ROMANSA ANGEL KHAN EPS TERAKHIR (41)

 

EPS 41 ROMANSA ANGEL KHAN (TAMAT)

RS MEDICA….

            Tak dapat dipungkiri betapa paniknya Angel,melihat Miller tergolek dengan perban di perutnya.Miller kritis dan dokter mengatakan Miller masih belum sadar dan sementara hanya boleh ditunggui oleh satu orang saja.Karena sedang pandemic corona maka Angellah yang memilih menunggui Miller.Siang malam ia mengajak Miller bicara,”Bangun Miller,kau harus bertahan demi aku,demi anak kita.Kau seorang ayah Miller.”

           Kevin sendiri bersama team kepolisian menyelidiki siapa pelaku penusukan Miller.CCTV diperiksa dan ketahuanlah kalau pelakunya adalah Rio.Riopun ditangkap dan masuk penjara.Miller akhirnya sadar dan melihat Angel tertidur di dekat pembaringannya,”Sayang….dimana ini?”

Angel merasakan ada yang mengelus kepalanya,wajahnya berbinar melihat Miller sudah sadar,”Miller,akhirnya kau sadar.Kau ada di RS.Rio menusukmu tapi dia sudah ditangkap polisi.”

Miller terkejut mendengarnya,”Rio yang menusukku?Sebegitu bencinya dia padaku.”

Angel membantu Miller untuk duduk di ranjangnya,”Perutmu masih sakit tidak?Kau membuatku takut…”

Miller meraih sang isteri dalam pelukannya,”Memang masih nyeri sedikit tapi aku ini pria yang kuat lagipula aku melihatmu dalam alam bawah sadarku,kau menangis tapi…ada yang aneh..”

Angel memandang heran pada suaminya yang masih pucat itu,”Aku terus memohon pada Tuhan untuk mengembalikanmu padaku.Aku terus menangis di sisi pembaringanmu…mungkin itu yang kau dengar..”

Miller coba mengingat,”Aku memang melihatmu menangis tapi tangisan yang kudengar adalah tangisan bayi,Kok bisa begitu ya?Suara bayi itu jelas sekali saat aku semakin mendekatimu…lalu aku terbangun…”

Angel meraih tangan Miller dan meletakkannya diatas perutnya,”Itu tidak aneh sayang,karena aku sekarang memang sedang hamil.Kau akan jadi ayah,Khan.”

Miller terpana bahagia,”Apa?!Aku jadi ayah?Yes!!!Yes!!!”

Miller begitu gembira sampai lupa kalau ia masih sakit,”Auuchhh….”

Angel terharu,”Jangan terlalu banyak bergerak dulu,kau belum sembuh.”

Miller akhirnya keluar dari RS dan menemui Rio di penjara,”Aku heran kenapa kau seorang Rio Dewanto,mengapa berpikiran pendek dan gelap mata sehingga memakai cara seperti ini untuk bersaing denganku.Kau bukan Rio yang dulu kusegani dan pantas kusebut sebagai rival.Jadi berhentilah menyiksa dirimu karena kita tak bisa bersaing secara fair lagi.Aku akan menjaga Angel dengan sepenuh hatiku.Lagipula dia bukanlah piala dalam persaingan kita.Dia sekarang adalah isteriku,ibu dari anak-anakku.Kuharap kau bisa mengikhlaskannya dan memberinya restu untuk bahagia.Dia berhak bahagia.Kaulah yang meninggalkannya bukan?DIa bukan lagi Angel yang dulu pernah menjadi kekasihmu,dia kini adalah Nyonya Angel-Khan,dia milikku.Selamat tinggal teman…”

Rio menyesali hidupnya yang hancur,”Aku kalah bukan dari dirimu Miller tapi dari diriku sendiri yang begitu tak bisa mengendalikan diri.Aku mengaku kalah.”

TAMAT

DUA MATAHARI EPS 71-75 TAMAT

Part 71***DUA MATAHARI Declare.... Kevin mengerti kenapa ia diminta ayahnya untuk menurut saja,'Selama di perjalanan ayah cerita banyak soal keluarga temannya ini.Bagaimana Pak Marco kehilangan putra bungsunya.Bagaimana isterinya sampai terganggu jiwanya.Demi kebaikan isteri teman ayah aku akan menurut membiarkan ibu ini mengira aku adalah putranya yang hilang di Inggris.' Ningrum begitu gembira dengan kehadiran Kevin,"Vin,mama mau suapi kamu.Ayo sini duduk deket mama..." Cinta terharu melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Ningrum,"Lihat itu Bi Ana.Nyonya Ningrum...kasihan beliau...Cinta ga tega melihatnya jika suatu hari Nyonya tahu yang sebenarnya..." Ana malah memperhatikan Kevin,'Pemuda itu kenapa rasanya ga asing ya...padahal kan baru ketemu ini?Suaranya sangat mirip dengan Den Bintang.Mungkin aku aja yang terlalu kangen sama Den Bintang...semoga Den Bintang segera ditemukan.' Kevin malah sibuk menemani Ningrum yang tak mau jauh darinya,'Bagaimana ini aku jadi ga bisa bergerak.Ke kamar mandi saja ditanyai.Gimana mau nemeni ayah nyari rumah?Keadaan seperti ini.' Cinta mendekat,dia tahu tamunya galau,"Nyonya Ningrum...sudah waktunya untuk minum obat dan istirahat." Ningrum dibujuk juga oleh Marco,"Iya sayang,Vino kan juga capek baru sampai.Nanti bisa ngobrol lagi sama Vino.Ok?" Ningrum akhirnya mau ke kamarnya ditemani Marco.Cinta tersenyum melihat Kevin menghembuskan nafas lega,"Terima kasih ya..." Kevin memandangnya,"Makasih buat apa?" Cinta merasa nervous juga,"Oh...buat mau mengerti kondisi Nyonya Ningrum..." Kevin berkata,"Bila kita tak bisa menuliskan kebahagiaan dalam hidup seseorang setidaknya kita bisa menghapuskan penderitaannya walau sedikit saja.Itu kata ayahku..." Revan melihat keduanya ngobrol,'Cinta cepat sekali akrab dengan Kevin.Aneh...setahuku Cinta kan ga gampang akrab sama orang.' Revan mendekati keduanya,"Hai Vin,katanya kamu suka bulu tangkis.Gimana kalau latihan bareng?Aku juga suka bulu tangkis." Kevin menoleh,"Hai Revan.Ide bagus itu.Aku jadi punya teman." Revan melihat Cinta pergi ke dapur,'Aku harus jauhkan Cinta dari Kevin tapi entah kenapa aku suka ya deket Kevin.Aku tak bisa membenci dia.Kenapa ya?' Kevin menemui Sanjaya.Tbc.. Part 72***DUA MATAHARI Mistake.... Hari sudah malam,para penghuni rumah Marco sebagian besar sudah tidur.Dikamar tamu,Kevin tak bisa tidur.Ia merasa haus,'Aku mau ke dapur ah...haus banget.Jakarta ternyata panas sekali.Gerah...' Piyama biru tua yang dikenakannya nampak kontras dengan warna kulitnya yang putih,'Sebenarnya aku sangat lelah tapi kenapa ga bisa tidur ya?Mungkin kareba panas udaranya.Harusnya kan sudah masuk musim penghujan di sini menurut hitungan kalender tapi kok malah panas gini ya?' Langkah Kevin membawanya menuju ke dapur tapi langkahnya terhenti kala melihat bayangan di dekat kolam renang,'Wait a minute...Itu kayak ada orang di luar deh.Apa penampakan?Indonesia kan terkenal mistis gitu.Apa ada pencuri ya?Sebaiknya aku lihat.Pak Marco sudah sangat baik pada papa dan aku.Sudah menjadi kewajiban aku untuk membalas kebaikannya.Aku harus menjaga rumah beliau.' Dengan mengendap2 Kevin menuju ke arah bayangan itu,'Waduh aku kok jadi merinding ya...kayaknya perempuan deh bayangannya...rambutnya panjang...menapak tanah ga ya?Gimana kalau ternyata itu makhluk halus?' Kevin makin dekat dan bersembunyi dibalik pepohonan,'Astaga itu kan Cinta?Ngapain diluar malam2 gini?' Cinta sedang menatap langit yang hitam pekat tanpa bintang,'Mengapa malam ini bintang tidak ada ya?Semalam ada malah ada bintang jatuh pula.Bahkan aku sempat meminta untuk Tuhan mempertemukan aku dengan Bintang.' Air mata mengalir di pipi Cinta,'Aku takut sesuatu terjadi padanya di luar negeri sana.' Bersambung.... Part 73***DUA MATAHARI
Blessing word...
(Kevin pov)
Dari tempat persembunyianku,aku bisa melihat gadis bernama Cinta itu.Gadis ini begitu sederhana penampilannya.Ia cuma menggerai rambut panjangnya dan pakaiannya juga modelnya simple.Sepertinya dia bukan tipe gadis yang ribet dengan fashion.Namun justru hal itu membuatnya bersinar.Aduh aku kok malah mikirin dia sih?Kutepuk jidatku,'Dasar Kevin!Sebaiknya kau jangan jadi pengintai wanita,ga cocok!'
Namun gara2 gerakan mau cabut dari lokasi pengintaian malah bikin aku nyenggol pot,"Aduh....kakiku!"
Spontan aku mengaduh kesakitan,dan itu membuat Cinta melihat ke arahku,"Siapa disitu?Maling ya?!!"
Waduhh...bahaya nih kalau dikira maling,ntar dihajar lagi.Bisa makin parah lukaku.Aku segera keluar sambil tertatih2,"Sorry...it's me..."
Cinta menurunkan sebilah kayu yang entah darimana dia dapat,"Kamu??"
Aku segera duduk dan melihat kakiku,"Aku nyari dapur eh lihat seseorang di sini,ternyata kamu..."
Cinta melihat ke arah kakiku,"Ya ampun kaki kamu berdarah tuh.Bentar aku ambil P3K dulu."
Dia taruh kayu yang dia pegang tadi lalu lari ke dalam.Aku malah baru sadar kalau kakiku berdarah,'Sepertinya aku tergores pecahan keramik yang ada di sana.Darah keluar dari jari kakiku.Cinta datang bawa kotak P3K dan segera jongkok memeriksa kakiku,"Kamu ngapain sih sampai bisa luka gini?"
Aku malah terdiam karena saat tangannya memegang kakiku,seperti ada aliran listrik melewatiku.Rasanya hangat sekali.Perasaan apa ini?Aku segera meraih jemari Cinta,"Tadi aku mau balik ke kamar eh malah nyenggol pot di sana.....Biar aku saja.Nanti tangan kamu kotor lho."
Cinta malah memandangku,"Sudah jangan banyak bergerak nanti darahnya makin banyak yang keluar!"
Waduh aku malah dimarahi tapi aku malah senang.Kevin,kamu ini kena apa sih?Dimarahi malah seneng?
Ga bergerak aku sampai Cinta selesai merawat lukaku,"Nah selesai.Untuk sementara jangan kena air dulu ya lukanya."
Aku menjawab dengan senyuman,"Ya Bu Dokter..."
Cinta berdiri dan tersenyum,"Katanya nyari dapur.Dapur sebelah sana.Ada apa?" Eh yang jawab perutku,aduh aku benar2 malu apalagi Cinta menahan senyum melihat ke arahku,"Lapar ya?Ga usah malu.Aku juga sering lapar kok kalau malam."Tbc Part 74***DUA MATAHARI
Next Level....
(Cinta Pov)
Moment kesendirianku terusik oleh kemunculan tamu rumah yang baru tadi datang,Kevin namanya.Dia sebaya denganku.Lebih senior setahun kali.Dia pembawaannya tenang tapi terlihat smart gitu.Baru saja aku meminta pada Tuhan agar bisa bertemu dengan Bintang lagi lha kok tiba2 dia muncul di dekatku.Hampir saja kupukul dengan kayu,wah kalau sampai kupukul bisa diusir aku dari rumah ini.Bagaimana dengan Bibi Ana dan keluarganya?Dengan langkah tertatih Kevin mengikutiku ke arah dapur.Aku buka lemari es.Wah masih ada pudding klengkeng buatan Bi Ana.Amin.Aku ga kebayang jika ga ada apa2 di dalam kulkas.Malu dong.Masak ga ada stock makanan di dapur?Dia terlihat berbinar kala kusajikan pudding leci itu di meja,"Masih ada pudding.Mau tidak?Kalau ga suka mau dibuatkan apa?"
Dia tersenyum,"Wah pudding lezat tadi masih ada.Aku suka banget pudding ini.Aku makan ini saja.Ini udah cukup kok.Oh ya temeni aku makan ya?Makan itu paling enak kalau bersama."
Aku ambilkan irisan puddingnya di atas piring kecil,rupanya dia tipe orang yang ga suka merepotkan orang lain.Dimakannya pudding itu dengan lahap,"Kamu suka banget kayaknya ya?Nambah dong."
Aku jadi ingat dengan Den Bintang kala lihat Kevin menikmati pudding.Astaga,kenapa gayanya makan mirip banget sama Den Bintang ya?Kalau makan klengkengnya diambili terus dipisahkan.Baru kemudian dimakan terakhir sebagai gong.Kok bisa mirip banget ya gaya makannya?Padahal beda orang.Tiba2 dia berhenti makan dan memandang ke arahku,"Kamu ga ikut makan?Ga suka pudding ya?"
Aku menggeleng sambil mengusap air mata di sudut mataku,"Suka kok...masih kenyang saja.Habisin saja gpp."
Dia menggeleng pelan,"Pudding ini manis tapi kenapa wajah kamu kayak sedih gitu lihatinnya?Maafin pudding ini ya kalau punya salah sama kamu kayak aku yang udah ganggu moment kamu tadi?"
Aku tersenyum mendengar ucapannya,"Kamu bisa aja.Masak pudding ini punya salah sih?Yang bener aja..."
Dia nampak senang,"Makasih ya kamu punya hati lapang,mau maafin kita..."
Aku heran,"Kita?"
Dia menunjuk ke arah pudding yang tinggal beberapa potong irisan,"Aku dan si pudding he..he.."
Aku tersenyum lebar,"Lucu juga ya kamu."
Bersambung....
Eps 75 DUA MATAHARI ( EPS TERAKHIR) Note: sebelumnya saya ingin minta maaf pada penggemar cerita saya yang ini karena saya akan menjadikan eps kali ini sebagai eps terakhir.Selanjutnya saya akan menulis di wattpad untuk tokoh-tokoh yang saya suka pairingnya.Namun sebelum saya membuat lebih banyak lagi cerita di wattpad saya akan berusaha menuntaskkan apa yang sudah saya mulai di instagram lewat blog saya.Semoga epilog dari setiap cerita mampu menghibur pembaca semuanya. Seberapapun usaha Revan untuk menjauhkan Cinta dari Kevin,tetap saja keduanya semakin dekat bahkan tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya.Cinta menemukan sosok Bintang yang hilang dalam diri Kevin dan Kevin menemukan kepingan masa lalunya dan merasa nyaman dekat Cinta. Cinta diantara keduanya yang terpendam akhirnya terungkap kala Kevin mengalami cidera saat pertandingan bulu tangkis,”Ackk!!Lengan kananku kram,bagaimana ini padahal ini babak penentuan.” Melihat Kevin berusaha menahan rasa sakit,Cinta nampak cemas,”Kevin!!” Ia bergegas mendekati Kevin,”Mana yang sakit biar kuberi obat?” Sanjaya sadar tak bisa memaksakan Bintang untuk menjadi seperti Kevin,”Sebaiknya hentikan pertandingannya,kau lebih berarti daripada semua medali kemenangan.” Kevin senang melihat perhatian Cinta dan ayahnya,Sanjaya,dan itu membuatnya bersemangat meneruskan pertandingan,”Aku masih bisa bertanding dengan tangan kiri Ayah.Mohon dukungan doanya.” Meski sempat terjatuh beberapa kali namun akhirnya Kevin memenangkan pertandingan walaupun ia pingsan setelah menerima medali.Sanjaya segera membawanya ke ruang perawatan.Marco dan Ningrum juga terlihat sangat cemas.Disitulah Sanjaya akhirnya jujur pada Marco siapa sebenarnyaa Kevin,”Dia adalah Bintang.Saat itu dia menolongku dari ledakan mobil,namun wajahnya rusak karenanya dan ia kehilangan ingatannya karena hal itu.Maafkan aku teman,aku tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa Kevin telah tiada sehingga menjadikan putramu sebagai Kevinku.Aku memberikan kepada dokter bedah wajah foto Kevin dan memberinya identitas sebagai Kevin.Namun dia sebenarnya adalah Bintang.Putramu dengan Ningrum yang dibesarkan dengan nama Bintang.” Revan yang tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya jadi berkaca-kaca,”Jadi Kevin adalah Bintang.Dia adalah adik kandungku.Kembaranku yang hilang.Kasihan adikku.’ Bintang akhirnya juga tahu soal identitas aslinya,”Jadi aku bukan anak kandung papa Sanjaya?Lalu aku ini anak siapa?” Marco dan Ningrum yang menjawab,”Kau anak kami yang dibesarkan oleh Rani Adijaya.Memang wajahmu adalah wajah Kevin tapi DNS-mu adalah milik Bintang,kau aslinya bernama Vino.Kau putra kami.Karena kehilanganmu dan Revan,ibumu jadi seperti ini.Semua ini salah ayah.Maaafkan ayah nak.” Rani juga datang bersama Bimo dan putra mereka,”Akulah yang seharusnya minta maaf.Karena dendam dan kecemburuan aku memisahkan sebuah keluarga yang saling menyayangi.Seumur hidup aku selalu ingin menang dari siapapun termasuk dalam cinta.namun aku tidak tahu bahwa cinta bukanlah sebuah piala yang bisa kita pajang tapi cinta adalah sebuah rasa didalam hati,sesuatu yang akan indah terasa saat tidak ada paksaan didalamnya.Sebuah rasa yang akan terasa indah kala dibalut dengan ketulusan dan pengorbanan.Dan kini aku baru merasakannya kala bertemu dengan Bimo.Maafkan aku Bintang karena menjauhkanmu dari masa lalumu sehingga kau menjadi seperti ini.Aku berjanji kedepannya aku akan membantumu dalam setiap usahamu.” Kevin memeluk mereka satu per satu,”Kalian jangan saling menyakiti lagi itu saja yang kupinta.Aku tetap akan menjadi Kevin bagi papa Sanjaya.Dia seorang diri di dunia ini.Ayah Marco masih punya Revan.Mama Rani sudah punya ayah Bimo dan dedek bayi.Ijinkanlah aku tetap sebagai Kevin.” Cinta berkata,”Aku juga seorang diri….lalu siapa yang bersamaku?Tidak mungkin selamanya aku mengikuti bibi Ana.” Revan tersenyum,”Kan ada Kevin,ayo semua pergi dari sini!Biarkan mereka bicara.Sampai kapan kalian saling mencintai dalam diam?Ingat kalian mendapat restuku jadi jangan takut untuk jujur dengan apa yang kalian rasakan.” Semua segera meninggalkan ruang perawatan tinggal Cinta dan Kevin disana. Kevin meraih tangan Cinta,”Kau akan selalu bersamaku.Aku mencintaimu.Bahkan meski aku berubah menjadi Kevin,hatiku tetap untukmu.Jadilah bintang dalam langit hatiku .” Cinta mengangguk dan mencium kening Kevin,”Kaulah bintang yang kupinta selama ini.Bintang yang dikirim dari langit untukku.” Keduanya akhirnya menikah dan setahun kemudian Cinta melahirkan anak kembar untuk Kevin.Kevin memberi mereka nama,”Bintang dan Vino.Mereka sudah kita dapatkan kembali.Selamat datang kembali.” Bintang dan Vino mendapat limpahan kasih saying dari kakek neneknya,bahkan dari Rani juga.Keluarga merela hidup rukun bersama.THE END.

ROMANSA ANGEL KHAN PART 31-40



Part 31***WINDOW HERO***ROMANSA ANGEL KHAN
With you....
Angel merasa senang melihat Miller Khan makan masakannya dengan lahap,'Senangnya bisa melayani suamiku seperti ini.Mengurus makan dia.Dia juga tidak pilih2 atau mencela masakanku padahal bila dirumah mertua aku selalu dicela tiap kali masak.'
Khan memandang isterinya,"Kenapa kau berkaca2 begitu?Adakah yang membuatmu sedih?"
Angel menggeleng dan tersenyum,"Tidak Khan.Aku tidak sedih justru aku sangat bahagia karena kau mau memakan masakanku."
Khan heran,"Mengapa aku tidak mau makan masakan isteriku?Masakanmu enak sekali.Aku mau nambah lagi nih.Boleh?"
Angel segera berdiri mengambil piring suaminya yang sudah kosong,"Tentu saja boleh dong."
Usai makan keduanya Miller mengerjakan bisnisnya ditemani Angel.Kala malam tiba dan Miller masih sibuk dengan laptopnya,Angel menemaninya sambil memandangi suaminya itu dari sofa,'Dia tampak berbeda dengan kaca mata seperti itu.Tampak serius dan makin tampan.Ah apa yang kupikirkan?'
Angel bahkan sampai merona pipinya memandangi suaminya bekerja.Khan menengok Angel,"Tidurlah dulu Angel jika kau kau sudah mengantuk."
Angel menolak,"Tidak.Teruskan saja pekerjaanmu.Aku akan menemanimu disini.Lagipula kau selalu sibuk bekerja di kantor.Aku jarang melihatmu bekerja dirumah."
Tak kuat menahan kantuk,Angel tertidur di sofa.Khan segera menghentikan pekerjaannya,'Ya ampun isteriku...kau makin cantik tidur begini.Aku akan membawamu ke tempat tidur.'
Khan membopong Angel ke tempat tidur,dibaringkannya dan diselimutinya.Ac kamar diaturnya pada suhu tidak terlalu dingin.Khan hendak melangkah pergi tapi tangan Angel menahannya,"Jangan pergi kumohon...."
Khan mendekat,"Aku tidak akan kemana2.Aku bersamamu.Aku akan menjagamu.Itu janjiku."
Angel menarik selimut disebelahnya,"Tidurlah juga disini."
Angel bahkan mendekat pada Khan dan meraih tangan suaminya,"Terima kasih selalu ada untukku dan berada di sampingku apalagi di masa2 sulit.Pertama saat pernikahanku dengan Rio batal.Lalu kini kau sampai menentang mamamu demi aku.Khan ....aku sungguh tersentuh oleh semua itu."
Khan meraih sang isteri agar merapat padanya,"Kau tahu aku selalu bersaing dengan Rio sejak SMA.Kami selalu berlawanan."
Tbc
Part 32***WINDOW SELA***ROMANSA ANGEL KHAN
Be grateful....
Malam itu Khan menceritakan bahwa awalnya ia hanya ingin mengalahkan Rio sehingga ia tertarik pada Angel,"Kau tahu semakin aku melihatmu dan bagaimana Rio memandangmu,aku tahu bahwa kau sangat berarti baginya.Selama ini dia selalu apa yang kuinginkan,tapi saat ia melepaskanmu aku tahu aku harus mendapatkanmu karena jelas sekali betapa ia begitu berat melepaskanmu.Aku tahu ia hanya menunggu saatnya untuk mendapatkanmu kembali.Namun makin aku mengenalmu aku sadar bahwa aku telah jatuh hati padamu....aku harap kau mau membuka hatimu untukku...Aku tahu itu butuh waktu tapi aku akan menunggu..."
Angel berkata,"Untuk apa menunggu?Aku adalah milikmu.Selamanya..."
Khan terpana,"Maksudmu?"
Angel mengangguk sambil merona.Malam itu menjadi malam pertama mereka.Angel berjanji,'Mulai kini aku akan memberikan diriku untuk mencintaimu,Miller.'
Perjalanan mereka ke Jepang bahkan menjadi honey moon.Miller sangat bahagia.Beda dengan Rio yang merasa terpaksa menikahi Ariel,hari2nya dipenuhi kelelahan.Ariel bagai ratu dirumah,"Aku ingin makan bubur kacang hijau bukan ketan hitam.Gimana sih?Mending aku pesen online daripada kamu yang beliin.Buang saja nih!!"
Rio memandang isterinya yang tengah hamil itu,'Ya ampun udah susah2 beliin,antri lagi.Eh dibuang ke tembok.Bikin kotor aja.Aku capek banget.Aku jadi kangen dengan Angel.Biasanya dia selalu bawain aku makanan kesukaanku.Dosa apa yang telah kulakukan sehingga aku mendapat isteri manja seperti ini.Begitu bayi itu lahir,aku akan menceraikan Ariel.Aku tersiksa hidup bersamanya.Aku yakin Angel jauh lebih pantas menjadi ibu bagi anakkku daripada Ariel.Bodohnya aku telah membuang permata yang telah kupegang.Aku akan merebut Angel dari Miller.Dia itu tak akan bisa membahagiakan Angel.Angel pasti tidak bahagia bersamanya.'
Namun dugaan Rio salah karena Angel tengah jatuh hati pada Miller.Apalagi sejak Miller memilih tinggal di apartemennya.Angel menikmati kembali dunia menulisnya.Bila siang sang suami akan datang dan mereka makan siang bersama,"Masak apa buatku kali ini My Angel?"
Angel tersenyum dipeluk sang suami,"Ehm...masak gudeg ala Yogya.Aku tahu kamu suka kan?"
Bersambung..

Part 33***WINDOW SELA***ROMANSA ANGEL KHAN
Heart Revolution....
Miller malah berkata,"Gudegnya masih kalah manis...sama kamu he..he.."
Angel tersipu,"Bisa aja deh kamu Mas..."
Miller terpana dipanggil begitu sampai melongo,"Kamu panggil apa barusan ke aku?"
Angel malah heran,"Mas...emang kenapa?"
Miller meraih jemari isterinya,"Apa itu artinya aku bukan orang asing bagimu lagi?"
Angel menggeleng,'Kasihan Khan...dia layak dicintai.Dan sepertinya aku telah jatuh hati padanya.'
Orang tua Khan meminta Khan kembali ke rumah namun Khan tidak mau jika tidak bersama Angel.Angel membujuk suaminya,"Mas sebaiknya kembali ke rumah.Kasihan orang tua Mas...Temuilah mereka."
Khan menurut dan datang menemui orang tuanya.Sementara itu Rio melihat Angel di swalayan,'Aku akan mengikuti Angel.Kudengar dia sudah tidak tinggal di rumah orang tua Miller.Ini pertanda bahwa ada masalah dalam rumah tangganya.Miller kan anak tunggal,harusnya dia tinggal dengan orang tuanya.Tapi malah pergi dari rumah.Ini akan menjadi senjata bagiku kembali dalam hidup Angel nanti.'
Rio mengikuti Angel sampai ke apartemen,'Ini pasti apartemen Miller.Angel terlihat bersinar wajahnya.Apakah dia sudah jatuh hati pada Miller?'
Rio ingin sekali menemui Angel namun ia mengurungkan niatnya,'Jika aku menemuinya sekarang yang ada dia pasti masih kecewa sama aku.Sebaiknya aku bersabar sampai anakku lahir baru aku akan memintanya menjadi ibu bagi anakku.'
Angel melihat ke arah parkiran mobil,'Seperti ada yang mengikuti aku deh..aku jadi serem.Sebaiknya aku telpon Khan saja.'
Khan berhasil membujuk orang tuanya agar menerima Angel.Bersambung...

Part 34***WINDOW SELA***ROMANSA ANGEL KHAN
None Like You...
Miller senang orang tuanya bersedia menerima Angel apa adanya.Mereka juga tidak menghalangi jika Angel kembali menjadi penulis.Namun Angel berjanji bahwa ia akan tetap memprioritaskan keluarga daripada pekerjaannya.Apalagi kondisi mama Miller sedang sakit2an,membuat Angel makin memperhatikan mertuanya itu,"Mama sudah kubuatkan oaker.Ini makanan yang sehat.Angel suapi ya?"
Perhatian Angel membuat mamanya Miller tersentuh dan malah jadi sayang dengan Angel,"Maafkan mama ya Sayang selama ini mama pikir kamu ga pantes dapetin Miller.Ternyata kamu menantu yang baik."
Angel juga disegani di kantornya Miller.Para karyawan sudah hafal bila jam makan siang,boss mereka pasti memilih pulang,"Maaf sekarang jam makan siang dan Pak Miller tidak ditempat.Nanti saja setelah jam makan siang silakan datang kembali.Kira2 jam 2 mungkin Pak Miller sudah datang."
Bila sudah di rumah,Miller memang suka lupa waktu.Rio yang memata2i kehidupan rumah tangga Angel dan Miller kesal bila Miller selalu muncul saat ia hendak menemui Angel,'Sial!Kenapa Miller malah pulang jam segini?Kenapa dia ga makan siang diluar malah pulang ke rumah?'
Melihat sang suami datang,Angel segera menghambur ke pelukan Miller,"Hari ini aku masak sop jamur merang kesukaan kamu."
Miller senang dengan perhatian isterinya,"Katanya susah nyari jamur merang?Kok dapat?"
Angel menarik tangan Miller,"Aku pesan jauh2 hari sama penjualnya.Mama juga suka lho.Aku sudah suapi tadi."
Miller meraih tangan isterinya,"Sayang,kamu ga capek ngurusin mama aku?Kan sudah ada pelayan."
Angel menggandeng tangan suaminya,"Mama kamu itu mama aku juga.Orang tua itu bukan beban tapi kehormatan.Suatu kebahagiaan jika kita bisa berbakti pada mereka.Lagian papa kamu juga di rumah bantu aku jaga mama."
Mereka makan bersama dengan ceria sedangkan Rio bete menunggu diluar rumah,'Lama benar Khan didalam.Sudah jam dua lebih belum cabut2 juga tuh orang.Aku sampai kering nunggu di sini.'
Hp Rio bunyi,"Yank,kemana saja sih?Katanya mau beliin aku sea food?Lama bener beli makanan aja?Mending beli via online malah dah sampai.Buruan!!"
Rio akhirnya bergegas pergi,'Dasar Ariel rebek banget.'Tbc....

PART 35***ROMANSA ANGEL KHAN
Stand on rock...
Tibalah hari Ariel melahirkan,ia sangat kesusahan dan kehabisan banyak darah.Kala disuruh memilih mempertahankan anak atau isterinya,Rio memilih mempertahankan anaknya.Ariel kecewa,"Kau tak pernah mencintaiku bahkan sampai saat terakhirku."
Ariel sebenarnya bisa selamat andai memiliki semangat hidup namun kekecewaan membuatnya sedih dan akhirnya meninggal.Tapi sebelum meninggal ia berkata,"Aku tak rela melihatmu kembali pada Angel.Berjanjilah padaku kau tak akan kembali padanya."
Namun Rio tak mau berjanji,"Sejak awal kaulah yang memulai kekacauan ini.Aku yakin Angel akan menjadi ibu yang baik bagi anak kita.Dia orang yang sangat penyayang.Kau tak bisa mengatur hidupku lagi.Pergilah dengan tenang."
Rio bagai terbebas dari belenggu.
Bersambung....

Part 36***ROMANSA ANGEL KHAN
Free Way....
Angel bersiap menemani tantenya Miller mengunjungi kerabat yang baru saja melahirkan.Tante Mita berkata,"Kamu mewakili mamanya Miller yang sedang tak bisa bepergian.Cuma bentar kok."
Melihat bayi lucu dan menggemaskan digendongan kerabatnya,Angel jadi membayangkan dirinya yang ada di posisi itu dan Miller begitu bahagia didekatnya.Mita menyenggol bahunya,"Kamu melamunkan apa senyum2 sendiri?"
Angel tersenyum,"Gpp Tante.Hanya gemas saja melihat bayi mungil itu.Saya boleh menggendongnya tidak?"
Ibu sang bayi membolehkan,"Tentu saja Angel.Kelak kamu juga akan jadi ibu.Bahkan kamulah yang akan melahirkan penerus bisnis keluarga Khan.Kau harus jaga diri kamu baik2.Belum ada setahun kan menikahnya?"
Angel mrnggendong bayi itu,"Iya belum ada setahun."
Angel menghitung dalam hati,'Malah baru beberapa bulan ini aku benar2 menjadi Nyonya Angel-Khan.'
Miller menelpon,"Kamu dimana My Angel?Aku ke rumah kamu ga ada."
Angel melihat jam,"Bukannya ini belum jam makan siang kok sudah pulang tumben?Mama gpp kan?Tadi aku titip ke perawat baik2 saja tuh."
Miller tersenyum,"Hey stop jadi panik okay?Mama baik kok.Sedang tidur malah.Kamu pergi sama Tante Mita ya?Buruan pulang ya?Dimana sih RS nya biar aku jemput."
Mita tersenyum ga sengaja nguping,"Pasti Miller ya...hmm...biar Tante yang bicara."
Bersambung....



Part 37***WINDOW SELA***ROMANSA ANGEL KHAN
Seeing....
Tantenya Miller menggoda keponakannya,"Biasanya kamu ini paling gila kerja,Miller.Kenapa sekarang kamu udah di rumah hmm?"
Ia melirik ke Angel yang bersiap untuk pulang,"Pasti karena Angel bukan?Kamu benar2 mencintainya ....akhirnya Tante melihat hari ini tiba.."
Miller melangkah menuju mobilnya siap menjemput sang isteri,"Hari apa Tante?"
Mita meraih tasnya,"Hari dimana kau jatuh cinta dan lupa akan pekerjaan...ternyata tak ada yang mustahil di dunia ini."
Miller tersenyum,"Tante benar...Angel telah memberi warna dalam hidupku.Tolong jaga bidadariku Tante ....aku akan segera datang.RS Harapan Utama kan?"
Di RS yang sama Rio mengurus kepulangan bayinya,didekat ruang kasir ia melihat Angel,'Itu kan Angel?Apa dia tahu soal meninggalnya Ariel?Dia semakin cantik saja.Wajahnya makin bersinar.Aku harus bicara dengannya.Ia akan iba melihat bayiku tak punya ibu.'
Langkah Rio menuju Angel,'Ayo lihat kemari Angel.Aku di sini.Akulah destiny hidupmu.Aku akan kembali padamu.'
Rio senang karena Angel benar2 memandang ke arah ia berada,'Dia tersenyum...matanya berbinar...dia pasti senang melihatku...Angel aku datang!'
Namun Rio terhenti langkahnya kala Angel tidak memanggil namanya,"Khan!!"
Rio segera memakai maskernya dan memandang dari tempat tersembunyi bagaimana wanita yang ia cintai memeluk mesra pria lain dan yang lebih membuat ia kesal karena Angel bersandar manja dilengan pria itu,'Ini tidak mungkin!Angel tidak mencintai Miller.Dia menikah demi kehormatan orang tuanya.Bukan atas dasar cinta.Tapi mengapa ia terlihat nyaman dengan Miller?'
Rio terus memperhatikan keduanya dari jauh,'Tidak mungkin Angel berubah secepat ini.Apakah dia sudah melupakanku?Melupakan cinta kami?Tidak mungkin...hujan sehari menghapus kemarau setahun.Aku harus memastikan semuanya.'
Rio memandang Angel dan Miller yang bergandengan tangan menuju tempat parkir RS,'Miller kau tak mungkin sungguh2 mencintai Angel.Kau hanya ingin menunjukkan padaku bahwa kau sudah menang.Aku akan membuatmu berpisah dari Angel.Susah payah aku menyingkirkan Ariel.Untung tidak ada yang curiga bahwa aku sengaja mengulur waktu operasi Ariel...'
Tbc...

Part 38***ROMANSA ANGEL KHAN
Faithfull...
Rio berusaha mengambil kembali hati Angel dengan mengirimkan bunga secara misterius.Angel yang mengira bunga itu dari suaminya tersenyum sembari mencium harumnya,'Miller ternyata romantis juga.Dibalik wajah seriusnya ternyata dia sangat lembut.Aku balas dengan kejutan juga ah...aku akan ke kantornya bawa masakan kesukaannya.'
Namun kala mencium bau bunga itu Angel malah merasa mual,'Kenapa aku malah ingin muntah ya.Padahal aku ga makan aneh2 dari pagi.'
Perawat ibu mertuanya melihat Angel muntah2,"Mbak Angel sebaiknya periksa ke dokter saja.Siapa tahu mbak Angel mungkin sedang ...."
Angel terpana,'Astaga...benarkah aku sedang...benar aku harus periksa.'
Ia berpesan pada perawat itu,"Mbak tolong jaga ibu ya.Saya mau ke dokter sebentar.Juga jangan beritahukan siapa2 kalau saya tadi muntah2.Saya mau memastikan dulu secara medis."
Perawatnya mengangguk,'Saya yakin mbak Angel pasti hamil.Mas Miller kan cinta banget sama mbak Angel.Pulang aja yang dicari pasti mbak Angel.Mereka serasi banget.'
Kevin datang menemui kakaknya,"Mbak mau kemana?Aku mau nganter undangan pembukaan cafe aku.Datang ya sama kakak ganteng?"
Angel malah minta diantar adiknya itu ke RS,"Pasti kakak datang.Oh ya antar kakak ya.Temeni kakak...udah lama kita ga hang out bareng.Kabar rumah gimana?Kakak mau cerita banyak nih."
Kevin melihat rona bahagia menghiasi wajah kakaknya,"Yuk!Aku juga ingin tahu kabar kakak.Oh ya kakak ganteng sepertinya memang sangat baik.Dia bukan hanya memberi aku support membuka usaha cafe tapi juga membuat kakak aku bahagia.Ga salah kan pilihan aku?"
Memang sejak awal Kevin lebih mendukung Angel dengan Miller daripada dengan Rio.Angel naik ke mobil adiknya,"Kamu memang selalu benar.Bakat jadi cenayang kayaknya.He..he..."
Kevin mendengarkan kakaknya cerita soal Miller,'Wajahnya sampai merona gitu cerita soal Kakak ganteng.Sepertinya kak Angel dah jatuh hati beneran nih sama kakak ganteng.Bagus deh...aku seneng kalau kakak akhirnya bisa melupakan kak Rio.'
Kala diperiksa dokter,Angel bertanya,"Bagaimana Dok?"
Dokter tersenyum.Sementara itu Rio mengikuti Angel dari belakang,"Ngapain Angel ke RS?Sakit apa dia?"
Bersambung...............


Part 39***ROMANSA ANGEL KHAN
His plan....
(Miller pov)
Entah berapa kali aku mencoba menelpon Angel tapi ada saja halangan.Rapatlah,ada tamulah,inilah itulah.Terakhir malah hpku jatuh.Aduh...aku jadi makin galau.Ga tenang sepanjang rapat.Kenapa aku merasa aneh ya?Aku ingin segera pulang.Aku ingin bertemu Angel.Kenapa saat aku bisa menelpon hp Angel yang tak bisa kuhubungi.Ini ga biasanya,akhirnya aku telpon rumah,"Apa?Angel ga dirumah?Kemana?Sama pria?Angel ga sehat juga?"
Langsung aku cabut dari ruang meeting,"Maaf,rapatnya kita lanjut besok.Saya ada urusan mendesak."
Walau aku tahu wajah para stafku penuh tanya tapi mereka sudah bisa menebak alasan penundaanku.Dengan bergegas aku menuju parkiran.Namun ada mobil yang menghalangi mobilku.Akupun turun dari mobil,kuhampiri pria bertopi yang mobilnya menghalangi jalanku,"Mas,tolong mobilnya...ughhh..hhz.."
Sesuatu tiba2 menusuk perutku,dan nyeri menyeruak di perutku.Aku reflek memegangi perutku,astaga...darah...dan terus mengucur membasahi lantai yang kupijak.Aku terhuyung,pria itu mendorongku dan masuk ke dalam mobilnya.Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena pandanganku sendiri mulai nanar.Jika aku paksakan mengejar aku akan semakin kehilangan darah.Aku tergeletak dan gelap semuanya.Bersambung....

Part 40***ROMANSA ANGEL KHAN
Arise ....
(Kevin pov)
Aku ngantar kak Angel ke dokter.Dokter memberi kabar baik,"Nyonya Angel selamat ya...Anda positif hamil."
Wah aku bakal jadi om nih.Punya keponakan.Wajah kak Angel juga nampak sangat bahagia,"Kevin,aku hamil...mana hp kakak,kakak mau kasih tahu kakak ipar kamu."
Aku memang yang simpan hp kakak,namun saat kuberikan hp itu malah bunyi,"Pas banget kak...kakak ganteng telpon nih.Tahu aja kalau lagi diomongin.Umurnya panjang kayaknya..."
Kak Angel segera menerimanya,"Mas,aku ada..."
Perkataan kakak tiba2 terhenti,malah kemudian wajahnya nampak panik,"Apa??!!Suami saya masuk RS?!"
Aku jadi cemas,"Ada apa kak?Apa yang terjadi sama Kak Miller?"
Kak Angel nampak gemetar bahkan hampir saja hpnya jatuh,untung segera kutangkap,"Ada yang menusuk suami kakak Vin....Ayo kita ke RS Medica.Cepat Vin!!"
Aku bisa melihat ketakutan di wajah kakakku,"Kakak pelan2 jalannya.Ingat kondisi kakak!Kakak sedang hamil sekarang.Anaknya kak Miller."
Kak Angel mengusap perutnya dan menarik nafas dalam2,"Kakak takut Vin...kakak tak mau kehilangan suami kakak.Kami baru saja bahagia.Tapi kemalangan selalu saja datang..."
Aku pegang bahu kakakku,aku tahu bagaimana beratnya kehidupan kakak sejak Kak Rio membatalkan rencana pernikahan mereka,"Kemalangan boleh datang untuk menguji hati kita.Kakak harus kuat,harus tegar,demi keluarga kakak,demi suami kakak dan terutama buat bayi dalam kandungan kakak sekarang.Mereka semua butuh kakak...Kevin janji akan membantu kakak...kakak berdoa saja jangan panik.Okay?Kak Miller itu orang baik,Tuhan akan menjaga dia."
Kak Angel lebih tenang meski aku tahu hatinya masih penuh kecemasan namun aku janji akan menemani kakakku ini melewati apapun.Setelah semua penderitaan yang diberikan kak Rio padanya,kakakku layak untuk bahagia.Tapi siapa ya yang mencoba mencelakai kak Miller?Kak Miller itu orang yang baik.Saingan bisniskah pelakunya?Tapi nekad amat ya orangnya?Aku jadi ingin menyelidiki masalah ini.Bersambung....