TABIR KEPALSUAN EPS 81 - 90 ^^^

TABIR KEPALSUAN
ketika cinta harus melewati ujian,hanya cinta sejati yang akan bertahan.....

Eps 81 ▲▲▲ Tabir Kepalsuan : Here is The Patience
°°°°Eps 81°°°°Disinilah Kesabaran°°°°
    
••••Irwan's patience••••
       Previous Irwan dan Evi ke Butik Ivan Gunawan ya...
Ivan yang juga dapat oleh2 bulan madu dari pasangan kita tentunya begitu gembira melihat kedatangan pelanggan besarnya.Pelanggan kelas kakap.Tangkapan besar kalau istilah nelayan he he...[Penulise kakehan setilah....wk wk.wk]
Ivan :"Waduh....Senengnya pasangan termesra abad ini berkenan singgah ke butik aku.Ayo silakan masuk!"
       Evi tentu saja digandeng mesra ama sang suami tercinta
       Irwan memang telah menelpon Ivan sebelumnya,jadi pakaian2 yang mau dilihatpun sudah diprepare.
Irwan :"Maaf bila sudah bikin repot Kak Igun.Tenang saja Irwan pasti hargai semua kerja keras Kak Igun."
Ivan tersenyum,tahu aja nih Boss Muda he he....
Ivan :"Sama sekali ga ngrepotin justru seneng karena pasangan public figur seperti kalian kan sering disorot media jadinya rancangan saya makin terkenal juga dong....wah ini namanya promo gratis he he"
Evi :"Tapi memang baju rancangan Kak Igun bagus2.Evi suka.Kak Igun itu tahu betul mana yang enak dipakai,yang pas dengan acaranya,yang good looknya he he sok Inggris nih ketularan Irwan he he..."
       Irwan mendekati sang isteri sambil membawa sehelai gaun warna merah muda agak peach.
Irwan :"Ini bagus sayang.Lihat bahannya ringan,longgar juga tapi tetep terlihat ramping kalo dipakai.Coba deh."
Evi melihat pilihan suaminya.Irwan memang ahli dalam memilih apapun,makhlum orangnya jeli.
Evi :"Aku coba ya Sayang.Pilihan kamu biasanya apalah apalah deh."
Evi menuju kamar pas.Sambil nunggu Irwan melihat2 lagi dan menerima telpon yang masuk.
Irwan :"Iya Albi?Acara pemberian dana akan diliput media?Iya....Hmmm....Semua sudah dikoordinasikan?Kapan?....Ya...Ok.Pastikan semua divisi yang terkait jangan sampai misskomunikasi.Besok saya lihat rundown acaranya.Iya...Terimakasih Albi."
      Evi keluar dari kamar pas dan mendekati Irwan.Irwan langsung terkesima melihat isterinya.
Evi :"Bagaimana?Cocok tidak?"
Irwan :"Cocoklah...Tuh kamu tetep terlihat slim padahal lagi hamil tuh.Kamu makin cantik aja sih...Jadi pingin cepet pulang nih..."
Ivan tersenyum melihat kemesraan mereka.Irwan membeli banyak pakaian untuk Evi.Evi sampai heran melihat antusiasnya Irwan.
Evi :"Ya ampun sayang,ini kayak beli buat setahun deh.Kita kan belum tahu nanti seberapa besar perut aku.Kita kan juga bisa datang lagi ke sini,Sayang."
Irwan tetep aja kekeh beli banyak pakaian.Aneka warna pula.
Irwan :"Makin besar perut kamu nanti makin sulit kamu ke mana2.Makanya sekalian aja belinya.Lagian kalau aku sempat,kalo ga?"
/Andai ku tahu kapan tiba waktuku...../
      Tanpa sadar Irwan seperti sudah kerasa kalo bakal ga akan bisa punya waktu nemeni Evi di masa2 yang akan datang.
/Kutahu rumus dunia semua harus berpisah.../
Evi memandang suaminya yang mengeluarkan kartu kreditnya untuk membayar semua baju yang ia beli.
Evi :"Kamu ga beli kemeja atau apa gitu Sayang?"
Irwan :"Pakaian pria ya gitu2 aja,lagian aku tuh suka warna putih,aku sudah punya banyak banget.Tapi kalo kamu mau pilihin gpp .Tapi satu aja biar spesial."
      Evipun memilihkan pakaian buat Irwan.sebuah kemeja warna biru muda,warna laut.Wah....sudah feeling juga Evi rupanya.
Evi :"Kamu kan suka lihat laut.Biar ga bosen pakai warna putih terus,nih warna biru muda.Kamu terlihat gagah kok pakai ini."
Irwan :"Ok aku suka.Aku ambil deh."
        Usai belanja pakaian,merekapun pulang.Evi pingin cepet pulang saja.Mobil pun menuju kediaman Sutedja.
Waktu terus berlalu.Tak terasa sebulan sudah berlalu.Usia kandungan Evi sudah hampir 3 bulan.Makin besar perutnya.Irwan juga makin perhatian.Bahkan yang paling geger kali he he.Latihan vokal Evi juga terus jalan.Lalu bagaimana kabar ksatria kita ?Sudah sejauh apa hubungan Danang dengan Ika?Mari kita teropong mereka ada dimana...

▼▼▼Danang's Patience▼▼▼
       Di sebuah restoran mahal tampak Danang dan Ika berjalan menuju ke sebuah kursi yang telah disiapkan untuk mereka.
Ika :"Bener ini restorannya?Kok sepi?Tidak ada pengunjung satupun kulihat cuma kita berdua."
Danang menarik kursi buat Ika duduk.Tak lama pelayan datang menghampiri mereka.
Pelayan :"Apakah bisa dihidangkan sekarang Tuan?"
Danang :"Ya.Semua yang saya pesan sajikan sekarang!"
Ika makin merasa aneh mendengarnya.
Ika :"Kamu sudah pesan?Kita kan baru saja datang.Kapan pesannya?"
Danang cuma tersenyum.Manager Restoran lalu datang bersamaan dengan hidangan.
Manager :"Selamat datang di Restoran kami.Khusus malam ini Restoran ini sudah dibooking oleh Tuan Danang.Jadi kami telah menyiapkan menu yang paling istimewa yang menjadi andalan di restoran kami.Kami juga sudah siapkan musik yang indah untuk menemani santap malam kalian berdua.Semoga pelayanan kami memuaskan dan selamat menikmati!"
       Ika memandang Danang dengan penuh tanya.Musikpun dimainkan.Suasana candle light makin menambah syahdu makan malam tersebut.
Danang :"Ayo dimakan malah melihat aku seperti itu!"
Ika :"Tapi Danang...beneran kamu booking restoran ini?Hanya buat kita berdua?"
Danang :"Aku ingin malam ini spesial buat kita.Aku ga mau ada yang mengganggu moment kali ini."
Ika :"Apa ga mahal booking Restoran ini?Ini kan Restoran terkenal?"
Danang :"Sudah nikmati aja.Habis makan aku ingin kita dansa ya?"
Ika makin terkejut lagi.Dansa?Waduh ini mimpi apa ga sih?
Beneran habis makan Danang mengajak Ika dansa.Musiknya lembut sekali.
Sambil mengikuti irama mereka berbincang2.
Danang :"Ada yang ingin kukatakan kepadamu.Sudah sebulan kita selalu bersama.Aku mengenal kepribadianmu yang lembut,baik,smart,dan yang pasti kamu itu sangat nyaman buat diajak ngobrol.Kalo aku dimata kamu bagaimana?"
Ika :"Kamu itu tak terduga orangnya,suka bikin kejutan,penuh dengan ide2,tapi aku juga nyaman sama kamu.Jadi malu nih..."
Danang:"Selama ini aku selalu gagal dalam cinta.Tapi kini aku telah menemukan muara hati aku.Semakin mengenalmu aku semakin yakin akan hal itu."
Ika :"Maksudnya?"
       Danang tiba2 berlutut dan mengambil sesuatu yang dibawa seorang pelayan.
Ia menyerahkan bunga dan sebuah kotak kecil kepada Ika.
Danang :"Maukah kau menjadi kekasihku Ika?Maukah kau menjadi muara hati aku?Aku memang tak sebaik yang lain tapi aku ingin kau bersamaku di masa yang akan datang.Kau mau kan?"
Ika tak percaya dengan yang dilihatnya.Pria yang ia impi2kan kini berlutut di hadapannya menyatakan cintanya.
Ika :"Tentu aku mau.Aku juga mencintaimu.Sangat mencintaimu,Danang."
       Ika menerima bunga dan kotak itu.Isinya adalah kalung emas.Ada liontin berupa inisial huruf ID.Ika Danang.Danangpun memakaikannya di leher Ika.
Mereka lalu berpelukan penuh bahagia.Tapi Danang tersenyum licik saat memeluk Ika.
Danang :'Satu step sudah kulalui.Kini step berikutnya.Meyakinkan keluarga aku terutama Irwan ,Evi,Om Ben,dan Mama kalo aku sudah berubah dan tidak lagi mengejar Evi.Sabar....Sabar...untuk hasil yang memuaskan semua harus sabar.'
Danang memang hebat kalau sudah beraksi.Gimana nanti respon Irwan dan Evi melihat Danang dan Ika jadian?Kaget?Shock?Heran?Atau malah senang?Udah dulu ya..****see you next eps****

Eps 82 :-)Tabir Kepalsuan : Be At Peace


;-);-)Tabir Kepalsuan;-);-)Eps 82;-);-)Be At Peace;-);-)Hiduplah Selalu Dalam Damai;-);-)
       

▶Kediaman Sutedja▶
       Irwan sudah di rumah,sejak Evi hamil.Irwan lebih suka pulang cepat.Ia handle perusahaan dari rumah.Evi tampak menemaninya di ruang kerja.Irwan sendiri sibuk mengetik di laptop.Sesekali ia melihat ke arah Evi yang asyik menikmati juice buah sambil membaca literatur tentang teknik vokal di sofa.
      Diperhatikannya Evi mulai mempraktekkan apa yang ia baca.Ia tampak mengambil nafas lalu menghembuskannya.
Irwan :"Kamu sedang apa Sayang?Latihan pernafasan buat melahirkan ya?"
Evi tersenyum mendengar pertanyaan suaminya.
Evi :"Sayang,babynya baru lepas trimester pertama.Aku ini lagi latihan pernafasan menggunakan diafragma."
      Irwan masih sambil mengetik mengomentari Evi,"Bukannya kamu harusnya sambil berdiri ,Sayang?"
Evi :"Kok kamu tahu sih Sayang?"
Irwan :"Kan kamu sendiri yang bilang.Aku kan selalu review pelajaran kamu tiap aku pulang kerja."
Evi :"Wah daya ingatmu kuat ya.Pantas kamu sangat cekatan kalau bekerja.Moga dede bayinya sepintar Papanya."
      Irwan berhenti mengetik dan mendekati isterinya,"Moga dede bayinya ga nurunin julitnya juga.He he..."
Ia duduk di sebelah isterinya dan menyandarkan kepala Evi di bahunya.
Evi :"Gapapa julit tapi julitnya aku he he.."
Irwan merengkuh sang isteri,"Kamu gemukan ya?Tapi jadi tambah cantik lho.Bener ya kata orang ibu hamil itu punya aura sendiri.Bercahaya gitu."
Evi :"Emang aku bintang ,bercahaya?"
Irwan :"Memang, kamu kan bintang di hati aku."
      Evi menggeleng2kan kepalanya,pasti kalah deh kalo ngomong sama Irwan.Ia kembali melihat ke arah literatur yang ia baca.
Evi :"Pengambilan nafas dapat dilakukan dengan menggunakan mulut dan hidung secara bersamaan seakan2 membayangkan sedang mencium harumnya bunga."
Irwan kambuh julitnya,diciumnya pipi Evi sambil berkata,"Hmmm harum."
Evi tentu saja langsung keki,"Eh kok malah mencium aku sih?Dalam rangka apa?"
Irwan :"Katanya seperti mencium harum bunga?"
Evi :"Memang aku bunga?"
       Irwan dengan mimik lucu menjawab,"Iya.Bunga di hati aku."
Evi :"Mulai lagi deh....Bisa2 dede bayinya jadi penyair nanti.Papanya lebay kayak gini."
Irwan malah mengelus perut isterinya,"Ini namanya bahagia Sayang.Soalnya aku merasa gimana ya...dihati itu kayak hangat gitu bentar lagi aku jadi ayah kamu jadi ibu.Kita akan punya baby.Sayang aku tuh bahagia banget.Semangat hidup tuh seperti berlipat2 gitu.Pokoknya tak bisa diungkapkan lagi."
      Evi menaruh tangannya di atas tangan Irwan,"Aku juga ga ngira bakal cepet dikasih momongan.Aku jadi ingat waktu kita ke makam ayahmu dulu sebelum nikah,apakah ini tandanya Ayah merestui kita?"
Irwan :"Iya ya...aku juga berpikir begitu.Ayah pasti senang karena keluarga Sutedja punya penerus.Nantinya anak kita akan menyandang nama Sutedja.Kayak aku gitu."
Evi :"Kamu aja ya Sayang yang pilihin namanya nanti.Kamu kan pengetahuannya luas ga kayak aku."
Irwan :"Aku sudah siapin namanya.Tapi nanti aja deh.Kalau udah agak gede dedenya aku akan kasih tahu"
Evi :"Wah si Papa main rahasia nih dede..."
Irwan :"Biar mamanya penasaran he he...kan kalo penasaran makin seru he he.."
/Nothing is last forever...take me to your heart...take me to your soul/
Evi :"Sepertinya dede bayinya lagi tidur...."
Irwan :"Ia pasti senang karena Papanya ada di rumah.Ada di dekat dia.Dan mamanya pastinya."
/O my sleeping child...the world so wild..but you build your own paradise...that's my reason why I cover you sleeping child...keep you away ...keep you away from the world so wild...keep you away from the world ...away from the world...so wild/
       Lagi asyiknya mereka bercengkerama,tiba2 Inul masuk ke ruangan.
Inul :"Sayang,ada berita bagus!Kalian pasti ga akan percaya kalo Mama beritahu."
Evi dan Irwan berpandangan.Tumben Sang Mama begitu excited.Kini mereka yang dibikin penasaran.He he....
Irwan :"Ada apa Ma?Lihat kita jadi kepo semua nih termasuk dede bayi he he"
Inul :"Kakakmu Irwan!"
Evi langsung menggenggam jemari suaminya begitu mendengarnya.
Irwan mengerti perasaan Evi.Tapi ia mencoba bersikap tenang.
Irwan :"Kak Danang kenapa Ma?"
Inul :"Dia mau datang makan malam hari ini.Ke rumah ini."
      Evi memandang Irwan dengan penuh tanya.Tapi genggaman tangan Irwan menenangkannya.
Irwan :"Yang bener Ma?Tumben.Kata Mama terakhir kesini kak Danang kesal dengan pengamanan yang ketat."
Inul :"Sepertinya dia sudah berubah Sayang.Dan kalian perlu tahu kali ini Danang ga sendiri datangnya."
Irwan :"Memang kak Danang mau ajak siapa Ma?"
Inul tersenyum2 gitu.Evi memandang Irwan sambil mengangkat bahunya.
Irwan :"Mama makin bikin penasaran deh.."
Inul :"Danang mau ngenalin kekasihnya ke Mama dan kita semua.Dan kalian tahu siapa gadis itu?"
       Evi dan Irwan surprise mendengarnya.Danang punya kekasih?Wow!!
Saking keponya sampai dua insan itu bertanya bersamaan,"Siapa Ma?"
Inul :"Ntar aja deh biar surprise he he.Mama mau siap2 dulu.Malam ini anak Mama yang hilang akan kembali,bawa calon mantu pula.Oh senangnya....Aty!!"
Inul malah pergi mencari Aty.Irwan dan Evi berpandangan.Antara percaya dan tidak percaya jadi satu.
Evi :"Menurutmu apa ada sesuatu yang direncanakan kakakmu dibalik ini semua?"
Irwan berpikir sebentar sebelum kemudian menjawab pertanyaan isterinya,"Setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.Sebaiknya kita berpikir positif saja.Kalau mau macam2,pengamanan masih ketat kok.Aku pernah lihat kak Danang bersama Ika.Kelihatannya akrab gitu.Tapi bisa juga bukan dia.Kita lihat saja nanti.Semoga benar kak Danang sudah berubah."
       Evi malah memandang suaminya dengan tatapan geli.
Irwan jadi bingung juga dilihat begitu.
Irwan :"Kenapa sih?"
Evi :"Aku baru sadar ternyata sifatmu yang suka bikin orang penasaran nurun dari Mamamu...he he..."
Irwan ikut tertawa deh.
      Malampun tiba.Meja makan sudah siap dengan hidangan istimewa.Inul tampak sudah rapi dengan gaun elegan melihat semua persiapan.Sebuah mobil mewah tampak memasuki halaman kediaman Sutedja.Danang keluar membuka pintu untuk Ika.Inul menyambut mereka dengan pelukan hangat.
Danang :"Selamat malam Ma.Lama ga bertemu.Mama sehat kan?"
Inul :"Tentu sayang.Ini pasti calon mantu Mama?"
Danang :"Iya Ma.Kenalkan ini Ika,kekasih Danang."
Inul :"Bukannya kamu yang waktu itu pernah ke sini?"
Ika :"Iya Tante.Saya yang waktu itu pernah ke sini.Saya Ika sekretaris putra Tante di kantor."
Inul :"Wah kamu cantik ya...Ayo masuk...Atu sudah masak spesial buat malam ini.Ah..itu Irwan dan Evi!"
       Irwan dan Evi yang berjalan bergandengan surprise melihat Ika datang bersama Danang.
Evi :"Ika!!Aku senang kamu datang."
Kedua wanita itu berpelukan.cipika cipiki.
Danang sendiri segera merangkul Irwan.Inul terharu melihatnya.Dua pangerannya rukun kembali.
Danang :"Aku ucapkan selamat buat kamu adikku.Selamat kamu bakal jadi ayah.Oh ya aku bawa kado buat kalian.Mana Ka kadonya?"
Ika menyerahkan bungkusan yang ia bawa kepada Evi.Evi melihat ke arah Irwan.Irwan mengangguk.
Ika:"Hadiah buat si kecil.Selamat ya Bu Evi dan Pak Irwan!"
Evi menerima hadiah tersebut,"Panggil Evi saja ga perlu resmi begitu.Terima kasih buat kadonya."
        Mereka lalu menuju ruang makan.Sepanjang jalan tampak Ika begitu begitu akrab dengan Evi.Irwan senang melihatnya.Akhirnya Evi menemukan teman juga.Danang juga senang melihatnya,'Benat kata Rita.Ika dan Evi sangat dekat.Step kedua sudah dilakukan.Aku harus bisa membuat mereka mengira aku benar2 sudah berubah.'
Benignopun juga diundang pada makan malam tersebut.Danang benar2 lihai mengambil hati.Lihat saja pidatonya berikut ini.
Danang :"Sebelum makan,saya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian semua.Saya tahu kalian pasti heran dengan kedatangan saya.Saya sadar saya telah melakukan banyak kesalahan di masa lalu.Banyak orang yang saya sakiti baik sengaja ataupun tidak.Sampai saya bertemu dengan Ika.Ika menyadarkan saya bahwa saya perlu memulai babak baru.Menjadi Danang yang baru,yang tidak seperti Danang yang lama.Ika memberi saya keberanian untuk memulihkan hubungan yang retak.Terutama dengan keluarga.Selama ini saya telah mengabaikan keluarga saya.Mama,Danang minta maaf ya.Danang sering ga ada saat Mama butuh Danang.Buat Irwan,saya minta maaf sering menyusahkan.Kini saya lebih rapi dalam laporan.Semua juga berkat Ika tentunya."
Ika tersipu dipuji terus oleh Danang.
      Danang melihat Mamanya terlihat berkaca2.Sedang Irwan tampak tenang sambil menggenggam tangan Evi.
Iapun melanjutkan orasinya,"Pada kesempatan ini saya juga ingin minta maaf pada keluarga Evi.Saya tahu banyak hal yang telah saya perbuat sehingga tidak layak untuk dimaafkan tapi saya tahu kalian adalah orang yang baik dan pasti memiliki hati yang lapang pula.Buat Evi selamat atas kehamilannya.Saya harap saya dan Ika bisa seperti kau dan Irwan.Saya minta doanya buat hubungan kami.Bagaimana Evi,mau kan memaafkan saya?"
Evi memandang ke arah Irwan.Irwan mengangguk padanya.
Evi :"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.Aku harap kau tulus dan sungguh2 dengan yang kauucapkan.Kata Irwan setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.Jadi kaupun berhak mendapatkannya."
Danang :"Terima kasih.Hati kalian sungguh mulia."
       Benigno melihat semuanya dengan penuh pengamatan.Rasanya aneh dan mendadak sekali perubahan Danang.Benarkah karena Ika?Danang seperti bisa membaca apa yang dipikirkan Pamannya,ia melanjutkan speechnya,"Pasti ini sangat mengejutkan buat kalian.Saya sendiri juga masih ragu apakah saya bisa berubah tapi Ika terus meyakinkan dan mensupport saya.Secara khusus saya minta dukungan dan kepercayaan dari Om Ben.Sebagai orang andalan di perusahaan,Om Ben sering memberi nasehat tapi sayanya yang bandel.Jadi Danang mohon ya Om,mohon beri Danang kesempatan untuk bekerja dan menjadi seperti yang Om harapkan.Mohon bimbingannya ya Om?"
Mau tak mau Benigno menganggukkan kepalanya.Iyalah, ia tahu betul betapa kasihnya Inul pada Danang.
      Aty yang berdiri di belakang Inul memperhatikan dengan wajah sangsi gitu ke arah Danang.
Itupun tidak luput dari perhatian Danang.
Danang :"Tak lupa buat kak Aty,Danang juga mau minta maaf.Selama ini sering bersikap buruk sama kak Aty.Sering bentak2 ga jelas,nyuruh2 seenaknya,kasar dan banyak lagi.Kak Aty mau kan maafin Danang?"
Inul menoleh ke arah Aty dengan wajah memohon.Atypun jadi ga tega untuk bilang tidak.
Aty :"Iya Tuan Danang.Gpp kok."
       Danang lega dan mengucapkan terima kasih pada semuanya.Ika dan Inul sangat bangga dengan sikap Danang tersebut.Irwan dan Evi hanya saling tersenyum.Cuma Rizky dan Benigno yang merasa sedikit aneh dengan semuanya.Ayah Hamdan dan Aty tak mau turut campur dalam intern keluarga Sutedja.Mereka menganggap mereka hanya orang kecil,no coment saja lagian Irwan saja juga no coment.
        .Kini ia telah diterima kembali dalam keluarga Sutedja.Semua berkat Ika.Gadis itu telah meluluhkan hati keluarga Sutedja.
Pintu rumah keluarga Sutedja kembali terbuka buat Danang.Walaupun begitu Danang memilih tetap tinggal di apartemennya.Ada yang bilang bila berjauhan persaudaraan itu lebih wangi.Lebih rukun.Danang tersenyum puas saat mengantar Ika pulang.Sekarang saatnya the final count down.Apa sih yang ada di benak Danang?Mau berulah seperti apa lagi dia ya?Pernikahan palsu,penyuapan catatan sipil,saksi2 palsu,sabotase pesawat,pembunuhan berencana,teror,ancaman,upaya penculikan,pencemaran nama baik ,apalagi ya?***see you next eps***

Eps 83 ▶▶▶Tabir Kepalsuan : By Letter

○○○TABIR KEPALSUAN○○○EPS 83○○○BY LETTER○○○LEWAT SURAT○○○
       ◀◀◀One Month later◀◀◀Satu bulan kemudian◀◀◀
               Kediaman Keluarga Sutedja ceria kembali sejak Danang pidato he he.Dalam keluarga memang biasanya ada yang disebut biang kerok alias tukang bikin masalah.Ciri khasnya tuh selalu bikin orang rumah itu senewen ama tingkahnya,bikin uring2an,bikin kesel,rumah jadi kayak medan perang deh kalo dia muncul.Tapi bila si biang kerok ini,istilah inggrisnya itu black sheep,berubah dan menjadi baik maka rumah tuh kayak taman,indah,damai,ayem,tentrem loh jinawi.Basa apa kuwi?Basa jawa.Begitu juga ama keluarga konglomerat kita nih.Perubahan Danang,Si Trouble Maker,ke arah yang baik membuat semua orang senang.Danang yang tadinya males2an kalau kerja sekarang rajin.Pagi2 dah jemput adindanya.Ika maksudnya.Danang yang dulu kalo kerja ga beres,laporan ga dikirim,ga pamit,sering ngilang entah kemana dan membuat kacau perusahaan;sekarang kerja selalu beres,laporan on time,kalo ke mana2 pasti bilang Ika,ga ngelayap lagi dan operasional perusahaan pun lancar deh.Perusahaan2 yang dihandle Danangpun mulai menunjukkan grafik pertumbuhan yang signifikan.Tentu saja menambah income perusahaan.Om Ben puas melihatnya.Apalagi Irwan.Ia ga perlu lagi tuh turun langsung alias by pass kayak dulu.Tapi yang bikin Irwan seneng tuh Danang ga lagi ngejar Evi.Danang sibuk bermesra ria ama Ika.
/Kalau cinta sudah direkayasa ..../
       Buat Ika sendiri serasa mimpi melihat perubahan Danang.Pria yang dulu sampai lebam2 karena rebutan wanita ama adiknya kini bak pangeran berkuda putih yang selalu ada di sisinya.Danang suka sekali pamer kemesraan....kayak siapa ya he he?Dirumahpun Danang kalau datang pasti sama Ika.Ika tentunya ngobrol n gosip ria ama Evi.Cerita masalah kehamilan Evi yang makin gede,masalah mode,masalah nyanyi,masalah banyak deh.Namanya juga cewek pasti ngomongin cowoknya he he.Pokoknya akrab banget.Kayak saudara gitu.Inul bahagia sekali melihat keakraban dua princess itu.Yang satu princess Elsa,satunya ibu peri.He he....Bahkan Evi sering belanja ditemani Ika.Tentu saja dikawal ama body guard juga.Siapa lagi kalau bukan Irwan dan Danang.Padahal kalau lihat Irwan mesra ama Evi,hati Danang serasa dicabik2.Tambah lagi lihat perut Evi aduh rasanya kayak diobok2.
/diobok2 airnya diobok2...lihat ikannya sampai semua pada mabok/
       Tapi Danang pinter banget menyembunyikan perasaannya itu.
Ika :"kamu kenapa sayang?"
Danangpun pura2 mengucek matanya,"Gpp cuma kelilipan.Tolong ditiup dong...ganjel nih"
Ikapun mendekat dan meniup mata Danang.Eh Danangnya malah pegang pinggang Ika mesra gitu.Evi yang lagi belanja keperluan kehamilan,melihat adegan itu dan menyikut Irwan yang berdiri di sebelahnya.
Evi :"Sayang,lihat tuh!"
Irwan :"Lihat apa?"
       Evi menunjuk ke arah Ika dan Danang yang lagi mesra.
Evi :"Mesranya....seneng deh lihatnya."
Irwan :"Seneng apa cemburu?"
Evi melirik suaminya,kayaknya kambuh nih julitnya.Dasar Pangeran Julit.
Evi lalu meraih tangan suaminya dan menempelkannya di perutnya.
Evi :"Tuh dede bayinya marah Papanya bilang gitu."
Irwanpun mengelus perut isterinya dengan sayang.
Irwan :"Jangan marah dong my baby...Papa kan cuma bercanda.Papa percaya kok kalo cinta mama kamu cuma buat Papa seorang.Paling kalo dibagi juga ke kamu sayang kan kamu anak papa dan mama.Kamu jangan rewel ya....baik2 di sana.Papa di sini kok temani Mama belanja tapi ga kelar2 nih belanjanya.Heran deh Papa ...."
        Evi tersenyum mendengar suaminya ngobrol ama anak mereka.Ia tak sabar lihat Irwan menggendong anak mereka kalau sudah lahir nanti.Terbayang deh betapa sayangnya nanti Irwan ke buah hati mereka.Pastinya bakal digendong ke mana2.
/tak gendong ke mana2..../
Evi :"Mereka tuh mesra terus sejak tadi.Sekarang pakai acara tiup mata segala."
Irwan :"Kamu kepingin?Kan sudah."
Evi :"Maksudnya sudah?"
       Irwan membelai lagi perut isterinya,"Lha ini hasilnya...mlendung kayak balon."
Evipun mencubit lengan suaminya,"Dasar pangeran julit....julit banget sih!!"
Melihat Evi digodain Irwan,Danang meradang,'Harusnya tuh aku yang disamping Evi.Bukan Irwan.Aku yang susah2 ke Masamba,yang searching di lapangan,menyortir dari sekian banyak wanita lugu yang ada di sana,tapi apa balasannya?Malah Irwan yang dapat cintanya Evi dan malah sebentar lagi bakal jadi ayah.Ternyata aku jauh2 ke Masamba malah nyarike jodoh buat Irwan....Sial!!'
        Usai belanja,mereka mampir makan ke restoran.Restoran yang dulu dibooking Danang buat menyatakan cinta ke Ika.Tentu saja Ika ingat moment indah itu dan iapun cerita ama Evi.
Evi :"Ka,kamu kenapa sih senyum2 sendiri ?Ada yang lucu di muka aku?"
Ika :"Ga.Cuma lagi bernostalgia.Tempat ini tempat yang sangat berkesan buat aku."
Evi :"Memang ada cerita apa dari restoran ini?"
Ika melihat ke arah Danang yang lagi sibuk ngobrol ama Irwan soal bisnis.
Ika :"Disinilah Danang menyatakan cintanya sama aku.So sweet gitu deh."
Evi :"Ayo ceritain dong.Kepo nih!Nanti kalo kamu ga cerita anakku ngileran lho."
Ika :"Bayangin aja restoran ini sampai dibooking ama dia lho.Terus kita dansa.Lalu dia ajak aku mgobrol.Eh tiba2 dia berlutut dan menyatakan cinta...ia ngasih kalung yang aku pakai ini.Bagus kan?"
Evi :"Wah ternyata Danang bisa romantis juga ya...."
Ika :"Kalau kamu,dimana Pak Irwan menyatakan cintanya?"
       Evi melihat ke arah suaminya,yang dilihat lagi sibuk terima telpon.Biasa dari Albi.
Evi :"Kalau aku di pantai."
Ika :"wow!!Pasti romantis nih.Ceritain dong!"
Evi :"Irwan dan aku niat awalnya cuma mau makan siang bersama.Eh kita malah saling curhat di sana.Kau tahu apa yg diberikan Irwan padaku?"
Ika :"Apa?Pasti sesuatu yang sangat mahal ya?"
Evi menggeleng sambil tersenyum2.Bikin Ika makin kepo.
Ika :"Ihhh malah senyum2?"
Evi berbisik di telinga Ika,"Ciuman pertamaku.Di bibir lagi."
      Ika langsung memegang pipinya.Spontan dua wanita itu melihat ke arah Irwan.
Irwan tentu saja jadi heran,"Kalian kenapa kok melihatku seperti itu?"
Evi dan Ika langsung menahan tawa.
Irwan :"Evi sayang,.....jangan julit ya..."
Evi langsung tersipu karena Irwan berbisik di telinganya,"Mau jadi bunga lagi?"
Evi segera menutupi pipinya dengan kedua tangannya,"Ga ga...janji ga julit..."
Irwan lalu duduk di antara Evi dan Danang.Mereka makan siang dengan riang.Irwan menyuapi Evi.Ika menyuapi Danang.Wah....dunia serasa milik mereka.Yang lain?Ngontrak.
Dari restoran mobil mereka berpisah.Irwan dan Evi menuju dokter kandungan.Ika dan Danang mau ke butik Ivan Gunawan.Danang mau meyakinkan semua orang bahwa ia benar2 telah berubah.
Namun apa yang terjadi malam harinya?
●●●Irwan mencari2 dimana Evi.Kok ga ada?Iapun keluar kamar,kok beda ya suasananya.Sepi dan gelap dimana2.Orang2 pada ke mana?Dipanggilnya Evi.
Irwan :"Evi?Sayang kamu di mana?"
        Ia terus berjalan sampai ia melihat Evi berdiri beberapa meter darinya.
Evi memanggilnya tampak ketakutan,"Irwan!Tolong aku Irwan!"
Irwan segera menuju ke arah Evi tapi tiba2 muncul lubang yang sangat besar diantara mereka.Evi terus memanggil namanya,"Irwan!!"
Saat Irwan kebingungan mencari jalan agar sampai kepada Evi tiba2 seseorang mendorong Irwan dari belakang.Irwanpun jatuh masuk ke dalam lubang yang gelap itu."Evi!!!"teriak Irwan.●●●
       Irwan terbangun dari tidurnya.Rupanya ia bermimpi.Mimpi yang sangat buruk.Segera dicarinya Evi.Ia lega melihat Evi ada di sampingnya,tidur miring menghadap dirinya.Irwan mencium kening isterinya.Lalu membelai perutnya yang semakin besar.
Irwan :'Mengapa aku bermimpi seperti tadi?Pertanda apa ini?Semoga hanya bunga tidur.Sebaiknya aku tidur lagi.Mungkin aku kecapekan kali.Irwan lalu mencoba tidur lagi.Tapi kembali ia bermimpi.Sampai 3x mimpi dengan situasi yang berbeda.Tapi ia selalu bangun dengan ketakutan.Irwan lalu berdoa.Tiba2 ia merasa digerakkan untuk menuliskan kegelisahannya itu.Diambilnya kertas dan mulailah ia menuangkan isi hatinya di situ.Lama baru ia selesai menulis.Hatinya merasa jauh lebih tenang sekarang.Ia lalu mengambil kotak tempat ia menyimpan semua kenangannya bersama Evi.Semua foto yang ia ambil secara sembunyi2.Saat itulah Evi bangun.
Evi :"Sayang,kau belum tidur?Kotak itu yang kamu beli waktu di Singapore kan?"
        Irwan menaruh kotak itu lagi di tempatnya.
Irwan :"Ini kotak ajaib.Di sini ada nama anak kita yang sudah kusiapkan.Rencanaku akan kujadikan surprise nanti buat kamu pas 7 bulanan.Tapi kamu sudah tahu sekarang.Ga surprise deh."
Evi :"Tenang saja tak akan kubuka kok sampai waktunya tiba.Aku kan selalu mematuhimu."
Irwan lalu berbaring disebelah isterinya,"Kalau kau ingin membukanya buka saja.Ayo tidur lagi.Kasihan dede bayinya ...ntar suka begadang lagi.Sini tidur lagi."
Evi pun tidur bersandar pada Irwan.Merekapun kembali tidur.Apa ya isi surat Irwan?Pesan terakhirkah?Wasiatkah?Kepo nih.ok deh saya harus pergi nih.***see you next eps***

Eps 84 □Tabir Kepalsuan : He that Cometh In

■■■Tabir Kepalsuan■■■Eps 84■■■He that Cometh In■■■Dia Yang Datang■■■
   ◇◇◇Kediaman Sutedja◇◇◇
       Tampak Evi sedang berlatih vokal dengan Nassar.Nassar mengajarkan tentang posisi bernyanyi yang benar.
Nassar :"Kalau Evi posisi bernyanyinya berdiri harus mencari posisi berdiri yang paling nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki."
Evi :"Begini kak?"
Nassar :"Sedapat mungkin membentuk garis lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala."
Evi mencoba mengikuti instruksi.
Nassar :"Posisi punggung haruslah lurus sehingga tulang belakang akan terangkat."
Evi :"Posisi lengan bener begini Kak?"
Nassar :"Kedua lengan harus dapat bergerak dengan bebas dan tidak terasa kaku."
        Evi mengusap2 rambutnya.
Nassar :"Hindari gerakan2 yang mencerminkan rasa gugup seperti menggosok-gosokkan ibu jari,mengepalkan tangan,meraba-raba pakaian,atau mengusap2 rambut!"
Ribet juga ya ternyata...
Lagi ribet2nya tiba2 Inul datang dan ia membawa seseorang.Oo siapa dia?
Inul :"Sorry ganggu latihannya,soalnya ada tamu penting mau ketemu sama Evi."
Evi segera melihat siapa yang datang tapi yang heboh duluan malah Nassar.
Nassar :"Mas Nurbayan!!Wow!Luar biasa!"
       Nurbayan segera menyalami Nassar.
Evi juga menyalami Nurbayan.
Evi :"Selamat datang kak Nurbayan."
Inul lalu mengajak mereka semua ke ruang tamu.Aty segera menyajikan minuman dan makanan kecil.
Inul :"Evi,Mas Nurbayan ini kemari spesial buat kamu lho."
       Evi jadi kikuk juga.Ada apa gerangan ya?
Nurbayan :"Wah saya ga sangka kalo Evi sudah mau jadi ibu.Selamat ya Vi!Mb Inul pastinya seneng nih bakal punya cucu."
Evi :"Terima kasih Kak."
Inul :"Pastinya seneng dong!Tapi yang paling seneng tuh Irwan.Sampai2 lebih seneng pulang cepet daripada di kantor lama2.Ga kayak dulu lagi yang maniak kerja.Malam baru pulang.Paling sebentar lagi dia pulang."
        Eh..baru aja diomong,Irwannya muncul.Aty segera membawakan tas Irwan ke ruang kerja.
Inul :"Wah bener kan baru aja diomong,orangnya sudah datang.Benar2 panjang umurnya."
Irwan :"Amin...wah ada tamu agung rupanya.Selamat datang kak Nurbayan!"
Nurbayan bersalaman dengan Irwan.
Nurbayan :"Calon bapak nih...Selamat ya!"
Irwan :"Terima kasih Kak.Wah jarang2 nih kediaman Sutedja dikunjungi musisi2 terkenal seperti sekarang.Apa kabar juga kak Nassar?"
Nassar :"Evi suaranya amazing.Tinggal dapat lagu yang oke pasti booming deh di pasaran."
Nurbayan :"Itulah tujuan saya kemari.Saya mau memenuhi janji saya dulu."
       Evi yang duduk di sebelah Irwan mencoba mengingat janji apa yang dimaksud Pencipta Lagu Dangdut Kondang itu.
Irwan yang malah ingat,"Oh janji waktu acara syukuran waktu itu ya?Yang kakak bilang mau bikin lagu buat Evi?"
Nurbayan :"Benar sekali!Orang itu yang dipegang kan kata2nya.Jadi saya sudah ciptakan sebuah lagu yang saya rasa cocok dengan karakter vokal Evi.Saya semakin yakin karena Evi terus mengasah kemampuan vokalnya.Apalagi dibawah bimbingan Nassar,pasti kualitas vokal Evi jadi lebih bagus.Ini lagunya....judulnya 'Muara Hati'."
/Tanpa dirimu kubagai perahu kayu yang terombang-ambing di tengah laut biru.../
Irwan :"Dari aransemen musiknya saja bagus banget kak apalagi kalau dinyanyikan Evi."
Evi melihat syairnya,'Sedih banget ya?Rasanya seperti mau nangis...kok aku jadi sedih ya?'
        Irwan memperhatikan Evi yang tampak termenung,"Ada apa sayang?Kau baik2 saja?"
Evi :"Lagunya sedih banget...Lihat syairnya dalam banget."
Irwan memperhatikan syair demi syairnya.Ia langsung teringat mimpinya semalam.Aneh...semalam ia mimpi buruk sekarang lagu yang bakal dibawakan Evi temanya juga sedih.Apakah mereka akan alami kejadian yang menyedihkan?
Evi :"Sayang,kok malah melamun?Ga enak badan?"
Irwan tersadar dari perenungannya.
Irwan :"Gpp kok Sayang.Hanya sedikit lelah."
Evi :"Nanti aku pijitin ya?"
Irwan :"Iya sayang.Makasih ya."
Mereka lalu membahas mengenai lagu tersebut.Kapan mulai rekaman dan sebagainya.
       Tokoh 1 sudah kita ketahui:Pencipta Lagu Muara Hati.Kalau tokoh kedua?
Untuk mengetahuinya kita perlu mengikuti tokoh antagonis kita.Danang.
Danang sedang berjalan bersama Ika di sebuah gedung perkantoran yang bertingkat cukup tinggi.
Ika :"Ini klien baru ya?"
Danang :"Iya.Kamu naik dulu ya.Aku mau menemui seseorang.Teman lama."
Ika mengangguk lalu naiklah ia ke lantai dimana klien mereka berada.
Danang mengedarkan pandangannya.Diambilnya hpnya.
Danang :"Kamu di mana?...Ya,aku melihatmu.Aku ke sana."
       Danang menutup telponnya dan melangkah mendekati seorang pria yang memakai topi dan memakai wearpack.
Danang :"Kenapa kau menghubungiku lagi?Bukankah aku sudah memberimu uang?Lagipula misimu waktu itu ternyata gatot.Irwan masih hidup.Aku masih sangat baik tidak meminta kembali uangku.Apa ini tulisan di bajumu?Adi...teknisi lift?Kau menjadi teknisi lift di gedung ini?Adi....Adi..."
Ya,masih ingat Adi?Adi adalah teknisi pesawat yang disuruh Danang menyabotase pesawat Irwan dulu.Ngapain dia muncul lagi?
Adi :"Boss...Saya butuh uang.Uang yang dari Boss itu sudah habis.Ga ada job lagi ya Boss?Apa aja deh yang penting saya bisa dapat uang."
Danang :"Baiklah...aku ada job untukmu...Apa kau benar2 ahli dalam soal lift?Seahli kau dalam soal pesawat?"
Adi :"Jika aku tidak ahli dalam soal pesawat pasti pesawatnya tak akan meledak bukan?Bila adikmu masih selamat itu bukan salahku tapi itu keberuntungannya....Tapi soal lift aku bisa jamin kau akan puas dengan kinerjaku.Apakah kali ini targetnya masih sama?Tidak masalah.Asal aku dapat apa yang kumau maka kau akan dapat serviceku yang terbaik."
      Tiba2 hp Danang berbunyi.Telpon dari Ika.
Danang :"Sepertinya aku harus pergi,aku akan hubungi kau lagi nanti."
Adi :"Tentu.Aku tahu kau sangat sibuk."
Danang memandang Adi sebentar,lalu ia menuju lift.
Danang :"Kau ada di lantai berapa?"
Ika :"Lantai 49.Mereka hanya mau memulai rapatnya bila kau datang.Kurasa kita tidak akan mudah mendapatkan kontrak kali ini."
Danang :"Baiklah!Aku segera ke sana."
Danang :'Aku tak peduli dengan kontrak ,karena aku sudah menemukan cara untuk membuat Irwan takluk padaku.Sebuah cara yang akan membuatnya menyerahkan apapun yang kuinginkan termasuk nyawanya.Ha ha ha....'
       Jadi sudah tahu kan siapa tokoh ke2?Ya Adi.Sayang ya keahliannya dalam bidang engineer malah disalahgunakan untuk menyakiti orang lain.Kira2 apa rencana Danang ya?Entahlah....hati orang itu seperti air yang dalam.Ok...****see you next eps****

Eps 85 ◇◇◇Tabir Kepalsuan : A Great Deal

◆◆◆Tabir Kepalsuan◆◆◆
Eps 85◆◆◆A Great Deal
◆◆◆Kesepakatan Besar◆◆◆
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
      
♣Kantor Danang♣
      Tampak Danang sedang asyik mencoret2 di selembar kertas.Seperti sedang membuat rencana.Kadang dahinya berkerut,kadang tatapannya tiba2 tajam dan menyeramkan,kadang tertawa kecil atau malah tersenyum sendiri.Tiba2 pintu ruangannya diketuk.Danang segera meremas kertas yang tadi dicoret2nya.
Ika masuk sambil membawa beberapa bussiness file.
Danang :"Ada apa Ka?"
Ika meletakkan dokumen yang ia bawa di meja Danang,"Barusan klien kita kemarin menelpon Pak,ia sepertinya tidak ingin bekerja sama dengan Perusahaan kita.Bagaimana ini Pak?Kontrak ini bernilai hampir 1 Triliun,jika kita gagal mendapatkannya maka kita akan kehilangan kesempatan besar."
Bukannya menjawab,Danang malah asyik meremas2 kertas yang ia pegang tadi menjadi seperti bola.
       Danang memandang Ika dan map file di hadapannya secara bergantian.
Ika :"Kamu kok malah diem sih,Danang?Ini kontrak terbesar lho yang pernah kita terima selama setahun ini."
Danang:"Gitu dong manggilnya.Baru aku mau jawab."
Ika:"Jadi kamu diam saja bukan karena ga punya solusi tapi karena aku manggil kamu "Pak'?"
Ika lalu duduk di kursi di depan meja Danang.Wajahnya kesal gitu.
Danang melempar kertas yang ia pegang ke arah tempat sampah tapi meleset dan jatuh ke lantai.
Danang :"Jangan cemberut dong...nanti wajah manismu ini jadi jelek lho!"
Ika :"Aku kan sudah bilang kalo di kerjaan,aku akan bersikap profesional.Makanya aku panggil 'Pak'."
       Danang malah meminum kopi yang tadi dibuatkan Ika.
Danang :"Mantap kopinya.Kamu memang jago kalo bikin kopi.Rasanya pas seperti yang kumau.Kopi apa ini?Enak banget."
Ika :"White coffe...aku beli pas belanja ama Evi.Kata Evi kopi ini ga bikin mules di lambung.Kalau kamu suka kubuatkan tiap hari."
Danang :"Kamu sama Evi kapan pergi keluar lagi?"
Ika :"Memang boleh?Sebenarnya aku pingin nemeni Evi beli perlengkapan kamar bayi besok.Tapi kayake ga bisa deh,kontrak ini saja terancam ga deal."
Danang :"Evi ga pergi sama Mamaku?"
Ika :"Kebetulan Mamamu ada undangan nyanyi di sebuah acara amal.Kalau ga salah untuk menggalang dana bagi anak2 penderita leukimia."
Danang :"Tumben Irwan ga nemeni isterinya?"
Ika :"Pak Irwan beberapa hari ini sibuk jadi pembicara di Meeting Nasional Brand Manager jadi ga bisa menemani.Beliau minta aku yang menemani.Tapi aku minta ijin dulu boleh ga kamunya?"
Danang :"Besok ya?Jam berapa perginya?"
Ika :"Rencananya sih aku mau ambil setengah hari jadi bisa nemeni Evi siangnya.Itupun kalau kamu ijinin."
Danang :"Tentu saja.Kenapa ga?"
Ika :"Lalu kontrak kerja ini bagaimana?Masak kita harus merepotkan Pak Irwan?"
Danang :"Wah ide bagus itu.Irwan kan ahli meluluhkan hati orang.Aku akan minta bantuannya.Kamu siapkan saja berkas2nya."
       Danang menelpon Irwan.
Irwan :"Ada apa kak?"
Danang :"Aku butuh bantuanmu nih.Mau ga bantu aku."
Irwan :"Soal apa?Kalau Irwan bisa pasti Irwan lakukan."
Danang :"Aku punya klien agak alot padahal nilai kontraknya lumayan,kamu kan jago tuh kalau negosiasi.Tolongin ya?"
Irwan :"Kirim berkasnya aku akan pelajari.Pasti aku akan bantu kak.Sudah kewajiban aku sebagai Presdir."
Danang tersenyum licik,"Sipp!Kamu memang adikku yang baik.Ika akan ke sana antar berkasnya.Thanks ya."
Irwan :"Iya Kak.Sama2."
       Danang menemui Ika,"Sudah siap semua berkasnya?"
Ika :"Sudah,Pak.Mau apa Pak berkasnya dikumpulkan semua?"
Danang:"Kontraknya akan diambil alih Irwan.Aku akan antar kau ke kantor Pusat.Jangan lupa ambil berkas yang kamu taruh di mejaku tadi ya!Aku tunggu di bawah."
Ika mengangguk.Ia lalu masuk ke kantor Danang.Tak sengaja kakinya menginjak gumpalan kertas yang dibuang oleh Danang tadi.
Ika :'Danang ...Danang buang sampah sembarangan.Apa sih isinya kok dibuang?'
Ika membukanya.Walau sudah kucel tapi Ika masih bisa melihat.
Ika :'Ada gambar kotak,gambar orang,tapi kok ada gambar orang lagi dan gambar seperti kapal.Aneh lagi mau buka bisnis kapal kali nih Danang.Orangnya kan susah ditebak.Kubuang saja ke tempat sampah.'
      Wah ....andai Ika tahu kertas itu adalah rencana berbahaya Danang buat seseorang.Andai ia tahu bahwa tuh kertas adalah blue printnya.Ika segera mengambil berkas yang dimaksud Danang lalu ia turun menemui Danang yang sudah siap dengan mobilnya.
Ika dan Danang menuju kantor Irwan.
Sampai di sana,Danang tidak turun dari mobil.
Ika :"Kamu ga ikut naik?"
Danang :"Aku ada urusan bentar.Ntar aku nyusul.Aku mau ketemu teman lama.Irwan kan cerdas otaknya,kamu yang terangin aja dia juga ngerti kok.Aku pergi ya.."
Ika merasa aneh juga tapi buat dia yang penting kontraknya deal.Keuntungan besar kalo sampai deal.Iapun menuju ke lantai paling atas.Kantornya Presdir kita.
         Sementara itu Danang menelpon Adi.
Danang :"Temui aku sekarang!Aku akan menjemputmu.Aku mau buat kesepakatan denganmu.Waktu dan targetnya sudah siap.Tinggal eksekusinya saja.Soal uang jangan kuatir pasti kamu puas.Tapi kali ini aku tak mau gagal lagi.Kali ini harus berhasil!Ok,kamu sudah di jalan?...Aku ke sana!"
Jika Ika mikir kontrak kerja dengan klien,Irwan juga ikut mikir biar jadi deal maka Danang malah sibuk buat kesepakatan gelap.Semua lagi sibuk ama rencananya masing2.Bakal berhasilkah Danang kali ini?***see you next eps***

Eps 86 ♣♣Tabir Kepalsuan : He Left Them

Tabir Kepalsuan♣Eps 86♣
♣He Left Them♣Ia Meninggalkan Mereka♣
   

♣Kamar utama kediaman Sutedja♣
       Masih dini hari tapi Irwan sudah bangun.Sejak tadi ia hanya memandangi sosok yang terbaring di sampingnya.Siapa lagi kalau bukan Evi.Sambil berbaring miring menghadap sang isteri,ia membelai perut sang isteri.Tiba2 air matanya menetes,entah kenapa.Ada rasa sedih yang tiba2 menyesakkan dadanya.Diciumnya kening Evi sambil berdoa dalam hati,'Jagai mereka Tuhan,perlindunganku adalah terbatas tapi Kaulah Perlindungan kami yang kuat.Aku memang kepala keluarga tapi tetap Kaulah Pemilik kami semua.Kepada-Mu kupercayakan mereka.Kumohon kawal mereka dengan malaikat2-Mu,jagai saat mereka masuk dan saat mereka keluar.Aku percaya Kau yang akan menjagai rumah tanggaku,pernikahanku,keluargaku,wanita yang kucintai dan juga buah hatiku.Beri kami kekuatan untuk melewati hari2 kami.Biar perlindungan-Mu selalu menaungi kami.Amin'.
       Irwan juga mencium perut sang isteri sambil berlinang air mata,'Anak Papa,jaga Mama ya....Papa ga tahu kenapa air mata Papa terus mengalir,yang Papa rasakan saat ini cuma pingin menangis...Papa cuma pesen satu kamu harus jadi kekuatan Mamamu.Jangan biarkan Mama sedih apalagi sampai putus asa,kamu harus kuat,jadi pahlawannya Papa.Papa mencintaimu sama seperti Papa mencintai Mamamu.Papa mau kau tahu bahwa dimanapun Papa berada,kalianlah yang ada di hati Papa.Love you both.'
        Karena menangis sejak tadi,Irwan akhirnya tertidur lagi.Tidur sambil mendekap Evi dalam pelukannya.
[Kamu nangis juga....Iya nih.Padahal aku cuma penulis tapi kok jadi nangis juga....Makanya kalau nulis jangan pakai perasaan....Terus pakai apa?....Pakai Bolpen....?????]
       Pagi merekah....matahari tampak malu2 menunjukkan wajahnya....puitis amat.
Evi kini yang bangun,tapi kok susah bangunnya.Rupanya sang suami memeluk tubuhnya dengan begitu eratnya.Mana badannya kuat lagi.
Evi :'Irwan meluknya gini amat.Kayak ga pingin lepas.Ga seperti biasanya.Gimana nih pingin ke belakang nih...'
Evi lalu punya ide.Diciumnya pipi Irwan,biasanya kalau dicium pipinya pasti bangun.Habis bangun?Meneketehe....
      Tapi dasar julit,Irwan yang sebenarnya sudah bangun pura2 aja masih tidur.
Evi :'Kok ga bangun sih?Sudah kucium berkali2 pipi tembemnya masih aja ga bangun....masak harus cium bibirnya...ga ga...Evi kok malah ngeres sih...'
Evi resah mana perutnya bikin gerakannya juga makin susah.Irwan terkekeh dalam hati.Evi berhasil duduk di ranjang.Tapi tangan Irwan terus melingkar di pinggangnya.Susah banget melepasnya
Evi lalu mendekatkan wajahnya hendak berbisik ke telinga Irwan.Eh baru mau ngomong,Irwan sudah mencium pipinya.
Tentu saja Evi kaget,"Kamu sudah bangun sejak tadi ya?"
Irwan tersenyum culun gitu,so innocent.
Irwan lalu membantu Evi bangun dari tempat tidur,"Habis aku kangen julitin kamu sayang."
       Evi lalu ke kamar mandi.Irwan menunggu di luar pintu kamar mandi.Agak lama juga baru Evi keluar.
Irwan :"Lama amat....masih suka mual?"
Evi :"Ga ...hanya gosok gigi.Memang kamu mau pakai?"
Irwan :"Ga!Aku cuma pingin meluk kamu lagi.Ayo tidur lagi."
Evi melihat ke arah jam,masih jam 5 pagi.Ia pun mengikuti kemauan Irwan.Tiduran lagi,Evi bersandar di dada Irwan sedangkan Irwan menyandarkan tubuhnya diantara tumpukan bantal.
Evi :"Kamu masih meeting Nasional Branch Manager?"
Irwan:"Iya masih,tapi ini hari terakhir kok.Tinggal closing.Aku bisa wakilkan kalau mau.Tapi hari ini aku ada janji ama klien penting juga."
Evi :"Mau kamu wakilkan ke siapa lagi?Om Ben juga ke Singapore kan?"
Irwan :"Iya.Aku mohon pengertianmu ya Sayang."
        Evi membelai pipi suaminya,"Tentu saja.Aku kan isteri bussinessman yang super sibuk he he....Tapi aku akan selalu di sini menantimu pulang dengan penuh cinta.Sampai kapanpun juga."
Irwan :"Meski berhari2 aku baru pulang?"
Evi :"Meski berhari2."
Irwan :"Meski berminggu2 aku baru kembali?"
Evi :"Meski berminggu2."
Irwan menempelkan dagunya di pundak sang isteri,"Meskipun berbulan2 aku baru datang?Kau akan tetap setia menantiku?Kau tak berpaling ke pria lain?"
Evi :"Meskipun berbulan2.Aku akan tetap di sini menunggumu.Takkan ada yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku."
Irwan :"Meskipun ber....."
       Belum selesai Irwan bicara,Evi sudah menempelkan jarinya di bibir suaminya.
Evi :"Stop!Berhenti meragukanku dan berhenti bicara yang buruk tentang dirimu sendiri....aku sebagai isterimu wajib mengingatkanmu bahwa perkataan adalah doa Sayang.Dan aku tak mau kau jauh dariku dan anak kita.Aku tak sanggup membayangkannya....jadi sedih."
Irwan langsung memeluk isterinya.
Irwan :"Maafkan aku...tanpa sengaja aku telah meragukan kekuatan cinta kita.Tapi benarkah kau takkan menggantikanku dengan siapapun?Janji?"
Evi memandang suaminya sambil berkaca2,"Janji!"
Irwan :"Meskipun orang itu sangat mirip denganku?Seperti siapa penyanyi yang kita jumpai waktu bulan madu ke Hongkong dulu itu?Sungguh hatimu takkan goyah?"
Evi menempelkan wajahnya ke dada Irwan,"Semirip apapun dia tetap bukan dirimu.Aku menikahimu bukan karena fisikmu tapi karena hati dan kepribadianmu.Aku hanya akan mencintaimu seorang pria dalam hidupku dan itu adalah dirimu,Irwan Sutedja,suamiku sekaligus ayah dari bayi yang kukandung ini."
         Irwan terharu dan tanpa sadar meneteskan air mata,"Tuhan begitu baik padaku dan aku percaya bahwa apapun yang terjadi di dalam hidupku Dia adalah tetap Tuhan Yang Baik.Terima kasih Sayang,hatiku tenang sekarang.Hari ini aku mau pakai kemeja yang kaupilihkan buatku dulu."
Evi :"Yang warna biru muda?"
Irwan :"Iya,warna ketenangan.Setenang hatiku saat ini setelah mendengar perkataanmu."
/Kemesraan ini janganlah cepat berlalu....Hatiku damai jiwaku tentram disampingmu.....disampingmu....haaaa.aaaaa....disampingmu..../
       Tak terasa larut dalam kemesraan,waktu sudah jam 7 lebih.
Evi lalu menyiapkan pakaian Irwan.Irwan sendiri segera mandi.
Saat membantu mengancingkan kemeja suaminya,Evi bertanya,"Bolehkah hari ini aku pergi dengan Ika?Mumpung latihan vokalnya lagi libur.Kak Nassar dan kak Nurbayan lagi ada job.Lagian lagu Muara Hati kata mereka aku belum dapat penjiwaannya.Makhlum aku kan lagi bahagia mau jadi ibu."
Irwan memeluk pinggang isterinya,"Apalagi punya suami seganteng aku ini....masak ga bahagia...he he..."
Evi :"Dasar julit..."
Irwan :"Walau julit tapi cinta kan?"
        Evi dengan malu memeluk suaminya.Hatinya begitu tenang mendengar detak jantung suaminya.Tiba2 perut Evi terasa aneh,seperti ada yang bergerak.Si kecil cari perhatian Papanya.
Evi :"Aduh!..."
Irwan segera memapah sang isteri ke ranjang,"Kenapa Sayang?Dede bayi rewel lagi?"
Irwan bersimpuh sambil membelai perut Evi,"Dede,Papa mau kerja.Kamu jangan nakal ya...Kasihan Mama tuh sampai meringis kesakitan.Papa pasti pulang kok.Janji.Kalau ga ngurusi kontrak kerja sih Papa pinginnya di rumah aja.Nemeni dede ama Mama."
       Evi tersenyum mendengarnya,"Begitu kamu sentuh dia langsung tenang lho.Perutku ga sakit lagi.Dedenya mau disayang ama Papanya rupanya....Bakalan jadi anak Papa kayaknya kalau besar nanti.Tenangnya kalo ada Papanya."
Irwan :"Semoga kalo besar nanti anak kita bisa bantu aku menjalankan bisnis keluarga."
Evi :"Sepertinya klienmu kali ini penting sekali ya?Orang luar ya?"
Irwan :"Iya,dia mau bangun pabrik di Indonesia,tepatnya di Banten.Hari ini kesempatan terakhir negosiasi sama dia.Kalau ga deal dia akan bangun pabrik di Thailand atau Vietnam saja.Aku harus bisa membuat dia setuju bekerjasama dengan kita karena bila deal berapa ribu orang yang menganggur di negeri kita bisa mendapat pekerjaan.Berapa keluarga bisa mendapat nafkah hidup,berapa mulut bisa diberi makan,berapa anak2 bisa sekolah ....bayangkanlah."
Evi :"Wow !Kau berpikir begitu jauh...Kau memang pemimpin yang baik.Aku yakin kau pasti bisa mendapatkan kontrak itu.Iya kan dede?"
       Irwan tertawa bahagia,"Dedenya belum ngerti bisnis kali...O ya kalo kamu mau pergi ama Ika gpp.Aku percaya kalo Ika itu baik."
Evi :"Terima kasih sayang."
Irwan :"Yuk kita sarapan.Temani aku makan pagi."
Evi :"Tapi aku belum mandi..."
Irwan :"Mandinya nanti saja.Tetep cantik kok belum mandi."
Evi :"Baiklah..."
       Usai sarapan Evi mengantar suaminya menuju mobil.Lama sekali Irwan memeluknya.Habis itu pakai acara cium bibir segala.Wah ga kayak biasanya.Evi jadi salting apalagi diliatin ama Aty dan Ayah Hamdan.
Evipun melambaikan tangan saat Irwan mau masuk ke mobil.Irwan berhenti dan melambaikan tangannya juga.
/Terbayang lambaiannya....dunia dipenuhi warna berseri bunga cinta....kita yang terlena hingga musim berubah....lambang cinta yang lara....cinta gugur bersama daun2 kekeringan/ost Isabella by Amy Search.
Selamat jalan Pak Presdir....****see you next eps****

Eps 87 ↑↓Tabir Kepalsuan : All Things Are Ready


↑↑Tabir Kepalsuan↓↓Eps 87↑↑
All Things Are Ready↓↑Semua Sudah Siap
    
↑↑ Kantor Danang ↓↓
       Danang melihat sebuah headline surat kabar yang memajang gambar Irwan dan Evi yang sedang menghadiri sebuah acara amal.Tertulis disana judul artikelnya:The Heir of Sutedja's Enterprise.Tampak Irwan begitu bahagia bersama Evi yang tampil anggun meski sedang mengandung.Dengan kesal disobeknya gambar tersebut dan diremasnya2nya.
Danang :'Hari ini adalah hari kematianmu,adikku tersayang...Hari ini kau akan tunduk padaku.Dan kali ini aku pasti berhasil.Semua sudah kupersiapkan.Sebaiknya ku cek sekali lagi.'
Danang segera mengambil hpnya.
Danang :"Bagaimana kesiapannya?"
Adi :"Siap Boss!Aku kan ahli soal sabotase apalagi soal lift gampang!Teamku sudah siap tinggal tunggu target saja."
Danang :"Aku akan pastikan dulu.Tunggu perintahku!"
        Danang segera memanggil Ika by airphone.
Tak lama kemudian Ika masuk sambil membawa surat ijin keluar."
Danang :"Jadi setengah hari?"
Ika :"Tentu dong.Kamu panggil aku ada apa?"
Danang :"Ini ada data yang diminta Irwan.Dia kan mau negosiasi ama klien luar itu sekarang di tempat yang kemarin.Anterin ke dia ya.Kamu ga ingin kan kontraknya ga deal?"
Ika :"Ok deh.Lagian searah.Aku ke tempat Evi dulu baru ke sana.Lagian Pak Irwan kan masih meeting nih ama Branch Managers."
Danang :"Bagaimana kau tahu?"
Ika :"Albi yang bilang barusan.Sebenarnya aku mau nanya soal laporan tapi dia bilang nanti aja soale dia masih menemani Pak Irwan meetnas."
      Ika lalu mengambil dokumen yang diminta Danang untuk diantarkan.Ia lalu pamitan ama Danang.
Sepeninggal Ika,Danang menerima telpon dari Adi.
Danang :"Ada apa?....Kamu sudah siapkan liftnya?Targetnya sebentar lagi datang.Lakukan seperti rencana.Jangan gatot lagi!Awas kalau gagal lagi!Bukan cuma ga dapat uang kau juga akan kuhabisi!!"
Danang menutup telpon dengan wajah dingin,makhlum pembunuh berdarah dingin.
Danang:'Sorry ya Ka,aku manfaatin kamu.Dokumen itu sebenarnya ga diminta Irwan.Tanpa file itupun,Irwan masih bisa melakukan negosiasi...Aku hanya ingin kamu membawa Evi ke gedung dimana rencanaku akan kujalankan....The Tower of Teror!'
Jadi bingung nih targetnya Irwan apa Evi sih?Ya ampun tega banget sih Danang kan Evi lagi hamil.
/Kejam........Kejam.....
      Tapi bukannya Danang cinta ama Evi?Harusnya dia ga sakitin Evi dong.Atau dia mau bunuh Evi dan Irwan sekaligus?Wah jadi Romeo n Juliet nih.Mati bersama.Kasihan dede bayinya....Habis dong lakone?Katanya ga sad ending?......Beneran kok ga sad ending,yuk lihat Irwan aja.Lagi dimana Pak Presdir sekarang?
Irwan sudah selesai menutup Meetnas.Ia berjalan bersama Albi menuju lift.
Albi :"Bapak hebat tadi speechnya!Mereka kagum gitu.Saya aja yang denger jadi semangat apalagi mereka.Bapak memang jago menangin hati orang.he he..."
Irwan melihat jamnya,"Mana berkas negosiasinya?Kamu di sini aja ya.Kerjain notulen meetnas.Besok saya minta semua harus sudah siap di meja saya.Saya lihat ada beberapa masukan dari mereka yang bagus."
Albi :"Ini Pak.Saya sudah lengkapi juga dengan grafik Pak.Jadi presentasi Bapak lebih enak."
Irwan menepuk2 bahu Albi,"Kamu memang sekretaris saya yang hebat!Terima kasih ya sudah membantu saya mendapatkan tender2 besar.Saya pergi dulu ya.Saya titip kantor ok?"
Albi:"Siap Pak!Selamat mendapatkan tender besar lagi!"
       Irwan tersenyum lalu masuk ke dalam lift.
Albi melihat Irwan mengacungkan jempol ke arahnya sebelum pintu lift menutup.
Albi :'Kenapa ya kok kayaknya ada yang lain dari Pak Irwan hari ini?Ga biasanya ia pakai acara nepuk2 bahu,lalu bilang titip kantor segala.Kayak mau pergi jauh aja.Moga cuma perasaanku aja....ga bisa kubayangin perusahaan ini tanpa kehadiran Pak Irwan.Beliau kan Boss yang sangat baik.Sudah ah...malah melamun aku di depan lift.Mending aku ngerjain perintah Pak Irwan.'
Wah Albi aja merasa ada yang lain ama Bossnya.Mobil Irwan melaju menuju The Tower of Teror,gedung dimana kliennya sudah menunggu.Gedung dimana perangkap maut juga sudah menanti.
Di tempat lain,juga ada yang mau menuju ke gedung tersebut.

↑↑Kediaman Sutedja↓↓
       Ika datang dan memeluk Evi.
Evi :"Kamu ke sini naik apa?"
Ika :"Naik taxi."
Evi :"Tumben ga diantar ama ksatrianya?"
Ika :"Danang lagi sibuk.Ga tahu akhir2 ini suka pergi ga jelas.Bilangnya sih ketemu temen lama gitu.Tapi yang pasti bukan cewek...jadi aku tenang.he he.."
Evi :"Kenapa ga telpon aku aja?Tahu gitu aku jemput.Irwan kan nyediain satu sopir pribadi buat aku, juga mobil banyak di sini."
Ika :"Kamu kan lagi hamil, aku ga tega nyuruh2 ,bisa2 malah kena marah Pak Irwan gawat deh.Kamu kan kesayangan Pak Presdir banget.Aku sering iri lho lihat kalian.Benar2 pasangan romantis abad ini he he...mana mau punya baby lagi...aduuuh...so sweet banget sih cinta kalian."
Evi :"Sudah ntar malah ga berangkat2...Itu dokumen apa?"
      Ika jadi ingat pesen Danang,"Oh hampir aku lupa saking senengnya ketemu Bu Presdir he he....ini file yang diminta Pak Irwan buat negosiasi hari ini.Nanti mampir bentar ya buat nganter file ini."
Evi :"Wah file penting itu.Ayo kita berangkat.Kontrak kali ini kan sangat penting buat Irwan.Aku juga mau ketemu Irwan ah.Kangen....he he"
Ika :"Cie...yang kangen ama suami tercinta...Yuk cap cus.!"
       Merekapun segera masuk ke mobil.Irwan memang sengaja meninggalkan sopirnya buat Evi.Karena ia cuma percaya pada sopir itu.Mobilpun melaju menuju The Tower of Teror.
Sementara itu Irwan sudah sampai di gedung yang dimaksud.Ia keluar dari mobil dan menuju lift.Ia mau menuju ke lantai 49.
Apa yang akan terjadi pada Irwan?***see you next eps***

Eps 88 ←→Tabir Kepalsuan : The Beginning of sorrows


←Tabir Kepalsuan→
←Eps 88→
←The Beginning of Sorrows→
←Permulaan dari Kesedihan→

      
←The Tower Of Terror→
       Irwan memarkir mobilnya dan melihat sebentar ke arah gedung nan megah dan tinggi pastinya.Dilihatnya jamnya,belum terlambat.Ia paling anti telat.Apalagi sampai bikin klien menunggu apalagi kalau nunggunya sampai kering.Lebih baik before time daripada telat.Diambilnya tas kerjanya.Lalu ia memejamkan matanya sebentar dan berdoa dalam hati,'Tuhan,semua adalah milik-Mu.Hartaku,bisnisku,keluargaku,isteriku,anakku,bahkan nyawaku adalah milik-Mu.Aku hanyalah pengelola dan bukan pemiliknya.Kau Yang Maha Tahu dan Maha Pelindung,kupercayakan semua itu ke dalam tangan-Mu.Buat aku berhasil hari ini dalam setiap perbuatan tanganku,buat aku berhasil mendapatkan kontrak ini.Apapun yang terjadi aku percaya itu yang terbaik dari rancangan-Mu.Amin.'
       Irwan keluar dari mobil dan melihat sekitarnya.Tampak orang lalu lalang sibuk dengan urusan mereka masing2.Ia menarik nafas lalu menghembuskannya.Metode menenangkan diri sendiri.Lalu berkata pada diri sendiri,"Irwan berhasil mendapatkan kontrak."
Merasa mantap dan siap mental,Presdir kitapun melangkah menuju lift.Ada beberapa lift di sana.Dipilihnya satu dan iapun menanti.
       Tak jauh dari sana,tampak seseorang mengamati gerak gerik Irwan.Ia memegang hp dan sepertinya tengah berbicara dengan seseorang.
Adi :"Boss,target sudah tiba.Team juga sudah siap."
Danang:"Biarkan ia hampir sampai lantai tujuannya.Baru kau rusak liftnya.Aku mau dia hancur tak berbentuk lagi.Ha ha ha..."
Adi :"Bagaimana bila ada orang yang masuk bersamanya?Kita bisa mencelakai orang itu juga."
Danang :"Peduli amat!Itu namanya apes.Ga usah pikirin orang lain!Memang kamu dibayar ama mereka?!"
Adi :"Ok deh Boss!Nanti saya kabari lagi."
       Lift yang ditunggu Irwan akhirnya terbuka juga.Irwan hendak masuk tapi tiba2 ada orang yang memanggil namanya.Irwanpun tak jadi masuk lift.Ia menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.Siapa hayo?
Seorang pria bule bersama asistennya mendekatinya,"Mr Irwan Sutedja right?"
Irwan merasa tidak mengenal pria asing itu tapi ia tetap menyalaminya dengan ramah,"Yes I am.Do I know you?"
       Orang asing itu menjabat tangannya dengan erat,"You come here to meet me.I like you coming early."
Irwan baru ngeh kalau orang itulah klien yang ingin ia temui.
Irwan :"I am sorry I don't recognize you,Mr Werner.But how do you know me?We never meet before."
Mr Werner :"You very famous.Every newspaper write about you.Let's have lunch first.Do you mind?"
Irwan :"Not at all.I'm hungry too.We can talk bussiness while we eat.Let's go."
Mereka tidak jadi naik lift malah pergi dari gedung itu menuju restoran Western Food.
        Tuan Werner sangat menyukai sikap dan kepribadian Irwan.Beda dengan Danang yang tidak menghargai waktu.Datang telat saat janji mau ketemu.Irwan meminta maaf atas sikap kakaknya.Ia janji bahwa kedepannya dia sendiri yang handle proyek itu bila deal.Tuan Werner senang dan setuju bekerja sama dengannya.Irwan sukses dapat kontrak bernilai triliunan rupiah!!!.Sukses ya Say!
/Sya lalalala....Goyangnya heboh...lepaskan saja beban di dada...hidup jangan dibuat susah../ost Goyang heboh.Pernah dibawakan oleh 4besar DA2.
       Wah Danang heboh nih rencananya gatot...he he..Benarkah?
Adi melihat Irwan tidak jadi masuk lift,ia segera lapor Danang.
Adi :"Boss...gimana nih?Di skenario ga ada tuh si bule itu...gimana nih Boss?Targetnya malah plencing tuh Boss!"
Danang kesal sekali mendengarnya,"Kamu memang ga pernah becus kerja!!Digiring dong biar masuk lift!!Gimana kek caranya!"
Adi :"Boss,tapi bulenya ga sendirian Boss.Asistennya badannya gede juga kayak si bule.Nanti saya malah di smack down.Bonyok dong Boss!Biasanya kan Boss punya plan B he he..."
       Adi memang benar.Danang sudah berkali2 gagal mencelakai Irwan.Jadi kali ini ia siapkan rencana berlapis.Waduh!
Danang :"Kamu memang pengikut setiaku,hafal betul gayaku.Pastilah aku punya back up.Punya cadangan.Punya plan B.Danang gitu loh!!"
Adi melihat sebuah mobil mewah memasuki halaman gedung.Dua orang wanita cantik tampak keluar dari dalamnya.
Adi :"Wow!!Tuh cewek2 bening amat.Sayang yang berkulit eksotis itu sudah hamil.Kalo ga aku kejar dia.Cantiknya,....ck ck ck...beruntung banget sih yang jadi ayah dari bayi yang dikandungnya....coba gue orangnya...."
       Danang heran anak buahnya kok malah ndemimil dewe.Dibentaknya Adi.
Danang :"Hey!!Malah ngomong sendirian!!Matamu itu ga jelalatan bisa ga sih?!Ini lho yang bikin rencanaku sering gatot!!Adi,kamu denger saya tidak????!!!"
/Sakit rasanya putus cinta...menyesak di dada...membuat kita jadi gegana...gelisah galau merana..../ost.Goyang Dumang.
Adi langsung kaget,"Ya Boss!Maaf Boss!Soalnya ada dua cewek barusan datang Boss.Cantik2 Boss.Datangnya pakai mobil mewah lagi.Bener2 deh Boss....bening cling!!"
Danang :"Apakah yang satu berkulit eksotis dan sedang hamil?"
Adi :"Wuihhh,Boss punya indera ke-6 ya?Kok bisa tahu sih Boss?Bok saya diajari Boss,he he.."
Danang :"Mending kamu saya hajar saja !!Itu tu plan B nya.The next targetnya."
        Adi terperangah mendengarnya.Dua wanita cantik itu adalah targetnya.Yang bener aja nih???!!
Adi :"Yang bener Boss?Cantik2 lho Boss!Daripada dihabisi mending kasihkan saya Boss.Walaupun bekas ga masalah saya Boss."
Danang :"Kamu jangan lancang ya mereka itu bukan wanita sembarangan.Yang lagi hamil itu isteri adik aku.Dan satunya itu pacar aku."
Adi :"Wah....wah..pantes mobilnya semewah itu...rupanya isteri milyarder Irwan Sutedja...ck..ck ...ck.Tapi Boss masak pacarnya Boss juga dihabisi?Apa ga sayang Boss?"
Danang :"Kamu itu tanya terus.Irwan juga adik aku.Tapi aku ga peduli.Begitu mereka masuk ke lift,kau tahu kan harus bagaimana?"
Adi :"Boss,maaf nih masih kepo,wanita cantik yang berkulit eksotis itu lagi hamil Boss,Boss ga takut dosa nih?Biasanya anak kecil punya malaikat sendiri lho Boss.Mendingan yang dihabisi adik Boss aja.Pamali Boss menyakiti orang lagi hamil.Orang hamil itu bawa hoki lho Boss."
Danang :"Kamu malah ceramah sekarang.Jangan bicara dosa sama aku!!Kalau aku takut dosa,aku ga akan susun rencana ini berbulan2 yang lalu.Sudah sekarang laksanakan perintahku!!"
Adipun menuruti Bossnya.Evi dan Ika sudah di depan lift.Apakah rencana Danang untuk mereka?Begitu sakitkah hatinya hingga tega membunuh bayi yang belum lahir?****see you next eps****

Eps 89 ☆ || ★* Tabir Kepalsuan : Follow Me
☆☆Tabir Kepalsuan☆☆Eps 89☆☆
Follow Me ★★ Ikuti Aku

  
☆The Tower Of Terror★
        Ika dan Evi sampai di gedung dimana Irwan janjian ama kliennya.Mereka keluar dari mobil.Sambil ngobrol mereka menuju lift.
Evi :"Apa ga sebaiknya kita telpon dulu?Belum tentu kan Irwan sudah sampai."
Ika :"Aku yakin Pak Irwan sudah sampai,beliau itu terkenal sangat menghargai klien.Beliau selalu datang before time.Mungkin mereka malah sudah melakukan negosiasi sekarang."
Evi :"Maaf deh...memang Irwan yang pesen ama sopir untuk bawa mobilnya hati2 karena aku sedang hamil.Jadi kadang sopir mengambil rute yang berbeda."
Ika :"Kamu benar2 beruntung ya....Punya suami sesayang itu...bikin ngiri aja deh lihatnya..."
Lift yang mereka pilih sudah tiba dan membuka pintunya.Ika segera melangkah masuk tapi Evi masih ragu.
Ika :"Ayo masuk!Kantor kliennya ada di lantai 49.Ga mungkin naik tangga.Apalagi kamu lagi hamil.Ayo!"
       Evi teringat saat dulu ia naik lift pertama kali.Bagaimana ia spontan memeluk Irwan erat2 saking takutnya.Merem lagi.
/Peluklah diriku dan pejamkanlah matamu....kasihku embun malam darimana dia datang....ataukah dia datang untuk kita...peluklah diriku dalam dekapan cintamu...hanyalah padamu kusandarkan harapanku....setulus cintaku kepadamu..../
by Deddy Dores & Lilian Angela
Evi jadi rindu pada suaminya.Jadi kangen...
Ia pun melangkah masuk ke dalam lift.
Liftpun mulai bergerak naik.
        Evi berpegangan pada Ika.Walaupun lift bukan lagi hal baru baginya,tapi tetap saja rasa takut itu ada.Coba ada Irwan di sampingnya.Mungkin bukan ketakutan yang ia rasakan tapi kemesraan he he...Apalagi kalau lantainya tinggi banget.
/Pinggang ramping kupeluk erat...degup jantungmu getarkan jiwa....burung2 bernyanyi riang semerdu suaramu...janji setia kita ucapkan....tetap saling mencinta.../ost.Pondok Cinta by Iis S.
Melihat Evi senyum2 sendiri,Ika jadi yakin pasti Evi punya kenangan di lift.Kenangan manis pastinya.
Ika :"Ada memory indah di lift ama Pak Irwan ya?Wajahnya sampai merona gitu.Cie..."
Evi :"Iya....masih awal dulu sih,pertama kali aku naik lift.Awal perjalanan cinta kami."
       Tiba2 lampu padam dan lift berhenti.Evi kaget dan segera memegang tangan Ika.
Evi :"Kenapa liftnya berhenti Ka?Ini kan baru lantai 13.Apakah liftnya rusak Ka?"
Ika mencoba mencari tombol interphone,"Tolong kami terjebak di dalam lift!!"
Evi jadi cemas,bagaimana bila lift tiba2 meluncur ke bawah.Evi memegang perutnya,tangannya gemetar.Bagaimana bila hal buruk terjadi pada kandunganmya?
Evi :"Ka,aku takut Ka!Aku ingin Irwan di sini Ka...Tuhan jangan biarkan terjadi sesuatu pada kandunganku.Ku mohon lindungi kami...lindungi bayiku Tuhan..."
Ika memukul2 pintu lift,"Tolong!!Kami terjebak di lift!!Tolong!!Seharusnya ada yang melihat kita kan ada cctv di dalam lift."
        Bila Evi dan Ika sedang panik karena terjebak dalam lift,Adi justru tengah menelpon Danang dengan riangnya.
Adi :"Boss,target sudah terjebak.Kapan eksekusinya?"
Danang:"Tunggu dulu!Kau telpon Irwan suruh ia kembali ke gedung ini.Bilang kalo isteri tercintanya yang lagi hamil itu terjebak di lift.Kalau ia tidak segera datang,eksekusi saja....Biar tak seorangpun memiliki Evi.Kehilangan Evi dan anak mereka pasti menjadi pukulan hebat baginya.Ha...ha....!!"
Adi :"Siap Boss!!"
       Adipun segera menghubungi Hp Irwan.Tapi hpnya sibuk terus.
Irwan dalam perjalanan pulang.Negosiasinya sudah sukses.Ia menelpon Evi tapi ga bisa.Ya jelaslah ga ada signal di lift.
Irwan :"Ke mana Evi?Coba ku bel orang rumah saja."
Irwan menghubungi rumah,"Kak Aty,Evi ada?"
Aty :"Nyonya muda pergi ama Non Ika,Boss Muda.Barusan kok Boss Muda.Belum ada satu jam."
Irwan :"Mereka bilang mau kemana?"
Aty :"Katanya sih mau belanja gitu tapi tadi saya denger mereka mau mampir dulu ke gedung apa gitu mau ketemu Boss Muda,soalnya ada dokumen yang ketinggalan.Dokumen penting buat kontrak2 apa gitu ga ngerti...kodong."
Irwan :"Ya udah Kak Aty,trima kasih infonya."
       Irwan kembali mencoba menghubungi Evi atau Ika tapi sama saja.Ga bisa.Hatinya mulai cemas.Saat itulah hpnya berbunyi.
Irwan:'No siapa ini?'.."Halo,ini siapa ya?"
Adi :"Jika masih ingin anak isterimu hidup,segera datanglah kemari.Jika tidak isterimu yang cantik itu dan...bayi yang sedang dia kandung akan tinggal nama...ha ha.."
Irwan :"Anda siapa??!!Di mana isteri saya?!!Hey!!"
Adi menutup telponnya.Irwan teringat kata2 Aty,pasti Evi dan Ika menuju ke kantor klien barunya.Irwan segera putar balik sambil menghubungi no asing tadi.
Irwan :"Halo....Halo....Apa yang kaulakukan pada isteriku?Apa yang kau inginkan?"
Adi :"Datang saja segera atau besok akan terpampang headline di koran2:Isteri seorang milyarder mati mengenaskan karena lift yang dinaikinya jatuh dari lantai 13!!Ha ha ha...."
       Irwan kaget mendengarnya,hampir saja ia menabrak motor yang nyelonong di jalan.
Irwan :"Saya tidak percaya!!Apa buktinya?"
Sebuah foto dikirim ke hp Irwan.Foto Evi dan Ika yang sedang terjebak di lift.
Irwan :'Oh Tidak!Ini kan Eviku...kumohon Tuhan jangan biarkan hal buruk terjadi pada Evi dan anak kami...aku tak bisa hidup tanpa mereka...'
/Aku tak mau kehilangan dirimu..../ost Rembulan Bersinar Lagi.
       Sementara itu di dalam lift,Evi mulai lelah berdiri.Kondisi perutnya membuatnya tidak tahan berdiri lama.
Evi menyandarkan tubuhnya ke dinding lift.
Evi :"Ka...aku sudah tidak tahan lagi berdiri...Tidak ada kursi ya?"
Ika lalu membantu Evi duduk di lantai.Kasihan Evi....kasihan dede bayi...
Ika :"Kenapa teknisi lift di gedung ini tidak segera mengeluarkan kita dari sini?Harusnya kita dibawa ke lantai terdekat dan lift dibuka oleh mereka...Mana ga ada signal lagi...kita tak bisa hubungi siapa2...Maafkan aku Vi!Aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padamu....Semoga ada keajaiban...sehingga kita bisa keluar dari sini dengan selamat..."
      Evi tak mendengar apa yang Ika katakan karena ia malah berkaca2 sambil membelai perutnya.Yang ia ingat hanyalah kata2 Irwan tadi pagi...
Evi :'Irwan....aku tak tahu apakah aku bisa pulang kini...untuk menunggumu....Tuhan...benarkah kau tetap Tuhan yang baik seperti yang selalu Irwan katakan?Jika iya pertemukanlah kami kembali....'
/Lihatlah air mataku...Tuhan tolong hapuskan air mataku...Tiada satu dapat melakukannya...dari derita ini....Hanya Engkau yang kuasa....menghapuskan setiap tetes air mata....menghapuskan setiap tetes air mata.../ost.Lihat Air Mata by Grace Simon.
Irwan sudah sampai di halaman gedung dimana Evi dan Ika terjebak dalam lift.Orang2 tampak berkerumun karena lift tiba2 rusak.Listrik juga padam.Genset sudah dihidupkan tapi tidak mampu mengcover semua lift.
       Irwan menuju ke arah lift.Ia bertanya pada orang2 apa yang terjadi.Dari monitor pantau di ruang security, ia melihat Evi ada di salah satu lift.Hatinya miris melihatnya.
Irwan :"Dimana para teknisi lift?Harusnya mereka segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan setiap orang yang terjebak di dalam lift.Hal ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena orang bisa kehabisan udara di dalam sana.Belum suhu di dalam lift.Dimana teknisinya saya mau bicara dengan mereka."
Adi pun datang mendekati Irwan,"Akhirnya kau datang juga."
       Irwan tentu saja tersentak mendengar perkataan pria yang memakai pakaian teknisi itu,"Kau?Kau yang menelponku?!"
Adi memberi kode pada Irwan untuk mengikutinya,"Follow me!"
Irwan mengikutinya menuju ruang kontrol lift.Irwan merasa pernah melihat Adi tapi ia lupa di mana.
Irwan :"Kumohon keluarkan isteriku dari sana.Apapun yang kauminta akan kuberikan.Aku mohon padamu."
Adi :"Kau pintar juga mengerti maksudku.Aku bisa saja membuat lift yang berisi isterimu dan temannya itu meluncur ke bawah.Bayangkanlah efeknya bagi kandungannya."
Irwan :"Kumohon,jangan lakukan itu!Berapa uang yang kau minta pasti kuberikan.Katakan saja asal mereka selamat keluar dari sana pasti aku akan berikan."
      Adi terkekeh.Tahu begini ia memilih minta uang ke Irwan daripada ke Danang.Tapi nasi sudah menjadi bubur.The show must go on.
Adi :"Bagaimana bila yang kami minta bukan uang tapi nyawamu?Ada pepatah gigi ganti gigi.Mata ganti mata.Kinipun sama nyawa ganti nyawa.Apa kau mau memberikannya?Menukar nyawa mereka dengan nyawamu?"
Irwan dengan berkaca2 menjawab,"Asal mereka selamat keluar dari sana.Nyawakupun akan kukorbankan."
Tiba2 salah seorang anak buah Adi mendekat dan berbisik.Adi manggut2.
Adi :"Sepertinya isterimu pingsan.Kutanya sekali lagi kau pilih nyawamu atau nyawa isterimu yang sedang hamil itu?Pikirkan dengan matang.Ha ha ha..."
Irwan :"Ambillah nyawaku tapi biarkan isteriku selamat.Cepatlah selamatkan mereka!!"
Adi :"Wow!!Kau benar2 mencintai wanita berkulit eksotis itu.Berikan hpmu!Guys lakukan sekarang!"
       Irwan memberikan hpnya pada pria itu.Anak buah Adi yang lain segera memegangi Irwan.Sebagian yang lain segera mengendalikan lift.
Irwan menanti dengan cemas.Apalagi mendengar Evi pingsan.Hatinya makin pilu.
Irwan :'Inikah arti mimpiku?Aku takkan biarkan Evi dan anakku celaka.Tidak akan!Lebih baik aku yang celaka dan bukan mereka.Apapun akan kukorbankan demi mereka,termasuk nyawaku.'
/Demi cintaku padamu ke gurun kuikut denganmu.Biarpun harus berkorban jiwa dan raga....Nyanyikan lagu cinta walau seribu duka kita takkan terpisah....Andai dipisah laut dan pantai.Tak akan goyah gelora cinta..../ost.Cinta Kita by Amy dan Inka Christy.
       Lift yang dinaiki Evi dan Ika diturunkan ke lantai lobby utama.Pihak medis sudah menanti di sana.Evi dibaringkan di bed dorong dan segera dilarikan ke Rumah sakit.Ika mendampinginya sambil berurai air mata.Irwan yang melihat Evi selamat berlinang air mata,baginya keselamatan Evi dan anak mereka jauh lebih penting daripada dirinya.Ia hanya mampu melihat Evi dari jauh dibawa masuk ke dalam ambulance.
Irwan :'Terima kasih Tuhan.Kau menjagai mereka.Mengenai diriku,aku percaya Kau juga sanggup menjagaku.Aku tak tahu apa mau orang2 ini tapi aku yakin Kau takkan membiarkanku jatuh sampai tergeletak.Selamat berpisah isteriku....titip anak kita.Jika jodoh kita panjang, kita pasti bertemu lagi.'
Adi :"Isteri yang kaucinta sudah selamat.Sekarang giliranmu memenuhi janjimu pada Bossku.Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini!Berikan kunci mobilmu!Dan ikuti aku!"
        Irwan coba melawan tapi Adi segera membiusnya hingga pingsan.
Adi membawa tubuh Irwan masuk ke mobilnya.
/Ijinkan aku pergi apalagi yang engkau tangisi....Memang berat kurasa meninggalkan kasih yang kucinta...Namun bagaimana lagi semuanya harus kujalani....Selamat tinggal...kudoakan kau selalu bahagia...Batin ini takkan rela mendengarmu hidup menderita../lagu Pamit.by Broery Marantika.
Jika Evi dibawa ke Rumah Sakit,kemanakah Irwan akan dibawa?Ini cluenya:
/Pagi engkau berangkat...hati mulai berbatu...Malam kupetik gitar dan terdengar senandung ombak di lautan../lagu Camelia by Ebiet G Ade.
Sudah bisa menebak?***see you next eps***

Eps 90 》》Tabir Kepalsuan : The Final Destination
》》TABIR KEPALSUAN
》》EPS 90
》》The Final Destination
》》Tujuan Terakhir

》Di pantai....
       Tampak Evi memandang indahnya pantai sembari membelai perutnya yang semakin besar.Indah sekali.Angin semilir menambah syahdunya suasana.Dengan rambut dikucir ,Evi terlihat makin elegan dan mempesona.
Ditambah dengan kondisinya yang sedang berbadan dua menambah bercahaya saja wajahnya.Jelas terlihat bahagia di sana.
Evi :"Dede sayang,kau tahu ,Mama sangat bahagia.Belum pernah Mama sebahagia ini.Mama punya Papamu,punya keluarga yang sayang dan mau terima Mama,dan juga punya kamu sayang.Kau tahu sayang,Mamamu ini bukan dari keluarga kaya raya seperti Papamu.Mamamu ini bahkan ga lanjut sekolahnya.Beda ama papamu yang jebolan luar negeri.Bahkan mamamu ini ga pernah mikir bakal dapet Papamu.Bayangin aja siapa Mamamu ini sampai berani mimpi dapat pengusaha sukses sekelas Papamu.Mimpi aja ga berani kali.Tapi ga sangka kan sekarang ada kamu di perut Mama,kamu nanti bakal jadi penerus keluarga Sutedja,keluarga yang sangat sukses dan sangat terkenal."
         Tiba2 sepasang tangan memeluk Evi dari belakang.Evi tahu siapa yang memeluk dirinya,bau tubuhnya sudah familiar banget buatnya.
Evi :"Pasti Pangeran Julit aku nih...."
Irwan membelai perut isterinya,"Sudah makin besar ya ....kamu makin menawan lho Sayang dalam kondisi hamil begini...Aku pasti akan sangat merindukanmu nanti...."
Evi :"Nanti?Memang kamu pergi?Ada meeting di luar negeri?"
Irwan :"Yang pasti aku harus pergi ...ingat janjimu padaku ya...bahwa kau akan tetap menungguku selama apapun itu...."
       Evi berbalik hendak menghadap suaminya tapi Irwan malah berjalan ke arah pantai.
Evi mengikutinya tapi Irwan terus menuju ke tengah laut.Evi jadi panik.
Evi :"Irwan!!Kau mau ke mana?Jangan terus ke sana!!Irwan,berhenti!!Aku mohon kembali!!Irwaaaan!!"
Irwan :"Aku harus pergi Sayang....ingat janjimu padaku...."
Laut bergelora.Ombak gulung mengulung.Tubuh Irwan lenyap ditelan laut.
Evi histeris melihatnya,"Irwaaaan!!"
/Bergulung ombak laut biru mendengar kau memutus cinta....Lihatlah terlanjur sesat langkah diri karena janji...Kini musnah harapanku....Cinta terputus di tengah jalanan..../Helen S.

》》Rumah Sakit,Jakarta...
        Ayah Hamdan :"Evi...Evi..Bangun Putriku!"
Evi membuka mata dengan terengah2.
Ayah Hamdan :"Kau pasti bermimpi ya?Kau pasti bermimpi tentang Irwan.Ayo minum dulu tenangkan dirimu."
       Evi duduk di ranjang,"Bagaimana Ayah tahu aku bermimpi tentang Irwan?"
Ayah Hamdan menyodorkan segelas air pada Evi,"Kau berteriak2 memanggil nama Irwan.Apa yang kaulihat dalam mimpimu,Putriku?Ceritakan pada Ayah."
Evi meminum air di gelas yang disodorkan Ayahnya,"Aku dan Irwan sedang menikmati indahnya pantai.Namun tiba2 Irwan bilang kalau ia harus pergi.Aku mencoba mengejarnya tapi ia justru makin ke tengah laut dan kemudian ia menghilang...Ayah.Evi takut Ayah....Evi tak mau kehilangan Irwan, Ayah.Mimpi itu seperti nyata Ayah."
       Evi menangis dipelukan Ayahnya.
Ayah Hamdan :"Ayah juga tak tahu apa yang terjadi dengan Nak Irwan.Kenapa ia tiba2 menghilang.Paman Irwan dan Mamanya sedang mencari dimana Irwan.Kau harus tenang,Putriku.Kau tak boleh cemas nanti kandunganmu bermasalah.Kau baru saja lepas dari bahaya di lift,jadi jaga emosimu.Pikirkanlah bayi yang ada dalam kandunganmu.Irwan pasti tak ingin sesuatu terjadi pada anaknya.Kita berdoa saja semoga Irwan segera kembali."
Evi :"Sudah 2 hari Yah.Belum ada kabar dari Irwan.Tidak biasanya ia seperti ini,Ayah.Perasaan Evi ga enak Ayah.Pasti terjadi sesuatu pada Irwan,Ayah.Evi tak mau kehilangan suami Evi Ayah...tidak mau..."
Evi kembali tergugu dalam tangis yang menyayat hati.
/Kumerasa telah kehilangan...kau pergi jauh karena salahku...Sejujurnya ku tak bisa....hidup tanpa ada kamu aku gila..../Kehilangan by Firman.

》》Kediaman Sutedja...
         Tampak Inul mondar mandir tidak jelas di teras.Ia tampak cemas.Sebuah mobil tiba dan Inul segera menghampirinya.
Inul :"Bagaimana Ben?Ada perkembangan?"
Benigno tampak sayu dan lelah,"Mobilnya ditemukan Kak.Tapi Irwan tidak ada.Aku sudah mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.Tapi hasilnya nihil.Irwan tidak diketahui dimana keberadaannya.Tahu begini aku tidak ke Singapore.Ini salahku,Kak!Maafkan aku."
Inul mengusap bahu adiknya itu,"Jika kau merasa bersalah terlebih aku.Aku Mamanya tapi aku malah sibuk menggalang dana untuk anak2 yatim di luar kota...sementara anakku sendiri entah mengalami apa,entah berada di mana?Aku takut Ben...Aku takut peristiwa yang dulu terulang lagi...Aku benar2 cemas,Ben.Hati kecilku mengatakan kalo sesuatu yang buruk sedang dialami Irwan.Bagaimana kalo ia diculik?Atau malah dibunuh?"
       Benigno memeluk Inul yang berurai air mata.Ia sendiri juga tak kuasa membendung air matanya.
Benigno :"Aku janji Kak:Aku akan bawa Irwan kembali.Seperti dulu.Aku janji Kak!"
Inul :"Di mana Danang?Apakah ia tahu kalau adiknya menghilang?"
Benigno :"Dia juga tidak tahu Kak.Tadi aku ke kantornya.Ia bahkan akan ikut membantu mencari.Dananglah yang menemukan mobil Irwan tadi."
Inul :"Di mana ditemukannya?"
Benigno :"Di dekat Pelabuhan.Tidak ada tanda2 kekerasan.Bahkan dokumen dan barang2 lain masih lengkap."
Inul :"Untuk apa Irwan ke Pelabuhan?"
Benigno :"Aku juga tidak tahu Kak.Albi bilang terakhir Irwan meninggalkan kantor untuk bertemu klien.Aku hubungi Mr.Werner memang ia bertemu dengan Irwan bahkan sudah teken kontrak.Habis itu Irwan bilang mau pulang.Tapi Aty bilang Irwan malah menelpon nanyain soal Evi.Evi sendiri masih trauma dengan kejadian terjebak di lift.Ika bilang mereka memang berencana mau ketemu Irwan tapi belum sempat ketemu sudah terjebak di dalam lift.Semuanya benar2 misteri."
Inul :"Bagaimana bila benar Irwan diculik?"
Benigno :"Kalau benar Irwan diculik,harusnya sudah ada orang yang minta uang tebusan.Kenapa harus menunggu lama2?!"
        Inul duduk dengan lemas,"Aku tak tahu apa yang harus kukatakan pada Evi.Apa yang harus kita lakukan Ben?"
Benigno :"Besok aku akan mengecek kapal apa saja yang keluar dari pelabuhan dalam 3 hari ini.Siapa tahu saja Irwan ketemu teman lama terus diajak ikut berlayar..."
Inul :"Aku bingung Ben...Ada apa sebenarnya?Dimana Irwan?"
Benigno :"Aku kasihan lihat Evi....Ia terus bertanya dimana Irwan...Andai aku bisa menjawabnya..."
        /Disaat bunga cinta sedang mekar...Kau undang kepiluan di hatiku...kini setelah jauh terpisah...hati rindu mengharap-harap...Pulanglah ke istana cinta kita....Seandainya engkau pergi hampa terasa hidupku...Hidup bagai pelayaran yang memerlukan haluan...hanyut bahtera tanpa nahkodanya...Gambaran cinta pudar warnanya disaat kau tiada di sisi...kini tinggal gambaran kedukaan....kini tinggal...kedukaan../Gambaran Cinta by Inka C.
Dimanakah Irwan?Masih hidupkah ia?
》》 Di sebuah kapal yang berada di tengah lautan lepas....
         Tampak Adi asyik makan,"Mmh...Nikmat sekali hasil pancinganku ini.Sudah 2 hari hanya melihat laut,ga heran kalo aku jadi pingin cepet balik ke darat.Makan makanan yang lain gitu ga cuma ikan terus...Boss sadis banget sih masa ga ngasih stock bahan makanan yang banyak gitu.Sampai2 aku harus mancing mania di sini.Apa dia lupa kalo aku butuh makan.Terus tawanan satu itu juga.Lain kali males gue kerja ama Boss.Orangnya ga care ama anak buahnya."
Di sudut ruangan tampak sesosok tubuh dikerangkeng dalam kotak besi berterali.Ia berpakaian kemeja biru muda.Biru muda?Itukan warna baju yang terakhir dipakai Irwan?Jadi....ya orang yang dikurung itu adalah Irwan.
Asyik !!Irwan masih hidup!!Yippi...Yippi!!
Jangan senang dulu,badai belum berlalu.
Maksudnya?....Lihat aja sendiri!
        Irwan terus mendengarkan apa yang terjadi di sekelilingnya.Bahkan perkataan Adi barusan tak luput dari perhatiannya.Irwan tidak tahu dimana ia kini berada.Yang ia ingat terakhir adalah ia coba melawan orang2 yang hendak menyakiti Evi dan anaknya itu.Namun tiba2 ia tak sadarkan diri dan bangun2 sudah di dalam kurungan besi.Karena terus bergoyang,Irwan yakin kalau ia berada di sebuah kapal.Pria yang menjaganya terus saja menyebut kata 'Boss'.Siapa orang dibalik ini semua?Siapa orang yang tega mau mencelakai wanita yang sedang mengandung?Hati Irwan terus bertanya sambil terus memperhatikan sekitarnya.
       Adi melihat ke arah tawanannya.Diambilnya piring plastik dan diisinya dengan sisa makanan di piringnya.Lalu dibukanya kerangkeng,dan dilemparnya piring plastik itu di depan Irwan,"Nih makan!"
Irwan memandang piring tersebut,meski tak semewah makanan yang biasa ia santap di rumah tapi tetap saja itu adalah makanan.Dan ia butuh tenaga untuk keluar dari tahanan mereka.Tanpa peduli meski itu sisa makan Adi,Irwan memakannya.
       Adi tersenyum melihat Irwan menghargai pemberiannya,"Kau ini ternyata orang yang sangat cerdas.Kau tahu kalo hidup matimu ada di tanganku.Asal kau tahu ya aku tuh masih baik sama kamu.Coba kalo Bossku yang di sini pasti kau dibiarkan kelaparan.Aku mah masih so good,mau kasih kamu makan..."
Irwan menyeka mulutnya,"Siapa Bossmu?Apa aku mengenalnya?"
Adi :"Sebentar lagi kamu juga tahu...Boss sedang naik helikopter menuju ke sini.Bersiaplah menjemput ajalmu!"
Irwan :"Apa sebenarnya salah keluargaku pada kalian?Mengapa kalian beebuat seperti ini?"
Adi :"Aku tak peduli dengan konflik di dalam keluargamu.Yang aku tahu aku butuh uang.Ga semua orang seberuntung dirimu.Punya segalanya.Hidup bahkan sangat sulit bagi sebagian orang.Termasuk aku."
Irwan :"Bebaskan aku maka akan kuberi kau dua kali lipat dari yang diberi Bossmu."
      Adi tergiur juga tapi kemudian ia mendengar suara helikopter mendekat.Tampak Danang turun dari helikopter.Irwan pikir Danang datang untuk menyelamatkannya,"Kakak!Aku senang kau datang!Bebaskan aku Kak!Pria ini menculikku!"
Danang mendekati Adi.Adi segera melaporkan semuanya,"Boss,sebenarnya mau apa sih kita bawa pria ini ke tengah laut begini?Kenapa ga dihabisi aja di darat aja Boss?"
Irwan terperangah mendengar Adi menyebut Danang dengan sebutan 'Boss'.
Irwan :"Jadi kakak ke sini bukan untuk menyelamatkanku?Kakaklah dalang di balik ini semua?Aku tak sangka!Tega benar kakak menjebak Evi dan Ika di lift!Evi itu sedang hamil kak!Dan Ika itu kan kekasih Kakak!Kenapa Kak?Apa yang kakak incar?Kupikir kakak sudah berubah...ternyata selama ini cuma kedok!Kenapa Kak?Apa salah Irwan?"
Danang :"Aku hanya ingin kau menderita.Aku benci kau karena kau selalu mendapat segalanya.Bisnis,tahta,harta,kaaih sayang Mama bahkan cinta Evi.Aku lebih tua darimu tapi orang lebih memujamu,lebih segan padamu daripada kepadaku."
        Danang mengambil kertas yang sudah ia siapkan dan mengeluarkan Irwan dari penjaranya.Danang menodongkan pistol ke arah Irwan,"Sekarang tanda tangani dan cap jempol di sini!Atau kau mau peluru menembus kepalamu.!"
Irwan membaca isi kertas itu,"Surat Kuasa?Kakak mau aku menyerahkan jabatan Presdir?Kak jabatan itu bukan main2."
Danang memukul Irwan hingga berdarah,"Sudah lakukan saja!Atau kau mau aku membuat Evi keguguran?"
Irwan :"Kumohon jangan sakiti mereka Kak!Aku akan lakukan yang kauinginkan."
Irwanpun menandatangani dan membubuhkan sidik jarinya.Danang tersenyum puas.
Danang :"Kini aku akan melenyapkanmu di tengah lautan.Aku sudah siapkan bahan peledak.Jadi takkan ada bukti apapun bahkan saksi sekalipun bahwa akulah yang melenyapkanmu."
Adi :"Ide Boss memang hebat!Ayo segera pergi Boss!Saya sudah kangen dengan daratan."
        Irwan diikat tangan dan kakinya.Danang lalu menuju ke helikopter.Adi mengikutinya.
Tapi....
Danang :"Siapa bilang kamu akan ikut saya balik ke darat?"
Adi :"Maksud Boss?Saya ga ngerti!"
Danang memberi kode pada anak buahnya yang bersamanya,"Siapkan bahan peledaknya!Dan cepat pergi dari sini!"
Danang memukul Adi hingga pria itu tak bisa ikut ke helikopter.Sebelum pergi Danang berkata :"Kau adalah saksi kunci semua kejahatanku.Bodoh sekali jika kubiarkan kau hidup.Sayonara,Adi!Kuberi waktu 10 menit meratapi nasibmu yang malang!!Habis itu Boom!!Bye bye!!
Adi :"Boss!!"
       Helicopter mulai pergi meninggalkan kapal naas itu.Danang tertawa sambil melihat kertas di tangannya.Kini ia akan menduduki kursi Presdir.Dan Irwan?
Sepuluh menit kemudian,terdengar suara ledakan dan kepulan asap di tengah lautan.
Danang tertawa,"This is the final destination.Bye...bye...my young brother!Rest In Peace!!Ha ha...ha ha.."
      Benarkah Irwan mati dalam ledakan tersebut?Ataukah masih ada keajaiban?Atau memang inilah akhir seorang Irwan Sutedja?***see you next eps***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar