TABIR KEPALSUAN EPS 91 - 100 ^^^

TABIR KEPALSUAN EDISI the island
  EPS 91 - 100












Eps 91 || Tabir Kepalsuan : ₩¡th○ut ¥♡u








     On the way home...
      Sebuah mobil mewah keluar dari sebuah Rumah Sakit di Jakarta.Para wartawan nampak sibuk mengambil gambar orang yang ada di dalamnya.Peristiwa terjebaknya Evi di lift memang langsung jadi headline di mana2.Apalagi dengan ketidakhadiran sang milyarder Irwan Sutedja di Rumah Sakit makin menimbulkan spekulasi,rumor,gosip dan hot issue.he..he..
    Berbagai pertanyaan diajukan kepada pihak keluarga Sutedja tapi tak satupun diperbolehkan mengusik Nyonya Irwan Sutedja.Evi dikawal ketat selama di Rumah Sakit.Untunglah dede bayinya ga kenapa2.Sepertinya Evi cuma shock ditambah lagi orang yang biasanya menenangkan hatinya tak ada di sisinya.Andai saja ia tahu apa yang telah dikorbankan Irwan agar ia selamat.Andai saja ia tahu bahwa mungkin sang suami sedang meregang nyawa sekarang.Andai kita tahu apa yang terjadi diluar kita mungkin tak ada kesalahpahaman,kecurigaan atau prasangka.Bagaimana kondisi Evi tanpa Irwan di sisinya?
    Evi menatap ke luar dengan pandangan kosong.Tatapannya hampa,matanya sembab karena terus saja menangis.Tidak ada Evi yang ceria,yang julit apalagi.Wajah Evi tampak sayu,seperti orang yang tak ada rohnya.Tubuhnya di mobil tapi pikirannya entah kemana.Evi sedikit lebih tenang kala Aty membawakan pakaian yang biasa dipakai Irwan.Ada sweater,ada syal,ada jaket,kaos,kemeja bahkan kaos kaki....ah yang bener aja nih yang nulis masak kaos kaki juga?Eh kalo di Rumah sakit itu kaos kaki benda penting.Lantai RS itu dingin banget....cobain deh nginep sebulan di RS.
     Tiap makai pakaian Irwan,Evi bisa tidur.Walaupun ketiduran karena kebanyakan nangis juga sih.Inul tak tahan melihat menantunya seperti itu.Sering ia keluar dari kamar rawat Evi sambil menahan air mata.Apalagi bila Evi menanyakan penuh harap dimana suaminya.'Irwan mana Ma?'Mama kok sendirian?Irwan mana?'Irwan kok hp ga bisa dihubungi Ma?'Kapan Irwan datang Ma?'Irwan kemana Ma?'Irwan meeting ke luar negeri ya?'Irwan...Irwan dan Irwan....
     Semua yang ada di pikiran Evi cuma Irwan.Di mobil,Aty yang dipercaya Inul untuk jagain Evi.Inul milih ikut mobil Benigno.Ia tak sanggup melihat wajah melas menantunya.
Inul :"Aku ga sanggup Ben,lihat Evi kayak gitu....ia benar2 seperti kehilangan separuh nyawanya.Pandangannya kosong Ben.Aku takut...jika kita beritahu dia bahwa kita tak tahu Irwan di mana bisa2...."
Inul berkaca2 mengatakannya.Benigno mengambilkan tissue untuk kakaknya itu.
Benigno :"Aku juga sama kak.Ga tega lihat Evi...apalagi kalo tiap aku datang hanya sendirian jelas sekali kekecewaan di sana.Ini ga boleh dibiarkan Kak.Evi ga boleh larut dalam kesedihan.Bahaya buat janin yang ada dalam kandungannya.Irwan pasti sedih bila anaknya kenapa2.Kita harus selamatkan pewaris tahta Sutedja kak!Kita harus selamatkan anaknya Irwan.Jangan sampai karena terlalu sedih kita kehilangan bukan hanya Irwan tapi juga anaknya,keturunan Irwan.Ini ga boleh dibiarkan!"
        Inul menyeka air matanya dengan tissue,"Kau benar Ben.Tapi bagaimana caranya agar Evi bisa kuat tanpa Irwan di sisinya?Kita bahkan tak tahu dimana Irwan sekarang?Aku bahkan tak tahu apa ia masih hidup atau sudah...."
   Benigno meraih Inul dalam rengkuhannya.Sopir yang mendengarkan percakapan mereka juga ikut berkaca2.Semua orang memang kehilangan sosok Irwan.Walau masih muda tapi Irwan adalah kepala keluarga Sutedja.Mulai dari pembantu,pengurus taman,sopir,tukang masak,tukang cuci,hingga penjaga keamanan semua sedih dengan hilangnya Irwan.Sapaan hangat Irwan pada mereka tiap bertemu,anggukan kepala Irwan bahkan kehadiran Irwan saja sudah membuat mereka merasa nyaman dalam bekerja.Jika orang luar aja sesedih itu apalagi Evi.Yang tiap malam dipeluk Irwan,dibelai perutnya,dikecup keningnya,didoain,disuapi malah,dan terutama dicintai oleh Irwan.
Betapa lebihnya....lebih merana maksudnya.
/Tanpa dirimu kubagai perahu kayu.../
      Kok ga perahu baja atau besi atau kapal tangker ya...kapal tongkang juga bisa?Kenapa perahu kayu?Itu lambang kerapuhan hati....
Evi sedang rapuh...
Benigno:"Aku ada ide Kak!"
Inul heran melihat adiknya tampak antusias,"Ide apa?"
Benigno :"Kita bohongi aja Evi.Kita bilang Irwan di luar negeri.Meeting ama klien siapa kek...urusan mendesak.Dia akan tinggal lama di sana soalnya di sana lagi cuaca buruk.Ada topan kek,badai apa gitu,tornado atau badai salju.Makanya hpnya ga bisa dihubungi.Semua sistem komunikasi rusak.Dia harus nunggu sampai bandara dibuka kembali agar bisa kembali ke Indonesia.Gimana kak?"
Inul :"Apa Evi akan percaya?"
Benigno :"Aku akan minta temenku di Alaska untuk mengirim telegram atas nama Irwan untuk meyakinkan Evi.Alaska kan jauh banget kak.Ga mungkin Evi nyusul ke sana.Lagian dia kan lagi hamil.Kita bilang aja kalo di Alaska kita ada bisnis tambang emas.Disana kan salju banyak tuh...bilang saja lagi badai salju."
Inul :"Terus kalo Evi tanya kok Irwan ga pernah cerita sebelumnya?Kok Irwan ga pamit perginya?Gimana?"
Benigno :"Bilang saja kalo ini urgent.Ga sempat.Soalnya ada masalah di sana yang butuh penanganan segera.Asal ada telegram itu pasti Evi percaya.Lagian aku punya foto pas Irwan di Alaska dulu.Nanti aku lampirkan lewat surat atau email gitu.Jadi kesannya beneran.Pasti Evi akan percaya kak.Dan akan menunggu Irwan bukan dalam kesedihan lagi tapi dalam kerinduan dan harapan.Bagaimana setuju tidak?"
Inul :"Kakak setuju.Ini akan memudahkan kita mencari Irwan karena bila Evi sehat dan baik2 saja,kita bisa lebih fokus mencari Irwan.Walaupun ini dusta tapi aku tak melihat cara lain.Jika kita beritahu yang sebenarnya kurasa Evi masih sangat rapuh.Ia akan patah hatinya dan bisa2 kita kehilangan anak yang sedang di kandungnya.Keturunan Irwan.Aku tak akan biarkan garis keturunan Sutedja putus.Kita harus selamatkan anak itu.Anak Irwan.Meski harus dengan sandiwara.Lakukan Ben,Kakak setuju."
Benignopun memberitahu sopir agar tutup mulut.Sopirpun menurut.Kalo ga nurut bisa2 dipecat dong....mau makan apa anak isteri di rumah?
   Lalu gimana nasib Irwan?Penulisnya tega amat sih bikin Irwan sampai kayak gitu?Aku benci penulis!!Waduh...aku juga sebel ama penulis...kenapa?kalo ngenext lama,tidur melulu,kerja...kerja...pokoknya penulisnya ngeselin....Waduh!!
    Sebenarnya aku punya ide soal lift itu gara2 nonton serial drama Turki di Antv.Judulnya Sherazhat 1001 malam.Sayang aku sering kelewatan nonton karena ketiduran.Habis tayangnya di jam sleeping beauty aku.he he..beauty dari Hongkong kali....cie..cie yang baru dapat oleh2 dari Hongkong.O ya makasih ya buat yang ngasih oleh2 he he...ngimpi apa aku dapat barang2 Hongkong.Ke Hongkong aja cuma dalam cerbung..wk wk wk
Jadi waktu itu aku lihat adegan lift rusak gitu di serial kesukaan aku itu.Tokoh wanitanya kejebak di lift gitu ama temennya.Nah tokoh utama pria langsung manggil semua teknisi lift dan jemput sang pujaan hati.Sweet...sweet....
     Aku jadi punya ide nyleneh deh...kenapa ga aku bikin gitu?Cuma ga sweet tapi bitter...pahit maksudnya....nah jadi deh kayak eps2 yang lalu.Pahit kan?Terus kalo soal Irwan ....eps next deh aku ceritain dari mana idenya....sekarang kita lihat yuk ke lautan lepas...dimana ya kira2 lokasi Irwan?Kalau di bayangan aku tuh antara Kalimantan Barat dan Benua Asia Timur.Jadi di sekitar Laut Cina Selatan.Tapi terserah mau bayangin di mana he he....yang penting di laut nan biru nan luas nan ganas nan bergelombang...kenapa harus di laut sih kok ga di sungai aja...kan banyak sungai di Indonesia?Ini alasannya...
/Tanpa dirimu kubagai perahu kayu yang terombang ambing di tengah laut biru..../
Mengerti ya....oke let see our prince's condition.Come on!
Di tengah laut biru....
      Dua sosok tubuh tampak kelelahan berenang.Yang satu berbaju biru seperti laut he he....Pak Presdir nih....satunya baju teknisi wah....musuh nih....
Kok mereka bisa selamat sih?Pakai ajian ngilang kayak di 7 manusia Harimau?Ga lah ya....kapan2 deh aku mau bikin cerbung dengan nuansa sihir he...he...kayak Frozen...seru kali ya...
Flash back bentar ya....
     Begitu helikopter Danang meninggalkan kapal.Adi segera bebasin Irwan.Kenapa?Adi ga dapat uang dari Danang maka tinggal Irwan harapannya untuk dapat uang.Irwan kan malah jauh lebih kaya dari Danang.Irwan gitu loh.The young millyuner.
       Ia masih punya waktu 10 menit buat kabur dari kapal.Buang peledaknya juga ga mungkin.Soalnya bisa2 malah bukan jadi Mac Gyver malah jadi mak glier.Alias tewas.
Irwan yang cerdas dan pengamat lingkungan.Maksude?Ia suka melihat sekitar dengan cermat gitu loh.Irwan tidak langsung main cebur aja ke laut terus kabur.
Irwan :"Tunggu!Aku melihat ada tabung scuba.Ah ini dia ada dua pas buat kita.Ayo pakai!Cepat!!"
Adi menurut saja.Apa sih tabung scuba?
[Sebenarnya aku juga belum pernah nyoba sih.Tapi inilah informasi yang kudapat dari internet.He ...he..
      Scuba singkatan dari Self Contained Under Water Breathing Apparatus yaitu suatu peralatan selam yang dapat dibawa penyelam ke mana saja dengan waktu tertentu.Tabung scuba dirancang secara khusus dan ditest untuk dapat menampung udara bertekanan tinggi.Udara yang diisikan dalam tabung adalah udara biasayang disaring bukan oksigen murni,yaitu udara yang biasa dihirup setiap hari.Udara lebih ringan daripada air.Pengaruh tersebut dapat berakibat pada tabung yang berisi udara.Sebuah tabung yang berisi udara penuh mempunyai daya apung yang lebih besar dibandingkan pada tabung yang tekanannya sudah berkurang.
Usai memakai scuba beserta pernik2nya yang pating clekenik,Irwan dan Adi nyebur ke laut.Irwan mengajak Adi menyelam sedalam mungkin dan sejauh mungkin dari kapal.Makanya mereka selamat dari ledakan maupun efek ledakan.Anggap aja Irwan itu jago renang he he....
     Irwan kalau di air hoki ya dulu juga pas pesawatnya meledak di Mamasa,ia selamat karena ada sungai.Untung ada sungai beneran di Mamasa.Aku ngarang indah waktu itu ga sempat lihat peta.Asal nulis aja.Terima kasih Tuhan Kau sudah ciptakan sungai di Mamasa,kalau tidak malu banget deh....
Irwan dan Adi lalu berenang,terus berenang...mencari daratan...lama juga mereka terombang ambing di tengah laut biru...
Adi :"Pak Milyarder...kapan kita lihat daratan?Dimana-mana air,aku haus nih!Airnya asin!Sampai kapan kita terapung2 begini?"
Irwan :"Kita harus semangat!Aku tak akan menyerah!Selama nyawa masih dikandung badan ...pasti ada harapan.Pasti ada!Aku akan temukan jalan.Tuhan tak akan menutup pintu tanpa membuka pintu yang lain.Ayo berenang lagi!"
       Begitulah mereka terus berenang.Di hati Irwan cuma ada satu tekad:kembali ke pelukan Evi.Kembali ke istana cintanya.
Irwan :'Aku masih hidup Vi!Masih ada aku di sini Vi!Jangan lelah menunggu aku Vi!Aku pasti pulang!Aku pasti akan kembali ke sisimu lagi bersama buah hati kita.Tunggu aku Vi!Wait for me....'
/Tanpa dirimu kubagai perahu kayu yang terombang-ambing di tengah laut biru...lajuku hilang terhempas arus gelombang karena kini...kau tak disisiku sayang....
Berhasilkah Irwan kembali pada pelabuhan hatinya?****see you next eps****
Eps 92 _♥_ Tabir Kepalsuan : Hath No Power
♡Hath No Power = Tanpa Daya♥
       Kok 'Tanpa Daya'?Bukannya lirik selanjutnya begini....
/Tanpa dayung kumencoba arungi samudra...hanya untuk mencari dimana kini berada..../
Harusnya 'Tanpa Dayung ' dong!!![Ini pasti Ace3 nih protes2 gini...]
   
♡Tanpa Dayung....
     Adi sudah sangat lelah berenang.Tangannya sudah jeketut semua.Apa kuwi jeketut...?Keriput?Medok...pokoknya sudah amis,kebes,teng klenyit,haus,lapar dan lemes jadi satu.Yang ada hanya hamparan laut.Mau minum airnya asin.Kenapa Irwan ga bikin pabrik garam aja ya?Sempat2nya mikir bisnis...mikir bertahan hidup aja susah.Irwan juga sama dengan Adi.Capek dan lemes.Tapi bedanya adalah Irwan punya tekad.Tekad untuk kembali.Tekad untuk melihat Evi kembali.
Irwan :'Aku ga boleh nyerah!Walau tanpa alat apapun di tanganku,aku akan arungi samudera ini.Aku akan terus mencari jalan untuk kembali.Tuhan,hanya Kau kini yang hamba andalkan.Berilah anugerah dan pertolongan-Mu.Hamba sekarang bukan Irwan sang jutawan,uang tak ada di tangan hamba lagian uang tak berarti di sini.Hamba sekarang bukan Irwan,Sang Presdir,tak ada yang bisa hamba suruh ini itu.Ada teman itupun sama nasibnya.Tapi hamba bersyukur masih diberi teman sependeritaan.Teman sepenanggungan.Hamba tak tahu berada dimana.Tuhan,hamba menyadari betapa tak berdayanya hamba,berikanlah kekuatan,hamba mohon pada Sang Maha Kuasa,Yang Empunya Jagat Raya dan seisinya.Pada Pembuat Keajaiban,Satu2nya yang mampu menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada.Terimakasih.Amin.'
       Adi memperhatikan Irwan yang memejamkan mata sambil tengadah ke langit.Apalagi saat air mata menetes dari mata Irwan,Adi tahu pasti milyarder muda itu sedang berdoa.
Adi :"Kamu beda banget ya sama kakakmu.Mantan Bossku.Seperti langit dan bumi."
Irwan menoleh ke arah Adi,"Beda bagaimana?"
Adi :"Kau itu sangat menghargai apapun,bahkan kau tetap menghargaiku meskipun aku pernah jahat padamu.Sangat jahat malah.Bukan sekali ini aku berusaha mencelakaimu."
Irwan kaget mendengarnya,"Apa maksudmu?"
       Adi memandang laut lepas,"Aku tak tahu apa kita bisa selamat atau tidak.Mungkin memang aku pantas mengalami ini.Aku ini orang jahat.Akulah orang yang disuruh kakakmu untuk menyabotase pesawatmu dulu.Aku salah satu kru dari teknisimu.Aku merusak pesawatmu supaya kau celaka dan mati.Tapi lihatlah kini kaulah yang menyelamatkanku.Jika bukan karena kau punya ide tabung scuba tadi mungkin kita sudah kena ledakan.Aku mau minta maaf padamu,Pak Milyarder.Siapa tahu saja aku tamat di sini jadi aku mau mengaku dosaku padamu."
Irwan :"Pantas aku merasa pernah melihatmu hanya dimana aku lupa.Rupanya kau adalah salah satu teknisiku dulu.Hukumlah yang pantas menghakimimu.Mencoba menghilangkan nyawa seseorang adalah kejahatan besar bahkan dosa di mata Tuhan.Bertobatlah sebelum tangan Tuhan sendiri yang membalas perbuatanmu.Alangkah ngerinya jatuh di tangan Tuhan.Bayangkanlah jika kau yang diperlakukan seperti itu.Apa yang akan kaulakukan?"
Adi:"Aku akan balas orang itu 7x lipat.Kalau perlu keturunannya akan kuhabisi.Biar dia tahu rasa.Biar kapok!"
Irwan tersenyum mendengar jawaban Adi,"Jika aku tak ingat dosa,sudah kulakukan itu padamu...tapi yang terpenting sekarang kita harus bekerja sama agar bisa kembali ke Jakarta.Aku yakin keluargamu pasti mencemaskanmu."
Adi menerawang,"Aku tak punya keluarga.Aku bahkan tak tahu siapa ayah dan ibuku."
Irwan :"Bagaimana bisa kau tak tahu siapa ayahmu?"
Adi :"Aku besar di panti asuhan.Aku hidup dalam penghinaan karena hal itu.Apalagi tiap terima raport.Aku iri melihat teman2ku.Aku kabur dari panti asuhan dan hidup di jalanan.Aku dipelihara orang yang bekerja sebagai teknisi pesawat dari situlah aku belajar tentang teknik mesin pesawat.Orang itu sangat baik padaku,sayang ia menderita kanker otak.Itulah kenapa aku terima tawaran Danang untuk menyabotase pesawatmu.Aku butuh uang untuk biaya operasi dia waktu itu.Tapi namanya uang haram hasilnya juga tidak baik.Orang itu meninggal."
Irwan :"Hidupmu pasti sangat sulit....Hey lihat!Bukannya itu daratan?Itu sebuah pulau kan?!"
Adi melihat ke arah yang ditunjuk Irwan,"Iya itu pulau!!Ayo kita segera ke sana!!Kita selamat!!Yess!!"
Irwan malah berkaca2,'Terima kasih Tuhan.Kau mendengar doaku.Terima kasih.'
        Mereka segera berenang ke arah pulau itu.Akhirnya ada harapan untuk bertahan hidup.Seneng deh....
O iya aku janji mau cerita soal ide Irwan dibawa ke tengah laut oleh Danang.Idenya itu dari seringnya aku nemeni adikku main tenchu.Itu game ninja jepang yang bahasanya Inggris.Adikku minta aku bantu translate.Di situ ada misi di darat gitu.Ada juga di laut.Serem2.Pakai suriken,bom,makanan beracun,pedang,pisau kembar,duri,suling,binatang buas,dll.Bahkan ada cultis2 juga.Serem banget.Tapi aku paling suka misi di kapal.Keren banget adegan menyelam ke dalam air,ada pausnya juga wah ....mendebarkan.Adikku canggih kalo main pasti level paling top.Master atau grandmaster gitu.Raja Game.Aku pernah begadang hanya nemeni dia main.wk...wk..wk tumben ga tidur.?..he he...
        Kita tinggalkan Irwan yang hepi banget nemuin pulau.Tahukah kalian kalau Indonesia memiliki 92 pulau terluar?[kok pas sih ama epsnya eps 92...dipaske ya?...ga.Aku tuh kalo nulis tuh apa yang langsung cling di hati gitu aja.Kadang malah ga nyandak waktunya jadi aku berhenti nulisnya.]Dari 92 pulau tersebut 12 diantaranya berbatasan dengan laut lepas dan 80 lainnya berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga yaitu Australia,Malaysia,Singapore,India,Thailand,Vietnam,Filipina,Palau,Papua Nugini dan Timor Leste.Setengah dari pulau2 tersebut berpenghuni dengan luas pulau antara 0,02 - 2000 km persegi.Sebagai salah satu upaya sosialisasi keberadaan pulau2 kecil terluar dalam rangka menjaga keutuhan wilayah RI,Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi,Departemen Komunikasi dan Teknologi Informatika RI menerbitkan perangko seri Pulau2 kecil Terluar bertepatan pada peringatan Hari Nusantara yang jatuh pada tanggal 13 Desember 2008.Perangko seri ini menampilkan 4 pulau tersebut yaitu Damar,Sebatik,Batubawaikang dan Bras.Itu nyari di internet....he..he...
           Sekarang kita lihat kondisi Evi di Jakarta.
/Sekian lama kunanti...tiada kabar kau beri
Menunggumu aku masih di sini.../
        Evi kondisinya makin memilukan hati.Apalagi saat masuk ke ruang kerja Irwan.Kan banyak foto Irwan tuh di sana.Foto dari kecil sampai besar.Bahkan foto pernikahan mereka dipajang besar di sana.Rizky yang menemani kakaknya bahkan tak mampu menahan air matanya.
Evi :"Biasanya Irwan duduk di sini.Ia mengetik di laptopnya.Terus kakak di sofa ini.Baca2...sambil ngemil atau minum juice.Tapi sekarang ruangan ini ....."
Evi menangis dipelukan Rizky.
Rizky :"Sudah kakak....Kak Irwan pasti pulang.Kak Irwan kan jagoan dan juga sangat cerdas.Pasti akan kembali.Percaya deh ama Rizky!Feeling Rizky biasanya benar lho ...."
        Tapi kata2 Rizky tidak mampu membuat Evi tersenyum.Evi malah melangkah ke arah foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding yang menghadap meja kerja Irwan.
Evi :"Wan,kamu tampan sekali di sini....Gagah banget.Kenapa kamu ga pulang2 suamiku?....Kenapa tidak kasih kabar....lewat sms,atau apa gitu....Apa kamu ga tahu betapa cemasnya aku?.....Aku merindukanmu....anak kita juga...dede bayi kangen papanya....Wan,pulang Wan....Aku mohon....Pulang,ya sayang...."
Air mata Evi terus mengalir.Ia biarkan saja terus mengalir.Rizky tak tahan dan memilih keluar,ia bertemu Aty di koridor.
Rizky :"Mbak Aty temeni kak Evi ya?Rizky ga tahan...."
Rizky menyeka air matanya,Aty cuma mengangguk tanda mengerti.Aty bergegas menemui Nyonya Mudanya.Baginya Evi sudah seperti saudara.Jadi ia sayang banget sama Evi.Sebenarnya iapun tak sanggup melihat Evi seperti itu tapi ia menguatkan hati untuk terus disampingnya.Inul sendiri malah yang kasih mandat untuk Aty fokus pada Evi.Pekerjaan rutinnya biar dihandle pembantu lain.Aty membawakan Evi makanan dan juice buah kesukaannya.Evi masih membelai foto pernikahannya dengan Irwan.
Aty :"Nyonya muda,ayo makan dulu.Tadi makannya cuma dikit.Kasihan dede bayinya...pasti lapar.Tuan muda marah lho kalau Nyonya Muda sampai sakit.Apalagi kalo sampai dede bayinya yang sakit...wah bisa marah besar lho Nyonya muda.Ayo makan dulu.Aty suapi ya?"
       Evipun makan walau dengan terpaksa.Selera makan Evi turun drastis sejak Irwan tiada kabar.Evi yang biasanya jago ngemil sekarang jago melamun,jago nangis,jago sedih pokoknya.Aty mengajak Evi untuk duduk biar tidak capek tapi Evi tak mau.Ia mau didekat foto itu.Atypun mengambil kursi untuk Evi duduk.Begitulah keseharian Evi.Tak ada lagi keceriaan di kediaman keluarga Sutedja.Semua menunggu Irwan kembali.Hanya Irwan yang sanggup memulihkan semuanya.Hanya kehadiran Irwan yang mampu mengembalikan cahaya di wajah Evi.Evi masih menunggu Irwan kembali.
/Menunggu aku masih di sini..../
    Wah sebenarnya ga tega juga misahin mereka.Biasanya tuh mereka saling julit,mesra habis,very romantic,lucu tapi kini sedih banget.Mending kita lihat Danang aja yuk!Tokoh antagonis kita nih punya planning apa lagi setelah merasa sukses menyingkirkan pesaing terberatnya,adik sendiri.wk wk wk
Rupanya Danang juga menanti saat yang tepat membeberkan surat kuasa yang dipegangnya.
Danang :'Kursi Presdir kosong.Pasti sebentar lagi akan diadakan Rapat Koordinasi Besar untuk membahas kekosongan tersebut.Itulah moment yang tepat untukku take over jabatan Presdir.Habis aku kuasai bisnis Irwan selanjutnya aku akan dekati Evi lagi.Pasti lagi butuh bahu sandaran tangis tuh....aku akan datang bak pangeran berkuda putih untuknya....aku akan memenangkan hatinya lagi.Kalo perlu aku balik ke rumah aja.Biar makin deket ama yayang Evi.Sip!!'
      Waduh....apa ga malah bikin Evi ketakutan ya?Gimana tanggapan orang2 bila Danang jadi Presdir?Mendukung atau malah menentang?Atau malah pada resign?****see you next eps****

Eps 93 ¤¤¤Tabir Kepalsuan : Gone with The Wind



````Tabir Kepalsuan````Eps 93````
````Gone With The Wind = Lenyap Bersama Angin````
  
~~~Di sebuah pulau~~~
        Tampak dua orang pria sibuk mencari apa saja yang bisa mereka makan atau minum di daratan yang mereka temui itu.
Adi :"Wah ada buah2an,Pak Milyarder!Lumayan buat ganjal perut."
Irwan segera mengambil daun yang lebar untuk wadah buah2an yang mereka kumpulkan.Saat itulah ia melihat mata air di antara sela2 pepohonan dan bebatuan.
Irwan :"Lihat apa yang kutemukan!Ayo kemari!"
Adi yang saking laparnya,sambil mengunyah buah mendekati Irwan.Wajahnya langsung ceria.
Adi :"Air!Akhirnya ketemu air tawar juga...Wah hoki kamu besar juga Pak Milyarder!Pantas kamu sukses dan terkenal di mana2.Coba aku kenal kau lebih dulu pasti udah kecipratan sukses juga.Ayo minum!!"
Irwan tersenyum pada teman sependeritaannya itu,"Kamu jangan panggil aku gitu dong.Aku juga manusia sama seperti kamu.Kita tak ada bedanya di mata Tuhan.Hanya pilihan hiduplah yang membedakannya.Kita mau jadi baik atau buruk,itu pilihan kita.Itulah yang membedakan manusia dengan ciptaan lain:kehendak bebas.Panggil saja aku dengan namaku:Irwan."
      Adi tertegun saat Irwan menyodorkan tangannya untuk bersalaman,"Kau mau berteman denganku?Orang yang pernah mencelakaimu bahkan hampir membunuhmu?Kau tidak salah?"
Irwan :"Aku selalu bilang pada isteriku bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk menjadi lebih baik.Untuk menjadi manusia baru.Tinggalkanlah hidupmu yang lama dan mulailah hidupmu yang baru dengan menjadi temanku.Kau mau berteman denganku?"[Bentar2...Ini kayak film India deh...Muhjse Dosti Karoge kan?...Kok tahu sih?....Iyalah aku tahu....kamu kan suka banget tuh film.Sampai cari ke mana2....Pooja..Raj...Rani Mukerjee....Hrithik Roshan....so sweet]
Back to the jungle....
      Adi jadi terharu melihat uluran tangan Irwan,pria berkelas seperti Irwan mau merendahkan diri mengulurkan tangan mengajaknya berteman?Adi segera menyambut uluran tangan Irwan dan memeluknya,"Kenalkan aku Adi,aku mau menjadi temanmu.Aku mau meninggalkan kehidupanku yang lama.Dan menjadi Adi yang baru.Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.Aku baru kali ini bertemu orang sebaik dirimu yang mau menerima orang seperti aku menjadi temannya.Selama ini aku selalu dijauhi karena aku miskin,banyak hutang,aku tak punya orang tua,aku jahat,....tapi kau seorang Milyarder,seorang pebisnis sukses,seorang publik figur yang terkenal...Kau menerimaku bahkan kau tidak menghakimiku padahal kau berhak dan sangat layak untuk itu.Hatimu benar2 mulia.Terima kasih,Irwan."
       Irwan menepuk2 bahu pria teknisi itu,"Aku bersyukur ada dirimu yang menemaniku saat ini.Setidaknya ada teman ngobrol.Saling berbagi.Jika beban berat dipikul bersama bukankah akan lebih ringan?Mungkin ini adalah masa2 berat buat kita tapi jika kita saling bahu membahu pasti akan terasa lebih ringan.Tuhan sungguh baik,Ia tidak membiarkan aku seorang diri di masa sulit ini.Ia memberiku teman.Dan itu adalah kau.Ayo kita makan dulu.Kau pasti lapar kan.Ayo kita makan bersama.Makan bersama itu rasanya lebih enak."
      Adi melepas pelukannya dan segera menunjukkan apa saja yang ia temukan,"Lihat!Aku dapat pisang,pepaya,apa ini...kayaknya matoa soalnya rasanya seperti durian campur klengkeng campur rambutan...kamu dapat apa?"
Irwan meletakkan temuannya di sehelai daun jati,"Ada jambu biji,ada sirsak,ada kelapa juga cuma bagaimana bukanya ya?"
Adi :"Aku punya pisau lipat di bajuku,moga bisa buat buka....kurasa kita harus jelajahi tempat ini siapa tahu ada orang atau suku apa gitu tinggal di sini.Walaupun sepertinya ga ada deh..."
Irwan memejamkan mata sebelum makan,"Terima kasih Tuhan,kau beri kami makanan dan air untuk kami minum.Terima kasih kau memberi kami harapan untuk bertahan hidup.Segala syukur kami hanya untuk-Mu.Amin"
         Adi memperhatikan semuanya,hatinya makin kagum pada kepribadian Irwan.
Adi :'Punya adik sebaik ini kok Danang malah ingin menghabisinya ya?Apa yang telah membutakan mata hatinya?Aku tak habis pikir...'
/Kucoba untuk tidak putus asa membuka mata hatimu....buta karena Tabir Kepalsuan..../
[Cerbungmu bikin orang jadi buta tuh....What????....¿¿¿¿¿]
Wah Adi dapat pencerahan nih....Mungkin ini maksud Tuhan sehingga Irwan alami semua ini.Untuk membuat satu orang berbalik ke jalan yang benar.He...he...
      Kita biarkan mereka pesta kebun dulu ya....pesta kebun?iya ya mereka kan tinggal petik...ga nanam...itulah keagungan Tuhan.Ia menjagai semua kehidupan bahkan pulau2 tak terjamahpun tetap ia pelihara keseimbangannya.Pikiran manusia saja tak terselami apalagi pikiran Tuhan.Bisa nulis berbuku2 kali.....he he...
Mari kita lihat kondisi Evi di Jakarta.

````Di teras Kediaman keluarga Sutedja````
      Tampak Evi duduk di sebuah kursi.Matanya tak pernah lepas dari gerbang.Ia terus mengamati.Terus memandang ke arah gerbang.Ia terus menatap ke sana sambil mengelus perutnya.
Evi :"Dede bayi,temani Mama nunggu Papa di sini ya?Kita harus jadi orang yang pertama menyambut Papamu kembali dari Alaska."
    Rupanya Benigno dan Inul telah menjalankan rencana mereka.Evi awalnya tidak percaya tapi ia diyakinkan dengan bukti2 berupa telegram dan foto2 Irwan di Alaska.Tentu saja yang namanya telegram kata2nya cuma singkat.
         'Maaf ya Aku baru kasih kabar.Aku di Alaska.Ada bisnis di sini.Di sini lagi badai salju jadi semua jaringan komunikasi terputus.Bahkan bandara belum dibukaTunggu aku ya.Kuharap bisa segera pulang.I miss u all.Irwan-Alaska.'
Evi :"Lihat ini telegram dari Papamu sayang.Papamu ada di Alaska.Mama juga ga tahu itu di mana.Tapi kata Om Ben itu di dekat kutub utara.Pastinya sangat dingin di sana.Pantas di foto,Papamu pakai syal,pakai sarung tangan,pakai topi,tuh...ganteng ya Papamu seperti masih sangat muda ya?Mama kangen banget ama Papamu...."
       Air mata Evi kembali menetes,entah apa yang dirasakannya kini.Antara percaya dan tidak.Kenapa Irwan tidak pernah menyebut2 tentang Alaska sebelumnya?Begitu pentingkah bisnis di Alaska sehingga ia tak sempat pamit padanya?Itu bukan gaya Irwan.Terakhir mau berangkat kerja saja lama bin aneh pamitnya.Pakai acara kiss pula.Apakah benar Irwan di Alaska?
Evi :'Aku tak tahu kau ada di mana ....Bahkan aku tak yakin kau ada di Alaska....hati kecilku mengatakan kau sedang dalam kesulitan sekarang....kau tak berdaya....kau ingin kembali tapi keadaan menahanmu....'
       Aty tergopoh2 melihat Nyonya mudanya ternyata di teras.Ia tadi cuma ninggal bentar ke belakang eh kok hilang bendarane.Dicari ke mana2 sampai deg2 an bin deg2 sir.Akhirnya ketemu di teras.Inul dan ayah Hamdan sibuk nyari Irwan.Benigno sibuk urus bisnis sama nyari Irwan juga.Rizky sekolah.Belajar vokal Evi sementara off dulu.Lha piye...yang mau rekaman aja entah dimana rohnya.
Aty :"Ya ampun Nyonya muda bikin saya jantungan!!Rupanya malah duduk di sini.Ngapain di sini Nyonya muda?"
Evi :"Aku ama dede bayi sedang nunggu Irwan pulang,kak Aty.Tuh dede bayinya bilang ya....ia gerak2."
       Aty sekuat hati menahan air matanya mendengar jawaban Evi.Ia tahu bahkan sebelum Evi diberitahu perihal Irwan di Alaska,Benigno dan Inul ngumpulin semua seisi rumah diminta jangan sampai kebohongan itu terbongkar.Ancaman pecat bagi pembantu yang melanggar.Sedang Aty di briefing tersendiri oleh Inul dan Benigno,tentu saja saat Evi tidur.Semua nya berharap besar pada Aty untuk menjaga dan menghibur Evi.
Aty :"Di sini anginnya kenceng Nyonya muda,kita masuk saja yuk!Nanti kalau masuk angin gimana?"
Evi tak mau pergi ke dalam,"Ga!Evi mau di sini!Biarkan Evi di sini!Evi ama dede bayi mau jadi yang pertama lihat Irwan pulang....Evi sudah kangen ingin meluk Irwan...biarin Evi disini ya Kak ya?...."
        Evi malah menangis...Aty juga jadi menangis....ia cuma mengangguk2.
Aty :"Ya sudah,Kak Aty ambilin baju hangat dulu ya?Sekalian minuman minuman hangat dan cemilan biar Nyonya lebih enak nunggunya."
Evi menatap dengan sayu ke arah Aty,"Ambilin baju hangatnya Irwan ya Kak Aty.Evi mau pakai baju hangat punyanya Irwan."
Aty :"Iya Nyonya Muda.Kak Aty ngerti....Tunggu bentar ya!"
Aty menuju ke kamar utama sambil menangis.Ia minta salah satu pembantu mengawasi Evi sampai ia kembali.
       Evi kembali memandang ke arah gerbang dengan penuh harap bahwa gerbang akan terbuka dan mobil Irwan yang datang.Lalu Irwan keluar dari mobil dan berlari ke arahnya.Ia rindu belaian tangan Irwan di perutnya.Ia rindu Irwan memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.
Angin semilir menerpanya,mengibarkan rambutnya yang terurai.
Evi :'Wahai sang bayu kabarkanlah padanya...Katakanlah kepadanya wahai angin...bukankah kau ada di mana2?Katakan pada suamiku untuk cepat pulang....katakan padanya aku rindu belaian tangannya di perutku....katakan kalo anak kami rindu papanya....katakan padanya aku rindu mendengar suaranya memanggilku 'sayang'...aku rindu semua kemesraan kami yang dulu ...kurindu ketika ia mengasihi saatku bersedih...kurindu gayanya ketika merajuk...kurindu senyumnya....kurindu ketika ia bermanja....kurindu segala2nya...kumohon sampaikan padanya ya sang bayu...'
       Anginpun berhembus kencang seakan mengerti bahwa ia diberi tugas dan segera melesat menuju ke tujuan ke pulau dimana Irwan berada.
/wahai sang bayu ...kabarkan padanya....kurindu belai sayang kasih mesra.../
Irwan yang tengah duduk di atas sebuah batu merasakan semilir angin.Adi sedang tidur.Kelelahan sepertinya habis menjelajah pulau.Benar kosong cuma mereka di sana.Tiba2 ia rindu banget dengan Evi dengan suara Evi dengan senyum Evi.Oa rindu membelai perut isterinya itu.
Irwan :'Sedang apa kau di Jakarta Sayang?Semoga kau dan bayi kita baik2 saja....Tunggu aku ya sayang....Kuharap kau akan membaca suratku dikotak ajaib kita.Aku yakin kau akan mengerti apa yang harus kaulakukan usai membacanya.Aku mencintaimu sayang....aku mencintai anak kita juga....aku tak akan selamanya pergi....aku pasti kembali...akan kucari jalan untuk kembali...kembali padamu lagi....tunggu aku sayangku'
      Irwan menghembuskan semua kerinduannya dan menyeka air matanya.Angin pun kembali berhembus menangkap semua pesan Irwan dan kembali ke Jakarta menyampaikan pesan itu pada tujuannya pada Evi Masamba.
/Wahai sang bayu...kabarkan padanya....kurindu belai sayang kasih mesra..../
Kok Irwan bicara soal surat ya?Oh iya dulu kan ia pernah nulis surat pas malam malam mimpi buruk itu...ya ya...apa isinya ya....penasaran?***see you next eps***

¤¤¤¤ EPS 94 ¤¤¤¤ Back to Nature ¤¤¤¤
¤¤¤¤¤ Kembali ke Alam ¤¤¤¤¤
     Ada satu film yang sangat kusuka sejak aku kecil yaitu Tarzan.Bagaimana seorang anak manusia dibesarkan oleh gorila dan menjadi raja hutan belantara di Afrika.Saking banyaknya yang suka sampai dibikin berbagai versi lho.Ada Indonesia,ada Barat,ada India,bahkan sampai dijadikan animasi juga oleh Walt Disney.Di Indonesia dan Barat malah sampai ada serial tv nya juga.Wow!Apa sih yang menarik dari Tarzan?Tarzannya ganteng pasti...Namanya juga King of The Jungle.Jangan salah kalau versi layar lebar Barat lebih detil lagi menceritakan asal usul Tarzan.Sebenarnya ia keturunan bangsawan,orang kaya.Tapi karena musibah orang tuanya terdampar di sebuah pulau yang hutannya sangat ganas.Bahkan akhirnya mereka mati karena binatang buas setelah mencoba bertahan hidup di sana.Hanya keturunan mereka yang selamat dan dipelihara oleh gorilla dan terkenal sebagai Tarzan.Dan kisah cintanya dengan Jane juga sangat menyentuh hati.
      ¤¤¤ Terus apa hubungannya Tarzan dengan eps kali ini?Sangat banyak.Karena kondisi tokoh utama kita kan sedang di pulau tak berpenghuni dan sangat tergantung dengan alam.
¤¤¤ Maksudnya Pak Presdir akan menjadi Tarzan nih?Tak bisa kubayangkan.....%%%
Ga lah.Masak Irwan disuruh bergelantungan di antara pepohonan terus teriak auuuuw....auwwwoooowww...aaaahh...aaa!!!
[Ini pasti Ace3 nih yang punya ide kayak gini]
       Nah ternyata ga mudah lho hidup di pulau terpencil gitu,ga ada listrik,ga ada signal,ga ada hp,ga ada lampu,ga ada mesin cuci,ga ada kulkas,ga ada kamar mandi,....bahkan buat tidur aja mereka harus bangun tempat untuk bernaung.Wah pasti seru ya?!!!Yipppi...yipppi.Kok malah seneng lihat orang susah?!!!....Ups...[Penulise lagi strength....kabur ah...daripada jadi mangsa]
Di eps ini aku akan kupas satu syair saja yaitu.../Perahu kayu..../
Bahas satu syair saja satu eps?Yang bener aja....[ Ace3 !!Bisa diem ga?....Iye...Diem deh..Tumben badmood banget penulise?Tanggal berapa sih?...Tanggal muda.Now please don't say anything.Be quiet please.I don't want to disturb right now,ok?...Nggih...Good!I will begin my story now....:O:O]

In the island....
     Pulau yang ditemukan Irwan dan Adi ternyata berlimpah bahan makanan.Banyak pohon buah2an di sana.Juga ada singkong,ketela...wah pulaunya sepertinya masih di daerah Indonesia nih...la ada pohung karo telo....dibakar enak tuh.
Adi :"Wan,lihat nih aku nemu singkong!Langsung deh aku jebol dan kuambil umbinya."
Irwan yang sejak tadi coba bikin api segera menoleh,"Wah karbohidrat itu...tapi jangan dirusak tanamannya.Usai ambil tanam lagi.Biar bisa berbuah lagi.Kalau kita merusak ntar alam murka lho."
Adi :"Iya ya...kita bertahan hidup tergantung alam sekarang.Ok deh,aku balik lagi ke tempat tadi,benerin dulu tanamannya.Aku main cabut aja tadi.he he.."
Adi lalu pergi lagi.Semoga ga nyasar he he....
Irwan :'Kok susah amat ya buat api seperti zaman pramuka dulu?Tanganku sampai sakit nih..Padahal kalo di rumah,mau masak tinggal ceklek..Pakai gas.Ga ribet gini.Sudah berhari2 kami hanya makan buah...Untung banyak pohon kelapa jadi lumayan hilangkan dahaga dan degannya dimakan...Jadi kangen ama masakan Evi nih.Dulu di Masamba ia selalu masak buat aku...di Jakarta juga sering....aku kangen ama kamu Vi.Kamu sedang apa ya?Aku juga kangen ama Mama.Sudah makan belum ya Mama?...'
Sementara Irwan malah melamun,di Jakarta Evi tengah mencoba tidur.Badannya meriang.Masuk angin.
/Aku meriang...kamu meriang....semua meriang..../By Cita Citata.źzzzź
      Evi terlalu sedih sih....jadi sakit.Ia tahu semua orang mencemaskannya.Ia memang tak bisa memungkiri betapa ia merindukan Irwan.Ia merasa hidupnya begitu hampa tanpa Irwan di sisinya.Lama ia mencoba tidur tapi tak bisa.Tak ingin membuat Aty cemas ia pura2 tidur.Ia mendengar ada yang datang,pasti Mama Inul.Benar,Mamanya Irwan.
Inul dengan nada berbisik:"Sudah tidur?"
        Aty mengangguk sedih.Inul membetulkan selimut Evi.Dielusnya pelan perut Evi.
Inul :'Kasihan kau putriku...andai kau tahu akupun sangat kehilangan Irwan....tapi aku percaya....hatiku mengatakan Putraku itu baik2 saja....Ia akan kembali.Walaupun butuh waktu tapi ia akan kembali.Jangan sedih terus...Kasihan cucuku...ia butuh mamanya tegar hadapi semua ini bukan rapuh seperti ini.'
Inul lalu mengajak Aty keluar,mereka bicara di ruang keluarga.
Inul :" Sepertinya berita Alaska itu tidak lama efeknya.Evi kembali menjadi muram.Entahlah bagaimana kita bisa membangkitkan kembali semangat hidupnya.Aku tak mau cucuku kenapa2."
Aty :"Saya juga sedih melihat keadaan Nyonya Muda.Pasti besar sekali cintanya pada Boss Muda sampai sesedih wajahnya.Tatapannya itu lho yang bikin saya merinding....kosong.Jika bukan karena sedang mengandung pasti sudah ga mau makan itu Nyonya muda.Sepertinya Aty harus jatuh cinta nih biar bisa kurus."
        Aty...Aty masih bisa bercanda juga.Aty cuma ingin melihat seseorang tersenyum sekarang.Kediaman Sutedja jadi muram sejak Boss Mudanya tiada berita.Ditambah kondisi Nyonya Mudanya yang memilukan hati,makin beratlah atmosfir rumah.
Inul tersenyum pada kepala pembantunya itu,"Sudah kamu istirahat saja,biar saya yang ganti jaga Evi.Terima kasih ya sudah bantu saya jaga Evi."
Aty terharu mendengarnya,"Nyonya Ratu ga perlu berterima kasih.Itu sudah kewajiban dan tugas Aty.Aty permisi dulu,mau ke dapur."
     Inul mengiyakan lalu ia kembali ke kamar Irwan.Menunggui menantunya.Ia tak mau Evi ditinggal sendirian.Bahaya karena ia sedang hamil.Sebentar lagi hampir 7 bulan.Padahal ia dan Irwan berencana akan membuat acara istimewa di moment itu.Tapi kenyataan berkata lain.Apa mau dikata.Manusia berencana Tuhan yang menentukan.
   Evi akhirnya tertidur setelah mencurahkan isi hatinya pada Tuhan lewat doa dan tetes air mata,'Tuhan,kata  suamiku kau Tuhan yang baik tidak pernah punya rancangan kecelakaan buat kami,umat-Mu,rancangan-Mu hanyalah untuk kebaikan kami.Tuhan,walaupun aku tidak melihat hal yang baik saat ini tapi aku percaya bahwa perkataan suamiku itu benar.Tuhan yang baik,...Evi tak bisa hidup tanpa Irwan....berat dan hampa rasanya ....sehari rasanya seperti setahun....kini Evi bisa memahami kenapa ada orang memilih mengakhiri hidupnya bila dalam masalah....rasanya pasti seperti ini...Tapi Evi tidak akan bunuh diri karena Evi sedang mengandung anak Irwan...Tuhan beri Evi kekuatan untuk menjaga bayi ini.Anak ini kesayangan Irwan,ia biasanya selalu ngobrol dengan anaknya....mau pergi kerja,mau makan,mau tidur juga....Tuhan,sudah berulang2 aku meminta ....tiada henti aku memohon....kawal dan lindungilah suamiku dimanapun ia berada.Berilah kemudahan,pertolongan,pimpinan,perlindungan,pemeliharaan maupun kekuatan untuk bisa kembali di sini.Jika ia butuh keajaiban kumohon berikanlah ya Tuhan.Sediakanlah apa yang ia butuhkan.Berikanlah hikmat untuk ia bisa kembali di sisiku.Hatiku tenang sekarang karena Kau ada bersamanya,kau menjangkau dimanapun ia berada.Tangan-Mu tidak kurang panjang untuk menjawab doaku.Terima kasih Tuhan.Amin.'
/Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga....Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia...sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia....kalau sudah tiada....baru terasa.../Kehilangan
       Tahukah kalian doa yang dengan tulus didoakan dijawab lho.Ini jawaban doa Evi.
Adi berlari tergopoh2 ke arah Irwan,"Wan!!Wan!!"
Irwan jadi heran,jangan2 ada binatang buas nih,gawat nih!
Irwan :"Kenapa,Di?Sampai ngos2an gitu.Ada binatang buas ya?"
Adi mengatur nafasnya,"Kamu ga perlu susah2 bikin api...di sana ada api!"
Irwan :"Apa?Yang bener kamu?Coba lihat!"
Mereka segera menuju ke lokasi yang ditunjuk Adi.
     Irwan tak percaya dengan yang dilihatnya,ada api keluar dari tanah memang kecil tapi itu sudah lebih dari cukup buat mereka.
Adi :"Ajaib kan?Tadi itu belum ada apinya.Eh aku gali tanahnya niatnya mau nanam tanaman gitu eh malah keluar api.Mungkin kalo digali lagi apinya lebih besar.Wah kita bisa bakar singkong nih.Asyik!!"
Irwan :"Kok apinya ga padam2 ya?Sebentar...."
     Irwan mencium bau belerang.Kini ia tahu kenapa bisa ada api di situ.Ia ingat kalau belerang bergesekan dengan oksigen bisa terjadi fenomena api menyala yang tak kunjung padam.
Irwan memang bener,fenomena seperti itu ada di tempat asal Irwan sumenep,Madura.Tepatnya di Pamekasan.Tepatnya di desa larangan Tekol.kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan.Bahkan dijadikan tempat wisata lho.Tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia.Tempat wisata yang biasa disebut sebagai Api Yang Tak Kunjung Padam.Meski diguyur huhan lebat sekalipun api ini akan menyala kembali setelah hujan berhenti.
      Wow!!Irwan ga perlu menyakiti tangannya lagi buat bikin api dari gesekan batu.
Irwan dan Adi segera membuat api unggun.Sekalian membakar singkong yang mereka dapat.
Irwan menengadah ke langit mengucap syukur pada Sang Ilahi,"Terima kasih Tuhan,kau menyediakan yang kami perlukan indah pada waktunya.Terima kasih."
      Sambil makan dan menghangatkan tubuh mereka bercakap2 membahas langkah selanjutnya.
Irwan :"Kita harus jaga agar api ini tidak menjalar ke mana2.Harus kita buat pagar.Jadi kita tenang untuk melakukan hal yang lain."
Adi :"Wah enak juga ya singkong dibakar.Rasanya ga kalah dengan roti he he...Aku akan kumpulkan batu dan yang bisa dijadikan pagar.Wah rasanya seperti piknik ya?Sepertinya kamu itu bener2 bawa hoki lho.Sejak bersamamu aku jadi melihat betapa baiknya Tuhan sama aku."
Irwan :"Bisa saja...kamu kali yang bawa hoki.he he..."
Adi :"Ga !Kakakmu bilang kalo rencana dia selalu gagal total bila diserahkan ke aku.Makanya dia mau bunuh aku."
Irwan :"Kita harus cari cara kembali ke Jakarta.Kita tak mungkin di sini terus."
Adi :"Iya apalagi isterimu yang cantik itu he he...sedang hamil kan?"
Irwan :"Kamu jangan2 macam2 sama Evi ya?Dia itu isteri aku.Dia itu milik aku!"
Adi :"Ya..ampun deh aku coba bercanda he he...habis emang cantik sih eksotis lagi!"
Irwan hendak marah ke Adi tapi Adi mengangkat tangannya,"Sabar!Sabar Boss!Aku janji ga akan ganggu isteri kamu....siapa tadi namanya Evi ya....Kamu jangan main tonjok dulu.Waduh!!"
Irwan lega mendengarnya,Evi hanya miliknya.Ia lalu duduk lagi melanjutkan makannya.
      Ga ada orangnya aja bikin heboh apalagi kalo ada.Bisa jadi WCW nanti.Apa itu ?ga tahu...ha ha..kalo ga salah ada hubungannya dengan wrestling.
Irwan :"Kita harus bisa kembali ke Jakarta.Setidaknya mencari cara supaya kita bisa mencapai daerah yang ada alat komunikasinya.Aku yakin keluargaku pasti cemas dengan hilangnya aku."
Adi pelan2 duduk di samping Irwan,takut juga lihat Irwan marah he he...
Adi :"Tapi gimana mau pergi kita ga punya kapal atau perahu bahkan rakit aja ga punya..."
Irwan :"Rakit?Aha...kenapa kita tidak buat rakit saja....kan banyak pohon bambu dan kayu di sini...kau hebat ....benar kita buat rakit sederhana saja lalu kita kumpulkan bahan makanan untuk bekal di jalan.Kita juga buat dayung...sayang kita hanya punya pisau lipat.Pasti makan waktu untuk buatnya..."
Adi :"Gapapa yang penting kita punya jalan keluar.Daripada ga sama sekali?"
Irwan :"Benar!Kau benar sekali.Mending lama daripada ga sama sekali.Sip!!Aku suka kamu optimis begini.Mulai besok kita kerjakan rakit kita....!"
/perahu kayu...dimana nahkodaku....tanpanya kehampaan yang kurasa.../
Ternyata perahu kayu adalah jalan keluar bagi Irwan....ditengah kerapuhan hati Evi menantinya....kapan surat Irwan dibaca?***see you next eps***

Eps 95 ₩₩₩.Tabir Kepalsuan : One Direction

¥¥¥ One Direction = Satu Arahan ¥¥¥
    
Back to the story....
Kantor Danang....
      Ika tampak sedang menatap layar komputernya.Tapi kok ga kedip2 ya matanya?Wah ngalamun kayake....[Emang sih kelamaan depan komputer kadang jadi pusing malah ngeblank gitu.Makanya aku tiap 2 jam hadep komputer pasti berdiri ngapain kek.Ngefile,ke kamar mandi,gerak2 kaki atau buang sampah.Ngemil juga....Boleh makan sambil kerja?...Boleh asal bukan makan besar lho.Terus harus dijaga kebersihannya.Apalagi aku kan team Audit SSHE perusahaan....Apa itu SSHE?Safety Security Health Environment.Intinya team sidak kebersihan perusahaan.Jadi tiap minggu sidak kebersihan,keamanan dalam bekerja,lingkungan kerja,dan keselamatan kerja.Intinya 5R.Ringkas,Rapi,Resik,Rawat,Rajin.Ga enak jadi team itu soalnya dibenci orang.Karena kita harus benerin yang salah,nyari2 yang masih belum bener di departemen yang ditunjuk,menilai,blusukan,gatel2,belum kalo dapat departemen kita sendiri.Beban mental he he...
       Kalau boleh aku pilih ga ikut soale laporannya nanti akan sampai ke Presdir.Departemen yang banyak temuan akan kena punishment.Yang bagus dapat reward.Uang pastinya.Area fabrikasi atau office semua dilihat dan dinilai.Apalagi area produksi harus pakai helm kalo keliling.OMG.Malah aku pernah mau minta tanda tangan dokumen gitu ke office lantai 2.Baru aku masuk aja dah pada beresin area kerjanya masing2...terus pada tanya:Audit to mb?...Aku tersenyum lihat mereka,terus aku bilang:"Ga kok.Cuma mau minta ttd Advance Request."
         Mereka langsung lega dan balik kerja lagi.Wah perasaan kalau audit aku ga serem deh.Paling nunjuk ini kok di sini...itu kok begitu...ya seputar2 gitu.Begitu keluar area mereka,aku langsung geleng2 kepala.Malah ada yang sampai ribut lewat email lho gara2 departemennya dia ada temuan...cuma bukan pas aku sih yang audit...dan ributnya ama Manager Representativ.Gila!Punya nyali banget tuh orang.Lha orang lama.Pantas pede.Bahkan Presdir dan HC sampai tahu lho.Ampun deh...Sampai jadi Trending Topic di perusahaan he he...Seru ya kerja itu kayak artis ada Trending Topic.]
Ika mikirin apa sih?Kok malah menerawang.Sst!Ada Danang mendekat.
     Danang melihat Ika melamun,jangan2 Ika masih shock gara2 kejadian lift dulu ama Evi pikirnya.Dilihatnya monitor Ika.Ada foto Evi lagi senyum gitu di jadikan desktop ama Ika.Dua cewek itu ternyata emang deket banget.
Danang :"Mmh...mmh!"
Ika langsung kaget bin jumbul,"Oh Pak Danang.Maaf saya ga tahu Bp di sini."
Danang :"Mikir apa sih?Sampai segitunya...."
Ika :Ndak cuma lagi ngeblank aja kok..."
Danang :"Mikir Evi ya?"
Ika :"Kok Bp tahu sih?"
Danang :"Gambar desktopmu aja Evi.Kamu dah kunjungi dia lagi?Gimana keadaannya?"
         Danang nih kepo apa care ya?
Wajah Ika langsung berubah sedih,"Kasihan Pak...ga tega saya lihatnya...matanya sayu,pandangannya kosong...seperti bukan Evi yang saya kenal.Ternyata cinta bisa buat seseorang seperti ya...pasti dalam banget tuh cinta Bu Evi ama Pak Presdir.Sedih banget lihatnya...saya ga lama2 di sana....ga tahan..."
Danang:"Paling bentar lagi juga dah balik kayak biasa lagi...lihat aja!"
Ika :"Ga deh Pak...Kalo sampai Bu Evi bisa ceria lagi kayak biasanya cuma satu orang yang bisa yaitu Pak Irwan kembali dari Alaska."
Danang :"Alaska?Siapa bilang Irwan di Alaska?"
       Danang malah heran siapa yang nyebar rumor itu,Irwan kan sudah ia habisi di laut lepas.Kok bisa hidup lagi?Di Alaska lagi.
Ika :"Bu Evi sendiri yang bilang,katanya Pak Ben dapat telegram dan foto dari Pak Irwan yang lagi ngurus bisnis di Alaska.Pak Irwan kejebak badai salju jadi nunggu bandara dibuka baru Pak Irwan bisa pulang."
Danang malah jadi punya ide deh denger berita Irwan ada di Alaska.Ide apa lagi tuh?
Kita tinggal dulu Danang dengan ide gilanya.
       Kita lihat kondisi Pak Presdir kita di Alaska..eh ..salah di pulau tak diketahui namanya.Sudah jadikah rakitnya?Tampak Irwan hanya memakai kaos dalam dan celana pendeknya tengah menjalin sulur2an jadi tali.Lha bajunya yang biru muda kemana?Dijemur di sebuah batu.Celana panjangnya juga.Kasihan bajunya cuma satu stel.Padahal di rumah seabrek,berbagai merk pula.Adi datang bawa kayu agak panjang.
Adi :" Aduh capeknya!Mana kelapanya aku haus nih!"
Irwan memberikan kelapa yang sudah dibuka pada Adi.Adi langsung meminumnya.Glenggeng...glek glek.
Minum aja ada musiknya.he..he...
Adi :"Segernya...kalau sampai Jakarta nanti aku mau buka usaha es degan ah...kamu mau kan modalin temenmu ini Pak Milyarder?"
Irwan :"Pasti!Kalau perlu dibikin kayak kafe atau resto jadi lebih keren.Nanti diberi nama Kafe n Resto 'Sahabat Ai' bagus ga?"
Adi mengernyitkan dahinya,"Sahabat Ai?Artinya apa Ai?"
Irwan :"Ai dari kata Adi dan Irwan....tapi dalam bahasa mandarin kata ai artinya Cinta.Pernah denger orang menyatakan cinta dalam bahasa mandarin?Pasti bilang:Wo ai ni...artinya aku cinta kamu."
Adi :"Wah kamu ngerti bahasa mandarin juga to?Hebat!Hebat!"
Adi mengacungkan jempolnya ke arah Irwan.
Irwan :"Aku punya banyak relasi bisnis dari berbagai negara.Terutama Singapore,Hongkong,Jepang,Korsel dan China.[Jadi inget bulan madu nih....]Jadi mau tak mau harus bisa bahasa mereka juga...setidaknya bahasa sehari2 aja...seperti selamat pagi= cu an.Sampai jumpa :sai jian.Ayah = Thie.Terima kasih:Xie xie ni.Saya = wo.Kamu = ni.Ya seputar itu ...untuk lainnya aku pakai bahasa internasional yaitu bahasa Inggris."
Adi :"Pasti kamu kangen ya ama bisnis kamu?Sudah hampir dua minggu kita di sini.Tuh kalenderku!"
   Adi menunjuk ke sebuah batu yang dicoret2 sama Adi pakai arang.Irwan melihatnya lalu menerawang,'Sudah 2 minggu ya.Gimana perusahaan ya?Siapa yang handle ya?Apakah kak Danang?Om Ben curiga ga ya sama kak Danang ?Yang penting aku harus jadiin dulu rakit ini.Yang penting pulang dulu.Aku kangen banget pingin meluk Evi.Pingin ngelus perutnya.Ngobrol ama dede bayi..Tuhan...betapa aku mencintai mereka...'
Irwan kangen dengan aktivitasnya sebagai Presdir.Sementara ini Om Ben yang handle semua tugas dan tanggung jawab Irwan di perusahaan.Tapi tak akan lama ....kenapa?Lihat saja berikut ini!

Kantor Pusat Sutedja Bussiness Enterprise,...
       Albi baru turun dari mobil ketika seorang security mendekatinya.
Satpam :"Pak,ada surat buat Anda.Ini Pak,mohon diterima dan tanda tangan di sini."
Albi menerimanya lalu menandatangani buku serah terima dokumen.
Albi :"Dari mana Pak surat ini ?"
Satpam :"Sepertinya dari Alaska Pak.Saya permisi mau tugas lagi."
Albi :"Silakan Pak!Terima kasih buat suratnya."
Albi melihat siapa pengirimnya.Cuma tertulis dari Alaska,"Apa dari Pak Irwan?"
      Demi tetap stabilnya perusahaan,rumor Irwan ke Alaska juga disebar Benigno di Kantor.Benigno tak ingin menghilangnya Irwan membuat para klien membatalkan kontrak kerja.Irwan memang punya pengaruh besar dalam mobilitas perusahaan.Namanya juga Nahkoda he he...
/Dimana nahkodaku....tanpanya kehampaan yang kurasa..../
       Ternyata bukan cuma Evi yang merasa kehilangan ya...perusahaan juga...semua merasa hampa tanpa Irwan.[Aku jadi bayangin Presdir aku di kerjaan.Kalau beliau keliling wuihhh...pada segan semua,kerja bagus semua,...suasana kerja langsung semangat...lihat mobilnya datang saja ...wah pada hormat ...padahal belum tentu ada beliau di dalamnya.Beliau kan suka di tengah bukan depan.Sopirnya yang keki he he....apalagi mobilnya banyak...]
      Sampai di ruangannya,Albi meletakkan surat itu di meja Irwan.Biar dilihat Benigno nanti.Tak lama kemudian Benigno datang,Albi menyapanya.Selain Irwan,Benigno adalah sosok yang ia kagumi juga.Benigno tak pernah punya ambisi menguasai perusahaan padahal ia bisa kalau mau.Irwan kan sangat percaya padanya.Benigno sangat senang bila bisa membantu Irwan.Sayang banget sama Irwan.Mungkin karena pernah kehilangan anak kali makanya ia sayang banget sama Irwan.Memang penulisnya lupa cerita masa lalu Benigno.Ia pernah menikah tapi di cerbung lho ya...bukan asli.Lalu isterinya meninggal saat melahirkan anak mereka.Tak lama kemudian anaknya juga.Karena itulah ia ga menikah lagi.Anaknya laki2 namanya Ervan.Maka saat Inul melahirkan anak keduanya,atas persetujuan Konglomerat Sutedja,Inul meminta Benigno yang kasih nama depan.Mengenang anaknya yang telah tiada,Benigno kasih nama yang mirip ama nama anaknya.Ervan jadi Irwan.Biar ga mengalami hal yang sama kayak anaknya.
         Tapi Irwan juga diincar maut terus ya?Serem juga....
Albi :"Selamat pagi,Pak Ben!Ada surat buat Bapak.Sudah saya taruh di meja Bapak.Sepertinya dari Alaska."
Benigno :"Pagi Albi.Dari Alaska?Aneh..."
        Benigno segera masuk ke ruangan yang biasa dipakai Irwan.Dibukanya amplop coklat yang ada di atas meja Irwan.Benigno makin kaget kala melihat isinya.
Benigno :'Pelimpahan jabatan Presdir ke Danang?Tapi ini tanda tangan Irwan asli dan sidik jari ini...apa mungkin Danang dibalik semua ini?Bukannya ia sudah berubah?Aku harus cek sidik jari ini asli apa palsu...Apa yang terjadi dengan pangeran kecilku?'
        Wah....pinter juga Danang pakai acara kirim dari Alaska.Ini namanya memanfaatkan situasi.Danang tahu kalo Irwan ga di Alaska.Kalau surat pelimpahan kekuasaan itu ga di tindak lanjuti ia akan beritahu Evi bahwa Benigno berbohong.Dan bahwa Irwan entah dimana keberadaannya.Pastinya Evi hancur kan,dan bisa2 keguguran...Apalagi kalau yang ngasih tahu Danang pasti Evi bisa bayangin apa yang terjadi sama Irwan.Bisa2 Evi bener2 hopeless terus stress...waduh...Akankah Danang akan menjadi nahkoda baru di Perusahaan Irwan?
/Perahu kayu ...dimana nahkodaku tanpanya kehampaan yang kurasa.../
Mana suratnya kok belum dibaca juga ama Evi?Kalo sudah jadi Presdir akankah Danang kembali tinggal di Kediaman Sutedja?Tunggu eps selanjutnya...****see you next eps****
Eps 96 ]]] Tabir Kepalsuan : Bring Me To Life
[[[ Bring Me To Life = Membawaku Pada Hidup ]]]
    
/ Masih adakah aku di Muara Hatimu kasih.../
         Kok Benigno biarin Danang take over jabatan Presdir sih?Benigno tak punya pilihan lain.Semua demi Evi dan anaknya Irwan yang tengah dikandung Evi.Meskipun Evi tak tahu betapa banyak orang yang sangat menyayangi dan menjaganya.Hanya cara mereka lain2.Evi sedang rapuh jiwanya,disenggol dikit aja dah mreteli kali.Dalam Rapat Koordinasi Besar akhirnya Danang mendapatkan kursi Presdir.Semua karyawan terkejut mendengarnya.Banyak yang merasa heran,aneh,curiga dan sedih mendengarnya.
Tuan River :"Berdasarkan surat kuasa yang ditanda tangani oleh Pak Presdir sendiri maka mulai hari ini hingga sampai Presdir kembali maka posisi Presiden Director akan diduduki oleh kakak Pak Presdir yaitu Pak Danang.Semoga perusahaan kita akan lebih maju dibawah pimpinan Pak Danang.Silakan duduk di kursi Presdir Pak Danang!"
           Dengan wajah penuh kemenangan Danang duduk di kursi yang biasa diduduki Irwan saat rapat.Para peserta rapat saling pandang.Jelas ini berita yang sangat mengejutkan.Tapi siapa yang berani membantah perintah Irwan apalagi bila perintahnya tertulis.Danangpun memberikan sambutannya,"Jujur saya sama terkejutnya dengan kalian semua dengan penunjukkan saya oleh Irwan,untuk sementara menggantikan posisi Irwan sebagai Presdir di Sutedja Bussiness Enterprise.Saya mohon dukungan dari semua divisi demi kemajuan kita bersama."
      Semua sudah meninggalkan area rapat tinggal Danang dan Albi.Danang malah masih duduk di kursi utama.
Danang :"Ngapain kamu masih di sini?"
Albi :"Saya kan sekretaris Bapak.Biasanya memang saya menunggu Pak Irwan keluar ruangan rapat Pak."
Danang :"Sekarang Boss kamu itu saya.Jadi kebiasaan lama dibuang saja.Saya masih ingin di sini dulu.Kamu pergi saja dulu !"
Albi kaget juga mendengarnya,"Baik Pak!Saya permisi kalau begitu."
Danang :"Mmmmh"
     Albi keluar dari ruang rapat dengan agak kesal,'Belagu banget sih!!Baru jadi pengganti sementara aja dah berlagak kayak Boss Besar saja.Aku heran deh kok Pak Irwan nunjuk dia sih?Kok bukan Pak Ben aja.Biasanya kan Pak Ben yang handle.Sekarang malah Pak Ben dimutasi ke kantor nya si Belagu itu!!Aneh deh!!Apa bisa dia bertindak searif Pak Irwan?Lihat saja!Akan aku awasi Si Belagu itu!'
Sementara Danang malah muter2 di kursi utama rapat.Kursi Pimpinan rapat.Kursi yang biasa diduduki Irwan bila meeting.Danang tampak gembira bin hepi ye ye ye.
Danang :'Akhirnya setelah berkali2 gagal,kursi ini akhirnya jatuh juga ke tangan aku!No more Irwan Sutedja.Kini semua orang akan hormat padaku ha ha ha....Aku bisa bayangin wajah mereka mencari muka padaku...Pagi Pak Danang..eh Pak Presdir..Bapak keren deh pagi ini...Bapak butuh sesuatu?..bla..bla..bla...Irwan...Irwan..Irwan..pasti kau sudah menjadi butiran debu sekarang...aku akan menikmati berada di posisimu sekarang....Habis aku terbiasa menjadi Presdir,aku akan mendekati mutiara Masambaku lagi...Makin hari ia makin cantik saja...wanita mana sih yang ga luluh dengan perhatian dan ketampananku....ha ha ha....'
Weleh....yang bener aja deh Danang nih.Masih ga nyerah untuk dapetin Evi?Hello....!!Evi sudah mengandung anak Irwan man!!Terus Ika?Iya Ika gimana dong?Kasihan Ika...padahal ia tulus lho ama Danang.Yuk kita lihat Ika!

]]] Kantor Danang....ups...Kantor Benigno sekarang....
           Ika kaget banget lihat Benigno dimutasi ke kantor Danang.Alias tukar posisi ama Danang.
Ika :"Kok Pak Ben ke sini Pak?Bapak butuh data apa?Kenapa tidak telpon saja kan bisa saya antar atau emailkan?Tak perlu repot2 sampai ke sini Bapak."
Benigno malah masuk ke ruangan Danang lalu duduk di kursi Danang,Ika mengikutinya.
Benigno :"Sekarang saya adalah atasan kamu.Jadi sekarang ini adalah kantor saya.Memang lebih kecil sedikit dari kantor yang biasa saya pakai tapi ga masalah buat saya.Kantor ini lebih rapi sekarang.Pasti karena ada kamu ya..."
       Ika jadi tersipu deh.Tapi Ika tetap bingung dengan semua perkataan Benigno.
Ika :"Saya masih tidak mengerti perkataan Bp tadi.Siapa yang menyuruh Bp jadi atasan saya?Terus Pak Danang?Bukannya pimpinan tertinggi di Perusahaan sekarang adalah Pak Ben?Biasanya kan begitu kalo Pak Irwan tidak di tempat."
      Benigno melihat ke arah luar gedung,"Banyak hal berubah di dunia ini.Hal yang abadi di dunia ini adalah perubahan.Ini semua mandat dari Irwan sendiri lewat sebuah surat kuasa.Bahwa ia menunjuk Danang sebagai Presdir sampai ia kembali.Dan pengganti posisi Danang adalah orang yang menggantikan posisi presdir selama masa status quo.Ya saya kan?Saya ini cuma karyawan sama seperti kalian semua.Ada perintah saya kerjakan.Mau dimutasi ke manapun saya ga masalah selama itu perintah dari Irwan sendiri."
       Ika kagum banget dengan kebesaran hati pria yang ada di depannya.Pria yang kini jadi atasannya.Gila seorang Direktur Operasional dimutasi jadi Factory Manager.Itu kan turun bukan naik tapi ia tetap legowo.Salut!!Sudah ganteng,ramah,tajir,baik,legowo pula orangnya.Benigno memang apalah..apalah!
      Wah Ika kok malah terpesona sama Pak Benigno?Waduh!!Ini namanya karma...Danang mikirin wanita lain...Ika juga ikutan he he....mikirin pria lain...ai..ai..ai
/Masih adakah aku di muara hatimu kasih.../
     Kayaknya dunia pada kebalik2 ya?Apakah Evi juga mikirin pria lain?Kini usia kandungannya sudah 7 bulan.Harusnya ada acara mitoni kalau di tempatku.Tapi bagi Evi ini juga hari yang ia tunggu2.Kok bisa?Ia pingin buka kotak ajaib yang disimpan Irwan di lacinya.Ia ingat betul kalau Irwan bilang bahwa kotak itu adalah hadiah buat 7 bualanannya.Usai makan malam,ia bilang sama Aty kalau ia mau tidur cepet.Aty nurut ninggalin Evi.Lagian sepertinya wajah Evi lebih cerah dari biasanya.Entah kenapa...
    Begitu Aty pergi,Evi segera mengunci pintu dan menuju laci tempat Irwan menyimpan kotak ajaibnya.Diambilnya kotak itu dan ditaruhnya di atas tempat tidur.
Evi patuh ya sama Irwan,nunggu sampai usia kandungannya 7 bulan baru buka tuh kotak padahal Irwan ga masalah lho kalau Evi main buka aja meski belum 7 bulan kandungannya.
Benda pertama yang diambil Evi adalah teks lagu Muara Hati.Irwan menulisnya dengan tangannya.Ada kata2 di awal teks:"Buat Isteriku tercinta dan calon ibu dari anak2ku,Evi Sutedja...sebelum kau lihat benda lain yang ada di kotak ini,kumohon nyanyikanlah lagu ini buat suamimu ini sayang....sepenuh hati nyanyinya..ya..."
       Evi menangis menyanyikannya....
/ Tanpa dirimu....kubagai perahu kayu yang terombang ambing di tengah laut biru...lajuku hilang....terhempas arus gelombang ....karena kini..../
Evi menangis hingga pundaknya berguncang2.Irwan seakan tahu kalau hatinya sangat hancur...ia hanya butuh dipeluk saja maka pasti tumpah deh air mata...diambilnya bantal Irwan dan didekapnya.Evi menangis sejadi2nya di bantal itu.Kepedihannya tertumpah semua...
/karena kini kau tak di sisiku sayang..../
Evi :'Mengapa Wan....mengapa kau pergi ga pamit....kenapa....apa aku ga berarti di hatimu lagi?....aku sedih Wan....apa salah aku Wan?....bilang Wan...bilang saja....jangan menghilang seperti ini....aku hanya ingin kau di sini Wan...aku ga minta banyak Wan....aku...sangat mencintaimu suamiku....'
/tanpa dayung ku mencoba arungi samudera...hanya untuk mencari dimana kini berada.../
       Evi memandang foto Irwan yang dipajang besar di kamar.Kata orang kalau orang hamil harus sering lihat wajah orang yang ganteng atau cantik biar anaknya mirip he he...Siapa lagi yang paling ganteng di hati Evi kalo ga Irwan?Ganteng banget Irwan di foto itu apalagi sambil senyum manis gitu.Pantas Evi betah di kamar.Lha lihat wong ganteng terus he he..
/sekian lama kunanti tiada kabar kau beri menunggu aku masih di sini...wahai sang bayu...kabarkanlah padanya...kurindu belai sayang kasih mesra.../
         Evi membelai perutnya sambil menangis menyanyikan lagu Muara Hati.
Evi :'Apa kau tidak kangen anakmu Wan?....Kau biasanya suka mengajak ngobrol dia...Sekarang kau dimana Wan?...Aku tidak yakin kau di Alaska...Pulang Wan aku mohon...kami menantimu di sini...
/Perahu kayu ....ke mana nahkodaku.... tanpanya kehampaaan yang kurasa...Masih adakah aku di Muara Hatimu kasih...di sini ku disini menantimu di pelabuhan rindu.../
Evi merasa seperti ada aliran hangat mengalir di tubuhnya saat ia menangis menumpahkan kepedihannya sambil menyanyikan Muara Hati,satu lagu yang diciptakan khusus buat dia dan memang pas banget momentnya.
Evi :'Kini aku mengerti rasanya menjiwai lagu ini...pedih sekali rasanya...'
       Karena terus menangis,Evipun tertidur.Kotak itu ditaruhnya di sampingnya.Inilah namanya gunung laut kesedihan...di luar kayaknya cuma kelihatan kecil tapi dilihat ke bawah laut wow...gede banget....
Irwan sepertinya tahu betapa lagu itu akan mencairkan kesedihan Evi.Lagu itu meluapkan semua emosi Evi.Bila Evi sudah tenang barulah ia siap menerima perkataannya di dalam surat yang ia tulis.Biarkan Evi tidur dulu ya?Baca suratnya eps mendatang ya....****see you next eps****

Eps 97 >>> Tabir Kepalsuan : The Power of Love

>>> Kekuatan Cinta
   
In the Island....
       Irwan tersenyum lega melihat maha karyanya.Sebuah rakit sederhana telah dibuatnya dengan bantuan seorang ahli teknik,Adi he he....Adi sendiri kemana kok ga kelihatan?
Irwan :'Akhirnya jadi juga...Aku sudah mencoba semua yang aku bisa.Kuharap rakit ini akan membawaku kembali pada Evi.Kembali pada istana cintaku.Aku sudah kangen sekali pada Evi,pada buah cinta kami.'
Adi datang membawa berbagai macam bahan makanan yang akan mereka bawa untuk bekal selama di perjalanan.
      Melihat Irwan melamun,tahulah Adi kalau milyarder muda itu sedang merindukan keluarganya.Terutama isterinya yang sedang mengandung.
Adi :"Oh pujaan hati apa kabarmu...kuharap kau baik2 saja....mmmh...mmhh"
Irwan tersadar dari lamunannya,"Kau bikin aku kaget saja Di.Wah ...banyak juga ya bekal kita nanti.Rakitnya juga sudah siap.Besok kita pergi dari sini.Semoga Tuhan menuntun perjalanan kita.Walaupun aku tak tahu seberapa kuat rakit ini tapi aku telah membuatnya sekuat mungkin.Bahkan dayung sederhana juga telah kubuat.Satu yang pasti kuharap rakit ini membawa kita lebih dekat ke Jakarta."
Adi :"Untuk minum selain air dari mata air kurasa kita juga harus bawa buah kelapa deh.Besok aku akan cari buah kelapa yang banyak buat bekal kita selama perjalanan."
Irwan :"Senangnya hatiku kita bisa kembali ke Jakarta.Kuharap kita bertemu kapal selama perjalanan.Atau apapun dan siapapun yang membawa kita bisa menghubungi keluarga kita di Jakarta."
      Hari sudah malam,Adi sudah pulas tidur jingkrung di dekat api unggun.Bintang bertebaran di langit.Indah sekali.Irwan tak bisa tidur.Ia malah merasakan kesedihan yang luar biasa tiba2 menyeruak di hatinya.Apakah yang terjadi di Jakarta?pikirnya.
Irwan :'Kenapa hatiku sedih begini,apa Evi sedang menangis ya?Atau terjadi sesuatu dengannya?Jangan sedih Vi,besok aku akan mengarungi samudera kembali ke Jakarta.Walau dengan alat sederhana saja tapi kekuatan cinta kita akan membawaku kembali padamu.Kau harus tunggu aku Vi.kau harus kuat lewati ini semua ya sayang....ingat janjimu padaku bahwa kau akan menungguku selama apapun itu.Lihatlah bintang2 di langit Vi,indah sekali,bukan?Padahal mereka begitu jauh...kuharap cinta kita seperti itu meski kita sekarang berjauhan tapi tetap bersinar.Meski di masa kelam tapi tetap bertahan.Aku harap kau sudah membaca suratku...Jangan bersedih kita pasti berkumpul lagi!Aku akan kembali!'
/Tanpa dayung ku mencoba arungi samudera...Hanya untuk mencari dimana kini berada../
       Di Jakarta Evi sudah bangun dari tidurnya.Dibukanya lagi kotak ajaib yang ada disampingnya,ada surat di dalamnya.Jelas sekali itu tulisan tangan Irwan,apa yang ditulis Irwan ya?Evi mulai membacanya....
>>> Evi sayang,saat kau membaca surat ini mungkin aku tak ada di sisimu ....entahlah kenapa aku merasa begitu ya...apa karena mimpiku.Akhir2 ini aku sering bermimpi,3 kali aku mimpi ...aku ingin bercerita padamu tapi aku takut kau malah jadi cemas seperti aku saat menulis ini padamu.Aku tak tahu apa yang ingin Tuhan katakan lewat mimpiku...tapi inilah mimpi itu...
      Pertama aku mimpi kita dipisahkan oleh lubang yang dalam.Seperti jurang tanpa dasar.Aku melihatmu meminta tolong dan memanggil2 namaku tapi saat aku hendak menuju ke arahmu seseorang mendorongku hingga aku masuk ke lubang itu...mimpiku yang kedua: aku berjalan di padang gurun tanpa arah yang jelas.Dimana2 pasir.Aku terus berjalan tanpa arah mencari dirimu.Tapi aku tak melihatmu.Sampai kemudian aku menemukan sebuah oase.Aku juga melihat ada pohon kurma di dekat oase.Tapi kau tak ada di sisiku.Itu membuatku sedih....kalo mimpiku yang terakhir aku melihatmu sedang menyanyi di hadapan banyak orang.Kau menyanyi lagumu yang dari kak Nurbayan.Aku terus mencoba mendekatimu diantara kerumunan orang.Aku lalu mencoba mendekatimu lewat belakang panggung tapi kau tahu siapa yang kutemui di sana?Ayahku...dan ia sedang menggendong seorang bayi.Bayi laki2.Ayahku berkata pada bayi itu saat melihat aku datang,"Cucuku,lihat ayahmu datang!Ia sudah kembali dari perjalanannya!kini kakek bisa pergi dengan tenang."Ayah lalu memberikan bayi laki2 itu padaku sambil berkata,"Inilah cucuku,pewarisku kelak,anakmu Irwan,beri dia nama keluarga kita.Lihatlah isterimu sudah menantimu!Jaga pewaris keluarga kita,Irwan.Ayah pamit."
     Ketiga mimpi itu seperti berhubungan.Aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti yang pasti sepertinya aku akan pergi ke suatu tempat asing.Kita akan terpisah...entahlah hatiku mengatakan begitu...tapi aku akan kembali.Aku akan kembali padamu dan anak kita.Aku tak tahu bagaimana dan berapa lama tapi aku akan kembali...jadi kau harus menungguku...kau harus kuat...kau harus jaga buah hati kita...kau harus semangat!!..Apapun yang kaudengar tentang aku atau apapun yang orang katakan tentang aku,jangan sampai membuat hatimu tawar.Percayalah bahwa di dalam Tuhan penuh dengan kemungkinan.Lihatlah apa yang telah kita alami selama ini!Kita telah melalui banyak hal sulit bersama.Besarkan hatimu!Jangan biarkan keadaan membuat pikiranmu sempit apalagi sampai putus asa!Lihatlah jagat raya,lihatlah alam ini bukankah begitu indah,Tuhan memelihara semuanya.Tak satupun yang terlewat.Semua dalam kendali Dia.Demikianpun kita,apapun yang terjadi nanti,Ia akan memberi kita kekuatan untuk melaluinya.Semua yang baik,semua yang indah,dan semua yang manis,pikirkanlah itu!Jadi tetaplah jadi Eviku yang tegar,yang kuat,yang tahan uji,yang tangguh dan yang kucintai.Teruslah berkarya cintaku.Teruslah menyanyi untukku.Buat setiap orang mendengar kisah cinta kita.Kisah kau dan aku dan anak kita,Evan Sutedja.
   Ya itu nama yang kusiapkan untuk buah cinta kita.Gabungan dari namamu dan namaku.EVi dan IrwAN.Dan seperti pesan Ayah kuberi nama keluarga kita :Evan Sutedja.Rawat putra kita dengan penuh cinta..dan tunggu aku kembali.Aku pasti kembali....Dari suamimu yang pasti kembali di sisimu,Irwan Sutedja.
     Sebenarnya masih ada lanjutannya itu tapi kok hilang?Aku tulis sini saja ya:Evi mendekap surat itu ke dadanya sambil menangis.Ia tak mengira ternyata Irwan sudah punya firasat bakal pergi jauh darinya.Dielusnya perutnya sambil berkata,"Evan,Papamu akanpulang sayang.Ia akan kembali untuk kita.Mama janji Mama akan bangkit!Mama akan turuti semua pesan Papamu.Mama yakin Papamu pasti pulang.Papamu selalu menepati perkataannya.Ia pasti kembali.Pasti!"Evi mulai tersenyum apalagi saat melihat foto2 bulan madu mereka yang disimpan Irwan di kotak tersebut.Semua yang baik,semua yang indah dan semua yang manis pikirkanlah itu.../sekian lama kunanti tiada kabar kau beri menunggumu aku masih di sini/Perubahan apakah yang akan dilakukan Evi?***see you next eps***

Eps 98 TABIR KEPALSUAN : YOU RISE ME UP = Kau Angkatku Naik
    
Evi Masamba,isteri Irwan Sutedja...
Kediaman Sutedja....
        Pagi2 Nyonya Irwan Sutedja sudah bangun.Gasik amat bangunnya.Ia duduk di ranjang sembari mengelus - elus perutnya,"Pagi dede Evan,Mama mau ajak kamu jalan-jalan ke taman pagi ini menghirup udara segar.Tapi sebelumnya,ucapin met pagi juga ke Papa dong.Itu foto Papa lagi senyum ke kita!"
Evi menunjuk ke arah foto Irwan yang ditempel di dinding kamar tepat di hadapan mereka,"Pagi juga Papa Irwan yang ganteng,dede Evan mau jalan-jalan dulu ya sama Mama.Cuma ke taman rumah kok.Boleh ya?Dah..."
    Evi berjalan pelan-pelan menuju taman.Para pembantu yang berpapasan disapanya dengan ramah.Mereka semua heran dan gembira kembali disapa dengan hangat oleh majikan mereka yang biasanya bermuram durja.Kediaman Sutedja sangat asri tamannya.Apalagi sejak Irwan tahu kalau Evi suka lihat pepohonan bila sedang sedih.Demi Evi betah di rumah,Irwan menata ulang taman.Dibuatnya banyak bangku di sana.Tanaman bunganya ditambah terutama dengan jenis bunga yang disukai Evi seperti soka,melati,bougenville,mawar,lily,kenanga bahkan teratai juga ada.Ikan jenis koi juga dipelihara di kolam di tengah taman.Aneka jenis pohon juga ditanam di taman.Selain sebagai tempat berteduh juga indah dipandang.Berbagai pohon yang menghasilkan buah juga tumbuh dengan suburnya.Ada mangga,rambutan,klengkeng dan masih banyak lagi.
       Udara pagi benar-benar segar,Evi duduk di salah satu bangku sambil memyanyi lagu Muara Hati.
/Wahai sang bayu ...kabarkan padanya...kurindu belai  sayang kasih mesra/
Namun ada yang beda sepertinya.Beda bagaimana?Syairnya bener kok.Yang bikin beda ekspresi wajah yang nyanyi.Iya wajahnya bersinar.Tidak ada kemuraman.Ia menyanyi sambil tersenyum membelai buah hatinya.Evan Sutedja.Belum lahir aja udah punya nama.Kalau salah gimana?Ternyata yang lahir perempuan?Gampang tinggal tambah huruf A saja di belakangnya.Jadi Evana.he..he.
       Eh..ada yang deketi Evi.Siapa hayo?
Ayah Hamdan : "Wah ada yang sedang menikmati udara pagi nih.Boleh ayah gabung bersama putri dan cucu ayah?"
Evi tersenyum melihat ayahnya,"Tentu Ayah.Ayo duduk di samping Evi.Sudah lama kita tidak cerita-cerita kan?"
      Ayah Hamdan kaget juga mendengar Evi ngomomg banyak dan nyambung lagi.Wajahnya juga cerah.Ada senyum tersungging di sana.Evi tersenyum???Ajaib!!Sejak Irwan tidak jelas rimbanya,rumah yang indah jadi suram karena yang biasanya ceria dan mesra manja dengan Bossnya Rumah tiba-tiba redup sinarnya dan bermuram durja.Para pembantu saja kangen lihat kemesraan Nyonya muda dengan Boss Muda mereka.Biasanya tuh jalan berdua gandengan tangan,kalau ga peluk pinggang,sandaran,duduk berdua di taman,makan suap-suapan,belum kalo pamitan mau kerja....waduh...
Semua senang melihat Boss Muda mereka kembali ceria dengan hadirnya Evi sebagai menantu keluarga Sutedja.Irwan ga serius lagi kayak dulu.Sejak Boss Besar meninggal mereka hanya melihat Irwan yang serius bekerja bahkan gila kerja.Tapi kehadiran Evi mengembalikan keceriaan Irwan.Apalagi sejak ketahuan hamil,mereka lebih sering lihat Irwan di rumah.
Evi :"Ayah,Evi mau melanjutkan rencana rekaman lagu Evi.Evi mau lagu itu diperdengarkan di mana-mana.Biar semua orang tahu bahwa Evi sangat mencintai Irwan."
Ayah Hamdan makin surprise lagi mendengar niat Evi tersebut,"Kamu serius,Putriku?Kamu mau nyanyi lagi?"
       Evi menggangguk.Ayah Hamdan melihat kesungguhan di mata Evi.Mata itu tidak kosong lagi.
Ayah Hamdan:"Ini berita bagus!Ayah senang sekali mendengarnya!Ayah akan beritahu Mamanya Irwan,ia pasti senang mendengarnya.Tunggu sini ya...Ayah segera kembali!"
      Saking gembiranya,Ayah Hamdan malah pergi nyari Inul.Evi tersenyum melihat tingkah ayahnya.
Evi:'Wan,seperti pesanmu...aku akan terus menyanyi.Biar dunia mendengar kisah kita.Kisah cinta seorang cinderella dari Masamba dengan seorang Pangeran bisnisasal Jakarta.Kisah yang melahirkan Evan kita.Irwan,kau juga harus semangat!Aku yakin cinta kan membawamu kembali di sini.Kita akan bertemu lagi.Aku akan memikirkan indahnya pertemuan kita nanti.Itu saja yang akan kupikirkan,hal-hal yang indah tentang kita.Aku akan selalu mendoakanmu,mencintaimu,dan menunggumu di sini.'
     Kembalinya semangat hidup menantu utama keluarga Sutedja membuat kediaman Sutedja menjadi gegap gempita.Inul senang sekali,sampai-sampai semua pembantu diberi hadiah.
Aty lebih heboh lagi,lari sana lari sini nyiapin semua yang diminta Evi.Ia seneng banget lihat Evi mau nemil lagi.Makannnya juga lebih banyak dari biasanya.Rizky juga seneng banget.Foto-foto lagi dengan kakaknya.Narsis habis pokoknya.
       Nurbayan apalagi,ia lega karena lagunya bakal jadi release ke pasaran.Evi mulai rekaman.Nassar juga ikut membantu.
/Perahu kayu...ke mana nahkodaku ...tanpanya kehampaan yang kurasa.,/
Nurbayan :"Wah bagus banget !Langsung dapat penjiwaannya dalam sekali take.Keren!Apa yang buat Evi jadi berubah gini ya?"
Nassar :"Iya ya ..aku juga heran lho,padahal dulu kan susah banget lho dia dapat feelnya .Sekarang amazing pisan...awesome,wonderfull!"
            Wah bakalan booming tuh lagukalau release he..he..
Nah kita dah lihat perubahan Evi,naik levelnya dia.Sekarang kita lihat naik levelnya tokoh kedua kita.Siapa lagi kalau bukan Pak Presdir...Danang.What??

***On top floor Head office Sutedja Bussiness Enterprise...
       Tampak di lantai paling atas,Albi  mondar-mandir ga jelas.Sesekali ia melihat ke arah jamnya.
Ada apa sih panik amat kayaknya?
Albi :'Wah lama banget sih Pak Danang nih!Klien pasti sudah nunggu nih.Alamat bakal kehilangan tender lagi nih.Padahal tender kali ini ama orang Turki.Nilainya sangat besar.Mending aku ingetin lagi deh.'
      Albipun memberanikan diri mengetuk pintu ruangan Presdir dan memasuki ruangannya,"Maaf Pak Danang,bukannya Bapak ada janji dengan klien dari Turki?"
Danang yang lagi asyik nelpon segera menutup telponnya,''Biar saja mereka menunggu,biar mereka tahu kalau perusahaan ini ramai.Oh ya aku sudah bilang berkali-kali ke kamu ya...jangan panggil aku dengan nama tapi dengan posisi aku yaitu Pak Presdir,mengerti?"
Albi mak deg mendengarnya,"Maaf Pak Presdir.Tidak akan saya ulangi lagi."
Danang:"Bagus!Ayo kita berangkat!Bawakan tas saya!"
       Albi sebenarnya sangat kesal tapi ia menahannya,'Baru beberapa hari jadi Presdir saja lagaknya melebihi Presdir yang asli.Hello...kamu tuh cuma pjs alias pemegang jabatan  sementara.Kamu tuh bisa duduk di kursi Presdir karena Pak Irwan yang tunjuk kamu.Bukan karena kita yang nunjuk jadi jangan sok deh!Kalau memang mau dihormati tunjukin dong prestasi yang melebihi prestasi Pak Irwan.Setidaknya menyamailah.Tapi apa yang terjadi?Kemarin habis kehilangan tender eh nyalahin saya katanya saya ga ngingetin kalau ada janji.Eh sekarang malah nelat.Alamat bakal kehilangan tender lagi nih.Kacau nih kalau Presdirnya kayak gini modelnya.Jadi kangen dengan Pak Irwan.Kalau beliau kan sangat menghargai klien,ga akan biarin klien nunggu.Bahkan beliau punya prinsip before time.Beliau juga selalu menepati janji.Tidak seenaknya sendiri kayak si belagu ini.Mau dibawa kemana nih nasib perusahaan kalau Presdirnya model gini,bukannya up grade malah nungsep iya nih...'
     Benar saja perkiraan Albi,kliennya marah-marah.Masak nunggu lama banget.Emang jemuran nunggu sampai kering?he..he..
Mr.Karim:"I think my company is not interested with your company profile.You make us wait so long.Time is money you know.I will make a deal with another company that have good manners and respect.Not like yours.I must leave now.I have another appointment.Excuse us."
Albi:'Melayang lagi kan satu tender....'
     Albi sangat kecewa dengan sikap Presdir barunya.Danangnya malah nyantai,ngejar atau minta maaf ke klien juga ga.Jangan-jangan Danang ga ngerti lagi artinya?...Gubrakkk!Bukan cuma Albi yang kecewa pada sikap Danang.Ada pihak lain yang kecewa dengan Danang.Siapa sih?Kepo nih.Kekasihnya dong,Ika.Sejak Danang jadi Presdir,merka hampir tidak pernah jalan berdua lagi.Boro-boro jalan,jemput aja kagak.Ika kembali naik angkutan umum.Seperti sekarang,ia lagi nunggu bus di halte.Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depannya.Tahu siapa?Benigno.
Benigno:"Ika!Bareng saya saja.Ayo naik!"
        Awalnya Ika ragu tapi daripada kering nunggu bus,apalagi ia cewek,bahaya di jalanan sendirian.
 kan,iapun akhirnya mau juga diajak bareng.
Ika:"Maaf ya Pak Ben,sudah merepotkan."
Benigno:"Gpp.Kamu kok naik bus?Danang ga jemput?"
Ika:"Saya tahu Pak Danang sekarang pasti sibuk banget sebagai Presdir.Daripada merepotkan,mendingan saya pulang sendiri saja.Lagian saya sudah biasa mandiri kok Pak.Sudah biasa naik bus,naik angkot dan sejenisnya gitu.Makhlum Pak keluarga saya kan bukan keluarga kaya raya,cuma keluarga sederhana saja."
      Benigno memandang Ika dengan kagum.Selain kinerjanya bagus,parasnya cantik ternyata Ika juga mandiri dan tidak manja.Persis seperti mendiang isterinya.Benigno jadi punya ide,"Kenapa kamu tidak belajar nyetir mobil saja?"
Ika tertawa,"Bapak lucu deh,mobil saja tidak punya malah disuruh belajar nyetir mobil."
Benigno:"Saya bisa usulkan kamu dapat fasilitas inventaris mobil dari perusahaan.Kinerja kamu kan bagus lagian kamu sering bolak balik Kantor Pusat kan?Mobil itu akan mendukung pekerjaanmu.Saya juga bersedia ngajari kamu nyetir."
Ika terpana mendengarnya,"Beneran Bapak mau ajari saya?Kekasih Bapak ntar marah lagi ke saya."
Benigno kini yang tertawa,"Saya ga punya kekasih.Ga ada yang mau sama duda kayak saya.Jadi kamu tenang saja.Sabtu kita libur kan?Bagaimana kalau tiap Sabtu saja ?Saya akan ajari kamu sampai bisa.Tapi ada syaratnya."
Ika memandang Bossnya dengan mata indahnya,"Apa syaratnya Pak?"
Benigno:"Setiap hari kerja kamu harus temani saya makan siang.kecuali kalau kamu diajak jalan sama Danang.Saya bete makan sendirian,biasanya ada Irwan yang nemeni.Jadi kangen nih sama Pangeran kecil aku itu...lagi dimana ya dia sekarang?"
Ika:"Dimana?Bukannya Pak Irwan sedang di Alaska Pak?"
Benigno langsung salting,"Ups!Maksud aku gimana bukan dimana he hee...makhlum sudah tua he..he.."
Ika:" Bapak ga terlihat tua kok Pak.Malah kelihatan seger dan masig muda,ganteng lagi.He..he..."
Benigno :"Ah yang bener?Kamu juga cantik kok,beruntung sekali Danang punya pacar secantik kamu."
     Ika jadi tersipu.Wah mereka malah jadi akrab nih apalagi kalo setiap hari makan siang berdua,belum akhir pekan belajar mobil berdua juga.Lama2 bisa tumbuh benih2 cinta nih.Danang sih sibuk sendiri,Ikanya disambar orang he..he..
Lalu tokoh ketiga pasti Pangeran Julit kan?Salah sekarang namanya jadi Pangeran Kelana he ..he...
***Di lautan lepas,di atas sebuah rakit....
      Irwan dan Adi sudah meninggalkan pulau dimana Tuhan memelihara mereka dan menyediakan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.Sudah berhari-hari mereka terkatung-katung di laut.Perbekalan sudah menipis.Tapi belum juga ada tanda-tanda adanya kapal atau pulau atau apapun yang memberi mereka harapan untuk kembali ke Jakarta.Adi malah teriak-teriak ga jelas,"Tolong!!!Kami butuh pertolongan!Hellooooo!Ada orang tidak ya?"
     Irwan geli-geli gimana gitu melihatnya,"Sudah ntar malah kerongkonganmu jadi kering teriak-teriak terus.Mana bekal air minumnya tinggal dikit lagi."
Irwan hanya memasrahkan semua pada Sang Pencipta,'Tuhan bagaimana ini?Sudah berhari-hari kami berada di laut tapi tak ada secercah harapan akan kebaikan.Tuntun kami ya Tuhan ke pelabuhan kesukaan kami.Aku percaya disaat semua pintu tertutup masih ada satu pintu yang akan selalu terbuka yaitu keajaiban.Berilah kami keajaiban.Terima kasih.Amin' 
Akankah doa Irwan dikabulkan?***see you next eps***

Eps 99 <<< Tabir Kepalsuan : Sweet child of mine

9
 >>>>>>>
 
Studio Rekaman...
/Masih adakah aku di Muara Hatimu kasih
Di sini ku di sini menantimu di pelabuhan rindu /
    Evi sedang mengulang syair lagu itu ketika tiba2 perutnya terasa agak nyeri.
Evi :"Aduh!"
Evan sepertinya gelisah di dalam sana,ia menendang2 terus sejak tadi.Evi meminta break sebentar,ia pun keluar dari studio rekaman sambil memegangi perutnya.
Inul menjadi cemas melihatnya,"Kenapa sayang?Perutmu sakit?Kau tidak apa2?"
Evi tak mau membuat cemas ibu mertuanya itu,"Biasa Ma,dedenya nendang2,istirahat bentar juga baik lagi kok."
    Inul membantu menantunya itu duduk.Kandungan Evi sudah semakin besar.Harusnya saat ini adalah moment dimana ia butuh perhatian Irwan lebih tapi ia harus melewati masa2 ini tanpa sang ayah dari si bayi.Evi membelai2 perutnya tapi Evan terus saja rewel.Evan julit kayak papanya nih...
Evi menghela nafas,"Kenapa sih dede sayang sejak tadi tidak tenang?Mama tinggal dikit nih selesai rekamannya.Biasanya kan pengertian ama Mama.Tumben nih kok hari ini ga?Kenapa?"
      Evi jadi teringat saat ada Irwan dulu,cukup dielus saja oleh Irwan langsung diem dedenya.Rasa rindu kembali muncul di hati Evi.Betapa berartinya kini semua hal yang dulu biasa dikerjakan Irwan.Evi lalu permisi ke belakang.Ia tak mau Inul melihatnya menangis.Keceriaanya telah membuat rumah kembali ceria,ia tak mau rumah kembali suram karena ia bersedih.Evi menangis di toilet.
Evi :'Sampai kapan kamu ninggalin aku,Wan?Lihatlah aku!Rasanya berat sekali tanpa dirimu di sisiku...Aku coba tegar tapi aku tak bisa pungkiri bahwa aku butuh kamu Wan...aku tak bisa hidup tanpa kau bersamaku.Benar2 tak bisa....apalagi anak kita.Dia butuh kasih sayang Papanya...dia butuh figur seorang ayah...Akan sangat sulit mengenalkan Tuhan padanya jika figur ayah saja ia tak punya.Wan,kumohon pulang sayang...Demi anak kita.Demi cinta kita.Demi aku Wan.Demi isterimu ini.'
  Inul yang mengikuti Evi ke toilet mendengar isak tangis menantunya itu.Iapun jadi ikut berkaca2,'Betapa Evi sangat mencintaimu putraku.Pulanglah Nak!Akhiri semua kesedihan ini.Kini perusahaan dibawah kendali Kakakmu.Dan sepertinya performa perusahaan malah menurun.Wan,bukan hanya Mama,bukan hanya anak isterimu,tapi perusahaan juga membutuhkanmu.Kembalilah Putraku.Mama doakan kau menemukan pertolongan saat kau membutuhkannya.Jagai putraku ya Tuhan,sejak kecil sikapnya selalu manis.Tak pernah ia mendukakan hatiku,bahkan ia selalu mencari kesenanganku.Pertemukanlah ia dengan orang2 yang baik yang akan membantunya kembali pada kami.Kumohon pertemuan ilahi seperti itu ya Tuhan.Aku mohon kabulkanlah doaku ini.'
Banyak ya yang mikirin dan doain Irwan?Kalau gitu kita lihat Irwan aja biar tahu dikabulkan ga doa Inul tadi.

Laut lepas.....
     Terik matahari begitu membakar.Irwan dan Adi sudah berhari-hari tidak makan dan minum.Adi sih sudah biasa hidup susah lha Irwan....Irwan mulai berkunang2 pandangannya.Tubuhnya sudah lemes banget.Ber LL pokoknya Lesu,lemah,letih,lelah,lemes,lunglai,dan loyo.Kalau Adi juga ber LL tapi L nya Adi agak nyleneh dikit seperti Letoy,lebay,lemot,lowbate,dan lungkrah.Weleh...terus kepriben rakitnya?
     Ya ikutan jadi berLL juga alias londot,lambat,lobok,lupuk dan lunyu.Kalau bahan makanannya berLL juga dong?Iya alias ludes,lenyap,lowong,dan luwe.
Kalau lautnya?Jelas L juga dong: luas dan lepas.He..he...Kok malah ketawa sih?Kacian tuh Pangeran Kelana kita?Bener2 ga punya empati deh?...Mana punya kita Sempati lha naik pesawat aja rung pernah.Simpati aku juga ga pakai tuh.Pakainya 3....Maksudku bukan itu!!...Ngeselin deh...????
Adi mendekati Irwan yang terlihat pucat wajahnya,"Wan,kamu harus bertahan.Ingat isterimu Wan!Kamu juga bakal jadi ayah lho Wan!Wan!Kau harus bertahan!"
     Irwan memegangi kepalanya sembari mencoba duduk tapi pandangannya makin nanar saja,"Aku pusing Di....semua seperti kabur gitu...rasanya badanku ga enak Di...aku...aku..."
Irwan malah pingsan.Untung ga posisi berdiri bisa2 nyemplung ke laut,gawat!
Adi :"Wan!!Wan bangun Wan!Piye ki?Wan!!Sadar Wan!Tolong!!"
     Adi malah sujud lalu berdoa,"Tuhan,kata temanku ini Kau itu Tuhan Yang Baik.Aku memberanikan diri menghadap-Mu aku ini orang jahat Tuhan,entah sudah berapa banyak orang yang aku sakiti,tapi temanku ini orang baik Tuhan.Kau tidak selamatkan aku tidak apa2,aku ini memang pantas dihukum,tapi dia pantas Kau tolong Tuhan.Dia itu baik banget orangnya,isterinya juga sedang mengandung anak mereka,keluarganya juga terkenal dermawan dan baik kecuali kakaknya.Kasihan dia Tuhan,bahkan aku rela berkorban nyawa buat temanku ini Tuhan.Tapi kali ini cuma Kau harapan kami.Aku mohon jika karena aku Kau tidak memberikan pertolongan,kumohon ampunilah aku.Aku akan berubah dan menjadi orang yang lebih baik.Peace ya Tuhan.Kita peace.Kasihan dia.Dia ini bener2 orang baik.Kabulkan ya Tuhan doa orang berdosa ini.Sekali ini saja.Please..."
Wah itu doa apa ngobrol ya....?Tapi malah tulus lho...lihat apa itu di sana!
   Adi mendengar suara seperti mesin kapal,eh bener ada kapal.Adi melongo dan mengucek2 matanya tak percaya.
Adi :"Duh Gusti Kau benar2 baik,Kau sudi mendengar doa orang hina seperti aku ini.Ternyata kau tidak pernah memandang hina apapun.Terima kasih Tuhan!!"
Adi segera melambai2 kan tangannya,"Tolong!!Tolong!!Help!!Help!!Weii!!Tolong Kami!!"
Kapal itu mendekati rakit Adi dan Irwan.Sekoci diturunkan.Adi berkaca2 melihat lambang bendera Indonesia di kapal tersebut.
Adi :"Tolong dulu teman saya,ia butuh pertolongan segera.Selamatkan dia dulu.Saya mohon!"
     Adi yang bukan siapa2nya Irwan saja bahkan pernah disuruh mencelakai Irwan saja bisa sayang banget sama Irwan.KENAPA Danang ga bisa ya?Danang itu hatinya terbuat dari apa ya?Mata hatinya sudah buta karena tabir kepalsuan...waduh cerbungku bikin mata hati orang buta?Gawat nih!By the way penasaran nih kapal apa sih yang ditemui Adi sama Irwan?Sebelum bahas kapal itu,percaya ga kalau dengan rakit sederhana orang bisa selamat di lautan lepas?Kejadian ini nyata dialami oleh seorang imigran asal Afganistan.Tim penyelamat asal Inggris menemukan imigran tersebut di tengah laut bersama dengan sebuah rakit kecil yang terbuat dari kayu.Imigran asal Afganistan ini melakukan aksi nekatnya berlayar menuju Inggris bertujuan mencari suaka hingga akhirnya ditemukan oleh awak kapal Dover P&O.Bersumber dari Independent.co.uk,hanya dengan rakit seadanya yang terbuat dari rangkaian kayu dan sisa sehelai kain ia rakit sedemikian rupa agar ia bisa menyeberangi selat,sebelumnya imigran berumur 23 tahun tersebut sudah terlebih dahulu singgah di Perancis.Kemudian pada saat menuju Inggris,dia mengalami kelelahan,beruntung sebuah kapal asal Inggris menemukannya.Bernard Barron,kepala layanan penyelamatan kelautan mengatakan:pria ini beruntung karena angin dapat bersahabat dengan dirinya pada saat berlayar dengan perahu mini tersebut.Biasanya jalur yang ia lewati merupakan jalur lumayan ganas untuk ukuran perahu kecil seperti yang ia gunakan.Tim ahli menjelaskan pria ini sangat beruntung dapat selamat,karena jalur yang ia gunakan adalah jalur yang biasany digunakan oleh kapal besar dan merupakan jalur tersibuk di dunia.Betapa Tuhan sayang pada umat ciptaan-Nya.Seperti seorang ayah sayang pada anaknya.Seperti Inul sayang pada Irwan.Seperti Irwan sayang pada Evan.Benar2 sweet child of mine.Irwan sudah dibawa naik ke kapal oleh para awak kapal.Kapal apakah itu?Jawabannya di next eps ****$ee you next eps****

Eps 100 ??? Tabir Kepalsuan : Right Here Waiting

,,,TaBiR KePaLSuaN,,,Eps 100,,,
;;; Right Here Waiting = Disini Menanti ;;;
   
Eps Muara hati sudah sampai di penghujung syair...
/Tanpa dayung kumencoba arungi samudera...Hanya untuk mencari dimana kini berada...Sekian lama kunanti...Tiada kabar kau beri...Menunggu aku masih di sini.../
     Di episode sebelumnya Evi dibuat keheranan dengan tingkah Evan yang tiba2 gelisah dan tidak tenang.Sepertinya tuh baby tahu deh kalau papanya lagi drop kondisinya malah pingsan lagi.Sudah ga makan berhari2,mau minum adanya air laut.Namanya milyuner biasa apa2 ada eh tiba2 semua fasilitas hilang semua ya pasti shocking terapi dong.Istilah kerennya jeglek.Irwan kaget tubuhnya.Jadinya mentiung deh.Nah anaknya kerasa kalau papanya lagi not in a good condition jadi ikut rewel.Niatnya mau ngasih tahu mamanya eh berhubung pakai bahasa super soccer alias kick andy eh kick and kick ya mamanya yang malah meringis kesakitan.Malah dua2nya mentiung.Yeah...setidaknya sama2 mentiung jadi sepenanggungan.So sweet...Sampai rumahpun,Evan masih julitin mamanya,gaya corner kick,gaya free kick belum gaya goal kick.Aneka gaya dicoba tuh sama anaknya Irwan.Ga tahu tuh mungkin mau jadi kayak Evan Dimas kali.Habis namanya sama he..he...
     Evi duduk di teras niatnya mau nenangin Evan eh malah makin bergaya si Evan.
Evi :"Dede sayang kenapa sih ga bisa diem hari ini?Kangen Papa ya?Mama juga kangen banget ama Papamu.Tapi jangan begini dong...eh tuh lihat ada mobil datang!Kita lihat yuk siapa yang datang!"
Sebuah mobil mewah memasuki halaman.Apakah Irwan?
      Benigno dan Ika yang datang.Mereka mampir pingin lihat kondisi Evi.
Evi menyambut mereka,"Wah kalian datang bersama,kok bisa?"
Evi memang tidak diberitahu kalau Danang kini take over semua bisnis Irwan.Ia masih ngira kalau Benigno yang handle semuanya.Mau tak mau kini Benigno harus menjelaskannya,"Perlu kamu tahu Vi,beberapa waktu yang lalu Irwan mengirim surat kuasa dari Alaska.Ia menunjuk Danang sebagai Presdir selama ia belum kembali.Dan saya mengganti posisi Danang.Begitu.Makanya saya dan Ika bisa bareng.Begitu ceritanya."
     Evi heran juga mendengarnya,'Irwan melimpahkan kekuasaan ke Danang?Aneh!Setahuku Irwan lebih percaya Om Ben daripada Kakaknya.Tapi kok sekarang kebalik?Jangan2...Danang dibalik semua ini?Apakah Danang memaksa Irwan?Lalu dimana Suamiku itu?Jangan2 Danang menyakiti Irwanku...Atau malah....'
    Tahu Mamanya mulai mikir yang ga2 si kecil Evan segera kicking2 lagi.Lebih kenceng dari yang tadi.Tentu saja Evi jadi meringis kesakitan.
Ika jadi panik melihatnya,"Kamu gpp Vi?"
Evi :"Dedenya lagi rewel nih..kangen Papanya..."
Saat itulah Rizky datang sambil menenteng tasnya,"Eh ada tamu.Sayang Rizky harus pergi nih,ada tugas dari sekolah."
Evi :"Pergi kemana?"
Rizky :"Ke pantai kak.Rizky dapat tugas nyari itu binatang namanya undur2.Sekalian foto habitatnya."
    Mendengar kata 'pantai',Evan senang sekali langsung nendang2 lagi.Evipun mengerti,"Kakak ikut ya?"
Inul datang membawa kue yang baru selesai ia buat,"Wah ada tamu rupanya.Kebetulan aku lagi selesai bikin kue,nih dicobain!"
Evi :"Ma,Evi pingin pergi ke pantai boleh ya Ma?Ada Rizky yang nemeni kok,boleh ya Ma?"
Inul tak tega bilang tidak,"Iya tapi bawa body guard ya...biar aman."
Benigno :"Biar Ben temeni Evi Kak!"
Ika :"Saya juga mau ikut Pak."
Inul :"Baiklah kalau begitu.Mama ijinin.Tunggu sebentar ya!.Biar Aty siapin kuenya untuk dimakan di sana.Mama bikin banyak kok."
    Akhirnya Evi ,Benigno dan Ika ikut Rizky ke pantai.Tentu saja beberapa pengawal pengaman ikut serta mengawal Nyonya mudanya.Begitu tiba di pantai Evan langsung tenang.Evi jalan-jalan menyusuri pantai sembari mengelus2 perutnya.Ika dan Benigno mengawasinya.Rizky sendiri sibuk dengan tugas biologinya.[Kayak Erieq ponakanku saja hobbynya tuh lihat gambar siklus pertumbuhan binatang mulai dari telor sampai dewasa.Sampai2 minta aku nyarike di internet.Mana binatangnya aneh2 lagi seperti lalat,lebah,kepiting,nyamuk,kalajengking,kumbang lukanit,udang,katak,kecoa,belalang,kumbang moncong merah,kumbang skrap,kupu2,sama kepik.Weleh akeh men?Ga tahu tuh masih kelas 2 SD aja kok mintake aneh2.Minta diprint warna lagi.Iya besok ya, kataku.Baru deh ia ga rewel.Kata ibunya sejak pulang sekolah minta itu terus.]
     Evi melihat deburan ombak,teringat ia akan mimpinya,'Wan,kamu dimana?Kenapa anak kita ngajak aku ke sini?Begitu di pantai ia diem,anteng dan tenang.Apa kamu di lautan sana Wan?Apakah kau baik2 saja cintaku?Tuhan,sampai kapan perpisahan ini?Apa salah kami sehingga kami harus terpisah begini?Satukan kami kembali.Satu dalam kuasa-Mu sebab hanya Kau yang bisa melakukannya.Jarak dan waktu ada dalam kuasa-Mu.Kami hanyalah butiran debu.Tangan-Mulah yang membentuk kami dan nafas-Mulah yang menghidupkan kami.Kepada-Mu Sang Penguasa Jagat Raya,Pemilik Alam Semesta,tak ada yang lain yang bisa kuandalkan selain Kau,ulurkanlah tangan-Mu,kirimkanlah malaikat-Mu menolong suamiku,membantu ayah dari bayiku untuk bisa kembali kepadaku.Kembali dengan selamat,kembali dengan sehat,kembali tanpa kurang suatu apapun.Satukan kami kembali.Amin.'
/Menunggu aku masih di sini/
     Air mata menetes di pipi Evi.Ika tak tega melihatnya,dibiarkannya Evi menumpahkan isi hatinya.Ia memilih mengawasi dari jauh.
Benigno mendekatinya,"Kau menangis?"
Ika menyeka air mata di pipinya,"Ga tega lihat Evi,betapa besar cintanya pada Pak Irwan.Ia pasti ingat saat Pak Irwan menyatakan cintanya.Ia pernah cerita.Cinta mereka terungkap di pantai.Pasti sangat berat harus berpisah dari orang yang kita cintai.Apalagi dengan kondisi seperti Evi.Evi kini lebih tegar ya...dulu ...ngeri lihat pandangan matanya kosong dan hampa.Kalau sekarang saya melihat kekuatan dan keyakinan.Saya senang melihatnya setabah itu."
     Benigno makin kagum dengan Ika,"Kau sangat menyanyangi Evi ya?Kalian pasti cocok nanti kalau bener kamu jadi menantu juga di keluarga Sutedja.Pasti sangat indah nanti melihat kalian begitu rukun dan akrab.Bisa kubayangkan."
Ika :"Bapak bisa saja,Sekarang saja Danang jarang hubungi saya.Saya bahkan jadi ragu apa benar ia mencintai saya.Saya iri sama Evi.Kalau Evi kan pasti dan jelas banget betapa Pak Irwan itu mencintai dan perhatian banget ama dia.Pokoknya pasangan teromantis abad ini deh mereka itu.So sweet gitu,caranya berjalan berdua,tatapan matanya,saling perhatiannya,bahasa tubuhnya...wah udah deh kalau ada Evi,Pak Irwan itu fokusnya cuma satu nempel terus kayak perangko.Kemana aja diikuti,dianterin,diperhatiin,dilihatin,apalah apalah pokoknya....Beruntung banget sih Evi dapat Pak Irwan.Saya baru tahu lho kalau Pak Irwan yang saya pikir cuma bisa serius itu ternyata sangat romantis orangnya...coba Danang kayak beliau."
Benigno :"Kamu juga pasti akan menemukan orang yang seperti itu nanti.Jodoh itu tak dinyana kok.Bisa jadi orang yang kita cari sebenarnya ga jauh dari kita.Percayalah kamu pasti juga akan bahagia."
/wherever you go whatever you do I will be right here waiting for you ..whatever it takes or how my heart break I will be right here waiting for you/
Sekarang kita lihat kondisi Irwan ya...
       Irwan segera diberi pertolongan medis.Langsung diinfus kali biar ga dehidrasi.Adi juga diberi makanan,minuman,pakaian,dicek juga kesehatannya.Ditanyai yang pasti siapa dan mau ke mana juga kenapa bisa berada di tengah lautan.Sayang Irwan masih belum sadar waktu ditanyai jadinya Adi jawab sekenanya dia.
Adi;"Pokoknya kami ini kapal kami karam di laut Pak tapi kami bisa selamat lalu kami menemukan pulau dan tinggal di sana.Pulaunya keren Pak,ada api abadinya gitu."
Crew kapal :'Wah ni orang kayaknya kurang sedikit nih...masak ada api abadi?yang bener aja..ditanya nama juga ga mau jawab...terus katanya lagi temennya yang pingsan itu milyarder...milyarder kok terkatung2 di laut?...kayaknya nih orang ga beres nih...mending aku nunggu temennya sadar aja deh...'
     Terus kapan Irwan sadar dong?Irwan malah melihat di alam tidak sadar seorang anak kecil yang terus memangginya Papa.
Siapa lagi kalau bukan Evan.Ia berlari2 membuat Irwan lelah mengejarnya,"Evan!!Jangan lari terus dong sayang,Papa capek nih.Katanya mau nunjukin ke Papa dimana Mama.Kok malah lari2 terus sih?"
Evan:"Habis Papa lama,Evan maunya Papa cepet dong kejar Evan...kasihan Mama dah nunggu lama...ayo Pa,bangun,ikut Evan nemui Mama.Bangun Pa!Bangun!"
Irwan terjaga dari pingsannya,"Evan!!..."
Adi malah jadi yang kaget,"Wan,kamu manggil siapa?Namaku itu Adi:A -D-I ,bukan Evan.Siapa tuh Evan?Oh kamu juga ngefans to ama Evan Dimas?Dia memang hebat.Aku jadi suka Timnas lagi gara2 dia."
Irwan melihat sekitarnya,"Ini dimana Di?Apa kita sudah mati?"
Adi :"Ini dikapal ENJ.Kamu keburu pingsan sih jadi ga tahu kalo ada kapal yang nolong kita.Cuma aku ga sebutin nama aku soale aku kan penjahat ntar aku ditangkap lagi ama mereka.Aku mau kamu ketemu dulu ama keluargamu.Baru aku akan menyerahkan diriku ke kantor polisi.Tapi kau jangan lupakan aku ya?"
Irwan :"Tidak akan,Di.Aku akan bantu kamu dengan pengacara malah.Kita ada di daerah mana sekarang?Aduh...badanku masih lemah...Aku harus menghubungi Evi.Aku mau tahu gimana kabar anak kami."
Adi :"Kamu dehidrasi dan sangat lemah,kurasa kita ikuti saja dulu kapal ini kemana.Kalau kamu sudah mendingan baru pikirkan rencana pulang.Yang penting kita selamat dulu.Kamu pulih dulu.Aku bener2 takut lihat kamu pingsan.Untung di kapal ini ada team medisnya.Lengkap lagi peralatannya.Kamu benar2 beruntung.Ternyata benar katamu,Tuhan memang baik."
Irwan :'Kami selamat.Terima kasih Tuhan.Kini aku bisa pulang.Begitu aku pulih aku akan mengatur rencana untuk pulang.Sekali lagi terima kasih Tuhan.'
     Untuk sementara Irwan dirawat di kapal tersebut.Lagipula tidak ada signal.Mau menghubungi yang di Jakarta juga harus nunggu bersandar dulu di pelabuhan.Siapakah orang yang akan dihubungi atau ditemui Irwan pertama kali bila tiba di Jakarta ?***see you next eps***




Tidak ada komentar:

Posting Komentar