Seorang gadis dengan rambut dikucir nampak duduk menunggui
dagangan buahnya di sebuah halaman luar bandara,"Apel Pak! Apel Bu!Apel
Mas!Apel Mbak!Lumayan buat oleh2 buat keluarga!Apel...apel!"
Tak jauh dari tempat gadis itu berada seorang pria tua,dengan
pakaian satpam menatap iba pada gadis itu,'Wilona...Wilona...meski kondisimu
terbatas tetap saja kau bekerja keras.Tak mau hanya berpangku tangan meratapi
nasib.Kau memang anak yang luar biasa.Beda sama anak paman sendiri,Lola.Dia
seusia denganmu tapi kerjaannya malah bikin susah orang tua melulu.Suka bolos
sekolah.Dolan aja kerjaannya.'
Lola
memang anak kandung satpam itu.Satpam itu dipanggil temannya,"Hey
Syamsul!Ngapain bengong di situ?Cepat patroli.Ponakanmu Si Wilona itu ga akan
kemana2.Ga usah khawatir sama dia!Lagian emang dia mau kemana juga dengan
kondisinya itu!Udah kerja sana!"
Pak Syamsul segera pergi patroli.Ngecek gudang bandara dan yang
lainnya.Bandara Adi Sucipto memang ramai hari itu.Tampak seorang pria terburu2
berjalan dan menyenggol dagangan apel Wilona.Apel2 itupun berjatuhan ke
lantai.Pria itu kesal," Hey Nona! Kau ini seenaknya saja jualan buah
disini!Aku tuh sedang terburu2!Dasar orang miskin!"
Wilona segera jongkok meraba2 di lantai mencoba memunguti apel2
yang berserakan.Seorang pria muda dengan pakaian putih melihat kejadian itu dan
menghentikan pembicaraannya via hp,"Iya Bryan aku baru sampai bandara
nih.Ini udah yang paling cepet.Yogya tadi macet.Please understand man!Okay
stop!Off now.Bye!"
Pria ganteng itu heran melihat Wilona meraba2 mencari apel2nya
yang jatuh,'Is she a blind girl?'
Pria
yang menyenggol dagangan apel tadi malah marah2,pemuda ganteng tadi berjalan
mendekatinya,"Sebaiknya Anda pergi saja!Kejar pesawat Anda kalau memang
itu sangat penting buat Anda!Go now!"
Pria itu segera angkat
kaki sambil mendengus kesal,"Dasar gadis penjual apel sialan!Bikin aku
bisa batal berangkat.Huhh!"
Pria muda berbaju putih itu membantu Wilona memunguti
apel2nya,'Sepertinya dia benar2 buta.Kasihan sekali.Biar aja deh kelewat
penerbangannya.Lagian udah biasa delay.'
Tangan Wilona tak sengaja memegang tangan pria muda
itu,"Oh...maaf bisakah Anda membantu saya dimana apel2 saya
menggelinding?Saya tak bisa melihatnya."
Adik pria muda itu melihat dari jauh dengan galau,'Gimana sih Kak
Verrel?Malah bantuin tuh cewek penjual buah.Bisa ketinggalan pesawat nih.Mana
ditunggu lagi di Makasar.'
Oh si
pria ganteng itu Verrel to?Wah dia mau ke Makasar nih sama adiknya.Hp adiknya
Verrel bunyi,"Atha,dimana sih kakakmu?Hpnya ga bisa dihubungi?"
Atha menjawab,"Ga ngerti tuh kakak.Malah sibuk nolongin cewek
penjual buah."
Bryan geleng kepala,"Emang kakakmu itu aneh.Dikejar2
wanita,dingin kayak es.Giliran penjual buah aja nempel kayak perangko.Emang tuh
cewek istimewa banget ya sampai bikin seorang Verrel rela nunda
penerbangannya?"
Atha melihat jam,"Ya udah kak Bryan tenang saja.Biar Atha
yang tangani kakak."
Di Makasar,Bryan minta maaf ke penggemar yang sudah memadati mall
dimana dia dan Verrel akan jumpa fans,'Aduh Verrel baru kali ini lho you make
me feel so quilty to them.'
Sementara Verrelnya malah memandang dengan kagum pada cewek
penjual buah di hadapannya,"Semua apelnya sudah terkumpul.Kau tak perlu
mencari2 lagi.Sini aku bantu kau menata daganganmu."
Wilona terharu dan bertanya,"Apakah Anda Tuhan?Kata paman
Tuhan itu pribadi yang sangat baik dan penyayang."
Verrel terpana mendengarnya,"Aku bukan Tuhan.Aku juga manusia
seperti dirimu."
Atha
memanggilnya,"Kakak !!Ayo kita bisa ketinggalan pesawat nih!"
Verrel mengambil kopernya,"Maaf aku harus pergi.Pesawatku
akan segera berangkat."
Wilona berkata,"Terima kasih Tuan."
Atha mendekati kakaknya,"Kakak gimana sih?Kak Bryan pasti dah
nungguin kita."
Verrel memandang sekali lagi pada Wilona,'Gadis buta itu
mengingatkanku pada mama...Sudah lama aku ga ketemu mama...'
Namun kala sampai di dalam.pesawat mereka sudah
berangkat.Atha memandang kakaknya,"Iya kan?Coba tadi kakak ga bantuin tuh
penjual buah pasti kita dah naik pesawat.Sekarang gimana coba?Acaranya bentar
lagi mulai lagi."
Verrel malah mengambil hpnya,"Ya sudah mau gimana lagi.Kakak
kan bukan superman bisa terbang ke Makasar sana.Kita naik pesawat berikutnya
aja."
Verrel mendekati
petugas bandara,"Pesawat selanjutnya yang ke Makasar jam berapa mb?"
Petugasnya menjawab,"Wah Mas Verrel kan?Artis yang lagi ngetop itu.Mas2
minta foto dong tanda tangan juga.Soal penerbangan selanjutnya akan saya atur
deh.Ya mas ya?Please..."
Atha
tersenyum,'Kak Verrel emang banyak penggemarnya.Mulai dari anak kecil sampai
ibu2.Aduh...gini nih konsekuensinya jadi artis.'
Penerbangan selanjutnya satu jam lagi.Verrel mengambil
hpnya,"Hello Ma...Ini Verrel.Mama sehat kan?Mama lagi dimana
sekarang?Oh...Verrel kangen aja.Iya nih ketinggalan pesawat.Oh ya Mama kan suka
juice apel kan?Ya udah Verrel beliin oleh2 apel ya buat Mama?Ini ngobrol dulu
sama Atha ya..."
Atha keheranan lihat kakaknya malah berdiri seperti mau
pergi,"Lho kakak mau kemana?Malah telponnya kasihin ke aku gimana
sih?"
Verrel mengambil jaketnya dan pergi ke luar,"Bentar aja cuma
ke depan doang.Just a couple minutes okay?"
Atha gedek juga,'Tahu gini lain kali ajak Pak Bimo deh buat ngawal
kakak.'
Kira2 Verrel mau kemana ya?Rupanya dia ingin membeli apel buat
mamanya.Ia melihat Wilona sibuk melayani pembeli,"Mohon uang pas ya Pak...iya
terima kasih."
Namun kemudian datang seorang gadis memakai seragam sekolah
menyerobot uang yang dipegang Wilona,"Hey Wilona mana uang hasil
penjualannya yang lain?!Buruan kasih ke aku.Aku mau pergi sama Danur.Cepetan
kasih!!"
Wilona menolak tapi tasnya diambil paksa sama tuh
cewek,"Lola!!Jangan!!"
Verrel segera
merebut kembali tas itu,"Baju anak sekolahan tapi kelakuan ternyata kayak
preman." Lola terpana lihat cowok ganteng di hadapannya,"OMG!!Kamu
kan ...artis tenar itu..."
Verrel mengembalikan tas ke Wilona,"Kau tidak apa2?Ini
tasmu.Sebaiknya kupanggil security aja biar menangani copet ini."
Eh kebetulan yang mendekat Pak Syamsul,"Pak tolong urus nih
cewek dia tukang copet Pak!!" Wilona menggeleng dan berkata pada
Verrel,"Dia bukan copet dia saudara sepupu saya.Saya mohon lepasin
dia.Saya ga mau paman saya sedih.Saya gpp kok."
Pak Syamsul memarahi Lola,"Ya ampun Lola...kamu kok malah
bikin malu sih.Sampai dikira pencopet.Sudah sebaiknya kamu pulang ga usah
kelayapan.Sana cepet pulang!!Bikin malu aja!!" Lola ga mau,"Tapi Lola
mau minta tanda tangan dulu sama mas ganteng itu dulu Yah..."
Pak Syamsul menarik paksa anaknya menjauh dari Verrel,'Gawat tuh
cowok kayaknya bukan orang sembarangan deh.Bahaya kalau Lola bikin masalah sama
dia.'
Verrel malah asyik borong apel dagangannya Wilona,"Oh ya nama
kamu Wilona ya?"
Wilona mengangguk,"Iya Tuan...Tuan bukannya katanya ngejar
penerbangan ya?"
Verrel mesem,"Aku lupa belum beli oleh2 buat mamaku.Aku beli
semua ya apelnya."
Wilona kaget,"Semua Tuan?"
Verrel berkata,"Iya.Soalnya Mama aku suka banget juice
apel.Semua yang di sini dijual kan?"
Eh penjual sebelah nyeletuk,"Wah masnya beli juga dong
dagangan saya."
Verrel hanya senyum,"Iya deh...tapi sebentar ya saya beli
apel dulu."
Tuh penjual seneng banget langsung nyamperin,"Ya ampun
Wil,kamu kok bisa kenal sama artis top sih.Coba kamu ga buta Wil,kamu akan
melongo lihat siapa yang borong dagangan kamu.Mas Verrel yang di tipi2 itu lho
yang beli."
Wilona jelas hanya bisa tersenyum,"Tuan namanya Verrel
ya?Tuan Verrel...terima kasih ya mau borong dagangan saya.Juga makasih tadi
sudah nolongin Wilona.Sekali lagi makasih."
Atha datang,"Kakak ayo ntar ketinggalan lagi lho."
Verrel menyerahkan seplastik apel,"Bantuin bawa nih."
Atha gumun,"Apel sebanyak ini buat apa kak?"
Verrel jawab,"Buat Mama dong."
Atha makin melongo,"Kan kita ga perlu beli sekarang juga
kali.Kita kan mau ke Makasar.Bukan ke Jakarta."
Verrel berkata,"Ya tinggal kirim aja ke Jakarta.Susah
amat."
Atha menatap ga percaya,"What?!"
Verrel lalu pamitan sama Wilona,"Aku pergi dulu
ya.Bye..."
Wilona
melambaikan tangan,"Selamat jalan.Semoga selamat sampai tujuan,Tuan
Verrel."
Atha berbisik ke
kakaknya,"Dia panggil kakak Tuan?Kok kayak melodrama India ya?"
Verrel ngekek,"Kebanyakan nonton India sih.Dasar."
Sementara itu di Jakarta,Mamanya Verrel panik karena adanya berita
kecelakaan pesawat yang menuju ke Makasar.Mana hp Verrel ga bisa dihubungi
pula.Benarkah itu pesawatnya Verrel?***see you next part***
Part 2
WILOVERREL STORY : BANDARA CINTA
◆ VERREL BRAMASTA
: Seorang artis top.Dia multi talent.Bisa main film,bintang iklan,dan idola
kaum wanita.Wajah tampan rupawan,tinggi serta berkulit bersih.
◆ WILONA : Gadis
buta yang biasa berjualan buah di bandara Adi Sucipto,Yogya.Dia tinggal bersama
keluarga pamannya.Wajahnya cantik namun ia buta.Justru kebutaannya inilah yang
membuat seorang Verrel Bramasta bisa melihat cinta.
◆ ATHA : Adik
kandung Verrel.Dia sering diajak Verrel kemana saja.
◆ SYAMSUL : Paman
Wilona yang bekerja sebagai satpam di bandara.Pria inilah yang merawat Wilona
sejak kedua orang tua Wilona tiada.Dia memiliki seorang putri yang suka
kelayapan dan menghambur2kan uang.
◆ LOLA : Putri
dari pamannya Wilona.Masih SMU.Mau menang sendiri dan egois.Pacarnya bernama
Danur.
◆ BRYAN : Teman
dekat Verrel.Artis juga.
◆ WINDY : Mamanya
Verrel dan Atha.Bisnisman dan politikus.Sangat sibuk.
◆ BIMO : Bodyguard
mamanya Verrel yang biasanya mengawal kemanapun Verrel pergi.
◇◇ JAKARTA...
Di sebuah mansion yang lux,seorang wanita dengan rambut
sebahu kemerahan dan gaun elegan nampak cemas kala melihat tayangan berita di
tv.Meski tak bisa dibilang muda lagi namun kecantikannya masih jelas
terlihat.Dipanggilnya pengawal kepercayaannya,"Bimo!!Cepat cari tahu benar
tidaknya berita itu!Berita soal kecelakaan pesawat yang terbang dari Yogya ke
Makasar!"
Bimo tahu mengapa majikannya itu begitu panik,"Tenang dulu Bu
Windy,belum tentu Mas Verrel dan Mas Atha naik pesawat itu.Bukankah tadi Mas
Verrel nelpon bilang kalau batal naik pesawat yang seharusnya dinaiki?Sebaiknya
kita hubungi hp Mas Verrel dulu Bu."
Windy mencoba menelpon hp kedua putranya itu tapi ga bisa,"Hp
mereka tak bisa dihubungi Bimo!Aku takut Bim!Aku takut jika mereka kenapa2!Ini
semua salah Ray kenapa sih dia harus melibatkan kedua anak kami dalam
pernikahannya yang kedua!Jika saja mereka tidak pergi ke Yogya tentu semua
takkan begini!Bim,aku mau kedua putraku kembali!Bawa mereka kembali,Bim!"
Bimo ingat pada Bryan,"Tunggu Bu saya akan coba hubungi Mas
Bryan saja.Dia kan dijadwalkan menggelar acara jumpa fans di Makasar bareng Mas
Verrel.Siapa tahu saja Mas Verrel sudah tiba di Makasar."
Benarkah Verrel sudah tiba di sana?
¤¤ MAKASAR...
Di sebuah mall terbesar di Makasar,ribuan penggemar
memadati area dimana akan diadakan jumpa fans dengan para artis idola sebuah
sinetron yang sedang booming.Dibelakang stage tampak seorang cowok dengan wajah
tampan,mondar-mandir ga jelas sembari memegang hpnya,"Aduh...Verrel kamu
dimana sih?Jam segini belum tiba juga.Massa kian membludak nih.Bikin galau
aja!"
Seorang crew
mendekat,"Mas Bryan sudah molor setengah jam nih.Kasihan mereka
kepanasan.Mas Verrel belum datang juga ya?Ga biasanya.Biasanya selalu on
time.Sebaiknya mas temui penggemar dulu biar mereka ga merasa diabaikan
Mas."
Bryan menengadah
ke langit,"Verrel!Kamu kemana sih?Ga bisa dihubungi pula.Akan kubalas kamu
nanti Rel!Lihat saja!"
Bryan hendak melangkah ke panggung kala hpnya bunyi,"Pak
Bimo?Ada apa ya?"
"Ya Pak Bimo?Apa??!!Kecelakaan pesawat?Itu ga mungkin.Tadi
saya masih sempat nelpon mereka kok.Katanya tadi mereka batal berangkat karena
Verrel nolongin penjual buah gitu."
Bimo heran,"Mas Verrel nolongin penjual buah di
bandara?Baiklah saya dan ibu akan ke bandara Adi Sucipto sekarang.Mengecek
semuanya.Kalau ada kabar soal Mas Verrel dan Mas Atha secepatnya telpon saya ya
Mas.Ibu Windy sangat cemas."
Bryan menjawab,"Tentu Pak Bimo.Maaf saya harus menemui
penggemar dulu sekarang.Jika Verrel datang pasti saya segera hubungi Pak
Bimo."
Bryan naik ke panggung dan menenangkan para fans,"Halo
Makasar!Maaf ya Verrel akan terlambat datang sebab ada kendala
penerbangan.Mohon pengertiannya ya?"
Walau agak kecewa namun mereka tetap antusias ingin melihat
Verrel,"Verrel!!Verrel!!"
Baru 15 menit di panggung tiba2 semua histeris,"Verrel
datang!!Verrel!!!"
Bryan menoleh ke belakang,"Thanks God!Akhirnya kamu datang
juga Rel!Bikin aku jantungan tahu ga?"
Sosok putih dan tinggi dengan kaca mata hitam tampak melambai
dengan senyum di wajah gantengnya,"Halo semua!Maaf ya bikin kalian
nunggu."
Seorang gadis
berambut panjang segera mendekati Verrel,"Kamu sih Rel,harusnya kamu ga
usah ke Yogya.Jadi ga akan telat gini."
Bryan mencegah gadis itu bicara lebih lanjut,"Bianca,sudah
dong!Itu dibicarain nanti saja.Profesional dong.Kita sedang kerja nih."
Verrel lalu menatap audience,"Sebagai permintaan maaf,saya
akan menyanyikan sebuah lagu buat kalian semua.Bagaimana?Mau ga?"
Jelas para fans
menjawab serentak,"Mau!!!"
Verrel memberi kode pada pemain musik lagu yang ingin dia
nyanyikan.Mereka mengerti.Verrel berkata,"Lagu ini buat kalian semua dan
buat someone spesial yang tadi saya temui." Atha sibuk mengcharge hpnya
dan hp kakaknya,'Someone spesial?Jangan2 gadis penjual buah itu.Ya ampun mama
nelpon terus sejak tadi.Pak Bimo juga.Ada apa ya?Kakak sih bikin panik semua
orang sukanya...gara2 gadis penjual buah di bandara tadi sih...'
Atha menelpon mamanya,"Aduh ga bisa lagi.Kemana mama ya?Aku
tinggalin pesen aja deh."
~~ YOGYAKARTA...
Rupanya Windy dan Bimo langsung terbang naik pesawat pribadi
menuju Yogya.Makanya ga bisa dihubungi hpnya.Barulah setelah mendarat di
bandara Adi Sucipto,Windy membuka hpnya,"Bim! Ada sms dari Atha.Dia juga
mengirim foto kalau dia dan Verrel sedang ada di Makasar.Syukurlah.Mereka tidak
berada di pesawat itu Bim!"
Windy menelpon Atha,"Sayang kamu gpp kan?Ini beneran kalian
di Makasar kan?Mana kakak kamu?Mama mau bicara sama kakakmu."
Atha menjawab,"Kak Verrel lagi melayani foto session Ma.Biasa
jumpa fans.Emang mama kenapa sih panik amat?"
Windy lalu video call dengan putra keduanya itu,"Oh bener itu
kakakmu.Syukurlah kalian ga terbang dengan pesawat pertama tadi.Kalian tahu ga
pesawat itu mengalami kecelakaan saat menuju Sulawesi."
Atha lalu
curhat,"Kecelakaan Ma?Jadi sebenarnya kakak penjual buah itu nyelametin
kita dong?" Windy heran,"Kakak penjual buah?Menyelamatkan kalian?Mama
ga ngerti."
Atha cerita soal Wilona,"Tadi di bandara Adi Sucipto ada
kakak cantik gitu Ma jualan buah.Siapa tadi ya namanya ehm...Wil...Wil gitu
deh..."
Windy mendengarkan sambil berjalan menuju pintu exit
bandara,"Jadi kakak kamu ga naik pesawat pertama karena sibuk nolongin
gadis itu?Oh begitu..."
Langkah Windy
berhenti kala melihat deretan penjual buah di bandara,'Aku berhutang budi pada
penjual buah itu.Tapi yang jualan di sini kebanyakan ibu2.Coba aku tanya mereka
deh soal gadis itu...'
Windy memanggil Bimo,"Tanyakan pada mereka soal gadis penjual
buah di sini.Gadis itu telah menyelamatkan kedua putraku.Aku ingin berterima
kasih padanya."
Bimo menanyakan pada para penjual buah,sementara itu Wilona tengah
menemui pamannya di pos,"Paman,dagangan Wilona sudah habis.Wilona pulang
dulu ya.Di rumah Wilona bisa bantu Bibi Tari."
Syamsul terharu,"Kamu ini memang anak baik.Bibimu itu sering
memperlakukanmu dengan tidak baik tapi tetap saja kau baik padanya.Kamu hati2
di rumah ya?Kalau ada apa2 kamu ke sini lagi saja.Cari paman di sini."
Wilona
mengangguk lalu memakai tongkatnya menuju rumah yang letaknya tak jauh dari
bandara.Sementara itu Bimo mendapat informasi soal Wilona,"Oh cuma satu
gadis muda penjual buah di sini.Tapi sudah pergi.Kira2 kemana ya
perginya?"
Salah satu nyeletuk,"Namanya Wilona.Pamannya kerja di bandara
kok jadi satpam.Namanya Pak Syamsul.Rumahnya bp nanya saja ke pos itu.Oh ya
kenapa bp nyariin Wilona?"
Bimo
menjawab,"Hanya ingin bertemu saja.Terima kasih atas informasinya."
Bimo melaporkan semuanya pada Windy,Windy manggut2,"Begini
saja Bim.Kamu cari gadis itu sampai ketemu.Saya akan terbang ke Makasar.Jika
kamu sudah ketemu dengan gadis itu kamu hubungi saya.Saya mau lihat Verrel dan
Atha dulu."
Berhasilkah Bimo menemukan Wilona?***see you next part***
Part 3 BANDARA CINTA ~ Open
The Eyes of My Heart
I¤¤¤ DEKAT BANDARA...
Wilona bertemu tetangganya di jalan,"Kok
sendirian,Wil?Pamanmu mana?"
Wilona hafal dengan suara tetangganya itu,"Mbak Mety
rupanya..Paman saya masih di bandara.Shiftnya belum selesai.Dagangan saya yang
sudah habis.Ini saya mau ke tempat Boss Ahua." Perempuan yang bernama Mety
itu berbinar kala mendengar nama Boss Ahua,"Kalau gitu mb temeni ya?"
Wilona tersenyum,"Terima kasih mb.Wilona senang sekali ada
yang bantuin Wilona ke sana."
Mety menuntun langkah gadis disebelahnya,"Kamu ini padahal
anak baik.Kenapa ya malah dikasih cobaan seberat ini?"
Wilona kembali tersenyum,"Awalnya Wilona ga buta mb.Tapi saat
saya lulus SMP sebuah kecelakaan merenggut orang tua dan penglihatan saya,meski
begitu saya bersyukur Paman Syamsul sudi merawat saya."
Mety iba melihat gadis disebelahnya,"Padahal kamu ini cantik
lho.Coba aja kamu dandan pasti ga kalah sama artis2 yang lagi naik daun
sekarang kayak itu tu Bianca."
Wilona tersipu,"Mb Mety bisa saja.Saya ini bahkan sudah lupa
wajah saya kayak apa.Dalam hidup ini saya cuma ingin bisa memberi.Ga ngrepotin
paman lagi.Ga muluk2 mau jadi artis.Lagian Wilona kan ga bisa melihat.Mana bisa
jadi artis.Kalau jadi peran figuran mungkin bisa itupun paling jadi tukang
pijit.Mb Mety bisa aja deh.Waduh saya jadi bingung arah rumahnya Boss Ahua
nih."
Mety memegang lengan Wilona,"Udah mau sampai kok.Itu Boss
Ahua lagi didepan.Ayo samperin!" Seorang pria berbadan tegap memanggil
mereka,"Eh mb Mety sama Wilona...tumben bisa barengan datangnya.Mau
setoran semua ya?Ayo masuk!!"
Boss Ahua memang punya banyak usaha.Selain distributor
buah,ia juga punya usaha kaki lima.Usaha jual lotis,siomay,mie
ayam,jamu,leker,bahkan ayam kriuk ditanganinya.Gerobak2nya dia siapin sekalian
dagangannya,karyawan2nya nanti yang jualin keliling.Kalau habis nanti setor dan
bisa ambil lagi.Wilona memilih berjualan buah karna keterbatasan matanya.Mety
memilih jualan jamu.Wilona menyetorkan uang hasil penjualannya,"Ini
Boss.Coba dihitung benar tidak."
Ahua
heran,"Tumben nih dagangan kamu dah habis jam segini?Kamu mau ambil
lagi?"
Wilona menggeleng,"Ga Boss.Besok lagi saja,Wilona mau bantu
Bibi Tari saja di rumah."
Mety
mencibir,"Bibimu itu ga usah dibantu.Perempuan nyinyir.Pantas punya anak
kayak Lola.Sama2 tukang nyinyir.Nyebelin!"
Wilona berkata,"Maafkan mereka Mb Mety.Jangan dimasukkan
hati."
Ahua malah jadi penasaran,"Memang mereka ngapain mb
Mety?"
Metypun cerita,"Mau beli jamu aja nawar pakai menghina
pula.Siapa yang ga jadi sebel coba?!Mau ngutang aja belagu..."
Mety juga menyetorkan uang hasil jualan jamunya,"Mas
Ahua,saya juga mau setoran nih.Kebetulan jamu saya hari ini laris manis kayak
saya...he..he.."
Boss Ahua yang memang naksir sama Mety tersenyum,"Wah kalau
saban harinya kayak begini nih jualannya.Bisa renovasi rumah saya.He..he..kalau
perlu bikinin rumah buat mb Mety he..he.."
Merasa cuma jadi
pengganggu,Wilona mohon diri,"Boss saya pamit dulu ya."
Ahua memberikan upah Wilona,"Buru2 amat?Ya udah ini bagian
kamu.Kayak begini terus kalau jualan ya."
Wilona menjawab,"Amin,Boss."
Wilona lalu pulang,'Semua ini karena Tuan Verrel.Suaranya,sentuhan
tangannya,aku tak tahu mengapa saat bersamanya aku merasa duniaku mendapat
cahaya.Semoga dia sampai di tujuan dengan selamat.'
Sampai di rumah pamannya,Wilona disambut bibinya dengan
amarah,"Ini nih si anak buta!Kamu apain Lola sampai dia nangis?Hehh!!Anak
tak tahu diuntung!!Sudah mending dipiara.Bikin repot aja!"
Lola muncul
dengan mata yang sudah ditetesi tetes mata,"Ibu!!Dia ini ga mau kasih uang
ke Lola.Padahal Lola kan mintanya cuma dikit Bu.Dia malah ngaduin Lola ke
Ayah..."
Wilona didorong sampai jatuh oleh bibinya,"Bibi...kejadiannya
tidak seperti itu Bi!Wilona tidak mengadu ke paman..."
Lola merebut
upah Wilona,"Ini saja buat Lola.Anggap aja permintaan maaf.Ibu Lola pergi
dulu ya...Bye...Lola bete kalo di rumah.Ayah lebih sayang Wilona daripada sama
Lola."
Tari menatap
tajam pada Wilona,'Jika saja Syamsul ga ngurusi anak ini pasti biaya hidup di
rumahku akan lebih ringan.Sebaiknya kuikuti saran Si Agung saja ya.Dia kan agen
penyalur pembantu rumah tangga.Kujual saja si buta ini ke dia.Terserah mau
dijadikan apa.Aku ga peduli yang penting dapat uang banyak.Mumpung mas Syamsul
belum pulang.'
Tari lalu menghubungi Agung,"Aku setuju sama ide kamu waktu
itu.Cepetan sini ya!"
Tari lalu mengambil tas ransel bekas milik
Lola,dimasukkannya pakaian2 Wilona ke dalamnya.Wilona ketakutan,'Kenapa
perasaanku ga enak ya?Aku takut...sebaiknya aku kembali ke bandara saja.'
Namun Tari mengkeram lengan Wilona,"Kamu mau kemana heh??Kamu
tunggu aja di sini!Bukannya kamu mau jadi anak yang berguna buat pamanmu?"
Wilona
gemetar,"Apa yang bisa Wilona bantu Bi?Pasti Wilona kerjakan."
Tari tersenyum licik,"Kamu itu benalu tahu ga?Benalu itu
harus disingkirkan.Tapi aku ga mau dong ga dapat untung.Aku udah dibuat susah
sejak kamu disini.Kamu diam aja ntar juga tahu!"
Tari memberikan tas ransel yang sudah diisi pakaian2
Wilona,"Ini barang2 kamu!Sebentar lagi kamu akan datang orang yang akan
memberi kamu kerjaan sekaligus tumpangan."
Wilona
kaget,"Tapi paman apa sudah tahu soal ini Bi?Wilona akan tanya paman
dulu..."
Saat itulah
seorang pria berkulit agak gelap dan berambut ikal datang,"Bagaimana?Apa
semua sudah beres?"
Tari mesem,"Mana uang bagian saya dulu dong!?Baru kamu bisa
bawa dia."
Rupanya pria itulah Agung,"Ini!Ayo anak manis!Kamu ikut
saya...ha..ha.."
Wilona
meronta,"Saya ga mau!!Bibi!Jangan usir Wilona dari sini!Bibi..."
Tari malah sibuk ngitung uang,"Sudah cepat bawa dia!!Sebelum
suamiku kembali!Cepetan!!"
¤¤¤ MAKASAR....
Verrel menatap kagum pada kerumunan massa,"Wow!Banyak sekali.Ga
sangka ya sinetron kita disambut masyarakat seantusias ini."
Bryan melirik
sahabatnya itu,"Bro,tadi kemana saja sih?"
Verrel duduk,"Haus banget nih.Pesen juice apel dong."
Bryan
mengernyitkan dahi,"Juice apel?Sejak kapan kamu suka apel?It must be had
something to do with the girl right?"
Verrel melepas kaca matanya,"Kamu ini ngomong apa sih
Bryan?"
Atha mendekati
kakaknya,"Kak,Mama nelpon tadi.Cemas gitu.Kakak lihat ini deh."
Bryan menepuk dahinya,"OMG!Iya aku lupa.Pak Bimo juga nelpon
tadi.Dia bilang soal kecelakaan pesawat gitu."
Verrel memandang keduanya,"Wait2!Please satu2 ok?"
Atha menghidupkan televisi yang ada di dekat mereka
duduk,"Lihat itu Kak!Berita kecelakaan pesawat yang harusnya kita naiki
tadi jika saja kakak ga sibuk nolongin cewek penjual buah itu."
Di layar tv tampak ditayangkan berita hilangnya pesawat di
perairan dekat Sulawesi.Maskapai yang sama yang harusnya dinaiki oleh Verrel
dan Atha tadi.Verrel malah jadi terpaku,'Wilona...gadis buta itu tanpa dia
sadari telah menghindarkanku dari kematian.Kebutaannya membuatku menghentikan
langkahku menuju maut.Dia bahkan tidak bisa melihatku...'
Atha duduk dekat kakaknya,"Maafkan Atha ya kak?Jika saja
kakak ga nolong cewek itu pasti kita sudah..."
Verrel meraih adiknya itu,"Hush...Ini semua anugerah
Tuhan.Kakak juga tidak tahu kalau pesawat itu akan mengalami kecelakaan."
Atha malah
berkaca2 dibahu kakaknya,"Atha ga bisa bayangin jika saja kita jadi naik
pesawat itu kak...."
Verrel lalu
ingat mamanya,"Gimana dengan Mama?Pasti berita ini bikin mama panik.Hpku
mana?" Atha memberikan hp kakaknya,"Ini kak.Ponsel mama ga aktif.Coba
telpon Pak Bimo aja.Lagipula mama bilang mau terbang ke Makasar."
Verrel menelpon Pak Bimo,"Bim,kamu dimana?Mama kok ga bisa
dihubungi?"
Bimo yang sedang
berada di bandara Adi Sucipto menjawab,"Ini Mas Verrel?"
Verrel
heran,"Ya iyalah.Kamu ini aneh bener pertanyaannya?"
Bimo lega,"Syukurlah Mas Verrel selamat.Ibu cemas sekali lho
mas.Ibu pasti sudah naik pesawat ke Makasar makanya hpnya tidak bisa dihubungi.Kalau
saya masih di Yogya mas."
Verrel kian
heran,"Di Yogya?Jadi mama tadi sampai belain ke Yogya buat ngecek soal
penerbangan itu?Astaga...Terus kenapa kamu masih di Yogya Bim?Kok ga temeni
Mama?"
Bimo menjawab,"Saya sedang mendapat tugas dari Ibu mas."
Verrel
nanya,"Tugas apa?Harusnya kamu temeni mama.Gimana sih kamu Bim?"
Seorang satpam berkata pada Bimo,"Maaf Pak,Pak Syamsul sedang
patroli di area gudang.Tapi kalau bp butuh alamatnya saya bisa kasih tahu
kok."
Bimo menggantung percakapannya dengan Verrel,"Pak Syamsul
yang keponakannya jadi penjual buah di bandara kan?Bapak tahu alamatnya?"
Orang itu
menjawab,"Iya.Saya yang nyariin dia kontrakan dekat sini.Saya juga kenal
dengan keponakannya Wilona kan namanya?Memang ada perlu apa sih?"
Verrel mendengar semuanya,'Pak Bimo nyari Wilona?Apa itu yang
dimaksud tugas dari mama?' Bimo berkata,"Yang pasti saya tidak ada maksud
jahat.Bapak tenang saja.Kalau begitu bapak bisa antar saya ke sana?"
Orang itu menyanggupi,Bimo lalu sambung lagi pembicaraannya dengan
Verrel,"Maaf Mas.Saya harus pause tadi pembicaraannya.Mas Verrel sebaiknya
tunggu Ibu di Makasar.Ya udah Mas saya harus pergi dulu."
Verrel
sebenarnya ingin tanya,"Ya udah Bim."
Verrel malah kepikiran sama Wilona,'Mama mau apa ya nyuruh Pak
Bimo nyari Wilona?Ntar bakal aku tanyain deh ke Mama.'
Atha heran lihat kakaknya,"Kakak kenapa?Kok malah jadi galau
gitu habis telpon Pak Bimo?Mama ga kenapa2 kan?"
Verrel menjawab,"Mama sedang menuju Makasar,Atha.Kamu tenang
ya.Kakak ada di sini."
Atha memeluk
kakaknya,"Kakak benar.Mulai sekarang aku akan nurut deh sama Kakak.Ga akan
bantah kakak.Aku ga mau kehilangan kakak."
Verrel menepuk punggung adiknya itu,"Kakak tidak
kemana2.Ayo,kita ke hotel saja.Kita tunggu Mama di sana."
Verrel bertanya2
dalam hati,'Kenapa aku mencemaskan Wilona ya?Kenal juga baru hari ini tapi
kenapa aku kepikiran dia terus ya?'
Akankah terjadi sesuatu dengan Wilona?***see you next
part***
Part 4 Wiloverrel stories :
BANDARA CINTA
☆☆ YOGYAKARTA...
Bimo mengikuti satpam yang bernama Ujang,"Rumahnya jauh ga
Pak dari sini?"
Orang itu menggeleng,"Deket kok.Kalau ga deket ga akan saya
rekomendasikan ke Syamsul.Saya sama Syamsul itu kawan baik.Teman sejak
SMP."
Bimo dengerin aja orang itu nyerocos cerita soal pertemanannya
dengan paman Wilona,"Jadi karena ketemu pas reuni SMP ya makanya Pak
Syamsul itu bisa kerja di bandara gitu jadi satpam?"
Mereka jalan kaki sambil terus ngobrol,"Benar Mas.Saya
panggil mas saja ya soalnya kayaknya jenengan itu lebih muda dari saya.Oh iya
emang ada perlu apa cari ponakan Si Syamsul?Ponakannya itu kan buta."
Bimo
termangu,'Apa karena kekurangan gadis bernama Wilona itu sehingga Mas Verrel
sampai rela ketinggalan pesawat?'
Ujang menepuk bahu Bimo,"Jenengan kenapa?Malah ngalamun?Apa
Wilona punya salah sama jenengan?"
Bimo menggeleng,"Bukan begitu justru saya mau berterima kasih
pada dia.Majikan saya ingin bertemu begitu ceritanya."
Ujang masih bingung tapi kemudian ia berkata,"Ah itu
rumahnya.Lho itu kan Wilona kenapa dia nangis gitu?Siapa pria itu?"
Bimo segera menoleh,"Oh itu yang namanya Wilona?"
Wilona tengah meronta dari cengkeraman Agung,"Lepaskan
saya!!Saya tidak mau ikut kamu!!" Ujang segera mendekat,"Hey!!Siapa
kamu?Lepaskan Wilona!!"
Bimo juga pasang wajah serem,"Benar! Jelas2 dia ga mau
ikut,main paksa saja!Mau saya laporkan ke polisi dengan tuduhan
penculikan?"
Agung keder dan manggil Tari,"Tari!!Kembalikan uangku!Aku ga
mau dikasuskan.Sini kamu!!"
Tari berkacak pinggang,"Hei Ujang ngapain kamu ikut
campur?Ini itu urusan keluarga aku."
Ujang menarik Wilona ke belakangnya,"Ga bisa gitu
dong.Syamsul itu sahabat aku.Aku tahu betul dia itu sayang sama Wilona.Ga akan
dia jual Wilona ke orang.Awas ya aku aduin Syamsul habis kamu!"
Tari berang,"Terserah aduin aja!!Bilang sama Syamsul kalau
masih mau lihat anak isterinya,dia harus usir Wilona dari rumah.Titik!!"
Wilona berurai air mata,'Segitu bencinya Bibi sama aku.Kasihan
paman.Aku ga boleh ngrepotin paman terus.'
Ujang lalu membawa Wilona ke bandara,menemui Syamsul.Bimo
jadi iba melihat Wilona,'Pantas Mas Verrel sampai perhatian sama dia.Saya aja
langsung merasa ga tega lihatnya.Sebaiknya lapor Ibu aja tapi tunggu beberapa
jam lagi.Ibu pasti masih dalam penerbangan.' Agung ga terima Wilona lepas dari
tangannya,tapi Bimo dengan sigap mengancamnya,"Mas ini ga tahu berurusan
sama siapa.Saya itu punya koneksi polisi bahkan kejaksaan mas.Kalau mas berani
macem2 akan saya laporkan ke kantor polisi!!"
Agung akhirnya
mengambil kembali uang yang ia berikan pada Tari,"Uangnya kuambil
lagi!Enak aja makan gaji buta!Ga ada barang ga ada uang!"
Tari malah masuk rumah sambil banting pintu,"Darr!"
☆☆ PESAWAT...
Windy menatap ke luar jendela,'Aku ga bisa bayangkan jika
kehilangan kedua pangeranku.Tidak.Pantas akhir2 aku mimpi aneh sekali.Aku
selalu mimpi tentang Verrel dan Atha.Aku melihat mereka dibibir jurang.Aku tak
bisa menjangkau mereka.Mimpi itu terus terulang.Setiap kali terbangun aku
berdoa dan aku janji pada Tuhan jika Dia melindungi kedua putraku aku akan
membayar nazarku.Aku akan memberi sedekah lebih lagi.'
Windy tanpa terasa meneteskan air mata teringat betapa
paniknya dia mengetahui pesawat yang harusnya dinaiki kedua anaknya mengalami
kecelakaan.Diusapnya air matanya,'Tuhan,terima kasih Kau kirim malaikat-Mu
menahan langkah Verrel memasuki pesawat itu.Kau kirim gadis penjual buah itu
untuk meluputkan mereka dari maut.Terima kasih ya Allah.'
Kebaikan apakah yang akan dilakukan Windy pada Wilona?Maaf
jika pendek soalnya saya mau lihat konser luar biasa Fildan.***see you next
part***
Cergam 3 : BANDARA CINTA part 1-4
Inilah kisah seorang gadis bernama Wilona.Dia kehilangan orang tuanya
dan penglihatannya dalam sebuah kecelakaan.Kisah ini diinspirasi dari kisah
nyata.Walau ga semuanya he..he..Wilona hidup dalam belas kasihan orang lain
terutama pamannya,Pak Syamsul seorang satpam bandara.Wilona selalu dinasehati
pamannya bahwa Tuhan itu baik.Wilona diajari hidup mandiri.Dia berjualan buah
di dekat bandara.Namun isteri pamannya,Bibi Tari tidak suka dengan kehadiran Wilona
yang menurut dia bikin repot.Lola,putri pamannya juga selalu semena2 pada
Wilona.Wilona berusaha tabah hingga suatu hari ia jualannya ditabrak orang yang
terburu2 mengejar pesawat.Wilona yang buta menarik simpati seorang aktor yang
sedang naik daun,Verrel Bramasta,yang hendak pergi ke Makasar dengan
adiknya,Atha.Verrelpun malah membantu Wilona munguti buah2an yang jatuh dan
kata2 Wilona mengejutkan Verrel,"Apakah Anda ini Tuhan?Kata Paman saya
Tuhan itu sangat baik."
Verrel heran,'Dia buta dan dia bilang Tuhan itu baik?'
Gara2 nolongin Wilona,Verrel
ketinggalan pesawat.Namun ternyata pesawat yang harus dinaiki Verrel itu
ternyata mengalami kecelakaan dan semua penumpangnya tewas.Windy,mama
Verrel,jelas panik mengira Verrel naik pesawat itu.Sementara Verrel kemudian
pergi ke Makasar naik pesawat lain usai memborong dagangan Wilona dan
berkenalan dengannya.Tuan Verrel demikian Wilona memanggil pria yang
menolongnya di bandara.Ia tak tahu bahwa Verrel itu sangat ganteng,kaya raya
dan aktor kondang.Ia hanya tahu bahwa Verrel pria yang sangat baik.Windy
akhirnya tahu bahwa seorang gadis penjual buah tanpa sengaja telah
menyelamatkan putra2nya dari penerbangan maut.Iapun ingin berterima kasih pada
Wilona.Terbanglah ia ke bandara Adi Sucipto.Sayang,Wilona sudah pulang.Ya
iyalah dagangannya diborong Verrel.Wilona malah mau dijual oleh bibinya ke
seorang agen penyalur rumah tangga.Untunglah Windy menyuruh Bimo,bodyguardnya
untuk mencari alamat Wilona.Wilona diselamatkan oleh Bimo....*bersambung*
Part 5 cergam 3 : BANDARA
CINTA
¤¤ Windy tiba di Makasar dan langsung menghubungi kedua
putranya,"Kalian di hotel?Oke mama ke sana ya..."
Vino padahal mau nanyain soal tugas Bimo di Yogya,"Yeah...udah
ditutup sama Mama.Padahal aku ingin tahu soal Wilona..."
Melihat kakaknya bergumam sendiri,Atha geleng2 kepala,'Jatuh cinta itu
ternyata berbahaya...baru kini kulihat kak Verrel bicara sendiri.Aku akan
laporin ini ke mama biar kakak dibawa ke dokter...'
Bryan malah heran lihat Atha mandangi Verrel,"Kamu lihat apa
sih?Sampai berkerut2 gitu alisnya?"
Atha nunjuk ke Verrel yang sekarang malah mondar-mandir kayak setrika,"Tuh!Kak
Verrel.Sejak dari bandara Yogya kayak orang kesambet.Jadi aneh dan linglung
gitu.Apa gitu ya kalau orang sedang kasmaran?"
Bryan gantian yang berkerut alisnya,"Kakakmu,si manusia es itu
kasmaran?Unbelievable.Ga mungkin banget Atha..."
Atha malah ngacir,"Terserah.Kak Bryan mau percaya atau ga.Yang
pasti ini ada hubungannya sama kakak penjual buah itu.Udah biarin aja,malah
bagus kakak begitu.Ga jahilin aku.Aku bisa main game dengan tenang."
Bryan malah jadi liatin Verrel,'Verrel sang idola cewek2 zaman now
kasmaran sama penjual buah?Ha...ha...ada2 aja.'
Bryan duduk dekat Verrel mondar-mandir,"Whats up bro?Gelisah
bener?Harusnya kamu itu bersyukur selamat dari penerbangan maut itu malah kayak
setrika gini.Bisa licin karpetnya bro!"
Verrel menghembuskan nafas kuat2,"Dia telah menyelamatkan
aku,Bryan.Dan hatiku mengatakan dia sedang membutuhkan aku sekarang."
Bryan gumun,"Dia?Must be she right?Jangan bilang apa yang dibilang
adikmu bener.Kamu sedant mikirin cewek penjual buah itu sekarang."
Verrel menghempaskan tubuhnya disebelah Bryan,"Dia punya nama
Bryan..."
Bryan berkata,"Wilona kan?Astaga apa kata media Bro,seorang aktor
ngetop mikirin seorang penjual buah di bandara?Mana ceweknya buta lagi."
Verrel langsung mencengkeram krah baju Bryan,"Jaga bicaramu
Bryan!!Kau tak berhak menghina Wilona!!"
Bryan kaget,"Woaa..easy bro..easy...I just tell the truth
right?"
Saat itulah Windy datang.
***bersambung***
Part 6 》》 BANDARA CINTA
A man...
Windy seneng banget lihat putra sulungnya berdiri di hadapannya,"Verrel
kamu masih hidup Nak?Benar2 masih hidup...Terima kasih Tuhan..."
Verrel girang lihat sang mama datang,"Mama?!"
Keduanya berpelukan,Bryan juga menyapa Windy,"Hello Tante...makin
cantik aja deh..."
Atha datang,"Kak Bryan masak mama aku juga dirayu sih?Dasar
playboy antik!"
Windy juga memeluk Atha erat2,"Putra bungsu mama...mama lega
banget kalian gpp.Selamat semuanya.Untung kalian ga jadi naik pesawat
pertama.Mama ga bisa bayangin kalau kalian jadi naik pesawat itu."
Verrel malah terkenang pada Wilona,'Semua karena aku sibuk nolongin
dia.Ngambilin dagangan buahnya yang berserakan ditabrak orang...Jika bukan
karena dia...aku pasti dah tinggal nama nih...hihh ngerik.'
Atha kasih kode ke mamanya,"Lihat Ma!Sejak lihat kakak cantik
penjual buah di bandara...kak Verrel jadi suka begitu tuh...senyum2 sendiri ga
jelas.Kayaknya perlu diperiksakan ke dokter syaraf deh Ma..."
Verrel mengejar Atha,"Awas ya kamu! Bisik2 apa sama Mama?"
Bryan kini mengerti kenapa Verrel mikirin seorang gadis penjual buah di
bandara,'Gadis itu tanpa disadarinya menyelamatkan seorang aktor ngetop dan
membuat satu keluarga rukun kembali.Biasanya Verrel ga seakrab ini sama
mamanya.Aku jadi penasaran kayak apa sih penjual buah itu?'
Verrel akhirnya bertanya pada mamanya,"Ma,Bimo ngapain sih di
Yogya?Apa ini ada hubungannya dengan Wilona?"
Windy mesem jawabnya,"Tumben kamu kepo gitu,sayang?"
Atha nambahi,"Kakak lagi falling in love,Ma....hi..hi..."
Verrel ngejar Atha,"Atha!Apa2an sih!Sini kamu biar aku piting
kamu!Atha!"
Windy malah ngebel Bimo,"Bagaimana Bim?Ketemu sama gadis
itu?...Bagus.Bawa dia ke Jakarta.Saya masih ada urusan di sini."
Verrel tidak tahu soal itu,ia sibuk
miting Atha.Sedang Bryan sibuk melerai keduanya.Sementara itu di bandara Adi
Sucipto,Yogya,Wilona menemui pamannya,Pak Syamsul yang sudah kelar shift
jaganya.Sang paman heran lihat Wilona membawa barang2 dia,"Kamu kok bawa
tas?Kamu juga kenapa nangis?"
Pak Syamsul juga heran lihat Bimo,"Anda ini siapa?Mau apa sama
keponakan saya?"
Wilona berkata,"Dia bukan orang jahat Paman."
Akankah Pak Syamsul ngijinin Wilona?*bersambung..
Part 7 》》BANDARA
CINTA
Hear....
Wilona ga mau hubungan pamannya dan sang bibi jadi rusak karena
dirinya,'Kasihan paman,aku sudah ngrepoti paman sejak ayah dan ibuku tiada.Apa aku
tega memberitahu seperti apa sikap bibi Tari?Tidak...sebaiknya aku diam saja.'
Pak Syamsul heran,"Wil,kenapa kamu Nak?Kamu mau apa bawa barang2
kamu?"
Wilona jawab,"Wilona mau diajak kerja sama bapak ini Paman.Namanya
Pak Bimo."
Tentu saja Syamsul curiga,"Nak,kamu mau diajak kerja apa?Kamu
kan..."
Pak Bimo yang jawab,"Tenang saja Pak.Saya bukan orang jahat.Justru
saya ke sini mau menolong keponakan Bapak."
Bimo lalu cerita kalau
majikannya punya RS mata jadi Wilona akan dirawat di sana dulu baru akan diajak
kerja.Pak Syamsul masih ga percaya,"Tapi...kenapa majikan Anda begitu baik
sama ponakan saya?"
Bimo lalu menghubungkan Pak
Syamsul dengan Windy by phone.Saat itu Windy sedang mengajak Verrel,Bryan dan
Atha makan diluar merayakan selamatnya Verrel dan Atha dari penerbangan
maut,"Iya Bim?Pamannya gadis itu?Okay...sebentar ya."
Verrel yang tahu kalau Bimo yang nelpon pura2 mau ke toilet padahal
ngikuti mamanya,"Guys,aku ke belakang bentar ya..."
Verrel kepo,'Kenapa mama ga langsung angkat telponnya tadi,kenapa harus
pakai cari spot buat bicara?Apa ini ada hubungannya dengan Wilona?Apa sesuatu
terjadi padanya?Kenapa aku ga tenang gini sih?'
Windy bicara dengan Pak Syamsul,"Begini ya Pak...saya hanya ingin
membalas kebaikan keponakan Bapak yang secara tidak sengaja sudah menyelamatkan
kedua putra saya dari penerbangan maut.Sama sekali saya tidak akan menyakiti
apalagi punya niat jahat pada keponakan Anda...jika Anda mau silakan menemani
keponakan Anda ke RS ..."
Denger kata RS,Verrel langsung panik,sampai bikin suara sehingga Windy
menoleh padanya,"Verrel?Ngapain kamu di situ sayang?"
Verrel mendekat,"Ma...maaf Verrel denger pembicaraan Mama
tadi.Tapi kenapa mama nyebut soal Rumah Sakit emang Wilona kenapa Ma?Wilona ga
kenapa2 kan?"
Windy menutup telponnya dulu,"Maaf ya Pak,kita sambung lagi
nanti."
Windy heran lihat putranya,"Sayang,kamu ini kenapa panik gini?Baru
kali ini lho Mama lihat kamu seperti ini.Kamu mencemaskan gadis penjual buah
itu?"
Verrel grogi,"Ehm..."
Apa jawab Verrel?Tbc
Part 8 》》BANDARA CINTA
Understand not...
Melihat putra sulungnya
gugup,Windy mengerti sesuatu telah terjadi di hati putranya.Didekatinya
Verrel,"Mama baru kali ini lihat putra sulung mama yang terkenal jadi
presenter ini,jadi speechless gini..."
Verrel aja bingung kenapa bisa gitu,"Mama ngomong apa sih?Verrel
cuma mau tahu aja mama kok nyebut2 Rumah Sakit.Soalnya Verrel tahu Mama nyuruh
Bimo stay di Yogya...apa ini ada hubungannya sama Wilona Ma?"
Windy malah makin curiga deh,"Kamu itu ya nyebut nama gadis itu
udah kayak kenal lama banget sama dia.Bukannya baru ketemu di bandara ya?Itupun
karena kamu kasihan kan sama dia?"
Verrel kalau ketebak isi hatinya langsung deh masukin tangan ke saku
celana,"Ehm...kan Mama yang ajarin Verrel buat peduli sama sekitar.Windy
berkata,"Mama itu sudah firasat kamu dan adik kamu dalam bahaya.Mama mimpi
buruk terus akhir2 ini.Makanya Mama ga ijinin kalian ke pernikahan Papa
kalian.Bukan Mama ga ingin kalian dekat sama Papa kalian tapi karena perasaan Mama
ga enak.Hingga Mama denger soal berita kecelakaan pesawat itu...aduh rasanya
tuh jantung Mama dah mau copot!Mama bernazar kalau sampai kalian selamat,Mama
akan berbuat kebaikan lebih lagi,berbagi lebih lagi dan memperhatikan kalian
lebih lagi."
Verrel manggut2,"Terus apa hubungannya sama Wilona?"
Windy tersenyum,"Kepo amat sih anak mama satu ini?Tumben kepo?Apa
karena menyangkut Wilona?Ntar kamu juga tahu...udah ayo lanjut makannya."
Verrel masih penasaran,"Iih Mama kok ga jelasin sih mau apa sama
Wilo...?"
Eh malah diledekin sama Windy,"Uuluhh..uluhh...panggil Wilo
sekarang...udah sok kenal sok deket ya?Mama jadi curiga deh.Jangan2 kalian
emang udah kenal lama ya?"
Verrel jadi tersipu,"Mama ngomong apaan sih?Ya galah lha kenal aja
juga baru itu...di bandara..."
Atha dan Bryan lihatin keduanya,bisik2 gitu mereka,"Kakakmu kenapa
tuh?Mukanya merah gitu?Nyebut2 bandara lagi..."
Atha jawab,"Kayaknya bandara Yogya deh yang dimaksud kak
Verrel...bandara dimana kakak jatuh cinta...wk..wk..wk..makanya mukanya merah
gitu hihi...hi..hi.."
Verrel duduk,"Ngapain kalian bisik2 tetangga gitu?Ngomongin aku
ya?"
Atha malah nyanyi,"Yogya...Yogya...Yogya istimewa...punya bandara
cinta..." Tbc...
Part 9》》BANDARA
CINTA
Mine eye seeth thee...
Verrel ga bisa berhenti mikirin
Wilona,sampai2 ga konsent nyetir dia.Bryan yang jantungan,"Rell!!Udah gila
ya kamu?Hampir aja nabrak motor kan?Udah biar aku aja yang setir.Kamu pindah
sana!!"
Verrel nurut aja,Bryan sampai heran,'Tumben dia ga nyolot
balik?Biasanya paling kesel kalau aku gituin.Apa bener kali ya nih anak lagi
jatuh cinta?Dah kayak orang kesambet gitu...linglung,ga fokus,pikiran entah
kemana,diajak bicara ga nyambung,disoriented,aneh...senyum2 sendiri
pula.Aduh...aku kok jadi penasaran ya kayak gimana sih bentukannya gadis
penjual buah itu?'
Windy sibuk dengan toko kuenya di Makasar,'Mumpung lagi di sini
sempetin ah lihat gimana bisnis kuliner aku.Lagian sambil nunggu job Verrel di
Makasar kelar.Masih ada siaran radio gitu...untungnya soal Wilona dah dihandle Bimo.Aku
tenang...putra2ku baik2 saja dan aku sudah siapin semua buat gadis
itu...payback soon begin.'
Rani menghubungi seseorang,"Rudy,aku punya pasien khusus untuk
kamu tangani...asistenku yang akan mengantarkannya...please ya Rudi,ini kasus
khusus...handle with care will you?"
George Rudy memang penanggung jawab Rumah Sakit Mata yang dimiliki
Windy,"Sure Wind!I will do the best for you...don't worry..."
Lega deh Windy mendengarnya,"Pokoknya kamu lakukan apa saja buat
dia bisa melihat lagi...kalau perlu carikan donor mata.Soal biaya semua akan
jadi tanggungan aku..okay Rudy?"
Rudi malah penasaran,'Kenapa pasien ini begitu spesial ya buat Windy?'
Bukan cuma Dr.Rudy aja yang gegana,Verrel bahkan mondar mandir ga jelas
di kamar,'Mama ga jelasin mau apa dengan Wilona.Bimo juga ga mau bilang.Mau ke
Yogya disini masih belum kelar.Aduh...aku cuma pingin tahu Wilona gimana
keadaannya...gimana ya?Hatiku ga tenang nih...'
Atha sampai pening lihatnya,"Kakak!!Udah dong nutupi nih!Aku lagi
main game nih!Bisa ga sih liwar liwirnya ga di depan tv?Kesana dikit kek..atau
video call sama siapa kek...huhhhh!"
Verrel terhenti langkahnya,'Iya ya?Kenapa aku ga kepikiran sampai
sana?Aku video call aja sama Bimo suruh dia liatin kondisi Wilona.Aha!!'
Wah Atha langsung diuyel2 rambutnya sama Verrel,"Kamu
jenius!!Brilian!Adik aku yang pintar!"
Kenapa tuh Verrel?Bersambung
Part 10 》》 BANDARA CINTA
Called the name...
Wilona kini sudah berada di RS
mata di daerah Solo.Sepanjang jalan ia hanya diam duduk ditemani sang paman
yang jelas milih nemeni karena merasa dititipi sama mendiang ortunya dulu.Bagi
Syamsul,"Paman itu anggap kamu sebagai anak paman sendiri.Dulu orang tua
kamu sudah banyak nolong paman.Pamali ga inget kebaikan orang.Makanya paman
tulus jaga kamu.Kamu tenang aja soal bibimu,biar paman yang tangani."
Wilona lebih tenang ada pamannya menemani dia di RS Mata,'Walaupun aku
tak bisa melihat rencana Tuhan dalam hidupku.Tapi aku percaya bahwa Dia tak
akan membiarkan aku menghadapi semuanya sendirian.Walaupun aku tak dapat
berharap akan kenyataan hidupku,namun Dia selalu mengirim pertolongan dan
pemeliharaan-Nya.'
Wilona jadi ingat pada satu nama,'Tuan Verrel...dia juga malaikat yang
dikirim Tuhan untuk menolongku...bagaimana kabarnya ya?Moga sudah selamat
sampai tujuan...'
Melewati ruang tunggu pas ditayangkan acara meet n greet Verrel di
Makasar,Wilona berhenti langkahnya kala mendengar nama Verrel
disebut2,"Makin naik daun ya aktor ngetop itu...Verrel
Bramasta.Sinetronnya top rating,belum acara reality shownya...belum
lagu2nya...wah hebat ya..."
Wilona bergumam,"Tuan Verrel...?"
Pak Syamsul ingat,"Oh pria muda yang waktu di bandara itu
kan?Kenapa Nak?"
Wilona mau jawab eh diteriakin sama salah satu
pengunjung,"Mbak!!Jangan berdiri di situ dong...tvnya kan ketutup.Ga lihat
ya?"
Emang!Dasar pengunjung zaman
now...nyolot aja!Waduh sing emosi malah yang nulis.Kepriben arek?Ups sisa2
kemarin...
Wilona minta maaf,"Maaf saya memang buta..."
Nunggu dipanggil,Wilona duduk dekat taman.Pas moment itulah Verrel
video call sama Bimo,"Bim!Kamu dimana?Wilona sama kamu kan?"
Pak Bimo bingung juga jawabnya,'Aduh gimana nih?Kata Bu Windy kan misi
ini rahasia.Mas Verrel ga boleh tahu.Biar fokus ngerjain jobnya.Tapi malah
nelponi saya melulu...waduh...'
Verrel ga sabar,"Bim...ya udah kalau ga mau bilang.Tunjukin aja
keadaan Wilona...aku cemas Bim...please...dia ga kenapa2 kan Bim?Aku janji ga
akan bilang ke Mama...promise!!"
Bimo ngalah deh,"Baiklah tapi jangan bersuara ya Mas...saya kasih
lihat mbak Wilona...tuh dia.."Lagi apa?Tbc......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar