I AM HIS QUEEN PART 451-460


Part 451**I AM HIS QUEEN

New Man...

Saat akan masuk ke ruangan Laras,Vino melihat Bimo dan Revan didepan pintu masuk,'Bimo ga masalah tapi Revan...aku ga boleh gugup.Vino tenang Vin....Laras tinggal selangkah lagi bisa kau temui.Wanita yang kaucintai ada dibalik pintu itu.'

Sambil membawa peralatan kebersihan,Vino mendekat.Norman mengirim wa ke Bimo,'Mas Vino masih hidup.Mas Sean juga.Sekarang saya diluar dengan Mas Sean.Mas Vino masuk ke dalam RS.Menyamar jadi Cleaning Service.'

Bimo terpana membacanya dan segera melihat sekitarnya,'Apa petugas yang berkumis itu?'

Vino pura2 ngepel area depan dulu sambil memberi kode ke Bimo.Bimo malah berkaca2 menahan bahagia,'Mas Vino masih hidup...Terima kasih ya Tuhan...Coba ga ada Mas Revan da sini sudah kupeluk erat Mas Vino.Ya ampun Mas Vino jadi cleaning service.Ga level banget...'

Bimo mendekati Vino,"Sebelah dalam juga tolong dibersihkan ya..ada serpihan kaca tadi ada gelas yang pecah..."

Revan tiba2 berkata,"Tunggu dulu!"

Vino dan Bimo sama2 tegang,Vino berhenti melangkah.Bimo segera menghalangi pandangan Revan pada Vino,"Ada apa Mas Revan?Pecahan kaca itu harus segera dibersihkan.Bagaimana jika mbak Laras kena?"

Revan berkata,"Petugas cleaning service kok potongannya gondrong kayak gini?Bersihin diri sendiri saja ga becus gimana mau jaga kebersihan di sini?Aku mau minta ganti saja petugasnya!"

Untunglah Rani datang dari dalam,"Revan kamu ini jangan bikin ribut di RS.Kasihan Laras sampai kaget.Udah kamu ikut Mama saja cari makan.Kamu belum makan kan sejak tadi.Ayo!"

Vino dan Bimo lega lihat Revan dibawa pergi oleh Rani.Bersambung....



 Part 452**I AM HIS QUEEN

Who art thou...

Bimo tak kuasa menahan air matanya melihat majikannya berdiri di hadapannya dalam keadaan hidup,"Mas...Ini benar nyata kan Mas?Saya ga mimpi kan?"

Vino mengangguk haru,"Iya Bim.Ini saya...tolong jangan sebut nama saya,siapa tahu saja ada anak buah Marco di sini...Isteri saya baik2 saja kan Bim?"

Bimo mengangguk sambil menyeka air matanya,"Iya Mas...Bu Rani memutuskan mbak Laras biar di RS saja lebih aman karena ini kelahiran anak pertama.Masuklah Mas...temui mbak Laras.Dia sangat merindukan Mas...Mas masuk saja.Biar saya yang jaga diluar.Kalau ada apa2 akan saya beritahu."

Vino memeluk Bimo,"Makasih ya Bim.Sudah menjaga keluarga Adijaya terutama Laras dan anakku.Aku masuk dulu..."

Vino masuk ke dalam.

Laras tengah mengelus2 perutnya sambil membelakangi pintu saat Vino masuk,"Dedek bayi...kira2 papa kamu datang ga ya pas kamu lahir?Kalau kamu nendang dua kali berarti papa datang jika cuma sekali berarti ga."

Bilang gitu sambil nangis Larasnya,Vino juga nahan tangis lihat sosok isterinya berdiri tak jauh darinya,'Sayang,...aku di sini.Aku datang...'

Dedek bayi tahu papanya datang,langsung nendang dia,"Duk!Duk!"

Jelas Laras kesakitan,"Auww!"

Terhuyung deh Laras hampir jatuh tapi sepasang lengan kuat menahan tubuhnya.

Laras dipeluk Vino dari belakang,jelas Laras kaget,"Oh...hampir saja.Terima kasih.Saya gpp...kamu petugas kebersihan ya?"

Vino mengangguk kelu dia saking harunya.

Dedek bayi berulah lagi,nendang2 lagi dia,"Buk!Buk!"

Laras meringis kesakitan dan saat itulah Vino ga bisa menahan kecemasannya,"Sayang,kamu gpp?"

Laras tercekat,'Suara ini?'

Sementara itu Revan ga mau makan di kantin RS,"Ma,makannya di kamar Laras saja ok?Revan cemas nih ninggalin Laras."

Rani tersenyum,"Mama senang kamu penuh perhatian pada keluargamu."

Revan mesem,"Jelaslah Ma,Walaupun Laras itu isteri adik tiri aku tapi bagi aku dia itu kini adalah tanggung jawabku Ma...Makanannya dibungkus saja makan di dalam oke?"

Rani mengalah,"Baiklah..."

Sementara itu Norman wa Bimo,"Gimana dah ketemu sama Mas Vino?"

Bimo jawab,"Sudah.Kerja bagus Man!Kamu bisa nemuin Mas Vino dan Mas Sean.Sekarang Mas Vino sedang menemui mbak Laras."Bersambung.....



 Part 453**I AM HIS QUEEN

Access To Breakthrough...

Laras takkan lupa pada suara yang begitu ia rindukan dan begitu ia hafal,spontan ia memandang ke arah pria yang mengaku sebagai cleaning service itu,"Kamu...."

Meski memakai kumis,meski pakai seragam petugas kebersihan,meski tampilan rambut beda namun sinar mata pria di depannya jelas menunjukkan siapa dia sebenarnya,mata yang selama ini menatap penuh cinta,mata yang sama2 berkaca2 dan tangan yang terulur membelai wajahnya dengan gerakan yang ia familiar betul,"Vino...benar ini kamu kan?"

Vino menahan tangis tapi tak bisa,air mata berlinang di pipinya,sang isteri mengenalinya.Dibelainya pipi sang isteri yang karena hamil jadi lebih chubby itu,"Ras,ini aku...Vinomu kembali...sudah kembali..."

Laras juga berderai air mata bahagia,lega,rindu dan haru jadi satu,langsung menghambur dia ke pelukan pria yang ia cintai,"Kamu dari mana saja?Huhu...kenapa ga bilang apa2 sama aku?Huuu...Aku cemas tahu...Aku takut kamu kenapa2...hu...hu..."

Vino memeluk sang isteri yang menangis,"Maafkan aku sayang...ada yang ingin memisahkan kita...ceritanya sangat panjang..."

Laras mengusap wajah suaminya,"Rambutmu jadi panjang...kumis ini palsu ya?Aku merindukanmu..."

Vino melepas kumis palsunya dan mencium bibir Laras penuh kerinduan.♥♥

Dedek bayi juga kangen papanya,nendang2 lagi,"Buk!Buk!"

Laras mengaduh memegangi perutnya,"Auw..."

Vino dengan penuh sayang membelai perut sang isteri,"Dedek bayi...Papa pulang sayang...makasih ya udah jagain mama selama papa ga ada...kamu baik kan didalam sana sayang?"

Laras terharu melihat Vino bersimpuh mencium perutnya,"Jangan pergi lagi ya Vin?Hiks..."

Vino mengangguk haru,"Aku akan selalu di sisimu...bagaimanapun caranya..."

Laras heran,"Kenapa kamu harus menyamar Vin?Apa orang yang ingin kita berpisah ada di dekat sini?Apa Revan orangnya?"

Vino hendak memberitahu tapi terdengar ketukan di pintu,"Tok!Tok!"

Vino mengerti itu kode dari Bimo bahwa ada yang datang,"Ras,jangan beritahu siapapun termasuk mama bahwa aku di sini....okay?"

Laras menurut walau masih bingung,"Iya..."

Vino segera membersihkan serpihan kaca di lantai sementara itu Bimo deg2an karena Revan dan Rani kembali.Bersambung.......



Part 454**I AM HIS QUEEN

Greatly loved...

Bimo mencoba mengulur waktu,"Mas Revan dan Bu Rani cepat sekali kembalinya?Ga jadi makan ya?Atau mau makan di luar saja?"

Revan heran,"Kamu ga lihat nih kami bawa bungkusan?Bantuin bawa kek malah kayak reporter.Nanya melulu.Rempong nian kayak Anabel kamu Bim.Sudah minggir kami mau masuk!"

Bimo berkata,"Tapi didalam masih dibersihkan Mas...Sebaiknya tunggu sampai selesai dibersihkan."

Revan kesal,"Sejak tadi belum kelar bersihinnya?Lama!!Sudah aku bilang tuh petugas ga akan becus kerja.Biar aku marahi dia!"

Revan masuk paksa,Laras baru nyadar,'Ya ampun Vino belum pakai kumis palsunya.Aduh...gimana nih?'

Laras segera mengambil masker surgical yang ia punya dan menghalangi Revan melihat ke arah Vino yang tengah jongkok bersihin serpihan kaca,"Ehmm...Mama sama Revan kalian bawa apa itu?Aku lapar nih..."

Revan jadi lupa mau marah sama Vino,"Ini Ras aku beli juga buat kamu...siapa tahu aja kamu lapar.Eh feelingku bener kan?"

Rani ditelpon Anabella,"Iya Anabel?Oh ya bawa saja berkasnya ke sini.Soal salary karyawan ga boleh ditunda.Harus diberikan tepat pada waktunya.Kamu ke sini ya nanti aku wa kamarnya."

Kala Revan sibuk dengan makanan,Laras memberikan masker surgical pada Vino.Vino lega,dia  nyari2 kumisnya ga ketemu kayaknya jatuh tadi pas dia mencium Laras.Weeleh....

Vino segera memakai masker surgicalnya dan mau keluar ruangan eh Revan nahan,"Eh kamu sini!!"

Laras dan Bimo keder,'Waduh...mau apa lagi nih?'

Vino nunduk dan mendekat ke arah Revan,"Iya Pak?"

Suaranya dibikin beda biar ga ngenali Revannya.Revan malah berkacak pinggang,"Kamu baru ya?Bersihin kayak gitu aja seabad!Kita itu mau makan butuh ruangan yang steril.Bersih.Kerja itu cak cek gitu lho!Kerja kayak siput!Ga pakai Id card lagi.Nama kamu siapa?"

Vino jawab,"Adi Pak."

Laras mendekat,ga tega dia melihat sang suami diperlakukan kayak gitu,"Van sudah deh biarin dia kerja,udah selesai juga..Biar buruan dibuang sampahnya.Aku miris lihat pecahan kaca."

Revan sok kuasa,"Ya udah sana!!Buruan buang tuh sampah!Sana pergi!Ganggu pemandangan aja!Penuh kuman lagi!"

Vino segera pergi,sempat pamitan sama Laras,"Mari Nyonya..."

Rasanya Laras ingin ikut pergi,'Vino..'Tbc.......


Part 455**I AM HIS QUEEN

Medical Mission...

Vino keluar dari ruangan,'Terima kasih sayang,untung kamu kasih aku masker.Gimana kalau ga...aneh kemana jatuhnya kumis palsu aku tadi ya...aku harus kembali ke mobil nih.'

Sean langsung ditext sama Vino,"Man,Vino menuju kemari.Segera lihat situasi diluar.Aman ga?"

Vino dibantu Bimo keluar,"Mas,nanti kalau ada apa2 saya pasti kasih kabar."

Sementara Revan menemukan sesuatu menempel di sepatunya,'Apa sih ini kok kayak ada yang nempel di sepatu aku?Ini kayak kumis deh...oh...tunggu dulu...berarti cleaning service tadi aslinya ga berkumis?Aneh...aku harus cari tahu soal dia.'

Laras melihat Revan megang sesuatu,'Itu kan kumis palsunya Vino...aduh,aku harus warning nih ke Vino...tapi gimana caranya ya...oh Pak Bimo...'

Revan berdiri,"Aku mau pergi dulu Ras..."

Laras berusaha mencegah,"Mau kemana Van?Katanya mau temeni aku makan?Kok malah pergi?"

Revan berdalih,"Ehm ke toilet aja kok..."

Rani nyeletuk,"Lho toiletnya kan di dalam ada.Ngapain keluar?"

Revan jawab,"Diluar aja Ma...soalnya sekalian cari udara segar..."

Rani heran,"Tadi diluar minta makan di sini.Begitu di sini malah keluar.Kamu itu sebenarnya kenapa sih Van?"

Revan kesal sama mamanya,'Sial!Mami kok malah bikin aku mati gaya sih...'

Revan cari akal,"Revan mau beli minuman Ma...Lupa tadi."

Laras segera text Bimo,'Revan sepertinya curiga...cepat ikuti dia.'

Bimo segera nyerahin area situ ke bodyguard lain dan segera ngikuti Revan,'Mas Revan ke bagian administrasi...'

Revan nanya petugas di sana,"Mbak,cleaning service bernama Adi ada ga?Orangnya bertugas tadi di ruang VVip sana..."

Namun yang namanya Adi ternyata banyak,nama pasaran rupanya weleh...,"Adi siapa ya Mas?Adi Nugroho?Adi Laksono?Adi Pratama...Adiguna...Adi Candra...Banyak yang namanya pakai Adi Mas..."

Revan berpikir,'Mending aku kejar ke ruangan cleaning service saja.'

Revan cabut dan mencari di setiap sudut area tapi ga ada,'Kemana orangnya ya?'

Revan tak tahu bahwa saat dia nanyai petugas,Bimo ngumpetin Vino di ruang dokter,"Buruan sini Mas...sembunyi di sini saja."

Revan sampai diluar dekat mobil dimana Norman dan Sean berada.Langsung saja Sean dan Norman sembunyi,"Gawat!Itu Revan."

Bersambung.....

 Part 456**I AM HIS QUEEN

Make straight the way...

Revan mengedarkan pandangan,'Kemana ya cleaning service itu?Apa maksud dia pakai kumis palsu segala?'

Pas moment itu Bimo nelpon hpnya Norman,jelas suaranya menarik perhatian Revan,'Kayak ada bunyi dering hp...Apa ada orang sembunyi di salah satu mobil ini?Kayaknya dari mobil itu deh...'

Sean dan Norman panik,ndelik mereka diantara jok.Norman segera matiin hpnya dan kirim text,'Maaf Pak Bimo,kondisinya lagi gawat.Mas Revan di sini.Di parkiran mobil.'

Revan kian dekat dengan mobil Norman,'Kayaknya beneran di sini tadi suaranya.Aku harus periksa mobil ini.'

Baru mau nengok ke dalam eh tiba2 ada mobil datang,"Din!Din!!"

Revan kaget,'Siapa sih ganggu aja!'

Sean terpana mendengar suara orang yang keluar dari mobil yang baru datang tadi,"Revan,mau apa kau di sini?Mau mendekati Laras ya?Mau mendapat simpati dia bukan?"

Revan tersenyum sinis,"Sandra...seharusnya aku yang bertanya demikian kepadamu.Kau ini ibarat kacang lupa kulitnya.Kau lupa ya kau itu yang membantuku melenyapkan adik tiriku.Apa perlu kuingatkan juga bahwa sekretaris adik tiriku juga ikut lenyap karenanya?"

Sandra menatap tajam pada Revan,"Kau jahat!Kau membuatku kehilangan Sean!!Aku benci kamu!!I hate you!!"

Revan terkekeh,"Whoaa!!Kenapa kau salahkan aku?Itu salah Sean sendiri.Kenapa dia ikut campur urusanku?Dan kau awas saja jika berani membuka keterlibatanku di depan Laras.Aku akan melenyapkan bayi yang ada dalam kandungannya.Ingat itu!"

Revan pergi karena hpnya bunyi,"Iya Ma?Apa Laras mau melahirkan?Ya ya...Revan segera ke sana!!"

Sandra mendengarnya dan bergegas mengikuti Revan menuju ruangan Laras.Sementara Sean ga sangka mendengar semuanya,'Jadi Sandra merasa kehilangan diriku?'

Norman lega mereka selamat,"Pyuhh...hampir saja.Untung ada mbak Sandra."

Sementara itu Rani panik menghubungi Bimo,"Ya ampun kok ga bisa2 sih?Kemana Bimo?"

Laras merasakan kontraksi di perutnya,"Auww...Mama...sakit...Laras mau Vino Ma...auww..."

Rani bingung,'Aduh...gimana mau bilang ke Laras kalau Vino masih belum ditemukan?Bahkan kemungkinan besar sudah tiada...kasihan kamu menantuku...'

Rani berkata pada Lastri,"Cepet panggil dokter!!Laras mau melahirkan!!"

Tbc........

 Part 457** I AM HIS QUEEN

The Good Doctor...

Lastri heboh nyari dokter sedang Rani berusaha menenangkan Laras yang mengerang kesakitan,"Ma...Laras mau Vino Ma.."

Laras segera dibawa ke ruang bersalin.Revan datang,"Ras,aku disini Ras....kamu tenang ya..."

Sandra batin,'Dasar muka seribu...tega ya kamu mencelakai keluarga kamu sendiri.Kasihan Laras....disaat mau melahirkan ga ada sang suami didekatnya...'

Bimo minta Vino sembunyi dulu sementara dia akan melihat keadaan,"Mas tunggu sini ya...saya segera kembali."

Bimo malah papasan sama Anabel,"Bim,kamu ini darimana saja.Saat genting malah ngilang..."

Bimo lihat Bu Rani tampak cemas,"Memang ada apa?"

Rani mendekat,"Laras Bim.Laras mau melahirkan.Dia nyariin Vino Bim...ini gimana?"

Bimo lihat ada Revan,'Waduh gimana mau bawa Mas Vino ke tempat mbak Laras....ga mungkin nyamar jadi cleaning service lagi.'

Revan malah berharap yang ga3,'Semoga bayinya mati dalam kandungan.Dengan begitu aku ga perlu repot2 nyingkirin dia.'

Saat itulah dokter keluar,"Pasien saya sarankan dioperasi cesar saja karena air ketubannya sudah pecah duluan tapi tak ada pembukaan.Suami pasien dimana ya?Kami butuh persetujuannya untuk segera melakukan tindakan tersebut."

Rani bingung jawab,Revan diem aja,'Bagus,anak itu pasti ga akan selamat.Aku ga mau ah teken.Biar aja bayinya mati.'

Pak Syamsul akhirnya yang maju,"Saya ayah dari pasien Dok.Saya yang akan teken berkasnya."

Dokternya berkata,"Mari ke ruangan saya Pak."

Bimo inget kalau Vino di ruangan dokter,'Wah,Mas Vino kan sembunyi di sana.Aku harus ikut Pak Syamsul.'

Sementara Vino mendengar langkah kaki,'Sepertinya ada orang menuju kemari.Aku harus sembunyi.Tapi mau sembunyi dimana?'

Dokter masuk ke ruangannya,Vino sembunyi di balik pintu,

Bimo ikut masuk dan melihat Vino dibalik pintu,'Untung saja Mas Vino sigap.Mas Revan kayaknya ga ngikutin kemari.'

Dokternya menyiapkan berkas,Pak Syamsul tampak cemas,"Cepat lakukan operasinya Dok!Selamatkan cucu dan anak saya.Mana berkas2 yang harus saya tanda tangani?"

Vino mendengarkan,'Ayah?Operasi?Apa Laras dalam bahaya?Aku harus tahu.'

Dokternya bertanya,"Suami pasien berhalangan ya?Sampai bapak yang tanda tangan...tak apa ini berkasnya."

Bersambung



Part 458** I AM HIS QUEEN

Brought him to...

Dokternya memberikan pena,"Silakan Bapak tanda tangan di sini."

Pak Syamsul siap teken,'Andai saja ada Vino di sini...Laras pasti akan tenang melahirkan...'

Vino ga tahan lagi,"Tunggu Ayah!"

Jelas Pak Syamsul kaget,'Seperti suara Nak Vino...'

Dokter kaget juga,"Anda ini siapa?Kenapa bisa ada di ruangan saya?"

Bimo celingukan,'Waduh...gimana kalau Mas Revan nyusul kemari?'

Pak Syamsul mengenali pria gondrong di hadapannya,"Nak Vino?Ini benar kamu Nak?"

Dokter heran,"Bapak kenal dengan pria ini?"

Vino dipeluk Pak Syamsul,"Dia suami anak saya Dok.Terima kasih Tuhan...menantu saya akhirnya kembali."

Vino berkata,"Dok,saya suami Laras.Apa yang terjadi pada isteri dan bayi saya Dok?"

Dokter menjelaskan,"Isteri Anda harus segera di operasi.Jika tetap menunggu pembukaan seperti dalam kelahiran normal kemungkinan resiko bahayanya lebih besar."

Vino segera mengambil pena,"Saya yang tanda tangan Dok.Selamatkan keduanya.Lakukan yang terbaik."

Vino juga meminta untuk dia bisa berada disamping Laras,"Saya mohon bantu saya Dok.Kondisinya sulit dijelaskan.Yang pasti saya ingin berada di dekat isteri saya.Dokter bisa membantu saya?"

Sementara itu Rani mondar-mandir,"Pak Syamsul lama amat tanda tangan gitu aja...biar mama susul ya.Kamu tunggu sini saja siapa tahu Laras butuh apa2."

Revan malah mikir,'Biar aja lama.Malah bagus kalau ga segera ada tindakan.Jika bayinya mati pasti Laras akan menyalahkan absennya Vino.Dia akan benci Vino dan moment itu aku akan selalu di sisi dia.Dapat deh hatinya...aku cegah mama aja.'

Revan mengejar Rani,"Ma,udah ga usah nyusul Pak Syamsul.Di sini saja.Ntar juga balik Pak Syamsulnya...Namanya juga orang kampung makanya hal simple jadi ribet ngerjainnya."

Ga lama bener datang Pak Syamsul diikuti Bimo,"Tuh mereka Ma!"

Rani bertanya,"Bagaimana Pak?Semua prosedur administrasi sudah selesai kan?"

Pak Syamsul jawab,"Sudah.Sudah diteken semua.Sebentar lagi team dokter akan segera melakukan tindakan medis."

Bimo lega Pak Syamsul ga nyebut soal Vino,'Pak Syamsul sepertinya lebih paham situasi.Mungkin karena trauma pernah disekap Mas Revan.Makanya lebih waspada bila ada Mas Revan.'

Bagaimana Vino bisa masuk?Tbc..

 Part 459**I AM HIS QUEEN

He who walk ...

Laras mengaduh kesakitan,"Vin...kamu dimana?Aku butuh kamu..."

Perawat mencoba menenangkan,"Tenang ya Nyonya...team dokter sedang bersiap.Ruang operasi juga sedang disiapkan..."

Rani lega kala melihat team dokter berjalan ke arah ruang operasi,"Akhirnya cucuku akan segera lahir."

Dokter kandungan yang menangani Laras didampingi 3 orang yang memakai jas lab semua,salah satu diantaranya adalah Vino.Memakai masker dan rambut diikat tertutup oleh atribut operasi,'Untung dokter mau membantuku.Menyamar menjadi dokter memang akses masuk untuk menemui Laras tanpa dicurigai.'

Revan melihat ke arah para dokter,'Aku harus hentikan mereka atau setidaknya mengulur waktu...biar terlambat penanganannya.'

Revan menghadang team dokter,"Tunggu Dokter!"

Dokter utamanya berhenti,"Apa pihak keluarga keberatan dengan tindakan medis ini?"

Rani heran dengan sikap Revan,"Van,kamu ini kenapa malah menghentikan mereka?Biarkan mereka segera menangani Laras.Ini masalah nyawa!"

Revan berkata,"Begini Dok...kenapa banyak sekali dokter yang masuk ruang operasi?Apa kondisi pasien begitu gawat?"

Dokternya berkata,"Memang sudah menjadi ketentuan kami bahwa ada 4 dokter didalam ruang operasi.Selain saya sebagai dokter utama,juga ada dokter psikologi dan yang lainnya.Maaf kami mengejar waktu.Permisi!"

Vino lewat di depan Revan,mata mereka beradu pandang.Revan seperti familiar dengan mata itu,'Mata itu...seperti ga asing tatapannya...'

Vino masuk ke ruangan operasi.Revan dimarahi Rani,"Mama ga suka kamu menghambat mereka bekerja.Sikap kamu tadi membahayakan keselamatan cucu Mama.Katanya kamu peduli.Inikah cara kamu menunjukkan kepedulian kamu?"

Bimo menghembuskan nafas lega,'Pyuhh...akhirnya Mas Vino bisa menemani Mbak Laras dalam proses kelahiran.'

Sandra menenangkan Rani,"Sudah Tante.Tante yang tenang ya...sebaiknya kita berdoa supaya Laras dan bayinya baik2 saja."

Pak Syamsul nampak tenang,'Semua akan baik2 saja karena Nak Vino sudah kembali.Putriku dan cucuku akan baik2 saja.Amin.'

Sandra malah heran,'Kenapa Pak Bimo dan Pak Syamsul terlihat begitu tenang ya setelah team dokter itu masuk ke ruang operasi?Padahal tadi mereka tampak cemas gitu.'

Bersambung.

 Part 460**I AM HIS QUEEN

His coming...

Revan terus berharap,'Semoga bayinya ga selamat.Kehabisan air ketuban duluan.Kalau Laras sih pasti selamat.Dia itu wanita yang kuat.'

Laras sendiri terus mengharap kedatangan Vino,'Vino...kamu dimana?Anak kita mau lahir Vin.Tahu kamu datang dia pingin cepat2 keluar Vin...'

Hingga team dokter masuk,Laras melihat dokter utama,"Operasi akan dilakukan dan kami akan melakukan anestesi terlebih dulu.Untuk itu kami memberikan pendampingan dokter psikolog untuk Nyonya."

Laras berkata,"Yang saya inginkan suami saya mendampingi saya Dok...saya mohon panggil dia Dok..."

Dokter utamanya tersenyum,"Lihat dulu baik2 dokter psikologis kami..."

Vino mendekat dan memandang Laras,kedua pasang mata itu bertemu.Laras tersenyum bahagia dan mengulurkan tangannya.

Vino membuka maskernya dan memegang tangan Laras,"Sayang...ini aku...aku disini ...kamu ga sendirian sayang..."

Laras tenang kini,"Kamu memang selalu memenuhi janjimu Vin...aku tahu itu...kamu pasti datang."

Vino mencium kening sang isteri,"Aku menyetujui dilakukan operasi cesar karena kalau kamu melahirkan secara normal resikonya besar sayang.Kamu gpp kan?"

Laras mengangguk,"Aku yakin pada keputusanmu Vin...itu pasti yang terbaik.Aku tenang ada kamu di sisi aku."

Dokter utama lega karena pasien lebih tenang kini,"Operasi kita mulai!"

Sepanjang operasi Laras terus memandang Vino,tangan mereka saling menggenggam.Berdoa bersama,'Tuhan,jagai anak kami.Biar lancar operasinya.Sehat dan normal kondisi bayinya.Beri kami kepercayaan untuk memelihara dan menjaga anugerah-Mu.Anak pertama kami.'

Saat dokter utama mengambil bayinya dari perut Laras,ia tersenyum,"Laki2..."

Sang bayi segera dibersihkan dan diberikan pada Laras,"Selamat ya.Putranya sangat tampan."

Vino terharu melihatnya,"Alvarell..."

Laras melanjutkan,"Alvino Adijaya..."

Vino mengusap bayi mungil yang mencari kehangatan mamanya,"Anak pertama kita...Alvarell Alvino Adijaya.Terima kasih Tuhan atas anugerah-Mu.Terima kasih sayangku...sudah memberiku kebahagiaan luar biasa.Sudah melahirkan anak pertama kita.Halo Alva...ini papa sayang...welcome to Adijaya Family."

Laras menangis haru,"Dia kemerahan Vin...benar2 mirip kamu..."Tbc........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar