♧][♧ GALA - GALA ♧][♧ CERBUNG II B ♧][♧ REPLACE OF KERAMAT
♧][♧ EPS INTRODUCING ♧][♧
When We Knoweth of Love....♧][♧ Ketika Kami Tahu Tentang Cinta....
♧][♧ KINIKU TELAH KEMBALI....
♧][♧ KEMBALI PADAMU KASIH....
♧][♧ SETELAH LAMA DITINGGAL PERGI...
♧][ ♧ GALA - GALA ♧][♧
When We knoweth of Love...Ketika kami tahu tentang cinta...Siapakah kami disini?
♣][♣ LAMA SUDAH KU MENANTI...
Sebuah puisi akan memberi gambaran tentang cerbung ini.Yuk ke zona poetry!
♣][♣ MENANTI MEMADU KASIH...
Kami besar dan tumbuh bersama
Menangis dan tertawa bersama
Main sepeda penuh ceria bahagia
Kami kakak adik yang bahagia
Kami begitu dekat dan terikat
Seperti ada rantai yang mengikat
Cinta dan kasih sayang adalah perekat
Betapa kami begitu sangat dekat
Hingga kami tahu kebenarannya
Kami ternyata bukan saudara
Kami lahir dari orang tua yang beda
Sungguh kami tak menyangka
Kamipun dipisahkan oleh kenyataan
Kami tak punya darah sebagai ikatan
Betapa kami merasa sangat kehilangan
Masa-masa indah kini hanya kenangan
Namun perpisahan membuat kami tahu
Bahwa kami pasti akan kembali bersatu
Bukan sebagai saudara seperti dulu
Tapi sebagai sepasang kekasih yang mengharu biru
♣][♣PENUH RASANYA RINDU DI HATI...
Diinspirasi dari melodrama Korea nan menguras air mata,Autumn in My Heart atau Endless Love yang dibintangi aktor fave saya nan tampan rupawan Song Seung Heun yang berperan sebagai kakak yaitu Jun Sooh dan aktris cantik nan menggemaskan Song Gye Kyo yang berperan sebagai adik bernama Eun Sooh.Saya pertemukan Irwan dan Evi dalam GALA-GALA.
♡][♡ OH TIADA TERKIRA RINDU SEGALA GALANYA....( IRWAN POV )
Aku sayang banget sama dia
Adik perempuanku satu-satunya
Kemana-mana selalu bersama
Gerimis turun main hujan kita
Berteduh dibawah pohon berdua
Punya mug juga ada nama kita
Saling berbagi rasa berbagi cerita
Adikku,betapa bagiku kau segalanya
Hingga sebuah peristiwa terjadi
Membuka tabir diantara kami
Aku dan dia bukan kakak adik lagi
Hatiku sedih dan pedih sekali
Waktu boleh saja terus berlalu
Cinta yang kurasakan pada adikku
Bukan lagi karena hubungan yang dulu
Namun cinta yang tulus cinta sejatiku
♥][♥OH TIADA TERKIRA RINDU SEGALA-GALANYA....(EVI POV)
Hujan yang turun di atas rumahku
Mengingatkanku pada kakakku
Dia pelindungku dan teman kecilku
Dialah kebahagiaan hatiku
Kakak,demikian kupanggil dia
Aku manja sekali padanya
Apa2 selalu ingin bersamanya
Disetiap ada dia ada aku juga
Kakak,mengapa kini kita berbeda
Ternyata kau dan aku bukan saudara
Hatiku sedih tak terkira pedihnya
Yang kusayang menjauh akhirnya
Meski waktu beranjak lalu
Namun tidak cintaku padamu
Bukan lagi rindu seperti dulu
Rinduku ini karena kucinta padamu
Ya aku menyadari perasaanku
Aku ingin selalu bersamamu
Disetiap tatapanku ada cinta untukmu
Didebar hatiku ada cinta kepadamu
Aku mencintai kakakku
Apakah aku salah begitu
Inilah cinta sejati dalam hidupku
Inilah cinta yang aku tahu,kakakku
☆][☆ KURINDU GAYAMU KETIKA BERCANDA tawa lepas renyah ceria...( IRWAN POV )
Adikku itu ceria anaknya.Kalau tertawa renyah dia.Dia juga apa adanya.Kadang kucel,kadang manyun,eksotis deh dia itu.Bila orang biasa punya teman main waktu kecil,maka adikku adalah teman mainku.Kami tumbuh bersama.Panjat pohon bersama,main layangan bersama,menyusuri sungai bersama,mencari talok bersama.Serba bersama.Melangkah bersama....theng...theng...weleh.
☆ KURINDU GAYAMU KETIKA BERMANJA meluluhkan segenap jiwa....
Kalau sudah merajuk wah susah dia dibujuk.Cuma aku yang bisa meluluhkan hatinya.Ayah ibu akan mencariku bila dia sedang ngambek.Aku akan datangi dia.Kubuat dia tak ngambek lagi.Kucoba segala cara agar dia kembali ceria.Adikku,betapa aku menyayangimu dengan segenap hatiku.Betapa kakakmu ini mengasihimu.Tak kusangka perasaan itu akhirnya berubah menjadi cinta antara pria dan wanita dewasa.Semua bermula kala kutahu kita bukan saudara.Darah yang mengalir di tubuh kita tidak sama.Tak ada lagi kakak dan adik.Yang ada adalah kau dan aku.Kau disana dengan kecantikan hatimu yang mempesonaku.Kau disana dengan segala kerinduanku padamu.Aku ingin memandangmu,aku ingin selalu disisimu,aku menginginkanmu selalu disisiku.Melewati waktu bersama.Duduk dibawah pohon berdua dalam indahnya mahligai cinta.Ya aku jatuh cinta pada adikku sendiri.
★][★KURINDU BAGAIMANA ENGKAU MEMBUJUK ketika ku merajuk...(EVI POV)
Ayah dan Ibu panik jika aku mogok makan.Dekem di kamar.Ga mau ngomong.Mereka akan segera manggil kakakku.Kak Irwan.Demikian aku memanggilnya.Apapun yang sedang ia lakukan akan ia hentikan demi aku.Dia sayang banget sama aku.Dirumah itu kita bikin heboh.Ramai sekali kalau ada kami.Ceria penuh canda tawa.Hanya kakak yang bisa membujukku bila aku sedang merajuk.Dia tahu lho hatiku kayak gimana.Kak Irwan the best deh...I love you.
KURINDU BAGAIMANA KAU MENGASIHI ketika ku bersedih...
Apapun yang terjadi padaku,kakaklah orang pertama yang kuberitahu.Dia akan membelaku,dia akan mendengarkanku dan dia selalu ada untukku.Tak ada yang berani mengusikku bila ada kakakku.Kakak seperri tameng bagiku.Dia kuat,perkasa dan ganteng pula.Aduh...pipinya gemesin.Matanya indah memandangku dengan teduhnya.Aku sayang kakakku.Dia segalanya bagiku.Teman bermain,teman belajar,teman ngobrol,teman hujan2an he..he...Masuk angin juga bersama.Aku meriang ...kamu meriang...semua meriang.Merindukan kasih sayang...Ya kini rasa sayang kurasakan padanya berubah menjadi cinta seorang wanita pada pria.Hatiku tak bisa mencintai pria manapun selain dia.
Aku hafal gaya2 dia.Punggungnya,pundaknya, juga bahunya,..lengannya,senyumannya,tatapan matanya...aku bahkan tahu setiap gestur tubuhnya bermakna apa.Akankah kakak juga punya perasaan yang sama denganku?Aku merindukannya bukan lagi sebagai kakak tapi sebagai kekasih.Aku mencintainya bukan karena aku adiknya tapi karena aku mencintainya dengan setulus hatiku.Inilah kisah kami,ketika kami tahu apa itu cinta... Mau tahu kisah kami selengkapnya?Penasaran tentang hubungan kami? Akan bahagiakah kami atau akan berakhir penuh tetesan air mata?Yuk ke pantun aja! Ketika kami tahu tentang cinta Sepasang nama terukir disana Nama kami berdua kakak dan adiknya Bukan lagi sebagai saudara Namun cinta hadir disana Mengharu biru penuh tetesan air mata Garansi bahagia diujung cerita Itu janji dari penulisnya Tak akan sama dengan aslinya Yang berakhir dalam duka Cerbung ini cerbung Gala-gala Kan berakhir dengan bahagia. ***Tunggu eps perdananya***
Eps 1 CERBUNG II B ↓↓↓ GALA-GALA ↓↓↓
Aku hafal gaya2 dia.Punggungnya,pundaknya, juga bahunya,..lengannya,senyumannya,tatapan matanya...aku bahkan tahu setiap gestur tubuhnya bermakna apa.Akankah kakak juga punya perasaan yang sama denganku?Aku merindukannya bukan lagi sebagai kakak tapi sebagai kekasih.Aku mencintainya bukan karena aku adiknya tapi karena aku mencintainya dengan setulus hatiku.Inilah kisah kami,ketika kami tahu apa itu cinta... Mau tahu kisah kami selengkapnya?Penasaran tentang hubungan kami? Akan bahagiakah kami atau akan berakhir penuh tetesan air mata?Yuk ke pantun aja! Ketika kami tahu tentang cinta Sepasang nama terukir disana Nama kami berdua kakak dan adiknya Bukan lagi sebagai saudara Namun cinta hadir disana Mengharu biru penuh tetesan air mata Garansi bahagia diujung cerita Itu janji dari penulisnya Tak akan sama dengan aslinya Yang berakhir dalam duka Cerbung ini cerbung Gala-gala Kan berakhir dengan bahagia. ***Tunggu eps perdananya***
Eps 1 CERBUNG II B ↓↓↓ GALA-GALA ↓↓↓
↓↓↓ GALA - GALA CERBUNG II B ↓↓↓↓↓↓ EPS PERDANA
At The First ↓↓↓↓↓↓ Pada Mulanya
↓↓↓ GERIMIS MENGUNDANG ....
↓°↓°↓ KUSANGKAKAN PANAS BERPANJANGAN....( Ayah Hamdan Pov )
Takkan pernah kulupa hari itu hari dimana awal mula semua konflik dalam keluargaku.Awal mula dari semua masalah dan peristiwa juga hubungan antara kedua anakku.Hanya aku yang tahu masalah ini.Rahasia ini kusimpan baik2 hingga bertahun2 kemudian.Rahasia mengenai putraku yang bernama Irwan.
↓↓↓ RUPANYA GERIMIS,RUPANYA GERIMIS MENGUNDANG....
Aku pernah gagal dalam cinta.Ditipu seorang wanita yang gila harta.Hingga aku bertemu dengan isteriku sekarang,Lina.Awalnya kami cuma tetangga.Dia kost dekat tempat tinggalku.Dia kerja di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta.Tempat hiburan berlantai 4.Dia sama denganku pernah gagal dalam cinta.Dia merantau ke Jakarta demi melupakan pria yang pernah menyakiti hatinya.Kami hanya saling tegur sapa saja kalau bertemu.Kadang aku pinjam uang juga sama dia.Makhlum anak alay....Kerjaanku tuh habis pulang kerja nongkrong2 gitaran gitu depan rumah sama teman2ku yang pada gaje...ga jelas.Pengangguran tersamar semua...gaya sok rapi tapi cuma malakin orang kerjaannya.Ada yang lewat dipalak.Dimintai uang,"Mas...bayar ongkos keamanan dong...Mbak,uang rokok dong..."
Namun saat mereka mengganggu Lina,timbul iba di hatiku.Tuh cewek kok beda ya sama yang lain.Dia kerja dengan gaji tinggi,gimana ga tinggi,dia kasir di tempat kerjanya.Tiap hari ketemu uang dan sinar uv.Alat pendeteksi uang palsu.Kerja beberapa hari saja sudah setara dengan gajiku sebulan.Wow!Akhirnya aku mencegah teman2ku agar jangan mengusik Lina.Dia orangnya baik ga neko2.Dandan juga karena tuntutan profesi.Aslinya dia itu polos dan apa adanya.
↓•↓•↓ DALAM TAK SEDAR KU KEBASAHAN...
Ibu akulah yang gigih menyatukan kami.Ibu kesal dengan cewek yang dulu jadi pacar aku,ganggu aja tiap hari minta uang.Padahal dia dah gandeng cowok lain.Ibu kerap mengunjungi Lina.Dia suka sama Lina yang anaknya ga pelit dan peduli pada orang tua.Gaji Lina hampir semua buat keluarganya di kampung.Demi adik2nya yang masih sekolah.Kasihan Lina kadang dia kena semprot dari mantan aku padahal dia ga ada apa2 sama aku.Mantanku emang cemburuan.Namun jodoh emang ga bisa ditebak,akhirnya aku malah nikah sama Lina.Namun aku punya syarat buat Lina yaitu dia harus keluar dadi kerjaannya.Aku ga suka dia kerja di tempat hiburan malam dimana judi dan dunia remang2 mewarnai.Lina menurut lagian dia juga sudah waktunya menikah.Rasanya mau senyum kalau ingat betapa sederhananya pesta pernikahan kami.Ga ada undangan disebar,just wara2 aja sama orang sekampung kalau kita mengadakan pesta.Silakan datang.Nyumbang seikhlasnya.Asal mau datang aja silakan makan dan minum ala kadarnya.Pestanya juga dihelat di jalan kampung yang sempit dan riil.Wah Lina dandan dengan adat Jawa kebaya putih dan sanggul.Cantik banget.Aku terpesona.
↓○↓○↓ PERNAH JUGA KAUPINTA PERPISAHAN...
Menikah itu bukan akhir perjuangan justru awal dari sebuah medan pertempuran.Itulah yang kurasakan kala menjalani kehidupan pernikahan.Beberapa kali kami pindah kontrakan karena tuntutan pekerjaanku.Aku kerja di sebuah restoran junk food.Isteriku dengan setia mengikutiku kemana saja.Benar kali wanita Jawa itu terkenal setia.Ia ga mengeluh meski hidup hanya di kamar kost.Hidup sederhana.Gajiku juga kubagi buat orang tuaku dan orang tua dia sama besarnya.Tiap bulan kami kirim ke kampung dia.Jumlah yang sama yang kukirim ke ibu aku.Ayahku ga jelas orangnya.Sudah cerai dari ibu sih.Kerjanya sopir bajaj dan tukang kawin.Kalau ke rumah paling minta uang saja.Ga tahu diri banget.Aku benci sama dia.Namun aku masih mau menyapa dia.Beda dengan kakak aku jangankan nyapa ketemu aja kagak sudi.Kayak musuh bebuyutan.Kadang malah jadi perang beneran.Tak terasa empat tahun sudah aku dan Lina menikah.Aku dapat rejeki bisa beli tanah di Bogor.Disana kami membangun rumah kecil kami.Bogor kota hujan.Hujanpun mulai mewarnai hari2ku dengan kesedihan karena tak jua mendapat momongan.Ibuku yang semula begitu semangat menyatukan aku dengan Lina kini mulai bersikap sinis pada menantunya.Dia kerap mengatai dan menyindir Lina,"Kamu itu wanita yang ga dipercaya Tuhan makanya ga hamil2.Tiwas aku dulu wara2 kalau kamu hamil duluan.Sekarang mana ?4 tahun masih cuma berdua saja.Nyesel aku ngambil kamu jadi mantu.Huh!Ternyata mandul makanya jadi perempuan banyak ngibadah.Kamu sih kebanyakan kerja dulu.Makanya kandungannya ringkih.Lemah.Dikit2 keguguran.Mending aku cari mantu lagi.Ihhh...amit2!"
Kasihan Lina hanya bisa menahan kepedihan di hatinya.Aku kerap kerja 12 jam sehari kadang sudah capek banget sampai rumah.Ga sempat dengar curhat dia.Hingga pernah Lina berkata padaku,"Mas,kamu ceraiin aku aja ya?Aku gpp.Aku ikhlas.Aku ga mau kamu ga punya keturunan.Kita pisah aja ya Mas?Lagian kan awalnya kita juga ga saling cinta Mas."
Hatiku bagai disayat sembilu mendengarnya.
↓●↓● AKU SANGKAKAN ITU HANYALAH GURAUAN....
Aku sempat tertawa mendengarnya,"Kamu guyon ya Lin?Pernikahan kok dibikin bahan candaan sih Lin?"
Namun kala kulihat air mata menggenang di kedua mata isteriku,aku tahu dia sedang tidak bercanda.Dia memalingkan wajahnya menatap ke arah hujan yang turun di atas rumah sederhana kami.Aku meraih tangannya,"Lin,aku ga mau seperti ayahku yang tukang kawin.Aku ga mau melihat kamu sedih kayak ibu aku.Ga Lin!Aku ga mau kita pisah!Kita akan terus berusaha punya momongan.Jadi kamu jangan down ya Lin denger gunjingan orang denger sindiran orang.Kita hadapi sama2.Kalau kamu ga suka tinggal di sini kita kita bisa pindah kok.Kita kasih saja rumah ini buat ibu tinggal.Kita pindah ke kota.Disana orang2nya kan pada sibuk kerja ga sibuk ngurusin orang kayak di desa gini.Bagaimana?"
↓□↓□ NYATA KAU SERIUS DALAM SENYUMAN....
Lina malah menangis dipelukanku.Hari itu ia menumpahkan kepedihannya di bahuku.Kamipun pindah ke kota biar Lina lebih tenang hatinya.Aku ingin melihat dia tersenyum maka kuajak dia berlibur ke kampungnya.Disana kami mendapat sambutan yang hangat.Lina bisa ketemu dengan adik2nya.Dia bahagia.Dia juga mendapat banyak nasehat dari keluarganya agar tetap tabah dan akan selalu didoakan oleh mereka.Pulang dari sana kulihat Lina tersenyum bahagia.
↓■↓■ BUKAN SEKEJAP DENGANMU....
Tak lama setelah itu Tuhan mendengar doa kami.Kami dipertemukan dengan dokter spesialis kandungan yang sangat hebat.Namanya Dr.Bahar.Kata dia isteriku kena bakteri.Harus disteril dulu terus disuntik hormon.Kamipun menjalani banyak terapi.Baru jalan beberapa bulan Lina hamil.Aku bahagia sekali.Namun Lina menyembunyikan kehamilannya pada keluargaku.Ia tidak keluar rumah selama usia kandungannya belum 5 bulan.
↓◇↓◇ BUKAN MAINAN HASRATKU....
Melihat isteriku mulai membesar perutnya hatiku senang sekali.Akhirnya langit terbuka buat kami.Akhirnya aib kami dihapuskan.Akhirnya isteriku akan menjadi seorang ibu.Kuminta dia ga ngapa2in.Kerjaan rumah semua aku yang ambil alih.Mencuci baju,setrika,masak semuanya.Isteriku kularang banyak aktivitas.Ga boleh capek.Aku senyum2 lihat dia ngemil sambil nonton tv.Terima kasih Tuhan.Terima kasih.
↓◆↓◆ ENGKAUPUN TAHU NIATKU...
Setelah usia kandungan Lina lebih dari 5 bulan barulah kami memberitahu pada keluargaku.Kalau keluarga Lina sudah tahu bahkan sejak awal.Mereka terus mendukung doa dari jauh.Ibu ga terlalu gembira mendengar Lina hamil.Ia memang ga mau ketemu Lina sejak tinggal di desa di rumah kami yang dulu.Kakak malah nyeletuk bilang,"Sebenarnya ibu emang cuma pingin rumah kamu makanya ia bikin isterimu ga betah di rumah itu.Ia mah kagak peduli sama urusan anak.Cucunya sudah banyak."
Hatiku makdeg mendengarnya.Kasihan isteriku.Tega banget sih ibu sama menantunya sendiri.Bilang aja dari awal soal rumah itu,ga usah pakai nyakitin hati Lina.Lagian Lina bukan orang pelit kok.
↓♧↓♧ TULUS DAN SUCI...
Lina memang ga secantik mantanku tapi dia tulus dan baik hati.Aku makin sayang sama isteriku.Jadi terkenang masa2 sukar kami hidup di Jakarta dari satu kontrakan demi kontrakan.Ia ga pernah bersungut2.Bahkan saat aku kecelakaan ditabrak sama orang balapan liar hingga sebulan aku terkapar di rumah.Lina ga pernah meninggalkan aku.Ia merawatku dengan sabar.Betapa Tuhan menganugerahiku dengan isteri yang baik.
↓♣↓♣ SENANG BENAR KAU UCAPKAN...
Senang benar hatiku kala hari2 persalinan mendekat.Banyak yang bilang Lina bakal melahirkan anak laki soalnya dia males bawaannya.Padahal Lina emang kusuruh jangan banyak aktivitas.Lina ga peduli dengan omongan orang,dengan ceria dia mengelus2 perutnya.Buah hati kami tidur disana.Bobok imut.
↓▲↓▲ KAU ANGGAP ITU SURATAN....
Namun saat hari persalinan,sesuatu terjadi.Terjadi gempa bumi.Kepanikan terjadi.Termasuk juga di Rumah Sakit dimana isteriku baru saja melahirkan anak laki2 kami.Tanpa sempat melihat putranya Lina tak sadarkan diri.Aku yang panik juga bingung ditambah gempa susulan terjadi.Saat itulah putraku tertukar dengan bayi orang lain.Aku sempat heran juga awal melihat bayiku.Kok lebih bulat ya dari yang pertama tadi kulihat saat proses persalinan ya?Namun saat mau kulacak kondisi Isteriku sedang kritis.Aku pikir mungkin aku yang salah lihat.Waktu itu memang ada banyak orang melahirkan di RS itu.Bayangin aja RS nya 10 lantai.Saking paniknya dengan gempa banyak yang langsung check out dari RS.Termasuk beberapa pasangan yang baru saja dapat momongan.
↓▼↓▼SIKITPUN RIAK WAJAHMU TIADA TERKILAN....
Akhirnya aku hanya bisa pasrah.Yang penting anak kami sehat.Lina juga selamat.Lina bahagia sekali melihat putranya.Kami menamai anak kami IRWAN.Dilah-IR-kan di saat kondisi ra-WAN.
↓▶↓▶HANYA AKU SEPARUH NYAWA MENAHAN SEBAK DI DADA...( HENDRO SAKI POV )
Aku kesal sekali dengan pelayanan RS di Bogor ini.Masak isteriku sudah sejak tadi pagi masih saja belum ditangani.Katanya nunggu bukaan Pak.Nunggu ini itu.Aku sudah bersabar sejak tadi.Kasihan isteriku sampai pucat gitu.Ini anak pertama kami.Setelah 11 tahun menanti momongan akhirnya kami dianugerahi anak juga.Aku berharap laki2 biar mewarisi bakat elektroku dan teknikalku.Aku memang punya usaha reparasi tv di rumah.Banyak tetangga yang datang membawa perabot elektronik mereka yang rusak.Lumayanlah.Bisa buat makan sehari2.Walau aku juga masih kerja sebagai perakit tv di sebuah home industry.
↓◀↓◀ SEDANGKAN KAU BERSAHAJA BERLALU TANPA KATA....
Isteriku namanya Idayu.Cantik dan putih orangnya.Sayangnya perhitungan soal uang.Ketat dia kalau soal uang.Hidup kayak ditarget kadang bikin aku uring2an.Kalau sebel sama dia aku nyetel musik sampai kayak orang kondangan.Dia akan mendekat dan ngomel2,"Mas musiknya kenceng amat?Suaraku ga kedengeran dong!Kecilin dikit kenapa?!!"
Aku malah bilang,"Ini tuh ngetest diajeng.Harus poll volumenya.Ngerti kagak?Makanya kamu harus sering dengerin aku soal elektronika.Biar ngerti sitik."
Padahal aku cuma pingin meredam kicauannya yang ga berhenti2 dari tadi.Ngomongin tetangga punya mobillah,punya kulkas dua pintulah,motorlah cem macem aja.
↓↑↓↑ TERASA DIRI AMAT TERHINA KAU LAKUKAN....
Kadang aku lelah juga dia ngomel dan bersungut2 soal hidup pas2an yang kami jalani.Sebenarnya hidup kami sudah enak lho.Isteriku punya toko dirumah.Jual berbagai keperluan rumah tangga.Malah jual pulsa juga.Tapi kok masih aja ngeluh kurang ini itu.Pingin ini itu.Capek tahu dengernya.Bete.Kadang aku sampai makai headset juga biar ga denger dia ngomel2.Aku tuh kurang apa sih?Dia ga hamil2 belasan tahun aku juga ga kawin lagi.Bagiku benda elektro adalah isteri keduaku he...he...
↓←↓← SIA-SIA KUKORBAN SELAMA INI....
Setiap hari dia bilang nyesel nikah sama aku weleh.Sing ngejar dulu juga sapa.Dia to?Katanya aku ga gantenglah,kurang modislah,ga kerenlah...waduh...kalau aku emang gitu kok dia mau horok......Jujur kalau soal menyesal aku juga mau bilang kayak dia gitu.Mantanku malah sekarang dah jadi guru TK.Keibuan dan sudah dikaruniai banyak anak. Isteriku malah 11 tahun ga punya anak ya malah dengan nyantainya ngomel2 ga jelas.Dunia memang aneka ria safari.
↓→↓→ JIKA KASIHKU,JIKA HATIKU KAU GURIS OH...OH..OH....
Aku lega saat anakku lahir laki2.Namun saat aku mau lihat dia di ruang bayi2 tiba2 terjadi gempa.Wah panik seketika.Aku ingat waktu itu perawat yang jaga lagi mau ngasih gelang nama buat dua orang bayi yang baru saja lahir.Wah aku segera bawa deh isteriku cabut dari situ.Gawat!Bisa2 roboh nih gedung berlantai 10.Piye nanti nasib anak kami?Untunglah kondisi isteriku memungkinkan untuk dibawa pulang.
↓☆↓☆ DALAM TAK SEDAR KU MENANGIS...
Aku senang dapat anak laki2.Semoga dia mewarisi semua bakatku.Jangan cerewet kayak ibunya.Aku menitikkan air mata saat melihat wajah putraku.Kok ga putih kayak ibunya ya?Biasanya kan anak laki kan mirip ibunya?Namun ga masalah yang penting dia darah dagingku.Aku beri dia nama Hazman.HArapan ZaMAN.
Terus Danang jadi apa?Evi mana?Irwan masih baby he..he..kapan gedenya?Iya...sabar ya semua...he..he..Lihat respon pembaca kalau banyak yang suka akan dilanjut.He..he..***see you next eps***
Eps 2 CERBUNG II B ☆GALA - GALA☆
GALA-GALA CERBUNG IIB EPS 2 ☆=☆ From The Beginning= Dari Awal ☆
☆ ISABELLA ADALAH....( LINA POV )
Sejak memiliki Irwan kehidupan rumah tanggaku kian manis.Suamiku makin sayang sama aku.Bekerja juga lebih giat.Kalau pulang kerja selalu bawa oleh2.Cinta mulai hadir dalam hubungan kami.Maka tak heran jika aku isi lagi.Hamil lagi.Saat itu Irwan sudah dua tahun.Lagi lucu2nya dan gemesin banget.Pipinya tembem dan suka memainkan jemarinya.Kayaknya bakal punya keahlian nih anak sulung aku ini.Anak keduaku cewek.Waktu itu lagi booming lagu Malaysia judulnya * Isabella * dan *Sheila*.
Makanya saat suamiku menyuruhku kasih nama,aku masukin nama dua judul lagu itu sebagai nama anakku.
☆ KISAH CINTA DUA DUNIA...
Nama anak keduaku adalah Evi Sheila Isabella.Soale aku pas hamil dia suka banget lihat Evi Tamala.Ga tahu kenapa.Apa anakku bakal jadi penyanyi ya?
Selama hamil dia aku dengerin lagu2nya Evi Tamala sepanjang hari.Suamiku sampai geleng2 kepala karenanya.
☆ MENGAPA KITA BERJUMPA NAMUN AKHIRNYA TERPISAH....
Kadang aku heran bila melihat anak2ku.Irwan kulitnya putih sedangkan Evi berkulit eksotis kayak ayahnya.Kadang aku merasa Irwan itu beda gitu dari aku ataupun dari suamiku.Namun aku ga terlalu ambil pusing.Mereka adalah anak2ku.Mau modelnya kayak gimana mereka tetep darah dagingku,buah hatiku...anak kandungku.
☆ SIANG JADI HILANG DITELAN KEGELAPAN MALAM...
Tak kusangka bahwa kelak mereka akan memiliki kisah yang bahkan tak pernah kubayangkan.Sebuah kisah yang mengharu biru hatiku.Irwan dan Evi tumbuh dalam asuhanku.Aku besarkan dengan kasih sayang.Kuajarkan mereka untuk saling menjaga dan menyayangi.Mereka tumbuh menjadi kakak beradik yang sangat dekat hubungannya.Kisah persaudaraan nan erat.
☆ ALAM YANG TERPISAH MELENYAPKAN SEBUAH KISAH....
Para tetangga sampai pada hafal kalau ada Irwan pasti ada Evi.Mereka selalu bersama.Main bersama,beli barang aja juga sama.Sampai2 aku beliin mereka apa2 serba sama.Evi suka ngikuti kakaknya kemana aja.Mau kakaknya main pasir dia juga gluput pasir.Guling2 di pasir tertawa ceria berdua.Kakaknya main kelereng dia juga minta dibeliin kelereng.Wah saingan banyaknya.Kalau kakaknya menang main kelereng dia ikut kepo lihat model kelereng koleksi sang kakak.
Bila ada yang bagus dia akan memegangnya sambil merajuk sama kakaknya,"Ini buat Evi ya kak ya?Boleh ya?"
Irwan jelas meleleh,"Iya.Ambil aja.Aku tahu kamu pasti suka yang itu.Kakak masih punya banyak kok."
Wah Evi langsung menari2 gembira dan memamerkan kelereng barunya ke semua orang yang ia temui.
★ TERBAYANG LAMBAIANMU....( HAMDAN POV )
Aku kini menjadi ayah bagi dua orang anakku.Irwan dan Evi.Evi mirip kayak aku.Suka nyanyi dan kukitnya ga seputih Irwan.Kadang ia diledekin sama anak2 di kampung,"Evi hitem..Evi hitem.."
Eh yang ngamuk malah Irwan,"Awas kalian!!Berani hina adik aku lagi,aku akan bikin perhitungan dengan kalian!!"
Wah Evi seneng banget dibela kakaknya.Langsung deh ia ga manyun lagi.Ceria gitu.Pokoknya kalau dekat Irwan,Evi itu ceria gitu deh.
★SALJU TERBAKAR KEHANGATAN...
Sengambek apapun putriku itu akan luluh kalau sudah ketemu kakaknya.Pernah seharian ia ga mau makan karena ga suka menunya.Evi itu paling ga suka abon.Kebetulan kita dikasih tetangga yang habis piknik.Dikasih abon banyak.Nah menunya jadi abon deh.Evi ga suka dan ngambek.Ibunya lalu pergi ke warung nyari bayam.Sayur kesukaan dia.Evi emang suka banget sayur bening.Manis kuahnya.Sementara isteriku lagi sibuk masak eh Irwan datang dari sekolah,"Dik Evi mana Yah?"
Irwan bawa gulali gitu buat adiknya,"Ngambek dia.Tuh di pohon jambu.Ga mau turun2."
Irwan menaruh tas ranselnya lalu pergi ke belakang rumah.Disana tumbuh pohon jambu air yang biasa jadi markas mereka.
★DUNIA DIPENUHI WARNA BERSERI BUNGA CINTA....
Aku perhatikan mereka dari jauh sambil memberi makan ayam2 peliharaanku.Kulihat Irwan membujuk adiknya itu dengan lembutnya,"Dik,lihat nih kakak bawa gulali.Kamu mau ga?"
Wah Evi langsung berbinar matanya,"Mau dong kak."
Irwan lalu mengajukan syarat,"Tapi ada syaratnya lho.."
Evi kepo,"Apa syaratnya?"
Irwan melepas sepatunya dan mencuci tangannya,"Kamu harus makan bareng kakak.Pakai abon.Ga boleh lagi nyusahin ibu soal makan.Gimana?"
Evi melirik gulalinya lalu mengangguk dia.Wah Irwan segera mengambil dua piring seng nasi dengan taburan abon di atasnya.Dibawanya naik ke atas pohon dengan bantuan Evi.Memang pohonnya tumbuh dekat dapur jadi ada atap rumah yang bisa jadi alas barang2.
Mereka lalu makan bersama di atas pohon.Weleh...malah sejak itu Evi jadi mania abon.Ga pilih2 lagi soal makanan.Ibunya juga ga repot.Lina nampak tersenyum melihat kedua buah hatinya rukun makan di atas pohon.Ia cuma berpesan,"Gpp makan di atas pohon tapi hati2 ya!Jangan sampai jatuh!"
Mereka jawab serentak,"Iya Bu!!"
★KITA YANG TERLENA HINGGA MUSIM BERUBAH....
Yang tak pernah kulupa adalah kejadian pas mereka main bersama anak2 di kampung.Ceritane itu main putri dan pangeran gitu.Nah disitu sang putri akan menikah dengan pangeran.Kebetulan Irwan jadi pangerannya.Tapi anak kampung yang jadi putrinya.Evi ga trima.Ia tarik Irwan,"Ga boleh!Kak Irwan ga boleh nikah sama orang lain.Dia hanya boleh nikah sama aku!"
Wah temen2nya pada ngolok2,"Ya ga boleh kakak kok nikah sama adiknya.Huuu...hu...!!"
Evi kekeh dan malah meluk kakaknya erat2,"Pokoknya ga boleh!Kak Irwan harus sama Evi!Ga boleh sama yang lain!Hiks..hiks."
Wah Irwan lalu menenangkan adiknya,"Ya dik ga usah nangis.Kakak akan selalu sama dik Evi kok.Kak Irwan milik dede seorang.Jangan nangis ya?Senyum dong!"
Evi malah mengunjukkan jari kelingkingnya,"Janji?Kakak janji hanya akan jadi milik Evi?"
Irwan mengangguk mantap,"Janji!"
Wah Evi seneng banget kala jari kelingking Irwan bertaut dengan jarinya.Senyumnya merekah.
★ MENTARI MENYEPI BERNYALALAH API CINTA....
Semula kupikir itu cuma kejadian ga penting banget.Biasalah namanya anak2 suka manten2an.Namun kini aku melihatnya sebagai sebuah tanda.Bahwa takdir mereka memang ke arah sana.Takdir cinta.
♡ DIA ISABELLA LAMBANG CINTA YANG LARA....( IRWAN POV )
Isabella adalah nama adikku.Namun aku lebih suka menyebut dia Evi.Dia manis dan manja banget kalau sama aku.Ayah dan ibu saja suka kewalahan kalau menghadapi adikku itu.Ratu ngambek dia.Kalau udah ngambek betah banget.Dia akan dekem di kamar atau di pohon bawa bonekanya yang diberi nama Meggy.Kayak ibuku yang suka penyanyi dangdut Evi Tamala,Evi kayaknya suka penyanyi dangdut Meggy Z.Weleh...
♡TERPISAH KERANA ADAT YAMG BERBEZA...
Bahkan sampai sekolah aja dia maunya satu sekolah denganku.Dia kayak ekor gitu buatku.Kemana2 ngikutin terus.Nemplok terus.Aku dibeliin sepeda dia juga minta dibeliin sepeda,"Evi juga mau sepeda Yah!Kayak punya kakak!Ayah!Evi dibeliin ya?Ya Yah ya?"
♡ CINTA GUGUR BERSAMA DAUN2 KEKERINGAN...
Hati ayah luluh dirayu seperti itu.Selama belum dibelikan,Evi gonceng aku terus.Kita nyari talok sampai jauh gitu.Dia bonceng sambil nyanyi2 gitu.Akhirnya sepedanya datang juga.Evi seneng bukan main.Langsung ngajak sepedaan ke lapangan dan juga ke area dekat persawahan.
♡HALUAN HIDUPKU TERPISAH DENGAN ISABELLA....
Hujan turun menimpa kami.Kami segera berteduh disebuah emperan.Menunggu hujan reda.Walau sama2 basah namun kami saling tersenyum.Hujan jelas hiburan bagi kami.Kami malah hujan2an pada akhirnya.Sampai rumah jedindil semua.Weleh...
♥ TAPI AKU TERPAKSA DEMI CINTAKU ISABELLA...
Ayah dan ibu memarahiku.Sebagai kakak aku dianggap lalai menjaga adikku.Melihat aku dimarahi,Evi ga mau makan.Ia bilang kalau dia juga salah.Malam itu Evi dan aku sama2 demam.Kami emang selalu kompak.Sakit aja juga kompak.
♥MOGA DIBUKAKAN PINTU HATIMU UNTUKKU....
Kuharap aku akan selalu bersama Evi.Aku akan selalu menjaga dia.Aku sayang adikku.Sayang banget.Rasa sayang ini makin dalam hari demi hari.Jika ada yang ganggu dia di sekolah,pasti kukerjai pelakunya.Sampai terkenal kami di sekolah.Kakak beradik yang sangat rukun.
♡AKAN TERBENTANG JALAN ANDAINYA KAU SETIA....
Akankah kami akan selalu bersama?Main bersama?Benarkah kami ini takkan terpisahkan?Setiap aku tampak jalan sendiri,pasti orang nanya:"Mana dedenya,Wan?Tumben ga ikut?"
Demikianpun dengan Evi bila pas sendiri pasti ditanya,"Kakak gantengnya mana Vi?Kok ga ngawal?Biasanya kan kayak bodyguard he..he...lagi marahan ya?"
Evi malah jawab,"Kakak lagi ada ekstrakurikuler di sekolah.Bentar lagi pulang kok."
Itulah adikku tersayang.Evi Sheila Isabella.
♥OH!ISABELLA...
Benarkah Evi adik kandung Irwan?***see you next eps***
Eps 3 CERBUNG II 》 GALA-GALA
¥》GALA-GALA ¥》CERBUNG II EPS 3 ¥》The Blood = Darah
32》PERNAHKAH KAU BERMIMPI SEKETIKA BERADA DI TEMPATKU....( HENDRO POV )
Makin besar usia putraku makin kulihat dia ga menuruni bakat elektroku.Dia lebih suka main sama teman2nya ngelayap ga jelas.Aneh ...aku sampai heran kadang dengan sikapnya itu.Dia memang suka karaoke.Nyanyi gitu suka dia tapi kalau masalah komponen dan kelistrikan dia ga tertarik.Kadang aku berharap dia mau membantu aku mengerjakan reparasiku.Banyak garapan yang numpuk tapi aku kewalahan.Hazman...Hazman...mimpi ayah kayaknya kandas.Kamu ga menuruni bakat ayahmu ini.Kulihat isteriku hepi banget Hazman begitu,jelas dia seneng dia kan emang cuma suka uang.Hazman suka nyanyi di acara2 kampung dan dapat uang dari situ.Ikut lomba nyanyi juga di sekolah.Wah ibunya bangga tenan.Pamer piala dia ke semua tetangga.Aku juga ikut bangga sih tapi tetep saja heran.Perasaan ga ada yang bakat nyanyi di keluarga aku.Dari pihak isteriku apalagi mereka kan kaum pedagang.Aku sempat mikir apa bener kali ya Hazman itu ketuker pas lahir dulu.Banyak orang yang bilang dia ga mirip sama aku apalagi sama Idayu.Entahlah....
$》MEMBAYANGKAN PAHIT MANIS BERLALU...
Kecurigaanku kian menjadi kala dia test darah di sekolah.Waktu itu aku lihat dia memegangi jarinya,"Jarimu kenapa Nak?"
Hazman menunjukkan jarinya,"Ini Yah di sekolah ada test darah.Buat mengetahui apa golongan darah kita.Ayah golongan darahnya apa?"
Aku jawab,"B.Ibu kamu juga B.Paling kamu juga B Nak.Ga mungkin yang lain."
Hazman malah pringas-pringis ga jelas,"Hasilnya belum keluar Yah.Paling besok atau lusa baru keluar.Paling juga B Yah.Hazman kan anak Ayah dan Ibu.He..he.."
€》ENTAH SIAPA YANG TAHU...
Aku malah jadi penasaran apa hasil test darah anakku.Selama ini aku ga pernah ngetest darah dia.Lha dia itu jarang sakit.Paling sakit juga demam dikasih obat penurun panas dah sembuh.Walau kuakui dia itu gampang alergi.Alerginan dan agak sensitif kulitnya.Wah apa ya golongan darah Hazman?
&》MUNGKIN NANTI KAU JUA MERASAKAN BERDEPAN DENGAN KATA MENYESATKAN... ( Idayu Pov )
Aku lihat putraku pulang dengan wajah gundah.Dia menerawang sepanjang jalan menuju rumah.Aku yang lagi asyik ngerumpi sama tetangga segera mendekatinya,"Ada apa kamu Man?Kok wajahnya aneh gitu?Melamunin apa sih?"
Hazman malah kaget lihat aku,"Oh Ibu!Ga kok.Hazman cuma lagi bingung aja sama pelajaran sekolah.Aneh...he..he.."
Aku jadi heran,"Tumben mikir pelajaran sampai kayak gitu?Biasanya juga mikir kerjaan nyanyi.Lagi sepi orderan ya?"
Hazman malah menatapku,"Hazman kok wajahnya ga mirip ibu ya?Ibu wajahnya lebar tapi Hazman kok sempit ya?Hazman mirip kakek kali ya Bu?"
Aku lalu jalan ama anakku itu pulang,"Kamu itu mirip bintang film he..he..jangan sampai kamu mirip ayahmu.Dia itu kalah ganteng sama kamu.Kamu itu bakal jadi artis nanti.Ga usah mikir yang aneh2.Udah sana ganti baju terus makan.Ibu dah masak enak buat kamu.Sana keburu dihabisin ayahmu lho.He..he.."
Aku ketawa melihat dia berseri lagi.Serius amat sama pelajaran sampai dilamunkan.Aku aja kagak serius gitu pas sekolah dulu.Iya juga ya Hazman itu kadang ga mirip sama aku atau suamiku.
|~》TAKKAN TUGUMU TEGAK TIADA PERTIMBANGAN....(Hazman pov)
Hari ini aku terima hasil test darah aku.Bu Guru membagikan hasilnya.Aku sempat kepo sama teman2 aku apalagi yang namanya Irwan.Dia itu anaknya paling pandai di kelas.Dia juga heran sama kayak aku pas lihat hasil golongan darahnya,"Kok aku B ya?Secara perhitungan genetika seperti dalam pelajaran biologi harusnya aku ga mungkin B.Ini pasti hasil testnya ketuker deh."
Aku mendekatinya,"Jangan2 hasil test kita ketuker Wan,Lihat nih aku malah golongan darahnya A.Aneh kan?Padahal ayah ibuku dua2nya B.Masak aku A?"
Irwan melihat hasil testku,"Iya kali ya Man.Kita tanya Bu Guru aja yuk!"
Bu Guru heran lihat kami datang bersama padahal biasanya kita itu ga pernah nampak akrab.Ya mana aku akrab sama anak sepandai Irwan,aku minder lihat dia.Dia itu jago matematika,IPA,hafalan2 gitu jago dia.Apalagi kalau soal elektro wah dia itu pakarnya.Kalau pelajaran elektro dia pasti paling bagus nilainya.Aku aja sampai heran,kok aku yang punya ayah reparasi benda2 elektronika malah kalah sama Irwan yang ayahnya cuma pekerja restoran.Tapi memang aku enjoy dengan dunia elektro males banget lihat apa itu pcb,dioda,transistor terus hambatan.Wah belum kabel,tenol dan solder.Weleh...
€》KEHENINGAN MALAM MEMBALUTKAN KEPAYAHAN JIWA MELUAHKAN....( Evi pov )
Tumben nih kakak aku diem sejak pulang sekolah.Aku lihat dia kayaknya lagi galau banget.Aku tarik tasnya,"Kak Irwan,Evi kok dicuekin sih?!"
Kakak terkejut dan merangkulku,"Maafin kakak ya.Ini kakak lagi mikir pelajaran di sekolah."
Aku tarik tasnya lagi,"Udah tasnya tukeran aja.Kakak bawa tas aku.Terus tas kakak aku yang bawa.Jadi kakak ga akan mikir pelajaran di sekolah lagi.Tapi mikir aku he..he.."
Kakak ketawa,"Evi..Evi...tas kakak itu berat tahu!Kamu ga akan kuat bawa.Apalagi tas kamu cewek ga ah..."
Aku manyun dan ga mau jalan,kakak hafal gayaku.Aku ngambek.Akhirnya dia nurut juga melepas tasnya dan makai tas aku.Aku baru ketawa,"Nih Evi kuat kan?Evi kan tiap hari olahraga.Biar badannya kuat kayak kak Irwan."
Lucu juga lihat kakak pakai tasku,"Paling juga olahraga lari2 ngejar ayam tetangga.Evi..Evi...itu mah bukan olahraga.Itu mbedog ayam namanya.Awas lho kalau suka ganggu ayam tetangga.Ntar kamu dikira nyuri ayam lho."
Aku sebenarnya emang ngerasa berat bawa tas kak Irwan tapi aku seneng makai tas dia,"Ya..ntar Evi ganggu ayam di rumah aja.Tapi jangan bilang ayah lho..."
Kami ketawa sepanjang jalan,gandengan tangan lagi.Wah aku suka digandeng kakakku.Dia sayang sih sama aku.Aku juga sayang sama kak Irwan.Sayang banget...
/~》ANDAI KAU JUJUR MEMAHAMI TIADAKU MENJAUHI....( Irwan pov )
Evi tahu aja sih aku lagi gundah.Aku penasaran dengan test darah di sekolah.Kenapa hasilnya beda dengan perkiraanku ya?Aku tanya bu guru katanya memang begitu hasilnya.Untuk lebih memastikan akan diadakan test ulang khusus buat aku dan temanku yang namanya Hazman.Dia juga heran dengan hasil testnya.Kurasa hasil test kami ketuker deh.Aku ingin cerita namun aku takut jika bikin sedih keluarga aku.Jika hasil test itu benar,bisa jadi aku bukan anak ayah dan ibu dong.Sebab katanya pas aku lahir terjadi gempa sehingga terjadi kepanikan.Mungkin saja aku ketuker pas kejadian itu.Ah...ga mungkin.Aku menepisnya.Aku ga mau kehilangan keluarga aku apalagi adik aku.Aku sayang mereka.Aku sayang sama Evi.Sebaiknya kurahasiakan saja deh.Anggap aja emang keliru hasil testnya lagian test di sekolah kan ga akurat.Beda kalau aku testnya di RS.Anggap aja hasil testku ketuker ama punya Hazman.Aku ga mau masalah golongan darah ini membuat aku kehilangan keluargaku.Walau kami bukan keluarga kaya tapi kami bahagia.Apalagi kehadiran si centil Evi bikin aku selalu ceria.Tuh dia dah bikin ulah lagi,pasti dikejar ayam dia sekarang.Ganggu induk ayam pasti.Waduh...
_|》DAN KISAHKU YANG MASIH PANJANG MENAMBAHKAN BERAT YANG MEMANDANG...
Evi lari memelukku sambil menangis,"Kakak!!Ayamnya matuk!Lihat tangan Evi berdarah...hu...hu..."
Aku segera merawat lukanya,"Kan kakak dah bilang jangan ganggu induk ayam.Evi sih ga dengerin kak Irwan!"
Kubersihkan lukanya dan kuobati lalu kuplester,"Dah sekarang jangan ngejar ayam lagi.Kita main yang lain aja."
Evi senyum2 gitu,"Evi laper.Evi mau makan tumis kangkung bikinan kak Irwan..."
Aku melihat tak ada stok kangkung di dapur,ibu lalu memberi uang padaku,"Beli saja di sawah Wan.Ajak adikmu sekalian ntar nyariin dia.Nih uangnya."
Evi seneng banget denger aku disuruh beli kangkung,"Evi ikut!!Evi ikut!!"
Aku lalu ambil tas kresek dan menggandeng Evi,"Ayo kita beli kangkung!"
Evi berbinar matanya,"Ayo!!Ibu,Evi ikut kak Irwan ya?Boleh ya?"
Ibu menjawab sambil senyum,"Iya Tuan Putri...jangan lari2an ya!Jangan jauh2 dari kakakmu!"
Evi mengacungkan jempolnya,"Siap Bu!Evi pasti akan deket kakak terus!Yuhu...beli kangkung!Kangkung...kangkung...."
@》LANTAS KUPENDAM KUPUTUSKAN BIARLAH RAHSIA...
Melihat Evi ceria hatiku adem rasanya.Adikku emang super ceria.Kamipun melangkah menuju sawah.Letaknya dekat dengan lapangan.Ada rumput jarum disepanjang lapangan,"Awas Vi,rumputnya nempel lho!"
Evi ngeyel malah lewat situ,"Kak!!Ini gimana??Rumputnya nempel semua di baju Evi...hu..hu..."
Weleh...baru juga dibilangin.Aku segera mencabuti rumput jarum di pakaian adikku.Wah banyak juga.Evi malah nguyel2 rambutku,"Rambut kakak kayak rumput jarum deh...he..he..Lucu!"
&》SEMAKIN AKU HIDUP DALAM CINTA TIADA KUASA MAMPU MENGHALANGINYA...
Dasar Evi.Makin gemesin aja.Udah gitu dia minta gendong lagi,"Evi ga mau lewat situ banyak rumput jarumnya.Evi minta digendong aja!"
Akupun menggendongnya.Dia bergayut manja di punggungku,"Evi seneng digendong gini.Kakak baik deh."
Aku melangkah menyusuri tepi lapangan,"Wah itu kangkungnya lagi dipanen!"
Evi segera turun dari gendonganku,"Nek!Evi beli kangkungnya!!Nek Ijah...Evi beli kangkungnya ya!!"
Walah...walah...udah main lari aja adikku itu.Nenek Ijah emang dah hafal gaya Evi kalau beli kangkung teriak2.Nek Ijah seneng lihat kami datang,"Ayo mana kreseknya?Sini Nek Ijah kasih banyak buat kalian.Kalian itu rukun banget ya.Nenek seneng lihatnya."
|<》HENTIKAN KATA-KATA BERTULANGKAN DUSTA...
Aku juga senang melihat Evi gembira.Meski tadi habis dipatuk ayam tapi kini sudah senyum ceria lagi.Aku dah ga mau mikir golongan darah lagi.Apapun hasilnya Evi adalah adikku.Aku adalah kakaknya.Kami akan selalu bersama.Biarlah semua tetap rahasia.Biar aku saja yang tahu...Aku tak mau kehilangan adikku.
Wah...akankah terungkap kebenarannya?Sampai kapan ya rahasia itu menjadi misteri?Oke...udah pagi nih saya haru kerja.***see you next eps***
Eps 4 CERBUNG IIB ××× GALA-GALA
|\|×× GALA-GALA @×× CERBUNG IIB EPS 4 _|×× His Son = Putranya
|\/|×× KARAM DI LAUTAN DUKA...
Saya mau kasih kisah dulu tentang seorang kepala suku dan 12 putranya.Banyak nian anake ?Makhlum jaman dulu penduduk bumi masih dikit.He..he...
Menjelang kematiannya,sang kepala suku mengumpulkan keduabelas anaknya.Dari yang paling besar sampai yang paling kecil.Semua hadir dan berjajar sesuai urutannya.Lalu sang ayah memberikan anak panah kepada anak pertamanya,"Patahkanlah anak panah itu Nak!"
Anak tertua jelas dengan mudah mematahkannya,"Sudah Ayah!"
Lalu ayahnya memberikan juga sebilah anak panah kepada anak bungsunya,"Bisakah kau patahkan juga anak panah ini Nak?"
Walau masih muda tapi si bungsu bisa mematahkan anak panah yang sama dengan yang dipatahkan kakaknya tadi,"Bisa Ayah!"
Lalu masih ada 10 anak panah di meja milik ke 10 anaknya yang lain,"Aku minta jadikan satu 10 anak panah ini dan ikat erat2!"
Segera diikatlah 10 anak panah tadi.Sang ayah memandang putra2nya,"Sekarang patahkanlah 10 anak panah yang sudah diikat tadi!Coba dulu dari yang putraku yang no 11!"
Putra ke-11 maju dan mencoba tapi ga bisa demikianpun yang lain.Satu demi satu mencoba tapi ga bisa.Sang ayah lalu menyuruh mereka berusaha bersama2,"Sekarang coba rame2 kalian mencoba mematahkannya!"
Susah juga ternyata,setelah lama berusaha itupun dengan bersama2 semuanya barulah patah kesepuluh anak panah tadi.Sang ayah lalu memberi pesan terakhirnya,"Kalian itu ibarat anak panah.Jika kalian berdiri sendiri2 kalian mudah dihancurkan.Tapi jika kalian bersehati,bersatu dan saling membantu maka kalian akan sulit dihancurkan.Jadi tetaplah jaga kesatuan kalian jangan mau diprovokasi,diadu domba atau dipecah belah oleh alasan apapun.Ingatlah pesan Ayah ini baik2 seumur hidup kalian."
Pesan itu dipegang teguh oleh anak2 sang kepala suku.Jadilah mereka suku yang kuat dan akan saya bahas di eps selanjutnya dari cerbung Dasi dan Gincu.Suku Apache.Atau suku Indian.Oke kita ke lagu penuntun eps kali ini.Ngomongin soal persatuan berarti ada perpisahan.Siapa yang bakal berpisah?Ikuti aja yuk!
||×× DAPATKAH PUTIK KAN MENJADI BUNGA...( Lina Pov )
Tak terasa kedua anakku sudah duduk di bangku SMP semua.Irwan kelas 3.Evi kelas 1.Satu sekolahan pula.Aku tenang karena Evi bakal dijaga oleh Irwan.Irwan paling sayang sama adiknya.Pernah mereka berangkat naik sepeda ke sekolah.Evi bawa sepedanya yang ada keranjang kecil didepannya sedangkan Irwan yang biasa alias no keranjang.Eh ditengah jalan sepeda Evi bocor,Evi ga mau ninggal sepedanya di bengkel,"Ga mau!!Evi mau nunggu sepedanya sampai selesai kak!!"
Irwan juga ga mau ninggal Evi, jadilah mereka malah nungguin sepeda Evi di bengkel,"Ya udah kakak temeni ya.Kakak ga mau kamu sendirian disini."
Evi seneng banget apalagi sambil nunggu dibeliin cilok sama kakaknya,"Kak Irwan baik deh.Evi sayang sama kakak.Tapi apa kakak ga takut telat sampai sekolah?"
Irwan membayar ciloknya,"Gpp telat.Paling juga dihukum lari keliling lapangan.Kan pagi ini jadwalnya olahraga."
Evi manggut2 sambil menikmati ciloknya,"Maafin Evi ya kak.Bikin kakak telat.Habis ini sepeda kesayangan Evi.Ntar Evi bilang sama pak guru kalau Evi yang bikin kakak telat."
Irwan tersenyum,"Ga usah.Kakak juga jarang telat kok.Pak Guru pasti makhlum."
Evi menyuapkan cilok ke mulut kakaknya,"Kakak emang murid teladan.Juara terus.Pantas disayang para guru.Evi bangga deh punya kakak sehebat kak Irwan.Kok Evi ga bisa sih sepandai kakak?"
Irwan mencubit hidung adiknya,"Kamu sih main melulu kerjaannya.Main boneka,main monopoli belum halma sama bekelan.Aduh...kapan belajarnya?"
Evi manyun,"Kalau kakak belajarnya sama Evi,Evi mau belajar..."
Irwan memandang adiknya,"Beneran?Mau ninggalin boneka Meggy kamu itu?Yakin?"
Evi melirik,"Beneran!Kalau Evi ga belajar kakak boleh sembunyiin bonekanya."
Irwan malah ngekek,"Buat apa aku bonekanya?Masak aku main boneka?Pokoknya kalau kamu dapat nilai bagus kakak akan beliin es dong dong.Gimana?"
Wah Evi seneng banget,"Bener?Yeah!!Asyik!!Es dong dong!!Evi mau es dong dong!"
Pemilik bengkel sampai senyum2 lihat kakak beradik itu,"Kalian rukun banget ya?Jadi inget anak bapak deh..."
Evi malah sandaran di lengan kakaknya,"Anak bapak laki apa perempuan?"
Si bapaknya jawab,"Laki dan perempuan kayak kalian persis.Cuma ga rukun kayak kalian.Ribut terus tiap hari.Bapak sampai pusing.Kalian kok bisa rukun sih?Resepnya apa?"
Evi yang jawab,"Soalnya Evi sayang banget sama kakak Evi.Demikian juga kak Irwan ke Evi ya?"
Irwan manggut2,"Jelas dong.Sejak kecil kan kita selalu kompak.Kemana2 sama2,sakit aja bisa barengan.Sekolah juga selalu sama.Bahkan telat aja kompak.Weleh..."
Evi nyengir2 kegirangan,"Itulah Evi dan kak Irwan.Rukun sayur.He..he.."
Evi melihat bunga sepatu di tepi jalan,"Kak,Evi ada tugas biologi nyari bunga yang sempurna.Lengkap ada putik dan benang sarinya juga mahkota dan kelopak.Bantuin Evi nyari ya kak..."
Irwan mengiyakan.Begitulah anak2ku rukun banget.Aku pas lewat dekat bengkel kala melihat mereka,"Kok masih disini?"
Mereka jawab serempak,"Ban sepeda Evi bocor Bu."
Weleh...sampai kompak gitu jawabnya.Si tukang bengkel jadi senyum2,"Putra putrinya ya Bu?"
Aku mendekat,"Iya Pak.Gimana sepedanya?"
Si tukang bengkel jawab,"Udah mau selesai kok tinggal pembakaran aja.Ibu beruntung putra putrinya manis2."
_|×× KIRANYA CUACA SERING GERHANA...( EVI POV )
Kak Irwan protes dibilang manis,"Masak saya manis Pak?"
Aku ketawa melihat wajah kakakku,"Ha....ha..emang kak Irwan manis kok.Iya kan Bu?"
Ibu malah ikut tertawa,"Iya Wan kamu itu emang manis,apalagi kalau senyum he..he.."
Kakak jadi manyun,"Irwan mau tampil macho ah sekarang.Pakai gel terus pakai jaket kulit."
Aku nyeletuk,"Kayak pemain utama Gerhana ya?Tetep aja kak Irwan manis he..he.."
@×× DAPATKAH KASIH BERSEMI SELAMANYA...
Begitulah bila ada kak Irwan didekat aku,menunggupun jadi menyenangkan.Bisa godain dia dan suasana jadi ga bosenin.
Kalau aku ga bisa tidur kakak akan ajak aku main tebakan atau pertanyaan,"Tiga hal yang paling kamu inginkan didunia ini apa Vi?"
Aku menerawang sebentar,"Satu,selalu bersama kakak.Kedua,keluarga kita selalu bahagia ...ketiga....bisa bahagiakan orang2 yang Evi sayang.Terutama kakak."
Kakak tersenyum,"Kakak juga sama Vi.Kita kok sehati ya?"
Ayah datang menyapa kami,"Kalian belum tidur.Ayo segera tidur.Ntar besok bisa kesiangan lho."
Z×× ATAUPUN AKU HARUS BERSERAH KEPADA-NYA YANG MAHA ESA...
Aku malas bangun dari tempat tidur kakak,"Evi tidur di kamar kakak ya Yah?"
Ayah menggeleng,"Tidak bisa Sayang.Kamu sudah remaja.Tidur di kamar kamu sendiri.Ayo bangun.Kasihan kakakmu,sudah menguap terus."
Aku melihat ke arah kakak,"Kak Irwan,Evi bobok dulu ya.Besok ke sekolah sama2 ya?"
Kakak membaringkan diri di kasurnya,"Iya Evi sayang.Met bobok ya.Malam Ayah."
Sampai di kamarku aku berdoa dulu sebelum tidur,"Tuhan,jagai keluarga kami.Biar kami selalu bersama.Jangan pisahkan aku dari kakak ya Tuhan.Jagai ayah dan ibu juga.Met tidur ya Tuhan.Evi bobok dulu."
||×× MESTIKAH ADA SATU PENGORBANAN...( IRWAN POV )
Aku membantu Evi mencari bunga sempurna,kami menyusuri jalanan berjalan kaki biar gampang menjelajah area.Kalau bawa sepeda kan harus sibuk nyari parkiran.Ribet.Ada tanaman bunga sepatu di tepi jalan dekat bengkel kemarin,"Ke bengkel kemarin aja yuk Vi?"
Evi ragu,"Tapi ramai kak daerahnya pinggir jalan raya lagi."
Aku gandeng tangannya,"Gpp.Kakak nanti yang akan ambil.Kamu lihat aja dari seberang."
Evi malah ngeyel,"Ga aku akan ikut nyebrang."
Kamipun sampai di bengkel sepeda kemarin,"Pak titip adik saya bentar ya?Saya mau ambil bunga di sana itu."
Tukang bengkelnya kenal kami,"Oh kalian.Iya..iya..duduk aja dibangku situ.."
Aku menyuruh Evi duduk di bangku kecil,"Tunggu sini ya Vi?Kakak akan nyebrang dulu.Jangan ikut ya."
£×× SEHINGGA TERJADINYA PERPISAHAN...
Aku sudah metik bunganya eh saat mau balik Evi malah nyusul nyebrang,kulihat sebuah motor mengarah ke Evi,segera aku dorong adikku ke arah aman,"Evi awas!!"
Namun aku yang terserempet,"Aaakkhh!!"
Aku ga peduli dengan diriku yang penting adikku selamat,Evi gpp paling lecet sesudah itu aku tak sadarkan diri.Gelap.
Terakhir yang kuingat cuma jeritan adikku,"Kak Irwaaan!!"
@×× KIRANYA ITU SATU PERMINTAAN...( TUKANG BENGKEL )
Aku ga ngira bakal terjadi begini,permintaan anak laki2 tadi buat jaga adiknya kuanggap hanya hal biasa.Apalagi pas ada pelanggan juga.Sampai aku baru sadar kala mendengar bunyi tabrakan dan jeritan,"Kakak!!"
Aku kaget melihat si anak laki2 itu sudah tergolek di tepi jalan berlumuran darah.Aku segera minta tolong,"Tolong!!Tolong ada kecelakaan!"
Anak perempuan itu menangis disamping tubuh kakaknya,"Kakak!!Kak Irwan!!Tolong kak Irwan!!"
|<×× PERLUKAH KAU DAN KU MERELAKAN...( Hendro pov )
Aku ga tahu kenapa hari ini perasaanku gelisah dan ga tenang,seperti ada hal buruk yang akan terjadi.Isteriku sampai heran,"Kamu kenapa Mas?Gelisah gitu?Ga ada uang buat beli alat?"
Aku menggeleng,"Ga dik.Aku cuma lelah paling.Oh ya Hazman mana?Aku mau ajak dia ke pelanggan.Ngantar barang sama sekalian kulakan barang2 di warung."
Hazmanpun dipanggil,"Ikut Bapakmu ya Cah bagus.Ini catatan kulakan ibu.Ini uangnya."
Aku segera mengeluarkan pick up,"Ayo naik Man!"
Hazman pamitan sama ibunya,"Hazman pergi ya Bu!"
Idayu melambaikan tangan,"Hati2 di jalan ya..."
|~|×× KITA HANYA INSAN YANG SELALU MENGHARAPKAN...( Hamdan pov )
Perasaanku ga enak sejak tadi kenapa ya?Kutelpon rumah,"Lin,anak2 mana?"
Lina jawab,"Lagi nyari tugas biologi mas.Kenapa?Tumben nanya mereka jam segini?"
Aku lega rumah ga ada masalah,"Ya udah Lin,gpp.Kangen aja denger suara mereka.he..he.."
Tapi dihati aku masih cemas,'Semoga mereka gpp.Hatiku tiba2 harap2 cemas.Entah kenapa...'
@×× SUATU YANG INDAH DALAM PERCINTAAN...
Kehidupan rumah tanggaku memang tak diawali dengan percintaan yang indah,bahkan bisa dibilang kami menikah secara dadakan.Namun aku sayang isteriku apalagi setelah kehadiran dua buah hati kami,aku makin sayang dan bersyukur punya isteri sebaik Lina.Ga banyak nuntut,nerimo dan setia.Lina memang wanita sederhana.Ga ribet sama dandan dan penampilan tapi selalu saja membuatku betah di rumah,menjaga anak2 dengan baik dan melayani kebutuhanku dengan sabar dan telaten.Pagi2 bangun masak,anak2 dididik bantu bersih2 rumah.Evi bantu nyapu lantai dan cuci piring.Irwan bantu nyapu halaman dan memberi makan ayam.Kami memang ga kaya tapi kami bahagia.Aku berdoa kiranya bahagia ini tak pernah berakhir.
|\|×× KIRANYA TIBA DUGAAN MENDATANG...(Hazman pov)
Aku ikut ayah pergi ke pelanggan dan kulakan barang dagangan warung.Ayah nampak resah,"Kenapa Yah?Ada yang ketinggalan ya?"
Ayah menggeleng,"Ga Man.Kamu gimana di sekolah?"
Aku seneng kalau ditanya begitu sama ayah,"Pelajaran sekarang susah2 Yah.Tapi Hazman bisa kok ngikuti walaupun masih ga bisa ngalahin Irwan."
Ayah heran,"Siapa Irwan?"
Kujawab sambil melihat sekitar,"Juara diantara para juara 1 Yah.Juara paralel.Pinter banget anaknya.Jago elektro pula."
Ayah tertarik mendengar ceritaku,"Oh ya?Kapan2 ajak main dong ke rumah."
$×× AKU KAU TINGGALKAN...( EVI POV )
Aku sedang duduk2 nunggu kak Irwan di bangku di bengkel sepeda kala seorang pria berbaju SMU menggodaku,"Hello manis!Siapa namanya?Boleh kenalan dong.."
Aku takut dan reflek mau nyusul kak Irwan,"Kak Irwan...Evi ikut kak!"
Kakak sudah dapat bunganya dan melambai2kannya,"Vi!Kakak sudah dapat bunganya!!"
Kakak menyeberang,aku juga.Perhatianku hanya terfokus pada kakak,"Evi kesana ya?"
Kakak malah berteriak,"Awas Vi!!"
Aku didorong oleh kakak lalu kudengar kakak menjerit dan bunyi kendaraan beradu dengan sesuatu,"Aaakkkh!!"
Pengendara motornya kabur usai menabrak kakakku,"Kakak!!Kak Irwaaan!!Tidaaakk!!"
Aku menangis di samping tubuh kak Irwan yang berdarah di sana sini,"Tolong!!Kakak bangun kak!!Jangan tinggalin Evi kak!!Kakak!!Kak Irwaan!!"
@×× KARAM AKU DI LAUTAN DUKA...
Aku tak mau kehilangan kakak.Hal yang paling tak ingin kupikirkan adalah kehilangan kak Irwan.Tuhan,jangan ambil kakakku.Aku mohon.
××× BILA WAJAHMU HILANG DI MATA...
Sebuah mobil pick up berhenti dan seorang bapak2 dan anak lelaki seusia kakak mendekat,"Ada apa ini?"
Tukang bengkel menjawab dengan panik,"Tabrakan Pak.Kasihan korban tabrak lari Pak.Bapak bisa bantu bawa korban ke RS Pak?Bisa ya Pak?"
Anak lelaki yang bersama bapak itu melihat kakak,"Lho itu kan teman Hazman Pak!Itu yang namanya Irwan."
Bapak itu dibantu tukang bengkel menaikkan tubuh kak Irwan ke bak pick upnya,aku segera naik ke bak juga.Aku ga mau jauh dari kakak.Kak Irwan segera dilarikan ke RS.Sepanjang jalan aku terus memegang tangan kakak,hatiku miris melihat di saku celananya bunga sepatu yang dia ambilkan buatku terselip di sana,"Kakak...kakak jangan pergi kak!hu..hu..."
€×× TIADA BERITA PENGUBAT RINDU DI KALA SENDU...( Hendro pov )
Aku sedang nyetir mobil pick up menuju alamat pelangganku,katanya tv dirumahnya rusak dan juga beberapa benda elektronika lain.Aku memang melayani jasa reparasi door to door,omsetnya lumayan.
Tiba2 kulihat kerumunan di tepi jalan,"Wah kayaknya ad kecelakaan Man!Berhenti dulu ya..."
Biasanya aku tuh paling ga suka gangguan di jalan dan paling malas berhenti di jalan apalagi yang ga ada hubungannya sama aku tapi hatiku ingin sekali melihat dan menolong korban kecelakaan kali ini.Entah kenapa,...Aku melangkah cepat menyibakkan kerumunan,Hazman mengikutiku.Hatiku berdesir melihat korban kecelakaannya,'Tuhan mengapa hatiku seperti mau menangis ya?Kenal saja aku ga...'
Hazman malah yang kenal dengan korbannya,"Itu kan teman Hazman Yah!Itu Irwan Yah!"
Hatiku tergerak oleh rasa sayang yang luar biasa bak melihat anakku sendiri yang kecelakaan,"Ayo bantu saya mengangkat dia ke bak mobil saya!!Cepat!!Saya akan bawa dia ke RS.Dia harus segera ditolong!!"
Hazman menatapku dengan heran,sebenarnya aku juga heran kenapa aku begitu peduli.Tapi hatiku menyuruhku begitu,'Aku harus selamatkan nyawa anak itu!!Harus!!'
Kularikan mobil menuju RS terdekat,"Man,kita tolong temanmu dulu ya?Kasihan dia,ini urusan nyawa lebih utama.Ngerti ya Nak?"
Anakku mengangguk,"Iya Yah...Hazman ngerti."
Sampai di RS aku teriak2 kayak orang gila manggil perawat dan dokter,"Sus!!Dokter!!Tolong!!Anak saya kecelakaan!!"
Hazman menegurku,"Yah...bukan aku yang kecelakaan.."
Aku menjawab,"Maaf Man..Ayah panik..maksud ayah biar temenmu cepet ditangani..."
Astaga aku kok bisa bilang kayak tadi ya?Aku segera membantu membaringkan tubuh anak bernama Irwan itu ke bed dorong.Tanganku gemetar dan berkeringat dingin.Perawat menyuruhku mengurus administrasi,"Bapak ke bagian administrasi ya biar putranya kami periksa dulu.Silakan ke ruangan di sana."
Aku cemas,"Selamatkan dia ya sus!!Saya mohon.Lakukan yang terbaik!"
Aku meraih gadis kecil yang sejak tadi di dekat korban,"Kamu siapa Nak?"
Gadis itu menjawab sambil terisak,"Saya adik kak Irwan,Om...Kak Irwan akan hidup kan?Kak Irwan akan baik2 saja kan Om?Evi takut..."
Aku segera mengambil hpku,"Kamu bisa hubungi orang tuamu?"
Gadis kecil itu memencet no dan mengabari ayahnya,"Yah...ini Evi yah...kak Irwan yah...kak Irwan kecelakaan...hu..hu..."
_|×× KUBIARKAN LUKA DI HATI BERDARAH SEHINGGA KERING DIMAMAH MENTARI...( HAMDAN POV )
Bagai disambar petir kala kuterima telpon,"No siapa ini?Aneh...Hello?"
Suara putriku diseberang sana tengah menangis,"Yah...Ini Evi...kak Irwan Yah..Kak Irwan kecelakaan..."
Pyaaar!!Gelas minum yang kupegang di tangan kiri lepas dari tanganku,jatuh dan pecah di lantai restoran tempat aku kerja.Temanku sampai kaget,"Dan,kamu kenapa?"
Aku mendengar pria lain menyambung perkataan putriku memberitahuku alamat RS dimana Irwan dirawat.Temanku mendekatiku,tanganku gemetar,"Anakku Sam,anakku kecelakaan..."
@×× APAKAH SALAHKU DISAKITI SEBEGINI...
Aku segera menghubungi Lina,"Lin,Irwan Lin..."
Isteriku jadi cemas mendengar nada suaraku yang parau,"Irwan kenapa Mas?"
Aku hampir menangis mengatakannya,"Anak kita kecelakaan Lin...sekarang dirawat di RS..."
Lina kaget,"Apa??!"
|<×× PERLUKAH AKU TERUS MENGHARAPKAN CAMAR YANG HILANG KEMBALI KE SARANG...( Lina Pov )
Aku terus mengeluarkan air mata sepanjang jalan menuju RS,'Tuhan selamatkan putraku...kenapa cobaan seberat ini menimpa kami?Irwan anak baik,ga pernah nakal dan selalu nurut.Jangan ambil dia ya Tuhan...aku mohon..'
$×× APAKAH MASIH ADA KERINDUAN YANG TERSIMPAN DI HATIMU SAYANG...
Bersama Hamdan aku menuju UGD,Evi berlari memelukku,"Ibu...Ayah...Semua salah Evi...Kakak celaka karena Evi...Kasihan Kakak...Evi takut ..."
Kutenangkan putriku walaupun hatiku sendiri tengah kalut,"Tenang sayang...kak Irwan akan baik2 saja.Jangan nangis terus ya...ada ibu dan ayah disini.Semua akan baik2 saja."
Benarkah semua akan baik2 saja?***see you next eps***
Eps 5 CERBUNG IIB >||< GALA-GALA
>||< GALA-GALA >||< CERBUNG II B EPS 5
>| To My Father's House |<= Ke Rumah Ayahku
> ♡|| DENGARLAH BISIKAN HASRAT HATI ....( HENDRO POV )
Aku tak tahu apa yang terjadi padaku.Kenapa aku ga tenang begini.Yang kecelakaan kan bukan Hazman?Kok aku paniknya kayak Hazman saja yang alami kejadian itu?Aku mondar-mandir ga jelas di dekat ruang medis.Hazman heran melihatku,"Ayah,kita pulang saja ya?Ibu pasti nyariin."
Aku tahu orang tua anak yang bernama Irwan itu sudah datang dan kini sedang bicara dengan dokter namun aku enggan meninggalkan Rumah Sakit.Entah kenapa.
Aku mencoba menenangkan diri,"Tunggu bentar lagi ya Man.Ayah mau tahu apa kata dokternya.Kamu hubungi ibu kamu aja bilang kalau kita sedang di Rumah Sakit mengantar temanmu.Nih pakai hp ayah."
Hazman menelpon ibunya,entah bicara apa dia sama ibunya.Aku malah cemas nunggu dokternya.Akhirnya orang tua anak itu keluar,aku segera menyongsong mereka dan bertanya,"Bagaimana?Apa kata dokter?"
♥|| YANG MERINDU MENJELMA KEMBALI...( Idayu pov )
Lama banget sih mas Hendro pergi sama Hazman.Aku ga tenang di rumah.Akhirnya hpku bunyi,"Mas lama amat sih?"
Eh yang kudengar malah suara anakku,"Ibu,maaf kami belum bisa pulang soalnya kami sedang di Rumah Sakit..."
Wah aku langsung panik denger kata RS,"Apa?RS?Memang ada apa Man?Kamu gpp kan?Apa kalian dapat halangan dijalan?Ayahmu mana?RS mana?"
Wah kayak berondongan peluru saja pertanyaanku,Hazman sampai bingung jawabnya,"RS yang lantainya 10 itu lho Bu.Hazman sampai lupa namanya..Kita di UGD...."
RS 10 lantai?Oh..itu kan RS dimana Hazman lahir dulu.Tapi sayang tiba2 pembicaraan terputus.Wah aku kian khawatir,"Man!Hazman!!...kok mati sih?"
Aku coba kontak balik eh ga aktif.Mending aku samperin ke sana saja.Aku ga tenang entah kenapa.
★||INGATANKU YANG TELAH LALU....( Hamdan pov )
Berada di RS ini mengingatkanku kembali akan masa lalu.Kala Irwan lahir.Dia lahir disini.Tuhan,jangan ambil putraku.Aku mohon.Dokter bilang Irwan butuh transfusi darah.Namun anehnya darah Irwan kok beda dengan darah kami.Darahku dan darah isteriku sama2 A tapi kok dokter nyebut golongan darah yang dibutuhkan adalah B?Aku heran,"Dok,apa ga salah diagnosanya masak darah anak saya B?"
Eh dokternya malah bilang gini,"Tidak mungkin kami salah.Kami sudah cek dengan teliti.Putra Anda harus segera diberi tambahan darah.Stock darah golongan tersebut sedang kosong.Bisakah Anda mencarikan orang yang bersedia menjadi pendonor?Kami juga akan hubungi PMI dan mengusahakan ketersediaannya."
Aku berpandangan dengan isteriku,Lina nampak bingung dengan kenyataan itu,"Mas,bagaimana ini?Kok bisa sih kita ga bisa nolong anak kita sendiri?Aku ga mau kehilangan Irwan mas...."
☆||BERSAMA BERJANJI SEHIDUP SEMATI...( LINA POV )
Nyawa putraku dipertaruhkan.Namun berita mengejutkan juga kudapatkan.Irwan beda golongan darahnya dengan aku maupun suamiku.Aku heran,bagaimana bisa?Aku ga pernah selingkuh.Aku sedih sekaligus heran.Mungkinkah Irwan bukan anakku?Lalu dimana anakku yang sesungguhnya?Aku melayangkan pandanganku ke arah ruang tunggu,disana seorang bapak dan anaknya nampak masih menunggu.Mereka adalah teman Irwan,merekalah yang menolong Irwan membawanya ke RS.Aku mendekati mereka,"Kalian masih disini?Terima kasih sudah menolong anak saya.Sayang,kata dokter Irwan butuh donor darah segera,namun..."
Aku tak mampu melanjutkan kata2ku.Rasanya benar2 tak berdaya sebagai orang tua tapi tak bisa berbuat apa2.
¤||KINI TINGGAL HANYALAH KENANGAN...( EVI POV )
Kakak...Kak Irwan...Hatiku menangis.Air mataku sudah tak terbendung lagi.Tahu begini aku ga mau nyari bunga sepatu.Aku ga akan mau melihat bunga lagi.Aku benci bunga.Aku mendekati Ayah,"Gimana kak Irwan Yah?Kak Irwan akan baik kan?Ga akan ninggalin Evi kan?Evi ga mau kehilangan kakak....hu...hu..."
Ayah memelukku,"Ga akan sayang.Kakak Irwan akan sehat lagi.Dia hanya butuh tambahan darah.Ayah akan hubungi teman2 ayah siapa tahu ada yang punya golongan darah yang sama.Evi tenang ya..."
Aku segera menawarkan darahku,"Ambil darah Evi aja Ayah!Evi punya darah banyak kok.Ambil darah Evi aja ya Ayah ...ya..."
%||DIKAU HILANG DIMANA GERANGAN....( Hazman pov )
Kasihan adik kecil itu.Adiknya Irwan.Namanya Evi.Aku sering melihat Irwan bersamanya.Irwan begitu sayang padanya.Demi adiknya ia bahkan rela datang telat demi nemeni adiknya nambal ban.Aku iri dengan persaudaraan mereka.Akrab banget.Coba aku punya adik kayak gitu.Pasti senang hatiku.Aku mendekati adiknya Irwan,"Jangan nangis terus dik...kakakmu akan sembuh kok.Dia kan sangat kuat.Jangan nangis ya..."
Adiknya Irwan memandangku dengan heran,"Evi takut kak..."
Senangnya hatiku dia manggil kakak padaku,"Tenang saja!RS ini kan terkenal bagus.Lagian ada ayahku juga disini...kami pasti menolong kakakmu jika kami bisa..."
Meski dia sudah ga nangis lagi tapi aku tahu dia masih sangat cemas,kulihat tangannya gemetar.Betapa sayangnya ia pada Irwan.Irwan sungguh beruntung.
♧||TIADA BERITA KUDAPATI...( Hamdan pov )
Aku segera menghubungi teman2ku kerjaan berharap ada yang bisa jadi donor darah bagi anakku.Darah B begitu penting bagi Irwanku.Mengapa darah Irwan tidak A ya Tuhan?Mengapa?Mungkinkah benar dia tertukar dulu?Hatiku galau,cemas dan panik jadi satu.Aku menutup telpon dengan kecewa,"Kamu sebenarnya golongan darahnya B juga tapi darah rendah ya...kalau yang lain yang shift 2 mungkin,tolong ya...ini darurat!"
Isteriku mendekatiku,"Mas,bapaknya ini mau donor darah buat Irwan...Golongan darahnya B.Anak kita akan tertolong mas..."
¤||HANYA INGATANKU DI MASA YANG LALU...
Aku lega mendengarnya,"Anda kan yang mengantar anak saya kemari?Ya Tuhan,saya sampai lupa berterima kasih pada Anda.Makhlum saya panik."
Pria itu seperti pernah kulihat tapi dimana ya,"Saya ayahnya Hazman.Teman anak anda.Saya dengar dari isteri Anda,anak Anda butuh darah golongan B.Saya kebetulan golongan darahnya B.Ambil saja darah saya.Saya ikhlas memberikannya."
Hatiku bersyukur dan segera kuberitahu pada perawat soal itu,"Sus,tolong cek darah bapak ini golongan darahnya B.Semoga bisa...menolong anak saya..."
Pria itu segera mengikuti perawat,aku mendekati anaknya,"Namamu Hazman ya Nak?Kamu sama bapak dulu ya,ayahmu sedang diperiksa darahnya..."
Melihat wajah anak itu hatiku berdesir,'Mirip sekali dengan Lina.Astaga!Apa yang kupikirkan?'
Anak itu duduk dekatku dan Evi,"Iya Pak.Saya Hazman.Teman sekelas Irwan."
Aku lihat Lina juga mengelus kepala Hazman dengan sayang,"Kalian sekelas ya?Untung saja ada kalian tadi.Ibu ga tahu gimana jadinya kalau Irwan ga segera dibawa ke RS.Terima kasih ya Nak."
♥||KASIHANLAH KEPADAKU SAYANG...( Hendro pov )
Hatiku iba kala kudengar anak itu butuh darah golongan B segera.Hatiku bagai digerakkan sesuatu.Rasa sayang yang luar biasa meluap dari hatiku,kala tahu golongan darah kami sama.Irwan...nama itu kuulang dalam hatiku.Seperti mengulang mantra saja.
■||TIAP HARI JUA WAJAHMU TERBAYANG...
Aku menatap penuh sayang pada tubuh yang tergolek itu.Dia masih belum sadar.Selang berseliweran di sekujur tubuhnya.Tuhan,selamatkan anak itu.Aku mohon pada-Mu.Aku begitu cemasnya dan begitu sayangnya pada teman dari anakku.Aneh.Kenapa rasanya aku tak ingin pergi dari RS ini?Sampai sebuah suara mengagetkanku,"Mas!"
□||AMPUNKANLAH SEGALA DOSAKU...
Isteriku datang ke RS.Aku keder juga lihat dia,wah pasti bakal ngomel2 nih.Aduhh!!
Sebelum heboh aku mengajaknya menjauh dari semuanya,"Isteriku,maafkan aku.Aku ga tega ninggal anak itu begitu saja.Jangan ngambek ya ..."
Tumben isteriku ga uring2an malah dia nanya,"Gimana kejadiannya mas?Korbannya gimana?Selamatkan?Gpp kan?"
Aku heran mendengarnya,biasanya isteriku paling males ngurusin orang tapi ini kok perhatian dan peduli ya?Aneh.Dia juga sampai belain datang nyusul ke RS segala.
¤||SEANDAINYA KITA TAK LAGI BERTEMU...( Idayu pov )
Aku tiba di RS,langsung aku menuju UGD.Kulihat Hazman.Aku lega dan segera kupeluk dia,"Ayahmu mana Man?Ibu cemas tahu..."
Hazman menunjuk ke sebuah ruangan,"Ayah sedang diperiksa darahnya Bu.Disana."
Aku malah melihat sosok yang pernah kulihat,"Kayaknya saya pernah lihat anda tapi dimana ya?"
Seorang wanita seusiaku menyalamiku,"Nama saya Lina.Saya ibunya Irwan.Saya sangat mengucapkan terima kasih atas pertolongan suami Anda dan putra Anda pada anak saya.Terima kasih."
Kami malah berpelukan,"Tak apa jeng.Sudah kewajiban setiap kita saling menolong.Ah..itu suami saya.Sebentar ya Jeng.."
♡||INGATANKU TETAP BERSEMADI...( HAMDAN POV )
Mungkin isteriku tak ingat tapi aku masih ingat wanita itu,dia yang minta segera keluar dari RS saat gempa dulu.Kepanikannya waktu itu membuat RS heboh,dan akhirnya meluluskan permintaannya membawa sang bayi pulang dikala bencana.Mungkinkah yang diambil kala itu adalah anakku yang asli?Aku memandang putranya,benar wajah anaknya dan wajah isteriku mirip.Rahang2nya.Pirus2nya.Aku kian curiga.
÷||WALAUPUN KAU KINI TELAH MUNGKIR JANJI....
Aku akan menanti sampai Irwan sehat dulu baru aku akan mencari tahu tentang misteri ini.Saat ini yang penting anakku selamat dulu.Aku rasa telah terjadi kekeliruan kala anak2 kami lahir.Perasaanku mengatakan begitu.Tapi aku ga mungkin memikirkan hal itu sekarang.Saat ini hatiku tak bisa kupungkiri tetap mengutamakan keselamatan Irwan.Anakkku harus selamat dulu.Itu yang penting.
Apakah Irwan akan selamat?***see you next eps***
Eps 6 CERBUNG II B ★ GALA-GALA
★★★★★★★★★
★ GALA - GALA ★
★★★★★★★★★
Eps 6 : And He Left Them = Dan Ia Meninggalkan Mereka
★RINDU SERINDU2NYA ....
★★BERIKANLAH JAWABAN HURAIKANLAH SIMPULAN...( LINA POV )
Aku cemas dengan kondisi Irwan namun aku juga ingin kepastian benarkah Irwan bukan anak kandungku?Aku menanti dengan gundah.Suamiku coba menenangkanku,"Jangan cemas anak kita pasti selamat.Dia anak baik.Tuhan pasti melindunginya."
Putriku juga sama cemasnya dengan aku malah lebih parah dia kayaknya.Ia terus menangis dan ga mau makan,"Evi ga mau makan...Evi mau kak Irwan Bu...hu..hu..."
Bagaimana jika Evi tahu kalau ternyata Irwan benar bukan anak kandungku?Apa reaksinya?Lalu dimana anak kandungku?Aku resah.Tak seorangpun memberiku jawaban atas pertanyaan2 di hatiku.
★★★BIAR TENANG JIWAKU SETELAH KASIH LAMA BERLALU...
Kulihat ternyata bukan hanya aku yang tidak tenang jiwanya,keluarga teman Irwan juga.Ayah dari Hazman nampak enggan meninggalkan RS.Berkali2 anaknya ngajak pulang tapi tetep aja kekeh dengan alasan pingin tahu kondisi Irwan dulu.Aneh...dia begitu peduli pada putraku.Padahal aku ga pernah dengar Irwan cerita soal orang tua Hazman.Lama kami menanti dokter memberi kabar soal kondisi Irwan.Sampai kemudian dokter memberitahu bahwa kemungkinan besar Irwan akan hilang ingatan karena benturan pada kepalanya sangat keras.Aku kian lemas mendengarnya.
♥TIDAK MUNGKIN KULUPA PERJANJIAN KITA...( Hamdan Pov )
Kabar bahwa Irwan bakal amnesia membuat isteriku sedih.Aku mengerti perasaannya,betapa sayangnya ia pada Irwan.Irwan adalah anak yang ia tunggu2 setelah sekian lama dianggap wanita mandul.Aku takkan lupa tahun2 berat itu.Bagaimana ia sampai mengurung diri di kontrakan,ga gaul atau bersosialisasi.Semua karena ia ga mau denger orang nanya,"Kapan punya anak?Kapan nyusul punya momongan?Gimana sudah nyicil apa?Kakikah?Telingakah?Gimana sih kok ga hamil2?Sudah pergi periksa belum?"
Kasihan dia dulu ga nikah2 ditanya kapan nikah...begitu udah nikah ditanya lagi kapan punya anak?Kalau udah punya bakal ditanya apa lagi ya?Kapan punya rumah sendiri?Kapan punya mobil?Kapan punya ini itu?Atau malah kapan cerai?Sebenarnya apa yang mendorong orang nanya gitu ya?Emang mereka penilai kehidupan orang2 apa?Siapa yang belum nikah dianggap gagal dalam hidup begitu?Wah mereka sempit sekali menilai arti hidup ya?Terus kalau belum punya anak dinilai ga dipercaya Tuhan gitu?Hidup manusia tak bisa dinilai hanya dari kaca mata manusia.Karena manusia itu menilai yang dia lihat saja.Dia tidak bisa melihat kedalaman hati seseorang.Yang tahu isi hati orang adalah Tuhan.Karena Dia yang menciptakan manusia.Kita sekalian.Aku bersyukur tinggal di rumah yang sekarang lingkungannya lebih arif dan ga banyak kepo.Lina juga ga terlalu aktif bergaul di sini.Ia lebih fokus ngurus dua buah hatinya.Tetangga2ku orang yang menyadari bahwa masalah pernikahan,rumah tangga atau personal itu privasi.Kecuali bila sudah meresahkan atau melanggar etika kehidupan.
♥♥DIBAWAH RUMPUN BAMBU DI KALA BULAN SEDANG BERADU OH..OH...
Aku bahkan ingat kala pindah ke rumah yang sekarang kami tempati,kala itu Lina dan aku duduk disebuah balai bambu depan rumah.Melihat pemandangan yang hijau di depan kami.Ia berkata kalau ia akan mendidik anak2 kami kelak dengan baik.Ga akan dia biarkan anak2nya menjadi anak2 yang menyakiti perasaan orang lain.Ia akan mendidik mereka punya perkataan yang baik,sikap yang baik dan punya empati yang tinggi.Kasihan isteriku,ia nampak terpukul dengan semua keadaan ini.Aku menyuruhnya duduk,"Lin,kamu harus tabah.Setidaknya anak kita selamat.Lagipula bukankah amnesianya hanya sementara ga permanent?Jangan sedih ya?Yang kuat.Kita sama2 hadapi semuanya."
♣MENGAPA TERJADI PERPISAHAN INI DI KALA ASMARA MELEBAR SAYAPNYA....( EVI POV )
Ibu kenapa ya?Kok lemas gitu setelah bicara sama dokter?Apa kak Irwan akan meninggalkan aku?Aku ga mau ditinggal kakak.Ga mau!Aku mendekati Ayah,"Yah kakak ga akan ninggalin kita kan?Kak Irwan akan baik2 saja kan Yah?Evi tak mau pisah dari kakak...ga mau..."
♣♣MENGAPA KAU PERGI DI SAAT BEGINI DI KALA HATIKU TERLUKIS NAMAMU...
Ayah menjawabku,"Ga sayang.Kakak akan baik dan sehat lagi.Evi tenang ya temeni ibu.Ayah mau cari makan buat kalian.Sudah lama kita disini.Ayah juga mau ke rumah dulu ambil tikar dan pakaian hangat.Juga perlengkapan lain.Kita akan menginap di RS dulu menjaga kakakmu.Kamu jangan nangis terus ya?"
Aku lega mendengar perkataan Ayah lalu duduk disamping Ibu.Kusandarkan kepalaku di lengan ibu,"Ibu kita berdoa aja yuk buat kakak...biar cepet sembuh biar bisa sehat lagi.Biar bisa main sama Evi lagi...Evi mau kakak kayak dulu.Sehat dan ceria.Kalau berdoa bersama2 biasanya Tuhan denger lho Bu."
Ibu malah meraihku dalam dekapannya sambil menangis,"Iya sayang.Kita berdoa ya buat Kakakmu..."
◆◆◆KALAU MEMANG TIADA JODOH APALAGI NAK KU HEBOH...( HENDRO POV )
Aku tak tahu mengapa aku seheboh ini mencemaskan anak korban tabrak lari itu.Kasihan sekali gadis kecil itu,adik dari anak yang tertabrak itu.Ia menangis terus sampai sembab mukanya.Ga mau makan juga.Padahal hari sudah menjelang malam.Aku rasa aku sudah harus pulang juga kasihan Hazman dan isteriku.Mereka juga harus kuperhatikan.Lagipula aku bisa datang lagi.Setidaknya anak itu sudah ga kritis lagi.Ia sudah stabil kondisinya setelah mendapat transfusi darah.Hatiku tenang dan lega bukan main bisa menolongnya.Entah kenapa aku bisa merasa seperti aku ini ayah kandungnya saja.
◆◆◆AKU MALU PADA TEMAN PADA SEMUA...
Aku lalu pamitan pada keluarga anak itu.Bahkan aku sempat melihat anak itu dari kejauhan sambil berdoa,'Cepet sembuh ya...Jangan main di jalan lagi.Bapak pergi dulu nanti bapak akan sering ke sini kok.Baik2 ya di sini.Jangan kemana2!'
Isteriku heran melihat aku berkaca2 memandang anak itu,"Mas kamu kenapa?Kok malah nangis?"
Aku cuma jawab,"Gpp.Cuma kasihan saja.Kasihan dia tadi darahnya banyak banget.Aku sampai ngeri lihatnya.."
Hazman malah pamitan sama gadis kecil adiknya Irwan,"Kakak pulang dulu yach dik?Jangan nangis terus ya?Kapan2 kakak ke sini lagi kok."
Gadis kecil itu cuma mengangguk sambil mengusap matanya yang merah dan kepu2.
■■■RINDU...RINDU SERINDU2NYA NAMUN ENGKAU TAK MENGERTI OH...OH...( Irwan pov )
Aku tak mengerti kala aku bangun tahu2 aku dah di RS.Aku bingung,aku ini siapa?Aku bahkan tak ingat namaku sendiri.Kenapa aku ada disini?Siapa aku?
¤¤¤ PILU...PILU SEPILUNYA NAMUN ENGKAU TAK PERDULI...
Lebih heran lagi kala tiba2 beberapa orang langsung memelukku sambil menangis pilu.Namun aku tak kenal mereka,siapa mereka?
Seorang ibu memelukku sambil menyebut sebuah nama,"Irwan...akhirnya kau sudah Nak..."
Aku bingung,"Siapa Irwan?"
Namun mereka tak mempedulikan pertanyaanku malah terus memelukku.Apakah namaku Irwan?
●●● MALU ...SEMALU2NYA NAMUN APA DAYA ORANG TAK SUDI...
Bahkan seorang gadis kecil tanpa malu menciumi tanganku sambil menangis,"Kakak...Evi kangen kakak...Evi senang kakak sudah sadar...hu.hu..."
Kakak?Dia panggil aku kakak?Tapi mengapa aku tak ingat siapa dia ya?
●●● MAHU...SEMAHU2NYA NAMUN APA DAYA ORANG DAH BENCI...
Aku pandangi mereka seperti memandang orang asing.Aku tak membenci mereka hanya aku tak merasa mengenal mereka.Bahkan siapa aku sendiripun aku tak tahu.Akhirnya aku bertanya pada mereka,"Kalian siapa?"
••• AKU MALU...
Gadis kecil yang mencium tanganku tadi berkata sambil menangis,"Ibu...kakak ga ingat Evi...hu..hu..."
Wanita paruh baya disebelahnya yang dia sebut ibu segera menenangkannya,"Sudah jangan nangis Sayang.Kakakmu masih belum sembuh benar.Makanya ia tak ingat siapa kita.Evi diem ya lihat tuh dilihatin pasien lain.Kan malu udah gede masih nangis...jangan nangis ya?"
Aku melihat dokter datang dan memeriksaku lalu tersenyum padaku,"Apa yang kaurasakan Nak?"
Aku bilang bahwa aku tak ingat apapun bahkan namaku sendiri.Aku ini sebenarnya kenapa?
Waduh..Irwan ra eling piye ki?Dilanjut lain kali ya..saya mau kerja dulu.***see you next eps***
Eps 7 CERBUNG KE-2 B : GALA-GALA
■_■_■_■_■_■_■_■
■ GALA-GALA ■
■_■_■_■_■_■_■_■
Eps 7 》My Children = Anak2ku
°■° KISAH SEEKOR BELALANG...
. Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut.Bayangin dulu ia melihat dunia luar sambil berkata,"I am free!!Yeah...yippi..yipppi..."
Kayake itu gaya penulis deh...
Dengan gembira ia melompat2 menikmati kebebasannya.Kayak anak sekolah kalau dapat jam kosong,senengnya bukan main.Lompat sana lompat sini.Hepi ye..ye..ye...
Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain.Namun dia keheranan.Ada apa emangnya?
Dia gumun,'Mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh ya dari aku?Padahal kami sama2 belalang dan dari segi usia ataupun bentuk tubuh ga beda jauh deh?'
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu dan menanyakannya.Apa jawab belalang itu?Berubah!!Weleh...itukan belalang tempurnya Kamen Rider.Ksatria Baja Hitam.
Belalang itu malah balik nanya,"Dimanakah kau selama ini tinggal?Karena semua belalang yang hidup di alam bebas seperti aku pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan."
Dari situlah si belalang pertama tadi sadar bahwa kotak yang selama ini mengurungnyalah yang membuat lompatannya tidak setinggi dan sejauh mereka yang hidup di alam bebas.
Berapa banyak kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain?Kadang kita heran kenapa ya kok dia bisa tapi aku ga bisa?Atau kita menghakimi orang dengan membandingkannya dengan yang lain,"Kayak Si A itu lho nilainya bagus2,selalu rangking 1 di kelas!"
Lingkungan ternyata sangat berpengaruh pada hidup seseorang.Inilah beberapa "kotak" yang mungkin ada dalam hidup seseorang :
*Lingkungan yang buruk →seperti hidup di kampung yang penduduknya suka judi,suka nyuri,suka mabuk dll.Hidup di tempat yang tidak layak seperti perkampungan kumuh,jalanan,desa tertinggal dsb.
*Hinaan→Sejak kecil dibanding2kan sama orang lain.Bahkan dilakukan oleh ortu sendiri.Dibilang bodohlah,lemot,telmi,idiot,bego..atau hinaan lain yang berhubungan dengan fisik misal disebut Si Pincang,Si Juling,Si Penyakitan dll.Hati2 bicara mengenai anak bagi para orang tua karena perkatan kalian berkuasa.Karena Tuhan memberi wewenang dan menitipkan mereka pada kalian.
*Trauma masa lalu→Pernah alami hal yang buruk seperti musibah,bencana alam,penyakit berkepanjangan dll.
*Perkataan teman →Pepatah mengatakan pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.Teman juga bisa mendatangkan kecelakaan.Ingat itu!Teman yang baik akan mengingatkan kita kala kita mulai keluar trek.Teman yang baik akan memukul dengan maksud baik dan bukan menjilat namun berhati busuk.Berdoalah supaya Tuhan mempertemukan kita dengan teman2 yang baik yang akan membuat kita naik level dan bukan down grade.
*Pendapat Tetangga→Ada yang bilang tetangga yang dekat lebih baik daripada saudara yang jauh.Namun tak semua tetangga itu baik orangnya.
Semua itu adalah kotak yang mengurung kita.Membatasi kelebihan kita.
□▪□ NAFAS CINTA...
Lagu ini sangat saya suka karena dinyanyikan oleh penyanyi yang saya suka.Inka Christie dan Amy Search.Mari kita ikuti kisah Irwan yang lagi amnesia.Kaciaan Irwan...
$$$ESAKNYA NAFAS DI DADAKU...( Evi pov )
Aku sedih banget kala kak Irwan sadar dan ga ngenali aku.Kupegang tangannya,ini semua salahku!Salah aku!Ngapain juga harus ngrepotin kakak nyari bunga sempurna.Coba aku ga manja,kakak takkan kecelakaan.Aku benci bunga!Aku benci diriku!Aku memandang kakak,namun tak kulihat tatapan penuh sayang seperti biasanya.Tatapannya kosong.Kemana kakakku?Kemana...
|||\/|ENGENANG PERCINTAAN KITA...( Lina pov )
Walau Irwan amnesia,aku tak berhenti menyayanginya.Namun satu yang terus mengusik hatiku,kenapa golongan darah Irwan berbeda.Kucoba mengenang kembali masa dimana aku melahirkan anak pertamaku.Kemungkinan pertama adalah anakku tertukar.Bisa jadi karena waktu itu terjadi gempa dan semua orang panik.Benarkah dugaanku ini?Jika benar berarti putraku tertukar dengan anak dari pasangan yang waktu itu melahirkan disini.Tapi bagaimana aku mendapat data2nya?Sebaiknya aku bicara dengan suamiku dulu.
:-DAPATKAH KITA MENERUSKAN IMPIAN DAN HARAPAN CINTA...( HAMDAN POV )
Aku terkejut juga kala Lina memberi kode padaku bahwa ia ingin bicara padaku.Saat itu Hendro datang.Pria yang membawa Irwan ke RS saat kecelakaan.Ia datang bersama putranya.Hazman namanya.Hazman cepat sekali akrab dengan Lina.Dan kulihat ia juga perhatian pada Evi.Kecelakaan Irwan ternyata membawa kebaikan juga.Mempertemukan kami dengan orang2 baik.
Aku berkata pada Hendro,"Mas titip anak2 bentar ya?Saya mau ada perlu bentar."
Mas Hendro jawab,"Oh ya gpp.Saya juga mau ngobrol lama sama Irwan he .he.."
Ada sedikit perasaan aneh juga melihat betapa perhatiannya Mas Hendro sama anakku.Namun aku cuma mikir mungkin rasa kemanusiaan saja.
Lina mendekat,"Mas,bisakah aku bicara denganmu di sana?"
Aku mengangguk,"Tentu Lin.Ada apa sih?Kayaknya serius banget.Apa ini menyangkut Irwan?"
:-DIHATIKU MASIH LUKA NAMUN KUTETAP BERSABAR...( Hazman pov )
Melihat ayah begitu perhatian sama Irwan,jujur aku merasa terluka.Ayah itu orangnya paling ga suka diganggu tapi sekarang dia aneh.Sering banget nanya kabar Irwan,jadi kepo gitu.Ibu sampai koment,"Tumben jadi manusia kepo Mas?"
Ayah berkilah,"Lho namanya sesama manusia kan harus saling memperhatikan...piye sih ?Orang memberi perhatian pada yang lemah ga didukung!Udah aku mau ke rumah pelanggan ada order benerin tv."
Jelas aku ikut Ayah dong kan Ayah suka ngasih persen kalau aku bantuin.Tapi ternyata habis dari pelanggan ujung2nya Ayah ngajak mampir ke RS nengok Irwan.Bawain buah pula.Tapi gpp deh...aku jadi bisa ketemu ama Evi.Entah kenapa aku merasa punya adik kalau bersamanya.
|||<UMENGERTI PERASAANMU DUHAI OH SAYANG...( HAMDAN POV )
Aku dan Lina bicara di taman,ternyata ia juga mencurigai soal golongan darah Irwan.Aku mengerti perasaannya,"Aku sendiri juga heran Lin.Namun sebaiknya kita lakukan test DNA saja.Biar kita ga salah langkah sudah meragukan kalau Irwan benar anak kita.Bagaimana?"
Lina menjawab,"Tapi test DNA kan mahal Mas...aku denger sampai puluhan juta."
Iya juga ya?Coba aku orang kaya...pasti ga masalah deh.
|||RINDU BERGELORA,RESAH GELISAH NAFAS CINTA...( Lina Pov )
Aku lega karena suamiku ga marah kala aku berniat menyelidiki soal Irwan.Malah ia menyara kan test DNA.Tapi uang dari mana?Buat biaya opname Irwan saja kami masih harus keluar uang.Ga semua ditanggung oleh asuransi kesehatan dari pemerintah.
Aku bukan tak menyayangi Irwan,aku hanya ingij kepastian dan jelas aku merindukan putra kandungku.Jika benar Irwan bukan anakku lalu dimana anakku yang asli.Rasa bersalah menghantuiku.Aku merasa telah mengabaikan dia.
|||BIARPUN SERIBU LUKA, TAK BISA MENGHAPUS CINTA...
Jika benar Irwan bukan darah dagingku,aku akan tetap mengasihinya.Bagaimanapun akulah yang membesarkan dia.Rasa sayangku takkan berkurang apalagi sampai terhapus.Takkan!
€NTAH MENGAPA AKU MAKIN SAYANG PADAMU...( HENDRO POV )
Sejak bertemu Irwan,aku tak tenang jika sehari saja ga menengok dia.Entah kenapa aku ini?Aku juga heran.Tiap kali aku dapat orderan panggilan betulin apa gitu baik kulkas,tv atau perkakas listrik lain aku pasti menyempatkan diri nengok dia.Melihat dia makan saja aku senengnya bukan main,"Gimana Nak?Sudah mendingan?"
Ia menatapku dengan senyum,"Bapak...iya Pak sudah jauh enakan sekarang...tapi kepala saya suka pusing.Apalagi kalau saya coba buat mengingat sesuatu."
Aku jadi kasihan padanya dan menyuruhnya jangan banyak mikir dulu.Aku mau beritahu soal ini pada orang tuanya sekalian mau pamit soale Idayu dah ngebel terus.Aku lalu keluar nyari Hamdan dan Lina,ortu Irwan.Eh aku malah ga sengaja denger pembicaraan mereka.
||<ERNA ENGKAU ADALAH KEKASIHKU....
Aku kaget kala denger soal test DNA.Aneh?Buat apa mereka melakukan test itu?Aku dengerin lagi dan makin kaget lagi karena ternyata test itu buat mengetahui benar tidak bahwa Irwan adalah anak kandung mereka.
|\|AFAS CINTA OH...( IRWAN POV )
Aku senang dikelilingi orang2 yang sayang dan perhatian sama aku.Ada Evi,dia gadis kecil yang katanya adik aku.Manis banget anaknya.Dialah yang kerap menyuapiku.Makhlum tanganku yang kanan masih sakit untuk digerakkan jadi makan susah.Evi suka cerita soal masa2 indahnya bersama aku.Sayang aku ga ingat.Kepalaku suka sakit jika ada yang membicarakan soal masa laluku.Aku hanya bisa menarik nafas melihat Evi begitu sayang dan care padaku.Dia bahkan bilang gini ,"Karena kakak ga ingat siapa diri kakak,maka aku hanya akan panggil dengan sebutan kakak saja ya?Jangan pernah berhenti ya sayang sama Evi?Ya...?"
Aku membelai kepalanya,"Iya...kakak janji..."
Ia baru tersenyum setelah itu.Senyumnya manis.
♡H TUHAN TUNJUKKAN JALAN HADAPI SEGALA COBAAN...( HAMDAN POV )
Pembicaraanku dengan Lina terhenti karena Mas Hendro tiba2 mendekati kami,"Maaf aku ga sengaja mendengar percakapan kalian.Namun aku janji jika kalian butuh bantuan keuangan,aku siap membantu.Apapun yang menyangkut soal Irwan,mohon kalian sudi melibatkan aku."
Aku tercekat mendengarnya.Apakah ini petunjuk dari Tuhan bahwa kami memang perlu melakukan test DNA?
$EMUGA KITA BAHAGIA UNTUK SELAMA2NYA...
Tentu saja aku heran dan ga mau merepotkan dia,"Irwan putra kami Mas...biar kami yang menanggung semuanya.Sudah kewajiban kami sebagai orang tua."
Ia malah minta maaf,"Saya ga bermaksud melukai perasaan dan harga diri kalian.Saya hanya ingin Irwan cepat sembuh.Itu saja.Lagipula saya juga orang tua tahu gimana rasanya punya anak.Mohon jangan tersinggung dengan niat saya ini."
Lina malah terharu,"Terima kasih ya Mas.Sudah begitu menyayangi Irwan.Terima kasih."
Kenapa ya aku merasa Mas Hendro itu seperti ingin mengambil Irwan dari aku?Jujur aku sangat sayang pada Irwan.Namun melihat perhatian Mas Hendro pada Irwan aku merasa ia berkata bahwa Irwan akan jauh lebih baik jika dirawat oleh dia.Apakah aku cemburu ya karena darah dialah yang berhasil menyelamatkan Irwan?Irwan itu anakku bukan anaknya.Aku ga boleh merasa bersaing dengannya.
Dua ayah bersaing nih.Siapakah ayah Irwan sesungguhnya?***see you next eps***
Eps 8 CERBUNG KE-2 GALA-GALA
×£×£×£×£×£×£×£
£× GALA-GALA ×£
£×£×£×£×£×£×£×£
EPS 8 : Knowing That = Mengetahui Itu
£€£ RISET MEMBUKTIKAN...
Begini hasil risetnya soal bahagia:
* 50% merupakan sifat bawaan lahir.
* 10% dipengaruhi oleh keadaan hidup seperti perceraian atau kehilangan seorang yang terkasih.
* 40% tergantung diri sendiri.Dia punya buku namanya "The How of Happiness".
Semuanya didukung riset ilmiah lho.Dia kasih tips lho:
^ Jika hadapi persoalan,coba luangkan waktu sekitar setengah jam untuk merenung.Nanti persoalan akan terlihat jernih.
^ Pelajari cara menanggulangi masalah dengan baik.Kalau melawan otot jangan pakai otot ntar gotok2an.Melawan api pakai air!Pinter...Melawan es?Pakai teh...weleh..
^Catat semua pengalaman yang membuat trauma.Pantas dulu Tuhan nyuruh saya nulis semua orang yang bikin saya sakit hati malah suruh nulis detil lagi.Kapan,dimana,pas ngapa,kenapa,...pokoknya 5W dan 5H pasti ada.Apa kuwi?
₩hen~ kapan.Kapan2....malah Koes Plusan.
₩hat~apa yang terjadi.Apa ini apa itu...malah kuis.
Where~ Dimana.Mana dimana anak kambing saya...caca marica he .he .
Who~siapa.Who are you...Kabhie Khushi Kabhie Gham...
Why~ Kenapa.Why do you love me ...so sweet and tenderly...mmmh...
How many~ Berapa banyak.Apa saja yang kita merasa hilang dari diri kita karenanya atau berapa kerugian kita karena kejadian itu.
How bad~ seburuk apa?Apakah itu meninggalkan luka fisik atau luka batin.Detilkan sampai air mata menetes.Tes...tes...testing 1 2 3...
How long~Berapa lama.Sejak kejadian itu sampai hari dimana kita nulis sudah berapa lama.Itu penting untuk mengetahui kadar efek peristiwa itu.Makin lama dan makin menyakitkan bagi seseorang berarti itu sudah menjadi akar pahit.Tuntaskan.Cabut akar itu sebelum menyebar dan menjadi kanker di tubuh kita.Orang2 yang memendam luka batin diteliti adalah orang2 yang paling mudah terkena kanker dan penyakit ganas lainnya.Terutama hepatitis.
* Usir pemikiran yang terlalu pesimis.Berhenti memikirkan perkataan atau cacian orang terhadap diri kita.Berpikirlah selama masih ada nyawa dalam diri saya berarti masih ada harapan untuk menjadi orang yang lebih baik.Diperbaharui dari hari ke hari.
* Nikmatilah kebahagiaan hidup.Bahkan bila itu hanyalah suapan makanan yang enak,es dongdong,hujan2 atau mandi yang menenangkan.
* Pikirkan kembali hal2 yang menyenangkan saat perasaan kita mulai tidak enak.
$EKILAS KUTERINGAT DETIK2 YANG LEPAS...( Irwan pov )
Kenapa ya tiap aku mencoba mengingat semuanya,kepalaku terasa sakit?Sampai kapan aku akan lupa masa laluku?Siapa orang tuaku?Dimana rumahku?Benarkah Evi adalah adikku?Aku bingung.Siapa aku sebenarnya?
||NDAHNYA PERKASIHAN SEMACAM KURASAKAN...
Aku merasa kasihan pada gadis kecil bernama Evi.Dia terus menungguiku.Dia ga mau beranjak dari dekatku.Bahkan meski tidurpun ia memilih tidur dekat bedku.Maafkan aku,aku tak ingat apapun.Jika benar aku adalah kakakmu,betapa beruntungnya aku memiliki adik sebaik kamu.
£¥£ TAK SANGGUP RASANYA SESAAT DITINGGALKAN...( HAMDAN POV )
Akhirnya aku menemui dokter menanyakan perkembangan Irwan.Dokter bilang,"Sebaiknya pasien jangan dipaksa untuk mengingat masa lalunya.Biarkan ingatannya kembali secara alami.Karena pemaksaan hanya memperparah amnesianya."
Aku bahkan curhat sama dokternya soal golongan darah Irwan yang beda dengan aku dan Lina.Kata dokter hal seperti itu hanya menjurus pada satu kemungkinan,Irwan memang bukan anakku.Dokter menyarankan,"Coba diselidiki dulu apakah ada kemungkinan bayinya tertukar.Dimana putra Anda dilahirkan?"
Akupun menceritakan semuanya.Bahwa Irwan lahir di RS tersebut dan kala itu terjadi bencana gempa.Aku juga bilang bahwa sebenarnya aku dan Lina ingin melakukan test DNA tapi terkendala biaya,"Keuangan kami sekarang sedang fokus pada kesembuhan Irwan dulu."
Dokter berjanji,"Saya akan bantu mencari data pada saat hari H apakah ada bayi lain yang juga lahir di hari itu atau setidaknya rentang waktunya dekat.Sungguh kami minta maaf jika terjadi chaos dan kepanikan waktu itu sehingga bisa terjadi seperti yang Anda alami."
|:-DAN SEBOLEH2NYA KUINGIN MENGIKUTMU...
Aku sungguh lega mendengar dokter akan ikut membantu menguak misteri itu.Pertama ia akan melakukan test darah sekali lagi pada Irwan,padaku dan pada Lina.Setelah itu ia akan mencari data bayi2 yang lahir di saat bersamaan dengan Irwan lahir.Aku dan isteriku terus mengikuti saran dokter.Bahkan Mas Hendro,ayah Hazman juga tampaknya mengikuti melakukan test darah pada putranya dan isterinya juga dirinya.
₩ALAU KE LURAH DALAM AKU SANGGUP TERLUKA...( HENDRO POV )
Walau aku bukan ayah Irwan namun aku ingin tahu segalanya tentang dia.Aku kian curiga kala Hazman dan teman2 sekelasnya beserta guru wali kelas mengunjungi Irwan.Sang guru terus saja memuji kepandaian Irwan mengenai elektro.Satu bakat khusus katanya.Aneh menurutku karena Hazman saja tak menuruni bakat itu dariku.Aku juga mengikuti perkembangan investigasi orangtua Irwan.Tampaknya pihak RS sangat cooperatif.Aku jadi ingin melakukan test darah juga.Bukankah Hazman juga lahir di saat yang sama dengan Irwan.Entah kenapa aku merasa yakin bahwa telah terjadi sesuatu saat itu sehingga keduanya mungkin telah tertukar.
:-DEMI KERANA SAYANG APA JUA KURELA JIWA DAN RAGA....
Kalau perlu aku akan lakukan test DNA.Bukan aku tak sayang pada Hazman namun aku ingin kasih sayangku tepat sasaran.Melihat Irwan tidur dengan kepala masih diperban membuatku sangat miris.Aku tak bisa bayangkan jika ia tewas dalam kecelakaan itu.Dan ternyata benar dia adalah putraku.Betapa rahasia ini akan dia bawa dan akan tertutup selamanya.Tidakk!Kupegang tangannya dengan penuh sayang,aku harus tahu semua kebenarannya.Aku ingin menyayangi apa yang memang harusnya kusayangi.
€NGKAU SAJA YANG SENTIASA BERMAIN DI FIKIRAN TIAP MASA DAN KETIKA...( EVI POV )
Teman2 kakak datang membezuk.Ramai banget.Kak Hazman juga datang.Kak Hazman memang baik tapi aku mau kak Irwan.Kakak sedang tidur.Kasihan dia,kerap ia merasa sakit kepala jika aku ceritakan soal masa2 indah kami bermain bersama,"Kakak ingat ga saat kita nyari asam landa?Kakak sampai manjat pohon kapas lho.Wah keren deh..."
€₩€ TAK TERLINTAS DI HATI INI UNTUK CURANG KEPADAMU OH KEKASIH...
Sungguh aku tak ada niat membuat kakak sakit namun ia selalu mengaduh kesakitan dan memegangi kepalanya kala ia mencoba mengingat,"Aduh....kepalaku sakit..."
Ibu lalu memberitahu aku bahwa demi kebaikan kakak,aku ga boleh memaksa kakak mengingat masa dulu,"Evi ga mau kan kak Irwan lupa selamanya sama Evi?"
Jelas aku ga mau,"Ga mau!Kak Irwan ga boleh lupain Evi.Evi mau kak Irwan kayak dulu lagi Bu..."
Atas nasihat Ibu aku ga lagi mencoba mengingatkan kakak soal masa lalunya.Kasihan sekali kakak.Hatiku tercekat kala ada yang kasih bunga saat membezuk.Aku benci lihat bunga.Segera kuambil dan kubuang ke tempat sampah.Ibu sampai heran,"Evi sayang kok dibuang bunganya?Itu kan pemberian orang sayang?Ga baik ya berbuat begitu.Apalagi orangnya masih ada.Evi ga boleh kayak gitu ya..."
Aku menangis di pelukan Ibu,"Kakak jadi begini karena bantu Evi nyari bunga Ibu....hu..hu...Evi ga mau lihat bunga...ga mau...hu...hu...Evi benci bunga...Evi benci bunga!!"
@KU BERHARAP PENDIRIAN ENGKAU JUGA SAMA2 PERTAHANKAN KEBAHAGIAAN....( LINA POV )
Kasihan putriku.Ternyata efek kecelakaan Irwan sampai ke Evi juga.Ia jadi benci bunga.Kubawakan baju ganti motif bunga yang biasanya ia suka eh malah ia langsung nangis.Aduh...gimana jika ternyata benar bahwa Irwan bukanlah darah dagingku.Bagaimana reaksi Evi jika tahu ya?Aku takut membayangkannya.Apalagi kala dokter memberitahu hasil test darah kami.Hasilnya memang darah Irwan beda.Sepertinya kebahagiaan keluarga kecilku sedang diuji.
₩ALAU DIACU BELATI TAJAM MENGUGUTKU CINTA AKU KASIH AKU TETAP UNTUKMU...
Hatiku kian kacau kala dokter menunjukkan data bayi laki2 yang lahir bersamaan dengan Irwan.Kata2nya membuatku kian yakin bahwa Irwan memang putra kandungku,"Pada saat gempa itu terjadi,hanya ada dua bayi laki2 yang lahir di RS ini.Bayi pertama adalah milik kalian.Bayi kedua milik pasangan Hendro Saki dan Idayu."
Mas Hamdan kaget mendengarnya,"Hendro Saki?Siapa nama bayinya Dok?Apakah kami boleh tahu?"
Dokter menjawab,"Namanya disini tertera Hazman."
$AMPAI KE MATI HANYA ITU MAMPU KUBERI...
Bagai disambar petir aku mendengarnya,"Hazman???"
Aku pegang tangan suamiku,"Mas...apa Hazman anak Mas Hendro itu ...apa dia..."
Suamiku juga berpikir sama,"Bisa jadi Lin.Sebaiknya kita bicara hal ini dengan Mas Hendro."
Dokter kembali berkata,"Kami sungguh minta maaf atas kejadian ini.Saya sudah bicara dengan ketua yayasan RS dan beliau memberi keringanan biaya jika kalian ingin melakukan test DNA pada Irwan."
£%£ TERSENTAK LAMUNAN BILA DIRI INI DISENTUH OLEH SESEORANG...
Kami tersentak mendengarnya,"Sungguh dok?"
Dokter mengangguk,"Benar.Bahkan ketua yayasan bilang hal sama juga berlaku bagi pasangan Hendro dan isterinya jika mereka mau."
Wah ini kesempatan emas.Kamipun segera bicara pada Mas Hendro mengenai hal tersebut.Ia nampak kaget juga dan akan memberi jawaban usai ia bicara dengan isterinya.Kupandang Hazman yang tengah menemani Evi menjaga Irwan.Ya Tuhan diakah putraku yang sebenarnya?Pantas berkali2 Mas Hamdan bilang dia mirip aku.
||<U CUBA DAMAIKAN HATI YANG KIAN BERKOCAK...( HAZMAN POV )
Hatiku kian galau kala melihat ayah mengenggam tangan Irwan sambil berkaca2.Ayah kok segitunya ya sayang sama teman aku?Aku heran.Sedih juga.Cemburu lebih tepatnya.
@GAR PERASAAN SEDIHKU INI TIDAK NAMPAK...
Aku ingin bertanya mengapa namun...aku menepisnya kala kulihat Evi,adiknya Irwan nampak menahan tangis sembari memandangi kakaknya terbaring tidur.Banyak banget ya yang sayang sama Irwan?Namun aku tetap diam agar perasaan sedihku ini tidak kelihatan.Cuma Ibu yang tak berubah tetap sayang dan manjain aku.Aku sayang Ibu.
:-DI PUSARA INI KUSEDIA BERDIRI BERSAMA DOA2 TAK PUTUS KUHULURKAN...( IDAYU POV )
Aku kaget banget kala Mas Hendro bicara padaku mengenai niatnya mau melakukan test DNA pada Hazman.Pertama aku berang,"Buat apa Mas?Hanya buang uang!Mas mau buktiin apa sih?Mas ga yakin Hazman itu anak kita?Mas kira aku selingkuh??!"
Namun penjelasan Mas Hendro soal tertukarnya Hazman membuatku terdiam,"Isteriku,semua ini bukan masalah perselingkuhan.Aku yakin sama kamu.Tapi ini masalah silsilah.Masalah garis keturunan.Aku sayang sama Hazman tapi sebesar apapun sayang aku ke dia akan sia2 kalau ternyata dia memang bukan keturunan kita.Semua harta warisan kita akan sia2 kita kumpulkan sedang anak kandung kita bisa jadi terlantar atau kelaparan diluar sana.Ayolah,ini ga akan habisin uang karena pihak RS memberi keringanan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawabnya."
Aku minta waktu berpikir.Aku pergi ke makam orangtuaku dan berdoa disana.Saat menatap makam mereka sadarlah aku bahwa silsilah itu penting.Akupun setuju dilakukan test DNA.
||TULAH TANDA KASIH ...KASIH...
Aku pergi menjenguk Irwan di RS,'Benarkah dialah putraku yang asli?'
Dia memandangku,"Ibu siapa?"
Melihat wajahnya yang polos membuatku tak bisa menahan diri,"Anggap saja aku ibumu Nak..."
Kupeluk dia sambil menahan tangis,'Hampir saja aku kehilangan dirimu jika saja kau tak selamat dari kecelakaan itu...'
||<ASIH YANG SEBENAR...
Kuusap wajahnya,"Cepat sembuh ya?Kamu mau buah pear?Sini ibu akan kupaskan.Suami ibu juga suka sekali buah pear.Kalian sama ya sama2 suka buah pear."
Aku juga melihat bagaimana Ibunya Irwan membelai Hazman putraku,"Hazman mau buah juga?Mau pear juga?"
₩AJAH DAN SENYUMANMU SENANTIASA KUANGANKAN ADUHAI SAYANG OH...
( LINA POV )
Irwan dipeluk oleh Ibunya Hazman.Jelas dia sudah tahu semua soal test DNA dan masalah bayi tertukar.Kasihan Hazman melihatnya dengan sedih apalagi saat dia mengupaskan buah pear untuk Irwan.Kusentuh pundaknya dan kutawarkan buah juga padanya.Tapi ia tak mau buah pear,"Hazman mau buah apel saja Tante."
Makdeg aku mendengarnya,aku juga sangat suka buah apel.Ya Tuhan,benarkah anakku adalah dia?Test DNA dilakukan.Aku berdebar2 menanti hasilnya.
Benarkah Irwan dan Hazman tertukar?***see you next eps***
Eps 9 CERBUNG KE-2 B ♡ GALA-GALA ♥
♡×♡×♡×♡×♡×♡
♡× GALA-GALA x♡
♡×♡×♡×♡×♡×♡
Eps 9 : Keep My Words = Ingat Pesanku
Cerpen Ke-2 : PAHALA PESAN CINTA....
Hujan mengguyur kota dimana aku tinggal.Dinginnya menusuk tulang.Aku segera mengambil selimut yang tebal dan mendekati kamar ibu mertuaku,"Ibu,Rindu masuk ya?"
Tak ada sahutan,mungkin beliau sudah tidur.Pintu kamarnya ga dikunci,kubuka pelan2.
Kulihat beliau sudah tidur,kuselimutkan kain tebal yang kubawa.Kupastikan juga obat nyamuk bakarnya menyala walau letaknya kujauhkan dari beliau.Aku sayang sama beliau,makhlum aku anak yatim piatu.Orang tuaku sudah meninggal semua.Bahkan jauh sebelum aku menikah dengan mendiang suamiku.Mas Ishan.Aku menutup pintu kamar sembari memandang ibu mertuaku,'Semua yang kukasihi telah pergi.Hanyalah ibu yang kini kupunya.Rindu akan jaga ibu.Rindu janji.'
Aku kembali ke ruang tamu memastikan semua sudah terkunci dan lampu2 dimatikan.Sudah dua tahun berlalu sejak suamiku meninggal menyusul bapak mertuaku karena komplikasi penyakit ginjal dan thypus.Menjelang detik terakhirnya mas Ishan pesan padaku,"Titip ibuku ya Rindu.Rawat dia seperti kamu menyayangi ibu kandungmu ya.Anggaplah ini amanatku.Permintaan terakhirku.Janji ya sama aku?Kasihan ibu sudah kehilangan ayah.Ga punya siapa2 lagi.Dan kini aku anak tunggalnya malah hendak pergi juga."
Siapa yang ga miris hatinya dipeseni begitu,akupun mengangguk,"Ibu mas juga ibuku.Aku pasti akan menjaga beliau.Aku janji."
Melihat anggukan kepalaku mas Ishan lega dan menghembuskan nafas terakhir dengan senyum di wajahnya.Kasihan ibu Mar,Ibu mertuaku.Keturunan di keluarganya terputus.Mas Ishan pergi tanpa meninggalkan seorang anakpun di rahimku.Kadang aku merasa bersalah kenapa aku belum juga hamil dulu.Namun kemudian aku tahu yang bermasalah kata dokter adalah suamiku.Meski begitu aku ga pernah memandang rendah dia ataupun ibu Mar.Hari2ku kuabdikan untuk menjaga ibu mertuaku.Bekerja apa saja demi bisa membiayai kehidupan kami.Sering ibu Mar menyuruhku menikah lagi saja,"Kamu itu masih muda Nak Rindu.Cantik lagi.Apa kamu ga eman2 menghabiskan hidupmu hanya untuk menjaga ibu?Ibu berencana mau pulang kampung aja ke desa asal ibu.Ibu masih punya rumah kecil di sana.Ibu mau menghabiskan hari tua ibu di sana.Kalau kamu mau tinggal di kota dan bekerja di sini ibu gpp.Kamu pantas untuk bahagia juga.Kamu masih muda."
Aku jelas ikut Ibu,"Tidak Ibu.Rindu akan ikut ibu ke kampung.Rindu sudah anggap ibu sebagai ibu Rindu sendiri.Rindu mohon biarkan Rindu ikut ya Bu?Rindu hanya ingin menjaga ibu.Jangan usir Rindu ya...Rindu mohon..."
Akhirnya ibu Mar luluh dan malam ini malam terakhir kami di kota.Besok kami akan ke desa.Ke kampung halaman Ibu mertuaku.Aku bersimpuh dilantai dekat tempat tidurku,berdoa pada Tuhan,"Tuhan,hanya ini jalan yang benar yang aku tahu.Memenuhi amanat mendiang mas Ishan.Menjaga ibunya.Mengenai masa depanku,kuserahkan ke dalam tangan-Mu.Pada kemurahan-Mu.Berikan padaku hikmat dan kekuatan untuk merawat Ibu Mar ya Tuhan.Kami bukan orang kaya hidup juga seadanya.Kiranya Kau menjaga dan memelihara kami di sana.Amin."
Esok harinya setelah sarapan,kami naik bus ke desa.Dua jam lamanya baru kami sampai.Sepanjang jalan menuju ke rumah ibu Mar,banyak orang menyapa beliau.Seorang bapak2 memanggul rumput menyapa kami,"Yang pulang dari kota nih.Pasti sukses nih di sana."
Ibu menjawab dengan ramah,"Sukses apa Kang.Suami dan anakku malah tiada di sana.Hidupku pahit kang.Mau menentramkan diri di sini saja.Untung Tuhan masih baik sama aku dikasih menantu sebaik Nak Rindu."
Demikianlah perkataan ibu tiap ditanya orang yang ia kenal,kasihan beliau.Kami melewati area persawahan yang sangat luas,"Ibu lihat musim menuai padi.Nanti Rindu akan kerja jadi buruh tani aja.Pasti butuh pekerja pemilik area sawah ini.Lihat padinya Bu!Boleh ya Bu Rindu kerja begitu?"
Ibu malah mengusap kepalaku,"Kamu itu anaknya rajin.Pasti mereka akan suka kamu kerja pada mereka.Kebetulan ibu kenal dengan pemilik lahan ini.Orangnya baik.Ah itu rumah ibu.Gpp ya rumahnya kecil?"
Aku tersenyum,"Gpp Bu.Yang penting bisa buat naungan.Dimana2 hijau pepohonan.Rindu suka tempat ini."
Hari itu aku bersih2 rumah,sementara ibu asyik beramah tamah dengan para tetangga.Aku malah seneng lihat ibu ceria,"Rindu lihat ini!Ibu malah dikasih buah rambutan sama pemilik lahan yang ibu ceritain tadi.Besok atau kapanpun kamu bisa ke sawahnya untuk bantu manen padi.Sekarang tambah kaya raya dia.Semuanya diurusi anaknya.Tadi Ibu ketemu namanya Nak Emil.Besok kamu nyari dia saja.Orangnya baik.Masih lajang lagi."
Aku mesem,"Ibu apaan iiih...malah mau jodohin Rindu.Baru juga sampai Ibu.Lagian Rindu itu ..."
Aku ga melanjutkan perkataanku takut melukai hati beliau,Ibu Mar mendekatiku.Meletakkan rambutan yang ia bawa di meja dekat aku berdiri,"Ibu tahu kamu minder karena kamu janda.Tapi kamu itu masih muda dan cantik Nak.Memang kamu mau selamanya hidup berdua dengan ibu?Nanti siapa yang jaga kamu kalau ibu tiada?"
Aku memeluk Ibu Mar,"Jangan bilang begitu Ibu.Ibu harus panjang umur.Rindu ga mau kehilangan ibu.Jangan bilang begitu..."
Ibu Mar mengelus punggungku,"Anak baik.Menantu yang sangat baik.Penghiburan ibu.Tuhan pasti membalas kebaikan hatimu."
Aku berkata pada Ibu mertuaku,"Apapun kata ibu akan Rindu turuti.Tapi biarkan Rindu merawat ibu ya?Oh ya kita makan yuk.Ibu ga boleh telat makan.Jangan sampai kena maag."
Aku segera ke dapur dan mengambilkan makan buat ibu.Begitulah hari2ku di desa.Aku bekerja sebagai buruh tani.Kebetulan musim panen padi.Aku diantar ibu ke sawah,salah seorang pekerja menunjuk ke sebuah arah,"Ah itu Tuan Emil datang.Itu Boss kami.Anak pemilik lahan ini.Orangnya sangat baik.Sebentar akan kuberitahukan kalau kamu mau kerja di sini.Ayo ke sana."
Bener kata ibu mertuaku yang namanya Mas Emil itu orangnya sangat baik.Entah kenapa jantungku berdebar kala menjabat tangannya,"Saya Rindu.Yang mau kerja jadi buruh tani di sini.Apakah masih nambah orang?"
Sepertinya Mas Emil juga gimana gitu melihatku,pegangan tangan aja ga dilepas2,ibu mertuaku malah mesem2 lihatnya.Aduh...aku jadi malu.Mas Emil juga jadi kikuk,"Oh...ini yang kemarin ibu bicarakan ya?Maaf saya Emil.Silakan bekerja di sini.Kebetulan saya lagi kurang pekerja.Kerjanya dari pagi sampai sore ya.Gpp kan?Panas lho di sawah,gpp juga?"
Belum sempat aku jawab eh ibu mertuaku sudah mendahului,"Gpp Nak Emil.Menantu ibu ini sudah biasa kerja keras kok.Anaknya rajin.Ibu titip Rindu ya Nak?Ibu pulang dulu."
Ibu dengan ceria pulang katanya mau mampir2 ke para tetangganya kangen berat katanya.Aku tersenyum melihat keceriaan beliau.Mas Emil memandangku,"Peralatannya sudah ada belum?Kalau belum biar kuambilkan."
Aku menggeleng,"Belum punya Mas."
Ia lalu menyuruhku mengikutinya,"Yuk ikut aku!"
Melihat punggungnya hatiku bergetar seperti melihat bayangan mas Ishan saja.Mas Emil sungguh pria dan juragan yang baik.Aku senang bekerja padanya.Bahkan ia kerap memberikan beras padaku.Para pekerja juga menghormatinya.Bila kerjaan di sawah tidak ada,aku jualan es dawet di sebuah sekolah bersama ibu mertuaku.Eh kaget aku lihat sebuah mobil berhenti dekat tempat aku jualan,"Rindu?"
Astaga,"Mas Emil?"
Ibu mèrtuaku datang,"Wah kalian emang jodoh ya dimana2 ketemu.Nak Emil mau es dawet?"
Mas Emil keluar dari mobil bersama seorang anak laki2 masih SMP,"Kenalkan ini adikku.Kebetulan motornya rusak.Jadi aku jemput.Kebetulan kami haus.Enak pasti ya dawetnya rame gini."
Ibu mertuaku malah menyuruhku menemani Mas Emil,"Kamu temani Nak Emil saja ngobrol.Biar Ibu yang layani pembeli.Udah sana!"
Ibu maksa banget akhirnya aku nurut juga.Mas Emil jadi sering mampir sejak itu.Bahkan pas tutup warung juga mampir dan akhirnya menawarkan bantuan berupa armada.Biar kami ga repot.Ibu seneng banget.Ibu bahkan terus membujukku menerima kehadiran Mas Emil.Aku ketawa menanggapinya,"Saya ini janda Ibu.Mana mau Mas Emil sama saya?"
Eh ternyata yang diomong pas datang,ups!Mas Emil datang ga sendiri lagi sama orang tuanya,astaga dia melamarku.Aku kaget banget.Ibu mertuaku senyum2,pasti ini ide beliau.Dasar Ibu...Aku minta waktu buat menjawab,mas Emil setuju.Malamnya aku mimpi bertemu mas Ishan.Dia nampak segar gitu dan berkata padaku,"Terima kasih ya Rindu dah menjaga ibuku.Sekarang aku lega karena kamu juga sudah ada yang menjaga."
Aku beritahukan mimpi itu pada ibu dan beliau berkata,"Terimalah lamaran Nak Emil ...Putra Ibu sudah restu itu."
Akhirnya aku menerima lamaran Mas Emil.Banyak orang ga sangka aku yang janda mendapat pria sebaik Mas Emil.Ibu mertuaku bangga banget.Kebahagiaanku makin lengkap kala putraku lahir.Ibu mertuaku menimang2nya dan berkata,"Aku datang dalam kepahitan hidupku.Kini Tuhan mengubah ratapanku menjadi kebahagiaan."
Aku tersenyum sambil bersandar di bahu suamiku,Mas Emil.Terima kasih Tuhan sudah menuntun langkah hidupku.Menjagai masa depanku lewat ibu mertuaku.***The End***
♡+♥ DI DALAM KESUNYIAN KURASA GELOMBANGNYA...( EVI POV )
Kenapa aku merasa begitu sunyi ya?Seakan hatiku hampa.Seperti akan ditinggal pergi jauh oleh seseorang.Aku memandang kak Irwan,dia sedang tidur.Biasa habis diberi obat.Kapan kakak akan keluar dari RS ya?Aku kangen main bareng kakak.Panjat pohon jambu,pohon talok dan lari2 di sawah seperti dulu.
♡×♥MENYINTAIMU SATU KEWAJIBAN...( Lina pov )
Resah menunggu hasil test DNA aku kembali ke kamar Irwan,hatiku makdeg lihat Evi disana.Astaga aku lupa!Bahwa kebenaran status Irwan dan Hazman akan sangat mempengaruhi putriku.Kedekatannya dengan Irwan jelas akan menjadi masalah tersendiri.Hatiku cemas.Apa yang harus kukatakan padanya.Tapi disisi lain sudah menjadi kewajibanku untuk merawat putra kandungku.Tegakah aku memisahkan Evi dari Irwan?
♡÷♥TAPI TAK TERLUAH DENGAN PERKATAAN...
Tak cukup kata untuk mengisahkan kedekatan mereka.Chemistry diantara mereka.Mereka selalu bersama.Saling support dan ceria bersama.Bila Irwan main alat musik maka Evi yang menyanyi.Aku takut kehilangan bukan hanya Irwan tapi juga Evi karena semua ini.
♡=♥TIKA FAJAR MENYINGSING KUSENTUH SINAR KASIH....
Kusentuh kedua tangan mereka,'Tuhan,kumohon padamu.Aku takut kehilangan mereka.Mereka buah hatiku.
♡<♥DARI MATAMU DEKAT DAN TERASING...( HAZMAN POV )
Walau aku duduk berada dekat dengan ayah dan ibuku tapi aku merasa seperti orang asing.Entah kenapa.Aku ingin mencaritahu ada apa sebenarnya.Tingkah mereka kadang aneh.Seperti ada yang disembunyikan.
♡{♥AKU MENANTI SINGKAPAN TABIR CINTA...( HENDRO POV )
Aku ingin tahu apa hasil test DNA itu.Aku ingin semuanya segera tersingkap.Jadi tak ada lagi keraguan.
♡}♥ AKU MENANTI SAAT MENJADI NYATA...
Apapun hasilnya nanti kutahu ku tak mampu.Kutahu ku tak sanggup memisahkan Idayu dari Hazman.Mereka sangat dekat.Berat juga jika ternyata benar Hazman bukan putraku.Tapi ternyata memang itulah kenyataannya.Test DNA menunjukkan bahwa DNA Irwanlah yang cocok denganku.Sedangkan DNA Hazman lebih cocok dengan Hamdan.Air mataku tak bisa kubendung kala melihat Irwan.Dia putraku!!Dia benar darah dagingku!!
♡[♥KESUNYIAN INI TERLALU INDAH....( Irwan pov )
Saat aku bangun yang kulihat pertama adalah Evi.Dia tertidur di sisi ranjangku sembari memegang tanganku.Hatiku terasa hangat.Sungguh beruntungnya aku jika benar dia adalah adikku.Sayang aku tak ingat semua itu.Aku memandanginya.Kueratkan genggaman tanganku ditangannya.Aku tak tahu perasaan sayang tiba2 mengalir di hatiku terhadapnya.Aku diam menikmati indahnya keheningan dan kesunyian bersama Evi disisiku.
♡]♥WALAUPUN PAHIT UNTUK MENELAN...
Namun Ibunya Evi datang,Bu Lina.Dia menangis melihat kami.Aneh kenapa datang2 langsung menangis.Aku diam pura2 tidur.Kudengar dia bergumam,"Maafkan Ibu Nak.Ibu terpaksa harus memisahkan kalian."
Aku diam berpikir,'Memisahkan kami?Jadi aku memang bukan kakak Evi ya?'
Kenyataan ini bak menelan pil pahit.Disaat aku mulai merasa nyaman dengan kehadiran Evi di dekatku eh kami harus berpisah.Aku bingung memikirkannya.Sebenarnya aku ini siapa?
♡€♥WALAUPUN PEDIH SANGGUP KU TAHAN DAN KURELAKANNYA...( Idayu pov )
Aku nanar membaca hasil test DNAnya.Sampai bergetar tanganku memegang kertasnya.Hazman benar bukan putraku.Dia anak orang lain.Mas Hendro meraihku dalam pelukannya,"Anak kita adalah Irwan...Ayo kita lihat dia.Kasihan dia.Dia sedang sakit.Hampir saja dia kehilangan nyawa tanpa sepengetahuan kita.Tuhan sungguh baik masih memberi kita kesempatan merawatnya.Aku tahu ini tak mudah tapi inilah kenyataan yang sebenarnya.Selama ini kita sudah menyayangi Hazman dengan baik.Irwanpun juga sama disayangi dengan baik oleh keluarga Hamdan.Kita berhutang pada mereka.Ayo kita temui Irwan.Dia berhak mendapat kasih sayang kita.Dia anak kandung kita."
Aku mengangguk,"Iya mas.Kamu benar.Aku akan menyayangi Irwan.Terlebih dia lahir dari rahimku.Ayo kita temui anak kita."
♡~♥PUTRI DI PINTU MAHLIGAI...( Hamdan Pov )
Kasihan putriku.Apa yang harus kukatakan padanya?Vi,Irwan itu bukan kakakmu Nak.Dia itu putra keluarga Hendro.Bukan putra kandung ayah dan ibu Nak.Dia pasti bertanya dengan mata besar2nya,"Ayah bohong bukan?Ayah bercanda bukan?"
Tuhan,aku harus bagaimana memberitahu kenyataan ini pada putriku?
♡`♥KULIHAT KASIHMU MELAMBAI....
Aku ajak Lina menjauh dari Irwan dan Evi,"Kita harus bicara Lin."
Lina mengikutiku,"Ada apa Mas?Kenapa kau mencegahku memberitahu mereka?"
Aku melihat Hazman melambai pada orang tuanya yang datang mendekat,"Ayah!Ibu!"
Lina langsung berkaca2,"Dia putra kita Mas.Dia Hazman kita.Aku ingin memeluknya Mas."
Aku meraih isteriku,"Sabar,biarkan Mas Hendro memberitahu dia dulu.Kau tahu kondisi Irwan.Dia masih sakit Lin.Bahaya jika kita memberitahu semuanya.Biar mas Hendro melakukan bagiannya dulu.Dia ayah Irwan.Kita beritahu Evi saja dulu.Itu yang lebih urgent sekarang."
♡¤♡WALAUPUN JAUH TAPI JELAS JIWAKU MENYENTUH JIWAMU...( HENDRO POV )
Aku menemui Irwan tapi dipintu kamar Irwan kulihat Hazman memanggilku.Sepertinya aku harus bicara dulu dengan dia.Kubawa Hazman mendekati Hamdan dan Lina,"Nak,kami ingin bicara denganmu di ruang dokter."
Hazman mengikutiku dengan heran,"Kenapa harus di ruang dokter Ayah?Hazman kan tidak sakit?"
Idayu membelai kepalanya,"Memang kamu tidak sakit tapi semua ini berhubungan dengan RS ini."
Hamdan juga mengajak Evi,"Nak kamu juga ikut ayah dan ibu ya ke ruang dokter."
Ia malah memandang pada Irwan,"Lalu yang jaga kak Irwan siapa dong?"
Dokter datang membawa perawat,"Irwan mau diperiksa dulu. Jadi mohon ditinggal dulu yach?"
Evi masih sempat menyentuh pipi Irwan,"Kak,Evi tinggal dulu ya?Nanti Evi kembali lagi kok."
Akhirnya pembicaraan tersulitpun harus dilakukan.
♡_♥NYATAKAN SEGALA IMPIAN....( HAZMAN POV )
Aneh kenapa ayah dan ibu juga orang tua Irwan dan Evi tiba2 mengajak bertemu di ruang dokter ya?Aku duduk di sebuah kursi dengan penuh tanda tanya.Evi duduk dekat ayahnya.Lalu dokter Ayah mulai berbicara padaku,"Man!Ada kenyataan yang harus kami beritahukan kepadamu.Sebaiknya kau baca ini hasil test DNA ini Nak."
Test DNA?Aku melihatnya ternyata diam2 mereka melakukan test DNA terhadap aku dan Irwan.
♡|♥ SAMBUTLAH TANGAN SAMBUTLAH ...
Aku ga ngerti,"Ini maksudnya apa Ayah?"
Evi juga nampak heran,tapi ia hanya bertanya pada ayahnya,"Test DNA itu buat apa Ayah?Kenapa kakak harus ditest DNA?Kak Irwan sakit apa ayah?Kak Irwan ga kenapa2 kan?"
Dokter akhirnya yang bicara menerangkan,"Jujur kami dari pihak RS sungguh menyesalkan kejadian ini.Tapi apa mau dikata gempa yang terjadi puluhan tahun silam telah membuat kepanikan di RS ini sehingga putra kalian tertukar."
Tertukar?Putra?Maksudnya?Berbagai tanya melandaku.Ibu Lina akhirnya yang bicara seraya mendekatiku,"Iya Nak.Kamu itu putra kandung ibu.Kamu tertukar saat bayi dengan Irwan.Akulah ibu kandungmu Nak."
Ibu Lina langsung memelukku,"Aku tertukar dengan Irwan?"
♡《♥SEMOGA TERLEPAS SEGALA SIKSAAN....( HAMDAN POV )
Evi kaget mendengarnya,"Ayah,maksudnya tertukar bagaimana Ayah?"
Aku menerangkan padanya,"Jadi artinya kakakmu yang sebenarnya bukan Irwan sayang tapi kak Hazman.Test itu buktinya.DNA ayah dan ibu cocok dengan DNA kak Hazman."
Evi berdiri,"Tak mungkin?Ini ga mungkin!Kak Irwan itu kakak Evi!!!"
Secepat kilat Evi lari keluar,aku mengejarnya.Gawat kalau sampai dia memberitahu Irwan semuanya.Kasihan Putriku,"Evi!!Tunggu!!Kamu mau kemana???!Evi!!"
♡¡♥DENGAN SAYAP IMPIAN INGIN TERBANG KE SANA...( EVI POV )
Kak Irwan bukan kakakku?Mereka pasti bohong!!Aku tidak percaya.Kak Irwan adalah kakakku!!Dia kakakku!!Aku kabur dari ruangan itu dan berlari sambil menangis menuju kamar Kak Irwan,"Kakak!!Aku mau kak Irwan!!Dia kakakku!"
♡¿♥MEMBAWA CINTA SEBESAR DUNIA...
Aku tidak meminta dunia ini,aku hanya minta kak Irwan tetap bersamaku.Apa aku salah?Apa itu begitu sulit?Kenapa malah jadi kak Hazman kakakku?Aku bingung.
♡°♥APA JUA MILIKKU DAN KUTAHU HANYA UNTUKMU...
Namun belum sampai aku masuk kamar kak Irwan,ayah mencegahku.Ia berhasil menyusulku dan mengajakku bicara di taman,"Sayang,Ayah tahu ini sulit bagimu.Sama!Ayah juga.Tapi jika kau beritahu kakakmu soal ini,kau bisa membahayakan kesehatannya.Kau mau kehilangan kak Irwan selamanya?"
Aku menggeleng,"Tidak Ayah!Tidak mau.Evi mau Kak Irwan sembuh dan pulang dengan kita."
Ayah memelukku,"Sayang,kak Irwan harus sembuh dulu baru kau bisa dekat lagi dengannya.Lagian kalian kan memang tak terpisahkan sejak kecil.Kau masih bisa bertemu dengan kak Irwan tapi...tunggu sampai dia sembuh dulu yach.Dan dia akan sembuh kalau tinggal dengan orang tuanya.Evi mau kan sabar menanti sampai kak Irwan sembuh?Habis itu Evi bisa main ke rumah kak Irwan."
Aku menangis di pelukan Ayah,"Jadi benar kak Irwan bukan kakak Evi?Huu....hu....Evi mau kak Irwan,Ayah!Hu...hu...Kak Irwan milik Evi ayah...jangan dibawa pergi!!Hu...hu..."
Yang kutahu kemudian adalah gelap.Aku pingsan.
Kasihan Evi....bagaimana kisah mereka selanjutnya?***see you next eps***
Eps 10 Cerbung Ke-2 : Gala-Gala
←☆→ GALA-GALA←★→ Put To Confusion←☆→ Ditempatkan Dalam Kebingungan
←★→ Tiket H ×××284
Kembali saya akan kasih cerpen di cerbung ini.Kisah tentang salah satu indera kita.Ini dia cerpen versi Irvinya.
←★→ CERPEN KE-12 : HATIKU MELIHAT CINTA
Aku pamit pada nenekku,"Nek,Hepi cari daun jlegor dulu yach?Dagangan brambang asem Hepi laris manis.Banyak yang suka.Ga jauh kok Nek.Deket jurang sana itu lho."
Nenek mengiyakan sambil ngasih makan ayam2nya,"Iya Pi.Hati2 tapi ya?Deket jurang itu kerap terjadi kecelakaan.Sering kejadian mobil nyemplung situ."
Aku ambil bakul dan caping juga selendang gendongan,"Iya Nek.Hepi bakal hati2."
Aku memang tinggal dengan nenek seorang.Ayah ibuku sudah tiada semua.Kasihan nenek susah payah membesarkanku.Makanya aku milih ga nerusin sekolah cuma tamat SMP aja.Hari2ku kuisi dengan bekerja sebagai penjual sayuran baik matengan atau mentah.Apa yang ada saja.Aku kadang kelilingan tapi lebih suka magrek di rumah.Sekalian jaga nenekku.Beliau sudah renta.Ga tega ninggal sendirian di rumah.Lumayan rame sih jualanku.Ada brambang asem,lotek,gado2 juga aneka sayur.Apalagi rumahku dekat sekolahku dulu.Wah rame yang beli.Nenek punya lahan sedikit tapi dekat jurang.Aku tanami ketela rambat dan aneka tanaman warung hidup lainnya.Ada cabe,singkong,timun dan yang lainnya.Akhirnya aku sampai juga.Kuletakkan bakulku dan mulai memetik apa yang bisa kupanen.Namun aku kaget kala terdengar bunyi seperti benturan yang sangat keras.Kulihat sebuah mobil meluncur hendak jatuh ke dalam jurang.Tersangkut di pohon gitu,"Astaga!!Ya ampun ada orangnya itu!!"
Aku segera lari menolong,seorang pria muda nampak terluka parah.Kaca mobil depannya hancur dan darah menutupi wajahnya.Aku berteriak minta tolong,"Tolong!!Tolong!!"
Untunglah ada beberapa tetanggaku yang sedang menanam padi mendengarku dan ikut membantuku menolong pria itu.Namun mobilnya tak tertolong jatuh ke dalam jurang.Setidaknya pria itu selamat.Mereka segera membawa pria itu ke puskesmas terdekat,aku jelas ikut.Kasihan pria itu siapa tahu ia butuh donor darah.Kulihat banyak sekali darah di wajahnya.Aku minta tolong pada salah satu tetanggaku untuk memberi tahu nenekku kalau aku di Puskesmas.Pria itu dirawat di Puskesmas.Untung ada tempat inapnya.Fasilitasnya sudah seperti RS walau masih minim sih di beberapa peralatan.Aku jadi ingat ayah dan ibu mereka meninggal karena kecelakaan juga.Karena lamanya pertolongan datang.Hatiku ga tega dan iba pada pria itu,"Saya akan membayar biaya pengobatannya Dok.Yang penting selamatkan dia.Saya mohon."
Dokternya adalah orang baik kaya lagi,"Nak Epi,hati kamu baik banget.Dia itu korban kecelakaan.Bukan siapa2 kamu.Biarlah saya saja yang akan tanggung biayanya.Lagian saya sedang bahagia dapat cucu.Jadi saya mau bayar nazar saya bakal nolong orang yang ga punya uang yang berobat di Puskesmas hari ini."
Wah aku lega banget dengernya,"Wah makasih ya Pak Dokter.Makasih banyak.Saya tenang jadinya."
Pria itupun dirawat di sana,aku akan datang mengunjungi setiap hari.Aku juga ga menemukan identitas dia jadinya aku bingung juga manggil pria itu dengan nama apa.Akhirnya pria itu sadar dan histeris dia kala tahu dia ternyata jadi buta karena kecelakaan itu.Kasihan dia,"Tidaaak!!Tak mungkin aku jadi buta.Ini ga mungkin!!"
Aku pegang tangannya,"Mas...ehm...yang penting nyawa Mas selamat."
Ia menggenggam tanganku dengan erat,"Kamu yang nolong saya ya?"
Aku menyuapkan bubur yang kubuat khusus buat dia,"Iya Mas.Nama saya Hepi.Tapi saya ga sendirian waktu itu banyak yang bantu saya narik Mas keluar dari mobil.Maaf mobilnya masuk jurang."
Pria itu mencari arah suaraku,"Terima kasih sudah menolong saya.Nama saya Irwan."
Dokter mengijinkan Irwan dirawat jalan saja.Sedang dia akan membantu mengontak keluarga Irwan di kota.Makhlum di desa sinyal susah.Irwan tinggal di rumahku.Kasihan dia belajar hidup dalam gelap,"Maaf Mas.Kamarnya sederhana.Cuma ada dipan terus ini ada meja kecil dan lemari kecil buat nyimpen pakaian."
Irwan melangkah sambil meraba2,"Gpp.Aku juga ga bisa lihat kok.Yang penting ada kamu yang bantu aku.Kamu mataku sekarang."
Ia kubantu duduk di ranjangnya,"Mas inget kejadian sampai bisa kecelakaan?"
Ia menggeleng,"Kata dokter aku kehilangan sebagian ingatanku.Aku cuma ingat namaku dan keluargaku tapi kejadian sebelum kecelakaan aku tidak ingat.Mungkin ini karma karena aku terkenal arogan gitu.Pasti banyak yang doain aku celaka ..."
Ku duduk di sebelahnya,"Jangan berpikir begitu Mas.Tuhan selalu punya rancangan yang baik bagi umat-Nya.Mas harus sabar dan menjadikan semua ini bukan masalah tapi mahkota."
Ia berujar,"Tapi aku sudah buta kini.Aku ga berguna.Aku hanya ngrepoti."
Aku membantunya berbaring,"Mas jangan banyak pikiran.Mas kan belum pulih.Kata mendiang ayah saya,anjing hidup lebih baik daripada harimau yang mati.Mas harus semangat untuk hidup ya.Janji ya sama Hepi..."
Ia mengangguk lalu tidur.Efek obat membuatnya cepat pulas.Makin hari aku makin mengenalnya.Dia lama2 hapal juga medan rumahku.Mulai dari kamar dia lalu kamar mandi.Bahkan ia membantuku menyiapkan jualan.Dia metiki sayurnya sambil cerita,"Dulu aku paling ga pernah bantu ibu di dapur.Semua ada pembantu.Tinggal suruh aja.Ini daun kangkung ya?"
Aku jawab sambil nguleg sambel,"Iya Mas.Wah sudah mulai hafal ya?"
Ia tampan sekali dan kulitnya bersih jelas sekali kalau ia terawat selama ini.Nenek juga menyukai keberadaan Mas Irwan di rumah kami.Walau Mas Irwan buta namun ia memberi rasa aman dalam rumah karena ada prianya.Tak jarang ia digodain sama yang beli di warungku,"Mb Hepi...masnya itu siapa?Ganteng banget ...kenalin dong."
Irwan yang jawab sembari bantu aku petik2 daun,"Nama saya Irwan.Tapi saya ini buta.."
Aku agak miris juga denger dia ngomong gitu,semoga ada harapan buat masa depan Mas Irwan.Jujur aku makin sayang sama dia.Harapan akhirnya hadir kala keluarga Mas Irwan datang menjemput dia.Orang tuanya tampak senang sekali putranya selamat.Mereka pikir dia sudah tiada.Irwanpun mengajak aku ikut ke kota sekalian membawa nenek berobat di kota,"Nenek butuh perawatan dengan peralatan canggih.Jadi biarkan aku membalas kebaikanmu dengan membawa kalian ke kota.Akan kubawa nenekmu ke RS terbaik di kota.Aku mohon ya Pi..."
Aku jelas ga bisa nolak aku juga ga ingin jauh dari nenek dan dia.Wah aku terpana kala sampai di kota,rumahnya gede banget.Ada kolam renangnya ada mobil banyak gitu pula.Aku jadi minder tapi Mas Irwan memperlakukanku dengan baik.Ayah dan ibunya juga baik sama aku.Di RS ga cuma nenekku yang dirawat tapi Irwan juga menanyakan soal donor mata.Mereka akan mengusahakannya.Akhirnya nenek sehat kembali dan hatiku sangat senang.Apalagi kala ada donor mata buat Irwan,aku makin senang.Sayang operasinya dilakukan di Singapore.Aku jelas ga bisa ikut karena harus menjaga nenek.Malam sebelum Irwan akan berangkat ia memegang wajahku dan merabanya,"Aku ingin kaulah orang pertama yang aku lihat nanti.Aku ingin tahu seperti apa wajahmu."
Aku memandang wajahnya yang begitu dekat denganku,sungguh aku jatuh hati padanya.Namun aku tahu cintaku ga mungkin aku ini orang desa ga berpendidikan tinggi pula.Cuma lulusan SMP.Ga pantas buat dia.Di bandara hatiku makin hancur kala seorang wanita muda datang dan langsung cipika cipiki gitu sama Irwan,"Irwaaan sayang....ternyata kamu masih hidup Honey..."
Irwan nampak risih gitu,"Kamu siapa?"
Mamanya Irwan yang jawab,"Dia Shiha sayang...pacar kamu.Dia baru tiba dari Milan."
Wah hatiku langsung hancur berkeping2.Aku lalu putuskan untuk pulang saja ke desa,"Nek kita pulang saja yuk.Kita ga pantas tinggal di sini."
Nenek mulanya ga setuju,"Apa ga nunggu Nak Irwan pulang dulu Pi?"
Namun aku terkejut kala tiba2 wanita bernama Shiha itu muncul dan mengusirku dari rumah Irwan,"Kamu ini cuma benalu di rumah ini.Parasit!Merusak pemandangan!Sebaiknya kalian pergi saja!!"
Dia bawa anak buah gitu dan melempar barang2 aku dan nenek keluar rumah,akupun pergi dari rumah Irwan.Kembali ke desa.Air mataku menetes kala meninggalkan rumah Irwan,"Selamat tinggal Mas Irwan."
Seminggu sudah aku di desa,aku kembali jualan kayak dulu.Walau aku kerap menahan tangis tiap lihat balai2 dimana Mas Irwan suka duduk sambil metiki dedaunan,'Aku kangen sama kamu Mas...semoga kamu bisa melihat sekarang.'
Aku pamit sama Nenek mau cari daun lagi buat jualanku.Kembali aku termangu di jalan dekat jurang.Dulu Mas Irwan meregang nyawa disana.Ya ampun aku sepertinya benar2 telah jatuh hati padanya.Aku menangis sambil mengambili dedaunan.Akhirnya aku putuskan untuk pulang saja.Namun aku terkejut kala sampai rumah yang membuka pintu adalah,"Mas Irwan??"
Ia berkaca2 memandangku dan mendekatiku,"Kamu Hepi...Kini aku bisa melihatmu...Kenapa kamu pergi?Kenapa ga pamit sama aku?"
Aku menangis dipelukannya,"Saya bukan siapa2 buat Mas...saya cuma orang desa yang kebetulan nolong Mas."
Ia membelai kepalaku,"Aku sudah tahu semua.Aku sudah ingat semuanya juga.Shiha kan yang mengusir kalian dari rumahku.Kamu tahu...aku senang sekali saat bisa melihat lagi."
Mamanya Irwan mendekat,"Iya Nak Hepi.Saking senangnya dia ngebet minta pulang ke Jakarta cepet2.Padahal dokter bilang harus tunggu beberpa hari.Siapa tahu ada masalah."
Irwan memandangku lekat2,"Aku sedih banget saat sampai di rumah dan kamu ga ada.Kamu tahu kamu itu sangat berarti bagiku.Shihalah yang orang lain bagiku.Dia sudah mengkhianatiku.Itulah penyebab aku kecelakaan.Aku emosi bawa mobilnya.Aku mergoki dia selingkuh dengan pria lain di sebuah villa.Dia lalu kabur ke Milan.Dan baru kembali saat tahu aku ga ingat soal kejadian di villa.Kami sudah putus Pi.Di hatiku kini cuma kamu seorang.Mau kan jadi mataku selamanya?"
Aku tersipu dipegang daguku sama dia,"Kamu kan sudah bisa melihat sekarang?"
Dia tersenyum,"Tapi hatiku buta kalau kamu ga disisiku Pi...mau ya ???Ya?"
Anak SMP yang kebetulan ada di situ mau beli jualanku pada berteriak,"Terima!!Terima!!"
Wah nenekku juga orang tua Irwan malah ikutan,"Terima!!Terima!!"
Aku jelas ga bisa berkata tidak dong.Aku mengangguk dan Irwan seneng banget.Ia mengecup keningku,"Aku mencintaimu...Hepi..hatiku melihat cinta kala aku buta."
Tepuk tangan dan suitan terdengar kala Irwan menanyakan pada yang melihat kami,"Ayo silakan beli apa nih!!Hari ini gratis!!Saya yang bayar!!Ayo!!!"
Aku tersenyum haru melihat Irwan melayani pesanan mereka.Aku diboyong ke rumah Irwan dan kami menikah sebulan kemudian.Rumah di desa direnovasi dan dibuat seperti villa oleh Irwan.Bila kami kangen kami main ke sana.Tentu saja aku ajak anak2ku ikut serta dengan papanya.Irwan he..he..namaku pas dengan hidupku kini ...hepi...***THE end***
←♡→ PADA BISIKAN YANG PERTAMA....( Hamdan pov )
Kasihan putriku.Ia pingsan saat menangis menyadari bahwa Irwan bukan kakak kandungnya.Kubaringkan putriku diiringi kecemasan isteriku,"Evi kenapa Mas?"
Aku menjawab dalam tatapanku yang mengarah ke Irwan yang pulas di pembaringan sebelah.Lina menatapku dengan mata berkaca2.Ironi sekali melihat mereka selalu bersama selama ini bahkan di rumah sakitpun mereka juga bersama.Kulihat Lina berbisik pada isteri Mas Hendro,entah apa yang mereka bisikkan.Aku tak tahu karena hatiku sedih melihat putriku.
♥→♡ UNGKAPAN KATA YANG BERMAKNA....( Lina pov )
Skaranglah saat yang tepat untuk memisahkan Evi dari Irwan.Itulah yang kubisikkan pada mb Idayu.Ia melihat ke arah Hazman dengan sedih.Jelas kulihat betapa dia pasti sangat berat kehilangan putraku kandungku itu.Aku juga memandang Irwan yang pulas di bednya.Sama aku juga berat memisahkan Irwan dari Evi tapi semua harus kulakukan.Inilah kebenaran yang harus diterima semua pihak.Beginilah bila kebenaran terlambat diungkapkan.Menyakiti banyak pihak.
←☆→MEMBUAI SYAHDU SUKMAKU TIKA MENITI BERSAMAMU....( Irwan pov )
Aku ngantuk sekali dan aku malah terbuai dalam mimpi.Aku bermimpi berlarian bersama Evi di padang nan indah.Ketika bangun aku lihat semua barangku sudah dipack.Dokter juga ada dan berkata padaku,"Kami ijinkan kamu pulang ke rumah orang tuamu Irwan.Itu ayah ibumu."
Aku terpana melihat siapa yang ditunjuk dokter,"Pak Hendro?Ibu Idayu?"
Mereka mengangguk bahkan kemudian membantuku turun dari ranjang,"Ayo kita pulang Nak.Sudah lama kamu berada di RS."
Aku mencari2 Evi,"Evi mana ya?Aku mau pamitab sama dia."
Ibu Idayu menjawab,"Keluarga Evi juga mau pulang.Ibu sudah pamitan kok sama mereka.Iya kan Pak?"
Pak Hendro manggut2 sambil menenteng tas,"Iya Wan...ayo kita pulang.Bapak dah pingin bawa kamu ke rumah."
Entah kenapa aku merasa aneh dengan semuanya.
¤♡¤ AKU RAKAMKAN SEGALA DI LUBUK HATI BERTAHTA...
Aku duduk di kursi roda didorong oleh Ibu Idayu.Demikian aku memanggilnya.Ayah Hendro berjalan menenteng tas2 gitu di sebelahku.Aku merasa aneh dengan tidak adanya Evi dan Ibu Lina juga Bapak Hamdan.Seperti ada yang hilang dariku.Hatiku hancur melihat mereka tak mengantarku.Namun kala hendak naik ke mobil kudengar teriakan,"Kakak!!Kakakkkk!!Kak Irwaaaan!!"
¤♥¤ WALAU DIMANA KU BERADA KAU TETAP HIDUP DI DALAM JIWA....( Evi pov )
Kala aku bangun kulihat aku sudah di tempat yang beda ruangan dengan Kak Irwan,"Kakak mana Yah?"
Ayah membelai kepalaku,"Kakak harus pulang ke rumahnya.Lagian ada kak Hazman di sini menemani kamu."
Aku segera turun dari ranjang,"Evi mau kak Irwan!!"
Aku lari menuju kamar Kak Irwan kayak orang bingung gitu,"Kakak...kakak...kak Irwan mana?"
♡¤♥ BISIKAN ASMARA YANG PERTAMA....
Ibu mengejarku demikian juga Ayah dan Kak Hazman.Aku panik kala lihat kamar kak Irwan kosong,"Kok kosong???Kakak!!Kak Irwan!!"
Kakiku segera bergerak menuju pintu keluar.Kakak pasti dibawa pulang ke rumah Pak Hendro,aku berlari sekencang2nya.Tiba di depan kulihat kak Irwan sudah mau naik ke mobil,"Kakak!!Kakakkk!!Kak Irwan!!"
Namun Ibu Idayu dan Pak Hendro segera menyuruh Kak Irwan masuk dan mobil mereka pergi meninggalkan area rumah sakit,aku kejar mobil itu sambil menangis,"Kakakk!!Kak Irwan!!Jangan pergi!!Jangan tinggalin Evi!!Kakak!!Hu...hu..."
¤♡¤TERPAHAT UNTUK SELAMANYA....
Aku menangis di halaman rumah sakit hampir saja sebuah mobil menabrakku jika saja Ibu tak segera menarikku,"Evi!!Sudah sayang!Sudah...."
Aku menangis di pelukan Ibu,"Kakak pergi Bu...hu...hu...kak Irwan pergi..."
Ibu hanya tergugu mendengar tangisku,"Ibu juga sedih sayang...ibu mengerti..."
Hari itu takkan kulupakan.Sejak itu hariku tak sama lagi.Tak ceria seperti dulu lagi.Hatiku kehilangan.Kehilangan yang begitu dalam.
¤♡¤ TERCIPTA PENGALAMAN YANG INDAH...( Hazman Pov )
Melihat Evi tersedu2 dipelukan ibu hatiku sedikit iri.Ia begitu menyayangi Irwan.Apa aku kurang baik dari Irwan?Sejak melihat kejadian itu aku berusaha mengambil hati adikku itu.Kucoba menciptakan pengalaman2 indah bersama dia agar dia bisa menghapus kenangannya dengan mantan kakaknya.Irwan.
~♥~ HINGGA KINI MASIH TERASA....
Namun semua seperti menjaring angin.Sia2.Hari pertama saja adikku itu sudah demam.Dia terus meracau memanggil2 nama Irwan,"Kakak...Kak Irwan...Evi sakit kak....Kakak...."
¤¡¤ BISIKAN ASMARA OH BISIKAN ASMARA....
Ayah ibu nampak muram bila Evi sakit.Bahkan foto Irwan didekapnya erat2 sambil tidur.Video dimana ia dan Irwan bermain yang direkam ayah Hamdan diputarnya berulang2.Walau aku kakak kandungnya tapi aku tahu sampai kapanpun posisi istimewa di hati adikku hanyalah buat Irwan.Suatu kali kudengar Ibu menasehatinya,"Jangan lupa sayang.Kakak kandung kamu itu Kak Hazman.Cobalah menerima kenyataan ini sayang.Bersikaplah lebih baik sama kakakmu itu.Ibu mohon ya sayang..."
Memang sikap adikku jadi lebih baik tapi bila ia sedih ia akan lari ke kamar dan menangis sambil memeluk foto Irwan.Kadang aku merasa bahwa mereka memang ditakdirkan untuk selalu bersama.
¿♡¿ CINTA MENGUKIR RASA RINDU...( Lina pov )
Berat sekali harus meninggalkan rumah ini.Sejak Irwan ikut orang tua kandungnya,rumah ini jadi sepi menurutku.Walau Hazman ada bersamaku namun aku terbiasa dengan kehadiran Irwan dalam rumah ini.Aku biasa melihat dia bermain dengan Evi di halaman.Aku rindu padanya.Makanya aku ga heran kala Evi jatuh sakit begitu di rumah tak ada kehadiran Irwan.Kasihan putriku.Terlebih lagi kami harus pindah ke kota Jakarta.
¤♡¤ DI BAWAH AWAN SETUJU....
Suamiku dipindah ke kantor pusat.Ia naik jabatan.Berita baik sebenarnya namun berita buruk bagi Evi.Kembali ia harus jauh dari kakaknya.Irwan juga dipindah sekolahnya.Semua dilakukan demi kesehatannya.Sebenarnya kami semua tak setuju pindah ke Jakarta tapi apa daya jika suamiku tak setuju dimutasi maka ia akan down grade.Kamipun bersiap2 untuk pindahan.
》¤《 DALAM MENITI HARIKU TAK SABAR UNTUK BERSAMAMU...( Irwan pov )
Rumah Ayah Hendro sangat bagus.Luas dan ada tokonya.Aku kerap membantu ayah dalam usaha reparasinya.Aku memang enjoy dunia elektro.Namun aku juga tak mengabaikan ibu Idayu.Aku juga kerap membantu Ibu di tokonya.Bantu melayani pembeli dan kulakan.Bahkan seorang pembeli pernah kecetus bicara pada ibu,"Jeng....putranya yang ini cepet ya kalau melayani.Hitungannya juga joss!Keren!Pinter banget anaknya.Baik lagi.Aduh..."
Ibu cuma mesem namun aku tahu di hati Ibu ada duka entah apa.Pasti ada hal yang tak kutahu tapi sengaja ditutupi dari aku.Hingga suatu hari aku jatuh dari tangga saat mau benerin antena tv.Disitulah aku jadi ingat semuanya.Aku ingat siapa aku dan aku ingat ayah Hamdan,Ibu Lina dan juga Evi,adikku.Dimana mereka?Ayah Hendro memberiku kesempatan untuk menemui mereka karena sudah tak bahaya lagi buat kesehatanku.Aku senang sekali.Aku akan bertemu dengan mereka dan terutama bertemu Evi.Aku kangen sama adikku itu.
Akan bertemukah Irwan dengan adiknya?***see you next eps***
°•○○●☆ GALA2 EPS 11°•○○●★ TIKET N 0122XX-XX
°•○●☆ The New Man / Orang Baru
°•○●★ POETRY ZONE
Senja membias dengan indahnya
Sudah saatnya aku kembali ke istana
Namun aku masih ingin menemui dia
Kekasih hatiku yang muncul menyapa dunia
Jarang sekali kami bisa bertemu
Dia penguasa malam beda dengan aku
Aku penguasa siang demikian julukanku
Pangeran Matahari demikian namaku
Kudekati kekasih hatiku Putri Bulan
Dia nampak sedih meski tetap cantik rupawan
Kenapa dinda adakah yang ingin kau ungkapkan
Dia menunjuk pada langit yang diliputi kegelapan
Lihat kanda ada bintang jatuh di sana!
Bintang itu kesukaanku kanda
Sinarnya mempesona siapa saja
Namun dia jatuh ke dunia dibawah sana
Aku duduk di sampingnya kuraih jemarinya
Lihat di sana wahai adindaku yang jelita
Masih banyak bintang nun jauh di sana
Sinar mereka tak kalah indahnya
Kekasih hatiku memandangku penuh haru
Kanda benar masih banyak hal yang kutak tahu
Betapa banyak jumlah bintang2 itu
Masih banyak yang akan menemaniku
Kukecup jemari kekasihku dan berkata sebelum pergi
Tersenyumlah dinda jangan bersedih lagi
Bersinarlah kembali menerangi bumi
Biarkan bintang jatuh itu pergi
Kulihat ia tersenyum dan mengangguk padaku
Aku akan selalu bersamamu sayangku
Menemanimu hingga akhir waktu
Rembulanku bersinar kembali sejak itu
°•○●☆SIAPA MENYAPA BAGAI PELITA...( IRWAN POV )
Aku semangat sekali mau ketemu keluargaku.Walau mereka bukan orang tua kandungku dan Evi juga bukan adik kandungku tapi aku sangat menyayangi mereka.Tak mudah melupakan kebaikan orang pada kita bukan?Apalagi mereka yang membesarkanku.Bagiku mereka itu seperti pelita dalam kegelapan.Memberi kehangatan dan penerangan.Merekalah yang mengenalkan dunia padaku.
°•○●☆ ARAH YANG MENGHILANG TIKA GELITA...
Namun kala aku sampai di sana keceriaanku menghilang.Kulihat rumah lamaku sudah ditinggalkan.Kucari ke segala arah tak ada sahutan,"Ayah!Ibu!Evi!Ini Irwan!Kalian dimana?"
°••○●★DUHAI KASIH BULAN SAKSI...
Kemana mereka?Kenapa mereka mengembok rumah.Apa yang telah terjadi.Aku lalu tanya pada tetanggaku,"Kalian tahu kemana ayah dan ibuku ?Kemana mereka kok rumah dikunci?"
Mereka menjawab,"Mereka mau ke Jakarta.Pindahan.Kejar aja masih kekejar kali.Lha baru aja kok perginya.Baru 10 menit yang lalu.Mereka naik bus kok."
Ayah Hendro menyaksikan bagaimana paniknya aku dan merasa iba,"Ayo Ayah antar kau ke Terminal.Semoga mereka belum berangkat.Ayo!"
°•○●☆ TATAP TIDAK DITATAP KOTAKAN DI DADA YANG TERDETIK...( HENDRO POV )
Tak sanggup aku menatap wajah putraku,Irwan.Dia nampak sedih dan panik mengetahui keluarga Hamdan pergi pindah ke Jakarta.Dadaku terasa sesak melihat kepiluan hatinya.Kasihan kamu Nak.Maafkan Ayah semua Ayah lakukan demi kesehatanmu.Bukan Ayah tak mau kau menemui mereka namun Ayah takut kehilangan kamu Nak.
°•○◆◇☆TEMUKAN SANG CINTA...
Ayah janji akan membantumu menemukan mereka.Ayah ga akan halangi kalian melepas rindu.Ikatan kasih sayang diantara kalian takkan mungkin terhapuskan.Ayah sadar hal itu.
°•○●◆★ANGINPUN MULA BERCERITA SEMESTA NYATA TERPEDAYA...( Evi pov )
Akhirnya kami sampai di Terminal.Aku ga banyak bicara.Males banget.Hatiku sedih harus jauh dari kak Irwan.Sudah beda rumah.Beda sekolah sekarang beda kota lagi.Aku kesal dengan semua ini.Kenapa sih jadi begini hidupku?Kak Hazman coba mengalihkan perhatianku dengan cerita2 lucu namun aku ga ketawa.Aku malah berkata padanya,"Evi lelah kak.Evi mau tidur aja."
Kupakai headset dan kusetel lagu Malaysia faveku.Sheila.
°•○●★KEKASIH TAK BERBAHASA...( HAZMAN POV )
Kenapa ya Evi ga melihat bahwa aku juga sayang sama dia?Dia tak menghiraukan perhatianku.Malah langsung makai headset dan memejamkan mata duduk di pojokan dekat jendela.
°•○●☆ GETIR FIKIR DERITA MENGHARAP SUARA...
Getir aku menahan perasaanku.Aku kangen sama Ibu Idayu.Walau dia bukan ibu kandungku tapi dia selalu mendengarkan dan memperhatikan setiap perkataanku.Kadang aku berharap aku tak tahu sama sekali kebenaran semua ini.
°•○●☆ TANGIS BAGAI GERIMIS HATI BAK TASIK PEDIH...( IDAYU POV )
Irwan sudah tahu semua kebenarannya.Ingatannya sudah pulih.Aku kasihan padanya.Juga pada Hazman.Mereka tak seharusnya alami semua ini.Namun apa daya semua sudah terjadi.Gerimis turun seiring dengan kepedihan di hatiku.Entah mengapa aku merasa sangat sedih.Kenapa ya?Apakah putraku sedang sedih?Putraku yang mana?Hazman atau Irwan?Atau malah dua2nya?Aku memandang langit,'Jagai mereka ya Tuhan.Aku sayang keduanya.'
°•○●●☆ CUBA CARI HAKIKAT TEMUKAN AZIMAT...( IRWAN POV )
Sampai di terminal,aku segera mencari bus jurusan Jakarta.Kucari diantara para penumpang bayangan keluargaku,"Evi!!Ayah!!Ibu!!"
Ayah Hendro berkata,"Kita berpencar Wan!Siapa yang menemukan duluan hubungi via hp.Ok?"
Kamipun berpencar.
°•○●☆ KASIH GUNDAH GERHANA DIAM TAK BERIRAMA...
Langkahku bak orang panik.Kesana kemari ga jelas.Hatiku gundah namun aku tak jua melihat sosok mereka diantara kerumunan orang.Apa mereka sudah naik ke bus ya?Aku naiki satu2 bus yang jurusannya Jakarta,"Evi!!Ayah!!Ibu!!"
°•○●★ GUSAR TAMBAH GEMENTAR TAK TERTANGGUNG RASA....
Hatiku kian gusar karena beberapa bus sudah siap berangkat.Tinggal satu bus lagi yang belum kulihat.Dan kulihat Hazman naik ke bus itu,"Hazman!!"
Ia menengok namun kemudian ia segera naik ke bus itu soalnya mau berangkat,aku segera mengejar bus itu.Kulihat Evi nampak bersandar gitu di jendela,"Evi!!Evi!!"
Bus bergerak siap menuju pintu exit terminal.Aku kejar terus,"Eviii!!Evi!!"
°•○●★ NUN DARI SANA TELAH TURUN BERBICARA...( HAMDAN POV )
Mana Hazman?Lama sekali beli air minum dalam kemasan.Hazman akhirnya naik juga namun pandangannya mengarah keluar bus.Ada apa?Astaga aku lihat nun jauh disana Irwan berlari mengejar bus kami,"Irwan..."
Evi disenggol sama Hazman,"Lihat di sana!"
°•○●★SANG KESUMA BIDADARI SYURGAWI..
Bidadari kecilku langsung melepas head setnya dan berniat turun dari bus yang sudah bergerak,"Kakak!!Kak Irwan!!Ayah itu kak Irwan!!Hentikan busnya Ayah!!Evi mau turun!!Kakak!!"
Aku minta Lina menenangkan putriku,"Tak bisa sayang.Busnya harus berangkat.Kita ga bisa turun seenaknya."
Evi histeris,"Evi mau turun!!Evi mau turun!!Evi mau ketemu kak Irwan!!Hu...hu..."
Sedih nian sih?Segitu dulu ya Gala2 soalnya saya mau lihat F1 gp Singapore.Sirkuit fave saya.***see you next eps***
Gerbong Lama ke-2 GALA2 EPS 12 : Sorrow of The Heart
�INFO MEDIS...
Mata minus dilanjut lagi ya.Mata minus atau rabun jauh merupakan suatu keadaan dimana mata kita tidak dapat melihat objek yang jauh secara jelas.Nah ada kelainan mata yang lain nih yaitu mata plus.Yaitu keadaan saat saat kita tidak dapat melihat objek yang dekat secara jelas.Tentu saja hal ini mengganggu aktivitas keseharian kita apalagi membaca dan berkendara.Jika mata plus/minus terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan jika mata kita dapat menjadi lebih buruk dari sekarang.Jangan terus-menerus menggunakan kacamata!Sesekali lepaslah kacamata itu.Saat berkendara di jalanan,tentu saja banyak debu.Pakailah helm atau kacamata untuk meminimalisir debu masuk ke mata.Latihlah mata dengan benda bergerak.Usahakan mata tetap fokus dan tidak kabur saat di tepi jalan yang ramai.Oke segitu dulu ya?Sekarang kita lihat bagaimana sedihnya Evi kala harus berpisah dengan kakaknya Irwan.Lagunya?Dari Siti Nurhaliza.Judulnya "Purnama Merindu."
°°° BERMAKNAKAH TIAP BARIS KATA2...(Evi pov )
Aku pasti dianggap mengganggu oleh sopir bus karena membuat kehebohan didalam bus.Ia marah namun ia hentikan juga laju kendaraannya,"Apa2an sih ini?Berisik banget.Ini mau berangkat apa ga sebenarnya?!"
Penumpang lain juga nampak ga suka,"Iya menghambat saja!"
Ayah meminta maaf pada semuanya,"Mohon maafkan putri saya."
Kondektur yang jaga pintu depan segera membuka pintu,"Saya kasih waktu 5 menit saja.Cepat selesaikan urusan kalian!"
Aku lega sekali mendengar kata2nya,dan segera aku turun ditemani Ayah,"Ayo cepat Vi!!Ucapkan perpisahan dengan kakakmu.Waktu kita ga banyak.Cepat!"
°°° ATAUKAH HANYA DI BIBIR SAJA....
Kata pertama yang segera kuteriakkan adalah,"Kakakkkk!!!"
Aku berlari seperti mau lomba lari sprint saja,"Kak Irwaaaan!!!"
Bibirku bergetar saking ga percayanya kala kudengar namaku diteriakkan juga oleh Kak Irwan,"Eviii!Ayahhh!"
Aku segera memeluknya erat,"Kakak kemana saja?Evi kangen!Hu...hu..."
Aku menangis dipelukan Kak Irwan,ia sendiri juga berlinang air mata,"Kakak sudah ingat semuanya dik!Sudah ingat!"
°°° BERSUNGGUHKAH RINDU YANG ENGKAU PAMERKAN....
Aku terkesiap mendengar pernyataan itu,kudongakkan kepalaku,"Sungguh kakak sudah ingat semuanya?Ingat masa2 kita main bersama?Sungguh kakak??!"
Kakak mengangguk haru,"Benar...tapi kalian malah pergi semuanya.Kalian kenapa meninggalkan kakak?Kalian mau kemana?"
Ayah yang menjawab sambil merangkul kami berdua,"Ayah diminta kembali ke Jakarta Wan,bukan niat Ayah untuk pergi meninggalkanmu.Ayah sayang kamu Wan."
Aku berada dalam dekapan dua pria yang amat penting dalam hidupku.Namun tiba2 kudengar bunyi klakson bus dibunyikan,tanda waktu kami habis.Time out.
••• ATAUKAH SEKADAR HANYA LAKONAN...( Hendro pov )
Aku hanya bisa terpaku menyaksikan Irwan bertangisan dengan adik dan ayah angkatnya,Hamdan.Disitulah aku sadar bahwa walau darah lebih kental dari air namun manusia hidup tetaplah butuh air.Bukankah darah juga benda cair?Irwan memang anak kandungku namun ia juga anak Hamdan.Ia juga bagian dari keluarga Hamdan.Inilah kenyataannya.Irwan bukan sekadar anakku,ia juga anak dari Hamdan.Kedekatan mereka karena kebersamaan selama belasan tahun.Aku tak bisa egois.Kasih sayangku tak bisa egois.Aku harus menerima takdir ini.Aku harus berbagi Irwan dengan keluarga Hamdan.Demikian juga keluarga Hamdan juga harus berbagi Hazman dengan keluargaku.
••• RINDU ...TELAH MELEKAT DALAM HATIKU...
Inilah solusi bagi situasi kami.Solusi bagi dua keluarga ini.Juga jalan terbaik buat isteriku.Aku tahu ia menderita jauh dari Hazman.Ia menyayanginya dan pastinya sangat kehilangan dan sangat rindu.Ia dan Hazman begitu dekat.Begitu melekat.Walau ia berusaha menutupinya namun aku tahu hatinya menangis sebenarnya.Aku harus bersikap adil.
○○○ WALAU AWAN BERLALU...( Irwan pov )
Aku lega bisa menumpahkan rindu pada Evi juga pada Ayah Hamdan.Walau hanya sebentar namun sangat berarti bagiku.Dengan berat hati kulepas mereka,"Kalian tinggal dimana nanti?Jakarta sebelah mana?"
Ayah Hamdan menjawab sambil menarik Evi,"Akan Ayah smskan alamatnya nanti ke Ayahmu.Ayah punya no hpnya.Ayo Vi,busnya sudah menanti sayang.Kita harus pergi."
○○○ RINDUKU....TAK BERUBAH...ARAH...
Evi tak mau melepaskan pelukannya padaku,"Ga mau!Evi mau kak Irwan juga ikut ke Jakarta.Ga mau!!"
Ayah akhirnya yang melepaskanku dari Evi,"Kita bisa dimaki orang banyak Vi!Ingat ada Ibu dan Kakakmu Hazman di dalam sana.Ayo!!"
Aku memandang ke arah bus,Ibu nampak berkaca2 didepan pintu ditemani Hazman disebelahnya.Aku hanya bisa teriak sama Hazman,"Man!!Titip Ibu,Ayah juga Evi ya?Jaga mereka buat aku."
Hazman nampak mengangguk sedang Ibu nampak tergugu,"Irwan sayang Ibu Lina.Sampai kapanpun Ibu Lina adalah Ibu Irwan juga!"
Evi dengan sangat berat hati akhirnya berhasil dipaksa naik ke bus,"Kakakkk!!Jangan lupakan Evi!!Susul Evi kak!!Sampai kapanpun Evi akan menunggu Kakak!!"
Pintu bus ditutup rapat.Buspun melaju meninggalkan aku dan Ayah Hendro yang masih berdiri terpaku.Ayah Hendro meraihku,"Ayo kita pulang Nak.Mereka sudah pergi.Ayo..."
●●● PURNAMA MENGAMBANG...CUMA BERTEMAN...( HAZMAN POV )
Tak kusangka hidupku akan jadi begini.Hidup diantara dua keluarga.Aku yang selama ini selalu bertemu dengan Irwan di sekolah ternyata malah bertukar posisi dengan dia.Ga sangka temanku adalah saudaraku secara tidak langsung.Hubungan kami bukan lagi cuma teman tapi lebih lagi karena kami kini mau tak mau adalah saudara.Walau tidak sedarah tapi secara kedekatan keluarga.Ibarat kata keluargaku bukan satu tapi dua.Dua keluarga yang diikat dalam satu simpul.Aku harus terima kenyataan ini.Walau jujur bagiku ini ga mudah.
●●● BINTANG BERKELIPAN DAN JUGA AWAN....
Evi terus saja menangis usai masuk kembali ke bus walau dia berusaha ga bersuara namun aku tahu dia terus meneteskan air mata.Ia pasti begitu dekat dengan Irwan.Walau aku sudah berusaha menjadi seperti Irwan namun aku takkan bisa menggantikan posisi Irwan di hatinya.Aku akhirnya duduk sama Ayah.Evi dengan Ibu.Karena capek menangis akhirnya Evi tertidur.Ibu menyelimutinya dengan selimut kesayangan Evi,selimut milik Irwan.Kasihan adikku.Sesekali terdengar ia terisak dalam tidurnya,"Hiks...hiks..."
Kulihat keluar malam sudah tiba,bintang gemerlapan di langit.Berikan aku kekuatan ya Tuhan.Jagai juga Mami Idayu di Bogor sana.Juga Ayah Hendro.Aku sayang mereka.
☆ SIAPA TAHU...RINDU YANG MENCENGKAM DI HATIKU...( LINA POV )
Siapa sangka hatiku bakal seperih ini sekarang.Walau kebenaran telah terungkap.Walau aku telah mengetahui siapa putraku yang sesungguhnya namun rasanya seperti ditikam sembilu.Melihat putriku semenderita ini berpisah dari kakaknya.Kata suamiku Irwan sudah ingat semuanya.Aku tak perlu lagi mencemaskan kesehatannya.Syukurlah lega aku mendengarnya.Aku yakin Irwan akan baik2 saja karena jelas kulihat betapa kasihnya Mas Hendro sama dia.Seakan sudah kerasa kalau Irwan adalah putranya bahkan sebelum tes DNA.
☆☆ AKU MEMINTA PADA YANG ADA...
Aku selimuti Evi dengan selimut yang biasa dipakai Irwan.Baru bisa tidur dengan lebih tenang dia.Mungkin bau khas putraku itu yang bak aroma terapi baginya.Kasihan putriku.Sejak tadi terus saja menangis.Matanya sampai sembab gitu.Ditawari apapun ga mau.Evi emang ga mau makan kalau lagi sedih.Semoga Evi ga jatuh sakit.Aku meminta pada Tuhan agar Evi kuat dan diberi stamina agar ga drop.
★ AKU MERINDU PADA YANG KASIH...( AYAH HAMDAN POV )
Syukurlah Evi sudah tidur.Betapa jelas terlihat kasihnya dia pada Irwan.Begitu dekatnya mereka.Tuhan,apa aku berdosa menjauhkan dia dari Irwan?Tapi kini keadaan sudah berbeda.Irwan sudah ingat semuanya.Hatiku lega bukan kepalang.Irwan akan baik2 saja.Aku bisa kerja dengan tenang di Jakarta nanti.
★★ AKU MERAYU PADAMU YANG SUDI ...MERINDUKU...
Aku akan bekerja dengan giat dan akan mencoba merayu bossku agar aku ditempatkan lagi di cabang Bogor.Biar bisa dekat dengan Irwan.Biar Evi ga sakit malarindu sama kakaknya itu.Semoga saja bisa...
°• PURNAMA MENGAMBANG BERBAGAI WARNA...( IDAYU POV )
Aku mendengar bunyi mobil,itu pasti Mas Hendro dan Irwan.Aku keluar menyambut mereka,"Akhirnya kalian kembali.Lama bener.Dapat semua barangnya?"
Kulihat Irwan membantu suamiku menurunkan barang,"Kok dikit Mas dapatnya?Minyak goreng dan garamnya mana?Apa dah tutup pas sampai sana?"
Mas Hendro jawab sambil mengangkut barang ke warung,"Iya.Pas sampai sana dah pada tutup.Besok aku akan kulakan lagi.Haus nih...ada minum ga?"
Aku segera mengambilkan,"Irwan kenapa Mas?Kok matanya sembab gitu?"
Irwan pamit mau ke kamar,"Irwan mau belajar dulu Bu.Kalau butuh Irwan panggil aja."
Anak baik.Aku mengiyakan sambil mengelus kepalanya,"Kamu kenapa sayang?Matanya merah gitu?"
Eh Irwan malah memelukku,"Irwan gpp Bu.Irwan gpp."
Kulayangkan pandanganku ke arah suamiku meminta penjelasan tapi ia malah menyeruput tehnya.Ada apa ini?Pasti telah terjadi sesuatu.Kuelus punggung putra kandungku,"Anak laki emang harus kuat sayang..."
Hatiku gamang.Semuanya seperti mengambang gitu.Aku merasa rasa kangenku pada Hazman terobati dengan memeluk Irwan.Aku jadi sadar kalau Irwan butuh aku.Malah aku harus fokus kini memberi dia kasih sayang yang selama ini ia terima dari Jeng Lina.Lagian Hazman juga pasti akan diperlakukan sama oleh Jeng Lina.Aku harus terima kenyataan ini.Aku harus memberikan kasih sayangku kini buat Irwan.Bukan Hazman lagi.
°○ BILA EMBUNPUN DATANG BINTANG PURNAMA...( EVI POV )
Mendekati Jakarta aku terbangun,ibu nampak pulas di sebelahku.Kelelahan pasti.Aku lapar.Tapi aku malas makan.Ibu terbangun,"Kamu makan ya Vi?Ini ada roti meses rasa moca kesukaan kamu.Ayo dimakan!Sejak tadi kamu ga makan lho sayang.Makan gih!"
Aku menurut dan menerima roti itu,kumakan dengan pelan.Ibu lega melihatnya,"Kamu lihat itu diluar.Bulan purnama.Lihat bintangnya banyak tuh!"
°○ TINGGALLAH AKU SENDIRIAN BERTEMANKAN MALAM SEPI...
Aku melihat keluar,memang bulan purnama.Walau ada awan dikit menutupinya.Seketika terbayang wajah kak Irwan disana melambai dan tersenyum padaku.Air mataku kembali menetes.Ibu mengusapnya dengan lembut,"Jangan menangis terus sayang.Kau dan Kakakmu Irwan seperti bulan dan bintang itu.Ga akan berpisah.Selalu bersama.Kalian pasti akan bertemu lagi.Kakakmu kan ga hidup di planet lain?"
Aku tersenyum mendengarnya,"Evi akan menanti kakak sampai kapanpun.Evi akan menanti kakak."
Malam terus meretas.Ibu akhirnya tidur lagi.Aku menikmati malam sambil makan rotiku.Terbayang aku masa dulu.
°○ AKU MERINDU PADAMU YANG SUDI MEMUJUK...
Walau pertemuan dengan kak Irwan tadi cuma bentar tapi sudah mengobati kerinduanku.Walau ga puas.Tapi setidaknya aku senang kakak sudah ingat padaku.Aku akan menantimu kak.Aku yakin kita akan bertemu lagi.
°● HIASKANLAH CINTA DI JARI MANISKU...( IRWAN POV )
Berada di Bogor dengan kenangan akan keluarga lamaku sungguh membuat aku kerap melamun.Sejak kepindahan mereka ke Jakarta,aku merasa kesepian.Aku habiskan waktuku dengan belajar dan belajar.Masa SMU kulewati dengan lancar.Aku sengaja belajar giat agar bisa kuliah di Jakarta.Menyusul Evi.Pasti mereka sibuk sekali sampai ga bisa kemari.Atau ada yang terjadi ya?Semoga ga terjadi hal buruk.Masa SMU aku lewati dengan status jomblo.Aku ga peduli dengan cewek,aku hanya fokus dengan sekolah biar bisa kuliah di Jakarta.Itu saja.Lagian aku ga bisa mikirin cewek tanpa kebayang wajah Evi.Kenapa ya?Setiap lihat cewek pasti yang kebayang itu wajahnya Evi yang manja,imut dan lucu.Juga Evi yang nangis pas di terminal dulu.Aku kebayang dia terus.
°•○ SINARKAN BAGAI GEMERLAP KENCANA...
Walau banyak yang bilang aku ini ganteng tapi aku cuek aja.Mau digodain cewek manapun aku ga pernah ladeni.Sampai ada yang kesal,"GGS...ganteng2 Sombong!Huhh!"
Terserah mau dibilang somse,songong atau sok jual mahal.Aku ga peduli.Aku hanya ingin segera bisa kuliah di Jakarta.
Mataku bersinar2 kala aku ketrima bener di salah satu universitas di sana.Yess!!
☆★ TANDAKANLAH KASIH DI MERCU KALBU...( EVI POV )
Aku kini sudah SMU.Tapi aku ga dikenal orang dengan nama Evi.Aku sengaja memakai namaku yang lain.Bagiku nama itu hanya kuberikan untuk kak Irwan saja.Hanya dia yang boleh manggil aku gitu.Kak Hazman sampai heran,"Masak aku ga boleh manggil kamu Evi sih?Aku kan juga kakakmu.Kakak Kandung lagi."
Aku menggeleng,"Pokoknya itu nama hanya spesial buat seseorang saja.Seseorang yang istimewa.Itu akan menjadi tandanya."
°•○ BERIKANLAH PURNAMA YANG MERINDU...
Aku rasa kak Hazman bisa nebak buat siapa nama itu kusimpan dalam hati.Ia tersenyum lalu mengambil ranselnya,"Kakak berangkat kuliah dulu!"
Aku mengangguk,kulihat kakak menuju kamar Ayah.Ayah memang sering sakit2an akhir2 ini.Pasti darah tinggi lagi.Ibu jaga kondisi ayah banget.Aku juga harus berangkat ke sekolah.
Dikenal dengan nama siapakan Evi di Jakarta?***see you next eps***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar