DASI DAN GINCU^^^ EPS 10-11

Eps 10 DASI DAN GINCU : I Know Him ( Aku Mengenalnya )
. ♧°°•○ PESISIR PANTAI...
         Reza menjejakkan kakinya di pantai,ia telah diajari ayahnya soal bahasa mereka walau ga terlalu banyak juga.Kepala suku menyuruh Danang untuk menjemputnya.Danang memandang penuh curiga pada Reza,"Kowe sapa?Ngapa rene?" ( Kamu siapa?Mau apa kemari? )
 Reza agak bingung juga mau jawab pakai bahasa mereka apa bahasa dia,"Ehmm...aku..."
Saat itulah Irwan datang bersama Evi,"Tenang,kau katakan saja aku akan mengartikan ke bahasa mereka." Reza jelas kaget melihat Irwan,'Bukannya itu Irwan?Tunggu dulu...bukannya katanya Irwan hilang saat menyelam?Kenapa bisa ada disini?Dan gadis itu...pasti itu dia yang dimaksud ayah sebagai cucu Nyonya Puspa.Aku yakin...tapi kenapa Irwan tak mengenaliku ya?Ini aneh...'
Reza berbicara dengan Irwan,"Kau mengerti apa yang kukatakan?Kau sepertinya berbeda dengan mereka?"
Irwan mendekati Reza,"Mereka biasa memanggilku Tarzan.Aku sendiri juga pendatang lebih tepatnya aku terdampar di sini.Ditolong oleh putri kepala suku di sini.Itu dia orangnya."
Reza lega,'Syukurlah dia tidak ingat siapa dirinya.Tapi aku harus menjauhkan dia dari sini sebelum ingatannya pulih.Bahaya kalau sampai dia mengganggu rencanaku.'
Reza mengatakan bahwa ia adalah anak dari Hendro Saki.Reza pura2 mencari ayahnya,"Aku mencari ayahku.Katanya ia di sini.Namaku Reza."
           Irwan memberitahu Den Rara apa yang dikatakan Reza.Mendengar nama Reza,Irwan merasa pusing.Ia terhuyung,'Aku seperti pernah mendengar nama itu...tapi dimana...kepalaku sakit setiap kali aku coba mengingat masa laluku.'
Den Rara cemas melihat Irwan,"Kowe krasa mumet maneh?Kowe kudu leren."(Kamu merasa pusing lagi?Kamu harus istirahat).
          Danang membawa Reza ke ayahnya sedangkan Den Rara membawa Irwan ke gubuknya.Irwan bahagia dengan perhatian Den Rara padanya,'Dia baik dan perhatian padaku.Entah kenapa tiap memandangnya aku seperti sudah mengenalnya sejak lama.Aku selalu mendapat kilasan bayangan seorang anak kecil perempuan di kepalaku...tapi siapa dia...'
Den Rara malah menyuruh Irwan tidur saja,"Turua...tak nyanyike ya gen isa turu..."( Tidurlah...akan kunyanyikan biar bisa tidur...)
           Irwan jelas mau dong.Iapun mapan tiduran di atas batu besar sementara Den Rara menyanyi,"Yen ameh crita karo sapa...yen ora crita kok tambah nelangsa...( Kalau mau cerita sama siapa...kalau ga cerita kok malah merana...)"
Irwan jadi kriyip2 ngantuk,Den Rara nyanyi lagi beda lagu,"Trima mundur timbang lara ati...tak oyaka kowe wis lali...trima ngalih aku wis ra betah...karepe wis ngajak pisah...aku ya wis ra karep omah2...aku rela pisah kanthi lahir batin...tresna sing rembuyung saiki wis dadi garing..."
           Lagunya ngeslow jadinya Irwan makin liyer2 dan akhirnya ia tertidur.Rita datang bersama Reza,"Cah Ayu kowe neng kene?Eling ya cah ayu ki sentonge cah lanang.Dayohe meh takon turu kene wae ngancani Tarzan..."( Putriku kamu disini?Ingat ya disini kamar pria.Tamunya akan tidur di sini saja nemeni Tarzan...)
Den Rara menyelimuti Irwan,"Biyung,Kang Tarzan iyung maneh sirahe...mecake...mulane Rara mlebu rene...lha mau deknen mentiyung kok Biyung..."(Ibu,Tarzan sakit lagi kepalanya...kasihan...itu sebabnya Rara masuk ke sini...soalnya tadi dia sempoyongan Ibu...)
Reza malah memandang Irwan dengan kesal,'Tampaknya akan sulit buatku mengambil hati cucu Nyonya Kaya ini...Irwan nampaknya telah lebih dulu menyita perhatiannya.Sial!!Aku kedahuluan.Tapi takkan kubiarkan Irwan mencuri start lagi...aku pasti akan menyingkirkannya...dan harus secepatnya...'
           Begitulah Reza tinggal di pulau itu.Ia terus mencoba menarik perhatian Den Rara tapi tetap saja fokus Den Rara tertuju pada Irwan seorang.Ia mencoba menarik perhatian Den Rara dengan barang2 modern,"Iki bando...apik ta?"( Ini bandana ...bagus kan? )
           Den Rara memakainya dan mendekati Irwan yang sedang membuat taman kecil buat Den Rara,sebuah lahan kecil yang ia bikin kayak taman dengan menanami dengan bunga2 yang ia temukan di hutan.Irwan nampak haus dan Den Rara segera mengambil air minum,"Ngelak ya?Iki tak jupukne...Ngombea..."( Haus ya?Ini kuambilkan...Minumlah )
Irwan berterima kasih,"Nuwun ya..."( Makasih ya )
Reza melihat mereka dari balik pohon,'Ngeselin!Dia tetep aja nyari Irwan.Malah ninggalin aku...aku harus secepatnya menyingkirkan Irwan dari sini...'
Den Rara jalan2 diantara bunga2 yang ditanam Irwan,"Wah wangi ya...kembange werna werni...aku bakal nyirami ben sore..."(Wah harum ya...bunganya aneka warna...aku akan menyirami tiap sore...) Den Rara menyibakkan rambut panjangnya,Irwan mendekatinya dan menyuntingkan sekuntum bunga di rambutnya,"Kau cantik sekali..."
Den Rara ga tahu apa artinya,"Kowe muni apa?Ra mudeng..."( Kamu bilang apa?Aku ga ngerti...)                  Irwan hanya tersenyum dan malah saling pandang mereka.Gerimis turun membuyarkan romansa mereka.Keduanya segera berlari mencari tempat berteduh sambil bergandeng tangan.Saat itulah Irwan meraih tangan Den Rara dan mengikatkan sebuah gelang ke tangannya,"Aku mau diajari adikmu gawe ngene ki...saka oyot2an..."( Tadi aku diajari adikmu bikin seperti ini...dari akar2an...) Den Rara merona wajahnya,'Kang Tarzan apa ga ruh ya nek gelang iki ana artine neng kene...nek gelang iki diiiketke wong lanang marang pasangane...'( Tarzan apa ga tahu ya kalau gelang ini ada artinya disini...kalau gelang ini diikatkan kaum pria kepada pasangannya...)
 Den Rara sangat bahagia dan berlari dibawah hujan kembali ke rumahnya,Irwan heran dan mengejarnya,"Rara!!Jangan hujan2!!Rara!Tunggu!"
            Rara masuk ke kamarnya,ia bahagia sekali karena Irwan memberinya gelang itu.Dipandanginya gelang itu sambil senyum2 sendiri,'Kang Tarzan ya tresna karo aku...'(Mas Tarzan juga cinta padaku).
           Malamnya Reza menyusun siasat.Ia bilang ke Irwan kalau Den Rara memintanya datang ke pantai untuk menikmati rembulan dan menatap bintang2.Irwan tanpa curiga datang ke pantai tapi kala sampai di sana Reza memukulnya dengan benda tumpul hingga ga sadarkan diri,"Aacckkk..."
Ia lalu membaringkan Irwan di sebuah kapal yang telah ia pesan untuk datang malam itu,"Bawa dia ke polisi setempat dan bilang kau menemukannya di pantai saat mencari ikan."
Pemilik kapal diberinya uang dan diberinya no milik orang tua Irwan,"Kalau kau mau dapat uang banyak telpon no ini.Mereka sedang mencari pemuda ini.Tapi ingat jangan menyebut namaku."                      Pemilik kapal itu setuju dan segera pergi membawa Irwan yang tak sadarkan diri. Gimana reaksi Den Rara mengetahui Irwan sudah tak ada lagi di pulau tersebut?**see you next eps**

Eps 11 °°° DASI DAN GINCU °°° He Called Them ( Ia Memanggil Mereka )

 °°°KEESOKAN HARINYA...
            Den Rara pagi2 sudah bangun dan membantu ibunya di dapur.Sang ibu jelas girang anak gadisnya tiba2 kok lebih suka di rumah bantu dia daripada kelayapan di hutan seperti biasanya.Dipandanginya Rara sambil mengayak beras,"Tumben nduk ngewangi biyung neng pawon?"(Tumben bantu ibu di dapur ?)
 Rara malah mesam mesem sambil mandangi gelang akar di pergelangan tangannya,"Hmm...Rara pingin sinau masak biyung he..he.." ( Rara ingin belajar memasak ibu ) Rara lalu mengambil bakul kecil,"Rara tak methiki kangkung neng mburi ya Biyung...pingin masak tumis dinggo...he.he.."(Rara akan memetik kangkung di belakang ya Ibu...ingin masak tumis buat...)
Sang ibu mendengarkan,"Dinggo sapa Rara?Hey...kok ra dibacutke omongane cah kuwi...wis jan ..."(Buat siapa Rara?Hey...kenapa tidak dilanjutkan bicaranya anak itu...dasar...)
Walau tak menyebutkan nama namun sang ibu tahu hati putrinya itu,'Aku iki pancen dudu sing nglairke kowe cah ayu nanging aku iki ngerti sapa sing ana neng atimu.Mesti cah bagus sing gawene mbok celuk Tarzan kae sing mbok karepke...wong nek tresna kuwi ketok ya...'(Aku memang bukan wanita yang melahirkanmu tapi aku siapa yang ada dalam hatimu.Pasti pemuda tampan yang biasanya kau panggil Tarzan itu yang kau maksud.Kau suka dia itu kelihatan...)
           Sementara itu Rara asyik melamun sambil memetik kangkung dibelakang.Kangkung itu yang nanam adalah Irwan dan Rara tahu betapa sukanya Irwan dengan tumis kangkung.Senyum2 dia bayangin lahapnya Irwan nanti memakan masakannya,'Kang Tarzan mesti seneng nek ngerti aku isa masak tumis.Mesti bakal tanduk mengko deknen.Samsaya nek karo lalap pete.Wah nyamleng...'( Mas Tarzan pasti suka kala tahu aku bisa masak tumis.Pasti nanti dia akan nambah.Apalagi kalau lalapnya petai.Wah sedap..)
           Danang seperti biasa sudah bangun dan siap2 mau melatih tubuhnya.Melihat adiknya sudah bangun,Rara memanggilnya,"Nang!!Kowe meh neng alas to?Aku golekke pete ya sing akeh!"( Nang!!Kamu mau ke hutan kan?Aku carikan petai ya yang banyak!)
 Danang malah pemanasan di depan kakaknya itu,"Tumben doyan pete kowe mbak?Jare ga doyan merga ambune ra enak?Kok saiki arep?"(Tumben mau makam petai kak?Katanya ga mau karena baunya tidak enak?Kenapa sekarang mau?)
Rara malah mencubit lengan adiknya itu,"Rasah kakehan takon!Pete kuwi senengane kang Tarzan.Cepet enggal budhal golek kana mumpung isih esuk.Jare kang Tarzan srengenge esuk kuwi apik dinggo awak.Marai apa..sehat.Kana ndang mangkat!"(Sudah jangan banyak nanya!Petai itu kesukaannya Mas Tarzan.Segera berangkat mumpung masih pagi.Sinar matahari pagi itu kata Mas Tarzan baik buat tubuh kita.Bikin sehat.Ayo cepat berangkat!)
Danang garuk2 kepala,"Kang Tarzan ...sitik2 Kang Tarzan...eit!!Kowe mesti seneng karo deknen ya mbak?Hayo ngaku!!Ha.ha..."(Mas Tarzan...dikit2 Mas Tarzan...eit!Kamu pasti suka sama dia ya kak?Hayo ngaku!Ha..ha..) Rara malah njewer telinganya Danang,"Aja banter2!!Mengko nek wonge krungu...isin aku."(Jangan keras2!Nanti kalau orangnya denger ..aku malu.)
Eh Danang malah sengaja teriak,"Kang Tarzan!!Ayo tangi kang!!Takjak neng alas!Kang Tarzan auooo....!!"(Mas Tarzan!Ayo bangun mas!!Kuajak ke hutan!Mas Tarzan auooo...!!)
Eh yang bangun malah Reza sok panik gitu,"Gawat!Irwan....eh Tarzan maksudku...ga ana neng kamar!!"(Gawat!Irwan...eh Tarzan ...ga ada di kamar!!)
Rara jelas cemas,"Lha wonge nengdi kang Reza?Kat kapan ga anane?"(Lha kemana orangnya mas Reza?Sejak kapan hilangnya?)
Reza bergaya mikir gitu,"Katwingi.Jare arep nemoni sapa ngono neng pantai.Nek kok ra bali2.Aku ngantuk je...ya tak tinggal micek.Bengi tangi wonge ya rung bali...tak pikir mungkin lagi golek wangsit.Kungkum apa piye...lha kok esuk ya rung bali."(Sejak semalam.Katanya mau menemui siapa gitu di pantai.Tapi ga kembali2.Aku ngantuk sih ...jadi kutinggal tidur..Malam bangun dia juga belum kembali.Kupikir mungkin cari petunjuk meditasi gitu dimana gitu.Tapi sampai pagi juga ga balik dia.)
            Evi alias den Rara jadi panik dan segera berlari ke kamar Irwan.Kosong.Tak nampak pria yang mulai masuk dalam hatinya itu.Danang mengikuti kakaknya,"Neng pantai paling mbak.Ayo goleki kana!"(Ke pantai pasti mbak.Ayo cari ke sana!)
 Reza juga sok inoncencia gitu ngekor mereka,'Bagus!Ayo pergilah kalian ke pantai dan lihatlah apa yang akan kalian temukan di sana.'
Den Rara lari ke pantai dan mencari ke sana ke mari,"Kang Tarzan!!Kang!Kowe nengdi?!Kang Tarzan!!!"( Mas Tarzan!!Mas!!Kamu dimana?Mas Tarzan!!!)
           Danang juga ikut mencari tapi tak ada sahutan ataupun tanda2 keberadaan Irwan.Lalu Reza menunjuk ke sebuah bongkahan batu besar,"Hey!Sini!!Ana tulisan neng kene!!"(Hey kemari!!Ada tulisan di sini!!)
 Rara segera mendekat,disana di atas batu iti memang ada tulisan dari arang berbunyi,"Kanggo Den Rara:Aja goleki aku.Aku pamit bali neng omahku.Matur nuwun dinggo kabeh.Suwun.Tarzan." (Buat Den Rara : Jangan mencariku.Aku pamit pulang ke rumahku.Terima kasih buat semuanya.Makasih.Tarzan.)
Rara berlinang air mata membacanya,'Kowe lunga ninggalke aku Kang...dadak men?Pas atiku wis kebak jenengmu...kowe malah lunga...'(Kau pergi meninggalkanku Mas...mendadak sekali?Disaat hatiku penuh dengan namamu..kau malah pergi...)
Rara broken heart dan Danang meraih kakaknya itu,"Aja sedih sik mbak.Ya nek sing nulis kuwi bener deknen nek dudu?Masak tulisane kang Tarzan kaya cekeran pitik ngono!"(Jangan sedih dulu kak.Bisa saja kan yang menulis itu bukan Mas Tarzan.Masak tulisannya jelek gitu!)
 Reza langsung dongkol dan protes,"Tulisan apik kuwi!Ra kabeh wong isa nulis ngono kuwi!Tulisan dokter kuwi jenenge.Tulisan larang!"(Itu tulisan bagus ya!Ga semua orang bisa menulis seperti itu.Tulisan dokter namanya.Tulisan mahal itu!)
Danang malah curiga,"Kok kowe sing ra trima kang?Kayak sing nulis wae."(Kenapa kamu yang ga trima Mas?Kayak yang nulis aja.)
Danang juga melihat jemari Reza belepotan hitam,"Kok drijimu ireng kabeh kang?Ja ja kowe sing nulis!"(Kenapa jarimu hitam semua Mas?Jangan2 kamu yang nulis!)
Reza gugup takut ketahuan,'Sial!Nih anak otaknya jalan juga ya.Tapi aku lebih hebat aku kan orang kota ga kayak mereka manusia bar2.'
           Rara masih kembeng2 sedih dia sedang Reza berdalih kalau dia yang menemukan tulisan itu dan tadi memegangnya sehingga belepotan deh tangannya kena arang.Hamdan datang hendak mencari ikan dan heran melihat putrinya menangis,"Ana apa ki?Kenapa mbakyu nangis Nang?"(Ada apa disini?Kenapa kakakmu menangis Nang?)
          Danang menceritakan semuanya.Hamdan segera mengerahkan anak buahnya untuk menyisir pantai mencari Irwan namun sampai matahari tinggi tak jua ditemukan.Ia lalu berkata pada Rara yang nampak sedih duduk dekat batu dimana tulisan tadi ada,"Cah ayu...rasah ditangisi...nek jodomu mesti bakal ketemu maneh.Kabeh wis ana sing ngatur."(Anakku yang cantik...jangan ditangisi...kalau memang jodohmu pasti akan bertemu lagi.Semua sudah ada yang mengatur.)
Reza juga ikut nambahi,"Iya ngapa nangisi wong lanang ra jelas kayak ngono.Ya mesti deknen pilih bali neng donyane...dunia jaba kuwi luwih nyenengke...kabeh serba ana...lha neng kene..."(Iya untuk menangisi pria ga jelas seperti itu.Pastilah dia pilih kembali ke dunianya.Dunia luar itu lebih menyenangkan.Semua serba ada.Sedang di sini...)
Danang memotong dengan marah ucapan Reza itu,"Jaga nek ngomong ya kang!!Aja asal jeplak!Rasah ngenyek tanahe wong liya...eling kowe neng wilayahku saiki!!Aja wani2 kowe!!"(Jaga kalau bicara ya Mas!!Jangan asal bunyi!Ga usah menghina tempat tinggal orang lain.Ingat kau ada di sini sekarang!Di daerahku!!Jangan berani2 kau!!)
Reza keder juga dan segera meminta maaf lalu diam dekat Evi,"Sorry2 bro!Peace man!"
Danang batin,'Sori ndasmu kuwi!Wong tamu kok lambene ra tata.Aku malah dadi curiga ja ja Kang Tarzan ki ra sengaja niat lunga...neng dipeksa lunga.'(Maaf kepalamu itu!Tamu kok mulutnya sembarangan.Aku jadi curiga jangan2 Mas Tarzan ga niat pergi tapi dipaksa pergi.)
           Apa yang terjadi dengan Irwan ya?Benarkah dia yang menulis di batu itu?***see you next eps***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar