Introducing My Twelve Story :
DASI & GINCU
¤ 》DASI DAN GINCU¤ 》Cerbung ke - 12¤ 》Introducing
¤ 》 ☆★ Evi Masamba....pov
Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi.Yang kudambakan pria yang punya hati...." Yang aku tahu,aku besar di pedalaman hutan.Bagaimana aku bisa sampai di sini,itu diluar dugaanku.Bahwa ternyata aku bukan penduduk asli di hutan tersebut.Aku tinggal bersama suku terasing.Hidup secara primitif apa adanya.Hingga dua orang pria datang dalam kehidupanku dan memperkenalkan sebuah dunia yang berbeda dan membawaku menelusuri siapa aku sebenarnya.Yang satu membuatku tahu apa itu cinta yang satunya membantuku mempelajari banyak hal yang selama ini aku tak bisa.Ia dengan setia menemaniku melewati semuanya."
♧♣ IRWAN ...pov
Bukan alis berukir bukan bibir bergincu.Yang kudambakan gadis yang punya malu....
" Sebenarnya aku bukan orang yang kurang kerjaan sehingga tiba di hutan ini.Aku punya pekerjaan mapan,jabatan alias pangkat juga harta.Rumah bak istana.Namun aku merasa tidak bahagia.Hidup terasa hampa.Namun saat tiba di tempat terpencil ini aku tahu mengapa.Aku jatuh cinta dengan alam di sini.Apalagi pada seorang gadis bernama Evi Masamba.Dia sederhana dan masih sangat polos.Desa ini tertinggal dan terpencil.Hatiku terpanggil untuk mengubahnya.Bagiku bahagia adalah kala aku bisa berguna bagi sesama."
♡♥ Reza pov...
Cinta karena dasi si-si akan segera basi.Cinta karena gincu cu-cu akan segera layu...
" Aku punya misi menemukan cucu perempuan seorang Nenek kaya raya.Ia membayarku sangat mahal.Sebanding sih dengan susahnya medan yang harus kujelajahi.Mengumpulkan semua bukti dan data yang ada.Akhirnya aku berhasil juga.Siapa sangka cucu seorang konglomerat bisa terdampar di tempat terpencil seperti ini.Andai saja ia tahu betapa luar biasa masa depannya bila ia mau ikut aku ke kota.Namun ia begitu mencintai tempat itu."
◇◆ Eyang Puspa pov...
Jabatan perlu,tampan pun perlu.Bahkan emas permata.Tetapi cinta di atas segalanya..." Aku sudah kehilangan putraku dan menantuku juga cucuku Evi Anggraeni.Namun hatiku mengatakan bahwa cucuku masih hidup.Aku menyuruh seorang detektif mencarinya.Ternyata benar cucuku masih hidup.Kuminta Irwan menjemputnya.Aku sudah tak sabar ingin melihatnya.Ia pasti manis dan baik hati seperti putraku.Irwan adalah putra dari sahabatku,Elvi Sukesih.Sebenarnya ada rahasia yang kami simpan selama ini mengenai cucuku dan Irwan.Suatu saat nanti aku berharap bisa mengatakannya."
■□ Benigno pov....
Berhias perlu,cantik pun perlu.Untuk gairah cinta.Akhlak mulia hiasan yang utama...
" Dalam perjalanan naik kapal,aku dan keluargaku mengalami musibah.Badai menghantam kapal kami dan dengan susah payah aku berhasil menyelamatkan isteriku,Erie dan putri kami Evi.Namun malang Erie kemudian tiada dan akupun sepertinya akan menyusul dia.Aku titipkan putriku pada seorang penduduk asli pulau itu.Aku katakan padanya bahwa putriku bernama Evi Anggraeni.Juga sebuah kalung berliontin.Didalamnya ada fotoku dan foto isteriku.Juga anak kami Evi.Kuharap itu akan membawa Evi pada Ibuku.Semoga saja..."
●○ Hamdan Att pov...
Tak guna harta benda da-da kalau jadi neraka.Tak guna wajah indah da-da kalau jadi bencana....
" Bagiku Evi adalah putriku.Dia segalanya bagiku.Mungkin aku tidak kaya bahkan hanya bisa memberi kehidupan yang sederhana namun ia bahagia.Aku yakin suatu hari nanti putriku itu kan kembali ke sisiku.Kembali di desa terpencil ini.Menyatu dengan alam kembali.Seindah apapun dunia di luar sana,cinta kan membawanya kembali ke sini."
¤ 》Sudah punya gambaran bukan.Bakal seperti apa nanti kisah REI di sini?Kisah ini idenya dari sebuah film animasi yang saya lihat saat main ke rumah teman saya.Juga sedikit banyak terinspirasi dari Barbie dan Tarzan.Auooo...Auooo....weleh.
Sebuah puisi buat menambah imajinasi pembaca:
Siapa pria yang tak ingin berdasi
Punya harta tahta jabatan tinggi
Kerjanya di gedung tinggi sekali
Hampir ga pernah lihat matahari
Siapa wanita tak ingin cantik
Pakaian bermerk serba menarik
Tak lupa pakai yang agak antik
Biar makin terlihat asyik
Namun mengapa aku berbeda
Aku punya segalanya semuanya
Tapi tak merasakan bahagia
Apa yang kurang sebenarnya
Ada dua pria yang kujumpa
Reza dengan cintanya
Irwan dengan kesetiaannya
Yang mana yang kucinta
Bagi yang berminat baca jangan lewatkan eps perdananya.***see you in first eps***
Eps Perdana CERBUNG XII ~₩~ DASI DAN GINCU ~/\/\~
+++ DASI DAN GINCU ------ CERBUNG XII ++++++ EPS PERDANA ---
--- Will Be Unto Her ++++++ Akan Menjadi Untuknya ---
Siapa sih Dasi dan Gincu itu?
{{{ Disebuah Rumah Nan Megah }}}
Seorang wanita paruh baya nampak berlarian mengejar seorang bocah laki2 kecil di taman rumahnya,"Cucuku sayang...ayo sini dong sama Oma.Kok larian melulu sih!Oma capek nih.Katanya mau ikut Oma pergi?"
Si bocah kecil langsung berhenti berlari begitu mendengar mau diajak pergi.Dengan mata beningnya ia mendekati Omanya,"Ikut!Ikut!"
Sang Oma tersenyum dan mencubit pipi cucunya yang tembem,"Kalau urusan pergi aja senengnya bukan main.Heran deh Oma.Sekarang mainannya disimpan dulu yach?Ditaruh dulu mainannya.Baru nanti ikut Oma."
Bocah kecil itu segera berlari ke dalam sambil membawa mainan kereta apinya.Sudah hafal dia kalau habis main dirapikan lagi mainannya.Dikembalikan ke boxnya.Ada sebuah kontainer plastik dimana disitu mainannya ditaruh.Habis itu ia menuju rak sepatu dan mengambil sepasang sepatu kemudian dibawanya pada omanya.Suruh memakaikan maksudnya.Seorang pembantu mendekat hendak memakaikan sepatu itu tapi Sang Oma mencegahnya,"Biar saya saja Mbok.Masukkan saja barang2 yang tadi ke dalam mobil.Jangan lupa air minum buat Irwan ya.Cemilannya juga.Saya mau ajak Irwan ke rumah teman saya."
Sang pembantu menjawab,"Baik Nyonya Elvi."
Usai memakai sepatunya si bocah kecilpun,Irwan namanya segera menggandeng tangan Omanya menuju halaman depan dimana sebuah mobil mewah sudah menunggu di sana.Mau ke rumah siapa ya?Irwan itu anteng kalau di mobil.Paling ia nunjuk2 sesuatu seraya memamerkan mata besarnya,"Apa tu?Tu.!!Tu...!"
Elvi memang sangat sayang pada Irwan.Irwan memang menggemaskan.Walau masih dibawah lima tahun namun sangat cerdas.
Elvi menyuruh sopir jalan,"Ke rumah teman saya Puspa ya Man!"
Keman demikian nama sopirnya segera mengangguk,"Baik Bu Elvi."
Mobilpun melaju.Irwan menirukan cara omanya manggil sopirnya,"Man!Man!"
Sang sopir menjawab,"Ada apa Tuan Muda?He..he.."
Elvi membelai kepala cucunya,"Irwan sayang,ga boleh manggil gitu sama Paman.Panggilnya paman.Ngerti!"
Irwan menirukan,"Pa man!Pa man...!"
Sang sopir terkekeh melihatnya,"Tuan Muda gemesin ya Ndara?Kalau besar nanti pasti ganteng banget itu."
Sang Majikan juga setuju dengan pendapatnya,"Memang Irwan ini penurut dan gemesin anaknya.Persis kayak mendiang kakeknya."
[[[ Disebuah Rumah Nan Megah juga...]]]
Seorang bayi perempuan tengah ditimang2 oleh neneknya,"Hello Evi sayang...aduh cantik banget sih?Ini Eyang sayang...Hari ini Evi ulang tahun yach?Yang keberapa nih?"
Eh yang jawab Mamanya si bayi,"Ke dua Eyang.Evi lagi imut2nya nih.Belum pinter ngomong."
Ayah si bayi juga mendekat,"Erie,kamu kok belum siap2?Para tamu sudah pada datang lho."
Oh...Erie ibunya Evi.Terus ayahnya Evi siapa dong?Sang Nenek membawa cucu perempuannya ke depan,banyak anak2 kecil disana dengan orang tuanya masing2.
Namun Evi ga mau turun dari gendongannya,kalau diturunkan malah nangis kenceng 7 oktaf,weleh.
Sang Nenek bingung dan menyerahkan cucunya pada sang ayah,"Ben,Evi rewel banget nih ga mau turun.Kamu pegang bentar ya.Ibu mau nelpon temen ibu,Jeng Elvi kok belum sampai sih?"
Benigno segera mengambil Evi,"Evi sayang ikut ayah ya.Eyang mau nelpon dulu."
Evi mau digendong tapi tetep minta ngikutin neneknya ke teras depan.Pas mau nelpon eh mobilnya Elvi datang.Wah langsung disambut,"Jeng Elvi!!Saya tunggu2 lho."
Irwan juga ikut turun dari mobil,"Ephii!Ephii!Melihat Irwan datang Evi yang digendong ayahnya minta turun.Wah langsung deh dia ngikutin Irwan kemana saja.Rukun sayur gitu deh.Elvi berbisik pada sohibnya,"Puspa,lihat tuh!Mereka serasi ya?Nempel terus.Akur."
Puspa juga heran,"Tadi aja ga mau turun lho,gendongan terus.Eh begitu cucumu datang minta turun dia.Sekarang malah ketawa ketiwi tuh.Bener2 jodoh kali ya."
Elvi malah mikir,"Kenapa ga kita jodohin aja?Kita sahabatan dah lama juga.Kamu tahu aku gimana.Aku juga kenal keluargamu kayak apa.Daripada dapat mantu ga jelas."
Puspa setuju,"Akan kubicarakan sama putraku.Tapi aku juga setuju kalau mereka dijodohkan.Cocok banget."
Sementara yang diomongin malah lagi bercanda ria sendiri,"He..hwa...he..."
Akankah orang tua Evi setuju dengan perjodohan tersebut?
Dasi adalah lambang seorang pria
Gincu adalah kosmetiknya wanita
Sudah bisa menebak kan pembaca
Siapakah yang berperan jadi mereka
***see you next eps***
Eps 2 CERBUNG XII ~ ¤ ~
DASI DAN GINCU
DASI DAN GINCU
~ ¤ ~ DASI DAN GINCU~ ¤ ~ CERBUNG XII EPS 2
~ ¤ ~ The Same Followed~ ¤ ~ Sama Mengikuti
Kita kembali ke cerita.Di eps perdana Irwan dan Evi masih kecil2 ya.Masih balita.Ipel2 dan gemesin.Akur dan lengket.Sampai2 eyang2 mereka berniat menjodohkan mereka.Nah kalau kemarin belum pada tahu ya siapa ortunya Irwan maka sekarang saya kasih tahu.Ini dia eps kedua Dasi dan Gincu.
~ Rumah Eyang Puspa ~
Usai acara ulang tahun cucunya,tamu2 sudah pada pulang tinggal orang tua Irwan yang tadi datang telat.Biasa ada urusan di kerjaan.Siapa sih ayahnya Irwan?Yuk kepoin.Benigno nampak mengawasi Evi yang nempel sama Irwan asyik main kejar2an.Riang sekali mereka lari2an ke sana kemari.Beriringan sambil ketawa dengan renyahnya.
Benigno berkata pada ayahnya Irwan,"Fakhrul,anakmu itu cocok ya sama Evi?Ngemong banget.Evi anteng lho kalau sama dia."
Fakhrul mendongakkan kepalanya,"Iya juga ya...mereka bisa klop gitu ya.Rukun banget.Ceria kalau bertemu."
Eyang Puspa mendekat,"Kenapa kalian ga besanan aja?Setuju ya jeng Elvi?"
Elvi manggut2,"Setuju kalau Mama,Fakhrul.Namun kamu setuju ga?"
Fakhrul malah melirik isterinya,"Gimana Rina sayang?"
Wah Rina jadi ibunya Irwan.
Rina membelai wajah putranya,"Irwan biar besar dulu.Nanti saat dia berumur 17 baru kita kasih tahu soal ini.Kalau dia setuju maka saya juga setuju."
Usul itu dipandang baik.Mereka setuju akan menunggu saat Irwan dan Evi berusia 17 dulu baru dikasih tahu soal rencana tersebut.Selanjutnya mereka malah sibuk bahas soal rencana kepergian Benigno dan Erie ke Kupang.Mereka mau mengurus bisnis peternakan sapi di sana.Walau sebenarnya Eyang Puspa ga setuju jika Evi ikut serta,"Evi biar sama Eyang di sini.Ga usah jauh2 ke sana."
Erie mengusap pipi Evi yang belepotan biskuit bayi,"Kalau Evi sama Mama nanti gimana Erie dong Ma?Mama ikut aja sekalian aja ke Kupang."
Eyang Puspa mencubit pipi tembem Irwan,"Mama mabuk laut.Ga ah.Mama disini aja ya Irwan tembem?"
Irwan malah menatap dengan mata gede2,"Bem..embem..."
Elvi jadi ikut gemas lihat Irwan,"Sini cucu oma yang gemesin!Digendong sama Oma.Sini!"
Irwan naik ke pangkuan neneknya.Melihat itu Evi segera mendekati omanya,minta dipangku kayak Irwan.Eyang Puspa lalu memangku Evi.Wah malah difoto sama Rina.Jepret!Eyang Puspa mangku Evi dan Elvi mangku Irwan.Dua anak itu malah asyik ngobrol sendiri dengan bahasa planet mereka,"Wa..wa..wk..wk.."
Rina mengambil beberapa foto lagi,"Wah Evi pegang pipi tembem Irwan yach?Gemes ya sayang?"
Jepret!
Erie juga memfoto mereka,"Wah seru ya mereka?Sama2 dipangku."
Jepret!Para pria malah asyik bahas soal bisnis,sambil minum kopi.
Benigno menyodorkan makanan cemilan pada Fakhrul Razi,"Ayo dimakan ini ada emping,ada kue legit juga,ada mandarin juga...nih ada ting2 juga..."
Fakhrul tersenyum,"Sudah kawan.Sudah kenyang aku.Kamu kapan mau berangkat ke Kupang?"
Benigno menjawab,"Minggu depan.Rencananya kami akan tinggal sebulan di sana."
Fakhrul memandang ke arah Evi yang tiba2 datang menyusul Irwan yang mendekati ayahnya,"Evi juga ikut?"
Benigno meraih Evi di gendongannya tapi Evi malah nangis ingin seperti Irwan yang digendong di punggung oleh Fakhrul Razi.Weleh pingine ikut2an terus.
Evi nangis kenceng,"Woaaaa!!!"
Erie mendekat,"Mau digendong punggung kayak Irwan itu Mas."
Benigno baru ngeh,"Ooooo..."
Baru setelah digendong persis sama kayak Irwan,Evi baru ketawa2,"Hi..hi..hi.."
Malah adu balap mereka,wah tambah kenceng dan kemekel ketawanya dua bocah itu.
Eyang Puspa geleng2 kepala,"Maunya kok samaan terus.Aduh..aduh..."
Namun bahagia kadang harus berakhir duka.Menjelang kepergian ke Kupang,Eyang Puspa mimpi buruk,ia melihat kolam yang keruh dan banyak kotorannya.Ia heran apa artinya.Ia juga mimpi terus ke belakang.Aneh deh.Suatu pertanda bahwa ia akan kehilangan sesuatu atau seseorang.Hatinya tak tenang namun Benigno dan Erie sudah kekeh berangkat,sebelum pergi Eyang memberi hadiah pada Evi sebuah kalung dengan liontin foto didalamnya.Ada foto dia dan ayah ibunya juga neneknya.Sambil mengalungkan pada leher Evi ia berdoa,'Jagai cucuku ya Tuhan.Jagai juga kedua orang tuanya.Hatiku resah.Namun entah kenapa mereka tetep kekeh berangkat.'
Begitu Evi dan orangtuanya berangkat naik kapal,Irwan langsung jatuh sakit.Badannya tiba2 panas tinggi dan sampai harus dirawat di RS.
Rina panik,"Mas,Irwan kenapa ya?Padahal aku dah hati2 jaga dia.Panasnya ga turun2."
Sementara Irwan demam tinggi,kapal yang membawa Evi dan orang tuanya mengalami badai.Dihantam gelombang tinggi.Hingga akhirnya kapalnya menabrak barrier.Benigno coba menyelamatkan isteri dan anaknya dengan sekoci.Ia berhasil sampai disebuah pulau tak dikenalnya.Namun Erie yang luka parah akhirnya meninggal.Benigno yang juga terluka parah melihat seorang pria berpakaian aneh mendekati Evi yang menangis,"Tolong,jaga putri saya.Namanya Evi.E...vi...__________"
Benigno menghembuskan nafas terakhir,Evi menangis kencang,"Wooooaaaa...!!!"
Pria berpakaian aneh itu memandang pada Evi,"Ephi..Ephi..."
Di Jakarta,Irwan turun panasnya.Namun bersamaan dengan itu berita hilangnya kapal yang dinaiki Benigno dan Erie menghebohkan media.Rina dan Fakhrul kini mengerti kenapa Irwan tiba2 sakit,"Rupanya mereka terhubung secara batin ya.Semoga Benigno sekeluarga segera ditemukan dalam keadaan selamat.Kita harus mengunjungi Eyang Puspa.Kasihan beliau.Pasti sangat terpukul."
Eyang Puspa memang terpukul mendengar berita itu.Apalagi proses pencarian korban terhalang cuaca buruk.Harapan melihat Benigno kembali dalam keadaan selamat bersama Erie dan Evi kian tipis.Hanya keberadaan Irwan yang menghibur hatinya.Ia suka menangis sambil memeluk Irwan kecil.Wah gimana nih kisah Evi di pulau terpencil itu?Akankah ia akan bisa bertahan hidup di sana?Siapa pula pria berpakaian aneh yang dilihat Benigno?***see you next eps***
Eps 3 CERBUNG XII ♣ DASI DAN GINCU
R♣ DASI DAN GINCU||♣ CERBUNG XII EPS 3
|\|♣ Extra = Cadangan/Ekstra
||T♣ Jakarta...
Duka menyelimuti hati Puspa.Kehilangan bukan hanya anak dan menantu tapi juga cucu satu2nya.Hanya si kecil Irwan yang mampu mengurangi kesedihannya.Elvi ga tega melihatnya dan menemaninya.Bila ada Irwan kecil,Puspa mau makan.
Elvi sedih melihat sahabatnya muram,"Puspa,kau harus kuat dan tabah.Kau juga harus makan,sudah berhari2 kau tak mau makan.Lihat Irwan juga ikutan ga mau makan."
Puspa meraih Irwan dalam pelukannya,"Irwan juga sedih ya?Kayak Eyang ya?Kangen sama Evi ya?Oh..wajahnya jadi sedih..."
Irwan memandang Puspa dengan wajah tembemnya,"Ephi...mana...?"
Eyang Puspa membelai kepala Irwan,"Evi ada di sebuah tempat nun jauh di sana.Evi harus dijemput biar bisa pulang.Makanya Irwan makan ya biar cepet gede dan bisa jemput Evi kembali ke sini..ya Irwan sayang ya?"
Dengan lugunya Irwan menggangguk,"Makan...makan..."
Elvi lalu menyuapi Irwan,"Kalau buat Evi mau makan ya?Sayangnya sama Evi..."
Puspa memangku Irwan,"Kuharap Tuhan tidak memutus keturunanku.Selamatkanlah mereka setidaknya masih ada yang selamat.Itu saja pintaku."
Irwan mendongak pada Puspa,"Eyang...makan..."
Puspa mencium kepala Irwan,"Iya sayang..Eyang akan temeni Irwan makan.Tapi janji ya sama Eyang,kelak Irwan akan jaga Evi buat Eyang.Janji?"
Irwan senyum manis,"Janji...janji..."
Elvi tersenyum mendengar jawaban Irwan,"Irwan masih kecil Puspa.Ga ngerti dia."
Puspa membelai pipi Irwan,"Irwan ngerti ya sayang?Iya kan Irwan ngerti?"
Irwan manggut2,"Ngerti...ngerti..."
Wah senangnya Puspa dipeluknya Irwan dengan gemasnya,"Anak pintar.Harapan Eyang.Eyang hanya percayakan Evi ke Irwan saja.Makasih ya sayang..."
Begitulah hari ke hari Irwan kian dekat dengan Eyang Puspa.Malah Puspa minta Irwan tinggal di rumahnya.Untung saja Rina hamil lagi jadi Fakhrul mengijinkan Irwan tinggal bersama Eyang Puspa.Lagian Elvi,neneknya juga menemani.Irwan jadi pengobat kesedihan Puspa.Terus nasib Evi gimana dong?Yuk ke pulau dimana Evi terdampar.
|~|♣ PULAU TERPENCIL...
Seorang pria nampak berlari membawa seorang anak kecil memasuki sebuah rumah sederhana yang terbuat dari ranting2 dan jerami sebagai atapnya.
Pria itu memakai pakaian dari kulit binatang dan kulit batang pohon,"Bune...bune..ndelengen ki!!"(Istriku...istriku..lihat ini!!)
Seorang wanita keluar dari arah dapur,"Ana apa pakne?Sajake wigati tenan."(Ada apa Suamiku?Sepertinya darurat banget.)
Alangkah terkejutnya sang isteri kala melihat apa yang dibawa suaminya,"Kuwi bocah saka ngendi pakne?Mesake megap2 kaya ngono.Kowe entuk saka ngendi?"(Itu anak dari mana?Kasihan nangis sampai kayak gitu.Dapat darimana?)
Sang wanita segera meraih anak perempuan yang dibawa suaminya,diberinya minum dari sebuah gelas bambu,"Elahe sajake ngelak ki pakne...ki bocah ayu tenan..."(Kasihan sepertinya haus dia,...anak ini cantik banget..)
Tak lupa wanita tadi memberi minum juga pada suaminya.Sang suami lalu bercerita pada isterinya itu perihal anak perempuan yang dibawanya,"Bocah kuwi tak temu neng pinggir segara,wong tuwane wis mati kabeh,sadurunge mati bapake ngomong apa ya...Ephi..ephi ngono.Terus bocahe tak gawa rene,mesake nek dewe neng pinggir segara mengko dipangan kewan piye..."
(Anak itu kutemukan di tepi laut,orang tuanya sudah mati semua.Sebelum meninggal,sang ayah menyebut seperti...Evi..Evi..begitu.Lalu anaknya kubawa kemari,kasihan kalau dibiarkan di tepi laut nanti bisa dimakan binatang buas gimana)
Sang isteri lalu mengambilkan makanan ditaruh di atas daun jati,"Bener mbok gawa mulih pakne,bocahe apik tenan.Takopenane ya pakne?Awake dewe lha rung duwe momongan,sapa ngerti Sing Gawe Urip maringi anak merga awake dewe ngopeni bocah iki.Entuk ya pakne?"(Bener kamu bawa pulang Suamiku,anaknya manis.Biar kurawat ya?Kita kan belum punya anak,siapa tahu Yang Empunya Kehidupan memberi anak karena kita merawat anak ini.Boleh ya Suamiku?)
Sang pria mengangguk sambil menyantap makanannya,"Mathuk aku Bune.Mugi Sing Murbeng Dumadi paring berkah merga awake dewe duwe welas asih.Moga2 wae."
(Setuju aku Isteriku.Semoga Tuhan memberi rahmat karena kita memiliki belas kasihan.Semoga saja.)
Usai makan,pria itu mengumpulkan beberapa warganya untuk membantunya menguburkan mayat Benigno dan Erie,"Ayo pada melu aku kabeh!!"(Ayo ikut saya semua!)
Rupanya dia adalah kepala suku di daerah terpencil itu.Sementara suaminya pergi,sang isteri memberi Evi makan,"Jenengmu Ephi ya?Saiki aku ibumu...Celuk wae simbok..."
(Namamu Evi ya?Sekarang aku adalah ibumu.Panggil saja Ibu...)
Evi diam dalam pelukan dan rawatan wanita isteri kepala suku itu.Lagipula dia lelah nangis terus.Usai makan dan minum,Evipun ditidurkan.Dinyanyikan lagu oleh ibu barunya,"Lir..ilir..lir..ilir.."
(Lir ilir itu lagu daerah penulis.Weleh...)
Begitulah Evi tinggal di pulau terpencil dan menjadi gadis anak kepala suku,semua warga suku hormat padanya dan sangat menyayanginya.Kehadiran Evi juga memberi kebaikan pada keluarga kepala suku,isterinya hamil dan melahirkan anak laki2.Diberi nama Danang.Kalau di sana laki2 itu biasa disebut lanang maka anaknya diberi nama Danang( Duwe Anak LaNANG ) artinya punya anak laki2.
Tahun demi tahun berlalu.Evi dan Danang tumbuh layaknya kakak dan adik.Setiap orang menyebut Evi sebagai Den Rara atau Tuan Putri.Sedang Danang julukannya Den Bagus atau Sang Pangeran.Danang memang penerus jabatan kepala suku nantinya.
Bukan hanya Evi yang telah tumbuh jadi seorang gadis suku,Irwan juga sudah besar dan sudah menginjak usia 17 tahun.Meski muda namun ia sudah diajari bisnis oleh ayahnya.Sambil sekolah ia membantu ayahnya mengelola perusahaan.Gimana model Irwan ya?Masih ingatkah dia dengan Evi?***see you next eps***
Eps 4 CERBUNG XII ♧ DASI DAN GINCU
♧_ DASI DAN GINCU_♧♧♧_CERBUNG XII_♧♧♧♧♧_EPS 4_♧♧♧
♧♧_Since That Time _♧♧♧_Sejak Saat Itu_♧
. Di sebuah sekolah menengah atas yang elite nampak para pelajarnya berhamburan keluar dari kelas.Bel pulang sudah berbunyi.Seorang pemuda nan tampan.Cie..sapa itu?Berjalan sambil melambai kepada teman2nya.Pakaian rapi,rambut rapi wah serba rapi pokoknya.Seorang gadis mendekati sang pemuda dan memasang wajah centil nan menggoda,"Irwan...kita jalan yuk?Ke mall atau ke mana kek..ya mau ya?Irwan ganteng...."
Oh Mr Tidy adalah Irwan?Terus Irwan jawab apa?Pemuda yang disebut Irwan tadi malah cuek dan menerima panggilan di hpnya,"Iya Eyang?Oke!Irwan segera pulang.Eyang tunggu ya?Ok!Daah Eyang."
Si gadis centil manyun gitu,"Ga bisa ya?Eyang..Eyang...ngapain ngurusin orang yang udah bau tanah Wan...mending urusin aku..."
Irwan berhenti melangkah dan menatap tajam pada gadis itu,"Sekali lagi aku denger kamu ngomong gitu soal Eyang Puspa,aku ga akan anggap kamu teman aku lagi!Mengerti kamu Erna?"
Weleh Erna to ...pantas centil.
Erna keder juga lihat Irwan serius gitu,"Ehm..emang aku salah ngomong ya?Sorry deh...habis aku sebel kamu selalu utamain nenek kamu itu.Padahal dia bukan nenek kandung kamu kan?Nenek kamu yang kandung kan udah ga ada...ups sorry..."
Irwan menahan sesak di hatinya,"Aku ga harus nerangin masalah pribadi aku ke kamu.Aku hanya tak suka kamu mengatai orang yang sangat berarti bagiku seenak kamu.Aku ga suka.Dan lagi...stop gangguin aku.Aku sibuk."
Irwan melangkah meninggalkan Erna dengan wajah dingin.Erna menghentakkan kakinya dengan kesal,'Sebel!!Susah banget sih naklukin Irwan!Aku kurang apa coba?Aku tuh anak orang kaya,papaku orang sukses,mamaku juga wanita karier dan designer,gayaku jelaslah modis,ketua cheerleader lagi.Aduh...tapi meraih hati cowok satu ini susahnya minta ampun!!Aku penasaran deh...jangan2 Irwan dah punya seseorang di hatinya ya?Tapi aku ga pernah lihat dia sama cewek.Dia mah orangnya emang serius.Sekolah,ngurus bisnis papanya belum urusan neneknya yang bawel...rewel...dan ngewel...iih..bikin bete tuh nenek2 ...dasar!!'
Sahabat Erna mendekat,"Kamu ngapain manyun disini Na?Kesambet ya?"
Erna melirik sohibnya,"Kesambet dari Hongkong!!Orang lagi kesal juga!Kamu jangan bikin aku tambah bete dong Rit!"
Rita demikian nama sohib Erna,"Maaf deh princess...pasti soal Pangeran impian kamu lagi ya?Hmm...udah deh Na,berhenti ngejar Irwan.Dia itu manusia aneh tahu...dipikirannya dia itu isinya cuma belajar,bisnis,dan keluarga.Mending kamu sama yang lain.Banyak yang ngejar kamu sampai kesot2 eh kamunya malah ngejar yang ga mau dikejar.Aneh!"
Erna manyun sambil melihat ke sebuah jeep yang bergerak menuju gerbang keluar,"Irwan...Irwan...kapan sih kamu peduli sama aku.Aku tuh sayang sama kamu Wan..."
Rita ngekek,"Udah ke mall fave kita aja yuk.Denger2 ada artis beken ngadain meet n greet lho di sana!Ayo!!"
Erna mendengus kesal,"Ya udah ayo!!"
Kenapa sih Erna ngeliatin jeep tadi,oh lha Irwan yang nyetir.Irwan melihat ke bandul bertuliskan I♡E yang menghiasi mobilnya,ia senyum2 sendiri.Wah aneh nih anak?Emang ada yang lucu ya?
Irwan malah membelai hiasan itu,'I♡E...Irwan love Evi...forever...sampai kapanpun aku akan setia pada janjiku...pada Evi...'
Jeep Irwan akhirnya memasuki sebuah rumah megah,para security memberi hormat,"Tuan Muda Irwan sudah pulang.Nyonya Besar sudah menanti Anda Tuan Muda."
Irwan mengangguk pada mereka lalu memarkir mobilnya di halaman.Security yang paling senior berkata pada juniornya,"Itu calon Boss Besar!Harus hormat sama Tuan Muda Irwan.Kalian mengerti?"
Juniornya jawab,"Siap laksanakan!"
Kedatangan Irwan disambut Eyangnya,"Cucu Eyang yang tampan,sini!!"
Irwan mencium tangan Eyangnya,"Irwan pulang Eyang.Eyang Puspa sudah makan?"
Eyang Puspa rupanya...
Eyang Puspa malah memandang sebuah foto yang dipigura,"Sudah belasan tahun berlalu,bahkan kau sudah tumbuh dewasa sekarang.Kau bukan lagi Irwan kecil yang suka bermain mobil2an.Sahabatku Elvi,kau harus lihat dari atas sana.Lihat cucumu...sudah besar dia.Sudah tampan dan pintar.Aku berterima kasih padamu,sudah mengijinkanku merawatnya.Menjadi penghibur hatiku yang kehilangan keluargaku."
Irwan meletakkan tas ranselnya,"Eyang,jangan sedih terus ya.Kita pasti akan temukan mereka.Eyang pasti belum makan ya?Nunggu Irwan yach?Yuk makan Eyang...Irwan laper nih..."
Eyang Puspa membelai kepala Irwan,"Anak baik.Kamu perhatian sekali sama Eyang.Ayo cuci tangan dulu baru makan."
Irwan tersenyum,"Pasti dong Eyang.Menunya apa Eyang?"
Eyang Puspa menuju meja makan,"Lihatlah sendiri..."
Irwan yang sudah mencuci tangannya melihat ke meja makan,"Wah sayur daun kelor.Mantap nih!Eyang tahu aja kesukaan Irwan.Makasih ya Eyang."
Puspa menatap haru pada Irwan,'Andai saja disini ada Evi pasti lengkap kebahagiaanku.Aku sudah bermimpi mengenai Ben dan Erie,kalau mereka kemungkinan besar sudah tiada tapi mengenai Evi aku yakin dia masih hidup.Hatiku mengatakan demikian.Aku juga sudah menyuruh seorang detektif mencari keberadaan cucuku itu.Sudah bertahun2 dia mencari entah sampai kapan aku berharap ia akan membawa kabar baik bagiku.'
Siapa sih yang dimaksud Eyang Puspa?Yuk kita lihat ke tempat lain.
[[[ RUMAH SANG DETEKTIF ]]]
Seorang pria jangkung nampak menatap iba pada ibunya,"Ibu berbaring saja.Jangan banyak bergerak.Biar Reza yang akan kerjakan semua pekerjaan rumah.Ibu istirahat saja."
Sang ibu nampak sedih,"Ibu gpp.Kamu jangan cemaskan ibu.Ibu sudah biasa kerjakan sendiri."
Reza menyuruh sang ibu tetap berbaring,"Jangan memaksa diri Ibu.Reza ga mau ibu kelelahan.Kenapa ayah ga peduli pada kita ya Bu?Ayah selalu saja pergi keluar kotalah,keluar pulaulah.Sebenarnya ayah mencari apa sih Bu?"
Sang ibu bercerita,"Ayahmu beruntung mendapat pekerjaan ini.Ia bertemu seorang Nyonya yang kaya raya yang kehilangan keluarganya dalam pelayaran menuju Kupang.Kemungkinan hidup memang sangat kecil tapi Nyonya kaya itu yakin bahwa cucu perempuannya masih hidup di suatu tempat.Maka ia menyuruh ayahmu menyisir pulau demi pulau yang ada disana.Semua biaya hidup keluarga kita ditanggung olehnya.Bahkan ia janji akan memberikan hadiah besar jika berhasil menemukan cucunya itu.Itulah kenapa ayahmu jarang pulang ke rumah.Ia bekerja keras demi kita.Kau jangan marah pada ayahmu."
Reza terdiam namun hatinya menyimpan amarah,'Demi keluarga orang lain,ayah tega mengabaikan keluarganya sendiri.Inilah yang aku tak suka.'
Siapa sih ayah Reza?Ada dimana dia?
♧_PULAU DIMANA EVI BERADA_♧
Sebuah kapal berhenti di pantai pulau itu,seorang pria berbadan tinggi nampak menatap penuh selidik ke arah daratan di hadapannya,'Pulau ini pulau yang paling sulit kucapai.Susah sekali mendapat kapal yang mau kemari.Kenapa sepertinya takut sekali orang2 untuk kemari ya?'
Pemilik kapalnya mengejutkan pria itu,"Saya sudah mengantar Anda.Mana bayaran saya?Saya ga mau lama2 di pulau ini.Penduduk pulau ini masih primitif.Saya sarankan Anda hati2,Pak Hendro."
Pria tinggi itu namanya Hendro ...apakah Hendro Saki?Betul!Dialah sang detektif,ayah Reza.
Hendro segera memberikan bayaran pada pemilik kapal itu,"Jemput saya seminggu lagi ya.Saya tunggu di pantai."
Pria itu mengangguk dan segera pergi dengan kapalnya.Begitu kapal itu pergi sekelompok orang2 aneh mengerumuni Hendro.Mereka membawa berbagai benda dan berbicara satu dengan yang lain dalam bahasa yang tak dimengerti oleh Hendro.
Pribumi 1,"Pateni wae wong kuwi!"(Bunuh saja orang itu!)
Pribumi 2,"Aja!Ngenteni den bagus sik!Aja sembrono!"(Jangan!Tunggu tuan muda dulu!Jangan gegabah!)
Pribumi 3,"Ah,kae galo den Rara teka!"(Ah,itu Tuan Putri datang!)
Tuan Putri?Apakah Evi yang datang?Gimana Evi setelah sekian lama ya?Akankah Hendro tahu bahwa itulah cucu Eyang Puspa?***see you next eps***
Eps 5 Cerbung xii :
DASI DAN GINCU
DASI DAN GINCU
♣♣♣♣♣♣♣♣
♣ DASI DAN GINCU ♣~~~~~~~~~~~~~~~~~♣Eps 5 : When He Saw ♣
~~~~~~~~~~~~~~~~~♣ = Ketika Ia Melihat ♣~~~~~~~~~~~~~~~~~
↓↓↓ PULAU TERPENCIL...
Hendro heran melihat dia dikerumuni orang2 berpakaian aneh dan membawa aneka senjata super nyleneh.Bambu,panah,bumerang,macem2 gawannya.Apalagi dia juga ga begitu ngeh dengan bahasa mereka.Ia sempat ketakutan juga,'Astaga!Mereka ini kanibal kali ya?Gawat!Jangan2 mereka mau memakan aku...Waduh!Ini gimana dong?Tapi cuma pulau ini yang belum kujelajahi.Wah aku dah capek nih nyari bertahun2 sampai aku telantarin keluarga aku jarang pulang juga...semua demi masa depan Reza.Anakku.Aku ini dah tua ga produktif lagi.Tapi pekerjaan ini memberiku penghasilan yang besar.Apalagi hidup keluargaku dijamin oleh Si Nyonya Kaya.Nyonya Puspa.Aku ga mungkin kerja seenaknya.Aku yang dulu gembel sampai bisa punya rumah,bisa menyekolahkan anakku hingga jenjang kuliah.Aku dah seneng banget.Juga isteriku yang sakit paru2 bisa mendapat perawatan.Aku ini sungguh berhutang budi pada Nyonya Puspa.Dia sudah begitu baik pada keluargaku.Makanya aku betah melakukan pekerjaan ini.Aku yakin beliau akan menjamin keluargaku.'
Hendro berkata pada para pribumi,"Saya tidak bermaksud jahat.Saya kemari hanya ingin mencari seseorang..."
Jelas para pribumi ga ngerti dia ngomong apa.
Pribumi 1 yang namanya Paijo nanya sama temannya,"Min,kowe mudheng ra wong kae muni apa?"(Min,kamu paham ga orang itu bicara apa?)
Kemin bingung juga,"Meneketehe..."( Mana kutahu)
Paijo lalu berkata,"Wis rasah kesuwen!Pateni wae wong kae ...mengko ndak marai mala.Mathuk kabeh ta?"(Sudah ga usah kelamaan!Bunuh saja orang itu...nanti malah bawa celaka.Setuju semua kan?)
Salah seorang yang bernama Sarju teriak,"Tekok den Rara wae!Galo...den Rara teka gemandulan oyot wit kae!Aja grusa grusu!"(Tanya Tuan Putri aja!Tuh...Tuan Putri datang bergelantungan akar pohon !Jangan tergesa2!)
Hendro heran,'Den Rara?...Rara kan artinya Putri...apa itu orangnya?'
Tampak seorang gadis berkulit eksotis mendekat dengan cara bergelantungan dari sulur2an.Sejenis akar pohon gitu.Ceritanya tuh Tarzan wanita,"Auwooooo!Aiyaaaa...!Tuu..tu...tu...!!"
Para pribumi segera membungkukkan badan begitu gadis itu tiba di hadapan mereka dengan lincahnya,"Den Rara!"
Gadis itu berambut panjang terurai alias direyab.Berkibar2 diterpa angin,cantik pastilah...Mata yang tajam juga pakaian yang eksentrik alias model primitif punya tapi menutupi bagian2 yang vital.Hampir mirip kayak yang dipakai pocahontas he..he..Dialah Den Rara alias Evi yang sudah beranjak dewasa.Dengan mahkota bunga diatas kepalanya Den Rara memandang pada Hendro,"Sapa wong kuwi?"(Siapa orang itu?)
Paijo jawab,"Mboten ngertos den Rara...kadose tiyang nyasar.."( Tidak tahu Tuan Putri..sepertinya orang tersesat.)
Evi memandang penuh selidik,"Gawe polah apa wae wong iki?"(Bertingkah apa saja orang ini?)
Sarju jawab,"Nembe dugi dereng pethakilan den Rara.."(Baru datang belum bertingkah Tuan Putri..)
Evi mendekati Hendro sambil memainkan kalung di lehernya,"Danang nengdi?Deknen wis weruh wong iki rung?"(Kemana Danang?Dia sudah tahu soal orang ini belum?)
Kemin jawab,"Den Bagoes dikenken ingkang Rama nglatih kanuragan teng curug mrika!"(Den Bagus disuruh Ayahnya berlatih ilmu bela diri di air terjun sana!)
Evi manggut2 sedang Hendro malah memperhatikan kalung yang dipakai gadis suku di hadapannya,'Kalung itu...mirip seperti kalung yang disebut Nyonya Puspa...apa dia cucu Nyonya Puspa?Kalau dihitung usianya pasti seusia gadis ini...Wah aku harus selidiki!'
Hendro mengulurkan tangannya hendak menyentuh kalung di leher Evi tapi dihalangi oleh para pribumi,"Hey!!Wong nyasar tangane aja nasar!!Njaluk dipateni po?"( Hey!Orang tersesat tangannya jangan usil!Minta dibunuh ya?)
Hendro segera mengangkat kedua tangannya tanda ia ga akan melawan,"Maaf!Saya sungguh tak bermaksud jahat!Sungguh!"
Evi lalu memerintahkan para pribumi itu membawa Hendro kepada ayahnya,"Bandha wae tangane!Gawa neng omahku!Gen dindelok Ramaku!"(Ikat saja tangannya!Bawa ke rumahku!Biar Ayahku melihatnya!)
Hendro menurut saja kala ia diikat pakai tanaman merambat yang tumbuh dekat situ dan baunya ga ketulungan alias cembukan namanya.Baunya preng2an.Seperti bau kentut.
Sementara Hendro dah menemukan Evi walau dia belum yakin benar,di kota nan jauh Eyang Puspa menemui keluarga Hendro di rumahnya.
←←RUMAH REZA...
Irwan yang mengantar Eyang Puspa dengan jeepnya menuju rumah detektif yang disuruh mencari keberadaan Evi dan kedua orangtuanya turun dari mobil,"Ayo Eyang kita sudah sampai."
Eyang juga turun dari mobil,"Reza pasti sudah lulus kuliah.Jika ayahnya berhasil menemukan Evi maka Eyang akan kasih satu perusahaan buat Reza.Gimana menurut kamu Sayang?"
Irwan tersenyum sambil membantu Puspa melangkah,"Irwan setuju Eyang.Lagipula perusahaan Eyang kan banyak.Irwan aja sampai kewalahan nangani semuanya.Belum perusahaan Ayah.Adik2 Irwan saja sampai Irwan ajak bantuin juga."
Eyang memandang cucu sahabatnya itu,"Kamu itu anak pertama Razi dan Rina tapi kamu malah tinggalnya sama Eyang.Tuhan sungguh Maha Adil,Dia mengaruniakan anak kembar kepada Mama Papamu.Rizky dan Ridho sebagai pengganti dirimu yang tinggal sama Eyang.Kini mereka juga sudah beranjak dewasa.Hanya terpaut dua tahun dari kamu.Eyang sungguh berterima kasih pada Tuhan atas kebaikan Mama papamu membolehkanmu tinggal sama Eyang."
Oh...adik2 Irwan kembar ...2R nih ye..
Irwan melihat Reza sedang menyirami tanaman di depan rumah,"Kak Reza!"
Wei...mereka akrab to?Waduh...
Reza menyapa balik,"Hey Wan!!Kenapa ga telpon dulu kalau mau ke sini?...Wah sama Eyang juga!Mari...Mari silakan masuk!Ibu didalam."
Irwan membawa banyak bingkisan buat keluarga Reza,diserahkannya pada ibu Reza,"Ibu,ini dari Eyang buat ibu sekeluarga.Gimana kondisinya?"
Eyang Puspa duduk dekat ibunya Reza,"Iya ini sedikit oleh2...Ayah Irwan habis dari Taiwan.Sepertinya badannya kurang sehat ya?"
Enaknya ibunya Reza diperankan siapa?Lina aja ya?Kayaknya dah pas tuh sama2 tinggi kayak Reza.Hatinya juga lembut.Lina menerima bingkisannya,"Ya ampun Nyonya repot2 bawa bingkisan segala.Dikunjungi saja sudah senang."
Eyang berkata pada Irwan,"Kamu telpon dokter keluarga kita ya.Suruh kemari.Biar memeriksa kondisi Ibunya Reza."
Irwan segera mengambil hpnya dan menelpon dokternya,"Om Samuel bisa ke sini?Ke rumah Detektif Hendro.Iya saya akan smskan alamatnya.Oke.."
Samuel jadi dokter keluarga?Wah...
Reza nampak memandang kepada Irwan dan Eyang Puspa dengan tatapan agak dingin,'Kalian orang kaya enak apa2 tinggal telpon datang.Tapi kalian merenggut ayahku.Harusnya ia ada bersama kami disini.Menjaga ibu dan bukannya nyari anggota keluarga yang belum tentu masih hidup!Aku harap ayah segera menemukan titik terang sehingga cepat pulang dan ibu ga sedih terus.Aku rasa aku perlu nyusul ayah deh...kuliahku kan dah kelar tinggal nunggu wisuda aja.Sebaiknya kujemput ayah.Biar aku yang gantiin nyari.Aha...ide bagus!!'
Wah Reza mau menuju pulau dong?Apakah Irwan akan ikut?***see you next eps***
Eps 6 Cerbung ke-12 DASI DAN GINCU
=>=>=>=>=>=>=>=>=>=
=> DASI DAN GINCU <=
=>=>=>=>=>=>=>=>=>=
Eps 6 : Continue There = Lanjut Disana
=>PULAU TERPENCIL...
Hendro dibawa menghadap kepala suku.Sang kepala suku ternyata bijaksana dan tidak membunuhnya.Apalagi Hendro menunjuk ke arah putrinya.Kepala Suku cuma mikir,'Apa wong iki sanake anakku wedok ya?"(Apa orang ini kerabat putriku ya?)
Hendro mendapat perlindungan dari kepala suku bahkan diberi tempat untuk tinggal di pulau itu,Hendro tinggal di sana dan memulai penyelidikannya terhadap putri kepala suku.Kecurigaannya makin kuat kala menemukan gundukan tanah diberi batu2 besar sebagai tanda dimana orang tua Evi dikuburkan.Ia bertanya pada kepala suku,"Ini apa?"
Tentu saja nanyanya dengan bahasa Tarzan,nunjuk2 gitu.Kepala suku lalu menunjuk ke arah laut.Lalu menunjuk Hendro.Hendro lalu menunjukkan foto Ben dan Erie,wah sang kepala suku kaget dan mengangguk2 membenarkan.Hendro langsung sujud syukur,'Tuhan,akhirnya aku menemukan mereka.Walau sudah meninggal tapi setidaknya ini sebuah hasil.Aku akan memfoto semuanya dan mengirimkannya pada Nyonya.'
Dari kepala suku juga Hendro mengorek biodata putrinya Den Rara.Seminggu kemudian Hendro hanya bisa menitip surat pada pemilik kapal.Surat yang ia tujukan pada keluarganya dan pada Eyang Puspa.Didalam surat itu ia menulis bahwa ia sudah menemukan makam Ben dan Erie.Namun ia masih memastikan soal kebenaran bahwa den Rara itu adalah Evi.Sayang untuk sampai ke tujuan butuh waktu lama.Kalau gitu kita ke kota aja.
=> RUMAH EYANG PUSPA...
Razi datang menemui putranya,"Selamat sore Eyang..."
Puspa dengan gembira menyambut,"Razi? Tumben ke sini?"
Razi menjawab,"Saya ingin bicara dengan Irwan Eyang.Saya lihat jeepnya ada."
Eyang menunjuk ke sebuah arah,"Dia disana.Biasa lagi sama burung2 piaraannya.Love bird.Dia sudah punya 17 pasang lho.Aneka warna."
Razi tersenyum,"Saya ke sana dulu ya Eyang."
Sementara itu Irwan nampak asyik memberi makan love birdsnya,"Kalian makan ya?Supaya sehat dan bisa menyambut kedatangan Evi kelak."
Irwan membelai sepasang burung yang berwarna kehijauan betinanya dan jantannya berwarna putih bulunya,'Jumlah kalian sudah 17 pasang seperti jumlah umurku.Sama seperti kalian yang begitu setia pada pasangan kalian demikianpun aku.Aku yakin Evi pasti akan ditemukan.Dan aku sudah putuskan bahwa aku akan menantinya.Aku harap Ayah mengijinkanku pergi mencari Evi suatu hari nanti.'
Kedatangan Razi memgejutkan Irwan,"Banyak juga peliharaan kamu?Pantas adik2 kamu dirumah keranjingan love bird rupanya kamu ya yang nulari?"
Irwan segera salim dengan ayahnya,"Ayah tumben punya waktu luang?Biasanya sibuk.Pasti ada hal penting ya?"
Mereka lalu duduk bersama di dekat taman,"Wan,kau sudah 17 tahun sekarang.Bisnis ayah sangat banyak dan ayah butuh kamu segera.Ayah berencana mengirim kamu ke Australia.Kamu lanjutkan pendidikan kamu di sana.Kuliah di luar negeri lebih cepat Nak daripada disini.Bukankah kamu ingin segera bisa mencari Evi?"
Irwan berpikir,'Sebaiknya aku bicara dengan Eyang dulu.Siapa yang akan jaga Eyang nanti kalau aku di Australia?'
Irwan menjawab ayahnya,"Berikan Irwan waktu untuk memutuskan Ayah.Irwan ingin bicara dengan Eyang juga."
Razi tahu betapa sayangnya putra sulungnya pada Eyangnya Evi itu,"Soal Eyang Puspa kamu jangan khawatir adik2mu dan ayah ibu akan menjaganya.Selama kamu pergi Ayah akan atur jadwal buat kedua adikmu agar bisa gantian tinggal disini.Bahkan soal piaraanmu inipun pasti akan kami jaga.Percaya sama kami Nak."
Razi tak lama berada di rumah Eyang Puspa karena ada telpon dari perusahaan,"Bapak,sudah ditunggu di ruang meeting.Semua sudah hadir Bapak.Hanya menunggu Bapak."
Razi menjawab,"Iya saya segera kembali ke kantor...."
Razi lalu pamit,"Ayah ada meeting Nasional.Jika kamu sudah bicara dengan Eyang,beritahu keputusanmu pada Ayah."
Irwan mengangguk,"Iya Ayah.Pasti."
Eyang mendekati cucu sobatnya itu,"Maaf tadi Eyang ga sengaja denger pembicaraan kamu sama ayahmu.Pergilah sayang.Eyang akan baik2 saja disini.Kamu sudah menjaga Eyang selama ini.Sudah saatnya kamu juga menyenangkan orang tua kamu dan memikirkan bisnis keluargamu.Semua juga demi masa depanmu bukan?"
Irwan nampak sedih,"Tapi nanti Eyang sendiri dong?"
Puspa tersenyum,"Tenanglah cucuku sayang.Eyang bisa minta Rizky atau Ridho tinggal disini.Kan Ayahmu bilang gitu tadi?Hmmm?"
Irwan memandang burung2 love birdnya,"Kalau Eyang rindu Irwan pandang mereka saja.Atau telpon ke Irwan.Jika ada kabar soal Evi jangan lupa kasih tahu ke Irwan ya Eyang?"
Puspa membelai kepala Irwan,"Anak baik.Semua yang memang diperuntukkan untukmu pasti akan dijagai oleh Tuhan.Jangan resah hatimu.Suatu hari nanti Eyang akan melihatmu bahagia dengan cucu Eyang,Evi.Hanya kamu yang bisa menjaga dia.Percaya sama Eyang seperti setianya burung cinta ini pada pasangannya,demikian juga Eyang doakan kalian kelak.Hati Eyang yakin sebentar lagi kita akan menemukan Evi.Jadi kamu sekolah yang baik di Negeri Kangguru sana ya."
Irwan menghela nafas,"Irwan jadi kangen Mama nih.Ke rumah Irwan yuk Eyang..."
Eyang setuju,"Boleh!Tunggu Eyang siap2 dulu ya."
Sementara nunggu,Irwan memandangi lagi burung piaraannya,"Kalian baik2 ya selama aku tinggal ke luar negeri.Kuliah disana ga lama kok.Paling 3 tahun lagi aku dah balik.Habis itu aku akan handle bisnis keluarga bantu ayah dan mencari belahan jiwa aku.Seperti kalian yang berpasang2an,aku juga punya pasangan.Nanti kalian pasti suka sama dia.Akan kukenalkan nanti."
=>SEBULAN KEMUDIAN DI BANDARA...
Irwan akhirnya pergi juga ke Australia.Berat buat dia ninggalin Indonesia untuk 3 tahun ke depan.Sembari memeluk Eyang Puspa ia berkata,"Irwan pasti akan jaga hati Irwan buat Evi Eyang.Irwan janji."
Eyang malah jadi berkaca2,"Kiranya Tuhan menyatukan kalian.Baik2 di sana ya?Jangan sampai telat makan ya.."
Adik kembar Irwan juga turut hadir,Irwan memandang mereka,"Titip ayah,ibu juga Eyang ya?Kalau ada apa2 hubungi kakak.Awas kalau kalian nakal!"
Rizky malah berkata,"Love birdnya?"
Irwan mesem dan memeluk mereka,"Mereka juga harus kalian jaga.Jangan sampai ada yang mati.Tahu?"
Ridho juga memeluk kakaknya,"Aku yang akan rawat mereka Kak."
Rizky ikutan,"Aku !Aku kan lebih pengalaman."
Rina memegang pundak anak kembarnya,"Jangan ribut!Kalian berdua yang akan merawatnya.Yang dapat giliran tidur di rumah Eyang yang akan tugas merawatnya.Mengerti?"
Mereka tersenyum bersama.Rina memeluk Irwan,"Putra sulung Mama.Sering kontak Mama ya?Mama sayang sama Irwan."
Panggilan pesawat berangkat terdengar.Irwan melambaikan tangannya,"Sampai jumpa semuanya.Love you all."
Saat yang sama surat dari Hendro sampai di rumah Eyang Puspa dan satunya di rumah Reza.Wah gimana reaksi Eyang ya tahu Evi masih hidup?***see you next eps***
Eps 7 Cerbung ke-12 DASI DAN GINCU
★》》DASI DAN GINCU EPS 7★》》 Tiket N 012xxx-xx ★》》 A Man With Vision And Dream★》》 Pria dengan Visi Dan Mimpi ★★》》CERPEN KE-16 : NIKAH ALA DEWA MABUK Teman2 sekolahku nampak sibuk membicarakan soal kunjungan ke sebuah pabrik pembuat forklift yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.Antusias banget mereka karena habis kunjungan akan dilanjutkan dengan jalan2 kayak piknik gitu.Namun aku malah nampak sedih jika urusan bepergian jauh pakai bus atau kendaraan roda 4.Aku tuh punya kebiasaan buruk yaitu mabuk perjalanan.Kalau dengan motor sih aku ga mabuk tapi kalau pakai si roda 4 waduh...baru beberapa meter jalan aku dah teler.Sudah kondang kebiasaanku ini sampai aku dijuluki Si Dewa Mabuk.Aku dah coba minum obat anti mabuk bahkan periksa ke dokter juga tapi tetep aja mabuk.Makanya kalau acara begituan aku orang pertama yang daftar ga ikut kalau bisa.Lamunanku buyar kala salah satu temanku menepuk pundakku,"Fajri!Ngalamun aja!Mikir cewek ya?Atau mikir piknik nanti?" Yang lain nyeletuk,"Fajri kok mikir cewek,mana ada yang mau sama Si Dewa Mabuk ha..ha.." Aku milih nyingkir deh daripada ribut ujung2nya.Memang aku dah beberapa kali diputus sama cewek karena masalah mabuk perjalanan itu.Mereka malu karena aku selalu teler kalau acara dengan roda 4.Akhirnya aku ga pede kalau deket cewek.Benerkan aku teler lagi pas kunjungan ke perusahaan forklift.Saking telernya aku sampai muntah2 ga karuan di bus.Temen2ku sampai risih dan akhirnya aku milih turun aja di tengah jalan ga ikut jalan2,"Aku turun sini aja.Aku akan mampir ke rumah kerabat aku aja.Kebetulan rumahnya deket sini.Maaf ya teman2." Dengan kepala pening aku turun dari bus dan berjalan gontai menuju rumah kerabatku.Aku nanti akan minta antar saja sama mereka.Mereka kan tahu gimana aku.Melewati area persawahan aku heran mendengar suara minta tolong,"Tolong!!" Suara cewek...jangan2 cewek jadi2an nih.Mana sudah sore lagi.Namun aku lalu melihat seorang cewek lari ke arahku,"Mas!Tolong saya Mas!Saya mau dilecehkan sama orang itu!Tukang ojek itu!" Aku segera melindungi wanita itu,melawan sebisanya orang yang hendak jahati dia.Tapi yang bikin pria jahat itu kabur adalah karena aku muntah ke arah dia.Weleh...soale aku pening nian.Masih setengah teler gitu.Wah jadi jurus dewa mabuk nih...Si cewek itu berterima kasih padaku,"Nama saya Ningsih Mas.Rumah saya 1 km lagi dari sini." Aku juga kenalkan namaku,dia cantik juga ya.Kasihan pakaiannya nampak robek di beberapa tempat,"Pakai jaketku aja ya..." Dia nampak terharu,"Makasih ya Mas...kalau ga ada Mas mungkin saya sudah...sudah..." Kuusap air mata di pipinya dan kuantar dia pulang,jalan tentunya.Aku malah kemudian nginep di rumah Ningsih.Soalnya kerabatku baru bisa jemput besok.Ningsih tinggal sama ibunya.Mereka keluarga sederhana.Adiknya 3.Kasihan dia kerja buat menjaga adik2nya.Ningsih lebih tua 2 tahun dari aku.Namun kenapa ya aku nyaman deket dia.Ibunya juga menerimaku dengan ramah dan sangat berterima kasih atas pertolonganku pada putrinya.Aku malah jawab,"Saya yang makasih Bu diberi tumpangan.Dikasih makan lagi." Ningsih juga buatin jamu biar aku enakan perutnya.Dia baik banget sih.Aku jadi terpesona.Besoknya saudaraku datang menjemput eh ternyata keluarga Ningsih kenal sama kerabatku.Weleh...Hubunganku dengan Ningsih berlanjut hingga aku kerja.Aku sayang sama dia.Dia juga sayang sama aku.Kami lalu pacaran dan malah aku berniat mau melamar dia.Aku ga mau kehilangan cewek sebaik dia.Mau ngertiin aku dan ga malu sama jurus mabukku he .he..Akhirnya aku membawa orang tuaku melamar Ningsih,wah Ningsih sumringah gitu.Banyak yang heran kenapa Ningsih mau jadi isteri aku padahal dia itu kembang desa lho.Paling ayu kata kerabatku.Anaknya juga baik dan sayang sama adik2nya.Pokoknya gadis impian para jejaka di desa gitu deh.Aku juga pernah tanya sama Ningsih kenapa dia mau sama aku.Jawabannya simple,"Mas itu pahlawan saya...my hero ." Waduh...aku merasa jadi superman dalam sehari he..he..Namun aku puyeng kini gimana acara nikahnya ya?Kan biasanya pakai mobil sedangkan aku anti mobil.Aduh...ngantar tonjokan aja aku pusing.Habis nganter tonjokan ke pabrik aku teler.Ningsih sampai cemas,"Mas kalau kamu pusing nikahnya pakai motor aja gpp." Aku sungguh terharu atas pengertiannya,"Kamu ga malu aku nikah bawa motor?" Dia menggeleng,"Ga Mas...Aku sayang sama Mas...aku cinta Mas karena hati Mas itu baik...bukan karena harta ..." Wah aku langsung peluk dia erat2,"Kamu emang wanita idamanku ...aku cinta sama kamu..." Ningsih tersenyum,"Mas meluknya nanti aja selesai nikah ya...he..he.." Ups!!Aku lupa diri,kami sama2 merona.Aku akhirnya naik motor pas acara pernikahan.Dengan pakaian jas nan rapi and necis aku bawa motor mimpin rombongan menuju lokasi pernikahan.Wah jadi tontonan gitu deh..tapi mendekati lokasi aku masuk ke mobil dimana Ningsih dengan gaun nan indah berada.Kamipun menikah dalam kebahagiaan.Temen2 STM ku juga kuundang,mereka yang dulu ngejek aku bahkan gumun kala lihat betapa cantiknya isteriku,"Kamu pakai jurus apa sih Jri kok bisa dapat isteri secantik itu?" Aku mesem dan jawab,"Pakai jurus dewa mabuk he..he.." Ningsih tersenyum mendengarnya.Sekarang dia sudah melahirkan seorang anak laki2 buatku.Aku seneng banget.Ternyata orang model kayak aku bisa dapat cewek juga.He..he..***The End*** Now on with the story. ☆》》 AUSTRALIA.. Irwan sudah mulai beradaptasi dengan benua Australia.Ia kerap menanyakan soal berita tentang Evi namun Razi meminta semua diclose buat Irwan.Berita bahwa Evi ditemukan hanya sampai pada Eyang Puspa dan keluarga Reza.Irwan sengaja ga dikasih tahu biar fokus dengan pendidikannya.Kasihan Irwan...Eyang Puspa senang sekali kala Reza menawarkan diri menjemput ayahnya.Rezapun pergi hendak menjemput ayahnya,'Aku hanya ingin ayah cepat pulang.Kasihan ibu...aku ga peduli dengan cucu Nyonya Kaya itu.Bagiku dia itulah cikal bakal semua kesedihan ibuku.' Reza bersiap melakukan perjalanan.Disisi lain Irwan punya teman hobby mancing mania dan menyelam.Suatu hari dia ikut mereka naik kapal pribadi gitu menyusuri area dekat perbatasan dengan Indonesia.Sekalian mengadakan ekspedisi bawah laut gitu.Terjadilah badai dan kapal diterjang badai hingga Irwan menjadi korban.Ia hilang di laut weleh... ♥》》 PULAU TERPENCIL... Sementara itu di gubuk sederhananya Evi atau yang biasa dipanggil Den Rara itu nampak gelisah dalam tidurnya.Ia bermimpi melihat seorang minta tolong padanya diantara gelombang laut.Sepasang tangan menggapai2 meminta tolong padanya ,"Tolong!Tolong!" Iapun terbangun sambil terengah2,"Apa kuwi mau ya?Ngimpi apa aku?"(Apa itu tadi ya?Mimpi apa aku?) Ia melihat keluar,dini hari menusuk kulit.Ia lalu melihat bulan yang masih bersinar,"Bulan,aku kok mimpi ngono terus ya?Artine apa ya?"(Rembulan,kenapa aku mimpi seperti itu terus ya?Apa artinya?) Danang mengagetkan kakaknya itu,"Mb,ngalamun apa sih?Mikir sapa?"(Kak,melamunkan apa sih?Mikir siapa?) Den Rara lalu cerita sama adiknya itu,Danang manggut2 dengerin,"Kayake mb dikon neng pantai deh...sapa ngerti entuk wangsit neng kana.Yuk tak kancani!"(Sepertinya kakak disuruh ke pantai deh...siapa tahu dapat petunjuk di sana.Ayo,aku temani.) Akhirnya merekapun ke pantai.Danang nyari degan sedangkan Den Rara menyusuri pantai.Bahkan ia berenang menyusuri perairan dekat pantai.Jago renang dong.Saat itulah ia melihat seorang pria terapung2 di atas sebuah papan kayu.Pria itu nampak kelelahan dan akhirnya malah tenggelam,segera ia menyelam menyelamatkan pria itu.Wah siapa ya pria itu?Hatinya berdesir kala meraih tangan pria itu.Dengan gaya injak2 air ia membawa pria itu ke tepi.Dipanggilnya adiknya,"Danang!!Reneya!!"( Danang!Ke sini!!) Danang mendekat,"Wah ngimpimu dadi tenan mb.Ana wong kelep ta...Kayake wong saka adoh kana ya mb.Apa isih urip mb?"(Wah mimpimu jadi kenyataan kak.Ada orang tenggelam ya...sepeetinyaborang dari jauh sana ya kak.Masih hidup ga?) Den Rara menempelkan telinganya di dada pria yang ia tolong,"Isih!Ana suara dag dig dug..."(Masih!Ada suara dag dig dug...) Pria itu dibawa ke sebuah gubuk dan dirawat oleh Den Rara,'Sapa ya wong lanang iki?Bagus tenan uwonge...mesake temen enggane...' ( Siapa ya lelaki ini?Ganteng sekali dia...kasihan banget...) Sementara itu detektif Hendro kesehatannya memburuk dan malah kena malaria.Akhirnya ia memilih kembali ke kota dan ketemu Reza di pelabuhan.Dirawatlah dia di RS di kota.Reza kecewa sekali melihat betapa ayahnya sangat bersusah payah demi menemukan cucu Eyang Puspa,"Ayah kita pulang saja.Buat apa ayah menyiksa diri begini?" Sang ayah menjawab,"Semua demi kamu Nak.Supaya kamu jadi orang.Jangan seperti ayahmu ini yang selalu dihina orang.Jika ayah berhasil kamu akan dapat perusahaan Nak.Nyonya Puspa itu kaya raya.Perusahaannya banyak." Reza menahan sesak di hatinya,"Tapi harga yang harus dibayar sangat mahal Ayah...kasihan ibu..." Hendro menghela nafas,"Ibumu tahu semua ini Nak...sebelum memutuskan pergi ayah sudah bicara dengan ibumu..." Reza tetap saja merasa kesal,"Apakah Ayah sudah menemukan cucu Nyonya itu?" Hendro segera memberitahu lokasinya,"Sudah!Jemputlah dia bawa dia ke kota menemui neneknya namun tak mudah untuk mengajaknya pergi.Ayah sudah mencoba tapi tak diijinkan oleh kepala suku di sana." Reza berkata,"Pulihkan kesehatan ayah dulu lalu kita kembali ke rumah dulu ayah...ayah bicarakan semua dengan Nyonya kaya itu...Reza janji Reza akan bantu." Hendro setuju dan dirawatlah ia hingga sembuh. Sementara dipulau sosok pria yang dirawat Den Rara mulai sadar,"Dimana saya?" Jelas Den Rara ga ngerti bahasa dia,"Kowe muni apa?Ra mudeng..."( Kamu bilang apa ?Ga ngerti..) Pria itu malah mencoba bangun,"Terakhir aku naik kapal sama teman2ku tapi kemudian ada badai menghantam dan aku hanyut terbawa arus gelombang air laut.Aku berhasil meraih sebuah papan kayu tapi aku kelelahan dan aku tak ingat apa2 lagi..." Wah siapakah pria itu?***see you next eps***
★》》DASI DAN GINCU EPS 7★》》 Tiket N 012xxx-xx ★》》 A Man With Vision And Dream★》》 Pria dengan Visi Dan Mimpi ★★》》CERPEN KE-16 : NIKAH ALA DEWA MABUK Teman2 sekolahku nampak sibuk membicarakan soal kunjungan ke sebuah pabrik pembuat forklift yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.Antusias banget mereka karena habis kunjungan akan dilanjutkan dengan jalan2 kayak piknik gitu.Namun aku malah nampak sedih jika urusan bepergian jauh pakai bus atau kendaraan roda 4.Aku tuh punya kebiasaan buruk yaitu mabuk perjalanan.Kalau dengan motor sih aku ga mabuk tapi kalau pakai si roda 4 waduh...baru beberapa meter jalan aku dah teler.Sudah kondang kebiasaanku ini sampai aku dijuluki Si Dewa Mabuk.Aku dah coba minum obat anti mabuk bahkan periksa ke dokter juga tapi tetep aja mabuk.Makanya kalau acara begituan aku orang pertama yang daftar ga ikut kalau bisa.Lamunanku buyar kala salah satu temanku menepuk pundakku,"Fajri!Ngalamun aja!Mikir cewek ya?Atau mikir piknik nanti?" Yang lain nyeletuk,"Fajri kok mikir cewek,mana ada yang mau sama Si Dewa Mabuk ha..ha.." Aku milih nyingkir deh daripada ribut ujung2nya.Memang aku dah beberapa kali diputus sama cewek karena masalah mabuk perjalanan itu.Mereka malu karena aku selalu teler kalau acara dengan roda 4.Akhirnya aku ga pede kalau deket cewek.Benerkan aku teler lagi pas kunjungan ke perusahaan forklift.Saking telernya aku sampai muntah2 ga karuan di bus.Temen2ku sampai risih dan akhirnya aku milih turun aja di tengah jalan ga ikut jalan2,"Aku turun sini aja.Aku akan mampir ke rumah kerabat aku aja.Kebetulan rumahnya deket sini.Maaf ya teman2." Dengan kepala pening aku turun dari bus dan berjalan gontai menuju rumah kerabatku.Aku nanti akan minta antar saja sama mereka.Mereka kan tahu gimana aku.Melewati area persawahan aku heran mendengar suara minta tolong,"Tolong!!" Suara cewek...jangan2 cewek jadi2an nih.Mana sudah sore lagi.Namun aku lalu melihat seorang cewek lari ke arahku,"Mas!Tolong saya Mas!Saya mau dilecehkan sama orang itu!Tukang ojek itu!" Aku segera melindungi wanita itu,melawan sebisanya orang yang hendak jahati dia.Tapi yang bikin pria jahat itu kabur adalah karena aku muntah ke arah dia.Weleh...soale aku pening nian.Masih setengah teler gitu.Wah jadi jurus dewa mabuk nih...Si cewek itu berterima kasih padaku,"Nama saya Ningsih Mas.Rumah saya 1 km lagi dari sini." Aku juga kenalkan namaku,dia cantik juga ya.Kasihan pakaiannya nampak robek di beberapa tempat,"Pakai jaketku aja ya..." Dia nampak terharu,"Makasih ya Mas...kalau ga ada Mas mungkin saya sudah...sudah..." Kuusap air mata di pipinya dan kuantar dia pulang,jalan tentunya.Aku malah kemudian nginep di rumah Ningsih.Soalnya kerabatku baru bisa jemput besok.Ningsih tinggal sama ibunya.Mereka keluarga sederhana.Adiknya 3.Kasihan dia kerja buat menjaga adik2nya.Ningsih lebih tua 2 tahun dari aku.Namun kenapa ya aku nyaman deket dia.Ibunya juga menerimaku dengan ramah dan sangat berterima kasih atas pertolonganku pada putrinya.Aku malah jawab,"Saya yang makasih Bu diberi tumpangan.Dikasih makan lagi." Ningsih juga buatin jamu biar aku enakan perutnya.Dia baik banget sih.Aku jadi terpesona.Besoknya saudaraku datang menjemput eh ternyata keluarga Ningsih kenal sama kerabatku.Weleh...Hubunganku dengan Ningsih berlanjut hingga aku kerja.Aku sayang sama dia.Dia juga sayang sama aku.Kami lalu pacaran dan malah aku berniat mau melamar dia.Aku ga mau kehilangan cewek sebaik dia.Mau ngertiin aku dan ga malu sama jurus mabukku he .he..Akhirnya aku membawa orang tuaku melamar Ningsih,wah Ningsih sumringah gitu.Banyak yang heran kenapa Ningsih mau jadi isteri aku padahal dia itu kembang desa lho.Paling ayu kata kerabatku.Anaknya juga baik dan sayang sama adik2nya.Pokoknya gadis impian para jejaka di desa gitu deh.Aku juga pernah tanya sama Ningsih kenapa dia mau sama aku.Jawabannya simple,"Mas itu pahlawan saya...my hero ." Waduh...aku merasa jadi superman dalam sehari he..he..Namun aku puyeng kini gimana acara nikahnya ya?Kan biasanya pakai mobil sedangkan aku anti mobil.Aduh...ngantar tonjokan aja aku pusing.Habis nganter tonjokan ke pabrik aku teler.Ningsih sampai cemas,"Mas kalau kamu pusing nikahnya pakai motor aja gpp." Aku sungguh terharu atas pengertiannya,"Kamu ga malu aku nikah bawa motor?" Dia menggeleng,"Ga Mas...Aku sayang sama Mas...aku cinta Mas karena hati Mas itu baik...bukan karena harta ..." Wah aku langsung peluk dia erat2,"Kamu emang wanita idamanku ...aku cinta sama kamu..." Ningsih tersenyum,"Mas meluknya nanti aja selesai nikah ya...he..he.." Ups!!Aku lupa diri,kami sama2 merona.Aku akhirnya naik motor pas acara pernikahan.Dengan pakaian jas nan rapi and necis aku bawa motor mimpin rombongan menuju lokasi pernikahan.Wah jadi tontonan gitu deh..tapi mendekati lokasi aku masuk ke mobil dimana Ningsih dengan gaun nan indah berada.Kamipun menikah dalam kebahagiaan.Temen2 STM ku juga kuundang,mereka yang dulu ngejek aku bahkan gumun kala lihat betapa cantiknya isteriku,"Kamu pakai jurus apa sih Jri kok bisa dapat isteri secantik itu?" Aku mesem dan jawab,"Pakai jurus dewa mabuk he..he.." Ningsih tersenyum mendengarnya.Sekarang dia sudah melahirkan seorang anak laki2 buatku.Aku seneng banget.Ternyata orang model kayak aku bisa dapat cewek juga.He..he..***The End*** Now on with the story. ☆》》 AUSTRALIA.. Irwan sudah mulai beradaptasi dengan benua Australia.Ia kerap menanyakan soal berita tentang Evi namun Razi meminta semua diclose buat Irwan.Berita bahwa Evi ditemukan hanya sampai pada Eyang Puspa dan keluarga Reza.Irwan sengaja ga dikasih tahu biar fokus dengan pendidikannya.Kasihan Irwan...Eyang Puspa senang sekali kala Reza menawarkan diri menjemput ayahnya.Rezapun pergi hendak menjemput ayahnya,'Aku hanya ingin ayah cepat pulang.Kasihan ibu...aku ga peduli dengan cucu Nyonya Kaya itu.Bagiku dia itulah cikal bakal semua kesedihan ibuku.' Reza bersiap melakukan perjalanan.Disisi lain Irwan punya teman hobby mancing mania dan menyelam.Suatu hari dia ikut mereka naik kapal pribadi gitu menyusuri area dekat perbatasan dengan Indonesia.Sekalian mengadakan ekspedisi bawah laut gitu.Terjadilah badai dan kapal diterjang badai hingga Irwan menjadi korban.Ia hilang di laut weleh... ♥》》 PULAU TERPENCIL... Sementara itu di gubuk sederhananya Evi atau yang biasa dipanggil Den Rara itu nampak gelisah dalam tidurnya.Ia bermimpi melihat seorang minta tolong padanya diantara gelombang laut.Sepasang tangan menggapai2 meminta tolong padanya ,"Tolong!Tolong!" Iapun terbangun sambil terengah2,"Apa kuwi mau ya?Ngimpi apa aku?"(Apa itu tadi ya?Mimpi apa aku?) Ia melihat keluar,dini hari menusuk kulit.Ia lalu melihat bulan yang masih bersinar,"Bulan,aku kok mimpi ngono terus ya?Artine apa ya?"(Rembulan,kenapa aku mimpi seperti itu terus ya?Apa artinya?) Danang mengagetkan kakaknya itu,"Mb,ngalamun apa sih?Mikir sapa?"(Kak,melamunkan apa sih?Mikir siapa?) Den Rara lalu cerita sama adiknya itu,Danang manggut2 dengerin,"Kayake mb dikon neng pantai deh...sapa ngerti entuk wangsit neng kana.Yuk tak kancani!"(Sepertinya kakak disuruh ke pantai deh...siapa tahu dapat petunjuk di sana.Ayo,aku temani.) Akhirnya merekapun ke pantai.Danang nyari degan sedangkan Den Rara menyusuri pantai.Bahkan ia berenang menyusuri perairan dekat pantai.Jago renang dong.Saat itulah ia melihat seorang pria terapung2 di atas sebuah papan kayu.Pria itu nampak kelelahan dan akhirnya malah tenggelam,segera ia menyelam menyelamatkan pria itu.Wah siapa ya pria itu?Hatinya berdesir kala meraih tangan pria itu.Dengan gaya injak2 air ia membawa pria itu ke tepi.Dipanggilnya adiknya,"Danang!!Reneya!!"( Danang!Ke sini!!) Danang mendekat,"Wah ngimpimu dadi tenan mb.Ana wong kelep ta...Kayake wong saka adoh kana ya mb.Apa isih urip mb?"(Wah mimpimu jadi kenyataan kak.Ada orang tenggelam ya...sepeetinyaborang dari jauh sana ya kak.Masih hidup ga?) Den Rara menempelkan telinganya di dada pria yang ia tolong,"Isih!Ana suara dag dig dug..."(Masih!Ada suara dag dig dug...) Pria itu dibawa ke sebuah gubuk dan dirawat oleh Den Rara,'Sapa ya wong lanang iki?Bagus tenan uwonge...mesake temen enggane...' ( Siapa ya lelaki ini?Ganteng sekali dia...kasihan banget...) Sementara itu detektif Hendro kesehatannya memburuk dan malah kena malaria.Akhirnya ia memilih kembali ke kota dan ketemu Reza di pelabuhan.Dirawatlah dia di RS di kota.Reza kecewa sekali melihat betapa ayahnya sangat bersusah payah demi menemukan cucu Eyang Puspa,"Ayah kita pulang saja.Buat apa ayah menyiksa diri begini?" Sang ayah menjawab,"Semua demi kamu Nak.Supaya kamu jadi orang.Jangan seperti ayahmu ini yang selalu dihina orang.Jika ayah berhasil kamu akan dapat perusahaan Nak.Nyonya Puspa itu kaya raya.Perusahaannya banyak." Reza menahan sesak di hatinya,"Tapi harga yang harus dibayar sangat mahal Ayah...kasihan ibu..." Hendro menghela nafas,"Ibumu tahu semua ini Nak...sebelum memutuskan pergi ayah sudah bicara dengan ibumu..." Reza tetap saja merasa kesal,"Apakah Ayah sudah menemukan cucu Nyonya itu?" Hendro segera memberitahu lokasinya,"Sudah!Jemputlah dia bawa dia ke kota menemui neneknya namun tak mudah untuk mengajaknya pergi.Ayah sudah mencoba tapi tak diijinkan oleh kepala suku di sana." Reza berkata,"Pulihkan kesehatan ayah dulu lalu kita kembali ke rumah dulu ayah...ayah bicarakan semua dengan Nyonya kaya itu...Reza janji Reza akan bantu." Hendro setuju dan dirawatlah ia hingga sembuh. Sementara dipulau sosok pria yang dirawat Den Rara mulai sadar,"Dimana saya?" Jelas Den Rara ga ngerti bahasa dia,"Kowe muni apa?Ra mudeng..."( Kamu bilang apa ?Ga ngerti..) Pria itu malah mencoba bangun,"Terakhir aku naik kapal sama teman2ku tapi kemudian ada badai menghantam dan aku hanyut terbawa arus gelombang air laut.Aku berhasil meraih sebuah papan kayu tapi aku kelelahan dan aku tak ingat apa2 lagi..." Wah siapakah pria itu?***see you next eps***
DASI DAN GINCU EPS 8 GERBONG 12 : Gift / Pemberian
Yuk ke story!
>>> PULAU RARUH JENENGE...
Angin berhembus agak kencang sore itu.Ombak juga tingginya lebih dari 2 meter.Jangan2 mau tsunami nih.Bisa jadi.Weleh...Disebuah gubuk nan jebuk oleh jerami kering,seorang pemuda nampak bangun dari bale bambu.Ia melihat sekitarnya.Merasa asing dia.Ada dua orang dihadapannya.Seorang wanita dan seorang pria yang usianya seumuran dia.Yang pria nampak membawa seperti tombak gitu ditangannya.Sedang yang wanita memakai pakaian kayak kemben gitu.Seperti dari kulit binatang atau kulit batang pohon gitu bahan pakaiannya.Dibuat eksotis sehingga tampak manis dipakai gadis itu.Tahu aja kalau masih gadis?Mbuh...
Gadis itu mendekat,"Kowe sapa?"( Kamu siapa?)
--Humko humise churalo...dil me kahitum cuphalo...pasao gale sela galo..---
Astaga kok malah jadi indiane ki?Biasa yang nulis lagi dengerin ost.Mohhabbattein.Weleh...
---aaa...la..la...ye dil kari kato...sarma ke apna...dilmera...honeto...karnihe...---
Pria yang terbaring itu adalah pria yang ditolong Den Rara alias Evi di laut.Dialah Irwan tapi dia cuma ingat masa 3 bulan terakhir.Jadi ia ga ingat masa kecilnya.
---Hum keri jayenge...kar kaho...honaho..sabraji..dil raji...---
Suwene lagune?Emang India kan gitu...
Irwan memegang kepalanya,pusing dia.Ingatnya dia itu mengapung2 di laut gitu.Tahu2 kok dah disebuah tempat ditemani dua orang berpakaian aneh pula.Ia malah balik nanya,"Kalian siapa?"
---Baby ...you know...you don't know do you know you are beautiful...na..na..na..---
Saiki One Direction...penulise lagi henk...
Den Rara menggelengkan kepala dan menyibakkan rambut panjangnya,wuih muanise bikin Irwan terpesona.Weleh...Danang yang kelaparan malah ngambil buah2an yang disediakan Evi eh Den Rara buat pria temuannya.Walah kayak nemu fosil aja.Evi memandang adiknya itu,"Nang!Kuwi dinggo deknen!Piye tah!"( Nang!Itu buat dia!Gimana sih!)
Danang nekad nyomot satu buah terus kabur keluar,"Aku meh golek dewe week!!"
( Aku mau cari sendiri !!)
Irwan malah ndemimil dhewe,"Aku dimana ya?Terakhir aku di laut...terus aku merasa lemas dan berputar2 kulihat air di sekitarku.Apa dia ini yang nolong aku ya?"
Evi tambah gumun lihat Irwan bicara sendiri,'Bagus2 kok ga genep ya...apa merga kelep ya...'( Ganteng2 kok gila ya...Apa karena tenggelam ya...)
Sama bingungnya keduanya malah saling pandang lalu saling tersenyum.Weleh...
Irwan lalu memakai bahasa isyarat,ia menunjuk pada dirinya,"Nama saya Irwan..."
Evi memandangnya dan mengulang kata terakhirnya,"Irwan..."
Irwan meraih jemari Evi,"Ya aku Irwan..."
Evi lalu menyebut namanya,"Rara..."
Irwan manggut2,"Oh namamu Rara?"
Ia lalu mengecup jemari Evi sebagai tanda terima kasih,"Kamu pasti yang menolong aku.Terima kasih ya..."
Evi jadi merona.Ini pertama kalinya seorang pria melakukan itu padanya.Biasanya ga ada yang berani kayak gitu padanya.Irwan juga memandangnya,'Kenapa aku seperti sudah mengenalnya ya?'
Begitulah Irwan dirawat oleh Evi di pulau terpencil yang dekat dengan Benua Australia itu.Oleh Irwan diajarinya Evi soal huruf dan angka.Evi kian terpesona dengan Irwan.
--- Satu hari tak bertemu hati rasa rindu....Karena aku menyadari kalau aku tak sepadan...hati rasa syahdu...---Saiki dangdutan jeng?He..he..
Hari demi hari makin dekat saja Evi dan Irwan.Danang aja sampai ngiri,'Jane adhike ki aku apa wong kae to?Kok malah karo kae wae...'( Sebenarnya adiknya itu aku apa orang itu sih?Kok sama dia terus...)
Irwan juga bantu Hamdan di hutan,"Isa ra menek cah bagus?Dhuwur lho!!"( Bisa manjat ga orang ganteng?Tinggi lho!!)
Evi malah dah gelantungan di pohon dengan sulur2an di sana,"Ayo Wan!!Rene!!"( Ayo Wan!!Sini!!)
Irwan niatnya unjuk gigi gitu coba panjat dia eh malah ngewel sampai di atas,'Astaga tinggi nian...mana banyak nyangkrang lagi.'
Eh ada white snake legendnya juga,"Ssss....$$$!"
Kuwi ular apa dollar jeng?Dua2nya he..he..ular bayaran ceritanya he he..
Dibayar?Buat apa?Buat nakutin Irwan he..he..lha penulise julit tingkat RT.
Irwan jelas kaget dia,"Ular!!"
Iapun jatuh dan pegangan pada dahan,"Tolong!!"
Evi segera melesat dan meraih tubuh Irwan,"Hup!!"
Irwan deg2an dibawa Evi bergelantungan diantara pepohonan,"Wow!!Ini rasanya jadi tarzan kali ya?"
Evi heran,"Tarzan?Sopo kuwi?"( Tarzan?Siapa itu?)
Irwan malah jawab,"Orang juga."
Wah Irwan dah mulai ngerti bahasa Evi lho...yeah!!!
--- Tak mudah kulupakan tak mudah bercerai ...selalu kurindukan desaku yang permai...---
Sekarang lagu kebangsaan.Hormat senjata grakkk!!
Kita lihat paniknya keluarga Irwan karena hilangnya anak sulung mereka di perairan samudera Hindia.
>>> RUMAH EYANG PUSPA...
Duka nampak menyelimuti wajah nenek Evi itu,"Cucuku yang satu kabarnya ditemukan tapi cucuku satunya ganti yang hilang...Tuhan mengapa duka tak pernah hilang dari hidupku?"
Rina juga terus menangis sejak dikabari soal hilangnya Irwan,"Aku mau ikut mencari Mas!Aku mau ke Australia!Bawa aku ke sana!!"
Razi sendiri juga sedih,"Apa aku salah menyuruh dia sekolah keluar negeri ya?Akulah yang salah!!"
Si Kembar juga murung,Ridho menghibur nenek Puspa sedang Rizky menghibur Mamanya.Kedatangan Pak Hendro dengan Reza mengejutkan mereka semua,"Pak Hendro???"
Hendro segera memberitahu hasil penyelidikannya sedangkan Reza nampak memperhatikan semuanya,'Kenapa mukanya sedih semua ya?'
Nenek Puspa akhirnya bicara,"Sebenarnya saya senang sekali dengan kembalinya Anda.Tapi rasanya tak lengkap kebahagiaan ini tanpa kehadiran Irwan di sini."
Reza heran,"Bukannya Irwan di Australia?"
Nenek Puspa memberitahu,"Dia hilang dalam sebuah ekspedisi kelautan dan penyelaman di sana.Saat ini Tim SAR sedang mencarinya."
Akhirnya Rezalah yang mendapat mandat menjemput Evi sebab kesehatan Hendro masih dalam tahap pemulihan.Reza sendiri punya misi pribadi,'Aku akan meraih hati cucu Nyonya itu.Dengan begitu harta dia akan jatuh ke tangan aku semua.Ga cuma satu perusahaan tapi semuanya.Ha..ha..'
Sementara itu Razi dan Rina akan ke Australia.Mereka titip si kembar pada Eyang Puspa,"Titip mereka ya Eyang.Semoga Irwan ditemukan sama seperti Evi yang sudah ditemukan."
Wah gimana reaksi Reza kalau melihat Irwan malah sudah bertemu dengan Evi lebih dulu ya?
---Ambilkan bulan Bu...untuk menerangi....---***see you next eps***
Eps 9 �DASI DAN GINCU ♧ The Strangers
��♧♧ PELABUHAN ...
Reza sudah tiba di pelabuhan yang terdekat dengan lokasi dimana pulau terpencil yang menjadi habitat Evi dan Irwan hidup sekarang dengan nama nan unik.Evi dengan sebutan Den Rara.Sedang Irwan kink malah kerap dipanggil Tarzan sama Evi dan penduduk pribumi sana.Sana lho ya bukan sini lho ya entar demo lagi.Waduh...
Reza nampak memandang sinis pada lautan di depannya,'Selangkah lagi aku akan menjadi orang yang paling kaya dalam sejarah keluargaku.Kami yang biasanya dipandang sebelah mata karena ayah pernah masuk penjara,kini tak akan ada yang berani tidak mencari muka padaku.Lihat saja aku akan membuat keluargaku dihormati!'
Wah ambisine gede tenan.Jane bagus sih tapi kok agak ngeri ya.Ambisi menghalangi nurani mencerahkan diri.Weleh...peribahasa sapa iki?
Reza lalu menyewa kapal nelayan yang mau membawa dia ke pulau misteri.Dulu katanya terpencil?Terus ganti jadi pulau ra duwe jeneng.Terus sekarang kok jadi pulau misteri?
�♧PULAU MISTERI...
Evi eh Evi...Den Rara...Rara Ireng apa Rara Jonggrang diajeng?
Den Rara plus adiknya Si Danang yang nemeni kakaknya sambil makan buah2an,nampak senyum2 sendiri melihat wajahnya di air.Danang yang lagi makan pisang klutuk,mengamati sambil nyembur2ke biji pisang klutuk ke kiri dan kanan perigi,"Tukul!"( Tumbuh!)Kuwi apa ndak kebiasaane penulis ya?Hush kuwi top secret.Aja disebar2 dokumen rahasia penulis you know!Wah bahasane barat je.Bukannya orang barat yang nyebarin soal persekongkolan makar ya?Walah lagi lurus balik maneh menggok neng politik.He..he..
Danang nanya sambil makan pisang,"Mbak,saiki kowe kok seneng dandan to?Biasane adus wae kudu tak elingke.Lha saiki kok sitik2 raup,jongkatan terus kitekan."
Terjemahan mana terjemahan?Sabar ki lagi gawa kamuse ki lho...
( Kak,sekarang kok kamu sering berhias diri sih?Biasanya mandi aja harus diingetin.Kok sekarang malah sebentar2 cuci muka,sisiran terus mengecat kuku.)
Ngecat kukune pakai apa?Jare primitif?Nganggo cat dong.Mentang2 kerja di perusahaan cat terus ngiklan cat?Ups!Pakai itu lho tanaman apa ya sing ireng2 buahe kuwi lho.Kaya mangsi.Lha apa ra kukune malah kelihatan lethek?Lethek ki apa?Reged.Apa kuwi?Kotor ndara!
Jagat...tak kira kethek.Kethek kuwi kewan ya.Sejenis binatang.Muni ne rasah karo nantang2 ya...Nggih sinuwun.Sendika dawuh.Den Rara malah mesem ayu je,kan wadon piye ta?Ya wis ngalah.
Den Rara jawab,"Kowe kuwi nek mangan aja karo omongan.Kuwi ra elok ya...mangan gedang klutuk sisan.Keselek mbuh..."
Translate : [ Kamu itu kalau sedang makan jangan sambil bicara.Itu ga baik tahu..makan pisang biji pula.Kesedak lho nanti...]
Danang nyinyir...nyinyir kayak si itu?Wis kambuh kan?
Kukur2 sik...okeh nyamuk ki lho...bagus no akeh kancane begadang.Weleh...bagus dari Hongkong!
Danang mencibir,"Huuu!Padune njaluk to?Nya isih akeh.Satundun kok.Aku wis pegel je mangan..."
( Huuu!Paling mau minta kan?Nih masih banyak.Setandan kok.Aku sudah pegal makannya...)
Eh Den Rara malah ngambil satu terus dikasihke ke seseorang.Siapa lagi kalau bukan Irwan.Dengan wajah malu2 bin malu2in weleh...Den Rara menyodorkan pisang itu ke Irwan,"Kang Tarzan...Cobanen eca lho...manis rasane..."( Bang Tarzan...Cobain deh enak lho...rasanya manis...)
Irwan menerimanya,"Manis koyo sing ngei he..he..suwun ya..."( Manis seperti yang ngasih he..he...makasih ya...)
Wah Den Rara langsung merah jambu pipinya.Seneng dia dipuji sama Irwan.Hamdan,sang ayah berbisik pada isterinya,"Delengen kae anakmu wedok wis ngerti apa kuwi tresna..."( Lihat itu anakmu perempuan sudah tahu apa itu cinta...)
Soale Irwan ganteng sih.Gimana ga jatuh cinta dong?Rita sih cuma mesem tapi dia juga senang dengan kehadiran Irwan.Penduduk mulai ngerti apa itu angka dan huruf.Diajari sama Irwan.Katanya hilang ingatan jeng?Kan memori yang hilang bukan kemampuan dasar?Wah susah bantah kalau hal beginian..Bantah gpp kalau emang ada yang salah.Kalau udah salah tapi ga mau ngalah itu baru parah.Maksude sapa ki?Aku kok dadi ngelu...
Irwan makan pisang dengan keheranan,'Ini pisang apa jebakan batman nih?Bijinya banyak amat?Manis sih tapi bikin pegal di mulut.Apa ini pisang langka ya?'
Saking pegalnya Irwan sampai istirahat makan dulu beberapa saat.Atur pernafasan dulu.Weleh makan kok ribet amat?Daripada bijinya kemakan terus tukul gimana?Wei...
Lagi asyik2nya menikmati suasana eh ada para prajurit pantai datang,mereka menemui Hamdan sebagai ketua suku mereka.Ini laporan mereka,"Sinuwun,ana wong asing neng pesisir...wong lanang duwur jare anake wong lanang biyen sing pernah neng kene."
( Yang Mulia,ada orang asing di pantai...pria tinggi katanya anak dari laki2 yang pernah terdampar di sini dulu...)Wah sapa kuwi?**see you next kaca sabajute**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar