^^^TABIR KEPALSUAN ***EPS 56 - 60^^^

CERBUNG TABIR KEPALSUAN.....
{ EPS 56 - 60 }





CERBUNG TABIR KEPALSUAN
when love shine in the darkness....

Eps 56 |¤¤|Tabir Kepalsuan : Built His House Upon A Rock

            
Kamar tamu....Guest room...
Tampak Irwan sedang diobati oleh Evi.
Irwan :"Aauw!..Aduh!"
Evi :"Sakit ya?Maaf ...semua ini karena aku."
Irwan :" Makanya jangan memandang dirimu itu rendah.Kau itu bisa bikin dua saudara bertengkar lho."
       Evi mencubit pipi Irwan yang tembem.
Irwan :"Auw!Kok malah dicubit sih?Dielus kek.."
Evi :"Habis julit sih padahal lagi lebam2 gini...tetep aja julit!"
Irwan :"Kita ke kamar kita aja yuk?Aty sudah siapin sarapan kita di sana.Tapi kali ini aku maunya disuapi dan satu suapan satu kecupan di bagian yang lebam biar cepat sembuh...Kalo ndak aku ga mau makan!"
Evi :"Iiih maksa?!Tapi gpp deh,anggap aja sebagai ungkapan terima kasih aku karena kamu dah jadi pahlawan aku."
        Merekapun memandang kamar tamu tersebut sebelum pergi.
Irwan :"Aku tak mengira kamar ini bakal menjadi tempat penuh kenangan dalam hidup aku.Suka dan duka jadi satu."
Sambil memeluk pinggang sang suami,Evi memandang suaminya,"Kok bisa?"
Irwan :"Suka karena di sinilah kamar pengantin kita.Dan duka karena di sinilah aku ribut besar dengan kak Danang."
Evi :"Buatku kamar ini adalah kamar yang tak akan pernah kulupakan karena disinilah aku menjadi Nyonya Irwan yang sesungguhnya dan di sini pula aku menyadari bahwa....suamiku itu ternyata sangat juliit!hii..hii"
Evi berlari menjauhi Irwan takut digelitikin.Irwanpun mengejarnya.
Irwan :"Awas ya Nyonya Irwan Sutedja kalo ketangkap!!"
        Inul menyuruh Aty membereskan kamar tamu yang berantakan karena jadi arena tinju antara Danang dan Irwan.Aty segera melaksanakannya.Sebenarnya Inul ingin bicara dengan Irwan tapi sepertinya Irwan sedang bahagia2nya dengan Evi dan ia tak mau merusak suasana itu.
Inul :'Nanti aja kalau ada kesempatan aku akan bicara pada Irwan.Aku sungguh tak sangka kedua putraku menyukai wanita yang sama.Sejak kecil sampai sekarang mereka itu selalu meributkan hal yang sama.Hanya saja Irwan dulu selalu mengalah tapi sekarang sepertinya Danang yang harus mengaku kalah.Aku bisa melihat bahwa Evi hanya mencintai salah satu dari putraku dan itu adalah Irwan.Tak seorangpun bisa memaksakan cinta.'
        /Telah kunyatakan kepadamu siapa diriku...kini kuserahkan kepadamu untuk menentukan sikapmu...kan kutrima walaupun hati pedih dan merana...karena kutahu tak seorangpun bisa memaksakan cinta....ho....ho...hoooo/
        Sementara itu Danang dan Ika telah tiba di kantor.Ika segera mengobati Danang.
Ika :" Hidung Bapak sampai berdarah gini maaf kalo saya lancang,Bp berkelahi dengan siapa Pak?"
Danang :"Sama Irwan."
Ika :"Ha?Sama Pak Irwan?Memang ada apa Pak sampai ribut sama Pak Presdir?Ups...maaf saya jadi banyak nanya nih."
Danang :"Gpp.Aku sama Irwan memang sering ribut sejak kecil.Jadi ga heran kalo sampai sekarang masih suka ribut."
Ika :"Tapi Pak Irwan itu jarang banget marah.Pasti hal yang sangat serius kalo sampai Pak Irwan marah."
Danang :"Sudah,jangan bahas itu lagi.Hari ini saya ga akan lama di kantor,saya mau menenangkan diri dulu.Kamu tolong rapikan semua file yang masih berantakan dan serahkan semua laporan yang sudah selesai ke Albi.Bila ada masalah hubungi saya.ok?"
Ika :"Saya mengerti Pak!"
        Bila Danang pilih ga lama2 di kantor,bagaimana dengan Irwan ya?Jangan2 malah ga ke kantor sama sekali.he he
        Kamar utama kediaman Sutedja tepatnya di kamar Irwan....
Pasangan fave kita lagi asyik sarapan berdua.
Evi :"Kondisi lebam2 gini kau akan tetap masuk kerja?"
Irwan :"Ga.Hari ini aku mau dirumah aja.Kalo aku ke kantor bisa heboh.Media massa akan menjadikanku bahan gunjingan.Ujung2nya nama keluarga jadi tercemar.Aku mau fokus pada hal yang lain."
Evi :"Hal yang lain?Apa itu?"
Irwan :"Aku mau bangun rumah di atas batu."
Evi :"Kau mau buat rumah ?Rumah ini aja besar banget kalo kita pergi,kasihan Mama dong.Ga ah aku ga setuju.Kita sebagai anak harus merawat orang tua kita.Aku tak mau kau mengabaikan Mamamu."
        Irwan meraih tangan Evi dan menciumnya.
Irwan :"Inilah yang membuat aku makin klepek2 sama kamu.Hatimu itu.Kita tetap tinggal di sini.Rumah ini masih muat nampung anak cucu kita bahkan."
Evi :"Lalu rumah yang kau maksud tadi buat siapa?Jangan2...."
Irwan :"Wah kambuh nih cemburunya.Aku itu hanya bahagia kalo dengan kamu.Aku ini milikmu seorang.Rumah yang aku maksud itu adalah rumah tangga kita.Jangan manyun gitu dong.Tapi kalo manyun gini kamu makin gemesin deh,jadi...."
Evi mencubit pipi Irwan lagi.
Evi :"Dasar ngeres...kamu tuh yang gemesin,Pipi Tembem!!"
Irwan :"Kemarin Pangeran Julit sekarang Pipi Tembem,kayaknya ga kapok2 ini Nyonya Irwan Sutedja..."
Evi :"Udah udah....ga godain lagi!Ntar aku dikurung lagi di kamar kayak kemarin...Lanjutin yang tadi.Aku masih bingung kok di atas batu..itu kiasan apa makna aslinya?"
Irwan :"Kiasan.Selama ini kan pernikahan kita ga jelas tuh.Yang nikah siapa yang malam pertama siapa he he."
        Evi tersenyum mendengarnya.Bener juga sih yang nikah di catatan sipil Masamba kan dia ama Danang tapi malam pertamanya kok sama Irwan.Kalo dipikir aneh juga he he.
Irwan :"Aku ingin rumah tangga kita dibangun di atas pondasi yang kokoh seperti batu.Jadi hari ini aku mau buat masterplan buat pernikahan ulang kita.Suratnya bener2 sah,ada resepsi,saksi2nya jelas,pokoknya bener2 ga ada lagi yang bisa mengusik status pernikahan kita nanti.Jadi hari ini aku akan mulai cari hari,cari tempat,cari baju,model undangan,daftar tamu...oh ya aku mau undang kak Danny.Kau ingat kan?"
Evi :"Iya,dia itu berjasa banget lho.Dia kan yang selamatin kamu saat di Mamasa.Ayah cerita sama aku.Ayah punya alamatnya."
Irwan :"Bagus!Aku akan undang dia bahkan akan kukirim pesawat untuk jemput dia.Aku mau berterima kasih sama dia.Rencanaku aku mau bangun resort buat dia di Mamasa.Jadi kalo kita mau berlibur kita bisa ke resort itu.Aku sudah anggap dia sebagai kakak aku.Kalo ga ada dia aku mungkin ...."
Evi :"Hush...Jangan bicara hal yang menyedihkan.Syukur pada Tuhan,Ia mengirim malaikat2Nya untuk menjagamu.Aku akan selalu berdoa untukmu.Bahkan aku ingin seperti adat orang India itu,karwacoth...dimana isteri berpuasa buat suaminya....aku suka itu.Aku akan selalu mendukungmu dengan doa dan puasa.Karena aku sadar penjagaan manusia itu terbatas tapi perlindungan Tuhan itu kuat."
        Irwan berkaca2 mendengarnya.Diraihnya Evi dalam pelukannya.
Irwan :"Terima kasih.Aku tak sangka cintamu padaku begitu dalam.Terima kasih,sayang."
Evi :"Aku yang berterima kasih karena kau sangat memikirkanku,mau repot2 buat aku,dandani aku,menghargai aku...Terima kasih banyak."
        Evi juga berkaca2 di pelukan Irwan.Begitulah mereka hari itu sibuk wedding planner.Telpon sana telpon sini.Bahas ini bahas itu.Cari model undangan.Banyak banget.Benigno,Inul,dan yang lainnya juga menyambut gembira rencana tersebut.Mak Igun apalagi.
        ****see next eps****

Eps 57 ¤¤¤ Tabir Kepalsuan : The Blessings of My Father
In Danang's apartemen....
         Danang mondar mandir di dalam kamarnya.Ia terus saja teringat perkataan Irwan saat mereka berkelahi di kamar tamu.
Danang :'Irwan bilang dia tahu semuanya.Bahwa aku ada di belakang semuanya.Ia tahu aku yang suruh orang sabotase pesawatnya,ia juga tahu pernikahannya dengan Evi adalah rekayasaku untuk merebut hartanya.Penyerangan usai pesta tidak meninggalkan bukti tapi ia tahu itu juga orang suruhanku.Lebih parah lagi usahaku menculik Evi di RS pun ia tahu kalo dokter itu adalah aku.Aku kenal betul Irwan.Ia pasti tak akan menuduh sembarangan.Ia selalu akurat dan penuh pemikiran dalam tiap tindakannya.Ia pasti telah menyelidikiku.Gawat!Jika ia membawa perkara ini ke pihak berwajib aku bisa dipenjara.Tidak!!Aku tak mau mendekam di penjara!!Tapi aku juga tak mau Evi menjadi milik Irwan!Sial!!!Kenapa sih tuh anak selalu memiliki semua yang kuinginkan?Mengapa???'
        Danang melempar gelas di tangannya ke dinding.Pyaar!!!
Danang :"Aku benci kau Irwan!!Kau mengambil semuanya dariku.Kasih sayang Mama,bisnis,harta warisan,dan cinta Evi.Sejak kau lahir,Mama terbagi perhatiannya.Andai saja aku adalah putra Papa Sutedja pasti jabatan Presdir akan menjadi milikku.Sejak muda aku sudah memimpikan duduk di kursi Presdir.Tapi apa?Tetap saja Irwan yang jauh lebih muda dariku yang jadi penerus bisnis Sutedja.Hanya karena ia anak kandung Papa Sutedja.Walau aku tetap dapat bagian tapi tetap tak sebesar bagian Irwan.Perintah Irwan selalu menjadi komando utama.Semua karyawan hormat padanya.Apa saja yang ia lakukan pasti berhasil.Selalu dapat penghargaan.Sutedja Enterprise makin berkembang di tangan Irwan.Kekayaannya semakin bertambah.Aku benci kau Irwan!!!"
       Danang merebahkan dirinya di tempat tidur.Namun ia malah makin kesal karena ingat saat ia masuk ke kamar tamu tadi pagi.
Danang :'Kupikir tak apalah yang lain gagal tapi tidak cintaku juga.Belum pernah aku menyukai wanita seperti aku menyukai Evi.Aku tak tahu apa ini cinta atau bukan yang pasti aku benci melihat rona bahagia di wajah Irwan tiap bersama Evi.Mengapa di dalam bercinta pun aku kalah?
Padahal aku yang menemukan Evi,aku yang memilih dia diantara sekian banyak wanita untuk menjadi isteri palsu Irwan,aku juga yang menikah dengannya di Masamba,harusnya aku lebih punya kesempatan mendapat cinta Evi tapi apa jadinya....Bukannya memilihku,Evi malah memilih Irwan..Kusuruh menjauhi Irwan malah makin lengket kayak perangko...kuajak pergi malah ngancam bunuh diri....kucoba culik malah melarikan diri...dan kemarin...
kusuruh pura2 jadi isterinya Irwan malah jadi isterinya beneran...Sial!!!Lagi2 Irwan menang!!'
         Danang melempar semua bantal ke lantai.
Danang :'Untuk saat ini aku tidak akan melakukan apapun.Kartuku sudah kebuka semua.Aku yakin Irwan takkan mencemarkan nama keluarga dengan melaporkanku ke polisi.Ia sayang banget sama Mama.Tak mungkin ia membuat Mama sedih.Aku akan mencari saat yang tepat untuk merebut kembali semuanya terutama Evi.TUNGGU SAJA!!'
Danang menyeringai licik.Kira2 mau bikin ulah apa lagi tuh ksatria Banyuwangi?...Udah jangan diganggu tuh.Biar cooling down dulu ntar remuk tuh kamar!Mending cek our fave couple aja ...

Kamar Irwan....
         Irwan mengajari Evi memakai Hp barunya untuk mencari referensi di internet.Karena masih lebam2,Irwan berbaring sambil bersandar pada beberapa tumpuk bantal.Evi tentu saja ada dalam dekapannya.
Irwan :"Nih lihat!Klik aja di sini..tuh gambar aneka model gaun pengantin...kamu suka yang gimana?"
Evi :"Wah hebat ya....zaman sekarang benar2 canggih ya...ga perlu ke toko tapi tinggal klik aja pakai hp udah kayak pergi ke toko..."
Irwan :"Kita nanti pakaiannya model internasional apa kedaerahan?"
Evi :"Sejak dulu aku ingin jadi kayak putri dongeng gitu.Pakaiannya bagus gitu...terus pangerannya tampan dan gagah gitu....kayak kamu he he...Sayangnya...."
         Irwan memandang isterinya dengan dahi berkerut.
Irwan :"..kok ga dilanjutin?"
Evi :"Sayangnya Pangeran yang jadi suamiku ternyata Pangeran...Julit!hi..hi"
Irwan :"Mmh...mulai ya?Masih mau babak tambahan?"
Evi :"Nyerah deh kalo gini....Menurutku kamu bakal keren banget kalo pakai hitam.Seperti Tuxedo Bertopeng....kamu Mamuru aku sailormoonnya he he..Dengan kekuatan bulan akan menghukummu!"
        Irwan geleng2 kepala melihat Evi malah beraksi jadi tokoh animasi Jepang.
Irwan :"Aku setuju pakai hitam...kalo kamu saranku sih jangan yang terbuka...aku ga mau kamu berpakaian terbuka karena kamu itu cuma milik aku...hanya kalo berduaan denganku boleh pakaiannya terbuka....he he"
Evi mencubit lengan Irwan.
Evi :"Dasar Pangeran Julit...ngeres melulu pikirannya...Nih dapat hukuman dari Princess Elsa,hukuman cubit!"
         Irwan mengaduh kesakitan dicubiti Evi.
Irwan :"Auww!!Auww!Aduh!..Sudah!Ga julit lagi!!Sudah lebam2 masih saja disiksa...Teganya..teganya..."
Evi :"Oh ya ampun..kasihan....cup..cup...Sayang..."
         Irwan meletakkan kepalanya di pangkuan Evi.
Irwan :"Ini bagus modelnya....ga terlalu open tapi anggun.Gimana?"
Evi :"Tapi kok ga ada lengannya?Ga suka...aku mau yang ada lengannya...Ah kayak ini aja...aksesoriesnya bagus,kayak pakai bunga gitu..."
Irwan :"Ga...ribet itu ntar malah kesrimpet2...yang simple aja...Atau kita lihat koleksi kak Igun aja gimana?Sekalian aku pingin ajak kamu ke suatu tempat.Sudah lama aku pingin ajak kamu ke sana."
Evi :"Ke mana?"
Irwan :"Ada deh.Rahasia dong!"
Evi manyun gitu.
Evi :"Katanya harus saling jujur?Ga boleh rahasia2an...."
        Irwanpun duduk di ranjang dan memandang Evi.
Irwan :"Aku mau ajak kau ke makam Ayah aku.Katane kamu pingin ke sana...Tapi biar lebam2nya agak mendingan dulu ya?"
Evi :"Bener kita mau ke makam Ayahmu?Makasih sayang!"
        Irwan terkesima saat Evi memeluknya dengan bahagia.
Irwan :"Baru diajak ke makam aja udah kasih pelukan gimana kalo diajak bulan madu ya?"
Evi :"Bulan madu?Beneran?Ga julit nih?"
Irwan :"Masak Irwan Sutedja bohongan....Malah aku mau ajak kamu ke luar negeri.Kamu mau Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah,Afrika atau Australia?"
Evi :"Aku belum pernah keluar negeri jadi ke Asia aja deh.Yang deket dengan negara kita dulu."
Irwan :"Aku setuju.Aku ingin mengunjungi satu tempat wisata di China.Kamu pernah denger Great Wall?"
Evi :"Tembok besar itu ya?"
Irwan :"Iya.Aku pernah diajak Ayah ke sana waktu kecil.Bagus sekali.Aku ingat Ayah bilang kalo beliau ingin aku jadi seperti tembok itu,jadi pelindung keluarga,menjaga keutuhan keluarga,dan menjadi figur yang kuat bagi semua yang ada dalam tanggung jawabku.Aku suka sekali tempat itu."
Evi :"Jadi penasaran...kalo aku ingin coba kimononya orang Jepang...he he ...terus coba masakan Jepang....aku suka lihat Oshin,bagus banget deh kayaknya Jepang itu..."
Irwan :"Kamu ga ingin ke Korea Selatan?Pemandangannya bagus banget...apalagi pulau Jeju...indah banget...Tahu sendiri Korea Selatan kan terkenal dengan melodramanya yang romantis kayak kita he he.."
Evi :"Kemana aja deh yang penting ada kamu di sisiku.Ke kutubpun aku ikut.Ke gurun aku turut.Bagaikan bulan dan bintang tak terpisahkan."
      
Irwan :"Habis itu kita mampir Hongkong dan Singapore buat belanja.Setuju tidak?"
Evi :"Berarti lama dong bulan madunya?Berapa negara tuh?Tapi gpp ding aku malah seneng deket kamu terus.he he"
Irwan :"Akhirnya ngaku juga...ternyata ga cuma aku yang ngeres..he..he.Semoga pulang dari honey moon kita cepet dapat baby.Aku ingin sekali dipanggil Papa."
Evi :"Amin.Moga Ayahmu merestui kita sehingga kita cepet dapat momongan."
Irwan :"Kita cicil aja dari sekarang..."
Evi :"Maksudnya?"
Irwan :"Ya bulan madunya dong....he he.."
Evi :"Dasar Irwan juliiiit!!"
Wah mereka kejar2an lagi tuh.Bener2 masa kecil kurang bahagia kayaknya....
        Persiapan pernikahan terus dilakukan.Irwan handle perusahaan dari rumah.Albi sama Benigno yang wira-wiri.Lebam2 di muka Irwan sudah banyak berkurang,Irwanpun memenuhi janjinya pada Evi pergi berziarah ke makam Ayah Irwan.Konglomerat Sutedja (RIP).
[Apaan RIP?...Rest In Peace alias almarhum....Ooo.Kupikir mata uang baru...Gubrakkk]
        Evi sangat terharu diajak ke sana.Inul dan keluarga Evi juga ikut.Makamnya mewah.Makhlum level milyarder.
Inul :'Mas,aku ke sini bawa menantu kita.Juga besan kita.Namanya Evi Mas,isterinya Irwan.Anakmu.Kesayanganmu.Irwan sudah dewasa sekarang.Mirip banget sama kamu.Cara ngomongnya,tatapan matanya,gayanya,cara jalannya bahkan wibawanya.Bener2 persis kamu,Mas.Kau pasti bangga kalo lihat dia.Sudah ganteng,gagah,sukses lagi.Bisnismu makin maju dipegang Irwan.Restui mereka.Mereka mau mengadakan resepsi pernikahan.Habis itu mau bulan madu tour Asia.Restui biar cepet dapat momongan,biar langgeng pernikahannya dan dilindungi dari marabahaya.'
        Evi melihat Irwan berlutut di pusara Ayahnya.Iapun mengikutinya.Irwan menggenggam jemarinya erat2 dan berkaca2.
Irwan :"Ayah,ini Irwan datang.Irwan bawa menantu Ayah.Wanita yang Irwan cintai setulus hati.Wanita yang Irwan yakini akan jadi penolong buat Irwan,akan jadi ibu yang baik bagi cucu2 Ayah kelak,juga akan bantu Irwan jaga Mama.Namanya Evi,ia dari Masamba,Ayah,...Irwan minta restu dari Ayah untuk pernikahan Irwan dan Evi beberapa hari lagi.Restui kami supaya tak ada yang menghancurkan rumah tangga kami.Supaya kami senantiasa bersatu baik dalam suka maupun duka.Irwan dan Evi sayang sama Ayah."
         Evi berkaca2 mendengar ucapan Irwan.
Evi :'Ayah Mertua,Ini Evi,menantu Ayah.Maaf sebelumnya karena baru kali ini Evi ke sini.Pernikahan kami memang tidak seperti orang kebanyakan,pernikahan kami penuh tabir kepalsuan.Tapi dari situlah Evi menemukan cinta sejati Evi yaitu putra Ayah,Irwan.Terima kasih Ayah sudah menghadirkan Irwan ke dunia ini.Evi sangat mencintai Irwan.Evi juga sayang sama Mama.Mohon restui pernikahan Evi dan Irwan ya Ayah.Jauhkan dari siasat jahat orang.Biar kami selalu satu dan hidup bahagia dan dikaruniai anak2 yang indah.'
Merekapun menaburkan bunga.Irwan sangat terharu melihat Evi begitu menghargai ayahnya.Cintanya semakin dalam pada Evi.***.see you next eps***

Eps 58 ♡||♥Tabir Kepalsuan : The smell of Your Garment

         Still in the tombs....
        Evi bangga memiliki suami seperti Irwan.Suami yang berbakti pada orang tua.Suami yang menghargai leluhurnya.Hatinya makin terpaut pada suaminya itu.
Irwan melihat isterinya melamun sampai Evi tidak menyadari ada kupu2 yang hinggap di pundaknya.
Irwan :"Ayahku menyukaimu.Ia merestui kita."
Evi :"Bagaimana kau tahu?"
Irwan :"Ayahku sangat suka kupu2.Beliau bilang kunci suksesnya dalam bisnis didapatnya dari melihat kupu2."
Evi :"Kok bisa?"
Irwan :"Banyak orang menyukai kupu2,tentu saja kupu2 kan indah,bisa terbang,aneka warna dan memperindah taman.Tapi bila dilihat ke belakang,siapa itu kupu2.Dia cuma ulat,kadang malah berbulu,gatal,dijijiki orang,dihindari orang bahkan tak jarang dibasmi karena dianggap hama.Mengapa dari ulat yang begitu dusingkiri orang bisa berubah menjadi kupu2 yang disukai orang?"
Evi :"Mereka kan melewati proses di dalam kepompong."
Irwan :"Kau benar.Mereka sabar berada dalam kepompong,di dalam tempat yang ga enak,gelap,sempit,tertutup dan terbatas ruang geraknya.Banyak orang ingin sukses dan terbang tinggi tapi mereka tak tahan uji.Mereka mengeluh,malas,berontak,bahkan lari dari kenyataan dengan bunuh diri.Coba mereka belajar sabar,tabah,tekun dan setia pasti kesuksesan akan mereka raih.Mungkin saat ini kita bukan siapa2,atau malah sampah masyarakat tapi lewatilah proses itu dengan tabah dan ikhlas maka hal2 yang indah akan datang dalam hidup kita.Akan tiba saatnya kita menjadi kupu2."
Evi :" Wow....Ayahmu sangat bijaksana ya.Tapi kok kamu tiba2 bicara tentang kupu2?"
Irwan :"Tadi ada kupu2 di pundakmu.Kurasa itu pertanda bahwa Ayahku menyukaimu.Ayah merestui kita."
        Irwan memeluk Evi dengan berkaca2.Inulpun berpikiran yang sama mengenai kejadian tersebut.
Usai berziarah,mereka tak lupa memberi balas jasa kepada penjaga makam dan keluarganya.Habis itu mereka menuju ke Rumah Mode Ivan Gunawan.
Ivan :"Wah wah!Rombongan nih !Igun sudah siapkan semuanya.Mari2 silakan lihat2 dulu!"
Igun menyuruh anak buahnya untuk melayani keluarga Evi.Inul membantu Evi memilih gaun pengantin yang cocok.
Evi :"Evi rasa yang ini bagus Ma.Lihat ini!Bagus kan ?"
Inul :"Simple tapi elegan.Yakin tidak ingin membuat rancangan baru saja?"
Evi :"Ini sudah bagus Ma.Kalo buat baru makan waktu lagi.Evi suka yang ini saja.Coba Evi tanya Irwan dulu ya Ma?"
       Baru saja Evi mau mencari Irwan eh yang dicari dah meluk dia dari belakang.
Irwan :"Cari aku ya?Kangen ya?"
Evi :"Ihhh..Irwan julit deh!Ini mau nanya kamu setuju ga aku pakai gaun ini?Aku sih suka modelnya.Sederhana tapi anggun ...gimana?"
Irwan :"Bagus sih cuma punggungnya agak terbuka ya..Dibenahin dikit gimana ,dikasih apa gitu biar lebih tertutup tapi tetap modis."
Ivan :"Iye...bisa diatur itu.Ntar bisa ditambahi kok jadinya ga kebuka banget gitu.Pak Presdir posesif juga ternyata he he..."
Irwan :"Harus itu Kak Igun.Namanya juga cinta."
        Evi dan Irwan sudah fix bajunya.Irwan tuxedo hitam.Evi gaun putih panjang ga terlalu banyak pernik.Rasanya seperti berjalan diatas deburan ombak kalo pakai itu.
Berita pernikahan Irwan jadi bahan berita dimana2.Tak terkecuali di kantor Danang.Para karyawati membicarakannya.Mereka baru bubar saat melihat Danang datang.Danang lalu memasuki ruangannya.Ika menyambutnya dengan senyum manisnya.
Ika :"Selamat siang Pak.Tumben Bapak datangnya sesiang ini.Habis cari baju ya Pak buat pernikahan Pak Irwan nanti ya?"
Danang kaget mendengarnya.Irwan mau menikah?
Danang :"Maksudmu?"
Ika :"Lho Bapak masak tidak tahun kalo Pak Irwan mau menikah dengan Bu Evi secara besar2an.Tinggal 3 hari lagi lho Pak.Pestanya bakal diliput live oleh stasiun tv terkemuka.Baju pengantin hasil rancangan designer kondang Ivan Gunawan.Lokasi pesta juga di hotel terkemuka di Jakarta.Memang sih ga sembarang orang bisa masuk,hanya tamu undangan dan saya dengar pengamanannya sangat ketat.Bapak datang dengan kekasih pastinya,ya kan Pak?"
        Danang malah sibuk dengan pikirannya sendiri mendengar penuturan Ika.
Danang:'Irwan benar2 serius mencintai Evi.Ia sampai menikah ulang demi sahnya status pernikahan mereka.Sial!!Sekali lagi ia selangkah di depanku.Pantas Mama terus coba hubungi aku.Kali ini aku mengaku kalah,aku akan menanti saat yang tepat,pasti suatu saat nanti Irwan akan lengah juga.Sesekali memang ada saatnya untuk merugi.Aku tidak akan datang di pesta itu.Biarin saja!'
Ika :"Pak?Pak Danang?Bapak baik2 saja?"
Danang :"Oh maaf kamu bilang apa?"
Ika :"Bapak akan datang dengan kekasihnya nanti?"
Danang :"Saya tidak punya kekasih.Perempuan itu susah dimengerti jalan pikirannya.Mana file yang saya minta kemarin?"
Ika :"Sebentar saya ambilkan Pak."
        Ika berjalan menuju mejanya,kata2 Danang barusan seakan menyiratkan kekecewaan pada seseorang yang pernah dia cintai.Atau mungkin malah masih dicintai?
Ika :'Siapa perempuan yang ia maksud itu?Kenapa aku jadi cemburu ya?Kayaknya berarti banget tuh cewek di hati Pak Danang...jadi bete nih...Apa perempuan itu adalah isteri Pak Irwan?Kulihat pas makan siang di rumahnya dulu Pak Danang perhatian gitu ama Bu Evi.Apa karena itu ia berkelahi dengan Pak Irwan?Rupanya ada cinta segitiga ya....Kalo benar wanita yang ia maksud adalah Bu Evi maka aku ga perlu putus asa karena dihati Bu Evi cuma ada Pak Irwan.Aku bisa lihat itu.Aku harus semangat.Ika semangat!'
Ika sibuk memotivasi dirinya sendiri.Bagaimana dengan Evi?
        Evi memasuki masa karantina.Ga boleh ketemu apalagi tidur satu kamar dengan Irwan.Irwan protes bahkan demo he he...
Irwan :"Ma!!Ini itu pernikahan ulang masa aturannya sama kayak biasanya?Biarin Evi sama Irwan,Ma....please Ma!!Irwan dah biasa ada Evi di samping Irwan,Ma!Mama!!"
Inul melepaskan pegangan Irwan pada Evi.Tapi bukannya lepas malah makin kuat saja.Inulpun memanggil bala kurawa he he.Siapa tuh?
Inul:"Aty!!Benigno !!Bantuin nih!!Rizky bantu pegang kakakmu!!Irwan kuat banget nih!!"
Evi :"Ma,kenapa sih Evi harus dipisahin dari Irwan?Evi kan sudah jadi isteri Irwan,Ma?Masak ga boleh tidur di kamar Irwan?Sampai kapan Ma?"
         Benigno segera menjauhkan Irwan dari Evi.Aty juga ikut menjauhkan Evi dari Irwan.Tarik tambang deh...
Akhirnya lepas juga pegangan tangan Irwan dan Evi.Wah adegannya kayak di White Snake Legend itu lho,atau kayak di Return of the Condor Heroes he he...Irwan dipegangi oleh Benigno dan Inul.Bahkan beberapa satpam.Kuat amat sih Irwan?Oh iya bisa bela diri kan...Cucok!!
Evi dipegangi Rizky sama Aty.Ayah Hamdan cuma senyum2 melihat puterinya begitu sedih dipisahkan dari suaminya.
Ayah Hamdan :"Evi,ini cuma sementara,cuma pura2,ga pisah beneran,Putriku...Cuma 1 malam aja.Besok kan kalian menikah jadi khusus malam ini kalian harus dipingit.Belajar sabar ya..."
Evi memandangi Irwan yang dijauhkan darinya dengan mata berkaca2.Irwan sendiri tak jauh beda.
Evi :"Irwan....Irwan...."
Irwan :"Eviku...Eviiii...."
Ini baru pura2 pisah gimana nanti kalo terpisah beneran ya?...
        /Tanpa dirimu ku bagai perahu kayu yang terombang ambing ditengah laut biru...Lajuku hilang terhempas arus gelombang karna kini kau tak di sisiku sayang..../
Evi dibawa ke ruang tamu.Irwan dibawa ke kamarnya.Keduanya ga boleh keluar kamar.Semua makanan dikirim ke dalam kamar.
Irwan mondar-mandir di kamarnya.Tiba2 ia punya ide.Semoga bukan ide yang ga2....ha ha
Diambilnya Hp dan dihubunginya Evi lewat Hp.
        Evi di kamar tamu menangis sambil memakai kemeja Irwan.Ia minta Aty mengambilkan baju Irwan sebagai pengobat kangen.Bau tubuh Irwan yang menempel di baju tersebut membuat Evi merasa Irwan disisinya.
Itu baju bersih apa baju kotor ya?Jangan2 baju Irwan yang mau dicuci nih....
        Evi kaget denger Hpnya bunyi.Lagi gundah gulana gelisah galau and gegana gini kok ya ada aja yang ngebel sih?Diangkat dulu ....
Evi kaget melihat nama yang tertera di layar.
Evi :"Halo?"
Irwan :"Halo Sayang....kangen suaraku tidak?"
Evi :"Kangen banget...saking kangennya aku sampai pakai bajumu...Ga tahu nih kak Aty yang ambilin...bau mu di baju ini hmmm....bikin makin pingin ketemu..."
Irwan :"Foto dong kirim ke aku.Aku juga mau kangen banget...aku sebel sama Mama pakai acara misahin kita....Aku ga mau ngomong sama Mama,sama Om Ben juga....kesel pokoknya...."
Evi :"Wah kok Pak Presdir ngambek....tapi aku juga heran ide dari mana sih kayak ginian...buang sial apa gitu katane...Semoga bisa buang sial beneran...ok aku selfi dulu ya ntar kukirim.Kamu juga selfi ya...senyum yang manis...jangan cemberut terus ya..."
        Merekapun bertukar foto selfi.Pose duduk,berdiri,senyum,manyun,ketawa,tidur,aneka macem deh...Entah habis pulsa berapa tuh.Belum kuota data he he...
Irwan :"Ga enak tidur sendirian gini...Biasanya ada kamu aku julitin...he he...Ada kamu bisa aku peluk...Ada kamu bisa main kejar2an...sekarang bingung jadi linglung....malas ngerjain kerjaan kantor ga konsent....pingin cepet besok....bisa lihat kamu."[di trans 7 he he...]
Evi :"Sama ....biasanya bisa meluk kamu...nyubitin kamu...ngacak2 rambut kamu...bisa nyuapi kamu....lihat kamu....nyanyi buat kamu....di kamar ini jadi ingat malam pertama he he....makin pingin ketemu kamu...pingin cepet besok...."
        ****see you next eps****

Eps 59 °♥•Tabir Kepalsuan : Find My Beloved

        Bila Evi dan Irwan sibuk foto selfi,maka di ruang keluarga tampak Inul sedang berbincang2 dengan Benigno.Inul tahu betapa dekatnya adiknya itu dengan Irwan.Saat ia menanyai Irwan perihal pertengkarannya dengan Danang jawaban Irwan cuma mereka ada salah paham saja.Tapi ia tidak percaya karena sejak peristiwa itu Danang tak pernah pulang.Hpnya sering ga aktif.Anak itu memang jago ngilang.
Benigno :"Seneng ya kak lihat Irwan sudah ketemu dengan soulmatenya.Irwan itu culun banget ternyata soal cinta.Lihat aja tadi kayak mau diapain gitu dipisahin sebentar aja dari Evi.Pakai aksi bungkam lagi ke kita.Irwan...Irwan...Cinta itu bisa bikin orang sewibawa Irwan jadi culun habis."
Inul :"Itu belum apa2 Ben,Irwan itu kan dulunya maniak kerja tuh eh begitu ada Evi kamu tahu ga tiap jam makan siang selalu pulang,ujung2nya ya berduaan ama Evi di kamar.Seringnya ga balik lagi ke kantor.Dulu aja harus diingetin supaya jangan pulang malam2 eh sekarang siang aja dah pulang.Bisa kayak gitu ya?Emang waktu kamu ketemu pertama kali sama Irwan di Masamba apa mereka sudah lengket gitu?"
Benigno :"Ya agak beda dong kak Irwan kan amnesia waktu itu.Memang kenapa kak?"
Inul :"Aku hanya ingin tahu kenapa Danang dan Irwan sampai berkelahi dulu itu.Danang datang ga ya nanti ke resepsi?Aku harap dia datang jadi ga jadi bahan pembicaraan di media nantinya.Aku heran sama Danang selalu saja menyukai apa yang Irwan miliki.Dulu waktu kecil,mainan Irwan selalu direbut,Irwan paling cuma nangis terus lari nyari aku atau Ayahnya.Aku berkali2 bilangin Danang tetep aja gitu.Irwan akhirnya malah yang sering mengalah.kemarin itu pas mereka ribut itu aku lihat ekspresi Irwan dan Danang juga kayak rebutan sesuatu tapi kali ini Irwan ngotot dan tak mau mengalah.Aku sempat denger mereka sebut2 nama Evi.Apa mungkin Danang juga cinta sama Evi?Kenapa sih Danang kayak kagak ada perempuan lain aja,kan masih banyak wanita di dunia ini.Ika itu juga baik anaknya.Selalu saja mengusik milik Irwan.Coba deh kuhubungi lagi tuh anak siapa tahu aktif."
        Inul mencoba menghubungi Danang.Danang yang sedang di apartemennya akhirnya mau juga menerimanya.
Danang :"Ya Ma?Ada apa?"
Inul :"Kamu tuh ya ga kasihan sama Mama.Diangkat gitu kalo ditelpon Mama."
Danang :"Lha ini sudah."
Inul :"Susah ngomong sama kamu tuh.Kamu di mana?Masih di Jakarta kan?"
Danang :"Di apartemen,Ma.Pinginnya sih pergi ke luar pulau gitu tapi sibuk beresin kantor."
Inul :"Kok malah pingin keluar pulau sih?Adikmu kan besok nikah,disiarkan live lagi.Kamu datang kan?Kamu kan anggota keluarga mempelai pria masak ga datang sih.Apa kata dunia?"
Danang :"Males tuh Ma.Yang nikah kan Irwan Ma bukan Danang.Biarin aja media mau bikin berita kayak apa yang pasti aku ga mau datang."
Inul :"Kamu kenapa sih kok gitu?Kamu beneran suka sama Evi ya?Dewasa dikit dong sayang Evi itu milik Irwan.Evi itu bukan mainan yang bisa diperebutkan.Evi itu punya perasaan dan hak untuk memilih.Hargai keputusan Evi.Dia sudah milih Irwan.Jadi kamu harus berjiwa besar dong,Mama yakin kamu akan menemukan soulmatemu juga kelak.Masih banyak wanita di dunia ini yang mungkin malah lebih cantik dan lebih menarik dari Evi."
Danang :"Mmhhh..."
Inul :"Jadi besok datang ya?Sebentar juga gpp.Yang penting dah hadir.Please....Mama mohon sayang...Demi Mama please..."
Danang :"Sebentar aja ya....malas kalo lama2..."
Inul :"Iya bentar aja gpp,janji datang ya?"
Danang :"Iye...hanya karena Mama nih...."
Inul :"Makasih sayang.Kamu ajak aja Ika tuh nemeni kamu...Kelihatannya dia baik."
Danang :"Ya...nanti Danang hubungi dia.Udah ya Ma,Danang ngantuk nih."
Inul :"Ok,met tidur ya sayang.Love you."
Danang :"Malam Ma.Bye."
        Danang lalu menghubungi Ika untuk menemani dia besok.Tentu saja Ika berbunga2.Pucuk dicinta ulam tiba.Danang mondar mandir berpikir,sepertinya sih punya rancangan jahat lagi nih.
Danang :"Kalo aku datang harus untung dong aku...bikin kacau gitu...gimana caranya...kalau acaranya kacau pasti banyak yang lihat tuh kan disiarin live...nama Irwan pasti tercemar...dan Evi pasti disalahkan atau merasa bersalah....good ending...Ahh dulu kan aku nikah ama Evi karena aku janji melunasi hutang ayahnya...ada teken aku sama si rentenir itu...tanda tangan Irwan pula he he...aku akan minta rentenir itu datang bawa bukti2nya dan buat pengakuan di media besok biar Irwan kehilangan muka di depan media dan tamu undangan.Rentenir itu pasti mau, buat dia uang kan segalanya.ha ha ha.Irwan ...bersiaplah besok!!"
         Dasar Danang tetap aja ga kapok.Danang lalu menghubungi rentenir di Masamba itu,kesepakatanpun terjadi.Besok rentenir itu akan terbang ke Jakarta pagi2.
Malam semakin larut.Besok adalah hari penting.Irwan sudah pulas sambil memegang hp di tangannya.Evi mendendangkan lagu penghantar tidur untuknya.Evi sendiri lalu tidur tentu saja dengan kemejanya Irwan.
Evi :'Semoga besok lancar,ga ada halangan dan pernikahanku benar2 sah.Tidak diselimuti lagi oleh tabir kepalsuan.Ku mohon ya Tuhan....lindungi kami besok.Amin'
Hari H....the wedding day....
        Di kamar terpisah kedua mempelai dipersiapkan.Ivan Gunawan dan team sudah datang pagi2.Danangpun bersiap dengan rencananya.Saking semangatnya Danang sampai ia jemput Ika lebih awal.Gimana nanti ya?Kacaukah atau malah fine2 aja?***see you next ***

Eps 60 ●● Tabir Kepalsuan : What A Day

             Evi melihat ke cermin di depannya.Rasanya bayangan yang terpantul bukan dirinya.Evi yang ia tahu itu cuma gadis kampung yang lugu,yang jangankan mikir dandan mikir makan aja susah.Tapi di cermin itu adalah Evi yang telah berubah.Evi yang cantik,pakai make up,disanggul jelita,tapi yang paling terindah adalah sinar bahagia yang terpancar dari wajahnya.Rasanya masih tak percaya bahwa impiannya menjadi putri dongeng akan terwujud.Di era modern seperti ini ia serasa bak menjadi cinderella.Siapa mengira seorang penjaga toko di daerah nun jauh disana di Sulawesi Selatan akan menjadi ratu hati seorang Milyarder Muda 5T.
         Rasanya bagai mimpi saja,ia kini bukan Evi Masamba tapi isteri Milyarder.Kok bisa sih?Jangan2 cuma khayalan....
Ayah Hamdan :"Evi..."
Ayah Hamdan menyadarkan Evi dari lamunannya.Evi berkaca2 melihat ayahnya.Ia ingat bagaimana susahnya mereka hidup di Masamba.Terlilit hutang hingga ia harus putus sekolah.Makan ala kadarnya.Tapi kini,makanan berlimpah,rumah mewah,pakaian buatan designer kondang,kemana2 naik mobil,dan masih banyak yang lain.
          Evi memeluk sang ayah.Hatinya lega karena kini ayah dan adiknya akan terpelihara dengan baik.Irwan menyayangi mereka seperti keluarganya sendiri.Ia akan menyekolahkan Rizky di Jakarta.Ayah Hamdan juga akan dicarikan kesibukan sesuai minat dan hobbynya.
Ayah Hamdan:"Kenapa kau menangis Putriku?Ini hari bahagia...hari yang kau tunggu2...."
Evi :"Evi ingat dulu Ayah,kita dulu selalu dihina,dipandang sebelah mata oleh orang...semua karena kita begitu miskin....tapi kini...katakan pada Evi,Ayah...katakan bahwa Evi sedang tidak bermimpi...Karena kalo benar Evi sedang bermimpi,Evi tidak mau bangun Ayah...tidak mau..."
Ayah Hamdan :"Kau tak perlu cemas,ini semua nyata....bukan mimpi..."
Evi :"Benar?...gaun indah ini nyata?....pernikahan ini nyata?....Irwan juga nyata?...."
Ayah Hamdan :"Tentu sayang...Suamimu itu nyata....dia sudah menunggumu.Acara akan segera mulai.Para tamu sudah berdatangan.Kamera di mana2.Pernikahanmu ini sangat megah Putriku.Tersirat jelas betapa besarnya cinta Irwan padamu.Hapus air matamu,tersenyum buat suamimu.Tak henti2nya ia menanyakanmu.Ia tampan sekali.Dan kaupun juga cantik.Kalian serasi sekali."
Tiba2 Rizky masuk sambil menunjukkan foto di hpnya.
Rizky :"Kak!Tahu ga ?Acara pernikahan kakak ini dipandu oleh host2 kondang lho kak!Ada Rina Nose,Irfan Hakim,Andika Pratama,dan Ramzi kak....Aku minta foto tadi..lihat nih keren kan?...Setiap mereka didampingi pasangan mereka kak...wah seru banget kak!Ada yang di depan dekat pintu masuk...ada yang di panggung utama...ada yang di antara para tamu....katanya nanti pas kakak ditemukan dengan kak Irwan diiringi lagu' Pertemuan' ya?Kalian akan bernyanyi bersahutan ya...romantis banget..."
Evi :"Itu idenya Irwan...katanya dia dapat ide itu pas di RS.Pas aku ditusuk dulu."
Rizky :"Kak Irwan romantis amat sih...jadi ngefans deh...."
Ivan :"Sudah ngobrolnya disambung lagi nanti ya...sekarang ayo bersiap...Evi nanti kamu dari sebelah sana terus Irwan di ujung seberangnya...nanti kalian ketemu di tengah.Nah baru deh ketemu...habis itu acara sungkem...lalu teken nikah diliput media....dan dihadiri oleh para saksi dari jajaran pejabat penting...potong kue pengantin...nyanyi lagu duet mempelai'Dasi dan Gincu '....kesan dan pesan para tamu...persembahan lagu2....foto2...baru ucapan terima kasih dari mempelai.Habis itu kalian akan menikmati malam pengantin dikamar Presiden Suite di hotel ini.Besoknya baru terbang bulan madu ke 5 negara Asia.Wah...sukses ya belah durennya...."
Rizky :"Yeahh...Kak Igun ketinggalan berita hot news...mereka dah malam pengantin di rumah...di kamar tamu pula....he he"
Evi segera mencubit Rizky.Mereka malah kejar2an gitu.
Evi :"Rizky usil amat sih....awas ya!"
Ivan :"Jadi...bukan belah duren dong malam nanti...."
Rizky :"Bukan tapi belah semangka....soalnya kak Evi sudah jinak...ha ha..ga berduri lagi..."
Evi :"Rizky !!Ngeselin banget deh....!Sini kamu!"
Rizky :"Kak Irwan tolong...!!"
        Mendengar nama Irwan disebut Evi langsung berhenti mengejar Rizky dan menengok ke arah pintu masuk.
Rizky cekikikan melihat kakaknya berhasil ia kerjai.
Rizky :"Ha ha ha...kena deh!!Baru disebut namanya sudah salting...gimana kalo ketemu beneran....Cie...cie..yang lagi kasmaran berat....ai..ai.."
Ivan :"Sudah main2nya ...ayo segera bersiap.!"
Evi melihat sekali lagi ke cermin.Sudah tiba saatnya.Saat paling mendebarkan....Ia sudah tak sabar ingin melihat Irwan.Mereka tadi berangkat terpisah.Hatinya sudah sangat rindu.
Mari kita lihat mempelai prianya....
         Dengan setelan tuxedo hitam nan elegan tampak Irwan melihat ke arah jam tangan terus.Ia sudah kering menunggu acara segera dimulai.Benigno masuk sambil memperlihatkan cincin batu akik di tangannya.
Benigno :"Lihat!!Bagus kan pilihanku?Irwan dapat ide dari mana jadiin cincin batu akik sebagai suvenir?Boleh milih lagi?Keren!!Aneka warna,aneka bentuk dan aneka ukuran.Untuk anak2 juga ada.Hebat!!"
Inul :"Iya,respon para tamu sangat bagus lho!Malah ada yang mau pesan banyak katanya...Bisa jadi peluang bisnis lho.Anak Mama memang hebat!"
Irwan :"Idenya Evi Ma...Dia bilang kalo di Masamba itu lagi booming...jadi kubuat etalase didepan...setiap tamu boleh milih...pelayannya juga banyak...para karyawan aku semua...jadi para tamu ga akan nunggu lama.Waktu milih juga dibatasi biar ga antri.Mama pilih warna apa?"
Inul :"Warna hijau lumut...bagus kan?"
Benigno :"Rating siaran live nya juga tinggi lho.Wah kayaknya bakal jadi trending topik lagi nih."
Irwan :"Om pastikan semua aman ya,Irwan ga mau acara ini sampai kacau.Om mengerti kan maksud Irwan?"
        Benigno manggut2.Irwan memang sudah wanti2 soal pengamanan terutama terhadap Danang.Bila ada yang mencurigakan harus segera di amankan.Bahkan khusus mempelai dan keluarga dikawal khusus oleh team bodyguard.Beberapa bodyguard juga menyamar sebagai tamu.tersebar di berbagai titik dan selalu melaporkan situasi di posnya masing2.
Irwan :"Sudah jam segini Om,kapan mulainya?Irwan sudah ga sabar nih pingin lihat Evi.Kangen nih...."
Inul :"Sabar ...lagian kan kalian itu baru kepisah sehari ...udah lebay gitu...pakai acara mogok bicara lagi"
Irwan :"Maaf ya Ma,habis Mama juga aneh sih pakai misahin kita lagi.Irwan kan jadi bete Ma."
Aty datang dengan tergopoh2,ia segera menuju ke Inul.
Aty :"Nyonya Besar!!Tuan Danang datang...saya barusan lihat pas ngecek Nyonya Muda."
Inul :"Bener?!!Sama siapa?"
Aty :"Sama non yang waktu itu makan siang... tapi bukan Non Rita"
Inul :"Pasti Ika.Akhirnya mau denger juga omongan Mamanya tuh anak!Ayo kita siap!!"
        Sebelum keluar,Irwan berbisik pada Benigno,"Jangan lupa pesan saya Om!Watch out!"
Di dekat pintu masuk.Para tamu tampak asyik memilih cincin.Mereka senang sekali kayak di mall aja bedanya kalo ini gratis karena souvenir.
Rina Nose :"Wah keren ya,...baru kali ini lho saya datang di acara pernikahan tapi tamunya tampak menikmati banget acaranya.Apalagi acara milih cincin ini...tampaknya jadi favorit nih...Iya kan Fahmi?"
Fahmi :"Bener banget itu...lihat saja cincinnya bagus2,aneka warna,aneka jenis batu juga ...berbagai ukuran pula dan anak2 juga dapat lho.Bener2 menarik minat para tamu souvenirnya."
Rina :"Kebetulan ada salah satu anggota keluarga mempelai datang nih.Ada kakak dari mempelai pria.Yuk kita tanya2."
         Danang yang lagi asyik telponan segera menutup telponnya saat lihat ia didekati oleh host.
Rina :"Wah surprise nih lihat kakak dari Mempelai pria ada di antara para tamu.Gimana nih kesannya lihat pesta semegah ini?"
Danang :"Lumayan..not bad..."
Fahmi :"Maaf ya Sebelumnya tapi apa Anda merestui pernikahan ini,kan Anda dilompati nih karena Pak Irwan nikah duluan?Padahal harusnya Anda dulu."
          Danang kesel sebenarnya ditanya begitu tapi gimana lagi harus pura2 dong.
Danang :"Ga masalah mau dilompati,saya ga peduli dengan namanya mitos.Kita baik2 aja.Oh ya maaf saya harus terima telpon dulu.Permisi."
Danang ngacir ke deket etalase dimana Ika berada.Ika masih sibuk milih cincin.Danang lalu menerima telponnya.
Danang :"Gimana ?Dah sampai mana?Jangan lupa bukti2nya,nanti kalo sampai di depan bilang aja kamu ada pesan khusus buat mempelai dan sangat penting karena kamu sudah datang jauh2 dari Masamba.Naik apa ke sini?Taxi?Iya ...aku tunggu.Cepet ya acaranya mau mulai nih."
Ika:"Gimana bagus ga?Warnanya biru tua...?Ini buat Bapak,warna merah darah...suka kan?"
Danang :"Ya saya suka merah....apalagi merah darah...ayo kita masuk."
          Merekapun masuk setelah melewati gerbang foto.Setiap tamu masuk memang harus di foto di gerbang itu.Sebenarnya itu untuk pengamanan juga.Sampai di dalam nuansa romantis sangat kentara.Foto2 prewedding mesra Evi dan Irwan terpampang di setiap sudut.
Ika permisi ke toilet pada Danang.Danang melihat ada dua red carpet ujung sana dan ujung seberangnya.Bertemu di tengah.Nuansa makin romantis dengan terdengarnya musik.
Andika Pratama :"Mohon semua hadirin berdiri menyambut kedua mempelai.Acara ini sangat spesial karena baru kali ini ada acara pertemuan mempelai dimana kedua mempelai menyanyi bersahutan.."
Irfan Hakim :"Inilah mereka dalam balutan pakaian ala internasional dan diiringi lantunan lagu 'Pertemuan'...kita sambut kedua mempelai...."
Evi :"Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan..."
          Berjalan dengan gaun putih nan indah digandeng sang sang ayah tercinta...
Irwan :"Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan..."
Tampan dalam balutan mewah tuxedo hitam Irwan melangkah menggandeng sang ibunda menuju ke arah Evi....
        Syair demi syair dilantunkan berbalasan diiringi riuh hadirin yang menyaksikan.Mesra banget.Apalagi saat mereka sudah bertemu di tengah,Irwan langsung menerima tangan Evi dari Ayah Mertua he he...
Irwan :"Tak ingin lagi berpisah..."
Evi :"Cukup sekali berpisah...."
sambil berkaca2 Irwan menggandeng Evi,"Tak ingin lagi merana....
        Evipun memandang suaminya penuh haru,akhirnya ia kembali di sisi pria yang ia cintai,"Cukup sekali merana...aa..aa.aa"
Mereka lalu berjalan ke kursi yang disediakan buat mereka di panggung.Diapit kursi buat kedua orang tua mereka.Begitu mereka duduk hadirin dipersilahkan duduk kembali.
         Irwan berbisik di telinga Evi :"Kau semakin cantik...I love you..."
Evi :" Kau makin julit saja he he...I love you too."
Andika :"Acara selanjutnya adalah sungkeman..mohon restu dari kedua orang tua..."
Ussy :"Inilah moment sakral bagi kedua mempelai.Perlu diketahui bahwa kedua mempelai sama2 kehilangan salah satu orang tua mereka...."
Irfan Hakim :"Moment ini akan diiringi lagu Muara Kasih Bunda....yang dinyanyikan oleh Erie Susan!"
        Begitulah session demi session berlangsung.Sebelum acara tanda tangan berlangsung tiba2...
Ramzi :"Hadirin mohon perhatian,ini ada seorang tamu jauh2 datang dari Masamba ingin mengatakan pesan khusus buat mempelai berdua....Bapak siapa pak namanya?"
Rentenir :"Di Masamba saya biasa dipanggil Pak Angke...karena saya selalu berhubungan dengan angka2...he he"
         Semua kamera tertuju pada Rentenir tersebut.Evi nampak cemas karena ia tahu siapa Pak Angke.Padanyalah ayahnya berhutang.Mau apa orang itu sampai ke Jakarta?
Bukannya utangnya sudah lunas?Irwan didekati oleh Benigno dan dibisiki sesuatu.
Irwan manggut2.
         Irwan meraih jemari Evi dan berkata,"Jangan khawatir semua akan baik2 saja.Percaya padaku."
Di pojokan tampak Danang tersenyum penuh kemenangan.
Danang :'Bersiaplah untuk dipermalukan Mempelai berdua....Ini kado pernikahan dariku...'
Ramzi :"Bapak kenal dengan mempelai?"
Rentenir :"Ya jelas dong!Saya kan terkenal di Masamba."
Ramzi :"Bapak tadi bilang ada pesan buat mempelai,apa pak pesannya?Mempelai sampai berhenti mau tanda tangan surat nikah lho karenanya...mari saya persilahkan!"
Rentenir :"Saya jauh2 dari Masamba hanya untuk bilang kalo saya mau berterima kasih banyak sama Pak Irwan Sutedja...karena berkat beliau saya punya modal buat bangun bisnis yang sudah lama saya impi2kan....Makasih buat kedua mempelai terutama mempelai pria.Buat mempelai wanita...maaf selama ini saya memandang rendah keluarga Anda tapi sekarang saya sadar bahwa saya salah.Kini Anda menikah dengan orang hebat dan kaya raya.Saya ucapkan selamat atas pernikahannya.Saya bangga karena ada orang Masamba yang bisa sukses di Jakarta.Saya pasti juga bisa sukses bangun bisnis saya nanti.Ewako Masamba!!Ewako mempelai berdua!Sekian pesan saya,terima kasih!"
        Hadirin bertepuk tangan.Satu kekaguman lagi terhadap kedua mempelai.Evi menarik nafas lega.Irwan lalu melanjutkan tanda tangan di surat nikah.Evi juga.Mereka resmi kini suami isteri dihadapan begitu banyak saksi,diliput media lagi.Irwan mencium kening isterinya.Evipun memeluk Irwan penuh bahagia.Tapi ada yang tidak bahagia tuh!!Danang!
Danang heran bukan main dengan pesan rentenir tersebut.Kok sama sekali ga nyebut utang piutang,malah nyebut modal bisnis.Bukannya mempermalukan nama Irwan eh malah makin mengharumkan.Pakai acara minta maaf pula.Kenapa bisa kacau begini?
         Danang mendekati rentenir itu dengan wajah berapi2.
Danang :"Apa yang kaulakukan?Bukan seperti ini kesepakatan kita!!"
Rentenir :"Maaf Pak,ini saya kembalikan uang Anda.Kesepakatan kita batal."
Danang :"Kok bisa?Ini jumlah yang tidak sedikit lho.Setahu saya Anda itu cinta uang kan?"
Rentenir:"Tentu saja karena itu saya tolak tawaran Anda karena saya dapat penawar lain lebih tinggi tawarannya dari pada Anda.Saya ingin segera kembali ke Masamba,tidak sia2 saya ke Jakarta."
Danang:"Siapa orang yang Anda maksud?"
Rentenir :"Mempelai pria."
        Rentenir itu dikawal oleh team khusus kembali ke Masamba.Danang mendidih darahnya.Sekali lagi rencananya gagal.
Danang :'Sial!!Lagi2 Irwan selangkah di depanku.Tapi bagaimana ia tahu rencanaku?Hebat sekali dia.Sebaiknya aku pergi dari sini.Banyak mata2 di sini rupanya.Aku pasti diawasi.Sial kau Irwan!'
Danang lalu mengajak Ika pergi dari pesta itu.Akhirnya badaipun berlalu...Evi dan Irwan sah menjadi suami isteri.Walau sempat ada gangguan dikit.Tapi pada penasaran ga kok bisa jadi gitu ceritanya?Siapa pahlawan dibalik semua ini?Jawabannya di eps selanjutnya.***$ee you next ep$***

FAKTA FIKSI 
      Margo lahir di keluarga yang tak seperti ia harapkan.Ayahnya tidak kaya raya bahkan demi mencukupi kebutuhan rumah,sang ayah kerja double.Pagi hari sampai sore menjadi pegawai kantor dan malamnya bekerja sebagai buruh di pabrik tekstil.
      Sebenarnya ayah Margo adalah anak orang yang terpandang tapi karena  kena tipu keluarganya jatuh miskin.Margo kecewa dengan kondisi keluarganya,ia malah tumbuh sebagai anak yang nakal.Minuman keras,perkelahian bahkan masuk penjara sudah tak asing baginya.
      Begitu melihat kelakuan anak sulungnya,ayah Margo berharap memiliki anak laki-laki lagi yang jauh lebih baik daipada Margo.Margo sering bertengkar dengan ayahnya bahkan pernah melemparkan kursi kayu ke arah sang ayah.Ayah Margo bukan tak peduli dengan anaknya itu tapi setiap kali hidup Margo ditata atau diarahkan ke jalan yang benar,Margo malah berbuat onar.Ia dikeluarkan dari pekerjaannya karena mencuri,ia tidak mau menikahi wanita yang dihamilinya dan selalu minta uang pada ibunya.Bahkan karena kesalnya,sang ayah pernah mengutuki Margo bahwa ia tak akan punya anak.
      Margo menikah dengan wanita desa yang mengira Margo tentu mapan karena anak pegawai negeri.Dengan mengaku sudah hamil duluan dan iming - iming punya tanah di desa,gadis itu pun dinikahi Margo.Namun sampai bertahun-tahun menikah,Margo tak jua dikaruniai anak.Isteri Margo kecewa dengan pria yang ia pilih karena ternyata tak seperti harapannya.
       Isteri Margo akhirnya sakit-sakitan karena tak kuasa dicemooh orang karena belum bisa punya anak padahal sudah berobat ke mana-mana.Isteri Margo akhirnya meninggal,itupun sebenarnya bisa dicegah bila Margo mau mengorbankan uang tabungannya demi mendapat perawatan yang lebih baik bagi isterinya.
       Empat bulan sepeninggal sang isteri Margo berkenalan dengan seorang wanita yang tinggal di kawasan elite di kotanya.Wanita itu bernama Tutik,anak kedua seorang duda mantan karyawan bank.Kembali Margo tidak menerima kenyataan bahwa ia bukan kalangan jetset,ia mengaku sebagai kontraktor padahal cuma mandor bangunan.Pernikahanpun digelar dengan mewah dan menelan biaya yang sangat banyak bahkan uang tabungan Margo selama isteri pertamanya masih hidup ikut amblas.
      Pernikahan tersebut tak membawa bahagia seperti harapan Margo.Hidup di kalangan jetset tidak membuatnya dihargai dan disanjung-sanjung.Justru ia dipandang sebelah mata oleh ayah mertuanya.Untuk mendapat penerimaan dan perkenaan ayah mertuanya,Margo menjalani hari-hari seperti pembantu dan hidup dalam dominasi sang isteri kedua.Bahkan sang isteri malu bila suaminya pulang dengan pakaian tukanngnya.Margo harus berganti pakaian dulu dengan pakaian yang rapi sehingga para tetangganya tidak mengetahui pekerjaan sebenarnya.
        Isteri kedua Margo seorang pecinta belanja dan boros.Barang-barang yang ia beli selalu bermerk dan berkelas,terlebih lagi ia suka pamer.Album foto pernikahannya saja ditenteng-tenteng kemana-mana untuk ditunjukkan pada setiap kerabatnya betapa mewahnya pernikahannya.Padahal pada acara pernikahan tersebut hujan turun dengan derasnya dan jumlah tamu undangan juga sedikit yang hadir.Masih banyak kursi yang kosong.Lebih aneh lagi setelah dicek ke dokter justru Margolah yang bermasalah sehingga tidak bisa memiliki keturunan yang diidam-idamkannya.
       Kini Margo menapaki hari-hari dengan kelesuan dan semangat hidup yang memudar.Ia menuai semua yang ia tabur.Bersyukurlah dengan yang ada pada kita maka kita akan menuai kebaikan dan kebahagiaan hidup.Beranilah hidup dengan apa adanya kita,dengan penuh ucapan syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar