°°°$°°° WINDOW OF MEDIS : Gerbang Orang2 Benar Sampai juga ke tiketnya mb Alena.Tiket A.Berhubung banyak yang minta Ddj maka saya next dari belakang sehingga kombinasi angkanya menjadi A- 00103088.Wah banyak angka nolnya itu,spesial Ddj nih.Sebelum ke lagu dan ke TPS he..he..mari kita ke window kesehatan.Kali ini saya mau membahas manfaat minyak zaitun untuk kesehatan.
Zaitun merupakan sejenis tanaman tahunan dan menghasilkan buah.Buah yang sudah tua dapat menghasilkan minyak zaitun yang sangat populer di dunia kuliner dan kesehatan.Minyak zaitun kaya akan kandungan lemah tak jenuh yang baik bagi kesehatan.Bahkan para ahli menganjurkan untuk lebih sering mengkonsumsi minyak zaitun untuk mencegah berbagai penyakit.Kalau ditempat saya,minyak itu lambang urapan,lambang restu dan sebuah pengakuan serta kekuatan dari Yang Diatas.
Beberapa contoh penyakit yang dapat dicegah adalah stroke,jantung,dan kanker usus besar.Kenapa saya sarankan ini?Karena teman kakak saya,baru saja kena stroke sampai perot bibirnya.Kasihan sekali hidupnya.Dia sudah beberapa kali gagal dalam pernikahan.Suaminya yang sekarang malah usianya lebih muda dari dia.Anak2nya dari suami2 terdahulu ikut dia semua.Ada yang ga sekolah,ada yang nganggur,ada yang butuh biaya sekolah.Beban hidup yang berat membuatnya harus kerja sebagai pembantu.Kasihan sekali padahal di rumah dia juga usaha laundry.Uang hasil kerja suaminya buat nyicil kendaraan.Biaya hidup sehari2 bertopang darinya.Beban pikiran,kelelahan fisik serta asupan gizi yang kurang membuatnya terkena stroke.Dengan kondisi begitupun ia masih bekerja sebagai pembantu.
Mari kita menjaga kesehatan kita,pola pikir kita,serta asupan gizi kita.Stroke itu tak terduga serangannya,masih untung cuma perot tapi gimana kalau sampai lumpuh separo?Semoga semua sehat dan bisa melaksanakan pilkada dengan damai.O iya tangkai zaitun juga dipakai sebagai lambang perdamaian lho.Sekarang kita ke lagu penuntun,masih dalam misi menyelesaikan apa yang belum tuntas,maka lagu kali ini juga sama.Dulu part 1 nya saya pakai di Benang Biru.Kini part 2 nya saya pakai buat Debu2 Jalanan soale ada kata 'Jalan'nya.Jelas dari Setia Band dengan My Love.
Ups...hampir lupa met hari kasih sayang ya?Sudah kasih coklat belum ke orang2 yang anda kasihi?Saya kemarin beli coklat,ga mahal sih tapi ada metenya.Saya bagi itu buat ponakan2 saya nan gemesin,Erieq dan Dimas.Mereka seneng banget.Soal coklat mah emang fave anak2 ya.Saya ingin mereka punya kenangan kalau mereka itu disayangi.Oke kita ke story aja!
•••€••• LELAP2KAN TIDURMU....( Kamar Irwan )
Seharian full agenda bikin Irwan kecapekan.Ia masuk ke kamarnya.Niatnya mau tiduran soalnya kalau ia kelelahan biasanya perutnya akan demo.Weleh... Evi menelponnya,"Wan,jangan lupa istirahat ya...Jangan kecapekan.Oke Pak CEO?"
Irwan sambil tiduran membalasnya,"Iya Nyonya CEO...ini juga dah di tempat tidur siap buat mimpi kamu.He..he.."
Evi mesem mendengarnya,"Ya udah...met mimpi indah...love you Pak CEO..."
Irwan tersenyum,"Love you too Nyonya Sayang...mimpiin aku juga ya..."
Saat meletakkan hpnya,Irwan melihat buku diary Rita.Diambilnya seraya berpikir,'Siapa tahu aja aku cepat terlelap jika sambil baca.'
Irwan memang susah tidur makanya dia suka kerja sampai larut.Habis ga bisa tidur.
••••:'(•••• ENGKAU PERGI DAN TAK MUNGKIN KEMBALI LAGI....
Irwan bacanya urut dari depan.Melihat foto adiknya kala masih hidup membuatnya berkaca2,"Andai saja kau masih ada dik...Pasti kau akan sangat senang dengan Evi.Kalian pasti cocok kan sama2 suka masak.Sayang kau sudah pergi dan tak mungkin kembali lagi. "
•••○••• MAAF AKU YANG TAK PERNAH BISA MAMPU TUK BAHAGIAKAN DIRIMU KINI....
Irwan mengenang semua masa kelam itu,'Andai saja aku tak ke luar negeri waktu itu pasti aku bisa mencegah tragedi ini.Kenapa kau nekad sekali dik?Kenapa?'
Halaman demi halaman ia baca sambil meraih tissue satu kotak.[Banjir ceritanya...iya ya dimana2 banjir tapi aneh ya kenapa Jakarta ga banjir ya?Beritanya cuma tergenang,siaga tiga.Tapi seingat saya dulu Jakarta parah banjirnya.Paling menuhi berita malah.Sekarang kok malah daerah luar Jakarta yang malah heboh banjir.Saya baru saja kedatangan kerabat yang tinggalnya di Jakarta.Saya tanya sama dia gimana Jakarta sekarang?Dia dulu pernah ikut jihat.Punya klewang kayak samurai gitu.Namun saya terkejut dengan jawabannya,"Jakarta sekarang bagus.Bersih,ga banjir lagi.Saya juga mudah dapat kerjaan.Lebih bagus pokoknya."
Saya itu kalau lihat Gubernur Jakarta sekarang,Pak Ahok selalu ingat sama presdir saya.Mirip banget.Pakai kaca mata juga,suka pakai batik juga.Batiknya bagus2.Karakternya juga hampir sama.Tegas,disiplin,berani,dan sangat pandai.Lulusan ITB.Kalau Pak Ahok itu Tri Sakti.Saya baca biografi beliau.Ternyata nama Ahok itu pemberian ayahnya.Aslinya itu Banhok kalau ga salah.Artinya banyak belajar.Dulu saya itu kurang suka beliau tapi sejak didemo besar2an itu saya malah jadi respect.Sekarang malah kalau lihat tv cuma buat lihat beliau.Sedang apa,lagi diberitakan apa,gimana tanggapannya.Kenapa ya malah jadi menarik gitu lihat beliau.Saya kagum dengan ketabahan hatinya.Bayangin ditolak ribuan orang,diteriakkan kematiannya dan belum dihujat.Saya aja denger ada yang ngomongin jelek saya sudah ga enak makan gimana beliau ya?Apalagi lihat debat,saya dari yang ga suka dulu sama gaya ngomongnya sekarang malah mania.Kalau di acara debat itu yang saya tunggu2 itu pas beliau bicara.Lainnya saya ga interest.Kadang malah saya silent.
Dulu kalau beliau bicara itu menurut saya kurang jelas terdengar,tapi sejak lihat debat saya malah paling jelas itu kalau beliau yang ngomong.Runut dan sistematis.Brilian gitu deh.Kerabat saya aja juga bilang gitu,"Ahok pinter ya ngomongnya..."
Wei...ternyata bukan saya aja to yang merasa begitu.Tapi semua orang punya cara pandang beda2.Bebas mau milih siapa saja.Lagipula kekuasaan itu dari sorga.Siapa yang mendapat bertanggung jawab pada Yang Kuasa.Weleh malah bahas pilkada.Ups...back to the ddj.]
•••↑\↓••• KEMANAKAH KINI AKAN KUCARI....
Irwan terus membaca hingga sampai pada halaman2 akhir,'Apa ini?Puisi?Adikku ternyata jago bikin puisi juga ya?Tapi kok dia nulis begini ya?Apa maksudnya ini ya?'
Irwan bertanya2,'Bukan anak kandung...?Rita nulis dirinya kan ini kok nyebut dirinya bukan anak kandung Mama...apa ada rahasia yang aku ga tahu?'
(Akhir2 ini memang banyak rahasia2 diungkapkan.Maksude?Yeah ...rahasia2 di dunia politik.Saya itu sampai kaget lihatnya.Ga sangka gitu.Pantas dulu saya pernah dengar soal begitu.Cuma ga ngeh dan ga mikir kalau itu berkaitan.Rupanya begitu ceritanya.Wis sekarang bahas politik ...ups iya balik lagi ke story).
•••:-D••• TIADA LAGI UH TAWAMU KASIH...
Irwan kian penasaran,'Rupanya ada rahasia yang aku tak ketahui.Apa maksud Rita dia bukan anak kandung Mama?Lalu dia anak siapa?Aku harus tahu kejelasan semua ini.Aku harus bertemu dengan Mama.'
Irwan mengambil hpnya,bimbang awalnya mau menghubungi Mamanya atau ga.Akhirnya ia putuskan menghubungi.
○○○@○○○ SEPINYA HATIKU HANYA BISA KUMENETESKAN AIR MATA....( Rumah Idayu ) Namanya orang kaya itu rumahnya banyak.Demikian juga dengan Idayu.Meski sangat lux rumahnya namun sepi baginya.Ia sedang mencoba tidur tapi ga bisa.Kaget ia kala hpnya bunyi dan makin kaget lagi yang menghubungi dia adalah Irwan,"Irwan?Putra Mami...Akhirnya kamu mau bicara sama Mamamu ini... sayang..."
Irwan langsung to the point aja,"Besok bisa kita bertemu Ma?"
Idayu jelas menjawab iya,"Tentu!Tentu!"
Irwan setuju,"Baiklah Irwan akan ke rumah Mama."
Idayu jawab,"Jam makan siang kamu saja.Jadi ga ganggu kerjaan kamu.Gimana?"
Irwan setuju,"Baiklah Irwan akan datang pas jam makan siang."
Idayu senang sekali,'Akhirnya Irwan mau bicara sama aku lagi.Pasti dia mau minta restu soal Evi.Kan di media dia udah bilang mau serius sama Evi...tenang sayang...Mami restu kamu dapat Nak Evi...'
••••|~|•••• DOAKU UNTUKMU....( RUMAH SAKIT )
Malam itu Evi gelisah dalam tidurnya.Rupanya ia bermimpi.Dalam mimpinya ia melihat Irwan mengenakan jas pengantin.Ia membawa seikat bunga mawar merah.Namun tiba2 bunga itu berubah menjadi darah.Dan wajah Irwan berubah menjadi pucat pasi.Dan Irwan merasa kesakitan,"Vi...tolong aku Vi...Evi...sakit sekali..."
Evi coba mendekat namun malah tanah terbelah memisahkannya dengan Irwan,"Tidak!!Irwaaan!!" Irwan memandangnya dengan berlumuran darah,"Selamat tinggal Evi..."
Tanah yang terbelah kian lebar.Jarak mereka kian jauh. Evi teriak2 dalam tidurnya,"Tidak!!Irwan!!Irwan jangan tinggalkan aku...!!"
Rita Sugiarto kaget dan segera membangunkan putrinya,"Vi!!Bangun Vi!!"
Evi terengah2 dan segera memeluk ibunya,"Evi mimpi buruk Bu...Evi takut..."
Akhirnya sang ibu mengajak Evi berdoa,"Kamu pasti belum berdoa sebelum tidur tadi.Biasakan berdoa sebelum tidur.Ayo berdoa bersama."
•••0••• SELAMAT JALAN DUHAI ENGKAU KEKASIHKU....
Evi lalu cerita soal mimpinya pada mamanya.Rita mendengarkan dan meminta ia jangan takut,"Nak Irwan itu orang baik sayang.Tuhan pasti melindunginya.Kamu harus percaya dan doakan dia.Sudah sekarang tidur lagi.Besok kamu kerja kan?"
Evi mengangguk dan mencoba tidur lagi. Namun ia masih cemas,'Mengapa dalam mimpiku Irwan seperti mengucapkan perpisahan ya?Mengapa aku melihat banyak darah ya?Semoga Irwan gpp.Aku biasanya jarang mimpi.Tapi sekali mimpi kok serem gini ya?' Apakah arti mimpi Evi?Met nyoblos teman2!Gunakan hak pilihmu ya..***see you next eps***
Zaitun merupakan sejenis tanaman tahunan dan menghasilkan buah.Buah yang sudah tua dapat menghasilkan minyak zaitun yang sangat populer di dunia kuliner dan kesehatan.Minyak zaitun kaya akan kandungan lemah tak jenuh yang baik bagi kesehatan.Bahkan para ahli menganjurkan untuk lebih sering mengkonsumsi minyak zaitun untuk mencegah berbagai penyakit.Kalau ditempat saya,minyak itu lambang urapan,lambang restu dan sebuah pengakuan serta kekuatan dari Yang Diatas.
Beberapa contoh penyakit yang dapat dicegah adalah stroke,jantung,dan kanker usus besar.Kenapa saya sarankan ini?Karena teman kakak saya,baru saja kena stroke sampai perot bibirnya.Kasihan sekali hidupnya.Dia sudah beberapa kali gagal dalam pernikahan.Suaminya yang sekarang malah usianya lebih muda dari dia.Anak2nya dari suami2 terdahulu ikut dia semua.Ada yang ga sekolah,ada yang nganggur,ada yang butuh biaya sekolah.Beban hidup yang berat membuatnya harus kerja sebagai pembantu.Kasihan sekali padahal di rumah dia juga usaha laundry.Uang hasil kerja suaminya buat nyicil kendaraan.Biaya hidup sehari2 bertopang darinya.Beban pikiran,kelelahan fisik serta asupan gizi yang kurang membuatnya terkena stroke.Dengan kondisi begitupun ia masih bekerja sebagai pembantu.
Mari kita menjaga kesehatan kita,pola pikir kita,serta asupan gizi kita.Stroke itu tak terduga serangannya,masih untung cuma perot tapi gimana kalau sampai lumpuh separo?Semoga semua sehat dan bisa melaksanakan pilkada dengan damai.O iya tangkai zaitun juga dipakai sebagai lambang perdamaian lho.Sekarang kita ke lagu penuntun,masih dalam misi menyelesaikan apa yang belum tuntas,maka lagu kali ini juga sama.Dulu part 1 nya saya pakai di Benang Biru.Kini part 2 nya saya pakai buat Debu2 Jalanan soale ada kata 'Jalan'nya.Jelas dari Setia Band dengan My Love.
Ups...hampir lupa met hari kasih sayang ya?Sudah kasih coklat belum ke orang2 yang anda kasihi?Saya kemarin beli coklat,ga mahal sih tapi ada metenya.Saya bagi itu buat ponakan2 saya nan gemesin,Erieq dan Dimas.Mereka seneng banget.Soal coklat mah emang fave anak2 ya.Saya ingin mereka punya kenangan kalau mereka itu disayangi.Oke kita ke story aja!
•••€••• LELAP2KAN TIDURMU....( Kamar Irwan )
Seharian full agenda bikin Irwan kecapekan.Ia masuk ke kamarnya.Niatnya mau tiduran soalnya kalau ia kelelahan biasanya perutnya akan demo.Weleh... Evi menelponnya,"Wan,jangan lupa istirahat ya...Jangan kecapekan.Oke Pak CEO?"
Irwan sambil tiduran membalasnya,"Iya Nyonya CEO...ini juga dah di tempat tidur siap buat mimpi kamu.He..he.."
Evi mesem mendengarnya,"Ya udah...met mimpi indah...love you Pak CEO..."
Irwan tersenyum,"Love you too Nyonya Sayang...mimpiin aku juga ya..."
Saat meletakkan hpnya,Irwan melihat buku diary Rita.Diambilnya seraya berpikir,'Siapa tahu aja aku cepat terlelap jika sambil baca.'
Irwan memang susah tidur makanya dia suka kerja sampai larut.Habis ga bisa tidur.
••••:'(•••• ENGKAU PERGI DAN TAK MUNGKIN KEMBALI LAGI....
Irwan bacanya urut dari depan.Melihat foto adiknya kala masih hidup membuatnya berkaca2,"Andai saja kau masih ada dik...Pasti kau akan sangat senang dengan Evi.Kalian pasti cocok kan sama2 suka masak.Sayang kau sudah pergi dan tak mungkin kembali lagi. "
•••○••• MAAF AKU YANG TAK PERNAH BISA MAMPU TUK BAHAGIAKAN DIRIMU KINI....
Irwan mengenang semua masa kelam itu,'Andai saja aku tak ke luar negeri waktu itu pasti aku bisa mencegah tragedi ini.Kenapa kau nekad sekali dik?Kenapa?'
Halaman demi halaman ia baca sambil meraih tissue satu kotak.[Banjir ceritanya...iya ya dimana2 banjir tapi aneh ya kenapa Jakarta ga banjir ya?Beritanya cuma tergenang,siaga tiga.Tapi seingat saya dulu Jakarta parah banjirnya.Paling menuhi berita malah.Sekarang kok malah daerah luar Jakarta yang malah heboh banjir.Saya baru saja kedatangan kerabat yang tinggalnya di Jakarta.Saya tanya sama dia gimana Jakarta sekarang?Dia dulu pernah ikut jihat.Punya klewang kayak samurai gitu.Namun saya terkejut dengan jawabannya,"Jakarta sekarang bagus.Bersih,ga banjir lagi.Saya juga mudah dapat kerjaan.Lebih bagus pokoknya."
Saya itu kalau lihat Gubernur Jakarta sekarang,Pak Ahok selalu ingat sama presdir saya.Mirip banget.Pakai kaca mata juga,suka pakai batik juga.Batiknya bagus2.Karakternya juga hampir sama.Tegas,disiplin,berani,dan sangat pandai.Lulusan ITB.Kalau Pak Ahok itu Tri Sakti.Saya baca biografi beliau.Ternyata nama Ahok itu pemberian ayahnya.Aslinya itu Banhok kalau ga salah.Artinya banyak belajar.Dulu saya itu kurang suka beliau tapi sejak didemo besar2an itu saya malah jadi respect.Sekarang malah kalau lihat tv cuma buat lihat beliau.Sedang apa,lagi diberitakan apa,gimana tanggapannya.Kenapa ya malah jadi menarik gitu lihat beliau.Saya kagum dengan ketabahan hatinya.Bayangin ditolak ribuan orang,diteriakkan kematiannya dan belum dihujat.Saya aja denger ada yang ngomongin jelek saya sudah ga enak makan gimana beliau ya?Apalagi lihat debat,saya dari yang ga suka dulu sama gaya ngomongnya sekarang malah mania.Kalau di acara debat itu yang saya tunggu2 itu pas beliau bicara.Lainnya saya ga interest.Kadang malah saya silent.
Dulu kalau beliau bicara itu menurut saya kurang jelas terdengar,tapi sejak lihat debat saya malah paling jelas itu kalau beliau yang ngomong.Runut dan sistematis.Brilian gitu deh.Kerabat saya aja juga bilang gitu,"Ahok pinter ya ngomongnya..."
Wei...ternyata bukan saya aja to yang merasa begitu.Tapi semua orang punya cara pandang beda2.Bebas mau milih siapa saja.Lagipula kekuasaan itu dari sorga.Siapa yang mendapat bertanggung jawab pada Yang Kuasa.Weleh malah bahas pilkada.Ups...back to the ddj.]
•••↑\↓••• KEMANAKAH KINI AKAN KUCARI....
Irwan terus membaca hingga sampai pada halaman2 akhir,'Apa ini?Puisi?Adikku ternyata jago bikin puisi juga ya?Tapi kok dia nulis begini ya?Apa maksudnya ini ya?'
Irwan bertanya2,'Bukan anak kandung...?Rita nulis dirinya kan ini kok nyebut dirinya bukan anak kandung Mama...apa ada rahasia yang aku ga tahu?'
(Akhir2 ini memang banyak rahasia2 diungkapkan.Maksude?Yeah ...rahasia2 di dunia politik.Saya itu sampai kaget lihatnya.Ga sangka gitu.Pantas dulu saya pernah dengar soal begitu.Cuma ga ngeh dan ga mikir kalau itu berkaitan.Rupanya begitu ceritanya.Wis sekarang bahas politik ...ups iya balik lagi ke story).
•••:-D••• TIADA LAGI UH TAWAMU KASIH...
Irwan kian penasaran,'Rupanya ada rahasia yang aku tak ketahui.Apa maksud Rita dia bukan anak kandung Mama?Lalu dia anak siapa?Aku harus tahu kejelasan semua ini.Aku harus bertemu dengan Mama.'
Irwan mengambil hpnya,bimbang awalnya mau menghubungi Mamanya atau ga.Akhirnya ia putuskan menghubungi.
○○○@○○○ SEPINYA HATIKU HANYA BISA KUMENETESKAN AIR MATA....( Rumah Idayu ) Namanya orang kaya itu rumahnya banyak.Demikian juga dengan Idayu.Meski sangat lux rumahnya namun sepi baginya.Ia sedang mencoba tidur tapi ga bisa.Kaget ia kala hpnya bunyi dan makin kaget lagi yang menghubungi dia adalah Irwan,"Irwan?Putra Mami...Akhirnya kamu mau bicara sama Mamamu ini... sayang..."
Irwan langsung to the point aja,"Besok bisa kita bertemu Ma?"
Idayu jelas menjawab iya,"Tentu!Tentu!"
Irwan setuju,"Baiklah Irwan akan ke rumah Mama."
Idayu jawab,"Jam makan siang kamu saja.Jadi ga ganggu kerjaan kamu.Gimana?"
Irwan setuju,"Baiklah Irwan akan datang pas jam makan siang."
Idayu senang sekali,'Akhirnya Irwan mau bicara sama aku lagi.Pasti dia mau minta restu soal Evi.Kan di media dia udah bilang mau serius sama Evi...tenang sayang...Mami restu kamu dapat Nak Evi...'
••••|~|•••• DOAKU UNTUKMU....( RUMAH SAKIT )
Malam itu Evi gelisah dalam tidurnya.Rupanya ia bermimpi.Dalam mimpinya ia melihat Irwan mengenakan jas pengantin.Ia membawa seikat bunga mawar merah.Namun tiba2 bunga itu berubah menjadi darah.Dan wajah Irwan berubah menjadi pucat pasi.Dan Irwan merasa kesakitan,"Vi...tolong aku Vi...Evi...sakit sekali..."
Evi coba mendekat namun malah tanah terbelah memisahkannya dengan Irwan,"Tidak!!Irwaaan!!" Irwan memandangnya dengan berlumuran darah,"Selamat tinggal Evi..."
Tanah yang terbelah kian lebar.Jarak mereka kian jauh. Evi teriak2 dalam tidurnya,"Tidak!!Irwan!!Irwan jangan tinggalkan aku...!!"
Rita Sugiarto kaget dan segera membangunkan putrinya,"Vi!!Bangun Vi!!"
Evi terengah2 dan segera memeluk ibunya,"Evi mimpi buruk Bu...Evi takut..."
Akhirnya sang ibu mengajak Evi berdoa,"Kamu pasti belum berdoa sebelum tidur tadi.Biasakan berdoa sebelum tidur.Ayo berdoa bersama."
•••0••• SELAMAT JALAN DUHAI ENGKAU KEKASIHKU....
Evi lalu cerita soal mimpinya pada mamanya.Rita mendengarkan dan meminta ia jangan takut,"Nak Irwan itu orang baik sayang.Tuhan pasti melindunginya.Kamu harus percaya dan doakan dia.Sudah sekarang tidur lagi.Besok kamu kerja kan?"
Evi mengangguk dan mencoba tidur lagi. Namun ia masih cemas,'Mengapa dalam mimpiku Irwan seperti mengucapkan perpisahan ya?Mengapa aku melihat banyak darah ya?Semoga Irwan gpp.Aku biasanya jarang mimpi.Tapi sekali mimpi kok serem gini ya?' Apakah arti mimpi Evi?Met nyoblos teman2!Gunakan hak pilihmu ya..***see you next eps***
Eps 74 DEBU-DEBU JALANAN : They Love Him
13°° WINDOW MEDIS : Mereka Mencintainya
Ikut tegang mengikuti hasil hitung cepat pilgub DKI sampai saya turunkan tv dari bufet ke bawah.Jadi saya bisa lihat dengan lebih jelas dan nyaman.Bicara soal melihat berarti bicara soal mata.Saya mau bahas soal mata minus dan silinder.Apa sih bedanya?Kita sering menyebut mata minus itu myopia.Kalau silinder itu astigmatisma.Nah saya pernah bahas mata minus tapi belum yang silinder.Penyebab silinder adalah panjang kornea antara horisontal dan vertikal tidak sama.Hal ini dapat diperoleh dari orang tua atau keturunan.Tapi gaya hidup yang tidak benar seperti :
* membaca atau melihat jauh dalam posisi miring
* menonton tv dan membaca sambil tiduran juga bisa jadi pemicunya.Akibatnya kalau melihat gambar akan dobel atau ga fokus.Bila kita sudah pakai kaca mata minus tapi masih merasa ga jelas maka besar kemungkinan kita menderita silinder.Datanglah ke optik dan mintalah kaca mata silinder.Oke sekarang kita ke lagu penuntun.Lagu dari penyanyi yang beberapa waktu lalu alami kecelakaan saat latihan di sebuah panggung untuk acara ulang tahun sebuah stasiun tv.Tahu siapa?Yap!Afgan.Judul lagunya Jalan Terus.Yuk kita teruskan perjuangan!Politik lagi...weleh.
@•• BANYAK YANG TAK MERESTUI CINTA KITA BERDUA....( Rumah Irwan )
Pagi harinya seperti biasa Evi sudah dijemput Toto untuk buat sarapan bagi Irwan.Irwan sendiri malah belum bangun.Ia kepikiran adiknya terus dan membongkar kamar Rita mencari apa saja yang bisa menjelaskan ketidakjelasan semua tulisan adiknya di diary.Efeknya jelas malah ketiduran ia dikamar adiknya.Evi heran dan nanya Toto,"Mas Toto,Irwan kok tumben belum bangun sih?"
Toto memberitahu,"Semalam Boss aneh,masak malam2 bongkar2 kamar mendiang Non Rita.Saya pikir maling,ternyata Boss...hampir saja saya karateka he..he.."
Evi malah heran,"Berarti jam berapa Irwan tidur semalam?"
Toto menggeleng,"Saya disuruh pergi sama Boss disuruh istirahat.Jadi saya rasa paling Boss tidur dini hari deh..."
Evi malah cemas,"Kalau gitu Irwan kurang istirahat dong...coba kita lihat yuk Mas...ntar kalau ada apa2 gimana?"
Mereka berdua lalu menuju kamar Irwan,"Lho kok kosong?!"
$○○ KITA JALANI SAJA ...
Evi jadi panik,"Mas Toto,Irwan mana?"
Toto lalu menuju ke kamar Rita,dibukanya pintu pelan2.Beneran Irwan disana,"Nyonya Boss ...Boss disini..."
Evi segera masuk,tampak Irwan masih pulas.Evi memegang dahinya,"Syukurlah gpp...aku cemas sekali..."
Irwan terbangun,"Hey...Nyonya sayangku...apa ini sudah pagi?"
Evi malah membawa sarapan yang ia buat ke kamar Rita,"Makan dulu ya?Sudah jam segini.Habis makan baru mandi.Kamu kenapa tidur di sini?"
Irwanpun makan,"Aku hanya ingin mencari sesuatu...ini soal adikku..."
Evi memandang CEO muda di hadapannya,"Adikmu ?Aku tidak mengerti..."
Irwan lalu menunjukkan buku diary Rita,"Rita menulis sebuah puisi di halaman terakhir yang ia tulisi...disitu ada yang janggal kata2nya...disitu ia menyebut dirinya bukan anak kandung Mamaku...aku heran...mengapa dia menulis begitu.."
Evi membaca puisi yang ditulis mendiang adik Irwan,"Sepertinya itulah alasan dia memilih untuk ..." Irwan juga merasa begitu,"Aku juga curiga begitu...sepertinya ada rahasia yang selama ini aku tak tahu...aku memang sering pergi ke luar negeri saat itu...coba aku waktu itu tak banyak bepergian dan fokus pada bisnis...mungkin..."
Evi meraih tangan Irwan,"Hey...semua sudah terjadi...mungkin memang sudah begitu jalannya...jangan menyalahkan dirimu...Lagipula adikmu bukan anak kecil lagi...ia sudah tahu resiko semua tindakannya..."
|_|●● SEMUA KITA YANG PUNYA...
Irwan nampak sendu,"Aku selalu menyalahkan diriku karena kejadian itu...seharusnya aku bisa menjadi kakak yang baik..."
Evi meraih Irwan dalam pelukannya,"Kau adalah kakak yang baik sekali...Rita bahkan menulis bahwa ia tak ingin kau menyalahkan dirimu...mungkin hatinya sudah sangat berat dan lelah dengan sesuatu hal...namun aku yakin itu tak ada kaitannya dengan dirimu...kau harus berhenti menyalahkan dirimu Wan..."
Irwan meneteskan air mata,"Makasih ya Vi...kau selalu membuat aku merasa nyaman...terima kasih..."
Evi malah juga ikut berkaca2,"Sedihmu sedihku juga...semuanya akan kita jalani bersama..."
Toto tersenyum dan membiarkan keduanya di kamar Rita,'Boss akhirnya punya orang yang bisa menghibur hatinya...'
|<□□ JANGAN PEDULI MEREKA....( SUPERMARKET )
Idayu senang sekali Irwan mau berkunjung ke rumahnya.Ia lalu belanja,niatnya mau masak gitu buat putranya itu.Sampai borong aneka macam deh.Entah habis berapa tuh...ia ga peduli.Hati Idayu lagi hepi berat dengan prospek membaiknya hubungannya dengan Irwan.
||■■ KITA YANG PUNYA MIMPI INI...( Resto Rosalina )
Evi tidak tenang bekerja.Ia terus kepikiran mimpinya semalam.Saking ga konsent kerja,Fitri sampai ga dia gubris.Fitri mencolek bahu Evi,"Mb...kenapa ga dijawab pertanyaanku?"
Evi geragapan,"Apa?Kamu nanya apa?"
Fitri mengulangi,"Wah...mb lagi banyak pikiran ya?Mb nanti ga ngantar makan siang Boss2 Asian Group ya?Tumben..."
Evi menjawab,"Iya ...Pak Irwan ada urusan keluarga."
+◇◇ JANGAN LEPASKAN DIRIKU SENDIRI...
Fitri manggut2,"Oh gitu...mb Evi deket banget ya sama Boss Asian Group...ups...kemarin itu di media yang datang ke acara pernikahan sama Boss Asian Group itu mb ya?Yang diwawancarai itu sama wartawan dan reporter tv."
Evi jadi tersipu,"Sst!Jangan bilang2 ya..."
Fitri langsung bilang,"Wah ...selamat lho mb...ga sangka mb bakal jadi isteri milyarder...wow!"
_|◆◆ KITA JALAN TERUS....
Fitri hari itu mengantar sendiri delivery ke Asian Group.Evi dipanggil kak Ros ke kantornya,"Duduk Vi!"
Evipun duduk,"Maaf kak kemarin saya tidak masuk.Soalnya..."
Kak Ros malah tersenyum,"Aku tak mempermasalahkan hal itu soalnya aku tahu kamu sedang bersama dengan Pak Irwan kan?Aku lihat liputannya di media...selamat ya Vi!"
Evi kembali salting,"Kak Ros ga marah kan?"
Kak Ros malah tertawa,"Kenapa marah?Justru aku sangat bangga punya karyawan yang bisa menawan hati seorang milyarder papan atas.Pakai jurus apa sih Vi sampai bisa dapetin hatinya Pak Irwan?Dia itu terkenal dingin lho sama wanita."
Evi malah jadi merona,"Evi juga heran kok kak...."
Kak Ros malah nanya lagi,"Terus Reza?"
/\♧♧ ENTAH APA NANTI...
Evi lalu cerita kalau dia dan Reza sebenarnya sejak awal memang tak ada perasaan cinta hanya membalas budi.Kak Ros malah berkata,"Moga aja nanti Reza juga akan menemukan wanita yang tepat untuknya...semoga saja.."
|-|�� JANGAN BERHENTI PERCAYA CINTA....
Evi mengaminkan,"Benar Kak.Evi juga doain gitu.Evi percaya Tuhan pasti akan menyediakan pasangan untuk Kak Reza....ehm...kak Ros ada tugas apa buat Evi ?"
^▲▲ JANGAN BERLARI DARI CINTA...
Kak Ros lalu menceritakan soal rencana event yang dipesan Mamanya Irwan.Kak Ros bersandar di kursinya,"Aku percayakan event itu ke kamu Vi.Soalnya beliau sendiri menginginkan demikian."
Kak Ros malah nambahi,"Awalnya mau dibuat test tapi kemarin beliau menghubungiku dan memintamu menangani eventnya.Kamu siap kan Vi?Sepertinya calon mertuamu merestui tuh..." Evi jadi tersipu,"Kak Ros bisa saja...."
¥▼▼ KITA YANG TAHU....( KANTOR ASIAN GROUP )
Irwan sedang memeriksa sebuah berkas kala Evi menelponnya,"Ya Nyonya sayang...Kangen ya tumben nelpon duluan?"
Evi jawab,"Kamu jangan lupa makan siang lho ya?"
Irwan ngekek,"Tenang Vi,ntar aku makan siang sama Mamaku kok...Tadi Mamaku nelpon kalau beliau sudah masak..."
Evi lega mengetahuinya,'Syukurlah hubungan ibu dan anak akhirnya terjalin kembali.'
@▶▶ KITA YANG PUNYA CINTA2...
Irwan malah punya ide,"Kamu temani aku ke sana yuk ?Lagian kamu kelak akan jadi anggota keluarga aku juga...he..he.."
Evi sebenarnya pingin banget ikut,"Nanti aku ganggu kalian.Kalian kan baru mau bicara soal intern.Aku ga berani ganggu.Kalian perlu waktu berdua untuk saling memahami.Merangkai kembali semuanya.Itu lebih penting saat ini."
|>◀◀ JANGAN BERHENTI MENCINTAIKU...
Irwan kagum Evi begitu pengertian,"Terima kasih ya Nyonyaku dah begitu sabar mencintaiku...Aku mencintaimu..."
Evi menanggapinya,"Kamulah yang mengajariku soal kasih sayang.Bukankah kasih itu yang terbesar.Berilah kesempatan pada Mamamu.Bagaimanapun beliau bertaruh nyawa melahirkanmu.Aku mohon..."
Irwan menyetujuinya,"Baiklah...aku akan menurutimu..."
|_|↑↑ PERTAHANKANKU....( Rumah Idayu )
Idayu sudah menyiapkan makan siang untuk Irwan.Aneka macam masakan sudah siap tersaji.Sejak tadi pagi ia sibuk menyiapkannya.Sebuah mobil mercy nampak berhenti didepan gerbang,tak lama secutity mempersilahkan mobil itu untuk masuk.Irwan keluar dari mobil itu,"Kamu tunggu di sini ya To..."
Toto segera memarkir mobilnya.Irwan disambut dengan senyum bahagia oleh Idayu,"Putra Mama..."
Irwan membiarkan Mamanya memeluknya. Idayu lalu mengajak masuk,"Ayo kita makan siang bersama.Mami masak semua kesukaan kamu."
Irwan dibawa ke ruang makan,"Semua yang ada disini tidak berubah."
Idayu memandang interior rumahnya,"Mami memang sengaja mempertahankan semua tetap seperti dulu."
|~↓↓ PERTAHANKAN CINTA INI....
Irwan ingat betul bagaimana dulu pernah tinggal di rumah itu.Rumah itu memang tak sebesar rumah yang ia tempati sekarang namun rumah itu penuh kenangan karena di rumah itulah ayahnya merintis bisnis.Sambil makan Irwan ditanya beberapa hal oleh Idayu.Soal perusahaan,kesehatan hingga soal hubungannya dengan Evi,"Mami lihat di media kamu sudah menjalin hubungan dengan..."
Irwan menjawab,"Namanya Evi Ma...Dia seorang karyawan resto.Bukan dari keluarga behave.Mami tidak setuju dengan hubungan kami?"
Idayu kaget mendengar sentimen negatif Irwan,"Mengapa kamu berpikir begitu sayang?Mami sekarang tak melihat semua dari harta sayang...Kalau kamu cinta sama Evi,mami pasti restu sayang..."
Irwan memandang heran,'Tumben Mami setuju ya?'
Usai makan siang,Irwan bertanya soal Rita,"Irwan menemukan sesuatu di diary Rita.Apa benar Ma,Rita itu bukan adik Irwan?"
Apa jawab Idayu?***see you next putaran***weleh...
Ikut tegang mengikuti hasil hitung cepat pilgub DKI sampai saya turunkan tv dari bufet ke bawah.Jadi saya bisa lihat dengan lebih jelas dan nyaman.Bicara soal melihat berarti bicara soal mata.Saya mau bahas soal mata minus dan silinder.Apa sih bedanya?Kita sering menyebut mata minus itu myopia.Kalau silinder itu astigmatisma.Nah saya pernah bahas mata minus tapi belum yang silinder.Penyebab silinder adalah panjang kornea antara horisontal dan vertikal tidak sama.Hal ini dapat diperoleh dari orang tua atau keturunan.Tapi gaya hidup yang tidak benar seperti :
* membaca atau melihat jauh dalam posisi miring
* menonton tv dan membaca sambil tiduran juga bisa jadi pemicunya.Akibatnya kalau melihat gambar akan dobel atau ga fokus.Bila kita sudah pakai kaca mata minus tapi masih merasa ga jelas maka besar kemungkinan kita menderita silinder.Datanglah ke optik dan mintalah kaca mata silinder.Oke sekarang kita ke lagu penuntun.Lagu dari penyanyi yang beberapa waktu lalu alami kecelakaan saat latihan di sebuah panggung untuk acara ulang tahun sebuah stasiun tv.Tahu siapa?Yap!Afgan.Judul lagunya Jalan Terus.Yuk kita teruskan perjuangan!Politik lagi...weleh.
@•• BANYAK YANG TAK MERESTUI CINTA KITA BERDUA....( Rumah Irwan )
Pagi harinya seperti biasa Evi sudah dijemput Toto untuk buat sarapan bagi Irwan.Irwan sendiri malah belum bangun.Ia kepikiran adiknya terus dan membongkar kamar Rita mencari apa saja yang bisa menjelaskan ketidakjelasan semua tulisan adiknya di diary.Efeknya jelas malah ketiduran ia dikamar adiknya.Evi heran dan nanya Toto,"Mas Toto,Irwan kok tumben belum bangun sih?"
Toto memberitahu,"Semalam Boss aneh,masak malam2 bongkar2 kamar mendiang Non Rita.Saya pikir maling,ternyata Boss...hampir saja saya karateka he..he.."
Evi malah heran,"Berarti jam berapa Irwan tidur semalam?"
Toto menggeleng,"Saya disuruh pergi sama Boss disuruh istirahat.Jadi saya rasa paling Boss tidur dini hari deh..."
Evi malah cemas,"Kalau gitu Irwan kurang istirahat dong...coba kita lihat yuk Mas...ntar kalau ada apa2 gimana?"
Mereka berdua lalu menuju kamar Irwan,"Lho kok kosong?!"
$○○ KITA JALANI SAJA ...
Evi jadi panik,"Mas Toto,Irwan mana?"
Toto lalu menuju ke kamar Rita,dibukanya pintu pelan2.Beneran Irwan disana,"Nyonya Boss ...Boss disini..."
Evi segera masuk,tampak Irwan masih pulas.Evi memegang dahinya,"Syukurlah gpp...aku cemas sekali..."
Irwan terbangun,"Hey...Nyonya sayangku...apa ini sudah pagi?"
Evi malah membawa sarapan yang ia buat ke kamar Rita,"Makan dulu ya?Sudah jam segini.Habis makan baru mandi.Kamu kenapa tidur di sini?"
Irwanpun makan,"Aku hanya ingin mencari sesuatu...ini soal adikku..."
Evi memandang CEO muda di hadapannya,"Adikmu ?Aku tidak mengerti..."
Irwan lalu menunjukkan buku diary Rita,"Rita menulis sebuah puisi di halaman terakhir yang ia tulisi...disitu ada yang janggal kata2nya...disitu ia menyebut dirinya bukan anak kandung Mamaku...aku heran...mengapa dia menulis begitu.."
Evi membaca puisi yang ditulis mendiang adik Irwan,"Sepertinya itulah alasan dia memilih untuk ..." Irwan juga merasa begitu,"Aku juga curiga begitu...sepertinya ada rahasia yang selama ini aku tak tahu...aku memang sering pergi ke luar negeri saat itu...coba aku waktu itu tak banyak bepergian dan fokus pada bisnis...mungkin..."
Evi meraih tangan Irwan,"Hey...semua sudah terjadi...mungkin memang sudah begitu jalannya...jangan menyalahkan dirimu...Lagipula adikmu bukan anak kecil lagi...ia sudah tahu resiko semua tindakannya..."
|_|●● SEMUA KITA YANG PUNYA...
Irwan nampak sendu,"Aku selalu menyalahkan diriku karena kejadian itu...seharusnya aku bisa menjadi kakak yang baik..."
Evi meraih Irwan dalam pelukannya,"Kau adalah kakak yang baik sekali...Rita bahkan menulis bahwa ia tak ingin kau menyalahkan dirimu...mungkin hatinya sudah sangat berat dan lelah dengan sesuatu hal...namun aku yakin itu tak ada kaitannya dengan dirimu...kau harus berhenti menyalahkan dirimu Wan..."
Irwan meneteskan air mata,"Makasih ya Vi...kau selalu membuat aku merasa nyaman...terima kasih..."
Evi malah juga ikut berkaca2,"Sedihmu sedihku juga...semuanya akan kita jalani bersama..."
Toto tersenyum dan membiarkan keduanya di kamar Rita,'Boss akhirnya punya orang yang bisa menghibur hatinya...'
|<□□ JANGAN PEDULI MEREKA....( SUPERMARKET )
Idayu senang sekali Irwan mau berkunjung ke rumahnya.Ia lalu belanja,niatnya mau masak gitu buat putranya itu.Sampai borong aneka macam deh.Entah habis berapa tuh...ia ga peduli.Hati Idayu lagi hepi berat dengan prospek membaiknya hubungannya dengan Irwan.
||■■ KITA YANG PUNYA MIMPI INI...( Resto Rosalina )
Evi tidak tenang bekerja.Ia terus kepikiran mimpinya semalam.Saking ga konsent kerja,Fitri sampai ga dia gubris.Fitri mencolek bahu Evi,"Mb...kenapa ga dijawab pertanyaanku?"
Evi geragapan,"Apa?Kamu nanya apa?"
Fitri mengulangi,"Wah...mb lagi banyak pikiran ya?Mb nanti ga ngantar makan siang Boss2 Asian Group ya?Tumben..."
Evi menjawab,"Iya ...Pak Irwan ada urusan keluarga."
+◇◇ JANGAN LEPASKAN DIRIKU SENDIRI...
Fitri manggut2,"Oh gitu...mb Evi deket banget ya sama Boss Asian Group...ups...kemarin itu di media yang datang ke acara pernikahan sama Boss Asian Group itu mb ya?Yang diwawancarai itu sama wartawan dan reporter tv."
Evi jadi tersipu,"Sst!Jangan bilang2 ya..."
Fitri langsung bilang,"Wah ...selamat lho mb...ga sangka mb bakal jadi isteri milyarder...wow!"
_|◆◆ KITA JALAN TERUS....
Fitri hari itu mengantar sendiri delivery ke Asian Group.Evi dipanggil kak Ros ke kantornya,"Duduk Vi!"
Evipun duduk,"Maaf kak kemarin saya tidak masuk.Soalnya..."
Kak Ros malah tersenyum,"Aku tak mempermasalahkan hal itu soalnya aku tahu kamu sedang bersama dengan Pak Irwan kan?Aku lihat liputannya di media...selamat ya Vi!"
Evi kembali salting,"Kak Ros ga marah kan?"
Kak Ros malah tertawa,"Kenapa marah?Justru aku sangat bangga punya karyawan yang bisa menawan hati seorang milyarder papan atas.Pakai jurus apa sih Vi sampai bisa dapetin hatinya Pak Irwan?Dia itu terkenal dingin lho sama wanita."
Evi malah jadi merona,"Evi juga heran kok kak...."
Kak Ros malah nanya lagi,"Terus Reza?"
/\♧♧ ENTAH APA NANTI...
Evi lalu cerita kalau dia dan Reza sebenarnya sejak awal memang tak ada perasaan cinta hanya membalas budi.Kak Ros malah berkata,"Moga aja nanti Reza juga akan menemukan wanita yang tepat untuknya...semoga saja.."
|-|�� JANGAN BERHENTI PERCAYA CINTA....
Evi mengaminkan,"Benar Kak.Evi juga doain gitu.Evi percaya Tuhan pasti akan menyediakan pasangan untuk Kak Reza....ehm...kak Ros ada tugas apa buat Evi ?"
^▲▲ JANGAN BERLARI DARI CINTA...
Kak Ros lalu menceritakan soal rencana event yang dipesan Mamanya Irwan.Kak Ros bersandar di kursinya,"Aku percayakan event itu ke kamu Vi.Soalnya beliau sendiri menginginkan demikian."
Kak Ros malah nambahi,"Awalnya mau dibuat test tapi kemarin beliau menghubungiku dan memintamu menangani eventnya.Kamu siap kan Vi?Sepertinya calon mertuamu merestui tuh..." Evi jadi tersipu,"Kak Ros bisa saja...."
¥▼▼ KITA YANG TAHU....( KANTOR ASIAN GROUP )
Irwan sedang memeriksa sebuah berkas kala Evi menelponnya,"Ya Nyonya sayang...Kangen ya tumben nelpon duluan?"
Evi jawab,"Kamu jangan lupa makan siang lho ya?"
Irwan ngekek,"Tenang Vi,ntar aku makan siang sama Mamaku kok...Tadi Mamaku nelpon kalau beliau sudah masak..."
Evi lega mengetahuinya,'Syukurlah hubungan ibu dan anak akhirnya terjalin kembali.'
@▶▶ KITA YANG PUNYA CINTA2...
Irwan malah punya ide,"Kamu temani aku ke sana yuk ?Lagian kamu kelak akan jadi anggota keluarga aku juga...he..he.."
Evi sebenarnya pingin banget ikut,"Nanti aku ganggu kalian.Kalian kan baru mau bicara soal intern.Aku ga berani ganggu.Kalian perlu waktu berdua untuk saling memahami.Merangkai kembali semuanya.Itu lebih penting saat ini."
|>◀◀ JANGAN BERHENTI MENCINTAIKU...
Irwan kagum Evi begitu pengertian,"Terima kasih ya Nyonyaku dah begitu sabar mencintaiku...Aku mencintaimu..."
Evi menanggapinya,"Kamulah yang mengajariku soal kasih sayang.Bukankah kasih itu yang terbesar.Berilah kesempatan pada Mamamu.Bagaimanapun beliau bertaruh nyawa melahirkanmu.Aku mohon..."
Irwan menyetujuinya,"Baiklah...aku akan menurutimu..."
|_|↑↑ PERTAHANKANKU....( Rumah Idayu )
Idayu sudah menyiapkan makan siang untuk Irwan.Aneka macam masakan sudah siap tersaji.Sejak tadi pagi ia sibuk menyiapkannya.Sebuah mobil mercy nampak berhenti didepan gerbang,tak lama secutity mempersilahkan mobil itu untuk masuk.Irwan keluar dari mobil itu,"Kamu tunggu di sini ya To..."
Toto segera memarkir mobilnya.Irwan disambut dengan senyum bahagia oleh Idayu,"Putra Mama..."
Irwan membiarkan Mamanya memeluknya. Idayu lalu mengajak masuk,"Ayo kita makan siang bersama.Mami masak semua kesukaan kamu."
Irwan dibawa ke ruang makan,"Semua yang ada disini tidak berubah."
Idayu memandang interior rumahnya,"Mami memang sengaja mempertahankan semua tetap seperti dulu."
|~↓↓ PERTAHANKAN CINTA INI....
Irwan ingat betul bagaimana dulu pernah tinggal di rumah itu.Rumah itu memang tak sebesar rumah yang ia tempati sekarang namun rumah itu penuh kenangan karena di rumah itulah ayahnya merintis bisnis.Sambil makan Irwan ditanya beberapa hal oleh Idayu.Soal perusahaan,kesehatan hingga soal hubungannya dengan Evi,"Mami lihat di media kamu sudah menjalin hubungan dengan..."
Irwan menjawab,"Namanya Evi Ma...Dia seorang karyawan resto.Bukan dari keluarga behave.Mami tidak setuju dengan hubungan kami?"
Idayu kaget mendengar sentimen negatif Irwan,"Mengapa kamu berpikir begitu sayang?Mami sekarang tak melihat semua dari harta sayang...Kalau kamu cinta sama Evi,mami pasti restu sayang..."
Irwan memandang heran,'Tumben Mami setuju ya?'
Usai makan siang,Irwan bertanya soal Rita,"Irwan menemukan sesuatu di diary Rita.Apa benar Ma,Rita itu bukan adik Irwan?"
Apa jawab Idayu?***see you next putaran***weleh...
Eps 75 DEBU-DEBU JALANAN : Debts Free
� •• INGAT AKU,SAAT KAU LEWATI...( RESTO ROSALINA )
Hari sudah siang.Fitri sudah berangkat antar lunch ke Asian Group.Evi baru saja selesai meeting sama Kak Ros.Dilihatnya jamnya,'Seharusnya Irwan sudah di rumah Mamanya.Semoga lancar semuanya.Tapi aku kok merasa ga enak ya.Aku masih teringat terus sama mimpiku...'
Melihat Evi turun dari lantai 2,Intan heran.Dengan wajah kepo ia dekati Evi,"Kamu kok ga ikut Fitri sih?Malah masih enak2an disini!"
Evi hendak menjawab tapi kedahuluan Kak Ros,"Intan!Kamu ngapain interogasi Evi hehh?!Emang kamu spv dia apa?Saya yang nyuruh Evi tetep di sini kenapa?Mau protes?Kebanyakan nonton demo sih kamu ini!!Sana kerja lagi sana tuh kamu dicari Reza!!"
●● JALAN INI,SETAPAK BERBATU...
Kak Ros memandang Evi,"Kamu lapor saya kalau ponakan saya itu mengusik kamu.Ok?"
Evi mengangguk,"Makasih Kak.Kak Ros mau pergi?"
Kak Ros menjawab,"Iya saya mau ketemu Pak Samuel.Biasa bahas soal maraknya aksi demo sekarang ini.Untung aja tempat kita ada pengawalan khusus jadi omset kita ga jatuh banyak kayak tempat lain yang milih tutup aja.Nunggu kondisi aman lagi buat usaha.Udah ya saya jalan dulu."
Evi tersenyum pada atasannya itu,'Kak Ros baik banget.Aku senang kerja di sini.'
■■ KENANG AKU,BILA KAU DENGARKAN....( IDAYU HOUSE )
Idayu menunggu Irwan selesai makan dulu baru akan menjawab semua yang ingin Irwan tanyakan padanya.Idayu lalu membawa Irwan ke ruang tengah dimana disana ada foto keluarga mereka terpajang besar dibingkai gitu.Idayu lalu memberikan beberapa hadiah yang ia simpan,"Ini Mami belikan buat kamu.Pakai ya?Mami selalu ingat kamu setiap bepergian kemanapun sayang...lihat bagus kan?"
Irwan menerimanya,"Terima kasih Ma tapi Irwan lebih membutuhkan penjelasan Mama soal Rita.Jadi please Ma kasih tahu Irwan semua kebenaran yang Mama tahu.Apa benar Rita itu bukan anak kandung Mama dan Papa?"
Idayu memandang ke arah foto keluarga,"Mami akan cerita semuanya tapi janji sama Mami bahwa kau akan memaafkan Mami dan kita akan hidup seperti dulu lagi dalam kehangatan hubungan ibu dan anak.Janji?"
Irwan berkata,"Irwan hanya ingin tahu semuanya Ma...Irwan ga ada niat memutuskan hubungan sama Mama.Ayo Ma cerita ke Irwan...Irwan mau dengar semuanya.Irwan penasaran.."
◆◆ LAGU INI,TERLANTUN PERLAHAN....
Idayu lalu menceritakan dari awal,"Dulu papa dan mama menikah karena dijodohkan.Mama tak tahu bahwa Papamu sudah punya kekasih,seorang koki di sebuah restoran.Hingga saat Mama mengandung adikmu.Mama heran Papamu sering keluar kota.Rupanya ia menemui wanita itu lagi."
Irwan shock mendengar soal papanya selingkuh,"Ini ga mungkin Ma...ga mungkin!Papa ga mungkin melakukan ini pada keluarganya...ga mungkin..."
Perlahan Idayu mendekati putranya itu,"Mama juga awalnya ga percaya sayang...tapi ini belum apa2 sayang...ada rahasia lebih besar lagi dari itu..."
�� BARISAN PUISI INI....
Irwan ingat puisi adiknya,"Rahasia soal Rita Ma?"
Idayu memberikan tissue pada putranya,"Adikmu yang asli sebenarnya sudah tiada saat di RS.Papamu menyembunyikan ini dari Mama."
Irwan heran,"Lalu Rita itu anak siapa Ma?"
▲▲ ADALAH YANG AKU PUNYA....
Idayu memandang ke dinding,"Dia tetap adikmu hanya beda ibu Nak..."
Irwan kian kaget,"Maksud Mama....Rita adalah..."
Idayu mengangguk,"Saat Mama melahirkan ternyata wanita koki itu juga melahirkan prematur.Ia meninggal tapi bayinya selamat sedang Mama malah kehilangan bayi Mama.Papamu lalu menukarkan bayi Mama dengan bayi wanita itu.Dialah Rita."
Irwan terduduk lemas di kursi,"Rita anak hasil perselingkuhan Papa dengan wanita lain?Jadi Mama mengira Rita itu bayi Mama?Selama ini Irwan pikir Papa adalah suri teladan seorang pria yang baik.Setia pada keluarga,pekerja keras tapi ternyata..."
▼▼MUNGKIN AKAN KAU LUPAKAN....
Idayu membelai pundak anak sulungnya itu,"Mama tak ingin kamu membenci papamu sayang.Jangan lupakan semua kasih sayangnya padamu...bagaimanapun juga Mama sadar Mama ini orangnya keras dan sering berselisih paham dengan Papamu.Jangan benci papamu ya sayang..."
Irwan malah jadi iba pada Mamanya,"Maafkan Irwan ya Ma...Irwan pikir selama ini Mama itu selalu jadi penyebab semuanya...kenapa Mama ga pernah cerita ini semua ke Irwan?"
▶▶ATAU UNTUK DIKENANG....
Idayu malah menerawang,"Mama tahu kebenarannya juga setelah Rita beranjak besar.Waktu itu Rita sakit parah dan butuh transfusi darah.Namun golongan darahnya beda dengan Mama.Kalau papamu kan B kayak Mama tapi kok Rita itu A.Mama heran.Darimana dia dapat golongan darah yang beda?Apa dia bukan darah daging Mama?Akhirnya Mama menyelidiki semuanya dan papamu mengakui semuanya.Mama shock Nak..."
Irwan malah merasa mual,"Irwan mau ke kamar mandi bentar Ma..."
Idayu menjadi cemas,"Kamu ga apa2 kan sayang?"
Irwan menggeleng,"Ga Ma Irwan cuma merasa mual aja kok..."
Idayu memandang sayu pada putranya,'Kasihan Irwan...dia pasti shock tahu soal papanya...tapi ini adalah kebenaran dan kenyataan yang harus dia ketahui...semuanya harus jelas supaya tak ada salah paham lagi...'
◀◀ INGAT AKU BILA KAU TERASING...( KAMAR MANDI )
Irwan muntah di kamar mandi,"Apa ini?Kenapa merah?Ini...ini kan darah?"
Wah gawat nih!Irwan mengusapnya,'Kenapa denganku?'
Irwan mengambil tissue dan mengelap mulutnya.Usai bersih ia memandang wajahnya di cermin,'Ternyata sikap Mama yang beda ke Rita dipicu oleh sakit hatinya karena pengkhianatan Papa.Mungkin memang Mama bukan wanita yang seperti idaman Papa tapi tak seharusnya papa selingkuh...aku kecewa dengan Papa...Papa jadi seperti sosok yang asing dimataku...'
Idayu merasa cemas dengan kondisi Irwan,disusulnya Irwan.Ia lega melihat Irwan baik2 saja,"Maafkan Mama sayang kau harus tahu semua ini ...ini sisi gelap keluarga kita...kau boleh menyalahkan Mama tapi jangan jauhi Mama ya sayang...Mama mohon..."
Irwan malah memeluk Mamanya,"Irwan mau berhenti menyalahkan siapapun Ma...setiap orang pasti pernah berbuat salah...selama itu masih bisa diperbaiki sebaiknya dimaafkan.Setiap kita bukan orang suci,yang penting ada kesadaran untuk memperbaiki.Itu lebih penting daripada sebuah tragedi.Andai saja Rita tidak bunuh diri dan bicara dengan Irwan,Irwan akan mendamaikan Rita dengan Mama.Bagaimanapun kita adalah keluarga...kita satu ayah..."
★★TULISAN DARIKU INI...( RS )
Dokter yang dulu memeriksa Irwan melihat hasil pemeriksaan,"Sungguh diluar dugaan...ini harus segera dilakukan operasi...itupun hanya bisa dilakukan di luar negeri...sebaiknya aku menelpon Pak Irwan..."
Wah ada apa ya?Irwan kenapa ya?Dokter segera menghubungi Irwan,"Pak Irwan....hasil pemeriksaannya sudah keluar.Anda bisa mengambilnya.Saya juga ingin bicara dengan Anda."
Irwan segera menjawab,"Saya juga ingin bicara dengan Anda.Saya segera ke sana."
Dokter menutup telponnya sambil bergumam,"Semoga masih ada harapan..."
��MENCOBA MENGABADIKAN...( IDAYU HOUSE )
Irwan berpamitan pada Mamanya,"Irwan harus pergi Ma..."
Idayu membelai wajah putranya itu,"Sayang kita mulai lagi semuanya ya?Kita lupakan semua yang pernah terjadi,biarkan semua itu menjadi kenangan dan pembelajaran.Mami janji Mami akan berubah sayang.Mami juga ingin lebih mengenal calon menantu Mami...Mami ga akan lagi melihat orang dari kekayaannya.Mami ingin kau bahagia sayang...ajak Evi kemari ya?Mami ingin kenal dia lebih lagi.Kayak apa sih wanita yang bisa menaklukan hati putra Mama yang tampan ini..."
Irwan mencoba tersenyum,"Iya Ma.Kapan2 akan Irwan ajak main ke mari.Evi gadis yang baik Ma...Mama pasti menyukainya...ia juga pintar masak kayak Mama..."
��DOAKANLAH AKU MALAM INI....
Idayu melepas kepergian putranya dengan lambaian tangan penuh haru,'Hati2 sayang...Mami akan selalu mendoakan kamu sayang...supaya kamu jangan mengulang kesalahan papa dan mama.Menikah tanpa dasar cinta.Semoga Evi memberikan kebahagiaan kepadamu.'
°° SEBELUM KAU MENGARUNGI MALAM... ( MOBIL IRWAN )
Toto heran melihat Bossnya nampak agak pucat,"Boss?Boss kurang enak badan ya?"
Irwan nampak menyandarkan tubuhnya,"Aku hanya kecapekan To...kurang tidur paling...oh ya sebelum ke kantor kita ke RS dulu.Aku mau ambil hasil pemeriksaan kesehatanku."
Toto segera ambil ruas jalan ke RS,"Siap Boss!"
Apa hasil pemeriksaannya ya?Wah Solo hujan deras nih.***see you next eps***
Hari sudah siang.Fitri sudah berangkat antar lunch ke Asian Group.Evi baru saja selesai meeting sama Kak Ros.Dilihatnya jamnya,'Seharusnya Irwan sudah di rumah Mamanya.Semoga lancar semuanya.Tapi aku kok merasa ga enak ya.Aku masih teringat terus sama mimpiku...'
Melihat Evi turun dari lantai 2,Intan heran.Dengan wajah kepo ia dekati Evi,"Kamu kok ga ikut Fitri sih?Malah masih enak2an disini!"
Evi hendak menjawab tapi kedahuluan Kak Ros,"Intan!Kamu ngapain interogasi Evi hehh?!Emang kamu spv dia apa?Saya yang nyuruh Evi tetep di sini kenapa?Mau protes?Kebanyakan nonton demo sih kamu ini!!Sana kerja lagi sana tuh kamu dicari Reza!!"
●● JALAN INI,SETAPAK BERBATU...
Kak Ros memandang Evi,"Kamu lapor saya kalau ponakan saya itu mengusik kamu.Ok?"
Evi mengangguk,"Makasih Kak.Kak Ros mau pergi?"
Kak Ros menjawab,"Iya saya mau ketemu Pak Samuel.Biasa bahas soal maraknya aksi demo sekarang ini.Untung aja tempat kita ada pengawalan khusus jadi omset kita ga jatuh banyak kayak tempat lain yang milih tutup aja.Nunggu kondisi aman lagi buat usaha.Udah ya saya jalan dulu."
Evi tersenyum pada atasannya itu,'Kak Ros baik banget.Aku senang kerja di sini.'
■■ KENANG AKU,BILA KAU DENGARKAN....( IDAYU HOUSE )
Idayu menunggu Irwan selesai makan dulu baru akan menjawab semua yang ingin Irwan tanyakan padanya.Idayu lalu membawa Irwan ke ruang tengah dimana disana ada foto keluarga mereka terpajang besar dibingkai gitu.Idayu lalu memberikan beberapa hadiah yang ia simpan,"Ini Mami belikan buat kamu.Pakai ya?Mami selalu ingat kamu setiap bepergian kemanapun sayang...lihat bagus kan?"
Irwan menerimanya,"Terima kasih Ma tapi Irwan lebih membutuhkan penjelasan Mama soal Rita.Jadi please Ma kasih tahu Irwan semua kebenaran yang Mama tahu.Apa benar Rita itu bukan anak kandung Mama dan Papa?"
Idayu memandang ke arah foto keluarga,"Mami akan cerita semuanya tapi janji sama Mami bahwa kau akan memaafkan Mami dan kita akan hidup seperti dulu lagi dalam kehangatan hubungan ibu dan anak.Janji?"
Irwan berkata,"Irwan hanya ingin tahu semuanya Ma...Irwan ga ada niat memutuskan hubungan sama Mama.Ayo Ma cerita ke Irwan...Irwan mau dengar semuanya.Irwan penasaran.."
◆◆ LAGU INI,TERLANTUN PERLAHAN....
Idayu lalu menceritakan dari awal,"Dulu papa dan mama menikah karena dijodohkan.Mama tak tahu bahwa Papamu sudah punya kekasih,seorang koki di sebuah restoran.Hingga saat Mama mengandung adikmu.Mama heran Papamu sering keluar kota.Rupanya ia menemui wanita itu lagi."
Irwan shock mendengar soal papanya selingkuh,"Ini ga mungkin Ma...ga mungkin!Papa ga mungkin melakukan ini pada keluarganya...ga mungkin..."
Perlahan Idayu mendekati putranya itu,"Mama juga awalnya ga percaya sayang...tapi ini belum apa2 sayang...ada rahasia lebih besar lagi dari itu..."
�� BARISAN PUISI INI....
Irwan ingat puisi adiknya,"Rahasia soal Rita Ma?"
Idayu memberikan tissue pada putranya,"Adikmu yang asli sebenarnya sudah tiada saat di RS.Papamu menyembunyikan ini dari Mama."
Irwan heran,"Lalu Rita itu anak siapa Ma?"
▲▲ ADALAH YANG AKU PUNYA....
Idayu memandang ke dinding,"Dia tetap adikmu hanya beda ibu Nak..."
Irwan kian kaget,"Maksud Mama....Rita adalah..."
Idayu mengangguk,"Saat Mama melahirkan ternyata wanita koki itu juga melahirkan prematur.Ia meninggal tapi bayinya selamat sedang Mama malah kehilangan bayi Mama.Papamu lalu menukarkan bayi Mama dengan bayi wanita itu.Dialah Rita."
Irwan terduduk lemas di kursi,"Rita anak hasil perselingkuhan Papa dengan wanita lain?Jadi Mama mengira Rita itu bayi Mama?Selama ini Irwan pikir Papa adalah suri teladan seorang pria yang baik.Setia pada keluarga,pekerja keras tapi ternyata..."
▼▼MUNGKIN AKAN KAU LUPAKAN....
Idayu membelai pundak anak sulungnya itu,"Mama tak ingin kamu membenci papamu sayang.Jangan lupakan semua kasih sayangnya padamu...bagaimanapun juga Mama sadar Mama ini orangnya keras dan sering berselisih paham dengan Papamu.Jangan benci papamu ya sayang..."
Irwan malah jadi iba pada Mamanya,"Maafkan Irwan ya Ma...Irwan pikir selama ini Mama itu selalu jadi penyebab semuanya...kenapa Mama ga pernah cerita ini semua ke Irwan?"
▶▶ATAU UNTUK DIKENANG....
Idayu malah menerawang,"Mama tahu kebenarannya juga setelah Rita beranjak besar.Waktu itu Rita sakit parah dan butuh transfusi darah.Namun golongan darahnya beda dengan Mama.Kalau papamu kan B kayak Mama tapi kok Rita itu A.Mama heran.Darimana dia dapat golongan darah yang beda?Apa dia bukan darah daging Mama?Akhirnya Mama menyelidiki semuanya dan papamu mengakui semuanya.Mama shock Nak..."
Irwan malah merasa mual,"Irwan mau ke kamar mandi bentar Ma..."
Idayu menjadi cemas,"Kamu ga apa2 kan sayang?"
Irwan menggeleng,"Ga Ma Irwan cuma merasa mual aja kok..."
Idayu memandang sayu pada putranya,'Kasihan Irwan...dia pasti shock tahu soal papanya...tapi ini adalah kebenaran dan kenyataan yang harus dia ketahui...semuanya harus jelas supaya tak ada salah paham lagi...'
◀◀ INGAT AKU BILA KAU TERASING...( KAMAR MANDI )
Irwan muntah di kamar mandi,"Apa ini?Kenapa merah?Ini...ini kan darah?"
Wah gawat nih!Irwan mengusapnya,'Kenapa denganku?'
Irwan mengambil tissue dan mengelap mulutnya.Usai bersih ia memandang wajahnya di cermin,'Ternyata sikap Mama yang beda ke Rita dipicu oleh sakit hatinya karena pengkhianatan Papa.Mungkin memang Mama bukan wanita yang seperti idaman Papa tapi tak seharusnya papa selingkuh...aku kecewa dengan Papa...Papa jadi seperti sosok yang asing dimataku...'
Idayu merasa cemas dengan kondisi Irwan,disusulnya Irwan.Ia lega melihat Irwan baik2 saja,"Maafkan Mama sayang kau harus tahu semua ini ...ini sisi gelap keluarga kita...kau boleh menyalahkan Mama tapi jangan jauhi Mama ya sayang...Mama mohon..."
Irwan malah memeluk Mamanya,"Irwan mau berhenti menyalahkan siapapun Ma...setiap orang pasti pernah berbuat salah...selama itu masih bisa diperbaiki sebaiknya dimaafkan.Setiap kita bukan orang suci,yang penting ada kesadaran untuk memperbaiki.Itu lebih penting daripada sebuah tragedi.Andai saja Rita tidak bunuh diri dan bicara dengan Irwan,Irwan akan mendamaikan Rita dengan Mama.Bagaimanapun kita adalah keluarga...kita satu ayah..."
★★TULISAN DARIKU INI...( RS )
Dokter yang dulu memeriksa Irwan melihat hasil pemeriksaan,"Sungguh diluar dugaan...ini harus segera dilakukan operasi...itupun hanya bisa dilakukan di luar negeri...sebaiknya aku menelpon Pak Irwan..."
Wah ada apa ya?Irwan kenapa ya?Dokter segera menghubungi Irwan,"Pak Irwan....hasil pemeriksaannya sudah keluar.Anda bisa mengambilnya.Saya juga ingin bicara dengan Anda."
Irwan segera menjawab,"Saya juga ingin bicara dengan Anda.Saya segera ke sana."
Dokter menutup telponnya sambil bergumam,"Semoga masih ada harapan..."
��MENCOBA MENGABADIKAN...( IDAYU HOUSE )
Irwan berpamitan pada Mamanya,"Irwan harus pergi Ma..."
Idayu membelai wajah putranya itu,"Sayang kita mulai lagi semuanya ya?Kita lupakan semua yang pernah terjadi,biarkan semua itu menjadi kenangan dan pembelajaran.Mami janji Mami akan berubah sayang.Mami juga ingin lebih mengenal calon menantu Mami...Mami ga akan lagi melihat orang dari kekayaannya.Mami ingin kau bahagia sayang...ajak Evi kemari ya?Mami ingin kenal dia lebih lagi.Kayak apa sih wanita yang bisa menaklukan hati putra Mama yang tampan ini..."
Irwan mencoba tersenyum,"Iya Ma.Kapan2 akan Irwan ajak main ke mari.Evi gadis yang baik Ma...Mama pasti menyukainya...ia juga pintar masak kayak Mama..."
��DOAKANLAH AKU MALAM INI....
Idayu melepas kepergian putranya dengan lambaian tangan penuh haru,'Hati2 sayang...Mami akan selalu mendoakan kamu sayang...supaya kamu jangan mengulang kesalahan papa dan mama.Menikah tanpa dasar cinta.Semoga Evi memberikan kebahagiaan kepadamu.'
°° SEBELUM KAU MENGARUNGI MALAM... ( MOBIL IRWAN )
Toto heran melihat Bossnya nampak agak pucat,"Boss?Boss kurang enak badan ya?"
Irwan nampak menyandarkan tubuhnya,"Aku hanya kecapekan To...kurang tidur paling...oh ya sebelum ke kantor kita ke RS dulu.Aku mau ambil hasil pemeriksaan kesehatanku."
Toto segera ambil ruas jalan ke RS,"Siap Boss!"
Apa hasil pemeriksaannya ya?Wah Solo hujan deras nih.***see you next eps***
Eps 76 DEBU2 JALANAN : Thee Sick
□••■ ADA SESUATU SAAT KUMELIHATMU TERDIAM MEMBISU DALAM SENDIRIMU...
( Idayu House )
Idayu pergi ke kamar mandi,namun saat mau membuang bekas tissue ia terpana.Di kotak sampah tissue ia melihat ada tissue dengan bercak darah.Hatinya langsung bergetar,'Yang terakhir makai kamar mandi kan Irwan?Pembantu aku ga mungkin berani makai kamar mandi utama.Dia kan punya kamar mandi sendiri.Tapi kenapa ada bekas darah ya?Saos ga mungkin,aku ga masak pakai saos soalnya aku tahu putraku sensitif dengan saos.' Hati Idayu cemas dan segera menelpon Irwan,"Sayang,kamu dimana?Apa kamu sudah sampai kantor?"
□○○■ KU TAHU SESUATU TLAH TERJADI DALAM PERJALANAN CINTAMU DENGANNYA...
Irwan yang sudah sampai di RS menjawab,"Irwan mampir ke suatu tempat dulu Ma,ada apa Ma?" Idayu mendengar bunyi ambulance dan suara orang memanggil perawat,'Sepertinya Irwan berada di RS...aku makin yakin sesuatu telah terjadi pada putraku.Tapi kalau kutanya dia pasti ga akan terbuka.Irwan kan anaknya ga banyak omong,kecuali sama orang yang deket.Aku baru memperbaiki hubungan dengan dia,kalau kudesak takutnya dia malah jaga jarak lagi.Aku akan selidiki lewat cara lain.'
Idayu lalu menjawab,"Mama hanya cemas sama kondisi kamu sayang.Wajahmu agak pucat tadi.Kamu baik2 saja kan?Kamu sehat kan?"
Irwan melangkah menuju ruangan dokter,"Irwan baik Ma.Jangan cemas.Kalau ada apa2 Irwan pasti kasih tahu Mama kok.Irwan kan makannya selalu terjaga.Apalagi sejak ada Evi.Mama tenang aja ok?"
Idayu berkata,"Ya udah Mami lega kalau gitu.Janji lho ga ada yang disembunyiin ke Mami.Jangan kecapekan ya?Istirahat kalau capek.Mami sayang sama Irwan.Dah sayang."
Irwan tersenyum,"Irwan juga sayang sama Mama.Bye Mam..."
Idayu masih cemas,kian cemas malah namun ia lega karena Irwan sudah mau bicara lagi dengannya.
■●●□ MUNGKIN MEMANG AKU BUKANLAH DIRINYA YANG LEBIH DULU MENCINTAI DIRIMU...( RUMAH SAKIT )
Irwan disambut oleh dokter,"Silakan duduk Pak Irwan."
Irwanpun duduk,"Om ini selalu saja manggil saya dengan Pak,padahal saya kan lebih muda.Panggil Irwan aja Om."
Dokternya mesem,"Memang saya sudah lama menjadi dokter Nak Irwan namun saya ini tahu siapa Nak Irwan.Bisnisman papan atas.Rasanya gimana gitu kalau ga respect."
Irwan ganti tersenyum,"Saya suka dipanggil Nak gitu...kayak Papa saya masih hidup saja..."
Irwan makdeg nyebut soal papanya,wajahnya langsung berubah sedih.Bahkan ia langsung merasa ingin muntah,"Maaf Om,saya mau ke belakang dulu..."
Dokternya segera mendekat,"Ke toilet khusus dokter saja.Itu dekat."
Irwan baru beberapa langkah saja sudah muntah,dibekapnya mulutnya dengan sapu tangan yang ia bawa,"Uhg...whheek"
Dokter segera memberikan tissue padanya,"Ini ada tissue..."
Irwan melihat ke sapu tangannya,dokter juga sama.Irwan pucat gitu,"Darah lagi..."
Ditunjukkannya pada dokter,"Saya kenapa Om?Ini kedua kalinya saya muntah darah.Padahal saya pagi ga apa2 Om...apa mungkin penyakit maag saya makin parah?"
□◇◇■ NAMUN KUYAKIN KU AKAN MAMPU UNTUK MEREBUT HATIMU DARINYA... Dokter malah meminta sapu tangan Irwan yang kotor untuk ia periksa di lab,"Awalnya Om juga ga yakin namun gejala yang ditunjukkan semakin mengarah ke situ."
Irwan sudah membersihkan dirinya,"Maksud Om?"
Dokter lalu menunjukkan hasil pemeriksaan dan hasil uji lab.
□◆◆■ TAHUKAH KAU APA YANG KURASAKAN SELALU SAAT BERADA DI DEKATMU... Dokter mulai menerangkan,"Nak Irwan harus siap mendengar ini.Gejala yang Nak Irwan rasakan seperti perut terasa mulas,nyeri pada tulang dada,mual,muntah dan sekarang muntah darah semuanya menunjukkan tanda2 Nak Irwan terkena kanker lambung.Saya akan melakukan test lagi untuk memastikan Nak Irwan terkena kanker lambung yang jenis apa."
Irwan heran,"Tapi saya selama ini ga merasa apa2 Om.Saya pikir hanya maag."
■♧♧□ INGIN RASANYA AKU MENDEKAPMU BERSAMAMU SELAMANYA...
Dokter menjelaskan,"Perkembangan gejala atau pertumbuhan kanker pada penderita dapat berbeda2.Ada yang berkembang secara perlahan,menengah maupun cepat.Gejala kanker lambung pada tahap awalnya biasanya sulit dikenali karena hampir sama dengan gejala kondisi lambung lainnya misalnya tukak lambung.Karena itu diperlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis." Irwan langsung lemas mendengarnya,"Apakah kanker ini ganas Om?Apa bisa disembuhkan?"
Dokter memandang CEO muda di hadapannya,"Saya akan memeriksa lebih lanjut apakah sudah menjalar ke bagian2 tubuh lainnya.Nak Irwan jangan putus asa,kedokteran sekarang semakin canggih."
Irwan malah kebayang Evi,'Kasihan Evi kalau ternyata penyakitku ini ga bisa disembuhin.Aku ga mau ia menderita karena aku.Aku akan menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya saja.'
□��■ TUK JANJIKAN TAKKAN LAGI KAU TERLUKA....
Irwan keluar dari ruangan dokter dengan wajah pucat,Toto jadi cemas,"Boss...Boss pakai mantel saja.Kayaknya Boss kurang enak badan deh..."
Irwan menurut membiarkan Toto membantunya memakai mantel,"Makasih To.Kita pulang saja.Aku mau istirahat..."
Toto segera membuka pintu mobil,"Silakan Boss...pelan2 Boss..."
Irwan berkata pada bodyguardnya itu,"Jangan beritahu Nyonyaku kalau aku sakit ya To..."
Toto heran,"Lho kenapa Boss?Kan Nyonya Boss bisa merawat Boss?"
Irwan mesem mendengarnya,"Memang kamu ga mau merawat aku lagi To?"
Toto keki,"Bukan gitu Boss.Saya mah selalu ready apapun buat Boss.Seneng saya bisa jaga Boss.Jangan diragukan soal kesetiaan saya."
Irwan memejamkan mata,"Soal Evi biar aku yang beritahu sendiri To...aku mau tidur To...kita pulang."
Toto lalu diam.Ga berani ganggu Irwan lagi.
■▲▲□ DETAK JANTUNGPUN BERHENTI SEJENAK....( DIDALAM MOBIL )
Irwan sebenarnya ga tidur tapi lagi mikir,'Kata dokter faktor keluarga juga penting.Papa dulu meninggal karena kanker usus besar dan komplikasi lainnya.Besok aku harus menjalani banyak pemeriksaan.Jika masih tahap awal akan dilakukan radioterapi.Meski ada efek sampingnya.Ini karena aku punya riwayat sakit lambung yang lama.Evi...Aku harus bagaimana jika ternyata hasilnya buruk?Mengapa ya Tuhan?Mengapa setiap aku mau menikah ada saja penghalangnya...?'
□▼▼■ INGIN RASANYA KUHENTIKAN WAKTU....
Irwan dibel Adi,"Ya Di?...Seminar di daerah Cikarang?Besok?Aku ga bisa Di.Kamu aja ya?Aku mau langsung pulang hari ini.Besok aku off dulu Di.Kamu handle semua dulu ya."
Adi nanya,"Kamu ga sehat Bro?Emang kamu berantem lagi sama Mamimu?Pertemuannya ga lancar ya?"
Irwan mesem,"Lancar Di.Aku dah baikan sama Mamaku.Kamu tenang aja.Aku cuma pingin off aja.Emang aku ga boleh cuti apa?"
Adi nyerah deh,'Irwan nyembunyiin sesuatu lagi nih.Awas tuh anak...suka main rahasia sekarang.' Akankah Evi tahu soal sakitnya Irwan?***see you next eps***
Idayu pergi ke kamar mandi,namun saat mau membuang bekas tissue ia terpana.Di kotak sampah tissue ia melihat ada tissue dengan bercak darah.Hatinya langsung bergetar,'Yang terakhir makai kamar mandi kan Irwan?Pembantu aku ga mungkin berani makai kamar mandi utama.Dia kan punya kamar mandi sendiri.Tapi kenapa ada bekas darah ya?Saos ga mungkin,aku ga masak pakai saos soalnya aku tahu putraku sensitif dengan saos.' Hati Idayu cemas dan segera menelpon Irwan,"Sayang,kamu dimana?Apa kamu sudah sampai kantor?"
□○○■ KU TAHU SESUATU TLAH TERJADI DALAM PERJALANAN CINTAMU DENGANNYA...
Irwan yang sudah sampai di RS menjawab,"Irwan mampir ke suatu tempat dulu Ma,ada apa Ma?" Idayu mendengar bunyi ambulance dan suara orang memanggil perawat,'Sepertinya Irwan berada di RS...aku makin yakin sesuatu telah terjadi pada putraku.Tapi kalau kutanya dia pasti ga akan terbuka.Irwan kan anaknya ga banyak omong,kecuali sama orang yang deket.Aku baru memperbaiki hubungan dengan dia,kalau kudesak takutnya dia malah jaga jarak lagi.Aku akan selidiki lewat cara lain.'
Idayu lalu menjawab,"Mama hanya cemas sama kondisi kamu sayang.Wajahmu agak pucat tadi.Kamu baik2 saja kan?Kamu sehat kan?"
Irwan melangkah menuju ruangan dokter,"Irwan baik Ma.Jangan cemas.Kalau ada apa2 Irwan pasti kasih tahu Mama kok.Irwan kan makannya selalu terjaga.Apalagi sejak ada Evi.Mama tenang aja ok?"
Idayu berkata,"Ya udah Mami lega kalau gitu.Janji lho ga ada yang disembunyiin ke Mami.Jangan kecapekan ya?Istirahat kalau capek.Mami sayang sama Irwan.Dah sayang."
Irwan tersenyum,"Irwan juga sayang sama Mama.Bye Mam..."
Idayu masih cemas,kian cemas malah namun ia lega karena Irwan sudah mau bicara lagi dengannya.
■●●□ MUNGKIN MEMANG AKU BUKANLAH DIRINYA YANG LEBIH DULU MENCINTAI DIRIMU...( RUMAH SAKIT )
Irwan disambut oleh dokter,"Silakan duduk Pak Irwan."
Irwanpun duduk,"Om ini selalu saja manggil saya dengan Pak,padahal saya kan lebih muda.Panggil Irwan aja Om."
Dokternya mesem,"Memang saya sudah lama menjadi dokter Nak Irwan namun saya ini tahu siapa Nak Irwan.Bisnisman papan atas.Rasanya gimana gitu kalau ga respect."
Irwan ganti tersenyum,"Saya suka dipanggil Nak gitu...kayak Papa saya masih hidup saja..."
Irwan makdeg nyebut soal papanya,wajahnya langsung berubah sedih.Bahkan ia langsung merasa ingin muntah,"Maaf Om,saya mau ke belakang dulu..."
Dokternya segera mendekat,"Ke toilet khusus dokter saja.Itu dekat."
Irwan baru beberapa langkah saja sudah muntah,dibekapnya mulutnya dengan sapu tangan yang ia bawa,"Uhg...whheek"
Dokter segera memberikan tissue padanya,"Ini ada tissue..."
Irwan melihat ke sapu tangannya,dokter juga sama.Irwan pucat gitu,"Darah lagi..."
Ditunjukkannya pada dokter,"Saya kenapa Om?Ini kedua kalinya saya muntah darah.Padahal saya pagi ga apa2 Om...apa mungkin penyakit maag saya makin parah?"
□◇◇■ NAMUN KUYAKIN KU AKAN MAMPU UNTUK MEREBUT HATIMU DARINYA... Dokter malah meminta sapu tangan Irwan yang kotor untuk ia periksa di lab,"Awalnya Om juga ga yakin namun gejala yang ditunjukkan semakin mengarah ke situ."
Irwan sudah membersihkan dirinya,"Maksud Om?"
Dokter lalu menunjukkan hasil pemeriksaan dan hasil uji lab.
□◆◆■ TAHUKAH KAU APA YANG KURASAKAN SELALU SAAT BERADA DI DEKATMU... Dokter mulai menerangkan,"Nak Irwan harus siap mendengar ini.Gejala yang Nak Irwan rasakan seperti perut terasa mulas,nyeri pada tulang dada,mual,muntah dan sekarang muntah darah semuanya menunjukkan tanda2 Nak Irwan terkena kanker lambung.Saya akan melakukan test lagi untuk memastikan Nak Irwan terkena kanker lambung yang jenis apa."
Irwan heran,"Tapi saya selama ini ga merasa apa2 Om.Saya pikir hanya maag."
■♧♧□ INGIN RASANYA AKU MENDEKAPMU BERSAMAMU SELAMANYA...
Dokter menjelaskan,"Perkembangan gejala atau pertumbuhan kanker pada penderita dapat berbeda2.Ada yang berkembang secara perlahan,menengah maupun cepat.Gejala kanker lambung pada tahap awalnya biasanya sulit dikenali karena hampir sama dengan gejala kondisi lambung lainnya misalnya tukak lambung.Karena itu diperlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis." Irwan langsung lemas mendengarnya,"Apakah kanker ini ganas Om?Apa bisa disembuhkan?"
Dokter memandang CEO muda di hadapannya,"Saya akan memeriksa lebih lanjut apakah sudah menjalar ke bagian2 tubuh lainnya.Nak Irwan jangan putus asa,kedokteran sekarang semakin canggih."
Irwan malah kebayang Evi,'Kasihan Evi kalau ternyata penyakitku ini ga bisa disembuhin.Aku ga mau ia menderita karena aku.Aku akan menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya saja.'
□��■ TUK JANJIKAN TAKKAN LAGI KAU TERLUKA....
Irwan keluar dari ruangan dokter dengan wajah pucat,Toto jadi cemas,"Boss...Boss pakai mantel saja.Kayaknya Boss kurang enak badan deh..."
Irwan menurut membiarkan Toto membantunya memakai mantel,"Makasih To.Kita pulang saja.Aku mau istirahat..."
Toto segera membuka pintu mobil,"Silakan Boss...pelan2 Boss..."
Irwan berkata pada bodyguardnya itu,"Jangan beritahu Nyonyaku kalau aku sakit ya To..."
Toto heran,"Lho kenapa Boss?Kan Nyonya Boss bisa merawat Boss?"
Irwan mesem mendengarnya,"Memang kamu ga mau merawat aku lagi To?"
Toto keki,"Bukan gitu Boss.Saya mah selalu ready apapun buat Boss.Seneng saya bisa jaga Boss.Jangan diragukan soal kesetiaan saya."
Irwan memejamkan mata,"Soal Evi biar aku yang beritahu sendiri To...aku mau tidur To...kita pulang."
Toto lalu diam.Ga berani ganggu Irwan lagi.
■▲▲□ DETAK JANTUNGPUN BERHENTI SEJENAK....( DIDALAM MOBIL )
Irwan sebenarnya ga tidur tapi lagi mikir,'Kata dokter faktor keluarga juga penting.Papa dulu meninggal karena kanker usus besar dan komplikasi lainnya.Besok aku harus menjalani banyak pemeriksaan.Jika masih tahap awal akan dilakukan radioterapi.Meski ada efek sampingnya.Ini karena aku punya riwayat sakit lambung yang lama.Evi...Aku harus bagaimana jika ternyata hasilnya buruk?Mengapa ya Tuhan?Mengapa setiap aku mau menikah ada saja penghalangnya...?'
□▼▼■ INGIN RASANYA KUHENTIKAN WAKTU....
Irwan dibel Adi,"Ya Di?...Seminar di daerah Cikarang?Besok?Aku ga bisa Di.Kamu aja ya?Aku mau langsung pulang hari ini.Besok aku off dulu Di.Kamu handle semua dulu ya."
Adi nanya,"Kamu ga sehat Bro?Emang kamu berantem lagi sama Mamimu?Pertemuannya ga lancar ya?"
Irwan mesem,"Lancar Di.Aku dah baikan sama Mamaku.Kamu tenang aja.Aku cuma pingin off aja.Emang aku ga boleh cuti apa?"
Adi nyerah deh,'Irwan nyembunyiin sesuatu lagi nih.Awas tuh anak...suka main rahasia sekarang.' Akankah Evi tahu soal sakitnya Irwan?***see you next eps***
Eps 77 DEBU2 JALANAN : Gone Out
M>>> SAAT KAU BERLALU...( RESTO ROSALINA )
Endah heran lihat Evi dikit2 merhatiin jam.Apalagi lagu yang terdengar dari lantai 2 adalah 'Menghitung Hari'.Endah akhirnya mendekati Evi,"Pulangnya masih lama Vi.Lihat jam melulu?"
Evi malah kaget,"Oh!Kamu Ndah.Bikin kaget aja deh."
Endah melirik ke jam dinding yang ada di lantai 1,"Baru jam 3 Vi.Memang adikmu ada masalah ya?Kamu kayak cemas gitu deh."
Evi memandang jam tangannya,"Adikku makin baik keadaannya.Ibuku juga sehat kok."
Endah nyerah deh ngorek informasi dari Evi,"Bagus kalau gitu.Ya udah aku dipanggil Fitri tuh.Kamu kalau ada apa2 jangan sungkan cerita ya?Ok?"
Evi menghela nafas,'Maaf Ndah..aku sebenarnya mencemaskan Irwan.Tumben ga nelpon.Biasanya dia nelpon walau hanya untuk say hay aja.'
Waktupun terus berlalu.
♡>>> BERJALAN DI HADAPANKU... ( Rumah Irwan )
Irwan sudah sampai di rumahnya.Gerbangpun dibuka oleh security.Irwan pelan turun dari mobil,perutnya terasa nyeri.Toto membantunya berjalan ke kamar,"Boss gpp?"
Irwan ga kuat jalan,"Ke kamar Rita aja To...perutku sakit banget...aahhh.."
|_>>> PANDANGMU TAK ACUH MEMBUATKU TERSIPU...
Toto memapah Irwan dibantu bodyguard lain ke kamar Rita yang letaknya di bawah.Irwan segera ke kamar mandi.Bodyguard satunya nanya ke Toto,"Boss kenapa To?Kayak kesakitan gitu?Salah makan?"
Toto malah nampak sedih,"Kayaknya Boss lagi banyak pikiran.Udah kamu kembali ke station kamu aja.Soal Boss biar aku aja."
Toto mendengar Irwan muntah2 di kamar mandi,'Boss kenapa ya?Membuat aku cemas nih...' ○>>>KUINGIN MENYAPA PALING TIDAK BERTANYA....
Irwan keluar dari kamar mandi,"To...ambilkan obat yang dikasih dokter tadi ya..."
Toto membantu Irwan berbaring dulu baru mengambil obatnya,ia sebenarnya ingin bertanya namun ia hafal sifat Irwan yang ga suka dilanggar perintahnya.Turun dari Mamanya kayaknya.
|~>>>KUCARI TAHU SIAPA NAMAMU...( PAVILYUN RS )
Evi sudah pulang kerja.Namun ia resah karena Irwan tak jua memberi kabar,'Aku telpon aja kali ya?Aku penasaran...perasaanku ga enak....'
₩>>> KETIKA KAU SADARI APA YANG TERJADI....
Evipun nelpon Irwan,tapi sama Irwan malah ga diangkat2 juga,'Aduh...Nyonya sayang...'
Ia lalu minta Toto yang jawab,"Kamu angkat To....bilang aku lagi sibuk rapat atau apa gitu..." Mendengar suara Toto yang jawab,Evi tambah cemas,"Kok Mas Toto yang jawab sih?Irwan mana?" |■>>> WAJAHMU MERONA DAN SALAH TINGKAH...
Toto bingung juga jawabnya,"Ehm...Boss lagi ada rapat jadi hpnya saya yang bawa."
Evi kian heran,"Rapat?Kira2 selesai jam berapa ya?"
Toto mengikuti kode Irwan,"Sepertinya sih bakal lama Non,pakai acara santap malam juga kok.Jadi Non Evi malam ini libur dulu."
Evi kecewa mendengarnya,"Oh...gitu.Sepertinya rapatnya penting banget ya sampai Irwan ga kasih tahu langsung ..."
Toto jadi salting,"Namanya juga dunia bisnis Non susah diprediksi.Belum kalau molor rapatnya ...Harusnya Non seneng dong bisa libur masak kan bisa punya waktu sama keluarga Non di RS."
Evi malah terdiam,'Tumben sekali ya Irwan ga ngasih tahu langsung kalau malam ini dia ada dinner bisnis?Pakai ninggal hp pula ke Toto.Setahuku khusus dia hp boleh terus nyala deh kalau meeting.Apa mungkin kali ini meetingnya sama orang2 penting ya?Bukan kebiasaan Irwan banget deh...sepertinya ada sesuatu...'
|_|>>>MUNGKIN TERLALU DINI....
Irwan yang terbaring dengan wajah pucat juga merasa sedih sebenarnya,'Maafkan aku Nyonya sayang...tapi aku ga mau nambahi beban hidup kamu ...Aku akan jaga jarak dulu denganmu sampai aku yakin bahwa kanker lambung yang kuderita bisa disembuhkan.'
Toto akhirnya yang mengakhiri pembicaraan,"Waduh batunya lowbate nih Non saya tutup dulu ya?Untuk besok ntar saya kabari lagi.Selamat petang Non."
Toto meletakkan hp di meja dekat tempat tidur,"Boss saya merasa ga enak nih bohongi Nyonya Boss...terus malam ini Boss makan apa?"
Irwan dengan lemah menjawab,"Bubur aja To..."
Toto lalu ke dapur buat bubur,sementara Irwan sudah tidur karena efek obat.Saat buburnya matang,Toto membawanya ke Irwan.Eh hp Irwan bunyi lagi,kali ini dari Idayu sang Mama.Toto ga mau mengusik tidur Bossnya diangkatnya sambil melangkah keluar kamar,"Nyonya Besar..."
₩>>>JIKA KUMULAI SANGSI...( RUMAH IDAYU )
Idayu heran karena Toto yang jawab,"Kok kamu yang angkat To?Putra saya mana?"
Toto keder juga sama Ibu majikannya itu,"Boss sudah tidur Nyonya ...Kurang sehat...Saya cemas Nyonya..."
Toto lalu cerita kondisi Irwan,Idayu akhirnya memutuskan akan datang,"Aku segera ke sana To.Titip putraku ya?Aku segera ke sana."
Idayu panik dan segera otw ke rumah putranya,'Irwan sakit ...aku harus ke sana.Aku mau merawat putraku...Tuhan jangan ambil hartaku ini aku mohon...jangan lagi aku kehilangan...'
Toto lega,'Maaf Boss saya terpaksa memberitahu Nyonya Besar.Seseorang harus merawat Boss....lagian saya siap kena sanksi kalau Boss marah.Semua demi Boss kok...'
@>>> DAKU TERPESONA GODA ASMARA...( ASIAN GROUP )
Adi bertemu dengan orang suruhan Hazman saat seminar di Cikarang.Bergaya mau ngajak kerjasama gitu.Adi melihat memang menarik namun ia mau diskusi dulu dengan Irwan,"Saya harus diskusikan dulu dengan CEO saya.Apalagi bila menyangkut nilai yang besar."
Orang itu terus membujuk dengan lihai,"Tentu dalam bisnis kita kan memang harus hati2 tapi saya yakin jika CEO Asian Group takkan melewatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan perusahaan kami.Sudah banyak kok perusahaan besar yang menjalin kerjasama dengan kami."
Adi hanya bisa manggut2,'Waduh kalau soal beginian mah Irwan nih yang paham...aku mah ga ngerti banget detilnya...ntar aku kasih tahu Irwan deh.'
Utusan Hazman tersenyum dan menelpon Hazman,"Sepertinya target mulai tergoda...sebentar lagi pasti masuk perangkap..."
Hazman ngekek,"Bagus!Lanjutkan...ha...ha..ha.."
|_>>> KUSADARI ADA SESUATU TERJADI... ( Kamar Rita )
Irwan kaget saat membuka mata,"Mama?"
Idayu memang sudah tiba dan menunggui Irwan sejak tadi,"Iya sayang ini Mami...gimana kondisi kamu?"
Irwan memandang Toto,bodyguardnya itu keder,"Sorry Boss habis saya khawatir sama Boss..."
Idayu miris melihat kondisi putranya,"Jangan marahi Toto sayang...dia sudah bertindak benar...kamu itu sedang sakit sudah sewajarnya seorang ibu merawat anaknya...ayo makan bubur dulu.Mami suapi ya?"
Irwan nurut,"Makasih ya Mami mau kemari.Jaga Irwan..."
Idayu menahan tangis menyuapi putranya itu.Ia juga sudah menanyakan pada dokternya Irwan tadi.Ia gemetar kala dokter menerangkan bahwa Irwan mengidap kanker lambung.Irwan memandang sayu pada Mamanya,"Mami akan tetap disini kan?" Idayu mengangguk,"Tentu sayang...Mami akan tinggal di sini.Mami akan jaga kamu sayang...Kalau kamu ijinkan tentunya..."
|<>>>DAN SEHARUSNYA KUAKUI SEMUA INI....
Irwan tersenyum,"Tentu boleh dong Mam...Rumah Irwan kan juga rumah Mama..."
Idayu mencoba membahas soal Evi,"Lalu kenapa kamu ga beritahu Evi sayang?Seharusnya kamu kasih tahu dia supaya dia ga salah paham sayang....."
¤>>> ADAKAH KEBERANIAN DIDALAM ANGAN...
Irwan menjawab lemah,"Kasihan dia Ma...Irwan mau pastikan kondisi Irwan dulu baru Irwan akan pikirkan langkah selanjutnya..."
Idayu sadar Irwan butuh keberanian untuk memberitahu Evi.Ia menghormati keputusan putranya. |_|>>> MENCOBA UNTUK HASRAT INI....
Idayu senang bisa merawat Irwan.Sudah lama ia menginginkan kembali dekat dengan Irwan.Sekarang hasrat itu terpenuhi walau disaat badai menerpa.Namun ia akan terus mencoba untuk menjadi ibu yang baik bagi Irwan. Apakah Irwan akan sembuh?***see you next eps***
Endah heran lihat Evi dikit2 merhatiin jam.Apalagi lagu yang terdengar dari lantai 2 adalah 'Menghitung Hari'.Endah akhirnya mendekati Evi,"Pulangnya masih lama Vi.Lihat jam melulu?"
Evi malah kaget,"Oh!Kamu Ndah.Bikin kaget aja deh."
Endah melirik ke jam dinding yang ada di lantai 1,"Baru jam 3 Vi.Memang adikmu ada masalah ya?Kamu kayak cemas gitu deh."
Evi memandang jam tangannya,"Adikku makin baik keadaannya.Ibuku juga sehat kok."
Endah nyerah deh ngorek informasi dari Evi,"Bagus kalau gitu.Ya udah aku dipanggil Fitri tuh.Kamu kalau ada apa2 jangan sungkan cerita ya?Ok?"
Evi menghela nafas,'Maaf Ndah..aku sebenarnya mencemaskan Irwan.Tumben ga nelpon.Biasanya dia nelpon walau hanya untuk say hay aja.'
Waktupun terus berlalu.
♡>>> BERJALAN DI HADAPANKU... ( Rumah Irwan )
Irwan sudah sampai di rumahnya.Gerbangpun dibuka oleh security.Irwan pelan turun dari mobil,perutnya terasa nyeri.Toto membantunya berjalan ke kamar,"Boss gpp?"
Irwan ga kuat jalan,"Ke kamar Rita aja To...perutku sakit banget...aahhh.."
|_>>> PANDANGMU TAK ACUH MEMBUATKU TERSIPU...
Toto memapah Irwan dibantu bodyguard lain ke kamar Rita yang letaknya di bawah.Irwan segera ke kamar mandi.Bodyguard satunya nanya ke Toto,"Boss kenapa To?Kayak kesakitan gitu?Salah makan?"
Toto malah nampak sedih,"Kayaknya Boss lagi banyak pikiran.Udah kamu kembali ke station kamu aja.Soal Boss biar aku aja."
Toto mendengar Irwan muntah2 di kamar mandi,'Boss kenapa ya?Membuat aku cemas nih...' ○>>>KUINGIN MENYAPA PALING TIDAK BERTANYA....
Irwan keluar dari kamar mandi,"To...ambilkan obat yang dikasih dokter tadi ya..."
Toto membantu Irwan berbaring dulu baru mengambil obatnya,ia sebenarnya ingin bertanya namun ia hafal sifat Irwan yang ga suka dilanggar perintahnya.Turun dari Mamanya kayaknya.
|~>>>KUCARI TAHU SIAPA NAMAMU...( PAVILYUN RS )
Evi sudah pulang kerja.Namun ia resah karena Irwan tak jua memberi kabar,'Aku telpon aja kali ya?Aku penasaran...perasaanku ga enak....'
₩>>> KETIKA KAU SADARI APA YANG TERJADI....
Evipun nelpon Irwan,tapi sama Irwan malah ga diangkat2 juga,'Aduh...Nyonya sayang...'
Ia lalu minta Toto yang jawab,"Kamu angkat To....bilang aku lagi sibuk rapat atau apa gitu..." Mendengar suara Toto yang jawab,Evi tambah cemas,"Kok Mas Toto yang jawab sih?Irwan mana?" |■>>> WAJAHMU MERONA DAN SALAH TINGKAH...
Toto bingung juga jawabnya,"Ehm...Boss lagi ada rapat jadi hpnya saya yang bawa."
Evi kian heran,"Rapat?Kira2 selesai jam berapa ya?"
Toto mengikuti kode Irwan,"Sepertinya sih bakal lama Non,pakai acara santap malam juga kok.Jadi Non Evi malam ini libur dulu."
Evi kecewa mendengarnya,"Oh...gitu.Sepertinya rapatnya penting banget ya sampai Irwan ga kasih tahu langsung ..."
Toto jadi salting,"Namanya juga dunia bisnis Non susah diprediksi.Belum kalau molor rapatnya ...Harusnya Non seneng dong bisa libur masak kan bisa punya waktu sama keluarga Non di RS."
Evi malah terdiam,'Tumben sekali ya Irwan ga ngasih tahu langsung kalau malam ini dia ada dinner bisnis?Pakai ninggal hp pula ke Toto.Setahuku khusus dia hp boleh terus nyala deh kalau meeting.Apa mungkin kali ini meetingnya sama orang2 penting ya?Bukan kebiasaan Irwan banget deh...sepertinya ada sesuatu...'
|_|>>>MUNGKIN TERLALU DINI....
Irwan yang terbaring dengan wajah pucat juga merasa sedih sebenarnya,'Maafkan aku Nyonya sayang...tapi aku ga mau nambahi beban hidup kamu ...Aku akan jaga jarak dulu denganmu sampai aku yakin bahwa kanker lambung yang kuderita bisa disembuhkan.'
Toto akhirnya yang mengakhiri pembicaraan,"Waduh batunya lowbate nih Non saya tutup dulu ya?Untuk besok ntar saya kabari lagi.Selamat petang Non."
Toto meletakkan hp di meja dekat tempat tidur,"Boss saya merasa ga enak nih bohongi Nyonya Boss...terus malam ini Boss makan apa?"
Irwan dengan lemah menjawab,"Bubur aja To..."
Toto lalu ke dapur buat bubur,sementara Irwan sudah tidur karena efek obat.Saat buburnya matang,Toto membawanya ke Irwan.Eh hp Irwan bunyi lagi,kali ini dari Idayu sang Mama.Toto ga mau mengusik tidur Bossnya diangkatnya sambil melangkah keluar kamar,"Nyonya Besar..."
₩>>>JIKA KUMULAI SANGSI...( RUMAH IDAYU )
Idayu heran karena Toto yang jawab,"Kok kamu yang angkat To?Putra saya mana?"
Toto keder juga sama Ibu majikannya itu,"Boss sudah tidur Nyonya ...Kurang sehat...Saya cemas Nyonya..."
Toto lalu cerita kondisi Irwan,Idayu akhirnya memutuskan akan datang,"Aku segera ke sana To.Titip putraku ya?Aku segera ke sana."
Idayu panik dan segera otw ke rumah putranya,'Irwan sakit ...aku harus ke sana.Aku mau merawat putraku...Tuhan jangan ambil hartaku ini aku mohon...jangan lagi aku kehilangan...'
Toto lega,'Maaf Boss saya terpaksa memberitahu Nyonya Besar.Seseorang harus merawat Boss....lagian saya siap kena sanksi kalau Boss marah.Semua demi Boss kok...'
@>>> DAKU TERPESONA GODA ASMARA...( ASIAN GROUP )
Adi bertemu dengan orang suruhan Hazman saat seminar di Cikarang.Bergaya mau ngajak kerjasama gitu.Adi melihat memang menarik namun ia mau diskusi dulu dengan Irwan,"Saya harus diskusikan dulu dengan CEO saya.Apalagi bila menyangkut nilai yang besar."
Orang itu terus membujuk dengan lihai,"Tentu dalam bisnis kita kan memang harus hati2 tapi saya yakin jika CEO Asian Group takkan melewatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan perusahaan kami.Sudah banyak kok perusahaan besar yang menjalin kerjasama dengan kami."
Adi hanya bisa manggut2,'Waduh kalau soal beginian mah Irwan nih yang paham...aku mah ga ngerti banget detilnya...ntar aku kasih tahu Irwan deh.'
Utusan Hazman tersenyum dan menelpon Hazman,"Sepertinya target mulai tergoda...sebentar lagi pasti masuk perangkap..."
Hazman ngekek,"Bagus!Lanjutkan...ha...ha..ha.."
|_>>> KUSADARI ADA SESUATU TERJADI... ( Kamar Rita )
Irwan kaget saat membuka mata,"Mama?"
Idayu memang sudah tiba dan menunggui Irwan sejak tadi,"Iya sayang ini Mami...gimana kondisi kamu?"
Irwan memandang Toto,bodyguardnya itu keder,"Sorry Boss habis saya khawatir sama Boss..."
Idayu miris melihat kondisi putranya,"Jangan marahi Toto sayang...dia sudah bertindak benar...kamu itu sedang sakit sudah sewajarnya seorang ibu merawat anaknya...ayo makan bubur dulu.Mami suapi ya?"
Irwan nurut,"Makasih ya Mami mau kemari.Jaga Irwan..."
Idayu menahan tangis menyuapi putranya itu.Ia juga sudah menanyakan pada dokternya Irwan tadi.Ia gemetar kala dokter menerangkan bahwa Irwan mengidap kanker lambung.Irwan memandang sayu pada Mamanya,"Mami akan tetap disini kan?" Idayu mengangguk,"Tentu sayang...Mami akan tinggal di sini.Mami akan jaga kamu sayang...Kalau kamu ijinkan tentunya..."
|<>>>DAN SEHARUSNYA KUAKUI SEMUA INI....
Irwan tersenyum,"Tentu boleh dong Mam...Rumah Irwan kan juga rumah Mama..."
Idayu mencoba membahas soal Evi,"Lalu kenapa kamu ga beritahu Evi sayang?Seharusnya kamu kasih tahu dia supaya dia ga salah paham sayang....."
¤>>> ADAKAH KEBERANIAN DIDALAM ANGAN...
Irwan menjawab lemah,"Kasihan dia Ma...Irwan mau pastikan kondisi Irwan dulu baru Irwan akan pikirkan langkah selanjutnya..."
Idayu sadar Irwan butuh keberanian untuk memberitahu Evi.Ia menghormati keputusan putranya. |_|>>> MENCOBA UNTUK HASRAT INI....
Idayu senang bisa merawat Irwan.Sudah lama ia menginginkan kembali dekat dengan Irwan.Sekarang hasrat itu terpenuhi walau disaat badai menerpa.Namun ia akan terus mencoba untuk menjadi ibu yang baik bagi Irwan. Apakah Irwan akan sembuh?***see you next eps***
Eps 78 `` DEBU2 JALANAN `` : The Prayer
`` WINDOW MEDIS : DOA
Apa hubungan doa dengan kesehatan ya?Saya akan ceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi di Korea.Seorang pria sakit parah dan kritis.Dokter sudah angkat tangan.Ditengah keputusasaan itu,isteri pasien memanggil seorang pemuka agama untuk datang agar mendoakan suaminya.Anak2nya mengira ibu mereka memanggil sang pemuka agama agar ayah mereka tenang menuju kematiannya.Namun rupanya sang ibu sangat yakin pada pemuka agama tadi.Ia telah mendengar bahwa banyak hal baik terjadi usai didoakan olehnya.Dengan keyakinan penuh ia mengundang sang pemuka agama.
Kondisi pasien yang perutnya sudah membesar kayak orang hamil itu jelas membuat sang pemuka agama agak bimbang.Ia justru terharu melihat keyakinan isteri pasien yang begitu menggebu2 bahwa suaminya pasti sembuh jika didoakan.Akhirnya iapun mendoakan pasien itu dan pulang.Alangkah terkejutnya ia kala ditelpon oleh wanita itu lagi dan berkata bahwa suaminya usai didoakan perutnya kempes dan kini sembuh.Luar biasa ya kalau kita begitu yakin akan sesuatu maka apa yang kita percayai akan terjadi.Lalu bagaimana dengan Irwan?Akankah ia masih bisa disembuhkan?Yuk jenguk Irwan di rumahnya!Lagune jeng?Ups...sampai kesupen.Lagunya melaz nian.Saya dengernya pas adik saya nyetel karaokenan gitu.Dari Muchtar Kelana dengan Luka Hati Luka Diri.Ada kata debu di salah satu syairnya.
++ KASIH AKU TAK MUNGKIN MELUPAKANMU TAPI AKU TAK BERDAYA... ( RUMAH IRWAN )
Irwan wajahnya pucat,aura abu2 gitu.Idayu miris melihat putranya,"Sayang,Mami rasa kalau ada Evi mungkin kamu akan lebih baik sayang...Cinta itu menguatkan sayang..."
Irwan yang bolak-balik kamar mandi karena diare dengan lemah menjawab,"Ga Ma..Evi sudah penuh beban dengan kecelakaan adiknya.Irwan ga mau ia sedih lagi dan terbagi fokusnya.Lagian Irwan belum tentu berumur panjang Ma..."
Idayu sedih mendengar nada pesimis dari putranya yang biasanya paling optimis itu,"Kok gitu ngomongnya sayang?Semua penyakit itu pasti ada obatnya.Sekarang kedokteran canggih.Bagaimana kalau kita ke Singapore saja.Cek disana siapa tahu saja disana ada cara mengobatimu sayang..Gimana?"
Irwan nampak tergolek tak berdaya di ranjangnya,"Mungkin Mama benar.Irwan ga boleh nyerah sebelum mencoba segala cara..."
Idayu segera menghubungi dokternya Irwan dan meminta pendapatnya.Dokter merekomendasikan beberapa nama dokter hebat di Singapore.Makhlum untuk bisa menemui dokter Songapore harus daftar dulu via email.Antri dulu.
×× CINTAKU PADAMU KASIH TAK AKAN PERNAH BERUBAH...( RS )
Evi galau dan nampak resah,ia merasa aneh karena Irwan no nya ga aktif.Panggilan dialihkan kalau hidup.Disms,di bbm di Wa juga ga balas.Semua membuatnya heran.Namun ia coba berpikir positif seperti nasehat ibunya,"Nak Irwan itu orang sibuk Vi.Jangan manja dan mengira kalau dia akan selalu ada karena yang dipikirkannya banyak.Karyawannya ribuan bahkan jutaan.Perusahaannya tersebar dimana2.Kamu harus mengerti posisinya.Jangan menuntut terus coba kau mengerti dia."
Evi lalu memilih berdoa,"Tuhan,ada apa dengan Pak CEO ya?Aku minta jagai dia ga Allah.Jauhkan dari keburukan juga niat jahat orang.Luputkan dari kemalangan.Aku mungkin tak selalu bisa bersamanya namun doaku kan terus kunaikkan pada-Mu untuk kebaikannya.Cintaku padanya takkan berubah."
×× TAPI ENGKAU BEGITU MUDAH MENGKHIANATI DIRIKU...( APARTEMEN HAZMAN ) Hazman menelpon Shiha,"Kau kembali saja padaku Shiha.Kita mulai lagi dari awal kisah cinta kita.Aku sudah menolak perjodohan dari orang tuaku.Aku tidak mengkhianatimu.Please come back to me honey...I love you.."
Shiha malah mencibir,"Omong kosong!Aku ga sudi balik ke kamu lagi.Kamu ga pernah anggap aku itu serius kamu cuma mau mainin aku aja.Aku ga senaif dulu you know!!"
÷÷ CINTAKU JUGA PADA DIRIMU TIADA AKAN PERNAH BERUBAH ...
Hazman terus membujuk,"Ayolah honey...Aku sudah berubah.Aku bukan Hazman yang dulu lagi.I am changing you know...All is for you only..Believe me!"
Shiha malah ngekek,"Kamu berubah?Aku ga percaya!Sebaik2nya kamu ga akan bisa menyamai Irwan.Dia jauh dan jauh lebih baik dari kamu.Udah aku malas aku ngantuk!Jangan ganggu aku lagi!" == ORANG TUAKU YANG MENGHARAMKAN...
Hazman agak kesal juga telponnya diputus sepihak,"Gpp aku pasti akan bisa membuka mata hati kamu Shiha.Bahwa Irwan itu ga ada apa2nya sama aku.Aku akan bikin dia merugi dan menghancurkan bisnisnya.Lalu kamu akan ogah lihat dia karena dia akan terpuruk.Ha..ha.."
Orang tua Hazman ngebel memohon anaknya kembali ke Malaysia namun Hazman malah ngancam,"Pokoknya Hazman ga akan balik tanpa Shiha.Itu sudah jadi keputusan final.Ga bisa diganggu gugat kecuali kalian dah ga menganggap Hazman sebagai anak lagi."
Orang tuanya mati kutu deh.Justru mereka makin ga suka dengan Shiha.
<< DUNIA AKHIRAT KU JADI MILIKMU... ( KEESOKAN HARI )
Irwan ga masuk kerja dan masih berada di kamar Rita.Evi pagi2 nekad ke rumah Irwan naik taxi,'Pokoknya aku mau masak buat dia hari ini.Aku harus ketemu dia.Aku ga tenang kalau belum lihat dia.'
Namun satpam ga ijinin dia masuk karena Irwan memang ga mau ketemu,"Maaf Nona Evi.Boss lagi pergi tuh.Kayaknya perjalanan bisnis gitu.Kurang tahu saya kemana."
Evi nampak kecewa,"Perjalanan bisnis?Berangkatnya kapan ya?"
Satpam jawab asal,"Pagi2 sekali Nona.Maaf Nona sebaiknya pulang saja.Kembalinya kapan kami juga kurang tahu."
Evi melangkah pergi dengan sedih.Hal itu ketangkap kamera cctv yang terpasang di depan gerbang.Irwan melihatnya dengan pilu,'Maaf Nyonya Sayang.Lebih baik kau sedih sekarang daripada nanti...Aku ga mungkin membawamu ikut denganku ke akherat.Kau harus melanjutkan hidupmu...Jujur aku ga yakin umurku akan panjang.'
>> BERTAHUN2 DIRIMU KUIMPIKAN OH KEKASIH...
Toto mendekati Bossnya,"Boss,apa perlu saya menjelaskan ke Nyonya Boss semuanya?Kasihan Boss...ga tega lihatnya..."
Irwan yang masih memakai piyama malah menggeleng,"Semua ini demi kebaikannya To.Lebih baik ia tidak tahu...huhk..huhkk.."
Wah Irwan kembali mual dan muntah2.Toto segera membantu bossnya ke kamar mandi,"Pelan2 Boss..."
Irwan menghubungi Adi,"Di,aku mau pergi ke Singapore untuk jangka waktu agak lama.Urusan kerjaan kamu handle dulu ya?Kalau kamu kesulitan aku akan minta Mama aku membantu kamu." Adi kaget,"Kamu dah baikan nih sama Mamamu?Bagus deh.Tapi mau ngapain kamu ke Singapore Wan?Mau berduaan sama Evi ya?"
Irwan terkekeh,"Kamu ini otaknya ngeres doang!Aku mau medical check up.Sekalian mau liburan juga.Kata dokter aku butuh istirahat."
Adi heran,"Tapi sama Evi kan?Modus ah..."
Irwan geleng2 kepala,"Ga Di.Aku sama Mamaku aja juga Toto.Kamu jangan bilang2 lho kalau aku ke Singapore.Awas kau!...Uhuhk...uhukk..."
Adi mendengar suara Irwan parau,"Kamu sakit ya Wan?Suaramu kok agak lain.Kamu gpp kan Wan?" Irwan menjawab,"Makanya aku mau cek kondisi aku ke Singapore.Di sana kan terkenal RS nya."
{{ UNTUK HIDUP BERSAMAKU DI DALAM MAHLIGAI INDAH...( Beberapa hari kemudian ) Irwan akhirnya pergi juga ke Singapore.Benar dugaan Irwan bahwa hidupnya takkan lama.Kata dokter malah tinggal beberapa tahun saja.Irwan terpaku mendengarnya,'Hidupku ternyata tak lama.Kankernya sudah menyerang organ lain.Wajahku juga kian pucat.Tubuhku kian lemah.Kasihan jika Evi harus mengurusku.' Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.Namun vonis dokter membuat Irwan kian tak punya semangat hidup.Kondisinya kian drop.Toto sering menemukan Irwan menonton video kala Evi bersamanya,'Kasihan Boss...aku jadi pingin nangis nih...'
Evi juga sedih di Indonesia.Berkali2 dia datang ke rumah Irwan namun selalu saja tak ada.Ke kantor juga ga dapat jawaban.Adi ga berani buka mulut.Apalagi Tria.Evi pulang dengan gontai.Meski Irwan tak bisa ditemui namun semua urusan pembiayaan perawatan Rizky tetap dicover dari jauh.Idayulah yang kemudian sering bolak balik Singapore-Jakarta.
}} HANCUR SUDAH HARAPANKU BAGAI DEBU YANG BETERBANGAN...
Ga cuma Evi yang nyari Irwan dimana,Shiha juga hunting keberadaan pebisnis muda itu.Kenapa tiba2 seperti raib dari bumi.Saat Idayu ke Jakarta,untuk mengurus eventnya di resto Rosalina,Shiha juga hadir di sana.Ia merayu Idayu soal keberadaan Irwan namun Idayu ga sudi bicara dengannya,"Tante!Please kasih tahu Shiha dimana Irwan Tante..Shiha cuma mau minta maaf sama dia.Ga ada yang lain Tante."
Evi yang kebetulan jadi penanggung jawab acara juga memohon pada Idayu,"Nyonya...saya sangat mencemaskan Irwan...apa dia baik2 saja Nyonya?Apa dia marah sama saya Nyonya?"
Idayu sebenarnya ingin bicara pada Evi namun karena ada Shiha ia urungkan niatnya.Disuruhnya Shiha pergi,"Sebaiknya kamu jangan ganggu putraku lagi.Aku ga restu putraku dapat kamu.Jadi sebaiknya berhenti bermimpi..."
Shiha meradang dan menarik lengan Evi dengan kasar,"Ini pasti karena hasutanmu kan?!!Kamu bicara jelek soal aku ke Mamanya Irwan.Dasar wanita kampung!"
Hampir saja Shiha hendak menampar Evi namun tangannya ditahan oleh Idayu,"Rupanya kamu emang perempuan kasar!Main tangan sukanya.Security!!Bawa wanita ini pergi!!Saya ga mau dia ganggu acara saya!!"
Shihapun digelandang satpam keluar resto.Ngomel2 ga jelas gitu dia.Idayu malah kaget kala Evi bersimpuh di kakinya,"Nyonya...saya tahu saya ga pantas buat Irwan tapi saya tulus sayang sama dia Nyonya.Tolong beritahu saya Nyonya dimana Irwan sekarang..apa dia baik2 saja?Saya mohon Nyonya..."
[[ LUKA HATI LUKA DIRI KEMANA AKAN KUBAWA...( LANTAI 4 RESTO ROSALINA ) Idayu membawa Evi ke sebuah sudut,"Kau sungguh sayang pada Putraku?"
Evi mengangguk sambil menangis,"Iya Nyonya...saya mencintai Irwan..."
Idayu menatap ke langit,'Umur putraku diperkirakan takkan lama.Mengapa di sisa umurnya aku tak membuatnya bahagia?Aku tahu putraku juga sangat mencintai gadis ini.Tapi bagaimana dengan janjiku untuk tak memberitahu semuanya ke Evi?Irwan pasti marah kalau aku beritahu Evi apa yang terjadi.Tuhan,apa yang harus kulakukan?'
]] MAAFKANLAH KASIH AKU TIADA BERDAYA...
Idayu meraih tangan Evi,"Aku mungkin bukan ibu yang baik namun aku tetaplah seorang ibu yang menginginkan yang terbaik bagi putranya.Sebenarnya saat ini Irwan sedang sakit Vi...keadaannya..." Idayu menangis dan Evi memeluknya,"Irwan kambuh sakit maagnya Nyonya?Dimana dia?Siapa yang menjaga dia sekarang?"
Idayu menangis di pelukan wanita yang dicintai putranya,"Dia di Singapore menjalani perawatan di sana.Tante sebenarnya tak boleh memberitahukan padamu namun Tante tak tahan lagi.Dia makin drop Vi...Dia ga punya semangat hidup...Dia butuh kamu sayang..."
Idayu lalu menceritakan semuanya,bahkan ia berniat mengajak Evi ke Singapore.Bahkan ia meminta ijin khusus buat Evi ikut dengannya ke Kak Ros.Tentu kak Ros ijinin he..he...Evipun mulai mengurus visa dan paspor.Hatinya rindu ingin bertemu Irwan.Ia juga pamitan sama Rita dan Rizky.Mereka merestuinya,"Nak Irwan sudah sangat baik pada kita sudah sewajarnya kita membalas kebaikannya.Merawatnya kala dia sakit.Umur panjang itu karunia Tuhan.Masa hidup orang ada dalam tangan-Nya.Apapun bisa terjadi karena Dia Dokter segala dokter.Pergilah Vi,salam ibu buat Nak Irwan.Moga lekas sembuh."
€€ BIARLAH AKU TETAP SENDIRI CINTAKU KUBAWA MATI....( BANDARA )
Evi dan Idayu otw Singapore.Evi nampak tegang,"Apa Irwan nanti mau bertemu saya ya Nyonya?" Idayu tersenyum,"Jangan panggil aku Nyonya terus.Panggil Mama saja.Setiap kali melihatmu aku jadi ingat putriku.Maukan jadi putri Mama?"
Evi malah terharu,"Saya ...mau...Mama.."
Mereka berpelukan haru.Evi kian bertekad akan menemani dan merawat Irwan meski dokter bilang umurnya ga lama lagi.Sementara itu Irwan tengah sedih di kamarnya,'Evi...aku kangen sama kamu Vi...Mengapa aku harus selalu sendiri?Mengapa!!'
Toto tak berani mengusik,hanya berani menyodorkan tissue saja melihat Bossnya menangis,"Aku tak ingin mati To...Aku tak ingin mati...Aku ingin bahagia dengan Evi..."
Bagaimana pertemuan Irwan dan Evi nanti?**see you next eps**
》BERGULUNG OMBAK LAUT BIRU MENDENGAR KAU MEMUTUS CINTA... ( SINGAPORE...)
Evi terpana melihat indahnya Singapore.Bagaimana bersihnya dan rapinya segala sesuatu di sana.Taman dimana2.Tak henti2nya ia berdecak kagum,'Pantas orang selalu ingin Jakarta seperti Singapura.Rupanya begini bagusnya.'
Idayu sengaja tidak memberitahu Irwan kalau ia kembali hari itu.Ia ingin memberi kejutan,'Hari demi hari kondisi putraku kian miris dilihat.Kian pucat dan seperti orang yang sedih.Aku terpaksa memberitahu Evi karena lebih baik putraku bahagia di hari2 terakhirnya daripada nelangsa seperti Rita.Walau kasusnya tidak sama namun intinya sama membunuh diri pelan2.Maafkan Mami sayang...semua ini demi kamu bahagia...Dan Mami tahu cuma Evi yang bisa memberikan itu bagimu saat ini.'
Evi melihat Idayu nampak menyeka matanya dengan tissue,"Mama baik2 saja?Jangan takut Mama nanti Evi akan buat Irwan kembali ceria.Evi janji!"
Idayu tersenyum pada calon menantunya itu,"Irwan memang tidak salah pilih.Walau ia mungkin tak berumur panjang kau masih tetap mencintainya.Terima kasih ya Evi.Tolong kau bujuk dia nanti supaya tabah menjalani semua ini."
Evi mengangguk mantap,"Pasti Mama.Evi yakin umur panjang itu di tangan Tuhan.Mukjizat itu masih ada asal kita percaya.Evi sudah melihat sendiri bagaimana adik Evi bisa kembali sehat padahal dulu kondisinya sangat mengerikan sekali.Irwan juga sama Mama.Mama harus percaya bahwa Irwan masih bisa disembuhkan.Ya Mama ya?"
Idayu mengangguk dalam haru dan melangkahlah mereka berdua keluar dari bandara.Idayu memutuskan untuk punya iman seperti Evi.Yakin bahwa masih ada mukjizat untuk Irwan.
》BERGETAR KILAT DI ANGKASA SEDANGKAN TIADA HUJAN...
Sementara itu mari kita lihat Irwan.Sedang apa dia ya?Di sebuah rumah yang mewah,tampak Toto menemani Irwan yang siang itu ingin makan didekat kolam renang saja.Irwan tampak lesu,melihat air membuatnya tenang.Jadi ingat kenangan bersama Evi kala di Bogor dulu.Ia melamun sambil terus memandang air.Toto coba mengajak ngobrol,"Boss,seneng amat dekat kolam renang?Boss mau renang?"
Irwan tersenyum,"Ga To.Badanku rasanya lemes.Sejak pagi perutku sakit sampai keringatan aku.Padahal aku harus tampak sehat didepan para managerku dalam tele konference.Setidaknya mereka percaya bahwa aku baik2 saja.Tolong ambilkan jasku To.Aku mau bersiap untuk bicara pada mereka dengan media jarak jauh."
Toto segera pergi ke dalam.Saat itulah Hp Irwan bunyi.Adi menelpon,"Bro kamu yakin mau bicara sama para manager?Ga usah dipaksalah.Meeting Nasional kali ini biar aku bilang ke mereka kalau kamu sedang di luar negeri.Gimana?"
Irwan malah balik nanya,"Memang Mamaku ga ada di sana Di?Bukannya Mamaku ada di Jakarta sekarang?"
Adi jadi keki niatnya mau menutupi kalau Idayu ga hadir dalam rapat nasional kayaknya terendus Irwan,"Biasalah wanita suka telat kalau datang.Mungkin masih ada urusan Wan.Tapi aku sudah bilang kok."
Irwan berdiri,"Ya aku akan coba hubungi Mamaku.Kamu tunggu dulu ya.Kalau ga ada berita kita tele conference.Aku akan bersiap."
Wah maaf ya guys saya harus kerja.Kita sambung lagi di part 2.Mohon maaf sebelumnya.**nuwun sewu**
》》LIHATLAH TERLANJUR SESAL LANGKAH DIRI KARENA JANJI...( SINGAPORE ) Irwan menelpon Mamanya,"Mama dimana sekarang?"
Idayu jelas gugup dan segera memberi kode pada Evi untuk diam jangan bersuara selama dia bicara dengan Irwan via hp,"Oh...Mami lagi jalan2 sayang kenapa?"
Toto datang membawa jas armani Irwan,lalu dipakaikannya.Irwan menjawab Mamanya,"Ma...Hari ini kan Meeting Nasional Ma...Mama lupa ya?"
Idayu baru sadar,"Astaga!Oh my God...Iya sayang Mami lupa...Mami segera ke sana deh."
Irwan heran,"Mami...Mami...gini aja Mami usahain segera ke sana ya.Sementara nunggu Mami,Irwan handle via tele conference aja."
Idayu janji,"Iya Mami janji akan segera ke sana.Jangan khawatir sayang."
》》 IBARAT TANGKAI AKU T'LAH PATAH...
Irwan lalu menuju ruangan kerjanya,disana sudah ada perangkat untuk melakukan tele conference.Toto melihat dari jauh kondisi Bossnya.Lagian ia ga ngerti Irwan ngomong apa soal bisnis.Pusing dengerinnya.Ga ngerti abis pokoknya,'Boss itu ngomong apa pula itu?Ra jelas.Review budget kuartal pertama...Apa maning itu?Belum itu soal program komputer apa itu.Mbuh malah ngelu aku.Mending aku lihat dari jauh aja.'
Sementara Irwan nampak berusaha tampil sehat walandong,"Selamat siang semua...Sehat semua bukan?Wajahnya cerah2 nih...Saya ingin kalian tetap optimis meski kondisi politik bangsa kita sedang menggeliat dan membara.Tetap bekerja dengan pilar2 perusahaan.Kalian jangan mudah terprovokasi apalagi sampai parah semangat dalam bekerja....Tuhan itu Allah yang terus bekerja sampai kini...Jadi tetap bekerja dengan performa yang baik bahkan lebih baik lagi.Kalian setuju?" Semua menjawab lewat media streaming,"Setuju!!"
》》IBARAT GURUN AKU TANDUS...
Sementara itu Idayu berputar otak.Maksude penulis ki piye?Mikir cak...weleh. Dia kan tadi bilang sama Irwan akan mengikuti meeting nasional manager perusahaan Asian Group.Padahal kan dia di Singapore.Terus mabur gitu?Ya ga ekstrim2 gitu amat kali.Lalu Evi piye tah? Idayu bergumam sendiri,"Aku harus segera balik Jakarta nih.."
Evi nampak gundah juga,"Lha saya gimana Mama?Evi pingin bertemu Irwan."
》》IBARAT SUNGAI AKU KERING...
Idayu berpikir,'Kalau aku ga hadir di meetnas itu pasti Irwan ga tenang hatinya.Pasti akan lebih banyak pikiran dia.Badan udah kurus kering tiap makan muntah seringnya.Tapi kalau aku balik ke Jakarta,Evi masak sendirian di sini?'
Idayu lalu ingat seseorang,"Aha!Mami punya akal.Bentar...Mami telpon dulu dia.Kamu tenang saja Vi,kamu pasti akan bertemu dengan Irwan."
Evi lega,ia sudah jauh2 tiba di Singapore masak balik lagi?Dilihatnya Idayu ngebel seseorang,"Hello Toto..."
》》KINI MUSNAH HARAPANKU...
Toto jelas kaget kala hpnya bunyi,"Wah Nyony Besar nih...gawat nih kalau ga diterima...Ya Nyonya Besar?Disini Toto..."
Idayu bicara dengan nada setengah berbisik,"Hussh jangan kenceng2 suara kamu To!Nanti Irwan denger...Putraku dimana deket kamu ga?"
Toto melihat dari jauh,"Ups...Maaf Nyonya saya akan setel volumenya...Segini?...Oke..Boss sedang pidato negara Nyonya biasa...selep kompres...entah apa itu namanya...Perlu saya sambungkan Nyonya?"
Idayu tersenyum mendengar ucapan bodyguard andalan Irwan itu,"Tele conference To...jangan!Biar aja Putraku disana..Aku ada tugas buat kamu.Kamu harus rahasiakan ok?"
Toto langsung posisi siap kayak upacara bendera,"Siap 86!Memang mau disuruh jadi intelijen ya Nyonya?Mau menyelidiki pengusaha mana Nyonya?"
Idayu lalu mulai cerita,"Saat ini aku sebenarnya ada di Singapore.Ini otw rumah.Bentar lagi sampai.Nah kamu dengerin baik2 dulu.Soale aku ga sendirian.Aku bawa tamu istimewa.Aku harap nanti kamu suruh penjaga depan untuk jaga Irwan dulu sedang kamu tukar posisi jadi jaga depan.Nah ntar kamu bawa masuk tuh tamu jangan sampai ketahuan sama Irwan.Oke?Bawa dia ke kamar belakang.Jangan sampai Irwan tahu mengerti?"
Toto heran,"Tapi..."
Idayu memotongnya,"Udah jangan banyak tanya!Sekarang kamu kedepan.Serahkan penjagaan Irwan ke yang lain.Ntar kamu juga tahu siapa tamunya.Cuma kamu yang bisa saya harapkan sekarang ini...Nah kalau kamu udah di depan.Konteks lagi ok?Ingat jangan sampai Putraku curiga."
♡ CINTA TERPUTUS DI TENGAH JALANAN...
Evi melihat Idayu nampak menghela nafas lega,"Mas Toto juga di Singapore ya?"
Idayu mengangguk sambil menatap jalanan,"Benar.Toto itu bodyguard kesayangan Irwan.Dah kayak saudara mereka itu.Aku tenang kalau ada Toto dekat Irwan...Dan kini aku akan lebih tenang lagi karena ada kamu dekat Irwan.Aku akan balik ke Jakarta lagi dengan pesawat.Kamu nanti akan dibantu Toto..."
Evi manggut2.
� KAU TINGGALKAN NODA HITAM...
Toto segera melaksanakan perintah Idayu,dia tuker posisi sama bodyguard lain.Irwan sempat heran juga lihat dari kursi kerjanya yang jaga dia kok bukan Toto,'Toto kemana?Paling panggilan alam deh...Mama kok ga datang2 di meetnas ya?Jalan2 kemana ya?Lupa nanya juga...'
Toto segera menghubungi Idayu lagi,"Saya sudah di pos depan Nyonya...Boss saya tinggalkan ke Prasetyo."
♡♡ BUAH CINTA KASIH YANG PUTIH...
Idayu menyuruh Evi memakai syalnya untuk menutupi wajahnya.Toto jelas terpana melihat Evi,"Nyonya Boss???"
Idayu berkata pada Toto,"Terkejutnya nanti saja.Sekarang cepet bawa masuk ke dalam.Saya ga akan masuk mau langsung balik ke Jakarta.Ntar kamu sama kasih instruksi lagi.Oke..cepetan!"
Evi mencium tangan Idayu,"Selamat jalan Mama...Evi janji akan jaga Irwan sepenuh hati Evi..."
》》 INGINKU MATI BILA TAK INGAT DOSA...
Idayu malah meraih Evi dalam pelukannya,"Titip Irwan ya sayang?Mami ga ingin Irwan pergi...Jaga putra Mami ya?Mami pergi dulu."
Toto makin takjub denger Evi manggil Idayu dengan sebutan Mama,'Wah kayaknya sudah bukan lampu hijau lagi nih...Jalan tol nih lempeng!'
》》INGIN RASANYA KUPULANG KE RAHIM IBU...
Idayu lalu pergi kembali ke bandara.Back to Jakarta again.Toto segera membawa Evi ke kamar belakang.Evi celingukan mencari Irwan,"Irwan dimana?"
Toto memberi kode dan menunjuk sebuah ruangan,"Sst!Boss disana.Nyonya Besar bilang Boss jangan sampai tahu kalau Non disini...wah gawat itu Prasetyo ngapain kemari?"
Prasetyo mendekat sedang Toto segera menyembunyikan Evi,"Kenapa Pras?"
Pras menjawab sambil menunjuk ke ruangan dimana Irwan berada,"Boss perutnya perih lagi.Nyariin kamu..."
Toto memberi kode agar Evi tenang,"Ya aku segera ambil obat Boss...Kamu balik ke pos depan lagi aja."
Begitu Pras pergi Toto segera membawa Evi ke kamar belakang,"Non disini aja.Jangan panik!Boss akan saya urus dengan baik.Oke?"
Evi menurut.Walaupun ingin rasanya ia berlari masuk ke ruangan dimana Irwan berada,'Wan...aku kangen sama kamu...'
》》 DAN TAK PERNAH TERLAHIR LAGI....
Toto masuk ke ruang kerja Irwan,"Boss perutnya perih lagi ya?Minum obat dulu Boss."
Tampak Irwan dengan wajah pucat memegangi perutnya,"Iya To...sakit banget.Bawa aku ke kamar To...aaakk"
Toto memapah Irwan ke kamar,"Lain kali saya akan siapkan kursi roda aja buat Boss...Jadi Boss lebih nyaman ga perlu kecapekan."
Irwan segera ke kamar mandi muntah2 lagi.Toto miris melihatnya,'Yeah makanan yang baru aja masuk keluar lagi.Kapan dapat nutrisi nih?Perlu diinfus kayaknya Boss ini.Yang masuk sama yang keluar jomplang banget.'
Irwan dibantu berbaring,"Lidahku pahit To...Aku pingin bubur To..."
Toto langsung inget kalau ada Evi,"Beres Boss...segera akan disiapkan..."
Irwan malah heran,"Semangat nian kamu masak To...kayaknya kita perlu cari pembantu deh...biar kamu ga repot."
Toto tersenyum,"Tenang Boss...ntar saya akan carikan...Boss terima beres aja."
Irwan malah menerawang keinget Evi dia.Wajahnya jadi sedih,'Coba ada Evi di sini....'
Andai saja Irwan tahu bahwa Evi sudah ada disitu.Kapan Irwan akan tahu?**see you next eps**
Apa hubungan doa dengan kesehatan ya?Saya akan ceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi di Korea.Seorang pria sakit parah dan kritis.Dokter sudah angkat tangan.Ditengah keputusasaan itu,isteri pasien memanggil seorang pemuka agama untuk datang agar mendoakan suaminya.Anak2nya mengira ibu mereka memanggil sang pemuka agama agar ayah mereka tenang menuju kematiannya.Namun rupanya sang ibu sangat yakin pada pemuka agama tadi.Ia telah mendengar bahwa banyak hal baik terjadi usai didoakan olehnya.Dengan keyakinan penuh ia mengundang sang pemuka agama.
Kondisi pasien yang perutnya sudah membesar kayak orang hamil itu jelas membuat sang pemuka agama agak bimbang.Ia justru terharu melihat keyakinan isteri pasien yang begitu menggebu2 bahwa suaminya pasti sembuh jika didoakan.Akhirnya iapun mendoakan pasien itu dan pulang.Alangkah terkejutnya ia kala ditelpon oleh wanita itu lagi dan berkata bahwa suaminya usai didoakan perutnya kempes dan kini sembuh.Luar biasa ya kalau kita begitu yakin akan sesuatu maka apa yang kita percayai akan terjadi.Lalu bagaimana dengan Irwan?Akankah ia masih bisa disembuhkan?Yuk jenguk Irwan di rumahnya!Lagune jeng?Ups...sampai kesupen.Lagunya melaz nian.Saya dengernya pas adik saya nyetel karaokenan gitu.Dari Muchtar Kelana dengan Luka Hati Luka Diri.Ada kata debu di salah satu syairnya.
++ KASIH AKU TAK MUNGKIN MELUPAKANMU TAPI AKU TAK BERDAYA... ( RUMAH IRWAN )
Irwan wajahnya pucat,aura abu2 gitu.Idayu miris melihat putranya,"Sayang,Mami rasa kalau ada Evi mungkin kamu akan lebih baik sayang...Cinta itu menguatkan sayang..."
Irwan yang bolak-balik kamar mandi karena diare dengan lemah menjawab,"Ga Ma..Evi sudah penuh beban dengan kecelakaan adiknya.Irwan ga mau ia sedih lagi dan terbagi fokusnya.Lagian Irwan belum tentu berumur panjang Ma..."
Idayu sedih mendengar nada pesimis dari putranya yang biasanya paling optimis itu,"Kok gitu ngomongnya sayang?Semua penyakit itu pasti ada obatnya.Sekarang kedokteran canggih.Bagaimana kalau kita ke Singapore saja.Cek disana siapa tahu saja disana ada cara mengobatimu sayang..Gimana?"
Irwan nampak tergolek tak berdaya di ranjangnya,"Mungkin Mama benar.Irwan ga boleh nyerah sebelum mencoba segala cara..."
Idayu segera menghubungi dokternya Irwan dan meminta pendapatnya.Dokter merekomendasikan beberapa nama dokter hebat di Singapore.Makhlum untuk bisa menemui dokter Songapore harus daftar dulu via email.Antri dulu.
×× CINTAKU PADAMU KASIH TAK AKAN PERNAH BERUBAH...( RS )
Evi galau dan nampak resah,ia merasa aneh karena Irwan no nya ga aktif.Panggilan dialihkan kalau hidup.Disms,di bbm di Wa juga ga balas.Semua membuatnya heran.Namun ia coba berpikir positif seperti nasehat ibunya,"Nak Irwan itu orang sibuk Vi.Jangan manja dan mengira kalau dia akan selalu ada karena yang dipikirkannya banyak.Karyawannya ribuan bahkan jutaan.Perusahaannya tersebar dimana2.Kamu harus mengerti posisinya.Jangan menuntut terus coba kau mengerti dia."
Evi lalu memilih berdoa,"Tuhan,ada apa dengan Pak CEO ya?Aku minta jagai dia ga Allah.Jauhkan dari keburukan juga niat jahat orang.Luputkan dari kemalangan.Aku mungkin tak selalu bisa bersamanya namun doaku kan terus kunaikkan pada-Mu untuk kebaikannya.Cintaku padanya takkan berubah."
×× TAPI ENGKAU BEGITU MUDAH MENGKHIANATI DIRIKU...( APARTEMEN HAZMAN ) Hazman menelpon Shiha,"Kau kembali saja padaku Shiha.Kita mulai lagi dari awal kisah cinta kita.Aku sudah menolak perjodohan dari orang tuaku.Aku tidak mengkhianatimu.Please come back to me honey...I love you.."
Shiha malah mencibir,"Omong kosong!Aku ga sudi balik ke kamu lagi.Kamu ga pernah anggap aku itu serius kamu cuma mau mainin aku aja.Aku ga senaif dulu you know!!"
÷÷ CINTAKU JUGA PADA DIRIMU TIADA AKAN PERNAH BERUBAH ...
Hazman terus membujuk,"Ayolah honey...Aku sudah berubah.Aku bukan Hazman yang dulu lagi.I am changing you know...All is for you only..Believe me!"
Shiha malah ngekek,"Kamu berubah?Aku ga percaya!Sebaik2nya kamu ga akan bisa menyamai Irwan.Dia jauh dan jauh lebih baik dari kamu.Udah aku malas aku ngantuk!Jangan ganggu aku lagi!" == ORANG TUAKU YANG MENGHARAMKAN...
Hazman agak kesal juga telponnya diputus sepihak,"Gpp aku pasti akan bisa membuka mata hati kamu Shiha.Bahwa Irwan itu ga ada apa2nya sama aku.Aku akan bikin dia merugi dan menghancurkan bisnisnya.Lalu kamu akan ogah lihat dia karena dia akan terpuruk.Ha..ha.."
Orang tua Hazman ngebel memohon anaknya kembali ke Malaysia namun Hazman malah ngancam,"Pokoknya Hazman ga akan balik tanpa Shiha.Itu sudah jadi keputusan final.Ga bisa diganggu gugat kecuali kalian dah ga menganggap Hazman sebagai anak lagi."
Orang tuanya mati kutu deh.Justru mereka makin ga suka dengan Shiha.
<< DUNIA AKHIRAT KU JADI MILIKMU... ( KEESOKAN HARI )
Irwan ga masuk kerja dan masih berada di kamar Rita.Evi pagi2 nekad ke rumah Irwan naik taxi,'Pokoknya aku mau masak buat dia hari ini.Aku harus ketemu dia.Aku ga tenang kalau belum lihat dia.'
Namun satpam ga ijinin dia masuk karena Irwan memang ga mau ketemu,"Maaf Nona Evi.Boss lagi pergi tuh.Kayaknya perjalanan bisnis gitu.Kurang tahu saya kemana."
Evi nampak kecewa,"Perjalanan bisnis?Berangkatnya kapan ya?"
Satpam jawab asal,"Pagi2 sekali Nona.Maaf Nona sebaiknya pulang saja.Kembalinya kapan kami juga kurang tahu."
Evi melangkah pergi dengan sedih.Hal itu ketangkap kamera cctv yang terpasang di depan gerbang.Irwan melihatnya dengan pilu,'Maaf Nyonya Sayang.Lebih baik kau sedih sekarang daripada nanti...Aku ga mungkin membawamu ikut denganku ke akherat.Kau harus melanjutkan hidupmu...Jujur aku ga yakin umurku akan panjang.'
>> BERTAHUN2 DIRIMU KUIMPIKAN OH KEKASIH...
Toto mendekati Bossnya,"Boss,apa perlu saya menjelaskan ke Nyonya Boss semuanya?Kasihan Boss...ga tega lihatnya..."
Irwan yang masih memakai piyama malah menggeleng,"Semua ini demi kebaikannya To.Lebih baik ia tidak tahu...huhk..huhkk.."
Wah Irwan kembali mual dan muntah2.Toto segera membantu bossnya ke kamar mandi,"Pelan2 Boss..."
Irwan menghubungi Adi,"Di,aku mau pergi ke Singapore untuk jangka waktu agak lama.Urusan kerjaan kamu handle dulu ya?Kalau kamu kesulitan aku akan minta Mama aku membantu kamu." Adi kaget,"Kamu dah baikan nih sama Mamamu?Bagus deh.Tapi mau ngapain kamu ke Singapore Wan?Mau berduaan sama Evi ya?"
Irwan terkekeh,"Kamu ini otaknya ngeres doang!Aku mau medical check up.Sekalian mau liburan juga.Kata dokter aku butuh istirahat."
Adi heran,"Tapi sama Evi kan?Modus ah..."
Irwan geleng2 kepala,"Ga Di.Aku sama Mamaku aja juga Toto.Kamu jangan bilang2 lho kalau aku ke Singapore.Awas kau!...Uhuhk...uhukk..."
Adi mendengar suara Irwan parau,"Kamu sakit ya Wan?Suaramu kok agak lain.Kamu gpp kan Wan?" Irwan menjawab,"Makanya aku mau cek kondisi aku ke Singapore.Di sana kan terkenal RS nya."
{{ UNTUK HIDUP BERSAMAKU DI DALAM MAHLIGAI INDAH...( Beberapa hari kemudian ) Irwan akhirnya pergi juga ke Singapore.Benar dugaan Irwan bahwa hidupnya takkan lama.Kata dokter malah tinggal beberapa tahun saja.Irwan terpaku mendengarnya,'Hidupku ternyata tak lama.Kankernya sudah menyerang organ lain.Wajahku juga kian pucat.Tubuhku kian lemah.Kasihan jika Evi harus mengurusku.' Keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.Namun vonis dokter membuat Irwan kian tak punya semangat hidup.Kondisinya kian drop.Toto sering menemukan Irwan menonton video kala Evi bersamanya,'Kasihan Boss...aku jadi pingin nangis nih...'
Evi juga sedih di Indonesia.Berkali2 dia datang ke rumah Irwan namun selalu saja tak ada.Ke kantor juga ga dapat jawaban.Adi ga berani buka mulut.Apalagi Tria.Evi pulang dengan gontai.Meski Irwan tak bisa ditemui namun semua urusan pembiayaan perawatan Rizky tetap dicover dari jauh.Idayulah yang kemudian sering bolak balik Singapore-Jakarta.
}} HANCUR SUDAH HARAPANKU BAGAI DEBU YANG BETERBANGAN...
Ga cuma Evi yang nyari Irwan dimana,Shiha juga hunting keberadaan pebisnis muda itu.Kenapa tiba2 seperti raib dari bumi.Saat Idayu ke Jakarta,untuk mengurus eventnya di resto Rosalina,Shiha juga hadir di sana.Ia merayu Idayu soal keberadaan Irwan namun Idayu ga sudi bicara dengannya,"Tante!Please kasih tahu Shiha dimana Irwan Tante..Shiha cuma mau minta maaf sama dia.Ga ada yang lain Tante."
Evi yang kebetulan jadi penanggung jawab acara juga memohon pada Idayu,"Nyonya...saya sangat mencemaskan Irwan...apa dia baik2 saja Nyonya?Apa dia marah sama saya Nyonya?"
Idayu sebenarnya ingin bicara pada Evi namun karena ada Shiha ia urungkan niatnya.Disuruhnya Shiha pergi,"Sebaiknya kamu jangan ganggu putraku lagi.Aku ga restu putraku dapat kamu.Jadi sebaiknya berhenti bermimpi..."
Shiha meradang dan menarik lengan Evi dengan kasar,"Ini pasti karena hasutanmu kan?!!Kamu bicara jelek soal aku ke Mamanya Irwan.Dasar wanita kampung!"
Hampir saja Shiha hendak menampar Evi namun tangannya ditahan oleh Idayu,"Rupanya kamu emang perempuan kasar!Main tangan sukanya.Security!!Bawa wanita ini pergi!!Saya ga mau dia ganggu acara saya!!"
Shihapun digelandang satpam keluar resto.Ngomel2 ga jelas gitu dia.Idayu malah kaget kala Evi bersimpuh di kakinya,"Nyonya...saya tahu saya ga pantas buat Irwan tapi saya tulus sayang sama dia Nyonya.Tolong beritahu saya Nyonya dimana Irwan sekarang..apa dia baik2 saja?Saya mohon Nyonya..."
[[ LUKA HATI LUKA DIRI KEMANA AKAN KUBAWA...( LANTAI 4 RESTO ROSALINA ) Idayu membawa Evi ke sebuah sudut,"Kau sungguh sayang pada Putraku?"
Evi mengangguk sambil menangis,"Iya Nyonya...saya mencintai Irwan..."
Idayu menatap ke langit,'Umur putraku diperkirakan takkan lama.Mengapa di sisa umurnya aku tak membuatnya bahagia?Aku tahu putraku juga sangat mencintai gadis ini.Tapi bagaimana dengan janjiku untuk tak memberitahu semuanya ke Evi?Irwan pasti marah kalau aku beritahu Evi apa yang terjadi.Tuhan,apa yang harus kulakukan?'
]] MAAFKANLAH KASIH AKU TIADA BERDAYA...
Idayu meraih tangan Evi,"Aku mungkin bukan ibu yang baik namun aku tetaplah seorang ibu yang menginginkan yang terbaik bagi putranya.Sebenarnya saat ini Irwan sedang sakit Vi...keadaannya..." Idayu menangis dan Evi memeluknya,"Irwan kambuh sakit maagnya Nyonya?Dimana dia?Siapa yang menjaga dia sekarang?"
Idayu menangis di pelukan wanita yang dicintai putranya,"Dia di Singapore menjalani perawatan di sana.Tante sebenarnya tak boleh memberitahukan padamu namun Tante tak tahan lagi.Dia makin drop Vi...Dia ga punya semangat hidup...Dia butuh kamu sayang..."
Idayu lalu menceritakan semuanya,bahkan ia berniat mengajak Evi ke Singapore.Bahkan ia meminta ijin khusus buat Evi ikut dengannya ke Kak Ros.Tentu kak Ros ijinin he..he...Evipun mulai mengurus visa dan paspor.Hatinya rindu ingin bertemu Irwan.Ia juga pamitan sama Rita dan Rizky.Mereka merestuinya,"Nak Irwan sudah sangat baik pada kita sudah sewajarnya kita membalas kebaikannya.Merawatnya kala dia sakit.Umur panjang itu karunia Tuhan.Masa hidup orang ada dalam tangan-Nya.Apapun bisa terjadi karena Dia Dokter segala dokter.Pergilah Vi,salam ibu buat Nak Irwan.Moga lekas sembuh."
€€ BIARLAH AKU TETAP SENDIRI CINTAKU KUBAWA MATI....( BANDARA )
Evi dan Idayu otw Singapore.Evi nampak tegang,"Apa Irwan nanti mau bertemu saya ya Nyonya?" Idayu tersenyum,"Jangan panggil aku Nyonya terus.Panggil Mama saja.Setiap kali melihatmu aku jadi ingat putriku.Maukan jadi putri Mama?"
Evi malah terharu,"Saya ...mau...Mama.."
Mereka berpelukan haru.Evi kian bertekad akan menemani dan merawat Irwan meski dokter bilang umurnya ga lama lagi.Sementara itu Irwan tengah sedih di kamarnya,'Evi...aku kangen sama kamu Vi...Mengapa aku harus selalu sendiri?Mengapa!!'
Toto tak berani mengusik,hanya berani menyodorkan tissue saja melihat Bossnya menangis,"Aku tak ingin mati To...Aku tak ingin mati...Aku ingin bahagia dengan Evi..."
Bagaimana pertemuan Irwan dan Evi nanti?**see you next eps**
Eps 79 》DEBU2 JALANAN :
》BERGULUNG OMBAK LAUT BIRU MENDENGAR KAU MEMUTUS CINTA... ( SINGAPORE...)
Evi terpana melihat indahnya Singapore.Bagaimana bersihnya dan rapinya segala sesuatu di sana.Taman dimana2.Tak henti2nya ia berdecak kagum,'Pantas orang selalu ingin Jakarta seperti Singapura.Rupanya begini bagusnya.'
Idayu sengaja tidak memberitahu Irwan kalau ia kembali hari itu.Ia ingin memberi kejutan,'Hari demi hari kondisi putraku kian miris dilihat.Kian pucat dan seperti orang yang sedih.Aku terpaksa memberitahu Evi karena lebih baik putraku bahagia di hari2 terakhirnya daripada nelangsa seperti Rita.Walau kasusnya tidak sama namun intinya sama membunuh diri pelan2.Maafkan Mami sayang...semua ini demi kamu bahagia...Dan Mami tahu cuma Evi yang bisa memberikan itu bagimu saat ini.'
Evi melihat Idayu nampak menyeka matanya dengan tissue,"Mama baik2 saja?Jangan takut Mama nanti Evi akan buat Irwan kembali ceria.Evi janji!"
Idayu tersenyum pada calon menantunya itu,"Irwan memang tidak salah pilih.Walau ia mungkin tak berumur panjang kau masih tetap mencintainya.Terima kasih ya Evi.Tolong kau bujuk dia nanti supaya tabah menjalani semua ini."
Evi mengangguk mantap,"Pasti Mama.Evi yakin umur panjang itu di tangan Tuhan.Mukjizat itu masih ada asal kita percaya.Evi sudah melihat sendiri bagaimana adik Evi bisa kembali sehat padahal dulu kondisinya sangat mengerikan sekali.Irwan juga sama Mama.Mama harus percaya bahwa Irwan masih bisa disembuhkan.Ya Mama ya?"
Idayu mengangguk dalam haru dan melangkahlah mereka berdua keluar dari bandara.Idayu memutuskan untuk punya iman seperti Evi.Yakin bahwa masih ada mukjizat untuk Irwan.
》BERGETAR KILAT DI ANGKASA SEDANGKAN TIADA HUJAN...
Sementara itu mari kita lihat Irwan.Sedang apa dia ya?Di sebuah rumah yang mewah,tampak Toto menemani Irwan yang siang itu ingin makan didekat kolam renang saja.Irwan tampak lesu,melihat air membuatnya tenang.Jadi ingat kenangan bersama Evi kala di Bogor dulu.Ia melamun sambil terus memandang air.Toto coba mengajak ngobrol,"Boss,seneng amat dekat kolam renang?Boss mau renang?"
Irwan tersenyum,"Ga To.Badanku rasanya lemes.Sejak pagi perutku sakit sampai keringatan aku.Padahal aku harus tampak sehat didepan para managerku dalam tele konference.Setidaknya mereka percaya bahwa aku baik2 saja.Tolong ambilkan jasku To.Aku mau bersiap untuk bicara pada mereka dengan media jarak jauh."
Toto segera pergi ke dalam.Saat itulah Hp Irwan bunyi.Adi menelpon,"Bro kamu yakin mau bicara sama para manager?Ga usah dipaksalah.Meeting Nasional kali ini biar aku bilang ke mereka kalau kamu sedang di luar negeri.Gimana?"
Irwan malah balik nanya,"Memang Mamaku ga ada di sana Di?Bukannya Mamaku ada di Jakarta sekarang?"
Adi jadi keki niatnya mau menutupi kalau Idayu ga hadir dalam rapat nasional kayaknya terendus Irwan,"Biasalah wanita suka telat kalau datang.Mungkin masih ada urusan Wan.Tapi aku sudah bilang kok."
Irwan berdiri,"Ya aku akan coba hubungi Mamaku.Kamu tunggu dulu ya.Kalau ga ada berita kita tele conference.Aku akan bersiap."
Wah maaf ya guys saya harus kerja.Kita sambung lagi di part 2.Mohon maaf sebelumnya.**nuwun sewu**
Part 2 Eps 79 DEBU2 JALANAN : His Sufferings
》》LIHATLAH TERLANJUR SESAL LANGKAH DIRI KARENA JANJI...( SINGAPORE ) Irwan menelpon Mamanya,"Mama dimana sekarang?"
Idayu jelas gugup dan segera memberi kode pada Evi untuk diam jangan bersuara selama dia bicara dengan Irwan via hp,"Oh...Mami lagi jalan2 sayang kenapa?"
Toto datang membawa jas armani Irwan,lalu dipakaikannya.Irwan menjawab Mamanya,"Ma...Hari ini kan Meeting Nasional Ma...Mama lupa ya?"
Idayu baru sadar,"Astaga!Oh my God...Iya sayang Mami lupa...Mami segera ke sana deh."
Irwan heran,"Mami...Mami...gini aja Mami usahain segera ke sana ya.Sementara nunggu Mami,Irwan handle via tele conference aja."
Idayu janji,"Iya Mami janji akan segera ke sana.Jangan khawatir sayang."
》》 IBARAT TANGKAI AKU T'LAH PATAH...
Irwan lalu menuju ruangan kerjanya,disana sudah ada perangkat untuk melakukan tele conference.Toto melihat dari jauh kondisi Bossnya.Lagian ia ga ngerti Irwan ngomong apa soal bisnis.Pusing dengerinnya.Ga ngerti abis pokoknya,'Boss itu ngomong apa pula itu?Ra jelas.Review budget kuartal pertama...Apa maning itu?Belum itu soal program komputer apa itu.Mbuh malah ngelu aku.Mending aku lihat dari jauh aja.'
Sementara Irwan nampak berusaha tampil sehat walandong,"Selamat siang semua...Sehat semua bukan?Wajahnya cerah2 nih...Saya ingin kalian tetap optimis meski kondisi politik bangsa kita sedang menggeliat dan membara.Tetap bekerja dengan pilar2 perusahaan.Kalian jangan mudah terprovokasi apalagi sampai parah semangat dalam bekerja....Tuhan itu Allah yang terus bekerja sampai kini...Jadi tetap bekerja dengan performa yang baik bahkan lebih baik lagi.Kalian setuju?" Semua menjawab lewat media streaming,"Setuju!!"
》》IBARAT GURUN AKU TANDUS...
Sementara itu Idayu berputar otak.Maksude penulis ki piye?Mikir cak...weleh. Dia kan tadi bilang sama Irwan akan mengikuti meeting nasional manager perusahaan Asian Group.Padahal kan dia di Singapore.Terus mabur gitu?Ya ga ekstrim2 gitu amat kali.Lalu Evi piye tah? Idayu bergumam sendiri,"Aku harus segera balik Jakarta nih.."
Evi nampak gundah juga,"Lha saya gimana Mama?Evi pingin bertemu Irwan."
》》IBARAT SUNGAI AKU KERING...
Idayu berpikir,'Kalau aku ga hadir di meetnas itu pasti Irwan ga tenang hatinya.Pasti akan lebih banyak pikiran dia.Badan udah kurus kering tiap makan muntah seringnya.Tapi kalau aku balik ke Jakarta,Evi masak sendirian di sini?'
Idayu lalu ingat seseorang,"Aha!Mami punya akal.Bentar...Mami telpon dulu dia.Kamu tenang saja Vi,kamu pasti akan bertemu dengan Irwan."
Evi lega,ia sudah jauh2 tiba di Singapore masak balik lagi?Dilihatnya Idayu ngebel seseorang,"Hello Toto..."
》》KINI MUSNAH HARAPANKU...
Toto jelas kaget kala hpnya bunyi,"Wah Nyony Besar nih...gawat nih kalau ga diterima...Ya Nyonya Besar?Disini Toto..."
Idayu bicara dengan nada setengah berbisik,"Hussh jangan kenceng2 suara kamu To!Nanti Irwan denger...Putraku dimana deket kamu ga?"
Toto melihat dari jauh,"Ups...Maaf Nyonya saya akan setel volumenya...Segini?...Oke..Boss sedang pidato negara Nyonya biasa...selep kompres...entah apa itu namanya...Perlu saya sambungkan Nyonya?"
Idayu tersenyum mendengar ucapan bodyguard andalan Irwan itu,"Tele conference To...jangan!Biar aja Putraku disana..Aku ada tugas buat kamu.Kamu harus rahasiakan ok?"
Toto langsung posisi siap kayak upacara bendera,"Siap 86!Memang mau disuruh jadi intelijen ya Nyonya?Mau menyelidiki pengusaha mana Nyonya?"
Idayu lalu mulai cerita,"Saat ini aku sebenarnya ada di Singapore.Ini otw rumah.Bentar lagi sampai.Nah kamu dengerin baik2 dulu.Soale aku ga sendirian.Aku bawa tamu istimewa.Aku harap nanti kamu suruh penjaga depan untuk jaga Irwan dulu sedang kamu tukar posisi jadi jaga depan.Nah ntar kamu bawa masuk tuh tamu jangan sampai ketahuan sama Irwan.Oke?Bawa dia ke kamar belakang.Jangan sampai Irwan tahu mengerti?"
Toto heran,"Tapi..."
Idayu memotongnya,"Udah jangan banyak tanya!Sekarang kamu kedepan.Serahkan penjagaan Irwan ke yang lain.Ntar kamu juga tahu siapa tamunya.Cuma kamu yang bisa saya harapkan sekarang ini...Nah kalau kamu udah di depan.Konteks lagi ok?Ingat jangan sampai Putraku curiga."
♡ CINTA TERPUTUS DI TENGAH JALANAN...
Evi melihat Idayu nampak menghela nafas lega,"Mas Toto juga di Singapore ya?"
Idayu mengangguk sambil menatap jalanan,"Benar.Toto itu bodyguard kesayangan Irwan.Dah kayak saudara mereka itu.Aku tenang kalau ada Toto dekat Irwan...Dan kini aku akan lebih tenang lagi karena ada kamu dekat Irwan.Aku akan balik ke Jakarta lagi dengan pesawat.Kamu nanti akan dibantu Toto..."
Evi manggut2.
� KAU TINGGALKAN NODA HITAM...
Toto segera melaksanakan perintah Idayu,dia tuker posisi sama bodyguard lain.Irwan sempat heran juga lihat dari kursi kerjanya yang jaga dia kok bukan Toto,'Toto kemana?Paling panggilan alam deh...Mama kok ga datang2 di meetnas ya?Jalan2 kemana ya?Lupa nanya juga...'
Toto segera menghubungi Idayu lagi,"Saya sudah di pos depan Nyonya...Boss saya tinggalkan ke Prasetyo."
♡♡ BUAH CINTA KASIH YANG PUTIH...
Idayu menyuruh Evi memakai syalnya untuk menutupi wajahnya.Toto jelas terpana melihat Evi,"Nyonya Boss???"
Idayu berkata pada Toto,"Terkejutnya nanti saja.Sekarang cepet bawa masuk ke dalam.Saya ga akan masuk mau langsung balik ke Jakarta.Ntar kamu sama kasih instruksi lagi.Oke..cepetan!"
Evi mencium tangan Idayu,"Selamat jalan Mama...Evi janji akan jaga Irwan sepenuh hati Evi..."
》》 INGINKU MATI BILA TAK INGAT DOSA...
Idayu malah meraih Evi dalam pelukannya,"Titip Irwan ya sayang?Mami ga ingin Irwan pergi...Jaga putra Mami ya?Mami pergi dulu."
Toto makin takjub denger Evi manggil Idayu dengan sebutan Mama,'Wah kayaknya sudah bukan lampu hijau lagi nih...Jalan tol nih lempeng!'
》》INGIN RASANYA KUPULANG KE RAHIM IBU...
Idayu lalu pergi kembali ke bandara.Back to Jakarta again.Toto segera membawa Evi ke kamar belakang.Evi celingukan mencari Irwan,"Irwan dimana?"
Toto memberi kode dan menunjuk sebuah ruangan,"Sst!Boss disana.Nyonya Besar bilang Boss jangan sampai tahu kalau Non disini...wah gawat itu Prasetyo ngapain kemari?"
Prasetyo mendekat sedang Toto segera menyembunyikan Evi,"Kenapa Pras?"
Pras menjawab sambil menunjuk ke ruangan dimana Irwan berada,"Boss perutnya perih lagi.Nyariin kamu..."
Toto memberi kode agar Evi tenang,"Ya aku segera ambil obat Boss...Kamu balik ke pos depan lagi aja."
Begitu Pras pergi Toto segera membawa Evi ke kamar belakang,"Non disini aja.Jangan panik!Boss akan saya urus dengan baik.Oke?"
Evi menurut.Walaupun ingin rasanya ia berlari masuk ke ruangan dimana Irwan berada,'Wan...aku kangen sama kamu...'
》》 DAN TAK PERNAH TERLAHIR LAGI....
Toto masuk ke ruang kerja Irwan,"Boss perutnya perih lagi ya?Minum obat dulu Boss."
Tampak Irwan dengan wajah pucat memegangi perutnya,"Iya To...sakit banget.Bawa aku ke kamar To...aaakk"
Toto memapah Irwan ke kamar,"Lain kali saya akan siapkan kursi roda aja buat Boss...Jadi Boss lebih nyaman ga perlu kecapekan."
Irwan segera ke kamar mandi muntah2 lagi.Toto miris melihatnya,'Yeah makanan yang baru aja masuk keluar lagi.Kapan dapat nutrisi nih?Perlu diinfus kayaknya Boss ini.Yang masuk sama yang keluar jomplang banget.'
Irwan dibantu berbaring,"Lidahku pahit To...Aku pingin bubur To..."
Toto langsung inget kalau ada Evi,"Beres Boss...segera akan disiapkan..."
Irwan malah heran,"Semangat nian kamu masak To...kayaknya kita perlu cari pembantu deh...biar kamu ga repot."
Toto tersenyum,"Tenang Boss...ntar saya akan carikan...Boss terima beres aja."
Irwan malah menerawang keinget Evi dia.Wajahnya jadi sedih,'Coba ada Evi di sini....'
Andai saja Irwan tahu bahwa Evi sudah ada disitu.Kapan Irwan akan tahu?**see you next eps**
Eps 80 DEBU2 JALANAN : Reaching Forth
^^ KISAHKU KINI TERASA BERBEDA...( BANDARA )
Idayu menanti pesawat sambil merenung,'Sejak aku memberitahu Evi,dihatiku timbul iman bahwa Irwan bisa tetap hidup lama.Seharusnya sebagai seorang ibu aku lebih optimis dari Evi tapi kenapa malah kebalik ya?'
Idayu lalu menelpon Evi,"Kamu dimana sekarang Vi?"
Evi rupanya sedang membuat bubur buat Irwan,"Sedang di dapur Mama...Irwan ingin makan bubur." Idayu kaget,"Kamu dah ketemu Irwan?"
Evi menjawab sambil terus mengaduk,"Belum Mama.Irwan di kamarnya.Mas Toto bersamanya." Idayu nanya lagi,"Kalau Irwan tahu gimana?Kamu jaga diri dulu setidaknya sampai Mami balik ke sana.Mami takut kalau Irwan tahu Mami yang bawa kamu ke Singapore dia ngambek lagi sama Mami."
Evi mengerti,"Tenang saja Ma...Evi akan turuti semua keinginan Mama...Evi hanya buat bubur kok yang nganterin nanti Mas Toto."
Idayu kian heran,"Lha Irwan apa ga curiga kan kalau Mami ga dirumah yang masak Toto soalnya Irwan itu sulit mempercayai orang."
Evi lalu menjelaskan,"Kata Mas Toto saya dikira pembantu gitu disini.Walau Irwan belum ketemu langsung sih sama saya.Jadi dia bilangnya dah menemukan pembantu gitu buat bantuin dia."
Idayu malah memuji Toto,"Smart juga dia."
¤¤ KISAH YANG HADIR DENGAN TIBA2...
Sedang asyik bicara dengan Idayu tiba2 Toto muncul,"Nyonya Boss,buburnya dah jadi?"
Evi segera mengakhiri pembicaraan dengan Idayu,"Mama,maaf Evi serahin hp ke Mas Toto ya ..." Toto segera menerima hpnya,"Nyonya Besar ya?.."
Sementara Evi nyiapin buburnya dalam piring,Toto asyik ngobrol sama Idayu.Disitu ia nanya,"Nyonya kenapa ga langsung temuin aja Boss sama Non Evi?Masak main kucing2 gini?" Idayu menjawab,"Pinginnya juga gitu.Tapi kamu tahu sendiri watak Bossmu itu,dia paling benci dikhianati.Makanya saya mau jelasin dulu baru diketemuin.Semua ketunda gara2 meetnas ini.Tunggu sampai beberapa hari lagi.Ok?Saya titip mereka sama kamu.Jagain yang bener!"
Evi menyerahkan buburnya,"Ini Mas Toto sudah saya garnish juga...biar selera Irwan lihatnya."
Toto menyerahkan kembali telpon ke Evi,"Saya mau ke kamar Boss dulu.Wah emang beda kalau yang bikin penuh cinta he..he.."
Evi tersenyum dan segera masuk kamarnya lagi.
^^ RASA KUINGIN SEGERA TERUS BISA MEMILIKIMU...( KAMAR IRWAN )
Irwan terpana melihat bubur yang dibawa Toto,"Tumben kamu pakai piring To?Biasanya pakai mangkuk?"
Toto ngeles,"Ini buatan pembantu baru Boss.Bukan saya."
Irwan mengernyitkan dahi,"Pembantu barunya dah dapat?Cepat amat?Ini Singapore lho To bukan Jakarta."
Toto memutar matanya,"Itu Si Pras kok Boss yang nyariin.Biasa dia sekarang juga jadi agen penyalur pembantu2 gitu Boss.He..he.."
÷÷ MESKI TAK TEPAT KUMENDAPATKANNYA...
Irwan kian heran,"Pras jadi agen penyalur pembantu?Sejak kapan?Kayaknya ga gaul gitu dia..."
Toto menyajikan buburnya di meja kecil,"Boss makan dulu aja.Ntar saya panggilkan Pras ke sini buat Boss tanyai gimana?"
Irwan malah ngekek,"Ih aku ga sekepo itu kali To...ada2 ja kau ni.Baguslah kalau udah dapat pembantunya.Orang sini?"
Wah Toto bingung juga jawabnya,"Orangnya ga jelas Boss dari mana.Kayaknya sih blasteran.Ada indonya juga...dikitlah..."
Irwan memakan buburnya,"Hmm...Enak buburnya...siapa namanya?"
Toto bergaya sok lupa,"Waduh siapa ya tadi...Saya lupa tuh Boss...Ntar saya tanya lagi deh..."
Irwan malah tersenyum,"Kamu ketularan Mamaku deh.Kalian kebanyakan mikirin aku sih."
Toto lega Irwan lumayan banyak habisin buburnya,"Seneng lihat Boss lahap makannya...Enak ya Boss.Cocok kayaknya nih..."
Irwan mulai mengantuk,"Iya To rasanya kayak makan masakan buatan Evi.Aku ngantuk To...pengaruh obat kayaknya nih.Aku mau istirahat dulu."
♡ CINTA MENGALIR BEGITU SAJA...
Toto ga segera pergi namun ia malah menunggu sampai Irwan pules dulu baru pergi.Ia bawa peralatan makan ke dapur.Diketuknya pintu kamar Evi,"Tok!Tok!"
Evi membukanya,"Gimana Irwan Mas Toto?Mau buburnya?"
Toto mengacungkan jempol,"Habis lumayan.Lebih banyak dari biasanya.Makhlum bubur cinta.Pasti bedalah..."
Evi nampak sedih,"Irwan kok ga mau ngasih tahu saya ya Mas kalau sakit parah?Kenapa ya Mas?Oh ya Irwan ngapain sekarang?"
Toto menjawab,"Boss lagi tidur.Efek obat.Non mau lihat?Tapi jarak jauh ya?Jangan dibangunin.Ayo ikut saya."
Evi jelas bahagia,"Beneran Mas?Kalau bangun gimana?"
Toto melangkah lebih dulu,"Obat ini efek tidurnya lama.Saya sudah hafal.Ga akan bangun cepet." Evi segera mengikuti.Melewati ruangan demi ruangan dan akhirnya sampai di sebuah kamar yang sangat bagus.Kamar Irwan.
%% BEGITU SULIT UNTUK AKU REDA...
Pelan Evi masuk,haru memenuhi hatinya melihat siapa yang terbaring di peraduan nan mewah,'Irwan...ya Tuhan...kamu kurus banget...pucat lagi...ya ampun...'
Sulit bagi Evi untuk tak meneteskan air mata,ingin rasanya ia mengusap wajah pucat pria yang ia cintai itu.Toto ikut trenyuh melihatnya,'Kasihan Boss kaya tapi umurnya ga panjang.Masih muda sudah kena kanker.Kenapa ya orang baik itu banyak kemalangannya?'
Evi meraih jemari Irwan yang lemah,'Pak CEO...kenapa kau sembunyikan penderitaanmu dariku?Kenapa?'
¤¤ MESKI KU TAU PERASAAN KAU DAN AKU TAK BISA LEPAS...
Irwan tersenyum dalam tidurnya,mimpi indah kali.Evi meneteskan air mata,dikecupnya jemari Irwan dengan terisak.Toto jadi ikut sedih,'Andai boleh barter nih Tuhan,ambil nyawa saya aja deh tuker sama punya Boss.Boleh ga ya?'
Evi ga bisa nahan tangis dan akhirnya dibawa keluar oleh Toto takut Irwan bangun.
== BIARKAN KINI ADALAH JALANNYA...
Evi menangis,"Maafkan saya Mas Toto saya sungguh ga bisa nahan perasaan saya...menyedihkan sekali lihat dia..."
Toto membawa Evi kembali ke kamar belakang,"Nyonya Boss harus tabah.Saya akan kasih jadwal makan Boss jadi Nyonya Boss bisa siapin."
Evi mengerti dan menyeka air matanya,"Makasih Mas Toto udah jagain Irwan selama ini.Makasih banget."
Toto jawab,"Itu mah kerjaan saya he..he.."
Evi lalu masuk ke kamarnya dan berdoa,'Tuhan,Kau adalah Dokter Segala Dokter...Hatiku hancur melihat kondisi Irwan.Dia orang baik ya Tuhan.Berikanlah kesembuhan padanya.Aku mohon pada-Mu.'
Mari kita tinggalkan mereka sejenak untuk memantau situasi di Jakarta.Kondusif ga?Weleh..
�� AKU TAK ADA YANG MAMPU UNTUK MENGHENTIKANKU...( Jakarta )
Hazman mendapat telpon dari anak buahnya,"Boss tinggal teken aja nih,Asian Group akan masuk perangkap.Kebetulan CEO nya lagi ga ditempat.Kayaknya di luar negeri."
Hazman ngakak,"Bagus!Aku tahu wakilnya ga sebagus CEO nya.Aku yakin ga ada yang bisa hentikan kita.Ha..ha..."
♡♡ CINTA BAGIKU ADALAH PENGORBANAN...( ASIAN GROUP )
Adi sibuk sekali karena menghandle meetnas dan banyak sekali urusan managerial lainnya.Saat lagi puyeng,Tria masuk ke ruangannya membawa kopi. Adi tersenyum pada sekretarisnya itu,"Tahu aja kamu aku lagi butuh kopi.Lagi suntuk!Makasih ya..."
Tria lalu duduk,"Pak Irwan ga ikut meetnas ya?Tumben ya?"
Adi meminum kopinya,"Irwan punya masalah lebih pelik dari kita.Kasihan sobatku itu.Mau bahagia aja ada aja gangguannya."
Tria malah beda pendapatnya,"Kasihan Evi kayak down banget nyari Pak Irwan...kelihatan kalau beneran sayang dia sama Pak Irwan..."
☆ MENCINTAIMU ADALAH PENGORBANAN...
Telpon bunyi,Tria mengangkatnya.Rupanya dari ruang meeting dimana meetnas dilangsungkan,"Oh ya akan saya beritahukan pada Pak Adi...iya terima kasih."
Adi sebenarnya mau teken kontrak kerja dengan suruhannya Hazman jadi urung teken,"Kenapa Tria?"
Tria melaporkan,"Bapak ditunggu di ruang meeting Yudistira.Biasa session tanya jawab."
Adi segera meletakkan berkas yang dipegangnya,"Oke...Aku ke sana dulu.Nanti kalau Mamanya Pak Irwan datang bawa ke ruangan ini saja.Oke?"
Tria mengiyakan,"Siap Pak.Semoga sukses rapatnya..."
★★ YANG AKAN AKU KORBANKAN...
Ga lama Idayu tiba di Asian Group,"Akhirnya sampai juga...untung ga delay pesawatnya..."
Ia turun dari mobil dan disambut petinggi perusahaan,diantarkan ke ruangan CEO.Tria segera menyambut,"Selamat datang Ibu...Mari masuk ke ruangan Pak Irwan saja..."
Idayu duduk di kursi yang biasanya diduduki Irwan,"Lama tak duduk di sini lagi.Sudah lebih maju ya sekarang?Pak Adi mana?"
Tria memberitahu,"Mengisi session di meetnas Bu...Ibu mau saya antarkan ke sana?Ruangannya ada di lantai dua."
Idayu malah duduk dan membuka berkas yang ada di meja Irwan,"Saya tunggu disini saja dulu."
Tria menawarkan minum,"Ibu mau saya buatkan minum apa?Kopi,teh atau lainnya?"
Idayu menjawab,"White coffee saja."
Tria segera permisi.Idayu melihat satu kontrak kerja yang siap ditanda tangani,'Inikan perusahaan yang bermasalah di Malaysia sana?Kenapa Irwan malah mau kerja sama?Nilai kerjasamanya besar lagi.Wah ini ga bener nih.'
Apakah yang akan dilakukan Idayu nanti?**see you next eps**
Idayu menanti pesawat sambil merenung,'Sejak aku memberitahu Evi,dihatiku timbul iman bahwa Irwan bisa tetap hidup lama.Seharusnya sebagai seorang ibu aku lebih optimis dari Evi tapi kenapa malah kebalik ya?'
Idayu lalu menelpon Evi,"Kamu dimana sekarang Vi?"
Evi rupanya sedang membuat bubur buat Irwan,"Sedang di dapur Mama...Irwan ingin makan bubur." Idayu kaget,"Kamu dah ketemu Irwan?"
Evi menjawab sambil terus mengaduk,"Belum Mama.Irwan di kamarnya.Mas Toto bersamanya." Idayu nanya lagi,"Kalau Irwan tahu gimana?Kamu jaga diri dulu setidaknya sampai Mami balik ke sana.Mami takut kalau Irwan tahu Mami yang bawa kamu ke Singapore dia ngambek lagi sama Mami."
Evi mengerti,"Tenang saja Ma...Evi akan turuti semua keinginan Mama...Evi hanya buat bubur kok yang nganterin nanti Mas Toto."
Idayu kian heran,"Lha Irwan apa ga curiga kan kalau Mami ga dirumah yang masak Toto soalnya Irwan itu sulit mempercayai orang."
Evi lalu menjelaskan,"Kata Mas Toto saya dikira pembantu gitu disini.Walau Irwan belum ketemu langsung sih sama saya.Jadi dia bilangnya dah menemukan pembantu gitu buat bantuin dia."
Idayu malah memuji Toto,"Smart juga dia."
¤¤ KISAH YANG HADIR DENGAN TIBA2...
Sedang asyik bicara dengan Idayu tiba2 Toto muncul,"Nyonya Boss,buburnya dah jadi?"
Evi segera mengakhiri pembicaraan dengan Idayu,"Mama,maaf Evi serahin hp ke Mas Toto ya ..." Toto segera menerima hpnya,"Nyonya Besar ya?.."
Sementara Evi nyiapin buburnya dalam piring,Toto asyik ngobrol sama Idayu.Disitu ia nanya,"Nyonya kenapa ga langsung temuin aja Boss sama Non Evi?Masak main kucing2 gini?" Idayu menjawab,"Pinginnya juga gitu.Tapi kamu tahu sendiri watak Bossmu itu,dia paling benci dikhianati.Makanya saya mau jelasin dulu baru diketemuin.Semua ketunda gara2 meetnas ini.Tunggu sampai beberapa hari lagi.Ok?Saya titip mereka sama kamu.Jagain yang bener!"
Evi menyerahkan buburnya,"Ini Mas Toto sudah saya garnish juga...biar selera Irwan lihatnya."
Toto menyerahkan kembali telpon ke Evi,"Saya mau ke kamar Boss dulu.Wah emang beda kalau yang bikin penuh cinta he..he.."
Evi tersenyum dan segera masuk kamarnya lagi.
^^ RASA KUINGIN SEGERA TERUS BISA MEMILIKIMU...( KAMAR IRWAN )
Irwan terpana melihat bubur yang dibawa Toto,"Tumben kamu pakai piring To?Biasanya pakai mangkuk?"
Toto ngeles,"Ini buatan pembantu baru Boss.Bukan saya."
Irwan mengernyitkan dahi,"Pembantu barunya dah dapat?Cepat amat?Ini Singapore lho To bukan Jakarta."
Toto memutar matanya,"Itu Si Pras kok Boss yang nyariin.Biasa dia sekarang juga jadi agen penyalur pembantu2 gitu Boss.He..he.."
÷÷ MESKI TAK TEPAT KUMENDAPATKANNYA...
Irwan kian heran,"Pras jadi agen penyalur pembantu?Sejak kapan?Kayaknya ga gaul gitu dia..."
Toto menyajikan buburnya di meja kecil,"Boss makan dulu aja.Ntar saya panggilkan Pras ke sini buat Boss tanyai gimana?"
Irwan malah ngekek,"Ih aku ga sekepo itu kali To...ada2 ja kau ni.Baguslah kalau udah dapat pembantunya.Orang sini?"
Wah Toto bingung juga jawabnya,"Orangnya ga jelas Boss dari mana.Kayaknya sih blasteran.Ada indonya juga...dikitlah..."
Irwan memakan buburnya,"Hmm...Enak buburnya...siapa namanya?"
Toto bergaya sok lupa,"Waduh siapa ya tadi...Saya lupa tuh Boss...Ntar saya tanya lagi deh..."
Irwan malah tersenyum,"Kamu ketularan Mamaku deh.Kalian kebanyakan mikirin aku sih."
Toto lega Irwan lumayan banyak habisin buburnya,"Seneng lihat Boss lahap makannya...Enak ya Boss.Cocok kayaknya nih..."
Irwan mulai mengantuk,"Iya To rasanya kayak makan masakan buatan Evi.Aku ngantuk To...pengaruh obat kayaknya nih.Aku mau istirahat dulu."
♡ CINTA MENGALIR BEGITU SAJA...
Toto ga segera pergi namun ia malah menunggu sampai Irwan pules dulu baru pergi.Ia bawa peralatan makan ke dapur.Diketuknya pintu kamar Evi,"Tok!Tok!"
Evi membukanya,"Gimana Irwan Mas Toto?Mau buburnya?"
Toto mengacungkan jempol,"Habis lumayan.Lebih banyak dari biasanya.Makhlum bubur cinta.Pasti bedalah..."
Evi nampak sedih,"Irwan kok ga mau ngasih tahu saya ya Mas kalau sakit parah?Kenapa ya Mas?Oh ya Irwan ngapain sekarang?"
Toto menjawab,"Boss lagi tidur.Efek obat.Non mau lihat?Tapi jarak jauh ya?Jangan dibangunin.Ayo ikut saya."
Evi jelas bahagia,"Beneran Mas?Kalau bangun gimana?"
Toto melangkah lebih dulu,"Obat ini efek tidurnya lama.Saya sudah hafal.Ga akan bangun cepet." Evi segera mengikuti.Melewati ruangan demi ruangan dan akhirnya sampai di sebuah kamar yang sangat bagus.Kamar Irwan.
%% BEGITU SULIT UNTUK AKU REDA...
Pelan Evi masuk,haru memenuhi hatinya melihat siapa yang terbaring di peraduan nan mewah,'Irwan...ya Tuhan...kamu kurus banget...pucat lagi...ya ampun...'
Sulit bagi Evi untuk tak meneteskan air mata,ingin rasanya ia mengusap wajah pucat pria yang ia cintai itu.Toto ikut trenyuh melihatnya,'Kasihan Boss kaya tapi umurnya ga panjang.Masih muda sudah kena kanker.Kenapa ya orang baik itu banyak kemalangannya?'
Evi meraih jemari Irwan yang lemah,'Pak CEO...kenapa kau sembunyikan penderitaanmu dariku?Kenapa?'
¤¤ MESKI KU TAU PERASAAN KAU DAN AKU TAK BISA LEPAS...
Irwan tersenyum dalam tidurnya,mimpi indah kali.Evi meneteskan air mata,dikecupnya jemari Irwan dengan terisak.Toto jadi ikut sedih,'Andai boleh barter nih Tuhan,ambil nyawa saya aja deh tuker sama punya Boss.Boleh ga ya?'
Evi ga bisa nahan tangis dan akhirnya dibawa keluar oleh Toto takut Irwan bangun.
== BIARKAN KINI ADALAH JALANNYA...
Evi menangis,"Maafkan saya Mas Toto saya sungguh ga bisa nahan perasaan saya...menyedihkan sekali lihat dia..."
Toto membawa Evi kembali ke kamar belakang,"Nyonya Boss harus tabah.Saya akan kasih jadwal makan Boss jadi Nyonya Boss bisa siapin."
Evi mengerti dan menyeka air matanya,"Makasih Mas Toto udah jagain Irwan selama ini.Makasih banget."
Toto jawab,"Itu mah kerjaan saya he..he.."
Evi lalu masuk ke kamarnya dan berdoa,'Tuhan,Kau adalah Dokter Segala Dokter...Hatiku hancur melihat kondisi Irwan.Dia orang baik ya Tuhan.Berikanlah kesembuhan padanya.Aku mohon pada-Mu.'
Mari kita tinggalkan mereka sejenak untuk memantau situasi di Jakarta.Kondusif ga?Weleh..
�� AKU TAK ADA YANG MAMPU UNTUK MENGHENTIKANKU...( Jakarta )
Hazman mendapat telpon dari anak buahnya,"Boss tinggal teken aja nih,Asian Group akan masuk perangkap.Kebetulan CEO nya lagi ga ditempat.Kayaknya di luar negeri."
Hazman ngakak,"Bagus!Aku tahu wakilnya ga sebagus CEO nya.Aku yakin ga ada yang bisa hentikan kita.Ha..ha..."
♡♡ CINTA BAGIKU ADALAH PENGORBANAN...( ASIAN GROUP )
Adi sibuk sekali karena menghandle meetnas dan banyak sekali urusan managerial lainnya.Saat lagi puyeng,Tria masuk ke ruangannya membawa kopi. Adi tersenyum pada sekretarisnya itu,"Tahu aja kamu aku lagi butuh kopi.Lagi suntuk!Makasih ya..."
Tria lalu duduk,"Pak Irwan ga ikut meetnas ya?Tumben ya?"
Adi meminum kopinya,"Irwan punya masalah lebih pelik dari kita.Kasihan sobatku itu.Mau bahagia aja ada aja gangguannya."
Tria malah beda pendapatnya,"Kasihan Evi kayak down banget nyari Pak Irwan...kelihatan kalau beneran sayang dia sama Pak Irwan..."
☆ MENCINTAIMU ADALAH PENGORBANAN...
Telpon bunyi,Tria mengangkatnya.Rupanya dari ruang meeting dimana meetnas dilangsungkan,"Oh ya akan saya beritahukan pada Pak Adi...iya terima kasih."
Adi sebenarnya mau teken kontrak kerja dengan suruhannya Hazman jadi urung teken,"Kenapa Tria?"
Tria melaporkan,"Bapak ditunggu di ruang meeting Yudistira.Biasa session tanya jawab."
Adi segera meletakkan berkas yang dipegangnya,"Oke...Aku ke sana dulu.Nanti kalau Mamanya Pak Irwan datang bawa ke ruangan ini saja.Oke?"
Tria mengiyakan,"Siap Pak.Semoga sukses rapatnya..."
★★ YANG AKAN AKU KORBANKAN...
Ga lama Idayu tiba di Asian Group,"Akhirnya sampai juga...untung ga delay pesawatnya..."
Ia turun dari mobil dan disambut petinggi perusahaan,diantarkan ke ruangan CEO.Tria segera menyambut,"Selamat datang Ibu...Mari masuk ke ruangan Pak Irwan saja..."
Idayu duduk di kursi yang biasanya diduduki Irwan,"Lama tak duduk di sini lagi.Sudah lebih maju ya sekarang?Pak Adi mana?"
Tria memberitahu,"Mengisi session di meetnas Bu...Ibu mau saya antarkan ke sana?Ruangannya ada di lantai dua."
Idayu malah duduk dan membuka berkas yang ada di meja Irwan,"Saya tunggu disini saja dulu."
Tria menawarkan minum,"Ibu mau saya buatkan minum apa?Kopi,teh atau lainnya?"
Idayu menjawab,"White coffee saja."
Tria segera permisi.Idayu melihat satu kontrak kerja yang siap ditanda tangani,'Inikan perusahaan yang bermasalah di Malaysia sana?Kenapa Irwan malah mau kerja sama?Nilai kerjasamanya besar lagi.Wah ini ga bener nih.'
Apakah yang akan dilakukan Idayu nanti?**see you next eps**
Eps 81 `` DEBU2 JALANAN`` : Take Up
~~ ADANYA ENGKAU DISAMPINGKU HILANGLAH JARAK DAN WAKTU...
( SINGAPORE )
Kakak saya malah pernah bilang gini soal Ahok kalah,"Ahok ke Singapore aja.Masih deket dengan Indonesia."
Weleh kata saya.Kalau saya mah yang jauh aja dari Indonesia,trauma saya sama bangsa sendiri.Mending ke bangsa lain yang jauh lebih baik orang2nya.Kanada atau Belanda atau China sekalian aja.He..he..Bukankah seorang nabi selalu ditolak di wilayahnya sendiri? Ini bukan bagian cerita lho.He..he..
~~ KEKASIH PERJALAN INI TERLALU MENGASYIKKAN...
Irwan membuka matanya dilihatnya Toto di sofa menungguinya,"Tadi aku mimpi Evi,To..."
Toto terdiam mendengarnya,'Boss mah kagak mimpi sebenarnya...emang tadi Non Evi di sini...lihat kondisi Boss...'
Irwan duduk di ranjangnya,"Aku kangen Nyonyaku To..."
Toto memberikan air minum pada Irwan,"Kalau kangen ngapain Boss malah jauhin Non Evi Boss?Dia pasti sedih juga kayak Boss...yakin saya..."
Irwan hanya minum sedikit,"Apa kamu pikir aku keterlaluan sama Evi,To?"
~~ SEGALA YANG AKU LIHAT BAK MEMBERI SYAFAAT...
Toto mengambil kembali gelasnya,"Boss mungkin niatnya baik biar Non Evi ga sedih tapi kalau menurut saya justru sikap Boss ini bikin dia sedih lho Boss.Bayangin kalau Boss digituin sama Non Evi.Hayo?Sakitnya tuh disini kan?"
Irwan mesem lihat bodyguardnya malah nyanyi lagu dangdut,'Benarkah aku justru membuat Evi sedih dengan sikapku ini?'
Sementara itu Evi di kamar belakang,mendekap kemeja Irwan sambil menangis.Tadi Toto sempat ngambil satu pakaian Irwan buat pelepas kangen Evi.Kok jadi ingat cerbung perdana saya ya?Weleh...
~~ SETIAP KATA PUJIAN SEMATA KEPADAMU JUA...( KAMAR BELAKANG )
Untunglah kamar belakang kamar mandinya di dalam jadi Evi ga perlu keluar kamar kalau mau ke toilet.Walau letaknya di belakang tapi paling enak sebenarnya viewnya karena bisa lihat ke arah kolam renang.Evi tak henti mendoakan Irwan,ia berjanji apapun yang terjadi akan tetap mencintai pria itu.Ia berjanji pada Tuhan,"Aku akan mensyukuri setiap detik,setiap menit,setiap jam bahkan setiap saat yang Kau berikan padaku untuk bersamanya.Aku akan membuat dia lupa akan penderitaan akan vonis dokter padanya.Berikanlah aku kesempatan membuat dia bahagia ya Tuhan.Kalau perlu ambillah umurku untuknya.Jangan ambil dia dariku ya Tuhan.Aku mohon pada-Mu..."
☆☆ TIAP LANGKAH KUMEYAKINKAN AKAN KEBENARANNYA...( JAKARTA )
Adi diberitahu Tria soal kedatangan Idayu,"Pak,Ibu Boss di sini...diruangan Pak Boss..."
Adi segera mohon diri dari session meetnas,"Maaf saya tinggal sebentar...Kalian lanjutkan saja diskusinya."
Adi segera menemui Idayu,"Maaf Tante saya tadi ada session...Ehm kabar Irwan gimana Tante?" Idayu tersenyum,"Masih dalam perawatan.Cuma dia ga mau opname.Maunya di rumah sana.Tapi bentar lagi pasti kondisinya akan lebih baik."
Adi heran lihat keyakinan Mamanya sobatnya itu,"Memang dokter disana hebat2 kok..."
Idayu malah mengalihkan topik,"Saya temukan berkas ini di meja tadi.Apa Irwan sudah melihat berkas ini?"
Adi duduk di depan Idayu,"Irwan belum sempat melihatnya makhlum waktu saya mau kasih lihat dia malah ke Singapore."
Idayu lalu menceritakan pengalamannya,"Teman saya pernah kerjasama juga dengan perusahaan ini tapi habis itu dia merugi luar biasa.Program yang mereka tawarkan ternyata tak bisa dipakai dan kemudian dia harus keluar uang lagi demi program yang benar.Untunglah kontrak kerja ini belum deal.Sudah banyak korbannya.Biar Tante yang tangani masalah ini.Tante tahu cara menghadapi mereka."
Wah Adi kaget juga dengernya,"Ga sangka saya ternyata saya hampir saja salah langkah.Syukurlah masih belum masuk lubang.Untung ada Tante.Aduh gawat kalau sampai sudah deal."
Wah Idayu jeli juga orangnya namanya juga bisniswoman sebelumnya.
~~ SEDARLAH AKU DARI MIMPI YANG MEMESONGKAN REALITY...( MALAM HARI DI JAKARTA )
Idayu terpaksa menginap di Jakarta karena meetnas masih belum selesai,ia juga menghubungi Evi menanyakan kondisi Irwan di Singapore.Ia lebih percaya berita dari Evi daripada bertanya pada Irwan langsung.Irwan selalu menutupi hal2 buruk darinya.Karena lelah Idayu tertidur.Ia bermimpi melihat Irwan bergandengan tangan dengan Rita pamit padanya,"Ma Irwan mau temeni Rita boleh ya Ma?"
Idayu langsung menarik tangan putra kandungnya itu,"Ga Mami ga ijinin!Kan sudah ada Papa yang temeni Rita.Kamu disini aja sama Mami!Mami ga ijinin!!Tidakkk!!"
Teriak2 gitu Idayu sampai bangun sambil terengah2,"Ya ampun syukurlah cuma mimpi.Hhh..hhh...kenapa perasaanku ga enak ya?Sebaiknya aku telpon Evi."
~~ TERLERAI SUDAH SYAK WASANGKA YANG MENGUSUT DI HATI..
.( Night in Singapore )
Bukan cuma Idayu rupanya yang merasa gelisah,Evi juga.Ia ga bisa tidur mondar mandir di kamar kayak setrika bingung atau ironwoman he..he.. Kala Idayu menghubungi,sadarlah Evi bahwa malam itu dia harus berjaga2.Ia janji pada Idayu,"Mama tenangkan diri ya...Berdoa Mama...Evi juga akan berdoa dan akan jaga Irwan di sini.Kalau ada apa2 pasti Mas Toto kasih tahu.Irwan baik2 saja kok Mama."
Idayu minta Evi mastiin,"Beneran jagain Putra Mama ya sayang...Besok mungkin Mama baru bisa balik ke Singapore.Kamu baik2 ya jaga Irwan.Mama titip harta Mama ke kamu..."
Evi lalu meminta Toto memfoto Irwan dan dikirim ke Idayu biar tenang dia.Totopun melakukannya tentu saja Irwan heran,"Ngapain kamu To?Ngefans sama aku ya?Orang sakit kok difoto.Ada2 aja kamu ini To...jangan2 kamu perlu dicheck up juga nih ke dokter."
Toto berkata,"Buat Nyonya Besar Boss.. Minta laporannya sekarang disertai gambar gitu."
Irwan malah terkekeh di pembaringannya,"Kayak di perusahaan aja segala laporan yang masuk ke aku harus dilampirkan attachment.Aku jadi pusing mikirin kamu To...aku ngantuk To..."
Irwanpun pulas.Toto malah jepret2 lalu dikirim ke Idayu,'Wah Boss meski sakit masih terlihat ganteng ya...gimana kalau sehat nih...hmm...'
~~ SEBELUM INI KULIHAT KEEGOAN YANG BERMAHARAJALELA....
Idayu lebih tenang usai dikirimi foto2nya Irwan lagi tidur.Ia malah menangis kala melihatnya,"Putra Mami...kesayangan Mami...Yang sehat ya sayang..."
Dia lalu berlutut didekat ranjangnya berdoa pada Tuhan,"Tuhan aku menyerah...aku menyerah...ambillah apapun bahkan nyawaku sekalipun asalkan biarkan putraku hidup ya Tuhan...aku ini ga pantas meminta sebenarnya...aku ini wanita egois,arogan dan telah melakukan banyak kesalahan besar...Tuhan mengapa hukumannya Kauberikan pada anakku?Kuserahkan diriku pada-Mu...ampunilah putraku hukumlah aku saja.Berikanlah sisa umurku untuknya.Aku ikhlas...I surrender..."
~~ SEBELUM INI AKU SANGKA KEBURUKAN SEMATA...( KAMAR IRWAN )
Irwan resah dalam tidurnya akhirnya ia bangun,"To...aku ingin melihat bintang...bawa aku ke dekat kolam renang ya..."
Toto membawa Irwan ke kolam renang,"Wah udaranya dingin banget Boss...saya ambilkan syal dan mantel ya.Boss duduk aja di sini."
Irwan hanya mengangguk lemah,malah asyik lihat bintang bertebaran di langit,'Evi apa kamu juga melihat langit saat ini?Hanya langit yang menyatukan kita saat ini...'
Didalam kamarnya,Evi seperti dituntun melihat ke arah kolam renang.Ia terpana melihat siapa yang ada di tepi kolam,"Irwan?Udara kan sangat dingin...Mas Toto mana ya?Tumben ga nemeni?" →→ RUPANYA ITU HANYA SATU DUGAAN...
Irwan malah mulai merasa hidupnya sia2 dan merana,'Apalah arti harta yang banyak jika aku tak bisa menikmatinya...Pantas Rita dulu memilih mengakhiri hidupnya...kini aku tahu rasanya jauh dari orang yang kusayangi...sedih banget...'
Saat itulah ia melihat sosok Rita diseberang kolam renang,"Kakak....ayo ikut Rita...Sini..."
~~ KITA TAK BISA LARI DARI KENYATAAN...
Bagai tersihir Irwan pelan berdiri dan melangkah ke arah kolam renang,"Rita?...Rita jangan pergi..Tunggu kakak...."
Irwan merasa berkunang2 dan jatuhlah ia ke dalam kolam renang.Irwan pingsan.Tubuhnya makin masuk ke dalam air.
↓↓ NAMUN DEMIKIAN SUDAH SURATAN...
Irwan akan tenggelam di kolam renang.Namun saat itulah sebuah tangan meraih tangan Irwan yang terkulai dan menariknya ke atas.Siapa yang terjun ke dalam kolam menyelamatkan Irwan?
~~ TERSERAH KEBENARAN KEPADAMU KASIH...
Toto panik kala melihat Irwan ga ada,"Lho Boss mana?"
Lalu sebuah suara berteriak padanya,"Mas Toto!!Tolong!!"
Toto melihat ke dalam kolam,Irwan terkulai dipelukan Evi sementara Evi kesulitan menaikkan tubuh Irwan ke atas.Toto segera menolong.Irwan berhasil diangkat ke tepi.Diberi nafas buatan lagi sama Evi.Wah...sensor ga nih?Karepmu...
~~ SEBENARNYA JALAN KEINDAHAN...
Irwan sadar,ia batuk2,"Uhukk!Uhuk!!..."
Evi memeluknya erat,"Syukurlah kamu masih hidup...aku takut..."
Irwan kaget dan menatap Toto,"To,apa aku sudah mati?"
Toto menggeleng haru,"Ga Boss...Boss masih hidup...Syukurlah..."
Irwan memandang Evi,"Apa aku sedang bermimpi sekarang ini To?"
Evi malah mengusap wajah Irwan yang basah,"Aku memang didepanmu Wan...aku di sini..."
Irwan masih tak percaya,"Kau nyata?Ada di sini?Di Singapura?"
Evi mengangguk,"Kita kedalam dulu kau basah.Kau harus ganti baju.Kesehatanmu lebih penting sekarang."
Irwan membelai wajah wanita yang dicintainya itu,"Kau tahu soal kesehatanku?Dari siapa?Pasti kamu ya To?"
Toto langsung meraih mantel dan memakaikannya ke Irwan,"Wah Boss kok saya sih yang jadi tersangka utama?Ke kamar dulu aja Boss.Boss menggigil tuh..."
Dibantu Evi,Toto membawa Irwan ke kamarnya.Gimana reaksi Irwan kalau tahu Mamanya dibelakang semua ini?**see you next eps**
◆ BADANKU PEGEL LINU,MATAKU KUNANG2...( Singapore mansion )
Sebenarnya yang pegel linu itu awakke penulise soale duduk terus di bus selama 6 jam lebih.Kaku2 apalagi area leher wah tengenge... Kalau Irwan mah matanya berkunang2 karena dia anemia alias kurang darah kurang gizi juga.Weleh wong sugih kok kurang gizi jeng.Namanya juga alami penurunan berat badan.Irwan dibantu Toto sedangkan Evi segera buat minuman hangat dan tentunya makanan sehat buat kekasih tercinta.Tentunya setelah ganti baju jugalah.Masak kebes2 masak?
◇ HATIKU SEDANG NGILU,MIKIRIN BANYAK UTANGKU....( DAPUR )
Evi mikir kejadian tadi,'Mama benar,Irwan dalam bahaya.Gimana kalau tadi telat aku nolongnya bisa2...tidak!Aku tak mau kehilangan Irwan...walaupun dia marahi aku aku ga akan pergi ninggalin dia..aku sudah tekad!' Wah rawe2 rantas malang2 putung ki...peh bar dari Malang we...he..he..kena deh!
■ BEGINILAH NASIBKU,JALAN YANG BERLIKU2...( KAMAR IRWAN )
Irwan masih menggigil meski sudah dipakaikan piyama nan hangat rangkap dan tebal.Wah jebuk dong?Ga trima jebuk jeng ra ketok.Weleh... Toto bahkan masih menyelimuti bossnya itu,"Pakai minyak kayu putih ya Boss biar hangat badannya?Apa perlu minyak sere Boss?"
Irwan menggeleng,"Aku mau Nyonyaku To...mana dia?"
Eh yang dicari datang bawa nampan gitu,umure panjang nian.Toto langsung menyambut,"Wah Nyonya Boss baru aja ditanyai Boss eh dah nongol...satu hati ya?"
Tak mau ganggu mereka,Toto bergaya mau naruh baju basah Irwan ke belakang,"Non Evi titip Boss ya?Kalau ada apa2 teriak saja he..he.."
Eh yang jawab Irwan,"Emang aku mau ngapain To?Badan lemes gini...kamu tuduh yang ga2..."
Toto jadi salting,"Lho Boss kok mikirnya yang belibet gitu sih?Maksud saya kalau ada apa2 sama Boss..kalau soal Non Evi mah kalau ada apa2 paling Boss juga yang tanggung jawab he..he..itu mah saya ga khawatir he..he.."
Evi jadi merah mukanya,"Ihh Irwan lagi sakit kok pada ngaco sih ngomongnya.Udah Irwan makan dulu ya?Biar aku suapin...juga aku buatin minuman hangat nih...cobain deh."
Toto mesem ninggalin mereka,'Wah emang kalau orang baik dapatnya ya orang baik...lega deh sekarang non Evi disini Boss pasti terawat lahir batin.He..he..aku juga mau makan ah..jadi baper...eh laper...piye tah..Nasib emang akan selalu menyatukan mereka walau harus melewati jalan berliku yang kadang2 agak wagu juga kayak aku he..he..'
□ TAPI KUTAK PERNAH RAGU MENCARI JALAN HIDUPKU...( KAMAR IRWAN )
Irwan membuka mulutnya disuapi oleh Evi,"Kamu kapan tiba di sini?Sama siapa kemari?Kok tahu aku ada di sini?Dari siapa?..."
Evi tersenyum,"Satu suapan satu pertanyaan kujawab gimana?Habis pertanyaannya banyak banget.Emang cuma kamu yang pingin nanya?Aku juga punya banyak pertanyaan buat kamu..." Irwan mengangguk,"Kamu marah ya ke aku?"
Evi menyuapi,"Kalau aku marah aku ga akan kemari.Aku ga akan ada disini.Emang sih awalnya aku sempat heran dan kebingungan karena kamu kok tiba2 kayak menghilang dan memutuskan kontak.Aku ganti nanya ya?Biar imbang..."
Irwan makan lagi,"Mau marahi aku juga boleh kok...mau pukul aku juga aku ikhlas kok...nih pipinya..."
Evi meletakkan piring yang ia pegang,lalu diusapnya pipi Irwan sambil menahan tangis.Irwan malah jadi merasa bersalah,"Aku dah nyakitin kamu dalam ya?Maaf ya..."
Evi tak tahan lagi dan diraihnya Irwan dalam pelukannya.Mereka bertangisan disana,"Jangan pernah sembunyi lagi dariku ...janji padaku..huhu...apapun yang kau hadapi apapun yang terjadi padamu...jangan pernah menjauhkan dirimu dariku...hiks.hiks.."
Irwan memeluk Evi sambil menangis juga.Kalau adegan beginian jadi ga tega nih..ke Jakarta dulu aja deh...nyesek nih...
● KADANG MEMANG HIDUP TAK SEMUANYA KITA TAHU...( Jakarta )
Hazman kaget kala diberi tahu perkembangan rencananya untuk menghancurkan Asian group.Wajahnya nampak kesal,"Apa???!Dibatalkan??Ga dapat kontrak kerjanya?Kok bisa?Katamu pihak sana sudah berhasil kau yakinkan?Kok tiba2 batal?"
Anak buahnya melaporkan,"Kalau Pak Adi sudah yakin Pak saya yakin 1000% kalau itu tapi masalahnya ternyata Pak Irwan melimpahkan kekuasaan sementara ke ibunya.Wanita bernama Idayu itu ternyata tahu sepak terjang perusahaan saya Boss.Dia itu lama tinggal di Malaysia.Dia juga punya saudara orang2 bisnis sana.Aduh Boss saya mau kabur dulu nih ke luar negeri ke mana kek biar ga jadi buronan.Bahaya ini Boss!!Udah Boss cari orang lain aja saya dah ga mau terlibat lagi.Keder saya Boss."
Hazman menutup telponnya dengan kesal,"Sial!!Kenapa sih susah banget ngalahin si Irwan itu!!Apa aku culik saja ya dia terus aku bunuh gitu?"
Wah Hazman2...ndelalah wong jahat mikirnya ya sing ga genah...Orang kok maksa...
○ADA SUKA ADA DUKA SELALU...
Idayu mencoba menghubungi Evi tapi kaget kala yang mengangkat adalah Irwan,"Hello...Mama ya?"
Jelas Idayu bingung,"Ehm...sayang kok kamu yang angkat hp Evi?"
Irwan malah balik nanya,"Mama mau bicara sama Evi?"
Idayu jadi merasa bersalah,"Maafkan Mami ya sayang...Mami udah melanggar janji Mami..."
Irwan malah meraih Evi dalam rengkuhannya,"Irwan malah mau berterima kasih sama mami kok sudah bawa Evi ke mari ...Irwan sadar bahwa Irwan ga bisa jauh dari wanita yang Irwan cintai...Makasih ya Ma...sudah begitu peduli sama Irwan..."
Idayu jadi berkaca2,"Jadi kamu ga marah sama Mami sayang?"
Irwan menggeleng,"Ga Ma...Evi sudah cerita semua.Mama lakukan semuanya buat Irwan.Iya kan Vi?"
Evi meraih hpnya,"Iya Mama...kita udah rukun lagi...Irwan sekarang akan Evi jaga jadi Mama tenang aja di Jakarta sana...barusan Irwan makan .nih habis ...Irwan juga janji mulai kini akan berbagi suka dan duka sama Evi...sama Mama juga pastinya..."
• DAN JALANILAH HIDUP INI DENGAN PENUH RASA KASIH...
Idayu lega apalagi dikirimi foto2 gimana bahagianya Irwan dan Evi kini sudah rukun lagi.Lega rasanya hatinya karena kini Irwan ga akan sedih lagi.Ia bersyukur pada Tuhan atas semuanya.Malah jadi pingin segera balik ke Singapore dia,'Usai meetnas aku akan segera balik ke Singapore.Ntar dari sana aku akan prepare semua kalau perlu siapin rencana pernikahan segera he..he..'
Ibu mana yang tak ingin anaknya hidup bahagia?Idayu jadi ceria lagi siap menjalani hari2 dengan hati bahagia.Karena kini putranya bersama sang kekasih hati.
° YAKINKANLAH SEMUA BERLALU ....( Singapore )
Irwan bersandar di bahu Evi,"Kau tahu kan vonis dokter soal kesehatan aku?"
Evi malah menempelkan kepalanya,"Iya aku tahu...tapi aku ga peduli.Bagiku hati yang gembira adalah obat yang manjur.Kita jalani saja hidup ini dengan baik toh umur orang juga ga ada yang tahu...Kecuali Tuhan."
▲ HAHAHA HU HAHA MARI TERTAWA BERSAMA2....
Evi meraih jemari Irwan,"Mulai kini kita akan sama2 lagi.Kalau senang tertawa bersama kalau sedih ya nangis bersama juga.Pokoknya semua sama2..."
Irwan menggenggam erat jemari Evi,"Walau umurku ga panjang kau masih mau menjalani hari2 bersamaku?Kau tidak menyesal?"
▼ HAHAHA HU HAHA HILANGKAN DUKA LARA...
Evi malah mengangkat tangannya,"Aku bahkan berjanji bahwa aku akan selalu mendampingimu ga peduli dokter mau bilang apa.Aku hanya ingin selalu berada di dekatmu.."
Irwan bahagia mendengarnya,'Ga sangka aku menemukan wanita mulia cinta sejatiku di tepi jalanan ibukota.Jika malam itu aku tidak lewat sana pasti aku takkan merasakan bahagia seperti sekarang ini.Makasih Tuhan...ditengah duka kau menghiburkanku dengan kehadiran cinta...Aku bahagia...' ▶GRUP BANDKU YANG DULU ITU MENJADI CERITA LALU...
Evi membantu Irwan berbaring,"Kau harus istirahat.Badanmu agak hangat.Mulai kini aku akan merawatmu."
Toto bahkan membantu menyiapkan sofa buat Evi bisa tidur di kamar Irwan,"Nah Nyonya Boss bisa tidur di sini.Ntar saya akan setting ulang kamarnya biar bisa muat satu tempat tidur lagi.Jadi serasa ada perawat pribadi disini he..he.."
Irwan tersenyum,"Makasih ya To...kamu emang selalu tahu apa mauku...bahkan sebelum aku bilang..."
Toto ketawa,"Ya harus dong Boss,kan saya dah lama ikut Boss masak ga tahu jalan pikiran Boss he..he.."
◀DAN KINI KU BUAT YANG BARU DAN TETAP TUK SETIAKU....
Lembaran baru telah dimulai.Tanpa ada yang disembunyikan lagi.Irwan berbaring sambil memandang Evi yang sibuk menata kamarnya,"Ini enaknya ditaruh mana ya?Hmm...disana aja...Kayaknya lebih pas disana..."
Irwan tersenyum,"Udah malam Nyonya sayang...kau harus tidur...jangan mondar mandir terus.Aku pusing lihatnya..."
↑ YAKINKAN BAPAK PEPENG BAPAK CHARLY SEMUA BERLALU....
Evi nurut dan membetulkan selimut Irwan,"Maaf habis aku sangat senang bisa ada di sini bersamamu.Tidurlah.Aku akan tidur setelah kau pulas.Aku akan disini menjagamu."
Irwan mengecup jemari Evi,"Aku senang kau disini.Kau sangat berarti bagiku.Semua akan terasa berbeda sekarang.Karena aku ga merasa sendiri lagi.Aku ada yang menemani.Rasanya damai sekali.Makasih ya Nyonya sayang jauh2 ke sini hanya untuk merawat orang sakit kayak aku..."
Evi membelai kepala Irwan dan mengelus2nya sambil berujar,"Kita akan lalui semua bersama.Selalu bersama...selamanya..."
Apakah kesehatan Irwan akan membaik dengan kehadiran Evi?**see you next eps**
°• DAN MENJALANI WAKTUKU S'BAGAI MAKHLUK PECINTA...( RS )
Mendengar perkataan Idayu yang ingin melamar Evi untuk Irwan,Rita melihat ke arah putrinya.Ia persilahkan tamunya duduk dulu dan mengajak Evi ke dalam untuk bicara empat mata,"Evi,bantu Ibu siapin minuman ya?"
Evi mengikuti ibunya,"Buat Irwan air putih saja Bu.Ia habis minum obat."
Rita memperhatikan putrinya yang asyik membuat minuman,"Vi,kamu dengar kan tadi perkataan Mamanya Nak Irwan?"
Evi tersipu,nampak malu2 malah.Ritapun tahu bahwa putrinya memang sudah mantap dengan Irwan,namun ia ingin tahu soal perubahan drastis kesehatan Irwan.Iapun bertanya,"Vi,Nak Irwan sakit apa sebenarnya?Mengapa badannya jadi kurus begitu?"
Evi ingin menyembunyikan soal umur Irwan yang pendek,"Irwan ...maagnya sudah akut Bu.Tapi Evi percaya bahwa keajaiban itu masih ada."
Rita menghadapkan wajah putrinya ke arahnya,"Vi,menikah itu berarti mengikatkan diri dengan seseorang untuk selamanya.Kau tahu itu kan?Apa kau siap menerima apapun konsekuensi dari pilihanmu?"
Evi mengangguk,"Evi tak bisa jauh dari Irwan Bu...Evi mencintainya...Evi ingin membuatnya bahagia.Evi mohon restui kami."
Rita mengangguk,"Ibu tidak akan menghalangi cinta kalian.Berbahagialah..."
Evi lega dan memeluk ibunya,"Terima kasih Ibu..."
°○ HIDUP KAR'NA CINTA...
Irwan nampak resah,"Ma,sepertinya Ibunya Evi tidak setuju deh...Bunda mana mau anaknya menikah dengan pria yang usianya ..."
Idayu menggeleng,"Stop!Berhenti bicara buruk tentang dirimu sendiri,sayang.Kau adalah pebisnis.Mana semangat juangmu?Ingat kau adalah putra seorang bisniswoman seperti Mamamu ini.Dan Mama tidak pernah mendidikmu punya mental lemah.Tunggu saja."
Irwan menarik nafas hatinya berdebar2,ia malah mendekati Rizky yang memang sudah sadar dari koma,walau masih terbaring.Dia tersenyum pada Rizky,"Hello Rizky...kita belum kenalan ya?Aku Irwan,...mmh...kau tahu aku sayang sekali sama kakakmu...Apa kau setuju jika kami menikah?" Rizky menggerakkan tangannya,Irwan memegangnya,"Kau mau mengatakan apa?"
Lesti mendekat,"Dia bilang dia senang..."
Irwan gembira,"Benarkah?Terima kasih ya Rizky..."
Rita datang bersama Evi.
°● YANG MEMBERI ARTI DI JIWA...
Rita meminta Evi duduk di dekat Irwan,"Ibu merestui kalian.Ibu titip Evi ya Nak Irwan.Harap makhlum jika Evi perlu waktu untuk beradaptasi dengan kebiasaan hidup yang baru nanti.Kami ini dari latar belakang yang berbeda jadi ibu mohon kesabaran Nak Irwan membimbing putri ibu."
Idayu tersenyum lega demikian juga Irwan.Ia malah berkaca2,"Justru Evilah yang harus bersabar terhadap saya Bunda,Saya ini merepotkan saja kerjaannya..."
Evi malah bersandar di bahu Irwan,"Aku tidak merasa repot Pak CEO,..."
Rita dan Idayu tersenyum melihat keduanya.Selanjutnya mereka membicarakan masalah resepsi dan pernik2nya.Lesti mengucapkan selamat pada Evi dan Irwan.Ia senang akhirnya dua sejoli itu akan naik pelaminan,'Mereka memang serasi.Terlihat sekali betapa mereka saling mencintai.'
°□ CINTA DALAM PERJALANAN HIDUP KITA...
Berita pernikahan Irwan jadi headline di media.Seperti janjinya Irwan mengundang pers dalam pernikahannya.Tertulis di tajuk utama majalah bisnis,"Pengusaha muda,CEO Asian Group siap mengakhiri masa lajangnya dengan seorang gadis dari kalangan biasa."
Di media lainnya menulis,"Pernikahan Mewah Siap Digelar bagi Cinderella yang telah menaklukkan hati Milyarder Muda Irwan Krisdiyanto."
Tabloid lebih berani lagi menulis,"Setelah pernah gagal menikah dengan wanita dari level yang sama kini Milyarder Muda CEO Asian Group memutuskan menikah dengan gadis dari kelas yang berbeda."
°■ MEMBERI HARAPAN UNTUKKU TETAP BERJUANG....( Restoran Rosalina )
Evi memutuskan keluar dari pekerjaannya di restoran dan mau fokus merawat Irwan.Kak Rose mengerti keputusannya dan malah memberi ucapan selamat padanya,"Jangan lupa singgah kemari ya Vi,walau sudah menjadi isteri orang jetset tapi jangan lupakan kami.Ok?"
Evi memeluk mantan atasannya itu,"Tentu kak...Evi ga akan melupakan restoran ini..."
Reza juga memberi selamat,"Akhirnya kalian serius juga.Kini aku tenang karena kau mendapatkan pria yang sungguh2 mencintaimu.Selamat menempuh hidup baru ya Vi.Doakan semoga aku juga lekas menyusulmu."
Evi tersenyum dan menyalami mantan kekasihnya itu,"Kak Reza orang baik pasti akan mendapatkan yang baik juga."
Endah juga melepas Evi dengan berat,"Ga sangka ya Vi,seorang sekelas Pak Irwan bakal menjadi suamimu.Kamu jangan lupakan kami semua ya meski nanti sudah jadi Nyonya Irwan he..he..?"
Evi memeluk sahabatnya itu.Hanya Intan yang menatap sinis pada Evi,'Kenapa sih Evi beruntung banget dapat pria kelas atas.Lajang lagi.Aku kenal pria2 kelas atas tapi aku cuma jadi cinta satu malam saja bagi mereka.Tak ada yang memperjuangkanku dan menghargaiku seperti Pak Irwan ke Evi.Bikin iri aja!!'
°◇ DEMI SEMUA MIMPI HIDUPKU...
Intan segera menghubungi Shiha,"Boss Non,si kumuh itu ada disini sekarang.Cepetan kemari!"
Wah Shiha langsung meluncur ke resto,"Kamu tahan dia sampai aku tiba di sana ok?Irwan saat ini ada di kantor Asian Group.Aku barusan melihat dia turun dari mobilnya."
Intan siap melakukan apa saja buat Shiha.Ia bilang ke Evi kalau Kak Ros mau bicara padanya lagi.Evipun naik ke lantai 2.Tapi kak Ros malah heran,"Ada yang ketinggalan Vi?"
Evi jadi bingung,"Bukannya kak Ros yang memanggil saya?"
Kak Ros mengernyitkan dahinya,"Siapa yang bilang begitu?"
Evi hendak menyebut nama Intan tapi diurungkannya,'Kalau kusebut pasti Intan bakal kena tegur,lagipula cuma masalah kecil...lupakan saja.'
Evi lalu pamitan,"Oh mungkin Evi salah dengar kak,ya sudah Evi mohon diri ya kak.Terima kasih buat semuanya."
°◆ APA KAU PERCAYA TENTANG KEKUATAN CINTA...
Evi baru hendak membuka pintu kala Shiha datang dan melabraknya,"Jangan kau pikir bahwa kau telah menang,wanita kelas rendah!!"
Evi sudah bosan melihat ulah Shiha,"Bagiku Irwan bukan sebuah piala yang harus kumenangkan,tapi sebuah hati yang sangat kuhargai dan kucintai."
Shiha berang dan mendorong Evi keluar,"Berani sekali wanita dari kelas renda sepertimu mengajariku apa itu cinta!!Aku akan memberi pelajaran pada mulutmu itu!!"
Shiha melayangkan tangannya siap menampar Evi namun seseorang menahan tangannya itu,"Jangan pernah berpikir bahwa kau layak untuk putraku apalagi memukul calon menantuku!!"
Shiha terkejut,"Tante???"
°♧ MEMBENINGKAN PEMAHAMAN HAKEKAT KEHIDUPAN....
Ya,Idayu memang mau mengajak Evi mempersiapkan pernikahan.Tak disangka malah memergoki ulah Shiha.Shiha menahan amarahnya melihat bagaimana sayangnya Idayu pada rivalnya itu,'Jika Tante Idayu saja sampai begitu membelanya maka itu artinya semua yang diberitakan media itu bukan rumor atau hoax tapi fakta.Idayu malah berkata,"Aku kini bersyukur karena waktu itu putraku gagal menikahimu.Jika tidak,betapa malangnya aku mendapat menantu sekasar ini.Ayo Evi,kita pergi dari sini!"
Shiha hanya bisa memandang mereka pergi meninggalkan Restoran.Fitri dan Endah yang melihat kejadian itu saling pandang.Endah berkata,"Perempuan itu sungguh tidak tahu diri dulu dia yang meninggalkan Pak Irwan kala hari pernikahan eh sekarang malah balik mengejar.Sungguh aneh!"
Fitri malah meraih jemari Endah,"Itulah bila manusia gagal paham akan kebaikan Tuhan padanya.Dan baru menyadarinya kala sudah kehilangan semuanya.Tapi aku takkan seperti dia.Aku akan menghargai apa yang kini kumiliki."
Endah terpana,'Kini aku mengerti bahwa aku mencintaimu Fitri...dan aku juga takkan melepaskanmu.'
°� YANG KITA JALANI DAN KITA LALUI...
Reza memandangi kedua orang yang berpegangan tangan itu,Endah dan Fitri.Sekali lagi seorang wanita yang pernah ada dalam hidupnya direnggut darinya,'Aku telah dua kali kehilangan kesempatan mendapatkan cinta.Namun kini aku sadar bahwa waktu adalah netral.Ia tidak berpihak.Akulah yang harus beroleh hati bijaksana sehingga dapat menghargai hari2 yang kumiliki.' Ia tiba2 teringat pada Hayati yang selama ini selalu disisinya melewati semuanya.
°▲ DALAM SUKA DAN DUKA...
Reza bertekad akan menjaga cinta yang ia miliki sekarang terhadap Hayati,'Aku akan mengatakan pada Hayati bahwa aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya melewati semua suka dan duka bersama.'
°▼ JANGAN PERNAH ENGKAU RAGU PADAKU...( APARTEMEN HAZMAN )
Hazman tersenyum melihat pemberitaan di media mengenai pernikahan Irwan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.Senyum merekah di wajahnya,'Aku rasa tak perlu aku turun tangan,pria bernama Irwan itu sendiri tak mempedulikan Shiha.Sebaiknya aku telpon dia.'
°�ATAS SEMUA YANG KUBERIKAN PADAMU....
Eh baru mau dihubungi malah hp Hazman dah bunyi dari Shiha lagi.Wah pucuk dicinta ulam tiba nih.Segera Hazman menerimanya,"Hello babe...Apa kabarmu honey?Apa kau sudah siap kembali padaku?Aku sudah tahu semuanya.Bahwa pria yang kaubangga2kan itu,Irwanmu itu rupanya ia tak peduli sama sekali denganmu..."
Shiha menghentikan ocehannya,"Cukup Hazman!Jangan membuat aku makin kesal lagi.Aku menelponmu bukan untuk mendengar ejekanmu.Tapi sepertinya kau memang senang melihat aku menderita..."
Hazman segera merajuk,"Sorry Baby...Aku minta maaf...aku mohon kembalilah padaku...Aku sudah melakukan semuanya untukmu...Aku sudah menentang orang tuaku,aku sudah tak pedulikan soal warisan lagi...ayolah...please honey come back to me...aku lebih mencintaimu daripada pria itu..."
°� MESKIPUN HANYA KEYAKINANKU ATAS CINTA....
Shiha menjawab,"Aku setuju kembali padamu tapi dengan satu syarat.Apa kau mau melakukannya untukku?"
Jelas Hazman mau,"Tentu saja Babe...apapun akan kulakukan untuk...apa yang kauinginkan?Rumah mewah?Kapal pesiar?Villa?Mobil sport atau apa?"
Shiha tak minta itu semua,"Aku minta kau menculik mempelai Irwan saat hari pernikahannya.Jika aku tak bisa mendapatkan Irwan tidak juga gadis itu!!Aku ingin Tante Idayu dipermalukan sekali lagi dihadapan para tamu undangan.Seperti ia mempermalukanku berkali2 demikian aku akan membalasnya dengan lebih sakit lagi.Bagaimana?Apa kau berani melakukannya?Jika kau tidak berani maka jangan mimpi aku akan kembali padamu!Lebih baik aku melakukannya sendiri..." Hazman berpikir sebentar,'Shiha ingin aku menculik wanita yang akan dinikahi Irwan,ini satu2nya kesempatanku untuk mendapatkan kembali dia...baiklah siapa takut...'
Hazman setuju dengan syarat Shiha dan Shiha tersenyum penuh kemenangan.Apakah rencana mereka akan berhasil menggagalkan pernikahan Irwan dan Evi?***see you next eps***
( SINGAPORE )
Kakak saya malah pernah bilang gini soal Ahok kalah,"Ahok ke Singapore aja.Masih deket dengan Indonesia."
Weleh kata saya.Kalau saya mah yang jauh aja dari Indonesia,trauma saya sama bangsa sendiri.Mending ke bangsa lain yang jauh lebih baik orang2nya.Kanada atau Belanda atau China sekalian aja.He..he..Bukankah seorang nabi selalu ditolak di wilayahnya sendiri? Ini bukan bagian cerita lho.He..he..
~~ KEKASIH PERJALAN INI TERLALU MENGASYIKKAN...
Irwan membuka matanya dilihatnya Toto di sofa menungguinya,"Tadi aku mimpi Evi,To..."
Toto terdiam mendengarnya,'Boss mah kagak mimpi sebenarnya...emang tadi Non Evi di sini...lihat kondisi Boss...'
Irwan duduk di ranjangnya,"Aku kangen Nyonyaku To..."
Toto memberikan air minum pada Irwan,"Kalau kangen ngapain Boss malah jauhin Non Evi Boss?Dia pasti sedih juga kayak Boss...yakin saya..."
Irwan hanya minum sedikit,"Apa kamu pikir aku keterlaluan sama Evi,To?"
~~ SEGALA YANG AKU LIHAT BAK MEMBERI SYAFAAT...
Toto mengambil kembali gelasnya,"Boss mungkin niatnya baik biar Non Evi ga sedih tapi kalau menurut saya justru sikap Boss ini bikin dia sedih lho Boss.Bayangin kalau Boss digituin sama Non Evi.Hayo?Sakitnya tuh disini kan?"
Irwan mesem lihat bodyguardnya malah nyanyi lagu dangdut,'Benarkah aku justru membuat Evi sedih dengan sikapku ini?'
Sementara itu Evi di kamar belakang,mendekap kemeja Irwan sambil menangis.Tadi Toto sempat ngambil satu pakaian Irwan buat pelepas kangen Evi.Kok jadi ingat cerbung perdana saya ya?Weleh...
~~ SETIAP KATA PUJIAN SEMATA KEPADAMU JUA...( KAMAR BELAKANG )
Untunglah kamar belakang kamar mandinya di dalam jadi Evi ga perlu keluar kamar kalau mau ke toilet.Walau letaknya di belakang tapi paling enak sebenarnya viewnya karena bisa lihat ke arah kolam renang.Evi tak henti mendoakan Irwan,ia berjanji apapun yang terjadi akan tetap mencintai pria itu.Ia berjanji pada Tuhan,"Aku akan mensyukuri setiap detik,setiap menit,setiap jam bahkan setiap saat yang Kau berikan padaku untuk bersamanya.Aku akan membuat dia lupa akan penderitaan akan vonis dokter padanya.Berikanlah aku kesempatan membuat dia bahagia ya Tuhan.Kalau perlu ambillah umurku untuknya.Jangan ambil dia dariku ya Tuhan.Aku mohon pada-Mu..."
☆☆ TIAP LANGKAH KUMEYAKINKAN AKAN KEBENARANNYA...( JAKARTA )
Adi diberitahu Tria soal kedatangan Idayu,"Pak,Ibu Boss di sini...diruangan Pak Boss..."
Adi segera mohon diri dari session meetnas,"Maaf saya tinggal sebentar...Kalian lanjutkan saja diskusinya."
Adi segera menemui Idayu,"Maaf Tante saya tadi ada session...Ehm kabar Irwan gimana Tante?" Idayu tersenyum,"Masih dalam perawatan.Cuma dia ga mau opname.Maunya di rumah sana.Tapi bentar lagi pasti kondisinya akan lebih baik."
Adi heran lihat keyakinan Mamanya sobatnya itu,"Memang dokter disana hebat2 kok..."
Idayu malah mengalihkan topik,"Saya temukan berkas ini di meja tadi.Apa Irwan sudah melihat berkas ini?"
Adi duduk di depan Idayu,"Irwan belum sempat melihatnya makhlum waktu saya mau kasih lihat dia malah ke Singapore."
Idayu lalu menceritakan pengalamannya,"Teman saya pernah kerjasama juga dengan perusahaan ini tapi habis itu dia merugi luar biasa.Program yang mereka tawarkan ternyata tak bisa dipakai dan kemudian dia harus keluar uang lagi demi program yang benar.Untunglah kontrak kerja ini belum deal.Sudah banyak korbannya.Biar Tante yang tangani masalah ini.Tante tahu cara menghadapi mereka."
Wah Adi kaget juga dengernya,"Ga sangka saya ternyata saya hampir saja salah langkah.Syukurlah masih belum masuk lubang.Untung ada Tante.Aduh gawat kalau sampai sudah deal."
Wah Idayu jeli juga orangnya namanya juga bisniswoman sebelumnya.
~~ SEDARLAH AKU DARI MIMPI YANG MEMESONGKAN REALITY...( MALAM HARI DI JAKARTA )
Idayu terpaksa menginap di Jakarta karena meetnas masih belum selesai,ia juga menghubungi Evi menanyakan kondisi Irwan di Singapore.Ia lebih percaya berita dari Evi daripada bertanya pada Irwan langsung.Irwan selalu menutupi hal2 buruk darinya.Karena lelah Idayu tertidur.Ia bermimpi melihat Irwan bergandengan tangan dengan Rita pamit padanya,"Ma Irwan mau temeni Rita boleh ya Ma?"
Idayu langsung menarik tangan putra kandungnya itu,"Ga Mami ga ijinin!Kan sudah ada Papa yang temeni Rita.Kamu disini aja sama Mami!Mami ga ijinin!!Tidakkk!!"
Teriak2 gitu Idayu sampai bangun sambil terengah2,"Ya ampun syukurlah cuma mimpi.Hhh..hhh...kenapa perasaanku ga enak ya?Sebaiknya aku telpon Evi."
~~ TERLERAI SUDAH SYAK WASANGKA YANG MENGUSUT DI HATI..
.( Night in Singapore )
Bukan cuma Idayu rupanya yang merasa gelisah,Evi juga.Ia ga bisa tidur mondar mandir di kamar kayak setrika bingung atau ironwoman he..he.. Kala Idayu menghubungi,sadarlah Evi bahwa malam itu dia harus berjaga2.Ia janji pada Idayu,"Mama tenangkan diri ya...Berdoa Mama...Evi juga akan berdoa dan akan jaga Irwan di sini.Kalau ada apa2 pasti Mas Toto kasih tahu.Irwan baik2 saja kok Mama."
Idayu minta Evi mastiin,"Beneran jagain Putra Mama ya sayang...Besok mungkin Mama baru bisa balik ke Singapore.Kamu baik2 ya jaga Irwan.Mama titip harta Mama ke kamu..."
Evi lalu meminta Toto memfoto Irwan dan dikirim ke Idayu biar tenang dia.Totopun melakukannya tentu saja Irwan heran,"Ngapain kamu To?Ngefans sama aku ya?Orang sakit kok difoto.Ada2 aja kamu ini To...jangan2 kamu perlu dicheck up juga nih ke dokter."
Toto berkata,"Buat Nyonya Besar Boss.. Minta laporannya sekarang disertai gambar gitu."
Irwan malah terkekeh di pembaringannya,"Kayak di perusahaan aja segala laporan yang masuk ke aku harus dilampirkan attachment.Aku jadi pusing mikirin kamu To...aku ngantuk To..."
Irwanpun pulas.Toto malah jepret2 lalu dikirim ke Idayu,'Wah Boss meski sakit masih terlihat ganteng ya...gimana kalau sehat nih...hmm...'
~~ SEBELUM INI KULIHAT KEEGOAN YANG BERMAHARAJALELA....
Idayu lebih tenang usai dikirimi foto2nya Irwan lagi tidur.Ia malah menangis kala melihatnya,"Putra Mami...kesayangan Mami...Yang sehat ya sayang..."
Dia lalu berlutut didekat ranjangnya berdoa pada Tuhan,"Tuhan aku menyerah...aku menyerah...ambillah apapun bahkan nyawaku sekalipun asalkan biarkan putraku hidup ya Tuhan...aku ini ga pantas meminta sebenarnya...aku ini wanita egois,arogan dan telah melakukan banyak kesalahan besar...Tuhan mengapa hukumannya Kauberikan pada anakku?Kuserahkan diriku pada-Mu...ampunilah putraku hukumlah aku saja.Berikanlah sisa umurku untuknya.Aku ikhlas...I surrender..."
~~ SEBELUM INI AKU SANGKA KEBURUKAN SEMATA...( KAMAR IRWAN )
Irwan resah dalam tidurnya akhirnya ia bangun,"To...aku ingin melihat bintang...bawa aku ke dekat kolam renang ya..."
Toto membawa Irwan ke kolam renang,"Wah udaranya dingin banget Boss...saya ambilkan syal dan mantel ya.Boss duduk aja di sini."
Irwan hanya mengangguk lemah,malah asyik lihat bintang bertebaran di langit,'Evi apa kamu juga melihat langit saat ini?Hanya langit yang menyatukan kita saat ini...'
Didalam kamarnya,Evi seperti dituntun melihat ke arah kolam renang.Ia terpana melihat siapa yang ada di tepi kolam,"Irwan?Udara kan sangat dingin...Mas Toto mana ya?Tumben ga nemeni?" →→ RUPANYA ITU HANYA SATU DUGAAN...
Irwan malah mulai merasa hidupnya sia2 dan merana,'Apalah arti harta yang banyak jika aku tak bisa menikmatinya...Pantas Rita dulu memilih mengakhiri hidupnya...kini aku tahu rasanya jauh dari orang yang kusayangi...sedih banget...'
Saat itulah ia melihat sosok Rita diseberang kolam renang,"Kakak....ayo ikut Rita...Sini..."
~~ KITA TAK BISA LARI DARI KENYATAAN...
Bagai tersihir Irwan pelan berdiri dan melangkah ke arah kolam renang,"Rita?...Rita jangan pergi..Tunggu kakak...."
Irwan merasa berkunang2 dan jatuhlah ia ke dalam kolam renang.Irwan pingsan.Tubuhnya makin masuk ke dalam air.
↓↓ NAMUN DEMIKIAN SUDAH SURATAN...
Irwan akan tenggelam di kolam renang.Namun saat itulah sebuah tangan meraih tangan Irwan yang terkulai dan menariknya ke atas.Siapa yang terjun ke dalam kolam menyelamatkan Irwan?
~~ TERSERAH KEBENARAN KEPADAMU KASIH...
Toto panik kala melihat Irwan ga ada,"Lho Boss mana?"
Lalu sebuah suara berteriak padanya,"Mas Toto!!Tolong!!"
Toto melihat ke dalam kolam,Irwan terkulai dipelukan Evi sementara Evi kesulitan menaikkan tubuh Irwan ke atas.Toto segera menolong.Irwan berhasil diangkat ke tepi.Diberi nafas buatan lagi sama Evi.Wah...sensor ga nih?Karepmu...
~~ SEBENARNYA JALAN KEINDAHAN...
Irwan sadar,ia batuk2,"Uhukk!Uhuk!!..."
Evi memeluknya erat,"Syukurlah kamu masih hidup...aku takut..."
Irwan kaget dan menatap Toto,"To,apa aku sudah mati?"
Toto menggeleng haru,"Ga Boss...Boss masih hidup...Syukurlah..."
Irwan memandang Evi,"Apa aku sedang bermimpi sekarang ini To?"
Evi malah mengusap wajah Irwan yang basah,"Aku memang didepanmu Wan...aku di sini..."
Irwan masih tak percaya,"Kau nyata?Ada di sini?Di Singapura?"
Evi mengangguk,"Kita kedalam dulu kau basah.Kau harus ganti baju.Kesehatanmu lebih penting sekarang."
Irwan membelai wajah wanita yang dicintainya itu,"Kau tahu soal kesehatanku?Dari siapa?Pasti kamu ya To?"
Toto langsung meraih mantel dan memakaikannya ke Irwan,"Wah Boss kok saya sih yang jadi tersangka utama?Ke kamar dulu aja Boss.Boss menggigil tuh..."
Dibantu Evi,Toto membawa Irwan ke kamarnya.Gimana reaksi Irwan kalau tahu Mamanya dibelakang semua ini?**see you next eps**
Eps 82 �DEBU2 JALANAN�In His Presence
◆ BADANKU PEGEL LINU,MATAKU KUNANG2...( Singapore mansion )
Sebenarnya yang pegel linu itu awakke penulise soale duduk terus di bus selama 6 jam lebih.Kaku2 apalagi area leher wah tengenge... Kalau Irwan mah matanya berkunang2 karena dia anemia alias kurang darah kurang gizi juga.Weleh wong sugih kok kurang gizi jeng.Namanya juga alami penurunan berat badan.Irwan dibantu Toto sedangkan Evi segera buat minuman hangat dan tentunya makanan sehat buat kekasih tercinta.Tentunya setelah ganti baju jugalah.Masak kebes2 masak?
◇ HATIKU SEDANG NGILU,MIKIRIN BANYAK UTANGKU....( DAPUR )
Evi mikir kejadian tadi,'Mama benar,Irwan dalam bahaya.Gimana kalau tadi telat aku nolongnya bisa2...tidak!Aku tak mau kehilangan Irwan...walaupun dia marahi aku aku ga akan pergi ninggalin dia..aku sudah tekad!' Wah rawe2 rantas malang2 putung ki...peh bar dari Malang we...he..he..kena deh!
■ BEGINILAH NASIBKU,JALAN YANG BERLIKU2...( KAMAR IRWAN )
Irwan masih menggigil meski sudah dipakaikan piyama nan hangat rangkap dan tebal.Wah jebuk dong?Ga trima jebuk jeng ra ketok.Weleh... Toto bahkan masih menyelimuti bossnya itu,"Pakai minyak kayu putih ya Boss biar hangat badannya?Apa perlu minyak sere Boss?"
Irwan menggeleng,"Aku mau Nyonyaku To...mana dia?"
Eh yang dicari datang bawa nampan gitu,umure panjang nian.Toto langsung menyambut,"Wah Nyonya Boss baru aja ditanyai Boss eh dah nongol...satu hati ya?"
Tak mau ganggu mereka,Toto bergaya mau naruh baju basah Irwan ke belakang,"Non Evi titip Boss ya?Kalau ada apa2 teriak saja he..he.."
Eh yang jawab Irwan,"Emang aku mau ngapain To?Badan lemes gini...kamu tuduh yang ga2..."
Toto jadi salting,"Lho Boss kok mikirnya yang belibet gitu sih?Maksud saya kalau ada apa2 sama Boss..kalau soal Non Evi mah kalau ada apa2 paling Boss juga yang tanggung jawab he..he..itu mah saya ga khawatir he..he.."
Evi jadi merah mukanya,"Ihh Irwan lagi sakit kok pada ngaco sih ngomongnya.Udah Irwan makan dulu ya?Biar aku suapin...juga aku buatin minuman hangat nih...cobain deh."
Toto mesem ninggalin mereka,'Wah emang kalau orang baik dapatnya ya orang baik...lega deh sekarang non Evi disini Boss pasti terawat lahir batin.He..he..aku juga mau makan ah..jadi baper...eh laper...piye tah..Nasib emang akan selalu menyatukan mereka walau harus melewati jalan berliku yang kadang2 agak wagu juga kayak aku he..he..'
□ TAPI KUTAK PERNAH RAGU MENCARI JALAN HIDUPKU...( KAMAR IRWAN )
Irwan membuka mulutnya disuapi oleh Evi,"Kamu kapan tiba di sini?Sama siapa kemari?Kok tahu aku ada di sini?Dari siapa?..."
Evi tersenyum,"Satu suapan satu pertanyaan kujawab gimana?Habis pertanyaannya banyak banget.Emang cuma kamu yang pingin nanya?Aku juga punya banyak pertanyaan buat kamu..." Irwan mengangguk,"Kamu marah ya ke aku?"
Evi menyuapi,"Kalau aku marah aku ga akan kemari.Aku ga akan ada disini.Emang sih awalnya aku sempat heran dan kebingungan karena kamu kok tiba2 kayak menghilang dan memutuskan kontak.Aku ganti nanya ya?Biar imbang..."
Irwan makan lagi,"Mau marahi aku juga boleh kok...mau pukul aku juga aku ikhlas kok...nih pipinya..."
Evi meletakkan piring yang ia pegang,lalu diusapnya pipi Irwan sambil menahan tangis.Irwan malah jadi merasa bersalah,"Aku dah nyakitin kamu dalam ya?Maaf ya..."
Evi tak tahan lagi dan diraihnya Irwan dalam pelukannya.Mereka bertangisan disana,"Jangan pernah sembunyi lagi dariku ...janji padaku..huhu...apapun yang kau hadapi apapun yang terjadi padamu...jangan pernah menjauhkan dirimu dariku...hiks.hiks.."
Irwan memeluk Evi sambil menangis juga.Kalau adegan beginian jadi ga tega nih..ke Jakarta dulu aja deh...nyesek nih...
● KADANG MEMANG HIDUP TAK SEMUANYA KITA TAHU...( Jakarta )
Hazman kaget kala diberi tahu perkembangan rencananya untuk menghancurkan Asian group.Wajahnya nampak kesal,"Apa???!Dibatalkan??Ga dapat kontrak kerjanya?Kok bisa?Katamu pihak sana sudah berhasil kau yakinkan?Kok tiba2 batal?"
Anak buahnya melaporkan,"Kalau Pak Adi sudah yakin Pak saya yakin 1000% kalau itu tapi masalahnya ternyata Pak Irwan melimpahkan kekuasaan sementara ke ibunya.Wanita bernama Idayu itu ternyata tahu sepak terjang perusahaan saya Boss.Dia itu lama tinggal di Malaysia.Dia juga punya saudara orang2 bisnis sana.Aduh Boss saya mau kabur dulu nih ke luar negeri ke mana kek biar ga jadi buronan.Bahaya ini Boss!!Udah Boss cari orang lain aja saya dah ga mau terlibat lagi.Keder saya Boss."
Hazman menutup telponnya dengan kesal,"Sial!!Kenapa sih susah banget ngalahin si Irwan itu!!Apa aku culik saja ya dia terus aku bunuh gitu?"
Wah Hazman2...ndelalah wong jahat mikirnya ya sing ga genah...Orang kok maksa...
○ADA SUKA ADA DUKA SELALU...
Idayu mencoba menghubungi Evi tapi kaget kala yang mengangkat adalah Irwan,"Hello...Mama ya?"
Jelas Idayu bingung,"Ehm...sayang kok kamu yang angkat hp Evi?"
Irwan malah balik nanya,"Mama mau bicara sama Evi?"
Idayu jadi merasa bersalah,"Maafkan Mami ya sayang...Mami udah melanggar janji Mami..."
Irwan malah meraih Evi dalam rengkuhannya,"Irwan malah mau berterima kasih sama mami kok sudah bawa Evi ke mari ...Irwan sadar bahwa Irwan ga bisa jauh dari wanita yang Irwan cintai...Makasih ya Ma...sudah begitu peduli sama Irwan..."
Idayu jadi berkaca2,"Jadi kamu ga marah sama Mami sayang?"
Irwan menggeleng,"Ga Ma...Evi sudah cerita semua.Mama lakukan semuanya buat Irwan.Iya kan Vi?"
Evi meraih hpnya,"Iya Mama...kita udah rukun lagi...Irwan sekarang akan Evi jaga jadi Mama tenang aja di Jakarta sana...barusan Irwan makan .nih habis ...Irwan juga janji mulai kini akan berbagi suka dan duka sama Evi...sama Mama juga pastinya..."
• DAN JALANILAH HIDUP INI DENGAN PENUH RASA KASIH...
Idayu lega apalagi dikirimi foto2 gimana bahagianya Irwan dan Evi kini sudah rukun lagi.Lega rasanya hatinya karena kini Irwan ga akan sedih lagi.Ia bersyukur pada Tuhan atas semuanya.Malah jadi pingin segera balik ke Singapore dia,'Usai meetnas aku akan segera balik ke Singapore.Ntar dari sana aku akan prepare semua kalau perlu siapin rencana pernikahan segera he..he..'
Ibu mana yang tak ingin anaknya hidup bahagia?Idayu jadi ceria lagi siap menjalani hari2 dengan hati bahagia.Karena kini putranya bersama sang kekasih hati.
° YAKINKANLAH SEMUA BERLALU ....( Singapore )
Irwan bersandar di bahu Evi,"Kau tahu kan vonis dokter soal kesehatan aku?"
Evi malah menempelkan kepalanya,"Iya aku tahu...tapi aku ga peduli.Bagiku hati yang gembira adalah obat yang manjur.Kita jalani saja hidup ini dengan baik toh umur orang juga ga ada yang tahu...Kecuali Tuhan."
▲ HAHAHA HU HAHA MARI TERTAWA BERSAMA2....
Evi meraih jemari Irwan,"Mulai kini kita akan sama2 lagi.Kalau senang tertawa bersama kalau sedih ya nangis bersama juga.Pokoknya semua sama2..."
Irwan menggenggam erat jemari Evi,"Walau umurku ga panjang kau masih mau menjalani hari2 bersamaku?Kau tidak menyesal?"
▼ HAHAHA HU HAHA HILANGKAN DUKA LARA...
Evi malah mengangkat tangannya,"Aku bahkan berjanji bahwa aku akan selalu mendampingimu ga peduli dokter mau bilang apa.Aku hanya ingin selalu berada di dekatmu.."
Irwan bahagia mendengarnya,'Ga sangka aku menemukan wanita mulia cinta sejatiku di tepi jalanan ibukota.Jika malam itu aku tidak lewat sana pasti aku takkan merasakan bahagia seperti sekarang ini.Makasih Tuhan...ditengah duka kau menghiburkanku dengan kehadiran cinta...Aku bahagia...' ▶GRUP BANDKU YANG DULU ITU MENJADI CERITA LALU...
Evi membantu Irwan berbaring,"Kau harus istirahat.Badanmu agak hangat.Mulai kini aku akan merawatmu."
Toto bahkan membantu menyiapkan sofa buat Evi bisa tidur di kamar Irwan,"Nah Nyonya Boss bisa tidur di sini.Ntar saya akan setting ulang kamarnya biar bisa muat satu tempat tidur lagi.Jadi serasa ada perawat pribadi disini he..he.."
Irwan tersenyum,"Makasih ya To...kamu emang selalu tahu apa mauku...bahkan sebelum aku bilang..."
Toto ketawa,"Ya harus dong Boss,kan saya dah lama ikut Boss masak ga tahu jalan pikiran Boss he..he.."
◀DAN KINI KU BUAT YANG BARU DAN TETAP TUK SETIAKU....
Lembaran baru telah dimulai.Tanpa ada yang disembunyikan lagi.Irwan berbaring sambil memandang Evi yang sibuk menata kamarnya,"Ini enaknya ditaruh mana ya?Hmm...disana aja...Kayaknya lebih pas disana..."
Irwan tersenyum,"Udah malam Nyonya sayang...kau harus tidur...jangan mondar mandir terus.Aku pusing lihatnya..."
↑ YAKINKAN BAPAK PEPENG BAPAK CHARLY SEMUA BERLALU....
Evi nurut dan membetulkan selimut Irwan,"Maaf habis aku sangat senang bisa ada di sini bersamamu.Tidurlah.Aku akan tidur setelah kau pulas.Aku akan disini menjagamu."
Irwan mengecup jemari Evi,"Aku senang kau disini.Kau sangat berarti bagiku.Semua akan terasa berbeda sekarang.Karena aku ga merasa sendiri lagi.Aku ada yang menemani.Rasanya damai sekali.Makasih ya Nyonya sayang jauh2 ke sini hanya untuk merawat orang sakit kayak aku..."
Evi membelai kepala Irwan dan mengelus2nya sambil berujar,"Kita akan lalui semua bersama.Selalu bersama...selamanya..."
Apakah kesehatan Irwan akan membaik dengan kehadiran Evi?**see you next eps**
Eps 83 DEBU2 JALANAN : Shall Live
•� DENPASAR MOON,SHINNING ON AN EMPTY STREET...
Bulan di Denpasar,bersinar di sebuah jalan sepi... ( Singapore Hospital )
Irwan dirawat oleh Evi dan rutin menjalani pengobatan seperti radioterapi maupun kemoterapi.Semua itu dilakukan untuk meredakan gejala yang dirasakan Irwan juga untuk memperlambat penyebaran kanker.Waktu pelaksanaan kemoterapi dibagi menjadi beberapa sesi.Evi dengan setia menemani dan menguatkan hati Irwan.Idayu yang telah kembali ke Singapore juga merasa lega mengetahui Irwan kini tak terlihat sedih.Walau efek samping kemoterapi tetap terasa namun Irwan tak lagi patah arang.Ia memiliki semangat untuk hidup.Meski badannya cepat merasa lelah,Irwan selalu tidur dengan senyum dan ditunggui oleh Evi.Beberapa kali Irwan bertanya soal perusahaan,"Bagaimana kondisi perusahaan Ma?Semua baik kan?Maaf merepotkan Mama ...tapi sekarang Irwan merasa lebih baik kok Ma,jadi Mama bisa serahkan kembali perusahaan untuk Irwan tangani."
Idayu menggeleng,"Tidak sayang!Mami ga akan membuat kamu memikirkan yang lain selain kesehatanmu.Kau fokus saja pada pengobatan.Mami bisa tangani lagian Mamimu ini dulu kan yang kelola perusahaan kamu walau saat itu ga sebesar sekarang sih.Tapi intinya jiwa bisnis kamu itu nurunnya dari Mamimu ini.Jadi kau tenang saja."
Evi setuju dengan hal itu,"Mama benar,Wan.Kalau kamu merasa bosan,kita bisa jalan2."
Idayu malah kepikiran hal lain,"Bagaimana kalau kamu istirahat Evi,biar Mami yang temani Irwan.Kamu sudah seharian bersama Irwan di RS.Mandi dan makanlah biar kamu juga tetap sehat." Evi menurut dan tersenyum pada Irwan sebelum pergi keluar dari kamar Irwan.Jelas kamar VIP he..he.. Setelah memastikan Evi sudah pergi,Idayu lalu mendekati putranya.
>> I RETURNED TO THE PLACE WE USED TO MEET...
Kukembali ke tempat biasa kita bertemu...
Irwan melihat Mamanya seperti ingin bicara padanya,"Mama ingin bicara sesuatu sama Irwan?Apa soal perusahaan?Apa ada masalah disana?"
Idayu duduk dekat Irwan,"Bukan sayang.Ini soal kau dan Evi.Mami lihat Evi gadis yang sangat baik dan dia begitu mencintaimu.Susah menemukan gadis sebaik itu di jaman sekarang.Dulu Mami telah salah menjodohkan dirimu dengan Shiha tapi kini Mami menyerahkan semuanya pada dirimu.Kau yang memilih Evi dan Mami suka pada pilihanmu.Jadi mengapa kita tidak melamar Evi saja Wan?Apa kau tak ingin menikah dengan Evi?Mami yakin bukan suatu kebetulan kalian dipertemukan Tuhan malam itu.Mami siap kapanpun untuk melamar Evi untukmu sayang."
Irwan nampak sedih,"Tapi kondisi Irwan seperti ini Ma...bagaimana jika Irwan tak bisa hidup lama?Kasihan Evi Ma..."
○♧DENPASAR MOON,SHINE YOUR LIGHT AND LET ME SEE...Bulan di Denpasar,sinarkan cahayamu dan biarkan kumelihatnya...
Idayu menepuk pundak putranya,"Dalam bisnis kita kadang tidak tahu apakah kerjasama kita dengan sebuah perusahaan akan mendatangkan keuntungan atau kerugian tapi jika kita sudah yakin dengan partner kerja kita maka kita tak akan ragu untuk mengikat kerja sama.Semua karena ada rasa percaya.Demikianpun dalam hidup putraku,kau tahu apa yang membuat orang tetap semangat untuk hidup?Karena mereka percaya bahwa Tuhan itu Allah yang baik dan adil.Kau juga sama putraku.Dokter mungkin bilang A tapi jika Tuhan berkehendak B kau mau apa?Lebih berkuasa mana?"
Idayu meraih tangan putranya,"Justru dengan warning dari dokter,kau harus bisa memanfaatkan waktu yang ada.Bahagiakan Evi dan juga dirimu.Kalian saling mencintai dan kekuatan cinta itu luar biasa.Cinta kuat seperti maut.Justru Mami merasa dengan kau bahagia disitulah kesehatanmu juga akan membaik.Cinta mampu menghasilkan mukjizat.Kau percaya keajaiban masih terjadi kan?" Irwan mengangguk,Idayu lalu menambahkan lagi,"Kalau begitu segera lamar Evi dan kita persiapkan pernikahanmu.Kau mau menikah di Singapore atau di Jakarta.Semua akan Mami urus dengan baik.Sesuai keinginanmu.Tinggal kau mau atau tidak.."
♡● THAT MY LOVE IS STILL WAITING THERE FOR ME...
Bahwa cintaku masih menunggu disana untukku...
Irwan tersenyum,"Mama benar,untuk apa Irwan memikirkan masa dan waktu dimana hanya Tuhan yang tahu soal itu.Lebih baik Irwan fokus membahagiakan orang2 disekitar Irwan.Jika Mama sudah setuju maka Irwan akan melamar Evi segera.Irwan akan tanya dokter apa Irwan bisa kembali ke Jakarta dan meneruskan pengobatan disana.Jika tidak,mungkin pernikahan sebaiknya dilakukan di sini di Singapore saja Ma.Kita ga perlu mengundang banyak orang hanya kerabat saja."
Idayu setuju,"Soal cincin lamaran bagaimana?Apa sudah kausiapkan sayang?Kalau belum Mami punya kenalan untuk itu."
Irwan menjawab,"Sudah Ma.Irwan sudah lama menyiapkannya.Hanya saja belum ada keberanian untuk menyerahkannya pada Evi.Tapi sekarang setelah mendengar nasehat mama,Irwan jadi punya keberanian.Terima kasih ya Ma...Irwan beruntung memiliki Mama..."
Keduanya berpelukan,Idayu meneteskan air mata sambil mengusap punggung putranya yang walau kini agak kurusan,"Mami yang beruntung sayang punya anak sebaik dan setegar dirimu...kau pantas untuk bahagia sayang...jangan sia2kan waktumu..."
□♧ I SAW YOU STANDING THERE...
Aku melihat kau berdiri di sana...
Evi yang hendak masuk karena sudah selesai mandi dan makan tertegun melihat ibu dan anak itu rukun kembali,ia ga jadi masuk.Toto heran,"Kok ga jadi masuk Nyonya Boss?Katanya tadi cemas sama kesehatan Boss?Makan sampai buru2 kayak sinetron kejar tayang he..he.."
Evi malah mengusap air mata di sudut matanya,"Ga Mas Toto...aku ga mau ganggu mereka.Biar mereka memiliki waktu untuk merekatkan kembali apa yang selama ini retak.Kita tunggu di luar saja."
Toto manggut2,lalu kembali ke posnya biasa sterilisasi keadaan.Weleh...
↓■ THROUGH THE RAIN I SAW YOU TURN AND SMILE...Dibalik hujan aku melihatmu menoleh dan tersenyum...
Kata dokter,Irwan ga masalah jika ingin ke Jakarta dan melanjutkan pengobatan disana.Irwan lega mendengarnya dan sangat gembira karena akhirnya ia bisa menemui Ibunya Evi dan melamar Evi secara resmi.Dokternya malah menyarankan pengobatan dilakukan oleh dokter yang telah dia kenal.Irwan mencatat semuanya.Melihat Irwan ceria,Evi heran juga,"Tumben kau sangat ceria?Ada berita bagus dari dokter ya?Bolehkah aku tahu?"
Irwan malah senyum2 demikian juga Idayu,Evi kian curiga,"Kalian,sembunyikan apa dariku?Ayolah Mama...Irwan...masak aku ga boleh tahu sih?"
Idayu menjawab,"Nanti kamu juga akan tahu sayang.Kita akan kembali Jakarta.Pengobatan Irwan dilanjutkan disana."
Evi yang juga sudah kangen dengan Ibu dan adiknya sangat gembira mendengarnya,"Benarkah?Kita akan kembali ke Jakarta?"
Irwan mengangguk,"Iya...Nyonyaku...kau bahagia?"
Evi malah berlinang air mata,"Tapi sungguh kau melakukan ini bukan demi aku kan?Aku harap kesehatanmu tetap baik meski kau dirawat di Jakarta."
Irwan mengusap air mata di pipi kekasihnya itu,"Aku akan baik2 saja karena aku dikelilingi oleh cinta.Cinta kalian akan menjagaku.Lagipula dokter yang menangani aku di sini juga akan ke Jakarta karena ada operasi yang harus dilakukan disana.Nanti dia akan menyerahkanku pada temannya.Jadi kau jangan cemas ok?Semua akan baik2 saja."
Idayu,Evi dan Toto jadi tersenyum lega semuanya.Irwan jelas kian punya semangat hidup dan itu sungguh yang terpenting.
~◇ WERE YOU WAVING TO ME...Kau melambaikan tangan padaku...( Jakarta )
Kembalinya Irwan ke Jakarta jelas menghebohkan media.Setelah sekian lama tak ada kabar berita kini tiba2 ia muncul di bandara.Dan yang paling mengejutkan lagi adalah Irwan bersama Evi.Para wartawanpun bertanya,"Apakah kalian sudah menikah di luar negeri?Sebuah media di Singapura melihat kalian bersama.Apakah benar kalian telah tinggal serumah?"
Irwan malah menanggapi dengan senyum,"Kalian akan kuberitahu semuanya nanti.Yang pasti saya ke Singapura untuk pengobatan.Evi adalah gadis baik2 dan saya tidak akan mempermalukannya dengan menyalahi semua norma yang ada di negeri ini.Meskipun kami ada di luar negeri tapi kami tetaplah orang Indonesia.Jadi saya harap kalian jangan mudah percaya berita yang belum tentu benar.Jika saya menikah pasti saya akan mengundang pers.Saya ingin kalian juga ikut bahagia bersama saya.Sekian dari saya."
Irwan melambaikan tangan pada semua media yang meliput dan masuk ke mobil bersama Evi dan Idayu. Toto segera mencari jalan agar mobil bisa keluar dari kerumunan.
~◆ THROUGH THE RAIN I RAN ACROSS THE STREET...
Lewati hujan aku lari menyeberang jalan...( RUMAH SHIHA )
Shiha sedang asyik membuka2 majalah fashion kala Mamanya berteriak,"Shiha lihat di tv!Nak Irwan ternyata selama ini ada di Singapore!"
Shiha segera lari menuju ruang keluarga dimana di sana sebuah tv besar terpajang,"Iya itu Irwan tapi disebelahnya itu kan Si pelayan resto itu.Pantas aku cari dia ga muncul2 di resto.Rupanya dia bersama Irwan.Tapi untuk apa mereka di Singapore ya?"
Mamanya Shiha menjawab,"Katanya tadi untuk pengobatan.Memang Nak Irwan sakit apa Shiha?" Shiha juga bingung,"Shiha juga ga tahu.Kayaknya Irwan baik2 aja.Sial!Kenapa perempuan itu selalu selangkah didepan aku.Aku benci dia!"
▲♧ BUT YOU WERE GONE,THERE WAS NO ONE...Tapi kau telah pergi,tak ada siapapun...( RUMAH SAKIT )
Irwan menepati ucapannya dan pergi menemui keluarga Evi di RS.Idayu membawa banyak oleh2 dan bawaan untuk keluarga Evi.Evi aja sampai heran,"Mama...buat apa barang sebanyak ini?Ini terlalu berlebihan bagi kami Ma..."
Idayu malah kekeh,"Sudah gpp.Namanya juga mau ..."
Evi heran kenapa ga dilanjutkan,"Memang mau apa Ma?"
Irwan menengahi,"Ini RS tidakkah kalian bisa tidak ribut?"
Keduanya segera diam,"Sst!!Jangan bikin Irwan marah."
Evi malah berbisik,"Sejak tadi ia begitu serius.Lihat saja ke RS saja pakaiannya kayak mau rapat dewan direksi.Kayaknya Irwan lama sudah come back..."
Idayu mesem,"Asal jangan Irwan yang marahan sama Mami yang come back...He..he.."
Toto dan Irwan geleng2 kepala melihat keduanya.Namanya juga wanita kalau disuruh ngerumpi jagonya.
�▲ YOU HAD VANISHED WITH MY DREAMS...
Kau telah lenyap bersama mimpi2ku...
Dengan dikawal bodyguard super panjang,rombongan Irwan jelas menarik perhatian pengunjung RS,"Wah ada apa tuh?Mau jenguk orang kok kayak mau lamaran gitu ya bawa seserahan?"
Sampai di pavilyun VVIP,Evi segera lari mendapatkan ibunya,"Ibu!Evi pulang Bu!!"
Rita keluar dari dalam,"Evi!!Syukurlah kamu sudah pulang Vi...Gimana Nak Irwan?Dia baik kan?" Irwan sendiri yang menjawab pertanyaan itu,"Atas doa ibu dan semuanya Irwan baik Bunda..."
Rita melepas pelukannya pada Evi,"Nak Irwan....waduh sekarang lebih kurus ya?Ibu lega Nak Irwan sudah sehat kembali.Mari2 masuk!Mari silakan..."
Evi juga mengajak Idayu masuk,"Mama ayo masuk juga."
Rita terpana mendengar Evi memanggil gitu ke orang lain,"Mama?"
Evi segera memperkenalkan siapa Idayu,"Oh...Ini Mamanya Irwan Bu,Evi biasa memanggilnya Mama..."
Idayu mengulurkan tangannya,"Saya Idayu...Maminya Irwan...kedatangan kami kemari sebenarnya untuk ....melamar putri Anda untuk anak saya Irwan."
Evi terpana mendengarnya demikian juga Rita.Akankah lamaran Irwan akan diterima?**see you next eps**
Bulan di Denpasar,bersinar di sebuah jalan sepi... ( Singapore Hospital )
Irwan dirawat oleh Evi dan rutin menjalani pengobatan seperti radioterapi maupun kemoterapi.Semua itu dilakukan untuk meredakan gejala yang dirasakan Irwan juga untuk memperlambat penyebaran kanker.Waktu pelaksanaan kemoterapi dibagi menjadi beberapa sesi.Evi dengan setia menemani dan menguatkan hati Irwan.Idayu yang telah kembali ke Singapore juga merasa lega mengetahui Irwan kini tak terlihat sedih.Walau efek samping kemoterapi tetap terasa namun Irwan tak lagi patah arang.Ia memiliki semangat untuk hidup.Meski badannya cepat merasa lelah,Irwan selalu tidur dengan senyum dan ditunggui oleh Evi.Beberapa kali Irwan bertanya soal perusahaan,"Bagaimana kondisi perusahaan Ma?Semua baik kan?Maaf merepotkan Mama ...tapi sekarang Irwan merasa lebih baik kok Ma,jadi Mama bisa serahkan kembali perusahaan untuk Irwan tangani."
Idayu menggeleng,"Tidak sayang!Mami ga akan membuat kamu memikirkan yang lain selain kesehatanmu.Kau fokus saja pada pengobatan.Mami bisa tangani lagian Mamimu ini dulu kan yang kelola perusahaan kamu walau saat itu ga sebesar sekarang sih.Tapi intinya jiwa bisnis kamu itu nurunnya dari Mamimu ini.Jadi kau tenang saja."
Evi setuju dengan hal itu,"Mama benar,Wan.Kalau kamu merasa bosan,kita bisa jalan2."
Idayu malah kepikiran hal lain,"Bagaimana kalau kamu istirahat Evi,biar Mami yang temani Irwan.Kamu sudah seharian bersama Irwan di RS.Mandi dan makanlah biar kamu juga tetap sehat." Evi menurut dan tersenyum pada Irwan sebelum pergi keluar dari kamar Irwan.Jelas kamar VIP he..he.. Setelah memastikan Evi sudah pergi,Idayu lalu mendekati putranya.
>> I RETURNED TO THE PLACE WE USED TO MEET...
Kukembali ke tempat biasa kita bertemu...
Irwan melihat Mamanya seperti ingin bicara padanya,"Mama ingin bicara sesuatu sama Irwan?Apa soal perusahaan?Apa ada masalah disana?"
Idayu duduk dekat Irwan,"Bukan sayang.Ini soal kau dan Evi.Mami lihat Evi gadis yang sangat baik dan dia begitu mencintaimu.Susah menemukan gadis sebaik itu di jaman sekarang.Dulu Mami telah salah menjodohkan dirimu dengan Shiha tapi kini Mami menyerahkan semuanya pada dirimu.Kau yang memilih Evi dan Mami suka pada pilihanmu.Jadi mengapa kita tidak melamar Evi saja Wan?Apa kau tak ingin menikah dengan Evi?Mami yakin bukan suatu kebetulan kalian dipertemukan Tuhan malam itu.Mami siap kapanpun untuk melamar Evi untukmu sayang."
Irwan nampak sedih,"Tapi kondisi Irwan seperti ini Ma...bagaimana jika Irwan tak bisa hidup lama?Kasihan Evi Ma..."
○♧DENPASAR MOON,SHINE YOUR LIGHT AND LET ME SEE...Bulan di Denpasar,sinarkan cahayamu dan biarkan kumelihatnya...
Idayu menepuk pundak putranya,"Dalam bisnis kita kadang tidak tahu apakah kerjasama kita dengan sebuah perusahaan akan mendatangkan keuntungan atau kerugian tapi jika kita sudah yakin dengan partner kerja kita maka kita tak akan ragu untuk mengikat kerja sama.Semua karena ada rasa percaya.Demikianpun dalam hidup putraku,kau tahu apa yang membuat orang tetap semangat untuk hidup?Karena mereka percaya bahwa Tuhan itu Allah yang baik dan adil.Kau juga sama putraku.Dokter mungkin bilang A tapi jika Tuhan berkehendak B kau mau apa?Lebih berkuasa mana?"
Idayu meraih tangan putranya,"Justru dengan warning dari dokter,kau harus bisa memanfaatkan waktu yang ada.Bahagiakan Evi dan juga dirimu.Kalian saling mencintai dan kekuatan cinta itu luar biasa.Cinta kuat seperti maut.Justru Mami merasa dengan kau bahagia disitulah kesehatanmu juga akan membaik.Cinta mampu menghasilkan mukjizat.Kau percaya keajaiban masih terjadi kan?" Irwan mengangguk,Idayu lalu menambahkan lagi,"Kalau begitu segera lamar Evi dan kita persiapkan pernikahanmu.Kau mau menikah di Singapore atau di Jakarta.Semua akan Mami urus dengan baik.Sesuai keinginanmu.Tinggal kau mau atau tidak.."
♡● THAT MY LOVE IS STILL WAITING THERE FOR ME...
Bahwa cintaku masih menunggu disana untukku...
Irwan tersenyum,"Mama benar,untuk apa Irwan memikirkan masa dan waktu dimana hanya Tuhan yang tahu soal itu.Lebih baik Irwan fokus membahagiakan orang2 disekitar Irwan.Jika Mama sudah setuju maka Irwan akan melamar Evi segera.Irwan akan tanya dokter apa Irwan bisa kembali ke Jakarta dan meneruskan pengobatan disana.Jika tidak,mungkin pernikahan sebaiknya dilakukan di sini di Singapore saja Ma.Kita ga perlu mengundang banyak orang hanya kerabat saja."
Idayu setuju,"Soal cincin lamaran bagaimana?Apa sudah kausiapkan sayang?Kalau belum Mami punya kenalan untuk itu."
Irwan menjawab,"Sudah Ma.Irwan sudah lama menyiapkannya.Hanya saja belum ada keberanian untuk menyerahkannya pada Evi.Tapi sekarang setelah mendengar nasehat mama,Irwan jadi punya keberanian.Terima kasih ya Ma...Irwan beruntung memiliki Mama..."
Keduanya berpelukan,Idayu meneteskan air mata sambil mengusap punggung putranya yang walau kini agak kurusan,"Mami yang beruntung sayang punya anak sebaik dan setegar dirimu...kau pantas untuk bahagia sayang...jangan sia2kan waktumu..."
□♧ I SAW YOU STANDING THERE...
Aku melihat kau berdiri di sana...
Evi yang hendak masuk karena sudah selesai mandi dan makan tertegun melihat ibu dan anak itu rukun kembali,ia ga jadi masuk.Toto heran,"Kok ga jadi masuk Nyonya Boss?Katanya tadi cemas sama kesehatan Boss?Makan sampai buru2 kayak sinetron kejar tayang he..he.."
Evi malah mengusap air mata di sudut matanya,"Ga Mas Toto...aku ga mau ganggu mereka.Biar mereka memiliki waktu untuk merekatkan kembali apa yang selama ini retak.Kita tunggu di luar saja."
Toto manggut2,lalu kembali ke posnya biasa sterilisasi keadaan.Weleh...
↓■ THROUGH THE RAIN I SAW YOU TURN AND SMILE...Dibalik hujan aku melihatmu menoleh dan tersenyum...
Kata dokter,Irwan ga masalah jika ingin ke Jakarta dan melanjutkan pengobatan disana.Irwan lega mendengarnya dan sangat gembira karena akhirnya ia bisa menemui Ibunya Evi dan melamar Evi secara resmi.Dokternya malah menyarankan pengobatan dilakukan oleh dokter yang telah dia kenal.Irwan mencatat semuanya.Melihat Irwan ceria,Evi heran juga,"Tumben kau sangat ceria?Ada berita bagus dari dokter ya?Bolehkah aku tahu?"
Irwan malah senyum2 demikian juga Idayu,Evi kian curiga,"Kalian,sembunyikan apa dariku?Ayolah Mama...Irwan...masak aku ga boleh tahu sih?"
Idayu menjawab,"Nanti kamu juga akan tahu sayang.Kita akan kembali Jakarta.Pengobatan Irwan dilanjutkan disana."
Evi yang juga sudah kangen dengan Ibu dan adiknya sangat gembira mendengarnya,"Benarkah?Kita akan kembali ke Jakarta?"
Irwan mengangguk,"Iya...Nyonyaku...kau bahagia?"
Evi malah berlinang air mata,"Tapi sungguh kau melakukan ini bukan demi aku kan?Aku harap kesehatanmu tetap baik meski kau dirawat di Jakarta."
Irwan mengusap air mata di pipi kekasihnya itu,"Aku akan baik2 saja karena aku dikelilingi oleh cinta.Cinta kalian akan menjagaku.Lagipula dokter yang menangani aku di sini juga akan ke Jakarta karena ada operasi yang harus dilakukan disana.Nanti dia akan menyerahkanku pada temannya.Jadi kau jangan cemas ok?Semua akan baik2 saja."
Idayu,Evi dan Toto jadi tersenyum lega semuanya.Irwan jelas kian punya semangat hidup dan itu sungguh yang terpenting.
~◇ WERE YOU WAVING TO ME...Kau melambaikan tangan padaku...( Jakarta )
Kembalinya Irwan ke Jakarta jelas menghebohkan media.Setelah sekian lama tak ada kabar berita kini tiba2 ia muncul di bandara.Dan yang paling mengejutkan lagi adalah Irwan bersama Evi.Para wartawanpun bertanya,"Apakah kalian sudah menikah di luar negeri?Sebuah media di Singapura melihat kalian bersama.Apakah benar kalian telah tinggal serumah?"
Irwan malah menanggapi dengan senyum,"Kalian akan kuberitahu semuanya nanti.Yang pasti saya ke Singapura untuk pengobatan.Evi adalah gadis baik2 dan saya tidak akan mempermalukannya dengan menyalahi semua norma yang ada di negeri ini.Meskipun kami ada di luar negeri tapi kami tetaplah orang Indonesia.Jadi saya harap kalian jangan mudah percaya berita yang belum tentu benar.Jika saya menikah pasti saya akan mengundang pers.Saya ingin kalian juga ikut bahagia bersama saya.Sekian dari saya."
Irwan melambaikan tangan pada semua media yang meliput dan masuk ke mobil bersama Evi dan Idayu. Toto segera mencari jalan agar mobil bisa keluar dari kerumunan.
~◆ THROUGH THE RAIN I RAN ACROSS THE STREET...
Lewati hujan aku lari menyeberang jalan...( RUMAH SHIHA )
Shiha sedang asyik membuka2 majalah fashion kala Mamanya berteriak,"Shiha lihat di tv!Nak Irwan ternyata selama ini ada di Singapore!"
Shiha segera lari menuju ruang keluarga dimana di sana sebuah tv besar terpajang,"Iya itu Irwan tapi disebelahnya itu kan Si pelayan resto itu.Pantas aku cari dia ga muncul2 di resto.Rupanya dia bersama Irwan.Tapi untuk apa mereka di Singapore ya?"
Mamanya Shiha menjawab,"Katanya tadi untuk pengobatan.Memang Nak Irwan sakit apa Shiha?" Shiha juga bingung,"Shiha juga ga tahu.Kayaknya Irwan baik2 aja.Sial!Kenapa perempuan itu selalu selangkah didepan aku.Aku benci dia!"
▲♧ BUT YOU WERE GONE,THERE WAS NO ONE...Tapi kau telah pergi,tak ada siapapun...( RUMAH SAKIT )
Irwan menepati ucapannya dan pergi menemui keluarga Evi di RS.Idayu membawa banyak oleh2 dan bawaan untuk keluarga Evi.Evi aja sampai heran,"Mama...buat apa barang sebanyak ini?Ini terlalu berlebihan bagi kami Ma..."
Idayu malah kekeh,"Sudah gpp.Namanya juga mau ..."
Evi heran kenapa ga dilanjutkan,"Memang mau apa Ma?"
Irwan menengahi,"Ini RS tidakkah kalian bisa tidak ribut?"
Keduanya segera diam,"Sst!!Jangan bikin Irwan marah."
Evi malah berbisik,"Sejak tadi ia begitu serius.Lihat saja ke RS saja pakaiannya kayak mau rapat dewan direksi.Kayaknya Irwan lama sudah come back..."
Idayu mesem,"Asal jangan Irwan yang marahan sama Mami yang come back...He..he.."
Toto dan Irwan geleng2 kepala melihat keduanya.Namanya juga wanita kalau disuruh ngerumpi jagonya.
�▲ YOU HAD VANISHED WITH MY DREAMS...
Kau telah lenyap bersama mimpi2ku...
Dengan dikawal bodyguard super panjang,rombongan Irwan jelas menarik perhatian pengunjung RS,"Wah ada apa tuh?Mau jenguk orang kok kayak mau lamaran gitu ya bawa seserahan?"
Sampai di pavilyun VVIP,Evi segera lari mendapatkan ibunya,"Ibu!Evi pulang Bu!!"
Rita keluar dari dalam,"Evi!!Syukurlah kamu sudah pulang Vi...Gimana Nak Irwan?Dia baik kan?" Irwan sendiri yang menjawab pertanyaan itu,"Atas doa ibu dan semuanya Irwan baik Bunda..."
Rita melepas pelukannya pada Evi,"Nak Irwan....waduh sekarang lebih kurus ya?Ibu lega Nak Irwan sudah sehat kembali.Mari2 masuk!Mari silakan..."
Evi juga mengajak Idayu masuk,"Mama ayo masuk juga."
Rita terpana mendengar Evi memanggil gitu ke orang lain,"Mama?"
Evi segera memperkenalkan siapa Idayu,"Oh...Ini Mamanya Irwan Bu,Evi biasa memanggilnya Mama..."
Idayu mengulurkan tangannya,"Saya Idayu...Maminya Irwan...kedatangan kami kemari sebenarnya untuk ....melamar putri Anda untuk anak saya Irwan."
Evi terpana mendengarnya demikian juga Rita.Akankah lamaran Irwan akan diterima?**see you next eps**
Eps 84 DEBU2 JALANAN : Time
°• DAN MENJALANI WAKTUKU S'BAGAI MAKHLUK PECINTA...( RS )
Mendengar perkataan Idayu yang ingin melamar Evi untuk Irwan,Rita melihat ke arah putrinya.Ia persilahkan tamunya duduk dulu dan mengajak Evi ke dalam untuk bicara empat mata,"Evi,bantu Ibu siapin minuman ya?"
Evi mengikuti ibunya,"Buat Irwan air putih saja Bu.Ia habis minum obat."
Rita memperhatikan putrinya yang asyik membuat minuman,"Vi,kamu dengar kan tadi perkataan Mamanya Nak Irwan?"
Evi tersipu,nampak malu2 malah.Ritapun tahu bahwa putrinya memang sudah mantap dengan Irwan,namun ia ingin tahu soal perubahan drastis kesehatan Irwan.Iapun bertanya,"Vi,Nak Irwan sakit apa sebenarnya?Mengapa badannya jadi kurus begitu?"
Evi ingin menyembunyikan soal umur Irwan yang pendek,"Irwan ...maagnya sudah akut Bu.Tapi Evi percaya bahwa keajaiban itu masih ada."
Rita menghadapkan wajah putrinya ke arahnya,"Vi,menikah itu berarti mengikatkan diri dengan seseorang untuk selamanya.Kau tahu itu kan?Apa kau siap menerima apapun konsekuensi dari pilihanmu?"
Evi mengangguk,"Evi tak bisa jauh dari Irwan Bu...Evi mencintainya...Evi ingin membuatnya bahagia.Evi mohon restui kami."
Rita mengangguk,"Ibu tidak akan menghalangi cinta kalian.Berbahagialah..."
Evi lega dan memeluk ibunya,"Terima kasih Ibu..."
°○ HIDUP KAR'NA CINTA...
Irwan nampak resah,"Ma,sepertinya Ibunya Evi tidak setuju deh...Bunda mana mau anaknya menikah dengan pria yang usianya ..."
Idayu menggeleng,"Stop!Berhenti bicara buruk tentang dirimu sendiri,sayang.Kau adalah pebisnis.Mana semangat juangmu?Ingat kau adalah putra seorang bisniswoman seperti Mamamu ini.Dan Mama tidak pernah mendidikmu punya mental lemah.Tunggu saja."
Irwan menarik nafas hatinya berdebar2,ia malah mendekati Rizky yang memang sudah sadar dari koma,walau masih terbaring.Dia tersenyum pada Rizky,"Hello Rizky...kita belum kenalan ya?Aku Irwan,...mmh...kau tahu aku sayang sekali sama kakakmu...Apa kau setuju jika kami menikah?" Rizky menggerakkan tangannya,Irwan memegangnya,"Kau mau mengatakan apa?"
Lesti mendekat,"Dia bilang dia senang..."
Irwan gembira,"Benarkah?Terima kasih ya Rizky..."
Rita datang bersama Evi.
°● YANG MEMBERI ARTI DI JIWA...
Rita meminta Evi duduk di dekat Irwan,"Ibu merestui kalian.Ibu titip Evi ya Nak Irwan.Harap makhlum jika Evi perlu waktu untuk beradaptasi dengan kebiasaan hidup yang baru nanti.Kami ini dari latar belakang yang berbeda jadi ibu mohon kesabaran Nak Irwan membimbing putri ibu."
Idayu tersenyum lega demikian juga Irwan.Ia malah berkaca2,"Justru Evilah yang harus bersabar terhadap saya Bunda,Saya ini merepotkan saja kerjaannya..."
Evi malah bersandar di bahu Irwan,"Aku tidak merasa repot Pak CEO,..."
Rita dan Idayu tersenyum melihat keduanya.Selanjutnya mereka membicarakan masalah resepsi dan pernik2nya.Lesti mengucapkan selamat pada Evi dan Irwan.Ia senang akhirnya dua sejoli itu akan naik pelaminan,'Mereka memang serasi.Terlihat sekali betapa mereka saling mencintai.'
°□ CINTA DALAM PERJALANAN HIDUP KITA...
Berita pernikahan Irwan jadi headline di media.Seperti janjinya Irwan mengundang pers dalam pernikahannya.Tertulis di tajuk utama majalah bisnis,"Pengusaha muda,CEO Asian Group siap mengakhiri masa lajangnya dengan seorang gadis dari kalangan biasa."
Di media lainnya menulis,"Pernikahan Mewah Siap Digelar bagi Cinderella yang telah menaklukkan hati Milyarder Muda Irwan Krisdiyanto."
Tabloid lebih berani lagi menulis,"Setelah pernah gagal menikah dengan wanita dari level yang sama kini Milyarder Muda CEO Asian Group memutuskan menikah dengan gadis dari kelas yang berbeda."
°■ MEMBERI HARAPAN UNTUKKU TETAP BERJUANG....( Restoran Rosalina )
Evi memutuskan keluar dari pekerjaannya di restoran dan mau fokus merawat Irwan.Kak Rose mengerti keputusannya dan malah memberi ucapan selamat padanya,"Jangan lupa singgah kemari ya Vi,walau sudah menjadi isteri orang jetset tapi jangan lupakan kami.Ok?"
Evi memeluk mantan atasannya itu,"Tentu kak...Evi ga akan melupakan restoran ini..."
Reza juga memberi selamat,"Akhirnya kalian serius juga.Kini aku tenang karena kau mendapatkan pria yang sungguh2 mencintaimu.Selamat menempuh hidup baru ya Vi.Doakan semoga aku juga lekas menyusulmu."
Evi tersenyum dan menyalami mantan kekasihnya itu,"Kak Reza orang baik pasti akan mendapatkan yang baik juga."
Endah juga melepas Evi dengan berat,"Ga sangka ya Vi,seorang sekelas Pak Irwan bakal menjadi suamimu.Kamu jangan lupakan kami semua ya meski nanti sudah jadi Nyonya Irwan he..he..?"
Evi memeluk sahabatnya itu.Hanya Intan yang menatap sinis pada Evi,'Kenapa sih Evi beruntung banget dapat pria kelas atas.Lajang lagi.Aku kenal pria2 kelas atas tapi aku cuma jadi cinta satu malam saja bagi mereka.Tak ada yang memperjuangkanku dan menghargaiku seperti Pak Irwan ke Evi.Bikin iri aja!!'
°◇ DEMI SEMUA MIMPI HIDUPKU...
Intan segera menghubungi Shiha,"Boss Non,si kumuh itu ada disini sekarang.Cepetan kemari!"
Wah Shiha langsung meluncur ke resto,"Kamu tahan dia sampai aku tiba di sana ok?Irwan saat ini ada di kantor Asian Group.Aku barusan melihat dia turun dari mobilnya."
Intan siap melakukan apa saja buat Shiha.Ia bilang ke Evi kalau Kak Ros mau bicara padanya lagi.Evipun naik ke lantai 2.Tapi kak Ros malah heran,"Ada yang ketinggalan Vi?"
Evi jadi bingung,"Bukannya kak Ros yang memanggil saya?"
Kak Ros mengernyitkan dahinya,"Siapa yang bilang begitu?"
Evi hendak menyebut nama Intan tapi diurungkannya,'Kalau kusebut pasti Intan bakal kena tegur,lagipula cuma masalah kecil...lupakan saja.'
Evi lalu pamitan,"Oh mungkin Evi salah dengar kak,ya sudah Evi mohon diri ya kak.Terima kasih buat semuanya."
°◆ APA KAU PERCAYA TENTANG KEKUATAN CINTA...
Evi baru hendak membuka pintu kala Shiha datang dan melabraknya,"Jangan kau pikir bahwa kau telah menang,wanita kelas rendah!!"
Evi sudah bosan melihat ulah Shiha,"Bagiku Irwan bukan sebuah piala yang harus kumenangkan,tapi sebuah hati yang sangat kuhargai dan kucintai."
Shiha berang dan mendorong Evi keluar,"Berani sekali wanita dari kelas renda sepertimu mengajariku apa itu cinta!!Aku akan memberi pelajaran pada mulutmu itu!!"
Shiha melayangkan tangannya siap menampar Evi namun seseorang menahan tangannya itu,"Jangan pernah berpikir bahwa kau layak untuk putraku apalagi memukul calon menantuku!!"
Shiha terkejut,"Tante???"
°♧ MEMBENINGKAN PEMAHAMAN HAKEKAT KEHIDUPAN....
Ya,Idayu memang mau mengajak Evi mempersiapkan pernikahan.Tak disangka malah memergoki ulah Shiha.Shiha menahan amarahnya melihat bagaimana sayangnya Idayu pada rivalnya itu,'Jika Tante Idayu saja sampai begitu membelanya maka itu artinya semua yang diberitakan media itu bukan rumor atau hoax tapi fakta.Idayu malah berkata,"Aku kini bersyukur karena waktu itu putraku gagal menikahimu.Jika tidak,betapa malangnya aku mendapat menantu sekasar ini.Ayo Evi,kita pergi dari sini!"
Shiha hanya bisa memandang mereka pergi meninggalkan Restoran.Fitri dan Endah yang melihat kejadian itu saling pandang.Endah berkata,"Perempuan itu sungguh tidak tahu diri dulu dia yang meninggalkan Pak Irwan kala hari pernikahan eh sekarang malah balik mengejar.Sungguh aneh!"
Fitri malah meraih jemari Endah,"Itulah bila manusia gagal paham akan kebaikan Tuhan padanya.Dan baru menyadarinya kala sudah kehilangan semuanya.Tapi aku takkan seperti dia.Aku akan menghargai apa yang kini kumiliki."
Endah terpana,'Kini aku mengerti bahwa aku mencintaimu Fitri...dan aku juga takkan melepaskanmu.'
°� YANG KITA JALANI DAN KITA LALUI...
Reza memandangi kedua orang yang berpegangan tangan itu,Endah dan Fitri.Sekali lagi seorang wanita yang pernah ada dalam hidupnya direnggut darinya,'Aku telah dua kali kehilangan kesempatan mendapatkan cinta.Namun kini aku sadar bahwa waktu adalah netral.Ia tidak berpihak.Akulah yang harus beroleh hati bijaksana sehingga dapat menghargai hari2 yang kumiliki.' Ia tiba2 teringat pada Hayati yang selama ini selalu disisinya melewati semuanya.
°▲ DALAM SUKA DAN DUKA...
Reza bertekad akan menjaga cinta yang ia miliki sekarang terhadap Hayati,'Aku akan mengatakan pada Hayati bahwa aku ingin menghabiskan hidupku bersamanya melewati semua suka dan duka bersama.'
°▼ JANGAN PERNAH ENGKAU RAGU PADAKU...( APARTEMEN HAZMAN )
Hazman tersenyum melihat pemberitaan di media mengenai pernikahan Irwan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.Senyum merekah di wajahnya,'Aku rasa tak perlu aku turun tangan,pria bernama Irwan itu sendiri tak mempedulikan Shiha.Sebaiknya aku telpon dia.'
°�ATAS SEMUA YANG KUBERIKAN PADAMU....
Eh baru mau dihubungi malah hp Hazman dah bunyi dari Shiha lagi.Wah pucuk dicinta ulam tiba nih.Segera Hazman menerimanya,"Hello babe...Apa kabarmu honey?Apa kau sudah siap kembali padaku?Aku sudah tahu semuanya.Bahwa pria yang kaubangga2kan itu,Irwanmu itu rupanya ia tak peduli sama sekali denganmu..."
Shiha menghentikan ocehannya,"Cukup Hazman!Jangan membuat aku makin kesal lagi.Aku menelponmu bukan untuk mendengar ejekanmu.Tapi sepertinya kau memang senang melihat aku menderita..."
Hazman segera merajuk,"Sorry Baby...Aku minta maaf...aku mohon kembalilah padaku...Aku sudah melakukan semuanya untukmu...Aku sudah menentang orang tuaku,aku sudah tak pedulikan soal warisan lagi...ayolah...please honey come back to me...aku lebih mencintaimu daripada pria itu..."
°� MESKIPUN HANYA KEYAKINANKU ATAS CINTA....
Shiha menjawab,"Aku setuju kembali padamu tapi dengan satu syarat.Apa kau mau melakukannya untukku?"
Jelas Hazman mau,"Tentu saja Babe...apapun akan kulakukan untuk...apa yang kauinginkan?Rumah mewah?Kapal pesiar?Villa?Mobil sport atau apa?"
Shiha tak minta itu semua,"Aku minta kau menculik mempelai Irwan saat hari pernikahannya.Jika aku tak bisa mendapatkan Irwan tidak juga gadis itu!!Aku ingin Tante Idayu dipermalukan sekali lagi dihadapan para tamu undangan.Seperti ia mempermalukanku berkali2 demikian aku akan membalasnya dengan lebih sakit lagi.Bagaimana?Apa kau berani melakukannya?Jika kau tidak berani maka jangan mimpi aku akan kembali padamu!Lebih baik aku melakukannya sendiri..." Hazman berpikir sebentar,'Shiha ingin aku menculik wanita yang akan dinikahi Irwan,ini satu2nya kesempatanku untuk mendapatkan kembali dia...baiklah siapa takut...'
Hazman setuju dengan syarat Shiha dan Shiha tersenyum penuh kemenangan.Apakah rencana mereka akan berhasil menggagalkan pernikahan Irwan dan Evi?***see you next eps***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar