¤♡ TABIR KEPALSUAN ♥¤¤♥ Eps 161 ♡¤
¤♡ The Price of Victory = Harga Kemenangan ♥¤
¤¤¤
Kasusnya begini→Ada seorang ibu yang mempunyai 8 anak.3 diantaranya bisu,1 diantaranya cacat mental,2 diantaranya tuli dan....weleh masih dan...si ibu sedang hamil padahal mengidap sifilis.
Tahu sifilis kan?Penyakit kelamin yang menular.Dokter menyarankan agar anak yang dikandungnya digugurkan saja sebab kemungkinan besar bakal cacat seperti kakak2nya bila nekad dilahirkan.Hayo kalau Anda jadi wanita itu mana yang Anda pilih?Apa hidupnya masih kurang malang?Jika Anda mengikuti saran dokter,saya beritahu Anda telah membunuh seorang komposer terbesar yang pernah ada yang bernama Beethoven.Beethoven telah menciptakan 9 symponi,10 soneta untuk piano dan biola dan masih banyak lagi karyanya.Semua karena apa?Seorang ibu yang tak peduli dengan nyawanya asal anaknya lahir dengan selamat ke dunia.Meski dokter berprediksi buruk sekalipun,meski kondisinya juga sudah buruk sekalipun,meski harapan ke depan sepertinya suram sekalipun namun ia tetap memilih melahirkan putranya.Dan pengorbanannya melahirkan SEORANG LEGENDA MUSIK TERBESAR YANG PERNAH ADA.SEORANG BEETHOVEN.
Apakah kita perlu melihat hal yang baik dulu baru berharap?Apakah kita perlu tanda
yang besar baru melangkah?Melakukan hal yang baik memang memerlukan harga
yang harus dibayar.Terkadang kita tak dihargai seperti harapan kita,kadang hal
yang baik juga tak kunjung tiba,kadang harapan seperti pudar dan lenyap entah
kemana.Teruslah berharap bahwa hal yang baik akan tiba,mungkin kita tinggal
selangkah saja sampai pada tempat impian kita.Pada tujuan kita.Tetap maju dan jangan berhenti berharap.Siapa tahu dari hidup kita lahir orang2 besar seperti Beethoven,
Thomas Alfa Edison,Albert Einstein,dll.Tak ada yang tahu.Jadi jangan pandang
remeh apapun yang kita lakukan demi kebaikan orang lain.Just never give up!
Masih ingat saat Evi ingin berpuasa buat suaminya,Irwan tapi tak bisa?Irwan dengan senang hati rela menggantikannya.Tahukah Irwan bahwa hal itu akan berguna baginya nanti?Penasaran?Yuk lihat Irwan dulu.Wah honey moon nya dah selesai belum yach?Penulisnya julit.
♥ Kamar utama Kediaman Sutedja♥
Irwan memakai kemejanya sambil memandang Evi yang masih pulas.Ia tersenyum melihat isterinya dan mencium pipinya,"I love you Evi ".
Usai memakai sepatu dan jasnya iapun mendekati Evan,"Papa pergi dulu.Jaga Mama ya?"
Evan malah ketawa kecil.Baru melangkah ke arah pintu,sebuah suara menghentikannya,"Kau lupa sesuatu sayang.."
Irwan menoleh ke arah tempat tidur,"Kau sudah bangun rupanya..."
Evi merentangkan tangannya sambil masih berbaring di tempat tidur,"Ayo kemarilah!"
Irwanpun melangkah mendekati isterinya dan memeluknya,"Aku mencintaimu Evi sayang.Jaga anak kita.Baik2 di rumah ya?Kalau masih kangen telpon saja he..he.."
Evi memejamkan mata seraya memeluk mesra suaminya,"Jangan malam2 ya pulangnya?Aku juga mencintaimu,Irwan.Semoga Tuhan menjagamu dengan anugerah-Nya seperti perisai."
Irwan lalu melangkah keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga.Di sana ada
Inul dan Danang tampak sedang bercakap2.
Danang yang menyikut mamanya,"Ma lihat siapa yang baru bangun!"
Inul tersenyum,"Tumben siang Irwan?"
Danang yang nyeletuk,"Habis lembur tuh Ma,he..he.."
Irwan cuma senyum,"Kakak godain aku ya?Awas nanti kalau kakak sudah punya isteri,akan aku balas nanti!"
Adi tiba2 datang,"Wah Bossbro mobilnya sudah siap.Apa mau sarapan dulu?"
Danang nyeletuk lagi,"Sudah sarapan tuh dia,iya nggak Wan?"
Irwan melirik kakaknya,"Kakak...Ma,kak Danang godain terus nih!"
Inul terkekeh,"Habis kamu itu culun sih Sayang jadi asyik digodain.He..he.."
Irwan cuma minum juice,"Aku pergi aja ah daripada digodain terus.Ma,Irwan ke
kantor dulu yach?"
Irwan mendapat pelukan hangat dari Inul,"Sukses ya Sayang."
Danang juga menepuk bahu adiknya,"Sukses bikin adik buat Evan ya he..he.."
Irwan jadi tersipu dan segera melangkah diiringi tawa oleh yang lain.Dasar pada julit semua.
Baru mau masuk ke mobil,Aty tergopoh2 mendekatinya,"Boss Muda tunggu!"
Irwan menahan langkahnya,"Iya kak Aty..Ada apa?"
Aty menyodorkan tempat makan,"Ini buat sarapan di kantor.Pesan dari Nyonya Muda.He..he.."
Irwan tersenyum menerimanya,"Makasih kak Aty.Bilang sama Nyonya Muda jangan
lupa makan yang banyak ya..."
Aty langsung hormat,"Siap Boss Muda.Pasti Aty sampaikan."
Irwanpun masuk ke dalam mobilnya,"Pergi dulu kak Aty.Titip Nyonya Muda
dan Evan yach?"
Aty menjawab sambil melambaikan tangan,"Siap Boss Muda.Tenang saja!"
Mobilpun melaju siap meninggalkan kediaman Sutedja,para satpam tentu saja memberi hormat pada Bossnya.Irwan melambai pada mereka.Gerbangpun dibuka,"Selamat jalan Pak Irwan!!"
Irwan memakai sopir hari itu.Sopir sekaligus bodyguard he..he..
Didalam mobil Irwan melihat apa yang dibawakan Evi untuknya,'Evi...Evi...tahu saja
aku lapar.Nanti aku makan di kantor.Untung aku punya ruangan sendiri spesial
buat acara makan.Perhatian sekali isteriku ini.Bikin makin cinta saja.'
Irwan lalu menelpon isterinya,"Halo sayang...Makasih ya buat sarapannya..."
Evi malah godain,"Sarapan yang mana?"
Irwan tersenyum,"Dua2nya...kamu perhatian banget sih sama aku?"
Evi tersipu,"Kan aku isterimu,wajar dong...lagian aku ingin kamu selalu sehat dan
bahagia.Kalau kamu sehat aku juga sehat.Kamu bahagia aku juga bahagia.Kita kan satu."
Irwan mendengar Evan menangis,"Ya udah si kecil kita nangis tuh mau diperhatiin Mamanya.Dah dulu yach.Love you sayang.."
Evi membalasnya,"Dah Papanya Evan...love you too."
Irwan senyum2 sendiri sambil memandang hpnya,wallpapernya foto Evi tengah menggendong Evan sambil bersandar padanya.How sweet....
Kita tinggalin Irwan yang lagi kasmaran sama isterinya sendiri weleh...sekarang kita
menuju ke Benigno dan Ika.Kantor Benigno sudah pindah ke Kantor Pusat.Jadi kita
menuju ke Head Office Sutedja Bussiness Enterprise.Let's go!
¤¤¤ Vice President Office....
Benigno mondar-mandir di dekat meja.
Ika,"Pak Benigno,Wakil Presiden Direktur yang terhormat,bisakah tidak membuat sekretaris Anda ini pusing?"
Benigno malah duduk,"Ayolah Ika!Kamu ikut ya?Please...please..."
Ika mengernyitkan dahinya,"Ikut ke mana?Pulang ke rumah kamu gitu?Kan belum nikah.Gimana sih?"
Benigno menekan off layar monitor komputer Ika,"Berhenti nyuekin aku dong sayang...Lihat aku!"
Ika pun memandang pria tampan di hadapannya dengan mata indahnya,"Sudah.
Sekarang mau ngomong apa?"
Benigno malah senyum2 sendiri,"Kamu makin lama makin cantik ya?He..he...Apalagi pakai pakaian itu..."
Ika tersenyum.Ia memang memakai pakaian mendiang isteri Benigno jadi ga heran
jika Benigno muyek sejak tadi,'Apa pakaian ini punya magic ya?Benigno nempel
terus kalau aku pakai pakaian pemberian mendiang isterinya.Aneh...'
Ika menghidupkan lagi monitornya.Benigno sewot,"Kok dihidupin lagi?Aku kan
belum selesai ngomongnya."
Ika tersenyum,"Oh belum selesai to?Baik..ayo lanjutkan!"
Ika kembali memandang dengan matanya yang indah,Benigno jadi salting.
Benigno meraih tangan sekretaris sekaligus kekasih hatinya itu,"Sayang,ikut aku ke pameran yach?Aku bete kalo kamu ga disisiku.Ikut ya?"
Ika memandang wajah tampan dihadapannya,"Bukannya untuk masuk harus daftar dulu?Apa bisa mendaftar dadakan?"
Benigno lega,"Itu mah gampang.Yang ngadain kan kolega bisnis kita.Aku kenal orangnya.Itu gampang.Tenang saja.Yang penting kamu harus selalu disamping aku."
Ika menatap ke arah tangan mereka yang bersentuhan,"Tapi aku ga paham mesin dan sejenisnya...Apa ga malu2in nanti?"
Benigno malah mencium jemari Ika,"Kau kira aku paham?Kita kan didampingi team engineering.Tenang saja,kamu cukup paham satu hal."
Ika kepo,"Apa itu?"
Benigno tersenyum menggoda,"Memahamiku he..he.."
Ika merona pipinya,"Dasar....Kirain apaan."
Benigno ceria sekali Ika mau ikut,"Yess!Akhirnya aku akan bisa bikin Irwan iri sama aku.Yess!"
Ika heran,"Kok bisa?"
Benigno tersenyum gembira sambil melihat ke luar,"Irwan kan sendirian,ga mungkin
ngajak Evi.He..he..sekali2 dia lihat gimana rasanya lihat orang lain bermesraan.
He..he.."
Ika manyun,"Oh...dasar pamannya juga julit.Rupanya ada udang di balik bakwan.
Hemmm"
Benarkah Irwan akan iri nanti melihat kemesraan Benigno dan Ika?Kita lihat Irwan yang sudah sampai di kantornya di lantai 1.Ga usah naik lift lagi.
☆ Kantor Presdir....
Albi membawakan semua bawaan Irwan kecuali tasnya.Irwan terbiasa membawa
sendiri tasnya.Albi menaruh bekal Irwan di ruangan khusus.Ia hafal dengan kebiasaan Bossnya itu,'Wah Bu Presdir bawain bekal.Pasti tadi ga sempat makan.Waduh...habis ngapain ya?Kepo...'
Irwan meletakkan jasnya di gantungan,"Albi,kemarin kayaknya ada daftar dokumen yang akan dimusnahkan ya?Rekomendasi dari Quality Assurance sudah dilampirkan belum sekarang?"
Albi segera mendekat,"Sudah Pak.Itu filenya yang map kuning.Oh ya Pak,soal E-filling data ada perubahan no kode departemen.Itu berita acaranya di map biru.Pihak IT melihat perlunya penambahan angka 9 di tiap kode departemen yang sudah berlaku.Bapak silakan lihat alasannya,ada semua di berkasnya."
Irwan melihatnya,"Bentrok dengan data di program ya?Baiklah.Kalau sosialisasi
sistem sudah sampai tahap apa sekarang?Ada kendala ga di lapangan?"
Albi menunjuk map warna merah,"Ini Pak.Ada laporan dari anak perusahaan,
sepertinya perlu disosialisasikan lagi deh Pak.Masih ada kerancuan di bawah."
Irwan manggut2 membaca isi berkas di map merah,"Kurasa kamu benar.Mengenai HUT perusahaan mana proposalnya?"
Albi menuju mejanya dan mengambil map warna hijau,"Ini Pak.Tema,susunan acara serta perhitungan dananya semua ada di sini."
Irwan menerimanya,"Apa ada lagi yang ingin kamu laporkan?"
Albi menunjuk ke map putih,"Pak,mengenai Meetnas.Topik yang akan diangkat adalah masalah karakter yang kuat.Jadi saya sudah siapkan semua materinya.Mungkin Bapak membutuhkan referensi."
Irwan melangkah mendekati ruang khusus untuk makan,"Terima kasih Albi.Saya lapar.Saya mau makan dulu.Tahan semua telpon untuk saya ya."
Albi mengangguk,"Siap Pak.Selamat makan."
Irwan menghentikan langkah Albi,"Eitt!Tunggu Albi,ini ada prastel buat kamu.Biasa isteriku pasti bawain sesuatu juga buat kamu.Ayo ambil!"
Albi terharu,"Terima kasih ya Pak.Tolong sampaikan terima kasih saya juga buat Bu Presdir.Masih ingat saja sama saya he..he.."
Irwan tersenyum,"Tentu ingatlah Albi.Saya makan dulu."
Albipun meninggalkan Irwan yang asyik dengan makanannya.Evi ternyata perhatian
juga dengan anak buah Irwan.***see you next eps***
Eps 162 TABIR KEPALSUAN
:::: TABIR KEPALSUAN EPS 162 :::: The Two Men:::: Dua Pria
Ada seorang pria yang mendapat info bahwa ada sebidang lahan yang punya hasil tambang di dalamnya.Iapun membeli lahan itu dan mulai melakukan penggalian.
Alat berat dan perkakas lain juga ia beli.Namun tak ada hasil.Ia sudah banyak keluar modal namun tetap saja nihil.Akhirnya di sebuah titik ia memutuskan berhenti menggali.
Ia memilih menjual semuanya pada pria kedua.Pria kedua lalu meneruskan penggalian dari titik yang ditinggalkan.Baru selangkah saja menggali,ia sudah menemukan hasil tambangnya berupa emas dan logam mulia lainnya.
Wah ia senang sekali dan menjadi sangat kaya.Melihat kesuksesan pria kedua,
menyesallah pria pertama dengan ketidaktekunannya menggali padahal hanya tinggal selangkah saja ia sudah akan berhasil.Namun semua sudah terjadi,ia hanya bisa gigit jari.Hidup memang seperti itu.Kadang kita berharap dan berusaha dengan segala
cara bahkan sudah bayar harga juga banting tulang namun kenapa hasilnya masih nihil.Doapun demikian,kita sudah sujud,puasa,bahkan sampai bernazar namun tetap
seperti membentur tembok.Seperti mengayun kapak ke sebuah batang pohon yang sangat besar,entah sudah berapa kali kapak diayunkan tapi pohonnya ga tumbang2.Ingatlah,jangan berhenti!Karena bisa saja sebenarnya hanya tinggal selangkah saja,hanya tinggalsedikit lagi pohon itu roboh,doa itu terjawab atau kesuksesan itu kita raih.Teruslah maju ,abaikan cemooh dari sekitarmu,kuatkan hatimu dan pantang menyerah.Jika kau tak bisa berlari karena sudah lelah bahkan sangat lelah lahir batin,berjalanlah.Yang penting tetap maju ke depan.Jika berjalanpun sudah payah,merangkaklah.Yang penting tetap maju ke depan.Go go power rangers!!Weleh....Tadi bahas dua pria ya,sekarang kita lihat juga dua pria yang paling dinanti di cerbung pertama saya ini.Paman dan keponakannya.Tahu kan siapa?Yuk ikuti mereka menuju pameran penuh wanita penggoda!
Irwan melihat beberapa dokumen,"Albi,kemari sebentar!"
Albi segera mendekat,"Ya Pak Irwan?"
Irwan menyerahkan beberapa dokumen yang sudah ia acc,"Saya lihat banyak sekali
laporan yang langsung masuk ke saya.Tolong panggil Pak Ben,suruh menghadap saya sekarang."
Albi segera melakukan perintah Bossnya itu,"Baik Pak!Permisi."
Sambil menunggu pamannya tiba,Irwan menelpon Evi,kangen dia,"Halo sayangku...
Sudah makan?"
Evi yang sedang makan menjawab,"Ini baru makan.Laper banget bawaannya sejak
punya Evan.Kalau aku jadi gendut gimana?"
Irwan tersenyum dan malah membayangkan yang lain,"Wah pasti kamu sangat cantik,sayang....he..he..."
Evi heran,"Kok bisa?Perutku jadi gendut masak cantik?Yang bener aja."
Irwan senyum2 sendiri,"Soalnya kamu gendut karena perut kamu isinya buah hati
kita yang kedua...he..he.."
Evi jadi tersipu,"Dasar Irwan....Evan kan belum ada setahun.Masak sudah
dikasih dede?"
Irwan berputar di kursinya,"Kalau memang Tuhan ngasih,aku akan dengan senang hati menerimanya.Kamu tahu mitos ga bahwa orang hamil itu membawa keberuntungan?"
Evi heran,"Masak?Baru kali ini aku denger."
Irwan menyandarkan punggungnya,"Kamu ingat kan sayang,waktu kamu hamil Evan,perusahaan ga jadi bangkrut.Aku juga kembali dengan selamat.Bukankah itu
sebuah keberuntungan?"
Evi malah jadi teringat saat jauh dari Irwan dulu,"Kalau nanti aku hamil lagi,aku ga
mau ditinggal lagi kayak dulu.Aku ga mau berpisah dari kamu lagi.Ga mau!"
Irwan malah jadi panik,"Hey...hey...sayang kok malah nangis sih?Aduh...kamu cinta
banget ya sama suamimu ini?Sampai segitunya bapernya."
Evi manyun,"Irwan julit ah...ngeselin!"
Irwan tertawa,"Ngeselin apa ngangenin?"
Evi pura2 ngambek,"Ngeselin..."
Irwan malah menggodanya,"Bener ngeselin?Kayaknya tadi pagi ga gitu deh.Kayak
kangen banget gitu..."
Evi tersipu,"Iihhhh....kamu yang mulai dulu."
Irwan jawab,"Kamu yang ketagihan...hayo!"
Evi malu,"Iya..iya...kamu ngangenin...dasar Presdir Irwan Sutedja emang maunya
menang sendiri!"
Irwan terkekeh,"Siapa suruh datang Jakarta?He..he.."
Evi malah menerawang,"Iya ya...kalau aku ga datang ke Jakarta mungkin kita ga seperti ini.
Aku jadi kangen lagi sama kamu..."
Irwan sumringah,"Akhirnya ngaku juga...Bilang kangen saja susah bingit nih Nyonya Irwan Sutedja.Tenang saja suamimu ini siap kapanpun juga.He..he.."
Evi merona mukanya,"Udah kerja dulu.Bahas itu ntar aja kalau sudah sampai rumah lagi.Apa pagi tadi masih kurang ya?Bahas itu terus."
Irwan membelakangi mejanya,"Masih kurang....mau lagi...ntar malam lho...Berapa ronde ya enaknya?"
Benigno masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi,Irwan masih asyik teleponan.
Evi sudah selesai makan,"Emang mau tinju pakai ronde segala?"
Irwan terkekeh lalu memutar kursinya,"Wah...Om Ben sudah datang nih.Salam buat Evan ya sayang....rondenya ntar malam ya.Bye love you."
Benigno bertanya,"Evi mau bikin wedang ronde Wan?Bagi2 dong!"
Irwan malah mencereng,"Wedang ronde?Bagi2?Ga!Ini ronde khusus buat Irwan seorang.
Ga akan pernah dibagi dengan siapapun juga selamanya!"
Benigno jadi heran,"Wah wedang ronde spesial ya?Aku juga mau Ika buatin ah buat aku...emang seistimewa apa sih wedang ronde.Sampai segitunya?"
Irwan malah tersenyum,"Pokoknya sangat nikmat...Ah Om mana ngerti he..he..o ya
Om Ben,gimana kalau urusan operasional perusahaan bermuara ke Om.Jadi saya punya rencana gini,urusan intern baik operasional produksi/fabrikasi dan supporting kita adakan pertemuan khusus namanya Technical Meeting.Disitu kita akan bahas semuanya.Tapi yang memimpin jalannya rapat Om Ben,Irwan akan hadir jika memang sangat penting.Bagaimana menurut Om?Efektif ga?"
Benigno manggut2,"Ide bagus sih Wan.Menyatukan visi misi memang harus dilakukan.Bagaimana kalau hari Senin saja meetingnya?Jadi seminggu kemudian kebijakan2 yang diambil langsung bisa diterapkan."
Gantian Irwan yang manggut2,"Betul juga...Saya setuju!Ada lagi masukan Om?"
Benigno melihat jam,"Wan kapan kita ke pameran?Sudah siang nih."
Irwan menepuk jidatnya,"Astaga!Saya lupa Om!"
Benigno berdiri,"Keasyikan kangen2an sama Evi sih...makanya lupa segalanya.
Jangankan pameran,makan siangpun kayaknya juga lupa nih."
Irwan terpana,"Oh iya...sampai lupa juga.Weleh...apa yang aku ingat2 ya?"
Benigno tersenyum,"Pasti yang dirumah nih...Tanyalah dunia apa itu cinta!
Om panggil Ika dulu ya....emang cuma kamu Wan yang bisa mesra?"
Irwanpun bersiap pergi ke pameran.
Erna mulai gelisah,"Tante,jangan2 mereka ga datang.Pergi ke luar negeri mungkin?"
Titik tersenyum,"Mereka pasti datang.Kamu sabar saja."
Erna heran,"Tante yakin banget."
Titik tertawa,"Jelas yakin dong.Tadi Tante sempat lihat nama mereka ada di daftar regristrasi.Lihat itu!"
Erna melihat ke arah pintu masuk nampak Benigno dan Ika berjalan beriringan paling depan.
Erna celingukan,"Wah itu mereka.Tapi mana milyarder Irwannya?"
Irwan tampak asyik bicara dengan salah satu engineeringnya.Erna agak kesal soalnya Irwan ketutup oleh Benigno dan Ika yang nampak mesra gandengan tangan.
Erna,"Dua orang depan itu ngapain sih selalu didepan Irwan Sutedja?Ngeselin banget sih!
Si ganteng Irwan kan jadi ga bisa lihat aku.Tante segera gaet tuh pangeran hati Tante.
Biar ga ganggu mangsa aku."
Titik sendiri juga sedang kesal,"Siapa sih cewek yang digandeng Tuan Benigno itu?
Mesra amat gandengnya.Bikin bete aja lihatnya!"
Tahu kenapa Benigno dan Ika begitu?
Benigno senyum2 dalam hati sambil gandeng Ika,'Lihat aku gandengan sama Ika gini pasti bikin Irwan iri deh....Makanya aku sengaja jalan depan dia.He..he..'
Ika sih seneng2 aja digandeng mesra malah kadang dipeluk pinggangnya.
Ika menahan rona merah di pipinya,'Bensay ini tumben pamer kemesraan gini.
Serasa sudah jadi Nyonya Benigno deh.Dasar julit nih Bensay....'
Yang dijuliti malah mesam-mesem lihat tingkah Omnya,'Om pamer kemesraan ya?
Baru gitu Om.Aku sudah lebih mesra lagi tadi pagi he...he....'
Titik pura2 menjatuhkan brosur yang ia bawa saat Benigno mendekat.Namun yang mengambilkan malah Ika.Benigno malah terpukau melihat demo sebuah mesin bubut,"Wah itu keren sekali!Ayo kesana Wan!"
Irwan dan Benigno mendekati stand mesin bubut,Erna segera mendekat dengan rok nan mini ia memamerkan tubuhnya.Wah Irwan pas melangkah ke arah standnya dia pula.
Diapun bersiap2 pura2 mau nabrak Irwan.Ernapun melangkah dan pura2 ga lihat jalan dan nabrak gitu.Erna memejamkan mata dan sepasang lengan menangkap tubuhnya yang limbung.Wah Erna malah tersenyum penuh kemenangan,'Pasti ini Irwan Sutedja
yang menangkap tubuh indahku.Wahai senangnya.Buka mata ah...pasti dia ganteng banget.'
Erna membuka mata dan,"Lho Anda siapa?"
Seorang pria keturunan China yang sudah tua tersenyum padanya,"Hello cantik...."
Erna segera melepaskan diri dari pelukan pria itu dan mencari dimana Irwan.
Tahukah Irwan dimana?Kok bisa orang China itu yang malah menangkap Erna?
Penasaran?***see you next eps***
Eps 163 Cerbung 1 ← TABIR KEPALSUAN →
← TABIR KEPALSUAN →Eps 163 → Hear The Instruction← Mendengar Petunjuk →
← Pameran Manufacturing Hall D....
Irwan dan Benigno memang melangkah hendak melewati stand dimana Erna bertugas.Namun saat Benigno melangkah dengan cepat,Irwan malah berhenti dan
belok arah.Lho kok bisa?Irwan mendengar sesuatu.Apa?Suara wanita yang ia cintai.Suara Evi?Evi kan dirumah?Jangan lupa Evi kan penyanyi bro.....Irwan mendengar lantunan lagu Muara Hati dari arah bagian informasi.
// Wahai sang bayu kabarkan kepadanya...Kurindu belai sayang kasih mesra...
Masih adakah aku di muara hatimu kasih...Disini...kudisini...menantimu...
dipelabuhan rindu....//
Bagai tersihir,Irwan langsung melangkah ke arah bagian informasi.Irwan langsung terkenang isterinya di rumah,'Sayang...Eviku...mendengar suaramu seperti terhipnotis diriku...Evi aku jadi ingin cepat pulang.Aku juga merindukanmu sayang...'
Itulah kenapa yang ditabrak Erna malah orang lain,orang tua pula.Weleh...lha Irwannya malah ganti arah tiba2.Biasa kesihir merdunya suara sang isteri yang diputar di bagian informasi.
Disana ia malah ketemu seseorang,"Bukannya Anda pria yang dulu terluka di kepala
itu?Pas di Masamba?"
Irwan memandang pria yang mengajaknya bicara,"Anda dokter syaraf di Masamba
dulu itu ya?Dokter...?"
Pria jangkung itu memberikan kartu namanya,"Reza Zakarya.Anda..."
Irwan ganti memberikan kartu namanya,"Irwan Sutedja."
Reza menerima kartunya,"Irwan Sutedja...sang milyarder yang terkenal itu?"
Irwan tersenyum,"Itu hanya media massa yang melebih2kan.Saya cuma bisnisman
biasa."
Reza melihat Irwan nampak menikmati lagu Muara Hati,"Anda sepertinya sangat menyukai lagu ini?"
Irwan tersenyum,"Tentu saja.Saya sangat menyukai lagu maupun penyanyinya."
Reza tersenyum,"Saya dengar penyanyinya berasal dari Masamba.Sayang sudah punya suami..."
Irwan memandang Reza,"Anda fansnya ya?"
Reza tersipu,"Gimana ga ngefans,suaranya semerdu itu.Saya harap bisa bertemu dia sebelum saya harus kembali ke Masamba."
Irwan heran,"Anda seorang dokter tapi melihat pameran mesin.Anda ingin membeli
sesuatu di sini?"
Reza menunjuk seseorang,"Adik saya bekerja di sini sebagai spg.Ah itu dia.Daffa!!"
Seorang pria muda nampak berjalan mendekat,"Wah bukankah Anda Tuan Irwan
Sutedja?Bisnisman yang terkenal itu?Perkenalkan nama saya Daffa.Silakan mampir ke stand saya.Di sana ada aneka jenis genset,inverter dan spare part mesin.Mari!!"
Irwan dan Reza lalu menuju ke standnya Daffa.Irwan melihat2 semua yang dipamerkan di standnya Daffa.
Irwan menelpon Albi,"Albi coba lihat proposal dari IT di meja aku.Genset yang dibutuhkan untuk server baru itu berapa KVA ya?"
Albi menjawab,"40 KVA Pak.UPS nya juga sama.Pak kalau untuk pabrik baru genset yang dibutuhkan yang 555 KVA Pak.Harganya sekitar 1 Milyar Pak."
Irwan manggut2,"Oh gitu ya?Baiklah.Terima kasih Albi."
Daffa berbisik pada kakaknya,"Kakak kok bisa kenal sama Boss Besar gini?"
Reza terkekeh,"Mana aku tahu kalau dia itu bisnisman top lha pas ketemu di Masamba dulu dia ga seperti bisnisman."
Erna melihat Irwan di standnya Daffa,'Sial!!Kenapa harus di sana sih?Coba ga disana aku samperin tuh!Sial!!Sial!!'
Yang diincer malah asyik menanyakan soal mesin,"Kalau saya beli di pameran dapat discount berapa %?"
Daffa segera mempersilahkan Irwan duduk,"Pak Irwan akan mendapat discount biasanya 20%,selain itu masih akan mendapat souvenir alat dari kami.Oh ya Pak Irwan mau
minum apa?Kopi atau yang lain?Cemilan juga ada,silahkan!"
Irwan meminta kopi,"Kopi saja.Terima kasih."
Reza juga ikut duduk dekat Irwan,"Wah Anda sepertinya sangat sukses.Apa Anda sudah
berkeluarga?"
Daffa yang menjawab sambil menyuguhkan kopi,"Kakak ga tahu ya dia ini suami penyanyi idola kakak.Penyanyi Muara Hati."
Reza terkejut,"Apa??!"
Daffa geleng2 kepala,"Kakak...kakak...lihat nih kalau ga percaya."
Daffa menyodorkan sebuah majalah bisnis dengan cover keluarga Sutedja sedang foto bersama.Reza melihat Evi tengah bersandar mesra pada seorang pria yang sedang menggendong bayi.Pria di foto itu dan pria yang dihadapannya sama wajahnya.Lha memang itu orangnya.Piye sih?Reza memandang Irwan,"Jadi Anda?"
Irwan meletakkan kopi yang sudah ia minum sedikit,"Jika Anda begitu ngefans
dengan isteri saya.Silakan ikut dengan saya untuk bertemu langsung dengan Evi.
Saya tidak keberatan.Anggap saja ucapan terima kasih saya karena telah menolong
saya waktu itu."
Daffa menyenggol kakaknya,"Ikut saja kak!Jarang2 lho dapat tawaran emas
diundang seorang milyarder ke rumahnya.Ketemu idola pula.Terima kak!"
Reza malah melamun,'Jadi dia suami penyanyi idolaku...pantes idolaku kecantol lha
ganteng gini mana orangnya baik pula.Kaya raya lagi...aduh...andai aku adalah
pria ini ....betapa bahagianya aku...'
Daffa mengagetkan Reza,"Kak!Malah melamun!"
Reza terkesiap,"Oh...maaf tentu saya mau.Mau banget!Saya mau minta tanda tangannya.He..he.."
Irwan tersenyum lalu membahas soal mesin lagi dengan Daffa.Sementara itu Benigno malah melihat2 stand lain bersama para engineering.Ika malah sibuk bantu Titik yang brosurnya jatuh di lantai.Titik yang dibantu malah ngasih kode ke Erna untuk numpahin minuman ke arah Ika.
Erna segera pura2 minta maaf,"Maaf mb...saya ga sengaja.Makhlum pengunjungnya ramai banget."
Ika melihat bajunya kotor juga syal yang ia pakai ikut kotor,"Gpp mb.Toilet mana
yach?"
Erna menunjuk ke sebuah arah,"Di ujung sana mb."
Ika segera menuju ke sana.Titik tersenyum pada Erna,"Good job girl!!Sekarang aku
akan mendekati pangeranku si ganteng Benigno.Dayang pengganggu sudah kusingkirkan."
Erna berhigh five sama Tantenya,"Sipp!!Sukses ya Tante!!"
Titik segera bergaya hendak mendekati Benigno yang tampak asyik disebuah stand mesin las.Sementara Ika di toilet sibuk membersihkan pakaiannya yang ketumpahan kopi,"Aduh,gimana nih?Rompinya kotor.Terpaksa deh kulepas saja rompinya."
Ika lalu keluar melihat dirinya di cermin,'Masih sopanlah ga pakai rompi.
Walau bajuku tanpa lengan tapi masih sopan kok dilihat.Ga ketat.Habis gimana lagi.Rompinya kotor.'
Ika lupa kalau syalnya masih tertinggal di gantungan toilet dalam.Ia melenggang
keluar tanpa ingat kalau syal pemberian mendiang isteri Benigno masih tertinggal.
Titik mendekati Benigno,"Perkenalkan...saya dari stand robot...Anda..."
Perkataan Titik terhenti karena Benigno malah berkata,"Wow....cantiknya....".
Titik tersipu,"Ah Anda bisa saja...."
Namun ternyata kata2 Benigno tadi bukan untuk Titik karena Benigno bukan melihat ke arah Titik tapi malah ke arah lain.Ke arah toilet.
Titik melihat ke arah pandangan mata pria yang diincarnya,'Sial!Wanita itu lagi!!'
Ya...Ika keluar dari toilet dan melangkah ke arah Benigno dengan anggunnya.Bajunya yang tanpa lengan tampak memperlihatkan lengannya yang putih bersih.Apalagi tanpa syal membuat lehernya nampak jenjang mempesona.
Benigno tanpa sadar malah berjalan ke arah Ika,'Ya ampun cantiknya bidadariku ini.
Aku jadi ga sabar ingin segera melamarnya.'
Ika mendapat sambutan cinta dari Benigno,"Ika,maukah kau menikah denganku?"
Ika kaget,"Apa?"
Titik kesal sekali mendengarnya sampai jalan ga lihat2 dan malah nabrak seorang
spg yang sedang bawa kopi buat customernya.Kopipun tumpah mengenai rok
mininya.Titik kesal,"Jalan lihat2 dong!!Kotor nih rok aku.Sial!!"
Titik segera mengambil rok ganti dan menuju toilet,tepat dimana syal Ika tertinggal.
Setelah selesai berganti pakaian,ia bersiap membuka pintu namun pintunya ga bisa
dibuka.Syal yang tergantung itu bergerak2 seperti ditiup angin.Titik panik,"Kok ga bisa
dibuka sih??!"
Titik berteriak2,"Tolong!!Buka pintu ini!!Saya terkunci di dalam sini!!Tolong!!"
Titik melihat ke arah syal yang tergantung,'Kok bulu kudukku merinding ya?Serem deh...Apalagi syal itu kok bergerak2 ya padahal ga ada angin lho.Serem bener sih...'
Para wanita yang masuk ke toilet juga ga bisa membuka pintu itu.Wah gimana nasib Titik selanjutnya?Dan apa jawab Ika pada lamaran Benigno?***see you next eps***
Eps 164 Cerbung I TABIR KEPALSUAN
" TABIR KEPALSUAN "Eps 164 Cerbung I'Upgrading Your Capacity '- Meningkatkan Kapasitasmu -
Alangkah indahnya.Benarkah puasa itu berguna?Yuk kita cari jawabannya.
Reza tersenyum melihatnya,"Wah pria itu romantis banget ya?"
Dafa malah teriak2,"Diterima...diterima!!"
Irwan malah memberi kode pada Benigno,"Om...cincinnya..."
Benigno segera mengambil sesuatu dari sakunya,ia memang sudah membeli cincin
buat melamar Ika namun belum dapat kesempatannya.Benigno menyodorkan cincin itu pada Ika,"Sayang,jika kau menerima ambillah cincin ini dan pakailah.Jika tidak maka tutuplah kotaknya."
Ika memandang penuh haru pada Benigno,'Bensay...so sweet banget sih.'
Erna malah kesal melihatnya dan celingukan nyari Tantenya,'Tante Titik mana sih?
Kok malah ngilang di situasi gawat gini?Mangsanya malah melamar orang lain nih...
mana sih dia?'
Para pengunjung makin seru berteriak2,"Diterima!!Diterima!!"
Ika akhirnya dengan menahan malu mengambil cincinnya dan memakainya di jari manisnya,"Aku mau menikah denganmu Bensay."
Wah Benigno diiringi tepuk tangan audience langsung bangkit dan memeluk Ika,"Yess!!Saya diterima!!"
Pengunjung makin riuh bertepuk tangan.Ika malah menyembunyikan diri dipelukan Benigno,"Kau membuatku tersipu2 Bensay.."
Benigno malah nampak bahagia,"Akhirnya rumahku tidak akan sepi lagi...Terima kasih Tuhan."
Saat itulah terdengar jerit minta tolong dari arah kamar mandi wanita,seorang wanita nampak berlari ketakutan,"Kamar mandinya ada hantunya!!Ada wanita di dalam yang ga bisa keluar katanya ada yang mengunci kamar mandinya.Seram!!!"
Ika jadi ingat kalau syalnya ketinggalan,"Astaga!Syalku ketinggalan didalam sayang.Kuambil dulu yach.Itukan peninggalan mendiang isterimu."
Benigno cemas,"Tapi katanya kamar mandinya seram."
Ika tersenyum,"Ya ampun ini masih sore sayang.Apa yang perlu ditakutkan.Tunggu ya aku ambil syalku dulu."
Ika melangkah ke dalam kamar mandi,disana sudah ada Erna dan petugas cleaning service yang coba membuka pintu kamar mandi dimana Titik terkunci.Ika ,"Maaf saya mau mengambil syal saya.Kamar mandinya dipakai ya?"
Petugas menjawab,"Itu mb ada yang kekunci di dalam.Padahal ga dikunci juga lho.
Aneh!"
Terdengar suara Titik ketakutan,"Tolong!!Disini ada hantunya!!Tolong keluarkan
saya!!"
Erna juga jadi cemas,"Tolong didobrak saja pintunya.Kasihan Tante saya!"
Ika mendekat,"Tunggu!Tadi saya juga pakai kamar mandi ini gpp kok.Biar saya coba dulu."
Yang lain minggir memberi ruang buat Ika,Ika mendorong pintu kamar mandi itu.Ajaib!Pintunya kebuka.Semua takjub!Wow!!
Titik tampak lemas dan langsung sujud di kaki Ika,"Maafkan saya mbak.Saya ga akan ganggu mbak lagi.Saya janji!!"
Ika segera mengambil syalnya dan memakainya,"Mbak ini ngomong apa sih?Saya ga
ngerti deh."
Titik ketakutan melihat syal di leher Ika,"Itu...itu...milik Anda?"
Ika menjawab,"Iya...kenapa memang?"
Titik malah pingsan dipelukan Erna.Ika makin heran,"Sebaiknya dibawa keluar
dulu ke tempat yang lapang.Mungkin dia shock."
Ika lalu kembali kepada Benigno,"Untung syalnya ga hilang sayang..."
Benigno tersenyum dan segera menggandeng Ika,"Yuk kita cari Irwan.Ah itu dia.
Sudah sore nih sudah waktunya kita pulang.Aku sudah tak sabar ingin menemui
orang tuamu."
Ika tersenyum,"Dasar Bensay...bikin malu aja ah..."
Irwan sedang asyik bicara dengan Dafa,"Besok saya akan kemari lagi memastikan mana saja yang akan saya beli.Oh iya mana kakak Anda?Saya janji mempertemukannya dengan isteri saya."
Dafa memanggil Reza,"Kak sana diajak ke rumah Bigboss tuh!Cepetan!"
Reza mendekati Irwan,"Oh sudah mau pulang ya?"
Irwan tersenyum,"Iya,Anda ikut mobil saya saja yach?"
Reza mengangguk,"Saya setuju.Dafa kakak pergi dulu yach?"
Irwan juga pamitan,"Tenang saja saya akan menyuruh sopir mengantar kakak
Anda ke sini lagi."
Dafa bersalaman dengan Irwan.Irwan lalu berjalan bersama Reza mendekati Ika dan Benigno.Benigno heran melihat Reza,"Siapa dia Wan?"
Irwan memperkenalkan Reza,"Dia dokter syaraf yang pernah menangani Irwan saat
di Masamba Om.Dia juga fansnya Evi.He..he.."
Reza menyalami Benigno dan Ika,"Perkenalkan nama saya Reza.Saya ngefans banget sama pelantun tembang Muara Hati,jadi Irwan mengajak saya berkunjung ke rumahnya."
Ika dan Benigno manggut2.Mereka lalu pergi dari pameran.Sementara itu Dafa mendekati Erna yang sedang menenangkan Tantenya,"Tantemu kenapa Na?"
Erna mengipasi Titik,"Pingsan tadi di kamar mandi Fa.Tamumu sudah pergi?Siapa dia kayaknya boss besar ya?"
Dafa tahu Erna memang matre,"Dia pebisnis terkenal,Irwan Sutedja.Aku yakin kamu juga tahu soal dia,Na.Mereka yang berkantong tebal ga akan luput dari peehatianmu bukan?"
Wah nyindir kayaknya nih Dafa.Emang ada apa sih antara Erna dan Dafa?Erna memandang sinis pada Dafa,"Kamu nyindir aku ya?Masih sakit hati karena aku putusin ya?"
Dafa terkekeh,"Kayak ga ada perempuan lain aja Na.Suatu saat nanti justru kamulah yang akan menyesal Na sudah mutusin aku.Ingat itu!"
Dafa meninggalkan Erna,'Dasar cewek mata duitan ga bisa lihat selain yang berantong tebal.Untung aku dah putus dari dia.'
Erna juga menatap sinis pada Dafa,'Gue nyesel??Ga mungkin banget.Orang miskin kayak lu,ke laut aje!'
Titik yang sudah sadar memandang Erna,"Na,Tante dah ga mau ngejar pria kaya itu lagi.Tante kapok Na.Sumpah!!"
Erna heran,"Tante kok gitu sih?Tante paling berhalusinasi.Mana ada syal bergerak sendiri.Terbang melayang2 gitu?Takhyul!!"
Titik,"Terserah kamu percaya apa ga.Pokoknya Tante ga mau lagi nerusin rencana kita.Tante out!!"
Erna berpikir,'Tante boleh nyerah.Tapi aku tidak!Aku akan pakai segala cara untuk
dapetin Pebisnis sukses Irwan Sutedja.Apapun!'
Wah kayaknya masih ada yang belum kapok nih.Udah biarin aja,sekarang kita lihat
ke kediaman Sutedja.
Kebetulan sekali Evi pas ada di depan bersama Inul dan Danang.Juga Evan tentunya.Melihat Irwan datang,Evi langsung menyambutnya dengan pelukan mesra.
Evi :"Sayang,kamu sudah pulang."
Irwan tentu saja gembira sekali dipeluk sang isteri,"Kamu kangen aku ya?"
Evi memandang suaminya,"Julit ah.."
Namun Evi tersipu saat menyadari bahwa ada yang memperhatikan mereka sejak
tadi.Reza memandang dengan iri melihat kemesraan idolanya dengan pria yang dicintainya,'Wah...langsung dipeluk mesra gitu...aku juga mau dong...Enak bener sih Irwan.Udah kaya,bisnis sukses,eh dirumah punya isteri yang cantik dan setia menanti.'
Inul sambil menggendong Evan menyapa Reza,"Wah ada tamu rupanya...Perkenalkan dong Sayang siapa tamunya."
Irwan memperkenalkan Reza,"Ma,Vi,Kak Danang kenalin ini Dokter syaraf yang
pernah nangani Irwan saat di Masamba.Namanya Reza.Reza kenalin ini Mama aku,yang ini kak Danang,dan ini pasti tahu kan he..he.."
Evi memperkenalkan diri,"Kok aku ga dikenalin sih?"
Irwan nampak gimana gitu mendengarnya,"Dia ini penggemar kamu Sayang.Pasti kenallah sama kamu.Dia mau minta tanda tangan tuh."
Irwan meninggalkan Evi dengan Reza,ia malah mengambil Evan dari Mamanya,
"Mana kesayangan Papa...ehmm tembemnya...Evan kangen Papa ga sayang?"
Evi melihat Irwan,'Irwan kok ninggalin aku sama dokter Reza sih...ah..kubikin dia
cemburu aja he..he..Kalau bener dia cemburu berarti dia masih cinta sama aku.'
Reza meminta mereka foto selfi,"Boleh saya minta foto bersama Anda?"
Evi melirik Irwan,"Panggil Evi saja he..he..Foto ya ...boleh.."
Irwan mendengarnya,'Kayaknya Evi seneng tuh jumpa fans...nyebelin...pakai foto2 lagi...kayak orang pacaran saja foto berdua...huh!!'
Irwan berbisik pada Evan,"Sayang...kamu nangis kek...biar Mamamu ga fokus ama pria itu.Ayo nangis apa ngompol gitu.."
Danang yang mendengarnya malah ketawa,"Kayaknya ada yang jealous nih..."
Evi ga ngerti bahasa Inggris jadi dia ga paham maksud Danang.Evan juga malah ketawa riang lihat papanya aneh,"He..he.."
Weleh...Inul malah sibuk nawarin aneka cemilan buat Reza,"Ayo dicicipi kuenya dokter Reza."
Irwan menyerahkan Evan pada Mamanya,"Ma,Irwan mau ke dalam dulu."
Evi melihat ke arah Irwan tapi pura2 mesra sama Reza,"Masih mau foto lagi?"
Irwan memandang Reza,"Saya tinggal ke dalam dulu yach...Nikmati saja jumpa
fansnya..."
Irwan melangkah masuk ke dalam,'Gerah aku!!Gerah luar dalam!Aku mau mandi
yang lama.Berendam!'
Inul mendekati Evi,"Evi,tolong ambilkan pampers ya buat Evan kayaknya pipis deh."
Evi melihat Inul memberi kode padanya,'Mama kayaknya ingin aku nyusul Irwan deh...Baiklah.Lagian aku ingin lihat Irwan kepancing ga sama ulahku.He..he..'
Evi berdiri,"Maaf ya Reza,saya tinggal ke dalam dulu..."
Reza menjawab,"Silakan.Lagian fotonya sudah banyak kok.Terima kasih."
Evi melangkah menuju kamar utama.Kira2 Irwan kepancing ga ya dengan ulah Evi?***see you next eps***
Eps 165 ←First Story→TABIR KEPALSUAN
→♡← TABIR KEPALSUAN →♡←Cerbung I Eps 165 : In This Place
←♡→ Di Tempat Ini ←♡→
kamar mandi,"Sayang,kamu di dalam ya?"
Tak ada sahutan,cuma bunyi air gemericik.Irwan memang sedang melamun di dalam,sambil berendam dengan busa berlimpah ia malah memejamkan mata membayangkan saat ia dan Evi bulan madu dulu.Bagaimana mereka foto selfie berdua.Jalan berdua,suap2an,pokoknya serba berdua.Jadi bertiga saat di Singapore.Lha Evan muncul.Weleh...
Evi sedih Irwan ga nyahut saat dipanggil,"Wan,kamu didalam ya?"
Irwan masih asyik dengan lamunannya,'Dulu aku juga foto2 sama Evi malah lebih mesra.Kemana ya foto2 itu?Mau kutunjukkan ke dokter Reza biar dia tahu kalo Evi itu milik aku.Kalau ga salah di kotak ya?Akan kucari dan kubawa ke depan.'
Panggilan ketiga baru Irwan nyahut,"Suamiku,kamu mandi ya?"
Irwan sudah pakai handuk piyamanya,"Ya!Baru keramas!"
Evi lega dijawab,lalu ia menyiapkan baju buat Irwan,'Pakai warna biru apa putih ya?
Pakai ini saja,kalem warnanya.Irwan pakai apa aja tetep ganteng.'
Irwan keluar dengan rambut basah,wah Evi sampai terpana melihatnya.
Evi :'Gantengnya....ya ampun kok aku bisa jadi isteri pria setampan ini sih?Mimpi ga ya?'
Yang diperhatikan malah sibuk nyari foto di laci.Evi mendekatinya,"Aku sudah siapin bajumu sayang.Nyari apa sih?"
Irwan segera menutupinya,"Ga!Ga cari apa2!Baju ya...Ya ntar aku pakai.Kok kamu malah di sini?"
Evi sedih mendengarnya,"Ini kan juga kamar aku.Kamu ga suka aku disini?Ya udah aku ke depan lagi aja."
Evi kesal dan melangkah menuju pintu,Irwan meraih tangannya.
Evi terkejut saat Irwan menahannya,"Marah nih ye?Harusnya yang bete kan aku kok
malah jadi kamu?"
Evi manyun,"Habis kamu ngusir...."
Irwan meraih pinggang isterinya,"Bukannya kamu yang ingin segera menemui dokter
Reza lagi?"
Evi cemberut,"Kamu yang ninggalin aku sama dia....huhh!"
Irwan melepaskan Evi dan memakai pakaian yang disiapkan isterinya,"Aku cuma menghargai profesi kamu sebagai penyanyi yang punya banyak fans.Lagian kayaknya kamu juga seneng aku tinggal?"
Evi tercekat mendengar kata2 Irwan,'Ditinggal?Aku seneng ditinggal?Aku masih belum lupa saat aku hamil Evan terus kamu ngilang,Wan.Apakah kondisiku saat itu menunjukkan
kalau aku senang kamu meninggalkanku?'
Irwan sudah selesai berpakaian,'Kok Evi diem ya?Aneh.'
Irwan membalikkan badannya,'Astaga!Kok Evi berkaca2 gitu?Aku salah ngomong ya?'
Irwan hendak mendekati Evi,"Sayang kamu kok menangis?"
Evi malah menggelengkan kepalanya terus lari keluar kamar.Irwan makin heran,"Sayang?...Evi!!"
Irwan segera mengejarnya ke depan,tapi Evi ga ada di ruang depan.
Inul malah jadi heran saat Irwan bertanya,"Evi mana Ma?"
Inul sambil menggendong Evan menjawab,"Bukannya tadi ke kamar ambil pampers?
Sejak tadi belum balik ke sini."
Irwan memandang dokter Reza,'Kemana Evi ya?'
Danang nyeletuk,"Ke dapur kali Wan."
Tapi Aty yang datang bawa puding berkata,"Saya dari dapur,Nyonya Muda ga ada di
sana."
Wah Irwan makin galau,"Ma,Irwan cari Evi dulu yach?"
Inul mengangguk.Dokter Reza memandang kepergian Irwan,"Putra Anda sepertinya
sangat mencintai Evi ya?"
Danang yang jawab,"Bukan lagi Dok.Malah cintanya tuh dah ga terukur lagi dalamnya.Kisah cinta mereka itu romantis banget kalo diceritakan.Ya kan Ma?"
Inul malah menciumi pipi Evan yang tembem,"Ini buktinya.Si Pipi Tembem ini...namanya aja gabungan nama papa mamanya lho."
Reza memandang Evan yang main gelembung,'Buah kasih mereka.Seorang putra yang akan selalu mengikat keduanya.Sepertinya aku tak mungkin bisa meraih hatinya.Lebih baik aku pulang saja.'
Reza pura2 melihat jam,"Sudah jam segini saya mau pulang dulu saja."
Inul heran,"Lho dokter ga ikut makan malam dengan keluarga kami,biasanya Irwan akan mengajak tamunya ikut makan malam bersama."
Danang ikut nambahi,"Iya Dok.Lagipula saya mau tanya banyak soal kaki saya ini.
Apa dokter punya rekomendasi buat saya.Siapa tahu saja he...he.."
Aty mendekat,"Nyonya Ratu makan malam sudah siap.Adi sedang memanggil Tuan Hamdan."
Inul berdiri,"Coba beritahu juga yang lain ya!Mari Dokter Reza kita ke ruang makan."
Reza kagum dengan keramahan mereka.Pekewuh dia mau nolak.Apalagi Irwan dan Evi malah ga kelihatan.Kemanakah sebenarnya Evi?Ada yang tahu?Irwan melangkah menuju taman namun tak ada Evi disana.Malah ia ketemu Rizky,"Kebetulan ada kak Irwan.Kak lihat nih!"
Irwan mendekat,"Ky lihat kakakmu ga?"
Rizky malah menunjukkan album foto koleksi dia selama ini,"Kak Evi?Ga tuh.Kak Irwan sih rumahnya gede bingit.Tapi asyik sih buat main petak umpet."
Irwan makin resah,"Main petak umpet?Ada2 saja kamu ini Ky.Dapur ga ada,taman
ga ada,ruang tamu juga ga ada .Kemana ya kakakmu itu?"
Irwan hendak melangkah pergi tapi Rizky mencegahnya,"Kak tunggu!Bantu Rizky milih dong mana yang bagus buat dijadiin lukisan sama kak Danang."
Irwan :"Tapi aku mau mencari kakakmu dulu.Kayaknya ia sedih tadi."
Rizky teringat sesuatu,"Bentar aja!Pilih 3 foto aja.Nanti Rizky kasih tahu dimana
tempat yang biasanya kak Evi datangin kalau lagi sedih.Ayolah!"
Irwan akhirnya nurut,"Baiklah...3 saja ya?Mana lihat!"
Mereka duduk di gazebo melihat2 foto2 koleksi Rizky.Disitu ada foto Evi saat di
RS,saat pesta pernikahan dan banyak lagi namun yang paling menarik perhatian
Irwan adalah foto saat Evi sedang hamil Evan dan tampak sangat sedih.
Irwan mengambilnya,"Kakak baru lihat ini.Ini pas kakak hilang dulu ya?"
Rizky jadi menerawang sedih,"Iya itu pas kak Irwan ninggalin kak Evi,ga ada berita,ga ada kabar atau petunjuk apapun.Kasihan kak Evi.Lihat nih Rizky saja
sampai ga tahan lihatnya.Nih banyak fotonya lagi lihatin foto kakak nih.
Kerjaan kak Evi waktu itu cuma lihatin foto2 kakak."
Irwan memilih 3 foto ,"Ini pilihan kakak,bilang sama kak Danang jadiin 3 foto ini
lukisan yang bagus.Mau kakak pajang di kantor dan di rumah.
Kakak sudah tahu dimana kakakmu berada.Kakak pergi dulu!"
Rizky tersenyum,'Pasti kakak ke sana.Ke tempat itu.Aku yakin.'
Tempat itu?Dimanakah Evi berada?***see you next eps***
Eps 166 CERBUNG I ☆ TABIR KEPALSUAN
☆ TABIR KEPALSUAN ☆☆ Cerbung 1 ☆ Eps 166 ☆
☆ I Have Seen = Aku Telah Melihat ☆
☆ Prolog ☆
Seorang pria yang sudah beranak 3 tampak sibuk dengan Hpnya.Menjawab BBM,sms,WA dan yang lainnya.Anaknya yang pertama berkata,"Ayah,main basket yuk!"
Si Ayah diam saja malah asyik bicara dengan rekan kerjanya di telepon,"Gimana sudah ada kabar dari suppliernya belum?"
Anak pertama lalu pergi main basket dengan teman2nya.Anak kedua mendekati ayahnya,"Daddy,ajarin PR ini dong.Susah nih!"
Si Ayah malah nyuruh isterinya,"Ma,urus anaknya ini dong!Susah tuh PR nya,Ayah
sibuk nih."
Sang isteri yang hendak meminta pendapat suaminya soal penampilannya akhirnya
ga jadi ngomong terus mengajari anak keduanya ngerjain PR,"Sama Mama aja ya?
Ayahmu lagi sibuk."
Anak ke-3 yang masih balita mendekati ayahnya,"Papa!Main sepeda yuk!"
Kembali si Ayah malah menyuruh si anak menjauh,"Ayah sibuk sayang.Main sendiri
ya."
Begitulah hari2 si ayah kalau di rumah.Hpnya menjadi prioritas utama.
Hingga suatu malam,ia bertemu Tuhan dalam mimpi.Tuhan berkata padanya,
"Bila malam ini adalah malam terakhirmu.Apa yang ingin kau lakukan?"
Si pria bingung,"Jangan Tuhan!Aku masih punya pekerjaan yang harus kuselesaikan
di kantor,aku juga tangan kanan Bossku,gimana perusahaan nanti?Aku punya banyak tanggung jawab di luar sana.Pekerjaanku sangat berat dan aku ini andalan di perusahaan.Kalau aku mati sekarang gimana perusahaan.Gimana teman2ku bisa
bekerja?Setiap hari saja mereka masih tanya ke aku ini itu."
Tuhan tersenyum dan mengambil roh pria itu lalu membawanya melihat apa yang
terjadi setelah ia mati,"Lihatlah!Inilah yang terjadi saat kau mati."
Pria itu melihat teman2 bisnisnya,Bossnya semua yang selalu menghubungi dia lewat Hp datang melayat dengan wajah sedih tapi yang paling sedih hingga menangis pilu adalah keluarganya.Isterinya sampai pingsan berkali2.Anaknya yang pertama sampai nangis dalam lemari saking sedihnya.Anaknya yang kedua menangis sambil memeluk adiknya yang paling kecil yang terus saja coba membangunkan mayatnya,"Papa...bangun Pa!Ayo jangan tidur terus..."
Sang pria terbayang saat2 ia terus mengabaikan mereka bila sampai dirumah.
Tuhan lalu membawanya ke 7 hari setelah pemakamannya,"Lihatlah apa yang terjadi di kantormu setelah kepergianmu!"
Pria itu melihat bagaimana jabatannya sudah diganti orang lain.Teman2nya yang
biasanya mengandalkan dia kini mencari muka pada orang baru itu.Tak ada yang
ingat padanya.Tuhan lalu membawanya ke kuburannya,"Lihatlah siapa yang masih mengingatmu!"
Pria itu melihat isteri dan anak2nya berziarah dan menabur bunga sambil menangis
di makamnya.Tuhan berkata padanya,"Teman2 yang selalu kau hubungi dan kau berikan lebih banyak waktu ternyata dengan mudahnya melupakanmu.Bahkan tempat kerjamu dengan mudah mendapatkan penggantimu.Apakah kau masih ingin melihat siapa sebenarnya yang menyayangimu?"
Pria itu menjawab,"Tentu Tuhan."
Tuhan membawanya ke masa 40 hari kemudian,7 tahun kemudian,15 tahun kemudian,hingga 40 tahun kemudian.Tak ada yang terus setia mengenangnya,mengunjungi makamnya dan menghormatinya selain isteri dan anak2nya.Sang isteri sampai susah payah bekerja demi membesarkan ketiga anaknya.Sedang anak2nya terus datang ke makamnya.
Meski sudah besar2 dan sang isteri sudah beruban namun mereka terus mengenangnya.Rasa sesal timbul dalam hatinya,"Betapa aku selama ini justru
mengabaikan mereka.Aku lebih peduli dengan HP,BBM,dan yang lainnya tapi
mereka yang didekatku yang jelas2 bisa kusentuh malah kuabaikan begitu saja.
Justru merekalah yang tak pernah melupakanku.Aku menyesal."
Tuhan tersenyum,"Kembalilah dan jangan sia2kan mereka lagi."
Pria itu bangun dan segera memeluk isterinya dan ketiga anaknya,"Ayah akan berubah!Waktu kerja ya kerja waktu dirumah ya dirumah.Maafkan Ayah."
Sejak saat itu ia tak lagi memegang HP bila dirumah.Hpnya disilence.
Evi meringkuk di pojokan sambil menangis.Lampu kamarpun dibiarkannya tak menyala padahal hari sudah malam.Tak lama kemudian pintupun dibuka,siapa yang masuk ya?Ga ketok lha peteng ki.Ceklek!Wah terang.Wah yang datang menyalakan lampunya.Ia mengedarkan pandangannya,"Sayang....Evi?"
Irwan yang datang!Tak ada sahutan.Hanya isakan yang terdengar sayup2 dari pojokan.Irwan mendekati arah suara isakan tersebut,tampak sang isteri tengah meringkuk di lantai sambil menangis.Irwan segera ikut jongkok dan meraih Evi dalam pelukannya,"Maafkan suamimu ini.Maafkan kata2ku tadi.Maafkan aku sayang.Aku mohon..."
Evi berontak,"Tinggalkan aku!Aku ingin sendiri!"
Namun Irwan terus berusaha meminta maaf,"Sayang...jangan mengusirku!Aku tak bisa jauh darimu!"
Evi terus menghindar bahkan mendorong suaminya,"Sana!!Bukankah katamu
aku senang kau tinggal!Sana pergi!!"
Irwan nampak sedih tapi tak kehilangan akal dia,gayanya sok terdorong gitu
sampai bentur meja,"Ackk!"
Irwan memegangi kepalanya,Evi jelas jadi cemas,"Irwan kamu gpp?"
Irwan pura2 kelihatan marah gitu,"Baik!Aku akan pergi biar kamu puas!"
Irwan pura2 melangkah menuju pintu sambil megangi kepalanya,'Ayo Vi!Tahan aku...1,2,....'
Evi segera berlari memeluk suaminya dari belakang,"Jangan pergi!Aku juga tak bisa
jauh darimu.Jangan tinggalkan aku!"
Evi memeluk erat Irwan dari belakang,Irwan tersenyum dan segera memegang tangan isterinya ditempelkannya di dadanya,"Kumohon maafkanlah aku sayang.Jika kau mau marah,katakan saja tapi jangan pergi dariku."
Evi malah menempelkan wajahnya dipunggung Irwan,"Aku hanya tak suka dengan kata2mu di kamar tadi.Itu menyakitiku."
Irwan berbalik,"Sikapmu yang mesra dengan dokter itu juga menyakitiku.Masa foto2 berdua gitu.Mmhh!!"
Irwan sedakep dengan culunnya,Evi malah tersenyum melihatnya,"Kamu lucu marahnya.Masak mukanya sambil senyum gitu."
Irwan membelai wajah isterinya,"Aku akan lakukan apa saja asal kau selalu disisiku sayang.Kau mau memaafkan suamimu ini kan?"
Evi mengangguk,Irwan segera meraih sang isteri dalam pelukannya,"Aku mencintaimu."
Evi juga membalas pelukan itu,"Aku juga mencintaimu.Cuma kamu."
Irwan juga berkata,"Cuma kamu."
//Cuma kamu...sayangku di dunia ini...Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini....//
Kayaknya pernah dibawain 2 R ya?Evi tersenyum bahagia di pelukan suaminya,'Aku tak bisa hidup tanpa kamu Wan.Tak bisa.Hatiku ini hanya berisi namamu.Jiwaku ini hanya mencintaimu.Pikiranku ini hanya memikirkan bagaimana mencintaimu.Tubuhku ini
merindukanmu.Aku adalah milikmu Irwan.Selamanya.'
Irwan memeluk erat isterinya itu,'Aku tak bisa memikirkan wanita lain selain dirimu sayang.Hatiku sudah kukunci dan kuncinya kuserahkan padamu sayang.Jiwaku ini
sudah menyatu dengan jiwamu sayang.Pikiranku ini hanya memikirkan betapa aku mencintaimu.Tubuhku ini hidup untukmu sayang.Aku selamanya milikmu.'
Wah mesranya mereka sampai kemudian terdengar suara perut Irwan yang keroncongan,"Ups!"
Evi melepas pelukannya dan memandang wajah suaminya,"Ada yang lapar kayaknya...Oh ya gimana kepalamu kayaknya tadi kebentur ya?"
Irwan mesam mesem,"Kebentur cintamu sayang....He .he.."
Evi manyun,"Jadi tadi akting?Biar aku kasihan gitu?"
Irwan merajuk,"Ayolah cuma julit dikit masak marah lagi?"
Evi pura2 ngambek,"Aku ga mau ke ruang makan!Biar saja perut kamu bunyi terus."
Irwan berwajah memelas,"Tega banget sih sama aku sayang.Kalau kena maag gimana?"
Evi kekeh,"Pokoknya aku ga mau jalan ke sana."
Irwan punya ide,"Baiklah kalo kamu ga mau jalan.Aku gendong saja."
Evi kaget karena Irwan meraih tubuhnya dan menggendongnya menuju ruang makan,"Wan!Apa2an ini?"
Irwan dengan pedenya membopong sang isteri ke ruang makan diikuti tatapan para pembantu yang mereka lewati.Evi merah merona pipinya,soalnya para pembantu saja sampai bisik2,"Wah lihat tuh.Boss Muda sama Nyonya Muda mesra banget.Itu diluar kamar ya.Gimana kalau didalam ya?"
Semua yang ada diruang makan terpana melihatnya.Apalagi Reza,'Astaga!Mesra bener sih mereka.Jadi broken heart deh.'
Danang bersuit2,"Cie...yang sudah ga jealous.Kayaknya bakal cepet punya adik nih Evan.He..he.."
Inul sampai geleng2 kepala,"Lihat tuh papa mamamu Evan!Malah gendong2an.
Weleh..."
Adi menahan senyum,"Boss bro entar Boss Kecil ngambek lho kalo Papanya gendong Mamanya terus.He..he..."
Evi blingsatan apalagi Irwan malah mendudukkannya dengan gentle di kursi,"Evan ga akan mgambeknya sayang?Kan anak yang pengertian ya sayang?"
Semua tertawa melihat Evan malah tertawa riang.Evi segera mengambil Evan,"Ehmm...mana anak Mama yang tembem.Waduh wajahnya mirip bener sama papanya."
Irwan tersenyum,memandang penuh cinta pada isteri dan anaknya.Evi juga memandangnya.Wah pandangan pertama awal aku berjumpa....Aty menyikut Adi,"Lihat tuh!Mesra bingo!"
Rizky dan ayah Hamdan saling melirik dan menahan senyum.
Cuma Reza yang tampak diam,'Pingin cepet pulang saja ke Masamba.Aku mau
cari wanita Masamba juga.'
Irwan memandang semuanya,"Mari kita makan.Selamat menikmati makan malam di keluarga kami dokter Reza."
Evi menyerahkan Evan pada Aty,Aty segera menggendong Boss Kecilnya itu.
Tentu saja ditemani Adi.Sementara Evi memperhatikan Irwan sambil menikmati makan malam.
Reza makin galau,'Ya ampun pandangannya saja ga lepas dari Irwan.Aduh...'
Waktu mau pamit pulang saja Reza perhatikan Evi nempel terus sama Irwan.Sandaranlah,pegang tanganlah,peluk pingganglah,wah...kayak perangko pokoknya.Nempel....terus.
Akhirnya Reza naik ke mobil yang ditugaskan Irwan untuk nganter Reza kembali ke pameran.Pas banget Titik lagi melangkah keluar mau nyegat taksi.Lihat Reza turun
dari mobil mewah,Titik terpesona,'Wow...Sudah ganteng,tajir pula.Aku mau deketi
dia ah.Pura2 pingsan ah...'
Saat Reza mendekat,Titik segera melancarkan aksinya.Reza jelas sebagai dokter langsung bergerak menolong,"Nona Anda gpp?"
Wah malah Titik menempel ketat Reza.Weleh...Lha Erna kemana?Mau tahu Erna kemana?Erna sengaja ga pulang bareng sama tantenya.Soalnya dia lagi nemui temannya yang punya
bisnis ga halal alias jual obat terlarang.
Erna mendekati temannya,"Punya obat buat bikin teler ga?Gue butuh nih buat dapat tangkapan besar."
Temennya ngekek,"Ada dong.Siapa lagi yang mau kamu jerat Na?Big Boss lagi ya?"
Erna tersenyum licik,"Bakal jadi Nyonya Besar gue kalo gue berhasil jebak ni ikan kakap.Boss kelas atas.Sudah mana barangnya?"
Wah Erna bakal ngapain ya ?Mau jebak Irwankah?Wah Irwan malah lagi asyik sama
Evi membuka2 album koleksi milik Rizky di kamar mereka.Evan sudah bobok imut
di boxnya.
Evi bersandar di dada Irwan,"Sayang kok kamu tahu kalau aku tadi di ruang kerja kamu?"
Irwan menunjuk sebuah foto,"Karena aku telah melihat foto ini.Kata Rizky foto ini
diambil saat kamu tengah mengandungEvan dan aku menghilang dulu.Lihatlah kebanyakan diambil di ruang kerjaku.Jadi aku yakin kalau kamu pasti di sana."
Evi tersipu,"Kalau marah aku gampang ditebak ya?"
Irwan menunjuk satu foto lagi,"Lihat yang ini!Kamu cantik banget ya pas hamil?He..he.."
Evi melirik suaminya,"Kalo ga hamil ga cantik gitu?"
Irwan gemes lihat isterinya,"Iihh...bawaannya ngambek melulu sih?Kamu itu cantik
di segala situasi tapi..."
Evi menunggu,"Tapi?"
Irwan malah julit,"Kalo kamu hamil lebih cantik deh.Tahu maksudku kan?"
Evi ga ngeh,"Ga!"
Irwan meletakkan album fotonya,"Maksudnya aku ingin kamu hamil lagi Sayang...."
Evi langsung menimpuk Irwan dengan bantal,"Irwan julit ah!!"
Irwan malah meraih Evi dalam pelukannya,"Hayo tadi siang siapa yang janji mau ...."
Evi tersenyum dan nimpuk Irwan lagi dengan bantal,"Dasar!Irwan julit!!"
Irwan malah matiin lampu.Wah yang lagi mesra.Andai mereka tahu rencana Erna.Berhasilkah rencana Erna kali ini?***see you next eps***
Eps 167 CERBUNG I ¥ TABIR KEPALSUAN
¥ TABIR KEPALSUAN ¥First Story and The Longest One¥ Eps 167 ¥ Their Fall ¥
Kejatuhan Mereka
Evi memakai bathtub jadi dia berendam dulu.Wah munthuke akeh tenan.Plekuthuk..plekuthuk...puk.Evi tersenyum gembira,hayo kenapa Vi?
Terbayang semalam ya?Cie...yang habis mesra sama Pak Presdir.Evi masih senyum2,
'Ga sangka ya bakal mandi model beginian.Wah dulu di Masamba mandi aja harus
nimba dulu.Ini tinggal pencat pencet airnya dah keluar sendiri.Mau hangat mau
dingin semua ada.Rumah Irwan eh rumah suamiku ini memang lux.Siapa sangka
gadis desa kayak aku bakal menyandang predikat Nyonya Irwan Sutedja.Namun yang paling bikin klepek2 itu betapa dalamnya cinta Irwan padaku.Apalagi semalam....
aduh....'
Pantes Irwan masih pulas.Dia kecapekan.Jadine masih pulas.Evi keluar dari kamar mandi membungkus rambutnya dengan handuk lalu memakai pakaiannya.Ia tersenyum melihat sang suami masih asyik di dream land.Sedang aayik di lala land.Evi mendekati Irwan dan membetulkan selimutnya,'Tidur aja ganteng banget.Dasar Pangeran Julit.'
Evi lalu melangkah mendekati box Evan,"Aduh anak Mama....anteng nian?Takut ganggu Papa ya?Pengertian banget sih?"
Agak siang Irwan baru bangun,geragapan dia,"Whooaamm....jam berapa ini?"
Evi tidak ada.Ia sedang jemur Evan di depan kamar.Irwan bergegas mandi,"Evi mana ya?"
Evi sudah menyiapkan semua baju Irwan di atas sofa.Irwan segera memakainya.
Setelah rapi ia keluar kamar,"Oh...kalian disini?Kok ga bangunin aku Sayang?"
Evi tersenyum sambil gendong Evan yang muyek kalau dijemur,"Kamu lelap sekali tidurnya,ga tega bangunin Sayang."
Irwan mengecup kening Evi,"Makasih buat semalam sayang."
Evi jadi tersipu,"Julit ah..."
Irwan lalu mengambil Evan,"Waduh anak Papa sampai merah gini wajahnya.
Kayaknya sudah cukup deh jemurnya."
Evan seneng banget saat dibawa masuk ke dalam,"Hi...hi.."
Evi mengikuti Irwan ke dalam,"Wah senengnya kalau digendong papanya."
Irwan sedang asyik bercanda dengan Evan ,"Evan mau punya dede ga ?Ketawa kalau mau."
Evi jadi kepo tapi bener lho Evan ketawa,"Hi..hi.."
Irwan melirik Evi,"Evan bilang mau Sayang."
Evi tersenyum,"Memang lagi seneng ketawa dia itu."
Irwan ga habis akal,"Oke,pertanyaannya kuganti.Evan mau punya adik berapa?"
Weleh Evi geleng2 kepala mendengarnya,"Itu mah menggiring namanya Sayang.
Bukan pertanyaan ya dan tidak."
Evan malah mengangkat kedua tangannya terus dipamerkan semua jarinya,Evi dan
Irwan berpandangan,"Dia jawab sepuluh??!"
Habis itu Evan ketawa lagi sambil mengangkat2 kakinya,gembira banget kayaknya.
Irwan juga tampak sumringah,langsung deh Evan digendong muter2 keliling kamar,
"Wah kita sehati ya Evan.Evan memang anak Papa.Yeah...yeah...!!"
Evi cuma bisa tersenyum,'Dasar ayah dan anak kompaknya bukan main.Generasi julit semua.'
Hari itu Irwan ga sarapan,ia malah asyik bercanda dengan Evan sementara Evi dan yang lain sarapan bersama.Inul heran,"Tumben Irwan ga makan?"
Evi yang jawab,"Lagi puasa Ma."
Danang juga kepo,"Tumben?"
Irwan jawab,"Iya Kak,selama Evi masih belum bisa puasa,Irwan yang gantiin.Cuma sehari tiap minggu."
Ayah Hamdan kagum,"Wah Ayah baru tahu suami puasa ya kali ini lho.Nak Irwan memang hebat!"
Evi malah yang tampak bahagia Irwan dipuji ayahnya,'Semoga puasa kali ini menjaga Irwan dari segala hal yang tidak ia sadari.Jagai suamiku ya Tuhan.'
Wah Evi kerasa lho kalau ada orang2 yang punya niat jahat sama suaminya.Yuk kita
kepoin orang2 jahat itu.
Dafa heran juga,"Sudah gpp kok Er.Aku dah ga marah lagi.Hanya lain kali jangan lakuin kayak gitu ke cowokmu.Belum tentu semua cowok bisa nerimo kayak aku.He..he.."
Erna tersenyum,"Kalau gitu aku bantuin kamu ya boleh ya?Standku ga begitu ramai tuh.Aku siap bantuin kamu anggap aja permintaan maaf dariku.Bikinke minuman
juga oke."
Dafa memang kewalahan soalnya standnya dia rame,Reza juga belum datang lagi.
Dafa akhirnya menerima tawaran Erna,"Wah kebetulan nih.Aku terima deh niat baik kamu.Kamu bantu bikin minuman aja ya?"
Wah Erna seneng banget,"Sip!!Makasih ya Dafa udah mau maafin aku."
Erna ngekek dalam hati,'Jala sudah kubentangkan lebar.Kini tinggal tunggu ikan besarnya.Tante Titik saja tidak kuberitahu soal ini.Takute malah dia ga dukung.
Biar dia jaga stand aja.Aku bakal wira wiri standnya Dafa.Aku yakin bisnisman Irwan Sutedja bakal kemari lagi.'
**see you next eps***
EPS 168 CERBUNG I ■□ TABIR KEPALSUAN
■ TABIR KEPALSUAN□ CERBUNG I EPS 168
■■ The Fruit of Her Hands□□ Buah Perbuatan Tangannya
■■■ Kediaman Sutedja...
Evi melepas kepergian suaminya dengan pelukan hangat,"Cepet pulang ya.Nanti
aku akan masak enak deh kesukaan kamu.Kayak di Masamba dulu.Buat buka."
Irwan tersenyum mendengarnya,"Wah jadi bayangin nih.Pingin cepat sore nih.Ntar aku mau disuapi lho.Aku mau makan dari tanganmu.Kayak di film2 India.He..he.."
Evi jadi tersenyum,"Tentu sayang.Apa sih yang ga buat suamiku yang ganteng ini?"
Irwan mengecup kening isterinya,"Aku mencintaimu.Always."
Evi memejamkan mata menikmati cinta suaminya,"Aku juga.Selalu."
Irwan juga mengecup pipi Evan yang tembem,"Dah Anak Papa...Jangan rewel ya."
Irwan melambai pada yang lain sebelum masuk ke mobil.Ia ke kantor dulu sebelum
menuju ke pameran.
Di kantor Pusat nampak Albi sudah menyiapkan data mesin yang akan dibeli Irwan di pameran.Begitu mobil Irwan tiba ia segera menyambutnya,"Selamat Pagi Pak!"
Irwan turun dari mobil,"Pagi Albi."
Albi heran,'Tumben ga bawa bekal.Biasanya seabrek bawaannya.Bu Presdir kan paling perhatian sama Pak Presdir.Hari ini kok ga ada sama sekali.'
Irwan melangkah cepat menuju kantornya,"Agenda saya apa hari ini Albi?"
Albi membacakan agendanya,"Pagi meeting Technical Bapak dengan semua pimpinan divisi.Jam 10 Bapak ke pameran.Sore bapak ada tamu dari Singapore.Bapak mau dibuatkan kopi atau teh?"
Irwan nampak sibuk membuka map2 di mejanya,"Ga usah Albi.Hari ini saya puasa."
Albi merasa heran,"Wah baru tahu saya Bapak puasa.Tumben.He..he..."
Irwan memandang foto Evi di mejanya,"Itulah cinta.Membuat kita melakukan apa
saja asal orang yang kita cintai bahagia."
Albi melirik ke foto kado darinya itu,'Romantisnya....'
Irwan segera membuka satu2 map di mejanya,"Yang fabrikasi sudah tidak ada lagi
yach?"
Albi meneliti ,"Sudah tidak ada Pak.Tinggal map dari bagian supporting."
Irwan mulai dari bagian legal,audit,finance,akunting hingga marketing.Irwan lalu menelpon Omnya,"Om,Hari ini ikut ke pameran lagi ga?"
Benigno menjawab:"Aku mau prepare buat pernikahan aku tuh Wan.Kamu sendiri aja ya?"
Irwan mengerti,"Saya akan ajak Team Engineering saja.Wah mau nikah kapan Om?"
Benigno memandang Ika yang sedang sibuk mengetik,"Secepatnya dong Wan.Aku sudah
ga sabar bawa permaisuriku ini ke rumah.Aku juga mau dimasakin kayak kamu he .he.."
Irwan terkekeh,"Kalau butuh bantuan Irwan bilang ya Om?"
Benigno jawab,"Pasti!Oh ya denger2 Evan bakal cepet dikasih dede ya?"
Irwan tersipu,"Pasti Mama nih yang nyebarin.Baru planning Om.Tunggu Evan biar
gede dulu mungkin.Kasihan Evi,Irwan ga mau kesehatannya terganggu.Yang pasti
bakal punya banyak dede nanti Evan itu.He..he..."
Benigno malah setuju,"Bener tuh Wan.Penuhi rumah besarmu itu dengan suara
anak2.Pasti sangat menyenangkan.Aku juga mau punya banyak anak.Ya kan Ika
sayang?"
Ika jadi merona pipinya,"Menikah saja belum..."
Irwan menahan senyum mendengar jawaban Ika,"Ya sudah.Oh ya Om yang pimpin Technical Meeting hari ini ya."
Benigno menjawab,"Beres!"
Irwan mengakhiri pembicaraan dan melihat ke jamnya,"Albi,saya mau meeting dulu.
Pakai ruangan yang mana meetingnya?"
Albi menjawab,"Lantai 1 dekat Lobby Pak."
Irwan lalu melangkah ke sana.
□□□ Pameran Manufacturing...
Hari sudah siang namun belum ada tanda2 Irwan sudah tiba.Erna nampak gelisah,capek dia wira wiri ke standnya Dafa.Melihat Erna gelisah,Dafa heran,"Nunggu siapa Na?"
Erna kebingungan,"Eh temen aku katane mau datang ke sini."
Dafa manggut2.Sementara itu Titik juga celingukan mencari sosok pria yang ia lihat kemarin,'Kayaknya aku pernah lihat pria itu deh di pameran.Tapi dimana ya?'
Erna tersenyum kala melihat mangsanya tiba,'Aha!Itu dia Pebisnis Irwan Sutedja.'
Irwan berjalan menuju stand Dafa.Wah Dafa segera menyambut dengan ramah,
"Sudah saya tunggu2 lho Pak.Akhirnya datang juga.'
Irwan dipersilahkan duduk,Erna menunggu orderan minuman tapi Irwan tetep saja
sibuk bahas mesin.Team Engineering didekatinya,"Mau minum apa?"
Mereka menjawab,"Kopi."
Irwan nampak sibuk dengan Dafa di dekat mesin yang dipamerkan.Erna akhirnya
buatin juga buat Irwan kopi.Diberinya gelas yang lain warnanya.Erna mengambil
obat terlarangnya dan dimasukkannya ke minuman Irwan,'Dijamin bakal teler.
Nah saat itu aku akan membantu dia pura2 megangi dia.Lalu aku akan
bergaya mesra sama dia.Biar diliput media.Lalu isterinya akan lihat dan marah.Mereka cerai.Aku jadi Nyonya Sutedja yang baru.Wah hepi ending deh.'
Team Engineering gantian yang sibuk melihat mesin sedang Irwan nampak negosiasi
dengan Dafa.
Erna datang dengan kemayu ,"Minumnya Pak.Silahkan."
Irwan hanya mengucap,"Terima kasih."
Melihat Irwan tak jua minum,Erna nampak resah.Saat itulah Reza datang dan
menyapa Irwan,"Wah Anda kemari lagi."
Irwan menyalami Reza,"Katanya Anda mau kembali ke Masamba besok?"
Reza menjawab,"Iya makanya tadi saya puter2 cari oleh2."
Melihat Reza masuk ke stand Dafa,Titik segera mendekati Erna,"Na gantian dong jaga stand.Kamu keluyuran aja sejak tadi."
Erna akhirnya balik ke stand.Titik mendekati Reza,"Anda kan yang semalam nolong
saya ya?"
Reza ingat,"Ya.Bagaimana kondisi Anda sekarang?"
Melihat mereka nampak akrab,Irwan malah memberi ruang,"Saya mau ke sana dulu yach.Oh ya minumnya juga silakan diminum.Masih utuh kok.Belum saya sentuh."
Titik jadi grogi di dekat Reza dan main ambil minum saja,"Aku haus nih.Aku minum yach?"
Gelas Irwan diminum Titik,untung ga semuanya.Ia langsung merasa pusing,"Saya kok pusing ya...bisa tolong antar saya pulang dok?"
Reza ga bisa nolak,"Baiklah!"
Erna mikir tantenya itu sok akting pusing biar dianter sama Reza makanya ia ga curiga,trik begitu dia dah hafal.Erna juga ga lihat kala Titik meminum gelas yang harusnya buat Irwan.Maka saat ia melihat Irwan duduk lagi dengan isi gelas tinggal sepertiga,ia bahagia banget dan nunggu Irwan teler.Namun Irwan tetep saja bugar.Ia heran,'Kok bisa sih?'
Bahkan sampai Irwan pamitan pulang ia masih menanti Irwan teler.Namun ga terjadi apa2,'Kok ga mempan sih?Apa temenku bohong ya?Kasih barang yang kw kw.Wah
aku bakal labrak dia!'
Sementara Titik malah teler,Reza segera pergi usai mengantar dia ke apartemennya,
'Wah ni perempuan jangan2 bukan perempuan baik2 ya.Masak teler gini.Mending
aku segera angkat kaki deh dari sini.'
Sementara Erna usai pameran ga langsung pulang tapi mampir ke temannya yang
penggedar obat terlarang.Ia marah2 pada sobatnya itu,"Kamu kasih aku barang palsu ya?
Masak ga mempan nih...."
Teman Erna malah nerima telpon,"Masa sih?Ya sudah aku segera ke sana."
Teman Erna menitipkan sebuah bungkusan pada Erna,"Aku titip ya.Aku akan segera kembali.Kamu tunggu disini ya.Aku ambilkan barang yang kamu minta.Pokoknya kamu disini saja ya?"
Erna heran,"Hey!!Kamu mau ke mana?"
Sobatnya malah dah ngacir.
Setengah jam sudah berlalu Erna mulai resah,'Mana sih lama banget?'
Tiba2 masuklah beberapa orang,"Angkat tangan!Anda ditangkap!"
Erna kaget,"Lho kalian ini siapa?"
Ternyata mereka polisi yang sudah lama melacak sindikat pengedaran narkoba.Erna digelandang ke kantor polisi apalagi ditangannya ada bungkusan yang isinya bubuk terlarang itu.Erna berontak,"Saya tidak bersalah!Saya dijebak!Ini bukan milik saya!Lepaskan saya!!"
Namun polisi lebih melihat bukti.Erna tetap saja dibawa mereka.Wah...wah...
apalagi saat didatangi apartemennya ditemukan Titik yang lagi teler.Titikpun ikut digelandang ke penjara.Waduh...waduh..siapa menjebak siapa nih?Gimana nasib
mereka ya?***see you next eps***
Eps 169 CERBUNG I *** TABIR KEPALSUAN
*** TABIR KEPALSUAN*** CERBUNG I EPS 169
*** Seed Allocation*** Alokasi Benih
***Kediaman Sutedja...
Tanpa merasa bahwa dirinya baru saja
lepas dari perangkap wanita penggoda,
Irwan pulang ke rumahnya.Ia hanya
melihat Aty dengan Evan di gendongannya.Diambilnya putranya
yang gemesin itu,"Mamanya Evan mana
kak Aty?"
Aty tersenyum melihat Boss Mudanya memeluk sayang Evan,"Di dapur Boss muda.
Lagi masak spesial katanya."
Irwan langsung ingat kata2 Evi tadi pagi,"Kalau gitu tolong jaga Evan ya.Saya mau ke dapur.Mau lihat Evi masak apa he .he.."
Adi mendekat,"Boss Bro saya bawakan tasnya dan jasnya ke kamar ya?"
Irwan menyerahkan bawaannya pada Adi,"Makasih ya Di.Ini.Mama dan Kak Danang mana?Rizky sama Ayah juga ga kelihatan?"
Adi menjawab,"Nyonya Ratu biasa arisan sama teman2.Kakak Boss Bro lagi melukis sama Rizky di taman.Tuan Hamdan sedang membantu Tuan Benigno soal pernikahan."
Irwan manggut2,"Pantas sepi.Ya udah aku ke dapur dulu."
Adi melangkah ke kamar utama.Aty malah asyik dengan Evan yang nampaknya mulai mengantuk.Sementara sang milyuner muda kita melangkah menuju dapur.Para pembantu
langsung mengerti dan menyingkir dari dapur kala melihat Boss Mudanya datang,
"Wah pasti mau ketemu Nyonya Muda nih.Ayo kita menyingkir.Ntar ganggu lagi."
Irwan mengangguk pada mereka,"Nyonya Muda di dapur kan?"
Mereka menjawab,"Iya Boss Muda.Nyonya Muda ada.Silakan."
Irwan tersenyum dan melangkah pelan2 menuju ke dalam dapur,tampak Evi sibuk mencicipi masakan,'Mmh...pas.Irwan pasti suka.Bentar lagi saatnya buka.Aku harus siapin semua.Ini kan hari pertama ia puasa beginian.Aku mau buat buka ini istimewa.'
Irwan tersenyum melihat betapa mempesonanya sang isteri dengan apron dan peralatan masak.Evi sedang sibuk mengaduk masakan kala merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya.
Kaget juga ia namun bau tubuh suaminya ia hafal betul,"Irwan...kamu sudah pulang ya?Pasti lapar ya?"
Kaget juga ia namun bau tubuh suaminya ia hafal betul,"Irwan...kamu sudah pulang ya?Pasti lapar ya?"
Irwan malah menyandarkan kepalanya dibahu sang isteri,"Aku kangen sama masakanmu.Ingat waktu di Masamba dulu ga?"
Evi menikmati pelukan suaminya,"Tentu sayang.Kamu keringatan nyari kayu bakar.Aku ingat juga kamu suka sekali sayur daun kelor.Ini aku masakin lagi."
Irwan gembira sekali,"Mana?Laper nih.Makan yuk?"
Evi memandang suaminya,"Iya..tapi pelukannya dilepas dulu dong.Mana bisa
bergerak dipeluk begini."
Irwan baru sadar,"Ups!!Habis kamu ngangenin.Aku mau disuapi ya.Aku bantu yuk
bawa ke kamar.Aku mau dikamar aja makannya."
Evi tersenyum,"Ini bawa nampan yang ini ya.Aku bawa yang ini.Hati2 jangan sampai jatuh."
Irwan malah melirik isterinya,"Gendong kamu aja nggak jatuh kok.Masak bawa nampan jatuh.Yang bener aja deh..."
Evi tersipu ingat pas digendong suaminya ke meja makan dulu,"Julit ah..."
Di kamar mereka ketemu Aty,"Boss kecil dah bobok Nyonya Muda.Perlu saya
bantu di dapur?"
Evi meletakkan nampan yang ia bawa,"Udah kok Kak Aty.Makasih ya dah jagain
Evan."
Aty melihat Irwan juga bawa nampan,"Wah Boss Muda ga suruh pembantu saja
malah repot sendiri."
Irwan tersenyum,"Ini berat kak Aty.Hanya saya yang bisa bawa.Ya ga Sayang?"
Evi jadi gemes sama suaminya goda melulu,"Makhlum kak Aty,Pak Presdirnya
kelaparan he..he.."
Aty lalu permisi,'Mesra banget sih.Walau kaya raya tapi tetep aja suka
melakukan hal2 kecil bersama.So sweet.'
Irwan mandi dulu sedang Evi memeriksa Evan,"Anak mama...bobok ya..Sore2
kok bobok sih?Tumben.Biasanya kalau papa datang matanya gede2.Ini kok
malah merem sih?"
Evi menyiapkan pakaian buat suaminya,"Pakai sweater aja.Udara agak dingin.
Irwan keluar dan malah segera memeluk sang isteri,"Dingin...enaknya meluk kamu
nih.."
Evi tersenyum,"Kalau meluk aku terus ntar makanannya yang dingin.Nih bajunya.
Kenapa ga pakai air hangat?"
Irwan memakai sweaternya,"Lupa.Aku pinginnya cepet2 selesai terus disuapi kamu."
Evi mengambil sisir,"Bilang aja lapar.Sini aku sisir rambutnya."
Irwan malah meluk pinggang isterinya lagi,"Aku masih ganteng ga?"
Evi terkekeh,"Makin ganteng malah setelah jadi ayah.Makin lama kok malah ganteng ya?
Kok bisa ya?"
Irwan menatap mesra pada isterinya,"Masak sih?"
Irwan melihat ke cermin,"Pipiku makin tembem ya?Kayaknya aku makin gemuk deh."
Evi mendekati suaminya,"Itu tandanya kamu bahagia.Hatimu senang.Lagian aku makin gemes lihat kamu.Pipinya gemesin."
Irwan mesem sampai dekik,"He.he..aku emang bahagia.Sejak aku mengenalmu aku bahagia.Aku memiliki seseorang untuk berbagi suka dan duka.Bahkan aku sudah
punya penerus sekarang.Makasih ya sayang.Sudah mau mencintai pria yang dulu
hilang ingatan dan ga jelas identitasnya kayak aku ini."
Evi malah berkaca2,"Aku yang harusnya bilang makasih.Aku ini cuma gadis
desa.Dari tanah nan jauh pula.Tapi kamu malah milih aku buat jadi isteri kamu.
Mana pakai intrik pernikahan palsu pula."
Irwan meraih sang isteri dalam pelukannya,"Dimataku kamu itu mutiara.Sangat berharga dan tak ternilai harganya.Jangan nangis dong.Yuk katanya mau nyuapi aku.Lapar nih."
Evi tersenyum dan merekapun bergandeng tangan menuju meja makan.Evi mengambilkan nasi dan sayurnya,berkaca2 ia ingat masa2 dulu.Bagaimana Irwan dengan kaos oblong dan lupa ingatan tinggal di rumahnya nan sederhana.Makan apa adanya.Kerja di ladang,nyari kayu bakar dan belepotan tanah.Ga sangka pria yang sama itu ternyata seorang pebisnis terkemuka.Pegangannya laptop,note book,komputer dan kerap diliput media.Sungguh ga sangka.Sebelumnya mereka berdoa dulu,Irwan yang pimpin doanya,"Tuhan,terima
kasih selalu memberi kami segala kebutuhan kami.Makanan yang berlimpah,kesehatan,kedamaian dalam rumah tangga dan kebahagiaan hidup berkeluarga.Kami bersyukur buat semua nikmat yang Kau beri.Semua dari pada-Mu sumbernya.Jagai kami dan senantiasa berikan hati yang bersyukur kepada-Mu.Amin"
Evi juga mengamini,"Amin."
Disuapinya sang suami sambil menahan haru,"Gimana enak ga?"
Irwan mengangkat jempolnya,"Enak...Mantap!"
Mereka saling memandang penuh rasa cinta,Irwan juga menyuapi sang isteri.
Binar bahagia terpancar dari wajah mereka.Andai saja mereka tahu bahwa musuh
sempat mengincar keutuhan rumah tangga mereka.Wah gimana kondisi Erna dan
Titik ya?
|||| Dipenjara...
Erna nampak kesal dengan nasibnya,"Sial!!Kenapa aku malah jadi masuk bui?Ternyata aku dijebak.Keparat!!"
Titik malah nambahi,"Kamu sih kebanyakan gaul sama mereka.Jadinya keseret sial!"
Erna makin kesal kala mendengar sipir penjara ngomongin soal kesuksesan Irwan Sutedja.
Sipir 1 :"Wah bisnis keluarga Sutedja makin jaya ya sejak dipegang Putra Kandung Konglomerat Sutedja.Makin meluas bisnisnya.Karyawannya ribuan.Lihat nih foto keluarga Presdir Irwan Sutedja!"
Sipir 2 :"Wah sudah dikaruniai momongan ya?Isterinya penyanyi tenar pula.
Wah bahagia banget ya?"
Erna kesal mendengarnya,"Diam!!Kalian diam!!"
Sipir 2 segera menghardiknya,"Hey!!!Jadi napi yang sopan!!Mau dihajar ya?
Kayaknya kamu perlu diberi pelajaran ya?"
Titik segera minta maaf,"Jangan Pak!.Maafkan dia.Suasananya hatinya sedang buruk.Maafkan keponakan saya."
Titik mendekati Erna,"Kamu jangan bikin mereka marah.Ingat kita ini dipenjara.Sikap buruk kita akan menambah makin lama masa tahanan kita disini.Kamu mau
menghabiskan sisa umurmu disini?"
Erna menggeleng,"Habis aku kesal kenapa kita ga bisa bahagia kayak keluarga Sutedja.Kenapa kita malah terpuruk disini?"
Titik menghela nafas,"Ini karma karena kita sudah kerap berbuat jahat.Merusak
rumah tangga orang.Merebut suami orang.Memakai segala cara mendapatkan
keinginan kita.Sebaiknya kita berbenah diri."
Erna memandang tantenya,'Berbenah diri?Aku males banget.Aku akan lakukan
apapun agar bisa keluar dari neraka ini.'
Tak lama kemudian seorang sipir membawa Erna ke luar ada tamu buat dia.
Alangkah terkejutnya Erna melihat siapa yang datang,"Anda?"
Seorang pria tua nampak tersenyum padanya,"Kau masih ingat padaku?"
Erna takkan lupa pada pria itu,"Saya takkan lupa.Anda yang menangkap saya pas jatuh dulu kan?Yang saya pikir Anda orang lain."
Pria tua itu tersenyum,"Aku tertarik padamu sejak kejadian itu.Namun kau tak pernah mempedulikanku.Aku punya sebuah tawaran untukmu agar kau bisa bebas dari sini."
Erna kepo,"Bagaimana caranya?"
Pria itu meraih tangan Erna,"Jadilah isteriku.Ikutlah aku ke China.Kita hidup disana.Aku akan penuhi semua kebutuhanmu tapi jangan pernah kau pergi dari hidupku.Jangan pernah coba kabur.Aku akan mengejarmu bila itu terjadi.Bagaimana kau mau?"
Erna sebenarnya tak mau tapi ia ingin keluar dari penjara,"Baiklah.Aku mau."
Wah...Erna memilih menjadi isteri pria tua itu daripada meringkuk dipenjara.
Pria tua itu senang sekali.Ia sudah menyiapkan sejumlah uang buat menjamin Erna.
Ia juga sudah menyogok beberapa aparat agar Erna bisa bebas dengan jaminan.
Titik ga sangka Erna memilih cara itu,"Gila kamu Er!Dia itu sudah tua.Mungkin kamu juga bukan satu2nya wanita di hidup dia.Bisa jadi ia punya isteri dimana2.Kau tak tahu
siapa dia!"
Erna malah sinis,"Biarin aja.Yang penting aku bebas.Aku lelah hidup miskin.Aku lelah mengejar2 pria2 kaya,suami orang.Aku lebih memilih hidup dengan orang yang
mencintaiku walau dia tua.Aku mau meninggalkan Indonesia.Sudah cukup hidup susah di sini.Tante jaga diri ya.Aku dah ga bisa nolong Tante."
Titik kecewa Erna ninggalin dia,'Ingin menjadi kaya ternyata hanya berakhir kecewa.Tahu begini aku ga merantau ke Jakarta.Endingnya hanya dipenjara.Ditinggalin pula sama Erna.Katanya susah senang bersama.Apes!'
Erna pergi jadi piaraan pria tua di China.Titik nelangsa di penjara.Begitulah akhir sebuah usaha yang tidak benar.Sebuah keinginan yang dilandasi cinta akan uang.Oke eps selanjutnya kita akan memulai kisah cinta juara ke dua kita Danang juga gimana preparationnya pernikahan Benigno-Ika.***see you next eps***
Eps 170 CERBUNG I - TABIR KEPALSUAN
$- TABIR KEPALSUAN$-$ CERBUNG I EPS 170
-$- From Brass Heaven To Open Heaven$-$ Dari Langit Tembaga Menjadi Langit Terbuka
'$'
memilih mengerjakan di kamarnya.Bisa menemani Evi yang sibuk dengan
buah hati mereka.Evan nampak pulas di boxnya.Sudah hangat dia double baju
dan diselimuti.Udara akhir2 ini dingin.
Irwan nampak sibuk melihat laptopnya,"Mana laporan dana HUT perusahaan ya?
Kata Albi dah dikirim ke email aku.Kok ga ada ya?"
Irwan menghubungi Albi via hp,"Albi,email laporan dana HUT perusahaan mana?
Apa Om Ben belum kirim?"
Albi menjawab,"Maaf Pak tadi direvisi oleh Pak Ben.Ini baru saya terima.Akan saya
forward ke Bapak.Ok.Sudah Pak."
Irwan mengecek emailnya,"Oh ya sudah masuk emailnya.Makasih Albi."
Evi mendekati suaminya,"Kapan perayaan HUT perusahaan sayang?"
Irwan malah meraih sang isteri ke pangkuannya,Evi jelas kaget.
Evi :"Eeeit!"
Irwan meneruskan melihat email seraya memangku Evi,"Wah kalau kerja
ditemeni kamu gini betah deh.Evan bobok ya?"
Evi malah menyandarkan diri di dada suaminya,"Iya bobok imut dia.Udara
dingin jadi aku kasih baju tebal juga selimut biar hangat.Kamu ga kedinginan?"
Irwan tersenyum,"Kan ada kamu.Jadi hangat deh.Oh ya sayang ntar pas acara HUT
datang kan?"
Evi malah asyik dengerin detak jantung suaminya,"Aku nurut kamu aja.Follower sejati kamu pokoknya.He..he..."
Irwan memandang isterinya,"Kalau aku ke luar negeri?"
Evi langsung jawab,"Aku ikut ke luar negeri."
Irwan mengetik di laptop,"Kalau aku ke kamar mandi?"
Evi kena deh,"Dasar ngeres!Aku mau lihat Evan aja deh."
Evi hendak bangkit dari pangkuan Irwan,tapi Irwan malah memeluknya.
Irwan memejamkan matanya,"Jangan pergi!Temani aku kerja ya.Please..."
Evi membelai punggung suaminya,"Iya...tapi meluknya jangan erat gini dong ga bisa nafas nih."
Irwan mengendurkan pelukannya dan meraih tangan isterinya,"Ayo kuajari soal email.Katanya kamu mau tahu soal komputer kan?"
Evi malah tersipu karena tangannya dipegang Irwan.Tangan mereka
menyatu di atas mouse,"Kalau dirumah aku suka pakai mouse soalnya lebih cepet."
Evi malah merona melihat wajah suaminya begitu dekat dengannya,'Ya ampun
sudah nikah aja aku masih tersipu kalau sedekat ini sama dia.Ganteng banget sih jadi orang.'
Irwan menunjukkan cara mengirim email,"Nih klik di sini.New message.Terus tulis
alamat yang dituju.Wah sayang kok lihatnya ke wajah aku sih?Ke layar dong...kamu mengagumi wajahku yang tampan ya?He..he.."
Evi jadi salting,"Ge er banget sih."
Irwan memandang isterinya,"Ayo pandang aku kalau emang ga."
Evi malah tertunduk,"Ga ah..."
Irwan meraih dagu isterinya,"Hayo kamu ga berani menatap mataku kan?Hayo bener kan
tadi kamu terpesona lihat aku.Hayo ngaku!"
Evi malu dan menyembunyikan mukanya di dada Irwan,"Julit ah..."
Irwan terkekeh,"Lihat nih aku punya foto2 dimana kamu suka merhatiin aku diam2.
Ini kudapat dari Rizky.Nih lihat!"
Evi kian tersipu deh lihat bagaimana terpampang di layar foto2 saat ia mencuri
pandang ke arah Irwan,'Aduh....kok ada sih yang memfoto pas aku merhatiin Irwan.
Bikin makin malu deh.'
Irwan menempelkan kepalanya ke kepala Evi,"Kamu ternyata perhatian ya sama aku.
He .he..."
O..o..kamu ketahuan...
Irwan tersenyum,'Sebenarnya foto aku merhatiin kamu lebih banyak Vi.He..he...
cuma aku simpen di folder tersendiri.Kamu sih culun banget jadi orang.'
Begitulah bila Irwan ngerjain job di kamarnya.Endingnya malah godain sang isteri.
Bahkan saat HUT perusahaan tiba,Irwan dengan gembiranya mengajak Evi ke
acara perusahaan.Tentu saja Evan ikut serta.Aty juga.Para karyawan merhatiin mereka.Malah ada yang segera ambil gambar mereka.Satunya Big Boss satunya
penyanyi terkenal.Klop deh.Acara sangat meriah namun Irwan selalu didekat Evi dan putranya.Benigno sampai kagum melihatnya,"Lihat deh Ka.Irwan selalu saja
disamping Evi.Lengket terus mereka."
Ika juga merhatiin,"Iya ya...Suasana HUT jadi romantis deh.Apalagi katanya Evi mau diminta nyanyi ya."
Albi yang mendengar perkataan Ika membenarkan,"Wah bakalan jadi sorotan utama nih kalau saja mereka duet."
MC acara memberitahu audience kalau Presdir mereka akan mempersembahkan sesuatu,"Hadirin sekalian!Mohon perhatiannya!Berikut sebuah persembahan dari Presdir kita,Bapak Irwan Sutedja.Silakan Bapak."
Irwan naik ke panggung,"Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan.Tahun ini perusahaan kita mengalami banyak kemajuan.Saya harap tetap kompak satu visi satu misi dalam memajukan perusahaan di tahun2 yang akan datang supaya semakin banyak orang yang bisa meningkat taraf hidupnya.Tahun ini kita akan membuka pabrik di beberapa tempat.Saya harap semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa menyerap tenaga kerja di bangsa kita.Saya senang sekali karena tahun ini juga saya mendapat momongan.Ah...itu dia.Sama Mamanya.He..he..isteri saya tercinta Evi.Kami sangat berbahagia dengan kehadiran putra pertama kami jadi HUT kali ini istimewa sekali.Begitu banyak hal baik yang telah terjadi di keluarga saya.Sebagai kado istimewa buat kita semua bagaimana kalau kita minta isteri saya menyanyi?Setuju tidak?"
Wah semua langsung bilang,"Setuju!!"
Irwan mendekati isterinya menggandeng mesra tangannya,"Sayang,mereka mau kamu nyanyi."
Evi tahu sang suami memang julit,"Kamu kan yang ajari mereka.Dasar julit!"
Evi gantian yang menanyai audience,"Menurut kalian Presdir Irwan orangnya
gimana?"
Semua jawab serentak,"Baik!"
Irwan tersenyum,"Terima kasih he..he.."
Evi ga habis akal,"Mau denger Presdir kalian nyanyi ga?"
Wah heboh deh mereka,"Mau!!"
Irwan geleng2 kepala,"Duet aja ya?"
Hadirin serempak jawab,"Iya!!"
Evi ngaku kalah deh soal kepiawaian Irwan memimpin karyawan2nya,"Baiklah duet
ya."
Evi berbisik pada Irwan,"Lagu lama aja ya?Yang biasa kamu nyanyiin di kamar
mandi itu.He..he.."
Irwan manggut2 dan memberitahu team musik soal lagunya.Semua siap lalu musikpun dimainkan.Evi dan Irwan duet apa ya?Evi yang opening dulu,"Sebuah lagu dari Rano Karno berjudul Yang Sangat Kusayang.Kami persembahkan buat kalian semua."
Evi mendekati Irwan dan membelai pipinya,"Kau yang sangat kusayang..."
Wah hadirin langsung bersuit2.
Irwan menangkap tangan isterinya,"Karena kau gadis pendiam.Anggun pribadimu...."
Evi memandang wajah suaminya,"Tenang di wajahmu.Hati ini mengagumimu...."
Hadirin langsung jeprat jepret lihat kemesraan Presdir dan Bu Presdir mereka.
Irwan ganti membelai pipi isterinya,"Kau yang sangat kusayang.Karena kau
tak pernah manja.Wajah keibuan...."
Evi tersipu malu,"Tersungging senyuman..."
Irwan mencium jemari isterinya,"Tiada yang menandingimu..."
Merekapun bergandengan tangan bernyanyi bersama,"Ku mengkhayal bila saat nanti hidup bersamamu...Hanya engkau teman dalam duka...penghibur derita..."
Irwan memandang mesra sang isteri,"Kepadamulah akulah yang manja...dengarkanlah,sayang...."
Evi juga memandang penuh cinta pada Irwan,"Kupandang potretmu di dalam kamar...Tersenyum padaku..."
Wah duet itu diakhiri dengan Irwan mencium pipi sang isteri didepan karyawan2nya.Cie..cie...Selain meriah di pesta perayaan,HUT Sutedja Bussiness Enterprise juga melakukan kegiatan sosial dengan membagi sembako di semua cabang mereka tak
terkecuali di mana Ayu tinggal.
Ayu dengan gembira pulang membawa sembako,"Ayah!Ayah!"
Sang Ayah heran,"Ada apa Ayu?"
Ayu menunjukkan bawaannya,"Lihat yah!Pabrik besar di sana itu bagi sembako.
Lumayan Ayah ada beras,minyak goreng,gula,juga teh Ayah.Wah yang dapat semua
warga sekitar Yah."
Sang ayah kagum,"Wah dalam rangka apa?"
Ayu menata sembako di tempatnya,"HUT perusahaan Ayah.Keren ya Ayah.Mereka berbagi bahagia dengan membagi sembako.Wah menyentuh sekali.Katanya disemua cabang lho Ayah.Ayu bersyukur sekali.Dengan adanya bantuan sembako ini kita bisa hemat banyak Ayah.Ayu doain perusahaannya tambah maju,makin jaya dan makin memberi he..he.."
Kasihan ya Ayu dan Ayahnya hidup susah.Ayu menerawang,"Kapan ya Ayu bisa ketemu dengan keluarga Sutedja?Mereka terkenal sangat dermawan.Coba salah satu dari mereka hadir di sini.Ayu ingin mengucapkan terima kasih."
Wah akan terkabulkah doa Ayu?***see you next eps***
Cek cek .. Hihi :-D
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusada apa Rini?
BalasHapusada apa Rini?
BalasHapus