CERBUNG KE 8^^^ CINCIN PUTIH EPS 1-12

My Eight Story 》》CINCIN PUTIH

  ÷÷÷÷¤ CINCIN PUTIH ¤÷÷÷÷ ÷÷÷÷¤ Mystery of Love....Misteri Cinta ÷÷÷÷¤ Introducing / Perkenalan
Akulah saksi kisah ini
Walau aku cuma benda mati Namun aku mengerti Bahwa ada sebuah misteri
Bentukku memang bulat Namun aku adalah tanda pengikat Aku diam namun aku melihat Takkan terlupa kan selalu diingat
Warnaku suci yaitu putih Aku melihat dengan sedih Kala cinta harus berakhir pedih Kala impian berubah tangis lirih
Aku diam di sebuah kotak nan indah Namun kemudian aku melihat darah Sebuah cahaya dan sesosok arwah Akupun terlempar tak tentu arah Aku memang dibuat satu pasang Arwah itu penasaran tidak tenang Akhirnya ia menemukan seseorang Seorang yang penuh kasih sayang
Akupun berpindah tangan dan tuan Seorang pria muda penuh ketulusan Dialah yang mampu mengungkapkan Dia pula yang akan meneruskan pesan Aku biasanya dipakai di jari manis Namun cinta kadang berakhir tragis Sang mempelai wanita menangis Namun kisah ini berujung manis
Akulah benda penting dalam pernikahan Benarkah sang arwah korban pembunuhan Siapakah dalang dibalik semua kejadian Inilah sebuah kisah misteri percintaan
Aku saksi bisu tiga hati dua dunia Cinta seorang arwah pada kekasihnya Bagaimana ia memberikan amanatnya Pada pria lain tuk meneruskan cintanya
Berhasilkah sang arwah menemukan ketenangan? Benarkah sang kekasih perempuan pembawa kesialan? Akankah cinta sang arwah akan dilanjutkan? Inilah kisah karya penulis kisah ke delapan
÷÷÷÷¤ CINCIN PUTIH POV Aku sedang berada di sebuah etalase toko perhiasan saat aku mendengar sang pemilik toko berbicara 
dengan seorang pria muda.Ia masih memakai id-card tempat kerjanya saat itu.Pemilik toko dengan ramah menyambut 
pelanggannya,"Cari apa mas...Reza?" Si pria muda kaget,"Kok Bapak tahu nama saya?" Boss aku langsung menunjuk ke saku bajunya,"Mas masih pakai tanda pengenal.Maaf saya lancang main baca saja.Mas seorang spv mekanik ya?"
Pria yang bertubuh tinggi itu mengambil id-cardnya,"Iya Pak.Baru saja diangkat jadi supervisor.Saya juga ga sangka ternyata Boss saya suka dengan kinerja saya.Padahal saya termasuk orang baru lho.Yang lebih lama kerjanya dari saya banyak.Tapi ga tahu kok Boss malah nunjuk saya sebagai spv.Maaf malah curhat sama Bapak.Saya mau cari cincin buat pernikahan Pak.Yang simple saja sih Pak.Kalau bisa yang ada batunya ya Pak."
Boss toko perhiasan itu menunjukkan beberapa jenis cincin tapi pandangan pria itu malah kepadaku,"Coba lihat yang putih itu Pak.Ada batunya kayaknya.Sepertinya bagus."
Akupun diambil meski dengan sedikit ragu,"Mas Reza,sebenarnya cincin yang ini ga saya jual.Cincin ini peninggalan seorang teman bisnis saya.Dia merasa berhutang budi pada saya makanya dia memberikan cincin ini.Katanya cincin ini bukan sembarang cincin.Mas mengerti maksud saya kan?"
Pria jangkung itu malah menimang2ku,"Maksud Bapak cincin ini diberi isi begitu?" Si Boss mengangguk,"Iya mas makhlum teman saya itu suka cari ilmu dan benda antik.Tahu ga katanya dia dapat cincin ini di daerah Kalimantan.Disana kan terkenal magicnya mas.Rumahnya saja penuh benda2 keramat mas.Dia berpesan pada saya bahwa hanya boleh menjual cincin ini pada orang yang dipilih sendiri oleh cincinnya."
Reza mengernyitkan dahi,"Wah gimana kita tahu kalau cincinnya menentukan pilihannya Pak?" Si Boss menyuruh Reza memakai cincin itu,"Coba mas pakai nanti akan tahu jawabannya." Rezapun memakainya,"Wah pas dengan jari saya.Kok batunya bersinar ya Pak?" Si Boss menatap takjub,"Wah bener berarti mas memang orangnya.Sini coba saya yang pakai." Reza melepasnya,"Saya tadi sudah lihat beberapa toko perhiasan tapi ga ada yang sreg.Tapi begitu lihat ini saya suka sekali."
Si Boss memakainya tapi ga ada efek bersinar seperti saat Reza memakainya,"Tuh cincinnya diam saja.Ga bersinar.Aneh kan?"
Reza menerawang,seperti membayangkan sesuatu.
Si Boss mengambil nota,"Gimana mas jadi kan beli ?Saya ikhlas deh.Harganya segini mau ga?"
Reza melihat angka yang tertera di kalkulator pemilik toko,"Ga bisa kurang Pak?Uang saya ga ada segitu.
Makhlum cuma buruh pabrik Pak." Si penjual menurunkan harganya,"Terserah mas saja deh.Lagian kayaknya tuh cincin memang buat mas." Reza memandang lagi diriku,"Memang apa istimewanya sih cincin ini Pak?Nanti malah medeni lagi.Kasihan calon isteri saya dong."
Pemilik toko akhirnya cerita,"Teman saya bilang kalau cincin ini bisa menjadi tempat tinggal roh halus.Dia suka nyimpan peliharaannya dia di cincin itu.Tapi saya jamin sekarang kosong kok mas.Ga ada isinya.Tapi intinya dia bisa menangkap roh halus dan bisa menyuruh apa saja pada makhluk itu.Biasanya arwah2 penasaran sih mas.Dia ga akan nyakiti tuannya kok mas asal cocok lho.Mumpung nih lagi kosong ga ada isinya mas beli saja.Nanti kalo ada isinya sendiri ya anggap aja mas beruntung punya teman roh halus.He..he.."
Reza akhirnya membelinya namun saat akan pergi sang pemilik toko menahan langkahnya,"Mas saya kok
melihat aura abu2 ya di wajah mas.Sepertinya mas harus hati2 deh...bukan menakuti mas,saya memang bukan cenayang tapi saya bisa melihat aura tiap orang yang datang ke toko saya.Mas naik motor?" Reza mengangguk,"Iya Pak.Memang kenapa?"
Si bapak menjawab,"Jangan lewat jalan yang biasa mas lewati.Itu aja saran saya.Untuk hari ini saja.Tapi itu cuma saran sih,semua terserah mas.Boleh percaya boleh tidak."
Reza terkekeh,"Saya memang ga percaya dunia gaib begituan Pak.Tapi makasih ya.Saya suka cincinnya.
Kekasih saya pasti juga suka.Katanya dia ingin cincin putih sebagai pengikat cinta kami.Saya permisi Pak."
Si pemilik toko melambaikan tangannya sambil memandang dengan miris entah kenapa.Akupun dibawa oleh pria bernama Reza.Aku dimasukkan di tasnya.Ia lalu melihat ke jamnya,"Wah sudah jam segini.Aku harus cepet pulang nih.Evi pasti sudah nunggu aku.Hari ini kan aku mau fitting baju pengantin.Wah lewat jalan tadi aja lebih deket."
Aku diam saja dia mau lewat mana namun aku ga sangka bahwa pilihannya menentukan jalan hidup dan 
kisah cintanya.Penasaran?Apakah yang terjadi pada Reza selanjutnya?Bagi yang suka tunggu eps perdananya.
÷÷÷÷¤ Kala cinta bertemu petaka Kala asmara pupus ditepi jalan Akankah cinta kan berujung bahagia Inilah misteri cerbung saya ke delapan
÷÷÷÷♡ CINCIN PUTIH ♥÷÷÷÷ ***See you next eps***
Eps 1 ■ □ ■ CINCIN PUTIH □ ■ □
■■■ CINCIN PUTIH □□□■□□ Eps 1 □□■■■□ Go Not Into The Way □□■ Jangan Pergi Ke Jalan Itu
■□□ Real Mystery...
□□□ Ana tangis kelayon2...{ REZA POV }
Aku terus teringat perkataan pemilik toko perhiasan tadi,"Jangan lewat jalan yang biasa mas lewati ya.
Cuma itu saran saya,hari ini saja."
Sok tahu tuh orang,pikirku.Kalau memang mau malang ya malang.Emang takdir.Harusnya dia itu jadi paranormal saja.Jangan jadi penjual perhiasan.Ga cocok.Aku tiba di persimpangan,kok kayak ada yang ngikuti aku ya.Mungkin perasaanku aja.Gara2 omongannya penjual perhiasan itu sih.Bikin paranoid saja.Aku tuh ga percaya namanya ramalan,bintang,zodiak,horoskop,primbon,etc.
Bagi aku hidup itu penuh kemungkinan.Ga usah ditambahi sing aneh2,dunia sudah aneh kok.Apalagi aku pernah diramal sama temenku habis dia lihat tanggal lahirku,"Wah mas hati2 kalau pas di jalan ya.Mas itu garis hidupnya angka 4.Jadi kalau di jalan hati2 yach.Suka apes."
Wah aku langsung ngakak diramal begitu sama adminku,"Wis to ga usah kamu kasih tahu juga aku pasti bakal hati2 di jalan.Ini sih dah ketentuan umum pengguna jalan.Hati2 di jalan.Ayak ayak wae!"
Dia,adminku cuma senyum sambil berujar,"Bagus kalau mas sudah tahu.Saya tenang."
Aku ketawa kalo ingat orang2 pada aneh semua di awal tahun ini.Masak Head of ku sampai bilang gini,
"Katane peramal dari luar negeri,tahun ini Eropa bakal musnah diganti Isis.Wah ngeri kan?Padahal peramal itu meramal untuk jangka waktu 10 tahun.Dah gitu dianya juga sudah wafat.Eh ramalannya jadi heboh di sosmed."
Aku akhirnya memilih jalan yang biasa kulewati.Ga terjadi apa2.Sementara sih.
Tapi bukankah sebenarnya semua itu tergantung iman kita.Kalau kita percaya ya terjadi.Kalau ga ya ga.Sugesti.Kayak iklan obat saja,main sugesti.Apalagi si bapak penjual perhiasan ngomong soal aura segala,"Saya kok lihat aura abu2 ya di wajah mas..."
Wajah kok abu2?Aku ini orang Indonesia asli,kulitnya ga mungkin abu2,sawo mateng iya.Abu2?Aneh!
Aura kasih malah tahu aku.He..he ...Dasar cowok!
Gara2 mikir aura aku hampir diserempet pria bawa bronjong di motornya,"Hey mas!!Hati2!!Kagak tahu apa ga boleh bawa bronjong kalau lewat jalan protokol?!!Whuu!!"
Aku memaki2 si pembawa bronjong namun kala tahu orangnya sudah tua,aku jadi ga enak hati.Akhirnya kamipun damai.Peace man!!Mungkin ada benernya ya omongan si penjual perhiasan.Aku menaiki motorku lagi.
Motor baru je...baru beli.He..he...Soal motor baru katane juga ada mitosnya.Wah apa2 kok serba mitos.
Menthos aja enak.
Masak temen satu departemenku bilang kalau beli motor baru itu harus di kasih upacara dulu.Yang dibancai,diminyaki,dikasih kembang juga ada.Wah malah kayak sesaji wae.Aku makin ga ngerti dengan pola pikir mereka.Mau beli motor apa mau lahiran?Weleh banyak amat uba rampenya.Aku sampai di perlintasan kereta api.Wah kena palang.Nunggu dulu.
Sambil nunggu aku ingat perkataan temenku bagian operator mesin,"Mas kalau lewat perlintasan kereta api kalau motornya baru hati2 lho.Suka macet mendadak.Katane sih di perlintasan itu ada yang tunggu.Namane hantu tuli."
Apa maning iki?Aku geleng2 kepala sambil menanti kereta.Lama amat keretanya.Kayak manten mau ditemukan saja.Lama bingit.Aku melihat ke arah jam.Moga Evi ga bete nunggu aku.Dia kan libur kalau sabtu gini.Iyalah dia staff.Aku cuma spv.Dia level staff manager.Sebenarnya di perusahaan kami ga boleh cinlok.Maksudnya ga boleh pasangan suami isteri bekerja di satu perusahaan.Paling nanti aku atau Evi yang keluar.Sepertinya sih aku.
Gaji Evi lebih gede dari gajiku.Lagian aku kan laki2 gampang nyari kerja lagi.Apalagi aku punya basic mekanik.Sedang Evi kan wanita.Apalagi level dia staff manager.Gaji pasti sudah high and big.Aku sungguh beruntung dapat Evi.Dia belum pernah menikah,cantik,kerjaan bagus dan yang penting kita saling cinta.
Banyak yang naksir Evi di kerjaan aku.Tapi semua gigit jari karena Evi memilih diriku.Reza gitu loh!Asyik memikirkan kekasih hati yang sebentar lagi bakal jadi Ny.Reza eh hpku bunyi.
Wah umur panjang nian Evi,"Ya Beip Ephi?Kangen ya ama yayang Eja?"
Evi cuma ketawa,"Bisa aja.Kak Eja sampai mana?"
Aku melihat sekitarku,"Sampai di hatimu he..he..sudah parkir malah sejak 10 bulan yang lalu."
Evi malah manyun,"Kak Eja ah...godain terus.Serius nih."
Aku ketawa dalam hati,"Ih...Ephi sayang...siapa bilang aku ga serius?Aku tuh serius sama kamu.Sudah beli cincin pula.Apa ga serius itu namanya?"
Evi sumringah,"Beneran?Dapat cincinnya?Cincin putih kan?"
Aku meraba tasku,"Iya dong seputih cinta Aa' sama kamu.Cie..."
Evi tertawa,"Aa' dari Hongkong kali...udah cepetan ya,dah kering nih.Kayak jemuran siap diangkat."
Aku melihat kereta lewat,"Aku juga siap diangkat tuh...diangkat jadi suami kamu."
Evi ga denger soale ketutup suara kereta,"Apa?!"
Aku dengan bercanda menjawab,"Diangkat ke surga.Puas?"
Evi malah marah,"Kok gitu ngomongnya?Ga boleh ngomong sembarangan ah...Ephi ga suka."
Akupun pernah diomongi gitu sama Mami aku,"Eza sayang hidup dan mati itu dikuasai lidah.Jadi jangan sembarangan ngomong.Apalagi kalau menyangkut diri kamu.Ingat pesen mami itu."
Mami sama Evi kok kompak sih,"Iya maaf Beib...aku tadi cuma bercanda.Jangan dianggap serius ya.
Please." Evi diam sebentar,"Iya tapi ini terakhir lho bercanda begituan?Janji?"
Aku kembali ceria,"Janji apapun deh buat Beib Ephiku...udah ya keretanya dah lewat.Aku jalan lagi biar cepet sampai.Love love buat Ephiku sayang...muach..."
Aku mengendarai motorku lagi.Kali ini aku kembali berada di persimpangan.Ambil kiri bisa ambil kanan bisa.Tapi aku biasa lewat yang kanan soale jalannya sepi.Beda dengan yang kiri,ramai dan banyak bangjonya.Ribet.
Perkataan si penjual perhiasan itu kembali terngiang di telingaku,"Mas jangan ambil jalan yang biasanya mas lewati.Hari ini saja."
Namun kasihan Evi menungguku.Akunya juga sih milih cincin lama bener.Habis aku ingin nyari seperti seleranya Evi.Kiri atau kanan.Aku malah berdoa,'Tuhan kepada-Mu saja aku mempercayakan diriku.Dulu ada yang mengatakan kalau dalam keluargaku ada kutuk keturunan,setiap anak laki2 pertama pasti mati muda.
Katanya karena leluhurnya punya salah sama orang.Katane dulu salah satu leluhurku pernah membunuh orang yang ga bersalah.Tuhan,aku serahkan semuanya dalam tangan-Mu.Hanya satu pintaku beri aku kesempatan membuat Eviku bahagia.Itu saja keinginanku yang paling dalam.'
Aku memilih yang kanan.Kilometer pertama tak ada masalah....namun...tiba2....semua gelap_____________________________________
■■■ Tangise wong kang wedi mati....{ EVI POV } Aku sudah hampir dua jam di butik langgananku.Nunggu Reza,kita janjian mau fitting baju pengantin hari ini.Aku sampai mondar mandir ga jelas.Semua majalah juga sudah kubaca semua.Aku tuh paling ga suka nelpon menggerutu nanyain orang yang sedang di jalan.Takute malah ada apa2.Tapi perasaanku ga enak.Asli ga enak.Sejak pagi aku gelisah.
Apalagi denger komentar penjahit butiknya soal warna baju pengantinku,"Kok ungu sih mb?Apa itu ga salah?Ungu kan warna janda."
Kak Igun mencegahku yang hendak membersihkannya,"Sudah biarin saja.Ada Yayat kok.Biar dia yang bersihin.Yayat!!"
Aku sebenarnya juga ga suka warna itu tapi Reza ngeyel,"Itu kan warna fave aku Vi.Ngapain kalau warna janda.Biarin aja orang mau ngomong apa.Yang penting kita ga percaya.Kan beres.Hidup kalau dengerin omongan orang melulu bisa2 makan hati tahu.Aku suka warna ungu.Ungu itu lambang kemuliaan,keagungan,warna ilahi.Tahu ga?"
Aku sih nurut aja.Ga masalah mau warna abu2,oranye atau pink sekalipun yang penting aku menikah dan ga merebut suami orang.Itu saja yang penting.Aku sampai pekewuh sama pemilik butik yang terus menemani aku ngobrol,"Evi kapan sih nikahnya?"
Aku jawab,"Tiga minggu lagi kak Igun."
Aku semakin resah sampai aku jatuhin gelas yang kupegang,"Pyar!!!"
Aku makin merasa ga enak dan segera menelpon Reza,namun ga aktif.Aneh!Tadi dia aktif.Kok sekarang ga?Perasaanku makin campur aduk.Ada apa dengan Rezaku?
□■□ Ditumpake kereta jawa rodane roda manungsa....{ ISDA POV }
Aku sedang memasak di dapur.Biasa masak kesukaannya Reza.Putraku itu suka sekali oseng buncis dengan kulit mlinjo.Akupun mengiris buncis sambil berdendang lagu milik band Mistis,kereta Jawa:"Ditutupi ambyang2...disirami banyune kembang...Auwww!!"
Jariku teriris pisau,darahnya membasahi telenanku yang berwarna putih,"Aduh!Sayurnya jadi berdarah nih...Masak Reza dikasih sayur kena darah...aku buang saja yang ini."
Aku membuang rajangan yang kena darah ke tempat sampah.Lalu kucuci lukaku dengan air mengalir.Darah mengalir di wastafel.Merah.Entah kenapa perasaanku ga enak.Miris gitu dan sejak tadi aku merasa kangen banget sama Reza.Anakku cowok satu2nya.Aku hendak mengambil betadine di kotak obat ketika telpon rumah tiba2 berbunyi,"Hello?"
Suara di telepon terdengar asing bagiku,"Ini dengan keluarga Reza Zakarya?"
Aku menjawab sambil meneteskan betadin ke lukaku,"Iya...Saya ibunya Reza.Bapak siapa ya?"
Jawaban selanjutnya membuatku lemas,"Kami dari kepolisian lalu lintas,anak ibu mengalami kecelakaan.Maaf korban meninggal dunia......"
Aku ambruk di lantai.Lemas sekujur tubuhku.Suamiku datang mendekat,"Mi kenapa Mi?Mami?" Aku memberikan telpon padanya,"Reza kita mas....Reza...." Aku pingsan.Semua gelap.------
Sudah tahu kan apa yang terjadi pada Reza.Ikut berduka cita bagi semua Revi lovers jika membaca eps ini.Lalu bagaimana nasib Evi selanjutnya?Bagaimana pula dengan cincin putihnya?***see you next eps***
Eps 2 CERBUNG VIII ◆¤◆ CINCIN PUTIH

◆▪◆ CINCIN PUTIH ◆▪◆CERBUNG VIII _ Eps 2He Shall Give Thee Rest Ia Akan Memberimu Ketenangan
<○> Putik yang sedang berbunga Harum yang sedang mewangi Haruskah gugur ke bumi....( Saiful Jamil Pov )
Aku lemas di ruang forensik.Bau anyir memenuhi ruangan.Bau darah segar.
Di sana,di sebuah meja porselin putih.Dibak tepatnya terbaring putraku.Putra laki2 satu2nya yang kumiliki.Kepalanya sudah mengenaskan di bagian belakang sudah tak ada lagi isinya.Wajahnya yang tampan menjorok masuk ke dalam.Pakaiannya penuh bercak darah.Darah mengalir dari sekujur badannya.Isteriku baru sampai depan forensik saja sudah pingsan lagi.Aku takut jiwanya terguncang bila melihat betapa putranya yang selama ini disayang dimanja kini tergolek tanpa nyawa.Lebih miris lagi adalah disaat menjelang hari bahagianya,hari pernikahannya.Seketika aku ingat Evi,calon menantuku.Aku mengambil hpku.Dengan gemetaran aku menghubunginya,ia menerimanya.
Tangisku tak bisa kutahan kala mendengar suaranya,"Iya Ayah?Tumben hubungi Evi?Kak Reza bersama Ayah ga?Kuhubungi kok ga bisa ya Hpnya?"
Evi memang sudah kuanggap anakku sendiri,makanya aku suruh dia memanggilku dengan sebutan Ayah.Lagipula Ayahnya juga sudah tiada.
Isakku terdengar oleh Evi,"Ayah menangis ya?Ada apa Ayah?Kak Reza baik2 saja kan?"
Aku memandang jenazah putraku,"Vi,Reza kecelakaan." Evi langsung panik,"Apa??!!Kecelakaan?Terus kondisinya bagaimana?Kecelakaan dengan apa?Ayah dimana?"
Aku berpegangan pada dinding untuk mencari kekuatan mengatakan semuanya,
"Ayah di forensik.Reza ada di sini." Evi heran mendengarnya,"Forensik?Kenapa di sana Ayah?Kenapa tidak di RS.
Forensik kan dekat dengan RS Ayah?Evi bisa bicara dengan Kak Reza Ayah?" Aku luruh ke lantai tangisku pecah seketika,"Tak bisa Vi....Reza sudah ga ada." Evi semakin panik,"Maksud Ayah?Evi ga ngerti?Kak Reza lagi keluar gitu?"
Aku ingin berkata ya untuk pertanyaan Evi yang terakhir tapi aku hanya bisa berkata,"Kamu kesini saja Vi.Kamu akan tahu sendiri."
Evi menjawab,"Baik Ayah Evi segera ke sana."
Telpon kututup.Air mataku menetes membasahi layarnya.Tampak fotoku bersama Isda dan Reza terpajang disana.Reza ditengah diapit kami berdua.Benarkah mitos bahwa foto bertiga itu bawa sial?Biasanya orang yang tengah akan mati muda.Lalu disusul dengan kematian dari salah satu pengapitnya oleh karena sakit.Dan hanya akan tersisa satu nanti yang masih hidup lebih lama dari yang lain.Benarkah itu?Aku teringat dua sahabatku di kantor,kami juga pernah foto bertiga gitu.Sahabatku yang ditengah juga meninggal muda
dalam kecelakaan.Dan seminggu yang lalu sahabatku satunya meninggal karena liver.Apakah benar itu semua hanya kebetulan atau memang mitos itu benar?
Aku melihat isteriku sudah sadar namun kala ia melihat Reza di meja forensik ia
pingsan lagi.Entah sudah berapa kali ia pingsan.Kata polisi tak ada yang melihat kejadian itu.Tempat itu sepi.Yang menemukannya justru orang yang mau lewat dari arah sebaliknya.
Seorang penjual mie ayam.Hatiku ngenes,susah payah besarin anak kok ya berakhir
tragis seperti ini.Kasihan isteriku.Kini hidupku hampa.Tiba2 aku merasa dunia ini begitu sunyi.
《♡》Hati yang sedang bahagia Cinta yang sedang bersemi
Haruskah berakhir kini....( Evi POV ) Perasaanku tak enak kala menerima telpon dari Ayah kak Reza.Aku bergegas menyetop taksi dan menuju forensik.Namun satu tanda tanya besar memenuhi hatiku.Kenapa di forensik?Bukankah forensik hanya untuk tempat otopsi?Lalu kenapa kak Reza ada di sana?Pikiran positifku hanyalah bahwa mungkin yang bertabrakan dengan kak Reza yang meninggal.Atau kak Reza jadi saksi mata.Aku tak berani memikirkan bahwa kak Reza yang tiada.Jangan sampai itu terjadi.Sepanjang jalan aku berdoa semoga calon suamiku itu baik2 saja.Tapi aku sempat dengar Ayah Saiful bilang kalau kak Reza ga ada.
Terus dia juga nangis.Hatiku yang lain berkata bahwa aku harus siap mendengar yang terburuk.Tanganku dingin sekali.Hatiku merasakan kesunyian yang lain dari biasanya.Rasa sunyi yang pernah kurasakan saat Ayah tiada.
Benarkah kata tetanggaku bahwa aku ini pembawa sial?Ibuku meninggal saat melahirkanku.Ayah menitipkanku pada bibiku hingga aku SMP.Ayah hanya mengunjungiku sesekali.Ada yang bilang ayah menyalahkanku atas kematian ibuku.SMA aku pindah ikut ayah namun tak lama kemudian beliau meninggal karena komplikasi.Aku kembali disalahkan oleh kerabat ayah.Apa salahku?Ayah bahkan jarang dirumah.Hanya Budhe Soimah yang terus menemaniku.Dia adalah kerabat Ibu.Kakak Ibu.
Katanya yang pertama suka sama ayah itu budhe Soimah,bukan ibuku.Tapi ayah malah milih ibuku.Namun aku tak tahu banyak soal budhe Soimah,Kenapa ia memilih tinggal dirumahku.Katanya sih buat teman aku.Tapi perasaanku mengatakan lebih dari itu.
Akhirnya aku sampai di Forensik.
♥》Baru saja kureguk manis madu cinta...kini harus kutelan pahitnya juada...
Bau darah langsung menusuk hidungku.
Baru sampai depan pintu kulihat Tante Isda segera menghampiriku dengan mata
menyala penuh amarah,"Pembunuh!Kau pembunuh!!Sejak awal aku sudah menentang hubungan kalian tapi Reza terus saja memaksa.Lihat apa yang kaulakukan pada putraku!Lihat!!"
Aku tak mengerti maksud ucapannya.Aku pembunuh katanya?Siapa yang kubunuh?
Kak Reza kubunuh?Apa yang terjadi dengan Kak Reza?Aku mencintainya,bahkan sebentar lagi aku akan menikah dengannya.Tak mungkin aku membunuhnya?
Aku melihat Ayah Saiful mencoba mencegah Tante Isda yang tangannya siap menamparku,"Mi,kendalikan diri!Evi tidak bersalah Mi." Aku melihat Tante Isda meronta dan menangis di pelukan Ayah Saiful,"Dia perempuan pembawa sial Pi.Reza meninggal pasti karena dia bawa sial Pi.Kembalikan Rezaku....!!!Kembalikan!!!" Aku terkejut kala mendengar ucapan Tante Isda,dia bilang kak Reza meninggal???Tak
mungkin!!Ini tak mungkin!!Aku bertanya pada Ayah Saiful,"Benarkah itu Ayah?Benarkah kak Reza..." Tante Isda kembali mengamuk,"Kau tak pantas menyebut nama Reza!!Kau ini pembunuh!!"
Ayah Saiful menenangkan Tante Isda,"Masuklah Vi.Lihatlah sendiri." Aku gemetar sungguh2 gemetar dan dingin sekujur tubuhku kala melangkah masuk ke ruang forensik.
《♡》 Kalau harus berpisah mengapa berjumpa ....awal bahagia berakhir merana...
Aku terpaku tak percaya tak menyangka melihat tubuh siapa yang terbaring di meja otopsi.Ini tak mungkin,aku mengusap mataku berkali2,berharap ini hanya mimpi
atau halusinasiku saja.Namun wajah itu,tangan itu ,baju itu dan tubuh itu sangat kukenal.Tapi mengapa begitu mengenaskan kondisinya?Darah terus mengalir dari kepalanya.Bahkan bagian belakang kepalanya sudah berlubang.
Tanganku bergetar kala meraih jemarinya yang masih utuh,tangannya patah.Arahnya juga sudah dislokasi.Kak Reza...bangun kak!!Bangun!!Air mataku jatuh seiring tubuhku yang lemas ambruk di lantai.Semuanya gelap.Cintaku berakhir merana.
~||~ Bukan karena salahmu bukan karena salahku...tapi kita tiada bahagia....( REZA Pov )
Aku melihat Papa menangis pilu memberitahu Evi bahwa aku ada di forensik.Kenapa Papa menangis pilu?Kenapa Papa tak bisa melihatku?Mama juga.Mereka malah menatap terus ke arah tubuh yang mirip sekali dengan aku.Aku mencoba masuk ke tubuh itu tapi tak bisa.Aku bahkan menembus meja otopsi.Ada apa ini?Aku bahkan bisa menembus benda2 lain.Wah aku bisa seperti di film kartun Casper.Itu kan film hantu?Apakah aku sudah menjadi hantu?Apakah aku sudah mati?
Aku memandangi tubuh yang mirip denganku.Mengenaskan sekali kondisinya.
Kakinya patah.Mengerikan sekali.Tiba2 aku melihat Evi datang.Semoga dia bisa melihatku.Tapi aku bahkan menembus dia.Vi!Aku disini.Evi!!!Mama menyalahkan Evi,menyebut dia pembunuh.Pembawa sial malah.Ma,Evi ga salah Ma.Ia bahkan tidak ada dilokasi kejadian.Evi mencintaiku,kami akan menikah,tak mungkin ia berniat jahat padaku.
~||~ Putik yang sedang berbunga.... harum yang sedang mewangi...haruskah gugur ke bumi... Aku melihat Evi nanar melihat tubuh yang terbaring itu.Ia gemetar.Ia tak percaya.Aku ingin meraihnya dalam pelukanku.Aku ingin mengatakan bahwa aku ada disini.Disisinya.Tapi aku malah melihat ia menangis lalu pingsan terkulai di lantai.
Aku bahkan tak bisa menangkap tubuhnya.Aku coba membangunkannya,"Vi!!Bangun Vi!
Aku sudah beli cincin untuk pernikahan kita.Cincin putih.Sebentar akan kutunjukkan."
Aku mencari2 dimana cincin itu tapi tidak ada.
Aku berteriak,"Hey cincin dimana kau?!!" Seketika aku seperti tersedot dan tiba2 aku sudah berpindah tempat.Aku berada di tempat tak jauh dari lokasi aku kecelakaan.Lho kok aku bisa disini?Tadi kan aku bersama Evi?Bersama kebahagiaanku?
~||~ Hati yang sedang bahagia Cinta yang sedang bersemi Haruskah berakhir kini....
Aku melihat hanya padang ilalang dan pepohonan.Sedikit sekali orang lalu lalang
di jalan ini.Aku melihat di jalan tampak lukisan posisi kecelakaanku.Tak kusangka disinilah asaku berakhir.Harusnya aku mendengar perkataan pemilik toko perhiasan itu.Untuk tak lewat jalan yang biasa kulewati.Aneh kenapa aku tak bisa pergi jauh ya selalu kembali ke dekat ilalang itu lagi.
Aku melihat apa yang ada di situ.Kotak cincinku tergeletak di sana.Pasti aku dihantam sesuatu yang sangat kuat atau kencang sehingga kotak cincinnya sampai terlempar ke situ.Cincinnya masih ada.Dan aku tak bisa jauh darinya.
~||~ Baru saja kureguk manis madu cinta...Kini harus kutelan pahitnya juada... Aku hanya bisa terduduk lesu,apakah selamanya aku akan disini?Tiba2 seseorang muncul tak jauh dariku.Ia begitu tinggi,bersayap dan putih sekali.Ia duduk di sebuah batu tak jauh dariku.Wow apa ini yang disebut malaikat?
Roh2 yang melayani?Malaikat itu berkata padaku,"Jiwamu tidak tenang.Ada yang membuatmu masih disini.Ada yang belum tuntas dalam hidupmu.Jiwamu tidak bahagia.Ingatkah doa terakhirmu kala kau memilih melewati jalan ini?" Aku jelas ingat,aku berdoa ingin membuat Evi bahagia.Itu saja pintaku kala itu.
Malaikat itu menyentuh pundakku dan berkata,"Tuhan memberimu kesempatan melakukan hal itu.Tinggallah di cincin ini sampai kau temukan orang yang akan membantumu mewujudkan keinginan terakhirmu.Orang yang tulus hanya orang yang tulus yang
akan bisa melihatmu.Dialah orang yang akan membuat jiwamu mendapat ketenangan.Tunggulah."
Malaikat itu lenyap.Akupun menanti di dalam cincin putih.Evi,aku memang sudah tiada tapi aku akan membuatmu bahagia.Aku baru tenang jika melihatmu bahagia.Aku akan buktikan bahwa kau tak bersalah.Bahwa kau bukan pembawa sial.Aku akan mencari siapa pelaku sebenarnya.Juga aku akan membantumu untuk melanjutkan hidupmu.
Orang yang tulus.Siapakah orang itu?Siapakah sebenarnya yang bersalah dalam
kecelakaan Reza?Bukankah tak ada saksi mata?Namun hati manusia mengetahui apa yang ada didalam dirinya.Seperti air mencerminkan wajah demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.***see you next eps***
Eps 3 CERBUNG VIII ←CINCIN PUTIH→
←←←CINCIN PUTIH←←CERBUNG VIII EPS 3 ← Come Unto You = Datang Padamu
→→→Fear Factor.... →→ KINI TIBA SAAT BERPISAH jangan bersedih hati....( EVI POV )
Aku sangat sedih.Pandanganku kosong.Aku hanya bisa melihat prosesi pemakaman kak Reza dari jauh.Karena tiap aku mau mendekat Mamanya kak Reza histeris dan meneriakiku,"Pergi kamu!Perempuan pembawa sial!!Pergi!!Kau tidak pantas mengiring kepergian Reza,kau pembunuh!!Pergiii!!!"
Air mataku terus mengalir,aku mengerti kepedihan dan betapa kehilangannya Tante Isda dengan meninggalnya kak Reza.Aku juga merasa kehilangan.Aku diajak pergi oleh Budhe Soimah.Dibawa agak jauh dari makam kak Reza,"Sabar ya Vi.Mamanya Reza masih shock.Masih trauma.Kamu lihatnya nanti saja kalau sudah pada pergi semua.Budhe akan temani kamu.Kasihan banget sih kamu Vi.Udah lahir ditinggal ibu.Besar di tangan orang lain.Ikut ayahmu juga cuma sebentar.Ayahmu nyusul ibumu.Dulu juga kan kamu punya sahabat dekat siapa namanya?Irwan ya?
Dia juga pergi ninggalin kamu,pindah keluarnegeri ikut ayahnya yang ditugaskan diluar negeri.Padahal kalian sudah begitu dekat ya.Kayak orang pacaran malah.Budhe tahu
dia itu cinta pertama kamu to.Makanya kamu susah banget dideketin Nak Reza karena
kamu masih nunggu Nak Irwan to?Evi2...Selalu kok ditinggalkan.Sekarang juga...Tinggal beberapa minggu lagi lho kamu bakal nikah eh ya ga kebeneran.Calon suamimu sudah ninggalin kamu duluan.Ibarat kata kamu itu belum nikah tapi sudah janda.
Kok bisa gitu ya?Mending kalau ninggalnya karena sakit atau usia lanjut lha ini..." Aku makin hancur mina mendengar perkataan Budheku,"Sudah Budhe...sudah cukup....Evi ingin sendiri.Budhe pulang saja ya...Evi mau sendiri...Biarkan Evi sendiri..." Budhe akhirnya pergi juga walau masih ngomel2 dari timur hingga barat,"Diperhatikan malah ngusir...dasar anak jaman sekarang.Pantes kalau langit aja ga restu kamu nikah.Kelakuanmu kayak begini!Budhe pulang aja.Capek ngurusin kamu."
→KINI AKAN TIADA LAGI belaian sayang cumbu dan rayu... Gerimis turun mengiringi prosesi pemakaman kak Reza.Aku hanya bisa menangis dan terus menangis.Kata2 Budhe terngiang di kepalaku.Langit tidak merestui?Apakah aku ini memang sudah dikutuk sejak lahir?Bahwa siapapun akan mengalami hal yang buruk
bila didekatku?Mereka yang kusayangi satu persatu pergi meninggalkan aku.
Ibu,Ayah,juga Irwan lalu kak Reza.Andai saja ada Irwan disini,aku akan merasa tak sendiri.Irwan adalah sahabatku sejak SMP.Banyak yang bilang dia anak orang kaya.
Namun aku tak pernah ketemu ayahnya.Irwan tinggal dengan Neneknya.Hidup sederhana tak terlihat kalau dia kaya.Irwan selalu tampil apa adanya.Sama seperti kak Reza.Dia juga selalu apa adanya jadi orang.Ga pamer juga ga sok.Kak Reza menghapus kesedihanku kehilangan Irwan.
Irwan tidak meninggal tapi ia ikut orang tuanya ke luar negeri.Aku sedih banget waktu itu.Aku kejar sampai di bandara tapi hanya bisa melihat lambaian tangannya.Sahabatku pergi...aku tak punya teman berbagi lagi.Kalau sama dia aku bisa cerita apa saja.Bahkan banyak yang bilang kami kayak orang pacaran.Waktu itu aku anggap dia kayak sahabat saja.Namun saat dia pergi aku baru sadar bahwa perasaanku lebih dari itu.Lebih dari sahabat.Aku mencintainya.Aku bertekad akan menunggu dia.Walau aku tak tahu sampai kapan dia akan kembali.Hingga Kak Reza hadir dalam hidupku menghapus bayang2 Irwan dari hatiku.Kak Reza begitu gigih mendapatkan hatiku.Hingga aku bersedia menikah dengannya.Memutuskan mengakhiri penantianku terhadap Irwan.Namun manusia hanya bisa berencana,Tuhan yang menentukan.Kembali aku hanya bisa menangis.Kembali aku ditinggalkan...
←←← Walau nanti jauh di mata LAMA TAKKAN BERJUMPA....(IRWAN POV) Pesawatku tiba di bandara Soekarno Hatta.Akhirnya kembali kuhirup udara
tanah air tercinta.Benar kata orang,seindah2nya tanah di negeri orang tetaplah tanah air sendiri yang paling nyaman.Indonesia,aku pulang.Setelah sekian lama hidup di Belanda
bersama kedua orang tua.Kuliah di sana.
Akhirnya Ayah mau juga balik ke Indonesia.Mau buka bisnis dinegeri sendiri kata beliau.Walau lama di Belanda namun hatiku selalu disini.Ada seseorang yang selalu kurindukan.Bagaimana ya dia sekarang?Baikkah?Sudah dewasa pasti.Atau sudah punya kekasih hati ya?Atau malah sudah menikah?Kuharap belum.Aku harap dia sama sepertiku menjaga hati.Wah kayak lagunya siapa ya?
Menjaga hati.Ya selama ini ayah dan ibu terus saja berusaha menjodohkanku
dengan si A lah ,si B lah ,anak temanlah,foto modellah,gadis sampullah...whatever.
Aku hanya ingin dia.Hanya dia....Dialah gadis tomboy yang selalu membuatku ingin tertawa.Dia suka pakai celana jeans bolong2.Suka olahraga.Kalau pagi aku sengaja lari2 dekat rumahnya.Biar bisa ketemu dia.Dia juga suka lari pagi.Aku akan bawa ransel gitu kalau pergi lari pagi.Aku bawa minuman juga roti bahkan buah.Biar ada alasan buat ngajak ngobrol dia.Jadi inget deh awal kenalan kami.
←← NAMUN HATIKU KAN SELALU terbayang hanya pada dirimu.... Dia itu tomboy dan suka menyendiri.Gayanya itu cuek banget.Lebih akrab sama anak laki daripada anak cewek.Jumpa pertama pas jam dia olahraga.Aku sedang jalan bersama guru hendak ditunjukkan kelasku.Eh..tiba2 sebuah bola melayang ke arahku.Dukk!
Pyar!Kok ada bunyi pyar?Lha kacamataku jatuh pecah langsung.Wah aku tuh minus dan silinder pula.Sambil meraba kepalaku yang benjol karena terhantam bola,aku jongkok mengambil kacamataku.Yeah...pecah.
Seraut wajah tiba 2 nampak dihadapanku,meminta maaf padaku,"Maaf ya?Aku ga sengaja.Waduh!Kaca matanya pecah ya?Kamu masih bisa lihat ga?" Aku memperhatikannya.Dia manis,kulitnya eksotis dan matanya indah.Cuma dia yang terlihat jelas bagiku karena dia tepat dihadapanku.Yang lainnya kabur ga jelas.Bruwet.Guru yang bersamaku langsung berteriak memanggil sebuah nama,"Eviii!!Kamu ini ya kemarin kaca jendela sekarang kaca mata.Ya ampun Evi!!Ibu ga mau tahu pokoknya kamu harus bantu dia seharian ini.Entah kamu benerin kaca matanya atau gimana Ibu hanya mau kamu bantu dia hari ini!Dia itu murid baru lho.Masak disambut dengan lemparan bola?
Yang benar saja Vi!Evi!!" Oh...namanya Evi...save dulu ah.Aku lihat gadis yang bernama Evi itu
meraih tanganku,"Maaf ya.Kamu punya kaca mata cadangan ga?Kamu minus berapa sih?"
Aku berdiri dan entah kenapa jantungku dag dig dug kala dia memegang tanganku menuntunku masuk ke kelas.Ia merasa bersalah gitu.Wajahnya tambah manis deh.
Hari itu aku kayak orang buta.Aku jadi ga bisa marah melihatnya,"Aku minus 4.
Silinder 3/4.Gpp kok.Aku masih punya kacamata cadangan dirumah.
Biar kutelpon orang rumah biar dianter." Evi malah memeriksa kepalaku juga,"Ya ampun benjol ya.Sampai merah gini.
Aku kenceng banget servis bolanya tadi.Ya ampun...sorry ya?Ke UKS aja yuk.
Kasihan hari pertama sudah benjol ya..." Evi menuntunku ke UKS,merawat lukaku.Ga tahu tuh dikasih apa sama dia.
Yang pasti aku suka pas tangan dia menyentuh kepalaku.Perhatian gitu.
Aku terpesona melihatnya.Hari pertama masuk sekolah sudah kebentur bola cinta.
← SAYONARA - SAYONARA selamat tinggal kekasih hatiku....{ REZA POV }
Sampai kapan aku didalam sini?Aku mau lihat Evi.Kasihan dia pasti disalah2in sama Mama.Gimana supaya aku bisa keluar dengan bebas.
Aku coba nekad,"Auww!!Panas!!" Sinar matahari menyengatku.Membuatku seperti terbakar.Aku kembali masuk ke dalam bilikku.Bilik?Persinggahan atau kamar kost kali.Aku terus menanti.Terkenang hari2 indah bersama Evi.Lari pagi bersama.Aneh deh dia.Masak lari pagi bawa ransel.Isinya macam2 lagi.Air minum,pocari,roti bahkan buah.Apel terutama.Evi suka sekali apel.Sambil makan dia kayak orang melamun gitu.Aku suka menggodanya,"Ngelamunin siapa sih?
Tiap habis lari pagi kamu selalu duduk disini dan pasti makan apel sambil melamun?Mikirin Aa' ya?Cie..." Evi hanya tersenyum,"GR amat jadi cowok.Aa'?Kakak kali he...he .." Sejak itu Evi selalu manggil aku dengan sebutan kakak.Kadang aku merasa itulah perasaannya padaku sebagai kakak.Tapi setelah ia menerima lamaranku aku anggap
itu panggilan sayang. ↓↓↓ Sayonara - sayonara ....HATIKU HANYA UNTUK HATIMU... Kini takkan lagi kudengar panggilan sayang itu lagi.Aku sudah berbeda alam
dengannya.Vi,maafin Aa' ya ga bisa menikahi kamu.Ga bisa membuatmu bahagia malah kini membuatmu jadi bahan salah2an.Maafin Aa' ya Vi.Namun gimana caranya aku bisa
minta maaf sama Evi?Gimana kalau Evi putus asa dan down banget?Gimana?Aku makin ga sabar lagi berdiam diri didalam cincin ini.Hey!!!Yang diluar sana!!Yang berhati tulus!!Lihat aku disini!!Help me!!....Sampai berbusa juga ga akan ada yang denger.Aku kembali tertunduk lesu.Tiba2 sosok bersayap itu muncul lagi,menyilaukan sekali.
Ia berkata padaku,"Tidak akan lama lagi kau akan segera bisa mewujudkan keinginanmu.Waktunya akan tiba sebentar lagi.Seseorang akan datang.Dia sudah datang dari jauh.Seluruh semesta sudah bekerja sama membawanya kembali ke sini.Hanya untuk mewujudkan impianmu.Bersabarlah."
Benarkah itu seseorang akan datang?Wah aku sudah tak sabar.Aku tak mau sesuatu terjadi pada kekasihku.Hidupnya sudah susah.Kasihan dia.Aku akan tunjukkan pada dunia bahwa dia bukan pembawa sial.Akan kubuat dia bahagia...
↑↑↑ SAYONARA - SAYONARA SELAMAT TINGGAL KEKASIH HATIKU... SAYONARA - SAYONARA ....HATIKU HANYA UNTUK HATIMU....aa..a...a.. ***see you next eps*** Eps 4 CERBUNG VIII ¤_¤ CINCIN PUTIH
¤_¤ CINCIN PUTIH_¤ CERBUNG VIII¤_¤ EPS 4¤_¤ I Was Left Alone ¤_¤ Aku Ditinggal Sendirian
¤_¤ ANDAIKAN... ¤_¤ ANDAIKAN SEORANG KAN DATANG...( Reza Pov ) Terkurung di dalam cincin ini mengingatkanku akan kisah jinnya Alladin.Abrakadabra.Wah jika saja aku bisa begitu.Cling!Ngilang.Cling.Muncul lagi.
Aku ingin melihat kondisi Evi.Aku mencemaskan dia.Evi memang gayanya tomboy sok tampil tuff dan tegar tapi aslinya dia itu rapuh.Dia selalu curhat dalam buku diarynya.Aku pernah tak sengaja baca.Waktu itu pas dia lagi sibuk apa gitu ga datang2.Aku nunggu dikamarnya.Habis aku bete nunggu dia di ruang tamu.
Budhenya itu cerewet banget.Aku bilang aja aku ngantuk.Lalu aku tiduran di kamar Evi.Lagian kita memang mau nikah kan.Walau nyantai aja main ke rumah Evi tapi
aku ga pernah melanggar norma.Nah disitu aku lihat sebuah buku di bawah bantalnya.Kupikir novel eh lha ternyata buku harian.Aku baca dari awal.
Pingin tahu aja Evi itu nulis apa.Nah ga sengaja aku baca dia menulis bahwa dia merindukan seseorang.Wah aku makin kepo.Dia menulis tentang seorang pria
bernama Irwan.Dibikin puisi lagi bagus tenan. ¤_¤ MENGHIBUR HATI SEDANG SUNYI... Irwan adalah sahabatku Dia culun dan lucu Manusia kutu buku Kadang dia juga wagu
Mula jumpa via bola Kala itu jam olahraga Dia masih siswa pemula Kulempar dia dengan bola Kaca matanya pecah seketika Kepalanya juga jadi merana Kudimarahi guru karenanya Sejak itu kita kian akrab saja
Dia ada kala ku sedih Dia menghibur kala kupedih Dia membebat kala kuperih Dia menyayangiku penuh kasih
Sayang dia harus pergi Hatiku kehilangan kembali Apalagi aku menyadari Aku telah jatuh hati Irwan,awalnya kau cuma sahabat Kita akrab makin lama makin dekat Irwan,aku telah bulatkan niat Aku kan menantimu kembali sahabat Aku ingin kau tahu aku mencintaimu Aku ingin kau tahu semua isi hatiku Bahwa aku tak bisa hidup tanpamu Irwan,kuharap kau pun mencintaiku
Kembalilah Irwan kembalilah Aku menantimu tak kenal lelah Tuhan kepada-Mu aku pasrah Jadikanlah kisah kami indah ¤_¤ KUKAN MENGABDI PADAMU SEORANG.... Irwan,nama itu tiba2 terngiang di telingaku.Aku belum pernah ketemu dia.Kayak apa sih dia?Pakai kaca mata pastinya.Dulu aku cemburu membacanya namun kini aku justru melihat harapan.Andai saja Irwan hadir di hadapanku akan ku bawa dia pada Evi.Biar Evi bahagia.Tapi dimana Irwan kini?Aku ga sempat kepoin lebih jauh soal sahabat Evi itu.
Yang aku tahu dia pakai kacamata dan agak wagu.Weleh... ¤_¤ KEKAL ABADI KISAHMU... Sampai kapan aku disini?Hantu kok nyekungkung disini?Harusnya aku kan bisa menembus dinding dan benda2?Tapi kok ga bisa di cincin ini?Cincin aneh.Jangan2 dah di jopa japu sama mbah dukun kali ya.Jangan2 sampai kiamat aku disini.Waduh...
¤_¤ NAMUN KUMOHONKAN KEPADAMU....( Irwan pov )
Aku memilih tinggal bersama nenek aku saja.Lagian ayah ibu pasti sibuk kayak
biasanya dengan touring keliling Indonesianya.Ya begitulah kalau anaknya dah dewasa ortunya kayak puber kedua.Berduaan keliling nusantara.Weleh...Ayah malah mempercayakan perusahaan yang baru dibelinya padaku.Katanya aku harus latihan dari nol.Siap Boss!
Aku gembira kala tahu bahwa perusahaan itu berada di kota dimana Evi tinggal.
Kalau ga pindah lho Evinya.Aku mau menyelidiki perusahaan itu dengan pura2 jadi karyawan baru.He..he..Penampilanku kubikin sederhana dan ga kelihatan bossy.Mobilku kuganti dengan vespa butut milik kakek.Suaranya kayak kaleng teng klonteng.Aku pede aja.Kan lagi dalam misi.
¤_¤ JANGANLAH KAU RAGU OH CINTAKU... Nenek heran gitu melihat penampilanku,"Wan,kamu itu ngapain pakai vespa
kakekmu?Kan dah butut.Dijual aja kagak laku kali.Udah pakai mobil aja.
Kan mau kerja di perusahaan ayahmu to?" Aku malah nyangklong tasku dan memakai helmku yang juga agak wagu kayak aku,
"Jangan dijual Nek!Ini itu benda bersejarah.Punya nilai history.
Irwan kan lagi dalam masa investigasi Nek.Dah ya Irwan mau kerja dulu.
Ini hari pertama kerja ga boleh telat.Mari Nek." Aku cium tangan Nenek aku lalu menaiki vespaku dengan pakaian hitam putih.
He .he..anak baru kan pakaiannya gitu.Aku belum sempat menemui Evi.
Aku mau nyelesain dulu kewajibanku baru urusan pribadiku.Kerja...kerja...
¤~¤ DI KALA HATI SEDANG PILU...(Evi pov) Hari ini aku harus masuk kerja.Perusahaan hanya memberi cuti dispensasi dua hari padaku karena meninggalnya calon suamiku.Itupun sudah kutambah dengan mengambil
cuti pribadiku.Aku memang masih belum siap menghadapi dunia dan omongan orang soal
kejadian naas ini.Di kampungku saja sudah jadi gunjingan.Pasti karena Budhe Soimah yang menyebarkannya.Aku makin tertekan dengan ulahnya.Dengan berat hati aku melangkah memakai seragam kerjaku.Hari ini pakai batik.Batiknya kalem warna kuning dan coklat.Sayang ga ada kantongnya sama sekali.Lengannya 3/4 dan modelnya sederhana namun pas melekat ditubuh aku.Coba kulitku lebih putih pasti aku akan lebih terlihat bersinar.
Tuhan,berat sekali hari ini pastinya.Berita soal gagalnya pernikahanku pasti sudah
jadi trending topic di kantor.Apalagi saat teman2 kerjaku melayat,mereka melihat bagaimana aku terus disalahkan oleh maminya Reza.Aku makin merasa berat saja masuk kerja.
¤|¤ HARAPANKU SEORANG S'LALU...(Reza pov) Hari ini aku melihat harapan.Ada rasa bahagia di hatiku kala hari ini tiba.
Apakah hari ini orang yang kutunggu muncul?Aku menanti dengan harap2 cemas.Kayaknya sih iya soalnya aku mendengar suara kendaraan yang berisik nian lalu tiba2 pet.Suaranya hilang.Wah apa yang terjadi?Kok hilang suaranya yang teng klonthang tadi?Jadi kepo deh.
Hantu kepo.
¤《¤ DIKAULAH SAYANG PUJAAN HATI...( Irwan Pov )
Baru asyik naik vespa butut kakek sambil singsot singsot mengenang pujaan
hatiku eh motornya tiba2 macet.Weleh...Mana sepi lagi.Jalan ini emang terkenal sepi.Aku biasa lari2 dulu dengan Evi disini.Aku pun turun ngecek vespaku lagi.Vespa biru tua kuno itu kucoba starter berulang2 tetep aja ga mau nyala.
Akupun terpaksa bongkar businya.Jangan2 ada yang soak.Eh malah mencelat onderdilnya.Weleh...mencelat kemana pula tuh benda.Udah gitu kacamatamu tiba2 bisa lepas kacanya.Klitik.Jatuh juga di semak2.Weleh...Apes kok banyak men dan beruntun.Aku jadi meraba2 kayak orang buta gitu.Derita orang pakai kaca mata...
¤》¤SALING MENCINTA YANG MURNI... Saat meraba2 aku malah nemu benda.Kotak gitu.Apa ini ya?Hatiku kok tiba2 berdesir ga jelas.Aku buka isinya.Wah cincin.Sepasang lagi.Wow...cincinnya siapa ini?Kayaknya cincin kawin deh.Soale ada gambar love gitu.Jika disatukan tuh cincin adalah satu sebenarnya.Baru kebaca hiasannya.Aku masukkan saja dalam tasku.Lagian yang nemu aku.He .he...rejeki anak soleh.Habis nemu tuh cincin akupun nemu kaca minusku yang jatuh.Kupasang lagi di kaca mataku lalu mencari onderdil yang mencelat tadi.
Ketemu.Aku coba starter lagi eh langsung nyala.Wah...cincin membawa keberuntungan nih.Akupun melajukan vespaku dengan hati riang.Moga aku selalu beruntung.Beruntung di kerjaan juga dalam percintaan.Amin.Cincinnya dah ditas Irwan lho.Wah kapan Irwan akan makai ya?Gimana pula reaksi Reza kala tahu dia ditangan Irwan?Gimana pula dengan hari2 Evi?***see you next eps***
Eps 5 CERBUNG VIII
CINCIN PUTIH
▼CINCIN PUTIH▼▼ CERBUNG VIII▼▼▼ EPS 5▼▼▼▼To Spy Secretly ▼▼▼▼▼ Memata2i Secara Rahasia
▼▼▼▼ ▼▼▼ HADIRLAH DIRIMU BERIKAN SUASANA BARU...( Reza Pov )
Wah aku ditemukan oleh seorang pria.Cahaya menyinariku.Aku merasakan ketulusan terpancar dari wajah pria itu.Dia berkaca mata.Agak wagu juga modelnya.Masak pakai vespa butut,suaranya dah bikin telinga risih eh masih pakai helm model batok kelapa.weleh....nih orang apa komedian?Aku sempat illfeel lihat dia.Masak Evi bakal tertarik ama model ginian?Kalau sama aku jelaslah...he..he..aku gitu loh.Aa Ejja gitu loh.Tinggi,ganteng,senyum mempesona dan pastinya penampilan apalah2.Mama aku kan orangnya cerewet soal fashion.Aku tuh dibelikan pakaian banyak banget kayak apa ya?Kayak artis deh..seabrek aneka model.Mau Armani?Ada.Mau indiahe?Juga ada.Mau Arabic ya juga ada.Model apapun ada.Reza gitu loh...Hantu modis.
▼▼KAU MAMPU TENANGKAN AKU DISAAT RISAU DALAM HATIKU.... Sementara aku lega karena setidaknya aku bergerak ga statis.Apalagi stagnant.
Aku senang akhirnya petualanganku dimulai.Aku juga ingin segera melihat Evi
bahagia.Biar hatiku tenang meninggalkannya.Biar jiwaku mendapat peristirahatan.
Namun pria wagu ini kayaknya perlu dimake over deh biar kinclong gitu.Dibotakin maksudnya?Bukan tapi dipermak.Oh...kirain Irwan mau dibotakin.Bikin deg2an aja.
▼LEMBUTNYA SIKAPMU MELULUHKAN HATI INI....( Irwan pov )
Nemu cincin kawin bikin aku ingat Evi.Apakah ini suatu tanda dari Tuhan kalau memang niatku kembali ke Indonesia adalah untuk meraih cintaku.Cinta Evi.Sebenarnya Evi itu bukan gadis seperti peragawati atau top modelling gitu.Dia malah tomboy.Ga gagas penampilan.Fashion bukan hal utama bagi dia.Yang penting buat dia sopan dan nyaman.Aku suka gaya dia.Meski tampil maskulin kerapnya namun hatinya lembut.Selembut sutera.Dia itu perasa sebenarnya.Namun karena keadaan dia suka berkesan cuek.
▼ TERBUAI AKU TERLENA OLEH DIRIMU OLEH DIRIMU...WOO... Awalnya kita just friend.Aku tuh dijuluki tangan kanan atau the Professor kata dia.
Soalnya aku pakai kaca mata dan banyak yang bilang aku jago di bidang akademis.Evi kerap kagum bila lihat aku dengan cepatnya mengerjakan soal2 yang sulit baginya.Matanya itu menatapku sampai berembun kaca mataku karena suhu tubuhku langsung naik.
Weleh... ▼▼ JANTUNGPUN BERGETAR SAAT ENGKAU ADA DI DEKATKU... Kalau pas pelajaran aku suka mencuri pandang ke arah dia.Dasar Evi dia malah kerap ngorok di kelas.Aku sengaja duduk sebelah dia biar bisa jaga dia kalau dia tidur di
kelas.Apalagi kalau pelajaran Sejarah weleh kayak didongengin.Malah sleeping beauty dia.
Kalau guru mengarah ke dia aku pura2 nyenggol dia biar dia bangun.Modus.Dia geragapan gitu,"Hehhh..apa dah bell Wan?"
Aku senyum lihat dia mengucek2 matanya,"Bellajar Vi...Belajar ....bukan tidur...Pak Guru deket tuh nih simak hal 55.Dia bahas itu."
Evi say thanks gitu sama aku sambil merangkulku.Wah aku hepi banget dia meluk aku.He .he...
▼▼▼MUNGKINKAH DIRIKU TELAH JATUH CINTA PADA DIRIMU...WOO... Sejak akrab dengan Evi,aku jadi semangat sekolah.Ayah Ibu sampai heran.
Aku juga suka belajar kelompok sama Evi.Kadang sampai malam.Dia bukannya belajar malah gitaran.Aku mengerjakan soal sambil dengerin dia nyanyi.Suaranya ok lho.Bening.Sebening kaca mataku.Aku kangen sama Evi.Semoga saja Tuhan merestui niatku mau mencari Evi dan mengutarakan perasaanku sama dia.Kalau aku ....aku sayang sama dia.Aku telah jatuh cinta bertahun2 yang lalu.Jatuh cinta sama dia.
▼▼▼SEBISA DIRIKU MENCOBA UNTUK MELUPAKANMU... (Evi pov)
Aku sudah sampai dikerjaan.Semua orang nampak lain bila melihatku.Ada tatapan iba dan ada tatapan sinis juga kulihat.Aku coba tersenyum ramah pada siapa saja.Eh malah ada yang nyeletuk,"Masih bisa senyum tuh!Dasar ga tahu diri."
Aku heran orang itu ketus amat lihat aku senyum,aku kan cuma bersikap ramah.
Masak aku mrengut?Ntar dikira jutek.Susah dunia ini.Walau aku senyum dan nampak tegar namun sebenarnya hatiku masih belum bisa melupakan kehilanganku.Reza sudah tiada dan disaat aku sudah mulai bisa menerima dia mengganti bayangan Irwan di hatiku.
Aku jadi sedih bila ingat semua usaha dia mendekatiku.Kasihan Reza... ▼▼ NAMUN KU TAK BISA KAUPUN SELALU ADA DALAM HATIKU.... Sulit rasanya menerima kenyataan pahit ini.Bahwa Reza sudah tiada.Seakan dia masih ada disisiku.Aku melangkah mendekati kantorku.Dimejaku ada foto Reza dan aku sedang selfi bareng.Aku ambil foto itu dengan mata berair.Sudah hancur semuanya.Tak akan lagi aku membuka hatiku.Jika semua akhirnya meninggalkanku begini.Aku masukkan foto itu di tasku.Akan kutempel nanti di buku harianku.Sebagai kenangan.
▼▼▼ DAN BIARKAN SEMUA MENGALIR APA ADANYA....( Irwan pov )
Aku tiba di perusahaan yang dibeli ayahku.Pak satpam menegur suara motorku,"Mas,suaranya diredam dikit ya?Berisik!Diservis kek...apa di kasih apa gitu!Ntar mas bisa kasus lho.Mas orang baru kan?"
Aku minta maaf dan segera menuntun vespaku ke area parkir yang jaraknya
lumayan jauh dari gerbang utama pabrik.Wah satpamnya tegas.Keren!Andai dia tahu bahwa yang dia tegur adalah ownernya pasti dia mati gaya deh.
▼▼▼ KUYAKIN KAUPUN PAHAMI PERASAANKU....PERASAANKU....WOO... Saat menaruh vespaku di parkiran aku tak sengaja mendengar percakapan dua
karyawan lama.Dua orang wanita yang satu operator satunya staff.
Soalnya kalau operator pakai kaos produksi sedangkan staff pakai kemeja warna
krem.Staff wanita itu bernama Erna,itu kutahu karena temannya manggil dia sambil teriak,"Erna!!Ada hot news nih." Erna itu sempat melihat ke arahku namun ia mencibir gitu mungkin karena
penampilanku yang wagu dan yang kunaiki adalah vespa butut jadi ia dengan sinis melewatiku,'Sok cantik.Aku mah dah lihat model cantik malah jauh lebih cantik dari
dia di Belanda sana.Ga sok kayak gitu.Apa karena aku kelihatan miskin ya?Bagus deh!Penyamaran berhasil.' Kudengar mereka membicarakan seseorang namun aku kaget kala kudengar nama Evi disebut oleh mereka.Erna sambil menyisir rambut panjangnya nanya,"Bener si pembawa sial itu dah masuk?Dasar perempuan kena kutuk.Jauh2 dari dia.Ntar kena sial lagi."
Si operator jawab,"Bener tadi satpam yang bilang kalau Mb Evi dah masuk.
Ya udah mb aku pulang dulu ya.Aku masuk shift malam soale.Ngantuk nih." Erna melambai padanya dan melangkah dengan kemayunya ke arah perusahaan.
Aku jadi penasaran,siapa Evi yang mereka maksud?Pembawa sial?Apakah Eviku yang mereka bicarakan?Wah aku harus cari tahu.Senengnya kalau bener Evi kerja di
perusahaan ini.Perusahaanku.He..he...
Wah akankah Irwan bertemu Evi?***see you next eps***
Eps 6 CERBUNG VIII CINCIN PUTIH
** CINCIN PUTIH♡* CERBUNG VII$** EPS 6@* Seeing With Supernatural Eyes !*** Melihat Dengan Mata Supernatural
£* SEINDAH BIASA... @**SAAT BINTANG TAK MAMPU LAGI BERDENDANG... Wah aku ditaruh di loker lagi.Waduh...emang sih tas dan jaket ga boleh dibawa
masuk area kerja.Harus di taruh di loker.Moga tuh cowok wagu ga ninggalin aku deh.
Secara aku benda berharga gitu lho.Walau warnaku putih tapi aku ini emas maksudku cincin dimana aku berada.Kalau aku mah arwah penasaran.He...he...
Usai melepas jaketnya aku lega lihat tuh cowok wagu ngambil aku dari kotak cincin.
Asyik aku bakal jalan2!Yippi...yippi... Namun tiba2 dia ga jadi ngambil aku soale dia dipanggil,"Hey anak baru!Kamu harus ke HC dulu.Cepetan!"
Yeah...si cowok wagu itu pergi deh.Ninggalin aku di loker.Ga jadi jalan2 deh.
Padahal aku bisa merasakan bahwa Evi ada di dekatku.Ia tak jauh dariku.
T** SAAT MALAM MENJADI TERLALU DINGIN....( Irwan pov )
Aku lihat perusahaan ini lingkungannya bersih.Di pintu masuk saja ada tulisan
besar " Negara yang bersih adalah negara yang maju ".Wah...keren tuh slogannya.Waktu aku kuliah di Belanda,namanya sepeda motor aja ga diperkenankan masuk area kampus.Semua hanya boleh makai kereta angin alias sepeda kayuh atau jalan kaki.Ga mahasiswa ga dosen semua berlaku sama.
Jadi aku dah biasa jalan kemana2.Disini dimana2 motor.Pantas fabrikan motor jaya bisnisnya.Bagus di Asia Tenggara lha orang Indonesia konsumtif sifatnya.Ini pasar yang potensial bagi perusahaan luar negeri.Entah kenapa belakang leherku terasa dingin sejak aku nemuin cincin nikah itu.Aku rasa tuh cincin keramat deh jadi aku berencana melihatnya lagi.Mau lihat apa muat di jari aku.Kalau muat mau tak pakai aja.Soale aku ga ngerti kok tiba2 pingin banget makai tuh cincin.Aneh deh...biasanya aku tuh paling males makai aksesories.
@*** HINGGA PAGI TAK SEINDAH BIASANYA.... Eh pagi ini aku jadi ga seperti biasanya.Tuh cincin kayak manggil2 aku deh,
"Please pakai aku...please..." Pagi ini semua terasa beda ga seperti hari2 yang biasa kujalani di Belanda sana.
Meskipun Belanda sangat indah namun bagiku Indonesia tetaplah kucinta.Aku baru mau buka kotak cincinnya ketika seseorang mengejutkanku.Dia seorang pria muda seumuranku kayaknya.Kulihat id cardnya bertuliskan namanya:Danang.Ngagetin aja sih, bikin sport jantung deh.Akupun memasukkan lagi cincinnya.Ntar aja kalau pas rehat aku lihat lagi tuh cincin temuan.
R*** TAKKAN MUNGKIN KITA BERTAHAN HIDUP DALAM KESENDIRIAN....
( ERNA pov ) Aku kesal banget denger Evi dah masuk lagi.Aku ingat dia itu yang bikin aku ga
dapat kak Reza.Syukurin kini diapun juga ga dapat kan?Kapok!Dulu aku adalah idola di perusahaan ini.Staff paling kece parah.Namun sejak kedatangan si Evi itu aku kehilangan
banyak fans.Biasanya kalau lewat area produksi,suit2 akan terdengar olehku juga decak kagum dari para operator pria namun semua beralih ke Evi.
Padahal putih aku lho daripada dia.Aku yang sudah jatuh hati sama salah satu
mekanik mesin yaitu kak Reza jadi makin bete kala kutahu kak Reza malah ngejar tuh cewek.Aku sungguh makin ga tahan kala lihat Evi sok jual mahal gitu.Ga mau nerima cinta kak Reza.Dasar kemayu!Kulangkahkan kakiku melewati kantornya dia.Dia kan bagian distribusi.Kulihat dia beneran dah duduk di kursinya.Lagi nangis kayaknya.Kulihat ia mengusap air mata di pipinya dengan tissue.Lebay!
Jika bukan karena dia,kak Reza pasti masih hidup.Memang pembawa sial dia itu.
Denger2 ibunya aja meninggal pas melahirkan dia.Iiihh...anak pembawa sial!
Kulihat ada yang berjalan menuju ke kantornya,aku pergi aja sebelum ketahuan
kepoin dia.Kabur! @** PANAS TERIK HUJAN BADAI KITA LALUI BERSAMA....
Aku kembali papasan sama si kaca mata itu.Orang baru kayake.Dasar cowok miskin,ga tertarik babar blas aku.Penampilan aja aneh gitu,apalagi kendaraannya butut.
Ga banget deh buat si cantik Erna.Aku tuh pantasnya sama level BOD.Jajaran para dewan direksi.Kelas Top Managementlah minim.He..he..Kalau si cupu ini mah buat Evi aja.
Ai...ai..cocok tuh mereka.Satu bawa sial satu aneh nian.Ha...ha..Aku menahan senyum bayangin lucunya kalau bener mereka jadian sampai nikah.
R*** SAAT HILANG ARAH TUJUAN KAU TAHU KEMANA BERJALAN.... ( IRWAN POV )
Waduh aku nyasar kayake,lha kakiku kok kayak jalan dewe ga jelas gini.Perasaan bener kok tadi si Danang ngasih petunjuk kantor Human Capital itu disini.Lantai 1 kantor lama.Dekat lobby.Lha kok bisa nyasar ke mana ini?Aku tingak tinguk baca nama area
dimana aku berada:LOGISTIK/DISTRIBUSI.Weleh...kok malah nyasar sampai sini.
Aku mau nanya kulihat ada orang lewat.Astaga cewek songong yang diparkiran.
Waduh mending aku nanya orang lain aja.Lihat aku aja dia jijik kayaknya.
Gimana kalau kusapa ya?Kabur nanti sambil jejeritan.Wah malah aku kasus nanti.
Ga deh.Tanya yang lain aja.Masak perusahaan sebesar ini karyawannya cuma dia.
Ga mungkin pasti ada yang lain. G*** MESKI TERANG MESKI GELAP KITA LALUI BERSAMA... Bener kan dugaanku tuh cewek mandang hina gitu sama aku.Dia pasti nilai aku dari tampilanku yang super wagu.Kaca mata minus nan tebal juga rambut sengaja kutata
ndesit plus gayaku yang culun.Belun sepatu juga lusuh,celana juga ga setil amat.Padahal di Belanda aku sempat jadi cover majalah lho saking kerennya he..he..Waktu itu aku iseng gitu ngikutin ajang coverboy gitu eh ga sangka ketrima.Lolos hingga bisa mejeng di sebuah majalah yang cukup punya namalah.Tapi aku ga mau terlibat jauh,kuliahku lebih utama.
Apalagi aku bakal diserahi bisnis keluarga.Waduh...mana sempat mikir senang2.Apalagi di hatiku sudah ada Evi.Aku ga mau yang lain.Aku mau dia.
€***KU TAK BISA MERUBAH YANG TELAH TERJADI....( Reza pov )
Lagi bete nunggu eh tiba2 aku merasa aura yang gelap mendekat.Seseorang nampaknya mau berbuat jahat nih.Lho kok ada tangan yang membuka tas milik penemuku ya?Jelas ini bukan aura si cowok wagu itu.Aura dia itu ga gelap kayak gini.Dengan tergesa2 dia mengambil kotak yang berisi cincin.Kayaknya dia nyari benda berharga namun karena si cowok wagu itu kayaknya kalangan menengah kebawah jadi dia malah ngambil kotak cincin dimana aku berada.Waduh...aku pindah tangan nih.Eh dia pintar juga dia cuma ambil cincinnya kotaknya dikembalikan.Kayaknya nih orang dah biasa nyolong deh.
&*** TAPI AKU AKAN MENJANJIKAN YANG TERBAIK... Dia memasukkanku kedalam saku celananya.Terus dia berlagak kayak ga terjadi apa2 melenggang kembali ke arah area produksi.Wah aku jalan2 nih lumayan bisa cuci mata.Lihat aja akan kuganggu nih orang jahat.Biar dia tahu rasa. T** AGAR KITA TAK PERNAH MENJADI JADI... Akan kubikin dia kapok nyuri.Dia menuju ke kamar mandi pasti mau lihat hasil curiannya.Dia ketawa saat disapa sama temannya,"Mesin 8 siapa yang jaga Nang?" Pria itu jawab,"Ada Deswa kok.Aku mau ke toilet dulu.Biasa panggilan alam." Alam gaib kali.Akan kutunjukkan pada dia apa itu alam gaib he..he.. !***MESKI BEZA DERMAGA UNTUK KITA BERLABUH... Di toilet dia segera melihat2 cincinku.Sepasang cincin yang kubeli buat Evi kini jatuh
ke tangan pencuri.Dia Danang.Aku kenal dia.Dia mekanik juga.Anak buah aku malah.Cuma dia kupindahkan ke area anak perusahaan karena kinerjanya ga bagus.Suka ngilang ga jelas dan kerjanya seenak dia sendiri.Ternyata banyak kasus kehilangan selama ini dia to pelakunya.O...o...kamu ketahuan...
&**PERNAH KITA JATUH MENCUBA BERDIRI...( DANANG POV ) Lumayan aku dapat mangsa lagi.
Anak baru memang suka panik di hari
pertama masuk.Tak terkecuali si cupu itu.Kubilang saja dia disuruh ke HC.He..he..padahal ga tahu dipanggil apa ga.Kukasih dia petunjuk ga jelas ke arah ruangan HC.Dijamin nyasar dia.He..he..Biar tahu rasa.Salah sendiri jadi orang baru.Harus nurut dong ama senior.
Paling juga tuh cowok jadi GA deh jadi tukang bersih2.Lap2 kaca atau bersihin toilet.Tampang wagu kayak gitu.
@***MENAHAN SAKIT DAN MENANGIS...( EVI POV )
Aku tak kuasa menahan tangisku kala duduk di kantorku lagi.Seketika semua kenangan bersama kak Reza hadir.Bagaimana dia kerap masuk shift malam demi nemeni aku yang lembur sampai malam.Bagaimana dia nungguin aku diluar ruangan sebelum
jam rehat hanya untuk ngajak aku makan diluar.Kak...kamu kini sudah tiada...sudah menyatu dengan tanah...Air mataku jatuh di atas meja kerjaku... T*** TAPI ARTI HIDUP LEBIH DARI ITU... Apa arti hidupku kini?Irwan pergi.Ayah ibu juga sudah tiada.Lalu Kak Reza,
meninggal dalam kecelakaan.Sungguh tragis nasibnya.Benarkah kata Tante Isda,
bahwa aku adalah pembawa sial?Apakah aku tak boleh hidup?Apakah aku harus jauh dari semua orang agar tak ada yang kusakiti?
€** DAN KITA MENCUBA MELAWAN...( IRWAN POV ) Aku harus bertanya.Kalau ga tanya ntar aku makin nyasar gimana.Ah..itu ada kantor.Pasti ada orang didalamnya.Aku melangkahkan kaki menuju ke sana.Seorang wanita nampak membelakangiku.Ia sedang mengambil sesuatu dari sebuah cabinet bertingkat
empat yang ada di pojok ruangan.Aku mengetuk pintu,"Permisi mb....saya mau nanya..."
Dia segera membalikkan badannya,'Oh my God....dia ...dia...'
Wah...siapakah yang ditemui Irwan?Bagaimana pula aksi Reza terhadap Danang?Akankah Reza akan kembali pada Irwan?***see you next eps***
Eps 7
CERBUNG VIII ○○ CINCIN PUTIH
|\|○○ CINCIN PUTIH€○○ CERBUNG VIII EPS 7|\|○○ Breakthrough ||○○ Terobosan/Menembus Batas
|~|○○ |\|○○ TIBA SAATNYA KITA SALING BICARA...( Evi pov ) Aku sedang mengambil beberapa file dari kabinet bertingkat 4 yang ada di pojok ruanganku kala kudengar bunyi pintu dibuka.
Sebuah suara yang pernah menghiasi hari2ku kudengar kembali,"Permisi...saya orang baru disini,saya mau bertanya..." Hatiku tercekat,'Suara ini?Ini kan...tidak mungkin...ini tak mungkin...tak mungkin dia...'
|_|○○ TENTANG PERASAAN YANG KIAN MENYIKSA... Seketika aku teringat masa lalu kala seseorang menyanyikan lagu untukku dengan suara culunnya,"Suaramu merdu lho sebenarnya Pak Profesor...hanya perlu dilatih pasti jadi bintang deh..."
The Professor demikian julukanku buat dia,habis dia pinter banget mana pakai kaca
mata pula.Wajahnya yang cupu dan wagu2 gimana itu malah kian lucu kala
kaca matanya jadi berembun,"Merdu dari Hongkong ya Vi?Bilang aja suaraku cempreng Vi...aku gpp kok.Lagian kalau kamu yang ngomong aku pasti terima dengan lapang dada..Kita kan sahabat."
Ya,dia adalah sahabatku.Sahabat sekaligus cinta pertamaku.Untuk pertama kalinya aku mengenal cinta adalah kala aku mengenalnya.Benarkah dia yang datang?Ga mungkin!Dia anak orang kaya,dia ga mungkin kerja disini...aku kian tersiksa.Aku harus tahu,kubalikkan badanku...
R○○ TENTANG RINDU YANG MENGGEBU... Bagai melihat hantu di siang hari aku menatap pria yang berdiri di depan pintu ruanganku,file yang kupegang sampai lepas dari genggamanku saking shocknya aku.Sepertinya diapun sama terkejutnya sepertiku.Kami sama2 bicara,"Kau...?" Rasanya waktu berhenti bagi kami.Aku terpaku di tempatku,kelu dan bahagia jadi satu.Betapa aku menanti saat ini tiba.Betapa aku merindukan dia.Betapa sulit sekali menghapus namanya dari hatiku.Betapa aku membutuhkan seseorang saat ini.
Seseorang untuk menjadi bahu sandar tangisku dan Tuhan membawa dia kembali di hadapanku.Rasanya aku tak percaya. |~|○○ TENTANG CINTA YANG TAK TERUNGKAP... Mata itu,kaca mata itu,gaya rambut itu...tatapan itu...itu dia.Aku menggelengkan kepalaku,"Ini ga mungkin kamu kan Wan?"
Pria itu malah mendekatiku dengan tatapan tak percaya juga,"Ini ga mungkin kamu kan Vi?"
Dia membuka telapak tangannya dan aku menepuknya,lalu dia menyentuh hidungku dengan telunjuknya,dan aku juga melakukan yang sama lalu mengacak2 rambutnya,itulah salam kami bila bertemu.Aku tersenyum haru sekaligus pingin nangis rasanya,"Ini benar kamu Wan?Aku ga berhalusinasi kan?"
Irwan merapikan rambutnya,"Kebiasaan buruk kamu deh Vi selalu ngacak2 rambut aku,jadi kayak sarang burung deh rambutku..." Aku malah berkaca2 mendengarnya,"Kamu ga berubah ya?Masih kayak sang professor..."
Irwan malah memandangku,"Kamu yang berubah Vi.Kamu jadi feminin.Sejak kapan Evi pakai rok he..he...tapi kamu cantik Vi...aku sampai pangling..."
Kami jadi kikuk.Aku ingin memeluknya seperti dulu aku biasa merangkulnya.
Tapi,hatiku masih berduka karena kecelakaan yang merenggut nyawa Reza.Apalagi saat ini kami ada di tempat kerja.Andai kami ditempat berbeda,ingin rasanya aku menumpahkan kepedihan hatiku di bahu Irwan.Tapi semua hanya bisa kupendam..tak bisa kuungkapkan.
@○○ SUDAH TERLALU LAMA KITA BERDIAM...( Reza pov )
Rupanya Danang adalah biang keladi dibalik semua kasus kehilangan yang selama ini
meresahkan.Banyak orang tak bersalah jadi korban.Ada yang dikeluarkan,satu shift disuruh buat berita acara,ada yang disuruh membuat surat pernyataan dan ada juga yang diblacklist oleh departemen personalia.Kalau sudah masuk daftar hitam alamat deh bakal dimutasi atau tak diperpanjang kontrak kerjanya.Aku takkan tinggal diam siapa tahu dia punya sindikat.Aku harus lakukan sesuatu.Saatnya show time!!
$○○ TENGGELAM DALAM GELISAH YANG TAK TEREDAM...( Danang pov )
Aku menimang2 hasil gasakanku.Lumayan.Sepasang cincin emas putih.
Bisa buat ngisi bensin juga makan dengan lauk mewah sekitar beberapa bulan.Asyik!!
Sebaiknya segera kumasukkan dalam tasku,aku kan mekanik jadi aku harus masukkan ke dalam tas peralatanku biar lolos penggeledahan di satpam.Lagian tuh anak baru ga mungkin lapor deh.Mana punya nyali dia.Paling dia cuma berani ngedumel dan keheranan.
Lagian aneh juga cowok model aneh begitu kok kerja bawa cincin mau buat apa coba?Dasar manusia aneh...Mending aku kembali kerja sebelum aku kena tegur lagi kayak zaman
Mr Rempong dulu.Si Reza.Syukurin dah tamat dia.Kapok!Makanya jangan berurusan sama Danang.Danyangnya pabrik sini he..he..
@○○ MEMENUHI MIMPI2MU MALAM KITA...
Biasanya aku tuh melakukan aksiku kalau pas dapat shift malam.Soale kalau malam kewaspadaan dan pengamanan ga begitu ketat.Aku lebih leluasa bergerak.Satpam aja kadang ga patroli ke semua area.Paling main disenteri atau malah ga dicek sama sekali beberapa area.Tapi kebetulan aku dapat shift pagi eh ketemu si cupu.Dapat mangsa deh.Lumayan...lumayan.Setidaknya ga perlu ngutang di warung depan.He..he..Aku sudah kebayang bakal mau apa aja dengan uang hasil penjualan tuh cincin.Kusimpan lagi cincinnya dan kubuka pintu kamar mandi tapi....
|\|○○ DUHAI CINTAKU,SAYANGKU,LEPASKANLAH...( Irwan pov ) Kayaknya aku benar2 jadi hoki deh sejak nemu tuh cincin,baru hari pertama kerja eh sudah ketemu dengan wanita yang kucintai.Ya,ga salah lagi.Didepanku saat ini berdiri
dengan anggunnya dengan femininnya Eviku.Dia ga tomboy lagi kayak dulu.Yang selengekan pakai jeans belel kemana2.Robek2 pula.Beda banget dengan Evi yang dulu.
Evi dulu itu boro2 dandan,nyisir rambut aja malesnya ga ketulungan.Apalagi kalau disuruh
pakai rok wah nolaknya sambil ngerock.Dia malah pernah bilang gini,"Daripada kamu suruh aku pakai pakaian wanita mending kamu suruh aku lari maraton Wan..."
@○○ PERASAANMU,RINDUMU,SELURUH CINTAMU.... Tak percaya aku menatapmu sekarang,"Kau cantik Vi..."
Jujur banget sih aku ini,tapi emang aku spontan ngomong gitu habis emang bener sih.Evi kini bak peragawati.Feminin,modis dan cantik.Siapa yang mengubahmu Vi?
Siapa yang bisa membuatmu jadi begini? |~|○○ DAN KINI HANYA ADA AKU DAN DIRIMU SESAAT DI KEABADIAN... Ada rasa cemburu yang menyeruak di hatiku bila memikirkan bahwa telah ada seseorang di hati Eviku.Apakah aku datang terlambat?Kuharap aku tidak terlambat...
○○○ BILA SANG WAKTU KITA HENTIKAN...( Danang pov )
Kenapa pintunya ga bisa buka ya?Kucoba lagi.Kok ga bisa sih?Kok macet sih?Kulihat bayangan orang diluar,dari kaca film yang ada di pintu bagian atas bisa terlihat ada orang atau tidak diluar meski samar.Aku berteriak,"Hey!!Yang diluar bantuin buka pintu ini!!Hey!!"
Bayangan hitam itu kayaknya jangkung deh orangnya,aneh kayaknya postur begitu
selain Mr Rempong ga ada lagi deh.Tapi bukannya dia udah game over?Aku jadi merinding tiba2.Pagi2 dah merinding.Gimana kalau malam nih?
$○○ DAN SEGALA MIMPI2 JADI KENYATAAN....( Ayah Irwan )
Senangnya bisa keliling Indonesia.Aku bahagia setelah sekian lama berkutat dengan
dunia kerja dan bisnis yang ga ada habisnya akhirnya aku bisa relax dengan isteriku.
Bulan madu kedua ceritane.Isteriku datang membawa sarapan,"Pa,makan dulu.
Mama dah siapin menu spesial kesukaan papa.Cobain sini!"
Aku mendekat sambil memeluk pinggang isteriku,"Mama emang jago masak.Moga kelak Irwan dapat pendamping sebaik Mama."
Isteriku malah jadi sendu wajahnya,"Irwan gimana ya Pa?Hari ini kan hari pertama dia megang perusahaan.Kira2 bisa ga ya Pa?Mama kepikiran terus dari semalam.Sampai kebawa mimpi lho Pa."
Aku meraih isteriku dalam pangkuanku,"Udah jangan resah!Irwan itu anaknya pinter.Pasti bisa ngatasi masalah yang ada di sana.Lagipula dia itu anak Papa kan pasti nuruni darah bisnisnya he..he ..."
Isteriku jadi ceria lagi dan mulai menyuapiku,"Papa bener,Mama jadi tenang sekarang.Irwan pasti dijagai di sana.Lagian ada Oma juga.Pasti Oma kasih nasehat dan bimbingan buat dia.Jadi laper deh..."
Aku suapi isteriku,"Nih papa suapin....mmmh...enak kan?"
T○○ MELEBURKAN SEMUA BATAS ANTARA KAU DAN AKU,KITA....( Deswa pov )
Danang kok ga balik2 sih?Aku kebelet nih.Pingin ke toilet.Ah itu ada Daffa,"Daffa!!Kamu jaga mesin ini dulu ya?Aku mau ke toilet!"
Daffa heran,"Lho tugasku di cooling tower Wa.Lha Danang mana?"
Ah nih anak kagak ngerti orang kebelet ya?Aku megangi perutku,"Ga tahu tuh anak.Ngelayap kemana dia?Sejak tadi ga balik2.Udah ya perutku mulas nih." Daffa akhirnya nurut,"Kebanyakan makan siomay tuh.Pagi2 dah nyikat siomay dua porsi.Saosnya sebotol lagi.Gila!Udah sana!Cepetan ya!!" Aku ngacir sambil ngomong,"Makasih ya.Iya aku akan segera balik.Kuusahain he..he.." Sampai di kamar mandi aku lihat kelebatan orang masuk ke kamar mandi,kamar mandi satunya nutup berarti dipakai.Sial!!
Tapi lalu aku dengar pintu yang nutup itu digedor dari dalam,"Hey!!Yang diluar bukain dong!!Bantu buka dong!!"
Itu kan suara Danang?Ngapain dia teriak2?Kudekati pintunya,"Nang?Kamu didalam?"
Danang jawab,"Deswa!!Iya aku di dalam.Pintunya ga bisa dibuka nih!" Aku pegang dan dorong dikit pintunya eh buka,"Bisa gini kok?" Danang memandang sekitarku,"Tadi lihat orang jangkung ga disini?" Aku jawab,"Kayaknya masuk sebelah situ."
Aku kaget kala Danang dorong pintu toilet yang dimasuki kelebatan orang tadi,"Mana?Kosong kok?"
Bulu kudukku langsung merinding,"Tapi aku lihat tadi ada orang masuk situ kok.Kalaupun dia keluar aku pasti tahu lha toiletnya cuma dua.Sebelahan lagi!"
Danang dan aku saling menatap,"Hantu!!"
Kita ngacir sama2 dari toilet.Aku ga jadi buang air besar di sana.Aku ngacir ke kamar mandi di dekat satpam aja.Serem!!Reza kayaknya dah beraksi deh.Apakah yang akan dialami Danang selanjutnya?Bagaimana pula dengan hubungan Irvi?***see you next eps***
Eps 8
CERBUNG VIII ◆◆◆ CINCIN PUTIH
|\|◆◆◆ CINCIN PUTIH€ ◆◆◆ CERBUNG VIII EPS 8|\|◆◆◆ Your Hand = Tanganmu
||◆◆◆ |~|◆◆◆ TAK MAMPU AKU MENAHAN SAKIT HATIKU...( Evi pov )
Banyak hal ingin kutanyakan pada Irwan.Mengapa ia bisa ada disini?
Mengapa ia pergi begitu lama?Mengapa sekarang ia kembali?Namun semuanya
hanya tertahan di tenggorokanku.Disaat banyak orang menghinaku dan menyalahkanku atas kematian Kak Reza,disaat aku merasa sendiri dan tak pantas ada di dunia ini,Irwan hadir dihadapanku.Apakah Tuhan ingin menghiburku?Betapa Dia sungguh tahu cara menghibur diriku..Hanya dengan melihat sosok yang kini berdiri dihadapanku ini saja,aku sudah ingin menangis.Aku ingin menghambur ke pelukannya dan menceritakan semua kepedihan yang kualami selama kepergiannya.Bagaimana sakitnya hatiku menjadi bahan omongan orang.Aku ingin menangis di bahunya.Sungguh hanya melihatnya saja rasanya hatiku ini sudah tak tahan untuk mengungkapkan semua.Padahal di hadapan semua orang aku masih bisa terlihat tegar tapi tidak didepan dia...Aku menahan tangis memandangnya.
|\|◇◇◇ NIATMU KAU MADU....( Shiha pov )
Aku kesal sekali pagi ini.Semalam Danang tidak menemuiku.Ia pasti bersama wanita itu.Wanita yang sungguh beruntung karena dinikahinya dengan resmi.Tidak sepertiku yang hanya jadi selingkuhannya.Tapi aku takkan diam saja diperlakukan seperti ini.Meskipun isteri Danang itu sudah melahirkan dua orang anak,aku akan merebut dia dari wanita itu.Apa sih hebatnya wanita itu?Wajah lugu begitu,namanya juga aneh...Lesti.Iih..nama kampungan banget.Sudah dua tahun ini aku menjalin hubungan dengan Danang,seorang mekanik di perusahaan tempat aku kerja juga.Tak ada yang tahu hubungan kami sampai si spv baru itu memergoki kami masuk ke sebuah hotel.Tapi aku lega karena si spv yang bernama Reza itu kini sudah tamat.Kudengar dia mati dalam kecelakaan sepertinya tabrak lari.Tapi polisi masih menyelidiki kasus ini.Aku ga peduli yang penting rahasiaku aman.Aku harus tahu apakah si Reza itu sudah nyebarin hubunganku
dengan Danang ke orang lain atau belum.Untunglah aku satu kantor sama tunangannya.Mantan ding.Kasihan sebenarnya...namanya Evi.Kurasa dia emang ga beruntung jadi wanita.Mau nikah aja apes.Jujur aku ngekek denger dia batal nikah.
Soalnya dia pernah bilang gini padaku,"Ayo Shiha kapan kamu nyusul?Di kantor ini kurang kamu yang belum..."
Aku sebel banget kalau ditanya kapan kamu nikah...Kapan punya pacar...bla..bla..Bukankah aku ini cuma manusia biasa mana aku tahu kapan.Pertanyaan bikin sakit hati saja.Seakan aku ini wanita ga laku2.Itulah kenapa aku iseng goda Danang
yang jelas2 dah punya isteri.Aku pingin buktiin apa bener aku ga bisa menarik perhatian pria.Jika pria beristeri bisa kugoda maka betapa lebihnya yang lajang.He..he..Ternyata keisenganku justru menjeratku dalam asmara terlarang.Tapi daripada ga laku2,masih mending aku punya Danang.Dia selalu menuruti apapun mauku.Aku heran dengan gaji mekanik dia bisa membawa aku bersenang2,nginep di hotel,dan manjain aku dengan barang2.Aneh juga padahal gajinya dibawah aku.Kadang aku heran kerja sambilan apa dia tapi biarin deh yang penting aku hepi.
|_|◇◇◇ BERIBU CARA TELAH KUCOBA.... Makin lama aku makin terpikat pada Danang.Aku bahkan tak peduli lagi dengan norma.Aku juga mulai kesal dengan isterinya.Ganggu melulu.Yang urusan rumahlah,urusan bisnis keluarganyalah,anak2lah...sebel aku.Aku berencana ingin melabrak wanita itu.Aku ingin dia bercerai dari Danang.Aku sudah mulai mengusiknya dengan mengirim sms2 bahwa Danang kerap bersamaku menghabiskan malamnya denganku.Aku rasa rumah tangga mereka pasti akan hancur.Jika sudah hancur maka Danang hanya akan menjadi milikku.Aku tersenyum sambil melangkah menuju kantorku di Distribusi.
R◆◆◆ TAPI APA DAYA KUTAK KUASA...( Irwan pov ) Aku melihat Evi sepertinya ingin bicara banyak hal padaku.Aku juga sama.
Betapa aku merindukannya.Sekian lama tinggal di Belanda.Yang kurindukan hanya dia.Dialah alasan aku kembali ke Indonesia.Aku terpana melihat perubahannya,mana Eviku yang tomboy...yang suka ngajak lari pagi...mana Evi yang pintar main gitar ...kini dia jadi anggun,feminin,dan diluar dugaanku.Cantik sekali...meski kulihat gurat kesedihan di wajah cantiknya.Ada duka di matanya.Aku ingin meraihnya dalam dekapku dan menyandarkan kepalanya di bahuku lalu mendengarkan curahan hatinya.Bagaimana kabarnya selama aku tinggal ke Belanda?Apakah dia sudah ada yang punya?Terlambatkah kedatanganku?Bagaimana kabar ayahnya?Aku sungguh kangen lari pagi dengannya.Kangen petikan gitarnya...kangen mendengarnya menyanyi.Kangen semuanya tentang dia.Namun baru aku mau nanya itu semua seorang wanita berambut panjang masuk ke ruangan mengejutkan kami,"Karyawan baru ya?Kayaknya departemen kita ga mengajukan permohonan karyawan baru kan Vi?"
|~|◆◆◆ KAU MENGINGINKANNYA... Evi kaget dan segera duduk di kursinya,"Masnya kayaknya mau nanya apa gitu...
tapi kamu keburu datang,Shiha.Mau tanya apa ya tadi?"
Aku menangkap kesan Evi ingin bersikap formal di tempat kerja,"Iya saya memang orang baru saya mau mencari ruangan HC.Dimana ya?"
Wanita yang bernama Shiha itu menjawab dengan nada ketus,"Kan ada
tulisan di depan ruangan dibaca dong.Gimana sih?"
Ketus banget ditanya baik2 jawabannya nyelekit.Evi lalu menjawab,"Masnya lurus saja,gedung yang ada di depan itu lantai pertama paling pojok sebelah kanan.Itu ruangan HC."
Aku memang ga salah mencintai Evi,dia baik dan lembut.Aku berterima kasih lalu
permisi meninggalkan ruangan.Saat menutup pintu kucuri pandang pada Evi,dia menunduk,menghindari tatapanku.Aku mengerti pasti ada hal yang telah dia alami sehingga dia jadi begini.Jadi canggung denganku.Semoga ada kesempatan lain
dimana kami bisa berbagi cerita.Setidaknya aku telah menemukannya.Ga tanggung2 dia bekerja di perusahaanku.Tuhan terima kasih...kini aku bisa melihat dia setiap hari.
@◇◇◆ TAK BISA JARI2KU TERIMA DUA CINCIN DARI HATIMU... ( Danang pov ) Aku ngacir dari kamar mandi dengan terengah2,"Deswa!Kamu mau kemana." Deswa jawab,"Ke toilet satpam!" Kuberhenti di tangga menuju lantai 2.Pagi2 kok udah horor sih...Biasanya ga ada aneh2 lho,tiba2 aku dengar suara kayak bunyi orang klotekan.Apa itu yach?Bukannya di deket tangga cuma ada gudang bahan baku?Aku celingukan nyari asal suara tapi ga lihat apa2.Malah bunyi suara benda jatuh,"Klothang...!!"
Aku kaget dan jadi dag dig gug.Ga ada orang.Ah paling tikus.Akupun berjalan menaiki anak
tangga namun baru sampai di tengah kakiku kayak berat banget untuk dilangkahkan,"Ya ampun kayak jalan pakai sepatu besi nih...aackk."
Anehnya lagi cuma kaki yang dimana kantongnya kuisi cincin satu set itu yang beratnya bukan main.Salah satu operator mesin lewat,"Mas Danang dicari mas Deswa lho tadi.Rupanya disini.Ngapain di tangga mas?"
Operator ngeselin ga tahu orang lagi susah ya.Kujawab aja,"Ya udah tadi dah ketemu.Nih juga mau ke atas."
Dia ngacir pergi,lima menit kemudian dia lewat lagi,"Lho katanya ke atas mas?
Kok masih disini?" Cerewetnya nih operator,mulutnya minta dilakban kayaknya,"Lagi pingin nongkrong disini.Kenapa ?" Dia menggeleng heran,"Ya udah aku ke atas dulu Mas." Ya ampun kenapa nih kaki kayak dicor jadi satu sama tangga besi ini,berat banget,
susah nian digerakkan.Aku sampai kesot2 naik tangga aja.Aku iseng pindahin cincinnya ke kantong celana sebelahnya,eh ganti kakiku yang situ yang jadi berat banget.Aku meringis kesakitan,kakiku kayak kram.Kaku banget.
Deswa lewat dengan muka heran,"Lho Nang kamu kenapa?Meringis2 gitu?"
Aku lalu jawab,"Wa,kakiku ga bisa digerakkan.Tolong kamu pegang dua cincin ini deh."
Deswa menerima dua cincin dari tanganku dan begitu tuh cincin pindah ke tangan dia,kakiku dua2nya bisa digerakkan.Aku lega sekali.
Aku segera naik ke lantai 2.Deswa heran,"Nang!Cincinmu?" Aku makin yakin tuh cincin aneh,"Kamu mau beli ga Wa?Terserah deh harganya yang penting jangan murah banget." Deswa mendekatiku,"Ga Nang.Utangku di warung depan aja numpuk malah mbok
tawari perhiasan.Emas putih sisan.Nih kamu tawarin ke Daffa aja.Kayake dia lagi
deket sama Erna.Siapa tahu mereka mau nikah dalam waktu dekat.Nih cincinnya!" Aneh tuh cincin ga ngefek apapun ke Deswa.Kuterima lagi cincinnya.Gpp.Ya udah ku bawa pulang aja kukasih satu ke Lesti satu ke Shiha klop deh.Kali ini aku ga berani ngantongin lagi,kumasukkan segera ke toolboxku.Ntar aku akan ajak Shiha ketemuan.Kalau dia kukasih cincin pasti dia bakal manjain aku malam ini he..he..
$◆◇◆ DARI CINTAMU...
Aku segera kirim bbm dia,"Yank...pulang kerja check in yuk.Kangen nih.Oh ya aku punya sesuatu buat kamu.Dari Cintamu." Wah ga lama dibalas sama selingkuhanku itu,"Beneran?Ga kangen ama yang dirumah?Kamu duluan aja ntar aku nyusul biar ga kepergok lagi kayak dulu.Bbm aja no kamarnya.Shi Honey."
Aku balas jawab,"Bosen ama yang dirumah.Ama kamu aja lebih asyik.Kutunggu ya...love you Honeyku."
Honey itu madu,dia memang wanita keduaku.Aku kebayang bakal hepi banget ntar malam.Aku akan bilang aja sama Lesti disuruh gantiin personil shift siang.Ada yang ga masuk.Beres!
@◇◇◇ DAN TAK BISA PERASAANKU BERBAGI KASIH DENGAN DIRINYA...( Lesti pov ) Lagi asyik nyuapi si bungsuku eh dapat sms dari suamiku.Mendengar hpku bunyi,anak bungsuku yang lagi berusia 3 tahun langsung heboh,"Ayah...ayah..."
Kuambil hp dan kubaca isi pesannya,"Yeah...Nino ayah ga bisa pulang deh...
harus gantiin shift temannya yang ga masuk sayang..Besok pagi ya ketemu ayahnya?" Nino memang paling dekat sama ayahnya,beda dengan anak pertamaku si Ivan dia ga begitu dekat dengan ayahnya.Dia lebih dekat denganku.
Akhir2 ini suamiku kerap pulang larut malam.Kadang bau pakaiannya juga lain.
Kayak ada wangi2 perempuan gitu.Apa dia selingkuh ya?Kurang apa sih aku?Aku dah ngasih anak laki2 dua malah.Mereka juga normal ga cacat atau gimana.Aku juga bukan dari keluarga ga punya,bisnis batu bata ringan milik keluargaku kuserahkan juga ke Mas Danang untuk bantu jualin.Dia juga dapat tambahan lumayan dari situ.Biasanya dia suka perhatian belike apa gitu buat anak2 bahkan aku juga.Tapi sekarang malah ga pernah.Apa aku kurang merawat diri ya?Aku akan dandan ah kalau nanti mas Danang datang.Dandan yang cantik.Biar dia surprise he..he..
|\|◆◇◆ DARI CINTAMU...( Reza pov ) Ternyata yang namanya Danang itu pria ga kapok2.Dah kutakuti dengan penampakanku eh masih aja ga ngembaliin aku ke tuanku yang wagu itu.Akhirnya kukerjain lagi dia dengan cara klotekan deket tangga gudang.Eh dia ga sadar juga.Lalu aku minta bantuan penunggu tangga,dia setuju.Penunggu tangga itu visualnya agak kekuningan gitu sepertinya dibawah tangga itu dulu bekas makam.Dia dulu penambang emas.Dia berhasil nemu emas banyak.Dia simpan disitu niatnya mau dijual buat biaya hidup keluarganya.Eh teman nambangnya coba bunuh dia.Malah keduanya koid mati kabeh.Saling bunuh.Sampyuh.Akhirnya dia gentayang dekat lokasi tempat dia nyimpen emas itu.Disini dulu emang gudang tua katanya.
Ga sangka ada yang nyimpen emas di bawah tangga itu.Padahal dulu aku kerap wira wiri di atasnya.Pantas roh halusnya warnanya kekuningan.Lha maniak emas dia.Katanya,ia bakal tenang kalau emas itu diberikan kepada keturunannya.Tapi dia ga bisa kemana2 soale dia terikat jaga emas itu.Wah kasihan ya dia.Coba aku bisa bantu dia.Siapa sih keturunannya dia?Ada yang tahu siapa ?***see you next eps***

Eps 9 CERBUNG VIII □□□ CINCIN PUTIH
:-D□□□ CINCIN PUTIH€□□□ CERBUNG VIII EPS 9:-D□□□ Whom You Seek €□□□ Siapa Yang Kaucari
|\|□□□@□□□ RINTIK HUJAN GERIMIS MEMBASAH DI AWAL2 SENJA....( Lesti pov )
Anakku yang pertama datang dan langsung menaruh sepedanya lalu masuk ke kamarnya.Ada apa?Aku lihat Nino,si bungsu sudah tidur dalam gendonganku.Kubaringkan di kamar dan kunyalakan kipas angin kecil supaya ia tidak digigit nyamuk.Kukecup pipinya,"Sayang,bobok ya..."
Usai memastikan dia aman,menaruh guling dan bantal dikiri kanannya aku melangkah menuju kamar anak sulungku.Kulihat diluar gerimis.Siang2 gerimis ...
Kulihat pintu kamarnya terbuka,"Van,kenapa ga makan sayang?" Ivan memandangku dengan wajah takut,"Ibu atau ayah diminta datang ke sekolah..." Aku menerima undangan dari sekolah,"Memang ada apa Van?" Ivan malah nampak lesu,"Nilai Ivan jelek Bu Ivan paling bodoh di kelas." Kuraih putraku itu yang kini duduk di bangku SMP kelas 1,"Ivan tidak bodoh sayang,
Ivan hanya kurang giat belajar atau mungkin Ivan ada masalah di sekolah?" Kulihat ia menggeleng,"Ivan malas sekolah Bu.Soalnya di sekolah Ivan diejek terus..." Aku heran,"Diejek gimana?" Kulihat putraku diam,"Hey ibu tanya kok malah diam?" Ivan lalu cerita pernah lihat ayahnya sama perempuan lain mesra gitu,waktu itu Ivan lagi sama teman2nya sepedaan.Hatiku makdeg mendengarnya.Mas Danang sama perempuan lain dan Ivan sendiri yang lihat?Surat undangan yang kupegang lepas dari tanganku dan jatuh di lantai.Seiring kudengar tangisan Nino.Aku melangkah menuju kamarku meraih putra keduaku dan kupeluk dia sembari menitikkan air mata.Gerimis di hatiku ....
|>□□□ MALAM SEMAKIN DINGIN TAPI TAK SEDINGIN HATINYA...( REZA POV ) Hari masih siang namun aku berharap hari segera malam.Aku ingin mengerjai Danang,si manusia berhati dingin.Aku pernah mergoki dia masuk ke sebuah hotel dekat kerjaan,Hotel Ken Arok.Waktu itu aku berteduh karena hujan dan aku berhenti di seberang jalan dibawah pohon talok mau makai mantol.Kulihat Danang memeluk mesra seorang wanita yang sepertinya tak asing bagiku tapi jelas bukan isterinya karena aku pernah ketemu isteri Danang saat lahiran dulu.Isterinya ga setinggi itu lebih pendek dan rambutnya pendek sebahu.Kalau wanita ini rambutnya panjang dan gaya jalannya itu khas banget.Aku pernah lihat tapi dimana?Aku lalu ingat.Oh ya temannya Evi.Teman satu ruangan satu kantor namanya Shiha.Ya dia Shiha.Tapi kok...mereka mesra gitu ya?Kayaknya aku harus tanya deh besok sama mereka.
Danang kan anak buahku,aku berhak menegurnya.Lagian apa dia ga mikir perasaan isterinya ya?Kurang apa coba.Anak dua,jagoan semua.Isterinya juga ga neko2,
ga nuntut macam2 lha isterinya juga bukan dari keluarga kekurangan.Mertua juga baik.Aneh deh...aku ga habis pikir kenapa Danang bisa selingkuh.Aku malah kasihan sama isterinya.Dapat suami kok ya kayak gitu.Tapi aku akan kasih pelajaran sama Danang.Biar tahu rasa dia suka mainin perasaan orang maka akan kujadikan mainan juga ha...ha...
R □□□ DAUN2 MERUNDUK SEAKAN2 IKUT BERDUKA...( Evi pov )
Aku tak berani menatap kepergiannya.Aku hanya bisa tertunduk,betapa aku
pasti mengejutkannya dengan kecanggunganku.Kulihat Shiha nampak sinis menatapku,"Siapa sih kayaknya udik banget deh?"
Aku hanya diam,malas nanggapi omongan Shiha hanya bikin tegang urat syaraf saja endingnya.Aku tahu betul Shiha dia itu paling jago bikin orang emosi.Kata2nya tajam dan menusuk di hati.Memerahkan telinga dan bikin bad mood.
Aku mending ke kamar mandi aja.Males denger ocehan dia pagi2.Aku bangkit dari dudukku,Shiha mengawasiku,"Mau kemana Vi?" Aku jawab,"Biasa ke toilet.Mau ikut?" Dia mencibir dan melihat hpnya sambil senyum2 aneh.Entah kenapa aku ga suka
deket Shiha.Aku menuju kamar mandi tak sangka kulihat Irwan juga baru keluar dari kamar mandi.Langkahku terhenti. ||□□□ DUKA SEORANG GADIS YANG DITINGGAL KEKASIHNYA... Air mataku tak bisa kubendung.Melihat dia ada di hadapanku membuatku ingin menangis.Aku melangkah masuk ke kamar mandi wanita namun ia menahan tanganku,"Vi,kamu kenapa?Aku melihat duka di matamu.Kau baik2 saja?" Aku menahan air mataku,"Lepaskan Wan...nanti ada yang lihat..."
Irwan tak melepaskan pegangannya,"Aku tunggu kau pulang kerja.Aku akan antar
kau pulang.Aku mencemaskanmu.Kau pulang jam berapa?"
Aku menjawab,"Ga usah Wan.Aku bisa pulang sendiri.Kumohon lepaskan tanganku..."
Irwan menggeleng,"Tidak sampai kau mau kuantar pulang."
Aku dengar langkah kaki orang,"Jam 5 aku pulang."
Aku tarik tanganku dan bergegas masuk ke kamar mandi dan kututup pintunya,
'Kak Reza maafkan aku...aku tak bisa menghapus dia dari hidupku...aku juga tak tahu mengapa ia muncul kembali dalam hidupku...setelah aku kehilanganmu...mengapa?'
@□□□ TITIK AIR MATANYA SEDERAS HUJAN DI AWAL SENJA....( IRWAN POV )
Aku sepertinya dikerjai sama si senior itu waktu aku ke ruangan HC aku malah jadi kayak orang bloon,"Ga ada yang manggil mas tuh...bagian recruitment aja belum datang.
Mas salah dengar kali..." Awas tuh si senior,kalau ketemu akan kutanya dia.Tapi aku bersyukur juga gara2 dia,
aku malah bisa ketemu sama Evi.Kumaafkan deh si senior itu.Anggap aja impas.
Aku jadi kebelet deh...mending aku ke toilet distribusi aja.Deket satpam.Eh usai dari toilet aku malah papasan lagi sama Eviku.Jodoh kali ya...ngarep...
@□□□ PERIH HATINYA KINI.... Aku lihat ada duka di matanya.Ia seperti ingin menangis.Eviku yang ceria kini tengah berduka.Aku tak tahu apa sebabnya namun aku pasti akan cari tahu.Ia coba menghindariku tapi aku tahan tangannya,kukatakan bahwa aku ingin mengantarnya pulang.Awalnya ia ga mau tapi kemudian ia mau juga.Ia hafal keras kepalaku.Betapa determinannya aku.Ia masuk ke toilet dan aku tersenyum penuh kemenangan.Saat itulah seorang pria tergopoh2 hampir menabrakku,"Sorry mas...kebelet...udah diujung.."
Aku jawab aja,"Gpp mas.Kamar mandinya kosong kok." Sepertinya dia orang baik.Orangnya tinggi dan bersih kulitnya.Wajahnya agak sayu memang tapi jelas kurasakan dia orang yang baik.Semoga aku ketemu dengan orang2 baik di sini.
|\|□□□ MENGENANGKAN DIRINYA MENGENANGKAN NASIBNYA...( DESWA POV )
Hampir saja aku nabrak orang baru di lorong menuju toilet pria dekat pos satpam,untung dia ga jutek.Lega aku akhirnya bisa dapat toilet.Toilet satpam memang paling aman.Ga ada aneh2 atau kejadian mistis kayak di toilet lain.Di perusahaan ini ada sekitar 30 lebih toilet.Tapi aku paling sreg sama yang di satpam ini.Soale deket pos jadi kalau ada aneh2 tinggal teriak aja.Kan dekat para security.Aku beruntung bisa ketrima kerja di sini.Sejak ayah tiada karena dibunuh orang aku jadi penopang keluarga.Adikku banyak.
Demi mereka aku sampai belum nikah.Kasihan ibu kalau aku tinggal.Mau makan apa rumah?Kenapa ayah harus pergi begitu cepat?Hidup kami terlunta2 Yah...susah dan banyak hutang.Adikku butuh biaya sekolah semua.Aku sampai urung mau lanjut kuliah.Udah deh jadi buruh pabrik aja.
$□□□ BUTIR HUJAN MENIPIS SEAKAN2 IKUT MENGHIBUR....( LESTI POV )
Aku sebenarnya sudah kerasa sejak lama dengan perubahan suamiku.Ia jadi suka pulang larut dan ga mesra kayak dulu.Biasanya habis gajian dia ajak kita jalan2 makan apa gitu eh sekarang begitu dia naik level jadi mekanik malah jarang ajak keluarga pergi bersama.Hiburanku kini hanya kedua darah dagingku.Merekalah yang menguatkanku jalani hari2ku.Tuhan,bawalah kembali suami hamba...Sadarkanlah dia dari jalan yang tidak benar... Apalah dayaku?Aku sudah sibuk seharian dengan kedua buah hatiku...
Belum masalah gangguan sms dari wanita si penggoda suami orang.Tega ya dia sms gitu sama aku.Ngomongin kalau Danang hebat di ranjang dan pamer gini gitu sama aku.Jauhkan perempuan asing itu dari suamiku ya Tuhan.
¥□□□ DUKA SEORANG GADIS YANG DITINGGAL KEKASIHNYA..
Akankah Shiha menjauh dari Danang?Akan curhatkah Evi pada Irwan?
***see you next eps***
Eps 10 CERBUNG VIII ¤¤ CINCIN PUTIH
|~|¤¤ CINCIN PUTIH@¤¤ CERBUNG VIII EPS 10 |>¤¤ Play With His Hand|>¤¤ Bermain Dengan Tangannya
¥¤¤ SPESIAL MOMENT... Hidup tak selalu iNDAH Hidup tak selalu mudah Hidup tak selalu mewah Hiduplah dalam berserah Bila di Yunani ada Athena Di Mesir ada dewa RA Bila kau merasa tak berdaya Ingatlah Tuhan senantiasa
Jalan Tuhan tak terselami Kadang sulit dimengerti Apapun yang kan terjadi Hargai,syukuri dan HAYATI Banyak orang melihat ruPA Banyak uang bukan segalanya Milikilah hal yang utama Bergaul karib dengan-Nya Banyak orang memakai LOgika Banyak derita di luar Dia Jangan pernah melupakan-Nya Dalam segala apapun jua
Tak ada orang BOdoh di dunia Semua diberi kekuatan dan daya Asal selalu berpaut pada-Nya Masa depanmu indah bersama-Nya ¤¤¤ May the beauty of innerman be in your heart.May the world see how beautiful you are.How precious your presence.May the never ending mercy of God covering your life
from now.Happy Birthday to you. Aku ditempatkan di bagian GA.General Affair.Bisa dibilang bagian bersih2.
Kalau ayah sampai tahu aku jadi office boy pasti beliau akan murka.Masak anak konglomerat malah jadi tukang bersih2?Aku sih malah seneng,dengan begini aku bisa jalan2 ke seluruh area perusahaan.Bisa mantau bagian2 mana saja yang perlu dibenahi,
perlu dilakukan perbaikan atau perlu dimantapkan lagi.Aku juga bisa survey karyawan.Mana karyawan yang baik dan perlu dipertahankan atau diberi
penghargaan dan mana karyawan yang makan tulang alias kerja malas2an,seenaknya dan ga perlu dipertahankan.Aku mulai bekerja.Awalnya bagian bersih2 area produksi.
Menyapu semua lantainya.Aku diberi kaos oleh bagian operasional.Warnanya biru.
Aku mulai dibimbing oleh seorang senior.Sudah bapak2 namanya Pak Ngah.Dia kelihatannya serem tapi baik.Rumahnya dekat pabrik.Kalau istirahat dia pulang untuk makan di rumah.Isterinya seorang bidan.Dia mengarahkanku,"Disini kerjanya serabutan mas.Jadi mana yang bisa dikerjakan dikerjakan.Kalau ada yang butuh bantuan segera bantu.Jangan iren kalau kerja!Jangan banyak ngobrol juga apalagi kalau sampai ketahuan tidur wah...berabe apalagi bapak denger perusahaan ini Boss barunya pernah tinggal di Belanda.
Disana kan terkenal bersih dan sejuk lingkungannya.Pastinya standar2 disana bakal diterapin di sini.Ini sapu dan ikrak.Mulai menyapu dari ujung sana sampai sana.
Hati2 banyak mesin dan hoist di setiap area.Bila di area produksi jangan lupa pakai
helm.Ini juga ada APD,alat pelindung diri,ada masker juga sarung tangan kain jika kamu butuh.Masker wajib pakai.Kalau ga bisa kena sanksi." Banyak lagi yang dikatakan oleh Pak Ngah tapi aku tertawa dalam hati saat dia nyebut soal Boss baru,'Pak...pak...Boss barunya sudah dihadapan Bapak he.he..'
Banyak yang menyapa aku,"Orang baru ya mas?Kenalin saya bagian packing...saya bagian driver dsb..."
Aku menuju lokerku mau naruh kaosnya satu di tasku.Aku diberi dua kaos.
Saat aku lihat tasku tiba2 aku pingin lihat cincin yang kutemu tadi pagi.Kubuka kotaknya,'Lho?Kok ga ada?Kok hilang?'
||¤¤MENCINTAI KAMU PENUH RASA SABAR....( Lesti pov )
Aku memberitahu Ivan bahwa aku pasti datang memenuhi undangan sekolah.Dia terlihat lega karena aku ga memarahinya,"Ibu ga akan memarahi kamu Van,buat apa juga marah2?Malah nambah down saja.Ibu hanya minta masalah ayahmu biar Ibu yang selesain.Kamu fokus belajar saja.Abaikan cemoohan teman2mu.Dengan belajar rajin kamu sudah membuat hati ibu terhibur Nak.Ivan seneng lihat ibu sedih atau bahagia?"
Ivan menaruh kepalanya di pangkuanku,"Ivan ingin ibu bahagia.Ivan sedih kalau ibu sedih.
Ivan ga suka lihat ibu sedih." Kuelus kepala putra sulungku itu,"Makanya Ivan belajarnya yang semangat.Lakukan buat ibu ya?"
Ivan mengangguk,"Iya Bu.Ivan akan semangat sekolahnya.Buat ibu.Ivan sayang sama Ibu.Ivan mau jaga ibu dan adik." Hatiku terharu mendengar tekadnya,'Ibu juga akan sabar menghadapi cobaan ini.
Demi kalian,anak2 ibu.Walaupun ibu sudah ga tahan sebenarnya.Ibu masih bertahan semua demi kalian.' Air mataku menetes,Nino mendekatiku,"Makan...makan..." Aku mengajak kedua anakku ke ruang makan,"Ayo kita makan.Makan bersama ya?Dede...mau pakai telor apa pakai ayam kriuk?" Nino menunjuk pada telor,"Mau ni..ni..."
Ivan juga kuambilkan tapi dengan ayam kriuk,"Nih buat Ivan...ayo ibu suapi semua.Duduk sini di karpet saja ya..." Ivan seneng banget,"Asyik disuapi ibu!Kayak dede dong!Hi..hi..."
Aku tersenyum melihat mereka,jika aku harus kehilangan mas Danang setidaknya aku masih punya kedua buah hatiku.Aku akan hidup buat mereka.
|~¤¤ MESKI SAKIT HATI INI KAU TINGGALKAN... Jika memang di hati Mas Danang sudah ada wanita lain,aku ikhlas melepas dia.
Aku sudah lelah mempertahankan orang yang memang tak pantas dipertahankan.
Jika dia mencintaiku,dia takkan melakukan ini padaku.Jika aku ada salah,kenapa dia ga ngomong saja.Seingatku aku ga pernah nuntut apa2.Aku ga pernah komplain dengan uang yang ia berikan padaku.
Kerap aku dikasih sedikit tapi aku cuma nanya,"Ini buat berapa lama mas?" Dia jawab dengan ketus,"Cukupin buat sebulan.Di kerjaan aku mecahin alat,harus ganti.Makanya gajiku dipotong.Bisa kan nyukupin buat sebulan?Masak ga bisa." Aku diam dan ga ngeluh lagi.Kupakai uangku sendiri.Aku masih punya tabungan,
walau ga banyak.Rencananya buat biaya sekolah Ivan dan Nino.Tapi mau gimana lagi,masak anak2ku ga makan? T¤¤KU IKHLAS TUK BERTAHAN... Aku akan ikhlas jalani semua.Kalau mau cerai ya cerai saja.Asal kedua buah hatiku bersamaku.Aku ga mau mereka meniru ayahnya.Aku akan mendidik mereka menjadi pria2 yang budiman.Pria yang menghargai wanita terutama ibunya.Pria2 yang mengurus keluarganya dengan tanggung jawab dan bukan mencari kesenangan sendiri.
Jika perlu aku akan bekerja demi bisa menyekolahkan mereka.Akan kulakukan apapun demi kedua buah hatiku.Ga masalah menyandang status janda.Yang penting hatiku tenang,hidup damai dengan kedua anakku.Itu saja yang masih kuharapkan dan yang masih
membuatku bertahan. |~|¤¤CINTAKU PADAMU BEGITU BESAR...( Shiha pov ) Aku senang banget ntar bakal berduaan sama Danang.Kuharap aku bisa hamil sehingga Danang harus bertanggung jawab atasku.Dan itu berarti dia bakal menceraikan isterinya.Aku ga mau jadi madu.Aku mau predikat isteri pertama.Aku mau hanya aku wanita yang dicintai Danang.Akan kulakukan apa saja asal Danang jadi milik aku.Sudah beberapa hari ini aku merasa agak mual.Tapi aku belum ke dokter.Kapan2 aku akan test sendiri dulu.
Baru ke dokter.Jika aku hamil maka aku harus segera resign,jangan sampai
perusahaan tahu aku hamil dengan Danang.Bisa bahaya buat karir dia.Mending aku aja yang ngalah cabut dari kerjaan.Lagian aku bete kerja sama Evi.Dia itu ga bisa diajak kerja sama.Dia selalu kerja sesuai prosedur.Aku mau cari kerja yang nyantai tapi banyak duitnya.Kerja apa ya?

:-D¤¤NAMUN KAU TAK PERNAH BISA MERASAKAN...( EVI POV )
Aku senang Irwan perhatian padaku,setelah kepergian Reza aku merasa semua orang seperti menyalahkanku.Seakan aku ini wanita yang dikutuk.Semua orang berbisik2 membicarakanku.Ga di kantor,di kantin,di kamar mandi bahkan di rumah juga.Apa salahku?Aku bahkan tak ada di lokasi kejadian saat itu.Tetap saja semua melihat
akulah yang bersalah.Aku menahan pedih di kamar mandi kala kudengar dua orang admin membicarakanku.Aku kenal mereka,mereka adalah admin di departemen lain.
Namanya Titik dan Heni.Titik di bagian Worshop,"Hen,aku seneng deh si Evi itu
ga jadi nikah.Dia itu selalu dipuji sama atasanku.Katanya kerjanya bagus,jeli dan cekatan.Aku harus mencontoh dia.Sebel tahu dibanding2in!Syukurin batal nikah dia!Kapok!" Mereka tak tahu aku dikamar mandi sebelahnya,hatiku sakit mendengarkannya. Heni berkata,"Aku juga ga suka sama dia.Sok banget!Ada saja laporanku yang salah.
Aku harap dia keluar dari perusahaan biar damai dunia." Mereka cekikikan dan aku ga tahan lagi,aku keluar dari kamar mandi,mereka kaget
banget dan langsung ngacir kayak lihat hantu saja.Aku lelah ya Tuhan.Lelah banget. @¤¤ MESKI SAKIT HATI INI KAU TINGGALKAN KU IKHLAS 'TUK BERTAHAN...
Apa aku lebih baik pindah kerjaan aja ya?Nyari kerja di tempat lain saja?Lingkungan kerja disini sudah tidak nyaman bagiku.Kerja baik dibenci.Dibilang soklah,sok yesslah,cari mukalah...Kalau aku alami hal buruk mereka menertawakan dengan riangnya.
Apalagi disini ada Irwan.Aku ga sanggup lihat dia setiap hari.Aku merasa seakan lututku lemas kalau lihat dia.Mungkin sebaiknya aku mulai mencari peluang kerja di tempat lain.
Untuk apa bertahan di sini?Disini terlalu banyak kenangan dengan kak Reza.Aku seperti melihat dia dimana saja aku melayangkan pandanganku.
¥¤¤ KAU MENINGGALKANKU TANPA PERASAAN... Aku lari meninggalkan kamar mandi dan menuju ke tempat sepi,tak sanggup aku
menahan perasaanku.Keluarga kak Reza juga menyalahkanku,Budhe Soimah juga
selalu mengingatkanku bahwa aku tuh anak pembawa sial.Di kerjaan aku dibenci.
Kenapa?Mungkin seharusnya aku ga menerima cinta kak Reza.Seperti yang terus kulakukan selama bertahun2.Mungkin aku harusnya tidak membiarkan siapapun dekat denganku karena toh mereka akan meninggalkanku.Ibu meninggal saat melahirkanku,ayah meninggalkanku tak lama setelah membawaku kembali dalam asuhannya,lalu Irwan
meninggalkanku ke luar negeri dan kini calon suamiku pergi dengan tragis.Cukup!
Sudah cukup! |\|¤¤HINGGA KUJATUHKAN AIR MATA... Mengapa aku ada di dunia?Buat apa?Buat dihina?Buat disalahkan terus?
Buat jadi bahan celaan?Memang apa salahku?Apakah aku memilih siapa orang tuaku?Apakah aku mendukakan hati ayahku?Apakah aku anak yang jahat?Apakah aku tidak baik?Kuhapus air mataku.Sebaiknya aku mati saja.Menghilang saja sekalian.Bukankah itu yang semua orang harapkan?Aku akan bebas dari tuduhan dan gunjingan orang.
Aku akan menyusul kak Reza saja.Sekalian saja sehidup semati.
Aku akan pergi ke sebuah jurang dekat rumahku.Sebuah tempat yang tinggi dan
cukup kujatuhkan badan ke bawah maka semua selesai sudah.Iya itu niatku.Aku akan pulang lebih awal biar ga ketemu dengan Irwan.Aku akan pergi jurang itu.Aku akan minta ijin pulang lebih awal.Kalau ga jam 3 ya jam 4 sore. :-D¤¤KEKECEWAANKU SUNGGUH TAK BERARAH...
Aku kecewa dengan hidupku.Dengan semua yang kualami.Seakan aku ini adalah sebuah kesalahan.Lebih baik aku sekalian ga ada.Lebih indah bagi semuanya.Tekadku kian bulat kala kudengar lagi karyawan lain membicarakanku.Aku makin sedih kala orang yang biasa makan bersamaku kalau istirahat juga menjauhiku,"Tria!Nanti istirahat bareng ya?"
Tria nampak gimana gitu,"Sorry Vi,aku nanti diajak makan keluar sama Adi.Maaf ya." Semua menjauhiku.Hanya Irwan yang masih tidak berubah.Tapi jika aku dekat dengannya takutku dia juga akan sial.Tidak!Aku ga mau dia jadi celaka karena dekat denganku.Aku tak mau sesuatu terjadi pada dia.
@¤¤BIARKAN KU HARUS BERTAHAN... Biarlah ku akhiri saja dengan caraku sendiri.Sebuah cara yang akan membuat
semua pihak senang.Aku juga senang karena aku takkan lagi menyusahkan siapapun.
Aku tidak mencelakai siapapun.Tidak memisahkan seorang ibu dari anaknya.Maafkan aku Tuhan,aku akan mengecewakan-Mu.

|~|¤¤JANGAN PERNAH KAU COBA UNTUK BERUBAH...( Tria pov )
Maafkan jika aku berubah kepadamu,Vi.Aku hanya takut akan terimbas kesialanmu.Sebentar lagi Adi akan melamarku.Aku takut jika hal yang sama menimpaku.Aku tak mau kehilangan dia Vi.Aku menjauhimu hanya sampai aku menikah.
Usai aku menikah,aku akan baik lagi padamu.Maafkan aku.

|~¤¤TAK RELAKAN YANG INDAH HILANGLAH SUDAH...( Irwan pov ) Kok hilang cincinnya?Jelas2 kutinggal di tas.Apa dicuri ya?Tapi siapa pencurinya?
Ga mungkin aku nuduh sembarangan.Aku orang baru disini.Bisa membahayakan penyamaranku.Sebaiknya aku selidiki dulu.Apa senior yang nyuruh aku ke HC itu ya?Ya aku akan selidiki dari dia dulu.Sayang ga ada kamera cctv di area ini.Harusnya dikasih.Aku kerja dulu aja.Kalau memang cincin itu memang buat aku pasti kembali padaku bagaimanapun caranya.

@JANGAN PERNAH KAU COBA UNTUK BERUBAH....( Danang pov ) Aku merasa aman menaruh cincinnya di toolboxku.Namun tiba2 Daffa datang
nyari kunci L dan buka toolboxku,"Wah cincin siapa nih?"
Aku jadi kepikiran mending kujual aja ke Daffa,"Punyaku.Kamu mau beli ga?
Cincin nikah lho,pasangan.Denger2 kamu mau serius sama Erna ya?Ayo pas banget nih .."
Daffa nyoba tuh cincin ke jarinya,"Wah pas.Kayaknya emang buat aku nih.Kamu dapat darimana Nang?"
Aku sebel ama pertanyaan Daffa,"Temanku batal nikah soale calonnya ada masalah.
Jadi dia minta tolong aku jualin." Daffa malah terlihat gimana gitu,"Wah ntar malah pernikahanku juga batal dong.
Keimbas sialnya.Wah ga jadi beli deh..." |~|¤¤KURELAKAN YANG INDAH DALAM HATINYA.... Nyebelin tuh Daffa percaya mitos segala,sebel deh.Aku minta cincinnya kembali,
"Kalau ga mau beli,ya udah.Kembaliin lagi cincinnya!" Daffa coba melepasnya,"Kok ga bisa lepas2 sih?" Aku bantu dia eh malah mencelat cincinnya.Gelinding entah kemana.Aku kesal sama Daffa,"Dasar tangan jelek!Malah gelinding tuh cincinnya.Kemana coba?Bantu nyari!" Wah cincinnya gelinding ke mana ya?***see you next eps***

CINCIN PUTIH EPS 11 CERBUNG VIII
Perpisahan ini janganlah kau tangisi ( REZA POV )
Aku akhirnya bisa kabur dari Danang.Tapi cincin satunya,cincin yang harusnya buat Evi masih di toolbox.Aku sedih terpisah dari cincin satunya.Tapi aku merasakan aura tuanku ada di dekat situ jadi akupun menggelinding ke arahnya.Tentu saja melewati jalan2 alternatif yang hanya tikus yang tahu kali.
Bukankah ku pergi untuk kita
Aku akan lakukan apapun agar bisa bersama pasanganku kembali.Kalau perlu aku akan bikin Danang sampai ga berani nyimpan cincin itu.Akan kubikin dia kapok.Akan kucari moment yang tepat.Lihat saja.Aha itu kan si pria wagu yang nemu aku?Dia kini pakai kaos operator dan sedang menyapu area produksi.Gelinding ke sana ah…Mr Wagu pol I’m coming!
Walaupun kau jauh dari pandanganku ( Irwan pov )
Lagi asyik nyapu srek2 eh ada yang gelinding ke arahku.Kuambil segera,”Lho ini kan cincin yang kutemukan di jalan?”
Aku takut hilang lagi jadi kupakai saja.Wah pas di jari manisku.Emang buat aku nih cincin.
Tapi pasangannya mana?Aku yakin pasti bakal kembali juga kok kayak yang sekarang kupakai.Sejauh apapun dari pandanganku kalau jodoh ga akan kemana.Syukurlah setidaknya satu sudah back to nature.
Akanku raih cita-cita
Aku berencana akan bertanya pada ahli emas soal cincin yang kutemukan,berapa kadarnya dan bagaimana kualitasnya.Kulihat nampak dari lantai dua dua orang pria berpakaian wear pack melongok ke bawah ke arahku.Aku kenal satunya yang nyuruh aku ke HC.Tapi yang nanya malah satunya,”Mas lihat …”Belum sampai nanya pria satunya segera narik dia dan bicara menjauh dariku.Aneh.
Walau halilintar yang jadi rintangan ( Danang  pov )
Aku yakin tuh cincin gelinding ke a rah lantai bawah lewat celah2 di lantai dua.Di tiap area lantai
atas sini memang ada lubang2 yang tembus ke lantai bawahnya.Aku segera melongok ke bawah dekat hoist yang biasa buat angkut barang.Dafa yang merasa bersalah melongok lebih dulu dan nanya sama orang GA yang kebetulan lagi nyapu deket situ.Tapi sebelum dia sempat nyebut kata cincin aku tarik dia ,”Sudah yang hilang biar hilang,dimana2 kamera cctv ntar dikira kita ngapain lho ga kerja.Yuk balik kerja lagi aja.”
Padam matahari padam pula jiwaku
Dafa heran dan berkata,”Tapi Nang ini mumpung masih ada matahari dang a mati lampu.Kita bisa
nyari.Emas lho Nang…aku merasa ga enak.”
Aku segera membawa Dafa menjauhi si anak GA karena aku tahu dia yang punya cincinnya.Ga mungkin
aku nanya dia.Bisa ketahuan aku. Aku bersumpah takkan melupakanmu
Aku harus segeramerawat cincin satunya dan menjualnya atau kuberikan pada Shiha atau Lesti.Aku
segera mengambil toolboxku dan mengantongi cincin satunya di saku celanaku.Aku ga merasakan apa2 kayaknya yang bahaya yang cincin satunya deh.

Di jembatan udara Bandara Soekarno Hatta ( Irwan pov )
Sejak aku turun dari pesawat maskapai Belanda,tekadku sudah bulat untuk meraih masa depan cintaku bersama Evi.Aku menginginkan ia ada dalam hidupku.Namun aku juga ga boleh mengabaikan amanat ayah soal perusahaan ini.Aku harus bekerja dengan baik namun baru hari pertama saja sudah kehilangan berarti ada maling di perusahaan ini.Dan aku yakin banget kalau pelakunya adalah orang 
dalam.Aku lihat dengan curiga pada pria yang narik temennya tadi,kayaknya dia  orang yang nyuruh aku ke HC.Aku hendak mengejarnya mau nanya kenapa dia bohongi aku tapi aku dipanggil Pak Ngah,”Kamu disuruh bersihin area Workshop.Bagian audit HSE mau ngecek sana,areanya paling ujung sana ya.Yang gedungnya ada bata ringannya.”
Batal deh mau interogasi si manusia tukang nipu itu.May be next time.Aku segera menuju area
Workshop.
Ku gantungkan harapan meraih masa  depan ( Dafa POV )
Aku heran deh dengan Danang kok malah ga nyari cincinnya atau setidaknya nanya sama bagian GA yang nyapu di sana.Kok kayak ketakutan gitu lihat anak baru itu.Ada apa sih?Aku lalu menuju workshop mau grenda disana tapi Danang ga ikut katanya mau nyari cincinnya.Aku lihat ia memperhatikan si anak baru yang tadi nyapu.Aku merasa bersalah padanya,”Kubantuin
ya nyari cincinnya?” Tapi Danang menolak dan malah nyuruh aku grenda di Workshop,”Kamu grenda aja,mumpung belum diaudit area sana.Biar aku yang cari cincinnya.”
Akhirnya akupun ke bengkel.
 Cincin melingkar indah tanda ikatan cinta ( Danang pov)
Aku pastikan dulu si anak baru itu dah pergi baru aku nyari cincinnya yang gelinding tadi. Tapi kok ga ada ya.Anak2 produksi sampai pada kepo,”Nyari apa sih Mas?”
Kujawab dengan ketus,”Udah kerja aja sana!Dasar manusia2 kepo!”
Mereka terus males nanyain aku.
S’ribu tahun tak lama pasti kan jumpa pula
Lama sudah aku jungkir balik tapi ga ada juga.Jangan2 ditemu sama si wagu itu.
Gawat kalau sampai bener.Kulihat Pak Ngah lewat kutanya dia,”Anak baru tadi ditugaskan dimana Pak?”
Kasih kirimkan suratmu, 
Pak Ngah jawab,’Saya kirim ke bengkel,kenapa?Tetanggamu to?”
Aku ngekek,”Tetangga saya ga ada yang modelnya wagu kayak gitu Pak.Ga Cuma mau tak suruh bersihin area mekanik banyak sawangnya.Ya udah Pak.Saya ke Workshop saja.”
Aku harus pastikan tuh cincin ada pada dia atau ga?Anehnya lagi aku kayak pingin ke
Workshop terus,kenapa ya?
Akan ku jadikan pembunuh rindu ( Reza pov )
Kulihat Danang sudah mendekat.Kalau kepisah cincinnya aku hanya bisa punya kemampuan narik tuh cincin deketi aku.Deketi pasangannya.Aku ga bisa nguasai Danang
karena sejak awal aku berada di cincin yang pria.AKu hanya bisa merasakan apa yang terjadi pada pemegang cincin satunya tapi tak bisa control dia.Aku akan bawa cincin itu kembali ditangan yang benar,aku melihat Danang menggantikan Dafa menggrenda.Bagus.Hati2 kau Danang!Jangan sampai kau terkena grenda.he..he…
Apa rencana Reza?Kayaknya danger deh.***see you next eps***
Eps 12 Cerbung viii CINCIN PUTIH
(((((((((((((((((((((((((( CINCIN PUTIH )))))))))))))))))))))))))) Eps 12 : Went Out = Pergi Keluar
(((( AKU TAK INGIN DIMADU.... Cerbung ini adalah cerbung misteri dan pastinya berbau horor.Nah pada kesempatan kali ini saya mau kupas tentang nasib tragis yang dialami seorang karyawan pabrik di Tangerang.Bagaimana dia ditemukan tewas di kamar massnya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.Saking ngenesnya sampai temannya datang ke Hrd melaporkan bahwa dia didatangi arwah korban minta kasur saksi bisu kejadian pembunuhan itu dikubur juga disebelah makam korban.Akhirnya pihak perusahaan mengabulkan permintaan arwah korban dan menguburkan kasur yang sudah berbau itu di sebelah makam korban.Semua biaya penguburan ditanggung oleh perusahaan.Wah,gimana kisahnya?Jangan kaget ya?
Ini kisah nyata.Moga bagi pelajaran bagi semua orang tua yang memiliki putri merantau atau kerja di luar kota.
)))) Korban bernama Eno Fariah,karyawati pabrik yang dibunuh di mesnya di Jatimulya,Dadap,Kosambi,Tangerang.Polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka.Ketiga tersangka adalah :
*Arip,karyawan buruh di satu pabrik yang sama dengan korban
** Imam,pemuda yang sering nongkrong di dekat mes korban,
***RAL,siswa kelas 2 SMP di Kosambi,Kab.Tangerang. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti menyebutkan
para tersangka memiliki perannya masing2 dalam peristiwa pembunuhan sadis itu.
Ketiga pelaku tidak saling mengenal tetapi mereka suka sama korban.Karena tidak
ditanggapi oleh Eno,begitu ada kesempatan pintu terbuka mereka masuk dan melakukan
pembunuhan terhadap korban,paparnya dalam jumpa pers.Ketiganya ditangkap selang satu hari setelah temuan mayat.Eno ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mesnya pada Jumat pagi ( 13 Mei 2016 ).
Korban ditemukan oleh 2 teman sekamarnya yang baru pulang kerja shift malam.Keduanya tidak dapat masuk ke dalam kamar lantaran pintunya digembok dari luar.Dibuka dengan kunci cadanganpun ga ada yang cocok.Akhirnya didobrak dan ditemukan korban dalam keadaan telanjang dan sebuah pacul dengan gagangnya masuk ke dalam tubuh korban lewat alat vitalnya.
Apa yang sebenarnya terjadi?Jika penasaran gambarnya silakan buka google.
Ada yang ga disensor juga.Serem tenan.Kelanjutan kisah ini akan saya kupas lain kali.Entah di CP atau BTM.Sekarang kita ke story ya.Kisah arwah Reza yang mau ngerjain Danang.
Diiringi lagu dari Nia Daniaty.Ini dia,Aku Tak Ingin Dimadu.
(((( IBU MAAFKAN AKU YANG TAK PERNAH BERSIMPUH DI KAKIMU...( SHIHA POV )
Aku nelpon ibu bilang kalau aku bakal pulang telat.Ibu nanya,"Shiha,kamu ga jalan sama pria itu kan?Putuskan hubungan kalian ,dia pria sudah beristeri Nak.Jangan mengganggu rumah tangga orang."
Aku males meladeni Ibu,"Hak Shiha dong mau jalan sama siapa.Ibu ga usah cerewet kenapa?Ibu juga isteri kedua ayah kan?Ga usah sok ceramah deh!" (((( AKU ANAKMU YANG SATU YANG TAK PERNAH MENDENGAR NASIHATMU... Aku langsung tutup telponnya habis ngomong gitu.Aku heran bisa2nya ibu nyeramahin aku sedang dia sendiri kelakuannya ga jauh beda tuh.Malah aku denger ibu dulu godain ayah sejak masih SMU.Ayah kerja jadi teknisi di sebuah pabrik dekat rumah ibu.Karena sering mampir di warung makan milik orang tua ibu maka mereka jadi dekat dan suka telpon2an dan jalan bareng padahal ibu tahu ayah dah punya anak dan isteri di kampungnya.Dua malah anaknya.Aku ngekek dalam hati.Ternyata aku kini juga sama kayak ibu posisinya.Suka sama teknisi juga.Dah nikah juga.Sejarah terulang kembali.
)))IBU BENAR KATAMU AGAR AKU JANGAN MEMILIH DIA...( LESTI POV ) Kenapa perasaanku ga enak ya?Seperti akan terjadi sesuatu.Saking herannya aku sampai jatuhin mangkuk.Mangkuknya retak tapi ga pecah.Hatiku berdesir karena mangkuk itu mangkuk fave mas Danang.Aku hanya bisa berdoa.Tuhan,walau aku merasa sakit hati pada suamiku namun kumohon jangan sampai dia kenapa2 ya Tuhan.Bagaimanapun dia adalah ayah dari kedua anakku.Aku lalu menemaniku dua buah hatiku tidur.Mereka mirip sekali dengan mas Danang.Semoga mas Danang ga alami hal yang buruk. ))) KINI AKUPUN MENYADARI DIA YANG KUCINTA MENYIMPAN DUSTA...( DAFFA POV ) Aku lagi asyik menggrenda kala Danang datang.Dia tingak tinguk gitu,"Fa,lihat anak GA yang baru itu ga?" Aku mengedarkan pandanganku,"Tadi dia di depan tuh motong tanaman.Ga ketemu emangnya?" Danang malah tiba2 gugup karena Manager Teknik lewat.Ia segera menyerobot peralatanku,"Sini biar aku yang kerjain!Kamu balik ke mesin aja.Amplas mold sana!" Aku dah hafal lagak Danang emang suka sok kerja di depan atasan tapi malas2an di belakangnya.Dasar manusia bertopeng! ((( GAUN BIRU PENGANTIN UNTUK APA DIA BERIKAN... Aku segera memberikan grendanya.Eh baru mau menyeberang jalan menuju gedung produksi tiba2 kudengar teriakan kesakitan,"Aaaakkh!Daffa tolong!!" Astaga!Itu kan suara Danang?Kenapa dia???? ((( CINCIN EMAS PENGIKAT UNTUK APA DIA SELIPKAN...( REZA POV ) Salah sendiri suka mencuri.Aku senang sekali bisa berada dekat dengan cincin pasanganku.Danang sedang menggrenda kala ia tiba2 ingin menyentuh cincin yang terselip di saku celananya.Dia ga sadar kalau sedang pegang grenda yang masih on.Alhasil dia malah melukai tangannya hingga berdarah.Malah saking paniknya grendanya kena celananya dan hampir mengenai alat vitalnya,"Kapokmu kapan...kapokmu kapan...." Grenda itu merobek celananya sehingga melubangi saku celananya dan gelindinglah cincin satunya,"Mak Klithing!" Danang menjerit kesakitan,ya jelas kesakitan lha wong malah grenda pahanya sendiri.Untung temannya segera lari mendekat dan matiin tuh grenda. Boss aku,Si Mr Wagu Poll yang lagi bersihin sawang juga segera datang menolong,"Ya ampun!Harus dibawa ke RS ini!" Danang berdarah dan mengaduh kesakitan,"Fa!Tolong Fa!Sakit banget!Aduh..." Manager Teknik yang pas lewat juga segera mendekat,"Kenapa ini?" Hrd segera dibel via line terdekat dan Danang dilarikan ke RS.Manager Teknik minta Boss aku,Si Mr Wagu Poll untuk membersihkan darah yang berceceran di lantai,"Mas tolong bersihin ya darahnya...benahi juga perkakasnya.Saya mau temeni ke RS." ♡♡♡SEPATU DARI KACA UNTUK APA DIA BELIKAN...( IRWAN POV ) Kaget aku kala tiba2 suasana jadi heboh.Rupanya ada yang kecelakaan kerja.Makin kaget aku kala lihat siapa korbannya,'Astaga!Itu kan orang yang nyuruh aku ke HC?' Ngeri banget.Tapi malah ada anak workshop yang komentar gini,"Lihat tuh si pejantan tangguh!Hampir kehilangan kejantanannya ha..ha..katanya bisa grenda eh malah khitanan masal disini...ha..ha.." Temannya nyeletuk,"Iya tuh Danang sok banget!Aku juga ga suka.Pelit orangnya!Ngeselin!Syukur celaka.Aku doain biar dia jadi impoten.Ha..ha.." Aku heran mendengar mereka malah ngekek2 lihat temannya celaka namun aku cuma perhatiin wajah mereka saja.Itupun mereka dah sewot,"Hey anak baru!!Ngapain lihat2??Belum kenal kita ya?Kita itu senior2 Workshop!Jadi jangan berani2 kamu sama kita!!Cecunguk aja mau nantang ya?!" Aku diam saja dan meneruskan membersihkan darah yang berceceran.Saat itulah sepatuku menginjak sesuatu,'Lho ini kan cincin pasangannya?Kok bisa ada di sini?' )))BENCI AKU DIA ADA YANG PUNYA...( Shiha pov ) Aku heran kok pada heboh sih staff HC,"Ada apa sih?Heboh bingitz?" Salah seorang jawab,"Ada yang kecelakaan kerja!Parah!Teknisi!" Aku makdeg dengernya,"Siapa?Bukan Danang kan?" Namun aku tak menyangka kala yang kutakutkan justru terjadi,"Kok kamu tahu sih kalau Danang yang kecelakaan?" Apa???Danang kecelakaan kerja???Aku segera panik,"Gimana keadaannya?Apanya yang kena?" Manager Teknik datang,"Ayo!Kok malah ngobrol disini?Kasihan korbannya!Cepet dia harus segera dibawa ke RS.Parah ini!" Aku kian takut dan hendak ikut ke RS tapi Manager Teknik mencegahku,"Ngapain kamu ikut?Kamu kan staff distribusi ga usah ikut!Biar HC sama saya!" Aku lihat Danang kesakitan namun aku sakit hati juga kala denger dia bilang,"Tolong hubungi isteri aku!Suruh dia nyusul aku ke RS!" Sial!Dia malah ingat ingatnya sama isterinya.Sebel!! >>>RANJANG BIRU PENGANTIN UNTUK APA DIA PILIHKAN...( DANANG POV ) Ya ampun sakit banget!Kenapa aku bisa seceroboh ini saat megang grenda?Semua pasti karena cincin sial itu!Aduh...aku sepertinya harus dijahit nih!Perih banget!Coba ada Lesti,dia akan segera merawat aku.Aku minta pihak HC menghubunginya.Aku mau Lesti di dekatku.Dia paling telaten kalau merawatku.Aku butuh dia.Aduuh...sakitnya moga aku ga kenapa2... ☆☆☆ BULAN MADU KE BALI UNTUK APA DIA JANJIKAN....( LESTI POV ) Kala aku terima telpon dari pabrik dimana suamiku bekerja,perasaanku sudah ga karuan,"Apa???" Aku terkejut mendengar mereka memberitahuku bahwa suamiku kecelakaan kerja dan sedang dibawa ke RS,"Mb segera nyusul ke RS ya.Kami tunggu." ^^^UANG DI SAMPUL MERAH UNTUK APA DIA TITIPKAN... Ivan ikut panik,"Bapak kenapa Bu?" Aku coba menutupinya,"Ibu belum tahu Van.Kamu siap2 yuk.Ibu akan titipkan kamu sama adik kamu ke rumah Eyang dulu.." ♥♥♥BILA HATIMU BERCABANG DUA...( EVI POV ) Kulihat Shiha kembali dengan wajah kisut,"Siapa yang kecelakaan Shiha?" Dia jawab sambil terduduk lemas di kursinya,"Danang..." Aku kaget juga mendengarnya,"Kenapa dia?" Shiha malah berdiri,"Aku ga tahu!Udah aku mau ke belakang!Jangan tanya melulu!Ganggu orang sedang berpikir aja!!" Astaga ketus amat?Kenapa dia?Aneh!Apa bener ya kata Reza dulu bahwa Shiha dan Danang punya affair?Tega banget sih Danang sama isterinya.Aku aja ga beruntung nikah eh dia malah nyia2in pernikahannya.Heran deh.
Apakah Danang akan selamat?***see you next eps***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar