Irwan mengusap wajahnya dengan tissue.
Kini Evi mengerti kenapa suaminya dikerubuti penggemar.Mereka salah orang.Habis mirip banget.
Evi :"Jadi mereka itu fansmu?Kumohon tolong beritahu penggemarmu bahwa pria yang mirip kamu itu adalah suamiku dan bahwa dia bukan kamu...walaupun nama kalian sama2 Irwan...dan wajah kalian juga sama persis...aku mohon ya...."
          Irwan Sumenep melihat ke arah penggemarnya.Para fans pun jadi bingung.Kok ada 2?Mana Irwan yang mereka puja?
Irwan Sumenep :"Pria itu suamimu?Kalian dari Indonesia juga?"
Evi :"Iya dia suamiku.Namanya Irwan Sutedja.Maaf aku lupa memperkenalkan diri namaku ....Evi ...Aku dan suamiku sedang tour di sini.Kami baru saja menikah...Kumohon tolong beritahu penggemarmu bahwa dia bukan dirimu...bahwa mereka salah orang."
Irwan Sumenep lalu memanggil para fansnya :"Irwanqu!!Hayo kita goyang lagi!!"
         Langsung deh fansnya mengenali Irwan yang asli.Pak Presdirpun bebas dan segera memeluk Evi.Irwan melihat mereka dengan tersenyum.Romantis amat pasangan ini,pikirnya.he he...kali.....
Pak Presdir :"Kamu gpp kan sayang?"
Evi :"Gpp.Oh ya ini orang yang nolong kita...dan juga yang jadi penyebab kita sampai dikerubuti kayak tadi..."
        Kedua Irwan saling pandang dari bawah sampai atas.Dari atas sampai bawah.
Pak Presdir :"Anda mirip sekali dengan saya.Pantas mereka mengira saya adalah Anda.Kenalkan nama saya Irwan sutedja.Terima kasih sudah menolong saya."
Pangeran Sumenep :"Iya ya kita mirip banget.Kayak kembar.Bajunya sama2 putih lagi.Pantas mereka salah sangka.Saya seorang penyanyi.Ini kali pertama saya konser di Hongkong.Nama saya Irwan Krisdiyanto.Biasa dipanggil Irwan Sumenep.Senang bisa jumpa dengan orang Indonesia di sini.O ya selamat atas pernikahannya.Maaf saya harus kembali ke panggung.Maafkan fans saya tadi.Senang berjumpa dengan kalian."
Evi :"Terima kasih ya...maaf sudah mengganggu konser kamu.Semoga sukses terus."
          Merekapun berpisah.Irwan melanjutkan konsernya.Pasangan kita melanjutkan tournya.
Irwan Sutedja :"Kalau tadi kami berdiri dengan model baju sama,dandanan sama apa kau bisa membedakan kami?"
Evi :"Bisa!Kalian sama tapi tatapan mata kalian tidak sama.Caranya memandangku tidak sama dengan caramu memandangku."
Irwan :"Di mana bedanya?"
Evi :"Di rasa.Kamu memandangku penuh cinta.Penuh sayang.Aku bisa merasakannya hanya dengan tatapanmu saja."
Irwan :"Kalau begitu aku tidak khawatir deh...kamu memang cinta sejati aku.Tahu betul diriku.Ayo kita ke Victoria Peak!"
Evi :"Ayo!!"
          Akhirnya bisa juga mempertemukan dua Irwan he he...Gimana jalan2 mereka ya...?Kalian sempat tegang ga tadi?Kalo belum,tunggu nanti di Singapore!Ok deh **$33 u Next ep$***

Eps 70《¤》Tabir Kepalsuan : Direct Our Way
¤¤¤Eps 70¤¤¤
         Oke mari kita lanjut tour dulu di Hongkong.
¤¤¤》The Peak
         Menikmati landscape kota dari The Peak adalah salah satu kegiatan paling direkomendasikan saat berada di Hongkong.Tak terkecuali pasangan fave kita.Irwan mengajak Evi bulan madu ke luar negeri sebenarnya ingin menunjukkan kepada isterinya itu bahwa dunia itu penuh harapan,penuh hal2 yang tak kita sangka bisa ada,bahwa masih banyak hal yang belum kita tahu dan yang terutama adalah menambah wawasan sang isteri biar lebih pede bila gabung dengan isteri bisnisman yang lain.Makhlum Irwan kan seorang pimpinan tertinggi sebuah enterprise bisnis jadi pikirannya itu jauh kedepan.Ibarat yang lain baru satu langkah ia sudah 10 langkah di depan.Ia selalu memperhatikan reaksi Evi terhadap kota2 yang mereka kunjungi.
Irwan :"Apa pendapatmu tentang Hongkong?"
Evi :"Penuh gedung pencakar langit jadi kesannya modern dan dinamis.Kalau China lebih berkesan klasik,kalo Jepang ...aku suka Jepang....he he..."
Irwan :"Iyalah di sana kamu kan julit ama aku....ga usah senyum2 gitu....toh endingnya aku berhasil juga....segala sesuatu itu yang penting kan akhirnya....endingnya."
Evi :"Iya...ga julit lagi deh...maafin isterimu yang julit tapi ngangenin ini ya.?"
Irwan tak bisa tidak jadi luluh juga lihat Evi dengan wajah lucu memohon maaf darinya.
Irwan :"Ternyata enak ya punya isteri...Ada yang merhatiin,ada yang nemeni,ada yang bisa diajak ngobrol dengan nyaman,juga ada yang bisa dijulitin he he..."
Evi :"Dasar pangeran julit....o ya tadi baru Jepang ya ...kalo Korea aku suka pas di pulau Jeju...romantis gitu...kayak lagi berperan di drama2 Korea he he..."
Irwan :"Kalo aku yang paling suka di China itu Great Wall.Buat aku jadi inget ama Ayah.Rasanya kayak beliau itu masih hidup gitu...."
         Evi menggenggam jemari suaminya erat2,ia tahu betapa berartinya figur Ayah bagi suaminya.Irwan tersenyum pada Evi.
Irwan :"Kalo Jepang aku suka model rumahnya yang khas dengan sliding door,tatami dan meja pendek.Terasa nyaman gitu...Kalo Korea aku suka pas di Seoul.Pas di hotel...he ...he"
Evi :"Awalnya aja mengharukan eh ending tetep aja ngeres....Hongkong terlihat cantik ya dari titik tertinggi ini...Hebat ya para arsitek yang merancang gedung2 itu.Bisa bagus gitu.."
Irwan :"Gedung2 pencakar langit,pelabuhan Victoria serta hijaunya kawasan New Teritorial terlihat jelas dari sini."
Evi :"Kurasa kalo malam gemerlap lampu kota akan menambah indah suasananya."
Irwan :"Apalagi kalo kita datang sebelum matahari terbenam.Dari puncak ini kita bisa lihat gemerlap lampu kota yang berasal dari gedung2 tampak cantik saat satu per satu mulai menyala.Oya kita naik The Peak Tram yuk?"
Evi :"Apa itu ?"
Irwan :"Kereta kabel tercuram di dunia ini.Dulunya sih digunakan secara eksklusif oleh gubernur Inggris dan penduduk sekitar namun kini dibuka untuk publik.Mumpung masih jam segini.Ayo!"
         Usai puas naik The Peak Tram,mereka wisata kuliner dulu.
Irwan :"Habis ini aku akan mengajakmu ke gedung tertinggi di Hongkong.Namanya International Commerce Centre.Nanti kita akan menuju ke lantai 100."
Evi :"Wah pakai lift ya?..."
Irwan :"Kamu takut ya?Jadi inget waktu kita di lift dulu he he....asyik nanti bisa mengulang adegan waktu itu....kamu meluk aku mesra gitu...Apalagi kalo mau kita bisa naik elevator berkecepatan tinggi.Jadi kita bisa ke lantai 100 hanya dalam waktu 60 detik."
Evi :"Ga ah!Aku tak mau naik yang itu yang biasa aja lagian ngapain kita ke gedung itu?Apa yang menarik di sana?"
Irwan :"Disana ada Sky 100 Hongkong Observation Deck yang menawarkan pemandangan 360° Pelabuhan Victoria.Juga ada tour multimedia mengenai sejarah dan budaya Hongkong.Gimana?Tertarik?"
Evi :"Boleh."
         Irwan mengajak Evi ke tempat2 yang tak menguras energi.Biar Evi ga kelelahan.Tak lupa mereka juga mampir ke restoran apung di Pelabuhan Aberdeen,Museum Lilin Madame Tussaud dengan 100 koleksi boneka lilin dari para negarawan,olahragawan sampai artis dan seniman.Mereka juga belanja oleh2 di Causeway bay,salah satu pusat belanja paling top di Hongkong.Tak terasa sudah lama juga mereka di Hongkong.Kini mereka bersiap menuju negara terakhir.
¤¤¤》
Hari sudah hampir siang,Irwan juga sudah bangun dan sedang asyik bicara dengan temannya,teman bisnis yang tinggal di Singapore lewat hp tentu saja.
Irwan's friend:"Welcome to Singapore my friend.Enjoy my country.Really nice here."
Irwan :"I will.I am in Hotel Fullerton now."
Irwan's friend :"You must see Esplanade,China Town,Sentosa Island,Food Street,Haw Par Villa,Katong,...you like sea food right?"
Irwan :"I and my wife will visit that places.Come and join us.Bring your family too."
Irwan's friend :"Sure.We'd love to.I will show you the beautiful of Singapore.Ever you heard about Little India,Bugis Street,or Orchard Road?"
Irwan :"Yes but never have a chance to shopping there.Will you be my guide?"
Irwan's friend :"Yes,With my pleasure.Introduce me with your wife later,now I must prepare first.Wait for me ok?"
Irwan :"Yes,I will.See you soon.Bye."
        Irwan menutup telponnya dan mendekati Evi yang masih meringkuk di ranjang.Tumben malas amat Evi kok masih sleeping beauty.
Irwan:"Sayang,tumben kamu belum bangun?Sudah hampir siang lho.Kamu ga mau jalan2?"
Evi malah menarik selimut,"Aku masih ingin tiduran...malas bangun.Mau di kamar aja."
Irwan :"Bangun dong sayang,teman bisnis aku mau ajak kita keliling Singapore.Ayolah bangun...atau kamu ga enak badan?"
Evi :"Ga tahu nih bawaannya pingin di tempat tidur aja.Tapi demi kamu aku akan bangun deh...ntar pangeran julit ngambek lagi..."
Irwan :"Gitu dong...Putri Tidur....he ...he"
        Evi pun bangun tapi malah merasa pusing.Dan malah terhuyung2 gitu...Irwan segera menangkap tubuh isterinya.
Irwan :"Eiit!!Kamu kenapa?"
Evi :"Ga tahu tiba2 pusing.Mungkin kecapekan."
Irwan membaringkan Evi di ranjang lagi.
Irwan :"Ya udah kamu istirahat aja dulu.Aku akan hubungi temen aku."
Evi :"Jangan dibatalin...Aku gpp kok.Nanti habis sarapan pasti seger lagi.Aku tidur bentar aja ya?"
        Irwan membelai kepala isterinya,"Ya...tidurlah....jangan sampai sakit...aku sedih kalo kamu sakit...."
Wah Evi kenapa ya?.....sudah jam segini.Sampai sini dulu ya...***see you next eps***