CERBUNGTABIR KEPALSUAN
{EPS 16 - 28}EPS
'
Eps 17♡Tabir Kepalsuan
"Kau ?Irwan kau....?kau juga disini?!"Evi kaget melihat Irwan suaminya.
Sementara itu Irwan merasa cemas Evi belum kembali dari toilet,"Aku mau menyusul Evi Ma.Takut ia nyasar di rumah ini."kata Irwan pada Mamanya.
"Ciee....baru ditinggal ke toilet sudah kangen....cie cie!"ledek Benigno.
Dengan wajah tersipu2,Irwan pergi menyusul Evi.Apakah Irwan akan memergoki Danang yg sedang mengancam Evi?*****see you next eps****
EPS 19
Kembali ke Evi dan Danang."Apa maksudmu akan mencelakai keluargaku?Siapa kau sebenarnya?"tanya Evi.Danang mengambil sebilah pisau dan memainkannya di depan Evi,"Rupanya kau belum mengerti maksudku ya....Aku ini bukan Irwan.Nama asliku adalah Danang.Aku adalah kakak tirinya Irwan.Dan aku tidak pernah main2 dengan ucapanku.Aku akan melakukan apa saja untuk mencapai apa yg kuinginkan."
{EPS 16 - 28}EPS
'
Eps 16 ♥ Tabir Kepalsuan ♥
Irwan tak menyangka bisa bertemu Benigno.Ia segera merangkul pamannya itu."Irwan pikir tidak akan melihat Om lagi.Ayah Hamdan kenalkan ini paman Irwan,namanya Om Benigno,dia adik Mama saya.Om Ben,Ayah Hamdan ini ayah dari Evi.Om,kenapa Evi pingsan Om?Apa yg terjadi?"
Irwan mencoba menyadarkan Evi,"Vi,bangun Vi!Evi...."panggil Irwan.
Evipun sadar dan terlihat ingin menangis begitu melihat Irwan.berita kematian yg dibawa Benigno benar2 mengejutkannya,Ayah Hamdan segera mendekati putrinya dan Evipun menangis dipelukan ayahnya,"Irwan...Yah...Irwan meninggal dalam kecelakaan pesawat...Paman itu kerabatnya...".
Irwan tahu Evi bicara soal suaminya tapi yg tidak ia mengerti adalah hubungan Benigno dan suami Evi.Benigno makin bingung melihat Evi menangisi Irwan padahal jelas2 Irwan masih hidup dan ada bersama mereka.
"Om,kenal dengan suami Evi?"tanya Irwan.Pertanyaan Irwan membuat Benigno makin bingung lagi.Tapi yg terpenting baginya adalah Irwan masih hidup dan ia ingin segera memberitahu kakaknya berita bahagia ini."Pak Hamdan,saya rasa sebaiknya Anda sekeluarga bersiap2 ikut saya ke Jakarta.Keluarga Irwan di sana sudah menunggu kedatangan kalian."kata Benigno.
Evi dan Ayah Hamdanpun masuk ke dalam.Tapi Benigno berpesan supaya mereka tak perlu repot membawa banyak barang karena semua keperluan mereka akan disediakan di Jakarta.Begitu mrk masuk ke dalam,Irwan memeluk Benigno sambil berkaca2."Bagaimana Mama,Om?"tanya Irwan.
"Berita pesawatmu jatuh sungguh mengguncang Mamamu."Benigno memandang Irwan seakan2 masih tak percaya bahwa Irwan masih hidup.
"Pesawatku jatuh?"Benigno lalu menceritakan semuanya dari awal Irwan mau ke Masamba hingga niatnya mau jemput Evi.
"Kata Ayahnya Evi,sebelum tiba di sini,aku tinggal bersama seorang pencari ikan di Mamasa bernama Danny.Ia menemukanku tak sadarkan diri di tepi sungai saat sedang mencari ikan.Katanya aku tidak ingat apapun,bahkan namapun aku tidak ingat.Lalu ia membawaku ke Masamba untuk berobat tapi malah terluka lagi saat menolong adiknya Evi di jalan."cerita Irwan.
"Nanti di Jakarta,kita lakukan medical check up buat Irwan.Terutama untuk kepala.Om akan panggil team dokter syaraf terbaik buat Irwan."Benigno sudah tak sabar ingin segera kembali ke Jakarta.Evi juga mengajak Rizky ke Jakarta.Setelah semuanya siap merekapun menuju bandara.Sebuah pesawat khusus telah disiapkan Benigno untuk membawa keluarga Evi ke Jakarta.Welcome back to Jakarta!Bagaimana reaksi Inul mengetahui Irwan masih hidup?Bagaimana pula reaksi Danang mengetahui rencananya gagal total?Dan yg paling seru adalah bagaimana reaksi Evi mengetahui siapa Irwan Sutedja yang sebenarnya.....
Eps 17♡Tabir Kepalsuan Irwan mencoba menyadarkan Evi,"Vi,bangun Vi!Evi...."panggil Irwan.
Evipun sadar dan terlihat ingin menangis begitu melihat Irwan.berita kematian yg dibawa Benigno benar2 mengejutkannya,Ayah Hamdan segera mendekati putrinya dan Evipun menangis dipelukan ayahnya,"Irwan...Yah...Irwan meninggal dalam kecelakaan pesawat...Paman itu kerabatnya...".
Irwan tahu Evi bicara soal suaminya tapi yg tidak ia mengerti adalah hubungan Benigno dan suami Evi.Benigno makin bingung melihat Evi menangisi Irwan padahal jelas2 Irwan masih hidup dan ada bersama mereka.
Evi dan Ayah Hamdanpun masuk ke dalam.Tapi Benigno berpesan supaya mereka tak perlu repot membawa banyak barang karena semua keperluan mereka akan disediakan di Jakarta.Begitu mrk masuk ke dalam,Irwan memeluk Benigno sambil berkaca2."Bagaimana Mama,Om?"tanya Irwan.
"Kata Ayahnya Evi,sebelum tiba di sini,aku tinggal bersama seorang pencari ikan di Mamasa bernama Danny.Ia menemukanku tak sadarkan diri di tepi sungai saat sedang mencari ikan.Katanya aku tidak ingat apapun,bahkan namapun aku tidak ingat.Lalu ia membawaku ke Masamba untuk berobat tapi malah terluka lagi saat menolong adiknya Evi di jalan."cerita Irwan.
Perjalanan menuju bandara.Evi tampak diam,Irwan mengerti Evi masih shock.
Sesekali ia mencuri pandang ke arah Evi,"Melihatmu muram begini aku merasa perasaanku campur aduk.Antara sedih,cemburu , bingung dan bahagia jadi satu.Sedih karena Evi ga ceria seperti biasanya,cemburu karena Evi memikirkan pria lain,bingung karena banyak hal yg hal yg aneh,serta bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Jakarta.Aku rasa Om Ben juga merasakan kejanggalan atas semua kejadian ini.Siapa Irwan yg dinikahi Evi ?Kenapa dia memakai namaku?Aku akan selidiki masalah ini nanti."kata Irwan dalam hati.
"Kak Evi akhirnya Rizky bisa naik pesawat!.Horee!!!"Rizky senang sekali apalagi pesawatnya sangat nyaman.
"Wah,kak Irwan pasti orang kaya soalnya bisa punya pesawat seperti ini.Mobilnya tadi apa juga punya kak Irwan suami kak Evi,Paman?"tanya Rizky pada Benigno.
"Tentu saja.Apa ia tidak pernah cerita tentang siapa dirinya?Apa saja yg ia miliki di Jakarta?Apa kalian tidak punya foto atau barang kenangan darinya ?"selidik Benigno.
"Nak Irwan cuma cerita kalo ia pengusaha meubel kecil2an di Jakarta.Ia membantu kami dalam masalah keuangan.Ia tidak pernah cerita soal keluarganya selain dari ibunya yg sakit.Dan itulah alasannya ia segera kembali ke Jakarta usai penandatanganan surat pernikahan."jawab Hamdan Att.
Sesekali ia mencuri pandang ke arah Evi,"Melihatmu muram begini aku merasa perasaanku campur aduk.Antara sedih,cemburu , bingung dan bahagia jadi satu.Sedih karena Evi ga ceria seperti biasanya,cemburu karena Evi memikirkan pria lain,bingung karena banyak hal yg hal yg aneh,serta bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Jakarta.Aku rasa Om Ben juga merasakan kejanggalan atas semua kejadian ini.Siapa Irwan yg dinikahi Evi ?Kenapa dia memakai namaku?Aku akan selidiki masalah ini nanti."kata Irwan dalam hati.
"Kak Evi akhirnya Rizky bisa naik pesawat!.Horee!!!"Rizky senang sekali apalagi pesawatnya sangat nyaman.
"Wah,kak Irwan pasti orang kaya soalnya bisa punya pesawat seperti ini.Mobilnya tadi apa juga punya kak Irwan suami kak Evi,Paman?"tanya Rizky pada Benigno.
"Tentu saja.Apa ia tidak pernah cerita tentang siapa dirinya?Apa saja yg ia miliki di Jakarta?Apa kalian tidak punya foto atau barang kenangan darinya ?"selidik Benigno.
"Nak Irwan cuma cerita kalo ia pengusaha meubel kecil2an di Jakarta.Ia membantu kami dalam masalah keuangan.Ia tidak pernah cerita soal keluarganya selain dari ibunya yg sakit.Dan itulah alasannya ia segera kembali ke Jakarta usai penandatanganan surat pernikahan."jawab Hamdan Att.
"Apa ini tanda tangan kalian?"tanya Benigno menyodorkan dokumen surat pernikahan kepada Ayah Evi.
Evipun ikut melihatnya,"Iya itu suratnya.Iya aku ingat ia tanda tangan dengan hati2 sekali waktu itu.Benar kan namanya Irwan Sutedja."tunjuk Evi.Irwan terkejut melihat tanda tangannya di samping nama san tanda tangan Evi di dokumen tersebut.
Evipun ikut melihatnya,"Iya itu suratnya.Iya aku ingat ia tanda tangan dengan hati2 sekali waktu itu.Benar kan namanya Irwan Sutedja."tunjuk Evi.Irwan terkejut melihat tanda tangannya di samping nama san tanda tangan Evi di dokumen tersebut.
"Ini kan...."belum sempat Irwan melanjutkan perkataannya,Benigno memegang pundaknya dan berkata,"Yang menikah dengan Evi adalah Irwan Sutedja.Nanti kita bahas ini lebih lanjut.Pesawatnya mau take off.Om akan menemani Pak Hamdan dan putranya untuk mencari informasi lebih,sebaiknya temani Evi,lihat ia ketakutan."
Irwan mengangguk,pamannya itu adalah penasihat baginya dalam banyak hal.Irwan duduk di sebelah Evi,Evi yg ketakutan segera memegang tangan Irwan erat2,"Jangan takut aku ada di sini.Mulai sekarang akan kupastikan semuanya baik2 saja."
Sepanjang tinggal landas Evi terus menggenggam erat tangan Irwan.Irwan membiarkannya dan malah tersenyum penuh sayang pada Evi.
Benigno memperhatikan ekspresi dan gestur tubuh keponakannya itu setiap kali didekat Evi,"Om tahu kau punya perasaan pada gadis itu,terlihat jelas dari perhatian dan senyummu padanya.Kau sangat bahagia bila bersamanya.Entah kau yang kehilangan memorimu soal pernikahan itu atau ada orang yg mengaku dirimu.Yang pasti Evi adalah isterimu sekarang.Tapi kalau kau tidak ingat pastinya mrk ingat dan mrk tidak mengenalmu sebagai Irwan Sutedja.Padahal di surat pernikahan tanda tanganmu jelas tertera di sana.Dan anehnya semua saksi lenyap tak bisa dihubungi keberadaannya.
Sepanjang tinggal landas Evi terus menggenggam erat tangan Irwan.Irwan membiarkannya dan malah tersenyum penuh sayang pada Evi.
Benigno memperhatikan ekspresi dan gestur tubuh keponakannya itu setiap kali didekat Evi,"Om tahu kau punya perasaan pada gadis itu,terlihat jelas dari perhatian dan senyummu padanya.Kau sangat bahagia bila bersamanya.Entah kau yang kehilangan memorimu soal pernikahan itu atau ada orang yg mengaku dirimu.Yang pasti Evi adalah isterimu sekarang.Tapi kalau kau tidak ingat pastinya mrk ingat dan mrk tidak mengenalmu sebagai Irwan Sutedja.Padahal di surat pernikahan tanda tanganmu jelas tertera di sana.Dan anehnya semua saksi lenyap tak bisa dihubungi keberadaannya.
Pihak catatan sipil yg bertugas waktu itu juga sudah pergi semua.Tidak jelas keberadaannya semua.Aku rasa orang dibalik ini semua benar2 telah memikirkan semuanya dengan seksama."pikir Benigno dalam hati sambil melihat Irwan yang menyandarkan kepala Evi di bahunya.Evi tertidur sepanjang penerbangan.
"Tidurlah....Dan jangan takut aku akan bersamamu menghadapi semuanya.Walaupun secara fisik aku bukan pria yg menikah dgnmu saat itu tapi secara hukum aku adalah suamimu.Semuanya atas namaku dan data yg dipakai adalah dataku.Dan tanda tangan itu.....orang itu tahu betul tanda tanganku.Meski dibalut kepalsuan,kau adalah isteriku sekarang:Nyonya Irwan Sutedja.Bagaimanapun buruknya niat orang itu tapi jujur aku berterima kasih karena aku menemukan mutiara di Masamba.Kau adalah mutiara itu Evi."kata Irwan dalam hati.Pesawat akhirnya tiba di Jakarta.Sebuah mobil mewah telah menunggu mereka.Benigno meminta Irwan memakai topi dan kacamata supaya wartawan tidak mengenalinya juga jaket dan syal.
"Om,ini apa2an...!?masak Irwan kayak gini tampilannya."protes Irwan.
"Sudah nurut aja!Nanti kalo sampai rumah kamu akan tahu kenapa."sahut Benigno.Rizky senang sekali naik mobil mewah lagi.Evi sendiri malah makin bingung dan bertanya2 dalam hatinya,"Sebenarnya aku ini menikah dengan siapa ?Siapa sebenarnya Irwan Sutedja itu?" Andai saja Evi tahu bahwa Irwan Sutedja yang asli berada di sebelahnya?Masih banyak hal yang akan membuat Evi takjub.****see you next episode******
EPS 18
Di kediaman mewah Sutedja,tampak para wartawan berkerumun di depan gerbang.Mereka mendapat info kalau Isteri Irwan akan datang dari Masamba.Mereka penasaran seperti apa sih wanita yg berhasil menaklukan hati pebisnis sukses sekelas Irwan Sutedja apalagi selama ini Irwan terkenal begitu dingin terhadap wanita.Maka tak heran begitu melihat sebuah mobil mewah mendekati gerbang mereka spontan menyerbu dengan berbagai bombardir pertanyaan.Evi kaget melihat jepretan kamera di mana2.Dengan susah payah akhirnya mobil pun bisa memasuki halaman.Evi terpana melihat rumah kediaman Sutedja.
" Wow...ini rumah apa istana?Ada tamannya,ada kolam renangnya,bangunannya megah,....jauh sekali bedanya dgn rumah kami di kampung.Aku takut sekali....di sisi lain aku juga bingung ....sebenarnya aku ini menikah dengan siapa??"
Inul sudah menanti di teras.Pertama yg turun adalah Benigno,keluarga Evi,lalu Evi dan terakhir adalah Irwan.Danang yg melihat dari balik pilar heran dengan sosok pria berjaket,berkaca mata hitam,memakai topi dan syal merah..ia seperti kenal...
"Setahuku Evi tidak punya kerabat lagi selain ayah dan adiknya,lalu siapa pria yg keluar paling akhir dari mobil itu?"
Inul sudah menanti di teras.Pertama yg turun adalah Benigno,keluarga Evi,lalu Evi dan terakhir adalah Irwan.Danang yg melihat dari balik pilar heran dengan sosok pria berjaket,berkaca mata hitam,memakai topi dan syal merah..ia seperti kenal...
"Setahuku Evi tidak punya kerabat lagi selain ayah dan adiknya,lalu siapa pria yg keluar paling akhir dari mobil itu?"
Perhatian Inul langsung mengarah pada Irwan,meski ditutupi berbagai atribut penyamaran tapi naluri keibuannya tahu.Apalagi saat ia mendengar pria itu menyebutnya dengan sebutan,"Mama...."sambil melepas topi,syal dan kacamata hitamnya.Dihampirinya pria itu sambil berkaca-kaca dan setengah tak percaya ia memandang penuh tanya pada Benigno.Benigno mengangguk berkaca2 juga.Lenyap sudah keraguan Inul,Ia tidak sedang berhalusinasi,yang berdiri di hadapannya adalah putra bungsunya...Irwan masih hidup.*****
"Ir....wan!!"pecahlah tangis Inul dalam pelukan Irwan.Harupun memenuhi semua yg ada di situ.Kecuali satu orang,Danang.Ia tak menyangka,Ia marah,kesal dan heran mengapa Irwan masih hidup."Sial!!!Kenapa Irwan masih hidup...jelas2 pesawatnya menabrak tebing dan meledak..punya berapa nyawa sih dia?Lalu Evi,apa dia tahu kalau aku bukan Irwan Sutedja?Aku harus tahu..."umpat Danang dalam hati.
"Terima kasih Tuhan,putraku masih hidup!Kau baik2 saja kan?"Inul memeriksa Irwan.
"Irwan tidak apa2 Ma,hanya saja sepertinya kepala Irwan cidera akibatnya ada beberapa memory Irwan yang hilang.Untunglah banyak orang yg menolong Irwan jadi Irwan bisa selamat dan kembali ke Jakarta."
Inul lalu memandang Evi,"Ini pasti menantu Mama?Benar kan Irwan?"
Irwan tersenyum dan segera melingkarkan tangannya pada pinggang Evi dan memperkenalkannya pada Mamanya,"Iya ini isteri Irwan,namanya Evi."
Evi hendak menyanggah tapi keburu dipeluk Inul dgn sayang,"Selamat datang di keluarga Sutedja.Panggil saja aku dengan Mama.Terima kasih sudah menjaga Irwan.Kau membawa keberuntungan bagi Irwan.Kini Mama bukan hanya punya 2 putra tapi juga seorang putri.Selamat datang,Sayang."
Evi hendak menyanggah tapi keburu dipeluk Inul dgn sayang,"Selamat datang di keluarga Sutedja.Panggil saja aku dengan Mama.Terima kasih sudah menjaga Irwan.Kau membawa keberuntungan bagi Irwan.Kini Mama bukan hanya punya 2 putra tapi juga seorang putri.Selamat datang,Sayang."
"Sebenarnya saya...menikah dengan......"perkataan Evi terputus karena Irwan tiba2 memeluknya dari belakang sambil berbisik,"Kumohon jangan merusak kebahagiaan Mamaku dengan status pernikahan kita.Jujur aku sendiri juga bingung dengan semua kenyataan ini tapi aku minta biarkanlah Mamaku bahagia saat ini."
Evipun mengiyakan permohonan Irwan.Benigno lalu memperkenalkan keluarga Evi pada Inul."Anda tadi berkata punya 2 orang putra.Mana yang satunya?"tanya Ayah Hamdan.
" Oh....Danang namanya.Tadi ada kok.Mari masuk ke dalam dulu.!"ajak Inul.
Mereka lalu menuju ruang tamu.Disanalah Inul mendengar cerita Irwan.
"Maaf saya ingin ke belakang.Kamar mandinya dimana ya?"tanya Evi.Inul memberi kode pada kepala pembantunya ( diperankan oleh Aty ) untuk mengantarkan Evi.
"Mari saya antar Nyonya Muda!"Evipun mengikuti Aty.
"Nyonya Muda,ini toiletnya."tunjuk Aty.
Evipun mengiyakan permohonan Irwan.Benigno lalu memperkenalkan keluarga Evi pada Inul."Anda tadi berkata punya 2 orang putra.Mana yang satunya?"tanya Ayah Hamdan.
" Oh....Danang namanya.Tadi ada kok.Mari masuk ke dalam dulu.!"ajak Inul.
Mereka lalu menuju ruang tamu.Disanalah Inul mendengar cerita Irwan.
"Maaf saya ingin ke belakang.Kamar mandinya dimana ya?"tanya Evi.Inul memberi kode pada kepala pembantunya ( diperankan oleh Aty ) untuk mengantarkan Evi.
"Mari saya antar Nyonya Muda!"Evipun mengikuti Aty.
"Nyonya Muda,ini toiletnya."tunjuk Aty.
"Panggil saja saya Evi.Saya dari Sulawesi Selatan.Tepatnya dari Masamba."
Evi menyodorkan tangannya mengajak bersalaman.Aty senang dengan keramahan Evi.Iapun menyambutnya dengan menjabat tangan Evi,"Tepat benar pilihan Boss Muda.Ternyata kau baik sekali kodong...O ya kenalkan saya Aty,saya kepala pengurus rumah tangga di sini.Saya dari Selayar.Wah kita sama2 orang Sulawesi nih."
"Saya panggil Kakak saja ya?..."Evi lalu masuk ke kamar mandi.
Tapi kemudian ia keluar lagi."Kakak Aty,...Kak Kodong...."panggil Evi.
Aty saat itu sedang bicara dengan Danang.Tapi Danang segera bersembunyi dibalik pilar marmer agar Evi tidak melihatnya.Aty segera menghampiri Evi."Ada apa Nyonya muda.?Sudah selesai ke toiletnya?"
Evi menyodorkan tangannya mengajak bersalaman.Aty senang dengan keramahan Evi.Iapun menyambutnya dengan menjabat tangan Evi,"Tepat benar pilihan Boss Muda.Ternyata kau baik sekali kodong...O ya kenalkan saya Aty,saya kepala pengurus rumah tangga di sini.Saya dari Selayar.Wah kita sama2 orang Sulawesi nih."
"Saya panggil Kakak saja ya?..."Evi lalu masuk ke kamar mandi.
Tapi kemudian ia keluar lagi."Kakak Aty,...Kak Kodong...."panggil Evi.
Aty saat itu sedang bicara dengan Danang.Tapi Danang segera bersembunyi dibalik pilar marmer agar Evi tidak melihatnya.Aty segera menghampiri Evi."Ada apa Nyonya muda.?Sudah selesai ke toiletnya?"
"Pangggil gitu lagi.Panggil saja Evi.....Kak,kok ga ada airnya di dalam?"tanya Evi polos.
Aty langsung ketawa,"Ternyata Nyonya muda nih sama dengan saya waktu pertama kali ke sini.Bingung airnya kok ga ada.Sini saya ajari!"
Aty lalu masuk ke dalam toilet memberitahu Evi fasilitas yg ada di situ.
Evi sangat berterima kasih."Nyonya muda,saya tadi disuruh ambil sesuatu sama Tuan Danang,saya tinggal dulu ya.Tahu jalan nya tadi kan?"
Aty langsung ketawa,"Ternyata Nyonya muda nih sama dengan saya waktu pertama kali ke sini.Bingung airnya kok ga ada.Sini saya ajari!"
Aty lalu masuk ke dalam toilet memberitahu Evi fasilitas yg ada di situ.
Evi sangat berterima kasih."Nyonya muda,saya tadi disuruh ambil sesuatu sama Tuan Danang,saya tinggal dulu ya.Tahu jalan nya tadi kan?"
"Iya gapapa.Terima kasih ya."jawab Evi.
Saat Aty sudah pergi,Evi mulai berjalan mengikuti arah yg ia ingat.
Saat itulah Danang muncul dan langsung mengancamnya,"Jika tidak ingin ayah dan adikmu celaka,sebaiknya kau pura2 tidak mengenalku.!!"Saat Aty sudah pergi,Evi mulai berjalan mengikuti arah yg ia ingat.
"Kau ?Irwan kau....?kau juga disini?!"Evi kaget melihat Irwan suaminya.
Sementara itu Irwan merasa cemas Evi belum kembali dari toilet,"Aku mau menyusul Evi Ma.Takut ia nyasar di rumah ini."kata Irwan pada Mamanya.
"Ciee....baru ditinggal ke toilet sudah kangen....cie cie!"ledek Benigno.
Dengan wajah tersipu2,Irwan pergi menyusul Evi.Apakah Irwan akan memergoki Danang yg sedang mengancam Evi?*****see you next eps****
EPS 19
Kembali ke Evi dan Danang."Apa maksudmu akan mencelakai keluargaku?Siapa kau sebenarnya?"tanya Evi.Danang mengambil sebilah pisau dan memainkannya di depan Evi,"Rupanya kau belum mengerti maksudku ya....Aku ini bukan Irwan.Nama asliku adalah Danang.Aku adalah kakak tirinya Irwan.Dan aku tidak pernah main2 dengan ucapanku.Aku akan melakukan apa saja untuk mencapai apa yg kuinginkan."
Evi melangkah mundur,ternyata pria yg menikah dgnnya dan mengaku sebagai Irwan Sutedja adalah Danang."Kenapa?Kau takut padaku?Bagus,asal kau tutup mulut maka kau tidak perlu takut aku mencelakai ayah dan adikmu tercinta itu.Kalo sampai kau buka mulut maka aku tak segan2 membunuh kalian seperti yg kulakukan pada adik tiriku."bisik Danang.
Evi terkejut mendengar perkataan Danang,"Kau ?? Jadi kau yang ...merencanakan semua ini?Kau sengaja mengaku sebagai
Irwan Sutedja dan mendekati keluargaku hanya untuk menjeratku dalam pernikahan palsu.Untuk apa?Apa yg kau kejar hingga kau tega mengotori tanganmu dengan darah adikmu?" Danang terkekeh,"Apa kau tidak melihat semua ini?Semua kemewahan ini,...tidak2,ini belum apa2...kau tahu siapa pria yg kaunikahi secara hukum?Kau tahu siapa Irwan Sutedja?Adik tiriku yg harusnya sudah tinggal nama itu?Dia pewaris tunggal enterprise bisnis,....kau pasti tidak mengerti,aku memang sengaja memilih wanita tak berpendidikan sepertimu supaya mudah kukelabui...Jadi kau jangan macam2.!Kalau tidak.."
"Rupanya kalian sudah bertemu.Kebetulan sekali aku ingin memperkenalkan kalian."kata Irwan mengagetkan Evi dan Danang.Evi segera menjauh dari Danang dan mendekati Irwan.Irwan segera menggenggam jemari Evi.Ia terkejut saat Evi balas menggenggam jemarinya dengan erat.
"Kau baik2 saja?Apa yg kalian bicarakan sepertinya kalian sudah tidak asing satu dengan yg lain?"selidik Irwan.Danang segera menyahut,"Isterimu ini tadi tersesat,aku memberitahunya jalan yg benar dan supaya ia mulai menghafal tiap area rumah ini.Itu saja."
"Sungguh kau tidak apa2?Kau seperti ketakutan?"tanya Irwan pada Evi."Tidak,aku cuma belum terbiasa saja dengan rumah sebesar ini.Aku lapar,bisakah kita makan?"tanya Evi mengalihkan perhatian."Karena kalian sudah berkenalan,ayo sekarang kita ke ruang makan.Aku juga sudah kangen dengan masakan rumah."Irwan melihat Aty lalu memanggilnya.
"Aty,makan malamnya sudah siap?Beritahu Mama dan yg lain menuju ruang makan ya."
"Siap Boss Muda."Atypun segera meluncur ke ruang tamu.
"Aku senang sekali bisa pulang dan bertemu dgn kak Danang lagi.Kakak kemana saja tadi?Mama nyariin lho."kata Irwan sambil melangkah dan tetap menggandeng tangan Evi.
"Aku tertahan oleh para wartawan tadi.Kau tahu sendiri kan mereka seperti apa?"kilah Danang.
"Terima kasih lho Kak dah jagain Mama selama aku ga ada."kata Irwan lalu memeluk Danang.Evi melihat mereka berpelukan dengan wajah sedih,"Andai saja kau tahu siapa kakakmu itu Irwan.Mungkinkah kau akan memeluknya sesayang ini?"pikit Evi.
"Waduh senengnya lihat jagoan Mama serukun ini."ucap Inul mengejutkan Danang dan Irwan.Evi segera mendekati ayah dan adiknya sebelum mereka mengatakan sesuatu tentang
Danang."Ayah jangan bicara apapun soal Danang.Nanti aku ceritain."bisik Evi.Rizky yg melihat Danang hampir saja membuka mulutnya,"Itu kan...."
"Rizky ayo ikut Kakak!Katanya mau ke belakang tadi."Evi mengajak Rizky keluar ruangan."Tapi Rizky mau makan Kak...bukan mau ke mmmmhh"Evi menutup mulut Rizky dengan tangannya.Di luar Evi memberitahu Rizky supaya jangan bicara apapun soal Danang apalagi pada Irwan.
"Kakak mohon lakukan saja perintah kakak ini.Ini juga demi kebaikan kita.Ingat kita di Jakarta bukan Masamba."pinta Evi.
"Baiklah.Tapi Rizky senang karena Kak Irwan yg asli orangnya sangat baik.Kakak juga berpikir demikian bukan?Hayo ngaku!"ledek Rizky.
"Kau ini sok tahu ah.Udah ayo kita masuk lagi!Katanya kamu lapar."Evi merengkuh adiknya itu.Evi tak mau hal buruk terjadi pada keluarganya.
Ancaman Danang terus saja terngiang dibenaknya.
"Jika pada adiknya sendiri,Danang bisa setega itu apalagi pada keluargaku yg jelas2 orang lain.Sebenarnya aku ingin berterus terang pada Irwan tapi saat ini kesehatannya saja belum pulih benar.Aku tak ingin menambahi bebannya.Kasihan ia."batin Evi sambil memperhatikan Irwan di sela2 makan malam.Usai makan malam,Irwan menyuruh Aty mengantar keluarga Evi ke kamar tamu.
Evi hendak mengikuti mereka tapi Mamanya Irwan menahan tangannya,"Kau mau ke mana?"
Ancaman Danang terus saja terngiang dibenaknya.
"Jika pada adiknya sendiri,Danang bisa setega itu apalagi pada keluargaku yg jelas2 orang lain.Sebenarnya aku ingin berterus terang pada Irwan tapi saat ini kesehatannya saja belum pulih benar.Aku tak ingin menambahi bebannya.Kasihan ia."batin Evi sambil memperhatikan Irwan di sela2 makan malam.Usai makan malam,Irwan menyuruh Aty mengantar keluarga Evi ke kamar tamu.
Evi hendak mengikuti mereka tapi Mamanya Irwan menahan tangannya,"Kau mau ke mana?"
"Mengikuti mereka.."jawab Evi."Kamarmu tidak sama dengan mereka.Kamarmu adalah bersama dengan Irwan,di ruang utama.Irwan, antarlah isterimu ke kamar,kalian pasti sudah lelah.Beristirahatlah."suruh Inul.Inul lalu mencium kening keduanya.Irwan lalu mengucapkan selamat malam pada yg lain dan mengantar Evi ke kamar mereka.
Sepanjang koridor Evi tampak nervous.Irwan membuka pintu kamarnya mempersilahkan Evi masuk,"Ini kamar kita.Ayo masuklah!"
Evi ragu2,Irwan lalu punya ide,"Apa perlu kugendong ke dalam seperti pasangan pengantin baru?"Evi langsung blingsatan,"Tidak!Tidak!Aku bisa masuk sendiri."
Irwanpun tersenyum geli sambil menutup pintu.Tanpa setahu mereka sepasang mata terus mengawasi mereka sejak tadi.Sepasang milik Danang."Sekarang aku akan terus mengawasi kalian.Aku harus mencari cara menyingkirkan Evi dari kehidupan Irwan.Wanita itu sangat berbahaya."Akankah Danang membunuh Evi?Bagaimana pula hubungan antara Evi dan Irwan selanjutnya?*******to be continued*********
Sepanjang koridor Evi tampak nervous.Irwan membuka pintu kamarnya mempersilahkan Evi masuk,"Ini kamar kita.Ayo masuklah!"
Evi ragu2,Irwan lalu punya ide,"Apa perlu kugendong ke dalam seperti pasangan pengantin baru?"Evi langsung blingsatan,"Tidak!Tidak!Aku bisa masuk sendiri."
Irwanpun tersenyum geli sambil menutup pintu.Tanpa setahu mereka sepasang mata terus mengawasi mereka sejak tadi.Sepasang milik Danang."Sekarang aku akan terus mengawasi kalian.Aku harus mencari cara menyingkirkan Evi dari kehidupan Irwan.Wanita itu sangat berbahaya."Akankah Danang membunuh Evi?Bagaimana pula hubungan antara Evi dan Irwan selanjutnya?*******to be continued*********
EPS 20
Evi melihat sebuah kamar yang besar,berbagai perabot kayu yang berukir,berbagai alat elektronik yang mahal bahkan kamar mandipun ada juga di sana.Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah tempat tidurnya.Besar ( king size ) dan elegan pastinya tapi...cuma satu jumlahnya.
"Akhirnya bisa tidur lagi di sini...senangnya...."kata Irwan sambil merebahkan diri di ranjang.Evi melihat tasnya sudah ada di kamar tersebut,Aty memang disuruh menaruh barang2 Evi di kamar Irwan.
"Tempat tidurnya cuma satu ya?Kalau begitu aku tidur di sini saja deh...ini sudah lebih dari cukup kok." kata Evi lalu duduk di sofa.Mendengar itu Irwan segera bangun dan mendekati Evi dengan tatapan yg tajam.Tentu saja Evi ketakutan dan menjauh dari Irwan,"Kau mau apa?!"
Irwan bukannya menjauh malah mulai melepas kancing kemejanya.Evi makin panik apalagi langkahnya terhalang tempat tidur,"Irwan!Jangan macam2 denganku atau ...."
Wajah Irwan makin mendekat dan Evi saking takutnya memejamkan mata dan memalingkan mukanya.Tubuh Evi makin gemetaran saat Irwan mendudukkannya di ranjang,"Tempatmu adalah di sini,biar aku yang di sofa."ucap Irwan lalu melangkah menuju lemari pakaian mengambil piyama.Saat Irwan di kamar mandi,Evi menghela nafas lega,"Dasar Irwan,bikin deg2an saja.Kupikir ia mau berbuat apa,jantungku rasanya mau copot.Tiba2 Evi mendengar Irwan muntah2 di kamar mandi.Ia segera mendekat dan mengetuk pintu kamar mandi dengan cemas,"Wan,kamu kenapa?Wan,buka pintunya.!"
Irwan keluar dengan wajah agak pucat,"Tiba2 saja kepalaku seperti berputar dan rasanya ingin muntah."
"Sebaiknya kau berbaring"kata Evi sambil membantu Irwan menuju tempat tidur.
"Tidak.Aku di sofa saja."kata Irwan tapi Evi bersikeras membaringkannya di tempat tidur."Kau ini sedang sakit lagipula kamar ini adalah kamarmu,jadi kau lebih berhak atas tempat tidur ini.Ayo,berbaringlah."Irwan menurut saja.Evi mengambil air minum dan memberikannya pada Irwan,"Terima kasih."kata Irwan.
Evi lalu menyelimuti Irwan dan bersiap hendak pergi,"Kau mau
ke mana?"tanya Irwan sambil menangkap tangan Evi."Memberitahu Mamamu bahwa kau harus segera diperiksa dokter."jawab Evi.
"Tidak usah.Besok pagi Om Ben sudah menjadwalkan aku ke dokter untuk check up.Biarkan Mama istirahat,beliau pasti lelah,kurasa sudah berhari2 Mama kurang tidur.Kau juga tidurlah di sini ...tempat tidur ini cukup besar.Kau bisa tidur di sisi yang sana dan aku di sisi yang sini.Bantal dan guling ini biar jadi batas di tengah2."kata Irwan.Evi masih ragu,"Aku mau tidur di sini asal kau mau berjanji satu hal padaku."
"Janji apa?Kau pasti ketakutan karena kugoda tadi ya?Tadi itu cuma bercanda,habis kamu tegang terus sejak ketemu kak Danang tadi.Maaf ya."bujuk Irwan.
"Ikuti kata2ku:Saya,Irwan Sutedja,mulai hari ini berjanji ...ayo ikuti!"suruh Evi.Irwanpun mengikuti kata2 Evi sambil mengangkat tangannya seperti dalam pengadilan.
"Tidak akan melakukan hal2 yang tidak sopan kepada Evi Masamba kecuali atas seijin pemiliknya."lanjut Evi dengan bangga.
"Tidak akan melakukan hal2 yg tidak sopan kepada Evi
Masamba kecuali... kecuali..ha ha"Irwan tak kuat lagi menahan tawa.Evi jadi heran.
"Memang ada yg lucu?"Evi manyun.
"Kata2mu tadi yg terakhir ...itu walau kuucapkan juga ga ngefek buat aku...ha ha"Irwan masih saja tertawa.Evi jadi sedih karena ditertawakan Irwan,"Terus saja tertawa,aku ini kan memang ga berpendidikan.Tidak seperti kamu."Irwan segera mendekati Evi dan minta maaf,"Maaf aku tidak bermaksud begitu,jangan cemberut gitu dong.Senyum dulu dong.Ayo senyum,please.."Evipun tersenyum juga melihat Irwan bermimik memelas.
"Sekarang aku jelasin letak salahnya,kamu tadi bilang ...kecuali atas seijin pemiliknya.Padahal kamu itu secara hukum statusmu adalah.....?"tanya Irwan.
"Isterimu..."jawab Evi.
"Jadi yang berhak memilikimu adalah...?"tuntun Irwan.
"Suamiku..."jawab Evi.
"Dan suamimu adalah..."Irwan tersenyum.
"Irwan Sutedja yaitu kamu."sahut Evi mulai mengerti.
"Jadi aku perlu ijin ga?"tanya Irwan.Evipun menggeleng malu.
"Sudah aku mengerti kok maksudmu.Sudah malam,ayo tidur."kata Irwan sambil merebahkan tubuhnya.Evi pun akhirnya merebahkan diri juga.Pikiran Irwan menerawang,"Dulu aku selalu tidur sendiri di kamar ini,tapi kini...aku tidak sendiri
lagi.Siapa mengira Irwan Sutedja kini sudah menikah.Benarkah aku menikah dgn Evi?ataukah semua ini hanya rekayasa seseorang.Tapi bagaimanapun juga aku bahagia,bisa bertemu dengan Evi.Apa yg terjadi dgnku?Kenapa aku tak ingin ia jauh dariku?Apa aku sudah jatuh cinta pada Evi ya?"
Irwan tak bisa tidur,"Vi,kamu sudah tidur?"
"Belum,kenapa?"tanya Evi.
"Aku coba memejamkan mata tapi ga bisa tidur2,nyanyi dong buat aku seperti yg kamu lakukan buat Rizky kalo ia susah tidur.Lagunya yg Muara Bunda ya?"pinta Irwan.
"Manja sekali kayak anak kecil.Pakai nina bobok segala."sungut Evi.
"Ayolah,agendaku besok padat banget.Aku harus fit besok.Nyanyi ya please please"rajuk Irwan.
"Iye..iye..tapi jangan diketawain lagi lho ya.Awas kalo ketawa!"ancam Evi.Evi lalu melantunkan lagu tersebut.Tak lama kemudian Irwan sudah pulas tertidur.
Evi tersenyum melihatnya,"Pakai piyama warna hitam begini kamu terlihat sangat tampan,andai saja aku memiliki tempat di hatimu....ah itu tidak mungkin ....seorang Irwan Sutedja mana mungkin jatuh hati pada seorang gadis kampung macam aku ini...sebaiknya aku tidur saja.Ngantuk sekali."kata Evi sambil membetulkan selimut Irwan.Merekapun tidurlah.Evi dan Irwan,dua dunia yg berbeda kini berada dalam satu perahu kehidupan.Akankah gelombang kehidupan akan menyatukan mereka dalam cinta?****see you next eps****
Evi melihat sebuah kamar yang besar,berbagai perabot kayu yang berukir,berbagai alat elektronik yang mahal bahkan kamar mandipun ada juga di sana.Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah tempat tidurnya.Besar ( king size ) dan elegan pastinya tapi...cuma satu jumlahnya.
"Akhirnya bisa tidur lagi di sini...senangnya...."kata Irwan sambil merebahkan diri di ranjang.Evi melihat tasnya sudah ada di kamar tersebut,Aty memang disuruh menaruh barang2 Evi di kamar Irwan.
"Tempat tidurnya cuma satu ya?Kalau begitu aku tidur di sini saja deh...ini sudah lebih dari cukup kok." kata Evi lalu duduk di sofa.Mendengar itu Irwan segera bangun dan mendekati Evi dengan tatapan yg tajam.Tentu saja Evi ketakutan dan menjauh dari Irwan,"Kau mau apa?!"
Irwan bukannya menjauh malah mulai melepas kancing kemejanya.Evi makin panik apalagi langkahnya terhalang tempat tidur,"Irwan!Jangan macam2 denganku atau ...."
Wajah Irwan makin mendekat dan Evi saking takutnya memejamkan mata dan memalingkan mukanya.Tubuh Evi makin gemetaran saat Irwan mendudukkannya di ranjang,"Tempatmu adalah di sini,biar aku yang di sofa."ucap Irwan lalu melangkah menuju lemari pakaian mengambil piyama.Saat Irwan di kamar mandi,Evi menghela nafas lega,"Dasar Irwan,bikin deg2an saja.Kupikir ia mau berbuat apa,jantungku rasanya mau copot.Tiba2 Evi mendengar Irwan muntah2 di kamar mandi.Ia segera mendekat dan mengetuk pintu kamar mandi dengan cemas,"Wan,kamu kenapa?Wan,buka pintunya.!"
Irwan keluar dengan wajah agak pucat,"Tiba2 saja kepalaku seperti berputar dan rasanya ingin muntah."
"Sebaiknya kau berbaring"kata Evi sambil membantu Irwan menuju tempat tidur.
"Tidak.Aku di sofa saja."kata Irwan tapi Evi bersikeras membaringkannya di tempat tidur."Kau ini sedang sakit lagipula kamar ini adalah kamarmu,jadi kau lebih berhak atas tempat tidur ini.Ayo,berbaringlah."Irwan menurut saja.Evi mengambil air minum dan memberikannya pada Irwan,"Terima kasih."kata Irwan.
Evi lalu menyelimuti Irwan dan bersiap hendak pergi,"Kau mau
ke mana?"tanya Irwan sambil menangkap tangan Evi."Memberitahu Mamamu bahwa kau harus segera diperiksa dokter."jawab Evi.
"Tidak usah.Besok pagi Om Ben sudah menjadwalkan aku ke dokter untuk check up.Biarkan Mama istirahat,beliau pasti lelah,kurasa sudah berhari2 Mama kurang tidur.Kau juga tidurlah di sini ...tempat tidur ini cukup besar.Kau bisa tidur di sisi yang sana dan aku di sisi yang sini.Bantal dan guling ini biar jadi batas di tengah2."kata Irwan.Evi masih ragu,"Aku mau tidur di sini asal kau mau berjanji satu hal padaku."
"Janji apa?Kau pasti ketakutan karena kugoda tadi ya?Tadi itu cuma bercanda,habis kamu tegang terus sejak ketemu kak Danang tadi.Maaf ya."bujuk Irwan.
"Ikuti kata2ku:Saya,Irwan Sutedja,mulai hari ini berjanji ...ayo ikuti!"suruh Evi.Irwanpun mengikuti kata2 Evi sambil mengangkat tangannya seperti dalam pengadilan.
"Tidak akan melakukan hal2 yang tidak sopan kepada Evi Masamba kecuali atas seijin pemiliknya."lanjut Evi dengan bangga.
"Tidak akan melakukan hal2 yg tidak sopan kepada Evi
Masamba kecuali... kecuali..ha ha"Irwan tak kuat lagi menahan tawa.Evi jadi heran.
"Memang ada yg lucu?"Evi manyun.
"Kata2mu tadi yg terakhir ...itu walau kuucapkan juga ga ngefek buat aku...ha ha"Irwan masih saja tertawa.Evi jadi sedih karena ditertawakan Irwan,"Terus saja tertawa,aku ini kan memang ga berpendidikan.Tidak seperti kamu."Irwan segera mendekati Evi dan minta maaf,"Maaf aku tidak bermaksud begitu,jangan cemberut gitu dong.Senyum dulu dong.Ayo senyum,please.."Evipun tersenyum juga melihat Irwan bermimik memelas.
"Sekarang aku jelasin letak salahnya,kamu tadi bilang ...kecuali atas seijin pemiliknya.Padahal kamu itu secara hukum statusmu adalah.....?"tanya Irwan.
"Isterimu..."jawab Evi.
"Jadi yang berhak memilikimu adalah...?"tuntun Irwan.
"Suamiku..."jawab Evi.
"Dan suamimu adalah..."Irwan tersenyum.
"Irwan Sutedja yaitu kamu."sahut Evi mulai mengerti.
"Jadi aku perlu ijin ga?"tanya Irwan.Evipun menggeleng malu.
"Sudah aku mengerti kok maksudmu.Sudah malam,ayo tidur."kata Irwan sambil merebahkan tubuhnya.Evi pun akhirnya merebahkan diri juga.Pikiran Irwan menerawang,"Dulu aku selalu tidur sendiri di kamar ini,tapi kini...aku tidak sendiri
lagi.Siapa mengira Irwan Sutedja kini sudah menikah.Benarkah aku menikah dgn Evi?ataukah semua ini hanya rekayasa seseorang.Tapi bagaimanapun juga aku bahagia,bisa bertemu dengan Evi.Apa yg terjadi dgnku?Kenapa aku tak ingin ia jauh dariku?Apa aku sudah jatuh cinta pada Evi ya?"
Irwan tak bisa tidur,"Vi,kamu sudah tidur?"
"Belum,kenapa?"tanya Evi.
"Aku coba memejamkan mata tapi ga bisa tidur2,nyanyi dong buat aku seperti yg kamu lakukan buat Rizky kalo ia susah tidur.Lagunya yg Muara Bunda ya?"pinta Irwan.
"Manja sekali kayak anak kecil.Pakai nina bobok segala."sungut Evi.
"Ayolah,agendaku besok padat banget.Aku harus fit besok.Nyanyi ya please please"rajuk Irwan.
"Iye..iye..tapi jangan diketawain lagi lho ya.Awas kalo ketawa!"ancam Evi.Evi lalu melantunkan lagu tersebut.Tak lama kemudian Irwan sudah pulas tertidur.
Evi tersenyum melihatnya,"Pakai piyama warna hitam begini kamu terlihat sangat tampan,andai saja aku memiliki tempat di hatimu....ah itu tidak mungkin ....seorang Irwan Sutedja mana mungkin jatuh hati pada seorang gadis kampung macam aku ini...sebaiknya aku tidur saja.Ngantuk sekali."kata Evi sambil membetulkan selimut Irwan.Merekapun tidurlah.Evi dan Irwan,dua dunia yg berbeda kini berada dalam satu perahu kehidupan.Akankah gelombang kehidupan akan menyatukan mereka dalam cinta?****see you next eps****
Dini hari mulai menjelang di langit Jakarta.Aktivitaspun mulai tampak di beberapa sudut kota.Dikediaman Sutedja tampak mobil Danang memasuki halaman.
Dengan tergopoh2 Aty menyambutnya,"Baru pulang Tuan?"
Danang memang habis dari diskotik,ia kesal dengan kembalinya Irwan.
"Tuan,Tuan..?!Panggil aku Boss! Boss Muda ya.....itu baru benar..."kata Danang sedikit sempoyongan.
"Tapi itu sebutan untuk Tuan Muda Irwan,saya tidak berani."Aty lalu membantu mengantar Danang ke kamarnya.
"Irwan...Irwan...Irwan..semuanya Irwan!Jangan sebut lagi nama itu dihadapanku!"teriak Danang.
"Sst!Jangan berisik Tuan.Ini dekat dengan kamarnya Boss Muda."bisik Aty.Danang malah mengarahkan kakinya ke kamar Irwan.
"Waduh,Tuan Danang ini bagaimana?Kok malah ke sini,kamar Tuan itu di sana.Bisa gawat nih kalo ketahuan Boss Muda bahwa Tuan habis ngelayap."kata Aty sambil susah payah menjauhkan Danang dari kamar Irwan.
"Tapi itu kamarku!Seharusnya aku yg ada di sana.Aku yg lebih tua.Aku yg harusnya punya semua ini....Bukan Irwan!"ucap Danang setengah mabuk.
Mendengar ribut2,Inul keluar dari kamarnya.
"Ada apa ini?Ya ampun Danang kamu mabuk ya?Kamu ini sudah Mama bilangin berkali2 jangan mengikuti ayah kandungmu.Sudah,Aty km ke dapur aja.Siapin sarapan.Biar Danang sama aku saja."kata Inul.
Atypun pergi.Inul membaringkan Danang di tempat tidurnya,melepas sepatunya dan menyelimutinya.
Diusap2nya kepala Danang dengan penuh sayang,"Tidurlah,putraku,ksatria Mama.Apa yg membuatmu kesal sampai jam segini baru pulang."gumam Inul.
Sementara itu di kamar Irwan,Evi yg tidak terbiasa dengan AC,tak bisa tidur dengan nyenyak.Apalagi ada suara ribut2 diluar.
"Dingin banget sih....Apa seperti ini udara Jakarta ya?Suara ribut apa ya tadi...kok ga kedengaran lagi.Sebaiknya aku pakai jaket saja....ya ampun....hatsinhk.."Evi jadi bersin2.
Irwanpun jadi terbangun,melihat Evi kedinginan,Irwan segera mematikan AC dan mengambilkan segelas air hangat untuk Evi,"Kamu tidak terbiasa dengan AC ya.?Nih minumlah biar tenggorokannya nyaman.Nanti kamu juga ikut aku ke dokter ya?Aku mau kenalkan kamu ke teman2 aku.Sekalian kamu juga diperiksa dokter.Pokoknya hari ini aku akan ajak kamu keliling Jakarta.Kamu mau kan?"
Evi mengangguk.Baginya sekarang,berada dekat Irwan adalah tempat yg paling aman.Mereka lalu bersiap untuk sarapan.Irwan melihat betapa sederhananya pakaian Evi,ia ingin ajak Evi belanja pakaian juga hari ini."Ma,Kak Danang mana?Kok tidak ikut sarapan?"tanya Irwan.Inul gugup juga menjawabnya,"Mama lihat masih tidur,mungkin kecapekan.O ya habis sarapan,kalian mau pergi ya?"
"Iya Ma.Hari ini itu Irwan tuh padat banget jadwalnya:ke dokter,ke kantor juga,juga masih ada rapat pemegang saham,konferensi pers.Pokoknya Evi harus temani aku seharian ini biar aku jadi semangat."jawab Irwan sambil menggengam tangan Evi.Evi jadi tersipu2.
"Kalau gitu Mama mau ajak ayah Evi dan Rizky belanja hari ini,kalian mau kan?"tanya Inul.
"Mau mau!Hore!"jawab Rizky.
"Memang cuma kak Evi yg bisa jalan2 hari ini??Malah perginya ama Mamanya Kak Irwan.Weeek"ejek Rizky pada Evi.
"Awas,jangan bikin malu lho.Jangan nakal.Ingat pesen kakak kemarin."kata Evi.
Yang lain tertawa melihat keakraban mereka.Irwan menangkap nada aneh pada kata2 Evi,"Memang kamu pesen apa ke Rizky?"Evi bingung jawabnya.
"Eh itu untuk menjaga Ayah.Kan Evi mungkin ga selalu bersama kami"jawab Ayah Hamdan.
Irwanpun manggut2.Usai sarapan Inul langsung pergi dengan keluarga Evi.Evi melambaikan tangan saat mobil mereka pergi.
"O ya ada beberapa berkas yg harus kubawa.Ke ruang kerjaku dulu yuk."ajak Irwan.
Di ruang kerja Irwan,Evi melihat foto2 Irwan terpajang di dinding.
"Ini kamu?"tanya Evi terpesona melihat foto Irwan dengan balutan jas mewah sedang melakukan transaksi bisnis.
"Iya,itu pas di Singapore.Kenapa?Aku tampan ya?Gantengan mana sama yg sekarang?"goda Irwan sambil mendekati Evi dengan wajah lucunya.
Evi menghindari tatapan Irwan,"Ga ah,ga mau jawab."Kelit Evi.
"Ayo pilih dari sekian foto aku di sini mana yang paling kamu suka?"kata Irwan.Evi mengedarkan pandangannya dan menunjuk foto saat Irwan masih kecil.
"Kok pas aku masih kecil sih?"Irwan cemberut.
"Kamu itu kan masih kayak anak kecil,siapa kemarin yg minta nina bobo segala?"Ledek Evi.
"Ntar kalo aku ketemu Rizky aku akan ceritain ke dia,kalo kamu lebih parah dari dia."Evi lalu berlari ke arah pintu.
"Awas ya kalo berani cerita.!"kejar Irwan.Saat itulah pintu dibuka orang dari luar,Evi yg kaget hampir saja jatuh untung Irwan menangkap tubuhnya dari belakang.Siapakah yg datang ?Atykah?Om Ben?Atau malah Danang?*******see you next eps******
Eps 22♣Tabir Kepalsuan♣
Back to our lovely couple : Evi and Irwan.
Irwan yang mengejar Evi melihat Evi mau jatuh segera menangkap tubuh Evi dari belakang.
"Aaahk..."teriak Evi sambil mwmbayangkan kepalanya akan terbentur lantai.Tapi kepalanya malah mendarat di dada Irwan,kedua tangan Irwan memeluk pinggangnya dengan erat.Dua insan itu saling pandang,waktu seakan berhenti demi mereka.Dua insan itu tak menyadari bahwa ada 2 pasang mata memperhatikan mereka di depan pintu.
"Mesranya..."gumam Aty sambil memeluk kemoceng yang ia bawa.
"Ups."ucap Benigno melihat Evi dalam pelukan Irwan.Evipun jadi tersipu2 nenyadari ada orang lain melihat mereka.
"Terima kasih.."ucap Evi sambil menunduk malu.
Irwan malah berbisik,"Makanya jangan lari dariku...".
Irwan lalu memandang ke arah pintu."Om Ben...Aty.....???"
"Maaf Boss Muda,Aty cuma mau bersih2 ruangan kerja Boss Muda aje.."kata Aty.
"Kalo Om mau ngembaliin beberapa dokumenmu.Tak menyangka malah ganggu ya...?"goda Om Ben.
Evi jadi salting dan mendekati Aty."Kak Aty,Evi bantuin bersih2 yuk.Rumah sebegini besar mana selesai dalam sehari bersih2nya."
Yang lain jadi tertawa mendengarnya.
"Evi,Evi..Kamu ini memang lucu.Kamu ini kan janji mau nemeni aku?Malah mau bantu Aty.Udah ayo kita berangkat saja.!" ajak Irwan.
Mobil Irwan sempat tertahan oleh para wartawan.Mereka heboh sekali mengetahui Irwan masih hidup.Usai menjanjikan akan mengadakan konferensi pers,mobil Irwan bisa pergi juga dari kediaman Sutedja.Pertama yang dituju adalah RS.Cukup lama juga mereka di sana,makhlum Irwan harus menjalani banyak pemeriksaan.Mulai dari test darah,rontgen,citiscan,dsb.
Sambil menunggu,Benigno menanyai Evi seputar pernikahannya dengan Irwan.
"Ada satu hal yg mengganjal di benak Om.Mengapa kamu menangis saat Om mengabarkan pesawat Irwan jatuh padahal Irwan kan bersamamu dan baik2 saja?Apa kamu juga hilang ingatan kayak Irwan?Atau mungkin Irwan yg lain yg menikah denganmu?"
Evi pucat pasi ditanyai seperti itu.Kepalsuan yang dibuat Danang benar2 menjeratnya dalam dilema.
"Evi juga bingung dengan semua ini.Tapi Evi dan keluarga Evi tidak pernah punya niat mencelakai Irwan.Evi bisa pastikan itu.Saat ini cuma itu yg bisa Evi sampaikan.Semoga saja ingatan Irwan segera pulih sehingga semuanya menjadi jelas."jawab Evi.
"Kalian bicara apa sepertinya serius sekali?"tanya Irwan yg baru saja selesai diperiksa.
"Hanya ngobrol biasa saja."jawab Benigno.
"Bagaimana hasil pemeriksaannya?Apa kata dokter?Apa ingatanmu akan segera pulih?Bagaimana dengan anggota tubuh yang lain semua baik kan?"tanya Evi.
Irwan senang sekali melihat perhatian Evi padanya,"Aku senang kau mencemaskanku seperti ini.Kau seperti Mama."
"Aku kan isterimu,wajar bila aku mencemaskanmu.Mana pantas aku dibandingkan sama Mamamu.Aku kan tidak cantik seperti Mamamu."Evi jadi tertunduk sedih.
Melihat itu Irwan segera meraih dagu Evi dan menatap dalam2 padanya,"Hey....Aku tidak mau kau bicara seperti itu lagi.Aku tak mau kau memandang rendah dirimu sendiri.Jangan melihat segala sesuatu hanya dari luarnya.Aku akan membuat dunia melihat kecantikanmu.Sekarang tersenyumlah."
Evi berkaca2 mendengarnya.Ia lalu tersenyum dan memeluk Irwan.Benigno melihatnya dengan haru.
"Kalian menemukan cinta ditengah tabir kepalsuan yang belum terkuak ini.Siapa sebenarnya dalang dibalik ini semua?Siapa orang yg paling diuntungkan bilaIrwan benar2 tewas dalam kecelakaan pesawat itu?"batin Benigno bergejolak.
"Hasil testnya akan diketahui beberapa hari lagi.Mengenai ingatanku,kata dokter akan kembali bisa perlahan atau tak terduga karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji lab.Ayo kita makan siang dulu.Kalian pasti lapar kan?"ajak Irwan.
"Kamu sendiri tadi dokter bilang apa?"tanya Irwan pada Evi.
"Cuma flu dan belum biasa dengan AC."jawab Evi sambil bersandar di lengan Irwan.
Merekapun menuju ke restoran.Evi kesulitan memakai peralatan makan,Irwan pun mengajarinya.Saat itulah seorang wanita cantik mendekat,"Irwan Sutedja???Ini benar kau?Benar rupanya rumor yg kudengar,kau masih hidup!Senangnya!Boleh aku bergabung di mejamu?"
Irwan kaget juga apalagi wanita itu langsung duduk berseberangan dengan Evi.Siapakah wanita itu?Ada hubungan apa dengan Irwan?Bagaimana pula reaksi Evi?****$ee you next eps****
Back to our lovely couple : Evi and Irwan.
Irwan yang mengejar Evi melihat Evi mau jatuh segera menangkap tubuh Evi dari belakang.
"Aaahk..."teriak Evi sambil mwmbayangkan kepalanya akan terbentur lantai.Tapi kepalanya malah mendarat di dada Irwan,kedua tangan Irwan memeluk pinggangnya dengan erat.Dua insan itu saling pandang,waktu seakan berhenti demi mereka.Dua insan itu tak menyadari bahwa ada 2 pasang mata memperhatikan mereka di depan pintu.
"Mesranya..."gumam Aty sambil memeluk kemoceng yang ia bawa.
"Ups."ucap Benigno melihat Evi dalam pelukan Irwan.Evipun jadi tersipu2 nenyadari ada orang lain melihat mereka.
"Terima kasih.."ucap Evi sambil menunduk malu.
Irwan malah berbisik,"Makanya jangan lari dariku...".
Irwan lalu memandang ke arah pintu."Om Ben...Aty.....???"
"Aaahk..."teriak Evi sambil mwmbayangkan kepalanya akan terbentur lantai.Tapi kepalanya malah mendarat di dada Irwan,kedua tangan Irwan memeluk pinggangnya dengan erat.Dua insan itu saling pandang,waktu seakan berhenti demi mereka.Dua insan itu tak menyadari bahwa ada 2 pasang mata memperhatikan mereka di depan pintu.
"Mesranya..."gumam Aty sambil memeluk kemoceng yang ia bawa.
"Ups."ucap Benigno melihat Evi dalam pelukan Irwan.Evipun jadi tersipu2 nenyadari ada orang lain melihat mereka.
"Terima kasih.."ucap Evi sambil menunduk malu.
Irwan malah berbisik,"Makanya jangan lari dariku...".
Irwan lalu memandang ke arah pintu."Om Ben...Aty.....???"
"Maaf Boss Muda,Aty cuma mau bersih2 ruangan kerja Boss Muda aje.."kata Aty.
"Kalo Om mau ngembaliin beberapa dokumenmu.Tak menyangka malah ganggu ya...?"goda Om Ben.
Evi jadi salting dan mendekati Aty."Kak Aty,Evi bantuin bersih2 yuk.Rumah sebegini besar mana selesai dalam sehari bersih2nya."
Yang lain jadi tertawa mendengarnya.
"Evi,Evi..Kamu ini memang lucu.Kamu ini kan janji mau nemeni aku?Malah mau bantu Aty.Udah ayo kita berangkat saja.!" ajak Irwan.
Mobil Irwan sempat tertahan oleh para wartawan.Mereka heboh sekali mengetahui Irwan masih hidup.Usai menjanjikan akan mengadakan konferensi pers,mobil Irwan bisa pergi juga dari kediaman Sutedja.Pertama yang dituju adalah RS.Cukup lama juga mereka di sana,makhlum Irwan harus menjalani banyak pemeriksaan.Mulai dari test darah,rontgen,citiscan,dsb.
Sambil menunggu,Benigno menanyai Evi seputar pernikahannya dengan Irwan.
"Ada satu hal yg mengganjal di benak Om.Mengapa kamu menangis saat Om mengabarkan pesawat Irwan jatuh padahal Irwan kan bersamamu dan baik2 saja?Apa kamu juga hilang ingatan kayak Irwan?Atau mungkin Irwan yg lain yg menikah denganmu?"
Evi pucat pasi ditanyai seperti itu.Kepalsuan yang dibuat Danang benar2 menjeratnya dalam dilema.
"Evi juga bingung dengan semua ini.Tapi Evi dan keluarga Evi tidak pernah punya niat mencelakai Irwan.Evi bisa pastikan itu.Saat ini cuma itu yg bisa Evi sampaikan.Semoga saja ingatan Irwan segera pulih sehingga semuanya menjadi jelas."jawab Evi.
"Kalian bicara apa sepertinya serius sekali?"tanya Irwan yg baru saja selesai diperiksa.
"Hanya ngobrol biasa saja."jawab Benigno.
"Bagaimana hasil pemeriksaannya?Apa kata dokter?Apa ingatanmu akan segera pulih?Bagaimana dengan anggota tubuh yang lain semua baik kan?"tanya Evi.
Irwan senang sekali melihat perhatian Evi padanya,"Aku senang kau mencemaskanku seperti ini.Kau seperti Mama."
"Aku kan isterimu,wajar bila aku mencemaskanmu.Mana pantas aku dibandingkan sama Mamamu.Aku kan tidak cantik seperti Mamamu."Evi jadi tertunduk sedih.
Melihat itu Irwan segera meraih dagu Evi dan menatap dalam2 padanya,"Hey....Aku tidak mau kau bicara seperti itu lagi.Aku tak mau kau memandang rendah dirimu sendiri.Jangan melihat segala sesuatu hanya dari luarnya.Aku akan membuat dunia melihat kecantikanmu.Sekarang tersenyumlah."
Evi berkaca2 mendengarnya.Ia lalu tersenyum dan memeluk Irwan.Benigno melihatnya dengan haru.
"Kalian menemukan cinta ditengah tabir kepalsuan yang belum terkuak ini.Siapa sebenarnya dalang dibalik ini semua?Siapa orang yg paling diuntungkan bilaIrwan benar2 tewas dalam kecelakaan pesawat itu?"batin Benigno bergejolak.
"Hasil testnya akan diketahui beberapa hari lagi.Mengenai ingatanku,kata dokter akan kembali bisa perlahan atau tak terduga karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji lab.Ayo kita makan siang dulu.Kalian pasti lapar kan?"ajak Irwan.
"Kamu sendiri tadi dokter bilang apa?"tanya Irwan pada Evi.
"Cuma flu dan belum biasa dengan AC."jawab Evi sambil bersandar di lengan Irwan.
Merekapun menuju ke restoran.Evi kesulitan memakai peralatan makan,Irwan pun mengajarinya.Saat itulah seorang wanita cantik mendekat,"Irwan Sutedja???Ini benar kau?Benar rupanya rumor yg kudengar,kau masih hidup!Senangnya!Boleh aku bergabung di mejamu?"
Irwan kaget juga apalagi wanita itu langsung duduk berseberangan dengan Evi.Siapakah wanita itu?Ada hubungan apa dengan Irwan?Bagaimana pula reaksi Evi?****$ee you next eps****
Eps 23 》》Tabir Kepalsuan.
Terakhir muncul tokoh baru ya?Siapa dia?"Wah,kalian makan steak ya?Kebetulan aku suka steak..Sini Irwan biar kusuapi kamu!"kata wanita itu sambil mengiris daging steak di piring Irwan dengan pisau.
"Maaf,Rita, aku sudah kenyang.O ya Evi kenalkan ini Rita,putri dari teman ayahku.Rita,ini Evi,....."belum sempat Irwan memperkenalkan siapa Evi,Rita sudah berdiri dan melihat Evi dengan sinis.
"Oh ini si wanita Cinderella dari Masamba itu,yang beritanya heboh itu ya?Ternyata cuma gadis kampung..ga salah pilih kamu Wan?Atau kamu kena guna2 kali.Masak seorang milyarder muda bersanding dengan upik abu seperti ini!..Ga level banget!!"Rita melirik Evi dengan bibir sinis.Evi yang kesal melihat sikap Rita
mengiris daging dengan geram sehingga malah terlempar ke arah gaun Rita yang kebetulan berwarna kuning cerah."Ups!Maaf,aku ga sengaja"ucap Evi sambil melirik ke arah Irwan.Rita marah2 melihat gaun mahalnya kotor,"Iiikh..Apa yg kaulakukan pada bajuku?Irwan,lihat apa yg dilakukan wanita kampung itu pada baju mahalku.!!Bilang saja kau iri karena tak punya gaun cantik seperti ini kan?!"teriak Rita.
"Kau bilang apa?Aku iri?!"Evi bangkit dari duduknya.Irwan segera memegangi Evi,dan memberi kode pada Benigno untuk menangani Rita sebelum mereka jadi pusat perhatian.Benigno segera memegangi Rita yang ingin menyerang Evi,"Nona Rita,tolong kendalikan diri Anda!Ini tempat umum.Sebaiknya saya antar Anda ke toilet untuk membersihkannya.Mari,ikut saya."Rita terpaksa mengikuti Benigno."Jangan sentuh aku!" kata Evi kesal.Irwan yang sejak tadi memegangi tangan dan pinggang Evi segera melepas pegangannya dan begitu lepas Evi langsung melangkah pergi."Evi,kau mau ke mana?"
"Jangan hiraukan aku!Urus saja kekasihmu itu!"sahut Evi sambil berkaca2 dan terus melangkah keluar restoran.Irwan menghubungi Benigno lewat Hp,"Om,tolong urus billnya,aku akan menenangkan Evi dulu.sampai ketemu di kantor untuk konferensi pers"kata Irwan.
Sementara itu,Evi melangkah tak tentu arah,kata2 Rita telah memedihkan hatinya.
"Aku memang bodoh.Tak seharusnya aku ada di sini,tak seharusnya aku ada dalam lingkungan seperti penuh kemewahan dan keindahan.Sadar Evi!Sadar dan berhenti memimpikan hal yang mustahil.Rita benar,kau itu ga level dengan Irwan.Kamu itu gadis kampung,ga berpendidikan,ga modis pula!Sedang Irwan,pengusaha sukses,pendidikannya tinggi,ganteng lagi.Lagian ngapain sih hatimu sesakit ini ?Lagian pernikahan kalian kan rekayasa.Emang kaupikir Irwan peduli sama kamu?"gumam Evi sambil berkaca2.Irwan mengejar Evi.Dilihatnya Evi berjalan tanpa melihat sekelilingnya."Mungkin sebaiknya aku menghilang dari kehidupan Irwan."pikir Evi tanpa
menyadari sebuah mobil melaju ke arahnya.Evi baru sadar saat tiba2 sepasang tangan memeluk dan mendorongnya ke tempat aman terhindar dari tertabrayk mobil.Lebih shock lagi karena penyelamatnya itu memeluknya dengan erat seperti sangat ketakutan kehilangan dirinya.(soundtrack:kehilangan)."Berjanjilah padaku,..jangan lari lagi dariku.Aku tak mau kehilangan dirimu"..Sadarlah Evi siapa penolongnya."Irwan?Kau menangis?Kau terluka?Kau baik2 saja?"
Bukannya menjawab,Irwan malah mempererat pelukannya.Evi bukannya tak senang dipeluk begitu,tapi ia malu karena orang2 mulai memperhatikan mereka.Mereka mulai berbisik2,"Itu Irwan Sutedja,si milyarder muda itu kan?Siapa yg dia peluk itu?Apa itu yg dikabarkan sebagai isterinya?Wah sepertinya benar2 sayang,lihat meluknya aja sampai kayak gitu."
Evi jadi salting,"Wan,banyak orang...malu tahu."
"Janji dulu bahwa kau takkan lari lagi seperti ini.Baru aku akan lepaskan pelukanku."bisik Irwan.
"Iye....iye aku janji."kata Evi.Irwan lalu mengusap air mata di pipi Evi."Kau juga menangis?Maafkan kata2 temanku tadi.Ia hanya iri padamu."kata Irwan."Teman?Hanya teman?"mata Evi mulai bersinar lagi." Dia memang sering bilang menyukaiku tapi aku tidak punya perasaan apapun padanya."kata Irwan.
"Tapi dia lebih cantik,lebih putih kulitnya,dan lebih indah pakaiannya daripada aku."kata Evi sedih.Irwan tiba2 menggandeng tangan Evi,"Ayo ikut aku!"
"Mau kemana lagi?"tanya Evi."Ke tempat yang akan mengubah pandanganmu tentang dirimu sendiri."jawab Irwan."Memang ada tempat seperti itu di Jakarta?"Evi melihat mobil Irwan tapi tidak melihat Om Ben."Om Ben mana?"
"Pergi duluan menyiapkan konferensi pers.Nanti juga kita akan nyusul ke sana.Ayo naik,depan aja.Aku yg bawa mobilnya."kata Irwan.
Ada yang tahu mereka mau kemana?****jawabannya di eps 24*****
EPS 24
Di sebuah rumah mode terkenal di Jakarta,tampak seorang pria tinggi besar tengah melihat2 anak buahnya bekerja.Sebagai perancang busana papan atas,namanya sudah tak asing lagi.Sering tampil di tv,jadi komentator di acara dgn rating bagus,belum fashin show yg selalu sukses.Ya...sudah bisa tahu semua kan?Please welcome: Ivan Gunawan.☆☆☆☆
"Kerjain yg bener ye...Ini pesenan para pejabat penting.Jangan sampai bikin nama besar I jadi tercemar,ngerti kalian?"
para karyawannya serentak menjawab,"Ya Mak Igun!"
"Bagus!!I mau update news and gosip dulu.Trending topik hari ini apa ya?"kata Ivan Gunawan sambil membuka hpnya dan duduk di sofa.
Sebuah tv layar datar berukuran besar tampak di hadapannya tengah menayangkan berita seputar kembalinya Irwan Sutedja dan tentang pernikahannya yg misterius dengan
Evi.
"Hei guys!Irwan masih hidup!Tuh ada yg berhasil dapat gambar saat dia keluar rumah pagi ini."teriak Ivan kegirangan.
"Mak,ini Irwan yang mana?Sekarang kan banyak yg namanya Irwan.Ada Irwan Hakim..."celetuk salah satu karyawannya.
"Itu Irfan Hakim...presenter mahal itu...masak ga tahu sih!"sahut Ivan.
"Aku tahu Mak,pasti Irwan Sumenep ya..kan lagi hits lagu2nya...jika hanya untuk mengejar laki2 lain buat apa sih..benang biru kau sulam menjadi kelambu.."celetuk yang lain.
"Kalian nih dah pada kena virus dangdut...bukan Irwan Sumenep yang kumaksud tapi Irwan Sutedja.Pewaris Sutedja Bussiness Enterprise!Sang Pangeran Mahkota.Milyarder muda yg dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat itu.Dasar pada lemot loadingnya."Ivan menerangkan.
"Mak,kelihatannya girang amat tahu tuh milyarder masih hidup?"tanya mereka lagi.
"I kasih tahu ye...kalo ga ada dia mana bisa I buka rumah mode ini.Dia itu yang dukung dan percaya I bakal jadi designer sukses.Bila ada acara2 di mega bisnisnya pasti deh kita dapat tender.Apalagi kalo sampai dia ke sini kalian harus jaga attitude,ngerti kalian!?wah ada telpon masuk nih.Oh my God!!!"pekik Ivan Gunawan.
"Mimpi ape gue ditelpon sama Bisnisman kondang yg lagi jadi trending topik...Apa?Mau ke sini?Sekarang?..Ye ye Ada ...Kagak ada acara lain..Siap melayani dengan best service.Ok!"kata Ivan dengan seseorang yg menelponnya.
"Hey guys kalian tahu siapa yang barusan nelpon?..Irwan Sutedja!!!Dia mau ada konferensi pers jadi butuh kita untuk make over isterinya dia.Wow,kita dapat kehormatan ketemu sama isterinya yang dicari2 wartawan itu.Cap cus semuanya!Dia dan isterinya sudah mau sampai ke sini.Ingat kata2ku tadi:jaga attitude!Jangan bikin isterinya ga nyaman.Jangan sampai bikin I malu.Profesional semuanya!"
Merekapun sibuk menyambut kedatangan Irwan.Tak lama mobil Irwan sampai di tempat Ivan Gunawan.Evi tampak ragu keluar dari mobil.Irwan lalu menggandeng tangan Evi.Ivan menyambut mereka dengan ramah.
"Kak Igun kenalin nih isteri aku,panggil aja Evi.Evi,ini designer langganan aku,kak Ivan Gunawan.Aku biasa manggil dia,kak Igun."kata Irwan memperkenalkan.
Ivan dan Evi berjabat tangan.Evi terpukau melihat gaun2 indah terpajang di sana.Ivan lalu mwnyuruh anak buahnya untuk menemani Evi melihat2 koleksi rancangannya.Evi memandang pada Irwan meminta ijinnya.
Irwan tersenyum dan berkata,"Iya pergilah melihat2,pilih yang kausukai.Apa aja jangan ragu nanti aku yang bayar.Asal kamu suka ambil aja."
Evi senang sekali,banyak sekali pakaian yang bagus bahkan lebih bagus dari yang dipakai Rita tadi.Makin takjub lagi ia mengetahui harga pakaian2 yang disukainya.Ia jadi ragu untuk mengambilnya.Sementara itu Irwan berbincang2 dengan Ivan Gunawan.Ia meminta Ivan mengubah penampilan Evi menjadi apalah2.
"Evi itu dari Masamba.Masih polos jadinya.Ga tahu fashionlah.Aku sebenarnya tidak masalah dengan semua itu justru kesederhanaanya itu yang menjadi daya tarik Evi.Tapi aku juga ga mau orang menghinanya,notabene dia isteri seorang publik figur.Jadi aku butuh sentuhan keajaiban dari kak Igun untuk membuat Evi lebih confidence bila bersamaku menghadiri acara2 penting.Bagaimana?"kata Irwan.
"Beres Boss.!Memang untuk masalah jalan dan pakai sepatu hak tinggi harus latihan ga bisa instant.Aku akan beri les privat untuk itu.Yang penting sekarang aku akan make over dia untuk acara konferensi pers kan?Tunggu beres aja.Saya tinggal dulu ya."kata Ivan Gunawan.
Selama menunggu Evi dimake over,Irwan menelepon Benigno."Om di mana?...Para wartawan sudah pada datang?Dari luar negeri juga ada?Tolong emailkan semuanya yang harus saya sampaikan di sana...Nih lagi di tempatnya kak Igun.Iya...Aku tak mau kejadian seperti di restoran tadi terulang....Tadi itu hampir aku kehilangan Evi...Ga aku ga akan biarkan siapapun menyakiti mutiara hatiku lagi...Apa?Dalang semua ini?...Orang yang mencurigakan?Musuh dalam selimut maksud Om?Coba cek aja dari daftar orang yang mengunjungi Masamba dalam tiga bulan terakhir yang punya hubungan bisnis dengan kita,Om...Oke.Sebentar lagi Irwan meluncur ke sana."tutup Irwan.
Evi tak percaya saat melihat wajahnya di cermin,"Wow!Itu benar aku?"
Ivan lalu memilihkan beberapa gaun untuk Evi.
"Ayo kita temui suamimu."ajak Ivan Gunawan pada Evi.
Irwan sedang menelepon Inul saat Evi dihadirkan di hadapannya.Evi bak diva.Anggun mempesona dengan rambut yang ditata indah.Gaun yang dipakaipun sangat cantik di tubuh Evi.Irwan terkesima**terkesima diriku memandang pesonamu..gugup kelu dan kaku memandang wibawamu...ost.Terkesima**♥♥♥
"Wan?....Irwan.....kamu masih disana?........."suara Mamanya di telepon tak mampu menyadarkan Irwan dari keterpanaannya melihat perubahan Evi.
Hpnya baru ia gubris saat hampir lepas dari genggamannya.
"Maaf Ma...Irwan cuma pesen Mama harus lihat konferensi persnya nanti di tv,ada kejutan dari menantu Mama."kata Irwan lalu menutup Hpnya.
"Bagaimana?"tanya Ivan pada Irwan.
Irwan memandang Evi penuh kekaguman,"Cantiknya....amazing....wow!"
Evi jadi malu dipandangi begitu.
"Terima kasih kak Igun."ucap Irwan lalu menggandeng Evi menuju mobil.Ivan melepas mereka dengan puas.Apa yang dimaksud kejutan oleh Irwan?****see you next eps***
EPS 25
Perjalanan menuju Konferensi Pers diwarnai dengan adegan lirik melirik antara Irwan dan Evi.Penampilan Evi yang mempesona membuat Irwan tak bosan2nya mencuri pandang ke arah Evi.
Bahkan sambil bersenandung Irwan memandang Evi bila tiba di lampu merah,"Tak bosan mataku takkan bosan...memandangmu wahai gadis pujaan...tak bosan mataku takkan bosan...(moga liriknya bener soalnya saya jujur ga hafal...waduh)".
Evi melihat lampu sudah berubah hijau tapi Irwan malah terus memandang ke arahnya,"Tuan Irwan Sutedja?Irwan?...Irwan!sudah hijau."
"Din!!!Din!!!" bunyi klaksonlah yg menyadarkan Sang milyarder kita.
"Ya ampun!"katanya sembari tancap gas.
Evi tersenyum melihatnya."Kita mau ke mana sekarang?O ya aku juga mau berterima kasih untuk semua pakaian yang kaubelikan tadi dan untuk kak Igun.Dia baik sekali
mengajariku banyak hal.Cara dandan,cara jalan,cara memilih baju yg tepat dan banyak lagi.Tapi apa baju2 itu tidak terlalu mahal?Aku tak mau kau membuang uang hanya demi aku.Nanti kalo Mamamu tahu kau bisa dimarahi lho.Aku tak mau kau dimarahi apalagi gara2 aku..."
Evi tertunduk sambil mempermainkan tangannya.Mendengar itu Irwan segera menepikan mobilnya.Evi jadi heran apalagi saat Irwan meraih jemarinya,"Kau tahu ?Justru Mama yang minta aku beliin kamu semua itu bahkan beliau pesen bukan hanya baju pesta tapi juga baju sehari2.Mungkin nanti kamu akan di ajak Mama sendiri belanja aneka aksesories wanita.Sepatu,tas,perhiasan,dan yg lainnya.Mama itu hobi belanja.Ini sih masih belum ada apa2nya.Jadi kamu tak perlu takut aku bakal dimarahi Mama.Walaupun aku sangat senang mendengarnya."
"Kau senang ?Maksudmu kau senang kalo Mama marah?"Evi mengernyitkan dahinya.
Irwan mencium tangan Evi sambil tersenyum,"Bukan begitu.Sedetikpun aku tak ingin melihat Mama sedih apalagi sampai marah.Aku senang karena kau memikirkanku.Itu sangat berarti bagiku.Aku bahagia sekali hari ini."kata Irwan membuat Evi tersipu2.
"Nanti aku harus ngapain di mana...konferensi apa ..pers ya?Aku takut membuatmu malu kayak tadi."Evi masih kesal bila ingat kejadian di restoran tadi.Apalagi bila ingat sikap mesra Rita pada Irwan.
"Kamu cemburu ya?Hayo ngaku?"goda Irwan.
"Ga!Untuk apa aku cemburu aku kan bukan.."Evi terhenti
bicara karena ingat ancaman Danang."Bukan apa?Kenapa tidak dilanjutkan?"tanya Irwan ingin tahu.
"Aku bukan wanita secantik Rita.Aku ini kampungan,ga modis,ga level.Beda ama dia,dia lebih pantas untukmu."jawab Evi sambil menarik tangannya yg sejak tadi dipegang Irwan.
Tapi Irwan meraih tangannya lagi dan memandangnya lekat2,"Apa yg pantas buatku yang menentukan adalah aku dan mereka yg kuanggap pendapatnya penting bagiku.Dan kau tidak boleh berpikir seperti itu lagi.Kau adalah isteriku.Dalam hubungan suami isteri,kau tahu apa yg utama?Hal yang diatas segalanya?"tanya Irwan.
Evi menggeleng tak tahu.Irwan lalu menempelkan tangan Evi di dadanya dimana hatinya berada,"Yang penting itu di sini.Apa yg hati kita rasakan.Apa yg hati kita katakan.Sekarang coba rasakan apa yg hatiku rasakan?"Irwan makin menempelkan telapak tangan Evi ke dadanya.Tentu saja Evi jadi berdebar2.
"Hatimu berdebar2 kencang sekali....***ost
Evi menarik tangannya karena malu.Irwan tersenyum setidaknya Evi menunjukan getar2 yg sama dengannya."Tinggal dua belokan lagi kita sampai,kau nanti jangan gugup,santai aja.Aku akan memberi tanda bila kau harus berbicara atau menjawab pertanyaan mereka.Bila kau takut pegang saja tanganku dan ...."
"....jangan lari darimu....udah hafal sekarang."lanjut Evi.
Keduanya tertawa.Merekapun melanjutkan perjalanannya.Kira2 gimana jalannya konferensi pers mereka ya?Lucukah?Malu2in?Atau romantis?...
EPS 26
Sejenak kita tinggalkan sejoli kita,siapa lagi kalo bukan Irwan dan Evi.
Mari kita melihat kondisi Danang,terakhir dia terlelap karena habis keluar malam pulang pagi.Kok kayak lagu ya?Hari sudah siang saat ksatria kita terbangun.Kepala terasa berat,pening,pusing gitu deh..Ia melihat jam,makan siangpun sudah lewat apalagi sarapan.
Diangkatnya airphone,"Aty!.ambilin gue makan,kopi ama obat pusing!Cepet ya!Ga pakai lama!Antar ke kamar aku".
Danang menghidupkan tv sambil menunggu pesanannya datang."Wah ada apa nih?Kok hampir semua channel isinya sama.Lho itu kan gedung kantor Sutedja Enterprise?Memang ada acara apa ya?O iya konferensi persnya Irwan.Gawat Mami pasti marah nih tahu aku ga nongol di sana.Mendingan gue segera ke sana deh daripada kena marah Mami."
Danang segera mandi.
Di ruang keluarga kediaman Sutedja tampak Inul dan keluarga Evi sudah duduk manis di depan layar tv besar untuk melihat siaran langsung konferensi persnya Irwan.Tampak Rizky memakai baju baru begitu juga dengan Ayah Hamdan.Mereka sangat berterima kasih dibelikan begitu banyak pakaian dan barang2.Bahkan Rizky dibelikan Hp oleh Inul.Rizky senang sekali.
"Lihat itu mobilnya Irwan sudah tiba di depan gedung.Wah siapa wanita cantik yang digandeng Irwan itu ya?Omg..Itu kan Evi?!Cantik banget menantu Mama!!Kece parah!!"teriak Inul takjub melihat perubahan Evi.Ayah Hamdan saja sampai pangling,"Iya sampai hampir saya tidak kenal.Beda banget.Coba Rizky lihat sini itu kakakmu bukan?"
"Mana sih?Yang digandeng mesra sama kak Irwan itu?Iya itu kak Evi tapi kok beda ya.Kakak cantik banget kayak artis.Kalo kak Irwan mah memang dah ganteng.Kayak Pangeran."komentar Rizky.
Inulpun mengerti inilah kejutan yang dimaksud Irwan di telepon tadi."Putra Mama memang benar,ini kejutan yang manis.Mama suka ini."kata Inul dalam hati.
Bukan hanya mereka yang takjub melihat perubahan Evi bahkan Danangpun sampai melongo melihatnya."Itu bener Evi????"
Aty yang berdiri di dekatnya jadi heran mendengar cara Danang memanggil Evi,"Tuan manggil isteri Boss Muda kok gitu?Kayak sudah kenal lama gitu?Emang Tuan sudah kenal akrab sebelumnya ama Nyonya Muda Evi?"
"Kamu tuh ngomong apa?Masak aku manggil dia Nyonya Muda gitu kayak kamu?Memang aku pembantu kayak kamu?Suka2 aku mau manggil dia apa.Sudah sana!!Kepo banget sih jadi orang."omel Danang.Atypun permisi."Tunggu,Mama dimana?"cegah Danang.
"Di ruang keluarga,Tuan sama keluarganya Nyonya muda.Ada apa Tuan?"tanya Aty.
"Gpp.Aku mau lewat jalan samping aja.Beritahu Mami kalo aku ke kantor."jawab Danang.
Atypun mengiyakan lalu keluar dari kamar Danang.Diluar air matanya menetes,"Boss muda aje yg pemilik semua kekayaan ini ga pernah nganggep saya pembantu.Ia selalu sopan dan santun dalam menyuruh.Beda banget ama Tuan Danang,kasar dan sok juragan banget.Padahal kalo dipikir dia kan cuma saudara tiri Boss muda.Sabar...sabar!"
Sepanjang perjalanan menuju kantor,Danang terus berpikir tentang Evi,"Ternyata Evi bisa begitu cantik,aku benar2 bodoh melepasnya begitu saja pada Irwan.Aku harus mengambil kembali Evi dari tangan Irwan!Aku harus memisahkan mereka bagaimanapun caranya.Evi harus menjadi milikku.Aku harus menyusun rencana baru.Jangan sampai Evi benar2 jatuh cinta pada Irwan dan benar2 menjadi isterinya.Aku harus bergerak cepat.Ayo Danang berpikir.!!Think!!"
Wah sepertinya ada yang menyesal nih melepas mutiara Masamba ke tangan Pangeran kita.Kira2 apa rencana Danang kali ini?Bagaimana pula benih2 cinta yang tengah tumbuh di hati sejoli kita?see you next eps.******zzzzzz..zz
EPS 27
Pengamanan super ketat menyambut kedatangan Irwan dan Evi.Melihat begitu banyak orang,begitu banyak kamera,begitu banyak pertanyaan membuat Evi spontan memegangi lengan Irwan.
Benigno menyambut mereka,"Akhirnya kalian datang juga.Ayo lewat sini!"
Memasuki ruangan konferensi pers,tepuk tangan riuh menyambut mereka.Rupanya perwakilan karyawan dari berbagai departemen sangat antusias dengan kembalinya pucuk pimpinan mereka,Presdir Irwan Sutedja.Bagi mereka kebijakan2 Irwan selalu
mengedepankan kesejahteraan mereka.Memang standar mutu kerja tetap dipegang teguh tapi keberadaan Irwan adalah perisai bagi kesejahteraan mereka.Hal itu menarik perhatian para jurnalis yg hadir di situ.Irwan melambaikan tangan pada mereka sambil tetap menggenggam tangan Evi.
Beberapa karyawan bersuit2 sambil standing applaus.Irwan menggangguk dan mempersilahkan semua duduk.Evi duduk di sebelah Irwan mencoba beradaptasi dengan jepretan kamera yang tak henti2nya mengarah padanya dan Irwan.Irwan lalu menyampaikan sambutannya,"Terima kasih untuk kehadiran teman2 dari media massa,teman2 jurnalis,para wartawan baik dari dalam maupun dari luar negeri juga para team kerja saya di Sutedja Bussiness Enterprise.Berkat rahmat Tuhan dan doa kalianlah saya bisa hadir kembali di sini dan kembali menjalankan roda bisnis Sutedja Enterprise.Banyak rumor yang beredar seputar absennya saya beberapa waktu ini,oleh karena itu saya mengklarifikasi semua berita yang beredar dengan mengadakan konferensi pers ini.Di sini saya menyatakan bahwa saya masih hidup dan kembali memegang posisi sebagai pimpinan tertinggi di Sutedja Bussiness Enterprise.Dan pada kesempatan ini saya juga ingin memperkenalkan isteri saya,seorang wanita dari Masamba,namanya Evi.Kami telah menikah di Masamba.Memang sangat mengejutkan mungkin tapi kami telah menikah.Evi bukan dari keluarga kalangan bisnis jadi saya mohon pengertiannya bila mengajukan pertanyaan pada isteri saya.Sekian dari saya dan bagi yang ingin bertanya saya persilahkan.Terima kasih."
Pertanyaan demi pertanyaan seputar bisnis mulai mengalir.Evi kagum melihat betapa fasisnya Irwan menjawab setiap pertanyaan tersebut.Sorot mata penuh kekaguman tak henti2nya ia tujukan ke arah Irwan," Makin aku mengenalmu makin aku terpesona padamu.Siapa mengira pria yang dulu pingsan saat dibawa ke rumahku ternyata seorang pengusaha sukses di Jakarta.Pria yang dulu berkeringat mencari kayu bakar itu ternyata seorang bisnisman terkenal.Tapi hatimu yang penuh dengan kebaikan dan kehangatan itulah yang menjadi daya tarikmu.Kau tidak pernah memandang bulu.Siapapun yang berada di dekatmu akan merasa begitu berharga bagimu.Setiap orang senang kau kembali.Walau aku bukan isterimu sesungguhnya tapi jauh di lubuk hatiku aku juga sangat bersyukur kau luput dari berbagai kemalangan yang menimpa dirimu.Mengapa ya Danang tega menyakitimu,bahkan hampir menghilangkan nyawa orang sebaik dirimu?Butakah mata hatinya?Padahal kupikir dia dulu orang yang sangat baik mau menolong keluargaku,mau mengenal wanita dari keluarga tidak punya sepertiku....tapi ternyata ia malah menjebakku dalam pernikahan palsu.Aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun.Bagaimana jika semua ini terbongkar? Bagaimana jika ingatan Irwan pulih dan ia sadar tidak pernah menikah denganku sebelumnya?Apakah ia akan membenciku ?Apa aku berterus terang saja ya sebelum semuanya terlambat?Tapi ancaman Danang terhadap keluargaku?Kurasa Irwan bisa melindungi keluargaku.Tapi aku akan minta pendapat ayah dulu mengenai rencanaku ini."pikir Evi tanpa menyadari bahwa seorang jurnalis bertanya padanya.
Irwan meremas jemari Evi memberi tanda padanya,"Kau melamun ya?Mereka bertanya padamu: Apa latar belakang keluargamu dan apa yang menurutmu membuat aku memilihmu menjadi isteriku..."bisik Irwan di telinga Evi.
Evi menjawab dengan gugup awalnya tapi genggaman tangan Irwan memberinya keberanian,"Saya hanya anak petani.Setiap hari saya harus bekerja buat keluarga saya....Kalau pertanyaan kedua saya sendiri juga tidak tahu apa jawabannya....Suami saya saja yang menjawabnya."
Irwan tersenyum,"Pertama kali saya melihat Evi,saya melihat sosok Mama saya pada dirinya.Itulah yang saya cari selama ini.Sosok yang perhatian dan menyayangi saya bukan karena apa yang saya miliki tapi karena ketulusannya."
Irwan memandang Evi dengan dalam lalu mengambil sesuatu dari kantongnya,"Pada kesempatan ini saya ingin memberi sesuatu yang saya belum sempat berikan pada saat pernikahan."
Irwan lalu membuka kotak yang ia bawa ternyata sebuah cincin berlian.Evi makin tersipu saat Irwan memakaikan cincin itu di jari manisnya.Para wartawan mengabadikan moment romantis itu.Mereka lalu berteriak2,"Cium cium.!".
Evi tidak tahu harus bagaimana,Irwanlah yang bergerak mencium pipi Evi lebih dulu lalu memeluk pinggang Evi.Evi tak menduga dan makin merahlah wajahnya.Benigno mengambil moment itu untuk mengakhiri konferensi pers.Irwan dan Evi lalu menuju lantai paling atas dimana ruang kerja Irwan berada..*****see you next eps*****
Eps 28 ♥》Tabir Kepalsuan
Hati Evi berbunga2 mendapat cincin dan ciuman dari Irwan.Rasanya hatinya jadi klepek2....
Wartawan masih saja mengejar mereka hingga Benigno menyuruh mereka duluan naik lift,"Kalian duluan,Om akan menyusul".
Irwanpun segera menekan angka dan pintu liftpun menutup.Evi kaget sekali dan segera memeluk Irwan saking takutnya.Makhlum baru pertama rekaman....eh kok rekaman....naik lift.
"Baru kali ini naik lift ya?"tanya Irwan.
"Lift?Oh ini namanya lift?.."jawab Evi tanpa melepas pelukannya.
Ia malah menempelkan wajahnya di dada Irwan....Hati Irwan berdebar2 bahagia,bagaimana tidak mereka cuma berdua di lift.Walaupun sesekali lift berhenti,para karyawan yang mau masuk lift begitu tahu Irwan didalamnya,apalagi tengah memeluk seorang wanita,segan untuk masuk.Irwan melambai pada mereka.Evi tidak tahu karena ia sibuk mendengar detak jantung Irwan."Aku ingin selamanya bisa mendengar detak jantung ini terus,selamanya mengetahui bahwa Irwan hidup.Mengetahui bahwa ia baik2 saja."batin Evi.Irwan sendiri berharap gedung kantornya adalah gedung tertinggi di dunia supaya ia lebih lama memeluk Evi.
"Wah kurasa aku harus sering mengajakmu naik lift."kata Irwan.
"Kenapa?"tanya Evi menyadari lift sudah tidak bergerak lagi.
"Biar terus dipeluk olehmu seperti ini"bisik Irwan.
Evi jadi malu dan segera melepaskan pelukannya,"Kok ga bilang kalau sudah sampai?".
Irwan tersenyum dan menggandeng tangan Evi keluar dari lift,"Emang sengaja ga bilang..he he".Evi diam2 juga tersenyum.Evi mengedarkan pandangannya.Ruang kantor yang rapi,ada
beberapa ruangan,ada yang bersekat kaca saja,tapi ada juga yang diberi tirai."
Ini tempat kerjaku.Ayo ,kukenalkan pada sekretarisku!"ajak Irwan.
Wajah Evi langsung masam mendengarnya.
"Pasti cewek ngeselin lagi nih.Pasti lebih cantik dari aku.Jangan2 juga naksir Irwan kayak si Rita itu.Irwan sih terlalu ganteng."pikir Evi.
Seorang pria seusia Irwan menyambut mereka( diperankan oleh Albi)."Selamat datang kembali,Pak Presdir dan ...."kata Albi.
"Terima kasih Albi.Kenalkan ini Evi,isteriku"ucap Irwan.
Evi menjabat tangan Albi."Selamat datang Ibu Presdir,saya Albi,sekretarisnya Bapak."kata Albi mengejutkan Evi.
"Kamu sekretarisnya?"Evi tak percaya campur lega.
Melihat perubahan wajah isterinya,Irwan tersenyum."Kamu pasti mengira sekretarisku cewek ya?"senggol Irwan saat Albi pergi mengambilkan minuman.
"Takut disaingi ya?"ledek Irwan lagi.
"Siapa takut?Seorang wanita Masamba itu ga pernah takut pada siapapun."jawab Evi.
"Yang bener....lalu yg takut naik lift barusan siapa yach?Apa perlu diperlihatkan rekaman cctvnya?"goda Irwan.
"Cctv?Apa itu?"tanya Evi.
"Cctv itu kamera cuma lebih kecil ukurannya.Biasanya sengaja dipasang di titik2 tertentu untuk memantau keamanan."papar Irwan.
"Jadi waktu di lift tadi ada rekamannya gitu?"Evi langsung blingsatan.
"Iya.Gimana masih ngelak?Ok deh mungkin suatu hari nanti aku akan pertimbangkan punya sekretaris wanita asal...."
"Asal apa?"tanya Evi dengan wajah kecewa.
"Asal orangnya kamu."jawab Irwan sambil meraih
Evi agar duduk di sebelahnya.Evi tertunduk malu sambil memandangi cincin pemberian Irwan tadi.
Irwan meraih jemari Evi,"Kau suka?"
Evi mengangguk,"Baru kali ini aku punya perhiasan.Ini benar buatku?Kapan kau membelinya?Perasaan kau selalu bersamaku."
"Kau tahu cincin apa itu?Itu pemberian Mama,kata Mama kalo aku sudah menemukan wanita yg pantas menjadi isteriku maka aku harus menunjukkannya pada Mama dengan memberikan cincin itu.Sudah lama aku menyimpan cincin itu di ruang kerjaku di rumah.Pagi tadi aku mengambilnya.Kau sih terlalu keasyikan memperhatikan foto2ku jadi ga melihat saat aku mengambilnya."kata Irwan.
Evi merasa tersanjung mendengar penuturan Irwan bahwa cincin itu ternyata punya makna simbolis yang dalam.Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan Benigno,"Akhirnya Om bisa nyusul kalian ke sini.Wartawan2 itu bener2 deh....".
Albi datang membawa minuman untuk mereka bertiga."Wah,Albi kau ini tahu betul kalo saya lagi haus?"ujar Benigno sambil mengambil minuman yg diletakkan Albi.
"Albi,apa agenda saya hari ini?"tanya Irwan sambil mengambilkan minuman Evi.
"Setengah jam lagi Rapat Pemegang Saham Pak.Saya sudah siapkan semua berkas yang Bapak perlukan."
Irwan,Benigno dan Albi sibuk membahas perkembangan bisnis.Evi permisi mau ke toilet.Albi mengantarnya.Tak ingin merepotkan Evi memintanya kembali saja pada Irwan.Sementara itu sepasang mata memperhatikan Evi dari kejauhan.Mata yang penuh amarah.Bisa ditebak mata siapa itu?******see you next eps*****
Bahkan sambil bersenandung Irwan memandang Evi bila tiba di lampu merah,"Tak bosan mataku takkan bosan...memandangmu wahai gadis pujaan...tak bosan mataku takkan bosan...(moga liriknya bener soalnya saya jujur ga hafal...waduh)".
Evi melihat lampu sudah berubah hijau tapi Irwan malah terus memandang ke arahnya,"Tuan Irwan Sutedja?Irwan?...Irwan!sudah hijau."
"Din!!!Din!!!" bunyi klaksonlah yg menyadarkan Sang milyarder kita.
"Ya ampun!"katanya sembari tancap gas.
Evi tersenyum melihatnya."Kita mau ke mana sekarang?O ya aku juga mau berterima kasih untuk semua pakaian yang kaubelikan tadi dan untuk kak Igun.Dia baik sekali
mengajariku banyak hal.Cara dandan,cara jalan,cara memilih baju yg tepat dan banyak lagi.Tapi apa baju2 itu tidak terlalu mahal?Aku tak mau kau membuang uang hanya demi aku.Nanti kalo Mamamu tahu kau bisa dimarahi lho.Aku tak mau kau dimarahi apalagi gara2 aku..."
Evi tertunduk sambil mempermainkan tangannya.Mendengar itu Irwan segera menepikan mobilnya.Evi jadi heran apalagi saat Irwan meraih jemarinya,"Kau tahu ?Justru Mama yang minta aku beliin kamu semua itu bahkan beliau pesen bukan hanya baju pesta tapi juga baju sehari2.Mungkin nanti kamu akan di ajak Mama sendiri belanja aneka aksesories wanita.Sepatu,tas,perhiasan,dan yg lainnya.Mama itu hobi belanja.Ini sih masih belum ada apa2nya.Jadi kamu tak perlu takut aku bakal dimarahi Mama.Walaupun aku sangat senang mendengarnya."
"Kau senang ?Maksudmu kau senang kalo Mama marah?"Evi mengernyitkan dahinya.
Irwan mencium tangan Evi sambil tersenyum,"Bukan begitu.Sedetikpun aku tak ingin melihat Mama sedih apalagi sampai marah.Aku senang karena kau memikirkanku.Itu sangat berarti bagiku.Aku bahagia sekali hari ini."kata Irwan membuat Evi tersipu2.
"Nanti aku harus ngapain di mana...konferensi apa ..pers ya?Aku takut membuatmu malu kayak tadi."Evi masih kesal bila ingat kejadian di restoran tadi.Apalagi bila ingat sikap mesra Rita pada Irwan.
"Kamu cemburu ya?Hayo ngaku?"goda Irwan.
"Ga!Untuk apa aku cemburu aku kan bukan.."Evi terhenti
bicara karena ingat ancaman Danang."Bukan apa?Kenapa tidak dilanjutkan?"tanya Irwan ingin tahu.
"Aku bukan wanita secantik Rita.Aku ini kampungan,ga modis,ga level.Beda ama dia,dia lebih pantas untukmu."jawab Evi sambil menarik tangannya yg sejak tadi dipegang Irwan.
Tapi Irwan meraih tangannya lagi dan memandangnya lekat2,"Apa yg pantas buatku yang menentukan adalah aku dan mereka yg kuanggap pendapatnya penting bagiku.Dan kau tidak boleh berpikir seperti itu lagi.Kau adalah isteriku.Dalam hubungan suami isteri,kau tahu apa yg utama?Hal yang diatas segalanya?"tanya Irwan.
Evi menggeleng tak tahu.Irwan lalu menempelkan tangan Evi di dadanya dimana hatinya berada,"Yang penting itu di sini.Apa yg hati kita rasakan.Apa yg hati kita katakan.Sekarang coba rasakan apa yg hatiku rasakan?"Irwan makin menempelkan telapak tangan Evi ke dadanya.Tentu saja Evi jadi berdebar2.
"Hatimu berdebar2 kencang sekali....***ost
Evi menarik tangannya karena malu.Irwan tersenyum setidaknya Evi menunjukan getar2 yg sama dengannya."Tinggal dua belokan lagi kita sampai,kau nanti jangan gugup,santai aja.Aku akan memberi tanda bila kau harus berbicara atau menjawab pertanyaan mereka.Bila kau takut pegang saja tanganku dan ...."
"....jangan lari darimu....udah hafal sekarang."lanjut Evi.
Keduanya tertawa.Merekapun melanjutkan perjalanannya.Kira2 gimana jalannya konferensi pers mereka ya?Lucukah?Malu2in?Atau romantis?...
Sejenak kita tinggalkan sejoli kita,siapa lagi kalo bukan Irwan dan Evi.
Mari kita melihat kondisi Danang,terakhir dia terlelap karena habis keluar malam pulang pagi.Kok kayak lagu ya?Hari sudah siang saat ksatria kita terbangun.Kepala terasa berat,pening,pusing gitu deh..Ia melihat jam,makan siangpun sudah lewat apalagi sarapan.
Diangkatnya airphone,"Aty!.ambilin gue makan,kopi ama obat pusing!Cepet ya!Ga pakai lama!Antar ke kamar aku".
Danang menghidupkan tv sambil menunggu pesanannya datang."Wah ada apa nih?Kok hampir semua channel isinya sama.Lho itu kan gedung kantor Sutedja Enterprise?Memang ada acara apa ya?O iya konferensi persnya Irwan.Gawat Mami pasti marah nih tahu aku ga nongol di sana.Mendingan gue segera ke sana deh daripada kena marah Mami."
Danang segera mandi.
Di ruang keluarga kediaman Sutedja tampak Inul dan keluarga Evi sudah duduk manis di depan layar tv besar untuk melihat siaran langsung konferensi persnya Irwan.Tampak Rizky memakai baju baru begitu juga dengan Ayah Hamdan.Mereka sangat berterima kasih dibelikan begitu banyak pakaian dan barang2.Bahkan Rizky dibelikan Hp oleh Inul.Rizky senang sekali.
"Lihat itu mobilnya Irwan sudah tiba di depan gedung.Wah siapa wanita cantik yang digandeng Irwan itu ya?Omg..Itu kan Evi?!Cantik banget menantu Mama!!Kece parah!!"teriak Inul takjub melihat perubahan Evi.Ayah Hamdan saja sampai pangling,"Iya sampai hampir saya tidak kenal.Beda banget.Coba Rizky lihat sini itu kakakmu bukan?"
"Mana sih?Yang digandeng mesra sama kak Irwan itu?Iya itu kak Evi tapi kok beda ya.Kakak cantik banget kayak artis.Kalo kak Irwan mah memang dah ganteng.Kayak Pangeran."komentar Rizky.
Inulpun mengerti inilah kejutan yang dimaksud Irwan di telepon tadi."Putra Mama memang benar,ini kejutan yang manis.Mama suka ini."kata Inul dalam hati.
Bukan hanya mereka yang takjub melihat perubahan Evi bahkan Danangpun sampai melongo melihatnya."Itu bener Evi????"
Aty yang berdiri di dekatnya jadi heran mendengar cara Danang memanggil Evi,"Tuan manggil isteri Boss Muda kok gitu?Kayak sudah kenal lama gitu?Emang Tuan sudah kenal akrab sebelumnya ama Nyonya Muda Evi?"
"Kamu tuh ngomong apa?Masak aku manggil dia Nyonya Muda gitu kayak kamu?Memang aku pembantu kayak kamu?Suka2 aku mau manggil dia apa.Sudah sana!!Kepo banget sih jadi orang."omel Danang.Atypun permisi."Tunggu,Mama dimana?"cegah Danang.
"Di ruang keluarga,Tuan sama keluarganya Nyonya muda.Ada apa Tuan?"tanya Aty.
"Gpp.Aku mau lewat jalan samping aja.Beritahu Mami kalo aku ke kantor."jawab Danang.
Atypun mengiyakan lalu keluar dari kamar Danang.Diluar air matanya menetes,"Boss muda aje yg pemilik semua kekayaan ini ga pernah nganggep saya pembantu.Ia selalu sopan dan santun dalam menyuruh.Beda banget ama Tuan Danang,kasar dan sok juragan banget.Padahal kalo dipikir dia kan cuma saudara tiri Boss muda.Sabar...sabar!"
Sepanjang perjalanan menuju kantor,Danang terus berpikir tentang Evi,"Ternyata Evi bisa begitu cantik,aku benar2 bodoh melepasnya begitu saja pada Irwan.Aku harus mengambil kembali Evi dari tangan Irwan!Aku harus memisahkan mereka bagaimanapun caranya.Evi harus menjadi milikku.Aku harus menyusun rencana baru.Jangan sampai Evi benar2 jatuh cinta pada Irwan dan benar2 menjadi isterinya.Aku harus bergerak cepat.Ayo Danang berpikir.!!Think!!"
Wah sepertinya ada yang menyesal nih melepas mutiara Masamba ke tangan Pangeran kita.Kira2 apa rencana Danang kali ini?Bagaimana pula benih2 cinta yang tengah tumbuh di hati sejoli kita?see you next eps.******zzzzzz..zz
EPS 27
Pengamanan super ketat menyambut kedatangan Irwan dan Evi.Melihat begitu banyak orang,begitu banyak kamera,begitu banyak pertanyaan membuat Evi spontan memegangi lengan Irwan.
Benigno menyambut mereka,"Akhirnya kalian datang juga.Ayo lewat sini!"
Memasuki ruangan konferensi pers,tepuk tangan riuh menyambut mereka.Rupanya perwakilan karyawan dari berbagai departemen sangat antusias dengan kembalinya pucuk pimpinan mereka,Presdir Irwan Sutedja.Bagi mereka kebijakan2 Irwan selalu
mengedepankan kesejahteraan mereka.Memang standar mutu kerja tetap dipegang teguh tapi keberadaan Irwan adalah perisai bagi kesejahteraan mereka.Hal itu menarik perhatian para jurnalis yg hadir di situ.Irwan melambaikan tangan pada mereka sambil tetap menggenggam tangan Evi.
Beberapa karyawan bersuit2 sambil standing applaus.Irwan menggangguk dan mempersilahkan semua duduk.Evi duduk di sebelah Irwan mencoba beradaptasi dengan jepretan kamera yang tak henti2nya mengarah padanya dan Irwan.Irwan lalu menyampaikan sambutannya,"Terima kasih untuk kehadiran teman2 dari media massa,teman2 jurnalis,para wartawan baik dari dalam maupun dari luar negeri juga para team kerja saya di Sutedja Bussiness Enterprise.Berkat rahmat Tuhan dan doa kalianlah saya bisa hadir kembali di sini dan kembali menjalankan roda bisnis Sutedja Enterprise.Banyak rumor yang beredar seputar absennya saya beberapa waktu ini,oleh karena itu saya mengklarifikasi semua berita yang beredar dengan mengadakan konferensi pers ini.Di sini saya menyatakan bahwa saya masih hidup dan kembali memegang posisi sebagai pimpinan tertinggi di Sutedja Bussiness Enterprise.Dan pada kesempatan ini saya juga ingin memperkenalkan isteri saya,seorang wanita dari Masamba,namanya Evi.Kami telah menikah di Masamba.Memang sangat mengejutkan mungkin tapi kami telah menikah.Evi bukan dari keluarga kalangan bisnis jadi saya mohon pengertiannya bila mengajukan pertanyaan pada isteri saya.Sekian dari saya dan bagi yang ingin bertanya saya persilahkan.Terima kasih."
Pertanyaan demi pertanyaan seputar bisnis mulai mengalir.Evi kagum melihat betapa fasisnya Irwan menjawab setiap pertanyaan tersebut.Sorot mata penuh kekaguman tak henti2nya ia tujukan ke arah Irwan," Makin aku mengenalmu makin aku terpesona padamu.Siapa mengira pria yang dulu pingsan saat dibawa ke rumahku ternyata seorang pengusaha sukses di Jakarta.Pria yang dulu berkeringat mencari kayu bakar itu ternyata seorang bisnisman terkenal.Tapi hatimu yang penuh dengan kebaikan dan kehangatan itulah yang menjadi daya tarikmu.Kau tidak pernah memandang bulu.Siapapun yang berada di dekatmu akan merasa begitu berharga bagimu.Setiap orang senang kau kembali.Walau aku bukan isterimu sesungguhnya tapi jauh di lubuk hatiku aku juga sangat bersyukur kau luput dari berbagai kemalangan yang menimpa dirimu.Mengapa ya Danang tega menyakitimu,bahkan hampir menghilangkan nyawa orang sebaik dirimu?Butakah mata hatinya?Padahal kupikir dia dulu orang yang sangat baik mau menolong keluargaku,mau mengenal wanita dari keluarga tidak punya sepertiku....tapi ternyata ia malah menjebakku dalam pernikahan palsu.Aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun.Bagaimana jika semua ini terbongkar? Bagaimana jika ingatan Irwan pulih dan ia sadar tidak pernah menikah denganku sebelumnya?Apakah ia akan membenciku ?Apa aku berterus terang saja ya sebelum semuanya terlambat?Tapi ancaman Danang terhadap keluargaku?Kurasa Irwan bisa melindungi keluargaku.Tapi aku akan minta pendapat ayah dulu mengenai rencanaku ini."pikir Evi tanpa menyadari bahwa seorang jurnalis bertanya padanya.
Irwan meremas jemari Evi memberi tanda padanya,"Kau melamun ya?Mereka bertanya padamu: Apa latar belakang keluargamu dan apa yang menurutmu membuat aku memilihmu menjadi isteriku..."bisik Irwan di telinga Evi.
Evi menjawab dengan gugup awalnya tapi genggaman tangan Irwan memberinya keberanian,"Saya hanya anak petani.Setiap hari saya harus bekerja buat keluarga saya....Kalau pertanyaan kedua saya sendiri juga tidak tahu apa jawabannya....Suami saya saja yang menjawabnya."
Irwan tersenyum,"Pertama kali saya melihat Evi,saya melihat sosok Mama saya pada dirinya.Itulah yang saya cari selama ini.Sosok yang perhatian dan menyayangi saya bukan karena apa yang saya miliki tapi karena ketulusannya."
Irwan memandang Evi dengan dalam lalu mengambil sesuatu dari kantongnya,"Pada kesempatan ini saya ingin memberi sesuatu yang saya belum sempat berikan pada saat pernikahan."
Irwan lalu membuka kotak yang ia bawa ternyata sebuah cincin berlian.Evi makin tersipu saat Irwan memakaikan cincin itu di jari manisnya.Para wartawan mengabadikan moment romantis itu.Mereka lalu berteriak2,"Cium cium.!".
Evi tidak tahu harus bagaimana,Irwanlah yang bergerak mencium pipi Evi lebih dulu lalu memeluk pinggang Evi.Evi tak menduga dan makin merahlah wajahnya.Benigno mengambil moment itu untuk mengakhiri konferensi pers.Irwan dan Evi lalu menuju lantai paling atas dimana ruang kerja Irwan berada..*****see you next eps*****
Eps 28 ♥》Tabir Kepalsuan
Hati Evi berbunga2 mendapat cincin dan ciuman dari Irwan.Rasanya hatinya jadi klepek2....
Wartawan masih saja mengejar mereka hingga Benigno menyuruh mereka duluan naik lift,"Kalian duluan,Om akan menyusul".Irwanpun segera menekan angka dan pintu liftpun menutup.Evi kaget sekali dan segera memeluk Irwan saking takutnya.Makhlum baru pertama rekaman....eh kok rekaman....naik lift.
"Baru kali ini naik lift ya?"tanya Irwan.
"Lift?Oh ini namanya lift?.."jawab Evi tanpa melepas pelukannya.
Ia malah menempelkan wajahnya di dada Irwan....Hati Irwan berdebar2 bahagia,bagaimana tidak mereka cuma berdua di lift.Walaupun sesekali lift berhenti,para karyawan yang mau masuk lift begitu tahu Irwan didalamnya,apalagi tengah memeluk seorang wanita,segan untuk masuk.Irwan melambai pada mereka.Evi tidak tahu karena ia sibuk mendengar detak jantung Irwan."Aku ingin selamanya bisa mendengar detak jantung ini terus,selamanya mengetahui bahwa Irwan hidup.Mengetahui bahwa ia baik2 saja."batin Evi.Irwan sendiri berharap gedung kantornya adalah gedung tertinggi di dunia supaya ia lebih lama memeluk Evi.
"Wah kurasa aku harus sering mengajakmu naik lift."kata Irwan.
"Kenapa?"tanya Evi menyadari lift sudah tidak bergerak lagi.
"Biar terus dipeluk olehmu seperti ini"bisik Irwan.
Evi jadi malu dan segera melepaskan pelukannya,"Kok ga bilang kalau sudah sampai?".
Irwan tersenyum dan menggandeng tangan Evi keluar dari lift,"Emang sengaja ga bilang..he he".Evi diam2 juga tersenyum.Evi mengedarkan pandangannya.Ruang kantor yang rapi,ada
beberapa ruangan,ada yang bersekat kaca saja,tapi ada juga yang diberi tirai."
Ini tempat kerjaku.Ayo ,kukenalkan pada sekretarisku!"ajak Irwan.
Wajah Evi langsung masam mendengarnya.
"Pasti cewek ngeselin lagi nih.Pasti lebih cantik dari aku.Jangan2 juga naksir Irwan kayak si Rita itu.Irwan sih terlalu ganteng."pikir Evi.
Seorang pria seusia Irwan menyambut mereka( diperankan oleh Albi)."Selamat datang kembali,Pak Presdir dan ...."kata Albi.
"Terima kasih Albi.Kenalkan ini Evi,isteriku"ucap Irwan.
Evi menjabat tangan Albi."Selamat datang Ibu Presdir,saya Albi,sekretarisnya Bapak."kata Albi mengejutkan Evi.
"Kamu sekretarisnya?"Evi tak percaya campur lega.
Melihat perubahan wajah isterinya,Irwan tersenyum."Kamu pasti mengira sekretarisku cewek ya?"senggol Irwan saat Albi pergi mengambilkan minuman.
"Takut disaingi ya?"ledek Irwan lagi.
"Siapa takut?Seorang wanita Masamba itu ga pernah takut pada siapapun."jawab Evi.
"Yang bener....lalu yg takut naik lift barusan siapa yach?Apa perlu diperlihatkan rekaman cctvnya?"goda Irwan.
"Cctv?Apa itu?"tanya Evi.
"Cctv itu kamera cuma lebih kecil ukurannya.Biasanya sengaja dipasang di titik2 tertentu untuk memantau keamanan."papar Irwan.
"Jadi waktu di lift tadi ada rekamannya gitu?"Evi langsung blingsatan.
"Iya.Gimana masih ngelak?Ok deh mungkin suatu hari nanti aku akan pertimbangkan punya sekretaris wanita asal...."
"Asal apa?"tanya Evi dengan wajah kecewa.
"Asal orangnya kamu."jawab Irwan sambil meraih
Evi agar duduk di sebelahnya.Evi tertunduk malu sambil memandangi cincin pemberian Irwan tadi.
Irwan meraih jemari Evi,"Kau suka?"
Evi mengangguk,"Baru kali ini aku punya perhiasan.Ini benar buatku?Kapan kau membelinya?Perasaan kau selalu bersamaku."
"Kau tahu cincin apa itu?Itu pemberian Mama,kata Mama kalo aku sudah menemukan wanita yg pantas menjadi isteriku maka aku harus menunjukkannya pada Mama dengan memberikan cincin itu.Sudah lama aku menyimpan cincin itu di ruang kerjaku di rumah.Pagi tadi aku mengambilnya.Kau sih terlalu keasyikan memperhatikan foto2ku jadi ga melihat saat aku mengambilnya."kata Irwan.
Evi merasa tersanjung mendengar penuturan Irwan bahwa cincin itu ternyata punya makna simbolis yang dalam.Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan Benigno,"Akhirnya Om bisa nyusul kalian ke sini.Wartawan2 itu bener2 deh....".
Albi datang membawa minuman untuk mereka bertiga."Wah,Albi kau ini tahu betul kalo saya lagi haus?"ujar Benigno sambil mengambil minuman yg diletakkan Albi.
"Albi,apa agenda saya hari ini?"tanya Irwan sambil mengambilkan minuman Evi.
"Setengah jam lagi Rapat Pemegang Saham Pak.Saya sudah siapkan semua berkas yang Bapak perlukan."
Irwan,Benigno dan Albi sibuk membahas perkembangan bisnis.Evi permisi mau ke toilet.Albi mengantarnya.Tak ingin merepotkan Evi memintanya kembali saja pada Irwan.Sementara itu sepasang mata memperhatikan Evi dari kejauhan.Mata yang penuh amarah.Bisa ditebak mata siapa itu?******see you next eps*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar