TABIR KEPALSUAN EPS 101 - 110 ^^^

TABIR KEPALSUAN
 
SESSION " PERTEMUAN "

TABIR KEPALSUAN EPS 101 : On The Way Home = Dalam Perjalanan Pulang


 "On The Way Home" adalah judul sebuah film asia padahal tidak ada kisah cinta romantis didalamnya.Film itu sangat sedikit dialognya,pembuatnya lebih menekankan pada olah tubuh dan setting lokasi.Tentang apa sih sampai bisa begitu menyentuh?Kisah tentang seorang anak kecil yang dititipkan orang tuanya pada neneknya di desa.Kalau tidak salah film Thailand apa Vietnam gitu saya lupa.Yang pasti masih kawasan Asia Tenggara dan bukan Indonesia.Alangkah terkejutnya sang anak laki2 itu saat tahu seperti apa rumah neneknya.Untuk mencapai rumah neneknya ia harus naik bus lama sekali,sudah itu harus  mendaki jalan setapak yang masih asli tanah dan batu2an.Ditambah lagi tak ada listrik atau fasilitas elektronik di rumah neneknya.

       .Yang lebih miris lagi neneknya itu bongkok jadi kalau jalan pelan sekali dan tidak banyak omong.Di jalan masih harus ketemu anak sapi yang ganas yang akan menyerang orang yang asing baginya.Anak kecil itu begitu tersiksa hidup di sana.Ia marah2 pada neneknya.Apapun yang diberikan neneknya dibuangnya dan tidak dihargainya.Mereka hidup dari hasil alam.Demi cucunya itu betah tinggal sementara waktu bersamanya,sang nenek berusaha keras mencarikan apapun yang ia sukai agar tidak merengek terus minta pulang.Padahal kondisi fisik sang nenek sudah sangat renta dan bongkok punggungnya.Jalan saja sampai melengkung.Tak tahan saya melihatnya.Ia pergi kehujanan, kepanasan seringkali jalan begitu jauh hanya demi sesuatu yang diinginkan cucunya itu sehingga sang cucu mau tinggal bersamanya sampai orang tuanya menjemputnya.Anak kecil itu lama2 iba melihat neneknya dan meski sang nenek tak pernah bicara apapun tapi ia tahu sang nenek sangat menyayanginya.Ia mulai menghargai setiap usaha neneknya untuk menyenangkan hatinya walaupun cuma makanan sederhana atau barang2 yang aneh menurutnya tapi di situ ia melihat pengorbanan sang nenek demi dirinya.
      Anak kecil itu mulai menikmati tinggal di rumah neneknya yang meski sangat sederhana,jauh dari hiburan,bahkan menurutku sangat primitif.Bahkan tahu ga saat orang tuanya menjemputnya hatinya sangat sedih dan enggan berpisah dengan sang nenek.Ia menangis saat sang nenek melambaikan tangan padanya dan minta pada orang tuanya untuk sering mengunjungi neneknya tersebut.Orang tuanya heran lalu anak kecil itu bilang bahwa liburan kali ini adalah liburan terindah yang pernah ia alami dan paling berkesan serta membuatnya berubah.
     Kapal ENJ yang menolong Irwan tak bisa mengantar Irwan ke pelabuhan di Jakarta karena mereka sedang dalam misi ke pulau-pulau terluar.Jadi mereka menurunkan Irwan dan Adi di  pelabuhan di Kalimantan Barat.Kenapa saya pilih Kalimantan Barat?Karena saya pernah baca artikel dua orang warga negara asing yang terdampar di salah satu pulau di Kalimantan Barat.Mereka diselamatkan oleh kapal penyelamat Indonesia.
/Siapa yang membuat ku resah ..semakin dalam gejolak cinta ...kenangan indahpun memudar alami masa sendu...rasa hati bergelora/ost Return of The Condor Heroes.
Crew kapal : "Kami minta maaf tidak bisa mengantar kalian sampai pelabuhan di Jakarta karena kami harus meneruskan ekspedisi kami.Kami hanya bisa menurunkan kalian di pelabuhan ini.Kecuali kalian mau bersama kami sampai misi kami selesai."
Irwan :"Terima kasih Pak,kami sudah banyak kalian tolong.Kami tak mau merepotkan lagi.Hanya bolehkah saya pinjam hp anda untuk menghubungi keluarga saya biar mereka bisa menjemput kami di sini?"
      Crew kapal tersebut meminjamkan hpnya dan siapakah yang dihubungi Irwan?
Irwan :'Saat ini Danang berkuasa di Perusahaan,bisa jadi ia juga balik ke rumah.Evi sedang hamil tua,aku tak mau ia dalam bahaya lagi.Danang pasti mengawasi Evi.Jika aku menghubungi Evi maka pasti Danang akan memakai Evi untuk mengancamku.Tidak...aku tak mau Evi dalam bahaya lagi.Kasihan ia,ia sedang mengandung anakku.Lebih baik aku menghubungi Om Ben saja.Ia akan memberitahuku seperti apa kondisi di Jakarta sekarang.Dari situ aku akan mengetahui apa yang harus kulakukan untuk bersatu lagi dengan Evi dan anakku.'
      Pemikiran Irwan memang benar,Danang sudah kembali tinggal di kediaman Sutedja.Evi jadi jarang keluar kamar karenanya.Ia lebih senang di kamar dan bila ada Danang di rumah,dikuncinya pintu kamar dari dalam.Evi mengusap foto Irwan di kamarnya,"Wan,aku takut,setiap ada kakakmu itu didekatku rasa takut yang kurasakan.Cepatlah pulang,Wan!Bila ada kau, aku merasa tenteram.Iya kan Evan sayang?"
Evan menendang sebagai tanda setuju pada ucapan mamanya.
Evi :"Lagu mama sudah launching ke pasaran.Mama harap Papamu mendengarnya dimanapun ia berada sehingga ia tahu bahwa mama masih di sini menunggunya.Mama akan selalu mencintai Papamu sayang...selamanya...sampai kapanpun..."
       Kan mau ngebel Benigno.Sepertinya hp Benigno sibuk,Irwan dengan berat hati mengembalikan hp crew kapal tersebut.Crew kapal itu kasihan melihat Irwan tampak sedih,"Saya lihat Anda sangat membutuhkan alat komunikasi,bagaimana jika kita barter saja?"
Irwan heran mendengarnya,"Barter? Tapi saya tidak punya apa-apa."
Crew kapal :"Saya lihat jam tangan Anda sangat bagus,sudah lama saya mencari model seperti itu,bukankah itu sangat mahal?Saya akan beri hp saya ini,kebetulan saya punya hp cadangan.Dan saya akan beri sejumlah uang untuk bekal anda selama menunggu dijemput,karena saya tahu jam itu sangat mahal harganya,hanya orang kaya raya yang mampu membelinya,Bagaimana Anda mau?"
      Irwan memandang jam tangannya,memang jam itu sangat mahal anti air dan meski diajak berkelana tetap saja hidup.Makhlum harganya juga selangit he..he...Demi bisa menghubungi Benigno,Irwan bersedia diajak barter.Adi ikut nyengir gembira bisa pegang uang lagi,dasar  he..he..Irwan yang berkorban dia yang nyengir bahagia.Irwan dan Adi lalu turun di pelabuhan Pontianak,sementara kapal ENJ melanjutkan perjalanan ekspedisi mereka.
Adi :" Cari makan dulu yuk!Lapar nih."
     Irwan setuju,mereka lalu mencari warung makan,makhlum uang di tangan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.Saat mereka makan,pemilik warung menyetel radio dan terdengarlah lagu Muara Hati diputar.
/Tanpa dirimu kubagai perahu kayu..../
Irwan langsung tersedak mendengarnya,"Uhuk..uhuk..!"
Pemilik warung :"Pelan-pelan kalau makan,Nak!Jangan terburu-buru tidak akan lari kemana tuh makanan."
Adi:"Makhlum Nek,belum pernah makan makanan asli Pontianak,jadinya kaget he...he...atau terpesona melihat nenek nih kok masih terlihat cantik saja,iya kan Wan?"
Irwan :"Sembarangan kamu Di!Aku tuh tersedak karena denger lagu itu...bukan karena yang lain...dasar kamu..."
       Salah satu pengunjung warung langsung nyeletuk:"Memang lagu itu lagi hits sekarang,padahal baru saja dilempar ke pasaran lho.Penyanyinya pendatang baru denger2 isteri jutawan,namanya kalau ga salah sih Evi..ada yang bilang lagu itu buat suaminya yang katanya belum balik dari bisnis gitu...wah menyayat hati banget lho lagunya...merinding dengernya.."
Irwan berkaca-kaca mendengar cerita orang itu,'Eviku sudah membaca suratku dan ia menungguku,..ia terus menantiku kembali...ia tak berhenti menungguku...Sayang,aku sebentar lagi pulang...aku segera pulang...aku akan segera kembali pada pelukanmu...pada anak kita ...Terima kasih sudah setia mencintaiku,setia menantiku,setia pada cinta kita...batapa aku mencintaimu..sungguh mencintaimu.'
Adi :"Wan,kita tinggal dimana?Masak di jalanan?"
Irwan :"Iya ya..masak uang segini buat nginep di hotel?Mana hpnya low bate lagi.Numpang ngecharge boleh ga ya?"
      Pemilik warung :"Silakan Nak,charge saja hpnya di sini,oh ya Nenek denger kalian ga punya tempat tinggal?"
Irwan :"Iya Nek,kami asli Jakarta,kami tak punya ongkos pulang,kami coba hubungi keluarga kami di Jakarta tapi belum berhasil.Malah low bate hpnya,saya mengucapkan terima kasih boleh ngecharge di sini."
Pemilik Warung :"Kebetulan saya lagi cari tenaga buat bantu saya,kalian tinggal saja di sini.Yang biasanya bantu saya sedang ada urusan keluarga di kampungnya.Jadi sebagai ganti biaya makan dan nginep kalian bantu saya ya angkuti kulakan saya dari pasar tiap pagi dan bantu saya urus warung gimana?"
Irwan :"Wah bener Nek?Mau sekali saya,terima kasih ya Nek!"
Adi dengan setengah berbisik berkata pada Irwan,"Kamu serius Wan?Kamu mau jadi kuli pasar ?Itu kerja kasar lho Wan?Yakin lu?"
Irwan :"Di,ini itu lebih baik daripada kita gelandang di jalan.Ini kan juga bantu nenek itu.Memang kenapa harus malu kerja kasar?Yang penting kan halal.Sudah,aku mau ngecharge dulu.Aku juga mau bantu nenek itu cuci piring,lihat cuciannya setumpuk.Ayo cepet selesaiin makannya!"
      Semangat sekali Irwan ya...apalagi dia juga bisa dengerin suara Evi di radio warung.Kasihan Pak Presdir jadi harus kerja kasar ya..
Malamnya Irwan berhasil menghubungi Benigno.
Benigno :"Halo?Ini siapa ya?"
Irwan berkaca2 mendengar suara pamannya:"Om..."
Benigno :"Irwan???...Ini benar kau?Pangeran kecilku?Kau dimana Pangeranku?"
/Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan..../
*** see you next eps***

Eps 102 ::: Tabir Kepalsuan : The A-Team

::: TABIR KEPALSUAN :::
::: Eps 102 ::: The A-Team ::: Team A :::
     
Pontianak,Kalimantan Barat....
Flash back bentar ya"""
     Irwan semangat sekali bantu sang nenek pemilik warung.Apapun ia kerjakan sebagai ungkapan terima kasih sudah diberi tumpangan dan makan gratis.Plus bisa dengerin suara Evi,sang isteri yang sangat dicinta...cie....cie.....walau cuma lewat radio yang kadang bunyinya kemresek,ga tahu tuh soak kali.Mulai dari cuci piring,nyapu,ngelap meja,bikinke minuman,melayani pembeli dan bantu nenek nutup warung,semua dilakukan Irwan dengan gembira.Tak bisa kubayangkan;tangan yang biasanya pegang laptop,hp,ngetik,ngirim email,teken kontrak milyaran rupiah,ngelus perutnya Evi eh kini buat megang sabun colek,lap,sapu,piring kotor,....omg.Irwan ...Irwan...bener2 low profile and down to earth banget sih jadi orang.Makin sayang and ngefans deh...ama kamu he..he...
    Sang nenek seneng banget lihat Irwan rajin dan cekatan.Walau bukan ngerjain tender bernilai selangit tapi Irwan tetep sepenuh hati ngerjain semua itu.Lha Adi ngapain?Adi awalnya bantuin Irwan tapi malah bikin ribet.Akhirnya Adi bertugas melayani pembeli sambil cuap2 gitu.Sambil bergoyang kadang nyanyi lagu yang lagi diputer di radio.Tapi kalo lagunya Evi pas muncul,ia kencengin radio biar Irwan denger.Terus ia akan minta para pembeli untuk tenang,"Maaf ya saudara2 semua,bapak ibu,kakek nenek,mbak2 dan mas2 juga adik2 OSIS hehe....mohon tenang 5 menit aja...dengerin lagu ini.Nih lagu menyentuh hati banget...apalagi buat temen saya yang di sono itu,tuh yang ganteng itu he..he...tapi udah ada yang punya dia...kalau mau kenalan ama saya aje...saya ga kalah ganteng kok ama dia....he..he...met makan semua sambil dengerin nih lagu.Kalau mau mewek juga sudah saya siapin tissue kok di meja...he..he..gpp ya Nek bila tissuenya cepet habis?"
Sang nenek geleng2 kepala melihat tingkah Adi,"Karepmu le...sebahagiamu aja.Yang penting warung nenek laris."
       Irwan tersenyum mendengar ucapan Adi,tahu aja Adi kalau lagu itu berarti banget buat dia.
/Sekian lama kunanti tiada kabar kau beri...Menunggu aku masih di sini.../
Irwan yang lagi ngelap meja,jadi terharu mendengar suara Evi.Disekanya keringat di dahinya.Jadi ingat saat dulu masih di Masamba,saat Evi mengusap keringat di wajahnya dengan handuk kecil.Hatinya dag dig dug waktu itu karena saat itu ia sudah jatuh hati pada mutiara Masamba itu.Bisa begitu dekat dengan Evi waktu itu merupakan moment istimewa baginya.Kerinduannya pada wanita yang kini sedang mengandung anaknya itu, semakin memuncak.[Wah kayak Yoko saking rindunya ditinggal 16 tahun sama sang isteri,ia sampai menciptakan jurus Tapak Kerinduan yang memuncak.
Irwan malah ngalamun,'Kamu lagi ngapain Vi?Aku seneng kamu nuruti pesenku,tetep nyanyi buat aku...kini kerinduanku sedikit terobati dengan denger suara kamu Sayangku...sabar ya tunggu aku pulang...suamimu ini juga menunggu ketemu dengan kamu dengan anak kita,Evan sayang...Papa masih hidup Nak...Papamu akan kejar kamu....jaga mamamu ya putraku sayang....bentar lagi Papa pulang kok.Jangan rewel ya...Papa sayang kamu...sayang banget..'
       Begitu warung dah tutup,sang nenek menunjukkan kamar mereka.Sederhana banget cuma ada dipan satu,kasurnya juga sudah kempes,lampunya 5 watt.Dah gitu selimutnya kamli kayak yang di RS2 itu.Tapi namanya Irwan adalah manusia yang penuh syukur,ia gembira sekali.
Nenek:"Maaf ya kamarnya cuma kayak begini.Ini nenek kasih baju bekas suami nenek,sepertinya muat di badan kalian.Lumayan buat ganti masak pakai itu terus.Nenek seneng ada kalian.Biasanya nenek kerepotan kalau yang bantu nenek pulang kampung gini.Tapi Tuhan baik banget,ngirim kalian buat bantu Nenek di sini.Sekarang kalian istirahat ya...Nenek juga capek.Hari ini warungnya rame banget.Kalian bawa hoki buat nenek.Belum pernah warung nenek selaris ini,sampai2 pada kehabisan tadi.Selamat tidur ya."
Irwan :"Terima kasih ya Nek sudi menampung kami.Kebaikan Nenek tidak akan saya lupakan.Terima kasih juga buat pakaiannya.Tahu saja kami tidak punya baju ganti he..he..."
       Adi tahu Irwan bakal ngebel keluarganya,jadi ia malah keluar kamar.
Irwan :"Mau kemana Di?"
Adi :"Aku mau benerin radionya Nenek,suaranya kadang bikin risih di kuping."
Irwan :"Rupanya kamu jago elektro juga ya?"
Adi :"Wei...jangan ditanya gini2 aku tuh pernah buka reparasi lho...Adi gitu loh...soal teknik Adi jagonya...besok lihat aja kamu bakal bisa denger suara penyanyi kesukaan kamu tuh dengan lebih cling suaranya ga pake bumbu bunga bambu..."
Irwan :"Bunga bambu?Apa itu?"
Adi :"Krosak.alias kemresek...ha..ha.."
     Adi pergi betulin radio sang nenek kebetulan ia lihat alat2 teknik kayak drei,tespen,tang dsb di gudang tadi.Irwan sendiri lalu lihat hpnya.Wah baterainya full.Saatnya ngebel Om Ben nih.Untung ia hafal no hp pamannya itu.Makhlum habis tangan kanan sih jadi kerap dihubungi.Sebelum ngebel Irwan berdoa dulu,'Tuhan kumohon bisa nyambung kali ini.Please..please...'
Akhirnya nyambung juga.Pastinya Benigno heran,ini no nya siapa ya kok bisa nyasar ke hp dia.
Benigno :"Hello...Ini siapa ya?"
Irwan :"Om...."
Benigno kaget mendengar panggilan itu,cuma Irwan yang manggil dia begitu,"Irwan???Ini benar Kau?!!"
       Untung Benigno di rumah dia waktu itu jadi ga ada yang tahu kalau Irwan hubungi dia.
Irwan :"Iya ini Irwan Om..."
Benigno :"Kamu dimana Pangeran kecilku?Kenapa ga kasih kabar?"
Irwan :"Irwan sekarang di Pontianak Om."
Benigno:"Ngapain kamu di sana?Kok bisa ada di sana?Kamu baik2 saja kan?"
Irwan :"Ceritanya panjang Om.Nanti saja Irwan ceritain.Om bisa jemput Irwan kan?Irwan ga punya ongkos balik ke Jakarta,Om.Tolong jemput Irwan ya."
Benigno makin heran,"Iya pasti Om jemput.Sms aja alamatnya.Om seneng banget kamu gpp.Syukurlah!"
Irwan:"Bagaimana Evi Om?"
      Benigno tersenyum,akhirnya itu juga yang ditanyain:"Isterimu sempat down waktu kamu hilang tanpa kabar sampai2 Om ngarang kalo kamu di Alaska.Tapi sejak 7bulanan ia berubah jadi lebih tegar.Entah apa yang mengubahnya.Malah ia mau nyanyi lagi.Lagunya juga sudah release kok.Kamu dah denger belum?"
Irwan :"Iya sudah Om.Sampai nangis dengernya.Irwan kangen banget sama Evi Om.Syukurlah kalo dia baik2 saja.Terima kasih sudah ikut jaga Evi selama Irwan ga ada.Wah batunya low bate lagi nih Om,Sudah dulu ya.Nanti Irwan smskan alamatnya.Tolong bawa uang cash ya Om,Irwan cuma ada uang sedikit sekali nih di tangan.Irwan juga kangen sama Mama,kak Aty,Ayah Hamdan dan Rizky.Nanti Irwan ceritain semua pas Om jemput Irwan.Bye Om."
       Irwan menutup telponnya dengan lega.Akhirnya ia bakal bisa balik ke Jakarta.
Irwan :'Terima kasih Tuhan.Akhirnya Kau buka jalan untuk aku pulang.Terima kasih buat pemeliharaan-Mu di pulau,buat pertolongan-Mu melalui kapal ENJ,buat tempat tumpangan ini juga buat Adi yang selalu menemani.Terima kasih juga buat penjagaan-Mu terhadap keluargaku.Terutama buat Evi dan anakku..Hatiku tenang sekarang mengetahui mereka baik2 saja.Terima kasih sudah melindungi mereka.Memang Kau adalah Pelindung kami yang kuat.Habis ini aku mau sms alamat warung ini ke Om Ben.Dan kemudian baru aku tidur.Sekali lagi terima kasih buat semua kebaikan-Mu.Amin.'
      Usai sms alamat,Irwan tidur dengan senyum di bibirnya.Adi yang sudah kelar betulin radio melihat Irwan tidur jadi terharu,'Kasihan kamu Wan,punya saudara satu aja jahatnya ga ketulungan,coba kita ditakdirkan bersaudara pasti seneng banget aku punya saudara sebaik kamu.Ga sombong,ga mencemooh,ga sok juga,ga mandang bulu orangnya...top pokoknya kamu itu Wan...milyarder tapi bisa senyum tidur di kasur kempes kayak gini...aku bisa bayangin pasti di rumah kamu semua serba mewah...tapi tetep aja kamu bersyukur dan mau menerima semua yang sederhana macam begini...hebat kamu Wan.Salut aku sama kamu.Aku ga nyesel kenal kamu.Aku malah nyesel pernah jahat sama kamu malah hampir bikin kamu kehilangan nyawa.Padahal ternyata kamu tuh manusia yang sangat mulia hatinya...Aku pasti berubah Wan.Aku akan jadi Adi yang baru,yang baik kayak kamu.Lebih baik aku tidur juga biar besok badannya seger.Kan besok mau jadi kuli he..he..'
     Wah pada tidur...biarin deh kasihan dah seharian bantu Nenek pemilik warung nasi.Yuk kita lihat pujaan hatinya Irwan,siapa lagi ya...Evi Masamba.
/Wahai sang bayu kabarkan padanya...kurindu belai sayang kasih mesra.../
::: Kediaman Sutedja,Jakarta....
     Evi kembali dekem di kamar.Semua makanan diantar ke dalam oleh Aty.Semua berubah sejak Danang balik ke rumah Sutedja.
Aty :'Yeah...Nyonya muda ga ceria lagi padahal kemarin2 dah mulai ceria sekarang malah lebih suka ngurung di kamar.Gara2 Tuan Danang sih pakai acara balik ke sini lagi...nyebelin banget...Mana sekarang tambah belagu lagi...Aty,panggil saya Boss Presdir okay?...Boss...Boss...Yang pantas dipanggil Boss itu cuma Boss Muda Irwan.Dia berwibawa,baik,ga main bentak,sopan kalau perintah,menghargai siapa saja,dan cinta banget sama keluarganya apalagi sama Nyonya muda....ah jadi kangen lihat kemesraan mereka...kapan mereka mesra2 lagi ya....lihat mereka itu kayak lihat telenovela...Aty kok malah jadi mikir film sih....'
       Danang tahu Evi takut padanya dan menjauhinya.Iapun ngikuti Aty pas nganter makanan.
Tentu saja Evi kaget lihat Danang masuk ke kamarnya,ia segera mendekati Aty dengan ketakutan.
Danang :"Oh...kamu suka di dalam sini ya?...Ga heran sih,kamar ini adalah kamar utama,kamar paling pantas buat Pemilik Rumah ini...Perabotannya mewah,tempat tidurnya wow...Tapi banyak sekali foto di sini...Kalo foto2 ini diganti lukisan pasti lebih artistik deh...Bagaimana menurutmu Aty?"
Aty :"Kok saya sih yang ditanya Tuan?Pemilik kamarnya yang berhak mengatur kamarnya dong Tuan nih...Tapi Aty rasa bagus begini Tuan,soalnya foto2nya semua foto Boss Muda...ganteng ga bosen dilihat..he..he..apalagi Nyonya muda lagi hamil jadi harus lihat yang beginian....yang ganteng2 kayak Boss Muda....Iya kan Nyonya Muda?"
Evi :"Ini kamar aku dan Irwan terserah kami mau dibikin bagaimana...yang pasti aku tak akan mengganti foto2 itu...Itu foto suami aku.Sebentar lagi juga dia pulang.Sebaiknya kamu jangan masuk kamar orang sembarangan."
Danang malah terkekeh,"Irwan akan pulang?...Kurasa dia sudah melupakanmu,atau malah sudah dapat wanita Alaska yang jauh lebih cantik dari kamu...Kau akan sia2 menanti dia...dia tak akan pulang...Irwan itu tak perlu dinanti...Tapi tenang saja aku akan selalu di sini....menunggumu...Eviku..."
     Danang lalu pergi dengan senyum kemenangan.Evi segera duduk di ranjang,Evan terus menendang2 sejak tadi.Sepertinya tuh baby kesal dengar Danang jelek2in papanya.
Evi ingat kata2 Irwan di surat,'Apapun yang kaudengar tentang aku jangan membuat hatimu tawar...'
Evi :'Tidak aku tak akan terpengaruh ucapan Danang!Irwan bukan pria seperti itu.Ia tulus mencintaiku.Aku satu2nya wanita di hatinya...ia tak akan mencampakkanku...apalagi di saat aku mengandung anaknya ...tidak...aku percaya pada suamiku...dia orang baik...orang yang takut pada Tuhan...dia akan menjaga nama baikku...dia akan setia pada ikrar suci kami...Aku tak akan meragukannya...aku akan selalu menunggu Irwan kembali...'
/Masih adakah aku di muara hatimu kasih...disini ku disini menantimu ..di pelabuhan rindu.../
Danang...Danang....benar2 pantang menyerah...Gimana kalau dia tahu bahwa masa kejayaannya akan segera berakhir?Abad kejayaan he...he...***see you next eps***

Eps 103 ''' Tabir Kepalsuan : Return to Eden

''' Tabir Kepalsuan '''
''' Eps 103 '''
''' Return to Eden = Kembali ke Eden '''
      '''Pontianak,Kalbar....
    "Kukuruyuk..."bunyi ayam jago membangunkan Irwan[Ingat ayam jago aku jadi ingat teman kerjaku.Ia punya ayam betina.Begitu mempesonanya babon itu sampai2 ada 2 jago yang ikut dia pulang.Alhasil temenku ayamnya jadi 3.Tapi salah satu dari jago itu sangat ganas tapi juga sangat gagah,sepertinya ayam petarung.Berkali2 bikin anak bungsu temanku nangis ketakutan.Bahkan suka ngejar temanku itu dari belakang.Untung temenku sepatunya safety jadi berani dia melawan ayam itu.Tapi kalo ga dia keder juga.Wah ayamnya fighter he..he..tapi kok ga mau pergi ya?Habis dia dah kepincut dengan sang ayam betina yang lagi angrem.Jadi ia menjaga isteri dan anak2nya.So sweet...Apa karena temenku laki ya jadi dikira mau merebut betinanya.ha..ha..].Hari sudah pagi rupanya.Irwanpun membangunkan Adi.
Irwan :"Di!Bangun Di!Saatnya kita ikut ke pasar.Di!"
      Adi bukannya bangun malah bikin pulau.Kalimantan lagi...weleh...
Irwan:"Nih anak malah ngiler...Mana bikin Borneo lagi...mendingan aku cuci muka dulu.Dingin banget...woooahhh"
Irwan melihat sang nenek juga sudah bangun.
Nenek :"Kamu sudah bangun Nak...Nanti saja mandinya habis dari pasar.Temenmu yang rame itu mana?O ya namamu siapa?Nenek lupa terus."
Irwan :"Nama saya Irwan,Nek.Kalo teman saya Adi.Sebentar saya cuma mau cuci muka dan gosok gigi.Habis ini saya akan bangunkan teman saya.Tunggu sebentar ya Nek."
Nenek mengiyakan sambil memeriksa bumbu2 dapur yang habis.Eh Adi juga bangun.Ia menguap berkali2 sambil mencari Irwan.
Nenek:"Nak Irwan lagi cuci muka,kamu juga cepet siap2 kita mau ke pasar.Berangkatnya jalan aja.Pulange baru naik ompreng."
Adi :"Iya Nek....wooooaaahh"
    Tak lama kemudian ketiga orang itu berjalan kaki menuju pasar.Udara masih berkabut.Adi berkali2 gebres alias bersin2.
Adi :"Dingin banget sih Nek!Apa tiap hari Nenek selalu ke pasar?"
Nenek :"Iya.Warung Nenek kan dekat pelabuhan jadi lumayan ramai.Banyak kuli2 pelabuhan yang mampir ke warung Nenek."
Irwan :"Apa ga bahaya Nek jalan begini mana masih gelap lagi?Kenapa Nenek tidak beli pick up aja kan enak buat kulakan di pasar?"
Nenek :"Uang dari mana Nak?Warung Nenek tetep bisa jalan saja sudah sangat bersyukur."
Adi :"Lha anak2 Nenek pada kemana?:
Nenek :"Nenek punya 4 anak.Tapi Tapi yang pertama meninggal karena sakit.Yang kedua meninggal saat mau merantau ke pulau Jawa."
Irwan :"Maaf kami tidak tahu Nek.Kalau boleh tahu meninggalnya kenapa Nek?"
Nenek :"Kapal yang dinaikinya karam."
Adi :"Kalau yang ketiga?"
Nenek :"Juga meninggal saat mencari ikan di laut.Yang keempat sekarang kerja di Malaysia."
Irwan :"Wah..kasihan ya Nenek sendirian ya di sini."
Adi berbisik pada Irwan:"Jangan2 kita masih hidup selama di laut karena roh2 dari anak2 nenek ini ,Wan"
Irwan :"Kamu ada2 aja Di."

  Akhirnya mereka sampai juga di pasar.Banyak sekali belanjaan sang Nenek.Irwan dan Adi ngangkuti kulakan sambil mengikuti sang Nenek.Para penjual di pasar pada koment macem2 melihat dua pria ganteng mengikuti seorang Nenek tua.
Penjual telor :"Nek,buat saya satu itu pengawalnya!Ganteng bener mereka."
Penjual daun pisang :"Kulinya cakep2 bener itu!Nyomot darimana Nek?Buat calon anak saya saja!"
Penjual daging ayam :"Aiih...jarang2 lihat orang ganteng kayak gini!Patutnya mah bukan jadi kuli jadi suami saya saja!"
Penjual sayur :"Ini kuli apa bintang film?Ga ketulungan gantengnya...badannya juga bagus...klepek2 lihatnya.."
Penjual buah :"Ini mah artis nyamar ini.Ga mungkin kuli kok gantengnya macam begini.Iya to kamu artis to?"
Adi malah nyleneh,"Kalau Nenek dikasih diskon,boleh foto ama saya atau temen saya nih.Hayo pada mau ga?"
     Wah bukan mau lagi,langsung pada kerubuti mereka para bakul dan penjual di pasar.Mereka minta foto2 gitu.Irwan yang kelabakan.Habis Irwan kan ganteng banget....Sang Nenek akhirnya yang ngusir mereka semua,"Hey!Sudah!Saya ini ngejar waktu biar bisa buka warung nasi!Ayo pada kerja lagi !"
Para penjual di pasar :"Huuuu!Nenek pelit!!"
     Dengan susah payah akhirnya mereka selesai juga belanja.Irwan dan Adi menaruh belanjaan Nenek di sebuah ompreng langganan sang Nenek.Sampai di warung,belanjaan diturunkan dan mulailah mereka bantu Nenek buka warung.Sambil mengupas kentang,Irwan terkenang saat di Jepang bulan madu bersama Evi.
Irwan :'Dulu kita juga makan kentang rebus berdua ya Vi.Kamu pingin banget nyoba masak ala Jepang.Kamu masak aku malah meluk kamu dari belakang.Kapan aku bisa meluk kamu Vi.Aku kangen banget sama kamu sayang...'
    Adi melihat Irwan melamun segera setel radio pas banget dapat lagu 'Muara Hati'.Mana suara radionya lebih jernih sekarang.
/...Tanpanya kehampaan yang kurasa.../
Nenek yang malah jadi berkaca2:"Jadi inget anak aku di Malaysia sana...biasanya tuh nemeni belanja ke pasar...nih lagu bikin terharu saja...penyanyinya kayak gimana ya?"
Irwan :"Dia cantik banget Nek.Hatinya juga baik banget.Matanya itu kalau sudah memandang waduh...bikin berdebar2...terus bibirnya itu aduh...apalagi suaranya merdu banget...saya benar2 tergila2 dibuatnya..."
Nenek :"Kamu itu kayak suaminya saja...tahu luar dalam.Jangan mimpi ketinggian ntar kecewa kalau tidak tercapai.Iya kan Nak Adi?"
Adi :"Nenek sih ga tahu siapa temen saya ini..dia ini itu sebenarnya..seorang...."
Irwan :"Adi!"
Adi tahu Irwan tak mau identitasnya terbongkar,"Seorang fans beratnya Evi...he..he.."
Irwan lega mendengarnya,"Bikin aku jantungan aja kau Di!"
     Rame sekali warung nenek pagi itu,sampai pada antri.Ada yang mau kerja sarapan dulu di situ,ada yang sekolah juga nyarap dulu di situ,bahkan ada yang minta foto juga sama Adi dan Irwan.
Pembeli :"Pelayan warungnya ganteng2 banget Nek!Pantes warungnya laris."
Anak Sekolah :"Iya apalagi abang yang itu kayak penyanyi dangdut dari Madura namanya Irwan Sumenep."
Adi nyenggol Irwan,"Tuh kamu dapat penggemar.Adik2 Osis lagi.Yakin tetep ga mau pindah ke lain hati?"
Irwan :"Apaan sih kamu Di!Sampai kapanpun di hati aku cuma ada Evi seorang.Cuma dia satu2nya wanita yang kucintai.Sudah aku mau bikin minuman aja."
Adi malah nyanyi ,"Oh can't you see it baby...you got me going crazy..."
Nenek :"Makhlum ya semua kalo si ganteng yang satu ini suka teriak2...dulu mau jadi penyanyi tapi ga lolos audisi he..he.."
      Para pembeli jadi senyum2 melihat tingkah Adi.Sekitar jam 10 an warung mulai agak sepi.Irwan dan Adi asyik mengisi perut mereka,ketika sebuah mobil berhenti di depan warung.Irwan segera melihat siapa yang datang,tapi kok serem2 yang datang,"Nek!Sudah saatnya kamu bayar hutang kamu!Atau warung ini saya bakar!"
Nenek keluar dengan ketakutan,"Saya cuma ada uang segini...kasih saya waktu lagi..saya mohon.Uang saya sudah habis buat biaya anak saya kerja di Malaysia."
     Orang2 itu rupanya suruhan rentenir,mereka malah hendak mengobrak abrik warung.Irwan yang bisa bela diri segera menghajar mereka dengan jurus2 tapak kerinduan yang memuncak.
Haiya....ciaaat...ciat...ciat!!Adi sampai melongo melihat mereka pada tumbang di hajar Irwan.
Saat itulah sebuah mobil mewah datang dan keluarlah Benigno dari dalamnya.Ang ing ang...
Benigno :"Permisi..."
Adi :"Wan!Lihat siapa yang datang!"
     Irwan masih dengan sikap kuda2 melihat ke arah pintu warung,"Om Ben!!"
Benigno berkaca2 melihat siapa yang berlari ke arahnya dan segera memeluknya,"Pangeran kecilku...kamu masih hidup!!"
/Pertemuan yang kudambakan kini bukan khayalan../
Orang2 preman itu hendak kabur tapi Irwan menghentikan mereka,"Tunggu!"
Irwan :"Berapa hutang Nenek pada mereka?"
Nenek :"5 juta Nak,sebenarnya Nenek cuma hutang 3 juta tapi bunganya 2 juta sendiri."
Irwan :"Om bawa uang cash kan?"
Benigno :"Tentu,ini 5 juta."
Irwan segera menyerahkan uang tersebut pada sang nenek,"Ini buat melunasi hutang Nenek.Jangan lupa buat tanda terima Nek."
Nenek :"Tapi ini uang kamu Nak..."
Irwan :"Anggap saja ini harga sewa kamar dan uang makan selama saya di sini.Tak perlu Nenek kembalikan.Ini tanda terima kasih saya pada Nenek karena sudah menerima kami di sini."
Nenek :"Kamu baik banget Nak!Terima kasih banyak!"
Nenek itu hendak sujud di kaki Irwan tapi dicegah oleh Irwan,"Nenek jangan begini...Anggap saja ini rejeki buat Nenek."

Para preman itu segera pergi usai teken tanda terima pelunasan hutang.
Irwan :"Kalian jangan pernah ganggu Nenek ini lagi atau kalian akan berhadapan dengan polisi nanti!"
     Irwan dan Adi lalu pamitan pada Nenek tersebut.
Irwan :"Kami harus pergi Nek.Om saya sudah datang menjemput.Terima kasih buat semua kebaikan Nenek.Kami permisi."
Adi :"Makasih ya Nek dah kasih tumpangan sehingga kami tidak gelandang di jalan.Juga sudah kasih kami makan,jadi kami ga kelaparan.Adi akan selalu ingat Nenek.Adi pamit ya Nek mau balik ke Jakarta."
Nenek itu berkaca2,"Sebenarnya Neneklah yang harusnya berterima kasih sudah dilunasi hutangnya.Kalian itu sebenarnya siapa?"
Saat itulah lagu Evi terdengar dari radio.
/Perahu kayu dimana nahkodaku.../
      Benigno berbisik pada Nenek itu,"Irwan adalah suami dari penyanyi lagu ini.Kami mohon diri."
Sang nenek kaget mendengarnya,sungguh tak disangka bukankah suami penyanyi lagu itu adalah seorang jutawan?Jadi...selama ini ia menampung seorang jutawan di warung nasinya?Ia menyuruh seorang jutawan jadi kuli di pasar?Jadi pelayan?Jadi tukang cuci piring?Sang Nenek langsung berlari keluar melambaikan tangan pada mobil mewah yang dinaiki Irwan,Adi dan Benigno.
      Para tetangga warung segera mendekati Nenek tersebut,"Mobil mewah tadi itu siapa Nek?"
Nenek :"Mereka itu malaikat yang dikirim Tuhan buat menolong saya...Tuhan menggantikan dua anak saya yang meninggal di laut dengan mereka.Terima kasih Tuhan."
Di mobil,Irwan bicara dengan Benigno,"Om tolong kirim 1 unit mobil pick up untuk Nenek tadi.Kasihan ia tiap pagi jalan ke pasar.Masukkan tagihannya ke rekening saya."
Benigno :"Siap Pangeranku!Kamu benar2 keponakan Om yang hilang.Selalu menabur kebaikan dimanapun berada.Om lega kamu sudah kembali.Kalo temanmu ini siapa ?"
Irwan :"Dia Adi Om,seorang teknisi yang menemani Irwan selama ini.Dia banyak membantu Irwan Om."

 Benigno lalu menyalami Adi.Adi keder juga lihat penampilan Benigno yang perlente.Benigno telah menyiapkan pesawat pribadi untuk membawa mereka kembali ke Jakarta.Sepanjang perjalanan Irwan menceritakan semua yang ia alami.Pesawatpun mulai meninggalkan langit Pontianak menuju Jakarta.Irwan sudah tak sabar ingin melihat Evi.Gimana ya pertemuan mereka nanti?***$ee you next eps***

Eps 104 ))) Tabir Kepalsuan : Rise of The Mighty Men
((( Eps 104 )))
((( Rise of The Mighty Men = Bangkitnya Para Pahlawan )))
    ((( Jakarta,....
      Irwan terharu saat pesawat terbang diatas langit Jakarta,tanpa sadar air matanya mengalir.
Irwan :"Jakarta Om...kita ada di atas langit Jakarta...Akhirnya Irwan bisa kembali juga ke Jakarta."
Benigno menepuk bahu Irwan,ia mengerti perasaan keponakannya itu.Irwan bukan tipe orang yang suka pamer kesedihan,tapi kali ini bahkan air matapun tak mampu ia bendung.
Benigno :"Kau pasti telah mengalami banyak hal sulit,Pangeran Kecilku...Om sungguh tak sangka kakakmu sendiri tega melakukan semua ini padamu...padahal kita semua mengira dia telah berubah.Ternyata dia cuma membodohi kita.Dia menyia2kan kesempatan yang kita berikan."
Irwan :"Kali ini Irwan tak akan biarkan begitu saja,ia hampir mencelakai Evi yang sedang mengandung anakku Om...Om tahu betapa takutnya aku saat melihat Evi terjebak di lift...Aku sangat takut Om.Sangat takut..."
     Irwan menangis di pelukan Benigno.Benigno pun jadi ikut berkaca2.
Irwan :"Irwan hampir kehilangan wanita yang Irwan cintai Om...Baru kali ini seumur hidup Irwan,Irwan begitu mencintai seorang wanita selain Mama...apalagi wanita itu tengah mengandung anak Irwan,darah daging Irwan...tega sekali kakak hendak mencelakai mereka...Om bayangkan perasaanku...ia menyuruhku memilih antara nyawaku atau nyawa mereka,Om...kakakku sendiri...bila orang lain aku masih bisa mengerti tapi ini kakak kandung aku sendiri..kami lahir dari rahim yang sama dari ibu yang sama...apa salah Irwan,Om?Apa?..."
   Adi jadi ikut menangis melihat Irwan mencurahkan kepedihan hatinya pada pamannya,'Ternyata tindakanku waktu itu sangat menyakiti hatimu Wan,hatimu terluka,hatimu pahit karenanya...ampuni aku Wan,....apapun akan aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu Wan...apapun..'
Benigno :"Kau tak salah Pangeranku,kau selalu bersikap adil dan baik pada siapapun.Hatimu benar2 mulia...entah tabir apa yang menutupi mata hati Danang sehingga ia tak bisa melihat betapa beruntungnya ia memiliki adik sebaik dirimu."
     Irwan :"Aku masih bisa memaafkan jika ia menyakitiku tapi sulit sekali memaafkan dia kali ini Om...ia menyakiti mereka yang sangat kucintai...Irwan tak tahu ...hati Irwan sakit sekali...bantu Irwan ya Om?..Irwan takut Irwan akan lepas kendali kali ini..."
Benigno :"Pasti!Pasti Om bantu...Om mengerti rasanya kehilangan orang yang kita cintai...Om tahu rasanya saat mereka direnggut dari hidup Om...Om akan bantu kamu melewati semua ini.Om janji."
Irwan :"Terima kasih,ya Om..Om selalu Irwan repotkan...Om selalu ada buat Irwan...Irwan sayang sama Om."
Benigno :"Om tidak pernah merasa direpotkan,Om sudah anggap Irwan sebagai anak Om sendiri.Namamu itu yang milih Om.Kamu tahu kan?"
     Irwan mengangguk.Ia sudah lega telah mencurahkan isi hatinya pada Benigno.Melihat Irwan sudah bisa tersenyum,Adi jadi lega.Entah kenapa ia merasa sayang pada Irwan.Jika Irwan sedih ia juga ikut merasa sedih.Jika Irwan ceria maka iapun ikut ceria.Pesawat sudah mendarat.Sebuah mobil mewah sudah menanti.Irwan menghirup udara,'Evi aku sudah di sini sayang...'
/wahai sang bayu kabarkan padanya...kurindu belai sayang kasih mesra/Muara Hati by Evi Masamba
/kini ku sudah kembali...kembali padamu kasih...setelah lama kutinggal pergi../Gala2 by Irwan
       Di mobil Hp Benigno bunyi.Benigno melihat siapa yang menghubunginya.Rupanya Ika.
Benigno :"Ya Ka...ada apa?"
Ika :"Pak Ben, saya cuma mau mengingatkan kalau siang nanti Bapak ada janji dengan klien dari Surabaya.Apa perlu saya jadwal ulang pertemuannya?"
Benigno :"Tidak usah.Saya akan ke kantor nanti.Tolong siapkan kontrak kerjanya di meja saya.Terima kasih ya Ka."
      Irwan jadi ingat dengan surat kuasa yang ia tanda tangani dibawah ancaman Danang di kapal dulu.
Irwan :"Ika sekarang sekretaris Om ya?"
Benigno :"Iya,dia cuma beritahu perihal kantor."
Irwan :"Maafkan Irwan ya Om.Gara2 surat kuasa itu posisi Om jadi downgrade.Tapi Irwan janji akan kembalikan posisi Om,kan surat kuasa itu akan habis masa berlakunya bila Irwan sudah kembali."
Benigno :"Om tidak mempermasalahkannya.Om percaya segala sesuatu bekerjasama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita pada akhirnya.Sementara kalian tinggal di rumah Om.Banyak kamar di sana.Kalian pasti lelah.Beristirahat saja dulu.Om juga akan carikan hp baru buat kamu Wan.Pulang dari kantor kita akan pikirkan bersama rencana selanjutnya."
Irwan :"Om benar,kita tidak boleh gegabah.Jangan sampai kita malah membahayakan Evi lagipula kakak tinggal dirumah kan sekarang?"
Benigno :"Benar.Danang sudah kembali ke rumahmu.Kasihan isterimu,sepertinya ia ketakutan setiap ada Danang di dekatnya.Kuharap kalian segera bersatu.Evi pasti senang jika tahu kau sudah kembali."
Irwan :"Jika tidak memikirkan keselamatan Evi dan anak kami,Irwan sudah pasti langsung menuju rumah sekarang.Hati ini rasanya seperti dicabik2 bila jauh dari Evi.Irwan benar2 mencintainya..."
Adi :"Pantas tak bisa pindah ke lain hati...cintanya sedalam ini...ternyata kau ini romantis banget ya Wan."
Benigno :"Bukan lagi...Buat Evi ...apapun deh...ya kan Wan?Tuh wajahnya langsung merah...cie..cie...yang lagi kangen ama cintanya....seneng nih ye..bakal ketemu kagi sama pujaan hati...ihhh wajahnya jadi begitu..ha..ha..."
Irwan :"Kalian meledek ya...awas ya kalo Om jatuh cinta nanti...bakal Irwan lwdekin juga..."
Adi malah nyanyi,"oh pujaan apa kabar mu kuharap kau baik2 saja....iya Om wajahnya Irwan jadi culun kalo ngomongin cintanya ...cie..cie....Rembulan bersinar lagi mendungpun tiada lagi....hati yang dahulu mati kini gairah kembali...Rembulan bersinar lagi..."
Irwan :"Awas kamu Di malah ikutan Om Ben ngerjain aku..kalian julit!"
/kurindu gayamu ketika bermanja....meluluhkan segenap jiwa...lama sudah kumenanti..menanti memadu kasih...oh..tiada terkira rindu segala-galanya.../
     Bukan hanya Irwan yang rindu berat.Evi juga.Evi kini minta Aty terus menemaninya.Aty jadi body guard he...he...Aty sedang mengawasi tukang kebun di taman,Evi duduk tak jauh darinya.
Evi :"Kak Aty,hari ini cerah sekali ya...kenapa hari ini terasa berbeda ya?"
Aty :"Nyonya muda lagi gembira kali...makanya hari ini terlihat berbeda.Gembira kenapa Nyonya?"
Evi :"Kak Aty manggilnya nyonya2..terus..panggil Evi aja!"
Aty :"Ga ah Nyonya.Nyonya itu isteri Boss Muda.Walaupun Boss Muda sedang tidak ditempat saya merasa segan Nyonya.Kalau lihat Nyonya saya seperti melihat Boss Muda ada di sini.Kalian itu satu.Tidak bisa dipisahin."
Evi :"Irwan sudah denger laguku belum ya?"
Aty :"Mungkin sudah Nyonya...lagu Nyonya lagi hits nih..banyak yang suka Nyonya...itu lagu umgkapan hati Nyonya banget deh...kebayang betapa dalamnya cinta Nyonya sama Boss Muda.Berdarah2 dengernya..."
Evi :"Aku cuma pingin Irwan mengetahui bahwa aku akan terus menantinya.Akan terus mencintainya...iya kan dede sayang?"
Evan tampak gembira juga,menendang lalu anteng lagi.Sepertinya tuh baby tahu papanya dah di Jakarta.Jadi dia ga rewel.Kita lihat Irwan lagi yuk...

Benigno's house,...
    Irwan dan Adi sudah sampai di rumah Benigno.Memang tidak sebesar dan semegah kediaman Sutedja,tapi berada di kawasan elit.Adi melongo melihat perabotan dan arsitekturnya.
Benigno :"Maaf Om harus segera ke kantor,ada janji dengan klien.Kasihan orangnya jauh2 dari Surabaya,ga etis kalau saya tiba2 batalin atau undur meetingnya."
Irwan :"Tenang saja Om,Irwan kan yang selalu tanamkan untuk menghargai klien.Walaupun akhirnya tidak jadi mitra bisnis setidaknya mereka tahu bahwa perusahaan kita memang bagus."
Benigno :"Oh ya kalian pakai pakaian Om aja,nanti kalo pulang Om akan mampir belikan baju dan Hp buat kalian."
Adi :"Om,saya ga perlu hp baru yang ini saja yang dipegang Irwan ini.Boleh ya Wan,hp ini buat aku?"
Irwan :"Iya...nih..buat kamu..kok malah milih yang butut sih?"
Adi :"Hp itu penuh kenangan....he..he ..."
Adi kayaknya mau julitin Irwan nih...
Benigno hendak pergi tapi tiba2 ia ingat sesuatu,"O ya Wan,Om punya video klipnya Evi ,cari saja di dekat tv,kamu pasti pingin lihat Evi kan?Lihat aja videonya.Om pergi dulu ya!Kalau lapar lihat di kulkas ya...ntar Om juga bakal bawain makanan buat kalian!Hati2 di rumah!"
Adi :"Dah Om!"
Irwan :"Sukses meetingnya ya Om!"
     Benigno pergi ke kantor.Lega hatinya Pangeran kecilnya sudah kembali.Rasanya ia ingin berteriak kepada seluruh dunia betapa bahagianya ia.Sepeninggal pamannya,Irwan segera menonton video klipnya Evi.Sementara Adi gerilya cari makanan dan cemilan di kulkas.Hpnya ia charge.
/Masih adakah aku di muara hatimu kasih...disini kudisini menunggumu di pelabuhan rindu.../
Irwan berkaca2 melihat Evi di layar tv.
Irwan :'Perutmu sudah semakin besar Vi,..kau makin cantik saja ...tapi aku melihat kesedihan di sana....jangan sedih sayangku...aku sudah kembali...kita akan bersatu lagi....Tuhan,betapa aku mencintainya...mencintai mereka...'
Adi duduk dekat Irwan sambil menyantap puding,"Wah....hujan lokal lagi nih...padahal Indonesia lagi musim kemarau lho...bentar aku ada ide..."
Adi berlari menuju hpnya,"Wah sudah full tank!"
      Irwan menyeka air matanya,dan melihat Adi melihat2 hpnya.
Irwan :"Kamu mau hubungi siapa Di?"
Adi :"Ntar kamu juga tahu...wah ada no nya...sipp!"
Tahu ga Adi hubungi siapa?

))) Kediaman Sutedja....
      Danang berjalan menyusuri taman,"Mana sih Evi?Katanya ada di sekitar kolam?Heran aku..."
Rupanya yang dicari sedang asyik melihat bunga2 jadi ra ketok ketutupan.
Tiba2 terdengar suara hp bunyi,Danang mencari asal suara.
Evi melihat hpnya,"No siapa ini?Sebaiknya kuangkat saja siapa tahu dari papamu sayang...."
Evi :"Hello...ini siapa ya?"
Adi :"Ini benar Evi penyanyi Muara Hati ya?"
      Irwan terpana melihat Adi bicara menyebut nama Evi.!Irwan hendak merebut hp Adi tapi Adi terus menghindar.
Evi :"Anda siapa?Darimana Anda bisa mendapatkan no saya?"
Adi :"Saya punya teman,dia itu penggemar berat Anda.Sekarang dia sedang sedih dan saya bingung...saya cuma lihat hpnya eh ada no Anda...jadi saya hubungi saja.Siapa tahu Anda bisa menghibur dia."
Evi :"Bisakah saya bicara dengannya?"
Adi memberikan hpnya pada Irwan,"Ini Evi..."
       Irwan menempelkan hp tersebut di telinganya.
Evi :"Hello?...Anda dengar saya..."
Saat itulah Danang muncul dan mengejutkan Evi,"Kau di sini rupanya!"
Irwan bisa mendengar suara Danang dan Evi karena Evi tidak memutuskan hubungan.Akankah Danang tahu bahwa yang sedang bicara dengan Evi adalah Irwan?***see you next eps***

Eps 105 *** Tabir Kepalsuan : They Shall Not Hurt

*** TABIR KEPALSUAN ***
** Eps 105 **
* They Shall Not Hurt = Mereka Takkan Luka *
-------------------------------------------
      Ada kata ' they ' di subjudul kali ini.They atau mereka itu jamak alias lebih dari satu jumlahnya.Siapa yang dimaksud di sini?Siapa pula yang mau melukai mereka?Sebelum kita ke main story,saya janji pada salah satu pembaca yang suka dengan adegan saat Irwan dan Adi di Pontianak,bahwa saya akan menceritakan bagaimana sampai saya terinspirasi memunculkan tokoh nenek pemilik warung nasi di dekat pelabuhan di Pontianak.
     -------------------------------------------
Taman kediaman Sutedja....
     Evi kaget melihat Danang,matanya segera mencari dimana Aty.Hp ia dekap erat.Ia mundur beberapa langkah.
Danang :"Kau suka sekali sembunyi dariku ya?Apa yang membuatmu takut,Eviku?Semakin hari kau semakin cantik saja."
Evi :"Jangan mendekatiku!Aku bukan Evimu..aku milik Irwan.Aku isteri adikmu.Kau jangan macam2 padaku!Atau aku akan berteriak dan mengatakan pada semua orang siapa dirimu sebenarnya."
Danang kesal mendengarnya,"Kau tahu aku sekarang yang berkuasa di sini.Rumah ini,perusahaan,bisnis,semuanya kini ada dalam kekuasaanku.Dan sebentar lagi kaupun akan menjadi milikku.Kau tak akan bisa mengancamku,apa kau punya bukti?Pria yang kauandalkan sudah pergi entah kemana.Atau mungkin malah sudah tamat dia ...ha....ha...."
        Irwan mendidih mendengarnya.
Evi :"Tidak!Irwan masih hidup!Aku bisa merasakannya.Suamiku masih ada di dunia ini.Aku tak akan berhenti menunggunya."
Danang melihat Evi memegang erat hpnya,"Kau bicara dengan siapa?Berikan hpnya!"
Evi tak mau menyerahkannya,"Ini hpku!Terserah aku mau bicara dengan siapa."
      Mereka rebutan hp dan akhirnya hpnya malah nyemplung ke kolam.Plung....ikan2 koi deh yang malah cuap2 telponan ama Irwan.he..he...
Irwan:"Evi!Evi!!!"
Adi :"Kenapa Wan?Kamu histeris amat?"
Irwan :"Danang mencoba menyakiti isteriku Di!Tapi tiba2 hpnya mati.Apa yang terjadi dengan Eviku?Aku takut Evi kenapa2 Di.."
Adi :"Biar kucoba hubungi lagi."
       Irwan tampak panik dan mondar-mandir ga jelas.
Irwan :"Aku akan ke sana!Aku tak bisa diam saja sementara Danang mencoba menyakiti isteri dan anakku.Aku harus ke sana!Sekarang juga!"
Adi segera menahan langkah Irwan,"Bro...sabar bro...tenang...easy...okay?Calm down....jangan emosi jiwa dulu..."
Irwan :"Tapi aku tak bisa tenang.Aku harus melindungi Evi.Ia dalam bahaya.Ayo Di temani aku ke sana!"
Adi :"Bentar Wan!Duduk dulu!Wah gawat nih..niatku tuh baik biar kamu ga sedih lagi eh bukannya nyingkirin hujan lokal malah ngundang hujan badai...kriwikan dadi grojogan ki..".[ Adi kan orang Bima emang bisa basa jawa?...mbuh..sing nulis lagi ra cetho...he..he ....]
Irwan :"Aku harus bagaimana Di?Aku gelisah..."
/Gelisah ..gelisah...mengapa gelisah.../
Adi :"Danang itu target utamanya adalah menguasai bisnis dan perusahaanmu.Sekarang semua sudah jadi miliknya.Maka ia akan menuju target selanjutnya yaitu merebut kebahagiaanmu dan itu adalah Evi.Ia tak akan menyakiti Evi selama ia mengira kau sudah mati.Justru jika ia tahu kau masih hidup,ia akan pakai Evi sebagai tamengnya.Saat ini ia hanya kesal saja karena Evi hanya mencintaimu.Jadi tenang dan jangan melakukan sesuatu yang akhirnya kau sesali.Jangan menjadi sepertiku."
Irwan :"Apa maksudmu?"
Adi :"Aku minta ampun padamu Wan.Aku telah memahitkan hatimu dengan sikap2ku di masa lalu.Aku sungguh menyesal..."
Irwan :"Setidaknya kau tidak menyia2kan kesempatan yang diberikan kepadamu untuk berubah.Tapi kakakku berkali2 kuberi kesempatan dan berkali2 pula membuangnya.Aku akan hubungi Om Ben saja biar dia mampir ke rumah melihat kondisi Evi.Dengan begitu aku akan tenang."
       Irwan segera menghubungi Benigno.Pas banget Benigno sudah selesai meeting dengan klien.
Klien :"Saya senang menjadi mitra bisnis Anda.Saya pikir Anda akan membatalkan pertemuan karena kami hanya perusahaan kecil,belum punya nama seperti perusahaan Anda tapi ternyata Anda tetap datang dan menghargai kami.Semoga hubungan kerja kita akan langgeng."
Benigno :"Presdir kami adalah orang yang selalu menanamkan nilai2 yang mulia dalam perusahaan.Jadi kami tidak pernah memandang bulu dalam menjalin kemitraan.Selama azas kita sama dan saling menguntungkan maka kerja sama adalah hal yang sangat mungkin terjalin.Saya yang berterima kasih Anda berkenan jauh2 kemari.Itu sudah itikad baik menurut kami."
      Usai teken perjanjian kerja merekapun bersalaman.Ika senang melihat banyak hal positif terjadi di kantor cabang sejak Benigno menjabat di sana.Namanya emas akan tetap timbul sebagai emas meski ditutupi arang sekalipun.Orang yang bagus akan tetap bagus dimanapun ia ditempatkan.Tuhan itu tidak memandang rupa, Ia melihat yang di dalam hati.Ia melihat jauh di dalam hati setiap kita.Tuhan itu sanggup mendatangkan kelimpahan dari utara,selatan,barat,timur bahkan dari seberang laut sekalipun,tapi Ia melihat dulu hati kita.Siap tidak kita menerima semua itu?
     Hp Benigno bunyi saat ia mau mengantar Ika.Melihat nama yang tertera,ia segera menyuruh Ika masuk dulu ke mobil.Ika menunggu di dalam mobil sedang Benigno diluar menerima telpon.
Benigno :"Ya Wan?"
Irwan :"Tolong mampir ke rumah secepatnya ya Om.Irwan cemas dengan keadaan Evi.Soal baju dan Hp tidak urgent,besok saja yang penting Om ke rumah lihat keadaan Evi dan segera kabari Irwan ya Om?Irwan mohon..."
Benigno :"Baiklah Om akan segera ke sana sekarang.Kamu tenang dulu ya..Om langsung ke sana sekarang."
Irwan :"Terima kasih ya Om."
Benigno :"Perintah Presdir kan harus dilaksanakan?"
Irwan :"Om bisa saja."
         Benigno lalu masuk ke dalam mobil,
Ika :"Wajah Bapak berseri sekali hari ini,telpon dari kekasih hati ya Pak?"
Benigno tersenyum,"Kekasih hati?Bisa dibilang begitu,saya memang sangat mengasihinya.O ya kita mampir dulu ke kediaman Sutedja ya,saya ada perlu dengan kakak saya."
Ika malah tercenung memikirkan kata2 Benigno tadi,'Jadi Pak Ben sekarang sudah punya kekasih?Kok aku jadi sedih ya?'
Benigno :"Hey!Ka,kamu malah melamun."
Ika :"Oh...ya Pak?"
Benigno ;"Kamu melamun.Mikir Danang ya?Aku bilang kita mampir dulu ke tempat kakak aku."
Ika :"Terserah Bapak saja.Saya nurut.Bukankah berada di bawah perintah itu paling aman?He..he.."
Benigno :"Kau benar sekali.Saya juga sedang melaksanakan perintah he..he.."
     Mobilpun melaju menuju kediaman Sutedja.Irwan cemas amat ya?Jadi penasaran dengan kondisi Evi.Yuk kita lihat Evi.Apa yang terjadi setelah hpnya nyemplung ke kolam ikan koi?Hpnya berenang kecipak kecipuk....he..he...
-----'-'''---------------'--------------------
***Kediaman Sutedja....
      Evi begitu melihat hpnya nyemplung ke kolam,langsung sedih.Di hp itu ada kenangannya bersama Irwan saat bulan madu dan saat mereka masih bersama2 dulu.
Evi :"Hpku...kau jahat!"
Evi hendak mengambil hpnya tapi tak bisa.Susah baginya dengan kondisi perutnya yang buncit.Danang malah terkekeh,"Itu cuma hp,akan kubelikan yang lebih bagus dan lebih mahal lagi."
Evi jadi berkaca2,"Kau tak tahu betapa berartinya hp itu buatku.Di situ ada foto2 aku dan Irwan,semuanya ada di situ.Foto2 itu yang menghibur aku bila aku kangen melihat Irwan.Kau jahat!Kenapa kau selalu membuat aku kehilangan sesuatu yang kusayang?Apa salahku padamu?"
Danang :"Masa lalu itu baiknya dikubur saja.Suamimu itu takkan kembali Vi.Relakan saja dia pergi.Kan masih ada aku di sini.Aku akan mencintaimu lebih dari Irwan.Aku tak akan meninggalkanmu."
      Danang mencoba meraih Evi dalam pelukannya tapi Evi malah menjerit kesakitan,Evan menendang keras sekali.Sepertinya ia marah.
Evi :"Aduh!Auw!...Lepaskan aku!Kak Aty!!!Tolong Evi kak Aty!!"
Aty mendengar teriakan Evi segera mendekat,Inul juga ikut mendekat.
Inul :'Ada apa itu ribut2?Seperti suara Evi minta tolong.Jangan2 ada apa2 dengan kandungannya.Sebaiknya aku lihat!'
    Saat Inul datang di taman,Evi tampak memegangi perutnya sambil menangis ketakutan.Aty coba menenangkannya.Sementara Danang yang juga mencemaskan Evi malah bikin Evi histeris.
Aty :"Nyonya muda kenapa?Kok Nyonya muda menangis?Pasti Tuan Danang ya yang bikin Nyonya Muda jadi begini?"
Danang :"Aku cuma mau tahu dia bicara dengan siapa di telpon,eh hpnya malah nyemplung ke kolam.Tuh!Kalo dia kasihkan pasti ga akan begini."
Evi :"Hpku kak Aty...di situ ada foto kenanganku dengan Irwan..."
Danang :"Hp begituan saja ditangisi..."
Inul :"Ini ada apa ribut2 di taman?Evi kenapa sayang?Kamu kok nangis?Apa kamu jatuh?"
Evi :"Evi tidak jatuh Ma,hp Evi yang jatuh ke kolam."
       Aty menyuruh tukang kebun mengambilkan hp Evi.
Inul heran melihat Danang di situ,"Kenapa kau belum balik ke kantor ?Malah ada di taman?"
Aty langsung nyeletuk,"Tuan Danang yang bikin hpnya Nyonya Muda masuk ke kolam Nyonya Ratu."
Danang langsung menatap tajam ke arah Aty,"Danang ga sengaja Ma."
Evan menendang lagi,Evi meringis kesakitan,"Kak Aty,antar Evi ke kamar ya...Ma,Evi ke kamar dulu."
Inul :"Iya sayang,kamu istirahat,soal hp nanti coba diserviskan siapa tahu masih bisa.Aty,antar dan jagai Nyonya mudamu jangan sampai kelolosan lagi kayak gini,mengerti!"
Aty :"Iya Nyonya Ratu.Maafkan Aty sudah teledor jaga Nyonya Muda."
     Sepeninggal Evi dan Aty,Inul melirik tajam ke arah putra sulungnya.Sejak putranya itu kembali ke rumah,ia melihat Evi jadi gelisah dan tidak ceria lagi.Malah ia melihat ketakutan di mata Evi.
Danang:"Mama kok lihatnya gitu amat ke aku?"
Inul :"Mama ga habis pikir,kamu sama Evi itu ada masalah apa sih?Mama kasih tahu ya Danang,kamu itu sudah punya Ika,lagipula Evi itu sedang mengandung anaknya Irwan.Terus kamu itu ngapain ganggu Evi terus?"
Danang :"Danang ga ganggu Ma,Danang cuma mau tunjukin ke Evi kalo Danang perhatian sama dia.Ah sudahlah Danang mau balik ke kantor saja!Mama selalu salah sangka sama Danang!Coba kalau Irwan di posisi Danang,pasti Mama bela kan?Mama memang pilih kasih!"
Danang melangkah ke teras,Inul mengejarnya,"Sayang,Mama tidak pilih kasih!Kamu dengerin Mama dulu!Jangan main pergi aja!Danang!"
       Di teras mereka bertemu Benigno dan Ika yang baru saja datang.
Benigno :"Selamat siang Kak!Selamat siang Pak presdir!"
Danang dan Ika saling pandang.
Danang :"Tumben barengan ke sini?"
Ika salting juga jawabnya,"Pak Ben ada perlu...aku....juga akan balik kantor kok...begitu Pak Ben selesai."
Inul :"Kebetulan,Danang juga mau balik ke kantor,kalian bareng aja.Searah kan.Lagian Mama jarang lihat kalian jalan berdua lagi.Bagaimana Danang?Bagus kan ide Mama?"
Danang:"Terserah..."
     Inul memberi kode pada Ika untuk segera naik ke mobil Danang.Ika menurut saja.Pergilah Danang dan Ika dari kediaman Sutedja.Benigno mencari dimana Evi,biasanya kan suka di teras.Tumben ga ada?
Benigno :"Evi mana kak?"
Inul duduk dengan lesu,"Itu dia masalah yang sedang kupikirkan."
Benigno jadi heran,"Memang Evi kenapa?"
Inul lalu menceritakan perubahan Evi semenjak Danang kembali ke rumah.
Inul :"Aku takut kalau kandungan Evi bermasalah karena hal ini.Mana Irwan ga jelas dimana?Aku tak mau Evi tertekan dan akhirnya depresi.Apalagi ini sudah hampir 9 bulan usia kandungannya.Bagaimana ini Ben?Masak aku nyuruh Danang balik lagi ke apartemennya?Danang juga malah cari gara2 senangnya."
Benigno jadi punya ide,"Aku punya solusi kak!Gimana kalo untuk sementara Evi tinggal di rumah aku?Rumah aku kan deket dengan Rumah sakit juga jadi sewaktu2 Evi mau melahirkan cepat penanganannya.Aty boleh ikut kalo Kakak khawatir.Lagian Danang akan sungkan ke sana kan itu rumah aku."
Inul :"Kalo Danang tanya gimana kakak jawabnya?"
Benigno :"Bilang saja demi Evi gampang proses kelahirannya.Lagian Evi kan isteri Irwan bukan Danang.Bagaimana setuju tidak?"
Inul :"Tapi kita juga harus tanya Evi,kalau dia tidak mau bagaimana?"
Benigno tersenyum,"Pasti mau Kak.Biar aku yang bujuk.Pasti beres!"
      Benigno dan Inul lalu menemui Evi.Eh baru bilang idenya itu saja Evi sudah senang sekali dan mau pergi hari itu juga.
Evi :"Evi mau Ma.Evi mau pergi sekarang juga.Evi takut di sini.Kalau ada Om Ben,Evi merasa lebih aman.Perginya sekarang aja."
Inul tak punya pilihan lain,"Baiklah!Mama setuju kamu tinggal di sana untuk sementara.Tapi habis melahirkan balik sini lagi lho.Mama mau cucu Mama di dekat mama.ok?"
Benigno yang jawab malah,"Beres kak.Ayo cepat siap2!Mumpung Danang ga ada.Aty cepat bantu Nyonya Muda siap2 ya!"
Aty :"Siap 86!!"
    Evi mengemasi barang2nya,hanya seperlunya saja.Yang lain akan dikirim nanti bila memang diperlukan.Hp Benigno bunyi,Irwan yang telpon.Benigno segera menjauh dari kamar Evi,"Iya,dia baik2 saja.Sudah ya!"
    Irwan lega Evi baik2 saja.Benigno sengaja ga beritahu Irwan kalau Evi akan ikut bersamanya pulang.Evi sendiri tidak tahu bahwa Irwan ada di rumah Benigno.Berhasilkah rencana Benigno mempertemukan Evi dan Irwan?***see you next eps***

Eps 106 &&& Tabir Kepalsuan : To Meet The Bridegroom


&&& Tabir Kepalsuan &&&
&&& Eps 106 &&&
&&& To Meet The Bridegroom = Bertemu Mempelai Pria &&&
      
^^^^^^^^^^^^^^^&&&&&^^^^^^^^^&&&&^^^^^^^^^^
&&& Kamar Evi,Kediaman Sutedja...
     Evi hendak membantu Aty siap2 tapi Aty mencegahnya,"Ga usah Nyonya Muda!Biar Aty saja.Nyonya Muda duduk saja,bilang saja mana2 yang harus dibawa.Jangan lupa juicenya diminum Nyonya Muda..."
    Evi duduk di ranjang sambil mengelus perutnya,"Jangan lupa bawa beberapa baju Irwan ya kak Aty!Aku ga bisa tidur kalau tidak pakai baju suami aku...dede sayang...pamitan dulu sama papa Irwan,bilang kalo kita mau tinggal dulu di rumah Om Ben.Bukan karena mau ninggalin papa tapi karena di sana lebih aman.Tidak ada si itu tuh...tuh papa senyum...boleh tandanya....tumben dede kok ga rewel kayak tadi...seneng juga ya...mau ke rumah Om Ben?...Om Ben itu sudah seperti ayah bagi papa kamu sayang...kita banyak berhutang budi padanya...dia selalu jagai kita...O ya..kotak ajaibnya dibawa ya...disitu banyak foto dari papa...foto2 bulan madu...foto koleksi mama di hp semua..."
    Aty tersenyum melihat Evi asyik ngobrol sama anaknya yang belum lahir.Evan nendang,ia ga suka mamanya sedih.
Evi :"Iya ...mama ga akan sedih kok..dede tahu aja mama lagi sedih..."
Benigno kembali dari terima telpon,"Bagaimana?Sudah siap semua?"
Aty :"Siap Pak Ben!Boyongannya sudah siap!"
Benigno :"Bagus!Ayo kita berangkat!Sini saya bantu bawa!"
Aty malah terpesona dengan Benigno ,"Oh Pak Ben,sudah ganteng baik pula.Kenapa sih Pak Ben ga nikah lagi aja?"
      Evi mengikuti mereka,berjalan menuju halaman depan.Inul juga membawakan cemilan kesukaan Evi.Satu tas penuh.Ini mau pindah apa mau jualan?
Evi :"Banyak amat Ma?"
Inul mencium kening menantunya itu,"Mama ga mau kamu kenapa2 Sayang.Baik2 ya disana.Kalau butuh apa2 hubungi Mama ya.Jaga cucu Mama juga."
      Evi terharu dengan perhatian Inul.Mamanya Irwan selalu memperlakukannya seperti anaknya sendiri.Padahal ia cuma menantu,itupun dari keluarga yang miskin.
Evi :"Evi pergi ya Ma.Jaga diri Mama juga."
Evi juga pamitan pada ayahnya.
Evi :"Ayah di sini temani Rizky ya.Maaf Evi tak bisa bantu jaga Rizky.Jangan lupa makan ya."
Ayah Hamdan :"Yang penting kamu dulu sayang.Kamu akan jadi seorang ibu.Kau butuh lingkungan yang membuatmu nyaman.Kami akan baik2 saja.Jangan terlalu pikirkan kami."
      Rizky masih belum pulang dari sekolah.Jadi Evipun masuk ke mobil.Aty juga dipeseni banyak sama Inul agar hati2 jaga Evi.Benigno mendekati kakaknya,"Tenang saja Kak.Evi pasti bahagia di rumahku.Aku pergi ya Kak."
Inul memeluk adiknya itu dan melambaikan tangan saat mobil mereka meninggalkan halaman.
Inul :'Rumah sepi sekali tanpa kalian.Irwan,cepatlah pulang putraku.Mama kangen sekali padamu.'
Andai saja Inul tahu bahwa pangeran bungsunya sudah ada di rumah Benigno sekarang,pasti ia akan sangat bahagia.
     Mobil Evi melaju menuju rumah Benigno,menuju tempat dimana sang suami berada.Benigno membawa mobil dengan hati2 makhlum ia bawa wanita yang sedang hamil tua dan wanita itu kunci kebahagiaan Pangeran kecilnya.Dilihatnya dari spion Evi tampak membelai2 perutnya.Dihidupkannya radio,pas banget dapat lagu Muara Hati.
Benigno :"Wah lagumu Vi!Sepertinya banyak yang request lagumu.Kamu tenar sekarang.Selamat ya."
Evi :"Terima kasih Om.Tapi tujuan Evi bukan untuk tenar.Tapi Evi mau supaya Irwan tahu bahwa Evi masih menunggunya.Itu yang lebih Evi pikirkan."
Aty :"Wah Boss Muda tenar sebagai bisnisman lalu Nyonya Muda juga tenar sebagai penyanyi,kapan dong Aty juga tenar...Majikannya tenar masak pembantunya ga tenar sih?"
Evi tersenyum,"Kalau kak Aty tenar ntar yang bantu jagai dede bayi siapa?"
Aty :"Iya..ya...ntar kalo saya tenar pasti sibuk banget ...ga ah ga jadi ga usah tenar...gini aja Aty sudah sangat bahagia.Apalagi sebentar lagi ada Boss kecil...he.he...."
/Tanpa dayung kumencoba arungi samudera...hanya untuk mencari dimana kini berada.../
    Kita tinggalkan sejenak mereka,kita lihat dulu Danang.Ada dimana dia?Takutnya dia merusak rencana indah Benigno.
Danang mengajak Ika mampir cari hp buat Evi.Kasihan Ika,Danang malah merhatiin wanita lain,isteri orang pula,lagi hamil pula Astaga naga....
Danang :"Yang lebih bagus lagi ada ga?Saya maunya yang pegangannya enak,cantik elegan itu kalau ditangan wanita...soal harga ga masalah...pokoknya yang paling bagus."
Penjaga counter :"Wah sepertinya istimewa sekali yang bakal pakai hpnya..sebentar saya ambilkan keluaran terbaru...tunggu sebentar ya..."
Ika :"Buat siapa sih Hpnya?Sampai jelimet gitu nyarinya.Lagian kan bisa suruh Albi untuk nyari ga harus kamu sendiri kan?"
Danang sambil masih lihat2 menjawab,"Albi aja ngurus kerjaan ga beres2,mana punya selera dia soal hp.Lagipula aku mau tunjukin ke Evi bahwa aku juga bisa beliin hp malah lebih bagus dari yang dikasih Irwan."
Ika :"Oh...buat Evi."
     Melihat Danang begitu serius nyari hp buat Evi,tahulah Ika bahwa Danang masih belum move on dari Evi.Danang masih mencintai Evi.Pantas ia juga balik ke rumah lagi,jadi selama ini ia tak berarti bagi Danang.
Ika :"Sebaiknya aku naik taxi saja deh ke kantor,kamu masih lama kan?Aku ga mau bikin kamu terburu2 milihnya...aku pergi dulu ya.."
Ika melangkah keluar dari toko sambil menahan kepedihan hatinya.
Danang :"Lho?Ika!Ika!..."
Ika sudah menyetop taxi dan naik ke dalamnya.Danang berhenti mengejarnya.
Danang:"Perempuan memang makhluk paling susah dimengerti..."
      Danang malah sibuk nyari hp buat Evi.Semoga lama nyarinya he..he..kalau perlu jelajahi seluruh outlet hp di Jakarta ha..ha...Sekarang kita ke rumah Benigno aja,kita ceksound pangeran julit kita.Jangan2 malah pergi..he..he..
/////////////////^/^////////////////////////////
Benigno's house....
      Sejak tadi Irwan cuma liatin videonya Evi terus.Adi sampai sudah jungkir balik,mandi,hunting makanan,bikin mie,ting penthalit pokoke...eh Irwan tetep aja mantengin tv.
Adi :"Wan,lihat yang lain dong masak itu terus sejak tadi...kalo aku jatuh cinta sama isteri kamu gimana?"
Irwan langsung mendekati Adi,"Kamu bilang apa?!"
Adi keder juga apalagi kalo ingat Irwan bisa bela diri,"Wuiiih...malah bangunin macan tidur nih...sabar Man....jangan jadi Badman....easy..easy..Bro!!"
Irwan :"Evi itu hanya milikku...aku takkan biarkan siapapun merebutnya dariku..."
Adi :"Wah...aku mana berani merebutnya Wan!Aku cuma mau lihat acara tv yang lain...berita kek,infotainment,spongebob juga seru,...kamu tahu kan kita dah ga tahu gimana keadaan Indonesia sejak berbulan2...jadi jangan main seruduk aja..mentang2 aku pakai baju merah...lu main seruduk aja...tapi ga jadi ding mending kamu lihat lagi deh videonya,aku mau lihat ke depan siapa tahu di depan juga ada tvnya."
       Adi ninggalin Irwan yang kembali melototi tv nonton videonya Evi.
Adi :'Ihhh..Irwan serem juga kalau marah...wah disini juga ada tvnya...asyik...bisa lihat patrick nih...eh ada mobil datang..siapa ya?Oh Pamannya Si Banteng...lho itu kan Evi...wah aku julitin aja tuh Mr Banteng....hi..hi...'
Adi mendekati Irwan,"Wan!Kamu harus masuk kamar deh!Tuh pamanmu datang bawa Ika..kamu ga mau kan Danang tahu kalo kamu dah balik...cepet sana masuk kamar...!"
Irwan langsung kaget,"Yang bener kamu Di?Kok Om Ben ga bilang ya kalau mau bawa Ika ke sini...Ya udah deh aku masuk kamar dulu!Ntar kasih kode ya kalo keadaan sudah aman?"
     Irwan segera ngumpet di kamar tamu.Adi menahan tawa melihatnya.Benigno mengajak Evi dan Aty duduk di ruang tamu.
Aty :"Rumahnya nyaman ya..."
Evi :"Iya..."
Benigno :"Kalian tunggu bentar di sini ya...Om mau ke dalam bentar.Mau cek kamarnya..."
Adi menemui Benigno,"Itu kan..."
Benigno berbisik,"Mana Irwan?"
Adi :"Saya suruh ngumpet di kamar.hi..hi..."
Benigno :"Julit kamu.Kamar yang mana?"
Adi :"Yang itu."
Benigno :"Kamu jaga Irwan jangan sampai ia keluar dari kamar,saya akan bawa Evi ke kamar yang sebelah sana.Di sana kamarnya lebih bagus dan lebih pas buat mereka.Begitu Evi sudah di dalam sana.Baru kita suruh Irwan ke sana.Pasti romantis banget tuh!Aku mau siapin kamarnya dulu.Tunggu kode aku ok?"
Adi :"Emang Evi ga tahu kalo Irwan di sini?"
Benigno :"Tidak.Saya bawa dia kesini karena ia ketakutan diganggu Danang terus.Ini kejutan buat mereka berdua.Kalau ada kita pertemuan mereka pasti ga seromantis kalau cuma ada mereka berdua saja.Iya kan?"
Adi :"Betul banget.Sejak tadi aja Irwan tuh cuma mantengin videonya Evi,kalo saya datang dia pura2 ga nangis..padahal tuh mata dah merah dan sembab...kayak diasapin...Saya akan dukung rencana Om."
         Benigno segera memeriksa kamar yang ia siapkan untuk Evi,sebuah kamar yang elegan.Nyaman dan desain interiornya sangat indah.Kamar mandi juga ada di dalam.Ada beberapa lukisan dipajang di sana.Artistik pokoknya.Setelah itu,Benigno mengajak Evi ke kamar tersebut.Aty tentu saja mengikuti.
Benigno :"Ini kamar buat kamu Vi.Kamu suka ga?"
Evi :"Bagus sekali Om.Terima kasih ya Om,bersedia menampung Evi tinggal sementara di sini."
Benigno :"Selain kamar saya,cuma kamar ini yang ada kamar mandi dalamnya.Kamu kan lagi hamil kasihan kalo kamu harus kesusahan untuk ke kamar mandi.Ini ada lemari buat naruh pakaian kamu.Juga ada tv dan sound sistem kalau kamu mau dengerin musik.Saya akan siapkan kamar buat kamu juga Aty."
Aty :"Saya ga tidur sini aja to..sama Nyonya muda...he..he.."
Benigno :"Hush!Ngawur kamu!Kamar ini spesial tahu.Sudah beresin dulu barang2nya.Nanti kamarmu di sana deket dapur.Bisa kacau kalau kamu tidur sini."
        Aty merengut mendengarnya.
Benigno :'Aty..Aty andai kau tahu alasanku pasti kau bahkan akan sangat mendukungku.Kamar ini adalah kamar pertemuan bagi Evi dan Irwan.Semoga kejutanku ini berhasil.'
     Sepeninggal Benigno,Aty sibuk beres2 barang bawaan.Evi menyisir rambutnya,entah kenapa ia tiba2 ingin dandan.Sejak ada Danang di rumah,ia malas banget dandan.
Aty : "Wah tumben Nyonya dandan?Kayak mau ketemu Boss Muda saja."
Evi :"Begitu sampai sini,pingin aja dandan.Bawaan bayi kali ya kak.Jadi suka aneh2."
Aty:"Nyonya,makanan dari Nyonya Ratu saya taruh sini dulu ya?Saya ambil piring dulu ke dapur.Nyonya mau dibikinke apa?Juice mungkin?"
Evi :"Boleh.Tapi seadanya saja kita kan tamu jangan sampai ngrepotin yang punya rumah.Kalau ga ada air putih saja."
Aty :"Siap Nyonya.Saya ke dapur dulu ya."
Aty pergi ke dapur.Ditengah jalan ketemu Adi.
Aty :"Kamu siapa?Pembantu Pak Ben ya?"
Adi :"Ehm...iya betul...pembantu...saya pembantunya Pak Ben...kenalkan nama saya Adi."
Aty :"Aku Aty,pembantunya Nyonya Muda Evi.Kamu tahu kan lagu Muara Hati?"
Adi :"Tahu banget malah sampai nglothok syairnya saya hafal.Temen saya penggemar berat penyanyi lagu itu.Siapa namanya Evi...ya Evi "
Adi melirik ke arah kamar dimana Irwan berada.
Aty :"Mana temenmu?Dia pasti seneng banget kalo tahu penyanyi idolanya ada di sini.Siapa nama temenmu?Nanti aku bilang sama Nyonyaku?"
     Adi bingung juga jawabnya,"Namanya...Wawan...ya Wawan...Kerjaannya tuh melototi video lagu itu terus sampai kayak bandeng matanya gede-gede."
Aty :"Ngomongin makanan aku jadi inget kalo Nyonya aku minta juice.Ada stock buah ga di kulkas?"
Adi :'Waduh!!Tadi aku habisin apa aja ya di kulkas?Buah pear,apel,jeruk,kiwi,kayaknya tinggal tomat yang kusisain...piye ki?'
Aty :"Wo...lha ditanya kok malah diem wae...kamu baru berapa lama to jadi pembantu di sini?"
Adi :"Baru hari ini peresmiannya he..he..."
Aty:"Pantas..masih amatiran..Ayo ikut aku taktraining kamu jadi pembantu profesional.Kamu tuh harus tahu apa aja barang2 yang harus selalu ada di kulkas,di dapur,di meja makan,semuanya...sini ikut aku!"
Adi :"Bentar!Aku tak ke kamar situ bentar,ngasih tahu temen aku kalo aku mau ikut camp militer pembantu profesional...bentar wae okay?"
Aty :"Awas kalo ga ke dapur tak bogem mentah kamu nanti!Ya udah sana cepet ya!!"
      Aty menuju dapur.Sedang Ady menemui Irwan.
Adi :"Wan..kamu sembunyi da mana?Primpen amat?"
Irwan muncul dari balik pintu,"Aku tuh dibelakangmu Di."
Adi jumbul :"Jabang bayik!Jagat dewa batara narada kuthak kuthak....ngapain kamu da situ?"
Irwan:"Aku denger suara wanita ...kayaknya aku kenal deh...Gimana sudah aman diluar?"
Adi :"Buatmu aman buatku malah terancam.Sudah kamu keluar gpp...aku mau ke dapur dulu ditunggu sama komandan baru...aku mau ditraining katanya...dah ya...nanti aku bisa bonyok kalo ga segera ke sana..."
Irwan heran,"Komandan baru?Ditraining?Mending aku lihat ah...kok tadi aku denger suara kayak suaranya kak Aty ya...."
      Irwan mengikuti Adi ke dapur.Apakah Irwan akan bertemu Aty di dapur?Bagaimana reaksi Irwan saat tahu bahwa Evi sekarang ada di rumah Benigno?Maaf ya pertemuannya belum bisa sekarang.***see you next eps***

Eps 107 ^^^ Tabir Kepalsuan : And The Door Was Shut


/// Eps 107 ///
^^^ And The Door Was Shut = Lalu Pintu Ditutup ^^^
   
^^^ Benigno's house ^^^
      Aty ngomel2 saat lihat isi kulkas,"Ya ampun masak cuma tomat adanya,mana Nyonya Evi ga suka juice tomat lagi.Ini pasti karena si pembantu amatiran itu ga becus kerja.Kulkas sampai mlompong ga ada isinya.Akan kutraining dia habis2an dia,kasihan kan Pak Ben masak diurus pembantu macam dia,bisa kurus kering nanti.Dasar....pembantu ra cetho...mana dia?Awas kalo ga nongol2,tak suruh push up nanti!"
     Aty mengambil piring mau buat meletakkan makanan yang dibawakan Inul buat Evi.Saat itulah Adi datang ke dapur diikuti Irwan.
Adi :"I'm coming,captain!"
Aty menoleh ke arah suara,'Nih dia si amatiran datang...'
     Aty niatnya mau marah jadi siap2 pasang wajah kereng eh begitu melihat siapa yang dibelakang Adi,mata Aty sampai melotot.
/Beginilah kalau sedang jatuh cinta mata ngantuk jadi melotot../
Aty :"Boss...Muda...???!!!!"
Irwan juga tak kalah kaget,"Kak Aty???!!!"
      Saking shockingnya piring yang dipegang Aty hampir saja jatuh,untung Adi segera menyambarnya.
Adi :"Eeiiit!Untung ga pecah!Gila ini piring mahal tahu!Badan aja yang gede tapi pegang piring aja ga kuat.Kayak gitu aja ngaku profesional.Hu!"
Aty malah ga gubris,ia mendekati pria tampan yang berdiri di belakang Adi,"Ini bener Boss Muda?Aty ga mimpi kan?"
Irwan segera memeluk pembantu setianya itu,"Ini Irwan kak Aty.Cubit nih pipi Irwan kalo ga percaya!"
Aty berkaca2 mencubit pipi Bossnya,"Iya pipinya agak pirus ya...Boss Muda kurang makan ya?Kulitnya agak coklat juga...Aty seneng Boss Muda pulang...huuuhuuukk"
       Aty malah nangis,ia ingat wajah Evi saat tatapannya begitu kosong dulu.Ia benar2 takut waktu itu.
Adi malah menuang minuman sambil melihat adegan itu,'Hujan lokal lagi...kayaknya aku harus cari pawang hujan nih...katanya di Solo ada...apa aku perlu ke sana ya?'
Irwan:"Kok kak Aty di sini?Lalu yang jagain Evi siapa?Apa Danang mengusir kak Aty?"
Aty :"Justru karena disuruh jagain Nyonya Muda makanya saya di sini."
Irwan terkesiap :"Jagain Nyonya Muda?Di sini?Maksud kak Aty...Isteri aku di sini?Evi di rumah ini?Sekarang ini?!"
Aty :"Iya Boss Muda.Nyonya Muda di sini.Tuan Danang selalu mengganggu Nyonya Muda sampai Nyonya Muda ketakutan jadi Pak Ben bawa Nyonya Muda untuk tinggal di sini sampai kelahiran.Itu Pak Ben!"
    Benigno yang nyari2 Irwan,akhirnya tiba juga di dapur.Irwan memandang berkaca2 pada pamannya,"Bener yang dikatakan kak Aty, Om?Bener Om bawa isteri aku ke sini?Evi ada di sini?Ada di rumah ini?"
Benigno mengangguk haru,"Iya Wan,Evi ada di sini.Tapi Om tidak bilang kalau kau ada di sini.Biar kau saja yang mengatakan sendiri padanya semua yang telah terjadi."
Irwan :"Tapi kata Adi yang Om bawa ke sini tadi Ika."
Adi langsung gemeteran,'Gawat nih!Mending aku kabur aja sebelum habis dihajar berame2 jadi pepes nanti...ngacir ah....plencing ah...ang ing ang...'
Adipun mengendap2 hendak melarikan diri. Benigno :"Ika ?Ika diantar Danang tadi ke kantor.Karena itulah aku bisa bawa Evi ke sini."
Adi sudah hampir mencapai pintu dapur ketika Irwan memanggilnya,"A...di!"
Adi :'Tamat sudah ...the end...nih...kiamat...kiamat cepat amat sih datangnya...'
Irwan mendekati Adi :"Kamu ngerjain aku ya?Kamu tahu kalau Eviku datang dan kamu ga bilang sama aku malah berani bohongi aku?Bikin aku ngumpet di kamar!Maumu apa huh!?"
Aty :"Hajar aja tuh Boss!Dibogem mentah aja pembantu amatiran kayak dia!Yippi ...yippi"
Irwan dan Benigno yang malah melongo,"Pembantu??!!"
Irwan :"Kamu ngaku ke kak Aty kalau kamu pembantu?"
Aty :"Lho emang cecunguk ini bukan pembantunya Pak Ben?"
Benigno menggeleng,"Pembantu aku lagi pulang kampung,anaknya sakit."
Aty :"Pantas kulkas ga ada isinya...cuma tomat doang!"
Benigno :"Apa?Ga mungkin!Aku tuh selalu isi full kulkas kok.Soalnya kalau malam suka lapar.Masak sih seingatku baru kemarin aku belanja kok."
Adi :'Waduuuh...kok badainya tidak berlalu2 sih?Tadi hujan lokal,diseruduk banteng,camp militer,hujan lebat,banjir eh sekarang tornado....somebody help me!!May day may day!Rescue 911 help me!'
Benigno membuka kulkas,"Wow bersihnya!Paling Irwan yang makan tadi,gpp Om akan belanja lagi nanti."
Irwan :"Irwan ga makan apa2 kok.Cuma pisang satu,sama air putih."
Benigno :"Lalu siapa dong?"
       Semua mata langsung mengarah Adi.
Adi :'Bener end deh aku...goodbye every body...nice to meet you..'
Adi :"Ampun!Maaf!Please forgive me!Memang saya yang habisin isi kulkas habis sudah berbulan2 ga ketemu makanan enak.Jadinya....aji mumpung deh..he.he..soal isteri kamu Wan,aku cuma iseng aja he..he..sorry Bro!Ingat kita friend okay?"
Irwan jadi ingin segera bertemu Evi,"Evi di mana Om?Kok ga kelihatan?"
Benigno :"Di kamar paling ujung,temuilah dia.Ia selalu menantimu.Ia sangat merindukanmu."
Aty :"Iya Boss Muda,titip sekalian ini air putih sama piring he..he...tadi Nyonya Muda bilang dia haus.Sebenarnya sih minta juice tapi berhubung si kutu kupret dah habisin semua buah di kulkas jadi saya kasih air putih saja."
Adi :"Aku ga habisin semua,masih ada yang kutinggal kok!"
Aty :"Iya!Tomat doang!Nyonya Evi itu ga doyan tomat yaw!Dasar perut karet !"
Irwan :"Mana air putih dan piringnya?Aku mau ketemu mutiara hatiku,cintaku,idam2anku,ibu dari anakku,pujaan hatiku....Eviku."
Adi :'Wis mulai lagi nih....lama2 aku gaul sama mereka2 nih bisa jadi penyair aku...apa aku alih profesi aja ya jadi pencipta lagu...kayaknya oke tuh!'
     Aty menyerahkan segelas air putih dan piring kepada Irwan.Irwan bergegas menuju kamar dimana Evi berada.
Benigno :"Sekarang kamu ikut aku belanja!Biar Aty di sini jaga mereka."
Adi :"Tapi aku mau lihat adegan romantis..."
Aty :"Romantis.
romantis....kamu itu masih dibawah umur belum gaduk kuping...sana belanja.Jangan lupa beli buah yang banyak seperti melon,kiwi,mangga,strawberry ...pokoke jangan nanas ama duren wis..sana ndang go go sana!"
Adi :"Iya..iya...!"
       Benigno pergi belanja bersama Adi.Aty beresin rumah.Lalu bagaimana dengan Irwan dan Evi?Oke tanpa delay lagi aku kasih nih pertemuan mereka.Evi sedang mengamati lukisan ketika pintu kamar dibuka,ia membelakangi pintu waktu Irwan masuk.Ia berada beberapa meter dari pintu.Pintu lalu ditutup.Ceklek.Evi mengira paling Aty yang datang karena ia mendengar bunyi piring diletakkan.
Masih tanpa melihat ke arah pintu,Evi mengomentari,"Lukisan ini sangat indah ya kak Aty?Lukisan matahari terbenam.Jadi ingat saat aku dan Irwan mengakui cinta kami di pantai dulu.Betapa indah saat itu.Betapa aku sangat mencintainya.Sedang apa ya ia sekarang?"
     Irwan yang matanya terus berkaca2 sejak saat ia mau masuk kamar,begitu membuka pintu kamar dan menutupnya terus memandang ke arah sosok wanita yang membelakanginya.Rambutnya lurus terurai,ia berdiri tengah mengamati lukisan.
Irwan ,'Evi...isteriku...benarkah kau dihadapanku sekarang?Tuhan,aku sampai kehilangan kata2 saking bahagianya...Terima kasih Kau menjawab doaku,menjawab permohonanku,menjawab jerit hatiku,menjawab tangis pilu jiwaku....Tanpa kusangka,tanpa aku bersusah payah,tanpa kekuatanku,Ia ada dihadapanku...Tuhan,kau yang menghadirkan dia ke sini,Kau menggerakkan orang2 untuk membawa dia kemari mendekat kepadaku.Bukan kuatku,bukan gagah dan perkasaku,bukan jerih lelahku....tapi tangan-Mu yang kuat,yang menjadikan semua yang kupikir mustahil menjadi mungkin.Terima kasih...Terima kasih banyak.'
     Evi heran kok tumben Aty diam saja.Biasanya kan cerewet apalagi kalau ngomongin soal Irwan.Ini kok meneng wae.Irwan sendiri usai meletakkan gelas dan piring masih berdiri di dekat pintu,gugup kelu dan kaku memandang wanita yang ia cintai.
/Berdebar hati berdebar deras darahku mengalir...bergoncang tubuh bergoncang menahan gejolak hati...terkesima diriku memandang pesonamu...gugup ,kelu,dan kaku memandang wibawamu..../
    Hanya tetes air mata yang mengungkapkan betapa bahagianya Irwan.Sekian lama ia tak memimpikan pertemuan ini,sekian bulan ia menghitung hari ini,setiap detak jantungnya hanya berdebar demi moment ini.Teringat ia saat mereka menikah dan menyanyikan lagu 'Pertemuan'berbalas-balasan.
/Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan...pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan.../
Irwan terisak,Evi semakin heran,'Kok kak Aty malah nangis?Mungkin ia kasihan melihatku.'
         Melihat orang tuanya malah terpaku di tempat masing2,Evan turun tangan,ia menendang.Dung!
Tentu saja Evi mengaduh kesakitan,"Aduh!"
Masih membelakangi pintu,Evi memegangi perutnya.Irwan yang panik tanpa sadar memanggil nama isterinya itu,"Evi!"
     Bagai disambar petir,Evi mendengar suara yang sangat ia hafal,suara yang sangat ia rindukan,suara suami tercinta,suara Irwan.Evan langsung anteng lagi,'Cie..cie...ada yang panik tuh!Papa panik...aku tahu kok Papa kan cinta banget sama Mama ...makanya kubikin Mama kesakitan pasti deh Papa langsung bereaksi...hiii.hiii...kena deh...asyik ..bobok lagi ah..habis ini kan adegan 17 th ke atas...he..he...Evan kan masih kecil,belum lahir malah,...daripada disensor mending Evan bobok lagi...Met ketemu ya Mama dan Papa.Evan bobok dulu.Evan cayang kalian berdua.Muacch...muaaccch!'
      Evi takut menoleh karena takut jika ia hanya berhalusinasi saja,'Aku ingin menoleh tapi aku takut aku akan menangis karena kecewa,perpisahan ini telah membuat hatiku menjadi rapuh...sangat rapuh...'
Irwan melangkahkan kakinya satu langkah,"Evi sayang..."
Mendengar kata 'sayang',barulah Evi yakin ia tak salah dengar,suara itu benar-benar ada dan bukan khayalannya,iapun membalikkan tubuhnya dan...
Evi tak percaya dengan yang dilihatnya,Irwan ada di hadapannya beberapa langkah darinya,memandang dengan mata berkaca2 dan sorot mata penuh kerinduan terhadapnya.
Evi :"Irwan!!"
    Jika bukan karena sedang hamil tua mungkin ia sudah berlari kali.Irwan juga mengerti kondisi isterinya yang tengah berbadan dua,ia yang melangkah lebih dulu mendapatkan Evi dalam pelukannya.Tepat di depan ranjang mereka berpelukan.
/Sakit karena perpisahan kini telah terobati kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi/
   Mereka berpelukan.Evan ditengah2.Evi menangis bahagia dipelukan pria yang ia cintai itu,"Irwanku..akhirnya kau pulang sayang.Penantianku berakhir sudah.Benarkah ini kau suamiku?Aku sedang tidak bermimpi kan?Ini benar kau kan?Pria yang menyatakan cintanya di pantai dulu?Ini kau kan?Ayah dari bayi yang kukandung ini?"
Irwan juga berurai air mata menjawab semua pertanyaan Evi,"Kau tidak mimpi sayangku.Ini aku Irwanmu,pria yang mengarungi samudera hanya untuk kembali padamu,pria yang menikahimu dengan cinta,suamimu,dan ayah dari bayi yang sedang kaukandung sekarang.Aku tak bisa ungkapkan betapa bahagainya aku sekarang.Bisa memelukmu lagi.Bisa bersamu dan anak kita lagi."
Evi membelai pipi suaminya,"Betapa akumencintaimu.Aku mencintaimu sepenuh hatiku."
Irwanpun meraih jemari isterinya,"Aku juga mencintaimu,Eviku."
    Mereka saling pandang,dan wajah mereka saling mendekat.Irwan mencium isterinya.Evi juga membalasnya.♥♡Ups...sensor ya...♡♥
/Rindu yang selama ini sudah menggunung ...mencair diterpa cinta dalam senandung...Cinta yang selama ini masih terpendam...tercurah sudah penuh dengan kemesraan/
Bahagianya Irwan dan Evi.Akhirnya mereka bersatu lagi.Kita tinggalkan mereka dulu ya biar tangis2an dulu,biar melepas kangen dulu,biar cintanya tercurah dulu.Biar mesra-mesraan dulu.Cie...cie....lagian mereka kan sudah resmi suami isteri malah sudah mau punya baby.
Jadi sah2 aja kan?Sah?Sah!
      Yuk kita lihat tokoh satunya,tadi bilangnya pemeran utama,berarti tinggal Danang dong?Lha yang dua sudah kita lihat dan sedang mabuk asmara.Iya,ayo lihat,gimana reaksi Danang kalau tahu Evi ga dirumah lagi...atau mungkin malah dia ga akan tahu he..he..andai dia tahu sedang apa sekarang pujaan hatinya..atau lebih tepatnya lagi dengan siapa wk wk wk
/who let the dogs out?...woof...woof...woof/
Baha Men
^^^ Kediaman Sutedja,....
    Mobil Danang memasuki halaman,ia tampak riang keluar dari mobil.Dengan pakaian bak seorang Presdir,Danang langsung menuju ke kamar Evi.Ia menenteng tas kecil di tangannya.Wah hp baru kayaknya buat adinda tercinta nih.Inul yang melihat putra sulungnya datang segera mengikutinya.
Inul :'Bahaya!Kalo sampai Danang tahu bahwa Evi ga dirumah bisa geger nih!Aku harus mencegah dia masuk ke kamar Evi.'
     Danang sudah tiba di depan pintu kamar,diketuknya pintu,"Tok..tok..tok!"
Tak ada sahutan atau suara apapun.Danang lalu memanggil,"Vi!Buka Vi!Aku mau kasih kamu sesuatu.Vi!Ayolah buka Vi!"
Inul mendekati putranya,"Sayang,mungkin Evi tidur."
Danang mencoba membuka pintunya tapi ga bisa,"Kok ga bisa dibuka?Pintunya dikunci Ma.Vi!Pintunya jangan dikunci!Vi!Aku mau minta maaf sama kamu.Vi!"
Inul kasihan juga melihatnya,"Sudahlah Sayang,biarkan Evi tenang dulu hari ini.Mungkin ia masih marah sama kamu."
      Danang tampak kecewa,"Tapi Danang mau kasih hpnya Ma.Danang sudah susah-susah nyari nih.Pintunya malah ditutup.Danang minta kunci cadangannya dong Ma.Danang yakin Evi pasti suka dengan hp ini,keren banget dan pastinya harganya jangan ditanya."
Inul menarik nafas,"Kalau kamu memaksa masuk yang ada malah Evi tambah takut sama kamu sayang.Sudah kasihkan hp nya ke Mama,biar Mama nanti yang kasihkan ke Evi.Bagaimana?"
Danang jelas kecewa banget,"Tapi Ma...."
Inul mengambil tas kecil yang dipegang Danang,"Memang kamu yakin Evi bakal menerima pemberianmu?Lebih baik ia mengira itu dari Mama.Yang penting kan hpnya dipakai daripada ditolak?Pilih mana?"
Danang akhirnya nurut juga meski masih tampak sangat galau,"Kurasa Mama benar.Ini Mama yang kasih saja.Danang mau keluar saja,mau ngumpul sama temen2."
Inul :"Pulangnya jangan malam2 ya!"
       Danang pergi dengan gegana,gelisah galau merana.Kasihan.....Inul menarik nafas lega,setidaknya malam ini aman.Dilihatnya tas berisi hp di tangannya.
Inul :'Kenapa sih kedua putraku selalu memperebutkan sesuatu yang sama?Bahkan soal wanita.Aku yang susah mau mihak sana salah mau mihak sini juga salah.Mau netral juga susah.Kayak KTT aja Non Blok.Pusing....pusing....'
Kasihan juga Danang ya?Itulah cinta,tidak bisa dipaksa.
    Bila Danang pergi hang out untuk melampiaskan kekesalannya maka Adi dan Benigno lagi hepi banget shopping centre.Saat mereka pulang,belanjaannya banyak banget.Aty sampai kaget melihatnya,"Kalian nih mau kulakan ya?Banyak amat!Ini mah jatah sebulan kali."
Benigno terkekeh,"Gapapa,lagian kan banyak orang tinggal di sini.Saya seneng kalo rumah rame begini."
Adi :"Lagian kan makan aku banyak Bu Captain."
Aty :"Badan kurus aja makannya banyak.Jangan2 cacingan kamu!"
Adi :"Enak aja bilang aku cacingan.Kamu tuh badan gede tapi ga kuat pegang satu piring saja.Apa itu kalau dalam peribahasa,tong kosong nyaring bunyinya.Ha..ha.."
Aty :"Hush!Jangan kenceng2 suaranya,nanti ganggu."
Benigno :"Mereka masih di dalam?"
Aty :"Iya sejak tadi ga keluar2.Pasti mereka lagi bermesraan...he.he..kan dah lama ga ketemu...he.he.."
Adi :"Jangan2 mereka pingsan,kan sama2 shock tuh terus kaget deh...coba aku intip..."
Aty dan Benigno langsung nyengkiwing telinga Adi satu2,"Awas ya jangan ganggu mereka!"
Adi meringis kesakitan,"Cuma ngintip dikit...masak ga boleh?"
Aty :"Sudah mending kamu bantu aku masak,kamu laper to?Aku tuh jago masak lho.Kamu pasti nambah deh.Aty gitu loh."
Adi :"Beneran?Oke deh kalau ga boleh ngintip,aku ajar masak aja biar bisa ikut master chef.Hadiahnya lumayan,asuransi 1 milyar,belum uang tunai.Gila!"
      Benigno lega kini Irwan dan Evi sudah bersama lagi.Di rumahnya pula.Tapi ngapain aja ya Evi sama Irwan didalam ga keluar2?Mau tahu?***see you next eps***

Eps 108 /♥/Tabir Kepalsuan : Always With You


/// Tabir Kepalsuan ♥
/// Eps 108 ♡
/// Always With You = Selalu Bersamamu
    
///♥Kamar pertemuan,Benigno's House....
       Irwan mengusap air mata di pipi isterinya,"Jangan menangis lagi,kumohon aku tak tahan melihatmu menangis,sayang...aku ingin kau selalu tersenyum.Aku ingin kau bahagia.Bukan bersedih...apalagi kau sedang mengandung buah cinta kita...anak kita."
Irwan membantu Evi duduk di ranjang,ia sendiri lalu berlutut di depan Evi dan mencium perut isterinya.Bahkan ia juga menempelkan wajahnya di perut isterinya,"Evan sayang...ini papamu...mana salam selamat datang buat papa?"
        Evan seneng banget tuh denger suara papanya langsung dia nendang,dung!Evi tersenyum haru melihat ayah dan anak berinteraksi.Irwan membelai perut Evi sambil memandang sang isteri,"Kalian sehat kan?Masih rutin kan periksa kandungan?Dokter bilang apa?"
Evi menaruh tangannya diatas tangan suaminya,"Kami baik,kandunganku memang sempat bermasalah saat kejadian aku terjebak di lift tapi tidak serius.Cuma ngeflek dikit waktu itu.Yang biasa nemeni ke dokter ya Mama atau Ayah.Dan pasti juga Kak Aty.Ia selalu disampingku.Sudah ketemu dia belum?"
Irwan mencium tangan isterinya,"Syukurlah kalian baik2 saja.Aku sudah ketemu kak Aty tadi di dapur.Aku juga kangen sama Mama dan Ayah Hamdan,juga Rizky.Gimana kabar mereka selama aku tidak ada?"
     Evi tak bosan2nya memandang wajah ganteng di depannya,"Mereka kangen banget sama kamu.Mama sampai ga doyan makan.Rizky makin sibuk dengan sekolah dan kegiatan ekstrakurikulernya.Yang pasti rumah jadi suram tanpa dirimu."
Irwan meletakkan tangan Evi di kepalanya,"Maafkan aku...aku tak ada di sisimu saat kau dibawa ke Rumah Sakit,saat kau sangat butuh perhatianku,saat kau tujuh bulanan,bahkan saat kau merilis lagumu.Dan yang lebih membuatku merasa bersalah adalah aku tak disisimu saat kakakku coba menyakitimu...ampuni suamimu ini..."
       Evi malah berkaca2 sembari mengusap kepala suaminya,didekatkannya kepalanya sampai bertemu dahinya Irwan,"Aku mengenalmu...hatiku mempercayaimu..pasti ada alasan kenapa kau tak bisa berada disisiku saat itu...aku tahu itu bukan sifatmu untuk tidak peduli padaku,untuk mengabaikanku,untuk meninggalkanku tanpa pamit padaku...itu bukan kau...bukan gayamu..pasti ada yang menghalangimu untuk menjadi Irwan yang aku kenal..Ada yang membelenggumu untuk menjadi sebagaimana Irwan yang kucintai...Irwan yang perhatian,penyayang,sopan,lembut...aku bahkan sulit percaya bahwa kau di Alaska..ada di mana dirimu selama ini?Apakah kau makan dengan baik?Apakah ada yang mencoba menyakitimu?Apakah ini adalah ulah kakakmu lagi?Katakan semuanya padaku...bukankah kau bilang di pantai dulu tak boleh ada rahasia di antara kita?Susah senang kita lewati bersama...Aku bukan orang yang takut menderita bahkan aku sudah mengenal penderitaan sejak kecil.Kau berhutang banyak penjelasan padaku,Irwan,sayangku,cintaku..."
      Irwan mengangguk2 sambil berlinang air mata.Hatinya penuh syukur mendapat isteri seperti Evi yang begitu baik,setia dan tulus mencintainya bahkan begitu mengerti dirinya.Iapun bangkit dan duduk di sebelah Evi.Diraihnya isterinya itu dalam rengkuhannya,Evi menyandarkan kepalanya di bahu suaminya,dikecupnya leher suaminya lalu didengarkannya suaminya bercerita.
Irwan :"Sebenarnya saat kau terjebak di lift bersama Ika,aku ada di tempat itu."
Evi :"Kau kan janji dengan klien dari luar negeri di gedung itu.Ika dan aku ke sana untuk memberikanmu dokumen."
Irwan :"Dokumen itu hanya alat untuk menggiring kalian masuk perangkap.Akulah sebenarnya target utamanya.Tapi karena gagal,kakak menjadikanmu sebagai sandera agar aku mengikuti kemauannya."
Evi tercekat mendengarnya,"Kakak?Jadi benar kakakmu di balik menghilangnya kau selama ini?"
Irwan ingat kalau Evi minta air putih pada Aty,iapun mengambilkannya,"Bulankah kau haus sayang?Minumlah dulu."
Evi bahagia melihat betapa perhatiannya Irwan padanya,"Aku ingin minum dari bekas bibirmu,jadi kau yang minum dulu.Baru aku."
Irwan :"Kau ini ada2 saja.Apa karena lagi hamil?Kalau ga dituruti ntar anaknya ngileran kayak Adi.Wah gawat dong!"
     Irwanpun meminum air putih itu sepertiganya,lalu memberikannya pada isterinya.Evi meminum sisanya.Evan tersenyum kali lihat orang tuanya,gimana ga minum air putih saja romantis banget.Gimana kalau minum sirup ya?Atau juice?Atau ...wedang ronde?Hush!Tekan wedang ronde barang gek ngapa?
wk wk wk....
        Evi hendak meletakkan kembali gelas kosongnya ke meja tapi Irwan malah yang menyuruhnya duduk saja,"Biar aku.Kamu sedang hamil kasihan..."
Evi bahagia banget dimanja sama Irwan,"Kau menyebut nama Adi tadi.Siapa dia?"
Irwan mengambilkan juga Evi cemilan dan menaruhnya di atas piring,"Adi adalah orang suruhan kak Danang untuk merusak lift.Ia seorang teknisi."
Evi jadi heran,"Jika ia adalah orang jahat kenapa kau menyebut namanya seakan dia adalah temanmu?"
Irwan membelai rambut isterinya,"Kau cantik sekali.Aku tak bisa memalingkan mataku ini darimu.Pantas Adi bilang kalau ia bisa jatuh cinta padamu bila terus melihatmu.Tapi kau adalah milikku.Rambut indah ini,mata bening ini,senyuman ini,pipi ini,hidung ini,dagu ini,alis ini,dan terutama bibir ini...adalah milikku."
/ What I 'd give to run my fingers through your hair...Touch your lips to hold you near.../
Irwan mengecup bibir isterinya.♡♡♡wah sensor again for the second time♥♥♥
/Yeah I will love you ,baby...always and I'll be there forever and a day,always.../Always by Bon Jovi.
      Sudah deh...kita tinggalin aja dulu mereka.Kayaknya Irwan masih sangat kangen dengan Evi.Kita lihat gimana kondisi di luar kamar pertemuan.
///Di ruang keluarga,...
       Benigno tampak asyik melihat tv sambil membuka2 beberapa koran bisnis.
Benigno :"Waduh...jatuh lagi harga sahamnya.Bahaya ini.Harga sahamnya anjlok drastis."
Saat itulah Hp Benigno berbunyi ,'Albi?Wah pasti ada yang tidak beres dengan perusahaan nih.'
Benigno :"Ya ..Albi.Tumben kamu telpon saya?"
Albi :"Maaf mengganggu Pak,soalnya saya bingung.Bapak pasti sudah lihat berita di koran atau televisi kan?Harga saham kita anjlok drastis Pak!Ini karena kita mengalami kerugian besar sejak Pak Irwan tak ada.Bagaimana ini Pak?"
Benigno :"Ini bukan tanggung jawab saya lagi,Danang yang harus mencari solusi.Danang bilang apa?"
Albi :"Boro2 ngasih solusi Pak,lha malah nyalahin saya terus katanya saya ga beres kerja,ga becus,ga ini ga itu...lebih baik saya resign saja deh Pak.Saya ga kuat kalau begini terus.Kapan Pak Irwan kembali dari Alaska Pak?Tumben lama amat perginya?Kalau ada Pak Irwan pasti saham kita akan menguat Pak karena kepercayaan publik meningkat dengan kehadiran beliau sebagai Presdir."
Benigno :"Ya kau benar selama dipegang Irwan saham kita belum pernah seanjlok ini.Coba nanti aku akan bicara dengan Pak Presdir."
Albi :"Maksud Bapak Pak Danang?Ga akan bisa Pak Danang mengatasi ini,hari ini saja cuma masuk setengah hari.Yang bisa mengatasi ini cuma Pak Irwan.Saya mau resign aja deh Pak kalau sampai akhir bulan Pak Irwan belum balik juga.Ga kuat saya kerja sama Pak Danang.Makan hati."
Benigno :"Kamu jangan main resign dong.Tunggu kabar dari saya.Yang pasti saya akan bicara dengan Presdir kita.Tunggu saja kabar baiknya he..he.."
Albi :"Bapak bicara seakan2 Pak Irwan sudah kembali saja.Baiklah saya tunggu kabarnya ya Pak.Moga kabar baik dan bukan kabar buruk.Selamat beristirahat Pak!"
          Benigno menutup hpnya.Dilihatnya kamar yang paling ujung masih tertutup.
Benigno :'Sepertinya sudah saatnya kau harus muncul Wan!Aku akan bicarakan hal ini denganmu tapi setelah kau melepas rindu dengan isterimu.Perusahaan butuh kamu Pangeranku.Hanya kau yang bisa membuat Perusahaan bangkit lagi.Hanya dirimu.'
/Sometimes I need some time...on my own...Sometimes I need some time ...all alone.../November Rain.
Wah Sutedja Bussiness Enterprise sedang dalam keadaan tidak baik,akankah Irwan kembali menjadi Presdir?Bagaimana reaksi Danang nanti mengetahui Irwan masih hidup?***see you next eps***

Eps 109 $♡$ Tabir Kepalsuan : Suffer Many Things

$$$ TABIR KEPALSUAN
$$ Eps 109
$ Suffer Many Things = Menderita Banyak Hal
    $$$$$$In the kitchen of Benigno's house,...
     Bila Benigno sibuk mikir perusahaan,Adi sibuk masak sama Aty.Tugas Adi bagian racik meracik.Alias rajang2.
Aty :"Nyonya Muda dan Boss Muda itu pasti sukanya sop ayam.Apalagi kalo banyak kaprinya.Nih,diiris wortelnya,jangan tebal2,tipis aja!Habis itu iris bawang merah lalu telor puyuhnya dikupas.Jangan lupa petik cabe buat sambel.Boss Muda suka sambel.Ayamnya juga dibersihkan,jangan sampai masih ada bulunya lalu dipotong2.Terus masukan panci direbus dulu.Lho kok malah jegegrek kayak patung pahlawan?"
Adi :"Kalo kasih perintah itu ya kira2 gitu...ini itu lalu sana sini ke kiri ke kanan...emang aku gurita apa?Tangannya banyak.Lha tanganku ki cuma dua lho!Badan aja gede tapi ga mikir...hu!"
Aty :"Sorry..sorry...habis aku pingin semua cepat kelar takute mereka keburu keluar kamar."
Adi :"Ga akan mereka cepet keluar kamar.Tak jamin wis!"
Aty :"Lagakmu kayak dah kenal sama majikan2 aku aja.Sok tahu kamu!"
Adi :"Weeh...main2 nih!Aku sama Bossmu yang ganteng kayak banteng itu eh...kayak sekuteng itu adalah teman dalam suka dan duka.cie...."
Aty :"Puitis amat!Paling kamu itu cuma teman dalam suka tok...wajahmu itu tampang2 oportunis."
Adi :"Sembarangan ngatain wajah aku kayak opor ditumis!Dapurmu tuh kayak botok dibuang ke kali alias brokoli wk..wk.wk..."
Aty yang juga bawa pisau segera mendekati Adi,"Dasar permen kamu tuh,dapur dapurke orang!Emang aku tawon pa!Eh ..kok tawon sih...pawon!"
Adi :"Permen?Kok bisa ?"
Aty :"Iye..permen 'Kurang Asem'!Ngajak perang nih!Ayo!Siapa takut?"
Benigno yang hendak mengambil minuman kaget melihat Adi dan Aty,"Ya ampun!Kalian ini mau masak apa mau berkelahi sih?Ntar gosong lho!Mana pakai pisau lagi!Kalian kenapa sih?Ntar ganggu yang lagi ketemuan lho.Aduh bisa hancur dapur aku...Bener-bener..."
Aty :"Ups....Ini lho Pak Ben..si permen ini ngeselin.."
Adi :"Kamu tuh yang nyebelin..weeek!"
Benigno :"Sudah..aku akan bantu masak..deh..dah laper nih..aku akan berdiri ditengah...jadi kalian ga bisa berantem lagi..ayo kerja lagi..yang bener lho ya!"
      Adi lalu melanjutkan lagi mengiris bahan2 yang mau dimasak.Aty sendiri sibuk membuat bumbu.
Aty :"Wah...mereka kok ga keluar2 ya Pak Ben?Sepertinya kangennya tenanan nih!Cie..cie...Saya seneng banget lho mereka ngumpul lagi...saya takut banget waktu Nyonya Evi tatapannya kosong dulu.....jangan sampai saya lihat kayak gitu lagi...jadi pingin nangis lihatnya..."
Benigno melihat Adi mengusap matanya yang berair,"Wah..kok malah kamu yang nangis Di?Terharu ya?"
Adi :"Gimana ga terharu...lha dengerinnya sambil ngrajang brambang.hiik..hik...air mata ini tak bisa dibendung..tanggulnya jebol .."
Aty mengambil tissue dan menyeka mata Adi dengan tissue,"Ihh...kacian banget sih kamu...ternyata kamu juga penggemar mereka ya...aku jadi nyesel sudah ngajak kamu ribut...maafin Aty ya?"
Adi :"Kamu kok baik banget...aku juga minta maaf ya..."
Benigno yang melongo,'Tadi kayak Pandawa dan Kurawa,eh sekarang kok kayak Upin Ipin.Rukun kayak yang dikamar tuh hem.he..he...Saking rukunnya sampai ga keluar2 sejak tadi.'
Iya ya Irwan sama Evi rukun amat di kamar,lagi ngapain sih?Jadi kepo nih...intip yuk!
$♥♡♥$Kamar RT ....kok RT?...Rukun Tenan...
      Wah posisinya berubah?Berubah piye maksudmu?Kamu jangan bikin pembaca mikir yang ga ga lho?Bisa didemo para kritikus cerbung lho!Itu lho sekarang mereka ga duduk tapi tiduran di ranjang...Kepala Evi bersandar di dada Irwan... Irwan meluk Evi gitu deh..sambil ngelus perutnya...wah...mesranya...
Evi :"Aku ga ngira kamu telah menderita banyak hal untuk bisa kembali ke sini.Dibius,dibawa ke tengah laut,diledakkan kapalnya,terkatung2 di laut,hidup di pulau tak berpenghuni,...aku bayangkan jika Adi tidak melepaskanmu di kapal kau pasti...kau pasti..."
        Evi menangis sambil memeluk suaminya.
Evi :"Jika Adi meninggalkanmu di kapal itu pasti aku tak akan mendengar detak jantungmu ini lagi...tidak melihat lagi wajahmu....senyummu...apalagi mendengar suaramu...nanti aku akan berterima kasih pada temanmu Adi itu...walaupun awalnya ia suruhan kakakmu tapi kemudian justru dialah yang menyelamatkanmu...Kakakmu itu tega sekali sih jadi orang!Aku benci dia...aku sangat membencinya..aku..."
Irwan menempelkan jarinya di bibir isterinya,"Ssst!Ingat kau sedang hamil sayang...jangan biarkan amarah,kegeraman apalagi kebencian sampai menguasai hatimu....bisa transfer ke anak kita nanti...aku ingin anak kita menjadi seorang penyayang kelak bukan seorang pemarah."
Evi menyandarkan lagi kepalanya di dada suaminya,"Maaf aku lupa...dede sayang maafin Mama ya...kelak kau harus seperti Papamu penyayang dan berhati mulia.Ingat itu ya..."
Irwan :"Adi itu sebenarnya bukan sekali ini disuruh mencelakaiku."
Evi kaget mendengarnya,"Apa?"
Irwan :"Kau ingat saat aku hilang ingatan karena pesawat yang kunaiki jatuh di Mamasa?"
Evi :"Tentu saja,kalau kau tidak loncat ke sungai waktu itu mungkin kau akan...Aku sedih mengingat kejadian itu."
       Evi malah memeluk Irwan,tak bisa ia bayangkan jika harus kehilangan pria yang sangat ia cintai itu.
Irwan :"Adi adalah salah satu teknisi pesawatku waktu itu,ia ditugaskan untuk merusak pesawatku,tapi aku selamat dari kecelakaan waktu itu."
Evi tiba2 jadi takut,"Kau yakin ia tak akan mencelakaimu lagi?Bagaimana jika ia mau disuruh lagi untuk mencelakaimu?Kenapa kau tak membawanya ke kantor polisi?Aku takut ia seperti kakakmu,pura2 telah berubah tapi ternyata hanya kedok saja.Aku tak mau berpisah lagi darimu.Tidak mau..."
/Tak ingin lagi berpisah...cukup sekali berpisah...Tak ingin lagi merana...cukup sekali merana....aa....aa...../
      Evi mempererat pelukannya pada sang suami.Irwan mengerti ketakutan Evi,iapun tak mau lagi jauh dari isterinya itu.
Irwan :"Adi akan menyerahkan diri ke polisi.Dan otomatis akan menyeret kak Danang kepada hukum.Aku tak bisa biarkan kakak merajalela.Ia hampir membuatku kehilangan kau dan anak kita.Kali ini aku tak akan diam saja.Meski sangat berat memberitahukan ini pada Mama tapi ini harus dilakukan demi keselamatan banyak orang terutama kau dan anak kita."
       Evi lega mendengarnya.Memang sudah saatnya kejahatan Danang diakhiri.Irwan senang sekali bisa memeluk isterinya lagi,"Betapa aku merindukan moment seperti ini...bisa menyentuhmu lagi,memelukmu lagi,mendengar suaramu,...kini semua bukan mimpi lagi..kau benar2 nyata sekarang..."
Evi :"Kuharap kita akan terus begini..."
Irwan kambuh julitnya,"Aku tidak setuju..."
Evi tentu saja heran,"Kenapa?Kau tak suka kita bersama lagi?"
Wajahnya langsung sedih,Irwan malah turun dari tempat tidur,"Jelas aku tidak setuju kita begini terus."
Evi makin cemberut dan hampir menangis,ia lalu melangkah ke arah pintu,'Aku mau pergi saja...aku tak mau di sini...Irwan tidak mencintaiku lagi....Irwan ngeselin..'
Melihat isterinya sudah melangkah ke arah pintu,Irwan segera menghadangnya,"Kamu mau ke mana,sayangku?"
Evi tak mau memandang Irwan,ia malah melihat ke arah tirai jendela,"Jangan panggil aku sayang!Aku mau pulang saja ke Masamba..."
Irwan tersenyum lalu dipeluknya Evi dari belakang,"Kau marah ya?Kau pasti salah paham pada ucapanku..."
Evi melepaskan diri dari pelukan suaminya,"Jangan sentuh aku!Katanya kau tak mau bersamaku...sudah sana jangan peluk2 aku!"
Irwan malah menggodanya,"Beneran nih aku diusir nih?Yakin ga akan nyesel?Yakin ga akan kangen?Yakin mau balik ke Masamba?"Irwan melangkah mundur ke arah pintu.
Irwan:'Ayo berbalik Vi...Ayo berbalik...kalau kau berbalik itu berarti kau masih sangat mencintaiku...ayo berbalik...'
       Evi membayangkan hidup tanpa Irwan di sisinya.Pasti nglangut dan nelangsa hatinya.Atau bisa2 malah depresi tingkat tinggi.
/Hidup tanpa ada kamu aku gila...Takkan kusia2kan kamu lagi../Kehilangan by Firman.
Evi langsung berbalik,"Jangan pergi!"
      Irwan tak tega melihat sang isteri menangis.Diraihnya sang isteri dalam pelukannya,"Sayang...aku minta maaf ya...aku cuma ngerjain kamu tadi...Maksud ucapanku tadi adalah aku ga mau kita terus begini,Evan ga lahir2 dong kalau kita terus begini...aku kan mau jadi ayah...terus aku juga ingin melihat Evan tumbuh pasti ia lucu dan menggemaskan seperti kamu...Terus aku juga ingin Evan punya adik...berapa ya?..Sepuluh dulu deh...biar jadi kesebelasan.Terus aku nanti Managernya.Bagus kan ideku?"
Evi langsung memukuli dada suaminya,"Iiihh..julit!Kamu ngerjain aku ya...dasar Irwan julit!Sepuluh?Malah mau bikin kesebelasan?Kamu enak aku yang repot!Awas kamu!Evan aja belum lahir sudah mikir punya anak lagi...sepuluh lagi...Irwan...julit!"
Irwan dicubiti sampai merah2,"Auww!Auww!Ampun deh...sudah!Sudah!"
    Meski begitu Evi tersenyum juga mengetahui bahwa Irwan sangat ingin bersamanya.Ia lalu mendengar suara perut Irwan.Irwan kan cuma makan pisang satu tadi.
Evi :"Kamu lapar ya.Ayo kita cari makan.Kalau perlu aku akan masak buat kamu.Ayo kita ke dapur!"
Irwan :"Nanti aku disuapi ya...he.he.."
Evi :"Manjanya yang baru pulang...iya pasti aku suapi.Satu suapan satu kecupan."
Irwan :"Beneran?Mauuuu!Asyik!!"
       Evi tersenyum melihat suaminya tampak girang.Pintupun dibuka.Ceklek.Bergandeng tangan dengan mesra,wajah berbinar bahagia keluarlah mereka dari sangkar cinta.Cie...cie....puitis amat he..he..Aty,Adi dan Benigno melongo melihat mereka.Melihat ada pria yang tak ia kenal,Evi berbisik di telinga suaminya,"Itu yang namanya Adi?"
Irwan juga balas berbisik:"Benar.Gantengan mana sama aku?"
Evi :"Masih tanya.Di hati aku cuma ada kamu seorang."
Irwan :"Makasih sayang.Dihatiku juga cuma ada kamu dan ...anak kita..eh anak2 kita ....kesebelasan kita ...he..he..."
Evi melirik suaminya,"Dasar julit!"
Irwan :"Meski julit tapi kamu cinta kan?he..he..langsung merah mukanya...ai..ai.."
Evi :"Hush!Mereka kok malah bengong ya?..Hmmm..bau apa ini?Sepertinya enak nih."
Irwan :"Iya baunya seperti bau masakan kesukaan aku..."
      Evi dan Irwan ngacir ke ruang makan,benar saja di sana sudah lengkap tersaji hidangan makan malam.
Evi :"Wah sayur sop ayam...kesukaan kamu Sayang.Ada sambel juga.Wah kak Aty tahu aja kamu lapar."
Irwan :"Lihat ada telor puyuhnya juga,juga ini ...ini...wah komplit.Mereka mana ya?"
Evi :"Mungkin masih bengong,panggil saja.Aku akan siapkan makanan untukmu."
        Irwan lalu mencari tiga orang tadi.Bener mereka masih bengong di tempat semula.
Irwan :"Hey!!Kok pada bengong sih?Ayo kita makan!Ayo Adi,aku kenalin ke isteri aku."
Mereka semua menuju ke meja makan.
Irwan :"Sayang,ini yang namanya Adi.Adi ini Evi,isteri aku."
Adi dan Evi bersalaman.
Adi :"Wow...cantiknya...makin dekat makin cantik.Pantas Irwan ga bisa pindah ke lain hati.Cantiknya begini."
Evi jadi tersipu.Irwan yang jadi cemburu,"Sudah jangan lama2 salamannya.Adi,matanya dijaga.Awas kau!"
        Benigno dan Aty geli melihatnya.Memang kalo soal Evi,Irwan keluar sangarnya.Benigno lalu duduk di kursi utama,Irwan milih duduk di dekat Evi.Ya iyalah kan mau minta disuapi.Adi duduk berseberangan dengan Irwan.Cuma Aty yang tetap berdiri.
Benigno :"Aty,ayo duduk!Makan bareng kita."
      Aty ga berani duduk,ia malah melihat ke arah Irwan.Irwan yang asyik melihat Evi tak menyadari bahwa Aty menunggu ijinnya.Evi yang memberi kode pada Irwan dengan mata indahnya.
Irwan :"Duduk kak Aty!Ayo biar makannya lebih seru.Ga usah sungkan.Ga ada Mama he..he..."
Aty terharu sekali,"Terima kasih Boss Muda.Aty senang Boss Muda sudah kembali bersatu dengan Nyonya Muda."
Evi :"Terima kasih juga buat masakannya kak Aty.Irwan tuh lapar eh kak Aty sudah siapin semuanya,makasih ya...enak lagi."
Adi ikutan nyeletuk,"Saya juga ikut bantu lho tadi....he..he.."
Evi :"Oh dibantuin Adi,makasih ya..."
       Irwan melihat Adi girang banget dapat ucapan makasih dari Evi,'Adi ngeselin...mau cari perhatian Evi rupanya...lihat saja siapa yang bisa merebut perhatian Evi ya cuma aku....cinta Evi kan hanya buat aku.'
Irwan :"Sayang,aku sudah lapar nih.Ayo mana suapannya?"
Evi hendak menyuapi Irwan eh Irwannya malah ga mau buka mulut.
Adi :'Manja amat tuh Mr Milyarder.Minta disuapi segala.'
Evi :"Lho kok ga mau buka mulut?Katanya lapar?"
Irwan malah menunggingkan pipinya ke arah Evi ,"Kecupannya mana?Katanya satu suapan satu kecupan.Janji harus ditepati dong.Ya ga Di?"
Adi :"Mmmmhhh.."
Irwan senang melihat Adi kesal,"Kok hmmm jawabnya?"
Adi :"Iya...puas?"
        Benigno dan Aty tertawa melihat mereka.Evipun mengecup pipi Irwan.Irwan seneng banget,mana di depan Adi lagi,'Yess!Mau dibikin gimanapun,Evi itu milik aku.He..he..'
Apalagi Benigno nambahi,"Wah jadi pingin nikah lagi aku lihat kalian mesra begini.Ada ga ya yang mau sama aku he..he...."
Aty:"Aty mau Pak Ben...he..he..."
Adi :"Ngaca kau...badan model body gori mau dapetin Pak Ben!"
Aty :"Daripada sama lu?Iihhh...Amit amit!"
Adi :"Siapa juga yang mau ama lu?Wueek!"
Aty :"Cacingan lu!"
Adi:"Permen lu!"
Benigno:"Kalian ini mulai lagi ya?Perangnya to be continue?Jaga sikap dong!Ada yang makan tuh."
Irwan :"Awas lho nanti kena pepatah jawa baru tahu rasa kalian."
Evi :"Pepatah apa?"
Irwan :"Kecup dulu dong baru aku kasih tahu.he..he.."
Adi :"Mmmm maunya..."
Evipun mengecup pipi suaminya lagi.
Evi :"Ayo sekarang katakan!"
Irwan :"Pepatahnya :gething nyanding.He..he..Yang awalnya benci malah jadian ha..ha.."
        Aty dan Adi berpandangan.Benigno tersenyum melihatnya.
Evi :"Kalo kisah kita sayang,dalam pepatah Jawa apa disebutnya?"
Adi :'Pasti minta kecup lagi...'
Tapi kali ini Adi salah,Irwan malah yang mengecup pipi Evi sambil berkata,"Uwiting tresna amarga jalaran saka kulino.Cinta tumbuh karena terbiasa.Aku terbiasa kau ada di sampingku,menemaniku,memasak untukku he..he..ayo suapi lagi.Masih lapar."
      Wah...mesra manja banget Irwan ya...andai Inul di situ ya pasti lebih lengkap bahagianya.Kapan Irwan ketemu Mamanya?***see you next eps***

Eps 110 ##Tabir Kepalsuan : Be A Solution

## Eps 110
## Be A Solution = Jadilah Solusi
      ## Kamar Pertemuan,...
      Usai makan malam Benigno bicara dengan Irwan mengenai kondisi perusahaan yang sedang terpuruk.Irwan tampak diam.Ia tidak mengatakan apapun.Benigno mengerti kebungkaman Irwan pasti ada yang ia pikirkan.Irwan bukan tipe orang cuek.Ia kenal Irwan.Ia kenal betul Pangeran Kecilnya itu.Pasti ada sesuatu yang ia pikirkan.Benigno tahu Irwan hanya mendengarkan orang2 yang penting dalam kehidupannya.Maka selain Mamanya,Evi adalah orang itu.Iapun meminta Evi untuk membujuk Irwan agar kembali ke Perusahaan.Meski tak begitu dengan masalah bisnis,Evi berjanji akan bicara dengan Irwan.Meski ia akan tetap menghormati keputusan yang dibuat oleh suaminya itu.
       Irwan tampak berbaring sambil menonton televisi.Kebetulan letak tvnya tepat di depan ranjang.Evi memperhatikan suaminya sembari menyisir rambutnya.
Irwan :"Sayang,kau sudah cantik.Ayolah kemari!Aku ingin memelukmu.Aku masih sangat rindu padamu.Ayo Evi kemari sayang!"
Evi tersenyum,"Untung aku membawa beberapa pakaianmu termasuk piyamamu.Jadi kau tak perlu bingung mau pakai apa.Aku suka melihatmu memakai piyama.Kau ganteng sekali."
Irwan membantu Evi naik ke ranjang,"Benarkah kau selalu membawa bajuku ke manapun?Kata kak Aty di rumah sakitpun kau baru tenang kalau memakai bajuku.Kau pasti sangat merindukanku.Iya kan?"
Evi teringat saat di Rumah Sakit dulu,"Aku seperti kehilangan separuh nyawaku waktu itu.Aku selalu melihat ke arah pintu dan berharap kau muncul dan memelukku.Tapi kau tak jua datang.Kau tahu yang kupikirkan waktu itu?"
Irwan memandang penuh rasa bersalah pada isterinya,"Kau pasti kecewa padaku karena tidak peduli padamu,benarkan?"
Evi menggeleng,"Aku bukan wanita yang manja,aku terbiasa menderita...kekecewaan tidak akan menghancurkanku.Ketakutan...akan kehilanganmu itu yang kurasakan.Karena aku tahu sifatmu...aku sangat mengenalmu...kau ini bukan orang yang cuek..hatimu sangat lembut...kau tak mungkin tidak peduli apalagi kepadaku.."
Irwan malah berkaca2,"Sayang apa jadinya aku tanpa kau di sisiku...kaulah alasan aku bertahan hidup saat itu...kau dan anak kita...aku hanya ingin bersama kalian...tapi mengapa keadaan selalu ingin memisahkan kita?Apa salahku?Apakah aku salah jika ingin hidup bahagia bersama wanita yang kucintai?Aku lelah...benar2 lelah dengan semua ini..."
    Evi mematikan tv dan meraih suaminya dalam pelukannya,"Menangislah jika kau ingin menangis...kau jangan malu menjadi dirimu dihadapanku...pasti tidak mudah berada di posisimu...tanggung jawabmu begitu besar...bukan hanya kepadaku,kau juga akan menjadi seorang ayah sebentar lagi,dan kau juga nahkoda bagi perusahaan..."
Irwan :"Kumohon jangan sebut perusahaan saat ini...aku hanya ingin menikmati kebersamaan kita saat ini...aku hanya ingin berada di sisimu dan anak kita untuk saat ini....aku tak mau memikirkan yang lain..."
         Evi memandang suaminya lekat2,"Ada yang meresahkanmu.Aku tahu itu...Aku dan anak kita akan selalu bersamamu Sayang...tapi perusahaan membutuhkanmu juga sayang...dimana Presdir Irwan yang selalu mengedepankan kepentingan orang banyak?Dimana Bisnisman yang kunikahi?Dimana dia sekarang yang biasa bekerja hingga larut malam?Dimana?"
      Irwan duduk di tepi ranjang sambil memandang lukisan matahari terbenam yang dipajang di salah satu dinding,"Selama di pulau aku terus berpikir..Bagaimana aku bisa mengakhiri konflik dengan kak Danang?Apa yang telah kulakukan sehingga ia melakukan semua ini padaku?Apa yang begitu ia inginkan dariku?"
        Evi mendengarkannya.Irwan tampak menerawang,"Kau tahu Sayang,awalnya kupikir kaulah akar permasalahan kami.Tapi kemudian aku ingat bahwa ia telah berencana membunuhku bahkan sebelum bertemu dirimu.Jadi ada hal lain yang ia kejar.Dan akhirnya aku ingat ia menyuruhku tanda tangan surat kuasa di kapal.Ia begitu menginginkan posisi Presdir di perusahaan.Lalu aku berpikir mengapa aku tidak memberikan saja itu padanya.Bukankah itu yang sangat ia dambakan selama ini?Aku masih bisa membuat perusahaan lagi.Aku punya banyak relasi dan teman,itu tidak sulit buatku.Dengan begitu bukankah semua akan bahagia?"
Evi meraih tangan suaminya,"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?"
Irwan :"Tentu saja Sayang.Pendapatmu sangat penting buatku.Kau tahu itu."
        Evi lega mendengarnya,"Aku bisa mengerti jalan pikiranmu.Kau selalu mengutamakan orang lain.Tapi sayang,perusahaan itu warisan ayahmu.Beliau susah payah mendirikannya,semua hanya untukmu Sayang.Demi putranya.Irwan Sutedja.Pewaris yang sah.Penerus yang sebenarnya.Bayangkan betapa kecewanya beliau mengetahui kau menyerahkannya pada orang lain begitu saja.Apalagi demi aku.Betapa aku merasa ikut bersalah jika kemudian perusahaan itu hancur di tangan kakakmu.Jangan katakan kau tak peduli dengan apa yang menimpa perusahaan sekarang.Aku tahu kau peduli.Lihatlah acara tv apa yang kaulihat.Semua yang berhubungan dengan perkembangan bisnis bukan?Perusahaan itu adalah milikmu.Bukan karena kau adalah Presdirnya tapi karena itu adalah peninggalan ayahmu.Di situ ada kenangan,ada kasih sayang dan tetes keringat perjuangan ayahmu.Apakah kau mau mengecewakan ayahmu dengan membiarkannya hancur?Aku rasa kau takkan sanggup melakukannya."
        Irwan menatap isterinya,Evi benar2 membuka mata hatinya,"Ayah pasti sangat bahagia bila saja beliau masih hidup saat ini.Memiliki menantu seperti dirimu.Kurasa kau benar Sayang,aku terlalu takut kehilangan dirimu sehingga aku lupa bahwa perusahaan itu bukan sekedar bisnis tapi peninggalan ayahku.Ia telah menghabiskan separuh usianya untuk mendirikannya.Hampir saja aku menyia2kannya.Terima kasih Sayang.Kau telah mengingatkanku dan menghindarkanku dari kesalahan besar.Terima kasih."
       Evi bersandar di bahu suaminya,"Selamat datang kembali Presdir Irwan Sutedja.Aku dan anak kita akan selalu mendukungmu.Kami akan selalu mendoakanmu.Kau harus semangat bekerja.Iya kan dede sayang?"
Evan segera menendang.Dung!
Irwan :"Dia menendang.Wah dia mengerti perkataanmu Sayang.Dia pasti anak yang sangat pintar."
Evi :"Iya sepintar ayahnya.Bukankah kelak ia yang akan meneruskan perusahaan Sutedja?Ingat namanya adalah Evan Sutedja.Dia membawa nama keluarga.Bukankah itu pesan ayahmu?"
Irwan :"Kau benar.Ayah ingin nama keluarga terus diingat.Ayah ingin aku menghargai semua yang telah beliau lakukan.Aku jadi merasa bersalah pada Ayah.Aku ingin ke makam ayah.Bagaimana kalau kita ke makam ayah besok?"
Evi :"Aku setuju.Mungkin dengan mengunjungi ayah,hatimu lebih mantap lagi untuk kembali ke perusahaan."
Irwan :"Tapi kau di mobil saja ya Sayang.Kau kan sedang hamil."
Evi:"Baiklah.Apapun perkataanmu akan aku turuti.Sekarang ayo kita tidur.Aku kangen tidur sambil kaupeluk."
Irwan :"Aku juga kangen mendengar kau menyanyi untukku.Ayo nyanyi dulu.Nyanyikan lagumu.Kau tahu aku mendengarnya pertama kali di Pontianak.Lewat radio di sebuah warung nasi.Aku langsung tersedak begitu mendengar suaramu."
Evi :"Apa suaraku begitu jelek sampai membuatmu tersedak?"
Irwan membantu Evi berbaring,"Bukan jelek Sayang.Justru suaramu sangat merdu.Aku tersedak karena aku begitu bahagia mendengarnya.Setelah sekian bulan tak mendengar suaramu akhirnya aku bisa mendengarnya walau lewat radio.Sayang,aku mencintaimu..."
Evi :"Aku juga sangat mencintaimu..."
Evi lalu menyanyikan lagunya,Muara Hati sampai Irwan tertidur.
/ Tanpa dirimu kubagai perahu kayu yang terombang ambing ditengah laut biru.Lajuku hilang terhempas arus gelombang karena kini kau tak di sisiku sayang..../
         Evi berhenti menyanyi kala melihat Irwan sudah pulas,'Betapa tak terkira bahagia yang kurasa saat ini melihat kau kembali di sisiku.Tuhan,kuucapkan syukur kepada-Mu atas perlindungan-Mu terhadap suamiku sehingga ia bisa kembali ke sisiku.Kembali bersamaku dan anak kami.Tangan-Mulah yang membawanya kembali padaku.Terima kasih ya Tuhan.Berilah hikmat dan kekuatan kepada suamiku untuk memimpin kembali perusahaan.Kaulah sumber dari segala sumber.Kepada-Mulah kami akan selalu datang.Amin.'
           Evi lalu tidur dalam pelukan Irwan.Pria yang ia nanti2.Pria yang mengisi muara hatinya.Pria yang menjadi pelabuhan hatinya.Pria yang mengarungi samudera demi kembali ke sisinya.Ayah dari bayi yang dikandungnya.Selamat tidur semuanya...mimpi indah ya....

## Kediaman Sutedja,esok harinya....
         Inul tampak rapi dan membawa tasnya,sepertinya mau pergi tuh.Danang masih dengan piyama masuk ke ruang makan,"Pagi Ma!Woooaahh..."
Inul :"Pagi sayang.Kok masih belum rapi?Kau kan kerja hari ini.Jangan kebiasaan datang telat ke kantor ntar karyawanmu ikutan lho."
Danang duduk di kursi utama,"Aty mana Ma?Tumben ga kelihatan batang hidungnya?"
Inul bingung juga jawabnya,"Mungkin sedang sama Evi.Sudah,biar Mama yang ambilkan sarapan buat kamu."
            Danang memperhatikan Mamanya,"Mama rapi amat?Mau pergi ya?"
Inul :"Mama mau ke makam ayahmu.Semalam Mama mimpi didatangi ayahmu."
Danang mengambil minuman,"Ayahnya Irwan maksud Mama?"
Inul duduk di dekat Danang,"Dia juga ayahmu sayang.Dia menyayangimu layaknya anak sendiri.Bahkan ia mencantumkanmu dalam surat wasiat.Ia juga memberi bagian dalam warisannya.Bahkan ayah kandungmu tak sepeduli itu padamu."
Danang :"Iya tapi tetap saja bagian Irwan lebih besar bahkan jauh lebih besar daripada bagian Danang kan Ma."
Inul :"Itu wajar Sayang,Irwan kan anak kandungnya.Darah dagingnya.Pewaris sahnya.Ada beberapa hal di dunia ini yang kita tak memilikinya karena memang bukan hak kita untuk mendapatkannya Sayang.Kita jangan mengingini milik orang lain.Apalagi sampai memakai cara2 yang tidak benar untuk merebutnya.Itu dosa Sayang."
            Danang malah asyik makan,'Pasti mau nyeramahi aku soal Evi.'
Inul :"Seperti halnya masalah Evi.Evi itu isteri adik kamu.Kamu jangan mengingininya.Seharusnya kau bersyukur sudah memiliki Ika.Gadis itu sangat baik.Mama menyukainya."
Danang :'Betul kan?Baru diomongin.'
Inul :"Bagaimana hubunganmu dengan Ika?Kalian baik2 saja kan?"
Danang :"Biasa Ma.Kadang berantem juga."
Inul :"Jangan sia2kan gadis itu Sayang.Ia akan menjadi isteri yang baik kelak.Percaya deh sama Mama.Waktu Mama lihat Evi pertama kali,Mama juga tahu kalau dia bakal jadi isteri yang baik buat Irwan.Dan dugaan Mama terbukti kan?Mama harap kau segera menyusul adikmu."
Danang :'Ke neraka?Ogah!'
       Inul tiba2 punya ide,"Kamu kan sudah telat ke kantor.Mendingan kamu ikut Mama ke makam.Sudah lama kan kamu ga ziarah?Apalagi kondisi perusahaan sedang tidak baik.Bagaimana?Mau ya?"
Danang :"Mama aja deh.Danang kapan2 aja.Banyak kerjaan di kantor."
Inul :"Baiklah Mama tidak memaksa.Kalau kamu berubah pikiran susul Mama ke makam ya?"
Danang :"Danang lihat lagi deh nanti."
Danang :'Males banget aku ke makam.Paling juga lihat nisan dari marmer.Mending aku dugem daripada ke makam.'
Danang berdiri,"Danang harus siap2 ke kantor nih.Danang mandi dulu ya Ma?"
Inul :"Mama juga mau ke makam.Mumpung masih pagi."
Wah Irwan mau ke makam,Inul juga.Apakah mereka akan bertemu di sana?***see you next eps***

4 komentar:

  1. Halo, saya Mrs Emmanuel Justina, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kami berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: emmanueljustina536@gmail.com

    BalasHapus
  2. terima kasih,kalau mau ikuti cerbung saya update di akun saya face book idy irvi Stories

    BalasHapus
  3. terima kasih,kalau mau ikuti cerbung saya update di akun saya face book idy irvi Stories

    BalasHapus