KEHILANGAN ^^^ ( EPS 13 - 24 )

KEHILANGAN ○°Eps 13 ○° Weep


○° |<€|-|¡|_@|\|9@|\| ○°○° €|¤$ 13 °○
○° ₩€€P = Menangis °○°○Poetry zone°○
Mengapa orang kadang menangis Apakah hatinya sedang teriris Atau karena dagangannya tidak laris Atau kakinya sakit hingga meringis Mungkin ketemu orang yang sinis Atau memang dasarnya pesimis Atau memang akting saat mengemis Atau hidupnya memanglah miris
Menangis bukan hanya milik wanita Pria juga bisa melakukannya Menangis itu bahasa air mata Bila kata tak sanggup lagi mengungkapkannya
Hati yang sedang nelangsa Jiwa yang merana Kegembiraan tiada kira Impian yang menjadi nyata Semua terurai didalamnya Dalam tetesan air mata
Bayi menangis karena ingin diperhatikan Balita menangis karena ingin mainan ABG menangis karena putus pacaran Siswa menangis karena mau ujian Pengangguran menangis karena pekerjaan
Karyawan menangis karena penundaan gajian
Ibu rumah tangga menangis karena kelelahan
Pejabat menangis karena kecaman Artis menangis karena kritikan Siapapun bisa menangis dengan berbagai alasan
Menangis membuat kita lega Menangis mengungkapkan lebih dari kata Menangis adalah ungkapan jiwa Perasaan yang terluka begitu dalamnya Kepedihan yang begitu merobek asa Kesendirian yang mencekam dada Keletihan jiwa dan raga yang sampai pada puncaknya
Menangisku kepada-Mu Yang Tuhan yang Maha Kuasa Mengubahkan kutuk menjadi berkat akhirnya Mengubahkan hati mereka yang memilukan hamba Menyediakan semua yang dibutuhkan tepat pada waktunya Memberikan pertolongan disaat hamba sengsara Menghibur dengan begitu lembutnya Menangisku dalam hadirat-Mu yang mempesona
°○ Rumah Soimah °○ Soimah menghentikan langkah Erie bukan karena ingin memberi sesuatu
padanya seperti umumnya orang yang mau berpisah.Namun untuk mengambil sesuatu.
Soimah mendekati mantan guru less anak bungsunya itu,"Ternyata saya selama ini mempekerjakan maling rupanya!!" Erie kaget,"Tapi saya tidak mencuri apapun." Soimah menatap sinis,"Lalu yang kamu pegang itu apa??!Itukan boneka kesukaannya Thea ?Sini bonekanya!!Dasar perawan tua,ra payu2,kere sisan!!"
Erie terkejut saat boneka pemberian Thea direbut secara kasar oleh Soimah,"Saya tidak mencurinya...sungguh..."
Thea yang angkat bicara,"Iya Mi,mbak Erie ga nyuri.Thea yang kasih boneka itu sebagai kenang2an.Mami jangan asal nuduh!"
Wah Soimah langsung muntap,"Kamu ga usah belain orang asing!Cepet masuk kamar!!"
Thea berlari ke kamarnya sambil menangis,"Mami jahat!!Thea benci sama Mami!!"
Idayu malah nambahi,"Bagus ya...ternyata kamu nggak cuma bikin hubungan saya dan anak saya jadi renggang tapi di sinipun kelakuan kamu sama!Mau jadi apa generasi Indonesia punya pendidik model begini?!Memalukan!!"
Frans melihat air mata menggenang di pelupuk mata Erie,"Sudah Mi!Jangan ikut campur urusan orang!Kita pulang saja Mi!"
Idayu malah pamer,"Kita dan Jeng Soimah itu bukan orang lain,sebentar lagi kamu
dan Selvi akan menikah.Jadi mereka bukan orang lain bagi kita.Hey..perawan tua!!
Kamu ingat baik2 anak saya ini ga akan pernah menikahi perempuan macam kau!!
Kau itu umurnya sudah ketuaan buat memberi keturunan.Kasihan sekali pria yang dapat kau nanti!Itupun kalo dapat!Paling juga duda tua yang mau sama kamu.Amit2!!"
Erie menahan semua kepedihan hatinya lalu melangkah keluar sambil menangis. Sementara itu di gerbang,Selvi sedang bicara dengan Norman.
Selvi ngomong sambil celingukan takut Mamanya datang,"Man,aku rasa hubungan kita sampai disini saja ya...Aku merasa kita ga cocok."
Norman kaget mendengarnya,"Apa??Beneran lu minta putus dari gue?"
Selvi menjawab,"Memang pasti ini sangat mengejutkan buat lu dan pastinya sangat berat juga buat lu berpisah dari gue...tapi ini yang terbaik buat kita.Jadi sebaiknya lu pergi deh sebelum mami gue lihat lu."
Norman melongo,'Gile!!Harusnya kan gue yang bilang minta putus malah kedahuluan...kok bisa jadi begini sih?Tapi bagus deh...hemat energi gue.'
Apa yang ditakutkan Selvi terjadi juga,Soimah ternyata mengikuti langkah Erie sambil memaki2,"Dasar perawan tua tak tahu diri!!Minggat kamu dari sini!!" Saking sedihnya Erie sampai hampir nabrak Norman,"Maaf...permisi..." Norman kaget melihat Erie keluar dari rumah Selvi,'Lho itu kan Erie...dia kok bisa ada di sini?Nangis lagi...pasti si mak mak ini nih biang keroknya.Akan gue balas dia!'
Soimah makin ngamuk kala melihat Norman,"Walah2!!Ki maneh!!Bocah kere!!Selvi!!Cepet masuk!!Kamu jangan bikin mami tambah senewen!!"
Selvi lalu masuk ke dalam sedang Soimah menatap tajam pada Norman,"Hey!!Kowe ki apa tuli to?Kupingmu rusak?Bolak balik aku sudah ngasih tahu:Jangan ganggu anak saya!!Selvi itu sudah punya calon yang lebih keren dan pastinya ga kere kayak kamu.Iihh!!"
Norman malah terkekeh,"Saya kesini mau bilang sama Nyonya Nan Terhormat,bahwa ini terakhir kalinya saya nemui Selvi...Saya juga males punya mertua model harimau betina kayak begini.Dan perlu Nyonya tahu ya...yang miskin itu sebenarnya Nyonya...miskin hati!!Permisi!!"
Norman menaiki motornya dan melesat menuju arah kemana Erie pergi. Norman mencari2,'Kemana dia?Aku ga boleh kehilangan jejaknya...Apa yang telah
terjadi sehingga ia menangis begitu?Dasar Nyonya Harimau...kusumpahi kau kena amandel biar ga isa ngomong!!' Wah kemana Erie yach?Yuk bantuin nyari!
°○ Di sebuah taman deket rumah Selvi○° Seorang wanita berambut panjang nampak duduk sambil menangis di sebuah bangku panjang yang terbuat dari batu alam.Sapu tangannya sudah basah semua,'Kenapa jadi begini?Niatku cuma mau pamitan baik2...Kenapa malah jadi seperti ini?'
Ia mencari2 di tasnya sapu tangan lagi tapi semua sudah basah ia pakai,'Memang
kenapa kalau aku perawan tua?Apakah itu sebuah kejahatan?' Ia hendak menyeka air matanya dengan tangannya namun tiba2 seseorang menyodorkan sapu tangan berwarna merah padanya.Ia mendongakkan kepalanya,"Kamu?"
Seorang pria tampan berdiri di hadapannya,"Mbak Erie masih ingat saya kan?" Erie mengangguk pilu,"Masnya yang nolongin saya waktu kecopetan itu kan?Mas Norman?"
Wah dipanggil 'mas' sama Erie,hati Norman langsung berdegup kencang. Norman mengangguk,"Ini sapu tangan mbak waktu itu.Ambillah kembali...."
Erie berdiri dari duduknya,dipandangnya sapu tangan di tangan Norman dengan mata
masih berlinang. Norman memandang wanita di hadapannya dengan wajah sedih juga,'Gue ga tega lihat dia sampai nangis gini...tega banget sih orang yang nyakitin dia...gue kok jadi pingin nangis juga yach...'
Erie malah menatap Norman sambil terus meneteskan air mata,Norman mengusap air mata itu dengan kain merah di tangannya,"Mbak boleh pinjam bahu saya kalau mau...gratis kok..."
Erie memandang bahu Norman lalu mata Norman seakan mencari ketulusan di sana. Norman menepuk bahunya dan mengangguk,"Kata Mama aku sebuah pelukan adalah cara terbaik menenangkan seseorang.Apalagi orang yang menangis."
Erie menggigit bibirnya dan akhirnya menghambur ke pelukan Norman.
Tangisnya tumpah disana,"Huukk..huuk.." Norman ikut berkaca2,'Gue janji.Mulai hari ini gue ga akan biarin siapapun nyakitin Erie.Gue akan jaga Erie.Ga akan gue biarin dia nangis lagi.Ga akan!!Ini janji seorang Norman Divo!!'
Erie :'Kenapa aku merasa tenang dan tenteram ya berada dalam pelukannya?Hatiku terasa hangat berada dalam dekapannya.'
/Jangan sedih jangan kau risaukan...memang hidup penuh derita...jangan simpan dalam hatimu...biar tangismu untukku....Biarkan mereka tersenyum...biarkan mereka tertawa...Jangan simpan tangismu...Biarkanlah berlalu.../Jangan Simpan Tangismu.Christine Panjaitan
Wah Norman menang banyak tuh...baru diputus sama Selvi eh sudah meluk Erie.Wah...pesona seorang Norman Divo kali yach....Dari jauh Toto memfoto anak majikannya itu.Foto Norman memeluk Erie pun segera sampai ke tangan Benigno. Benigno tersenyum,'Akhirnya Pangeran kecilku jatuh hati juga...'
°○ Kontrakan Irwan °○ Notaris Samuel sudah sampai di kontrakan Irwan dan sangat haru melihat Irwan sudah besar.Sambil memandang haru ia memperkenalkan dirinya,"Bapak ini teman mendiang ayahmu..."
Irwan kaget mendengarnya,"Ayah sudah tiada?" Notaris Samuel lalu menceritakan semuanya,"Ayahmu bertengkar dengan isteri pertamanya yaitu Nyonya Isda.Kau masih ingat kan dengan dia?"
Irwan jelas masih ingat dengan Isda,"Wanita yang sombong itu kan?Yang mengusir
ibuku dari rumah Ayah?Aku takkan melupakan wanita itu!Penghinaannya pada ibuku dan pada diriku masih terus terngiang sampai sekarang."
Notaris Samuel memberikan sebuah surat pada Irwan,"Ini sebuah surat dari ayahmu,ia menulisnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.Bacalah Nak.Ini belum pernah kubuka sampai sekarang.Katanya ini hanya untukmu."
Irwan menerimanya dan membacanya.Apa ya isinya? Peluklah diriku dan pejamkan matamu Biarkan kumbang2 malam beterbangan Hanyalah kepadamu kusandarkan harapanku Cukup disini ya eps 13 kehilangan... ***see you next eps***
KEHILANGAN ♣EPS 14 : Keep
♣ KEHILANGAN ♣♣ EPS 14 ♣ Keep = Simpan ♣
Banyak sekali modus penipuan Bilangnya dapat kartu diskonan Tapi harus bayar pendaftaran jutaan Begitu dipakai belanja ga mempan Siapa sih yang ga pingin hidup nyaman Semua serba ada dan pastinya mapan Namun kadang hidup tak sesuai impian Harapan melayang hilang tak berkesan
Jangan menyimpan harta di dunia
Banyak ngengat dan pencuri dimana2 Akhirnya kau akan menelan kecewa Saat semuanya hilang entah kemana
Simpanlah hartamu di surga Di sana tidak ada pencurinya Tuhan sendiri penjaganya Siapa coba berani sama Dia
Jangan juga menyimpan hal2 yang buruk Komentar yang ketus apalagi mengutuk Omelan yang pedas bikin hati kemrutuk Kepahitan kekecewaan hingga mimpi buruk
Simpanlah dalam hatimu dalam pikiranmu Semua yang indah dan sedap ditelingamu Semua yang baik dilihat oleh matamu Semua yang disebut kebajikan bagimu Semua yang manis pikirkanlah itu ♣ Rumah Kontrakan Irwan ♣ Notaris Samuel mohon diri usai memberikan surat pada Irwan,"Nak Irwan baca saja dulu suratnya.Bila sudah silakan Nak Irwan hubungi Bapak lagi.Semuanya sudah Bapak siapkan.Bapak permisi dulu.Cuma satu yang Bapak tahu,mendiang ayahmu sayang banget sama Nak Irwan.Nak Irwan selalu ada dalam hatinya.Saat beliau tahu bahwa Nak Irwan
adalah putranya,ia gembira sekali.Saya ingat betul waktu itu.Jadi bacalah baik2 ya Nak.Bapak pulang dulu."
Irwan mengantar Notaris Samuel sampai ke depan pintu.Hatinya galau dan penuh tanya.Begitu sang notaris pergi,iapun menutup pintu dan masuk ke kamarnya.Dibukanya surat dari ayahnya,wah sudah usang juga yach...untung kertasnya tebal.Untung Irwan bisa baca ga seperti Jalaludin Akbar.Kok sampai serial Jodha Akbar sih?Ups...
Kepada : Putraku Irwan Salam sayang dari ayahmu, Mungkin saat kau baca surat ini,ayah sudah tidak ada lagi di dunia.Namun,ayah akan selalu ada di hati kamu Nak.Ayah tahu,kamu belum puas merasakan kasih sayang seorang ayah.Ayah minta maaf untuk semuanya.Ayah kaget dan marah besar saat tahu kau dan ibumu diusir dari rumah.Nak,kau pasti heran kenapa ayah tidak datang mencarimu.Ayah langsung masuk RS karena peristiwa itu.Ayah memang bersalah
pada isteri pertama ayah,ibu dari kakakmu,Reza.Ya...kau punya kakak Nak.
Reza yang biasa kau ajak bermain itu adalah kakakmu.Walau beda ibu tapi dia putra ayah juga.Ayah sayang kalian berdua.Ayah dan ibunya Reza dulu dijodohkan.
Semua demi harta keluarga.Namun wanita yang ayah cintai adalah ibumu Nak.
Ayah tak bisa melupakan ibumu.Hingga kemudian lahirlah dirimu.Kau adalah buah cinta kami.Walaupun ayah tahunya baru saja namun ayah sangat bahagia saat mengetahuinya.Ayah tidak pernah berhenti tersenyum tiap kali melihatmu.Kau itu lugu dan apa adanya seperti ibumu.
Ayah sayang padamu Nak.Itu pula sebabnya ayah menyuruh teman ayah untuk mencarimu.Ayah minta ia berjanji pada ayah untuk memberikan kepadamu hakmu.Ya...ayah memiliki banyak warisan untuk kau dan kakakmu.Kalian mendapat hak yang sama.Semua sudah ayah bagi sesuai keinginan ayah dan semua sudah diurus oleh Notaris Samuel.Ayah sedih karena tidak melihat dan memelukmu disaat terakhir ayah.Ayah rindu senyum manismu,tatapan matamu yang polos dan canda tawamu kala bermain.Nak,hiduplah dalam damai dengan kakakmu,walaupun sulit berusahalah.Bagaimanapun ia juga kakakmu.
Ia anak ayah juga.Ayah juga menulis surat padanya walaupun ayah ragu apa
ibunya akan menyampaikannya.Namun ayah yakin kalian pasti akan bisa hidup rukun.Maafkan pria tua ini Nak,ayah hanya ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untukmu.Ayah mohon hargai niat baik Ayah.
Terimalah semua yang ayah wariskan dan pergunakanlah untuk hidup yang lebih baik.Milikilah pendamping hidup yang mencintaimu dengan tulus jangan sampai kau seperti ayah.Harta bukan segalanya Nak,walau harta penting namun dikasihi orang
jauh lebih baik.Salam buat ibumu.Ayah pamit Nak.Jaga ibumu dan kakakmu dengan baik.Jaga dirimu dengan baik.Hiduplah bahagia dengan wanita yang kaucintai.
Selamat tinggal Nak.Selamat tinggal Putra keduaku.Putra yang kukasihi.Irwan.Wasiat ayah ada pada Notaris Samuel.Ia akan mengurus semuanya.
Dari Ayahmu,Hamdan Att.
♣Sedih...Irwan mengusap air mata di pipinya.Betapa ia selama ini berpikir
buruk tentang ayahnya.Ternyata ia salah,Ayahnya peduli padanya.Ia bahkan sudah mengatur semuanya menjelang kepulangannya pada Tuhan.
Irwan menangis...'Maafkan Irwan Ayah,maafkan anakmu ini.Aku tak tahu maksud hatimu,aku selalu berpikir buruk padamu,maafkan Irwan Ayah..Irwan akan turuti semua keinginan ayah.Irwan akan ke desa.Irwan akan berusaha menyayangi kakak Irwan.Beri Irwan kekuatan ya Ayah untuk mengelola harta Ayah.Irwan takkan sia2kan semua pemberian ayah.Irwan janji.Sebesar apapun itu akan Irwan terima dengan penuh syukur,karena itu pemberian ayah kandung Irwan.Irwan juga akan mengunjungi makam ibu sebelum kembali ke desa.Irwan akan ceritakan semua sama ibu.Ayah dan ibu baik2 di sana yach.Bantu Irwan mendapatkan wanita yang Irwan cintai.Irwan akan ingat pesan kalian berdua.'
Wah Irwan bakal ke desa nih....super sekali!Ihhh...pembaca ada yang senyum2 tuh...cie!Hush...ayo kapan lihat Normannya?
Pingin tahu kelanjutannya...he..he..iye..iye..yuk kita lihat Norman.
Terakhir lagi ngapain sih Norman?Sama Erie...cepetan!!Ya ampun ga sabar amat..
oh iya di taman ya.Oke langsung melesat ke sana aja yuk naik drown.Apa kuwi?
Kayak kamera terbang itu lho.Oh...
Taman dekat Rumah Selvi♣ Erie sudah tenang dipeluk arjunanya.Kok arjuna?Norman!Oh ya Norman...
weleh.Kini ia malah tersipu,'Waduh...aku kok malah deg2an yach...aku juga merasa
kayak banyak kupu di perutku...sedihku langsung hilang begitu dipeluk masnya
ini.Kok ini...mas Norman.Kok mas sih?Ga tahu aku ngerasa sreg manggil dia gitu.Walaupun usianya kayaknya lebih muda dari aku tapi hatiku ngerasa lebih pas manggil dia begitu.Kenapa ya?'
Norman memandang Erie yang malah sibuk dengan pikirannya sendiri,'Wah...
makin dekat makin cantik aja yach...ayu banget...padahal habis nangis tapi tetep
kelihatan ayu...kok bisa ya.padahal kulihat make upnya ga tebel malah kehapus kali
karena nangis...tapi aku malah makin terpesona tuh.Aduh jantungku dag dig dug nih.Seneng aku bisa meluk dia.Padahal baru kenal kok rasanya dah kenal lamaaaa
gitu yah.Ntar aku bakal cerita ke Bossgenk soal ini.Pasti dia ngiri hi..hi..Norman Divo gitu loh.Ayahnya aja ganteng bingit gimana anaknya.Kok nyebut ayah sih...piye tah!'
Erie memegang handle tasnya,"Maaf ya Mas sudah bikin bajunya basah..."
Norman memandang bajunya,"Gpp.Oh ya kamu mau pulang kan.Aku anter ya.
Lihat bentar lagi hujan lho.Mau ya?" Erie makin tersipu,"Mas ga repot nganter saya,jauh lho rumahnya." Norman tersenyum,"Ga lah.Malah seneng...he..he..." Erie heran mendengarnya,"Seneng?" Norman baru nyadar keceplosan ngomong,"Uhmm..maksudku seneng karena bisa menolong mbak gitu he..he..oh ya aku panggil nama Erie aja boleh ga?" Erie mengangguk,"Tentu saja.Memang itu nama saya,Mas." Norman seneng banget dipanggil *mas*terus sama Erie,'Wah belum apa2 aja dia dah respect sama aku.Kayaknya bener nih jodoh aku.Bakal aku kejar sampai ke ujung
bumi sekalipun.Sok puitis lu Man!' Merekapun melangkah menuju motor Norman,Erie lalu naik ke boncengan.
Pegangan sama Norman. Norman,"Pegangnya di pinggang aja.Soalnya aku mau ngebut.Biar ga kehujanan." Erie dengan ragu2 memeluk pinggang Norman,"Nanti pacar mas marah gimana?" Norman malah menempelkan tangan Erie ke pinggangnya,"Aku habis diputus sama pacarku.Jadi kamu tenang saja.Ga ada yang bakal marah.Atau malah Erie yang takut ketahuan pacarnya ya?"
Erie menunduk,"Mana ada yang mau sama saya Mas,saya sudah tua...apa ga kelihatan kalo saya sudah tua Mas?"
Norman memakai helmnya,"Ga!Erie masih terlihat muda kok.Sipp deh kalo gitu!!Bebas hambatan dong!"
Erie heran,"Maksud mas?" Norman salting,"Eh...maksud aku kita akan lewat jalan tol bebas hambatan biar cepet."
Erie :"Tapi saya ga bawa helm mas.Kalau ketangkap polisi gimana?" Norman tersenyum,"Gampang!Nanti kita mampir beli helm.Kebetulan aku lagi dapat banyak rejeki hari ini." Erie terharu melihat perhatian Norman,"Saya aja yang bayar helmnya nanti Mas.
Saya kan yang ngrepotin mas." Norman :"Ga usah.Saya itu punya temen yang jual helm.Pasti saya dapat diskon.
Jadi Erie tenang saja.Kanca dewe!He..he..Oke siap?" Erie memeluk pinggang Norman,"Siap mas." Norman tersenyum gembira,"Let's go!"
Wah merekapun melaju menuju rumah Erie.Tapi mampir dulu beli helm.
Helmnya bagus2 tapi Erie malah nyari yang biasa dan murah saja.Norman lalu membawa satu helm pada Erie,"Ini bagus Er.Takachi.Cocok deh sama kamu.Gimana kalau ini?"
Erie melihat harganya,"Tapi itu mahal Mas.Yang ini aja." Norman ngeyel,"Udah ini aja." Norman mendekati yang jual,"Bro bilang sama dia kalo ini barang bekas jadi harganya murah..ntar gue bayar full.Cepet!!"
Penjualnya langsung nyeletuk ke Erie,"Yang dipegang mase itu murah kok mbak,lha
wong itu second kok.Lebih murah malah dari yang mbak pegang itu." Erie heran,"Benarkah?Kayaknya yang itu lebih bagus deh.Masak second?" Norman nyambung,"Udah ini aja.Keburu hujan lho.Lagian aku dapat diskon kok.
Nih mas uangnya.Kita ambil yang abu2 ini aja.Takachi." Penjualnya sumringah nerima uang Norman,"Iya mas.Makasih.Sering2 ke sini ya.
Sama pacarnya ini tentunya.He..he.." Erie makai helmnya sambil tersipu,'Pacar?Masak aku cocok pacaran sama Mas
Norman?Kami kan beda usia...ah ga usah berkhayal ntar kecewa lagi...'
Mereka lalu melanjutkan perjalanannya.Wah gimana reaksi ibunya Erie ya lihat Norman nganter Erie lagi?
Dingin dingin males mandi Enaknya bobok cantik lagi Eps 14 cukup di sini Kapan2 kita sambung lagi ***see you next eps***
Eps 15 ↓↓↓ KEHILANGAN ↓↓↓
↓↓↓ KEHILANGAN ↓↓↓Eps 15 ↓↓↓ Deep = Dalam ↓↓↓Poetry Zone...
Dalamnya laut bisa diduga Dalamnya palung bisa dikira Dalamnya samudera bisa diterka Namun tidak dalamnya hati manusia
Seorang kawan bisa menjadi lawan Seorang suami malah memukuli Seorang ibu bunuh anaknya sendiri Semua dengan berbagai macam alasan
Setiap hari bertemu lama2 timbul rindu Setiap hari bertemu pura2 ga tahu Cinta memang indah menyentuh kalbu Namun benci bisa muncul setiap waktu
Mengenal seseorang sampai begitu dalam
Tak bisa hanya dalam satu malam Mengenal itu ibarat sedang menyelam Melawan tekanan air dan menembus kelam
Makin dalam makin kita terpana Ternyata ada begitu banyak hal disana Ada yang baik dan buruk tentunya Ibarat keping mata uang saja
Mau angka apa gambar kepala burung? Semua membuat kita merenung Kadang malah bikin bingung Atau malah jadi tersinggung
Tak selalu orang itu dalam kondisi prima Ada kalanya emosilah yang bicara di muka Kadang kelelahan datang menerpa jiwa Penuh rasa tak berharga dan tak berdaya
Kadang kita penuh tanya mengapa
Apa salah diri terhadap dirinya Mengapa ia bersikap berbeda Jika ada katakan saja semuanya
Menyimpan kesalahan orang hanya menambah duka
Memendam kecewa memahitkan hati saja Jagalah hatimu dengan penuh kewaspadaan Karena dari sanalah terpancar kehidupan... Sang penulis puisi membaca dan meresapi sekali lagi puisinya.Melihat apakah sajaknya sudah pas dan semua sudah sama atau berpola seperti keinginan hatinya.Ia melihat ke arah lukisan padi yang menguning yang terpajang di dinding kamarnya,'Sebentar lagi musim panen padi nih di desa.Aku harus ke desa dan membantu Eyang Puspa.Sawah Eyang kan luas sekali.Berhektar-hektar.Kasihan Eyang kalau mengurus
semuanya sendirian.Aku telpon Eyang ah...kangen sama beliau.' Eza meraih hpnya tapi baru mau mencet no malah bunyi hpnya,'Wah...Eyang Puspa!!Pas banget.Baru aku pikirin eh sudah ngebel.Memang umur panjang Eyang.'
Eza segera mengangkatnya,"Sore,Eyang...Tahu aja Eza kangen sama Eyang...Eyang sehat?"
Eyang Puspa :"Sore juga buat cucu Eyang yang ganteng...Eyang juga kangen sama kamu.Makanya Eyang telpon.Main ke desa dong.Rambutan depan rumah berbuah tuh.Belum kebun buah naga juga pada berbuah.Padi juga siap dipanen nih.Ayo kesini dong sayang...biasanya kamu kesini kalau musim panen gini apalagi barengan nih sama perkebunan buah.Bantuin Eyang ya urus semuanya?Mau ya?Nanti kalau Eyang jatuh sakit karena kecapekan gimana...?"
Eza tersenyum,"Eza pasti ke sana.Eyang tenang saja.Lagian Fero sudah mulai bantu Eza kok Eyang.Jadi Eza bisa tenang dan bisa agak lama didesa nanti.Dalam waktu dekat Eza akan kesana Eyang."
Eyang Puspa seneng banget,"Bener ya?Eyang tunggu.Wah ada Pak Wiryo datang...dah ya Eyang tutup dulu telponnya.Salam kangen juga buat Fero ya dan ibu kamu tentunya."
Eza jawab,"Iya Eyang nanti Eza sampaikan.Dah Eyang Puspa." Eza menutup telponnya,'Aku harus bicara sama Fero.Sementara biar dia handle kafe.
Kalo yang lain sih bisa kuhandle jarak jauh.' Eza segera menyimpan kertas yang berisi puisinya pada tempat yang rahasia. Eza:'Aku harus simpan baik2 semua puisi aku jangan sampai aku tinggal pergi ke
desa ada yang masuk kamar aku dah tahu soal puisi2 ini.Bisa ketahuan identitas aku.' Eza...Eza sampai kapan kamu mau menyembunyikan semuanya?Akan terbongkar juga suatu saat nanti.Apalagi kalau cewek satu ini yang tahu wah bakal berubah nanti hidup kamu.Cewek yang mana?Ini nih.
↓↓↓ Rumah Notaris Samuel... Febby sedang asyik mencari artikel seputar hama wereng di internet saat mendengar suara mobil memasuki halaman rumah.
Febby segera menutup laptopnya,'Ayah pulang!Asyik!Pasti bawa oleh2 buat aku.
Sambut ayah dulu ah...' Febby langsung keluar dengan wajah ceria,"Ayah!!Wah bawa apa itu?" Samuel menyerahkan sekantung plastik besar buah rambutan pada putri tunggalnya itu,"Kesukaan kamu Princess.Tadi dijalan ayah lihat banyak orang jual rambutan,ayah inget kamu kan mania rambutan.Jadi ayah beliin deh.Kamu suka?"
Febby langsung mencicipi,"Manis ayah.Ace ya?Mmh...manis banget.Jadi inget Eyang
Puspa deh...kan punya pohon rambutan depan rumahnya.Pasti juga sedang berbuah sekarang.Jadi pingin manjat pohon itu lagi...kayak waktu kecil." Samuel juga mengupas rambutan bersama putrinya,"Iya ya sebentar lagi kita akan
ke desa kok Princess.Ayah yakin ....sebentar lagi ..." Tiba2 hp sang notaris berbunyi,Samuel segera menerimanya.
Samuel :"Iya Nak Irwan?Nak Irwan sudah baca suratnya?Akan ke desa?Baik..baik...kapan?Dalam minggu ini?Siap!Saya akan ke desa juga dalam minggu ini.Saya akan smskan alamat
saya disana.Nanti kabari saya ya kalau Nak Irwan sudah disana.Tinggalnya dimana atau mau langsung ke rumah Nyonya Isda?"
Irwan :"Ga Pak.Saya akan cari tempat tinggal sendiri dulu.Saya ada uang cukuplah
buat kost atau ngontrak rumah sederhana.Lagian di desa ga akan semahal di kota pastinya.Saya mau bicara dengan teman saya dulu soal ini.Ia masih belum pulang.
Yang pasti saya akan segera ke desa selain memenuhi amanat mendiang ayah juga ada urusan yang harus saya selesaikan di sana.Nanti saya akan kabari Bapak lagi." Samuel langsung sumringah,"Pas banget Nak Irwan,minggu ini nak Reza juga kembali dari Inggris.Saya bisa membacakan wasiat mendiang ayah nak Irwan nanti didepan semua putranya.Moment yang pas.Saya sudah menantikan hal ini lama lho Nak Irwan.Akhirnya kesampaian juga.Kabari saya terus ya Nak Irwan?Oke...selamat sore."
Febby heran,"Siapa yang nelpon Ayah?Ayah manggilnya akrab banget gitu?" Samuel tersenyum dan membelai kepala putrinya,"Kau masih kecil sekali saat itu
Putriku...Teman ayah punya dua orang putra dari dua wanita berbeda.Yang pertama dari isteri sahnya yang dijodohkan oleh keluarganya,yang satu dari wanita yang ia cintai.
Kini teman ayah sudah meninggal namun ia membagi warisannya kepada kedua anaknya dengan adil.Dari kejadian itu ayah belajar menghargai pilihan kamu putriku.Ayah tidak akan memaksa kamu setuju dengan pilihan ayah.Biarlah cinta yang akan mempersatukan semuanya."
Febby memeluk ayahnya,"Febby sudah putus dari Fero Ayah.Ayah benar.Dia bukan Prince Frozen.Dia bohong."
Samuel menyandarkan kepala putrinya di bahunya,"Kamu jangan sedih.Ayah yakin jodoh kamu pasti orang yang baik.Kamu jadi ikut ke desa kan nemeni ayah?"
Febby mengangguk,"Jadi dong Ayah.Febby kan mau penelitian di sana.Biasa tugas kuliah.Kalau sampai di sana main ke rumah Eyang Puspa ya Yah...minta rambutan he..he..Febby kangen pingin manjat pohon rambutannya.He..he.." Samuel tersenyum,"Dasar kamu ga kapok ya manjat pohon.Tapi ayah juga kangen
sama beliau.Dalam minggu ini kita ke sana.Siapkan semua ya?" Febby langsung ceria,"Asyik!!Siap Komandan!!"
Samuel memandang putrinya,'Moga saja cucu pertama Eyang Puspa juga ke desa jadi Febby bisa kenalan sama dia.Namanya kalo ga salah Eza...gitu..pasti sudah gede sekarang.Kayak apa ya dia?Semoga urusan wasiat juga cepat kelar,jadi aku lega.Pasti Nak Irwan mau bicara
dengan temannya yang bernama Norman itu.Mereka seperti saudara saja.Apa nanti sama Nak Reza juga bisa gitu ya?'
Iya ya...Irwan dan Norman deket banget,apakah akan sedekat itu nanti dengan
Reza?Terus mana Normannya?Norman...oke...
↓↓↓ Rumah Erie.... Norman sudah sampai di rumah Erie sore itu,mendung tampak semakin tebal.Erie turun dari boncengan,"Mas mampir dulu yach?"
Norman seneng banget dengernya,"Boleh...he..he..sekalian saya pingin beli gorengan buat oleh2 Bossgenk he...he.." Erie heran,"Bossgenk?" Norman langsung merevisi,"Itu temen satu kontrakan.Sudah kayak saudara jadi manggilnya Bossgenk he..he.." Erie mengajak masuk,"Mari masuk mas,maaf rumahnya sederhana.Ibu!Ada mas Norman nih!"
Wah sang calon mertua eh...ibunya Erie segera menyambut dengan ramah,"Nak Norman...ayo masuk Nak...Er..bikinke minum ya Nduk.Ibu akan siapin gorengan buat cemilan.Ayo masuk Nak!" Erie mempersilakan Norman duduk,"Silakan duduk Mas.Saya ke dalam dulu yach.
Oh ya ini helmnya sampai kebawa terus." Norman malah mengembalikan helmnya ke Erie,"Itu buat kamu saja." Erie mengembalikan lagi,"Tapi saya ga punya motor mas.Terus buat apa?Buat mas aja siapa tahu berguna."
Wah mereka malah saling dorong helm,helmnya sedih terus jatuh,"Klothak!" Spontan mereka jongkok mau mengambilnya malah saling beradu kepalanya,"Duk!"
Aduh...kata keduanya.Wah saling pandang malahan.Saling senyum pula.Hayo Norman tebar pesona....Erie tersipu dan segera mengambil helmnya,Norman juga.
Wah sekarang malah pegangan tangan dihelm.Cie..itu helm magic kali.Ibunya Erie senyum2 melihat keduanya,'Memang mereka itu serasi banget.Aku setuju duh Gusti.Moga mereka beneran jodoh.'
Benarkah mereka berjodoh?Bagaimana dengan usia yang berbeda?Akankah akan menjadi
penghalang cinta mereka nanti?Ke pantun aja yuk! Siang hari langitnya berawan Lima belas menit lagi istirahat Eps 15 Kehilangan cukup sekian Kan dilanjut lagi bila banyak yang minat ***see you next eps***
[[[ KEHILANGAN 》Eps 16 : Sorrow ]]]
[[[ Sorrow = Duka ]]]
 
Hidup itu penuh warna
Ada kalanya kita tertawa
Penuh bahagia dan ceria
Namun kadang datang duka
Dimana untuk senyum saja 
Rasanya sulit dan menyesak jiwa
Benar kata Raja Dangdut Rhoma Irama
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Hidup tak selalu seperti impian
Juara tak selalu ditangan
Kadang yang datang malah kegagalan
Hilanglah harapan untuk kedepan
Duka yang menyelimut jiwa
Membuat hati lara dan nelangsa
Mengapa itulah tanya senantiasa
Mengapa asa akhirnya kandas juga
Pedih yang terasa membungkukkan badan
Aneh juga bisa begini hasil buah tangan
Benarkah orang hebat nol kegagalan?
Benarkah selalu berkemenangan?
Thomas Alva Edison penemu lampu
Gagal 999 kali tapi siapa tak kenal dia
Penemuannya begitu melegenda
Padahal itu hasil penelitian ke seribu
Dulu dianggap bodoh oleh gurunya
Sampai dipulangkan dari sekolah
Betapa hancur hati ibunya
Melihat sang putra hanya diam dirumah
Sang ibu tak putus asa
Diajarinya anaknya tak kenal lelah
Kini dunia memujanya
Semua karena hati yang pantang menyerah
Juara boleh melayang
Hadiah boleh hilang
Namun semangat juang
Kan membara hingga ke tulang
Jangan kecewa bila kau gagal
Jangan sedih bila kau dihina
Didunia carilah yang kekal
Itulah yang indah selamanya
[[[ Desa Watu Tresno...
Di desa ini yang punya rumah megah cuma dua orang.Yaitu mendiang Tuan Tanah Hamdan dan Eyang Puspa.Keduanya orang kaya di desa tersebut.Kalau nanti Evi jadi dapat Reza dan Irwan dapat Intan maka sebenarnya sama saja jadi mantunya orang kaya semua.Namun Intan tak tahu kalau Irwan dan Reza itu bersaudara.Jadi dia tetep kekeh dengan niatnya merebut Reza dari kakaknya sendiri.Berhasilkah?Intan sudah tiba di desa dan jijik sekali melihat kondisi disana.Rumah2 yang sangat sederhana.Beralaskan tanah berdinding gedek alias anyaman bambu.Rita Sugiarto segera turun dari bus diikuti Evi dan Intan.
Evi memanggil Intan,"Tan,bawaanmu banyak banget.Bantuin ibu dong kasihan.Masak kamu ga bantu bawa itu kan barang2mu?"
Intan malah mlengos,"Sewa saja kuli pasar.Tuh banyak orang nganggur.Aku ga mau kukuku patah karenanya.Kalau ga mau bawake bilang aja.Ga usah ceramah!"
Evi mencoba sabar,Rita Sugiarto geleng2 kepala melihat tingkah putri keduanya yang malah kepet2 pakai kipas sambil megang payung.Weleh...Evi ga mau ribut lagi,kasihan ia sama ibunya.
Rita duduk di sebuah buk dan menyeka keringat di wajahnya,"Istirahat dulu ya.Ibu capek.Panas lagi."
Intan ngomel2,"Kenapa sih ibu harus jadi orang miskin?Coba kita punya mobil kan ga susah kayak begini!Ga kepanasan kayak gini!Males banget jadi orang miskin!"
Tiba2 berhentilah sebuah mobil pick up dekat mereka.
Evi segera mengenali orang yang ada dibelakang kemudi,"Pakdhe Wiryo!!"
Seorang bapak2 turun dari mobil,"Kalian dari mana?Bawaannya banyak banget."
Rita menjawab,"Dari kota adik saya meninggal Kang.Ini anak bungsu saya kuajak pulang.Ga tega ninggal dia di kota sendirian."
Intan dengan sedikit jijik menyalami bapak2 itu.Evi melihat banyak buah rambutan di belakang mobil,"Pakdhe,habis dari rumah Eyang Puspa ya?"
Pak Wiryo:"Iya.Tadi ngirim panenan buah naga eh malah pulange dibawake rambutan.Oh ya kalian mau pulang kan?Ayo naik ke mobil.Saya antar.
Barang2nya taruh di belakang saja.Tapi yang bisa duduk depan cuma dua orang."
Intan langsung melipat payungnya dan segera masuk ke dalam mobil.Pak Wiryo sampai heran.Evi segera membantu Pak Wiryo menaikkan barang2 ke atas mobil.
Evi :"Ibu duduk depan saja sama Intan.Evi biar di belakang."
Rita tersenyum,"Kamu itu memang pengertian Cah ayu."
Pak Wiryo juga kagum pada Evi,"Iya anakmu sing mbarep iki pancen ayu jaba njero.
Evi dibelakang saja sambil makan rambutan.Ambil saja sesukamu cah ayu."
Evi seneng banget,"Bener Pakdhe?Asyik!!Matur nuwun Pakdhe."
Begitulah mereka diantar sampai ke rumah.Sepanjang jalan Evi malah makan rambutan he..he..kayak Febby mania rambutan.Sampai dirumah,Pak Wiryo segera menurunkan barang2.Evi juga turun dari mobil.
Pak Wiryo mengambil seikat besar rambutan lalu diberikan ke Evi,"Buat kamu dan keluargamu."
Evi berterima kasih,"Wah matur nuwun Pakdhe.Sudah dianter eh masih dikasih buah rambutan."
Rita juga berterima kasih,"Matur nuwun ya Kang.Sudah nganterin.Ga mampir dulu?"
Pak Wiryo :"Lain kali saja.Ini mau mampir ke rumah terus ke rumah Nyonya Isda nganter pesenan buah naga.Besok kan anaknya mau balik ke desa."
Wah Intan langsung pasang telinga,'Aku harus cari tahu soal Kak Reza.Jangan sampai Kak Reza bertemu Evi.Akulah yang harus menjadi wanita pertama yang ia lihat."
Evi segera membawa barang2 ke dalam rumah,Rita juga segera membantu putri sulungnya.
Rita:"Ayo Tan,bantuin bawa barang ke dalam.Kasihan mbakmu sejak tadi yang bawa.Kamu itu harus tahu diri jadi orang."
Intan malah mendekati Pak Wiryo,"Ibu duluan aja.Intan masih mau diluar."
Rita geleng2 kepala sambil melangkah ke dalam.
Pak Wiryo hendak melangkah naik ke dalam mobilnya tapi Intan menahannya,"Pak,tunggu!Bapak mau ke rumahnya Nyonya Isda kan?Saya boleh ikut ga Pak?"
Pak Wiryo kaget,"Lho bukannya kamu baru datang?Ga capek?Lagian tanya ibu kamu dulu.Boleh ga?"
Intan segera menemui ibunya,"Bu Intan pingin keliling2 desa sama bapaknya tadi,boleh ya?"
Rita melihat antusiasme yang besar di wajah Intan,'Aneh.Kok tiba2 dia ceria gitu.Kalau kularang ntar dia balik ke kota lagi.Biarin deh kan sama Kang Wiryo.'
Rita mengijinkan,Intan segera masuk ke dalam mobil Pak Wiryo,"Boleh Pak!Ayo kita segera berangkat!"
Semangat amat Intan.Mencurigakan...Mau apa Intan ke rumah Isda?Yuk kita ke rumah Reza aja... 
[[[ Kediaman Tuan Tanah Hamdan... Megah dan luas itulah kesan pertama bila menjejakkan kaki di rumah ini.Pekarangannya luas ditanami berbagai pohon dan tanaman bunga.Indah sekali.Tampak Isda sedang telpon2an sama Reza via Hp.Isda :"Sayang,kamu sudah sampai mana sekarang?Kemarin ga jadi karena delay.Sekarang apalagi?" Reza :"Mami sabar dong.Ini lagi di Turki.Transit dulu.Ada masalah dengan cuaca.Doain biar Reza bisa segera sampai dengan selamat." Isda :"Tentu dong sayang.Oh ya Notaris Samuel hubungi Mami.Surat wasiat ayahmuakan segera dibacakan begitu kau sudah sampai di desa.Mami sudah ga sabar melihat kamu mewarisi semua harta milik Ayahmu."
Reza:"Jangan terburu2 Ma.Biar Reza adaptasi dengan suasana desa dulu.Nikmati alam pedesaan baru bahas soal bisnis.Reza malah penasaran sama cewek yang dijodohin sama Reza.Kenapa sih Ma,Reza ga boleh milih sendiri?"
Isda:"Bahas itu nanti aja.Kalau kamu dah sampai sini.Ga enak lewat hp.Dah ya sayang,ada tamu nih."
Reza :"Oke Mami.Love you."
Isda memandang dari teras siapa yang datang,'Oh Pak Wiryo.Gadis sebelahnyaitu siapa?Cantik banget.Punya lesung pipit lagi.'
...Intan turun dari mobil memandang kagum pada rumah megah dihadapannya,"Wow!!Ini rumah bagus banget.Ga sangka ada rumah sebagus ini didesa."
Pak Wiryo mengambil buah naga di belakang mobil,"Ini rumahnya Nyonya Isda.Kamu harus jaga sikap kalau di depan dia."
Intan melihat seorang wanita cantik berdiri di teras,'Itu pasti ibunya kak Reza.Cantik dan pakaiannya bagus banget.Aku harus mengambil hatinya.Aku akan bantuin Pak Wiryo bawa buah naganya.He..he..good idea.'
Tadi aja ga mau bantu ibunya giliran orang lain malah bantuin.Bener2 nih... Isda menyambut kedatangan Pak Wiryo,"Tumben Pak Wiryo nganter pakai asisten.
Cewek lagi." Pak Wiryo segera memperkenalkan Intan,"Ini bukan asisten saya.Ini putri bungsunya Rita.Intan namanya.Adiknya Evi."
Wah Intan langsung cium tangan dan berlagak sopan depan Isda,"Tante...selamat siang."
Isda memandang Intan dari atas sampai ke bawah,"Aku baru tahu Evi punya adik secantik ini.Seleranya juga bagus dalam berpenampilan.Modis.Pinter dandan kayaknya.Beda banget ya sama Evi."
Intan langsung gede kepalanya,"Saya memang suka koleksi barang bagus Tante.Saya hanya memakai barang2 yang bermerk.Pakaian Tante juga bagus."
Isda menyukai Intan yang pandai menjaga penampilan,'Sepertinya Intan lebih pantas buat Reza.Dia pinter dandan juga punya selera berpakaian yang bagus.Modis.Sedang Evi...aku pernah lihat dia.Lugu dan ga modis.Kemana2 sandal jepitan.Kalau tahu dia punya adik secantik ini,aku pilih Intan saja.'
Intan malah jadi akrab sama Isda,mereka ngobrol lama.Malah Pak Wiryo pulang duluan.Intan nanti bakal diantar Isda.Wah kayaknya misi Intan bakal sukses nih. Intan :"Tante tinggal sendirian di rumah sebesar ini?"
Isda :"Saat ini iya.Tapi sebentar lagi putra Tante bakal datang dari luar negeri.Coba ga ada masalah dengan cuaca di luar negeri pasti sudah sampai sini dia.Besok Tante mau jemput dia di bandara di kota.Kamu mau ikut?"
Intan langsung sumringah,"Bener Tante?Intan boleh ikut?"
Isda mengangguk,"Iya,besok Tante jemput kamu dirumah ya?Sekalian ajak ibu kamu dan kakakmu.Reza harus bertemu dengan calon mertuanya.Serta calon isterinya."
Intan :"Tante yakin mau menjodohkan putra Tante dengan kakak saya?Tante belum tahu ya?Kakak saya itu sudah punya pacar lho."
Isda kaget mendengarnya,"Masak?Wah kok jeng Rita ga pernah bilang yach.Besok akan saya tanyain."
Intan :"Ibu ga tahu Tante.Tapi Intan tahu.Intan lihat sendiri mereka goncengan
mesra terus pelukan dan bahkan sampai gendong2an.Wah kalau saya jadi Tante
akan mikir lagi mau ngambil kak Evi sebagai mantu.Jangan2 dia sudah diapa2kan
sama tuh cowok.Kayaknya cowoknya preman deh Tante." Isda kesal mendengarnya,'Wah aku ga rela Reza dapat cewek begituan.Mending besok aku ajak Intan saja buat jemput Reza.Aku mau dia saja yang jadi jodohnya Reza.Aku mau lihat gimana reaksi Reza pas ketemu Intan.'
Wah beneran bakal ditukar kayaknya jodohnya Reza.Gimana reaksi Reza ya? Ke pantun aja... Jam dua siang rencana mau pergi belanja Tapi hujan malah turun dengan derasnya Kehilangan eps 16 sampai disini aja ya Kita lanjut bila sudah banyak yang suka ***see you next eps***
Eps 17 ÷÷÷▶KEHILANGAN
÷÷÷> KEHILANGAN ÷÷÷> Eps 17 ÷÷÷> Follow = Ikut
÷÷÷》Rumah Erie...
Erie terus memaksa Norman untuk membawa saja helmnya soalnya dia ga punya motor jadi ga berguna juga dibawa Erie.Norman malah kagum pada Erie,'Persis banget sifatnya seperti Mama.Selalu ingin berguna bagi sekitarnya.Padahal kalau melihat rumahmu,sangat sederhana sekali,namun hatimu yang selalu ingin memberi membuatmu terlihat bahagia.Kau orang yang kaya Er.'
Ibunya Erie datang menyuguhkan gorengan yang masih hangat,"Mari dinikmati Nak Norman!Hujan2 gini enaknya makan yang hangat2.Ayo jangan sungkan!"
Norman senang banget disambut dengan hangat plus disuguhi pula,"Wah makasih Bu.Kayaknya tempe gembusnya nikmat nih Bu.Saya ambil ya?" Ibunya Erie tersenyum,"Kok sama kayak Erie sukanya tempe gembus.He..he.." Erie jadi salting,"Ibu apaan sih?Erie mau ke dalam dulu mau bikin minum.Mas Norman saya tinggal bentar ya?"
Norman mengangguk sambil makan tempe gembus,'Wah ternyata kesukaan kita saja sama.Sama2 tempe gembus mania.' Ibunya Erie kembali dengan membawa sepiring singkong goreng,"Ini baru saja
mateng.Ayo dicicipi Nak Norman!" Wah Norman bisa gemuk nih He..he....Norman malah melongo,"Waduh...banyak
sekali Bu." Ibunya Erie malah duduk,"Gapapa.Namanya juga kedatangan tamu.Harus dijamu.
Biar suka datang kesini lagi.Makhlum ibu kan penjual gorengan,jadi adanya ya gorengan.Nak Norman kok bisa bareng Erie lagi?Apa rumahnya dekat tempatnya Erie ngelesi ya?"
Norman melihat Erie datang membawa minuman dan sudah ganti baju waduh matanya langsung blink2 cling!
Saking terpesonanya lihat Erie sampai lupa kalau ditanyai,Erielah yang kemudian menjawab pertanyaan ibunya,"Mas Norman itu rumahnya jauh Bu.Ga di dekat rumahnya Thea.Tapi kok bisa ada didekat rumah Thea,Erie juga ga ngerti Bu.Oh ya maaf minumannya baru datang.Silakan diminum Mas!"
Norman bak raja dijamu,wis pasti bakal lemu.Norman yang memang sudah seret
akhirnya minum juga,"Segernya...." Ibunya Erie seneng melihat kepolosan anak muda di depannya,ia memandang
Norman dan Erie bergantian,'Wis mantep tenan hatiku lihat mereka.Cocok.
Walau belum tahu latar belakang keluarga Nak Norman tapi hatiku wis sreg banget
lihat mereka.Matur nuwun duh Gusti mugi beneran jodoh mereka itu.Amin.' Norman :"Jadi Erie itu guru les ya?" Erie duduk didekat ibunya,"Iya Mas.Tapi tadi itu yang terakhir kali.Soalnya saya
dipindah ngajar di desa." Norman kaget,"Jadi kalian akan pindah ke desa semua?Apa nama desanya?" Erie menjawab,"Belum semuanya Mas.Baru saya dulu.Nama desanya Watu Tresno.Perjalanan sekitar 2 jam dari kota." Norman mendengarkan semua dengan baik,"Jadi ibu ditinggal sendirian di rumah?" Ibunya Erie yang jawab,"Ibu ga sendirian kok Nak.Ada bapaknya Erie,walau cuma
berbaring tapi ibu ga sendirian.Nanti begitu Erie dapat rumah di desa,kita semua pindah ke desa.Paling cuma beberapa hari saja ibu sendirian di sini.Ya kan Er?"
Erie menatap sendu pada ibunya,"Nggih Bu.Erie juga ga tega ninggal ibu dan
bapak lama2.Moga Erie cepet dapat rumah ya disana ya Bu.Jadi Erie bisa bantu ibu jaga Bapak."
Norman jadi kepo,"Memang Bapak sakit apa?" Erie lalu mengajak Norman menemui Bapaknya,"Ayo lihat Bapak saya Mas,Bapak
seneng kalau ada yang ngunjungi.Gpp kan Bu?" Ibunya Erie mengangguk,"Iya gpp nduk.Silakan Nak Norman." Norman mengikuti Erie masuk ke sebuah kamar.Kamar Bapaknya Erie.Wah bapaknya Erie seneng lho lihat Norman,soalnya baru kali ini ada yang sampai menemuinya.Biasanya Erie cuma cerita tapi ga ada teman pria Erie yang menemui langsung dirinya. Erie memperkenalkan Norman pada bapaknya,"Pak,ini teman Erie namanya Mas Norman.Dia yang nolong Erie waktu kejabretan dulu Pak." Norman mendekat dan mencium tangan Bapaknya Erie,"Saya Norman Pak.Temannya putri Bapak,saat ini he..he.." Norman melihat bagaimana sayangnya Erie sama Bapaknya,'Jadi inget Papa di rumah.Sudah lama gue ga pulang.Apa Papa sehat ya?'
Norman malah lama betah nemeni bapaknya Erie.Bapaknya Erie sampai berkaca2 ditengok Norman.Agak lama juga Norman disana.Ia malah asyik mijiti kakinya bapaknya Erie sambil ngajak cerita soal acara tv,soal motogp dll.Erie dan ibunya sampai terharu melihat keduanya.
Erie,'Ga sangka mas Norman malah bisa akrab dengan Bapak.Ia ga mandang hina
meski bapak cuma bisa berbaring.' Menjelang malam barulah Norman pulang tentu saja dibawain gorengan seplastik.
Sebelum pergi Norman bertanya pada Erie,"Kapan mau ke desa?" Erie :"Mungkin besok atau lusa saya mau nyari tempat di desa.
Saya ga enak ninggalin Ibu sama Bapak.Hati saya ga tenang." Norman malah nawarin bantuan,"Kamu pergi saja,biar aku yang temani ibu dan
bapak kamu.Jadi kamu bisa tenang di desa." Erie terperangah mendengarnya,"Mas mau nemeni mereka selama saya nyari
tempat di desa?"
Norman mengiyakan,"Iya.Lagian aku merasa kayak deket sama Papa aku bila bersama bapak kamu."
Erie memandang takjub,"Makasih ya Mas.Bener2 makasih.Saya sangat berterima kasih."
Norman tersenyum melihat Erie gembira,"Kamu ayu kalau senyum gitu.Jangan sedih lagi ya.Kalau ada yang bikin kamu sedih atau sakit hati,bilang sama aku.Oke?Aku pulang dulu yach.Bilang sama Ibumu makasih gorengannya.Banyak bingit.Dah Erie..."
Erie pun melambaikan tangan,"Dah Mas Norman...hati2 di jalan..." Kangennya sama Norman sudah terobati sekarang kita ke Eza.
Cowok ganteng yang satu ini emang ga bosenin dilihat.
÷÷÷▶Eza's house.... Nampak Fero tengah memetik gitar nyanyi lagunya Agnes Monica yang
berjudul Teruskanlah. Fero :"Pernahkah kau bicara...Diberi kesempatan...Kuhidup dengan siapa?Kutaktahu kau siapa?Kau kekasihku tapi orang lain bagiku...Kau dengan duniamu saja...Teruskanlah2x...
Kau begitu.." Eza mendekati adiknya,"Wah galau banget kayaknya.Tumben nih diem di rumah ga kemana2?" Fero malah masih nyanyi,"Kau dengan dirimu saja...teruskanlah...teruskanlah..." Eza memandangi adiknya dan mengusap rambutnya,"Kamu kenapa?Sedih banget lagunya.Kenapa hmm?" Fero malah nyanyi lagi,"Aku patung bagimu...cinta bukan kebutuhanmu..." Eza mengerti adiknya sedang sedih maka malah ikut nyanyi,"Tapi tak didengar...tak dianggap sama sekali...Pernahkah kau tak salah tapi disalahkan...Kutak tahu kau siapa?...Teruskanlah2x kau begitu.Kau tak butuh diriku...Kuhidup dengan siapa?
Kutak tahu kau siapa?..."
Fero akhirnya cerita,"Cewek yang pernah kubilang sama kakak pas di cafe dulu kini kita sudah putus." Eza mendengarkan,"Kok bisa?" Fero :"Dia lihat aku sama cewek lain.Dia marah dan minta putus."
Eza manggut2,"Jadi kamu selingkuh ya?Kamu yang berulah lalu kenapa sekarang gundah?Kau masih sayang sama dia ya?"
Fero memetik gitar,"Iya kak.Aku baru sadar kalau dia benar2 berbeda dari gadis yang selama ini kukenal.Aku menyesal telah melepasnya." Eza menarik nafas,"Orang dewasa itu tahu bahwa setiap tindakannya punya konsekuensi.Kakak tahu ini semua sudah terjadi.Mau gimana lagi.Jujurlah padanya
bahwa kau menyesal bahwa kau masih sayang padanya.Namun kau harus terima
bila ia masih sakit hati." Fero tersenyum,"Kakak benar.Aku akan jujur padanya biar semua jelas.Makasih ya Kak.Kakak emang the best deh." Eza merangkul adiknya,"Akan kulakukan apapun asal kau bahagia adikku." Fero lalu diberitahu soal rencana Eza mau ke desa,"Jadi kakak mau ke desa bantu
Eyang ya?Oke soal cafe serahin saja sama Fero.Kakak pergi aja dengan tenang.Siapa tahu disana ketemu jodohnya he..he.."
Eza memukul lengan adiknya,"Bisa aja kamu.Tapi makasih ya.Eyang kangen lho sama kamu.Kamu main gitu ke desa.Siapa tahu disana dapat pencerahan ha..ha.."
Fero mengejar kakaknya yang mencoba kabur,"Dengan kaki begitu mana bisa kabur
dari aku kak...Ya kan ketangkap!" Eza terkekeh dan sama sekali ga merasa sakit hati,"Yang penting kamu ga malu kan
punya kakak aku he..he..?" Fero menggeleng,"Ga meski kakak begitu aku ga malu.Kakak itu kakak terbaik
sedunia.Fero sayang sama kakak." Eza memandang adiknya,'Kakak juga sayang banget sama kamu Fer...sayang banget.' Wah andai Fero tahu pengorbanan kakaknya buat dia.Oke deh dah siang nih...kita ke pantun aja. Siang2 dengerin lagunya Madonna Bikin tambah ngantuk saja Kehilangan eps 17 segini dulu ya Bagi yang suka komentar ya ***see you next eps***
Eps 18 ||=|| KEHILANGAN ||=||
|| KEHILANGAN = Eps 18 || Fellow = Kenalan / Teman
= Poetry Zone =. Seorang sahabat menaruh kasih Menjadi saudara dalam sedih Memberi semangat di kala letih Memberi dukungan kala pedih Ada teman yang mendatangkan celaka Datang hanya dikala penuh suka Lenyap kala kita ditimpa duka Biasanya mereka punya dua muka
Di depan baik dan suka memuji Begitu kita pergi dia mencaci Menyebar fitnah tiada henti Membuat kita jadi dibenci Bila butuh dia datang menunduk Mengemis dengan kepala tertunduk Bila kita jatuh dia berubah bentuk Tiba2 kepalanya muncul tanduk Teman bisa menjadi lawan Musuh bisa menjadi kawan Tinggal kita dalam pergaulan Tuluslah dalam setiap hubungan
Tuhan menyukai mereka yang tulus Bukan mereka yang berhati bulus Orang tulus tak perlu banyak modus Cukup sekali saja dan iapun serius Teman diukur bukan dari lamanya kenalan
Teman dinilai dari eratnya hubungan Adanya saling pengertian sepenanggungan Selalu ada buat kita dikala dibutuhkan
(Teman-By.Prince Frozen) Eps sebelumnya sudah lihat 2 cowok ganteng yaitu Norman dan Eza.Mana Bossgenknya?Kangen Irwan nih.Iya aku juga.Yuk lihat Irwan dulu....ngangenin sih dia.
|| Kontrakan Irwan.... Motor Norman sudah sampai di kontrakan Irwan tentu saja ga luput dari pantauan Toto.Namanya juga pangerannya Benigno.Dengan sumringah bak dapat durian runtuh,Norman langsung memanggil sohibnya,"Bossgenk!!Sini!!Aku bawa gorengan
nih!" Irwan yang lagi dekem di kamar,segera keluar,"Wah darimana aja lu bro?Sampai malam gini baru balik?"
Norman malah nyari piring di dapur,"Ini gue dapat rejeki.Dikasih gorengan seabrek
nih sama ibunya Erie.Wah bener2 calon mertua yang baik.He..he..." Irwan mengambil sukun,"Wah kok jadi ke tempatnya Erie?Bukannya lu mau mutusin Selvi?Ga jadi emang?"
Norman mengambil minum seteko,"Kalau gue ceritain lu pasti kagak bakal percaya bro.Masak gue diputusin Selvi.Gile kagak?" Irwan sampai kesedak makan sukunnya,"Apa?Ha...ha..." Norman manyun,"Ya...elu Wan bukannya turut simpati malah heppi lu.Dasar!"
Irwan mendekati Norman,"Sorry bro.Tapi ini itu bener2 sejarah lho bro.Lu yang gantengnya kayak pangeran ini diputusin?Ha...ha....ha..."
Norman mengambil tempe gembus sama cabe,"Sudah ketawa terus sana!Setidaknya gue dah putus sama Selvi.Hidup gue dah tenang,ga bakal denger lagi omelan si nenek lampir,maminya Selvi."
Irwan mengambil minum seret dia,"Wah bisa move on dong lu.Pantas lu langsung ke tempatnya Erie.Pasti lu betah ya disana.Dasar kurang kasih sayang sih lu!"
Norman malah senyum2 sendiri,"Gue ga kayak lu Wan,main belakang.Gue mah gentleman!Dari depan terang2an.Sekarang gue bakal fokus dapatin Erie.Ga akan gue lepasin dia!" Irwan heran,"Kayaknya lu beneran cinta ya sama Erie?Emang dia juga suka sama lu?" Norman tersenyum,"Gue malah sudah peluk dia bro hari ini he..he...gue ga akan cuci
ni baju sampai seminggu.Biar aja bau keringat atau apek.Gue mau ajak baju gue ni
tidur di samping gue.Biar gue bisa mimpi Erie terus.Oh ya lu sendiri gimana hasil pertemuannya dengan bapak notaris itu?Ada kabar soal ayah lu?" Irwan jadi sedih mukanya,"Ayah gue dah ga ada Man.Sejak gue diusir dari rumah ayah,sejak itu pula ayah gue...."
Norman merangkul pundak Irwan,"Sabar Wan...gue ngerti rasanya kehilangan...setidaknya kini lu tahu kalau ayah lu bukannya ga peduli sama lu sehingga ga nemui lu atau nyari lu.
Terus ada pesen khusus apa sehingga notaris itu serius gitu nyari lu?"
Irwan memandang sohibnya,"Bro kayaknya kita harus berpisah deh...gue harus ke desa Watu Tresna.Ayah gue ngasih wasiat dan gue harus memenuhinya.Lu gpp kan tinggal di sini ?Soalnya gue lihat lu kayaknya mau serius sama Erie."
Norman malah berhenti makan gorengan,"Desa apa tadi yang lu sebut?" Irwan mengulangi,"Desa Watu Tresna.Emang kenapa?" Norman malah berjingkrak2,"Yes!!Yes!!" Irwan heran,"Lu kenapa Man?Kesambet ya?Lewat mana sih pulangnya?Gawat nih..." Norman tertawa,"Wan...lu tahu...kayaknya gue beneran jodoh sama Erie.Buktinya lu mau ke desa yang sama dengan tempat Erie dipindah kerja.Jadi gue bisa ikut lu ke desa!Yeah yeah!!"
Irwan diajak menari oleh Norman,"Hey bro...Maksud lu,kita ga akan berpisah
gitu?Lu bakal sama2 gue terus?" Norman jadi haus loncat2 terus,"Yoi man!!Kapan lu mau ke desa itu?" Irwan mengerutkan dahinya,"Secepatnya sih.Terserah gue kata Pak Samuel.Menurut lu enaknya kapan?"
Norman ingat bahwa Erie harus nyari rumah dulu di desa,"Gini saja bro,tunggu sampai yayang gue dapat rumah di desa buat ortunya.Kasihan bro bapaknya kena stroke.Bisanya cuma berbaring.Tapi gue seneng sama orang tua Erie.Mereka baik sama gue.Ga kayak mamanya Selvi bikin gue darah tinggi,emosi tingkat dewa!"
Irwan setuju,"Gue setuju bro.Gue akan nunggu sampai kekasih hati lu itu selesai urusannya.Baru gue ke desa.Gue yakin Intan bakal ngerti kok.Lagian gue pingin dia merasakan gimana rasanya jauh dari gue.Kangen pasti..." Norman malah asyik nyeplus lombok,"Kayaknya ga deh bro...gue ga yakin..." Irwan manyun,"Ah lu kenapa sih sentimen banget sama adinda gue?Heran deh..." Norman cuma senyum datar,'Kalo gue bilang bahwa gue pernah mergoki Intan sama
cowok lain pasti lu bakal ga percaya.Biar lu lihat sendiri aja deh kayak apa cewek lu
itu Wan.' Benarkah Intan itu menduakan Irwan?Yuk ke desa aja....kepo.
=₩= Desa Watu Tresna.... Sudah sore Intan baru pulang,ia sengaja minta diturunkan agak jauh dari rumah
biar ga ada yang tahu kalau ia dekat dengan Isda,maminya Reza.Dengan mengendap2 ia memasuki rumah,'Moga aja ibu sama mbak Evi lagi sibuk atau tidur jadi aku ga perlu ngarang cerita.'
Eh lagi clingak-clinguk seseorang menepuk bahunya,"Saka ngendi Intan?"
Intan jumbul,"Ah ibu bikin kaget saja.Aku sampai deg2an."
Rita heran,"Kenapa pakai acara ngendap2 kayak maling to Tan?Kamu kok tambah
aneh saja to?" Intan melihat ibunya bawa bakul,"Itu apa bu?" Rita melangkah ke dapur,"Ini kangkung.Kamu suka tumis kangkung kan?" Intan mengikuti ibunya,"Suka Bu tapi baru kali ini lihat mentahnya.Mbak Evi mana
Bu?" Rita menunjuk ke arah sumur,"Tuh lagi nimba air.Kamu mau mandi kan?Kakakmu
dah nimba air buat kamu mandi.Ayo cepat mandi keburu malam.Habis itu bantu ibu metiki kangkung ini.Sana segera mandi!"
Intan melirik ke arah kangkung,'Iihh..suruh metiki,ga banget!Bisa2 kuku gue yang indah ini rusak.Kalau makan gue mau kalau metiki no way!'
Intan menuju ke kamarnya sambil jijik gimana gitu,'Omg!Kamarnya kecil dan dekil.Mana kasurnya kempes lagi.Ga spring bed lagi.Lantainya masih tanah pula.Amit2!Bener2 beda dengan rumah kak Reza.Besar,lux,dikeramik semua,bener2 memang disana destiny aku.'
Usai mandi,Intan melihat ke meja makan,"Kangkungnya belum mateng Bu?"
Evi menyahut dari dapur,"Kurang dikit lagi mateng Tan." Intan menuju dapur,"Omg!Masih pakai kayu bakar?Pantas muka mbak Evi kayak gitu lha kena asap terus.Bikin keriput aja.Iihh!" Rita yang sibuk menata daun pisang menyahut,"Orang ayu itu dari dalam ya Tan.Kecantikan lahiriah itu cuma sebentar kalau ga didukung dengan kecantikan
batin bakal boseni juga kok dilihat." Intan nyengir,'Ibu mesti belain mbak Evi.Sebel!' Evi malah penasaran soal hilangnya Intan tadi,"Kamu tadi diajak Pakdhe Wiryo
kemana saja Tan?" Intan diam sejenak,"Keliling2 desa.Cuma itu." Rita,"Bukane kang wiryo mau nganter pesenan ke rumah Nyonya Isda?Masak kamu ga diajak ke sana?"
Intan akhirnya jawab,"Iya sih ke sana tapi cuma bentar lagian Intan cuma di mobil kok.Kan ibu sendiri yang bilang kalo Nyonya Isda galak."
Rita makin curiga,"Emang Ibu bilang gitu?" Intan diam sejenak,"Ya secara tidak langsung kan gitu."
Evi malah pengen tahu lebih,"Masak kamu ga dipeseni apa2 sama Mamanya Reza?Berita soal kedatangan Reza gitu?"
Intan menggeleng,"Ga.Kan aku sudah bilang aku cuma di mobil.Ga turun.Gimana sih?Sudah cepetan mana tumis kangkungnya!Aku mau makan habis itu mau istirahat.Capek!"
Evi menyerahkan masakannya,"Ini.Awas panas.Kamu makan dulu saja.Aku masih
mau goreng karak." Rita menambahi,"Iya Tan.Ada tempe sama ikan mujair itu.Tadi mbah Min ngasih ikan.Enak pasti,mbakyumu kan pinter masak." Intan melangkah ke meja makan,"Aku makan dulu.Laper nih!"
Sambil makan Intan senyum2 sendiri,'Besok aku akan ketemu kak Reza,pangeran impian aku.Aku akan pura2 mau kemana gitu biar mereka ga curiga.Habis ini aku mau cari baju aku yang pas buat moment besok.Moment pertemuan aku dengan kak Reza tercinta.Harus baju yang the best dan mempercantik diriku.Memperlihatkan kalau aku jauh lebih pantas buat dia.Intan gitu loh!'
Wah gimana reaksi Reza nanti ya saat melihat Intan?Akankah ia jatuh hati?Ke pantun aja ya...
Malam ini nyamuknya banyak sekali Obat nyamuk kayaknya ga mempan Mohon maaf eps 18 hanya sampai disini Semoga ga bosan baca cerbung Kehilangan ***see you next eps***
Eps 19 Cerbung ke III ◆ KEHILANGAN ◆
◆◇◆ KEHILANGAN ◇◆◇◇◆◇ Eps 19 ◆◇◆◇◇◆ Spy = Pengintai ◆◆◇
Pengintai disebut juga mata2 Istilah kerennya agen rahasia Tugas mereka mencari data Kelemahan musuh biasanya Di medan peperangan harus punya rencana
Makin banyak penasihat makin akurat saja
Semua informasi perlu didapatkan segera Itulah kenapa pengintai vital fungsinya
Berperanglah dengan siasat Jangan hanya asal semangat Apalagi sampai ga niat Semua tetap butuh kiat2 Ga cuma main sikat Terus akan jadi hebat? Pelajari semua dengan giat Ayo semuanya tetap semangat! ( Pengintai~By Prince Frozen )
◇◇◇ Eza's House.... Eza sudah menyiapkan semua yang akan ia bawa ke desa pagi itu.Ia tak perlu
bawa barang banyak soalnya di rumah Eyang Puspa banyak barang2 miliknya
yang sengaja ia tinggal karena ia memang sering ke desa.Meski fisiknya ga senormal yang lain tapi ia tak membiarkan itu menghalanginya untuk berkarya.Meneruskan bisnis keluarga serta memelihara mereka layaknya kepala keluarga.Anak pertama pula.Tanggung jawabnya sangat besar.
Eza memandang kamarnya,'Aku pasti akan kangen dengan kamar ini.Disinilah aku
menulis puisi2ku.Disini pula semua data2 rahasiaku sebagai Prince Frozen.' Eza meraba kalung yang ia pakai,'Kalung ini kiriman salah seorang penggemarku.
Namanya Febby.Apa gadis yang pernah kutabrak saat di Gramedia itu yach?
Kurasa iya.Kata Manager Gramedia pengirimnya tak tahu alamat aku jadi dititipkan
lewat Gramedia saja.' Eza senyum2 sambil meraba kalung perak bertuliskan Frozen yang ia pakai,'Gadis itu manis.Andai saja aku bisa ketemu lagi dengan dia...Aku ingin mencari tahu apa
benar dia yang mengirimnya.Bikin penasaran saja.Wah mending aku sarapan dulu aja.Kayaknya Mama masak enak deh..'
Cie..cie..yang dikasih kalung sama fansnya.He..he..Memang artis tanpa fans itu seperti makan sayur tanpa garam.Eza menuju meja makan,adiknya sudah bangun juga dan sudah siap menggantikannya mengurusi kafe.Setidaknya satu bisnis dulu dipegang Fero.Nanti akan ia ajarkan bisnis yang lain.
Fero duduk di sebelah kakaknya,"Kak,jadi berangkat ke desa pagi ini?" Eza mulai mengambil buah dulu,"Jadi dong.Kamu juga jadi kan urus Kafe selama
kakak di desa?" Fero mengambil roti panggang,"Jelas dong kak!Lihat nih dah keren gini pakaianku.
Ga kalah ganteng kan sama kak Eza?Fero gitu loh!" Sang bunda akhirnya datang,"Anak2 Mama emang ganteng2 semua.Ini sayurnya mateng.Za,salam ya buat Eyang di desa." Eza mengambil sayur,"Iya Ma.Eyang juga kangen dengan Mama dan Fero.Ntar kalo balik mau dibawain apa?"
Fero yang nyahut,"Aku mau buah naga kak.Ini kan mau Imlek.Tapi yang dalamnya
putih ya." Sang Mama duduk juga,"Mama sih pinginnya rambutan saja.Tapi yang masih agak
muda ya." Eza tersenyum,"Oke.Akan Eza carikan."
Sang Mama memandang putra sulungnya,"Oh iya Mama mau oleh2 satu lagi.Mama mau
calon mantu.Pulang dari sana kamu harus kenalin ke Mama calon kamu.Kalau ga Mama
yang nyariin." Eza terpana mendengarnya,"Mama yakin amat kalau Eza bakal ketemu jodoh di sana?" Fero mengambil segelas susu,"Ga cuma Mama,Fero aja yakin jodoh kakak itu bakal ketemu di desa."
Eza melirik adiknya,"Kamu ini malah nambahi.Bukannya bantuin.Dasar!" Fero ngekek,"Coba kakak ketemu sama gadis yang kucinta pasti kakak akan klepek2
lihat dia." Eza mengambil segelas air putih,"Kamu nih....Kakak ga akan merusak hubungan
kamu dan gadis yang kamu cintai.Kakak ga pernah mikir sejahat itu." Sang bunda menengahi,"Eza dan Fero,ingatlah ini kalian.Bahwa cinta itu tak bisa dipaksa.Jadi jangan sampai Mama lihat kalian ribut karena perkara itu.Ingat itu!" Eza dan Fero menjawab,"Ya Ma." Berkata memang mudah namun akankah mereka ingat pesan itu saat hal itu terjadi? Ingat2 pesan Mama...Ternyata ga cuma Eza yang akan ke desa Watu Tresna.
Masih ada lagi yang mau ke sana.Yuk kita ikuti jejaknya!
◆◆◆ Rumah Erie.... Erie memakai pakaian yang casual kali ini.Celana panjang dan hem.Tak lupa rambut
diikat.Sang ibu menyuruhnya sarapan dulu sebelum berangkat.Namun Erie malah
celingukan melihat ke luar,ke arah jalan. Ibunya tambah heran,"Kamu ini nunggu apa to nduk?Lihat ke jalan terus?"
Erie mendengar suara motor berhenti,"Ah itu pasti dia!"
Erie malah keluar ke pekarangan,tampak pria yang ia tunggu2 sedang memarkir motornya,
"Mas Norman!" Cie...nunggu Norman to?Ibunya Erie ikut melihat keluar,'Oooo ini to alasannya
nengok ke jalan terus....kayaknya emang lagi kasmaran nih putriku....' Norman menyapa ibunya Erie,"Selamat pagi Bu!Saya sudah siap nih jaga ibu dan
bapaknya Erie he..he.." Erie tampak ceria,'Mas Norman akhirnya datang juga.Ternyata dia menepati janji.' Sang ibu tersenyum,"Nak Norman mau jaga bapak dan ibu di sini?" Norman melepas jaket kulitnya,"Iya Bu katanya Erie mau ke desa nyari rumah dulu,
dia cemas sama bapak dan ibu ga ada yang nemeni.Makanya saya ke sini nemeni.
Lagian saya ada waktu kok." Erie ke dalam membuatkan minum.
Ibunya Erie malah menemani Norman duduk,"Ibu rasa mending Nak Norman
nemeni Erie saja ke desa.Ibu malah lebih mencemaskan dia.Ibu dah biasa sama
bapak di rumah.Jika Nak Norman nemeni Erie,ibu malah lebih tenang."
Norman kaget mendengarnya tapi seneng juga,"Bener Bu?Saya boleh nemeni Erie
ke desa nyari rumah?" Ibunya Erie mengangguk,"Bener!Erie kan perempuan,sendirian ke sana,Ibu takut
kenapa2 nanti.Nak Norman nemeni aja." Erie keluar membawa minum,"Teh hangat Mas,ayo diminum." Ibunya Erie memandang putrinya,"Er,kamu perginya sama Nak Norman saja.Ibu dan bapak ga usah ditemeni.Kita sudah biasa di rumah.Kamu itu yang ibu cemaskan." Erie dan Norman berpandangan.Norman cuma mengangkat bahu,Erie lalu
memandang ibunya,"Bener Bu gpp ga ada yang nemeni di rumah?" Ibunya tersenyum,"Gpp.Biasanya juga kamu tinggal kerja to?Tenangno pikirmu nduk.Udah sana sarapan dulu.Daripada jajan di jalan.Ajak sekalian Nak Norman sarapan."
Erie lalu mengajak Norman ke dalam,"Ayo Mas sarapan dulu.Ibu dah duluan
tadi sama bapak.Biasa kalau pagi kan ibu nyuapi bapak sambil makan juga."
Norman dan Eriepun sarapan bareng,wah Norman datang2 langsung makan.
Enak bener....Usai sarapan sambil nunggu Erie bersiap,Norman nelpon Irwan. Norman :"Wan,gue ke desa pagi ini.Lu mau ikut kagak?" Irwan menjawab,"Apa?Katanya lu mau nunggu adinda lu nyari rumah ?" Norman,"Gue disuruh nemeni dia.Ikut aja bro,sekalian biar rame.Sekalian gue
kenalin ke Erie." Irwan :"Ya udah gue siap2 dulu.Gue juga harus hubungi Om Samuel dulu.Kasih tahu dia kalau gue berangkat hari ini.Ntar tunggu di gang depan aja."
Norman menjawab,"Yoi man." Ibunya Erie berpesan,"Titip Erie ya Nak Norman.Jaga anak ibu ini." Norman menulis sebuah alamat,"Ini alamat rumah saya yang sebenarnya Bu.Jika ibu
cemas soal Erie,ibu bisa hubungi alamat ini.Juga ini foto saya.Bilang saja cari Pak
Benigno Aquino.Dia papa saya." Ibunya Erie manggut2,"Ibu akan simpan semuanya.Tapi ibu yakin kok Nak Norman
anak baik.Ga akan macam2." Norman terharu mendengarnya,"Saya seperti memiliki Mama lagi kalau bersama ibu.Makasih ya Bu." Usai berpamitan dengan bapaknya Erie,berangkatlah Erie dan Norman.Wah ayo ke desa!!
◆◇◆Rumah Notaris Samuel... Sang notaris sedang asyik sarapan dengan putrinya,saat hpnya bunyi.Irwan yang ngebel,"Ya Nak Irwan?Mau berangkat sekarang?Oh ya ya...saya juga akan berangkat hari ini kalau begitu.Nak Irwan duluan saja.Saya nanti nyusul.Kalau sudah dapat tempat tinggal
hubungi saya ya?...Ok.Makasih Nak Irwan."
Samuel memandang putrinya,"Kita ke desa hari ini.Kamu sudah siap,my princess?"
Febby sumringah,"Asyik!!Siap!!" Pada pergi semua,ikut....Jika yang di kota pada mau pergi maka yang dari luar negeri malah sudah tiba di Indonesia.Oo...siapa dia?***see you next eps***
Eps 20 Third Story //
KEHILANGAN
▼▼▼ KEHILANGAN ▼▼▼▼▼ Eps 20 ▼▼ Cerbung ke III ▼▼▼ Thy = Dirimu ▼ ▲▲▲ Desa Watu Tresna.... Intan sudah bersiap,dandan cantik,pakaian bak mau fashion show,modis nian belum rambut ditata bak primadona desa.Jadi ingat lagu Dasi dan Gincu deh... Intan menengok lagi di cermin,'Sip!Sudah cantik kayak bidadari nih.Kak Reza pasti terpesona.Wajahku ini sudah menaklukan banyak pria.Kalau tidak darimana aku
dapat semua baju mewah dan perhiasan ini.Bibi Ruti itu mana kasih uang buat kayak beginian.Ke salon aja pakai uangku sendiri.Biasa uang dari om2,dari para pria yang
klepek2 sama aku.Apalagi lesung pipit aku oh...Asoy geboy gitu loh...Wahai cermin
di dinding katakan padaku siapa yang tercantik di desa ini?' Kalau cerminnya bisa ngomong pasti dah teriak dia,sayang dia cuma bisa diam.
Intan berputar lagi,'Kak Reza...pria kaya berpendidikan dengan masa depan gemilang.
Aku akan bahagia bila mendapatkannya.Lalu mb Evi?Bukannya kak Reza itu jodohnya
mbakmu?EGP.Emang Gue Pikirin?Lagian mbak Evi itu ndesit pol,kemana2 pakai sandal jepit,baju juga kuno dan itu2 aja.Cah ayu?Cuma ibu yang manggil dia gitu.Ayu dari mana?
Kulit hitam,ga tahu dandan,ga makan bangku kuliahan,apalagi soal pria.Paling dia
tahu pria cuma Irwan.Ambil tuh mantan gue tuh.Embat sana.Dah bosen gue!Gue dulu deketi Irwan biar ikutan tenar di dunia balapan.Keren sih tapi dia itu miskin!Diam2 kuselingkuhin dia he..he...dia kan cinta mati ke gue.Ha..ha...dasar cowok culun.Emang enak hidup miskin?Ogah gue!Gue itu maunya jadi Nyonya Besar kayak Tante Isda.Rumah megah bak istana terus spa menikur pedicure tekukur...apalah2...Shopping centre tiap hari terus ke salon rebondinglah,maskara,catok,ukir alis dan yang lainnya...tiap orang yang lihat gue pasti bilang Wow!!Intan kau ini ratu dunia ya?Pingin kayak kamu...ha..ha...'
Suara ketukan pintu menyadarkan Intan dari mimpi besarnya,"Tan!Ayo bangun!
Ibu mau ke pasar jual daun pisang.Bantuin kakakmu jualan kue ya?Makanan di meja,ibu pergi dulu!"
Intan nyahut sambil akting,"Whoooaamm!Ya Bu...ini baru bangun nih...wuaaahhh...Ya nanti Intan bantu jualan kue.Ibu pergi aja."
Intan menempelkan telinganya di daun pintu,'Bagus deh ibu pergi.Yess!Tinggal mb Evi.Kalo yang satu ini mah gampang!' Intan lalu keluar kamar,dilihatnya di meja ada kue ijo2 ditaruh dalam wadah plastik. Evi sedang goreng ketela dan singkong di dapur.Intan segera makan kue ijonya,'Wah enak bener kuenya.Emang jago masak nih mb Evi.Aku makan ah...wah bau harum apa ini?'
Intan mendekati Evi,"Goreng apa sih enak kayaknya?" Evi yang belepotan tepung dan asap kayu bakar menjawab,"Limpung.Kamu mau?
Ambil aja.Wah kamu cantik banget mau ke mana?" Intan mengambil satu limpungnya,"Katanya suruh bantu jualan kue.Kuenya yang hijau2 itu yach?Kue apa itu namanya?"
Evi memasukkan gorengannya,"Itu putu ayu.Laris itu di sekolah2.Mb biasa bawa ke
sekolah2 di desa ini.Satu seribu saja.Rasanya sedep kan.Pakai pandan aromanya.Beneran kamu mau bantu mb jualan?Dengan baju sebagus itu?"
Intan nyomot lagi limpungnya,"Ini model sales marketing masa kini mb.Mb sih ga
pernah kuliah jadi ga ngerti.Ya udah aku bawa kuenya ya.Kalau ibu nanya aku bantu jualan kue.Aku akan pulang kalau sudah habis kuenya."
Evi heran,"Lho kamu ga nunggu mb selesai goreng ini dulu?Emang kamu tahu sekolahannya di mana?" Intan memasukkan kuenya dalam plastik,"Soal itu mah gampang!Aku kan berpendidikan.Tenang saja ntar mb tahu beres aja.Bakal laku semuanya.Dah ya aku
pergi dulu." Evi nyahut,"Ya hati2!Kalau ada masalah telpon aja ya.Hpnya di rumah." Intan malah dah melangkah keluar,'Kenyang makan limpung sama kue ijo itu.
Sekarang aku harus nelpon Tante Isda.Dia kan mau jemput aku.Wah serasa dah
bakal jadi mertua aku aja.Hi..hi...' Intan melangkah menuju tempat janjian.Tak lama kemudian sebuah mobil
mendekat,"Wah kamu cantik banget Intan!Luar biasa!" Intan segera masuk,"Ah Tante bisa saja.Ini cuma dandan biasa saja kok."
Isda melihat kue yang dibawa Intan,"Wah itu kan putu ayu?Tante mau dong.Ini itu kesukaan Reza lho.Kamu kok tahu sih Tante sama Reza suka ini?Perhatian banget."
Intan kaget,"Bener kak Reza suka ini?Wah bikinnya susah lho Tante.Aromanya itu pakai pandan.Cobain deh Tante.Enak kan?"
Isda manggut2,"Wah kamu yang bikin ini?Enak banget lho.Sedep.Aroma pandannya hmm...mantap.Reza pasti suka.Wah bakal gemuk kayaknya kalo Reza dapat kamu." Intan tersipu malu,"Ah Tante bisa saja.Intan emang suka masak kok Tante.Kan isteri yang baik harus pinter masak juga.Meraih hati pria kan dari perutnya Tante.He .he.."
Isda tersenyum kagum,"Wah kamu pinter ya.Jago masak lagi.Reza benar2 beruntung kalo dapat kamu nanti.Kita akan ke bandara,jemput Reza.Sebenarnya Tante pingin ngajak kakakmu juga.Juga ibumu.Mereka ada ga ya?" Intan panik,"Oh..eh.mereka ke pasar Tante.Biasa jualan.Namanya juga orang ga
punya Tante.He .he...Berangkatnya pagi2 sekali." Isda menyuruh sopir berangkat,"Ya udah berangkat Pak!" Intan melirik ke arah rumahnya,'Sorry ya mb Evi.Ucapin selamat berpisah dengan kak Reza.He..he..Sebentar lagi kak Reza bakal jadi milik aku.Dan aku akan menikah
dengan kak Reza secepatnya.Ha..ha...' Mobilpun melaju menuju kota.Menuju bandara.Disana sudah menanti pangeran
kita yaitu Reza yang baru tiba dari luar negeri.Selamat datang di Indonesia Reza!
■■■ Sementara itu di kota.... Norman menanti Irwan di depan gang menuju kontrakan.Erie bertanya,
"Teman Mas juga mau ke desa ya?Kok bisa sama ya?"
Norman asyik melihat ke arah Erie,"Itu tandanya kalau kita jodoh he..he..karena kemungkinan besar aku juga akan tinggal di desa itu."
Erie seneng mendengarnya,"Beneran Mas mau tinggal di desa ?" Norman tersenyum,"Kamu ceria gitu hayo kenapa?" Erie merona,"Ga ...ya seneng aja soale Mas itu baik banget sama saya.Kalau Mas juga tinggal di desa maka saya bisa membalas kebaikan Mas Norman." Irwan akhirnya datang juga bawa ransel gitu,"Sorry lama ya.Habis pemberitahuannya juga mendadak.He..he..Oh ini namanya Mb Erie ya?" Norman memperkenalkan mereka,"Iya.Erie kenalkan ini Irwan teman yang sudah
kuanggap sebagai saudara.Dia baik kok ga gigit." Irwan menyalami Erie,"Jangan dengerin dia mb.Saya Irwan.Kadang Norman
panggil saya Bossgenk.He..he...Padahal dia itu yang anak Boss.Ya kan Norman?" Norman menginjak kakinya Irwan,"Jangan lama2 jabatan tangannya.Dasar!" Irwan terkekeh,"Cie...ada yang cemburu kayaknya...."
Erie lalu naik ke boncengan Norman dan merekapun berangkat.Di jalan mereka melihat ada mobil yang diikuti orang sejak tadi.Aneh gitu.Irwan dan Norman saling memberi kode.Mereka merasa tuh pengintai punya niat jahat.Eh bener di tempat yang agak sepi,tiba2 mobil itu dipepet dan disuruh menepi.Seorang pria dengan langkah tertatih keluar dari mobil,"Kalian ini mau apa?"
Eh dia malah ditodong,"Berikan mobilnya!" Norman dan Irwan segera berhenti,Norman menghadang di jalan.Irwan menyerang pria penodong itu.Untunglah ada mobil lain berhenti juga,"Hei!!Ada apa ini?"
Seorang pria gondrong segera membantu Irwan melawan penjahat bersenjata pisau itu.Wah seru,akhirnya kalah juga orang itu. Irwan kaget melihat pria yang mereka tolong,"Mas Bro??!!" Norman malah kaget lihat yang sang pria gondrong,"Anda yang dulu itu kan?" Pria gondrong itu langsung meringkus penjahatnya,"Iya Mas.Saya kebetulan lewat.
Biar saya bawa orang ini ke kantor polisi!" Sementara pria yang tertatih mengucapkan terima kasih,"Terima kasih saya ucapkan.
Kalau ga ada kalian mungkin saya sudah kehilangan mobil saya.Atau malah terluka.
Nama saya Eza." Weleh...tiga cowok ganteng kumpul.Si pria gondrong pamit pergi,"Saya pergi dulu!" Irwan menahannya,"Tunggu mas!Mas ini siapa?"
Pria itu mengeluarkan kartu namanya,"Saya polisi Mas.Nih lihat !Saya sedang menyamar."
Irwan membaca tanda pengenal itu,"Toto...Polisi...Oh...intel ya..."
Weleh ada Toto juga.Toto malah bertanya,"Kalian ini mau kemana ?Nanti kalau membutuhkan keterangan soal orang ini,saya bisa menghubungi kalian."
Irwan menjawab,"Saya dan teman saya ini mau ke desa Watu Tresno.Tapi kami belum tahu mau tinggal di mana." Eza malah memberikan kartu namanya,"Ini Mas.Hubungi saya saja.Saya punya alamat tetap di sana."
Toto menerimanya lalu pergi dia membawa pria penjahat itu ke kantor polisi.Toto memang aslinya polisi.Namun disewa oleh Benigno untuk menjaga Norman.
Eza mendekati Irwan,"Kalian mau ke desa Watu Tresno juga?Tujuan kita sama.Kalau begitu kalian tinggal saja sementara di rumah saya.Anggap saja balas budi saya.Bagaimana?" Irwan memandang Norman,"Gimana Bro?" Norman setuju,"Tapi ga ada adik mas bro kan?" Eza tertawa,"Fero maksud kalian?Adik saya di kota gantiin saya ngurus kafe.Kalian ke rumah saya saja dulu,nanti ngobrol di sana.Kalau mas ini namanya siapa ya?" Norman tersenyum,"Jangan panggil saya Mas Masbro,saya lebih muda.Panggil aja Norman."
Eza bersalaman dengan Norman,"Terima kasih juga buat Mas...eh Norman.Ini pacarnya ya?"
Erie juga menyalami,"Saya cuma teman kok Mas.Nama saya Erie." Norman menyahut,"Sementara masih teman he..he...ga tahu ke depan...he..he.."
Irwan ketawa,"Cie...ada yang lagi pdkt nih..." Erie jadi tersipu,lalu naik ke boncengan Norman lagi,"Sudah ayo lanjut lagi
perjalanannya Mas." Eza melangkah menuju mobilnya,"Kalian ikuti saya saja.Kalian belum pernah ke sana kan?" Irwan setuju,"Iya Masbro!Mas duluan aja!Kita akan kawal dari belakang." Norman juga setuju.Saat itulah mobil yang dinaiki Intan dan Isda lewat,Intan sempat melihat Irwan dan Norman.Ia kaget untung mereka ga lihat dia dalam mobil. Intan,'Astaga!!Tadi itu kan Irwan dan Norman?Mau kemana mereka?Kok ada di jalan menuju desa?Jangan2!Wah gawat!Aku harus bertindak hati2 mulai sekarang.
Tapi aku juga harus gerak cepat supaya Irwan ga gagalin rencana besar aku.' Wah anggota 3 Cogan dah kumpul nih.Bakal tinggal dimanakah Irwan dan Norman
nanti?Gimana pula reaksi Irwan bila tahu rencana Intan?Wah lupa pantun ya
kemarin,oke saya kasih double. Batuk pilek sedang musim dimana2 Jaga tubuh dan aktivitas anda Irwan,Eza dan Norman sudah di desa Siap meraih cinta sejati mereka
Buah rambutan manis rasanya Buah naga banyak macamnya Eps 20 sampai disini saja Maaf belum menampilkan Reza ***See you next eps***
Eps 21 CERBUNG III ~¤~ KEHILANGAN
~¤~ KEHILANGAN ~¤~Cerbung III ~¤~ Eps 21~¤~ Fly = Terbang ~¤~
Bicara soal terbang kayaknya ada yang baru saja turun dari pesawat terbang.
Wah tinggi,ganteng jelas iya,pakaian perlente,oo siapa dia?Ia menghirup udara tanah airnya dengan rindunya,'Tanah airku Indonesia.Here I come.' Di area tunggu nampak seorang wanita cantik memanggil namanya,"Reza!!Ini Mami!!"
Wah kakak tirinya Irwan nih.Reza. Isda memeluk penuh rindu putra tunggalnya itu,"Makin apalah2 saja kamu sayang.
Lihat Mami bawa siapa tuh." Seorang gadis berlesung pipit nampak malu2 menatap ke arah Reza.
Reza berbisik pada Mamanya,"Itu Evi Mi?" Isda menjawab,"Itu adiknya Evi.Namanya Intan.Cantik kan?"
Reza heran,"Kok bukan Evi yang Mami ajak?Evi sibuk ya sampai ga sempat nyambut calon suaminya?"
Isda melihat kekecewaan di wajah putranya,"Evi itu sibuk jualan di pasar.Pagi2 dah berangkat.Jadi Mami ajak adiknya aja.Lagian Mami lebih sreg sama adiknya daripada sama kakaknya.Sudah ayo Mami kenalin."
Intan klepek2 lihat Reza nan mempesona,'Gantengnya...Bak pangeran dari negeri dongeng.
Intelek lagi.Irwan mah ga ada apa2nya nih.Mana punya dia baju bermerk gitu?Rambut saja kagak jelas tuh modelnya.Kalau ini mah maskulin.Hmm...ga pantes barang sebagus ini buat mb Evi.Iih...bagai langit dan bumi.'
Isda memperkenalkan mereka,"Intan ini putra Tante namanya Reza.Ayo salaman." Reza memandang Intan,'Manis sih...pinter dandan juga.Tapi aku masih penasaran
cantik mana ya sama Evi.Sayang kayaknya bagi Evi uang adalah segalanya.Dia lebih milih cari uang daripada menyambut kedatanganku.Jelas sekali kalau aku ga penting buat dia.'
Intan menyambut tangan Reza,'Destinyku.Pangeran impianku.Kunci meraih angan2ku.Hidup enak,kaya,serba ada,ga usah kerja,mapan,terhormat,dan pastinya penampilan terjaga.Yang miskin dan ga punya masa depan kayak Irwan biar buat mb Evi
saja.Sama2 melaratnya.Aku mau lihat gimana nanti mb Evi menangis bombay melihat aku bersanding di pelaminan bersama pria yang ia impikan sejak kecil.Kasihan banget sih kakakku itu.'
Dua insan telah bertemu.Akankah bahagia menjadi destiny mereka?Isda tersenyum bahagia,'Kayaknya Reza suka nih sama Intan.Bagus!Pandangan pertama itu menentukan.Sekarang aku akan makin mendekatkan mereka.'
Isda mengajak putranya dan Intan menuju mobil mewahnya.Siap menuju ke desa. Di desa Watu Tresna,Irwan dan Norman juga Erie disambut Eza dirumahnya.
Tentu saja Eyang Puspa gembira melihat cucunya datang,"Eza cucu Eyang!!Selamat datang!Wah kamu bawa teman2 ya.Ayo masuk semua!" Irwan senang dengan keramahan Titik Puspa,demikian juga Norman.Erie jelas dekat Norman terus.Ia cuma merasa aman dekat pria itu.Eza memperkenalkan mereka pada neneknya,"Mereka ini yang nolong Eza Yang.Hampir saja tadi Eza kehilangan mobil.
Untung ada mereka.Kenalin ini Eyangku,Eyang Puspa." Irwan mencium tangan Eyang Puspa,"Saya Irwan Eyang.Kalau yang ganteng ini
sohib saya namanya Norman."
Norman mencium tangan Eyang Puspa juga,"Kalau cewek ini calon saya Eyang...he..he.."
Erie merona wajahnya,"Huss mas Norman ah...Bercanda melulu.Saya Erie Eyang.Saya ini guru SD yang dipindahtugaskan kemari."
Eyang manggut2,"Kalian sudah menolong cucu Eyang jadi Eyang ucapkan terima kasih sekali.Sebentar Eyang akan siapkan makan siang buat kalian semua.Eyang ke belakang dulu yach."
Eza tersenyum,"Aku mau bantu Eyang dulu.Kalian nikmati dulu cemilannya ya.Diminum juga tuh minumannya."
Eza mendekati neneknya,"Eyang,mereka itu belum punya tempat tinggal.Sementara biar mereka disini dulu ya Eyang.Pavilyun samping kan kosong Yang.Boleh ya?"
Eyang menatap cucunya itu,"Kalau kamu yakin bahwa mereka orang baik.Eyang juga ga masalah mereka tinggal di sini.Malah rame.Ga sepi lagi.Tapi yang cewek biar tidur di rumah utama.Juga jangan lupa lapor Pak Rt.Nanti dikira kita melanggar peraturan lagi."
Eza gembira,"Mereka baik kok Eyang.Eza dah kenal sebelumnya.Makasih ya Eyang.
Eza sayang deh sama Eyang." Eyang Puspa mengusap kepala Eza,"Kamu ini.Masih saja manja kalau sama Eyang.
Padahal sudah segede ini.Sudah besar dan ganteng gini.Gimana kabar ibu dan
adikmu Fero?"
Eza mencicipi masakan di meja,"Baik Yang.Fero dah mulai bantu Eza ngurus kafe.Ibu titip salam buat Eyang.Maaf belum bisa kemari.Biasa ngurus Fero.Fero kan anak Mama banget Eyang.Hmm...enak nih kayaknya.Aku ajak mereka ke ruang makan ya Eyang?Laper nih..."
Eyang Puspa tersenyum,"Iya suruh ke sini semua.Kita makan bareng." Wah makan...makan.Hayo yang belum makan,makan dulu.Usai makan Norman pergi sama Erie nyari lokasi SD tempat Erie akan mengajar.Irwan ga mau ganggu jadi ia naik motor keliling desa mengenang kembali masa kecilnya yang pernah dilewatinya di desa itu.
Irwan berkeliling dan sampai di sebuah tempat.Disitu ada sebuah batu yang dekok
dan terkenal dengan mitosnya.Disitulah motornya tiba2 macet,'Waduh!Kenapa pula
nih motor?Perasaan baru kemarin diservice.Kok ngadat sih?' Irwan sibuk melihat motornya.Dari arah lain muncul seorang penjual gorengan,'Daganganku tinggal dikit nih.Mendung lagi.Wah gerimis sisan.Berteduh
ah dekat batu itu.Cuma tempat itu yang ada iyup2nya.' Suara petir terdengar,wah Irwan juga segera menuntun motornya ke arah batu itu.
Mau ngeyup dia.Dua insan itupun bertemu. Irwan kaget melihat gadis didepannya,"Kamu kakaknya Intan kan?" Oooo...Evi to?Weleh...
Evi sama jumbulnya,"Lho kamu pacarnya Intan to?Kok ada disini?Ihh...jangan2 kamu ga nyata nih.Apa aku mimpi ya?"
Evi mencubit lengannya,"Auww!Sakit.Aku ga ngimpi.Wah kamu nyari Intan ya?" Irwan malah terpana melihat Evi digelung,'Cantik nian nih cewek.Makin natural makin
mempesona dilihat.Apalagi kena tetesan air hujan begini aduh...makin tambah ayu.'
Hujan makin deras.Petir juga nyambar2,Evi ketakutan,tanpa sadar tangannya
berpegangan pada batu yang dikeramatkan itu.Irwan melihat Evi ketakutan jadi
ingin menenangkannya,dipegangnya tangan Evi yang memegang batu itu,"Jangan
takut aku disini bersamamu.Aku akan menjagamu." Saat mengatakan itu tiba2 petir menggelegar,seakan langit mendengar dan merestui
kata2 Irwan.Evi malah mengenggam tangan Irwan saking takutnya,dua tangan itu menyatu di atas batu keramat itu.Tanpa menyadari bahwa ada mitos di tempat itu.Bahwa jika sepasang insan menyatukan tangannya di sana dan mengucap janji maka akan terjadi seperti ucapannya.Bahkan mereka akan disatukannya.Evi merinding tiba2,"Wan kamu merasa aneh ga?"
Irwan menggeleng,"Aneh gimana?Kamu takut ya?Tenang saja.Kan ada aku.Kamu aman sama aku."
Evi memandang cowok disampingnya,'Kenapa ya kalau ada didekat dia.Rasanya aku ga perlu merasa takut apapun.Intan beruntung banget sih punya cowok sebaik ini.Pelindung dan bela2in sampai ngejar dia ke sini.'
Akhirnya hujan reda juga.Irwan mencoba motornya,"Wah bisa!Ajaib.Ayo mb kuantar sampai rumah." Evi mikir,"Nanti kalau Intan lihat gimana?Nanti kalian ribut lagi.Aku jalan saja." Irwan terdiam namun ia agak kecewa juga,'Yeah...nolak dia.Tunggu dulu deh mungkin dia berubah pikiran.' Evi jalan tapi karena makai sandal jepit yang sudah lupuk,ia malah kepleset,"Auuww!" Irwan segera mendekat,"Kamu gpp?Tuh kan lecet.Malah kotor kan.Sudah kuantar
saja.Ga usah mikir yang lain.Niat aku tuh baik.Ga macem2." Evi manyun melihat dengkulnya,"Ya wis.Aku bonceng.Aku nurut wis." Irwan tersenyum,"Dari tadi kek." Evipun naik ke boncengan Irwan.Sepasang hati telah bertemu.Siapakah yang akan dipersatukan oleh langit? Satu atau dua pilih aku atau dia Dua apa satu pilih saja yang kamu suka Kehilangan eps dua satu sekian saja Jumpa lagi di eps selanjutnya ***see you next eps***
Eps 22 CERBUNG III ♥
KEHILANGAN
¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡ KEHILANGAN ¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡Eps 22 ¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡ Cerbung III¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡ Net = Jaring ¡¡¡¡¡¡¡¡¡ Pernah lihat jaring atau jala Bagi yang suka sepakbola Atau olahraga lainnya Pasti tak asing dengernya
Di dunia sport jala sebagai batas Beda dengan dunia di laut lepas Jala dipakai sebagai perkakas Menjaring ikan tanpa batas Di dalam hidup bermasyarakat Banyak orang memasang jerat Menjebak sesamanya dengan pikat Tak lupa memakai trik dan kiat
Saudara sendiri tak luput darinya Semua direnggut tanpa sisa Tak ada sedikitpun rasa iba Semua demi cintanya pada harta Jerat dibentangkan dengan licik Setelah melalui berbagai intrik Kebaikannya hanya semu munafik Sungguh hatinya sangat picik
Tak peduli dia dengan karma Tak peduli dia dengan dosa Semua hanya nafsu belaka Menghalalkan segala cara Apalah arti harta dan surga dunia Jika akhirnya hanya api neraka Apalah arti nama besar dan tahta Jika hal yang kekal tidak kaupunya
Kejarlah kebenaran dan kekekalan Semua itu akan membawa kebahagiaan Memberi damai dan ketentraman Maka semuanya kan ditambahkan (Jaring ~By Prince Frozen ) Irwan sudah sampai di rumah Evi,"Ini rumah kalian?"
Evi turun dari boncengan,"Iya.Sederhana ya rumahnya.Namanya juga di desa.Ibu lagi rewang.Ayo masuk.Intan kayaknya juga belum pulang.Oh ya makasih ya dah nganter aku sampai rumah."
Irwan memarkir motornya dan mengikuti Evi,"Memang Intan kemana?" Evi membuka pintu,"Pamitnya sih mau bantu jualan kue.Tapi aku tadi ke sekolah2 katanya ga ada tuh Intan.Aku malah jadi cemas."
Irwan masuk ke ruang tamu,"Intan jualan kue?Yang bener?" Evi mengambilkan minum,"Minum dulu.Pasti haus to?" Irwan minum sambil masih gumun,'Intan kan paling anti panasan,tumben mau jualam kue?Masak langsung berubah drastis gitu ya?Dapat pencerahan kali ya?Mungkin dinasehati sama kakaknya ini kali.Kalo Evi sih jelas tipe gadis yang tahan menderita.Tapi Intan?Kok aku masih ga percaya Intan beneran jualan kue ya?'
Evi mengambilkan kendi buat jog,"Aku akan bel Intan dulu.Pasti dia seneng banget
lihat kamu disini.Bentar ya?" Evi hendak mengambil hp eh dicegah sama Irwan,"Ga usah mb.Biar saja jadi kejutan.
Kalau dia tahu malah ga mau ketemu nanti.Dia kan masih ngambek sama aku." Evi ngalah dan malah melangkah ke depan rumah,mau ambil sukun dia.Kebetulan
depan rumah tumbuh pohon sukun.Sudah berbuah lagi.Irwan mengikutinya.Follower sejati....weleh. Irwan kepo gitu,"Lho mb mau kemana?"
Evi menunjuk ke pohon sukun,"Ambil sukun.Sisa daganganku kotor tadi karena jatuh.Jadi aku mau gorengin kamu sukun aja.Kamu suka sukun goreng ga?"
Irwan tersenyum melihat Evi lunjak2 meraih sukunnya,"Doyan mb.Sini aku bantu ngambil." Sementara itu Reza sudah tiba di desanya dan ingin sekali bertemu Evi maka ia minta nganter Intan dulu pulang,"Ke rumah Evi dulu Mi,Reza kepo deh pingin tahu kayak apa sih Evi.Sekalian nganter Intan pulang kan."
Isda setuju aja,"Ya udah Mami nurut deh.Apa sih yang ga buat anak Mami yang
ganteng ini?" Intan yang dag dig dug,'Gimana nih kalau kemudian Kak Reza malah suka lihat mb
Evi yang lugu dan ndeso?' Meski begitu Intan ga bisa bantah. ¡¡¡¡¡ Kembali ke rumah Evi ¡¡¡¡¡ Evi kembali keplese karena sandal jepitnya nginjak tanah yang basah,"Auww!" Irwan dengan sigap menangkap tubuh Evi,"Awas mb!" Wah malah pelukan deh mereka.Saat itulah sebuah mobil berhenti agak jauh dari mereka,Intan didalamnya bersama Reza dan Isda.Melihat Evi dan Irwan lagi pelukan,Intan malah ga turun,"Tante tuh lihat!Mb Evi sama pacarnya lagi berduaan.Mereka suka
ketemuan kalau ibu ga ada.Ihhh...entah ngapain aja mereka didalam rumah berdua.Ga mau aku bayanginnya."
Reza kepo dan melihat ke arah yang ditunjuk Intan,'Oh itu Evi?Tapi aku ga bisa lihat jelas.Kok pelukan sama cowok sih?Jadi dia dah punya pacar to.Benarkah dia seburuk yang dibilang Intan ya?'
Isda juga ikut lihat,"Ga sangka ya wajah polosnya cuma kedok.Ternyata kelakuannya
ga bermoral.Jangan2 dia sudah diapa2in sama tuh cowok.Mendingan kamu tidur di
rumah Tante aja Tan.Bahaya kalau ketularan ga punya etika.Ayo Pak jalan saja
langsung ke rumah!" Intan ngekek dalam hati,'Bagus!Tante Isda dah kemakan umpanku.Kak Reza tinggal
perlu diyakinkan lebih lagi.Pas banget deh,pas Irwan ke sini.Thanks Wan,secara
tidak langsung kamu sudah membantuku.Ha...ha...' Mobilpun melaju menuju Rumah Isda.Meninggalkan sepasang insan yang tengah berpandangan dengan kikuk,Evi kembali berdebar2 hatinya kala Irwan memeluknya
agar tak jatuh.Irwan juga sama,'Kenapa ya aku selalu saja alami ini?Tiap mau mendekati Intan justru malah makin dekat sama kakaknya.Heran aku.'
Evi segera melepaskan diri dari pelukan Irwan,'Waduh kalau Intan lihat bisa gawat nih.Nanti aku dikira goda pacarnya lagi.Wah bisa runyam nanti.Evi...Evi kamu ki
aneh2 pakai acara mau metik sukun segala.Dasar!'
Evi dengan wajah merona memandang sukun ditangannya,"Makasih ya Wan.Aku hari ini kok bawaannya mau kepleset terus ya?Kayaknya dah waktunya ganti sandal deh." Irwan juga garuk2 kepala,"Saya rasa memang sandalnya harus ganti deh mb.Berbahaya.Gpp kalau pas ada saya kalau pas sendirian gimana?Yang nolongin ga ada dong."
Evi malah heran dengernya,"Maksude ?" Irwan malah sama herannya,'Lho aku kok malah ngomong gitu sih.Sok care pula.Aduhhhh....kepriben iki.' Irwan bingung jawabnya tapi tiba2 sebuah motor berhenti,"Wan!!Wah...kalian sudah ketemu ya?Cie....yang asyik berduaan.Cie..." Evi dan Irwan langsung menoleh ke arah suara,"Norman??" Erie turun dari boncengan,Norman juga segera memarkir motornya.Irwan mendekati sohibnya itu,"Kamu tuh yang berduaan!Dasar lu!Gimana dah dapat rumahnya?" Erie dan Evi malah kenalan,"Saya Erie.Temannya Mas Norman." Evi menyalaminya,"Saya Evi,temannya Irwan." Norman malah nyeletuk,"Teman tapi mesra ding Er.Iya kan Bossgenk?" Irwan makin salting deh digodain Norman.Suasana kian ramai saat Rita Sugiarto kembali,"E...e...ada tamu to?Nak Irwan to ?"
Irwan langsung mencium tangan calon mertuanya itu,"Nggih Bu.Ini mau nyari Intan.Tapi pergi katanya." Norman senyum2,'Waduh lagaknya dah kayak mantu aja.Sopan bingitz.Tapi gue yakin kok kalo Irwan memang bakal jadi mantunya.Cuma bukan sama Intan tapi sama mb Evi.Lihat saja feelingku pasti bener.'
Rita mengajak mereka semua ke dalam,"Ayo masuk kok malah pada ngobrol di luar?Evi kamu kok ya ga ngajak masuk to?"
Evi menunjukkan sukun ditangannya,"Sampun kok Bu.Tapi Evi tuh lagi metik sukun
buat digoreng.Kalau dingin gini kan enak Bu makan sukun goreng hangat." Rita mempersilakan para tamunya duduk,"Ya udah kowe ke dapur sana segera
digoreng sukunnya." Erie malah menawarkan bantuan,"Saya bantuin ya?" Evi seneng banget,"Boleh.Ayo ke belakang mb." Erie segera pergi mengikuti Evi ke dapur.Rita malah asyik ngobrol sama Irwan dan
Norman.Kita tinggalin mereka ya yang lagi nunggu Intan.Kita lihat ke rumah Eyang Puspa.
¡¡¡¡¡ Eyang Puspa House ¡¡¡¡¡ Eza lagi pergi ngecek kebun buah naga neneknya.Biasa mau Imlek,order buah
naga meningkat pesat.Ia mau mastiin semua orderan tercover.Sebuah mobil nampak memasuki halaman rumah Eyang Puspa.Wah plat B nih,mobil dari kota nih.Seorang gadis cantik tampak keluar dari mobil dengan membawa buku kecil,"Akhirnya sampai juga.Wah rambutannya berbuah Yah!!"
Sang ayah keluar dari mobilnya,"Kan emang lagi musim,Princess.Ayo menyapa Eyang dulu!" Princess?Febby dong?Kuntul neng tengah sawah,betul ora salah.....weleh. Mendengar suara mobil Eyang Puspa segera keluar,"Samuel???Wah suwe ora jamu
suwe ora ketemu....." Samuel menyalami Eyang,"Iya Eyang.Coba tebak siapa ini Eyang?" Febby segera mencium tangan Eyang Puspa,Eyang nebak,"Ini Febby ya?" Febby mengangguk sambil tersenyum riang,"Iya Eyang.Ini Febby." Eyang Puspa terpesona,"Wah ayu tenan saiki.Wis gede." Samuel dipersilahkan masuk,Febby malah asyik liatin rambutan,"Eyang Febby boleh
minta rambutannya ya?" Eyang Puspa tersenyum,"Ambil saja Cah Ayu."
Samuel malah nyeletuk,"Itu paling mau penekan Eyang.Mania manjat pohon
Princess itu." Febby senyum2,"Ayah tahu aja deh.Boleh ya Eyang Febby manjat pohonnya?Febby kangen...." Eyang Puspa mengiyakan,"Tapi habis hujan lho,hati2 masih licin."
Febby segera meletakkan buku puisinya di teras,"Febby akan hati2 Eyang.Asyikk!!"
Febby memang pakai celana panjang jeans dah niat dia bakal mau penekan kalau
tiba di desa.Langsung dia krekengan manjat pohon rambutannya.Dekat pohon rambutan ada wit melinjo jadi dia bisa lewat situ biar bisa ke dahan pohon rambutannya.Kayak monyet saja gayanya.Apa karena tahun ini tahun monyet ya?
Febby seneng banget,"Wah asyik lihat desa dari atas pohon gini.Wah ada yang mateng nih...tapi aku juga mau yang masih muda.Kujatuhin ke bawah aja." Bruk....buk...buk....Rambutannya bergerombol2 dijatuhin ke bawah.Sebuah mobil memasuki halaman rumah Eyang Puspa,Eza coming home...Wah gimana pertemuan mereka ya?Penggemar dan idolanya. Gambang suling kumandang suarane Tulat tulit kepenak unine Eza mau jumpa Febby nih ye Ditunggu aja kelanjutane ***see you next eps***
Eps 23 CERBUNG III ♧ KEHILANGAN
KEHILANGAN ♧▼♧CERBUNG III EPS 23 ♧◆♧Take = Ambil ♧▪♧
♧•♧ RUMAH EZA.. Usai memarkir mobilnya,Eza segera keluar dari mobil.Ia melihat ada mobil
lain terparkir di halaman,'Ada tamu ya?' Baru beberapa langkah tiba2 Eza ketiban buah rambutan dari atas,"Auww!" Eza kaget,'Aneh kok ada buah rambutan jatuh sendiri?' Febby juga mendengar suara Eza mengaduh kesakitan,"Maaf ya?" Eza makin kepo dengar suara wanita,ia segera melongok ke atas,"Hey,siapa disitu?Eyang,ada yang maling rambutan nih!!" Febby jadi panik,"Hey!Aku bukan maling!Aku dah ijin ngambil kok!...eiit!!" Febby kepleset dan hampir jatuh,ia bergantungan di sebuah cabang,"Tolong!!" Eza segera berdiri di bawahnya,"Awas!!Udah lepasin aja dahannya!" Febby malah teriak,"Ayah!!Tolong Febby Ayah!!" Eyang Puspa dan Samuel segera keluar,"Ada apa??!!" Eza segera berteriak,"Lepasin dahannya!Aku akan tangkap kamu percaya sama aku!" Eyang Puspa teriak juga,"Iya cah ayu!Lepasin nanti cucu Eyang akan nangkap tubuh kamu!Eza itu cucu Eyang!" Febbypun nurut lagian dahannya juga licin,"Ya Eyang!Aaaaa!!" Eza segera menangkap tubuh gadis itu,"Hup!" Wah Febby memeluk leher Eza wajah mereka begitu dekatnya,"Kamu??!" Keduanya saling pandang,Samuel melihatnya sambil tersenyum2. Ia berbisik pada Eyang Puspa,"Itu cucu Eyang yang tertua ya?" Eyang juga mesem2,"Bener.Itu Eza.Mereka serasi ya?" Samuel manggut2,"Bener Eyang.Kita ke dalam aja.Biar mereka saling kenal.He..he.." Eyang malah setuju,"Ayo..."
Kedua orang itu malah pergi kembali ke ruang tamu.Tinggallah Eza dan Febby
yang masih dalam gendongannya.Eza terpana,'Dia kan gadis yang kutabrak di Gramedia dulu?Aduh dia cantik banget.Mimpi apa nih bisa gendong dia begini?'
Febby juga tersipu,'Dia cowok yang juga penggemar Prince Frozen kan?Aku baru
tahu kalau matanya sungguh teduh.Rasanya aku ingin berenang di dalamnya.' Febby malu dan minta turun,"Ehmm...kamu bisa turunin aku kok.Makasih ya." Eza sadar dan segera menurunkan Febby,"Maaf.Kamu kan yang waktu itu di
Gramedia kan?" Febby mengangguk,"Iya.Tapi aku bukan pencuri.Aku dah ijin sama Eyang kok." Eza segera membantu mengambili rambutan di tanah,"Iya maaf aku ga tahu.
Kamu kenal sama Eyang aku?" Febby juga mengambili buah rambutan yang berserakan di tanah yang berumput,
"Ayah aku teman Eyang kamu.Lagian waktu kecil aku besar di desa ini kok.Biasa manjat pohon ini juga.Jangan2 kamu bocah laki2 yang waktu itu ya?Yang nangis dipangkuan Eyang karena kaki kamu sakit."
Eza memandang kakinya,"Iya...."
Febby merasa bersalah membuat Eza jadi ingat kalau ia pincang,ditaruhnya buah rambutan yang dipegangnya.Diraihnya tangan Eza,"Maaf aku ga bermaksud bikin kamu sedih atau minder.Aku ga pernah memandang hina siapapun kok.Kamu jangan sedih ya?"
Eza terharu banget,"Gpp.Kok.Emang kaki aku kayak begini.Ga usah minta maaf.Gpp.Yuk kita masuk!Aku bantu bawa rambutannya."
Febby lega melihat senyum Eza,"Yuk!" Febby malah jadi terpesona melihat kepribadian Eza yang apa adanya,'Dia baik hati
ya?Apa adanya jadi orang.Hatiku dag dig dug deh...' Eza melihat buku puisi Prince Frozen di teras,"Itu buku kamu?" Febby mengambilnya,"Iya..buku fave aku.He..he.." Eza makin klepek2 deh,'Dia menyukai puisi2ku.Wah aku berdebar2 dan rasanya tuh gembira banget.Kenapa aku begini ya?' Di dalam ruang tamu ternyata Samuel dan Eyang Puspa malah asyik bicarain rencana mereka mau besanan. Eyang Puspa :"Gimana kamu setuju kan sama rencanaku?" Samuel mengangguk,"Deal.Tapi biar mereka kenal dan akrab dulu.Baru kita kasih tahu.Gimana Eyang?" Mereka malah jabat tangan,"Setuju.!!" Febby datang,"Ayah sama Eyang bisnis apaan sih?" Eza menaruh rambutannya di meja dan segera menyalami Samuel.Cium tangan pula,"Selamat datang Om." Wah Samuel suka sekali sikap sopan Eza,'Wah cocok tenan nih buat Febby.Aku setuju!'
Wah bakalan setuju ga ya Febby sama Eza begitu tahu niat Samuel dan Eyang Puspa
buat jodohin mereka?Mending kita lihat dulu ke rumah Evi.
♧○♧ Evi's HOUSE... Evi ngobrol sama Erie sambil goreng sukun,"Jadi mb cari rumah ya?Ada mb.
Aku tahu ada yang ngontrakin rumahnya."
Erie seneng dengernya,"Beneran ada?Mbok aku ditunjukin alamatnya."
Evi memasukkan beberapa sukun ke wajan,"Beres mb.Ntar aku anterin.Deket juga sama SD tempat mb ngajar kok.Pas itu rumahnya."
Rita datang mendekat,"Sudah ada yang mateng belum Vi?Baunya sampai kedepan." Evi memberikan sepiring sukun yang sudah matang,"Sudah Bu.Ini." Rita membawanya ke depan,"Mari Nak Norman dan Nak Irwan,dimakan sukun gorengnya.Mumpung masih anget." Wah Norman langsung ambil,"Hmmm...sukun cinta nih ye..." Irwan tersipu,"Kamu apaan sih Man!"
Rita mengisi gelas mereka kembali dengan air kendi,"Enak kan?Ayo Nak Irwan ambil.Evi yang goreng lho."
Norman main mata gitu sama Irwan,"Iya Wan dihargai dong usaha orang...piye sih?" Irwan malah jadi salting dan mengambil satu sukunnya,"Enak,gurih ya..Bumbunya juga kerasa.Mantap deh!"
Evi yang mendengarnya jadi tersipu,'Kok aku seneng banget ya Irwan muji sukun
yang aku goreng.He..he..' Erie juga mendekati Norman,"Mas,katanya ada rumah yang dikontrakkan dekat SD
tempat aku ngajar.Ya kan Vi?" Evi mengiyakan,"Iya.Nanti saya anterin." Norman melirik Irwan,"Wan ntar kamu mboncengin mb Evi ya?Kasihan kalau mb Evi sampai jalan.Memang jodoh kita ketemu di sini.He..he.." Irwan malah menyikut Norman,"Hussh!Minta ijin dulu sama Ibunya boleh kagak
kita ajak putrinya pergi.Ngawur kamu!" Rita tersenyum,"Wah Nak Irwan sopan ya anaknya he..he..boleh kok.Ibu yakin Evi
bakal aman sama Nak Irwan." Evi tersipu2 apalagi lihat Irwan juga tersipu dipuji sama Rita Sugiarto.Usai menikmati sukun merekapun pergi ke alamat rumah yang mau dilihat.Evi malu2 naik
ke boncengannya Irwan.Irwan pamitan,"Pergi dulu ya Bu.Nanti mb Evi saya anter lagi."
Rita melambaikan tangan,"Ya pegangan ya Vi.Hati2!"
Evi senyum2 digonceng Irwan.Norman dan Erie juga pamitan,"Permisi ya Bu.Kami pinjam
mb Evi sebentar he .he.." Akhirnya melajulah dua motor itu.Wah sepasang2.Evi sama Irwan.Norman sama
Erie.Eza juga dah ketemu Febby.Wah tinggal Intan nih.Ia malah nelpon rumah bilang sama ibunya kalau dia nginep di rumahnya Nyonya Isda.Rita tentu saja heran,"Tan,anak
gadis kok nginep di rumah cowok.Ga sopan tahu.Ayo pulang!Kamu dicari Nak Irwan lho.Lagian kamu kok malah jadi deket gitu sama calon mertua mbakyumu?" Intan malah cengar cengir sambil mandangi Reza yang lagi bongkar oleh2nya,"Intan
ga dibolehin pulang Bu.Disuruh nginep sini.Lagian ada Kak Reza juga disini.Mau
syukuran Bu disini.Intan mewakili keluarga kita dong Bu.Ibu harusnya berterima
kasih dong sama Intan.Setidaknya ada perwakilan keluarga kita disini.Ikut menyambut kepulangan Kak Reza."
Rita kaget mendengarnya,"Nak Reza dah pulang ?Kok kamu ga bilang sama Ibu atau mbakyumu??!" Intan malah pura2 ga denger,"Apa???Wah sinyalnya jelek Bu.Batunya juga low bate nih.Dah dulu ya..."
Intan tersenyum licik sambil menonaktifkan hpnya,'Aku matiin aja.Biar Ibu ga bisa
nyeramahin aku.Salah sendiri mb Evi kurang agresif jadi cewek.Proaktif dikit dong.Rasain kak Rezanya kesamber aku.Ha..ha...!!!'
Bahagia banget Intan bisa makin deket sama Reza.Tapi Tuhan bisa mengubahkan perkara buruk jadi baik bagi seseorang kok.Lihatlah indahnya bagaimana Tuhan merenda jodoh Evi nanti.Bagi Intan dia sudah menang karena Isda kian dekat sama dia.Tapi disisi lain Irwan juga makin dekat sama Evi.Itulah manusia kadang ga ngerti bagaimana menyelami pekerjaan Tuhan.Dia tetap tahu memberi yang terbaik bagi mereka yang mengasihi-Nya.Oke kita bakal ke zona pantun nih.
Malam malam perut keroncongan Buka kulkas cari makanan Tiga pasangan Tri Cogan Bertemu sudah di Kehilangan
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?***see you next eps***

Eps 24 CERBUNG III ♧ KEHILANGAN
♧ KEHILANGAN♧ CERBUNG III EPS 24♧ Stargazers♧ Ahli Bintang
☆ POETRY ZONE... Setiap malam kulihat bintang Bersinar dengan begitu terang Kulihat satu diantara ribuan bintang Ia berbeda dan sangat gemilang Kuikuti dia dengan penuh antusias Kucari tahu tentang dia tanpa puas Siapa dia berita tentang dia sekilas Makin kulihat aku makin gemas
Lalu kulihat bintang lain muncul disisinya Kupikir wah mereka begitu serasinya Akupun menatap penuh khayalan membara Aku suka melihat mereka bersama
Namun ada awan mendung menutupi Gelap menerpa membuatku tak mengerti Tiba-tiba semua jadi penuh misteri Makin kugali makin sedih hatiku ini Wahai bintang nun jauh di sana Mengapa kau membuatku kecewa Mengapa kau tampak berbeda Tak seperti awal aku terkesima
Wahai awan mendung di sana Mengapa kau merusak suasana Mengapa kau tak pergi jauh saja Pergilah kau sejauh-jauhnya Bukankah kau bilang kau hina dina Namun mengapa kau mempermalukannya Mengapa kau menebar lara dan angkara Pergilah kau jauh dari kami semua
Aku tak mau menatap bintang lagi Hatiku lelah menahan semua ini Kecewaku sudah tak terperi Biarlah kecewa cukup sampai disini ...
★ Rumah dekat SD... Evi dkk sudah tiba di rumah yang dimaksud.Evi segera turun dari motor Irwan,"Kalian tunggu dulu ya.Aku akan cari yang punya rumah."
Norman dan Eri mengangguk.Tapi Irwan beda,"Saya temeni ya mb.Saya kan tanggung jawab atas diri mb.Nanti kalau ada apa2 gimana?"
Norman menyenggol lengan Eri sambil berbisik,"Lihat tuh bossgenk!Sebenarnya ada hati dia sama mb Evi.Tuh buktinya."
Eri senyum2 sambil jawab,"Kayaknya mereka emang cocok ya.Walau Evi lebih tua tapi kelihatan mereka itu serasi kalau jadian.He..he.."
Evi seneng banget dengan perhatian Irwan,namun ia ingat bahwa Irwan itu pacar adiknya.Ia coba meredam kebahagiaan di hatinya,"Ga usah Wan.Deket kok.
Cuma rumah sebelahnya aja.Kamu bisa lihat dari sini." Irwanpun menanti di motornya,'Kenapa ya lihat kakaknya Intan hatiku ini seperti bergetar.Perasaan nyaman kala bersamanya beda dengan saat aku bersama Intan.
Kalau sama Intan aku merasa hepi aja tapi kalau sama mb Evi aku merasakan
rasa sayang yang dalam.Aneh sejak kapan aku jadi mendua gini ya?Makin aneh lagi tiap aku coba deketi Intan yang terjadi malah aku makin deket sama kakaknya.Aku pusing...
cinta bikin migran...' Evi melangkah ke rumah yang dia tunjuk tadi,eh yang punya rumah malah pas mau keluar.Evi segera mendekatinya,"Budhe Lin,pas banget saya mau ketemu Budhe.
Budhe rapi amat mau kemana?" Budhe Lin malah heran,"Lho kamu kok malah ke sini bukannya harusnya kamu
dirumah calon mertua kamu.Kan putranya Jeng Isda dah kembali dari luar negeri?
Kamu kan calonnya kok malah disini ga bantuin calon mertua acara syukuran dirumahnya?" Evi makdeg mendengarnya,'Reza sudah kembali?Kok aku ga dikasih tahu sih?
Benarkah Reza sudah kembali?' Budhe Lin menepuk bahu Evi,"Waduh malah ngalamun!Ada apa nyari budhe?" Evi jadi ingat soal Eri,"Teman saya tertarik sama rumah yang sebelah itu Budhe.Itu mereka!" Budhe Lin sumringah,"Beneran?Ayo suruh masuk temanmu!Kita bicara di dalam saja.Lagian urusan uang lebih penting daripada syukuran.Lha calon isterinya Reza aja masih disini.He..he.." Evi mengajak teman2nya masuk ke rumah Budhe Lin.Pembicaraan soal rumahpun dimulai.Eri dan Norman lalu diajak melihat2 rumahnya.Evi nampak resah,Irwan juga jadi ikut resah,"Kamu kenapa?Kayak ga tenang gitu?" Evi nampak sedih,"Aku pingin pulang Wan.Kamu bisa antar aku kan?Hatiku ga tenang.Anterin aku pulang sekarang ya?" Irwan jadi heran,"Terus mereka?" Evi jawab,"Kan mereka dah ketemu langsung sama pemiliknya.Aku akan pamit sama mereka." Evi pamitan sama Norman dan Eri,"Maaf ya aku duluan pulang." Budhe Lin malah nyeletuk,"Mau ke sana ya Vi.Iya cepetan sana.Bantuin Calon Mertua he..he.."
Norman heran gitu mendengarnya,'Calon mertua?Apa mb Evi dah punya calon ya?Kasihan Bossgenk...' Norman dan Eri mengucapkan terima kasih pada Evi sudah mengantarkan mereka.Evi pergi bersama Irwan.
Ditengah jalan Evi terus berpikir,'Benarkah Reza dah balik?Aku pingin tahu.Aku ngebel ibu aja dulu ya?'
Evi minta Irwan berhenti,"Wan boleh pinjam hpmu ga?Aku mau ngebel ibu." Irwan memberikan hpnya,"Nih no hpnya." Evi menelpon ibunya,"Bu,Nyonya Isda nelpon ibu ga soal kepulangan Reza?" Rita sendiri juga heran dengan soal itu,"Ini ibu mau ke sana.Mau jemput adikmu
Intan.Ia malah ada disana.Katanya ada acara syukuran di sana.Ibu ga enak kalau ga
datang walau ibu tahunya malah dari adikmu." Evi makin heran mendengarnya,"Dari Intan Bu?Kok bisa malah Intan yang tahu?
Intan kok ga bilang ya Bu?Terus Evi enaknya gimana Bu?" Rita menjawab,"Kamu ke sana saja langsung.Ibu dah mau sampai nih.Ibu sama
Pakdhe Wiryo.Kebetulan tadi dia mampir.Bener disini ada syukuran.Itu Intan!
Wah itu Nak Reza.Udah ya ibu mau nyalami dulu.Kamu cepet ke sini ya!"
Telpon ditutup,Evi melihat pakaiannya,sederhana banget.Masak datang syukuran dengan pakaian seperti itu.Evi mengembalikan hpnya ke Irwan,"Makasih hpnya.Ini uang buat
ganti pulsa yang aku pakai." Irwan menolaknya,"Udah ga usah.Aku dah banyak nyusahin mb.Santai aja.Kita kan friend."
Evi ga ngeh,"Prend?Apa kuwi?" Irwan ngekek,"Teman mb.Itu bahasa Inggrisnya.Mb kok nyebut nama Intan tadi?Intan dimana sih mb?"
Evi bingung,"Kamu mau ketemu Intan?Aku tahu dimana dia.Tapi lihatnya dari jauh
aja ya.Soale aku ga pede pakai baju begini." Irwan memandang gadis dihadapannya,"Mb ayu kok pakai baju gini.Sopan juga kan rok panjang.Terus masalahnya dimana?"
Evi tersenyum getir,"Ini baju lama.Dah sering kupakai jualan gorengan dan antar
makanan ke SD2.Ini ga cocok buat acara pesta atau acara kumpulan." Irwan malah menghidupkan mesin,"Pede aja mb.Yang ga pakai baju aja pada pede2...kenapa yang sopan malah ga pede?Ayo kita ke tempat Intan berada mb!" Evi segera naik ke boncengan Irwan,"Tapi kalau Intan lihat kita datang bersama
ntar dia marah lagi sama kamu.Piye kalau gitu?" Irwan memandang langit,"Jika memang dia jodoh aku ga akan kemana mb.
Udah ayo!" Evi juga memandang langit,'Jika memang Reza jodoh aku ga akan kemana.Jika bukan aku akan terima juga.Tuhan kok hatiku ga enak ya rasanya.Kenapa ya?'
Motor melaju ke rumah Isda.Wah bakal perang bubat nih...
★ Rumah Isda... Para tamu sudah mulai berdatangan.Ramai dan semarak gitu suasananya.
Rita datang disambut dengan hangat oleh Isda,"Wah maaf jeng Rita.Saya ga sempat jemput.Tapi saya dah kasih tahu Intan kok kalau saya repot.Oh ya saya juga mau bicara hal penting sama Jeng Rita.Tapi nanti saja usai acara.Reza sayang ini calon mertua kamu.Ayo kasih salam sayang!"
Reza nurut aja dan menyalami Rita.Intan malah nyengir kuda disamping Reza,
nemplok terus.Rita malah heran melihatnya dan menarik Intan menjauh,"Kamu itu
kok ga bilang kalau calon kakakmu dah balik dari luar negeri?Kan kakakmu bisa
jemput di bandara bareng Nyonya Isda.Kamu ini juga nemplok terus sama Nak
Reza,ibu ga suka lihatnya!Ingat ya Tan,Nak Reza itu calon kakak ipar kamu bukan
calon suami kamu!Jaga tata krama dong!Nanti dikira ibu ga bisa didik kamu." Intan diam sambil pasang wajah ga bersalah gitu,'Aku akan diam aja.Ntar ibu akan
telan sendiri kok kata2nya.Lihat aja!Siapa nanti yang bakal disebut Nyonya Reza.
Aku atau mb Evi?' Sementara itu Irwan tiba di dekat rumah Isda.Ia merasa ga asing dengan rumah yang dilihatnya itu,'Ini kan rumah ayah?' Langsung deh terbayang kembali masa2 dulu,masa2 pahit saat diusir isteri ayahnya.
Niatnya mau masuk jadi urung.Evi juga sama apalagi lihat para tamu pada rapi2 dan necis2 pakaiannya.
Ia hanya melihat dari jauh,'Itu kan Intan?Dia cantik banget.Pakaiannya bagus.Itu yang tinggi pasti Reza.Berkharisma banget.Kalau aku nekad masuk pasti aku bakal bikin malu dia dengan penampilanku.Lagian udah ada Intan disana.Ibu juga.Gimana nih aku bingung.Masuk ga ya?'
Irwan melihat Intan dengan Reza,"Pria tinggi itu siapa mb?"
Evi jawab,"Itu calon aku.Namanya Reza.Baru aja kembali dari luar negeri.Kamu ga
jadi ketemu Intan?" Irwan sedih mendengar Evi dah punya calon.Ia juga sempat heran lihat Intan sama
Reza namun begitu tahu kalau Reza calonnya Evi ia ga jadi marah. Irwan malah balik nanya,"Mb sendiri kok ga masuk?Kan mb calonnya yang punya acara.Masuk aja mb." Evi menggeleng,"Ga ah.Ntar malah bikin malu." Irwan malah ngebel Rita Sugiarto,"Bu,mb Evi di luar rumah yang lagi ada acara ini.
Ini Irwan Bu." Rita Sugiarto segera keluar,"Tunggu ya.Ibu keluar." Rita ngajak Intan keluar,"Tan,Nak Irwan diluar mau ketemu kamu.Ayo kita keluar sebentar!" Intan malah ga mau dan malah alasan sakit perut,"Intan mules Bu.Mau ke belakang dulu.Kak Reza,Intan ke belakang bentar ya?" Reza mengiyakan sambil masih menyambut para tamu.Rita sebel sama Intan,akhirnya ia pergi nemui Evi diluar.Dibujuknya Evi masuk.Irwan juga bantu bujuk,"Iya Mb.Penampilan mah no sekian yang penting mb niatnya baik datang dan menghargai yang punya acara.Lagian ini masalah calon mb lho.Pikirin hatinya kalau mb ga muncul.Bakal mikir apa dia.Udah masuk aja!"
Evi akhirnya mau masuk setelah dibujuk Irwan.Wah gimana pertemuan Evi dan Reza ya?***see you next eps***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar