^^^DEBU - DEBU JALANAN " EPS 1-12

CERBUNG KE - 10 》



DEBU-DEBU JALANAN



 





----- Introducing-----CERBUNG KE - 10 ___ DEBU - DEBU JALANAN ___ bunga di tepi jalan alangkah kasihan bukan keinginan namun kebutuhan
Pemeran : REI ( Reza - Evi - Irwan ) DA2
Request by : Nuris Soimah Diambil dari lagu berjudul sama ciptaan Imam S Arifin yang pernah dinyanyikan oleh Reza Zakarya.
■ Dengan kedua tanganku ini kuangkat dirimu yang hina....
Ini adalah kisahku,Evi Anggraeni...
Sungguh aku tak ingin berada di jalan yang hina ini namun aku terpaksa.
■ Dari debu jalanan kusucikan dengan air cinta...
Ini adalah kisahku,Irwan Krisdiyanto... Aku membelinya dari jalanan,seorang wanita yang menjajakan dirinya.Semua demi uang.
■ Kuhiasi tubuhmu dengan gaun indah dan perhiasan agar semua wanita iri melihatmu....
Ini adalah kisahku,Evi Anggraeni.... Aku terpaksa menjual diriku.Semua demi keluargaku.Bukan karena aku ingin kemewahan hidup.Sama sekali tidak.
■■■ Lalu aku jadikan dirimu permaisuri dalam hidupku...
Ini adalah kisahku,Reza Zakarya... Aku mencintai wanita ini dengan sepenuh hati.Bagiku dia adalah segalanya.Hubungan kami baik2 saja hingga suatu hari muncul seorang pria yang kemudian menjadi orang ketiga.
■ Kucurahkan debu belaka jiwaku di atas jiwamu... Ini adalah kisahku,Evi,sang penyanyi kafe... Aku tak punya pilihan lagi.Hanya jalan nista ini yang memberiku solusi saat itu.Ampuni aku Tuhan.Sungguh aku tak ingin menjadi wanita tuna susila.
■■■ Itulah pengorbanan diriku dari harta cinta sampai raga agar kau kembali ke jalan benar jalan yang diridhoi Tuhan... Ini adalah kisahku,Reza,kekasih Evi.... Pria ketiga itu hadir diantara aku dan Evi.Ia memang memiliki segalanya.Harta dan semuanya.Tapi tidak cinta Evi,takkan kubiarkan ia mendapatkannya.Takkan kubiarkan!
■ Walaupun ayah serta ibuku tak merestui aku denganmu,kutinggalkan mereka
berdua demi hidup untuk bersamamu... Ini adalah kisahku,Evi,wanita yang menjual dirinya di tepi jalan... Aku memang sudah punya kekasih namun hidup membuatku harus merendahkan
diriku bak debu jalanan.Aku butuh uang.Semua begitu mendesak.Semua takkan setuju bila tahu apa yang telah kulakukan.Namun Tuhan ternyata masih berbelas kasihan dengan mempertemukanku dengan seorang pria kaya.Pria yang mengubah jalan hidupku.
■■ Tapi mengapakah kini engkau pergi lari bersama dengan dia...
Ini adalah kisahku,Irwan,pria yang pernah dikecewakan kekasihnya...
Di hari pernikahanku,ia pergi dengan pria lain.Ia membuatku kecewa dan sulit untuk mencinta lagi.Disisi lain orang tuaku terus mendesakku untuk segera memberi mereka cucu.Aku dalam dilema.Akhirnya aku bertemu dia di jalanan.Aku membawanya pulang.
■ Aku tanamkan kesucian tapi kau balas kepahitan... Ini adalah kisahku,Evi,wanita yang menjual diri... Aku masih suci saat dia mengambilku dari jalanan.Aku tahu dia sebenarnya bukan
pria hidung belang.Iapun dalam kesulitan sama sepertiku.Sejak malam itu aku ikut bersamanya.
■■■ Kuangkat dari lumpur yang hitam mengapa harus hitam lagi... Ini adalah kisah cinta segitiga antara kami bertiga...Siapakah nanti yang akan mendapatkan hati Evi?Reza kekasihnya selama ini?Atau Irwan yang mengambilnya dari jalanan?
◆◆◆◆◆ DEBU - DEBU JALANAN ◆◆◆◆◆ Bagi yang suka silakan tunggu eps perdananya.***See you in first eps***
Eps Perdana ,,,,DEBU-DEBU JALANAN,,,,
,,,,,DEBU-DEBU JALANAN,,,,,
,,,,Eps Perdana ( Satu ),,,,,,,,,The Days of Weeping,,,,,,,,,Hari-hari Penuh Tangisan,,,,
,,,,,About Song,,,,, Ini dia,Iklim dengan'Suci Dalam Debu'.
,,,,,Engkau bagai air yang jernih didalambekas yang berdebu,,,,,
Di sebuah restoran fast food,seorang gadis nampak sibuk mengelap meja.Pengunjung hari itu ramai sekali.Gadis berpakaian seragam pelayan restoran itu menyeka keringatnya.
Para pengunjung senang dengan keramahan dan servisnya yang baik.
Seorang gadis lain mendekatinya,"Evi,shifmu sudah habis ditunggu di kafe tuh.Cepetan!Ntar Boss ngomel lho." Gadis yang bernama Evi itu melihat jam,"Ya ampun Endah,aku sampai lupa.
Habis rame banget kasihan kamu sendirian.Mana Intan belum datang lagi.
Kamu gpp aku tinggal ke kafe?" Endah mengangguk,"Kamu tenang saja.Intan memang suka telat akhir2 ini.
Sudah sana naik ke lantai tiga.Nyanyiin lagunya Iklim ya?He..he.." Evi berdendang sebentar,"Zahirnya kotoran itu terlihat....." Endah melanjutkan,"Kesucian terlindung jua..."
Evi lalu mengembalikan perkakasnya ke tempat semula.Ia segera berganti baju dan menuju lantai 3.Evi sebenarnya sangat lelah namun semua harus ia jalani demi keluarganya.Ayahnya sudah tiada sejak ia SMP.Ia masih punya adik yang harus dibiayai
sekolahnya juga seorang ibu yang cuma tamatan SR.Sekolah Rakyat.Ibunyapun juga sudah banting tulang untuk membiayainya sekolah hingga bisa kuliah D3.Sayang ibunya semakin lemah fisiknya,jadi ia kadang juga membantu ibunya jualan tempe keliling kampung.
Kini adiknya sudah SMU.Biaya hidup semakin tinggi.Hatinya menangis kala ingat
ibunya sampai pernah jadi pembantu.Mencuci,mengepel,memasak belum yang lain.
Sambil menaiki tangga menuju lantai 3,Evi menyeka air matanya,'Tuhan,walaupun aku sangat lelah namun aku takkan menyerah.Semua demi ibu dan demi Rizky.Adikku sayang.Besok dia ulang tahun yang ke-17.Sweet seventeen.Aku ingin membelikan dia sesuatu yang menjadi impiannya.Sebuah motor baru.Walau masih kredit tapi setidaknya dia senang karena ga perlu lagi pakai vespa butut peninggalan ayah.Katanya ia sering diledekin gara2 pakai itu.Makanya ia hanya memakainya kalau menjemputku pulang kerja malam.'
Kedatangan Evi disambut seorang pria yang telah 3 bulan ini menjadi kekasihnya,
"Akhirnya Vi,kamu datang juga.Kafe sepi tanpa lantunan merdu suara kamu."
Evi tersenyum pada pria jangkung itu,"Kak Reza bisa aja.Suara kakak kan juga merdu.Arabic lagi." Pria yang bernama Reza itu tersenyum,"Mau nyanyi lagu apa Vi?"
Evi teringat sohibnya dibawah,"Lagu Malaysia ya?Iklim.Suci dalam debu.Ada yang minta." Reza melirik,"Pasti Endah.Mania Upin Ipin sih.He..he.." Evi segera menempatkan diri untuk bernyanyi,"Selamat malam semuanya...Malam ini kita
bernostalgia ke negeri Jiran ya?Sebuah tembang nan syahdu akan saya bawakan
untuk Anda semua.Selamat menikmati suasana kafe kami." Reza memberi acungan jempol lalu mengiringi kekasih hatinya bernyanyi. ,,,,,Cinta bukan hanya di mata....Cinta hadir di dalam jiwa,,,, Evi memandang para pengunjung yang asyik mendengarkan suaranya.
Kadang ia iri dengan mereka.Bisa punya uang buat ke kafe,kadang sempat juga
mampir lihat pameran di lantai 4.Mereka bisa punya uang buat senang2 padahal
baginya uang buat makan sebulan saja tanpa hutang sudah hebat.Dunia ini punya banyak sisi.Ada yang begitu miskin dan terlilit hutang sedang sisi yang lain ada yang begitu dengan mudahnya menghambur2kan uang.Seakan uangnya ga punya no seri.Alias nyetak terus.Evi jadi melamun dan hampir saja lagunya kacau karena Evi ga konsent.Untung Reza segera mengisi part yang kosong dengan suara Arabicnya yang memukau.
,,,,,Biarlah salah di mata mereka....Biar perbezaan terlihat antara kita,,, Evi kaget saat Reza menyanyi,iapun mengucapkan terima kasih dengan tatapan
matanya.Usai menyanyikan beberapa lagu,Evi disuruh pulang oleh Reza. Reza,"Kamu capek Vi.Ambil setengah hari saja.Ntar aku bilang sama Kak Rosalina.Daripada kamu sakit.Sana nulis surat ijin keluar.Kak Ros pasti ngerti.
Dia kan sayang banget sama kamu.Mutiaranya gitu loh." Evi menurut,ia memang capek banget.Selain kerja dua area,di resto sama kafe.
Evi juga masih bantu ibunya jualan tempe.Tempenya ngambil dari orang terus
ditaruh rumah sampai jadi.Baru dijual.Kak Ros adalah Bossnya.Ia baik sekali karena membolehkannya bekerja di dua tempat.Restoran dan kafe.Ia bersyukur sekali memiliki Boss sebaik Kak Ros.Tak jarang ia diberi uang katanya buat beli tempe jualan ibu.
Tapi beli tempe kok banyak amat?Aneh kan?Apa buat masak tumpang buat sekampung kali.Evi mengetuk pintu ruangan Bossnya itu.
Tampak Kak Ros sedang sibuk dengan laptopnya,"Iya Vi?" Evi mendekat dan menyodorkan surat kecil yang ia bawa,"Kak...Bolehkah saya
ambil setengah hari di kafe hari ini?Saya kurang enak badan." Kak Ros memandangnya,"Wajahmu memang agak pucat.Minum penambah darah
Vi.Nih aku ada.Ambil saja." Evi jadi ga enak dan berusaha menolak secara halus tapi akhirnya kalah juga.
Evi melangkah pulang dengan hati makin lelah.Lelah karena selalu saja mendapat belas kasihan.
,,,,Kuharapkan kau kan terima....walau dipandang hina,,,, Evi melangkah menuju jalan raya.Ia melihat jamnya.Diambilnya hpnya,
"Rizky tolong kakak dijemput ya?Iya kakak tunggu di tempat biasa ya?" Sambil menunggu Evi merapatkan jaketnya.Ia selalu pakai jaket,selain karena
dinginnya udara malam Jakarta juga ia tak mau disangka cewek ga bener yang
sedang menjajakan diri.Ia pernah dikira cewek begituan saat menunggu Rizky jemput dia.Untung ada kak Reza yang segera menolong dia.Itulah awal kedekatannya dengan kak Reza.Seniornya di kerjaan.Kadang Reza juga yang mengantar dia pulang apalagi sejak mereka jadian.Jarang ia minta bantuan Rizky.Ia heran melihat kenapa para wanita
bisa merelakan tubuhnya jadi aset perdagangan seperti itu.Kemana hati nurani
mereka ya?
,,,,Namun hakikat cinta kita....kita yang rasa,,,, Saat itulah sebuah mobil sedan tiba2 berhenti tak jauh dari tempatnya menunggu.Ia segera bersembunyi di balik pohon,'Intan...sama siapa itu ya?Gonta ganti terus.Kemarin sama pria bermobil sport sekarang sedan.Wah kaya sekali pacarnya ya?'
Seorang gadis nampak asyik cipika cipiki sama seorang pria yang sudah om2,"Bye Intan Darling....jangan capek2 ya kerjanya?Kan sudah dapat uang dari om...dah..."
Intan lalu melangkah ke dalam restoran. Evi jadi ingat perkataan Endah beberapa hari yang lalu,"Intan itu peliharaan Om2,Vi.Makanya dia seenaknya sendiri kerja.Kalau saja dia bukan keponakan Boss
sudah kulaporkan dia.Lihat saja dandannya menor banget.Pakaiannya apalagi.
Pakaian bermerk dan seksi2.Itu mau jadi waitress apa miss universe.Tahu ga,
denger2 dia itu sehari bisa jutaan omsetnya.Gila ga tuh.Kayak artis siapa itu 3 jam
begituan dibayar ratusan juta rupiah.Gila!!Kita aja gaji paling UMK.
Kadang aku iri lho ama dia." Evi makin bergidik membayangkannya.Jangan sampai ia melakukan hal serendah itu.Lamunannya buyar mendengar suara cepreng vespa Rizky yang sudah tiba untuk menjemputnya.Iapun segera memakai helm dan naik ke boncengan. ,,,,,Suatu hari nanti pastikan bercahaya,,,,
Rizky berhenti saat lampu merah,"Kak,kapan ya Rizky naik motor yang keren kayak
itu tuh?" Evi melihat ke arah yang ditunjuk adiknya,"Suatu hari nanti Sayang...Pasti!"
Rizky cuma senyum,"Beneran ya Kak?Rizky pingin banget.Pergi jalan2 sama temen2,konvoi rame2."
Evi telah menabung buat itu semua.Sudah ada uang cukup buat dp kredit motor.
Ia ingin melihat Rizky bahagia.Apalagi di hari jadinya.Besok semua akan ia wujudkan.
,,,,Pintu akan terbuka...Kita langkah bersama,,,, Keesokan harinya Evi mengajak adiknya ke dealer.Hari itu ia masuk malam.
Jadi punya waktu banyak merayakan ultah Rizky.
Rizky kaget sekali saat disuruh milih,"Ayo kamu mau yang mana?Kok malah bengong?"
Rizky tak percaya,"Kakak beneran mau beliin Rizky motor?Kakak ga bercanda kan?" Evi memandang adiknya,"Ga Rizky!Kakak serius.Ini kado ultah dari kakak.Ayo kamu mau yang mana?"
Wah semangat sekali Rizky memilih.Evi senyum2 bahkan terharu sekali melihat rona bahagia di wajah adiknya itu. Rizky:"Yang ini apa itu ya kak?Aku bingung!Bingung saking senangnya!He..he." Evi memilih duduk saja,"Terserah kamu." Akhirnya motorpun siap dikirim.Rizky tak henti2nya berterima kasih pada Evi.
Ia senang sekali. Di situ kita lihat....bersinarlah hakikat,,,, Sehari motornya dekem di rumah.Rizky bahagia dengan motor barunya.
Evi ditugaskan ke cabang Bandung.Kafe yang di Bandung butuh penyanyi.Dengan berat hati Evi ke sana namun kak Ros bilang cuma sampai dapat penyanyi permanent saja.Tak dinyana saat ia sedang asyik menyanyikan lagu di sana,sebuah berita ia terima dari Jakarta.
Rizky kecelakaan saat mau merayakan ultah dengan teman2nya.Bagai disambar petir,Evi langsung lemas apalagi kata ibunya,Rita Sugiarto,kondisi Rizky parah.
Evi langsung balik ke Jakarta.Di RS ia disambut isak tangis oleh ibunya. Rita :"Maafkan ibu Vi.Ibu ngijinin dia pergi.Ibu ga tahu bakal begini.Ibu minta maaf." Evi hanya ingin melihat kondisi Rizky dulu,"Sudah Ibu.Ibu ga salah.Evi juga ga nyalahin Ibu.Rizky gimana Bu?"
Rita sambil tergugu menceritakan semuanya,"Dokter bilang kondisi Rizky bisa
diselamatkan tapi...." Evi makin cemas,"Tapi apa Bu?" Rita mengajak Evi masuk ke ruangan Rizky dirawat,"Lihatlah sendiri Vi....." Evi tak percaya melihatnya,di bed pasien terbaring adiknya penuh dengan peralatan.
Mulai dari jantung,paru2,semuanya ditopang alat agar bisa bekerja.Evi menangis pedih,"Rizky....adikku...."
Dokter mendekat,"Maaf bisa bicara dengan keluarga pasien?Mari ke ruangan saya."
Dokter mengatakan bahwa kondisi Rizky sangat tergantung dari alat2 yang menopang dia.Padahal untuk itu tidak dicover oleh asuransi yang ada.Jadi pihak RS terpaksa akan melepas semua peralatan jika pihak keluarga pasien merasa tak mampu membayarnya.
Evi termangu saat mendengar angka yang disebutkan,"40 juta perminggu?" Dokter malah memberi pilihan,"Sebenarnya pasien harapan hidupnya kecil.Namun keajaiban adalah harapan bagi semua hal yang tak mungkin.Jadi semua tergantung keluarga pasien.Memilih mengikhlaskannya atau mempertahankan kemungkinan kecil tersebut."
Rita memeluk putrinya sambil menangis,"Uang dari mana Vi?Motornya saja belum lunas.Buat hidup saja susah." Evi meminta waktu pada dokter,"Tolong beri kami waktu seminggu.Saya mohon jangan dicabut peralatannya.Saya tak mau kehilangan adik saya...Saya mohon."
Dokter menyetujui dan memberi waktu seminggu.Evi termangu di dekat bed Rizky.
Reza yang menemani sampai ga tega melihat kekasih hatinya bermuram durja,'Coba aku orang kaya Vi.Aku sudah pasti biayai semuanya.Maafkan aku Vi,bantuan yang bisa kukumpulkan ga bisa menutup biayanya.'
Evi memandang Reza,"Kakak bukannya harus kerja?Evi gpp kok disini.Ada ibu juga."
Reza akhirnya pamit kerja,"Aku pergi ya Vi.Pasti ada jalan keluar untuk semuanya."
Evi mengangguk,"Makasih ya kak Reza." Evi sudah pinjam kak Ros,namun semua hanya bisa mengcover satu minggu saja.
Minggu2 selanjutnya? ,,,,,Debu jadi permata...hina jadi mulia,,,,
Intan juga nengok ke RS malah sempat bisiki Evi,"Aku punya solusi buat kamu.
Tapi kalau kamu mau sih.Jadi aja kayak aku.Enak kan?Adik kamu bakal selamat
dan kamu ga perlu susah2 kerja.Mau sampai tahun berapa kamu bisa mengubah hidup kamu dengan cara seperti ini?Dandan yang cantik cukup mejeng aja di pinggir jalan dah nanti semua akan beres.Ayolah ga usah mikir harga diri dan dosa.Nyawa adik kamu lebih penting bukan?"
Evi terdiam. ,,,,Bukan khayalan yang aku berikan...tapi keyakinan yang nyata,,,, Tak melihat solusi lain,Evi diam2 memutuskan akan mengikuti saran Intan.
Ia pamit sama ibunya mau kerja dulu padahal ia libur.Rita tanpa curiga mengiyakan. Evi memandang adiknya yang masih koma ditopang berbagai alat,'Kakak akan dapatkan uangnya Rizky.Pasti!Kakak ga akan biarkan kamu pergi...tidak akan!Meski kakak harus merendahkan diri kakak di jalan yang nista tapi semua demi kamu,adikku.Demi kamu.Kakak ga punya pilihan lain.'
Evi melangkah meninggalkan RS sambil menangis.Ia telah menyiapkan baju
yang agak seksi juga make up.
Sambil menangis ia berdandan,'Maafkan aku kak Reza.Sebaiknya kakak mencari wanita lain saja.Aku ikhlas kak....'
Evi melangkah menyusuri jalan.Ia melihat sekelilingnya.Beberapa wanita juga menjajakan dirinya.Ia berdiri agak jauh dari mereka,'Tuhan,ampunilah aku.Aku terpaksa melakukan ini semua....'
Evi melepas jaketnya.Namun tetap saja ia ragu dan sempat memakainya lagi.
Sebuah mobil mendekatinya. ,,,,Kerana cinta lautan berapi...Pasti akan kurenang jua,,,, Apakah Evi jadi menjual dirinya?Siapakah yang ada di dalam mobil itu?Penasaran?
***see you next eps***
DEBU-DEBU JALANAN EPS 2
¥¥¥ DEBU - DEBU JALANAN ¥¥¥¥¥¥ Eps 2 : A Good Man ¥¥¥ ¥¥¥ Seorang Pria Yang Baik ¥¥¥
¥¥¥ Bunga Di Tepi JALAN... Diiringi lantunan lagu milik Koes Plus inilah Bunga Di Tepi Jalan....
¥¥¥ Suatu kali kutemukan bunga di tepi jalan.... Terakhir Evi di tepi jalan ya?Sudah siap mengorbankan diri dengan menjual diri.Itulah cinta mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan hal2 yang
ekstrim.Sebuah mobil nampak bergerak mendekat.Seorang pria nampak tertarik melihat Evi.Bayangin aja,pakaian seksi kulit eksotis plus wajah yang lugu.Sang pria menepikan mobilnya.
Dibukanya kaca mobil,"Hello Manis...Kosong nih?" Evi bingung mau jawab apa,"Maksudnya?" Pria itu melihat Evi kikuk,"Kamu baru ya?" Evi melihat sekitarnya,"Iya." Pria itu berpikir,'Dari gerak geriknya ni cewek kayaknya masih murni nih.Wah ga boleh disia2in nih.'
Tak banyak mobil yang lewat situ.Evi merinding juga sebenarnya.Baru sadar dia kalau setiap hal pasti ada resikonya.Ya kalau ketemu pria baik2 kalau kriminal?Terus malah dibunuh dan dimutilasi gimana?Ihhh...Evi bergidik.Pria itu keluar dari mobilnya,"Hey ga perlu takut sama Om.Om ini akan memperlakukanmu dengan baik.Ayo ikut Om ke apartemen Om.Di sana kita bisa bersenang2.Bagaimana?"
Evi benar2 gemetar,"Tapi tarif saya mahal.Lagipula saya mau lihat uangnya dulu baru
saya mau ikut Anda."
Pria itu terkekeh,"Mahal?Memang berapa sih?" Evi menjawab,"40 juta satu malam." Pria itu tertawa,"Yang benar saja!Emang kamu artis apa?" Evi memegangi jaketnya,"Kalau Anda tak sanggup bayar,cari yang lain saja." Pria itu marah mendengar kata2 Evi,"Saya tidak mampu bayar?Kau tak tahu ya siapa saya.Saya ini pengusaha terkenal.Enak saja bilang saya ga mampu bayar.Sebaiknya kamu ikut saja dengan Om.Om jelas ga bawa uang cash jadi harus ambil dulu."
Evi kekeh ga mau,"Saya mau lihat uangnya dulu baru saya ikut.Jadi ambil saja dulu uangnya saya akan tunggu disini." Pria perlente itu kesal,"Banyak tingkah ya!Perek aja bertingkah,sok jual mahal.Udah ayo ikut saja!"
Pria itu menarik tangan Evi,Evi meronta tapi pria itu malah menarik jaketnya.
Evi meninggalkan jaketnya di tangan pria itu. $$$ Siapa yang menanamnya.Tak seorangpun mengira....
Pria itu mengejar,"Jangan lari!!Kau takkan menyesal ikut dengan Om!"
Evi berlari ketakutan sampai sebuah mobil hampir menabraknya,"Tolong!!"
Evi berhenti di depan sebuah mobil mewah,didalamnya seorang pria muda nampak heran melihatnya,"Gila tuh cewek!Bosan hidup ya?"
Si Om yang ngejar berhasil nyusul Evi,"Kena kau!!Kaupikir bisa kabur dari aku?"
Si pria muda melihat Evi meronta saat ditarik menuju mobil si Om,"Lepaskan!Aku tak mau ikut!"
Evi menatap penuh desperate pada pria muda yang ada di dalam mobil mewah,
"Tolong saya!Selamatkan saya!" Seketika pria muda itu teringat pada mendiang adiknya. ¥¥¥ Bunga di Tepi Jalan alangkah indahnya... Flash back...
Seorang gadis muda nampak berdiri di tepian atap gedung berlantai 7.Gadis itu memakai gaun tidur nan indah,"Jangan mendekat kak.Rita akan terjun menyusul kekasih hati Rita.Rita tahu dia pergi karena diusir oleh Mama.Sampai kemudian dia kecelakaan.
Biar Rita menyusulnya.Rita mencintainya kenapa Mama ga bisa ngerti perasaan Rita?
Hanya kak Irwan yang mau mengerti.Tapi sekarang pria yang Rita cintai sudah pergi kak.Ninggalin Rita.Dan Mama terus memaksa Rita ngikutin kemauannya.Rita lelah kak."
Oh pria didalam mobil mewah itu Irwan.Muncul juga akhirnya.
Irwan terkenang bagaimana begitu Mamanya datang Rita malah memilih terjun dari
lantai 7.Mata Irwan menyala,"Aku benci pemaksaan!!" ¥¥¥ Oh...kasihan...
Irwan membunyikan klakson mobilnya,membuat Si Om kaget.
Irwan lalu keluar dari mobilnya,"Lepaskan wanita itu!!" Si Om menyeringai,"Kau ini siapa?Ikut campur urusan orang!!Pergi sana!!" Irwan mendekat,"Kau sendiri punya hubungan apa dengan wanita ini?" Evi yang jawab,"Dia memaksaku ikut dengannya.Aku sudah bilang ga mau!!"
Si Om melihat Irwan dikawal body guard,"Aku rasa aku sudah tak tertarik lagi dengan wanita ini.Dia buat kau saja!"
Evi dilepaskannya.Lalu ia ngacir ke mobilnya dan cabut dari jalan itu.Para bodyguard segera kembali ke mobil mereka setelah dikode oleh Irwan. ¥¥¥ Kan kupetik sebelum layu... Evi mengucapkan terima kasih,"Terima kasih."
Evi mencari jaketnya tapi entah dibuang kemana oleh Si Om tadi,Irwan melepas jasnya,dipakaikannya di tubuh Evi.
Evi kaget namun terharu juga,"Terima kasih."
Irwan menuju mobilnya,'Dia mengingatkanku pada Rita.'
Evi nampak bingung di tepi jalan,Irwan membuka pintu mobil,"Ayo naik!Akan kuantar kau pulang."
Evi menggeleng,"Saya tidak akan pulang sebelum membawa uang buat biaya 
berobat adik saya.Hidupnya tergantung dari usaha saya malam ini." Irwan kembali terkenang adiknya yang telah tiada,"Kau butuh uang berapa sampai 
harus menjual diri?" Evi terpana ditanya begitu,"40 juta." Irwan merasa iba,"Masuklah aku akan memberikan uang itu padamu tapi kau harus menceritakan semuanya padaku.Ayo naik!"
Evi ragu2 tapi akhirnya masuk juga ke dalam mobil,"Anda sungguh akan memberikan
uangnya?Akan kulakukan apapun untuk Anda."
Irwan mendekati Evi,"Apapun?" Evi memejamkan mata kala wajah Irwan begitu dekat padanya,"Anda mau apa?"
Irwan tersenyum.Evi mendengar bunyi sesuatu seperti ditarik,lalu bunyi klik. Rupanya Irwan memasang seat belt untuk Evi.Irwan lalu menjalankan mobilnya,
"Kau belum pernah disentuh pria kan?" Evi mengangguk.Irwan kagum,"Kau pasti sangat menyayangi adikmu.Hingga rela melakukan semua ini.Apa yang terjadi dengan adikmu?" Evi lalu menceritakan semuanya sambil berurai air mata.Irwan mendengarkannya.
¥¥¥ Disekitar belukar dan rumput gersang...
Irwan mengerti perasaan Evi,"Kau pasti merasa bersalah.Benar bukan?"
Evi mengangguk,"Iya...tak seharusnya aku membelikan motor itu untuknya.
Jika saja aku tak membelikannya,pasti Rizky takkan seperti sekarang.Aku sungguh menyesal."
Irwan malah penasaran,"Boleh aku melihatnya?" Evi heran,"Maksud Anda...Anda ingin melihat adik saya?Tentu saja.RS nya di depan itu."
¥¥¥ Seorangpun takkan mau memperhatikan... Tiba di Rumah Sakit,Evi disambut ibunya,"Katanya masuk Vi?" Evi malah menangis di pelukan ibunya,"Maafin Evi Bu.Sebenarnya Evi libur hari ini." Irwan mendekati ibu dan anak itu,Evi segera memperkenalkan Irwan pada ibunya. Evi :"Ibu ini pria yang menolongku.Namanya Irwan." Irwan menyalami Rita Sugiarto,"Saya kebetulan lewat.Oh ini Rizky yach?"
Evi mengangguk pilu sambil memandang adiknya.
Irwan mengerti kini kenapa Evi sampai nekad menjual diri,'Semua ditopang alat.Setidaknya dia masih hidup.Beda dengan adikku.'
¥¥¥ Biarlah kan kuambil penghias rumahku... Irwan merasa iba dan menemui bagian administrasi,"Bolehkah saya tahu berapa tagihan yang belum dibayar oleh keluarga pasien bernama Rizky?"
Petugas menyebut sebuah angka,"Sementara 40 juta.Tapi ke depannya kurang tahu.
Setiap minggu pasien butuh dana minim 40 juta." Irwan menulis cek,"Saya akan bayar biayanya.Ini saya bayar 40 juta dulu.Selanjutnya saya yang akan menanggung biayanya.Lakukan saja semua tindakan medis yang terbaik.Ini kartu nama saya."
Irwan lalu menemui Evi,sedang sang petugas terpana membaca kartu nama Irwan,
"Irwan Krisdiyanto,CEO Asian Group.Astaga!!Asian Group?Yang terkenal itu?Wow!!
CEO nya masih sangat muda.Ganteng lagi." Weleh... ¥¥¥ Oh...kasihan... Irwan berpamitan kepada Evi dan Rita Sugiarto,"Maaf saya tak bisa lama." Evi yang sudah ganti baju mengantar Irwan ke depan,"Ini jas Anda.Terima kasih." Irwan menerimanya,"Panggil saja aku Irwan.Oh ya ini untukmu."
Irwan memberikan cek sebesar 40 juta pada Evi.Evi terpana,"Tapi saya tidak melakukan apapun untuk Anda..."
Irwan mengusap air mata di pipi Evi,"Lakukan ini untukku.Jangan pernah menjual diri lagi.Apa kau pikir adikmu mau hidup jika tahu kau melakukan itu?Ini kartu namaku.Jika ada apa2 hubungi aku.Jangan mencari solusi sendiri.Apalagi sampai nekad seperti tadi.
Aku harus pergi.Semoga adikmu mendapat keajaiban."
Evi hanya bisa terharu dan berkaca2. ¥¥¥ Kan kupetik s'belum layu.... Evi lega akhirnya masih ada jalan untuk mempertahankan adiknya agar tetap hidup.Evi mendekap cek itu ke dadanya,'Aku akan beritahu Ibu!Ini keajaiban!Tuhan mengirimkan seseorang untuk menolong kami.Terima kasih Tuhan.Terima kasih.'
Evi segera kembali hendak menemui ibunya.Evi selamat dari jalan nista.Bahkan ia tak tahu bahwa pengorbanannya itu menggerakkan seseorang.Seorang Irwan.Bagaimana reaksi Evi kala tahu bahwa Irwan sudah menanggung semua biaya Rizky?
***see you next eps***
Eps 3 ** Cerbung X ** DEBU-DEBU JALANAN
** Cerbung X ** DEBU - DEBU JALANAN ** The Power of Planning ** Kuasa Perencanaan
** Butiran DEBU... Sebuah lagu dari Rumor dan pernah dibawakan Irwan juga,ini dia "Butiran Debu".
```Namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya...
Evi berderai air mata saat menatap punggung Irwan yang melangkah meninggalkan RS.Masih dikawal para bodyguardnya,sang CEO Asian Group pun melangkah pergi sambil membawa jasnya di lengan kirinya.Evi masih tak percaya dengan yang dialaminya barusan,hanya dalam sekejap uang yang dibutuhkannya ada di tangannya bahkan sebuah jaminan pertolonganpun dia dapatkan.
Dengan gemetar Evi membaca kartu nama yang diberikan Irwan padanya,'Irwan Krisdiyanto.CEO Asian Group...Alamat kantor...Telp....' Evi tak menyangka,'Astaga!Dia seorang presiden direktur?Asian Group?Dulu aku coba melamar kerja di sana tapi ga lolos seleksi.Kini malah bertemu langsung dengan Bossnya.Aku mimpi ga ya?Bahkan aku tadi sempat memakai jasnya.Pantas harum 
nian.Aku takkan pernah melupakan malam ini.Malam krusial dalam hidupku.
Aku melihat sebuah harapan dan mendapatkan pertolongan tepat pada waktunya.
Aku akan beritahu ibu.Ibu pasti senang.Ya aku harus beritahu ibu.Bahwa masih ada harapan buat Rizky tetap hidup.Masih ada.Oh Terima kasih Tuhan.' ''' Namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia... Evi bergegas kembali ke ruangan dimana Rizky dirawat,"Ibu!Ibu!Lihat ini!" Rita Sugiarto heran melihat putrinya,"Ada apa?Jangan keras2..Ingat ini di RS,Vi."
Evi malah berkaca2 sambil memeluk ibunya,"Rizky akan hidup Ibu..Akan hidup!Lihat ini!" Untung mereka diruangan khusus jadi ga ada yang dengar.Rita Sugiarto melihat cek yang dipegang Evi,"Siapa yang ngasih kamu ini ?Kamu ngapain aja Vi?Tadi bilang kamu ga jadi jual diri terus ini dari mana?"
Evi mengusap air matanya,"Dari pria yang kesini tadi Bu.Evi ga berbuat nista Bu."
Rita Sugiarto heran,"Nak Irwan yang kasih ini ?Tanpa minta apapun?Ini uang ga sedikit ya Vi.Masak dia kasih gitu aja?"
Evi bingung juga,"Tapi dia bilang gitu kok Bu.Beneran!" Rita malah menduga yang lain,"Jangan2 dia suka sama kamu Vi?Kamu kenal dia
sejak kapan?" Evi melangkah mendekati Rizky,"Ya ampun Ibu.Kenal juga baru hari ini.Dia itu orang kaya Bu.Ga mungkinlah suka sama Evi.Dia itu cuma kasihan Ibu.Jangan2 dia malaikat ya Bu?"
Rita membelai kepala putrinya,"Ibu lega,siapapun dia,yang penting hatinya baik.Setidaknya sudah ada dana buat bayar tagihan RS.Untung ada Nak Irwan kalo
ga entah jadi apa kamu Vi.Ibu ga bisa bayangin kalau kamu sampai jadi wanita ga bener.Semoga Tuhan membalas kebaikan Nak Irwan.Besok segera dicairkan Vi ceknya.Minta anter Nak Reza aja.Bahaya bawa uang sebanyak itu." Evi membelai lengan adiknya,"Evi mau nanya dulu besok ke bagian administrasi Bu.Menerima cek tidak?Siapa tahu terima jadi Evi ga perlu ribet.Rizky lihat kakak dah
dapat uangnya.Kamu harus semangat untuk sembuh ya?Kamu harus terus berjuang!Jangan nyerah!Hari ini kamu dikunjungi penolong kita.Namanya Irwan.Dia kasih ini nih ke kakak....Buat biaya kamu di sini...Lihat 40 juta.Semoga ini bukan cek kosong ya Bu?"
Rita tersenyum,"Ibu yakin itu bukan cek kosong.Ibu yakin Nak Irwan itu baik.Coba kamu belum punya Nak Reza,Ibu bakal seneng banget kalau kamu dapat Nak Irwan."
Evi memandang ibunya,"Ibu ngimpi ah...Oh iya Ibu istirahat saja.Biar Evi yang gantian jaga.Ibu dah makan belum?"
Rita menggeleng,"Ibu ga selera makan.Pikiran Ibu sedih banget tadi entah kenapa.
Mungkin karena mikir kalian.Tapi sekarang ibu mau makan.Hati ibu sudah lega.
Kamu gpp dan kita tertolong.Ayo makan bareng." Merekapun makan di bawah di gelaran tikar bersama2.Begitulah suasana rumah sakit.
Semua akan terasa ringan jika ada yang menemani.Ada yang diajak berbagi rasa.
""" Hingga tiba saatnya akupun melihat... Irwan sudah sampai di rumah mewahnya.Gerbang nan tinggi dan bangunan rumah yang penuh pilar dan pastinya lux.Irwan baru keluar dari mobil saat hpnya berbunyi.Irwan mengangkatnya sambil melangkah ke dalam rumah,"Iya Di?Baru sampai rumah nih.Ada apa?"
Adi adalah sepupu Irwan yang juga bekerja di kantor Irwan.Mereka sudah seperti kakak adik saja.Irwan memang akrab dengan Adi.Seakrab kedua ibu mereka.Mami Idayu demikian Adi memanggil ibu Irwan.Dan Tante Lina demikian Irwan memanggil ibunya Adi.Kedua ibu mereka memang bersahabat sejak dulu.Sayang,Rita memilih bunuh diri daripada dijodohin dengan Adi.Namun Irwan tak menyalahkan Adi karena ia tahu Adi juga menentang hal itu.Hubungan Mas Idayu dan Lina juga tidak retak,walaupun Idayu jadi beda sejak kejadian itu.Ia malah memilih tinggal di Malaysia demi melupakan kejadian itu.
Irwan juga jadi dingin dengan Mamanya sejak peristiwa itu.
Adi menjawab,"Hey bro...baru sampai rumah?Kemana saja sih?Aku bbm sejak tadi ga dibalas2."
Irwan duduk di ruang tamunya,"Ada urusan.Hp aku silent soalnya tadi di RS Di."
Adi makin heran,"Ngapain kamu di RS Wan?Kamu kenapa?"
Irwan melangkah ke dapur mengambil segelas air putih,"Bezuk orang sakitlah...Haus banget nih.Wah mana pembantu aku ijin pulang kampung lagi.Terpaksa makan apa adanya nih...Bikin telor ceplok aja setengah matang.Emang ada berita apa sampai bbm segala?"
Adi tersenyum,"Berita bagus Wan!!Tender yang kemarin itu akhirnya sukses juga.Kamu tahu ga,kita untung minim 80 milyar.Wow!!" Irwan heran,'Aku baru melepas 80 juta buat biaya adiknya Evi eh sudah diganti sama Tuhan lipat kali ganda.Wow!Aku baru tahu.' ,,,,Cintaku yang khianat,cintaku berkhianat.... Adi heran kok Irwan diam saja,"Hello?Any body there?Senyap amat?"
Irwan menjawab sambil membuka kulkas,"Berita bagus itu Di.Luar biasa!
Kalau proyek satunya gimana?" Adi menjawab,"Asset mereka belum ada 1,4 Triliun jadi aku masih cancel."
Irwan mengambil telor,"Memang itu syarat dari kita,ga bisa ditawar karena kekayaan aset menentukan prospek di bursa saham.Penanam saham tak akan sembarangan menanamkan uangnya."
Adi mendengar bunyi sesuatu digoreng,"Wan,kamu masak ya?Wah2...pembantumu mana?" Irwan memang menggoreng telor,"Hmmm...harum.Mau Di?He..he..aku foto ya terus
aku kirim ke kamu.Lihat nih telor ceplok ala chef Irwan he...he..." Adi menerima gambarnya,"Weleh...ini sih telor ceplok ala CEO Asian Group he..he..
wah ada magmanya." Irwan mencuci tangannya,"Pembantu aku pulang kampung.Katanya agak lama biasa mantu.Kamu ada rekomendasi ga?Tapi yang jago masak lho." Adi mikir,"Zaman sekarang susah cari pembantu Wan.Apalagi yang jago masak.
Tapi yang utama itu yang hatinya baik Wan.Ga mental maling.Itu baru top!" Irwan teringat Evi,'Evi itu hatinya baik.Ga mental maling juga.Coba dia nganggur
pasti kuminta jadi tukang masak di sini.Perutku suka sakit kalo makan di luar.' Irwan mengambil nasi,"Udah ya Di.Aku makan dulu.Keburu dingin.Ga enak nanti.
Kamu jangan begadang besok kerja!" Adi terkekeh,"Iya.Met makan Pak CEO...suka bamget sih sama telor ceplok.Heran deh..."
::: Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.Aku tenggelam dalam lautan luka dalam....
Irwan memang mania telor ceplok setengah matang karena itulah kenangan terindah bersama Rita,adiknya.
Flash back....
Seorang gadis menaruh telor setengah matang di piring Irwan,"Sudah kak.
Selamat menikmati!" Irwan manyun,"Kok setengah mateng sih?Kakak kan ga suka setengah matang,Rita.
Lihat nih ada magmanya...ihhh!" Rita juga jadi manyun,"Ya udah dibuang aja kalau ga mau makan!Sini aku buang!" Irwan menarik kembali piringnya,"Eiit!!Gitu aja marah nih adik kakak.Ga baik buang makanan.Sini biar kakak makan.Heran deh kakak suka amat sih telor ceplok setengah matang.Sensasinya dimana sih?" Rita tersenyum,"Gitu dong.Sensasinya itu di lava magmanya he..he..." Sejak kejadian itu Irwan keranjingan telor ceplok setengah matang.Apalagi sejak Rita tiada.Bila kangen dengan adiknya ia selalu minga dibikinke itu.Tak terasa air mata Irwan menetes mengenang semua itu. ;;; Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.Aku tanpamu butiran debu...
Irwan kecewa dengan arogansi ibunya.Sejak ayahnya tiada,sang ibu jadi otoriter.Suka memaksakan kehendak.Ga cuma Rita yang dipaksa menikah dengan pilihannya.Irwanpun juga sama.Malah lebih parah.Ternyata ceweknya memilih kabur dengan kekasihnya.Waktu itu bisnis Irwan belum hebat seperti sekarang.Ia masih merintis waktu itu.Si cewek ternyata matre.Ia memilih kabur di hari pernikahan.Mempermalukannya di hadapan banyak orang.Irwan benar2 malu waktu itu.Untung Rita menghiburnya.Walaupun kemudian malah bernasib tragis.Entah apa ambisi ibunya sampai segitunya maksain kehendak.Karena kesal Irwan memilih membeli rumah sendiri.Ia tak mau tinggal dengan ibunya.Malah ibunya kemudian memilih tinggal di Malaysia.Katanya mau menenangkan diri.Semoga saja berubah,pikir Irwan.
```Namaku cinta ketika kita bersama.Berbagi rasa untuk selamanya.Namaku cinta ketika kita bersama.Berbagi rasa sepanjang usia.
°°°Hingga tiba saatnya akupun melihat...Cintaku yang khianat,cintaku berkhianat ooh...menepilah menepilah menjauh....
Penasaran kenapa Mamanya Irwan begitu arogan?Karena iapun dipaksa menikah
dengan Papanya Irwan.Ia membalaskannya ke anak2nya tanpa sadar.Ia berprinsip bahwa kekayaan keluarga harus diutamakan,jangan sampai jatuh ke tangan yang salah.Memang yang lebih kaya waktu itu adalah dirinya daripada Papanya Irwan.Namun setiap hal di rumah diatur olehnya.Itupula yang membuat Papanya Irwan tertekan dan akhirnya sering sakit2an.Ternyata kekayaan bukan jaminan kebahagiaan terkadang malah menjadi
sumber penderitaan. ''"Semua yang terjadi di antara kita ooh...
''"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi...Aku tenggelam dalam lautan luka dalam...
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang...aku tanpamu butiran debu...
Keesokan pagi,Evi menuju bagian administrasi,"Mb saya mau membayar tagihan atas nama adik saya,Rizky.Apakah disini menerima cek?"
Petugasnya malah heran,"Tagihannya sudah dibayar kemarin.Jadi belum ada tagihan lagi."
Evi kaget mendengarnya,"Apa?Tapi saya belum membayarnya.Ibu saya juga tidak.
Mb yakin sudah dibayar?Siapa yang bayar mb?" Petugas menyebutkan satu nama,"Yang membayar Tuan Irwan Krisdiyanto.Mb bisa tanya langsung dengan Tuan Irwan."
Evi juga ditunjukkan bukti pelunasannya.
Evi terpana,'Ya ampun Irwan...bagaimana cara aku membalas kebaikanmu?' ••• (Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi kutenggelam dalam lautan) dalam luka dalam...Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang...
Evi menelpon no hp Irwan,'Aku harus menghubungi dia.Aku harus berterima kasih padanya.Dia sudah banyak menolongku.Bagaimanapun aku harus membalas kebaikannya.'
Irwan sedang bersiap mau kerja,"Hello.Ini siapa ya?"
Evi menjawab,"Hello...Ehmm..saya Evi...gadis yang semalam..."
Irwan ingat,"Oh...Evi.Ada apa Vi?Adikmu ada masalah?"
Evi menahan haru,"Tidak...Saya cuma ingin mengucapkan terima kasih pada Anda...
karena sudah membayar tagihan RS adik saya....Anda sudah sangat membantu saya.
Tolong beritahu saya bagaimana cara saya bisa membalas kebaikan Anda ini." Irwan berpikir,"Saya ikhlas Evi.Kamu tenang saja.Tuhan sudah menggantinya lebih
banyak lagi." Evi kekeh,"Ga bisa!Saya ga enak.Katakan saja apa yang bisa saya lakukan buat Anda.
Apa saja.Selama saya bisa melakukannya saya pasti melakukannya buat Anda." Irwan merasa lapar,"Baiklah.Jika kau memaksa.Apa kau bisa masak?" ○○○Aku tanpamu butiran debu,aku tanpamu butiran debu....Aku tanpamu butiran debu,aku tanpamu butiran DEBU...
Apakah rencana Irwan buat Evi?Apakah Evi akan mau mengikutinya?
***see you next eps***
Eps 4 Cerbung X ◆◆DEBU2 JALANAN ◆◆
◆◆ CERBUNG X ◆◆ DEBU2 JALANAN ◆◆ ◇◇ Eps 4 ◇◇ His Servant = Pembantunya◇◇
◆◆ Deru Debu.... Diiringi Deru Debu yang dibawakan Nafa Urbach mari kita lihat kisah Evi dalam membalas budi Irwan.
◆ Kau datang mencari jalan menuju jalan kebenaran....
Irwan bertanya,"Kau bisa masak?" Evi menjawab,"Walau ga sehebat chef tapi saya bisa masak.Bila perlu saya akan belajar resep2 yang Anda sukai."
Irwan menyukai kegigihan Evi,"Saya suka semangatmu.Baiklah apa kau bisa ke
rumahku sekarang?" Evi menyanggupi,"Apa alamatnya seperti di kartu nama Anda ini?" Irwan tertawa,"Itu alamat kantor.Gini saja.Aku akan kirim mobil buat jemput kamu.
Kamu masih di RS atau dimana?" Evi melangkah menuju kamar Rizky,"Di RS.Saya masuk siang hari ini." Irwan :"Baiklah.Kamu tunggu depan RS ya.Nanti akan ada yang jemput kamu.
Mobilnya sama dengan yang kemarin.Dan yang jemput juga salah satu dari orang
yang bersamaku kemarin.Namanya Toto.Pria berambut gondrong.Ingat kan?" Evi coba mengingat,"Oh ya saya ingat.Baiklah saya akan menunggu di depan RS." Irwan :"Baiklah.Aku akan segera mengirim Toto ke sana.Oh ya bilang ibumu juga
jangan sampai ia cemas.Aku tak mau dikira menculikmu nanti." Evi tersenyum,"Anda bisa saja.Kalau Anda ingin menculik saya sudah semalam Anda melakukannya." Irwan mengakhiri pembicaraan,"Oke.Aku kirim sekarang Toto ke sana.Salam buat ibumu dan juga buat adikmu.Semoga lekas sadar." Evi terharu,"Terima kasih banyak.Saya akan segera ke depan."
Irwan memanggil Toto dan menyuruhnya menjemput Evi,"Jemput Nona yang semalam kita jumpai di RS.Ia akan menunggu di depan RS.Bawa dia kemari." Toto menjawab,"Siap Boss!Perintah akan segera saya laksanakan." Irwan :"Pakai mobil yang semalam kupakai saja.Dia akan mengenalinya." Toto mengangguk lalu permisi untuk melaksanakan tugas. ♥Cinta yang sejati jadi dambaan hidupku...setiap saat... Evi bicara dengan ibunya soal permintaan Irwan,"Dia sudah begitu baik Bu sama kita.Tagihan RS yang minggu ini saja sudah dia bayar Bu.Padahal 40 juta lho.Dan ini buat minggu depannya.Evi bolehkan Bu ke rumah dia?"
Rita Sugiarto memandang putrinya,"Ibu yakin Nak Irwan itu malaikat yang dikirim
Tuhan buat menolong kita Vi.Mana ada orang sebaik itu di zaman sekarang ini.Orang seperti itu langka.Meski begitu kamu tetep hati2 ya Vi.Kalau dia ternyata punya niat buruk kamu telpon ibu atau Nak Reza aja."
Evi terdiam,"Iya Bu.Tapi Evi percaya kok Irwan itu orangnya ga jahat Bu.Hati Evi yakin kok."
Rita membelai kepala putrinya,"Ya sudah sana nanti ditunggu.Nak Irwan kan orang sibuk.Jangan bikin dia nunggu.Ga sopan."
Evipun mencium tangan ibunya dan memandang Rizky sebentar,'Kakak pergi dulu ya Ky.Kamu cepet sembuh.Cepet sadar.Ini kakak mau membalas kebaikan orang yang sudah menolong kamu agar tetap hidup.Kakak berhutang nyawa sama dia.Baik2 ya sama Ibu.'
Evipun melangkah keluar menuju depan RS.Sementara Evi menuju pintu exit,dari pintu masuk tampak Reza melangkah hendak membezuk Rizky dan tentu saja hendak menemui kekasih hatinya,Evi.Namun mereka tak saling melihat.
¥¥¥ Dunia penuh tantangan,kau tegarkan jiwa ragamu.Manakala cinta meninggalkan harapannya.Kuatkan iman di dada...
Reza menyapa Rita Sugiarto,"Pagi Bu.Sendirian jaga Rizky?" Rita mengajak Reza keluar,"Eh Nak Reza.Pagi2 sudah datang.Cari Evi yach?
Baru saja pergi.Coba dikejar siapa tahu masih kekejar.Katane mau ke depan RS." Reza menyerahkan bungkusan yang ia bawa,"Ini makanan buat ibu.Saya kejar Evi dulu ya Bu.Maaf ga bisa lama."
Rita menerima bungkusannya,"Gpp.Lagian kamarnya juga lagi dibersihin.Ga boleh masuk juga.Makasih lho Nak Reza.Sampai repot2 segala."
Reza pamit dan segera mengejar Evi.Jadi ingat kartun Tamiya jaman dulu.Aku mengejar-ngejar mobilku....weleh.
◆◆◆ Deru debu...Satu kenyataan hidup... Evi sudah naik ke sebuah mobil mewah saat Reza tiba di depan RS.Mobilpun segera meninggalkan RS.Meninggalkan Reza yang celingukan sendirian nyari Evi.
Reza mengedarkan pandangannya,'Mana Evi?Apa dia nyari makan ya?Kok ga ada.Aku telpon aja deh.'
Evi yang sudah di dalam perjalanan menuju rumah Irwan kaget saat Reza menelponnya,'Gimana nih?Ya ampun aku lupa kalau kak Reza mau datang pagi
ini.' Evi menerimanya,"Ya Kak Reza.Maaf nih Evi lagi ada urusan.Sorry..." Reza kepo,"Urusan apa Vi?Tumben ga ngajak aku?Kamu dimana sekarang?" Evi bingung,"Ntar Evi jelasin.Kakak masuk dayshift kan?Berangkat aja.Ntar kena denda lho kalau telat."
Reza melihat jamnya,"Ya udah kakak kerja dulu.Kamu jaga diri ya.Dah." Evi tersenyum,"Met kerja Kak.Dah." Reza heran,'Yah ditutup telponnya.Sebenarnya Evi mau kemana sih?Curiga deh.
Ga biasanya main rahasia sama aku.' ■■■ Singkirkan semua...yang menghalangi jalanmu dan citamu....Agar tercapai...
impian kita... Evi menutup hpnya,'Maafin Evi kak Reza.Evi belum bisa cerita.Evi takut kakak akan melarang Evi nemui Irwan.Maafin Evi kak.Hati Evi ga bisa diam saja melihat 
kebaikan Irwan.Evi hanya ingin berterima kasih padanya.'
◇◇◇ Kau coba untuk mengerti dan meyakini hidup ini.Kaulah segalanya,tumpuan kasih
dan cinta.... Irwan tengah berdiri di balkon rumahnya sambil telponan sama Adi saat mobil yang membawa Evi tiba di depan gerbang.
Irwan:"Aku akan datang agak siang Di.Kamu undur dulu jam meetingnya.Bilang saja aku lagi ada urusan penting."
Evi melihat dengan takjub rumah megah yang ada di hadapannya,'Wow!Ini rumah apa istana ya?Megah banget.Ada tamannya pula.Mobil saja sampai berapa itu.Alphard,Fortuner,Jaguar,Limosin,Sedan,Camry,Audi ....ya ampun...'
Evi makin melongo saat memasuki ruang tamu,'Astaga!Semuanya indah banget.Ukiran.Marmer.Aku mimpi ga sih ini?' Irwan nampak turun dari tangga,"Satu jam lagi aku datang.Iya..aku usahain kurang dari sejam.Udah aku ada tamu nih."
Evi melihat Irwan dengan kemeja lengan panjang melangkah mendekatinya,'Tuhan.
Orang di depanku ini adalah Bossnya Asian Group.Kenapa aku gemeteran gini ya?
Tenang Evi....tenang...' □□□ Kau tegarkan jiwa raga bagai mesin-mesin menderu....
Irwan tersenyum dan menyalami Evi,"Selamat datang dirumahku Evi.Oh iya bagaimana Rizky?"
Evi terharu mendengar pertanyaan Irwan,"Berkat bantuan Anda adik saya masih hidup sampai sekarang.Saya sungguh berterima kasih."
Evi malah sujud di kaki Irwan,"Hey...jangan begini...Evi,ayo bangun."
Irwan membantu Evi bangun,"Apa yang kulakukan hanyalah membantu.Kehidupan tetap Tuhan yang empunya.Jadi berterima kasihlah pada Dia."
Evi memandang Irwan sambil berkaca2,"Hati Anda mulia sekali..." Irwan mengambil tissue dan memberikannya pada Evi,"Suatu hari nanti aku ingin melihatmu tertawa saat bersamaku.Bukan menangis seperti ini.Jangan menangis nanti aku dikira menyakiti kamu lagi..."
Evi mengusap air matanya dengan tissue,lalu ia tersenyum.
Irwan juga tersenyum,"Nah gitu dong.Kamu cantik senyum begitu.Sekarang kita ke dapur aja.Aku sudah lapar.Ayo ikut aku!"
\\ Kau harus melangkah searah dengan jalanmu...Kekasihku....
Evi melangkah mengikuti Irwan.
Evi terpana melihat isi rumah Irwan,'Wah...banyak sekali perabotan mewah.Ada guci,hiasan,lukisan,tanaman bonzai,bagus banget.Ya ampun itu tv gede amat ya.42 inch ya...Dimana2 AC,kayak hotel saja.'
Saking gumunnya Evi sampai ga lihat kalau Irwan berhenti,Evipun nabrak punggungnya CEO Asian Group itu,"Bukk!Ups...Maaf."
Irwan membalikkan badannya,"Ini dapurnya.Aku ingin makan nasi goreng pagi ini.
Pakai telor ceplok setengah matang dan irisan timun.Bisa membuatnya?" Evi malah ternganga lihat bagian dapurnya,'Wow...ini lebih bagus dari yang diresto.Kulkasnya gede bener.Ya ampun....ini sih dapur impian...' Irwan tersenyum melihat Evi asyik mengagumi dapurnya,"Semua bahan ada di sana.
Aku cuma bisa menanak nasi.He..he..jadi harap makhlum jika bahan yang sudah 
siap cuma nasi." Evi heran,"Anda yang menanak nasi?" Irwan duduk sambil melihat semua email di hpnya,"Iya.Memang kenapa?Lucu pasti ya kok aku ga nyuruh pembantuku?Aku ga suka punya banyak pembantu.Lagian aku bukan orang
manja sebenarnya.Bagian bersih2 memang ada.Tapi urusan makanan aku paling hati2.
Soalnya lambungku agak sensitif.Jadi aku ga boleh telat makan dan ga boleh makan sembarangan.Oke itu apron.Silakan dipakai.Aku akan memperhatikan caramu bekerja.Sesuai tidak dengan kriteria yang aku cari.Kalau sesuai aku akan menerimamu sebagai chef dirumahku ini.Oke waktuku ga banyak.Aku sudah ditunggu meeting.Jadi kuharap kau cepat memasaknya.Oke cap cus!"
Wah Evi segera memakai apron lalu cuci tangan dan mulai memasak.
Bagaimanakah hasil masakan Evi nanti?Sesuai dengan selera Irwankah?
***see you next eps***
Eps 5 ▪Cerbung X ▪DEBU2 JALANAN
▪▪DEBU-DEBU JALANAN ▪▪Cerbung X ▪▪Eps 5 ▪▪Well Done▪( Diselesaikan Dengan Baik )▪
Just The WAY You Are = Apa Adanya Dirimu ☆ ☆☆ Oh,her eyes,her eyes make the stars look like they're not shinin' ( Oh matanya,matanya membuat bintang2 tampak tak bersinar ) ☆☆
Irwan tersenyum melihat kekaguman Evi pada isi dapurnya.Memang kalau urusan perut,Irwan paling ekstra hati2.Dokter berulang kali mengingatkannya untuk menjaga pola
makan dan menu makanannya.Tak boleh minum kopi,tak boleh stress,tak boleh telat makan dll.Dapur adalah bagian dari rumahnya yang paling ia suka karena di dapurlah kenangan terbanyak bersama mendiang adiknya.Adiknya,Rita,jago masak.Cita2nya mau jadi chef tapi sang Mama memaksanya agar jadi dokter.Diam2 Irwan menyalurkan hobby masak adiknya dengan selalu minta dibikinkan masakan setiap hari.Bila mendapat komentar bagus darinya maka ia akan belikan apapun yang diminta adiknya.Seringnya Rita tak minta aneh2,ia minta dapur dibikin sebagus mungkin,selengkap mungkin dan senyaman mungkin.Jadi siapapun akan betah di dapur.Ia juga minta buku2 resep dari berbagai daerah bahkan negara.Bila Irwan ke luar negeri untuk bisnis maka pasti hunting aneka kuliner di sana dan cari resep2nya.Sayang kini semua hanya tinggal memori.Melihat Irwan nampak menerawang,Evi merasa cemas,"Anda baik2 saja?"
Irwan tersadar dari lamunannya,"Mmh..ya melihatmu memasak,saya jadi teringat kenangan masa lalu.Saya biasanya merekam mendiang adik saya saat ia memasak di dapur.
Aku juga akan merekammu.Ok...kamera on!" Evi jadi kasihan pada pria di hadapannya,'Mendiang?Dia pasti sangat kehilangan adiknya.Pantas dia mau membantuku.Rupanya dia tak mau aku bernasib sama dengannya.Kehilangan adik.Hatinya lembut sekali ya?'
||| Her hair,her hair falls perfectly without her tryin' ( Rambutnya,rambutnya terurai sempurna tanpa dia sengaja menguraikannya ) |||
Evi mengikat rambutnya yang terurai supaya tak masuk ke makanan.Kode etik chef ,jangan sampai ada rambut atau tetesan keringat yang masuk ke masakan.Irwan terus merekam semua aktivitas Evi,"Apakah kau memang suka masak atau karena kau sekolah
masak?" Evi selesai mengeluarkan isi cabe merah,"Mendiang ayah suka sekali memasak,kata ibu bakatnya nurun ke saya."
Evi sengaja memilih cabe merah besar karena ia tak mau Irwan kepedasan.
Irwan melihat Evi memilih memakai layah untuk menghaluskan bumbu,"Kau tak suka memakai blender?" Evi menjawab,"Makhlum di rumah biasanya pakai layah buat nyambel.Saya ga biasa pakai blender.Tapi jika Anda suka bumbunya diblender akan saya blender."
Irwan menggeleng,"Tak perlu!Saya suka kamu pakai cara yang kamu suka saja.Jika yang masak hepi maka masakannya pasti enak.Itu sudah menjadi mitos he..he..."
$$$ She's so beautiful ( Dia begitu cantik ) And I tell her everyday ( Dan kukatakan itu padanya setiap hari ) $$$
Irwan terkenang saat adiknya membuatkan masakan Italy untuknya.Wah ia benar2 sekuat hati mencoba memakannya.Makhlum ia tak menyukai masakan khas Italy.Pizza,spaggetty dan sejenis itu.Bahkan burger saja dia ga suka.Dia lebih menyukai Chinesse food dan masakan Jawa.Saos saja dia tak suka.Perutnya selalu mulas tiap kali memakan hidangan bersaos.Makanya ia tak suka tomat.Ia melihat Evi tak memakai saos dalam masakannya,"Kau tak memakai saos dalam masakanmu?"
Evi menggeleng,"Bukankah Anda bilang lambung Anda sensitif?Tak semua orang tahan dengan saos.Saya sendiri juga tak suka.Perut saya suka perih kalau makan pakai saos.Makanya saya tak memakainya.Apa Anda suka saos?Jika Anda lebih menyukainya saya akan menambahkannya."
Irwan segera menjawab,"No!No!Saya juga tak suka saos.Tomat juga saya tak suka." Evi mulai memanaskan penggorengan,Irwan senang karena Evi rapi kerjanya.
Juga ia memperhatikan setiap detil dengan baik.Irwan kagum,'Dia cekatan dan bersih dalam bekerja.Aku suka.' ○○○ Yeah,I know,I know when I compliment her,she won't believe me ( Yeah,aku tahu,aku tahu saat aku memujinya,dia tak percaya ) ○○○
Saat Evi menggoreng telor,Irwan mendekatinya.Irwan:"Kau tidak membaliknya?"
Evi tersenyum,"Bukankah Anda minta telor ceplok setengah matang?Jika saya membaliknya maka kuningnya akan pecah.Dan akan hilang sensasi setengah matangnya.Makanya saya hanya menyirami bagian atasnya dengan minyak panas supaya tak pecah.Rizky adik saya suka sekali telor ceplok setengah matang jadi dia selalu wanti2 jangan sampai pecah kuningnya.Katanya dia mau melihat magma..."
Evi berkaca2 menceritakan soal Rizky,Irwan segera mengambilkan tissue,"Anggap saja kau sedang memasak buat dia saat ini.Bagaimana?"
Evi menyeka air matanya,"Maaf saya terbawa perasaan." Irwan meletakkan hpnya dan mengambil telor ceploknya,"Saya juga suka sensasi lava magmanya.Aku bantu dikit ya.Kamu bisa platting sekarang.Hmm...baunya enak." Evi tersenyum melihat Irwan,'Siapa sangka pria sekelas dia mau turun ke dapur.
Beruntung sekali wanita yang menjadi isterinya.Ups!Aku harus platting.' °°°And it's so,it's so sad to think that she don't see what I see ( Dan sungguh,sungguh menyedihkan tahu dia tak melihat apa yang kulihat )°°°
Biasanya Irwan makan telor ceplok magmanya sambil mengenang Rita yang sudah tiada.Namun kali ini dihadapannya ada seorang gadis yang tengah berjuang demi
adiknya.Ia merasakan sensasi berbeda saat memakan nasi goreng buatan Evi.Irwan duduk dan mulai menyantap makanannya,"Mmh...warnanya bagus.Merah tapi tidak terlalu pedas.Rasanya mantap.Pas di lidah.Telornya..wah magmanya tuh...ehm...mengalir.
Makin segar dengan lalap timun.Well done!!"
Evi tersenyum,"Lega rasanya kalau Anda menyukainya." Irwan meminum juice yang dibuat Evi,"Wah juicenya juga pas ga terlalu manis.
Jujur aku ga suka manis.Kamu sudah berhasil membuat aku kenyang pagi ini.
Wah siap untuk meeting nih." Evi mencuci peralatan dan bekas piring Irwan,"Jadi saya diterima?" ??? But every time she asks me do I look okay ? ( Namun tiap kali dia bertanya padaku apa aku tampak oke? ) ???
Irwan mengulurkan tangannya,"Tentu saja.Mari kita berjabat tangan."
Evi segera menyambut tangan milyarder muda itu.Mereka saling memandang.
₩₩ I say ( Kukatakan )...When I see your face ( Saat kulihat wajahmu ) ₩₩
Irwan memandang Evi,"Mulai besok kau akan bekerja sebagai chef di rumah ini.Sebenarnya aku ingin hari ini kau mulai bekerja di sini.Tapi kau harus kerja kan siang ini?"
Evi mengangguk,"Anda benar.Lalu apa tugas saya?Apa saya perlu keluar dari pekerjaan saya di restoran dan kafe?"
¤¤¤ There's not a thing that I would change ( Tak ada satupun yang ingin kuubah darimu )...'Cause you're amazing ( Karna kau mempesona ) ¤¤¤
Irwan memegang pundak Evi,"Kau terus saja memanggilku dengan Anda,panggillah
aku dengan namaku saja." Evi tertunduk,"Tapi...." Irwan melangkah menuju pintu,"Jika kau tak bisa memanggilku dengan namaku
maka sebaiknya aku mencari orang lain saja."
Evi tak mau menyia2kan kesempatan untuk ia bisa membalas kebaikan Irwan,"Tunggu 
Irwan!!" Mendengar namanya disebut,Irwan tersenyum,'Akhirnya.' ~~~ Just the way you are ( Apa adanya dirimu ).And when you smile ( Dan saat kau tersenyum ).The whole world stops and stares for a while ( Dunia berhenti sejenak untuk memandangimu ) ~~~
Irwan berhenti melangkah dan memandang gadis yang masih memakai apron di hadapannya,"Kau bilang apa tadi?" Evi gugup,"Eh..Irwan..." Irwan mendekati Evi,"Panggil sekali lagi.Sudah lama aku tidak mendengar seseorang memanggil namaku." Evi makin kikuk,Irwan sudah berdiri di hadapannya dan menanti.
Evi akhirnya menurut,"Irwan...Aku mohon ijinkan aku bekerja di sini.Aku akan memasak untukmu.Aku mohon."
Irwan mengangguk,"Kau diterima.Kau juga tak perlu keluar dari pekerjaanmu di
resto atau di kafe.Asal kau bisa membagi waktu dengan baik.Namun jika aku melihat kau
kewalahan maka dengan terpaksa kau harus memilih meninggalkan salah satu.Kau mengerti?"
Evi senang sekali saking senangnya ia sampai memeluk Irwan,"Terima kasih Irwan!
Terima kasih!" Irwan jelas kaget,'Wow!Aku bahkan tidak dipeluk begini saat memberinya cek senilai
40 juta.Gadis yang suka bekerja rupanya dia.Menarik sekali.' 'Cause girl,you're amazing.Just the way you are....(Karna sungguh,kau mempesona.
Apa adanya dirimu....)
{{ She's so beautiful (Dia begitu cantik ).And I tell her everyday (Dan kukatakan itu padanya tiap hari ) }}
Evi memeluk Irwan tanpa sadar,'Betapa senangnya aku bisa bertemu dengan pria
sebaik dirimu Irwan.Jangankan cuma masak,jadi pembantu disinipun aku bersedia.' Dengan kikuk Evi melepas pelukannya,'Astaga apa yang kulakukan?Kak Reza saja belum pernah kudekap seperti itu.Ya ampun Evi...jaga sikap dong.Gimana kalau ternyata Irwan sudah punya isteri atau kekasih?Dasar!!'
Evi segera minta maaf,"Maaf...saya terlalu senang....maafkan saya." Irwan tertawa,"Tak apa2....oh ya tugasmu menyiapkan makan pagi ,siang dan malam buat aku.Aku biasa makan pagi jam 07.00.Terus makan siang jam 12.00.Makan malam jam 7 malam.Karena siang aku dan kau juga bekerja jadi sepertinya aku harus mencari alternatif sendiri."
^^^ Oh you know,you know,you know I'd never ask you to change.(Oh kau tahu,kau tahu aku takkan pernah memintamu untuk berubah ).If perfect's what you're searching for,then just stay the same.(Jika kesempurnaan yang kau cari,maka tetaplah seperti semula ).
Evi merasa iba,"Bagaimana jika saya mengantarkan ke kantor saja makan siangnya?" Irwan malah yang kasihan,"Begini saja akan kupikirkan itu nanti.Sekarang aku harus pergi.Oh ya satu lagi.Sebagai gajimu aku akan menanggung biaya pengobatan adikmu sampai sembuh.Jadi kau jangan pernah lagi menjual diri.Mengerti!!"
Evi malah berkaca2 mendengarnya,"Sampai sembuh?Tapi tak ada yang tahu
kapan Rizky sadar...." Irwan malah berkata dengan santainya,"Jadi siap2 saja kau akan terikat kontrak 
kerja denganku seumur hidupmu.Bagaimana?"
Evi terpana.Seumur hidup bersama Irwan?Apa jawab Evi?
So don't bother asking if you look okay.You know I'll say... ***See you next eps***
Eps 6 Cerbung X
 》DEBU-DEBU JALANAN
》DEBU - DEBU JALANAN》CERBUNG X EPS 6 》He Drew Near = Ia Makin Dekat
Kucari JALAN terbaik .... Yuk kita ke story aja ditemani alunan lagu milik Pance yaitu "Kucari Jalan Terbaik".
》Sepanjang kita masih terus begini Takkan pernah ada damai bersenandung ... Evi memandang pria tampan yang kini sedang memakai jas di hadapannya itu,
"Jika memang saya harus bekerja seumur hidup disini .....saya rela.Sungguh!Itu jauh lebih baik daripada saya harus menjual diri di jalanan seperti malam itu.Saya takkan pernah melupakan malam itu.Sungguh saya takut sekali malam itu ..."
Melihat Evi berkaca2,Irwan jadi iba dan mendekatinya,"Maafkan aku ...aku hanya bercanda soal kontrak seumur hidup.Jangan menangis lagi kumohon." Evi malah jadi terharu,'Hanya bercanda ?Namun aku takkan bisa melunasi hutang
budiku padamu Irwan.Kau bukan hanya telah memberi harapan hidup bagi adikku
tapi kau juga telah menjaga kehormatanku.Apa jadinya aku jika malam itu kau tak
lewat di jalan itu.Mungkin aku sudah kehilangan kehormatanku dan menjadi wanita
yang nista.Aku tak sanggup membayangkannya.Betapa mengerikannya hidupku jika
kau tak muncul malam itu.' Air mata Evi malah makin deras,Irwan malah jadi panik melihat Evi malah tergugu. Irwan bingung,'Kalau lihat ia menangis aku jadi ingat adikku.Apalagi saat Papa tiada,betapa ia begitu kehilangan saat itu.Papa adalah perisai baginya dan aku
masih ingat ia menangis juga seperti ini.Aku cuma memeluknya waktu itu.
Barulah ia tenang.Tapi Evi bukan adikku.Masak aku memeluknya?' Irwan tanpa sadar meraih Evi dalam pelukannya,"Huush....sudah,aku bukan
orang jahat kok.Aku hanya mempekerjakanmu sampai pembantuku kembali.Kau tak perlu takut aku juga tak menyuruhmu menandatangani apapun.Namun aku akan tetap membantumu membiayai pengobatan adikmu.Kau tak usah ragu soal itu."
Evi malah kian terisak di pelukan Irwan,'Damai sekali dipeluk dia.Padahal dia orang asing.Sejak Rizky kecelakaan,aku ingin menangis di pelukan seseorang namun tak ada yang menawarkan bahunya untukku.Justru Irwan yang langsung mengerti betapa
pedihnya hatiku saat ini.Ketakutanku kehilangan Rizky,pergumulanku soal biaya RS dan 
ketakutanku akan kehilangan kehormatanku begitu menderaku.Aku ingin seseorang menenangkan hatiku.Terima kasih Irwan.Terima kasih.'
Irwan membiarkan Evi menangis sampai puas,"Menangislah Evi...Aku tahu beban
di hatimu sangat besar.Kau kakak yang baik.Adikmu sungguh beruntung memilikimu.Kau juga anak yang berbakti pada ibumu.Aku tidak salah menolong orang.Kau pantas untuk ditolong.Anggaplah bantuanku sebagai pemberian dari Tuhan.Aku tak meminta kau mengembalikannya karena kau tahu ...Tuhan sudah menggantinya berlipat2 kali ganda.Jadi kau jangan terbebani lagi.Aku ingin kau bekerja dengan gembira di rumahku ini.Anggap saja aku ini bagian dari keluargamu.Bagaimana?"
Evi memandang Irwan penuh haru,"Anda baik sekali.Seperti malaikat saja..." Irwan pura2 manyun,"Anda lagi..." Evi tersenyum,"Maaf Irwan...habis saya segan memanggil nama saja...Saya merasa tak layak."
Irwan senang melihat Evi tersenyum,"Kalau bodyguardku manggil aku Boss.Para karyawanku manggil aku Pak.Tapi bagi mereka yang dekat denganku maka mereka memanggilku nama saja.Jadi aku menganggapmu sebagai orang dekat,mengapa kau malah merasa tak layak?Kita ini sama2 punya adik.Walau aku lebih malang darimu.Adikku sudah tiada.Rumahku ini kehilangan keceriaannya.Kau mau kan mewarnai hari2ku dengan keceriaan?"
》》Kemesraan antara kita berdua ....
Evi mengangguk,"Tentu saya bersedia.Terima kasih Irwan."
Irwan dibel lagi oleh Adi,"Wan,gimana sudah sampai mana?Aku dah nunda lama nih.Ayolah Wan kau tak biasanya telat gini." Irwan melihat jamnya,"Astaga!Aku segera ke sana.Kamu presentasi dulu aja.Atau ice breaker.Atau apa terserah.Aku akan segera ke sana."
Irwan memandang Evi,"Ayo kuantar kau sekalian.Ke RS atau ke kerjaanmu langsung?"
Evi melihat jamnya,"Ke kerjaan saja soalnya saya masuk jam 9.Nanti ibu akan saya telpon."
Irwan melangkah menuju halaman depan,"Baiklah ayo!Sekalian saja ikut mobilku.
Kau beritahu saja alamatnya." Evi mengikuti CEO muda itu,'Pasti dia sibuk sekali ya.Hebat ya semuda ini sudah sukses.Moga dia makin sukses.Aku akan mendoakannya mulai sekarang.' Irwan naik ke mobil mewahnya,ia pakai sopir karena ia ingin bicara dengan Evi.
Ia ingin mengenal lebih jauh apa pekerjaan Evi,bagaimana kondisi Rizky dan ibunya
juga hal yang lain.Entah kenapa ia merasa tergerak melihat kehidupan gadis itu. Evi sendiri malah terpukau melihat mobilnya beda lagi,'Alamak...mobilnya beda lagi.
Ya ampun apa kata temanku kalau lihat aku naik mobil semewah ini.Ah aku akan minta diturunkan agak jauh aja dari kerjaan.Aku tak mau mereka berpikiran buruk
pada Irwan.' >>>Sesungguhnya keterpaksaan saja .... Di Resto tampak Reza membantu Endah melayani pembeli.Endah seneng banget
karena bisa dekat dengan Reza.
Jauh di dalam hatinya ia menyimpan perasaan pada pria itu,'Tumben nih Reza mau
turun ke resto?Jarang2 nih ia mau turun kalau ga ada Evi.Pasti dia nunggu Evi deh.Beruntung sekali sih Evi.Bisa dapat hatinya Reza.Aku aja yang jauh lebih lama
kerja di sini ga bisa dapetin Reza.Evi emang istimewa sih.Kayak punya daya tarik tersendiri.' Reza celingukan melihat ke arah pintu resto,"Endah,Evi masuk shift apa sih?" Endah menjawab,"Jam 9 dia masuknya.Paling bentar lagi datang.Kangen ya?Cie..." Reza tersenyum malu,"Tadi aku ke rumah sakit tapi ga ketemu.Katanya dia ada perlu.Kamu tahu ga dia sedang ngapain sih sebenarnya?" Endah menggeleng,"Evi ga cerita Za,akhir2 ini dia lebih banyak diem." Reza kembali memandang ke arah pintu,'Aku merasa Evi makin lama makin 
menjauh juga.Apa ia terpaksa ya menerima cintaku dulu?' >>>Senyum dan tawa hanya sekedar saja.Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara ....
Reza menghela nafas,'Aku tak mengerti dengan Evi.Kadang aku merasa ia cuma menganggap aku sebagai kakak saja dan bukan kekasih.Kadang aku merasa ia hanya
kasihan padaku yang terus mengejar cintanya.Tapi aku akan terus berusaha agar Evi benar2
jatuh hati padaku.Aku ingin hubungan kami dilandasi kerelaan bukan keterpaksaan.'
Sementara itu yang dinanti Reza tengah bersama pria lain.Irwan nampak sibuk dengan handphonenya.Mengecek semua email yang masuk.Evi malah dag dig dug duduk disamping Boss Asian Group itu.
Irwan masih memegang hpnya,"Apa nama Restoran tempat kau bekerja?" Evi menjawab,"Rosalina Resto.Diatasnya ada kafenya juga.Saya juga nyanyi disana.Lumayan buat tambahan pemasukan." Irwan mengalihkan pandangannya ke arah Evi,"Jadi kau kerja longshift gitu?
Apa kau tak capek?" Evi menunduk,"Sebenarnya memang capek tapi hanya itu cara yang saya tahu untuk bertahan hidup di kota Jakarta." Irwan menatap kagum,"Kau seorang pekerja keras.Tapi aku harap kau juga
memperhatikan kesehatanmu.Kau harus ingat bahwa tubuh kita itu punya daya
tahan masing2.Kurasa akan lebih berat lagi beban tubuhmu jika masih harus
bolak-balik RS dan kerja dirumahku.Apalagi kau juga pasti tidur di RS ya?" 》Berawal dari manisnya kasih sayang ...Terlanjur kita hanyut dan terbuang ....
Evi mengangguk,"Benar,kasihan Ibu.Sendirian jaga Rizky.Kasihan Ibu.
Sebenarnya saya ingin menemani Ibu biar Ibu bisa istirahat.Tapi kalau saya ga kerja bagaimana dengan keluarga saya?Saya harus memelihara mereka.Oh saya turun di dekat situ saja."
Irwan melihat bahwa tempat yang ditunjuk Evi masih agak jauh dari Resto,"Kenapa tidak depan Resto saja?"
Evi tampak bingung,"Saya ...ingin membeli sesuatu dulu di toko itu."
Irwan manggut2,"Toto!Berhenti di dekat pohon itu ya." Toto menjawab,"Baik Boss!" Sebelum turun Evi memandang Irwan,"Makan siangmu bagaimana?" Irwan senang Evi memperhatikannya,"Aku akan menghubungimu nanti.Tunggu saja kabar dariku.Bekerjalah dengan tenang.Oh ya terima kasih atas nasi gorengnya tadi.Aku suka masakanmu."
Evi tersenyum,"Aku tunggu kabar darimu ya.Selamat meeting Irwan.Terima kasih sekali lagi."
Irwan melambaikan tangan.Dan mobil mewah itupun melaju menuju Kantor Pusat 
Asian Group.
Kucoba bertahan mendampingi dirimuWalau kadangkala tak seiring ceria ... Evi masuk ke Resto disambut oleh Reza,"Akhirnya kamu datang juga Vi.Kamu kemana sih?" Evi tersenyum pada Reza,"Maaf kak.Buat khawatir ya.Aku tadi test kerja kak."
Endah ikut nimbrung,"Ya ampun Vi.Mau nambah kerja lagi?Gila kamu Vi!"
Reza lega dengernya,"Kupikir kamu cari uang pinjaman Vi.Tumben ga minta ditemeni?Kerja dimana sih?"
Evi :"Itu jadi tukang masak Kak dirumah orang kaya.Pembantunya lagi pulang kampung.Lumayan kak gajinya." Reza manggut2,"Memang kamu bisa bagi waktu Vi?" Evi tersenyum,"Orangnya baik kok Kak.Ga macem2.Aku cuma nyediain makan pagi,siang dan malam.Dianya juga sibuk banget."
Reza heran,"Kayaknya kamu sudah akrab ya sama orangnya?" Evi :"Dia baik sih jadi aku cepet akrab.Maaf aku ke belakang dulu ya kak." Reza mengangguk,'Aneh.Evi kayaknya nyembunyiin sesuatu deh.Ntar aku tanya2 lagi.Mungkin ia masih kalut dengan kondisi adiknya.' 》Kucari dan selalu kucari jalan terbaik.
Irwan sudah sampai di kantor,Adi lega banget lihat dia.Irwan segera memimpin jalannya meeting,"Maaf saya tadi ada urusan mendesak.Jadi tadi dihandle dulu oleh Pak Adi.Oke sampai dimana tadi ?"
Rapat berjalan lancar karena sang Boss sudah ditempat.Irwan menerangkan
perihal MEA,"Mulai tahun ini negara kita memasuki era MEA,Masyarakat
Ekonomi Asean.Jadi barang2 yang biasanya kena pajak bila lintas negara,kini 
khusus Asean tak lagi dikenai pajak.Ini benar2 harus diperhatikan karena selain 
punya dampak positif juga ada dampak negatifnya." Semua mendengarkan dengan serius.Adi juga.Habis itu mereka membahas
kebijakan2 apa yang akan dilakukan. Usai rapat Adi mendekati Irwan yang nampak asyik melihat videonya,"Lihat apaan sih Wan?Serius amat?" Irwan segera menyembunyikan videonya,"Ga cuma lihat demo masak aja." Adi meliriknya,"Demo masak?Yang masak cantik ga?" Irwan malah menutup hpnya,"Kamu ga boleh lihat.Ini spesial buat aku." Adi menyerah,"Wan,kamu tadi ada urusan apa sih?Kepo nih!"
Irwan malah tersenyum,"Tadi itu aku lagi ngetest chef baru aku.Kamu kan tahu
lambung aku tuh sensitif.Masakannya enak lho.Mantap!"
Adi tertarik,"Kalau gitu kita makan siangnya di rumahmu aja.Sekalian kenalin ke aku dong new chef kamu itu."
Irwan memandang Adi,"Sayangnya dia kerja siang ini di resto.Padahal aku ingin makan masakannya lagi."
Adi berputar di kursinya,"Ya udah kita ke Restonya aja.Minta dia yang masak.Resto mana sih?"
Irwan menjawab,"Rosalina Resto." Adi berdiri,"Itukan masih dibawah naungan Center Point Wan?" Irwan :"Terus?" Adi :"Center Point itu kan yang ingin bekerja sama dengan kita?Kamu tinggal acc aja,kamu bisa punya akses ke Resto.Gampang kan?"
Irwan tersenyum,"Wah kamu hebat Di!Oke mana kontrak kerja samanya.Akan kuacc.Jadi aku bakal punya akses ke Resto itu.Good idea!!"
Wah Irwan ceria nian.
Adi meledek,"Tapi nilai profitnya ga seberapa lho Wan.Ga sebanyak yang lain.Ga nyesel kamu?"
Irwan tertawa,"Bukan keuntungan yang jadi prioritas Di.Tapi aksesnya.Sudah mana kontrak kerjanya.Cepet berikan!"
Adi tertawa,"Siap Boss!Akan saya serahkan.Tunggu ya Pak CEO!"
Irwan tampak sumringah. 》Agar tiada penyesalan dan air mata. Wah bakal ada akses nih buat Irwan ke Resto Rosalina.Gimana nanti reaksi Restonya?***see you next eps***
Eps 7 CERBUNG X ◆°◆

DEBU-DEBU JALANAN
◆°◆ DEBU-DEBU JALANAN CERBUNG X ◆°◆
◆°◆ Eps 7 Good Success ◆°◆ ◆°◆ Sukses Yang Baik
◆•◆ Sepanjang JALAN Kenangan... ◆○◆ Sengaja aku datang ke kotamu.... Irwan membaca sebentar kontrak kerja dengan Center Point.Memang tak begitu besar profit yang akan dia dapat jika bekerjasama dengan grup bisnis itu.Namun semua itu ga terlalu ia pikirkan.Angannya melayang pada nikmatnya sarapannya tadi pagi,'Biasanya aku paling sebel acara makan.Soalnya sekali salah makan lambungku langsung perih.Semua ini karena aku dulu sempat stress berat karena Rita meninggal.Meninggal dengan cara mengenaskan.Aku tak mau makan berhari2.Hanya diam di kamar tanpa semangat hidup.Hatiku ini masih pahit dengan sikap arogan Mama.Papa sakit2an sampai meninggal karena Mama terlalu dominan.Pendapat Papa kayak ga penting.Lalu Rita memilih bunuh diri.Aku sudah bela2in cabut dari luar negeri dengan pesawat pertama tapi tak bisa mencegah tragedi itu.Mama...aku bahkan juga pernah menanggung malu karena keegoisanmu.Aku sudah bilang jangan jodoh2in aku tapi Mama maksa akhirnya
ceweknya kabur kan pas resepsi.Aku heran sama Mama.Apa aku harus nyusul Rita
baru Mama sadar ya?Bahwa setiap orang punya kehendak bebas.Punya hak untuk memilih jalan hidupnya?'
Adi melihat Irwan melamun segera berdehem,"Ehemm...Mikir apa sih Wan?Ga jadi tekenkah?" Irwan tersadar dari lamunannya,"Jadi dong Di.Kamu hubungi Center Point ya.Bilang kita
mau ketemu bahas kontraknya sambil makan siang di Resto mereka.Rosalina Resto.Bilang juga menunya jangan disiapin dulu.Aku mau fresh from the oven dari my new chef.Aku akan pilih menunya nanti disana."
Adi melirik Irwan,"Segitu enaknya ya masakan chef baru kamu Wan?Jadi kepo nih.Kayak apa sih orangnya?Cowok apa cewek Wan?"
Irwan malah pasang wajah angker,"Ntar juga tahu.Udah sana cepetan kerjakan 
perintah aku tadi.Atau aku telpon sendiri aja?" Adi keder juga,"Wah kamu arogan juga deh Wan.Iya ya aku telpon sekarang." Adi ngacir ke ruangannya.Irwan menahan tawa melihatnya. ◆●◆ Lama nian tidak bertemu ◆●◆
Adi mendekati sekretarisnya,"Tria,tolong hubungi Center Point bilang kita mau 
ketemu siang ini di Resto mereka sambil makan siang.Menunya jangan disiapin 
biar pas disana aja.Kamu ngerti kan?" Tria mencatat semua pesan Bossnya itu,"Kita disini siapa Pak?Saya dan Bapak?"
Adi geleng2 kepala,"Huss!Saya sama Pak Irwan.Gimana kamu nih?" Tria mendelik,"Maaf Pak.Habis Bapak makai katanya 'kita' harusnya kan 'kami'." Adi malah mengerutkan dahi,"Whatever.Dah cepetan telpon." Tria segera menghubungi Center Point,'Pak Adi kok ga peka sih kalo aku tuh naksir
dia.Boss aku emang ganteng2 tapi ga berani aku sama Pak Irwan.Terlalu muluk kalau mau meraih hatinya.Orangnya pendiem.Penuh wibawa.Keder aku kalau deket beliau.
Kalau Pak Adi masih bisa diajak bercanda.Nyenengkeh gitu orangnya.Ngarep dapat hatinya.'
Center Point kaget banget mendapat telpon dari Asian Group.Wah langsung deh pimpinan Center Point,Pak Samuel menghubungi Rosalina.Alias Kak Ros.
Rosalina,"Ya Pak?" Samuel:"Barusan saya diberitahu kalau Asian Group mau ketemu kita bahas kontrak kerja sama.Mereka maunya ketemu di Resto.Kamu siapin ya meja yang paling bagus.Juga kasih tahu ke team kamu jangan sampai bikin malu.Semua harus yang the best.Kamu ngerti!"
Rosalina menjawab,"Menunya bagaimana Pak?Perlukah kami siapkan dari sekarang?" Samuel :"Jangan!Mereka bilang bakal milih menunya sendiri.Pastikan saja semua bahan2nya komplit semua.Siang ini lho ya.Sebelum jam 12.Segera briefing team kamu ya!Sudah lama saya nunggu mereka menyetujui kontrak ini.Ga sangka akhirnya terwujud juga.Mereka itu akan memberi banyak keuntungan buat kita.Ini benar2 tak disangka.Ingat jangan sampai kontrak ini batal.Kalau sampai deal,saya akan traktir kalian semua."
□◆ Ingin diriku mengulang kembali berjalan2 bagai tahun lalu ◆□◆
Wah Rosalina langsung sumringah,"Bener Pak?Wah tender besar nih Pak.Oke Pak segera akan saya briefing team saya.Saya akan supervisi lapangan langsung."
Rosalina segera mengumpulkan para supervisornya termasuk Reza,"Semua spv diharap kumpul di ruangan saya sekarang!"
Reza yang lagi mengawasi resto jadi heran,"Wah Kak Ros suruh semua spv kumpul nih.Ada apa ya?"
Evi dan Endah angkat bahu ga tahu. Intan yang baru datang juga heran,"Ada apa sih kok para spv pada ke atas?" Evi dan Endah geleng kepala,"Ga tahu." Diruangan Kak Ros,semua spv dah kumpul. Kak Ros berdiri dan bersandar di mejanya,"Hari ini akan ada pertemuan penting di 
Resto kita.Boss Asian Group akan kemari.Selain membicarakan soal bisnis dengan 
Pak Samuel juga akan lunch disini.Jadi saya minta kerjasamanya.Pastikan semua area bersih,rapi dan pastikan juga semua bahan tersedia.Kita tak siapkan menu karena Boss Asian Group yang akan langsung memilih nanti.Apapun permintaan mereka harus 
diservice dengan excelent.Kalian mengerti!Reza kamu pastikan semuanya berjalan 
dengan lancar.Pak Samuel berharap besar kontrak ini deal karena akan sangat menguntungkan kita.Kalian tahu sendiri Asian Group itu sangat terkenal bonafide.
Jadi jika deal Pak Samuel bakal traktir kita semua."
Salah satu spv nyeletuk,"Wah sudah lama nih ga ditraktir sama Bapak.Traktir jalan2 
aja kak Ros.Dah lama nih ga ada outing.Tahun lalu ga ada masak tahun ini ga ada lagi?Bener ga temen2?"
Semua setuju.Kak Ros menengahi,"Udah bahas itu nanti aja.Sekarang segera set up semuanya. Kerja dulu baru senang2."
Mereka segera bubar dan prepare menyambut kedatangan Boss Asian Group dan Boss mereka.Andai saja Evi tahu siapa yang bakal datang.He..he....
◆■◆ Sepanjang jalan kenangan kita selalu bergandeng tangan◆■◆ Irwan sudah dalam perjalanan menuju Restoran tempat Evi bekerja.
Terbayang olehnya bagaimana Evi memasak tadi pagi untuknya,'Perhatian sekali Evi
sama aku.Semua bahan yang bisa membuat pencernaanku terganggu disingkirkannya.Tangannya yang cekatan dan wajahnya yang polos membuat aku 
selalu terkenang padanya.Seperti melihat Rita hidup lagi.Adikku....andai saja waktu
itu aku bisa meraih tanganmu.Pasti aku tak sendirian seperti sekarang.Aku kangen sama kamu dik.'
◆◇◆ Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra ◆◇◆
Di Restoran semua crew segera bersiap2.Reza negur Intan,"Tan!Jangan diem aja dong!Bantu juga yang lain.Kamu tuh disini kerja tahu.Kamu bukan Boss.Cepet bantu yang lain!"
Intan mrengut tapi pergi juga melakukan perintah Reza.Memang cuma Reza yang ia takuti di Resto.
Evi heran dan bertanya pada Reza,"Memang tamunya siapa sih Kak?Heboh banget." Reza menjawab sambil terus mengawasi,"Aku ga tahu namanya yang pasti Boss Besar kayaknya.Kalau ga tak mungkin Pak Samuel sampai turun tangan langsung buat ketemuan.Oh ya Vi kamu nanti bagian yang melayani di meja spesial itu ya?Kamu kan the best servicenya.Aku tenang kalau kamu yang handle." Evi mengangguk,"Baik Kak." Mendengar kata Boss Besar,Evi terkenang pada Irwan,'Kok Irwan belum kasih kabar 
ya?Sudah hampir setengah 12 lho.Katanya ga boleh telat makan?Aku jadi mencemaskannya.Apalagi dia sudah perhatian banget sama aku.Membiayai pengobatan Rizky,ga minta diganti lagi.Kok ya ada orang sebaik itu?'
Evi jadi senyum sendiri mengenang saat Irwan memeluknya tadi pagi,'Kok aku inget
terus kejadian tadi pagi ya?Hatiku ini dag dig dug kalau deket Irwan.Kenapa ya?'
◆♧◆ Hujan yang rintik2 diawal bulan ituMenambah nikmatnya malam syahdu ◆♧◆ Adi melihat ke kaca mobil,"Wah gerimis Wan!"
Irwan malah asyik melamun sambil senyum2.Melihat jalanan Irwan terkenang malam dimana ia hampir menabrak Evi,'Jika malam itu aku ga lewat di jalan itu pasti aku takkan
ketemu Evi.Aku takkan pernah melupakan malam itu.' Adi makin heran,"Wan!Weleh!Wan!Malah senyum2 sendiri.Bayangin apa sih?" Irwan buyar lamunannya,"Apaan sih Di?Duduk manis gitu bisa ga sih?" Adi manyun,"Wah kayaknya kamu lagi nyembunyiin sesuatu dari aku deh Wan.
Pasti soal cewek ya?Hayo ngaku!" Irwan membuka hpnya,"Aku tuh lagi bayangin bakal makan enak Di.Dasar pikirannya cewek melulu."
Adi diem,Irwan melihat ke jendela mobil,"Gerimis Di.Asyik nih jadi tambah laper." Adi geleng2 kepala,"Tadi aku juga bilang Wan emang gerimis.Gimana sih?" Sementara itu Pak Samuel sudah tiba di Resto.Semua memberi hormat padanya.
◆♣◆ Walau diriku kini telah berdua Dirimu pun tiada berbeda ◆♣◆ Intan memandang Reza yang sedang memberitahu Evi soal jobdescnya nanti,
'Kak Reza kok malah milih Evi sih buat jadi pic di meja itu sih?Kan aku lebih modis dari Evi.Huhh ngeselin!'
Intan sebenarnya juga menaruh hati pada Reza.Dulu mereka akrab.Tapi sejak Intan mulai kenal Om2,Reza menjauh.
Intan terus menatap Reza,'Dia ganteng banget ya?Evi beruntung banget dipilih jadi pacarnya.Coba aku ga ada ikatan sama Om Saiful pasti aku pede ngejar Reza.Tapi Om Saiful tajir.Dia selalu manjain aku.Paling juga ntar Reza bosan sama Evi.Secara tuh cewek ga ngerti cara ngadepin cowok.Apalagi cowok high class.Bentar lagi paling mereka juga putus.Evi kan bosenin gitu orangnya.Ga pernah tampil seksi.Dandan juga cuma tipis.Mana ada cowok high class melirik dia?'
◆▲◆ Namun kenangan sepanjang jalan itu tak mungkin lepas dari ingatanku ◆▲◆ Irwan masih asyik melamun mengenang awal jumpa dengan Evi sampai ga sadar 
kalau mobilnya sudah sampai di depan Resto.Samuel segera menyuruh menjemput Irwan dan Adi dengan payung besar.Wah kayak tamu agung saja penyambutannya.Irwan melangkah bersama Adi menuju Restoran.Rosalina dan Samuel sudah menunggu di pintu masuk.Demikian juga Reza.Evi didalam dekat meja yang dipersiapkan buat tamu 
istimewa.Bagaimana reaksi Evi saat tahu bahwa yang datang adalah Irwan?
***see you next eps***
Eps 8 CERBUNG X ◆▲◆
DEBU-DEBU JALANAN
▼°▼ DEBU-DEBU JALANAN ▼°▼▼°▼ Cerbung X Eps 8 ▼°▼ ▼°▼ The Rich Man = Sang Pria Kaya ▼°▼
▼•▼ Deru DEBU.... ▼↑▼ Sejak kudilahirkan ke dunia fana ini...Telah aku temui kenyataan hidup yang
tak pernah mudah ▼↑▼ Semua mata tertuju ke pintu masuk Resto.Dua orang pria tampak berjaga di
sekitar Irwan dan Adi.Bodyguard....Reza melihat tak percaya pada dua orang berjas yang disambut hangat oleh Boss2nya.Kak Ros dan Pak Samuel,"Selamat datang di Resto kami Pak Irwan!" Irwan menjabat tangan mereka dengan hangat dan senyum penuh wibawa. Samuel segera mempersilahkan masuk,"Mari ke dalam saja.Kami sudah menyiapkan
meja terbaik kami.Mari!" Reza segera memberi kode pada crewnya untuk bersiap.Evi merapikan seragamnya.
Boss besar nih harus excellent servicenya.
Evi deg2an juga,'Kayak apa sih yang disebut Boss Besar itu?Apa kayak Irwan ya?Aku kok ingetnya dia melulu sih?Ya ampun gimana makan siang Irwan ya?Aku ingin hubungi dia 
tapi takut ganggu.Secara dia itu pasti sibuk banget.Jangan2 dia lupa lagi.Waduh kalau maagnya kambuh gimana?Kalau dia sakit gimana?Aku jadi ga tenang nih.Mana kerjaan lagi kedatangan tamu agung lagi.Mana mungkin aku tinggalin.Irwan...kasih kabar dong.'
Evi sibuk dengan pikirannya sambil melihat ke hpnya.No sms no calling.
Endah mendekat dan berbisik,"Vi!Siap2!Jangan melamun!Kak Reza sudah kasih kode tuh!"
Evi segera bersiap dan melihat ke arah pintu masuk,Irwan ketutup oleh Pak Samuel
sedang Adi tampak berbicara dengan Kak Ros.Evi mendengarkan Intan tanya sama Endah,"Yang mana Boss Besarnya Ndah?Ada dua tuh!" Endah menebak,"Kayaknya yang lagi bicara dengan Bapak deh.Soalnya berwibawa gitu orangnya."
Evi jadi kepo dan ikut melihat ke arah pintu masuk,'Astaga!Itu kan....itu kan....Irwan??!!Jadi....dia...dia...'
▼↓▼ Tiada lagi damai dan cinta Semuanya hanyalah nafsu membara ▼↓▼ Saking shocknya Evi sampai terpaku di tempat,Irwan sendiri melangkah sambil mencari2 dimana Evi,'Mana Evi ya?'
Samuel terus mengajak bicara,"Sungguh kami merasa terhormat Pak Irwan bersedia berkunjung ke Resto kami.Mari Pak!Mejanya di sebelah sana.Pelayanan yang terbaik siap menyambut Pak Irwan dan Pak Adi.Mari..."
Irwan melihat ke arah meja yang dimaksud,'Ah...itu kan Evi.Akhirnya kumenemukan dia.Wah pakai seragam resto makin manis dia.' Evi malah terpukau,'Irwan...Dia datang ke sini?Bagaimana ini?Tapi aku senang juga.
Lega melihatnya...' Irwan sudah berada di dekat meja untuknya.Ia pura2 sibuk bicara dengan 
Pak Samuel.Reza mendekati Evi yang malah bejejer kaku,"Vi!Disambut dong!Gimana sih?"
Intan ngekek,'Tuh kan,ga njegos nyambut tamu.Tamu agung lagi.Evi terkesima tuh
lihat pria kaya.Pengusaha sukses masih muda lagi.Ganteng lagi.Wah pasti shock berat dia!
Aku bakal nunggu Evi melakukan kecerobohan.Kalau perlu akan kubuat dia bikin malu Resto.Ya ini kesempatan buat nyingkirin dia.Lagian pas ada moment penting nih.Satu kesalahan saja pasti bakal dipecat dia!Ha...ha...'
Evi terkesiap,"Oh...eh...Mari Pak Irwan...silakan duduk." Samuel,Reza dan yang lainnya melongo mendengar Evi menyebut nama Irwan.
Apalagi Adi,'Wah ni waitress kok tahu nama Irwan ya?Apa sebegitu tenarnya Irwan yach?Aneh!'
Reza juga melihat keanehan dalam sikap Evi,'Aku aja baru tahu namanya Irwan.
Itupun aku belum wara2 ke team.Ini kok Evi bisa tahu ya?Dapat info dari siapa ya?' Evi menarik kursi buat Irwan duduk,"Silakan duduk Pak Irwan.Selamat datang saya ucapkan."
Irwan memandang Evi penuh senyum memukau,"Terima kasih."
Adi juga sudah duduk dan terus memperhatikan interaksi antara sohibnya dan Evi,'Irwan senyumnya gitu amat ya?Kayak dah kenal gitu sama ni cewek.Jangan2...'
Evi makin salting sampai gemeter pas nyerahin daftar menu,"Ini daftar menu di restoran kami.Silakan dilihat dulu."
Rosalina menyebutkan menu andalan mereka,"Coba deh menu2 andalan resto kami 
Pak." Irwan manggut2,"Boleh juga.Baiklah saya akan coba." Evi nampak galau,"Maaf sebelumnya Pak,bukan saya bermaksud lancang namun saya sarankan Bapak coba menu yang ini saja.Ini lebih...." Belum selesai Evi ngomong,Reza ngasih kode untuk dia diam,Evi pun tak meneruskan kata2nya dan segera minta maaf,"Maaf saya..." Irwan melihat wajah Samuel dan Rosalina nampak tak suka dengan sikap Evi,'Evi pasti punya alasan sehingga mencegahku memilih menu tadi...'
Evi tertunduk,apalagi melihat raut marah di wajah Pak Samuel dan Kak Ros,iapun segera mengambil daftar menu dan bersiap melangkah pergi namun Irwan menahannya,"Tunggu dulu."
Semua kaget,mereka mengira Irwan akan marah.Samuel sudah deg2an,'Kacau deh
semuanya ...melayang nih impian aku...gatot nih gara2 ulah crew.'
Intan tersenyum sinis,'Nah bener kan prediksi aku.Evi sudah melakukan kesalahan.
Padahal makanan belum tersaji.Rasain kamu Vi.Tontonan seru nih!' ▼☆▼ Suka dan duka kualami kurasakan dengan tegar ▼☆▼ Semua mengira Irwan bakal marah dengan kelancangan Evi.Reza ikutan resah,
'Evi kamu kok malah ngatur Boss Besar itu sih?Jelas2 dia ingin memilih menunya sendiri.Waduh!Gawat nih!' Endah juga ikutan ketir2,'Yeah...Evi tumben kamu kok bersikap gitu sih?Wah bakalan kena SP nih Evi.'
Irwan memandang Evi,"Jangan takut.Saya tidak marah.Saya hanya ingin mendengar alasan Anda menyarankan menu yang beda untuk saya?Pasti ada alasannya bukan?"
Evi lega bak diguyur air,"Saya hanya memikirkan kesehatan Anda,Pak Irwan.
Menu yang Bapak pilih tadi memang menu andalan resto kami namun menu tadi banyak memakai margarin yang mengandung asam lemak kadar tinggi yang dapat melukai selaput lambung yang sensitif."
Reza tak tahan lagi dan menyuruh Evi pergi,"Maafkan kelancangan team saya,saya
akan ambil alih dari sini.Evi kamu masuk saja.Bantu Endah saja di belakang.
Intan sini!" Intan dengan kemayu mendekat,'Evi sotoy ha..ha..masak Boss Besar dianggap penyakitan.Siap2 aja dapat SP3!Biar opname kayak adiknya ha..ha..Dasar sok tahu 
sih!' Evi nampak sedih dan bersiap pergi,namun Irwan meraih tangannya,"Tunggu!
Saya ingin dia yang melayani saya disini.Bolehkan Pak Samuel?"
Semua terkejut mendengarnya,terlebih Reza yang melihat Irwan memegang
tangan Evi dengan eratnya,'Kenapa pria kaya ini sepertinya familiar gitu sama 
Evi ya?Sangat mencurigakan.Aneh.' Samuel jelas mengiyakan,"Tentu saja Pak Irwan.Tentu saja." Adi tersenyum,'Wow!Irwan membela seorang pelayan restoran sampai segitunya.Siapa wanita itu sebenarnya?Pasti ada udang dibalik bakwan nih...Aku kenal betul Irwan.
Ia ga mungkin sembarangan bertindak.Wah makin kepo nih.' ▼★▼ Deru dan debu kuhadapi oh...oh...demi kedamaian ▼★▼ Evi memandang tangannya yang dipegang dengan erat oleh Irwan,'Ya Tuhan,disaat 
yang lain mengusirku dia malah menginginkanku tetap disisinya.Kamu baik banget 
sih Wan?Sampai belain aku didepan banyak orang.Terima kasih Irwan.' Irwan melepaskan tangan Evi,tersipu juga dia karena semua orang melihatnya main
pegang tangan saja,"Maaf.Ehmm...saya akan makan apa saja yang Anda pilihkan
buat saya.Saya percaya pilihan Anda pasti yang terbaik buat saya.Jika tidak keberatan saya juga ingin Anda yang memasaknya buat saya.Bolehkan Pak Samuel?"
Wah Samuel langsung setuju,"Apa sih yang ga buat Pak Irwan." Evi tersenyum dan mengangguk lalu pergi ke dapur menyiapkan makan siang buat Irwan.Intan melayani pesanan Adi.Sementara Reza mengamati Irwan dengan penuh curiga.
Irwan malah sibuk bahas kontrak kerja dengan Samuel.Didapur Evi segera memakai apron dan memasak buat Irwan.Endah mendekatinya,"Vi..kamu beruntung banget lho dibela sama Big Boss itu.Aku yang lihat aja ketir2.Asli tangan aku sampai dingin Vi.Nih dingin kan?"
Evi tersenyum,"Makasih ya Ndah dah perhatian sama aku.Kamu bisa bantu aku ga?Aku harus cepat nih masaknya biar Pak Irwan ga telat makan."
Endah heran,"Aku bingung satu hal deh Vi.Kok kamu kayak kenal gitu sama Pak Irwan?Bahkan dia setuju saja sama menu yang kamu pilihkan.Cerita dong Vi."
Evi sambil meracik berkata,"Lain kali aku akan ceritakan semua.Tapi saat ini aku
hanya ingin fokus masak dulu.Kasihan Pak Irwan nunggu."
▼▪▼Dengan segala daya...Kuabdikan raga ini ▼▪▼
Akhirnya masakan Evi kelar juga.Evipun segera plating.Intan tampak sibuk menyiapkan minuman bersoda.Evi bertanya,"Buat siapa Tan?"
Intan menjawab,"Buat Pak Irwan dong.Kenapa?Ga boleh?"
Evi menjawab,"Minumnya Pak Irwan biar aku saja yang siapkan.Kamu ga usah repot Tan.Dia itu tanggung jawab aku." Intan sebel,"Terserah!Lagak kamu kayak isterinya Pak Irwan aja.Belagu banget."
Evi menatap kepergian Intan,'Kamu ga tahu kan Tan.Irwan itu ga boleh minum
minuman bersoda.Itu dapat menyebabkan iritasi di lambung.' Evi lalu menyajikan masakannya di meja Irwan,"Silakan dinikmati Pak Irwan." Irwan yang sudah lapar tampak sumringah,"Terima kasih.Mari semua kita makan." Evi tampak senang melihat Irwan makan dengan lahap,'Senengnya hatiku....' ▼0▼ Ditengah tangis dan dendam ▼0▼
Minuman Irwan mau habis.Evi segera membuatkan juice melon buat dia.Melon memang baik dikonsumsi penderita maag.Evi melangkah sambil membawa minuman tersebut namun Intan pura2 nabrak dia agar Evi bikin malu karena menumpahkan minuman.Evi terhuyung namun ia berusaha agar minumannya tidak tumpah,'Moga ga tumpah.Apalagi kalau sampai mengenai Irwan.Mau ditaruh mana muka aku?'
Semua menahan nafas melihat Evi berusaha menyelamatkan minumannya.Untunglah seseorang menangkap tubuhnya.Siapakah orang itu?
▼]▼Bangkitlah semua dari kegelapan ▼]▼ Sepasang lengan berjas memeluk pinggang Evi.Berjas?Evi lega minumannya tidak tumpah.Namun ia terpana kala melihat tatapan orang2 di sekitarnya.Mereka semua memandang dengan mata terbelalak.Ada apa sih?Evi menoleh ke arah penolongnya,'Astaga!Irwan???!!' Samuel dan Rosalina saling berpandangan.
Intan malah sewot,'Sial!!Harusnya dia itu numpahin minuman itu ke Pak Irwan
malah dipeluk Pak Irwan.Asem kecut!Gatot!Gatot!' Endah mesam mesem lihat sohibnya dalam pelukan Irwan,'Wah serasinya...
kayak kekasih saja deh.Wah gimana reaksi Reza ya?'
Iya ya gimana dong reaksi Reza melihat adegan itu?***see you next eps***
Eps 9 CERBUNG X ☆☆☆ DEBU-DEBU JALANAN
$$$ DEBU-DEBU JALANAN$$$ CERBUNG X EPS 9 $$$ He That Giveth$$$ Dia yang Memberikan
$-$ DUST in The Wind/Debu yangTerbawa Angin...
$°$ I close my eyes only for a moment,and the moment's gone ~ Aku memejamkan kedua mataku untuk sesaat dan waktu itu pergi $°$
Irwan merasa puas dengan masakan Evi.Ia ingin memuji Evi namun gadis itu
tidak ada.Ia melihat minumannya tinggal sedikit,'Mungkin ia mengambilkan aku minuman lagi.Dia kan perhatian sekali dengan hal2 kecil.Wah aku kenyang.'
Irwan melihat ke arah Adi,"Bagaimana Di?Puas dengan menunya?" Adi malah kepo ria,"Puas Wan.Tapi aku ingin tanya mana chef barumu?Katanya mau kenalin ke aku?"
Eh yang ditanya malah memperhatikan hal lain,Irwan tersenyum melihat Evi
melangkah membawa nampan berisi minuman berwarna kehijauan.Irwan :'Benar
kan Evi ngambilin aku minuman.Perhatian banget ya dia.Beruntung banget yang
dapat dia kelak.Bakal jadi isteri perhatian nih.Siapa ya yang beruntung mendapatkan hatinya?' Adi yang dicuekin lagi sama sohibnya ikut melihat ke arah mata Irwan tertuju,'Weleh...weleh....si komo...lha ditanya malah matanya ke cewek itu lagi.Kayaknya tuh cewek deh chef baru dia.Feeling aku sih mengatakan begitu.Soalnya darimana coba dia tahu kalau Irwan sensitif lambungnya.Dari cara dia memilihkan menu juga semuanya yang
aman dikonsumsi oleh Irwan.Dia memilihkan menu seafood.Bahkan minuman saja
dia perhatiin.Dia tak menyuguhkan minuman bersoda seperti yang diberikan oleh 
pelayan satunya kepadaku.Dia menyediakan minuman buah buat Irwan.Jelas sekali
dia sangat perhatian pada Irwan.Aku yakin pasti dia orangnya.' Tiba2 saja Adi melihat Irwan bergerak keluar dari kursi dengan cepat,emang ada apa? $•$ All my dreams pass before my eyes,a curiosity ~ Semua impianku berlalu di depan mataku,sebuah keingintahuan. $•$
Rupanya Irwan melihat Evi terhuyung dan berusaha menjaga agar minuman yang ia bawa tidak tumpah.Irwan berhasil meraih pinggang Evi agar tidak jatuh.Evi sendiri berhasil menjaga minuman yang dibawanya.Irwan ingat pernah punya teman kuliah yang gara2 terpelanting saat membawa tas ransel kemudian tidak masuk kuliah selama 6 bulan.Ia tak mau hal yang sama terjadi pada Evi.Dengan tubuhnya,Irwan menahan pergerakan Evi.Walau karena peristiwa itu,semua mata memandang ke arah mereka.Ia hanya peduli pada keselamatan Evi.Ia tak peduli meski beberapa pasang mata menatap dengan sinis.
•$• Dust in the wind,all they are is dust in the wind~Debu yang terbawa angin,
mereka semua hanyalah debu yang terbawa angin.•$•
Samuel sempat heran juga melihat Irwan tiba2 keluar dari kursinya.Rosalina juga sama herannya.Namun ekspresi tak senang jelas tampak dari wajah Reza,'Tadi main pegang tangan,sekarang main peluk pinggang.Aku sungguh merasa pasti pria itu punya niat tertentu sama Evi.Jika dia bukan tamu penting Resto sudah kuhajar dia.Berani menyentuh kekasihku.Lagian hari ini kok Evi ceroboh banget sih?Sok ngasih tahulah soal menu,bahkan kayak dah tahu banyak soal pria bernama Irwan.Sekarang aku akan profesional tapi aku akan minta penjelasan nanti sama Evi mengenai ini semua.Semua mencurigakan.'
Niat jahat Intan membuat Evi jatuh malah makin mendekatkan Evi dengan Irwan.Evi yang lega minumannya tak tumpah langsung menghela nafas,'Untung tidak tumpah.
Tapi semua karena ada yang menahan tubuhku sehingga tidak terpelanting ke lantai.
Siapa penolongku ya?' Evi melihat sepasang lengan yang memeluk pinggangnya,'Berjas?Penolongku berjas?
Wah harumnya ini, aku kayaknya kenal deh.Kayak bau parfumnya Irwan deh.
Wah gawat kalau bener dia yang meluk pinggangku saat ini.Apalagi kak Reza disini pula.Astaga mereka kok pada terbelalak gitu ya melihat ke arahku?Jangan2.....'
○$○ Same old song,just a drop of water in an endless sea~Lagu lama yang sama,
hanya setetes air di laut tak bertepi ○$○ Evi kembali hanya bisa terkesima kala mengetahui milik siapa sepasang lengan
berjas itu,"Irwan...." Irwan memandangnya nampak lega melihat ia baik2 saja,"Kau tidak apa2?"
Mata mereka bertemu,ada haru disana.Hanya mereka yang tahu rasa itu. Irwan menyadari bahwa ia masih memeluk pinggang Evi,"Maaf,aku...eh saya hanya
ingin menolong Anda.Minuman ini buat saya bukan?" Evipun segera menjawab,"Iya Ir...eh Pak Irwan.Juice melon ini buat Anda.
Terima kasih sudah menolong saya.Sayalah yang seharusnya minta maaf kepada Anda karena saya hampir menumpahkan minuman ke arah Anda.Maafkanlah saya." Irwan malah mengambil juicenya,"Saya rasa ini pasti segar.Terima kasih ya.
Tahu saja saya sedang haus." Pak Samuel dan Kak Ros lega melihat Irwan nampak tidak marah,'Syukurlah Pak
Irwan ga tersinggung dengan ulah crew.Bikin sport jantung saja.Moga Pak Irwan
tetep mau teken kontrak kerjanya.' ●$● All we do crumbles to the ground,though we refuse to see / Semua yang kita lakukan hancur ke tanah,meskipun kita menolak untuk melihatnya ●$●
Samuel sampai berkeringat dingin saat melihat kejadian tersebut,'Wah kalau sampai
minuman tadi mengenai Pak Irwan bakal kehilangan muka saya dan pasti beliau 
ga mau teken kontrak.Akan saya panggil khusus nanti para crew yang bertugas di
meja ini.Bila Pak Irwan sampai batal teken aku bakal pecat mereka terutama 
bagian service table.' Evi masih berdebar2 saat mengambil piring2 kotor di meja,'Wah kayaknya aku bakal dipanggil nih sama Kak Ros terkait insiden minuman tadi.Pasrah deh.Kalaupun memang harus dipecat,aku akan melamar jadi pembantunya Irwan saja.Dia pasti mau terima.Cuma Irwan yang wajahnya ga serem gara2 peristiwa hari ini.Bahkan Kak Reza saja juga bicara agak keras padaku.Padahal maksud aku baik.Kalau sampai Irwan perih lambungnya apa malah ga bakal marah dia.Kasihan Irwan makan saja harus selektif banget.'
□$□ Dust In the wind,all we are is dust in the wind / Debu yang terbawa angin,kita semua hanyalah debu yang terbawa angin□$□
Usai makan siang Pak Samuel mengajak Irwan ke kafe,"Selain resto di lantai 1 dan 2,
kami juga ada kafe 24 jam di lantai 3 serta tempat pameran dilantai 4.Mari Pak saya akan menunjukkan kafe kami."
Irwan dan Adi berjalan mengikuti Pak Samuel.Evi hendak mengikuti mereka namun dicegah oleh Reza," Kamu mau kemana Vi?" Evi bingung juga jawabnya,"Eh ke kafe kak." Reza heran,"Ke kafe ngapain?Kamu kan ga tugas di kafe hari ini?" Evi mengurungkan niatnya hendak mengikuti Irwan,'Aku hanya ingin memastikan 
Irwan mendapat pelayanan yang baik dan tepat.Aku takut dia disuguhi kopi nanti di
kafe.' Reza melihat ada gurat kecewa di wajah pacarnya itu.Evi lalu menjawab sambil tertunduk,"Maaf kak,tadi seingat Evi tamunya ingin Evi yang melayani beliau.Jadi Evi pikir...." Reza dipanggil oleh Kak Ros,"Reza!" Reza memandang Evi,"Tugas kamu sudah selesai.Kamu di Resto saja.Aku harus pergi,Kak Ros manggil." Evi tak berani membantah,'Kak Reza kayaknya marah deh sama aku.'
■$■ Now,don't hang on~Sekarang jangan bertahan.It slips away,and all your money won't another minute buy~Ia luput dan semua uangmu takkan bisa beli waktu.■$■ Irwan melihat2 isi kafe,"Apakah disini hanya menyediakan kopi saja atau ada
menu yang lain?" Pak Samuel menjawab,"Disini kopi memang menu utama tapi masih ada coklat juga teh.Soft drink juga ada.Pak Irwan mau mencoba yang mana?"
Irwan mencari2 Evi,"Pelayan yang tadi mana?Saya ingin dia yang melayani saya 
selama saya disini." Pak Samuel segera menyuruh Kak Ros memanggil Evi,"Pak Irwan minta siapa tadi ..
.yang service table?" Kak Ros :"Evi Pak?" Pak Samuel :"Iya!Suruh dia ke kafe segera.Jangan sampai keinginannya tak dituruti.
Cepat ya!" Kak Ros menjawab,"Siap Pak." Itulah tadi kenapa Kak Ros manggil Reza.Reza kaget mendengarnya,"Buat apa tamu
itu minta Evi lagi Kak?" Kak Ros menjawab,"Sudah turuti saja.Kata Bapak semua permintaannya harus kita
turuti sebaik mungkin.Cepat panggil Evi sana!" Reza melangkah ke Resto dengan penuh heran,'Aneh.Evi dan pria kaya itu sama2 
aneh sikapnya.Evinya pingin ke atas,tamunya juga sama.Kok bisa sehati gitu ya?
Aku makin curiga deh.'
◇$◇ Dust in the wind,all we are is dust in the wind [All we are is dust in the wind ]
Dust in the wind ( everything is dust in the wind ),everything is dust in the wind ( the wind ) ~ Segalanya hanyalah debu yang terbawa angin ◇$◇
Evi sedang bertanya pada Intan soal insiden minuman tadi,"Kamu tadi sengaja ya Tan nabrak aku?" Intan malah kesal,"Kamu nuduh aku pingin bikin perusahaan rugi gitu?Iya??!" Endah mencoba menengahi,"Eh kalian sudah jangan ribut di sini.Tamunya masih ada.Kalau sampai kedengaran kan malu." Intan mlengos,"Evi tuh yang mulai duluan.Main tuduh aja!Padahal dia sendiri kan
yang memang ga njegos melayani tamu.Kayak gitu kok disuruh service table VIP,aneh!" Reza masuk dan mendengar perkataan Intan,"Oh..jadi kamu meragukan kepemimpinanku gitu?"
Weleh,Intan langsung ciut nyalinya dimaraho Reza,"Ga kak!Bukan gitu.Aku cuma heran saja,Evi kok ga dimarahi padahal jelas2 dia dah bikin banyak kesalahan tadi.Sok tahulah,sok tahu medislah,sok cun!!"
Evi membela diri,"Bukan gitu.Aku ga kayak gitu kak Reza.Aku hanya memberi tahu yang 
sebenarnya." Reza memandang Evi,"Yang sebenarnya?Apa maksudmu dengan yang sebenarnya?"
Telpon di dapur bunyi,Endah yang angkat,"Ya Kak Ros?Evi suruh ke atas sekarang?
Ya ...ya...." Evi diselamatkan oleh telepon.Saved by bell.Wah kayak judul film aja.
Endah memberitahu,"Vi kamu diminta ke atas sekarang.Cepet katanya." Evi langsung sumringah,"Beneran?Baik!Aku segera ke atas." Evi cabut ke atas.Reza heran melihat betapa gembiranya Evi disuruh ke atas,'Evi tadi wajahnya bete gitu sekarang begitu disuruh ke atas langsung ceria.Aneh.' Intan malah mencibir,"Pasti dimarahin tuh Evi.Secara dia dah ceroboh tadi.Ga becus kerja.Sotoy lagi depan tamu penting.Big boss lagi.Depan Bapak lagi.Kapok!!" Endah hanya bisa berdoa,'Moga Evi ga dapat masalah.Aku kasihan sama dia.
Niatnya kan baik.Tapi kurasa yang namanya Pak Irwan itu orangnya baik kok.
Kelihatannya dia sayang sama Evi.Ah ga tahu deh.Mungkin cuma perasaanku kali.' Wah bakal dapat masalahkah Evi?Apa yang akan terjadi selanjutnya?***see you next eps***
Eps 10 CERBUNG X 》DEBU-DEBU JALANAN
¤¤¤ DEBU-DEBU JALANAN ¤¤¤CERBUNG X ¤¤¤ EPS 10 ¤¤¤ In Authority = Berkuasa ¤¤¤
¤> Di Ujung JALAN.... Di ujung jalan ini Aku menunggumu,aku menantimu.... Bagai anak panah lepas dari busurnya,Evi langsung melesat menuju lantai 3
dimana kafe berada.Wesss!Weleh.....The flash gordon!Diringi tatap keheranan dari sang pacar sekaligus spv nya,Evi melangkah dengan cepat menaiki tangga menuju kafe di
lantai 3.Evi sendiri juga heran sebenarnya kok dia dipanggil ke atas padahal Reza
bilang dia cuma bertugas selama Irwan di Resto,terus apa ada masalah ya?
Menepis semua prasangka buruk Evi meneguhkan hati terus melangkah menuju panggilan,'Apapun akan kuhadapi.Hal buruk saja sudah kualami dengan kecelakaan
yang menimpa Rizky tapi Tuhan tidak membiarkanku jatuh tergeletak.Tuhan tak membiarkanku menjual diriku di tepi jalan.Dia mencegahku dari melakukan
pelanggaran besar.Dia mengirim malaikatnya bernama Irwan.Entah kenapa sejak
malam itu,sejak kejadian Irwan menolongku dari Om2 genit itu aku merasa bahwa
ada ikatan batin di antara kami.Aku merasa begitu nyaman dan terlindungi bila
Irwan di dekatku.Aku tak merasa ia mengambil keuntungan dari ketakberdayaanku.
Jika ia mau ia bisa meminta seperti yang dilakukan Om2 genit itu.Terlebih ia sudah
mengeluarkan banyak uang buat pengobatan Rizky.Aku memang lahir bukan dari keluarga kaya tapi justru kekurangan hidup mengajarkanku untuk menjadi generasi yang tahu berterima kasih.Apa aku salah jika aku ingin membalas kebaikan orang yang telah
begitu baik padaku?Bukankah ada pepatah demi orang yang baik,orang rela mengorbankan nyawanya?Aku bukan tak menghargai perasaan kak Reza,namun aku tak bisa pungkiri betapa aku ingin melakukan sesuatu buat Irwan.Aku ingin membalas ketulusan hatinya.Tuhan,mengapa aku deg2an sih tiap mau ketemu Irwan?Hatiku ini terpukau pada ketulusannya,low profilenya dan kepribadiannya yang apa adanya.Dia tak pernah mempedulikan latar belakangku maupun status sosialku.Aku merasa kalau berada di
dekat dia aku merasa begitu berharga dan dilindungi.Perasaan ini tak kurasakan saat bersama kak Reza.Debar2 ini tak kudengar saat bersama dia.Aku bingung kenapa aku begini.Aku tak ingin kak Reza salah paham.Tapi aku juga ingin selalu berada di dekat Irwan.Bantu aku Tuhan,mengetahui apa yang terjadi padaku.'
Sambil melihat2 kafe,Irwan terus mencuri pandang ke arah pintu masuk kafe,'Mana Evi yach?Aku ingin sekali menyapanya seperti di rumah.Bebas dan ga perlu ber-Anda2.Lucu ya,
dirumah aku larang dia manggil Anda padaku eh disini malah aku yang manggil dia begitu.Karma nih.'
Adi malah memesan kopi,"Boleh saya minta cappucinolate satu?"
Kak Ros segera menjawab,"Oh Tentu Pak Adi.Akan segera disiapkan.Penyajian kami langsung didepan pengunjung jadi untuk menghindari kejadian2 yang tak diinginkan."
Adi menanggapi,"Oh seperti yang lagi marak sekarang ya?Kasus maut dalam kopi.Iya kan?"
Samuel menyahut,"Benar Pak Adi.Anda update berita ternyata." Irwan malah bertanya,"Kamera CCTV apa juga dipasang disini?" Samuel segera menunjuk ke area,"Tentu saja Pak.Kami memasang banyak kamera 
cctv di area seluruh lantai.Saat ini sudah ada 30 kamera.Itu disana,juga di area sana." Irwan manggut2 sambil melirik ke arah pintu masuk,'Aha...itu Evi.Akhirnya datang 
juga.' ¤> Ditengah terik matahari Aku menyanyikan kisah tentang kita ¤> Evi mendekati area dimana Kak Ros berdiri,"Kak Ros memanggil saya?"
Kak Ros berbisik,"Kamu layani Pak Irwan selama beliau ada disini.Sekarang kamu
tanya beliau mau minum apa.Jangan bikin ulah lagi yach.Dapetin hatinya.Sana tanya beliaunya.Lagi sama Bapak tuh."
Evi mengerti dan mendekati Irwan sambil membawa daftar menu kafe,"Permisi Pak
Irwan ingin minum apa?Atau ingin menikmati hidangan ringan mungkin?" Irwan menerima daftar menu tapi tak dibukanya,"Saya ingin Anda yang memilihkan
buat saya.Saya percaya pilihan Anda." Samuel terpana mendengarnya,'Wah kayaknya kunci biar aku bisa dapat kontrak ini
adalah Evi deh.Dia berhasil mengambil hati CEO Asian Group ini.Bagus....Bagus...' Evi malah tersanjung mendengar perkataan Irwan,"Terima kasih atas kepercayaan 
Bapak pada saya.Akan segera saya siapkan.Permisi." Evi melangkah pergi,Irwan melanjutkan touringnya.Adi melihat kafenya tak begitu
ramai pengunjung,"Apa kalau malam pengunjungnya juga seperti ini?" Kak Ros menjawab,"Bila malam pengunjungnya lebih banyak.Kami sering mengadakan nonton bareng disini.Paling rame itu bila gelaran motogp dan liga sepakbola dunia.Tempat ini penuh suporter dan para fans."
Irwan ingat Evi bilang juga nyanyi di kafe,"Bagaimana dengan penyanyi kafenya?Apakah dari luar atau dari kalangan sendiri?"
Kak Ros yang menjawab,"Kadang kami mendatangkan penyanyi dari luar namun kami lebih sering menggunakan penyanyi dari kalangan sendiri.Selain cost lebih rendah juga mudah dipanggil sewaktu2."
Irwan manggut2.Evi kembali membawa hidangan dan minuman buat Irwan,"Saya menyajikan roti gandum dengan toping kiwi dan susu,untuk minumannya teh herbal tapi tidak terlalu manis.Selamat menikmati Pak Irwan."
Irwan duduk di sebuah area yang menghadap stage tempat Evi biasa bernyanyi.
Pak Samuel melihat Irwan belum menyentuh hidangannya,"Apa Pak Irwan kurang
suka menunya?Kok belum disentuh?" Evi deg2an apalagi Pak Samuel melirik tajam ke arahnya.
¤} Alunan denting suara hati Mengulas kembali jejak yang telah lalu... Evi agak down juga melihat Irwan belum menyentuh makanannya,'Apa aku salah 
milih ya?Tapi semua itu baik untuk penderita lambung sensitif.Aku pilih teh herbal bukan teh hitam karena teh hitam menyebabkan ketidaknyamanan pada lambung.Rotinya juga.Kiwi kan sangat bagus buat orang dengan lambung sensitif.Sepertinya aku harus mengganti menu deh.'
Evi hendak meminta maaf tapi kedahuluan Irwan ngomong,"Saya ingin menikmati hidangan ini sambil mendengarkan lagu.Bisakah penyanyi kafenya dipanggil Pak 
Samuel?" {¤ Untaian makna yang tercipta Aku abadikan di tempat yang terindah {¤
Samuel segera mendekati Kak Ros,"Yang biasa nyanyi di kafe siapa?Suruh segera
ke atas." Kak Ros menjawab,"Yang biasa nyanyi ya Reza sama Evi Pak.Saya akan panggil
Reza." Pak Samuel mencegahnya,"Ga usah!Evi bisa kan?Biar Evi saja."
Samuel berpikir,'Jika Evi bisa membuat Pak Irwan kesengsem maka pasti bakal 
deal deh kontraknya.'Evipun disuruh menyanyi,ia segera mendekati Irwan,"Pak Irwan mau 
dinyanyikan lagu apa?Ada request khusus mungkin?" Irwan malah tersenyum,"Wah ternyata selain sebagai pramusaji,Anda juga bisa
nyanyi ya?Wah hebat.Apa saja lagunya .Terserah Anda.Saya malah penasaran pingin denger kayak apa suara Anda." Saat Evi mulai bersiap menyanyi,Reza naik ke atas.Dia heran kok Evi lama bener ga 
balik ke bawah,'Evi disuruh apaan sih sama Boss2 itu?Bikin hatiku ga tenang saja.' Evi melihat Reza,"Kak bantuin iringi dong.Tamunya minta aku nyanyi nih." Melihat interaksi antara Evi dan Reza,hati Irwan galau,'Siapa pria jangkung itu?
Evi kayaknya akrab gitu sama dia?Apa pacarnya ya?' Rezapun duduk depan keyboard,"Lagu apa Vi?" Evi menjawab,"Lagunya Samson kak,itu yang *Diujung Jalan*." Reza mengangguk,Evi lalu mengambil mic,"Sebelumnya saya ingin menyapa semua
pengunjung kafe siang ini.Selamat datang di kafe Rosalina.Juga spesial buat tamu dari Asian Group,Selamat datang kami ucapkan.Lagu ini kiranya berkenan di hati.Sebuah lagu dari grup band terkenal,Samsons *Di ujung Jalan *akan saya nyanyikan sebagai teman
santap siang Anda semua.Buat Pak Irwan mari Bapak dinikmati hidangannya."
Evipun mulai menyanyi.
Tuhan kembalikan Segalanya tentang dia seperti sedia kala... Selama menyanyi pandangan Evi sering tertuju pada Irwan,Reza merasa agak kecewa,'Evi kok lihat pria kaya itu terus sih?Dia kok jadi beda ya akhir2 ini?
Apa karena lagi butuh uang banyak makanya dia jadi gini?Masak dia mirip sama
Intan?Ah ga boleh berburuk sangka.Mungkin dia disuruh harus gitu kali sama Kak Ros.Secara tuh tamu orang berkuasa.Dia bakal sejajar sama Bapak kedudukannya.Wah kalau bener kontraknya deal bakal makin sering dong Evi ketemu dia?'
Reza malah melamun ria,akhirnya ga konect sama Evi.Evinya mau ngulang reff eh
Reza ga ngeh.Adi melihat Irwan memakan roti gandumnya,'Makannya kok ga 
semangat kayak di bawah tadi.Pasti lagi bete nih.Aku lihat pemain keyboardnya ga 
konsent deh.Ah aku ada ide.' Adi berbisik ke telinga Pak Samuel,Pak Samuel manggut2,"Benarkah?...oh bisa..bisa...tentu itu ide yang bagus Pak Adi."
Pak Samuel memberi kode dan Evipun berhenti menyanyi.Pak Samuel mengambil mic,"Hari ini ada tamu istimewa,CEO dari Asian Group hadir di sini.Dan saya sangat berharap kita bisa mengadakan kerja sama.Ah itu Pak Irwan namanya."
Pengunjungpun bertepuk tangan.Irwan berdiri sambil tersenyum ramah. Samuel melanjutkan perkataannya,"Oh ya...Saya dengar Pak Irwan ini jago lho main alat musik,bisa kendang,keyboard,gitar,dan yang lainnya.Mari saya persilakan Pak Irwan menunjukkan kemampuannya main alat musik.Silakan pilih sendiri.Hadirin mari kita sambut Pak Irwan!!"
Irwan mau tak mau harus berdiri juga namun ia sempat berbisik pada Adi,"Ini pasti
ulah kamu ya Di?" Adi ngekek dan malah bertepuk tangan.Weleh... ¤] Izinkan aku tuk memeluknya mungkin tuk terakhir kali Agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya ¤]
Adi memang julit,'Sorry Wan.Soalnya wajah kamu bete gitu.Jadi ini cara aku balikin mood kamu.Kamu kan suka sekali musik.Moga saja musik membuat mood kamu jadi good lagi Wan.Aku kenal kamu.Bila bete kamu akan main musik.'
Irwan melangkah menuju stage,Evi tak menduga kalau Irwan bisa main alat musik,'Wah ternyata Irwan serba bisa ya?Selain jago bisnis juga bisa main alat musik.Keren.' Reza berdiri sadar diri,'Pasti bakal milih keyboard deh dia.Kalau bener dia punya hati ke Evi dia akan nyingkirin aku dengan memilih main keyboard.Emang sih yang berkuasa tuh uang.Siapa yang punya banyak uang bakal dihormati disayang2.Yang ga punya uang ditendang.' Namun Reza kaget saat Irwan mencegahnya,"Anda tak perlu pergi.Saya tidak akan
main keyboard.Anda tetap saja di sini.Permainan Anda cukup bagus kok." Samuel heran,'Wah niat aku tuh mau bikin Pak Irwan duet sama Evi kok malah gagal
sih.'
Evi melihat Irwan memilih gitar,"Saya akan memetik gitar saja.Lagunya sama 
saja ya.Saya suka lagu ini.Mengingatkan saya pada seseorang."
Evi melihat ada duka di wajah Irwan,'Siapa seseorang itu?Sampai wajahnya
jadi gitu?Spesial sekali pasti.Kok aku jadi bete sih?'
Samuel membuka suasana,"Oke.Sudah siap semua nih.Mari kita saksikan bersama kolaborasi mereka.Tepuk tangan!!"
Pengunjung bertepuk tangan.Irwan mulai memetik gitar.
¤》Ketika malam telah tiba Aku menyadari,kau takkan kembali ¤》 Irwan memetik gitar sambil mencuri pandang ke arah Evi yang bernyanyi,
'Suaramu sangat bagus Vi.Lagu ini mengingatkanku pada Rita.Aku tak mau apa yang terjadi pada adikku terjadi padamu.Mungkin aku memang mulai menyukaimu tapi aku takkan memaksakan perasaanku padamu Evi.Aku akan menghargai pilihanmu.Aku tak mau mengikuti jejak Mama memaksakan kehendak pada siapa saja.Aku akan membiarkan kau berbahagia.Aku seperti melihat Rita hidup di dalam dirimu.Jika pria yang memainkan keyboard itu adalah kebahagiaanmu.Aku akan menerimanya dan ikut berbahagia untukmu.Aku tak mau kehilanganmu seperti aku kehilangan adikku.Yang penting buatku adalah melihat kamu bahagia Vi,lebih baik aku melihatmu hidup bahagia walau bukan bersamaku daripada kau hidup dalam keterpaksaan.Aku memang bisa menggunakan uangku untuk memaksamu tapi aku takkan mengulangi tragedi adikku padamu.Takkan kuulangi.'
Evi malah jadi sedih lihat wajah Irwan yang menerawang,'Kok wajahnya sedih gitu
ya?Aku jadi ikut sedih.' Irwan atau Reza kah yang akan membuat Evi bahagia?***see you next eps***

÷|| DEBU-DEBU JALANAN÷|| CERBUNG X EPS 11
÷|| The Covenant = Perjanjian
÷|| JALAN Terbaik... ÷|| Ku tlah sudah lelah untuk bisa meneruskan cinta yang tak sejalan....
Irwan kian tenggelam dalam kenangannya bukan hanya pada sosok Rita tapi juga sosok lain.Sosok seorang wanita yang sempat mengisi hatinya,sosok seorang gadis bernama Shiha.
Walau awal perkenalan mereka karena perjodohan namun gadis itu memiliki satu keistimewaan dalam dirinya.Dia itu ibarat angin selalu mengalir kemana ia ingini.
Shiha tidak banyak bicara,ia memilih mengungkapkan semuanya lewat lukisan.
Shiha memang seorang pelukis.Beberapa kali pergi bersamanya selalu melihat
pameran lukisan.Namun ia senang juga karena melukis itu sebuah bakat yang tak
semua orang punya.Seperti halnya bakat memasak,melukis juga bukan hal yang bisa dipelajari dengan mudah.Shiha menyukai lukisan abstrak.Mozaik gitu.
Sebuah permainan warna dan bentuk yang kadang susah dimengerti apa maknanya.
Irwan lebih suka lukisan naturalis.Pemandangan alam atau orang ya sejenis itu.
Sebenarnya dalam selera lukisan saja mereka sudah tak sejalan.Shiha bisa betah mandangi lukisan yang tak jelas itu bentuk apa bagi Irwan.Terkadang Irwan sampai mengerutkan
dahi mencoba memahami artinya.Irwan pernah bertanya saking keponya,
"Apa sih yang bikin kamu tertarik ingin membeli lukisan ini?Kayaknya cuma permainan warna deh." Shiha menjawab tanpa lepas memandang lukisan di depannya,"Pelukisnya itu mau bercerita tentang kehidupan.Bahwa hidup itu penuh warna.Tak semua orang hidup
dengan cara yang benar.Lihat warna hitam disana.Juga warna putih di beberapa
sudut.Ada juga yang hidup dalam kebimbangan.Banyak bercak abu2 di setiap dua
warna tadi.Juga tak semua ceria dan gembira menjalani hari2nya.Lihatlah warna kuning yang digradasi itu."
Wah kayaknya paham betul soal warna,Irwan malah nanya lagi,"Kalau tetesan
berwarna merah itu apa artinya?"
Shiha meraba lukisan itu,"Merah itu lambang semangat dan gairah.Ada orang2 yang begitu penuh ambisi hingga melakukan apa saja penuh perjuangan kalau perlu sampai tetes darah penghabisan.Atau sampai menumpahkan darah orang yang tak bersalah.Mereka tipe orang yang kuat dan dominan."
Irwan manggut2,"Kalau yang kayak daun itu ?"
Shiha memejamkan mata seakan mendengarkan bisikan dari lukisannya,"Itu lambang kesejukan.Orang2 yang memberi kesegaran.Pelukisnya memberi warna hijau muda.Sebuah lambang pengharapan."
Irwan makin penasaran,"Kenapa selalu berada dekat dengan warna hitam yang
seperti lorong waktu atau terowongan itu?" Shiha membuka matanya,"Penulisnya ingin mengatakan bahwa disetiap kekelaman
hidup selalu ada harapan.Ia menginginkan setiap orang untuk tidak berputus asa.
Lihatlah warna biru disebelahnya menunjukkan kedamaian dan pemahaman yang mendalam tentang kehidupan.Lihat juga warna ungunya.Diberi gradasi karena ia
ingin membedakan antara keagungan dan kesombongan.Juga antara kedukaan dan kemuliaan.Hebat sekali pelukisnya."
Irwan melihat juga warna coklat yang berbentuk bak pasir atau tanah,"Kalau
warna coklatnya itu apa artinya?" Shiha menempelkan tangannya di warna tersebut,"Lihatlah kulit tanganku
warnanya kecoklatan bukan?Itu lambang debu.Bahwa manusia itu ibarat debu.Debu itu dibawah.Di tanah.Tanah itu kita injak.Lihatlah ia melukis warna coklat itu dibawah.Ia berkata bahwa manusia itu tak seharusnya dipuja.Hanya Tuhan yang layak dipuja atau diagungkan.Lihatlah warna ungu tua di atas sendiri.Ungu memang lambang keagungan.Raja2 zaman dulu suka sekali memakai jubah berwarna ungu karena
memang warna ungu adalah lambang keagungan.Ada lagi yang ingin kau tanyakan?
Kau tak bertanya tentang warna merah muda dan oranye?Warna pink selalu identik
dengan romantisme dan kemudaan.Bisa juga diartikan manja.Mungkin karena itu mereka yang suka warna pink cenderung punya sifat manja.Walau kadarnya beda2.Warna oranye itu seperti warna api.Api itu bicara tentang semangat.Orang yang berapi2 biasanya suka warna ini.Pernah lihat kartun Naruto kan?Warna baju ninjanya apa?"
Irwan tersenyum,"Oranye.Tapi aku lebih suka Sasuke daripada Naruto."
Wah malah bahas kartun.Shiha sebenarnya gadis yang sangat menarik.Namun kadang Irwan merasa gadis itu punya dunia sendiri.Ia kerap melihat gadis itu menatap sendu pada hpnya,ternyata ia telah mencintai orang lain.Ia tersiksa dengan perjodohan
diantara mereka.Irwan menghela nafas lega kala lagu yang dinyanyikan Evi selesai.Ya selesai,selesai seperti kisah perjodohannya juga telah usai.
.....Mungkin bila kita memaksakan semua tak kan malah bisa menjadikan indah ÷|| Irwan kembali ke tempat duduknya dan hendak melanjutkan tournya ke lantai 4.
Area pameran.Ia berkata pada Evi,"Anda boleh kembali bekerja.Saya berterima kasih atas pelayanan Anda yang sangat baik.Mari Pak Samuel saya ingin melihat tempat yang biasanya dijadikan sebagai tempat pameran."
Irwan melangkah didampingi Adi yang sempat melirik ke arah Evi,'Ada gurat kesedihan di wajah gadis itu.Bukannya Irwan muji dia ya?Kok malah sedih gitu?Wah aku kok makin kepo gini sih soal mereka.'
Reza juga melihat hal yang sama seperti yang Adi lihat,'Evi kok jadi sedih gitu mukanya?
Perasaan tadi ceria banget.Emang pria kaya itu ngomong apa sih?Kayaknya ga aneh juga ngomongnya.Coba kutanya ah.'
Reza mendekati Evi yang nampak terus memandangi Irwan yang melangkah pergi
menuju lantai 4,"Hey!Muka kamu kok kayak baju belum disetrika gitu?Kenapa?
Bukannya kamu dapat pujian tadi dari Pak..siapa tadi?" Evi langsung jawab,"Irwan." Wah makdeg deh hati Reza kala nama itu meluncur dengan fasihnya dari bibir
pacarnya itu.Kayak mantra saja.Hafal gitu dan kayak sudah biasa nyebutnya. Evi seperti ga sadar kalau Reza heran.Ia malah segera merapikan piring kotor dan
gelas bekas minuman tamu.Reza hendak bertanya lagi tapi malah dipanggil sama kak Ros disuruh ikut ke atas.Akhirnya ia pergi ke atas.
Reza memandang Evi yang nampak mengusap ujung matanya dengan tissue,'Evi
nangis...Kok bisa?Apa ada kata2ku yang salah ya?Makin aneh deh.Ga mungkin 
Evi nangis kalau bukan sesuatu yang nyakitin hatinya banget.Dia kan gadis tegar.Apa ada berita soal adiknya ya?Naik dulu ah.Ga boleh nyampurin urusan pribadi dengan urusan kerjaan.Harus profesional!'
Rezapun melangkah meninggalkan kekasih hatinya.
×|| Dan malam ini kupastikan sayang.... Evi menyeka ujung matanya dengan tissue.Usai menaruh piring2 kotor,ia
segera mencucinya.Air yang mengalir membuatnya terkenang saat Irwan memeluknya di resto tadi,'Kenapa aku sedih gini sih dengar kata2nya tadi?Ia menyuruhku pergi menjauh darinya.Itu yang kutangkap dari kata2nya.Walau halus namun sakit banget dengernya.Entah kenapa...Apa ia marah ya?Nanti malam aku masih harus memasak buat dia.Tapi apa dia masih menginginkan masakanku ya?Aku jadi takut deh.Gimana kalau ternyata Irwan berubah pikiran?Kenapa aku ga bahagia gini sih?Sebel deh...'
Endah mengagetkan Evi,"Hey Vi!Kamu ngapain nyuci sampai begitu?Airnya kemana-mana nih."
Evi kaget hampir saja piring yang ia pegang jatuh,"Ya ampun Ndah!Bikin kaget aja.
Kok kamu ke kafe?Intan ga ngamuk kamu tinggalin ?" Endah malah celingukan,"Biarin.Bikin kesel tuh anak.Eh...big bossnya mana?
Kok ga ada?" Evi menunjuk ke atas,Endah manggut2. Ia mendekati Evi,"Sebenarnya aku pingin tanya banyak sama kamu Vi.Tapi ga enak soale tamunya masih disini.Takute salah ngomong lagi.Bahaya!"
Evi tersenyum,"Suatu saat nanti aku pasti cerita kok sama kamu Ndah.Kamu kan sohib aku.Aku sudah anggap kamu kayak kakak aku sendiri."
Endah tersenyum,"Kamu itu ya Vi.Emang juga udah kuanggap kayak adik aku sendiri.Eh gimana Rizky?"
Evi mengambil lap,"Kondisinya stabil.Walau belum sadar setidaknya harapan
untuk hidup kian besar." Endah mengusap bahu sohibnya itu,"Yang sabar ya.Badai pasti berlalu.Habis gelap pasti terbit terang.Jangan patah semangat.Oh ya aku harus balik nih.Takut si nona kecentilan ngamuk.Dah..."
Evi melambaikan tangannya. ....Tak bijak kuredam,harus kuungkapkan semua yang tlah terpendam ×|| Reza mengikuti langkah kak Ros,waktu itu lantai 4 sedang dipakai buat pameran hp.
Irwan melihat2 sambil bertanya ini itu pada Pak Samuel,Reza ga ngerti yang pasti
soal bisnis.Reza bertanya pada Kak Ros,"Habis ini ke office ya kak?" Kak Ros mengangguk,"Final destinationnya di situ.Kayaknya Pak Irwan bakal teken deh.Semoga saja." Irwan bertanya,"Apa tempat ini pernah dipakai sebagai tempat pameran lukisan?" Samuel menjawab,"Sering Pak Irwan.Bapak suka melihat pameran lukisan ya?" Irwan tersenyum,"Tentu saja Pak Samuel.Siapa yang tak suka lukisan?" Reza kagum dengan perkataan Irwan,'Wah dia suka lukisan juga.Kalau aku suka
melukis.Aku suka melukis orang atau kejadian yang unik.Kuharap suatu saat nanti aku bisa ngadain pameran di sini.Memajang lukisan2ku.Melukis bagiku adalah seperti menulis cerita.Bagiku melukis adalah ungkapan hati.Kadang lewat lukisan aku bisa melihat apa yang tidak orang lihat.Atau malah sebaliknya.Kapan ya lukisan2ku bisa dipajang di sini?'
Adi bertanya pada Kak Ros,"Kalau office nya dimana ya?" Wah sinyal mau bahas kontrak kerja sama nih.Kak Ros menjawab,"Ada di lantai 2 Pak Adi.Mari !" Samuel kembali membawa Irwan dan Adi turun ke lantai 2.Tampak Evi sedang sibuk mengantarkan makanan kepada para tamu.Pandangan mata mereka sempat bertemu.Irwan hanya memandang lalu masuk ke office.Samuel deg2an.Irwan tampak sedang berbicara dengan Adi.Irwan akhirnya mau teken juga namun ia punya syarat,"Saya ingin mengadakan uji coba.Bagaimana jika untuk makan siang karyawan di kantor saya disupplay dari sini.Bukankah itu akan sangat menguntungkan?"
Wah Samuel langsung setuju,"Ide bagus itu Pak.Saya setuju!Sangat setuju."
Adi nyeletuk,"Jangan lupa kami juga karyawan office he..he...jadi dapat jatah juga he..he.."
Pak Samuel paham,"Tentu dong Pak Adi.Masak Boss2nya tidak dapat.Malah akan kami 
beri menu istimewa.Tinggal request saja.Kami siap mengantarnya."
Adi nambahi,"Yang penting itu buat Pak Irwan saja.Bapak kan tahu sendiri beliau 
ini ga bisa sembarangan makan.Kayaknya perlu diberi layanan khusus deh.
Petugas yang ngantar juga harus khusus kayaknya.Ya kan Pak CEO?" Irwan melirik Adi,"Pak Adi hanya bercanda Pak Samuel.He..he.." Namun Pak Samuel tahu mana yang bercanda dan mana perintah yang terselubung,
"Semua sudah saya mengerti Pak Adi.Tenang saja akan kami atur nanti." Samuel lega melihat Irwan sudah tanda tangan perjanjian kerja,'Akhirnya....
Teken juga.Aku paham kode2 Pak Adi.Ia mau ada yang mengantar makan siang 
buat Pak Irwan.Dan siapa lagi yang cocok selain Evi?' Mereka lalu saling bersalaman.Deal.
♡|| Aku tak bisa meneruskan cinta ini Maafkan aku yang tlah memilih.... Seorang wanita tampak turun dari taksi.
Ia memandang sebentar ke arah bangunan rumah dihadapannya,'Papa ,Mama Shiha sudah kembali.Setelah sekian lama Shiha kabur dari rumah.Terutama dari Irwan.Gimana dia sekarang ya?'
Shiha ingat bagaimana ia kabur di saat pernikahan.Semua demi pria yang ia cintai,Hazman namanya.Shiha menyesal bila ingat bagaimana ia telah mempermalukan Irwan dan 
keluarganya dengan kabur bersama Hazman ke Malaysia di saat resepsi.Kini Hazman yang ia bela2in sampai melarikan diri malah dengan santainya bilang ia tak bisa menolak perjodohan yang diatur orang tuanya.Ironi bukan?Atau karma?
...Ini jalan yang terbaik ♡||
Sia2 sudah semua pengorbanannya.Hazman juga tak segera menikahinya.
Ia malu dengan dirinya sendiri.Ia tak mau lagi hidup tanpa kepastian.
Shiha memencet bel,"Ting ...tong...!" Seorang wanita tua menyambutnya,"Non Shiha??" Shiha senang wanita tua itu masih bekerja di rumahnya,"Mbok Darmi!!
Iya ini Shiha!!" Wah mereka langsung pelukan.Sebuah suara lain mengejutkan mereka,"Siapa mbok?" Shiha berkaca2 memandang asal suara itu,"Mama!!" Rindu yang selama ini terpendam tertumpah sudah.Duka yang selama bergayut di
hati Shiha kini pecah dalam tangis dipelukan Mamanya,"Maafin Shiha Ma.Shiha sudah bikin malu keluarga.Bikin banyak orang kecewa.Maafin Shiha Ma.Shiha menyesal."
Sang Mama heran,"Mana pria itu?Kenapa kau hanya sendiri?" Shiha lalu menceritakan semuanya.Bagaimana Hazman ternyata tak jua memperkenalkannya pada orang tuanya.Mereka memang sangat kaya,lebih kaya dari keluarga Irwan saat itu.Namun apalah arti harta jika status hubungan terus 
digantung.Apa kata orang melihat mereka selalu bersama tanpa ada ikatan yang jelas.Semua itu menyiksanya.Akhirnya ia putuskan melepaskan Hazman dan kembali
ke Indonesia.Ia akan meminta maaf pada semua orang yang telah ia sakiti terutama
Irwan.
♥||Ku tlah sudah lelah untuk bisa meneruskan cinta yang tak bisa indah....
Sang Mama menceritakan bagaimana kini Irwan sudah jadi orang sukses,"Nak Irwan sudah jadi Boss besar Shiha.Boss Asian Group.Rumahnya besar sekali.Kemana2 selalu dikawal.Coba dulu kamu tidak kabur pasti sekarang kamu sudah jadi Nyonya Besar.Kau harus minta maaf pada dia Shiha.Syukur2 kamu bisa mengambil hatinya.Dia itu pria yang terbaik buat kamu.Apalagi sampai sekarang dia juga masih sendiri.Hanya....adiknya bunuh diri tak lama setelah pernikahan kalian kandas.Kasihan Jeng Idayu sampai memilih tinggal di Malaysia karena merasa bersalah."
Shiha kaget juga mendengarnya,"Rita bunuh diri Ma?Pasti Irwan sangat terguncang.
Aku tahu betapa dekatnya mereka.Kasihan Irwan.Shiha pasti akan minta maaf pada
Irwan Ma." .....Semuanya tak bisa indah....♥||
Orang yang mereka bicarakan kini tengah menatap gadis lain yang terus tertunduk saat mengantar kepergiannya dari Resto.
Evi tak berani menatap wajah Irwan,'Aku takut ia benar2 tak mengharapkan aku datang malam ini untuk masak di rumahnya.Galau banget nih.'
Irwan melihat Reza nampak berdiri di samping Evi,'Sepertinya benar mereka adalah kekasih.Tapi perjanjian tetap perjanjian.' Irwan masuk ke dalam mobil,melambaikan tangan pada semuanya.Mobilpun meninggalkan Rosalina Resto.Diikuti mobil lain yaitu mobil pengawal Irwan. Reza dan yang lainnya sudah masuk ke dalam Resto,tapi Evi masih berdiri termangu menatap jalan raya,'Sepertinya Irwan benar2 tak ingin aku ke rumahnya.' Tiba2 hpnya bunyi,Evi terpana melihat nama yang tertera di layar,"Irwan???" Evi segera mengangkatnya,"Hello?" Terdengar suara Irwan,"Jangan lupa makan malamku nanti ya.Yang enak.
Aku mau juice melon lagi.Sebuah mobil nanti akan menjemputmu jam 6 di RS.
Oh ya senyum dulu dong.Mukanya manyun terus." Evi heran kok Irwan tahu wajahnya manyun,"Sudah senyum kok sekarang." Irwan menjawab,"Bohong!Lihatlah di seberang jalan!"
Evi memandang ke seberang jalan,sebuah mobil mewah nampak berhenti di sana.
Jendela diturunkan dan wajah Irwan nampak disana tengah memegang hp
seperti ia sekarang.Senyum Evi langsung mengembang,"Anda bukannya sudah pergi
tadi?" Irwan juga tersenyum padanya,"Jalan ini kan milik umum,aku putar balik juga ga masalah.Yang penting kan aku bayar pajak.Nah senyum gitu dong.Nanti malam ya?
Aku mau makan malam yang lezat ala Chef Evi.Aku pergi oh ya boleh kudengar kau panggil namaku sekali saja.Sejak tadi kita ber-anda2 terus." Evi tersipu,"Aku pasti akan masak yang enak buatmu nanti,Irwan." Irwan melambaikan tangannya lalu menutup kaca mobilnya,"Sampai jumpa." Evi melambaikan tangan juga,"Sampai jumpa Irwan." Mobil mewah itu melaju pergi diiringi senyum Evi,'Aku pasti akan datang.Pasti!' Reza heran melihat Evi masih diluar,didekatinya pacarnya itu. Eh baru mau buka pintu,Evi dah balik badan dan masuk ke dalam dengan wajah ceria,tampak sangat bahagia,malah sambil bersenandung dia...weleh.
Reza,'Evi kenapa bisa ceria lagi ya?Tadi kayak kertas kucel.Sekarang kayak matahari terbit dari barat.Aneh deh.Niatku tuh mau menghibur dia.Kayaknya dah ga perlu lagi.Sudah ceria gitu.Dapat pencerahan kali diluar.Wah semangat bener kerjanya.Pasti ada yang bikin dia sehepi itu.Bakal aku tuang deh wajah cerianya di kanvas.Bagaimana ia membuka pintu resto dengan begitu cerianya.Ya akan kujadikan lukisan nanti.Ide bagus.'
Wajah seseorang melukiskan hatinya.Apa yang terpancar di wajah itu meluap dari
hati.Wah Irwan sampai puter balik hanya demi melihat Evi kembali ceria.
Shiha juga sudah kembali.Akankah Irwan menerima dia kembali?
***see you next eps***
•●• DEBU - DEBU JALANAN •●•CERBUNG X •●• Eps 12 •●• Bless Their Mother •●•Memberkati Ibu Mereka
•●• PerJALANAN.... Saya sedih banget kalau denger lagu ini.Ingat waktu mendiang ibu nyari
pinjeman uang buat biaya daftar ulang
kuliah saya.Ibu pergi ke Jakarta tapi nihil.Beliau cerita kalau beliau nangis di
kereta bayangin saya kecewa karena ga dapat pinjaman.Tapi Tuhan baik,saat ibu ke Jakarta,saya sudah dapat uangnya.
Dikirim langsung ke rumah gratis pula.Orangnya yang ngasih bilang gini,"Tiba2 toko saya laris banget lain dari biasanya.Sampai saya heran lalu saya dengar kamu butuh uang,hati saya langsung digerakkan untuk berbagi rejeki.Ini dari Tuhan buat kamu.Ga usah diganti.Pakai saja."
Kalian tahu saat saya buka jumlahnya pas dengan jumlah uang yang saya butuhkan.
Sejak itu saya makin sayang sama Tuhan.Ibu saja sampai heran dan bersyukur sekali.
Malah curhat.Nah dieps kali ini saya akan bawa pembaca melihat bahwa menunggui
pasien di RS itu ga mudah dan ga nyaman banget.Bayangin aja kalau dapat kelas satu masih mending tapi kalau di bangsal wah harus jaga kondisi juga.Buat yang kerja di RS pasti ngerti deh.Oke tak perlu bergerbong2 prakata lagunya,ini dia sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Franky dan Jane ,*Perjalanan*.Jangan nangis ya bacanya.
■□■□▲---Dengan kereta malam kupulang sendiri.... Pasti beberapa pembaca ada yang heran kenapa Irwan sampai puter balik 
kemarin.Nih saya kasih kronologi berita acaranya.Weleh....Baru beberapa ratus meter mobil melaju,Irwan teringat sesuatu.Pas pula mereka di bangjo.Merah lagi.Namanya juga di persimpangan.Irwan berkata pada Adi,"Di aku masih ada urusan.Kamu langsung
balik kantor ya.Aku akan naik mobil bodyguard aja." Adi yang lagi kepo mania heran,"Mau kemana Wan?Makin lama kamu makin 
membuatku penuh tanda tanya deh." Irwan tersenyum,"Ke makam Rita.Kamu mau nemeni?" Adi menggeleng pelan,"Wah aku kalau ke sana bawaannya nangis deh Wan.Kamu sendiri aja deh.Ga tahan aku.Ga tahan lihat kamu maksude."
Irwan sudah hafal Adi bakal ga mau,memang sih ia selalu lama di sana.Pakai acara curhat pula.Weleh...
Toto langsung menepikan mobil,tapi Adi mencegahnya turun,"Aku aja yang naik 
mobil belakang.Kamu tetep aja disini.Jangan kelamaan di makam lho ya ntar 
kesambet gawat dong." Irwan tersenyum,"Makasih ya Di.Jangan lupa berkas kontraknya taruh di meja aku." Adi turun,"Nggih Pak CEO..."
Adi lalu naik mobil yang di belakang,tukeran dengan seorang pengawal yang 
pindah ke mobil Irwan duduk di depan bantu Toto ngawal Irwan.Mobil yang dinaiki Adi lurus menuju ke kantor pusat Asian Group sedangkan mobil Irwan puter balik menuju makam Rita,adiknya Irwan.Pisah deh....sendiri2.
■□■□ Mengikuti rasa rindu.... Mendekati Resto Irwan melihat Evi masih berdiri di depan pintu masuk.Ia minta
ToTo menepi,"Toto tolong menepi dulu!" Toto tahu pasti Bossnya mau berhenti di seberang Resto Rosalina,"Ya Boss!" Irwan heran juga melihat muka Evi yang manyun,'Kok Evi belum masuk ke dalam ya?Wajahnya ditekuk lagi.Wah kalo dia badmood ntar masakannya ga joss gandhoz dong.Aha...aku bikin dia senyum ah...'
Irwan mengambil hpnya dan selanjutnya sudah pada tahu kan.Irwan menurunkan kaca jendelanya.Melihat senyum mengembang di wajah Evi,Irwan jadi makin kangen dengan adiknya,'Tiap kali Evi manggil namaku,aku merasa seperti Rita sedang memanggilku.Makin kangen deh sama dia.'
Usai mengembalikan mood chef barunya,mobil Irwan melaju menuju makam Rita.
■□■□ Pada kampung halamanku Pada Ayah yang menunggu.... Makam Rita bersebelahan dengan makam ayahnya.Jadi bisa dua sekaligus ziarahnya.Irwan turun dari mobil dikawal oleh Toto.Sedang bodyguard satunya berjaga dekat mobil.Toto sudah hafal kebiasaan Bossnya itu.Ga mau diganggu kalau pas di makam.
Maka ia menjaga privasi dengan berjaga agak jauh.Irwan memandang kedua makam itu,meski dibuat sangat indah namun tetap saja sedih melihatnya.Diletakkannya seikat bunga di atas masing2 nisan.Ia lalu duduk ditepi makam Rita sambil memandang makam ayahnya.
Irwan berkaca2,'Berapa kalipun aku kesini bawaannya selalu nangis.Ayah jagai Rita ya.Hibur dia.Rita,kamu jangan sedih ya?Kan sudah ada Ayah yang menemani.Oh iya kakak bawain bunga nih.Bunga berwarna putih kesukaan kamu.Ini juga bunga buat Ayah.Warna kuning.Aku kangen kalian....'
Irwan mulai curhat,'Ayah tahu Asian Group makin berkembang.Karyawan kita semakin banyak.Ayah bangga kan?'
Toto jadi ikutan sedih tiap nganter Irwan ziarah,'Wah...Boss bikin sedih saja.
Aku jadi ibu aku yang sudah tiada setahun yang lalu.Boss baik banget deh datang
juga ke prosesi pemakaman.Wah gila sampai penduduk kampung pada gumun,lha 
lihat mobil mewah jejer2.Udah gitu dibayari semua mulai dari peti,makam,
semuanya.Boss Irwan memang dermawan.Aku bakal setia sama Boss.' □■□■ Pada ibu yang mengasihiku.... Irwan menceritakan soal Evi,'Kakak punya chef baru,namanya Evi.Kasihan sekali adiknya alami kecelakaan hingga seluruh tubuhnya ditopang dengan alat.Melihatnya kakak jadi inget kamu Rita.Oh ya ibunya Evi namanya juga Rita lho.Kok bisa ya.Orangnya baik dan ramah.Keibuan jelaslah.Beda dengan Mama...pokoknya.Habis ini aku akan ke RS.Aku kangen dengan Bunda Rita.He..he..dah manggil Bunda aja...iya soalnya rasanya tuh nyaman gitu deket Bunda Rita.'
Bener usai dari makam,Irwan mampir cari oleh2 lalu menuju RS dimana Rizky 
dirawat.
■□■□ Duduk di hadapanku seorang ibu.... Kala sampai di ruangan Rizky,Bunda Rita tampak sedang duduk termenung,"Selamat sore Bunda Rita."
Wah kaget nian Rita Sugiarto,"Eh...nak Irwan."
Irwan menyalaminya,"Ini saya bawa sedikit oleh2 buat Bunda Rita.Makanan." Bunda Rita pekewuh,"Repot2 nih Nak Irwan.Terima kasih.Evinya kerja Nak Irwan." Irwan mendekati Rizky,"Saya sudah tahu Bunda.Gpp ya saya panggil Bunda?" Rita Sugiarto terharu,"Gpp.Malah seneng.Ini ada minuman kemasan dan roti.
Maaf adanya cuma ini." Irwan memandang Rizky,"Sudah Bunda.Saya sudah makan tadi.Bunda sudah makan?"
Bunda Rita sebenarnya belum makan namun ngeles dia,"Ga selera Nak." Irwan mendekatinya,"Bunda sendirian terus ya kalau Evi kerja?" Bunda Rita mengangguk,"Iya.Saudara2 ibu merantau semua.Lagian sudah punya keluarga masing2."
Irwan melihat Bunda Rita membuka makanan yang ia bawakan,"Wah roti lapis legit.Ini kesukaan saya.Tahu saja Nak Irwan."
Irwan tersenyum kala melihat Bunda Rita memakannya,"Bunda suka?Bagus deh.
Lapis legit itu mengenyangkan.Tapi saya sudah kenyang.Buat Bunda saja."
Irwan bertanya soal Rizky,"Bagaimana perkembangan Rizky Bunda?" Rita Sugiarto nampak sendu mukanya,"Ibu tidak tahu sampai kapan Rizky bisa sadar."
■□■□ Dengan wajah sendu...sendu kelabu... Irwan melihat wajah Bunda Rita agak pucat,"Bunda ga enak badan ya?Wajahnya agak pucat?"
Rita belum sempat jawab eh penunggu pasien di sebelah nimbrung,"Meriang itu biasa Nak buat yang nungguin pasien.Lha tidurnya di bawah cuma beralas tikar,dingin lagi.Wah Jeng Rita kedatangan calon mantu ya?Ganteng tenan."
Irwan jadi tersipu.Rita menjawab,"Jeng ini bisa saja.Iya nih agak meriang Nak Irwan.Apalagi akhir2 ini udaranya dingin." Irwan jadi iba,"Bunda kelelahan ya.." Kebetulan dokternya datang,Irwanpun bertanya padanya,"Dok,berbahaya tidak kalau pasien dipindah ruangannya?" Dokter menjawab,"Pasien sudah lebih stabil.Selama peralatannya sama ga masalah.Memang ingin pindah ruangan mana?" Irwan menjawab,"Ke ruangan yang kayak rumah sendiri.Saya lihat di depan ada itu ruangan VVip.Biar lebih nyaman keluarga yang menunggu Dok." Dokter menjawab,"Wah bisa itu.Bisa sekali.Tapi disana jelas lebih mahal lho." Bunda Rita mendekati Irwan,"Nak Irwan gpp disini saja.Bunda sudah berterima kasih
banget dah dibantu biaya tiap minggunya.Ini saja sudah bingung mau balasnya gimana."
Irwan malah menjawab,"Disini kurang nyaman Bunda.Kasihan."
Irwan lalu bertanya lagi pada dokter,"Apakah ada perawat pendamping juga di ruangan VVip Dok?"
Dokter nenjawab,"Tentu saja.Keluarga pasien akan lebih nyaman disana.Ada terasnya,kamar buat istirahat,kamar mandi pribadi.Disekitarnya juga taman.Sudah kayak rumah sendiri pokoknya.Tapi ya itu costnya jelas mahal."
Irwan menjawab,"Soal biaya tidak masalah.Yang penting ada perawat pendamping 
jadi pihak keluarga tidak sendirian.Tapi benar pasien aman dipindah Dok?" Dokter menjawab,"Saya akan pastikan dari dokter2 lainnya.Disini ada beberapa dokter.Nanti saya akan kabari lebih lanjut." Irwan setuju,"Iya Dok.Jika semua dokter mengijinkan saya akan ambil fasilitas VVip
itu.Ga masalah dengan biayanya." Bunda Rita menatap haru pada Irwan. □■□■ Penuh rasa haru ia menatapku Penuh rasa haru ia menatapku Seakan ingin memeluk diriku....
Rita Sugiarto terharu menatap Irwan,'Nak Irwan baik banget orangnya.Perhatian dan sangat dermawan.Begitu pedulinya sampai ke hal2 yang detil.Tahu saja kesusahan orang,hatinya lembut banget.Coba Evi belum punya Nak Reza ...Aku restu tenan Evi dapat 
Nak Irwan.' Yang dipandangi malah sibuk sama dokter bahas berbagai fasilitas di pavilyun Vvip. Semua team dokter yang menangani Rizky menyatakan tidak masalah jika dipindah.
Apalagi pindahnya ke area yang jauh lebih bagus standarnya.Proses pindahpun dimulai.Toto juga ikut mambantu membawa barang2.Rita terpana saat melihat
betapa bagusnya fasilitas pavilyun VVip.Tak henti2nya ia berterima kasih pada Irwan,"Bagaimana Ibu bisa membalasnya Nak?Ini bagus banget.Malah lebih bagus
dari rumah Ibu sendiri.Ibu ga tahu harus ngomong apa."
Irwan melihat area pavilyun,"Kalau disini kan Bunda jadi lebih nyaman.Ada tempat tidur buat istirahat.Ada teras.Ada taman pula.Kamar mandi sendiri.Tak perlu antri.Tidak terkena udara malam.Dan pasti lebih nyaman juga ada perawat pendamping.Bunda tak perlu
cemas dan punya teman ngobrol." Dokter membawa seorang perawat mendekat,"Ini perawat pendampingnya.Silakan berkenalan." Perawatnya manis menyalami Rita Sugiarto,"Nama saya Lesti." Rita Sugiarto makin terharu kala menyalami perawatnya.Saat Rita sedang menunjukkan Rizky pada Lesti,hp Irwan bunyi.Irwan agak menjauh menuju teras,"Ya Di?"
Adi :"Wan,jam 4 sore meeting Tinjauan Manajemen.Jangan lupa ya.Cepet balik ke kantor.Jangan jalan2 terus." Irwan menepuk jidatnya,"Astaga,hampir aku lupa Di!Thanks ya diingetin.Iya aku balik sekarang."
Irwanpun menemui Rita Sugiarto,"Maaf Bunda.Saya harus kembali ke kantor.Mengenai administrasinya sudah saya urus.Bunda sekarang ada temannya.Saya permisi dulu yach.
Dah Rizky." Perawatnya mengangguk hormat.
Rita Sugiarto mengantar Irwan ke depan,"Makasih banyak ya Nak Irwan." Saking terharunya sampai ia menangis dipelukan Irwan,"Sama2 Bunda." Wah pas Irwan dah pergipun ia masih termangu tak percaya.Kayak Evi ya?He..he... □■□■ Ia lalu bercerita tentang anak gadisnya yang telah tiada Sementara itu di Malaysia,Mamanya Irwan,Mas Idayu kangen sama putranya.
Sejak Rita meninggal,Irwan tak pernah bicara lagi dengannya.Hatinya sedih sehingga memutuskan tinggal di Malaysia bersama kerabatnya.Disanalah ia bertemu dengan orang yang menasehatinya agar kembali ke Indonesia.Akhirnya Idayu memutuskan akan kembali ke Indonesia untuk meraih hati putranya lagi.
■□■□Karena sakit dan tak terobati Yang wajahnya mirip denganku.... Orang itu menasehati,"Apalah arti harta jika kau kehilangan keluargamu.Kembalilah dan minta maaflah pada anakmu.Berubahlah menjadi manusia yang lebih menghargai keluargamu.Merekalah hartamu yang sesungguhnya."
Idayupun bergegas memesan tiket pulang.Ia kangen banget dengan Irwan,"Mami akan pulang Irwan.Mami harap kau mau memaafkan Mamimu ini.Berikan Mami kesempatan
ya Sayang.Terserah deh kamu mau nikah sama siapa yang penting kamu bahagia.Mami ikut bahagia juga.Mami dah ga mau maksa2 lagi.Mami kangen kamu Irwan.." Wah akankah Irwan memaafkan Mamanya?Bagaimana pula reaksi Evi kala tahu
adiknya pindah ke ruangan Vvip?***see you next eps***










Tidak ada komentar:

Posting Komentar