Seorang gadis berkulit eksotik,tampak sibuk melayani pembeli di sebuah toko kelontong.Ya gadis itu adalah Evi.Ia harus bekerja keras demi keluarganya,.Ayahnya seorang petani biasa.Adiknya masih sekolah.Sejak kematian ibunya,Evi menjadi penopang keluarganya.Ia harus putus sekolah,agar adiknya bisa terus sekolah.Apapun pekerjaan yg penting halal siap ia lakukan demi mencari tambahan penghasilan.Keluarganya memiliki banyak hutang karena demi mengobati ibunya,ayahnya meminjam rentenir.
Sebuah pesawat melintas di atas daerah tersebut,Rizky,adik Evi berteriak kegirangan sambil memanggil kakaknya,"Kak Evi!Ada pesawat.Lihat tuh!Ayo sini!"Evipun keluar melihatnya.
"Kapan kita naik pesawat kak?Rizky pingin."rajuk Rizky.Evi mengelus kepala adiknya itu,"Suatu hari nanti ya adikku sayang."kata Evi sambil tersenyum.
Tahukah Evi bahwa suatu hari nanti ia akan melihat kemewahan hidup yg tak pernah ia bayangkan?
Dan tahukah Evi bahwa gadis seperti dirinya akan membuat 2 saudara dari keluarga jetset bersengketa?
****bersambung*****
Eps 2 ▶ Tabir Kepalsuan
*****Jakarta*****
Di sebuah
kediaman nan mewah.Pintu gerbang berkamera cctv.Pos security.Halaman masuk
rumah adalah taman nan indah.Kolam renang pun tak ketinggalan.Belum berbagai
jenis mobil bermerk tampak berjejer di garasi.Bahkan ada tanah lapang yang
berfungsi untuk landasan pesawat pribadi.Belum bangunan rumah yang banyak
dihiasi pilar2 terbuat dari marmer.Sentuhan arsitektur Eropa dan perabot rumah
yang eksotik Indonesia berpadu menjadi satu.Itulah kediaman Konglomerat
Sutedja.
Tampak di ruang keluarga,seorang pria muda tengah asyik melihat
tv berukuran besar.Itulah Danang.Walaupun bukan putra kandung sang konglomerat
tapi Danang sudah menjadi bagian keluarga Sutedja.Danang memiliki adik dari
hasil pernikahan ibunya,Inul Daratista dengan sang konglomerat.Namanya jelaslah
sang pangeran kita:Irwan Su...menep?Bukan tapi Irwan Sutedja.Sejak sang
konglomerat meninggal,warisan utama berupa enterprise bisnis,tanah,kekayaan dsb
jatuh pada Irwan,sang putra mahkota.
Back to Danang.Raut muka Danang tiba2 berubah kesal saat melihat
wajah adiknya di layar." Dapat penghargaan lagi tuh si anak Mama!Pengusaha
muda yang sukses lah,yang berhati emaslah,yang go internasionallah,yang
gantenglah...wajah kayak gitu aja dikejar2 para wanita....sok banget sih jadi
orang.Pakai digelari pangeran pula.Norak banget.Bikin bete aja.Ganti channel
aja deh."Danangpun mengambil remote dan mengganti salurannya.
"Lho,kok diganti
channelnya?Tadi kan liputan tentang adikmu,Sayang?"sesosok wanita cantik
datang dan duduk di samping Danang.
"Mama,bikin kaget
Danang saja.Rupanya Bunda Ratu Inul yg datang.
"Kok kamu malah
di sini?Irwan kan minta kamu hadir juga di acara itu.Kehadiranmu itu sangat
berarti lho buat dia."kata Inul sambil menuang minuman.
"Males ah
Ma.Lagian yg dapat penghargaan kan Irwan bukan Danang.Ngapain juga Danang
nongol disana?Mau jadi kambing congek?Yang dikejar wartawan dan para wanita2
itu adalah Irwan bukan Danang.Capek ah ngomongin Irwan terus.Danang mau ke
kamar aja.Ngantuk nih.Dah Mami."Danangpun ngacir ke kamarnya.
Inul geleng2 kepala melihat putra sulungnya itu."Semoga kamu
ga seperti ayah kandungmu yang hancur karena pengaruh buruk teman2nya.Harusnya
kamu bersyukur Nak,karena berkat papanya Irwan,Mamamu ini lepas dari
keterpurukan hidup.Mungkin jika tidak ada Mas Sutedja kita masih di jalanan
jadi gelandangan karena ayahmu lebih memilih menceraikan Mama dan menikah
dengan wanita lain.Padahal waktu itu kamu masih kecil."batin Inul dalam
hati.
Sementara itu di kamarnya,Danang tengah melihat film action.Tiba2
ia punya ide gila."Wah,lihat film ini gue jadi punya ide cemerlang
nih.Akhir2 ini Irwan kan mau melebarkan bisnis propertinya di daerah
Sulawesi.Nah,kusabotase saja pesawatnya.Tapi kalo dia mati,bagaimana supaya
hartanya jatuh ke tangan gue?Aha...ketemu caranya....Saatnya untuk
beraksi!!"Danangpun bersiap2 untuk pergi.Apa yang sebenarnya direncanakan
Danang?Lalu seperti apakah profil Pangeran kita sehingga Danang begitu tega
ingin membunuhnya?*****see you next eps******
Eps 3:→Tabir
Kepalsuan
*****Di sebuah mobil
mewah******
Seorang pria muda tampak sibuk menerima telpon dan mengetik di
laptop.Wajah tampan
....
"Aku minta
laporan keuangannya kirim ke emailku sekarang.Aku mau tahu kenapa bisa sampai
mereka mogok kerja?Dimana kak Danang?Tidak bisa dihubungi?Ya sudah,sebentar
lagi aku sampai di kantor.Siapkan tele conference dengan manajement di
Banyuwangi,ok?"...Panas sekali Jakarta hari ini?"katanya sambil
menyeka wajahnya dengan tissue.Sopirnya tersenyum melihatnya,"Panas ya
Tuan Muda?"
"Iya Pak,padahal
sudah pakai AC ya?Tak bisa saya bayangkan bagaimana dengan orang2 diluar
itu?Mereka yg hidup serba kekurangan,di daerah2 terpencil,gimana ya mereka
hidup?"Irwan menjawab sambil memandang keluar.
Andai Irwan tahu bahwa suatu hari pertanyaannya itu akan dijawab oleh
dirinya sendiri.Mobil melaju dan sampai di sebuah gedung pusat
perkantoran.Banyak orang yg memberi selamat padanya sepanjang jalan menuju
ruangannya di lantai paling atas.
"Wah,hebat ya
Boss muda kita?Sudah tajir,ganteng,baik,ga sombong,manis dan pinter
lagi.Wah,beruntung banget wanita yg jadi isterinya nanti.Kira2 seperti apa ya
wanita idamannya?Soalnya aku ga pernah lihat Boss ama cewek gitu?"bisik
para karyawati.Let's back to Masamba to find out.
*****Masamba*****
Sebuah pesawat mendarat di Masamba,seorang pria muda keluar dari
dalamnya."Selamat datang di Masamba,Tuan Irwan!"sapa seorang pria
setempat pada pria muda itu.Kok Irwan bisa ada di dua tempat bersamaan?Pria itu
adalah Danang.Ia mengaku sebagai Irwan karena ia punya misi khusus.Selama
seharian Danang berkeliling Masamba,mengamati setiap wanita yang ia temui di
sana.Sampai ia melihat seorang gadis berkulit eksotik dan sangat sederhana
tengah melayani pembeli di sebuah toko kelontong."Evi,angkat barang2 saya
ke depan ya!"teriak pembeli itu.Ya,yang Danang lihat dan incar adalah
Evi.Danang pura2 menjatuhkan dompetnya dan tepat seperti dugaannya Evi
memanggilnya."Maaf,dompet Anda jatuh.Ini."
"Wah,terima kasih...Ini buat Nona...sebagai ucapan terima kasih
saya."Danang memberikan sejumlah uang pada Evi.Evi menolaknya tapi Danang
memaksa,"Terima saja,..o ya nama saya Irwan Sutedja.Saya dari
Jakarta."Evipun menerima jabat tangan Danang.Sejak saat itu Danang
berusaha mendekati Evi.Banyak hal yang ia lakukan untuk mendapat kepercayaan
Evi dan keluarganya.Ia lalu menyuruh rentenir,dimana ayah Evi berhutang untuk
menagih pada ayah Evi.Danang pura2 menawarkan bantuan tapi dengan syarat Evi
bersedia menikah dengannya.Merasa terdesak,ayah Evi setuju.Daripada melihat
ayahnya disiksa rentenir,Evi tak punya pilihan lain.Ia menerima keputusan
ayahnya.Danang menikahi Evi di catatan sipil dengan saksi2 bayaran dan
identitas yang ia pakai adalah Irwan Sutedja.
"Untung aku sudah berlatih memalsu tanda tangan Irwan.Semua sesuai
rencana.Kini aku sudah pegang surat nikahnya.Saatnya kembali ke Jakarta.Untuk
adegan actionnya:sabotase pesawat Irwan.Aku tahu Irwan telah lama merencanakan
pelebaran bisnis propertinya ke Masamba.Aku telah membuat perusahaanku di
Banyuwangi kacau balau untuk membuat Irwan menunda kepergiannya ke
Masamba.Tunggu saja kematianmu adikku tersayang.."kata Danang dalam hati.
Usai tanda tangan Danang pura2 terima telpon dari Jakarta,"Apa Mama
masuk RS?Ya aku segera kembali ke Jakarta hari ini juga."Danangpun pamit
pada Evi dan ayahnya,"Maaf Pak,Irwan harus segera kembali ke Jakarta.Mama
Irwan masuk RS.Ini sangat mendadak jadi Irwan tak bisa mengajak kalian.Nanti
kalau kondisi Mama sudah stabil,baru saya akan jemput kalian ke Jakarta.Saya
harus pergi sekarang.Maaf ya Evi,malam pertamanya ditunda dulu ya."kata
Danang.Evi dan keluarganya melepas Danang kembali Jakarta.Di pesawat Danang
tersenyum2 sambil melihat surat nikah di tangannya.Tertera nama Evi dan Irwan
di sana.Ia telah menghabiskan banyak uang untuk menyuap petugas catatan sipil
dan para saksi.Baginya itu cuma pengorbanan kecil karena apa yg akan ia raih
lebih besar dan dahsyat lagi.
Tabir Kepalsuan mulai dibentangkan Danang.Akankah berbuah manis
seperti rancangannya?Atau malah menjadi bumerang?******see you next eps*******\
Eps 4
Tabir Kepalsuan》
Danang memastikan semua rencananya berjalan
lancar,ia hubungi teknisi pesawat yg ia selundupkan diantara kru yg
lain,diperankan oleh Adi."Bagus Adi,sekarang aku akan menemui adik tiriku
itu untuk terakhir kalinya.Ha ha ha!"ucap Danang saat mobilnya memasuki
kediaman mewah keluarga Sutedja di Jakarta.
"Bersiaplah Irwan untuk menyusul
ayahmu.Begitu kau pergi,aku akan menguak surat pernikahanmu dgn Evi pada
Mama.Mama pasti percaya karena tanda tanganmu tertera di situ.Lagipula aku
sudah menutup mulut pihak catatan sipil dg uang.Lalu Evi akan menjadi janda Irwan,dan
dengan menyandera ayah dan adiknya,aku akan mengambil alih semua milik Irwan
hya ha ha.Rencana yg sangat bagus!"pikir Danang.
Dari jauh ia melihat Irwan tengah berpamitan
pada Inul."Irwan,Mama mohon tunda dulu ya.Danang pergi masak km juga pergi
sih.Uang kan bisa dicari lagi."bujuk Inul.Ia merasakan kecemasan dengan
kepergian Irwan kali ini.Akankah Irwan menunda kepergiannya?
Eps 5》TABIR KEPALSUAN
Irwan terus memberi pengertian pada Mamanya bahwa ia
harus ke Masamba.Ia telah menunda berkali2 rencana perluasan bisnis propertinya
di sana."Maafkan Mama sayang,jika bukan karena mengurusi kericuhan di
perusahaan Danang kau tentu sudah berangkat ke Masamba sejak dulu.Mama
beruntung sekali memiliki putra sebaik dirimu.Kau tetap peduli pada kakakmu itu
meski ia sering menyusahkanmu.Kau ini benar2 mirip papamu.Serius diluar tapi
berhati lembut.Andai ia masih ada.Pasti ia bangga padamu."
Inul mencium kening Irwan sambil
berkaca2.Saat itulah Danang masuk dan makin irilah ia pada Irwan."Tahukah
kau Irwan,mengapa aku begitu membencimu?Karena kau merebut kasih sayang Mama
dariku.Dulu kasih sayang Mama hanya buatku tapi sejak kau lahir semua mulai
berubah.Semua karena dirimu."geram Danang dalam hati.
Eps 6♡Tabir Kepalsuan
Melihat Danang datang,Irwan segera
mendekatinya,"Kak,darimana saja?Hp ga aktif,lain kali kasih kabar kak,Mama
cemas tuh."Danang cuma tersenyum,"Aku lagi ada urusan di luar
pulau,biasa bisnis.Sorry ya Mam bikin cemas ya?"Inul memeluk putra
pertamanya itu dgn sayang,"Bisnismu yg di Jawa aja dulu kamu
perhatiin,untung Irwan segera turun tangan kalo ga perusahaanmu di Banyuwangi
dah berhenti produksi lho.Karyawanmu pada mogok kerja.Kamu tuh harus berterima
kasih ama adikmu ini."
Irwan senang melihat Mamanya sudah tenang dgn kembalinya Danang,"O
ya Irwan harus berangkat nih.Kak titip Mama ya,soal perusahaan di Banyuwangi
berkasnya ada di meja kerjaku.Ma,Irwan pergi dulu ya."Inul memeluk putra
bungsunya dan merestui perjalanannya,"Selalu dalam lindungan-Nya,jika dah
sampai Masamba telpon Mama ya."
Begitu Irwan pergi,
Danang mengungkit soal Evi pada Inul."Ma,Irwan punya cewek di Masamba deh
kayaknya.Perhatiin deh ia semangat sekali buka bisnis di sana."
Inul setengah ga percaya karena Irwan tidak curhat soal cewek
padanya,"Masa sih kok Irwan ga kenalin ke Mama kalo punya cewek?"
"Mama kan tahu
Irwan itu baru ngomong kalo semuanya sudah jelas.Ntar deh aku cari
buktinya.Mama lihat aja nanti.O ya Ma aku mau ambil berkas dulu di ruang kerja
Irwan."Danang pergi ke ruang kerja Irwan.
Danang menyelipkan
surat pernikahannya dgn Evi diantara dokumen Irwan.Ia lalu duduk di kursi kerja
Irwan,"Sebentar lagi yang memakai ruangan ini adalah aku.Semua foto2 Irwan
akan kubuang semua."
Sementara itu Irwan sedang bicara dengan pamannya(diperankan oleh
Benigno),"Om Ben,selama aku ga di Jakarta,handle dulu ya semuanya.Bila ada
yg penting,hubungi saja Irwan."
"Siap 86
Pangeranku!"jawab Benigno.
"Ah,Om ini selalu
manggil aku gitu.Titip awasi kak Danang juga,pastikan ia ga bikin Mama sedih
lagi.Irwan terbang dulu Om,doain Irwan ya!"Pesawatpun mulai naik dan
meninggalkan Benigno,"Jagai pangeran kecilku Tuhan,aku sayang padanya
seperti pada putraku sendiri.Hatinya yang mulia itu benar2 membuat siapapun
akan sayang padanya."
Akankah doa orang2 yg sayang pada Irwan mampu menolong Irwan luput dari
rencana jahat Danang?
Eps 7》Tabir Kepalsuan
Pesawat Irwan sudah
di atas langit Sulawesi,tampaknya mereka akan segera sampai."Sudah sampai
mana ini Pak?"tanya Irwan."Ini diatas Mamasa Tuan Muda,o ya saya mau
berterima kasih pada Tuan Muda,berkat Tuan,anak saya yang jadi TKI di Taiwan
bebas dari hukuman mati.Saya tidak tahu harus bagaimana saya membalas kebaikan
Tuan Muda."kata pilot pada Irwan sambil berkaca2."Bapak sudah
mengabdi pada keluarga saya begitu lama,sudah sepantasnya saya memperhatikan kesejahteraan
keluarga Bapak."ucap Irwan.Saat itulah pesawat tiba2 bergetar
aneh."Ada apa Pak?Ada masalah?"
Irwan terguncang2 seraya
berpegangan."Sepertinya ada kerusakan mesin Tuan Muda,wah di depan tebing
Tuan,cepat loncat Tuan saya akan terbang rendah diatas sungai itu,mumpung saya
masih bisa kendalikan!Cepat Tuan Muda!!"teriak pilot."Lalu
Bapak?!"sahut Irwan seraya membuka pintu pesawat."Anggap saja ini
cara saya membalas kebaikan Tuan Muda.Cepat loncat !Sekarang!!"
Kepala Irwan terbentur dinding pesawat dan jatuhlah ia terjun ke sungai
sementara pesawat menabrak tebing dan meledak bersama pilotnya.Irwan sempat
melihat pesawat itu meledak sebelum akhirnya pingsan terbawa arus.Seorang warga
setempat yang melihat kepulan asap dan puing2 pesawat segera memberitahu warga
lainnya.
Di Jakarta,Inul yang tengah memegang foto Irwan tiba2 tersentak dan
jatuhlah foto yg ia pegang.Foto yg dibingkai kaca itu retak."Irwan!!Ada
apa ini?Adakah ini pertanda buruk?Aku harus cari tahu!"
Di Masamba,Evi yang tengah mengiris sayur tiba2 tergores pisau
tangannya."Auww!"jerit Evi kesakitan.Rizkypun segera mendekati
kakaknya,"Kak Evi sih mikirin kak Irwan melulu.Tuh berdarah kan?Wah
kayaknya dalam nih kak lukanya."Rizky sibuk mengobati tangan Evi sedang
pikiran Evi malah melayang jauh,"Kenapa tiba2 hatiku berdesir seperti ini
ya?Mungkinkah terjadi sesuatu pada Irwan?"
Jawabannya di eps
selanjutnya.
Eps 8》Tabir kepalsuan
Inul cemas karena Irwan belum juga menghubunginya.Hp Irwan tak bisa
dihubungi.Benigno coba menenangkan Inul tapi tetap saja tak bisa."Bawa
Irwan pulang Ben!Aku cuma ingin melihat dia baik2 saja.Cari dia Ben!Kumohon
lakukan apapun asal putraku kembali."isak Inul."Tenang Kak!Aku akan
hubungi pemerintahan di sana,untuk membantu mencari Irwan.Kita harus terus
berdoa dan percaya bahwa Irwan baik2 saja.Irwan itu anak yg baik ,pasti juga
mendapat kebaikan."
Tiba2 Danang masuk dan segera memeluk Inul," Ma,ada berita pesawat
jatuh di Sulawesi,tepatnya di daerah Mamasa.Mungkinkah itu pesawat
Irwan,Ma?"
Bukannya menjawab
pertanyaan Danang,Inul malah pingsan mendengar berita yg dibawa Danang.
Inul shock dgn kenyataan bahwa pesawat yg jatuh di Mamasa benar pesawat
Irwan.Tim SAR dikerahkan tapi tidak ditemukan jejak keberadaan Irwan.Dugaan
sementara Irwan ikut meledak bersama pesawat.Mediapun heboh memberitakannya.
Sementara itu,ditepi sungai di daerah Mamasa,sesosok tubuh
tergeletak,terkulai penuh luka .Seorang pencari ikan membawanya pulang dan
merawat luka2nya.Ya Irwan masih hidup tapi ....
Eps 9>>Tabir Kepalsuan
Irwan dirawat oleh Danny dirumahnya yg sederhana.Irwan demam tinggi dan
Danny memanggil tabib ke rumahnya.Selesai memeriksa dan membuatkan ramuan obat
tradisional,tabib itu berpesan pada Danny:"Ini ramuan obat yg harus
kauberikan.Bila besok panasnya tidak turun juga ,panggil kakek lagi."
"Terima kasih Kakek Tabib,ini Danny siapkan beberapa ekor ikan untuk
kakek bawa pulang."ucap Danny.
Ramuan tabib itu sangat manjur,Irwan berangsur2 membaik.Danny sangat
senang saat Irwan sadar."Di mana aku?"Irwan mencoba bangun tapi
badannya sangat lemas."Akhirnya kau sadar juga,berhari2 kau tidak sadarkan
diri.Sebenarnya apa yg terjadi dgnmu?"Irwan memegangi
kepalanya,"Aku?Siapa aku?Aaah kepalaku sakit sekali...."Irwan malah
muntah.Irwan tidak ingat apapun.Setiap kali coba mengingat,kepalanya langsung
terasa sakit.Danny terus merawat Irwan,"Kau sangat baik padaku,Danny.Aku
sungguh berterima kasih.Mengapa kau mau menolongku?Kau bisa saja membiarkan aku
tetap tergeletak di tepi sungai."
"Itu karena kau mengingatkanku pada adikku.Mungkin jika ia masih
hidup,ia pasti seusiamu...."Danny tampak menerawang."Maaf...aku tidak
bermaksud membuatmu sedih..."kata Irwan.
"Adikku hanyut di sungai saat sedang bermain dengan teman2nya.Sampai
sekarang tubuhnya tidak ditemukan.Di malam sebelum aku menemukanmu di tepi
sungai,aku bermimpi tentang adikku.Ia berteriak minta tolong padaku.Tangannya
menggapai2.Esoknya aku menemukanmu....Bagai melihat adikku hidup kembali,aku
melihatmu."cerita Danny.
Eps 10#Tabir Kepalsuan
Irwan tinggal di rumah Danny dan mengganggap Danny sebagai
kakaknya."Kak,apalagi yg bisa kubantu?"tanya Irwan sambil meletakkan
kayu bakar.
"Dik,kau itu masih belum pulih,istirahatlah dan bila sudah sehat
kita cari keluargamu bersama2.
Mrk pasti
mencemaskanmu.."kata Danny.
"Apa ingatanku
bisa kembali ya kak?Terkadang ada bayangan orang2 muncul di pikiranku tapi
kemudian hilang lagi."Irwan merasa kepalanya nyeri tiap kali coba
mengingat masa lalunya.Mari kita lihat apa yg terjadi di Jakarta.Kediaman mewah
Sutedja diliputi duka.Inul
berulangkali pingsan dan tak mau pergi dari kamar Irwan.Sudah hampir 3 minggu
tidak ada berita tanda2 kalau Irwan masih hidup.Semua sudah putus asa.Saat
itulah Danang menunjukkan surat pernikaha n rekayasa yg dibuatnya pada
Mamanya."Ma,aku menemukan surat ini di antara dokumen Irwan.Coba deh Mama
lihat!"
Inulpun membuka berkas itu dan terkejutlah ia,"Ini surat nikah
kan?Tapi kenapa Irwan menikah diam2?Ini harus dicek kebenarannya.Panggil Om Ben
ke sini."suruh Inul.Danangpun pergi sambil tersenyum licik.Rencananya
berjalan mulus...Untuk sementara...
Eps 11♡Tabir Kepalsuan
Berita pernikahan Irwan menghebohkan keluarga Sutedja.Benigno sendiri
merasa aneh dengan surat pernikahan Irwan.
"Pertama kecelakaan pesawat.Lalu raibnya Irwan,dan kini dokumen
pernikahan?!Aneh,Irwan yg kukenal bukan tipe suka main rahasia apalagi soal
besar seperti pernikahan.Aku akan ke Masamba mencari tahu kebenaran dari semua
ini."pikir Benigno.
Kembali ke Masamba.Danny mengajak Irwan ke Masamba menemui temannya yg
seorang dokter syaraf ( diperankan oleh Reza ).Reza memeriksa Irwan,dan
ternyata Irwan mengalami gegar otak dan akibatnya amnesia."Untuk sementara
jangan mencoba secara berlebihan untuk mengingat masa lalumu dulu ya.*ost.masa
lalu by Inul Daratista*karena syaraf yg terlalu tegang akan
memacu amnesia
permanent.Bersabarlah semoga ada keajaiban.Ini saya beri resep untuk
ditebus.Ini harus diminum karena ini sangat membantu memulihkan kesehatan
syarafmu."kata Reza.
Danny menebus resep obat di apotik,sementara Irwan menunggu di luar.Saat
itulah Irwan melihat seorang anak sekolah mau menyeberang jalan dan tidak
melihat truk yg melaju ke arahnya.Spontan Irwan lari dan menyelamatkan anak
sekolah itu tapi malang kepala Irwan malah terbentur trotoar.Mendengar
keributan Danny yg sedang mencari Irwan segera menghampiri dan alangkah
terkejutnya ia melihat Irwan tergeletak tak sadarkan diri.
"Apa yg terjadi?Mengapa adik saya jadi seperti ini?"Danny
panik.Anak sekolah itu menjawab dengan gemetar,"Kakak ini menyelamatkan
Rizky dari tertabrak truk tapi malah jadi begini....."ternyata anak
sekolah itu adalah Rizky..adiknya Evi.
"Kak,bawa ke rumah Rizky saja,dekat kok dari sini."pinta
Rizky.Danny dibantu warga sekitar membawa Irwan ke rumah Rizky.Evi yang sedang
menyapu di depan rumah,terkejut dgn kedatangan mrk."Ada apa ini
Rizky?"Evi dipeluk Rizky yg terlihat cemas." Kakak yg pingsan itu
menyelamatkan Rizky dari tertabrak truk,Kak.Tolong dia Kak!"
"Sudah km panggil pak mantri saja!"suruh Evi.Irwan
dibaringkan di kamar Rizky.Evi membersihkan luka Irwan.Tak lama kemudian Rizky
datang bersama pak mantri.Akhirnya Irwan dan Evi bertemu
jua....
Eps 12》Tabir Kepalsuan
Pak Mantri memeriksa luka di kepala Irwan,"Kepalanya perlu dilakukan
rekam medis seperti citiscan supaya kita tahu efek dari trauma benturan yg
dialaminya.Saya sarankan bawa pasien ke dokter syaraf sesegera mungkin.Jika tidak
,mungkin pasien bisa mengalami kelumpuhan."
Danny lalu mengantar pak mantri,Irwan ditunggui oleh Evi.Evi mengusap
sisa darah yg mengotori wajah Irwan,tak terasa air matanya menetes membayangkan
harusnya Rizkylah yg terbaring di hadapannya sekarang.Tanpa sadar Evi memegang
tangan Irwan sambil berkaca2 ia
berkata,"Terima
kasih banyak,Anda telah menyelamatkan adik saya...Hati Anda begitu mulia,..saya
tak tahu dengan apa saya bisa membalas kebaikan Anda...Jadi saya mohon sadarlah
supaya saya bisa berterima kasih...sadarlah...saya mohon..."
Rizky dan Danny ikut terharu melihatnya.Mrk hanya berdiri di
kejauhan.Seakan mendengar ungkapan hati Evi,Irwanpun mulai membuka matanya.Ia
merasakan seseorang memegang tangannya,perlahan ia mengedarkan pandangannya.Ia
melihat wajah2 asing.Namun,yg paling menarik perhatiannya adalah Evi.Baru kali
ini ada seorang wanita selain Mamanya yg begitu mencemaskannya,dengan erat
memegang tangannya sambil berurai air mata.
"Apa aku mengenalmu?...Mengapa kau menangis?...aahkh kenapa kepalaku
sakit sekali..?"Irwan mencoba bangun tapi Evi segera
menahannya."Jangan banyak bergerak dulu....akhirnya Anda sadar juga...saya
lega sekali...."kata Evi berbinar2 bahagia.Irwan terkesima
melihatnya.*****
Eps 13♥Tabir Kepalsuan
Evi kikuk juga dipandang seperti itu oleh Irwan.****
"Ehemm!",Ayah
Hamdan mengejutkan mereka semua.Evipun baru sadar kalau sejak tadi ia memegang tangan
Irwan.Ia segera melepaskannya dan menyambut ayahnya.
"Ayah,orang ini telah menyelamatkan Rizky dari tertabrak truk.Tapi
ia terluka karenanya lalu Rizky membawanya pulang.Kita harus berterima kasih
padanya Ayah.Kalau tidak ada dia...entah bagaimana dgn Rizky."papar
Evi."Benar itu Rizky?"tanya Ayah Hamdan pada putranya.Rizky
mengiyakan.Hamdan Att merengkuh kedua anaknya.Ia bersyukur keduanya baik2
saja.Irwan heran mendengar percakapan
mereka,"Aku
menyelamatkan orang dari tertabrak truk?Benarkah?Kenapa aku tidak ingat tentang
kejadian itu?...Lalu siapa pria satunya itu?Kenapa wajah2 mereka asing
bagiku?"pikir Irwan.
Danny lega Irwan sudah
sadar,"Dik,apa yg kaurasakan?Kakak cemas sekali tadi.Bila kau sudah tidak
apa2,sebaiknya kita pulang ke Mamasa.Kakak akan merawatmu di sana."
Irwan makin bingung mendengar ucapan Danny,"Anda memanggil saya '
adik'?*********Tapi kakak
saya cuma satu,kak Danang,dan kami tinggal di Jakarta bukan Mamasa??"
Sadarlah Danny bahwa ingatan Irwan mulai kembali tapi ingatan yang
terakhir yang malah sekarang hilang.Danny lalu bicara berdua dgn Hamdan Att
menceritakan semua yg telah dilalui Irwan,bagaimana ia menemukan Irwan ditepi
sungai hingga tiba di Masamba dan bertemu Rizky.Hamdan Att malah menyarankan
supaya Irwan tinggal dulu di rumahnya sampai kondisinya pulih.Lagipula ia ingin
membalas budi pada
Irwan.Danny lalu pamit
kembali ke Mamasa,"Saya titip adik saya,ia tidak akan merepotkan
Anda,hatinya sangat baik,walaupun saya bukan kakak kandungnya tapi saya
menganggap dia sebagai adik saya sendiri.Mungkin inilah jalannya untuk
menemukan keluarganya kembali.Ini ada obat,berikan padanya.Bila ada apa2 ini
alamat saya di Mamasa."
Sementara itu Evi menyiapkan makanan untuk Irwan,"Anda pasti
lapar,ini saya sudah buatkan bubur."
Rizky datang membawa
minuman untuk Irwan,"Kakak harus coba makanan buatan kak Evi,dia pinter
masak lho."
"Terima kasih
kalian baik sekali padaku",kata Irwan sambil mencoba duduk bersandarkan
bantal.Irwan mencoba makan sendiri tapi
tangannya yang kanan
masih sakit bila digerakkan,"Biar saya saja..."kata
Evi mengambil makanan itu dan mulai menyuapi Irwan.
"Cie cie aku aja
ga pernah disuapin ama kak Evi.Kak Evi pilih kasih."goda Rizky.
"Hey apa kau
bilang?Belum pernah katamu?Siapa yang merawat kamu dari kecil hey !?"Evi
mencubit pipi Rizky.
"Iya iya Rizky
salah,ampun ampun!".Irwan geli melihat tingkah kakak adik itu.
"O ya kalian bisa memanggilku Irwan.Aku dari Jakarta."kata
Irwan.Bagai tersambar petir,Evi mendengar nama itu.Sekali lagi hatinya
berdesir.Akankah Evi tahu bahwa yang ada dihadapannya sekaranglah Irwan Sutedja
yang sesungguhnya?>>>See you in eps 14.
Eps 14→TABIR KEPALSUAN
Wajah Evi berubah sendu begitu Irwan memberitahu namanya."Hari sudah
malam,kuambilkan selimut dan baju ganti dulu ya."dalih Evi supaya bisa
pergi dari dekat Irwan."Sudah hampir sebulan tapi tidak ada kabar apapun
dari suamiku,apa aku perlu menyusul ke Jakarta ya?Tapi aku belum pernah ke
Jakarta....",pikir Evi.
Ngomong2 gimana kabarnya Danang di Jakarta ya?Danang sedang mencuri
dengar pembicaraan antara Inul dengan Benigno."Sepertinya Om Ben tak bisa
membuktikan kepalsuan surat nikah itu,kurasa upacara pemakaman akan segera
digelar...dan ini saat yg tepat untuk membawa Evi ke Jakarta.Tapi untuk apa aku
repot2 jemput,kan ada Om Ben di Masamba.Aku hanya perlu merayu Mama saja supaya
Mama menyuruh Om Ben membawa Evi ke Jakarta."
Danang menemui Mamanya yang nampak sedang memandangi foto Irwan dengan
sedih.Sejak Irwan hilang,hilang pula keceriaan di wajah Inul."Ma,sudah
dong....sampai kapan Mama meratapi Irwan?Ingat Ma,Mama sendiri kan yang selalu
bilang kita itu harus legowo menghadapi apapun dalam hidup ini.*****
Apalagi ternyata Irwan diam2 sudah menikah,Mama juga harus
menerimanya,kita harus menerima keputusan Irwan.Ma,kita harus membawa isteri
Irwan kemari untuk menghadiri prosesi pemakaman."bujuk
Danang."Prosesi pemakaman?Danang,Mama yakin adikmu masih hidup.Bagaimana
bisa kita mengadakan prosesi pemakaman ?Tidak,Irwan Mama tidak mungkin sudah
tiada...."Inul berkaca2.
"Ma,masalahnya Rapat Pemegang Saham terus mendesak kita memberi
kejelasan karena dengan kosongnya kursi Presiden Direktur berakibat buruk pada
index saham kita Ma.Nilai saham kita terus menurun.Kita harus segera mengambil
tindakan sebelum
akhirnya kita bukan
hanya kehilangan Irwan tapi juga enterprise bisnis yg dengan susah payah
dibangun oleh mendiang ayah dan Irwan, Ma.Coba pikirkan baik2 ,Ma.Ini
menyangkut hajat hidup orang banyak,Ma.Berapa juta karyawan perusahaan kita
yang tersebar di seluruh Indonesia?"kata2 Danang membuat Inul goyah.Akhirnya
Inul setuju dan menelpon Benigno,"Ben,bawa isteri Irwan ke Jakarta
ya.Jemput dia.Kakak ingin melihatnya.Bawa juga keluarganya."
"Baik, Kak.Besok aku akan mencari alamatnya.Begitu kutemukan akan
segera kubawa ke Jakarta."jawab Benigno dari Masamba.Danang tersenyum
penuh kemenangan,tapi Danang tidak tahu bahwa takdir membawa Irwan berada di
rumah Evi dan jika Benigno menemui Evi maka ia juga akan bertemu Irwan.Akankah
Benigno bertemu Irwan?See you next episode.
Eps 15♥Tabir Kepalsuan♥
Irwan tinggal dirumah Evi,sekamar dgn
Rizky.Irwan membantu Ayah Hamdan di ladang.Ikut mencari rumput buat
ternak,menyiangi,mengumpulkan kayu bakar dan beberapa pekerjaan lain yg bisa ia
kerjakan dg kondisinya yg masih belum pulih benar."Kayu bakarnya cukup
banyak hari ini,mau taruh di mana?"tanya Irwan sambil menenteng kayu bakar
kiri kanan.Evi melihat keringat bercucuran di wajah Irwan dan hampir mengenai
matanya,segera diusapnya wajah Irwan dengan handuk kecil,"Ya ampun hampir
kena mata,sepertinya di Jakarta kau tidak pernah melakukan hal seperti ini ya?
Sampai keringatan
begini."Bukannya menjawab,Irwan malah terpesona dengan perhatian Evi
padanya,lalu bergumam,"Ya..aku belum pernah mengalami seperti ini
sebelumnya..."
"Masa kau belum pernah keringatan seperti ini?Ini bukan keringatan lagi
namanya,ini mandi keringat.Nih handuknya langsung basah."kata Evi.Jantung
Irwan berdegup kencang saat wajah Evi begitu dekat dengannya tadi."Bukan
keringatannya yg kumaksud tapi perasaan ini,rasa bahagia yg tiba2 muncul tiap
kali berada didekatmu,Evi."batin Irwan dalam hati.
"Mmm...kayu bakarnya taruh sana saja deh..O ya aku sudah siapkan makan
siang di meja makan.Ada telor ceplok dan sayur daun kelor.Kulihat kemarin kau
makan lahap sekali,jadi kupikir kau suka."kata Evi sambil mengambilkan
segelas air putih buat Irwan."Terima kasih.Aku memang haus."ucap
Irwan lalu meminum air itu sampai habis."Kak!Rizky masuk 10 besar di
kelas!!"teriak Rizky tiba2 mengejutkan Evi yg sedang mengiris
timun.Akibatnya jari Evi tergores pisau."Aaww.!"teriak Evi kesakitan.
Irwan langsung mendekati Evi dan mengobati
luka di jari
Evi."Rizky,kalau ngomong ga teriak2 bisa ga?Beritanya sih bagus tapi
penyampaiannya itu bikin kaget tahu.!"kata Evi.
"Iya Rizky,kak
Irwan aja juga kaget."kata Irwan sambil jongkok mengobati luka Evi.
Sementara Evi duduk di atas kursi kecil.
"Bukan salah
Rizky kali,kak Evi kaget karena melamunkan kak Irwan kan?!Hayo
ngaku?!"kelit Rizky.Mendengar itu Irwan tersipu2,"Maksudnya?"
"Maksudku bukan
kak Irwan yg disini tapi kak Irwan,suami kak Evi yg pergi ke Jakarta sejak
upacara nikah selesai sampai sekarang ga ada kabar."cerita Rizky.Hati
Irwan hancur mendengar cerita Rizky,ia memandang ke arah Evi dengan wajah
kecewa,"Benarkah itu Evi?Kau sudah menikah?Dan nama suamimu juga
Irwan?Asalnya juga dari Jakarta?"
"Kami baru saja
selesai dari catatan sipil tiba2 nak Irwan bilang ia ada urusan penting dan
harus kembali ke Jakarta hari itu juga.Dan sampai sekarang tidak ada kabar
apapun.Ini salah Ayah,seharusnya Ayah tidak lanģsung menerima lamarannya begitu
saja.Maafkan Ayah,Evi...."kata Ayah Hamdan,"Ayah
buta dengan kemilau
harta sampai Ayah lupa bahwa ini menyangkut masa depan putri Ayah."
"Sudah Ayah jangan sedih,Evi ga marah kok sama Ayah.Evi tahu Ayah
sayang sama Evi.Gara2 Rizky sih jadi melantur gini.Ayo kita makan,nanti keburu
dingin lagi!"Semua menuju ke meja makan tapi Irwan merasakan kejanggalan
soal pernikahan Evi dengan pria yg nama dan asalnya sama dengannya.
Sementara itu tak jauh dari rumah Evi sebuah mobil mewah
berhenti.Benigno keluar dari dalamnya dan menghampiri seorang warga."Maaf,Bu.Tahu
rumahnya Evi,putri dari Bp.Hamdan?"
"Oh Evi,kakaknya
Rizky,itu yang diujung lurus saja."
"Terima kasih ya
Bu."kata Benigno.
Sampai depan rumah yg
dimaksud,Benigno segera mengetuk pintu,"Permisi!"
"Ya?!.Evi keluar
menyambut."Anda mencari siapa?"
"Anda yg bernama
Evi?"
"Ya saya
sendiri.Ada apa ya?"
"Benar Anda yang
menikah dengan Irwan Sutedja dari Jakarta?"
"Bagaimana Anda
tahu ?"
"Saya adalah
paman dari suami Anda.Saya diminta keluarga Sutedja untuk menjemput Anda
sekeluarga ke Jakarta untuk menghadiri prosesi pemakaman Irwan."kata
Benigno.
"Apa!?Pemakaman
Irwan?Irwan ...meninggal?"
"Saat menuju
Masamba,pesawatnya mengalami kecelakaan dan meledak..."Belum selesai
bicara,Evi sudah pingsan.Untung Benigno segera
menangkap tubuh Evi."Tolong!Ada yg pingsan."teriak Benigno.
Mendengar
keributan,Hamdan dan Irwan segera keluar.Mereka terkejut melihat Evi
pingsan.Irwan segera merengkuh tubuh Evi dan membaringkannya di balai2.Benigno
lebih terkejut lagi melihat Irwan keluar dari dalam rumah Evi.
"Irwan??Kau masih
hidup?!"Benigno memegang wajah Irwan.
"Om
Ben?!"Irwan baru memperhatikan siapa tamu Evi.
"Kalian saling
mengenal?"Hamdan Att yang ganti keheranan.Apa jawab Irwan dan Benigno pada
ayah Evi?*****$ee you next eps*******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar