TABIR KEPALSUAN EPS 151 - 160 ^^^





Eps 151 ↑↑↑↑ Tabir Kepalsuan :
 Your Words
//// TABIR KEPALSUAN \\\\ Eps 151 //// Your Words = Kata2mu
¡¡¡¡ Kamar Utama Kediaman Sutedja ¡¡¡¡ Malam meretas menyembunyikan bumi dari sang surya.Gelap dimana2 ibarat selimut yang menyelimuti sebagian bumi.Di kamar utama kediaman Sutedja,kamar pasangan fave kita,nampak Pak Presdir he..he...tengah membuka kado keduanya.Setelah sebelumnya memastikan sang isteri sudah tidur beneran atau pura2.Juga sempat menengok sang buah hati yang rupanya juga lagi bobok imut.Pelan ia buka kotak itu,ada dua benda di dalamnya.Wah kadonya serba dua nih.
Irwan sudah menerima banyak hadiah maka ia lebih tertarik dengan suratnya dulu.
Ia tahu Evi bahkan tidak makan bangku kuliahan maka isi suratnya pasti dari hati
dan apa adanya.Itulah yang bikin ia jatuh hati.Dengan rasa penasaran tingkat dewa,
Irwan mulai membuka surat tersebut. / Surat cintaku yang pertama...seperti melody yang indah ha..ha ...kata-kata cintanya padaku/Vina Panduwinata. |||| Kepada : Suamiku,papanya Evan,Pak Presdir,pria yang akan selalu kucintai;yaitu I →Ikrar cinta kita takkan pernah kulupakan R→Resah melanda bila kau jauh dari pandangan W→Wajahmu selalu menghiasi khayalan A →Alangkah menawannya engkau dalam senyuman N →Nyanyianku penuh ungkapan perasaan
S → Sayang....demikianlah kumemanggilmu setiap hari
U → Umurmu bertambah setahun kini T → Tetaplah kita saling mencintai hingga akhir nanti
E → Engkaulah seorang pria yang kucintai
D → Demi kau lautpun kan kuseberangi J → Jangan pernah lupakan isterimu ini A → Apapun yang kan terjadi nanti ♡♡ SELAMAT ULANG TAHUN ♥♥ Ada banyak doa untukmu Sayang...namun aku ingin menceritakan sebuah
kisah padamu...sebuah kisah yang diceritakan Ayah padaku...sebuah kisah yang menemaniku saat mengandung Evan dulu.Kau sempat menghilang saat itu.
Tiada kabar ataupun berita yang jelas.Duniaku gelap saat itu.Saat itu aku belum membaca suratmu.Inilah kisahku saat itu...
▲▲▲▲ Disebuah kamar yang gelap ada empat lilin menyala.
Lilin pertama disebut *Damai*
Kau tahu sayang,saat kau pergi,tidak ada disisiku lagi,tiada damai di hatiku.
Hari2ku penuh : *keresahan~apakah kau baik2 saja? *kegelisahan~kenapa kau tidak menghubungiku?
*kesedihan~mengapa kita harus berpisah ? *kesunyian~apakah kau akan kembali? *kecurigaan~ataukah kau sudah punya pengganti? *ketakutan~apakah kau diculik? *kecemasan~apakah kau masih hidup? *kepedihan~mengapa disaat aku berbadan dua ini terjadi? *kebingungan~kemana lagi harus kucari dirimu? *kemurungan~sanggupkan aku hidup tanpa dirimu disisiku? Tak ada lagi damai di hatiku,lilin pertamapun padamlah.
¤¤¤Lalu lilin kedua yaitu lilin *Iman* Aku hanya bisa berdoa dan berdoa tapi kau tak jua kembali.Aku berkata kepada Tuhan : *Apa salahku hingga ini terjadi? *Apakah aku begitu tak punya hati nurani? *Apakah aku kurang memberi? *Apakah aku kurang manusiawi? *Mengapa kemalangan datang silih berganti? *Apakah yang hendak Engkau katakan pada kami? *Tidak bisakah Kau bawa suamiku kembali? *Bukankah Kau penguasa alam semesta ini? *Mengapa Kau biarkan ini terjadi? *Kau tidak adil pada kami. *Kami selalu berusaha hidup seperti yang Kau ingini. *Kami selalu mengedepankan orang lain daripada diri kami sendiri. *Jika begini untuk apa aku memohon lagi. *Bukankah Kaupun tak peduli lagi? *Kau tak mendengar seru hatiku ini? *Tidakkah Kau tahu aku sedang mengandung seorang bayi? *Dia butuh ayahnya,dan aku butuh suamiku mendampingi. *Namun tak ada jawaban bagi doaku ini. Aku kecewa dengan Tuhan,imanku meredup dan akhirnya lilin keduapun padamlah.
¤¤Lalu lilin ketiga yaitu lilin*Cinta*. Aku mencurigai satu orang dibalik hilangnya dirimu yaitu saudaramu sendiri,kakakmu.Aneh bukan,saudara sendiri yang harusnya saling menyayangi malah yang menyakiti.Berkali-kali kucoba menepisnya tapi tetap saja tak bisa.Inikah keluarga?
Menyakiti,iri,dengki,harta menjadi hal yang utama.Aku letih dengan semua ini.Mana kasih sayang dan kehangatan keluarga?Mana cinta yang katanya penuh mahadaya?Mana?Buktinya cintaku entah dimana?Lilin ketigapun padam.
♥Kamar itu semakin gelap karena tiga lilin sudah padam.
Namun kemudian terdengar suara anak kecil menangis,"Kenapa gelap begini?
Aku takut kegelapan.Kenapa lilin2nya padam?Aku takut....huuu...huu" ¤Tiba2 terdengar suara berkata,"Jangan takut Nak!Meski ketiga lilin lain sudah padam namun selama aku masih ada maka kau bisa menyalakan ketiga lilin yang lain.Karena aku adalah *Harapan*.Selama kau tidak putus asa,kau masih bisa menyalakan lilin *Damai*,*Iman*,dan *Cinta*.Mari bangkit dari keterpurukan dan nyalakan kembali semua lilin yang telah padam dengan terus memiliki pengharapan!"
Anak kecil itu lalu menyalakan ketiga lilin lain dengan lilin ke-4.
Ruanganpun kembali terang dan akhirnya kaupun kembali sayang.
~Suamiku tercinta,pertama kita bertemu aku tak tahu siapa dirimu.Kaupun hilang ingatan saat itu.Namun aku merasa nyaman berada didekatmu.Hingga kemudian aku tahu siapa dirimu.Semua duniamu yang sungguh begitu berbeda dengan duniaku.Aku mulai takut kehilanganmu.Aku merasa tak layak bagimu.Kau begitu jauh untuk kuraih.
Namun kau justru meraihku dalam dekapan cintamu.Kau ungkapkan perasaanmu padaku.Kau mencintaiku.... Bagai mimpi aku waktu itu.Melayang rasanya diriku.Tak percaya.Terkesima.
Namun semua nyata terwujud dalam pernikahan kita.Pernikahan yang sesungguhnya bukan dalam tabir kepalsuan.Bahagia rasanya saat kita berkeliling Asia.Menikmati bulan madu di negeri China.Memakai pakaian adat mereka.Jalan2 berdua.Oh...dunia serasa milik berdua.
Apalagi saat buah cinta kita hadir,aku ingat kau senang sekali.Sekarang dia sudah lahir,Evan kita,perpaduan kau dan aku,Evi dan Irwan.Dia menggemaskan sekali.
Pipinya tembem,ipel2,bibirnya mecucu lucu,matanya gede2,jari2nya lentik dan mungil.Jika Tuhan merestui aku sudah siapkan nama untuk anak kedua kita nanti,
tapi sabar ya sayang biar Evan besar dulu.Dulu kau yang memberi nama Evan untuk anak pertama kita maka sekarang giliran aku yang memberikan nama.
Bila laki2 lagi namanya Ervan Sutedja.Bila perempuan namanya Evangelin Sutedja. Sayang,semoga masih akan banyak nama anak2 yang akan kita pilih nanti.
Masih ada satu kado lagi.Sebuah benda yang bertuliskan nama kita berdua.
Kuharap kau mau memakainya.Sebagai pengingat dimanapun kau berada bahwa kita kan selalu bersama,melewati musim demi musim bersama.
Melihat tahun demi tahun berganti.Jangan pernah lepaskan genggaman tanganku.
Dan jadilah ayah yang baik buat anak-anak kita.Sekian suratku semoga kau suka kado keduanya.Dari isteri dan ibu anak2mu.
Evi Sutedja. Happy Birthday!!
Irwan meneteskan air mata saat membacanya.Bukannya membuka kado di kotak kecil
malah ia segera naik ke tempat tidur dan menangis sembari memeluk Evi.Tentu saja Evi jadi terbangun.Ia heran mendengar isak tangis dan didekap dengan kuat oleh suaminya.
Evi :"Sayang...?Kamu baik2 saja?" Irwan begitu tahu Evi bangun malah segera meraih Evi dalam pelukannya,"Aku mencintaimu sayang...sangat mencintaimu....selamanya mencintaimu."
Evi melihat kotak yang terbuka,"Kau sudah membaca suratnya yach.Apa kau suka dengan kalungnya?"
Irwan tercekat,"Kalung ?Oh iya aku belum membuka kado selanjutnya." Evi membiarkan suaminya puas memeluknya,"Aku juga mencintaimu,selalu." Irwan lalu mencium kening isterinya,"Terima kasih sudah tidak kehilangan harapan
saat aku tak ada di dekatmu.Terima kasih telah mempercayai cintaku.Terima kasih selalu mendoakanku.Terima kasih telah membawa damai di hidupku dan di keluargaku.
Terima kasih isteriku.Aku mau lihat seperti apa kalungnya."
Irwan membuka kotak kecil dan didalamnya sebuah kalung emas dengan
tulisan IrVi.Irwan kagum melihatnya,"Irvi...Irwan dan Evi bukan?" Evi mendekati suaminya dan memeriksa leher Irwan yang pernah terluka oleh
pisau Danang,"Sampai kapanpun aku takkan melupakan pengorbananmu untukku.
Lehermu pernah terluka demi aku.Maka aku memberikan penghargaan atasnya dengan menyematkan kalung berinisial IrVi.Bila aku melihatnya maka aku akan mengingat betapa besarnya cintamu kepadaku.Dan bila kau memakainya maka akan mengingatkanmu bahwa kau selamanya hanya akan mencintai Evi Masamba.Sini biar kupakaikan."
Irwan malah julit,"Dikecup dulu lehernya...." Evi nurut saja,"Sudah....Pangeran Julit." Irwan malah mesam mesem,"Soal Ervan dan Evangelin bagaimana?" Evi jadi bingung,"Maksudnya?" Irwan malah senyum2,"Kok namanya Ervan dan Evangelin?Angel itu malaikat kan?"
Evi :"Ervan soalnya mirip dengan nama Evan sedang Evangelin itu juga ada Evannya.
Aku suka nama Evan..." Irwan tersenyum,"Suka nama Evan atau suka papanya Evan?"
Evi membelai tulisan IrVi dikalung yang kini dipakai Irwan,"Suka dua2nya...he..he..."
Mereka berpandangan.Wah....perlu disensor kayaknya.
Tapi kemudian terdengar suara Evan nangis,"Oweeek...oweek." Evi segera menuju ke boxnya Evan,"Oh...Evan sayang haus yach..." Irwan ikut mendekat juga,"Wah...Evan bangun yach...kompak bener kalian." Begitulah hari2 mereka bila malam tiba.Evan suka bangun di malam hari. Evi melihat Irwan malah menemaninya,"Sayang besok kamu kan masih kerja,tidur saja."
Irwan malah menciumi jemari Evan,"Ga ah aku mau nemeni kalian.Dulu aku ga ada pas kamu hamil Evan.Sekarang aku ga mau kehilangan moment lagi."
Evi tiba2 nampak sedih,Irwan jadi heran. Irwan :"Kamu kenapa sayang?Kok sedih gitu?"
Evi :"Sebenarnya aku ingin puasa satu hari saja tiap minggu buat kamu.Supaya ga terulang lagi kejadian seperti dulu.Aku ingin berjaga2 buat kamu.Meminta perlindungan ilahi buat kamu sayang,tapi Evan masih kecil."
Irwan terharu mendengarnya,"Wah kamu kebanyakan nonton film Bollywood yach?" Evi tersenyum,"Bukankah itu adat yang bagus.Dimana para isteri berdoa puasa buat suaminya?Sayang untuk saat ini belum bisa."
Irwan jadi punya ide,"Siapa bilang tidak bisa?" Evi mengernyitkan dahi,"Maksudnya?" Irwan meraih jemari sang isteri dan menyentuhkannya di inisial IrVi di kalungnya,
"Kita kan satu.Bila kau tak bisa maka aku yang akan melakukannya." Wah Evi makin heran,"Kau melakukannya?Kau yang akan puasa?" Irwan mengangguk,"Iya,sampai Evan sudah tidak minum ASI lagi.Bagaimana?
Bukankah kita selalu berbagi suka dan duka?" Evi jadi terharu,"Benar kau akan menggantikanku puasa sayang?" Irwan :"Iya,enaknya hari apa ya?" Evi memberi usul,"Terserah saja yang penting ada sehari dalam seminggu."
Irwan,"Sebaiknya saat aku punya banyak agenda,atau saat banyak hal yang harus kutangani." Evi malah heran,"Kok gitu?Apa kamu ga tambah lemes?" Irwan ,"Justru saat kita dalam banyak hal penting,dengan puasa pikiranku jadi
jernih.Keputusan2 yang kubuat akan lahir bukan karena emosi tapi dari hati.Oke deh mulai minggu ini aku akan memulainya."
Evi berkaca2,"Terima kasih sayang.I love you." Irwan menjawabnya,"I love you more." Wah mereka mengadakan puasa romantis.Cie...puasa untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka.Puasa yang melambangkan bahwa mereka mengandalkan Tuhan dalam segala hal.Aku setuju Pak Presdir!!Good idea.Ups!!Puasa itu nanti akan menghindarkan mereka dari orang2 jahat.Wah benarkah akan ada tokoh baru nanti?Iya.Ada yang baik dan ada yang jahat.Mau tahu?***see you next eps***♡♡ Selamat Ulang Tahun
Eps 152 ◆ Tabir Kepalsuan 》
Shall Be One
◆◆◆ TABIR KEPALSUAN ◆◆◆ ◆◆◆ Eps 152 ◆◆◆
◆◆◆ Shall Be One = Menjadi Satu ◆◆◆ Lama ya ga ada prolog di Tabir Kepalsuan.
Oke deh saya mau kasih cerita.Moga pada suka he..he ..
◆ Ada seorang pemburu yang memiliki seekor anjing yang sangat hebat.
Tangguh dan sangat membantu bila dalam perburuan.Si pemburu sangat bangga pada anjingnya itu.Dipuji2nya anjing itu didepan teman2nya yang datang berkunjung.
Nah didalam rumah pemburu itu hidup juga seekor tikus.Ia iri pada anjing itu dan berkata pada dirinya sendiri,'Enak ya jadi anjing itu.Dipuji2 sama si pemburu.Beda sama aku,mana ada yang memuji2 aku.Tuhan kenapa sih aku ga diciptakan sebagai anjing?'
Wah Tuhan dengar seru hati sang tikus lalu tiba2 bertukar posisilah anjing dan tikus.Si tikus kini menjadi si anjing.Wah ia seneng banget.Hingga keesokan harinya ia diajak berburu ke hutan.Di hutan ia bertemu harimau.Ia ketakutan dan lari tunggang langgang.Sambil bersembunyi ia berdoa,"Tuhan,coba aku jadi harimau,pasti aku ga ketakutan kayak gini.Ternyata jadi anjing ga enak.Ga bisa ngalahin harimau.Aku pingin jadi harimau Tuhan."
Doa itu dikabulkan oleh Tuhan,iapun berubah menjadi si harimau.Dengan bangga ia menjelajah hutan sampai kemudian ia bertemu pemburu dan ditembaki.Keder dia,langsung ia menghindar dan dengan susah payah ia berhasil selamat.Ia mengeluh kepada Tuhan,
"Ternyata masih ada yang lebih hebat dari harimau.Coba aku jadi si pemburu pasti aku menjadi yang terhebat."
Lagi2 Tuhan mendengarkan keluh kesahnya dan berubahlah ia menjadi pemburu.
Menenteng senapan kemana2 dan membawa pulang hasil buruan.
Namun begitu sampai rumah ia diomeli isteri si pemburu,"Berburu terus!Ga inget pulang!Sekarang datang2 minta dibuatkan makanan dengan hasil buruan.Aku tuh capek seharian ngurus rumah tahu ga sih!!Ga pengertian banget sih jadi suami!Ngeselin!"
Wah ga tahan ia denger omelan isterinya apalagi ternyata si pemburu termasuk dalam
daftar ISTI.Apa itu?Ikatan Suami Takut Isteri.Lalu ia merasa tidak bahagia lagi menjadi
pemburu dan berdoa,"Tuhan,ternyata ga enak jadi pemburu.Kalo pulang diomeli isteri.
Ternyata sang isteri lebih berkuasa daripada si pemburu.Jadikanlah aku sebagai isteri si pemburu Tuhan." Kali ini doanya juga didengar dan berubahlah ia sebagai isteri si pemburu.Wah semua orang takut dengan mulut cerewetnya.Hingga suatu hari saat ia lagi memarahi suaminya lewatlah seekor tikus dan iapun menjerit ketakutan,"Ada tikus!!Aku takut!!Mas cepet usir tikusnya!!Aku ga bisa tidur kalo ada tikus!!Cepet mas!!!"
Wah dari situ akhirnya ia menyadari,"Ternyata paling enak ya jadi tikus.Isteri pemburu aja takut sama tikus.Tuhan aku mau jadi tikus lagi aja.Dah ini yang terbaik.Best of the best."
Akhirnya ia kembali menjadi wujudnya semula.
◆ Itulah gambaran manusia yang merasa tak pernah cukup dengan apa yang ia miliki.
Selalu melihat orang lain,selalu membandingkan,iri,dengki,cemburu,dan akhirnya menganggap Tuhan ga adil padanya.Belajarlah mencukupkan diri di segala keadaan.
Baik dalam kelimpahan maupun kekurangan.
Kadang orang baru merasa bahagia jika sudah mencapai sesuatu.
Tercapai atau belum tercapai tetaplah mencukupkan diri dengan yang ada pada kita.Dihargai atau tak dihargai orang tetaplah berkarya dengan gembira.
Karena kegembiraan itu energi.Apa yang sudah diberikan Tuhan disyukuri.
Sadarilah bahwa seringkali kemauan kita berbeda dengan kemauan Tuhan.
Hati yang tertekan membuat kita tidak bisa alami kelegaan.
Tuhan ingin kita semakin dewasa.IA melatih kita untuk melihat yang baik dari
hal yang tidak baik.Sayangnya manusia itu ahli dalam melihat hal yang jelek.
Dalam segala sesuatu ada sisi baik dan sisi jelek.Dalam setiap keadaan yang tidak baik
kita harus melihat celah-celah yang baik.Itulah rahasia bahagia.Hati yang merasa cukup. Bicara soal bahagia.Ada keluarga yang lagi bahagia nih.Pasti keluarga Sutedja.Bener banget.Apa sih yang membuat mereka bahagia?Karena kaya?Kalo kaya adalah ukuran bahagia lalu mengapa ada orang kaya di Jerman yang menabrakkan dirinya ke
kereta api?Karena mereka tenar?Kalo popularitas kunci bahagia lalu mengapa banyak artis dunia bunuh diri dengan minum pil penenang hingga overdosis?Apa karena good looking?Penampilan keren sebagai tolak ukur bahagia?Lalu mengapa para artis dengan wajah cantik dan tampan memilih bunuh diri?Pasti karena mereka punya kekuasaan.
Kalau tahta dan mahkota adalah kebahagiaan lalu mengapa ada pemimpin dunia
yang memilih menembak dirinya sendiri dengan pistol padahal ia punya kekuasaan?Mungkin kesehatan kali ?Sehat?Di Perancis seorang dokter memilih bunuh diri hanya karena acara show di tv.Bahagia itu masalah hati.
Bukan masalah apa yang kita miliki tapi hati yang mampu merasa cukup.
Yuk kita tengok saja keluarga Sutedja.Kayaknya lagi pada siap2 dan rapi2 gitu.
Ada apa yach?  
◆ Kediaman Sutedja...
Inul nampak sibuk mengatur para pembantunya.Ia meminta mereka untuk mempersiapkan semuanya dengan baik.
Inul :"Aty,area ruang tamu dan teras sudah fix kan?"
Aty yang juga tampak modis hari itu segera mendekati Nyonya Besarnya,"Siap semua Nyonya!"
Inul melangkah dengan gaun mewahnya,"Kalau taman bagaimana Adi?"
Adi tergopoh2 menjawab,"Beres Nyonya Ratu!Rumput2 sudah saya rapikan demikian juga dengan tanaman yang lain.Pokoknya under supervisi semua he..he.."
Inul manggut2,"Bagus!Soalnya nanti acara pemotretannya di area taman.Makanya kita kompakan pakai baju senada."
Inul melihat Danang mendekat dengan kursi rodanya,"Sayang!Kamu juga sudah pakai jas ya.Wah keren banget kamu hari ini.Mama yakin Ika bakal klepek2 lihat kamu nanti."
Danang malah heran,"Memang Ika ikut?Kan dia bukan bagian keluarga kita?Katanya foto keluarga."
Inul memandang putranya,"Lho kok kamu malah bilang gitu.Mama yang undang dia ikut.
Kan dia bakal jadi anggota keluarga kita juga nantinya."
Danang menarik nafas dan memegang tangan Inul,"Ma,Danang dan Ika sudah
tidak ada hubungan apa2 lagi.Mama jangan maksa Ika untuk menerima Danang,lagian Danang tahu kok Ika sudah memiliki seseorang di hatinya saat ini.Ia berhak bahagia Ma.
Lagipula..."
Inul merasa sedih mendengar ucapan putranya,"Kamu bilang gitu karena kamu merasa rendah diri kan ?Kamu ga seperti dulu.Sayang,Mama yakin Ika itu bukan gadis yang cuma melihat penampilan fisik tapi ia gadis yang baik Sayang."
Danang ingin mengatakan soal kecurigaannya atas kedekatan hubungan Ika dan
pamannya tapi sepertinya hal itu bukan bagiannya untuk mengungkapkan
semuanya. Yang dibicarain akhirnya datang juga.Ika dan Benigno.
Wah mereka pakaiannya seirama.Semua berpakaian serba merah.Wah Yes gitu.
Inul menyambut Ika dengan ramah,"Selamat datang Ika.Wah Benigno jasnya merah nian."
Benigno melihat penampilan kakaknya,"Wah kakak lebih semarak malah!Para wartawan yang mau mewawancarai sudah siap lho kak.Sudah pada ngumpul tuh!"
Inul :"Kenapa tidak disuruh masuk ke dalam?"
Ika menjawab,"Mereka lagi asyik ambil gambar depan rumah Tante."
Danang juga disapa oleh Ika,"Hello Danang.Sehat kan?Wah denger2 sekarang kamu jadi suka melukis yach?"
Danang tersenyum,"Iya Ka.Tuhan menyelamatkan tanganku dari kecelakaan maut itu.Maka kucari sesuatu yang bisa kukerjakan dengan tanganku."
Inul senang melihat Ika dan Danang akrab,"Ben,lihat itu!Mereka serasi kan?"
Benigno merasa mungkin sekarang saatnya ia harus jujur soal hubungan asmaranya
dengan Ika,"Kak...ada yang ingin kukatakan pada kakak..."
Inul memandang dengan serius,"Soal apa?" 
Benigno memandang Ika,"Ini soal...."
Tiba2 muncullah pasangan fave kita,wah dengan pakaian sarimbit mereka melangkah mesra.Tentunya Evan di gendongan papanya, Irwan.Wah tambah ipel2,tembem dan gemesin.Mut imut! 
Inul segera berdiri menyambut mereka,"Wah pasukan merah nih.Aduh kalian serasi sekali.Apalagi ini!Evan sayang...ayo sama oma sayang.Pipinya....mmmh."
Ika juga mendekat gemes lihat Evan.Anak kecil memang punya magnet tersendiri. Irwan menyapa semuanya,"Ayah dan Rizky mana?"
Evi menunjuk ke sebuah arah,"Itu mereka!Tak mungkin Rizky melewatkan acara
foto bersama.He.he..dia kan ahlinya."
Irwan malah berbisik,"Kalau kamu ahli menaklukan hatiku sayang.I love you."
Evi tersipu dan membiarkan Irwan memeluknya dari belakang.
Wah Ika langsung ngeliatin Benigno gitu. Akhirnya semua menuju ruang depan
menemui para wartawan.Memang dulu Irwan menjanjikan akan menerima
wawancara eksklusif di rumahnya.Ingat kan? Nah sekarang dia menepatinya.
Sekalian mau ambil foto keluarga terbaru.Soalnya ada anggota baru yaitu Evan dimpuk. Wartawan mulai mengajukan pertanyaan,"Keluarga Sutedja terkenal sangat dermawan,tapi juga sangat sukses.Apa kunci sukses Anda Pak Irwan?"
Irwan menjawab,"Bagi saya memberi adalah kunci sukses keluarga kami.Saat fokus kami bukan pada hasil tapi pada tindakan maka kami malah meraih hasil yang luar biasa."
Evi yang duduk di sebelah Irwan nampak menggendong Evan.
Evan malah menjulur2kan tangannya seakan tahu dan ingin menyapa dunia.
Pertanyaan kedua mulai ditanyakan,"Bisnis keluarga Anda sempat mengalami kerugian,namun kemudian keadaan membaik dengan kembalinya Anda,
apakah hal itu menimbulkan semacam keretakan atau konflik di dalam keluarga
Sutedja?"
Irwan memandang Danang,"Bagi saya hal rugi adalah wajar dalam dunia bisnis.Namun bagi keluarga kami keutuhan keluarga adalah hal utama.Jadi masalah perusahaan tidak akan mampu membuat keluarga kami retak." 
Danang kagum dengan jawaban Irwan,ia merasa bersalah telah membuat perusahaan merugi dulu.Inul memegang tangan putra sulungnya itu.
Wartawan kembali mengajukan pertanyaan kritis,"Mengenai penyanderaan di RS,dan kemudian kecelakaan yang menimpa kakak Anda,apakah itu bukannya menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam keluarga Sutedja?"
Inul hendak menjawab tapi Benigno mencegahnya,Irwan yang menjawab:"Setiap keluarga pasti memiliki problema masing2 namun kami belajar melihat hal yang baik dari setiap hal yang tidak baik.Saya percaya bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan pada kami pada akhirnya.Lihatlah sekarang,kakak saya ada bersama kami di sini dan kami juga memiliki anggota baru,Adi namanya.Iya kan Adi?"
Adi mengangguk haru,"Benar Boss Muda..."
Irwan memandang Adi,"Adi...."
Adi baru sadar,"Ups..Ya Bossbro he..he.."
Evi tersenyum mendengarnya.Danang juga.Evan apalagi sampai tertawa sendiri.
Weleh... Seorang wartawan wanita malah tertarik bertanya pada Evi,"Jujur saya penggemar lagu Anda,Nyonya Evi Sutedja.Bagaimana kelanjutan karir Anda setelah sekarang dikaruniai seorang putra yang tentunya menjadi fokus Anda sekarang?"
Evi memandang suaminya meminta ijin menjawab,Irwan mengangguk.
Evan diambil oleh Irwan dan tentu saja Evan seneng banget digendong papanya.
Sama2 tembem sih.He..he..
Evi :"Saya tidak akan berhenti menyanyi.Itu bahkan keinginan suami saya sendiri.
Untuk saya terus menyanyi dan berkarya.Namun saya juga seorang ibu jadi saya tak
akan mengorbankan tugas utama saya demi karir.Lagipula saya menyanyi bukan
untuk mencari penghasilan namun untuk mengasah talenta saya.Jadi tetap saya akan mengutamakan tugas saya sebagai seorang ibu dan seorang isteri diatas karir menyanyi saya.Bukan berarti saya tidak akan berkarya bahkan saya ingin memiliki satu lagu dimana saya bisa berduet dengan suami saya.Iya kan sayang?"
Irwan terpana,"Duet denganku sayang?Wah apa kau tidak malu nanti?Suamimu ini suaranya pas2an lho."
Inul nyeletuk,"Bila menyanyi dengan hati maka suara pas2an akan menjadi merdu sayang." Wartawan jadi tersenyum melihat kemesraan mereka,"Wah benar berita yang kami dengar
bahwa Pebisnis Sukses Irwan Sutedja terkenal sangat mencintai isterinya.Benarkah itu?Bolehkah kami tanya pendapat anggota keluarga soal itu?"
Benigno menjawab mereka,"Mau tanya soal mereka,urut dulu dari yang mempertemukan dong.Ayo Rizky jawab!"
Rizky pasang wajah fotogenik dulu,"Menurut saya mereka itu terlalu menyayangi saya sehingga saling jatuh cinta.He..he.."
Irwan menimpali,"Benar juga yach kalau bukan karena Rizky, kami memang takkan bertemu.Evan sayang,bilang makasih sama pamanmu itu yach..."
Evan malah main gelembung dengan air liurnya.Semua jadi tertawa.
Lalu habis Rizky siapa yang punya andil selanjutnya?Irwan memandang Danang. Danangpun akhirnya angkat bicara,"Sengaja atau tidak,saya senang akhirnya Evi memberi kebahagiaan pada adik saya.Sebuah perjalanan cinta yang penuh liku menurut saya.Tapi menghasilkan cinta yang begitu menginspirasi."
Semua setuju dengan pendapat Danang.
Benigno apalagi,"Wah itu benar,bahkan karena kisah cinta mereka itu memberi keberanian pada saya untuk memulai lembaran baru dalam hidup saya.Dan pada kesempatan ini saya ingin mengatakan hal yang sangat penting yaitu..."
Semua memandang ke arah Benigno.
Benigno meraih jemari Ika,"Saya dan Ika saling mencintai dan saya meminta restu
kalian semua atas hubungan kami."
Inul terkesiap,"Ben kau dan Ika...Kalian saling mencintai?"
Ika tertunduk tapi Benigno makin erat menggenggam jemari Ika,"Iya Kak.Kami saling mencintai.Maaf jika..."
Danang menyela perkataan pamannya,"Aku merestui paman dan Ika.Aku turut berbahagia atas hubungan kalian.Bukankah kaupun demikian adikku,Irwan?"
Semua langsung memandang Irwan,jika Irwan sebagai kepala keluarga memberi
restu maka yang lain takkan berani menentangnya.
Evi menggenggam jemari suaminya,Irwan tersenyum pada isterinya,"Jika kakak saja merestui maka itu sebuah teladan bagi seorang adik.Aku dan Evi,kami merestui kalian.Semoga berbahagia seperti kami."
Benigno lega demikian juga Ika.Meski Inul masih diam namun restu dari Danang jelas membungkam semua keraguan Inul.Apalagi sang kepala keluarga juga sudah memberi acc.Seorang jurnalis tabloid memecah keharuan,"Sungguh sangat menyenangkan berada
di tengah keluarga Sutedja.Meski sangat terkenal sebagai keluarga bisnisman namun yang saya rasakan disini adalah kehangatan dan penerimaan.Sungguh saya iri melihatnya.Bagaimana jika kami meminta beberapa foto kebersamaan kalian dan akan kami jadikan cover depan edisi kami selanjutnya?" 
Wartawan yang lain juga setuju,"Iya kami juga ingin foto Presdir Irwan dan isteri
beserta putranya.Banyak sekali yang menginginkan kami mendapatkan foto tersebut." Irwan memandang Mamanya,Inul mengangguk dan akhirnya diadakanlah foto
session.Wah kumpul semua foto2.Para wanita duduk di kursi panjang lalu para pria berdiri di belakang mereka.Jelas Irwan dibelakang Evi dan ditengah.Sedang Evan dipegang Danang yang duduk di kursi roda. Scene kedua Irwan,Evi dan Inul ditengah.Bersama Ayah Hamdan disebelah Irwan.Mereka duduk ditengah lalu yang lain mengapit mereka.
Namun yang berkesan adalah di taman dimana setiap mereka berpose unik di
taman.Para pria memegang bunga untuk pasangannya.Danang dengan Inul.
Irwan jelas dengan Evi.Benigno dengan Ika.Adi dengan Aty.Ayah Hamdan dan Rizky memegangi Evan.Lalu scene lain.Para wanita berpose dipangku para pria tentu saja hanya untuk tiga pasangan.Evi-Irwan,Adi-Aty ,dan Benigno-Ika.Pose mesra Irwan,Evi dan Evan juga ada.Wah banyak pokoknya.Gimana dengan Inul ya?Apakah masih ga memberi restu pada hubungan adiknya dengan mantan kekasih anaknya?
Ika mendekati Inul saat yang lain sibuk take foto,"Tante...Maafkan Ika.Sungguh Ika tak bisa memungkiri perasaan Ika.Maafkan Ika jika Ika tak mendapat restu Tante maka Ika tak akan menerima lamaran Pak Ben."
Inul melihat Benigno tampak sedih mendengar perkataan Ika barusan,Irwan mendekati Mamanya dan berkata padanya,"Apakah Mama tega melihat Om Ben hidup merana hanya demi keinginan Mama?Lagipula cinta tak bisa dipaksa Ma.Tidakkah Mama bisa melihat bahwa dihati Ika cuma ada Om Ben?Apakah kakak akan bahagia dengan Ika bila semua hanya karena terpaksa?Itu tidak indah Ma.Percayalah akan ada wanita untuk kakak nanti.
Dan Irwan yakin Mama akan menyukainya seperti Mama menyukai Ika.Berikanlah restu Mama.Berilah maka Mama akan diberi."
Inul tersentuh mendengar kata2 Irwan dan mendekati Ika lalu menyatukan tangan
Ika dengan Benigno,"Bersatulah.Aku merestui kalian.Bahagiakan adikku ya Ika sayang.
Ia sudah banyak mengalami kehilangan.Sudah banyak luka di hatinya maka dengan restu ini balutlah luka hati adikku.Aku merestui kalian untuk menjadi satu."
Ika dan Benigno terharu,mereka bersimpuh didepan Inul.
Benigno berkaca2,"Terima kasih kakak.Terima kasih ini sangat berarti buat adikmu ini."
Ika pun mencucurkan air mata,"Terima kasih Tante."
Inul tersenyum dan mengajak mereka berdiri,"Ayo kita semua foto bareng.Ini moment yang istimewa.Ayo semua!Kita foto bersama!"
Kali ini Irwan dan Benigno di pinggir yang lain ditengah.Evan dipangkuan Evi tampak ipel2 gitu.Jepret.Selamat deh buat Ika dan Benigno akhirnya dapat restu juga dari Inul.
Lalu Danang gimana?***see you next eps***
TABIR KEPALSUAN EPS 153 :
The Wind Of Peace
Tabir Kepalsuan Eps 153 The Wind of Peace = Angin Perdamaian ***Ruang Makan Kediaman Sutedja*** Tampak Inul sedang asyik memantau meja makan.Ia memastikan Aty dan crewnya selalu memberikan yang terbaik apalagi soal makanan.Ia selalu pantau menu yang akan disajikan.Apalagi kalau ada yang sedang sakit,lebih ketat lagi pengawasannya.Seperti saat Evi hamil dulu,wah semua dalam supervisinya.
Inul :"Aty,lauk pauk kesukaan Danang mana?" Aty segera lari ke dapur,"Ini Nyonya Ratu!" Tiba2 ada suara,"Kayaknya ada yang nyebut nama aku deh..." Inul menoleh dan tersenyum kala tahu siapa yang datang,"Tumben putra sulung
Mama sudah bangun jam segini?Rajin bener?" Danang mendekat dengan kursi rodanya,"Mama nyindir ya?Danang kan sudah tobat Ma.Harus beda juga dong kebiasaannya.Masak masih sama?"
Inul menyiapkan sarapan untuk Danang,"Mama seneng dengan perubahan kamu Sayang.Oh ya kamu rapi banget,mau pergi?" Danang :"Iya Ma.Irwan janji mau nemeni Danang menemui keluarga dari pilot yang meninggal saat kecelakaan pesawat di Mamasa dulu Ma." Adi yang ada disitu bantuin Aty ikut nimbrung,"Jangan lupa,saya juga ikut lho Boss!"
Aty langsung nyikut Adi,"Kamu itu melu2 wae.Senenge kok jadi follower.He..he...
aku bisa Inggris juga..." Danang yang jawab,"Gpp mbak Aty.Adi kan bantuin saya nanti.Saya kan pakai kursi roda.Maaf ya Di nanti aku bakal banyak ngrepoti."
Adi tersenyum,"Gpp.Saya juga mau minta maaf kok ke keluarga pilot itu,saya kan yang sabotase pesawatnya.Kalau mereka mau menuntut ke pengadilan saya sudah siap kok.
Saya ikhlas." Aty jadi sedih,"Ya....kalau kamu dipenjara,aku gimana kodong...." Inul yang jawab:"Mama rasa Irwan takkan membiarkan hal itu terjadi.Ia punya banyak koneksi dan pengacara hebat.Lagipula targetnya kan dia sebenarnya.Harusnya dia yang menuntut pertama kali.Tapi tidak dilakukan bukan?Anak Mama itu memang memiliki hati seluas samudra."
Danang memandangi kakinya,"Coba aku ga buta hati pasti aku masih punya kaki
normal sekarang.Ga seperti ini.Nyusahin orang saja kerjaannya." Inul mendekati putranya,"Sayang,Mama punya temen dokter.Dia bilang kamu bisa pakai kaki palsu.Jadi kamu akan jalan normal seperti kita.Kamu mau kan?"
Danang sumringah mendengarnya,"Bener Ma?Wah Danang mau Ma!"
Inul membelai pundak putra sulungnya itu,"Mama akan bicara dengan temen Mama itu kalau kamu mau.Selalu ada harapan untuk hidup yang lebih baik sayang.Mama akan selalu bantu kamu."
Danang terharu mendengarnya,"Terima kasih ya Ma.Juga buat restu Mama kepada Ika dan Om Ben.Danang tahu itu ga mudah buat Mama.Tapi dengan memberikan restu itu Mama telah membantu Danang untuk memasuki lembaran baru."
Inul mengelus kepala Danang,"Mama yakin apa yang dikatakan adikmu pasti terjadi.
Bahwa kau akan menemukan pasangan yang sepadan dan yang akan sayang pada
kamu dengan tulus.Mama akan selalu mendoakannya.Selalu." Ayah Hamdan yang juga mau sarapan melihat mereka jadi ikut terharu,"Iya Nak Danang.Nanti kamu pasti ketemu jodohmu.Oh..ya nanti kalau lukisanmu sudah banyak,Ayah bantu buka galery ya?Sejak dulu Ayah suka lukisan."
Danang malah berkaca2 mendengarnya,"Sungguh Ayah?" Rizky juga ga mau ketinggalan,"Rizky juga bantuin yach.Rizky mau ikut mejeng foto2 Rizky nanti.Kalau boleh jadiin lukisan Kak foto2nya Rizky.Bagus2 lho."
Danang mengusap air matanya,"Tentu Rizky,kak Danang akan membuat
lukisan dari foto2 Rizky.Pasti!Terima kasih kalian tidak dendam pada kakak.
Terima kasih." Inul jadi ikut berkaca2 melihat penerimaan yang hangat dari keluarga Evi terhadap putra sulungnya. Danang :"Irwan mana sih Ma?Tumben belum bangun jam segini?Biasanya kan paling rajin dia.Kursi utama masih kosong tuh."
Inul mengambil duduk sebelah Danang,"Kecapekan paling.Kan kalau malam dia selalu menemani Evi jaga Evan.Biasa bayi suka bangun malam2.Mama dulu juga gitu.Kalian makan saja dulu.Daripada terlambat.Rizky ujian kan hari ini?"
Rizky:"Iya.Mohon doanya ya semuanya." Ayah Hamdan yang jawab,"Pasti Nak.Ayah pasti doain kamu.Biar sukses dan pintar.
Terus nanti bantuin kerjaan kakak iparmu.Semangat ya belajarnya!" Wah mereka rukun banget.Damai sekali.Tapi kurang ya kalau ga ada Irwan?
Kemana sih Pak Presdir?Yuk kita ke kamar dia.
***Kamar Utama Kediaman Sutedja*** wo...lha itu masih tidur Pak Presdirnya.Wah pules nian kayaknya.Sama Evi ga dibangunin malah diselimuti terus dipandangi.Wah malah ikut berbaring juga disebelah sang suami.Evi memandangi suaminya.Cie....cie...
/Memandangmu....walau selalu...tak akan pernah beri...jemu di hatiku...Menyapamu....walau selalu..masih terasa merdu...bagai dawai jumpa.../Memandangmu.Ikke Nurjanah. Evi memandangi wajah suaminya yang lagi tidur,'Memandangmu sedekat ini rasanya seperti saat pertama kita ketemu dulu.Ga sangka ya...dibalik wajah gantengmu ternyata kamu itu orang yang sangat berwibawa.Mimpi apa aku punya suami seganteng ini.Sekarang kamu sudah jadi ayah.Sudah jadi bapak.Sudah punya buntut.Oh iya kuambil Evan ah...
biar tidur sini juga sama papanya...'
Evi beringsut turun.Diambilnya Evan dari boxnya.Lalu dibaringkannya dekat Irwan. Wah bobok manis semuanya.Gayanya juga sama lagi.Iihhh...gemesin!Evi lalu ikut berbaring lagi kali ini Evan ditengah.Evi tersenyum melihat ayah dan anak di sebelahnya,'Bahagianya aku.Ga sangka sebuah pernikahan palsu memberiku kebahagiaan seindah ini.
Aku mencintai kalian.Sangat cinta.Terima kasih Tuhan karena menghadirkan mereka dalam hidupku.' Evi gemas melihat pipi Evan yang tembem kayak papanya,'Anak Mama tembem bener pipinya...Wah lha nurun dari papanya sih...Kalian kok tembem2 sih pipinya.Gemesin banget.Kecup dulu ah.' Evi mengecup pipi Evan eh ternyata ada yang bergerak juga mengecup pipi Evan. Wah Irwan ternyata juga bangun.Kecupan Irwan malah mendarat di pipi Evi,
wah salah sasaran atau sengaja salah landasan he..he.. Evi kaget,"Lho kamu sudah bangun to Sayang?" Irwan tersenyum julit,"Waktu kamu turun dari ranjang tadi aku sudah bangun.
Kamu punya hobby baru yach?" Evi makin ga ngerti,"Hobby apa?" Irwan menciumi Evan,"Ngeliatin orang lagi tidur.Hayo ngaku!" Evi tersipu malu,"Habis kamu culun banget kalau lagi tidur." Irwan mencubit pipi isterinya,"Mamanya Evan julit!"
Irwan melihat ke arah jam dinding,"Wah sudah jam segini.Kok kamu ga bangunin aku sih sayang?" Evi tersenyum julit,"Maaf.Habis aku ga tega lihat kamu tidurnya pules banget.Memang ada apa hari ini?Katanya kamu ga kerja hari ini?"
Irwan melihat Evan juga bangun,"Memang ga kerja.Tapi aku mau pergi sama kakak dan Adi.Apa aku belum bilang kamu sih sayang.Oh iya kamu sudah tidur semalam.
Kamu capek banget kayake." Evi pura2 manyun,"Lupa apa sengaja ga bilang?" Irwan memeluk isterinya dari belakang,Evan memandangi mama papanya dengan
matanya yang gede2. Evi pura2 marah,"Ga usah peluk2!Katanya ga akan lupain aku.Huffh!" Irwan malah makin menempel isterinya,"Jangan gitu dong sayang.Aku kan ga sengaja.Lagian aku juga ga tega bangunin kamu.He..he...kamu manis kalo tidur." Evi tersenyum,"Kalo ga tidur ga manis?" Wah Irwan langsung mendekap isterinya,"Aduh..salah ngomong ya?...Pokoknya kamu satu2nya wanita di hati aku sayang selain..." Evi memandang tajam pada suaminya,"Selain siapa??!" Irwan menahan tawa melihat wajah isterinya,"Selain mama he..he..kena deh!" Evi langsung nyubitin Irwan,"Ihhh julit ya!Awas kamu!"
Irwan malah meluk sang isteri penuh bahagia,"Aku ga akan menduakan kamu sayang.Ga ada niat seperti itu dihati aku.Selamanya aku hanya ingin anak2ku lahir dari dirimu.
Semua anak2 Irwan Sutedja hanya punya satu ibu.Yaitu Evi Masamba."
Evi bahagia sekali mendengarnya,"Bener lho yach?Aku pegang lho perkataanmu."
Irwan malah menyandarkan dagunya di pundak sang isteri,"Janji!Ini janji seorang Irwan Sutedja kepada isterinya,Evi Masamba."
Evan yang melihat orang tuanya malah mesra2an dan nyuekin dia langsung beker,"Woeeek!!" Evi dan Irwan malah berpandangan,"Juniornya demo karena dicuekin tuh...
ohhh.sayang..." Wah mereka malah sibuk ngurus Evan.Evi lalu memberi makan Evan.
Sedang Irwan mandi.Habis mandi mereka bertiga baru menuju ruang makan.
Wah langsung disambut dengan suit2.Apalagi Adi. Adi :"Wah semalam ngapain yach kok baru bangun jam segini nih..." Aty menginjak kaki Adi,"Hush!Kuwanen!" Adi megangi kakinya yang diinjak Aty,"Waduh biyung!!Aboh ki!" Irwan tertawa,"Makasih kak Aty he..he..." Evi menyapa semuanya,"Maaf semuanya...semalam kita gantian jaga Evan.Biasa..." Danang memandang Irwan,"Wan jadi kan kita pergi hari ini?"
Irwan menoleh,"Jadi dong.Albi sudah kukasih tahu kalau aku off dulu hari ini dari kantor.
Kalau ada apa2 byphone atau email saja." Danang sumringah,"Bagus deh!Aku tak ingin menunda2 lagi perkara ini.Belum plong kalau belum kulaksanakan."
Adi nyeletuk,"Aku ikut lho Bossbro.Kamu janji lho dulu pas di RS kalau bakal ngajak aku."
Irwan mengambil Evan dari Evi,"Iya Di.Kamu ikut.Aku ga lupa kok." Adi langsung bersorak,"Yess!!" Wah gimana nanti pas mereka ketemu dengan keluarga sang pilot yach?
Akankah mereka akan memaafkan Danang dan Adi?Atau malah menuntutnya?
***see you next eps***
Eps 154 TABIR KEPALSUAN ♣
The Judgement
♣ TABIR KEPALSUAN ♣EPS 154 ♣ The Judgement = Penghakiman
♣Persiapan Menuju Rumah Mendiang Sang Pilot♣
Danang duduk ditengah bersama Irwan.Adi malah di depan di sebelah sopir.
Aty mendekati Adi yang bersiap hendak duduk di depan,"Kagak salah kau duduk
di depan,chayank?" Adi merona pipinya dipanggil begitu,"Sst!!Jangan panggil aku begitu,kodong...
aku jadi malu." Aty malah mrengut,"Kenapa harus malu?Boss Muda saja biasa manggil Nyonya Muda dengan sebutan begitu.Masak kita ga boleh ikutan?Katanya kau suka jadi follower?" Adi tak jadi duduk,"Mereka kan pasangan romantis abad ini,kalau kita kan boro2 romantis....krisis kali..." Aty bingung,"Kok krisis?" Adi mengajak Aty agak menjauh,"Krisis soalnya kita terancam bakal dipisahkan oleh penjara.Kedua kita ini ga kaya.Ketiga kita itu ceriwis he..he..." Aty heran Adi malah bisa tertawa,"Aku ga rela kau dipenjara,ga mau...aku ga mau makan hari ini sampai kamu kembali.Aku akan berdoa pada Tuhan agar Tuhan melembutkan hati mereka sehingga tidak menuntutmu ke pengadilan."
Adi jadi terharu dan meraih tangan Aty,"Walaupun mereka menuntutku,aku rela.Karena aku memang salah.Kamu jangan sedih,masih banyak pria yang baik diluar sana selain aku,kodong...Nanti kamu jangan nunggu aku,kamu harus terus lanjutin hidup kamu...."
Aty malah memeluk Adi dengan eratnya,"Nggak!Aku akan tetep nunggu kamu !
Meskipun lama akan tetap kutunggu.Meskipun aku bakal langsing karenanya...
aku hanya mau satu pria yaitu kau....kodong." Adi :"Aduh!!Aku ga bisa nafas nih....uhuk!!uhuk!" Atypun melepaskan pelukannya,"Pokoknya nanti kalau kamu dipenjara,kamu harus jaga mata,jangan lihat yang aneh2...!!"
Adi terkekeh,"Aty...Aty,memang kalau di penjara mau lihat apaan?Paling juga sesama napi....kamu ini ada2 aja..."
Aty melirik ke arah majikannya,"Lihat tuh,Boss Muda sama Nyonya Muda mesra nian...Aku ingin kita bisa bahagia seperti mereka.Aha...Boss Muda pasti takkan biarkan kau di penjara.
Karena Boss Muda kan sayang banget sama Tuan Danang.Kalau kau dipenjara apalagi Tuan Danang.Aku tenang sekarang.Aku yakin kalian akan baik2 saja.Boss Muda kan bersama kalian.Yeah....yippi yippi!"
Adi lega melihat wanita yang ia sayang kini tidak manyun lagi,"Bossbro memang selalu menjadi harapan bagi banyak orang.Orang yang sangat mengagumkan."
Sementara yang sedang mereka lihatin ga sadar kalau jadi pusat perhatian.
Irwan lagi menciumi pipi Evan,"Pangeran Papa,baik2 di rumah ya sama Mama?Uhmmm...tembemnya...Ngangenin deh bayi ini...Gemesin banget." Evi melirik suaminya,"Kalau Mamanya ngangenin ga?" Irwan balas melirik,"Pasti dong!Kalau anaknya aja ngangenin apalagi Mamanya.Aduh....bikin kangen bingit.." Evi tertunduk malu,"Ah paling cuma di bibir saja.Buktinya yang diciumi sejak tadi cuma Evan...."
Irwan jadi kambuh julitnya,"Evan...Mama cemburu tuh sama kamu...Bilang dong ke Papa gimana caranya biar Mama ga cemburu lagi."
Irwan bergaya mendekatkan telinganya ke mulut Evan,"Apa?....oh....gitu caranya?Ya..ya...Papa ngerti.Makasih ya Evan sayang."
Evi jadi penasaran,"Masak Evan bisa ngomong sih?Perasaan belum ada setengah tahun lho.Ah bohong!"
Irwan menahan senyum,"Beneran dia ngomong.Dia kasih jurus jitu buat kamu
ga cemburu lagi lho.Coba tanyain sendiri."
Evi mengambil Evan dari Irwan,"Masak sih?Kok sama aku ga pernah gitu yach?"
Irwan memperhatikan Evi menempelkan telinganya ke bibir Evan,"Mana?Kagak bicara apa2."
Evan malah ketawa,"Tuh malah ngetawain Mamanya.Wah kalian,ayah dan anak kompak ya ngerjain Mama.Awas lho!"
Irwan mendekati isterinya,"Gini caranya,kalau mau denger Evan ngomong.Bilang dulu sama Evan kalau Mamanya cinta banget sama Papanya Evan.Baru dia akan ngomong."
Evipun nurut,"Baiklah tapi awas kalo ngerjain lho yach...Evan sayang,Mama itu cinta banget sama Papanya Evan." Irwan langsung berbisik ke telinga isterinya,"I love you Evi Sutedja." Evi pura2 ga denger,"Apa Evan?Mama ga denger?" Irwan langsung meraih isterinya dan menciumnya,di bibir lagi.Wah Evi terpana.
Mana banyak orang lagi disitu.Ada Danang dan Inul di dekat mobil.Ada Ayah Hamdan juga.Belum pasangan krisis kita.He..he...Adi menyikut Aty,"Tuh lihat!
Itu baru romantis.Makanya aku duduk depan,aku sudah diwanti2 sama Nyonya
cantik untuk jaga Bossbro.Kalau ada apa2,dengan duduk depan aku akan tahu lebih dulu.Gitu ceritanya diajeng Aty..." Aty seneng banget disebut *diajeng*,langsung senyum lebar dia.
Sambil nyandar pula kepalanya di pundak Adi,aduh....Irwan sih suka pamer kemesraan depan publik.Jadinya ya gini nih!Lho Rizky kok ga ada?Dia kan udah diantar duluan ke sekolah.Eh itu kok ada pria bermotor di dekat pos satpam?Itu Renegade,dia diminta Benigno jagain Irwan.Wah Benigno ga ikut ding ya?Tapi tetep perhatian yach?
Iya dong apalagi berkat perkataan Irwanlah hubungannya dengan Ika direstui Bunda Inul.Bener juga.Berilah maka kamu akan diberi.
Irwan memberi kebaikan dan Benigno membalasnya dengan kebaikan pula.
Keluarga yang saling menunjukkan kebaikan.Ayah Hamdan cuma tersenyum melihat
Irwan mencium Evi,'Nak Irwan memang sayang banget sama putriku.Hatiku tenang menyerahkan Evi padanya.Putriku berada di tangan yang baik.Bahkan sangat baik.
Semoga kalian akan selalu mesra sampai kapanpun jua.' Danang dan Ibunya juga saling melempar pandang ke arah Irwan dan Evi. Danang:"Lihat Ma!Kemesraan mereka itu bikin iri saja.Lihat nih sampai di Tabloid aja foto mereka mesra di taman dipajang gede di halaman depan.Judulnya:*Wanita Hebat dibelakang Kesuksesan Seorang Irwan Sutedja*.Wah...ini benar2 bakal jadi trending topic nanti."
Inul membawa juga sebuah koran bisnis,"Lihat nih disini juga.Foto keluarga kita menghiasi halaman depan.Apa ini judulnya...*Keluarga Harmonis Kunci Sukses Bisnis Keluarga Sutedja*.Kamu juga akan seperti adikmu.Menemukan seorang wanita yang baik dan berbahagia.Pasti Tuhan akan merenda cinta kalian.Kamu sabar saja Sayang."
Danang manggut2,'Semoga saja Tuhan tidak melupakanku dalam rencana-Nya.
Aku ini ga berharap muluk2,masih diberi kesempatan untuk membuka lembaran baru
kehidupan saja,aku sudah bersyukur.Pasti banyak yang berdoa buat aku sehingga aku
masih diberi kesempatan memperbaiki diriku.Aku akan mulai dengan meminta maaf dan pengampunan dari keluarga mereka yang pernah kusakiti.Luka harus dibuka untuk dibersihkan,barulah pemulihan akan terjadi.Untung ada Irwan menemani,kehadirannya sebuah dukungan moral yang sangat besar buatku.Karena dialah orang yang paling sering kusakiti.Ia telah melepaskan pengampunannya sehingga aku merasa sangat berharga di matanya.Terima kasih Irwan,adikku,kau memang lebih muda dariku tapi kaulah kepala
keluarga Sutedja.Kau pantas dihormati.Semoga kau selalu bahagia,adikku.' Evi malu kala sadar semua orang memandang dia dan Irwan,"Wan,malu tahu...
kan kita ga di kamar."
Irwan malah senyum2,"Habis kamu cemburuan dan suka meragukanku.
Jadinya aku kasih lihat aja kalau aku beneran cinta sama kamu.Sekarang malah aku dimarahi.Huffh!"
Evi menyandarkan kepalanya di dada suaminya,"Aku bahagia sekali memiliki cintamu.Siapa sangka seorang gadis seberang pulau nun jauh dari Jakarta bisa mendapat hati seorang milyurner muda asal Jakarta.Jika bukan campur tangan Tuhan,siapa lagi."
Irwan membelai lengan Evi,"Iya Tuhan begitu baik ya pada kita.Dia mempertemukan kita dan melindungi cinta kita hingga menganugerahi kita bayi tembem ini.Halo Evan sayang.Seneng ga jadi anak Papa dan Mama?" Evan langsung menunjukkan tawa riangnya,"Hii..hii..waw" Wah mau berangkat aja mesra dulu.Semoga keluarga pilotnya bermurah hati pada mereka.Bagaimana tanggapan keluarga pilot nanti?***see you next eps***
TABIR KEPALSUAN EPS 155
◆◆ TABIR KEPALSUAN ◆◆◆EPS 155◆◆◆Cause of Death = Penyebab Kematian
◆◆◆Prolog◆◆◆ Ada beberapa katak kecil tengah mengadakan perlombaan lari.Barangsiapa yang sampai di puncak sebuah tower lebih dulu maka dialah pemenangnya.Wah katak2 yang lain segera berbondong2 datang untuk melihat perlombaan lari tersebut.
Walaupun mereka ragu dan sama sekali tidak yakin bahwa akan ada yang mencapai
puncak tower yang begitu tinggi,namun mereka tetap mau melihatnya.
Perlombaanpun dimulai.Wah seru dan heboh sekali apalagi para penonton juga
bersorak2 menambah ramai suasana.Kebanyakan dari penonton mulai mencibir,
"Tak mungkin mereka bisa mencapai puncak tower,mereka itu masih kecil2." Yang lain juga meragukan bakal ada yang sampai ke puncak tower,"Mustahil bisa sampai puncak.Medannya susah dan mereka itu belum punya pengalaman.Beberapa ekor katak kecil mulai berhenti mengikuti lomba.Wah penonton makin riuh melihatnya.Tinggallah beberapa ekor katak kecil yang meneruskan lomba.Penonton semakin gencar berkomentar,
"Ayo katanya kalian bisa!!Mana tuh temannya sudah ada yang gagal bukan?!Huuu!!"
Beberapa ekor katak kembali berguguran,hingga tinggallah seekor katak kecil,yang paling kecil malah.Dengan sekuat tenaga akhirnya ia sampai dipuncak tower.Namun anehnya penontonnya malah terdiam semua.Mereka terpana tak menyangka.
Lalu si katak yang juara mendapat hadiahnya dan ditanya apa rahasia keberhasilannya.Ini dia jawabannya,"Sejak pertama lomba hingga sampai finish saya memakai sumbat telinga sehingga saya tidak mendengar komentar negatif sepanjang perjalanan yang bisa menjatuhkan mental dan semangat saya."
Wah rahasia sepele sekali,memang sih sekarang ini kita hidup di zaman banyak pencemooh.Orang lebih suka melihat orang lain jatuh dan gagal daripada melihat
orang lain sukses.Jadi terkadang kita harus belajar mengabaikan cemooh orang agar
kita tetap fokus menjalani hidup dengan benar dan mencapai tujuan kita.
Bukankah hidup itu seperti perlombaan?O ya saya janji mau menceritakan soal gimana Adi dan Aty jadian ya?Oke saya akan penuhi janji saya.Yuk kita lihat ke kediaman Sutedja dulu!
◆◆◆Kediaman Sutedja◆◆◆ Mobil yang membawa Irwan,Adi dan Danang sudah berangkat.Renegade mengawal mereka.Tentu saja beserta mobil bodyguard lainnya.Inul dan Ayah Hamdan sudah masuk ke dalam.Tinggallah Evi dan Aty yang masih diteras.Evi sedang asyik menjemur Evan
di sinar matahari pagi.Biar dapat vitamin D.Aty malah asyik melamun memandangi gerbang.Evi merasa heran melihat pembantu yang sudah ia anggap seperti kakak itu,"Kak Aty!Lagi melamunkan apa sih?"
Aty tersadar dari lamunannya dan mendekati Nyonya Mudanya,"Oh...ya Nyonya Muda.Saya datang!"
Evan tampak senang dijemur,wajahnya sampai merah.Evi menciumi putra sulungnya itu,"Waduh sampai merah nih wajahnya...Gemesin banget sih!Evan sayang matahari pagi itu bagus buat tulang kamu biar nanti bisa kuat seperti papa Irwan.Papa Irwan itu bisa bela diri lho.Kalau ga percaya tanya kak Aty itu.Ya kan kak Aty?"
Aty gemes juga lihat putra majikannya,"Boss Junior pipinya tembem ya Nyonya?
Kayak Boss Muda.Sekarang Boss Muda lebih gemukan.Hatinya pasti senang.
Apalagi punya isteri sebaik Nyonya Muda.Sudah dikaruniai momongan lagi
wah tambah seneng pastinya.Apalagi sekarang sudah rukun sama Tuan Muda Danang.Wah keluarga Sutedja benar2 penuh ketentraman."
Evi tersenyum,"Semua itu pemberian dari Yang Diatas.Kita harus bisa menjaganya.Itu juga kenapa saya juga harus merawat Evan dengan benar.Oh ya Kak Aty tumben melamun?
Ada apa?" Aty duduk dekat majikannya,"Aty ingin seperti Nyonya muda hidup bahagia dengan pria yang dicintainya.Tapi sepertinya penghalangnya banyak.Andai saja Adi bukan orang jahat dulu pasti akan lebih mudah menjalani hidup ini."
Evi menaruh Evan di kereta dorongnya,"Jangan patah arang gitu kak Aty.Pasti ada pertolongan bagi orang yang jujur.Itulah kata Irwan setiap kali pada Evi.Adi sudah melakukan hal yang benar dengan mengakui perbuatannya jadi kak Aty harus terus memberi dia semangat supaya ia tidak jatuh lagi dalam dunia yang gelap.Lagipula Irwan pasti akan melakukan apapun untuk mereka yang ia sayang.Tenang saja kak Aty,jangan cemas.Masih ada harapan untuk masa depan kalian.Oh ya Evan sudah merah semua nih sudah cukup jemurnya,kami masuk dulu yach.Da..dah...Tante Aty..he..he..."
Aty melepas Nyonya Mudanya masuk ke dalam,'Nyonya Muda benar,aku harus semangat supaya Adi juga semangat.Bukankah seorang isteri adalah penolong suaminya?
Jadi sang isteri harusnya lebih kuat dong.Kalau urusan badan mah aku sudah pasti lebih kuat dari Adi he..he..Hush!Aku kan belum dilamar sama Adi kok sudah mikir jadi isterinya?Aduh...jadi malu nih...dulu saja aku yang nembak Adi lebih dulu he..he..soalnya Adi lemot sih loadingnya...jadi ingat waktu kita pertama jadian deh....'
◆◆◆Flash Back◆◆◆ Adi sudah pulang dari RS dan sedang berbaring di kamarnya.Wah ia merasa gerah dan ingin mandi.Dengan pelan2 ia turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.Setelah memastikan semua ada iapun menyiapkan pakaiannya.Adi sibuk memilih pakaian yang akan dipakainya sambil nyanyi dia,"Pilih dipilih pilih hoya...pilih dipilih...pilih saja yang ini..."
Aty mengendap2 di belakangnya,"Whoa!!"
Adi tentu saja kaget,"Jagat dewabatara Narada...Aty bikin kaget aja!Kamu ini mau aku opname lagi di RS??"
Aty malah senyam senyum gitu,"Kamu kaget yach??Hi..hi...wah baju2mu bagus2...
pakai yang ini saja bagus buat kamu.Kelihatan makin ganteng!"
Adi tersipu dibilang ganteng,"Emang aku ganteng?Ganteng mana sama Bossbro?"
Aty mikir2,"Tergantung siapa yang lihat dong...kalau yang lihat Nyonya Muda pasti
bilang Boss muda lah yang lebih ganteng..." Adi meletakkan pakaian yang dipilih Aty diujung tempat tidur,"Kalau yang lihat kamu?"
Aty jadi salting,"Kalau aku...ya..gantengan kamu dikit he..he.." Adi makin keki,'Aty...Aty...sebenarnya aku tuh sayang sama kamu tapi aku punya
masa lalu yang buruk..bahkan pernah jadi penjahat,ngilangin nyawa orang lagi...
andai saja aku nggak jahat pasti aku sudah nyatain perasaan aku ke kamu.
Tapi apa daya tangan tak sampai...gimana masa depan kamu kalau dapat aku?
Nggak ah...aku mah ga pantas bahagia...bisa lihat dan berada deket sama kamu saja
aku senang.Itu cukup buatku.'
Aty heran lihat wajah Adi tampak muram,"Kamu kenapa kodong?Kok sedih gitu?Dipuji kok malah sedih sih?"
Adi tersenyum tipis,"Gpp kok biasa aku kan masih dalam masa recovery...wah sok Inggris nih...oh ya kamu kok main nyelonong aja ke kamar aku?Ini tuh kamar cowok ya..
gimana kalau aku pas ganti baju tadi...hayo!!?" Aty malah bayangin yang diomongkan Adi,"Wah...coba gitu ya...he..he.." Adi geleng2 kepala,"Woo..lha malah ngeres gini pikirannya...kebanyakan nonton melodrama korea ya kayak gini nih...aku mandi dulu wae..." Adi masuk ke kamar mandi tapi tanpa membawa pakaian yang sudah ia siapkan tadi.
Tak lama kemudian terdengar suara air mengalir.Tanda Adi sudah mandi. Aty senyum2 melihat pakaian Adi masih diluar,'He..he...aku punya ide nih!Handuk aja juga masih diluar nih hi..hi...ini kesempatan aku ....'
Adi sudah selesai mandi dan baru sadar kalau ia lupa bawa handuk dan pakaian ganti,'Waduh!!Piye ki?Aku kok malah lupa bawa handuk dan baju ganti.Mana baju kotornya sudah basah pula.Mana Aty diluar lagi...piye ki?'
Aty mendekati kamar mandi,"Adi!!Kamu ga merasa lupa sesuatu?" Adi blingsatan denger teriakan Aty,"Iya aku lupa bawa handuk sama baju aku nih!!
Tolong ambilin dong Aty yang cantik...please!!" Aty mesam mesem,"Boleh!Tapi ada syaratnya."
Adi buka dikit pintu kamar mandinya,"Weleh pakai syarat segala!!Cepetan mana handuknya!!"
Aty malah menyembunyikan handuk dan baju ganti Adi dibelakang punggungnya,
"Aku baru akan kasih handuknya kalo kamu jawab pertanyaanku...terus aku baru akan kasih bajunya kalau jawaban kamu seperti yang kuinginkan."
Adi makin heran saja dengan syarat Aty,"Pertanyaan apa sih Aty??Aku ini bukan pak guru ya...aneh2 wae tah!!"
Aty malah memamerkan handuk Adi,"Ayo terima ga syarat aku?Kalau ga aku bawa pergi lho handuk dan baju kamu terus kunci lemari pakaian kamu aku bawa he..he.."
Adi geleng2 kepala,"Wah ini namanya pemaksaan nih bukan persyaratan..." Aty lalu mengunci lemari pakaian Adi,"Bener nih ga mau terima syarat aku?Oke...aku bawa handuk dan pakaianmu lho juga kunci lemari pakaianmu.Gen kamu dikamar mandi terus wae...ha .ha ...oh ya aku tadi ke sini tuh sebenarnya mau kasih kamu sayur semur jengkol kesukaan kamu.Tapi kamu ngeselin...jadi kuhabiskan saja sendiri...weeek!!"
Adi begitu denger kata semur jengkol langsung ngiler dia,"Aty jangan pergi dong!!
Aku terima syaratnya....wis apa pertanyaannya?Jangan yang susah2 lho!"
Aty mendekat,"Siap ya denger pertanyaannya!?Gampang kok...pilihan jawabannya cuma dua,ya atau tidak.Apapun jawaban kamu aku akan tetap ngasih handuknya."
Adi sudah ga sabaran,"Iye...cepet apa pertanyaannya....dingin tahu..." Aty agak tersipu juga mengatakannya,"Aku mau jujur sama kamu.Aku ...aku..."
Adi menempelkan telinganya ke daun pintu,"Iye..kamu mau jujur apa?Pasti kamu suka sama salah satu baju aku kan?Ya jelas kamu suka,itu kan pakaian pemberian Bossbro.Bermerk pastinya.Udah ambil saja baju mana yang kamu suka.Dasar aneh!Mau minta baju aja ribet bener!"
Aty jadi manyun,"Siapa bilang aku suka baju kamu...aku tuh suka sama pemilik bajunya...he.he..." Adi melongo mendengarnya,"Apa???Kamu ngomong apa barusan?" Aty mendelik gitu wajahnya,"Aku suka kamu Adi...Apa kamu juga suka sama aku?" Adi terdiam,'Aty...aku seneng banget dengernya tapi....itu terlalu indah buat aku Ty...
aku bingung.' Aty menanti dengan harap2 cemas,"Gimana?Apa jawabannya?"
Adi malah balik nanya,"Aty kamu ga salah suka sama orang yang bakal dipenjara?"
Aty langsung jawab,"Ga!Aku sudah mikir kok,walau kamu dulu penjahat tapi aku beneran sayang sama kamu.Meski kamu bakal dipenjara aku akan tetep setia nunggu kamu kok.Jadi gimana?"
Adi malah jadi terharu,"Kok ya ada sih wanita kayak kamu Ty?"
Aty malah jadi sewot,"Malah nanya terus!Ayo dijawab!!"
Adi mikir,'Aty saja ga takut dengan masa depan,ia malah menertawakannya.Kenapa aku yang laki2 malah cement?Aku juga berhak bahagia.'
Adi mengulurkan tangannya,"Mana handuknya?" Aty ga mau memberikan,"Jawab dulu!Baru kukasih handuknya!" Adi malah gantian julit,"Kasih dulu handuknya!Baru aku jawab!Kalo ga aku akan teriak.Biar satpam datang dan nemuin kamu di kamar aku dan sedang mengKDRT aku...ha..ha..." Atypun menyerahkan handuknya,Adi segera memakai handuk berbentuk piyama itu.
Ia lalu keluar dari kamar mandi. Aty menyembunyikan pakaiannya dan kunci lemarinya,"Ayo sekarang jawab!" Adi tampak ganteng dengan piyama handuknya,Aty klepek2 lihatnya.
Aty,'Gantengnya...kayak Boss Muda saja gayanya....wuiiih....sampai ngeces aku lihatnya...' Adi mendekati Aty,"Mana baju aku?" Aty cemberut,"Jawab dulu!Kamu juga suka ga sama aku?"
Adi tersenyum,"Kamu tadi bilang apa?Kamu bakal ngasih bajunya kalo aku jawab ya
bukan?" Aty sumringah,"Jadi kamu juga suka sama aku???" Adi mengangguk,wah Aty langsung memeluk Adi sampai Adi jatuh ke tempat tidur
saking ga kuat nahan berat badan Aty. Adi :"Ya ampun Aty!!Kamu itu berat bingit tahu ga?Jahitanku bisa kebuka nih..." Aty segera bangun dengan malu2,"Ups!Maaf...habis aku gembira sekali.Akhirnya kamu ngaku juga kalau kamu sayang sama aku.Nih bajunya...cepet dipakai ntar aku makin tergoda lihat kamu..."
Adi mengambil bajunya dan memandang Aty,"Kok kamu masih disini?Ayo keluar dulu!Masak aku ganti baju didepan kamu...kita kan belum nikah..."
Aty langsung terbirit2 keluar,Adi tersenyum.Wah...acara nembak yang aneh ya...pantes Aty membayangkannya sambil ngeces....weleh!Sudah kita tinggalin Aty dengan lamunannya.Kita lihat pangerannya Aty saja.Adi dong.Berarti lihat Irwan dan Danang juga dong?Ya iyalah!
◆◆◆Di Mobil◆◆◆ Adi duduk depan seperti seharusnya.Irwan dan Danang duduk di tengah asyik ngobrol.
Danang:"Om Ben tumben ga ikut?Biasanya kan dia selalu ada dimanapun kamu berada Wan?"
Irwan malah asyik memegangi kalung Irvinya,"Om Ben lagi sibuk ngurus persiapan perayaan HUT perusahaan Kak." Danang menepuk jidatnya,"Oh iya...sebentar lagi HUT perusahaan ya.Wah sampai lupa aku.Mau dimodel gimana perayaannya Wan?"
Irwan menyandarkan punggungnya,"Yang pasti masih program memberi kak.Pembagian sembako untuk warga sekitar pabrik kita,donor darah,lomba2,dan tentu saja dipadu seperti acara olahraga sehat.Tapi semua laporannya masih belum fix.Om Ben mau mastiin semua dulu.Baru nanti report ke Irwan.Tapi meski Om Ben ga ikut,bayangannya ada disini kok."
Adi yang ngeh,"Oh itu yang depan naik motor itu ya Bossbro?" Irwan tersenyum,"Pinter kamu Adi!Wah dikasih makan apa kamu sama Kak Aty Di?" Adi mesam mesem,"Biasa Bossbro,jengkol dan pete...he..he.." Danang yang nyeletuk,"Waduh!!Nafas naga dong..."
Irwan malah menerawang,"Aku malah kangen masakan Evi saat di Masamba dulu...hmm...Sayur daun kelor dan telor ceplok.Kapan2 ah minta dibikinke kayak
gitu sama Evi.he..he ..." Danang tersenyum mendengarnya,"Kalian ini enak punya orang yang merhatiin,sedang aku..."
Irwan menepuk bahu kakaknya,"Kakak pasti akan ketemu juga sama seseorang...
aku nunggu nih saat dimana kakak aku ini senyum2 sendiri nanti...he..he..ya ga Di?" Adi menoleh ke belakang,"Yoi Bossbro!!Saya aja yang mukanya standar gini aja bisa dapat,gimana Boss Danang he..he...pasti juga bisa dong." Danang senang mendengar dukungan mereka,"Kalian benar2 baik ya...pantas dapat yang baik juga..."
Hp Irwan bunyi,"Albi...Yeah Albi?" Albi :"Pak,maaf ganggu...ini saya emailkan regristrasi pameran mesin yang Bapak
mau lihat.Lokasinya di Jakarta kok Pak,di JCC Kemayoran Hall D.Berikut barcode masuknya Pak."
Irwan menjawab,"Oh ya terima kasih Albi.Tolong kamu print saja.Kalau punya Om Ben?"
Albi :"Juga sudah Pak."
Irwan :"Sipp!Baiklah saya akan hadiri pameran itu nanti sama Om Ben.Siapin semua ya juga para engineer dan team technical juga.Siapin semua regristrasinya.Oke gitu aja Albi."
Irwan melihat emailnya,Danang malah yang heran,"Pameran apa Wan?"
Irwan:"Oh itu Pameran Manufacturing Indonesia kak.Perusahaan kita kan lagi
mau bangun pabrik lagi nih.Nah Irwan mau nyari peralatan dan mesinnya.Kakak mau ikut?"
Danang menggeleng,"Wah aku ga ngeh soal Mesin Wan,kalau pameran lukisan aku mau.He .he.."
Irwan tersenyum,"Irwan juga bukan ahli mesin kak.Tapi Irwan harus tahu soal mesin juga.Irwan didampingi team engineering kok.Kalo pameran lukisan Irwan juga suka
apalagi kalau lukisan pemandangan.Wah Evi juga suka banget tuh..." Adi nyeletuk,"Disebut terus nih Nyonya Cantik...baru ditinggal bentar udah kangen gitu...padahal tadi sudah pakai hot kiss lho...uhm..uhm..." Danang juga nimbrung,"Iya Irwan nih bikin iri aja deh..." Irwan jadi tersipu,"Ups!!Maaf habis Evi julit sih...he..he.." Danang melirik adiknya,"Evi atau kamunya Wan yang julit?He..he.." Irwan mesam mesem sambil meraba lagi kalung Irvinya,"Dua2nya kali kak he..he.." Wah mereka malah saling ledek.Nggak terasa akhirnya sampai juga mereka di
tempat yang dituju.Renegade memeriksa keamanan.Setelah aman baru ia memberi kode.
Wah para warga yang melihat rombongan mobil mewah langsung heran semua.
Pada kepo,"Wah siapa itu yah kok berhenti depan rumah Bu Hetty?" Warga lain juga heran,"Iya mobilnya mewah lagi.Wah jangan2 pejabat yang datang...lihat ah!"
Adi turun lebih dulu.Mengambilkan kursi roda buat Danang lalu baru Irwan turun membantu Danang duduk di kursi rodanya.Wah gimana penerimaan keluarga pilot yach?***see you next eps***
TABIR KEPALSUAN¤¤¤>>>
EPS 156
>>> TABIR KEPALSUAN>>> Eps 156>>> For Murder = Untuk Pembunuh
¤¤¤ Prolog Ada seorang jenderal yang terkenal bengis.Pada suatu hari ia menangkap
tawanan perang.Dan diantara tawanan perang itu ada sepasang suami isteri.
Mereka memiliki seorang anak perempuan yang masih kecil.Anak kecil itu selalu datang
mengunjungi ayah ibunya di penjara sambil membawa bunga untuk mereka.
Hingga suatu hari ayah ibunya dieksekusi.Anak kecil itu sangat sedih.
Iapun memberikan bunga yang ia bawa kepada sang jenderal.Sang jenderal heran,
"Kenapa kamu berikan bunga itu padaku?Kau tahu kan siapa aku?" Gadis kecil itu menjawab,"Ayah ibuku sudah tiada.Aku juga tahu siapa Anda.
Tapi aku tak punya siapa2 lagi.Hanya Anda yang kukenal tiap kali ke sini menengok
ayah ibuku.Jadi kuberikan saja bunga ini pada Anda.Maukah Anda menerimanya?" Hati jenderal itu hancur seketika,'Akulah yang memutuskan setiap eksekusi dan gadis
kecil ini dengan polosnya menganggap aku sebagai pengganti orang tuanya.Akulah pembunuh orang tuanya.'
Sejak itulah jenderal itu berubah dan tak lagi kejam.Kehidupannya berubah saat
seorang gadis kecil melepaskan pengampunan atas kematian orang tuanya.
Saya pernah baca kisah ini cuma saya lupa dimana.Agak sulit diterima memang namun memang begitulah adanya.
Pengampunan memang berkesan tidak adil.Namun jika kita memakai terus prinsip
mata ganti mata maka endingnya adalah kita hanya akan membuat semua orang
menjadi buta.Lihatlah berapa orang yang menjadi korban ospek.Pembalasan dendam angkatan dahulu kepada angkatan selanjutnya.Waktu ospek kampus dulu ada teman saya
punya penyakit jantung sampai dibawa ke RS saking ga kuat.Coba pikir untuk bisa kuliah berapa proses telah dilalui seseorang?Harus lulus S3 dulu,SD-SMP-SMU.Berapa biaya dikeluarkan oleh orang tuanya?Ada yang sampai hutang,gadaikan barang,jual sawah dll.
Berapa banyak tetes keringat dan tetes air mata demi mereka bisa menyandang
predikat mahasiswa?Jangan menumpahkan darah orang yang tak bersalah karena kejahatan dan kutuk takkan berhenti mengejar jika itu terjadi.Hanya pengampunan yang mampu menghentikannya.Marilah memberi hal yang baik bagi dunia ini,hal yang membangun dan bukan meruntuhkan.Oke deh kita lihat yuk apakah Danang dan Adi akan mendapat pengampunan dari keluarga sang pilot atau malah mendapat tuntutan?
¤¤¤ Rumah Keluarga Sang Pilot Danang memandang ke rumah di hadapannya.Sebuah rumah yang sederhana tapi sangat asri.Banyak tanaman ditanam di pot.Aneka jenis bunga tumbuh di sana.Harum melati semerbak mewangi begitu memasuki pekarangan.
Adi yang mengetuk pintu lebih dulu,"Permisi!". Seorang wanita paruh baya membuka pintu,pandangannya langsung tertuju pada Irwan,"Oh...Nak Irwan!Mari masuk Nak!" Adi heran,"Kok dia kenal kamu,Bossbro?" Irwan segera membawa Danang masuk ke dalam rumah,"Begitu ingatanku pulih dulu,aku segera mencari keluarga mendiang pilot yang telah menyelamatkanku."
Wanita yang sudah beruban itu mempersilahkan mereka duduk,"Nak Irwan itu takkan pernah ibu lupakan kebaikannya.Saat anak saya terancam hukuman mati di saat bekerja sebagai TKI,nak Irwanlah yang menolong kami sehingga anak ibu bebas dan kini tinggal bersama ibu."
Irwan duduk di sebuah kursi dekat dengan Danang,"Justru saya yang berhutang nyawa pada suami Ibu Hetty,jika beliau tidak mengorbankan diri pastilah saya sudah tinggal nama sekarang."
Danang dan Adi tertunduk mendengarnya,apalagi Danang matanya sudah berkaca2 sejak masuk ke dalam ruang tamu yang penuh dengan foto2 mendiang sang pilot.
Irwan bertanya,"Bang Jono mana Bu?Kok tidak kelihatan?"
Bu Hetty menjawab,"Pastinya kerja dong Nak Irwan,kan Nak Irwan kasih dia modal
buat buka usaha.Sekarang usahanya tambah maju.Sudah punya cabang malah." Irwan mengingat2,"Oh iya usaha celluler yach ...wah ingat saya sekarang.Celluler Pilot yach namanya?"
Bu Hetty tersenyum,"Iya Nak.Cabangnya sudah berapa ya?Kalo ga salah sudah 5 apa 6 gitu.Terima kasih lho Nak Irwan sekarang Jono ga perlu jadi TKI lagi.Hati ibu tenang.Oh ya kalian mau minum apa?Teh apa kopi?"
Irwan malah jawab,"Nggak usah repot2 Bu.Kedatangan Irwan kemari untuk
mengantarkan kakak Irwan dan sahabat Irwan menemui keluarga Ibu." Bu Hetty memandang pada Danang dan Adi bergantian,"Kalian ingin menemui Ibu...
Pantas tadi ada kupu dirumah Ibu, rupanya bakal ada tamu agung kemari." Danang malah berurai air mata sedang Adi langsung tersungkur dibawah kaki Bu Hetty.Tentu saja Bu Hetty kaget,"Kalian ini kenapa?Kok malah sujud begini?"
Adi yang bicara lebih dulu,"Saya mohon ampuni saya Bu...saya mohon maaf sedalam2nya...Ibu silakan pukul saya atau tampar saya atau laporkan saya ke polisi,saya ikhlas Bu..."
Danang juga langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai tersungkur didepan
Bu Hetty,"Sayalah yang harus disalahkan Bu...sayalah pembunuh sebenarnya...saya ini tak termaafkan kejahatannya....saya hanya ingin ibu tahu saya sangat menyesal,sungguh menyesal..."
Bu Hetty terheran2,"Mereka ini kenapa Nak Irwan?Ibu ga ngerti..."
Irwan menerangkan,"Yang pakai kursi roda itu kakak Irwan Bu.Namanya Danang.
Dulu kakak begitu membenci Irwan sehingga menyuruh seseorang menyabotase
pesawat yang dipakai Irwan perjalanan bisnis ke luar pulau.Nah orang itu adalah Adi.Sahabat saya ini Bu." Bu Hetty berkaca2,"Pantas saya mimpi suami saya terus akhir2 ini.Rupanya ini artinya."
Danang ,"Ibu ...saya juga ketemu suami ibu saat saya koma di RS karena kecelakaan.
Beliau berpesan agar saya menemui ibu dan meminta maaf pada ibu dan keluarga.
Saya sudah lega sekarang bisa mempertanggungjawabkan dosa2 saya.Saya ikhlas jika ibu mau memasukkan saya ke penjara.Saya benar2 ikhlas."
Adi juga menambahi,"Saya juga pas koma ditemui sama mendiang suami Ibu,katanya ibu dan keluarga harus melanjutkan hidup dengan baik.Saya juga sudah siap jika ibu
memenjarakan saya.Dengan ikhlas saya akan menjalani hukuman saya.Yang penting saya sudah mengakui pelanggaran saya sama Ibu."
Irwan lalu ikut bersimpuh,"Sayalah yang paling harus minta maaf sama Ibu,saya ini
kepala keluarga Sutedja.Segala yang dilakukan keluarga saya juga menjadi tanggung
jawab saya.Apalagi demi menyelamatkan saya,suami Ibu meninggal.Saya mewakili seluruh keluarga saya meminta ampun pada Ibu.Saya mohon ampunilah kami."
Bu Hetty memandang pada foto mendiang suaminya,'Mas...aku harus bagaimana?' Tiba2 ia melihat seakan foto itu tersenyum padanya,air matanya menetes.
Bu Hetty mendekati Irwan,"Berdirilah Nak.Suami Ibu sering cerita soal kebaikan hati Nak Irwan.Ibu kini melihatnya.Nak Irwan saja yang menjadi target pembunuhan sudah melepaskan pengampunan pada mereka.Jika tidak tak mungkin mereka kemari didampingi Nak Irwan.Ibu malah melihat kematian suami Ibu sebagai perwujudan balas budi kami
pada Nak Irwan yang telah menyelamatkan Jono dari hukuman mati dinegeri orang.Berdirilah Nak.Ibu sudah mengikhlaskan kepergian suami Ibu.Ibu kenal dia,suami Ibu itu orang yang tak akan pernah melupakan budi baik orang.Bahkan sebelum pergi terakhir kali,dia bilang kalo dia rela berkorban nyawa demi membalas budi baik Nak Irwan.Ibu nggak sangka,ia menepati ucapannya.Bangunlah Nak."
Bu Hetty lalu mendekati Danang,"Saya juga tidak akan menghukum atau menuntut
Nak Danang.Saya lihat Nak Danang sudah menerima hukuman dari Yang Maha
Kuasa sendiri.Nak,berdirilah...mulailah hidup yang baru.Jangan sia2kan kematian
suami saya dengan masih berbuat kejahatan.Itu saja yang Ibu minta,berdirilah dan
jadilah orang yang membawa kebaikan bagi orang lain.Ibu mengampunimu Nak." Danang terharu dan menangis sambil memeluk kaki Bu Hetty,"Terima kasih Bu...
terima kasih..."
Irwan lalu membantu kakaknya kembali duduk di kursi roda,sedang Bu Hetty
mendekati Adi dan meraih tangan Adi sambil berkata,"Ibu juga tak akan menuntut Nak Adi.Ibu hanya minta supaya tangan ini jangan lagi menjadi alat kejahatan tapi menjadi alat kebenaran.Ibu mengampuni Nak Adi.Berdiri Nak.Sama seperti Nak Danang,jangan sia2kan
kematian suami Ibu.Kamu harus mulai hidup yang baru yang lebih baik dan berada
di jalan yang benar." Adi menangis mendengarnya,"Terima kasih Bu...Aty pasti senang mendengarnya..." Irwan lega melihat kakak dan sahabatnya kini telah mendapat pengampunan dari
keluarga sang pilot.Kini tinggal anak sang pilot yang belum mereka temui.Sang ibu memanggil anaknya lewat hp agar segera pulang.
Bu Hetty,"Jon,Nak Irwan ada di rumah kita.Pulang ya.Nak Irwan mau ketemu kamu." Jono seneng banget dengarnya,"Yang bener Bu?Iya Jono akan segera pulang.Jangan sampai boleh pulang ya Bu."
Bu Hetty jawab,"Iya.Sekalian bawa apa gitu ke mari.Makanan apa gitu,masak tamu
agung ga dijamu.Ibu pekewuh." Jono:"Beres Bu!Tenang saja.Toko Jono lagi laris manis nih.Jono segera pulang." Irwan malah asyik ngebel Evi,kangen dia sama belahan jiwanya. Irwan agak menjauh ngebelnya,"Sayang..." Evi tahu perasaan suaminya dari nada bicaranya,"Kamu lagi nangis ya sayang?..." Irwan berkaca2,"Iya...kamu kok tahu sih?"
Evi jadi ikut terharu,"Kita kan satu sayang...dimanapun kamu berada,hatiku dan hatimu itu satu...apa yang kamu rasakan aku bisa rasakan dari sini...pantes Evan juga nangis terus sejak tadi...nih baru diem...bobok sekarang...imut banget kayak papanya...he..he.."
Irwan malah makin terharu,"Aku ingin meluk kamu saat ini sayang...aku ingin segera pulang dan nangis dipelukanmu."
Evi mengusap air mata dipipinya,"Aku akan menantimu disini.Aku tidak kemana2...
Aku akan selalu disisimu...aku mencintaimu Irwan...I love you..." Irwan juga mengusap air matanya,"Aku tak bisa hidup tanpamu sayang...Aku sangat mencintaimu...juga anak kita...Tunggu aku pulang ya Sayang...I love you,My Evi."
Waduh...mesra amat nih Pak Presdir.Gimana hasil konser semalam yach?
Tv nya malah nonton aku weleh..Oke deh sampai sini dulu yach...saya mau nyuci baju dulu.
Akankah Jono juga memberikan pengampunan seperti yang dilakukan ibunya?
***see you next eps***
Eps 157 TABIR KEPALSUAN 》
The Harvest
♧◆♧◇TABIR KEPALSUAN◇♧◆♧♧◆♧ EPS 157 ♧◆♧ ♧◆ The Harvest = Tuaian ◆♧
Banyak yang sulit percaya ya bagaimana isteri sang pilot bisa mengampuni para pembunuh suaminya.Namun saya menulis itu berdasar sebuah kisah nyata yang terjadi di Amerika.Ternyata ada ya orang2 yang bisa melakukan hal seperti itu.
♧Based on True Story ♧ Pada pagi hari tanggal 21 Agustus,Cooper Mardesich yang baru berusia 4 tahun
menemani ibunya mengantar kakaknya ke halte bis.Hal ini dilakukannya setiap pagi.
Setelah bis itu berangkat pergi,Cooper menyeberang jalan dengan sepedanya.Anak tetangganya yang baru berusia 15 tahun,mengemudi mobil ibunya dalam perjalanan ke sekolah.Karena silau terkena cahaya matahari dan kaca mobil yang agak kotor,
dia tidak melihat Cooper yang sedang menyeberang jalan lalu menabraknya.
Walaupun helikopter segera didatangkan dan Cooper dibawa ke Rumah Sakit terdekat,namun para dokter tidak dapat menyelamatkannya.Dikamar khusus yang disediakan untuk keluarga yang sedang berduka,ayah Cooper,Ted harus memberitahu kedua kakak Cooper bahwa adik mereka telah pergi untuk selama2nya.Cooper yang pada pagi hari masih bermain sepeda dan bercanda dengan kakak2nya sudah tidak ada lagi.Selang beberapa hari setelah kepergian Cooper,Ted beserta isterinya Sharon bertemu dengan anak yang menabrak Cooper dan keluarganya.Mereka memeluk anak itu dan memberitahunya bahwa mereka mengasihinya dan dia adalah bagian dari keluarga mereka.
Ted dan Sharon menegaskan pada anak itu bahwa dia telah diampuni.
Ted dengan penuh kesungguhan memberitahu anak itu bahwa dia tidak mau kehidupannya yang baru bermula itu rusak karena kejadian kecelakaan itu.Saat anak itu disidangkan di pengadilan anak,Ted juga menyempatkan diri untuk hadir.Ted meminta waktu untuk berbicara dan memberitahu hakim bahwa dia mendukung penyelesaian yang disarankan oleh pengacara untuk tidak memenjarakan anak itu sekalipun dia telah membunuh seorang anak kecil dan melakukan kesalahan mengemudi tanpa izin dan asuransi.Apa yang Ted katakan di sidang itu?
Ted memberitahu pengadilan bahwa dia tidak mau anak itu dipisahkan dari keluarganya,dari orang tua dan adik2nya.Apakah ada kebaikan yang diperoleh dengan menempatkan seorang pelajar yang baik,yang dikasihi oleh keluarga dan teman2nya ke dalam penjara seolah2 dia seorang kriminal?Hal itu tidak akan mengembalikan Cooper.
Ted mau mengurangi rasa sakit dan penderitaan akibat dari kecelakaan itu dan menginginkan agar setiap pihak yang terlibat dapat dengan cepat dipulihkan. Saat Ted selesai dengan ucapannya,kedua pengacara dan hakim turut meneteskan air mata.Mereka memuji Ted dan Sharon atas belas kasih yang mereka tunjukkan,
suatu hal yang jarang mereka lihat di pengadilan anak.Anak itu akhirnya dibebaskan
tanpa perlu menjalani hukuman.
Di pengadilan yang lain,dimana Regina Tausinga,ibu dari anak yang menabrak
Cooper diadili atas tuduhan menyebabkan kematian tanpa disengaja karena
mengizinkan anaknya yang dibawah umur untuk mengemudi mobil tanpa surat ijin mengemudi.Sekali lagi hakim yang memimpin sidang agak kebingungan.Hakim memanggil Ted dan Sharon dan bertanya apakah mereka benar2 tidak menuntut hukuman apapun atau restitusi dari Regina.
Ted menjawab bahwa hal itu benar2 tidak perlu. Hakim terlihat agak kaget,"Hal ini sangatlah tidak lazim.Sangat tidak lazim untuk pihak keluarga korban tidak menuntut apa2 atas kehilangan tragis mereka.Regina akhirnya diberi kesempatan untuk berbicara.Sambil menangis,Regina memberitahu bahwa dia menyimpan dua foto Cooper di rumahnya.Foto itu untuk memperingatkan dia dan anaknya agar membuat keputusan yang lebih baik di dalam hidup mereka,dan juga sebagai tanda penghormatan bagi Cooper."Kami akan selamanya merasa bersalah atas peristiwa
ini.Ted dan Sharon telah memberikan kepada kami suatu anugerah yang tidak dapat kami balas.Mereka mengampuni anak saya,dan saya mau berusaha untuk menjadi layak untuk menerima anugerah tersebut."
Adik Ted,Jodi berkata,"Dengan mengampuni,tentunya tidak membebaskan Ted dan Sharon dari rasa sakit.Hati mereka tetap sakit dan sedih tiap kali mereka mengenang
Cooper.Namun dengan mengampuni,mereka akan menjalani kehidupan dalam keadaan yang lebih ringan dan bahagia.Tak terbayangkan penderitaan yang akan mereka rasakan sekiranya mereka memilih untuk bermusuhan dengan Regina dan anaknya yang merupakan
tetangga mereka.Peristiwa itu sesungguhnya telah mempererat tali persahabatan dan persaudaraan antara kedua keluarga kami."
Hakim mengakhiri sidang dengan berkomentar bahwa apa yang telah terjadi
merupakan suatu penghargaan yang luar biasa bagi Cooper,"Ini adalah suatu kisah yang sangat mengagumkan tentang pengampunan."
Saya menemukan kisah ini di internet.Dan saya terus teringat.Entah kenapa saya menuliskannya di cerbung saya namun bila hati saya begitu ingin saya menuangkan
sesuatu dalam tulisan maka ada yang membutuhkan hal itu.Berkali2 saya alami seperti itu.Oke saya sudah memenuhi janji saya,sekarang mari kita ke cerita.Tapi sebelumnya kita tengok dulu yach pasangan kita yang baru jadian,Adi Aty?Bukan satunya,oh Ika-Benigno?
Iya,ada pembaca yang suka sekali dengan kisah mereka sampai minta lewat pesan fb
agar diperpanjang kisah soal mereka.Sebenarnya saya juga ingin membuat cerbung
soal mereka.
♧ Kantor Cabang ♧ Benigno sedang menghadiri meeting panitia HUT perusahaan.Jelaslah Benigno ditunjuk sebagai ketua.Ika jelas disampingnya,penuh bahagia memandang pujaannya tampak penuh wibawa memimpin jalannya rapat.
Benigno:"Team media bagaimana?" Team Media,"Stasiun tv sudah kami hubungi Pak,besok kami akan ke sana.
Kalau hari ini kami akan ke stasiun radio Pak.Kami punya ide soal lomba selfie Pak
tentu saja dengan pemakaian produk2 perusahaan di foto tersebut." Benigno mendengarkan dengan seksama,"Berarti kita akan memakai instagram,
face book dan twitter ya?Bagus!Itu ide yang bagus.Dengan memakai sosial media dunia maya maka kita secara tidak langsung mengiklankan produk perusahaan kita.Good job team media!!"
Ika tersenyum sambil mencatat hasil rapat,'Bensay emang penuh wibawa.Apalagi kalau sedang serius gitu.Aduh...gantengnya ga tahan.Mimpi apa aku dapat pria sebaik dia.Bapak sama ibu aja senengnya bukan main,gimana aku.Apalagi kalo main ke rumah pasti Bensay bawain oleh2 yang bermerk lagi waduh....udah kayak menantu saja sambutan Bapak dan Ibu.'
Ika sampai senyum2 sendiri sambil nulis notulen,Benigno meliriknya.Dengan gaya sok ketua,Benigno mendekati Ika pura2 nanya soal kelengkapan proposal,"Ika,apa semua proposal yang dibutuhkan sudah siap?"
Ika gelagapan sampai jatuhin bolpennya,"Oh...eh...sudah Pak Ketua...eh Pak Ben..." Ika hendak mengambil bolpennya yang jatuh eh Benigno juga,wah malah pegangan
tangan sambil pandang2an. /Indahnya bulan tak seindah wajahmu Hitamnya arang tak sehitam rambutmu Engkaulah sayang mutiara hidupku Engkaulah sayang permatanya hatiku Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu.../Mutiara Hidupku. Wah yang lain langsung bersuit2 melihat adegan itu.Memang sih rumor cepet nyebar
kalo mereka itu sudah jadian. Ika jadi malu dan tersipu,Benigno malah menanggapi,"Kalian jangan iri ya...he..he..
ntar saya traktir lunch deh.Tapi jangan disebarin ya ntar permaisuri hati saya malu
he..he ..." Panitia Hut langsung pada kompak bilang,"Cie...."
Wah Ika langsung merona pipinya sesegar tomat merah.Tomat ...tomat...!Malah jualan tomat,ayo dilanjut!Iye...iye...
Sekarang giliran team doorprize yang memberi laporan,"Pak Ben budget untuk doorprize apakah sama dengan tahun kemarin?"
Benigno berdiri dekat Ika,"Oh ya saya ada kabar gembira buat kalian semua.Berhubung tahun ini tahun yang spesial buat Presdir kita dimana banyak hal baik terjadi dalam keluarga beliau maka beliau memberi dana khusus untuk budget doorprize menjadi 2x lipat tahun kemarin."
Semua langsung tepuk tangan mendengarnya,"Wow!!Keeeren!Pasti karena kelahiran putra pertama ya?Wah kita doain moga segera punya momongan lagi.Ya nggak teman2?"
Yang lain nyahut,"Bener bener!!Lagian Bu Presdir dan Pak Presdir masih muda.He..he..." Ika dan Benigno saling pandang,yang lain langsung nyeletuk lagi:"Kayaknya bakal ada yang nyusul Pak Presdir deh teman2!"
Wah Ika dan Benigno langsung tersipu2. Benigno memandang mereka,"Kok jadi bahas Pak Presdir sih?" Bendahara menjawab,"Soalnya sejak Pak Presdir kembali,perusahaan kembali
meningkat Pak omsetnya.Karyawan jadi semangat kerjanya."
Seksi Acara juga komentar,"Iya Pak,kita semua bangga dengan Pak Irwan.
Beliau itu ga cuma dermawan dan penuh tanggung jawab.Tapi juga punya sisi
romantis cie..cie..Lihat nih cara beliau menatap Bu Presdir di tabloid2 dan majalah2.Wah apa ga romantis tuh?"
Semua langsung kepo pada ngerubung majalah dan tabloid yang dibawa sama
sie acara,"Wah romantisnya...aku juga mau ditatap semesra itu sama
Pak Presdir..." Sie perlengkapan nyeletuk,"Rasah ngimpi!!Hatinya Pak Presdir itu buat Bu Evi doang.Kagak kemane2!Keganjenan lu!!Huuu!!" Sie konsumsi ikut nimbrung,"Waduh...gandengnya itu so sweet nian...apalagi pakaiannya senada.Wah apalah2..."
Benigno geleng2 kepala dan malah meremas jemari Ika,"Sayang,ntar malam dinner
yuk?" Ika malu2 menjawab,"Boleh.Tapi apa kamu ga bosen ketemu aku terus?" Benigno malah tersenyum,"Ga.Malah kangen terus.Pinginnya sih kamu disamping aku terus.He..he..." Yang lain lihat Benigno malah asyik mesra sama Ika,segera kembali ke tempat duduk masing2 sambil berdehem2,"Ehem...ehem..!" Ika langsung melepas genggaman tangan Benigno,"Pak rapatnya ..." Benigno segera sadar dan berdiri kembali ke kursinya,"Sudah siap lanjut rapat lagi?
Oke.HUT kali ini bertepatan dengan meeting nasional semua branch managers.Jadi saya harap kalian yang terlibat dalam meetnas bisa membagi waktu dengan baik.Sekarang kita bahas acara bakti sosial di kawasan sekitar kantor pusat dan pabrik2 kita di seluruh Indonesia.Ada usul ga?"
Ada yang mengangkat tangan,"Bagaimana bila pembagian sembako dan khitanan massal Pak?"
Satunya beda lagi,"Saya rasa tabungan bank sampah program yang bagus Pak.
Jadi kita membeli sampah dari penduduk sekitar dan kita wujudkan dalam bentuk tabungan yang bisa mereka ambil dalam jangka waktu tertentu.Misal saat akan lebaran,atau kenaikan kelas dll.Bagaimana Pak?" Benigno menampung semua ide dan mulai membahasnya.Ika terus mendampingi sang arjunanya.Oke deh kita beralih ke Irwan saja.Kalo ngikutin rapatnya bisa2 malah puyeng nanti.
♧Rumah Mendiang Pilot♧ Bu Hetty menyajikan minuman untuk tamunya,"Mari diminum Nak Irwan,Nak Adi dan Nak Danang." Irwan segera mengambilnya diikuti Adi dan Danang.Follower semua.
Bu Hetty tanya,"Nak Irwan denger2 sudah punya momongan ya?Selamat ya!"
Irwan seneng mendengarnya,"Wah terima kasih Bu.Iya namanya Evan." Bu Hetty memandang Adi,"Kalau nak Adi kayaknya sudah punya calon nih?" Adi salting,"Ibu kok tahu sih,bisa meramal ya Bu?" Ibu Hetty tersenyum,"Lho bukannya tadi nyebut nama Aty gitu...itu siapa hayo?" Adi pringas pringis.Irwan yang jawab,"Aty itu anggota keluarga saya juga Bu.Jago masak.Wah kayaknya Adi bakal gemuk nih bentar lagi." Semua tersenyum mendengarnya.Namun saat akan menanyai Danang tiba2 ada yang datang,"Dik Irwan!!" Yang datang langsung pelukan sama Irwan,weleh lanang apa wedok kuwi? Irwan balas memeluknya,"Bang Jono!!Lama ga ketemu Bang.Gimana kabarnya?" Oh cowok...gpp kalo cowok.Tenangno pikirmu... Jono mencium tangan ibunya,"Baik Irwan.Oh ini saya bawakan terang bulan.
Enak lho." Irwan tersenyum,"Repot2 nih Bang Jono.Oh ya kenalin nih.Yang ini kakak saya Danang dan yang ini sahabat saya Adi namanya."
Merekapun berkenalan dan saling berjabat tangan.Danang dan Adi keder juga berhadapan dengan putra orang yang mereka hilangkan nyawanya.Deg..deg..deg..deg...
Jono lalu menaruh tasnya dan duduk.Ibunya mengambilkan juga minum untuknya,"Kamu pasti haus juga.Ayo diminum."
Jono mengambil gelasnya,"Tumben Dik Irwan kemari?Ada angin apa nih ke rumah kami?"
Irwan memandang kakaknya lalu memandang Bu Hetty seakan meminta persetujuan.Danang tambah deg2an.Kalo Adi mah pasrah sejak tadi.Walaupun sambil komat kamit berdoa.Orang yang bersalah biasanya pasti takut.
Irwan mendekati Kakaknya,"Bang Jono,maksud kedatangan kami kemari ada
hubungannya dengan mendiang ayah Bang Jono." Jono memandang heran,"Maksudnya ?" Ibu Hetty mendekati putranya,"Jon,ibu minta kamu mau mendengarkan mereka
dulu.Niat mereka baik.Jarang orang mau melakukan seperti apa yang mereka
lakukan sekarang.Sekarang Nak Danang silakan bicara." Danang bergetar tangannya,"Saya...memang kakaknya Irwan tapi saya dulu
menganggap Irwan sebagai musuh saya bukan sebagai adik saya.Karena saya begitu iri padanya,ia memiliki semuanya.Semua yang saya tak miliki dia punya.Hal mendasar yang membuat saya sangat iri padanya adalah ia memiliki ayah yang sangat baik.Beda dengan saya.Ayah kandung saya menelantarkan saya sejak saya masih kecil.Hal itu membuat saya tidak punya figur Ayah dalam hidup saya.Saya juga mengabaikan Tuhan.Gambaran ayah yang rusak juga merusak gambar Tuhan di mata saya.Saya bahkan tega menyusun rencana pembunuhan terhadap adik saya sendiri.Saya menyuruh Adi menyabotase pesawat yang akan membawa Irwan ke Masamba.Saya sungguh gelap mata dan tak melihat bahwa akibat dari perbuatan saya justru menghilangkan nyawa orang lain yaitu ayahmu yang waktu itu bekerja sebagai pilot di keluarga kami.Jadi jika kau hendak menuntut kami,kami ikhlas."
Jono menatap nanar pada Danang dan Adi,"Kalian pembunuh ayahku??!!"
Danang dan Adi mengangguk penuh penyesalan. Gelas yang dipegang Jono lepas dari genggamannya,"Pyarrr!!!" Danang dan Adi kaget...demikian juga Irwan.Semua memandang Jono.Mata Jono berair.
Ia menggelengkan kepalanya.Wah...apakah Jono akan ngamuk?Serem nih...kabur ah...***see you next eps***
Eps 158 ▶TABIR KEPALSUAN ◀
I▶TABIR KEPALSUAN ◀▶ EPS 158 ▶His Death = Kematiannya ◀
▶Prolog Di ruang bayi di sebuah Rumah Sakit,dua orang bayi tampak terbaring bersebelahan.Kembar mereka.Namun tidak sama kondisinya.Yang satu menangis dengan kencangnya.Menunjukkan tanda bahwa ia hidup dan sehat adanya.Namun yang satu diam saja dengan tubuh kebiruan.Tak ada tangis terdengar dari bibir mungilnya.Sang ibu mendekatinya dengan diiringi tatapan kesedihan dari sang ayah yang sepertinya baru saja memberitahu bahwa kemungkinan besar hanya satu dari anak mereka yang hidup.
Yang satu tak ada respon ataupun tanda2 kehidupan.
Hanya diam dan membiru.Perawatpun tak tega melihat ekspresi sang ibu kala
mendekati kedua buah hatinya.Dengan penuh sayang sang ibu mengambil bayi yang kebiruan tadi ke dalam pelukannya.Dengan tangis ia menempelkan bayi itu ke dadanya.Biar ia mendengar detak jantung ibunya.Biar ia tahu bahwa iapun seharusnya juga berdetak jantungnya.Hati sang ibu penuh doa dan bahasa tanpa kata transfer,'Nak,kau sudah tidur terlalu lama,bangunlah...bangunlah anakku...kembalilah pada ibu.Menangislah...Tidakkah kau ingin memeluk ibu?Ibu disini...berdetaklah jantungmu seperti jantung ibu.Kau dengar kan?Ibu disini...'
Sang ayah menangis melihat adegan itu.Pelukan sang ibu yang hangat membuat bayi itu menggerakkan jemari mungilnya.Ia hidup!Amazing!Iapun menangis dan sang ayah langsung mengucap syukur kepada Tuhan atas mukjizat-Nya.Sang ibu mendapatkan kembali buah hatinya.Itulah kekuatan cinta.Cinta kuat seperti maut.Kini saya tahu arti ungkapan itu.Buat semua yang suka bayi2...saya akan usahakan ada Evan di eps ini.Bagi yang sudah punya buah hati jangan lupa luangkan waktu memberikan pelukan hangat pada buah hatimu.
Rasakan keajaiban apa yang akan terjadi!Jika yang mati bisa hidup bagaimana yang
hidup?Pasti akan lebih hidup!He..he ...Pelukan terhadap buah hati mampu memberikan efek besar pada kepribadian seorang anak,ia akan merasa disayangi,diharapkan ada,dipedulikan,dihargai,dan makin baik pertumbuhannya.Jadi sudahkah kau peluk buah hatimu hari ini?Oke deh kita cek Evan dulu aja.Sudahkah Evi memeluk Evan hari ini?
▶Kediaman Sutedja Usai menerima telepon dari sang suami,Evi memandang putranya yang sedang tidur.
Diusapnya pipi Evan yang tembem itu.
Sambil berkaca2 diambilnya Evan ke dalam pelukannya,"Putra Mama...capek nangis terus ya...kenapa sih nangis terus?Papa baik2 saja sayang....Mama barusan telponan sama Papa.
Kangen Papa yach?Dede Evan kangen Papa Irwan yach?Iya...iya...Bentar lagi Papa pulang...Mama juga kangen sama Papa...Papa juga kangen sama kita.Kita doain aja Papa cepat selesai urusannya diluar sana jadi bisa cepet pulang deh..ketemu sama kita.Mmhh...pipinya...tembemnya kayak papanya...cup..cup sayang...Mama disini...kamu bobok aja...ntar kalau papa datang kamu bisa main terus sama papa...oke?Setuju?...Mama nyanyiin lagu yach?"
//Evan bobok....oh...oh...Evan bobok...kalau tidak bobok nanti...digigit nyamuk....// Evi memandang foto Irwan yang terpajang dikamar,terkenang ia akan masa2 sulit
yang mereka lewati dulu.Semua seperti flash back berputar kembali dalam memorinya.Siapa sangka pria yang terkenal serius itu ternyata kini menjadi
pendamping hidupnya?Siapa duga pria berjas rapi itu ayah dari bayi yang kini tengah digendongnya?Siapa mengira pria papan atas sekelas Irwan memilih dirinya sebagai
ibu dari anak2nya?Sungguh Tuhan merenda dengan begitu indahnya hidup setiap
umat-Nya.Andai kita bisa menyelaminya.Evi membaringkan Evan diranjang utama.Diberinya guling2 kecil dikiri kanannya.Dilihatinya putranya itu.
Ganteng seperti papanya.Tembem seperti pipi papanya.Dan selalu konect hatinya dengan suasana hati papanya.Diselimutinya pelan2 tubuh mungil Evan.Sang pewaris bisnis Sutedja selanjutnya.Wah kebayang tuh gimana besarnya nanti.Pasti mirip kayak papanya.
Jas rapi tiap hari.Sibuk urusan sana sini.Belum perjalanan bisnis ke luar negeri.Aduh....apalah..apalah...Evi tersenyum.Lalu membaringkan diri di sebelah putranya.Terdengar ketukan di pintu.Evi beringsut dari ranjang dengan pelan.
Biar Evan ga bangun.Dibukanya pintu,"Oh..kak Aty."
Aty membawa makanan buat Evi,sejak menyusui Evi memang lebih banyak makannya.Terutama sayuran.Aty menaruh makanan yang dibawanya di
sebuah meja,"Boss kecil bobok ya?Wah pas berarti Nyonya Muda bisa makan.
Biar saya yang jaga Boss kecil." Evi mengangguk.Ia memang lapar.Habis menyusui,bawaannya lapar terus.Aty duduk dekat ranjang menjaga Evan.Sementara Evi menikmati makanannya.Aty melihat kamar Boss Mudanya,'Kamarnya banyak foto Boss Muda.Pantas Nyonya Muda betah dekem disini.
Lha liat orang ganteng terus.Ntar kalo aku nikah sama Adi,aku mau pajang foto Adi
juga ah di kamar.Adi kan juga ganteng ga kalah sama Boss Muda.Wah pasti indah banget itu...'
Kita tinggalin Evi yang lagi makan.Kita tengok kondisi Irwan di rumah sang pilot.
▶ Rumah Mendiang Pilot.... Suara gelas pecah mengejutkan semuanya.Jono bangun dari duduknya,"Kau penyebab kematian ayahku?!Apa salah ayahku padamu?Apa?!Apa ia merugikanmu?
Apa ia tidak mampu bekerja?Apa kau tidak pernah punya ayah?Apa kau lahir tanpa ayah?
Apa kau tahu rasanya kehilangan seorang ayah?Kau tahu??!!"
Adi langsung sujud dikaki Jono,"Kami tahu kami orang jahat.Kau berhak memaki kami sepuasmu.Namun jujur aku memang ga tahu seperti apa rasanya punya ayah.Aku besar di panti asuhan tanpa pernah tahu siapa ayah dan ibuku.Jadi kumohon maafkanlah kami."
Jono menggeleng,"Apakah dengan minta maaf ayahku akan kembali?Bahkan jasadnyapun sudah tak berbentuk lagi.Kalian puas?!Kalian ini manusia apa binatang?!Berani sekali kalian bersikap seolah kalian adalah Tuhan!!Tuhan saja sangat panjang sabar terhadap umat-Nya.Padahal ditangan-Nyalah penghakiman!Kalian tidak takut dengan azab dari Tuhan?"
Danang juga ikut bersimpuh walau dengan susah payah,"Aku benar2 menyesal...Aku tak tahu apa yang telah merasuki pikiranku saat itu.Aku rela jika kau menjebloskan kami ke
dalam penjara.Aku pasrah." Jono memandang ke arah Irwan,"Kalian bersaudara tapi kalian begitu berbeda.
Aku ini bukan orang yang berhati semulia adikmu yang memberikan maaf meski sebenarnya dialah targetnya.Aku juga tak memiliki hati selembut ibuku.Yang mampu menyambut pembunuh suaminya dengan hangatnya.Aku ini orang biasa.Aku punya rasa marah,angkara dan emosi.Aku benci kalian!!Keluar kalian dari rumahku!!"
Irwan mendekati Jono demikian juga ibu Hetty.Ibu Hetty mencoba menenangkan putranya,"Nak eling Nak!Sabar!Sareh Jon..." Irwan ikut bersimpuh di kaki Jono,"Bang...demi akulah ayah abang mengorbankan dirinya.Demi mengantar aku ke Masamba juga,ayah abang meninggal.Di keluarga aku juga ayah abang bekerja.Bang...jika mau menyalahkan salahkan Irwan bang...Irwanlah yang bersalah.Irwanlah yang harusnya meninggal.Irwanlah yang ...."
Jono malah langsung memeluk Irwan,"Tidak!Aku tak pernah menyalahkanmu.Ayahku pasti punya alasan sehingga merelakan nyawanya demi dirimu.Kau orang yang sangat mulia.
Kau sudah seperti adik bagiku.Aku selalu melihat gambaran ayahku didalam dirimu.Aku takkan pernah menyalahkan dirimu adikku..."
Danang hancur hatinya melihat betapa kini ia menuai perbuatannya.Kebencian yang ia tabur selama ini berbuah dendam membara di hati Jono.Amarah yang ia tabur selama ini berbuah penolakan terhadap dirinya.
Adi malah mengagumi sosok Irwan,'Memang Bossbro adalah kepala keluarga
Sutedja.Ia rela berlutut merendahkan diri bersama aku dan Danang.Mensejajarkan diri demi orang2 jahat seperti kami.Padahal dia tidak bersalah.Dia suci hatinya.Dia rela dianggap bersalah seperti layaknya penjahat.Hanya untuk apa?Untuk mendapatkan ampun bagi kami.Hanya dia yang didengar anak sang pilot.Hanya dia yang bisa mengubah hati Bang Jono.Hanya dia yang punya akses ke hatinya Bang Jono.Jika tanpa dia mana mungkin kami bisa diterima di rumah ini.Meski kami menangis dan berlutut sepanjang hari sekalipun,tetap takkan mampu melunakkan hati Bang Jono.Hanya Irwan yang bisa.Karena dia menanggung bagi kami.Wan,betapa mulianya dirimu,sobatku.'
Jono mengajak Irwan berdiri,"Berdiri,dik!Kau tak pantas melakukan ini.Kau ini tak seperti mereka.Kau ini harusnya dihormati.Bangunlah..."
Irwan menggeleng,"Ga Bang.Aku adalah perantara mereka.Aku mewakili mereka di hadapanmu.Berikanlah maafmu pada mereka.Aku mohon,jika kau masih memandang aku berharga di matamu...ampunilah mereka.Aku mohon..."
Jono memandang ibunya,"Apa yang harus Jono lakukan Bu?" Ibu Hetty mengusap punggung putranya,"Mengampuni itu melepaskan seseorang dari kesalahannya.Mengampuni itu butuh keikhlasan.Mengampuni berarti memberi
kesempatan kepada yang bersalah untuk melangkah maju.Menjadi orang yang lebih baik.Bukan hanya dia yang dilepaskan tapi juga dirimu sendiri putraku.Kau akan lepas dari tekanan dan beban di hatimu.Berikanlah pembalasan kepada yang berhak,Tuhan.Dia yang berhak.Orang yang mengampuni adalah orang yang berjiwa besar dan mulia.Karena itu adalah sisi Tuhan yang membuat Dia disegani dan diagungkan.Berilah Nak maka kamu akan diberi.Tuhan akan menggantikan amarahmu dengan ketentraman hati,kebencianmu dengan belas kasihan,kesedihanmu dengan kelegaan,kehilanganmu dengan penyertaan-Nya.Lepaskan semua yang menghalangimu untuk berbuat baik Nak.Amarah takkan membawamu lebih baik.Kebencian hanya menimbulkan penyakit.Kesedihan mengeringkan tulang.Kita justru akan menjerat diri kita bila terus menyimpan kesalahan orang lain.
Itu hanya akan merusak diri sendiri." Jono memandang foto ayahnya,lalu mendekati Danang dan memeluknya,"Aku mengampunimu...aku membebaskan kau dari semua beban rasa bersalah dan tekanan batin.Mulailah hidup yang baru.Bukalah lembaran baru dan jadilah orang yang baru."
Danang menangis tersedu2.Tak mampu bicara apapun.Lehernya terasa panas
seperti ada aliran hangat menyelimutinya. Lalu Jono juga memeluk Adi,"Aku juga mengampunimu...memberimu kesempatan melakukan hal yang baik dengan tanganmu.Mulai kini kau menjadi manusia yang berbeda.Menjadi alat kebaikan dan bukan kejahatan." Adi menangis sambil berucap,"Terima kasih bang...terima kasih..." Terakhir Jono memeluk Irwan,ia tidak berkata apapun hanya menangis dipelukan bisnisman muda itu,Irwan yang malah mengucapkan sesuatu,"Terima kasih bang...
Irwan tahu ini ga mudah buat abang...tak semua orang bisa sampai ke tahap ini...
Irwan janji akan membimbing mereka menjadi manusia baru.Irwan takkan sia2kan kematian ayah abang.Irwan janji."
Jono malah menangis makin keras dipelukan Irwan.Pengampunan telah dilepaskan.
Setelah itu mereka mengunjungi makam sang pilot.Menabur bunga dan berdoa disana.Berjanji menjadi manusia yang lebih baik.Awal baru telah dimulai.Semua karena ada hati yang mau memberi.Memberi diri direndahkan.Memberi diri dianggap bersalah.Memberi pengampunan.Selamat datang hari depan yang baru.Selamat menempuh hidup baru.***see you next eps***

Eps 159 {{{ TABIR KEPALSUAN }}}
{{{ TABIR KEPALSUAN {{{ EPS 159{{{ Rest With Us = Istirahat Dengan Kita
Irwan melambaikan tangan pada keluarga mendiang sang pilot sebelum masuk ke dalam mobil.Jono dan Bu Hetty juga melambai padanya.Danang dan Adi melambaikan tangan juga dari dalam mobil.Mobilpun melaju dikawal dengan team pengamanan tentunya.
Danang memandang adiknya dengan haru dan kagum,"Wan,jika tak ada kau belum tentu mereka akan memberikan pengampunannya pada kakakmu ini.Mereka melakukan itu karena memandang dirimu.Kau memang luar biasa,Wan.Terima kasih ya Wan."
Adi juga nyambung:"Iya Bossbro,jika tak ada Bossbro pasti kami sudah diusir tadi oleh mereka.Seumur hidupku aku akan mengabdi padamu Bossbro." Irwan memandang mereka lalu menepuk pundak kakaknya,"Kalian itu bicara apa?
Kalian adalah bagian dari diriku juga.Kita satu keluarga.Keluarga Sutedja.Semua yang terjadi pada keluarga Sutedja adalah tanggung jawabku sebagai kepala keluarga.Mungkin susah kalian mengerti bagaimana rasanya menjadi kepala keluarga.Soalnya kalian belum menikah semua sih...Makanya Adi cepet lamar tuh Kak Aty ntar kedahuluan orang lain lho..."
Adi terkekeh walau sambil menyimpan haru dalam hatinya atas penghargaan Irwan terhadap dirinya.Dia yang merasa sebagai orang yang diabaikan sejak kecil kini diperlakukan bak keluarga sendiri oleh seorang milyarder pula.Irwan baik banget sih jadi orang.Memang Irwan baik.He..he...penulisnya emang fansnya sih.Iya sih,ga tahu kenapa kalau lihat Irwan aku merasakan ketulusan di sana.Irwan malah menerawang sambil
memegangi kalung di lehernya,'Kangen banget sama Evi dan Evan.Aku sebenarnya ga sehebat yang mereka pikirkan.Aku juga deg2an tadi bahkan hampir habis akal melihat kemarahan Bang Jono.Namun aku ingat bagaimana Evi berkorban demi keluarganya.
Berkali2 ia hampir meninggalkanku demi menyelamatkan ayah dan adiknya dari
ancaman kakak.Mengapa aku tak berlaku sama pada keluargaku sendiri.Akupun berlutut menanggalkan semua statusku sebagai Presdir.Semua demi keluargaku.Evi sayang,aku merindukanmu.'
Jika Adi malah merindukan Aty:'Aty,aku ga jadi masuk penjara.Mereka ga mau menuntut ke hukum.Proses di pengadilan akan ditangani Irwan.Aku bisa menjadi hidup dalam harapan baru Ty.Aku ingin memelukmu sekarang dan mengatakan betapa aku sangat bahagia hari ini.Satu beban berat dalam hidupku sudah terangkat.Aku kangen masakanmu Ty...
aku kok malah jadi laper yach...weleh.'
Danang malah terbayang wajah mamanya,'Ma,aku mau pakai kaki palsu sekarang Ma.Aku mau hidup dalam semangat baru.Aku ingin berkarya memberikan kebaikan pada orang lain.Aku akan melukis dan hasil penjualannya akan kudonasikan kepada keluarga
Bu Hetty dan kepada orang2 yang membutuhkan.Mereka yang cacat dan anak yatim piatu.Aku juga akan mencari ayah kandungku.Aku akan mengampuninya karena telah mengabaikanku sejak kecil.Kemana aku harus mencari?Sudah lama ga dengar berita
soal ayah.Mungkin Mama tahu.Aku kangen Mama.Semoga Tuhan menyediakan pasangan untukku yang mau menerimaku apa adanya.Semoga saja...'
Mobil melaju menuju kediaman Sutedja.Renegade juga melaporkan semuanya pada Benigno begitu rombongan sudah tiba di depan gerbang kediaman Sutedja.Tentu saja via hp.
Benigno :"Bagaimana Renegade?Lancarkah?"
Renegade mengedarkan pandangannya ke sekitar,"Misi completed Boss!Pak Irwan sudah kembali ke rumah sekarang.Kami sudah tiba kembali ke base utama.Selanjutnya apa Boss?"
Benigno :"Aku dan Irwan akan menghadiri sebuah pameran beberapa hari lagi di
daerah Kemayoran.Kamu amankan area disana.Ajak beberapa orang mensterilkan lokasi.Data2 akan kukirim kepadamu.Aku tak mau ada pengacau di sana.Mengerti?" Renegade :"Siap Boss!Saya segera ke sana." Benigno :"Bagus!!Aku tenang sekarang.Good job!!" Renegade menaiki motornya dan melaju ke arah Kemayoran.Survey lapangan dulu. Sementara itu Aty segera menyambut rombongan dengan gembira.Adi bahkan langsung meraih Aty dalam pelukannya dan menangis haru.
Adi :"Aku dimaafkan Aty...aku ga akan dipenjara...aku bisa terus bersamamu...
aku sangat bahagia Aty..." Aty juga ikut menangis bahagia,"Benarkah?Aku bahagia sekali...aku akan masak enak buat kamu nanti sebagai perayaan.Semur jengkol seperti biasa kan?"
Adi mengangguk :"Iya Aty...apapun deh yang penting kamu yang masak pasti aku makan dengan lahap.Mau jengkol,pete,pare,pace karepmu aku mah nurut aja.Aku seneng banget Aty!!"
Danangpun segera dipeluk oleh Inul dengan penuh sayang,"Bagaimana Danang?Apa mereka mau memaafkanmu Sayang?"
Danang malah menangis,"Semua berkat Irwan Ma.Dialah yang melembutkan hati mereka.Danang sempat takut banget tadi Ma.Kini Danang baru ngerti betapa
ngerinya efek sikap buruk kita pada orang lain.Ampuni Danang ya Ma?" Inul meraih putra sulungnya itu dalam pelukannya,"Iya Sayang...iya..." Irwan mendekati Mamanya dan bertanya,"Evi mana Ma?" Inul sambil masih menenangkan Danang menjawab,"Di kamar Sayang.Evan nangis terus sejak tadi."
Irwan memberi kode mau ke kamar,Inul membelai kepala putra bungsunya sebentar
dan mengangguk.Irwanpun meninggalkan Adi dengan Aty dan Danang dengan Mamanya.
Ia juga ingin mendapat perlakuan yang sama,pelukan yang sama dari seseorang.
Siapa lagi kalau bukan dari sang isteri tercinta,Evi Sutedja.Evi baru saja meletakkan Evan di box bayinya saat mendengar pintu kamar dibuka.Ia menoleh dan melihat sosok yang ia sangat cintai berdiri di sana dengan wajah tampak begitu lelah.
Evi langsung tersenyum dan berlari ke arah sosok yang berdiri itu,"Irwaaaan!!"
Irwan melihat bagaimana Evi dengan roknya yang panjang berlari ke arahnya.
Penuh rindu di sana.Penuh cinta untuknya.Seperti di slow motion saja.
Wah kebayang indahnya saat Evi menghambur ke dalam pelukan Irwan,"Sayang..." // This Romeo is bleeding~Romeo ini berdarah...But you can't see his blood~
Tapi kau tak bisa melihat darahnya...//Always.Bon Jovi. Irwan memeluk tubuh isterinya dengan erat dan penuh kerinduan.Evi juga sama memeluk erat tubuh suaminya.Menikmati bau khas tubuh suaminya.Aroma cinta.
Tak ada kata hanya bahasa cinta.Pelukan hangat dan kerinduan yang tertumpah dalam setiap sentuhan.Untung Evan diam bobok imut di dalam boxnya.Tahu aja mama papanya lagi melepas kangen.Temu kangen ceritanya.Aty dan Adi yang lewat dekat kamar utama melihat adegan pelukan itu ikut terharu.
Adi berbisik pada Aty,"Mesra banget ya mereka?" Aty mengangguk lalu mengajak Adi pergi biar ga mengganggu.Irwan lalu menutup pintu kamar utama. Irwan :"Evan bobok ya?" Evi menggandeng Irwan menuju box,"Itu permata hati kita.Bobok."
Irwan membelai pipi putranya yang tembem,"Wajahnya merah.Habis nangis yach?"
Evi memandang suaminya,"Kamu juga habis nangis kan?Kalian memang punya ikatan batin yang kuat."
Irwan mengajak sang isteri ke arah tempat tidur.Ia merasa sangat lelah dengan hari ini.
Irwan :"Duduklah!" Evi menurut saja.Iapun duduk di ranjang.Irwan lalu membaringkan diri,meletakkan kepalanya diatas pangkuan isterinya.
Evi membelai kepala suaminya dan mencium dahinya,"Kau pasti sangat lelah yach?
Aku bisa merasakan betapa berat beban hatimu saat akan berangkat hari ini." Irwan memejamkan mata dan meraih tangan isterinya ke bibirnya,"Kau memang selalu tahu isi hatiku sayang."
Evi membelai rambut suaminya,"Kau itu seperti surat yang bisa dibaca.Gerak gerikmu,tatap matamu,air mukamu bahkan meski kau tak berkata sepatah katapun,aku tahu sayang...aku ini isterimu,aku separuh dari dirimu.Kita satu."
Irwan memejamkan matanya,"Kau tahu rasanya merendahkan diri dan mengosongkan diri itu tak mudah.Hampir saja tadi kami pulang dengan tangan hampa.Tapi Tuhan menolong kami dengan melembutkan hati keluarga mendiang sang pilot.Aku yakin kau pasti mendoakanku bukan?"
Evi mengangguk,"Tentu saja.Kau selalu ada dalam hatiku.Aku akan selalu berdiri untukmu."
Irwan merasa damai dan mulai bercerita mengenai apa yang tadi terjadi.
Evi mendengarkannya.Cerita Irwan terhenti karena Evan nangis.Irwan segera mengambil putranya dan memeluknya penuh sayang.Wah Evan langsung diam dan bobok lagi.Tahu dia kalau sedang dipeluk papanya.Irwan lalu meletakkan Evan diranjang utama dan berbaring disebelahnya.Evi memandang ayah dan anak itu dengan tersenyum.Irwan akhirnya malah tidur juga sambil memeluk Evan.Evi pelan2 melepas sepatu suaminya dan berbaring disebelah Evan,'Istirahatlah suamiku sayang.Istirahatlah bersama kami.Beban beratmu sudah lepas sekarang.Tidurlah dalam damai.'
Wah mereka so sweet sekali ya?Oh ya hari ini Hari Natal ya?Selamat Natal buat yang merayakan.Semoga damai Natal meliputi kita semua.Dan semoga tahun 2016 menjadi The year of victory.Tahun kemenangan.***see you next eps***
Eps 160 $÷÷÷ TABIR KEPALSUAN ÷÷÷$
÷÷÷ TABIR KEPALSUAN $$$ Eps 160÷÷÷ Unstoppable = Tak Terhentikan
÷÷÷ Kamar utama Kediaman Sutedja... Evi sedang mandi sementara Irwan sudah rapi siap ke kantor.Evan dalam pelukannya
tampak riang melihat papanya. Irwan senang sekali menggendong Evan,"Putra sulung papa makin gemesin dilihat,Imut2 banget sih..."
Evan itu suka sekali pakai kaos kaki maka kalau pagi dia kan dijemur,dia pasti muyek soale kaos kakinya dilepas.Irwan menciumi pipi Evan yang tembem kayak bakpaw,"Ini pipi nyempluk banget sih?Dikasih makan apa sih sama Mama?Sampai tembem gini."
Evan menutup mukanya dengan tangannya,wah malu dia.Atau bingung mau jawab apa.Irwan lalu bermain tanya jawab sama putranya itu,"Evan lebih suka ayah puasa
hari ini apa besok?Kalau hari ini angkat tangan kiri kalau besok angkat tangan
kanan." Evan memandang papanya,mungkin ga ngerti tapi dia jawab lho.Irwan tersenyum saat Evan mengangkat tangan kanannya,"Oke!Papa puasanya besok saja.Hari ini papa ada pameran yang harus dilihat.Coba Evan sudah gede pasti papa ajak keliling2 Jakarta.Sementara Evan hanya bis keliling2 seputar rumah dulu yach?Angkat tangan kanan kalau setuju dan mau nurut sama papa!"
Evan mengangkat tangan kanannya,lucu banget karena dia masih pakai sarung
tangan mungil kayak petinju saja.Evi sudah selesai mandi dan sedang menyisir rambutnya di depan meja riasnya sambil memperhatikan suaminya ngobrol sama putranya,'Irwan emang ayah yang baik.Kebapakan.Betah banget kalau sama Evan.Sejak tadi aku ga denger Evan nangis.'
Irwan melihat Evi sudah keluar dari kamar mandi,"Evan sayang,papa tanya ya?
Lebih seneng digendong Mama atau digendong papa?Kalau suka Mama angkat tangan kanan kalau suka papa angkat tangan kiri ya.Hayo pilih mana?"
Evi jadi kepo dan mendekat,Evan memandang kedua orang tuanya sedang tangannya masih belum bereaksi.
Evi dengan bercanda bilang,"Awas kalau pilih papa!Nanti Mama cubit pipi tembem kamu."
Irwan terkekeh,"Pilih papa dong sayang,kamu kan tembem kayak papa.Nanti papa yang akan cubit pipi Mama buat kamu.He he ..ga cuma cubit ding....hihi..hi"
Evi melirik Irwan yang tampak senang,"Dasar Irwan!Malah ngajari yang ga2 sama bayi.Waduh!" Evan malah ketawa dan menempelkan kedua tangannya ke mulutnya. Evi berharap2 cemas,"Ayo kanan Evan..." Irwan juga ikutan,"Yang kiri saja sayang...ntar papa beliin mainan deh." Evi manyun,"Hu..main suap tuh...curang!" Irwan malah memamerkan pipi tembemnya,"Mana ada menyuap mainan he .he .." Evan malah menguap sambil mengangkat kedua tangannya,dia pilih keduanya.Super sekali!!Irwan dan Evi tersenyum sambil berpandangan,Evan malah menguap berkali2.
Ngantuk dia.Irwan memandang isterinya sambil menidurkan Evan,"Dia ga mau kita ribut.Dia sayang kita berdua.Dia berjiwa adil ya.Tipe pemimpin dia."
Evi mengambil Evan dari Irwan lalu menaruhnya di box,"Dia menyatukan kita.Dia juga pernah menyelamatkan kita.Ingatkan waktu di Singapore?Dia punya naluri yang tajam.
Akan jadi orang dengan intuisi yang tajam dia.Semoga jadi orang besar di kemudian hari."
Irwan memeluk pinggang isterinya dari belakang,"Dia akan mengharumkan nama
keluarga Sutedja.Sang pewaris tahta." Evi menyandarkan tubuhnya pada dada Irwan,"Dia pasti hebat seperti papanya.
Irwan Sutedja.Pria yang akan selalu kucintai." Irwan meletakkan dagunya di pundak isterinya,"Dia akan mewarisi kesederhanaan mamanya.Hati yang tulus dan kelembutan seorang Evi Masamba.Wanita yang akan mendampingiku selamanya.Wanita yang mendapatkan cintaku." Evi tersenyum bahagia demikian juga Irwan.
Evi membiarkan suaminya memeluknya erat,"Kau akan lihat pameran kan hari ini?
Dengan Om Ben kan?"
Yang ditanya malah sibuk menciumi rambut isterinya,"Iya...kau harum sekali.Aku jadi males mau ke pameran.Aku dirumah saja yach?" Evi malah tersenyum,"Memang jam berapa pamerannya?"
Irwan menyibakkan rambut isterinya,"Seharian sih jam 10 pagi sampai jam 10 malam.
Coba Evan sudah gede aku ajak kau ikut." Evi melihat ke jam,"Baru jam 8 pagi.Kamu lihat pamerannya agak siang aja.Sarapan dulu dan ke kantor dulu.Katanya mau HUT perusahaan kan?"
Irwan kini asyik dengan leher isterinya,"Aku setuju saranmu tapi aku ga mau sarapan makanan.Aku mau sarapan yang lain." Evi heran dan menoleh pada suaminya,"Terus sarapan apa?" Irwan malah melangkah menuju pintu dan menguncinya.Evi heran,"Kok dikunci?" Irwan malah menelpon seseorang,"Albi...Aku akan datang agak siang hari ini.Kabari Om Ben kalo aku datang pameran setelah makan siang saja.Jadwal ulang semua agendaku pagi ini ok?Good!Sampai ketemu siang nanti."
Evi makin kepo,"Kamu kan sudah rapi kok malah berangkat siang?" Irwan tersenyum lalu meraih isterinya dan digendongnya menuju tempat tidur,
"Karena aku kangen sama kamu...Tidak boleh protes...nanti Evan bangun..." Evi tersipu dan mengerti kini arti sarapan buat Irwan.Weleh...Ooooo....wah sensor ya...adegan khusus orang dewasa.Ups!!!Kita tinggalkan pasangan kita yang lagi
honey moon kedua.Kita menuju ke sebuah rumah sederhana di daerah Cirebon.Rumah siapa sih?
Dirumah itu tampak seorang pria dengan wajah lusuh tengah menengak minuman keras,"Aku ini pria paling malang di dunia...Semua memang salahku...ini karmaku...ya karma...karena aku telah menelantarkan anak isteriku dan selingkuh dengan wanita lain....
karma memang ada...hukum itu benar2 ada..."
Seorang gadis muda mendekati pria itu,"Ayah,kenapa mabuk lagi.Hentikan kebiasaan ayah ini.Mabuk bisa menyebabkan kerusakan lambung ayah."
Pria itu memandang gadis itu,"Ayu...Ayu...kamu itu ngapain peduli sama pria malang ini...aku ini bukan ayah kandungmu...aku ini cuma orang asing Ayu...orang asing yang sama2 terlantarnya seperti dirimu dulu...."
Oh ini pendatang baru kita....Ayu Cirebon! Gadis yang bernama Ayu itu menyingkirkan semua botol minuman keras lalu
memapah pria lusuh itu ke kamarnya,"Walau ayah bukan ayah kandungku tapi
ayahlah yang memeliharaku selama ini.Bagi Ayu,ayahlah ayah Ayu.Sudah jangan meratap terus Ayah...Ayah tidur saja.Biar Ayu yang buka toko lukisannya."
Wah mereka punya toko lukisan?Kayak di Solo dong banyak toko lukisan.He..he...
Ayu menyelimuti ayahnya itu lalu menutupi makanan yang ada di meja makan dengan tudung saji,'Kasihan ayah,sejak melihat tayangan tv beberapa bulan yang lalu,ayah jadi
berubah. Seperti orang yang merasa bersalah.Bahkan kambuh kembali kebiasaan buruknya.Aneh.Baru kali ini aku lihat ayah seserius itu lihat berita di tv.
Bahkan ayah sampai beli koran juga.Aku jadi penasaran.Ntar deh kalo ayah sudah
baikan dan kembali jaga toko aku akan menanyakan soal itu.Sekarang aku harus buka toko,hidup kami hanya dari toko itu sekarang.Mana hutang ayah juga numpuk lagi,aduh bagaimana ini?Belum buat bayar sewa toko.Semoga Tuhan memberi keajaiban pada kami.'
Ayu melangkah keluar dan mengambil sepeda jengkinya.Ia pun mengayuh sepeda itu menuju toko lukisan yang letaknya lumayan jauh dari lokasi rumahnya.Siapa sih Ayu disini?Kepo?Bila kita sudah melihat Ayu yang tengah berjuang dalam susahnya hidup maka mari kita lihat tokoh lain yang juga tengah berjuang melawan kesusahan hidup namun dengan cara berbeda.Oke let's go!
÷÷÷$ Di sebuah Apartemen di daerah Jakarta... Seorang wanita muda tengah asyik berdandan,"Tante,gimana penampilanku?Seksi kan?"
Wanita yang disebut Tante itu meletakkan majalah yang ia baca,"Erna...Erna...kamu itu memang punya tubuh seksi.Keponakan siapa gitu lho."
Gadis bernama Erna itu memandang lagi ke arah cermin,"Aku harus tampil seksi soalnya para pengunjung pameran nanti para pengusaha dan bisnisman tentunya.Aku akan menggaet salah satu dari mereka dengan kemolekan tubuhku.Lihat pakaianku ini Tante Titik...seksi kan?"
Wanita yang lebih tua yang disebut Tante Titik itu memandang keponakannya,"Rok mini ketat,pusar sampai kelihatan dan baju ketat juga.Kamu kan jadi SPG pameran manufacturing,seksi amat?Apa kamu harusnya tampil elegan gitu dan tahu soal mesin?"
Erna mendekati Titik,"Tante harus tahu ya,tugas aku tuh cuma bagi brosur sama
tebar pesona supaya para pengunjung mampir ke stand aku.Urusan mesin dan barang2 yang dipamerkan sudah ada ahlinya sendiri.Aku mah cuma senyum dan tampil mempesona aja sambil menggaet para pelaku bisnis itu.Aku mau gaet yang paling tajir tapi juga masih muda."
Titik menunjukkan majalah yang ia baca,"Hebat kalau kamu bisa gaet pria ini!Ia bisnisman muda terkenal.Irwan Sutedja.Lihat ganteng banget kan?"
Erna melihat ke gambar di majalah,"Wah bener banget Tante!Dia milyarder!Masih muda lagi.Tapi siapa wanita yang dipeluk dia ini yach?Kayaknya dia melihatnya dalam gitu?"
Titik tersenyum,"Itu isterinya namanya Evi Sutedja.Pelantun tembang Muara Hati,yang terkenal itu."
Erna melihat dengan kesal,"Kenapa pria baik selalu sudah ada yang punya ya Tante?
Kalo yang ini juga ganteng Tante!Namanya siapa ini?...Benigno Aquino.Wah dia cocok buat Tante tuh!"
Titik memang sudah tertarik sejak tadi dengan gambar Benigno,"Kamu tahu aja selera Tantemu ini.Dasar!Tante juga akan hadir kok nanti di pameran itu siapa tahu aja Tuan Benigno yang tampan ini datang.Who knows?"
Erna kembali memandang gambar Irwan,"Kita harus mendapatkan pria2 ini Tante.
Biar kita ga hidup susah.Meski Irwan sudah punya isteri atau anak sekalipun,aku akan tetap berusaha mendapatkan dia.Aku akan membuat dia meninggalkan si penyanyi Muara Hati itu.Erna gitu loh!!"
Titik tersenyum,"Tante juga akan menarik perhatian si tampan bernama Benigno ini
...ga peduli mau dia punya kekasih atau isteri atau anak sekalipun tetap akan kukejar sampai dapat.Kita tak akan terhentikan!" Erna langsung ngajak high five,"Setuju banget!Ayo siap2 Tante!!Kita harus tampil super seksi,cowok2 kan suka yang begituan."
Titikpun segera bersiap.Wah...mereka ternyata jahat.Mau merusak rumah tangga orang.Berhasilkah mereka merusak rumah tangga Irwan dan Evi?Bagaimana pula dengan hubungan Benigno-Ika?Akan rusakkah dengan kehadiran mereka?Penasaran?
***see you next eps***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar