TABIR KEPALSUAN EPS 141-150^^^

TABIR KEPALSUAN

EPS 141 - 150
 " SAID I LOVE U "
Eps 141 ♡♥ Tabir Kepalsuan : 
Enter Into Life
♡♡ TABIR KEPALSUAN ♥♥ Eps 141 ♡♡ ♥Enter Into Life = Masuk Ke Dalam Hidup♥
¤¤¤ ICU (Intensif Care Unit )....
Irwan tiba di ruang ICU dan melihat mamanya cemas,"Gimana Kak Danang,Ma?
Ada apa?"
Inul :"Dokter bilang kakinya yang kanan tak bisa diselamatkan,
tulang kakinya sudah hancur.Jadi..."
Irwan meletakkan tas yang ia bawa,"Kakak harus diamputasi?"
Benigno yang menjawab,"Iya Wan.Bagaimana menurutmu?"
Irwan :"Setidaknya kakak masih hidup,itu yang terpenting saat ini.
Dunia kedokteran sudah canggih,masih ada cara untuk kakak bisa berjalan.
Jika kakak harus pakai kursi roda,Irwan juga tidak malu dan akan tetap
menyayanginya."
Inul bangga dengan putra bungsunya,"Mama berterima kasih kamu mau
menerima kakakmu kembali,Wan.Ah itu dokternya datang lagi."
Dokter :"Suratnya sudah ditanda tangani?"
Inul segera menyodorkan surat yang ia pegang,surat persetujuan tindakan medis.
Dokter :"Ada lagi yang ingin saya katakan,sebagian wajah putra ibu juga mengalami luka akibat serpihan kaca.Kami akan menjadwalkan operasi plastik jika 
pihak keluarga menyetujuinya."
Inul memandang Irwan,Irwan mengangguk.
Dokter :"Baiklah.Saya akan jadwalkan operasinya.Kalau begitu saya permisi."
Inul :"Iya Dok!Lakukan yang terbaik buat putra saya."
Irwan menyerahkan tas yang ia bawa kepada Mamanya,"Ini dari Evi Ma.
Ada makanan juga disitu.Mama harus jaga kesehatan.Om juga."
Inul menerima tas itu dan mengambil pakaian gantinya,"Mama ganti baju dulu.
Titip Danang ya?"
Irwan dan Benigno mengangguk.
Benigno duduk di samping Irwan,"Om tidak mengira bakal seperti ini."
Irwan :"Makasih ya Om,selalu ada buat kami.Apa jadinya tadi kalau Om tidak segera bertindak cepat."
Benigno :"Bagaimanapun juga Danang juga keponakan Om,sama seperti kamu.
Bagaimana dengan Adi?Apa ada perkembangan?"
Irwan menggeleng,"Masih belum Om...Malam ini kita harus berjaga buat mereka
berdua."
Setelah berjam2 menunggu akhirnya nyawa Danang tertolong.Iapun
dipindahkan ke ruangan pasca operasi.Walaupun masih kritis seperti Adi.
Kebetulan ruangan mereka berdekatan jadi Irwan
bisa bertemu Evi dan Evan.Pihak kepolisian meminta keterangan perihal
kecelakaan Danang.
Benigno dan Irwan segera menangani hal tersebut.
Inul memeluk Evi dan memandang cucunya yang digendong Aty dengan penuh haru.
Inul :"Untung ada cucu Oma,kalo tidak semuanya adalah berita menyedihkan.
Setidaknya Evan ada sebagai penghiburan kita semua.Iya kan Evan sayang?"
Evan unteg2,menggeliat2 dalam gedongannya ngerti kalo sedang diajak bicara.
Malam itu malam berjaga2.Dua orang yang mereka kasihi tengah berjuang melawan kematian menuju kehidupan.Kalau di Jawa,masa seperti itu biasanya menyalakan
lilin.Lilin melambangkan orang yang sedang berjuang.Pihak keluarga akan menjaga
supaya lilinnya jangan sampai padam.[Waktu ayahku tiada juga gitu.
Aku ingat kita semua yang dirumah,menyalakan satu lilin dan menungguinya.
Jam dua pagi aku terbangun dan melihat lilin yang kami jaga sudah padam.
Lalu kakak pertama datang dari RS dan berkata,"Ayah sudah tiada."
Sejak hari itu aku merasa duniakupun padam.Tak ada lagi Ida yang ceria,
Ida yang riang,no more.Yang ada Ida yang yang serius belajar,
serius sekolah,ga ada dolan,ga ada hang out,jalan2 di mall,
ga ada itu di kamus aku.Time is study.Time is learn and learn.
Time is to fullfill my father's dream.To be the number one in school.
Wah masa laluku kayak kutu buku.Jangan dibayangkan.]
Malam itu dingin sekali di RS.Apalagi di dalam ruangan pasca operasi.Super frezzing. ♡ VIP room,Evi's room... Irwan yang kelelahan bolak balik mengurusi Evi,Evan,Adi dan kini Danang akhirnya
jatuh tertidur saat menemui putranya Evan dimpuk.
Evi menyelimutinya dan meletakkan bantal dibawah kepala suaminya itu. Evi :'Irwan pasti sangat lelah.Kasihan suamiku...Tidurlah cintaku....
aku akan menjagamu...' Baru satu jam Irwan tidur,Evi mendengar suaminya mengigau,"Jangan pergi kak!
Kak Danang!Kakaaak!" Evi segera membangunkan Irwan,diusapnya wajah suaminya yang tampak
berkeringat. Evi:"Wan....Irwan...bangun sayang!" Irwanpun bangun dan tampak terengah2 seperti habis mengejar sesuatu,"Hhh...hhh.."
Evi segera mengambilkan air minum,"Minumlah dulu.Kau pasti bermimpi yach?"
Irwanpun meminum air yang diambilkan isterinya,"Terima kasih sayang.." Usai minum,Irwan masih gemetar,Evipun meraih suaminya itu dalam pelukannya.
Evi :"Kau pasti bermimpi.Apa yang kaulihat dimimpimu sayang?
Kau sampai gemetar seperti ini." Irwan merasa lebih tenang dipeluk Evi,"Aku melihat kakak hendak pergi,aku mengejarnya...aku memanggil namanya...tapi ia terus berjalan...aku terus mengejarnya...lalu aku terbangun.Ini jam berapa?" Irwan melihat ke jam tangannya,"Hampir tengah malam.Aku harus ke kamar kakak.
Aku harus ada di sana." Irwan bergegas meraih jaketnya lalu membelai pipi Evan,"Aku pergi dulu.
Kau tak apa2 kan dengan Ayah di sini?Pamitkan pada Ayah,ya?" Evi :"Pergilah.Biar hatimu tenang.Ada Ayahku di sini.Kami akan baik2 saja." Irwan lalu memeluk isterinya,"Aku mencintaimu." Evi membalasnya,"Aku juga mencintaimu." Lalu pergilah Irwan menuju kamar pasca operasi dimana Danang berada. Bila di alam bawah sadar dulu Adi ketemu bapak2 misterius,apakah Danang juga
sama?Yuk kita lihat kondisi Danang.
♡ Danang's Room.... Masih terbaring tak sadarkan diri,wajah dibalut perban terutama yang
sisi kanan.Selang dimana2.Selang infus,oksigen,darah,macam2.
Bunyi alat deteksi organ vital terus terdengar,"Thit...thit..." Perawat terus mengecek kondisi pasien setiap setengah jam.
Danang melihat sekitarnya,"Dimana ini?" Iapun turun dari tempat tidur tapi kok kakinya masih lengkap?
Rupanya itu rohnya,lagi jalan2.Bingung kali.Katanya kalau orang koma kan rohnya mengembara.
Danang berjalan menembus dinding.Melihat Mamanya,pamannya,juga Aty.
Ia heran,"Mana Irwan?Rupanya ia belum memaafkanku.Lalu untuk apa aku di sini?
Aku pergi saja.Aku tak mau di sini ..." Iapun melangkah hendak meninggalkan koridor,tapi tiba2 Inul mengigau dalam tidurnya.
Inul :"Jangan pergi Danang!Mama mohon!Irwan sudah memaafkanmu Nak!
Jangan pergi Sayang!Mama mohon!" Danang berhenti melangkah karena mendengar langkah kaki mendekat,Irwan datang mendekati Mamanya dan membangunkannya. Irwan :"Ma...mama...bangun Ma...Mama..." Inulpun bangun dan memeluk Irwan,"Kakakmu Wan!Dia mau pergi...
jangan boleh dia pergi Wan!Jangan biarkan dia pergi,Irwan!" Inul menangis dipelukan putra bungsunya.Irwanpun menangis. Irwan:"Irwan juga tak ingin kak Danang pergi Ma.
Irwan ingin kak Danang tetap hidup.Memulai kehidupan baru bersama kita Ma.
Irwan ingin merasakan bagaimana jadi adik yang disayangi kak Danang,Ma.
Irwan hanya ingin itu.Irwan ga pernah benci dengan kak Danang.Irwan sayang sama kakak..Ma..."
Wah malah tangisan mereka.Danang terpaku mendengar percakapan mereka.
Lalu muncullah seorang pria tua,pria yang sama dengan yang ditemui Adi.
Pria itu berkata kepadanya,"Kembalilah Tuan Muda,waktumu belum tiba.
Masih ada yang harus Anda selesaikan.Kembalilah."
Danang melihat kembali ke arah Mama dan adiknya lalu menoleh ke pria tua tadi,
"Bapak kan..."
Pria tua tersenyum,"Anda masih ingat padaku ya Tuan Muda?"
Danang bersimpuh,"Maafkanlah saya...karena sayalah Bapak meninggal.
Maafkan saya."
Pria tua itu menyuruh Danang berdiri,"Minta maaflah pada keluarga saya.
Mintalah pengampunan mereka.Temuilah mereka.Sekarang kembalilah!
Lihatlah mereka sangat menyayangimu.Meski kau telah menyakiti
mereka tapi mereka tetap mengasihimu.Kembalilah demi mereka.
Kembalilah Tuan Muda."
Danangpun memandang Inul dan Irwan sekali lagi lalu mengangguk pada 
pria tua tadi,"Bapak benar,saya akan kembali.Banyak yang harus saya perbaiki.
Tunggulah saya."
Danang kembali ke raganya.Siapakah bapak tadi ?Penasaran?
***see you next eps***
Eps 142 》Tabir Kepalsuan 》
We live
》TABIR KEPALSUAN 》Eps 142 》We live = Kami Hidup
》Dini hari di ruang pasca operasi....kamar Adi...
Adi membuka matanya,pertama samar cuma terlihat cahaya.
Lalu ia mulai melihat lebih jelas.Ia merasa asing dengan tempat dimana ia berada,
'Dimana aku?Apa aku sudah mati?'
Ia coba menggerakkan tangannya tapi ada yang memegang tangannya.
Iapun menoleh mencari tahu.Hayo siapa?Adi melihat seorang wanita.
Tertidur di sisi ranjangnya.Ia tersenyum melihatnya.
Adi :'Aty...Aty...ternyata kamu perhatian ya sama aku?He..he...
tapi kok ada Aty di sini yang lain mana?Jangan2 Aty juga sudah mati kayak aku?
Wuiihh serem nih...Aku cek sound dulu aja.'
Adi coba menggerakkan badannya tapi malah terasa nyeri terutama di bagian perut.
Adi :"Aaachh...ah...nyeri banget sih...aduh..."
Adi kembali berbaring,menatap langit2 kamar.
Tiba2 berdirilah seseorang di depan bed Adi.Tentu saja Adi jumbul.
Demikianpun orang itu.Siapa sih bikin kaget aja?
Adi :"Ya ampun!!...Kamu.... juga... mati to Wan?"
Irwan yang masuk ruangan Adi rupanya.
Tentu saja Irwan kaget sekaligus gembira melihat Adi sudah sadar.
Irwan :"Kamu sadar Di?"
Adi yang karena kaget lihat Irwan spontan menarik
tangannya dan membangunkan Aty yang lagi asyik bikin
pulau Lombok.Mentang2 gunung Barujari sedang erupsi ya?Tahu aja.
Iya tahu dong kan sampai 692 penerbangan jadi kacau.
Wah Surabaya bakal ramai nih.
Atypun kaget dan seneng banget melihat Adi sadar,"Woooaaah....jam berapa sih?...
Adi???Kamu sadar???Adiiiii!!!"
Wah langsung main peluk aja tuh Aty,"Adi...aku cemas tahu lihat kamu berdarah...
aku takut...Jangan bikin aku takut lagi...."
Adi jadi keki mana diliatin Irwan lagi,mau tapi malu juga.He..he..
Adi :"Aduh...Aty kamu tuh jangan erat2 dong kecekik nih...aku ga bisa nafas dong...
piye tah....huhuuk..huk"
Aty segera melepas pelukannya,"Maaf...habis saking senengnya....
aku mau kasih tahu Nyonya Muda ah...asyik!!Bye..bye..Adi...
kamu jangan koma lagi lho ya...tak kame hame kalau kamu koma lagi!!
Permisi ya Boss Muda saya mau nyebar hot news dulu he..he..Titip Adi ya 
Boss Muda...dia itu suka ngeyel he..he.."
Aty ngacir ke kamar VIP dimana Nyonya Mudanya berada. Adi melongo melihat Aty malah kabur,"Kok malah...pergi ?"
Irwan mendekati Adi dan memeluknya,"Terima kasih ya Di...
demi menyelamatkanku kau rela mempertaruhkan nyawamu.Terima kasih."
Adi jadi terharu,"Baru kali ini ....aku merasa.... hidupku.... benar2 berarti,...aku...
bukan sampah,aku ini .....manusia yang layak.... untuk dihargai,aku ini ....
juga berhak... hidup di dunia ini.Tapi...ini beneran.... dunia orang hidup kan?....
Bukan dunianya orang mati?......Soale ....aku kok...... merasa ....
agak gimana gitu yach....apa karena ....habis koma?"
Irwan memandang Adi,"Bener kamu hidup Di..kamu masih hidup.Aku lega sekali,Di.Setidaknya satu orang sudah selamat.Kurang satu lagi."
Adi bingung dengan ucapan Irwan,"Kurang satu lagi?"
Irwan menarik nafas lalu menceritakan semua yang terjadi usai Adi pingsan di
koridor ruang ViP RS.Adi tak menduga kalau bakal berakhir tragis buat Danang.
Ia melihat ke perutnya,"Ditusuk saja sudah sakit begini...apalagi diamputasi.
Aku tak bisa bayangkan.Benar2 tak bisa....Aku jadi kasihan....
Apa aku bisa melihatnya?"
Irwan mencegah Adi yang mencoba turun dari ranjang,
"Eiit.Kamu jangan banyak bergerak Di!Kamu tuh habis operasi,
kamu berbaring saja ntar aku yang akan kasih kabar soal kakakku.
Kamu di sini saja.Ok?"
Adi :"Tapi Wan...aku...."
Irwan :"Sudah kamu jangan ngeyel...bener kata Kak Aty,kamu itu ngeyel orangnya."
Ayah Hamdan lalu datang menjenguk Adi,"Ayah dengar dari Aty,Nak Adi sudah
siuman yach?Wah ternyata benar,bukan gosip.Kamu benar2 sudah lepas dari
masa kritis Nak Adi."
Irwan senang dengan perhatian ayah mertuanya pada sahabatnya,Adi.
Ia lalu permisi hendak menengok Danang,"Ayah titip Adi yach?
Irwan mau nengok Kakak,sejak tadi Irwan bolak balik kamar terus.Gantian.
Sekarang Adi sudah sadar jadi Irwan mau nunggu kak Danang biar juga sadar seperti Adi."
Ayah Hamdan :"Silahkan Nak Irwan.Soal Adi biar Ayah jagai nggak akan kabur dia."
Adi malah nyeletuk,"Memang saya buronan Pak,pakai kabur segala.
Buat gerak saja susah."
Ayah Hamdan terkekeh,"Wah kayaknya beneran sudah sembuh nih....
buktinya sudah bisa bercanda...he..he.."
Irwan tersenyum lalu melangkah menuju kamar kakaknya.
Disana ada mamanya yang tengah tertidur di sisi pembaringan.
Irwan meraih jaket dan menyelimutkannya di bahu mamanya.
Irwan :'Mama pasti kelelahan sampai lupa pakai jaket.Kasihan Mama.
Padahal dingin banget di sini.'
Irwan melihat kakaknya masih terbaring tanpa perubahan berarti.
Hatinya miris bila melihat dibalik selimut Danang,kaki kanannya sudah 
diamputasi sebatas lutut.Wajahnya juga rusak di sisi kanan.
Masih nunggu jadwal operasi.Nunggu kondisi Danang jauh lebih baik dulu.
Irwan meraih jemari tangan kakaknya,'Kakak...walau lecet2 di sana sini setidaknya
tangan kakak tidak cacat.Kakak selamat saja itu sudah mukjizat.
Semua sakit hati yang kurasakan selama ini seketika hilang kala melihat kondisi kakak sekarang.Bangun kak..Irwan mohon !'
Irwan bersimpuh di samping bed Danang,air matanya menetes di lantai.
Sementara tangannya terus memegang jemari Danang.
Irwan tertunduk,'Tuhan...ampunilah kakakku.Ia tak tahu apa yang ia lakukan.
Kepalsuan dunia ini membutakan mata hatinya.Tuhan bukalah tabir itu,singkapkanlah.Biar kakak bisa melihat segala sesuatu dengan cara Kau melihat.Tuhan...bangunkanlah ia...ya Tuhan...aku mohon.'
Tiba2 jemari Danang bergerak,walau lemah tapi Irwan bisa merasakannya.
Irwan tercekat,"Kakak..."
Ia segera berdiri dan melihat dengan seksama kondisi kakaknya,meski matanya belum terbuka,tapi jemari tangannya bergerak.Irwan senang sekali sampai 
meneteskan air mata,"Terima kasih Tuhan.Engkau menjawab doaku."
Inul yang mendengar suara isak tangis terbangun,"Ada apa dengan Kakakmu,Irwan?" Irwan malah berkaca2 sambil memegang jemari tangan Danang,Inul makin cemas.
Irwan meraih tangan Mamanya dan menempelkannya di jemari Danang,
Inul :"Apa...ada masalah?Kenapa kau menangis?Jangan membuat mama takut sayang...Hati mama sudah habis..."
"Rasakan Ma..."
Inul mengamati dan kemudian merasakannya,"Tangannya bergerak.
Kakakmu hidup sayang...kakakmu selamat....Syukurlah Tuhan."
Inul dan Irwan menarik nafas lega.Danang lepas dari masa kritis.
Walau belum sadar benar,namun responnya sudah kembali.
Irwan segera memanggil perawat untuk memastikannya.Dokter jagapun segera 
memeriksa kondisi Danang.
Inul :"Bagaimana putra saya Dok?" Irwan :"Apa masa kritisnya sudah lewat Dok?"
Dokter :"Ini ajaib,semua organ vitalnya berespon dengan baik.
Padahal kami kira akan memakan waktu lama.Namun,tak ada yang mustahil
di dalam Tuhan.Kondisi pasien sudah melewati masa kritis.
Dalam waktu dekat pasien akan pulih kesadarannya.
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.Ini benar2 diluar perkiraan kami."
Irwan dan Inul berpelukan bahagia mengetahui perkembangan Danang yang positif.
Wah senengnya Irwan,dua orang yang dikasihinya telah selamat dari masa kritis.
Irwan begitu bahagia dan ingin segera membaginya dengan Evi.Ia minta ijin pada Mamanya,"Ma,Irwan mau kabarkan berita baik ini pada Evi.Dua kabar baik Ma.
Boleh ya Ma?"
Inul mengangguk haru,"Tentu saja sayang..pergilah!"
Irwan memandang sekali lagi pada Danang,"Kak,teruslah miliki semangat hidup.
Kami senang kau kembali pada kami.Terus semangat ya Kak.
Evi pasti senang mendengar ini....Irwan pergi dulu Ma!"
Irwanpun melangkah pergi dengan hati lega menuju ruang Vip.Menemui sang isteri.
Evi baru selesai menidurkan Evan ketika tiba2 Irwan datang dan memeluknya erat2.
/Hanyalah dirimu yang bermain di dalam khayalku..Tak sanggup aku melupakan...
Aku tak sanggup ...Mungkin sampai nanti rambutku kusam dan memutih...
Namun cintaku padamu takkan berubah..Cintaku takkan berubah./Annie Carera.
Evi tahu suaminya tengah berbagi bahagia.Walau tiada kata tapi
binar wajahnya dan kelegaan yang terpancar sudah mengatakan semua.Bila Aty memberitakan soal Adi maka Irwan pasti tentang Danang.
Evi membiarkan saja suaminya memeluknya.Ia malah tersenyum dalam dekapan 
suaminya.Menghirup bau tubuh khas milik pria yang ia cintai.
Tenggelam dalam debar bahagia.Wah,Aty sampai tersipu sendiri melihatnya.
Aty :'Mesranya....padahal ga ada perkataan apapun kudengar tapi mereka seperti
saling mengerti.Apa itu namanya bahasa cinta ya?' Irwan membelai kepala isterinya dan menghirup bau harum rambut isterinya. Irwan :"Aku sangat bahagia." Evi menyandarkan kepalanya di bahu Irwan,"Ya aku tahu.Aku bisa merasakannya." Irwan :"Coba tebak apa yang membuatku bahagia sekarang?" Evi tersenyum dan memandang pada suaminya,"Pasti tentang kakakmu.Iya kan?" Irwan menempelkan dahinya di dahi isterinya,"Kau selalu tahu isi hatiku,sayang.
Kau selalu tahu..." Evi :"Tentu saja ...tentu saja aku tahu.Bukankah kita satu?" Irwan memejamkan mata menikmati indahnya cinta diantara mereka. Wah malah romantisan di Rumah Sakit.Oke deh biar bahagia memenuhi semuanya.
Kapan ya mereka kembali ke kediaman Sutedja?Masak di Rumah Sakit terus?
Jawabannya cari di next eps.***see you***
Eps 143 ××× Tabir Kepalsuan : Boldness of Speech

××× TABIR KEPALSUAN ××× ××× Eps 143 ××× ××× Boldness of Speech = Keberanian Berbicara / Bicara Terus Terang ××× ~~~Poetry from author~~~
Pasir walau kecil ada beratnya
Air walau setetes pelepas dahaga
Kapas walau ringan bisa berkelana
Hujan walau sebentar sejuknya terasa

Petir walau seram membersihkan udara
Pohon walau diam meneduhkan di bawahnya
Awan walau jauh terlihat begitu dekatnya
Api walau kecil bisa menghanguskan semua

Demikianlah dengan organ tubuh kita lidah namanya
Lidah yang tak bertulang bisa seperti pisau tajamnya
Berkata-kata boleh saja
Asal membangun dan bukan sebaliknya

Berkatalah bila ditanya
Berkatalah bila disapa
Berkatalah pada waktunya
Berkatalah yang berguna
Mau kau pakai untuk apa

Ingatlah perkataan ibarat senjata
Memberi perhatian atau kecaman
Memberi semangat atau menjadi sengat Memberi bahagia atau duka lara

Mencurahkan isi hati boleh-boleh saja
Memberi pengharapan atau keruntuhan Memberi simpati atau sakit hati
Namun alangkah indahnya
Bila dilakukan dengan bijaksana

Renungkanlah sebelum berkata-kata
Pikirkanlah sebelum mengungkapkan rasa
Tak ada yang mau dihina di dunia
Tak ada yang mau disakiti hatinya
Semua manusia sama kebutuhannya
Ingin disayangi dan dianggap berharga

Tuhan saja tak pernah memandang hina Mengapa tidak dengan kita
Sekian dari saya sebuah puisi untuk pembaca
Yang masih jauh dari sempurna
Maaf bila ada yang kurang berkenan di hati pembaca
Perenungan seorang penulis cerita
Tak ada niat untuk menyakiti siapapun jua Ini hanya perenungan saya ~~~ Hope you like it ~~~
××× In the Hospital....
Danang terus membaik demikian juga dengan Adi.Keduanya berangsur pulih.
Danang akhirnya sadar juga.Dan orang yang dicari pertama jelas Mamanya.
Inul bahagia melihat Danang membuka matanya.Anaknya itu walau pernah
mendukakan hatinya namun hati ibu tetap tak bisa membencinya.
Pintu maaf selalu terbuka dengan lebarnya.
Danang melihat sekitarnya,"Ma..ma...."
Inul memandangnya dengan penuh sayang,"Anak Mama...akhirnya sadar juga...."
Benigno ikut lega melihat keponakannya sadar,"Kak aku akan panggil Irwan ke sini!
Ia pasti senang dengan berita ini!"
Inul mengangguk haru,"Iya Ben,panggil Irwan ke sini.Ia pasti bahagia."
Irwan memang super sibuk,ngurus Evi,Evan,Adi,Danang juga perusahaan.
Albi sampai bolak-balik Rumah Sakit demi memberikan laporan seputar
perkembangan perusahaan.Belum masalah dengan kepolisian dan media massa.
Wah sampai Evi kadang harus meraih suaminya itu dalam pelukannya
untuk memberi semangat dan dukungan moral.
Ruwet pokoke jadi Irwan.Jadi ayah,jadi presdir,jadi kepala keluarga,
jadi publik figur,jadi korban sandera,jadi saksi,jadi suami,jadi anak,juga jadi adik.
Wah bayangin tuh jadi dia.Bisa migrain kali kalo di posisi dia.
Mesake temen ya perannya di sini.Iya mesake...ning ya romantis kan?He..he ...
Mendengar kakaknya sadar,Irwan yang lagi bahas soal perusahaan
dengan Albi jadi sumringah.
Irwan tampak berbinar bahagia,"Beneran Om,kakak sadar?"
Benigno mengangguk,wah Irwan langsung memeluk Albi yang ada di sebelahnya.
Albi sampai surprise gitu dipeluk Presdirnya.
Albi :"Iya...Pak...selamat...he..he.."
Irwan :"Kakakku sadar Albi!!Aku gembira!!"
Albi heran juga,'Wah kalo sama musuh aja baik banget apalagi sama teman yach?Wuiihh....makin kagum aku sama Pak Irwan.Bener2 sosok yang patut diteladani.
Kalo punya anak mau tak kasih nama Irwan ah....menginspirasi sih.
Aku ngefans berat nih...'
Irwan lalu menutup semua bussiness file yang dibawa Albi.
Irwan :"File management dan budgeting kita bahas lain kali saja.
Aku mau lihat kakakku dulu.Aku yakin Mama pasti bahagia kayak aku."
Albi merapikan semua berkas,"Kalau begitu saya permisi kembali ke kantor Pak.
Bila ada yang urgent saya akan menghubungi Bapak."
Irwan dan Benigno mempersilahkan Albi kembali ke kantor.
Irwan tak lupa berbagi bahagia dengan sang isteri tercinta.Evi tersenyum kala melihat Irwan menggendong Evan dengan gembira,"Evan sayang...Papa bahagia sekali hari ini...Paman kamu sudah sadar sayang...Kamu ikut seneng kan kayak Papa?"
Evan malah bermimik lucu,gemesin banget.
Irwan :"Sekarang kamu sama Mama dulu yach.Jangan rewel yach?Minta sama Mama untuk nyanyi tuh...suaranya bikin terbuai tuh...Papa mau lihat Om Danang dulu yach...
Kamu baik2 ya?"
Irwan menyerahkan Evan pada Evi,"Aku pergi jenguk kakak dulu ya Sayang.
I love you."
Evi tersenyum bahagia saat Irwan mencium keningnya dan membelai wajahnya,
"I love you too,Irwan."
Benigno gantian yang mengecek masalah di kantornya.Ia menelpon Ika
sedang Irwan menuju kamar kakaknya.
Benigno :"Ka,kamu siang nanti ke sini yach,tolong bawakan beberapa pakaian
saya yang saya tinggal di kantor yach."
Ika menjawab dengan gembira,"Siap Pak.Sekalian saya bawakan makan siang buat
Bapak ya?Bapak pasti lupa makan kalo ga diingetin."
Benigno :"Boleh...tahu aja kamu...bawain juga laporan perusahaan yach.
Saya nggak mau perusahaan keteter karena saya fokus di sini."
Ika :"Tentu Pak.Sudah saya siapkan semua yang harus Bapak tanda tangani.
Bagaimana kabar di sana Pak?"
Benigno :"Kamu mau tahu soal Danang yach?"
Ika tersenyum gimana gitu,"Kasihan juga ya Pak...saya bayangin gimana rasanya
ada di posisi dia.Ngeri ah...Apa Danang sudah tahu soal kakinya Pak?"
Benigno :"Belum tapi cepat atau lambat pasti tahu juga.Entah nanti siapa yang akan memberitahu dia.Atau malah dia tahu sendiri."
Ika merasa prihatin juga,"Semoga dia bisa tabah dan menjadi insaf dengan kejadian
ini."
Benigno :"Yeah..semoga saja.Baiklah saya tunggu kedatanganmu yach.Bye,Ika."
Benigno merasa kasihan juga pada keadaan Danang tapi ia juga tak bisa
memungkiri rasa cintanya pada Ika.
Benigno :'Kenapa hatiku sedih ya saat Ika nanyain Danang?Apa aku cemburu?
Dengan kondisi seperti ini bukan saatnya jadi selfis,bukan saatnya
mikir diri sendiri.Aku harus bisa mengendalikan diriku.Lebih baik aku
menyusul Irwan.'
Dikamar Danang,Irwan segera menemui kakaknya.Kedatangannya disambut
isak tangis Danang,"Maafkan aku Wan!Maafkan aku..."
Irwan meraih kakaknya itu dalam pelukannya,"Sudah aku lupakan Kak.
Biar yang lama berlalu,kita mulai lagi lembaran baru.Yang lama sudah berlalu.
Yang baru sudah datang.Aku akan menerima kakak dengan pandangan baru."
Karena berpelukan dengan Irwan,selimut Danang tersingkap,
"Kenapa dengan kakiku Ma?Kenapa kakiku tak ada satu?Apa kakiku diamputasi?
Aku cacat...."
Inul diam tak mampu mengatakan apapun,ia malah meneteskan air mata.
Danang memandang Irwan,"Kau selalu mengatakan hal yang benar,Wan.
Sekarang katakan padaku kebenarannya,Wan.Apa aku kini cacat?"
Irwan mendekap kakaknya itu,"Kakak masih beruntung selamat dari kecelakaan maut itu,dua orang yang bersama kakak tewas seketika.Dokter sudah mengusahakan yang terbaik.Tapi tulang kaki kanan kakak sudah hancur,tak bisa diselamatkan lagi.
Jadi tak ada pilihan lain.Kakak harus tabah,setidaknya kakak masih hidup untuk
membuka lembaran baru.Lebih baik masuk ke sorga dengan kaki cacat daripada
dengan utuh masuk neraka.Irwan tak akan memandang hina kakak.
Tak ada yang berhak menghina sesamanya.Kita adalah sama2 ciptaan Tuhan.
Jika kita menghina orang berarti kita menghina Tuhan.Jauhlah itu dari kita kak.
Jadi kakak harus buang jauh2 perasaan tak pantas ada di dunia ini.
Hidup itu anugerah kak.Baik buruk fisik kita itu adalah ciptaan Tuhan.
Pasti ada mahkota dibalik itu semua.Irwan mohon,kakak jangan patah semangat,masih banyak orang yang lebih buruk kondisinya tapi tetap berkarya bahkan memberi
banyak hal pada dunia.Sebentar Irwan bukakan di hp Irwan."
Irwan membuka hpnya dan menunjukkan artikel2 tentang orang2
yang cacat yang membuat hal2 yang luar biasa.
Irwan membuka sebuah video di youtube bagaimana seorang gadis dengan
kecacatannya mampu memainkan musik yang indah,"Lihat ini kak!
Indah kan musik yang ia mainkan?Padahal ia cacat lho.Lihat jarinya cuma satu!
Lihat jari tangan kakak masih lengkap!Kakak lebih baik dari dia.Lihat ini juga!
Kakinya buntung semua,lihat juga ini...ini..."
Wah Danang malah jadi terharu melihat semua yang ditunjukkan Irwan.
Ia malah memandang adiknya itu sambil berurai air mata,"Betapa aku begitu buta
selama ini,disaat fisikku lengkap,aku malah buta melihat betapa baiknya Tuhan
padaku memberiku adik sepertimu.Terimakasih ya Wan.Kau telah membuka mataku.Terima kasih adikku..."
Mereka berpelukan sekali lagi kali ini Benigno juga hadir dan ikut terharu melihat
dua bersaudara itu rukun.Inul bahkan saking terharunya sampai menangis di pelukan adiknya.
Inul :"Inilah surga bagiku Ben...Surga turun ke bumi...Lihatlah mereka...Lihat Ben..."
Benigno :"Iya ini keajaiban dan siapasangka kita melihatnya...melihat yang
mustahil menjadi mungkin...Benar kata orang,hanya Tuhan yang mampu
mengubah hati seseorang...Inilah rahmat Tuhan,kak."
.Oke deh sampai sini dulu yach...Bagaimana reaksi Danang saat bertemu Ika?Atau bertemu Adi?
Tunggu eps selanjutnya***see you***
Eps 144 ♥ Tabir Kepalsuan || The Wind of Innerhealing
♥ TABIR KEPALSUAN♡ Eps 144 ♥ The Wind of Innerhealing = Angin Pemulihan Hati
Ada seorang petani yang terkenal suka bersyukur.Apapun yang terjadi padanya,
ia selalu mengucap syukur pada Tuhan.Tetangganya heran karena ia selalu tampak
tegar meski hal buruk terjadi pada sapinya,pada panenannya,pada banyak hal lagi.
Hingga suatu hari anaknya laki2 satu2nya jatuh dari kuda hingga
kakinya patah.Tetangganya meledeknya,"Sekarang apa dia akan tetap bersyukur 
melihat anaknya terluka.Ayo kita lihat apa katanya kali ini!"
Mereka segera menuju rumah petani itu dan inilah jawab petani itu,"Saya tidak akan bersungut2 pada Tuhan,bagi saya Dia tetap baik.Segala sesuatu pasti dalam
perhitungan-Nya.Jadi saya akan bersyukur,setidaknya anak saya masih hidup."
Mereka mencibir perkataan petani itu,"Sok ceramah.Sok cun!"
Keesokan harinya datanglah para tentara,mereka menyuruh seluruh
penduduk untuk menyerahkan anak laki2 mereka untuk wajib militer karena keadaan negara sedang gawat.Para tetangga petani itu dengan sedih harus menyerahkan
anak2 laki2 mereka yang sehat.Sedangkan petani itu bisa lega karena tentara 
tak mau membawa anaknya yang sedang patah kaki.Mereka berkata,
"Bawa semua pria muda yang sehat,yang luka atau cacat tinggalkan saja!Kita tak butuh orang yang hanya membebani kita.Cepat lakukan!!"
Petani itu memeluk anak laki2nya dengan mengucap syukur pada Tuhan karena
dibalik musibah yang menimpa anaknya rupanya Tuhan tengah menyelamatkan
anaknya dari kematian karena peperangan.Kini tetangganya yang mengejeknya
tengah bersedih karena berpisah dari anak2 mereka.Dan mungkin perpisahan untuk selamanya.Kini mereka tak lagi mengejek petani itu.
Tak semua hal seburuk kelihatannya,terkadang hal yang manis ada dibalik
hal yang buruk.Lihat saja manggis.Buahnya manis dan putih.Padahal kulitnya begitu
pahit.Warnanya juga gelap.Tapi lebih hebat lagi ternyata dibalik kulit yang seperti itu 
pahitnya terkandung khasiat yang sangat luar biasa untuk menyembuhkan 
berbagai penyakit.Hal pahit apa sajakah yang telah kita lalui?Mulailah berhenti 
bersungut2 dan mulai renungkan apakah yang ada dibalik semua itu?Mungkin kita belum melihatnya sekarang tapi mintalah agar mata hati kita mampu melihat jauh
menembus kegelapan.Benar kata orang,kebanggaan manusia adalah penderitaan.
Mari kita lihat penderitaan di hati Danang.Apa sebenarnya yang memahitkan
hatinya hingga ia begitu jahat?
♥ Hospital...
Melihat kedua putranya rukun,Inul tak ingin mengganggu mereka.
Iapun berdalih kangen dengan Evan jadi pergi ke ruangan Evi.Sementara Benigno 
menemui Adi.Danang sudah menerima kondisinya yang cacat,ia malah
tampak menerawang.
Irwan jadi cemas,"Kak...kakak memikirkan apa?"
Danang malah tertunduk,"Aku pantas mengalami semua ini.Aku telah begitu jahat.Aku...aku...bahkan telah menghilangkan nyawa orang....aku ini pembunuh,
Wan...aku pembunuh!!"
Danang malah mulai menangis tersedu2,"Aku harusnya mati di kecelakaan itu...
aku ini tak pantas diberi kehidupan...aku..."
Irwan menggeleng dan meraih Danang dalam pelukannya,"Kakak tenanglah...
Irwan tak tahan melihat kakak begini..."
Danang malah hendak melepas semua infus dan peralatan medis,"Biarkan aku
mati saja Wan!Aku ini orang yang jahat Wan!!"
Irwan terus mencegah niat Danang,"Kakak hentikan!Jangan begini kakak!
Tuhan yang memberi kehidupan,kita tak berhak mengakhirinya.Hanya Dia yang
berhak melakukannya.Hanya Dia!"
Danang memandang ke arah kakinya,"Bila kehilangan kaki saja membuatku
kehilangan semangat hidup;betapa lebihnya mereka yang kehilangan orang yang
mereka kasihi karena ulahku."
Irwan :"Apa maksud kakak?"
Danang memandang Irwan:"Apa kau ingat pilot yang membawamu ke Masamba?"
Irwan mengangguk,"Tentu aku ingat beliau,kak.Beliau telah mengorbankan diri demi menyelamatkanku."
Danang:"Aku telah membuat satu keluarga kehilangan kepala keluarganya.
Aku telah membuat anak kehilangan ayahnya.Aku telah membuat orang mengalami
apa yang paling tak ingin kualami.Kehilangan seorang ayah."
Irwan merasa heran mendengarkan cerita Danang.
Irwan:"Bukannya ayah kandung kakak masih hidup?"
Danang tersenyum getir,"Memang hidup tapi bagiku dia sudah mati sejak dia
memutuskan meninggalkan rumah demi wanita lain.Aku ingat bagaimana aku
memohon padanya agar jangan pergi.Aku sampai sujud memegangi kakinya.
Tapi ia malah mendorongku.Ia mencampakkanku.Ia tak peduli perasaanku.
Aku sangat membencinya.Ia tidak tahu bagaimana setiap hari aku menantinya di
depan pintu berharap ia kembali.Tapi menelponpun atau menanyakan
kabarku saja,tidak.Aku merasa bahwa aku ini tak berarti.Aku ini sampah..."
Irwan kembali memeluk kakaknya,"Tidak kakak.Kakak sangat berarti bagiku.
Aku tak tahu kalau hati kakak menyimpan kepahitan.Kupikir kakak membenciku.
Tapi rupanya hati kakak telah dipahitkan oleh kelakuan ayah kandung kakak.
Maafkanlah dia kakak.Ampunilah dia.Cabut akar pahit itu kakak."
Danang malah tergugu,"Ia telah memedihkan hatiku...ia menolakku...
aku tak bisa mengampuninya...rasanya terlalu sakit...dimana dia saat aku sakit?
Dimana dia saat aku sedih?Dimana dia saat aku butuh figur ayah?Aku tak bisa,
Wan...tak bisa..."
Irwan :"Kakak pernah coba mencarinya?"
Danang :"Tidak...untuk apa aku mencarinya?Aku tak mau melihatnya lagi."
Irwan :"Kakak tak bisa membuka lembaran baru jika masalah ini tidak diselesaikan.Kepahitan itu seperti kanker kakak.Kerusakan yang 
dihasilkannya menyebar.Lihatlah kakak secara tidak sadar telah menyakiti orang lain
juga."
Danang :"Kau benar,Wan.Aku juga harus minta ampun pada keluarga pilot itu.
Aku harap kau mau membantuku dalam hal ini Wan.Kau mau kan?"
Irwan mengangguk,"Tentu saja kakak.Kita akan mencari ayah kakak dan
menemui keluarga pilot itu.Irwan akan menemani kakak.Irwan akan bersama kakak
menyelesaikan semuanya."
Tiba2 Adi masuk ke kamar Danang dipapah Benigno.
Adi :"Kalian melupakanku yach?"
Irwan dan Danang terhenyak.Irwan segera mendekati Adi,"Wah kau sudah bisa jalan
Di?"
Adi tampak manyun,"Pantas kau lupa padaku.Rupanya kalian sudah akur yach?"
Danang :"Di,maafkan aku yach?Aku telah membuatmu hampir kehilangan nyawa...
aku ...sungguh menyesal.Jika kau mau melaporkanku ke polisi aku siap Di.
Aku siap mempertanggungjawabkan semua perbuatanku."
Adi memandang mantan Bossnya,"Bagaimana aku tak memaafkanmu.
Sedangkan orang yang paling sering kausakiti saja sudah memaafkanmu.
Iya kan Wan?"
Irwan membantu Adi duduk,"Terima kasih ya Di.Kamu mau memaafkan kakakku."
Danang :"Harusnya aku yang berterima kasih Wan.Bukan kamu."
Danang mengulurkan tangannya pada Adi,Adi menyambutnya.
Adi :"Inilah Irwan...hatinya penuh kelembutan dan kebaikan." Danang :"Ampuni aku ya Di."
Saking asyiknya ngobrol,mereka tak menyadari kalau ada tamu datang.
Adi :"Asal jangan aneh2 lagi lho yach?Ntar dikame hame sama Aty lho he..he.." Mereka berempat tertawa. Benigno :"Ika?"
Ia dan Ika berpandangan.Wah apakah Ika akan kembali pada Danang?
Ika tersenyum dan tampak ragu hendak masuk.Danang melihat siapa yang datang.
Apakah cinta Benigno akan kandas?
***see you next eps***
Eps 145 Tabir Kepalsuan ☆
To Travel With Us
☆ TABIR KEPALSUAN ☆
eps 145 ☆To Travel With Us = Bepergian Bersama Kita
☆ Rumah Sakit...
Melihat Ika datang,Adi segera mohon diri kembali ke kamar.
Irwan menawarkan diri mengantarnya.
Irwan :"Biar Irwan antar Om,Om pasti mau bicara soal kantor juga kan dengan Ika.Oh Ya Ka...terima kasih sudah mau datang."
Ika menjawab dengan hormat,"Sama2 Pak Presdir.Maaf jika kedatangan saya mengganggu."
Benigno yang menyahut,"Ga ganggu kok Ka.Adi itu memang lagi pingin curhat sama Irwan.Ya kan Di?"
Adi sambil senyum pepsodent jawab,"Iya mbaknya...ga perlu pekewuh sama kita2...
toh ini Rumah Sakit bukan rumah saya.wk..wk..wk"
Ikapun masuk ke dalam lalu menyerahkan berkas2 kantor pada Benigno.
Lalu ia mendekati Danang.Kikuk juga dia berada dekat pria yang pernah mengisi
relung hatinya tapi juga yang pernah menyakitinya.
Benigno memperhatikan interaksi di antara keduanya sambil duduk melihat2
berkas yang dibawa Ika.
Ika :"Bagaimana kabarmu Danang?"
Danang tersenyum,"Beginilah kondisiku,Ka.Oh ya aku sambil berbaring gpp ya?
Masih suka sakit kalau dibuat bangun terlalu lama."
Ika jadi kasihan melihat Danang,"Iya berbaring saja.Gpp kok."
Danang membaringkan dirinya,Ika membantunya.
Wah Benigno langsung broken heart gitu deh lihat Ika perhatian sama Danang.
Danang sudah berbaring dengan angle bed agak dinaikkan di bagian kepala.
Danang :"Terima kasih ya Ka.Kamu tetep perhatian sama aku.
Padahal aku begitu jahat sama kamu.Maukah kau memaafkan aku Ka?"
Ika bingung juga jawabnya,"Sudah jangan diungkit lagi yang sudah berlalu.He..he.."
Danang meraih jemari Ika,"Sungguh Ka?Kamu mau memaafkan aku?"
Wah Ika jadi salting nih mana Benigno disitu pula.Belum sampai Ika jawab,
Inul masuk ke dalam ruangan.
Inul :"Wah ada Ika to.Halo sayang..."
Ika melepaskan jemarinya yang dipegang Danang dan menyambut Inul
dengan hangat.Biasa cipika cipiki.
Inul :"Tante seneng banget lho kamu mau jenguk Danang.Iya ga Danang?"
Bruk!Wah suara apa itu?Danang jadi keki,"Mama bisa aja deh..."
Inul :"Lho bukannya kalian masih kekasih?"
Inul :"Kenapa Ben?"
Benigno :"Maaf Kak.Kayaknya aku kelelahan jadinya pegang berkas aja ga kuat.
He..he.."
Semua melihat ke arah Benigno duduk.Berkas2nya jatuh semua berceceran di lantai.
Ika segera berjongkok,"Biar saya yang merapikan Pak.Bapak duduk saja."
Ika segera membantu mengambilkannya.Benigno tetep ikut ngambili,"Gpp Ka.
Saya kok yang jatuhin."
Eh malah tangan mereka saling berpegangan saat hendak mengambil sebuah berkas.Keduanya berpandangan.Ika menatap penuh kerinduan pada pria didepannya sedang Benigno menatap dengan sedih.
Ika:'Andai tak ada Danang dan Tante Inul,ingin sekali aku memelukmu Pak Ben dan mengatakan betapa aku....aku...tak bisa berhenti memikirkanmu...'
Benigno:'Haruskah cintaku berakhir sebelum kumulai?'
/Putik yang sedang berbunga...Daun yang sedang bersemi ...haruskah gugur ke bumi...haruskah berakhir kini.../Haruskah berakhir.
Maaf kalo salah lirik.He..he...
Benigno lalu berdiri dan memilih pergi,"Oh ya Ka.Ini sudah kutanda tangani semua.
Ini baju yang kuminta kan?Oke deh aku mau ganti baju dulu.Bye semua."
Ika melihat gurat kesedihan di wajah Benigno,"Pak Ben saya..."
Ika nampak bingung,"Maaf Tante juga Danang,ada masalah kantor yang harus saya bicarakan dengan Pak Ben.Maaf saya permisi.Cepet sembuh ya Danang.Ika permisi
Tante."
Benigno sudah melangkah keluar kamar,ia tak mau lama2 di ruangan itu.
Inul :"Lho kok..."
Eh Ikanya sudah melangkah mengejar Benigno.Danang memperhatikan semuanya 
dan tersenyum.
Danang:'Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku Ka.Aku ini tak pantas untukmu.Aku jahat dan sekarang aku juga cacat.'
Inul yang heran dengan sikap Ika kini tambah heran melihat Danang melamun.
Inul :"Waduh...kok hari ini pada aneh semua sih?Apa ada yang aku ga tahu ya?"Kita tinggalkan Inul yang lagi puyeng mikir keluarganya yang makin aneh.
Kita lihat Ika yang mengejar Benigno.Berhasilkah?Benigno tak mendengar panggilan Ika,"Pak Ben!Tunggu Bapak!"
Ia sibuk dengan pikirannya sendiri,'Kandas...cintaku kandas sebelum berlayar...
Kenapa rasanya sakit sekali yach...'
/Bila tiada mendalam cinta dan kerinduan..takkan terlalu dalam pedih yang kurasakan...Bila saja kutahu.../Kandas.
Ika meraih tangan Benigno,"Pak Ben!!Saya mohon berhenti."
Benigno terkejut melihat Ika memegang tangannya,"Ika?"
Ika hampir menangis melihat kesedihan di wajah Bossnya itu,"Wajah Bapak pucat.
Bapak sakit?"
Benigno malah memandangi tangannya yang masih dipegang Ika,
'Ika memegang tanganku?Mengapa hatiku berdebar2 begini?'
Ika malah jadi cemas melihat Benigno diam saja,"Bapak kecapekan yach?
Atau kurang sehat?"
Benigno menggeleng,"Aku gpp Ka.Cuma kurang tidur saja.Ada apa Ka?
Kok kamu sampai ninggalin kamarnya Danang?"
Ika bingung juga mau jawab apa,"Ada berkas yang mau saya jelaskan ke Bapak.
Itu mengenai ...budgeting dalam setahun."
Benigno tampak kecewa,ia pikir Ika mau bicara apa.Mereka lalu duduk bicara 
seputar perusahaan.Sementara itu Irwan sedang bicara dengan Adi.
Adi bertanya seputar Evan dan Evi.
Adi :"Wah lama ga ketemu pangeran junior nih.Gimana kabar si pipi tembem itu
sekarang?"
Irwan tertawa mendengar julukan Adi buat putranya,"Evan dan Evi masih di
RS juga kok.Kalau kamu sudah lebih baik,kubawa kau menemui mereka."
Adi :"Wah Si Junior sama Nyonya Cantik masih di sini?Memang dokter
belum ngijinin pulang?"
Irwan membantu Adi berbaring,
"Sebenarnya dokter sudah ijinin pulang tapi kami sepakat akan tetap disini dulu
selama kondisi kamu masih kritis.Eh malah kemudian kak Danang kecelakaan.
Kritis juga.Jadinya mereka sampai sekarang masih di RS."
Adi :"Maaf ya Wan,aku malah ngrepoti keluarga kamu.Buat nebus biaya RS,
biaya operasi dan perhatian kalian,aku rela kerja sama kamu ga digaji Wan."
Irwan terkekeh mendengar perkataan Adi,"Kamu ini ngomong apa sih Di!
Aku justru yang berhutang nyawa sama kamu.Aku berterima kasih padamu.
Evi juga dan Evan juga.He..he.."
Adi malah terharu,"Kau tahu Wan?Kaulah yang membuat aku merasa sangat
berharga ada di dunia ini.Bolehkah nanti aku ikut denganmu saat mencari 
ayah dari kakakmu?Aku masih takut bila Danang menyakitimu lagi.
Biarkan aku ikut ya Wan?Aku ingin menjagamu."
Irwan menepuk pundak Adi,"Tentu saja.Ikutlah dengan kami.
Wah aku jadi punya dua kakak nih.Asyik!"
Tiba2 datanglah seseorang.Hayo siapa?***see you next eps***
Eps 146 Tabir Kepalsuan : Should I Accept This?
¤¤¤TABIR KEPALSUAN ¤¤¤ Eps 146 ¤¤¤ Should I Accept This?
        
¤¤¤Hospital¤¤¤
        Wah lihat yang datang,wajah Adi langsung kayak juice tomat.Irwan jadi tak bisa
menahan senyumnya,"Cie..cie...ada yang perhatian nih kayaknya..."
Yang datang melihat majikannya ada bersama Adi jadi sungkan,"Maaf Boss Muda,Aty 
ga tahu kalau ada Boss Muda di sini.Maaf bila mengganggu pembicaraannya."
Irwan tersenyum ramah,"Ayo masuk kak Aty!Jangan berdiri saja.Lihat Adi seneng banget lho 
kak Aty datang.Wah...sampai merah itu mukanya.He..he.."
       Adi malah mengambil bantal dan menyembunyikan mukanya di sana,Aty jadi tersipu
juga.Irwan jadi ingat Evi,"Lho yang jagain isteri saya siapa kak Aty?"
Aty menjawab,"Ada den Rizky kok Boss Muda."
Irwan jadi kangen sama anak dan isterinya,"Kalau gitu aku mau ke sana ah.Kamu jaga Adi
 yach."
Aty menjawab sambil melirik Adi,"Iya Boss Muda.Beres.He..he.."
        Irwanpun melambai pada Adi lalu melangkah menuju ruang ViP.
Tapi ia melihat sesuatu di koridor.Wah lihat apa sih?Lihat teroris?
Bukan!Lihat dua sejoli sedang berbicara.Sejoli?Itu Ika dan Benigno.
Tampak Ika tengah menerangkan sesuatu kepada Benigno tapi Benigno seperti
berada di dunia lain.Irwanpun mendekati mereka.
Irwan :"Wah serius sekali.Memang bagaimana perkembangan kantor cabang
sekarang?"
        Ika jelas langsung berdiri menyambut kedatangan Presdirnya,namanya juga BOD,
Board of Director,harus dihormati dong.
Ika:"Bapak....Selamat siang Pak."
Irwan menjawab,"Siang Ika.Apa ada masalah di kantor cabang?"
Ika :"Mengenai sistem budgeting yang diterapkan di tahun 2016 nanti Pak.Kami 
sedang membicarakan kesiapan semua departemen menerapkan hal itu."
Irwan manggut2,"Memang sistem itu akan diterapkan pada tahun depan tapi saya berharap 
dua bulan ini semua departemen belajar menerapkannya.Semua biaya
harus dihitung termasuk action plan di tahun mendatang.Proyek pembangunan pabrik di
beberapa kota juga harus dihitung dengan cermat.Untuk biaya pemasangan instalasi
listrik saja bisa milyaran lho.Belum biaya konstruksinya.Saya menerapkan sistem itu 
supaya tidak terjadi loss control dalam finance perusahaan.Bahkan saya berencana
menjadikan kantor cabang menjadi satu area saja dengan kantor pusat.Dan Om Benigno akan
menjadi Finance Control nanti.Bagaimana menurut Om?"
          Wah Benigno malah ngeblank.Ika jadi salting.
Ika menyentuh bahu Bossnya itu,"Pak Ben...ditanya Pak Presdir..."
Benigno baru ngeh,"Ha?Apa?..."
Irwan tersenyum dan menepuk bahu pamannya itu,"Sepertinya Om kecapekan.
Sebaiknya Om pulang saja.Wajah Om pucat.Ika,tolong kamu antar Om saya pulang
yach?Saya ga mau dia nyetir dalam kondisi begini."
Benigno :"Tapi Wan,aku gpp.Aku hanya kurang konsentrasi saja.Biar aku disini saja.
Kasihan kau saja tak pernah pulang.Masak aku pulang?"
         Irwan memasukkan salah satu tangannya ke kantong celananya,"Sudah,Om itu 
kelelahan.Kalau diteruskan nanti malah sakit beneran.Lagian kondisi kakak dan
Adi sudah membaik.Sebentar lagi saya juga akan membawa Evi dan Evan pulang.
Sudah kangen rumah.Om pulang saja.Istirahat.Makan dan tidur yang cukup.
Ayo Ika antar Om saya pulang!"
Ika langsung merapikan berkas,"Siap Pak.Mari Pak Ben biar saya bawa tasnya."
Benigno :"Masak Ika yang antar aku Wan?Kan ada bodyguard?"
Irwan tersenyum:"Sudah sana!Biar Ika juga tahu dimana rumah Om.Iya kan Ka?
Kamu belum pernah ke rumah Om saya kan?"
Ika menggeleng,"Belum pernah Pak.Paling didepan gerbang saja.Kalau masuk belum pernah."
Irwan :"Oke selamat beristirahat ya Om.Hati2 nyetirnya."
          Irwan tersenyum,'Cinta memang sulit diungkapkan tapi jelas terlihat.
Ika mengangguk lalu berjalan bersama Benigno meninggalkan Irwan.Jadi kangen 
dengan cintaku.Evi.Juga buah cinta kami.Evan dimpuk.'
Irwanpun bergegas melangkah menuju kamar ViP tentu saja dikawal sama bodyguard.
Wah enak ya jadi Irwan,kemana2 ada pengawal.Tugas mereka menjauhkan Irwan dari
cecaran media massa dan oknum2 berbahaya.Kita dahului Irwan yuk,kita pakai jurus 'Abrakadabra'menuju ruangan dimana cintanya Irwan berada.Begini nih kalau 
kebanyakan denger lagunya Mulan Jameela.Weleh...
¤¤¤VIP Room¤¤¤
  Rizky sibuk merekam ulah lucu Evan dengan handicam,"Wah gemesin banget pipinya.Tembem.Kayak roti bantal.Pingin nyubit deh."
Rizky :"Ga ah!Takut!!Kak Irwan kalo marah serem juga.No!!No!!"
Evi langsung mencegah,"Rizky...jangan dicubit.Nanti nangis lho kan kulitnya sangat lembut.Kamu mau dimarahi papanya Evan?"
Evi tersenyum,"Makanya jangan nyubitin Evan.Irwan sayang banget sama Evan.
Ya kan Evan sayang?Uhhh...lucunya anak mama.Chubby banget pipinya.
Kayak pipi papanya he .he..."
         Rizky melihat Evan lagi,"Kakak...Evan agak hitem ya?Kayak kakak?Hi..hi..."
Evi :"Kan memang anak aku.Tapi dia ganteng ya kayak Irwan...tuh matanya gede2...
seneng dia kalau denger papanya disebut..."
Rizky :"Kak Irwan memang ganteng.Aku mau jadi seperti dia ah.Berwibawa,baik orangnya,kaya raya,tampan wajahnya....wah...apalah..apalah.."
Tiba2 ada yang nyahut,"Kamu juga tampan kok Rizky!"
Wah Evan langsung menggerak2kan tangannya denger suara orang yang datang,
siapa sih?
Evi menyambut dengan pelukan mesra,"Sayang....kamu datang juga akhirnya...
aku kangen sama kamu."
         Rizky langsung merekam adegan mereka dengan kameranya,'Biar dunia tahu
kalau cinta tak memandang harta...he..he...jarang2 lihat orang mesra di RS.Hi..hi..'
Evan heran lihat kelakuan Omnya,ia gumun.Kok kameranya pindah target,
harusnya kan dia jadi topik utama.Weleh....dasar bayi fotogenik.Irwan mendekap mesra sang 
isteri,"Aku pingin segera pulang ke rumah.Jadi bisa peluk kamu sepuasnya."
Evi yang tersipu,"Memang kamu kangen sama pelukan aku?"
Irwan menciumi kepala isterinya,"Kangen banget.Di RS kan banyak orang kalau
di rumah kan nyaman.Aku kangen kamu nyanyiin aku lagu sebelum tidur.Kamu off 
nyanyi sampai kapan sayang?"
Evi malah memeriksa luka di leher Irwan,"Sampai kamu ijinin aku nyanyi lagi.
Biar dulu off,aku mau fokus ngurus Evan kita."
         Merekapun menuju buah hati mereka,si Evan tentu senang banget lihat mama papanya
 di dekat dia.Langsung pamer pipi tembemnya.Thuing!
Rizky masih asyik merekam,"Here if is our lovely couple with their firstborn.Wow...
a happy family.!!Let we see the little baby...Evan Sutedja...hello dear!How are you?
Are you happy see your parent here with you?...He smile.Yes he smile to camera.
He know that his handsome uncle recording him."
Irwan tersenyum,"Rizky...Rizky...your speak in english much better.So improving.
Good progress!"
Evi yang geleng2 kepala ga ngerti,"Nyerah deh...kagak ngerti kalian ngomong
apa."
          Irwan meraih sang isteri dalam rangkulannya,"Rizky bilang kalau kita adalah 
pasangan yang berbahagia.Dan Evan juga bahagia.Lihat buah hati kita!"
Blink...blink...matanya berbinar2 deh Evan.Wah Irwan bahagia banget tuh.Kakak dan
 sahabatnya lepas dari bahaya,isteri dan buah hati setia menemani.Belum keluarga 
yang lain saling support.Di rumah sakit aja bahagia gimana kalo di kediaman Sutedja.
Kapan bawa keluarganya pulang Wan?Masak tidur di RS terus?
Gimana pula dengan kunjungan Ika ke rumah Benigno yach?***see you next eps***
Eps 147 ♥Tabir Kepalsuan 》Making Melody In Your Heart
TABIR KEPALSUAN♥ Eps 147 ♥ Making Melody In Your Heart ♥Membuat Nada Di Hatimu
         
♥On the way home♥
         Hari sudah sore saat Ika menuju rumah Bossnya.Sepanjang jalan,Bossnya itu diam saja.
Tampak seperti sedang melamun.Ika malah jadi khawatir,"Bapak kelihatan murung,apa ada 
masalah Pak?Maaf jika saya lancang tapi Bapak terlihat lain dari biasanya."

Benigno menghela nafas,"Aku cuma lelah saja kok Ka."
Ika malah jadi ikut sedih,'Tumben ga terbuka sama aku.Biasanya apa2 cerita.Apa aku punya salah 
ya?'
Ika mencuri2 pandang ke arah Bossnya yang tampan itu,"Bapak ada masalah dengan kekasihnya ya?"
Benigno :"Yeah bisa dibilang begitu."
        Waduh,hati Ika langsung broken hearted.Saking sedihnya sampai ga konsent nyetir,
hampir saja nabrak sepeda motor.Untung Benigno memperingatkan,"Awas motor Ka!!"
Ika langsung ngerem,"Ciiiiit!!!"
Ia terengah2 menyadari hampir saja menghilangkan nyawa seseorang karena
 kecerobohannya,"Ya ampun!"
Benigno kini yang memandang Ika,"Kamu kenapa Ka?Biar saya saja yang setir."
        Benigno terus memegang tangan Ika,"Sudah saya saja yang setir.Saya ini pria masak dijaga wanita.Harusnya kan saya jaga kamu.Itu baru benar.Ayo tukar tempat duduk."
Ika :"Maaf Pak,saya melamun.Saya akan lebih hati2."
Ika memandang tangan mereka yang bersentuhan.Rasanya tenteram sekali dipegang seperti itu.
Untung mereka di tepi jalan kalau ga wah sudah didemo pengguna jalan 
yang lain tuh.Benigno menatap Ika dengan penuh sayang,Ikapun sama.Eh malah hujan sisan.
Mereka malah memandang hujan sambil berpegangan tangan,"Wah hujan turun ...sudah lama
 tidak turun hujan yach?"
Ika memandang ke kaca mobil,"Iya indah sekali melihat hujan turun."
Benigno merasa inilah saat yang tepat untuk ia mengungkap hatinya,"Ka...kau tadi tanya 
apa yang membuatku tampak murung bukan?"
Ika menoleh ke arah Bossnya itu,Benigno masih belum melepaskan genggamannya di tangan Ika.
Ika jadi sedih karena tadi Benigno bilang soal kekasih hatinya,iapun menarik tangannya ,"Pasti sangat istimewa ya wanita yang menjadi kekasih Bapak,sampai bisa membuat Bapak begitu muram."
           Benigno malah memandang Ika,sementara Ika siap menyetir lagi.
Ika :"Sepertinya Tuhan ingin saya yang menyetir Pak.Saya lanjutkan ya perjalanannya."
Benigno :"Menyetir saja tapi pelan-pelan ya.Sudah dekat kok.Saya masih ingin hidup,
masih ingin menikah dan punya anak.Kayak ponakan saya.Presdir kita."
Ika tersenyum,terbayang olehnya wajah Evi yang bahagia bersama Irwan dan buah hati mereka,
Evan Sutedja.
Ika :"Sayapun ingin seperti mereka Pak.Walau banyak rintangan tapi cinta mereka terus bertahan.
Malah semakin dalam.Apalagi ada putra pertama,aduh...bikin iri saja.Evan itu perpaduan mereka
.Benar2 pasangan yang berbahagia."
Benigno :"Waktu saya lihat Irwan di rumah Evi di Masamba dulu,saya melihat tatapan mata 
Irwan selalu ke Evi.Irwan itu public figur tak jarang ia harus berpose di majalah atau surat 
kabar atau televisi untuk sebuah acara atau event tertentu tapi menatap seseorang sampai seperti 
itu,baru kali itu saya lihat.Banyak sekali model,artis atau anak pejabat yang coba menarik 
perhatiannya tapi siapa sangka hatinya malah tertambat pada mutiara Masamba."
Ika :"Kalau Bapak kekasihnya orang mana?"
Wah Benigno langsung salting,"Eh...orang Jakarta juga kok.Aku ga kayak Irwan,jodohnya diluar 
pulau.Aku mah deket2aja."
        Ika cuma manggut2 tapi sebenarnya dihati sudah berdarah2.
Ika :"Kok saya ga lihat waktu di RS Pak?Kalau rumahnya masih Jakarta,pasti sempat dong nemuin 
Bapak.He..he..maaf sok tahu.Apa pebisnis juga ya Pak?"
Benigno malah asyik menatap Ika yang sibuk nyetir,"Dia datang kok ke RS.Dia itu orangnya 
perhatian kok.Malah dia begitu mencemaskan saya."
Ika jadi ingat waktu ia meluk Benigno saat mendengar masalah penyanderaan,
'Aduh...aku pasti malu2in diriku sendiri waktu itu,pakai acara meluk Pak Ben lagi.
Ternyata sudah ada yang merhatiin juga.Coba aku punya ilmu ambles bumi.Aku ndelik sekarang.'
Benigno :"Wah akhirnya sampai juga nih."
       Mereka akhirnya tiba juga di rumah Benigno.Benigno turun lebih dulu.
Ia segera melepas jasnya dan membentangkannya di atas kepala Ika.Wah...payung maksudnya.
Jadi kebayang romantisnya.
Benigno :"Masuk dulu Ka!Masih hujan.Ayo masuk dulu."
Ika makin berdebar2 dipayungi jasnya Benigno,'Aduh...jantungku kok makin ga karuan gini ya?
Bau parfum khas Pak Ben benar2 bikin klepek2.'
       Sampai di teras,Benigno segera membuka pintu,"Ayo masuk ke dalam Ka!"
Ikapun masuk ke dalam,"Bapak sendirian di rumah sebesar ini?"
Benigno menyalakan beberapa lampu,"Sebenarnya ada pembantu tapi sepertinya ada masalah 
dengan anaknya sehingga ia balik ke kampung.Aku belum dapat pengganti.Lagian aku sibuk dengan kejadian akhir2 ini belum sempat nyari."
Benigno menawarkan minum,"Mau minum apa Ka?"
      Ika jadi pekewuh juga masak Bossnya melayani dia,"Bapak tadi kan belum sempat ganti baju.
Bapak bajunya juga basah.Harus cepet ganti.Nanti bisa sakit lho.Soal minum biar saya ambil 
sendiri.Gpp kan saya ke dapur?"
Benigno senang dengan perhatian Ika,"Silakan Ka.Anggap saja rumah sendiri.Aku mau mandi dulu yach."
       Benigno melangkah menuju kamarnya.Ika melangkah menuju dapur.Wah dapur bersejarah
 nih.Kan pernah jadi ajang pertengkaran Adi dan Aty.
Ika membuka kulkas,"Ada buah,ada sayur,ada telor,tapi ada nasi tidak yach?"
Wah Ika sudah seperti Nyonya Benigno saja.Cheking2 dapur.
Benigno sendiri malah bingung mau pakai baju apa biar menarik di mata Ika.
Bolak balik isi lemari hanya untuk cari yang terbaik.
Benigno :"Pakai putih saja kelihatan tulus,tapi terlihat pucat dong.Pakai biru saja
terlihat damai,tapi hatiku sedang tidak tenang.Pakai ungu kelihatan berwibawa
tapi seperti menjaga jarak.Ga ah...Pakai hitam saja terlihat misterius,he..he...iya pakai hitam saja."
          Usai menyisir rambut,pakai parfum fave,Benignopun keluar kamar.
Wah gantengnya....Ia langsung menuju dapur.Ia senang memperhatikan Ika yang
 tampak sedang melihat2 isi dapurnya.
Benigno :'Andai ia benar2 menjadi isteriku.Pasti sudah kupeluk dia dari belakang.
Cantik banget dia di dapur begitu.'
Ika akhirnya sadar bahwa Benigno tengah memperhatikannya,
"Bapak sudah selesai mandi yach.Wah kelihatan lebih fresh."
Benigno mendekati Ika,"Wah kamu kayaknya biasa di dapur yach?Aku lapar Ka.
Makan diluar yuk!"
Ika melihat hujan malah makin deras,"Masih hujan Pak.Kasihan Bapak malah basah
lagi nanti.Saya buatkan makanan saja mau tidak?"
Benigno tak menduga Ika bakal ngomong gitu,"Mau dong!Asyik!!Tapi ga ada nasi Ka."
Ika tersenyum,"Saya akan buat martabak buat Bapak.Kebetulan ada telor dan daun bawang.Nasinya bisa dimasak dulu.Saya akan rebus air dulu buat menanak
nasinya.Biar lebih cepet dan hemat listrik Pak."
Benigno :"Oh begitu,terus aku bantu apa dong?"
Ika :"Bapak bantu mencuci beras saja.Saya kurang begitu tahu dimana Bapak
menyimpan beras."
Benigno :"Oke siap Nyonya!"
Ika tersipu dipanggil begitu oleh Benigno.Ia sendiri lalu mencuci daun bawang dan
mulai menyiapkan bumbu2nya.Sementara nasi sedang dicook,Benigno membantu
 mengiris bawang putih dan bawang merah.Tak lama kemudian tercium bau harum 
telor digoreng.
Benigno :"Hmmm...baunya sedap.Jadi makin lapar."
Saat martabaknya mateng,nasinya juga sudah matang.Wah pas.Mana hujan lagi jadi
enak makan yang hangat2.Merekapun menuju meja makan.Jadi inget pas Irwan 
minta disuapi oleh Evi.Akankah hal yang sama akan terjadi pada Benigno?
Ika menaruh semua di meja makan.Benigno lalu duduk di kursi utama.
Benigno senyum2 membayangkan betapa indahnya bila Ika benar menjadi isterinya.
Ika :"Bapak senyum2 terus,memang ada kotoran ya di wajah saya?"
Benigno :"Ga !Wajahmu sudah cantik ga ada masalah kok.Aku senyum2 karena kamu lucu masih pakai apron".
Ika baru sadar,"Ups!Sampai lupa."
Ika segera melepas apronnya dan melipatnya lalu menaruhnya di kursi sebelahnya.Acara makanpun dimulai.Sebelumnya mereka berdoa dulu.
Benigno :'Tuhan bantu aku mengatakan isi hatiku pada Ika.'
Ika :'Tuhan semoga hujannya masih lama jadi aku bisa lebih lama bersama Pak Ben.'
    Bener saja hujannya malah makin deres.Benigno terus memperhatikan Ika
selama makan,"Ka,bolehkah aku bertanya padamu?"
Ika jadi heran,"Tentu saja Bapak.Saya kan sekretaris Pak Ben.Tidak perlu ijin untuk bertanya apapun pada saya.Bapak ada2 saja."
Benigno :"Tapi ini bukan mengenai perusahaan Ka."
           Ika jadi terkesima apalagi Benigno menatapnya dengan lekat,
"Lalu mengenai apa Pak?"
Benigno :"Mengenai kehidupan."
Ika menyeka mulutnya dengan tissue,"Bapak sedang galau ya?Jika saya bisa
menjawabnya pasti saya akan jawab Pak."
Benigno berdiri dan melihat ke sekitar,"Kau lihat rumahku ini.
Apa yang kaupikirkan saat masuk ke dalam rumahku?"
           Ika jadi melihat ke sekelilingnya,"Bagus dan bercita rasa tinggi.
Setiap ruangan memiliki design yang khusus tapi menurut saya ada yang kurang."
Benigno :"Apa yang kurang?"
Ika :"Rumahnya sepi.Coba ramai pasti lebih indah.Maksud saya...
ada canda tawa,ada tangis bayi,ada kehangatan keluarga."
Benigno :"Akupun merasa begitu.Dulu saat Evi dan Irwan tinggal di sini,
aku sangat senang.Apalagi ada Aty dan Adi juga,wah makin heboh rumahku."
Ika malah yang heran,"Pak Irwan tinggal di sini Pak?Saya malah baru tahu."
Benigno :"Iya...mereka pernah tinggal di sini.Walaupun tidak lama tapi
membuka mata saya untuk melihat betapa hampanya hidup saya selama ini."
Ika :"Bukannya Bapak sudah punya kekasih hati?"
         Benigno mendekati Ika,"Memang ada seseorang yang mengisi hati saya
sekarang tapi saya tidak tahu apa dia juga merasakan hal yang sama
terhadap saya."
Ika :"Bapak belum mengungkapkan isi hati Bapak pada dia?"
Benigno :"Iya ...aku takut,Ka.Takut dia menolakku.Maukah kau membantuku
Ka untuk membujuk dia agar menerimaku?"
         Ika jadi terhenyak,'Mendengar Pak Ben mencintai orang lain saja aku sudah
broken heart apalagi suruh bujuk.Aduh...mendingan aku pulang saja deh.
Ga tahan aku dengernya.'
Ika malah pura2 melihat jamnya,"Saya rasa tidak mungkin saya bisa membujuk
orang yang Bapak maksud....Maaf Bapak sepertinya saya harus pulang."
Benigno segera meraih tangan Ika,"Saya tahu hanya kau yang bisa membujuk orang
itu Ka.Hanya kau yang bisa..."
       Ika malah melepaskan pegangan Benigno dan melangkah menuju pintu keluar,
"Maaf Pak...saya....saya harus pulang..."
Air mata Ika mulai menggenang dikelopak matanya sementara hujan mulai mereda.
Benigno segera mengejarnya,ia sempat melihat mata Ika berkaca2,
'Kok Ika menangis?Apa dia mengira aku membicarakan orang lain?'
          Benigno melihat Ika nekad menerobos gerimis,"Ka!Ika tunggu!"
Ika tak menggubris,air matanya sudah tumpah bersama rintik hujan,'Cintaku kandas...layu sebelum berkembang...'
Benigno segera mendekap Ika dari belakang,"Ka...kumohon jangan pergi!
Aku tak bisa hidup tanpamu."
Ika tercekat dipeluk pria itu,"Lepaskan saya Pak!...Apa maksud perkataan Bapak?"
Ika membalikkan badannya,"Bapak bilang..tak bisa hidup tanpa saya?
Maksud Bapak...."
Benigno menggangguk,"Iya Ka...orang yang saya cintai adalah dirimu.Saya egois ya?
Kamu pasti menolak saya kan?Saya sudah tahu...."
        Benigno membalikkan badan dan melangkah gontai menuju teras rumahnya,
hujan kembali deras,sederas air matanya.Ika melihat punggung pria yang ia cintai
itu tampak luruh,'Pak Ben juga mencintaiku...ia mencintaiku!'
Ika segera berlari mendekap Benigno dari belakang,"Saya juga mencintai Bapak.
Bapaklah yang membuat saya berhasil bangkit kala saya tahu bahwaDanang tak 
pernah mencintai saya.Saya juga mencintai Pak Ben..."
Benigno terkejut sekaligus bahagia sekali,apalagi Ika memeluknya begitu erat.
Ia memegang tangan Ika dan berbalik,"Aku mohon katakan sekali lagi Ka.."
Ika berkaca2 ditengah guyuran hujan,"Saya mencintai Pak Ben..."
         Benigno segera meraih Ika dalam pelukannya,"Saya juga mencintaimu Ka.
Terima kasih Tuhan.Cinta saya ternyata bersambut."
Ika malah tersenyum haru dalam pelukan Benigno.Wah hujan menjadi saksi cinta 
mereka mulai bertaut.Akhirnya kesampaian juga niatnya mendapatkan Ika.
Selamat ya Benigno.Tapi kalian jadi basah deh.Gpp yang penting sekarang kalian
adalah sepasang kekasih.Lalu gimana dong dengan Danang?Kasihan dong.
Tenang saja saya sudah punya seseorang buat Danang.Siapa?
***see you next eps***
Eps 148 || TABIR KEPALSUAN - Finding You
--- Finding You = Menemukanmu ---
Seorang wanita pemulung memiliki seorang anak yang sangat dikasihinya.
Walaupun begitu kondisi ekonomi memisahkan mereka.Sang anak memutuskan 
merantau untuk mengubah nasibnya.Tinggallah sang ibu seorang diri.Menanti sang buah hati kembali.Namun lama.... tiada kabar kauberi....weleh malah nyanyi Muara Hati.
Sang ibu lalu memutuskan menyusul sang anak ke kota.
Semua uang hasil memulungnya sampai habis buat mencari sang buah hati tapi sia2.
Sang anak bak ditelan bumi.Entah dimana harus mencari sementara ia tak 
punya apa2 lagi.Iapun memulung di kota.Hidup diantara sampah,mengais
makanan sisa orang,rambut bahkan sampai gimbal.Entah bagaimana pula baunya.
Dengan pakaian compang camping ia menyusuri jalanan,berharap
sebuah keajaiban.Hingga suatu hari ia menemukan....anaknya?Bukan.
Menemukan seekor anjing pudel tengah mengais2 makanan di tempat sampah.
Ia langsung terbayang anaknya waktu bayi,begitu ia sayang,ia timang2.
Anjing itupun dirawatnya dan dianggap seperti anak baginya.Jangan2 sudah gila 
karena saking merindukan anaknya.Bila makan,ia dahulukan anjing itu 
daripada dirinya.Bila tidur,ia elus2 anjing itu penuh kelembutan.
Tiap hari ia ciumi bak mencium harumnya bunga.Wah...kayaknya benar2 sudah perlu
dibawa ke dokter jiwa.Tiap kali menggendong anjing itu,ia akan berkata,
"Anakku sayang...anakku...anakku".Kasihan....mungkin saya kurang bisa menggambarkannya tapi pembuat videonya benar2 hebat,menyayat hati melihatnya.
Kagum dan salut buat yang bikin.Terus ?Hingga pada suatu hari,anjing itu
berlari ke jalan.Wah sang ibu gimbal itu langsung mengejarnya sambil berteriak,
"Anakku!!Jangan pergi Nak!!"
Lalu lintas yang ramai membuatnya cemas kehilangan anjing itu.
Anjing itu berhenti di dekat seorang pengendara sepeda motor.Sang pengendarapun 
heran melihat seorang wanita menuju ke arahnya sambil memanggil2,
"Anakku!!Anakku!"
Iapun membuka helmnya dan tahukah kalian siapa dia?Dia mengenali wanita
itu dan berkata,"Ibu!!Ini aku anakmu!!"
Sang ibu terpana dan lupa pada anjingnya,sang anak segera merangkul ibunya,
"Ini aku Bu!!Aku mencari ibu!!"
Sang ibu tersadar kini,dan memeluk anaknya dengan bahagia.Akhirnya sang
anakpun membawa sang ibu tinggal bersamanya.Anjingnya?I don't know.
Mungkin anjingnya malaikat menyamar kali.He..he...Kaya atau miskin,seorang ibu
tetaplah sama,tak bisa jauh dari buah hatinya.Bagi para ibu,bersyukurlah bila buah 
hatimu ada di dekatmu.Bila mereka jauh,doa kalian sanggup menggerakkan Tuhan melindungi buah hati kalian.Mintalah perlindungan ilahi buat mereka.
Semoga kisah tadi menginspirasi.Sekarang kita flash back eps kemarin.
Benigno sudah menemukan wanita yang mampu mengisi hatinya kembali.
Siapa?Ika.Semula saya ga planning menyatukan mereka tapi saya melihat alur cerita
lebih masuk akal bila mereka bersama.Mereka kan basah ya karena menyatakan cinta
ditengah guyuran hujan..
--- Benigno's House---
Benigno segera mengajak Ika masuk dan memberikan pakaian mendiang
isterinya pada Ika untuk ganti.
Benigno :"Untung masih ada pakaian milik mendiang isteriku.
Kuharap kau bersedia untuk memakainya.Ukuran kalian sama sepertinya."
Ika malah terharu,"Apa mendiang isteri Bapak ga marah saya memakai pakaiannya?"
Benigno tersenyum,"Ia justru berpesan kalau suatu hari nanti saya menemukan
seseorang maka ia ingin gaun2 koleksinya diberikan pada orang itu.
Sebagai sebuah restu darinya."
Ika menerima gaun yang diberikan kepadanya,"Mendiang isteri Bapak pasti orang
yang sangat baik.Pantas Bapak masih belum menikah lagi."
Benigno meraih jemari Ika,"Tapi kini saya sudah menemukanmu.
Saya ingin memulai lembaran baru bersamamu.Bila semua masalah di Rumah Sakit
sudah reda,saya ingin mengajakmu ke makam isteri saya.Kita minta restunya.
Dan kuharap saat itu kau memakai gaun miliknya.Kau pilih saja,banyak sekali
koleksi dia."
Ikapun berkaca2,"Bapak serius menjadikan saya pengganti isteri Bapak
yang sudah tiada?Bapak tidak mempermainkan hati saya bukan?"
Benigno mengusap rambut Ika yang basah,"Apa kau tak melihat kesungguhan di mata saya?Apa saya tipe orang yang suka main2?"
Ika menggeleng,"Bapak orang yang serius.Apalagi dalam pekerjaan.
Pak Presdir saja sangat mengandalkan Bapak."
Benigno lega mendengarnya,"Sudah,sekarang kamu mandi.Habis itu saya akan antar kamu pulang."
Ika menurut dan tak lama kemudian mobil Ika sudah meninggalkan
kediaman Benigno.Benigno yang pegang setir.Sepanjang jalan mereka mendengarkan lagu2
milik Bonjovi.Wah...romantis banget.
/I want to lie down in a bed of roses...I want to be just the closest.../Bed of Roses.
Ika tersipu tiap kali Benigno memandangnya.Apalagi bila lampu merah,tangan
Benigno langsung meraih jemari Ika.Hati mereka berbunga2.
Benigno :"Saya sangat bahagia."
Ika malu2 kucing menjawab,"Saya juga,Pak."
Benigno :"Jangan panggil Pak terus dong.Kalau di kerjaan gpp,tapi kalo
sedang berdua begini panggil saja saya Benigno.Atau Mas Benigno he..he..Atau yank...atau terserah kamu.Asal jangan mbah saja he..he.."
Ika :"Saya suka panggilan Pak Presdir buat Evi.Sayang...Saya panggil gitu boleh ga?"
Ika terbata2 menjawab,"Terima kasih....Sayang....he..he..kikuk juga ya..."
Benigno mengangguk bahagia,"Tentu saja,sayang.Tuh aku sudah mulai duluan." Benigno :"Nanti kalau kita sudah menikah pasti ga kikuk lagi."
Ika makin merah jambu mukanya,saking gembira dan tersipunya.
Tiba juga mereka di rumah Ika,Benignopun turun dan bersiap hendak menemui
orang tua Ika.
Ika :"Beneran mau ketemu mereka?"
Benigno :"Tentu dong,pria itu harus gentleman,sopan,dan beriman.He..he."
Orang tua menyambut gembira hubungan putrinya dengan Benigno.
Siapa juga ga mau punya mantu seganteng dan setajir Benigno.
Apalagi karakternya juga dewasa dan ngemong.Wis jalan tol pokoknya,
tak ada hambatan babar blas.
Usai bercengkerama Benignopun pamit pulang.Ika mengantarnya ke depan.
Ika :"Bawa mobil aku saja,sayang."
Benigno :"Kamu tenang saja,aku bisa pulang naik apa aja.Kamu masuk saja,diluar dingin.Oh ya kamu cantik pakai gaun itu.Cantik banget."
Ika menurut dan masuk ke dalam,terus Benigno gimana pulangnya?Benigno berjalan beberapa langkah dan sebuah sepeda motor berhenti didekatnya. Benigno :"Renegade!!"
Renegade :"Tapi saya ga bawa helm tuh Boss?Boss pakai helm saya saja."
Renegade :"Tumben Boss minta saya jemput?"
Benigno segera naik ke boncengannya,"Saya lagi bahagia,saya traktir kamu makan2."
Benigno :"Gampang!Ntar mampir beli.Aku lagi hepi nih.Ayo kamu mau makan2
dimana?"
Renegade memacu motornya,"Terserah Boss!Boss gembira amat?Habis jadian ya 
samaPrincess?"
Benigno menghirup udara bekas hujan,"Mmmh...kau tahu saja,setelah sekian lama
akhirnya hatiku tak lagi hampa.Aku bahagia.Sungguh bahagia...."
Wah yang lagi bahagia...ikut bahagia juga deh buat Benigno.
Bukan hanya Benigno yang lagi bahagia,Irwan juga.Kondisi Danang dan Adi yang
membaik akhirnya membuatnya tenang membawa Evi dan Evan pulang.
Setelah hampir sebulan di RS,suasana rumah benar2 menjadi hal yang
sangat dirindukan.Apalagi bagi Evan,kali pertama buat dia melihat kediaman orang tuanya.Mata besarnya mengerjap2,melihat semua di sekelilingnya.
Irwan sambil menggendong Evan berkeliling rumah,"Ini rumah Evan.
Asri kan?Evan suka tidak?"
Evi dan Inul malah bisik2 berdua,hayo ngomongin Irwan yach?
Inul :"Evi,sebentar lagi kan ulang tahun suamimu gimana kalau kita bikin kejutan?"
Evi :"Tapi Irwan takkan suka dengan perayaan besar2an sebab keluarga kita
baru alami banyak kejadian.Evi rasa perayaan di rumah saja Mama.
Hanya keluarga dekat saja.Jadi perayaan tertutup."
Inul setuju,mereka lalu merancang semuanya.Tentu saja dibantu
Benigno,Ayah Hamdan,Rizky dan yang lainnya.Evan bantu ga?
Evan membantu mengalihkan perhatian Irwan jadi Pak Presdir ga tahu soal
rencana tersebut.Ika dan Albi juga dilibatkan.Wah gerakan bawah tanah nih?
Lalu Danang dan Adi?Mereka malah jadi bagian skenario utama.
Kayak pertunjukan saja.Kejutannya kayak apa sih?Tunggu hari Hnya.
---Hari H---
Irwan tengah asyik melihat laporan budget pembelian asset perusahaan
bersama Albi di kantornya yang sekarang sudah pindah ke lantai 1.
Irwan duduk di kursinya sedang Albi tampak berdiri di sebelahnya.
Irwan :"Masa ekonomis menurut pajak mana?"
Albi :"Di sheet kedua Pak."
Irwan membuka sheet kedua di layar laptopnya,"Oh ini dia!
Bangunan dan mesin produksi masa ekonomisnya menurut pajak 20 tahun.
Kendaraan dan peralatan laboratorium 8 tahun.
Peralatan kantor,furniture,komputer dan elektronik serta peralatan
pabrik 4 tahun.Bagaimana dengan tanah?"
Albi :"Tanah tidak ada masa ekonomisnya Pak.Malah harganya kian melambung
dari tahun ke tahun."
Sedang asyik bicara,hp Irwan bunyi.
Irwan :"Iya Ma?...Apa?Kak Danang dan Adi menghilang dari RS?
Mama dimana sekarang?....Oke Irwan akan segera ke sana!"
Albi :"Ada apa Pak?Kelihatannya tegang sekali?Ada masalah di RS?"
Irwan bergegas meraih jasnya yang ia sandarkan di kursi dan tak lupa kunci mobilnya,
"Kak Danang dan Adi rencananya besok baru pulang tapi kata Mama mereka
berdua menghilang.Aku harus tanya pada pihak RS kok bisa sampai terjadi hal
seperti ini?Oh ya saya tidak ada agenda penting kan sore ini?"
Albi :"Tidak ada Pak.Bolehkah saya yang nyetir Pak?Bapak kelihatan tidak tenang
takutnya ada apa2 lagi di jalan.Lagian sudah jam pulang kantor juga."
Irwan memberikan kunci mobilnya pada Albi :
"Baiklah,terima kasih atas perhatianmu.Lha kamu pulangnya?"
Albi :"Tenang saja Pak.Kan banyak taxi."
Tak lama mobilpun melaju menuju RS,Inul menyambut mereka di depan.
Irwanpun bergegas menuju parkiran,"Ayo cepat Albi!"
Wajahnya tampak gundah gulana.
Irwan :"Lho kok Mama malah di sini ?Mama mau ke mana?"
Inul :"Wan,gawat!Barusan Ayah mertuamu menelpon,katanya Evi dan Evan
juga ga ditemukan di manapun."
Irwan langsung kaget,"Apa??Coba aku hubungi hp Evi.Evi selalu bilang kalo mau
pergi Ma.Apalagi Evan masih kecil,belum boleh dibawa kemana2."
Irwan tampak panik menghubungi no Hp Evi,"Kok ga aktif sih?Evi....
kamu dimana sih sayang....???"
Tak lama kemudian mobil Benigno datang,tentu saja Ika ikut serta.
Dengan wajah cemas Benigno mendekati ponakannya,"Ada apa Irwan?
Kata Mamamu Danang dan Adi menghilang ya?"
Irwan :"Bukan hanya itu Om,isteri dan anakkupun juga tak diketahui ada dimana.Bagaimana ini Om?Aku ....takut Om..."
Benigno :"Apa mereka semua diculik?Atau....?
"Inul :"Atau apa Ben?Katakan jangan bikin kami tambah panik!"
Benigno :"Sebelumnya aku minta maaf Kak tapi bisa juga Danang bersekongkol 
dengan Adi menculik Evi dan Evan.Tapi aku tidak yakin juga sih...."
Irwan :"Ga mungkin Om!Kakak dan Adi ga mungkin jahat lagi!Irwan ga percaya."
Ika :"Maaf Pak,apa ga sebaiknya kita cek cctv di rumah dulu.Siapa tahu ada petunjuk."
Irwan :"Kau benar Ka!Sebaiknya aku cek dari rumah dulu.Aku ga
percaya Evi menghilang.Tidak!Eviku ga boleh meninggalkanku..."
Mereka semua lalu menuju ke kediaman Sutedja.Irwan tampak panik,
untung ada Albi yang nyetir.Albi sampai ga tega melihatnya.Berkali2 sampai
mengusap wajahnya dengan tissue saking paniknya.Sampai di rumah,Irwan
segera menanyai satpam,tapi mereka bilang Evi dan Evan tak meninggalkan rumah
karena pintu keluar cuma satu lewat pos depan.Irwan lalu menuju kamarnya,kosong.
Lalu ia ingat kalau Evi suka di taman,iapun ke sana.Apakah yang Irwan jumpai disana?
Saat sampai di sana,ternyata....ia disambut dengan sebuah kejutan.
Baru melangkah di taman saja suara merdu sang isteri sudah terdengar,
"Happy Birthday....Happy Birthday...."
Lalu disambung dengan Inul,"Happy Birthday....Irwan!!"
Irwan terharu melihat taman diubah menjadi pesta kebun.
Inul mendekati putranya yang berkaca2,"Maafkan Mama sayang,kami mengerjaimu.
Habis kamu culun banget sih.He..he.."
Irwan memeluk Mamanya,"Mama membuatku benar2 panik.Kalian semua awas ya!!"
Inul mengecup pipi Irwan,"Selamat ulang tahun sayang.Semoga kau makin
bersinar dan bahagia."
Evipun mendekat sambil membawa kue tart,"Selamat ulang tahun suamiku!!"
Irwanpun meniup lilinnya dan memeluk isterinya,Evan sendiri dipegang Ayah
Hamdan.Aty segera menaruh kue tartnya di meja.Sedang Rizky sibuk merekam
adegan mesra pasangan fave kita.
Irwan berkaca2 sembari memeluk sang isteri erat2,"Aku tak mau kehilanganmu..."
Irwan malah makin erat memeluknya,"Biar saja.Mereka telah mengerjaiku.Kamu juga.Awas nanti ya!!"
Evi berbisik padanya,"Banyak orang melihat kita Wan."
Evi tersenyum,Irwan mencari2 Evan.
Ia baru melepaskan Evi saat melihat Evan digendongan mertuanya,"Evan sayang...
Ini Papa sayang.Oh...harapan Papa..."
Evan seneng banget dipeluk ayahnya.Makin ipel2 aja dengan baju barunya.
Irwan makin haru saat Adi datang mendorong Danang yang duduk di kursi roda,
mereka membawa kado buat Irwan.Irwan menyerahkan Evan pada Evi dan
memeluk mereka.
Danang jelas yang pertama dipeluknya,"Kakak!"
Danang terharu dipanggil begitu,"Selamat ulang tahun Adikku.
Moga makin sukses dan bahagia."
Irwan :"Terima kasih Kak."
Adi juga ikut terharu melihat kedua saudara itu.Danang menyerahkan kadonya,
"Ini sweater buat kamu biar ga kedinginan kalo malam.Kamu telah menjagai
kami di RS,aku harap kau mau memakai sweater ini."
Irwan menerimanya,"Bagiku panggilan adik dari kakak saja sudah merupakan
hadiah yang sangat berarti bagiku."
Adi juga mendapat pelukan Irwan,"Selamat ya Bossbro!!Panjang umur dan langgeng
rumah tangganya.Moga punya banyak anak he..he..."
Irwan tersenyum,"Makasih Adi.Tenang saja Evi dan aku sudah sepakat kalau kita 
mau bikin kesebelasan Sutedja he..he..Iya kan Vi?"
Evi jadi blingsatan,dan disenggol sama Ika,"Cie..cie...Evan belum setahun lho..
sudah planning mau bikin adik lagi....he..he..."
Evi menyembunyikan mukanya dibalik punggung Irwan,
"Kamu bikin aku jadi malu Wan.Dasar julit!!"
Wah saking asyiknya ngobrol sampai kuenya lupa dipotong,Benigno yang
mengingatkan.
Benigno :"Hayo potong kuenya!Potongan kue pertama buat siapa hayo?"
Irwan memandang Evi tapi Evi memberi kode ke arah Inul,Irwanpun
mengerti dan memberikan potongan pertama pada Mamanya.Inul terharu,
"Mama bangga punya anak kamu Wan."
Albi,ayah Hamdan dan yang lainnya lalu mengucapkan selamat pada Irwan.
Evi membawakan sebuah lagu dan dimintanya Irwan berduet bersamanya.
Irwan sambil menggendong Evan berduet dengan Evi.
Para security,bodyguard bahkan Renegadepun membawa keluarganya hadir di acara tersebut.Para pembantu tak ketinggalan.Semua memang spesial untuk intern
keluarga besar dan teman2 dekat saja.Apa lagunya tahu ga?
Benar sekali lagunya Naff:Akhirnya Ku Menemukanmu.
Evi:"Akhirnya ku menemukanmu....saat hati ini mulai meragu..."
Irwan mendekati Evi ,"Akhirnya ku menemukanmu...saat raga ini ingin berlabuh..."
Evi membelai pipi suaminya,"Kuberharap engkaulah jawaban segala risau hatiku..dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku..."
Irwan memeluk pinggang sang isteri,"Jika nanti kusanding dirimu miliki aku
dengan segala kelemahanku..."
Evi dan Irwan lalu bernyanyi bersama sambil berpandangan berhadapan,
"Dan bila nanti engkau di sampingku ...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...
Akhirnya ku menemukanmu ...saat hati ini mulai meragu...
Akhirnya kumenemukanmu..saat raga ini ingin berlabuh..."
Wah tepuk tangan dan suitan mengiringi duet mereka.
Ika dan Benigno saling pandang penuh arti.Adi dan Aty malah sibuk dansa.
Inul didekat Danang.Danang sendiri tersenyum melihat semuanya.
By the way saya juga mau ucapin ♡♡
***see you next eps***
Eps 149 °○:O Tabir Kepalsuan :O○°With So Many Tears
:O○° TABIR KEPALSUAN °○:O:O○° Eps 149 °○:O:O○° With So Many Tears
= Dengan Linangan Air Mata °○:O
Inul menunjukkan kadonya,"Itu di tutup dengan kain!"
Irwanpun membuka tirai kain yang menutupi kado dari mamanya,"Wow!!
Sebuah lukisan!!Ini sangat menyentuh hati Mama.Terima kasih!"
Irwan meraba lukisan itu sambil berkaca2,ada lukisan dirinya,Danang,Mamanya 
dan Sang Konglomerat Sutedja.Wah benar2 sebuah rumah tangga yang bahagia.
Inul dan Konglomerat Sutedja duduk disebuah kursi sedang Irwan dan Danang 
berdiri di belakang mereka nampak gagah dan berwibawa.Wow!!Apalagi dilukis dalam ukuran besar.Danang mendekat,"Bagus sekali!"
Benigno dan yang lainnya juga takjub.Inul mendekat dan mengusap air mata 
di pipi putra bungsunya,"Sayang...Mama pesan itu lama lho.Pelukisnya ternama lagi.
Gimana kalo dipajang di ruangan kantormu?"
Irwan memeluk Mamanya,"Pasti Ma.Irwan akan pajang di kantor.Biar Irwan 
semangat kerjanya.Makasih ya Mama.Irwan suka hadiahnya."
Rizky berkeliling lagi,"Sekarang kita lihat hadiah dari Ayah aku buat kak Irwan.
Kira2 Ayah kasih apa ya ke menantunya?He..he.."
Ayah Hamdan memberikan dasi buat Irwan.Ada berbagai jenis dasi.
Irwan memeluk ayah mertuanya dengan haru,"Terima kasih Ayah.Ini pasti akan Irwan pakai."
Ayah Hamdan tersenyum,"Mungkin harganya tidak seberapa tapi itu lambang 
betapa Ayah bangga memiliki menantu seperti dirimu Nak!Bukan hanya membuat putri ayah bahagia tapi juga membuat setiap orang disekitarmu bahagia dan terasa berharga.Ayah tidak salah menyerahkan Evi kepadamu.Semoga panjang umur 
Nak Irwan."
Wah Evi sampai berkaca2 melihat suaminya begitu dekat dengan ayahnya,'Tak kusangka sebuah tabir kepalsuan membawaku pada kebahagiaan.'
Lalu Benigno kasih apa dong?Benigno dan Ika jadi satu hadiahnya,kira2 apa yach?
Benigno menyerahkan sebuah bungkusan pada Irwan,dan ternyata sepasang
sepatu boot.Wow!!Benigno ,"Om ingat kamu pernah bilang pingin punya
sepatu boot waktu kecil dulu.Ini dari Om dan Ika.Moga kamu suka."
Wah hadiahnya sepasang yang ngasih juga sepasang kekasih yang
baru aja jadian.Cie...cie...so sweet.Namun Inul merasa gimana gitu melihatnya,"
Kalian kompak sekali ngasih hadiah bersama.Boss dan sekretaris yang solid."
Ika jadi salting disindir begitu,"Iya soalnya kata Sa..Pak Ben..mending jadi satu biar 
terlihat sebagai perwakilan dari kantor cabang."
Benigno jadi kasihan sama Ika,"Kakak ini kayak ga tahu aja.Ika mana berani kasih Presdirnya hadiah.Irwan kan sudah punya segalanya.Makanya kusertakan 
namanya di hadiahku.Lagian Ika yang pilihin kok modelnya.Seleranya bagus!Terima kasih lho Ka.Sudah bantu milihin.He..he.."
Inul melirik ke arah Danang,putra sulungnya itu malah sedang asyik dengan Evan,"Evan gemesin yach...pipinya tembem kayak papanya.Rizky!Shoot kita dong!!"
Kekakuan langsung sirna begitu Danang bicara,"Siap kak Danang!!
Ni kamera roll on!!"
Albi mendekati Bossnya,"Pak saya minta maaf ya ikut ngerjain Bapak tadi.He..he..."
Irwan menepuk bahu sekretarisnya itu,"Kamu pasti yang kasih tahu Mama agendaku
hari ini.Dasar kamu!!"
Albi lalu menyerahkan sebuah bungkusan untuk Irwan,"Ini Pak dari saya,
silakan dibuka.Jangan dilihat harganya ya Pak.Saya cuma karyawan biasa jadi cuma
bisa beli sesuai kemampuan saya.He..he.."
Irwan yang kini tersenyum,"Kamu itu bukan karyawan biasa tapi karyawan 
yang hebat.Kalau ga ada kamu mana jalan perusahaan kita.Wah apa ini ya isinya?"
Ternyata isinya sebuah foto yang dipigura,fotonya siapa?Irwan memanggil Evi yang sibuk mengambilkan makanan buat Irwan,"Sayang lihat ini!Ada foto kamu disini sama 
Evan.Wah Ini foto pas di RS yach.Lucu deh gaya Evan disini!"
Evi mendekat,"Iya, kok bisa kamu dapat foto ini Albi?"
Albi melirik Rizky,"Ada yang kasih koleksi fotonya Bu Presdir.He..he..."
Evi mengerti maksud Albi,"Rizky sini!Hayo kamu sebarin ke siapa saja foto kakak
sama Evan?"
Rizky langsung lari bersembunyi di belakang Irwan,"Cuma ke kak Albi kok.
Kak Irwan selametin Rizky dong!!Gawat nih!!Kak Evi kalo ngamuk 
serem,bisa mengeluarkan
jurus2 berbahaya!!"Irwan tertawa,"Kamunya juga jahil sih.Tenang saja kakakmu itu ga akan sakitin kamu kalo kamu deket sama aku.Iya kan Sayang?"
Evi jadi tersipu,"Kalian berdua juliiiit!!"
Evi malah menyuapi Irwan,"Sekarang makan dulu nih.Pasti belum isi apa2
kan sejak siang?Ini enak lho sop matahari.Cobain deh.Iya kan enak?"
Irwan malah meraih pinggang sang isteri,"Kalau kamu kasih aku kado apa?
Aku mau kado yang banyak dari kamu...he..he.."
Evi ,"Aku sudah siapin.Dikamar.Nanti aja.Kamu nikmati saja suasana sekarang.Masih banyak kado yang belum dibuka.Tuh!Dari Adi apa tuh!"
Irwan malah mengecup pipi isterinya,"Curi start dulu.He...he...Pokoknya satu 
kado satu kecupan.He.he..."
Wah Evi jadi merah merona mendengarnya,"Begini nih kalo punya suami julit..."
Irwan sambil makan disuapi Evi membuka kado dari Adi,wah kadonya
dibungkus berlapis2.Dasar Adi!!Ketularan julit rupanya.
Evi berbisik ke telinga Irwan,"Ini nih namanya senjata makan tuan.He..he.."
Irwan memandang Adi dengan wajah manyun,"Rupanya selama di RS kerjaanmu
begini nih Adi?Mmmhh....aku akan suruh Kak Aty biar mengkame hame kamu aja.Hiii..hii.."
Adi malah terkekeh,"Wah sudah ga mempan Bossbro!!Aty sudah kena ajian serat jiwa 
milik aku.Tuh dia nempel terus sama aku.He..he.."
Irwan melihat ke arah Aty,"Waduh....sudah jadi upin ipin nih Dragon Ballnya.
Weleh..."
Aty malah mesam mesem sambil makan roti bantal,"Adi ayo makan
rotinya juga kusuapi yach...biar kita mesra seperti Boss muda dan Nyonya Muda.
Selalu bersama seperti Rama dan Sinta.Oh...tanyalah dunia apa itu cinta?"
Evi malah jadi heran,"Tumben kak Aty puitis amat?Jangan2 sedang kasmaran yach...
Hayo kalian sudah jadian yach?"
Adi malah tersipu2 sambil makan roti bantal...Aty juga sama.Weleh...
Terus hadiahnya apa?Irwan akhirnya sampai pada lapis terakhir,"Sebuah kotak 
didalamnya ada pensil yang ujungnya penghapus.Terus sebuah surat."
Irwan membuka suratnya,"Jika kau tak bisa menjadi pensil untuk menulis 
kebahagiaan orang lain,jadilah penghapus yang menghapus kesedihan orang lain."
Aty :"Itu dari saya dan Adi Boss Muda.Kami harap kami selalu menjadi orang2 yang
siap sedia kapanpun dibutuhkan Boss dan Nyonya Muda.Iya kan Di?"
Adi menunduk,"Iya Wan...aku mungkin hanya orang luar tapi aku ingin bisa 
berguna buat kamu Wan.Biarkan kami selalu didekatmu ya Wan.Mungkin kami cuma pembantu tapi kami senang karena kami berguna bagimu.Maaf jika hadiahnya
sangat jelek.Makhlum kami wong ndesit Wan."
Irwan malah merangkul Adi,"Ini sangat menyentuh hati Adi.Sebuah hadiah yang
sangat indah.Terima kasih.Kalian berdua sudah kuanggap sebagai bagian dari 
keluarga Sutedja.Tanpa kalian keluarga Sutedja tidak akan lengkap.
Selamat datang di keluarga Sutedja Adi!!"
Wah Aty sampai meneteskan air mata melihat penerimaan Irwan pada Adi.
Evi memberikan tissue pada Aty,"Irwan memang pantas dikagumi.
Kebesaran hati dan kebaikannya selalu membuat kita merasa begitu berharga."
Aty manggut2,"Iya Nyonya Muda.Itu benar."
Lalu Rizky kasih apa dong ke Irwan?Sebuah layar dipasang di tengah taman,
tapi untuk apa yach?Wah pasti Rizky mau buat yang aneh2 nih.Saat semua saling bercengkerama sambil menikmati makanan ada tamu datang.Wah Inul
langsung menyambut,"Ivaaan!!"Irwan juga mendekat,Igun langsung menyalami 
Irwan.Igun:"Maaf datangnya telat soalnya baru selesai fashion show.Tapi aku ga 
lupa kok sama kadonya.He..he.."
Irwan :"Gpp kak.Menyempatkan diri datang saja,Irwan merasa senang.
Terima kasih sudi datang."
Ivan menyerahkan pakaian sarimbitan buat Irwan dan Evi,
"Ini pakaian hasil rancangan aku lho.Ini jenis sarimbitanalias dipakai buat pasangan.Kembaran gitu.Moga cinta kalian langgeng dan aku segera nyusul kalian 
he..he..."
Evi melihat gaun yang diberikan Igun untuknya,"Wow...ini bagus sekali kak Igun.
Terima kasih.Pasti kami akan memakainya.Iya kan Wan?"
Irwan melihat juga pakaiannya,"Wah....jelas itu.Ini keren kak Igun.Rancangan kakak pula.Beneran gratis nih?"
Igun tersipu,"Gratis dong!!Bisa aja deh Pak Milyarder kita nih."
Tiba2 terdengar suara Rizky,"Mohon perhatian semua hadirin.Berikut hadiah
dari saya buat kak Irwan!!"
Wah semua langsung mendekat ke arah layar.Pada kepo semua.Termasuk
yang baca he..he..Rizky :"Saya telah membuat sebuah video klip amatiran 
buat Kak Irwan.Disinilah kita bisa lihat haru birunya perjalanan cinta kak Irwan
dengan kak Evi.Semoga kalian semua menyukainya."
Rizky lalu memutar hasil rekamannya yang telah diedit dan dituang dalam lagu
berjudul"Muara Hati".Setiap syair diberi rekaman saat2 Irwan dan Evi masih belum saling terbuka kalo mereka saling mencintai.Juga moment2 mesra saat konferensi pers,saat pesta syukuran,saat pesta pernikahan,saat2 di RS,bahkan moment saat Evi menanti Irwan kembali juga ada."Wahai sang bayu....kabarkan kepadanya...kurindu belai sayang kasih mesra..."terdengar suara Evi menyanyi.
Irwan terharu melihat saat Evi tampak seperti zombie menanti ia kembali.
Air matapun tak mampu ia bendung,diraihnya sang isteri yang tengah menyanyi di dekat layar tersebut.Irwan :Maafkan aku sayang....aku tidak tahu sebegitu dalam penderitaanmu....maafkan aku..."
Semua yang hadir terharu melihatnya mereka saling menatap dan berpelukan.
Evi :"Tak ada yang perlu dimaafkan Sayang.Inilah kisah cinta kita."
Pada kesempatan itu Evi memberikan kado pertamanya pada Irwan.Wah apa ya 
kira2?Irwan membuka sebuah kotak berwarna hitam,didalamnya berisi dua buah 
pena.
Evi :"Pena ini dipesan khusus,bersalutkan emas dengan ukiran nama.
Pena pertama tertulis namamu dan namaku.Lalu pena kedua berukir nama Evan."
Irwan merasa heran,"Kenapa nama Evan tidak jadi satu dengan kita saja sayang?"
Evi menyelipkan pena itu di saku baju Irwan,"Evan akan menulis sejarahnya sendiri.
Ia akan memiliki kisah hidupnya sendiri.Namun kau dan aku kisah kita kan selalu
terkait jadi satu.Kisahku tak bisa dipisahkan darimu.Selamanya kita akan selalu 
bersama.Dalam setiap aktivitasmu di kantor ingatlah kisah cinta kita."
Irwan memandang pena2 itu dan memeluk isterinya,"Selamanya takdirku 
adalah bersamamu.Jadi bila nanti kita punya 11 anak,ada 10 pena lagi dong.He..he..."
Para hadirin bersuit2,"Cie...cie...."
Wah Evi langsung menyembunyikan mukanya di dada Irwan.Irwan malah
tersenyum bahagia.Itu baru kado pertama lho belum kedua.Hayo apa kado 
keduanya?***see you next eps***
Eps 150 ○♧♡ TABIR KEPALSUAN : The Wind of Refreshing
♧♧♧ The Wind of Refreshing = Angin Penyegaran ♧♧♧
♧♧♧ Masih di taman kediaman keluarga Sutedja ♧♧♧
Acara terus berlangsung,hidangan juga bermacam2.Tinggal pilih saja.
Mau sate Madura ada.Wah Irwan malah ikut bakar sate.Evi tentu saja disisinya.
Biasa nyuapi sang suami.Irwan memang manja hari itu.Terus ada juga ayam 
panggang,wah Danang sama Inul di situ.
Kalo Benigno sama Ika asyik menikmati lobster.Waduh sepiring berdua nih.
Inul memperhatikan kedekatan adiknya itu dengan Ika,'Kenapa Ika malah didekat
Ben terus yach?Aneh.Harusnya kan dia nemeni Danang.Wah harus dibenerin nih!'
Danang melihat Mamanya melangkah pergi,"Mau kemana Ma?"
Inul cuma bilang,"Mau nyoba lobster,kamu mau ga?"
Danang tentu saja mau,"Boleh!Mau...mau!"
Inul tersenyum,"Mama akan ambilkan,tunggu disitu yach."
Tapi Inul ga cuma mengambilkan lobster,ia juga punya rencana lain,
'Aku akan dekatkan lagi Danang dan Ika.Aha...aku ada ide.'
Melihat Inul datang ke stand lobster,Ika langsung menjaga sikapnya.
Ika menyapa duluan,"Tante suka lobster juga yach?"
Inul menjawab,"Danang yang suka.Oh ya Ka boleh minta tolong ga?"
Ika :"Tentu saja Tante.Apa yang bisa Ika bantu?"
Inul melihat Benigno lagi asyik ngobrol sama Renegade,'Kesempatan nih!
Mumpung Bossnya lagi sibuk sendiri.'
Inul mengambil seporsi lobster dan menyerahkannya pada Ika,"Tante kebelet ke toilet
nih.Tolong anterin lobster ini ke Danang yach?Aduh....kebelet banget nih."
Ika tentu saja nurut,"Eh...baik Tante.Akan Ika anterin."
Inul lalu melangkah menuju toilet sambil senyum2 gitu,'Masuk perangkap!Yes!'
Ika pamitan sama Benigno,"Pak Ben saya antar ini dulu yach?"
Benigno nyahut,"Ya..."
Danang kaget karena yang bawa lobsternya malah Ika,"Lho Mamaku mana?
Kok jadi ngrepotin kamu Ka."
Ika menyerahkan lobsternya pada Danang,"Mamamu lagi ke toilet.
Ga ngrepotin kok.Kebetulan aku pas di stand lobster.Ayo dimakan enak lho.
Mantap pokoknya."
Inul yang melihat Ika bersama Danang segera minta Rizky mengarahkan 
kameranya pada pasangan itu,kebetulan langsung terhubung dengan layar utama.
Jadi para tamu yang lain juga bisa lihat apa yang disyuting Rizky.Tentu saja 
Benigno ga langsung cemburu tapi karena kemudian Inul bicara dia baru gimana
gitu.Memang Inul ngomong apa?
Inul menepuk bahu adiknya itu,"Ben,menurutmu model pernikahan kayak 
gimana yang cocok buat mereka?"
Wah Benigno langsung kesedak,"Uhuk...uhuk!"
Renegade yang bantuin,"Pelan2 Boss minumnya.Masih banyak kok stock pepsinya."
Inul juga ikut heran,"Kamu kenapa Ben?"
Ika yang mendengar Benigno batuk2 segera kembali ke sisi kekasih hatinya itu,
"Pak Ben gpp?Saya ambilkan air putih yach..bentar!"
Ika segera mengambil segelas air putih,"Ini Pak!Minum dulu...ya pelan2..."
Inul jadi gimana gitu lihat perhatian Ika pada Benigno,'Sepertinya mereka begitu dekat.Lebih dari Boss dan bawahannya.Jangan2...Ah ga mungkin!Benigno ga 
mungkin suka sama Ika.Ika kan hanya untuk Danang.'
Ika duduk di sebelah Benigno,Inul sendiri segera kembali menemani Danang.
Renegade meninggalkan Benigno biar berduaan saja dengan Ika,"Boss,saya ke
sana dulu yach,ini anak saya minta es cream lagi.He..he.."
Benigno,"Iya silakan."
Setelah cuma tinggal berdua,Benigno segera meraih tangan Ika dan 
menggenggamnya.Benigno :"Sayang,jangan pernah meninggalkan aku ya?"
Ika berkata,"Kamu ini kok tiba2 bilang gitu sih,Sayang..?Ada apa?"
Benigno malah mencium jemari Ika,"Soalnya aku belum berterus terang perihal kita
pada keluarga Sutedja.Aku cemas kamu ga sabar dan pergi ninggalin aku."
Ika tersenyum,"Aku tahu rasanya digantung hubungannya.Namun yang pasti aku yakin kalau kamu beneran sayang sama aku.Hatiku sangat yakin.Yakin bahwa akupun 
akhirnya bisa bahagia seperti mereka itu tuh!"
Benigno melihat ke arah yang ditunjuk Ika,tampak Irwan tengah 
menggendong Evan sedangkan Evi duduk di sebelahnya.Mereka duduk berpose di 
sebuah bangku taman sambil difoto oleh Albi.
Benigno tersenyum,"Merekalah inspirasiku untuk berani mencintai lagi.Lihat tuh Evan gemesin banget!"
Ika ,"Aku juga ingin punya anak nanti."
Benigno ,"Benar?Mau dikasih nama apa kalau laki2?"
Ika menjawab,"Bagaimana kalau Norman,bagus kan?"
Benigno heran,"Kok suka nama itu?"
Ika jawab,"Kan namamu paling akhir No semua...BenigNo AquiNo...he..he .."
Benigno,"Kalau cewek siapa namanya?"
Ika ,"Belum kepikiran,di hatiku baru ada satu nama itu saja.He..he..."
Benigno :"Secepatnya aku akan bicara soal kita ke keluarga Sutedja.Aku ingin segera menikahimu dan kita punya Norman kecil.He..he..."
Ika tersipu sambil memperhatikan Evi yang pose mesra sama Irwan sedang Evan
tentu saja cute gitu diantara papa mamanya.Akhirnya tibalah mereka di puncak
acara yaitu sambutan dari yang ulang tahun,siapa lagi kalau bukan Irwan Sutedja.
Irwan naik ke panggung kecil yang telah disiapkan,"Pertama2 saya sungguh tak 
menyangka kalau akan ada pesta kejutan buat saya.Saya bahkan sempat dikerjai tadi
..."Albi,Inul,Adi,Danang dan yang lainnya langsung senyum semua.
Irwan melihat ke arah mereka dan melanjutkan sambutannya,"Terima kasih buat Mama sudah bikin saya sempat sport jantung,buat isteri saya juga,Evi sayang...
more love you...buat kakak,ini sungguh pesta yang berkesan karena kehadiran kakak..
terima kasih pada Tuhan untuk hal itu...buat Om Ben terimakasih selalu ada buat
saya,selalu mendukung saya,....moga Om segera nyusul saya ya he...he ...."
Benigno melirik Ika saat Irwan bilang begitu.Semua dapat ucapan 
terimakasih dari Irwan,"Buat semua wakil dari perusahaan,saya ucapkan terima 
kasih atas support dan dedikasinya.Buat semua team keamanan mulai dari security
hingga bodyguard,saya mengucapkan terima kasih sudah mengawal keluarga saya
hingga semua bisa berada di tempat ini dengan aman dan tidak ada gangguan.
Juga buat semua team housekeeping,buat Adi juga kak Aty,saya secara
pribadi mengucapkan banyak terima kasih karena selalu memberikan pelayanan 
dan kenyamanan di setiap kondisi dan situasi yang keluarga saya hadapi.Terakhir 
spesial buat keluarga dari isteri saya,Ayah dan Rizky,terima kasih sudah 
membawa saya menemukan pelabuhan hati saya,isteri tercinta saya,serta ibu dari
anak2 saya ....saya pinginnya punya banyak anak biar rumah saya jadi ramai danpenuh kehangatan...doakan moga misi saya sukses...he..he.."
Wah yang hadir langsung bersuit2...bikin Evi merah merona wajahnya.
Dasar Irwan!!Tak lupa Irwan membawa Evan naik ke panggung dan menunjukkan pada semuanya,"Terima kasih pada Tuhan atas kado-Nya buat saya,kehadiran putra 
pertama saya,Evan Sutedja,penerus saya,harapan saya.Lihat,mirip papanya kan?"
Irwan mengecup pipi tembem Evan,"Terima kasih sayang sudah hadir di 
dunia ini.Kehadiranmu membuat papa sangat bahagia.Papa sayang sama Evan.Juga sama Mamanya Evan pastinya."
Irwan mengakhiri sambutannya,"Terima kasih buat semua kado dan ucapan selamat
yang diberikan kepada saya,silakan lanjutkan pestanya."
Irwan mengajak Evi masuk ke dalam karena hari semakin malam.Evan kan
masih mut imut.Ga boleh kena banyak angin.Apalagi angin malam.Sementara 
yang lain masih asyik bercengkerama.Irwan pamit pada Mamanya,"Ma,Irwan
masuk dulu.Kasihan Evan.Titip tamu2nya he..he..."
Evi juga masuk ke dalam dong,kan selalu bersama.Inul mengiyakan,"Iya bawa
masuk tuh cucu Mama jangan sampai sakit.Mmmh...gemesin banget sih...
Pangeran kecil ini."Irwanpun melambaikan tangan pada semuanya.Sampai di kamar,Irwan menagih hadiah keduanya,"Mana kado keduanya sayang?Penasaran nih!"
Evi meletakkan Evan di boxnya.Lalu memberikan sebuah kunci kecil.Irwan heran menerimanya,"Apa ini ?"
Evi melepaskan dasi suaminya sambil berkata,"Ingat kan saat kamu 
menghilang,kau memberiku sebuah kotak.Disitu ada surat dan foto2.Itulah yang 
memberi aku semangat dan harapan untuk terus menanti dirimu dan memberiku 
keyakinan bahwa kau masih hidup."
Irwan lalu meraih pinggang sang isteri,"Terus?"
Evi malah menyanyi,"Aku rindu setengah mati kepadamu..sungguh ingin kau tahu..
kuselalu memimpikan kamu...kutak bisa hidup tanpamu...berat hidup ini tanpa dirimu...aku rindu...(D'masiv Rindu Setengah Mati )"
Irwan jadi gemas dengan isterinya,apalagi saat Evi malah 
melangkah ke lemari,mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.Irwan yang 
penasaran segera memeluk pinggang Evi dari belakang,"Ayo katakan sayang jangan bikin aku makin penasaran."
Evi tersenyum,"Sekarang mandi dulu,pakai air shower yang hangat yach...terus nanti kukasih tahu lagi."
Irwan mengecup pipi Evi lalu melangkah ke kamar mandi,"Habis mandi lho yach..?"
Evi menidurkan Evan,"Iya..."
Usai mandi,Irwan nampak segar dan Evan juga sudah bobok manis.Evi 
membaringkan diri di tempat tidur,Irwan mendekatinya,"Mana kadonya?"
Evi mengambil sebuah kotak yang digembok lalu diberikannya kepada Irwan.
Evi :"Bukanya nanti yach kalau aku sudah tidur.Sekarang aku ingin tidur.Aku lelah sekali.Seharian menyiapkan semuanya.Temani aku tidur yach...."
Irwan meletakkan kotak itu di atas meja kecil di dekat tempat tidur,"Pasti aku mau
temani isteriku tidur..."
Begitulah Evi tidur dipelukan Irwan.Tak ada yang berani mengganggu mereka.
Irwan membelai dan menciumi rambut isterinya,'Ibu dan anak kompak bener.
Tidur semua.Wah kesempatan buka kado kedua nih.Apa ya isinya?'
Irwan pelan2 beringsut turun dari ranjang dan mengambil kunci kecil yang 
diberikan Evi kepadanya.Dibukanya kotak itu.Ada sebuah kotak kecil 
didalamnya dan sebuah surat.Wah apa isi suratnya yach?Penasaran?
/Walau badai menghadang ingatlah kukan selalu setia menjagamu...berdua kita lewati jalan yang berliku tajam...yakinlah kekal abadi selamanya...seperti bintang yang
sinarnya terangi seluruh ruang di jiwa..../Masih.Adaband.***see you next eps***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar