Eps 37 ** CINCIN PUTIH : Find Rest In Her Husband House
** BAGAIMANA CARANYA UNTUK MERUNTUHKAN KERASNYA HATIMU...
( Soimah pov )
Susah nian ngasih tahu Evi kalau dia itu ga cocok sama Nak Irwan yang tajir itu,"Irwan beneran sayang sama saya Budhe.Dia itu sudah mencintai saya sejak kami masih sekolah dulu."
Aku harus bisa meyakinkannya,"Tapi Vi,kamu itu pembawa sial lho kamu mau Irwan kayak calonmu sebelumnya?Iya?"
Malah nangis dibilangi gitu,"Budhe...mbok jangan melabeli saya kayak gitu...saya bukan wanita tak tahu diri kok...hiks...saya sadar siapa saya...tapi Irwan ga peduli dengan itu semua."
Malah lari ke kamar sambil nangis.Sebaiknya aku bicara sama orang tuanya Irwan saja.
** KUSADARI KU TAK SEMPURNA....
Aku lalu mendatangi rumah Nak Irwan.Jagat dewabatara ...rumahnya elok tenan.Lantainya dari marmer.Isi rumahnya saja milyaran itu harganya.Ya ampun kayak hotel saja.Sampai melongo aku.Gerbangnya aja tinggi banget.Dijaga pula sama satpam.Ini rumah apa istana?Satpamnya nanya,"Cari siapa Bu?"
Aku bilang mau ketemu sama Nyonya rumahnya,"Nyonyamu ada?Bilang wae aku Budhenya Evi.Mau bahas hal penting."
Nelpon dia ke dalam,"Oh begitu Nyonya...baiklah..."
Tapi aku ga sangka Ibunya Nak Irwan menyambutku dengan ramah kupikir aku bakal diusir jadi aku punya alasan nolak lamaran Nak Irwan nanti.Bahkan meski kubilang hal buruk soal Evi tetep aja ibunya Nak Irwan nanggepi dengan senyum,"Saya itu kemari cuma pingin ngasih tahu mumpung belum terlanjur...Putrane jeng itu mau melamar ponakan saya.Apa sudah tahu ponakan saya itu orangnya ....bla..bla..bla...intinya anaknya itu ga pantaslah dapat pria sesempurna putra jeng.Bedanya kayak langit dan bumi deh.."
( Soimah pov )
Susah nian ngasih tahu Evi kalau dia itu ga cocok sama Nak Irwan yang tajir itu,"Irwan beneran sayang sama saya Budhe.Dia itu sudah mencintai saya sejak kami masih sekolah dulu."
Aku harus bisa meyakinkannya,"Tapi Vi,kamu itu pembawa sial lho kamu mau Irwan kayak calonmu sebelumnya?Iya?"
Malah nangis dibilangi gitu,"Budhe...mbok jangan melabeli saya kayak gitu...saya bukan wanita tak tahu diri kok...hiks...saya sadar siapa saya...tapi Irwan ga peduli dengan itu semua."
Malah lari ke kamar sambil nangis.Sebaiknya aku bicara sama orang tuanya Irwan saja.
** KUSADARI KU TAK SEMPURNA....
Aku lalu mendatangi rumah Nak Irwan.Jagat dewabatara ...rumahnya elok tenan.Lantainya dari marmer.Isi rumahnya saja milyaran itu harganya.Ya ampun kayak hotel saja.Sampai melongo aku.Gerbangnya aja tinggi banget.Dijaga pula sama satpam.Ini rumah apa istana?Satpamnya nanya,"Cari siapa Bu?"
Aku bilang mau ketemu sama Nyonya rumahnya,"Nyonyamu ada?Bilang wae aku Budhenya Evi.Mau bahas hal penting."
Nelpon dia ke dalam,"Oh begitu Nyonya...baiklah..."
Tapi aku ga sangka Ibunya Nak Irwan menyambutku dengan ramah kupikir aku bakal diusir jadi aku punya alasan nolak lamaran Nak Irwan nanti.Bahkan meski kubilang hal buruk soal Evi tetep aja ibunya Nak Irwan nanggepi dengan senyum,"Saya itu kemari cuma pingin ngasih tahu mumpung belum terlanjur...Putrane jeng itu mau melamar ponakan saya.Apa sudah tahu ponakan saya itu orangnya ....bla..bla..bla...intinya anaknya itu ga pantaslah dapat pria sesempurna putra jeng.Bedanya kayak langit dan bumi deh.."
** KUTAK SEPERTI YANG KAU INGINKAN...( Reza pov )
Aku ditinggal di rumah sama tuan aku.Dia naruh aku spesial gitu di sebuah kotak beludru.Disimpan dalam brangkasnya.Aku merasakan aura hitam mendekat.Akupun keluar ngecek ah.Rupanya Budhenya Evi datang menemui Ibunya Irwan.Mau apa Budhe Soimah kemari?Perempuan itu selalu saja bikin ulah.Heran...Aku mau tahu apa yang diinginkannya dengan datang ke rumah Irwan.
Aku ditinggal di rumah sama tuan aku.Dia naruh aku spesial gitu di sebuah kotak beludru.Disimpan dalam brangkasnya.Aku merasakan aura hitam mendekat.Akupun keluar ngecek ah.Rupanya Budhenya Evi datang menemui Ibunya Irwan.Mau apa Budhe Soimah kemari?Perempuan itu selalu saja bikin ulah.Heran...Aku mau tahu apa yang diinginkannya dengan datang ke rumah Irwan.
Apa yang akan dilakukan si arwah Reza?***See you next eps***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar